P. 1
Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi(1)

Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi(1)

|Views: 1,018|Likes:

More info:

Published by: FrenkyBae Abi Na Hafidz on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2013

pdf

text

original

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.

2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI

OLEH DWI YANI LESTARI NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA,

DAN DAERAH AGUSTUS 2008 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh Dwi Yani Lestari NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA

JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH Agustus 2008 ABSTRAK Lestari, Dwi Yani. 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo Hs, S.H., M.Hum. Kata kunci: kemampuan menulis, deskripsi, gambar, imajinasi. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Meski telah dilaksanakan pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hasil pembelajaran menulis deskripsi di kelas tersebut tidak maksimal. Dari kegiatan studi pendahuluan, diketahui adanya permasalahan dalam proses pembelajaran menulis deskripsi dan kelemahan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi, baik pada aspek isi, organisasi, dan kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%.. Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan, peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi merencanakan tindakan melalui penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan. Dengan menggunakan gambar dan imajinasi, diharapkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April―Mei 2008 di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dengan subjek penelitian siswa kelas X.2. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Data penelitian ini adalah data hasil wawancara, rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa dengan mengacu pada pedoman penyekoran dan standar keberhasilan yang telah ditentukan, diketahui bahwa pada tahap pretes, yakni sebelum menggunakan gambar dan imajinasi, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa hanya mencapai i ii

dengan peningkatan sebesar 31. 23. penyuntingan dan revisi. dan (3) aspek kebahasaan. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 18. dan 44. dengan peningkatan sebesar 15. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. dan (3) membimbing siswa untuk melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspeknya.40%. penulisan.67% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. .38%.06% dari siklus I sehingga mencapai 78. 35. kemampuan siswa kelas X.38% pada subaspek diksi. yakni tahap prapenulisan. (2) aspek organisasi. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (2) menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.59% pada subaspek kerincian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 14.46% pada subaspek kesesuaian.28% pada subaspek kalimat. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Untuk peneliti lanjutan disarankan melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan pada: (1) aspek isi. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan: (1) menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.46%.45.61% sehingga mencapai 64. dan 40% pada subaspek ejaan.62% pada subaspek kreativitas imajinasi. dengan peningkatan sebesar 38. Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.79% sehingga belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. dan publikasi.

4. M.Hum.Pd. S.H.Pd. selaku Dekan Fakultas Sastra UM dan Dr. Oleh karena itu. M.Pd.. M. Sumadi. kasih sayang. Dr. Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi. Sunaryo Hs. 1. selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan kemudahan selama penyelesaian skripsi ini. Dr.2 yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan lancar. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak.Pd. dan siswa siswi kelas X.Pd. selaku Ketua Jurusan Sastra Indonesia UM yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. M. Maryaeni. ridha. selaku Dosen Penguji I dan Dra.. ucapan terima kasih dan penghargaan tiada terkira penulis sampaikan kepada pihakpihak sebagai berikut. 3. dan nikmat-Nya Yang Luar Biasa sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X. S. Dr. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lebih baik. 2.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas restu. Martutik. . Dawud. Ibu Sri Utami.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. M.

sahabat PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang. serta kepercayaan sehingga penulis bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat keluarga. Ita. Dosen. 8. dan Adik Tri tercinta di Banyuwangi sebagai motivasi utama bagi penulis dalam penyelesaian skripsi ini. dan . Teman-teman Sasindo UM angkatan 2004. Sahabat terdekat. Mbak Devi dan Dik Eri. bantuan. Ibu. Henot. 10. serta kepercayaan. Bapak. Bapak Ibu Guru. kasih sayang. CeCe Nikman. yang selalu memberikan kasih sayang.5. khususnya adik sekamar Yupi. Mas Bibit. dan Guru Mengaji yang pernah memberikan bimbingan dan ilmu yang bermanfaat untuk mengantarkan penulis meraih harapan dan cita-cita sehingga penulis bisa menjadi orang yang “lebih baik”. yang tidak pernah lelah berbagi dan membantu penulis dalam suka dan duka selama kuliah. dan merupakan teman diskusi dan penenang yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini. ataupun semangat dalam penyelesaian skripsi ini. dan kesabaran yang luar biasa untuk menerima dan mendampingi penulis dalam “kondisi apapun” sehingga bisa menjadi lebih kuat dan tabah menghadapi “segalanya”. Risa. 6. rekan KKN Wajar Dikdas Wongsorejo-Banyuwangi semester pendek 2007. Yuni. Saudara seatap di rumah kedua TERAM 12 F. doa. juga CeCe Pie-Pie. dan semua yang pernah memberikan dukungan. Na Yoja di Pulau Dewata yang banyak memberikan dukungan dan pelajaran selama penyelesaian skripsi ini. 7. dan Rere yang suka mengganggu tetapi juga membantu. 9.

rekan PPL SMP Negeri 1 Malang semester genap 2008 yang pernah berjuang bersama sehingga bisa lebih siap menghadapi “dunia nyata”. 11. Sebagai manusia biasa. penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan skripsi ini. dan apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan. khususnya dalam dunia pendidikan. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Penulis . Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

...............................................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK................... DAFTAR LAMPIRAN .................................................................5 Asumsi Penelitian ........................................ 1.. 1........................................... DAFTAR ISI.....................2 Masalah......................................2............ 1 5 5 6 7 7 8 x xi v vii ix i iii ............................................................................. 1.... DAFTAR KODE NAMA SISWA ................................................................................ 1......................... 1.......................2 Rumusan Masalah ........ DAFTAR GAMBAR...................... KATA PENGANTAR......1 Latar Belakang......................... 1.............2........................................................................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN 1........................................................3 Tujuan Penelitian............................................................................................................................................................................................................................................. DAFTAR TABEL.....................4 Kegunaan Penelitian....................................................1 Ruang Lingkup Masalah ..........

...............................................3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi .......1...................... 2........................1 Pengertian Menulis .................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.............................. 2... 2...........3 Pembelajaran Menulis ....... 2.......................2 Macam-macam Deskripsi .4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi .......1 Kemampuan Menulis............4................ 2............................................4...........3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas..... 2....1... 2........................2...................................1 Pengertian Tulisan Deskripsi ............1 Pengertian Gambar dan Imajinasi ....................................2. 2.............................4............3..........1......3............2........... 34 2............. 2...........................................2 Menulis Deskripsi.................2 Tujuan Pembelajaran Menulis .....................2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi ........ 9 11 11 13 16 20 20 22 24 27 27 29 31 34 38 42 ..................................... 2.................. 2.1..........................................................1 Hakikat Pembelajaran Menulis .................3.......... 2........... 2....................................2 Menulis sebagai Suatu Proses ...6 Definisi Operasional.............................. 2...............................3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis .3 Prinsip-prinsip dalam Menulis ................................................

................................................5 Refleksi.. 3. 3........................ 3.........3....4 Data dan Sumber Data..........................................................2....................................... 3.......................................................................... 3..........................4...................3 Lokasi........... Waktu dan Subjek Penelitian................... 3.2............................. 4.......................6 Teknik Analisis Data..................................1 Data ........................ 3...................4...............................................3....................1 Rancangan Penelitian.......................................... 3.......................................1 Studi Pendahuluan .........................2............7 Prediksi Hasil........... BAB IV PAPARAN DATA 4.2.............. 3....................................2 Waktu Penelitian .......1 Lokasi Penelitian ......................2.............. 3.........1........ 3.............8 Pengecekan Keabsahan Data...................................................................................2 Tahap-tahap Penelitian...................... 3......................................1 Studi Pendahuluan...... 3............................................................................................................ 63 63 45 46 49 50 51 52 53 54 54 55 55 56 56 56 56 58 61 61 ...........................4 Observasi atau Pengamatan .........................BAB III METODE PENELITIAN 3..............................................3 Pelaksanaan Tindakan ..............2 Sumber Data .............. 3... 3....5 Teknik Pengumpulan Data..............3 Subjek Penelitian.....................................1 Observasi Awal .......3..... 3...............2 Perencanaan Tindakan ................................................... 3.........................

..............................................................................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II ..............2 Pretes ................. 4.............................2 Saran....3 Hasil Tindakan... BAB V PEMBAHASAN 5....................... 64 73 73 95 114 4............................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN..................3..... 158 159 155 152 153 133 140 123 .2.........2 4.............................................. 4..........................2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II .4.... BAB VI PENUTUP 6..... 115 4....................2 Temuan Hasil Penelitian .................................................................................1...................... DAFTAR RUJUKAN...................................................................... PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ........2 Kemampuan Siswa Kelas X....2............................................................1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I .................................................................................................................1 Temuan Proses Pembelajaran......................................... 4.....................................1 Simpulan...................................................3.... 4........ 5....................................2 Pelaksanaan Tindakan ...........................................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I .. 6.....1 Kemampuan Siswa Kelas X...............

1993:5). Seseorang yang mampu menulis. (4) kegunaan penelitian. (5) asumsi penelitian. dan (6) definisi operasional yang terkait dengan penelitian. perasaan. . (3) tujuan penelitian. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. Dengan tulisan. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. (2) masalah penelitian.BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini dibahas tentang (1) latar belakang dilaksanakan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. 1.1 Latar Belakang Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia.

selama ini pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum terlaksana dengan maksimal. keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP. 2006:260). Oleh karena itu. baik secara lisan maupun tulis.Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan yang tercakup dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia. diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. 23. termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Acuan tersebut tertuang dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas X semester 1. dan 24 tahun 2006 yang menerangkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. khususnya pada siswa kelas X semester 1. kemudian siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi sehingga . yang isi kompetensi dasarnya adalah Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. pembelajaran menulis deskripsi juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Guru hanya sedikit memberikan materi tentang tulisan deskripsi. Meski telah dilaksanakan di sekolah. Selain siswa SD/MI. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri nomor 22. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa dapat memiliki kemampuan menulis. kompetensi dasar menulis deskripsi juga diajarkan pada siswa SMA/MA. 2006:262).

Guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. pencecapan. ataupun perabaan untuk mengembangkan karangan deskripsi sehingga pembaca kurang dapat melihat dan merasakan apa yang ditulis siswa melalui pancainderanya. di antaranya dengan memilih media pembelajaran yang . perlu diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Bertolak pada permasalahan di atas. Masih banyak terdapat kesalahan penulisan ejaan dalam karangan deskripsi siswa. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah. Pendeskripsian objek dalam karangan siswa tidak fokus dan tidak sesuai dengan judul yang ditulis sehingga pembaca kesulitan untuk memahami karangan secara utuh. maupun tanda baca. baik dalam penggunaan kata depan. Padahal menurut Dalvi (2006:60). Pembelajaran menulis di sekolah perlu dilakukan dengan cara yang lebih baik. siswa belum mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Selain itu. diketahui bahwa siswa kurang mampu menyusun karangan deskripsi dengan baik. yaitu dari guru pada siswa sehingga siswa lebih banyak mendengar materi dari guru daripada melaksanakan aktivitas belajar. imbuhan. Siswa kurang memanfaatkan indera yang lain seperti pendengaran.kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. Siswa juga hanya mengembangkan hasil pengamatan berdasarkan indera penglihatan saja. Guru juga enggan memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis deskripsi. penciuman. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa kelas X. dan kurang menggairahkan sehingga siswa menjadi kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. monoton. metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah cenderung menjadikan suasana belajar kaku.

dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Interaksi positif antara guru dan siswa juga dapat dibentuk dengan pemilihan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa. gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada pembelajar dengan berbagai usia. Penelitian-penelitian dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran menulis juga perlu dilaksanakan sebagai upaya pembaharuan dalam penelitian dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Berbagai penelitian pernah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. serta perbaikan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. dan penelitian yang dilaksanakan oleh Rohmah Alyunusia yang berjudul Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas 1 MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. sedangkan Alyunusia (2003) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. penggunaan gambar lebih sederhana dan efisien sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi. Berdasarkan uraian di atas. Menurut Nurhaeni (1997:15). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah jika dalam penelitian sebelumnya hanya digunakan gambar saja. penelitian ini perlu dilakukan. Selain itu. Penelitian-penelitian tersebut antara lain berjudul Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Media Gambar oleh Citria Nilam Asri Cipto Wijaya. Perbedaan lain terletak pada subjek dan fokus .sesuai dan bervariasi. Wijaya (2005) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan kinerja siswa dalam menulis deskripsi. maka dalam penelitian ini digunakan gambar dan imajinasi untuk memudahkan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa.

1. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Pembelajaran menulis deskripsi bukan hanya ditekankan pada hasil yang akan dicapai oleh siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.2. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah diadakan penelitian dalam upaya perbaikan kualitas pengajaran dan peningkatan kemampuan menulis siswa.2 Masalah 1. Selain itu. Oleh karena itu. diupayakan berbagai cara untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa pada saat studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa objek yang dideskripsikan siswa dalam karangannya mayoritas berupa tempat atau pemandangan.penelitian. .1 Ruang Lingkup Masalah Kompetensi menulis deskripsi merupakan salah satu kompetensi dalam Kurikulum 2006 atau Standar Isi BSNP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dicapai oleh siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA. Pada jenjang SMA. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. salah satunya dengan menggunakan gambar dan imajinasi. kompetensi menulis deskripsi salah satunya diajarkan di kelas X semester 1 dengan kompetensi dasar Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. yakni siswa SMA. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. 2006:262). tetapi juga proses yang dilaksanakan siswa untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi.

rumusan masalah penelitian ini adalah “Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (2) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (1) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi?”.2 Rumusan Masalah Secara umum.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi. sedangkan masalah dalam hasil pembelajaran terkait dengan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Masalah dalam pelaksanaan pembelajaran terkait dengan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas X.2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (3) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo . 1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi? 1. Secara khusus. rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.Masalah dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan dan hasil pembelajaran. tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah.

4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai beberapa kegunaan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut. (3) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. di antaranya sebagai berikut. hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa.Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (1) Kegunaan teoritis Secara teoritis. . juga bagi peneliti.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. guru. sekolah. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan teori pembelajaran menulis serta menambah kajian-kajian teoritis tentang menulis. (1) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. antara lain sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 1. (2) Kegunaan praktis Secara praktis.

serta meningkatkan kesiapan diri peneliti sebagai calon guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.5 Asumsi Penelitian Asumsi yang mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. (2) Menulis karangan deskripsi diajarkan di kelas X. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan atau kesulitan dalam menulis karangan deskripsi. Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. (3) Kemampuan siswa kelas X. (c) Bagi sekolah. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka perbaikan pembelajaran di sekolah. . (1) Kurikulum 2006. (d) Bagi peneliti. khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA kelas X semester 1 memuat kompetensi dasar menulis deskripsi. hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam hal pembelajaran Bahasa Indonesia. (b) Bagi guru. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus sebagai alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran menulis.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan.(a) Bagi siswa. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi. serta alternatif pemecahannya.

atau benda. baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. (2) Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. Kejelasan arah penelitian dapat membantu dalam menyamakan pemahaman dan pemokusan dalam penelitian. (4) Gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang.(4) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Beberapa definisi operasional terkait dengan istilah-istilah dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut. dan . 1. yang dalam penelitian ini peningkatan yang dimaksud adalah perubahan kemampuan siswa (dari yang kurang baik menjadi lebih baik) setelah diberi tindakan.6 Definisi Operasional Definisi operasional merupakan sejumlah istilah yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan arah penelitian. warna. (1) Peningkatan adalah bentuk perubahan yang ditunjukkan berdasarkan keadaan sebelumnya dan keadaan setelahnya. tempat. (3) Karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan atau menyampaikan informasi yang berupa sifat dan semua perincian wujud dari suatu objek kepada pembaca agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan.

untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.ukuran. karangan. (5) Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. .

Kegiatan menulis bisa berasal dari membaca atau menyimak suatu informasi. Hasil proses menulis itu berupa wacana atau teks. Hal-hal pokok yang dibahas meliputi (1) kemampuan menulis. gagasan. serta menyusun informasi dalam bentuk karangan. atau kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis.1 Kemampuan Menulis 2. (3) pembelajaran menulis. menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran. 1993:2). menulis dapat juga berasal dari berbagai kejadian-kejadian yang dialami oleh penulis sendiri maupun orang lain. atau kemauan seorang penulis. perasaan. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:2). dan (4) pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. perasaan.1. 2.1 Pengertian Menulis Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dalam menuangkan pikiran dan gagasan. Selain itu. Unsur-unsur yang bersifat kontekstual digunakan dalam menulis. (2) menulis deskripsi. Unsur-unsur itu semacam sistem notasi atau tanda yang digunakan dalam ilmu pengetahuan . Tulisan merupakan salah satu media yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada Bab II ini dipaparkan kajian pustaka yang dijadikan landasan teoritis penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. menulis pada dasarnya merupakan pertimbangan dalam mempresentasikan kesatuan fenomena melalui seperangkat proses. Sebagaimana diungkapkan oleh Whiteman (dalam Nurchasanah & Widodo.

menulis merupakan kata sepadan yang mempunyai arti yang sama seperti mengarang (Gie. 1993:3). Gie (2002:3) mengungkapkan bahwa dalam bahasa Indonesia kata menulis dan mengarang merupakan suatu kata padanan yang mempunyai arti yang sama. perasaan. tahap penyuntingan. Kini dalam pengertiannya yang luas.2 Menulis sebagai Suatu Proses Menulis merupakan suatu proses. dan sesuatu tanda kebahasaan apapun dengan sesuatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. Akhadiah. Oleh karena merupakan suatu proses. Menulis artinya semula ialah membuat huruf. Buah pikiran ini diungkapkan dan disampaikan kepada pihak lain dengan wahana berupa bahasa tulis. 2. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. dan tahap pengakhiran atau penyelesaian (Parera. dan sebagainya. dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses menuangkan pikiran.yang dimanipulasikan. 2002:3). peta.1. atau kemauan untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. tahap revisi. yakni bahasa yang tidak menggunakan peralatan bunyi dan pendengaran melainkan berwujud berbagai tanda dan lambang yang harus dibaca. Tahap ini dibedakan dalam tahap pratulis. dkk. Menurut Gie (2002:9). nama. gagasan. tahap penulisan. seperti diagram. kode. penulis harus mengalami tahap prakarsa. tahap pelanjutan. mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. dan tahap pengakhiran. (1988:2) membedakan proses penulisan . angka. Pertimbangan mempresentasikan kesatuan fenomena yang dimaksud tentunya dinyatakan dalam bentuk bahasa tulis.

menjadi tiga tahapan. yang dilakukan ialah membaca dan menilai kembali apa yang sudah ditulis. . memperbaiki. yaitu (1) tahap prapenulisan. yaitu mengembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat. dkk. mengubah. bab atau bagian. bahkan jika perlu memperluas tulisan. dalam tahap penulisan dilakukan apa yang telah ditentukan. dan (3) tahap revisi. (2) tahap penulisan. dalam tahap prapenulisan ditentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. (1988:3). sehingga selesailah buram (draf) yang pertama. dan dalam tahap revisi. satuan paragraf. Menurut Akhadiah.

gagasan. (3) berbagi. dan memperbaiki. (4) perbaikan (revisi). dan memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah ditentukan.Menurut DePorter & Hernacki (2002:191). yaitu kegiatan bertukar pendapat dan saling memberikan umpan balik dengan rekan tentang draf tulisan yang telah dibuat. melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis. menentukan mana yang baik dan mana yang perlu digarap lagi. mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis. adalah kegiatan pemilihan terhadap umpan balik yang diberikan oleh teman pada tahap berbagi. tata bahasa. tahap-tahap proses penulisan yang lengkap adalah: (1) sebelum menulis. mengulangi. dan (7) evaluasi. yaitu proses penulisan kembali tulisan sebelumnya dengan memasukkan isi yang baru dan perubahan-perubahan penyuntingan. yaitu proses membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan pada pengetahuan. tanda baca. (2) draf kasar. . (2) Tahap pembuatan draf. dan pengalaman. (5) penyuntingan. meliputi kegiatan menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri. yaitu tahap yang menandai akhir pemeriksaan yang merupakan kegiatan memastikan bahwa tulisan yang telah dibuat selesai sesuai dengan apa yang direncanakan dan ingin disampaikan. (1) Tahap pramenulis. serta memperhatikan penggunaan kata dan kalimat-kalimat. meliputi kegiatan membuat draf kasar. yakni sebagai berikut. mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis. Tompkins (dalam Kurniawan. 2007:3) menyajikan lima tahapan dalam proses menulis. yakni kegiatan menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. (6) penulisan kembali. dengan lebih menekankan isi daripada tata tulis. yakni kegiatan memperbaiki semua kesalahan ejaan.

dan mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri. membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok. menetukan judul. (2) Tahap penulisan . dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. yakni keindahan alam. meliputi kegiatan berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok). yakni sebagai berikut. (5) Tahap berbagi (sharing) atau publikasi. meliputi kegiatan mempublikasikan (memajang) tulisan mereka dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas. atau berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan. sehingga menghasilkan draf akhir. dan membuat perubahan yang substantif pada draf berikutnya. (4) Tahap menyunting. meliputi kegiatan membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri. maka dalam penelitian ini digunakan empat tahapan dalam proses menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar imajinasi. (1) Tahap prapenulisan Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap prapenulisan dalam penelitian ini adalah menyepakati tema. berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas. Tema karangan dalam penelitian ini sudah ditentukan.(3) Tahap merevisi. mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman. mengamati gambar.

3 Prinsip-prinsip dalam Menulis Gie (2002:33―36) menyebutkan adanya tiga asas utama dalam kegiatan menulis. tetapi juga . Hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. conciseness (keringkasan). yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan 3C. dan organisasi. 2. Asas kejelasan tidaklah semata-mata berarti mudah dipahami. (3) Tahap penyuntingan dan revisi Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap penyuntingan dan revisi adalah (a) saling mengoreksi tulisan teman terkait dengan ejaan. dan (b) memperbaiki karangan awal menjadi karangan baru sesuai koreksi dan komentar dari teman dengan memperhatikan syarat karangan yang baik. Tanpa asas kejelasan sesuatu karangan sukar dibaca dan sulit dimengerti oleh para pembacanya. 1) Kejelasan Asas mengarang yang pertama dan utama dalam kegiatan menulis ialah kejelasan. dan menempelkannya di papan tulis dan dinding kelas. yaitu clarity (kejelasan). Ketiga asas tersebut diuraikan sebagai berikut. yakni mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat dan paragraf sehingga menjadi karangan deskripsi yang utuh. (4) Tahap publikasi Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap publikasi dalam penelitian ini adalah membacakan hasil karangan yang telah diperbaiki di depan kelas. dan correctness (ketepatan). serta menyeleksi tulisan dan menentukan mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki. tata kalimat.Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap penulisan dalam penelitian ini adalah kegiatan menulis karangan awal.1.

menurut Gie (2002:36―37). 2) Keringkasan Asas keringkasan tidaklah berarti bahwa setiap karangan harus pendek. Tiga asas yang telah disebutkan di atas merupakan asas-asas utama yang harus diindahkan dan dilaksanakan dalam kegiatan menulis karangan apapun. Ketiga asas . sehingga dapat menghasilkan suatu tulisan yang baik dan pasti dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan. tidak mengulang-ulang butir ide yang dikemukakan.karangan itu tidak mungkin disalahtafsirkan oleh pembaca. ejaan. bukan kebalikannya ide yang miskin dan kata yang boros. agar karangannya tepat. setiap penulis harus menaati sepenuhnya berbagai aturan dan ketentuan tata bahasa. sesuatu karangan adalah ringkas bilamana karangan itu mengungkapkan banyak buah pikiran dalam kata-kata yang sedikit. tidak kabur sehingga setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca. 3) Ketepatan Asas ketepatan mengandung ketentuan bahwa sesuatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang dimaksud oleh penulisnya. penulisan yang baik diperoleh dari ide-ide yang kaya dan kata-kata yang hemat. Oleh karena itu. Menurut Harry Shaw (dalam Gie. dan kelaziman pemakaian bahasa tulis yang ada. masih terdapat tiga asas mengarang lainnya yang perlu diindahkan agar dapat dihasilkan karangan yang baik. Keringkasan berarti bahwa suatu karangan tidak menghamburkan kata-kata secara semena-mena. tanda baca. Selain ketiga asas utama tersebut. Kejelasan berarti tidak samarsamar. 2002:36). Jadi.

1) Kesatupaduan Asas ini berarti bahwa segala hal yang disajikan dalam suatu karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema utama yang telah ditentukan. tidak ada uraian yang menyimpang dan tidak ada ide yang lepas dari jalur gagasan pokok itu. Dalam sebuah karangan antara alinea yang satu dengan alinea yang lainnya perlu ada saling kait sehingga ada aliran yang logis dari ide yang satu menuju ide yang lain. pada asas pertautan semua alinea dan kalimat perlu berurutan dan berkesinambungan sehingga seakan-akan terdapat aliran yang lancar dalam penyampaian gagasan pokok sejak awal sampai akhir karangan. 18 Untuk keseluruhan karangan yang tersusun dari alinea-alinea. dan (3) emphasis (penegasan). 2) Pertautan Asas ini menetapkan bahwa dalam sesuatu karangan bagian-bagiannya perlu ”melekat” secara berurutan satu sama lain.itu antara lain (1) unity (kesatupaduan). yang akan diuraikan sebagai berikut. (2) coherence (pertautan). Jadi. 3) Penegasan . Demikian pula antara kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya dalam suatu alinea perlu ada kesinambungan yang tertib. Selanjutnya dalam setiap alinea hanya dimuat satu butir informasi yang berkaitan dengan gagasan pokok yang didukung dengan berbagai penjelasan yang bertalian dan bersifat padu.

Asas penegasan dalam mengarang menetapkan bahwa dalam sesuatu tulisan butir-butir informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan tertentu sehingga mengesan kuat pada pikiran pembaca. Dalam penulisan karangan perlu diperhatikan kaidah mengenai penempatan tanda baca. Menggunakan bahasa secara efektif berarti menggunakan unsur-unsur bahasa secara efektif juga. 2) Pemilihan dan penempatan kata Kata merupakan faktor penting dalam merancang tulisan. dan makna. 1) Pemakaian ejaan dan imbuhan Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. Imbuhan adalah bubuhan (yang berupa awalan. sisipan. Hasnun (2006:15―16) merumuskan unsur-unsur bahasa yang harus diperhatikan dalam menyusun suatu karangan ke dalam beberapa unsur. apapun itu. ketepatan dalam pemilihan kata perlu memperhatikan komponen situasi. Pemilihan dan penempatan kata mempengaruhi sekaligus memberikan warna sebuah tulisan. Secara garis besar. perlu menggunakan bahasa yang efektif. Menurut Mustakim (dalam Hasnun (2006:20). dan akhiran) pada kata dasar untuk membentu kata baru. kalimat. bentuk. dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI). penulisan awalan dan kata depan. antara lain sebagai berikut. Hasnun (2006:15) mengungkapkan bahwa dalam suatu karangan. Tulisan yang baik ditentukan oleh cara penulisan dan penempatan kata. dan sebagainya. . penulisan kata dasar yang memperoleh imbuhan. yang harus sesuai dengan EYD.

2 Menulis Deskripsi 2. Kalimat yang memuat ide pokok disebut dengan kalimat topik/kalimat utama. Dalam satu paragraf. (b) antara kata pertama dengan kata yang mengikutinya dapat dikembangkan. kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya memiliki hubungan yang saling mendukung atau terkait. dan (c) setiap kata yang ingin dipasang atau dipergunakan mencerminkan tujuan yang ingin dikembangkan melalui kalimat. 4) Penggunaan paragraf atau alinea Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. situasi tidak terlepas dengan makna. dan makna tidak terlepas dengan bentuk. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat.Komponen tersebut saling mempengaruhi. 2.2. Masing-masing paragraf (alinea) memiliki ide pokok yang dapat muncul dalam salah satu kalimat yang menyusun alinea tersebut. 3) Penggunaan kalimat Menyusun kata menjadi kalimat adalah merangkai beberapa kata untuk membentuk satu pengertian atau makna yang lengkap.1 Pengertian Tulisan Deskripsi . Komponen bentuk disesuaikan dengan situasi. Dalam menyusun kata menjadi kalimat seorang penulis perlu memperhatikan: (a) kecocokan kata yang pertama dengan kata yang mengikutinya. sedangkan kalimat lain yang menyusun paragraf disebut kalimat penjelas.

namun demikian . atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan. 21 Jenis wacana deskripsi yang diutamakan ialah bentuk lahir suatu objek. aspek tempat.. Ahmadi (1995:25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang. Wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal (Rani.. aspek pemandangan atau lainnya. Wacana dengan susunan deskripsi itu mengatur suatu urutan yang saling berhubungan secara berjarak tentang suatu pemandangan. ataupun isi alam yang tampak dan berkesan kepada penulisnya (Ahmadi. benda-benda. dkk. makhluk hidup.Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. tempat. dkk. 2006:37–38). yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita. 1993:5). kongkret. pendengaran. dkk. sehingga kualitasnya yang khas dapat dikenal dengan lebih jelas. Melalui suatu wacana pemerian kita melihat suatu objek lebih hidup. dan utuh. hal-hal. 1997:13). 1980/1981:5). dengan jalan memberikan atau mengutarakan renik-renik fisiknya yang khusus. dan perasaan (Parera. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat. Menurut Enre (1988:158). wacana pemerian berfungsi menjadikan pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya dari materi yang disajikan itu. perabaan. suasana. penciuman. mencium. Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. mendengar..

suatu pemandangan. atau orang . Menurut Vivian (dalam Ahmadi. suatu tempat.2 Macam-macam Deskripsi Menurut Vivian (dalam Ahmadi. Deskripsi teknis adalah deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian yang langsung dan objektif mengenai rupa (appearance). yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif. Deskripsi sugestif adalah deskripsi yang bertujuan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu tempat. Deskripsi ini dirancang terutama untuk memberikan informasi. letak atau struktur dari sesuatu: misalnya tentang tubuh manusia. suatu pemandangan. karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. 1995:29). (2004:22). 1995:27). Sedangkan menurut Dawud. dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya.2.deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. ditunjukkan kepada intelek pembaca. ada dua jenis karangan deskripsi. atau yang serupa dengan itu. 22 2. dan secara esensial merupakan ekspositori. dkk. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas.

cinta. Deskripsi sugestif berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca. atau diraba). dirasa. sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu (Gunawan. dan lain-lain. Deskripsi teknis yaitu deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek. 1997:14). keengganan. Objek yang dapat ditulis menjadi deskripsi sugestif tidak hanya terbatas pada apa yang dapat diserap oleh pancaindera (dilihat. terharu. Deskripsi sugestif terutama bersifat emosional dan dalam nada (tone) dan ditandai oleh apa yang disebut tentang penekanan pada cara menarik perhatian atau imbauan (appeal) yang bersifat menarik. deskripsi sugestif yaitu deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal. deskripsi jenis ini memerlukan ketepatan informasi mengenai objek yang telah digarap. seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang dideskripsikan) secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya. atau bahkan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan bisa juga diungkapkan dalam tulisan deskripsi sugestif (Gunawan. Menurut Gunawan (1997:13). kesan atau sugesti tertentu. didengar. tetapi juga hal lain seperti suasana atau perasaan ketakutan.yang membentuk atau menyusun suatu wacana yang khusus. . Karena sifatnya yang hanya bertujuan menyampaikan informasi teknis. 23 kejijikan. Deskripsi teknis tidak berusaha menciptakan kesan atau imajinasi pada pembaca. dicium. Seperti halnya Vivian. yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis (ekspositoris). Gunawan (1997:13−15) juga membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. tetapi hanya sekedar berusaha menanamkan pengertian seseorang tentang suatu hal. 1997:13―14). kecemasan.

tetapi juga menampilkan sifat-sifat khusus objeknya dan sering berusaha memberi kesan tunggal yang dominan. Penyajiannya bersifat analitik dan tidak bermaksud menggugah perasaan. Berbeda dengan deskripsi impresionistik. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat. Pemerian ekspositoris biasa disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah. dan merasakan apa yang dideskripsikan itu. 1988:161). Deskripsi ekspositoris umumnya bersifat logis. yaitu wacana yang bertujuan menjadikan pembaca melihat sesuatu dengan penuh renak-renik yang menghasilkan kesan dan perasaan. Pemerian literer sering disebut wacana pemerian impresionistik atau stimulatif. Parera (1993:10) membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. mendengar. Secara garis besar. yang pengarangnya . yaitu wacana yang bertujuan memberi pengertian mengenai hakekat suatu objek. yang memerlukan gambaran realistik dan seakan-akan bergerak (Enre. yakni deskripsi eksposiroris dan deskripsi impresionistik atau stimulatif. Sifatnya agak subjektif dan literer. sedangkan deskripsi impresionistik atau stimulatif bertujuan membuat pembaca memancainderakan objek dan bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan. Ia bersitaf objektif sebagai suatu cara untuk menghargai objek bersangkutan seperti adanya. loronglorong sempit di kota dan sebagainya.Enre (1988:159) membedakan wacana deskripsi yang juga disebut dengan wacana pemerian ke dalam dua jenis. Pemerian jenis ini sering diperlukan dalam hubungannya dengan subjek berupa pemandangan ketika matahari terbenam atau air sungai yang mengalir. yaitu pemerian ekspositoris dan pemerian literer. yakni disusun seperti katalog dalam urutan yang logis. Ia tidak hanya menunjukkan atau mendaftarkan hal-hal menyangkut sesuatu.

harus menentukan dahulu jawaban atau reaksi apa yang ia kehendaki terhadap sebuah objek. atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. . Dengan kata lain. dkk. karangan deskripsi ada dua macam. pokok permasalahan.2. yaitu penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis. (2004:22). yakni (1) menetapkan tema tulisan. Menurut Hasnun (2006:2−11). deskripsi impresionistik melibatkan opini pengarangnya dalam menuangkan tulisan. (1997:16−19) juga membagi tahapan atau langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi menjadi lima tahapan. Gunawan dkk. 2. (4) menyiapkan kerangka tulisan. ide yang akan dikemukakan dalam karangan. (1997:16−19). (1) Menetapkan tema dan judul karangan Tema karangan yaitu gagasan persoalan. langkahlangkah dalam menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. (4) membuat kerangka. dan (5) mengembangkan kerangka karangan. Karangan deskripsi objektif adalah salah satu jenis karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis. (2) mengumpulkan bahan. (3) menyeleksi bahan. beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun karangan adalah: (1) menentukan tema dan judul. dan (5) mengembangkan tulisan. (3) mengumpulkan bahan tulisan. Mengacu pada pendapat Hasnun (2006:2−11) dan Gunawan dkk. yakni karangan deskripsi objektif dan karangan deskripsi subjektif. Menurut Dawud. (2) menetapkan tujuan tulisan.3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah atau tahapan yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. Karangan deskripsi subjektif merupakan kebalikan dari deskripsi objektif.

Karangan yang hendak dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk deskripsi. tema karangan berupa objek yang akan ditulis. Tujuan penulisan siswa dalam penelitian ini adalah memberikan gambaran dan rincian suatu objek kepada pembaca dengan disertai opini atau kesan atau perasaan terhadap objek yang digambarkan. 1988:17). dkk. Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penulisan (Akhadiah. Karena judul merupakan kepala karangan. maka kata-katanya harus muncul/tertulis dalam karangan. Kerangka karangan atau outline dapat diartikan sebagai rancangan atau rencana kerja seorang penulis dalam rangka . Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulis dalam kegiatan menulis selanjutnya. yaitu keindahan alam pegunungan dan pantai. perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harus ditentukan terlebih dahulu karena merupakan titik tolak dalam seluruh kegiatan menulis. dengan menggunakan imajinasi kelima indera. dkk. Bahan-bahan untuk menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan terhadap gambar yang merupakan objek yang akan ditulis. (4) Menyiapkan kerangka karangan Langkah keempat ialah menyiapkan kerangka karangan. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan. (1988:11). Menurut Akhadiah. Oleh karena itu. maka tema dapat juga dijadikan judul. (3) Mengumpulkan dan menyeleksi bahan Langkah yang ketiga adalah mengumpulkan dan menyeleksi bahan. Jika cakupan tema tidak terlalu luas. (2) Menetapkan tujuan penulisan Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. yang kemudian didata ke dalam tabel hasil imajinasi indera.

2001:1).menguraikan setiap topik atau masalah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karangan antara lain organisasi. pilihan kata yang tepat. Kesembilan peristiwa tersebut meliputi: (1) menarik perhatian. 2001:1). pengisian tabel hasil imajinasi indera berfungsi sebagai bahan sekaligus kerangka karangan. susunan kalimat yang menarik. 2. Kerangka karangan disusun berdasarkan bahan-bahan yang telah terkumpul. instruktur. bervariasi. dengan tujuan membantu siswa atau si belajar agar ia belajar dengan mudah (Gagne & Briggs dalam Setyosari. Gagne (dalam Setyosari. Pengembangan karangan dalam penelitian ini dikerjakan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera yang disusun dengan memperhatikan kesatuan dan kebulatan gagasan. dan penggunaan ejaan. Dalam penelitian ini. dan efektif.1 Hakikat Pembelajaran Menulis Pembelajaran merupakan suatu usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain (Setyosari.3 Pembelajaran Menulis 2. pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru. (2) menginformasikan tujuan khusus kepada si belajar. pembelajar. (5) Mengembangkan karangan Langkah yang terakhir dalam menulis karangan deskripsi adalah mengembangkan karangan. Secara khusus. Setyosari (2001:4) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membantu memudahkan siswa atau si belajar dalam rangka mencapai tujuan khusus yang diharapkan. (3) menstimulasi ingatan . 2001:75―76) mengemukakan bahwa pembelajaran meliputi sembilan peristiwa pembelajaran.3.

untuk mencapai keterampilan itu. (1) Prinsip Menulis adalah keterampilan berbahasa. karena pada dasarnya kreativitas guru dalam meramu pembelajaran (dengan model-model yang menyenangkan) akan menjadi bagian penting dalam pembelajaran.untuk belajar pengetahuan prasyarat. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kadir (2005:20) yang mengungkapkan bahwa kesenangan dalam mengikuti pelajaran ditentukan dengan bagaimana strategi dan model pembelajaran yang dapat dipakai guru dalam memberikan materi kepada siswa. siswa harus diberi banyak latihan atau tugas-tugas. Keberhasilan dalam pembelajaran menulis bergantung pada strategi dan model yang digunakan guru dalam pembelajaran tersebut. Keterampilan akan dapat dicapai kalau banyak berlatih. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan kemampuan menulis adalah sebagai berikut. dan (9) meningkatkan retensi dan transfer. (5) memberi bimbingan belajar. (6) membangkitkan semangat untuk mendapat unjuk kerja. (4) menyajikan bahan-bahan stimulus. guru harus menjelaskan . 2005:3). (8) menilai unjuk kerja. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:70―72). (7) memberikan balikan. Sebelum guru memberikan tugas-tugas kepada siswa. Oleh karena itu. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang sepenuhnya mampu memberikan kesempatan pada anak didik untuk mengekspresikan pengalamannya secara mandiri dan kreatif dan tugas guru pada dasarnya hanyalah bagaimana dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta didik selama proses pembelajaran agar anak didik mampu menjadi dirinya sendiri (Suhaidi.

Guru bersama-sama siswa bisa mendiskusikan bagaimana pembetulan karangan itu. yang diperlukan adalah siswa mengetahui bagaimana seharusnya menulis karangan yang baik. (a) Pengajaran menulis bisa dimulai dari latihan aspek-peraspek kemampuan menulis. Pembelajaran yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. atau sebaliknya. (4) Media Media pengajaran menulis bisa diambil dari contoh-contoh karangan yang sudah ada. (2) Pembimbingan Bimbingan perlu diberikan secara intensif sejak siswa mulai belajar menulis sampai menghasilkan karangan. Dalam hal ini. Setelah siswa menghasilkan karangan. bisa diambil dari surat kabar atau majalah. (3) Sifat pengajaran Pengajaran menulis bisa dilakukan dengan dasar berikut ini. (b) Pengajaran menulis bisa dimulai dari teori tentang menulis.tugas-tugas apa yang diberikan kepada siswa dan apa yang harus dilakukan dan diperhatikan siswa. Guru mengawali pembelajaran dengan . pengoreksian terhadap karangan perlu dilakukan dan hasilnya perlu diinformasikan kepada siswa. kemudian dilanjutkan dengan latihan menulis karangan secara utuh. (c) Hal-hal yang ditulis dimulai dengan hal-hal yang dikenal siswa/berada di lingkungan siswa ke hal-hal yang belum dikenal siswa. kemudian dilanjutkan ke praktek menulis.

Tujuan pembelajaran menulis yang ditekankan kepada siswa dapat dilihat dari manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan. Bernard Percy (dalam Gie. 2002:21). (1) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pengungkapan diri (a tool for self-expression). . Siswa dengan bimbingan guru melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi sesuai dengan tahapan dalam proses menulis yang telah direncanakan. Dengan tulisan. yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan imajinasi kelima indera. diharapkan siswa dapat memahami manfaat dari kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga siswa mempunyai kemauan untuk menulis tidak hanya dalam pembelajaran. dan suatu perasaan harga diri (a tool to help to developing personal satisfaction. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. (3) Mengarang sebagai suatu sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi. and a feeling of self-worth). Seseorang yang mampu menulis. yakni sebagai berikut. mengemukakan tidak kurang dari enam manfaat kegiatan mengarang. 2.3. pride. (2) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pemahaman (a tool for understanding). Tema karangan yang ditulis siswa adalah adalah keindahan alam. perasaan.2 Tujuan Pembelajaran Menulis Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. 1993:5). Melalui pembelajaran menulis. mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. kebanggan.membangun pengetahuan awal siswa tentang tulisan deskripsi. dengan objek pegunungan dan pantai. Objek yang akan dideskripsikan siswa dikemas dalam bentuk media gambar.

(5) Mengarang sebagai suatu sarana untuk keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah (a tool for active involvement.(4) Mengarang sebagai suatu sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pencerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang (a tool for increasing awareness and perception of one’s environment). (3) Tujuan berdasarkan tingkat kognisi yang dicapai. di mana tujuan langsungnya adalah siswa dapat menulis secara langsung tanpa melalui tahapan kegiatan prasyarat. not passive acceptance). (6) Mengarang sebagai suatu sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dan kemampuan menggunakan bahasa (a tool for developing an understanding of and ability to use the language). biasanya diwujudkan dalam pengajaran menulis secara serentak. sedangkan tujuan tidak . analisis. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:62―66). (1) Tujuan yang bersifat teoritis dan praktis. yaitu tujuan yang bersifat ingatan. tujuan pengajaran menulis dapat ditentukan berdasarkan aspek yang ingin dicapai oleh siswa. sintesia. maksudnya dalam pertemuan pengajaran tertentu siswa diharapkan dapat mencapai tujuan yang bersifat teoritis sekaligus dapat mencapai tujuan yang bersifat praktis. (4) Tujuan langsung dan tidak langsung. maksudnya tujuan pengajaran menulis dapat didasarkan atas wujud tulisan yang diharapkan dikuasai oleh siswa. dan evaluasi. pemahaman. (2) Tujuan berdasarkan wujud tulisan/karangan. penerapan. Tujuan tersebut antara lain sebagai berikut.

(2004:109) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penilaian kelas.langsungnya adalah siswa dapat menulis dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan prasyarat. sedangkan pengajaran menulis yang bersifat pragmatik bertujuan ingin melihat kemampuan menulis secara utuh.. dan jenis penilaian. atau bernilai (Winkel. Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu. dkk. bukan melihat aspek-peraspek. 2004:109).3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Evaluasi adalah penentuan sampai berapa jauh sesuatu berharga. yakni pengajaran menulis yang bersifat diskrit bertujuan ingin melihat aspek-aspek kemampuan menulis secara terpisah-pisah. penilaian kelas berorientasi pada hal-hal sebagai berikut. (5) Tujuan yang bersifat diskrit dan pragmatik. cara. . guru berwenang untuk menentukan kriteria keberhasilan. (1) Acuan/Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. Menurut Nurhadi. dkk. bermutu. Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi (Nurhadi. 2. Nurhadi.3. (2) Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut. dkk. 1996:475). (2004:109).

(1) Pengukuran subjektif. adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara mencocokkan pekerjaan dengan kunci yang ada. yaitu sebagai berikut. Istilah “evaluasi” mengandung pengertian yang berbeda dengan “pengukuran”. 1993:72). Salah satu kegiatan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan pengukuran. (3) Pengukuran global. (2) Pengukuran objektif. adil terhadap semua peserta didik. dan dilaksanakan secara terencana. atau tentang prestasi (Winkel. Pengukuran kemampuan menulis adalah proses atau tindakan untuk menentukan kualitas kemampuan menulis (Nurhasanah & Widodo. bertahap. 1996:477). adalah pengukuran yang dilakukan secara global tanpa melihat aspekaspek kemampuan menulis yang mendukungnya agar melihat kemampuan menulis secara utuh. (4) Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapain kompetensi dasar peserta didik. dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik.(3) Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara. terbuka bagi semua pihak. yaitu tes dan nontes untuk memantau kemajuan dan hasil peserta didik. . adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara memeriksa langsung karangan berdasarkan impresi pemeriksa. Pengukuran merupakan deskripsi kuantitatif tentang keadaan suatu hal sebagaimana adanya atau tentang perilaku yang nampak pada seseorang. Nurhasanah & Widodo (1993:72-74) memaparkan ada empat jenis pengukuran untuk mengukur kemampuan menulis.

yang terdiri dari subaspek kesesuaian. dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar (Ibrahim & Nana.4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi 2. Tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat . 2. adalah pengukuran kemampuan menulis yang bertujuan melihat kemampuan aspek-peraspek yang mendukung kemampuan menulis secara utuh.1. dan (3) aspek kebahasaan. 2003:112). diksi.1 Pengertian Gambar dan Imajinasi 2. dan ejaan. 2005:19). dilakukan pengukuran terhadap aspek-peraspek yang mendukung kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi secara utuh. merangsang pikiran.4.(4) Pengukuran aspek-peraspek. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi selama pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk mengetahui apakah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran sudah terlaksana atau belum. (2) aspek organisasi. perhatian. Aspek-aspek yang diukur antara lain (1) aspek isi. dan kreativitas 34 imajinasi. Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran. perasaan. yang terdiri dari subaspek kalimat.4. Penggunaan media merupakan salah satu unsur yang juga penting dalam pembelajaran. kerincian.1 Pengertian Gambar sebagai Media Pembelajaran Media adalah sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan untuk mencapai tujuan (Wijaya. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.

Dari pernyataan tersebut. 2002:15). Kadir (2005:21) mengungkapkan bahwa kreativitas guru tercermin dalam bentuk inovasi yang dibawa dalam pembelajaran. (3) media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. yaitu suara (audio). bentuk (visual). gambar. Kadir (2005:21) menyatakan juga bahwa untuk memberikan kesenangan pada siswa. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis tehadap siswa. atau perangkat teknologi modern yang lainnya (sebagai media). Selanjutnya. serta memugkinkan terjadinya interaksi langsung. Brets (dalam Ibrahim & Nana. dan waktu. dapat diketahui bahwa gambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.berlangsung secara efisien dan efektif sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. antara siswa guru. Arsyad (2002:26―27) menyimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu: (1) media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. baik berupa inovasi materi ataupun model pembelajaran. serta dapat juga memanfaatkan media yang lain untuk memberikan nuansa baru dalam pembelajaran. dan gerak (motion). 2003:114) mengklasifikasikan media berdasarkan adanya tiga ciri. membangkitkan motivasi dan rangsang kegiatan belajar. guru dapat menggunakan kartu. ruang. (2) media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. . dan (4) media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan siswa. pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. masyarakat. dan lingkungan. Menurut Hamalik (dalam Arsyad.

1. dan ukuran. dan ukuran. 2005:71). flat opaque picture atau gambar datar tidak tembus pandang. transparent picture atau gambar tembus pandang.4. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau gambar hasil seni fotografi.2 Pengertian Imajinasi Secara umum.Gambar fotografi termasuk pada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok. maka imajinasi berkaitan langsung . kedua. yaitu: pertama. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. gambar dan lukisan tercetak. Wijaya (2005:20) menyimpulkan bahwa gambar ialah lukisan yang menampakkan orang. film strips dan transparencies (Sudjana & Rivai. Nurhaeni (1997:17) menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. Menurut Musbar (2006:5). misalnya gambar fotografi. Oleh karena merupakan suatu daya. dapat disimpulkan bahwa gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. warna. gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain yaitu merupakan serangkaian informasi yang diungkapkan melalui bermacam-macam garis dalam berbagai macam bentuk. tempat. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. misalnya film slides. 2. yang dimaksud dengan imajinasi adalah daya untuk membentuk gambaran (imaji) atau konsep-konsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (penginderaan). Gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada siswa dalam pembelajaran. tempat. warna.

Dalam penulisan puisi. untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual penyair menggunakan gambaran-gambaran angan. (2003:36) mengungkapkan bahwa dalam penulisan puisi. . dkk. yakni prinsip “posibilitas-logis”. (3) Terhadap tendensi pendefinisian realitas yang juga berakibat terhadap pendefinisian kebenaran. menimbulkan suasana khusus.dengan manusia yang memiliki daya tersebut. istilah imajinasi biasa disebut dengan imaji (imaje). imajinasi berfungsi mengisi bahasa. dan terjadi secara mental (Tedjoworo. agar pengalaman tidak sekedar dibahasakan melainkan lebihlebih digambarkan. membuat hidup (lebih hidup) gambaran dalam pikiran dan penginderaan. yaitu sebagai berikut. Ricoeur juga menambahkan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. 2001:21). untuk memberi gambaran yang jelas. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. Gambaran-gambaran angan. Proses mengimajinasikan merupakan proses membentuk gambaran tertentu. imajinasi memberi konteks keseluruhan tertentu pada pengalaman. (1) Terhadap kemungkinan penciutan pengalaman. (2) Terhadap kemungkinan generalisasi oleh bahasa. 2001:55). dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. untuk menarik perhatian. Menurut Ricoeur (dalam Tedjoworo. Tedjoworo (2001:53―56) mengemukakan tiga fungsi imajinasi dalam bahasa. Jabrohim. kesan mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya biasa disebut imaji (imaje). imajinasi melengkapi bahasa dengan prinsip-prinsip di luar analogi dan asosiasi. gambaran pikiran.

kegiatan seni.1 Dasar Menggunakan Gambar Gambar dalam penelitian ini dipilih berdasarkan beberapa keuntungan gambar jika digunakan dalam pembelajaran. serta . Dalam penelitian ini. Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. dengan tujuan siswa dapat memberi gambaran yang jelas dan membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan mengenai objek yang akan dideskripsikan. (4) gambar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah. dan untuk memberikan kesan mental kepada pembaca.2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi 2.2. serta membantu mereka menfsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dari buku teks (Sudjana & Rivai.Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. (5) gambar mudah didapat dan murah. karangan. melukis.4. dapat disimpulkan bahwa imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan.4.3 2. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Beberapa alasan diuraikan oleh Nurhaeni (1997:15) sebagai dasar menggunakan gambar. Gambar fotografi pada dasarnya membantu para siswa membangkitkan minatnya pada pelajaran. dan pernyataan kreatif dalam bercerita. untuk menarik perhatian. dramatisasi. bacaan.4. yaitu: (1) gambar bersifat kongkret. penulisan. dan menggambar. siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi. 2. 2005:70). (3) gambar mengatasi kekurangan daya mampu pancaindera manusia. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu.

kelemahan gambar fotografi antara lain: (1) beberapa gambarnya sudah cukup memadai. akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar. tetapi gambar juga mempunyai beberapa kelemahan. (3) gambar fotografi bisa dipergunakan dalam banyak hal. (4) gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik (Sudjana & Rivai. Meskipun mempunyai beberapa kelebihan jika dimanfaatkan dalam pembelajaran.2 Dasar Menggunakan Imajinasi . sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga.2. 2. 2005:71–72).(6) gambar mudah digunakan. (3) gambar fotografi bagaimanapun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. baik untuk perseorangan maupun untuk kelompok siswa.4. karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa. (2) gambar fotografi berdimensi dua. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran antara lain: (1) mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Sudjana & Rivai (2005:72). (2) harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya. untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu.

Tedjoworo (2001:57) menyatakan bahwa sebagai daya reproduktif. Beberapa kelemahan gambar juga mendasari penggunaan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. yang menyatakan bahwa di dalam mendeskripsikan suatu tempat atau suatu pemandangan.Penggunaan imajinasi dalam penelitian ini didasarkan pada pengertian wacana deskripsi menurut beberapa ahli. yang berarti bahwa ia harus memvisualisasikan pemandangan yang dilukiskannya itu menjadi jelas dengan sendirinya agar menghasilkan suatu sajian lukisan atau gambaran yang jelas dan terang. Kemudian. maka sebaiknya kata-kata atau ungkapan yang mengandung perasaan atau penginderaan dan membangkitkan gambaran yang hiduplah yang lebih banyak dipakai. Ia harus tetap menjaga imajinasinya: waspada. Penggunaan imajinasi juga didasarkan pada pernyataan Vivian (dalam Ahmadi. Rani. bahasa baru hidup dan berarti ketika imajinasi manusia bermain-main dalam tiap diskursusnya. karena pemerian berhubungan dengan penginderaan. imajinasi menghadirkan kembali imaji-imaji yang pernah dibatinkan melalui proses . siap siaga. Suatu definisi akan menjadi “realitas” yang digambarkannya ketika dibantu oleh imajinasi manusia yang menyertai gerak pemahaman di dalamnya. penulis pertama-tama harus menentukan atau memastikan efek emosional utama atau kesan/impresi yang diinginkan untuk dibangkitkan. (2006:37―38) menyatakan bahwa wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal. 1995:30) mengenai tulisan deskripsi tentang tempat dan pemandangan. Menurut Enre (1988:165). penulis harus menyeleksi rincian-rincian atau seluk-beluk (details) yang akan secara efektif mengembangkan impresi dan menyajikannya sejauh mungkin penulis itu dapat membuat deskripsinya hidup. dkk. Menurut Tedjoworo (2001:56). mata hatinya dan mata pikirannya terbuka.

lebih ekonomis. dapat disimpulkan bahwa imajinasi juga mempunyai peran dalam proses menulis karangan deskripsi. dan dekat dengan hidup kita sehingga diharapkan pembaca atau pendengar turut merasakan dan hidup dalam pengalaman batin penyair (Jabrohim. pendengaran. Imajinasi selalu terikat kepada realitas. Menurut DePorter & Hernacki (2002:190). Ketika seseorang belajar menulis deskripsi. Imaji yang tepat akan lebih hidup. dan perabaan. khususnya dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. 2003:36). 1983:3) mengungkapkan bahwa orang tidak mungkin melihat suatu realitas tanpa interpretasi pribadi yang mungkin berhubungan dengan imajinasi. dideskripsikan dengan cara mengimajinasikannya dengan menggunakan indera penglihatan. Scholes (dalam Junus. dan mengubah pernyataan-pernyataan yang kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami. dia akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli di atas. dan orang tidak mungkin berimajinasi tanpa pengetahuan suatu realitas. penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi para penulis. dkk. lebih segar terasakan.inderawi terhadap realitas. kongkretnya melalui pengalaman. penciuman. pencecapan. sedangkan realitas tidak mungkin lepas dari imajinasi. Oleh karena itu.. agar hasil deskripsi siswa menjadi lebih hidup sesuai . gambar yang hanya berdimensi dua dan tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. DePorter & Hernacki (2002:191) mengungkapkan bahwa dengan imajinasi. tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi.

pendengaran. “pendengaran”. 2. kemudian memanfaatkan imajinasinya untuk mendeskripsikan gambar. siswa tidak hanya mendeskripsikan apa yang dilihat. Selain gambar. yakni kolom indera “penglihatan”. Setelah mengisi tabel hasil imajinasi indera. oganisasi. “pencecapan”. pencecapan. Pengimajinasian dilaksanakan dengan cara mengisi tabel hasil imajinasi indera yang telah disediakan oleh guru. dan “perabaan”. atau dirasakan sehingga apa yang dideskripsikan dapat dirasakan juga oleh pembaca.dengan realitas yang mungkin pernah dilihat. penciuman. Imajinasi dalam penelitian ini dibagi berdasarkan kelima indera. dalam penelitian ini juga digunakan tabel hasil imajinasi indera untuk membantu siswa mengembangkan imajinasinya. “penciuman”. siswa mengembangkan pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam bentuk karangan deskripsi dengan memperhatikan syarat-syarat karangan deskripsi yang baik.4. dialami. tetapi juga mampu mendeskripsikan apa yang didengar. Dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. siswa terlebih dahulu mengamati gambar untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi. dan diraba. dicecap.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Gambar dalam penelitian ini dimanfaatkan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. yaitu indera penglihatan. baik dari segi isi. dan perabaan. Gambar yang digunakan adalah gambar dengan tema keindahan alam. agar ketika menyusun karangan deskripsi berdasarkan gambar yang diamati. yang terdiri dari lima kolom. Siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasinya melalui kelima indera. dicium. .

LANGKAH-LANGKAH MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI Gambar 2. TAHAP PRAPENULISAN . kalimat. langkah-langkah kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dapat dilihat pada bagan berikut.1 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi Menyusun draf awal karangan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera Mengamati gambar Mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan kelima indera Meyunting karangan teman terkait dengan ejaan. Setelah karangan diperbaiki berdasarkan hasil penyuntingan. dan organisasi (Penyuntingan) 1. diksi. karangan deskripsi siswa dipublikasikan melalui pembacaan di depan kelas dan penempelan di dinding kelas. Untuk lebih jelasnya.maupun kebahasaan. Karangan yang disusun siswa berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera harus diperbaiki setelah diadakan kegiatan penyuntingan antar teman.

TAHAP PUBLIKASI Membacakan karangan di depan kelas Menempelkan karangan di dinding kelas 3. TAHAP PENULISAN Memperbaiki karangan berdasarkan hasil penyuntingan dan komentar teman dengan memperhatikan ejaan. pendengaran. TAHAP PENYUNTINGAN DAN REVISI Menentukan judul karangan BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini disajikan metode yang digunakan dalam penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. penciuman. kalimat. perabaan) 4. diksi. pencecapan. dan organisasi (Revisi) Memperbaiki judul karangan dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan isi karangan Mengisi tabel hasil imajinasi indera (penglihatan.2. .

(4) data dan sumber data. (5) teknik pengumpulan data. dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. dan lain-lain) dan peneliti (dosen. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. dkk. pendekatan. (7) prediksi hasil. siswa. kesepakatan tentang permasalahan. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto.. (2) tahap-tahap penelitian. Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). . (3) lokasi. dan (8) pengecekan keabsahan data. Suhardjono (dalam Arikunto. dan subjek penelitian. pada bagian ini dijelaskan tentang (1) rancangan penelitian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.Secara garis besar. Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka. Berdasarkan tujuan tersebut. Kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi. waktu. 3. kepsek. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. (6) teknik analisis data.. rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). metode. 2006:83). widyaiswara) dalam pemahaman. 2007:63) menyatakan bahwa salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru. 2007:11). dkk.

antara guru dan peneliti.Kolaborasi atau kerjasama dalam melaksanakan penelitian dapat dilakukan dengan: mahasiswa. sejawat dari lembaga/sekolah lain. sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu). sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan pendidik guru. tanpa tahun). sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama. dan sejawat di negara lain (Wallace dalam Madya. antara guru dan manajer). .

(3) observasi atau pengamatan. kesepakatan tentang permasalahan. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru untuk menyamakan pemahaman. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. yakni (1) perencanaan tindakan. Kolaborasi dilaksanakan dalam setiap tahap penelitian. Peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. (4) dan refleksi. Sebagai bentuk penguatan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. mulai dari tahap identifikasi masalah hingga refleksi. 3. dan (4) refleksi. Apabila melalui kegiatan refleksi sudah diketahui letak keberhasilan dan kekurangan atau permasalahan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. Jika tujuan pada siklus I belum tercapai atau masih terdapat kekurangan. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. peneliti bersama guru melanjutkan penelitian pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan setiap tahap penelitian. Penentuan tahap-tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. dkk. (2) pelaksanaan tindakan. (3) observasi atau pengamatan. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. kegiatan pada siklus II pada dasarnya sama dengan kegiatan pada siklus I..Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. S. (2) pelaksanaan tindakan. yaitu (1) perencanaan tindakan. Empat tahap yang dilaksanakan setelah studi pendahuluan merupakan rangkaian tahap dalam siklus I. Ibu Sri Utami. serta pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action).Pd.2 Tahap-tahap Penelitian Seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya. yang terangkai dalam satu siklus. maka setelah .

dan mengidentifikasi permasalahan SIKLUS I PERENCANAAN TINDAKAN I • Menyusun rencana tindakan • Menyusun RPP • Mempersiapkan teks karangan deskripsi . Tahap-tahap dalam penelitian ini dapat dilihat dalam bagan alur penelitian tindakan kelas sebagai berikut.diidentifikasi permasalahan atau hambatannya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi Tahap 2 • Pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi. STUDI PENDAHULUAN Tahap 1 • Pengamatan karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia • Wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. pada siklus II peneliti dan guru melakukan perbaikan.

dan (4) tahap publikasi REFLEKSI SIKLUS I Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus I Permasalahan baru hasil refleksi siklus I SIKLUS II PERENCANAAN TINDAKAN II • Menyusun rencana perbaikan tindakan • Menyusun RPP . (3) tahap penyuntingan dan revisi. (2) tahap penulisan.• Menyiapkan media pembelajaran • Menyusun instrumen PELAKSANAAN TINDAKAN I • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus I: (1) tahap prapenulisan.

(3) tahap penyuntingan dan revisi. (2) tahap penulisan. 2007:74) . dkk. dan (4) tahap publikasi PENGAMATAN SIKLUS I Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat Gambar 3.PENGAMATAN SIKLUS II Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat REFLEKSI SIKLUS II Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus II PELAKSANAAN TINDAKAN II • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus II: (1) tahap prapenulisan..1 Alur Penelitian Tindakan (diadaptasi dari Suhardjono dalam Arikunto.

2.Permasalahan baru hasil refleksi siklus II Berhasil Simpulan SIKLUS KE-n 3. situasi dewasa ini. Kegiatan studi pendahuluan dalam penelitian ini dilaksanakan dua tahap. dan lainlain. hubungan dengan ilmu yang lebih luas. dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang. Arikunto (2002:40) juga menambahkan adanya manfaat lain dari studi pendahuluan. yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan. 2002:39) menyatakan bahwa setelah studi pendahuluan peneliti menjadi lebih jelas terhadap masalah yang dihadapi.1 Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan kegiatan awal yang dilaksanakan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Studi pendahuluan juga dilaksanakan untuk meyakinkan peneliti bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mempunyai permasalahan yang perlu dipecahkan atau membutuhkan adanya perbaikan. Winarno (dalam Arikunto.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dari tugas yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran sebelumnya dan (2) . dari aspek historis. Studi pendahuluan tahap pertama merupakan tahap observasi awal yang dilaksanakan dengan (1) menganalisis karangan deskripsi siswa kelas X.

Pretes dalam penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. Studi pendahuluan tahap pertama dilaksanakan sebagai tahap identifikasi awal yang bertujuan mengetahui permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. sedangkan perencanaan pada siklus II dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Studi pendahuluan tahap kedua merupakan pelaksanaan pretes menulis karangan deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Perencanaan pada siklus I dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan setelah mengetahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. peneliti bersama guru secara kolaboratif berupaya meningkatkan kemampuan siswa kelas X. tahap selanjutnya yang dilaksanakan dalam penelitian adalah perencanaan tindakan. dan berdasarkan hasil pretes. yakni siklus I dan siklus II.2.2 Perencanaan Tindakan Setelah melaksanakan studi pendahuluan. wawancara dengan guru dan siswa. Dalam tahap menyusun rancangan.wawancara atau tanya jawab dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. Tahap perencanaan tindakan dilaksanakan pada masing-masing siklus. peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk . sedangkan studi pendahuluan tahap kedua dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. 3. refleksi terhadap pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan oleh guru. Berdasarkan pengamatan karangan deskripsi siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pernah dilaksanakan.

yang masing-masing tindakan mencakup empat rangkaian kegiatan proses . Rencana pembelajaran pada siklus I direncanakan dalam dua kali pertemuan yang terbagi menjadi empat tahap proses menulis yang harus dilalui siswa. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dan disesuaikan dengan kondisi di sekolah. sesuai dengan rencana yang telah disusun. 2007:76). dengan menggunakan gambar dan imajinasi. rancangan teknik dan skenario penerapan pembelajaran akan diterapkan (Suhardjono dalam Arikunto. 3. yaitu (1) tahap prapenulisan.. 2007:18). Rencana tindakan disusun berdasarkan program dan jadwal yang telah disusun bersama guru.. serta menentukan media yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. gambar dan imajinasi digunakan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Berdasarkan rancangan yang telah disusun. dkk. pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi untuk mengetahui kemampuan siswa. dkk. (2) tahap penulisan. Pada tahap ini.2.diamati.3 Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan. dan (4) tahap publikasi. tindakan dalam penelitian ini terdiri dari tindakan I dan II. peneliti bekerjasama dengan guru merancang tindakan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa. Selain menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada tahap perencanaan ini. peneliti bersama guru juga menyusun instrumen pengumpul data yang akan digunakan dalam observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran. kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung (Arikunto.

Selain pengamatan terhadap proses pembelajaran. sedangkan pertemuan kedua adalah tahap penyuntingan dan revisi. dan (4) tahap publikasi. baik pada pelaksanaan tindakan siklus I maupun siklus II. Pada tahap ini dilakukan pengamatan dan pencatatan terhadap semua hal yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.2. peneliti berkolaborasi dengan guru mengamati jalannya pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Data untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. (3) tahap penyuntingan dan revisi. Pertemuan pertama adalah tahap prapenulisan dan tahap penulisan. Pada tahap observasi. Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto. Masing-masing pertemuan mempunyai alokasi waktu dua jam pelajaran (2x45 menit). dan dokumentasi. catatan lapangan.menulis. Hasil dari kegiatan pengamatan ini akan dijadikan acuan untuk melaksanakan refleksi. 2002:133). kegiatan pengamatan juga dilaksanakan terhadap hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Observasi dilakukan mulai awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran. (2) tahap penulisan. 3. dan tahap publikasi. yakni (1) tahap prapenulisan. Tindakan I dan II masing-masing dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pengamatan terhadap .4 Observasi atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. dengan dibantu oleh seorang observer.

Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat dari selisih perolehan nilai pada tahap pretes (sebelum menggunakan gambar dan imajinasi). Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan dalam pembelajaran sudah tercapai atau sebaliknya. Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi masalah untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. dengan perolehan nilai setelah diberi tindakan (setelah menggunakan . maka perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya. Refleksi ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan telah memberi peningkatan terhadap kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum digunakannya gambar dan imajinasi. dkk. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses dan hasil tindakan.. Refleksi pada hasil tindakan mengacu pada tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi.hasil karya siswa dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Apabila setelah dievaluasi ternyata indikator keberhasilan belum tercapai. 2007:80).2. kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan (Suhardjono dalam Arikunto. serta mengetahui pencapaian keberhasilan tindakan.5 Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap selesai dilaksanakannya kegiatan pembelajaran. berdasarkan data yang telah terkumpul. 3. Data yang telah terkumpul pada tahap observasi dievaluasi pada tahap refleksi.

Waktu. Oleh karena itu. 3. Sejauh pengamatan peneliti. XI.1 Lokasi Penelitian Penelitian tentang peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo yang beralamat di Jalan Slamet Cokro Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. di SMA ini belum pernah diadakan penelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa. terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan Subjek Penelitian 3. Jumlah ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebanyak 18 kelas yang terbagi menjadi tiga tingkatan. Jika berdasarkan kriteria yang ditetapkan menunjukkan bahwa hasil kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan lebih 54 baik dari dari hasil sebelum diberi tindakan. Pemilihan SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran di SMA tersebut. Selain itu. padahal kemampuan menulis siswa masih kurang.gambar dan imajinasi).3 Lokasi. dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan.3. guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran. Masing-masing tingkatan mempunyai enam ruang kelas. peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berupaya melaksanakan . dan XII. yaitu kelas X.

perbaikan pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa, khususnya dalam menulis karangan deskripsi.

3.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil, yakni bulan Desember 2007, dan pada semester genap, yakni bulan April sampai bulan Mei 2008 tahun ajaran 2007/2008. Penelitian pada semester ganjil dilaksanakan untuk mengidentifikasi masalah atau observasi awal, sedangkan penelitian pada semester genap dilaksanakan untuk kegiatan pretes dan pelaksanaan tindakan. Pemilihan waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan diupayakan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sebenarnya. Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meminta ijin kepada Kepala Sekolah. 3.3.3 Subjek Penelitian Siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2007/2008 merupakan subjek dalam penelitian ini. Tindakan diberikan pada seluruh siswa kelas X.2 yang terdiri dari 19 siswa putra dan 20 siswa putri. Dasar pemilihan siswa kelas X.2 sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 dianggap telah siap untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pemilihan ini juga berdasarkan anjuran dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2, dengan mempertimbangkan waktu penelitian.

3.4 Data dan Sumber Data

3.4.1 Data Data dalam penelitian ini terdiri dari data awal (pratindakan) atau data studi pendahuluan, data pelaksanaan tindakan, dan data hasil tindakan. Data awal adalah data hasil wawancara, data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi, dan karangan deskripsi siswa sebelum diberi tindakan, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah sebagai dasar menyusun rencana tindakan. Data pelaksanaan tindakan adalah data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Data hasil tindakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, setelah dilaksanakannya tindakan siklus I dan siklus II. 3.4.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. (1) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada subjek yang diteliti. Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkap dapat digali dengan baik (Susetyo, 2005:4). Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tidak

berstruktur dan bersifat informal. Pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek, atau keterangan lainnya diajukan secara bebas dan disesuaikan dengan kondisi saat wawancara. Wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan untuk memperoleh data berupa informasi terkait dengan pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan, sekaligus pendapat mereka tentang pembelajaran tersebut. (2) Pengamatan atau Observasi Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian (Susetyo, 2005:1). Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni observasi awal dan observasi pelaksanaan tindakan. Observasi awal dilaksanakan pada tahap studi pendahuluan untuk mengidentifikasi permasalahan sebelum dilaksanakan tindakan, sedangkan observasi pelaksanaan tindakan bertujuan untuk merekam aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Peneliti menggunakan lembar observasi atau catatan lapangan untuk mencatat setiap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Analisis Dokumen Analisis dokumen dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dokumen yang digunakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Analisis dokumen juga dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 3.6 Teknik Analisis Data

(1) Menelaah data terkumpul. Tahap penyimpulan dilaksanakan dengan mengacu pada data yang disajikan dan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. perkembangan kemampuan siswa. peneliti melakukan penyusunan informasi secara naratif yang berdasarkan hasil reduksi data dengan tujuan dapat menarik simpulan tentang proses pembelajaran.1 Pedoman Penyekoran Hasil Menulis Karangan Deskripsi Siswa No Aspek Subaspek Indikator 1 1. (3) Menyimpulkan data yang telah direduksi dan disajikan secara naratif. sesuai dengan indikator yang telah ditentukan dalam pedoman penyekoran.Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi siswa dapat dilihat pada tabel 3. yakni menyeleksi. Isi 2 3 Skor 4 5 Kesesuaian Isi karangan sesuai dengan judul dan . Tabel 3. Untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Penilaian dilakukan dengan memberikan skor terlebih dahulu terhadap karangan deskripsi siswa. dan menyederhanakan semua data yang diperoleh. (2) Mereduksi data. dilaksanakan penilaian terhadap karangan deskripsi siswa. memfokuskan.1 berikut. kesulitan yang dialami siswa. serta hasil yang diperoleh setelah diberikan tindakan. Sebelum menyimpulkan data.

tujuan penulisan Kerincian Isi karangan menggambarkan objek dengan rinci atau sedetail-detailnya sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan secara nyata apa yang dirasakan penulisnya Kreativitas imajinasi Isi karangan dikembangkan berdasarkan imajinasi kelima indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, dan perabaan) dan didukung oleh opini atau kesan penulis terhadap objek 2 Organisasi Organisasi Karangan disusun dengan runtut, saling terkait, dan terarah 3. Kebahasaan Kalimat Kalimat yang digunakan bervariasi, efektif, dan terbebas dari kesalahan tata bahasa Diksi Perbendaharaan kata bervariasi dan digunakan secara tepat dan efektif Ejaan Pilihan kata, kata depan, huruf kapital, tanda baca, dan imbuhan digunakan secara tepat (sesuai dengan EYD)

Keterangan:

Skor 1 : Sangat Kurang (SK) Skor 2 : Kurang (K) Skor 3 : Cukup (C) Skor 4 : Baik (B) Skor 5 : Sangat Baik (SB) Skor maksimal: 35 (Sumber: diadaptasi dari Basuki, 1997:38―40) Setelah ditemukan skor pada masing-masing subaspek karangan deskripsi siswa berdasarkan tabel 3.1, kemudian dihitung nilai siswa atau persentase pencapaiannya dengan rumus sebagai berikut.

Nilai = %100xmaksimalSkordiperolehyangSkor (Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:236) Dari nilai yang diperoleh, siswa dikatakan mampu apabila nilai yang diperoleh dapat mencapai standar keberhasilan minimal dengan mengacu pada pedoman standar keberhasilan yang telah ditentukan. Berikut pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3.2 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Pencapaian (%) Kualifikasi Angka 80−100 65−79 5 4 A B Kategori Nilai Tingkat Keberhasilan Huruf Baik Sekali Baik Berhasil Berhasil

56−64 40−55 20−39

3 2 1

C D E

Cukup Kurang Gagal

Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245) Keterangan: Pedoman standar keberhasilan minimal yang harus dicapai siswa (Tabel 3.2) telah disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, yakni 65%. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat dari perbandingan nilai pretes siswa (karangan deskripsi sebelum menggunakan gambar dan imajinasi) dengan nilai siklus I dan nilai siklus II (karangan deskripsi setelah menggunakan gambar dan imajinasi). Jika diperoleh hasil bahwa nilai siswa pada siklus II lebih baik dari dari nilai siklus I, dan nilai siklus I lebih baik dari nilai pretes, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan.

3.7 Prediksi Hasil Hasil yang diharapkan dari penelitian ini secara umum adalah adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan atau standar ketuntasan minimal (SKM) yang telah ditentukan, yakni 65%. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspeknya, yakni pada (1) aspek isi, yang meliputi (a) kemampuan dalam menyesuaikan isi dengan judul

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. yang meliputi (a) kemampuan dalam menyusun kalimat. sedangkan observernya adalah rekan sejawat peneliti. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti adalah ketika melaksanakan penelitian. dan (3) aspek kebahasaan.dan tujuan penulisan. Kolaborator yang dimaksud adalah guru Bahasa Indonesia kelas X. dan analisis dokumen. Ketekunan pengamatan adalah pengecekan keabsahan data dengan cara menyesuaikan antara tahap yang direncanakan dengan tahap yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan terarah. (b) kemampuan dalam menggunakan diksi atau pilihan kata. peneliti dibantu oleh kolaborator dan observer dalam mengumpulkan data. (c) kemampuan dalam mengimajinasikan objek menggunakan kelima indera. terkait.8 Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data bertujuan memperoleh data yang sahih dan absah yang diperoleh dari hasil wawancara. observasi. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti bertujuan memperoleh hasil interpretasi data secara objektif. yakni kemampuan dalam mengorganisasikan gagasan dengan runtut. (2) aspek organisasi. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara. yaitu ketekunan pengamatan dan pemeriksaan mitra peneliti (kolaborator dan observer). . dan (c) kemampuan dalam menggunakan ejaan. 3. (b) kemampuan dalam merinci objek yang dideskripsikan.

Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember 2007. Observasi awal bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. khususnya di kelas X.2. (2) pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. dan (3) hasil tindakan siklus I dan siklus II.BAB IV PAPARAN DATA Pada Bab IV ini disajikan paparan data berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan.2 terkait dengan pembelajaran menulis. (2) wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X.1 Observasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah observasi awal. Paparan data yang disajikan meliputi paparan tentang (1) studi pendahuluan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi awal adalah (1) mengamati secara langsung proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X. 4. dan (3) pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa .1. dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.1 Studi Pendahuluan 4.

.berdasarkan tugas yang telah diberikan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.

Tujuan pelaksanaan pretes adalah mengetahui lebih detail tentang permasalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X.1. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa dari tugas yang diberikan guru dalam . diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. juga diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa.2 Pretes 4. Tugas yang diberikan pada siswa difokuskan pada penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. (3) penyuntingan dan revisi. Berdasarkan pengamatan terhadap hasil karya siswa.1. seperti (1) prapenulisan. 4.Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara. (2) penulisan. Guru belum memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Kegiatan pretes juga untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa mengunakan gambar dan imajinasi. Selain itu. Guru tidak berupaya membimbing siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran. dan (4) publikasi. Pretes dilaksanakan dengan memberikan tugas menulis karangan deskripsi pada siswa tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.1 Perencanaan Pretes Perencanaan pretes dilaksanakan berdasarkan hasil observasi awal. Siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi tanpa dibimbing untuk melakukan kegiatan sesuai tahapan yang sebaiknya dilakukan dalam proses menulis.2.

23 April 2008) Guru : “Selamat siang.1.. Setelah itu. Dalam kegiatan pretes ini.” . yakni siswa SMA.. guru meminta siswa menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.” Siswa : “Selamat siang. Pembelajaran menulis deskripsi dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.. anak-anak. Sebelum siswa melaksanakan kegiatan menulis.2 Pelaksanaan Pretes Kegiatan pretes dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.2.” Guru : “Apa kabar semuanya? Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini? Siswa : “Sudah. guru membangun ingatan siswa terkait dengan materi tulisan deskripsi yang pernah dipelajari pada semester sebelumnya.2. yang menunjukkan bahwa objek yang digambarkan dalam karangan deskripsi siswa mayoritas berupa objek tempat atau pemandangan. Bu. peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mendiskusikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul selama pembelajaran menulis deskripsi dan berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. Dalam kegiatan ini. yaitu pada hari Rabu tanggal 23 April 2008 dengan alokasi waktu 2x45 menit. 4. Dialog 1: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Pretes/Rabu. peranan peneliti hanya sebagai pengamat. Selain itu.pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.

Kalian boleh mendeskripsikan sekolah kita. atau tempat-tempat rekreasi yang pernah kalian kunjungi. sekarang Ibu ingin kalian menulis sebuah karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.. sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan tersebut. ataupun tempat.. baik itu benda. Kalian juga pernah mencoba menulis tulisan deskripsi. Tulisan deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan atau menceritakan suatu objek. kita pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi. manusia. sudah mengerti semuanya anak-anak?” Siswa : “Sudah.. tempat tinggal kalian... Bisa dimengerti anak-anak?” Siswa : “Bisa.Guru : “Anak-anak. Bu.” Guru : “Baik.” Guru : “Ada yang ingin menambahkan lagi?” Siswa : (diam) Guru : “Baik. jika kalian sudah mengerti...” Guru : “Baik. siapa yang masih ingat dengan pengertian tulisan deskripsi?” Siswa : “Tulisan yang menggambarkan suatu objek.” Guru : “Ada yang ingin ditanyakan?” Siswa : “Tidak. kerjakan mulai dari sekarang!” .. Ibu jelaskan lagi. Bagaimana. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan tulisan deskripsi?” Siswa : (saling berbisik dengan siswa lainnya) Guru : “Ayo..

siswa tidak melalui tahap-tahap proses menulis mulai dari prapenulisan hingga publikasi. Padahal. Setelah memberikan skor pada .1. 4. Dalam kegiatan menulis. guru tidak membimbing siswa untuk menentukan dan memahami topik atau objek yang akan dideskripsikan.3 Hasil Evaluasi Pretes Pretes dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan detail permasalahan yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum diberikan tindakan. dan bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik. kegiatankegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk membantu siswa mengembangkan karangan deskripsi dengan baik. dan menentukan judul. tanpa adanya bimbingan dari guru. organisasi. memahami tujuan penulisan. semua hasil karangan siswa langsung dikumpulkan tanpa dikoreksi atau diberikan balikan baik dari sesama siswa maupun guru.Selama pretes. sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi. Siswa juga tidak melaksanakan kegiatan publikasi. baik melalui pembacaan di depan kelas ataupun menempelkannya di dinding kelas. baik dari segi isi. Padahal. Penilaian karangan deskripsi siswa mengacu pada pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi yang telah disusun. kegiatan ini juga perlu dilaksanakan agar siswa mengetahui manfaat kegiatan menulis yang telah dilaksanakan. siswa melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi seperti pada pembelajaran sebelumnya. Setelah dua jam pelajaran berjalan. maupun kebahasaan.2. mengumpulkan bahan. Meskipun tema telah ditentukan. Kegiatan penyuntingan dan perbaikan juga tidak dilaksanakan sehingga siswa tidak mengetahui di mana letak kekurangan hasil karangannya. Kemampuan awal siswa dapat diketahui dari hasil penilaian terhadap karangan deskripsi siswa yang ditulis pada tahap pretes.

79%.1 berikut. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tahap pretes hanya mencapai 45. Sebagian besar siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang).51 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil Berdasarkan tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Tahap Pretes No. Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih di bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan.82 61. Bahkan.54% dari . yakni 65%. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. guru memberikan nilai pada karangan deskripsi siswa secara utuh. dari jumlah siswa keseluruhan. Tabel 4. hanya dua siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik).setiap subaspek pada masing-masing aspek karangan deskripsi siswa.1 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes (Lampiran 11a).54 20.1. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 2 5 24 8 Persentase 5.13 12. dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih kurang. dapat diketahui bahwa pada tahap pretes.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. yang kemudian ditentukan tingkat keberhasilannya. yakni sebanyak 24 siswa atau 61.

Jadi.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Penilaian dilaksanakan dengan memberikan skor pada setiap subaspek dengan rentangan 1—5 sesuai dengan kriteria pencapaian indikatornya. pada tahap pretes. (b) kerincian. skor 3 dengan kriteria “cukup”. sedangkan 94. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak lima siswa atau 12. dan skor 1 dengan kriteria “sangat kurang”.2 berikut. yakni: (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. Tabel 4. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat.82% dari jumlah siswa keseluruhan. skor 2 dengan kriteria “kurang”.jumlah siswa keseluruhan. Oleh karena itu. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal) sebanyak 8 siswa atau 20. hanya 5.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Tahap Pretes No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Skor 2 Skor 3 Skor Skor 5 Jumlah Siswa . dan (c) kreativitas imajinasi.2 Penguasaan Siswa Kelas X. dan (c) ejaan. (2) aspek organisasi. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berdasarkan rentangan skor dalam menulis karangan deskrispi pada setiap subaspek pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. (b) diksi.87% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Penguasaan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi perlu ditingkatkan.51% dari jumlah siswa keseluruhan. Skor 5 merupakan skor tertinggi dengan kriteria “sangat baik”. skor 4 dengan kriteria “baik”.

44 42. maupun kebahasaan. rata-rata kemampuan siswa kelas X. 30.Kurang Kurang Cukup 4 Baik Sangat Baik - 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. 34. Dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai.62 58. organisasi.2.4 Refleksi Pretes .43% siswa memperoleh skor 2 (kurang). baik dari aspek isi.56 4 9 16 15 12 13 14 12 21 12 7 4 2 5 2 8 - Berdasarkan tabel 4.46 40 9 12 17 11 15 8 20 12 5 8 - 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 50.2. 23. Bahkan pada subaspek kreativitas imajinasi.81% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh skor 1 (sangat kurang).77 46. Skor tertinggi yang diperoleh siswa pada subaspek kreativitas imajinasi adalah 3 (cukup).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan.67 37. kemampuan siswa kelas X. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). dan hanya 10. Oleh karena itu.99% siswa yang memperoleh skor 4 (baik).77% siswa memperoleh skor 3 (cukup).1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek pada tahap pretes masih kurang. 4. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 4 (baik). Pada penilaian setiap subaspek.

penulisan. Kegiatan penulisan siswa tidak melalui tahap-tahap dalam proses menulis. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran pada tahap pretes. Melalui kegiatan refleksi. pada dasarnya siswa sudah mengetahui tentang konsep tulisan deskripsi. maupun kebahasaan. Beberapa siswa masih ingat tentang pengertian dan karakteristik tulisan deskripsi yang pernah diajarkan oleh guru. Siswa tidak dibimbing untuk menciptakan pemahaman sendiri sehingga siswa hanya sebatas tahu tentang tulisan deksripsi tanpa diimbangi dengan kemampuan dalam menuangkan ide dalam bentuk karangan deskripsi. pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi hanya diperoleh dari guru. dan publikasi. guru melaksanakan refleksi. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk karangan deskripsi yang baik. yakni tahap prapenulisan. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes yang menunjukkan . Dalam kegiatan refleksi. diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. Namun. guru mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran menulis karangan deskripsi berlangsung. Siswa tidak memahami langkah-langkah yang baik dalam menghasilkan sebuah karangan sehingga karangan yang dihasilkan tidak maksimal.Setelah melaksanakan evaluasi pada tahap pretes. organisasi. penyuntingan dan revisi. baik dari aspek isi. Siswa juga tidak diberikan pemahaman mengenai macammacam deskripsi dan bagaimana menulis deskripsi dengan disertai opini agar dapat menumbuhkan imajinasi pembaca. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa.

permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes adalah sebagai berikut. baik dari judul maupun isinya. Secara rinci. ada beberapa siswa yang tidak memberikan judul dalam karangannya. (3) Isi karangan siswa tidak fokus pada suatu objek atau pendeskripsian objeknya kurang terarah sehingga sulit dirasakan oleh pembaca. tidak ada kegiatan lanjutan yang harus . (7) Masih banyak siswa yang mengalami kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. (5) Siswa belum mampu menyertakan opini atau kesan dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.bahwa nilai yang diperoleh sebagian besar siswa kelas X. Bahkan. (1) Masih ada beberapa karangan siswa yang mengandung pola pengembangan narasi. (4) Siswa mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan indera penglihatan saja.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum dapat mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih belum mamahami wujud karangan deskripsi yang sebenarnya. (6) Perbendaharaan diksi dalam karangan siswa kurang sehingga sering terjadi pengulangan kata atau kalimat yang sama. tanpa mengembangkan berdasarkan indera yang lain sehingga karangan yang dihasilkan kurang rinci atau detail dan pembaca juga tidak mampu mengimajinasikan dengan kelima indera. (8) Siswa tidak memahami bahwa kegiatan menulis merupakan suatu proses sehingga menganggap bahwa setelah karangan dikumpulkan. (2) Siswa belum mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan judul karangan.

Siswa puas dengan hasil karangan yang telah dibuat tanpa adanya perbaikan atau penyuntingan untuk memaksimalkan hasil karangannya. kegiatan perencanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan. Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes.2. Tindakan yang diberikan pada siklus I bertitik tolak pada permasalahan yang ditemukan pada saat observasi dan hasil pretes pada tahap studi pendahuluan.dilakukan. sedangkan rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus II dan siklus ke-n dirancang untuk mengatasi permasalahan yang masih ditemukan pada siklus sebelumnya.1 Perencanaan Tindakan Siklus I Setelah melaksanakan kegiatan studi pendahuluan. 4. apabila dalam dua siklus belum juga mengalami peningkatan yang signifikan. maka guru merencanakan tindakan untuk mengatasinya.2 Pelaksanaan Tindakan 4.1. maka akan ditindaklanjuti pada siklus selanjutnya.2. Namun.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I 4. Penerapan tindakan dari seluruh rencana pembelajaran akan direncanakan dalam dua siklus. Pembelajaran siklus I dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan. Hal ini dikarenakan karangan siswa hanya sekedar dikumpulkan tanpa ada kegiatan publikasi. Rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus I dirancang untuk mengatasi segala permasalahan yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan (pretes). (9) Siswa tidak mengetahui manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga karangannya tidak maksimal. .

tetapi juga berdasarkan hasil imajinasi kelima indera. Bentuk tabel hasil imajinasi indera yang harus diisi siswa sebagai dasar penulisan karangan deskripsi pada siklus I adalah sebagai berikut. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bentuk realisasi dari hasil pengamatan terhadap gambar. Dengan tabel hasil imajinasi indera. Beberapa tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus I untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada tahap studi pendahuluan antara lain sebagai berikut. (1) Guru menggunakan gambar dan tabel hasil imajinasi indera dalam pembelajaran menulis deskripsi. disusun rencana tindakan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. (2) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan pengamatan terhadap gambar sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi.3 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus I PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM PERASA PERABA . Gambar berfungsi sebagai objek yang akan dideskripsikan sehingga hasil karangan siswa nantinya menjadi lebih fokus dan terarah.Pada tahap perencanaan ini. Hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bahan sekaligus kerangka yang digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. karangan deskripsi siswa nantinya menjadi lebih rinci dan tidak hanya berdasarkan apa yang dilihat saja. Tabel 4. (3) Guru membimbing siswa untuk mengisi tabel hasil imajinasi indera.

Untuk memantabkan pengetahuan siswa dan mengurangi kesalahan siswa pada tahap pretes. Namun. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. (3) penyuntingan dan revisi. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Tindakan siklus I direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. . Sebagai penguatan. guru menyajikan contoh karangan deskripsi dan narasi. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (4) publikasi. disusun rencana pembelajaran pada siklus I.(4) Dalam menghasilkan sebuah karangan deskripsi. Berikut ini rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Urutan kegiatan dalam proses menulis siswa tidak harus terpaku pada urutan tahap yang telah ditentukan. Dengan beberapa tindakan yang akan diberikan. yaitu (1) prapenulisan. keempat tahap tetap harus dilalui oleh siswa agar siswa lebih memahami tentang konsep karangan deskripsi dan tujuan penulisannya sehingga karangannya menjadi lebih baik. Setiap tahap dalam proses menulis karangan deskripsi dilakukan sendiri oleh siswa dengan bimbingan dari guru. (1) Guru menggali kembali pengetahuan siswa tentang tulisan deskripsi. siswa harus melaksanakan proses menulis yang terdiri dari 4 tahap. (5) Guru berupaya menggunakan berbagai media dalam menyampaikan materi agar siswa mampu menciptakan pemahaman sendiri tentang konsep karangan deskripsi. guru menjelaskan kembali pengertian tulisan deskripsi. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. Metode ceramah minim dilakukan. (2) penulisan.

yang masih tampak gunung dan persawahan. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dan menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. contoh pengisian tabel hasil imajinasi indera. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan tahap pengumpulan bahan agar siswa tidak kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi sehingga karangan deskripsi siswa menjadi lebih rinci dan detail. menentukan judul. Dari contoh yang sama. Guru membagikan gambar pegunungan dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa.(2) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Selanjutnya. 76 (3) Guru memberikan tema keindahan alam kepada siswa. dengan membacakannya di depan kelas. siswa mengamati gambar. Siswa diberikan . dan menuliskannya di papan tulis. Guru menunjukkan contoh gambar. Pemilihan gambar pegunungan didasarkan pada lingkungan terdekat siswa yang berada di desa. dan contoh karangan deskripsi yang dikembangkan berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. (Tahap Penulisan) (5) Guru menyajikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada tahap pretes. (Tahap Prapenulisan) (4) Setelah tabel hasil imajinasi indera diisi oleh siswa. guru menunjukkan tulisan deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan.

Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami manfaat kegiatan menulisnya. Guru juga membimbing siswa untuk menempelkan hasil karangan deskripsinya di dinding kelas. dan bangga terhadap hasil tulisannya.1. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (7) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Tindakan dalam siklus I merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan siswa dalam menulis karangan deskripsi yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. Siklus I dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada tahap pretes . Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar atau saran perbaikan terhadap hasil karangan teman.2 Proses Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan pada siklus I mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari. masing-masing karangan direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran dari teman.kesempatan untuk mengomentari karangan deskripsi yang disajikan. (6) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik dan pentingnya melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. (Tahap Publikasi) 4. baik dari segi isi maupun kebahasaannya. Siswa dengan bimbingan guru menemukan kesalahan yang terdapat dalam karangan yang disajikan.2.

yaitu (1) tahap prapenulisan. 78 4. (2) tahap penulisan. Tindakan siklus I diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada tahap pretes. yakni pada jam ke 7―8. peneliti bertindak sebagai guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2.belum menunjukkan penguasaan siswa dalam menulis karangan deskripsi. dengan rangkaian proses menulis seperti yang telah direncanakan. Proses pelaksanaan tindakan pada siklus I akan diuraikan sebagai berikut. Tindakan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis .1. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. organisasi. mulai pukul 11.1 Pertemuan Pertama Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 7 Mei 2008. guru mempresensi siswa. dan (4) tahap publikasi.45 hingga 13. pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sendiri oleh peneliti. maupun kebahasaan. (3) tahap penyuntingan dan revisi.15. Nilai yang dicapai oleh siswa dalam menulis karangan deskripsi masih rendah dan di bawah standar keberhasilan yang ditetapkan. Kegiatan pembelajaran pertemuan I siklus I dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. baik dari aspek isi. dengan alokasi waktu 2x45 menit.2. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam.2. Sebelum memulai pembelajaran. Jadi.

. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka.deskripsi pada pertemuan I. apa kalian pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi?” Siswa : “Pernah ..” Siswa : “Waalaikumsalam….. 2) Karangan yang menggambarkan suatu objek. Bagaimana khabarnya hari ini?” Siswa : “Baik. Apa yang dimaksud dengan karangan deskripsi?” Siswa : (secara serentak) “1) Karangan yang dikembangkan berdasarkan suatu objek.. 7 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr..” Guru : “Berarti kalian pasti paham tentang karangan deskripsi...” Guru : “Sebelumnya Ibu ingin bertanya.” Guru : “Selamat siang semuanya. .” Guru : “Kalian pernah menulis karangan deskripsi?” Siswa : “Pernah . dalam beberapa pertemuan ke depan kalian akan belajar bersama Ibu. Wb.” Guru : “Seperti yang telah Bu Sri katakan. Guru juga menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Bu... guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Dialog 2: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. Bu. Berikut dialog yang dilaksanakan oleh guru dengan siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terkait dengan tulisan deskripsi. Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini bersama Ibu?” Siswa : “Siap.

. guru menjadi lebih mudah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan membimbing siswa untuk menulis deskripsi karena siswa telah mempunyai bekal dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Ibu ingin kalian mengungkapkan pendapat dengan tertib. ada lagi yang ingin menambahkan?” Siswa : (salah satu siswa mengangkat tangan) “Karangan yang menceritakan suatu objek berdasarkan apa yang dilihat. Satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan deskripsi. dan dialami. Namun. guru tetap menjelaskan kembali tentang pengertian tulisan deskripsi kepada siswa. guru dapat mengetahui bahwa pada dasarnya siswa sudah mengetahui konsep dasar tulisan deskripsi. Agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan dalam menyusun karangan deskripsi sebelumnya. Coba biasakan mengangkat tangan sebelum menyampaikan pendapat kalian. dirasa.Guru : “Anak-anak. Siswa juga sudah pernah menulis karangan deskripsi. Siswa dibimbing untuk menemukan perbedaan karangan deskripsi dan narasi dari kedua contoh yang disajikan. guru menyajikan dua contoh kutipan karangan siswa dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Penjelasan yang diberikan oleh guru didasarkan pada jawaban siswa yang telah dirangkum dan ditulis di papan tulis sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahaminya karena mereka sendiri yang menemukan.” Guru : “Bagus! Ada lagi yang masih ingat tentang pengertian karangan deskripsi?” Siswa : (Diam) Berdasarkan dialog 2. Hal ini dilakukan guru sebagai penguatan atau memantabkan pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. dan satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan narasi (Lampiran 7). Baik. Dengan begitu.

kok deskripsi lagi seh Bu?” Guru : “Tunggu sebentar. Kali ini kita akan belajar menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Memang bagaimana caranya Bu?” Guru : “Nanti.” . 7 Mei 2008) Guru : “Baik anak-anak. kegiatan menulis deskripsi kalian nanti juga tidak hanya sekedar menulis saja. Kalian mau kan jika tulisan kalian dipublikasikan?” Siswa : “Mau Bu.. kalian harus menggunakan imajinasi kelima indera kalian.. Kita akan membuat mading di kelas kalian. Gambar itu berfungsi sebagai objek yang nantinya harus kalian deskripsikan. hasil karangan kalian akan bermanfaat.. mau sekali.Sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran. Ibu akan memberikan gambar kepada kalian. tunggu sebentar. Ibu yakin kalian sudah pandai tentang karangan deskripsi. Ketika kalian mendeskripsikan gambar..h.. Pada pembelajaran kali ini kita akan kembali belajar tentang karangan deskripsi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menulis karangan deskripsi.” Siswa : (Diam memperhatikan) Guru : “Selain itu... Jadi. guru terlebih dahulu menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran serta manfaat pencapaian kompetensi. Dialog 3: Penjelasan Kompetensi yang Akan Dicapai dalam Pembelajaran dan Manfaat Pencapaian Kompetensi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. tetapi hasil tulisan deskripsi kalian nantinya akan dipublikasikan dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas...” Siswa : (saling menggumam) “Ya. Kita juga akan mencoba kembali menulis karangan deskripsi.. Sudah pernah belajar menulis deksripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi?” Siswa : “Belum.

guru melaksanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Sebelum siswa memulai proses menulis.Dari dialog 3. Pada tahap prapenulisan. 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti. siswa diharapkan mampu mendeskripsikan objek dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Dengan menggunakan contoh karangan yang sama. dapat diketahui bahwa dengan menjelaskan terlebih dahulu kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk memahami manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. seperti yang telah dilaksanakan pada tahap pretes. Karena siswa telah memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bersama guru. Guru mengenalkan siswa tentang deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. Guru terlebih . guru terlebih dahulu memberitahukan bahwa fokus penulisan deskripsi yang akan dilaksanakan oleh siswa adalah penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) mengamati gambar. dalam bentuk transparansi (Lampiran 8). siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Guru kemudian menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (2) menentukan judul karangan. Guru menggunakan gambar dan imajinasi dalam proses menulis siswa. guru menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. guru memberikan tindakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengembangkan karangan deskripsi pada tahap pretes. Melalui kegiatan ini.

gambar yang digunakan pada siklus I adalah gambar pegunungan. Siswa tampak dengan tekun mengamati gambar. Seperti pada tahap prapenulisan. Siswa dibimbing untuk menentukan judul karangan berdasarkan gambar yang diamati. Banyak siswa yang masih terlihat bingung atau kesulitan untuk mengembangkan imajinasi kelima indera mereka. Kegiatan prapenulisan juga merupakan kegiatan pengumpulan bahan yang bertujuan memudahkan siswa untuk mengembangkan idenya ke dalam karangan deskripsi. Guru kemudian memberikan perintah kepada siswa untuk memulai kegiatan prapenulisan. Namun. tidak ada siswa yang bertanya. tetapi juga masih banyak siswa yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. ada juga beberapa siswa yang masih bingung . Ada beberapa siswa yang dengan cepat menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. Setelah tahap prapenulisan. pada tahap penulisan beberapa siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi. Selama kegiatan prapenulisan. Pada tahap penulisan. Siswa juga mulai mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan imajinasi kelima indera mereka. siswa mulai mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah dipilih. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Siswa diberikan kebebasan untuk menyusun karangan deskripsi berdasarkan hasil imajinasinya dengan bimbingan guru. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi.dahulu membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada masing-masing siswa. Seperti yang telah direncanakan. Guru mengamati dan membimbing siswa selama kegiatan prapenulisan. dengan mengacu pada gambar yang diamati.

..” Dari dialog 4. . kapan karangannya dibacakan di depan kelas dan ditempel?” Guru : “Nanti Ibu jelaskan. Siswa antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi. Sekarang bagi yang belum selesai. meski mereka telah mempunyai bahan penulisan berupa hasil imajinasi indera.. belum Bu.... meski jam pelajaran sudah hampir habis.” Siswa : “Bu. tampak beberapa siswa dengan antusias mengumpulkan hasil karangan awal.untuk mengembangkan karangan deskripsi. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran. segera diselesaikan! Ibu beri waktu lima menit lagi.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Yah. 7 Mei 2008) Guru : “Anak-anak.Bu. Dialog 4: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus I Pertemuan I/Penutup/Rabu.. Bu. yakni membacakan hasil karangan di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas. guru mengingatkan siswa untuk mengakhiri kegiatan menulis dan mengumpulkan karangan ke depan karena waktu yang diberikan hampir habis. waktunya tinggal lima menit lagi. Ada siswa yang masih bersemangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran.. tetapi ada juga siswa yang masih belum menyelesaikan karangan sehingga berupaya menyelesaikannya dengan tergesa-gesa.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Iya. Bagi yang karangannya sudah selesai. silahkan dikumpulkan di meja Ibu.

Guru juga .45. yakni mulai pukul 10. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran.1. 1) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I diawali guru dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 4.15 hingga 11. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I juga dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. Di akhir pertemuan.2. Seperti halnya pembelajaran pada pertemuan I siklus I.2 Pertemuan Kedua Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus I dilaksanakan hari Sabtu tanggal 10 Mei 2008. jumlah jam pelajaran di SMA Negeri 1 Purwoharjo adalah delapan jam pelajaran. Jika hari Rabu.Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran.2. Hal ini disebabkan di SMA Negeri 1 Purwoharjo jumlah jam pelajaran pada hari Rabu berbeda dengan jumlah jam pelajaran pada hari Sabtu. sedangkan pada hari Sabtu jumlah jam pelajarannya hanya enam jam pelajaran. yaitu 2x45 menit. Namun. Guru juga meminta siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II dilaksanakan pada jam ke 5―6. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. dengan alokasi waktu yang sama dengan pembelajaran pada pertemuan I. Guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.

guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Setelah mempresensi siswa. Berikut contoh karangan deskripsi milik RAL dan DD yang disajikan di guru depan kelas. Karangan yang dibacakan adalah karangan milik RAL. guru menyajikan beberapa hasil karya siswa dari pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes. guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi dan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis.tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. dan (2) publikasi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Secara umum siswa masih ingat dengan kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan I. 1) Karangan RAL . Guru juga memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. Hal ini memudahkan guru untuk membimbing siswa melaksanakan kegiatan selanjutnya. Secara singkat. Siswa juga mampu menyebutkan langkah-langkah mengembangkan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan karangan yang ditulis di papan tulis adalah karangan milik DD. yakni kegiatan (1) penyuntingan dan revisi.

Kami semua terdiri dari 5 cewek dan 5 cowok. Semilir angin membelai rambutku. Kamipun senang dan langsung melewatinya.00 pagi aku dan teman-temanku berkumpul di rumahku.Suasana Pantai grajakan Bunyi gelombang mendebarkan hatiku. (tanpa judul) Di belakang rumah saya terdapat kebun yg ditanami jeruk. serta . Pukul 16. Di tengah perjalanan kami menemui sebuah pohon yang besar jatuh di tengah jalan.50 kami sampai rumah. Jadi Pekarangan belakang rumah saya adalah yg paling baik dan Paling seru Dari contoh karangan yang disajikan. . Lama-kelamaan pohon besar itu dapat di singkirkan dari jalan. Tapi kami hanya teman sebaya waktu SMP.. Kirakira ada 10 orang saling berboncengan. Dan setelah itu kami mulai pisah untuk menuju rumah kita masing-masing. 2) Karangan DD .. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa dapat mengetahui kegiatan yang perlu dilakukan dalam penyuntingan dan revisi. Hari minggu adalah hari yang tepat untuk tamasya. Pukul 09. siswa dengan guru mengoreksinya secara bersamasama. disana udaranya masih segar dan bersih. Akhirnya macetpun terjadi. dan disana saya memelihara kelinci saya. saya sering dg teman2 saya bermain di Pekarangan belakang rumah saya sambil makan jeruk dan beri kelinci saya..25 tepat aku dan teman-teman mulai berangkat dari rumah. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi kekurangan karangan yang disajikan sekaligus hal-hal yang perlu diperbaiki dalam karangan. 3 jam kami menunggu. Pukul 08.. saya sangat suka dg Pekarangan belakang rumah saya. Satu jam lamanya kami menempuh perjalanan menuju pantai grajakan..

Sebelumnya. siswa juga menjadi tahu bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. meski dari judul sudah tampak adanya ciri karangan deskripsi. membacakan karangannya di depan kelas. Siswa lebih mudah memahaminya karena dari contoh yang ditampilkan. Siswa dapat menemukan adanya urutan waktu dalam karangan milik RAL yang merupakan ciri karangan narasi. guru memberikan balikan. Guru meminta salah satu siswa. siswa menjadi tahu akan pentingnya kegiatan publikasi atau berbagi. siswa telah belajar melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Setelah GA selesai membacakan karangannya. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan bahwa kegiatan publikasi juga bisa dilakukan untuk memperoleh masukan orang lain. siswa menyadari akan pentingnya penulisan judul dalam karangan. Selain itu. ataupun tanda baca. kata depan.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan dan revisi. 2) Kegiatan Inti Pada tahap inti. imbuhan. yakni GA. Sedangkan dari karangan milik DD. Beberapa siswa memberikan komentar terkait dengan isi maupun teknik pembacaan. Guru memilih GA untuk membacakan karangannya dengan alasan karangan GA sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan. Siswa juga mengetahui bahwa setiap tahap dalam proses menulis bisa menjadi putaran yang berulang . siswa dapat memperbaiki penulisan ejaan milik DD. guru mengembalikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I. Dari kegiatan ini. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar secara lisan atas pembacaan karangan oleh GA. Dari karangan milik RAL. Dengan bimbingan guru. siswa mengetahui bahwa karangan tersebut perlu diperbaiki dari segi isinya.

” Guru : “Baik. jangan lupa menuliskan nama komentatornya ya!” Siswa : “Di mana. tetapi juga bisa dilaksanakan sebelum penyuntingan dan revisi.” Guru : “Apa tugas kalian?” Siswa : “Mengoreksi dan memberikan komentar . Misalnya.. apa saja yang harus kalian perhatikan dalam penyuntingan?”” Siswa : (bersama-sama) “Ejaan... isi . Kegiatan publikasi dilanjutkan setelah siswa merevisi karangannya. Bu .” Guru : “Lalu.. Guru meminta siswa menukarkan karangannya dengan siswa lain. tanda baca. Untuk mengefektifkan waktu... guru kembali menanyakan kepada siswa terkait kegiatan yang harus dilaksanakan dan hal-hal yang perlu diperhatikan siswa pada tahap penyuntingan.. Dialog 5: Tanya Jawab tentang Kegiatan Penyuntingan (Siklus I Pertemuan II/Inti/Sabtu. Bu?” Guru : “Di bawah saja. guru hanya meminta satu siswa yang membacakan karangan sebelum penyuntingan.untuk menghasilkan sebuah karangan yang baik.. Agar lebih yakin bahwa siswa telah paham dengan kegiatan yang harus dilakukan siswa pada tahap penyuntingan. kegiatan publikasi atau berbagi tidak hanya dapat dilaksanakan setelah revisi. ada yang belum tahu tugasnya anak-anak?” Siswa : (diam) Guru : “Sudah paham semuanya?” . untuk memperoleh masukan dari orang lain. Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan.. kalimat. 10 Mei 2008) Guru : “Karangannya sudah ditukarkan semua anak-anak?” Siswa : (bersama-sama) “Sudah.

Pada tahap revisi. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. guru telah menempelkan dua kertas manila besar di papan tulis sebagai alas untuk menempelkan karangan siswa di . Ketika waktu yang diberikan oleh guru habis. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa.” Dari dialog 5.. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk merevisi karangannya.Siswa : “Sudah .. Kertas yang diberikan oleh guru berbeda dengan kertas pada tahap penulisan awal. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. Setelah penyuntingan. Beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. Pada tahap penyuntingan. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah memperbaiki karangan awal dengan mengacu pada hasil koreksi dan komentar teman. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. Kertas yang diberikan guru pada tahap revisi adalah kertas HVS berwarna agar siswa lebih termotivasi untuk meperbaiki karangannya karena akan ditempel di dinding kelas. beberapa siswa memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya sehingga tampilan karangannya menjadi lebih menarik. Guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan.. guru mengetahui bahwa siswa telah memahami tugas yang harus dilaksanakan pada tahap penyuntingan. Sebelumnya. kemudian guru kembali membagikan kertas pada siswa. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. Saat proses perevisian.

siswa yang maju ke depan untuk mempublikasikan karangan dengan membacakan dan menempelkannya di papan tulis hanya lima orang. guru sedikit memaksa siswa untuk maju ke depan kelas dengan cara memberikan permainan kecil. FM. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) membacakan karangannya di depan kelas dan (2) menempelkan karangan yang telah dibaca pada kertas manila yang telah guru siapkan di papan tulis.dinding kelas. Karena keterbatasan waktu. Guru juga memberikan kesempatan siswa untuk memberikan komentar terhadap pembacaan karangan oleh teman mereka. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang . yaitu YBA. Akhirnya. Guru membimbing siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. Dengan panduan guru. Berdasarkan panduan guru. dan CDS. guru menutup kegiatan pembelajaran. Setelah ada salah satu siswa membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. dengan menempelkan karangannya pada lembar manila yang masih kosong. 3) Kegiatan Penutup Setelah memberikan panduan terkait kegiatan yang harus dilaksanakan siswa untuk melanjutkan kegiatan publikasi. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam dua pertemuan. DSM. seluruh karangan siswa dikumpulkan terlebih dahulu kepada guru untuk diberikan penilaian. siswa enggan maju ke depan kelas dengan kemauan sendiri. beberapa siswa lain mau maju ke depan tanpa dipaksa lagi. lembar manila yang berisi karangan ditempelkan di dinding kelas bagian belakang. Penempelan karangan dikoordinir oleh ketua kelas. Beberapa siswa raguragu untuk meju ke depan meski tampak ada kemauan. Mulanya. Siswa lainnya melanjutkan kegiatan publikasi di luar jam pelajaran. Pada tahap publikasi. setelah semua karangan siswa ditempelkan pada dua lembar manila. Namun sebelum ditempelkan. DFD.

nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa secara keseluruhan masih dibawah standar keberhasilan yang disyaratkan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus I No. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam.40%. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus I (Lampiran 11b).56 43.2. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia.4 berikut.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus I Seperti pada tahap pretes. Di akhir pembelajaran.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Beberapa siswa juga menanyakan kembali tentang penulisan ejaan. Kemudian. pada siklus I juga dilaksanakan kegiatan penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X. Sebagian besar siswa mengaku kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera dan mengembangkan hasil imajinasi ke dalam kalimat-kalimat. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. Tabel 4. 1 2 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) Jumlah Siswa 1 17 Persentase 2.4 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X.kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Namun.59 Tingkat Keberhasilan Berhasil .1. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I mencapai 64. 4.

5 Penguasaan Siswa Kelas X. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak 15 siswa atau 38.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih perlu ditingkatkan karena 53.46 15.85% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada siklus I. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus I No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian 65. Jadi.46% dari jumlah siswa keseluruhan.64 3 23 12 Skor 5 Sangat Baik 1 Jumlah Siswa .4. jumlah siswa yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan adalah 46. Tabel 4. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang) hanya enam siswa atau 15.39% dari jumlah siswa keseluruhan.3 4 5 C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) 15 6 - 38.15% siswa dari jumlah siswa keseluruhan sehingga kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X.39 - Tidak Berhasil Berdasarkan tabel 4. dapat diketahui bahwa pada siklus I. sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B sebanyak17 siswa atau 43.59% dari jumlah siswa keseluruhan. pada siklus I. meski hanya satu siswa.

Dengan kata lain. terutama pada subaspek organisasi. dan ejaan pada siklus I sudah baik.79 74.4 Refleksi Tindakan Siklus I . Dari tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X. kerincian.Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 71. kreativitas imajinasi.2.47% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). 47.1. sedangkan 15.25% siswa memperoleh skor 3 (cukup).60% siswa memperoleh skor 4 (baik).87 - 1 - 16 17 20 15 2 7 55.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.02% siswa memperoleh skor 2 (kurang). 4. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik).5. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. siswa masih lemah dalam ketiga subaspek ini. Namun. kalimat. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis deskripsi pada subaspek organisasi. dan diksi.5 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.64 1 1 2 13 13 5 6 21 14 28 10 5 11 5 21 - Berdasarkan tabel 4. hanya 1. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek masih perlu ditingkatkan. dan 3.95 58. dan diksi masih termasuk dalam kategori cukup. 32. kalimat.66% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Oleh karena itu.97 65.90 57.

Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran. siswa juga sudah mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opininya dalam mendeskripsikan objek pegunungan sehingga tujuan penulisannya dapat tercapai. Dari proses menulis yang dilaksanakan. kelemahan. tetapi juga dari siswa. Dalam kegiatan refleksi. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus I diidentifikasi. Identifikasi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan pada siklus I. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi dari contoh yang diberikan oleh guru. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru. pada siklus I siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. Panduan yang diberikan oleh guru masih . Namun.Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan hingga tahap evaluasi. Selain itu. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. siswa dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. dilaksanakan kegiatan refleksi. Guru juga mengidentifikasi masalah. pada tahap prapenulisan siswa masih kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera atau mengembangkan imajinasinya. atau kekurangan pada tindakan siklus I. meski belum maksimal. sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

masih terjadi kesalahan dalam pengisian tabel hasil imajinasi indera. dan tidak menimbulkan kerancuan makna. (5) Perbendaharaan kata yang digunakan siswa masih kurang. efektif. terutama dalam pengisian kolom “indera perasa”. (2) Siswa belum mampu membuat judul yang spesifik sesuai dengan topik atau objek yang dideskripsikan. Keruntutan dan keterkaitan antar kalimat dalam paragraf masih kurang. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. (1) Pada tahap prapenulisan. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. Dari jumlah siswa keseluruhan. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I adalah sebagai berikut. siswa masih kesulitan mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat.kurang sehingga ada beberapa siswa yang belum mengerti makna kolom dalam tabel hasil imajinasi indera dan salah memasukkan hasil imajinasinya.85% siswa yang belum berhasil. masih ada 53. Secara rinci. (4) Siswa masih kesulitan dalam membuat karangan dengan organisasi yang baik. Pada tahap penulisan. Masih ada beberapa siswa yang sering mengulang-ulang kata atau kalimat yang pernah ditulis. (3) Siswa masih kesulitan menyusun kalimat dengan struktur kalimat yang tepat.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus I. . \(6) Masih ada beberapa siswa yang belum bisa menggunakan ejaan dengan tepat.

Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi siklus II dirancang untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I agar kemampuan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan. tindakan siklus II juga direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masingmasing pertemuan. disusun rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II dengan mengacu pada permasalahan yang ditemukan pada siklus I. 4. Seperti pada tindakan siklus I.2. Hal ini dilakukan agar siswa mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam karangan deskripsi mereka pada siklus I sehingga tidak terjadi lagi pada siklus II. kemudian diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut dan menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru. Siswa diberikan karangan tanpa judul.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II 4. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II adalah sebagai berikut.2. Rencana pembelajaran pada siklus II disusun dengan beberapa perubahan tindakan sebagai perbaikan dari siklus I. (2) Siswa diberikan penjelasan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik.1 Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan.2.(7) Pada tahap revisi. siswa belum memahami pentingnya memperbaiki karangan. Guru . Siswa hanya sekedar menyalin karangan tanpa berupaya membuat karangannya menjadi lebih baik. (1) Guru memberikan evaluasi hasil penilaian pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.

seperti dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. yakni mengamati gambar. Namun. Tabel 4. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. serta organisasi dalam karangan tersebut. Siswa diberi arahan untuk menyusun rincian dengan dukungan opini agar kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna dan organisasi setiap gagasan dalam karangannya menjadi runtut dan terarah. gambar yang digunakan pada siklus II adalah gambar pantai. siswa memulai kegiatan prapenulisan. Selanjutnya.menginformasikan bahwa judul karangan dapat diperbaiki setelah karangan selesai ditulis agar judul karangan benar-benar sesuai dengan topik dan isi karangan. Guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa.6 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus II PENGLIHATAN PENDENGARAN PENCIUMAN PENCECAPAN PERABAAN (5) Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. serta makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. yaitu keindahan alam. menentukan judul. Pemilihan gambar pantai pada siklus II didasarkan pada banyaknya karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya . Pada siklus II. (4) Guru menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. Bentuk tabel hasil imajinasi indera pada siklus II adalah sebagai berikut. siswa diajak memperhatikan penggunaan kata dan kalimat. peneliti dan guru memperbaiki judul masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera agar siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam mengisi tabel. (3) Dengan karangan yang sama. Kegiatan ini bertujuan mengarahkan siswa tentang hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi.

2 Proses Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya.2. dan organisasi sehingga karangannya mudah dipahami. kalimat. namun tetap dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.dan pada tahap pretes yang objeknya berupa pantai. Guru menginformasikan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan tetapi memperbaiki karangan awalnya dengan memperhatikan ejaan.2. lingkungan terdekat siswa setelah desa adalah pantai. dan diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. Siklus II dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada siklus I . Sebelumnya. Kegiatan publikasi dengan penempelan di dinding kelas dilaksanakan di luar jam pelajaran. siswa diberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan. Selain itu. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (8) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Guru menginformasikan pentingnya kegiatan 98 penyuntingan dan revisi. (Tahap Publikasi) 4. (Tahap Penulisan) (7) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi seperti yang telah dilaksanakan pada siklus I. (Tahap Prapenulisan) (6) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan draf awal karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan.

1 Pertemuan Pertama Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 28 Mei 2008. Berikut pelaksanaan tindakan pada siklus II pada pertemuan I dan pertemuan II. khususnya dalam hal ejaan. Tindakan siklus II diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I. (2) tahap penulisan. guru mempresensi siswa. pelaksanaan tindakan pada siklus II juga dilaksanakan sendiri oleh peneliti. Tindakan siklus II merupakan tindakan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditemukan pada siklus I. mulai pukul 11. dengan rangkaian proses menulis: (1) tahap prapenulisan. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis . penyusunan kalimat. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. tindakan siklus II juga dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan.15.2. Seperti halnya pada siklus I. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Sebelum memulai pembelajaran.masih terdapat kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.45 hingga 13. dan (4) tahap publikasi. 99 4.2. dengan alokasi waktu 2x45 menit.2. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan I siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. dan organisasi. (3) tahap penyuntingan dan revisi. yakni pada jam ke 7―8.

guru kemudian menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi . Kalian masih ingat pembelajaran kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu?” Siswa : “Ingat. tampak bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. Dialog 6: Pembukaan dan Tanya Jawab untuk Mengetahui Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran (Siklus II Pertemuan I/ Pendahuluan/Rabu.” Guru : “Kita belajar tentang apa anak-anak?” Siswa : “Menulis karangan deskripsi dengan gambar dan imajinasi.” Dari dialog 6. 28 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr... Ibu tanya terlebih dahulu. Bagaimana kabarnya hari ini?” Siswa : “Baik.” Siswa : (Bersorak) Guru : (Diam) “Sebentar.. Setelah yakin bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran selanjutnya.” Siswa : “Waalaikumsalam…. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.deskripsi pada pertemuan I. Bu.” Guru : “Selamat siang semuanya.” Siswa : “Tidak Bu.. Ibu berharap kalian tidak bosan belajar menulis karangan deskripsi bersama Ibu lagi. Bu.” Guru : “Baik. tidak apa-apa... kali kita akan kembali belajar menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka. Wb...” Guru : “Anak-anak.. Ibu akan kembali membimbing kalian dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Guru kemudian menjelaskan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik (Lampiran 9). Ketenangan suasana pagi diiringi sapaan angin yang ramah dengan membawa aroma bunga-bunga melati. Judul karangan siswa masih kurang spesifik dan kurang sesuai dengan dan topik yang dideskripsikan. Karangan yang diberikan adalah sebagai berikut. Sungguh indah pemandangan pagi itu. guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. Untuk memantabkan pemahaman siswa. Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil karangan deskripsi siswa pada siklus I. Dari kegiatan penggalian pengetahuan siswa. Beberapa ekor burung terbang bercengkrama menghiasi luasnya langit biru. terkait dengan kekurangan atau kelemahannya. susunan kalimat. guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan memokuskan materi sesuai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I.yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. matahari pagi yang hangat memandikannya dengan cahaya. Hembusan udara yang sejuk mengharumkan gelembung-gelembung di bawah dedaunan. Setelah yakin bahwa siswa telah memahami konsep tulisan deskripsi tanpa harus mengulang materi. Langit biru yang membentang terlihat begitu indah. dan diksi. khususnya dalam organisasi. Dari ufuk timur. . Suara burung pipit yang berceloteh terdengar menghibur hati. Hal ini memudahkan guru untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran selanjutnya dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Sekelompok gumpalan awan putih laksana kapas yang lembut dan suci. 101 ? Menatap langit biru di pagi hari memang menyenangkan. guru mengetahui bahwa siswa masih mengingat materi atau pengetahuan yang diterima dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. Guru juga mengungkapkan bahwa banyak siswa yang kurang tepat dalam menentukan judul karangan.

guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan judul yang paling tepat dari judul-judul yang telah ditulis di papan tulis. Wajah yang bersih dengan senyuman manis membuat hati ikut merasakan kedamaian. (1) Pagiku Yang Indah (2) Keindahan Alam di Pagi Hari (3) Indahnya Pagi dan Alam Pegunungan (4) Hangatnya Pelukan Sang Mentari Pagi (5) Kehangatan Pagi Menembus Alamku (6) Kesejukan Alam di Pagi Nan Elok (7) Suasana Pagi yang Indah (8) Langit biru Pencerah Jiwa di Pagi hari (9) Indahnya Pagi Hari dibawah Himpunan Langit Biru yang Luas (10) Keindahan Suasana Pagi (11) Di awal pagi yang Indah (12) Gambar alam yang indah di pagi yang Cerah Sebelum memberikan balikan. Judul-judul yang ditulis siswa di papan tulis adalah sebagai berikut. Dari karangan yang diberikan. Desau angin yang menggoyangkan dedaunan semakin tak terdengar. guru membimbing siswa untuk menentukan judul pada karangan tersebut sesuai dengan syarat judul yang baik.Di bawah lindungan langit biru. guru meminta beberapa siswa menuliskan judul pilihannya di papan tulis untuk mendapatkan balikan dari guru. dari kejauhan terlihat beberapa anak berjalan berbaris mengenakan seragam sekolah untuk berangkat menuntut ilmu. tertutup oleh teriakan-teriakan mereka. Dengan beberapa . Setelah menentukan judul. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk memulai belajar dengan penuh keceriaan.

guru memberikan balikan atau komentar pada masing-masing judul yang telah ditulis siswa di papan tulis. Setelah itu. Guru memilih judul nomor 8 dan 9. Setelah itu. guru menuliskan beberapa kalimat di papan tulis dan membimbing siswa untuk menentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut. 9. Guru menjelaskan pentingnya organisasi dalam karangan. dan terarah. guru memberikan perbaikan dengan memperhatikan ejaan dan efektivitas penulisan judul.alasan. yang ditandai dengan susunan gagasan yang runtut. . 7. Guru menjelaskan kembali langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. kemudian memilih judul yang tepat sesuai dengan isi karangan dan syarat judul yang baik. dan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera.1. Langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dijelaskan menggunakan transparansi dengan bagan yang sesuai dengan gambar 2. 2) Kegiatan Inti Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. dan 10. Guru juga menjelaskan tentang kalimat utama dan kalimat penjelas beserta fungsinya dalam membentuk organisasi yang baik dalam karangan. terkait. siswa diajak untuk memperhatikan organisasi dalam karangan tersebut. 4. seperti pada pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. Siswa dibimbing untuk menemukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Namun. Siswa diberi arahan menyusun rincian dengan dukungan opini sehingga kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna. siswa memilih judul nomor 2. Dari karangan yang sama ketika menentukan judul. yaitu keindahan alam. dengan alasan kedua judul tersebut mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan.

dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. Pada siklus II. Pertanyaan-pertanyaan panduan tersebut adalah sebagai sebagai berikut. dilaksanakan perubahan tindakan dalam upaya perbaikan dari siklus I dan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. yakni (1) mengamati gambar.Untuk menjelaskan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. guru memberikan pertanyaan panduan berdasarkan kelima indera. guru menggunakan gambar pantai dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus II. (1) Pertanyaan untuk kolom indera penglihatan Apa yang kamu lihat dengan mata? (2) Pertanyaan untuk kolom indera pendengaran Apa yang kamu dengar dengan telinga? (3) Pertanyaan untuk kolom indera penciuman Apa yang kamu cium dengan hidung? (4) Pertanyaan untuk kolom indera pencecapan Apa yang kamu rasakan dengan lidah? (5) Pertanyaan untuk kolom indera perabaan Apa yang kamu raba dengan kulit? Setelah menjelaskan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Siswa mengisi tabel hasil imajinasi . siswa memulai kegiatan prapenulisan. dengan cara mengubah judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera. (2) mementukan judul karangan. Selanjutnya. Guru membimbing siswa untuk merumuskan judul karangan sesuai dengan topik dan tujuan penulisan. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi kesalahan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera seperti yang dilakukan pada siklus I. Seperti yang telah direncanakan.

indera berdasarkan pertanyaan panduan yang diberikan oleh guru.. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Setelah tahap prapenulisan.. Siswa tidak lagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Guru mengingatkan siswa untuk tidak mengulangi kesalahan dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. Bu?” . Rata-rata siswa menyelesaikan kegiatan prapenulisan dengan cepat.” Siswa : “Sudah dari tadi. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Bu.. Dialog 7: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus II Pertemuan I/Penutup/Rabu. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran. sekarang Ibu minta tolong dua orang untuk membantu Ibu mengumpulkan karangan teman-teman kalian ke depan!” Siswa : “Bu. Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. anak-anak?.” Siswa : (bersama-sama) “Sudah. maupun kebahasaan. nanti karangannya dibacakan lagi ya?” Siswa : “Ditempel di dinding lagi ya. baik dari aspek isi. Guru mengingatkan siswa tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi... Pada tahap penulisan siklus II. 28 Mei 2008) Guru : “Sudah selesai semuanya. organisasi.. guru meminta siswa mengumpulkan karangan deskripsi awalnya di meja guru.” Guru : “Baik. semua siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera mereka.

guru menutup pertemuan dengan doa dan salam.” Dari dialog 7. khususnya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis deskripsi. Di akhir kegiatan pembelajaran. organisasi. iya. Namun sebelumnya. 4.45. dengan alokasi waktu 2x45 menit.15 hingga 11. Guru meminta siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya.Guru : “Iya. Siswa juga masih antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi. maupun kebahasaan. Bahkan. kita akan mengadakan kegiatan publikasi seperti dulu lagi pada pertemuan mendatang. yakni membacakan hasil karangan deskripsi di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.2 Pertemuan Kedua Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus II dilaksanakan hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008.. mulai pukul 10. tampak seluruh siswa berhasil menyelesaikan karangan awal tepat waktu. ada beberapa siswa yang dapat menyelesaikan karangan sebelum waktu yang diberikan habis.2. Kegiatan pembelajaran pertemuan II siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. . Siswa mengaku kesulitan dalam menyusun organisasi yang runtut.. yakni pada jam ke 5―6.. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran.2.2. guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. baik pada aspek isi. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran.

organisasi. guru memberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan kepada siswa. Guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. yang objeknya berupa gambar pegunungan. maupun kebahasaan. Setelah mempresensi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Dengan bimbingan guru. Karangan diambil dari hasil karya siswa yang disusun pada siklus I. Guru juga tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Seperti yang telah direncanakan.1) Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus II dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. baik pada aspek isi. sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. Panorama Alam Di Pagi Hari . Berikut karangan yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk disunting dan direvisi. siswa diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. serta langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.

Keindahan panorama pegunungan di pagi hari seolah dapat menghilangkan rasa malas bagi siapapun yang menikmatinya. Aroma bunga . kepada siswa. Indahnya Panorama Pegunungan di Pagi Hari Panorama pegunungan di pagi hari sungguh menampakkan keindahan. Tampak dari ufuk timur. Hasil perevisian dari karangan tersebut adalah sebagai berikut. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. siswa diminta untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan dan pembetulan karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. Iringan hembusan angin yang lembut membuat suasana menjadi santai. Setelah menyunting karangan tersebut. Guru kemudian memberikan hasil perevisian karangan yang telah disunting bersama.Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yg menjulang tinggi. sungai yang mengalir membawa Kehidupan baru Suara aliran Sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi Kesunyian pada saat itu. Hembusan angin yang lembut dapat kita rasakan dan membuat suasana santai. Guru menunjukkan organisasi yang runtut dalam karangan yang telah direvisi dengan menunjukkan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi menyambut pagi dan memberikan kedamaian. Banyak anak-anak yang giat itu mengayun sepeda untuk menuntut ilmu dan burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang di kayuhnya. Terlihat dari kejauhan. Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada pagi itu. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin kesetiap celah. matahari memancarkan sinarnya menerobos pepohonan menghadirkan silau keemasan. namun mampu menambah semangat kerja. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Sungai yang mengalir seolah membawa kehidupan baru. & membuat kita untuk giat bekerja.

Tampak anak-anak yang giat sekolah mengayun sepeda untuk menuntut ilmu. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. Canda dan tawa tulus di antara mereka mampu menghilangkan rasa hati yang sepi menjadi ceria. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk . Seperti pada tahap penyuntingan pada siklus I. ataupun tanda baca. serta susunan kalimat.kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. Pada tahap penyuntingan. Sepinya malam yang berganti pagi berubah menjadi keceriaan di area pegunungan yang indah itu. serta pemberian komentar atau saran perbaikan terkait dengan isi karangan. Guru kembali mengingatkan siswa terkait kegiatan yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap penyuntingan. guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. Di sana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang dikayuh oleh mereka. serta hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dalam kegiatan penyuntingan dan revisi. Dari kegiatan yang dilaksanakan. imbuhan. kata depan. dan ejaan. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami pentingnya kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap penyuntingan adalah pengoreksian karangan terkait teknis penulisan. diksi. dan organisasi yang baik dalam karangan. siswa memahami bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. seperti organisasi. 2) Kegiatan Inti Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. Guru terlebih dahulu mengembalikan hasil karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I dan meminta siswa menukarkannya dengan siswa lain. kalimat.

Kegiatan penempelan di dinding kelas dilakukan sendiri oleh siswa di luar jam pelajaran. Pada tahap publikasi siklus II. Seperti halnya pada siklus I. seperti yang telah dilakukan pada siklus I. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. tanpa menempelkan di papan tulis ataupun di dinding kelas. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. pada tahap penyuntingan siklus II beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. Seperti yang dilakukan pada siklus I. Sebelum kegiatan revisi dimulai.merevisi karangannya. susunan kalimat. Pada tahap revisi. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah perbaikan karangan dengan mengacu hasil penyuntingan dan kriteria karangan deskripsi yang baik. Siswa melaksanakan kegiatan revisi setelah diberi ijin oleh guru. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. dengan memperhatikan syarat penulisan karangan yang baik. diksi.2. sebagian besar siswa kembali memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya agar tampilannya lebih menarik. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. Guru menekankan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan. Setelah penyuntingan. Ketika . Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. dan dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. kemudian guru membagikan kertas HVS berwarna pada siswa. Ketika waktu yang diberikan habis. siswa hanya membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. dengan dikoordinir oleh ketua kelas. dan organisasi sehingga karangan deskripsinya menjadi lebih baik. guru mengingatkan siswa pada kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahap pendahuluan. tetapi memperbaiki draf awal karangan dengan memperhatikan ejaan.

guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. guru mengingatkan siswa terkait tugas publikasi lanjutan yang harus dilaksanakan siswa di luar jam pelajaran. yang akan diawasi oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. yaitu YBA. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. dan tidak pernah berhenti untuk menulis. Melalui permainan. dan VW. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan I dan II. Beberapa siswa mau maju ke depan tanpa dipaksa oleh guru. Siswa mengaku sulit menyusun gagasan dengan runtut dalam karangan. RN. guru tetap memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan komentar. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Namun. Is. Di akhir pembelajaran. YEJ. Kesulitan siswa tidak lagi dalam hal pengisian tabel hasil imajinasi indera dan pengembangan hasil imajinasi ke dalam kalimatkalimat. Kemudian. dan PAS .2.membacakan karangan di depan kelas. guru kembali memberikan permainan kecil agar masih ada siswa yang membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. tetapi dalam membuat organisasi yang baik dalam karangan. 4. Empat siswa itu adalah OYS.2. hanya tiga orang siswa yang berani maju. empat orang siswa maju ke depan kelas untuk membacakan karangannya. Dengan panduan guru.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus II . Di akhir kegiatan publikasi. 3) Kegiatan Penutup Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. Karena masih ada sedikit waktu.

Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X. Itu menunjukkan bahwa nilai rata-rata 111 kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus II (Lampiran 11c). diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mencapai 78.46%. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 19 20 Persentase 48. Tingkat keberhasilan siswa kelas X.72 51.7 berikut.7 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. guru kembali melaksanakan kegiatan penilaian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus II No.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. Tabel 4.28 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.

Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui bahwa pada siklus II, sebanyak 19 siswa atau 49,72% siswa kelas X.2 memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali), dan 20 siswa atau 51,28% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). Dari tabel 4.7 juga dapat diketahui bahwa pada siklus II tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup), D (kurang), maupun E (gagal). Itu berarti bahwa pada siklus II, 100% siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%. Tabel 4.8 Penguasaan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus II
No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 66,15 77,95 72,82 82,56 5 20 7 16 1 11 29 21 32 3 3 2 6 83,08 82,05 84,62 7 6 7 19 23 16 Skor 5 Sangat Baik 13 10 16 Jumlah Siswa

Berdasarkan tabel 4.8, dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hanya lima siswa yang memperoleh skor 2 (kurang), sedangkan 33 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup), 4 (baik), dan 5 (sangat baik). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada setiap subaspek penilaian pada siklus II. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II, hanya 1,83% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 2 (kurang), yakni hanya pada subaspek organisasi; sedangkan 23,44% siswa memperoleh skor 3 (cukup); 55,31% siswa memperoleh skor 4 (baik); dan 19,42% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, pada siklus II sudah baik. 4.2.2.4 Refleksi Tindakan Siklus II Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan hingga tahap evaluasi, kegiatan refleksi juga dilaksanakan pada siklus II. Pada tahap refleksi, diidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus II. Melalui kegiatan refleksi, diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan yang terjadi selama proses tindakan siklus II. Refleksi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan siklus II. Seperti pada siklus I, pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II tidak hanya berpusat pada guru, tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru, tetapi juga dari siswa sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan guru selama proses pembelajaran menulis deskripsi pada siklus II, siswa lebih memahami langkah-langkah menyusun karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap prapenulisan, siswa tidak lagi kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan pengamatan kelima indera. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera pada siklus I tidak lagi dilakukan pada siklus II karena adanya pertanyaan panduan yang diberikan guru. Pada tahap penulisan, siswa juga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimatkalimat. Seperti pada siklus I, hasil karangan deskripsi seluruh siswa pada siklus II juga tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Bahkan, siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Kelemahan siswa pada siklus II adalah mereka masih lemah dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. Namun, kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus II, ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada siklus II, tidak ada lagi siswa yang memperoleh nilai di

4.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I Dari beberapa subaspek. Namun. (b) diksi. dan ejaan pada siklus I sudah baik.3.bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. masih banyak kalimat siswa yang menimbulkan kerancuan makna.3 Hasil Tindakan Pada hasil tindakan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum runtut dan terkait. dan (c) ejaan. dan diksi. 4.1. kalimat.1. kerincian. 100% siswa dikatakan berhasil atau mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. dan (c) kreativitas imajinasi. (b) kerincian. rata-rata siswa lemah pada subaspek organisasi.1 Kemampuan Siswa Kelas X.1. aspek yang dinilai dalam karangan deskripsi siswa adalah (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian.3. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. Organisasi dalam karangan deskripsi siswa kelas X. Pengulangan kata juga masih dilakukan karena perbendaharaan kata yang kurang.3. kreativitas imajinasi. yakni 65%. Rata-rata kemampuan siswa kelas X.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus I. pada subaspek kalimat. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.2 SMA Negeri 1 . kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sudah cukup. Dari jumlah siswa keseluruhan. Selain itu. (2) aspek organisasi. 4.

Di tengah hamparan yang luas. dan RSs. Warna tanah yang terhampar luas kekuning-kuningan menambah permukaan bumi. Angin yang berhembus menerpa dedaunan membawa udara sejuk. Gunung yang menjulang tinggi mencengkeram cakrawala. tetapi judulnya tidak spesifik. Seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus I sudah tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada aspek ini. terdapat bangunan yang bertulisan “PEPSI”. Mayoritas siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya sebanyak tiga siswa. Dedaunan yang hijau menambah segarnya suasana. yakni EAW.Purwoharjo pada subaspek kesesuaian mencapai 65. yaitu pegunungan.64%. ada yang memperoleh skor 5 (baik sekali). meski hanya satu siswa. langit biru yang membentang luas di atas Gunung Tengger. Bahkan. LF. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah cukup sesuai dengan gambar. Kelemahan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian siklus I adalah penentuan judul. sudah ada siswa yang memperoleh skor 4 (baik). hanya saja masih kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. sebagian besar siswa memperoleh skor 3 (cukup). Burung-burung berkicau yang bersautan kesana-kemari. Pada aspek kesesuaian siklus I. Aktifitas penduduk di kaki gunung menunjukkan kehidupan manusia yang begitu damai dan tentram. . judul yang dipilih siswa juga sudah sesuai dengan isi. Hembusan angin yang menerpa pepohonan menambah indahnya pegunungan. yakni sebanyak 12 siswa. yakni sebanyak 23 siswa. Pada dasarnya. yaitu FM. Alam Kita Di hari yang cerah. Pada subaspek ini.

Hangatnya Dekapan Alam Kita (EAW). 16 siswa memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ini. yakni FM dan IAP. Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya satu siswa. Contoh judul karangan lain yang masih belum spesifik di antaranya Pemandangan yang Indah (DD). Alamku. Pemandangan Alam (IPA). yaitu RSs. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan . Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus I sudah baik. Namun. yakni sebanyak 20 siswa.. Inspirasiku (OYS). Pesona Alam (VW). Kenyamananku (Ru).. dan beberapa judul lain.1. dapat diketahui bahwa pada dasarnya isi karangan milik DFD sudah sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. Alamku.3. (karangan DFD) Dari kutipan karangan di atas. Pemandangan Alam (RAL). Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Seharusnya.79%. Suasana Alam yang Mengagumkan (YLH). agar mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. judul yang dipilih lebih dispesifikkan pada gambar atau objek yang dideskripsikan. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (baik sekali)..1. yakni Alam Kita kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. yaitu pegunungan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian pada siklus I mencapai 71. Pada subaspek kerincian ini.. judul yang dipilih. Pada siklus I. yakni pegunungan. 4.

. Suara penduduk sedang bekerja di ladang. mengapa sampai menimbulkan rasa senang. Pagi itu terdengar suara kicauan burung. dan beberapa aspek lain terkait objek yang dideskripsikan sehingga pembaca sulit memahami atau merasakan apa yang dimaksud penulisnya.1. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus I. 4.merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya.3.1.87%. Berikut kutipan karangan berjudul Indahnya Gunung di Pagi Hari yang dalam subaspek kerinciannya masih kurang.. Pada siklus I. tampak bahwa objek pegunungan tidak digambarkan RSs secara rinci atau mendetail. Suasana yang sangat indah ketika kita sedang beristirahat dengan menikmati udara di pagi hari. Namun. 17 siswa mampu mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). masih ada beberapa siswa yang masih lemah dalam merinci objek yang dideskripsikan. belum sampai pada penggambaran hal-hal atau ciri yang spesifik atau mendetail.. 15 siswa lain mampu . Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ini merupakan rata-rata yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan siswa pada keenam subaspek yang lain.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Alangkah senangnya hati ini seandainya bisa berlibur dengan keluarga dengan mendengar kicauan burung beserta suara penduduk yang sedang bekerja di sana. (karangan RSs) Dari kutipan karangan di atas. . Menatap indahnya langit biru beserta gunung dan tumbuhan di sekitarnya. Keindahan pegunungan yang digambarkan tidak ditunjukkan melalui penyebutan ciri-ciri indahnya gunung yang dideskripsikan seperti apa. Kelemahan siswa dalam merinci objek adalah siswa masih menggambarkan objek yang diamati secara umum. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mencapai 74.

mendengar. Sedangkan 21 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup).. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). ada tujuh siswa yang berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan sehingga dapat memperoleh skor 5 (baik sekali).mengembangkan imajinasi empat indera sehingga memperoleh skor 4 (baik).1. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang pada aspek organisasi. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus I hanya mencapai 55. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa di ajak melanjutkan tidur. DW. Mereka mampu menggambarkan objek pegunungan berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus I masih lemah. tetapi juga tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).3. (karangan AFM) . 4. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi.90%. mecium. Bahkan. Panorama Alam di Pagi Hari Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. dan YEJ. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) hanya sebanyak lima siswa. DD. dan membuat kita untuk giat bekerja . Sungai yang mengalir membawa kehidupan baru Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada saat itu.. yaitu DSM. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. PAS. Ketujuh siswa tersebut adalah AFM. mencecap. PAS. PCK. CDS. dan VAP.. DSM. OYS.

ratarata kemampuan siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 57. Alat kohesi juga tidak digunakan dengan tepat. Selain itu.1. 4. ada satu siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan AFM belum menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya.3.3. Pada subaspek kalimat. sedangkan 14 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). kalimat yang disusun siswa juga kurang efektif. AFM tidak menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus atau sebaliknya sehingga karangan kurang runtut. yakni minimal mengandung unsur Subjek-Predikat (S-P). Pada siklus I.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4.1 Kemampuan pada Subaspek Kalimat Kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus I masih lemah. Siswa tersebut menyusun kalimat yang hanya terdiri dari unsur subjek saja. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. yaitu karangan milik PCK.95%. digunakan pada lain paragraf. Contoh kutipan karangan milik AFM menunjukkan lemahnya siswa dalam aspek organisasi. disusun dalam paragraf yang lain sehingga antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf kurang mempunyai keterkaitan. Akibatnya. Ada beberapa siswa yang yang kurang tepat dalam menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar.1. karangan menjadi kurang terarah. Kelemahan siswa pada subaspek kalimat terletak pada kesalahan tata bahasa dalam kalimat yang disusun. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. Gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf. Kalimat yang .3. Alat kohesi yang seharusnya digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf.

Hanya lima siswa yang memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi.seharusnya disusun menjadi dua atau tiga kalimat.1. PCK. memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek diksi. .3. yakni AFM. Aktivitas mulai berlangsung kembali sama halnya yang sering dilakukan.. penggunaan diksi beberapa siswa juga kurang tepat sehingga mengganggu pemahaman makna. Satu siswa. RN. dan YBA. yakni sebanyak 28 siswa. DW. yakni ARK. Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I kurang bervariasi. Menatap indahnya gunung di pagi hari membuat kita menghilangkan beban pikiran kita ditambah lagi pepohonan yang sangat segar-segar karena terkena embun di pagi hari dan kicauan burung-burung yang keluar dari pegunungan itu juga kabut disekitar gunung. memperoleh skor 1 (sangat kurang).. IPA. dan lima siswa memperoleh skor 2 (kurang). Kelima siswa tersebut adalah DD. Siswa menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. Sebagian besar siswa. Di pagi hari yang cerah dan menyejukkan ada beberapa pemandangan alam yang sangat indah. Selain itu. Pabrikpabrik mulai menjalani aktivitas kembali. Aktivitas gunung yang tiada hentinya dan embun pagi yang menyelimuti gunung menandakan pagi yang sangat sejuk dan cerah. Contoh kalimat yang dimaksud terletak pada kutipan karangan sebagai berikut. (karangan berjudul Suasana Gunung di Pagi Hari milik PCK) 4. DSM.. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus I hanya mencapai 58. seperti yang terdapat pada kutipan karangan siswa berikut. Kendaraan yang sebelumnya masih diselimuti kabut sekarang sudah tampak keramaian jalan tersebut untuk memulai kembali aktivitas semua warga. disusun menjadi satu kalimat oleh siswa. dan RSs.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I juga lemah pada subaspek diksi.97%. DRS.3. Dan tampak sekali aktivitas anak sekolah yang mengikuti kegiatan olahraga dilapangan sepak bola yang masih cuaca .

dan YEJ. IPA.3. Kelemahan siswa pada subaspek ejaan terletak pada . Pada dasarnya. RAL. Tak mau ketinggalan juga suara burung yang bersahut-sahutan membuat suasana yang asri dan masih alam.. yaitu 65. Is. DEW.. yakni BVS dan FAS.3. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan sudah baik. aktivitas.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Penilaian siswa pada subaspek ejaan dilihat dari kemampuan siswa dalam menuliskan kata.1. PAS. dan beberapa kata lain yang digunakan berulang-ulang oleh ARK dalam karangannya. (karangan berjudul Pesona Alam di Pegunungan milik ARK) Kelemahan siswa pada kutipan karangan di atas terletak pada diksi yang monoton dan ketidaktepatan penggunaan kata. Tetapi.bersahabat. misalnya kata-kata yang terletak pada dua kalimat terakhir. PCK. sebagian besar siswa sudah dapat memperoleh skor 4 (baik). Hal itu terlihat dari kata sejuk. Kesalahan siswa dalam menuliskan kata yang sesuai dengan EYD jarang ditemukan dalam karangan deskripsi siswa pada siklus I. DW. masih ada enam siswa yang meperoleh skor 2 (kurang). yakni sebanyak 21 siswa. dan YLH. cerah. ada dua siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). huruf kapital. di antaranya DD. kemampuan siswa dalam menyusun karangan dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sama dengan rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian. Bahkan. RSs. Pada subaspek ini.64%. pada siklus I. kata depan. .. 4. dan imbuhan yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsi. Pada siklus I. Selain itu. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ejaan sebanyak 10 siswa. EAW. Pada subaspek ini. tanda baca. ARK. indah. OYS. tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). beberapa kata juga digunakan tidak tepat sehingga mengaburkan makna. yakni AAS. RSy.

dan awalan. Berikut contoh kelemahan siswa dalam subaspek ejaan terkait dengan kesalahan penggunaan tanda baca. 4. huruf kapital. begitulah yang nampak dari Gunung ini. Hal ini sudah dapat dilihat dari penulisan judul pada kata pegunungan yang seharusnya menggunakan huruf kapital di awal kata.2 Kemampuan Siswa Kelas X. Meski rata-rata kemampuan siswa dalam . Disekitarnya terlihat pohon-pohon cemara yang berwarna Hijau.kesalahan penggunaan tanda baca dan huruf kapital. tetapi BVS menggunakan huruf kecil. penulisan kata depan. Indahnya Alam pegunungan Terlihat dari jauh warna Biru.3. baik pada aspek isi. Padahal. Sungai dengan air yg berwarna biru jernih mengaliri diantara Bebatuan Besar. (karangan BVS) Kutipan karangan di atas menunjukkan kelemahan siswa dalam menggunakan ejaan.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II Rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek. .. Tampak banyak kesalahan penggunaan ejaan di dalam karangan BVS. di antaranya penggunaan tanda baca dan penulisan kata ulang. terutama dalam penggunaan huruf kapital dan kata depan di.. Sebagian besar siswa juga kurang mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. organisasi. Langit biru yang memayungi gunung ini terlihat begitu segar. maupun kebahasaan pada siklus II sudah baik. Kesalahan-kesalahan lain juga dapat dilihat pada isi karangan.. Disini terlihat Bukit2 kecil yang membentang luas. kesalahan penggunaan tanda baca yang terlalu sering dalam suatu karangan dapat mengganggu pemahaman makna. seakan mengelilingi Gunung yang menjulang tinggi itu.

EAW. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 2 (kurang).1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus II. yaitu pantai. yaitu AAS. FAS. Pada subaspek ini.1. tetapi kelemahan siswa dalam aspek organisasi tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi.mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. RAL.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. dan 13 siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya tujuh siswa. seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus II tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. Judul yang dipilih siswa juga sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan sehingga mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Kelemahan siswa dalam menentukan judul juga tidak ditemukan pada siklus II. maupun 1 (sangat kurang). dan YI. GA. Seperti halnya pada siklus I. Pada subaspek kesesuaian pada siklus II. Panorama Pantai yang Indah .2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mencapai 83. 4. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sangat baik.2. Seluruh siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar.3. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah sesuai dengan gambar.08%. dengan didukung judul yang spesifik. 19 siswa memperoleh skor 4 (baik).3. RSs.

Dengan membaca judulnya saja. dan judul-judul lain yang juga sudah menunjukkan kesesuaian dan kespesifikan. 4. YEJ. EAW. (karangan VAP) Dari kutipan karangan di atas.05%. DEW. sedangkan siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal adalah DSM. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. yaitu “pantai”.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo pada subaspek kerincian pada siklus II mencapai 82.2. yakni Panorama Pantai yang Indah. Enam orang siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) adalah BVS. Hamparan rerumputan yang hijau ditepian pantai bagaikan permadani yang terajut indah.. dapat diketahui bahwa pada isi karangan milik VAP sangat sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. IAP. kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus II juga sangat baik. Kilauan Laut Biru dan Keindahan Pesisir Penentram Hati (FM). . Suasana Pantai yang Indah di Pagi Hari (Is).Di keheningan pagi yang cerah terlihat pemandangan pantai yang begitu indah.3. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya sebanyak enam siswa. . Judul yang dipilih. Indahnya Panorama Pantai (YA). LF. dan Is.. FAS. sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. FM. YBA. DD. yakni sebanyak 23 siswa. Lambaian dahan pohon kelapa seakan mengajak kita untuk ikut menikmati indahnya pantai itu.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Seperti pada subaspek kesesuaian. Contoh judul karangan milik siswa lain di antaranya Keindahan di Pesisir Pantai (ARK). Bagaikan surga yang tercipta didunia. Tarian ombak yang gumulai seakan mengajak untuk mengikuti iramanya. Keelokan Pesisir Pantai (RAL). Pantai Indah di Bawah Lindungan Langit Biru (DRS). Di tepian pantai terlihat pasir putih seakan menikmati tarian ombak tiada henti.. IPA. dan YA. sedangkan 10 siswa lain mampu memperoleh yakni 5 (sangat baik). OYS. Ru. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Langit biru yang luas melambangkan keindahan tiada batas.1. pembaca sudah mampu membayangkan apa yang akan digambarkan dalam karangan.

Sejauh mata memandang hanya laut yang terlihat. 4. tampak bahwa objek pantai digambarkan AFM dengan rinci atau mendetail. Butir-butir pasir yang berkilau bagai intan permata menambah kesan indah pantai pagi itu. Setiap ciri yang terdapat pada gambar atau objek disebutkan secara rinci oleh siswa. Sungguh indah pemandangan pantai pemandangan pantai pagi itu. .Pada siklus II. Setiap ciri yang menunjukkan panorama pantai di pagi hari disebutkan secara rinci oleh siswa sehingga pembaca lebih mudah memahami objek yang dideskripsikan dan dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya. Suara ombak yang bergemuruh terdengar menghibur hati.. Laut biru yang membentang terlihat begitu indah.2. Panorama Pantai di Pagi Hari Menatap pantai di pagi hari sungguh menyenangkan. Hembusan angin sepoi-sepoi melambaikan daun kelapa yang hijau.3.. Ketenangan suasana pantai diiringi belaian angin yang mesra membawa aroma khas pantai.1. Seperti pada siklus .3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Ombak yang saling mengejar menghiasi beningnya air panas.. Berikut kutipan karangan yang menunjukkan bahwa siswa mampu merinci objek secara mendetail. Kaki langit begitu jelas terlihat karena tidak pulau menghalangi. (karangan AFM) Dari kutipan karangan di atas. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya.

Rata-rata ketujuh siswa tersebut mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan indera penglihatan. mecium. Pada aspek organisasi pada siklus II. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus II merupakan rata-rata siswa yang paling tinggi dibandingkan dengan keenam subaspek lainnya.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Meski rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus II merupakan rata-rata yang paling rendah jika dibandingkan dengan keenam subaspek yang lain. Namun.62%. masih ada siswa yang . 4. Mereka kesulitan dalam mengembangkan imajinasi penciuman dan pencecapan.3.15%. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi. tetapi rata-rata siswa dalam mengorganisasikan karangan sudah baik. Tetapi. yakni mencapai 84. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). mencecap. DFD. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi sangat baik. Pada subaspek ini.I. EAW. hanya tujuh siswa mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). juga sebanyak 16 siswa. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. DW. 16 siswa lain sudah mampu mengembangkan imajinasi empat indera. Pada siklus II. dan YLH. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus II mencapai 66. dan perabaan. siswa yang dapat memperoleh skor 5 (baik sekali) karena berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan. Mereka mampu menggambarkan objek pantai berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. Ketujuh siswa tersebut adalah CDS. PAS.2. sehingga memperoleh skor 4 (baik). Bahkan. pendengaran. IFB. mendengar.

Asinnya air laut serasa hilang termakan oleh indahnya pantai. sehingga ada . Pada siklus II.. dan yang memperoleh skor 3 (cukup) sebanyak 20 siswa. Pohon nyiur yang melambai-lambai seolah memanggil para pengunjung untuk menikmatai keindahan pantai itu. Meski gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf disusun dalam paragraf yang lain. Ditambah lagi keindahan pesisir pantai yang dapat menghibur hati yang sedang lara.. Lima siswa tersebut adalah DFD. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. dan RAD. DW. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. Laut yang luas tanpa batas disertai desir ombak yang menggulung-gulung semakin menambah indah suasana.. Halusnya pasir di pesisir pantai menjadi alas bagi para penikmat keindahan. RN berusaha menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus. meski keterkaitannya masih kurang. Is. Desau angin yang sepoi-sepoi memberikan kedamaian di hati. Indahnya Pesisir Pantai Menatap langit biru di pesisir pantai memang suatu hal yang sangat mengasyikkan. GA. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang.memperoleh skor 2 (kurang). Langit biru yang membentang seakan menyelimuti pantai dari terpaan hujan. yakni sebanyak lima siswa. Terjalnya batu karang di pinggir pantai menjadi saksi betapa indahnya pantai itu. meski hanya tiga siswa. . (karangan RN) Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan RN cukup menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya. VW. Betapa indahnya pemandangan pesisir pantai itu. yaitu AFM. dan YI. tetapi RN telah menggunakan alat kohesi dengan tepat dalam setiap paragrafnya.

LF. Rata-rata kalimat yang disusun siswa sudah efektif dan tidak menimbulkan kerancuan makna. Siswa yang melakukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat seperti yang ditemukan pada siklus I sudah berkurang pada silkus II. FAS. yaitu DW. yakni minimal mengandung unsur SubjekPredikat (S-P). CDS. siswa mampu menggunakan kalimat sederhana. sudah tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang).3. Sebagian besar siswa sudah mampu menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. misalnya dengan menggunakan alat kohesi itu 4.keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. Contoh kalimat siswa tersebut terletak pada kutipan karangan berikut. RAL. RSs. disertai dengan beberapa kalimat kompleks. Menikmati keindahan di pesisir pantai memang menyenangkan. dan DSM. Ketiga siswa tersebut adalah AS. meski hanya tiga siswa. Dalam satu paragraf.95%. Keindahan pemandangan pesisir pantai tampak begitu menawan.1 Kemampuan pada Subaspek Tata Bahasa Berbeda dengan siklus I.2. Pada siklus II. OYS. kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus II sudah baik.3. Pada siklus II.3. yakni sebanyak 29 siswa. Tujuh siswa lain. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. dan YLH.2. variasi kalimat yang disusun siswa juga cukup. Pada subaspek kalimat pada siklus II. Dari kejahuan terlihat pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh di tepi . rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat mencapai 77. Selain itu. memperoleh skor 3 (cukup). sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4.

Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II sudah cukup bervariasi. Pada subaspek ini. Pada siklus II. .2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II pada subaspek diksi juga sudah baik. memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus II mampu mencapai 72. Sejauh mata memandang tampak air laut yang biru dan berkilau. Barisan batu karang yang terjal mengelilingi pohon kelapa menjadi tempat yang nyaman untuk menatap luasnya samudra yang seolah tak berujung.. (karangan berjudul Pantai Sejuta Kenangan milik DSM) . sudah ada siswa yang mampu memperoleh skor 5 (sangat baik).. meski hanya dua siswa.2.. Perbendaharaan kata yang digunakan siswa cukup luas sehingga siswa jarang menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang.3. penggunaan diksi siswa juga sudah tepat sehingga tidak mengganggu pemahaman makna.pantai.. .82%. yaitu DD dan DSM. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek ini. Di bawah langit biru yang luas menyelimuti alam raya tampak nyiur hijau melambai-lambai seolah mengajak siapa saja untuk mendekat menikmati pesona pantai. akan tampak rumputrumput hijau yang bergoyang mengikuti tiupan angin. Hamparan pasir putih bak ladang kapas menyambut kedatangan kita..3. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada aspek diksi. Semakin dekat kita menitihkan langkah. yakni sebanyak 21 siswa. Daun-daunnya melambai-lambai dan terdengar gemersik karena tertiup angin pantai yang semilir.. (karangan berjudul Keindahan Pesisir Pantai Solusi Stres milik YI) 4. sedangkan 16 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). Selain itu. Sebagian besar siswa.

4.2. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada subaspek ejaan. terkait dengan penulisan kata. Diksi yang digunakan dalam karangan DSM sangat bervariasi dan jarang terjadi pengulangan kata. Selain itu. rata-rata siswa sudah mampu menuliskan kata. dan YLH.56%.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Pada subaspek ejaan pada siklus II.Dari kutipan karangan di atas. dan imbuhan. sedangkan enam siswa yang lain mampu meperoleh skor 5 (sangat baik). Bahkan. Bahkan. serta menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsinya. CDS. Rata-rata siswa juga sudah mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. rata-rata kemampuan siswa mencapai 82. sedikit sekali ditemukan kesalahan penggunaan ejaan. Pada siklus II. Enam siswa tersebut antara lain AFM. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun skor 2 (kurang). Pada siklus II. kata depan. yakni AAS. kesalahan siswa yang sering ditemukan pada subaspek ejaan pada siklus I sudah jarang ditemukan. serta penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Panorama Alam Pantai . Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. diksi pada karangan DSM juga digunakan secara tepat sehingga tidak mengaburkan makna. AS.3. FL. yakni sebanyak 32 siswa. kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sangat baik. dalam setiap karangan deskripsi siswa. imbuhan.3. siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya satu siswa. tampak bahwa perbendaharaan kata DSM sangat luas. DEW. kata depan.

(karangan AS) Kutipan karangan di atas menunjukkan bahwa AS mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Setiap kata dalam karangannya dituliskan dengan tepat sesuai dengan EYD..Tampak dari kejahuan langit biru di atas lautan yang luas.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang lain juga sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menggunakan ejaan yang tepat sesuai dengan EYD. Dalam karangan deskripsi AS tidak ditemukan sama sekali kesalahan penggunaan ejaan.. kata depan di. Ombak yang menggulung terlihat begitu indah. Di bawah hamparan langit biru yang luas terlihat perahu-perahu nelayan sedang mencari ikan. Alunan ombak dan hembusan angin yang mengenai dedaunan terasa menghidupkan suasana.. AS tidak lagi mengalami kesulitan. Bau bangkai ikan dan rasa asin air laut seakan menjadi hal biasa. . Hal ini dapat dilihat dari minimnya kesalahan penggunaan ejaan pada karangan deskripsi siswa yang lain. Begitu juga dalam penulisan kata ulang. Sebagian besar siswa kelas X. Hamparan pasir putih dan karang-karang seakan menyejukkan jiwa. Pohon-pohon kelapa yang tertiup angin terasa mengisi kesunyian di pantai itu. Suara burung-burung yang berkicau terdengar menghibur hati. serta penggunaan tanda baca dan huruf kapital. .

yang meliputi (1) temuan proses pembelajaran dan (2) temuan hasil penelitian. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto. (2007:11) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. Dalam penelitian ini. peneliti menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk . pada bab V ini disajikan pembahasan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dkk.BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan paparan data pada Bab IV.1 Temuan Proses Pembelajaran Penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X. pendekatan. metode. atau teknik yang berbeda dari biasanya. 5.

Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan mampu menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun pada tahap perencanaan.meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. . Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran.

yaitu (1) tahap prapenulisan. dkk. kegiatan siswa difokuskan pada kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan agar karangan awalnya menjadi lebih baik dengan mengacu pada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Penentuan empat tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. kegiatan siswa difokuskan pada pengumpulan bahan untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan ide pada tahap penulisan. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. mulai dari tahap perencanaan hingga refleksi. Pada tahap prapenulisan. dengan empat tahap pada masing-masing siklusnya. Penentuan tahap proses menulis siswa dalam penelitian ini didasarkan pada pendapat Tompkins (dalam Kurniawan. yakni siklus I dan siklus II. (3) tahap merevisi. (3) observasi atau pengamatan. penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada tahap publikasi. (2) tahap pembuatan draf. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dan (4) refleksi. Pada tahap penyuntingan dan revisi. kegiatan siswa difokuskan pada pengembangan bahan yang telah diperoleh pada tahap prapenulisan. (2) pelaksanaan tindakan. Tindakan yang diberikan adalah penggunaan “gambar” dan “imajinasi” dalam . (2) tahap penulisan.. Pada tahap penulisan. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. Sesuai dengan rencana. yakni (1) perencanaan tindakan.Proses menulis karangan deskripsi siswa terdiri dari empat tahap. (4) tahap menyunting. 2007:3) yang menyajikan lima tahap dalam proses menulis. kegiatan siswa difokuskan pada upaya pemublikasian hasil karangan deskripsi siswa dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas agar siswa mengetahui manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. dan (5) tahap berbagi (sharing) atau publikasi. dan (4) tahap publikasi. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. yakni (1) tahap pramenulis.

dan kreativitas imajinasi yang baik. Kemampuan . Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi. yakni (1) prapenulisan. (3) Dari proses menulis yang dilaksanakan. kerincian. Tindakan siklus I dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. (2) Siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. beberapa kelebihan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. (3) penyuntingan dan revisi.pembelajaran menulis deskripsi agar kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kemampuan sebelum diberi tindakan. sedangkan tindakan siklus II dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan tindakan. (1) Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. (4) Siswa lebih memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. dan (4) publikasi. Siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan kesesuaian. siswa dapat memahami tahapan yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. terutama pada aspek isi dan kebahasaan. (2) penulisan.

baik dalam menyusun kalimat. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi tindakan yang diberikan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. dan digabungkan dengan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II.siswa pada aspek kebahasaan juga baik. Kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah kelemahan siswa dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Langkah-langkah pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini didasarkan pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. (5) Siswa sudah mampu mengembangkan imajinasi kelima inderanya ke dalam tabel hasil imajinasi indera sehingga dapat menyusun karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada aspek yang lain. menggunakan diksi. (1) Pendahuluan . peneliti menemukan langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Siswa kurang mampu menyusun gagasan secara runtut dan terkait dalam karangan deskripsinya. kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. Namun. ataupun ejaan.

(f) Guru menjelaskan cara menentukan judul dan kriteria judul yang baik dalam karangan. (e) Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. baik dari aspek isi. maupun kebahasaan agar siswa dapat menulis karangan deskripsi dengan baik. dengan menyajikan beberapa contoh agar siswa mengetahui macam-macam karangan deskripsi dan dapat membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan yang lainnya. organisasi. dan . Sebagai latihan.(a) Guru membangun pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi dan macammacamnya. (d) Guru menjelaskan makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera dengan memberikan pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. kemudian siswa diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut. (b) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk membangun pemahaman siswa terkait langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. penyuntingan dan revisi. Pertanyaan panduan yang diberikan guru mengacu pada judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera yang digunakan dalam menulis karangan deskripsi. (c) Guru menguatkan pemahaman siswa dengan menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi mulai dari tahap prapenulisan. penulisan. sekaligus manfaat masing-masing langkah. hingga publikasi.

Guru membagikan gambar sesuai dengan tema dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. (c) Guru membimbing siswa untuk mengamati gambar dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar menggunakan kelima indera. dan mengajak siswa untuk belajar menyunting dan merevisi karangan tersebut dengan memperhatikan aspek isi. . Judul dapat diperbaiki di akhir penulisan karangan (pada tahap revisi) dengan menyesuaikannya dengan isi karangan. organisasi.menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru sesuai dengan syarat penentuan judul yang baik. (b) Guru membimbing siswa untuk menentukan judul karangan sesuai dengan topik (objek) dan tujuan penulisan. dan kebahasaannya. (Tahap Prapenulisan) (d) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dengan memperhatikan syarat penulisan karangan deskripsi yang baik. (Tahap Penulisan) (e) Guru membangun pemahaman siswa terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penyuntingan dan revisi dengan memberikan contoh karangan yang terdapat banyak kesalahan pada siswa. Pemilihan gambar didasarkan pada lingkungan terdekat siswa. (2) Inti (a) Guru memberikan tema kepada siswa.

(f) Guru meminta salah satu siswa untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Siswa yang lain bersama guru mengomentari karangan deskripsi yang dibacakan siswa di depan kelas, terkait dengan hasil karangan dan cara pembacaannya. (g) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar terhadap hasil karangan teman, baik dari segi isi, organisasi, maupun kebahasaannya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari, masing-masing karangan dikembalikan pada pemiliknya, kemudian direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran perbaikan dari teman. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (h) Guru juga membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas dan menempelkannya di dinding atau di mading kelas. (Tahap Publikasi) (3) Penutup (a) Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (b) Guru membimbing siswa untuk mengingat dan menyimpulkan keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. (c) Guru menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan. 5.2 Temuan Hasil Penelitian

Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi diukur dari pencapaian nilai siswa berdasarkan standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa dikatakan berhasil atau mampu menulis karangan deskrispsi apabila rata-rata nilai yang diperoleh siswa dapat mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pedoman tingkat keberhasilan siswa disusun oleh peneliti bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan mengacu pada rujukan yang ada, dan disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berikut pedoman tingkat keberhasilan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 5.1 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi
Pencapaian (%) Kualifikasi Angka Kategori Nilai Huruf Tingkat Keberhasilan

80−100 65−79 56−64 40−55 20−39

5 4 3 2 1

A B C D E

Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berhasil Berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245)

Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap karangan deskripsi siswa, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Jika pada tahap pretes (sebelum diberi tindakan) rata-rata kemampuan awal siswa dalam

menulis karangan deskripsi hanya mencapai 45,79%, rata-rata kemampuan siswa setelah diberi tindakan siklus I mampu mencapai 64,40%. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18,61% setelah diberi tindakan siklus I. Namun, meski sudah mengalami peningkatan, rata-rata kemampuan siswa pada siklus I masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan, seperti halnya rata-rata kemampuan siswa pada tahap pretes. Permasalahan yang dihadapi pada siklus I terletak pada kelemahan siswa dalam membuat organisasi yang baik, menyusun kalimat, dan menggunakan diksi dalam karangan deskripsinya. Oleh karena itu, diupayakan perbaikan tindakan pada siklus II untuk mengatasi permasalahan pada siklus I, yakni dengan pemilihan gambar pantai, pengubahan tabel hasil imajinasi indera, penggunaan bagan untuk memberikan penjelasan tentang langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, dan pemberian pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Siswa juga diberikan tambahan materi terkait dengan perumusan judul, penyusunan kalimat, dan penyusunan organisasi dalam karangan. Dengan perbaikan tindakan yang diberikan, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,06% sehingga mencapai 78,46%. Peningkatan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut. Tabel 5.2 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II
Hasil Evaluasi Pretes Persentase (%) Siklus I Siklus II

dan ejaan.46 Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. (2) aspek organisasi. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. pada tahap pretes. yakni sebesar 53. 46. hanya 5. yakni (1) aspek isi yang meliputi subaspek kesesuaian. kerincian. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) sebanyak 20 siswa. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek kalimat.79 64.02%. meski hanya satu siswa. Peningkatan yang sangat pesat terjadi setelah dilaksanakannya tindakan siklus II.40 78. yakni 65%. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. dan kreativitas imajinasi. Pedoman penilaian ini mengacu pada panduan . Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) hanya dua siswa. 143 sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). jumlah siswa yang berhasil dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I sudah mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali) pada siklus II adalah 19 siswa.15% siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. diksi.Rata-rata Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa dalam Satu Kelas 45. Pada siklus I. yakni sebesar 41.85% . Dari jumlah siswa keseluruhan. 100% siswa dari jumlah siswa keseluruhan mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang berhasil mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pada tahap pretes. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B ( baik) pada siklus I sebanyak 17 siswa.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek isi dapat dilihat pada tabel 5. dan (3) kreativitas imajinasi. kosa kata. dan ejaan dan tanda baca. (2) kerincian. setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. yang sudah diadaptasi oleh peneliti. 38―39). Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. Tabel 5. tata bahasa.3 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Isi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Siklus I Siklus II . organisasi.penyekoran atau penilaian karangan menurut Basuki (1997. yakni subaspek (1) kesesuaian. yang menunjukkan bahwa komponen yang dinilai dalam karangan di antaranya pengembangan topik. dapat diketahui adanya peningkatan ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. 1) Peningkatan pada Aspek Isi Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek isi dilihat dari tiga subaspek.3 berikut. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. kemampuan siswa meningkat pada setiap subaspeknya. Dari ketiga subaspek pada aspek isi. Dari hasil penilaian karangan deskripsi siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspek. Peningkatan rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada setiap aspek adalah sebagai berikut.

kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 21.08 82. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 17. setelah diberi tindakan pada siklus II.64%.46 40 65. kemampuan siswa pada subaspek kerincian hanya mencapai 58.Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. Jadi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kesesuaian hanya mencapai 44.05 84. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.64 71. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.02% sehingga mampu mencapai 65.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 38.62%.79 74.08%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.62 Berdasarkan tabel 5.62 58.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian kembali mengalami peningkatan dari siklus I. Pada siklus II.46% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap pretes. Pada tahap pretes.3.87 83.44% dari siklus I sehingga mampu mencapai 83. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan .46%.

Pada tahap pretes.4 berikut. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi hanya mencapai 40%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi dapat dilihat pada tabel 5.87% sehingga mampu mencapai 74.79%. mengalami peningkatan sebesar 44. Seperti . Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan dari siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kreativitas imajinasi 2) Peningkatan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. setelah diberi tindakan pada siklus II.87%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.33% sehingga mampu mencapai 71.05%.sebesar 13.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 23. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 34.59% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Pada aspek isi. Jadi.26% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. Rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 10. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian dan kerincian.62% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.

setelah diberi tindakan pada siklus II.75% dari siklus I sehingga mampu mencapai 84.77 Siklus I 55.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan sebesar 15.62%. Pada tahap pretes. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 9. setelah diberi tindakan pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.25% dari siklus I sehingga mampu mencapai 66. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.90%. pada aspek organisasi.15%.halnya pada subaspek kesesuaian dan kerincian.4.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Jadi. kemampuan siswa pada subaspek organisasi hanya mencapai 50. baik pada siklus I maupun siklus II.90 Siklus II 66.13% sehingga mampu mencapai 55. Pada siklus II.4 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Organisasi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Organisasi Organisasi 50. 3) Peningkatan pada Aspek Kebahasaan . Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek organisasi juga mengalami peningkatan dari siklus I. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi juga mengalami peningkatan dari siklus I.77%. Pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 5. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 10. Tabel 5.15 Berdasarkan tabel 5.

Pada siklus II.56 Siklus I 57.95%. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 13.5 berikut.Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek kebahasaan dilihat dari tiga subaspek.56 Berdasarkan tabel 5. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat kembali mengalami peningkatan dari siklus I.5.67%. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.67 37. Tabel 5. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 44. (2) diksi. setelah diberi tindakan pada siklus II. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.44 42.97 65. Seperti halnya pada aspek isi. yakni subaspek (1) kalimat.28% sehingga mampu mencapai 57. kemampuan siswa juga meningkat pada setiap subaspeknya. kemampuan siswa .95 58. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.95 72.5 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Kebahasaan Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Kebahasaan Kalimat Diksi Ejaan 46.82 82.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek kebahasaan dapat dilihat pada tabel 5. dan (3) ejaan. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada tahap pretes.64 Siklus II 77. dari ketiga subaspek pada aspek kebahasaan.

Pada tahap pretes.08% sehingga mampu mencapai 65.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Jadi. .28% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.95%. kemampuan siswa pada subaspek diksi hanya mencapai 37.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 31.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 35.53% sehingga mampu mencapai 58.82%. kemampuan siswa pada subaspek ejaan hanya mencapai 42.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.56%. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan dari siklus I. Pada tahap pretes.64%. setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 13.44%. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 23. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Seperti halnya pada subaspek kalimat dan diksi. Jadi.85% dari siklus I sehingga mampu mencapai 72.97%. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan dari siklus I. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 21.pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I sehingga mampu mencapai 77.

Berdasarkan paparan di atas. imajinasi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 16. Penggunaan imajinasi sesuai dengan tujuan penulisan karangan deskripsi dalam penelitian ini.92% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. Dengan menggunakan gambar.setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa kelas X. siswa menjadi lebih kreatif . Hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. 1997:13). Peningkatan pada subaspek ejaan merupakan peningkatan yang paling besar pada aspek kebahasaan. Penggunaan imajinasi dalam proses menulis karangan deskripsi dapat memperkaya ide sehingga siswa mampu mengembangkan karangan deskripsi yang lebih hidup dan dapat diimajinasikan dengan kelima indera.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I maupun siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan mampu mengalami peningkatan sebesar 40%. organisasi. yakni aspek isi. Selain gambar. dan kebahasaan. jika dibandingkan dengan subaspek kalimat dan diksi. siswa dapat lebih mudah dalam menemukan ide atau bahan tulisan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi. Hasil penelitian ini mendukung pendapat Nurhaeni (1997:17) yang menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas.56%. yakni berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca (Gunawan. Dengan imajinasi. dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar dan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspek.

dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. Hal ini sesuai dengan pendapat Ricoeur (dalam Tedjoworo. Menurut Ricoeur. 2001:55) yang menyatakan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. .dalam mengembangkan karangan deskripsi. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. Juga pendapat DePorter & Hernacki (2002:191) yang menyatakan bahwa dengan imajinasi. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”.

Pada siklus II. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.46%. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32.79% sehingga pada siklus I mampu mencapai 64. .1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada Bab IV dan dibahas pada Bab V.61% dari tahap pretes yang hanya mencapai 45. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. 6.06% dari siklus I sehingga mampu mencapai 78. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.40%.BAB VI PENUTUP Pada Bab VI ini dipaparkan simpulan dan saran yang berhubungan dengan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 14.67% dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal yang disyaratkan.

dengan simpulan sebagai berikut. .Peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi juga dapat dilihat pada setiap aspeknya.

38% pada subaspek diksi. (2) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. 23. 2) Berdasarkan studi pendahuluan. 1) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal 65% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. guru Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa untuk .38%.62% pada subaspek kreativitas imajinasi. karena berdasarkan hasil penelitian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Oleh karena itu. (3) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dengan peningkatan sebesar 38. 6. dengan peningkatan sebesar 31. 35. dan 44.(1) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 Saran Berdasarkan simpulan di atas. dan 40% pada subaspek ejaan.59% pada subaspek kerincian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peneliti selanjutnya disarankan sebagai berikut. ditemukan bahwa guru Bahasa Indonesia hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan langsung memberikan tugas menulis kepada siswa. dengan peningkatan sebesar 15.46% pada subaspek kesesuaian.28% pada subaspek kalimat.

. yakni tahap prapenulisan. penulisan. sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan publikasi. penyuntingan dan revisi.melaksanakan aktivitas belajar dan menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai. 4) Peneliti lanjutan disarankan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. 3) Guru Bahasa Indonesia disarankan untuk membimbing siswa melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis.

G. . Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Arikunto. Suhardjono & Supardi.. Alyunusia. Suharsimi. Komposisi Bahasa Indonesia. Ahmadi. Wacana Bahasa Indonesia. Arsyad. 2001. 1988. Basuki. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. M. Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia. Suharsimi. Skripsi tidak diterbitkan. 1997. Malang: Depdiknas Universitas Negeri Malang. Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas I MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. S. Jakarta: Bumi Aksara. dkk. Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. 2003.DAFTAR RUJUKAN Ahmadi. Mukhsin. Azhar.H. Jakarta: Bumi Aksara. Malang: P3T IKIP Malang. 2002. 2002. Jakarta: Erlangga. Media Pengajaran. Arikunto. & Ridwan. M. S. S. Arsjad. Rohmah. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. 1980/1981.. 1995. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Imam Agus. Akhadiah.. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.

2005 (4) :19–23. Terampil Mengarang. Bandung: Kaifa. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. 2005. 2002. Hasnun. Standar Isi (Keputusan Menteri No. Junus. dkk. 1988. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Agama dengan Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Kuis Tim Kelas VIB MI Diniyah Puteri Padang Panjang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2005/2006. Jakarta: Depdikbud & Rineka Cipta. 2006. Jakarta: Erlangga. M. 23. 2007. Ibrahim. Dari Peristiwa ke Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia. Perencanaan Pengajaran. 2006. 24 Tahun 2006) Badan Standar Nasional Pendidikan. 1997. & Hernacki. . Anwar. B. 2003. Model Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Lanjut. Jabrohim. Jakarta: Erlangga. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Khaerudin. 1992. Gie. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Abdul. Cara Menulis Kreatif. Dari KBK ke Inovasi: Menembus Kemandegan Pendidikan Kita. R. 3 (1): 59–69. Jakarta: Depdikbud. Fachruddin Ambo. Untuk SMU dan Umum. dkk. Dalvi. 2002. Kurniawan. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas X.BSNP. The Liang.dkk. 2006. 2004. & Nana. Jakarta: BSNP.S. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan.Yogyakarta: Andi. 22. Belajar Mengarang: Dari Narasi hingga Argumentasi. Terjemah oleh Alwiyah Abdurrahman. Gunawan. Kadir. 1983. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. DePorter. Yogyakarta: Andi. Jakarta: Gramedia. Enre. Umar. Dawud. 2003. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. (Online). S.

Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. diakses tanggal 12 November 2007). & Martutik. Suhaidi. Nani.ktiguru. 2006. Keterampilan Menulis dan Pengajarannya. 2005. Fungsi Gambar dalam Pengajaran Bahasa Asing. Sumber Belajar: Kajian Teori dan Aplikasi. 2006. 2007. 2001. Malang: Bayumedia Publishing.. diakses tanggal 12 November 2007). A. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Jos Daniel.Ialf. & Senduk. B.B. Sudjana. Pembelajaran Partisipatif. Nurhadi. 2005 (4): 2–3. .G. A. 1993. N.(Http://Www. Nurhaeni. Malang: UM Press. Arifin. Penelitian Tindakan Kelas Bagian I (Online).org/index. Media Pengajaran. Hubungan Hasil belajar Matematika dengan Penguasaan Kompetensi Gambar Bukaan/Bentangan pada Siswa Kelas II Teknik Pembentukan SMK Karya Padang Panjang.doc. Rancangan Pembelajaran Teori dan Praktik. A. Menulis Tertib dan Sistematik. Bandung: Sinar Baru Algensindo. (http://www. Nurchasanah & Widodo. Parera. Setyosari. Yasin. B. 1997. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. & Rivai. 157 Rani. 3 (1): 49–58. 4(4): 15–21. 2004. Madya..php/ptk/ptk-1. Musbar. 2005. Jakarta: Erlangga. Malang: Elang Mas.Edu/Kipbipa/Papers/KhaerudinKurniawan. Punaji. Suwarsih. Mohammad R. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. 1993.

Psikologi Pengajaran.id/new/index. 1996. Rochiati. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI) Wijaya. Jenis Alat Pengumpul Data. Winkel. (http://www. Bandung: Remaja Rosda Karya. H. 2006. Wiriaatmadja. Jakarta: Grasindo. . Budi.ditplb.or. Tedjoworo.Susetyo.S. Citria Nilam Asri Cipto. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Skripsi tidak diterbitkan.php?menu=profile&pro=145. 2005. diakses tanggal 12 November 2007). 2001. 2005. W. (Online). Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskriptif dengan Media Gambar. Imaji dan Imajinasi: Suatu Telaah Filsafat Postmodern. Metode Penelitian Tindakan Kelas: untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->