Isu - isu strategi dalam perusahaan nonprofit

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan-perubahan dalam perpajakan yang mengijinkan orang kaya menyumbang pada museum-museum (hampir 80 persen seluruh benda yang ada di museum-museum di Amerika merupakan pemberian) sedang dikurangi. Pembiayaan publik untuk seni pun menurun tajam. Kurang lebih 29 negara bagian sedang mempertimbangkan pengurangan sebesar 50 persen atau bahkan lebih dalam anggaran pembiayaan seni, sehingga museum Guggenheim tidak sendirian dalam situasi tersebut. Menjelang pertengahan tahun 1990-an, banyak organisasi nirlaba beralih pada manajemen strategis untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Seperti diketahui, organisasi-organisasi nirlaba adalah sangat penting karena mempekerjakan kurang lebih 25 persen angkatan kerja Amerika Serikat, dan memiliki hampir 15 persen kekayaan swasta nasional. Di Amerika Serikat sendiri - ditambah dengan berbagai lembaga milik federal, negara bagian, dan perintah lokal - ada kurangnya lebih10.000 rumah sakit nirlaba dan panti jompo (84 persen dari seluruh rumah sakit di Amerika Serikat), 4.600 universitas dan pendidikan tinggi, lebih dari 100.0000 rumah dasar dan menengah milik swasta dan umum, hampir 350.000 gereja dan rumah ibadah, dan ribuan organisasi amal dan jasa layanan lainnya. Secara khusus, terminologi nirlaba termasuk perusahaan swasta nirlaba (seperti rumah sakit, institut, perguruan tinggi swasta, dan organisasi amal) dan unit atau lembaga pemerintah (seperti departemen sosial, lembaga pemasyarakatan, dan universitas negeri). Secara tradisional, berbagi studi dalam manajemen strategis hanya berhubungan dengan perusahaan-perusahaan pencari laba dengan kekecualian pada organisasi nirlaba dan organisasi pemerintah. Sedikit, namun terus berkembang, penelitian-penelitian empiris menyatakan bahwa organisasi nirlaba masih berada dalam tahap awal dalam menggunakan manajemen strategis. Banyak siswa dan praktisi sekarang mempercayai bahwa berbagai konsep dan teknik manajemen strategis dapat di adaptasi dengan sukses pada organisasi-organisasi nirlaba. Walaupun bukti yang diberikan belum konklusif, ada hubungan antara upaya-upaya perencanaan strategis dan ukuran-ukuran kinerja seperti pertumbuhan. Dalam bab ini akan dibahas secara
1

Strategi-strategi apa yang populer dalam organisasi nirlaba? 2 . Apa pengaruh berbagai kendala terhadap manajemen strategis? 4.singkat perbedaan-perbedaan besar antara organisasi pencari laba dan organisasi nirlaba dan pengaruhnya terhadap proses manajemen strategis. Rumusan Masalah 1. Mengapa Nirlaba sangat penting untuk perekonomian? 2. B. Apa arti penting sumber penerimaan bagi organisasi nirlaba? 3.

Manfaat. Kedua.manfaat tersebut disediakan karena organisasi swasta nirlaba biasanya adalah organisasi jasa layanan. Secara umum. menarik manfaat darinya. mereka memenuhi syarat untuk menikmati kemudahan jasa layanan pos kelas tiga. Sebagai tambahan. Hal tersebut berhubungan dengan barang publik atau kolektif karena orang yang tidak membayar untuk barang-barang tersebut juga menerima manfaat darinya. 3 . organisasi tersebut menarik manfaat dari pengurangan pajak kontribusi para donor dan kewajiban-kewajiban keanggotaan. Orang tidak akan dapat menggunakan barangbarang hasil produksi swasta bila tidak mampu membayarnya. kasus. yang perusahaan pencari laba tidak dapat memperolehnya. lokal. masyarakat menginginkan barang dan jasa tertentu (terutama jasa layanan) yang oleh perusahaan pencari laba tidak dapat atau tidak akan disediakan. Section 501 (c) 3 dalam peraturan pajak kantor pajak Amerika Serikat (IRS) membebaskan perusahaan tanpa saham dari pajak pendapatan perusahaan. Organisasi swasta nirlaba juga menikmati pembebasan dari berbagai pajak lainnya dari negara bagian. jika sebuah barang publik tersedia. Di bawah kondisi-kondisi tertentu. klien. atau menikmatinya. Pertama. setiap orang dapat menggunakannya. perlindungan polisi. Nirlaba Sektor nirlaba dalam suatu perekonomian merupakan sektor penting untuk beberapa alasan. Jalan beraspal. atau sederhananya „‟publik‟‟. dan sekolah-sekolah adalah contoh barang publik. pelajar. Mereka biasanya menyebut para penerima jasa layanan sebagai seorang pasien. organisasi swasta nirlaba cenderung menerima manfaat dari masyarakat. Status penerima kelebihan pajak adalah salah satu manfaat utama yang diterima organisasi nirlaba. museum. yang diharapkan menggunakan setiap kelebihan penerimaan atas biaya untuk meningkatkan pelayanan atau mengurangi harga jasa layanan. dan federal.BAB II PEMBAHASAN A. Orientasi jasa layanan itu dicerminkan dengan fakta bahwa organisasi nirlaba tidak menggunakan terminologi pelanggan kepada para penerima layanan.

para sponsor menerima jasa apa pun namun memberikan sebagian atau sepenuhnya pembiayaan 4 . Sumber.sumber Penerimaan Nirlaba Not. Penerimaan tersebut bahkan dapat berasal dari orang –orang yang tidak menerima jasa yang sedang mereka subsidi. para pelanggan berada dalam posisi secara langsung mempengaruhi proses pengambilan keputusan organisasi.B. demikian pula dengan perusahaan pencari laba. para anggota biasanya membayar iuran di muka dan kemudian harus menerima apapun pelayanan yang disediakan. dan sumbangan dari para anggotanya. Arti penting Sumber Penerimaan bagi Organisasi nirlaba Gambaran yang paling membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi nirlaba lainnya. apakah itu mereka memilihnya atau tidak. adalah sumber penerimaan.for-profit (NFP) Organizations atau organisasi-organisasi nirlaba menghasilkan penerimaan dari berbagai sumber. Perusahaan-perusahaan cenderung tergantung sepenuhnya pada penjualan produk atau jasa mereka kepada pelanggan untuk memperoleh penerimaan. Jenis lain NFP – seperti serikat pekerja dan rencana sukarelawan medis – penerimaan paling banyak berasal dari anggota. koneksi antara pelanggan atau klien dan organisasi biasanya sederhana dan langsung. sangat tergantung pada iuran. maka diperlukan sponsor luar. Dalam perusahaan pencari laba. yang biasanya membayar atas biaya dan pengeluaran untuk penyediaan produk atau jasa ditambah sebuah laba. yaitu orang-orang yang menerima pelayanan. sebaliknya. Dalam kasus organisasi nirlaba. Dalam banyak contoh. Perusahaan pencari laba tergantung pada penerimaan yang diperoleh dari penjualan barang-barang dan jasa kepada para pelanggannya. tidak hanya berasal dari klien yang menerima produk atau jasa mereka. Pelayanan sering diterima lama setelah iuran-iuran di bayarkan. hubungan antara organisasi yang menyewakan dan orang yang menerima jasa hampir dapat dipastikan sangat berbeda. bisnis tersebut dikatakan berorientasi pasar. Oleh karena penerima jasa layanan biasanya tidak membayar seluruh biaya. kewajiban. Oleh karena itu. apakah pelayanan itu mereka harapkan atau tidak. Namun demikian. atau pembiayaan dari agen sponsor seperti berbagai tingkatan pemerintah. Organisasi nirlaba. untuk membayar seluruh biaya dan pengeluarannya. Organisasi-organisasi amal seperti American Cancer Cociety dan CARE adalah contoh-contohnya. Baik membeli atau tidak membeli item yang ditawarkan.

klien tidak memiliki pengaruh langsung pada organisasi karena klien tidak membayar sama sekali atas jasa yang diterimanya. Uang kuliah mahasiswa dan dana-dana yang berasal dari klien lainnya relatif dalam jumlah persentase yang kecil (biasanya hanya 37 persen) dari total penerimaannya. Oleh karena itu.yang diperlukan untuk operasional. keinginan-keinginan mahasiswa hampir dapat dipastikan berpengaruh kuat (seperti yang ditunjukkan dengan garis yang tidak terputus-putus) terhadap pengambilan keputusan universitas dari pada keinginan-keinginan lainnya yang berasal dari sponsor. Jika penerimaan jasa layanan membayar hanya dalam proporsi yang kecil dari total biaya jasa layanan tersebut. Dalam jenis situasi seperti ini. sementara di lain sisi mengurangi tingkat pelayanan kepada para kliennya! Kunci untuk memahami manajemen organisasi nirbala adalah dengan mempelajari siapa yang membayar untuk jasa layanan yang diberikan. organisasi cenderung mengukur efektivitasnya dari kepuasan para sponsor. pengambilan keputusan universitas tersebut sangat dipengaruhi oleh sponsor (garis yang tidak terputus-putus). Semakin sedikit uang yang diterima organisasi nirlaba dari klien penerima jasa atau produk.sasarannya dalam kontribusi dollar yang diterima dari sponsornya. Pola Pengaruh Terhadap Pengambilan Keputusan Strategis Pola pengaruh pada pengambilan keputusan strategis tergantung pada sumber-sumber penerimaan organisasi tersebut. Sebaliknya. untuk pendanaannya. universitas negeri (organisasi C) sangat tergantung pada sponsor luar. semakin berkurang orientasi pada pasar yang dilakukan organisasi nirlaba. seperti alumni dan yayasan-yayasan swasta. seperti United Way (dengan menggunakan dana sumbangan sukarela). Oleh karena itu. Berbeda dengan organisasi yang para kliennya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proporsi penerimaan yang dibutuhkan. Dalam kasus organisasi D. organisasi D sebetulnya mampu meningkatkan jumlah penerimaannya dengan terus-menerus melobi para sponsornya untuk meningkatkan jumlah sumbangannya. seperti dewan perwakilan rakyat. Organisasi tidak memiliki ukuran yang nyata dalam efisiensi selain dari kemampuannya untuk membawa misinya dan mencapai sasaran. Telah dijelaskan bahwa sponsor-sponsor tersebut dapat berupa pemerintah (dengan menggunakan uang para pembayar pajak) atau organisasi-organisasi amal. Relatif kecilnya pengaruh sponsor terhadap organisasi dicerminkan dengan sebuah garis putus-putus. para manajemen strategis hampir dapat dipastikan akan lebih memperhatikan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan 5 .

6 . dan solusisolusinya tidak dapat menolong organisasi tersebut pada situasi dimana para sponsorlah bukan pasar. tetapi hanya terkait secara tidak langsung.dapat mengganggu manajemen internal organisasi tersebut. Manajemen strategis sulit diaplikasikan jika output organisasi sulit diukur dengan obyektif. dan pembayaran dari para klien mungkin hanya sejumlah kecil dari sumber pendanaan.para sponsor atau lembaga-lembaga yang mendanai daripada memuaskan kebutuhan dan keinginan orang-orang yang menerima jasa layanan tersebut. Pengaruh Berbagai Kendala Terhadap Manajemen Strategies Beberapa karakteristik yang khas pada organisasi nirlaba membatasi perilaku organisasi tersebut dan mempengaruhinya dalam menggunakan manajemen strategis. Namun demikian. 4. Analisis industri mungkin relevan pada beberapa organisasi nirlaba. yang sering kali dipersulit dengan keberadaan berbagai sasaran layanan yang dikembangkan dalam upaya memuaskan berbagai sponsornya. analisis SWOT dan analisis stakeholder adalah teknik yang relevan bagi sebuah organisasi nirlaba sebagaimana teknik tersebut digunakan dalam sebuah organisasi pencari laba.W. seperti dalam kasus banyak organisasi nirlaba. khususnya kontributor dana dan pemerintah. kebanyakan organisasi nirlaba kemungkinan besar yang menggunakan manajemen strategis karena konsep. Wallender mengidentifikasi lima karakteristik kendala berikut ini. C. teknis. Newman dan H. 3. yang menentukan pendapatan yang akan diterima organisasi nirlaba itu. Pengaruh klien terhadap organisasi mungkin lemah karena organisasi sering memiliki monopoli lokal. Jadi. 2. 1. Jasa layanan sering tidak berwujud dan sulit diukur. Kuatnya komitmen karyawan pada profesi atau pada suatu perkara dapat mempengaruhi kesetiaan mereka pada organisasi yang mempekerjakan mereka. tetapi tidak lagi organisasi yang mendapatkan sebagian besar pendanaannya dari sponsor.H. Sumber daya para kontributor. W. Kegunaan Konsep dan Teknik-Teknik Manajemen Strategis Orientasi pasar yang mendasari penelitian teknik portofolio dan PIMS tidak membawa kepada situasi di mana kepuasan klien dan penerimaan terkait secara langsung.

Profesionalisasi menyederhanakan perencanaan yang rinci namun menambah kekakuan. Pengaruh Terhadap Perumusan Strategi Empat karakteristik kendala tersebut juga menambah sedikitnya empat komplikasi pada perumusan strategi.5. Desentralisasi adalah hal rumit 2. 3. Konflik tujuan mengganggu perencanaan yang rasional. Pengaruh Terhadap Implementasi Strategi Empat karakteristik kendala tersebut juga mempengaruhi bagaimana sebuah organisasi nirlaba diorganisir baik dalam struktur maupun dalam desain pekerjaannya. 4. Keterkaitan kepedulian yang sama terhadap integrasi eksternal-internal menjadi hal yang penting. 7 . 2. 3. Ada tiga komplikasi yang harus diperhatikan 1. Pengaruh Terhadap Evaluasi dan Pengendalian Komplikasi khusus yang muncul dari karakteristik kendala tersebut juga mempengaruhi bagaimana perilaku dimotivasi dan kinerja diawasi. 3. Job enlargement dan pengembangan eksekutif dapat terhambat dengan adanya profesionalisme. Dua masalah khusus yang sering muncul adalah: 1. dan 4. 1. Pemberian penghargaan dan penalti hanya sedikit atau bahkan tidak memiliki hubungan dengan kinerja. Fokus perencanaan yang terintegrasi cenderung bergeser dari hasil yang akan dicapai kepada sumber daya yang tersedia. Sasaran-sasaran proses operasi yang memiliki arti ganda menciptakan kesempatan terjadinya politik internal dan perubahan tujuan. Banyaknya batasan dalam menggunakan sistem penghargaan dan pemberian hukuman merupakan akibat dari karakteristik 1.

p. namun tujuannya adalah untuk membantu menyubsidi program -program jasa utama. 8 . Organisasi nirlaba harus memiliki lima sumber daya berikut ini sebelum Organisasi itu memulai aktivitas untuk memperoleh penerimaan. Strategik piggybacking Diciptakan oleh r. D. 2. Organisasi harus menilai dahulu sumber-sumber dayanya untuk menentukan apakah orang-orang yang ada akan berminat untuk membayar barangbarang atau jasa terkait erat dengan aktivitas utama organisasi.2. 3. Memiliki sesuatu untuk dijual. Dua strategi yang populer digunakan adalah strategi piggybacking [“naik kuda-kudaan”] dan merger /keterkaitan inter-organisasional. Pengawasan sepenuhnya hanya memperhatikan input yang digunakan dibandingkan output yang dihasilkan. Memiliki orang-orang dengan bakat manajemen dalam jumlah yang cukup. Jika dewan pengawas memiliki perasaan direncanakan. menurut Nielsen organisasi nirlaba tersebut masih memiliki beberapa pengaruh negatif yang potensial.nielsen . Secara khusus. organisasi-organisasi nirlaba sedang mengembangkan berbagai strategi untuk membantu mereka memenuhi sasaran jasa yang mereka inginkan.aktivitas baru itu dalam beberapa hal terkait dengan misi organisasi nirlaba. 1.istilah strategic piggybackin [“naik kuda kudaan”] merujuk pada pengembangan sebuah aktivitas baru bagi organisasi nirlaba yang akan menghasilkan dana– dana yang diperlukan untuk menutupi selisih antara penerimaan dan pengeluaran. Dukungan dewan pengawas. Walaupun strategic piggy backing dapat membantu organisasi nirlaba untuk menyubsidi sendiri misi-misi utamanya dan menggunakan sumber daya yang dimiliki dengan lebih baik. Harus cukup tersedia orang-orang yang akan mengelola dan memelihara usaha tersebut untuk berjalan selama jangka waktu yang cukup panjang. mereka dapat secara aktif atau pasif menolak ketertiban komersial. Strategi-Strategi Yang Populer Dalam Organisasi Nirlaba Karena berbagai tekanan pada organisasi nirlaba untuk menyediakan lebih banyak jasa dibandingkan jumlah sponsor yang mendukung dan klien yang dapat membayar jasa tersebut.

5. Jasa layanan sering dapat diperoleh dan disediakan dengan lebih efisien melalui kerja sama dengan organisasi lainnya daripada jika melakukannya sendiri. atau untuk memperoleh sumber daya dengan tetap mempertahankan identitas mereka.4. 9 . yang sering digunakan oleh organisasi nirlaba sebagai jalan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam melayani para kliennya. Memiliki modal usaha. juga dukungan pemasaran dan manajemen. terlibat dalam sebuah usaha patungan dengan sebuah perusahaan bisnis dapat menyediakan modal awal yang diperlukan. karena sering membutuhkan dukungan modal yang cukup untuk dapat memperoleh pendapatan yang diinginkan. Pihak manajemen harus mampu mengkombinasi suatu minat dalam gagasan-gagasan inovatif dengan nilai praktis bisnis. Mempunyai sikap kewirausahaan. Marger Dan Keterkaitan Interoranisasional Berkurangnya sumber daya merupakan salah satu sebab yang mendorong meningkatnya organisasi nirlaba untuk melakukan merger sebagai usaha yang mengurangi biaya. Keterkaitan interorganisasional adalah pengembangan jalinan kerja sama antar organisasi.

Ditambah dengan usaha untuk mempertahankan pedanaan dari para sponsor. Minimnya motif untuk mencari laba sering membuat pernyataan misi organisasi nirlaba menjadi tidak jelas dan sasaran-sasarannya menjadi tidak dapat diukur. merupakah hal yang berdaya karena organisasi itu didesain untuk berhubungan dengan kondisi-kondisi tertentu dimana perusahaan-perusahaan pencari laba tidak dapat degan mudah bertahan hidup didalamnya. Istilah nirlaba meliputi baik perusahaan swasta nirlaba (misalnya rumah sakit. Gambaran paling tepat yang membedakan organisasi nirlaba dari setiap organisasi nirlaba lainnya sebagaimana dengan perusahaan-perusahaan pencari laba adalah pada sumber-sumber pendapatan yang mereka miliki. institut. Memahami alasan-alasan keberadaan mereka dan perbedaanperbedaannya dengan perusahaan-perusahaan pencari laba merupakan hal yang penting. 10 . menjadi sulit berkembang. perguruan tinggi swasta dan organisasi amal) dan lembaga atau unit-unit publik pemerintah (seperti departemen sosial dan universitas negeri). Namun demikian. membuat organisasi nirlaba mempunyai perhatian yang kecil terhadap para klien organisasi atau bahkan tidak ada hubungan dengan misi organisasi.BAB III PENUTUP Kesimpulan Organisasi nirlaba merupakan bagian penting dalam masyarakat. Organisasi nirlaba berada dalam sebuah kontinum dan sepenuhnya tergantung pada sponsor (misalnya badan amal) sampai yang sepenuhnya bergantung pada pembayaran yang berasal dari para pelanggan atau kliennya (misalnya universitas negeri). Menilai kinerja organisasi nirlaba hanya berdasarkan pertimbanganpertimbangan ekonomis. organisasi nirlaba biasanya didirikan untuk menyediakan barang-barang dan jasa yang dinilai berharga oleh masyarakat tidak mampu disediakan oleh perusahaanperusahaan pencari laba.

. W. “ Menaging Not-For-Profit Enteprises. Wallender III. Interorganizational Cooperation and Decision Making Autonomy in a onsortium multihospital System. Newman Dan H.W.” Academy of Management Review.G. 11 . Provan.H. 1978. 1984.DAFTAR PUSTAKA K. “Academy of Management Review.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful