10 Nama-Nama Malikat dan Tugas-Tugasnya yang Wajib Kita Ketahui

Jaman sekarang ini orang lebih akrab dengan internet dan teknologi terkini, tidak ada masalah juga sih.... yang penting tetap sesuai dengan aturanaturan. iya kan???? ^_^ Banyak remaja yang sering leng-long kalau ditanya tentang agama... saya juga termasuk sih... hehee Belajar lagi deh... inget-inget pelajaran jaman SD dulu, tentang Malaikat... iyaa... 10 malaikat dan tugas-tugasnya yang wajib diimani. Malu dong sama adek yang lagi hapal-hapalnya .... Pengertian Malaikat adalah ciptaan Allah yang ghaib, yang tidak mempunyai nafsu dan pikiran, tidak berbapak dan tidak beribu, juga tidak beranak. Malaikat hanya mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka. Malaikat ada baaaaanyak banget, tapi yang wajib diimani hanya ada sepuluh. Keimanan kepada malaikat masuk ke dalam rukun Iman yang kedua, maka setiap orang islam yang mengaku muslim harus mengimani keberadaan malaikat. Nama-Nama 10 Malaikat dan Tugasnya 1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul. 2. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia. 3. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat. 4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa. 5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan yang buruk manusia di alam kubur. 6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan Munkar.

baik manusia di alam kubur bersama Malaikat

7. Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup. 8. Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala

perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup. 9. Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka. 10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga. Perbedaan Malaikat dengan Jin, Setan / Syetan dan Iblis Malaikat terbuat dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblik akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir. Semoga dengan ini semuanya bisa mengigat kembali para Malikat-Malaikat kita & tugas-tugas-Nya dan bisa menyebarkannya ke penjuru dunia,Amiiinnn.

RUKUN ISLAM 1.Mengucap dua kalimat syahadat. 2.Menunaikan sholat lima waktu dalam sehari semalam. 3.Mengeluarkan zakat. 4.Berpuasa pada bulan Ramadhan. 5.Melaksanakan haji bagi mereka yang mampu. RUKUN IMAN 1. Iman kepada ALLAH 2. Iman kepada Malaikat-malikat ALLAH 3. Iman Kepada Kitab-kitab ALLAH

dan beliau sendiri membenarkan urutan puasa Ramadlan sebelum haji 10 RUKUN ISLAM I) Bersaksi untuk 2 hal: a) Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) b) Muhammad adalah utusan Allah. Persaksian tersebut mengandung konsekuensi: . haji. puasa Ramadlan didahululan terhadap haji. menunaikan zakat. 2012 oleh : Ustadz Kharisman Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridhai keduanya (Umar dan anaknya)beliau berkata: Rasulullah shollallahu „alaihi wasallam bersabda: Islam dibangun atas 5 (rukun): Persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Sedangkan secara urutan. Iman kepada hari Kiamat 6. Iman kepada Qada dan Qadar Hadits Ibnu Umar Tentang Rukun Islam (Hadits Ke-3 Arbain Annawawiyyah) March 8. Sebagian Ulama‟ menyatakan bahwa periwayatan yang menyebutkan haji sebelum puasa Ramadlan adalah periwayatan secara makna9. dan puasa Ramadlan (H.R alBukhari dan Muslim) PENJELASAN: Pada lafadz alBukhari haji disebutkan sebelum puasa Ramadlan. dan menegakkan sholat.4. Hal ini pernah dikonfirmasikan secara langsung kepada Ibnu Umar. Iman Kepada Rasul-rasul ALLAH 5.

Takbiratul Ihram : ucapan “Allahu Akbar”.Konsekuensi syahadat Laa Ilaaha Illallah : mempersembahkan ibadah hanya kepada Allah semata. (iv) Tidak beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta‟ala kecuali dengan aturan/ syariat yang dituntunkan Nabi. 5) 6) Sudah masuk waktu sholat 13 Niat Sebagaimana telah dijelaskan pada hadits pertama bahwa niat tempatnya adalah di hati dan tidak dilafalkan. 4) Menghadap ke arah kiblat. bagi pria: dari pusar hingga lutut. Sholat tersebut memiliki syarat-syarat sah. Bagi orang yang melihat langsung ka‟bah ia harus menghadap ke dzat/ benda ka‟bah. Wanita: seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. serta sunnah-sunnah. dan pahalanya menjadi setengah sholat berdiri. pakaian. dan mengingkari segala bentuk penyembahan kepada selain Allah Konsekuensi persaksian bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah utusan Allah: (i) (ii) (iii) Membenarkan kabar dari Nabi. Isya‟. dan tempat sholat 12 3) Menutup aurat. Untuk sholat sunnah. Persis sudutnya lebih baik. Maghrib. bagi orang di Indonesia cukup menghadap ke arah Barat (antara Selatan dan Utara). Dzhuhur. tidak mengapa sholat dengan duduk meski mampu berdiri. namun kalau tidak bisa. sedangkan bagi orang yang jauh dari ka‟bah cukup menghadap ke arah Makkah. dan kewajiban-kewajiban. Mentaati perintah Nabi Menjauhi larangan Nabi. Syarat sah sholat: 1) 2) Suci dari hadats besar dan kecil 11 Suci dari najis pada tubuh. Berdiri bagi yang mampu. dalam sholat wajib. 1. II) Menegakkan sholat Sholat yang wajib ditegakkan adalah sholat 5 waktu sehari semalam: Subuh. karena memang tidak ada tuntunannya dari Nabi shollallaahu „alaihi wasallam untuk melafalkan niat Rukun-rukun Sholat 14 : 1. Ashar. . rukun.

Salam 14. sedangkan gerakan mengangkat tangannya adalah Sunnah. Zakat yang wajib ada 2 : Syarat suatu harta wajib dizakati adalah : .. 1. Ucapan “Sami‟allaahu liman hamidah” saat bangkit dari ruku‟ untuk Imam dan orang yang sholat sendirian 3. 1. Gerakan ruku’. Gerakan I‟tidal : posisi berdiri tegak setelah dari ruku‟. Mencapai nishab (kadar minimal dikeluarkannya zakat). hidung. Membaca Al-Fatihah 2. Bacaan takbir selain takbiratul ihram. Gerakan duduk tasyahhud awal. Ucapan “Subhaana Robbiyal „Adzhiim” minimal sekali pada saat ruku‟ 5. ujung jari. Bacaan Tasyahhud Awal 8. Gerakan bangkit dari sujud 2. 3. kedua lutut. Gerakan bangkit dari ruku‟ 2. Gerakan duduk tasyahhud akhir 13.. Ucapan “Robbanaa wa lakal hamdu” pada saat I‟tidal.. III) a) b) a) b) Menunaikan Zakat Zakat Fithri atau umumnya disebut zakat fitrah 17 Zakat harta (maal) Dimiliki secara sempurna. kedua telapak tangan. 2.!!!!!! Minimal: membungkukkan badan sehingga memungkinkan tangan menyentuh lutut..Ucapan “Allahu Akbar” adalah rukun. Duduk di antara dua sujud 10. 16 4. Sempurna : membungkukkan badan dan posisi punggung rata dan sejajar dengan kepala. Terdapat tujuh anggota sujud: dahi.. Ucapan “Robbighfirlii” minimal sekali saat duduk di antara dua sujud 7. Urut pada setiap gerakan Kewajiban dalam sholat 15: 1. Gerakan sujud. Ucapan “Subhaana Robbiyal A‟laa” minimal sekali saat sujud 6. 1. Thuma‟ninah : tenang dan tidak tergesa-gesa pada setiap gerakan 11. Bacaan tasyahhud akhir dan sholawat kepada Nabi di tasyahhud akhir 12.

minum. Harta yang wajib dizakati adalah: Nishab emas : sekitar 70-92 gram emas murni 24 karat.5%. Emas dan perak (mata uang). IV) Shoum (puasa) Ramadlan Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari di bulan Ramadlan Pembatal-pembatal puasa: a) Makan. dan 5% jika pengairan menggunakan biaya.c) i) Telah mencapai haul (sempurna dimiliki 1 tahun). Zakat harta tidak boleh diberikan kepada orang-orang yang harus dinafkahi seperti anak. Segala jenis dosa mengurangi atau bisa membatalkan pahala puasa. Nishab perak : sekitar 460 – 595 gram perak murni. Seseorang yang berpuasa harus meninggalkan segala hal yang mengurangi pahala puasa. Golongan yang berhak menerima zakat harta adalah 8 golongan yang disebutkan dalam al-Qur‟an surat atTaubah ayat 60. 18 Zakat yang dikeluarkan adalah 2. ii) Hewan ternak (unta. sapi. . Nishab mata uang disetarakan dengan nishab emas. Memiliki pemilik (ditanam manusia) Nishabnya adalah 300 sha‟ (sekitar 750 -900 kg). dan yang semakna dengan makan dan minum (contoh: infus) b) c) d) Berhubungan suami istri atau mengeluarkan mani secara sengaja Muntah secara sengaja Berbekam (termasuk juga donor darah). orang tua. istri. kambing) iii) Pertanian. Syarat zakat pertanian : a) b) c) d) e) Berbentuk biji atau buah-buahan Dapat ditakar atau ditimbang Dapat disimpan lama. karena wajib memberikan nafkah kepada mereka ketika mereka membutuhkan. Zakat pertanian harus dikeluarkan setiap selesai panen sebesar 10% jika pengairan secara alami tanpa biaya.

Tawaf Ifadhah. Yang diperhatikan adalah maknanya sama. dan Aqobah. Jika rukun tidak dikerjakan. melontar jumroh Ula.Wushtho. maksudnya periwayatan yang tidak menukil secara persis sama lafadznya. Karena itu. Wukuf di Arafah.V) Menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu. Jika kewajiban tidak dikerjakan. haji tidak sah. . CATATAN KAKI 9. Rukun haji: Ihram. Sa‟i. Mabit di Mina. Thawaf Wada‟. Kewajiban haji : Ihram (berniat) haji dari Miqot. Periwayatan ini melalui jalur perawi bernama Handzholah. harus membayar dam (dua ekor kambing disembelih di Makkah dan dibagikan pada fakir miskin di daerah tersebut). urutan penyebutan rukun itu tidak diperhatikan.Periwayatan secara makna. Mabit di Muzdalifah.

berkumurkumur bersamaan dengan memasukkan air ke hidung kemudian mengeluarkannya. Tata cara bertayammum adalah : berniat dalam hati. Jika tidak ada air atau tidak mampu menggunakan air (karena sakit atau sebab lain) maka bertayammum.R Muslim) 11.Contoh hadats besar : mengalami junub setelah berhubungan suami-istri atau mimpi basah (ihtilam). buang angin. Demikianlah aku mendengar dari Rasulullah shollallaahu „alaihi wasallam (H. menegakkan sholat. Cara menghilangkan hadats kecil adalah dengan berwudlu‟. puasa Ramadlan dan haji. mengusap kepala kemudian telinga. minimal adalah berniat.10 Dari jalur Sa‟ad bin Ubadah dari Ibnu Umar yang diriwayatkan Muslim: Dari Sa‟ad bin Ubaidah dari Ibnu Umar dari Nabi shollallaahu „alaihi wasallam beliau bersabda: Islam dibangun di atas 5 (rukun): Mentauhidkan Allah. menunaikan zakat. puasa Ramadlan dan haji. wadi).haidl dan nifas bagi wanita. Cara menghilangkan hadats besar adalah dengan melakukan mandi wajib. mencuci kedua tangan sampai siku. madzi. mencuci wajah. Kadar mandi wajib yang sah. Hadats kecil adalah semisal: keluarnya sesuatu dari kemaluan dan dubur (kencing. tidur pulas. Kadar wudlu‟ yang sah. makan daging unta. buang air besar. minimal adalah: berniat. Wudhu‟ dan mandi membutuhkan air. berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. tayamum . mencuci kedua kaki hingga mata kaki. dan mengguyurkan air ke seluruh tubuh. Seorang laki-laki bertanya (kepada Ibnu Umar): haji dan puasa Ramadlan? (Ibnu Umar) berkata: Tidak. membaca bismillah (Sunnah).

Waktu dharuri : waktu darurat untuk orang-orang tertentu yang karena udzur tidak bisa melakukan di waktu ikhtiyari. c) Najis berat è Jilatan anjing Cara membersihkannya adalah dengan mencuci sebanyak 7 kali salah satunya dengan tanah. Setelah itu mengusap telapak tangan yang satu dengan yang lain secara bergantian. meniup kedua telapak tangan sebelum membasuhnya. asalkan bau dan rasanya telah hilang. kemudian mengusap telapak tangan ke muka. putih. lengket yang keluar pada kemaluan laki-laki ketika bangkit syahwatnya. Tidak boleh menunda hingga terbenamnya matahari. dimulai dari ujung-ujung jari hingga pergelangan tangan. Cara membersihkannya cukup dengan memercikkan air ke tempat yang terkena najis. Waktu ini adalah bagi orang yang memiliki kelapangan. Jika masih tersisa sedikit warnanya maka dimaafkan. b) Najis sedang è Kencing dan kotoran manusia è Kencing dan kotoran hewan yang dagingnya tidak halal dimakan è Darah haid dan nifas è Daging babi Cara membersihkannya dengan menghilangkan zat najis yang melekat. Dzhuhur : dari matahari tergelincir hingga bayangan suatu benda sama dengan tingginya. Ashar. 12.. menepukkan kedua telapak tangan ke tanah/ debu yang suci dengan sekali tepukan. 13. memiliki 2 waktu: Waktu ikhtiyari : dari berakhirnya waktu Dzhuhur hingga matahari berwarna kuning kemerahan (sekitar 20 menit sebelum matahari tenggelam). membaca bismillah.Waktu-waktu sholat: Subuh : dari terbitnya fajar shodiq hingga terbitnya matahari. Waktunya hingga matahari tenggelam. Baik dengan air ataupun media lain. asalkan zat najisnya hilang.Sebagian Ulama‟ membagi jenis berdasarkan kadarnya menjadi 3: a) Najis ringan è Air kencing anak kecil yang belum memakan apapun kecuali ASI è Madzi : cairan tipis.tayamum. .

jika karena tidak sengaja. Waktu dharuri : hingga terbitnya fajar. 15. (ii) Kalau XX\disetarakan dengan nishab zakat yang lain. lebih sesuai atau mendekati. Wallaahu A‟lam Sebarkan : PENJELASAN RINGKAS RUKUN IMAN Posted on January 7. di antaranya al-Lajnah ad-Daimah berpendapat bahwa nishab mata uang mengikuti perak. Kewajiban dalam sholat adalah bacaan atau gerakan yang jika ditinggalkan secara sengaja menyebabkan sholat batal. Isya‟.5 – 3 kg bahan makanan pokok (beras). Ukurannya adalah sekitar 2. sedangkan emas lebih stabil. 14 Rukun sholat adalah gerakan atau bacaan sholat yang jika ditinggalkan karena lupa atau sengaja menyebabkan sholat batal atau rokaat yang sedang berjalan batal. Zakat fithri adalah zakat yang harus dikeluarkan muslim dalam bentuk makanan sebelum Iedul Fithri. pendapat yang lebih kuat adalah mengikuti emas. memiliki 2 waktu: Waktu ikhtiyari : dari berakhirnya waktu Maghrib hingga pertengahan malam. Penyerahan zakatul fithri paling awal adalah 2 hari sebelum Iedul Fithri sebagaimana dilakukan Ibnu Umar. Sebagian Ulama‟. karena : (i) takaran perak di zaman Nabi dengan saat ini jauh berbeda. seperti zakat peternakan. 2009 by Abu Mushlih [1] IMAN KEPADA ALLAH .Maghrib : dari tenggelamnya matahari hingga hilangnya warna merah di ufuk barat.Bisa menggunakan lafadz-lafadz sebagai berikut (semuanya berdasarkan hadits yang shahih): Robbanaa wa lakal hamdu Robbanaa lakal hamdu Allahumma Robbanaa wa lakal hamdu Allahumma Robbanaa lakal hamdu 17. Namun. harus diganti dengan sujud sahwi 16. Zakat fithri hanya diberikan kepada fakir miskin.

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun yang ada sebelumnya ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri?” (QS. Secara fitrah setiap manusia pasti mengakui bahwa ada yang menciptakan dirinya. Ketika mendengar dibacakannya ayat ini maka Jubair bin Muth‟im yang pada saat itu masih kafir mengatakan. dalil syari‟at dan juga indera. akal sehat. Tidak ada yang menyimpang dari keyakinan ini selain orang yang sudah terpengaruh faktor lain yang menyimpangkannya dari fitrah tersebut. “Setiap bayi dilahirkan pasti dalam keadaan di atas fitrah. alAnbiya‟ : 72). Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia beragama Yahudi. Iman terhadap Rububiyyah Allah Nubdzatun fil „Aqidah hal. 19 . Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Nuh. 15 Iman terhadap wujud Allah ditopang oleh fitrah. Allah berfirman (yang artinya). Seperti contohnya mukjizat nabi Musa yang membelah lautan dengan tongkatnya. ingatlah ketika dia menyeru (Rabbnya) sebelum itu dan Kami pun mengabulkan doanya. Bukhari). Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda.” (QS.Iman terhadap wujud Allah Nubdzatun fil „Aqidah hal. “Hampir-hampir saja hatiku terbang. “Maka Kami wahyukan kepada Musa pukulkanlah dengan tongkatmu ke laut itu. Tidak mungkin mereka menciptakan dirinya sendiri. athThur : 35). “Dan Nuh. Adapun secara akal maka sesungguhnya keberadaan makhluk yang ada sejak dahulu hingga sekarang ini semua menunjukkan pasti ada yang menciptakan mereka. hal itu dia yakini tanpa perlu berpikir panjang atau pun belajar ilmu tertentu. Allah berfirman (yang artinya). Begitu pula adanya kitab-kitab suci yang semuanya berbicara tentang Allah. atau terjadi secara tiba-tiba tanpa pencipta. ini merupakan dalil syari‟at tentang keberadaan/wujud Allah. Allah berfirman (yang artinya). itulah saat pertama kali iman menyentuh dan bersemayam di dalam hatiku. Demikian pula apa yang disaksikan oleh umat para nabi berupa mukjizat nabi yang diutus kepada mereka. Bukhari). asy-Syu‟ara‟ : 63).” (QS. Nasrani atau Majusi. maka ia pun terbelah dan setiap sisinya menjadi setinggi gunung yang tinggi. Sedangkan secara indera adalah kita bisa menyaksikan terkabulnya doa yang dipanjatkan oleh orang. Maka tidak ada kemungkinan selain alam ini pasti diciptakan oleh Allah ta‟ala.” (HR.” (HR.

Fathir : 13). yang menciptakannya adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Allah juga berfirman (yang artinya).” (QS.” (QS. “Itulah Allah Rabb kalian. pengatur dan yang berhak memerintah semua makhluk selain Allah semata. Sang pemilik kerajaan. Iman terhadap Uluhiyyah Allah Nubdzatun fil „Aqidah hal. Kita wajib mengimani bahwa tidak ada pencipta. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tidak ada orang yang mengingkari hal ini kecuali dikarenakan kesombongan dan kecongkakan seperti halnya Fir‟aun. az-Zukhruf : 87). Allah berfirman (yang artinya). maka mereka pasti menjawab. Iman terhadap Asma wa Sifat Allah Nubdzatun fil „Aqidah hal. al-Baqarah : 163). Maka segala sesuatu yang disembah selain Allah adalah batil. Oleh sebab itu dakwah yang diserukan oleh para rasul adalah sama yaitu. siapakah yang menciptakan mereka. Allah juga berfirman (yang artinya). 21 Artinya kita mengimani bahwa hanya Allah sesembahan yang benar dan tidak ada sekutu bagi-Nya. al-Hajj : 62). al-A‟raaf : 54). di dalam al-Qur‟an ataupun as-Sunnah sesuai . sembahlah Allah.” (QS.” (QS. al-A‟raaf : 59). “Ingatlah sesungguhnya menciptakan dan memerintah adalah hak-Nya.Rabb adalah Dzat yang memiliki kuasa menciptakan. “Hai kaumku. “Dan sungguh jika kalian tanyakan kepada mereka. maka pasti mereka akan mengatakan : Allah…” (QS. “Dan sungguh jika kalian tanyakan kepada mereka. Tidak ada sesembahan selain Dia. Orang-orang musyrik pun sudah mengakui hal ini bahwa tidak ada yang menguasai alam ini dan menciptakan langit dan bumi selain Allah. Sedangkan sesembahan yang kalian seru selain-Nya tidaklah menguasai apapun walaupun hanya setipis kulit ari. 23 Yaitu dengan menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang disebutkan oleh Allah atau rasul-Nya. tidak ada sesembahan yang benar bagi kalian selain Dia. Allah berfirman (yang artinya).” (QS. “Sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa. Allah berfirman (yang artinya). az-Zukhruf : 9). Dia adalah sesembahan yang haq sedangkan segala yang diseru selain-Nya adalah sesembahan yang batil. siapakah yang menciptakan langit dan bumi. “Demikian itulah kuasa Allah. mengatur urusan dan memerintah.

tanpa menolak. Bukhari dan Muslim). Padahal Allah sendiri yang menetapkan adanya nama atau sifat tersebut. apabila mereka sudah keluar darinya maka mereka tidak lagi kembali (HR. Hal itu sebagaimana diceritakan oleh Nabi dalam hadits Anas yang mengisahkan peristiwa mi‟raj Nabi ke langit bahwa di baitul ma‟mur ada tujuh puluh ribu malaikat yang mengerjakan shalat di sana. Sedangkan kaum musyabbihah menetapkan nama dan sifat akan tetapi menyerupakan hakikatnya dengan nama dan sifat makhluk. Allah berfirman (yang artinya). Mengimani malaikat mengandung :   Keimanan terhadap wujud/keberadaan mereka Mengimani nama-nama mereka yang kita ketahui dan keberadaan mereka meskipun tidak kita ketahui namanya . karena sama nama belum tentu hakikatnya sama. asy-Syura : 11). sifat ataupun sebagian darinya dengan alasan bahwa apabila kita menetapkan hal itu akan menyebabkan terjadinya penyerupaan Allah dengan makhluk. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mu‟aththilah menolak nama. Dalam mengimani hal ini terdapat dua kelompok besar yang menyimpang yaitu mu‟aththilah dan musyabihah. padahal Allah sendiri menyatakan bahwa tidak ada yang serupa dengan-Nya. Menurut mereka itulah yang dimaksud oleh dalil. tidak ada yang dapat menghitung semuanya kecuali Allah. 27 Malaikat adalah makhluk ghaib yang senantiasa taat beribadah kepada Allah. “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Jumlah mereka banyak. dan tanpa menentukan bentuk dan caranya.dengan kemuliaan-Nya. Hal ini jelas tidak benar karena itu sama saja mengatakan bahwa di dalam al-Qur‟an terdapat pertentangan. tanpa menyimpangkan maknanya. serta tidak disertai dengan menyerupakannya dengan makhluk. Dan pertentangan ini sangat mustahil terjadi.” (QS. [2] IMAN KEPADA MALAIKAT Kandungan iman kepada malaikat Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah hal. Maka menyerupakan Allah dengan makhluk jelas sebuah kebatilan. Allah menganugerahkan kepada mereka ketundukan yang penuh terhadap perintah-Nya dan kekuatan yang hebat sehingga dapat melaksanakannya.

mencatat amalamal mereka Mencintai ketaatan malaikat terhadap perintah Rabbnya [3] IMAN KEPADA KITAB-KITAB Kandungan iman kepada Kitab  Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah hal. petunjuk bagi mereka agar mereka bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Iman kepada kitab-kitab mengandung empat hal :     Mengimani bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar turun dari sisi Allah Mengimani nama-nama kitab yang kita ketahui. adapun yang tidak kita ketahui namanya maka kita mengimaninya secara global Membenarkan berita yang sahih yang terdapat di dalamnya sebagaimana berita-berita yang terdapat di dalam al-Qur‟an dan beritaberita di dalam kitab suci terdahulu yang tidak diubah-ubah atau diselewengkan Mengamalkan hukumnya yang belum dihapus oleh al-Qur‟an dan merasa ridha dan pasrah kepada ketentuannya. 33 Iman kepada kitab membuahkan : . 32 Yang dimaksud dengan kitab di sini adalah kitab-kitab suci yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada manusia. 29 Iman kepada malaikat akan dapat membuahkan manfaat yang agung di antaranya :   Mengetahui kebesaran Allah ta‟ala dan kemahakuasaan-Nya Bersyukur kepada Allah atas perhatian-Nya kepada manusia di mana Allah menciptakan malaikat yang menjaga mereka. sedangkan pemberlakuan kitab suci terdahulu telah dihapuskan semuanya oleh alQur‟an Buah iman kepada Kitab Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah hal.  Mengimani sifat-sifat mereka yang diberitakan kepada kita Mengimani perbuatan atau tugas mereka yang kita ketahui Buah iman kepada malaikat Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah hal.

lafaz maupun maknanya. Didengar oleh Jibril dan disampaikan kepada Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam dan kemudian beliau menyampaikannya kepada para sahabatnya. Dan Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam telah menunaikan tugasnya untuk menjelaskan al-Qur‟an ini dengan ucapan. Rasul yang pertama adalah Nuh „alaihis salam.” (QS. dihafal di dalam dada dan kita dengar dengan telinga kita. 53 al-Qur‟an adalah kalamullah. 34 Secara bahasa Rasul artinya orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu. an-Nahl : 44). bukan makhluk. “Bukanlah Muhammad itu sekedar bapak dari salah seorang dari kalian akan tetapi dia adalah seorang utusan Allah dan penutup nabinabi. . yang ditulis di dalam mushaf. [4] IMAN KEPADA PARA RASUL Definisi rasul Nubdzatun fil „Aqidah hal. al-Ahzab : 40).” (QS. dan ia akan tetap ada hingga tiba waktunya diangkat di akhir zaman nanti. “Sesungguhnya Kami telah wahyukan kepadamu al kitab sebagaimana Kami mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya. Diturunkan dari-Nya. al-Qur‟an yang ada di tangantangan kita itulah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.” (QS. an-Nisaa‟ : 163). Menyadari perhatian Allah kepada hamba-hamba-Nya di mana Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada masing-masing kaum sebagai petunjuk untuk mereka  Mengetahui kebijaksanaan Allah dalam menetapkan syari‟at-Nya di mana Allah menetapkan syari‟at yang sesuai dengan keadaan masingmasing kaum Iman terhadap al-Qur’an Rujukan : Kitab Tauhid li Shafits Tsani hal. Allah ta‟ala berfirman (yang artinya). Itulah yang kita baca dengan lisan kita. Allah juga berfirman (yang artinya). sedangkan rasul yang terakhir adalah Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam. al-Qur‟an diturunkan kepada Nabi yang terakhir dan ia merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia dan menghapus syari‟at-syari‟at terdahulu. perbuatan dan ketetapannya. “Dan Kami turunkan kepadamu alQur‟an agar kamu jelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka dan supaya mereka mau berpikir. Sedangkan pengertian rasul dalam syari‟at adalah orang yang mendapatkan wahyu dengan syari‟at serta diperintahkan untuk menyampaikannya. Allah ta‟ala berfirman (yang artinya).

Perbedaan nabi dengan rasul Kitab Tauhid li Shafits Tsani hal. Kandungan iman kepada para Rasul Nubdzatun fil „Aqidah hal. 38  Iman kepada rasul membuahkan berbagai faidah di antaranya :  Mengetahui rahmat Allah ta‟ala dan perhatian-Nya kepada hambahamba-Nya di mana Allah mengutus untuk mereka para rasul yang menunjukkan kepada mereka kepada jalan Allah dan menjelaskan kepada mereka tata cara beribadah kepada-Nya . asy-Syu‟ara‟ : 105). Sedangkan nabi hanya diutus untuk mendakwahkan syariat sebelumnya yang sudah ada. “Kaum Nuh mendustakan seluruh rasul. Allah berfirman (yang artinya). maka barangsiapa yang mengingkari risalah salah satu saja di antara mereka sama saja dia telah kafir kepada mereka semua. 36 Iman kepada para rasul mengandung beberapa hal : Mengimani bahwa risalah mereka adalah haq dari sisi Allah. Kenabian merupakan sayrat kerasulan.  Mengimani rasul yang kita ketahui namanya. Setiap rasul adalah nabi dan tidak sebaliknya. sehingga tidak bisa menjadi rasul kecuali nabi. Rasul diutus kepada orang yang belum mengenal agama Allah dan syari‟at-Nya atau kepada orangorang yang telah mengubah syariat dan agama dalam rangka mengajari dan mengembalikan mereka kepada ajaran yang benar. 61 Nabi secara istilah adalah seorang lelaki merdeka yang mendapatkan berita dari Allah ta‟ala dengan syari‟at terdahulu untuk dia ajarkan kepada orangorang di sekelilingnya yang telah menganut syariat terdahulu tersebut.” (QS. dan apabila tidak kita ketahui maka kita mengimani mereka secara global  Membenarkan berita yang benar-benar diberitakan oleh mereka  Mengamalkan syari‟at rasul yang diutus kepada kita yaitu Nabi Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam Buah iman kepada para Rasul Nubdzatun fil „Aqidah hal. Adapun rasul adalah lelaki merdeka yang mendapatkan berita dari Allah dengan syariat serta diprintahkan untuk menyampaikannya kepada kelompok orang yang tidak mengetahuinya atau kaum yang menyelisihinya dari kalangan orang-orang yang menjadi sasaran dakwahnya. Maka rasul adalah hakim di antara mereka.

  Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat agung ini Mencintai para Rasul „alaihimush shalatu was salam dan mengagungkan mereka. Setiap orang akan dibalas berdasarkan amalnya. 65  Wajib bagi setiap orang untuk mencintai Allah. Beliau bersabda. “Janganlah kamu memujiku sebagaimana kaum Nashara memuji Isa putera Maryam. Dan kita juga tidak boleh sembarangan membicarakan sahih tidaknya hadits tanpa landasan ilmu. namun itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.   Di samping itu kita juga dilarang melakukan perbuatan melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam memuji beliau. Bukhari dan Muslim). Iman kepada hari akhir mengandung 3 hal :   Iman akan terjadinya hari kebangkitan. [5] IMAN KEPADA HARI AKHIR Kandungan iman kepada hari Akhir Nubdzatun fil „Aqidah hal. memuji mereka dengan pujian yang sepantasnya karena mereka adalah para utusan Allah yang telah menunaikan dengan baik kewajiban beribadah kepada-Nya serta menyampaikan risalah kepada umat manusia. 40 Hari akhir adalah hari tatkala umat manusia dibangkitkan dari kuburnya untuk dihisab dan dibalas amal-amalnya. tidak berpakaian. Mencintai dan mengagungkan Rasulullah Kitab Tauhid li Shafits Tsalits hal. Maka katakanlah bahwa aku adalah hamba dan utusan-Nya. Hal ini merupakan konsekuensi dari . an-Najm : 3-4). Iman terhadap adanya hisab dan pembalasan amal.” (QS.” (HR. Allah berfirman (yang artinya). Nabi bersabda. dan dari seluruh manusia. “Dan tidaklah ia (Muhammad) berbicara dengan hawa nafsunya. Dan salah satu konsekuensi kecintaan kepada Allah adalah kecintaan kepada Rasul. Bukhari dan Muslim). Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. bahkan hal itu tergolong ibadah yang paling agung. yaitu dihidupkannya orang-orang yang telah mati ketika ditiupnya sangkakala untuk kedua kalinya maka bangkitlah mereka untuk menghadap Allah dalam keadaan tidak beralas kaki.” (HR. “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya daripada anak dan orang tuanya. dan belum berkhitan. Termasuk bentuk pengagungan kepada beliau adalah dengan menjunjung tinggi sunnah-Nya.

 Siksa dan nikmat kubur. kalau seandainya setelah itu semua tidak ada balasan dan maka niscaya ini semua merupakan sebuah kesia-siaan yang Allah tentu saja terbebas darinya Iman terhadap surga dan neraka. seperti :  Ujian di alam kubur. Keduanya merupakan tempat tinggal abadi bagi manusia. 46 Iman kepada hari akhir akan membuahkan :    Menumbuhkan semangat dalam melakukan ketaatan Memunculkan perasaan takut untuk berbuat maksiat Menghibur hati seorang mukmin yang mengalami kehilangan sebagian kenikmatan dunia [6] IMAN KEPADA TAKDIR Kandungan iman kepada Takdir Nubdzatun fil „Aqidah hal. 44 Kita juga wajib mengimani segala peristiwa yang terjadi setelah kematian. Sedangkan neraka adalah negeri yang penuh  dengan siksaan yang dipersiapkan oleh Allah bagi orang-orang yang kafir dan zalim. apa agamanya dan siapa Nabinya. Adapun nikmat kubur diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan tulus lagi jujur Buah iman kepada hari Akhir Nubdzatun fil „Aqidah hal. Pada saat itu Allah akan memberikan ketegaran bagi hamba-hamba-Nya yang beriman sehingga ia akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik. Surga adalah negeri yang penuh dengan kenikmatan yang Allah persiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.kebijaksanaan Allah ta‟ala yang telah menurunkan kitab-kitab dan mengutus para rasul serta mewajibkan umat manusia untuk menerima dan melaksanakan ajaran mereka. 53 Iman kepada takdir mencakup empat hal : . Yaitu pertanyaan kepada mayit setelah ia dikuburkan mengenai siapakah Rabbnya. Fitnah kubur dan siksa kubur Nubdzatun fil „Aqidah hal. bahkan Allah juga memerintahkan untuk memerangi orang-orang yang menentang rasul-Nya. Siksa kubur diperuntukkan bagi orang-orang zalim yaitu orang munafik dan orang kafir.

baik itu berupa dzat.” (QS. baik yang terkait dengan perbuatan Allah sendiri ataupun perbuatan makhluk  Mengimani bahwa Allah telah menulis ilmunya di dalam Lauhul mahfuz sejak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi  Mengimani bahwa segala kejadian di alam ini tidak terjadi kecuali dengan kehendak Allah. 54 Manusia tidak hidup dalam keadaan dipaksa. “Maka baransgiapa yang berkehendak silakan mengambil jalan untuk kembali kepada Rabbnya. 113 Takdir ada bermacam-macam :    Takdir umum yang mencakup segala sesuatu yaitu yang sudah Allah tetapkan sejak 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi Takdir umri. sifat maupun gerak-geriknya Kehendak manusia Nubdzatun fil „Aqidah hal. Mengimani bahwa Allah telah mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun terperinci. at-Taghabun : 16). “Bertakwalah kepada Allah sekuat kemampuan kalian. yaitu takdir yang dituliskan ketika seoang bayi mulai mengawali kehidupannya di dalam rahim ibunya . Sedangkan dalil kenyataan menunjukkan bahwa setiap orang menyadari bahwa dirinya mempunyai kehendak dan kemampuan yang dengan itu dia bisa melakukan sesuatu atau meninggalkannya.” (QS. 58 Iman kepada takdir akan menghasilkan : Sikap bersandar kepada Allah dalam melakukan usaha  Menahan munculnya sikap ujub atau kagum terhadap diri sendiri  Tenang ketika menghadapi musibah yang menimpa Macam-macam taqdir Kitab Tauhid li Shafits Tsani hal. mereka memiliki pilihan dan kemampuan. Dalil dari syari‟at antara lain firman Allah (yang artinya). Hal ini ditunjukkan oleh dalil syari‟at maupun dalil kenyataan. Allah juga berfirman (yang artinya). Buah iman kepada Takdir Nubdzatun fil „Aqidah hal. an-Naba‟ : 39). baik hal itu berkaitan dengan diri-Nya ataupun makhluk  Mengimani bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini merupakan makhluk Allah.

yaitu takdir yang dituliskan saat Lailatul Qadar di setiap tahunnya Takdir yaumi. hidup maupun matinya seseorang  . Takdir sanawi. baik itu terkait dengan rezeki. yaitu takdir yang dituliskan terjadi pada setiap harinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful