PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.

2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI

OLEH DWI YANI LESTARI NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA,

DAN DAERAH AGUSTUS 2008 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh Dwi Yani Lestari NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA

JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH Agustus 2008 ABSTRAK Lestari, Dwi Yani. 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo Hs, S.H., M.Hum. Kata kunci: kemampuan menulis, deskripsi, gambar, imajinasi. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Meski telah dilaksanakan pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hasil pembelajaran menulis deskripsi di kelas tersebut tidak maksimal. Dari kegiatan studi pendahuluan, diketahui adanya permasalahan dalam proses pembelajaran menulis deskripsi dan kelemahan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi, baik pada aspek isi, organisasi, dan kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%.. Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan, peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi merencanakan tindakan melalui penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan. Dengan menggunakan gambar dan imajinasi, diharapkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April―Mei 2008 di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dengan subjek penelitian siswa kelas X.2. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Data penelitian ini adalah data hasil wawancara, rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa dengan mengacu pada pedoman penyekoran dan standar keberhasilan yang telah ditentukan, diketahui bahwa pada tahap pretes, yakni sebelum menggunakan gambar dan imajinasi, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa hanya mencapai i ii

59% pada subaspek kerincian. (2) menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dengan peningkatan sebesar 15. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. 23. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi.38%. dengan peningkatan sebesar 38.62% pada subaspek kreativitas imajinasi. 35. kemampuan siswa kelas X. Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.67% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. penulisan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Untuk peneliti lanjutan disarankan melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 18.46%. dengan peningkatan sebesar 31.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.40%.79% sehingga belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. .38% pada subaspek diksi. dan 44. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.28% pada subaspek kalimat. dan (3) aspek kebahasaan.46% pada subaspek kesesuaian. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan pada: (1) aspek isi. yakni tahap prapenulisan. dan (3) membimbing siswa untuk melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis. dan 40% pada subaspek ejaan. dan publikasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (2) aspek organisasi.06% dari siklus I sehingga mencapai 78. Pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspeknya. penyuntingan dan revisi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 14.45. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan: (1) menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.61% sehingga mencapai 64.

Dawud. dan siswa siswi kelas X. ucapan terima kasih dan penghargaan tiada terkira penulis sampaikan kepada pihakpihak sebagai berikut.Pd. selaku Dekan Fakultas Sastra UM dan Dr. kasih sayang. ridha. Sumadi. Ibu Sri Utami. Sunaryo Hs.2 yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan lancar. 1. selaku Ketua Jurusan Sastra Indonesia UM yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. Maryaeni. 3.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. Dr.H. S. M.Pd.Pd.Hum. 4. selaku Dosen Penguji I dan Dra. M..Pd.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas restu. Dr.Pd. dan nikmat-Nya Yang Luar Biasa sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X. selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan kemudahan selama penyelesaian skripsi ini. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lebih baik. S. 2. M. Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi. Martutik. M. Dr. M. .. Oleh karena itu. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak.

Henot. Bapak. Na Yoja di Pulau Dewata yang banyak memberikan dukungan dan pelajaran selama penyelesaian skripsi ini. khususnya adik sekamar Yupi. CeCe Nikman. Sahabat terdekat. Yuni. dan Adik Tri tercinta di Banyuwangi sebagai motivasi utama bagi penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 10. dan merupakan teman diskusi dan penenang yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini. dan semua yang pernah memberikan dukungan. Ibu.5. Risa. Ita. Mas Bibit. juga CeCe Pie-Pie. dan . 8. ataupun semangat dalam penyelesaian skripsi ini. kasih sayang. serta kepercayaan sehingga penulis bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat keluarga. doa. rekan KKN Wajar Dikdas Wongsorejo-Banyuwangi semester pendek 2007. sahabat PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang. 6. Saudara seatap di rumah kedua TERAM 12 F. serta kepercayaan. Teman-teman Sasindo UM angkatan 2004. dan Guru Mengaji yang pernah memberikan bimbingan dan ilmu yang bermanfaat untuk mengantarkan penulis meraih harapan dan cita-cita sehingga penulis bisa menjadi orang yang “lebih baik”. 7. dan kesabaran yang luar biasa untuk menerima dan mendampingi penulis dalam “kondisi apapun” sehingga bisa menjadi lebih kuat dan tabah menghadapi “segalanya”. dan Rere yang suka mengganggu tetapi juga membantu. yang tidak pernah lelah berbagi dan membantu penulis dalam suka dan duka selama kuliah. Mbak Devi dan Dik Eri. bantuan. 9. yang selalu memberikan kasih sayang. Dosen. Bapak Ibu Guru.

penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan skripsi ini. Sebagai manusia biasa. penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. dan apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan. Penulis . khususnya dalam dunia pendidikan. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.rekan PPL SMP Negeri 1 Malang semester genap 2008 yang pernah berjuang bersama sehingga bisa lebih siap menghadapi “dunia nyata”. 11.

.................................... 1...............................................................................................................................................................1 Ruang Lingkup Masalah .......................................................................2..................................................................................................................................................................................... 1.................. KATA PENGANTAR........................................... 1...................................... DAFTAR LAMPIRAN ..........4 Kegunaan Penelitian...2 Rumusan Masalah ............................ DAFTAR KODE NAMA SISWA ...................................5 Asumsi Penelitian ..... 1.......................................................2........................................................................................................ 1 5 5 6 7 7 8 x xi v vii ix i iii ............................ BAB I PENDAHULUAN 1...1 Latar Belakang....................................2 Masalah...3 Tujuan Penelitian.............................. DAFTAR GAMBAR.................. 1.................................................................. DAFTAR ISI.... 1.............................................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK.................................... DAFTAR TABEL...........................................

......................... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2...1.............................................4..... 2..... 34 2...............3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis .....4..... 2..................... 2.............................................. 2......1.....6 Definisi Operasional.......................1 Pengertian Tulisan Deskripsi ............ 2.............................3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi ................4....3 Pembelajaran Menulis .......... 2....3.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas.... 2....................2.................2 Tujuan Pembelajaran Menulis .........................................4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi ................................1 Pengertian Menulis ......................... 2.................................2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi .............................2...............1 Pengertian Gambar dan Imajinasi ............. 2...........................1 Kemampuan Menulis....................... 2....................1............... 2............3..2........................3 Prinsip-prinsip dalam Menulis ................................................ 2..........2 Menulis Deskripsi.......2 Menulis sebagai Suatu Proses .... 2.................................... 2...............1 Hakikat Pembelajaran Menulis .................3..................................2 Macam-macam Deskripsi ..................................... 9 11 11 13 16 20 20 22 24 27 27 29 31 34 38 42 ....................................................1.......

. 3......................2..............................................................5 Refleksi.......... 3........... 3..................................................................1 Observasi Awal .................................. 3..............3 Subjek Penelitian.............................................8 Pengecekan Keabsahan Data......................................................................... 3............................ 3......................................................................................................4.2 Sumber Data .3 Pelaksanaan Tindakan ..................1 Studi Pendahuluan .3 Lokasi................... 3...........................................5 Teknik Pengumpulan Data.................................. 3........1 Data ........ 3...............2.......1........ 3....1 Studi Pendahuluan. 3.........................................BAB III METODE PENELITIAN 3...............3........................4 Observasi atau Pengamatan ................................................6 Teknik Analisis Data...............2...........3.......................................................... 63 63 45 46 49 50 51 52 53 54 54 55 55 56 56 56 56 58 61 61 ......... 3.....................2.................................... 3...2 Tahap-tahap Penelitian..............4....1 Rancangan Penelitian......................... 3...............................................................3........... 3............ 4............... 3.....................4 Data dan Sumber Data.............. 3. Waktu dan Subjek Penelitian.........................................................1 Lokasi Penelitian ...................2 Perencanaan Tindakan ........7 Prediksi Hasil.....2 Waktu Penelitian ................................................................. BAB IV PAPARAN DATA 4........2.....................................................................

...........................2 Kemampuan Siswa Kelas X................................................................................ 158 159 155 152 153 133 140 123 .......................................................................1 Kemampuan Siswa Kelas X.........................2 4............................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I .........................................4..........2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II ......... 4............................1.............3 Hasil Tindakan................................................... BAB V PEMBAHASAN 5...................................3....................3......................... 5............................. LAMPIRAN-LAMPIRAN..........1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I ...................1 Simpulan.......................... BAB VI PENUTUP 6............ 115 4...2.................................................2..............2 Pretes .... 4........................................ 4.................................2 Pelaksanaan Tindakan ................................... 6. 4..............2 Temuan Hasil Penelitian ..............2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II ..............2 Saran............................................................................... 64 73 73 95 114 4......................................................................... DAFTAR RUJUKAN.......... PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN .........1 Temuan Proses Pembelajaran...............

. perasaan. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. (2) masalah penelitian.BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini dibahas tentang (1) latar belakang dilaksanakan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (4) kegunaan penelitian. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo.1 Latar Belakang Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. dan (6) definisi operasional yang terkait dengan penelitian. Seseorang yang mampu menulis. 1. (3) tujuan penelitian. (5) asumsi penelitian. mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. Dengan tulisan. 1993:5).

Meski telah dilaksanakan di sekolah. Guru hanya sedikit memberikan materi tentang tulisan deskripsi. keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Salah satu tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa dapat memiliki kemampuan menulis. Oleh karena itu. Acuan tersebut tertuang dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas X semester 1. yang isi kompetensi dasarnya adalah Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. pembelajaran menulis deskripsi juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 2006:262). Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006. kemudian siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi sehingga . baik secara lisan maupun tulis. 2006:260). selama ini pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum terlaksana dengan maksimal. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri nomor 22. termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. dan 24 tahun 2006 yang menerangkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. 23. Selain siswa SD/MI. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. kompetensi dasar menulis deskripsi juga diajarkan pada siswa SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk. khususnya pada siswa kelas X semester 1. serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP.Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan yang tercakup dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. pencecapan. Padahal menurut Dalvi (2006:60). penciuman. dan kurang menggairahkan sehingga siswa menjadi kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar. siswa belum mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah. Siswa kurang memanfaatkan indera yang lain seperti pendengaran. baik dalam penggunaan kata depan. ataupun perabaan untuk mengembangkan karangan deskripsi sehingga pembaca kurang dapat melihat dan merasakan apa yang ditulis siswa melalui pancainderanya. Selain itu. Pendeskripsian objek dalam karangan siswa tidak fokus dan tidak sesuai dengan judul yang ditulis sehingga pembaca kesulitan untuk memahami karangan secara utuh. imbuhan. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa kelas X. Siswa juga hanya mengembangkan hasil pengamatan berdasarkan indera penglihatan saja. Guru juga enggan memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Masih banyak terdapat kesalahan penulisan ejaan dalam karangan deskripsi siswa. maupun tanda baca. monoton. yaitu dari guru pada siswa sehingga siswa lebih banyak mendengar materi dari guru daripada melaksanakan aktivitas belajar. metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah cenderung menjadikan suasana belajar kaku. perlu diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. diketahui bahwa siswa kurang mampu menyusun karangan deskripsi dengan baik. Pembelajaran menulis di sekolah perlu dilakukan dengan cara yang lebih baik. Bertolak pada permasalahan di atas.kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. di antaranya dengan memilih media pembelajaran yang .

Selain itu. Perbedaan lain terletak pada subjek dan fokus . Penelitian-penelitian tersebut antara lain berjudul Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Media Gambar oleh Citria Nilam Asri Cipto Wijaya. serta perbaikan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah jika dalam penelitian sebelumnya hanya digunakan gambar saja. Interaksi positif antara guru dan siswa juga dapat dibentuk dengan pemilihan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa. dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Wijaya (2005) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan kinerja siswa dalam menulis deskripsi. penggunaan gambar lebih sederhana dan efisien sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi. sedangkan Alyunusia (2003) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada pembelajar dengan berbagai usia.sesuai dan bervariasi. Penelitian-penelitian dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran menulis juga perlu dilaksanakan sebagai upaya pembaharuan dalam penelitian dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Berdasarkan uraian di atas. maka dalam penelitian ini digunakan gambar dan imajinasi untuk memudahkan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Berbagai penelitian pernah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Menurut Nurhaeni (1997:15). dan penelitian yang dilaksanakan oleh Rohmah Alyunusia yang berjudul Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas 1 MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. penelitian ini perlu dilakukan.

tetapi juga proses yang dilaksanakan siswa untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.1 Ruang Lingkup Masalah Kompetensi menulis deskripsi merupakan salah satu kompetensi dalam Kurikulum 2006 atau Standar Isi BSNP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dicapai oleh siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA. 1. diupayakan berbagai cara untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.2.2 Masalah 1. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.penelitian. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa pada saat studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa objek yang dideskripsikan siswa dalam karangannya mayoritas berupa tempat atau pemandangan. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah diadakan penelitian dalam upaya perbaikan kualitas pengajaran dan peningkatan kemampuan menulis siswa. 2006:262). Selain itu. salah satunya dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Oleh karena itu. yakni siswa SMA. Pembelajaran menulis deskripsi bukan hanya ditekankan pada hasil yang akan dicapai oleh siswa. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. . kompetensi menulis deskripsi salah satunya diajarkan di kelas X semester 1 dengan kompetensi dasar Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. Pada jenjang SMA.

sedangkan masalah dalam hasil pembelajaran terkait dengan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. rumusan masalah penelitian ini adalah “Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi?”. rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo . (1) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (2) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah.Masalah dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Secara khusus. 1. tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Masalah dalam pelaksanaan pembelajaran terkait dengan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas X.2 Rumusan Masalah Secara umum.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi? 1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (3) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.

sekolah. (1) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (3) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. 1. sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai beberapa kegunaan. hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa. antara lain sebagai berikut. . juga bagi peneliti. guru. (2) Kegunaan praktis Secara praktis. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan teori pembelajaran menulis serta menambah kajian-kajian teoritis tentang menulis.Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (1) Kegunaan teoritis Secara teoritis.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. di antaranya sebagai berikut.

Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). . serta meningkatkan kesiapan diri peneliti sebagai calon guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. (3) Kemampuan siswa kelas X. (b) Bagi guru. hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam hal pembelajaran Bahasa Indonesia. (2) Menulis karangan deskripsi diajarkan di kelas X. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka perbaikan pembelajaran di sekolah. (c) Bagi sekolah. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan atau kesulitan dalam menulis karangan deskripsi. serta alternatif pemecahannya. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus sebagai alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran menulis. (1) Kurikulum 2006. khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA kelas X semester 1 memuat kompetensi dasar menulis deskripsi.5 Asumsi Penelitian Asumsi yang mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. (d) Bagi peneliti.(a) Bagi siswa. 1.

(4) Gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang.6 Definisi Operasional Definisi operasional merupakan sejumlah istilah yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan arah penelitian. (2) Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. tempat. (3) Karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan atau menyampaikan informasi yang berupa sifat dan semua perincian wujud dari suatu objek kepada pembaca agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan. dan . warna. atau benda. yang dalam penelitian ini peningkatan yang dimaksud adalah perubahan kemampuan siswa (dari yang kurang baik menjadi lebih baik) setelah diberi tindakan. (1) Peningkatan adalah bentuk perubahan yang ditunjukkan berdasarkan keadaan sebelumnya dan keadaan setelahnya. Kejelasan arah penelitian dapat membantu dalam menyamakan pemahaman dan pemokusan dalam penelitian.(4) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 1. baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. Beberapa definisi operasional terkait dengan istilah-istilah dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut.

ukuran. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. . (5) Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. karangan. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.

1 Kemampuan Menulis 2. Sebagaimana diungkapkan oleh Whiteman (dalam Nurchasanah & Widodo. menulis pada dasarnya merupakan pertimbangan dalam mempresentasikan kesatuan fenomena melalui seperangkat proses. menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran. Kegiatan menulis bisa berasal dari membaca atau menyimak suatu informasi. dan (4) pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Unsur-unsur yang bersifat kontekstual digunakan dalam menulis.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada Bab II ini dipaparkan kajian pustaka yang dijadikan landasan teoritis penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. perasaan. serta menyusun informasi dalam bentuk karangan. Hasil proses menulis itu berupa wacana atau teks. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:2). (2) menulis deskripsi. menulis dapat juga berasal dari berbagai kejadian-kejadian yang dialami oleh penulis sendiri maupun orang lain. 2. Tulisan merupakan salah satu media yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran. gagasan. (3) pembelajaran menulis. Hal-hal pokok yang dibahas meliputi (1) kemampuan menulis. Unsur-unsur itu semacam sistem notasi atau tanda yang digunakan dalam ilmu pengetahuan .1 Pengertian Menulis Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dalam menuangkan pikiran dan gagasan.1. 1993:2). perasaan. atau kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. atau kemauan seorang penulis. Selain itu.

peta. Oleh karena merupakan suatu proses. dan tahap pengakhiran atau penyelesaian (Parera. tahap penyuntingan. 2002:3). gagasan. atau kemauan untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. dan sesuatu tanda kebahasaan apapun dengan sesuatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. yakni bahasa yang tidak menggunakan peralatan bunyi dan pendengaran melainkan berwujud berbagai tanda dan lambang yang harus dibaca. dan sebagainya. kode. nama. tahap revisi. Menulis artinya semula ialah membuat huruf. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. Kini dalam pengertiannya yang luas. seperti diagram. Gie (2002:3) mengungkapkan bahwa dalam bahasa Indonesia kata menulis dan mengarang merupakan suatu kata padanan yang mempunyai arti yang sama. menulis merupakan kata sepadan yang mempunyai arti yang sama seperti mengarang (Gie. 1993:3). dkk. Buah pikiran ini diungkapkan dan disampaikan kepada pihak lain dengan wahana berupa bahasa tulis. (1988:2) membedakan proses penulisan . angka. perasaan. Tahap ini dibedakan dalam tahap pratulis. tahap penulisan. tahap pelanjutan. 2. Menurut Gie (2002:9).2 Menulis sebagai Suatu Proses Menulis merupakan suatu proses. penulis harus mengalami tahap prakarsa. dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses menuangkan pikiran.1. dan tahap pengakhiran. mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. Pertimbangan mempresentasikan kesatuan fenomena yang dimaksud tentunya dinyatakan dalam bentuk bahasa tulis. Akhadiah.yang dimanipulasikan.

memperbaiki.menjadi tiga tahapan. sehingga selesailah buram (draf) yang pertama. yaitu mengembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat. dalam tahap penulisan dilakukan apa yang telah ditentukan. dan dalam tahap revisi. yang dilakukan ialah membaca dan menilai kembali apa yang sudah ditulis. satuan paragraf. . bab atau bagian. bahkan jika perlu memperluas tulisan. yaitu (1) tahap prapenulisan. dkk. dalam tahap prapenulisan ditentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. Menurut Akhadiah. (1988:3). (2) tahap penulisan. mengubah. dan (3) tahap revisi.

yakni kegiatan memperbaiki semua kesalahan ejaan. menentukan mana yang baik dan mana yang perlu digarap lagi. tanda baca. yaitu proses membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan pada pengetahuan. mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis. melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis. gagasan. yakni sebagai berikut. yaitu tahap yang menandai akhir pemeriksaan yang merupakan kegiatan memastikan bahwa tulisan yang telah dibuat selesai sesuai dengan apa yang direncanakan dan ingin disampaikan. (2) Tahap pembuatan draf. tahap-tahap proses penulisan yang lengkap adalah: (1) sebelum menulis. dan (7) evaluasi. serta memperhatikan penggunaan kata dan kalimat-kalimat. dan memperbaiki. (3) berbagi. meliputi kegiatan membuat draf kasar. adalah kegiatan pemilihan terhadap umpan balik yang diberikan oleh teman pada tahap berbagi. 2007:3) menyajikan lima tahapan dalam proses menulis. . yaitu proses penulisan kembali tulisan sebelumnya dengan memasukkan isi yang baru dan perubahan-perubahan penyuntingan. dan pengalaman. dan memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah ditentukan. yaitu kegiatan bertukar pendapat dan saling memberikan umpan balik dengan rekan tentang draf tulisan yang telah dibuat. Tompkins (dalam Kurniawan. mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis. yakni kegiatan menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. mengulangi. (1) Tahap pramenulis. (2) draf kasar. meliputi kegiatan menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri. dengan lebih menekankan isi daripada tata tulis. (5) penyuntingan. (4) perbaikan (revisi). tata bahasa. (6) penulisan kembali.Menurut DePorter & Hernacki (2002:191).

(1) Tahap prapenulisan Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap prapenulisan dalam penelitian ini adalah menyepakati tema. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. maka dalam penelitian ini digunakan empat tahapan dalam proses menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar imajinasi. sehingga menghasilkan draf akhir. membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok. dan mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri. meliputi kegiatan berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok). meliputi kegiatan mempublikasikan (memajang) tulisan mereka dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai. menetukan judul. yakni sebagai berikut. yakni keindahan alam. dan membuat perubahan yang substantif pada draf berikutnya. mengamati gambar. Tema karangan dalam penelitian ini sudah ditentukan. (4) Tahap menyunting. berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas. (2) Tahap penulisan . (5) Tahap berbagi (sharing) atau publikasi. mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman. meliputi kegiatan membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri. atau berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan.(3) Tahap merevisi.

serta menyeleksi tulisan dan menentukan mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki. Asas kejelasan tidaklah semata-mata berarti mudah dipahami. (4) Tahap publikasi Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap publikasi dalam penelitian ini adalah membacakan hasil karangan yang telah diperbaiki di depan kelas. 1) Kejelasan Asas mengarang yang pertama dan utama dalam kegiatan menulis ialah kejelasan. tetapi juga .1. dan correctness (ketepatan). dan menempelkannya di papan tulis dan dinding kelas.Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap penulisan dalam penelitian ini adalah kegiatan menulis karangan awal. tata kalimat. Tanpa asas kejelasan sesuatu karangan sukar dibaca dan sulit dimengerti oleh para pembacanya. Hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. dan (b) memperbaiki karangan awal menjadi karangan baru sesuai koreksi dan komentar dari teman dengan memperhatikan syarat karangan yang baik. yakni mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat dan paragraf sehingga menjadi karangan deskripsi yang utuh.3 Prinsip-prinsip dalam Menulis Gie (2002:33―36) menyebutkan adanya tiga asas utama dalam kegiatan menulis. (3) Tahap penyuntingan dan revisi Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap penyuntingan dan revisi adalah (a) saling mengoreksi tulisan teman terkait dengan ejaan. 2. yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan 3C. conciseness (keringkasan). Ketiga asas tersebut diuraikan sebagai berikut. dan organisasi. yaitu clarity (kejelasan).

dan kelaziman pemakaian bahasa tulis yang ada. agar karangannya tepat. Menurut Harry Shaw (dalam Gie. Kejelasan berarti tidak samarsamar. bukan kebalikannya ide yang miskin dan kata yang boros. Keringkasan berarti bahwa suatu karangan tidak menghamburkan kata-kata secara semena-mena. Ketiga asas . 2002:36). tanda baca. tidak mengulang-ulang butir ide yang dikemukakan.karangan itu tidak mungkin disalahtafsirkan oleh pembaca. setiap penulis harus menaati sepenuhnya berbagai aturan dan ketentuan tata bahasa. sesuatu karangan adalah ringkas bilamana karangan itu mengungkapkan banyak buah pikiran dalam kata-kata yang sedikit. Jadi. 3) Ketepatan Asas ketepatan mengandung ketentuan bahwa sesuatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang dimaksud oleh penulisnya. Oleh karena itu. ejaan. sehingga dapat menghasilkan suatu tulisan yang baik dan pasti dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. penulisan yang baik diperoleh dari ide-ide yang kaya dan kata-kata yang hemat. tidak kabur sehingga setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca. menurut Gie (2002:36―37). masih terdapat tiga asas mengarang lainnya yang perlu diindahkan agar dapat dihasilkan karangan yang baik. 2) Keringkasan Asas keringkasan tidaklah berarti bahwa setiap karangan harus pendek. dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan. Selain ketiga asas utama tersebut. Tiga asas yang telah disebutkan di atas merupakan asas-asas utama yang harus diindahkan dan dilaksanakan dalam kegiatan menulis karangan apapun.

yang akan diuraikan sebagai berikut. 3) Penegasan . dan (3) emphasis (penegasan). 1) Kesatupaduan Asas ini berarti bahwa segala hal yang disajikan dalam suatu karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema utama yang telah ditentukan.itu antara lain (1) unity (kesatupaduan). Jadi. pada asas pertautan semua alinea dan kalimat perlu berurutan dan berkesinambungan sehingga seakan-akan terdapat aliran yang lancar dalam penyampaian gagasan pokok sejak awal sampai akhir karangan. Dalam sebuah karangan antara alinea yang satu dengan alinea yang lainnya perlu ada saling kait sehingga ada aliran yang logis dari ide yang satu menuju ide yang lain. (2) coherence (pertautan). 18 Untuk keseluruhan karangan yang tersusun dari alinea-alinea. Demikian pula antara kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya dalam suatu alinea perlu ada kesinambungan yang tertib. 2) Pertautan Asas ini menetapkan bahwa dalam sesuatu karangan bagian-bagiannya perlu ”melekat” secara berurutan satu sama lain. tidak ada uraian yang menyimpang dan tidak ada ide yang lepas dari jalur gagasan pokok itu. Selanjutnya dalam setiap alinea hanya dimuat satu butir informasi yang berkaitan dengan gagasan pokok yang didukung dengan berbagai penjelasan yang bertalian dan bersifat padu.

yang harus sesuai dengan EYD. penulisan awalan dan kata depan. Imbuhan adalah bubuhan (yang berupa awalan. ketepatan dalam pemilihan kata perlu memperhatikan komponen situasi. Menurut Mustakim (dalam Hasnun (2006:20). Hasnun (2006:15) mengungkapkan bahwa dalam suatu karangan. . Pemilihan dan penempatan kata mempengaruhi sekaligus memberikan warna sebuah tulisan. Menggunakan bahasa secara efektif berarti menggunakan unsur-unsur bahasa secara efektif juga. penulisan kata dasar yang memperoleh imbuhan. dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI). kalimat. Tulisan yang baik ditentukan oleh cara penulisan dan penempatan kata. 1) Pemakaian ejaan dan imbuhan Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. dan akhiran) pada kata dasar untuk membentu kata baru. bentuk.Asas penegasan dalam mengarang menetapkan bahwa dalam sesuatu tulisan butir-butir informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan tertentu sehingga mengesan kuat pada pikiran pembaca. antara lain sebagai berikut. perlu menggunakan bahasa yang efektif. 2) Pemilihan dan penempatan kata Kata merupakan faktor penting dalam merancang tulisan. dan sebagainya. Hasnun (2006:15―16) merumuskan unsur-unsur bahasa yang harus diperhatikan dalam menyusun suatu karangan ke dalam beberapa unsur. apapun itu. sisipan. Secara garis besar. Dalam penulisan karangan perlu diperhatikan kaidah mengenai penempatan tanda baca. dan makna.

Dalam satu paragraf. 3) Penggunaan kalimat Menyusun kata menjadi kalimat adalah merangkai beberapa kata untuk membentuk satu pengertian atau makna yang lengkap. Kalimat yang memuat ide pokok disebut dengan kalimat topik/kalimat utama. sedangkan kalimat lain yang menyusun paragraf disebut kalimat penjelas. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat. dan makna tidak terlepas dengan bentuk. Komponen bentuk disesuaikan dengan situasi. Dalam menyusun kata menjadi kalimat seorang penulis perlu memperhatikan: (a) kecocokan kata yang pertama dengan kata yang mengikutinya. (b) antara kata pertama dengan kata yang mengikutinya dapat dikembangkan. 2. situasi tidak terlepas dengan makna.2 Menulis Deskripsi 2.Komponen tersebut saling mempengaruhi.2.1 Pengertian Tulisan Deskripsi . dan (c) setiap kata yang ingin dipasang atau dipergunakan mencerminkan tujuan yang ingin dikembangkan melalui kalimat. kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya memiliki hubungan yang saling mendukung atau terkait. 4) Penggunaan paragraf atau alinea Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. Masing-masing paragraf (alinea) memiliki ide pokok yang dapat muncul dalam salah satu kalimat yang menyusun alinea tersebut.

dan utuh.. namun demikian . ataupun isi alam yang tampak dan berkesan kepada penulisnya (Ahmadi.Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. Wacana dengan susunan deskripsi itu mengatur suatu urutan yang saling berhubungan secara berjarak tentang suatu pemandangan. mendengar. makhluk hidup. 1993:5). Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. mencium. dengan jalan memberikan atau mengutarakan renik-renik fisiknya yang khusus. penciuman. 1980/1981:5). dkk. kongkret. dkk. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. suasana. Menurut Enre (1988:158). perabaan. atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan. tempat. Ahmadi (1995:25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang. aspek pemandangan atau lainnya. benda-benda. Melalui suatu wacana pemerian kita melihat suatu objek lebih hidup. 21 Jenis wacana deskripsi yang diutamakan ialah bentuk lahir suatu objek. aspek tempat. sehingga kualitasnya yang khas dapat dikenal dengan lebih jelas. hal-hal. 2006:37–38). wacana pemerian berfungsi menjadikan pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya dari materi yang disajikan itu. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat. 1997:13). dan perasaan (Parera. pendengaran. Wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal (Rani. dkk... yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. suatu tempat. Sedangkan menurut Dawud. Menurut Vivian (dalam Ahmadi. Deskripsi sugestif adalah deskripsi yang bertujuan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu tempat. atau orang . dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya. 22 2. tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. 1995:27). letak atau struktur dari sesuatu: misalnya tentang tubuh manusia.deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. Deskripsi teknis adalah deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian yang langsung dan objektif mengenai rupa (appearance). ada dua jenis karangan deskripsi. dan secara esensial merupakan ekspositori. yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif. ditunjukkan kepada intelek pembaca. atau yang serupa dengan itu. Deskripsi ini dirancang terutama untuk memberikan informasi.2 Macam-macam Deskripsi Menurut Vivian (dalam Ahmadi. suatu pemandangan. (2004:22). suatu pemandangan. karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. dkk.2. 1995:29).

23 kejijikan. tetapi juga hal lain seperti suasana atau perasaan ketakutan. kesan atau sugesti tertentu. Objek yang dapat ditulis menjadi deskripsi sugestif tidak hanya terbatas pada apa yang dapat diserap oleh pancaindera (dilihat. dan lain-lain. atau bahkan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan bisa juga diungkapkan dalam tulisan deskripsi sugestif (Gunawan. Deskripsi teknis tidak berusaha menciptakan kesan atau imajinasi pada pembaca. didengar. 1997:13―14). Deskripsi teknis yaitu deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek. Seperti halnya Vivian. . dicium. deskripsi sugestif yaitu deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal. deskripsi jenis ini memerlukan ketepatan informasi mengenai objek yang telah digarap. dirasa.yang membentuk atau menyusun suatu wacana yang khusus. Deskripsi sugestif berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca. Deskripsi sugestif terutama bersifat emosional dan dalam nada (tone) dan ditandai oleh apa yang disebut tentang penekanan pada cara menarik perhatian atau imbauan (appeal) yang bersifat menarik. atau diraba). kecemasan. 1997:14). seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang dideskripsikan) secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya. Gunawan (1997:13−15) juga membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu (Gunawan. Karena sifatnya yang hanya bertujuan menyampaikan informasi teknis. tetapi hanya sekedar berusaha menanamkan pengertian seseorang tentang suatu hal. keengganan. Menurut Gunawan (1997:13). yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis (ekspositoris). cinta. terharu.

sedangkan deskripsi impresionistik atau stimulatif bertujuan membuat pembaca memancainderakan objek dan bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan. Pemerian literer sering disebut wacana pemerian impresionistik atau stimulatif. dan merasakan apa yang dideskripsikan itu. Ia tidak hanya menunjukkan atau mendaftarkan hal-hal menyangkut sesuatu. yaitu wacana yang bertujuan menjadikan pembaca melihat sesuatu dengan penuh renak-renik yang menghasilkan kesan dan perasaan. yaitu wacana yang bertujuan memberi pengertian mengenai hakekat suatu objek. yang memerlukan gambaran realistik dan seakan-akan bergerak (Enre. Pemerian ekspositoris biasa disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah. Ia bersitaf objektif sebagai suatu cara untuk menghargai objek bersangkutan seperti adanya. yakni deskripsi eksposiroris dan deskripsi impresionistik atau stimulatif. Penyajiannya bersifat analitik dan tidak bermaksud menggugah perasaan. yang pengarangnya . Pemerian jenis ini sering diperlukan dalam hubungannya dengan subjek berupa pemandangan ketika matahari terbenam atau air sungai yang mengalir. yaitu pemerian ekspositoris dan pemerian literer. yakni disusun seperti katalog dalam urutan yang logis. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat. loronglorong sempit di kota dan sebagainya. Berbeda dengan deskripsi impresionistik. 1988:161). tetapi juga menampilkan sifat-sifat khusus objeknya dan sering berusaha memberi kesan tunggal yang dominan. Secara garis besar. Sifatnya agak subjektif dan literer.Enre (1988:159) membedakan wacana deskripsi yang juga disebut dengan wacana pemerian ke dalam dua jenis. Parera (1993:10) membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. Deskripsi ekspositoris umumnya bersifat logis. mendengar.

yaitu penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis. Menurut Dawud. . ide yang akan dikemukakan dalam karangan. Mengacu pada pendapat Hasnun (2006:2−11) dan Gunawan dkk. (2004:22). langkahlangkah dalam menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. dan (5) mengembangkan tulisan. Karangan deskripsi objektif adalah salah satu jenis karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis.3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah atau tahapan yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. yakni (1) menetapkan tema tulisan. (2) mengumpulkan bahan. deskripsi impresionistik melibatkan opini pengarangnya dalam menuangkan tulisan. yakni karangan deskripsi objektif dan karangan deskripsi subjektif. 2. atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. (4) membuat kerangka. Gunawan dkk. Karangan deskripsi subjektif merupakan kebalikan dari deskripsi objektif.harus menentukan dahulu jawaban atau reaksi apa yang ia kehendaki terhadap sebuah objek.2. (3) mengumpulkan bahan tulisan. beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun karangan adalah: (1) menentukan tema dan judul. dkk. (1997:16−19) juga membagi tahapan atau langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi menjadi lima tahapan. karangan deskripsi ada dua macam. pokok permasalahan. Dengan kata lain. (1) Menetapkan tema dan judul karangan Tema karangan yaitu gagasan persoalan. Menurut Hasnun (2006:2−11). (1997:16−19). (4) menyiapkan kerangka tulisan. dan (5) mengembangkan kerangka karangan. (3) menyeleksi bahan. (2) menetapkan tujuan tulisan.

(4) Menyiapkan kerangka karangan Langkah keempat ialah menyiapkan kerangka karangan. dengan menggunakan imajinasi kelima indera. Kerangka karangan atau outline dapat diartikan sebagai rancangan atau rencana kerja seorang penulis dalam rangka . maka tema dapat juga dijadikan judul. Tujuan penulisan siswa dalam penelitian ini adalah memberikan gambaran dan rincian suatu objek kepada pembaca dengan disertai opini atau kesan atau perasaan terhadap objek yang digambarkan. (3) Mengumpulkan dan menyeleksi bahan Langkah yang ketiga adalah mengumpulkan dan menyeleksi bahan. dkk. dkk. Oleh karena itu. Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulis dalam kegiatan menulis selanjutnya. yang kemudian didata ke dalam tabel hasil imajinasi indera.Karangan yang hendak dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk deskripsi. maka kata-katanya harus muncul/tertulis dalam karangan. yaitu keindahan alam pegunungan dan pantai. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan. Menurut Akhadiah. (1988:11). Jika cakupan tema tidak terlalu luas. Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penulisan (Akhadiah. Bahan-bahan untuk menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan terhadap gambar yang merupakan objek yang akan ditulis. (2) Menetapkan tujuan penulisan Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. Karena judul merupakan kepala karangan. tema karangan berupa objek yang akan ditulis. 1988:17). perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harus ditentukan terlebih dahulu karena merupakan titik tolak dalam seluruh kegiatan menulis.

(3) menstimulasi ingatan .menguraikan setiap topik atau masalah. (2) menginformasikan tujuan khusus kepada si belajar. Kerangka karangan disusun berdasarkan bahan-bahan yang telah terkumpul. instruktur. bervariasi. dan efektif.1 Hakikat Pembelajaran Menulis Pembelajaran merupakan suatu usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain (Setyosari. 2001:1). Pengembangan karangan dalam penelitian ini dikerjakan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera yang disusun dengan memperhatikan kesatuan dan kebulatan gagasan. dengan tujuan membantu siswa atau si belajar agar ia belajar dengan mudah (Gagne & Briggs dalam Setyosari. Dalam penelitian ini. (5) Mengembangkan karangan Langkah yang terakhir dalam menulis karangan deskripsi adalah mengembangkan karangan. pilihan kata yang tepat. Gagne (dalam Setyosari. 2.3 Pembelajaran Menulis 2. pengisian tabel hasil imajinasi indera berfungsi sebagai bahan sekaligus kerangka karangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karangan antara lain organisasi. dan penggunaan ejaan. Secara khusus.3. 2001:1). Kesembilan peristiwa tersebut meliputi: (1) menarik perhatian. 2001:75―76) mengemukakan bahwa pembelajaran meliputi sembilan peristiwa pembelajaran. pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru. pembelajar. susunan kalimat yang menarik. Setyosari (2001:4) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membantu memudahkan siswa atau si belajar dalam rangka mencapai tujuan khusus yang diharapkan.

(5) memberi bimbingan belajar. untuk mencapai keterampilan itu. guru harus menjelaskan . Hal ini sesuai dengan pernyataan Kadir (2005:20) yang mengungkapkan bahwa kesenangan dalam mengikuti pelajaran ditentukan dengan bagaimana strategi dan model pembelajaran yang dapat dipakai guru dalam memberikan materi kepada siswa. (1) Prinsip Menulis adalah keterampilan berbahasa. 2005:3). karena pada dasarnya kreativitas guru dalam meramu pembelajaran (dengan model-model yang menyenangkan) akan menjadi bagian penting dalam pembelajaran. siswa harus diberi banyak latihan atau tugas-tugas. (4) menyajikan bahan-bahan stimulus. (6) membangkitkan semangat untuk mendapat unjuk kerja. Keberhasilan dalam pembelajaran menulis bergantung pada strategi dan model yang digunakan guru dalam pembelajaran tersebut. (7) memberikan balikan. Keterampilan akan dapat dicapai kalau banyak berlatih. dan (9) meningkatkan retensi dan transfer. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:70―72). Oleh karena itu. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang sepenuhnya mampu memberikan kesempatan pada anak didik untuk mengekspresikan pengalamannya secara mandiri dan kreatif dan tugas guru pada dasarnya hanyalah bagaimana dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta didik selama proses pembelajaran agar anak didik mampu menjadi dirinya sendiri (Suhaidi. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan kemampuan menulis adalah sebagai berikut.untuk belajar pengetahuan prasyarat. (8) menilai unjuk kerja. Sebelum guru memberikan tugas-tugas kepada siswa.

(4) Media Media pengajaran menulis bisa diambil dari contoh-contoh karangan yang sudah ada. (b) Pengajaran menulis bisa dimulai dari teori tentang menulis. bisa diambil dari surat kabar atau majalah. (2) Pembimbingan Bimbingan perlu diberikan secara intensif sejak siswa mulai belajar menulis sampai menghasilkan karangan. Guru bersama-sama siswa bisa mendiskusikan bagaimana pembetulan karangan itu. atau sebaliknya. (a) Pengajaran menulis bisa dimulai dari latihan aspek-peraspek kemampuan menulis.tugas-tugas apa yang diberikan kepada siswa dan apa yang harus dilakukan dan diperhatikan siswa. Dalam hal ini. yang diperlukan adalah siswa mengetahui bagaimana seharusnya menulis karangan yang baik. Guru mengawali pembelajaran dengan . Pembelajaran yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. pengoreksian terhadap karangan perlu dilakukan dan hasilnya perlu diinformasikan kepada siswa. kemudian dilanjutkan dengan latihan menulis karangan secara utuh. Setelah siswa menghasilkan karangan. kemudian dilanjutkan ke praktek menulis. (c) Hal-hal yang ditulis dimulai dengan hal-hal yang dikenal siswa/berada di lingkungan siswa ke hal-hal yang belum dikenal siswa. (3) Sifat pengajaran Pengajaran menulis bisa dilakukan dengan dasar berikut ini.

2002:21). yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan imajinasi kelima indera. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. Melalui pembelajaran menulis. Tema karangan yang ditulis siswa adalah adalah keindahan alam. dan suatu perasaan harga diri (a tool to help to developing personal satisfaction.3. 1993:5). pride.membangun pengetahuan awal siswa tentang tulisan deskripsi. Siswa dengan bimbingan guru melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi sesuai dengan tahapan dalam proses menulis yang telah direncanakan. Dengan tulisan. mengemukakan tidak kurang dari enam manfaat kegiatan mengarang. . dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. diharapkan siswa dapat memahami manfaat dari kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga siswa mempunyai kemauan untuk menulis tidak hanya dalam pembelajaran. (2) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pemahaman (a tool for understanding). Tujuan pembelajaran menulis yang ditekankan kepada siswa dapat dilihat dari manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan.2 Tujuan Pembelajaran Menulis Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. dengan objek pegunungan dan pantai. perasaan. (1) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pengungkapan diri (a tool for self-expression). mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. (3) Mengarang sebagai suatu sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi. yakni sebagai berikut. kebanggan. Bernard Percy (dalam Gie. and a feeling of self-worth). Seseorang yang mampu menulis. Objek yang akan dideskripsikan siswa dikemas dalam bentuk media gambar. 2.

analisis. (3) Tujuan berdasarkan tingkat kognisi yang dicapai. Tujuan tersebut antara lain sebagai berikut. maksudnya tujuan pengajaran menulis dapat didasarkan atas wujud tulisan yang diharapkan dikuasai oleh siswa. dan evaluasi. tujuan pengajaran menulis dapat ditentukan berdasarkan aspek yang ingin dicapai oleh siswa. di mana tujuan langsungnya adalah siswa dapat menulis secara langsung tanpa melalui tahapan kegiatan prasyarat. maksudnya dalam pertemuan pengajaran tertentu siswa diharapkan dapat mencapai tujuan yang bersifat teoritis sekaligus dapat mencapai tujuan yang bersifat praktis.(4) Mengarang sebagai suatu sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pencerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang (a tool for increasing awareness and perception of one’s environment). (6) Mengarang sebagai suatu sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dan kemampuan menggunakan bahasa (a tool for developing an understanding of and ability to use the language). sedangkan tujuan tidak . (2) Tujuan berdasarkan wujud tulisan/karangan. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:62―66). sintesia. penerapan. yaitu tujuan yang bersifat ingatan. (4) Tujuan langsung dan tidak langsung. not passive acceptance). (1) Tujuan yang bersifat teoritis dan praktis. (5) Mengarang sebagai suatu sarana untuk keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah (a tool for active involvement. pemahaman. biasanya diwujudkan dalam pengajaran menulis secara serentak.

(1) Acuan/Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. dkk.langsungnya adalah siswa dapat menulis dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan prasyarat. dkk. . (2004:109). (5) Tujuan yang bersifat diskrit dan pragmatik. 2004:109). Nurhadi. (2004:109) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penilaian kelas. bukan melihat aspek-peraspek. (2) Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut. yakni pengajaran menulis yang bersifat diskrit bertujuan ingin melihat aspek-aspek kemampuan menulis secara terpisah-pisah. sedangkan pengajaran menulis yang bersifat pragmatik bertujuan ingin melihat kemampuan menulis secara utuh. atau bernilai (Winkel.. guru berwenang untuk menentukan kriteria keberhasilan. Menurut Nurhadi. dkk. Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu.3. dan jenis penilaian.3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Evaluasi adalah penentuan sampai berapa jauh sesuatu berharga. Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi (Nurhadi. bermutu. 1996:475). penilaian kelas berorientasi pada hal-hal sebagai berikut. cara. 2.

yaitu sebagai berikut. (1) Pengukuran subjektif. dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. atau tentang prestasi (Winkel. Nurhasanah & Widodo (1993:72-74) memaparkan ada empat jenis pengukuran untuk mengukur kemampuan menulis. dan dilaksanakan secara terencana. 1996:477). Pengukuran merupakan deskripsi kuantitatif tentang keadaan suatu hal sebagaimana adanya atau tentang perilaku yang nampak pada seseorang. (4) Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapain kompetensi dasar peserta didik. bertahap. 1993:72). terbuka bagi semua pihak. yaitu tes dan nontes untuk memantau kemajuan dan hasil peserta didik. (3) Pengukuran global. adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara memeriksa langsung karangan berdasarkan impresi pemeriksa. Salah satu kegiatan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan pengukuran.(3) Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara. . adil terhadap semua peserta didik. adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara mencocokkan pekerjaan dengan kunci yang ada. Istilah “evaluasi” mengandung pengertian yang berbeda dengan “pengukuran”. (2) Pengukuran objektif. Pengukuran kemampuan menulis adalah proses atau tindakan untuk menentukan kualitas kemampuan menulis (Nurhasanah & Widodo. adalah pengukuran yang dilakukan secara global tanpa melihat aspekaspek kemampuan menulis yang mendukungnya agar melihat kemampuan menulis secara utuh.

Aspek-aspek yang diukur antara lain (1) aspek isi. perasaan. (2) aspek organisasi. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi selama pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk mengetahui apakah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran sudah terlaksana atau belum. Tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat .4.1 Pengertian Gambar sebagai Media Pembelajaran Media adalah sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan untuk mencapai tujuan (Wijaya. perhatian. yang terdiri dari subaspek kesesuaian. Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran.4. dan (3) aspek kebahasaan. yang terdiri dari subaspek kalimat. dan ejaan. dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar (Ibrahim & Nana. merangsang pikiran.1 Pengertian Gambar dan Imajinasi 2.1. 2003:112). 2005:19). adalah pengukuran kemampuan menulis yang bertujuan melihat kemampuan aspek-peraspek yang mendukung kemampuan menulis secara utuh. diksi. dan kreativitas 34 imajinasi. dilakukan pengukuran terhadap aspek-peraspek yang mendukung kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi secara utuh. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Penggunaan media merupakan salah satu unsur yang juga penting dalam pembelajaran. kerincian.(4) Pengukuran aspek-peraspek. 2.4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi 2.

atau perangkat teknologi modern yang lainnya (sebagai media). Kadir (2005:21) mengungkapkan bahwa kreativitas guru tercermin dalam bentuk inovasi yang dibawa dalam pembelajaran. dan waktu.berlangsung secara efisien dan efektif sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. gambar. membangkitkan motivasi dan rangsang kegiatan belajar. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis tehadap siswa. . yaitu suara (audio). ruang. Kadir (2005:21) menyatakan juga bahwa untuk memberikan kesenangan pada siswa. dan lingkungan. bentuk (visual). baik berupa inovasi materi ataupun model pembelajaran. antara siswa guru. 2002:15). Dari pernyataan tersebut. (3) media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. masyarakat. dapat diketahui bahwa gambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. guru dapat menggunakan kartu. Arsyad (2002:26―27) menyimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu: (1) media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Selanjutnya. serta memugkinkan terjadinya interaksi langsung. serta dapat juga memanfaatkan media yang lain untuk memberikan nuansa baru dalam pembelajaran. dan (4) media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan siswa. Brets (dalam Ibrahim & Nana. Menurut Hamalik (dalam Arsyad. (2) media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. dan gerak (motion). 2003:114) mengklasifikasikan media berdasarkan adanya tiga ciri.

yaitu: pertama. tempat. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. tempat. dan ukuran. Menurut Musbar (2006:5). yang dimaksud dengan imajinasi adalah daya untuk membentuk gambaran (imaji) atau konsep-konsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (penginderaan). dan ukuran. transparent picture atau gambar tembus pandang.1. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau gambar hasil seni fotografi. gambar dan lukisan tercetak. kedua. Wijaya (2005:20) menyimpulkan bahwa gambar ialah lukisan yang menampakkan orang.4. Nurhaeni (1997:17) menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. 2005:71). film strips dan transparencies (Sudjana & Rivai. Gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada siswa dalam pembelajaran. warna. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. 2. warna. maka imajinasi berkaitan langsung .2 Pengertian Imajinasi Secara umum.Gambar fotografi termasuk pada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. dapat disimpulkan bahwa gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain yaitu merupakan serangkaian informasi yang diungkapkan melalui bermacam-macam garis dalam berbagai macam bentuk. Oleh karena merupakan suatu daya. misalnya film slides. flat opaque picture atau gambar datar tidak tembus pandang. misalnya gambar fotografi.

imajinasi berfungsi mengisi bahasa. yaitu sebagai berikut. imajinasi melengkapi bahasa dengan prinsip-prinsip di luar analogi dan asosiasi. Dalam penulisan puisi. membuat hidup (lebih hidup) gambaran dalam pikiran dan penginderaan. 2001:55). dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. 2001:21). Gambaran-gambaran angan. istilah imajinasi biasa disebut dengan imaji (imaje). (2) Terhadap kemungkinan generalisasi oleh bahasa.dengan manusia yang memiliki daya tersebut. Proses mengimajinasikan merupakan proses membentuk gambaran tertentu. imajinasi memberi konteks keseluruhan tertentu pada pengalaman. (3) Terhadap tendensi pendefinisian realitas yang juga berakibat terhadap pendefinisian kebenaran. Tedjoworo (2001:53―56) mengemukakan tiga fungsi imajinasi dalam bahasa. yakni prinsip “posibilitas-logis”. . dkk. Jabrohim. (1) Terhadap kemungkinan penciutan pengalaman. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual penyair menggunakan gambaran-gambaran angan. gambaran pikiran. kesan mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya biasa disebut imaji (imaje). Ricoeur juga menambahkan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. untuk memberi gambaran yang jelas. menimbulkan suasana khusus. (2003:36) mengungkapkan bahwa dalam penulisan puisi. untuk menarik perhatian. agar pengalaman tidak sekedar dibahasakan melainkan lebihlebih digambarkan. dan terjadi secara mental (Tedjoworo. Menurut Ricoeur (dalam Tedjoworo.

serta membantu mereka menfsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dari buku teks (Sudjana & Rivai.Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. dan menggambar.4.2. (5) gambar mudah didapat dan murah. karangan. siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi. (4) gambar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah. dan untuk memberikan kesan mental kepada pembaca. dengan tujuan siswa dapat memberi gambaran yang jelas dan membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan mengenai objek yang akan dideskripsikan. 2005:70). Gambar fotografi pada dasarnya membantu para siswa membangkitkan minatnya pada pelajaran. serta . bacaan.4.3 2. (3) gambar mengatasi kekurangan daya mampu pancaindera manusia. dan pernyataan kreatif dalam bercerita. Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu.4. melukis. kegiatan seni. yaitu: (1) gambar bersifat kongkret.2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi 2. untuk menarik perhatian. dramatisasi. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Beberapa alasan diuraikan oleh Nurhaeni (1997:15) sebagai dasar menggunakan gambar. Dalam penelitian ini. penulisan. dapat disimpulkan bahwa imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. 2.1 Dasar Menggunakan Gambar Gambar dalam penelitian ini dipilih berdasarkan beberapa keuntungan gambar jika digunakan dalam pembelajaran.

4.2 Dasar Menggunakan Imajinasi . 2005:71–72).(6) gambar mudah digunakan. sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa. akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar. Menurut Sudjana & Rivai (2005:72). Meskipun mempunyai beberapa kelebihan jika dimanfaatkan dalam pembelajaran. (3) gambar fotografi bagaimanapun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran antara lain: (1) mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar. 2. tetapi gambar juga mempunyai beberapa kelemahan. untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu. (2) harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya. baik untuk perseorangan maupun untuk kelompok siswa. kelemahan gambar fotografi antara lain: (1) beberapa gambarnya sudah cukup memadai. (4) gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik (Sudjana & Rivai. (2) gambar fotografi berdimensi dua.2. (3) gambar fotografi bisa dipergunakan dalam banyak hal.

(2006:37―38) menyatakan bahwa wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal. maka sebaiknya kata-kata atau ungkapan yang mengandung perasaan atau penginderaan dan membangkitkan gambaran yang hiduplah yang lebih banyak dipakai. Penggunaan imajinasi juga didasarkan pada pernyataan Vivian (dalam Ahmadi. Menurut Tedjoworo (2001:56). yang menyatakan bahwa di dalam mendeskripsikan suatu tempat atau suatu pemandangan. karena pemerian berhubungan dengan penginderaan. imajinasi menghadirkan kembali imaji-imaji yang pernah dibatinkan melalui proses . Menurut Enre (1988:165). Beberapa kelemahan gambar juga mendasari penggunaan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Tedjoworo (2001:57) menyatakan bahwa sebagai daya reproduktif. Suatu definisi akan menjadi “realitas” yang digambarkannya ketika dibantu oleh imajinasi manusia yang menyertai gerak pemahaman di dalamnya. Ia harus tetap menjaga imajinasinya: waspada. Rani. siap siaga. yang berarti bahwa ia harus memvisualisasikan pemandangan yang dilukiskannya itu menjadi jelas dengan sendirinya agar menghasilkan suatu sajian lukisan atau gambaran yang jelas dan terang. Kemudian. 1995:30) mengenai tulisan deskripsi tentang tempat dan pemandangan. bahasa baru hidup dan berarti ketika imajinasi manusia bermain-main dalam tiap diskursusnya. mata hatinya dan mata pikirannya terbuka. penulis pertama-tama harus menentukan atau memastikan efek emosional utama atau kesan/impresi yang diinginkan untuk dibangkitkan. penulis harus menyeleksi rincian-rincian atau seluk-beluk (details) yang akan secara efektif mengembangkan impresi dan menyajikannya sejauh mungkin penulis itu dapat membuat deskripsinya hidup.Penggunaan imajinasi dalam penelitian ini didasarkan pada pengertian wacana deskripsi menurut beberapa ahli. dkk.

dan dekat dengan hidup kita sehingga diharapkan pembaca atau pendengar turut merasakan dan hidup dalam pengalaman batin penyair (Jabrohim. dkk.inderawi terhadap realitas. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. agar hasil deskripsi siswa menjadi lebih hidup sesuai . 1983:3) mengungkapkan bahwa orang tidak mungkin melihat suatu realitas tanpa interpretasi pribadi yang mungkin berhubungan dengan imajinasi. pendengaran. dideskripsikan dengan cara mengimajinasikannya dengan menggunakan indera penglihatan. penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi para penulis. Scholes (dalam Junus. dia akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. Menurut DePorter & Hernacki (2002:190). sedangkan realitas tidak mungkin lepas dari imajinasi. dan perabaan. Oleh karena itu.. khususnya dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. pencecapan. Imaji yang tepat akan lebih hidup. lebih ekonomis. Ketika seseorang belajar menulis deskripsi. 2003:36). kongkretnya melalui pengalaman. DePorter & Hernacki (2002:191) mengungkapkan bahwa dengan imajinasi. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi. Imajinasi selalu terikat kepada realitas. gambar yang hanya berdimensi dua dan tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. lebih segar terasakan. penciuman. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli di atas. dan mengubah pernyataan-pernyataan yang kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami. dapat disimpulkan bahwa imajinasi juga mempunyai peran dalam proses menulis karangan deskripsi. dan orang tidak mungkin berimajinasi tanpa pengetahuan suatu realitas.

siswa terlebih dahulu mengamati gambar untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi. dicecap. siswa mengembangkan pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam bentuk karangan deskripsi dengan memperhatikan syarat-syarat karangan deskripsi yang baik. dan “perabaan”. “penciuman”. pendengaran. Setelah mengisi tabel hasil imajinasi indera. Gambar yang digunakan adalah gambar dengan tema keindahan alam. yakni kolom indera “penglihatan”. penciuman.dengan realitas yang mungkin pernah dilihat. agar ketika menyusun karangan deskripsi berdasarkan gambar yang diamati. yaitu indera penglihatan. atau dirasakan sehingga apa yang dideskripsikan dapat dirasakan juga oleh pembaca. tetapi juga mampu mendeskripsikan apa yang didengar.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Gambar dalam penelitian ini dimanfaatkan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. kemudian memanfaatkan imajinasinya untuk mendeskripsikan gambar. . “pendengaran”. baik dari segi isi. “pencecapan”. dialami. Imajinasi dalam penelitian ini dibagi berdasarkan kelima indera. dan perabaan. yang terdiri dari lima kolom. Dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 2.4. dalam penelitian ini juga digunakan tabel hasil imajinasi indera untuk membantu siswa mengembangkan imajinasinya. Selain gambar. pencecapan. oganisasi. Siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasinya melalui kelima indera. Pengimajinasian dilaksanakan dengan cara mengisi tabel hasil imajinasi indera yang telah disediakan oleh guru. siswa tidak hanya mendeskripsikan apa yang dilihat. dicium. dan diraba.

karangan deskripsi siswa dipublikasikan melalui pembacaan di depan kelas dan penempelan di dinding kelas. LANGKAH-LANGKAH MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI Gambar 2.maupun kebahasaan. diksi. kalimat. langkah-langkah kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dapat dilihat pada bagan berikut. Setelah karangan diperbaiki berdasarkan hasil penyuntingan. Untuk lebih jelasnya. Karangan yang disusun siswa berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera harus diperbaiki setelah diadakan kegiatan penyuntingan antar teman. dan organisasi (Penyuntingan) 1. TAHAP PRAPENULISAN .1 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi Menyusun draf awal karangan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera Mengamati gambar Mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan kelima indera Meyunting karangan teman terkait dengan ejaan.

. TAHAP PENULISAN Memperbaiki karangan berdasarkan hasil penyuntingan dan komentar teman dengan memperhatikan ejaan. diksi.2. perabaan) 4. dan organisasi (Revisi) Memperbaiki judul karangan dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan isi karangan Mengisi tabel hasil imajinasi indera (penglihatan. penciuman. TAHAP PENYUNTINGAN DAN REVISI Menentukan judul karangan BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini disajikan metode yang digunakan dalam penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. kalimat. pencecapan. pendengaran. TAHAP PUBLIKASI Membacakan karangan di depan kelas Menempelkan karangan di dinding kelas 3.

Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. pada bagian ini dijelaskan tentang (1) rancangan penelitian. dan lain-lain) dan peneliti (dosen.. kepsek. 3. (2) tahap-tahap penelitian. waktu. 2007:63) menyatakan bahwa salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). dan (8) pengecekan keabsahan data. 2006:83). dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. pendekatan.. (7) prediksi hasil. (5) teknik pengumpulan data. (3) lokasi.Secara garis besar. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. (6) teknik analisis data. . dkk. siswa. Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). widyaiswara) dalam pemahaman. dan subjek penelitian. kesepakatan tentang permasalahan. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto. dkk. 2007:11). Suhardjono (dalam Arikunto. Kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi. Berdasarkan tujuan tersebut. metode. (4) data dan sumber data.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka.

antara guru dan peneliti. dan sejawat di negara lain (Wallace dalam Madya. sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu). sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan pendidik guru. tanpa tahun). sejawat dari lembaga/sekolah lain. antara guru dan manajer).Kolaborasi atau kerjasama dalam melaksanakan penelitian dapat dilakukan dengan: mahasiswa. . sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama.

peneliti bersama guru melanjutkan penelitian pada siklus II. Sebagai bentuk penguatan. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. Kolaborasi dilaksanakan dalam setiap tahap penelitian. Apabila melalui kegiatan refleksi sudah diketahui letak keberhasilan dan kekurangan atau permasalahan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. kesepakatan tentang permasalahan. serta pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. S. mulai dari tahap identifikasi masalah hingga refleksi. yang terangkai dalam satu siklus. dan (4) refleksi. (4) dan refleksi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan setiap tahap penelitian.2 Tahap-tahap Penelitian Seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya.Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. (3) observasi atau pengamatan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi..Pd. kegiatan pada siklus II pada dasarnya sama dengan kegiatan pada siklus I. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. (2) pelaksanaan tindakan. (2) pelaksanaan tindakan. Jika tujuan pada siklus I belum tercapai atau masih terdapat kekurangan. (3) observasi atau pengamatan. 3. Penentuan tahap-tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. Empat tahap yang dilaksanakan setelah studi pendahuluan merupakan rangkaian tahap dalam siklus I. dkk. Peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. maka setelah . penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru untuk menyamakan pemahaman. Ibu Sri Utami. yaitu (1) perencanaan tindakan. yakni (1) perencanaan tindakan.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi Tahap 2 • Pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tahap-tahap dalam penelitian ini dapat dilihat dalam bagan alur penelitian tindakan kelas sebagai berikut. STUDI PENDAHULUAN Tahap 1 • Pengamatan karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia • Wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X.diidentifikasi permasalahan atau hambatannya. dan mengidentifikasi permasalahan SIKLUS I PERENCANAAN TINDAKAN I • Menyusun rencana tindakan • Menyusun RPP • Mempersiapkan teks karangan deskripsi . pada siklus II peneliti dan guru melakukan perbaikan.

dan (4) tahap publikasi REFLEKSI SIKLUS I Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus I Permasalahan baru hasil refleksi siklus I SIKLUS II PERENCANAAN TINDAKAN II • Menyusun rencana perbaikan tindakan • Menyusun RPP . (2) tahap penulisan. (3) tahap penyuntingan dan revisi.• Menyiapkan media pembelajaran • Menyusun instrumen PELAKSANAAN TINDAKAN I • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus I: (1) tahap prapenulisan.

dan (4) tahap publikasi PENGAMATAN SIKLUS I Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat Gambar 3.. dkk. (2) tahap penulisan.PENGAMATAN SIKLUS II Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat REFLEKSI SIKLUS II Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus II PELAKSANAAN TINDAKAN II • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus II: (1) tahap prapenulisan. (3) tahap penyuntingan dan revisi.1 Alur Penelitian Tindakan (diadaptasi dari Suhardjono dalam Arikunto. 2007:74) .

Kegiatan studi pendahuluan dalam penelitian ini dilaksanakan dua tahap. yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan. Arikunto (2002:40) juga menambahkan adanya manfaat lain dari studi pendahuluan. dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang. situasi dewasa ini. 2002:39) menyatakan bahwa setelah studi pendahuluan peneliti menjadi lebih jelas terhadap masalah yang dihadapi. Winarno (dalam Arikunto. Studi pendahuluan juga dilaksanakan untuk meyakinkan peneliti bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mempunyai permasalahan yang perlu dipecahkan atau membutuhkan adanya perbaikan. hubungan dengan ilmu yang lebih luas. dari aspek historis.Permasalahan baru hasil refleksi siklus II Berhasil Simpulan SIKLUS KE-n 3. dan lainlain.2. Studi pendahuluan tahap pertama merupakan tahap observasi awal yang dilaksanakan dengan (1) menganalisis karangan deskripsi siswa kelas X.1 Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan kegiatan awal yang dilaksanakan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dari tugas yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran sebelumnya dan (2) .

Studi pendahuluan tahap kedua merupakan pelaksanaan pretes menulis karangan deskripsi. Perencanaan pada siklus I dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan setelah mengetahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. Dalam tahap menyusun rancangan. peneliti bersama guru secara kolaboratif berupaya meningkatkan kemampuan siswa kelas X. sedangkan perencanaan pada siklus II dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. tahap selanjutnya yang dilaksanakan dalam penelitian adalah perencanaan tindakan. Studi pendahuluan tahap pertama dilaksanakan sebagai tahap identifikasi awal yang bertujuan mengetahui permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2. yakni siklus I dan siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pernah dilaksanakan. sedangkan studi pendahuluan tahap kedua dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.wawancara atau tanya jawab dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. refleksi terhadap pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan oleh guru.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. wawancara dengan guru dan siswa. peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk . Pretes dalam penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. Berdasarkan pengamatan karangan deskripsi siswa. dan berdasarkan hasil pretes.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo. Tahap perencanaan tindakan dilaksanakan pada masing-masing siklus.2 Perencanaan Tindakan Setelah melaksanakan studi pendahuluan. 3.

Rencana tindakan disusun berdasarkan program dan jadwal yang telah disusun bersama guru. Pada tahap ini.diamati.2. 2007:18). Berdasarkan rancangan yang telah disusun. peneliti bekerjasama dengan guru merancang tindakan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa. 3. pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi untuk mengetahui kemampuan siswa. dkk. 2007:76). yaitu (1) tahap prapenulisan. dkk. (2) tahap penulisan. kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung (Arikunto. Rencana pembelajaran pada siklus I direncanakan dalam dua kali pertemuan yang terbagi menjadi empat tahap proses menulis yang harus dilalui siswa.. rancangan teknik dan skenario penerapan pembelajaran akan diterapkan (Suhardjono dalam Arikunto. dan disesuaikan dengan kondisi di sekolah.3 Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan. Selain menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). serta menentukan media yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yang masing-masing tindakan mencakup empat rangkaian kegiatan proses . dan (4) tahap publikasi. dengan menggunakan gambar dan imajinasi.. tindakan dalam penelitian ini terdiri dari tindakan I dan II. gambar dan imajinasi digunakan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. sesuai dengan rencana yang telah disusun. (3) tahap penyuntingan dan revisi. Pada tahap perencanaan ini. peneliti bersama guru juga menyusun instrumen pengumpul data yang akan digunakan dalam observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran.

(2) tahap penulisan. Hasil dari kegiatan pengamatan ini akan dijadikan acuan untuk melaksanakan refleksi. Data untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. 3. dan tahap publikasi. kegiatan pengamatan juga dilaksanakan terhadap hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. sedangkan pertemuan kedua adalah tahap penyuntingan dan revisi. Selain pengamatan terhadap proses pembelajaran. (3) tahap penyuntingan dan revisi. Masing-masing pertemuan mempunyai alokasi waktu dua jam pelajaran (2x45 menit). Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto. dan (4) tahap publikasi. catatan lapangan. Pada tahap observasi. baik pada pelaksanaan tindakan siklus I maupun siklus II. Observasi dilakukan mulai awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran. Pertemuan pertama adalah tahap prapenulisan dan tahap penulisan. peneliti berkolaborasi dengan guru mengamati jalannya pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2. yakni (1) tahap prapenulisan.4 Observasi atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. dan dokumentasi.menulis. Tindakan I dan II masing-masing dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pengamatan terhadap . 2002:133). Pada tahap ini dilakukan pengamatan dan pencatatan terhadap semua hal yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. dengan dibantu oleh seorang observer.

Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan. berdasarkan data yang telah terkumpul. kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan (Suhardjono dalam Arikunto. 2007:80). dkk.2. dengan perolehan nilai setelah diberi tindakan (setelah menggunakan . Refleksi pada hasil tindakan mengacu pada tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Data yang telah terkumpul pada tahap observasi dievaluasi pada tahap refleksi. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses dan hasil tindakan. Apabila setelah dievaluasi ternyata indikator keberhasilan belum tercapai. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan dalam pembelajaran sudah tercapai atau sebaliknya. serta mengetahui pencapaian keberhasilan tindakan.hasil karya siswa dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.. Refleksi ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan telah memberi peningkatan terhadap kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum digunakannya gambar dan imajinasi. Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi masalah untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.5 Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap selesai dilaksanakannya kegiatan pembelajaran. maka perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat dari selisih perolehan nilai pada tahap pretes (sebelum menggunakan gambar dan imajinasi). 3.

Jika berdasarkan kriteria yang ditetapkan menunjukkan bahwa hasil kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan lebih 54 baik dari dari hasil sebelum diberi tindakan. di SMA ini belum pernah diadakan penelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa. 3. Sejauh pengamatan peneliti. XI. Masing-masing tingkatan mempunyai enam ruang kelas. dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan. Oleh karena itu. terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan XII.gambar dan imajinasi). guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran. Selain itu.1 Lokasi Penelitian Penelitian tentang peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo yang beralamat di Jalan Slamet Cokro Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Waktu. Pemilihan SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran di SMA tersebut. padahal kemampuan menulis siswa masih kurang.3 Lokasi. yaitu kelas X. Jumlah ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebanyak 18 kelas yang terbagi menjadi tiga tingkatan. dan Subjek Penelitian 3. peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berupaya melaksanakan .3.

perbaikan pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa, khususnya dalam menulis karangan deskripsi.

3.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil, yakni bulan Desember 2007, dan pada semester genap, yakni bulan April sampai bulan Mei 2008 tahun ajaran 2007/2008. Penelitian pada semester ganjil dilaksanakan untuk mengidentifikasi masalah atau observasi awal, sedangkan penelitian pada semester genap dilaksanakan untuk kegiatan pretes dan pelaksanaan tindakan. Pemilihan waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan diupayakan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sebenarnya. Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meminta ijin kepada Kepala Sekolah. 3.3.3 Subjek Penelitian Siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2007/2008 merupakan subjek dalam penelitian ini. Tindakan diberikan pada seluruh siswa kelas X.2 yang terdiri dari 19 siswa putra dan 20 siswa putri. Dasar pemilihan siswa kelas X.2 sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 dianggap telah siap untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pemilihan ini juga berdasarkan anjuran dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2, dengan mempertimbangkan waktu penelitian.

3.4 Data dan Sumber Data

3.4.1 Data Data dalam penelitian ini terdiri dari data awal (pratindakan) atau data studi pendahuluan, data pelaksanaan tindakan, dan data hasil tindakan. Data awal adalah data hasil wawancara, data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi, dan karangan deskripsi siswa sebelum diberi tindakan, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah sebagai dasar menyusun rencana tindakan. Data pelaksanaan tindakan adalah data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Data hasil tindakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, setelah dilaksanakannya tindakan siklus I dan siklus II. 3.4.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. (1) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada subjek yang diteliti. Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkap dapat digali dengan baik (Susetyo, 2005:4). Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tidak

berstruktur dan bersifat informal. Pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek, atau keterangan lainnya diajukan secara bebas dan disesuaikan dengan kondisi saat wawancara. Wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan untuk memperoleh data berupa informasi terkait dengan pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan, sekaligus pendapat mereka tentang pembelajaran tersebut. (2) Pengamatan atau Observasi Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian (Susetyo, 2005:1). Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni observasi awal dan observasi pelaksanaan tindakan. Observasi awal dilaksanakan pada tahap studi pendahuluan untuk mengidentifikasi permasalahan sebelum dilaksanakan tindakan, sedangkan observasi pelaksanaan tindakan bertujuan untuk merekam aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Peneliti menggunakan lembar observasi atau catatan lapangan untuk mencatat setiap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Analisis Dokumen Analisis dokumen dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dokumen yang digunakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Analisis dokumen juga dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 3.6 Teknik Analisis Data

Sebelum menyimpulkan data.1 Pedoman Penyekoran Hasil Menulis Karangan Deskripsi Siswa No Aspek Subaspek Indikator 1 1. Penilaian dilakukan dengan memberikan skor terlebih dahulu terhadap karangan deskripsi siswa. kesulitan yang dialami siswa. sesuai dengan indikator yang telah ditentukan dalam pedoman penyekoran.1 berikut. serta hasil yang diperoleh setelah diberikan tindakan. (1) Menelaah data terkumpul. Tahap penyimpulan dilaksanakan dengan mengacu pada data yang disajikan dan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. yakni menyeleksi. memfokuskan. Pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi siswa dapat dilihat pada tabel 3.Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. peneliti melakukan penyusunan informasi secara naratif yang berdasarkan hasil reduksi data dengan tujuan dapat menarik simpulan tentang proses pembelajaran. (2) Mereduksi data. dilaksanakan penilaian terhadap karangan deskripsi siswa. dan menyederhanakan semua data yang diperoleh. Untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3. (3) Menyimpulkan data yang telah direduksi dan disajikan secara naratif. perkembangan kemampuan siswa. Isi 2 3 Skor 4 5 Kesesuaian Isi karangan sesuai dengan judul dan .

tujuan penulisan Kerincian Isi karangan menggambarkan objek dengan rinci atau sedetail-detailnya sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan secara nyata apa yang dirasakan penulisnya Kreativitas imajinasi Isi karangan dikembangkan berdasarkan imajinasi kelima indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, dan perabaan) dan didukung oleh opini atau kesan penulis terhadap objek 2 Organisasi Organisasi Karangan disusun dengan runtut, saling terkait, dan terarah 3. Kebahasaan Kalimat Kalimat yang digunakan bervariasi, efektif, dan terbebas dari kesalahan tata bahasa Diksi Perbendaharaan kata bervariasi dan digunakan secara tepat dan efektif Ejaan Pilihan kata, kata depan, huruf kapital, tanda baca, dan imbuhan digunakan secara tepat (sesuai dengan EYD)

Keterangan:

Skor 1 : Sangat Kurang (SK) Skor 2 : Kurang (K) Skor 3 : Cukup (C) Skor 4 : Baik (B) Skor 5 : Sangat Baik (SB) Skor maksimal: 35 (Sumber: diadaptasi dari Basuki, 1997:38―40) Setelah ditemukan skor pada masing-masing subaspek karangan deskripsi siswa berdasarkan tabel 3.1, kemudian dihitung nilai siswa atau persentase pencapaiannya dengan rumus sebagai berikut.

Nilai = %100xmaksimalSkordiperolehyangSkor (Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:236) Dari nilai yang diperoleh, siswa dikatakan mampu apabila nilai yang diperoleh dapat mencapai standar keberhasilan minimal dengan mengacu pada pedoman standar keberhasilan yang telah ditentukan. Berikut pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3.2 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Pencapaian (%) Kualifikasi Angka 80−100 65−79 5 4 A B Kategori Nilai Tingkat Keberhasilan Huruf Baik Sekali Baik Berhasil Berhasil

56−64 40−55 20−39

3 2 1

C D E

Cukup Kurang Gagal

Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245) Keterangan: Pedoman standar keberhasilan minimal yang harus dicapai siswa (Tabel 3.2) telah disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, yakni 65%. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat dari perbandingan nilai pretes siswa (karangan deskripsi sebelum menggunakan gambar dan imajinasi) dengan nilai siklus I dan nilai siklus II (karangan deskripsi setelah menggunakan gambar dan imajinasi). Jika diperoleh hasil bahwa nilai siswa pada siklus II lebih baik dari dari nilai siklus I, dan nilai siklus I lebih baik dari nilai pretes, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan.

3.7 Prediksi Hasil Hasil yang diharapkan dari penelitian ini secara umum adalah adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan atau standar ketuntasan minimal (SKM) yang telah ditentukan, yakni 65%. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspeknya, yakni pada (1) aspek isi, yang meliputi (a) kemampuan dalam menyesuaikan isi dengan judul

Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara.dan tujuan penulisan. (c) kemampuan dalam mengimajinasikan objek menggunakan kelima indera. dan terarah.8 Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data bertujuan memperoleh data yang sahih dan absah yang diperoleh dari hasil wawancara. Kolaborator yang dimaksud adalah guru Bahasa Indonesia kelas X. peneliti dibantu oleh kolaborator dan observer dalam mengumpulkan data. yang meliputi (a) kemampuan dalam menyusun kalimat. dan (3) aspek kebahasaan. terkait. sedangkan observernya adalah rekan sejawat peneliti. 3. yaitu ketekunan pengamatan dan pemeriksaan mitra peneliti (kolaborator dan observer). dan analisis dokumen. Ketekunan pengamatan adalah pengecekan keabsahan data dengan cara menyesuaikan antara tahap yang direncanakan dengan tahap yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (b) kemampuan dalam merinci objek yang dideskripsikan. (b) kemampuan dalam menggunakan diksi atau pilihan kata.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. . dan (c) kemampuan dalam menggunakan ejaan. (2) aspek organisasi. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti bertujuan memperoleh hasil interpretasi data secara objektif. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti adalah ketika melaksanakan penelitian. yakni kemampuan dalam mengorganisasikan gagasan dengan runtut. observasi.

dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember 2007. khususnya di kelas X. Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi awal adalah (1) mengamati secara langsung proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X.1 Observasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah observasi awal.2 terkait dengan pembelajaran menulis.1 Studi Pendahuluan 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. (2) pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. (2) wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. 4. dan (3) pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa . khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan.1. Paparan data yang disajikan meliputi paparan tentang (1) studi pendahuluan. Observasi awal bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.BAB IV PAPARAN DATA Pada Bab IV ini disajikan paparan data berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan.2. dan (3) hasil tindakan siklus I dan siklus II.

berdasarkan tugas yang telah diberikan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. .

Tujuan pelaksanaan pretes adalah mengetahui lebih detail tentang permasalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X.Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara.1. Siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi tanpa dibimbing untuk melakukan kegiatan sesuai tahapan yang sebaiknya dilakukan dalam proses menulis. dan (4) publikasi. 4. Berdasarkan pengamatan terhadap hasil karya siswa. Guru belum memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis. guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Selain itu. (2) penulisan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. Guru tidak berupaya membimbing siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran. Pretes dilaksanakan dengan memberikan tugas menulis karangan deskripsi pada siswa tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.2. juga diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. Tugas yang diberikan pada siswa difokuskan pada penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.2 Pretes 4. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa dari tugas yang diberikan guru dalam . seperti (1) prapenulisan.1. Kegiatan pretes juga untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa mengunakan gambar dan imajinasi. (3) penyuntingan dan revisi.1 Perencanaan Pretes Perencanaan pretes dilaksanakan berdasarkan hasil observasi awal. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal.

Pembelajaran menulis deskripsi dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.” Guru : “Apa kabar semuanya? Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini? Siswa : “Sudah.2. Setelah itu. anak-anak. guru meminta siswa menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. yakni siswa SMA.” Siswa : “Selamat siang. 4. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Selain itu..” . peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mendiskusikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul selama pembelajaran menulis deskripsi dan berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dialog 1: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Pretes/Rabu. Bu. yaitu pada hari Rabu tanggal 23 April 2008 dengan alokasi waktu 2x45 menit. Dalam kegiatan ini. yang menunjukkan bahwa objek yang digambarkan dalam karangan deskripsi siswa mayoritas berupa objek tempat atau pemandangan.2. Dalam kegiatan pretes ini. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian.2 Pelaksanaan Pretes Kegiatan pretes dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.1.pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan. 23 April 2008) Guru : “Selamat siang.. guru membangun ingatan siswa terkait dengan materi tulisan deskripsi yang pernah dipelajari pada semester sebelumnya. Sebelum siswa melaksanakan kegiatan menulis.. peranan peneliti hanya sebagai pengamat.

” Guru : “Ada yang ingin ditanyakan?” Siswa : “Tidak..” Guru : “Baik.. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan tulisan deskripsi?” Siswa : (saling berbisik dengan siswa lainnya) Guru : “Ayo. Bagaimana. Kalian juga pernah mencoba menulis tulisan deskripsi. sekarang Ibu ingin kalian menulis sebuah karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. kerjakan mulai dari sekarang!” . sudah mengerti semuanya anak-anak?” Siswa : “Sudah. Tulisan deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan atau menceritakan suatu objek. Ibu jelaskan lagi. kita pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi. Bisa dimengerti anak-anak?” Siswa : “Bisa.” Guru : “Ada yang ingin menambahkan lagi?” Siswa : (diam) Guru : “Baik.. siapa yang masih ingat dengan pengertian tulisan deskripsi?” Siswa : “Tulisan yang menggambarkan suatu objek. atau tempat-tempat rekreasi yang pernah kalian kunjungi. sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan tersebut.. Bu. tempat tinggal kalian.” Guru : “Baik. ataupun tempat.... baik itu benda.. manusia. jika kalian sudah mengerti. Kalian boleh mendeskripsikan sekolah kita.Guru : “Anak-anak..

Meskipun tema telah ditentukan. mengumpulkan bahan. Padahal. Kemampuan awal siswa dapat diketahui dari hasil penilaian terhadap karangan deskripsi siswa yang ditulis pada tahap pretes.2. tanpa adanya bimbingan dari guru. memahami tujuan penulisan.Selama pretes. kegiatan ini juga perlu dilaksanakan agar siswa mengetahui manfaat kegiatan menulis yang telah dilaksanakan. Setelah dua jam pelajaran berjalan. dan menentukan judul. sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi.3 Hasil Evaluasi Pretes Pretes dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan detail permasalahan yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum diberikan tindakan. guru tidak membimbing siswa untuk menentukan dan memahami topik atau objek yang akan dideskripsikan. maupun kebahasaan. baik dari segi isi. semua hasil karangan siswa langsung dikumpulkan tanpa dikoreksi atau diberikan balikan baik dari sesama siswa maupun guru. Setelah memberikan skor pada . Dalam kegiatan menulis. kegiatankegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk membantu siswa mengembangkan karangan deskripsi dengan baik. Penilaian karangan deskripsi siswa mengacu pada pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi yang telah disusun. Kegiatan penyuntingan dan perbaikan juga tidak dilaksanakan sehingga siswa tidak mengetahui di mana letak kekurangan hasil karangannya. siswa tidak melalui tahap-tahap proses menulis mulai dari prapenulisan hingga publikasi. organisasi. dan bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik. Padahal. Siswa juga tidak melaksanakan kegiatan publikasi. siswa melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi seperti pada pembelajaran sebelumnya. baik melalui pembacaan di depan kelas ataupun menempelkannya di dinding kelas. 4.1.

Tingkat keberhasilan siswa kelas X. Sebagian besar siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang).setiap subaspek pada masing-masing aspek karangan deskripsi siswa. dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih kurang.13 12.51 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil Berdasarkan tabel 4.1 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X.79%.54 20. yang kemudian ditentukan tingkat keberhasilannya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4.1.54% dari .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Tahap Pretes No. Bahkan. yakni 65%. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes (Lampiran 11a). guru memberikan nilai pada karangan deskripsi siswa secara utuh. Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). hanya dua siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). dari jumlah siswa keseluruhan. yakni sebanyak 24 siswa atau 61.82 61. dapat diketahui bahwa pada tahap pretes. Tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tahap pretes hanya mencapai 45.1 berikut. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 2 5 24 8 Persentase 5. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih di bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan.

kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.82% dari jumlah siswa keseluruhan. hanya 5. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal) sebanyak 8 siswa atau 20. Skor 5 merupakan skor tertinggi dengan kriteria “sangat baik”.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berdasarkan rentangan skor dalam menulis karangan deskrispi pada setiap subaspek pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. pada tahap pretes. sedangkan 94. dan skor 1 dengan kriteria “sangat kurang”. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak lima siswa atau 12. skor 3 dengan kriteria “cukup”. yakni: (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian.2 berikut.jumlah siswa keseluruhan. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. skor 4 dengan kriteria “baik”. dan (c) ejaan. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. Penguasaan siswa kelas X. Tabel 4. Jadi.87% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Penilaian dilaksanakan dengan memberikan skor pada setiap subaspek dengan rentangan 1—5 sesuai dengan kriteria pencapaian indikatornya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi perlu ditingkatkan.2 Penguasaan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Tahap Pretes No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Skor 2 Skor 3 Skor Skor 5 Jumlah Siswa . skor 2 dengan kriteria “kurang”. (2) aspek organisasi. (b) kerincian. (b) diksi. Oleh karena itu. dan (c) kreativitas imajinasi.51% dari jumlah siswa keseluruhan.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan.

baik dari aspek isi. 4.99% siswa yang memperoleh skor 4 (baik).56 4 9 16 15 12 13 14 12 21 12 7 4 2 5 2 8 - Berdasarkan tabel 4. Oleh karena itu.2. rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek pada tahap pretes masih kurang.43% siswa memperoleh skor 2 (kurang). 23. Dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai.Kurang Kurang Cukup 4 Baik Sangat Baik - 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. maupun kebahasaan. Pada penilaian setiap subaspek.81% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh skor 1 (sangat kurang). dan hanya 10.77 46. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). kemampuan siswa kelas X.44 42.1.46 40 9 12 17 11 15 8 20 12 5 8 - 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 50. 30. 34.62 58. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 4 (baik).77% siswa memperoleh skor 3 (cukup).4 Refleksi Pretes . Skor tertinggi yang diperoleh siswa pada subaspek kreativitas imajinasi adalah 3 (cukup).2. organisasi.67 37.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. Bahkan pada subaspek kreativitas imajinasi.

penyuntingan dan revisi. Dalam kegiatan refleksi. guru melaksanakan refleksi. Siswa tidak dibimbing untuk menciptakan pemahaman sendiri sehingga siswa hanya sebatas tahu tentang tulisan deksripsi tanpa diimbangi dengan kemampuan dalam menuangkan ide dalam bentuk karangan deskripsi. pada dasarnya siswa sudah mengetahui tentang konsep tulisan deskripsi. dan publikasi. Beberapa siswa masih ingat tentang pengertian dan karakteristik tulisan deskripsi yang pernah diajarkan oleh guru. Siswa tidak memahami langkah-langkah yang baik dalam menghasilkan sebuah karangan sehingga karangan yang dihasilkan tidak maksimal. organisasi. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes yang menunjukkan . baik dari aspek isi. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk karangan deskripsi yang baik. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran pada tahap pretes. diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. yakni tahap prapenulisan. penulisan. Melalui kegiatan refleksi. maupun kebahasaan.Setelah melaksanakan evaluasi pada tahap pretes. guru mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran menulis karangan deskripsi berlangsung. Siswa juga tidak diberikan pemahaman mengenai macammacam deskripsi dan bagaimana menulis deskripsi dengan disertai opini agar dapat menumbuhkan imajinasi pembaca. pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi hanya diperoleh dari guru. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Namun. Kegiatan penulisan siswa tidak melalui tahap-tahap dalam proses menulis.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih belum mamahami wujud karangan deskripsi yang sebenarnya. (7) Masih banyak siswa yang mengalami kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. (4) Siswa mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan indera penglihatan saja. (8) Siswa tidak memahami bahwa kegiatan menulis merupakan suatu proses sehingga menganggap bahwa setelah karangan dikumpulkan. (5) Siswa belum mampu menyertakan opini atau kesan dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. tanpa mengembangkan berdasarkan indera yang lain sehingga karangan yang dihasilkan kurang rinci atau detail dan pembaca juga tidak mampu mengimajinasikan dengan kelima indera. (6) Perbendaharaan diksi dalam karangan siswa kurang sehingga sering terjadi pengulangan kata atau kalimat yang sama. Secara rinci. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes adalah sebagai berikut. tidak ada kegiatan lanjutan yang harus . (3) Isi karangan siswa tidak fokus pada suatu objek atau pendeskripsian objeknya kurang terarah sehingga sulit dirasakan oleh pembaca. baik dari judul maupun isinya.bahwa nilai yang diperoleh sebagian besar siswa kelas X. Bahkan. ada beberapa siswa yang tidak memberikan judul dalam karangannya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum dapat mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. (2) Siswa belum mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan judul karangan. (1) Masih ada beberapa karangan siswa yang mengandung pola pengembangan narasi.

sedangkan rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus II dan siklus ke-n dirancang untuk mengatasi permasalahan yang masih ditemukan pada siklus sebelumnya. Rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus I dirancang untuk mengatasi segala permasalahan yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan (pretes). Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes. kegiatan perencanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan. maka guru merencanakan tindakan untuk mengatasinya.2.dilakukan. Tindakan yang diberikan pada siklus I bertitik tolak pada permasalahan yang ditemukan pada saat observasi dan hasil pretes pada tahap studi pendahuluan. Siswa puas dengan hasil karangan yang telah dibuat tanpa adanya perbaikan atau penyuntingan untuk memaksimalkan hasil karangannya.2 Pelaksanaan Tindakan 4. maka akan ditindaklanjuti pada siklus selanjutnya.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I 4. Hal ini dikarenakan karangan siswa hanya sekedar dikumpulkan tanpa ada kegiatan publikasi. Penerapan tindakan dari seluruh rencana pembelajaran akan direncanakan dalam dua siklus. Pembelajaran siklus I dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan. Namun.1 Perencanaan Tindakan Siklus I Setelah melaksanakan kegiatan studi pendahuluan.1. 4. (9) Siswa tidak mengetahui manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga karangannya tidak maksimal. apabila dalam dua siklus belum juga mengalami peningkatan yang signifikan.2. .

Pada tahap perencanaan ini. Bentuk tabel hasil imajinasi indera yang harus diisi siswa sebagai dasar penulisan karangan deskripsi pada siklus I adalah sebagai berikut.3 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus I PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM PERASA PERABA . tetapi juga berdasarkan hasil imajinasi kelima indera. Hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bahan sekaligus kerangka yang digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bentuk realisasi dari hasil pengamatan terhadap gambar. (1) Guru menggunakan gambar dan tabel hasil imajinasi indera dalam pembelajaran menulis deskripsi. karangan deskripsi siswa nantinya menjadi lebih rinci dan tidak hanya berdasarkan apa yang dilihat saja. Tabel 4. (2) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan pengamatan terhadap gambar sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi. yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Dengan tabel hasil imajinasi indera. disusun rencana tindakan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Gambar berfungsi sebagai objek yang akan dideskripsikan sehingga hasil karangan siswa nantinya menjadi lebih fokus dan terarah. (3) Guru membimbing siswa untuk mengisi tabel hasil imajinasi indera. Beberapa tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus I untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada tahap studi pendahuluan antara lain sebagai berikut.

guru menjelaskan kembali pengertian tulisan deskripsi. disusun rencana pembelajaran pada siklus I. dan (4) publikasi. Metode ceramah minim dilakukan. (1) Guru menggali kembali pengetahuan siswa tentang tulisan deskripsi. . (5) Guru berupaya menggunakan berbagai media dalam menyampaikan materi agar siswa mampu menciptakan pemahaman sendiri tentang konsep karangan deskripsi. Dengan beberapa tindakan yang akan diberikan. Untuk memantabkan pengetahuan siswa dan mengurangi kesalahan siswa pada tahap pretes. siswa harus melaksanakan proses menulis yang terdiri dari 4 tahap.(4) Dalam menghasilkan sebuah karangan deskripsi. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Setiap tahap dalam proses menulis karangan deskripsi dilakukan sendiri oleh siswa dengan bimbingan dari guru. Urutan kegiatan dalam proses menulis siswa tidak harus terpaku pada urutan tahap yang telah ditentukan. (2) penulisan. (3) penyuntingan dan revisi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. Sebagai penguatan. Tindakan siklus I direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. keempat tahap tetap harus dilalui oleh siswa agar siswa lebih memahami tentang konsep karangan deskripsi dan tujuan penulisannya sehingga karangannya menjadi lebih baik. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. guru menyajikan contoh karangan deskripsi dan narasi. yaitu (1) prapenulisan. Berikut ini rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. Namun.

siswa mengamati gambar. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar. 76 (3) Guru memberikan tema keindahan alam kepada siswa. Siswa diberikan .(2) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pemilihan gambar pegunungan didasarkan pada lingkungan terdekat siswa yang berada di desa. guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. (Tahap Prapenulisan) (4) Setelah tabel hasil imajinasi indera diisi oleh siswa. Guru menunjukkan contoh gambar. guru menunjukkan tulisan deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan tahap pengumpulan bahan agar siswa tidak kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi sehingga karangan deskripsi siswa menjadi lebih rinci dan detail. dan contoh karangan deskripsi yang dikembangkan berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. Selanjutnya. Dari contoh yang sama. yang masih tampak gunung dan persawahan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dan menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. contoh pengisian tabel hasil imajinasi indera. Guru membagikan gambar pegunungan dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. dengan membacakannya di depan kelas. (Tahap Penulisan) (5) Guru menyajikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada tahap pretes. menentukan judul. dan menuliskannya di papan tulis.

(Tahap Penyuntingan dan Revisi) (7) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami manfaat kegiatan menulisnya.kesempatan untuk mengomentari karangan deskripsi yang disajikan. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Siklus I dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada tahap pretes . Siswa dengan bimbingan guru menemukan kesalahan yang terdapat dalam karangan yang disajikan. masing-masing karangan direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran dari teman. (6) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik dan pentingnya melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi.2. (Tahap Publikasi) 4.2 Proses Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan pada siklus I mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. Guru juga membimbing siswa untuk menempelkan hasil karangan deskripsinya di dinding kelas.1. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar atau saran perbaikan terhadap hasil karangan teman. Tindakan dalam siklus I merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan siswa dalam menulis karangan deskripsi yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. baik dari segi isi maupun kebahasaannya. dan bangga terhadap hasil tulisannya.

Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis . Jadi. yaitu (1) tahap prapenulisan. (3) tahap penyuntingan dan revisi.belum menunjukkan penguasaan siswa dalam menulis karangan deskripsi. dan (4) tahap publikasi. peneliti bertindak sebagai guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sendiri oleh peneliti. organisasi. dengan alokasi waktu 2x45 menit.15. guru mempresensi siswa. Nilai yang dicapai oleh siswa dalam menulis karangan deskripsi masih rendah dan di bawah standar keberhasilan yang ditetapkan.1. Proses pelaksanaan tindakan pada siklus I akan diuraikan sebagai berikut. Tindakan siklus I diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada tahap pretes. Sebelum memulai pembelajaran. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. dengan rangkaian proses menulis seperti yang telah direncanakan.2. mulai pukul 11.2. yakni pada jam ke 7―8. Tindakan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. (2) tahap penulisan. maupun kebahasaan. 78 4.1 Pertemuan Pertama Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 7 Mei 2008.2.45 hingga 13. Kegiatan pembelajaran pertemuan I siklus I dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. baik dari aspek isi.

...” Guru : “Berarti kalian pasti paham tentang karangan deskripsi. dalam beberapa pertemuan ke depan kalian akan belajar bersama Ibu..” Guru : “Seperti yang telah Bu Sri katakan.” Guru : “Sebelumnya Ibu ingin bertanya..” Siswa : “Waalaikumsalam…. Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini bersama Ibu?” Siswa : “Siap.. Bagaimana khabarnya hari ini?” Siswa : “Baik. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. .” Guru : “Selamat siang semuanya. Dialog 2: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu.. Apa yang dimaksud dengan karangan deskripsi?” Siswa : (secara serentak) “1) Karangan yang dikembangkan berdasarkan suatu objek. 2) Karangan yang menggambarkan suatu objek. Bu. Berikut dialog yang dilaksanakan oleh guru dengan siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terkait dengan tulisan deskripsi. 7 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr. Guru juga menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.” Guru : “Kalian pernah menulis karangan deskripsi?” Siswa : “Pernah .deskripsi pada pertemuan I. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka.. Wb. Bu.. apa kalian pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi?” Siswa : “Pernah .

guru menjadi lebih mudah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan membimbing siswa untuk menulis deskripsi karena siswa telah mempunyai bekal dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Ibu ingin kalian mengungkapkan pendapat dengan tertib. Dengan begitu. Namun.Guru : “Anak-anak. ada lagi yang ingin menambahkan?” Siswa : (salah satu siswa mengangkat tangan) “Karangan yang menceritakan suatu objek berdasarkan apa yang dilihat. guru dapat mengetahui bahwa pada dasarnya siswa sudah mengetahui konsep dasar tulisan deskripsi. . Siswa juga sudah pernah menulis karangan deskripsi. Hal ini dilakukan guru sebagai penguatan atau memantabkan pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi.” Guru : “Bagus! Ada lagi yang masih ingat tentang pengertian karangan deskripsi?” Siswa : (Diam) Berdasarkan dialog 2. guru menyajikan dua contoh kutipan karangan siswa dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Coba biasakan mengangkat tangan sebelum menyampaikan pendapat kalian. Penjelasan yang diberikan oleh guru didasarkan pada jawaban siswa yang telah dirangkum dan ditulis di papan tulis sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahaminya karena mereka sendiri yang menemukan. Siswa dibimbing untuk menemukan perbedaan karangan deskripsi dan narasi dari kedua contoh yang disajikan. dirasa. guru tetap menjelaskan kembali tentang pengertian tulisan deskripsi kepada siswa. dan satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan narasi (Lampiran 7). Baik. dan dialami. Agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan dalam menyusun karangan deskripsi sebelumnya. Satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan deskripsi.

. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menulis karangan deskripsi. Sudah pernah belajar menulis deksripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi?” Siswa : “Belum.” Siswa : (Diam memperhatikan) Guru : “Selain itu... Ibu akan memberikan gambar kepada kalian. Ibu yakin kalian sudah pandai tentang karangan deskripsi. Ketika kalian mendeskripsikan gambar. Memang bagaimana caranya Bu?” Guru : “Nanti. Kalian mau kan jika tulisan kalian dipublikasikan?” Siswa : “Mau Bu. kalian harus menggunakan imajinasi kelima indera kalian. 7 Mei 2008) Guru : “Baik anak-anak.. hasil karangan kalian akan bermanfaat. Jadi. Kita juga akan mencoba kembali menulis karangan deskripsi. Gambar itu berfungsi sebagai objek yang nantinya harus kalian deskripsikan. Dialog 3: Penjelasan Kompetensi yang Akan Dicapai dalam Pembelajaran dan Manfaat Pencapaian Kompetensi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu.Sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran. Kali ini kita akan belajar menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. tunggu sebentar.” . Pada pembelajaran kali ini kita akan kembali belajar tentang karangan deskripsi.” Siswa : (saling menggumam) “Ya.h.... Kita akan membuat mading di kelas kalian.. kegiatan menulis deskripsi kalian nanti juga tidak hanya sekedar menulis saja.. guru terlebih dahulu menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran serta manfaat pencapaian kompetensi. kok deskripsi lagi seh Bu?” Guru : “Tunggu sebentar. mau sekali.. tetapi hasil tulisan deskripsi kalian nantinya akan dipublikasikan dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.

guru memberikan tindakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengembangkan karangan deskripsi pada tahap pretes. dalam bentuk transparansi (Lampiran 8). Sebelum siswa memulai proses menulis. Guru mengenalkan siswa tentang deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. Karena siswa telah memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bersama guru. guru melaksanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Guru menggunakan gambar dan imajinasi dalam proses menulis siswa. 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti. Guru terlebih . guru menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. seperti yang telah dilaksanakan pada tahap pretes. Dengan menggunakan contoh karangan yang sama. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. guru terlebih dahulu memberitahukan bahwa fokus penulisan deskripsi yang akan dilaksanakan oleh siswa adalah penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) mengamati gambar. Guru kemudian menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (2) menentukan judul karangan. siswa diharapkan mampu mendeskripsikan objek dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. dapat diketahui bahwa dengan menjelaskan terlebih dahulu kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk memahami manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan.Dari dialog 3. Melalui kegiatan ini. Pada tahap prapenulisan.

Siswa diberikan kebebasan untuk menyusun karangan deskripsi berdasarkan hasil imajinasinya dengan bimbingan guru. Namun. pada tahap penulisan beberapa siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi. Ada beberapa siswa yang dengan cepat menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. gambar yang digunakan pada siklus I adalah gambar pegunungan. Siswa tampak dengan tekun mengamati gambar. Guru mengamati dan membimbing siswa selama kegiatan prapenulisan. Siswa juga mulai mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan imajinasi kelima indera mereka. Seperti yang telah direncanakan. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Guru kemudian memberikan perintah kepada siswa untuk memulai kegiatan prapenulisan. Setelah tahap prapenulisan. Seperti pada tahap prapenulisan. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Selama kegiatan prapenulisan. siswa mulai mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah dipilih. tidak ada siswa yang bertanya. dengan mengacu pada gambar yang diamati. Pada tahap penulisan. ada juga beberapa siswa yang masih bingung .dahulu membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada masing-masing siswa. Kegiatan prapenulisan juga merupakan kegiatan pengumpulan bahan yang bertujuan memudahkan siswa untuk mengembangkan idenya ke dalam karangan deskripsi. Banyak siswa yang masih terlihat bingung atau kesulitan untuk mengembangkan imajinasi kelima indera mereka. Siswa dibimbing untuk menentukan judul karangan berdasarkan gambar yang diamati. tetapi juga masih banyak siswa yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera.

7 Mei 2008) Guru : “Anak-anak. kapan karangannya dibacakan di depan kelas dan ditempel?” Guru : “Nanti Ibu jelaskan. Ada siswa yang masih bersemangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran. tetapi ada juga siswa yang masih belum menyelesaikan karangan sehingga berupaya menyelesaikannya dengan tergesa-gesa.” Siswa : “Bu. guru mengingatkan siswa untuk mengakhiri kegiatan menulis dan mengumpulkan karangan ke depan karena waktu yang diberikan hampir habis.. silahkan dikumpulkan di meja Ibu. waktunya tinggal lima menit lagi. .” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Iya. Bu. Siswa antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi. tampak beberapa siswa dengan antusias mengumpulkan hasil karangan awal. yakni membacakan hasil karangan di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Yah. segera diselesaikan! Ibu beri waktu lima menit lagi...” Dari dialog 4.. Dialog 4: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus I Pertemuan I/Penutup/Rabu.Bu.. meski mereka telah mempunyai bahan penulisan berupa hasil imajinasi indera. meski jam pelajaran sudah hampir habis. Sekarang bagi yang belum selesai. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran. Bagi yang karangannya sudah selesai.untuk mengembangkan karangan deskripsi.. belum Bu...

45.1.2. jumlah jam pelajaran di SMA Negeri 1 Purwoharjo adalah delapan jam pelajaran. yakni mulai pukul 10. 4.15 hingga 11. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I juga dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. Guru juga meminta siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. Seperti halnya pembelajaran pada pertemuan I siklus I. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. sedangkan pada hari Sabtu jumlah jam pelajarannya hanya enam jam pelajaran. Jika hari Rabu. Hal ini disebabkan di SMA Negeri 1 Purwoharjo jumlah jam pelajaran pada hari Rabu berbeda dengan jumlah jam pelajaran pada hari Sabtu. dengan alokasi waktu yang sama dengan pembelajaran pada pertemuan I. Guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Namun.Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II dilaksanakan pada jam ke 5―6. yaitu 2x45 menit. Guru juga .2. Di akhir pertemuan.2 Pertemuan Kedua Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus I dilaksanakan hari Sabtu tanggal 10 Mei 2008. 1) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I diawali guru dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.

Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. dan (2) publikasi. dan karangan yang ditulis di papan tulis adalah karangan milik DD. Secara singkat. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis. guru menyajikan beberapa hasil karya siswa dari pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes.tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Berikut contoh karangan deskripsi milik RAL dan DD yang disajikan di guru depan kelas. Hal ini memudahkan guru untuk membimbing siswa melaksanakan kegiatan selanjutnya. Guru juga memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. 1) Karangan RAL . Karangan yang dibacakan adalah karangan milik RAL. Secara umum siswa masih ingat dengan kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan I. yakni kegiatan (1) penyuntingan dan revisi. guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi dan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Siswa juga mampu menyebutkan langkah-langkah mengembangkan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Setelah mempresensi siswa.

. Jadi Pekarangan belakang rumah saya adalah yg paling baik dan Paling seru Dari contoh karangan yang disajikan. Satu jam lamanya kami menempuh perjalanan menuju pantai grajakan.Suasana Pantai grajakan Bunyi gelombang mendebarkan hatiku. saya sangat suka dg Pekarangan belakang rumah saya. Pukul 08. dan disana saya memelihara kelinci saya. Tapi kami hanya teman sebaya waktu SMP. serta .25 tepat aku dan teman-teman mulai berangkat dari rumah.00 pagi aku dan teman-temanku berkumpul di rumahku. 3 jam kami menunggu.50 kami sampai rumah. 2) Karangan DD .. Pukul 09. Lama-kelamaan pohon besar itu dapat di singkirkan dari jalan. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi kekurangan karangan yang disajikan sekaligus hal-hal yang perlu diperbaiki dalam karangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa dapat mengetahui kegiatan yang perlu dilakukan dalam penyuntingan dan revisi. disana udaranya masih segar dan bersih. Pukul 16. Akhirnya macetpun terjadi.. (tanpa judul) Di belakang rumah saya terdapat kebun yg ditanami jeruk. Dan setelah itu kami mulai pisah untuk menuju rumah kita masing-masing. Semilir angin membelai rambutku. siswa dengan guru mengoreksinya secara bersamasama. Kirakira ada 10 orang saling berboncengan. Kamipun senang dan langsung melewatinya. saya sering dg teman2 saya bermain di Pekarangan belakang rumah saya sambil makan jeruk dan beri kelinci saya. ... Di tengah perjalanan kami menemui sebuah pohon yang besar jatuh di tengah jalan. Kami semua terdiri dari 5 cewek dan 5 cowok. Hari minggu adalah hari yang tepat untuk tamasya.

Setelah GA selesai membacakan karangannya. Sedangkan dari karangan milik DD. yakni GA. Dari kegiatan ini. siswa mengetahui bahwa karangan tersebut perlu diperbaiki dari segi isinya. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan bahwa kegiatan publikasi juga bisa dilakukan untuk memperoleh masukan orang lain. Sebelumnya. kata depan. Guru memilih GA untuk membacakan karangannya dengan alasan karangan GA sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan. Siswa dapat menemukan adanya urutan waktu dalam karangan milik RAL yang merupakan ciri karangan narasi. ataupun tanda baca. siswa menjadi tahu akan pentingnya kegiatan publikasi atau berbagi. guru mengembalikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar secara lisan atas pembacaan karangan oleh GA. siswa dapat memperbaiki penulisan ejaan milik DD. siswa juga menjadi tahu bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. siswa menyadari akan pentingnya penulisan judul dalam karangan. Siswa juga mengetahui bahwa setiap tahap dalam proses menulis bisa menjadi putaran yang berulang . guru memberikan balikan. Selain itu. 2) Kegiatan Inti Pada tahap inti. Dengan bimbingan guru. meski dari judul sudah tampak adanya ciri karangan deskripsi.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan dan revisi. membacakan karangannya di depan kelas. Siswa lebih mudah memahaminya karena dari contoh yang ditampilkan. Guru meminta salah satu siswa. Beberapa siswa memberikan komentar terkait dengan isi maupun teknik pembacaan. imbuhan. Dari karangan milik RAL. siswa telah belajar melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi.

apa saja yang harus kalian perhatikan dalam penyuntingan?”” Siswa : (bersama-sama) “Ejaan. Misalnya.” Guru : “Lalu. isi ... kegiatan publikasi atau berbagi tidak hanya dapat dilaksanakan setelah revisi. Untuk mengefektifkan waktu. tanda baca.. ada yang belum tahu tugasnya anak-anak?” Siswa : (diam) Guru : “Sudah paham semuanya?” .” Guru : “Apa tugas kalian?” Siswa : “Mengoreksi dan memberikan komentar . Bu . untuk memperoleh masukan dari orang lain. guru hanya meminta satu siswa yang membacakan karangan sebelum penyuntingan.untuk menghasilkan sebuah karangan yang baik. Dialog 5: Tanya Jawab tentang Kegiatan Penyuntingan (Siklus I Pertemuan II/Inti/Sabtu. jangan lupa menuliskan nama komentatornya ya!” Siswa : “Di mana... guru kembali menanyakan kepada siswa terkait kegiatan yang harus dilaksanakan dan hal-hal yang perlu diperhatikan siswa pada tahap penyuntingan. Kegiatan publikasi dilanjutkan setelah siswa merevisi karangannya. Bu?” Guru : “Di bawah saja. Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan.. tetapi juga bisa dilaksanakan sebelum penyuntingan dan revisi. kalimat... Agar lebih yakin bahwa siswa telah paham dengan kegiatan yang harus dilakukan siswa pada tahap penyuntingan.” Guru : “Baik. 10 Mei 2008) Guru : “Karangannya sudah ditukarkan semua anak-anak?” Siswa : (bersama-sama) “Sudah.. Guru meminta siswa menukarkan karangannya dengan siswa lain.

namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk merevisi karangannya. Setelah penyuntingan. Sebelumnya. beberapa siswa memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya sehingga tampilan karangannya menjadi lebih menarik. Pada tahap revisi. Guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah memperbaiki karangan awal dengan mengacu pada hasil koreksi dan komentar teman. Ketika waktu yang diberikan oleh guru habis. guru telah menempelkan dua kertas manila besar di papan tulis sebagai alas untuk menempelkan karangan siswa di .Siswa : “Sudah .. Saat proses perevisian. guru mengetahui bahwa siswa telah memahami tugas yang harus dilaksanakan pada tahap penyuntingan. kemudian guru kembali membagikan kertas pada siswa. Pada tahap penyuntingan. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. Beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya.. Kertas yang diberikan oleh guru berbeda dengan kertas pada tahap penulisan awal. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa..” Dari dialog 5. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. Kertas yang diberikan guru pada tahap revisi adalah kertas HVS berwarna agar siswa lebih termotivasi untuk meperbaiki karangannya karena akan ditempel di dinding kelas.

DFD.dinding kelas. dengan menempelkan karangannya pada lembar manila yang masih kosong. Mulanya. Pada tahap publikasi. Siswa lainnya melanjutkan kegiatan publikasi di luar jam pelajaran. Guru membimbing siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. dan CDS. beberapa siswa lain mau maju ke depan tanpa dipaksa lagi. Berdasarkan panduan guru. 3) Kegiatan Penutup Setelah memberikan panduan terkait kegiatan yang harus dilaksanakan siswa untuk melanjutkan kegiatan publikasi. guru sedikit memaksa siswa untuk maju ke depan kelas dengan cara memberikan permainan kecil. DSM. Setelah ada salah satu siswa membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. Namun sebelum ditempelkan. siswa enggan maju ke depan kelas dengan kemauan sendiri. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) membacakan karangannya di depan kelas dan (2) menempelkan karangan yang telah dibaca pada kertas manila yang telah guru siapkan di papan tulis. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang . Karena keterbatasan waktu. siswa yang maju ke depan untuk mempublikasikan karangan dengan membacakan dan menempelkannya di papan tulis hanya lima orang. Penempelan karangan dikoordinir oleh ketua kelas. Akhirnya. seluruh karangan siswa dikumpulkan terlebih dahulu kepada guru untuk diberikan penilaian. guru menutup kegiatan pembelajaran. yaitu YBA. lembar manila yang berisi karangan ditempelkan di dinding kelas bagian belakang. Dengan panduan guru. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam dua pertemuan. Guru juga memberikan kesempatan siswa untuk memberikan komentar terhadap pembacaan karangan oleh teman mereka. FM. Beberapa siswa raguragu untuk meju ke depan meski tampak ada kemauan. setelah semua karangan siswa ditempelkan pada dua lembar manila.

1 2 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) Jumlah Siswa 1 17 Persentase 2. Kemudian. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I mencapai 64.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4. pada siklus I juga dilaksanakan kegiatan penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia.kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Sebagian besar siswa mengaku kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera dan mengembangkan hasil imajinasi ke dalam kalimat-kalimat. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam.4 berikut. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. Namun.2. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus I (Lampiran 11b).4 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X.59 Tingkat Keberhasilan Berhasil .40%.1.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus I Seperti pada tahap pretes. Beberapa siswa juga menanyakan kembali tentang penulisan ejaan. nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa secara keseluruhan masih dibawah standar keberhasilan yang disyaratkan.56 43.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus I No. Tabel 4. Di akhir pembelajaran. 4.

Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B sebanyak17 siswa atau 43. Jadi.64 3 23 12 Skor 5 Sangat Baik 1 Jumlah Siswa .59% dari jumlah siswa keseluruhan.46% dari jumlah siswa keseluruhan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus I No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian 65. dapat diketahui bahwa pada siklus I.4. pada siklus I. jumlah siswa yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan adalah 46. Tabel 4.39% dari jumlah siswa keseluruhan.5 Penguasaan Siswa Kelas X.39 - Tidak Berhasil Berdasarkan tabel 4. sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali).85% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.3 4 5 C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) 15 6 - 38.15% siswa dari jumlah siswa keseluruhan sehingga kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X.46 15. Pada siklus I. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak 15 siswa atau 38. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang) hanya enam siswa atau 15. meski hanya satu siswa. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih perlu ditingkatkan karena 53.

hanya 1.64 1 1 2 13 13 5 6 21 14 28 10 5 11 5 21 - Berdasarkan tabel 4.66% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). dan ejaan pada siklus I sudah baik. kalimat. Oleh karena itu. terutama pada subaspek organisasi. Dengan kata lain. kalimat.47% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).90 57. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). Dari tabel 4.87 - 1 - 16 17 20 15 2 7 55. dan 3.97 65.5 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.1. 4. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis deskripsi pada subaspek organisasi.60% siswa memperoleh skor 4 (baik).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.02% siswa memperoleh skor 2 (kurang). dan diksi masih termasuk dalam kategori cukup. kerincian.2.95 58. dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X. dan diksi. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. siswa masih lemah dalam ketiga subaspek ini. sedangkan 15. 32.79 74.25% siswa memperoleh skor 3 (cukup). 47.5. Namun. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek masih perlu ditingkatkan.4 Refleksi Tindakan Siklus I .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian. kreativitas imajinasi.Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 71.

Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran. tetapi juga dari siswa. ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus I diidentifikasi. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam kegiatan refleksi. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. dilaksanakan kegiatan refleksi. Identifikasi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan pada siklus I. Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru. Namun. Selain itu. meski belum maksimal. Panduan yang diberikan oleh guru masih . pada siklus I siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran.Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan hingga tahap evaluasi. kelemahan. siswa dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. atau kekurangan pada tindakan siklus I. Guru juga mengidentifikasi masalah. siswa juga sudah mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opininya dalam mendeskripsikan objek pegunungan sehingga tujuan penulisannya dapat tercapai. Dari proses menulis yang dilaksanakan. pada tahap prapenulisan siswa masih kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera atau mengembangkan imajinasinya. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi dari contoh yang diberikan oleh guru.

(5) Perbendaharaan kata yang digunakan siswa masih kurang. \(6) Masih ada beberapa siswa yang belum bisa menggunakan ejaan dengan tepat. dan tidak menimbulkan kerancuan makna. masih terjadi kesalahan dalam pengisian tabel hasil imajinasi indera. (1) Pada tahap prapenulisan. (2) Siswa belum mampu membuat judul yang spesifik sesuai dengan topik atau objek yang dideskripsikan. Keruntutan dan keterkaitan antar kalimat dalam paragraf masih kurang. (4) Siswa masih kesulitan dalam membuat karangan dengan organisasi yang baik. efektif. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.kurang sehingga ada beberapa siswa yang belum mengerti makna kolom dalam tabel hasil imajinasi indera dan salah memasukkan hasil imajinasinya. masih ada 53. siswa masih kesulitan mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I adalah sebagai berikut. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. Secara rinci. Masih ada beberapa siswa yang sering mengulang-ulang kata atau kalimat yang pernah ditulis. . Pada tahap penulisan. terutama dalam pengisian kolom “indera perasa”. (3) Siswa masih kesulitan menyusun kalimat dengan struktur kalimat yang tepat. Dari jumlah siswa keseluruhan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus I.85% siswa yang belum berhasil.

kemudian diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut dan menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru.2. disusun rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II dengan mengacu pada permasalahan yang ditemukan pada siklus I. (2) Siswa diberikan penjelasan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik.2. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II adalah sebagai berikut. Rencana pembelajaran pada siklus II disusun dengan beberapa perubahan tindakan sebagai perbaikan dari siklus I. tindakan siklus II juga direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masingmasing pertemuan.2. 4. siswa belum memahami pentingnya memperbaiki karangan. (1) Guru memberikan evaluasi hasil penilaian pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Seperti pada tindakan siklus I.(7) Pada tahap revisi. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi siklus II dirancang untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I agar kemampuan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan. Hal ini dilakukan agar siswa mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam karangan deskripsi mereka pada siklus I sehingga tidak terjadi lagi pada siklus II.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II 4.1 Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan. Siswa hanya sekedar menyalin karangan tanpa berupaya membuat karangannya menjadi lebih baik. Guru . Siswa diberikan karangan tanpa judul.

seperti dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. Siswa diberi arahan untuk menyusun rincian dengan dukungan opini agar kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna dan organisasi setiap gagasan dalam karangannya menjadi runtut dan terarah. serta organisasi dalam karangan tersebut. yakni mengamati gambar.6 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus II PENGLIHATAN PENDENGARAN PENCIUMAN PENCECAPAN PERABAAN (5) Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. Bentuk tabel hasil imajinasi indera pada siklus II adalah sebagai berikut. Kegiatan ini bertujuan mengarahkan siswa tentang hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Namun. menentukan judul. Selanjutnya. siswa diajak memperhatikan penggunaan kata dan kalimat. serta makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. (4) Guru menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. yaitu keindahan alam. Pemilihan gambar pantai pada siklus II didasarkan pada banyaknya karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya . gambar yang digunakan pada siklus II adalah gambar pantai. Guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Pada siklus II. (3) Dengan karangan yang sama. Tabel 4. siswa memulai kegiatan prapenulisan.menginformasikan bahwa judul karangan dapat diperbaiki setelah karangan selesai ditulis agar judul karangan benar-benar sesuai dengan topik dan isi karangan. peneliti dan guru memperbaiki judul masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera agar siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam mengisi tabel.

Siklus II dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada siklus I . Sebelumnya. lingkungan terdekat siswa setelah desa adalah pantai. Kegiatan publikasi dengan penempelan di dinding kelas dilaksanakan di luar jam pelajaran. Selain itu.2 Proses Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya.dan pada tahap pretes yang objeknya berupa pantai. (Tahap Prapenulisan) (6) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan draf awal karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. siswa diberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan. (Tahap Penulisan) (7) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi seperti yang telah dilaksanakan pada siklus I. kalimat.2. (Tahap Publikasi) 4. dan diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. Guru menginformasikan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan tetapi memperbaiki karangan awalnya dengan memperhatikan ejaan. Guru menginformasikan pentingnya kegiatan 98 penyuntingan dan revisi.2. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (8) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. dan organisasi sehingga karangannya mudah dipahami. namun tetap dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

dengan alokasi waktu 2x45 menit. yakni pada jam ke 7―8. Tindakan siklus II merupakan tindakan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditemukan pada siklus I.15.45 hingga 13. (2) tahap penulisan. dan (4) tahap publikasi. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis . dengan rangkaian proses menulis: (1) tahap prapenulisan.2. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.1 Pertemuan Pertama Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 28 Mei 2008.masih terdapat kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. (3) tahap penyuntingan dan revisi.2.2. Sebelum memulai pembelajaran. Berikut pelaksanaan tindakan pada siklus II pada pertemuan I dan pertemuan II. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan I siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. dan organisasi. Seperti halnya pada siklus I. 99 4. mulai pukul 11. penyusunan kalimat. Tindakan siklus II diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I. guru mempresensi siswa. tindakan siklus II juga dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. pelaksanaan tindakan pada siklus II juga dilaksanakan sendiri oleh peneliti. khususnya dalam hal ejaan. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam.

tampak bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka..” Dari dialog 6. Wb.” Siswa : (Bersorak) Guru : (Diam) “Sebentar.. Ibu akan kembali membimbing kalian dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia..” Siswa : “Waalaikumsalam….deskripsi pada pertemuan I.. 28 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr. guru kemudian menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi . Setelah yakin bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran selanjutnya. Bu. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.” Guru : “Kita belajar tentang apa anak-anak?” Siswa : “Menulis karangan deskripsi dengan gambar dan imajinasi.” Siswa : “Tidak Bu.. Bagaimana kabarnya hari ini?” Siswa : “Baik.. Ibu tanya terlebih dahulu. Ibu berharap kalian tidak bosan belajar menulis karangan deskripsi bersama Ibu lagi. Bu.. tidak apa-apa..” Guru : “Anak-anak..” Guru : “Selamat siang semuanya. kali kita akan kembali belajar menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Dialog 6: Pembukaan dan Tanya Jawab untuk Mengetahui Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran (Siklus II Pertemuan I/ Pendahuluan/Rabu. Kalian masih ingat pembelajaran kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu?” Siswa : “Ingat.” Guru : “Baik.

khususnya dalam organisasi. guru mengetahui bahwa siswa masih mengingat materi atau pengetahuan yang diterima dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. Judul karangan siswa masih kurang spesifik dan kurang sesuai dengan dan topik yang dideskripsikan. 101 ? Menatap langit biru di pagi hari memang menyenangkan. Dari ufuk timur. Untuk memantabkan pemahaman siswa.yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. susunan kalimat. Suara burung pipit yang berceloteh terdengar menghibur hati. Langit biru yang membentang terlihat begitu indah. Hembusan udara yang sejuk mengharumkan gelembung-gelembung di bawah dedaunan. matahari pagi yang hangat memandikannya dengan cahaya. Dari kegiatan penggalian pengetahuan siswa. dan diksi. Sekelompok gumpalan awan putih laksana kapas yang lembut dan suci. guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. Hal ini memudahkan guru untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran selanjutnya dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Guru juga mengungkapkan bahwa banyak siswa yang kurang tepat dalam menentukan judul karangan. guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan memokuskan materi sesuai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. Karangan yang diberikan adalah sebagai berikut. Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil karangan deskripsi siswa pada siklus I. Sungguh indah pemandangan pagi itu. Beberapa ekor burung terbang bercengkrama menghiasi luasnya langit biru. Ketenangan suasana pagi diiringi sapaan angin yang ramah dengan membawa aroma bunga-bunga melati. terkait dengan kekurangan atau kelemahannya. Setelah yakin bahwa siswa telah memahami konsep tulisan deskripsi tanpa harus mengulang materi. . Guru kemudian menjelaskan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik (Lampiran 9).

Setelah menentukan judul. Dari karangan yang diberikan. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan judul yang paling tepat dari judul-judul yang telah ditulis di papan tulis. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk memulai belajar dengan penuh keceriaan. Judul-judul yang ditulis siswa di papan tulis adalah sebagai berikut. dari kejauhan terlihat beberapa anak berjalan berbaris mengenakan seragam sekolah untuk berangkat menuntut ilmu. Wajah yang bersih dengan senyuman manis membuat hati ikut merasakan kedamaian. guru meminta beberapa siswa menuliskan judul pilihannya di papan tulis untuk mendapatkan balikan dari guru. guru membimbing siswa untuk menentukan judul pada karangan tersebut sesuai dengan syarat judul yang baik. Dengan beberapa . Desau angin yang menggoyangkan dedaunan semakin tak terdengar. (1) Pagiku Yang Indah (2) Keindahan Alam di Pagi Hari (3) Indahnya Pagi dan Alam Pegunungan (4) Hangatnya Pelukan Sang Mentari Pagi (5) Kehangatan Pagi Menembus Alamku (6) Kesejukan Alam di Pagi Nan Elok (7) Suasana Pagi yang Indah (8) Langit biru Pencerah Jiwa di Pagi hari (9) Indahnya Pagi Hari dibawah Himpunan Langit Biru yang Luas (10) Keindahan Suasana Pagi (11) Di awal pagi yang Indah (12) Gambar alam yang indah di pagi yang Cerah Sebelum memberikan balikan. tertutup oleh teriakan-teriakan mereka.Di bawah lindungan langit biru.

Namun. yang ditandai dengan susunan gagasan yang runtut. 9. Guru menjelaskan kembali langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. guru memberikan balikan atau komentar pada masing-masing judul yang telah ditulis siswa di papan tulis. Guru menjelaskan pentingnya organisasi dalam karangan. Dari karangan yang sama ketika menentukan judul. 2) Kegiatan Inti Guru memberikan tema yang sama kepada siswa.1. dan 10.alasan. Setelah itu. Langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dijelaskan menggunakan transparansi dengan bagan yang sesuai dengan gambar 2. Guru juga menjelaskan tentang kalimat utama dan kalimat penjelas beserta fungsinya dalam membentuk organisasi yang baik dalam karangan. yaitu keindahan alam. guru menuliskan beberapa kalimat di papan tulis dan membimbing siswa untuk menentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut. Siswa diberi arahan menyusun rincian dengan dukungan opini sehingga kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna. siswa diajak untuk memperhatikan organisasi dalam karangan tersebut. seperti pada pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. . Setelah itu. 4. terkait. 7. dan terarah. Guru memilih judul nomor 8 dan 9. kemudian memilih judul yang tepat sesuai dengan isi karangan dan syarat judul yang baik. guru memberikan perbaikan dengan memperhatikan ejaan dan efektivitas penulisan judul. Siswa dibimbing untuk menemukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. siswa memilih judul nomor 2. dengan alasan kedua judul tersebut mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. dan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera.

guru menggunakan gambar pantai dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus II. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi kesalahan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera seperti yang dilakukan pada siklus I. siswa memulai kegiatan prapenulisan. yakni (1) mengamati gambar. guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. dilaksanakan perubahan tindakan dalam upaya perbaikan dari siklus I dan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Selanjutnya.Untuk menjelaskan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. Pada siklus II. Seperti yang telah direncanakan. Pertanyaan-pertanyaan panduan tersebut adalah sebagai sebagai berikut. Guru membimbing siswa untuk merumuskan judul karangan sesuai dengan topik dan tujuan penulisan. (1) Pertanyaan untuk kolom indera penglihatan Apa yang kamu lihat dengan mata? (2) Pertanyaan untuk kolom indera pendengaran Apa yang kamu dengar dengan telinga? (3) Pertanyaan untuk kolom indera penciuman Apa yang kamu cium dengan hidung? (4) Pertanyaan untuk kolom indera pencecapan Apa yang kamu rasakan dengan lidah? (5) Pertanyaan untuk kolom indera perabaan Apa yang kamu raba dengan kulit? Setelah menjelaskan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. dengan cara mengubah judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera. (2) mementukan judul karangan. guru memberikan pertanyaan panduan berdasarkan kelima indera. Siswa mengisi tabel hasil imajinasi .

” Siswa : (bersama-sama) “Sudah.” Siswa : “Sudah dari tadi. Guru mengingatkan siswa untuk tidak mengulangi kesalahan dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Pada tahap penulisan siklus II. organisasi. semua siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera mereka.. Rata-rata siswa menyelesaikan kegiatan prapenulisan dengan cepat.. baik dari aspek isi.. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. nanti karangannya dibacakan lagi ya?” Siswa : “Ditempel di dinding lagi ya. Siswa tidak lagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Setelah tahap prapenulisan. Bu?” . Guru mengingatkan siswa tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. guru meminta siswa mengumpulkan karangan deskripsi awalnya di meja guru. Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. 28 Mei 2008) Guru : “Sudah selesai semuanya. Dialog 7: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus II Pertemuan I/Penutup/Rabu.indera berdasarkan pertanyaan panduan yang diberikan oleh guru. anak-anak?. maupun kebahasaan.” Guru : “Baik.. sekarang Ibu minta tolong dua orang untuk membantu Ibu mengumpulkan karangan teman-teman kalian ke depan!” Siswa : “Bu. Bu. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran...

Guru meminta siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran.2. guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. yakni pada jam ke 5―6. dengan alokasi waktu 2x45 menit.2 Pertemuan Kedua Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus II dilaksanakan hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008. guru menutup pertemuan dengan doa dan salam. Siswa mengaku kesulitan dalam menyusun organisasi yang runtut.2..15 hingga 11. 4. iya. Kegiatan pembelajaran pertemuan II siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. yakni membacakan hasil karangan deskripsi di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas. tampak seluruh siswa berhasil menyelesaikan karangan awal tepat waktu. Bahkan. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. .45.” Dari dialog 7...Guru : “Iya. ada beberapa siswa yang dapat menyelesaikan karangan sebelum waktu yang diberikan habis.2. mulai pukul 10. kita akan mengadakan kegiatan publikasi seperti dulu lagi pada pertemuan mendatang. Di akhir kegiatan pembelajaran. baik pada aspek isi. organisasi. Siswa juga masih antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi. khususnya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis deskripsi. maupun kebahasaan. Namun sebelumnya.

Dengan bimbingan guru. organisasi. sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. Karangan diambil dari hasil karya siswa yang disusun pada siklus I. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. yang objeknya berupa gambar pegunungan. Panorama Alam Di Pagi Hari . baik pada aspek isi. siswa diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut.1) Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus II dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. maupun kebahasaan. guru memberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan kepada siswa. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. Guru juga tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Berikut karangan yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk disunting dan direvisi. serta langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Seperti yang telah direncanakan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Setelah mempresensi siswa.

Pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. sungai yang mengalir membawa Kehidupan baru Suara aliran Sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi Kesunyian pada saat itu. Sungai yang mengalir seolah membawa kehidupan baru. Hembusan angin yang lembut dapat kita rasakan dan membuat suasana santai. kepada siswa. langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi menyambut pagi dan memberikan kedamaian. Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada pagi itu. Hasil perevisian dari karangan tersebut adalah sebagai berikut. Keindahan panorama pegunungan di pagi hari seolah dapat menghilangkan rasa malas bagi siapapun yang menikmatinya. Setelah menyunting karangan tersebut. & membuat kita untuk giat bekerja. Iringan hembusan angin yang lembut membuat suasana menjadi santai. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. matahari memancarkan sinarnya menerobos pepohonan menghadirkan silau keemasan. Guru menunjukkan organisasi yang runtut dalam karangan yang telah direvisi dengan menunjukkan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Guru kemudian memberikan hasil perevisian karangan yang telah disunting bersama. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin kesetiap celah.Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yg menjulang tinggi. Aroma bunga . namun mampu menambah semangat kerja. Indahnya Panorama Pegunungan di Pagi Hari Panorama pegunungan di pagi hari sungguh menampakkan keindahan. Terlihat dari kejauhan. Tampak dari ufuk timur. siswa diminta untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan dan pembetulan karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. Banyak anak-anak yang giat itu mengayun sepeda untuk menuntut ilmu dan burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang di kayuhnya.

serta pemberian komentar atau saran perbaikan terkait dengan isi karangan. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk . Dari kegiatan yang dilaksanakan. kalimat. imbuhan. Sepinya malam yang berganti pagi berubah menjadi keceriaan di area pegunungan yang indah itu. 2) Kegiatan Inti Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. Seperti pada tahap penyuntingan pada siklus I.kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. dan organisasi yang baik dalam karangan. serta susunan kalimat. ataupun tanda baca. serta hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dalam kegiatan penyuntingan dan revisi. Canda dan tawa tulus di antara mereka mampu menghilangkan rasa hati yang sepi menjadi ceria. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami pentingnya kegiatan penyuntingan dan revisi. Di sana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. kata depan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap penyuntingan adalah pengoreksian karangan terkait teknis penulisan. Guru terlebih dahulu mengembalikan hasil karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I dan meminta siswa menukarkannya dengan siswa lain. siswa memahami bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. diksi. Pada tahap penyuntingan. Guru kembali mengingatkan siswa terkait kegiatan yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap penyuntingan. Burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang dikayuh oleh mereka. dan ejaan. Tampak anak-anak yang giat sekolah mengayun sepeda untuk menuntut ilmu. seperti organisasi. guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku.

Kegiatan penempelan di dinding kelas dilakukan sendiri oleh siswa di luar jam pelajaran. pada tahap penyuntingan siklus II beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi.2. kemudian guru membagikan kertas HVS berwarna pada siswa. Setelah penyuntingan. Guru menekankan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. diksi. Siswa melaksanakan kegiatan revisi setelah diberi ijin oleh guru. dengan memperhatikan syarat penulisan karangan yang baik. siswa hanya membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. dan organisasi sehingga karangan deskripsinya menjadi lebih baik. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah perbaikan karangan dengan mengacu hasil penyuntingan dan kriteria karangan deskripsi yang baik. tetapi memperbaiki draf awal karangan dengan memperhatikan ejaan. susunan kalimat. dan dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. Ketika . Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. Pada tahap publikasi siklus II. tanpa menempelkan di papan tulis ataupun di dinding kelas. guru mengingatkan siswa pada kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahap pendahuluan. seperti yang telah dilakukan pada siklus I. Sebelum kegiatan revisi dimulai. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing.merevisi karangannya. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. Seperti halnya pada siklus I. Pada tahap revisi. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. Ketika waktu yang diberikan habis. dengan dikoordinir oleh ketua kelas. sebagian besar siswa kembali memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya agar tampilannya lebih menarik. Seperti yang dilakukan pada siklus I.

3) Kegiatan Penutup Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. hanya tiga orang siswa yang berani maju. tetapi dalam membuat organisasi yang baik dalam karangan. Beberapa siswa mau maju ke depan tanpa dipaksa oleh guru. dan PAS . Guru juga menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Dengan panduan guru. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. empat orang siswa maju ke depan kelas untuk membacakan karangannya. dan VW. guru tetap memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan komentar. Siswa mengaku sulit menyusun gagasan dengan runtut dalam karangan.2.membacakan karangan di depan kelas. YEJ. yaitu YBA. Kemudian. Is. RN. yang akan diawasi oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. guru kembali memberikan permainan kecil agar masih ada siswa yang membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. Namun. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Di akhir pembelajaran.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus II . Kesulitan siswa tidak lagi dalam hal pengisian tabel hasil imajinasi indera dan pengembangan hasil imajinasi ke dalam kalimatkalimat.2. 4. Di akhir kegiatan publikasi. Karena masih ada sedikit waktu. Melalui permainan. dan tidak pernah berhenti untuk menulis. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan I dan II. guru mengingatkan siswa terkait tugas publikasi lanjutan yang harus dilaksanakan siswa di luar jam pelajaran. Empat siswa itu adalah OYS.

Tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus II No.72 51.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. guru kembali melaksanakan kegiatan penilaian.Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus II (Lampiran 11c). diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mencapai 78. Tingkat keberhasilan siswa kelas X.7 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 19 20 Persentase 48.46%.28 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil . Itu menunjukkan bahwa nilai rata-rata 111 kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan.7 berikut.

Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui bahwa pada siklus II, sebanyak 19 siswa atau 49,72% siswa kelas X.2 memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali), dan 20 siswa atau 51,28% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). Dari tabel 4.7 juga dapat diketahui bahwa pada siklus II tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup), D (kurang), maupun E (gagal). Itu berarti bahwa pada siklus II, 100% siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%. Tabel 4.8 Penguasaan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus II
No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 66,15 77,95 72,82 82,56 5 20 7 16 1 11 29 21 32 3 3 2 6 83,08 82,05 84,62 7 6 7 19 23 16 Skor 5 Sangat Baik 13 10 16 Jumlah Siswa

Berdasarkan tabel 4.8, dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hanya lima siswa yang memperoleh skor 2 (kurang), sedangkan 33 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup), 4 (baik), dan 5 (sangat baik). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada setiap subaspek penilaian pada siklus II. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II, hanya 1,83% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 2 (kurang), yakni hanya pada subaspek organisasi; sedangkan 23,44% siswa memperoleh skor 3 (cukup); 55,31% siswa memperoleh skor 4 (baik); dan 19,42% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, pada siklus II sudah baik. 4.2.2.4 Refleksi Tindakan Siklus II Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan hingga tahap evaluasi, kegiatan refleksi juga dilaksanakan pada siklus II. Pada tahap refleksi, diidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus II. Melalui kegiatan refleksi, diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan yang terjadi selama proses tindakan siklus II. Refleksi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan siklus II. Seperti pada siklus I, pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II tidak hanya berpusat pada guru, tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru, tetapi juga dari siswa sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan guru selama proses pembelajaran menulis deskripsi pada siklus II, siswa lebih memahami langkah-langkah menyusun karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap prapenulisan, siswa tidak lagi kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan pengamatan kelima indera. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera pada siklus I tidak lagi dilakukan pada siklus II karena adanya pertanyaan panduan yang diberikan guru. Pada tahap penulisan, siswa juga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimatkalimat. Seperti pada siklus I, hasil karangan deskripsi seluruh siswa pada siklus II juga tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Bahkan, siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Kelemahan siswa pada siklus II adalah mereka masih lemah dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. Namun, kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus II, ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada siklus II, tidak ada lagi siswa yang memperoleh nilai di

yakni 65%. dan (c) kreativitas imajinasi.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I Dari beberapa subaspek.1.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus I. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. 4. pada subaspek kalimat.1 Kemampuan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum runtut dan terkait. kerincian. masih banyak kalimat siswa yang menimbulkan kerancuan makna.1. kreativitas imajinasi. 4. aspek yang dinilai dalam karangan deskripsi siswa adalah (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian. 4.2 SMA Negeri 1 .3. (b) kerincian. Selain itu. rata-rata siswa lemah pada subaspek organisasi. Dari jumlah siswa keseluruhan. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sudah cukup. Namun. dan diksi. Pengulangan kata juga masih dilakukan karena perbendaharaan kata yang kurang.3 Hasil Tindakan Pada hasil tindakan. Organisasi dalam karangan deskripsi siswa kelas X.1.3. kalimat. (b) diksi. dan ejaan pada siklus I sudah baik. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. (2) aspek organisasi. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. 100% siswa dikatakan berhasil atau mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.3. dan (c) ejaan.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4.

yakni sebanyak 12 siswa. Kelemahan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian siklus I adalah penentuan judul. yaitu FM. Seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus I sudah tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. dan RSs. Bahkan. . sebagian besar siswa memperoleh skor 3 (cukup). tetapi judulnya tidak spesifik. Aktifitas penduduk di kaki gunung menunjukkan kehidupan manusia yang begitu damai dan tentram. Gunung yang menjulang tinggi mencengkeram cakrawala. terdapat bangunan yang bertulisan “PEPSI”. Warna tanah yang terhampar luas kekuning-kuningan menambah permukaan bumi. Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya sebanyak tiga siswa.64%. ada yang memperoleh skor 5 (baik sekali). judul yang dipilih siswa juga sudah sesuai dengan isi. sudah ada siswa yang memperoleh skor 4 (baik). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada aspek ini. hanya saja masih kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. Di tengah hamparan yang luas. meski hanya satu siswa. Alam Kita Di hari yang cerah. LF. Angin yang berhembus menerpa dedaunan membawa udara sejuk. Hembusan angin yang menerpa pepohonan menambah indahnya pegunungan. Mayoritas siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah cukup sesuai dengan gambar. Pada dasarnya. Burung-burung berkicau yang bersautan kesana-kemari. yaitu pegunungan. Pada subaspek ini.Purwoharjo pada subaspek kesesuaian mencapai 65. yakni sebanyak 23 siswa. langit biru yang membentang luas di atas Gunung Tengger. Dedaunan yang hijau menambah segarnya suasana. Pada aspek kesesuaian siklus I. yakni EAW.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian pada siklus I mencapai 71. Pemandangan Alam (IPA). Alamku. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (baik sekali). Suasana Alam yang Mengagumkan (YLH).. judul yang dipilih lebih dispesifikkan pada gambar atau objek yang dideskripsikan.. yakni pegunungan. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan . 4. Pada siklus I. Contoh judul karangan lain yang masih belum spesifik di antaranya Pemandangan yang Indah (DD). Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya satu siswa. yakni FM dan IAP. Kenyamananku (Ru).. Namun. agar mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. (karangan DFD) Dari kutipan karangan di atas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus I sudah baik.3.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Rata-rata kemampuan siswa kelas X.1. Pemandangan Alam (RAL). yaitu RSs. Pada subaspek kerincian ini. Inspirasiku (OYS).79%. yaitu pegunungan. yakni sebanyak 20 siswa.1. dan beberapa judul lain. judul yang dipilih.. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. Alamku. 16 siswa memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ini. Pesona Alam (VW). yakni Alam Kita kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. dapat diketahui bahwa pada dasarnya isi karangan milik DFD sudah sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. Hangatnya Dekapan Alam Kita (EAW). Seharusnya.

mengapa sampai menimbulkan rasa senang. belum sampai pada penggambaran hal-hal atau ciri yang spesifik atau mendetail.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek.merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. Keindahan pegunungan yang digambarkan tidak ditunjukkan melalui penyebutan ciri-ciri indahnya gunung yang dideskripsikan seperti apa. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus I. tampak bahwa objek pegunungan tidak digambarkan RSs secara rinci atau mendetail.. Pagi itu terdengar suara kicauan burung.3. .. dan beberapa aspek lain terkait objek yang dideskripsikan sehingga pembaca sulit memahami atau merasakan apa yang dimaksud penulisnya.87%.1. Alangkah senangnya hati ini seandainya bisa berlibur dengan keluarga dengan mendengar kicauan burung beserta suara penduduk yang sedang bekerja di sana. Suasana yang sangat indah ketika kita sedang beristirahat dengan menikmati udara di pagi hari. Berikut kutipan karangan berjudul Indahnya Gunung di Pagi Hari yang dalam subaspek kerinciannya masih kurang. Kelemahan siswa dalam merinci objek adalah siswa masih menggambarkan objek yang diamati secara umum. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mencapai 74. Namun.. (karangan RSs) Dari kutipan karangan di atas. 15 siswa lain mampu . Pada siklus I.1. 4. masih ada beberapa siswa yang masih lemah dalam merinci objek yang dideskripsikan. Suara penduduk sedang bekerja di ladang. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ini merupakan rata-rata yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan siswa pada keenam subaspek yang lain. Menatap indahnya langit biru beserta gunung dan tumbuhan di sekitarnya. 17 siswa mampu mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup).

Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. PCK. PAS.90%. mencecap. CDS.mengembangkan imajinasi empat indera sehingga memperoleh skor 4 (baik).. yaitu DSM. dan membuat kita untuk giat bekerja .3. OYS.1. DSM. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Sungai yang mengalir membawa kehidupan baru Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada saat itu... Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) hanya sebanyak lima siswa. (karangan AFM) . dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. Mereka mampu menggambarkan objek pegunungan berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. ada tujuh siswa yang berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan sehingga dapat memperoleh skor 5 (baik sekali). dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). DW. Sedangkan 21 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). PAS. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. Ketujuh siswa tersebut adalah AFM. Panorama Alam di Pagi Hari Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi. mecium. DD. 4. mendengar. dan VAP. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa di ajak melanjutkan tidur. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus I hanya mencapai 55. tetapi juga tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). dan YEJ.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus I masih lemah. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang pada aspek organisasi. Bahkan.

AFM tidak menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus atau sebaliknya sehingga karangan kurang runtut.3. Selain itu.Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan AFM belum menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya. Contoh kutipan karangan milik AFM menunjukkan lemahnya siswa dalam aspek organisasi. Siswa tersebut menyusun kalimat yang hanya terdiri dari unsur subjek saja. karangan menjadi kurang terarah.3. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. Pada subaspek kalimat. Kelemahan siswa pada subaspek kalimat terletak pada kesalahan tata bahasa dalam kalimat yang disusun. yakni minimal mengandung unsur Subjek-Predikat (S-P). Ada beberapa siswa yang yang kurang tepat dalam menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar.3. ratarata kemampuan siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 57. sedangkan 14 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). Gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf. yaitu karangan milik PCK. digunakan pada lain paragraf.1. Alat kohesi yang seharusnya digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf.1. ada satu siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). kalimat yang disusun siswa juga kurang efektif. Alat kohesi juga tidak digunakan dengan tepat. Kalimat yang . Akibatnya.1 Kemampuan pada Subaspek Kalimat Kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus I masih lemah.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4. 4. Pada siklus I.95%. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. disusun dalam paragraf yang lain sehingga antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf kurang mempunyai keterkaitan.

3. Siswa menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. RN.seharusnya disusun menjadi dua atau tiga kalimat. Pabrikpabrik mulai menjalani aktivitas kembali. Kelima siswa tersebut adalah DD. Satu siswa. DW. Kendaraan yang sebelumnya masih diselimuti kabut sekarang sudah tampak keramaian jalan tersebut untuk memulai kembali aktivitas semua warga. yakni ARK.1. DSM. dan YBA. . Aktivitas mulai berlangsung kembali sama halnya yang sering dilakukan. IPA. memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek diksi. PCK.3. Contoh kalimat yang dimaksud terletak pada kutipan karangan sebagai berikut. memperoleh skor 1 (sangat kurang). (karangan berjudul Suasana Gunung di Pagi Hari milik PCK) 4. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus I hanya mencapai 58. Sebagian besar siswa. Hanya lima siswa yang memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. disusun menjadi satu kalimat oleh siswa. DRS. yakni AFM. Selain itu. Aktivitas gunung yang tiada hentinya dan embun pagi yang menyelimuti gunung menandakan pagi yang sangat sejuk dan cerah.. yakni sebanyak 28 siswa. penggunaan diksi beberapa siswa juga kurang tepat sehingga mengganggu pemahaman makna..97%. Dan tampak sekali aktivitas anak sekolah yang mengikuti kegiatan olahraga dilapangan sepak bola yang masih cuaca . Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I kurang bervariasi. dan lima siswa memperoleh skor 2 (kurang). seperti yang terdapat pada kutipan karangan siswa berikut.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I juga lemah pada subaspek diksi. Di pagi hari yang cerah dan menyejukkan ada beberapa pemandangan alam yang sangat indah. dan RSs.. Menatap indahnya gunung di pagi hari membuat kita menghilangkan beban pikiran kita ditambah lagi pepohonan yang sangat segar-segar karena terkena embun di pagi hari dan kicauan burung-burung yang keluar dari pegunungan itu juga kabut disekitar gunung.

dan beberapa kata lain yang digunakan berulang-ulang oleh ARK dalam karangannya. yakni BVS dan FAS. dan imbuhan yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsi. Kesalahan siswa dalam menuliskan kata yang sesuai dengan EYD jarang ditemukan dalam karangan deskripsi siswa pada siklus I. Hal itu terlihat dari kata sejuk.3. Is.1. masih ada enam siswa yang meperoleh skor 2 (kurang). RAL. dan YLH. di antaranya DD.. Selain itu.64%. Pada subaspek ini. IPA. DW. tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). cerah. (karangan berjudul Pesona Alam di Pegunungan milik ARK) Kelemahan siswa pada kutipan karangan di atas terletak pada diksi yang monoton dan ketidaktepatan penggunaan kata.3. RSy. kemampuan siswa dalam menyusun karangan dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sama dengan rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan sudah baik. indah. yaitu 65. EAW. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ejaan sebanyak 10 siswa. ada dua siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). beberapa kata juga digunakan tidak tepat sehingga mengaburkan makna. PAS. pada siklus I.. Pada subaspek ini. Kelemahan siswa pada subaspek ejaan terletak pada . kata depan. tanda baca. huruf kapital. RSs.bersahabat. PCK. DEW. Tak mau ketinggalan juga suara burung yang bersahut-sahutan membuat suasana yang asri dan masih alam.. 4. aktivitas. sebagian besar siswa sudah dapat memperoleh skor 4 (baik). yakni AAS. . yakni sebanyak 21 siswa. Pada dasarnya. dan YEJ. ARK. Tetapi. Bahkan. OYS. misalnya kata-kata yang terletak pada dua kalimat terakhir.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Penilaian siswa pada subaspek ejaan dilihat dari kemampuan siswa dalam menuliskan kata. Pada siklus I.

Meski rata-rata kemampuan siswa dalam . Tampak banyak kesalahan penggunaan ejaan di dalam karangan BVS. Padahal.2 Kemampuan Siswa Kelas X.. Indahnya Alam pegunungan Terlihat dari jauh warna Biru. Sebagian besar siswa juga kurang mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. Sungai dengan air yg berwarna biru jernih mengaliri diantara Bebatuan Besar. .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek. 4. baik pada aspek isi.. Berikut contoh kelemahan siswa dalam subaspek ejaan terkait dengan kesalahan penggunaan tanda baca. tetapi BVS menggunakan huruf kecil. seakan mengelilingi Gunung yang menjulang tinggi itu.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II Rata-rata kemampuan siswa kelas X. di antaranya penggunaan tanda baca dan penulisan kata ulang. Hal ini sudah dapat dilihat dari penulisan judul pada kata pegunungan yang seharusnya menggunakan huruf kapital di awal kata. huruf kapital. Disekitarnya terlihat pohon-pohon cemara yang berwarna Hijau.3. begitulah yang nampak dari Gunung ini. dan awalan.. terutama dalam penggunaan huruf kapital dan kata depan di. organisasi. Langit biru yang memayungi gunung ini terlihat begitu segar. Kesalahan-kesalahan lain juga dapat dilihat pada isi karangan.kesalahan penggunaan tanda baca dan huruf kapital. kesalahan penggunaan tanda baca yang terlalu sering dalam suatu karangan dapat mengganggu pemahaman makna. (karangan BVS) Kutipan karangan di atas menunjukkan kelemahan siswa dalam menggunakan ejaan. maupun kebahasaan pada siklus II sudah baik. penulisan kata depan. Disini terlihat Bukit2 kecil yang membentang luas.

4.1. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya tujuh siswa. maupun 1 (sangat kurang). dan 13 siswa memperoleh skor 5 (sangat baik).1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. EAW.2.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus II.2. seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus II tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi.3.mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. yaitu AAS. GA. Seluruh siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. Rata-rata kemampuan siswa kelas X.3. 19 siswa memperoleh skor 4 (baik). RAL. FAS.08%. Pada subaspek kesesuaian pada siklus II. dengan didukung judul yang spesifik. Judul yang dipilih siswa juga sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan sehingga mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. Pada subaspek ini. Kelemahan siswa dalam menentukan judul juga tidak ditemukan pada siklus II. yaitu pantai. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah sesuai dengan gambar.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mencapai 83. dan YI. Seperti halnya pada siklus I. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sangat baik. RSs. tetapi kelemahan siswa dalam aspek organisasi tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Panorama Pantai yang Indah . tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 2 (kurang).

Lambaian dahan pohon kelapa seakan mengajak kita untuk ikut menikmati indahnya pantai itu. dan judul-judul lain yang juga sudah menunjukkan kesesuaian dan kespesifikan. . sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan..2 SMA Negeri 1 Purwoharjo pada subaspek kerincian pada siklus II mencapai 82. Bagaikan surga yang tercipta didunia.1. Langit biru yang luas melambangkan keindahan tiada batas. LF. Contoh judul karangan milik siswa lain di antaranya Keindahan di Pesisir Pantai (ARK). Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Tarian ombak yang gumulai seakan mengajak untuk mengikuti iramanya. Pantai Indah di Bawah Lindungan Langit Biru (DRS). DD. IPA.3. yaitu “pantai”. Keelokan Pesisir Pantai (RAL). Hamparan rerumputan yang hijau ditepian pantai bagaikan permadani yang terajut indah. Di tepian pantai terlihat pasir putih seakan menikmati tarian ombak tiada henti. FM. 4. Dengan membaca judulnya saja. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. . EAW. Enam orang siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) adalah BVS.Di keheningan pagi yang cerah terlihat pemandangan pantai yang begitu indah. YEJ.. Judul yang dipilih. dapat diketahui bahwa pada isi karangan milik VAP sangat sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. (karangan VAP) Dari kutipan karangan di atas. yakni sebanyak 23 siswa.05%. kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus II juga sangat baik.2. Ru. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya sebanyak enam siswa. OYS. YBA. yakni Panorama Pantai yang Indah. dan Is. IAP. FAS. Kilauan Laut Biru dan Keindahan Pesisir Penentram Hati (FM). pembaca sudah mampu membayangkan apa yang akan digambarkan dalam karangan. sedangkan 10 siswa lain mampu memperoleh yakni 5 (sangat baik). dan YA. sedangkan siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal adalah DSM. DEW. Suasana Pantai yang Indah di Pagi Hari (Is). Indahnya Panorama Pantai (YA).2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Seperti pada subaspek kesesuaian..

. Sungguh indah pemandangan pantai pemandangan pantai pagi itu. Setiap ciri yang terdapat pada gambar atau objek disebutkan secara rinci oleh siswa.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. tampak bahwa objek pantai digambarkan AFM dengan rinci atau mendetail. (karangan AFM) Dari kutipan karangan di atas. Butir-butir pasir yang berkilau bagai intan permata menambah kesan indah pantai pagi itu. Kaki langit begitu jelas terlihat karena tidak pulau menghalangi. . sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. Sejauh mata memandang hanya laut yang terlihat..Pada siklus II.3. Ombak yang saling mengejar menghiasi beningnya air panas. Suara ombak yang bergemuruh terdengar menghibur hati.. Hembusan angin sepoi-sepoi melambaikan daun kelapa yang hijau. 4. Setiap ciri yang menunjukkan panorama pantai di pagi hari disebutkan secara rinci oleh siswa sehingga pembaca lebih mudah memahami objek yang dideskripsikan dan dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya. Seperti pada siklus . Laut biru yang membentang terlihat begitu indah.1. Ketenangan suasana pantai diiringi belaian angin yang mesra membawa aroma khas pantai.2. Panorama Pantai di Pagi Hari Menatap pantai di pagi hari sungguh menyenangkan. Berikut kutipan karangan yang menunjukkan bahwa siswa mampu merinci objek secara mendetail.

62%. PAS. Mereka kesulitan dalam mengembangkan imajinasi penciuman dan pencecapan. dan perabaan. Bahkan.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Meski rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus II merupakan rata-rata yang paling rendah jika dibandingkan dengan keenam subaspek yang lain. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. IFB. dan YLH. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus II mencapai 66. DW. DFD.2. Ketujuh siswa tersebut adalah CDS.3. hanya tujuh siswa mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). sehingga memperoleh skor 4 (baik). pendengaran. Pada aspek organisasi pada siklus II. 4. mecium. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).I. juga sebanyak 16 siswa. 16 siswa lain sudah mampu mengembangkan imajinasi empat indera. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi. Mereka mampu menggambarkan objek pantai berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. mendengar. siswa yang dapat memperoleh skor 5 (baik sekali) karena berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan. Namun. EAW. Rata-rata ketujuh siswa tersebut mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan indera penglihatan. yakni mencapai 84. masih ada siswa yang . Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi sangat baik.15%. tetapi rata-rata siswa dalam mengorganisasikan karangan sudah baik. Tetapi. Pada siklus II. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus II merupakan rata-rata siswa yang paling tinggi dibandingkan dengan keenam subaspek lainnya. mencecap. Pada subaspek ini.

.. Laut yang luas tanpa batas disertai desir ombak yang menggulung-gulung semakin menambah indah suasana. Meski gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf disusun dalam paragraf yang lain. Ditambah lagi keindahan pesisir pantai yang dapat menghibur hati yang sedang lara. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. Indahnya Pesisir Pantai Menatap langit biru di pesisir pantai memang suatu hal yang sangat mengasyikkan. Pohon nyiur yang melambai-lambai seolah memanggil para pengunjung untuk menikmatai keindahan pantai itu. Desau angin yang sepoi-sepoi memberikan kedamaian di hati. Terjalnya batu karang di pinggir pantai menjadi saksi betapa indahnya pantai itu. Asinnya air laut serasa hilang termakan oleh indahnya pantai. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. RN berusaha menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus. . meski hanya tiga siswa. GA. Langit biru yang membentang seakan menyelimuti pantai dari terpaan hujan. dan RAD. dan YI. DW. Halusnya pasir di pesisir pantai menjadi alas bagi para penikmat keindahan. sehingga ada . Lima siswa tersebut adalah DFD. meski keterkaitannya masih kurang. Pada siklus II. dan yang memperoleh skor 3 (cukup) sebanyak 20 siswa.. Betapa indahnya pemandangan pesisir pantai itu. yaitu AFM. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang. Is. VW. tetapi RN telah menggunakan alat kohesi dengan tepat dalam setiap paragrafnya. (karangan RN) Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan RN cukup menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya. yakni sebanyak lima siswa.memperoleh skor 2 (kurang).

dan YLH. Menikmati keindahan di pesisir pantai memang menyenangkan. FAS. yakni minimal mengandung unsur SubjekPredikat (S-P). Rata-rata kalimat yang disusun siswa sudah efektif dan tidak menimbulkan kerancuan makna.95%. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat mencapai 77.1 Kemampuan pada Subaspek Tata Bahasa Berbeda dengan siklus I. CDS. RAL.2. Dalam satu paragraf. memperoleh skor 3 (cukup). disertai dengan beberapa kalimat kompleks. Pada siklus II. Contoh kalimat siswa tersebut terletak pada kutipan karangan berikut. Sebagian besar siswa sudah mampu menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. Pada subaspek kalimat pada siklus II.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4. yaitu DW. Siswa yang melakukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat seperti yang ditemukan pada siklus I sudah berkurang pada silkus II.keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. Selain itu. Pada siklus II. yakni sebanyak 29 siswa.3.2. sudah tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang). meski hanya tiga siswa. Keindahan pemandangan pesisir pantai tampak begitu menawan. Dari kejahuan terlihat pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh di tepi . Tujuh siswa lain. OYS. siswa mampu menggunakan kalimat sederhana. Ketiga siswa tersebut adalah AS. variasi kalimat yang disusun siswa juga cukup. dan DSM. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. misalnya dengan menggunakan alat kohesi itu 4. RSs.3. LF.3. kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus II sudah baik. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat.

3. sedangkan 16 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). Selain itu.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II pada subaspek diksi juga sudah baik. meski hanya dua siswa. Sejauh mata memandang tampak air laut yang biru dan berkilau. ..2. yakni sebanyak 21 siswa. Pada siklus II. Pada subaspek ini. yaitu DD dan DSM. Hamparan pasir putih bak ladang kapas menyambut kedatangan kita.. Di bawah langit biru yang luas menyelimuti alam raya tampak nyiur hijau melambai-lambai seolah mengajak siapa saja untuk mendekat menikmati pesona pantai. Barisan batu karang yang terjal mengelilingi pohon kelapa menjadi tempat yang nyaman untuk menatap luasnya samudra yang seolah tak berujung. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek ini. akan tampak rumputrumput hijau yang bergoyang mengikuti tiupan angin.3.. memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. penggunaan diksi siswa juga sudah tepat sehingga tidak mengganggu pemahaman makna. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada aspek diksi. (karangan berjudul Pantai Sejuta Kenangan milik DSM) .82%. Sebagian besar siswa. . sudah ada siswa yang mampu memperoleh skor 5 (sangat baik). (karangan berjudul Keindahan Pesisir Pantai Solusi Stres milik YI) 4. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus II mampu mencapai 72.pantai. Daun-daunnya melambai-lambai dan terdengar gemersik karena tertiup angin pantai yang semilir. Perbendaharaan kata yang digunakan siswa cukup luas sehingga siswa jarang menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang.... Semakin dekat kita menitihkan langkah. Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II sudah cukup bervariasi.

terkait dengan penulisan kata. Bahkan. serta menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsinya. FL. dan imbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II.3. imbuhan. dalam setiap karangan deskripsi siswa. serta penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Bahkan.56%. AS. tampak bahwa perbendaharaan kata DSM sangat luas. kesalahan siswa yang sering ditemukan pada subaspek ejaan pada siklus I sudah jarang ditemukan. rata-rata kemampuan siswa mencapai 82. sedikit sekali ditemukan kesalahan penggunaan ejaan. Enam siswa tersebut antara lain AFM. sedangkan enam siswa yang lain mampu meperoleh skor 5 (sangat baik). Pada siklus II. Panorama Alam Pantai . 4. kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sangat baik. yakni AAS. diksi pada karangan DSM juga digunakan secara tepat sehingga tidak mengaburkan makna. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun skor 2 (kurang). DEW. siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya satu siswa. Pada siklus II. Rata-rata siswa juga sudah mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan.2.3. Selain itu. kata depan. CDS. yakni sebanyak 32 siswa. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada subaspek ejaan. Diksi yang digunakan dalam karangan DSM sangat bervariasi dan jarang terjadi pengulangan kata.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Pada subaspek ejaan pada siklus II.Dari kutipan karangan di atas. rata-rata siswa sudah mampu menuliskan kata. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. kata depan. dan YLH.

AS tidak lagi mengalami kesulitan. Ombak yang menggulung terlihat begitu indah. Bau bangkai ikan dan rasa asin air laut seakan menjadi hal biasa..Tampak dari kejahuan langit biru di atas lautan yang luas. . Begitu juga dalam penulisan kata ulang.. Suara burung-burung yang berkicau terdengar menghibur hati. serta penggunaan tanda baca dan huruf kapital. (karangan AS) Kutipan karangan di atas menunjukkan bahwa AS mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Alunan ombak dan hembusan angin yang mengenai dedaunan terasa menghidupkan suasana. Sebagian besar siswa kelas X. Setiap kata dalam karangannya dituliskan dengan tepat sesuai dengan EYD. Hamparan pasir putih dan karang-karang seakan menyejukkan jiwa. Pohon-pohon kelapa yang tertiup angin terasa mengisi kesunyian di pantai itu.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang lain juga sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menggunakan ejaan yang tepat sesuai dengan EYD. Hal ini dapat dilihat dari minimnya kesalahan penggunaan ejaan pada karangan deskripsi siswa yang lain. Dalam karangan deskripsi AS tidak ditemukan sama sekali kesalahan penggunaan ejaan. kata depan di. .. Di bawah hamparan langit biru yang luas terlihat perahu-perahu nelayan sedang mencari ikan.

1 Temuan Proses Pembelajaran Penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. atau teknik yang berbeda dari biasanya. pada bab V ini disajikan pembahasan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 5. yang meliputi (1) temuan proses pembelajaran dan (2) temuan hasil penelitian. peneliti menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk .BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan paparan data pada Bab IV. Dalam penelitian ini. metode. dkk. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto. pendekatan. (2007:11) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara.

Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran.meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan mampu menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran. . Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun pada tahap perencanaan.

kegiatan siswa difokuskan pada pengembangan bahan yang telah diperoleh pada tahap prapenulisan. Pada tahap prapenulisan. penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. (2) tahap pembuatan draf. (2) pelaksanaan tindakan. kegiatan siswa difokuskan pada kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan agar karangan awalnya menjadi lebih baik dengan mengacu pada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. (3) observasi atau pengamatan. dan (5) tahap berbagi (sharing) atau publikasi. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. (4) tahap menyunting. yaitu (1) tahap prapenulisan. 2007:3) yang menyajikan lima tahap dalam proses menulis. Sesuai dengan rencana. yakni (1) perencanaan tindakan. mulai dari tahap perencanaan hingga refleksi.. Tindakan yang diberikan adalah penggunaan “gambar” dan “imajinasi” dalam . (3) tahap penyuntingan dan revisi. (2) tahap penulisan. Pada tahap penulisan. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. dengan empat tahap pada masing-masing siklusnya.Proses menulis karangan deskripsi siswa terdiri dari empat tahap. Penentuan tahap proses menulis siswa dalam penelitian ini didasarkan pada pendapat Tompkins (dalam Kurniawan. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. dkk. Penentuan empat tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. dan (4) tahap publikasi. (3) tahap merevisi. yakni (1) tahap pramenulis. Pada tahap penyuntingan dan revisi. yakni siklus I dan siklus II. Pada tahap publikasi. kegiatan siswa difokuskan pada upaya pemublikasian hasil karangan deskripsi siswa dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas agar siswa mengetahui manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. dan (4) refleksi. kegiatan siswa difokuskan pada pengumpulan bahan untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan ide pada tahap penulisan.

Siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan kesesuaian. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. sedangkan tindakan siklus II dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I. kerincian. beberapa kelebihan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut.pembelajaran menulis deskripsi agar kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kemampuan sebelum diberi tindakan. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi. Kemampuan . yakni (1) prapenulisan. dan kreativitas imajinasi yang baik. (2) penulisan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan tindakan. terutama pada aspek isi dan kebahasaan. (2) Siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. (4) Siswa lebih memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. (1) Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. (3) Dari proses menulis yang dilaksanakan. dan (4) publikasi. (3) penyuntingan dan revisi. Tindakan siklus I dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. siswa dapat memahami tahapan yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik.

Berdasarkan hasil observasi dan refleksi tindakan yang diberikan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II.siswa pada aspek kebahasaan juga baik. kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Langkah-langkah pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini didasarkan pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. Kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah kelemahan siswa dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. dan digabungkan dengan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II. peneliti menemukan langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. (1) Pendahuluan . menggunakan diksi. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada aspek yang lain. Siswa kurang mampu menyusun gagasan secara runtut dan terkait dalam karangan deskripsinya. Namun. (5) Siswa sudah mampu mengembangkan imajinasi kelima inderanya ke dalam tabel hasil imajinasi indera sehingga dapat menyusun karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. baik dalam menyusun kalimat. ataupun ejaan.

penulisan. (f) Guru menjelaskan cara menentukan judul dan kriteria judul yang baik dalam karangan. sekaligus manfaat masing-masing langkah. dengan menyajikan beberapa contoh agar siswa mengetahui macam-macam karangan deskripsi dan dapat membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan yang lainnya. hingga publikasi. (e) Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. organisasi. (c) Guru menguatkan pemahaman siswa dengan menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi mulai dari tahap prapenulisan. Pertanyaan panduan yang diberikan guru mengacu pada judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera yang digunakan dalam menulis karangan deskripsi. dan . guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. maupun kebahasaan agar siswa dapat menulis karangan deskripsi dengan baik. (d) Guru menjelaskan makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera dengan memberikan pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. baik dari aspek isi. kemudian siswa diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut. penyuntingan dan revisi. (b) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk membangun pemahaman siswa terkait langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.(a) Guru membangun pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi dan macammacamnya. Sebagai latihan.

. (Tahap Penulisan) (e) Guru membangun pemahaman siswa terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penyuntingan dan revisi dengan memberikan contoh karangan yang terdapat banyak kesalahan pada siswa. Judul dapat diperbaiki di akhir penulisan karangan (pada tahap revisi) dengan menyesuaikannya dengan isi karangan. organisasi. (c) Guru membimbing siswa untuk mengamati gambar dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar menggunakan kelima indera. dan mengajak siswa untuk belajar menyunting dan merevisi karangan tersebut dengan memperhatikan aspek isi. (2) Inti (a) Guru memberikan tema kepada siswa.menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru sesuai dengan syarat penentuan judul yang baik. Pemilihan gambar didasarkan pada lingkungan terdekat siswa. dan kebahasaannya. Guru membagikan gambar sesuai dengan tema dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. (Tahap Prapenulisan) (d) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dengan memperhatikan syarat penulisan karangan deskripsi yang baik. (b) Guru membimbing siswa untuk menentukan judul karangan sesuai dengan topik (objek) dan tujuan penulisan.

(f) Guru meminta salah satu siswa untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Siswa yang lain bersama guru mengomentari karangan deskripsi yang dibacakan siswa di depan kelas, terkait dengan hasil karangan dan cara pembacaannya. (g) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar terhadap hasil karangan teman, baik dari segi isi, organisasi, maupun kebahasaannya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari, masing-masing karangan dikembalikan pada pemiliknya, kemudian direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran perbaikan dari teman. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (h) Guru juga membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas dan menempelkannya di dinding atau di mading kelas. (Tahap Publikasi) (3) Penutup (a) Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (b) Guru membimbing siswa untuk mengingat dan menyimpulkan keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. (c) Guru menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan. 5.2 Temuan Hasil Penelitian

Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi diukur dari pencapaian nilai siswa berdasarkan standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa dikatakan berhasil atau mampu menulis karangan deskrispsi apabila rata-rata nilai yang diperoleh siswa dapat mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pedoman tingkat keberhasilan siswa disusun oleh peneliti bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan mengacu pada rujukan yang ada, dan disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berikut pedoman tingkat keberhasilan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 5.1 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi
Pencapaian (%) Kualifikasi Angka Kategori Nilai Huruf Tingkat Keberhasilan

80−100 65−79 56−64 40−55 20−39

5 4 3 2 1

A B C D E

Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berhasil Berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245)

Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap karangan deskripsi siswa, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Jika pada tahap pretes (sebelum diberi tindakan) rata-rata kemampuan awal siswa dalam

menulis karangan deskripsi hanya mencapai 45,79%, rata-rata kemampuan siswa setelah diberi tindakan siklus I mampu mencapai 64,40%. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18,61% setelah diberi tindakan siklus I. Namun, meski sudah mengalami peningkatan, rata-rata kemampuan siswa pada siklus I masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan, seperti halnya rata-rata kemampuan siswa pada tahap pretes. Permasalahan yang dihadapi pada siklus I terletak pada kelemahan siswa dalam membuat organisasi yang baik, menyusun kalimat, dan menggunakan diksi dalam karangan deskripsinya. Oleh karena itu, diupayakan perbaikan tindakan pada siklus II untuk mengatasi permasalahan pada siklus I, yakni dengan pemilihan gambar pantai, pengubahan tabel hasil imajinasi indera, penggunaan bagan untuk memberikan penjelasan tentang langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, dan pemberian pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Siswa juga diberikan tambahan materi terkait dengan perumusan judul, penyusunan kalimat, dan penyusunan organisasi dalam karangan. Dengan perbaikan tindakan yang diberikan, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,06% sehingga mencapai 78,46%. Peningkatan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut. Tabel 5.2 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II
Hasil Evaluasi Pretes Persentase (%) Siklus I Siklus II

Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B ( baik) pada siklus I sebanyak 17 siswa. diksi.85% .02%. yakni sebesar 41. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek kalimat. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali) pada siklus II adalah 19 siswa. 143 sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). Peningkatan yang sangat pesat terjadi setelah dilaksanakannya tindakan siklus II. Dari jumlah siswa keseluruhan. Pedoman penilaian ini mengacu pada panduan . yakni 65%. Pada siklus II.79 64. (2) aspek organisasi.46 Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. 46. kerincian. 100% siswa dari jumlah siswa keseluruhan mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. dan ejaan. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) sebanyak 20 siswa. Pada siklus I. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. hanya 5. pada tahap pretes. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). jumlah siswa yang berhasil dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I sudah mengalami peningkatan yang cukup tinggi.15% siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan.40 78. yakni sebesar 53. yakni (1) aspek isi yang meliputi subaspek kesesuaian.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang berhasil mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) hanya dua siswa. dan kreativitas imajinasi. meski hanya satu siswa. Pada tahap pretes.Rata-rata Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa dalam Satu Kelas 45.

Dari hasil penilaian karangan deskripsi siswa. dan ejaan dan tanda baca. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.penyekoran atau penilaian karangan menurut Basuki (1997. yang menunjukkan bahwa komponen yang dinilai dalam karangan di antaranya pengembangan topik. yang sudah diadaptasi oleh peneliti. tata bahasa. dan (3) kreativitas imajinasi. (2) kerincian. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. kemampuan siswa meningkat pada setiap subaspeknya. Dari ketiga subaspek pada aspek isi. Peningkatan rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada setiap aspek adalah sebagai berikut. dapat diketahui adanya peningkatan ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek isi dapat dilihat pada tabel 5. kosa kata. organisasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspek. 38―39).3 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Isi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Siklus I Siklus II . yakni subaspek (1) kesesuaian. 1) Peningkatan pada Aspek Isi Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek isi dilihat dari tiga subaspek.3 berikut. setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. Tabel 5.

kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 17. kemampuan siswa pada subaspek kerincian hanya mencapai 58. Pada tahap pretes. Jadi.08%.87 83. Pada siklus II.08 82.Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.46%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.05 84. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kesesuaian hanya mencapai 44. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.44% dari siklus I sehingga mampu mencapai 83.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 38. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian kembali mengalami peningkatan dari siklus I.79 74.62 Berdasarkan tabel 5.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan .64%.62 58. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.46 40 65.46% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap pretes.64 71. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.3. setelah diberi tindakan pada siklus II.02% sehingga mampu mencapai 65. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 21.62%.

setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi hanya mencapai 40%. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. Rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Seperti .87% sehingga mampu mencapai 74. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 34. Pada siklus II.79%. Jadi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kreativitas imajinasi 2) Peningkatan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa kelas X.sebesar 13.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Pada tahap pretes.33% sehingga mampu mencapai 71.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 23. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 10. Pada aspek isi. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian dan kerincian. mengalami peningkatan sebesar 44. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.87%.59% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan dari siklus I.4 berikut.05%.26% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82.62% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi dapat dilihat pada tabel 5.

setelah diberi tindakan pada siklus II.4. Tabel 5. kemampuan siswa pada subaspek organisasi hanya mencapai 50.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. pada aspek organisasi.15 Berdasarkan tabel 5.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. Jadi.62%. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada tahap pretes. 3) Peningkatan pada Aspek Kebahasaan .halnya pada subaspek kesesuaian dan kerincian.4 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Organisasi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Organisasi Organisasi 50.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan sebesar 15.77%.90%.25% dari siklus I sehingga mampu mencapai 66. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek organisasi juga mengalami peningkatan dari siklus I.77 Siklus I 55.13% sehingga mampu mencapai 55.75% dari siklus I sehingga mampu mencapai 84. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 5. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 10. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.90 Siklus II 66. baik pada siklus I maupun siklus II. Pada siklus II.15%. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi juga mengalami peningkatan dari siklus I. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 9.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (2) diksi. kemampuan siswa juga meningkat pada setiap subaspeknya.95 72.95%.5 berikut. kemampuan siswa . diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dari ketiga subaspek pada aspek kebahasaan. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 13.5 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Kebahasaan Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Kebahasaan Kalimat Diksi Ejaan 46. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.64 Siklus II 77. Pada tahap pretes.56 Siklus I 57.5.56 Berdasarkan tabel 5. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 44. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.67 37. yakni subaspek (1) kalimat.44 42. dan (3) ejaan. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.97 65.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek kebahasaan dapat dilihat pada tabel 5. setelah diberi tindakan pada siklus II. Pada siklus II.82 82. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat kembali mengalami peningkatan dari siklus I.Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek kebahasaan dilihat dari tiga subaspek. Seperti halnya pada aspek isi.28% sehingga mampu mencapai 57. Tabel 5.67%.95 58.

kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 23. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan dari siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 35. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan dari siklus I. .08% sehingga mampu mencapai 65.28% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.44%. Jadi. Pada tahap pretes.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 31. Seperti halnya pada subaspek kalimat dan diksi.82%. setelah diberi tindakan pada siklus II.64%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 13.pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I sehingga mampu mencapai 77. Pada siklus II. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.56%. kemampuan siswa pada subaspek diksi hanya mencapai 37.53% sehingga mampu mencapai 58.85% dari siklus I sehingga mampu mencapai 72.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada tahap pretes. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 21. kemampuan siswa pada subaspek ejaan hanya mencapai 42.95%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Jadi.97%.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I maupun siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan mampu mengalami peningkatan sebesar 40%.setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa kelas X. Penggunaan imajinasi sesuai dengan tujuan penulisan karangan deskripsi dalam penelitian ini.56%. Selain gambar.92% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. yakni aspek isi. 1997:13). siswa dapat lebih mudah dalam menemukan ide atau bahan tulisan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi. organisasi. Hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. Hasil penelitian ini mendukung pendapat Nurhaeni (1997:17) yang menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. Pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 16. Berdasarkan paparan di atas. Penggunaan imajinasi dalam proses menulis karangan deskripsi dapat memperkaya ide sehingga siswa mampu mengembangkan karangan deskripsi yang lebih hidup dan dapat diimajinasikan dengan kelima indera. jika dibandingkan dengan subaspek kalimat dan diksi. Dengan imajinasi. Peningkatan pada subaspek ejaan merupakan peningkatan yang paling besar pada aspek kebahasaan. yakni berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca (Gunawan. dan kebahasaan. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar dan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspek. imajinasi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dengan menggunakan gambar. siswa menjadi lebih kreatif .

Menurut Ricoeur. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. 2001:55) yang menyatakan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. Juga pendapat DePorter & Hernacki (2002:191) yang menyatakan bahwa dengan imajinasi.dalam mengembangkan karangan deskripsi. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. Hal ini sesuai dengan pendapat Ricoeur (dalam Tedjoworo. .

67% dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal yang disyaratkan.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada Bab IV dan dibahas pada Bab V. 6. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 14. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.40%.BAB VI PENUTUP Pada Bab VI ini dipaparkan simpulan dan saran yang berhubungan dengan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. .46%. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18.06% dari siklus I sehingga mampu mencapai 78. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.61% dari tahap pretes yang hanya mencapai 45.79% sehingga pada siklus I mampu mencapai 64.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi juga dapat dilihat pada setiap aspeknya.Peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dengan simpulan sebagai berikut. .

(2) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. karena berdasarkan hasil penelitian. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal 65% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 23. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peneliti selanjutnya disarankan sebagai berikut.38% pada subaspek diksi. dengan peningkatan sebesar 31.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 2) Berdasarkan studi pendahuluan.28% pada subaspek kalimat. (3) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.38%. dengan peningkatan sebesar 15.59% pada subaspek kerincian.2 Saran Berdasarkan simpulan di atas.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. ditemukan bahwa guru Bahasa Indonesia hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan langsung memberikan tugas menulis kepada siswa.(1) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.62% pada subaspek kreativitas imajinasi. dan 40% pada subaspek ejaan. 35. dengan peningkatan sebesar 38.46% pada subaspek kesesuaian. 1) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. Oleh karena itu. dan 44. guru Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa untuk . 6.

3) Guru Bahasa Indonesia disarankan untuk membimbing siswa melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis. . penulisan.melaksanakan aktivitas belajar dan menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai. sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan publikasi. 4) Peneliti lanjutan disarankan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yakni tahap prapenulisan. penyuntingan dan revisi.

. Arikunto. M. Jakarta: Erlangga. Arikunto.. 2002. 2002. Imam Agus. Skripsi tidak diterbitkan. S. Basuki. 1997. 2003.G. Suhardjono & Supardi. S. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. 2001.H. 2007. & Ridwan. Rohmah. 1980/1981. Malang: P3T IKIP Malang. Akhadiah.. dkk. Jakarta: Bumi Aksara. Mukhsin. Alyunusia. Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara. . M. 1995. Penelitian Tindakan Kelas. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas I MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003.DAFTAR RUJUKAN Ahmadi. Azhar. Suharsimi. Media Pengajaran. Suharsimi. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Komposisi Bahasa Indonesia. S. Malang: Depdiknas Universitas Negeri Malang. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Arsyad. Arikunto. 1988. Ahmadi. Jakarta: Rineka Cipta. Wacana Bahasa Indonesia. Arsjad.

Ibrahim. 1983. 23.dkk. 1988. Model Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Lanjut. Bandung: Kaifa. Kurniawan. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Agama dengan Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Kuis Tim Kelas VIB MI Diniyah Puteri Padang Panjang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2005/2006. 2003. (Online). Dalvi. Jakarta: Erlangga. 2006. Gunawan. . Anwar. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan.Yogyakarta: Andi. Jakarta: Gramedia. B. 2006. Terjemah oleh Alwiyah Abdurrahman. & Nana. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 2007. Fachruddin Ambo. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. M. dkk. Belajar Mengarang: Dari Narasi hingga Argumentasi. 22. Enre. Jakarta: BSNP. Dasar-dasar Keterampilan Menulis.S. Terampil Mengarang. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas X. 2006. Jakarta: Erlangga. 2002. The Liang. Hasnun. 2005. Untuk SMU dan Umum. Jakarta: Depdikbud & Rineka Cipta. 2004. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1997.BSNP. 2002. S. 2005 (4) :19–23. Gie. Dawud. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. Umar. Khaerudin. Junus. dkk. 24 Tahun 2006) Badan Standar Nasional Pendidikan. Standar Isi (Keputusan Menteri No. Yogyakarta: Andi. Abdul. DePorter. Jakarta: Depdikbud. Perencanaan Pengajaran. 3 (1): 59–69. & Hernacki. Jabrohim. 2003. 1992. Kadir. Dari KBK ke Inovasi: Menembus Kemandegan Pendidikan Kita. R. Cara Menulis Kreatif. Dari Peristiwa ke Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia.

1993.. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Parera. A. . A. Pembelajaran Partisipatif. Madya.ktiguru. Nurhadi. Nurhaeni. diakses tanggal 12 November 2007). 2006. 2004. Penelitian Tindakan Kelas Bagian I (Online). 1993. 4(4): 15–21. Malang: Elang Mas. Nani. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK.(Http://Www. (http://www.php/ptk/ptk-1. 2007. 3 (1): 49–58. Nurchasanah & Widodo. 2005.B. 1997. Suhaidi. Keterampilan Menulis dan Pengajarannya. 2005 (4): 2–3. Sumber Belajar: Kajian Teori dan Aplikasi. 2005. Setyosari.Edu/Kipbipa/Papers/KhaerudinKurniawan. Punaji. Musbar. Hubungan Hasil belajar Matematika dengan Penguasaan Kompetensi Gambar Bukaan/Bentangan pada Siswa Kelas II Teknik Pembentukan SMK Karya Padang Panjang. Suwarsih. 2001. & Martutik. Menulis Tertib dan Sistematik. Malang: UM Press. Rancangan Pembelajaran Teori dan Praktik. & Senduk. Bandung: Sinar Baru Algensindo. A. Mohammad R.doc. 2006. B. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Jos Daniel. N. Sudjana. Arifin.G.Ialf. 157 Rani. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah.. Jakarta: Erlangga.org/index. & Rivai. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Yasin. Fungsi Gambar dalam Pengajaran Bahasa Asing. Media Pengajaran. B. Malang: Bayumedia Publishing. diakses tanggal 12 November 2007).

Jakarta: Grasindo. Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskriptif dengan Media Gambar. Psikologi Pengajaran. Skripsi tidak diterbitkan.S. H.or.php?menu=profile&pro=145. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas: untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. W. Wiriaatmadja.id/new/index. Tedjoworo. Budi. diakses tanggal 12 November 2007). 1996. 2005. Winkel. 2001. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI) Wijaya.Susetyo. Jenis Alat Pengumpul Data.ditplb. Citria Nilam Asri Cipto. (Online). 2005. (http://www. Rochiati. Imaji dan Imajinasi: Suatu Telaah Filsafat Postmodern. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Bandung: Remaja Rosda Karya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful