Konsep Dasar Statistik

OPINI | 12 February 2011 | 15:06 Dibaca: 13194 Komentar: 0 Nihil

KONSEP DASAR STATISTIK Oleh: Asroni Paslah, S.Pd. (Mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Universitas Lampung)
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Statistik memegang peranan yang penting dalam penelitian, baik dalam penyusunan model, perumusan hipotesa, dalam pengembangan alat dan instrumen pengumpulan data, dalam penyusunan desain penelitian, dalam penentuan sampel dan dalam analisa data. Dalam banyak hal, pengolahan dan analisa data tidak luput dari penerapan teknik dan metode statistik tertentu, yang mana kehadirannya dapat memberikan dasar bertolak dalam menjelaskan hubungan-hubungan yang terjadi. Statistik dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah hubungan kausalitas antara dua atau lebih variabel benar-benar terkait secara benar dalam suatu kausalitas empiris ataukah hubungan tersebut hanya bersifat random atau kebetulan saja. Statistik telah memberikan teknik-teknik sederhana dalam mengklasifikasikan data serta dalam menyajikan data secara lebih mudah, sehingga data tersebut dapat dimengerti secara lebih mudah. Statistik telah dapat menyajikan suatu ukuran yang dapat mensifatkan populasi ataupun menyatakan variasinya, dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang kecenderungan tengah-tengah dari variabel. Statistik dapat menolong peneliti untuk menyimpulkan apakah suatu perbedaan yang diperoleh benar-benarberbeda secara signifikan. Apakah kesimpulan yang diambil cukup refresentatif untuk memberikan infrensi terhadap populasi tertentu. Teknik-teknik statistik juga dapat digunakan dalam pengujian hipotesa, mengingat tujuan penelitian pada umumnya adalah untuk menguji hipotesa-hipotesa yang telah dirumuskan, maka statistik telah banyak sekali menolong peneliti dalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak suatu hipotesa. Statistik juga dapat meningkatkan kecermatan peneliti dalam rangka mengambil keputusan terhadap kesimpulan-kesimpulan yang ingin ditarik.

Karena itu. data mengenai penghasilan dan sebagainya. KAJIAN PUSTAKA 2. Statistika beda halnya dengan statistik. dikelompokkan. yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. mentabulasi dan menggolongkan. menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka. . Secara kebahasaan.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah konsep dasar statistik? 1. yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi. dan Skala Pengukuran) II. sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah. ilmu tentang cara-cara mengumpulkan. ditabulasi. Fungsi dan Peranan Statistika c. Istilah-Istilah Umum Statistika e. Tetapi harus disadari bahwa statistik hanya merupakan alat dan bukan tujuan dari analisa. Statistik Terapan) . statistika yang dalam bahasa Inggris “statistics” (ilmu statistik). Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angkaangka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. Data Statistik (Jenis Data Statistik. Definisi.Penarikan kesimpulan secara statistik memungkinkan peneliti melakukan kegiatan ilmiah secara lebih ekonomis dalam pembuktian induktif. Karakteristik) b.3 Tujuan Penulisan Untuk mengetahui konsep dasar statistik yang meliputi: a.Isi yang dipelajari (Statistik Teoritis. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram. 1994).Aktivitas yang dilakukannya (Statistik Deskriptif. Klasifikasi Statistika ditinjau dari: . Pengertian Statistik dan Statistika (Terminologi. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan.1 Pengertian Statistik dan Statistika Istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara. statistik berarti catatan angka-angka (bilangan). misalnya data mengenai penduduk. Statistik Inferensial) d. 1. gejala atau peristiwa (depdikbud. perangkaan. data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan. janganlah dijadikan statistik sebagai tujuan yang menentukan komponen-komponen peneliti yang lain.

Statistika juga merupakan cabang ilmu matematika terapan yang terdiri dari teori dan metoda mengenai bagaimana cara mengumpulkan. dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa bilangan-bilangan atau angka. mengukur. Juga dari sisi lain.2 Fungsi dan Peranan Statistika Statistika digunakan untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara pengumpulan data. Statistika dalam psikologi dimaknai sebagai penggunaan (aplikasi) prinsipprinsip. dan prosedur yang digunakan sebagai cara pengumpulan. sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu. statistika membahas tentang prinsip-prinsip. Dengan demikian. mensintesis. Lebih jauh. mengklasifikasi. menabulasi. dan menafsirkan data yang diperoleh secara sistematis. dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa problema-problema bidang psikologi. menjelaskan.Statistika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan. metode. dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa problemaproblema PLB. Selain itu. menganalisis. menghitung. menganalisa serta menginterpretasikan sekumpulan data yang berkaitan dengan dunia pendidikan. statistika dalam Pendidikan Luar Biasa dapat diartikan sebagai penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip. 2. didalamnya terdiri dari sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: Mengumpulkan Meringkas Mengolah data data data data Menyajikan Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya Sedangkan dalam dunia pendidikan. Fungsi statistika diantaranya yakni: Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu . analisis dan penafsiran data. menggolong-golongkan. menganalisis.

efektivitas metoda pembelajaran. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku populasi yang sedang diamati Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan data melalui metode pengumpulan data (teknik sampling). dsb.14) Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan merencanakan masa mendatang Pimpinan menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru.Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan Statistik dapat memperluas pengalaman individu Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat Sedangkan kegunaan statistika yakni untuk: Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti Membantu penelitian untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya atas obyek yang diteliti Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya Membantu peneliti dalam menentukan prediksi untuk waktu yang akan datang Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas data yang terkumpul (M. baik diskrit maupun kontinyu. Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk membaca hasil pengamatan baik melalui tes maupun obserbasi lapangan. Di dalam penelitian. prestasi belajar. 2000. statistika berperan untuk: Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi tertentu. atau media pembelajaran. peningkatan kemampuan karyawan. pembelian peralatan baru. Para pendidik sering menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa. Pengetahuan ini berguna untuk mendapatkan hasil pengukuran yang terpercaya .Subana dkk. perubahan sistem kepegawaian.

Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu di masa mendatang berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. 2. dalil-dalil. atau diagram Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam  penelitian. dan sifat-sifat yang telah diciptakan oleh statistika teoretis. diantaranya: 1) Berdasarkan Isi yang dipelajari Dilihat dari isi yang dipelajari terbagi manjadi dua. metode analisis varians. Menyediakan Sementara menurut Sugiyono (2003:12). grafik. Statistika terapan yang dikenal dengan metode statistika. metode pengujian hipotesis. sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum instrumen tersebut digunakan dalam penelitian Sebagai teknik untuk menyajikan data. maka yang dipelajari adalah statistika teoretis atau matematis. yakni statistika teoritis dan statistika terapan. rumus-rumus dan menciptakan model-model serta segi-segi lainnya yang teoretis dan matematis. b.Menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan karakteristik sampel. Melalui metode regresi dan metode deret waktu. Statistika teoritis membahas secara mendalam dan teoretis. baik melalui metode penaksiran. prosedur praktis untuk melakukan pengujian terhadap data yang bersifat kualitatif melalui statistik non parametrik. Aturan-aturan. Disini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam. sehingga data lebih komunikatif. Materi yang dibahas antara lain. perumusan sifat-sifat. statistika berperan untuk: Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi. misalnya melalui tabel. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian yang dihadapi di masa mendatang. diambil dan digunakan mana yang diperlukan dalam bidang pengetahuan yang sedang .3 Klasifikasi Statistika Statistika dapat diklasifikasikan dari beberapa klasifikasi. Pengetahuan ini berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran serta perbedaan dan kesamaan populasi. rumusrumus. a.

2) Berdasarkan Aktivitas yang dilakukannya Dilihat dari aktivitas yang dilakukannya. 2000. dan penyajian data dalam bentuk tabel. Statistika inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari data yang telah disusun dan diolah (M. Ukuran variasi .12) Statistika inferensial atau statistika induktif bermaksud menyajikan. koefisien korelasi.12). Statistik deskriptif “hanya” dipergunakan untuk menyajikan dan menganalisis data agar lebih bermakna dan komunikatif dan disertai perhitungan-perhitungan “sederhana” yang bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan (Burhan Nurgiyantoro dkk. Artinya kesimpulan yang ditarik melalui deskriptif hanya berlaku bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan menarik kesimpulan yang berlaku bagi populasi. Statistika deskriptif bermaksud menyajikan. Statistika deskriptif adalah teknik statistik yang memberikan informasi hanya mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik inferensi yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. c. menganalisa data dari suatu kelompok .Subana dkk. mengolah dan menganalisa data dari kelompok tertentu sebagaimana adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan yang berlaku bagi kelompok-kelompok yang lebih besar. penyusunan data. b. pengolahan data. Sekalipun statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel. Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk. terbagi menjadi dua pula yakni statistika deskriptif dan statistika inferensial. grafik. Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel ialah: ukuran kecenderungan sentral. ataupun diagram. Ukuran letak. Yang terpenting dalam statistika ini bagaimana cara-cara atau metode statistika digunakan. 2000. dan jelas mengenai suatu keadaan atau peristiwa. 2000. Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan kegiatan berupa pengumpulan data.Subana dkk. agar memberikan gambaran yang teratur ringkas. aturan-aturan ataupun sifat-sifat tersebut.diminati.12). Jadi disini tidak dipersoalkan bagaimana didapatnya rumusrumus. 2000.8). (M. namun statistika deskriptif merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.

Statistika non parametrik yaitu statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu parameter populasi atau lebih. 2. yaitu normalitas distribusi. prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang lebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel). artinya ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel (karakteristik populasi). Asumsi-asmsi lain seperti homogenitas. Statistika parametrik adalah suatu ukuran tentang parameter.4 Istilah-Istilah Umum Statistika Beberapa istilah yang sering digunakan dalam statistika antara lain: . 2) nilainilai baku statistik yang digunakan untuk uji hipotesis didasarkan kepada model distribusi normal. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif. Statistika Univariat: teknik analisis statistik yang hanya melibatkan satu variabel dependent b. Statistik non parametrik digunakan karena analisis parametrik tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau terbebas dari model distribusi dan sampelnya relatif kecil.untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan. Statistika Multivariat: teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu variabel dependent sekaligus. sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal dari statistika ini. Pada umumnya validitas pada statistika non parametrik tidak bergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi. linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang akan diuji. 3) Berdasarkan jumlah variabel: a. Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan. karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi mengikuti model distribusi normal. Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik dan nonparametrik. Satu syarat umum yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan menggunakan statistika parametrik. Statistik parametrik merupakan statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan data yang skala pengukuran minimalnya adalah interval dan rasio. Data yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran nominal atau ordinal. Asumsi ini harus terpenuhi.

misal melalui wawancara. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non – numerik) biasa disebut dengan istilah atribut.05) Tanda Kelas/Midpoint/Titik tengah (xi) : Nilai yang membagi kelas ybs menjadi dua bagian yang sama besar. jurnal. penelitian/ publikasi pihak lain.5.n Rentang/Range ( R ) : Selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dari suatu perangkat data. pengukurn langsung. Ujung Kelas Bawah (Bb) (lower limit) : Skor/nilai terendah pada kelas ybs Ujung Kelas Atas (Ba) (upper limit) : Skor/nilai tertinggi pada kelas ybs Batas Kelas/Batas nyata /real limit Bawah : Batas bawah kelas ybs dikurangi setengah dari satuan terkecil data yang dicatat (0. 0.3 log. 1 + 3.5.05) Batas Kelas/Batas nyata /real limit Atas : Batas Atas kelas ybs ditambah setengah dari satuan terkecil data yang dicatat (0. Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian. b. dan lain-lain. 0. Data kuantitatif: data yang berupa angka (numerik). Panjang Kelas Interval (p) : Jarak/banyaknya skor atau nilai yang tercakup dalam tiap-tiap kelas interval.1 Jenis Data Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. misal diambil dari koran. yaitu data diskrit dan kontinyu. ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. penyebaran kuesioner. dan lain lain. X ½ (Bb+Ba) 2.5 Jenis Data Statistik dan Skala Pengukuran 2.2 Skala Pengukuran . Selain pembagian tersebut.Frekuensi (f) : Jumlah Individu yang mendapatkan skor/nilai tertentu dalam suatu kelompok data Jumlah Frekuensi (n) : Jumlah individu dari suatu perangkat data Frekuensi Kumulatif (fcum) : Banyaknya data yang berada di bawah atau di atas skor / nilai tertentu Frekuensi Relatif (frel) atau f(%) : Persentase dari fcum Kelas Interval (ci) : Sekelompok skor pada tiap-tiap kelas Banyak kelas interval : jumlah kelas interval yang diperlukan untuk mengelompokkan suatu perangkat data. yaitu : a. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/ disadur dari pihak lain.5. 2.5.

maka artinya adalah pada saat itu tidak dilakukan proses produksi sehingga tidak ada output produksi. . Skala Rasio : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung sifat interval ditambah sifat yang mampu memberikan keterangan tentang nilai absolut variabel yang diukur. 1.638 20. Tidak memiliki tingkatan. Contoh skala rasio : Jumlah komponen mesin yang diproduksi per batch adalah 1.521 15. 1.515 b. atau kosong. 4. 2.521 15. 3. Terdapat 4 jenis skala pengukuran.721 1. 4.721 1.000 komponen. Skala Interval : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung sifat ordinal ditambah sifat jarak/ interval. Bila dalam suatu batch menunjukkan angka produksi 0. 5. 3. Contoh skala interval : Suhu udara dapat berkisar antara -4° hingga 40° C. Skala Nominal : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran hanya memiliki arti sebagai label saja (asal bisa dibedakan). Contoh skala nominal : No.000. bukan berarti tidak ada suhu. 2.Skala pengukuran : cara mengukur suatu varibel. Jenis Kendaraan Peugeuot Toyota Isuzu Daihatsu BMW Jumlah (Unit) 1.367 c. Jenis Kendaraan Toyota Isuzu Daihatsu BMW Peugeuot Jumlah (Unit) 68. 5.515 1.367 68. maka berarti benar-benar nol. tetapi hanya sebagai penunjuk bahwa suhu saat itu tergolong rendah. Contoh skala ordinal: No. d. Artinya apabila menunjuk angka 0 (nol).638 20. Jika termometer menunjukkan 0° C. Skala Ordinal : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung pengertian tingkatan. tidak ada. yakni : a.

2006. 2. Statistik 1. interval. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram. KESIMPULAN Dari penjabaran pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. Bandung: Tarsito Sugiyono. Ekonomi. 1995. dan rasio. 1983. Statistika untuk Penelitian. S. maka data statistik dapat dilihat ukuran hasilnya. yakni skala nominal. sedangkan statistika adalah ilmu tentang cara-cara mengumpulkan. Ghalia Indonesia.III. statistika menggunakan istilah-istilah umum yang sering digunakan dalam rumus statistik. 3. analisis danpenafsiran data. Dalam penerapannya. DAFTAR PUSTAKA Bungin. Metode Penelitian Kuantitatif Komunikasi. ordinal. Hadi. 3) Secara menyeluruh. menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka. 2003. 2) Statistik berbeda dengan statistika. Alfabeta . Mohamad. Yogyakarta. Sudjana. Metoda Statistika (Edisi ke 5). yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Burhan. mentabulasi dan menggolongkan. sedangkan dari aktifitas yang dilakukan yakni statistika deskriptif dan statistika inferensial. Jakarta. Jenis data tersebut dianalisis dengan menggunakan skala pengukuran. dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. peran dan fungsi statistika digunakan untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara pengumpulan data. Andi Offset Nazir. 5) Jenis data statistik terbagi dua yakni data kualitatif dan kuantitatif. Jakarta. 4) Pengklasifikasian statistika dilihat dari isi yang dipelajari yang terbagi menjadi statistika teoritis dan terapan. Dengan menggunakan skala tersebut. Metode Penelitian. Prenada Media Group. Bandung. 1992. perbedaannya yakni statistik menunjukkan pencatatan angka-angka suatu kejadian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful