PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.

2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI

OLEH DWI YANI LESTARI NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA,

DAN DAERAH AGUSTUS 2008 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh Dwi Yani Lestari NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA

JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH Agustus 2008 ABSTRAK Lestari, Dwi Yani. 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo Hs, S.H., M.Hum. Kata kunci: kemampuan menulis, deskripsi, gambar, imajinasi. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Meski telah dilaksanakan pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hasil pembelajaran menulis deskripsi di kelas tersebut tidak maksimal. Dari kegiatan studi pendahuluan, diketahui adanya permasalahan dalam proses pembelajaran menulis deskripsi dan kelemahan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi, baik pada aspek isi, organisasi, dan kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%.. Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan, peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi merencanakan tindakan melalui penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan. Dengan menggunakan gambar dan imajinasi, diharapkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April―Mei 2008 di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dengan subjek penelitian siswa kelas X.2. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Data penelitian ini adalah data hasil wawancara, rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa dengan mengacu pada pedoman penyekoran dan standar keberhasilan yang telah ditentukan, diketahui bahwa pada tahap pretes, yakni sebelum menggunakan gambar dan imajinasi, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa hanya mencapai i ii

dan 44. Untuk peneliti lanjutan disarankan melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain.59% pada subaspek kerincian.46%. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa kelas X. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan gambar dan imajinasi.62% pada subaspek kreativitas imajinasi.67% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan pada: (1) aspek isi.61% sehingga mencapai 64.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32.28% pada subaspek kalimat.46% pada subaspek kesesuaian. Pada siklus II. penulisan. 35. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 14.06% dari siklus I sehingga mencapai 78. (2) menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. . 23. (2) aspek organisasi.38% pada subaspek diksi. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dengan peningkatan sebesar 31. dan (3) aspek kebahasaan. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 18. dan publikasi. Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. yakni tahap prapenulisan. penyuntingan dan revisi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan 40% pada subaspek ejaan.38%.45. dengan peningkatan sebesar 38.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspeknya. dan (3) membimbing siswa untuk melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis.79% sehingga belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan: (1) menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.40%. dengan peningkatan sebesar 15.

4. selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan kemudahan selama penyelesaian skripsi ini. 1. Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi. M. Dr. Maryaeni. Martutik.Pd. S. Sumadi. Ibu Sri Utami. M. Dawud. . selaku Ketua Jurusan Sastra Indonesia UM yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.Pd.Pd.. Oleh karena itu.Hum.2 yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan lancar.H.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. selaku Dekan Fakultas Sastra UM dan Dr. ridha. Dr.. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas restu. kasih sayang. Sunaryo Hs. ucapan terima kasih dan penghargaan tiada terkira penulis sampaikan kepada pihakpihak sebagai berikut. M. M. dan nikmat-Nya Yang Luar Biasa sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X. S. 2. M. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lebih baik. selaku Dosen Penguji I dan Dra. 3. dan siswa siswi kelas X. Dr.Pd.Pd.

Mbak Devi dan Dik Eri. Ita. Mas Bibit. 6. dan semua yang pernah memberikan dukungan.5. CeCe Nikman. serta kepercayaan. Na Yoja di Pulau Dewata yang banyak memberikan dukungan dan pelajaran selama penyelesaian skripsi ini. juga CeCe Pie-Pie. ataupun semangat dalam penyelesaian skripsi ini. khususnya adik sekamar Yupi. serta kepercayaan sehingga penulis bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat keluarga. Bapak. bantuan. dan Adik Tri tercinta di Banyuwangi sebagai motivasi utama bagi penulis dalam penyelesaian skripsi ini. doa. dan merupakan teman diskusi dan penenang yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini. Henot. 9. 10. Yuni. sahabat PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang. Bapak Ibu Guru. rekan KKN Wajar Dikdas Wongsorejo-Banyuwangi semester pendek 2007. Dosen. yang tidak pernah lelah berbagi dan membantu penulis dalam suka dan duka selama kuliah. dan kesabaran yang luar biasa untuk menerima dan mendampingi penulis dalam “kondisi apapun” sehingga bisa menjadi lebih kuat dan tabah menghadapi “segalanya”. dan . dan Guru Mengaji yang pernah memberikan bimbingan dan ilmu yang bermanfaat untuk mengantarkan penulis meraih harapan dan cita-cita sehingga penulis bisa menjadi orang yang “lebih baik”. 7. 8. Sahabat terdekat. Ibu. yang selalu memberikan kasih sayang. Saudara seatap di rumah kedua TERAM 12 F. kasih sayang. Teman-teman Sasindo UM angkatan 2004. Risa. dan Rere yang suka mengganggu tetapi juga membantu.

11. khususnya dalam dunia pendidikan.rekan PPL SMP Negeri 1 Malang semester genap 2008 yang pernah berjuang bersama sehingga bisa lebih siap menghadapi “dunia nyata”. Sebagai manusia biasa. penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan skripsi ini. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. dan apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan. Penulis . penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

................5 Asumsi Penelitian .......................................... DAFTAR KODE NAMA SISWA ........... DAFTAR LAMPIRAN .............................. DAFTAR ISI............. 1......................................3 Tujuan Penelitian.......... KATA PENGANTAR..........2.....2 Rumusan Masalah ......................................................................................................................................... 1............................................. 1.......................................................................................................................................................... 1 5 5 6 7 7 8 x xi v vii ix i iii .............................. BAB I PENDAHULUAN 1........................................... 1.................2............................................................................................................................................................ 1................................................................1 Ruang Lingkup Masalah .....................2 Masalah.......................... DAFTAR GAMBAR...................... 1............................................................4 Kegunaan Penelitian........................1 Latar Belakang....DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK........................................................................... DAFTAR TABEL.............................................

.3 Prinsip-prinsip dalam Menulis .......4................................................................................ 2.................................................... 9 11 11 13 16 20 20 22 24 27 27 29 31 34 38 42 ....................................... 2.... 2.......3 Pembelajaran Menulis . 2.....................................................3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi ................. 2....... 2.................................................2 Tujuan Pembelajaran Menulis .. 2....4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi ........... 2............................................3.2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi ..............1 Pengertian Tulisan Deskripsi .......................... 2...................2.. 34 2..2 Menulis Deskripsi....................4...................... 2.............................................................1 Pengertian Menulis .......................2....................1 Hakikat Pembelajaran Menulis ........1........................3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis ................... 2.......1...3........3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas...................3.... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2....................1......... 2...................4.......... 2.2 Macam-macam Deskripsi .................................1.......6 Definisi Operasional.......2..............................2 Menulis sebagai Suatu Proses .....................................1 Pengertian Gambar dan Imajinasi ......................................1 Kemampuan Menulis. 2............

.......................................... 3............1 Observasi Awal ............... 63 63 45 46 49 50 51 52 53 54 54 55 55 56 56 56 56 58 61 61 .......................... 3..................1 Studi Pendahuluan..........3... 3........................ 3....... 3............................................................. 3.............................................................................................3 Lokasi..............................8 Pengecekan Keabsahan Data......1 Rancangan Penelitian...................... 3.............................3 Pelaksanaan Tindakan ......................BAB III METODE PENELITIAN 3............................4 Observasi atau Pengamatan ...........................................2........ Waktu dan Subjek Penelitian...............................................3 Subjek Penelitian......2...............2 Waktu Penelitian ..................2....................... 3..............4..........3....1...................... 3. 3........ 3..............1 Lokasi Penelitian ...........2..........2 Tahap-tahap Penelitian........................................................2.............................................4 Data dan Sumber Data. 3....................................................... 3... 3.............................5 Refleksi....................................................5 Teknik Pengumpulan Data............... BAB IV PAPARAN DATA 4................................6 Teknik Analisis Data......1 Studi Pendahuluan ........................................7 Prediksi Hasil................ 3..................................... 3... 4......................1 Data ........................2 Perencanaan Tindakan .....................................................................................4..................................................3..................................2 Sumber Data ............... 3......

.........3 Hasil Tindakan....2........................................... 158 159 155 152 153 133 140 123 ....................... BAB V PEMBAHASAN 5.1..... 4...................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN...........................................2 Pelaksanaan Tindakan ...........................................................................................2 4................2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II ........................1 Kemampuan Siswa Kelas X..................................3.... 5..4.1 Simpulan...... 4.........2 Kemampuan Siswa Kelas X......................................................................................................................... 64 73 73 95 114 4...........................................2 Saran.......... 115 4..............................................................................................2 Temuan Hasil Penelitian ...................................................................................................................................... 4.........................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I .2 Pretes ............................. PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ......................... DAFTAR RUJUKAN...........3.............. 6...................................................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II ....................... BAB VI PENUTUP 6.......1 Temuan Proses Pembelajaran. 4.....................1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I ..2.

mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. (3) tujuan penelitian. Dengan tulisan. (5) asumsi penelitian. (2) masalah penelitian. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. 1. 1993:5).BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini dibahas tentang (1) latar belakang dilaksanakan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Seseorang yang mampu menulis. . dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. (4) kegunaan penelitian.1 Latar Belakang Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. dan (6) definisi operasional yang terkait dengan penelitian. perasaan.

Salah satu tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa dapat memiliki kemampuan menulis. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006. baik secara lisan maupun tulis. khususnya pada siswa kelas X semester 1. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk. Selain siswa SD/MI.Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan yang tercakup dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri nomor 22. Guru hanya sedikit memberikan materi tentang tulisan deskripsi. serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP. kompetensi dasar menulis deskripsi juga diajarkan pada siswa SMA/MA. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Oleh karena itu. yang isi kompetensi dasarnya adalah Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. 2006:262). 23. dan 24 tahun 2006 yang menerangkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. pembelajaran menulis deskripsi juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. Acuan tersebut tertuang dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas X semester 1. 2006:260). Meski telah dilaksanakan di sekolah. kemudian siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi sehingga . selama ini pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum terlaksana dengan maksimal.

yaitu dari guru pada siswa sehingga siswa lebih banyak mendengar materi dari guru daripada melaksanakan aktivitas belajar. diketahui bahwa siswa kurang mampu menyusun karangan deskripsi dengan baik. Siswa juga hanya mengembangkan hasil pengamatan berdasarkan indera penglihatan saja. di antaranya dengan memilih media pembelajaran yang . Pendeskripsian objek dalam karangan siswa tidak fokus dan tidak sesuai dengan judul yang ditulis sehingga pembaca kesulitan untuk memahami karangan secara utuh. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa kelas X. Padahal menurut Dalvi (2006:60). dan kurang menggairahkan sehingga siswa menjadi kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar. perlu diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. siswa belum mampu menggunakan ejaan dengan tepat. metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah cenderung menjadikan suasana belajar kaku. Bertolak pada permasalahan di atas. Selain itu. maupun tanda baca. monoton. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah. ataupun perabaan untuk mengembangkan karangan deskripsi sehingga pembaca kurang dapat melihat dan merasakan apa yang ditulis siswa melalui pancainderanya. baik dalam penggunaan kata depan. Guru juga enggan memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis deskripsi. Guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. penciuman. Siswa kurang memanfaatkan indera yang lain seperti pendengaran.kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. pencecapan. Pembelajaran menulis di sekolah perlu dilakukan dengan cara yang lebih baik. imbuhan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Masih banyak terdapat kesalahan penulisan ejaan dalam karangan deskripsi siswa.

serta perbaikan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Penelitian-penelitian tersebut antara lain berjudul Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Media Gambar oleh Citria Nilam Asri Cipto Wijaya. Berdasarkan uraian di atas. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah jika dalam penelitian sebelumnya hanya digunakan gambar saja. sedangkan Alyunusia (2003) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. maka dalam penelitian ini digunakan gambar dan imajinasi untuk memudahkan siswa dalam menulis karangan deskripsi. penggunaan gambar lebih sederhana dan efisien sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi. Penelitian-penelitian dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran menulis juga perlu dilaksanakan sebagai upaya pembaharuan dalam penelitian dan pembelajaran Bahasa Indonesia.sesuai dan bervariasi. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Wijaya (2005) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan kinerja siswa dalam menulis deskripsi. dan penelitian yang dilaksanakan oleh Rohmah Alyunusia yang berjudul Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas 1 MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Berbagai penelitian pernah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Interaksi positif antara guru dan siswa juga dapat dibentuk dengan pemilihan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa. penelitian ini perlu dilakukan. Selain itu. gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada pembelajar dengan berbagai usia. Perbedaan lain terletak pada subjek dan fokus . Menurut Nurhaeni (1997:15).

Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa pada saat studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa objek yang dideskripsikan siswa dalam karangannya mayoritas berupa tempat atau pemandangan.2 Masalah 1.penelitian.1 Ruang Lingkup Masalah Kompetensi menulis deskripsi merupakan salah satu kompetensi dalam Kurikulum 2006 atau Standar Isi BSNP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dicapai oleh siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA. Oleh karena itu. diupayakan berbagai cara untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. . 1. Pada jenjang SMA. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. kompetensi menulis deskripsi salah satunya diajarkan di kelas X semester 1 dengan kompetensi dasar Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah diadakan penelitian dalam upaya perbaikan kualitas pengajaran dan peningkatan kemampuan menulis siswa. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Pembelajaran menulis deskripsi bukan hanya ditekankan pada hasil yang akan dicapai oleh siswa. 2006:262). salah satunya dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2. yakni siswa SMA. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Selain itu. tetapi juga proses yang dilaksanakan siswa untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi.

Masalah dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Secara khusus.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah.2. tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (3) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. sedangkan masalah dalam hasil pembelajaran terkait dengan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Masalah dalam pelaksanaan pembelajaran terkait dengan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi?”.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi. (1) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. 1. rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (2) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. rumusan masalah penelitian ini adalah “Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi? 1.2 Rumusan Masalah Secara umum.

4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai beberapa kegunaan. . juga bagi peneliti. (1) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. guru. di antaranya sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan teori pembelajaran menulis serta menambah kajian-kajian teoritis tentang menulis. hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (2) Kegunaan praktis Secara praktis. 1. (1) Kegunaan teoritis Secara teoritis. sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut. antara lain sebagai berikut. (3) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. sekolah.

hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam hal pembelajaran Bahasa Indonesia. serta meningkatkan kesiapan diri peneliti sebagai calon guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. (c) Bagi sekolah.5 Asumsi Penelitian Asumsi yang mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut. Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (1) Kurikulum 2006. (d) Bagi peneliti. 1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi. (3) Kemampuan siswa kelas X. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus sebagai alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran menulis. khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA kelas X semester 1 memuat kompetensi dasar menulis deskripsi.(a) Bagi siswa. . (2) Menulis karangan deskripsi diajarkan di kelas X. serta alternatif pemecahannya. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka perbaikan pembelajaran di sekolah. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan atau kesulitan dalam menulis karangan deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. (b) Bagi guru.

baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. (4) Gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. (3) Karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan atau menyampaikan informasi yang berupa sifat dan semua perincian wujud dari suatu objek kepada pembaca agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan. tempat.(4) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. atau benda.6 Definisi Operasional Definisi operasional merupakan sejumlah istilah yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan arah penelitian. (2) Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. warna. 1. Beberapa definisi operasional terkait dengan istilah-istilah dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut. yang dalam penelitian ini peningkatan yang dimaksud adalah perubahan kemampuan siswa (dari yang kurang baik menjadi lebih baik) setelah diberi tindakan. dan . Kejelasan arah penelitian dapat membantu dalam menyamakan pemahaman dan pemokusan dalam penelitian. (1) Peningkatan adalah bentuk perubahan yang ditunjukkan berdasarkan keadaan sebelumnya dan keadaan setelahnya.

(5) Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. karangan. .ukuran. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.

serta menyusun informasi dalam bentuk karangan. Hasil proses menulis itu berupa wacana atau teks.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada Bab II ini dipaparkan kajian pustaka yang dijadikan landasan teoritis penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Hal-hal pokok yang dibahas meliputi (1) kemampuan menulis.1 Kemampuan Menulis 2. 1993:2). gagasan. menulis dapat juga berasal dari berbagai kejadian-kejadian yang dialami oleh penulis sendiri maupun orang lain.1 Pengertian Menulis Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dalam menuangkan pikiran dan gagasan. Kegiatan menulis bisa berasal dari membaca atau menyimak suatu informasi. 2. dan (4) pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. atau kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. atau kemauan seorang penulis. Tulisan merupakan salah satu media yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran. Selain itu. perasaan. Unsur-unsur yang bersifat kontekstual digunakan dalam menulis.1. (2) menulis deskripsi. Sebagaimana diungkapkan oleh Whiteman (dalam Nurchasanah & Widodo. Unsur-unsur itu semacam sistem notasi atau tanda yang digunakan dalam ilmu pengetahuan . perasaan. (3) pembelajaran menulis. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:2). menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran. menulis pada dasarnya merupakan pertimbangan dalam mempresentasikan kesatuan fenomena melalui seperangkat proses.

dan sebagainya. penulis harus mengalami tahap prakarsa. 2. (1988:2) membedakan proses penulisan . mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. 2002:3). Pertimbangan mempresentasikan kesatuan fenomena yang dimaksud tentunya dinyatakan dalam bentuk bahasa tulis. Tahap ini dibedakan dalam tahap pratulis. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. menulis merupakan kata sepadan yang mempunyai arti yang sama seperti mengarang (Gie. dkk. Menurut Gie (2002:9). perasaan. nama. dan tahap pengakhiran atau penyelesaian (Parera. Menulis artinya semula ialah membuat huruf. kode. tahap penyuntingan. tahap revisi. Buah pikiran ini diungkapkan dan disampaikan kepada pihak lain dengan wahana berupa bahasa tulis. gagasan.1. peta. yakni bahasa yang tidak menggunakan peralatan bunyi dan pendengaran melainkan berwujud berbagai tanda dan lambang yang harus dibaca. Kini dalam pengertiannya yang luas. tahap pelanjutan.yang dimanipulasikan. dan tahap pengakhiran. 1993:3). Oleh karena merupakan suatu proses. Gie (2002:3) mengungkapkan bahwa dalam bahasa Indonesia kata menulis dan mengarang merupakan suatu kata padanan yang mempunyai arti yang sama. tahap penulisan. atau kemauan untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. dan sesuatu tanda kebahasaan apapun dengan sesuatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. seperti diagram.2 Menulis sebagai Suatu Proses Menulis merupakan suatu proses. dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses menuangkan pikiran. angka. Akhadiah.

memperbaiki. (2) tahap penulisan. dalam tahap penulisan dilakukan apa yang telah ditentukan. dkk. satuan paragraf. yaitu (1) tahap prapenulisan. bab atau bagian. sehingga selesailah buram (draf) yang pertama. dalam tahap prapenulisan ditentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. dan (3) tahap revisi. (1988:3). yaitu mengembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat. mengubah.menjadi tiga tahapan. yang dilakukan ialah membaca dan menilai kembali apa yang sudah ditulis. bahkan jika perlu memperluas tulisan. dan dalam tahap revisi. Menurut Akhadiah. .

mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis. (1) Tahap pramenulis. tata bahasa. yakni kegiatan memperbaiki semua kesalahan ejaan. Tompkins (dalam Kurniawan. menentukan mana yang baik dan mana yang perlu digarap lagi. dan memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah ditentukan. meliputi kegiatan membuat draf kasar. dan memperbaiki. gagasan. meliputi kegiatan menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri. (2) Tahap pembuatan draf. dan pengalaman. yakni kegiatan menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. (3) berbagi. serta memperhatikan penggunaan kata dan kalimat-kalimat. yaitu kegiatan bertukar pendapat dan saling memberikan umpan balik dengan rekan tentang draf tulisan yang telah dibuat. yaitu proses penulisan kembali tulisan sebelumnya dengan memasukkan isi yang baru dan perubahan-perubahan penyuntingan. tanda baca. mengulangi. tahap-tahap proses penulisan yang lengkap adalah: (1) sebelum menulis. dengan lebih menekankan isi daripada tata tulis. 2007:3) menyajikan lima tahapan dalam proses menulis. . yaitu tahap yang menandai akhir pemeriksaan yang merupakan kegiatan memastikan bahwa tulisan yang telah dibuat selesai sesuai dengan apa yang direncanakan dan ingin disampaikan.Menurut DePorter & Hernacki (2002:191). dan (7) evaluasi. (6) penulisan kembali. melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis. yakni sebagai berikut. (4) perbaikan (revisi). adalah kegiatan pemilihan terhadap umpan balik yang diberikan oleh teman pada tahap berbagi. yaitu proses membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan pada pengetahuan. mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis. (2) draf kasar. (5) penyuntingan.

(3) Tahap merevisi. dan membuat perubahan yang substantif pada draf berikutnya. berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas. mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman. menetukan judul. meliputi kegiatan mempublikasikan (memajang) tulisan mereka dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai. meliputi kegiatan berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok). dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. yakni sebagai berikut. sehingga menghasilkan draf akhir. (5) Tahap berbagi (sharing) atau publikasi. (4) Tahap menyunting. membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok. (1) Tahap prapenulisan Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap prapenulisan dalam penelitian ini adalah menyepakati tema. mengamati gambar. yakni keindahan alam. dan mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri. atau berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas. (2) Tahap penulisan . Tema karangan dalam penelitian ini sudah ditentukan. maka dalam penelitian ini digunakan empat tahapan dalam proses menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar imajinasi. meliputi kegiatan membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri.

Hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. 2. tata kalimat. (3) Tahap penyuntingan dan revisi Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap penyuntingan dan revisi adalah (a) saling mengoreksi tulisan teman terkait dengan ejaan.1. dan menempelkannya di papan tulis dan dinding kelas. Ketiga asas tersebut diuraikan sebagai berikut. yaitu clarity (kejelasan).Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap penulisan dalam penelitian ini adalah kegiatan menulis karangan awal. dan organisasi. tetapi juga . serta menyeleksi tulisan dan menentukan mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki. dan correctness (ketepatan). conciseness (keringkasan). yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan 3C. (4) Tahap publikasi Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap publikasi dalam penelitian ini adalah membacakan hasil karangan yang telah diperbaiki di depan kelas. Asas kejelasan tidaklah semata-mata berarti mudah dipahami.3 Prinsip-prinsip dalam Menulis Gie (2002:33―36) menyebutkan adanya tiga asas utama dalam kegiatan menulis. yakni mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat dan paragraf sehingga menjadi karangan deskripsi yang utuh. 1) Kejelasan Asas mengarang yang pertama dan utama dalam kegiatan menulis ialah kejelasan. Tanpa asas kejelasan sesuatu karangan sukar dibaca dan sulit dimengerti oleh para pembacanya. dan (b) memperbaiki karangan awal menjadi karangan baru sesuai koreksi dan komentar dari teman dengan memperhatikan syarat karangan yang baik.

2) Keringkasan Asas keringkasan tidaklah berarti bahwa setiap karangan harus pendek. Keringkasan berarti bahwa suatu karangan tidak menghamburkan kata-kata secara semena-mena. Oleh karena itu.karangan itu tidak mungkin disalahtafsirkan oleh pembaca. sehingga dapat menghasilkan suatu tulisan yang baik dan pasti dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Selain ketiga asas utama tersebut. sesuatu karangan adalah ringkas bilamana karangan itu mengungkapkan banyak buah pikiran dalam kata-kata yang sedikit. menurut Gie (2002:36―37). tidak mengulang-ulang butir ide yang dikemukakan. 2002:36). agar karangannya tepat. 3) Ketepatan Asas ketepatan mengandung ketentuan bahwa sesuatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang dimaksud oleh penulisnya. Kejelasan berarti tidak samarsamar. penulisan yang baik diperoleh dari ide-ide yang kaya dan kata-kata yang hemat. ejaan. Ketiga asas . dan kelaziman pemakaian bahasa tulis yang ada. tidak kabur sehingga setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca. Menurut Harry Shaw (dalam Gie. dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan. Tiga asas yang telah disebutkan di atas merupakan asas-asas utama yang harus diindahkan dan dilaksanakan dalam kegiatan menulis karangan apapun. masih terdapat tiga asas mengarang lainnya yang perlu diindahkan agar dapat dihasilkan karangan yang baik. setiap penulis harus menaati sepenuhnya berbagai aturan dan ketentuan tata bahasa. Jadi. tanda baca. bukan kebalikannya ide yang miskin dan kata yang boros.

Selanjutnya dalam setiap alinea hanya dimuat satu butir informasi yang berkaitan dengan gagasan pokok yang didukung dengan berbagai penjelasan yang bertalian dan bersifat padu. 18 Untuk keseluruhan karangan yang tersusun dari alinea-alinea. Jadi. yang akan diuraikan sebagai berikut. dan (3) emphasis (penegasan). pada asas pertautan semua alinea dan kalimat perlu berurutan dan berkesinambungan sehingga seakan-akan terdapat aliran yang lancar dalam penyampaian gagasan pokok sejak awal sampai akhir karangan.itu antara lain (1) unity (kesatupaduan). Demikian pula antara kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya dalam suatu alinea perlu ada kesinambungan yang tertib. 1) Kesatupaduan Asas ini berarti bahwa segala hal yang disajikan dalam suatu karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema utama yang telah ditentukan. 2) Pertautan Asas ini menetapkan bahwa dalam sesuatu karangan bagian-bagiannya perlu ”melekat” secara berurutan satu sama lain. Dalam sebuah karangan antara alinea yang satu dengan alinea yang lainnya perlu ada saling kait sehingga ada aliran yang logis dari ide yang satu menuju ide yang lain. tidak ada uraian yang menyimpang dan tidak ada ide yang lepas dari jalur gagasan pokok itu. (2) coherence (pertautan). 3) Penegasan .

antara lain sebagai berikut. ketepatan dalam pemilihan kata perlu memperhatikan komponen situasi. Dalam penulisan karangan perlu diperhatikan kaidah mengenai penempatan tanda baca. dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI). Tulisan yang baik ditentukan oleh cara penulisan dan penempatan kata. perlu menggunakan bahasa yang efektif. yang harus sesuai dengan EYD. 2) Pemilihan dan penempatan kata Kata merupakan faktor penting dalam merancang tulisan. Imbuhan adalah bubuhan (yang berupa awalan. dan makna. kalimat. Menurut Mustakim (dalam Hasnun (2006:20). Secara garis besar. bentuk. dan akhiran) pada kata dasar untuk membentu kata baru. Pemilihan dan penempatan kata mempengaruhi sekaligus memberikan warna sebuah tulisan. sisipan. dan sebagainya. Menggunakan bahasa secara efektif berarti menggunakan unsur-unsur bahasa secara efektif juga. penulisan kata dasar yang memperoleh imbuhan. 1) Pemakaian ejaan dan imbuhan Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. . apapun itu.Asas penegasan dalam mengarang menetapkan bahwa dalam sesuatu tulisan butir-butir informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan tertentu sehingga mengesan kuat pada pikiran pembaca. Hasnun (2006:15―16) merumuskan unsur-unsur bahasa yang harus diperhatikan dalam menyusun suatu karangan ke dalam beberapa unsur. Hasnun (2006:15) mengungkapkan bahwa dalam suatu karangan. penulisan awalan dan kata depan.

2. situasi tidak terlepas dengan makna. sedangkan kalimat lain yang menyusun paragraf disebut kalimat penjelas. dan (c) setiap kata yang ingin dipasang atau dipergunakan mencerminkan tujuan yang ingin dikembangkan melalui kalimat.Komponen tersebut saling mempengaruhi. Dalam menyusun kata menjadi kalimat seorang penulis perlu memperhatikan: (a) kecocokan kata yang pertama dengan kata yang mengikutinya. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat.1 Pengertian Tulisan Deskripsi . Komponen bentuk disesuaikan dengan situasi. 3) Penggunaan kalimat Menyusun kata menjadi kalimat adalah merangkai beberapa kata untuk membentuk satu pengertian atau makna yang lengkap. Masing-masing paragraf (alinea) memiliki ide pokok yang dapat muncul dalam salah satu kalimat yang menyusun alinea tersebut.2 Menulis Deskripsi 2.2. kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya memiliki hubungan yang saling mendukung atau terkait. Kalimat yang memuat ide pokok disebut dengan kalimat topik/kalimat utama. 4) Penggunaan paragraf atau alinea Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. Dalam satu paragraf. dan makna tidak terlepas dengan bentuk. (b) antara kata pertama dengan kata yang mengikutinya dapat dikembangkan.

Ahmadi (1995:25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang. sehingga kualitasnya yang khas dapat dikenal dengan lebih jelas. wacana pemerian berfungsi menjadikan pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya dari materi yang disajikan itu. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat. penciuman. Wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal (Rani. 21 Jenis wacana deskripsi yang diutamakan ialah bentuk lahir suatu objek. atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan. pendengaran. dkk. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. dan perasaan (Parera. perabaan. dengan jalan memberikan atau mengutarakan renik-renik fisiknya yang khusus. tempat. yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita. namun demikian . 2006:37–38). ataupun isi alam yang tampak dan berkesan kepada penulisnya (Ahmadi. mendengar. aspek tempat. 1980/1981:5). suasana. benda-benda. mencium. Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. Melalui suatu wacana pemerian kita melihat suatu objek lebih hidup..Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. hal-hal. aspek pemandangan atau lainnya. dkk. 1997:13). dkk.. Wacana dengan susunan deskripsi itu mengatur suatu urutan yang saling berhubungan secara berjarak tentang suatu pemandangan. kongkret. makhluk hidup. dan utuh. 1993:5).. Menurut Enre (1988:158).

deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. suatu pemandangan. dan secara esensial merupakan ekspositori. karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. suatu tempat. 22 2. Deskripsi sugestif adalah deskripsi yang bertujuan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu tempat. Sedangkan menurut Dawud. 1995:29). suatu pemandangan.2 Macam-macam Deskripsi Menurut Vivian (dalam Ahmadi.2. ada dua jenis karangan deskripsi. dkk. (2004:22). Deskripsi ini dirancang terutama untuk memberikan informasi. atau orang . ditunjukkan kepada intelek pembaca. yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif. Deskripsi teknis adalah deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian yang langsung dan objektif mengenai rupa (appearance). letak atau struktur dari sesuatu: misalnya tentang tubuh manusia. Menurut Vivian (dalam Ahmadi. 1995:27). dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya. tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. atau yang serupa dengan itu. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas.

Seperti halnya Vivian. atau bahkan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan bisa juga diungkapkan dalam tulisan deskripsi sugestif (Gunawan. didengar. tetapi hanya sekedar berusaha menanamkan pengertian seseorang tentang suatu hal. Menurut Gunawan (1997:13). Karena sifatnya yang hanya bertujuan menyampaikan informasi teknis. Deskripsi sugestif terutama bersifat emosional dan dalam nada (tone) dan ditandai oleh apa yang disebut tentang penekanan pada cara menarik perhatian atau imbauan (appeal) yang bersifat menarik. yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis (ekspositoris). dan lain-lain. atau diraba). kecemasan. tetapi juga hal lain seperti suasana atau perasaan ketakutan. seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang dideskripsikan) secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya. terharu. Deskripsi teknis yaitu deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek. . Deskripsi teknis tidak berusaha menciptakan kesan atau imajinasi pada pembaca. dirasa. kesan atau sugesti tertentu. cinta. 1997:14). sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu (Gunawan. deskripsi sugestif yaitu deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal. 1997:13―14). Deskripsi sugestif berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca. keengganan. Objek yang dapat ditulis menjadi deskripsi sugestif tidak hanya terbatas pada apa yang dapat diserap oleh pancaindera (dilihat.yang membentuk atau menyusun suatu wacana yang khusus. dicium. deskripsi jenis ini memerlukan ketepatan informasi mengenai objek yang telah digarap. 23 kejijikan. Gunawan (1997:13−15) juga membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam.

dan merasakan apa yang dideskripsikan itu. Berbeda dengan deskripsi impresionistik. Sifatnya agak subjektif dan literer. yaitu wacana yang bertujuan memberi pengertian mengenai hakekat suatu objek. Pemerian jenis ini sering diperlukan dalam hubungannya dengan subjek berupa pemandangan ketika matahari terbenam atau air sungai yang mengalir. Deskripsi ekspositoris umumnya bersifat logis. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat. Parera (1993:10) membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. tetapi juga menampilkan sifat-sifat khusus objeknya dan sering berusaha memberi kesan tunggal yang dominan. yang memerlukan gambaran realistik dan seakan-akan bergerak (Enre. sedangkan deskripsi impresionistik atau stimulatif bertujuan membuat pembaca memancainderakan objek dan bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan. mendengar.Enre (1988:159) membedakan wacana deskripsi yang juga disebut dengan wacana pemerian ke dalam dua jenis. Ia tidak hanya menunjukkan atau mendaftarkan hal-hal menyangkut sesuatu. yakni disusun seperti katalog dalam urutan yang logis. Pemerian ekspositoris biasa disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah. yaitu wacana yang bertujuan menjadikan pembaca melihat sesuatu dengan penuh renak-renik yang menghasilkan kesan dan perasaan. yang pengarangnya . Secara garis besar. yakni deskripsi eksposiroris dan deskripsi impresionistik atau stimulatif. yaitu pemerian ekspositoris dan pemerian literer. Pemerian literer sering disebut wacana pemerian impresionistik atau stimulatif. loronglorong sempit di kota dan sebagainya. Ia bersitaf objektif sebagai suatu cara untuk menghargai objek bersangkutan seperti adanya. 1988:161). Penyajiannya bersifat analitik dan tidak bermaksud menggugah perasaan.

. beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun karangan adalah: (1) menentukan tema dan judul. pokok permasalahan. Mengacu pada pendapat Hasnun (2006:2−11) dan Gunawan dkk. Dengan kata lain. 2. (1) Menetapkan tema dan judul karangan Tema karangan yaitu gagasan persoalan. Karangan deskripsi subjektif merupakan kebalikan dari deskripsi objektif. ide yang akan dikemukakan dalam karangan.2. atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. yakni (1) menetapkan tema tulisan. Gunawan dkk. Menurut Dawud.3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah atau tahapan yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. dan (5) mengembangkan kerangka karangan. (3) menyeleksi bahan. karangan deskripsi ada dua macam. yakni karangan deskripsi objektif dan karangan deskripsi subjektif.harus menentukan dahulu jawaban atau reaksi apa yang ia kehendaki terhadap sebuah objek. dan (5) mengembangkan tulisan. (4) membuat kerangka. (2) mengumpulkan bahan. (1997:16−19). (2004:22). (1997:16−19) juga membagi tahapan atau langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi menjadi lima tahapan. yaitu penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis. dkk. langkahlangkah dalam menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Karangan deskripsi objektif adalah salah satu jenis karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis. (3) mengumpulkan bahan tulisan. deskripsi impresionistik melibatkan opini pengarangnya dalam menuangkan tulisan. (4) menyiapkan kerangka tulisan. Menurut Hasnun (2006:2−11). (2) menetapkan tujuan tulisan.

Bahan-bahan untuk menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan terhadap gambar yang merupakan objek yang akan ditulis. maka kata-katanya harus muncul/tertulis dalam karangan. Tujuan penulisan siswa dalam penelitian ini adalah memberikan gambaran dan rincian suatu objek kepada pembaca dengan disertai opini atau kesan atau perasaan terhadap objek yang digambarkan. yaitu keindahan alam pegunungan dan pantai. yang kemudian didata ke dalam tabel hasil imajinasi indera. Menurut Akhadiah. perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harus ditentukan terlebih dahulu karena merupakan titik tolak dalam seluruh kegiatan menulis. Karena judul merupakan kepala karangan. maka tema dapat juga dijadikan judul. (3) Mengumpulkan dan menyeleksi bahan Langkah yang ketiga adalah mengumpulkan dan menyeleksi bahan. Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulis dalam kegiatan menulis selanjutnya. dkk. (2) Menetapkan tujuan penulisan Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. Kerangka karangan atau outline dapat diartikan sebagai rancangan atau rencana kerja seorang penulis dalam rangka .Karangan yang hendak dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk deskripsi. dkk. Oleh karena itu. dengan menggunakan imajinasi kelima indera. Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penulisan (Akhadiah. (4) Menyiapkan kerangka karangan Langkah keempat ialah menyiapkan kerangka karangan. Jika cakupan tema tidak terlalu luas. 1988:17). tema karangan berupa objek yang akan ditulis. (1988:11). Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan.

pilihan kata yang tepat. Kerangka karangan disusun berdasarkan bahan-bahan yang telah terkumpul. dengan tujuan membantu siswa atau si belajar agar ia belajar dengan mudah (Gagne & Briggs dalam Setyosari. (3) menstimulasi ingatan . Dalam penelitian ini. instruktur. Pengembangan karangan dalam penelitian ini dikerjakan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera yang disusun dengan memperhatikan kesatuan dan kebulatan gagasan. pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru. 2001:1). (5) Mengembangkan karangan Langkah yang terakhir dalam menulis karangan deskripsi adalah mengembangkan karangan. susunan kalimat yang menarik. Kesembilan peristiwa tersebut meliputi: (1) menarik perhatian.3 Pembelajaran Menulis 2. bervariasi. (2) menginformasikan tujuan khusus kepada si belajar. Gagne (dalam Setyosari.3. Secara khusus. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karangan antara lain organisasi. 2001:1). dan efektif. pengisian tabel hasil imajinasi indera berfungsi sebagai bahan sekaligus kerangka karangan. dan penggunaan ejaan.1 Hakikat Pembelajaran Menulis Pembelajaran merupakan suatu usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain (Setyosari. Setyosari (2001:4) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membantu memudahkan siswa atau si belajar dalam rangka mencapai tujuan khusus yang diharapkan. 2001:75―76) mengemukakan bahwa pembelajaran meliputi sembilan peristiwa pembelajaran. pembelajar.menguraikan setiap topik atau masalah. 2.

untuk mencapai keterampilan itu. dan (9) meningkatkan retensi dan transfer. (5) memberi bimbingan belajar. (7) memberikan balikan. siswa harus diberi banyak latihan atau tugas-tugas. 2005:3). (6) membangkitkan semangat untuk mendapat unjuk kerja. (8) menilai unjuk kerja. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan kemampuan menulis adalah sebagai berikut. (4) menyajikan bahan-bahan stimulus. Oleh karena itu. Sebelum guru memberikan tugas-tugas kepada siswa. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:70―72). (1) Prinsip Menulis adalah keterampilan berbahasa. karena pada dasarnya kreativitas guru dalam meramu pembelajaran (dengan model-model yang menyenangkan) akan menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang sepenuhnya mampu memberikan kesempatan pada anak didik untuk mengekspresikan pengalamannya secara mandiri dan kreatif dan tugas guru pada dasarnya hanyalah bagaimana dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta didik selama proses pembelajaran agar anak didik mampu menjadi dirinya sendiri (Suhaidi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kadir (2005:20) yang mengungkapkan bahwa kesenangan dalam mengikuti pelajaran ditentukan dengan bagaimana strategi dan model pembelajaran yang dapat dipakai guru dalam memberikan materi kepada siswa. Keterampilan akan dapat dicapai kalau banyak berlatih.untuk belajar pengetahuan prasyarat. guru harus menjelaskan . Keberhasilan dalam pembelajaran menulis bergantung pada strategi dan model yang digunakan guru dalam pembelajaran tersebut.

atau sebaliknya. yang diperlukan adalah siswa mengetahui bagaimana seharusnya menulis karangan yang baik. (b) Pengajaran menulis bisa dimulai dari teori tentang menulis. (c) Hal-hal yang ditulis dimulai dengan hal-hal yang dikenal siswa/berada di lingkungan siswa ke hal-hal yang belum dikenal siswa. (a) Pengajaran menulis bisa dimulai dari latihan aspek-peraspek kemampuan menulis. kemudian dilanjutkan ke praktek menulis. Guru mengawali pembelajaran dengan . Setelah siswa menghasilkan karangan. Guru bersama-sama siswa bisa mendiskusikan bagaimana pembetulan karangan itu. pengoreksian terhadap karangan perlu dilakukan dan hasilnya perlu diinformasikan kepada siswa. bisa diambil dari surat kabar atau majalah. Dalam hal ini. (4) Media Media pengajaran menulis bisa diambil dari contoh-contoh karangan yang sudah ada. (2) Pembimbingan Bimbingan perlu diberikan secara intensif sejak siswa mulai belajar menulis sampai menghasilkan karangan. Pembelajaran yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. kemudian dilanjutkan dengan latihan menulis karangan secara utuh. (3) Sifat pengajaran Pengajaran menulis bisa dilakukan dengan dasar berikut ini.tugas-tugas apa yang diberikan kepada siswa dan apa yang harus dilakukan dan diperhatikan siswa.

. yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan imajinasi kelima indera. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo.2 Tujuan Pembelajaran Menulis Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia.membangun pengetahuan awal siswa tentang tulisan deskripsi. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. Siswa dengan bimbingan guru melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi sesuai dengan tahapan dalam proses menulis yang telah direncanakan. 2. Objek yang akan dideskripsikan siswa dikemas dalam bentuk media gambar. pride. kebanggan. 1993:5). Tujuan pembelajaran menulis yang ditekankan kepada siswa dapat dilihat dari manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan. (1) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pengungkapan diri (a tool for self-expression). dan suatu perasaan harga diri (a tool to help to developing personal satisfaction. and a feeling of self-worth). mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. Bernard Percy (dalam Gie. mengemukakan tidak kurang dari enam manfaat kegiatan mengarang. perasaan. dengan objek pegunungan dan pantai.3. yakni sebagai berikut. (3) Mengarang sebagai suatu sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi. Tema karangan yang ditulis siswa adalah adalah keindahan alam. (2) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pemahaman (a tool for understanding). Seseorang yang mampu menulis. diharapkan siswa dapat memahami manfaat dari kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga siswa mempunyai kemauan untuk menulis tidak hanya dalam pembelajaran. Melalui pembelajaran menulis. 2002:21). Dengan tulisan.

(4) Tujuan langsung dan tidak langsung. pemahaman. maksudnya dalam pertemuan pengajaran tertentu siswa diharapkan dapat mencapai tujuan yang bersifat teoritis sekaligus dapat mencapai tujuan yang bersifat praktis. sintesia. Tujuan tersebut antara lain sebagai berikut. (3) Tujuan berdasarkan tingkat kognisi yang dicapai. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:62―66).(4) Mengarang sebagai suatu sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pencerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang (a tool for increasing awareness and perception of one’s environment). (6) Mengarang sebagai suatu sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dan kemampuan menggunakan bahasa (a tool for developing an understanding of and ability to use the language). (2) Tujuan berdasarkan wujud tulisan/karangan. tujuan pengajaran menulis dapat ditentukan berdasarkan aspek yang ingin dicapai oleh siswa. penerapan. biasanya diwujudkan dalam pengajaran menulis secara serentak. (5) Mengarang sebagai suatu sarana untuk keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah (a tool for active involvement. yaitu tujuan yang bersifat ingatan. not passive acceptance). dan evaluasi. (1) Tujuan yang bersifat teoritis dan praktis. analisis. sedangkan tujuan tidak . maksudnya tujuan pengajaran menulis dapat didasarkan atas wujud tulisan yang diharapkan dikuasai oleh siswa. di mana tujuan langsungnya adalah siswa dapat menulis secara langsung tanpa melalui tahapan kegiatan prasyarat.

2004:109). bermutu. 1996:475).. sedangkan pengajaran menulis yang bersifat pragmatik bertujuan ingin melihat kemampuan menulis secara utuh. yakni pengajaran menulis yang bersifat diskrit bertujuan ingin melihat aspek-aspek kemampuan menulis secara terpisah-pisah. Menurut Nurhadi. Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi (Nurhadi. dkk. dkk. . dan jenis penilaian.3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Evaluasi adalah penentuan sampai berapa jauh sesuatu berharga. (5) Tujuan yang bersifat diskrit dan pragmatik. bukan melihat aspek-peraspek. cara. (1) Acuan/Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. Nurhadi. (2004:109) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penilaian kelas. penilaian kelas berorientasi pada hal-hal sebagai berikut. (2) Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut. Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu. atau bernilai (Winkel.3. guru berwenang untuk menentukan kriteria keberhasilan. dkk. 2.langsungnya adalah siswa dapat menulis dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan prasyarat. (2004:109).

(3) Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara. yaitu tes dan nontes untuk memantau kemajuan dan hasil peserta didik. (3) Pengukuran global. (4) Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapain kompetensi dasar peserta didik. yaitu sebagai berikut. Istilah “evaluasi” mengandung pengertian yang berbeda dengan “pengukuran”. 1993:72). (2) Pengukuran objektif. dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. Pengukuran kemampuan menulis adalah proses atau tindakan untuk menentukan kualitas kemampuan menulis (Nurhasanah & Widodo. adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara memeriksa langsung karangan berdasarkan impresi pemeriksa. terbuka bagi semua pihak. dan dilaksanakan secara terencana. . 1996:477). adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara mencocokkan pekerjaan dengan kunci yang ada. Pengukuran merupakan deskripsi kuantitatif tentang keadaan suatu hal sebagaimana adanya atau tentang perilaku yang nampak pada seseorang. adalah pengukuran yang dilakukan secara global tanpa melihat aspekaspek kemampuan menulis yang mendukungnya agar melihat kemampuan menulis secara utuh. Nurhasanah & Widodo (1993:72-74) memaparkan ada empat jenis pengukuran untuk mengukur kemampuan menulis. (1) Pengukuran subjektif. bertahap. adil terhadap semua peserta didik. Salah satu kegiatan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan pengukuran. atau tentang prestasi (Winkel.

merangsang pikiran. adalah pengukuran kemampuan menulis yang bertujuan melihat kemampuan aspek-peraspek yang mendukung kemampuan menulis secara utuh. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi selama pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk mengetahui apakah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran sudah terlaksana atau belum.4.(4) Pengukuran aspek-peraspek.1 Pengertian Gambar dan Imajinasi 2. yang terdiri dari subaspek kalimat. (2) aspek organisasi. perasaan. perhatian. dan ejaan. dan (3) aspek kebahasaan. dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar (Ibrahim & Nana.4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi 2. dan kreativitas 34 imajinasi. Penggunaan media merupakan salah satu unsur yang juga penting dalam pembelajaran.4. kerincian. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran.1. 2005:19). 2. dilakukan pengukuran terhadap aspek-peraspek yang mendukung kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi secara utuh. diksi. Tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat .1 Pengertian Gambar sebagai Media Pembelajaran Media adalah sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan untuk mencapai tujuan (Wijaya. Aspek-aspek yang diukur antara lain (1) aspek isi. yang terdiri dari subaspek kesesuaian. 2003:112).

pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. atau perangkat teknologi modern yang lainnya (sebagai media). guru dapat menggunakan kartu. 2002:15). membangkitkan motivasi dan rangsang kegiatan belajar. 2003:114) mengklasifikasikan media berdasarkan adanya tiga ciri. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis tehadap siswa. ruang. Menurut Hamalik (dalam Arsyad. (3) media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. (2) media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. dan waktu. serta dapat juga memanfaatkan media yang lain untuk memberikan nuansa baru dalam pembelajaran. masyarakat. Selanjutnya. antara siswa guru. Arsyad (2002:26―27) menyimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu: (1) media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. baik berupa inovasi materi ataupun model pembelajaran. dan lingkungan. Brets (dalam Ibrahim & Nana. Kadir (2005:21) mengungkapkan bahwa kreativitas guru tercermin dalam bentuk inovasi yang dibawa dalam pembelajaran. dan gerak (motion). . yaitu suara (audio). dan (4) media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan siswa.berlangsung secara efisien dan efektif sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. dapat diketahui bahwa gambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Kadir (2005:21) menyatakan juga bahwa untuk memberikan kesenangan pada siswa. serta memugkinkan terjadinya interaksi langsung. gambar. bentuk (visual). Dari pernyataan tersebut.

untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain yaitu merupakan serangkaian informasi yang diungkapkan melalui bermacam-macam garis dalam berbagai macam bentuk. transparent picture atau gambar tembus pandang. film strips dan transparencies (Sudjana & Rivai. warna. Wijaya (2005:20) menyimpulkan bahwa gambar ialah lukisan yang menampakkan orang. 2. Oleh karena merupakan suatu daya. dan ukuran.2 Pengertian Imajinasi Secara umum. gambar dan lukisan tercetak. Menurut Musbar (2006:5). yang dimaksud dengan imajinasi adalah daya untuk membentuk gambaran (imaji) atau konsep-konsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (penginderaan). warna. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau gambar hasil seni fotografi. Nurhaeni (1997:17) menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. kedua. misalnya film slides. Gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada siswa dalam pembelajaran. 2005:71). maka imajinasi berkaitan langsung . dan ukuran.4. tempat. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk.1. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas.Gambar fotografi termasuk pada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok. dapat disimpulkan bahwa gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. tempat. flat opaque picture atau gambar datar tidak tembus pandang. misalnya gambar fotografi. yaitu: pertama.

2001:21). Jabrohim. yakni prinsip “posibilitas-logis”. Gambaran-gambaran angan.dengan manusia yang memiliki daya tersebut. gambaran pikiran. dan terjadi secara mental (Tedjoworo. imajinasi memberi konteks keseluruhan tertentu pada pengalaman. Menurut Ricoeur (dalam Tedjoworo. (2) Terhadap kemungkinan generalisasi oleh bahasa. kesan mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya biasa disebut imaji (imaje). Ricoeur juga menambahkan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. istilah imajinasi biasa disebut dengan imaji (imaje). imajinasi berfungsi mengisi bahasa. yaitu sebagai berikut. (3) Terhadap tendensi pendefinisian realitas yang juga berakibat terhadap pendefinisian kebenaran. untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual penyair menggunakan gambaran-gambaran angan. agar pengalaman tidak sekedar dibahasakan melainkan lebihlebih digambarkan. dkk. (1) Terhadap kemungkinan penciutan pengalaman. . dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. (2003:36) mengungkapkan bahwa dalam penulisan puisi. untuk menarik perhatian. menimbulkan suasana khusus. membuat hidup (lebih hidup) gambaran dalam pikiran dan penginderaan. untuk memberi gambaran yang jelas. Proses mengimajinasikan merupakan proses membentuk gambaran tertentu. 2001:55). Tedjoworo (2001:53―56) mengemukakan tiga fungsi imajinasi dalam bahasa. Dalam penulisan puisi. imajinasi melengkapi bahasa dengan prinsip-prinsip di luar analogi dan asosiasi.

dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. bacaan. 2005:70). Beberapa alasan diuraikan oleh Nurhaeni (1997:15) sebagai dasar menggunakan gambar. (4) gambar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu.Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas.4. serta .3 2. siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi.4. serta membantu mereka menfsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dari buku teks (Sudjana & Rivai. dan menggambar. untuk menarik perhatian. dan untuk memberikan kesan mental kepada pembaca.4. melukis. yaitu: (1) gambar bersifat kongkret. penulisan. (5) gambar mudah didapat dan murah. dengan tujuan siswa dapat memberi gambaran yang jelas dan membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan mengenai objek yang akan dideskripsikan.1 Dasar Menggunakan Gambar Gambar dalam penelitian ini dipilih berdasarkan beberapa keuntungan gambar jika digunakan dalam pembelajaran. dan pernyataan kreatif dalam bercerita.2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi 2.2. dramatisasi. 2. (3) gambar mengatasi kekurangan daya mampu pancaindera manusia. Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. karangan. kegiatan seni. Dalam penelitian ini. dapat disimpulkan bahwa imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. Gambar fotografi pada dasarnya membantu para siswa membangkitkan minatnya pada pelajaran.

2005:71–72). (4) gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik (Sudjana & Rivai. Menurut Sudjana & Rivai (2005:72). (3) gambar fotografi bisa dipergunakan dalam banyak hal. Meskipun mempunyai beberapa kelebihan jika dimanfaatkan dalam pembelajaran. baik untuk perseorangan maupun untuk kelompok siswa. untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu. (2) gambar fotografi berdimensi dua. (3) gambar fotografi bagaimanapun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup.(6) gambar mudah digunakan.2 Dasar Menggunakan Imajinasi . karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa. akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar. kelemahan gambar fotografi antara lain: (1) beberapa gambarnya sudah cukup memadai. 2. sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. (2) harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya.4. tetapi gambar juga mempunyai beberapa kelemahan. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran antara lain: (1) mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar.2.

Ia harus tetap menjaga imajinasinya: waspada. 1995:30) mengenai tulisan deskripsi tentang tempat dan pemandangan. mata hatinya dan mata pikirannya terbuka. dkk.Penggunaan imajinasi dalam penelitian ini didasarkan pada pengertian wacana deskripsi menurut beberapa ahli. Rani. Suatu definisi akan menjadi “realitas” yang digambarkannya ketika dibantu oleh imajinasi manusia yang menyertai gerak pemahaman di dalamnya. penulis harus menyeleksi rincian-rincian atau seluk-beluk (details) yang akan secara efektif mengembangkan impresi dan menyajikannya sejauh mungkin penulis itu dapat membuat deskripsinya hidup. yang menyatakan bahwa di dalam mendeskripsikan suatu tempat atau suatu pemandangan. penulis pertama-tama harus menentukan atau memastikan efek emosional utama atau kesan/impresi yang diinginkan untuk dibangkitkan. (2006:37―38) menyatakan bahwa wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal. karena pemerian berhubungan dengan penginderaan. maka sebaiknya kata-kata atau ungkapan yang mengandung perasaan atau penginderaan dan membangkitkan gambaran yang hiduplah yang lebih banyak dipakai. bahasa baru hidup dan berarti ketika imajinasi manusia bermain-main dalam tiap diskursusnya. Menurut Tedjoworo (2001:56). Menurut Enre (1988:165). Tedjoworo (2001:57) menyatakan bahwa sebagai daya reproduktif. Kemudian. imajinasi menghadirkan kembali imaji-imaji yang pernah dibatinkan melalui proses . Beberapa kelemahan gambar juga mendasari penggunaan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Penggunaan imajinasi juga didasarkan pada pernyataan Vivian (dalam Ahmadi. yang berarti bahwa ia harus memvisualisasikan pemandangan yang dilukiskannya itu menjadi jelas dengan sendirinya agar menghasilkan suatu sajian lukisan atau gambaran yang jelas dan terang. siap siaga.

dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. lebih segar terasakan. pendengaran. Oleh karena itu. Ketika seseorang belajar menulis deskripsi. dan perabaan. dapat disimpulkan bahwa imajinasi juga mempunyai peran dalam proses menulis karangan deskripsi. penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi para penulis. dan orang tidak mungkin berimajinasi tanpa pengetahuan suatu realitas. DePorter & Hernacki (2002:191) mengungkapkan bahwa dengan imajinasi. dan mengubah pernyataan-pernyataan yang kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan. penciuman. Imaji yang tepat akan lebih hidup. dkk. sedangkan realitas tidak mungkin lepas dari imajinasi. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. 2003:36).. dideskripsikan dengan cara mengimajinasikannya dengan menggunakan indera penglihatan. Menurut DePorter & Hernacki (2002:190). Imajinasi selalu terikat kepada realitas. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli di atas. gambar yang hanya berdimensi dua dan tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. kongkretnya melalui pengalaman. khususnya dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. dan dekat dengan hidup kita sehingga diharapkan pembaca atau pendengar turut merasakan dan hidup dalam pengalaman batin penyair (Jabrohim. pencecapan. tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi.inderawi terhadap realitas. lebih ekonomis. agar hasil deskripsi siswa menjadi lebih hidup sesuai . Scholes (dalam Junus. dia akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. 1983:3) mengungkapkan bahwa orang tidak mungkin melihat suatu realitas tanpa interpretasi pribadi yang mungkin berhubungan dengan imajinasi. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami.

oganisasi.dengan realitas yang mungkin pernah dilihat. yaitu indera penglihatan. dan diraba. baik dari segi isi. pencecapan. yakni kolom indera “penglihatan”. dicecap. “pendengaran”. siswa mengembangkan pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam bentuk karangan deskripsi dengan memperhatikan syarat-syarat karangan deskripsi yang baik. Imajinasi dalam penelitian ini dibagi berdasarkan kelima indera. Gambar yang digunakan adalah gambar dengan tema keindahan alam. dialami. tetapi juga mampu mendeskripsikan apa yang didengar. atau dirasakan sehingga apa yang dideskripsikan dapat dirasakan juga oleh pembaca. penciuman. dan perabaan. 2. kemudian memanfaatkan imajinasinya untuk mendeskripsikan gambar. siswa tidak hanya mendeskripsikan apa yang dilihat. dicium. Dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dalam penelitian ini juga digunakan tabel hasil imajinasi indera untuk membantu siswa mengembangkan imajinasinya.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Gambar dalam penelitian ini dimanfaatkan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. dan “perabaan”. siswa terlebih dahulu mengamati gambar untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi. Selain gambar.4. pendengaran. Pengimajinasian dilaksanakan dengan cara mengisi tabel hasil imajinasi indera yang telah disediakan oleh guru. “penciuman”. agar ketika menyusun karangan deskripsi berdasarkan gambar yang diamati. “pencecapan”. Siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasinya melalui kelima indera. . yang terdiri dari lima kolom. Setelah mengisi tabel hasil imajinasi indera.

Karangan yang disusun siswa berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera harus diperbaiki setelah diadakan kegiatan penyuntingan antar teman. langkah-langkah kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dapat dilihat pada bagan berikut.1 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi Menyusun draf awal karangan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera Mengamati gambar Mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan kelima indera Meyunting karangan teman terkait dengan ejaan. dan organisasi (Penyuntingan) 1. Setelah karangan diperbaiki berdasarkan hasil penyuntingan. karangan deskripsi siswa dipublikasikan melalui pembacaan di depan kelas dan penempelan di dinding kelas. TAHAP PRAPENULISAN . Untuk lebih jelasnya.maupun kebahasaan. LANGKAH-LANGKAH MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI Gambar 2. kalimat. diksi.

pendengaran. . pencecapan.2. kalimat. diksi. TAHAP PENYUNTINGAN DAN REVISI Menentukan judul karangan BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini disajikan metode yang digunakan dalam penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. penciuman. TAHAP PUBLIKASI Membacakan karangan di depan kelas Menempelkan karangan di dinding kelas 3. TAHAP PENULISAN Memperbaiki karangan berdasarkan hasil penyuntingan dan komentar teman dengan memperhatikan ejaan. perabaan) 4. dan organisasi (Revisi) Memperbaiki judul karangan dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan isi karangan Mengisi tabel hasil imajinasi indera (penglihatan.

2007:63) menyatakan bahwa salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru.. siswa. dkk. Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka. (3) lokasi. pendekatan. Kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi. kesepakatan tentang permasalahan.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dan lain-lain) dan peneliti (dosen. dan (8) pengecekan keabsahan data. (5) teknik pengumpulan data. 2007:11). Berdasarkan tujuan tersebut. rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. dan subjek penelitian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. . Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. widyaiswara) dalam pemahaman. Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. (4) data dan sumber data. metode. 3.. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). pada bagian ini dijelaskan tentang (1) rancangan penelitian. Suhardjono (dalam Arikunto. kepsek. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. (6) teknik analisis data. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto. (7) prediksi hasil. 2006:83). (2) tahap-tahap penelitian. dkk. waktu.Secara garis besar.

sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama. sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu). . sejawat dari lembaga/sekolah lain. dan sejawat di negara lain (Wallace dalam Madya. tanpa tahun). antara guru dan peneliti. sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan pendidik guru.Kolaborasi atau kerjasama dalam melaksanakan penelitian dapat dilakukan dengan: mahasiswa. antara guru dan manajer).

Peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 Tahap-tahap Penelitian Seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan.Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. Empat tahap yang dilaksanakan setelah studi pendahuluan merupakan rangkaian tahap dalam siklus I. (2) pelaksanaan tindakan. mulai dari tahap identifikasi masalah hingga refleksi. kegiatan pada siklus II pada dasarnya sama dengan kegiatan pada siklus I. yaitu (1) perencanaan tindakan. serta pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). (3) observasi atau pengamatan.Pd. Ibu Sri Utami. maka setelah . yang terangkai dalam satu siklus. Penentuan tahap-tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru untuk menyamakan pemahaman..2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan setiap tahap penelitian. 3. Apabila melalui kegiatan refleksi sudah diketahui letak keberhasilan dan kekurangan atau permasalahan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. dan (4) refleksi. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. peneliti bersama guru melanjutkan penelitian pada siklus II. S. (3) observasi atau pengamatan. (4) dan refleksi. (2) pelaksanaan tindakan. yakni (1) perencanaan tindakan. Jika tujuan pada siklus I belum tercapai atau masih terdapat kekurangan. dkk. kesepakatan tentang permasalahan. Kolaborasi dilaksanakan dalam setiap tahap penelitian. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. Sebagai bentuk penguatan.

dan mengidentifikasi permasalahan SIKLUS I PERENCANAAN TINDAKAN I • Menyusun rencana tindakan • Menyusun RPP • Mempersiapkan teks karangan deskripsi . pada siklus II peneliti dan guru melakukan perbaikan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi Tahap 2 • Pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tahap-tahap dalam penelitian ini dapat dilihat dalam bagan alur penelitian tindakan kelas sebagai berikut.diidentifikasi permasalahan atau hambatannya. STUDI PENDAHULUAN Tahap 1 • Pengamatan karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia • Wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X.

(3) tahap penyuntingan dan revisi. (2) tahap penulisan. dan (4) tahap publikasi REFLEKSI SIKLUS I Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus I Permasalahan baru hasil refleksi siklus I SIKLUS II PERENCANAAN TINDAKAN II • Menyusun rencana perbaikan tindakan • Menyusun RPP .• Menyiapkan media pembelajaran • Menyusun instrumen PELAKSANAAN TINDAKAN I • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus I: (1) tahap prapenulisan.

dkk.1 Alur Penelitian Tindakan (diadaptasi dari Suhardjono dalam Arikunto.PENGAMATAN SIKLUS II Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat REFLEKSI SIKLUS II Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus II PELAKSANAAN TINDAKAN II • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus II: (1) tahap prapenulisan. 2007:74) . (3) tahap penyuntingan dan revisi. dan (4) tahap publikasi PENGAMATAN SIKLUS I Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat Gambar 3. (2) tahap penulisan..

Permasalahan baru hasil refleksi siklus II Berhasil Simpulan SIKLUS KE-n 3. dari aspek historis. Arikunto (2002:40) juga menambahkan adanya manfaat lain dari studi pendahuluan. Studi pendahuluan tahap pertama merupakan tahap observasi awal yang dilaksanakan dengan (1) menganalisis karangan deskripsi siswa kelas X. yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dari tugas yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran sebelumnya dan (2) . dan lainlain. 2002:39) menyatakan bahwa setelah studi pendahuluan peneliti menjadi lebih jelas terhadap masalah yang dihadapi. Winarno (dalam Arikunto. situasi dewasa ini.1 Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan kegiatan awal yang dilaksanakan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang.2. hubungan dengan ilmu yang lebih luas. Studi pendahuluan juga dilaksanakan untuk meyakinkan peneliti bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mempunyai permasalahan yang perlu dipecahkan atau membutuhkan adanya perbaikan. Kegiatan studi pendahuluan dalam penelitian ini dilaksanakan dua tahap.

wawancara dengan guru dan siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. refleksi terhadap pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan oleh guru. Dalam tahap menyusun rancangan.2. Studi pendahuluan tahap pertama dilaksanakan sebagai tahap identifikasi awal yang bertujuan mengetahui permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. sedangkan studi pendahuluan tahap kedua dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. Berdasarkan pengamatan karangan deskripsi siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. peneliti bersama guru secara kolaboratif berupaya meningkatkan kemampuan siswa kelas X. Pretes dalam penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk . sedangkan perencanaan pada siklus II dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. tahap selanjutnya yang dilaksanakan dalam penelitian adalah perencanaan tindakan. dan berdasarkan hasil pretes. Perencanaan pada siklus I dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan setelah mengetahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. yakni siklus I dan siklus II. 3.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pernah dilaksanakan.2 Perencanaan Tindakan Setelah melaksanakan studi pendahuluan.wawancara atau tanya jawab dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. Studi pendahuluan tahap kedua merupakan pelaksanaan pretes menulis karangan deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo. Tahap perencanaan tindakan dilaksanakan pada masing-masing siklus.

diamati. Selain menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). serta menentukan media yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan disesuaikan dengan kondisi di sekolah. 3. (3) tahap penyuntingan dan revisi. 2007:18). yang masing-masing tindakan mencakup empat rangkaian kegiatan proses . peneliti bekerjasama dengan guru merancang tindakan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa. gambar dan imajinasi digunakan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung (Arikunto. pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi untuk mengetahui kemampuan siswa. 2007:76). dan (4) tahap publikasi. Pada tahap ini. (2) tahap penulisan. Rencana tindakan disusun berdasarkan program dan jadwal yang telah disusun bersama guru. Rencana pembelajaran pada siklus I direncanakan dalam dua kali pertemuan yang terbagi menjadi empat tahap proses menulis yang harus dilalui siswa. tindakan dalam penelitian ini terdiri dari tindakan I dan II. sesuai dengan rencana yang telah disusun..2. yaitu (1) tahap prapenulisan.3 Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan.. rancangan teknik dan skenario penerapan pembelajaran akan diterapkan (Suhardjono dalam Arikunto. Berdasarkan rancangan yang telah disusun. dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dkk. Pada tahap perencanaan ini. dkk. peneliti bersama guru juga menyusun instrumen pengumpul data yang akan digunakan dalam observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran.

Data untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. kegiatan pengamatan juga dilaksanakan terhadap hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. dengan dibantu oleh seorang observer. dan tahap publikasi. Pengamatan terhadap . 2002:133). Hasil dari kegiatan pengamatan ini akan dijadikan acuan untuk melaksanakan refleksi. yakni (1) tahap prapenulisan. sedangkan pertemuan kedua adalah tahap penyuntingan dan revisi. Pertemuan pertama adalah tahap prapenulisan dan tahap penulisan. Masing-masing pertemuan mempunyai alokasi waktu dua jam pelajaran (2x45 menit). Observasi dilakukan mulai awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran. baik pada pelaksanaan tindakan siklus I maupun siklus II. Pada tahap observasi. Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto. catatan lapangan.2.menulis. peneliti berkolaborasi dengan guru mengamati jalannya pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.4 Observasi atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. Selain pengamatan terhadap proses pembelajaran. dan dokumentasi. (3) tahap penyuntingan dan revisi. (2) tahap penulisan. dan (4) tahap publikasi. 3. Pada tahap ini dilakukan pengamatan dan pencatatan terhadap semua hal yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Tindakan I dan II masing-masing dilaksanakan dalam dua kali pertemuan.

Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi masalah untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses dan hasil tindakan. serta mengetahui pencapaian keberhasilan tindakan. Refleksi ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan telah memberi peningkatan terhadap kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum digunakannya gambar dan imajinasi.2. dkk. kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan (Suhardjono dalam Arikunto. berdasarkan data yang telah terkumpul. maka perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya. 2007:80). Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat dari selisih perolehan nilai pada tahap pretes (sebelum menggunakan gambar dan imajinasi). Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan.. 3.hasil karya siswa dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.5 Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap selesai dilaksanakannya kegiatan pembelajaran. Data yang telah terkumpul pada tahap observasi dievaluasi pada tahap refleksi. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan dalam pembelajaran sudah tercapai atau sebaliknya. dengan perolehan nilai setelah diberi tindakan (setelah menggunakan . Apabila setelah dievaluasi ternyata indikator keberhasilan belum tercapai. Refleksi pada hasil tindakan mengacu pada tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi.

3 Lokasi. di SMA ini belum pernah diadakan penelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa. Sejauh pengamatan peneliti. Waktu.1 Lokasi Penelitian Penelitian tentang peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo yang beralamat di Jalan Slamet Cokro Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Selain itu.gambar dan imajinasi). padahal kemampuan menulis siswa masih kurang. dan XII. XI. 3. dan Subjek Penelitian 3. peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berupaya melaksanakan . Jumlah ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebanyak 18 kelas yang terbagi menjadi tiga tingkatan. yaitu kelas X. Masing-masing tingkatan mempunyai enam ruang kelas. guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran. Jika berdasarkan kriteria yang ditetapkan menunjukkan bahwa hasil kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan lebih 54 baik dari dari hasil sebelum diberi tindakan. Pemilihan SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran di SMA tersebut. terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan.3. Oleh karena itu.

perbaikan pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa, khususnya dalam menulis karangan deskripsi.

3.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil, yakni bulan Desember 2007, dan pada semester genap, yakni bulan April sampai bulan Mei 2008 tahun ajaran 2007/2008. Penelitian pada semester ganjil dilaksanakan untuk mengidentifikasi masalah atau observasi awal, sedangkan penelitian pada semester genap dilaksanakan untuk kegiatan pretes dan pelaksanaan tindakan. Pemilihan waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan diupayakan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sebenarnya. Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meminta ijin kepada Kepala Sekolah. 3.3.3 Subjek Penelitian Siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2007/2008 merupakan subjek dalam penelitian ini. Tindakan diberikan pada seluruh siswa kelas X.2 yang terdiri dari 19 siswa putra dan 20 siswa putri. Dasar pemilihan siswa kelas X.2 sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 dianggap telah siap untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pemilihan ini juga berdasarkan anjuran dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2, dengan mempertimbangkan waktu penelitian.

3.4 Data dan Sumber Data

3.4.1 Data Data dalam penelitian ini terdiri dari data awal (pratindakan) atau data studi pendahuluan, data pelaksanaan tindakan, dan data hasil tindakan. Data awal adalah data hasil wawancara, data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi, dan karangan deskripsi siswa sebelum diberi tindakan, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah sebagai dasar menyusun rencana tindakan. Data pelaksanaan tindakan adalah data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Data hasil tindakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, setelah dilaksanakannya tindakan siklus I dan siklus II. 3.4.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. (1) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada subjek yang diteliti. Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkap dapat digali dengan baik (Susetyo, 2005:4). Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tidak

berstruktur dan bersifat informal. Pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek, atau keterangan lainnya diajukan secara bebas dan disesuaikan dengan kondisi saat wawancara. Wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan untuk memperoleh data berupa informasi terkait dengan pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan, sekaligus pendapat mereka tentang pembelajaran tersebut. (2) Pengamatan atau Observasi Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian (Susetyo, 2005:1). Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni observasi awal dan observasi pelaksanaan tindakan. Observasi awal dilaksanakan pada tahap studi pendahuluan untuk mengidentifikasi permasalahan sebelum dilaksanakan tindakan, sedangkan observasi pelaksanaan tindakan bertujuan untuk merekam aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Peneliti menggunakan lembar observasi atau catatan lapangan untuk mencatat setiap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Analisis Dokumen Analisis dokumen dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dokumen yang digunakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Analisis dokumen juga dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 3.6 Teknik Analisis Data

sesuai dengan indikator yang telah ditentukan dalam pedoman penyekoran. Isi 2 3 Skor 4 5 Kesesuaian Isi karangan sesuai dengan judul dan . Untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3. peneliti melakukan penyusunan informasi secara naratif yang berdasarkan hasil reduksi data dengan tujuan dapat menarik simpulan tentang proses pembelajaran. Penilaian dilakukan dengan memberikan skor terlebih dahulu terhadap karangan deskripsi siswa. (2) Mereduksi data. perkembangan kemampuan siswa. memfokuskan. (1) Menelaah data terkumpul. kesulitan yang dialami siswa. Pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi siswa dapat dilihat pada tabel 3. dilaksanakan penilaian terhadap karangan deskripsi siswa. serta hasil yang diperoleh setelah diberikan tindakan. yakni menyeleksi.1 berikut. Sebelum menyimpulkan data. (3) Menyimpulkan data yang telah direduksi dan disajikan secara naratif.1 Pedoman Penyekoran Hasil Menulis Karangan Deskripsi Siswa No Aspek Subaspek Indikator 1 1.Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. dan menyederhanakan semua data yang diperoleh. Tahap penyimpulan dilaksanakan dengan mengacu pada data yang disajikan dan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.

tujuan penulisan Kerincian Isi karangan menggambarkan objek dengan rinci atau sedetail-detailnya sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan secara nyata apa yang dirasakan penulisnya Kreativitas imajinasi Isi karangan dikembangkan berdasarkan imajinasi kelima indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, dan perabaan) dan didukung oleh opini atau kesan penulis terhadap objek 2 Organisasi Organisasi Karangan disusun dengan runtut, saling terkait, dan terarah 3. Kebahasaan Kalimat Kalimat yang digunakan bervariasi, efektif, dan terbebas dari kesalahan tata bahasa Diksi Perbendaharaan kata bervariasi dan digunakan secara tepat dan efektif Ejaan Pilihan kata, kata depan, huruf kapital, tanda baca, dan imbuhan digunakan secara tepat (sesuai dengan EYD)

Keterangan:

Skor 1 : Sangat Kurang (SK) Skor 2 : Kurang (K) Skor 3 : Cukup (C) Skor 4 : Baik (B) Skor 5 : Sangat Baik (SB) Skor maksimal: 35 (Sumber: diadaptasi dari Basuki, 1997:38―40) Setelah ditemukan skor pada masing-masing subaspek karangan deskripsi siswa berdasarkan tabel 3.1, kemudian dihitung nilai siswa atau persentase pencapaiannya dengan rumus sebagai berikut.

Nilai = %100xmaksimalSkordiperolehyangSkor (Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:236) Dari nilai yang diperoleh, siswa dikatakan mampu apabila nilai yang diperoleh dapat mencapai standar keberhasilan minimal dengan mengacu pada pedoman standar keberhasilan yang telah ditentukan. Berikut pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3.2 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Pencapaian (%) Kualifikasi Angka 80−100 65−79 5 4 A B Kategori Nilai Tingkat Keberhasilan Huruf Baik Sekali Baik Berhasil Berhasil

56−64 40−55 20−39

3 2 1

C D E

Cukup Kurang Gagal

Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245) Keterangan: Pedoman standar keberhasilan minimal yang harus dicapai siswa (Tabel 3.2) telah disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, yakni 65%. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat dari perbandingan nilai pretes siswa (karangan deskripsi sebelum menggunakan gambar dan imajinasi) dengan nilai siklus I dan nilai siklus II (karangan deskripsi setelah menggunakan gambar dan imajinasi). Jika diperoleh hasil bahwa nilai siswa pada siklus II lebih baik dari dari nilai siklus I, dan nilai siklus I lebih baik dari nilai pretes, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan.

3.7 Prediksi Hasil Hasil yang diharapkan dari penelitian ini secara umum adalah adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan atau standar ketuntasan minimal (SKM) yang telah ditentukan, yakni 65%. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspeknya, yakni pada (1) aspek isi, yang meliputi (a) kemampuan dalam menyesuaikan isi dengan judul

(b) kemampuan dalam merinci objek yang dideskripsikan. Ketekunan pengamatan adalah pengecekan keabsahan data dengan cara menyesuaikan antara tahap yang direncanakan dengan tahap yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (2) aspek organisasi. yang meliputi (a) kemampuan dalam menyusun kalimat. dan (c) kemampuan dalam menggunakan ejaan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. terkait. dan analisis dokumen. peneliti dibantu oleh kolaborator dan observer dalam mengumpulkan data.dan tujuan penulisan. sedangkan observernya adalah rekan sejawat peneliti. . dan (3) aspek kebahasaan. dan terarah. (b) kemampuan dalam menggunakan diksi atau pilihan kata. (c) kemampuan dalam mengimajinasikan objek menggunakan kelima indera. yaitu ketekunan pengamatan dan pemeriksaan mitra peneliti (kolaborator dan observer). Kolaborator yang dimaksud adalah guru Bahasa Indonesia kelas X. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara. 3. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti adalah ketika melaksanakan penelitian. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti bertujuan memperoleh hasil interpretasi data secara objektif. observasi.8 Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data bertujuan memperoleh data yang sahih dan absah yang diperoleh dari hasil wawancara. yakni kemampuan dalam mengorganisasikan gagasan dengan runtut.

Paparan data yang disajikan meliputi paparan tentang (1) studi pendahuluan. khususnya di kelas X.1 Studi Pendahuluan 4.2. Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi awal adalah (1) mengamati secara langsung proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X. (2) pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember 2007. 4. (2) wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Observasi awal bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dan (3) pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa .1 Observasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah observasi awal. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan.BAB IV PAPARAN DATA Pada Bab IV ini disajikan paparan data berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan.2 terkait dengan pembelajaran menulis. dan (3) hasil tindakan siklus I dan siklus II.

.berdasarkan tugas yang telah diberikan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.

Berdasarkan pengamatan terhadap hasil karya siswa. (2) penulisan. Guru tidak berupaya membimbing siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran. (3) penyuntingan dan revisi.1. dan (4) publikasi. Tujuan pelaksanaan pretes adalah mengetahui lebih detail tentang permasalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X.2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. Guru belum memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal.2 Pretes 4.1 Perencanaan Pretes Perencanaan pretes dilaksanakan berdasarkan hasil observasi awal. Kegiatan pretes juga untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa mengunakan gambar dan imajinasi. guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Pretes dilaksanakan dengan memberikan tugas menulis karangan deskripsi pada siswa tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. Siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi tanpa dibimbing untuk melakukan kegiatan sesuai tahapan yang sebaiknya dilakukan dalam proses menulis.1. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa dari tugas yang diberikan guru dalam . 4. juga diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. Selain itu. Tugas yang diberikan pada siswa difokuskan pada penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. seperti (1) prapenulisan.Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara.

” . anak-anak. yang menunjukkan bahwa objek yang digambarkan dalam karangan deskripsi siswa mayoritas berupa objek tempat atau pemandangan. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan.. peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mendiskusikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul selama pembelajaran menulis deskripsi dan berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.2. yaitu pada hari Rabu tanggal 23 April 2008 dengan alokasi waktu 2x45 menit. Dalam kegiatan ini. Setelah itu.” Siswa : “Selamat siang.. Sebelum siswa melaksanakan kegiatan menulis. peranan peneliti hanya sebagai pengamat. Dalam kegiatan pretes ini.2 Pelaksanaan Pretes Kegiatan pretes dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.” Guru : “Apa kabar semuanya? Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini? Siswa : “Sudah. Dialog 1: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Pretes/Rabu.1. Bu. Pembelajaran menulis deskripsi dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. 23 April 2008) Guru : “Selamat siang.2. Selain itu.. yakni siswa SMA. guru membangun ingatan siswa terkait dengan materi tulisan deskripsi yang pernah dipelajari pada semester sebelumnya. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. guru meminta siswa menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. 4.

Guru : “Anak-anak. atau tempat-tempat rekreasi yang pernah kalian kunjungi.. tempat tinggal kalian. jika kalian sudah mengerti. kerjakan mulai dari sekarang!” .. sudah mengerti semuanya anak-anak?” Siswa : “Sudah. sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan tersebut. kita pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi.. manusia. baik itu benda. ataupun tempat.” Guru : “Ada yang ingin menambahkan lagi?” Siswa : (diam) Guru : “Baik. Bu.. Tulisan deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan atau menceritakan suatu objek. Kalian juga pernah mencoba menulis tulisan deskripsi. Bagaimana.” Guru : “Baik. siapa yang masih ingat dengan pengertian tulisan deskripsi?” Siswa : “Tulisan yang menggambarkan suatu objek.. Kalian boleh mendeskripsikan sekolah kita.. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan tulisan deskripsi?” Siswa : (saling berbisik dengan siswa lainnya) Guru : “Ayo. Bisa dimengerti anak-anak?” Siswa : “Bisa.. Ibu jelaskan lagi..” Guru : “Baik. sekarang Ibu ingin kalian menulis sebuah karangan deskripsi dengan tema keindahan alam..” Guru : “Ada yang ingin ditanyakan?” Siswa : “Tidak.

siswa melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi seperti pada pembelajaran sebelumnya. dan menentukan judul. Padahal. maupun kebahasaan. Dalam kegiatan menulis.Selama pretes. semua hasil karangan siswa langsung dikumpulkan tanpa dikoreksi atau diberikan balikan baik dari sesama siswa maupun guru. kegiatan ini juga perlu dilaksanakan agar siswa mengetahui manfaat kegiatan menulis yang telah dilaksanakan. Siswa juga tidak melaksanakan kegiatan publikasi.2. baik melalui pembacaan di depan kelas ataupun menempelkannya di dinding kelas. mengumpulkan bahan. tanpa adanya bimbingan dari guru. 4. Kegiatan penyuntingan dan perbaikan juga tidak dilaksanakan sehingga siswa tidak mengetahui di mana letak kekurangan hasil karangannya. dan bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik. baik dari segi isi. sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi. Setelah memberikan skor pada . Padahal. organisasi. siswa tidak melalui tahap-tahap proses menulis mulai dari prapenulisan hingga publikasi.3 Hasil Evaluasi Pretes Pretes dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan detail permasalahan yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum diberikan tindakan.1. guru tidak membimbing siswa untuk menentukan dan memahami topik atau objek yang akan dideskripsikan. Penilaian karangan deskripsi siswa mengacu pada pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi yang telah disusun. kegiatankegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk membantu siswa mengembangkan karangan deskripsi dengan baik. Setelah dua jam pelajaran berjalan. Meskipun tema telah ditentukan. Kemampuan awal siswa dapat diketahui dari hasil penilaian terhadap karangan deskripsi siswa yang ditulis pada tahap pretes. memahami tujuan penulisan.

82 61.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. yakni sebanyak 24 siswa atau 61.1. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih di bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. dapat diketahui bahwa pada tahap pretes. dari jumlah siswa keseluruhan. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 2 5 24 8 Persentase 5. hanya dua siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tahap pretes hanya mencapai 45. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. yakni 65%. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes (Lampiran 11a). guru memberikan nilai pada karangan deskripsi siswa secara utuh.54 20.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Tahap Pretes No. Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.51 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil Berdasarkan tabel 4.79%.54% dari . tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali).13 12.1 berikut.setiap subaspek pada masing-masing aspek karangan deskripsi siswa. dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih kurang. Bahkan.1 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. yang kemudian ditentukan tingkat keberhasilannya. Sebagian besar siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang). Tabel 4.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Tahap Pretes No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Skor 2 Skor 3 Skor Skor 5 Jumlah Siswa .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi perlu ditingkatkan. Penguasaan siswa kelas X. skor 3 dengan kriteria “cukup”.2 Penguasaan Siswa Kelas X. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak lima siswa atau 12. skor 2 dengan kriteria “kurang”.51% dari jumlah siswa keseluruhan.82% dari jumlah siswa keseluruhan. Penilaian dilaksanakan dengan memberikan skor pada setiap subaspek dengan rentangan 1—5 sesuai dengan kriteria pencapaian indikatornya. Oleh karena itu. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal) sebanyak 8 siswa atau 20.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. (b) diksi. dan (c) kreativitas imajinasi.2 berikut. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. skor 4 dengan kriteria “baik”. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. Skor 5 merupakan skor tertinggi dengan kriteria “sangat baik”. pada tahap pretes. hanya 5. Tabel 4. Jadi. sedangkan 94. dan (c) ejaan. (2) aspek organisasi. (b) kerincian. dan skor 1 dengan kriteria “sangat kurang”.87% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berdasarkan rentangan skor dalam menulis karangan deskrispi pada setiap subaspek pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. yakni: (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian.jumlah siswa keseluruhan.

56 4 9 16 15 12 13 14 12 21 12 7 4 2 5 2 8 - Berdasarkan tabel 4. 34.99% siswa yang memperoleh skor 4 (baik).43% siswa memperoleh skor 2 (kurang).2. Skor tertinggi yang diperoleh siswa pada subaspek kreativitas imajinasi adalah 3 (cukup).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek pada tahap pretes masih kurang.Kurang Kurang Cukup 4 Baik Sangat Baik - 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. Dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai. 30.77% siswa memperoleh skor 3 (cukup). rata-rata kemampuan siswa kelas X. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 4 (baik).1.2. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). maupun kebahasaan.46 40 9 12 17 11 15 8 20 12 5 8 - 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 50. kemampuan siswa kelas X.62 58.44 42.81% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh skor 1 (sangat kurang). Oleh karena itu. Bahkan pada subaspek kreativitas imajinasi.67 37. Pada penilaian setiap subaspek. 23.4 Refleksi Pretes .77 46. baik dari aspek isi. dan hanya 10. 4. organisasi.

guru mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran menulis karangan deskripsi berlangsung. Siswa juga tidak diberikan pemahaman mengenai macammacam deskripsi dan bagaimana menulis deskripsi dengan disertai opini agar dapat menumbuhkan imajinasi pembaca. Beberapa siswa masih ingat tentang pengertian dan karakteristik tulisan deskripsi yang pernah diajarkan oleh guru. Namun. penyuntingan dan revisi. organisasi. maupun kebahasaan. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. pada dasarnya siswa sudah mengetahui tentang konsep tulisan deskripsi. Siswa tidak dibimbing untuk menciptakan pemahaman sendiri sehingga siswa hanya sebatas tahu tentang tulisan deksripsi tanpa diimbangi dengan kemampuan dalam menuangkan ide dalam bentuk karangan deskripsi. baik dari aspek isi. Dalam kegiatan refleksi. penulisan. Kegiatan penulisan siswa tidak melalui tahap-tahap dalam proses menulis. dan publikasi. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk karangan deskripsi yang baik. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes yang menunjukkan . yakni tahap prapenulisan. Melalui kegiatan refleksi. diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.Setelah melaksanakan evaluasi pada tahap pretes. pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi hanya diperoleh dari guru. Siswa tidak memahami langkah-langkah yang baik dalam menghasilkan sebuah karangan sehingga karangan yang dihasilkan tidak maksimal. guru melaksanakan refleksi. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran pada tahap pretes.

tidak ada kegiatan lanjutan yang harus . (4) Siswa mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan indera penglihatan saja. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes adalah sebagai berikut. Bahkan. Secara rinci. (1) Masih ada beberapa karangan siswa yang mengandung pola pengembangan narasi.bahwa nilai yang diperoleh sebagian besar siswa kelas X. (3) Isi karangan siswa tidak fokus pada suatu objek atau pendeskripsian objeknya kurang terarah sehingga sulit dirasakan oleh pembaca. tanpa mengembangkan berdasarkan indera yang lain sehingga karangan yang dihasilkan kurang rinci atau detail dan pembaca juga tidak mampu mengimajinasikan dengan kelima indera. ada beberapa siswa yang tidak memberikan judul dalam karangannya. (5) Siswa belum mampu menyertakan opini atau kesan dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih belum mamahami wujud karangan deskripsi yang sebenarnya. baik dari judul maupun isinya. (8) Siswa tidak memahami bahwa kegiatan menulis merupakan suatu proses sehingga menganggap bahwa setelah karangan dikumpulkan. (2) Siswa belum mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan judul karangan. (7) Masih banyak siswa yang mengalami kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. (6) Perbendaharaan diksi dalam karangan siswa kurang sehingga sering terjadi pengulangan kata atau kalimat yang sama.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum dapat mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.

4. apabila dalam dua siklus belum juga mengalami peningkatan yang signifikan.dilakukan. sedangkan rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus II dan siklus ke-n dirancang untuk mengatasi permasalahan yang masih ditemukan pada siklus sebelumnya. kegiatan perencanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan. Namun.1. maka akan ditindaklanjuti pada siklus selanjutnya. .2. (9) Siswa tidak mengetahui manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga karangannya tidak maksimal.2.1 Perencanaan Tindakan Siklus I Setelah melaksanakan kegiatan studi pendahuluan. Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes. Hal ini dikarenakan karangan siswa hanya sekedar dikumpulkan tanpa ada kegiatan publikasi. Rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus I dirancang untuk mengatasi segala permasalahan yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan (pretes). Pembelajaran siklus I dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan. Tindakan yang diberikan pada siklus I bertitik tolak pada permasalahan yang ditemukan pada saat observasi dan hasil pretes pada tahap studi pendahuluan. maka guru merencanakan tindakan untuk mengatasinya.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I 4. Siswa puas dengan hasil karangan yang telah dibuat tanpa adanya perbaikan atau penyuntingan untuk memaksimalkan hasil karangannya.2 Pelaksanaan Tindakan 4. Penerapan tindakan dari seluruh rencana pembelajaran akan direncanakan dalam dua siklus.

Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bentuk realisasi dari hasil pengamatan terhadap gambar.Pada tahap perencanaan ini. karangan deskripsi siswa nantinya menjadi lebih rinci dan tidak hanya berdasarkan apa yang dilihat saja. (2) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan pengamatan terhadap gambar sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 4. Bentuk tabel hasil imajinasi indera yang harus diisi siswa sebagai dasar penulisan karangan deskripsi pada siklus I adalah sebagai berikut. (1) Guru menggunakan gambar dan tabel hasil imajinasi indera dalam pembelajaran menulis deskripsi. Gambar berfungsi sebagai objek yang akan dideskripsikan sehingga hasil karangan siswa nantinya menjadi lebih fokus dan terarah. disusun rencana tindakan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Beberapa tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus I untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada tahap studi pendahuluan antara lain sebagai berikut.3 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus I PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM PERASA PERABA . (3) Guru membimbing siswa untuk mengisi tabel hasil imajinasi indera. tetapi juga berdasarkan hasil imajinasi kelima indera. yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Dengan tabel hasil imajinasi indera. Hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bahan sekaligus kerangka yang digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi.

guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. yaitu (1) prapenulisan. Sebagai penguatan. Tindakan siklus I direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. Dengan beberapa tindakan yang akan diberikan. Namun. guru menjelaskan kembali pengertian tulisan deskripsi. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Setiap tahap dalam proses menulis karangan deskripsi dilakukan sendiri oleh siswa dengan bimbingan dari guru. guru menyajikan contoh karangan deskripsi dan narasi. dan (4) publikasi. Urutan kegiatan dalam proses menulis siswa tidak harus terpaku pada urutan tahap yang telah ditentukan. disusun rencana pembelajaran pada siklus I. . keempat tahap tetap harus dilalui oleh siswa agar siswa lebih memahami tentang konsep karangan deskripsi dan tujuan penulisannya sehingga karangannya menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi.(4) Dalam menghasilkan sebuah karangan deskripsi. (3) penyuntingan dan revisi. (5) Guru berupaya menggunakan berbagai media dalam menyampaikan materi agar siswa mampu menciptakan pemahaman sendiri tentang konsep karangan deskripsi. siswa harus melaksanakan proses menulis yang terdiri dari 4 tahap. Metode ceramah minim dilakukan. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (2) penulisan. Untuk memantabkan pengetahuan siswa dan mengurangi kesalahan siswa pada tahap pretes. (1) Guru menggali kembali pengetahuan siswa tentang tulisan deskripsi. Berikut ini rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.

dengan membacakannya di depan kelas. menentukan judul. (Tahap Penulisan) (5) Guru menyajikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada tahap pretes. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan tahap pengumpulan bahan agar siswa tidak kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi sehingga karangan deskripsi siswa menjadi lebih rinci dan detail. (Tahap Prapenulisan) (4) Setelah tabel hasil imajinasi indera diisi oleh siswa. siswa mengamati gambar. Guru menunjukkan contoh gambar. yang masih tampak gunung dan persawahan. guru menunjukkan tulisan deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Guru membagikan gambar pegunungan dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar. contoh pengisian tabel hasil imajinasi indera.(2) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Dari contoh yang sama. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dan menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. dan menuliskannya di papan tulis. Selanjutnya. Siswa diberikan . dan contoh karangan deskripsi yang dikembangkan berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. 76 (3) Guru memberikan tema keindahan alam kepada siswa. Pemilihan gambar pegunungan didasarkan pada lingkungan terdekat siswa yang berada di desa.

Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami manfaat kegiatan menulisnya. Guru juga membimbing siswa untuk menempelkan hasil karangan deskripsinya di dinding kelas. masing-masing karangan direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran dari teman. dan bangga terhadap hasil tulisannya. baik dari segi isi maupun kebahasaannya. (6) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi.2. Siswa dengan bimbingan guru menemukan kesalahan yang terdapat dalam karangan yang disajikan. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (7) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Tindakan dalam siklus I merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan siswa dalam menulis karangan deskripsi yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari.1. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik dan pentingnya melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. (Tahap Publikasi) 4.2 Proses Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan pada siklus I mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya.kesempatan untuk mengomentari karangan deskripsi yang disajikan. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar atau saran perbaikan terhadap hasil karangan teman. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Siklus I dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada tahap pretes .

Kegiatan pembelajaran pertemuan I siklus I dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. (2) tahap penulisan.1 Pertemuan Pertama Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 7 Mei 2008. 78 4. Nilai yang dicapai oleh siswa dalam menulis karangan deskripsi masih rendah dan di bawah standar keberhasilan yang ditetapkan. Jadi. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. Proses pelaksanaan tindakan pada siklus I akan diuraikan sebagai berikut. (3) tahap penyuntingan dan revisi. organisasi. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis .2. Tindakan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan.belum menunjukkan penguasaan siswa dalam menulis karangan deskripsi.2. peneliti bertindak sebagai guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Sebelum memulai pembelajaran. Tindakan siklus I diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada tahap pretes. maupun kebahasaan.2. yakni pada jam ke 7―8. dengan rangkaian proses menulis seperti yang telah direncanakan. yaitu (1) tahap prapenulisan. dan (4) tahap publikasi. dengan alokasi waktu 2x45 menit. baik dari aspek isi. mulai pukul 11.1. pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sendiri oleh peneliti.45 hingga 13. guru mempresensi siswa. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.15.

Wb.” Guru : “Kalian pernah menulis karangan deskripsi?” Siswa : “Pernah .” Guru : “Sebelumnya Ibu ingin bertanya.” Siswa : “Waalaikumsalam…. . 2) Karangan yang menggambarkan suatu objek.” Guru : “Berarti kalian pasti paham tentang karangan deskripsi.....” Guru : “Selamat siang semuanya. Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini bersama Ibu?” Siswa : “Siap. Bu..” Guru : “Seperti yang telah Bu Sri katakan. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka.. Apa yang dimaksud dengan karangan deskripsi?” Siswa : (secara serentak) “1) Karangan yang dikembangkan berdasarkan suatu objek.deskripsi pada pertemuan I. apa kalian pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi?” Siswa : “Pernah . Berikut dialog yang dilaksanakan oleh guru dengan siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terkait dengan tulisan deskripsi. 7 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr. dalam beberapa pertemuan ke depan kalian akan belajar bersama Ibu. Guru juga menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.. Bu. Dialog 2: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. Bagaimana khabarnya hari ini?” Siswa : “Baik.. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia..

Namun. dan satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan narasi (Lampiran 7). guru tetap menjelaskan kembali tentang pengertian tulisan deskripsi kepada siswa. dan dialami. Dengan begitu. Penjelasan yang diberikan oleh guru didasarkan pada jawaban siswa yang telah dirangkum dan ditulis di papan tulis sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahaminya karena mereka sendiri yang menemukan. Agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan dalam menyusun karangan deskripsi sebelumnya. Hal ini dilakukan guru sebagai penguatan atau memantabkan pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. Siswa dibimbing untuk menemukan perbedaan karangan deskripsi dan narasi dari kedua contoh yang disajikan. dirasa.Guru : “Anak-anak.” Guru : “Bagus! Ada lagi yang masih ingat tentang pengertian karangan deskripsi?” Siswa : (Diam) Berdasarkan dialog 2. Siswa juga sudah pernah menulis karangan deskripsi. Satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan deskripsi. Baik. guru menyajikan dua contoh kutipan karangan siswa dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Ibu ingin kalian mengungkapkan pendapat dengan tertib. ada lagi yang ingin menambahkan?” Siswa : (salah satu siswa mengangkat tangan) “Karangan yang menceritakan suatu objek berdasarkan apa yang dilihat. . guru dapat mengetahui bahwa pada dasarnya siswa sudah mengetahui konsep dasar tulisan deskripsi. Coba biasakan mengangkat tangan sebelum menyampaikan pendapat kalian. guru menjadi lebih mudah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan membimbing siswa untuk menulis deskripsi karena siswa telah mempunyai bekal dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.

Ibu akan memberikan gambar kepada kalian.” Siswa : (Diam memperhatikan) Guru : “Selain itu. kalian harus menggunakan imajinasi kelima indera kalian.. tunggu sebentar... Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menulis karangan deskripsi. Pada pembelajaran kali ini kita akan kembali belajar tentang karangan deskripsi.. Kali ini kita akan belajar menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. hasil karangan kalian akan bermanfaat.. Ibu yakin kalian sudah pandai tentang karangan deskripsi. tetapi hasil tulisan deskripsi kalian nantinya akan dipublikasikan dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.. 7 Mei 2008) Guru : “Baik anak-anak. Memang bagaimana caranya Bu?” Guru : “Nanti.. Kita juga akan mencoba kembali menulis karangan deskripsi.h. kok deskripsi lagi seh Bu?” Guru : “Tunggu sebentar.Sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran. kegiatan menulis deskripsi kalian nanti juga tidak hanya sekedar menulis saja. Kalian mau kan jika tulisan kalian dipublikasikan?” Siswa : “Mau Bu.. Kita akan membuat mading di kelas kalian. Dialog 3: Penjelasan Kompetensi yang Akan Dicapai dalam Pembelajaran dan Manfaat Pencapaian Kompetensi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. Jadi.” . guru terlebih dahulu menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran serta manfaat pencapaian kompetensi. mau sekali. Ketika kalian mendeskripsikan gambar.. Gambar itu berfungsi sebagai objek yang nantinya harus kalian deskripsikan..” Siswa : (saling menggumam) “Ya. Sudah pernah belajar menulis deksripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi?” Siswa : “Belum.

guru melaksanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Guru terlebih . Melalui kegiatan ini. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. dalam bentuk transparansi (Lampiran 8). Sebelum siswa memulai proses menulis. seperti yang telah dilaksanakan pada tahap pretes. Guru mengenalkan siswa tentang deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. Guru kemudian menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. guru memberikan tindakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengembangkan karangan deskripsi pada tahap pretes. Dengan menggunakan contoh karangan yang sama. 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti. siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. guru menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. dapat diketahui bahwa dengan menjelaskan terlebih dahulu kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk memahami manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. (2) menentukan judul karangan.Dari dialog 3. siswa diharapkan mampu mendeskripsikan objek dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. Pada tahap prapenulisan. Karena siswa telah memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bersama guru. Guru menggunakan gambar dan imajinasi dalam proses menulis siswa. guru terlebih dahulu memberitahukan bahwa fokus penulisan deskripsi yang akan dilaksanakan oleh siswa adalah penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) mengamati gambar.

Guru mengamati dan membimbing siswa selama kegiatan prapenulisan. tidak ada siswa yang bertanya. Siswa juga mulai mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan imajinasi kelima indera mereka. pada tahap penulisan beberapa siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi. Namun.dahulu membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada masing-masing siswa. ada juga beberapa siswa yang masih bingung . Siswa diberikan kebebasan untuk menyusun karangan deskripsi berdasarkan hasil imajinasinya dengan bimbingan guru. Kegiatan prapenulisan juga merupakan kegiatan pengumpulan bahan yang bertujuan memudahkan siswa untuk mengembangkan idenya ke dalam karangan deskripsi. Seperti yang telah direncanakan. siswa mulai mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah dipilih. Setelah tahap prapenulisan. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. dengan mengacu pada gambar yang diamati. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Guru kemudian memberikan perintah kepada siswa untuk memulai kegiatan prapenulisan. Banyak siswa yang masih terlihat bingung atau kesulitan untuk mengembangkan imajinasi kelima indera mereka. gambar yang digunakan pada siklus I adalah gambar pegunungan. Selama kegiatan prapenulisan. Siswa dibimbing untuk menentukan judul karangan berdasarkan gambar yang diamati. Ada beberapa siswa yang dengan cepat menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. Seperti pada tahap prapenulisan. tetapi juga masih banyak siswa yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. Siswa tampak dengan tekun mengamati gambar. Pada tahap penulisan.

guru mengingatkan siswa untuk mengakhiri kegiatan menulis dan mengumpulkan karangan ke depan karena waktu yang diberikan hampir habis. waktunya tinggal lima menit lagi. Dialog 4: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus I Pertemuan I/Penutup/Rabu. kapan karangannya dibacakan di depan kelas dan ditempel?” Guru : “Nanti Ibu jelaskan.. . silahkan dikumpulkan di meja Ibu. belum Bu.. meski jam pelajaran sudah hampir habis. Bagi yang karangannya sudah selesai.” Siswa : “Bu.” Dari dialog 4. tetapi ada juga siswa yang masih belum menyelesaikan karangan sehingga berupaya menyelesaikannya dengan tergesa-gesa.Bu. tampak beberapa siswa dengan antusias mengumpulkan hasil karangan awal..untuk mengembangkan karangan deskripsi.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Iya. Bu.. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Yah.. 7 Mei 2008) Guru : “Anak-anak. segera diselesaikan! Ibu beri waktu lima menit lagi.. meski mereka telah mempunyai bahan penulisan berupa hasil imajinasi indera. Siswa antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi.. Ada siswa yang masih bersemangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran. Sekarang bagi yang belum selesai. yakni membacakan hasil karangan di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas..

1) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I diawali guru dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Seperti halnya pembelajaran pada pertemuan I siklus I.15 hingga 11.2 Pertemuan Kedua Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus I dilaksanakan hari Sabtu tanggal 10 Mei 2008. Guru juga meminta siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II dilaksanakan pada jam ke 5―6. 4. Guru juga . yaitu 2x45 menit. dengan alokasi waktu yang sama dengan pembelajaran pada pertemuan I. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran.2. Di akhir pertemuan.2. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I juga dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir.Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran. Jika hari Rabu. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam.1. sedangkan pada hari Sabtu jumlah jam pelajarannya hanya enam jam pelajaran. jumlah jam pelajaran di SMA Negeri 1 Purwoharjo adalah delapan jam pelajaran. Hal ini disebabkan di SMA Negeri 1 Purwoharjo jumlah jam pelajaran pada hari Rabu berbeda dengan jumlah jam pelajaran pada hari Sabtu. yakni mulai pukul 10. Namun.45.

Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. dan karangan yang ditulis di papan tulis adalah karangan milik DD. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. guru menyajikan beberapa hasil karya siswa dari pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes. dan (2) publikasi. Guru juga memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi dan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis.tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Secara singkat. yakni kegiatan (1) penyuntingan dan revisi. Secara umum siswa masih ingat dengan kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan I. Setelah mempresensi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Hal ini memudahkan guru untuk membimbing siswa melaksanakan kegiatan selanjutnya. Karangan yang dibacakan adalah karangan milik RAL. Siswa juga mampu menyebutkan langkah-langkah mengembangkan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 1) Karangan RAL . Berikut contoh karangan deskripsi milik RAL dan DD yang disajikan di guru depan kelas.

. disana udaranya masih segar dan bersih. Pukul 09.. .00 pagi aku dan teman-temanku berkumpul di rumahku. (tanpa judul) Di belakang rumah saya terdapat kebun yg ditanami jeruk... Pukul 16. 3 jam kami menunggu. Kami semua terdiri dari 5 cewek dan 5 cowok. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi kekurangan karangan yang disajikan sekaligus hal-hal yang perlu diperbaiki dalam karangan. dan disana saya memelihara kelinci saya. Hari minggu adalah hari yang tepat untuk tamasya. Tapi kami hanya teman sebaya waktu SMP. serta . Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa dapat mengetahui kegiatan yang perlu dilakukan dalam penyuntingan dan revisi. Satu jam lamanya kami menempuh perjalanan menuju pantai grajakan.. siswa dengan guru mengoreksinya secara bersamasama.Suasana Pantai grajakan Bunyi gelombang mendebarkan hatiku. saya sangat suka dg Pekarangan belakang rumah saya. saya sering dg teman2 saya bermain di Pekarangan belakang rumah saya sambil makan jeruk dan beri kelinci saya. 2) Karangan DD .25 tepat aku dan teman-teman mulai berangkat dari rumah. Pukul 08. Kirakira ada 10 orang saling berboncengan. Akhirnya macetpun terjadi. Semilir angin membelai rambutku. Lama-kelamaan pohon besar itu dapat di singkirkan dari jalan. Kamipun senang dan langsung melewatinya. Jadi Pekarangan belakang rumah saya adalah yg paling baik dan Paling seru Dari contoh karangan yang disajikan. Di tengah perjalanan kami menemui sebuah pohon yang besar jatuh di tengah jalan. Dan setelah itu kami mulai pisah untuk menuju rumah kita masing-masing.50 kami sampai rumah.

Beberapa siswa memberikan komentar terkait dengan isi maupun teknik pembacaan. membacakan karangannya di depan kelas. Sedangkan dari karangan milik DD. Dari kegiatan ini. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar secara lisan atas pembacaan karangan oleh GA. 2) Kegiatan Inti Pada tahap inti. Siswa lebih mudah memahaminya karena dari contoh yang ditampilkan. Sebelumnya. siswa mengetahui bahwa karangan tersebut perlu diperbaiki dari segi isinya. Siswa dapat menemukan adanya urutan waktu dalam karangan milik RAL yang merupakan ciri karangan narasi. meski dari judul sudah tampak adanya ciri karangan deskripsi. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan bahwa kegiatan publikasi juga bisa dilakukan untuk memperoleh masukan orang lain. Selain itu. imbuhan. siswa juga menjadi tahu bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. guru memberikan balikan. kata depan. Guru memilih GA untuk membacakan karangannya dengan alasan karangan GA sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan. Dengan bimbingan guru. siswa menyadari akan pentingnya penulisan judul dalam karangan. siswa dapat memperbaiki penulisan ejaan milik DD.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan dan revisi. siswa menjadi tahu akan pentingnya kegiatan publikasi atau berbagi. Dari karangan milik RAL. yakni GA. Guru meminta salah satu siswa. siswa telah belajar melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. guru mengembalikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I. ataupun tanda baca. Setelah GA selesai membacakan karangannya. Siswa juga mengetahui bahwa setiap tahap dalam proses menulis bisa menjadi putaran yang berulang .

Guru meminta siswa menukarkan karangannya dengan siswa lain. Bu . 10 Mei 2008) Guru : “Karangannya sudah ditukarkan semua anak-anak?” Siswa : (bersama-sama) “Sudah. Agar lebih yakin bahwa siswa telah paham dengan kegiatan yang harus dilakukan siswa pada tahap penyuntingan. tanda baca.... Untuk mengefektifkan waktu.untuk menghasilkan sebuah karangan yang baik... Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan.. guru kembali menanyakan kepada siswa terkait kegiatan yang harus dilaksanakan dan hal-hal yang perlu diperhatikan siswa pada tahap penyuntingan. guru hanya meminta satu siswa yang membacakan karangan sebelum penyuntingan. tetapi juga bisa dilaksanakan sebelum penyuntingan dan revisi. isi . Kegiatan publikasi dilanjutkan setelah siswa merevisi karangannya. jangan lupa menuliskan nama komentatornya ya!” Siswa : “Di mana. Dialog 5: Tanya Jawab tentang Kegiatan Penyuntingan (Siklus I Pertemuan II/Inti/Sabtu. apa saja yang harus kalian perhatikan dalam penyuntingan?”” Siswa : (bersama-sama) “Ejaan. untuk memperoleh masukan dari orang lain.” Guru : “Baik. kegiatan publikasi atau berbagi tidak hanya dapat dilaksanakan setelah revisi.. Bu?” Guru : “Di bawah saja..” Guru : “Apa tugas kalian?” Siswa : “Mengoreksi dan memberikan komentar .” Guru : “Lalu. kalimat. Misalnya.. ada yang belum tahu tugasnya anak-anak?” Siswa : (diam) Guru : “Sudah paham semuanya?” .

siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. beberapa siswa memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya sehingga tampilan karangannya menjadi lebih menarik. Kertas yang diberikan oleh guru berbeda dengan kertas pada tahap penulisan awal.” Dari dialog 5. kemudian guru kembali membagikan kertas pada siswa. guru telah menempelkan dua kertas manila besar di papan tulis sebagai alas untuk menempelkan karangan siswa di . guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. Kertas yang diberikan guru pada tahap revisi adalah kertas HVS berwarna agar siswa lebih termotivasi untuk meperbaiki karangannya karena akan ditempel di dinding kelas. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. Setelah penyuntingan.Siswa : “Sudah . Sebelumnya. Beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. Saat proses perevisian.. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. Ketika waktu yang diberikan oleh guru habis.. Guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah memperbaiki karangan awal dengan mengacu pada hasil koreksi dan komentar teman. Pada tahap penyuntingan. guru mengetahui bahwa siswa telah memahami tugas yang harus dilaksanakan pada tahap penyuntingan. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk merevisi karangannya. Pada tahap revisi.. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi.

yaitu YBA. dan CDS. Dengan panduan guru. guru sedikit memaksa siswa untuk maju ke depan kelas dengan cara memberikan permainan kecil. Beberapa siswa raguragu untuk meju ke depan meski tampak ada kemauan. DFD. DSM. Namun sebelum ditempelkan. seluruh karangan siswa dikumpulkan terlebih dahulu kepada guru untuk diberikan penilaian. Guru membimbing siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. lembar manila yang berisi karangan ditempelkan di dinding kelas bagian belakang. 3) Kegiatan Penutup Setelah memberikan panduan terkait kegiatan yang harus dilaksanakan siswa untuk melanjutkan kegiatan publikasi. siswa yang maju ke depan untuk mempublikasikan karangan dengan membacakan dan menempelkannya di papan tulis hanya lima orang. Berdasarkan panduan guru. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam dua pertemuan. beberapa siswa lain mau maju ke depan tanpa dipaksa lagi. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) membacakan karangannya di depan kelas dan (2) menempelkan karangan yang telah dibaca pada kertas manila yang telah guru siapkan di papan tulis. Akhirnya. guru menutup kegiatan pembelajaran. setelah semua karangan siswa ditempelkan pada dua lembar manila. siswa enggan maju ke depan kelas dengan kemauan sendiri. Guru juga memberikan kesempatan siswa untuk memberikan komentar terhadap pembacaan karangan oleh teman mereka. Setelah ada salah satu siswa membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. Karena keterbatasan waktu. FM. Penempelan karangan dikoordinir oleh ketua kelas. dengan menempelkan karangannya pada lembar manila yang masih kosong. Mulanya. Pada tahap publikasi. Siswa lainnya melanjutkan kegiatan publikasi di luar jam pelajaran.dinding kelas. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang .

Beberapa siswa juga menanyakan kembali tentang penulisan ejaan.40%.kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.1. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam.4 berikut.4 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa secara keseluruhan masih dibawah standar keberhasilan yang disyaratkan.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus I Seperti pada tahap pretes. Tabel 4. Di akhir pembelajaran. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus I No. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. pada siklus I juga dilaksanakan kegiatan penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus I (Lampiran 11b). 1 2 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) Jumlah Siswa 1 17 Persentase 2.56 43. Namun. 4. Kemudian. Sebagian besar siswa mengaku kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera dan mengembangkan hasil imajinasi ke dalam kalimat-kalimat.2.59 Tingkat Keberhasilan Berhasil . diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I mencapai 64.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.

Jadi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus I No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian 65. Pada siklus I. dapat diketahui bahwa pada siklus I. jumlah siswa yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan adalah 46.39% dari jumlah siswa keseluruhan. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B sebanyak17 siswa atau 43. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang) hanya enam siswa atau 15.4. pada siklus I.15% siswa dari jumlah siswa keseluruhan sehingga kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X.64 3 23 12 Skor 5 Sangat Baik 1 Jumlah Siswa .5 Penguasaan Siswa Kelas X.46 15. sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). Tabel 4.46% dari jumlah siswa keseluruhan.3 4 5 C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) 15 6 - 38. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih perlu ditingkatkan karena 53.39 - Tidak Berhasil Berdasarkan tabel 4.85% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak 15 siswa atau 38. meski hanya satu siswa.59% dari jumlah siswa keseluruhan.

79 74. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek masih perlu ditingkatkan.64 1 1 2 13 13 5 6 21 14 28 10 5 11 5 21 - Berdasarkan tabel 4.1. siswa masih lemah dalam ketiga subaspek ini. dan diksi.66% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik).5 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.47% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 71. Oleh karena itu. terutama pada subaspek organisasi. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. 47. kerincian.25% siswa memperoleh skor 3 (cukup). dan ejaan pada siklus I sudah baik.02% siswa memperoleh skor 2 (kurang). 32. hanya 1. 4. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik).97 65. kalimat. kreativitas imajinasi.87 - 1 - 16 17 20 15 2 7 55.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.90 57. Namun.4 Refleksi Tindakan Siklus I . dan 3. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis deskripsi pada subaspek organisasi. dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian. kalimat. Dari tabel 4. Dengan kata lain.5. sedangkan 15.95 58.60% siswa memperoleh skor 4 (baik). dan diksi masih termasuk dalam kategori cukup.

Namun. Panduan yang diberikan oleh guru masih .Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan hingga tahap evaluasi. dilaksanakan kegiatan refleksi. Dalam kegiatan refleksi. siswa dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. Identifikasi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan pada siklus I. atau kekurangan pada tindakan siklus I. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. Guru juga mengidentifikasi masalah. tetapi juga dari siswa. Selain itu. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. pada tahap prapenulisan siswa masih kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera atau mengembangkan imajinasinya. ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus I diidentifikasi. Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan. meski belum maksimal. pada siklus I siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi dari contoh yang diberikan oleh guru. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran. siswa juga sudah mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opininya dalam mendeskripsikan objek pegunungan sehingga tujuan penulisannya dapat tercapai. sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. kelemahan. Dari proses menulis yang dilaksanakan.

(4) Siswa masih kesulitan dalam membuat karangan dengan organisasi yang baik. masih ada 53.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus I. Dari jumlah siswa keseluruhan. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I adalah sebagai berikut. Secara rinci. (1) Pada tahap prapenulisan. Pada tahap penulisan. Masih ada beberapa siswa yang sering mengulang-ulang kata atau kalimat yang pernah ditulis. \(6) Masih ada beberapa siswa yang belum bisa menggunakan ejaan dengan tepat. . dan tidak menimbulkan kerancuan makna. (2) Siswa belum mampu membuat judul yang spesifik sesuai dengan topik atau objek yang dideskripsikan. terutama dalam pengisian kolom “indera perasa”.85% siswa yang belum berhasil. efektif.kurang sehingga ada beberapa siswa yang belum mengerti makna kolom dalam tabel hasil imajinasi indera dan salah memasukkan hasil imajinasinya. masih terjadi kesalahan dalam pengisian tabel hasil imajinasi indera. siswa masih kesulitan mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat. (5) Perbendaharaan kata yang digunakan siswa masih kurang. Keruntutan dan keterkaitan antar kalimat dalam paragraf masih kurang. (3) Siswa masih kesulitan menyusun kalimat dengan struktur kalimat yang tepat. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.

Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi siklus II dirancang untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I agar kemampuan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan. (2) Siswa diberikan penjelasan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II adalah sebagai berikut.2. Siswa hanya sekedar menyalin karangan tanpa berupaya membuat karangannya menjadi lebih baik. 4.2.2. kemudian diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut dan menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru. Seperti pada tindakan siklus I.1 Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan.(7) Pada tahap revisi.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II 4. tindakan siklus II juga direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masingmasing pertemuan. Guru . (1) Guru memberikan evaluasi hasil penilaian pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. disusun rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II dengan mengacu pada permasalahan yang ditemukan pada siklus I. Rencana pembelajaran pada siklus II disusun dengan beberapa perubahan tindakan sebagai perbaikan dari siklus I. Siswa diberikan karangan tanpa judul. Hal ini dilakukan agar siswa mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam karangan deskripsi mereka pada siklus I sehingga tidak terjadi lagi pada siklus II. siswa belum memahami pentingnya memperbaiki karangan.

menentukan judul. yaitu keindahan alam. (3) Dengan karangan yang sama. Bentuk tabel hasil imajinasi indera pada siklus II adalah sebagai berikut. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. yakni mengamati gambar. Kegiatan ini bertujuan mengarahkan siswa tentang hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Namun. Selanjutnya. Tabel 4. gambar yang digunakan pada siklus II adalah gambar pantai. Pemilihan gambar pantai pada siklus II didasarkan pada banyaknya karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya . siswa diajak memperhatikan penggunaan kata dan kalimat. Pada siklus II. serta makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera.menginformasikan bahwa judul karangan dapat diperbaiki setelah karangan selesai ditulis agar judul karangan benar-benar sesuai dengan topik dan isi karangan.6 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus II PENGLIHATAN PENDENGARAN PENCIUMAN PENCECAPAN PERABAAN (5) Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. Siswa diberi arahan untuk menyusun rincian dengan dukungan opini agar kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna dan organisasi setiap gagasan dalam karangannya menjadi runtut dan terarah. (4) Guru menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. Guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. seperti dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. peneliti dan guru memperbaiki judul masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera agar siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam mengisi tabel. serta organisasi dalam karangan tersebut. siswa memulai kegiatan prapenulisan.

(Tahap Publikasi) 4. kalimat. namun tetap dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. (Tahap Prapenulisan) (6) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan draf awal karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. Selain itu.2. siswa diberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (8) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas.2.dan pada tahap pretes yang objeknya berupa pantai. Guru menginformasikan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan tetapi memperbaiki karangan awalnya dengan memperhatikan ejaan. lingkungan terdekat siswa setelah desa adalah pantai.2 Proses Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. dan diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. dan organisasi sehingga karangannya mudah dipahami. Siklus II dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada siklus I . Sebelumnya. Kegiatan publikasi dengan penempelan di dinding kelas dilaksanakan di luar jam pelajaran. Guru menginformasikan pentingnya kegiatan 98 penyuntingan dan revisi. (Tahap Penulisan) (7) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi seperti yang telah dilaksanakan pada siklus I.

mulai pukul 11. pelaksanaan tindakan pada siklus II juga dilaksanakan sendiri oleh peneliti.2. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. penyusunan kalimat. dengan alokasi waktu 2x45 menit. Seperti halnya pada siklus I. yakni pada jam ke 7―8. khususnya dalam hal ejaan. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis . dengan rangkaian proses menulis: (1) tahap prapenulisan.45 hingga 13. Tindakan siklus II merupakan tindakan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditemukan pada siklus I. Berikut pelaksanaan tindakan pada siklus II pada pertemuan I dan pertemuan II.2. 99 4.2. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan I siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. tindakan siklus II juga dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan.1 Pertemuan Pertama Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 28 Mei 2008. guru mempresensi siswa. Sebelum memulai pembelajaran. dan (4) tahap publikasi. (2) tahap penulisan. Tindakan siklus II diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I. (3) tahap penyuntingan dan revisi.15. dan organisasi.masih terdapat kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.

Kalian masih ingat pembelajaran kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu?” Siswa : “Ingat. kali kita akan kembali belajar menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi..” Guru : “Anak-anak. tampak bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II.” Siswa : “Tidak Bu. Wb. Setelah yakin bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran selanjutnya.. Bu.” Guru : “Baik. Ibu berharap kalian tidak bosan belajar menulis karangan deskripsi bersama Ibu lagi.. Dialog 6: Pembukaan dan Tanya Jawab untuk Mengetahui Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran (Siklus II Pertemuan I/ Pendahuluan/Rabu.. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.” Siswa : “Waalaikumsalam…. Bu.” Dari dialog 6. Ibu tanya terlebih dahulu.” Guru : “Kita belajar tentang apa anak-anak?” Siswa : “Menulis karangan deskripsi dengan gambar dan imajinasi.” Guru : “Selamat siang semuanya.deskripsi pada pertemuan I. Bagaimana kabarnya hari ini?” Siswa : “Baik. tidak apa-apa. guru kemudian menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi .. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka.. 28 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr..” Siswa : (Bersorak) Guru : (Diam) “Sebentar... Ibu akan kembali membimbing kalian dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Langit biru yang membentang terlihat begitu indah. Beberapa ekor burung terbang bercengkrama menghiasi luasnya langit biru. Dari kegiatan penggalian pengetahuan siswa. Sungguh indah pemandangan pagi itu. Untuk memantabkan pemahaman siswa. Guru kemudian menjelaskan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik (Lampiran 9). Judul karangan siswa masih kurang spesifik dan kurang sesuai dengan dan topik yang dideskripsikan. dan diksi. susunan kalimat. guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan memokuskan materi sesuai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. 101 ? Menatap langit biru di pagi hari memang menyenangkan. guru mengetahui bahwa siswa masih mengingat materi atau pengetahuan yang diterima dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. matahari pagi yang hangat memandikannya dengan cahaya.yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Suara burung pipit yang berceloteh terdengar menghibur hati. khususnya dalam organisasi. Dari ufuk timur. Sekelompok gumpalan awan putih laksana kapas yang lembut dan suci. terkait dengan kekurangan atau kelemahannya. Hembusan udara yang sejuk mengharumkan gelembung-gelembung di bawah dedaunan. Hal ini memudahkan guru untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran selanjutnya dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Ketenangan suasana pagi diiringi sapaan angin yang ramah dengan membawa aroma bunga-bunga melati. Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil karangan deskripsi siswa pada siklus I. Setelah yakin bahwa siswa telah memahami konsep tulisan deskripsi tanpa harus mengulang materi. . guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. Guru juga mengungkapkan bahwa banyak siswa yang kurang tepat dalam menentukan judul karangan. Karangan yang diberikan adalah sebagai berikut.

Setelah menentukan judul. dari kejauhan terlihat beberapa anak berjalan berbaris mengenakan seragam sekolah untuk berangkat menuntut ilmu. tertutup oleh teriakan-teriakan mereka. guru meminta beberapa siswa menuliskan judul pilihannya di papan tulis untuk mendapatkan balikan dari guru. Judul-judul yang ditulis siswa di papan tulis adalah sebagai berikut. (1) Pagiku Yang Indah (2) Keindahan Alam di Pagi Hari (3) Indahnya Pagi dan Alam Pegunungan (4) Hangatnya Pelukan Sang Mentari Pagi (5) Kehangatan Pagi Menembus Alamku (6) Kesejukan Alam di Pagi Nan Elok (7) Suasana Pagi yang Indah (8) Langit biru Pencerah Jiwa di Pagi hari (9) Indahnya Pagi Hari dibawah Himpunan Langit Biru yang Luas (10) Keindahan Suasana Pagi (11) Di awal pagi yang Indah (12) Gambar alam yang indah di pagi yang Cerah Sebelum memberikan balikan. Dengan beberapa . guru membimbing siswa untuk menentukan judul pada karangan tersebut sesuai dengan syarat judul yang baik. Dari karangan yang diberikan.Di bawah lindungan langit biru. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk memulai belajar dengan penuh keceriaan. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan judul yang paling tepat dari judul-judul yang telah ditulis di papan tulis. Wajah yang bersih dengan senyuman manis membuat hati ikut merasakan kedamaian. Desau angin yang menggoyangkan dedaunan semakin tak terdengar.

Setelah itu. guru memberikan perbaikan dengan memperhatikan ejaan dan efektivitas penulisan judul. dan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. Siswa dibimbing untuk menemukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Dari karangan yang sama ketika menentukan judul. Setelah itu. dengan alasan kedua judul tersebut mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. dan 10. terkait. Guru juga menjelaskan tentang kalimat utama dan kalimat penjelas beserta fungsinya dalam membentuk organisasi yang baik dalam karangan. 4. guru memberikan balikan atau komentar pada masing-masing judul yang telah ditulis siswa di papan tulis. Namun. yang ditandai dengan susunan gagasan yang runtut. Guru memilih judul nomor 8 dan 9. 9. . siswa diajak untuk memperhatikan organisasi dalam karangan tersebut.1. seperti pada pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. 7. kemudian memilih judul yang tepat sesuai dengan isi karangan dan syarat judul yang baik. Guru menjelaskan pentingnya organisasi dalam karangan. siswa memilih judul nomor 2. dan terarah. 2) Kegiatan Inti Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. Siswa diberi arahan menyusun rincian dengan dukungan opini sehingga kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna. Langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dijelaskan menggunakan transparansi dengan bagan yang sesuai dengan gambar 2. Guru menjelaskan kembali langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. yaitu keindahan alam. guru menuliskan beberapa kalimat di papan tulis dan membimbing siswa untuk menentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut.alasan.

Untuk menjelaskan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. guru memberikan pertanyaan panduan berdasarkan kelima indera. dilaksanakan perubahan tindakan dalam upaya perbaikan dari siklus I dan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Pada siklus II. guru menggunakan gambar pantai dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus II. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi kesalahan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera seperti yang dilakukan pada siklus I. dengan cara mengubah judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera. siswa memulai kegiatan prapenulisan. Guru membimbing siswa untuk merumuskan judul karangan sesuai dengan topik dan tujuan penulisan. Selanjutnya. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. yakni (1) mengamati gambar. Siswa mengisi tabel hasil imajinasi . guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Seperti yang telah direncanakan. (2) mementukan judul karangan. (1) Pertanyaan untuk kolom indera penglihatan Apa yang kamu lihat dengan mata? (2) Pertanyaan untuk kolom indera pendengaran Apa yang kamu dengar dengan telinga? (3) Pertanyaan untuk kolom indera penciuman Apa yang kamu cium dengan hidung? (4) Pertanyaan untuk kolom indera pencecapan Apa yang kamu rasakan dengan lidah? (5) Pertanyaan untuk kolom indera perabaan Apa yang kamu raba dengan kulit? Setelah menjelaskan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pertanyaan-pertanyaan panduan tersebut adalah sebagai sebagai berikut.

3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran. Guru mengingatkan siswa tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Setelah tahap prapenulisan. semua siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera mereka. 28 Mei 2008) Guru : “Sudah selesai semuanya. organisasi. Siswa tidak lagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Dialog 7: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus II Pertemuan I/Penutup/Rabu. nanti karangannya dibacakan lagi ya?” Siswa : “Ditempel di dinding lagi ya.. Bu?” .. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Bu. guru meminta siswa mengumpulkan karangan deskripsi awalnya di meja guru. anak-anak?.” Guru : “Baik.” Siswa : (bersama-sama) “Sudah... maupun kebahasaan. Guru mengingatkan siswa untuk tidak mengulangi kesalahan dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I.indera berdasarkan pertanyaan panduan yang diberikan oleh guru. Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. sekarang Ibu minta tolong dua orang untuk membantu Ibu mengumpulkan karangan teman-teman kalian ke depan!” Siswa : “Bu.. baik dari aspek isi. Pada tahap penulisan siklus II. Rata-rata siswa menyelesaikan kegiatan prapenulisan dengan cepat..” Siswa : “Sudah dari tadi. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan.

dengan alokasi waktu 2x45 menit. .2 Pertemuan Kedua Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus II dilaksanakan hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008. Siswa mengaku kesulitan dalam menyusun organisasi yang runtut. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. khususnya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis deskripsi.45. maupun kebahasaan. guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Di akhir kegiatan pembelajaran. yakni membacakan hasil karangan deskripsi di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.2. organisasi. Kegiatan pembelajaran pertemuan II siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir.” Dari dialog 7. baik pada aspek isi. Namun sebelumnya. Bahkan.. mulai pukul 10. Guru meminta siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya.. ada beberapa siswa yang dapat menyelesaikan karangan sebelum waktu yang diberikan habis..2.Guru : “Iya.2. iya. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran. Siswa juga masih antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi. kita akan mengadakan kegiatan publikasi seperti dulu lagi pada pertemuan mendatang. 4. yakni pada jam ke 5―6. tampak seluruh siswa berhasil menyelesaikan karangan awal tepat waktu. guru menutup pertemuan dengan doa dan salam.15 hingga 11.

serta langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. yang objeknya berupa gambar pegunungan.1) Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus II dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. organisasi. maupun kebahasaan. Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Karangan diambil dari hasil karya siswa yang disusun pada siklus I. Guru juga tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. guru memberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan kepada siswa. siswa diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut. Seperti yang telah direncanakan. Panorama Alam Di Pagi Hari . guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. Dengan bimbingan guru. Berikut karangan yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk disunting dan direvisi. Guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Setelah mempresensi siswa. baik pada aspek isi.

Guru menunjukkan organisasi yang runtut dalam karangan yang telah direvisi dengan menunjukkan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Aroma bunga . Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin kesetiap celah. Hasil perevisian dari karangan tersebut adalah sebagai berikut. Pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Terlihat dari kejauhan. namun mampu menambah semangat kerja. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi menyambut pagi dan memberikan kedamaian. Setelah menyunting karangan tersebut. Tampak dari ufuk timur. kepada siswa. Indahnya Panorama Pegunungan di Pagi Hari Panorama pegunungan di pagi hari sungguh menampakkan keindahan. Hembusan angin yang lembut dapat kita rasakan dan membuat suasana santai. Keindahan panorama pegunungan di pagi hari seolah dapat menghilangkan rasa malas bagi siapapun yang menikmatinya.Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yg menjulang tinggi. Banyak anak-anak yang giat itu mengayun sepeda untuk menuntut ilmu dan burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang di kayuhnya. Guru kemudian memberikan hasil perevisian karangan yang telah disunting bersama. Sungai yang mengalir seolah membawa kehidupan baru. & membuat kita untuk giat bekerja. siswa diminta untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan dan pembetulan karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. sungai yang mengalir membawa Kehidupan baru Suara aliran Sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi Kesunyian pada saat itu. matahari memancarkan sinarnya menerobos pepohonan menghadirkan silau keemasan. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada pagi itu. Iringan hembusan angin yang lembut membuat suasana menjadi santai.

Pada tahap penyuntingan. imbuhan. Guru kembali mengingatkan siswa terkait kegiatan yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap penyuntingan. kalimat. Dari kegiatan yang dilaksanakan. diksi. Guru terlebih dahulu mengembalikan hasil karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I dan meminta siswa menukarkannya dengan siswa lain. 2) Kegiatan Inti Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. dan organisasi yang baik dalam karangan. Canda dan tawa tulus di antara mereka mampu menghilangkan rasa hati yang sepi menjadi ceria. serta hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dalam kegiatan penyuntingan dan revisi. serta pemberian komentar atau saran perbaikan terkait dengan isi karangan. siswa memahami bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap penyuntingan adalah pengoreksian karangan terkait teknis penulisan. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami pentingnya kegiatan penyuntingan dan revisi. dan ejaan. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk . kata depan. seperti organisasi. Burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang dikayuh oleh mereka. ataupun tanda baca. Tampak anak-anak yang giat sekolah mengayun sepeda untuk menuntut ilmu. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. Seperti pada tahap penyuntingan pada siklus I. serta susunan kalimat. guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. Sepinya malam yang berganti pagi berubah menjadi keceriaan di area pegunungan yang indah itu. Di sana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur.kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah.

susunan kalimat. diksi. tetapi memperbaiki draf awal karangan dengan memperhatikan ejaan. Kegiatan penempelan di dinding kelas dilakukan sendiri oleh siswa di luar jam pelajaran. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah perbaikan karangan dengan mengacu hasil penyuntingan dan kriteria karangan deskripsi yang baik. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. Sebelum kegiatan revisi dimulai. dan organisasi sehingga karangan deskripsinya menjadi lebih baik. Ketika waktu yang diberikan habis. Guru menekankan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa.merevisi karangannya. guru mengingatkan siswa pada kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahap pendahuluan. siswa hanya membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. Siswa melaksanakan kegiatan revisi setelah diberi ijin oleh guru. Seperti yang dilakukan pada siklus I. Pada tahap publikasi siklus II. Ketika . Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. tanpa menempelkan di papan tulis ataupun di dinding kelas. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. dan dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. kemudian guru membagikan kertas HVS berwarna pada siswa. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. Setelah penyuntingan. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. pada tahap penyuntingan siklus II beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya.2. Seperti halnya pada siklus I. sebagian besar siswa kembali memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya agar tampilannya lebih menarik. dengan memperhatikan syarat penulisan karangan yang baik. dengan dikoordinir oleh ketua kelas. seperti yang telah dilakukan pada siklus I. Pada tahap revisi.

dan PAS .2. Namun. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. guru kembali memberikan permainan kecil agar masih ada siswa yang membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. yang akan diawasi oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. guru mengingatkan siswa terkait tugas publikasi lanjutan yang harus dilaksanakan siswa di luar jam pelajaran. dan tidak pernah berhenti untuk menulis. 4.2. 3) Kegiatan Penutup Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. empat orang siswa maju ke depan kelas untuk membacakan karangannya. RN. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan I dan II. dan VW. Siswa mengaku sulit menyusun gagasan dengan runtut dalam karangan. Beberapa siswa mau maju ke depan tanpa dipaksa oleh guru. Melalui permainan.membacakan karangan di depan kelas. Is.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus II . guru tetap memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan komentar. Karena masih ada sedikit waktu. Empat siswa itu adalah OYS. Di akhir pembelajaran. tetapi dalam membuat organisasi yang baik dalam karangan. YEJ. hanya tiga orang siswa yang berani maju. yaitu YBA. Di akhir kegiatan publikasi. Kemudian. Dengan panduan guru. Kesulitan siswa tidak lagi dalam hal pengisian tabel hasil imajinasi indera dan pengembangan hasil imajinasi ke dalam kalimatkalimat.

46%. Tingkat keberhasilan siswa kelas X.Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mencapai 78.7 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. guru kembali melaksanakan kegiatan penilaian. Itu menunjukkan bahwa nilai rata-rata 111 kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus II (Lampiran 11c).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus II No. Tabel 4.7 berikut.72 51.28 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 19 20 Persentase 48.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.

Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui bahwa pada siklus II, sebanyak 19 siswa atau 49,72% siswa kelas X.2 memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali), dan 20 siswa atau 51,28% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). Dari tabel 4.7 juga dapat diketahui bahwa pada siklus II tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup), D (kurang), maupun E (gagal). Itu berarti bahwa pada siklus II, 100% siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%. Tabel 4.8 Penguasaan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus II
No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 66,15 77,95 72,82 82,56 5 20 7 16 1 11 29 21 32 3 3 2 6 83,08 82,05 84,62 7 6 7 19 23 16 Skor 5 Sangat Baik 13 10 16 Jumlah Siswa

Berdasarkan tabel 4.8, dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hanya lima siswa yang memperoleh skor 2 (kurang), sedangkan 33 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup), 4 (baik), dan 5 (sangat baik). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada setiap subaspek penilaian pada siklus II. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II, hanya 1,83% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 2 (kurang), yakni hanya pada subaspek organisasi; sedangkan 23,44% siswa memperoleh skor 3 (cukup); 55,31% siswa memperoleh skor 4 (baik); dan 19,42% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, pada siklus II sudah baik. 4.2.2.4 Refleksi Tindakan Siklus II Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan hingga tahap evaluasi, kegiatan refleksi juga dilaksanakan pada siklus II. Pada tahap refleksi, diidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus II. Melalui kegiatan refleksi, diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan yang terjadi selama proses tindakan siklus II. Refleksi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan siklus II. Seperti pada siklus I, pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II tidak hanya berpusat pada guru, tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru, tetapi juga dari siswa sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan guru selama proses pembelajaran menulis deskripsi pada siklus II, siswa lebih memahami langkah-langkah menyusun karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap prapenulisan, siswa tidak lagi kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan pengamatan kelima indera. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera pada siklus I tidak lagi dilakukan pada siklus II karena adanya pertanyaan panduan yang diberikan guru. Pada tahap penulisan, siswa juga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimatkalimat. Seperti pada siklus I, hasil karangan deskripsi seluruh siswa pada siklus II juga tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Bahkan, siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Kelemahan siswa pada siklus II adalah mereka masih lemah dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. Namun, kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus II, ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada siklus II, tidak ada lagi siswa yang memperoleh nilai di

1 Kemampuan Siswa Kelas X. dan diksi.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. masih banyak kalimat siswa yang menimbulkan kerancuan makna. Pengulangan kata juga masih dilakukan karena perbendaharaan kata yang kurang. Namun. rata-rata siswa lemah pada subaspek organisasi. dan (c) ejaan. pada subaspek kalimat. dan (c) kreativitas imajinasi.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus I.2 SMA Negeri 1 . kerincian.3 Hasil Tindakan Pada hasil tindakan. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat.1. kreativitas imajinasi. 4.3. kalimat.1.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I Dari beberapa subaspek.bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. (b) kerincian. (b) diksi. (2) aspek organisasi. yakni 65%. Rata-rata kemampuan siswa kelas X.3. aspek yang dinilai dalam karangan deskripsi siswa adalah (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian. 100% siswa dikatakan berhasil atau mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. dan ejaan pada siklus I sudah baik. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.3. Dari jumlah siswa keseluruhan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum runtut dan terkait. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sudah cukup. Selain itu. 4.1. 4. Organisasi dalam karangan deskripsi siswa kelas X.

64%. Pada subaspek ini. judul yang dipilih siswa juga sudah sesuai dengan isi. Burung-burung berkicau yang bersautan kesana-kemari. yaitu pegunungan. Di tengah hamparan yang luas. hanya saja masih kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. meski hanya satu siswa. yakni sebanyak 23 siswa. Warna tanah yang terhampar luas kekuning-kuningan menambah permukaan bumi. Alam Kita Di hari yang cerah. Aktifitas penduduk di kaki gunung menunjukkan kehidupan manusia yang begitu damai dan tentram. . Dedaunan yang hijau menambah segarnya suasana. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada aspek ini. Pada aspek kesesuaian siklus I. Angin yang berhembus menerpa dedaunan membawa udara sejuk. sebagian besar siswa memperoleh skor 3 (cukup). Hembusan angin yang menerpa pepohonan menambah indahnya pegunungan. dan RSs. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah cukup sesuai dengan gambar. yaitu FM. Bahkan. Gunung yang menjulang tinggi mencengkeram cakrawala. tetapi judulnya tidak spesifik. yakni EAW. LF. sudah ada siswa yang memperoleh skor 4 (baik). terdapat bangunan yang bertulisan “PEPSI”. Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya sebanyak tiga siswa. Mayoritas siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. yakni sebanyak 12 siswa. Seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus I sudah tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. Kelemahan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian siklus I adalah penentuan judul. langit biru yang membentang luas di atas Gunung Tengger.Purwoharjo pada subaspek kesesuaian mencapai 65. Pada dasarnya. ada yang memperoleh skor 5 (baik sekali).

. dapat diketahui bahwa pada dasarnya isi karangan milik DFD sudah sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. yakni Alam Kita kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan.. Suasana Alam yang Mengagumkan (YLH). Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya satu siswa. Pesona Alam (VW). Kenyamananku (Ru). agar mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. Pemandangan Alam (IPA). yaitu RSs. (karangan DFD) Dari kutipan karangan di atas.. yakni FM dan IAP. Pada subaspek kerincian ini.1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian pada siklus I mencapai 71. Contoh judul karangan lain yang masih belum spesifik di antaranya Pemandangan yang Indah (DD). yakni sebanyak 20 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus I sudah baik. Seharusnya. Pada siklus I. judul yang dipilih. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian.79%. dan beberapa judul lain.3. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (baik sekali).1. Alamku. Hangatnya Dekapan Alam Kita (EAW).2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Rata-rata kemampuan siswa kelas X.. yakni pegunungan. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan . yaitu pegunungan. Namun. Alamku. judul yang dipilih lebih dispesifikkan pada gambar atau objek yang dideskripsikan. 4. Inspirasiku (OYS). Pemandangan Alam (RAL). 16 siswa memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ini.

4. belum sampai pada penggambaran hal-hal atau ciri yang spesifik atau mendetail.1. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ini merupakan rata-rata yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan siswa pada keenam subaspek yang lain. (karangan RSs) Dari kutipan karangan di atas. tampak bahwa objek pegunungan tidak digambarkan RSs secara rinci atau mendetail.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Suasana yang sangat indah ketika kita sedang beristirahat dengan menikmati udara di pagi hari. Pada siklus I.1. masih ada beberapa siswa yang masih lemah dalam merinci objek yang dideskripsikan. Kelemahan siswa dalam merinci objek adalah siswa masih menggambarkan objek yang diamati secara umum. Suara penduduk sedang bekerja di ladang. Menatap indahnya langit biru beserta gunung dan tumbuhan di sekitarnya. mengapa sampai menimbulkan rasa senang. . rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mencapai 74.87%.. Berikut kutipan karangan berjudul Indahnya Gunung di Pagi Hari yang dalam subaspek kerinciannya masih kurang. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus I.3. 17 siswa mampu mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). Alangkah senangnya hati ini seandainya bisa berlibur dengan keluarga dengan mendengar kicauan burung beserta suara penduduk yang sedang bekerja di sana. 15 siswa lain mampu . Pagi itu terdengar suara kicauan burung... Keindahan pegunungan yang digambarkan tidak ditunjukkan melalui penyebutan ciri-ciri indahnya gunung yang dideskripsikan seperti apa.merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. Namun. dan beberapa aspek lain terkait objek yang dideskripsikan sehingga pembaca sulit memahami atau merasakan apa yang dimaksud penulisnya.

Panorama Alam di Pagi Hari Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi.. 4. ada tujuh siswa yang berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan sehingga dapat memperoleh skor 5 (baik sekali). (karangan AFM) . Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) hanya sebanyak lima siswa. Sungai yang mengalir membawa kehidupan baru Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada saat itu. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. yaitu DSM. CDS. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. dan VAP.3.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus I masih lemah.. DD. dan membuat kita untuk giat bekerja . mencecap. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa di ajak melanjutkan tidur.mengembangkan imajinasi empat indera sehingga memperoleh skor 4 (baik). dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). Sedangkan 21 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup).1. dan YEJ. OYS. PAS.. Ketujuh siswa tersebut adalah AFM. Mereka mampu menggambarkan objek pegunungan berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. mendengar. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. tetapi juga tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). PAS. PCK. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus I hanya mencapai 55. DSM. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang pada aspek organisasi. DW. mecium. Bahkan.90%.

Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. Selain itu.1.3. yaitu karangan milik PCK. digunakan pada lain paragraf. Ada beberapa siswa yang yang kurang tepat dalam menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. ratarata kemampuan siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 57.95%. Kalimat yang . sedangkan 14 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). Contoh kutipan karangan milik AFM menunjukkan lemahnya siswa dalam aspek organisasi. Pada subaspek kalimat.3. kalimat yang disusun siswa juga kurang efektif. Kelemahan siswa pada subaspek kalimat terletak pada kesalahan tata bahasa dalam kalimat yang disusun. Pada siklus I. karangan menjadi kurang terarah. Akibatnya.Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan AFM belum menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya. 4.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4.1. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. AFM tidak menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus atau sebaliknya sehingga karangan kurang runtut.1 Kemampuan pada Subaspek Kalimat Kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus I masih lemah. ada satu siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).3. yakni minimal mengandung unsur Subjek-Predikat (S-P). Alat kohesi yang seharusnya digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf. Gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf. disusun dalam paragraf yang lain sehingga antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf kurang mempunyai keterkaitan. Siswa tersebut menyusun kalimat yang hanya terdiri dari unsur subjek saja. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). Alat kohesi juga tidak digunakan dengan tepat.

Aktivitas gunung yang tiada hentinya dan embun pagi yang menyelimuti gunung menandakan pagi yang sangat sejuk dan cerah.97%. Aktivitas mulai berlangsung kembali sama halnya yang sering dilakukan. seperti yang terdapat pada kutipan karangan siswa berikut. Di pagi hari yang cerah dan menyejukkan ada beberapa pemandangan alam yang sangat indah. dan YBA. disusun menjadi satu kalimat oleh siswa. Satu siswa. Contoh kalimat yang dimaksud terletak pada kutipan karangan sebagai berikut. . DW. Siswa menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang.3. yakni AFM. yakni ARK. IPA.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I juga lemah pada subaspek diksi. DRS. Kelima siswa tersebut adalah DD.3. Selain itu. Hanya lima siswa yang memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. yakni sebanyak 28 siswa. penggunaan diksi beberapa siswa juga kurang tepat sehingga mengganggu pemahaman makna..seharusnya disusun menjadi dua atau tiga kalimat. memperoleh skor 1 (sangat kurang). RN. Pabrikpabrik mulai menjalani aktivitas kembali. DSM. dan RSs. Sebagian besar siswa. Kendaraan yang sebelumnya masih diselimuti kabut sekarang sudah tampak keramaian jalan tersebut untuk memulai kembali aktivitas semua warga. Dan tampak sekali aktivitas anak sekolah yang mengikuti kegiatan olahraga dilapangan sepak bola yang masih cuaca . Menatap indahnya gunung di pagi hari membuat kita menghilangkan beban pikiran kita ditambah lagi pepohonan yang sangat segar-segar karena terkena embun di pagi hari dan kicauan burung-burung yang keluar dari pegunungan itu juga kabut disekitar gunung. Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I kurang bervariasi. PCK.. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus I hanya mencapai 58. dan lima siswa memperoleh skor 2 (kurang). (karangan berjudul Suasana Gunung di Pagi Hari milik PCK) 4. memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek diksi.1..

PCK. ARK. di antaranya DD. sebagian besar siswa sudah dapat memperoleh skor 4 (baik). 4..3.1. yakni sebanyak 21 siswa. dan imbuhan yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsi. Is. Bahkan. Kesalahan siswa dalam menuliskan kata yang sesuai dengan EYD jarang ditemukan dalam karangan deskripsi siswa pada siklus I. huruf kapital. yaitu 65. indah. Pada subaspek ini. Tak mau ketinggalan juga suara burung yang bersahut-sahutan membuat suasana yang asri dan masih alam. Pada dasarnya. cerah.3. yakni AAS. IPA. dan YEJ.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Penilaian siswa pada subaspek ejaan dilihat dari kemampuan siswa dalam menuliskan kata. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ejaan sebanyak 10 siswa. tanda baca. tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). RSy. yakni BVS dan FAS. beberapa kata juga digunakan tidak tepat sehingga mengaburkan makna.64%. DEW. misalnya kata-kata yang terletak pada dua kalimat terakhir. Kelemahan siswa pada subaspek ejaan terletak pada . OYS. RAL. dan YLH. Hal itu terlihat dari kata sejuk. kemampuan siswa dalam menyusun karangan dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sama dengan rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian. PAS. EAW. aktivitas. . DW. pada siklus I.. Pada siklus I. Tetapi.. Pada subaspek ini. Selain itu.bersahabat. RSs. dan beberapa kata lain yang digunakan berulang-ulang oleh ARK dalam karangannya. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan sudah baik. (karangan berjudul Pesona Alam di Pegunungan milik ARK) Kelemahan siswa pada kutipan karangan di atas terletak pada diksi yang monoton dan ketidaktepatan penggunaan kata. masih ada enam siswa yang meperoleh skor 2 (kurang). ada dua siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). kata depan.

.. Sebagian besar siswa juga kurang mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. seakan mengelilingi Gunung yang menjulang tinggi itu. dan awalan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek. di antaranya penggunaan tanda baca dan penulisan kata ulang.2 Kemampuan Siswa Kelas X. Meski rata-rata kemampuan siswa dalam . 4. terutama dalam penggunaan huruf kapital dan kata depan di.. Berikut contoh kelemahan siswa dalam subaspek ejaan terkait dengan kesalahan penggunaan tanda baca.kesalahan penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Hal ini sudah dapat dilihat dari penulisan judul pada kata pegunungan yang seharusnya menggunakan huruf kapital di awal kata. Disekitarnya terlihat pohon-pohon cemara yang berwarna Hijau. Sungai dengan air yg berwarna biru jernih mengaliri diantara Bebatuan Besar. huruf kapital. Tampak banyak kesalahan penggunaan ejaan di dalam karangan BVS. Disini terlihat Bukit2 kecil yang membentang luas. kesalahan penggunaan tanda baca yang terlalu sering dalam suatu karangan dapat mengganggu pemahaman makna. tetapi BVS menggunakan huruf kecil. Padahal. penulisan kata depan. maupun kebahasaan pada siklus II sudah baik. .3. organisasi. Kesalahan-kesalahan lain juga dapat dilihat pada isi karangan. baik pada aspek isi. Indahnya Alam pegunungan Terlihat dari jauh warna Biru. Langit biru yang memayungi gunung ini terlihat begitu segar. begitulah yang nampak dari Gunung ini.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II Rata-rata kemampuan siswa kelas X. (karangan BVS) Kutipan karangan di atas menunjukkan kelemahan siswa dalam menggunakan ejaan.

4. dan 13 siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah sesuai dengan gambar. Pada subaspek ini.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mencapai 83. RAL. GA.2. Judul yang dipilih siswa juga sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan sehingga mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. Kelemahan siswa dalam menentukan judul juga tidak ditemukan pada siklus II.mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. maupun 1 (sangat kurang). Seluruh siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar.3.3.2. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 2 (kurang). yaitu pantai. RSs. Rata-rata kemampuan siswa kelas X.1. seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus II tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya tujuh siswa. dan YI. 19 siswa memperoleh skor 4 (baik). EAW.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. FAS. dengan didukung judul yang spesifik. Pada subaspek kesesuaian pada siklus II. yaitu AAS. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sangat baik. Panorama Pantai yang Indah .1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus II.08%. Seperti halnya pada siklus I. tetapi kelemahan siswa dalam aspek organisasi tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi.

YBA. . Bagaikan surga yang tercipta didunia. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya sebanyak enam siswa. yakni Panorama Pantai yang Indah. IPA.Di keheningan pagi yang cerah terlihat pemandangan pantai yang begitu indah. EAW. Kilauan Laut Biru dan Keindahan Pesisir Penentram Hati (FM). Judul yang dipilih. sedangkan 10 siswa lain mampu memperoleh yakni 5 (sangat baik). LF. Indahnya Panorama Pantai (YA). Enam orang siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) adalah BVS. .05%. Pantai Indah di Bawah Lindungan Langit Biru (DRS). Ru. FM. Keelokan Pesisir Pantai (RAL).3.1... 4. Hamparan rerumputan yang hijau ditepian pantai bagaikan permadani yang terajut indah. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. YEJ. yakni sebanyak 23 siswa.. FAS. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. dan Is. yaitu “pantai”. Contoh judul karangan milik siswa lain di antaranya Keindahan di Pesisir Pantai (ARK).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo pada subaspek kerincian pada siklus II mencapai 82. dapat diketahui bahwa pada isi karangan milik VAP sangat sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. sedangkan siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal adalah DSM. IAP. Langit biru yang luas melambangkan keindahan tiada batas. kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus II juga sangat baik. Tarian ombak yang gumulai seakan mengajak untuk mengikuti iramanya. (karangan VAP) Dari kutipan karangan di atas. pembaca sudah mampu membayangkan apa yang akan digambarkan dalam karangan. DD. DEW. Lambaian dahan pohon kelapa seakan mengajak kita untuk ikut menikmati indahnya pantai itu. Suasana Pantai yang Indah di Pagi Hari (Is). sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. OYS. dan judul-judul lain yang juga sudah menunjukkan kesesuaian dan kespesifikan.2. Di tepian pantai terlihat pasir putih seakan menikmati tarian ombak tiada henti.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Seperti pada subaspek kesesuaian. dan YA. Dengan membaca judulnya saja.

4. Sungguh indah pemandangan pantai pemandangan pantai pagi itu.3. Ketenangan suasana pantai diiringi belaian angin yang mesra membawa aroma khas pantai. tampak bahwa objek pantai digambarkan AFM dengan rinci atau mendetail.2. (karangan AFM) Dari kutipan karangan di atas. Laut biru yang membentang terlihat begitu indah. Suara ombak yang bergemuruh terdengar menghibur hati. Kaki langit begitu jelas terlihat karena tidak pulau menghalangi.. Setiap ciri yang terdapat pada gambar atau objek disebutkan secara rinci oleh siswa. Seperti pada siklus .1. Hembusan angin sepoi-sepoi melambaikan daun kelapa yang hijau. Panorama Pantai di Pagi Hari Menatap pantai di pagi hari sungguh menyenangkan. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya.Pada siklus II. Berikut kutipan karangan yang menunjukkan bahwa siswa mampu merinci objek secara mendetail.. Sejauh mata memandang hanya laut yang terlihat. Setiap ciri yang menunjukkan panorama pantai di pagi hari disebutkan secara rinci oleh siswa sehingga pembaca lebih mudah memahami objek yang dideskripsikan dan dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya. Ombak yang saling mengejar menghiasi beningnya air panas. Butir-butir pasir yang berkilau bagai intan permata menambah kesan indah pantai pagi itu. .3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek..

tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).2. pendengaran.15%. Bahkan. siswa yang dapat memperoleh skor 5 (baik sekali) karena berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan. DFD. Mereka kesulitan dalam mengembangkan imajinasi penciuman dan pencecapan. mecium. juga sebanyak 16 siswa. dan YLH. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya.62%. hanya tujuh siswa mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). dan perabaan. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi. 16 siswa lain sudah mampu mengembangkan imajinasi empat indera. mendengar. Pada siklus II. Mereka mampu menggambarkan objek pantai berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. sehingga memperoleh skor 4 (baik). Namun. Tetapi. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus II mencapai 66. Pada subaspek ini. tetapi rata-rata siswa dalam mengorganisasikan karangan sudah baik. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus II merupakan rata-rata siswa yang paling tinggi dibandingkan dengan keenam subaspek lainnya. PAS. DW. Ketujuh siswa tersebut adalah CDS. mencecap. IFB.I. 4. Pada aspek organisasi pada siklus II.3. EAW. yakni mencapai 84. Rata-rata ketujuh siswa tersebut mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan indera penglihatan.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Meski rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus II merupakan rata-rata yang paling rendah jika dibandingkan dengan keenam subaspek yang lain. masih ada siswa yang . Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi sangat baik.

DW. dan yang memperoleh skor 3 (cukup) sebanyak 20 siswa. Meski gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf disusun dalam paragraf yang lain.. (karangan RN) Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan RN cukup menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya. GA. Terjalnya batu karang di pinggir pantai menjadi saksi betapa indahnya pantai itu. tetapi RN telah menggunakan alat kohesi dengan tepat dalam setiap paragrafnya. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. yakni sebanyak lima siswa. Lima siswa tersebut adalah DFD. Betapa indahnya pemandangan pesisir pantai itu. Laut yang luas tanpa batas disertai desir ombak yang menggulung-gulung semakin menambah indah suasana. dan RAD. meski keterkaitannya masih kurang. Asinnya air laut serasa hilang termakan oleh indahnya pantai. Pohon nyiur yang melambai-lambai seolah memanggil para pengunjung untuk menikmatai keindahan pantai itu. Pada siklus II. Ditambah lagi keindahan pesisir pantai yang dapat menghibur hati yang sedang lara. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang. Desau angin yang sepoi-sepoi memberikan kedamaian di hati. Indahnya Pesisir Pantai Menatap langit biru di pesisir pantai memang suatu hal yang sangat mengasyikkan. meski hanya tiga siswa. sehingga ada . Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. Langit biru yang membentang seakan menyelimuti pantai dari terpaan hujan. VW. . dan YI.. Halusnya pasir di pesisir pantai menjadi alas bagi para penikmat keindahan. yaitu AFM.memperoleh skor 2 (kurang). RN berusaha menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus. Is..

Pada subaspek kalimat pada siklus II. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat mencapai 77. RAL. yakni minimal mengandung unsur SubjekPredikat (S-P).3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4. kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus II sudah baik. Sebagian besar siswa sudah mampu menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. Dari kejahuan terlihat pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh di tepi . variasi kalimat yang disusun siswa juga cukup. sudah tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang). RSs. Rata-rata kalimat yang disusun siswa sudah efektif dan tidak menimbulkan kerancuan makna. Ketiga siswa tersebut adalah AS. dan YLH.keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya.1 Kemampuan pada Subaspek Tata Bahasa Berbeda dengan siklus I. meski hanya tiga siswa. Pada siklus II. dan DSM. disertai dengan beberapa kalimat kompleks. Menikmati keindahan di pesisir pantai memang menyenangkan. Pada siklus II. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat.95%.3. Contoh kalimat siswa tersebut terletak pada kutipan karangan berikut. OYS. Selain itu. Keindahan pemandangan pesisir pantai tampak begitu menawan. misalnya dengan menggunakan alat kohesi itu 4. CDS. yakni sebanyak 29 siswa. memperoleh skor 3 (cukup). Dalam satu paragraf.2. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. LF. yaitu DW. FAS.2.3.3. Tujuh siswa lain. siswa mampu menggunakan kalimat sederhana. Siswa yang melakukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat seperti yang ditemukan pada siklus I sudah berkurang pada silkus II.

Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II sudah cukup bervariasi. (karangan berjudul Keindahan Pesisir Pantai Solusi Stres milik YI) 4. Barisan batu karang yang terjal mengelilingi pohon kelapa menjadi tempat yang nyaman untuk menatap luasnya samudra yang seolah tak berujung. sudah ada siswa yang mampu memperoleh skor 5 (sangat baik). Perbendaharaan kata yang digunakan siswa cukup luas sehingga siswa jarang menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. Hamparan pasir putih bak ladang kapas menyambut kedatangan kita.pantai. memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi..2. yaitu DD dan DSM.. Pada siklus II. Sebagian besar siswa. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus II mampu mencapai 72. penggunaan diksi siswa juga sudah tepat sehingga tidak mengganggu pemahaman makna.. Daun-daunnya melambai-lambai dan terdengar gemersik karena tertiup angin pantai yang semilir. .3.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II pada subaspek diksi juga sudah baik.. Selain itu. (karangan berjudul Pantai Sejuta Kenangan milik DSM) .. Sejauh mata memandang tampak air laut yang biru dan berkilau.82%. Pada subaspek ini.3.. akan tampak rumputrumput hijau yang bergoyang mengikuti tiupan angin. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada aspek diksi. . Semakin dekat kita menitihkan langkah. sedangkan 16 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). Di bawah langit biru yang luas menyelimuti alam raya tampak nyiur hijau melambai-lambai seolah mengajak siapa saja untuk mendekat menikmati pesona pantai. meski hanya dua siswa. yakni sebanyak 21 siswa. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek ini.

imbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II. yakni AAS. kata depan. kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sangat baik. serta penggunaan huruf kapital dan tanda baca.56%. kesalahan siswa yang sering ditemukan pada subaspek ejaan pada siklus I sudah jarang ditemukan. Diksi yang digunakan dalam karangan DSM sangat bervariasi dan jarang terjadi pengulangan kata. diksi pada karangan DSM juga digunakan secara tepat sehingga tidak mengaburkan makna. dan imbuhan. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. tampak bahwa perbendaharaan kata DSM sangat luas. serta menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsinya. yakni sebanyak 32 siswa. terkait dengan penulisan kata. Bahkan. dan YLH.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Pada subaspek ejaan pada siklus II. siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya satu siswa. 4. Pada siklus II. AS. Bahkan. rata-rata siswa sudah mampu menuliskan kata. Selain itu. FL. sedangkan enam siswa yang lain mampu meperoleh skor 5 (sangat baik).2. Rata-rata siswa juga sudah mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan.3. Panorama Alam Pantai . kata depan. Enam siswa tersebut antara lain AFM.3. rata-rata kemampuan siswa mencapai 82. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun skor 2 (kurang). sedikit sekali ditemukan kesalahan penggunaan ejaan. DEW. CDS.Dari kutipan karangan di atas. dalam setiap karangan deskripsi siswa. Pada siklus II. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada subaspek ejaan.

(karangan AS) Kutipan karangan di atas menunjukkan bahwa AS mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Bau bangkai ikan dan rasa asin air laut seakan menjadi hal biasa. . Setiap kata dalam karangannya dituliskan dengan tepat sesuai dengan EYD. Alunan ombak dan hembusan angin yang mengenai dedaunan terasa menghidupkan suasana. Sebagian besar siswa kelas X. Hamparan pasir putih dan karang-karang seakan menyejukkan jiwa.. Ombak yang menggulung terlihat begitu indah. Begitu juga dalam penulisan kata ulang. Pohon-pohon kelapa yang tertiup angin terasa mengisi kesunyian di pantai itu. . AS tidak lagi mengalami kesulitan. Dalam karangan deskripsi AS tidak ditemukan sama sekali kesalahan penggunaan ejaan. Di bawah hamparan langit biru yang luas terlihat perahu-perahu nelayan sedang mencari ikan.Tampak dari kejahuan langit biru di atas lautan yang luas. Suara burung-burung yang berkicau terdengar menghibur hati.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang lain juga sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menggunakan ejaan yang tepat sesuai dengan EYD. Hal ini dapat dilihat dari minimnya kesalahan penggunaan ejaan pada karangan deskripsi siswa yang lain. serta penggunaan tanda baca dan huruf kapital.. kata depan di..

Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto. atau teknik yang berbeda dari biasanya. metode.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi.BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan paparan data pada Bab IV. yang meliputi (1) temuan proses pembelajaran dan (2) temuan hasil penelitian. dkk. 5. Dalam penelitian ini. pada bab V ini disajikan pembahasan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.1 Temuan Proses Pembelajaran Penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X. peneliti menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk . pendekatan. (2007:11) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara.

Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan mampu menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. .meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun pada tahap perencanaan.

kegiatan siswa difokuskan pada pengumpulan bahan untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan ide pada tahap penulisan. mulai dari tahap perencanaan hingga refleksi. Pada tahap penyuntingan dan revisi. yaitu (1) tahap prapenulisan. penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. yakni (1) tahap pramenulis. (3) observasi atau pengamatan. (2) tahap pembuatan draf. (2) pelaksanaan tindakan. (3) tahap penyuntingan dan revisi.Proses menulis karangan deskripsi siswa terdiri dari empat tahap. Pada tahap publikasi. (3) tahap merevisi. dan (5) tahap berbagi (sharing) atau publikasi. Sesuai dengan rencana. dan (4) tahap publikasi. dengan empat tahap pada masing-masing siklusnya. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. dkk. yakni siklus I dan siklus II. kegiatan siswa difokuskan pada pengembangan bahan yang telah diperoleh pada tahap prapenulisan. Penentuan tahap proses menulis siswa dalam penelitian ini didasarkan pada pendapat Tompkins (dalam Kurniawan. Tindakan yang diberikan adalah penggunaan “gambar” dan “imajinasi” dalam . (4) tahap menyunting. 2007:3) yang menyajikan lima tahap dalam proses menulis. kegiatan siswa difokuskan pada kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan agar karangan awalnya menjadi lebih baik dengan mengacu pada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. (2) tahap penulisan. kegiatan siswa difokuskan pada upaya pemublikasian hasil karangan deskripsi siswa dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas agar siswa mengetahui manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. dan (4) refleksi.. Pada tahap prapenulisan. yakni (1) perencanaan tindakan. Penentuan empat tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. Pada tahap penulisan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan tindakan.pembelajaran menulis deskripsi agar kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kemampuan sebelum diberi tindakan. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. (4) Siswa lebih memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. (2) penulisan. siswa dapat memahami tahapan yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. terutama pada aspek isi dan kebahasaan. dan (4) publikasi. yakni (1) prapenulisan. (2) Siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. Kemampuan . sedangkan tindakan siklus II dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I. (3) penyuntingan dan revisi. Siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan kesesuaian. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi. Tindakan siklus I dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. dan kreativitas imajinasi yang baik. (3) Dari proses menulis yang dilaksanakan. (1) Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. beberapa kelebihan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. kerincian. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

Langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. Siswa kurang mampu menyusun gagasan secara runtut dan terkait dalam karangan deskripsinya.siswa pada aspek kebahasaan juga baik. Langkah-langkah pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini didasarkan pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. dan digabungkan dengan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II. ataupun ejaan. Kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah kelemahan siswa dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. menggunakan diksi. baik dalam menyusun kalimat. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi tindakan yang diberikan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. (1) Pendahuluan . (5) Siswa sudah mampu mengembangkan imajinasi kelima inderanya ke dalam tabel hasil imajinasi indera sehingga dapat menyusun karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. peneliti menemukan langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada aspek yang lain. Namun.

(a) Guru membangun pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi dan macammacamnya. (e) Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. baik dari aspek isi. guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. (d) Guru menjelaskan makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera dengan memberikan pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. sekaligus manfaat masing-masing langkah. Sebagai latihan. (c) Guru menguatkan pemahaman siswa dengan menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi mulai dari tahap prapenulisan. organisasi. dan . (f) Guru menjelaskan cara menentukan judul dan kriteria judul yang baik dalam karangan. Pertanyaan panduan yang diberikan guru mengacu pada judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera yang digunakan dalam menulis karangan deskripsi. hingga publikasi. penyuntingan dan revisi. penulisan. maupun kebahasaan agar siswa dapat menulis karangan deskripsi dengan baik. (b) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk membangun pemahaman siswa terkait langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. kemudian siswa diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut. dengan menyajikan beberapa contoh agar siswa mengetahui macam-macam karangan deskripsi dan dapat membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan yang lainnya.

(Tahap Prapenulisan) (d) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dengan memperhatikan syarat penulisan karangan deskripsi yang baik. dan kebahasaannya. (b) Guru membimbing siswa untuk menentukan judul karangan sesuai dengan topik (objek) dan tujuan penulisan. (c) Guru membimbing siswa untuk mengamati gambar dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar menggunakan kelima indera.menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru sesuai dengan syarat penentuan judul yang baik. . (2) Inti (a) Guru memberikan tema kepada siswa. Judul dapat diperbaiki di akhir penulisan karangan (pada tahap revisi) dengan menyesuaikannya dengan isi karangan. dan mengajak siswa untuk belajar menyunting dan merevisi karangan tersebut dengan memperhatikan aspek isi. Pemilihan gambar didasarkan pada lingkungan terdekat siswa. (Tahap Penulisan) (e) Guru membangun pemahaman siswa terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penyuntingan dan revisi dengan memberikan contoh karangan yang terdapat banyak kesalahan pada siswa. Guru membagikan gambar sesuai dengan tema dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. organisasi.

(f) Guru meminta salah satu siswa untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Siswa yang lain bersama guru mengomentari karangan deskripsi yang dibacakan siswa di depan kelas, terkait dengan hasil karangan dan cara pembacaannya. (g) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar terhadap hasil karangan teman, baik dari segi isi, organisasi, maupun kebahasaannya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari, masing-masing karangan dikembalikan pada pemiliknya, kemudian direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran perbaikan dari teman. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (h) Guru juga membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas dan menempelkannya di dinding atau di mading kelas. (Tahap Publikasi) (3) Penutup (a) Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (b) Guru membimbing siswa untuk mengingat dan menyimpulkan keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. (c) Guru menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan. 5.2 Temuan Hasil Penelitian

Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi diukur dari pencapaian nilai siswa berdasarkan standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa dikatakan berhasil atau mampu menulis karangan deskrispsi apabila rata-rata nilai yang diperoleh siswa dapat mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pedoman tingkat keberhasilan siswa disusun oleh peneliti bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan mengacu pada rujukan yang ada, dan disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berikut pedoman tingkat keberhasilan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 5.1 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi
Pencapaian (%) Kualifikasi Angka Kategori Nilai Huruf Tingkat Keberhasilan

80−100 65−79 56−64 40−55 20−39

5 4 3 2 1

A B C D E

Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berhasil Berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245)

Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap karangan deskripsi siswa, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Jika pada tahap pretes (sebelum diberi tindakan) rata-rata kemampuan awal siswa dalam

menulis karangan deskripsi hanya mencapai 45,79%, rata-rata kemampuan siswa setelah diberi tindakan siklus I mampu mencapai 64,40%. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18,61% setelah diberi tindakan siklus I. Namun, meski sudah mengalami peningkatan, rata-rata kemampuan siswa pada siklus I masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan, seperti halnya rata-rata kemampuan siswa pada tahap pretes. Permasalahan yang dihadapi pada siklus I terletak pada kelemahan siswa dalam membuat organisasi yang baik, menyusun kalimat, dan menggunakan diksi dalam karangan deskripsinya. Oleh karena itu, diupayakan perbaikan tindakan pada siklus II untuk mengatasi permasalahan pada siklus I, yakni dengan pemilihan gambar pantai, pengubahan tabel hasil imajinasi indera, penggunaan bagan untuk memberikan penjelasan tentang langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, dan pemberian pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Siswa juga diberikan tambahan materi terkait dengan perumusan judul, penyusunan kalimat, dan penyusunan organisasi dalam karangan. Dengan perbaikan tindakan yang diberikan, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,06% sehingga mencapai 78,46%. Peningkatan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut. Tabel 5.2 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II
Hasil Evaluasi Pretes Persentase (%) Siklus I Siklus II

143 sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). yakni sebesar 53.02%. jumlah siswa yang berhasil dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I sudah mengalami peningkatan yang cukup tinggi. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek kalimat. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) hanya dua siswa.79 64. yakni (1) aspek isi yang meliputi subaspek kesesuaian. dan ejaan. pada tahap pretes. 100% siswa dari jumlah siswa keseluruhan mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. kerincian. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) sebanyak 20 siswa. Pedoman penilaian ini mengacu pada panduan . Pada siklus II.15% siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. meski hanya satu siswa. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali) pada siklus II adalah 19 siswa.85% . Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Peningkatan yang sangat pesat terjadi setelah dilaksanakannya tindakan siklus II. (2) aspek organisasi. Dari jumlah siswa keseluruhan.Rata-rata Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa dalam Satu Kelas 45. dan kreativitas imajinasi. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B ( baik) pada siklus I sebanyak 17 siswa.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang berhasil mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. yakni 65%. Pada tahap pretes. hanya 5. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). diksi. 46.40 78. yakni sebesar 41. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. Pada siklus I.46 Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa.

yang sudah diadaptasi oleh peneliti.3 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Isi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Siklus I Siklus II . organisasi. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. Peningkatan rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada setiap aspek adalah sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek isi dapat dilihat pada tabel 5. yakni subaspek (1) kesesuaian. (2) kerincian. 1) Peningkatan pada Aspek Isi Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek isi dilihat dari tiga subaspek. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.3 berikut. kemampuan siswa meningkat pada setiap subaspeknya. 38―39). dan ejaan dan tanda baca. tata bahasa. Tabel 5.penyekoran atau penilaian karangan menurut Basuki (1997.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspek. dapat diketahui adanya peningkatan ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Dari hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Dari ketiga subaspek pada aspek isi. dan (3) kreativitas imajinasi. kosa kata. yang menunjukkan bahwa komponen yang dinilai dalam karangan di antaranya pengembangan topik.

Jadi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kesesuaian hanya mencapai 44.3. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 21.62%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek kerincian hanya mencapai 58.87 83. setelah diberi tindakan pada siklus II. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.46% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 38.08%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.64 71.46%. Pada tahap pretes. Pada siklus II.02% sehingga mampu mencapai 65.46 40 65.44% dari siklus I sehingga mampu mencapai 83. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.08 82. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.62 Berdasarkan tabel 5. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan .62 58.Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. Pada tahap pretes. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.05 84. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian kembali mengalami peningkatan dari siklus I.64%.79 74. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 17.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.

59% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. Pada tahap pretes. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi dapat dilihat pada tabel 5.62% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 23. Pada siklus II.87% sehingga mampu mencapai 74.26% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. Rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.87%. Seperti .33% sehingga mampu mencapai 71. mengalami peningkatan sebesar 44. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan dari siklus I.79%. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 34. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian dan kerincian. Jadi. setelah diberi tindakan pada siklus II.4 berikut. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi hanya mencapai 40%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kreativitas imajinasi 2) Peningkatan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa kelas X. Pada aspek isi.sebesar 13.05%. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 10.

77%.15%. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.4 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Organisasi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Organisasi Organisasi 50. 3) Peningkatan pada Aspek Kebahasaan . kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 5.25% dari siklus I sehingga mampu mencapai 66.4.62%.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi juga mengalami peningkatan dari siklus I. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek organisasi juga mengalami peningkatan dari siklus I. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. pada aspek organisasi.90 Siklus II 66.75% dari siklus I sehingga mampu mencapai 84. Jadi.15 Berdasarkan tabel 5. Pada siklus II.90%. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 9. kemampuan siswa pada subaspek organisasi hanya mencapai 50. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 10. Pada siklus II. setelah diberi tindakan pada siklus II.halnya pada subaspek kesesuaian dan kerincian.13% sehingga mampu mencapai 55. setelah diberi tindakan pada siklus II. Tabel 5.77 Siklus I 55. baik pada siklus I maupun siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada tahap pretes.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan sebesar 15.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek kebahasaan dapat dilihat pada tabel 5.95 72.64 Siklus II 77. (2) diksi. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat kembali mengalami peningkatan dari siklus I. dari ketiga subaspek pada aspek kebahasaan. yakni subaspek (1) kalimat. Pada siklus II. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.56 Berdasarkan tabel 5.Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek kebahasaan dilihat dari tiga subaspek. Seperti halnya pada aspek isi.97 65.95 58.67 37.5.56 Siklus I 57. Pada tahap pretes. setelah diberi tindakan pada siklus II.5 berikut. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 44. dan (3) ejaan. kemampuan siswa .67%. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 13.28% sehingga mampu mencapai 57. kemampuan siswa juga meningkat pada setiap subaspeknya. Tabel 5.95%.82 82.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.5 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Kebahasaan Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Kebahasaan Kalimat Diksi Ejaan 46. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.44 42. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 35. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan dari siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.85% dari siklus I sehingga mampu mencapai 72. setelah diberi tindakan pada siklus II.44%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 23. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.97%.95%. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan dari siklus I. Pada tahap pretes. Pada tahap pretes. . Seperti halnya pada subaspek kalimat dan diksi.53% sehingga mampu mencapai 58. kemampuan siswa pada subaspek diksi hanya mencapai 37. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 13. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Pada siklus II.08% sehingga mampu mencapai 65.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.64%.28% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 21.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 31.pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I sehingga mampu mencapai 77. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Jadi.82%. kemampuan siswa pada subaspek ejaan hanya mencapai 42. Jadi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.56%.

56%. yakni berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca (Gunawan. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 16. siswa dapat lebih mudah dalam menemukan ide atau bahan tulisan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi. Pada siklus II. Penggunaan imajinasi dalam proses menulis karangan deskripsi dapat memperkaya ide sehingga siswa mampu mengembangkan karangan deskripsi yang lebih hidup dan dapat diimajinasikan dengan kelima indera. yakni aspek isi. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Penggunaan imajinasi sesuai dengan tujuan penulisan karangan deskripsi dalam penelitian ini. Dengan menggunakan gambar.92% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. imajinasi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. 1997:13).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I maupun siklus II. dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar dan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspek. Hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. siswa menjadi lebih kreatif . Berdasarkan paparan di atas.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan mampu mengalami peningkatan sebesar 40%. Dengan imajinasi. dan kebahasaan. kemampuan siswa kelas X. jika dibandingkan dengan subaspek kalimat dan diksi.setelah diberi tindakan pada siklus II. organisasi. Hasil penelitian ini mendukung pendapat Nurhaeni (1997:17) yang menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. Peningkatan pada subaspek ejaan merupakan peningkatan yang paling besar pada aspek kebahasaan. Selain gambar.

dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan.dalam mengembangkan karangan deskripsi. . Juga pendapat DePorter & Hernacki (2002:191) yang menyatakan bahwa dengan imajinasi. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. Hal ini sesuai dengan pendapat Ricoeur (dalam Tedjoworo. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. 2001:55) yang menyatakan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. Menurut Ricoeur.

Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.BAB VI PENUTUP Pada Bab VI ini dipaparkan simpulan dan saran yang berhubungan dengan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18.46%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.40%. 6.79% sehingga pada siklus I mampu mencapai 64.61% dari tahap pretes yang hanya mencapai 45. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.67% dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal yang disyaratkan. Pada siklus II.06% dari siklus I sehingga mampu mencapai 78. dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32. . rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 14.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada Bab IV dan dibahas pada Bab V. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X.

.Peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi juga dapat dilihat pada setiap aspeknya. dengan simpulan sebagai berikut.

guru Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa untuk . dengan peningkatan sebesar 15. 6.28% pada subaspek kalimat. dan 40% pada subaspek ejaan. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal 65% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (2) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dan 44. Oleh karena itu. 35. (3) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.59% pada subaspek kerincian. 1) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.46% pada subaspek kesesuaian. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peneliti selanjutnya disarankan sebagai berikut. 2) Berdasarkan studi pendahuluan.2 Saran Berdasarkan simpulan di atas.38% pada subaspek diksi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.(1) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dengan peningkatan sebesar 31. ditemukan bahwa guru Bahasa Indonesia hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan langsung memberikan tugas menulis kepada siswa.62% pada subaspek kreativitas imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. dengan peningkatan sebesar 38. karena berdasarkan hasil penelitian. 23.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.38%.

sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. penulisan. 3) Guru Bahasa Indonesia disarankan untuk membimbing siswa melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis. yakni tahap prapenulisan. penyuntingan dan revisi. .melaksanakan aktivitas belajar dan menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai. sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 4) Peneliti lanjutan disarankan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. dan publikasi.

Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Azhar. Ahmadi. Skripsi tidak diterbitkan. . Basuki. Komposisi Bahasa Indonesia. 1997. Jakarta: Raja Grafindo Persada. & Ridwan. Wacana Bahasa Indonesia. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Malang: P3T IKIP Malang. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Rohmah. Arikunto. Arsyad. 1995. 1980/1981. Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Malang: Depdiknas Universitas Negeri Malang.. Akhadiah.DAFTAR RUJUKAN Ahmadi. dkk. Alyunusia. Suharsimi.H.G. Jakarta: Erlangga. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. 2002. Suhardjono & Supardi. Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. M. 2002. 2001. Jakarta: Bumi Aksara. M. Mukhsin. S. Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas I MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. 2007.. Imam Agus. Media Pengajaran. 2003. Suharsimi. 1988. Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia. Arsjad. S. Penelitian Tindakan Kelas. S..

Jakarta: Depdikbud. Dari Peristiwa ke Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia. B. & Nana. Anwar. 2003. Jakarta: Depdikbud & Rineka Cipta. Terampil Mengarang. 3 (1): 59–69. . The Liang. 2007. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Agama dengan Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Kuis Tim Kelas VIB MI Diniyah Puteri Padang Panjang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2005/2006. Belajar Mengarang: Dari Narasi hingga Argumentasi. Dari KBK ke Inovasi: Menembus Kemandegan Pendidikan Kita. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 2006. 2003. 2004. Yogyakarta: Andi. Jakarta: Erlangga. Enre. Jakarta: Gramedia. & Hernacki. Jakarta: Erlangga. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah.BSNP. Jakarta: BSNP. 1997. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas X. Cara Menulis Kreatif. 1988. dkk. 2002.S. 2005. Umar. 2005 (4) :19–23. 22. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. dkk. Jabrohim. Kurniawan. Untuk SMU dan Umum. 2006. Gunawan. 24 Tahun 2006) Badan Standar Nasional Pendidikan. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Ibrahim. Dalvi. Dawud. S. Junus. DePorter. Model Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Lanjut. 23. 1992. M. Terjemah oleh Alwiyah Abdurrahman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Standar Isi (Keputusan Menteri No. Bandung: Kaifa. Kadir.Yogyakarta: Andi. (Online). Hasnun. 1983. Perencanaan Pengajaran. Fachruddin Ambo. 2006. Khaerudin. 2002. Abdul. Gie.dkk. R.

Arifin. diakses tanggal 12 November 2007). Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah.G. Madya. Setyosari. 4(4): 15–21. 2006. (http://www. Parera. Malang: Bayumedia Publishing. Menulis Tertib dan Sistematik. Keterampilan Menulis dan Pengajarannya. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK.php/ptk/ptk-1. & Rivai. & Martutik. Malang: Elang Mas. Rancangan Pembelajaran Teori dan Praktik.ktiguru. Punaji. Jos Daniel. 3 (1): 49–58. Jakarta: Erlangga. 2005. 1997. . 1993. Musbar. 2007.. Sumber Belajar: Kajian Teori dan Aplikasi. Pembelajaran Partisipatif. Sudjana. 2005 (4): 2–3.B. Hubungan Hasil belajar Matematika dengan Penguasaan Kompetensi Gambar Bukaan/Bentangan pada Siswa Kelas II Teknik Pembentukan SMK Karya Padang Panjang. Nurchasanah & Widodo. Media Pengajaran. 2006. diakses tanggal 12 November 2007). 2004.Ialf. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian.doc. 2005. Suwarsih.(Http://Www.Edu/Kipbipa/Papers/KhaerudinKurniawan. B. 1993. Mohammad R. Fungsi Gambar dalam Pengajaran Bahasa Asing. N. B. Nurhaeni. 157 Rani. 2001. Bandung: Sinar Baru Algensindo. A. A. Yasin.. A. Suhaidi.org/index. Nurhadi. Nani. Malang: UM Press. & Senduk. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian Tindakan Kelas Bagian I (Online).

Susetyo. Imaji dan Imajinasi: Suatu Telaah Filsafat Postmodern. Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskriptif dengan Media Gambar. Winkel.S. W. H. Budi. 2001. (http://www. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.php?menu=profile&pro=145. 2005. Wiriaatmadja. 2005. Rochiati. Citria Nilam Asri Cipto.ditplb. . Skripsi tidak diterbitkan. Metode Penelitian Tindakan Kelas: untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Jenis Alat Pengumpul Data. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI) Wijaya. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2006. diakses tanggal 12 November 2007). Tedjoworo. 1996.or. (Online). Psikologi Pengajaran.id/new/index. Jakarta: Grasindo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful