BAB 2 : KALIMAT BERKUANTOR

2.1 PENGANTAR LOGIKA PREDIKAT 2.1.1 PENDAHULUAN
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa titik berat logika adalah pada pembuktian validitas suatu argumen logika proposisional dengan berbagai teknik yang relevan, yaitu menggunakan tabel kebenaran sebagai dasar pembuktian dan juga menggunakan hukum-hukum logika. Logika proposisional sudah cukup untuk menangani pernyataanpernyataan yang sederhana dan banyak dijumpai dalam peristiwa seharihari. Akan tetapi logika proposisional saja ternyata belum mampu menangani argumen-argumen yang berisi pernyataan-pernyataan yang rumit dan sering dijumpai dalam peristiwa sehari-hari. Sebagai contoh perhatikan argumen berikut ini : Contoh 2.1 : 1. Semua gajah mempunyai belalai. 2. Dumbo seekor gajah. 3. Dengan demikian, Dumbo memiliki belalai. Tanpa perlu dibuktikan validitasnya, orang-orang pasti mengatakan argumen tersebut valid karena dengan jelas kesimpulan mengikuti premis-premisnya. Akan tetapi bagaimana cara membuktikannya?. Tentunya memakai logika proposisional.

2.1.2 ARGUMEN PADA LOGIKA PREDIKAT
Validitas sebuah argumen dapat dibuktikan dengan contoh yang mirip dengan contoh diatas. Perhatikan contoh argumen berikut : Contoh 2.2 : 1. Semua mahasiswa pasti pandai. 2. Badu seorang mahasiswa. 3. Dengan demikian, Badu pandai. Secara nalar, kebanyakan orang akan menilai bahwa argumen di atas mempunyai validitas yang kuat. Akan tetapi, saat validitas tersebut ingin dibuktikan dengan logika proposisional, ternyata tidak bisa diselesaikan. Pembuktiannya dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur logika proposisional dengan menentukan terlebih dahulu proposisi-proposisinya : A=Semua mahasiswa pasti pandai. B=Badu seorang mahasiswa. C=Badu pasti pandai. Selanjutnya akan menjadi seperti berikut : Dalam bentuk ekspresi logika : (A∧B) ⇒ C A B ――― ∴C

maka pasti ia pandai”. Jika dirubah dalam bentuk ekspresi logika 1. bukan semua mahasiswa. Badu seorang mahasiswa. Kalau argumen diatas masih ingin dibuktikan dengan logika proposisional. maka ia pasti pandai. Akan tetapi argumen tersebut menunjuk kepada dua orang mahasiswa yaitu Badu dan Dewi sehingga kata “ia” sebagai kata ganti tunggal tidak bisa berperan dengan tepat karena bisa berarti “Badu”. Persoalan yang terjadi adalah pernyataan tersebut tidak sepenuhnya mampu menangkap ide pada argumen yang pertama yaitu “Semua mahasiswa pandai”.4: 1. Jika Badu seorang mahasiswa. Oleh karena itu logika . Dengan demikian. Dengan demikian. yakni kesulitan menentukan objek. B ⇒ C 2. B 3. tidak mungkin suatu kesimpulan berupa C dapat dihasilkan dari premis A dan premis B. Misalnya seperti berikut : Contoh 2. Dewi seorang mahasiswa. misalnya orang yang dimaksudkan jika diganti dengan kata ganti orang. Dengan kata lain. 3. ekspresi logika di atas sudah benar karena kesimpulan diambil dari premis-premis. Kalau premis 1 diubah menjadi. “ Jika Dewi seorang mahasiswa. Persoalan lain juga terjadi. C premis 1 premis 2 kesimpulan Atau dapat juga ditulis [(B⇒C)∧B]⇒C Dalam logika proposisional. tidak ada hukum-hukum logika proposisional yang dapat digunakan untuk membuktikan validitas argumen tersebut karena tidak ada yang mampu menghubungkan antara ketiga proposisi yang digunakan di atas. 2. 2. Perhatikan pernyataan-pernyataan pada contoh argumen berikut ini : Contoh 2. 3. Siapakah “ia” yang berada pada kesimpulan? Apakah Badu atau Dewi?. memang ada yag tidak dapat ditangani oleh logika proposisional. Ide pada pernyataan tersebut tidak tertangkap pada argumen kedua karena hanya mampu menunjuk seorang mahasiswa yaitu Badu. maka klaimatnya harus diperbaiki.Dalam bentuk ekspresi logika diatas.3: 1. bisa juga berarti “Dewi”. ia pasti pandai. Jadi suatu argumen yang sangat kuat logikanya. maka pernyataan tersebut sudah pasti tepat. Atau tidak mungkin suatu kesimpulan yang berbeda dapat dihasilkan dari premis-premis yang berbeda. Jika Badu seorang mahasiswa. maka ia pasti pandai. ia pasti pandai.

selain term. yaitu Badu dan Dewi. sedangkan individu-individunya yang berupa entitas yang dihubungkan dengan predikat tersebut. Selain mengidentifikasikan individu-individunya. diperlukan sesuatu yang mampu menghubungkannya. Ini merupakan langkah awal logika predikat sebelum membuktikan validitasnya. Satu bagian yang penting dari logika dari logika predikat adalah fungsi proposisional (propositional function) atau cukup disebut fungsi saja. Sebagai pelengkap term dan predikat. predikat digunakan untuk menjelaskan properti. Term pada logika predikat berfungsi sama seperti kata benda (noun) pada bahasa inggris. Kuantor lainnya adalah kuantor eksistensial (Existensial quantifier) yang mengindikasikan bahwa suatu pernyataan kadang-kadang bernilai benar atau mungkin juga salah . Di sini tidak diketahui dengan siapa Badu atau Dewi berpacaran.proposisional dikembangkan menjadi logika predikat (predicate logic) atau kalkulus predikat (predicate calculus). dari yang rumit sampai yang .5 : Badu dan Dewi berpacaran Dalam logika proposisional akan dipecah menjadi dua pernyataan. yakni hubungan antara individu-individu. juga akan dicari predikatnya. logika predikat juga memiliki proposisi-proposisi dan perangkai-perangkai sebagai bagian dari pembahasan dan proses manipulasinya. Dengan logika predikat. Lihat contoh yang sederhana berikut Contoh 2. yaitu “Badu berpacaran” dan “Dewi berpacaran”. penghubung antara Badu dan Dewi adalah keduanya mahasiswa. Fungsi berperan penting sewaktu menggunakan persamaan-persamaan karena ia bertugas persis seperti variabel proposisional karena fungsi tersebutlah yang dirangkai dengan perangkai-perangkai logika. disebut term. Dari uraian di atas. Pada contoh yang terakhir. Secara umum. Dengan demikian. predikat dan kuantor. sedangkan prosesnya disebut pengkuantoran (quantification).Kuantor mengindikasikan seberapa banyak perulangan pada pernyataan tertentu yang bernilai benar. maka hubungan antara logika predikat dengan logika proposisional menjadi jelas. yaitu Badu dan Dewi. pada pernyataan “Semua mahasiswa pasti pandai” maka kata “semua” secara universal semuanya selalu bernilai benar. kata “berpacaran” pada contoh diatas merupakan predikat. Padahal pada pernyataan awal jelas bahwa Badu berpacaran dengan Dewi atau Dewi berpacaran dengan Badu. dan kemudian membentuk ekspresi logika. orang menggunakan kuantor (quantifier). Kedua pernyataan tersebut akan menjadi aneh karen maksud kalimatnya bukan seperti itu. bahwa logika predikat sebenarnya menjadikan logika proposisional menjadi bersifat universal atau umum. Untuk mrncari kesamaan antara pernyataan-pernyataan dalam argumen pada logika predikat. khususnya kuantor universal (universal quantifier) yang menginikasikan suatu pernyataan selalu bernilai benar.

7: 1. logika predikat mampu berperan di bagian pembuktian tentang masalah “correctness” sehingga dapat secara tepat mengetahui kondisi program yang menghasilkan keluaran yang benar. kemudian dikembangkan logika predikat untuk mengatasi masalah tersebut. Badu menyukai Siti. logika predikat mampu mendorong pengembangan kebutuhan aplikasi komputer. Contoh-contoh argumen yang menggunakan logika predikat masih cukup banyak. 2. Pertama. Dengan demikian. 2. logika predikat sebenarnya adalah logika proposisional yang ditambah dengan hal-hal baru. Socrates hidup abadi.6 : 1. misalnya PROLOG dan LISP.sederhana dan digunakan sebagai bahan untuk dimanipulasi secara matematis. Pria yang menyukai Siti pasti menyukai Dewi. Tom memiliki ekor Atau : 1. Ketiga. Untuk itu. Kedua. Argumen juga bisa lebih panjang karena memiliki lebih dari 2 premis. Tom adalah seekor kucing. 2. Oleh karena itu. logika predikat berperan penting dengan beberapa alasan. Badu hanya menyukai wanita cantik. tetapi tetap dengan satu kesimpulan. tetapi merupakan gabungan dari beberapa premis. Di sinilah logika predikat akan berperan. Dengan demikian. 3. yaitu pengkuantoran. logika predikat memberi alasan logis yang mendasari bahasa pemrograman logika. . 3. Dewi adalah wanita cantik. Socrates adalah seorang lelaki. Dengan demikian. tetapi jika dibuktikan melalui logika proposisional akan terjadi kesulitan karena kesimpulan bukan diambil utuh dari premisnya. Setiap kucing mempunyai ekor. Bagi para ahli di bidang ilmu komputer. Lihat contoh argumen berikut : Contoh 2. Jelas bahwa kesimpulan pada pernyataan ke-4 adalah logis karena jelas berasal dari premis-premisnya. Setiap lelaki hidup abadi. Logika predikat diperkenalkan oleh Sir William Hamilton (1788-1856) dengan doktrinnya yang dinamakan “Quantification Theory”. misalnya dua contoh berikut ini : Contoh 2. Banyak argumen logis yang tidak bisa diselesaikan pembuktian validitasnya dengan logika proposisional. 3. 4.

2) Terdapat binatang x... Nilai x ditentukan berdasarkan semesta pembicaraannya. Untuk itu perlu ditambahkan simbul kuantor universal sehingga menjadi (∀x)(G(x) ⇒ B(x)). ular. Kuantor universal disimbolkan dengan “∀”. setiap……….. jadi sekarang dapat dibaca ” Untuk semua x. Tetapi jika diganti dengan “Burung” atau “Ular”.. dapat dibaca “Jika x adalah gajah. Kalimat (b) belum dapat ditentukan nilai kebenarannya sebelum variabel x –nya diganti dengan salah satu himpunan dari x. seperti adi atas disebut dengan kalimat berkuantor (Quantifier). karena itu kalimat (b) disebut kalimat terbuka. dimana x adalah binatang berkaki empat.. burung. X={kuda. Kuantor tersebut menunjukkan atau berkait dengan banyaknya pengganti peubah x sehingga didapatkan suatu pernyataan berkuantor yang bernilai benar saja atau salah saja. .. terdapat……. kalimat (a) adalah sebuah kalimat pernyataan dengan nilai kebenaran T. maka kalimat terbuka (b) menjadi benar.. singa} Jika diperhatikan pada kedua kalimat diatas.2. maka kalimatnya menjadi salah. maka x mempunyai belalai”. Perhatikan kalimat berikut ini : “Semua gajah mempunyai belalai” Maka jika predikat “mempunyai belalai” diganti dengan simbol B maka dapat ditulis : G(x) ⇒ B(x). KUANTOR UNIVERSAL (UNIVERSAL QUANTIFIER).. Apa yang terjadi jika terhdap suatu kalimat terbuka ditambahkan katakata seperti : “untuk semua/ setiap x…. Untuk kalimat (b) maka kalimatnya menjadi : 1) Untuk semua/setiap x. Kita dapat meletakkan kata-kata “Untuk semua/setiap x” di depan kalimat terbuka yang mengandung variabel x untuk menghasilkan kalimat yang mempunyai suatu nilai kebenaran. Kata-kata semua……. x adalah binatang berkaki empat. ada……. maka x mempunyai belalai” Tetapi kalimat di atas belum berupa kalimat berkuantor karena kalimat diatas belum memuat kata “semua”. Kuantor ∀ universal mengindikasikan bahwa sesuatu bernilai benar untuk semua individual-individualnya.. Seperti yang telah diuaraikan pada argumen pada logika predikat. jika x adalah gajah. Jika x diganti dengan “Kuda” atau “Singa”.”. Kuantor universal menunjukkan bahwa setiap objek dalam semestanya mempunyai sifat kalimat yang menyatakannya. kuantor ada dua jenis yaitu kuantor universal dan kuantor eksistensial.2 KALIMAT BERKUANTOR Perhatikan ketiga kalimat berikut : a) Semarang ibukota jawa tengah b) X adalah binatang berkaki empat. Beberapa/Terdapat/Ada x……. beberapa…….

maka x membutuhkan air untuk tumbuh Tanaman hijau(x) ⇒ membutuhkan air untuk tumbuh(x) • (∀x) (Tanaman hijau(x) ⇒ membutuhkan air untuk tumbuh(x)) • (∀x)(T(x) ⇒ A(x)) 2. misalnya untuk orang ada kata ”every people”. mengindikasikan adanya pengkuantifikasian secara universal. dibaca “Untuk setiap x. maka penulisan yang lengkap adalah : (∀x) Bx. maka harus lebih ditegaskan dan sebaiknya ditulis : (∀x)(M(x) ⇒ B(x)). maka ditentukan misal B untuk “ harus belajar dari buku teks”. ”Setiap mahasiswa harus belajar dari buku teks”. sehingga jika ditulis B(x). Misalnya jika diketahui pernyataan logika. berarti “x harus belajar dari buku teks”. ”setiap”. Berilah kuantor universal di depannya (∀x)(mahasiswa(x) ⇒ harus rajin belajar(x)) 3. maka x harus belajar dari buku teks”. ”Semua artis adalah cantik”. Kata “Setiap mahasiswa” mengindikasikan bernilai benar untuk setiap x.Pernyataan-pernyataan yang berisi kata ”semua”. atau kata lain yang sama artinya. yaitu “Jika x adalah mahasiswa. “each people”. Langkah untuk melakukan pengkuantoran universal : Perhatikan pernyataan berikut ini : “Semua mahasiswa harus rajin belajar” Untuk melakukan pengkuantoran universal pada pernyataan tersebut maka dilakukan langkah-langkah seperti berikut : 1. Akan tetapi notasi diatas belum sempurna karena x belum menunjuk mahasiswa. Selanjutnya akan ditulis : mahasiswa(x) ⇒ harus rajin belajar(x) 2. jika ingin ditulis dalam logika predikat. x harus belajar dari buku teks”. dan lain-lainnya. maka x harus rajin belajar”. maka dipakai kuantor universal.8 : 1. jika x mahasiswa. Ubahlah menjadi suatu fungsi (Ax)(M(x) ⇒ B(x)) Contoh 2. ”all people”. ”anybody”. dibaca “Untuk setiap x. Carilah lingkup (scope) dari kuantor universalnya. . Dalam bahasa inggris. ”Semua tanaman hijau membutuhkan air untuk tumbuh ”. • Jika x adalah tanaman hijau.

Tentukan nilai kebenaran (∀x∈A) x+3>10..”. maka (∀x) x+3>10 bernilai benar. ∃ Kuantor eksistensial mengindikasikan bahwa sesuatu kadang-kadang bernilai benar untuk individu-individualnya. Dalam bahasa inggris. Kuantor eksistensial disimbolkan dengan ”∃”. Perhatikan kalimat berikut ini : ” Ada pelajar yang memperoleh beasiswa berprestasi ” Untuk melakukan pengkuantoran eksistensial pada pernyataan tersebut.”. dan x memperoleh beasiswa berprestasi “. KUANTOR EKSISTENSIAL (EXISTENSIAL QUANTIFIER) Kuantor eksistensial menunjukkan bahwa diantara objek-objek (term – term) dalam semestanya.4}. ”at least one”. maka 4+3>10 ≡ 7>10 Memenuhi Karena semua himpunan A memenuhi. maka harus dicek satu persatu A={1. dan kata-kata lain yang sama artinya. maka 2+3>10 ≡ 5>10 Memenuhi A=3. • (∀x)( Artis(x) ⇒ cantik(x)) • (∀x)(A(x) ⇒ C(x)) 3. Artis(x) ⇒ cantik(x). (∃x) (Pelajar(x) ∧ memperoleh beasiswa berprestasi(x)) 3. (∃x)(P(x) ∧ B(x)) . sehingga 8+3>10 ≡ 11>10. Ubahlah menjadi suatu fungsi. penggunaan kuantor eksistensial dapat ditunjukkan dengan penggunaan kata kata: ”some”. Tapi jika ada satu saja nilai A yang tidak memenuhi. Berilah kuantor eksisitensial di depannya.• Jika x adalah artis. maka x cantik. maka 1+3>10 ≡ 4>10 Memenuhi A=2. Untuk menentukan nilai kebenarannya. Jika diketahui persamaan x+3>10. misalnya dimasukkan A=8.” there is”. yaitu : “Ada x yang adalah pelajar. Selanjutnya akan ditulis : Pelajar(x) ∧ memperoleh beasiswa berprestasi(x) 2. maka 3+3>10 ≡ 6>10 Memenuhi A=4. Carilah scope dari kuantor-kuantor eksistensialnya. dilakukan langkkah-langkah sebagai berikut : 1. “Beberapa x bersifat…. Kita dapat meletakkan kata-kata : “Terdapat….3. dengan x adalah himpunan bilangan bulat positif A > 5 . Jika kuantor universal. dimana hasilnya salah maka (∀x) x+3>10 bernilai salah. Nilai x yang menyebabkan suatu kuantor bernilai salah disebut dengan contoh penyangkal atau counter example. “Ada……”. “Paling sedikit ada satu x………” di depan kalimat terbuka yang mengandung variabel x..2. maka untuk semua nilai A yang dimasukkan harus memenuhi persamaan yaitu x+3>10 Untuk A=1. paling sedikit ada ada satu term/objek yang memenuhi sifat kalimat yang menyatakannya.

tetapi yang penting adalah konsisten. Jika ditulis dengan menggunakan logika predikat.3 tidak boleh ditulis (∀y)(R(y) ⇒ H(x)) Contoh 2..” • Jika pernyataan memakai kuantor eksistensial (∃). Tidak memenuhi Misal x= -1.. Semua orang harus bekerja. M(b) B(b) ⇒ L(b) (∀y)(R(y) ⇒ H(y)) Tidak selalu harus menggunakan huruf kecil x untuk variabel yang umum..... maka digunakan perangkai implikasi (⇒). Beberapa mahasiswa lupus sarjana... (∀x)(O(x) ⇒ B(x)) 2. Tentukan nilai kebenaran (∃x ∈ B)(x2=x). maka (1) =1 Karena ada satu nilai yang memenuhi. (∃x)(S(x) ∧ H(x)) Dari berbagai contoh di atas.9: 1. “Ada binatang yang tidak mempunyai kaki”. Contoh 2.. yaitu “Jika semua. yaitu x=1.. MEMPREDIKATKAN SATU DAN N-ARITAS OBJEK Contoh berikut merupakan pernyataan untuk semakin memahami cara menulis simbol dengan logika predikat.. (∃x ∈ B)(x2=x) akan bernilai benar jika dapat ditunjukkan paling sedikit ada satu bilangan bulat yang memenuhi x2=x. maka (-1)2=1 2 Memenuhi X= 1. Semua rumput berwarna hijau. dan tentu saja penulisan simbol harus ampu .”. (∃x)(M(x) ∧ L(x)) 3. dapat kita simpulkan bahwa : • Jika pernyataan memakai kuantor universal (∀).. yaitu “Ada. Ada sesuatu yang hilang di desa Sidomakmur.Contoh 2. • “Terdapat x yang adalah binatang. “Beberapa orang rajin beribadah”. Perhatikan dengan sekssms bsgsimsns huruf besar menggantikan predikat dan huruf kecil menggantikan variabel (objek). Badu seorang mahasiswa. 2.dan. dan x tidak mempunyai kaki”. Jadi untuk contoh no.maka.. maka pernyataan di atas bernilai benar. maka digunakan perangkai konjungsi (∧). dan x rajin beribadah”. Misalkan B adalah himpunan bilangan bulat.10: 1. (∃x ∈ B)(x2=x) dapat dibaca “Terdapat x yang adalah bilangan bulat dan x memenuhi x2=x”. • (∃x)(Orang(x) ∧ rajin beribadah(x)) • (∃x)(O(x) ∧ I(x)) 2. maka: • ”Ada x yang adalah orang. Jika Badu rajin belajar. • (∃x)(binatang(x) ∧ tidak mempunyai kaki(x)) • (∃x)(B(x) ∧ ¬K(x)) 3. Conoth-contoh diatas berhubungan dengan predikat unary atau relasi satu tempat (objek hanya satu).. 3.. maka ia akan lulus..yang.11: 1.

Setiap bilangan genap dapat dibagi 2. atau satu manusia saja. (∀x) C(x. dan sebagainya. Setiap orang mencintai Jogjakarta. Untuk menulis simbol yang tepat.x) KUANTOR GANDA Domain atau semesta pembicaraan penafsiran kuantor sangat penting untuk menentukan jenis kuantor yang akan digunakan serta mempengaruhi penulisan simbolnya. binatang.2)) 3. Badu mengenal seua benda. untuk memastikan bahwa domain penafsiran hanya orang. Ada orang yang menganggap y hádala manusia.j)) Sekarang simbol tersebut dapat dibaca ”Untuk semua y jika y adalah orang. (∀x)(G(x) ⇒ B(x. bahkan mungkin y bisa menjadi benda apa saja. Persoalan selanjutnya adalah bagaimana jira memakai dua kuntor yang berbeda pada satu penulisan simbol yang berasal dari satu pernyataan.23. bilangan prima. y mencintai Jogjakarta”. bilangan asli. Tentu saj domain penafsiran semacam ini kacau karena yang dimaksudkan pasti hanya orang atau manusia. dapat ditulis simbolnya dengan logika predikat (∀x) C(x. Oleh karena itu.j) Simbol tersebut dapat dibaca “Untuk semua y. (∀x) K(b. penulisan simbol harus diperbaiki seperti berikut : (∀y)(O(y) ⇒ C(y. misalnya beberapa manusia. Lihat contoh berikut : Contoh 2.12: 1.menunjukkan predikat n-ary yaitu relasi dimana objeknya sebanyak n buah. Contoh domain penafsiran yang bersifat umum antara lain manusia. tumbuh-tumbuhan. (∃x)(P(x) ∧ A(x. maka y mencintai Jogjakarta”. yang nantinya akan menggunakan kuantor universal.J) 2. bebek.29)) 4. Perhatikan contoh berikut ini : “Setiap orang dicintai oleh seseorang” . Akan tetapi jira tertentu saja atau tidak semuanya. Tak ada bilangan prima di antara 23 dan 29. misal ayam. Lihat contoh berikut : “Setiap orang mencintai Jogjakarta” Selanjutnya. Persoalan yang terjadi adalah domain penafsirab seseorang untuk y bisa berbeda-beda. memang harus menempatkan terlebih dahulu domain penafsiran karena domain penafsiran Sangay mempengaruhi penulisan dan sekaligus menghindari terjadinya ambiguitas. tetapi mungkin orang lain menganggap y bisa mahluk hidup apa saja. Apakah domain penafsiran juga akan berbeda atau sama?. akan memakai kuantor yang berbeda yaitu kuantor eksisitensial.

Lihat contoh berikut : Contoh 2.y)] ≡ (∀x)(∃y) ¬P(x. terdapat y dimana y mencintai x” X dan Y sebenarnya menunjuk domain penafsiran yang sama yaitu orang.y) ≡ (∃y)(∃x) P(x. x tidak terhubing dengan kuantor universal. Penulisan tersebut lebih baik lagi jika bisa memakai variable yang sama.x))) Sekarang perhatikan contoh penulisan menggunakan angka atau bilangan.y).y) .y) ≡ (∀y)(∀x) P(x.y)=x+y=y+x dan dapat dibaca “ Untuk semua bilangan real x dan semua bilangan real y. atau x mati”. Pada “x mati”. akan ditullis seperti berikut (∀x)(∃y) C(y. perhatikan penulisan serta peletakan tanda kurungnya. Secara umum.y) ≡ (∀y)(∃x) P(x.Dengan notasi simbol logika predikat.y) Ingkaran kalimat berkuantor ganda dilakukan dengan cara yang sama seperti ingkaran pada kalimat berkuantor tunggal. ¬[(∃x)(∀y) P(x.y) (∃x)(∀y) P(x. hubungan antara penempatan kuantor ganda adalah sebagai berikut : (∀x)(∀y) P(x. Maka pernyataan diatas secara lengkap dapat ditulis : (∀x)(O(x) ⇒ (∃x)(O(y) ∧ C(y. adalah benar x+y=y+x” Sekarang perhatikan jika pengkuantoran ternyata melibatkan lebih dari satu jenis kuantor dengan contoh pernyataan berikut : “Terdapat bilangan positif x sedemikian sehingga untuk semua bilangan positif y berlaku y<x” Pernyataan di atas dapat ditulis : (∃x)(∀y)(y<x) Sebelumnya telah dijelaskan bahwa kuantor universal (∀) dan kuantor eksistensial (∃) diperlakukan sebagai perangkai unary dan kuantor juga memiliki urutan lebih tinggi dibandingkan dengan perangkai binary.y) (∃x)(∃y) P(x.x) Yang dapat dibaca ”Untuk semua x. Sekali lagi. yang terhubung hanya”x hidup”. pernyataan berikut jika (∀x∈real)(∀y∈real)S(x.13: H(x) : x hidup M(x) : x mati (∀x)(H(x) ∨ M(x)) dibaca “Untuk semua x. x hidup atau x mati” Akan tetapi jika ditulisnya (∀x)(H(x)) ∨ M(x) maka dibaca “Untuk semua x hidup. dan pada simbol tersebut ternyata dibedakan. misalkan S(x.

y) Latihan : Ubahlah pernyataan berikut ke dalam logika predikat kemudian negasikan 1.y) 3. terdapat bilangan bulat y yang memenuhi x=2y. sehingga menjadi (∃x)(∀y) K(x.y) : x kenal y 2.¬[(∀x)(∃y) P(x. 4. 3. sehingga menjadi (∀y) K(x. Maka negasinya : ¬[(∀x)(∃y) x=2y] ≡ (∃x)(∀y) x≠2y 2. Ada programmer yang menguasai semua bahasa pemrograman. Ada toko buah yang menjual segala jenis buah Dapat ditulis (∃x)(∀y) x menjual y. (∀x)(∃y) x=2y dengan domainnya adalah bilangan bulat (∀x)(∃y) x=2y dibaca “Untuk semua bilangan bulat x. Semua orang menghormati Presiden SBY. 2.14: Tentukan negasi dari logika predikat berikut ini : 1. Jadikan potongan pernyataan ”x kenal y”. Mengubah pernyataan ke dalam logika predikat yang memiliki kuantor ganda Misal : “Ada seseorang yang mengenal setiap orang” Langkah-langkahnya : 1. Jadikan potongan pernyataan ”x kenal semua y”. . maka akan menjadi K(x.y). K(x. yang x kenal semua y”. Jadikan pernyataan “ada x. 5. Maka negasinya ¬[(∃x)(∀y) x menjual y] ≡ (∀x)(∃y) x tidak menjual y Dibaca “Semua toko buah tidak menjual paling sedikit satu jenis buah”.y) Contoh 2. Setiap orang dicintai oleh seseorang. Ada mahasiswa TI yang tidak lulus logika informatika. Setiap orang memiliki seseorang yang menjadi ibunya.y)] ≡ (∃x)(∀y) ¬P(x.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful