PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.

2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI

OLEH DWI YANI LESTARI NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA,

DAN DAERAH AGUSTUS 2008 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh Dwi Yani Lestari NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA

JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH Agustus 2008 ABSTRAK Lestari, Dwi Yani. 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo Hs, S.H., M.Hum. Kata kunci: kemampuan menulis, deskripsi, gambar, imajinasi. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Meski telah dilaksanakan pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hasil pembelajaran menulis deskripsi di kelas tersebut tidak maksimal. Dari kegiatan studi pendahuluan, diketahui adanya permasalahan dalam proses pembelajaran menulis deskripsi dan kelemahan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi, baik pada aspek isi, organisasi, dan kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%.. Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan, peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi merencanakan tindakan melalui penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan. Dengan menggunakan gambar dan imajinasi, diharapkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April―Mei 2008 di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dengan subjek penelitian siswa kelas X.2. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Data penelitian ini adalah data hasil wawancara, rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa dengan mengacu pada pedoman penyekoran dan standar keberhasilan yang telah ditentukan, diketahui bahwa pada tahap pretes, yakni sebelum menggunakan gambar dan imajinasi, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa hanya mencapai i ii

62% pada subaspek kreativitas imajinasi. 23.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspeknya. dan 40% pada subaspek ejaan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32. (2) menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (3) aspek kebahasaan.45. dan (3) membimbing siswa untuk melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis.06% dari siklus I sehingga mencapai 78. dan publikasi. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.59% pada subaspek kerincian.46% pada subaspek kesesuaian. penulisan.28% pada subaspek kalimat. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.61% sehingga mencapai 64. kemampuan siswa kelas X. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dengan peningkatan sebesar 31. dengan peningkatan sebesar 38. penyuntingan dan revisi.38%. Pada siklus II.46%.79% sehingga belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. . Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.67% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. (2) aspek organisasi. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan pada: (1) aspek isi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 14.38% pada subaspek diksi. 35. yakni tahap prapenulisan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Untuk peneliti lanjutan disarankan melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. dan 44. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan: (1) menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi.40%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 18. dengan peningkatan sebesar 15.

Oleh karena itu.Pd. ridha. . 2. selaku Ketua Jurusan Sastra Indonesia UM yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. ucapan terima kasih dan penghargaan tiada terkira penulis sampaikan kepada pihakpihak sebagai berikut. Sumadi.. dan siswa siswi kelas X. selaku Dosen Penguji I dan Dra. 1. 3.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas restu. kasih sayang.Hum.Pd. Dawud.Pd. M. S. Dr..H. Dr. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lebih baik. selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan kemudahan selama penyelesaian skripsi ini. Dr. M. 4. Maryaeni. Ibu Sri Utami. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Sunaryo Hs.Pd. Martutik.Pd. M. dan nikmat-Nya Yang Luar Biasa sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X. Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi. S.2 yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan lancar. M. selaku Dekan Fakultas Sastra UM dan Dr. M.

10. serta kepercayaan. dan kesabaran yang luar biasa untuk menerima dan mendampingi penulis dalam “kondisi apapun” sehingga bisa menjadi lebih kuat dan tabah menghadapi “segalanya”. Dosen. Ita. rekan KKN Wajar Dikdas Wongsorejo-Banyuwangi semester pendek 2007. kasih sayang. Mas Bibit. Sahabat terdekat. doa. Na Yoja di Pulau Dewata yang banyak memberikan dukungan dan pelajaran selama penyelesaian skripsi ini.5. Ibu. 7. Risa. CeCe Nikman. ataupun semangat dalam penyelesaian skripsi ini. 6. 8. khususnya adik sekamar Yupi. dan merupakan teman diskusi dan penenang yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini. serta kepercayaan sehingga penulis bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat keluarga. Mbak Devi dan Dik Eri. Teman-teman Sasindo UM angkatan 2004. Yuni. 9. dan semua yang pernah memberikan dukungan. Saudara seatap di rumah kedua TERAM 12 F. bantuan. dan Guru Mengaji yang pernah memberikan bimbingan dan ilmu yang bermanfaat untuk mengantarkan penulis meraih harapan dan cita-cita sehingga penulis bisa menjadi orang yang “lebih baik”. yang selalu memberikan kasih sayang. yang tidak pernah lelah berbagi dan membantu penulis dalam suka dan duka selama kuliah. sahabat PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang. Bapak Ibu Guru. dan . Bapak. dan Rere yang suka mengganggu tetapi juga membantu. dan Adik Tri tercinta di Banyuwangi sebagai motivasi utama bagi penulis dalam penyelesaian skripsi ini. juga CeCe Pie-Pie. Henot.

Sebagai manusia biasa. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. 11. penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan skripsi ini.rekan PPL SMP Negeri 1 Malang semester genap 2008 yang pernah berjuang bersama sehingga bisa lebih siap menghadapi “dunia nyata”. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis . dan apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan. penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. khususnya dalam dunia pendidikan.

................................. 1..................................................................................1 Latar Belakang. 1..............................2.............................................................1 Ruang Lingkup Masalah ............. DAFTAR KODE NAMA SISWA .............DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK........................................................................................................... DAFTAR GAMBAR.......... KATA PENGANTAR.............4 Kegunaan Penelitian. BAB I PENDAHULUAN 1. 1..................................................................5 Asumsi Penelitian ...............................................3 Tujuan Penelitian.............................................................................................................................................2 Masalah..............................................2 Rumusan Masalah .......... 1................................................................ DAFTAR ISI...... DAFTAR TABEL............................................ 1 5 5 6 7 7 8 x xi v vii ix i iii ................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ......................................................2.............................................................................................................................. 1..................................... 1.........

..1........1 Pengertian Tulisan Deskripsi ....................... 2..................... 2..................................................................4.....................2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi ......3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas..................................2 Menulis sebagai Suatu Proses ......... 2..................4........................3.4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi ........................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2..................................... 2...... 9 11 11 13 16 20 20 22 24 27 27 29 31 34 38 42 .. 2..........................3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis ..................................................3 Pembelajaran Menulis ... 34 2.......2 Menulis Deskripsi..........................................1 Kemampuan Menulis................................ 2...................3 Prinsip-prinsip dalam Menulis ........................ 2....4.2.....................6 Definisi Operasional........ 2...............................3......1 Pengertian Menulis ...........1..2..................................................1.....3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi .... 2......................................... 2.....2 Tujuan Pembelajaran Menulis ..2..................................2 Macam-macam Deskripsi ....... 2. 2.1........................................1 Pengertian Gambar dan Imajinasi ......................................................... 2.................... 2...1 Hakikat Pembelajaran Menulis ...............3...........

... 3.............................................................................................................................................................................................................4.....................1........... 3.......2..........3 Pelaksanaan Tindakan ..............................................................................................2 Tahap-tahap Penelitian..................................................................................................5 Teknik Pengumpulan Data.....1 Studi Pendahuluan .... 63 63 45 46 49 50 51 52 53 54 54 55 55 56 56 56 56 58 61 61 ............................. 3....................................2 Waktu Penelitian .. 3...............................................1 Lokasi Penelitian ........................... 3.........................................................2 Sumber Data .........................4 Observasi atau Pengamatan ....................3...............3 Subjek Penelitian.............8 Pengecekan Keabsahan Data..........................2 Perencanaan Tindakan ....................3... 3.... 3.................... 4................... 3....2...BAB III METODE PENELITIAN 3......................3 Lokasi..............1 Studi Pendahuluan.... Waktu dan Subjek Penelitian....7 Prediksi Hasil..............6 Teknik Analisis Data...........3............... 3..... 3...................... 3..... 3......2............ 3...2............................................. BAB IV PAPARAN DATA 4......1 Observasi Awal .................................. 3.................................................... 3......1 Data ....5 Refleksi.......... 3..................1 Rancangan Penelitian..................................4.............................. 3...................................................2................4 Data dan Sumber Data.........................................................

.... 4..........................2 Kemampuan Siswa Kelas X. BAB V PEMBAHASAN 5.....................1.....1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I ............................................... 158 159 155 152 153 133 140 123 ...............1 Temuan Proses Pembelajaran.........2 Pretes ............... PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ........................................................................................................2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II ...............................2 Temuan Hasil Penelitian ................3 Hasil Tindakan....................... 5....... 64 73 73 95 114 4.........................2 4.................................................... DAFTAR RUJUKAN................................ 4.........2 Saran......1 Kemampuan Siswa Kelas X.................... 4.....2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II ......... BAB VI PENUTUP 6............................................................................................ 6......................2 Pelaksanaan Tindakan ........................... LAMPIRAN-LAMPIRAN... 115 4........................................1 Simpulan.........................................................................................2......................................................... 4..2........................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I .....................................3...................................................3..............4..........................

mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran.1 Latar Belakang Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. perasaan. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. 1993:5). 1. (2) masalah penelitian. Seseorang yang mampu menulis. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. dan (6) definisi operasional yang terkait dengan penelitian. (4) kegunaan penelitian. .BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini dibahas tentang (1) latar belakang dilaksanakan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (5) asumsi penelitian. Dengan tulisan. (3) tujuan penelitian.

23. kompetensi dasar menulis deskripsi juga diajarkan pada siswa SMA/MA. Oleh karena itu. 2006:260). Guru hanya sedikit memberikan materi tentang tulisan deskripsi. keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. 2006:262). kemudian siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi sehingga . Salah satu tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa dapat memiliki kemampuan menulis. baik secara lisan maupun tulis. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri nomor 22. selama ini pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum terlaksana dengan maksimal. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk. khususnya pada siswa kelas X semester 1. dan 24 tahun 2006 yang menerangkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Acuan tersebut tertuang dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas X semester 1. yang isi kompetensi dasarnya adalah Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. pembelajaran menulis deskripsi juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006. serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP. Selain siswa SD/MI. diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi.Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan yang tercakup dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Meski telah dilaksanakan di sekolah.

Padahal menurut Dalvi (2006:60). penciuman. yaitu dari guru pada siswa sehingga siswa lebih banyak mendengar materi dari guru daripada melaksanakan aktivitas belajar. Guru juga enggan memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis deskripsi.kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. Bertolak pada permasalahan di atas. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa kelas X. pencecapan. Siswa juga hanya mengembangkan hasil pengamatan berdasarkan indera penglihatan saja. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah. di antaranya dengan memilih media pembelajaran yang . Siswa kurang memanfaatkan indera yang lain seperti pendengaran. diketahui bahwa siswa kurang mampu menyusun karangan deskripsi dengan baik. maupun tanda baca. imbuhan. dan kurang menggairahkan sehingga siswa menjadi kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar. ataupun perabaan untuk mengembangkan karangan deskripsi sehingga pembaca kurang dapat melihat dan merasakan apa yang ditulis siswa melalui pancainderanya. siswa belum mampu menggunakan ejaan dengan tepat. metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah cenderung menjadikan suasana belajar kaku. monoton. Pembelajaran menulis di sekolah perlu dilakukan dengan cara yang lebih baik. perlu diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. Masih banyak terdapat kesalahan penulisan ejaan dalam karangan deskripsi siswa. Pendeskripsian objek dalam karangan siswa tidak fokus dan tidak sesuai dengan judul yang ditulis sehingga pembaca kesulitan untuk memahami karangan secara utuh. baik dalam penggunaan kata depan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Selain itu.

gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada pembelajar dengan berbagai usia. Perbedaan lain terletak pada subjek dan fokus . Interaksi positif antara guru dan siswa juga dapat dibentuk dengan pemilihan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa. dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Menurut Nurhaeni (1997:15). sedangkan Alyunusia (2003) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. penelitian ini perlu dilakukan. Berdasarkan uraian di atas. maka dalam penelitian ini digunakan gambar dan imajinasi untuk memudahkan siswa dalam menulis karangan deskripsi. penggunaan gambar lebih sederhana dan efisien sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi.sesuai dan bervariasi. Wijaya (2005) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan kinerja siswa dalam menulis deskripsi. Berbagai penelitian pernah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Selain itu. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah jika dalam penelitian sebelumnya hanya digunakan gambar saja. serta perbaikan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian-penelitian dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran menulis juga perlu dilaksanakan sebagai upaya pembaharuan dalam penelitian dan pembelajaran Bahasa Indonesia. dan penelitian yang dilaksanakan oleh Rohmah Alyunusia yang berjudul Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas 1 MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. Penelitian-penelitian tersebut antara lain berjudul Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Media Gambar oleh Citria Nilam Asri Cipto Wijaya.

1 Ruang Lingkup Masalah Kompetensi menulis deskripsi merupakan salah satu kompetensi dalam Kurikulum 2006 atau Standar Isi BSNP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dicapai oleh siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA. salah satunya dengan menggunakan gambar dan imajinasi. tetapi juga proses yang dilaksanakan siswa untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi. . diupayakan berbagai cara untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Pembelajaran menulis deskripsi bukan hanya ditekankan pada hasil yang akan dicapai oleh siswa.penelitian. 2006:262).2. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa pada saat studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa objek yang dideskripsikan siswa dalam karangannya mayoritas berupa tempat atau pemandangan. 1. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu. Selain itu. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah diadakan penelitian dalam upaya perbaikan kualitas pengajaran dan peningkatan kemampuan menulis siswa.2 Masalah 1. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. yakni siswa SMA. Pada jenjang SMA. kompetensi menulis deskripsi salah satunya diajarkan di kelas X semester 1 dengan kompetensi dasar Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi? 1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo .2 Rumusan Masalah Secara umum. rumusan masalah penelitian ini adalah “Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi?”. sedangkan masalah dalam hasil pembelajaran terkait dengan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.Masalah dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Masalah dalam pelaksanaan pembelajaran terkait dengan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas X.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (3) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2. 1. Secara khusus.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (2) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.

(3) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. di antaranya sebagai berikut. (1) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. antara lain sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. juga bagi peneliti.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan teori pembelajaran menulis serta menambah kajian-kajian teoritis tentang menulis.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai beberapa kegunaan. hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. (1) Kegunaan teoritis Secara teoritis. sekolah. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. guru.Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. . (2) Kegunaan praktis Secara praktis.

khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka perbaikan pembelajaran di sekolah. khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA kelas X semester 1 memuat kompetensi dasar menulis deskripsi. . serta meningkatkan kesiapan diri peneliti sebagai calon guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. (d) Bagi peneliti. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus sebagai alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran menulis. (3) Kemampuan siswa kelas X. (b) Bagi guru. serta alternatif pemecahannya. Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (2) Menulis karangan deskripsi diajarkan di kelas X. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan atau kesulitan dalam menulis karangan deskripsi.(a) Bagi siswa. (c) Bagi sekolah. (1) Kurikulum 2006.5 Asumsi Penelitian Asumsi yang mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. 1. hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam hal pembelajaran Bahasa Indonesia.

(4) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (3) Karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan atau menyampaikan informasi yang berupa sifat dan semua perincian wujud dari suatu objek kepada pembaca agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan. (1) Peningkatan adalah bentuk perubahan yang ditunjukkan berdasarkan keadaan sebelumnya dan keadaan setelahnya. baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. Beberapa definisi operasional terkait dengan istilah-istilah dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut. Kejelasan arah penelitian dapat membantu dalam menyamakan pemahaman dan pemokusan dalam penelitian. yang dalam penelitian ini peningkatan yang dimaksud adalah perubahan kemampuan siswa (dari yang kurang baik menjadi lebih baik) setelah diberi tindakan. tempat. dan . (4) Gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang.6 Definisi Operasional Definisi operasional merupakan sejumlah istilah yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan arah penelitian. (2) Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. warna. 1. atau benda.

(5) Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. karangan. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.ukuran. .

Tulisan merupakan salah satu media yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran. perasaan.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada Bab II ini dipaparkan kajian pustaka yang dijadikan landasan teoritis penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Selain itu.1 Pengertian Menulis Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dalam menuangkan pikiran dan gagasan. 1993:2). Unsur-unsur yang bersifat kontekstual digunakan dalam menulis.1 Kemampuan Menulis 2. Hal-hal pokok yang dibahas meliputi (1) kemampuan menulis. atau kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. Unsur-unsur itu semacam sistem notasi atau tanda yang digunakan dalam ilmu pengetahuan . Hasil proses menulis itu berupa wacana atau teks. atau kemauan seorang penulis. Sebagaimana diungkapkan oleh Whiteman (dalam Nurchasanah & Widodo. menulis pada dasarnya merupakan pertimbangan dalam mempresentasikan kesatuan fenomena melalui seperangkat proses. perasaan. 2. (3) pembelajaran menulis. menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran. menulis dapat juga berasal dari berbagai kejadian-kejadian yang dialami oleh penulis sendiri maupun orang lain. serta menyusun informasi dalam bentuk karangan. Kegiatan menulis bisa berasal dari membaca atau menyimak suatu informasi. (2) menulis deskripsi.1. dan (4) pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. gagasan. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:2).

mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. dkk. yakni bahasa yang tidak menggunakan peralatan bunyi dan pendengaran melainkan berwujud berbagai tanda dan lambang yang harus dibaca. perasaan. tahap pelanjutan. tahap revisi. penulis harus mengalami tahap prakarsa.yang dimanipulasikan. 2002:3). dan sesuatu tanda kebahasaan apapun dengan sesuatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. peta. Buah pikiran ini diungkapkan dan disampaikan kepada pihak lain dengan wahana berupa bahasa tulis. Tahap ini dibedakan dalam tahap pratulis. seperti diagram. Pertimbangan mempresentasikan kesatuan fenomena yang dimaksud tentunya dinyatakan dalam bentuk bahasa tulis. tahap penulisan. Menurut Gie (2002:9). gagasan. Akhadiah. 1993:3). dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses menuangkan pikiran. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. dan tahap pengakhiran. menulis merupakan kata sepadan yang mempunyai arti yang sama seperti mengarang (Gie. Gie (2002:3) mengungkapkan bahwa dalam bahasa Indonesia kata menulis dan mengarang merupakan suatu kata padanan yang mempunyai arti yang sama. dan sebagainya. atau kemauan untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. 2. Oleh karena merupakan suatu proses. Kini dalam pengertiannya yang luas.2 Menulis sebagai Suatu Proses Menulis merupakan suatu proses. dan tahap pengakhiran atau penyelesaian (Parera. nama.1. (1988:2) membedakan proses penulisan . Menulis artinya semula ialah membuat huruf. angka. tahap penyuntingan. kode.

mengubah. yang dilakukan ialah membaca dan menilai kembali apa yang sudah ditulis. dan (3) tahap revisi. memperbaiki. (1988:3). dalam tahap penulisan dilakukan apa yang telah ditentukan. yaitu (1) tahap prapenulisan. yaitu mengembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat. dkk. . sehingga selesailah buram (draf) yang pertama. dan dalam tahap revisi. (2) tahap penulisan. Menurut Akhadiah.menjadi tiga tahapan. bab atau bagian. satuan paragraf. dalam tahap prapenulisan ditentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. bahkan jika perlu memperluas tulisan.

yakni kegiatan menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis. mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis.Menurut DePorter & Hernacki (2002:191). dan memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah ditentukan. mengulangi. tahap-tahap proses penulisan yang lengkap adalah: (1) sebelum menulis. serta memperhatikan penggunaan kata dan kalimat-kalimat. Tompkins (dalam Kurniawan. yakni sebagai berikut. yaitu tahap yang menandai akhir pemeriksaan yang merupakan kegiatan memastikan bahwa tulisan yang telah dibuat selesai sesuai dengan apa yang direncanakan dan ingin disampaikan. (6) penulisan kembali. gagasan. (3) berbagi. yaitu proses membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan pada pengetahuan. dengan lebih menekankan isi daripada tata tulis. (1) Tahap pramenulis. dan pengalaman. menentukan mana yang baik dan mana yang perlu digarap lagi. . dan memperbaiki. (2) draf kasar. (4) perbaikan (revisi). tanda baca. meliputi kegiatan menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri. meliputi kegiatan membuat draf kasar. yaitu kegiatan bertukar pendapat dan saling memberikan umpan balik dengan rekan tentang draf tulisan yang telah dibuat. yakni kegiatan memperbaiki semua kesalahan ejaan. dan (7) evaluasi. melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis. 2007:3) menyajikan lima tahapan dalam proses menulis. tata bahasa. (2) Tahap pembuatan draf. adalah kegiatan pemilihan terhadap umpan balik yang diberikan oleh teman pada tahap berbagi. yaitu proses penulisan kembali tulisan sebelumnya dengan memasukkan isi yang baru dan perubahan-perubahan penyuntingan. (5) penyuntingan.

maka dalam penelitian ini digunakan empat tahapan dalam proses menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar imajinasi.(3) Tahap merevisi. berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas. meliputi kegiatan berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok). (1) Tahap prapenulisan Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap prapenulisan dalam penelitian ini adalah menyepakati tema. atau berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan. (4) Tahap menyunting. meliputi kegiatan mempublikasikan (memajang) tulisan mereka dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai. dan membuat perubahan yang substantif pada draf berikutnya. sehingga menghasilkan draf akhir. yakni keindahan alam. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. meliputi kegiatan membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri. mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman. membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok. menetukan judul. yakni sebagai berikut. mengamati gambar. Tema karangan dalam penelitian ini sudah ditentukan. (5) Tahap berbagi (sharing) atau publikasi. (2) Tahap penulisan . Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas. dan mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri.

dan organisasi. 1) Kejelasan Asas mengarang yang pertama dan utama dalam kegiatan menulis ialah kejelasan. conciseness (keringkasan). yakni mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat dan paragraf sehingga menjadi karangan deskripsi yang utuh. yaitu clarity (kejelasan). dan (b) memperbaiki karangan awal menjadi karangan baru sesuai koreksi dan komentar dari teman dengan memperhatikan syarat karangan yang baik. 2.Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap penulisan dalam penelitian ini adalah kegiatan menulis karangan awal. dan menempelkannya di papan tulis dan dinding kelas. Asas kejelasan tidaklah semata-mata berarti mudah dipahami. Tanpa asas kejelasan sesuatu karangan sukar dibaca dan sulit dimengerti oleh para pembacanya.1. (3) Tahap penyuntingan dan revisi Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap penyuntingan dan revisi adalah (a) saling mengoreksi tulisan teman terkait dengan ejaan. dan correctness (ketepatan). serta menyeleksi tulisan dan menentukan mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki. yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan 3C. (4) Tahap publikasi Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap publikasi dalam penelitian ini adalah membacakan hasil karangan yang telah diperbaiki di depan kelas. Ketiga asas tersebut diuraikan sebagai berikut.3 Prinsip-prinsip dalam Menulis Gie (2002:33―36) menyebutkan adanya tiga asas utama dalam kegiatan menulis. tata kalimat. tetapi juga . Hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca.

menurut Gie (2002:36―37). Selain ketiga asas utama tersebut. Menurut Harry Shaw (dalam Gie. sesuatu karangan adalah ringkas bilamana karangan itu mengungkapkan banyak buah pikiran dalam kata-kata yang sedikit.karangan itu tidak mungkin disalahtafsirkan oleh pembaca. Keringkasan berarti bahwa suatu karangan tidak menghamburkan kata-kata secara semena-mena. bukan kebalikannya ide yang miskin dan kata yang boros. Tiga asas yang telah disebutkan di atas merupakan asas-asas utama yang harus diindahkan dan dilaksanakan dalam kegiatan menulis karangan apapun. Oleh karena itu. Jadi. tidak mengulang-ulang butir ide yang dikemukakan. dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan. tidak kabur sehingga setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca. setiap penulis harus menaati sepenuhnya berbagai aturan dan ketentuan tata bahasa. dan kelaziman pemakaian bahasa tulis yang ada. 3) Ketepatan Asas ketepatan mengandung ketentuan bahwa sesuatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang dimaksud oleh penulisnya. Ketiga asas . 2002:36). 2) Keringkasan Asas keringkasan tidaklah berarti bahwa setiap karangan harus pendek. masih terdapat tiga asas mengarang lainnya yang perlu diindahkan agar dapat dihasilkan karangan yang baik. penulisan yang baik diperoleh dari ide-ide yang kaya dan kata-kata yang hemat. agar karangannya tepat. Kejelasan berarti tidak samarsamar. sehingga dapat menghasilkan suatu tulisan yang baik dan pasti dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. ejaan. tanda baca.

Dalam sebuah karangan antara alinea yang satu dengan alinea yang lainnya perlu ada saling kait sehingga ada aliran yang logis dari ide yang satu menuju ide yang lain. dan (3) emphasis (penegasan). pada asas pertautan semua alinea dan kalimat perlu berurutan dan berkesinambungan sehingga seakan-akan terdapat aliran yang lancar dalam penyampaian gagasan pokok sejak awal sampai akhir karangan. Selanjutnya dalam setiap alinea hanya dimuat satu butir informasi yang berkaitan dengan gagasan pokok yang didukung dengan berbagai penjelasan yang bertalian dan bersifat padu. Demikian pula antara kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya dalam suatu alinea perlu ada kesinambungan yang tertib. 2) Pertautan Asas ini menetapkan bahwa dalam sesuatu karangan bagian-bagiannya perlu ”melekat” secara berurutan satu sama lain. yang akan diuraikan sebagai berikut. 1) Kesatupaduan Asas ini berarti bahwa segala hal yang disajikan dalam suatu karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema utama yang telah ditentukan. (2) coherence (pertautan). tidak ada uraian yang menyimpang dan tidak ada ide yang lepas dari jalur gagasan pokok itu. Jadi. 3) Penegasan . 18 Untuk keseluruhan karangan yang tersusun dari alinea-alinea.itu antara lain (1) unity (kesatupaduan).

ketepatan dalam pemilihan kata perlu memperhatikan komponen situasi. penulisan awalan dan kata depan. apapun itu. yang harus sesuai dengan EYD. Tulisan yang baik ditentukan oleh cara penulisan dan penempatan kata. Menurut Mustakim (dalam Hasnun (2006:20). Hasnun (2006:15―16) merumuskan unsur-unsur bahasa yang harus diperhatikan dalam menyusun suatu karangan ke dalam beberapa unsur. perlu menggunakan bahasa yang efektif. dan sebagainya. Pemilihan dan penempatan kata mempengaruhi sekaligus memberikan warna sebuah tulisan. . 2) Pemilihan dan penempatan kata Kata merupakan faktor penting dalam merancang tulisan. Menggunakan bahasa secara efektif berarti menggunakan unsur-unsur bahasa secara efektif juga. sisipan. kalimat. antara lain sebagai berikut. dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI). 1) Pemakaian ejaan dan imbuhan Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. bentuk.Asas penegasan dalam mengarang menetapkan bahwa dalam sesuatu tulisan butir-butir informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan tertentu sehingga mengesan kuat pada pikiran pembaca. penulisan kata dasar yang memperoleh imbuhan. Secara garis besar. dan akhiran) pada kata dasar untuk membentu kata baru. Dalam penulisan karangan perlu diperhatikan kaidah mengenai penempatan tanda baca. Hasnun (2006:15) mengungkapkan bahwa dalam suatu karangan. Imbuhan adalah bubuhan (yang berupa awalan. dan makna.

1 Pengertian Tulisan Deskripsi . Masing-masing paragraf (alinea) memiliki ide pokok yang dapat muncul dalam salah satu kalimat yang menyusun alinea tersebut.2. dan (c) setiap kata yang ingin dipasang atau dipergunakan mencerminkan tujuan yang ingin dikembangkan melalui kalimat. Dalam menyusun kata menjadi kalimat seorang penulis perlu memperhatikan: (a) kecocokan kata yang pertama dengan kata yang mengikutinya. Dalam satu paragraf. Kalimat yang memuat ide pokok disebut dengan kalimat topik/kalimat utama. situasi tidak terlepas dengan makna. Komponen bentuk disesuaikan dengan situasi.Komponen tersebut saling mempengaruhi. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat. kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya memiliki hubungan yang saling mendukung atau terkait. 4) Penggunaan paragraf atau alinea Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. 2. 3) Penggunaan kalimat Menyusun kata menjadi kalimat adalah merangkai beberapa kata untuk membentuk satu pengertian atau makna yang lengkap. dan makna tidak terlepas dengan bentuk. sedangkan kalimat lain yang menyusun paragraf disebut kalimat penjelas.2 Menulis Deskripsi 2. (b) antara kata pertama dengan kata yang mengikutinya dapat dikembangkan.

dkk. 1980/1981:5). benda-benda. perabaan. 1997:13). pendengaran. aspek pemandangan atau lainnya. wacana pemerian berfungsi menjadikan pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya dari materi yang disajikan itu. 21 Jenis wacana deskripsi yang diutamakan ialah bentuk lahir suatu objek. Wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal (Rani. Ahmadi (1995:25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang. Wacana dengan susunan deskripsi itu mengatur suatu urutan yang saling berhubungan secara berjarak tentang suatu pemandangan. tempat. sehingga kualitasnya yang khas dapat dikenal dengan lebih jelas. yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita. aspek tempat. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat. kongkret. Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. mendengar. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. 1993:5).Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. namun demikian . hal-hal. mencium.. dan utuh. dengan jalan memberikan atau mengutarakan renik-renik fisiknya yang khusus. suasana. penciuman. atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan.. dkk. Menurut Enre (1988:158). makhluk hidup. Melalui suatu wacana pemerian kita melihat suatu objek lebih hidup.. dan perasaan (Parera. ataupun isi alam yang tampak dan berkesan kepada penulisnya (Ahmadi. 2006:37–38). dkk.

letak atau struktur dari sesuatu: misalnya tentang tubuh manusia.2 Macam-macam Deskripsi Menurut Vivian (dalam Ahmadi. suatu pemandangan. dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya. suatu tempat. Sedangkan menurut Dawud. Deskripsi teknis adalah deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian yang langsung dan objektif mengenai rupa (appearance). 22 2. Deskripsi ini dirancang terutama untuk memberikan informasi. ditunjukkan kepada intelek pembaca.deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. Deskripsi sugestif adalah deskripsi yang bertujuan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu tempat. yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif. tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. ada dua jenis karangan deskripsi. (2004:22). karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. Menurut Vivian (dalam Ahmadi. dan secara esensial merupakan ekspositori. 1995:27). atau orang . dkk. atau yang serupa dengan itu. suatu pemandangan.2. 1995:29).

dicium. kecemasan. seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang dideskripsikan) secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya. Deskripsi sugestif berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca. Menurut Gunawan (1997:13). didengar. atau diraba). Objek yang dapat ditulis menjadi deskripsi sugestif tidak hanya terbatas pada apa yang dapat diserap oleh pancaindera (dilihat. 23 kejijikan. 1997:14). keengganan. Karena sifatnya yang hanya bertujuan menyampaikan informasi teknis. kesan atau sugesti tertentu. Gunawan (1997:13−15) juga membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. Seperti halnya Vivian. tetapi hanya sekedar berusaha menanamkan pengertian seseorang tentang suatu hal. yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis (ekspositoris). Deskripsi teknis tidak berusaha menciptakan kesan atau imajinasi pada pembaca. deskripsi jenis ini memerlukan ketepatan informasi mengenai objek yang telah digarap. terharu. 1997:13―14). dan lain-lain. Deskripsi sugestif terutama bersifat emosional dan dalam nada (tone) dan ditandai oleh apa yang disebut tentang penekanan pada cara menarik perhatian atau imbauan (appeal) yang bersifat menarik. cinta. Deskripsi teknis yaitu deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek. deskripsi sugestif yaitu deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal. sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu (Gunawan. tetapi juga hal lain seperti suasana atau perasaan ketakutan. .yang membentuk atau menyusun suatu wacana yang khusus. atau bahkan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan bisa juga diungkapkan dalam tulisan deskripsi sugestif (Gunawan. dirasa.

Deskripsi ekspositoris umumnya bersifat logis. Sifatnya agak subjektif dan literer.Enre (1988:159) membedakan wacana deskripsi yang juga disebut dengan wacana pemerian ke dalam dua jenis. yang memerlukan gambaran realistik dan seakan-akan bergerak (Enre. Pemerian literer sering disebut wacana pemerian impresionistik atau stimulatif. yaitu wacana yang bertujuan memberi pengertian mengenai hakekat suatu objek. yaitu wacana yang bertujuan menjadikan pembaca melihat sesuatu dengan penuh renak-renik yang menghasilkan kesan dan perasaan. Ia tidak hanya menunjukkan atau mendaftarkan hal-hal menyangkut sesuatu. Ia bersitaf objektif sebagai suatu cara untuk menghargai objek bersangkutan seperti adanya. yakni deskripsi eksposiroris dan deskripsi impresionistik atau stimulatif. loronglorong sempit di kota dan sebagainya. Parera (1993:10) membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. 1988:161). mendengar. yaitu pemerian ekspositoris dan pemerian literer. yakni disusun seperti katalog dalam urutan yang logis. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat. Pemerian jenis ini sering diperlukan dalam hubungannya dengan subjek berupa pemandangan ketika matahari terbenam atau air sungai yang mengalir. yang pengarangnya . sedangkan deskripsi impresionistik atau stimulatif bertujuan membuat pembaca memancainderakan objek dan bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan. Berbeda dengan deskripsi impresionistik. dan merasakan apa yang dideskripsikan itu. Pemerian ekspositoris biasa disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah. tetapi juga menampilkan sifat-sifat khusus objeknya dan sering berusaha memberi kesan tunggal yang dominan. Penyajiannya bersifat analitik dan tidak bermaksud menggugah perasaan. Secara garis besar.

Karangan deskripsi subjektif merupakan kebalikan dari deskripsi objektif. .harus menentukan dahulu jawaban atau reaksi apa yang ia kehendaki terhadap sebuah objek. Gunawan dkk. (2) menetapkan tujuan tulisan. karangan deskripsi ada dua macam. (1997:16−19).2.3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah atau tahapan yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. pokok permasalahan. deskripsi impresionistik melibatkan opini pengarangnya dalam menuangkan tulisan. (2) mengumpulkan bahan. (4) menyiapkan kerangka tulisan. (1) Menetapkan tema dan judul karangan Tema karangan yaitu gagasan persoalan. Dengan kata lain. (3) menyeleksi bahan. langkahlangkah dalam menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. (4) membuat kerangka. Mengacu pada pendapat Hasnun (2006:2−11) dan Gunawan dkk. atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. yaitu penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis. dan (5) mengembangkan kerangka karangan. beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun karangan adalah: (1) menentukan tema dan judul. Menurut Dawud. ide yang akan dikemukakan dalam karangan. (3) mengumpulkan bahan tulisan. 2. yakni karangan deskripsi objektif dan karangan deskripsi subjektif. (1997:16−19) juga membagi tahapan atau langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi menjadi lima tahapan. yakni (1) menetapkan tema tulisan. (2004:22). Menurut Hasnun (2006:2−11). dkk. Karangan deskripsi objektif adalah salah satu jenis karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis. dan (5) mengembangkan tulisan.

(2) Menetapkan tujuan penulisan Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harus ditentukan terlebih dahulu karena merupakan titik tolak dalam seluruh kegiatan menulis. (1988:11). Karena judul merupakan kepala karangan. dkk. maka tema dapat juga dijadikan judul. Bahan-bahan untuk menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan terhadap gambar yang merupakan objek yang akan ditulis. dengan menggunakan imajinasi kelima indera. 1988:17). tema karangan berupa objek yang akan ditulis. Tujuan penulisan siswa dalam penelitian ini adalah memberikan gambaran dan rincian suatu objek kepada pembaca dengan disertai opini atau kesan atau perasaan terhadap objek yang digambarkan. Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penulisan (Akhadiah. Menurut Akhadiah. (4) Menyiapkan kerangka karangan Langkah keempat ialah menyiapkan kerangka karangan. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan. Jika cakupan tema tidak terlalu luas. Oleh karena itu. Kerangka karangan atau outline dapat diartikan sebagai rancangan atau rencana kerja seorang penulis dalam rangka . yang kemudian didata ke dalam tabel hasil imajinasi indera. maka kata-katanya harus muncul/tertulis dalam karangan. dkk.Karangan yang hendak dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk deskripsi. (3) Mengumpulkan dan menyeleksi bahan Langkah yang ketiga adalah mengumpulkan dan menyeleksi bahan. Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulis dalam kegiatan menulis selanjutnya. yaitu keindahan alam pegunungan dan pantai.

2001:1). (5) Mengembangkan karangan Langkah yang terakhir dalam menulis karangan deskripsi adalah mengembangkan karangan. Dalam penelitian ini. pilihan kata yang tepat.menguraikan setiap topik atau masalah. Pengembangan karangan dalam penelitian ini dikerjakan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera yang disusun dengan memperhatikan kesatuan dan kebulatan gagasan. 2001:1). dengan tujuan membantu siswa atau si belajar agar ia belajar dengan mudah (Gagne & Briggs dalam Setyosari. Secara khusus. 2. pembelajar. bervariasi. dan penggunaan ejaan.3 Pembelajaran Menulis 2.1 Hakikat Pembelajaran Menulis Pembelajaran merupakan suatu usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain (Setyosari. pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru. (2) menginformasikan tujuan khusus kepada si belajar. Kerangka karangan disusun berdasarkan bahan-bahan yang telah terkumpul. instruktur. Gagne (dalam Setyosari. Kesembilan peristiwa tersebut meliputi: (1) menarik perhatian. susunan kalimat yang menarik. pengisian tabel hasil imajinasi indera berfungsi sebagai bahan sekaligus kerangka karangan. (3) menstimulasi ingatan . 2001:75―76) mengemukakan bahwa pembelajaran meliputi sembilan peristiwa pembelajaran. Setyosari (2001:4) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membantu memudahkan siswa atau si belajar dalam rangka mencapai tujuan khusus yang diharapkan. dan efektif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karangan antara lain organisasi.3.

2005:3). karena pada dasarnya kreativitas guru dalam meramu pembelajaran (dengan model-model yang menyenangkan) akan menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:70―72). hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan kemampuan menulis adalah sebagai berikut. (1) Prinsip Menulis adalah keterampilan berbahasa. Keberhasilan dalam pembelajaran menulis bergantung pada strategi dan model yang digunakan guru dalam pembelajaran tersebut. (5) memberi bimbingan belajar. siswa harus diberi banyak latihan atau tugas-tugas. dan (9) meningkatkan retensi dan transfer. Keterampilan akan dapat dicapai kalau banyak berlatih. (6) membangkitkan semangat untuk mendapat unjuk kerja. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kadir (2005:20) yang mengungkapkan bahwa kesenangan dalam mengikuti pelajaran ditentukan dengan bagaimana strategi dan model pembelajaran yang dapat dipakai guru dalam memberikan materi kepada siswa. (4) menyajikan bahan-bahan stimulus. Sebelum guru memberikan tugas-tugas kepada siswa. (7) memberikan balikan. untuk mencapai keterampilan itu.untuk belajar pengetahuan prasyarat. guru harus menjelaskan . (8) menilai unjuk kerja. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang sepenuhnya mampu memberikan kesempatan pada anak didik untuk mengekspresikan pengalamannya secara mandiri dan kreatif dan tugas guru pada dasarnya hanyalah bagaimana dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta didik selama proses pembelajaran agar anak didik mampu menjadi dirinya sendiri (Suhaidi.

(b) Pengajaran menulis bisa dimulai dari teori tentang menulis. bisa diambil dari surat kabar atau majalah. Dalam hal ini. Guru bersama-sama siswa bisa mendiskusikan bagaimana pembetulan karangan itu. kemudian dilanjutkan dengan latihan menulis karangan secara utuh. Guru mengawali pembelajaran dengan . Pembelajaran yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (a) Pengajaran menulis bisa dimulai dari latihan aspek-peraspek kemampuan menulis. (3) Sifat pengajaran Pengajaran menulis bisa dilakukan dengan dasar berikut ini. atau sebaliknya. pengoreksian terhadap karangan perlu dilakukan dan hasilnya perlu diinformasikan kepada siswa. Setelah siswa menghasilkan karangan. (2) Pembimbingan Bimbingan perlu diberikan secara intensif sejak siswa mulai belajar menulis sampai menghasilkan karangan.tugas-tugas apa yang diberikan kepada siswa dan apa yang harus dilakukan dan diperhatikan siswa. yang diperlukan adalah siswa mengetahui bagaimana seharusnya menulis karangan yang baik. kemudian dilanjutkan ke praktek menulis. (c) Hal-hal yang ditulis dimulai dengan hal-hal yang dikenal siswa/berada di lingkungan siswa ke hal-hal yang belum dikenal siswa. (4) Media Media pengajaran menulis bisa diambil dari contoh-contoh karangan yang sudah ada.

(3) Mengarang sebagai suatu sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi. pride. Seseorang yang mampu menulis. dengan objek pegunungan dan pantai. (2) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pemahaman (a tool for understanding). Bernard Percy (dalam Gie. mengemukakan tidak kurang dari enam manfaat kegiatan mengarang. . perasaan. yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan imajinasi kelima indera.2 Tujuan Pembelajaran Menulis Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. 1993:5). Dengan tulisan. kebanggan. 2002:21). yakni sebagai berikut. Tujuan pembelajaran menulis yang ditekankan kepada siswa dapat dilihat dari manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan. Siswa dengan bimbingan guru melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi sesuai dengan tahapan dalam proses menulis yang telah direncanakan. dan suatu perasaan harga diri (a tool to help to developing personal satisfaction. (1) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pengungkapan diri (a tool for self-expression). Melalui pembelajaran menulis.3. Tema karangan yang ditulis siswa adalah adalah keindahan alam. Objek yang akan dideskripsikan siswa dikemas dalam bentuk media gambar. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. and a feeling of self-worth). dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. diharapkan siswa dapat memahami manfaat dari kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga siswa mempunyai kemauan untuk menulis tidak hanya dalam pembelajaran. mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran.membangun pengetahuan awal siswa tentang tulisan deskripsi. 2.

sedangkan tujuan tidak . (4) Tujuan langsung dan tidak langsung. penerapan. pemahaman. dan evaluasi. (6) Mengarang sebagai suatu sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dan kemampuan menggunakan bahasa (a tool for developing an understanding of and ability to use the language). maksudnya tujuan pengajaran menulis dapat didasarkan atas wujud tulisan yang diharapkan dikuasai oleh siswa. di mana tujuan langsungnya adalah siswa dapat menulis secara langsung tanpa melalui tahapan kegiatan prasyarat. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:62―66). tujuan pengajaran menulis dapat ditentukan berdasarkan aspek yang ingin dicapai oleh siswa. biasanya diwujudkan dalam pengajaran menulis secara serentak. (5) Mengarang sebagai suatu sarana untuk keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah (a tool for active involvement. sintesia. (3) Tujuan berdasarkan tingkat kognisi yang dicapai. (1) Tujuan yang bersifat teoritis dan praktis. analisis.(4) Mengarang sebagai suatu sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pencerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang (a tool for increasing awareness and perception of one’s environment). maksudnya dalam pertemuan pengajaran tertentu siswa diharapkan dapat mencapai tujuan yang bersifat teoritis sekaligus dapat mencapai tujuan yang bersifat praktis. yaitu tujuan yang bersifat ingatan. Tujuan tersebut antara lain sebagai berikut. not passive acceptance). (2) Tujuan berdasarkan wujud tulisan/karangan.

guru berwenang untuk menentukan kriteria keberhasilan. atau bernilai (Winkel. Menurut Nurhadi. 1996:475). dkk. Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu. (2004:109). (2) Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut. penilaian kelas berorientasi pada hal-hal sebagai berikut. dkk. 2.. yakni pengajaran menulis yang bersifat diskrit bertujuan ingin melihat aspek-aspek kemampuan menulis secara terpisah-pisah. bermutu. cara. (5) Tujuan yang bersifat diskrit dan pragmatik. (1) Acuan/Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. (2004:109) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penilaian kelas. Nurhadi. dan jenis penilaian. sedangkan pengajaran menulis yang bersifat pragmatik bertujuan ingin melihat kemampuan menulis secara utuh.langsungnya adalah siswa dapat menulis dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan prasyarat. 2004:109). dkk. bukan melihat aspek-peraspek. Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi (Nurhadi. .3.3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Evaluasi adalah penentuan sampai berapa jauh sesuatu berharga.

adil terhadap semua peserta didik. (2) Pengukuran objektif. (3) Pengukuran global. bertahap. adalah pengukuran yang dilakukan secara global tanpa melihat aspekaspek kemampuan menulis yang mendukungnya agar melihat kemampuan menulis secara utuh. 1993:72). Salah satu kegiatan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan pengukuran. atau tentang prestasi (Winkel. (4) Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapain kompetensi dasar peserta didik. Pengukuran kemampuan menulis adalah proses atau tindakan untuk menentukan kualitas kemampuan menulis (Nurhasanah & Widodo. dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. . terbuka bagi semua pihak. Istilah “evaluasi” mengandung pengertian yang berbeda dengan “pengukuran”. 1996:477). adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara memeriksa langsung karangan berdasarkan impresi pemeriksa. dan dilaksanakan secara terencana. yaitu tes dan nontes untuk memantau kemajuan dan hasil peserta didik. Nurhasanah & Widodo (1993:72-74) memaparkan ada empat jenis pengukuran untuk mengukur kemampuan menulis. yaitu sebagai berikut. adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara mencocokkan pekerjaan dengan kunci yang ada. Pengukuran merupakan deskripsi kuantitatif tentang keadaan suatu hal sebagaimana adanya atau tentang perilaku yang nampak pada seseorang. (1) Pengukuran subjektif.(3) Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara.

1 Pengertian Gambar dan Imajinasi 2. (2) aspek organisasi.1. Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran. merangsang pikiran. diksi. Aspek-aspek yang diukur antara lain (1) aspek isi. dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar (Ibrahim & Nana. dan (3) aspek kebahasaan.4. 2. kerincian. Penggunaan media merupakan salah satu unsur yang juga penting dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi selama pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk mengetahui apakah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran sudah terlaksana atau belum. perasaan. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. perhatian. adalah pengukuran kemampuan menulis yang bertujuan melihat kemampuan aspek-peraspek yang mendukung kemampuan menulis secara utuh. yang terdiri dari subaspek kalimat.1 Pengertian Gambar sebagai Media Pembelajaran Media adalah sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan untuk mencapai tujuan (Wijaya.4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi 2. 2003:112). dan kreativitas 34 imajinasi. dilakukan pengukuran terhadap aspek-peraspek yang mendukung kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi secara utuh.4. 2005:19). dan ejaan. Tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat . yang terdiri dari subaspek kesesuaian.(4) Pengukuran aspek-peraspek.

membangkitkan motivasi dan rangsang kegiatan belajar. ruang. serta memugkinkan terjadinya interaksi langsung. serta dapat juga memanfaatkan media yang lain untuk memberikan nuansa baru dalam pembelajaran. masyarakat. antara siswa guru. atau perangkat teknologi modern yang lainnya (sebagai media). Menurut Hamalik (dalam Arsyad. yaitu suara (audio). Kadir (2005:21) mengungkapkan bahwa kreativitas guru tercermin dalam bentuk inovasi yang dibawa dalam pembelajaran. Dari pernyataan tersebut. dan lingkungan. dan waktu. (3) media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. 2003:114) mengklasifikasikan media berdasarkan adanya tiga ciri.berlangsung secara efisien dan efektif sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. Arsyad (2002:26―27) menyimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu: (1) media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis tehadap siswa. . bentuk (visual). pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. dan (4) media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan siswa. 2002:15). Selanjutnya. (2) media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. baik berupa inovasi materi ataupun model pembelajaran. dan gerak (motion). guru dapat menggunakan kartu. Brets (dalam Ibrahim & Nana. dapat diketahui bahwa gambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Kadir (2005:21) menyatakan juga bahwa untuk memberikan kesenangan pada siswa. gambar.

dapat disimpulkan bahwa gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. Menurut Musbar (2006:5). Wijaya (2005:20) menyimpulkan bahwa gambar ialah lukisan yang menampakkan orang. film strips dan transparencies (Sudjana & Rivai. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain.1. flat opaque picture atau gambar datar tidak tembus pandang. 2005:71). Nurhaeni (1997:17) menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. tempat. Gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada siswa dalam pembelajaran. gambar dan lukisan tercetak. 2. warna. dan ukuran. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. transparent picture atau gambar tembus pandang. gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain yaitu merupakan serangkaian informasi yang diungkapkan melalui bermacam-macam garis dalam berbagai macam bentuk.Gambar fotografi termasuk pada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok. tempat.2 Pengertian Imajinasi Secara umum. warna. yaitu: pertama. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau gambar hasil seni fotografi. dan ukuran. maka imajinasi berkaitan langsung . misalnya gambar fotografi. kedua. misalnya film slides.4. yang dimaksud dengan imajinasi adalah daya untuk membentuk gambaran (imaji) atau konsep-konsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (penginderaan). Oleh karena merupakan suatu daya.

imajinasi berfungsi mengisi bahasa. dan terjadi secara mental (Tedjoworo. untuk menarik perhatian. yakni prinsip “posibilitas-logis”. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. Menurut Ricoeur (dalam Tedjoworo. (2003:36) mengungkapkan bahwa dalam penulisan puisi. imajinasi melengkapi bahasa dengan prinsip-prinsip di luar analogi dan asosiasi. Tedjoworo (2001:53―56) mengemukakan tiga fungsi imajinasi dalam bahasa. . Gambaran-gambaran angan. untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual penyair menggunakan gambaran-gambaran angan. gambaran pikiran. (2) Terhadap kemungkinan generalisasi oleh bahasa. dkk. imajinasi memberi konteks keseluruhan tertentu pada pengalaman. istilah imajinasi biasa disebut dengan imaji (imaje). 2001:55). yaitu sebagai berikut.dengan manusia yang memiliki daya tersebut. Jabrohim. membuat hidup (lebih hidup) gambaran dalam pikiran dan penginderaan. Proses mengimajinasikan merupakan proses membentuk gambaran tertentu. 2001:21). (1) Terhadap kemungkinan penciutan pengalaman. Dalam penulisan puisi. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. untuk memberi gambaran yang jelas. menimbulkan suasana khusus. agar pengalaman tidak sekedar dibahasakan melainkan lebihlebih digambarkan. (3) Terhadap tendensi pendefinisian realitas yang juga berakibat terhadap pendefinisian kebenaran. Ricoeur juga menambahkan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. kesan mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya biasa disebut imaji (imaje).

4.4. (3) gambar mengatasi kekurangan daya mampu pancaindera manusia. Beberapa alasan diuraikan oleh Nurhaeni (1997:15) sebagai dasar menggunakan gambar. 2. 2005:70). serta membantu mereka menfsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dari buku teks (Sudjana & Rivai. kegiatan seni.2. yaitu: (1) gambar bersifat kongkret. penulisan. Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. untuk menarik perhatian.Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. (5) gambar mudah didapat dan murah. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu.2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi 2. dramatisasi. dan menggambar.1 Dasar Menggunakan Gambar Gambar dalam penelitian ini dipilih berdasarkan beberapa keuntungan gambar jika digunakan dalam pembelajaran. melukis.4. Gambar fotografi pada dasarnya membantu para siswa membangkitkan minatnya pada pelajaran. (4) gambar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah. dan pernyataan kreatif dalam bercerita. bacaan. dan untuk memberikan kesan mental kepada pembaca. dengan tujuan siswa dapat memberi gambaran yang jelas dan membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan mengenai objek yang akan dideskripsikan. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.3 2. karangan. dapat disimpulkan bahwa imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. Dalam penelitian ini. siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi. serta .

baik untuk perseorangan maupun untuk kelompok siswa.2 Dasar Menggunakan Imajinasi . untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu.4. 2. karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa. akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar. Menurut Sudjana & Rivai (2005:72). (3) gambar fotografi bagaimanapun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. tetapi gambar juga mempunyai beberapa kelemahan. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran antara lain: (1) mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar. (4) gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik (Sudjana & Rivai. sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga.(6) gambar mudah digunakan.2. 2005:71–72). (2) gambar fotografi berdimensi dua. (2) harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya. (3) gambar fotografi bisa dipergunakan dalam banyak hal. Meskipun mempunyai beberapa kelebihan jika dimanfaatkan dalam pembelajaran. kelemahan gambar fotografi antara lain: (1) beberapa gambarnya sudah cukup memadai.

Penggunaan imajinasi dalam penelitian ini didasarkan pada pengertian wacana deskripsi menurut beberapa ahli. Suatu definisi akan menjadi “realitas” yang digambarkannya ketika dibantu oleh imajinasi manusia yang menyertai gerak pemahaman di dalamnya. imajinasi menghadirkan kembali imaji-imaji yang pernah dibatinkan melalui proses . mata hatinya dan mata pikirannya terbuka. siap siaga. maka sebaiknya kata-kata atau ungkapan yang mengandung perasaan atau penginderaan dan membangkitkan gambaran yang hiduplah yang lebih banyak dipakai. Menurut Enre (1988:165). penulis pertama-tama harus menentukan atau memastikan efek emosional utama atau kesan/impresi yang diinginkan untuk dibangkitkan. yang berarti bahwa ia harus memvisualisasikan pemandangan yang dilukiskannya itu menjadi jelas dengan sendirinya agar menghasilkan suatu sajian lukisan atau gambaran yang jelas dan terang. Kemudian. bahasa baru hidup dan berarti ketika imajinasi manusia bermain-main dalam tiap diskursusnya. Beberapa kelemahan gambar juga mendasari penggunaan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Menurut Tedjoworo (2001:56). Rani. Ia harus tetap menjaga imajinasinya: waspada. (2006:37―38) menyatakan bahwa wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal. 1995:30) mengenai tulisan deskripsi tentang tempat dan pemandangan. Penggunaan imajinasi juga didasarkan pada pernyataan Vivian (dalam Ahmadi. yang menyatakan bahwa di dalam mendeskripsikan suatu tempat atau suatu pemandangan. penulis harus menyeleksi rincian-rincian atau seluk-beluk (details) yang akan secara efektif mengembangkan impresi dan menyajikannya sejauh mungkin penulis itu dapat membuat deskripsinya hidup. karena pemerian berhubungan dengan penginderaan. Tedjoworo (2001:57) menyatakan bahwa sebagai daya reproduktif. dkk.

agar hasil deskripsi siswa menjadi lebih hidup sesuai . dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. lebih ekonomis. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami. dan perabaan. Ketika seseorang belajar menulis deskripsi. 2003:36). pencecapan. Imajinasi selalu terikat kepada realitas. pendengaran. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli di atas. sedangkan realitas tidak mungkin lepas dari imajinasi. gambar yang hanya berdimensi dua dan tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. Scholes (dalam Junus. dkk. lebih segar terasakan. dan mengubah pernyataan-pernyataan yang kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan. kongkretnya melalui pengalaman. DePorter & Hernacki (2002:191) mengungkapkan bahwa dengan imajinasi. 1983:3) mengungkapkan bahwa orang tidak mungkin melihat suatu realitas tanpa interpretasi pribadi yang mungkin berhubungan dengan imajinasi. penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi para penulis. Oleh karena itu. dia akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. Imaji yang tepat akan lebih hidup. dapat disimpulkan bahwa imajinasi juga mempunyai peran dalam proses menulis karangan deskripsi. penciuman.inderawi terhadap realitas.. Menurut DePorter & Hernacki (2002:190). tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi. dan dekat dengan hidup kita sehingga diharapkan pembaca atau pendengar turut merasakan dan hidup dalam pengalaman batin penyair (Jabrohim. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. dan orang tidak mungkin berimajinasi tanpa pengetahuan suatu realitas. dideskripsikan dengan cara mengimajinasikannya dengan menggunakan indera penglihatan. khususnya dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.

dan “perabaan”. Siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasinya melalui kelima indera. siswa tidak hanya mendeskripsikan apa yang dilihat. dialami. dicecap. Dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. tetapi juga mampu mendeskripsikan apa yang didengar. agar ketika menyusun karangan deskripsi berdasarkan gambar yang diamati.4. baik dari segi isi. . siswa terlebih dahulu mengamati gambar untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi. penciuman. “pencecapan”. dan perabaan. Imajinasi dalam penelitian ini dibagi berdasarkan kelima indera. yakni kolom indera “penglihatan”. atau dirasakan sehingga apa yang dideskripsikan dapat dirasakan juga oleh pembaca. pendengaran. dan diraba. 2. pencecapan. kemudian memanfaatkan imajinasinya untuk mendeskripsikan gambar. “penciuman”. siswa mengembangkan pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam bentuk karangan deskripsi dengan memperhatikan syarat-syarat karangan deskripsi yang baik. Setelah mengisi tabel hasil imajinasi indera. dalam penelitian ini juga digunakan tabel hasil imajinasi indera untuk membantu siswa mengembangkan imajinasinya. Pengimajinasian dilaksanakan dengan cara mengisi tabel hasil imajinasi indera yang telah disediakan oleh guru. dicium. Selain gambar.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Gambar dalam penelitian ini dimanfaatkan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Gambar yang digunakan adalah gambar dengan tema keindahan alam. “pendengaran”. yaitu indera penglihatan. oganisasi.dengan realitas yang mungkin pernah dilihat. yang terdiri dari lima kolom.

1 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi Menyusun draf awal karangan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera Mengamati gambar Mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan kelima indera Meyunting karangan teman terkait dengan ejaan. Setelah karangan diperbaiki berdasarkan hasil penyuntingan. LANGKAH-LANGKAH MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI Gambar 2. langkah-langkah kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dapat dilihat pada bagan berikut.maupun kebahasaan. Karangan yang disusun siswa berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera harus diperbaiki setelah diadakan kegiatan penyuntingan antar teman. diksi. kalimat. karangan deskripsi siswa dipublikasikan melalui pembacaan di depan kelas dan penempelan di dinding kelas. TAHAP PRAPENULISAN . dan organisasi (Penyuntingan) 1. Untuk lebih jelasnya.

TAHAP PUBLIKASI Membacakan karangan di depan kelas Menempelkan karangan di dinding kelas 3. kalimat.2. penciuman. dan organisasi (Revisi) Memperbaiki judul karangan dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan isi karangan Mengisi tabel hasil imajinasi indera (penglihatan. perabaan) 4. TAHAP PENULISAN Memperbaiki karangan berdasarkan hasil penyuntingan dan komentar teman dengan memperhatikan ejaan. . pencecapan. TAHAP PENYUNTINGAN DAN REVISI Menentukan judul karangan BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini disajikan metode yang digunakan dalam penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. diksi. pendengaran.

2006:83). kesepakatan tentang permasalahan. widyaiswara) dalam pemahaman. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. 3. pada bagian ini dijelaskan tentang (1) rancangan penelitian. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). pendekatan. dkk. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. (5) teknik pengumpulan data. Kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi. Berdasarkan tujuan tersebut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka. (3) lokasi. dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto.. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. (6) teknik analisis data. (7) prediksi hasil. Suhardjono (dalam Arikunto. 2007:63) menyatakan bahwa salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru. kepsek. 2007:11). dan lain-lain) dan peneliti (dosen. . dan subjek penelitian. (2) tahap-tahap penelitian. dkk. metode. dan (8) pengecekan keabsahan data. siswa.Secara garis besar. (4) data dan sumber data. waktu.. rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK).

sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama. sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan pendidik guru. tanpa tahun). antara guru dan peneliti. sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu).Kolaborasi atau kerjasama dalam melaksanakan penelitian dapat dilakukan dengan: mahasiswa. sejawat dari lembaga/sekolah lain. antara guru dan manajer). . dan sejawat di negara lain (Wallace dalam Madya.

yakni (1) perencanaan tindakan. peneliti bersama guru melanjutkan penelitian pada siklus II. (2) pelaksanaan tindakan. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan setiap tahap penelitian. Sebagai bentuk penguatan. yaitu (1) perencanaan tindakan. dan (4) refleksi. Kolaborasi dilaksanakan dalam setiap tahap penelitian. (2) pelaksanaan tindakan. serta pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). yang terangkai dalam satu siklus. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. (3) observasi atau pengamatan.Pd.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi..2 Tahap-tahap Penelitian Seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya. (4) dan refleksi. mulai dari tahap identifikasi masalah hingga refleksi.Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. maka setelah . Apabila melalui kegiatan refleksi sudah diketahui letak keberhasilan dan kekurangan atau permasalahan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. kesepakatan tentang permasalahan. Ibu Sri Utami. (3) observasi atau pengamatan. Jika tujuan pada siklus I belum tercapai atau masih terdapat kekurangan. Peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. kegiatan pada siklus II pada dasarnya sama dengan kegiatan pada siklus I. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. S. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru untuk menyamakan pemahaman. dkk. 3. Penentuan tahap-tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. Empat tahap yang dilaksanakan setelah studi pendahuluan merupakan rangkaian tahap dalam siklus I.

pada siklus II peneliti dan guru melakukan perbaikan. Tahap-tahap dalam penelitian ini dapat dilihat dalam bagan alur penelitian tindakan kelas sebagai berikut. dan mengidentifikasi permasalahan SIKLUS I PERENCANAAN TINDAKAN I • Menyusun rencana tindakan • Menyusun RPP • Mempersiapkan teks karangan deskripsi . STUDI PENDAHULUAN Tahap 1 • Pengamatan karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia • Wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X.diidentifikasi permasalahan atau hambatannya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi Tahap 2 • Pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi.

(2) tahap penulisan. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dan (4) tahap publikasi REFLEKSI SIKLUS I Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus I Permasalahan baru hasil refleksi siklus I SIKLUS II PERENCANAAN TINDAKAN II • Menyusun rencana perbaikan tindakan • Menyusun RPP .• Menyiapkan media pembelajaran • Menyusun instrumen PELAKSANAAN TINDAKAN I • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus I: (1) tahap prapenulisan.

dkk..1 Alur Penelitian Tindakan (diadaptasi dari Suhardjono dalam Arikunto. 2007:74) .PENGAMATAN SIKLUS II Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat REFLEKSI SIKLUS II Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus II PELAKSANAAN TINDAKAN II • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus II: (1) tahap prapenulisan. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dan (4) tahap publikasi PENGAMATAN SIKLUS I Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat Gambar 3. (2) tahap penulisan.

2002:39) menyatakan bahwa setelah studi pendahuluan peneliti menjadi lebih jelas terhadap masalah yang dihadapi. situasi dewasa ini.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dari tugas yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran sebelumnya dan (2) . Studi pendahuluan tahap pertama merupakan tahap observasi awal yang dilaksanakan dengan (1) menganalisis karangan deskripsi siswa kelas X. Kegiatan studi pendahuluan dalam penelitian ini dilaksanakan dua tahap. yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan. dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang.2. dari aspek historis. Studi pendahuluan juga dilaksanakan untuk meyakinkan peneliti bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mempunyai permasalahan yang perlu dipecahkan atau membutuhkan adanya perbaikan. dan lainlain. hubungan dengan ilmu yang lebih luas. Arikunto (2002:40) juga menambahkan adanya manfaat lain dari studi pendahuluan. Winarno (dalam Arikunto.1 Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan kegiatan awal yang dilaksanakan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.Permasalahan baru hasil refleksi siklus II Berhasil Simpulan SIKLUS KE-n 3.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pernah dilaksanakan. peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk . Berdasarkan pengamatan karangan deskripsi siswa. Tahap perencanaan tindakan dilaksanakan pada masing-masing siklus. Pretes dalam penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. sedangkan perencanaan pada siklus II dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.2 Perencanaan Tindakan Setelah melaksanakan studi pendahuluan. 3.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Perencanaan pada siklus I dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan setelah mengetahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. refleksi terhadap pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan oleh guru. peneliti bersama guru secara kolaboratif berupaya meningkatkan kemampuan siswa kelas X. dan berdasarkan hasil pretes.wawancara atau tanya jawab dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo. Dalam tahap menyusun rancangan. wawancara dengan guru dan siswa. Studi pendahuluan tahap pertama dilaksanakan sebagai tahap identifikasi awal yang bertujuan mengetahui permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. tahap selanjutnya yang dilaksanakan dalam penelitian adalah perencanaan tindakan. yakni siklus I dan siklus II. Studi pendahuluan tahap kedua merupakan pelaksanaan pretes menulis karangan deskripsi. sedangkan studi pendahuluan tahap kedua dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.

2007:76). peneliti bersama guru juga menyusun instrumen pengumpul data yang akan digunakan dalam observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan rancangan yang telah disusun... tindakan dalam penelitian ini terdiri dari tindakan I dan II. dkk. dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap perencanaan ini. gambar dan imajinasi digunakan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Rencana pembelajaran pada siklus I direncanakan dalam dua kali pertemuan yang terbagi menjadi empat tahap proses menulis yang harus dilalui siswa. serta menentukan media yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (2) tahap penulisan. dan disesuaikan dengan kondisi di sekolah. 2007:18).2. sesuai dengan rencana yang telah disusun. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dkk. pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi untuk mengetahui kemampuan siswa. rancangan teknik dan skenario penerapan pembelajaran akan diterapkan (Suhardjono dalam Arikunto. Selain menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).3 Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan.diamati. Rencana tindakan disusun berdasarkan program dan jadwal yang telah disusun bersama guru. kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung (Arikunto. yang masing-masing tindakan mencakup empat rangkaian kegiatan proses . yaitu (1) tahap prapenulisan. peneliti bekerjasama dengan guru merancang tindakan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa. Pada tahap ini. 3. dan (4) tahap publikasi.

Pengamatan terhadap .2. sedangkan pertemuan kedua adalah tahap penyuntingan dan revisi. Selain pengamatan terhadap proses pembelajaran. Pertemuan pertama adalah tahap prapenulisan dan tahap penulisan. Pada tahap observasi. dan dokumentasi. yakni (1) tahap prapenulisan. Masing-masing pertemuan mempunyai alokasi waktu dua jam pelajaran (2x45 menit). dan tahap publikasi. kegiatan pengamatan juga dilaksanakan terhadap hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. catatan lapangan.4 Observasi atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan mulai awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran. dan (4) tahap publikasi. dengan dibantu oleh seorang observer. Hasil dari kegiatan pengamatan ini akan dijadikan acuan untuk melaksanakan refleksi. peneliti berkolaborasi dengan guru mengamati jalannya pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 2002:133). baik pada pelaksanaan tindakan siklus I maupun siklus II. Tindakan I dan II masing-masing dilaksanakan dalam dua kali pertemuan.menulis. Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto. 3. Data untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. (3) tahap penyuntingan dan revisi. (2) tahap penulisan. Pada tahap ini dilakukan pengamatan dan pencatatan terhadap semua hal yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.

2. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses dan hasil tindakan. Refleksi pada hasil tindakan mengacu pada tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Refleksi ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan telah memberi peningkatan terhadap kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum digunakannya gambar dan imajinasi.5 Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap selesai dilaksanakannya kegiatan pembelajaran. Data yang telah terkumpul pada tahap observasi dievaluasi pada tahap refleksi.hasil karya siswa dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan. dkk. kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan (Suhardjono dalam Arikunto. serta mengetahui pencapaian keberhasilan tindakan. 3. 2007:80).. Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi masalah untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. dengan perolehan nilai setelah diberi tindakan (setelah menggunakan . Apabila setelah dievaluasi ternyata indikator keberhasilan belum tercapai. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat dari selisih perolehan nilai pada tahap pretes (sebelum menggunakan gambar dan imajinasi). Tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan dalam pembelajaran sudah tercapai atau sebaliknya. maka perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya. berdasarkan data yang telah terkumpul.

3. padahal kemampuan menulis siswa masih kurang. Sejauh pengamatan peneliti. Jika berdasarkan kriteria yang ditetapkan menunjukkan bahwa hasil kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan lebih 54 baik dari dari hasil sebelum diberi tindakan. Oleh karena itu. dan XII. XI. Pemilihan SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran di SMA tersebut.gambar dan imajinasi). guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran. terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jumlah ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebanyak 18 kelas yang terbagi menjadi tiga tingkatan.3. dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan. Waktu. yaitu kelas X.3 Lokasi. Selain itu.1 Lokasi Penelitian Penelitian tentang peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo yang beralamat di Jalan Slamet Cokro Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. di SMA ini belum pernah diadakan penelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa. peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berupaya melaksanakan . dan Subjek Penelitian 3. Masing-masing tingkatan mempunyai enam ruang kelas.

perbaikan pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa, khususnya dalam menulis karangan deskripsi.

3.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil, yakni bulan Desember 2007, dan pada semester genap, yakni bulan April sampai bulan Mei 2008 tahun ajaran 2007/2008. Penelitian pada semester ganjil dilaksanakan untuk mengidentifikasi masalah atau observasi awal, sedangkan penelitian pada semester genap dilaksanakan untuk kegiatan pretes dan pelaksanaan tindakan. Pemilihan waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan diupayakan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sebenarnya. Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meminta ijin kepada Kepala Sekolah. 3.3.3 Subjek Penelitian Siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2007/2008 merupakan subjek dalam penelitian ini. Tindakan diberikan pada seluruh siswa kelas X.2 yang terdiri dari 19 siswa putra dan 20 siswa putri. Dasar pemilihan siswa kelas X.2 sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 dianggap telah siap untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pemilihan ini juga berdasarkan anjuran dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2, dengan mempertimbangkan waktu penelitian.

3.4 Data dan Sumber Data

3.4.1 Data Data dalam penelitian ini terdiri dari data awal (pratindakan) atau data studi pendahuluan, data pelaksanaan tindakan, dan data hasil tindakan. Data awal adalah data hasil wawancara, data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi, dan karangan deskripsi siswa sebelum diberi tindakan, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah sebagai dasar menyusun rencana tindakan. Data pelaksanaan tindakan adalah data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Data hasil tindakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, setelah dilaksanakannya tindakan siklus I dan siklus II. 3.4.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. (1) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada subjek yang diteliti. Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkap dapat digali dengan baik (Susetyo, 2005:4). Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tidak

berstruktur dan bersifat informal. Pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek, atau keterangan lainnya diajukan secara bebas dan disesuaikan dengan kondisi saat wawancara. Wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan untuk memperoleh data berupa informasi terkait dengan pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan, sekaligus pendapat mereka tentang pembelajaran tersebut. (2) Pengamatan atau Observasi Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian (Susetyo, 2005:1). Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni observasi awal dan observasi pelaksanaan tindakan. Observasi awal dilaksanakan pada tahap studi pendahuluan untuk mengidentifikasi permasalahan sebelum dilaksanakan tindakan, sedangkan observasi pelaksanaan tindakan bertujuan untuk merekam aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Peneliti menggunakan lembar observasi atau catatan lapangan untuk mencatat setiap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Analisis Dokumen Analisis dokumen dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dokumen yang digunakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Analisis dokumen juga dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 3.6 Teknik Analisis Data

Penilaian dilakukan dengan memberikan skor terlebih dahulu terhadap karangan deskripsi siswa. Sebelum menyimpulkan data. dilaksanakan penilaian terhadap karangan deskripsi siswa. kesulitan yang dialami siswa. Isi 2 3 Skor 4 5 Kesesuaian Isi karangan sesuai dengan judul dan . yakni menyeleksi. Tahap penyimpulan dilaksanakan dengan mengacu pada data yang disajikan dan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. perkembangan kemampuan siswa. (3) Menyimpulkan data yang telah direduksi dan disajikan secara naratif. memfokuskan. (1) Menelaah data terkumpul.Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. dan menyederhanakan semua data yang diperoleh. Tabel 3. (2) Mereduksi data. Untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.1 berikut. peneliti melakukan penyusunan informasi secara naratif yang berdasarkan hasil reduksi data dengan tujuan dapat menarik simpulan tentang proses pembelajaran. Pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi siswa dapat dilihat pada tabel 3. sesuai dengan indikator yang telah ditentukan dalam pedoman penyekoran. serta hasil yang diperoleh setelah diberikan tindakan.1 Pedoman Penyekoran Hasil Menulis Karangan Deskripsi Siswa No Aspek Subaspek Indikator 1 1.

tujuan penulisan Kerincian Isi karangan menggambarkan objek dengan rinci atau sedetail-detailnya sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan secara nyata apa yang dirasakan penulisnya Kreativitas imajinasi Isi karangan dikembangkan berdasarkan imajinasi kelima indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, dan perabaan) dan didukung oleh opini atau kesan penulis terhadap objek 2 Organisasi Organisasi Karangan disusun dengan runtut, saling terkait, dan terarah 3. Kebahasaan Kalimat Kalimat yang digunakan bervariasi, efektif, dan terbebas dari kesalahan tata bahasa Diksi Perbendaharaan kata bervariasi dan digunakan secara tepat dan efektif Ejaan Pilihan kata, kata depan, huruf kapital, tanda baca, dan imbuhan digunakan secara tepat (sesuai dengan EYD)

Keterangan:

Skor 1 : Sangat Kurang (SK) Skor 2 : Kurang (K) Skor 3 : Cukup (C) Skor 4 : Baik (B) Skor 5 : Sangat Baik (SB) Skor maksimal: 35 (Sumber: diadaptasi dari Basuki, 1997:38―40) Setelah ditemukan skor pada masing-masing subaspek karangan deskripsi siswa berdasarkan tabel 3.1, kemudian dihitung nilai siswa atau persentase pencapaiannya dengan rumus sebagai berikut.

Nilai = %100xmaksimalSkordiperolehyangSkor (Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:236) Dari nilai yang diperoleh, siswa dikatakan mampu apabila nilai yang diperoleh dapat mencapai standar keberhasilan minimal dengan mengacu pada pedoman standar keberhasilan yang telah ditentukan. Berikut pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3.2 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Pencapaian (%) Kualifikasi Angka 80−100 65−79 5 4 A B Kategori Nilai Tingkat Keberhasilan Huruf Baik Sekali Baik Berhasil Berhasil

56−64 40−55 20−39

3 2 1

C D E

Cukup Kurang Gagal

Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245) Keterangan: Pedoman standar keberhasilan minimal yang harus dicapai siswa (Tabel 3.2) telah disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, yakni 65%. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat dari perbandingan nilai pretes siswa (karangan deskripsi sebelum menggunakan gambar dan imajinasi) dengan nilai siklus I dan nilai siklus II (karangan deskripsi setelah menggunakan gambar dan imajinasi). Jika diperoleh hasil bahwa nilai siswa pada siklus II lebih baik dari dari nilai siklus I, dan nilai siklus I lebih baik dari nilai pretes, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan.

3.7 Prediksi Hasil Hasil yang diharapkan dari penelitian ini secara umum adalah adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan atau standar ketuntasan minimal (SKM) yang telah ditentukan, yakni 65%. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspeknya, yakni pada (1) aspek isi, yang meliputi (a) kemampuan dalam menyesuaikan isi dengan judul

observasi. 3. (b) kemampuan dalam merinci objek yang dideskripsikan. . yaitu ketekunan pengamatan dan pemeriksaan mitra peneliti (kolaborator dan observer). sedangkan observernya adalah rekan sejawat peneliti.dan tujuan penulisan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. terkait. dan (c) kemampuan dalam menggunakan ejaan. yang meliputi (a) kemampuan dalam menyusun kalimat. peneliti dibantu oleh kolaborator dan observer dalam mengumpulkan data. (b) kemampuan dalam menggunakan diksi atau pilihan kata. (c) kemampuan dalam mengimajinasikan objek menggunakan kelima indera. dan terarah. (2) aspek organisasi. Kolaborator yang dimaksud adalah guru Bahasa Indonesia kelas X. dan (3) aspek kebahasaan. Ketekunan pengamatan adalah pengecekan keabsahan data dengan cara menyesuaikan antara tahap yang direncanakan dengan tahap yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan analisis dokumen. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti bertujuan memperoleh hasil interpretasi data secara objektif.8 Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data bertujuan memperoleh data yang sahih dan absah yang diperoleh dari hasil wawancara. yakni kemampuan dalam mengorganisasikan gagasan dengan runtut. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti adalah ketika melaksanakan penelitian.

Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember 2007. Paparan data yang disajikan meliputi paparan tentang (1) studi pendahuluan.2 terkait dengan pembelajaran menulis.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan.1 Studi Pendahuluan 4.1 Observasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah observasi awal. (2) pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II.BAB IV PAPARAN DATA Pada Bab IV ini disajikan paparan data berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan.1. 4. Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi awal adalah (1) mengamati secara langsung proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X. dan (3) hasil tindakan siklus I dan siklus II.2. Observasi awal bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. (2) wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. khususnya di kelas X. dan (3) pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa . dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.

berdasarkan tugas yang telah diberikan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. .

Selain itu.1.2. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. seperti (1) prapenulisan. Siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi tanpa dibimbing untuk melakukan kegiatan sesuai tahapan yang sebaiknya dilakukan dalam proses menulis. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa dari tugas yang diberikan guru dalam . (2) penulisan. Berdasarkan pengamatan terhadap hasil karya siswa. Guru belum memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis. juga diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. Pretes dilaksanakan dengan memberikan tugas menulis karangan deskripsi pada siswa tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. (3) penyuntingan dan revisi. dan (4) publikasi. Tugas yang diberikan pada siswa difokuskan pada penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi.1.Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara. Guru tidak berupaya membimbing siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran. guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Kegiatan pretes juga untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa mengunakan gambar dan imajinasi.2 Pretes 4. 4. Tujuan pelaksanaan pretes adalah mengetahui lebih detail tentang permasalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X.1 Perencanaan Pretes Perencanaan pretes dilaksanakan berdasarkan hasil observasi awal.

juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. guru meminta siswa menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.2. Dialog 1: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Pretes/Rabu.1.” . Dalam kegiatan pretes ini. peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mendiskusikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul selama pembelajaran menulis deskripsi dan berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.. yaitu pada hari Rabu tanggal 23 April 2008 dengan alokasi waktu 2x45 menit. 23 April 2008) Guru : “Selamat siang.. Sebelum siswa melaksanakan kegiatan menulis. Selain itu.. Pembelajaran menulis deskripsi dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. guru membangun ingatan siswa terkait dengan materi tulisan deskripsi yang pernah dipelajari pada semester sebelumnya.2 Pelaksanaan Pretes Kegiatan pretes dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.” Guru : “Apa kabar semuanya? Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini? Siswa : “Sudah. anak-anak. yakni siswa SMA. Setelah itu. peranan peneliti hanya sebagai pengamat. Dalam kegiatan ini.” Siswa : “Selamat siang. yang menunjukkan bahwa objek yang digambarkan dalam karangan deskripsi siswa mayoritas berupa objek tempat atau pemandangan.pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan. 4.2. Bu.

..” Guru : “Ada yang ingin ditanyakan?” Siswa : “Tidak. baik itu benda. sudah mengerti semuanya anak-anak?” Siswa : “Sudah. jika kalian sudah mengerti. Kalian juga pernah mencoba menulis tulisan deskripsi. kita pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi. atau tempat-tempat rekreasi yang pernah kalian kunjungi. Tulisan deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan atau menceritakan suatu objek.. Ibu jelaskan lagi.Guru : “Anak-anak. Bu. ataupun tempat. kerjakan mulai dari sekarang!” . sekarang Ibu ingin kalian menulis sebuah karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan tersebut.” Guru : “Ada yang ingin menambahkan lagi?” Siswa : (diam) Guru : “Baik. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan tulisan deskripsi?” Siswa : (saling berbisik dengan siswa lainnya) Guru : “Ayo.. Kalian boleh mendeskripsikan sekolah kita. Bisa dimengerti anak-anak?” Siswa : “Bisa.. Bagaimana.. siapa yang masih ingat dengan pengertian tulisan deskripsi?” Siswa : “Tulisan yang menggambarkan suatu objek.” Guru : “Baik.” Guru : “Baik.. manusia... tempat tinggal kalian.

baik melalui pembacaan di depan kelas ataupun menempelkannya di dinding kelas. maupun kebahasaan.1. Setelah memberikan skor pada . memahami tujuan penulisan. siswa tidak melalui tahap-tahap proses menulis mulai dari prapenulisan hingga publikasi. 4. guru tidak membimbing siswa untuk menentukan dan memahami topik atau objek yang akan dideskripsikan. mengumpulkan bahan. organisasi. Kemampuan awal siswa dapat diketahui dari hasil penilaian terhadap karangan deskripsi siswa yang ditulis pada tahap pretes. siswa melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi seperti pada pembelajaran sebelumnya. kegiatan ini juga perlu dilaksanakan agar siswa mengetahui manfaat kegiatan menulis yang telah dilaksanakan.Selama pretes. Dalam kegiatan menulis. Siswa juga tidak melaksanakan kegiatan publikasi. dan bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik. Padahal. Setelah dua jam pelajaran berjalan. sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi. Kegiatan penyuntingan dan perbaikan juga tidak dilaksanakan sehingga siswa tidak mengetahui di mana letak kekurangan hasil karangannya.3 Hasil Evaluasi Pretes Pretes dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan detail permasalahan yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum diberikan tindakan. Meskipun tema telah ditentukan. tanpa adanya bimbingan dari guru. Penilaian karangan deskripsi siswa mengacu pada pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi yang telah disusun. Padahal. baik dari segi isi. semua hasil karangan siswa langsung dikumpulkan tanpa dikoreksi atau diberikan balikan baik dari sesama siswa maupun guru. kegiatankegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk membantu siswa mengembangkan karangan deskripsi dengan baik. dan menentukan judul.2.

yakni 65%. dapat diketahui bahwa pada tahap pretes.82 61.1 berikut. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih di bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes (Lampiran 11a).79%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tahap pretes hanya mencapai 45. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. dari jumlah siswa keseluruhan. Bahkan.13 12.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali).54% dari .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Tahap Pretes No. Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Tabel 4. hanya dua siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik).54 20. yang kemudian ditentukan tingkat keberhasilannya.setiap subaspek pada masing-masing aspek karangan deskripsi siswa. Sebagian besar siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang). 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 2 5 24 8 Persentase 5.1. guru memberikan nilai pada karangan deskripsi siswa secara utuh. yakni sebanyak 24 siswa atau 61.1 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih kurang.51 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil Berdasarkan tabel 4.

Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. pada tahap pretes.51% dari jumlah siswa keseluruhan.2 berikut. Skor 5 merupakan skor tertinggi dengan kriteria “sangat baik”. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (b) kerincian. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. skor 4 dengan kriteria “baik”.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berdasarkan rentangan skor dalam menulis karangan deskrispi pada setiap subaspek pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. Oleh karena itu. dan (c) kreativitas imajinasi. dan (c) ejaan.87% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.jumlah siswa keseluruhan. skor 3 dengan kriteria “cukup”. Jadi.82% dari jumlah siswa keseluruhan. Penguasaan siswa kelas X. yakni: (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Tahap Pretes No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Skor 2 Skor 3 Skor Skor 5 Jumlah Siswa .13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi perlu ditingkatkan.2 Penguasaan Siswa Kelas X. Tabel 4. skor 2 dengan kriteria “kurang”. hanya 5. dan skor 1 dengan kriteria “sangat kurang”. sedangkan 94. (b) diksi. Penilaian dilaksanakan dengan memberikan skor pada setiap subaspek dengan rentangan 1—5 sesuai dengan kriteria pencapaian indikatornya. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak lima siswa atau 12. (2) aspek organisasi. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal) sebanyak 8 siswa atau 20.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. Skor tertinggi yang diperoleh siswa pada subaspek kreativitas imajinasi adalah 3 (cukup).2. rata-rata kemampuan siswa kelas X. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). 4.44 42.77 46.67 37.62 58. dan hanya 10. 23.77% siswa memperoleh skor 3 (cukup).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek pada tahap pretes masih kurang.56 4 9 16 15 12 13 14 12 21 12 7 4 2 5 2 8 - Berdasarkan tabel 4. organisasi.81% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh skor 1 (sangat kurang).1. 30. Dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 4 (baik).4 Refleksi Pretes .46 40 9 12 17 11 15 8 20 12 5 8 - 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 50. Pada penilaian setiap subaspek. Bahkan pada subaspek kreativitas imajinasi.99% siswa yang memperoleh skor 4 (baik). 34. Oleh karena itu.43% siswa memperoleh skor 2 (kurang). maupun kebahasaan. kemampuan siswa kelas X.Kurang Kurang Cukup 4 Baik Sangat Baik - 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44.2. baik dari aspek isi.

diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan penulisan siswa tidak melalui tahap-tahap dalam proses menulis. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Dalam kegiatan refleksi. Namun. maupun kebahasaan. Siswa juga tidak diberikan pemahaman mengenai macammacam deskripsi dan bagaimana menulis deskripsi dengan disertai opini agar dapat menumbuhkan imajinasi pembaca. organisasi. Beberapa siswa masih ingat tentang pengertian dan karakteristik tulisan deskripsi yang pernah diajarkan oleh guru. baik dari aspek isi. pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi hanya diperoleh dari guru. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran pada tahap pretes. penyuntingan dan revisi. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes yang menunjukkan . guru mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran menulis karangan deskripsi berlangsung. guru melaksanakan refleksi.Setelah melaksanakan evaluasi pada tahap pretes. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk karangan deskripsi yang baik. Siswa tidak memahami langkah-langkah yang baik dalam menghasilkan sebuah karangan sehingga karangan yang dihasilkan tidak maksimal. pada dasarnya siswa sudah mengetahui tentang konsep tulisan deskripsi. Siswa tidak dibimbing untuk menciptakan pemahaman sendiri sehingga siswa hanya sebatas tahu tentang tulisan deksripsi tanpa diimbangi dengan kemampuan dalam menuangkan ide dalam bentuk karangan deskripsi. yakni tahap prapenulisan. Melalui kegiatan refleksi. dan publikasi. penulisan.

permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes adalah sebagai berikut. (3) Isi karangan siswa tidak fokus pada suatu objek atau pendeskripsian objeknya kurang terarah sehingga sulit dirasakan oleh pembaca.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum dapat mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. tanpa mengembangkan berdasarkan indera yang lain sehingga karangan yang dihasilkan kurang rinci atau detail dan pembaca juga tidak mampu mengimajinasikan dengan kelima indera. (4) Siswa mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan indera penglihatan saja. (7) Masih banyak siswa yang mengalami kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. (5) Siswa belum mampu menyertakan opini atau kesan dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. (2) Siswa belum mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan judul karangan. tidak ada kegiatan lanjutan yang harus . Secara rinci. (8) Siswa tidak memahami bahwa kegiatan menulis merupakan suatu proses sehingga menganggap bahwa setelah karangan dikumpulkan. ada beberapa siswa yang tidak memberikan judul dalam karangannya.bahwa nilai yang diperoleh sebagian besar siswa kelas X. Bahkan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih belum mamahami wujud karangan deskripsi yang sebenarnya. (1) Masih ada beberapa karangan siswa yang mengandung pola pengembangan narasi. (6) Perbendaharaan diksi dalam karangan siswa kurang sehingga sering terjadi pengulangan kata atau kalimat yang sama. baik dari judul maupun isinya.

1 Perencanaan Tindakan Siklus I Setelah melaksanakan kegiatan studi pendahuluan.2. . apabila dalam dua siklus belum juga mengalami peningkatan yang signifikan. maka akan ditindaklanjuti pada siklus selanjutnya. Namun. Rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus I dirancang untuk mengatasi segala permasalahan yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan (pretes).2 Pelaksanaan Tindakan 4. Siswa puas dengan hasil karangan yang telah dibuat tanpa adanya perbaikan atau penyuntingan untuk memaksimalkan hasil karangannya.1. Hal ini dikarenakan karangan siswa hanya sekedar dikumpulkan tanpa ada kegiatan publikasi. kegiatan perencanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan. Tindakan yang diberikan pada siklus I bertitik tolak pada permasalahan yang ditemukan pada saat observasi dan hasil pretes pada tahap studi pendahuluan. Pembelajaran siklus I dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan. maka guru merencanakan tindakan untuk mengatasinya.2.dilakukan. Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I 4. 4. sedangkan rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus II dan siklus ke-n dirancang untuk mengatasi permasalahan yang masih ditemukan pada siklus sebelumnya. (9) Siswa tidak mengetahui manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga karangannya tidak maksimal. Penerapan tindakan dari seluruh rencana pembelajaran akan direncanakan dalam dua siklus.

Hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bahan sekaligus kerangka yang digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. disusun rencana tindakan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Dengan tabel hasil imajinasi indera. Beberapa tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus I untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada tahap studi pendahuluan antara lain sebagai berikut. yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Bentuk tabel hasil imajinasi indera yang harus diisi siswa sebagai dasar penulisan karangan deskripsi pada siklus I adalah sebagai berikut. Gambar berfungsi sebagai objek yang akan dideskripsikan sehingga hasil karangan siswa nantinya menjadi lebih fokus dan terarah.3 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus I PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM PERASA PERABA . (1) Guru menggunakan gambar dan tabel hasil imajinasi indera dalam pembelajaran menulis deskripsi. (2) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan pengamatan terhadap gambar sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi.Pada tahap perencanaan ini. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bentuk realisasi dari hasil pengamatan terhadap gambar. Tabel 4. tetapi juga berdasarkan hasil imajinasi kelima indera. (3) Guru membimbing siswa untuk mengisi tabel hasil imajinasi indera. karangan deskripsi siswa nantinya menjadi lebih rinci dan tidak hanya berdasarkan apa yang dilihat saja.

yaitu (1) prapenulisan. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Urutan kegiatan dalam proses menulis siswa tidak harus terpaku pada urutan tahap yang telah ditentukan. Setiap tahap dalam proses menulis karangan deskripsi dilakukan sendiri oleh siswa dengan bimbingan dari guru. Namun. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. (2) penulisan.(4) Dalam menghasilkan sebuah karangan deskripsi. dan (4) publikasi. (5) Guru berupaya menggunakan berbagai media dalam menyampaikan materi agar siswa mampu menciptakan pemahaman sendiri tentang konsep karangan deskripsi. (3) penyuntingan dan revisi. (1) Guru menggali kembali pengetahuan siswa tentang tulisan deskripsi. disusun rencana pembelajaran pada siklus I. siswa harus melaksanakan proses menulis yang terdiri dari 4 tahap. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. guru menjelaskan kembali pengertian tulisan deskripsi. Metode ceramah minim dilakukan. guru menyajikan contoh karangan deskripsi dan narasi. Untuk memantabkan pengetahuan siswa dan mengurangi kesalahan siswa pada tahap pretes. Tindakan siklus I direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. . Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. keempat tahap tetap harus dilalui oleh siswa agar siswa lebih memahami tentang konsep karangan deskripsi dan tujuan penulisannya sehingga karangannya menjadi lebih baik. Sebagai penguatan. Dengan beberapa tindakan yang akan diberikan. Berikut ini rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.

Pemilihan gambar pegunungan didasarkan pada lingkungan terdekat siswa yang berada di desa. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dan menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. dan contoh karangan deskripsi yang dikembangkan berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. guru menunjukkan tulisan deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. 76 (3) Guru memberikan tema keindahan alam kepada siswa.(2) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan menuliskannya di papan tulis. Guru membagikan gambar pegunungan dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. menentukan judul. Siswa diberikan . dengan membacakannya di depan kelas. Dari contoh yang sama. (Tahap Penulisan) (5) Guru menyajikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada tahap pretes. contoh pengisian tabel hasil imajinasi indera. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar. Guru menunjukkan contoh gambar. (Tahap Prapenulisan) (4) Setelah tabel hasil imajinasi indera diisi oleh siswa. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan tahap pengumpulan bahan agar siswa tidak kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi sehingga karangan deskripsi siswa menjadi lebih rinci dan detail. guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. Selanjutnya. siswa mengamati gambar. yang masih tampak gunung dan persawahan.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik dan pentingnya melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (7) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. (6) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. dan bangga terhadap hasil tulisannya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari.kesempatan untuk mengomentari karangan deskripsi yang disajikan. (Tahap Publikasi) 4. masing-masing karangan direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran dari teman. Guru juga membimbing siswa untuk menempelkan hasil karangan deskripsinya di dinding kelas. Siklus I dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada tahap pretes . Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Siswa dengan bimbingan guru menemukan kesalahan yang terdapat dalam karangan yang disajikan.2 Proses Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan pada siklus I mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya.1. baik dari segi isi maupun kebahasaannya. Tindakan dalam siklus I merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan siswa dalam menulis karangan deskripsi yang ditemukan pada saat studi pendahuluan.2. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami manfaat kegiatan menulisnya. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar atau saran perbaikan terhadap hasil karangan teman.

dengan alokasi waktu 2x45 menit. guru mempresensi siswa. Proses pelaksanaan tindakan pada siklus I akan diuraikan sebagai berikut. (2) tahap penulisan. Sebelum memulai pembelajaran.2. Kegiatan pembelajaran pertemuan I siklus I dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis .45 hingga 13. pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sendiri oleh peneliti. maupun kebahasaan. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. (3) tahap penyuntingan dan revisi.belum menunjukkan penguasaan siswa dalam menulis karangan deskripsi.1. yaitu (1) tahap prapenulisan.2. Tindakan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. Jadi. mulai pukul 11. dan (4) tahap publikasi. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. 78 4. baik dari aspek isi. Tindakan siklus I diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada tahap pretes. organisasi. peneliti bertindak sebagai guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.15. Nilai yang dicapai oleh siswa dalam menulis karangan deskripsi masih rendah dan di bawah standar keberhasilan yang ditetapkan. yakni pada jam ke 7―8.2.1 Pertemuan Pertama Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 7 Mei 2008. dengan rangkaian proses menulis seperti yang telah direncanakan.

.” Guru : “Kalian pernah menulis karangan deskripsi?” Siswa : “Pernah ..” Guru : “Berarti kalian pasti paham tentang karangan deskripsi..” Guru : “Seperti yang telah Bu Sri katakan. Bagaimana khabarnya hari ini?” Siswa : “Baik. Dialog 2: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka. Bu. dalam beberapa pertemuan ke depan kalian akan belajar bersama Ibu. Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini bersama Ibu?” Siswa : “Siap. Berikut dialog yang dilaksanakan oleh guru dengan siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terkait dengan tulisan deskripsi. 2) Karangan yang menggambarkan suatu objek.. 7 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr..” Siswa : “Waalaikumsalam…. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Apa yang dimaksud dengan karangan deskripsi?” Siswa : (secara serentak) “1) Karangan yang dikembangkan berdasarkan suatu objek. Wb.deskripsi pada pertemuan I. Guru juga menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.” Guru : “Sebelumnya Ibu ingin bertanya. .... Bu.” Guru : “Selamat siang semuanya.. apa kalian pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi?” Siswa : “Pernah .

guru menjadi lebih mudah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan membimbing siswa untuk menulis deskripsi karena siswa telah mempunyai bekal dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. dan dialami. Dengan begitu. Siswa juga sudah pernah menulis karangan deskripsi. guru dapat mengetahui bahwa pada dasarnya siswa sudah mengetahui konsep dasar tulisan deskripsi. ada lagi yang ingin menambahkan?” Siswa : (salah satu siswa mengangkat tangan) “Karangan yang menceritakan suatu objek berdasarkan apa yang dilihat. Satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan deskripsi. . Penjelasan yang diberikan oleh guru didasarkan pada jawaban siswa yang telah dirangkum dan ditulis di papan tulis sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahaminya karena mereka sendiri yang menemukan. Ibu ingin kalian mengungkapkan pendapat dengan tertib. Namun.” Guru : “Bagus! Ada lagi yang masih ingat tentang pengertian karangan deskripsi?” Siswa : (Diam) Berdasarkan dialog 2. Baik. dirasa. Coba biasakan mengangkat tangan sebelum menyampaikan pendapat kalian. guru tetap menjelaskan kembali tentang pengertian tulisan deskripsi kepada siswa. Siswa dibimbing untuk menemukan perbedaan karangan deskripsi dan narasi dari kedua contoh yang disajikan. Agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan dalam menyusun karangan deskripsi sebelumnya. dan satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan narasi (Lampiran 7). Hal ini dilakukan guru sebagai penguatan atau memantabkan pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi.Guru : “Anak-anak. guru menyajikan dua contoh kutipan karangan siswa dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.

kalian harus menggunakan imajinasi kelima indera kalian.” . tunggu sebentar. Kita akan membuat mading di kelas kalian.” Siswa : (Diam memperhatikan) Guru : “Selain itu. Pada pembelajaran kali ini kita akan kembali belajar tentang karangan deskripsi.. guru terlebih dahulu menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran serta manfaat pencapaian kompetensi. Ketika kalian mendeskripsikan gambar...... Ibu akan memberikan gambar kepada kalian. Kali ini kita akan belajar menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 7 Mei 2008) Guru : “Baik anak-anak. Gambar itu berfungsi sebagai objek yang nantinya harus kalian deskripsikan.” Siswa : (saling menggumam) “Ya. Kita juga akan mencoba kembali menulis karangan deskripsi... Sudah pernah belajar menulis deksripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi?” Siswa : “Belum. kegiatan menulis deskripsi kalian nanti juga tidak hanya sekedar menulis saja. kok deskripsi lagi seh Bu?” Guru : “Tunggu sebentar. Ibu yakin kalian sudah pandai tentang karangan deskripsi.h. Jadi.. Memang bagaimana caranya Bu?” Guru : “Nanti. mau sekali. Kalian mau kan jika tulisan kalian dipublikasikan?” Siswa : “Mau Bu. hasil karangan kalian akan bermanfaat. Dialog 3: Penjelasan Kompetensi yang Akan Dicapai dalam Pembelajaran dan Manfaat Pencapaian Kompetensi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menulis karangan deskripsi..Sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran. tetapi hasil tulisan deskripsi kalian nantinya akan dipublikasikan dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Melalui kegiatan ini. Guru terlebih . Guru kemudian menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. seperti yang telah dilaksanakan pada tahap pretes.Dari dialog 3. Pada tahap prapenulisan. Karena siswa telah memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bersama guru. Dengan menggunakan contoh karangan yang sama. 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti. (2) menentukan judul karangan. dalam bentuk transparansi (Lampiran 8). Guru mengenalkan siswa tentang deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) mengamati gambar. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. guru terlebih dahulu memberitahukan bahwa fokus penulisan deskripsi yang akan dilaksanakan oleh siswa adalah penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. siswa diharapkan mampu mendeskripsikan objek dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. guru menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Sebelum siswa memulai proses menulis. dapat diketahui bahwa dengan menjelaskan terlebih dahulu kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk memahami manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. guru memberikan tindakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengembangkan karangan deskripsi pada tahap pretes. Guru menggunakan gambar dan imajinasi dalam proses menulis siswa. guru melaksanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya.

ada juga beberapa siswa yang masih bingung . Ada beberapa siswa yang dengan cepat menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. Siswa juga mulai mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan imajinasi kelima indera mereka. Seperti yang telah direncanakan. Siswa diberikan kebebasan untuk menyusun karangan deskripsi berdasarkan hasil imajinasinya dengan bimbingan guru. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Selama kegiatan prapenulisan. Siswa dibimbing untuk menentukan judul karangan berdasarkan gambar yang diamati. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Setelah tahap prapenulisan. gambar yang digunakan pada siklus I adalah gambar pegunungan. Siswa tampak dengan tekun mengamati gambar. Guru kemudian memberikan perintah kepada siswa untuk memulai kegiatan prapenulisan. Pada tahap penulisan. pada tahap penulisan beberapa siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi. tetapi juga masih banyak siswa yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. Seperti pada tahap prapenulisan. Guru mengamati dan membimbing siswa selama kegiatan prapenulisan. siswa mulai mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah dipilih. dengan mengacu pada gambar yang diamati. Kegiatan prapenulisan juga merupakan kegiatan pengumpulan bahan yang bertujuan memudahkan siswa untuk mengembangkan idenya ke dalam karangan deskripsi. Banyak siswa yang masih terlihat bingung atau kesulitan untuk mengembangkan imajinasi kelima indera mereka. Namun.dahulu membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada masing-masing siswa. tidak ada siswa yang bertanya.

Bagi yang karangannya sudah selesai. meski mereka telah mempunyai bahan penulisan berupa hasil imajinasi indera. Siswa antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi. waktunya tinggal lima menit lagi. Bu.. tampak beberapa siswa dengan antusias mengumpulkan hasil karangan awal. kapan karangannya dibacakan di depan kelas dan ditempel?” Guru : “Nanti Ibu jelaskan.. belum Bu.. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran. segera diselesaikan! Ibu beri waktu lima menit lagi..Bu.. meski jam pelajaran sudah hampir habis.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Iya.” Dari dialog 4. guru mengingatkan siswa untuk mengakhiri kegiatan menulis dan mengumpulkan karangan ke depan karena waktu yang diberikan hampir habis..” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Yah. yakni membacakan hasil karangan di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas. 7 Mei 2008) Guru : “Anak-anak. tetapi ada juga siswa yang masih belum menyelesaikan karangan sehingga berupaya menyelesaikannya dengan tergesa-gesa.untuk mengembangkan karangan deskripsi... silahkan dikumpulkan di meja Ibu. Sekarang bagi yang belum selesai. Dialog 4: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus I Pertemuan I/Penutup/Rabu. Ada siswa yang masih bersemangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran. .” Siswa : “Bu.

kegiatan pembelajaran pada pertemuan II dilaksanakan pada jam ke 5―6. yakni mulai pukul 10. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I juga dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. jumlah jam pelajaran di SMA Negeri 1 Purwoharjo adalah delapan jam pelajaran. Hal ini disebabkan di SMA Negeri 1 Purwoharjo jumlah jam pelajaran pada hari Rabu berbeda dengan jumlah jam pelajaran pada hari Sabtu. dengan alokasi waktu yang sama dengan pembelajaran pada pertemuan I. yaitu 2x45 menit. Guru juga . guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. Jika hari Rabu. 1) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I diawali guru dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.15 hingga 11.Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran.1. sedangkan pada hari Sabtu jumlah jam pelajarannya hanya enam jam pelajaran. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. Guru juga meminta siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya.45.2.2. Seperti halnya pembelajaran pada pertemuan I siklus I. Guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Namun. 4.2 Pertemuan Kedua Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus I dilaksanakan hari Sabtu tanggal 10 Mei 2008. Di akhir pertemuan.

Berikut contoh karangan deskripsi milik RAL dan DD yang disajikan di guru depan kelas. Sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Secara umum siswa masih ingat dengan kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan I. 1) Karangan RAL . dan (2) publikasi. Hal ini memudahkan guru untuk membimbing siswa melaksanakan kegiatan selanjutnya. yakni kegiatan (1) penyuntingan dan revisi. Secara singkat. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi dan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Setelah mempresensi siswa. dan karangan yang ditulis di papan tulis adalah karangan milik DD. guru menyajikan beberapa hasil karya siswa dari pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes. Karangan yang dibacakan adalah karangan milik RAL. Guru juga memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis.tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Siswa juga mampu menyebutkan langkah-langkah mengembangkan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.

saya sering dg teman2 saya bermain di Pekarangan belakang rumah saya sambil makan jeruk dan beri kelinci saya. serta . Pukul 16. saya sangat suka dg Pekarangan belakang rumah saya. 2) Karangan DD . Hari minggu adalah hari yang tepat untuk tamasya. Jadi Pekarangan belakang rumah saya adalah yg paling baik dan Paling seru Dari contoh karangan yang disajikan. Pukul 09. Di tengah perjalanan kami menemui sebuah pohon yang besar jatuh di tengah jalan..Suasana Pantai grajakan Bunyi gelombang mendebarkan hatiku. Akhirnya macetpun terjadi. (tanpa judul) Di belakang rumah saya terdapat kebun yg ditanami jeruk. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi kekurangan karangan yang disajikan sekaligus hal-hal yang perlu diperbaiki dalam karangan. Lama-kelamaan pohon besar itu dapat di singkirkan dari jalan. Dan setelah itu kami mulai pisah untuk menuju rumah kita masing-masing. Tapi kami hanya teman sebaya waktu SMP. Kirakira ada 10 orang saling berboncengan.. dan disana saya memelihara kelinci saya. Pukul 08. Satu jam lamanya kami menempuh perjalanan menuju pantai grajakan..50 kami sampai rumah.00 pagi aku dan teman-temanku berkumpul di rumahku. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa dapat mengetahui kegiatan yang perlu dilakukan dalam penyuntingan dan revisi.. disana udaranya masih segar dan bersih. Kamipun senang dan langsung melewatinya. 3 jam kami menunggu. siswa dengan guru mengoreksinya secara bersamasama. Semilir angin membelai rambutku. Kami semua terdiri dari 5 cewek dan 5 cowok..25 tepat aku dan teman-teman mulai berangkat dari rumah. .

Sedangkan dari karangan milik DD. Sebelumnya. Guru memilih GA untuk membacakan karangannya dengan alasan karangan GA sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan. yakni GA. siswa mengetahui bahwa karangan tersebut perlu diperbaiki dari segi isinya. Dengan bimbingan guru. guru mengembalikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan dan revisi. siswa menyadari akan pentingnya penulisan judul dalam karangan. membacakan karangannya di depan kelas. ataupun tanda baca. 2) Kegiatan Inti Pada tahap inti. siswa dapat memperbaiki penulisan ejaan milik DD. Guru meminta salah satu siswa. Dari karangan milik RAL. Siswa dapat menemukan adanya urutan waktu dalam karangan milik RAL yang merupakan ciri karangan narasi. siswa menjadi tahu akan pentingnya kegiatan publikasi atau berbagi. kata depan. guru memberikan balikan. Dari kegiatan ini. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan bahwa kegiatan publikasi juga bisa dilakukan untuk memperoleh masukan orang lain. imbuhan. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar secara lisan atas pembacaan karangan oleh GA. siswa telah belajar melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. meski dari judul sudah tampak adanya ciri karangan deskripsi. Setelah GA selesai membacakan karangannya. Siswa juga mengetahui bahwa setiap tahap dalam proses menulis bisa menjadi putaran yang berulang . siswa juga menjadi tahu bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. Siswa lebih mudah memahaminya karena dari contoh yang ditampilkan. Beberapa siswa memberikan komentar terkait dengan isi maupun teknik pembacaan. Selain itu.

isi .” Guru : “Lalu.untuk menghasilkan sebuah karangan yang baik.. guru hanya meminta satu siswa yang membacakan karangan sebelum penyuntingan. Kegiatan publikasi dilanjutkan setelah siswa merevisi karangannya.. tanda baca.. tetapi juga bisa dilaksanakan sebelum penyuntingan dan revisi. Misalnya. jangan lupa menuliskan nama komentatornya ya!” Siswa : “Di mana... 10 Mei 2008) Guru : “Karangannya sudah ditukarkan semua anak-anak?” Siswa : (bersama-sama) “Sudah. Dialog 5: Tanya Jawab tentang Kegiatan Penyuntingan (Siklus I Pertemuan II/Inti/Sabtu. kegiatan publikasi atau berbagi tidak hanya dapat dilaksanakan setelah revisi. kalimat. Bu . Untuk mengefektifkan waktu. apa saja yang harus kalian perhatikan dalam penyuntingan?”” Siswa : (bersama-sama) “Ejaan.... Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan.. untuk memperoleh masukan dari orang lain. Bu?” Guru : “Di bawah saja. ada yang belum tahu tugasnya anak-anak?” Siswa : (diam) Guru : “Sudah paham semuanya?” . Agar lebih yakin bahwa siswa telah paham dengan kegiatan yang harus dilakukan siswa pada tahap penyuntingan. guru kembali menanyakan kepada siswa terkait kegiatan yang harus dilaksanakan dan hal-hal yang perlu diperhatikan siswa pada tahap penyuntingan.” Guru : “Apa tugas kalian?” Siswa : “Mengoreksi dan memberikan komentar .” Guru : “Baik. Guru meminta siswa menukarkan karangannya dengan siswa lain.

guru mengetahui bahwa siswa telah memahami tugas yang harus dilaksanakan pada tahap penyuntingan. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing.. Sebelumnya. guru telah menempelkan dua kertas manila besar di papan tulis sebagai alas untuk menempelkan karangan siswa di . Saat proses perevisian. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah memperbaiki karangan awal dengan mengacu pada hasil koreksi dan komentar teman. beberapa siswa memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya sehingga tampilan karangannya menjadi lebih menarik.” Dari dialog 5. Pada tahap revisi. Kertas yang diberikan guru pada tahap revisi adalah kertas HVS berwarna agar siswa lebih termotivasi untuk meperbaiki karangannya karena akan ditempel di dinding kelas. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. kemudian guru kembali membagikan kertas pada siswa. Beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya.. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk merevisi karangannya. Ketika waktu yang diberikan oleh guru habis. Pada tahap penyuntingan. Guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. Kertas yang diberikan oleh guru berbeda dengan kertas pada tahap penulisan awal. Setelah penyuntingan..Siswa : “Sudah . Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa.

dengan menempelkan karangannya pada lembar manila yang masih kosong. FM. Guru juga memberikan kesempatan siswa untuk memberikan komentar terhadap pembacaan karangan oleh teman mereka. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) membacakan karangannya di depan kelas dan (2) menempelkan karangan yang telah dibaca pada kertas manila yang telah guru siapkan di papan tulis. seluruh karangan siswa dikumpulkan terlebih dahulu kepada guru untuk diberikan penilaian. dan CDS. siswa enggan maju ke depan kelas dengan kemauan sendiri. setelah semua karangan siswa ditempelkan pada dua lembar manila. Namun sebelum ditempelkan. Siswa lainnya melanjutkan kegiatan publikasi di luar jam pelajaran. 3) Kegiatan Penutup Setelah memberikan panduan terkait kegiatan yang harus dilaksanakan siswa untuk melanjutkan kegiatan publikasi. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam dua pertemuan. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang . Penempelan karangan dikoordinir oleh ketua kelas. Akhirnya. guru menutup kegiatan pembelajaran. beberapa siswa lain mau maju ke depan tanpa dipaksa lagi. Pada tahap publikasi. guru sedikit memaksa siswa untuk maju ke depan kelas dengan cara memberikan permainan kecil. Mulanya. yaitu YBA.dinding kelas. Setelah ada salah satu siswa membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. siswa yang maju ke depan untuk mempublikasikan karangan dengan membacakan dan menempelkannya di papan tulis hanya lima orang. Karena keterbatasan waktu. lembar manila yang berisi karangan ditempelkan di dinding kelas bagian belakang. Berdasarkan panduan guru. DSM. Guru membimbing siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. Dengan panduan guru. DFD. Beberapa siswa raguragu untuk meju ke depan meski tampak ada kemauan.

Kemudian. Tabel 4. Beberapa siswa juga menanyakan kembali tentang penulisan ejaan.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus I Seperti pada tahap pretes. 1 2 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) Jumlah Siswa 1 17 Persentase 2. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus I (Lampiran 11b).4 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. Namun. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I mencapai 64.56 43.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia.40%. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. Sebagian besar siswa mengaku kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera dan mengembangkan hasil imajinasi ke dalam kalimat-kalimat.2.kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa secara keseluruhan masih dibawah standar keberhasilan yang disyaratkan. Di akhir pembelajaran.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. pada siklus I juga dilaksanakan kegiatan penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus I No.59 Tingkat Keberhasilan Berhasil . 4.1. Tingkat keberhasilan siswa kelas X.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus I No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian 65. pada siklus I.59% dari jumlah siswa keseluruhan. Jadi.3 4 5 C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) 15 6 - 38.4.39% dari jumlah siswa keseluruhan. sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal). meski hanya satu siswa.85% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang) hanya enam siswa atau 15. jumlah siswa yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan adalah 46.15% siswa dari jumlah siswa keseluruhan sehingga kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X.46 15.39 - Tidak Berhasil Berdasarkan tabel 4. dapat diketahui bahwa pada siklus I. Tabel 4. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak 15 siswa atau 38.46% dari jumlah siswa keseluruhan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih perlu ditingkatkan karena 53.64 3 23 12 Skor 5 Sangat Baik 1 Jumlah Siswa . Pada siklus I.5 Penguasaan Siswa Kelas X. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B sebanyak17 siswa atau 43.

47.1. 4. sedangkan 15. dan 3. dan ejaan pada siklus I sudah baik. kerincian.5 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.64 1 1 2 13 13 5 6 21 14 28 10 5 11 5 21 - Berdasarkan tabel 4.97 65. terutama pada subaspek organisasi.90 57.66% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik).60% siswa memperoleh skor 4 (baik).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dan diksi masih termasuk dalam kategori cukup. 32.5.Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 71.95 58. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis deskripsi pada subaspek organisasi.4 Refleksi Tindakan Siklus I . sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik).02% siswa memperoleh skor 2 (kurang).25% siswa memperoleh skor 3 (cukup). dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. kalimat.47% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). kreativitas imajinasi. kalimat.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian. siswa masih lemah dalam ketiga subaspek ini. Namun. dan diksi.87 - 1 - 16 17 20 15 2 7 55.2. Dengan kata lain. Oleh karena itu.79 74. hanya 1. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek masih perlu ditingkatkan. Dari tabel 4.

sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Guru juga mengidentifikasi masalah. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Dari proses menulis yang dilaksanakan. Selain itu. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Panduan yang diberikan oleh guru masih . Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi dari contoh yang diberikan oleh guru.Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan hingga tahap evaluasi. dilaksanakan kegiatan refleksi. kelemahan. tetapi juga dari siswa. Namun. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran. pada siklus I siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru. siswa dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. Identifikasi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan pada siklus I. ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus I diidentifikasi. atau kekurangan pada tindakan siklus I. meski belum maksimal. pada tahap prapenulisan siswa masih kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera atau mengembangkan imajinasinya. siswa juga sudah mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opininya dalam mendeskripsikan objek pegunungan sehingga tujuan penulisannya dapat tercapai. Dalam kegiatan refleksi.

terutama dalam pengisian kolom “indera perasa”. (2) Siswa belum mampu membuat judul yang spesifik sesuai dengan topik atau objek yang dideskripsikan. Secara rinci. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. (5) Perbendaharaan kata yang digunakan siswa masih kurang. (3) Siswa masih kesulitan menyusun kalimat dengan struktur kalimat yang tepat. masih terjadi kesalahan dalam pengisian tabel hasil imajinasi indera. efektif.kurang sehingga ada beberapa siswa yang belum mengerti makna kolom dalam tabel hasil imajinasi indera dan salah memasukkan hasil imajinasinya. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada tahap penulisan. dan tidak menimbulkan kerancuan makna.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus I.85% siswa yang belum berhasil. Keruntutan dan keterkaitan antar kalimat dalam paragraf masih kurang. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I adalah sebagai berikut. \(6) Masih ada beberapa siswa yang belum bisa menggunakan ejaan dengan tepat. siswa masih kesulitan mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat. . (1) Pada tahap prapenulisan. Masih ada beberapa siswa yang sering mengulang-ulang kata atau kalimat yang pernah ditulis. (4) Siswa masih kesulitan dalam membuat karangan dengan organisasi yang baik. masih ada 53. Dari jumlah siswa keseluruhan.

disusun rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II dengan mengacu pada permasalahan yang ditemukan pada siklus I. (1) Guru memberikan evaluasi hasil penilaian pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Siswa diberikan karangan tanpa judul.1 Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan. Rencana pembelajaran pada siklus II disusun dengan beberapa perubahan tindakan sebagai perbaikan dari siklus I. 4. Guru . Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi siklus II dirancang untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I agar kemampuan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II adalah sebagai berikut. Hal ini dilakukan agar siswa mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam karangan deskripsi mereka pada siklus I sehingga tidak terjadi lagi pada siklus II. siswa belum memahami pentingnya memperbaiki karangan.2. (2) Siswa diberikan penjelasan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik.2. kemudian diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut dan menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru.2.(7) Pada tahap revisi. Siswa hanya sekedar menyalin karangan tanpa berupaya membuat karangannya menjadi lebih baik.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II 4. Seperti pada tindakan siklus I. tindakan siklus II juga direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masingmasing pertemuan.

Pada siklus II. serta makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. serta organisasi dalam karangan tersebut. Namun. Guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Tabel 4. (4) Guru menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. yakni mengamati gambar. Selanjutnya. menentukan judul.6 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus II PENGLIHATAN PENDENGARAN PENCIUMAN PENCECAPAN PERABAAN (5) Guru memberikan tema yang sama kepada siswa.menginformasikan bahwa judul karangan dapat diperbaiki setelah karangan selesai ditulis agar judul karangan benar-benar sesuai dengan topik dan isi karangan. Kegiatan ini bertujuan mengarahkan siswa tentang hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Pemilihan gambar pantai pada siklus II didasarkan pada banyaknya karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya . peneliti dan guru memperbaiki judul masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera agar siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam mengisi tabel. siswa diajak memperhatikan penggunaan kata dan kalimat. gambar yang digunakan pada siklus II adalah gambar pantai. Siswa diberi arahan untuk menyusun rincian dengan dukungan opini agar kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna dan organisasi setiap gagasan dalam karangannya menjadi runtut dan terarah. Bentuk tabel hasil imajinasi indera pada siklus II adalah sebagai berikut. seperti dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. (3) Dengan karangan yang sama. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. siswa memulai kegiatan prapenulisan. yaitu keindahan alam.

dan diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. dan organisasi sehingga karangannya mudah dipahami. lingkungan terdekat siswa setelah desa adalah pantai. Sebelumnya. Siklus II dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada siklus I .2 Proses Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. Selain itu. namun tetap dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.2. Guru menginformasikan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan tetapi memperbaiki karangan awalnya dengan memperhatikan ejaan.2. (Tahap Publikasi) 4. siswa diberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan. (Tahap Penulisan) (7) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi seperti yang telah dilaksanakan pada siklus I. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (8) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Kegiatan publikasi dengan penempelan di dinding kelas dilaksanakan di luar jam pelajaran.dan pada tahap pretes yang objeknya berupa pantai. (Tahap Prapenulisan) (6) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan draf awal karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. Guru menginformasikan pentingnya kegiatan 98 penyuntingan dan revisi. kalimat.

masih terdapat kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. tindakan siklus II juga dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. Tindakan siklus II diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I. dan organisasi. dengan rangkaian proses menulis: (1) tahap prapenulisan.45 hingga 13. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis .2. pelaksanaan tindakan pada siklus II juga dilaksanakan sendiri oleh peneliti.15. 99 4. guru mempresensi siswa. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan I siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. (3) tahap penyuntingan dan revisi. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. Sebelum memulai pembelajaran. (2) tahap penulisan.2. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. khususnya dalam hal ejaan. Seperti halnya pada siklus I. Berikut pelaksanaan tindakan pada siklus II pada pertemuan I dan pertemuan II. dan (4) tahap publikasi. yakni pada jam ke 7―8. Tindakan siklus II merupakan tindakan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditemukan pada siklus I. penyusunan kalimat. dengan alokasi waktu 2x45 menit. mulai pukul 11.2.1 Pertemuan Pertama Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 28 Mei 2008.

. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Setelah yakin bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran selanjutnya. tampak bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. Ibu berharap kalian tidak bosan belajar menulis karangan deskripsi bersama Ibu lagi.” Siswa : “Tidak Bu. guru kemudian menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi ....” Guru : “Baik.” Dari dialog 6. Ibu akan kembali membimbing kalian dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.” Siswa : “Waalaikumsalam…. Bagaimana kabarnya hari ini?” Siswa : “Baik. Dialog 6: Pembukaan dan Tanya Jawab untuk Mengetahui Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran (Siklus II Pertemuan I/ Pendahuluan/Rabu. Wb. Bu. 28 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr.. Ibu tanya terlebih dahulu.” Siswa : (Bersorak) Guru : (Diam) “Sebentar.. tidak apa-apa.” Guru : “Selamat siang semuanya.. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka. kali kita akan kembali belajar menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.. Bu. Kalian masih ingat pembelajaran kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu?” Siswa : “Ingat.” Guru : “Anak-anak.” Guru : “Kita belajar tentang apa anak-anak?” Siswa : “Menulis karangan deskripsi dengan gambar dan imajinasi..deskripsi pada pertemuan I.

Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil karangan deskripsi siswa pada siklus I. terkait dengan kekurangan atau kelemahannya. 101 ? Menatap langit biru di pagi hari memang menyenangkan. Suara burung pipit yang berceloteh terdengar menghibur hati. guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. matahari pagi yang hangat memandikannya dengan cahaya. Hembusan udara yang sejuk mengharumkan gelembung-gelembung di bawah dedaunan. Sungguh indah pemandangan pagi itu. Karangan yang diberikan adalah sebagai berikut. guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan memokuskan materi sesuai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. Guru juga mengungkapkan bahwa banyak siswa yang kurang tepat dalam menentukan judul karangan. khususnya dalam organisasi. susunan kalimat.yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Hal ini memudahkan guru untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran selanjutnya dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Untuk memantabkan pemahaman siswa. Guru kemudian menjelaskan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik (Lampiran 9). Sekelompok gumpalan awan putih laksana kapas yang lembut dan suci. dan diksi. . Beberapa ekor burung terbang bercengkrama menghiasi luasnya langit biru. Ketenangan suasana pagi diiringi sapaan angin yang ramah dengan membawa aroma bunga-bunga melati. Dari ufuk timur. Dari kegiatan penggalian pengetahuan siswa. guru mengetahui bahwa siswa masih mengingat materi atau pengetahuan yang diterima dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. Langit biru yang membentang terlihat begitu indah. Setelah yakin bahwa siswa telah memahami konsep tulisan deskripsi tanpa harus mengulang materi. Judul karangan siswa masih kurang spesifik dan kurang sesuai dengan dan topik yang dideskripsikan.

guru meminta beberapa siswa menuliskan judul pilihannya di papan tulis untuk mendapatkan balikan dari guru. Judul-judul yang ditulis siswa di papan tulis adalah sebagai berikut. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk memulai belajar dengan penuh keceriaan. Dari karangan yang diberikan. Dengan beberapa . guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan judul yang paling tepat dari judul-judul yang telah ditulis di papan tulis. tertutup oleh teriakan-teriakan mereka. guru membimbing siswa untuk menentukan judul pada karangan tersebut sesuai dengan syarat judul yang baik. dari kejauhan terlihat beberapa anak berjalan berbaris mengenakan seragam sekolah untuk berangkat menuntut ilmu. (1) Pagiku Yang Indah (2) Keindahan Alam di Pagi Hari (3) Indahnya Pagi dan Alam Pegunungan (4) Hangatnya Pelukan Sang Mentari Pagi (5) Kehangatan Pagi Menembus Alamku (6) Kesejukan Alam di Pagi Nan Elok (7) Suasana Pagi yang Indah (8) Langit biru Pencerah Jiwa di Pagi hari (9) Indahnya Pagi Hari dibawah Himpunan Langit Biru yang Luas (10) Keindahan Suasana Pagi (11) Di awal pagi yang Indah (12) Gambar alam yang indah di pagi yang Cerah Sebelum memberikan balikan.Di bawah lindungan langit biru. Setelah menentukan judul. Desau angin yang menggoyangkan dedaunan semakin tak terdengar. Wajah yang bersih dengan senyuman manis membuat hati ikut merasakan kedamaian.

yaitu keindahan alam. guru memberikan balikan atau komentar pada masing-masing judul yang telah ditulis siswa di papan tulis. guru menuliskan beberapa kalimat di papan tulis dan membimbing siswa untuk menentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut.1. Guru juga menjelaskan tentang kalimat utama dan kalimat penjelas beserta fungsinya dalam membentuk organisasi yang baik dalam karangan. Dari karangan yang sama ketika menentukan judul. Guru menjelaskan kembali langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. Siswa dibimbing untuk menemukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Setelah itu. 2) Kegiatan Inti Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. Guru memilih judul nomor 8 dan 9. 7. Setelah itu. dan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. Siswa diberi arahan menyusun rincian dengan dukungan opini sehingga kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna. terkait. dan 10. Guru menjelaskan pentingnya organisasi dalam karangan. 9. guru memberikan perbaikan dengan memperhatikan ejaan dan efektivitas penulisan judul. seperti pada pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. . Namun. Langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dijelaskan menggunakan transparansi dengan bagan yang sesuai dengan gambar 2. siswa memilih judul nomor 2. siswa diajak untuk memperhatikan organisasi dalam karangan tersebut. 4.alasan. kemudian memilih judul yang tepat sesuai dengan isi karangan dan syarat judul yang baik. yang ditandai dengan susunan gagasan yang runtut. dengan alasan kedua judul tersebut mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. dan terarah.

Seperti yang telah direncanakan. yakni (1) mengamati gambar. Siswa mengisi tabel hasil imajinasi . guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. siswa memulai kegiatan prapenulisan. guru memberikan pertanyaan panduan berdasarkan kelima indera. Pada siklus II. (1) Pertanyaan untuk kolom indera penglihatan Apa yang kamu lihat dengan mata? (2) Pertanyaan untuk kolom indera pendengaran Apa yang kamu dengar dengan telinga? (3) Pertanyaan untuk kolom indera penciuman Apa yang kamu cium dengan hidung? (4) Pertanyaan untuk kolom indera pencecapan Apa yang kamu rasakan dengan lidah? (5) Pertanyaan untuk kolom indera perabaan Apa yang kamu raba dengan kulit? Setelah menjelaskan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dilaksanakan perubahan tindakan dalam upaya perbaikan dari siklus I dan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Pertanyaan-pertanyaan panduan tersebut adalah sebagai sebagai berikut.Untuk menjelaskan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. (2) mementukan judul karangan. guru menggunakan gambar pantai dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus II. Selanjutnya. Guru membimbing siswa untuk merumuskan judul karangan sesuai dengan topik dan tujuan penulisan. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi kesalahan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera seperti yang dilakukan pada siklus I. dengan cara mengubah judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera.

.. organisasi. Bu?” . Siswa tidak lagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera.” Siswa : (bersama-sama) “Sudah. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran. sekarang Ibu minta tolong dua orang untuk membantu Ibu mengumpulkan karangan teman-teman kalian ke depan!” Siswa : “Bu.. semua siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera mereka. Guru mengingatkan siswa tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Pada tahap penulisan siklus II. 28 Mei 2008) Guru : “Sudah selesai semuanya. Bu. anak-anak?. baik dari aspek isi. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. maupun kebahasaan. Setelah tahap prapenulisan.. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Guru mengingatkan siswa untuk tidak mengulangi kesalahan dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera.” Guru : “Baik. Dialog 7: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus II Pertemuan I/Penutup/Rabu. guru meminta siswa mengumpulkan karangan deskripsi awalnya di meja guru. nanti karangannya dibacakan lagi ya?” Siswa : “Ditempel di dinding lagi ya..” Siswa : “Sudah dari tadi..indera berdasarkan pertanyaan panduan yang diberikan oleh guru. Rata-rata siswa menyelesaikan kegiatan prapenulisan dengan cepat.

” Dari dialog 7.. Siswa juga masih antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi.. Kegiatan pembelajaran pertemuan II siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir.2.Guru : “Iya. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. Siswa mengaku kesulitan dalam menyusun organisasi yang runtut. Bahkan. Di akhir kegiatan pembelajaran. guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.45.2 Pertemuan Kedua Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus II dilaksanakan hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008. kita akan mengadakan kegiatan publikasi seperti dulu lagi pada pertemuan mendatang. ada beberapa siswa yang dapat menyelesaikan karangan sebelum waktu yang diberikan habis. mulai pukul 10. baik pada aspek isi. Namun sebelumnya. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran.. guru menutup pertemuan dengan doa dan salam. Guru meminta siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. organisasi. yakni membacakan hasil karangan deskripsi di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas. maupun kebahasaan.2. 4. khususnya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis deskripsi. dengan alokasi waktu 2x45 menit. .15 hingga 11.2. iya. yakni pada jam ke 5―6. tampak seluruh siswa berhasil menyelesaikan karangan awal tepat waktu.

Berikut karangan yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk disunting dan direvisi.1) Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus II dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. siswa diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut. Guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. organisasi. baik pada aspek isi. Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Setelah mempresensi siswa. maupun kebahasaan. Karangan diambil dari hasil karya siswa yang disusun pada siklus I. Panorama Alam Di Pagi Hari . Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. Dengan bimbingan guru. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. guru memberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan kepada siswa. serta langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yang objeknya berupa gambar pegunungan. Seperti yang telah direncanakan. Guru juga tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.

sungai yang mengalir membawa Kehidupan baru Suara aliran Sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi Kesunyian pada saat itu. siswa diminta untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan dan pembetulan karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. & membuat kita untuk giat bekerja. Setelah menyunting karangan tersebut.Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yg menjulang tinggi. langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi menyambut pagi dan memberikan kedamaian. Aroma bunga . pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Guru menunjukkan organisasi yang runtut dalam karangan yang telah direvisi dengan menunjukkan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin kesetiap celah. Hasil perevisian dari karangan tersebut adalah sebagai berikut. Keindahan panorama pegunungan di pagi hari seolah dapat menghilangkan rasa malas bagi siapapun yang menikmatinya. Guru kemudian memberikan hasil perevisian karangan yang telah disunting bersama. Terlihat dari kejauhan. Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada pagi itu. Hembusan angin yang lembut dapat kita rasakan dan membuat suasana santai. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Indahnya Panorama Pegunungan di Pagi Hari Panorama pegunungan di pagi hari sungguh menampakkan keindahan. Banyak anak-anak yang giat itu mengayun sepeda untuk menuntut ilmu dan burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang di kayuhnya. namun mampu menambah semangat kerja. Sungai yang mengalir seolah membawa kehidupan baru. kepada siswa. matahari memancarkan sinarnya menerobos pepohonan menghadirkan silau keemasan. Iringan hembusan angin yang lembut membuat suasana menjadi santai. Tampak dari ufuk timur.

dan organisasi yang baik dalam karangan. imbuhan. Seperti pada tahap penyuntingan pada siklus I. seperti organisasi. kalimat. dan ejaan. guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. Guru kembali mengingatkan siswa terkait kegiatan yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap penyuntingan. serta susunan kalimat. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk .kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. Di sana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap penyuntingan adalah pengoreksian karangan terkait teknis penulisan. serta hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dalam kegiatan penyuntingan dan revisi. Guru terlebih dahulu mengembalikan hasil karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I dan meminta siswa menukarkannya dengan siswa lain. Sepinya malam yang berganti pagi berubah menjadi keceriaan di area pegunungan yang indah itu. Tampak anak-anak yang giat sekolah mengayun sepeda untuk menuntut ilmu. Pada tahap penyuntingan. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami pentingnya kegiatan penyuntingan dan revisi. Dari kegiatan yang dilaksanakan. diksi. siswa memahami bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. Burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang dikayuh oleh mereka. kata depan. serta pemberian komentar atau saran perbaikan terkait dengan isi karangan. Canda dan tawa tulus di antara mereka mampu menghilangkan rasa hati yang sepi menjadi ceria. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. 2) Kegiatan Inti Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. ataupun tanda baca.

merevisi karangannya. dengan memperhatikan syarat penulisan karangan yang baik. Seperti yang dilakukan pada siklus I. kemudian guru membagikan kertas HVS berwarna pada siswa. Siswa melaksanakan kegiatan revisi setelah diberi ijin oleh guru. seperti yang telah dilakukan pada siklus I. sebagian besar siswa kembali memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya agar tampilannya lebih menarik. Sebelum kegiatan revisi dimulai. susunan kalimat. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. siswa hanya membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. diksi. Pada tahap publikasi siklus II. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. Kegiatan penempelan di dinding kelas dilakukan sendiri oleh siswa di luar jam pelajaran. dengan dikoordinir oleh ketua kelas. tetapi memperbaiki draf awal karangan dengan memperhatikan ejaan. Setelah penyuntingan. Seperti halnya pada siklus I. dan organisasi sehingga karangan deskripsinya menjadi lebih baik. tanpa menempelkan di papan tulis ataupun di dinding kelas. Ketika . Guru menekankan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan. pada tahap penyuntingan siklus II beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. Pada tahap revisi. dan dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. Ketika waktu yang diberikan habis. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. guru mengingatkan siswa pada kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahap pendahuluan.2. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah perbaikan karangan dengan mengacu hasil penyuntingan dan kriteria karangan deskripsi yang baik. semua siswa telah menyelesaikan revisinya.

yang akan diawasi oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Empat siswa itu adalah OYS. dan tidak pernah berhenti untuk menulis.2.membacakan karangan di depan kelas.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus II . siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan I dan II. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. 4. guru mengingatkan siswa terkait tugas publikasi lanjutan yang harus dilaksanakan siswa di luar jam pelajaran. 3) Kegiatan Penutup Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. Kesulitan siswa tidak lagi dalam hal pengisian tabel hasil imajinasi indera dan pengembangan hasil imajinasi ke dalam kalimatkalimat. empat orang siswa maju ke depan kelas untuk membacakan karangannya. Di akhir kegiatan publikasi. tetapi dalam membuat organisasi yang baik dalam karangan. yaitu YBA.2. dan VW. Siswa mengaku sulit menyusun gagasan dengan runtut dalam karangan. Dengan panduan guru. RN. guru tetap memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan komentar. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. YEJ. Melalui permainan. Is. Karena masih ada sedikit waktu. Di akhir pembelajaran. dan PAS . hanya tiga orang siswa yang berani maju. Kemudian. Namun. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. Beberapa siswa mau maju ke depan tanpa dipaksa oleh guru. guru kembali memberikan permainan kecil agar masih ada siswa yang membacakan karangan deskripsinya di depan kelas.

72 51.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mencapai 78. guru kembali melaksanakan kegiatan penilaian.7 berikut. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 19 20 Persentase 48.46%. Tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus II No. Itu menunjukkan bahwa nilai rata-rata 111 kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan.Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X.7 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus II (Lampiran 11c).28 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil .

Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui bahwa pada siklus II, sebanyak 19 siswa atau 49,72% siswa kelas X.2 memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali), dan 20 siswa atau 51,28% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). Dari tabel 4.7 juga dapat diketahui bahwa pada siklus II tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup), D (kurang), maupun E (gagal). Itu berarti bahwa pada siklus II, 100% siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%. Tabel 4.8 Penguasaan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus II
No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 66,15 77,95 72,82 82,56 5 20 7 16 1 11 29 21 32 3 3 2 6 83,08 82,05 84,62 7 6 7 19 23 16 Skor 5 Sangat Baik 13 10 16 Jumlah Siswa

Berdasarkan tabel 4.8, dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hanya lima siswa yang memperoleh skor 2 (kurang), sedangkan 33 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup), 4 (baik), dan 5 (sangat baik). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada setiap subaspek penilaian pada siklus II. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II, hanya 1,83% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 2 (kurang), yakni hanya pada subaspek organisasi; sedangkan 23,44% siswa memperoleh skor 3 (cukup); 55,31% siswa memperoleh skor 4 (baik); dan 19,42% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, pada siklus II sudah baik. 4.2.2.4 Refleksi Tindakan Siklus II Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan hingga tahap evaluasi, kegiatan refleksi juga dilaksanakan pada siklus II. Pada tahap refleksi, diidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus II. Melalui kegiatan refleksi, diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan yang terjadi selama proses tindakan siklus II. Refleksi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan siklus II. Seperti pada siklus I, pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II tidak hanya berpusat pada guru, tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru, tetapi juga dari siswa sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan guru selama proses pembelajaran menulis deskripsi pada siklus II, siswa lebih memahami langkah-langkah menyusun karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap prapenulisan, siswa tidak lagi kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan pengamatan kelima indera. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera pada siklus I tidak lagi dilakukan pada siklus II karena adanya pertanyaan panduan yang diberikan guru. Pada tahap penulisan, siswa juga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimatkalimat. Seperti pada siklus I, hasil karangan deskripsi seluruh siswa pada siklus II juga tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Bahkan, siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Kelemahan siswa pada siklus II adalah mereka masih lemah dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. Namun, kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus II, ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada siklus II, tidak ada lagi siswa yang memperoleh nilai di

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum runtut dan terkait.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. 100% siswa dikatakan berhasil atau mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. (2) aspek organisasi. kreativitas imajinasi.3. masih banyak kalimat siswa yang menimbulkan kerancuan makna. Namun.1. pada subaspek kalimat.1.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I Dari beberapa subaspek.bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. dan diksi. 4. yakni 65%. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. kerincian.1.3. dan (c) ejaan. (b) diksi. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.2 SMA Negeri 1 . Pengulangan kata juga masih dilakukan karena perbendaharaan kata yang kurang. Dari jumlah siswa keseluruhan.3.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus I. dan ejaan pada siklus I sudah baik. kalimat. Selain itu. Organisasi dalam karangan deskripsi siswa kelas X. 4. rata-rata siswa lemah pada subaspek organisasi. aspek yang dinilai dalam karangan deskripsi siswa adalah (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian. 4. dan (c) kreativitas imajinasi.1 Kemampuan Siswa Kelas X.3 Hasil Tindakan Pada hasil tindakan. (b) kerincian. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sudah cukup.

meski hanya satu siswa. Dedaunan yang hijau menambah segarnya suasana.64%. yaitu pegunungan. Alam Kita Di hari yang cerah. Warna tanah yang terhampar luas kekuning-kuningan menambah permukaan bumi. Seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus I sudah tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. tetapi judulnya tidak spesifik. Pada subaspek ini. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah cukup sesuai dengan gambar. LF. terdapat bangunan yang bertulisan “PEPSI”. sebagian besar siswa memperoleh skor 3 (cukup). ada yang memperoleh skor 5 (baik sekali). yakni sebanyak 12 siswa. yakni sebanyak 23 siswa. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada aspek ini. langit biru yang membentang luas di atas Gunung Tengger. hanya saja masih kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. yakni EAW. judul yang dipilih siswa juga sudah sesuai dengan isi. Aktifitas penduduk di kaki gunung menunjukkan kehidupan manusia yang begitu damai dan tentram. Pada dasarnya. dan RSs. Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya sebanyak tiga siswa. Burung-burung berkicau yang bersautan kesana-kemari. yaitu FM. Angin yang berhembus menerpa dedaunan membawa udara sejuk. Pada aspek kesesuaian siklus I. Di tengah hamparan yang luas. Mayoritas siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar.Purwoharjo pada subaspek kesesuaian mencapai 65. Gunung yang menjulang tinggi mencengkeram cakrawala. Kelemahan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian siklus I adalah penentuan judul. sudah ada siswa yang memperoleh skor 4 (baik). . Hembusan angin yang menerpa pepohonan menambah indahnya pegunungan. Bahkan.

sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (baik sekali). yakni Alam Kita kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya satu siswa. yakni sebanyak 20 siswa. Alamku.1. (karangan DFD) Dari kutipan karangan di atas. judul yang dipilih. dan beberapa judul lain.. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. Pada subaspek kerincian ini. Pemandangan Alam (RAL).79%.. Alamku. Pada siklus I. Contoh judul karangan lain yang masih belum spesifik di antaranya Pemandangan yang Indah (DD). Kenyamananku (Ru). Hangatnya Dekapan Alam Kita (EAW). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus I sudah baik. Inspirasiku (OYS). yaitu RSs. yakni pegunungan. Pemandangan Alam (IPA). dapat diketahui bahwa pada dasarnya isi karangan milik DFD sudah sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. 4.. Seharusnya. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan . Pesona Alam (VW). yakni FM dan IAP.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Rata-rata kemampuan siswa kelas X. judul yang dipilih lebih dispesifikkan pada gambar atau objek yang dideskripsikan.3.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian pada siklus I mencapai 71. agar mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan.. Namun.1. 16 siswa memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ini. yaitu pegunungan. Suasana Alam yang Mengagumkan (YLH).

(karangan RSs) Dari kutipan karangan di atas.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Berikut kutipan karangan berjudul Indahnya Gunung di Pagi Hari yang dalam subaspek kerinciannya masih kurang.. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mencapai 74. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ini merupakan rata-rata yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan siswa pada keenam subaspek yang lain.. Namun. dan beberapa aspek lain terkait objek yang dideskripsikan sehingga pembaca sulit memahami atau merasakan apa yang dimaksud penulisnya. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus I. . Suasana yang sangat indah ketika kita sedang beristirahat dengan menikmati udara di pagi hari.1. Suara penduduk sedang bekerja di ladang.merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. 15 siswa lain mampu . Alangkah senangnya hati ini seandainya bisa berlibur dengan keluarga dengan mendengar kicauan burung beserta suara penduduk yang sedang bekerja di sana. Keindahan pegunungan yang digambarkan tidak ditunjukkan melalui penyebutan ciri-ciri indahnya gunung yang dideskripsikan seperti apa.3. Pagi itu terdengar suara kicauan burung. masih ada beberapa siswa yang masih lemah dalam merinci objek yang dideskripsikan.1.. 17 siswa mampu mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). Kelemahan siswa dalam merinci objek adalah siswa masih menggambarkan objek yang diamati secara umum. Pada siklus I. Menatap indahnya langit biru beserta gunung dan tumbuhan di sekitarnya. mengapa sampai menimbulkan rasa senang. belum sampai pada penggambaran hal-hal atau ciri yang spesifik atau mendetail.87%. 4. tampak bahwa objek pegunungan tidak digambarkan RSs secara rinci atau mendetail.

CDS.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus I masih lemah. dan VAP. dan YEJ. Sedangkan 21 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). ada tujuh siswa yang berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan sehingga dapat memperoleh skor 5 (baik sekali). Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus I hanya mencapai 55.. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. 4. mendengar. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa di ajak melanjutkan tidur. dan membuat kita untuk giat bekerja . pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. tetapi juga tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).90%. OYS. (karangan AFM) . DSM.. DD. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang pada aspek organisasi.1.. Ketujuh siswa tersebut adalah AFM. PCK. Panorama Alam di Pagi Hari Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi. yaitu DSM. mencecap. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) hanya sebanyak lima siswa. PAS. Sungai yang mengalir membawa kehidupan baru Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada saat itu.3. Mereka mampu menggambarkan objek pegunungan berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. Bahkan. DW.mengembangkan imajinasi empat indera sehingga memperoleh skor 4 (baik). PAS. mecium.

4. yakni minimal mengandung unsur Subjek-Predikat (S-P). Pada siklus I.1 Kemampuan pada Subaspek Kalimat Kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus I masih lemah. Pada subaspek kalimat.1. ada satu siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). digunakan pada lain paragraf. Kelemahan siswa pada subaspek kalimat terletak pada kesalahan tata bahasa dalam kalimat yang disusun. Alat kohesi juga tidak digunakan dengan tepat. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa.3. Kalimat yang . dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). karangan menjadi kurang terarah.95%. yaitu karangan milik PCK. Akibatnya. ratarata kemampuan siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 57. sedangkan 14 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). Selain itu. AFM tidak menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus atau sebaliknya sehingga karangan kurang runtut.1. Gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. Alat kohesi yang seharusnya digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf.3.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4. Ada beberapa siswa yang yang kurang tepat dalam menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. kalimat yang disusun siswa juga kurang efektif. disusun dalam paragraf yang lain sehingga antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf kurang mempunyai keterkaitan. Siswa tersebut menyusun kalimat yang hanya terdiri dari unsur subjek saja. Contoh kutipan karangan milik AFM menunjukkan lemahnya siswa dalam aspek organisasi.3.Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan AFM belum menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya.

memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek diksi. Sebagian besar siswa. memperoleh skor 1 (sangat kurang). (karangan berjudul Suasana Gunung di Pagi Hari milik PCK) 4. dan lima siswa memperoleh skor 2 (kurang).97%. yakni ARK. DW. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus I hanya mencapai 58. . Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I kurang bervariasi.. disusun menjadi satu kalimat oleh siswa. Contoh kalimat yang dimaksud terletak pada kutipan karangan sebagai berikut. DSM. Aktivitas gunung yang tiada hentinya dan embun pagi yang menyelimuti gunung menandakan pagi yang sangat sejuk dan cerah. Kendaraan yang sebelumnya masih diselimuti kabut sekarang sudah tampak keramaian jalan tersebut untuk memulai kembali aktivitas semua warga. penggunaan diksi beberapa siswa juga kurang tepat sehingga mengganggu pemahaman makna. Menatap indahnya gunung di pagi hari membuat kita menghilangkan beban pikiran kita ditambah lagi pepohonan yang sangat segar-segar karena terkena embun di pagi hari dan kicauan burung-burung yang keluar dari pegunungan itu juga kabut disekitar gunung. Siswa menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. Dan tampak sekali aktivitas anak sekolah yang mengikuti kegiatan olahraga dilapangan sepak bola yang masih cuaca .. Satu siswa. dan RSs.3. Kelima siswa tersebut adalah DD.. Hanya lima siswa yang memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. Aktivitas mulai berlangsung kembali sama halnya yang sering dilakukan.seharusnya disusun menjadi dua atau tiga kalimat. Selain itu. Pabrikpabrik mulai menjalani aktivitas kembali. seperti yang terdapat pada kutipan karangan siswa berikut. yakni sebanyak 28 siswa.1. PCK. Di pagi hari yang cerah dan menyejukkan ada beberapa pemandangan alam yang sangat indah. IPA. DRS.3. yakni AFM. RN.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I juga lemah pada subaspek diksi. dan YBA.

.. kata depan. Selain itu. dan beberapa kata lain yang digunakan berulang-ulang oleh ARK dalam karangannya. PCK. dan YEJ.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Penilaian siswa pada subaspek ejaan dilihat dari kemampuan siswa dalam menuliskan kata. ada dua siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). misalnya kata-kata yang terletak pada dua kalimat terakhir. DW. yakni sebanyak 21 siswa. EAW. RAL. .1. Pada siklus I. (karangan berjudul Pesona Alam di Pegunungan milik ARK) Kelemahan siswa pada kutipan karangan di atas terletak pada diksi yang monoton dan ketidaktepatan penggunaan kata.bersahabat.64%. yakni AAS. pada siklus I. IPA. Pada subaspek ini. Pada dasarnya. dan imbuhan yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsi. Kesalahan siswa dalam menuliskan kata yang sesuai dengan EYD jarang ditemukan dalam karangan deskripsi siswa pada siklus I. ARK. OYS. DEW. dan YLH.3.3. beberapa kata juga digunakan tidak tepat sehingga mengaburkan makna. sebagian besar siswa sudah dapat memperoleh skor 4 (baik). 4. masih ada enam siswa yang meperoleh skor 2 (kurang). tanda baca. huruf kapital. yakni BVS dan FAS. Bahkan. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan sudah baik. Is. indah. aktivitas. Tetapi. kemampuan siswa dalam menyusun karangan dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sama dengan rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian.. Kelemahan siswa pada subaspek ejaan terletak pada . yaitu 65. tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). Hal itu terlihat dari kata sejuk. PAS. RSs. cerah. Tak mau ketinggalan juga suara burung yang bersahut-sahutan membuat suasana yang asri dan masih alam. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ejaan sebanyak 10 siswa. Pada subaspek ini. di antaranya DD. RSy.

huruf kapital. kesalahan penggunaan tanda baca yang terlalu sering dalam suatu karangan dapat mengganggu pemahaman makna. Sebagian besar siswa juga kurang mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. Langit biru yang memayungi gunung ini terlihat begitu segar. Hal ini sudah dapat dilihat dari penulisan judul pada kata pegunungan yang seharusnya menggunakan huruf kapital di awal kata. Sungai dengan air yg berwarna biru jernih mengaliri diantara Bebatuan Besar.. dan awalan. seakan mengelilingi Gunung yang menjulang tinggi itu. Kesalahan-kesalahan lain juga dapat dilihat pada isi karangan. (karangan BVS) Kutipan karangan di atas menunjukkan kelemahan siswa dalam menggunakan ejaan. Indahnya Alam pegunungan Terlihat dari jauh warna Biru.2 Kemampuan Siswa Kelas X. maupun kebahasaan pada siklus II sudah baik.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek. Padahal. penulisan kata depan. di antaranya penggunaan tanda baca dan penulisan kata ulang.. Disini terlihat Bukit2 kecil yang membentang luas. organisasi. 4. Meski rata-rata kemampuan siswa dalam .kesalahan penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Berikut contoh kelemahan siswa dalam subaspek ejaan terkait dengan kesalahan penggunaan tanda baca..3.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II Rata-rata kemampuan siswa kelas X. . baik pada aspek isi. begitulah yang nampak dari Gunung ini. tetapi BVS menggunakan huruf kecil. Disekitarnya terlihat pohon-pohon cemara yang berwarna Hijau. Tampak banyak kesalahan penggunaan ejaan di dalam karangan BVS. terutama dalam penggunaan huruf kapital dan kata depan di.

1 Kemampuan pada Aspek Isi 4.2.2. Pada subaspek ini. yaitu pantai. GA.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mencapai 83.3. RAL. Judul yang dipilih siswa juga sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan sehingga mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. Pada subaspek kesesuaian pada siklus II. Seperti halnya pada siklus I. tetapi kelemahan siswa dalam aspek organisasi tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. 4. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sangat baik. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 2 (kurang). yaitu AAS. dan YI. EAW. seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus II tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. dan 13 siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). 19 siswa memperoleh skor 4 (baik). Kelemahan siswa dalam menentukan judul juga tidak ditemukan pada siklus II. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah sesuai dengan gambar. Panorama Pantai yang Indah . Seluruh siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar.08%.mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. dengan didukung judul yang spesifik.1. RSs. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya tujuh siswa. maupun 1 (sangat kurang). FAS.3.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus II.

IPA. FM.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo pada subaspek kerincian pada siklus II mencapai 82. Lambaian dahan pohon kelapa seakan mengajak kita untuk ikut menikmati indahnya pantai itu. Di tepian pantai terlihat pasir putih seakan menikmati tarian ombak tiada henti. Suasana Pantai yang Indah di Pagi Hari (Is). yaitu “pantai”. yakni Panorama Pantai yang Indah.1. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. dapat diketahui bahwa pada isi karangan milik VAP sangat sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. Contoh judul karangan milik siswa lain di antaranya Keindahan di Pesisir Pantai (ARK). DEW.. EAW. (karangan VAP) Dari kutipan karangan di atas.3. sedangkan siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal adalah DSM. pembaca sudah mampu membayangkan apa yang akan digambarkan dalam karangan. dan Is. sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. Dengan membaca judulnya saja. FAS. Tarian ombak yang gumulai seakan mengajak untuk mengikuti iramanya. dan judul-judul lain yang juga sudah menunjukkan kesesuaian dan kespesifikan. yakni sebanyak 23 siswa. LF.05%. kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus II juga sangat baik. Keelokan Pesisir Pantai (RAL). Indahnya Panorama Pantai (YA). Langit biru yang luas melambangkan keindahan tiada batas. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya sebanyak enam siswa. sedangkan 10 siswa lain mampu memperoleh yakni 5 (sangat baik). 4.2. Pantai Indah di Bawah Lindungan Langit Biru (DRS). IAP.. Judul yang dipilih. . . Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Ru.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Seperti pada subaspek kesesuaian. OYS. DD. dan YA. Enam orang siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) adalah BVS. Hamparan rerumputan yang hijau ditepian pantai bagaikan permadani yang terajut indah.. YBA.Di keheningan pagi yang cerah terlihat pemandangan pantai yang begitu indah. YEJ. Kilauan Laut Biru dan Keindahan Pesisir Penentram Hati (FM). Bagaikan surga yang tercipta didunia.

Laut biru yang membentang terlihat begitu indah.3. (karangan AFM) Dari kutipan karangan di atas.1. . sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. tampak bahwa objek pantai digambarkan AFM dengan rinci atau mendetail. Berikut kutipan karangan yang menunjukkan bahwa siswa mampu merinci objek secara mendetail.2. Kaki langit begitu jelas terlihat karena tidak pulau menghalangi. Sungguh indah pemandangan pantai pemandangan pantai pagi itu. Sejauh mata memandang hanya laut yang terlihat. Suara ombak yang bergemuruh terdengar menghibur hati. Panorama Pantai di Pagi Hari Menatap pantai di pagi hari sungguh menyenangkan. Ombak yang saling mengejar menghiasi beningnya air panas.Pada siklus II. Ketenangan suasana pantai diiringi belaian angin yang mesra membawa aroma khas pantai. Hembusan angin sepoi-sepoi melambaikan daun kelapa yang hijau. 4. Setiap ciri yang terdapat pada gambar atau objek disebutkan secara rinci oleh siswa... Butir-butir pasir yang berkilau bagai intan permata menambah kesan indah pantai pagi itu.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Setiap ciri yang menunjukkan panorama pantai di pagi hari disebutkan secara rinci oleh siswa sehingga pembaca lebih mudah memahami objek yang dideskripsikan dan dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya. Seperti pada siklus ..

3. mendengar. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus II mencapai 66.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Meski rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus II merupakan rata-rata yang paling rendah jika dibandingkan dengan keenam subaspek yang lain.2. Rata-rata ketujuh siswa tersebut mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan indera penglihatan. mecium. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus II merupakan rata-rata siswa yang paling tinggi dibandingkan dengan keenam subaspek lainnya. EAW. 16 siswa lain sudah mampu mengembangkan imajinasi empat indera. Bahkan. Tetapi. Mereka kesulitan dalam mengembangkan imajinasi penciuman dan pencecapan. sehingga memperoleh skor 4 (baik). hanya tujuh siswa mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). Pada subaspek ini.62%. tetapi rata-rata siswa dalam mengorganisasikan karangan sudah baik. masih ada siswa yang . pendengaran. mencecap. Ketujuh siswa tersebut adalah CDS.I. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi. yakni mencapai 84. juga sebanyak 16 siswa. PAS.15%. siswa yang dapat memperoleh skor 5 (baik sekali) karena berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan. dan YLH. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. Pada aspek organisasi pada siklus II. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi sangat baik. dan perabaan. 4. DFD. DW. Mereka mampu menggambarkan objek pantai berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. Pada siklus II. Namun. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). IFB.

Terjalnya batu karang di pinggir pantai menjadi saksi betapa indahnya pantai itu. VW. Langit biru yang membentang seakan menyelimuti pantai dari terpaan hujan.. Asinnya air laut serasa hilang termakan oleh indahnya pantai. dan RAD. tetapi RN telah menggunakan alat kohesi dengan tepat dalam setiap paragrafnya. meski hanya tiga siswa.. Indahnya Pesisir Pantai Menatap langit biru di pesisir pantai memang suatu hal yang sangat mengasyikkan.. DW. Betapa indahnya pemandangan pesisir pantai itu. Desau angin yang sepoi-sepoi memberikan kedamaian di hati. sehingga ada . RN berusaha menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus. Pada siklus II. GA. Ditambah lagi keindahan pesisir pantai yang dapat menghibur hati yang sedang lara. (karangan RN) Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan RN cukup menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. dan YI. Is. . yakni sebanyak lima siswa. Meski gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf disusun dalam paragraf yang lain.memperoleh skor 2 (kurang). Laut yang luas tanpa batas disertai desir ombak yang menggulung-gulung semakin menambah indah suasana. Halusnya pasir di pesisir pantai menjadi alas bagi para penikmat keindahan. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang. meski keterkaitannya masih kurang. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. dan yang memperoleh skor 3 (cukup) sebanyak 20 siswa. Pohon nyiur yang melambai-lambai seolah memanggil para pengunjung untuk menikmatai keindahan pantai itu. yaitu AFM. Lima siswa tersebut adalah DFD.

Keindahan pemandangan pesisir pantai tampak begitu menawan. yaitu DW. Ketiga siswa tersebut adalah AS. Selain itu. Pada siklus II. Sebagian besar siswa sudah mampu menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. Siswa yang melakukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat seperti yang ditemukan pada siklus I sudah berkurang pada silkus II. RSs. sudah tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang). sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat.95%.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4. yakni minimal mengandung unsur SubjekPredikat (S-P). dan YLH.keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. siswa mampu menggunakan kalimat sederhana.2. OYS.1 Kemampuan pada Subaspek Tata Bahasa Berbeda dengan siklus I.3. Pada siklus II. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat mencapai 77. LF. FAS. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini.2. meski hanya tiga siswa. Dari kejahuan terlihat pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh di tepi . CDS. Menikmati keindahan di pesisir pantai memang menyenangkan. kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus II sudah baik. misalnya dengan menggunakan alat kohesi itu 4. RAL. Dalam satu paragraf. disertai dengan beberapa kalimat kompleks. Contoh kalimat siswa tersebut terletak pada kutipan karangan berikut. Tujuh siswa lain.3. dan DSM.3. Pada subaspek kalimat pada siklus II. memperoleh skor 3 (cukup). yakni sebanyak 29 siswa. Rata-rata kalimat yang disusun siswa sudah efektif dan tidak menimbulkan kerancuan makna. variasi kalimat yang disusun siswa juga cukup.

Sejauh mata memandang tampak air laut yang biru dan berkilau. (karangan berjudul Pantai Sejuta Kenangan milik DSM) . Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus II mampu mencapai 72. Pada siklus II. sudah ada siswa yang mampu memperoleh skor 5 (sangat baik).pantai. akan tampak rumputrumput hijau yang bergoyang mengikuti tiupan angin.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II pada subaspek diksi juga sudah baik. sedangkan 16 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup)... yaitu DD dan DSM. Pada subaspek ini. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada aspek diksi.. Semakin dekat kita menitihkan langkah..2.. Hamparan pasir putih bak ladang kapas menyambut kedatangan kita. Selain itu.82%. Daun-daunnya melambai-lambai dan terdengar gemersik karena tertiup angin pantai yang semilir. meski hanya dua siswa. Di bawah langit biru yang luas menyelimuti alam raya tampak nyiur hijau melambai-lambai seolah mengajak siapa saja untuk mendekat menikmati pesona pantai. . yakni sebanyak 21 siswa. penggunaan diksi siswa juga sudah tepat sehingga tidak mengganggu pemahaman makna. (karangan berjudul Keindahan Pesisir Pantai Solusi Stres milik YI) 4.3. Perbendaharaan kata yang digunakan siswa cukup luas sehingga siswa jarang menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. . Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II sudah cukup bervariasi. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek ini. Sebagian besar siswa.3. memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. Barisan batu karang yang terjal mengelilingi pohon kelapa menjadi tempat yang nyaman untuk menatap luasnya samudra yang seolah tak berujung..

Rata-rata siswa juga sudah mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan.Dari kutipan karangan di atas.56%. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada subaspek ejaan. dan YLH.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Pada subaspek ejaan pada siklus II. Panorama Alam Pantai .3. diksi pada karangan DSM juga digunakan secara tepat sehingga tidak mengaburkan makna. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. yakni AAS. kata depan. serta penggunaan huruf kapital dan tanda baca. yakni sebanyak 32 siswa. rata-rata siswa sudah mampu menuliskan kata. dalam setiap karangan deskripsi siswa. imbuhan. Pada siklus II. kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sangat baik. rata-rata kemampuan siswa mencapai 82.3.2. siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya satu siswa. Pada siklus II. sedikit sekali ditemukan kesalahan penggunaan ejaan. Bahkan. CDS. terkait dengan penulisan kata. kata depan. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun skor 2 (kurang). dan imbuhan. Selain itu. Diksi yang digunakan dalam karangan DSM sangat bervariasi dan jarang terjadi pengulangan kata. AS. Bahkan. FL. sedangkan enam siswa yang lain mampu meperoleh skor 5 (sangat baik). tampak bahwa perbendaharaan kata DSM sangat luas. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II. serta menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsinya. Enam siswa tersebut antara lain AFM. 4. DEW. kesalahan siswa yang sering ditemukan pada subaspek ejaan pada siklus I sudah jarang ditemukan.

kata depan di. Bau bangkai ikan dan rasa asin air laut seakan menjadi hal biasa. Setiap kata dalam karangannya dituliskan dengan tepat sesuai dengan EYD. Begitu juga dalam penulisan kata ulang. Dalam karangan deskripsi AS tidak ditemukan sama sekali kesalahan penggunaan ejaan. Di bawah hamparan langit biru yang luas terlihat perahu-perahu nelayan sedang mencari ikan. Hamparan pasir putih dan karang-karang seakan menyejukkan jiwa.. .Tampak dari kejahuan langit biru di atas lautan yang luas. Pohon-pohon kelapa yang tertiup angin terasa mengisi kesunyian di pantai itu. Hal ini dapat dilihat dari minimnya kesalahan penggunaan ejaan pada karangan deskripsi siswa yang lain. Ombak yang menggulung terlihat begitu indah. Sebagian besar siswa kelas X. Alunan ombak dan hembusan angin yang mengenai dedaunan terasa menghidupkan suasana.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang lain juga sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menggunakan ejaan yang tepat sesuai dengan EYD. (karangan AS) Kutipan karangan di atas menunjukkan bahwa AS mampu menggunakan ejaan dengan tepat. serta penggunaan tanda baca dan huruf kapital. . AS tidak lagi mengalami kesulitan... Suara burung-burung yang berkicau terdengar menghibur hati.

dkk.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. yang meliputi (1) temuan proses pembelajaran dan (2) temuan hasil penelitian.1 Temuan Proses Pembelajaran Penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X. peneliti menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk .BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan paparan data pada Bab IV. Dalam penelitian ini. pendekatan. metode. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto. 5. pada bab V ini disajikan pembahasan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. atau teknik yang berbeda dari biasanya. (2007:11) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara.

Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan mampu menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. . Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun pada tahap perencanaan.meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis.

mulai dari tahap perencanaan hingga refleksi.Proses menulis karangan deskripsi siswa terdiri dari empat tahap. Pada tahap publikasi. dan (5) tahap berbagi (sharing) atau publikasi. kegiatan siswa difokuskan pada pengembangan bahan yang telah diperoleh pada tahap prapenulisan. (2) tahap penulisan. Pada tahap prapenulisan. Pada tahap penulisan. Sesuai dengan rencana. (3) observasi atau pengamatan. dengan empat tahap pada masing-masing siklusnya. dkk. kegiatan siswa difokuskan pada upaya pemublikasian hasil karangan deskripsi siswa dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas agar siswa mengetahui manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. kegiatan siswa difokuskan pada kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan agar karangan awalnya menjadi lebih baik dengan mengacu pada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Pada tahap penyuntingan dan revisi. Penentuan tahap proses menulis siswa dalam penelitian ini didasarkan pada pendapat Tompkins (dalam Kurniawan. Penentuan empat tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. yakni (1) perencanaan tindakan. Tindakan yang diberikan adalah penggunaan “gambar” dan “imajinasi” dalam . kegiatan siswa difokuskan pada pengumpulan bahan untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan ide pada tahap penulisan. yaitu (1) tahap prapenulisan. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. (3) tahap penyuntingan dan revisi. (2) tahap pembuatan draf. penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. (3) tahap merevisi. dan (4) refleksi. yakni (1) tahap pramenulis. (2) pelaksanaan tindakan. (4) tahap menyunting. dan (4) tahap publikasi. yakni siklus I dan siklus II. 2007:3) yang menyajikan lima tahap dalam proses menulis..

dan (4) publikasi. (1) Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. (2) Siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. kerincian. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan tindakan. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. (4) Siswa lebih memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. beberapa kelebihan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. (3) penyuntingan dan revisi. siswa dapat memahami tahapan yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. Siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan kesesuaian. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. terutama pada aspek isi dan kebahasaan. Tindakan siklus I dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. (3) Dari proses menulis yang dilaksanakan. Kemampuan . yakni (1) prapenulisan. dan kreativitas imajinasi yang baik.pembelajaran menulis deskripsi agar kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kemampuan sebelum diberi tindakan. (2) penulisan. sedangkan tindakan siklus II dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I.

Langkah-langkah pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini didasarkan pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. dan digabungkan dengan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II. menggunakan diksi. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi tindakan yang diberikan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. ataupun ejaan. (1) Pendahuluan . (5) Siswa sudah mampu mengembangkan imajinasi kelima inderanya ke dalam tabel hasil imajinasi indera sehingga dapat menyusun karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. peneliti menemukan langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Namun. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada aspek yang lain.siswa pada aspek kebahasaan juga baik. Kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah kelemahan siswa dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Siswa kurang mampu menyusun gagasan secara runtut dan terkait dalam karangan deskripsinya. Langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. baik dalam menyusun kalimat. kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi.

maupun kebahasaan agar siswa dapat menulis karangan deskripsi dengan baik. Sebagai latihan. (b) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk membangun pemahaman siswa terkait langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. kemudian siswa diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut. Pertanyaan panduan yang diberikan guru mengacu pada judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera yang digunakan dalam menulis karangan deskripsi.(a) Guru membangun pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi dan macammacamnya. penyuntingan dan revisi. guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. baik dari aspek isi. dan . hingga publikasi. (c) Guru menguatkan pemahaman siswa dengan menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi mulai dari tahap prapenulisan. dengan menyajikan beberapa contoh agar siswa mengetahui macam-macam karangan deskripsi dan dapat membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan yang lainnya. (f) Guru menjelaskan cara menentukan judul dan kriteria judul yang baik dalam karangan. penulisan. organisasi. (d) Guru menjelaskan makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera dengan memberikan pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. (e) Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. sekaligus manfaat masing-masing langkah.

organisasi. (c) Guru membimbing siswa untuk mengamati gambar dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar menggunakan kelima indera. Judul dapat diperbaiki di akhir penulisan karangan (pada tahap revisi) dengan menyesuaikannya dengan isi karangan. (b) Guru membimbing siswa untuk menentukan judul karangan sesuai dengan topik (objek) dan tujuan penulisan. (Tahap Prapenulisan) (d) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dengan memperhatikan syarat penulisan karangan deskripsi yang baik.menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru sesuai dengan syarat penentuan judul yang baik. . (2) Inti (a) Guru memberikan tema kepada siswa. (Tahap Penulisan) (e) Guru membangun pemahaman siswa terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penyuntingan dan revisi dengan memberikan contoh karangan yang terdapat banyak kesalahan pada siswa. Pemilihan gambar didasarkan pada lingkungan terdekat siswa. dan mengajak siswa untuk belajar menyunting dan merevisi karangan tersebut dengan memperhatikan aspek isi. dan kebahasaannya. Guru membagikan gambar sesuai dengan tema dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa.

(f) Guru meminta salah satu siswa untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Siswa yang lain bersama guru mengomentari karangan deskripsi yang dibacakan siswa di depan kelas, terkait dengan hasil karangan dan cara pembacaannya. (g) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar terhadap hasil karangan teman, baik dari segi isi, organisasi, maupun kebahasaannya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari, masing-masing karangan dikembalikan pada pemiliknya, kemudian direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran perbaikan dari teman. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (h) Guru juga membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas dan menempelkannya di dinding atau di mading kelas. (Tahap Publikasi) (3) Penutup (a) Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (b) Guru membimbing siswa untuk mengingat dan menyimpulkan keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. (c) Guru menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan. 5.2 Temuan Hasil Penelitian

Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi diukur dari pencapaian nilai siswa berdasarkan standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa dikatakan berhasil atau mampu menulis karangan deskrispsi apabila rata-rata nilai yang diperoleh siswa dapat mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pedoman tingkat keberhasilan siswa disusun oleh peneliti bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan mengacu pada rujukan yang ada, dan disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berikut pedoman tingkat keberhasilan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 5.1 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi
Pencapaian (%) Kualifikasi Angka Kategori Nilai Huruf Tingkat Keberhasilan

80−100 65−79 56−64 40−55 20−39

5 4 3 2 1

A B C D E

Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berhasil Berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245)

Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap karangan deskripsi siswa, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Jika pada tahap pretes (sebelum diberi tindakan) rata-rata kemampuan awal siswa dalam

menulis karangan deskripsi hanya mencapai 45,79%, rata-rata kemampuan siswa setelah diberi tindakan siklus I mampu mencapai 64,40%. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18,61% setelah diberi tindakan siklus I. Namun, meski sudah mengalami peningkatan, rata-rata kemampuan siswa pada siklus I masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan, seperti halnya rata-rata kemampuan siswa pada tahap pretes. Permasalahan yang dihadapi pada siklus I terletak pada kelemahan siswa dalam membuat organisasi yang baik, menyusun kalimat, dan menggunakan diksi dalam karangan deskripsinya. Oleh karena itu, diupayakan perbaikan tindakan pada siklus II untuk mengatasi permasalahan pada siklus I, yakni dengan pemilihan gambar pantai, pengubahan tabel hasil imajinasi indera, penggunaan bagan untuk memberikan penjelasan tentang langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, dan pemberian pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Siswa juga diberikan tambahan materi terkait dengan perumusan judul, penyusunan kalimat, dan penyusunan organisasi dalam karangan. Dengan perbaikan tindakan yang diberikan, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,06% sehingga mencapai 78,46%. Peningkatan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut. Tabel 5.2 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II
Hasil Evaluasi Pretes Persentase (%) Siklus I Siklus II

yakni 65%. hanya 5. (2) aspek organisasi. Dari jumlah siswa keseluruhan. 143 sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). yakni sebesar 41. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) sebanyak 20 siswa.85% . 100% siswa dari jumlah siswa keseluruhan mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali) pada siklus II adalah 19 siswa. 46. pada tahap pretes.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang berhasil mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pedoman penilaian ini mengacu pada panduan . kerincian. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) hanya dua siswa. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). yakni sebesar 53.Rata-rata Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa dalam Satu Kelas 45. jumlah siswa yang berhasil dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I sudah mengalami peningkatan yang cukup tinggi.15% siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. dan ejaan. meski hanya satu siswa. Pada siklus II. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B ( baik) pada siklus I sebanyak 17 siswa.79 64.02%. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek kalimat. Pada tahap pretes. Pada siklus I.46 Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. yakni (1) aspek isi yang meliputi subaspek kesesuaian. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. Peningkatan yang sangat pesat terjadi setelah dilaksanakannya tindakan siklus II.40 78. diksi. dan kreativitas imajinasi.

(2) kerincian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspek. dan (3) kreativitas imajinasi. yang sudah diadaptasi oleh peneliti. organisasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek isi dapat dilihat pada tabel 5. 1) Peningkatan pada Aspek Isi Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek isi dilihat dari tiga subaspek. yakni subaspek (1) kesesuaian. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.penyekoran atau penilaian karangan menurut Basuki (1997.3 berikut. 38―39). tata bahasa.3 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Isi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Siklus I Siklus II . setelah menggunakan gambar dan imajinasi. dapat diketahui adanya peningkatan ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. yang menunjukkan bahwa komponen yang dinilai dalam karangan di antaranya pengembangan topik. Dari ketiga subaspek pada aspek isi. dan ejaan dan tanda baca. Peningkatan rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada setiap aspek adalah sebagai berikut. setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. kemampuan siswa meningkat pada setiap subaspeknya. Dari hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Tabel 5. kosa kata.

Pada tahap pretes. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.08 82. kemampuan siswa pada subaspek kerincian hanya mencapai 58. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kesesuaian hanya mencapai 44. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan .44% dari siklus I sehingga mampu mencapai 83.87 83.Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.79 74. setelah diberi tindakan pada siklus II. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian kembali mengalami peningkatan dari siklus I. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 17.02% sehingga mampu mencapai 65.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 38. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.64%.62%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada siklus II.46 40 65. Jadi.3. Pada tahap pretes. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.62 58.46%.05 84.64 71. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 21.62 Berdasarkan tabel 5.46% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.08%.

kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi hanya mencapai 40%. Rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. setelah diberi tindakan pada siklus II. Pada siklus II. Jadi.87%. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian dan kerincian. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan dari siklus I. Pada tahap pretes. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Pada aspek isi.59% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 34.62% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. mengalami peningkatan sebesar 44.79%.26% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 23.4 berikut. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi dapat dilihat pada tabel 5.sebesar 13.05%. Seperti .33% sehingga mampu mencapai 71.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 10.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kreativitas imajinasi 2) Peningkatan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa kelas X. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.87% sehingga mampu mencapai 74.

setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 5.halnya pada subaspek kesesuaian dan kerincian.4 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Organisasi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Organisasi Organisasi 50.15 Berdasarkan tabel 5.15%. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. pada aspek organisasi. Pada tahap pretes. 3) Peningkatan pada Aspek Kebahasaan .90%. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 9. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 10.25% dari siklus I sehingga mampu mencapai 66. kemampuan siswa pada subaspek organisasi hanya mencapai 50.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan sebesar 15.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.4. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.77%.75% dari siklus I sehingga mampu mencapai 84. Pada siklus II. Pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi juga mengalami peningkatan dari siklus I.90 Siklus II 66. baik pada siklus I maupun siklus II.13% sehingga mampu mencapai 55. Tabel 5. setelah diberi tindakan pada siklus II. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek organisasi juga mengalami peningkatan dari siklus I. Jadi.77 Siklus I 55.62%.

Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek kebahasaan dilihat dari tiga subaspek.56 Berdasarkan tabel 5.95%.5. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek kebahasaan dapat dilihat pada tabel 5.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.97 65. kemampuan siswa .67 37.44 42. Pada tahap pretes.82 82. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.67%. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 13. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat kembali mengalami peningkatan dari siklus I.95 58. setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa juga meningkat pada setiap subaspeknya.95 72.5 berikut.56 Siklus I 57. (2) diksi. dari ketiga subaspek pada aspek kebahasaan. Pada siklus II. yakni subaspek (1) kalimat.5 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Kebahasaan Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Kebahasaan Kalimat Diksi Ejaan 46. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.64 Siklus II 77. Tabel 5. Seperti halnya pada aspek isi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 44.28% sehingga mampu mencapai 57. dan (3) ejaan.

85% dari siklus I sehingga mampu mencapai 72.28% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.64%. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan dari siklus I. . rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada tahap pretes.95%.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek ejaan hanya mencapai 42. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. setelah diberi tindakan pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek diksi hanya mencapai 37.97%.82%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 35.08% sehingga mampu mencapai 65. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 13. Jadi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 31. Jadi. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan dari siklus I.44%. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 23. Pada tahap pretes. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.53% sehingga mampu mencapai 58.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 21.pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I sehingga mampu mencapai 77.56%. Seperti halnya pada subaspek kalimat dan diksi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.

Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 16. Pada siklus II. dan kebahasaan. Dengan menggunakan gambar. Penggunaan imajinasi sesuai dengan tujuan penulisan karangan deskripsi dalam penelitian ini. Berdasarkan paparan di atas. Dengan imajinasi. imajinasi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.56%. kemampuan siswa kelas X. Hasil penelitian ini mendukung pendapat Nurhaeni (1997:17) yang menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas.92% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar dan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspek. Penggunaan imajinasi dalam proses menulis karangan deskripsi dapat memperkaya ide sehingga siswa mampu mengembangkan karangan deskripsi yang lebih hidup dan dapat diimajinasikan dengan kelima indera. organisasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I maupun siklus II. Peningkatan pada subaspek ejaan merupakan peningkatan yang paling besar pada aspek kebahasaan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan mampu mengalami peningkatan sebesar 40%. siswa menjadi lebih kreatif .setelah diberi tindakan pada siklus II. yakni aspek isi. yakni berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca (Gunawan. 1997:13). jika dibandingkan dengan subaspek kalimat dan diksi. Hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. siswa dapat lebih mudah dalam menemukan ide atau bahan tulisan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi. Selain gambar.

Menurut Ricoeur. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. . hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. Hal ini sesuai dengan pendapat Ricoeur (dalam Tedjoworo.dalam mengembangkan karangan deskripsi. 2001:55) yang menyatakan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. Juga pendapat DePorter & Hernacki (2002:191) yang menyatakan bahwa dengan imajinasi.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.79% sehingga pada siklus I mampu mencapai 64. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.46%. Pada siklus II. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18.67% dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal yang disyaratkan. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 14.40%. dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.61% dari tahap pretes yang hanya mencapai 45. 6. .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.BAB VI PENUTUP Pada Bab VI ini dipaparkan simpulan dan saran yang berhubungan dengan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada Bab IV dan dibahas pada Bab V.06% dari siklus I sehingga mampu mencapai 78.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi juga dapat dilihat pada setiap aspeknya.Peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. . dengan simpulan sebagai berikut.

38% pada subaspek diksi. 1) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.38%. Oleh karena itu.59% pada subaspek kerincian. 6. dan 44.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peneliti selanjutnya disarankan sebagai berikut. (2) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dengan peningkatan sebesar 15.62% pada subaspek kreativitas imajinasi. guru Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa untuk .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. ditemukan bahwa guru Bahasa Indonesia hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan langsung memberikan tugas menulis kepada siswa. 35.2 Saran Berdasarkan simpulan di atas. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal 65% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.(1) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.46% pada subaspek kesesuaian. (3) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dan 40% pada subaspek ejaan.28% pada subaspek kalimat. 2) Berdasarkan studi pendahuluan. dengan peningkatan sebesar 31. karena berdasarkan hasil penelitian. 23. dengan peningkatan sebesar 38.

sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan publikasi. 3) Guru Bahasa Indonesia disarankan untuk membimbing siswa melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis. penyuntingan dan revisi. sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 4) Peneliti lanjutan disarankan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. yakni tahap prapenulisan. .melaksanakan aktivitas belajar dan menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai. penulisan.

S. Ahmadi. Alyunusia. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Jakarta: Bumi Aksara. 2001. Wacana Bahasa Indonesia. Azhar.. Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia. M. Mukhsin. S. Media Pengajaran. Imam Agus. Penelitian Tindakan Kelas. Arsyad. Suharsimi. 2003. 1980/1981. & Ridwan. . Malang: Depdiknas Universitas Negeri Malang. Akhadiah. Malang: P3T IKIP Malang. Jakarta: Erlangga. Arikunto. Suhardjono & Supardi. Rohmah. Arikunto. 1997. Jakarta: Rineka Cipta. 2007. 2002. M. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Suharsimi.G. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas I MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.H. Komposisi Bahasa Indonesia. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. dkk. 1995. Basuki. S. 2002.. Arikunto. Jakarta: Raja Grafindo Persada.DAFTAR RUJUKAN Ahmadi. 1988.. Arsjad.

Kurniawan. Jakarta: Gramedia. 1992. Khaerudin. 2005. Gunawan. 23. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. B. 2006. The Liang. 2007. & Nana. 3 (1): 59–69. Jakarta: Erlangga. DePorter. 2005 (4) :19–23. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. R. 1997. Abdul. Hasnun. Umar.Yogyakarta: Andi. Jabrohim. Model Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Lanjut. Jakarta: Depdikbud. Terampil Mengarang.S. Kadir. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Dari KBK ke Inovasi: Menembus Kemandegan Pendidikan Kita. Dawud. Perencanaan Pengajaran. Untuk SMU dan Umum. Enre. & Hernacki. Jakarta: Erlangga. 2006. Ibrahim. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Gie. M. 2002. 2004. Yogyakarta: Andi. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas X. . Jakarta: Depdikbud & Rineka Cipta.dkk. 1988. 2003. Standar Isi (Keputusan Menteri No. Fachruddin Ambo. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Dalvi. 2003. Junus. Dari Peristiwa ke Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia. Cara Menulis Kreatif. dkk. 1983. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. 2002. Anwar. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Agama dengan Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Kuis Tim Kelas VIB MI Diniyah Puteri Padang Panjang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2005/2006. 22. 2006. Bandung: Kaifa. Belajar Mengarang: Dari Narasi hingga Argumentasi. Terjemah oleh Alwiyah Abdurrahman. 24 Tahun 2006) Badan Standar Nasional Pendidikan. dkk.BSNP. (Online). S. Jakarta: BSNP.

Hubungan Hasil belajar Matematika dengan Penguasaan Kompetensi Gambar Bukaan/Bentangan pada Siswa Kelas II Teknik Pembentukan SMK Karya Padang Panjang. Malang: UM Press. & Rivai.ktiguru. Sudjana. Keterampilan Menulis dan Pengajarannya. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 4(4): 15–21. N.. A. . Penelitian Tindakan Kelas Bagian I (Online). Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Suwarsih. 2006. Parera. 2005.B. B. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. 3 (1): 49–58.G. Setyosari. 1993.. diakses tanggal 12 November 2007). 2001. Punaji. Nurhaeni. Yasin.php/ptk/ptk-1. Menulis Tertib dan Sistematik. 2004. & Martutik. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah.org/index. Mohammad R. A. 1993. Nurhadi. (http://www. 1997. Jos Daniel. 2005. Sumber Belajar: Kajian Teori dan Aplikasi. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Rancangan Pembelajaran Teori dan Praktik. Malang: Elang Mas. B. Nani. Media Pengajaran. Suhaidi.Edu/Kipbipa/Papers/KhaerudinKurniawan. Jakarta: Erlangga. Fungsi Gambar dalam Pengajaran Bahasa Asing. 2006. diakses tanggal 12 November 2007). Malang: Bayumedia Publishing. Musbar. A. 2005 (4): 2–3.doc.Ialf. Arifin. Madya. Pembelajaran Partisipatif. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Nurchasanah & Widodo. 157 Rani. & Senduk. 2007.(Http://Www.

S. Rochiati. Wiriaatmadja. diakses tanggal 12 November 2007). H.or. (Online).php?menu=profile&pro=145. Jakarta: Grasindo. Imaji dan Imajinasi: Suatu Telaah Filsafat Postmodern. (http://www. Metode Penelitian Tindakan Kelas: untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Skripsi tidak diterbitkan.id/new/index. Citria Nilam Asri Cipto. 2001. Winkel. Tedjoworo. Jenis Alat Pengumpul Data.Susetyo. 2005. Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskriptif dengan Media Gambar. 2006. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Budi. 2005. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI) Wijaya.ditplb. Bandung: Remaja Rosda Karya. . 1996. Psikologi Pengajaran. W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful