PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.

2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI

OLEH DWI YANI LESTARI NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA,

DAN DAERAH AGUSTUS 2008 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh Dwi Yani Lestari NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA

JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH Agustus 2008 ABSTRAK Lestari, Dwi Yani. 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo Hs, S.H., M.Hum. Kata kunci: kemampuan menulis, deskripsi, gambar, imajinasi. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Meski telah dilaksanakan pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hasil pembelajaran menulis deskripsi di kelas tersebut tidak maksimal. Dari kegiatan studi pendahuluan, diketahui adanya permasalahan dalam proses pembelajaran menulis deskripsi dan kelemahan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi, baik pada aspek isi, organisasi, dan kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%.. Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan, peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi merencanakan tindakan melalui penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan. Dengan menggunakan gambar dan imajinasi, diharapkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April―Mei 2008 di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dengan subjek penelitian siswa kelas X.2. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Data penelitian ini adalah data hasil wawancara, rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa dengan mengacu pada pedoman penyekoran dan standar keberhasilan yang telah ditentukan, diketahui bahwa pada tahap pretes, yakni sebelum menggunakan gambar dan imajinasi, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa hanya mencapai i ii

06% dari siklus I sehingga mencapai 78. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.38% pada subaspek diksi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspeknya. 35. Pada siklus II.59% pada subaspek kerincian. (2) aspek organisasi. 23. dan 44. penulisan.40%. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.61% sehingga mencapai 64.28% pada subaspek kalimat.45. dan 40% pada subaspek ejaan. penyuntingan dan revisi. kemampuan siswa kelas X. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 14. .67% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Untuk peneliti lanjutan disarankan melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain.46% pada subaspek kesesuaian.38%.79% sehingga belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan pada: (1) aspek isi. dan publikasi. (2) menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (3) membimbing siswa untuk melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis. dengan peningkatan sebesar 31. Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. dengan peningkatan sebesar 15. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 18.62% pada subaspek kreativitas imajinasi. yakni tahap prapenulisan. dan (3) aspek kebahasaan. dengan peningkatan sebesar 38.46%. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan: (1) menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32.

Dr. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lebih baik. 1..2 yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan lancar. Dr. Maryaeni.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan kemudahan selama penyelesaian skripsi ini. ridha. selaku Dosen Penguji I dan Dra. 3. Oleh karena itu.Pd.Pd. Dr.Pd. 4. kasih sayang.H. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Dawud. Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi. M. selaku Dekan Fakultas Sastra UM dan Dr. dan siswa siswi kelas X.Hum. M. .Pd. Martutik. M. selaku Ketua Jurusan Sastra Indonesia UM yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.Pd. Ibu Sri Utami. S. M.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas restu. dan nikmat-Nya Yang Luar Biasa sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X. Sumadi. ucapan terima kasih dan penghargaan tiada terkira penulis sampaikan kepada pihakpihak sebagai berikut. Sunaryo Hs. 2. S. M..

doa. dan . Teman-teman Sasindo UM angkatan 2004. CeCe Nikman. ataupun semangat dalam penyelesaian skripsi ini. Bapak. serta kepercayaan. Ita. dan merupakan teman diskusi dan penenang yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini. Henot. serta kepercayaan sehingga penulis bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat keluarga. Bapak Ibu Guru. dan kesabaran yang luar biasa untuk menerima dan mendampingi penulis dalam “kondisi apapun” sehingga bisa menjadi lebih kuat dan tabah menghadapi “segalanya”. khususnya adik sekamar Yupi. Mbak Devi dan Dik Eri. bantuan. yang selalu memberikan kasih sayang. Ibu. dan semua yang pernah memberikan dukungan. Yuni. Na Yoja di Pulau Dewata yang banyak memberikan dukungan dan pelajaran selama penyelesaian skripsi ini. Saudara seatap di rumah kedua TERAM 12 F. dan Rere yang suka mengganggu tetapi juga membantu. 6. 9. sahabat PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang. Risa. juga CeCe Pie-Pie. Dosen.5. Sahabat terdekat. Mas Bibit. 10. yang tidak pernah lelah berbagi dan membantu penulis dalam suka dan duka selama kuliah. kasih sayang. 8. dan Guru Mengaji yang pernah memberikan bimbingan dan ilmu yang bermanfaat untuk mengantarkan penulis meraih harapan dan cita-cita sehingga penulis bisa menjadi orang yang “lebih baik”. dan Adik Tri tercinta di Banyuwangi sebagai motivasi utama bagi penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 7. rekan KKN Wajar Dikdas Wongsorejo-Banyuwangi semester pendek 2007.

penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan skripsi ini. dan apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan.rekan PPL SMP Negeri 1 Malang semester genap 2008 yang pernah berjuang bersama sehingga bisa lebih siap menghadapi “dunia nyata”. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Sebagai manusia biasa. khususnya dalam dunia pendidikan. 11. penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis .

..................................................................... 1........................................ 1............................................................................................................2...............................................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK............................................................................ BAB I PENDAHULUAN 1..........................................................................................................1 Ruang Lingkup Masalah ......... DAFTAR ISI.......1 Latar Belakang................................................................................................................................................................. 1 5 5 6 7 7 8 x xi v vii ix i iii ............................................................................................................................................. 1...... 1..................................................2 Rumusan Masalah ......................... DAFTAR TABEL.............................. DAFTAR KODE NAMA SISWA ........................................... 1................................................................2.. DAFTAR GAMBAR.......... KATA PENGANTAR.......2 Masalah.. DAFTAR LAMPIRAN .......................4 Kegunaan Penelitian.....5 Asumsi Penelitian ............................ 1....3 Tujuan Penelitian...................................

................................................ 2.....1 Pengertian Tulisan Deskripsi .............1.. 2................... 2....................... 2....1.............3...... 2..............................3 Prinsip-prinsip dalam Menulis ...... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2............ 34 2........1.............................. 2....... 2..........................................................1 Hakikat Pembelajaran Menulis ....................................................3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas....2 Menulis sebagai Suatu Proses ..............................................................................3 Pembelajaran Menulis ...1........ 2.................................. 2..........3.............1 Pengertian Gambar dan Imajinasi ...........1 Kemampuan Menulis.................. 2..................................................2 Macam-macam Deskripsi ...............3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi ......6 Definisi Operasional.............3...........................................................2............... 2................................2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi ........2 Tujuan Pembelajaran Menulis ................... 2.2 Menulis Deskripsi.................................................3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis ........................... 2.......2................................4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi .. 2.....4..4......... 9 11 11 13 16 20 20 22 24 27 27 29 31 34 38 42 .......................2..1 Pengertian Menulis ...........4..

............. 3........................................................ 3... 3............ 3.... 3.................................4 Observasi atau Pengamatan ...3 Subjek Penelitian.........................................................3..................... 4.............................................. 3........................3.............1 Lokasi Penelitian ..................1 Studi Pendahuluan...... 3......... 3......................................................................... 3........................... Waktu dan Subjek Penelitian.........8 Pengecekan Keabsahan Data.4 Data dan Sumber Data...5 Teknik Pengumpulan Data.................BAB III METODE PENELITIAN 3.................................................................................................................2..........................................................2 Perencanaan Tindakan .................................1 Data .................................3 Pelaksanaan Tindakan ........... 63 63 45 46 49 50 51 52 53 54 54 55 55 56 56 56 56 58 61 61 ......................1...3 Lokasi...............................6 Teknik Analisis Data........................... 3....... 3......1 Observasi Awal .........................................................2 Waktu Penelitian ..................................................2.............. 3................................1 Rancangan Penelitian...... 3.4......7 Prediksi Hasil......................................... BAB IV PAPARAN DATA 4........................ 3........... 3...................................1 Studi Pendahuluan ...........2..................................3.......................... 3............... 3.....................2 Tahap-tahap Penelitian......................................5 Refleksi.......................................2......................................................4...........2 Sumber Data ......2....

...........3.......2 Kemampuan Siswa Kelas X.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I .................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II ........................................2 4.................2 Pretes ...............................1...............1 Simpulan.............................1 Temuan Proses Pembelajaran....................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I .........2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II ..........................................................................................2 Saran......... BAB VI PENUTUP 6...................................... 64 73 73 95 114 4.................... 5............................................2..2 Temuan Hasil Penelitian .........................2..................................................................................... 158 159 155 152 153 133 140 123 .......... PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ..........................................................................................................3.......... 4.................................. 6..........3 Hasil Tindakan.........................................2 Pelaksanaan Tindakan .....................4.. DAFTAR RUJUKAN....................................................1 Kemampuan Siswa Kelas X...... 4.......................... 4.............................................. 4............................... 115 4...................... BAB V PEMBAHASAN 5...................... LAMPIRAN-LAMPIRAN.................

(4) kegunaan penelitian. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. (5) asumsi penelitian.1 Latar Belakang Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia.BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini dibahas tentang (1) latar belakang dilaksanakan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (3) tujuan penelitian. . 1993:5). mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. Seseorang yang mampu menulis. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. perasaan. Dengan tulisan. dan (6) definisi operasional yang terkait dengan penelitian. (2) masalah penelitian. 1.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri nomor 22. Meski telah dilaksanakan di sekolah. Oleh karena itu. selama ini pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum terlaksana dengan maksimal. Salah satu tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa dapat memiliki kemampuan menulis. khususnya pada siswa kelas X semester 1. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006. baik secara lisan maupun tulis. termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain siswa SD/MI. Acuan tersebut tertuang dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas X semester 1. dan 24 tahun 2006 yang menerangkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk. pembelajaran menulis deskripsi juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. kompetensi dasar menulis deskripsi juga diajarkan pada siswa SMA/MA.Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan yang tercakup dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia. yang isi kompetensi dasarnya adalah Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. 23. Guru hanya sedikit memberikan materi tentang tulisan deskripsi. keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP. 2006:260). 2006:262). diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. kemudian siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi sehingga .

penciuman. Guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. Selain itu.kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. imbuhan. diketahui bahwa siswa kurang mampu menyusun karangan deskripsi dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. di antaranya dengan memilih media pembelajaran yang . perlu diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Bertolak pada permasalahan di atas. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah. baik dalam penggunaan kata depan. ataupun perabaan untuk mengembangkan karangan deskripsi sehingga pembaca kurang dapat melihat dan merasakan apa yang ditulis siswa melalui pancainderanya. Masih banyak terdapat kesalahan penulisan ejaan dalam karangan deskripsi siswa. Siswa kurang memanfaatkan indera yang lain seperti pendengaran. yaitu dari guru pada siswa sehingga siswa lebih banyak mendengar materi dari guru daripada melaksanakan aktivitas belajar. Guru juga enggan memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis deskripsi. Siswa juga hanya mengembangkan hasil pengamatan berdasarkan indera penglihatan saja. dan kurang menggairahkan sehingga siswa menjadi kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar. metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah cenderung menjadikan suasana belajar kaku. pencecapan. monoton. Padahal menurut Dalvi (2006:60). siswa belum mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Pendeskripsian objek dalam karangan siswa tidak fokus dan tidak sesuai dengan judul yang ditulis sehingga pembaca kesulitan untuk memahami karangan secara utuh. maupun tanda baca. Pembelajaran menulis di sekolah perlu dilakukan dengan cara yang lebih baik.

Berdasarkan uraian di atas. Interaksi positif antara guru dan siswa juga dapat dibentuk dengan pemilihan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa. maka dalam penelitian ini digunakan gambar dan imajinasi untuk memudahkan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Menurut Nurhaeni (1997:15). serta perbaikan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah jika dalam penelitian sebelumnya hanya digunakan gambar saja. Selain itu. penggunaan gambar lebih sederhana dan efisien sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi. penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian-penelitian dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran menulis juga perlu dilaksanakan sebagai upaya pembaharuan dalam penelitian dan pembelajaran Bahasa Indonesia.sesuai dan bervariasi. sedangkan Alyunusia (2003) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Perbedaan lain terletak pada subjek dan fokus . dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada pembelajar dengan berbagai usia. dan penelitian yang dilaksanakan oleh Rohmah Alyunusia yang berjudul Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas 1 MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. Berbagai penelitian pernah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Wijaya (2005) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan kinerja siswa dalam menulis deskripsi. Penelitian-penelitian tersebut antara lain berjudul Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Media Gambar oleh Citria Nilam Asri Cipto Wijaya.

Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. diupayakan berbagai cara untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. kompetensi menulis deskripsi salah satunya diajarkan di kelas X semester 1 dengan kompetensi dasar Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP.penelitian. 1. . Oleh karena itu.2 Masalah 1. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. Selain itu.1 Ruang Lingkup Masalah Kompetensi menulis deskripsi merupakan salah satu kompetensi dalam Kurikulum 2006 atau Standar Isi BSNP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dicapai oleh siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA.2. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa pada saat studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa objek yang dideskripsikan siswa dalam karangannya mayoritas berupa tempat atau pemandangan. 2006:262). Pada jenjang SMA. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah diadakan penelitian dalam upaya perbaikan kualitas pengajaran dan peningkatan kemampuan menulis siswa. Pembelajaran menulis deskripsi bukan hanya ditekankan pada hasil yang akan dicapai oleh siswa. yakni siswa SMA. salah satunya dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. tetapi juga proses yang dilaksanakan siswa untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi.

rumusan masalah penelitian ini adalah “Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 Rumusan Masalah Secara umum. 1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (3) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (2) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi? 1.Masalah dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan dan hasil pembelajaran.2.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah. tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (1) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Secara khusus. rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut. sedangkan masalah dalam hasil pembelajaran terkait dengan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi. Masalah dalam pelaksanaan pembelajaran terkait dengan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi?”.

guru.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (1) Kegunaan teoritis Secara teoritis. (2) Kegunaan praktis Secara praktis. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (1) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 1. juga bagi peneliti. sekolah. di antaranya sebagai berikut. hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa. antara lain sebagai berikut. .Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan teori pembelajaran menulis serta menambah kajian-kajian teoritis tentang menulis. (3) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai beberapa kegunaan. sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut.

(b) Bagi guru. (3) Kemampuan siswa kelas X. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus sebagai alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran menulis. Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (c) Bagi sekolah. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka perbaikan pembelajaran di sekolah. hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam hal pembelajaran Bahasa Indonesia. khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA kelas X semester 1 memuat kompetensi dasar menulis deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi. (2) Menulis karangan deskripsi diajarkan di kelas X. (d) Bagi peneliti. serta meningkatkan kesiapan diri peneliti sebagai calon guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. .(a) Bagi siswa.5 Asumsi Penelitian Asumsi yang mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan atau kesulitan dalam menulis karangan deskripsi. 1. serta alternatif pemecahannya. (1) Kurikulum 2006.

baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. yang dalam penelitian ini peningkatan yang dimaksud adalah perubahan kemampuan siswa (dari yang kurang baik menjadi lebih baik) setelah diberi tindakan.6 Definisi Operasional Definisi operasional merupakan sejumlah istilah yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan arah penelitian. tempat. warna. 1. atau benda. (1) Peningkatan adalah bentuk perubahan yang ditunjukkan berdasarkan keadaan sebelumnya dan keadaan setelahnya. (4) Gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. Beberapa definisi operasional terkait dengan istilah-istilah dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut.(4) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (2) Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. Kejelasan arah penelitian dapat membantu dalam menyamakan pemahaman dan pemokusan dalam penelitian. (3) Karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan atau menyampaikan informasi yang berupa sifat dan semua perincian wujud dari suatu objek kepada pembaca agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan. dan .

dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. . (5) Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. karangan.ukuran. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain.

perasaan. Sebagaimana diungkapkan oleh Whiteman (dalam Nurchasanah & Widodo. (3) pembelajaran menulis.1. Unsur-unsur yang bersifat kontekstual digunakan dalam menulis. menulis dapat juga berasal dari berbagai kejadian-kejadian yang dialami oleh penulis sendiri maupun orang lain. 1993:2). Unsur-unsur itu semacam sistem notasi atau tanda yang digunakan dalam ilmu pengetahuan . Tulisan merupakan salah satu media yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran. Kegiatan menulis bisa berasal dari membaca atau menyimak suatu informasi. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:2). menulis pada dasarnya merupakan pertimbangan dalam mempresentasikan kesatuan fenomena melalui seperangkat proses. menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran. gagasan. Hal-hal pokok yang dibahas meliputi (1) kemampuan menulis.1 Pengertian Menulis Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dalam menuangkan pikiran dan gagasan.1 Kemampuan Menulis 2. Hasil proses menulis itu berupa wacana atau teks. Selain itu.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada Bab II ini dipaparkan kajian pustaka yang dijadikan landasan teoritis penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. atau kemauan seorang penulis. (2) menulis deskripsi. perasaan. dan (4) pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. serta menyusun informasi dalam bentuk karangan. atau kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. 2.

kode. menulis merupakan kata sepadan yang mempunyai arti yang sama seperti mengarang (Gie. tahap revisi. Akhadiah. peta. Gie (2002:3) mengungkapkan bahwa dalam bahasa Indonesia kata menulis dan mengarang merupakan suatu kata padanan yang mempunyai arti yang sama. atau kemauan untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses menuangkan pikiran. tahap penulisan. angka. Kini dalam pengertiannya yang luas. tahap penyuntingan. dkk. dan sebagainya. penulis harus mengalami tahap prakarsa. Oleh karena merupakan suatu proses. dan tahap pengakhiran. yakni bahasa yang tidak menggunakan peralatan bunyi dan pendengaran melainkan berwujud berbagai tanda dan lambang yang harus dibaca. nama. perasaan. gagasan. seperti diagram. Tahap ini dibedakan dalam tahap pratulis. Buah pikiran ini diungkapkan dan disampaikan kepada pihak lain dengan wahana berupa bahasa tulis. 1993:3).2 Menulis sebagai Suatu Proses Menulis merupakan suatu proses. Menurut Gie (2002:9). Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. dan sesuatu tanda kebahasaan apapun dengan sesuatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. tahap pelanjutan. dan tahap pengakhiran atau penyelesaian (Parera. Menulis artinya semula ialah membuat huruf.yang dimanipulasikan. 2. Pertimbangan mempresentasikan kesatuan fenomena yang dimaksud tentunya dinyatakan dalam bentuk bahasa tulis. (1988:2) membedakan proses penulisan .1. mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. 2002:3).

(1988:3). . yang dilakukan ialah membaca dan menilai kembali apa yang sudah ditulis. bab atau bagian. dan dalam tahap revisi. (2) tahap penulisan. memperbaiki. dkk. yaitu (1) tahap prapenulisan.menjadi tiga tahapan. sehingga selesailah buram (draf) yang pertama. Menurut Akhadiah. dan (3) tahap revisi. dalam tahap penulisan dilakukan apa yang telah ditentukan. satuan paragraf. dalam tahap prapenulisan ditentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. bahkan jika perlu memperluas tulisan. yaitu mengembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat. mengubah.

serta memperhatikan penggunaan kata dan kalimat-kalimat. yaitu kegiatan bertukar pendapat dan saling memberikan umpan balik dengan rekan tentang draf tulisan yang telah dibuat. yakni kegiatan menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. dan memperbaiki. mengulangi. meliputi kegiatan membuat draf kasar. (2) draf kasar. tanda baca. meliputi kegiatan menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri. (2) Tahap pembuatan draf. adalah kegiatan pemilihan terhadap umpan balik yang diberikan oleh teman pada tahap berbagi. tahap-tahap proses penulisan yang lengkap adalah: (1) sebelum menulis. dan memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah ditentukan. Tompkins (dalam Kurniawan. (3) berbagi. mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis. dengan lebih menekankan isi daripada tata tulis. melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis. (6) penulisan kembali. gagasan. tata bahasa. menentukan mana yang baik dan mana yang perlu digarap lagi. . yakni kegiatan memperbaiki semua kesalahan ejaan. mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis. 2007:3) menyajikan lima tahapan dalam proses menulis. yaitu proses membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan pada pengetahuan. yaitu tahap yang menandai akhir pemeriksaan yang merupakan kegiatan memastikan bahwa tulisan yang telah dibuat selesai sesuai dengan apa yang direncanakan dan ingin disampaikan.Menurut DePorter & Hernacki (2002:191). (1) Tahap pramenulis. (5) penyuntingan. yakni sebagai berikut. (4) perbaikan (revisi). yaitu proses penulisan kembali tulisan sebelumnya dengan memasukkan isi yang baru dan perubahan-perubahan penyuntingan. dan (7) evaluasi. dan pengalaman.

(5) Tahap berbagi (sharing) atau publikasi. sehingga menghasilkan draf akhir.(3) Tahap merevisi. meliputi kegiatan membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri. meliputi kegiatan berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok). yakni keindahan alam. atau berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan. berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas. Tema karangan dalam penelitian ini sudah ditentukan. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas. maka dalam penelitian ini digunakan empat tahapan dalam proses menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar imajinasi. yakni sebagai berikut. mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman. dan membuat perubahan yang substantif pada draf berikutnya. meliputi kegiatan mempublikasikan (memajang) tulisan mereka dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai. dan mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. (4) Tahap menyunting. (2) Tahap penulisan . mengamati gambar. menetukan judul. membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok. (1) Tahap prapenulisan Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap prapenulisan dalam penelitian ini adalah menyepakati tema.

yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan 3C.3 Prinsip-prinsip dalam Menulis Gie (2002:33―36) menyebutkan adanya tiga asas utama dalam kegiatan menulis. 1) Kejelasan Asas mengarang yang pertama dan utama dalam kegiatan menulis ialah kejelasan. dan menempelkannya di papan tulis dan dinding kelas. dan (b) memperbaiki karangan awal menjadi karangan baru sesuai koreksi dan komentar dari teman dengan memperhatikan syarat karangan yang baik. conciseness (keringkasan). Ketiga asas tersebut diuraikan sebagai berikut. Asas kejelasan tidaklah semata-mata berarti mudah dipahami. serta menyeleksi tulisan dan menentukan mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki. Tanpa asas kejelasan sesuatu karangan sukar dibaca dan sulit dimengerti oleh para pembacanya. tata kalimat. yaitu clarity (kejelasan). 2. dan correctness (ketepatan).Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap penulisan dalam penelitian ini adalah kegiatan menulis karangan awal.1. (4) Tahap publikasi Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap publikasi dalam penelitian ini adalah membacakan hasil karangan yang telah diperbaiki di depan kelas. yakni mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat dan paragraf sehingga menjadi karangan deskripsi yang utuh. tetapi juga . dan organisasi. Hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. (3) Tahap penyuntingan dan revisi Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap penyuntingan dan revisi adalah (a) saling mengoreksi tulisan teman terkait dengan ejaan.

dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan.karangan itu tidak mungkin disalahtafsirkan oleh pembaca. Menurut Harry Shaw (dalam Gie. ejaan. Tiga asas yang telah disebutkan di atas merupakan asas-asas utama yang harus diindahkan dan dilaksanakan dalam kegiatan menulis karangan apapun. tidak mengulang-ulang butir ide yang dikemukakan. menurut Gie (2002:36―37). masih terdapat tiga asas mengarang lainnya yang perlu diindahkan agar dapat dihasilkan karangan yang baik. Selain ketiga asas utama tersebut. agar karangannya tepat. Jadi. dan kelaziman pemakaian bahasa tulis yang ada. sesuatu karangan adalah ringkas bilamana karangan itu mengungkapkan banyak buah pikiran dalam kata-kata yang sedikit. 2) Keringkasan Asas keringkasan tidaklah berarti bahwa setiap karangan harus pendek. 3) Ketepatan Asas ketepatan mengandung ketentuan bahwa sesuatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang dimaksud oleh penulisnya. Kejelasan berarti tidak samarsamar. Keringkasan berarti bahwa suatu karangan tidak menghamburkan kata-kata secara semena-mena. Ketiga asas . tanda baca. penulisan yang baik diperoleh dari ide-ide yang kaya dan kata-kata yang hemat. sehingga dapat menghasilkan suatu tulisan yang baik dan pasti dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. tidak kabur sehingga setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca. setiap penulis harus menaati sepenuhnya berbagai aturan dan ketentuan tata bahasa. Oleh karena itu. bukan kebalikannya ide yang miskin dan kata yang boros. 2002:36).

tidak ada uraian yang menyimpang dan tidak ada ide yang lepas dari jalur gagasan pokok itu.itu antara lain (1) unity (kesatupaduan). (2) coherence (pertautan). Selanjutnya dalam setiap alinea hanya dimuat satu butir informasi yang berkaitan dengan gagasan pokok yang didukung dengan berbagai penjelasan yang bertalian dan bersifat padu. yang akan diuraikan sebagai berikut. 2) Pertautan Asas ini menetapkan bahwa dalam sesuatu karangan bagian-bagiannya perlu ”melekat” secara berurutan satu sama lain. 1) Kesatupaduan Asas ini berarti bahwa segala hal yang disajikan dalam suatu karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema utama yang telah ditentukan. 3) Penegasan . Demikian pula antara kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya dalam suatu alinea perlu ada kesinambungan yang tertib. Dalam sebuah karangan antara alinea yang satu dengan alinea yang lainnya perlu ada saling kait sehingga ada aliran yang logis dari ide yang satu menuju ide yang lain. dan (3) emphasis (penegasan). pada asas pertautan semua alinea dan kalimat perlu berurutan dan berkesinambungan sehingga seakan-akan terdapat aliran yang lancar dalam penyampaian gagasan pokok sejak awal sampai akhir karangan. 18 Untuk keseluruhan karangan yang tersusun dari alinea-alinea. Jadi.

Dalam penulisan karangan perlu diperhatikan kaidah mengenai penempatan tanda baca. kalimat. .Asas penegasan dalam mengarang menetapkan bahwa dalam sesuatu tulisan butir-butir informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan tertentu sehingga mengesan kuat pada pikiran pembaca. dan makna. apapun itu. Imbuhan adalah bubuhan (yang berupa awalan. dan akhiran) pada kata dasar untuk membentu kata baru. ketepatan dalam pemilihan kata perlu memperhatikan komponen situasi. sisipan. bentuk. perlu menggunakan bahasa yang efektif. 2) Pemilihan dan penempatan kata Kata merupakan faktor penting dalam merancang tulisan. 1) Pemakaian ejaan dan imbuhan Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. Menurut Mustakim (dalam Hasnun (2006:20). penulisan awalan dan kata depan. Tulisan yang baik ditentukan oleh cara penulisan dan penempatan kata. penulisan kata dasar yang memperoleh imbuhan. Menggunakan bahasa secara efektif berarti menggunakan unsur-unsur bahasa secara efektif juga. Hasnun (2006:15―16) merumuskan unsur-unsur bahasa yang harus diperhatikan dalam menyusun suatu karangan ke dalam beberapa unsur. Hasnun (2006:15) mengungkapkan bahwa dalam suatu karangan. antara lain sebagai berikut. Pemilihan dan penempatan kata mempengaruhi sekaligus memberikan warna sebuah tulisan. yang harus sesuai dengan EYD. dan sebagainya. Secara garis besar. dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI).

3) Penggunaan kalimat Menyusun kata menjadi kalimat adalah merangkai beberapa kata untuk membentuk satu pengertian atau makna yang lengkap. kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya memiliki hubungan yang saling mendukung atau terkait. 2. situasi tidak terlepas dengan makna.Komponen tersebut saling mempengaruhi. Komponen bentuk disesuaikan dengan situasi. 4) Penggunaan paragraf atau alinea Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat.2 Menulis Deskripsi 2. Dalam satu paragraf.1 Pengertian Tulisan Deskripsi . dan (c) setiap kata yang ingin dipasang atau dipergunakan mencerminkan tujuan yang ingin dikembangkan melalui kalimat. dan makna tidak terlepas dengan bentuk. Masing-masing paragraf (alinea) memiliki ide pokok yang dapat muncul dalam salah satu kalimat yang menyusun alinea tersebut. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat. Dalam menyusun kata menjadi kalimat seorang penulis perlu memperhatikan: (a) kecocokan kata yang pertama dengan kata yang mengikutinya.2. (b) antara kata pertama dengan kata yang mengikutinya dapat dikembangkan. Kalimat yang memuat ide pokok disebut dengan kalimat topik/kalimat utama. sedangkan kalimat lain yang menyusun paragraf disebut kalimat penjelas.

sehingga kualitasnya yang khas dapat dikenal dengan lebih jelas. mencium. benda-benda. suasana. makhluk hidup. dkk. dkk. Wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal (Rani. Wacana dengan susunan deskripsi itu mengatur suatu urutan yang saling berhubungan secara berjarak tentang suatu pemandangan. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat. dkk. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. penciuman. kongkret. 2006:37–38). Menurut Enre (1988:158). dengan jalan memberikan atau mengutarakan renik-renik fisiknya yang khusus. namun demikian . atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan. tempat. Melalui suatu wacana pemerian kita melihat suatu objek lebih hidup. hal-hal. Ahmadi (1995:25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang. wacana pemerian berfungsi menjadikan pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya dari materi yang disajikan itu.. dan perasaan (Parera. aspek pemandangan atau lainnya.. yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita. aspek tempat. 1993:5). mendengar. Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. ataupun isi alam yang tampak dan berkesan kepada penulisnya (Ahmadi. 1980/1981:5). dan utuh.. 21 Jenis wacana deskripsi yang diutamakan ialah bentuk lahir suatu objek. perabaan.Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. 1997:13). pendengaran.

(2004:22). ditunjukkan kepada intelek pembaca. dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya. Deskripsi teknis adalah deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian yang langsung dan objektif mengenai rupa (appearance). Menurut Vivian (dalam Ahmadi.deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. suatu pemandangan.2 Macam-macam Deskripsi Menurut Vivian (dalam Ahmadi. karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. dkk. 1995:29). Deskripsi ini dirancang terutama untuk memberikan informasi. atau yang serupa dengan itu. letak atau struktur dari sesuatu: misalnya tentang tubuh manusia. yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif.2. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. Sedangkan menurut Dawud. dan secara esensial merupakan ekspositori. suatu tempat. Deskripsi sugestif adalah deskripsi yang bertujuan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu tempat. suatu pemandangan. 1995:27). tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. ada dua jenis karangan deskripsi. atau orang . 22 2.

Deskripsi teknis tidak berusaha menciptakan kesan atau imajinasi pada pembaca. didengar. deskripsi jenis ini memerlukan ketepatan informasi mengenai objek yang telah digarap. atau bahkan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan bisa juga diungkapkan dalam tulisan deskripsi sugestif (Gunawan. Karena sifatnya yang hanya bertujuan menyampaikan informasi teknis. terharu. Deskripsi sugestif terutama bersifat emosional dan dalam nada (tone) dan ditandai oleh apa yang disebut tentang penekanan pada cara menarik perhatian atau imbauan (appeal) yang bersifat menarik. deskripsi sugestif yaitu deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal. kecemasan. atau diraba). keengganan. yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis (ekspositoris). dirasa. 1997:13―14). 1997:14). cinta. dicium. kesan atau sugesti tertentu. . Objek yang dapat ditulis menjadi deskripsi sugestif tidak hanya terbatas pada apa yang dapat diserap oleh pancaindera (dilihat. Deskripsi teknis yaitu deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek. sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu (Gunawan. dan lain-lain. 23 kejijikan. Seperti halnya Vivian. Deskripsi sugestif berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca.yang membentuk atau menyusun suatu wacana yang khusus. Menurut Gunawan (1997:13). Gunawan (1997:13−15) juga membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. tetapi juga hal lain seperti suasana atau perasaan ketakutan. seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang dideskripsikan) secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya. tetapi hanya sekedar berusaha menanamkan pengertian seseorang tentang suatu hal.

loronglorong sempit di kota dan sebagainya. 1988:161). yang memerlukan gambaran realistik dan seakan-akan bergerak (Enre. yang pengarangnya . Pemerian literer sering disebut wacana pemerian impresionistik atau stimulatif. Sifatnya agak subjektif dan literer. yaitu pemerian ekspositoris dan pemerian literer. sedangkan deskripsi impresionistik atau stimulatif bertujuan membuat pembaca memancainderakan objek dan bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan. Parera (1993:10) membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. Penyajiannya bersifat analitik dan tidak bermaksud menggugah perasaan. yakni disusun seperti katalog dalam urutan yang logis.Enre (1988:159) membedakan wacana deskripsi yang juga disebut dengan wacana pemerian ke dalam dua jenis. Secara garis besar. dan merasakan apa yang dideskripsikan itu. yakni deskripsi eksposiroris dan deskripsi impresionistik atau stimulatif. Ia bersitaf objektif sebagai suatu cara untuk menghargai objek bersangkutan seperti adanya. Pemerian ekspositoris biasa disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah. mendengar. yaitu wacana yang bertujuan memberi pengertian mengenai hakekat suatu objek. yaitu wacana yang bertujuan menjadikan pembaca melihat sesuatu dengan penuh renak-renik yang menghasilkan kesan dan perasaan. tetapi juga menampilkan sifat-sifat khusus objeknya dan sering berusaha memberi kesan tunggal yang dominan. Pemerian jenis ini sering diperlukan dalam hubungannya dengan subjek berupa pemandangan ketika matahari terbenam atau air sungai yang mengalir. Berbeda dengan deskripsi impresionistik. Ia tidak hanya menunjukkan atau mendaftarkan hal-hal menyangkut sesuatu. Deskripsi ekspositoris umumnya bersifat logis. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat.

Karangan deskripsi objektif adalah salah satu jenis karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis. atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. dan (5) mengembangkan kerangka karangan. yakni (1) menetapkan tema tulisan. (1997:16−19) juga membagi tahapan atau langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi menjadi lima tahapan. pokok permasalahan. (1) Menetapkan tema dan judul karangan Tema karangan yaitu gagasan persoalan. (3) menyeleksi bahan.3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah atau tahapan yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. yaitu penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis. dkk. 2. Menurut Dawud.2. yakni karangan deskripsi objektif dan karangan deskripsi subjektif. (2) menetapkan tujuan tulisan. langkahlangkah dalam menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Mengacu pada pendapat Hasnun (2006:2−11) dan Gunawan dkk. . Gunawan dkk. Menurut Hasnun (2006:2−11). beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun karangan adalah: (1) menentukan tema dan judul. (4) membuat kerangka. deskripsi impresionistik melibatkan opini pengarangnya dalam menuangkan tulisan. dan (5) mengembangkan tulisan. (2) mengumpulkan bahan. (2004:22). ide yang akan dikemukakan dalam karangan. karangan deskripsi ada dua macam. (1997:16−19). (4) menyiapkan kerangka tulisan. Dengan kata lain. Karangan deskripsi subjektif merupakan kebalikan dari deskripsi objektif. (3) mengumpulkan bahan tulisan.harus menentukan dahulu jawaban atau reaksi apa yang ia kehendaki terhadap sebuah objek.

(3) Mengumpulkan dan menyeleksi bahan Langkah yang ketiga adalah mengumpulkan dan menyeleksi bahan. perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harus ditentukan terlebih dahulu karena merupakan titik tolak dalam seluruh kegiatan menulis. (1988:11). dkk. yang kemudian didata ke dalam tabel hasil imajinasi indera. Kerangka karangan atau outline dapat diartikan sebagai rancangan atau rencana kerja seorang penulis dalam rangka .Karangan yang hendak dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk deskripsi. maka kata-katanya harus muncul/tertulis dalam karangan. dengan menggunakan imajinasi kelima indera. yaitu keindahan alam pegunungan dan pantai. 1988:17). tema karangan berupa objek yang akan ditulis. Tujuan penulisan siswa dalam penelitian ini adalah memberikan gambaran dan rincian suatu objek kepada pembaca dengan disertai opini atau kesan atau perasaan terhadap objek yang digambarkan. (2) Menetapkan tujuan penulisan Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulis dalam kegiatan menulis selanjutnya. maka tema dapat juga dijadikan judul. Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penulisan (Akhadiah. (4) Menyiapkan kerangka karangan Langkah keempat ialah menyiapkan kerangka karangan. Karena judul merupakan kepala karangan. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan. Jika cakupan tema tidak terlalu luas. Menurut Akhadiah. Oleh karena itu. dkk. Bahan-bahan untuk menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan terhadap gambar yang merupakan objek yang akan ditulis.

Pengembangan karangan dalam penelitian ini dikerjakan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera yang disusun dengan memperhatikan kesatuan dan kebulatan gagasan. pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru. dan efektif. pembelajar. Dalam penelitian ini.1 Hakikat Pembelajaran Menulis Pembelajaran merupakan suatu usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain (Setyosari. dan penggunaan ejaan. (5) Mengembangkan karangan Langkah yang terakhir dalam menulis karangan deskripsi adalah mengembangkan karangan. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karangan antara lain organisasi.3. instruktur. Setyosari (2001:4) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membantu memudahkan siswa atau si belajar dalam rangka mencapai tujuan khusus yang diharapkan. 2001:1).menguraikan setiap topik atau masalah. 2001:75―76) mengemukakan bahwa pembelajaran meliputi sembilan peristiwa pembelajaran. susunan kalimat yang menarik. Kerangka karangan disusun berdasarkan bahan-bahan yang telah terkumpul. (2) menginformasikan tujuan khusus kepada si belajar. Gagne (dalam Setyosari. 2001:1). bervariasi. pilihan kata yang tepat. Secara khusus. pengisian tabel hasil imajinasi indera berfungsi sebagai bahan sekaligus kerangka karangan. dengan tujuan membantu siswa atau si belajar agar ia belajar dengan mudah (Gagne & Briggs dalam Setyosari. Kesembilan peristiwa tersebut meliputi: (1) menarik perhatian. (3) menstimulasi ingatan .3 Pembelajaran Menulis 2.

Keterampilan akan dapat dicapai kalau banyak berlatih. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kadir (2005:20) yang mengungkapkan bahwa kesenangan dalam mengikuti pelajaran ditentukan dengan bagaimana strategi dan model pembelajaran yang dapat dipakai guru dalam memberikan materi kepada siswa. (5) memberi bimbingan belajar. (8) menilai unjuk kerja. Sebelum guru memberikan tugas-tugas kepada siswa. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:70―72). (7) memberikan balikan. (4) menyajikan bahan-bahan stimulus. untuk mencapai keterampilan itu. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang sepenuhnya mampu memberikan kesempatan pada anak didik untuk mengekspresikan pengalamannya secara mandiri dan kreatif dan tugas guru pada dasarnya hanyalah bagaimana dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta didik selama proses pembelajaran agar anak didik mampu menjadi dirinya sendiri (Suhaidi. Oleh karena itu. siswa harus diberi banyak latihan atau tugas-tugas. (1) Prinsip Menulis adalah keterampilan berbahasa. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan kemampuan menulis adalah sebagai berikut. guru harus menjelaskan . Keberhasilan dalam pembelajaran menulis bergantung pada strategi dan model yang digunakan guru dalam pembelajaran tersebut.untuk belajar pengetahuan prasyarat. dan (9) meningkatkan retensi dan transfer. karena pada dasarnya kreativitas guru dalam meramu pembelajaran (dengan model-model yang menyenangkan) akan menjadi bagian penting dalam pembelajaran. (6) membangkitkan semangat untuk mendapat unjuk kerja. 2005:3).

Dalam hal ini. Setelah siswa menghasilkan karangan. bisa diambil dari surat kabar atau majalah. (a) Pengajaran menulis bisa dimulai dari latihan aspek-peraspek kemampuan menulis. pengoreksian terhadap karangan perlu dilakukan dan hasilnya perlu diinformasikan kepada siswa. atau sebaliknya. Guru bersama-sama siswa bisa mendiskusikan bagaimana pembetulan karangan itu. Pembelajaran yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (2) Pembimbingan Bimbingan perlu diberikan secara intensif sejak siswa mulai belajar menulis sampai menghasilkan karangan. (3) Sifat pengajaran Pengajaran menulis bisa dilakukan dengan dasar berikut ini. kemudian dilanjutkan ke praktek menulis. yang diperlukan adalah siswa mengetahui bagaimana seharusnya menulis karangan yang baik. (c) Hal-hal yang ditulis dimulai dengan hal-hal yang dikenal siswa/berada di lingkungan siswa ke hal-hal yang belum dikenal siswa. (4) Media Media pengajaran menulis bisa diambil dari contoh-contoh karangan yang sudah ada.tugas-tugas apa yang diberikan kepada siswa dan apa yang harus dilakukan dan diperhatikan siswa. (b) Pengajaran menulis bisa dimulai dari teori tentang menulis. kemudian dilanjutkan dengan latihan menulis karangan secara utuh. Guru mengawali pembelajaran dengan .

Tema karangan yang ditulis siswa adalah adalah keindahan alam. Tujuan pembelajaran menulis yang ditekankan kepada siswa dapat dilihat dari manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan. . yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan imajinasi kelima indera. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. perasaan. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. 2002:21). Melalui pembelajaran menulis.3. pride. Dengan tulisan.2 Tujuan Pembelajaran Menulis Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. 1993:5). dan suatu perasaan harga diri (a tool to help to developing personal satisfaction. (3) Mengarang sebagai suatu sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi. Seseorang yang mampu menulis. mengemukakan tidak kurang dari enam manfaat kegiatan mengarang. yakni sebagai berikut. Siswa dengan bimbingan guru melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi sesuai dengan tahapan dalam proses menulis yang telah direncanakan. kebanggan. (1) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pengungkapan diri (a tool for self-expression). and a feeling of self-worth). (2) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pemahaman (a tool for understanding). Objek yang akan dideskripsikan siswa dikemas dalam bentuk media gambar. mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. diharapkan siswa dapat memahami manfaat dari kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga siswa mempunyai kemauan untuk menulis tidak hanya dalam pembelajaran.membangun pengetahuan awal siswa tentang tulisan deskripsi. dengan objek pegunungan dan pantai. Bernard Percy (dalam Gie. 2.

dan evaluasi. tujuan pengajaran menulis dapat ditentukan berdasarkan aspek yang ingin dicapai oleh siswa. sedangkan tujuan tidak . (5) Mengarang sebagai suatu sarana untuk keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah (a tool for active involvement. sintesia. (4) Tujuan langsung dan tidak langsung. biasanya diwujudkan dalam pengajaran menulis secara serentak. (2) Tujuan berdasarkan wujud tulisan/karangan. (6) Mengarang sebagai suatu sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dan kemampuan menggunakan bahasa (a tool for developing an understanding of and ability to use the language). (3) Tujuan berdasarkan tingkat kognisi yang dicapai. (1) Tujuan yang bersifat teoritis dan praktis. maksudnya tujuan pengajaran menulis dapat didasarkan atas wujud tulisan yang diharapkan dikuasai oleh siswa. Tujuan tersebut antara lain sebagai berikut. maksudnya dalam pertemuan pengajaran tertentu siswa diharapkan dapat mencapai tujuan yang bersifat teoritis sekaligus dapat mencapai tujuan yang bersifat praktis. analisis. penerapan.(4) Mengarang sebagai suatu sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pencerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang (a tool for increasing awareness and perception of one’s environment). pemahaman. yaitu tujuan yang bersifat ingatan. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:62―66). di mana tujuan langsungnya adalah siswa dapat menulis secara langsung tanpa melalui tahapan kegiatan prasyarat. not passive acceptance).

(5) Tujuan yang bersifat diskrit dan pragmatik. bermutu. sedangkan pengajaran menulis yang bersifat pragmatik bertujuan ingin melihat kemampuan menulis secara utuh. Nurhadi. yakni pengajaran menulis yang bersifat diskrit bertujuan ingin melihat aspek-aspek kemampuan menulis secara terpisah-pisah. (1) Acuan/Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. 2. (2004:109). atau bernilai (Winkel. bukan melihat aspek-peraspek. dkk. cara. dkk. Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi (Nurhadi.3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Evaluasi adalah penentuan sampai berapa jauh sesuatu berharga.. . penilaian kelas berorientasi pada hal-hal sebagai berikut. dkk. guru berwenang untuk menentukan kriteria keberhasilan. Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu.3. (2004:109) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penilaian kelas. 1996:475). Menurut Nurhadi. 2004:109).langsungnya adalah siswa dapat menulis dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan prasyarat. dan jenis penilaian. (2) Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut.

(3) Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara. dan dilaksanakan secara terencana. (1) Pengukuran subjektif. yaitu sebagai berikut. 1996:477). adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara mencocokkan pekerjaan dengan kunci yang ada. adil terhadap semua peserta didik. adalah pengukuran yang dilakukan secara global tanpa melihat aspekaspek kemampuan menulis yang mendukungnya agar melihat kemampuan menulis secara utuh. atau tentang prestasi (Winkel. dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. (3) Pengukuran global. Istilah “evaluasi” mengandung pengertian yang berbeda dengan “pengukuran”. Nurhasanah & Widodo (1993:72-74) memaparkan ada empat jenis pengukuran untuk mengukur kemampuan menulis. . (2) Pengukuran objektif. bertahap. terbuka bagi semua pihak. 1993:72). adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara memeriksa langsung karangan berdasarkan impresi pemeriksa. Salah satu kegiatan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan pengukuran. Pengukuran merupakan deskripsi kuantitatif tentang keadaan suatu hal sebagaimana adanya atau tentang perilaku yang nampak pada seseorang. yaitu tes dan nontes untuk memantau kemajuan dan hasil peserta didik. (4) Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapain kompetensi dasar peserta didik. Pengukuran kemampuan menulis adalah proses atau tindakan untuk menentukan kualitas kemampuan menulis (Nurhasanah & Widodo.

4. Aspek-aspek yang diukur antara lain (1) aspek isi. dilakukan pengukuran terhadap aspek-peraspek yang mendukung kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi secara utuh. yang terdiri dari subaspek kalimat. kerincian.4.1 Pengertian Gambar dan Imajinasi 2.4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi 2.(4) Pengukuran aspek-peraspek. dan (3) aspek kebahasaan. Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran. (2) aspek organisasi. diksi.1 Pengertian Gambar sebagai Media Pembelajaran Media adalah sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan untuk mencapai tujuan (Wijaya. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. dan kreativitas 34 imajinasi. dan ejaan. Penggunaan media merupakan salah satu unsur yang juga penting dalam pembelajaran. 2005:19). perasaan. 2003:112). 2. merangsang pikiran.1. yang terdiri dari subaspek kesesuaian. Tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat . Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi selama pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk mengetahui apakah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran sudah terlaksana atau belum. dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar (Ibrahim & Nana. adalah pengukuran kemampuan menulis yang bertujuan melihat kemampuan aspek-peraspek yang mendukung kemampuan menulis secara utuh. perhatian.

pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. serta dapat juga memanfaatkan media yang lain untuk memberikan nuansa baru dalam pembelajaran.berlangsung secara efisien dan efektif sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. masyarakat. 2002:15). dan lingkungan. dan gerak (motion). dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis tehadap siswa. Kadir (2005:21) mengungkapkan bahwa kreativitas guru tercermin dalam bentuk inovasi yang dibawa dalam pembelajaran. Selanjutnya. bentuk (visual). Brets (dalam Ibrahim & Nana. gambar. baik berupa inovasi materi ataupun model pembelajaran. dapat diketahui bahwa gambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. ruang. Arsyad (2002:26―27) menyimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu: (1) media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. (3) media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. antara siswa guru. Kadir (2005:21) menyatakan juga bahwa untuk memberikan kesenangan pada siswa. atau perangkat teknologi modern yang lainnya (sebagai media). dan waktu. dan (4) media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan siswa. (2) media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. 2003:114) mengklasifikasikan media berdasarkan adanya tiga ciri. membangkitkan motivasi dan rangsang kegiatan belajar. guru dapat menggunakan kartu. Menurut Hamalik (dalam Arsyad. yaitu suara (audio). . Dari pernyataan tersebut. serta memugkinkan terjadinya interaksi langsung.

Wijaya (2005:20) menyimpulkan bahwa gambar ialah lukisan yang menampakkan orang.4. 2005:71). flat opaque picture atau gambar datar tidak tembus pandang. Gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada siswa dalam pembelajaran. warna. kedua. misalnya film slides. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. 2. Nurhaeni (1997:17) menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. tempat. gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain yaitu merupakan serangkaian informasi yang diungkapkan melalui bermacam-macam garis dalam berbagai macam bentuk.2 Pengertian Imajinasi Secara umum. dan ukuran. dan ukuran. film strips dan transparencies (Sudjana & Rivai. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. warna. misalnya gambar fotografi. Oleh karena merupakan suatu daya. gambar dan lukisan tercetak. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau gambar hasil seni fotografi.1. Menurut Musbar (2006:5). yang dimaksud dengan imajinasi adalah daya untuk membentuk gambaran (imaji) atau konsep-konsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (penginderaan). dapat disimpulkan bahwa gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. transparent picture atau gambar tembus pandang. tempat.Gambar fotografi termasuk pada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok. maka imajinasi berkaitan langsung . yaitu: pertama. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk.

untuk menarik perhatian.dengan manusia yang memiliki daya tersebut. dkk. Proses mengimajinasikan merupakan proses membentuk gambaran tertentu. yaitu sebagai berikut. imajinasi berfungsi mengisi bahasa. (2003:36) mengungkapkan bahwa dalam penulisan puisi. imajinasi memberi konteks keseluruhan tertentu pada pengalaman. agar pengalaman tidak sekedar dibahasakan melainkan lebihlebih digambarkan. (1) Terhadap kemungkinan penciutan pengalaman. untuk memberi gambaran yang jelas. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. Dalam penulisan puisi. istilah imajinasi biasa disebut dengan imaji (imaje). kesan mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya biasa disebut imaji (imaje). Gambaran-gambaran angan. yakni prinsip “posibilitas-logis”. Ricoeur juga menambahkan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. (2) Terhadap kemungkinan generalisasi oleh bahasa. (3) Terhadap tendensi pendefinisian realitas yang juga berakibat terhadap pendefinisian kebenaran. . menimbulkan suasana khusus. gambaran pikiran. 2001:21). Tedjoworo (2001:53―56) mengemukakan tiga fungsi imajinasi dalam bahasa. 2001:55). Jabrohim. membuat hidup (lebih hidup) gambaran dalam pikiran dan penginderaan. dan terjadi secara mental (Tedjoworo. untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual penyair menggunakan gambaran-gambaran angan. imajinasi melengkapi bahasa dengan prinsip-prinsip di luar analogi dan asosiasi. Menurut Ricoeur (dalam Tedjoworo.

serta membantu mereka menfsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dari buku teks (Sudjana & Rivai.Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. dengan tujuan siswa dapat memberi gambaran yang jelas dan membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan mengenai objek yang akan dideskripsikan. yaitu: (1) gambar bersifat kongkret. 2. penulisan. 2005:70).4. melukis.3 2. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu.4. dan untuk memberikan kesan mental kepada pembaca.1 Dasar Menggunakan Gambar Gambar dalam penelitian ini dipilih berdasarkan beberapa keuntungan gambar jika digunakan dalam pembelajaran. dan menggambar. (3) gambar mengatasi kekurangan daya mampu pancaindera manusia. (4) gambar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah. kegiatan seni. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Dalam penelitian ini. bacaan. untuk menarik perhatian. Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa.4. (5) gambar mudah didapat dan murah.2. serta . karangan.2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi 2. dapat disimpulkan bahwa imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi. dramatisasi. Beberapa alasan diuraikan oleh Nurhaeni (1997:15) sebagai dasar menggunakan gambar. dan pernyataan kreatif dalam bercerita. Gambar fotografi pada dasarnya membantu para siswa membangkitkan minatnya pada pelajaran.

(6) gambar mudah digunakan. baik untuk perseorangan maupun untuk kelompok siswa. Menurut Sudjana & Rivai (2005:72). tetapi gambar juga mempunyai beberapa kelemahan. kelemahan gambar fotografi antara lain: (1) beberapa gambarnya sudah cukup memadai. 2005:71–72). (2) gambar fotografi berdimensi dua. (3) gambar fotografi bagaimanapun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu. (4) gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik (Sudjana & Rivai. akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar.4. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran antara lain: (1) mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar. (2) harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya. karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa.2 Dasar Menggunakan Imajinasi . sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. 2. Meskipun mempunyai beberapa kelebihan jika dimanfaatkan dalam pembelajaran. (3) gambar fotografi bisa dipergunakan dalam banyak hal.2.

Rani. maka sebaiknya kata-kata atau ungkapan yang mengandung perasaan atau penginderaan dan membangkitkan gambaran yang hiduplah yang lebih banyak dipakai. 1995:30) mengenai tulisan deskripsi tentang tempat dan pemandangan.Penggunaan imajinasi dalam penelitian ini didasarkan pada pengertian wacana deskripsi menurut beberapa ahli. Tedjoworo (2001:57) menyatakan bahwa sebagai daya reproduktif. yang berarti bahwa ia harus memvisualisasikan pemandangan yang dilukiskannya itu menjadi jelas dengan sendirinya agar menghasilkan suatu sajian lukisan atau gambaran yang jelas dan terang. (2006:37―38) menyatakan bahwa wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal. Kemudian. dkk. imajinasi menghadirkan kembali imaji-imaji yang pernah dibatinkan melalui proses . bahasa baru hidup dan berarti ketika imajinasi manusia bermain-main dalam tiap diskursusnya. Ia harus tetap menjaga imajinasinya: waspada. karena pemerian berhubungan dengan penginderaan. Beberapa kelemahan gambar juga mendasari penggunaan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Menurut Enre (1988:165). mata hatinya dan mata pikirannya terbuka. Menurut Tedjoworo (2001:56). Penggunaan imajinasi juga didasarkan pada pernyataan Vivian (dalam Ahmadi. yang menyatakan bahwa di dalam mendeskripsikan suatu tempat atau suatu pemandangan. penulis harus menyeleksi rincian-rincian atau seluk-beluk (details) yang akan secara efektif mengembangkan impresi dan menyajikannya sejauh mungkin penulis itu dapat membuat deskripsinya hidup. penulis pertama-tama harus menentukan atau memastikan efek emosional utama atau kesan/impresi yang diinginkan untuk dibangkitkan. siap siaga. Suatu definisi akan menjadi “realitas” yang digambarkannya ketika dibantu oleh imajinasi manusia yang menyertai gerak pemahaman di dalamnya.

lebih segar terasakan. Ketika seseorang belajar menulis deskripsi. dan orang tidak mungkin berimajinasi tanpa pengetahuan suatu realitas. 2003:36). sedangkan realitas tidak mungkin lepas dari imajinasi. dkk. dia akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. gambar yang hanya berdimensi dua dan tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”.inderawi terhadap realitas. dan perabaan. pendengaran. dan dekat dengan hidup kita sehingga diharapkan pembaca atau pendengar turut merasakan dan hidup dalam pengalaman batin penyair (Jabrohim. Imaji yang tepat akan lebih hidup. Menurut DePorter & Hernacki (2002:190). Berdasarkan pernyataan beberapa ahli di atas. lebih ekonomis. Scholes (dalam Junus. dan mengubah pernyataan-pernyataan yang kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan. 1983:3) mengungkapkan bahwa orang tidak mungkin melihat suatu realitas tanpa interpretasi pribadi yang mungkin berhubungan dengan imajinasi. tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi.. penciuman. agar hasil deskripsi siswa menjadi lebih hidup sesuai . penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi para penulis. Oleh karena itu. pencecapan. DePorter & Hernacki (2002:191) mengungkapkan bahwa dengan imajinasi. dideskripsikan dengan cara mengimajinasikannya dengan menggunakan indera penglihatan. Imajinasi selalu terikat kepada realitas. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. khususnya dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. kongkretnya melalui pengalaman. dapat disimpulkan bahwa imajinasi juga mempunyai peran dalam proses menulis karangan deskripsi.

yaitu indera penglihatan. atau dirasakan sehingga apa yang dideskripsikan dapat dirasakan juga oleh pembaca. Selain gambar. dan perabaan.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Gambar dalam penelitian ini dimanfaatkan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. dicium. dialami.dengan realitas yang mungkin pernah dilihat. penciuman. dan diraba. Setelah mengisi tabel hasil imajinasi indera.4. “pendengaran”. Imajinasi dalam penelitian ini dibagi berdasarkan kelima indera. . Pengimajinasian dilaksanakan dengan cara mengisi tabel hasil imajinasi indera yang telah disediakan oleh guru. siswa mengembangkan pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam bentuk karangan deskripsi dengan memperhatikan syarat-syarat karangan deskripsi yang baik. Gambar yang digunakan adalah gambar dengan tema keindahan alam. dan “perabaan”. siswa tidak hanya mendeskripsikan apa yang dilihat. oganisasi. tetapi juga mampu mendeskripsikan apa yang didengar. “penciuman”. pencecapan. dalam penelitian ini juga digunakan tabel hasil imajinasi indera untuk membantu siswa mengembangkan imajinasinya. Siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasinya melalui kelima indera. baik dari segi isi. yang terdiri dari lima kolom. siswa terlebih dahulu mengamati gambar untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi. kemudian memanfaatkan imajinasinya untuk mendeskripsikan gambar. agar ketika menyusun karangan deskripsi berdasarkan gambar yang diamati. Dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dicecap. “pencecapan”. 2. yakni kolom indera “penglihatan”. pendengaran.

LANGKAH-LANGKAH MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI Gambar 2. TAHAP PRAPENULISAN . karangan deskripsi siswa dipublikasikan melalui pembacaan di depan kelas dan penempelan di dinding kelas. kalimat.maupun kebahasaan. Setelah karangan diperbaiki berdasarkan hasil penyuntingan. diksi. Karangan yang disusun siswa berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera harus diperbaiki setelah diadakan kegiatan penyuntingan antar teman. langkah-langkah kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dapat dilihat pada bagan berikut. dan organisasi (Penyuntingan) 1.1 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi Menyusun draf awal karangan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera Mengamati gambar Mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan kelima indera Meyunting karangan teman terkait dengan ejaan. Untuk lebih jelasnya.

TAHAP PENULISAN Memperbaiki karangan berdasarkan hasil penyuntingan dan komentar teman dengan memperhatikan ejaan. kalimat.2. dan organisasi (Revisi) Memperbaiki judul karangan dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan isi karangan Mengisi tabel hasil imajinasi indera (penglihatan. pencecapan. TAHAP PUBLIKASI Membacakan karangan di depan kelas Menempelkan karangan di dinding kelas 3. pendengaran. penciuman. TAHAP PENYUNTINGAN DAN REVISI Menentukan judul karangan BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini disajikan metode yang digunakan dalam penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. . diksi. perabaan) 4.

widyaiswara) dalam pemahaman. waktu. siswa. metode. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). dkk. dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. (3) lokasi. Kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. pendekatan. dkk. 2007:11).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Berdasarkan tujuan tersebut. Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka. Suhardjono (dalam Arikunto. (4) data dan sumber data. dan subjek penelitian. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK).Secara garis besar. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto. . dan (8) pengecekan keabsahan data. (5) teknik pengumpulan data. 2006:83). kepsek. 3. dan lain-lain) dan peneliti (dosen. 2007:63) menyatakan bahwa salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. (2) tahap-tahap penelitian.. (7) prediksi hasil. kesepakatan tentang permasalahan. (6) teknik analisis data.. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. pada bagian ini dijelaskan tentang (1) rancangan penelitian.

.Kolaborasi atau kerjasama dalam melaksanakan penelitian dapat dilakukan dengan: mahasiswa. sejawat dari lembaga/sekolah lain. antara guru dan manajer). sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu). sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan pendidik guru. antara guru dan peneliti. tanpa tahun). dan sejawat di negara lain (Wallace dalam Madya. sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama.

kesepakatan tentang permasalahan.Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. (2) pelaksanaan tindakan. 3.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. yakni (1) perencanaan tindakan. maka setelah . yaitu (1) perencanaan tindakan. (3) observasi atau pengamatan. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. mulai dari tahap identifikasi masalah hingga refleksi. dkk. (3) observasi atau pengamatan.. (2) pelaksanaan tindakan. Ibu Sri Utami.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan setiap tahap penelitian. S. Jika tujuan pada siklus I belum tercapai atau masih terdapat kekurangan. dan (4) refleksi. serta pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). Penentuan tahap-tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. yang terangkai dalam satu siklus. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Sebagai bentuk penguatan. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru untuk menyamakan pemahaman. Peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. (4) dan refleksi.Pd. Apabila melalui kegiatan refleksi sudah diketahui letak keberhasilan dan kekurangan atau permasalahan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. kegiatan pada siklus II pada dasarnya sama dengan kegiatan pada siklus I. Kolaborasi dilaksanakan dalam setiap tahap penelitian. Empat tahap yang dilaksanakan setelah studi pendahuluan merupakan rangkaian tahap dalam siklus I. peneliti bersama guru melanjutkan penelitian pada siklus II. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya.2 Tahap-tahap Penelitian Seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya.

pada siklus II peneliti dan guru melakukan perbaikan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi Tahap 2 • Pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi.diidentifikasi permasalahan atau hambatannya. Tahap-tahap dalam penelitian ini dapat dilihat dalam bagan alur penelitian tindakan kelas sebagai berikut. STUDI PENDAHULUAN Tahap 1 • Pengamatan karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia • Wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. dan mengidentifikasi permasalahan SIKLUS I PERENCANAAN TINDAKAN I • Menyusun rencana tindakan • Menyusun RPP • Mempersiapkan teks karangan deskripsi .

(3) tahap penyuntingan dan revisi. dan (4) tahap publikasi REFLEKSI SIKLUS I Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus I Permasalahan baru hasil refleksi siklus I SIKLUS II PERENCANAAN TINDAKAN II • Menyusun rencana perbaikan tindakan • Menyusun RPP .• Menyiapkan media pembelajaran • Menyusun instrumen PELAKSANAAN TINDAKAN I • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus I: (1) tahap prapenulisan. (2) tahap penulisan.

1 Alur Penelitian Tindakan (diadaptasi dari Suhardjono dalam Arikunto. (2) tahap penulisan. dkk. (3) tahap penyuntingan dan revisi. 2007:74) . dan (4) tahap publikasi PENGAMATAN SIKLUS I Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat Gambar 3.PENGAMATAN SIKLUS II Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat REFLEKSI SIKLUS II Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus II PELAKSANAAN TINDAKAN II • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus II: (1) tahap prapenulisan..

Studi pendahuluan tahap pertama merupakan tahap observasi awal yang dilaksanakan dengan (1) menganalisis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dari tugas yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran sebelumnya dan (2) . hubungan dengan ilmu yang lebih luas. Kegiatan studi pendahuluan dalam penelitian ini dilaksanakan dua tahap. Studi pendahuluan juga dilaksanakan untuk meyakinkan peneliti bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mempunyai permasalahan yang perlu dipecahkan atau membutuhkan adanya perbaikan. situasi dewasa ini.2. yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan. dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang.1 Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan kegiatan awal yang dilaksanakan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 2002:39) menyatakan bahwa setelah studi pendahuluan peneliti menjadi lebih jelas terhadap masalah yang dihadapi. dari aspek historis. dan lainlain. Arikunto (2002:40) juga menambahkan adanya manfaat lain dari studi pendahuluan.Permasalahan baru hasil refleksi siklus II Berhasil Simpulan SIKLUS KE-n 3. Winarno (dalam Arikunto.

refleksi terhadap pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan oleh guru. Dalam tahap menyusun rancangan. Studi pendahuluan tahap pertama dilaksanakan sebagai tahap identifikasi awal yang bertujuan mengetahui permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk . wawancara dengan guru dan siswa.wawancara atau tanya jawab dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. dan berdasarkan hasil pretes. 3. sedangkan perencanaan pada siklus II dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pernah dilaksanakan. Pretes dalam penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 Perencanaan Tindakan Setelah melaksanakan studi pendahuluan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo. Tahap perencanaan tindakan dilaksanakan pada masing-masing siklus.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan pengamatan karangan deskripsi siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Studi pendahuluan tahap kedua merupakan pelaksanaan pretes menulis karangan deskripsi. sedangkan studi pendahuluan tahap kedua dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. peneliti bersama guru secara kolaboratif berupaya meningkatkan kemampuan siswa kelas X. tahap selanjutnya yang dilaksanakan dalam penelitian adalah perencanaan tindakan. yakni siklus I dan siklus II. Perencanaan pada siklus I dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan setelah mengetahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan.2.

diamati. 2007:18). serta menentukan media yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Berdasarkan rancangan yang telah disusun.. Rencana pembelajaran pada siklus I direncanakan dalam dua kali pertemuan yang terbagi menjadi empat tahap proses menulis yang harus dilalui siswa. Rencana tindakan disusun berdasarkan program dan jadwal yang telah disusun bersama guru. (2) tahap penulisan. Pada tahap perencanaan ini. rancangan teknik dan skenario penerapan pembelajaran akan diterapkan (Suhardjono dalam Arikunto. Selain menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 2007:76).. dkk. peneliti bekerjasama dengan guru merancang tindakan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa. dengan menggunakan gambar dan imajinasi.3 Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan. gambar dan imajinasi digunakan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. dan disesuaikan dengan kondisi di sekolah. kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung (Arikunto.2. peneliti bersama guru juga menyusun instrumen pengumpul data yang akan digunakan dalam observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran. Pada tahap ini. pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi untuk mengetahui kemampuan siswa. yang masing-masing tindakan mencakup empat rangkaian kegiatan proses . dan (4) tahap publikasi. (3) tahap penyuntingan dan revisi. yaitu (1) tahap prapenulisan. tindakan dalam penelitian ini terdiri dari tindakan I dan II. dkk. 3. sesuai dengan rencana yang telah disusun.

sedangkan pertemuan kedua adalah tahap penyuntingan dan revisi. Tindakan I dan II masing-masing dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. yakni (1) tahap prapenulisan. Observasi dilakukan mulai awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran. Hasil dari kegiatan pengamatan ini akan dijadikan acuan untuk melaksanakan refleksi. peneliti berkolaborasi dengan guru mengamati jalannya pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Masing-masing pertemuan mempunyai alokasi waktu dua jam pelajaran (2x45 menit).4 Observasi atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. Selain pengamatan terhadap proses pembelajaran. (3) tahap penyuntingan dan revisi. Pertemuan pertama adalah tahap prapenulisan dan tahap penulisan. dan (4) tahap publikasi. Pada tahap observasi. Pada tahap ini dilakukan pengamatan dan pencatatan terhadap semua hal yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. 3. dan dokumentasi.menulis. Data untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi.2. (2) tahap penulisan. Pengamatan terhadap . Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto. baik pada pelaksanaan tindakan siklus I maupun siklus II. 2002:133). kegiatan pengamatan juga dilaksanakan terhadap hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. dan tahap publikasi. dengan dibantu oleh seorang observer. catatan lapangan.

. dkk.5 Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap selesai dilaksanakannya kegiatan pembelajaran. maka perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya. dengan perolehan nilai setelah diberi tindakan (setelah menggunakan .2. 3. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat dari selisih perolehan nilai pada tahap pretes (sebelum menggunakan gambar dan imajinasi). 2007:80). Apabila setelah dievaluasi ternyata indikator keberhasilan belum tercapai. Data yang telah terkumpul pada tahap observasi dievaluasi pada tahap refleksi. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses dan hasil tindakan. kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan (Suhardjono dalam Arikunto. Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi masalah untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. Refleksi ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan telah memberi peningkatan terhadap kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum digunakannya gambar dan imajinasi. Refleksi pada hasil tindakan mengacu pada tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan. serta mengetahui pencapaian keberhasilan tindakan.hasil karya siswa dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan dalam pembelajaran sudah tercapai atau sebaliknya. berdasarkan data yang telah terkumpul.

Sejauh pengamatan peneliti.1 Lokasi Penelitian Penelitian tentang peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo yang beralamat di Jalan Slamet Cokro Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. XI.3 Lokasi.gambar dan imajinasi). dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan. Oleh karena itu. Pemilihan SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran di SMA tersebut.3. di SMA ini belum pernah diadakan penelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa. peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berupaya melaksanakan . Selain itu. yaitu kelas X. Masing-masing tingkatan mempunyai enam ruang kelas. 3. Waktu. padahal kemampuan menulis siswa masih kurang. guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran. dan Subjek Penelitian 3. Jika berdasarkan kriteria yang ditetapkan menunjukkan bahwa hasil kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan lebih 54 baik dari dari hasil sebelum diberi tindakan. dan XII. Jumlah ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebanyak 18 kelas yang terbagi menjadi tiga tingkatan. terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

perbaikan pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa, khususnya dalam menulis karangan deskripsi.

3.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil, yakni bulan Desember 2007, dan pada semester genap, yakni bulan April sampai bulan Mei 2008 tahun ajaran 2007/2008. Penelitian pada semester ganjil dilaksanakan untuk mengidentifikasi masalah atau observasi awal, sedangkan penelitian pada semester genap dilaksanakan untuk kegiatan pretes dan pelaksanaan tindakan. Pemilihan waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan diupayakan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sebenarnya. Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meminta ijin kepada Kepala Sekolah. 3.3.3 Subjek Penelitian Siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2007/2008 merupakan subjek dalam penelitian ini. Tindakan diberikan pada seluruh siswa kelas X.2 yang terdiri dari 19 siswa putra dan 20 siswa putri. Dasar pemilihan siswa kelas X.2 sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 dianggap telah siap untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pemilihan ini juga berdasarkan anjuran dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2, dengan mempertimbangkan waktu penelitian.

3.4 Data dan Sumber Data

3.4.1 Data Data dalam penelitian ini terdiri dari data awal (pratindakan) atau data studi pendahuluan, data pelaksanaan tindakan, dan data hasil tindakan. Data awal adalah data hasil wawancara, data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi, dan karangan deskripsi siswa sebelum diberi tindakan, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah sebagai dasar menyusun rencana tindakan. Data pelaksanaan tindakan adalah data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Data hasil tindakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, setelah dilaksanakannya tindakan siklus I dan siklus II. 3.4.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. (1) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada subjek yang diteliti. Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkap dapat digali dengan baik (Susetyo, 2005:4). Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tidak

berstruktur dan bersifat informal. Pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek, atau keterangan lainnya diajukan secara bebas dan disesuaikan dengan kondisi saat wawancara. Wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan untuk memperoleh data berupa informasi terkait dengan pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan, sekaligus pendapat mereka tentang pembelajaran tersebut. (2) Pengamatan atau Observasi Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian (Susetyo, 2005:1). Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni observasi awal dan observasi pelaksanaan tindakan. Observasi awal dilaksanakan pada tahap studi pendahuluan untuk mengidentifikasi permasalahan sebelum dilaksanakan tindakan, sedangkan observasi pelaksanaan tindakan bertujuan untuk merekam aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Peneliti menggunakan lembar observasi atau catatan lapangan untuk mencatat setiap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Analisis Dokumen Analisis dokumen dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dokumen yang digunakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Analisis dokumen juga dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 3.6 Teknik Analisis Data

(1) Menelaah data terkumpul. kesulitan yang dialami siswa. serta hasil yang diperoleh setelah diberikan tindakan.Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. dilaksanakan penilaian terhadap karangan deskripsi siswa. yakni menyeleksi. Pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi siswa dapat dilihat pada tabel 3. (2) Mereduksi data.1 berikut. peneliti melakukan penyusunan informasi secara naratif yang berdasarkan hasil reduksi data dengan tujuan dapat menarik simpulan tentang proses pembelajaran. Tabel 3. dan menyederhanakan semua data yang diperoleh. Tahap penyimpulan dilaksanakan dengan mengacu pada data yang disajikan dan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.1 Pedoman Penyekoran Hasil Menulis Karangan Deskripsi Siswa No Aspek Subaspek Indikator 1 1. memfokuskan. Penilaian dilakukan dengan memberikan skor terlebih dahulu terhadap karangan deskripsi siswa. (3) Menyimpulkan data yang telah direduksi dan disajikan secara naratif. Untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. perkembangan kemampuan siswa. Sebelum menyimpulkan data. Isi 2 3 Skor 4 5 Kesesuaian Isi karangan sesuai dengan judul dan . sesuai dengan indikator yang telah ditentukan dalam pedoman penyekoran.

tujuan penulisan Kerincian Isi karangan menggambarkan objek dengan rinci atau sedetail-detailnya sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan secara nyata apa yang dirasakan penulisnya Kreativitas imajinasi Isi karangan dikembangkan berdasarkan imajinasi kelima indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, dan perabaan) dan didukung oleh opini atau kesan penulis terhadap objek 2 Organisasi Organisasi Karangan disusun dengan runtut, saling terkait, dan terarah 3. Kebahasaan Kalimat Kalimat yang digunakan bervariasi, efektif, dan terbebas dari kesalahan tata bahasa Diksi Perbendaharaan kata bervariasi dan digunakan secara tepat dan efektif Ejaan Pilihan kata, kata depan, huruf kapital, tanda baca, dan imbuhan digunakan secara tepat (sesuai dengan EYD)

Keterangan:

Skor 1 : Sangat Kurang (SK) Skor 2 : Kurang (K) Skor 3 : Cukup (C) Skor 4 : Baik (B) Skor 5 : Sangat Baik (SB) Skor maksimal: 35 (Sumber: diadaptasi dari Basuki, 1997:38―40) Setelah ditemukan skor pada masing-masing subaspek karangan deskripsi siswa berdasarkan tabel 3.1, kemudian dihitung nilai siswa atau persentase pencapaiannya dengan rumus sebagai berikut.

Nilai = %100xmaksimalSkordiperolehyangSkor (Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:236) Dari nilai yang diperoleh, siswa dikatakan mampu apabila nilai yang diperoleh dapat mencapai standar keberhasilan minimal dengan mengacu pada pedoman standar keberhasilan yang telah ditentukan. Berikut pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3.2 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Pencapaian (%) Kualifikasi Angka 80−100 65−79 5 4 A B Kategori Nilai Tingkat Keberhasilan Huruf Baik Sekali Baik Berhasil Berhasil

56−64 40−55 20−39

3 2 1

C D E

Cukup Kurang Gagal

Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245) Keterangan: Pedoman standar keberhasilan minimal yang harus dicapai siswa (Tabel 3.2) telah disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, yakni 65%. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat dari perbandingan nilai pretes siswa (karangan deskripsi sebelum menggunakan gambar dan imajinasi) dengan nilai siklus I dan nilai siklus II (karangan deskripsi setelah menggunakan gambar dan imajinasi). Jika diperoleh hasil bahwa nilai siswa pada siklus II lebih baik dari dari nilai siklus I, dan nilai siklus I lebih baik dari nilai pretes, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan.

3.7 Prediksi Hasil Hasil yang diharapkan dari penelitian ini secara umum adalah adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan atau standar ketuntasan minimal (SKM) yang telah ditentukan, yakni 65%. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspeknya, yakni pada (1) aspek isi, yang meliputi (a) kemampuan dalam menyesuaikan isi dengan judul

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dan (c) kemampuan dalam menggunakan ejaan. dan (3) aspek kebahasaan. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti bertujuan memperoleh hasil interpretasi data secara objektif. Ketekunan pengamatan adalah pengecekan keabsahan data dengan cara menyesuaikan antara tahap yang direncanakan dengan tahap yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. sedangkan observernya adalah rekan sejawat peneliti. (2) aspek organisasi. (b) kemampuan dalam menggunakan diksi atau pilihan kata. 3. dan terarah. observasi. peneliti dibantu oleh kolaborator dan observer dalam mengumpulkan data. terkait. . Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti adalah ketika melaksanakan penelitian. yang meliputi (a) kemampuan dalam menyusun kalimat. (c) kemampuan dalam mengimajinasikan objek menggunakan kelima indera.dan tujuan penulisan. (b) kemampuan dalam merinci objek yang dideskripsikan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara. dan analisis dokumen.8 Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data bertujuan memperoleh data yang sahih dan absah yang diperoleh dari hasil wawancara. yakni kemampuan dalam mengorganisasikan gagasan dengan runtut. yaitu ketekunan pengamatan dan pemeriksaan mitra peneliti (kolaborator dan observer). Kolaborator yang dimaksud adalah guru Bahasa Indonesia kelas X.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.1 Studi Pendahuluan 4. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi awal adalah (1) mengamati secara langsung proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X. Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember 2007. 4. dan (3) pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa . dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Observasi awal bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. Paparan data yang disajikan meliputi paparan tentang (1) studi pendahuluan.1 Observasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah observasi awal. (2) pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. khususnya di kelas X.BAB IV PAPARAN DATA Pada Bab IV ini disajikan paparan data berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan.2. (2) wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X.2 terkait dengan pembelajaran menulis. dan (3) hasil tindakan siklus I dan siklus II.1.

.berdasarkan tugas yang telah diberikan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.

guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi tanpa dibimbing untuk melakukan kegiatan sesuai tahapan yang sebaiknya dilakukan dalam proses menulis.1 Perencanaan Pretes Perencanaan pretes dilaksanakan berdasarkan hasil observasi awal.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa dari tugas yang diberikan guru dalam . 4. Pretes dilaksanakan dengan memberikan tugas menulis karangan deskripsi pada siswa tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. Tujuan pelaksanaan pretes adalah mengetahui lebih detail tentang permasalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X. Tugas yang diberikan pada siswa difokuskan pada penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. seperti (1) prapenulisan. Berdasarkan pengamatan terhadap hasil karya siswa.2. juga diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa.2 Pretes 4.1. Guru belum memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis. (3) penyuntingan dan revisi. dan (4) publikasi.Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara. Kegiatan pretes juga untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa mengunakan gambar dan imajinasi. (2) penulisan. Selain itu.1. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. Guru tidak berupaya membimbing siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.

” . guru meminta siswa menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.. Pembelajaran menulis deskripsi dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. yang menunjukkan bahwa objek yang digambarkan dalam karangan deskripsi siswa mayoritas berupa objek tempat atau pemandangan. yaitu pada hari Rabu tanggal 23 April 2008 dengan alokasi waktu 2x45 menit.1. yakni siswa SMA. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian.pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan. peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mendiskusikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul selama pembelajaran menulis deskripsi dan berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. 23 April 2008) Guru : “Selamat siang. anak-anak.. Dialog 1: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Pretes/Rabu. Selain itu. Dalam kegiatan pretes ini. Bu. 4..” Siswa : “Selamat siang. peranan peneliti hanya sebagai pengamat. guru membangun ingatan siswa terkait dengan materi tulisan deskripsi yang pernah dipelajari pada semester sebelumnya.” Guru : “Apa kabar semuanya? Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini? Siswa : “Sudah.2 Pelaksanaan Pretes Kegiatan pretes dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.2. Setelah itu. Dalam kegiatan ini.2. Sebelum siswa melaksanakan kegiatan menulis.

. jika kalian sudah mengerti. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan tulisan deskripsi?” Siswa : (saling berbisik dengan siswa lainnya) Guru : “Ayo.” Guru : “Ada yang ingin ditanyakan?” Siswa : “Tidak. manusia. tempat tinggal kalian.. sudah mengerti semuanya anak-anak?” Siswa : “Sudah. Tulisan deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan atau menceritakan suatu objek.. sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan tersebut.. siapa yang masih ingat dengan pengertian tulisan deskripsi?” Siswa : “Tulisan yang menggambarkan suatu objek.” Guru : “Ada yang ingin menambahkan lagi?” Siswa : (diam) Guru : “Baik. Kalian boleh mendeskripsikan sekolah kita. Bu.” Guru : “Baik. kerjakan mulai dari sekarang!” . Bagaimana. atau tempat-tempat rekreasi yang pernah kalian kunjungi..Guru : “Anak-anak. kita pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi. baik itu benda. Kalian juga pernah mencoba menulis tulisan deskripsi.. sekarang Ibu ingin kalian menulis sebuah karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.” Guru : “Baik. ataupun tempat. Ibu jelaskan lagi.. Bisa dimengerti anak-anak?” Siswa : “Bisa...

mengumpulkan bahan. baik melalui pembacaan di depan kelas ataupun menempelkannya di dinding kelas.1. dan bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik. memahami tujuan penulisan. Dalam kegiatan menulis. Penilaian karangan deskripsi siswa mengacu pada pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi yang telah disusun. Setelah dua jam pelajaran berjalan. Meskipun tema telah ditentukan. kegiatankegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk membantu siswa mengembangkan karangan deskripsi dengan baik. guru tidak membimbing siswa untuk menentukan dan memahami topik atau objek yang akan dideskripsikan. semua hasil karangan siswa langsung dikumpulkan tanpa dikoreksi atau diberikan balikan baik dari sesama siswa maupun guru.Selama pretes. Kegiatan penyuntingan dan perbaikan juga tidak dilaksanakan sehingga siswa tidak mengetahui di mana letak kekurangan hasil karangannya. 4. Kemampuan awal siswa dapat diketahui dari hasil penilaian terhadap karangan deskripsi siswa yang ditulis pada tahap pretes. dan menentukan judul. sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi. Padahal. Setelah memberikan skor pada . tanpa adanya bimbingan dari guru. siswa melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi seperti pada pembelajaran sebelumnya. baik dari segi isi. organisasi. Siswa juga tidak melaksanakan kegiatan publikasi.3 Hasil Evaluasi Pretes Pretes dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan detail permasalahan yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum diberikan tindakan. kegiatan ini juga perlu dilaksanakan agar siswa mengetahui manfaat kegiatan menulis yang telah dilaksanakan.2. siswa tidak melalui tahap-tahap proses menulis mulai dari prapenulisan hingga publikasi. Padahal. maupun kebahasaan.

82 61. Tingkat keberhasilan siswa kelas X. Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih di bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). yakni sebanyak 24 siswa atau 61.54% dari .13 12. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes (Lampiran 11a).1. dari jumlah siswa keseluruhan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Tahap Pretes No. Tabel 4. dapat diketahui bahwa pada tahap pretes. yang kemudian ditentukan tingkat keberhasilannya.1 berikut.54 20.51 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil Berdasarkan tabel 4. Sebagian besar siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang).setiap subaspek pada masing-masing aspek karangan deskripsi siswa. yakni 65%. Bahkan.79%.1 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 2 5 24 8 Persentase 5. guru memberikan nilai pada karangan deskripsi siswa secara utuh. dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih kurang.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tahap pretes hanya mencapai 45. hanya dua siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik).

Jadi. hanya 5. Penguasaan siswa kelas X. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak lima siswa atau 12. pada tahap pretes. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal) sebanyak 8 siswa atau 20. sedangkan 94.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan.2 berikut. skor 3 dengan kriteria “cukup”.82% dari jumlah siswa keseluruhan.51% dari jumlah siswa keseluruhan. yakni: (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Tahap Pretes No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Skor 2 Skor 3 Skor Skor 5 Jumlah Siswa . skor 2 dengan kriteria “kurang”. Tabel 4.2 Penguasaan Siswa Kelas X. Oleh karena itu. Skor 5 merupakan skor tertinggi dengan kriteria “sangat baik”. (2) aspek organisasi. (b) diksi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi perlu ditingkatkan. dan skor 1 dengan kriteria “sangat kurang”. skor 4 dengan kriteria “baik”. Penilaian dilaksanakan dengan memberikan skor pada setiap subaspek dengan rentangan 1—5 sesuai dengan kriteria pencapaian indikatornya. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berdasarkan rentangan skor dalam menulis karangan deskrispi pada setiap subaspek pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. (b) kerincian.jumlah siswa keseluruhan. dan (c) ejaan. dan (c) kreativitas imajinasi.87% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.

99% siswa yang memperoleh skor 4 (baik). rata-rata kemampuan siswa kelas X.81% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh skor 1 (sangat kurang). 23. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik).56 4 9 16 15 12 13 14 12 21 12 7 4 2 5 2 8 - Berdasarkan tabel 4.Kurang Kurang Cukup 4 Baik Sangat Baik - 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44.62 58. Oleh karena itu.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. Dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai.2.46 40 9 12 17 11 15 8 20 12 5 8 - 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 50.67 37. 34.43% siswa memperoleh skor 2 (kurang).77% siswa memperoleh skor 3 (cukup). Skor tertinggi yang diperoleh siswa pada subaspek kreativitas imajinasi adalah 3 (cukup). 4.2.1. dan hanya 10.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek pada tahap pretes masih kurang. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 4 (baik).44 42.77 46. maupun kebahasaan.4 Refleksi Pretes . Bahkan pada subaspek kreativitas imajinasi. Pada penilaian setiap subaspek. baik dari aspek isi. kemampuan siswa kelas X. 30. organisasi.

penulisan. guru mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran menulis karangan deskripsi berlangsung. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk karangan deskripsi yang baik. Melalui kegiatan refleksi. Beberapa siswa masih ingat tentang pengertian dan karakteristik tulisan deskripsi yang pernah diajarkan oleh guru. baik dari aspek isi. Dalam kegiatan refleksi. Kegiatan penulisan siswa tidak melalui tahap-tahap dalam proses menulis. dan publikasi.Setelah melaksanakan evaluasi pada tahap pretes. penyuntingan dan revisi. Namun. diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. Siswa juga tidak diberikan pemahaman mengenai macammacam deskripsi dan bagaimana menulis deskripsi dengan disertai opini agar dapat menumbuhkan imajinasi pembaca. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran pada tahap pretes. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes yang menunjukkan . yakni tahap prapenulisan. Siswa tidak dibimbing untuk menciptakan pemahaman sendiri sehingga siswa hanya sebatas tahu tentang tulisan deksripsi tanpa diimbangi dengan kemampuan dalam menuangkan ide dalam bentuk karangan deskripsi. guru melaksanakan refleksi. maupun kebahasaan. pada dasarnya siswa sudah mengetahui tentang konsep tulisan deskripsi. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. organisasi. pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi hanya diperoleh dari guru. Siswa tidak memahami langkah-langkah yang baik dalam menghasilkan sebuah karangan sehingga karangan yang dihasilkan tidak maksimal.

tidak ada kegiatan lanjutan yang harus . (8) Siswa tidak memahami bahwa kegiatan menulis merupakan suatu proses sehingga menganggap bahwa setelah karangan dikumpulkan. baik dari judul maupun isinya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum dapat mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. (2) Siswa belum mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan judul karangan. (5) Siswa belum mampu menyertakan opini atau kesan dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Bahkan. (1) Masih ada beberapa karangan siswa yang mengandung pola pengembangan narasi. ada beberapa siswa yang tidak memberikan judul dalam karangannya. (7) Masih banyak siswa yang mengalami kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. (4) Siswa mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan indera penglihatan saja.bahwa nilai yang diperoleh sebagian besar siswa kelas X. (3) Isi karangan siswa tidak fokus pada suatu objek atau pendeskripsian objeknya kurang terarah sehingga sulit dirasakan oleh pembaca. tanpa mengembangkan berdasarkan indera yang lain sehingga karangan yang dihasilkan kurang rinci atau detail dan pembaca juga tidak mampu mengimajinasikan dengan kelima indera. (6) Perbendaharaan diksi dalam karangan siswa kurang sehingga sering terjadi pengulangan kata atau kalimat yang sama. Secara rinci. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes adalah sebagai berikut. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih belum mamahami wujud karangan deskripsi yang sebenarnya.

1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I 4. Penerapan tindakan dari seluruh rencana pembelajaran akan direncanakan dalam dua siklus. apabila dalam dua siklus belum juga mengalami peningkatan yang signifikan. 4.2. sedangkan rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus II dan siklus ke-n dirancang untuk mengatasi permasalahan yang masih ditemukan pada siklus sebelumnya. Rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus I dirancang untuk mengatasi segala permasalahan yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan (pretes). maka guru merencanakan tindakan untuk mengatasinya. kegiatan perencanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan. Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes.1 Perencanaan Tindakan Siklus I Setelah melaksanakan kegiatan studi pendahuluan. Pembelajaran siklus I dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan. Siswa puas dengan hasil karangan yang telah dibuat tanpa adanya perbaikan atau penyuntingan untuk memaksimalkan hasil karangannya. .2 Pelaksanaan Tindakan 4.1. Namun. Tindakan yang diberikan pada siklus I bertitik tolak pada permasalahan yang ditemukan pada saat observasi dan hasil pretes pada tahap studi pendahuluan.dilakukan.2. maka akan ditindaklanjuti pada siklus selanjutnya. Hal ini dikarenakan karangan siswa hanya sekedar dikumpulkan tanpa ada kegiatan publikasi. (9) Siswa tidak mengetahui manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga karangannya tidak maksimal.

yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.Pada tahap perencanaan ini. tetapi juga berdasarkan hasil imajinasi kelima indera. (3) Guru membimbing siswa untuk mengisi tabel hasil imajinasi indera. Tabel 4. Gambar berfungsi sebagai objek yang akan dideskripsikan sehingga hasil karangan siswa nantinya menjadi lebih fokus dan terarah. Hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bahan sekaligus kerangka yang digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Beberapa tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus I untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada tahap studi pendahuluan antara lain sebagai berikut.3 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus I PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM PERASA PERABA . (1) Guru menggunakan gambar dan tabel hasil imajinasi indera dalam pembelajaran menulis deskripsi. (2) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan pengamatan terhadap gambar sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bentuk realisasi dari hasil pengamatan terhadap gambar. Bentuk tabel hasil imajinasi indera yang harus diisi siswa sebagai dasar penulisan karangan deskripsi pada siklus I adalah sebagai berikut. Dengan tabel hasil imajinasi indera. karangan deskripsi siswa nantinya menjadi lebih rinci dan tidak hanya berdasarkan apa yang dilihat saja. disusun rencana tindakan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. guru menyajikan contoh karangan deskripsi dan narasi. yaitu (1) prapenulisan. keempat tahap tetap harus dilalui oleh siswa agar siswa lebih memahami tentang konsep karangan deskripsi dan tujuan penulisannya sehingga karangannya menjadi lebih baik. (3) penyuntingan dan revisi. Tindakan siklus I direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. Untuk memantabkan pengetahuan siswa dan mengurangi kesalahan siswa pada tahap pretes. (2) penulisan.(4) Dalam menghasilkan sebuah karangan deskripsi. Setiap tahap dalam proses menulis karangan deskripsi dilakukan sendiri oleh siswa dengan bimbingan dari guru. Dengan beberapa tindakan yang akan diberikan. (1) Guru menggali kembali pengetahuan siswa tentang tulisan deskripsi. guru menjelaskan kembali pengertian tulisan deskripsi. Metode ceramah minim dilakukan. Berikut ini rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. (5) Guru berupaya menggunakan berbagai media dalam menyampaikan materi agar siswa mampu menciptakan pemahaman sendiri tentang konsep karangan deskripsi. Namun. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Sebagai penguatan. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. disusun rencana pembelajaran pada siklus I. . dan (4) publikasi. Urutan kegiatan dalam proses menulis siswa tidak harus terpaku pada urutan tahap yang telah ditentukan. siswa harus melaksanakan proses menulis yang terdiri dari 4 tahap.

76 (3) Guru memberikan tema keindahan alam kepada siswa. dan menuliskannya di papan tulis. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar. yang masih tampak gunung dan persawahan. Pemilihan gambar pegunungan didasarkan pada lingkungan terdekat siswa yang berada di desa. dan contoh karangan deskripsi yang dikembangkan berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dan menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. (Tahap Prapenulisan) (4) Setelah tabel hasil imajinasi indera diisi oleh siswa. contoh pengisian tabel hasil imajinasi indera.(2) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. guru menunjukkan tulisan deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Guru menunjukkan contoh gambar. menentukan judul. Siswa diberikan . dengan membacakannya di depan kelas. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan tahap pengumpulan bahan agar siswa tidak kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi sehingga karangan deskripsi siswa menjadi lebih rinci dan detail. Guru membagikan gambar pegunungan dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Dari contoh yang sama. siswa mengamati gambar. (Tahap Penulisan) (5) Guru menyajikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada tahap pretes. guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. Selanjutnya.

Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami manfaat kegiatan menulisnya.2 Proses Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan pada siklus I mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. Siklus I dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada tahap pretes . masing-masing karangan direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran dari teman.1. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar atau saran perbaikan terhadap hasil karangan teman. baik dari segi isi maupun kebahasaannya. Tindakan dalam siklus I merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan siswa dalam menulis karangan deskripsi yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik dan pentingnya melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Siswa dengan bimbingan guru menemukan kesalahan yang terdapat dalam karangan yang disajikan. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. dan bangga terhadap hasil tulisannya.kesempatan untuk mengomentari karangan deskripsi yang disajikan. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (7) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Guru juga membimbing siswa untuk menempelkan hasil karangan deskripsinya di dinding kelas. (Tahap Publikasi) 4. (6) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi.2.

2. mulai pukul 11. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dengan alokasi waktu 2x45 menit. Tindakan siklus I diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada tahap pretes. baik dari aspek isi. Tindakan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis . organisasi. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. Proses pelaksanaan tindakan pada siklus I akan diuraikan sebagai berikut. Jadi. Nilai yang dicapai oleh siswa dalam menulis karangan deskripsi masih rendah dan di bawah standar keberhasilan yang ditetapkan. maupun kebahasaan. pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sendiri oleh peneliti. dan (4) tahap publikasi. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. (2) tahap penulisan. guru mempresensi siswa. yakni pada jam ke 7―8.1 Pertemuan Pertama Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 7 Mei 2008.1.45 hingga 13.2. dengan rangkaian proses menulis seperti yang telah direncanakan.2. Kegiatan pembelajaran pertemuan I siklus I dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir.belum menunjukkan penguasaan siswa dalam menulis karangan deskripsi. peneliti bertindak sebagai guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Sebelum memulai pembelajaran. 78 4. yaitu (1) tahap prapenulisan.15.

. 2) Karangan yang menggambarkan suatu objek. 7 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr.” Guru : “Seperti yang telah Bu Sri katakan. Guru juga menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Dialog 2: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. Bagaimana khabarnya hari ini?” Siswa : “Baik. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.” Guru : “Berarti kalian pasti paham tentang karangan deskripsi...” Guru : “Sebelumnya Ibu ingin bertanya..deskripsi pada pertemuan I.. apa kalian pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi?” Siswa : “Pernah . Berikut dialog yang dilaksanakan oleh guru dengan siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terkait dengan tulisan deskripsi. Bu. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka. Apa yang dimaksud dengan karangan deskripsi?” Siswa : (secara serentak) “1) Karangan yang dikembangkan berdasarkan suatu objek. Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini bersama Ibu?” Siswa : “Siap.. Wb.” Guru : “Kalian pernah menulis karangan deskripsi?” Siswa : “Pernah .” Guru : “Selamat siang semuanya.... dalam beberapa pertemuan ke depan kalian akan belajar bersama Ibu. . Bu.” Siswa : “Waalaikumsalam….

dan dialami. dirasa. Satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan deskripsi. guru tetap menjelaskan kembali tentang pengertian tulisan deskripsi kepada siswa. Namun. dan satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan narasi (Lampiran 7). Baik. Hal ini dilakukan guru sebagai penguatan atau memantabkan pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. Dengan begitu. Coba biasakan mengangkat tangan sebelum menyampaikan pendapat kalian. guru menyajikan dua contoh kutipan karangan siswa dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. guru menjadi lebih mudah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan membimbing siswa untuk menulis deskripsi karena siswa telah mempunyai bekal dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.” Guru : “Bagus! Ada lagi yang masih ingat tentang pengertian karangan deskripsi?” Siswa : (Diam) Berdasarkan dialog 2. . Penjelasan yang diberikan oleh guru didasarkan pada jawaban siswa yang telah dirangkum dan ditulis di papan tulis sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahaminya karena mereka sendiri yang menemukan. Siswa dibimbing untuk menemukan perbedaan karangan deskripsi dan narasi dari kedua contoh yang disajikan. Agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan dalam menyusun karangan deskripsi sebelumnya. Ibu ingin kalian mengungkapkan pendapat dengan tertib. Siswa juga sudah pernah menulis karangan deskripsi. guru dapat mengetahui bahwa pada dasarnya siswa sudah mengetahui konsep dasar tulisan deskripsi.Guru : “Anak-anak. ada lagi yang ingin menambahkan?” Siswa : (salah satu siswa mengangkat tangan) “Karangan yang menceritakan suatu objek berdasarkan apa yang dilihat.

. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menulis karangan deskripsi.” Siswa : (Diam memperhatikan) Guru : “Selain itu. 7 Mei 2008) Guru : “Baik anak-anak. hasil karangan kalian akan bermanfaat. tetapi hasil tulisan deskripsi kalian nantinya akan dipublikasikan dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas. kok deskripsi lagi seh Bu?” Guru : “Tunggu sebentar... Kalian mau kan jika tulisan kalian dipublikasikan?” Siswa : “Mau Bu.” Siswa : (saling menggumam) “Ya. kegiatan menulis deskripsi kalian nanti juga tidak hanya sekedar menulis saja. Ibu yakin kalian sudah pandai tentang karangan deskripsi. Dialog 3: Penjelasan Kompetensi yang Akan Dicapai dalam Pembelajaran dan Manfaat Pencapaian Kompetensi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu. Memang bagaimana caranya Bu?” Guru : “Nanti... Ibu akan memberikan gambar kepada kalian. Kita juga akan mencoba kembali menulis karangan deskripsi. kalian harus menggunakan imajinasi kelima indera kalian. Ketika kalian mendeskripsikan gambar. mau sekali.Sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran. Gambar itu berfungsi sebagai objek yang nantinya harus kalian deskripsikan. Sudah pernah belajar menulis deksripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi?” Siswa : “Belum. tunggu sebentar.. Pada pembelajaran kali ini kita akan kembali belajar tentang karangan deskripsi. guru terlebih dahulu menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran serta manfaat pencapaian kompetensi.... Kali ini kita akan belajar menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Kita akan membuat mading di kelas kalian. Jadi.h.” ..

guru terlebih dahulu memberitahukan bahwa fokus penulisan deskripsi yang akan dilaksanakan oleh siswa adalah penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. dalam bentuk transparansi (Lampiran 8). seperti yang telah dilaksanakan pada tahap pretes. siswa diharapkan mampu mendeskripsikan objek dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. Guru menggunakan gambar dan imajinasi dalam proses menulis siswa. Karena siswa telah memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bersama guru. dapat diketahui bahwa dengan menjelaskan terlebih dahulu kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk memahami manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. Dengan menggunakan contoh karangan yang sama. Melalui kegiatan ini. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. Guru mengenalkan siswa tentang deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. (2) menentukan judul karangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti.Dari dialog 3. siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Guru terlebih . Pada tahap prapenulisan. guru melaksanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya. guru menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) mengamati gambar. Sebelum siswa memulai proses menulis. guru memberikan tindakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengembangkan karangan deskripsi pada tahap pretes. Guru kemudian menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.

Siswa diberikan kebebasan untuk menyusun karangan deskripsi berdasarkan hasil imajinasinya dengan bimbingan guru. Kegiatan prapenulisan juga merupakan kegiatan pengumpulan bahan yang bertujuan memudahkan siswa untuk mengembangkan idenya ke dalam karangan deskripsi. Ada beberapa siswa yang dengan cepat menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. Seperti pada tahap prapenulisan. Pada tahap penulisan. Siswa dibimbing untuk menentukan judul karangan berdasarkan gambar yang diamati. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Seperti yang telah direncanakan. tetapi juga masih banyak siswa yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. dengan mengacu pada gambar yang diamati. gambar yang digunakan pada siklus I adalah gambar pegunungan.dahulu membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada masing-masing siswa. Guru mengamati dan membimbing siswa selama kegiatan prapenulisan. Guru kemudian memberikan perintah kepada siswa untuk memulai kegiatan prapenulisan. pada tahap penulisan beberapa siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi. tidak ada siswa yang bertanya. siswa mulai mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah dipilih. Setelah tahap prapenulisan. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Banyak siswa yang masih terlihat bingung atau kesulitan untuk mengembangkan imajinasi kelima indera mereka. Siswa tampak dengan tekun mengamati gambar. Siswa juga mulai mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan imajinasi kelima indera mereka. Selama kegiatan prapenulisan. ada juga beberapa siswa yang masih bingung . Namun.

Bagi yang karangannya sudah selesai.” Dari dialog 4. belum Bu. tampak beberapa siswa dengan antusias mengumpulkan hasil karangan awal.. tetapi ada juga siswa yang masih belum menyelesaikan karangan sehingga berupaya menyelesaikannya dengan tergesa-gesa.untuk mengembangkan karangan deskripsi. meski jam pelajaran sudah hampir habis. meski mereka telah mempunyai bahan penulisan berupa hasil imajinasi indera. Dialog 4: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus I Pertemuan I/Penutup/Rabu.. yakni membacakan hasil karangan di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas. guru mengingatkan siswa untuk mengakhiri kegiatan menulis dan mengumpulkan karangan ke depan karena waktu yang diberikan hampir habis.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Yah.” Siswa : “Bu.Bu.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Iya.. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran.. Siswa antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi.. Sekarang bagi yang belum selesai. waktunya tinggal lima menit lagi. Ada siswa yang masih bersemangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran. . segera diselesaikan! Ibu beri waktu lima menit lagi. silahkan dikumpulkan di meja Ibu. Bu. kapan karangannya dibacakan di depan kelas dan ditempel?” Guru : “Nanti Ibu jelaskan.... 7 Mei 2008) Guru : “Anak-anak.

Di akhir pertemuan.1.2. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I juga dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. Guru juga .2. Namun. jumlah jam pelajaran di SMA Negeri 1 Purwoharjo adalah delapan jam pelajaran. dengan alokasi waktu yang sama dengan pembelajaran pada pertemuan I.Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. Guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Guru juga meminta siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. yakni mulai pukul 10. Jika hari Rabu. 1) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I diawali guru dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yaitu 2x45 menit. 4. Hal ini disebabkan di SMA Negeri 1 Purwoharjo jumlah jam pelajaran pada hari Rabu berbeda dengan jumlah jam pelajaran pada hari Sabtu. sedangkan pada hari Sabtu jumlah jam pelajarannya hanya enam jam pelajaran. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II dilaksanakan pada jam ke 5―6.45.2 Pertemuan Kedua Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus I dilaksanakan hari Sabtu tanggal 10 Mei 2008. Seperti halnya pembelajaran pada pertemuan I siklus I.15 hingga 11.

Secara umum siswa masih ingat dengan kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan I. Karangan yang dibacakan adalah karangan milik RAL. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Berikut contoh karangan deskripsi milik RAL dan DD yang disajikan di guru depan kelas. guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi dan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Siswa juga mampu menyebutkan langkah-langkah mengembangkan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. Secara singkat. 1) Karangan RAL . dan karangan yang ditulis di papan tulis adalah karangan milik DD. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II.tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Setelah mempresensi siswa. dan (2) publikasi. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis. Guru juga memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. guru menyajikan beberapa hasil karya siswa dari pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes. Hal ini memudahkan guru untuk membimbing siswa melaksanakan kegiatan selanjutnya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. yakni kegiatan (1) penyuntingan dan revisi.

Pukul 08. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa dapat mengetahui kegiatan yang perlu dilakukan dalam penyuntingan dan revisi..25 tepat aku dan teman-teman mulai berangkat dari rumah.. Tapi kami hanya teman sebaya waktu SMP. siswa dengan guru mengoreksinya secara bersamasama. (tanpa judul) Di belakang rumah saya terdapat kebun yg ditanami jeruk. Kamipun senang dan langsung melewatinya.Suasana Pantai grajakan Bunyi gelombang mendebarkan hatiku. 3 jam kami menunggu. . dan disana saya memelihara kelinci saya. Lama-kelamaan pohon besar itu dapat di singkirkan dari jalan. Jadi Pekarangan belakang rumah saya adalah yg paling baik dan Paling seru Dari contoh karangan yang disajikan. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi kekurangan karangan yang disajikan sekaligus hal-hal yang perlu diperbaiki dalam karangan. Kami semua terdiri dari 5 cewek dan 5 cowok. Kirakira ada 10 orang saling berboncengan.. Dan setelah itu kami mulai pisah untuk menuju rumah kita masing-masing. Pukul 16. serta .. Semilir angin membelai rambutku. saya sangat suka dg Pekarangan belakang rumah saya. 2) Karangan DD . Di tengah perjalanan kami menemui sebuah pohon yang besar jatuh di tengah jalan.50 kami sampai rumah. Satu jam lamanya kami menempuh perjalanan menuju pantai grajakan. saya sering dg teman2 saya bermain di Pekarangan belakang rumah saya sambil makan jeruk dan beri kelinci saya. Akhirnya macetpun terjadi. Hari minggu adalah hari yang tepat untuk tamasya. disana udaranya masih segar dan bersih.00 pagi aku dan teman-temanku berkumpul di rumahku.. Pukul 09.

imbuhan. Selain itu. Siswa juga mengetahui bahwa setiap tahap dalam proses menulis bisa menjadi putaran yang berulang . Guru memilih GA untuk membacakan karangannya dengan alasan karangan GA sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan. siswa menjadi tahu akan pentingnya kegiatan publikasi atau berbagi. yakni GA. Sedangkan dari karangan milik DD. guru memberikan balikan.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan dan revisi. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar secara lisan atas pembacaan karangan oleh GA. Setelah GA selesai membacakan karangannya. Beberapa siswa memberikan komentar terkait dengan isi maupun teknik pembacaan. Dari kegiatan ini. siswa telah belajar melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. 2) Kegiatan Inti Pada tahap inti. Dari karangan milik RAL. siswa mengetahui bahwa karangan tersebut perlu diperbaiki dari segi isinya. siswa dapat memperbaiki penulisan ejaan milik DD. ataupun tanda baca. siswa menyadari akan pentingnya penulisan judul dalam karangan. kata depan. siswa juga menjadi tahu bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. guru mengembalikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I. Guru meminta salah satu siswa. Sebelumnya. Dengan bimbingan guru. membacakan karangannya di depan kelas. Siswa dapat menemukan adanya urutan waktu dalam karangan milik RAL yang merupakan ciri karangan narasi. Siswa lebih mudah memahaminya karena dari contoh yang ditampilkan. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan bahwa kegiatan publikasi juga bisa dilakukan untuk memperoleh masukan orang lain. meski dari judul sudah tampak adanya ciri karangan deskripsi.

Bu .. untuk memperoleh masukan dari orang lain. Bu?” Guru : “Di bawah saja. Untuk mengefektifkan waktu. guru hanya meminta satu siswa yang membacakan karangan sebelum penyuntingan. guru kembali menanyakan kepada siswa terkait kegiatan yang harus dilaksanakan dan hal-hal yang perlu diperhatikan siswa pada tahap penyuntingan. Guru meminta siswa menukarkan karangannya dengan siswa lain. tetapi juga bisa dilaksanakan sebelum penyuntingan dan revisi. isi .” Guru : “Apa tugas kalian?” Siswa : “Mengoreksi dan memberikan komentar . Agar lebih yakin bahwa siswa telah paham dengan kegiatan yang harus dilakukan siswa pada tahap penyuntingan.” Guru : “Baik. Dialog 5: Tanya Jawab tentang Kegiatan Penyuntingan (Siklus I Pertemuan II/Inti/Sabtu... Misalnya.untuk menghasilkan sebuah karangan yang baik.. Kegiatan publikasi dilanjutkan setelah siswa merevisi karangannya.. Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. ada yang belum tahu tugasnya anak-anak?” Siswa : (diam) Guru : “Sudah paham semuanya?” . jangan lupa menuliskan nama komentatornya ya!” Siswa : “Di mana.. kegiatan publikasi atau berbagi tidak hanya dapat dilaksanakan setelah revisi.. 10 Mei 2008) Guru : “Karangannya sudah ditukarkan semua anak-anak?” Siswa : (bersama-sama) “Sudah...” Guru : “Lalu. kalimat. apa saja yang harus kalian perhatikan dalam penyuntingan?”” Siswa : (bersama-sama) “Ejaan. tanda baca.

kemudian guru kembali membagikan kertas pada siswa.. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi.. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk merevisi karangannya. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal.Siswa : “Sudah . Setelah penyuntingan. Beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. beberapa siswa memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya sehingga tampilan karangannya menjadi lebih menarik. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku.” Dari dialog 5. Pada tahap penyuntingan. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. Kertas yang diberikan oleh guru berbeda dengan kertas pada tahap penulisan awal. Saat proses perevisian. guru telah menempelkan dua kertas manila besar di papan tulis sebagai alas untuk menempelkan karangan siswa di . Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. guru mengetahui bahwa siswa telah memahami tugas yang harus dilaksanakan pada tahap penyuntingan. Sebelumnya. Guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. semua siswa telah menyelesaikan revisinya.. Pada tahap revisi. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah memperbaiki karangan awal dengan mengacu pada hasil koreksi dan komentar teman. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. Ketika waktu yang diberikan oleh guru habis. Kertas yang diberikan guru pada tahap revisi adalah kertas HVS berwarna agar siswa lebih termotivasi untuk meperbaiki karangannya karena akan ditempel di dinding kelas.

seluruh karangan siswa dikumpulkan terlebih dahulu kepada guru untuk diberikan penilaian. lembar manila yang berisi karangan ditempelkan di dinding kelas bagian belakang. Guru membimbing siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. Siswa lainnya melanjutkan kegiatan publikasi di luar jam pelajaran. yaitu YBA.dinding kelas. Mulanya. DSM. FM. Guru juga memberikan kesempatan siswa untuk memberikan komentar terhadap pembacaan karangan oleh teman mereka. Beberapa siswa raguragu untuk meju ke depan meski tampak ada kemauan. siswa enggan maju ke depan kelas dengan kemauan sendiri. DFD. Akhirnya. setelah semua karangan siswa ditempelkan pada dua lembar manila. dan CDS. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) membacakan karangannya di depan kelas dan (2) menempelkan karangan yang telah dibaca pada kertas manila yang telah guru siapkan di papan tulis. guru menutup kegiatan pembelajaran. Karena keterbatasan waktu. Dengan panduan guru. Setelah ada salah satu siswa membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam dua pertemuan. dengan menempelkan karangannya pada lembar manila yang masih kosong. Penempelan karangan dikoordinir oleh ketua kelas. Namun sebelum ditempelkan. beberapa siswa lain mau maju ke depan tanpa dipaksa lagi. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang . 3) Kegiatan Penutup Setelah memberikan panduan terkait kegiatan yang harus dilaksanakan siswa untuk melanjutkan kegiatan publikasi. siswa yang maju ke depan untuk mempublikasikan karangan dengan membacakan dan menempelkannya di papan tulis hanya lima orang. guru sedikit memaksa siswa untuk maju ke depan kelas dengan cara memberikan permainan kecil. Pada tahap publikasi. Berdasarkan panduan guru.

Tingkat keberhasilan siswa kelas X. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I mencapai 64. 4.4 berikut. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus I (Lampiran 11b).40%.kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus I Seperti pada tahap pretes. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Sebagian besar siswa mengaku kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera dan mengembangkan hasil imajinasi ke dalam kalimat-kalimat.2. Tabel 4. Di akhir pembelajaran. Namun. Kemudian.56 43. pada siklus I juga dilaksanakan kegiatan penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X.4 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X.59 Tingkat Keberhasilan Berhasil . Beberapa siswa juga menanyakan kembali tentang penulisan ejaan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus I No. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa secara keseluruhan masih dibawah standar keberhasilan yang disyaratkan. 1 2 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) Jumlah Siswa 1 17 Persentase 2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.1.

meski hanya satu siswa. pada siklus I.3 4 5 C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) 15 6 - 38. Tabel 4.46 15.15% siswa dari jumlah siswa keseluruhan sehingga kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B sebanyak17 siswa atau 43.39 - Tidak Berhasil Berdasarkan tabel 4. sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali).4. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang) hanya enam siswa atau 15.5 Penguasaan Siswa Kelas X. dapat diketahui bahwa pada siklus I.85% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.64 3 23 12 Skor 5 Sangat Baik 1 Jumlah Siswa .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih perlu ditingkatkan karena 53. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal). Pada siklus I. jumlah siswa yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan adalah 46.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus I No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian 65.39% dari jumlah siswa keseluruhan. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak 15 siswa atau 38.46% dari jumlah siswa keseluruhan.59% dari jumlah siswa keseluruhan. Jadi.

47.97 65. dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.95 58. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). Dengan kata lain. dan ejaan pada siklus I sudah baik. dan diksi. Namun. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. kalimat. hanya 1. siswa masih lemah dalam ketiga subaspek ini.64 1 1 2 13 13 5 6 21 14 28 10 5 11 5 21 - Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X. kalimat. kreativitas imajinasi. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis deskripsi pada subaspek organisasi. dan 3.90 57.2.5.Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 71.79 74.02% siswa memperoleh skor 2 (kurang). dan diksi masih termasuk dalam kategori cukup.87 - 1 - 16 17 20 15 2 7 55.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.60% siswa memperoleh skor 4 (baik). Dari tabel 4.47% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. terutama pada subaspek organisasi. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek masih perlu ditingkatkan.4 Refleksi Tindakan Siklus I . 4.66% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). kerincian.25% siswa memperoleh skor 3 (cukup).1. 32. sedangkan 15. Oleh karena itu.

Namun. sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. pada tahap prapenulisan siswa masih kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera atau mengembangkan imajinasinya. kelemahan. ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus I diidentifikasi. Selain itu. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. siswa juga sudah mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opininya dalam mendeskripsikan objek pegunungan sehingga tujuan penulisannya dapat tercapai.Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan hingga tahap evaluasi. Dalam kegiatan refleksi. dilaksanakan kegiatan refleksi. atau kekurangan pada tindakan siklus I. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru. tetapi juga dari siswa. siswa dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. pada siklus I siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. meski belum maksimal. Dari proses menulis yang dilaksanakan. Panduan yang diberikan oleh guru masih . Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi dari contoh yang diberikan oleh guru. Guru juga mengidentifikasi masalah. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran. Identifikasi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan pada siklus I.

85% siswa yang belum berhasil. Secara rinci. Dari jumlah siswa keseluruhan. Masih ada beberapa siswa yang sering mengulang-ulang kata atau kalimat yang pernah ditulis. masih ada 53. masih terjadi kesalahan dalam pengisian tabel hasil imajinasi indera. (2) Siswa belum mampu membuat judul yang spesifik sesuai dengan topik atau objek yang dideskripsikan. . Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I adalah sebagai berikut. (5) Perbendaharaan kata yang digunakan siswa masih kurang.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus I. (3) Siswa masih kesulitan menyusun kalimat dengan struktur kalimat yang tepat. terutama dalam pengisian kolom “indera perasa”.kurang sehingga ada beberapa siswa yang belum mengerti makna kolom dalam tabel hasil imajinasi indera dan salah memasukkan hasil imajinasinya. Pada tahap penulisan. (1) Pada tahap prapenulisan. \(6) Masih ada beberapa siswa yang belum bisa menggunakan ejaan dengan tepat. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. siswa masih kesulitan mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat. dan tidak menimbulkan kerancuan makna. Keruntutan dan keterkaitan antar kalimat dalam paragraf masih kurang. efektif. (4) Siswa masih kesulitan dalam membuat karangan dengan organisasi yang baik.

tindakan siklus II juga direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masingmasing pertemuan. Rencana pembelajaran pada siklus II disusun dengan beberapa perubahan tindakan sebagai perbaikan dari siklus I. kemudian diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut dan menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru. Siswa hanya sekedar menyalin karangan tanpa berupaya membuat karangannya menjadi lebih baik. Guru . (1) Guru memberikan evaluasi hasil penilaian pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.2.(7) Pada tahap revisi.2. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi siklus II dirancang untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I agar kemampuan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan. Hal ini dilakukan agar siswa mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam karangan deskripsi mereka pada siklus I sehingga tidak terjadi lagi pada siklus II. Seperti pada tindakan siklus I.1 Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II adalah sebagai berikut.2.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II 4. Siswa diberikan karangan tanpa judul. 4. disusun rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II dengan mengacu pada permasalahan yang ditemukan pada siklus I. (2) Siswa diberikan penjelasan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik. siswa belum memahami pentingnya memperbaiki karangan.

yakni mengamati gambar. yaitu keindahan alam. Pemilihan gambar pantai pada siklus II didasarkan pada banyaknya karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya . serta makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. Namun.6 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus II PENGLIHATAN PENDENGARAN PENCIUMAN PENCECAPAN PERABAAN (5) Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. (3) Dengan karangan yang sama. peneliti dan guru memperbaiki judul masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera agar siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam mengisi tabel. Siswa diberi arahan untuk menyusun rincian dengan dukungan opini agar kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna dan organisasi setiap gagasan dalam karangannya menjadi runtut dan terarah. siswa memulai kegiatan prapenulisan. Bentuk tabel hasil imajinasi indera pada siklus II adalah sebagai berikut. siswa diajak memperhatikan penggunaan kata dan kalimat. gambar yang digunakan pada siklus II adalah gambar pantai. Pada siklus II. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. serta organisasi dalam karangan tersebut.menginformasikan bahwa judul karangan dapat diperbaiki setelah karangan selesai ditulis agar judul karangan benar-benar sesuai dengan topik dan isi karangan. Guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Selanjutnya. (4) Guru menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. seperti dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. Kegiatan ini bertujuan mengarahkan siswa tentang hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. menentukan judul. Tabel 4.

Sebelumnya. (Tahap Prapenulisan) (6) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan draf awal karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. Selain itu.dan pada tahap pretes yang objeknya berupa pantai. dan diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. siswa diberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan. Kegiatan publikasi dengan penempelan di dinding kelas dilaksanakan di luar jam pelajaran.2 Proses Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (8) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Guru menginformasikan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan tetapi memperbaiki karangan awalnya dengan memperhatikan ejaan. kalimat. (Tahap Publikasi) 4.2. Siklus II dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada siklus I . namun tetap dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.2. lingkungan terdekat siswa setelah desa adalah pantai. dan organisasi sehingga karangannya mudah dipahami. Guru menginformasikan pentingnya kegiatan 98 penyuntingan dan revisi. (Tahap Penulisan) (7) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi seperti yang telah dilaksanakan pada siklus I.

1 Pertemuan Pertama Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 28 Mei 2008. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan I siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. dan (4) tahap publikasi. (2) tahap penulisan.2. penyusunan kalimat. Sebelum memulai pembelajaran. dengan rangkaian proses menulis: (1) tahap prapenulisan. 99 4. dan organisasi. (3) tahap penyuntingan dan revisi.45 hingga 13.15. Tindakan siklus II diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I. guru mempresensi siswa. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dengan alokasi waktu 2x45 menit. khususnya dalam hal ejaan. pelaksanaan tindakan pada siklus II juga dilaksanakan sendiri oleh peneliti. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis .2.2. tindakan siklus II juga dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan.masih terdapat kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Berikut pelaksanaan tindakan pada siklus II pada pertemuan I dan pertemuan II. mulai pukul 11. Seperti halnya pada siklus I. yakni pada jam ke 7―8. Tindakan siklus II merupakan tindakan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditemukan pada siklus I. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam.

Kalian masih ingat pembelajaran kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu?” Siswa : “Ingat. Bu. tidak apa-apa..” Siswa : “Tidak Bu.. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan..” Guru : “Baik.. tampak bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II.” Guru : “Kita belajar tentang apa anak-anak?” Siswa : “Menulis karangan deskripsi dengan gambar dan imajinasi.” Siswa : “Waalaikumsalam…. Wb.” Guru : “Selamat siang semuanya.. Setelah yakin bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran selanjutnya.” Guru : “Anak-anak. Bu. guru kemudian menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi . Ibu akan kembali membimbing kalian dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia..... Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka. 28 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr. Ibu berharap kalian tidak bosan belajar menulis karangan deskripsi bersama Ibu lagi. Ibu tanya terlebih dahulu.deskripsi pada pertemuan I. Dialog 6: Pembukaan dan Tanya Jawab untuk Mengetahui Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran (Siklus II Pertemuan I/ Pendahuluan/Rabu.” Dari dialog 6.” Siswa : (Bersorak) Guru : (Diam) “Sebentar. Bagaimana kabarnya hari ini?” Siswa : “Baik. kali kita akan kembali belajar menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.

Karangan yang diberikan adalah sebagai berikut. Hal ini memudahkan guru untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran selanjutnya dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Ketenangan suasana pagi diiringi sapaan angin yang ramah dengan membawa aroma bunga-bunga melati. Guru juga mengungkapkan bahwa banyak siswa yang kurang tepat dalam menentukan judul karangan. guru mengetahui bahwa siswa masih mengingat materi atau pengetahuan yang diterima dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. dan diksi. Sungguh indah pemandangan pagi itu. Guru kemudian menjelaskan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik (Lampiran 9). Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil karangan deskripsi siswa pada siklus I. Beberapa ekor burung terbang bercengkrama menghiasi luasnya langit biru. Dari kegiatan penggalian pengetahuan siswa. Hembusan udara yang sejuk mengharumkan gelembung-gelembung di bawah dedaunan. khususnya dalam organisasi. Sekelompok gumpalan awan putih laksana kapas yang lembut dan suci. guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan memokuskan materi sesuai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. terkait dengan kekurangan atau kelemahannya. . guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. Judul karangan siswa masih kurang spesifik dan kurang sesuai dengan dan topik yang dideskripsikan. Dari ufuk timur. Setelah yakin bahwa siswa telah memahami konsep tulisan deskripsi tanpa harus mengulang materi. Suara burung pipit yang berceloteh terdengar menghibur hati.yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. 101 ? Menatap langit biru di pagi hari memang menyenangkan. matahari pagi yang hangat memandikannya dengan cahaya. Langit biru yang membentang terlihat begitu indah. Untuk memantabkan pemahaman siswa. susunan kalimat.

Desau angin yang menggoyangkan dedaunan semakin tak terdengar. Wajah yang bersih dengan senyuman manis membuat hati ikut merasakan kedamaian. Dari karangan yang diberikan. guru meminta beberapa siswa menuliskan judul pilihannya di papan tulis untuk mendapatkan balikan dari guru. (1) Pagiku Yang Indah (2) Keindahan Alam di Pagi Hari (3) Indahnya Pagi dan Alam Pegunungan (4) Hangatnya Pelukan Sang Mentari Pagi (5) Kehangatan Pagi Menembus Alamku (6) Kesejukan Alam di Pagi Nan Elok (7) Suasana Pagi yang Indah (8) Langit biru Pencerah Jiwa di Pagi hari (9) Indahnya Pagi Hari dibawah Himpunan Langit Biru yang Luas (10) Keindahan Suasana Pagi (11) Di awal pagi yang Indah (12) Gambar alam yang indah di pagi yang Cerah Sebelum memberikan balikan. Dengan beberapa . dari kejauhan terlihat beberapa anak berjalan berbaris mengenakan seragam sekolah untuk berangkat menuntut ilmu. Judul-judul yang ditulis siswa di papan tulis adalah sebagai berikut. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan judul yang paling tepat dari judul-judul yang telah ditulis di papan tulis. Setelah menentukan judul. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk memulai belajar dengan penuh keceriaan.Di bawah lindungan langit biru. tertutup oleh teriakan-teriakan mereka. guru membimbing siswa untuk menentukan judul pada karangan tersebut sesuai dengan syarat judul yang baik.

guru memberikan balikan atau komentar pada masing-masing judul yang telah ditulis siswa di papan tulis.1. 2) Kegiatan Inti Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. Dari karangan yang sama ketika menentukan judul. Langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dijelaskan menggunakan transparansi dengan bagan yang sesuai dengan gambar 2. kemudian memilih judul yang tepat sesuai dengan isi karangan dan syarat judul yang baik. Guru juga menjelaskan tentang kalimat utama dan kalimat penjelas beserta fungsinya dalam membentuk organisasi yang baik dalam karangan. 9.alasan. yaitu keindahan alam. Guru menjelaskan pentingnya organisasi dalam karangan. . Guru menjelaskan kembali langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. dengan alasan kedua judul tersebut mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. guru memberikan perbaikan dengan memperhatikan ejaan dan efektivitas penulisan judul. yang ditandai dengan susunan gagasan yang runtut. Siswa diberi arahan menyusun rincian dengan dukungan opini sehingga kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna. 7. 4. Guru memilih judul nomor 8 dan 9. dan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. terkait. Setelah itu. Siswa dibimbing untuk menemukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. dan terarah. siswa diajak untuk memperhatikan organisasi dalam karangan tersebut. Namun. Setelah itu. guru menuliskan beberapa kalimat di papan tulis dan membimbing siswa untuk menentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut. siswa memilih judul nomor 2. dan 10. seperti pada pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I.

Siswa mengisi tabel hasil imajinasi . Pertanyaan-pertanyaan panduan tersebut adalah sebagai sebagai berikut. guru memberikan pertanyaan panduan berdasarkan kelima indera.Untuk menjelaskan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. (1) Pertanyaan untuk kolom indera penglihatan Apa yang kamu lihat dengan mata? (2) Pertanyaan untuk kolom indera pendengaran Apa yang kamu dengar dengan telinga? (3) Pertanyaan untuk kolom indera penciuman Apa yang kamu cium dengan hidung? (4) Pertanyaan untuk kolom indera pencecapan Apa yang kamu rasakan dengan lidah? (5) Pertanyaan untuk kolom indera perabaan Apa yang kamu raba dengan kulit? Setelah menjelaskan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Selanjutnya. Seperti yang telah direncanakan. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. dilaksanakan perubahan tindakan dalam upaya perbaikan dari siklus I dan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Guru membimbing siswa untuk merumuskan judul karangan sesuai dengan topik dan tujuan penulisan. siswa memulai kegiatan prapenulisan. guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi kesalahan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera seperti yang dilakukan pada siklus I. yakni (1) mengamati gambar. dengan cara mengubah judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera. Pada siklus II. (2) mementukan judul karangan. guru menggunakan gambar pantai dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus II.

guru meminta siswa mengumpulkan karangan deskripsi awalnya di meja guru. anak-anak?.. Guru mengingatkan siswa tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Dialog 7: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus II Pertemuan I/Penutup/Rabu. Bu?” . 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran.indera berdasarkan pertanyaan panduan yang diberikan oleh guru... baik dari aspek isi. Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera.” Guru : “Baik.” Siswa : “Sudah dari tadi. semua siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera mereka. Pada tahap penulisan siklus II. nanti karangannya dibacakan lagi ya?” Siswa : “Ditempel di dinding lagi ya.. Bu. sekarang Ibu minta tolong dua orang untuk membantu Ibu mengumpulkan karangan teman-teman kalian ke depan!” Siswa : “Bu. organisasi.. Rata-rata siswa menyelesaikan kegiatan prapenulisan dengan cepat. Guru mengingatkan siswa untuk tidak mengulangi kesalahan dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I. Setelah tahap prapenulisan. 28 Mei 2008) Guru : “Sudah selesai semuanya.. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. maupun kebahasaan.” Siswa : (bersama-sama) “Sudah. Siswa tidak lagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan.

.2. tampak seluruh siswa berhasil menyelesaikan karangan awal tepat waktu.Guru : “Iya. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran. khususnya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis deskripsi. Bahkan. guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. dengan alokasi waktu 2x45 menit. . yakni membacakan hasil karangan deskripsi di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.2. baik pada aspek isi. guru menutup pertemuan dengan doa dan salam. 4.” Dari dialog 7. Guru meminta siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. Siswa mengaku kesulitan dalam menyusun organisasi yang runtut. ada beberapa siswa yang dapat menyelesaikan karangan sebelum waktu yang diberikan habis. Namun sebelumnya. mulai pukul 10. maupun kebahasaan.2 Pertemuan Kedua Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus II dilaksanakan hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran.15 hingga 11. yakni pada jam ke 5―6..2. kita akan mengadakan kegiatan publikasi seperti dulu lagi pada pertemuan mendatang. Kegiatan pembelajaran pertemuan II siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. iya. Siswa juga masih antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi. organisasi.45. Di akhir kegiatan pembelajaran..

Guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Panorama Alam Di Pagi Hari . Setelah mempresensi siswa. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. serta langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yang objeknya berupa gambar pegunungan. sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. siswa diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. Guru juga tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Dengan bimbingan guru. Seperti yang telah direncanakan. Karangan diambil dari hasil karya siswa yang disusun pada siklus I. baik pada aspek isi. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. organisasi. maupun kebahasaan.1) Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus II dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Berikut karangan yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk disunting dan direvisi. guru memberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan kepada siswa.

Guru kemudian memberikan hasil perevisian karangan yang telah disunting bersama. namun mampu menambah semangat kerja. Hembusan angin yang lembut dapat kita rasakan dan membuat suasana santai. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Guru menunjukkan organisasi yang runtut dalam karangan yang telah direvisi dengan menunjukkan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi menyambut pagi dan memberikan kedamaian. Sungai yang mengalir seolah membawa kehidupan baru. Pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Keindahan panorama pegunungan di pagi hari seolah dapat menghilangkan rasa malas bagi siapapun yang menikmatinya.Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yg menjulang tinggi. kepada siswa. Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada pagi itu. Tampak dari ufuk timur. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. siswa diminta untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan dan pembetulan karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. Banyak anak-anak yang giat itu mengayun sepeda untuk menuntut ilmu dan burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang di kayuhnya. matahari memancarkan sinarnya menerobos pepohonan menghadirkan silau keemasan. Indahnya Panorama Pegunungan di Pagi Hari Panorama pegunungan di pagi hari sungguh menampakkan keindahan. Aroma bunga . & membuat kita untuk giat bekerja. Terlihat dari kejauhan. Hasil perevisian dari karangan tersebut adalah sebagai berikut. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin kesetiap celah. Iringan hembusan angin yang lembut membuat suasana menjadi santai. sungai yang mengalir membawa Kehidupan baru Suara aliran Sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi Kesunyian pada saat itu. Setelah menyunting karangan tersebut.

ataupun tanda baca. siswa memahami bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. diksi. Di sana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami pentingnya kegiatan penyuntingan dan revisi. dan organisasi yang baik dalam karangan. imbuhan. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk . serta pemberian komentar atau saran perbaikan terkait dengan isi karangan. kalimat. Sepinya malam yang berganti pagi berubah menjadi keceriaan di area pegunungan yang indah itu. Guru terlebih dahulu mengembalikan hasil karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I dan meminta siswa menukarkannya dengan siswa lain. kata depan. 2) Kegiatan Inti Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. Canda dan tawa tulus di antara mereka mampu menghilangkan rasa hati yang sepi menjadi ceria. Guru kembali mengingatkan siswa terkait kegiatan yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap penyuntingan. serta hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dalam kegiatan penyuntingan dan revisi. Tampak anak-anak yang giat sekolah mengayun sepeda untuk menuntut ilmu. seperti organisasi. serta susunan kalimat. Seperti pada tahap penyuntingan pada siklus I. guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. Burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang dikayuh oleh mereka.kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. Dari kegiatan yang dilaksanakan. Pada tahap penyuntingan. dan ejaan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap penyuntingan adalah pengoreksian karangan terkait teknis penulisan.

seperti yang telah dilakukan pada siklus I. Ketika .2. dengan dikoordinir oleh ketua kelas. Sebelum kegiatan revisi dimulai. sebagian besar siswa kembali memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya agar tampilannya lebih menarik. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. Seperti halnya pada siklus I. kemudian guru membagikan kertas HVS berwarna pada siswa. Seperti yang dilakukan pada siklus I. Siswa melaksanakan kegiatan revisi setelah diberi ijin oleh guru. pada tahap penyuntingan siklus II beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. guru mengingatkan siswa pada kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahap pendahuluan. Pada tahap revisi. Guru menekankan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan. Kegiatan penempelan di dinding kelas dilakukan sendiri oleh siswa di luar jam pelajaran. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal.merevisi karangannya. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah perbaikan karangan dengan mengacu hasil penyuntingan dan kriteria karangan deskripsi yang baik. tanpa menempelkan di papan tulis ataupun di dinding kelas. Setelah penyuntingan. Ketika waktu yang diberikan habis. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. siswa hanya membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. dan dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. diksi. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. susunan kalimat. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. tetapi memperbaiki draf awal karangan dengan memperhatikan ejaan. Pada tahap publikasi siklus II. dengan memperhatikan syarat penulisan karangan yang baik. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. dan organisasi sehingga karangan deskripsinya menjadi lebih baik.

Namun. yang akan diawasi oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. guru mengingatkan siswa terkait tugas publikasi lanjutan yang harus dilaksanakan siswa di luar jam pelajaran. hanya tiga orang siswa yang berani maju. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Di akhir kegiatan publikasi. dan tidak pernah berhenti untuk menulis. Di akhir pembelajaran. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Is. guru tetap memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan komentar.2.2.membacakan karangan di depan kelas. Kesulitan siswa tidak lagi dalam hal pengisian tabel hasil imajinasi indera dan pengembangan hasil imajinasi ke dalam kalimatkalimat. Beberapa siswa mau maju ke depan tanpa dipaksa oleh guru. empat orang siswa maju ke depan kelas untuk membacakan karangannya. Empat siswa itu adalah OYS. Kemudian. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan I dan II.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus II . yaitu YBA. Melalui permainan. Karena masih ada sedikit waktu. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. tetapi dalam membuat organisasi yang baik dalam karangan. guru kembali memberikan permainan kecil agar masih ada siswa yang membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. 3) Kegiatan Penutup Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. RN. 4. YEJ. dan PAS . Dengan panduan guru. dan VW. Siswa mengaku sulit menyusun gagasan dengan runtut dalam karangan.

Itu menunjukkan bahwa nilai rata-rata 111 kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan.Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus II (Lampiran 11c).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.7 berikut. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 19 20 Persentase 48.72 51.28 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil . diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mencapai 78. Tingkat keberhasilan siswa kelas X.46%.7 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. guru kembali melaksanakan kegiatan penilaian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus II No.

Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui bahwa pada siklus II, sebanyak 19 siswa atau 49,72% siswa kelas X.2 memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali), dan 20 siswa atau 51,28% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). Dari tabel 4.7 juga dapat diketahui bahwa pada siklus II tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup), D (kurang), maupun E (gagal). Itu berarti bahwa pada siklus II, 100% siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%. Tabel 4.8 Penguasaan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus II
No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 66,15 77,95 72,82 82,56 5 20 7 16 1 11 29 21 32 3 3 2 6 83,08 82,05 84,62 7 6 7 19 23 16 Skor 5 Sangat Baik 13 10 16 Jumlah Siswa

Berdasarkan tabel 4.8, dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hanya lima siswa yang memperoleh skor 2 (kurang), sedangkan 33 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup), 4 (baik), dan 5 (sangat baik). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada setiap subaspek penilaian pada siklus II. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II, hanya 1,83% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 2 (kurang), yakni hanya pada subaspek organisasi; sedangkan 23,44% siswa memperoleh skor 3 (cukup); 55,31% siswa memperoleh skor 4 (baik); dan 19,42% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, pada siklus II sudah baik. 4.2.2.4 Refleksi Tindakan Siklus II Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan hingga tahap evaluasi, kegiatan refleksi juga dilaksanakan pada siklus II. Pada tahap refleksi, diidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus II. Melalui kegiatan refleksi, diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan yang terjadi selama proses tindakan siklus II. Refleksi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan siklus II. Seperti pada siklus I, pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II tidak hanya berpusat pada guru, tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru, tetapi juga dari siswa sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan guru selama proses pembelajaran menulis deskripsi pada siklus II, siswa lebih memahami langkah-langkah menyusun karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap prapenulisan, siswa tidak lagi kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan pengamatan kelima indera. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera pada siklus I tidak lagi dilakukan pada siklus II karena adanya pertanyaan panduan yang diberikan guru. Pada tahap penulisan, siswa juga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimatkalimat. Seperti pada siklus I, hasil karangan deskripsi seluruh siswa pada siklus II juga tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Bahkan, siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Kelemahan siswa pada siklus II adalah mereka masih lemah dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. Namun, kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus II, ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada siklus II, tidak ada lagi siswa yang memperoleh nilai di

kalimat.3 Hasil Tindakan Pada hasil tindakan. aspek yang dinilai dalam karangan deskripsi siswa adalah (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian. (b) kerincian. dan (c) ejaan. 100% siswa dikatakan berhasil atau mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.2 SMA Negeri 1 . pada subaspek kalimat.3.3. (b) diksi. 4. Dari jumlah siswa keseluruhan. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. Organisasi dalam karangan deskripsi siswa kelas X. rata-rata siswa lemah pada subaspek organisasi.1. Pengulangan kata juga masih dilakukan karena perbendaharaan kata yang kurang. masih banyak kalimat siswa yang menimbulkan kerancuan makna. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sudah cukup. Selain itu.1. Namun.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4.3.1 Kemampuan Siswa Kelas X. (2) aspek organisasi. dan (c) kreativitas imajinasi.1. 4. kreativitas imajinasi.bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus I. dan diksi.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I Dari beberapa subaspek.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum runtut dan terkait. 4. dan ejaan pada siklus I sudah baik. yakni 65%. kerincian. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.

langit biru yang membentang luas di atas Gunung Tengger. tetapi judulnya tidak spesifik. Mayoritas siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah cukup sesuai dengan gambar. yaitu pegunungan. yakni sebanyak 23 siswa. Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya sebanyak tiga siswa. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada aspek ini. Pada subaspek ini. judul yang dipilih siswa juga sudah sesuai dengan isi.Purwoharjo pada subaspek kesesuaian mencapai 65. Bahkan. Pada dasarnya. Kelemahan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian siklus I adalah penentuan judul. . LF.64%. yaitu FM. Warna tanah yang terhampar luas kekuning-kuningan menambah permukaan bumi. Gunung yang menjulang tinggi mencengkeram cakrawala. terdapat bangunan yang bertulisan “PEPSI”. Seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus I sudah tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. Alam Kita Di hari yang cerah. ada yang memperoleh skor 5 (baik sekali). Dedaunan yang hijau menambah segarnya suasana. Hembusan angin yang menerpa pepohonan menambah indahnya pegunungan. dan RSs. hanya saja masih kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. sudah ada siswa yang memperoleh skor 4 (baik). meski hanya satu siswa. Di tengah hamparan yang luas. yakni EAW. Pada aspek kesesuaian siklus I. Burung-burung berkicau yang bersautan kesana-kemari. Aktifitas penduduk di kaki gunung menunjukkan kehidupan manusia yang begitu damai dan tentram. sebagian besar siswa memperoleh skor 3 (cukup). yakni sebanyak 12 siswa. Angin yang berhembus menerpa dedaunan membawa udara sejuk.

Pemandangan Alam (IPA). judul yang dipilih lebih dispesifikkan pada gambar atau objek yang dideskripsikan. Pada siklus I. 16 siswa memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ini. yaitu RSs.79%. judul yang dipilih. yaitu pegunungan. Hangatnya Dekapan Alam Kita (EAW). dan beberapa judul lain.1.3. Pemandangan Alam (RAL). Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (baik sekali). sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan . Namun. yakni FM dan IAP. Seharusnya.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Kenyamananku (Ru). yakni Alam Kita kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan.. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus I sudah baik. yakni sebanyak 20 siswa. agar mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. yakni pegunungan. Pesona Alam (VW). Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya satu siswa. Alamku...1. Alamku. Suasana Alam yang Mengagumkan (YLH).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian pada siklus I mencapai 71. Contoh judul karangan lain yang masih belum spesifik di antaranya Pemandangan yang Indah (DD). 4. dapat diketahui bahwa pada dasarnya isi karangan milik DFD sudah sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. Pada subaspek kerincian ini. Inspirasiku (OYS). (karangan DFD) Dari kutipan karangan di atas..

3. Suara penduduk sedang bekerja di ladang.merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya.. mengapa sampai menimbulkan rasa senang. (karangan RSs) Dari kutipan karangan di atas. Suasana yang sangat indah ketika kita sedang beristirahat dengan menikmati udara di pagi hari.1. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mencapai 74. Namun. Kelemahan siswa dalam merinci objek adalah siswa masih menggambarkan objek yang diamati secara umum. Keindahan pegunungan yang digambarkan tidak ditunjukkan melalui penyebutan ciri-ciri indahnya gunung yang dideskripsikan seperti apa.. tampak bahwa objek pegunungan tidak digambarkan RSs secara rinci atau mendetail. .1. belum sampai pada penggambaran hal-hal atau ciri yang spesifik atau mendetail. 15 siswa lain mampu . Alangkah senangnya hati ini seandainya bisa berlibur dengan keluarga dengan mendengar kicauan burung beserta suara penduduk yang sedang bekerja di sana. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ini merupakan rata-rata yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan siswa pada keenam subaspek yang lain. 17 siswa mampu mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). 4. Menatap indahnya langit biru beserta gunung dan tumbuhan di sekitarnya. Pada siklus I. Pagi itu terdengar suara kicauan burung.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. dan beberapa aspek lain terkait objek yang dideskripsikan sehingga pembaca sulit memahami atau merasakan apa yang dimaksud penulisnya. masih ada beberapa siswa yang masih lemah dalam merinci objek yang dideskripsikan. Berikut kutipan karangan berjudul Indahnya Gunung di Pagi Hari yang dalam subaspek kerinciannya masih kurang..87%. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus I.

Mereka mampu menggambarkan objek pegunungan berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus I masih lemah. Bahkan. dan VAP. Sedangkan 21 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus I hanya mencapai 55.90%. Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa di ajak melanjutkan tidur. mecium. DD. Ketujuh siswa tersebut adalah AFM. mendengar. Sungai yang mengalir membawa kehidupan baru Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada saat itu. OYS. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. tetapi juga tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).mengembangkan imajinasi empat indera sehingga memperoleh skor 4 (baik). dan YEJ. 4. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) hanya sebanyak lima siswa.. yaitu DSM. CDS. ada tujuh siswa yang berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan sehingga dapat memperoleh skor 5 (baik sekali). PAS. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang).1. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang pada aspek organisasi.. PAS. dan membuat kita untuk giat bekerja .. Panorama Alam di Pagi Hari Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. DSM. PCK. DW.3. (karangan AFM) . mencecap.

Contoh kutipan karangan milik AFM menunjukkan lemahnya siswa dalam aspek organisasi. Selain itu.1. Siswa tersebut menyusun kalimat yang hanya terdiri dari unsur subjek saja. Kalimat yang . sedangkan 14 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup).95%.Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan AFM belum menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya.1 Kemampuan pada Subaspek Kalimat Kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus I masih lemah.1. Pada siklus I. yaitu karangan milik PCK. Kelemahan siswa pada subaspek kalimat terletak pada kesalahan tata bahasa dalam kalimat yang disusun. Akibatnya. Ada beberapa siswa yang yang kurang tepat dalam menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. Pada subaspek kalimat. AFM tidak menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus atau sebaliknya sehingga karangan kurang runtut. kalimat yang disusun siswa juga kurang efektif. ada satu siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).3. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. Alat kohesi yang seharusnya digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf. ratarata kemampuan siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 57. digunakan pada lain paragraf.3. disusun dalam paragraf yang lain sehingga antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf kurang mempunyai keterkaitan. Gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. Alat kohesi juga tidak digunakan dengan tepat. 4. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). yakni minimal mengandung unsur Subjek-Predikat (S-P).3. karangan menjadi kurang terarah.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4.

. Aktivitas gunung yang tiada hentinya dan embun pagi yang menyelimuti gunung menandakan pagi yang sangat sejuk dan cerah. penggunaan diksi beberapa siswa juga kurang tepat sehingga mengganggu pemahaman makna. . Menatap indahnya gunung di pagi hari membuat kita menghilangkan beban pikiran kita ditambah lagi pepohonan yang sangat segar-segar karena terkena embun di pagi hari dan kicauan burung-burung yang keluar dari pegunungan itu juga kabut disekitar gunung. Selain itu. dan lima siswa memperoleh skor 2 (kurang). DW. yakni ARK. DSM. Kelima siswa tersebut adalah DD..3. Hanya lima siswa yang memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. yakni AFM. Dan tampak sekali aktivitas anak sekolah yang mengikuti kegiatan olahraga dilapangan sepak bola yang masih cuaca . Sebagian besar siswa. (karangan berjudul Suasana Gunung di Pagi Hari milik PCK) 4. dan RSs. Siswa menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. IPA. PCK. memperoleh skor 1 (sangat kurang). RN. Pabrikpabrik mulai menjalani aktivitas kembali. Di pagi hari yang cerah dan menyejukkan ada beberapa pemandangan alam yang sangat indah.97%. disusun menjadi satu kalimat oleh siswa. Kendaraan yang sebelumnya masih diselimuti kabut sekarang sudah tampak keramaian jalan tersebut untuk memulai kembali aktivitas semua warga. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus I hanya mencapai 58. Aktivitas mulai berlangsung kembali sama halnya yang sering dilakukan. Satu siswa.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I juga lemah pada subaspek diksi. dan YBA.3. yakni sebanyak 28 siswa. memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek diksi. DRS.1. Contoh kalimat yang dimaksud terletak pada kutipan karangan sebagai berikut.. seperti yang terdapat pada kutipan karangan siswa berikut. Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I kurang bervariasi.seharusnya disusun menjadi dua atau tiga kalimat.

.3. Tak mau ketinggalan juga suara burung yang bersahut-sahutan membuat suasana yang asri dan masih alam.64%. DEW. masih ada enam siswa yang meperoleh skor 2 (kurang). Bahkan. huruf kapital. yakni AAS. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan sudah baik. indah. ARK. Tetapi. (karangan berjudul Pesona Alam di Pegunungan milik ARK) Kelemahan siswa pada kutipan karangan di atas terletak pada diksi yang monoton dan ketidaktepatan penggunaan kata.. EAW. dan beberapa kata lain yang digunakan berulang-ulang oleh ARK dalam karangannya.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Penilaian siswa pada subaspek ejaan dilihat dari kemampuan siswa dalam menuliskan kata. RSy. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ejaan sebanyak 10 siswa. Pada subaspek ini. dan YEJ. misalnya kata-kata yang terletak pada dua kalimat terakhir. dan imbuhan yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsi.3.. IPA. Kesalahan siswa dalam menuliskan kata yang sesuai dengan EYD jarang ditemukan dalam karangan deskripsi siswa pada siklus I. tanda baca. Pada siklus I. di antaranya DD. Hal itu terlihat dari kata sejuk. RAL. Pada subaspek ini. DW. Pada dasarnya. PCK. yakni BVS dan FAS. OYS. aktivitas.bersahabat. tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik).1. RSs. kemampuan siswa dalam menyusun karangan dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sama dengan rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian. dan YLH. beberapa kata juga digunakan tidak tepat sehingga mengaburkan makna. ada dua siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). pada siklus I. cerah. 4. PAS.. kata depan. yakni sebanyak 21 siswa. sebagian besar siswa sudah dapat memperoleh skor 4 (baik). Selain itu. Kelemahan siswa pada subaspek ejaan terletak pada . Is. yaitu 65.

kesalahan penggunaan tanda baca dan huruf kapital. tetapi BVS menggunakan huruf kecil.2 Kemampuan Siswa Kelas X. Disekitarnya terlihat pohon-pohon cemara yang berwarna Hijau.. Disini terlihat Bukit2 kecil yang membentang luas. Kesalahan-kesalahan lain juga dapat dilihat pada isi karangan. . Indahnya Alam pegunungan Terlihat dari jauh warna Biru. Langit biru yang memayungi gunung ini terlihat begitu segar. Hal ini sudah dapat dilihat dari penulisan judul pada kata pegunungan yang seharusnya menggunakan huruf kapital di awal kata. huruf kapital. kesalahan penggunaan tanda baca yang terlalu sering dalam suatu karangan dapat mengganggu pemahaman makna. (karangan BVS) Kutipan karangan di atas menunjukkan kelemahan siswa dalam menggunakan ejaan.3. begitulah yang nampak dari Gunung ini. penulisan kata depan. maupun kebahasaan pada siklus II sudah baik. terutama dalam penggunaan huruf kapital dan kata depan di. di antaranya penggunaan tanda baca dan penulisan kata ulang.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II Rata-rata kemampuan siswa kelas X. dan awalan. seakan mengelilingi Gunung yang menjulang tinggi itu. Berikut contoh kelemahan siswa dalam subaspek ejaan terkait dengan kesalahan penggunaan tanda baca.. Padahal.. organisasi. Sebagian besar siswa juga kurang mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. baik pada aspek isi. 4. Tampak banyak kesalahan penggunaan ejaan di dalam karangan BVS. Meski rata-rata kemampuan siswa dalam . Sungai dengan air yg berwarna biru jernih mengaliri diantara Bebatuan Besar.

GA. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah sesuai dengan gambar.3. Panorama Pantai yang Indah . Kelemahan siswa dalam menentukan judul juga tidak ditemukan pada siklus II. 19 siswa memperoleh skor 4 (baik). Seperti halnya pada siklus I. tetapi kelemahan siswa dalam aspek organisasi tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi.2. seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus II tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. yaitu pantai. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sangat baik. Judul yang dipilih siswa juga sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan sehingga mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya tujuh siswa.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus II.1. 4.08%.3. maupun 1 (sangat kurang).1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. FAS. dengan didukung judul yang spesifik. yaitu AAS.2. RSs. dan YI. Pada subaspek ini.mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. EAW. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 2 (kurang). Rata-rata kemampuan siswa kelas X. dan 13 siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Seluruh siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. RAL.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mencapai 83. Pada subaspek kesesuaian pada siklus II.

Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo pada subaspek kerincian pada siklus II mencapai 82. Dengan membaca judulnya saja. yakni sebanyak 23 siswa. LF. dan YA.3. yakni Panorama Pantai yang Indah. Kilauan Laut Biru dan Keindahan Pesisir Penentram Hati (FM). .. Suasana Pantai yang Indah di Pagi Hari (Is). DD. Tarian ombak yang gumulai seakan mengajak untuk mengikuti iramanya. . Contoh judul karangan milik siswa lain di antaranya Keindahan di Pesisir Pantai (ARK). yaitu “pantai”. (karangan VAP) Dari kutipan karangan di atas. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya sebanyak enam siswa. YBA. OYS. Lambaian dahan pohon kelapa seakan mengajak kita untuk ikut menikmati indahnya pantai itu. FAS. dan Is. FM. YEJ. pembaca sudah mampu membayangkan apa yang akan digambarkan dalam karangan. sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan.2. Bagaikan surga yang tercipta didunia.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Seperti pada subaspek kesesuaian.. Langit biru yang luas melambangkan keindahan tiada batas. Judul yang dipilih. IPA. Enam orang siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) adalah BVS. EAW. IAP. Keelokan Pesisir Pantai (RAL).1. dan judul-judul lain yang juga sudah menunjukkan kesesuaian dan kespesifikan. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. sedangkan 10 siswa lain mampu memperoleh yakni 5 (sangat baik).. kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus II juga sangat baik. Indahnya Panorama Pantai (YA).Di keheningan pagi yang cerah terlihat pemandangan pantai yang begitu indah. Pantai Indah di Bawah Lindungan Langit Biru (DRS). Ru. dapat diketahui bahwa pada isi karangan milik VAP sangat sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. Di tepian pantai terlihat pasir putih seakan menikmati tarian ombak tiada henti. DEW. 4.05%. sedangkan siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal adalah DSM. Hamparan rerumputan yang hijau ditepian pantai bagaikan permadani yang terajut indah.

Hembusan angin sepoi-sepoi melambaikan daun kelapa yang hijau. Ombak yang saling mengejar menghiasi beningnya air panas. Kaki langit begitu jelas terlihat karena tidak pulau menghalangi. Suara ombak yang bergemuruh terdengar menghibur hati. Ketenangan suasana pantai diiringi belaian angin yang mesra membawa aroma khas pantai. Panorama Pantai di Pagi Hari Menatap pantai di pagi hari sungguh menyenangkan. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. Sejauh mata memandang hanya laut yang terlihat... .2.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Berikut kutipan karangan yang menunjukkan bahwa siswa mampu merinci objek secara mendetail.3. Seperti pada siklus . Butir-butir pasir yang berkilau bagai intan permata menambah kesan indah pantai pagi itu.Pada siklus II. Setiap ciri yang menunjukkan panorama pantai di pagi hari disebutkan secara rinci oleh siswa sehingga pembaca lebih mudah memahami objek yang dideskripsikan dan dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya. (karangan AFM) Dari kutipan karangan di atas. Setiap ciri yang terdapat pada gambar atau objek disebutkan secara rinci oleh siswa. Sungguh indah pemandangan pantai pemandangan pantai pagi itu.. Laut biru yang membentang terlihat begitu indah.1. tampak bahwa objek pantai digambarkan AFM dengan rinci atau mendetail. 4.

Rata-rata ketujuh siswa tersebut mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan indera penglihatan. masih ada siswa yang . tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi. DFD. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). dan YLH. pendengaran. PAS. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi sangat baik. tetapi rata-rata siswa dalam mengorganisasikan karangan sudah baik. Ketujuh siswa tersebut adalah CDS.3. mendengar.62%. Pada aspek organisasi pada siklus II. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus II merupakan rata-rata siswa yang paling tinggi dibandingkan dengan keenam subaspek lainnya. juga sebanyak 16 siswa. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. 4. Tetapi. Pada siklus II. Namun.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Meski rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus II merupakan rata-rata yang paling rendah jika dibandingkan dengan keenam subaspek yang lain.15%. Pada subaspek ini.2. siswa yang dapat memperoleh skor 5 (baik sekali) karena berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan. EAW. Mereka mampu menggambarkan objek pantai berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. IFB. 16 siswa lain sudah mampu mengembangkan imajinasi empat indera. sehingga memperoleh skor 4 (baik). yakni mencapai 84. mecium. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus II mencapai 66.I. Mereka kesulitan dalam mengembangkan imajinasi penciuman dan pencecapan. dan perabaan. mencecap. DW. Bahkan. hanya tujuh siswa mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup).

Pada siklus II.. Terjalnya batu karang di pinggir pantai menjadi saksi betapa indahnya pantai itu. sehingga ada . meski keterkaitannya masih kurang. tetapi RN telah menggunakan alat kohesi dengan tepat dalam setiap paragrafnya. dan yang memperoleh skor 3 (cukup) sebanyak 20 siswa. RN berusaha menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. Meski gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf disusun dalam paragraf yang lain. VW. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. Pohon nyiur yang melambai-lambai seolah memanggil para pengunjung untuk menikmatai keindahan pantai itu. Langit biru yang membentang seakan menyelimuti pantai dari terpaan hujan. meski hanya tiga siswa. yaitu AFM. . Laut yang luas tanpa batas disertai desir ombak yang menggulung-gulung semakin menambah indah suasana. Betapa indahnya pemandangan pesisir pantai itu. Asinnya air laut serasa hilang termakan oleh indahnya pantai. Indahnya Pesisir Pantai Menatap langit biru di pesisir pantai memang suatu hal yang sangat mengasyikkan. Lima siswa tersebut adalah DFD... Halusnya pasir di pesisir pantai menjadi alas bagi para penikmat keindahan. GA. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang. dan YI. Desau angin yang sepoi-sepoi memberikan kedamaian di hati. (karangan RN) Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan RN cukup menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya. dan RAD. yakni sebanyak lima siswa. DW.memperoleh skor 2 (kurang). Is. Ditambah lagi keindahan pesisir pantai yang dapat menghibur hati yang sedang lara.

LF. yakni sebanyak 29 siswa. CDS. Keindahan pemandangan pesisir pantai tampak begitu menawan. memperoleh skor 3 (cukup). FAS. kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus II sudah baik.1 Kemampuan pada Subaspek Tata Bahasa Berbeda dengan siklus I. Dari kejahuan terlihat pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh di tepi .3.2.95%. Tujuh siswa lain. dan DSM. Ketiga siswa tersebut adalah AS. Rata-rata kalimat yang disusun siswa sudah efektif dan tidak menimbulkan kerancuan makna. Contoh kalimat siswa tersebut terletak pada kutipan karangan berikut. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat mencapai 77. Dalam satu paragraf. Pada subaspek kalimat pada siklus II. Selain itu.3. disertai dengan beberapa kalimat kompleks. Pada siklus II. yaitu DW.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4. yakni minimal mengandung unsur SubjekPredikat (S-P).3. Menikmati keindahan di pesisir pantai memang menyenangkan. OYS. siswa mampu menggunakan kalimat sederhana. Pada siklus II. RSs. RAL. Sebagian besar siswa sudah mampu menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar.keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya.2. misalnya dengan menggunakan alat kohesi itu 4. dan YLH. sudah tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang). variasi kalimat yang disusun siswa juga cukup. Siswa yang melakukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat seperti yang ditemukan pada siklus I sudah berkurang pada silkus II. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. meski hanya tiga siswa.

Di bawah langit biru yang luas menyelimuti alam raya tampak nyiur hijau melambai-lambai seolah mengajak siapa saja untuk mendekat menikmati pesona pantai. Daun-daunnya melambai-lambai dan terdengar gemersik karena tertiup angin pantai yang semilir. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek ini. penggunaan diksi siswa juga sudah tepat sehingga tidak mengganggu pemahaman makna. Semakin dekat kita menitihkan langkah.. Hamparan pasir putih bak ladang kapas menyambut kedatangan kita.. meski hanya dua siswa. akan tampak rumputrumput hijau yang bergoyang mengikuti tiupan angin. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus II mampu mencapai 72. (karangan berjudul Pantai Sejuta Kenangan milik DSM) .3. Sejauh mata memandang tampak air laut yang biru dan berkilau..82%. memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. yaitu DD dan DSM. Pada subaspek ini. Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II sudah cukup bervariasi. sudah ada siswa yang mampu memperoleh skor 5 (sangat baik).. Sebagian besar siswa. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada aspek diksi. Perbendaharaan kata yang digunakan siswa cukup luas sehingga siswa jarang menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. (karangan berjudul Keindahan Pesisir Pantai Solusi Stres milik YI) 4.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II pada subaspek diksi juga sudah baik. Pada siklus II. .. yakni sebanyak 21 siswa.pantai..2. .3. Selain itu. sedangkan 16 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). Barisan batu karang yang terjal mengelilingi pohon kelapa menjadi tempat yang nyaman untuk menatap luasnya samudra yang seolah tak berujung.

kata depan. rata-rata siswa sudah mampu menuliskan kata. Pada siklus II. tampak bahwa perbendaharaan kata DSM sangat luas. Rata-rata siswa juga sudah mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. rata-rata kemampuan siswa mencapai 82. 4.3. sedangkan enam siswa yang lain mampu meperoleh skor 5 (sangat baik). Diksi yang digunakan dalam karangan DSM sangat bervariasi dan jarang terjadi pengulangan kata.56%. Pada siklus II. DEW. sedikit sekali ditemukan kesalahan penggunaan ejaan. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. serta penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Enam siswa tersebut antara lain AFM. serta menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsinya. FL. kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sangat baik. Selain itu. Panorama Alam Pantai . Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II. dan YLH. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada subaspek ejaan. imbuhan. Bahkan. dalam setiap karangan deskripsi siswa. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun skor 2 (kurang). AS. diksi pada karangan DSM juga digunakan secara tepat sehingga tidak mengaburkan makna.Dari kutipan karangan di atas. siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya satu siswa. Bahkan.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Pada subaspek ejaan pada siklus II. CDS. terkait dengan penulisan kata. yakni AAS. yakni sebanyak 32 siswa. kata depan. dan imbuhan.2.3. kesalahan siswa yang sering ditemukan pada subaspek ejaan pada siklus I sudah jarang ditemukan.

Ombak yang menggulung terlihat begitu indah. Alunan ombak dan hembusan angin yang mengenai dedaunan terasa menghidupkan suasana. . Hamparan pasir putih dan karang-karang seakan menyejukkan jiwa.. . Setiap kata dalam karangannya dituliskan dengan tepat sesuai dengan EYD. serta penggunaan tanda baca dan huruf kapital. AS tidak lagi mengalami kesulitan.Tampak dari kejahuan langit biru di atas lautan yang luas. Bau bangkai ikan dan rasa asin air laut seakan menjadi hal biasa.. Di bawah hamparan langit biru yang luas terlihat perahu-perahu nelayan sedang mencari ikan. Sebagian besar siswa kelas X. Suara burung-burung yang berkicau terdengar menghibur hati.. Hal ini dapat dilihat dari minimnya kesalahan penggunaan ejaan pada karangan deskripsi siswa yang lain. kata depan di. Pohon-pohon kelapa yang tertiup angin terasa mengisi kesunyian di pantai itu. Dalam karangan deskripsi AS tidak ditemukan sama sekali kesalahan penggunaan ejaan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang lain juga sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menggunakan ejaan yang tepat sesuai dengan EYD. (karangan AS) Kutipan karangan di atas menunjukkan bahwa AS mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Begitu juga dalam penulisan kata ulang.

1 Temuan Proses Pembelajaran Penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X. yang meliputi (1) temuan proses pembelajaran dan (2) temuan hasil penelitian. pada bab V ini disajikan pembahasan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan paparan data pada Bab IV. atau teknik yang berbeda dari biasanya. peneliti menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk . pendekatan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto. 5. Dalam penelitian ini. dkk. (2007:11) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. metode.

Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun pada tahap perencanaan. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. .meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. dan mampu menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran.

Pada tahap penulisan. 2007:3) yang menyajikan lima tahap dalam proses menulis. kegiatan siswa difokuskan pada pengembangan bahan yang telah diperoleh pada tahap prapenulisan. dan (4) refleksi. (4) tahap menyunting. dengan empat tahap pada masing-masing siklusnya. dan (5) tahap berbagi (sharing) atau publikasi. Sesuai dengan rencana.Proses menulis karangan deskripsi siswa terdiri dari empat tahap. yaitu (1) tahap prapenulisan. (3) observasi atau pengamatan. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. yakni (1) tahap pramenulis. yakni (1) perencanaan tindakan. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dkk. kegiatan siswa difokuskan pada upaya pemublikasian hasil karangan deskripsi siswa dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas agar siswa mengetahui manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. (3) tahap merevisi. (2) tahap pembuatan draf. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. dan (4) tahap publikasi. Pada tahap publikasi. (2) tahap penulisan. Pada tahap penyuntingan dan revisi. Penentuan tahap proses menulis siswa dalam penelitian ini didasarkan pada pendapat Tompkins (dalam Kurniawan. kegiatan siswa difokuskan pada kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan agar karangan awalnya menjadi lebih baik dengan mengacu pada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. mulai dari tahap perencanaan hingga refleksi. Tindakan yang diberikan adalah penggunaan “gambar” dan “imajinasi” dalam . yakni siklus I dan siklus II. penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. kegiatan siswa difokuskan pada pengumpulan bahan untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan ide pada tahap penulisan. (2) pelaksanaan tindakan.. Penentuan empat tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. Pada tahap prapenulisan. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan.

kerincian. (4) Siswa lebih memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. sedangkan tindakan siklus II dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi. Siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan kesesuaian. Kemampuan . siswa dapat memahami tahapan yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. dan (4) publikasi. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. (3) Dari proses menulis yang dilaksanakan. (1) Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. (2) Siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. yakni (1) prapenulisan. (3) penyuntingan dan revisi. beberapa kelebihan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. dan kreativitas imajinasi yang baik.pembelajaran menulis deskripsi agar kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kemampuan sebelum diberi tindakan. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. (2) penulisan. terutama pada aspek isi dan kebahasaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan tindakan. Tindakan siklus I dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada saat studi pendahuluan.

siswa pada aspek kebahasaan juga baik. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada aspek yang lain. baik dalam menyusun kalimat. Langkah-langkah pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini didasarkan pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. (1) Pendahuluan . menggunakan diksi. peneliti menemukan langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah kelemahan siswa dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Siswa kurang mampu menyusun gagasan secara runtut dan terkait dalam karangan deskripsinya. kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Namun. ataupun ejaan. Langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. (5) Siswa sudah mampu mengembangkan imajinasi kelima inderanya ke dalam tabel hasil imajinasi indera sehingga dapat menyusun karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi tindakan yang diberikan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. dan digabungkan dengan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II.

kemudian siswa diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut.(a) Guru membangun pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi dan macammacamnya. Sebagai latihan. guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. baik dari aspek isi. penyuntingan dan revisi. sekaligus manfaat masing-masing langkah. organisasi. maupun kebahasaan agar siswa dapat menulis karangan deskripsi dengan baik. dan . Pertanyaan panduan yang diberikan guru mengacu pada judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera yang digunakan dalam menulis karangan deskripsi. dengan menyajikan beberapa contoh agar siswa mengetahui macam-macam karangan deskripsi dan dapat membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan yang lainnya. hingga publikasi. penulisan. (c) Guru menguatkan pemahaman siswa dengan menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi mulai dari tahap prapenulisan. (e) Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. (b) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk membangun pemahaman siswa terkait langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (d) Guru menjelaskan makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera dengan memberikan pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. (f) Guru menjelaskan cara menentukan judul dan kriteria judul yang baik dalam karangan.

(b) Guru membimbing siswa untuk menentukan judul karangan sesuai dengan topik (objek) dan tujuan penulisan. . (Tahap Prapenulisan) (d) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dengan memperhatikan syarat penulisan karangan deskripsi yang baik. (c) Guru membimbing siswa untuk mengamati gambar dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar menggunakan kelima indera. organisasi. Pemilihan gambar didasarkan pada lingkungan terdekat siswa. Judul dapat diperbaiki di akhir penulisan karangan (pada tahap revisi) dengan menyesuaikannya dengan isi karangan.menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru sesuai dengan syarat penentuan judul yang baik. dan kebahasaannya. Guru membagikan gambar sesuai dengan tema dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. dan mengajak siswa untuk belajar menyunting dan merevisi karangan tersebut dengan memperhatikan aspek isi. (2) Inti (a) Guru memberikan tema kepada siswa. (Tahap Penulisan) (e) Guru membangun pemahaman siswa terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penyuntingan dan revisi dengan memberikan contoh karangan yang terdapat banyak kesalahan pada siswa.

(f) Guru meminta salah satu siswa untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Siswa yang lain bersama guru mengomentari karangan deskripsi yang dibacakan siswa di depan kelas, terkait dengan hasil karangan dan cara pembacaannya. (g) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar terhadap hasil karangan teman, baik dari segi isi, organisasi, maupun kebahasaannya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari, masing-masing karangan dikembalikan pada pemiliknya, kemudian direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran perbaikan dari teman. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (h) Guru juga membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas dan menempelkannya di dinding atau di mading kelas. (Tahap Publikasi) (3) Penutup (a) Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (b) Guru membimbing siswa untuk mengingat dan menyimpulkan keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. (c) Guru menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan. 5.2 Temuan Hasil Penelitian

Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi diukur dari pencapaian nilai siswa berdasarkan standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa dikatakan berhasil atau mampu menulis karangan deskrispsi apabila rata-rata nilai yang diperoleh siswa dapat mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pedoman tingkat keberhasilan siswa disusun oleh peneliti bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan mengacu pada rujukan yang ada, dan disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berikut pedoman tingkat keberhasilan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 5.1 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi
Pencapaian (%) Kualifikasi Angka Kategori Nilai Huruf Tingkat Keberhasilan

80−100 65−79 56−64 40−55 20−39

5 4 3 2 1

A B C D E

Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berhasil Berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245)

Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap karangan deskripsi siswa, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Jika pada tahap pretes (sebelum diberi tindakan) rata-rata kemampuan awal siswa dalam

menulis karangan deskripsi hanya mencapai 45,79%, rata-rata kemampuan siswa setelah diberi tindakan siklus I mampu mencapai 64,40%. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18,61% setelah diberi tindakan siklus I. Namun, meski sudah mengalami peningkatan, rata-rata kemampuan siswa pada siklus I masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan, seperti halnya rata-rata kemampuan siswa pada tahap pretes. Permasalahan yang dihadapi pada siklus I terletak pada kelemahan siswa dalam membuat organisasi yang baik, menyusun kalimat, dan menggunakan diksi dalam karangan deskripsinya. Oleh karena itu, diupayakan perbaikan tindakan pada siklus II untuk mengatasi permasalahan pada siklus I, yakni dengan pemilihan gambar pantai, pengubahan tabel hasil imajinasi indera, penggunaan bagan untuk memberikan penjelasan tentang langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, dan pemberian pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Siswa juga diberikan tambahan materi terkait dengan perumusan judul, penyusunan kalimat, dan penyusunan organisasi dalam karangan. Dengan perbaikan tindakan yang diberikan, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,06% sehingga mencapai 78,46%. Peningkatan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut. Tabel 5.2 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II
Hasil Evaluasi Pretes Persentase (%) Siklus I Siklus II

jumlah siswa yang berhasil dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I sudah mengalami peningkatan yang cukup tinggi. yakni (1) aspek isi yang meliputi subaspek kesesuaian. hanya 5. kerincian. 143 sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali) pada siklus II adalah 19 siswa. Pada tahap pretes. 100% siswa dari jumlah siswa keseluruhan mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. yakni sebesar 53. Pada siklus I. (2) aspek organisasi. Pedoman penilaian ini mengacu pada panduan . diksi. meski hanya satu siswa.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang berhasil mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan.85% . dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek kalimat.79 64.46 Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Pada siklus II. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) hanya dua siswa. dan ejaan. yakni sebesar 41. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). Peningkatan yang sangat pesat terjadi setelah dilaksanakannya tindakan siklus II.15% siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. pada tahap pretes. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B ( baik) pada siklus I sebanyak 17 siswa. Dari jumlah siswa keseluruhan.02%. yakni 65%. 46.40 78. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan kreativitas imajinasi.Rata-rata Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa dalam Satu Kelas 45. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) sebanyak 20 siswa.

38―39). dan ejaan dan tanda baca. yakni subaspek (1) kesesuaian. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Peningkatan rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada setiap aspek adalah sebagai berikut. tata bahasa. kemampuan siswa meningkat pada setiap subaspeknya. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. dapat diketahui adanya peningkatan ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. organisasi. 1) Peningkatan pada Aspek Isi Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek isi dilihat dari tiga subaspek. (2) kerincian. setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. Dari hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Dari ketiga subaspek pada aspek isi. dan (3) kreativitas imajinasi.3 berikut. kosa kata. Tabel 5.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspek.penyekoran atau penilaian karangan menurut Basuki (1997.3 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Isi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Siklus I Siklus II .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek isi dapat dilihat pada tabel 5. yang menunjukkan bahwa komponen yang dinilai dalam karangan di antaranya pengembangan topik. yang sudah diadaptasi oleh peneliti.

08 82.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.62 Berdasarkan tabel 5. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan . Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 21.46% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.79 74.08%.3. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kesesuaian hanya mencapai 44.02% sehingga mampu mencapai 65.62%.64 71.87 83. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. setelah diberi tindakan pada siklus II. Jadi.05 84. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian kembali mengalami peningkatan dari siklus I. Pada tahap pretes. Pada siklus II.62 58.44% dari siklus I sehingga mampu mencapai 83.64%. kemampuan siswa pada subaspek kerincian hanya mencapai 58. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.46%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 38.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada tahap pretes.46 40 65. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 17. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.

rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.26% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. setelah diberi tindakan pada siklus II.62% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.87% sehingga mampu mencapai 74.sebesar 13. Seperti . Jadi. Rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi hanya mencapai 40%. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 10.79%.87%. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian dan kerincian. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 34. Pada tahap pretes. Pada aspek isi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi dapat dilihat pada tabel 5. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.05%. mengalami peningkatan sebesar 44.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kreativitas imajinasi 2) Peningkatan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa kelas X.4 berikut.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 23.33% sehingga mampu mencapai 71. Pada siklus II. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan dari siklus I.59% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.

kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 9.25% dari siklus I sehingga mampu mencapai 66.4. setelah diberi tindakan pada siklus II.halnya pada subaspek kesesuaian dan kerincian.75% dari siklus I sehingga mampu mencapai 84.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.15 Berdasarkan tabel 5.4 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Organisasi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Organisasi Organisasi 50. setelah diberi tindakan pada siklus II. Tabel 5. 3) Peningkatan pada Aspek Kebahasaan .15%. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 10. Jadi.77 Siklus I 55. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 5.77%. baik pada siklus I maupun siklus II. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi juga mengalami peningkatan dari siklus I. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek organisasi juga mengalami peningkatan dari siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan sebesar 15. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. pada aspek organisasi.90%.90 Siklus II 66.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.62%.13% sehingga mampu mencapai 55. Pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek organisasi hanya mencapai 50. Pada tahap pretes.

Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. Seperti halnya pada aspek isi.95 72. dari ketiga subaspek pada aspek kebahasaan.67%.95 58. (2) diksi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 44.56 Siklus I 57. setelah diberi tindakan pada siklus II. dan (3) ejaan. kemampuan siswa . Pada tahap pretes. kemampuan siswa juga meningkat pada setiap subaspeknya. yakni subaspek (1) kalimat.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II.5 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Kebahasaan Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Kebahasaan Kalimat Diksi Ejaan 46.28% sehingga mampu mencapai 57.64 Siklus II 77. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.56 Berdasarkan tabel 5. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat kembali mengalami peningkatan dari siklus I.95%.82 82. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.5 berikut.Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek kebahasaan dilihat dari tiga subaspek.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek kebahasaan dapat dilihat pada tabel 5. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 13.5.67 37.44 42. Tabel 5.97 65.

setelah diberi tindakan pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek diksi hanya mencapai 37.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 31. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 13. Seperti halnya pada subaspek kalimat dan diksi. .95%. Pada siklus II.56%.97%. kemampuan siswa pada subaspek ejaan hanya mencapai 42. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 21.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap pretes.28% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I sehingga mampu mencapai 77. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.64%.53% sehingga mampu mencapai 58.44%. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 35. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 23. Jadi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.85% dari siklus I sehingga mampu mencapai 72. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan dari siklus I. Jadi.82%. Pada tahap pretes. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan dari siklus I.08% sehingga mampu mencapai 65. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.

92% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar dan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspek. Hasil penelitian ini mendukung pendapat Nurhaeni (1997:17) yang menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. kemampuan siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 16.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan mampu mengalami peningkatan sebesar 40%. imajinasi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. yakni berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca (Gunawan. Berdasarkan paparan di atas. yakni aspek isi. Peningkatan pada subaspek ejaan merupakan peningkatan yang paling besar pada aspek kebahasaan. Hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. Penggunaan imajinasi sesuai dengan tujuan penulisan karangan deskripsi dalam penelitian ini. organisasi. 1997:13). jika dibandingkan dengan subaspek kalimat dan diksi. Dengan imajinasi.56%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I maupun siklus II. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Penggunaan imajinasi dalam proses menulis karangan deskripsi dapat memperkaya ide sehingga siswa mampu mengembangkan karangan deskripsi yang lebih hidup dan dapat diimajinasikan dengan kelima indera.setelah diberi tindakan pada siklus II. Selain gambar. dan kebahasaan. Dengan menggunakan gambar. siswa menjadi lebih kreatif . siswa dapat lebih mudah dalam menemukan ide atau bahan tulisan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi. Pada siklus II.

dalam mengembangkan karangan deskripsi. Menurut Ricoeur. 2001:55) yang menyatakan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. . Juga pendapat DePorter & Hernacki (2002:191) yang menyatakan bahwa dengan imajinasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Ricoeur (dalam Tedjoworo. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”.

6. Pada siklus II. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada Bab IV dan dibahas pada Bab V.46%.06% dari siklus I sehingga mampu mencapai 78. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 14. dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.BAB VI PENUTUP Pada Bab VI ini dipaparkan simpulan dan saran yang berhubungan dengan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32.67% dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal yang disyaratkan.40%. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. .61% dari tahap pretes yang hanya mencapai 45. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.79% sehingga pada siklus I mampu mencapai 64.

.Peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi juga dapat dilihat pada setiap aspeknya. dengan simpulan sebagai berikut.

59% pada subaspek kerincian. dengan peningkatan sebesar 38.62% pada subaspek kreativitas imajinasi.38% pada subaspek diksi. guru Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa untuk . dengan peningkatan sebesar 15. 35.46% pada subaspek kesesuaian. dan 40% pada subaspek ejaan. 2) Berdasarkan studi pendahuluan. ditemukan bahwa guru Bahasa Indonesia hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan langsung memberikan tugas menulis kepada siswa.(1) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. 1) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi. dan 44.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 23.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 6. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peneliti selanjutnya disarankan sebagai berikut. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal 65% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. dengan peningkatan sebesar 31. Oleh karena itu.38%. karena berdasarkan hasil penelitian.28% pada subaspek kalimat.2 Saran Berdasarkan simpulan di atas. (3) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (2) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.

yakni tahap prapenulisan.melaksanakan aktivitas belajar dan menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai. dan publikasi. sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. . sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 3) Guru Bahasa Indonesia disarankan untuk membimbing siswa melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis. 4) Peneliti lanjutan disarankan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain. penyuntingan dan revisi. penulisan.

Malang: Depdiknas Universitas Negeri Malang. Mukhsin.DAFTAR RUJUKAN Ahmadi. Jakarta: Bumi Aksara. Arsyad. Imam Agus. M. 2002. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Skripsi tidak diterbitkan.G. Media Pengajaran. 2002. Jakarta: Bumi Aksara. Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia. Arsjad. S. Basuki. Penelitian Tindakan Kelas. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. S. Jakarta: Rineka Cipta. 1980/1981. Jakarta: Erlangga. 1988... 1997. Akhadiah. dkk. 1995. Malang: P3T IKIP Malang. Suhardjono & Supardi. Arikunto. & Ridwan. S. Wacana Bahasa Indonesia. Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas I MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. 2007. Alyunusia. Azhar. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.H. Ahmadi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Suharsimi. Arikunto. Arikunto. M.. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Komposisi Bahasa Indonesia. . Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Suharsimi. 2001. 2003. Rohmah.

Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Jakarta: Erlangga. dkk. Untuk SMU dan Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Umar. 24 Tahun 2006) Badan Standar Nasional Pendidikan. Bandung: Kaifa. Terampil Mengarang. Junus. Jakarta: Gramedia.Yogyakarta: Andi. 2005 (4) :19–23. dkk. Jakarta: Erlangga.BSNP. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Agama dengan Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Kuis Tim Kelas VIB MI Diniyah Puteri Padang Panjang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2005/2006. R. 2004. 1983. Hasnun. Anwar. Khaerudin. 2006. 22. 1992. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. DePorter. 1997. 2005. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. M. Dawud. (Online). Fachruddin Ambo. 2003. Kadir. Dari Peristiwa ke Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia. & Hernacki. S. Standar Isi (Keputusan Menteri No. Dari KBK ke Inovasi: Menembus Kemandegan Pendidikan Kita. The Liang. . Jabrohim. B. 2003. Yogyakarta: Andi. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas X. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Ibrahim. Gie. Enre. 2002. Kurniawan.S.dkk. 2006. Terjemah oleh Alwiyah Abdurrahman. 2006. Dalvi. Cara Menulis Kreatif. Abdul. Jakarta: Depdikbud & Rineka Cipta. Belajar Mengarang: Dari Narasi hingga Argumentasi. Gunawan. 3 (1): 59–69. 23. 2002. Perencanaan Pengajaran. Model Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Lanjut. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Jakarta: BSNP. & Nana. 1988. 2007. Jakarta: Depdikbud.

& Rivai. (http://www. Setyosari. 2007. Suwarsih. Hubungan Hasil belajar Matematika dengan Penguasaan Kompetensi Gambar Bukaan/Bentangan pada Siswa Kelas II Teknik Pembentukan SMK Karya Padang Panjang. Malang: Elang Mas. diakses tanggal 12 November 2007). & Senduk. 2006. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah.org/index. Madya. Nani. Malang: Bayumedia Publishing. Sumber Belajar: Kajian Teori dan Aplikasi. 2001.G. Penelitian Tindakan Kelas Bagian I (Online).ktiguru. A. 1993. Punaji.php/ptk/ptk-1. Menulis Tertib dan Sistematik. 2004. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Rancangan Pembelajaran Teori dan Praktik.Ialf. 3 (1): 49–58. N. A. Media Pengajaran.. Mohammad R. Malang: UM Press. Sudjana. Jakarta: Erlangga. 2005 (4): 2–3. B. . diakses tanggal 12 November 2007).Edu/Kipbipa/Papers/KhaerudinKurniawan. Keterampilan Menulis dan Pengajarannya.B. Parera. 1993. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 2005. A. 1997. Yasin.. 4(4): 15–21. Pembelajaran Partisipatif.(Http://Www. Arifin. B. Nurhadi. Suhaidi. 2006. 2005. Musbar. & Martutik. Nurchasanah & Widodo. Nurhaeni. 157 Rani. Fungsi Gambar dalam Pengajaran Bahasa Asing. Jos Daniel. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.doc.

(http://www.id/new/index. W. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI) Wijaya.or. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2005. Jakarta: Grasindo. Wiriaatmadja. diakses tanggal 12 November 2007). Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskriptif dengan Media Gambar. H. Imaji dan Imajinasi: Suatu Telaah Filsafat Postmodern. 2001. . 2006. Jenis Alat Pengumpul Data.S. Budi. Rochiati. Winkel.ditplb. Tedjoworo.php?menu=profile&pro=145. 2005. Psikologi Pengajaran.Susetyo. Skripsi tidak diterbitkan. Citria Nilam Asri Cipto. Metode Penelitian Tindakan Kelas: untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. 1996. (Online).