PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.

2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI

OLEH DWI YANI LESTARI NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA,

DAN DAERAH AGUSTUS 2008 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI

SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Negeri Malang untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh Dwi Yani Lestari NIM 104211472066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA

JURUSAN SASTRA INDONESIA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH Agustus 2008 ABSTRAK Lestari, Dwi Yani. 2008. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryo Hs, S.H., M.Hum. Kata kunci: kemampuan menulis, deskripsi, gambar, imajinasi. Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. Meski telah dilaksanakan pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hasil pembelajaran menulis deskripsi di kelas tersebut tidak maksimal. Dari kegiatan studi pendahuluan, diketahui adanya permasalahan dalam proses pembelajaran menulis deskripsi dan kelemahan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi, baik pada aspek isi, organisasi, dan kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%.. Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan, peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi merencanakan tindakan melalui penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan. Dengan menggunakan gambar dan imajinasi, diharapkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April―Mei 2008 di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dengan subjek penelitian siswa kelas X.2. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Data penelitian ini adalah data hasil wawancara, rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi di kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa dengan mengacu pada pedoman penyekoran dan standar keberhasilan yang telah ditentukan, diketahui bahwa pada tahap pretes, yakni sebelum menggunakan gambar dan imajinasi, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa hanya mencapai i ii

rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 14.62% pada subaspek kreativitas imajinasi.61% sehingga mencapai 64. dengan peningkatan sebesar 38. dan 44. penulisan. dengan peningkatan sebesar 31. dan (3) membimbing siswa untuk melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis.79% sehingga belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.38% pada subaspek diksi.46% pada subaspek kesesuaian.46%.40%. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan: (1) menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32. Untuk peneliti lanjutan disarankan melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain.38%.06% dari siklus I sehingga mencapai 78. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan gambar dan imajinasi. penyuntingan dan revisi. Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dan publikasi. 35.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspeknya. . (2) aspek organisasi. (2) menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. dengan peningkatan sebesar 15.67% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. kemampuan siswa kelas X. Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.28% pada subaspek kalimat.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (3) aspek kebahasaan. 23. setelah menggunakan gambar dan imajinasi.45. yakni tahap prapenulisan. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan pada: (1) aspek isi.59% pada subaspek kerincian. dan 40% pada subaspek ejaan. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa mengalami peningkatan sebesar 18.

M. selaku Dekan Fakultas Sastra UM dan Dr. M. kasih sayang.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas restu. Oleh karena itu.. Maryaeni.Pd. Ibu Sri Utami. M. Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi. Dr. 2. S. 3. Sumadi. Dawud.2 yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan lancar.Pd. Dr.Pd.Pd. S. dan nikmat-Nya Yang Luar Biasa sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi berjudul Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X. Dr. . Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. ucapan terima kasih dan penghargaan tiada terkira penulis sampaikan kepada pihakpihak sebagai berikut. 4. selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberikan bimbingan dan kemudahan selama penyelesaian skripsi ini. ridha.H.Hum.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi. selaku Dosen Penguji I dan Dra. M.. M. dan siswa siswi kelas X. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lebih baik.Pd. Martutik. 1. Sunaryo Hs. selaku Ketua Jurusan Sastra Indonesia UM yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.

dan Rere yang suka mengganggu tetapi juga membantu. Ibu. dan merupakan teman diskusi dan penenang yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini. Mas Bibit. kasih sayang. 9. doa. yang selalu memberikan kasih sayang. 7. yang tidak pernah lelah berbagi dan membantu penulis dalam suka dan duka selama kuliah. 6. rekan KKN Wajar Dikdas Wongsorejo-Banyuwangi semester pendek 2007. Ita. dan semua yang pernah memberikan dukungan. dan Guru Mengaji yang pernah memberikan bimbingan dan ilmu yang bermanfaat untuk mengantarkan penulis meraih harapan dan cita-cita sehingga penulis bisa menjadi orang yang “lebih baik”. ataupun semangat dalam penyelesaian skripsi ini. dan . serta kepercayaan sehingga penulis bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat keluarga. 8. Yuni. serta kepercayaan. Dosen. bantuan. Teman-teman Sasindo UM angkatan 2004. Saudara seatap di rumah kedua TERAM 12 F. dan Adik Tri tercinta di Banyuwangi sebagai motivasi utama bagi penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Bapak Ibu Guru.5. Henot. Mbak Devi dan Dik Eri. Sahabat terdekat. CeCe Nikman. Na Yoja di Pulau Dewata yang banyak memberikan dukungan dan pelajaran selama penyelesaian skripsi ini. sahabat PMII Komisariat Sunan Kalijaga Malang. dan kesabaran yang luar biasa untuk menerima dan mendampingi penulis dalam “kondisi apapun” sehingga bisa menjadi lebih kuat dan tabah menghadapi “segalanya”. 10. juga CeCe Pie-Pie. Risa. khususnya adik sekamar Yupi. Bapak.

penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. 11. penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesikan skripsi ini. Penulis . Sebagai manusia biasa. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. khususnya dalam dunia pendidikan.rekan PPL SMP Negeri 1 Malang semester genap 2008 yang pernah berjuang bersama sehingga bisa lebih siap menghadapi “dunia nyata”. dan apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan.

........................................................... DAFTAR KODE NAMA SISWA ...................................5 Asumsi Penelitian .............. 1 5 5 6 7 7 8 x xi v vii ix i iii ............. DAFTAR LAMPIRAN .................. DAFTAR ISI..............................2 Masalah......................................................................................................... DAFTAR GAMBAR............ 1..2..........................................4 Kegunaan Penelitian...........................................................................................................1 Latar Belakang................................................................. KATA PENGANTAR...................................................................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK................ DAFTAR TABEL............................................ 1.........................1 Ruang Lingkup Masalah .......................................................... 1...... 1............................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1..........................................................................................................2 Rumusan Masalah ....................3 Tujuan Penelitian.............................................. 1...............................2...................................... 1............................

3....................................... 9 11 11 13 16 20 20 22 24 27 27 29 31 34 38 42 ........................ 2......3 Prinsip-prinsip dalam Menulis ..3 Pembelajaran Menulis ......... 2............... 2..................................2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi .1 Pengertian Menulis .................. 2......................................3............... 2..................3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis ........1.................................... 2...............................................3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi ............ 2............................1 Hakikat Pembelajaran Menulis ....................................................3..................2 Tujuan Pembelajaran Menulis ......................4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi ........1 Pengertian Tulisan Deskripsi ....2.1 Pengertian Gambar dan Imajinasi ................2 Menulis Deskripsi............6 Definisi Operasional...................... 34 2..................................................1.......2 Macam-macam Deskripsi ....................................... 2........ 2..................................... 2................................2 Menulis sebagai Suatu Proses .....4.......1.... 2.....2................... 2.............1 Kemampuan Menulis............................... 2.....4........2.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas.........................4.......................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2............................. 2......1..........................

......................3 Pelaksanaan Tindakan .................. 3........................4 Data dan Sumber Data......1 Data ......... 3.................... 3.................6 Teknik Analisis Data........................................................1 Studi Pendahuluan .................1 Rancangan Penelitian.........2................................ 3....2 Waktu Penelitian .........4.....3 Lokasi......1 Observasi Awal ..4......................................................................... 63 63 45 46 49 50 51 52 53 54 54 55 55 56 56 56 56 58 61 61 .. 3............2 Tahap-tahap Penelitian...............3....... 3...................5 Teknik Pengumpulan Data.....................2 Sumber Data ...................................................................1 Studi Pendahuluan.............................................................................. 4........... 3................................................................4 Observasi atau Pengamatan ........................................................................8 Pengecekan Keabsahan Data.......................................................................BAB III METODE PENELITIAN 3..................... 3.....................3..........................5 Refleksi....... BAB IV PAPARAN DATA 4......... 3......2........ 3........... 3..............................2.................... 3................................................. 3..... Waktu dan Subjek Penelitian..3 Subjek Penelitian...............................2..........................................3................................ 3.......................1 Lokasi Penelitian .... 3...................................... 3..........................................1..........................7 Prediksi Hasil.........................................2 Perencanaan Tindakan ..........................................2..... 3...................

...................................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I ........................................1 Simpulan.....3.......................... DAFTAR RUJUKAN.......................................................3 Hasil Tindakan.........2............2 Pelaksanaan Tindakan ........................................................... BAB V PEMBAHASAN 5...................1 Kemampuan Siswa Kelas X.................................................................................. PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ..2 Saran. 5..................................................... 4.......2.......2 4................................1 Temuan Proses Pembelajaran.................................. BAB VI PENUTUP 6..................................................................3........................................................................1................................................................... 115 4........... LAMPIRAN-LAMPIRAN.........4........................... 4...................2 Temuan Hasil Penelitian ......... 6.......... 4...................................1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I ........................................2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II .2 Pretes .......... 4............................. 158 159 155 152 153 133 140 123 ............................. 64 73 73 95 114 4...2 Kemampuan Siswa Kelas X..2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II .................................................

dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. (3) tujuan penelitian. (5) asumsi penelitian. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. Dengan tulisan. 1. Seseorang yang mampu menulis. mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. dan (6) definisi operasional yang terkait dengan penelitian.1 Latar Belakang Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. (2) masalah penelitian. perasaan. (4) kegunaan penelitian. 1993:5). .BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini dibahas tentang (1) latar belakang dilaksanakan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.

Salah satu tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa dapat memiliki kemampuan menulis. Acuan tersebut tertuang dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas X semester 1. Meski telah dilaksanakan di sekolah. Selain siswa SD/MI. kompetensi dasar menulis deskripsi juga diajarkan pada siswa SMA/MA. serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (BSNP. yang isi kompetensi dasarnya adalah Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. khususnya pada siswa kelas X semester 1. keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. selama ini pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum terlaksana dengan maksimal. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri nomor 22. dan 24 tahun 2006 yang menerangkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Guru hanya sedikit memberikan materi tentang tulisan deskripsi. 23. termasuk dalam bentuk tulisan deskripsi. baik secara lisan maupun tulis. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk. diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. 2006:260). Berdasar pada Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006. pembelajaran menulis deskripsi juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 2006:262). Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. kemudian siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi sehingga .Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan yang tercakup dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu.

perlu diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Pendeskripsian objek dalam karangan siswa tidak fokus dan tidak sesuai dengan judul yang ditulis sehingga pembaca kesulitan untuk memahami karangan secara utuh. yaitu dari guru pada siswa sehingga siswa lebih banyak mendengar materi dari guru daripada melaksanakan aktivitas belajar. ataupun perabaan untuk mengembangkan karangan deskripsi sehingga pembaca kurang dapat melihat dan merasakan apa yang ditulis siswa melalui pancainderanya. Siswa kurang memanfaatkan indera yang lain seperti pendengaran. Pembelajaran menulis di sekolah perlu dilakukan dengan cara yang lebih baik. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa kelas X. di antaranya dengan memilih media pembelajaran yang . Selain itu. Siswa juga hanya mengembangkan hasil pengamatan berdasarkan indera penglihatan saja. Padahal menurut Dalvi (2006:60). metode pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah cenderung menjadikan suasana belajar kaku. penciuman.kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. Bertolak pada permasalahan di atas.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah. diketahui bahwa siswa kurang mampu menyusun karangan deskripsi dengan baik. imbuhan. Masih banyak terdapat kesalahan penulisan ejaan dalam karangan deskripsi siswa. Guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. pencecapan. baik dalam penggunaan kata depan. maupun tanda baca. monoton. dan kurang menggairahkan sehingga siswa menjadi kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar. siswa belum mampu menggunakan ejaan dengan tepat. Guru juga enggan memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis deskripsi.

sedangkan Alyunusia (2003) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa.sesuai dan bervariasi. Interaksi positif antara guru dan siswa juga dapat dibentuk dengan pemilihan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa. dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. penelitian ini perlu dilakukan. Berbagai penelitian pernah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian-penelitian dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran menulis juga perlu dilaksanakan sebagai upaya pembaharuan dalam penelitian dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Wijaya (2005) memanfaatkan media gambar untuk meningkatkan kinerja siswa dalam menulis deskripsi. maka dalam penelitian ini digunakan gambar dan imajinasi untuk memudahkan siswa dalam menulis karangan deskripsi. serta perbaikan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Perbedaan lain terletak pada subjek dan fokus . Selain itu. dan penelitian yang dilaksanakan oleh Rohmah Alyunusia yang berjudul Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas 1 MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. Berdasarkan uraian di atas. Penelitian-penelitian tersebut antara lain berjudul Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Media Gambar oleh Citria Nilam Asri Cipto Wijaya. Menurut Nurhaeni (1997:15). penggunaan gambar lebih sederhana dan efisien sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi. gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada pembelajar dengan berbagai usia. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah jika dalam penelitian sebelumnya hanya digunakan gambar saja.

Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa pada saat studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa objek yang dideskripsikan siswa dalam karangannya mayoritas berupa tempat atau pemandangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. 2006:262). yakni siswa SMA. diupayakan berbagai cara untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.penelitian. Pembelajaran menulis deskripsi bukan hanya ditekankan pada hasil yang akan dicapai oleh siswa. salah satunya dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. tetapi juga proses yang dilaksanakan siswa untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi. Selain itu. .2 Masalah 1. 1. juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah diadakan penelitian dalam upaya perbaikan kualitas pengajaran dan peningkatan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu. kompetensi menulis deskripsi salah satunya diajarkan di kelas X semester 1 dengan kompetensi dasar Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (BSNP. Pada jenjang SMA.2.1 Ruang Lingkup Masalah Kompetensi menulis deskripsi merupakan salah satu kompetensi dalam Kurikulum 2006 atau Standar Isi BSNP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dicapai oleh siswa mulai dari jenjang SD hingga SMA.

2 SMA Negeri 1 Purwoharjo . rumusan masalah penelitian ini adalah “Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi? 1.2 Rumusan Masalah Secara umum. Secara khusus.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (3) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi?”.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah.Masalah dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan dan hasil pembelajaran. tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. sedangkan masalah dalam hasil pembelajaran terkait dengan hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Masalah dalam pelaksanaan pembelajaran terkait dengan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas X.2. rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi? (2) Seberapakah peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi untuk menghasilkan sebuah karangan deskripsi. 1.

antara lain sebagai berikut. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan teori pembelajaran menulis serta menambah kajian-kajian teoritis tentang menulis. (2) Kegunaan praktis Secara praktis. 1. juga bagi peneliti.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi setelah menggunakan gambar dan imajinasi.Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. (1) Kegunaan teoritis Secara teoritis. di antaranya sebagai berikut. guru. (1) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. (3) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai beberapa kegunaan. hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa. sekolah. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi setelah menggunakan gambar dan imajinasi. sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut.

.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam hal pembelajaran Bahasa Indonesia. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi.5 Asumsi Penelitian Asumsi yang mendasari penelitian ini adalah sebagai berikut. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan atau kesulitan dalam menulis karangan deskripsi. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka perbaikan pembelajaran di sekolah. khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA kelas X semester 1 memuat kompetensi dasar menulis deskripsi. (d) Bagi peneliti. (1) Kurikulum 2006. (2) Menulis karangan deskripsi diajarkan di kelas X. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus sebagai alternatif pemecahan masalah dalam proses pembelajaran menulis. (3) Kemampuan siswa kelas X.(a) Bagi siswa. Standar Isi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. (b) Bagi guru. serta meningkatkan kesiapan diri peneliti sebagai calon guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. (c) Bagi sekolah. serta alternatif pemecahannya. 1.

(4) Gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. atau benda. baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. tempat. dan . (3) Karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan atau menyampaikan informasi yang berupa sifat dan semua perincian wujud dari suatu objek kepada pembaca agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan.6 Definisi Operasional Definisi operasional merupakan sejumlah istilah yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan arah penelitian.(4) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum pernah melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. warna. (1) Peningkatan adalah bentuk perubahan yang ditunjukkan berdasarkan keadaan sebelumnya dan keadaan setelahnya. (2) Kemampuan menulis adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. Kejelasan arah penelitian dapat membantu dalam menyamakan pemahaman dan pemokusan dalam penelitian. yang dalam penelitian ini peningkatan yang dimaksud adalah perubahan kemampuan siswa (dari yang kurang baik menjadi lebih baik) setelah diberi tindakan. Beberapa definisi operasional terkait dengan istilah-istilah dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut. 1.

. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. karangan. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain.ukuran. (5) Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan.

Kegiatan menulis bisa berasal dari membaca atau menyimak suatu informasi. (3) pembelajaran menulis. Unsur-unsur yang bersifat kontekstual digunakan dalam menulis. menulis dapat juga berasal dari berbagai kejadian-kejadian yang dialami oleh penulis sendiri maupun orang lain. Hal-hal pokok yang dibahas meliputi (1) kemampuan menulis. gagasan. perasaan. (2) menulis deskripsi. Unsur-unsur itu semacam sistem notasi atau tanda yang digunakan dalam ilmu pengetahuan . atau kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. Tulisan merupakan salah satu media yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada Bab II ini dipaparkan kajian pustaka yang dijadikan landasan teoritis penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (4) pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:2). atau kemauan seorang penulis. Selain itu. serta menyusun informasi dalam bentuk karangan. 1993:2).1 Pengertian Menulis Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dalam menuangkan pikiran dan gagasan. menulis pada dasarnya merupakan pertimbangan dalam mempresentasikan kesatuan fenomena melalui seperangkat proses. perasaan.1.1 Kemampuan Menulis 2. 2. Sebagaimana diungkapkan oleh Whiteman (dalam Nurchasanah & Widodo. Hasil proses menulis itu berupa wacana atau teks.

1993:3). tahap penyuntingan. tahap revisi. (1988:2) membedakan proses penulisan . kode. Menurut Gie (2002:9). Oleh karena merupakan suatu proses. dan tahap pengakhiran.1.yang dimanipulasikan. Gie (2002:3) mengungkapkan bahwa dalam bahasa Indonesia kata menulis dan mengarang merupakan suatu kata padanan yang mempunyai arti yang sama. Kini dalam pengertiannya yang luas. dan sesuatu tanda kebahasaan apapun dengan sesuatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. peta. seperti diagram. Pertimbangan mempresentasikan kesatuan fenomena yang dimaksud tentunya dinyatakan dalam bentuk bahasa tulis. dan sebagainya. tahap pelanjutan. yakni bahasa yang tidak menggunakan peralatan bunyi dan pendengaran melainkan berwujud berbagai tanda dan lambang yang harus dibaca. nama. dan tahap pengakhiran atau penyelesaian (Parera. gagasan. mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain. Akhadiah. Buah pikiran ini diungkapkan dan disampaikan kepada pihak lain dengan wahana berupa bahasa tulis. atau kemauan untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataan tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. perasaan.2 Menulis sebagai Suatu Proses Menulis merupakan suatu proses. tahap penulisan. Menulis artinya semula ialah membuat huruf. dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses menuangkan pikiran. 2. menulis merupakan kata sepadan yang mempunyai arti yang sama seperti mengarang (Gie. penulis harus mengalami tahap prakarsa. 2002:3). dkk. angka. Tahap ini dibedakan dalam tahap pratulis.

bahkan jika perlu memperluas tulisan. dalam tahap prapenulisan ditentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. mengubah. yang dilakukan ialah membaca dan menilai kembali apa yang sudah ditulis. Menurut Akhadiah. bab atau bagian. dan dalam tahap revisi. yaitu mengembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat. . memperbaiki. dan (3) tahap revisi. dalam tahap penulisan dilakukan apa yang telah ditentukan.menjadi tiga tahapan. yaitu (1) tahap prapenulisan. (2) tahap penulisan. satuan paragraf. (1988:3). sehingga selesailah buram (draf) yang pertama. dkk.

yakni sebagai berikut. melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis. (3) berbagi. (4) perbaikan (revisi). yaitu tahap yang menandai akhir pemeriksaan yang merupakan kegiatan memastikan bahwa tulisan yang telah dibuat selesai sesuai dengan apa yang direncanakan dan ingin disampaikan. yaitu proses penulisan kembali tulisan sebelumnya dengan memasukkan isi yang baru dan perubahan-perubahan penyuntingan. tanda baca. meliputi kegiatan membuat draf kasar. (2) Tahap pembuatan draf. tata bahasa. Tompkins (dalam Kurniawan. serta memperhatikan penggunaan kata dan kalimat-kalimat. dan memperbaiki. mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis. tahap-tahap proses penulisan yang lengkap adalah: (1) sebelum menulis. mengulangi. dengan lebih menekankan isi daripada tata tulis. gagasan. dan (7) evaluasi. (5) penyuntingan. yakni kegiatan memperbaiki semua kesalahan ejaan. . adalah kegiatan pemilihan terhadap umpan balik yang diberikan oleh teman pada tahap berbagi. 2007:3) menyajikan lima tahapan dalam proses menulis. mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis. yaitu kegiatan bertukar pendapat dan saling memberikan umpan balik dengan rekan tentang draf tulisan yang telah dibuat.Menurut DePorter & Hernacki (2002:191). yakni kegiatan menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. meliputi kegiatan menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri. menentukan mana yang baik dan mana yang perlu digarap lagi. yaitu proses membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan pada pengetahuan. (1) Tahap pramenulis. (2) draf kasar. dan pengalaman. (6) penulisan kembali. dan memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah ditentukan.

(3) Tahap merevisi. Tema karangan dalam penelitian ini sudah ditentukan. yakni sebagai berikut. yakni keindahan alam. maka dalam penelitian ini digunakan empat tahapan dalam proses menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar imajinasi. dan membuat perubahan yang substantif pada draf berikutnya. atau berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan. sehingga menghasilkan draf akhir. (1) Tahap prapenulisan Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap prapenulisan dalam penelitian ini adalah menyepakati tema. (2) Tahap penulisan . mengamati gambar. dan mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. meliputi kegiatan mempublikasikan (memajang) tulisan mereka dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai. berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas. (5) Tahap berbagi (sharing) atau publikasi. meliputi kegiatan berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok). meliputi kegiatan membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri. (4) Tahap menyunting. membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas. mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman. menetukan judul.

Asas kejelasan tidaklah semata-mata berarti mudah dipahami. 2. Ketiga asas tersebut diuraikan sebagai berikut. dan correctness (ketepatan). yaitu clarity (kejelasan). Hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca.1. dan organisasi. yakni mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat dan paragraf sehingga menjadi karangan deskripsi yang utuh. dan menempelkannya di papan tulis dan dinding kelas. tetapi juga . serta menyeleksi tulisan dan menentukan mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki.3 Prinsip-prinsip dalam Menulis Gie (2002:33―36) menyebutkan adanya tiga asas utama dalam kegiatan menulis. (3) Tahap penyuntingan dan revisi Kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada tahap penyuntingan dan revisi adalah (a) saling mengoreksi tulisan teman terkait dengan ejaan.Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap penulisan dalam penelitian ini adalah kegiatan menulis karangan awal. yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan 3C. (4) Tahap publikasi Kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa pada tahap publikasi dalam penelitian ini adalah membacakan hasil karangan yang telah diperbaiki di depan kelas. dan (b) memperbaiki karangan awal menjadi karangan baru sesuai koreksi dan komentar dari teman dengan memperhatikan syarat karangan yang baik. tata kalimat. 1) Kejelasan Asas mengarang yang pertama dan utama dalam kegiatan menulis ialah kejelasan. conciseness (keringkasan). Tanpa asas kejelasan sesuatu karangan sukar dibaca dan sulit dimengerti oleh para pembacanya.

agar karangannya tepat. dan kelaziman pemakaian bahasa tulis yang ada. ejaan. penulisan yang baik diperoleh dari ide-ide yang kaya dan kata-kata yang hemat. sehingga dapat menghasilkan suatu tulisan yang baik dan pasti dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Ketiga asas . Menurut Harry Shaw (dalam Gie. tidak kabur sehingga setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca. dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan. tidak mengulang-ulang butir ide yang dikemukakan. tanda baca. Selain ketiga asas utama tersebut. Jadi. Oleh karena itu. Kejelasan berarti tidak samarsamar. masih terdapat tiga asas mengarang lainnya yang perlu diindahkan agar dapat dihasilkan karangan yang baik. Tiga asas yang telah disebutkan di atas merupakan asas-asas utama yang harus diindahkan dan dilaksanakan dalam kegiatan menulis karangan apapun. sesuatu karangan adalah ringkas bilamana karangan itu mengungkapkan banyak buah pikiran dalam kata-kata yang sedikit. menurut Gie (2002:36―37). bukan kebalikannya ide yang miskin dan kata yang boros. Keringkasan berarti bahwa suatu karangan tidak menghamburkan kata-kata secara semena-mena. 3) Ketepatan Asas ketepatan mengandung ketentuan bahwa sesuatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang dimaksud oleh penulisnya.karangan itu tidak mungkin disalahtafsirkan oleh pembaca. 2) Keringkasan Asas keringkasan tidaklah berarti bahwa setiap karangan harus pendek. 2002:36). setiap penulis harus menaati sepenuhnya berbagai aturan dan ketentuan tata bahasa.

3) Penegasan . tidak ada uraian yang menyimpang dan tidak ada ide yang lepas dari jalur gagasan pokok itu. (2) coherence (pertautan). Jadi. 2) Pertautan Asas ini menetapkan bahwa dalam sesuatu karangan bagian-bagiannya perlu ”melekat” secara berurutan satu sama lain. pada asas pertautan semua alinea dan kalimat perlu berurutan dan berkesinambungan sehingga seakan-akan terdapat aliran yang lancar dalam penyampaian gagasan pokok sejak awal sampai akhir karangan. Demikian pula antara kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya dalam suatu alinea perlu ada kesinambungan yang tertib. Selanjutnya dalam setiap alinea hanya dimuat satu butir informasi yang berkaitan dengan gagasan pokok yang didukung dengan berbagai penjelasan yang bertalian dan bersifat padu. 18 Untuk keseluruhan karangan yang tersusun dari alinea-alinea. yang akan diuraikan sebagai berikut. Dalam sebuah karangan antara alinea yang satu dengan alinea yang lainnya perlu ada saling kait sehingga ada aliran yang logis dari ide yang satu menuju ide yang lain. 1) Kesatupaduan Asas ini berarti bahwa segala hal yang disajikan dalam suatu karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema utama yang telah ditentukan. dan (3) emphasis (penegasan).itu antara lain (1) unity (kesatupaduan).

penulisan awalan dan kata depan. Hasnun (2006:15―16) merumuskan unsur-unsur bahasa yang harus diperhatikan dalam menyusun suatu karangan ke dalam beberapa unsur. 2) Pemilihan dan penempatan kata Kata merupakan faktor penting dalam merancang tulisan. Hasnun (2006:15) mengungkapkan bahwa dalam suatu karangan. dan akhiran) pada kata dasar untuk membentu kata baru. perlu menggunakan bahasa yang efektif. dan sebagainya. antara lain sebagai berikut. Menurut Mustakim (dalam Hasnun (2006:20). sisipan. bentuk. Tulisan yang baik ditentukan oleh cara penulisan dan penempatan kata. dan makna. apapun itu. Menggunakan bahasa secara efektif berarti menggunakan unsur-unsur bahasa secara efektif juga. Dalam penulisan karangan perlu diperhatikan kaidah mengenai penempatan tanda baca.Asas penegasan dalam mengarang menetapkan bahwa dalam sesuatu tulisan butir-butir informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan tertentu sehingga mengesan kuat pada pikiran pembaca. yang harus sesuai dengan EYD. penulisan kata dasar yang memperoleh imbuhan. Pemilihan dan penempatan kata mempengaruhi sekaligus memberikan warna sebuah tulisan. . 1) Pemakaian ejaan dan imbuhan Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. ketepatan dalam pemilihan kata perlu memperhatikan komponen situasi. dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI). kalimat. Secara garis besar. Imbuhan adalah bubuhan (yang berupa awalan.

Komponen bentuk disesuaikan dengan situasi. 3) Penggunaan kalimat Menyusun kata menjadi kalimat adalah merangkai beberapa kata untuk membentuk satu pengertian atau makna yang lengkap. 2. dan (c) setiap kata yang ingin dipasang atau dipergunakan mencerminkan tujuan yang ingin dikembangkan melalui kalimat. Dalam menyusun kata menjadi kalimat seorang penulis perlu memperhatikan: (a) kecocokan kata yang pertama dengan kata yang mengikutinya. 4) Penggunaan paragraf atau alinea Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya memiliki hubungan yang saling mendukung atau terkait. situasi tidak terlepas dengan makna. Kalimat yang memuat ide pokok disebut dengan kalimat topik/kalimat utama. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat. Dalam satu paragraf. Masing-masing paragraf (alinea) memiliki ide pokok yang dapat muncul dalam salah satu kalimat yang menyusun alinea tersebut. dan makna tidak terlepas dengan bentuk. sedangkan kalimat lain yang menyusun paragraf disebut kalimat penjelas.Komponen tersebut saling mempengaruhi.2.2 Menulis Deskripsi 2.1 Pengertian Tulisan Deskripsi . (b) antara kata pertama dengan kata yang mengikutinya dapat dikembangkan.

Wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal (Rani. 2006:37–38). Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. perabaan.Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. dkk. Ahmadi (1995:25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang. suasana. 1997:13). hal-hal. Wacana dengan susunan deskripsi itu mengatur suatu urutan yang saling berhubungan secara berjarak tentang suatu pemandangan. aspek pemandangan atau lainnya. 21 Jenis wacana deskripsi yang diutamakan ialah bentuk lahir suatu objek. dkk. dan utuh. Menurut Enre (1988:158). ataupun isi alam yang tampak dan berkesan kepada penulisnya (Ahmadi. wacana pemerian berfungsi menjadikan pembaca seakan-akan melihat wujud sesungguhnya dari materi yang disajikan itu. mendengar. 1993:5). pendengaran. 1980/1981:5). sehingga kualitasnya yang khas dapat dikenal dengan lebih jelas. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat.. namun demikian . aspek tempat. penciuman. tempat. mencium. atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan. dan perasaan (Parera.. Melalui suatu wacana pemerian kita melihat suatu objek lebih hidup. dkk.. yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita. makhluk hidup. kongkret. benda-benda. dengan jalan memberikan atau mengutarakan renik-renik fisiknya yang khusus.

tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. letak atau struktur dari sesuatu: misalnya tentang tubuh manusia. suatu pemandangan. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. 1995:27). atau orang .2. Deskripsi sugestif adalah deskripsi yang bertujuan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu tempat. dkk. dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya. ditunjukkan kepada intelek pembaca. suatu pemandangan. dan secara esensial merupakan ekspositori. atau yang serupa dengan itu. (2004:22). ada dua jenis karangan deskripsi.2 Macam-macam Deskripsi Menurut Vivian (dalam Ahmadi. Menurut Vivian (dalam Ahmadi. suatu tempat. 1995:29).deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. 22 2. karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. Deskripsi teknis adalah deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian yang langsung dan objektif mengenai rupa (appearance). Sedangkan menurut Dawud. Deskripsi ini dirancang terutama untuk memberikan informasi. yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif.

Menurut Gunawan (1997:13). cinta. atau diraba). Seperti halnya Vivian. tetapi hanya sekedar berusaha menanamkan pengertian seseorang tentang suatu hal. 23 kejijikan. Gunawan (1997:13−15) juga membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. dirasa. . keengganan. sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu (Gunawan. atau bahkan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan bisa juga diungkapkan dalam tulisan deskripsi sugestif (Gunawan. 1997:13―14). Objek yang dapat ditulis menjadi deskripsi sugestif tidak hanya terbatas pada apa yang dapat diserap oleh pancaindera (dilihat. yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis (ekspositoris). kecemasan. dicium. kesan atau sugesti tertentu. deskripsi sugestif yaitu deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal. dan lain-lain. Deskripsi teknis yaitu deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek. 1997:14). seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang dideskripsikan) secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya. deskripsi jenis ini memerlukan ketepatan informasi mengenai objek yang telah digarap.yang membentuk atau menyusun suatu wacana yang khusus. terharu. tetapi juga hal lain seperti suasana atau perasaan ketakutan. Deskripsi sugestif terutama bersifat emosional dan dalam nada (tone) dan ditandai oleh apa yang disebut tentang penekanan pada cara menarik perhatian atau imbauan (appeal) yang bersifat menarik. Deskripsi sugestif berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca. Karena sifatnya yang hanya bertujuan menyampaikan informasi teknis. didengar. Deskripsi teknis tidak berusaha menciptakan kesan atau imajinasi pada pembaca.

dan merasakan apa yang dideskripsikan itu. tetapi juga menampilkan sifat-sifat khusus objeknya dan sering berusaha memberi kesan tunggal yang dominan. sedangkan deskripsi impresionistik atau stimulatif bertujuan membuat pembaca memancainderakan objek dan bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan. yang pengarangnya . yakni disusun seperti katalog dalam urutan yang logis. yaitu pemerian ekspositoris dan pemerian literer. 1988:161). Ia tidak hanya menunjukkan atau mendaftarkan hal-hal menyangkut sesuatu. yaitu wacana yang bertujuan memberi pengertian mengenai hakekat suatu objek. Pemerian jenis ini sering diperlukan dalam hubungannya dengan subjek berupa pemandangan ketika matahari terbenam atau air sungai yang mengalir.Enre (1988:159) membedakan wacana deskripsi yang juga disebut dengan wacana pemerian ke dalam dua jenis. Ia bersitaf objektif sebagai suatu cara untuk menghargai objek bersangkutan seperti adanya. Pemerian ekspositoris biasa disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah. Secara garis besar. Parera (1993:10) membedakan tulisan deskripsi menjadi dua macam. Sifatnya agak subjektif dan literer. Deskripsi ekspositoris umumnya bersifat logis. yang memerlukan gambaran realistik dan seakan-akan bergerak (Enre. loronglorong sempit di kota dan sebagainya. yakni deskripsi eksposiroris dan deskripsi impresionistik atau stimulatif. mendengar. Berbeda dengan deskripsi impresionistik. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat. Pemerian literer sering disebut wacana pemerian impresionistik atau stimulatif. yaitu wacana yang bertujuan menjadikan pembaca melihat sesuatu dengan penuh renak-renik yang menghasilkan kesan dan perasaan. Penyajiannya bersifat analitik dan tidak bermaksud menggugah perasaan.

Karangan deskripsi subjektif merupakan kebalikan dari deskripsi objektif. deskripsi impresionistik melibatkan opini pengarangnya dalam menuangkan tulisan. (1997:16−19) juga membagi tahapan atau langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi menjadi lima tahapan. (2) mengumpulkan bahan. (4) menyiapkan kerangka tulisan. atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Gunawan dkk. yakni (1) menetapkan tema tulisan. beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun karangan adalah: (1) menentukan tema dan judul. (1997:16−19). (4) membuat kerangka. Menurut Hasnun (2006:2−11). (3) mengumpulkan bahan tulisan. 2. yakni karangan deskripsi objektif dan karangan deskripsi subjektif. karangan deskripsi ada dua macam. dkk. ide yang akan dikemukakan dalam karangan. . yaitu penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis. (1) Menetapkan tema dan judul karangan Tema karangan yaitu gagasan persoalan. langkahlangkah dalam menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Mengacu pada pendapat Hasnun (2006:2−11) dan Gunawan dkk.harus menentukan dahulu jawaban atau reaksi apa yang ia kehendaki terhadap sebuah objek. (2) menetapkan tujuan tulisan. Dengan kata lain.3 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah atau tahapan yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan.2. (2004:22). (3) menyeleksi bahan. dan (5) mengembangkan kerangka karangan. Menurut Dawud. dan (5) mengembangkan tulisan. pokok permasalahan. Karangan deskripsi objektif adalah salah satu jenis karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis.

Karena judul merupakan kepala karangan. 1988:17). (3) Mengumpulkan dan menyeleksi bahan Langkah yang ketiga adalah mengumpulkan dan menyeleksi bahan. tema karangan berupa objek yang akan ditulis. Rumusan tujuan penulisan adalah suatu gambaran penulis dalam kegiatan menulis selanjutnya. Bahan-bahan untuk menulis karangan deskripsi dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan terhadap gambar yang merupakan objek yang akan ditulis. Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penulisan (Akhadiah. (4) Menyiapkan kerangka karangan Langkah keempat ialah menyiapkan kerangka karangan. Kerangka karangan atau outline dapat diartikan sebagai rancangan atau rencana kerja seorang penulis dalam rangka . Jika cakupan tema tidak terlalu luas. dkk. Tujuan penulisan siswa dalam penelitian ini adalah memberikan gambaran dan rincian suatu objek kepada pembaca dengan disertai opini atau kesan atau perasaan terhadap objek yang digambarkan. dkk. maka tema dapat juga dijadikan judul. perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harus ditentukan terlebih dahulu karena merupakan titik tolak dalam seluruh kegiatan menulis. Menurut Akhadiah. (1988:11). yaitu keindahan alam pegunungan dan pantai. maka kata-katanya harus muncul/tertulis dalam karangan. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan.Karangan yang hendak dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk deskripsi. (2) Menetapkan tujuan penulisan Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. yang kemudian didata ke dalam tabel hasil imajinasi indera. dengan menggunakan imajinasi kelima indera. Oleh karena itu.

dan efektif. Kerangka karangan disusun berdasarkan bahan-bahan yang telah terkumpul. Secara khusus. dan penggunaan ejaan. pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru. Kesembilan peristiwa tersebut meliputi: (1) menarik perhatian. 2001:1).3 Pembelajaran Menulis 2.1 Hakikat Pembelajaran Menulis Pembelajaran merupakan suatu usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain (Setyosari.menguraikan setiap topik atau masalah. pengisian tabel hasil imajinasi indera berfungsi sebagai bahan sekaligus kerangka karangan. (5) Mengembangkan karangan Langkah yang terakhir dalam menulis karangan deskripsi adalah mengembangkan karangan. pilihan kata yang tepat.3. (3) menstimulasi ingatan . Setyosari (2001:4) juga mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membantu memudahkan siswa atau si belajar dalam rangka mencapai tujuan khusus yang diharapkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karangan antara lain organisasi. 2001:1). 2001:75―76) mengemukakan bahwa pembelajaran meliputi sembilan peristiwa pembelajaran. Gagne (dalam Setyosari. instruktur. pembelajar. 2. (2) menginformasikan tujuan khusus kepada si belajar. Pengembangan karangan dalam penelitian ini dikerjakan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera yang disusun dengan memperhatikan kesatuan dan kebulatan gagasan. susunan kalimat yang menarik. dengan tujuan membantu siswa atau si belajar agar ia belajar dengan mudah (Gagne & Briggs dalam Setyosari. bervariasi. Dalam penelitian ini.

untuk belajar pengetahuan prasyarat. Keberhasilan dalam pembelajaran menulis bergantung pada strategi dan model yang digunakan guru dalam pembelajaran tersebut. guru harus menjelaskan . dan (9) meningkatkan retensi dan transfer. untuk mencapai keterampilan itu. (5) memberi bimbingan belajar. Sebelum guru memberikan tugas-tugas kepada siswa. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:70―72). (6) membangkitkan semangat untuk mendapat unjuk kerja. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang sepenuhnya mampu memberikan kesempatan pada anak didik untuk mengekspresikan pengalamannya secara mandiri dan kreatif dan tugas guru pada dasarnya hanyalah bagaimana dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta didik selama proses pembelajaran agar anak didik mampu menjadi dirinya sendiri (Suhaidi. siswa harus diberi banyak latihan atau tugas-tugas. 2005:3). (4) menyajikan bahan-bahan stimulus. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kadir (2005:20) yang mengungkapkan bahwa kesenangan dalam mengikuti pelajaran ditentukan dengan bagaimana strategi dan model pembelajaran yang dapat dipakai guru dalam memberikan materi kepada siswa. Oleh karena itu. karena pada dasarnya kreativitas guru dalam meramu pembelajaran (dengan model-model yang menyenangkan) akan menjadi bagian penting dalam pembelajaran. (1) Prinsip Menulis adalah keterampilan berbahasa. (8) menilai unjuk kerja. Keterampilan akan dapat dicapai kalau banyak berlatih. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan kemampuan menulis adalah sebagai berikut. (7) memberikan balikan.

pengoreksian terhadap karangan perlu dilakukan dan hasilnya perlu diinformasikan kepada siswa. kemudian dilanjutkan ke praktek menulis. (2) Pembimbingan Bimbingan perlu diberikan secara intensif sejak siswa mulai belajar menulis sampai menghasilkan karangan. Setelah siswa menghasilkan karangan. (3) Sifat pengajaran Pengajaran menulis bisa dilakukan dengan dasar berikut ini. atau sebaliknya. Guru bersama-sama siswa bisa mendiskusikan bagaimana pembetulan karangan itu. (b) Pengajaran menulis bisa dimulai dari teori tentang menulis. Pembelajaran yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Dalam hal ini. (4) Media Media pengajaran menulis bisa diambil dari contoh-contoh karangan yang sudah ada. bisa diambil dari surat kabar atau majalah.tugas-tugas apa yang diberikan kepada siswa dan apa yang harus dilakukan dan diperhatikan siswa. kemudian dilanjutkan dengan latihan menulis karangan secara utuh. Guru mengawali pembelajaran dengan . (c) Hal-hal yang ditulis dimulai dengan hal-hal yang dikenal siswa/berada di lingkungan siswa ke hal-hal yang belum dikenal siswa. yang diperlukan adalah siswa mengetahui bagaimana seharusnya menulis karangan yang baik. (a) Pengajaran menulis bisa dimulai dari latihan aspek-peraspek kemampuan menulis.

Tema karangan yang ditulis siswa adalah adalah keindahan alam. Dengan tulisan. kebanggan. (3) Mengarang sebagai suatu sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi. dan suatu perasaan harga diri (a tool to help to developing personal satisfaction. mengemukakan tidak kurang dari enam manfaat kegiatan mengarang. yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan imajinasi kelima indera. Bernard Percy (dalam Gie. 2. (2) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pemahaman (a tool for understanding). Seseorang yang mampu menulis. 1993:5). Melalui pembelajaran menulis. 2002:21).membangun pengetahuan awal siswa tentang tulisan deskripsi.2 Tujuan Pembelajaran Menulis Kemampuan menulis sangat penting bagi kehidupan manusia. diharapkan siswa dapat memahami manfaat dari kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga siswa mempunyai kemauan untuk menulis tidak hanya dalam pembelajaran. dapat memanfaatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan. and a feeling of self-worth). perasaan.3. mereka dapat mengungkapkan berbagai pikiran. dan kemauan kepada orang lain tanpa harus berhadapan langsung (Nurchasanah & Widodo. . pride. Tujuan pembelajaran menulis yang ditekankan kepada siswa dapat dilihat dari manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan. Siswa dengan bimbingan guru melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi sesuai dengan tahapan dalam proses menulis yang telah direncanakan. (1) Mengarang sebagai suatu sarana untuk pengungkapan diri (a tool for self-expression). yakni sebagai berikut. Objek yang akan dideskripsikan siswa dikemas dalam bentuk media gambar. dengan objek pegunungan dan pantai.

pemahaman. (6) Mengarang sebagai suatu sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dan kemampuan menggunakan bahasa (a tool for developing an understanding of and ability to use the language). tujuan pengajaran menulis dapat ditentukan berdasarkan aspek yang ingin dicapai oleh siswa. Menurut Nurchasanah & Widodo (1993:62―66). (2) Tujuan berdasarkan wujud tulisan/karangan. Tujuan tersebut antara lain sebagai berikut. maksudnya dalam pertemuan pengajaran tertentu siswa diharapkan dapat mencapai tujuan yang bersifat teoritis sekaligus dapat mencapai tujuan yang bersifat praktis. sedangkan tujuan tidak . (1) Tujuan yang bersifat teoritis dan praktis. (3) Tujuan berdasarkan tingkat kognisi yang dicapai. yaitu tujuan yang bersifat ingatan. penerapan. biasanya diwujudkan dalam pengajaran menulis secara serentak. (4) Tujuan langsung dan tidak langsung. not passive acceptance).(4) Mengarang sebagai suatu sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pencerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang (a tool for increasing awareness and perception of one’s environment). dan evaluasi. analisis. di mana tujuan langsungnya adalah siswa dapat menulis secara langsung tanpa melalui tahapan kegiatan prasyarat. sintesia. (5) Mengarang sebagai suatu sarana untuk keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah (a tool for active involvement. maksudnya tujuan pengajaran menulis dapat didasarkan atas wujud tulisan yang diharapkan dikuasai oleh siswa.

(2004:109) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penilaian kelas. dkk. . Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi (Nurhadi. atau bernilai (Winkel. bukan melihat aspek-peraspek.langsungnya adalah siswa dapat menulis dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan prasyarat. (2) Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut. Menurut Nurhadi. bermutu. dkk. Nurhadi. yakni pengajaran menulis yang bersifat diskrit bertujuan ingin melihat aspek-aspek kemampuan menulis secara terpisah-pisah. 2004:109). 2.3. (5) Tujuan yang bersifat diskrit dan pragmatik. Evaluasi terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan terhadap proses belajar mengajar mengandung penilaian terhadap hasil belajar atau proses belajar itu. sedangkan pengajaran menulis yang bersifat pragmatik bertujuan ingin melihat kemampuan menulis secara utuh. (2004:109). cara.3 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Evaluasi adalah penentuan sampai berapa jauh sesuatu berharga.. dan jenis penilaian. guru berwenang untuk menentukan kriteria keberhasilan. dkk. 1996:475). (1) Acuan/Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. penilaian kelas berorientasi pada hal-hal sebagai berikut.

. Salah satu kegiatan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan pengukuran. adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara memeriksa langsung karangan berdasarkan impresi pemeriksa. adalah pengukuran yang dilakukan secara global tanpa melihat aspekaspek kemampuan menulis yang mendukungnya agar melihat kemampuan menulis secara utuh. bertahap. 1993:72). Nurhasanah & Widodo (1993:72-74) memaparkan ada empat jenis pengukuran untuk mengukur kemampuan menulis. 1996:477). adil terhadap semua peserta didik. adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara mencocokkan pekerjaan dengan kunci yang ada. terbuka bagi semua pihak. dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. atau tentang prestasi (Winkel.(3) Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara. dan dilaksanakan secara terencana. Pengukuran kemampuan menulis adalah proses atau tindakan untuk menentukan kualitas kemampuan menulis (Nurhasanah & Widodo. (1) Pengukuran subjektif. yaitu tes dan nontes untuk memantau kemajuan dan hasil peserta didik. Istilah “evaluasi” mengandung pengertian yang berbeda dengan “pengukuran”. (2) Pengukuran objektif. yaitu sebagai berikut. (3) Pengukuran global. Pengukuran merupakan deskripsi kuantitatif tentang keadaan suatu hal sebagaimana adanya atau tentang perilaku yang nampak pada seseorang. (4) Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapain kompetensi dasar peserta didik.

2.1.4. kerincian. merangsang pikiran. diksi.4 Pembelajaran Menulis Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi 2. yang terdiri dari subaspek kesesuaian. dilakukan pengukuran terhadap aspek-peraspek yang mendukung kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi secara utuh.4. dan ejaan. 2005:19).1 Pengertian Gambar dan Imajinasi 2. 2003:112). Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran. yang terdiri dari subaspek kalimat. dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar (Ibrahim & Nana. adalah pengukuran kemampuan menulis yang bertujuan melihat kemampuan aspek-peraspek yang mendukung kemampuan menulis secara utuh. (2) aspek organisasi.1 Pengertian Gambar sebagai Media Pembelajaran Media adalah sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan untuk mencapai tujuan (Wijaya. perasaan. dan kreativitas 34 imajinasi. dan (3) aspek kebahasaan. Tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dapat . Aspek-aspek yang diukur antara lain (1) aspek isi. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Penggunaan media merupakan salah satu unsur yang juga penting dalam pembelajaran. perhatian.(4) Pengukuran aspek-peraspek. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi selama pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk mengetahui apakah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran sudah terlaksana atau belum.

atau perangkat teknologi modern yang lainnya (sebagai media). bentuk (visual). yaitu suara (audio).berlangsung secara efisien dan efektif sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. Kadir (2005:21) mengungkapkan bahwa kreativitas guru tercermin dalam bentuk inovasi yang dibawa dalam pembelajaran. Menurut Hamalik (dalam Arsyad. Kadir (2005:21) menyatakan juga bahwa untuk memberikan kesenangan pada siswa. dan waktu. baik berupa inovasi materi ataupun model pembelajaran. ruang. . gambar. dan lingkungan. antara siswa guru. (3) media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. 2003:114) mengklasifikasikan media berdasarkan adanya tiga ciri. (2) media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. Selanjutnya. dapat diketahui bahwa gambar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. dan gerak (motion). Arsyad (2002:26―27) menyimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu: (1) media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. masyarakat. serta memugkinkan terjadinya interaksi langsung. pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. 2002:15). membangkitkan motivasi dan rangsang kegiatan belajar. serta dapat juga memanfaatkan media yang lain untuk memberikan nuansa baru dalam pembelajaran. Dari pernyataan tersebut. Brets (dalam Ibrahim & Nana. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis tehadap siswa. dan (4) media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan siswa. guru dapat menggunakan kartu.

2. transparent picture atau gambar tembus pandang. dan ukuran. warna. yang dimaksud dengan imajinasi adalah daya untuk membentuk gambaran (imaji) atau konsep-konsep mental yang tidak secara langsung didapatkan dari sensasi (penginderaan). maka imajinasi berkaitan langsung .2 Pengertian Imajinasi Secara umum. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. tempat. Wijaya (2005:20) menyimpulkan bahwa gambar ialah lukisan yang menampakkan orang. warna. misalnya gambar fotografi.Gambar fotografi termasuk pada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok. yaitu: pertama. kedua. misalnya film slides. tempat. dan ukuran. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau hasil seni fotografi dalam berbagai macam bentuk. untuk menyampaikan serangkaian informasi atau menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain. Gambar merupakan media pendidikan yang mudah didapatkan dan dapat diberikan kepada siswa dalam pembelajaran. flat opaque picture atau gambar datar tidak tembus pandang. Nurhaeni (1997:17) menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. Oleh karena merupakan suatu daya. gambar dan lukisan tercetak. dapat disimpulkan bahwa gambar adalah sebuah alat atau media dalam bentuk lukisan yang menampakkan orang. atau benda baik hasil lukisan tangan yang dicetak atau gambar hasil seni fotografi. film strips dan transparencies (Sudjana & Rivai. gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seseorang kepada orang lain yaitu merupakan serangkaian informasi yang diungkapkan melalui bermacam-macam garis dalam berbagai macam bentuk. 2005:71).1.4. Menurut Musbar (2006:5).

Jabrohim. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. (1) Terhadap kemungkinan penciutan pengalaman. Dalam penulisan puisi. membuat hidup (lebih hidup) gambaran dalam pikiran dan penginderaan.dengan manusia yang memiliki daya tersebut. 2001:21). (2003:36) mengungkapkan bahwa dalam penulisan puisi. hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. . (3) Terhadap tendensi pendefinisian realitas yang juga berakibat terhadap pendefinisian kebenaran. imajinasi memberi konteks keseluruhan tertentu pada pengalaman. menimbulkan suasana khusus. yaitu sebagai berikut. untuk menarik perhatian. (2) Terhadap kemungkinan generalisasi oleh bahasa. Tedjoworo (2001:53―56) mengemukakan tiga fungsi imajinasi dalam bahasa. istilah imajinasi biasa disebut dengan imaji (imaje). yakni prinsip “posibilitas-logis”. dkk. kesan mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya biasa disebut imaji (imaje). Gambaran-gambaran angan. Proses mengimajinasikan merupakan proses membentuk gambaran tertentu. untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual penyair menggunakan gambaran-gambaran angan. imajinasi melengkapi bahasa dengan prinsip-prinsip di luar analogi dan asosiasi. Menurut Ricoeur (dalam Tedjoworo. agar pengalaman tidak sekedar dibahasakan melainkan lebihlebih digambarkan. gambaran pikiran. untuk memberi gambaran yang jelas. imajinasi berfungsi mengisi bahasa. Ricoeur juga menambahkan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa. 2001:55). dan terjadi secara mental (Tedjoworo.

4. Dalam penelitian ini. penulisan. (5) gambar mudah didapat dan murah. dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. dan pernyataan kreatif dalam bercerita. 2005:70).1 Dasar Menggunakan Gambar Gambar dalam penelitian ini dipilih berdasarkan beberapa keuntungan gambar jika digunakan dalam pembelajaran. siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi. Gambar fotografi pada dasarnya membantu para siswa membangkitkan minatnya pada pelajaran. yaitu: (1) gambar bersifat kongkret. 2. bacaan. (4) gambar dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah.2 Dasar Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Menulis Karangan Deskripsi 2. (3) gambar mengatasi kekurangan daya mampu pancaindera manusia. dapat disimpulkan bahwa imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan. Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. kegiatan seni. dan menggambar. dan untuk memberikan kesan mental kepada pembaca. dramatisasi. melukis. untuk menarik perhatian. Beberapa alasan diuraikan oleh Nurhaeni (1997:15) sebagai dasar menggunakan gambar. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu.Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas. karangan.4.3 2.2. serta membantu mereka menfsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dari buku teks (Sudjana & Rivai. dengan tujuan siswa dapat memberi gambaran yang jelas dan membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan mengenai objek yang akan dideskripsikan.4. serta .

akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar. untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu. Meskipun mempunyai beberapa kelebihan jika dimanfaatkan dalam pembelajaran. karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa. Menurut Sudjana & Rivai (2005:72). sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. (3) gambar fotografi bisa dipergunakan dalam banyak hal. (2) gambar fotografi berdimensi dua. 2.2.(6) gambar mudah digunakan. 2005:71–72).2 Dasar Menggunakan Imajinasi . tetapi gambar juga mempunyai beberapa kelemahan. (3) gambar fotografi bagaimanapun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup.4. (4) gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik (Sudjana & Rivai. (2) harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran antara lain: (1) mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar. baik untuk perseorangan maupun untuk kelompok siswa. kelemahan gambar fotografi antara lain: (1) beberapa gambarnya sudah cukup memadai.

1995:30) mengenai tulisan deskripsi tentang tempat dan pemandangan. Kemudian. Rani. maka sebaiknya kata-kata atau ungkapan yang mengandung perasaan atau penginderaan dan membangkitkan gambaran yang hiduplah yang lebih banyak dipakai. mata hatinya dan mata pikirannya terbuka. yang menyatakan bahwa di dalam mendeskripsikan suatu tempat atau suatu pemandangan. Menurut Tedjoworo (2001:56). dkk. penulis harus menyeleksi rincian-rincian atau seluk-beluk (details) yang akan secara efektif mengembangkan impresi dan menyajikannya sejauh mungkin penulis itu dapat membuat deskripsinya hidup. Menurut Enre (1988:165). yang berarti bahwa ia harus memvisualisasikan pemandangan yang dilukiskannya itu menjadi jelas dengan sendirinya agar menghasilkan suatu sajian lukisan atau gambaran yang jelas dan terang. imajinasi menghadirkan kembali imaji-imaji yang pernah dibatinkan melalui proses . bahasa baru hidup dan berarti ketika imajinasi manusia bermain-main dalam tiap diskursusnya. penulis pertama-tama harus menentukan atau memastikan efek emosional utama atau kesan/impresi yang diinginkan untuk dibangkitkan.Penggunaan imajinasi dalam penelitian ini didasarkan pada pengertian wacana deskripsi menurut beberapa ahli. Ia harus tetap menjaga imajinasinya: waspada. (2006:37―38) menyatakan bahwa wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal. Beberapa kelemahan gambar juga mendasari penggunaan imajinasi dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Suatu definisi akan menjadi “realitas” yang digambarkannya ketika dibantu oleh imajinasi manusia yang menyertai gerak pemahaman di dalamnya. karena pemerian berhubungan dengan penginderaan. Tedjoworo (2001:57) menyatakan bahwa sebagai daya reproduktif. Penggunaan imajinasi juga didasarkan pada pernyataan Vivian (dalam Ahmadi. siap siaga.

pendengaran. Oleh karena itu. DePorter & Hernacki (2002:191) mengungkapkan bahwa dengan imajinasi. dapat disimpulkan bahwa imajinasi juga mempunyai peran dalam proses menulis karangan deskripsi. Menurut DePorter & Hernacki (2002:190). dkk. kongkretnya melalui pengalaman. agar hasil deskripsi siswa menjadi lebih hidup sesuai . dan perabaan. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami. dia akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. pencecapan. Ketika seseorang belajar menulis deskripsi. gambar yang hanya berdimensi dua dan tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup.inderawi terhadap realitas. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli di atas. sedangkan realitas tidak mungkin lepas dari imajinasi. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”. dan dekat dengan hidup kita sehingga diharapkan pembaca atau pendengar turut merasakan dan hidup dalam pengalaman batin penyair (Jabrohim. lebih segar terasakan. lebih ekonomis. Scholes (dalam Junus. Imaji yang tepat akan lebih hidup. penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi para penulis. khususnya dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. 2003:36). 1983:3) mengungkapkan bahwa orang tidak mungkin melihat suatu realitas tanpa interpretasi pribadi yang mungkin berhubungan dengan imajinasi. dan orang tidak mungkin berimajinasi tanpa pengetahuan suatu realitas. Imajinasi selalu terikat kepada realitas. penciuman. tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi. dan mengubah pernyataan-pernyataan yang kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan.. dideskripsikan dengan cara mengimajinasikannya dengan menggunakan indera penglihatan.

Imajinasi dalam penelitian ini dibagi berdasarkan kelima indera. 2. pendengaran. “pendengaran”. yaitu indera penglihatan. baik dari segi isi. Selain gambar. Dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yakni kolom indera “penglihatan”. “penciuman”. siswa terlebih dahulu mengamati gambar untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi. oganisasi. dan perabaan. tetapi juga mampu mendeskripsikan apa yang didengar. siswa mengembangkan pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam bentuk karangan deskripsi dengan memperhatikan syarat-syarat karangan deskripsi yang baik. Siswa dibimbing untuk menggunakan imajinasinya melalui kelima indera. “pencecapan”. kemudian memanfaatkan imajinasinya untuk mendeskripsikan gambar. pencecapan. dan diraba. atau dirasakan sehingga apa yang dideskripsikan dapat dirasakan juga oleh pembaca.3 Menggunakan Gambar dan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Gambar dalam penelitian ini dimanfaatkan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Pengimajinasian dilaksanakan dengan cara mengisi tabel hasil imajinasi indera yang telah disediakan oleh guru. penciuman. yang terdiri dari lima kolom. dalam penelitian ini juga digunakan tabel hasil imajinasi indera untuk membantu siswa mengembangkan imajinasinya. dicecap. siswa tidak hanya mendeskripsikan apa yang dilihat.4.dengan realitas yang mungkin pernah dilihat. . agar ketika menyusun karangan deskripsi berdasarkan gambar yang diamati. dicium. dialami. Gambar yang digunakan adalah gambar dengan tema keindahan alam. Setelah mengisi tabel hasil imajinasi indera. dan “perabaan”.

dan organisasi (Penyuntingan) 1. TAHAP PRAPENULISAN . Karangan yang disusun siswa berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera harus diperbaiki setelah diadakan kegiatan penyuntingan antar teman. karangan deskripsi siswa dipublikasikan melalui pembacaan di depan kelas dan penempelan di dinding kelas. LANGKAH-LANGKAH MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR DAN IMAJINASI Gambar 2. langkah-langkah kegiatan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dapat dilihat pada bagan berikut. Untuk lebih jelasnya.maupun kebahasaan.1 Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi Menyusun draf awal karangan berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera Mengamati gambar Mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan kelima indera Meyunting karangan teman terkait dengan ejaan. kalimat. diksi. Setelah karangan diperbaiki berdasarkan hasil penyuntingan.

. TAHAP PENULISAN Memperbaiki karangan berdasarkan hasil penyuntingan dan komentar teman dengan memperhatikan ejaan.2. TAHAP PUBLIKASI Membacakan karangan di depan kelas Menempelkan karangan di dinding kelas 3. dan organisasi (Revisi) Memperbaiki judul karangan dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan isi karangan Mengisi tabel hasil imajinasi indera (penglihatan. diksi. penciuman. perabaan) 4. TAHAP PENYUNTINGAN DAN REVISI Menentukan judul karangan BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini disajikan metode yang digunakan dalam penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi. pencecapan. kalimat. pendengaran.

pada bagian ini dijelaskan tentang (1) rancangan penelitian.. 3. siswa. Berdasarkan tujuan tersebut. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. dan subjek penelitian. 2006:83). dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. kepsek. (2) tahap-tahap penelitian.Secara garis besar. waktu.. . rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. (3) lokasi. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. dan (8) pengecekan keabsahan data. metode. 2007:11). (7) prediksi hasil. Suhardjono (dalam Arikunto. Kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi. dkk. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. dkk. Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka. dan lain-lain) dan peneliti (dosen.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (6) teknik analisis data. pendekatan. (4) data dan sumber data. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). (5) teknik pengumpulan data. kesepakatan tentang permasalahan. 2007:63) menyatakan bahwa salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru. widyaiswara) dalam pemahaman.

sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan pendidik guru. dan sejawat di negara lain (Wallace dalam Madya. tanpa tahun). sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama.Kolaborasi atau kerjasama dalam melaksanakan penelitian dapat dilakukan dengan: mahasiswa. sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu). . antara guru dan manajer). antara guru dan peneliti. sejawat dari lembaga/sekolah lain.

peneliti bersama guru melanjutkan penelitian pada siklus II. Jika tujuan pada siklus I belum tercapai atau masih terdapat kekurangan. Ibu Sri Utami. yakni (1) perencanaan tindakan.2 Tahap-tahap Penelitian Seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya. serta pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action).Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. yaitu (1) perencanaan tindakan. (4) dan refleksi. yang terangkai dalam satu siklus.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. (3) observasi atau pengamatan. kesepakatan tentang permasalahan. S. Sebagai bentuk penguatan. 2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Apabila melalui kegiatan refleksi sudah diketahui letak keberhasilan dan kekurangan atau permasalahan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. (3) observasi atau pengamatan.. dkk. (2) pelaksanaan tindakan.Pd. 3. kegiatan pada siklus II pada dasarnya sama dengan kegiatan pada siklus I. Peneliti bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. maka setelah . Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. dan (4) refleksi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan setiap tahap penelitian. Penentuan tahap-tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. Empat tahap yang dilaksanakan setelah studi pendahuluan merupakan rangkaian tahap dalam siklus I. Kolaborasi dilaksanakan dalam setiap tahap penelitian. (2) pelaksanaan tindakan. mulai dari tahap identifikasi masalah hingga refleksi. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru untuk menyamakan pemahaman.

dan mengidentifikasi permasalahan SIKLUS I PERENCANAAN TINDAKAN I • Menyusun rencana tindakan • Menyusun RPP • Mempersiapkan teks karangan deskripsi . STUDI PENDAHULUAN Tahap 1 • Pengamatan karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia • Wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. pada siklus II peneliti dan guru melakukan perbaikan.diidentifikasi permasalahan atau hambatannya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Banyuwangi Tahap 2 • Pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tahap-tahap dalam penelitian ini dapat dilihat dalam bagan alur penelitian tindakan kelas sebagai berikut.

(2) tahap penulisan. (3) tahap penyuntingan dan revisi.• Menyiapkan media pembelajaran • Menyusun instrumen PELAKSANAAN TINDAKAN I • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus I: (1) tahap prapenulisan. dan (4) tahap publikasi REFLEKSI SIKLUS I Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus I Permasalahan baru hasil refleksi siklus I SIKLUS II PERENCANAAN TINDAKAN II • Menyusun rencana perbaikan tindakan • Menyusun RPP .

dan (4) tahap publikasi PENGAMATAN SIKLUS I Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat Gambar 3. (2) tahap penulisan..1 Alur Penelitian Tindakan (diadaptasi dari Suhardjono dalam Arikunto. (3) tahap penyuntingan dan revisi.PENGAMATAN SIKLUS II Pengumpulan data pembelajaran melalui pengamatan KBM (pelaksanaan tindakan I) dan data hasil tindakan dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat REFLEKSI SIKLUS II Analisis dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan siklus II PELAKSANAAN TINDAKAN II • Implementasi gambar dan imajinasi dalam pembelajaran • Tahap implementasi RPP Siklus II: (1) tahap prapenulisan. dkk. 2007:74) .

dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang. Studi pendahuluan tahap pertama merupakan tahap observasi awal yang dilaksanakan dengan (1) menganalisis karangan deskripsi siswa kelas X. 2002:39) menyatakan bahwa setelah studi pendahuluan peneliti menjadi lebih jelas terhadap masalah yang dihadapi. situasi dewasa ini.Permasalahan baru hasil refleksi siklus II Berhasil Simpulan SIKLUS KE-n 3. yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan. dari aspek historis. Kegiatan studi pendahuluan dalam penelitian ini dilaksanakan dua tahap. dan lainlain. Studi pendahuluan juga dilaksanakan untuk meyakinkan peneliti bahwa pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mempunyai permasalahan yang perlu dipecahkan atau membutuhkan adanya perbaikan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dari tugas yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran sebelumnya dan (2) .2.1 Studi Pendahuluan Studi pendahuluan merupakan kegiatan awal yang dilaksanakan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Winarno (dalam Arikunto. hubungan dengan ilmu yang lebih luas. Arikunto (2002:40) juga menambahkan adanya manfaat lain dari studi pendahuluan.

peneliti bersama guru secara kolaboratif berupaya meningkatkan kemampuan siswa kelas X.2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pernah dilaksanakan.2 Perencanaan Tindakan Setelah melaksanakan studi pendahuluan. tahap selanjutnya yang dilaksanakan dalam penelitian adalah perencanaan tindakan. Tahap perencanaan tindakan dilaksanakan pada masing-masing siklus.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. sedangkan studi pendahuluan tahap kedua dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. sedangkan perencanaan pada siklus II dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo. Berdasarkan pengamatan karangan deskripsi siswa. Pretes dalam penelitian ini dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. refleksi terhadap pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan oleh guru. wawancara dengan guru dan siswa. Perencanaan pada siklus I dilaksanakan untuk menyusun rencana tindakan setelah mengetahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan. yakni siklus I dan siklus II. Studi pendahuluan tahap pertama dilaksanakan sebagai tahap identifikasi awal yang bertujuan mengetahui permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. dan berdasarkan hasil pretes.wawancara atau tanya jawab dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. 3. Dalam tahap menyusun rancangan. Studi pendahuluan tahap kedua merupakan pelaksanaan pretes menulis karangan deskripsi.

3 Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan. (3) tahap penyuntingan dan revisi. yaitu (1) tahap prapenulisan. sesuai dengan rencana yang telah disusun.diamati. Pada tahap perencanaan ini. dan disesuaikan dengan kondisi di sekolah.2. dkk.. dkk. (2) tahap penulisan. Rencana tindakan disusun berdasarkan program dan jadwal yang telah disusun bersama guru. peneliti bekerjasama dengan guru merancang tindakan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran menulis karangan deskripsi siswa. Berdasarkan rancangan yang telah disusun. tindakan dalam penelitian ini terdiri dari tindakan I dan II. kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung (Arikunto. Pada tahap ini. Rencana pembelajaran pada siklus I direncanakan dalam dua kali pertemuan yang terbagi menjadi empat tahap proses menulis yang harus dilalui siswa. 3. gambar dan imajinasi digunakan dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. rancangan teknik dan skenario penerapan pembelajaran akan diterapkan (Suhardjono dalam Arikunto. 2007:76). serta menentukan media yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. peneliti bersama guru juga menyusun instrumen pengumpul data yang akan digunakan dalam observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran. dengan menggunakan gambar dan imajinasi.. 2007:18). yang masing-masing tindakan mencakup empat rangkaian kegiatan proses . pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi untuk mengetahui kemampuan siswa. dan (4) tahap publikasi. Selain menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto. 2002:133).4 Observasi atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. dengan dibantu oleh seorang observer. Tindakan I dan II masing-masing dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. baik pada pelaksanaan tindakan siklus I maupun siklus II. kegiatan pengamatan juga dilaksanakan terhadap hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. (3) tahap penyuntingan dan revisi. dan tahap publikasi. Selain pengamatan terhadap proses pembelajaran. Pertemuan pertama adalah tahap prapenulisan dan tahap penulisan.menulis. Pada tahap ini dilakukan pengamatan dan pencatatan terhadap semua hal yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.2. Pada tahap observasi. Pengamatan terhadap . peneliti berkolaborasi dengan guru mengamati jalannya pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (4) tahap publikasi. Masing-masing pertemuan mempunyai alokasi waktu dua jam pelajaran (2x45 menit). catatan lapangan. 3. sedangkan pertemuan kedua adalah tahap penyuntingan dan revisi. Hasil dari kegiatan pengamatan ini akan dijadikan acuan untuk melaksanakan refleksi. Observasi dilakukan mulai awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran. Data untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. (2) tahap penulisan. yakni (1) tahap prapenulisan. dan dokumentasi.

Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat dari selisih perolehan nilai pada tahap pretes (sebelum menggunakan gambar dan imajinasi).2. Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi masalah untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan. Data yang telah terkumpul pada tahap observasi dievaluasi pada tahap refleksi. Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses dan hasil tindakan. Refleksi ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan telah memberi peningkatan terhadap kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum digunakannya gambar dan imajinasi. berdasarkan data yang telah terkumpul. 2007:80).. kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan (Suhardjono dalam Arikunto. Apabila setelah dievaluasi ternyata indikator keberhasilan belum tercapai. dengan perolehan nilai setelah diberi tindakan (setelah menggunakan .hasil karya siswa dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. serta mengetahui pencapaian keberhasilan tindakan. 3. dkk. Refleksi pada hasil tindakan mengacu pada tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan. maka perlu dilaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya.5 Refleksi Refleksi dilakukan pada setiap selesai dilaksanakannya kegiatan pembelajaran. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan dalam pembelajaran sudah tercapai atau sebaliknya.

padahal kemampuan menulis siswa masih kurang.gambar dan imajinasi). dan Subjek Penelitian 3. guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran.3 Lokasi. Masing-masing tingkatan mempunyai enam ruang kelas. di SMA ini belum pernah diadakan penelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa. Pemilihan SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran di SMA tersebut. dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan. Selain itu. dan XII. Oleh karena itu.1 Lokasi Penelitian Penelitian tentang peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwoharjo yang beralamat di Jalan Slamet Cokro Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. peneliti berkolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berupaya melaksanakan . 3. XI. Sejauh pengamatan peneliti. yaitu kelas X. terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Waktu.3. Jumlah ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sebanyak 18 kelas yang terbagi menjadi tiga tingkatan. Jika berdasarkan kriteria yang ditetapkan menunjukkan bahwa hasil kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan lebih 54 baik dari dari hasil sebelum diberi tindakan.

perbaikan pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa, khususnya dalam menulis karangan deskripsi.

3.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil, yakni bulan Desember 2007, dan pada semester genap, yakni bulan April sampai bulan Mei 2008 tahun ajaran 2007/2008. Penelitian pada semester ganjil dilaksanakan untuk mengidentifikasi masalah atau observasi awal, sedangkan penelitian pada semester genap dilaksanakan untuk kegiatan pretes dan pelaksanaan tindakan. Pemilihan waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan diupayakan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sebenarnya. Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meminta ijin kepada Kepala Sekolah. 3.3.3 Subjek Penelitian Siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2007/2008 merupakan subjek dalam penelitian ini. Tindakan diberikan pada seluruh siswa kelas X.2 yang terdiri dari 19 siswa putra dan 20 siswa putri. Dasar pemilihan siswa kelas X.2 sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 dianggap telah siap untuk melaksanakan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pemilihan ini juga berdasarkan anjuran dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2, dengan mempertimbangkan waktu penelitian.

3.4 Data dan Sumber Data

3.4.1 Data Data dalam penelitian ini terdiri dari data awal (pratindakan) atau data studi pendahuluan, data pelaksanaan tindakan, dan data hasil tindakan. Data awal adalah data hasil wawancara, data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi tanpa menggunakan gambar dan imajinasi, dan karangan deskripsi siswa sebelum diberi tindakan, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah sebagai dasar menyusun rencana tindakan. Data pelaksanaan tindakan adalah data rekaman aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Data hasil tindakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, setelah dilaksanakannya tindakan siklus I dan siklus II. 3.4.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. (1) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada subjek yang diteliti. Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkap dapat digali dengan baik (Susetyo, 2005:4). Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tidak

berstruktur dan bersifat informal. Pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek, atau keterangan lainnya diajukan secara bebas dan disesuaikan dengan kondisi saat wawancara. Wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan untuk memperoleh data berupa informasi terkait dengan pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan, sekaligus pendapat mereka tentang pembelajaran tersebut. (2) Pengamatan atau Observasi Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian (Susetyo, 2005:1). Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni observasi awal dan observasi pelaksanaan tindakan. Observasi awal dilaksanakan pada tahap studi pendahuluan untuk mengidentifikasi permasalahan sebelum dilaksanakan tindakan, sedangkan observasi pelaksanaan tindakan bertujuan untuk merekam aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Peneliti menggunakan lembar observasi atau catatan lapangan untuk mencatat setiap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Analisis Dokumen Analisis dokumen dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Dokumen yang digunakan adalah hasil karya siswa yang berupa karangan deskripsi. Analisis dokumen juga dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. 3.6 Teknik Analisis Data

yakni menyeleksi. (1) Menelaah data terkumpul. dan menyederhanakan semua data yang diperoleh. serta hasil yang diperoleh setelah diberikan tindakan. Untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.1 berikut. (3) Menyimpulkan data yang telah direduksi dan disajikan secara naratif. peneliti melakukan penyusunan informasi secara naratif yang berdasarkan hasil reduksi data dengan tujuan dapat menarik simpulan tentang proses pembelajaran.Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut.1 Pedoman Penyekoran Hasil Menulis Karangan Deskripsi Siswa No Aspek Subaspek Indikator 1 1. perkembangan kemampuan siswa. memfokuskan. Isi 2 3 Skor 4 5 Kesesuaian Isi karangan sesuai dengan judul dan . Penilaian dilakukan dengan memberikan skor terlebih dahulu terhadap karangan deskripsi siswa. Pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi siswa dapat dilihat pada tabel 3. kesulitan yang dialami siswa. (2) Mereduksi data. Sebelum menyimpulkan data. sesuai dengan indikator yang telah ditentukan dalam pedoman penyekoran. Tabel 3. dilaksanakan penilaian terhadap karangan deskripsi siswa. Tahap penyimpulan dilaksanakan dengan mengacu pada data yang disajikan dan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.

tujuan penulisan Kerincian Isi karangan menggambarkan objek dengan rinci atau sedetail-detailnya sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan secara nyata apa yang dirasakan penulisnya Kreativitas imajinasi Isi karangan dikembangkan berdasarkan imajinasi kelima indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, dan perabaan) dan didukung oleh opini atau kesan penulis terhadap objek 2 Organisasi Organisasi Karangan disusun dengan runtut, saling terkait, dan terarah 3. Kebahasaan Kalimat Kalimat yang digunakan bervariasi, efektif, dan terbebas dari kesalahan tata bahasa Diksi Perbendaharaan kata bervariasi dan digunakan secara tepat dan efektif Ejaan Pilihan kata, kata depan, huruf kapital, tanda baca, dan imbuhan digunakan secara tepat (sesuai dengan EYD)

Keterangan:

Skor 1 : Sangat Kurang (SK) Skor 2 : Kurang (K) Skor 3 : Cukup (C) Skor 4 : Baik (B) Skor 5 : Sangat Baik (SB) Skor maksimal: 35 (Sumber: diadaptasi dari Basuki, 1997:38―40) Setelah ditemukan skor pada masing-masing subaspek karangan deskripsi siswa berdasarkan tabel 3.1, kemudian dihitung nilai siswa atau persentase pencapaiannya dengan rumus sebagai berikut.

Nilai = %100xmaksimalSkordiperolehyangSkor (Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:236) Dari nilai yang diperoleh, siswa dikatakan mampu apabila nilai yang diperoleh dapat mencapai standar keberhasilan minimal dengan mengacu pada pedoman standar keberhasilan yang telah ditentukan. Berikut pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 3.2 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Pencapaian (%) Kualifikasi Angka 80−100 65−79 5 4 A B Kategori Nilai Tingkat Keberhasilan Huruf Baik Sekali Baik Berhasil Berhasil

56−64 40−55 20−39

3 2 1

C D E

Cukup Kurang Gagal

Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245) Keterangan: Pedoman standar keberhasilan minimal yang harus dicapai siswa (Tabel 3.2) telah disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, yakni 65%. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat dari perbandingan nilai pretes siswa (karangan deskripsi sebelum menggunakan gambar dan imajinasi) dengan nilai siklus I dan nilai siklus II (karangan deskripsi setelah menggunakan gambar dan imajinasi). Jika diperoleh hasil bahwa nilai siswa pada siklus II lebih baik dari dari nilai siklus I, dan nilai siklus I lebih baik dari nilai pretes, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan.

3.7 Prediksi Hasil Hasil yang diharapkan dari penelitian ini secara umum adalah adanya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi sehingga nilai yang diperoleh mampu mencapai standar keberhasilan atau standar ketuntasan minimal (SKM) yang telah ditentukan, yakni 65%. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspeknya, yakni pada (1) aspek isi, yang meliputi (a) kemampuan dalam menyesuaikan isi dengan judul

3. (b) kemampuan dalam merinci objek yang dideskripsikan. peneliti dibantu oleh kolaborator dan observer dalam mengumpulkan data. yaitu ketekunan pengamatan dan pemeriksaan mitra peneliti (kolaborator dan observer). dan analisis dokumen. dan terarah. terkait.dan tujuan penulisan. sedangkan observernya adalah rekan sejawat peneliti. observasi. yang meliputi (a) kemampuan dalam menyusun kalimat. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti bertujuan memperoleh hasil interpretasi data secara objektif. dan (c) kemampuan dalam menggunakan ejaan. Kolaborator yang dimaksud adalah guru Bahasa Indonesia kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.8 Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data bertujuan memperoleh data yang sahih dan absah yang diperoleh dari hasil wawancara. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara. (b) kemampuan dalam menggunakan diksi atau pilihan kata. Pengecekan keabsahan data dengan mitra peneliti adalah ketika melaksanakan penelitian. (2) aspek organisasi. (c) kemampuan dalam mengimajinasikan objek menggunakan kelima indera. Ketekunan pengamatan adalah pengecekan keabsahan data dengan cara menyesuaikan antara tahap yang direncanakan dengan tahap yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan (3) aspek kebahasaan. . yakni kemampuan dalam mengorganisasikan gagasan dengan runtut.

(2) pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. Observasi awal bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X. (2) wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada Kepala SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.BAB IV PAPARAN DATA Pada Bab IV ini disajikan paparan data berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan. khususnya dalam pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan. khususnya di kelas X.1 Studi Pendahuluan 4.1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dan (3) hasil tindakan siklus I dan siklus II.2. 4.1 Observasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah observasi awal. Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi awal adalah (1) mengamati secara langsung proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X. dan (3) pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa . Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember 2007. Paparan data yang disajikan meliputi paparan tentang (1) studi pendahuluan.2 terkait dengan pembelajaran menulis.

berdasarkan tugas yang telah diberikan guru dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. .

Guru tidak berupaya membimbing siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran. (2) penulisan. Tujuan pelaksanaan pretes adalah mengetahui lebih detail tentang permasalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X.Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara. Tugas yang diberikan pada siswa difokuskan pada penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Guru belum memanfaatkan berbagai media untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran menulis. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi tidak maksimal. Berdasarkan pengamatan terhadap hasil karya siswa. Kegiatan pretes juga untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis karangan deskripsi tanpa mengunakan gambar dan imajinasi. (3) penyuntingan dan revisi. dan (4) publikasi. Pretes dilaksanakan dengan memberikan tugas menulis karangan deskripsi pada siswa tanpa menggunakan gambar dan imajinasi. 4. Pemokusan ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap karangan deskripsi siswa dari tugas yang diberikan guru dalam .1.2. Selain itu.2 Pretes 4. guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi. Siswa langsung diberi tugas menulis karangan deskripsi tanpa dibimbing untuk melakukan kegiatan sesuai tahapan yang sebaiknya dilakukan dalam proses menulis.1. juga diketahui bahwa pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tidak diajarkan secara mendalam kepada siswa. seperti (1) prapenulisan.1 Perencanaan Pretes Perencanaan pretes dilaksanakan berdasarkan hasil observasi awal.

juga disesuaikan dengan usia subjek penelitian. 23 April 2008) Guru : “Selamat siang. peranan peneliti hanya sebagai pengamat. Pembelajaran menulis deskripsi dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.2 Pelaksanaan Pretes Kegiatan pretes dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Dialog 1: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Pretes/Rabu..pembelajaran menulis deskripsi yang pernah dilaksanakan. Dalam kegiatan ini. Selain itu. yaitu pada hari Rabu tanggal 23 April 2008 dengan alokasi waktu 2x45 menit. yang menunjukkan bahwa objek yang digambarkan dalam karangan deskripsi siswa mayoritas berupa objek tempat atau pemandangan. Sebelum siswa melaksanakan kegiatan menulis. Dalam kegiatan pretes ini. Setelah itu.2. anak-anak.” . Bu. yakni siswa SMA. peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mendiskusikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul selama pembelajaran menulis deskripsi dan berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.” Guru : “Apa kabar semuanya? Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini? Siswa : “Sudah. 4..2.. guru membangun ingatan siswa terkait dengan materi tulisan deskripsi yang pernah dipelajari pada semester sebelumnya.” Siswa : “Selamat siang. yang dianggap mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opini dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.1. guru meminta siswa menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam tanpa menggunakan gambar dan imajinasi.

. Tulisan deskripsi adalah tulisan yang menggambarkan atau menceritakan suatu objek. siapa yang masih ingat dengan pengertian tulisan deskripsi?” Siswa : “Tulisan yang menggambarkan suatu objek. atau tempat-tempat rekreasi yang pernah kalian kunjungi. ataupun tempat.. sekarang Ibu ingin kalian menulis sebuah karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.. Bagaimana. manusia. Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan tulisan deskripsi?” Siswa : (saling berbisik dengan siswa lainnya) Guru : “Ayo.. jika kalian sudah mengerti.. baik itu benda.Guru : “Anak-anak. kita pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi. sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang diceritakan tersebut... Bu. Kalian boleh mendeskripsikan sekolah kita. sudah mengerti semuanya anak-anak?” Siswa : “Sudah.. kerjakan mulai dari sekarang!” . Kalian juga pernah mencoba menulis tulisan deskripsi.. Ibu jelaskan lagi. tempat tinggal kalian.” Guru : “Baik.” Guru : “Ada yang ingin ditanyakan?” Siswa : “Tidak. Bisa dimengerti anak-anak?” Siswa : “Bisa.” Guru : “Ada yang ingin menambahkan lagi?” Siswa : (diam) Guru : “Baik.” Guru : “Baik.

baik dari segi isi.Selama pretes. sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi.3 Hasil Evaluasi Pretes Pretes dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan detail permasalahan yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi sebelum diberikan tindakan. Dalam kegiatan menulis. memahami tujuan penulisan. mengumpulkan bahan. siswa melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi seperti pada pembelajaran sebelumnya. baik melalui pembacaan di depan kelas ataupun menempelkannya di dinding kelas. Padahal. Kemampuan awal siswa dapat diketahui dari hasil penilaian terhadap karangan deskripsi siswa yang ditulis pada tahap pretes. 4. Setelah dua jam pelajaran berjalan. siswa tidak melalui tahap-tahap proses menulis mulai dari prapenulisan hingga publikasi.2. dan bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik. Meskipun tema telah ditentukan. kegiatan ini juga perlu dilaksanakan agar siswa mengetahui manfaat kegiatan menulis yang telah dilaksanakan. Padahal. guru tidak membimbing siswa untuk menentukan dan memahami topik atau objek yang akan dideskripsikan. kegiatankegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk membantu siswa mengembangkan karangan deskripsi dengan baik.1. semua hasil karangan siswa langsung dikumpulkan tanpa dikoreksi atau diberikan balikan baik dari sesama siswa maupun guru. dan menentukan judul. Siswa juga tidak melaksanakan kegiatan publikasi. Kegiatan penyuntingan dan perbaikan juga tidak dilaksanakan sehingga siswa tidak mengetahui di mana letak kekurangan hasil karangannya. Penilaian karangan deskripsi siswa mengacu pada pedoman penyekoran hasil menulis karangan deskripsi yang telah disusun. Setelah memberikan skor pada . organisasi. maupun kebahasaan. tanpa adanya bimbingan dari guru.

Tingkat keberhasilan siswa kelas X.1. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 2 5 24 8 Persentase 5. guru memberikan nilai pada karangan deskripsi siswa secara utuh. yakni 65%. dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih kurang.51 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil Berdasarkan tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. hanya dua siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). yang kemudian ditentukan tingkat keberhasilannya.54 20.setiap subaspek pada masing-masing aspek karangan deskripsi siswa.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada tahap pretes hanya mencapai 45. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Bahkan. dari jumlah siswa keseluruhan. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes (Lampiran 11a).79%. dapat diketahui bahwa pada tahap pretes. yakni sebanyak 24 siswa atau 61. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada tahap pretes masih di bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan.1 berikut. Sebagian besar siswa memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang).13 12.54% dari .1 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X.82 61.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Tahap Pretes No.

Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. yakni: (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi perlu ditingkatkan. skor 2 dengan kriteria “kurang”. skor 3 dengan kriteria “cukup”. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat.51% dari jumlah siswa keseluruhan. (b) diksi.87% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. hanya 5. sedangkan 94. pada tahap pretes. kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Oleh karena itu.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi berdasarkan rentangan skor dalam menulis karangan deskrispi pada setiap subaspek pada tahap pretes dapat dilihat pada tabel 4. dan (c) ejaan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Tahap Pretes No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Skor 2 Skor 3 Skor Skor 5 Jumlah Siswa .2 berikut. dan skor 1 dengan kriteria “sangat kurang”.82% dari jumlah siswa keseluruhan.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Penguasaan siswa kelas X. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal) sebanyak 8 siswa atau 20. (b) kerincian. skor 4 dengan kriteria “baik”. Tabel 4.2 Penguasaan Siswa Kelas X. Jadi. Skor 5 merupakan skor tertinggi dengan kriteria “sangat baik”. dan (c) kreativitas imajinasi. (2) aspek organisasi. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak lima siswa atau 12. Penilaian dilaksanakan dengan memberikan skor pada setiap subaspek dengan rentangan 1—5 sesuai dengan kriteria pencapaian indikatornya.jumlah siswa keseluruhan.

Oleh karena itu. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik).46 40 9 12 17 11 15 8 20 12 5 8 - 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 50.2.Kurang Kurang Cukup 4 Baik Sangat Baik - 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. Skor tertinggi yang diperoleh siswa pada subaspek kreativitas imajinasi adalah 3 (cukup).67 37. organisasi.56 4 9 16 15 12 13 14 12 21 12 7 4 2 5 2 8 - Berdasarkan tabel 4.77% siswa memperoleh skor 3 (cukup).43% siswa memperoleh skor 2 (kurang).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi perlu ditingkatkan. 30.99% siswa yang memperoleh skor 4 (baik).62 58. 34. Pada penilaian setiap subaspek. 4. kemampuan siswa kelas X. rata-rata kemampuan siswa kelas X.77 46.4 Refleksi Pretes .2. baik dari aspek isi.81% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh skor 1 (sangat kurang).1. dan hanya 10.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek pada tahap pretes masih kurang. Dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai.44 42. 23. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 4 (baik). Bahkan pada subaspek kreativitas imajinasi. maupun kebahasaan.

Identifikasi masalah didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Namun. Melalui kegiatan refleksi. dan publikasi. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk karangan deskripsi yang baik. Kegiatan penulisan siswa tidak melalui tahap-tahap dalam proses menulis. guru mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran menulis karangan deskripsi berlangsung. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran pada tahap pretes. yakni tahap prapenulisan. organisasi. Siswa juga tidak diberikan pemahaman mengenai macammacam deskripsi dan bagaimana menulis deskripsi dengan disertai opini agar dapat menumbuhkan imajinasi pembaca. diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.Setelah melaksanakan evaluasi pada tahap pretes. penyuntingan dan revisi. Siswa tidak memahami langkah-langkah yang baik dalam menghasilkan sebuah karangan sehingga karangan yang dihasilkan tidak maksimal. guru melaksanakan refleksi. penulisan. pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi hanya diperoleh dari guru. maupun kebahasaan. pada dasarnya siswa sudah mengetahui tentang konsep tulisan deskripsi. Dalam kegiatan refleksi. Beberapa siswa masih ingat tentang pengertian dan karakteristik tulisan deskripsi yang pernah diajarkan oleh guru. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada tahap pretes yang menunjukkan . Siswa tidak dibimbing untuk menciptakan pemahaman sendiri sehingga siswa hanya sebatas tahu tentang tulisan deksripsi tanpa diimbangi dengan kemampuan dalam menuangkan ide dalam bentuk karangan deskripsi. baik dari aspek isi.

baik dari judul maupun isinya. (4) Siswa mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan indera penglihatan saja. (6) Perbendaharaan diksi dalam karangan siswa kurang sehingga sering terjadi pengulangan kata atau kalimat yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih belum mamahami wujud karangan deskripsi yang sebenarnya. (2) Siswa belum mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan judul karangan. (5) Siswa belum mampu menyertakan opini atau kesan dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes adalah sebagai berikut. (3) Isi karangan siswa tidak fokus pada suatu objek atau pendeskripsian objeknya kurang terarah sehingga sulit dirasakan oleh pembaca. Bahkan. (1) Masih ada beberapa karangan siswa yang mengandung pola pengembangan narasi. Secara rinci. (7) Masih banyak siswa yang mengalami kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. tidak ada kegiatan lanjutan yang harus . (8) Siswa tidak memahami bahwa kegiatan menulis merupakan suatu proses sehingga menganggap bahwa setelah karangan dikumpulkan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum dapat mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.bahwa nilai yang diperoleh sebagian besar siswa kelas X. tanpa mengembangkan berdasarkan indera yang lain sehingga karangan yang dihasilkan kurang rinci atau detail dan pembaca juga tidak mampu mengimajinasikan dengan kelima indera. ada beberapa siswa yang tidak memberikan judul dalam karangannya.

kegiatan perencanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan. Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes.2.1. 4. sedangkan rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus II dan siklus ke-n dirancang untuk mengatasi permasalahan yang masih ditemukan pada siklus sebelumnya.2. maka akan ditindaklanjuti pada siklus selanjutnya. Siswa puas dengan hasil karangan yang telah dibuat tanpa adanya perbaikan atau penyuntingan untuk memaksimalkan hasil karangannya. Namun. Pembelajaran siklus I dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan. Hal ini dikarenakan karangan siswa hanya sekedar dikumpulkan tanpa ada kegiatan publikasi. Tindakan yang diberikan pada siklus I bertitik tolak pada permasalahan yang ditemukan pada saat observasi dan hasil pretes pada tahap studi pendahuluan. Rencana pembelajaran menulis deskripsi siklus I dirancang untuk mengatasi segala permasalahan yang ditemukan pada tahap studi pendahuluan (pretes). Penerapan tindakan dari seluruh rencana pembelajaran akan direncanakan dalam dua siklus.2 Pelaksanaan Tindakan 4.1 Perencanaan Tindakan Siklus I Setelah melaksanakan kegiatan studi pendahuluan. (9) Siswa tidak mengetahui manfaat kegiatan menulis yang dilaksanakan sehingga karangannya tidak maksimal. . apabila dalam dua siklus belum juga mengalami peningkatan yang signifikan.dilakukan.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I 4. maka guru merencanakan tindakan untuk mengatasinya.

(1) Guru menggunakan gambar dan tabel hasil imajinasi indera dalam pembelajaran menulis deskripsi. Dengan tabel hasil imajinasi indera.Pada tahap perencanaan ini. karangan deskripsi siswa nantinya menjadi lebih rinci dan tidak hanya berdasarkan apa yang dilihat saja.3 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus I PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM PERASA PERABA . Gambar berfungsi sebagai objek yang akan dideskripsikan sehingga hasil karangan siswa nantinya menjadi lebih fokus dan terarah. yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. (3) Guru membimbing siswa untuk mengisi tabel hasil imajinasi indera. tetapi juga berdasarkan hasil imajinasi kelima indera. Tabel 4. disusun rencana tindakan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Beberapa tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus I untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada tahap studi pendahuluan antara lain sebagai berikut. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bentuk realisasi dari hasil pengamatan terhadap gambar. Bentuk tabel hasil imajinasi indera yang harus diisi siswa sebagai dasar penulisan karangan deskripsi pada siklus I adalah sebagai berikut. Hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan bahan sekaligus kerangka yang digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. (2) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan pengamatan terhadap gambar sebagai langkah awal dalam menulis karangan deskripsi.

Namun. yaitu (1) prapenulisan. keempat tahap tetap harus dilalui oleh siswa agar siswa lebih memahami tentang konsep karangan deskripsi dan tujuan penulisannya sehingga karangannya menjadi lebih baik. disusun rencana pembelajaran pada siklus I. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. (3) penyuntingan dan revisi. Setiap tahap dalam proses menulis karangan deskripsi dilakukan sendiri oleh siswa dengan bimbingan dari guru. guru menyajikan contoh karangan deskripsi dan narasi. Urutan kegiatan dalam proses menulis siswa tidak harus terpaku pada urutan tahap yang telah ditentukan. . (2) penulisan. guru menjelaskan kembali pengertian tulisan deskripsi. siswa harus melaksanakan proses menulis yang terdiri dari 4 tahap. dan (4) publikasi. Berikut ini rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.(4) Dalam menghasilkan sebuah karangan deskripsi. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Dengan beberapa tindakan yang akan diberikan. Sebagai penguatan. Metode ceramah minim dilakukan. (5) Guru berupaya menggunakan berbagai media dalam menyampaikan materi agar siswa mampu menciptakan pemahaman sendiri tentang konsep karangan deskripsi. Untuk memantabkan pengetahuan siswa dan mengurangi kesalahan siswa pada tahap pretes. (1) Guru menggali kembali pengetahuan siswa tentang tulisan deskripsi. Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Tindakan siklus I direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan.

dan menuliskannya di papan tulis.(2) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. contoh pengisian tabel hasil imajinasi indera. Selanjutnya. Siswa diberikan . guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan. dan contoh karangan deskripsi yang dikembangkan berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar. siswa mengamati gambar. Pengisian tabel hasil imajinasi indera merupakan tahap pengumpulan bahan agar siswa tidak kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi sehingga karangan deskripsi siswa menjadi lebih rinci dan detail. yang masih tampak gunung dan persawahan. Guru menunjukkan contoh gambar. 76 (3) Guru memberikan tema keindahan alam kepada siswa. menentukan judul. dengan membacakannya di depan kelas. Guru membagikan gambar pegunungan dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. guru menunjukkan tulisan deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dan menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. (Tahap Prapenulisan) (4) Setelah tabel hasil imajinasi indera diisi oleh siswa. (Tahap Penulisan) (5) Guru menyajikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada tahap pretes. Pemilihan gambar pegunungan didasarkan pada lingkungan terdekat siswa yang berada di desa. Dari contoh yang sama.

(Tahap Publikasi) 4. Guru juga membimbing siswa untuk menempelkan hasil karangan deskripsinya di dinding kelas. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (7) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. Tindakan dalam siklus I merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan siswa dalam menulis karangan deskripsi yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Siswa dengan bimbingan guru menemukan kesalahan yang terdapat dalam karangan yang disajikan. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari.2. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar atau saran perbaikan terhadap hasil karangan teman. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami manfaat kegiatan menulisnya. (6) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi.2 Proses Tindakan Siklus I Pelaksanaan tindakan pada siklus I mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. baik dari segi isi maupun kebahasaannya.1. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana menulis karangan deskripsi yang baik dan pentingnya melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. masing-masing karangan direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran dari teman.kesempatan untuk mengomentari karangan deskripsi yang disajikan. dan bangga terhadap hasil tulisannya. Siklus I dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada tahap pretes .

(2) tahap penulisan. Nilai yang dicapai oleh siswa dalam menulis karangan deskripsi masih rendah dan di bawah standar keberhasilan yang ditetapkan. organisasi. yakni pada jam ke 7―8. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. Kegiatan pembelajaran pertemuan I siklus I dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. mulai pukul 11.1 Pertemuan Pertama Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 7 Mei 2008. guru mempresensi siswa.15. 78 4.2.2. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X.belum menunjukkan penguasaan siswa dalam menulis karangan deskripsi.45 hingga 13. baik dari aspek isi. Tindakan siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan.2. Tindakan siklus I diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada tahap pretes.1. Sebelum memulai pembelajaran. peneliti bertindak sebagai guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dengan alokasi waktu 2x45 menit. maupun kebahasaan. Proses pelaksanaan tindakan pada siklus I akan diuraikan sebagai berikut. dan (4) tahap publikasi. (3) tahap penyuntingan dan revisi. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis . dengan rangkaian proses menulis seperti yang telah direncanakan. Jadi. pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sendiri oleh peneliti. yaitu (1) tahap prapenulisan.

2) Karangan yang menggambarkan suatu objek.” Guru : “Seperti yang telah Bu Sri katakan. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka.” Guru : “Kalian pernah menulis karangan deskripsi?” Siswa : “Pernah ....” Guru : “Sebelumnya Ibu ingin bertanya.” Guru : “Selamat siang semuanya. Wb. Bu. Sudah siap mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia hari ini bersama Ibu?” Siswa : “Siap.” Siswa : “Waalaikumsalam…. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.. dalam beberapa pertemuan ke depan kalian akan belajar bersama Ibu. Guru juga menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya..deskripsi pada pertemuan I. Berikut dialog yang dilaksanakan oleh guru dengan siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terkait dengan tulisan deskripsi. Dialog 2: Pembukaan dan Penggalian Skemata Siswa tentang Tulisan Deskripsi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu.. 7 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr. apa kalian pernah mempelajari tentang tulisan deskripsi?” Siswa : “Pernah .. Bu. .” Guru : “Berarti kalian pasti paham tentang karangan deskripsi. Apa yang dimaksud dengan karangan deskripsi?” Siswa : (secara serentak) “1) Karangan yang dikembangkan berdasarkan suatu objek.. Bagaimana khabarnya hari ini?” Siswa : “Baik..

ada lagi yang ingin menambahkan?” Siswa : (salah satu siswa mengangkat tangan) “Karangan yang menceritakan suatu objek berdasarkan apa yang dilihat. guru menyajikan dua contoh kutipan karangan siswa dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya. Agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan dalam menyusun karangan deskripsi sebelumnya. guru tetap menjelaskan kembali tentang pengertian tulisan deskripsi kepada siswa.Guru : “Anak-anak. dirasa. Hal ini dilakukan guru sebagai penguatan atau memantabkan pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi. Penjelasan yang diberikan oleh guru didasarkan pada jawaban siswa yang telah dirangkum dan ditulis di papan tulis sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahaminya karena mereka sendiri yang menemukan. Baik. dan satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan narasi (Lampiran 7). Dengan begitu. Siswa juga sudah pernah menulis karangan deskripsi. Ibu ingin kalian mengungkapkan pendapat dengan tertib. Siswa dibimbing untuk menemukan perbedaan karangan deskripsi dan narasi dari kedua contoh yang disajikan. Satu contoh karangan yang dikembangkan menggunakan pola pengembangan deskripsi. Coba biasakan mengangkat tangan sebelum menyampaikan pendapat kalian. Namun. guru dapat mengetahui bahwa pada dasarnya siswa sudah mengetahui konsep dasar tulisan deskripsi. . dan dialami.” Guru : “Bagus! Ada lagi yang masih ingat tentang pengertian karangan deskripsi?” Siswa : (Diam) Berdasarkan dialog 2. guru menjadi lebih mudah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan membimbing siswa untuk menulis deskripsi karena siswa telah mempunyai bekal dari pembelajaran menulis deskripsi sebelumnya.

.. Kita akan membuat mading di kelas kalian... tetapi hasil tulisan deskripsi kalian nantinya akan dipublikasikan dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.h. Sudah pernah belajar menulis deksripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi?” Siswa : “Belum. tunggu sebentar. hasil karangan kalian akan bermanfaat. Gambar itu berfungsi sebagai objek yang nantinya harus kalian deskripsikan. kegiatan menulis deskripsi kalian nanti juga tidak hanya sekedar menulis saja.. Dialog 3: Penjelasan Kompetensi yang Akan Dicapai dalam Pembelajaran dan Manfaat Pencapaian Kompetensi (Siklus I Pertemuan I/Pendahuluan/Rabu.. Ketika kalian mendeskripsikan gambar. guru terlebih dahulu menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran serta manfaat pencapaian kompetensi. Ibu akan memberikan gambar kepada kalian. 7 Mei 2008) Guru : “Baik anak-anak. Memang bagaimana caranya Bu?” Guru : “Nanti.. Pada pembelajaran kali ini kita akan kembali belajar tentang karangan deskripsi. Ibu yakin kalian sudah pandai tentang karangan deskripsi.” . kok deskripsi lagi seh Bu?” Guru : “Tunggu sebentar.” Siswa : (saling menggumam) “Ya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menulis karangan deskripsi.. Jadi..” Siswa : (Diam memperhatikan) Guru : “Selain itu.. Kita juga akan mencoba kembali menulis karangan deskripsi. Kali ini kita akan belajar menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. kalian harus menggunakan imajinasi kelima indera kalian. Kalian mau kan jika tulisan kalian dipublikasikan?” Siswa : “Mau Bu. mau sekali.Sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran.

guru menciptakan pemahaman siswa terkait macam-macam deskripsi. (2) menentukan judul karangan. dapat diketahui bahwa dengan menjelaskan terlebih dahulu kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk memahami manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. Guru menggunakan gambar dan imajinasi dalam proses menulis siswa. Dengan menggunakan contoh karangan yang sama. Sebelum siswa memulai proses menulis. seperti yang telah dilaksanakan pada tahap pretes. 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti. dalam bentuk transparansi (Lampiran 8). Guru terlebih . Karena siswa telah memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bersama guru. Guru mengenalkan siswa tentang deskripsi yang disertai dengan opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. Melalui kegiatan ini. Pada tahap prapenulisan. siswa menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. guru terlebih dahulu memberitahukan bahwa fokus penulisan deskripsi yang akan dilaksanakan oleh siswa adalah penulisan karangan deskripsi dengan tema keindahan alam.Dari dialog 3. guru memberikan tindakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengembangkan karangan deskripsi pada tahap pretes. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa memahami langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) mengamati gambar. Guru kemudian menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. siswa diharapkan mampu mendeskripsikan objek dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan. guru melaksanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya.

pada tahap penulisan beberapa siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi. Guru mengamati dan membimbing siswa selama kegiatan prapenulisan.dahulu membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada masing-masing siswa. siswa mulai mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah dipilih. Ada beberapa siswa yang dengan cepat menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. ada juga beberapa siswa yang masih bingung . Banyak siswa yang masih terlihat bingung atau kesulitan untuk mengembangkan imajinasi kelima indera mereka. Seperti yang telah direncanakan. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. Siswa tampak dengan tekun mengamati gambar. tidak ada siswa yang bertanya. tetapi juga masih banyak siswa yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pengisian tabel hasil imajinasi indera. Pada tahap penulisan. Siswa dibimbing untuk menentukan judul karangan berdasarkan gambar yang diamati. Selama kegiatan prapenulisan. dengan mengacu pada gambar yang diamati. Kegiatan prapenulisan juga merupakan kegiatan pengumpulan bahan yang bertujuan memudahkan siswa untuk mengembangkan idenya ke dalam karangan deskripsi. Seperti pada tahap prapenulisan. Guru kemudian memberikan perintah kepada siswa untuk memulai kegiatan prapenulisan. Siswa diberikan kebebasan untuk menyusun karangan deskripsi berdasarkan hasil imajinasinya dengan bimbingan guru. Namun. Siswa juga mulai mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan imajinasi kelima indera mereka. gambar yang digunakan pada siklus I adalah gambar pegunungan. Setelah tahap prapenulisan.

meski jam pelajaran sudah hampir habis.. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran.. Dialog 4: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus I Pertemuan I/Penutup/Rabu. Siswa antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi... silahkan dikumpulkan di meja Ibu. tetapi ada juga siswa yang masih belum menyelesaikan karangan sehingga berupaya menyelesaikannya dengan tergesa-gesa. Ada siswa yang masih bersemangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran. . guru mengingatkan siswa untuk mengakhiri kegiatan menulis dan mengumpulkan karangan ke depan karena waktu yang diberikan hampir habis. waktunya tinggal lima menit lagi.. kapan karangannya dibacakan di depan kelas dan ditempel?” Guru : “Nanti Ibu jelaskan. segera diselesaikan! Ibu beri waktu lima menit lagi. Sekarang bagi yang belum selesai. tampak beberapa siswa dengan antusias mengumpulkan hasil karangan awal..” Siswa : “Bu.” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Iya. yakni membacakan hasil karangan di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas. 7 Mei 2008) Guru : “Anak-anak. belum Bu..” Siswa : (bersama-sama dan gaduh) “Yah.” Dari dialog 4. meski mereka telah mempunyai bahan penulisan berupa hasil imajinasi indera.Bu..untuk mengembangkan karangan deskripsi. Bu. Bagi yang karangannya sudah selesai.

45. Hal ini disebabkan di SMA Negeri 1 Purwoharjo jumlah jam pelajaran pada hari Rabu berbeda dengan jumlah jam pelajaran pada hari Sabtu.15 hingga 11. 4. Namun. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam.2. Di akhir pertemuan. 1) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I diawali guru dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. yakni mulai pukul 10. Jika hari Rabu. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II dilaksanakan pada jam ke 5―6. yaitu 2x45 menit. dengan alokasi waktu yang sama dengan pembelajaran pada pertemuan I.Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran.2. jumlah jam pelajaran di SMA Negeri 1 Purwoharjo adalah delapan jam pelajaran. Seperti halnya pembelajaran pada pertemuan I siklus I. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. Guru juga meminta siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus I juga dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. Guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. sedangkan pada hari Sabtu jumlah jam pelajarannya hanya enam jam pelajaran. Guru juga .1.2 Pertemuan Kedua Siklus I Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus I dilaksanakan hari Sabtu tanggal 10 Mei 2008.

Setelah mempresensi siswa. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis. Sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi.tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi dan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. guru menyajikan beberapa hasil karya siswa dari pembelajaran menulis deskripsi pada tahap pretes. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II. Berikut contoh karangan deskripsi milik RAL dan DD yang disajikan di guru depan kelas. Siswa juga mampu menyebutkan langkah-langkah mengembangkan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Secara singkat. dan (2) publikasi. yakni kegiatan (1) penyuntingan dan revisi. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Karangan yang dibacakan adalah karangan milik RAL. Hal ini memudahkan guru untuk membimbing siswa melaksanakan kegiatan selanjutnya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. dan karangan yang ditulis di papan tulis adalah karangan milik DD. Guru juga memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. Secara umum siswa masih ingat dengan kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang telah dilaksanakan pada pertemuan I. 1) Karangan RAL .

Suasana Pantai grajakan Bunyi gelombang mendebarkan hatiku. Pukul 16. Semilir angin membelai rambutku. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan siswa dapat mengetahui kegiatan yang perlu dilakukan dalam penyuntingan dan revisi. Kamipun senang dan langsung melewatinya.50 kami sampai rumah. disana udaranya masih segar dan bersih.. Kami semua terdiri dari 5 cewek dan 5 cowok. saya sangat suka dg Pekarangan belakang rumah saya.25 tepat aku dan teman-teman mulai berangkat dari rumah. dan disana saya memelihara kelinci saya. Pukul 08. 2) Karangan DD . siswa dengan guru mengoreksinya secara bersamasama. Satu jam lamanya kami menempuh perjalanan menuju pantai grajakan.00 pagi aku dan teman-temanku berkumpul di rumahku. Pukul 09. Akhirnya macetpun terjadi. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi kekurangan karangan yang disajikan sekaligus hal-hal yang perlu diperbaiki dalam karangan. Di tengah perjalanan kami menemui sebuah pohon yang besar jatuh di tengah jalan. saya sering dg teman2 saya bermain di Pekarangan belakang rumah saya sambil makan jeruk dan beri kelinci saya.. . Jadi Pekarangan belakang rumah saya adalah yg paling baik dan Paling seru Dari contoh karangan yang disajikan. Kirakira ada 10 orang saling berboncengan. Dan setelah itu kami mulai pisah untuk menuju rumah kita masing-masing. Tapi kami hanya teman sebaya waktu SMP.. (tanpa judul) Di belakang rumah saya terdapat kebun yg ditanami jeruk. Hari minggu adalah hari yang tepat untuk tamasya. serta .. Lama-kelamaan pohon besar itu dapat di singkirkan dari jalan. 3 jam kami menunggu..

Siswa dapat menemukan adanya urutan waktu dalam karangan milik RAL yang merupakan ciri karangan narasi. Setelah GA selesai membacakan karangannya. Sedangkan dari karangan milik DD. 2) Kegiatan Inti Pada tahap inti. siswa menyadari akan pentingnya penulisan judul dalam karangan. siswa menjadi tahu akan pentingnya kegiatan publikasi atau berbagi. Dari karangan milik RAL. imbuhan. meski dari judul sudah tampak adanya ciri karangan deskripsi. guru mengembalikan karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar secara lisan atas pembacaan karangan oleh GA. Guru meminta salah satu siswa. Selain itu. guru memberikan balikan. ataupun tanda baca. Siswa lebih mudah memahaminya karena dari contoh yang ditampilkan. Dari kegiatan ini. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan bahwa kegiatan publikasi juga bisa dilakukan untuk memperoleh masukan orang lain. kata depan. siswa telah belajar melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. siswa mengetahui bahwa karangan tersebut perlu diperbaiki dari segi isinya. Siswa juga mengetahui bahwa setiap tahap dalam proses menulis bisa menjadi putaran yang berulang . Dengan bimbingan guru.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan dan revisi. siswa juga menjadi tahu bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. Guru memilih GA untuk membacakan karangannya dengan alasan karangan GA sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan. yakni GA. membacakan karangannya di depan kelas. siswa dapat memperbaiki penulisan ejaan milik DD. Beberapa siswa memberikan komentar terkait dengan isi maupun teknik pembacaan. Sebelumnya.

Bu .untuk menghasilkan sebuah karangan yang baik.. Bu?” Guru : “Di bawah saja. jangan lupa menuliskan nama komentatornya ya!” Siswa : “Di mana... apa saja yang harus kalian perhatikan dalam penyuntingan?”” Siswa : (bersama-sama) “Ejaan. guru hanya meminta satu siswa yang membacakan karangan sebelum penyuntingan... Guru meminta siswa menukarkan karangannya dengan siswa lain. Untuk mengefektifkan waktu.” Guru : “Baik.. Misalnya. Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. ada yang belum tahu tugasnya anak-anak?” Siswa : (diam) Guru : “Sudah paham semuanya?” . tanda baca. untuk memperoleh masukan dari orang lain. 10 Mei 2008) Guru : “Karangannya sudah ditukarkan semua anak-anak?” Siswa : (bersama-sama) “Sudah.. kegiatan publikasi atau berbagi tidak hanya dapat dilaksanakan setelah revisi. isi . Dialog 5: Tanya Jawab tentang Kegiatan Penyuntingan (Siklus I Pertemuan II/Inti/Sabtu. tetapi juga bisa dilaksanakan sebelum penyuntingan dan revisi. Agar lebih yakin bahwa siswa telah paham dengan kegiatan yang harus dilakukan siswa pada tahap penyuntingan.” Guru : “Lalu.. Kegiatan publikasi dilanjutkan setelah siswa merevisi karangannya.” Guru : “Apa tugas kalian?” Siswa : “Mengoreksi dan memberikan komentar . kalimat. guru kembali menanyakan kepada siswa terkait kegiatan yang harus dilaksanakan dan hal-hal yang perlu diperhatikan siswa pada tahap penyuntingan..

semua siswa telah menyelesaikan revisinya. Pada tahap penyuntingan.” Dari dialog 5. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. Setelah penyuntingan. Guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. guru mengetahui bahwa siswa telah memahami tugas yang harus dilaksanakan pada tahap penyuntingan. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku.. Kertas yang diberikan oleh guru berbeda dengan kertas pada tahap penulisan awal. Sebelumnya. Saat proses perevisian. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah memperbaiki karangan awal dengan mengacu pada hasil koreksi dan komentar teman. Kertas yang diberikan guru pada tahap revisi adalah kertas HVS berwarna agar siswa lebih termotivasi untuk meperbaiki karangannya karena akan ditempel di dinding kelas. guru telah menempelkan dua kertas manila besar di papan tulis sebagai alas untuk menempelkan karangan siswa di . guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk merevisi karangannya.. beberapa siswa memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya sehingga tampilan karangannya menjadi lebih menarik. Beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya..Siswa : “Sudah . Ketika waktu yang diberikan oleh guru habis. Pada tahap revisi. kemudian guru kembali membagikan kertas pada siswa. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal.

dengan menempelkan karangannya pada lembar manila yang masih kosong. 3) Kegiatan Penutup Setelah memberikan panduan terkait kegiatan yang harus dilaksanakan siswa untuk melanjutkan kegiatan publikasi. Guru membimbing siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. Namun sebelum ditempelkan. siswa enggan maju ke depan kelas dengan kemauan sendiri. seluruh karangan siswa dikumpulkan terlebih dahulu kepada guru untuk diberikan penilaian. dan CDS. Beberapa siswa raguragu untuk meju ke depan meski tampak ada kemauan. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam dua pertemuan. yaitu YBA. Mulanya. FM. Akhirnya. setelah semua karangan siswa ditempelkan pada dua lembar manila. DFD.dinding kelas. beberapa siswa lain mau maju ke depan tanpa dipaksa lagi. siswa yang maju ke depan untuk mempublikasikan karangan dengan membacakan dan menempelkannya di papan tulis hanya lima orang. Guru juga memberikan kesempatan siswa untuk memberikan komentar terhadap pembacaan karangan oleh teman mereka. DSM. Pada tahap publikasi. lembar manila yang berisi karangan ditempelkan di dinding kelas bagian belakang. guru sedikit memaksa siswa untuk maju ke depan kelas dengan cara memberikan permainan kecil. Karena keterbatasan waktu. Berdasarkan panduan guru. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang . Penempelan karangan dikoordinir oleh ketua kelas. guru menutup kegiatan pembelajaran. Dengan panduan guru. Siswa lainnya melanjutkan kegiatan publikasi di luar jam pelajaran. Setelah ada salah satu siswa membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah (1) membacakan karangannya di depan kelas dan (2) menempelkan karangan yang telah dibaca pada kertas manila yang telah guru siapkan di papan tulis.

Tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.1. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I mencapai 64.40%. nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa secara keseluruhan masih dibawah standar keberhasilan yang disyaratkan.56 43.59 Tingkat Keberhasilan Berhasil . Tingkat keberhasilan siswa kelas X.2. Sebagian besar siswa mengaku kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera dan mengembangkan hasil imajinasi ke dalam kalimat-kalimat.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4. Beberapa siswa juga menanyakan kembali tentang penulisan ejaan.kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam.4 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X. pada siklus I juga dilaksanakan kegiatan penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. 1 2 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) Jumlah Siswa 1 17 Persentase 2.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus I No. 4. Di akhir pembelajaran. Namun.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus I Seperti pada tahap pretes. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus I (Lampiran 11b). Kemudian.4 berikut.

64 3 23 12 Skor 5 Sangat Baik 1 Jumlah Siswa . jumlah siswa yang mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan adalah 46.5 Penguasaan Siswa Kelas X.85% siswa lainnya masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus I No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian 65. pada siklus I.46 15. Pada siklus I. Tabel 4.4. meski hanya satu siswa.15% siswa dari jumlah siswa keseluruhan sehingga kemampuan menulis deskripsi siswa kelas X.46% dari jumlah siswa keseluruhan. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi E (gagal). Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup) sebanyak 15 siswa atau 38. sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali).39 - Tidak Berhasil Berdasarkan tabel 4. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi D (kurang) hanya enam siswa atau 15.39% dari jumlah siswa keseluruhan.59% dari jumlah siswa keseluruhan.3 4 5 C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) 15 6 - 38. dapat diketahui bahwa pada siklus I. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B sebanyak17 siswa atau 43. Jadi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi masih perlu ditingkatkan karena 53.

dan ejaan pada siklus I sudah baik.87 - 1 - 16 17 20 15 2 7 55. 47.95 58. terutama pada subaspek organisasi.1.02% siswa memperoleh skor 2 (kurang). 4. dan 3. sedangkan 15.47% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). siswa masih lemah dalam ketiga subaspek ini. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek masih perlu ditingkatkan.64 1 1 2 13 13 5 6 21 14 28 10 5 11 5 21 - Berdasarkan tabel 4.4 Refleksi Tindakan Siklus I . kerincian.5. dan diksi masih termasuk dalam kategori cukup.Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 71.90 57. Dengan kata lain. kalimat.60% siswa memperoleh skor 4 (baik). hanya 1. kalimat. kreativitas imajinasi.25% siswa memperoleh skor 3 (cukup). Dari tabel 4. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Namun. 32.2.97 65. Oleh karena itu.5 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis deskripsi pada subaspek organisasi. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik).66% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik).79 74. dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X. dan diksi.

Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru. sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi dari contoh yang diberikan oleh guru. atau kekurangan pada tindakan siklus I. siswa juga sudah mampu melibatkan perasaan atau menyertakan opininya dalam mendeskripsikan objek pegunungan sehingga tujuan penulisannya dapat tercapai. siswa dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus I diidentifikasi. Namun. pada tahap prapenulisan siswa masih kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera atau mengembangkan imajinasinya. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. pada siklus I siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. Selain itu.Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan hingga tahap evaluasi. tetapi juga dari siswa. Guru juga mengidentifikasi masalah. dilaksanakan kegiatan refleksi. meski belum maksimal. Dari proses menulis yang dilaksanakan. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran. Panduan yang diberikan oleh guru masih . Identifikasi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan pada siklus I. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam kegiatan refleksi. kelemahan.

(5) Perbendaharaan kata yang digunakan siswa masih kurang. (2) Siswa belum mampu membuat judul yang spesifik sesuai dengan topik atau objek yang dideskripsikan. Masih ada beberapa siswa yang sering mengulang-ulang kata atau kalimat yang pernah ditulis. (1) Pada tahap prapenulisan.85% siswa yang belum berhasil. permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I adalah sebagai berikut. masih terjadi kesalahan dalam pengisian tabel hasil imajinasi indera. efektif. (3) Siswa masih kesulitan menyusun kalimat dengan struktur kalimat yang tepat. \(6) Masih ada beberapa siswa yang belum bisa menggunakan ejaan dengan tepat.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus I. Secara rinci. dan tidak menimbulkan kerancuan makna. terutama dalam pengisian kolom “indera perasa”. Dari jumlah siswa keseluruhan. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa belum mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. (4) Siswa masih kesulitan dalam membuat karangan dengan organisasi yang baik.kurang sehingga ada beberapa siswa yang belum mengerti makna kolom dalam tabel hasil imajinasi indera dan salah memasukkan hasil imajinasinya. Keruntutan dan keterkaitan antar kalimat dalam paragraf masih kurang. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. masih ada 53. . siswa masih kesulitan mengembangkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimat-kalimat. Pada tahap penulisan.

4. Seperti pada tindakan siklus I.2. Hal ini dilakukan agar siswa mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam karangan deskripsi mereka pada siklus I sehingga tidak terjadi lagi pada siklus II. Siswa diberikan karangan tanpa judul. kemudian diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut dan menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru. disusun rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II dengan mengacu pada permasalahan yang ditemukan pada siklus I. Siswa hanya sekedar menyalin karangan tanpa berupaya membuat karangannya menjadi lebih baik. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi siklus II dirancang untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I agar kemampuan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan. (2) Siswa diberikan penjelasan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik.2.(7) Pada tahap revisi. siswa belum memahami pentingnya memperbaiki karangan. (1) Guru memberikan evaluasi hasil penilaian pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Rencana pembelajaran pada siklus II disusun dengan beberapa perubahan tindakan sebagai perbaikan dari siklus I.2. Rencana pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II adalah sebagai berikut. tindakan siklus II juga direncanakan dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masingmasing pertemuan.1 Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan. Guru .2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II 4.

yakni mengamati gambar. Pada siklus II. Guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. siswa diajak memperhatikan penggunaan kata dan kalimat. menentukan judul. Namun. serta organisasi dalam karangan tersebut. Kegiatan ini bertujuan mengarahkan siswa tentang hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 4. dan mengisi tabel hasil imajinasi indera. (3) Dengan karangan yang sama. Pemilihan gambar pantai pada siklus II didasarkan pada banyaknya karangan deskripsi siswa dari pembelajaran sebelumnya . yaitu keindahan alam. (4) Guru menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah.6 Tabel Hasil Imajinasi Indera Siklus II PENGLIHATAN PENDENGARAN PENCIUMAN PENCECAPAN PERABAAN (5) Guru memberikan tema yang sama kepada siswa.menginformasikan bahwa judul karangan dapat diperbaiki setelah karangan selesai ditulis agar judul karangan benar-benar sesuai dengan topik dan isi karangan. gambar yang digunakan pada siklus II adalah gambar pantai. seperti dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. Bentuk tabel hasil imajinasi indera pada siklus II adalah sebagai berikut. peneliti dan guru memperbaiki judul masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera agar siswa tidak lagi mengalami kebingungan dalam mengisi tabel. siswa memulai kegiatan prapenulisan. Siswa diberi arahan untuk menyusun rincian dengan dukungan opini agar kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna dan organisasi setiap gagasan dalam karangannya menjadi runtut dan terarah. serta makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. Selanjutnya.

Selain itu.2. dan organisasi sehingga karangannya mudah dipahami. Guru menginformasikan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan tetapi memperbaiki karangan awalnya dengan memperhatikan ejaan. namun tetap dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan publikasi dengan penempelan di dinding kelas dilaksanakan di luar jam pelajaran. dan diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. Guru menginformasikan pentingnya kegiatan 98 penyuntingan dan revisi.2. siswa diberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan. (Tahap Prapenulisan) (6) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan draf awal karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dan judul yang telah ditentukan.dan pada tahap pretes yang objeknya berupa pantai.2 Proses Tindakan Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II mengacu pada perencanaan tindakan yang telah disusun pada tahap sebelumnya. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (8) Siswa melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas. kalimat. (Tahap Publikasi) 4. (Tahap Penulisan) (7) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi seperti yang telah dilaksanakan pada siklus I. lingkungan terdekat siswa setelah desa adalah pantai. Siklus II dilaksanakan karena hasil yang diperoleh pada siklus I . Sebelumnya.

tindakan siklus II juga dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x45 menit pada masing-masing pertemuan. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan I siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir.1 Pertemuan Pertama Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan I siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 28 Mei 2008.2. dengan rangkaian proses menulis: (1) tahap prapenulisan.2. guru mempresensi siswa. Sebelum memulai pembelajaran. dengan alokasi waktu 2x45 menit. 1) Kegiatan Pendahuluan Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam. Tindakan siklus II merupakan tindakan yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditemukan pada siklus I. khususnya dalam hal ejaan. mulai pukul 11. (3) tahap penyuntingan dan revisi.2. yakni pada jam ke 7―8. Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. dan organisasi. pelaksanaan tindakan pada siklus II juga dilaksanakan sendiri oleh peneliti.masih terdapat kelemahan atau kekurangan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. (2) tahap penulisan. penyusunan kalimat. Seperti halnya pada siklus I. Tindakan siklus II diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus I. dan (4) tahap publikasi.15. Berikut pelaksanaan tindakan pada siklus II pada pertemuan I dan pertemuan II. 99 4. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis .45 hingga 13.

” Guru : “Selamat siang semuanya.” Guru : “Anak-anak.” Siswa : “Waalaikumsalam…. Bagaimana kabarnya hari ini?” Siswa : “Baik... tidak apa-apa. guru kemudian menggali pengetahuan siswa terkait dengan tulisan deskripsi . Ibu berharap kalian tidak bosan belajar menulis karangan deskripsi bersama Ibu lagi. kali kita akan kembali belajar menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.. tampak bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. 28 Mei 2008) Guru : “Assalamualaikum Wr.” Guru : “Baik. Ibu akan kembali membimbing kalian dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.. guru menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan..” Dari dialog 6. Bu..” Siswa : “Tidak Bu..” Guru : “Kita belajar tentang apa anak-anak?” Siswa : “Menulis karangan deskripsi dengan gambar dan imajinasi. Dialog 6: Pembukaan dan Tanya Jawab untuk Mengetahui Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran (Siklus II Pertemuan I/ Pendahuluan/Rabu. Wb. Kalian masih ingat pembelajaran kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu?” Siswa : “Ingat.. Setelah yakin bahwa siswa telah siap mengikuti pembelajaran selanjutnya. Setelah mempresensi semua siswa dan menanyakan kabar mereka. Bu.” Siswa : (Bersorak) Guru : (Diam) “Sebentar. Ibu tanya terlebih dahulu.deskripsi pada pertemuan I..

guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. guru mengetahui bahwa siswa masih mengingat materi atau pengetahuan yang diterima dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. Beberapa ekor burung terbang bercengkrama menghiasi luasnya langit biru. Guru juga mengungkapkan bahwa banyak siswa yang kurang tepat dalam menentukan judul karangan. . Sungguh indah pemandangan pagi itu. Hembusan udara yang sejuk mengharumkan gelembung-gelembung di bawah dedaunan. Karangan yang diberikan adalah sebagai berikut. terkait dengan kekurangan atau kelemahannya. Ketenangan suasana pagi diiringi sapaan angin yang ramah dengan membawa aroma bunga-bunga melati. khususnya dalam organisasi. dan diksi. Setelah yakin bahwa siswa telah memahami konsep tulisan deskripsi tanpa harus mengulang materi. matahari pagi yang hangat memandikannya dengan cahaya. Dari ufuk timur. Untuk memantabkan pemahaman siswa. susunan kalimat. Suara burung pipit yang berceloteh terdengar menghibur hati. 101 ? Menatap langit biru di pagi hari memang menyenangkan. Dari kegiatan penggalian pengetahuan siswa. Hal ini memudahkan guru untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran selanjutnya dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi.yang pernah mereka terima dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil karangan deskripsi siswa pada siklus I. guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan memokuskan materi sesuai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus I. Sekelompok gumpalan awan putih laksana kapas yang lembut dan suci. Guru kemudian menjelaskan tentang cara merumuskan judul dan syarat judul yang baik (Lampiran 9). Langit biru yang membentang terlihat begitu indah. Judul karangan siswa masih kurang spesifik dan kurang sesuai dengan dan topik yang dideskripsikan.

tertutup oleh teriakan-teriakan mereka.Di bawah lindungan langit biru. (1) Pagiku Yang Indah (2) Keindahan Alam di Pagi Hari (3) Indahnya Pagi dan Alam Pegunungan (4) Hangatnya Pelukan Sang Mentari Pagi (5) Kehangatan Pagi Menembus Alamku (6) Kesejukan Alam di Pagi Nan Elok (7) Suasana Pagi yang Indah (8) Langit biru Pencerah Jiwa di Pagi hari (9) Indahnya Pagi Hari dibawah Himpunan Langit Biru yang Luas (10) Keindahan Suasana Pagi (11) Di awal pagi yang Indah (12) Gambar alam yang indah di pagi yang Cerah Sebelum memberikan balikan. Setelah menentukan judul. guru membimbing siswa untuk menentukan judul pada karangan tersebut sesuai dengan syarat judul yang baik. guru meminta beberapa siswa menuliskan judul pilihannya di papan tulis untuk mendapatkan balikan dari guru. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk memulai belajar dengan penuh keceriaan. Dari karangan yang diberikan. Desau angin yang menggoyangkan dedaunan semakin tak terdengar. Dengan beberapa . guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan judul yang paling tepat dari judul-judul yang telah ditulis di papan tulis. Judul-judul yang ditulis siswa di papan tulis adalah sebagai berikut. Wajah yang bersih dengan senyuman manis membuat hati ikut merasakan kedamaian. dari kejauhan terlihat beberapa anak berjalan berbaris mengenakan seragam sekolah untuk berangkat menuntut ilmu.

siswa memilih judul nomor 2. Dari karangan yang sama ketika menentukan judul. . dan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. guru memberikan perbaikan dengan memperhatikan ejaan dan efektivitas penulisan judul. 7. yaitu keindahan alam.alasan. Setelah itu. dengan alasan kedua judul tersebut mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. kemudian memilih judul yang tepat sesuai dengan isi karangan dan syarat judul yang baik. Setelah itu. Guru juga menjelaskan tentang kalimat utama dan kalimat penjelas beserta fungsinya dalam membentuk organisasi yang baik dalam karangan. Guru menjelaskan pentingnya organisasi dalam karangan.1. dan terarah. guru memberikan balikan atau komentar pada masing-masing judul yang telah ditulis siswa di papan tulis. 4. Langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dijelaskan menggunakan transparansi dengan bagan yang sesuai dengan gambar 2. 9. seperti pada pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I. Siswa dibimbing untuk menemukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. yang ditandai dengan susunan gagasan yang runtut. Namun. Siswa diberi arahan menyusun rincian dengan dukungan opini sehingga kalimatnya tidak menimbulkan kerancuan makna. dan 10. Guru menjelaskan kembali langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi sekaligus manfaat masing-masing langkah. guru menuliskan beberapa kalimat di papan tulis dan membimbing siswa untuk menentukan unsur-unsur pembentuk kalimat tersebut. terkait. 2) Kegiatan Inti Guru memberikan tema yang sama kepada siswa. siswa diajak untuk memperhatikan organisasi dalam karangan tersebut. Guru memilih judul nomor 8 dan 9.

guru memberikan pertanyaan panduan berdasarkan kelima indera. Siswa mengisi tabel hasil imajinasi . (1) Pertanyaan untuk kolom indera penglihatan Apa yang kamu lihat dengan mata? (2) Pertanyaan untuk kolom indera pendengaran Apa yang kamu dengar dengan telinga? (3) Pertanyaan untuk kolom indera penciuman Apa yang kamu cium dengan hidung? (4) Pertanyaan untuk kolom indera pencecapan Apa yang kamu rasakan dengan lidah? (5) Pertanyaan untuk kolom indera perabaan Apa yang kamu raba dengan kulit? Setelah menjelaskan langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Guru membimbing siswa untuk merumuskan judul karangan sesuai dengan topik dan tujuan penulisan.Untuk menjelaskan makna masing-masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera. Pertanyaan-pertanyaan panduan tersebut adalah sebagai sebagai berikut. Selanjutnya. guru membagikan gambar dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. Pada siklus II. Seperti yang telah direncanakan. siswa memulai kegiatan prapenulisan. yakni (1) mengamati gambar. dilaksanakan perubahan tindakan dalam upaya perbaikan dari siklus I dan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. (2) mementukan judul karangan. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi kesalahan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera seperti yang dilakukan pada siklus I. guru menggunakan gambar pantai dalam pembelajaran menulis deskripsi siklus II. dengan cara mengubah judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera. dan (3) mengisi tabel hasil imajinasi indera.

.. Guru mengingatkan siswa untuk tidak mengulangi kesalahan dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I.” Siswa : “Sudah dari tadi.. 28 Mei 2008) Guru : “Sudah selesai semuanya.” Siswa : (bersama-sama) “Sudah. Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera. Guru membagikan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk menulis karangan deskripsi. anak-anak?. Dialog 7: Perintah Pengumpulan Karangan Deskripsi Siswa (Siklus II Pertemuan I/Penutup/Rabu. Guru mengingatkan siswa tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. Setelah tahap prapenulisan.. baik dari aspek isi. Rata-rata siswa menyelesaikan kegiatan prapenulisan dengan cepat.” Guru : “Baik. Bu. maupun kebahasaan. organisasi.. sekarang Ibu minta tolong dua orang untuk membantu Ibu mengumpulkan karangan teman-teman kalian ke depan!” Siswa : “Bu. guru meminta siswa mengumpulkan karangan deskripsi awalnya di meja guru. Pada tahap penulisan siklus II. Bu?” . nanti karangannya dibacakan lagi ya?” Siswa : “Ditempel di dinding lagi ya. proses menulis siswa dilanjutkan pada tahap penulisan. semua siswa dengan lancar mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan pengisian tabel hasil imajinasi indera mereka. 3) Kegiatan Penutup Lima menit sebelum menutup kegiatan pembelajaran.indera berdasarkan pertanyaan panduan yang diberikan oleh guru.. Siswa tidak lagi bingung atau mengalami kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera.

. Guru meminta siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami atau belum dimengerti oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. ada beberapa siswa yang dapat menyelesaikan karangan sebelum waktu yang diberikan habis. mulai pukul 10. baik pada aspek isi. guru menutup pertemuan dengan doa dan salam. Di akhir kegiatan pembelajaran. Siswa mengaku kesulitan dalam menyusun organisasi yang runtut. Namun sebelumnya.. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan melakukan refleksi pembelajaran.2. 4.2.” Dari dialog 7. organisasi. iya. khususnya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis deskripsi. Siswa juga masih antusias untuk melanjutkan kegiatan pada tahap publikasi.Guru : “Iya. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran.45. maupun kebahasaan.2 Pertemuan Kedua Siklus II Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada pertemuan II siklus II dilaksanakan hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008.15 hingga 11.2. yakni membacakan hasil karangan deskripsi di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas.. dengan alokasi waktu 2x45 menit.. Kegiatan pembelajaran pertemuan II siklus II dilaksanakan pada dua jam pelajaran terakhir. kita akan mengadakan kegiatan publikasi seperti dulu lagi pada pertemuan mendatang. Bahkan. yakni pada jam ke 5―6. tampak seluruh siswa berhasil menyelesaikan karangan awal tepat waktu. guru memberikan penjelasan kepada siswa terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.

organisasi. maupun kebahasaan. Karangan diambil dari hasil karya siswa yang disusun pada siklus I. Setelah mempresensi siswa. sebelum siswa memulai kegiatan penyuntingan dan revisi. Seperti yang telah direncanakan. serta langkah-langkah menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Berikut karangan yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk disunting dan direvisi. Dengan bimbingan guru. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada pertemuan sebelumnya sebagai bekal untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan pembelajaran menulis deskripsi yang dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan II. yang objeknya berupa gambar pegunungan.1) Kegiatan Pendahuluan Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan II siklus II dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan selanjutnya dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Guru menggali kembali pengetahuan siswa terkait dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. guru memberikan karangan yang terdapat banyak kesalahan kepada siswa. Panorama Alam Di Pagi Hari . baik pada aspek isi. siswa diajak untuk belajar menyunting karangan tersebut. Guru juga tidak lupa mempresensi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Seluruh siswa hadir dalam pembelajaran menulis deskripsi pada pertemuan II.

Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Hasil perevisian dari karangan tersebut adalah sebagai berikut. Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada pagi itu. Guru kemudian memberikan hasil perevisian karangan yang telah disunting bersama. Setelah menyunting karangan tersebut. Banyak anak-anak yang giat itu mengayun sepeda untuk menuntut ilmu dan burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang di kayuhnya. siswa diminta untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan dan pembetulan karangan tersebut dengan memperhatikan teknik penulisan dan organisasi yang baik. Keindahan panorama pegunungan di pagi hari seolah dapat menghilangkan rasa malas bagi siapapun yang menikmatinya. Sungai yang mengalir seolah membawa kehidupan baru. Aroma bunga . matahari memancarkan sinarnya menerobos pepohonan menghadirkan silau keemasan. Terlihat dari kejauhan. sungai yang mengalir membawa Kehidupan baru Suara aliran Sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi Kesunyian pada saat itu. Guru menunjukkan organisasi yang runtut dalam karangan yang telah direvisi dengan menunjukkan kalimat utama dan kalimat penjelasnya. Indahnya Panorama Pegunungan di Pagi Hari Panorama pegunungan di pagi hari sungguh menampakkan keindahan. langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi menyambut pagi dan memberikan kedamaian.Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yg menjulang tinggi. Pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. Tampak dari ufuk timur. namun mampu menambah semangat kerja. Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin kesetiap celah. Iringan hembusan angin yang lembut membuat suasana menjadi santai. & membuat kita untuk giat bekerja. Hembusan angin yang lembut dapat kita rasakan dan membuat suasana santai. kepada siswa. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong.

serta susunan kalimat. Guru kembali mengingatkan siswa terkait kegiatan yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap penyuntingan. Dari kegiatan yang dilaksanakan. ataupun tanda baca. imbuhan. serta hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dalam kegiatan penyuntingan dan revisi. Canda dan tawa tulus di antara mereka mampu menghilangkan rasa hati yang sepi menjadi ceria.kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. Burung-burung yang beterbangan seakan mengiringi laju sepeda yang dikayuh oleh mereka. Sepinya malam yang berganti pagi berubah menjadi keceriaan di area pegunungan yang indah itu. siswa diberikan kebebasan untuk berdiskusi dengan teman sebangku. dan ejaan. guru mengijinkan siswa mengoreksi karangan milik teman dengan cara memberikan coretan pada karangan dan memberikan komentar atau saran perbaikan di bawah karangan. dan organisasi yang baik dalam karangan. kalimat. Kegiatan ini dilaksanakan agar siswa memahami pentingnya kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap penyuntingan adalah pengoreksian karangan terkait teknis penulisan. serta pemberian komentar atau saran perbaikan terkait dengan isi karangan. Tampak anak-anak yang giat sekolah mengayun sepeda untuk menuntut ilmu. 2) Kegiatan Inti Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada tahap inti adalah penyuntingan. Guru terlebih dahulu mengembalikan hasil karangan deskripsi siswa yang telah disusun pada pertemuan I dan meminta siswa menukarkannya dengan siswa lain. siswa memahami bagaimana penulisan ejaan yang benar terkait dengan penulisan kata. seperti organisasi. Seperti pada tahap penyuntingan pada siklus I. kata depan. Di sana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa diajak melanjutkan tidur. Coretan dan komentar dari teman itulah yang nantinya dijadikan acuan bagi siswa untuk . Pada tahap penyuntingan. diksi.

guru mengingatkan siswa pada kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahap pendahuluan. siswa hanya membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. namun ada juga beberapa siswa yang hanya sekedar menjalankan tugas sehingga hasil koreksi dan komentarnya tidak maksimal. Pada tahap publikasi siklus II.merevisi karangannya. dengan memperhatikan syarat penulisan karangan yang baik. Seperti yang dilakukan pada siklus I. guru mengajak siswa untuk melanjutkan kegiatan pada tahap revisi. Setelah penyuntingan. Sebelum kegiatan revisi dimulai. tetapi memperbaiki draf awal karangan dengan memperhatikan ejaan. Ketika . Guru meminta siswa mengembalikan karangan yang disunting kepada pemiliknya masingmasing. semua siswa telah menyelesaikan revisinya. dan organisasi sehingga karangan deskripsinya menjadi lebih baik. pada tahap penyuntingan siklus II beberapa siswa dengan serius memberikan koreksi dan komentar terhadap karangan temannya. Siswa melaksanakan kegiatan revisi setelah diberi ijin oleh guru. Pada tahap revisi. Guru berkeliling untuk mengontrol kegiatan siswa. diksi. Seperti halnya pada siklus I. Kegiatan penempelan di dinding kelas dilakukan sendiri oleh siswa di luar jam pelajaran. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada tahap publikasi. dengan dikoordinir oleh ketua kelas. dan dengan pengawasan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. Ketika waktu yang diberikan habis. tanpa menempelkan di papan tulis ataupun di dinding kelas. Guru menekankan bahwa kegiatan revisi bukan hanya menyalin karangan. susunan kalimat. kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa adalah perbaikan karangan dengan mengacu hasil penyuntingan dan kriteria karangan deskripsi yang baik. seperti yang telah dilakukan pada siklus I.2. sebagian besar siswa kembali memberikan hiasan berupa gambar-gambar pada kertas revisi karangannya agar tampilannya lebih menarik. kemudian guru membagikan kertas HVS berwarna pada siswa.

hanya tiga orang siswa yang berani maju. Beberapa siswa mau maju ke depan tanpa dipaksa oleh guru. Kemudian. tetapi dalam membuat organisasi yang baik dalam karangan. Karena masih ada sedikit waktu. Siswa mengaku sulit menyusun gagasan dengan runtut dalam karangan. yang akan diawasi oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam. empat orang siswa maju ke depan kelas untuk membacakan karangannya. RN. Dengan panduan guru.membacakan karangan di depan kelas.2. yaitu YBA. Namun. dan tidak pernah berhenti untuk menulis. Is. Di akhir pembelajaran. Melalui permainan. guru tetap memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan komentar. Di akhir kegiatan publikasi. 3) Kegiatan Penutup Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. siswa mengingat dan menyimpulkan kembali keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan I dan II. Kesulitan siswa tidak lagi dalam hal pengisian tabel hasil imajinasi indera dan pengembangan hasil imajinasi ke dalam kalimatkalimat. guru kembali memberikan permainan kecil agar masih ada siswa yang membacakan karangan deskripsinya di depan kelas. Guru juga menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. YEJ. dan PAS .2. Empat siswa itu adalah OYS. 4.3 Hasil Evaluasi Tindakan Siklus II . guru mengingatkan siswa terkait tugas publikasi lanjutan yang harus dilaksanakan siswa di luar jam pelajaran. guru memberikan nasehat kepada siswa agar tetap semangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. dan VW.

Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X.46%. Tingkat keberhasilan siswa kelas X.7 Tingkat Keberhasilan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Siklus II No. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa pada siklus II (Lampiran 11c). guru kembali melaksanakan kegiatan penilaian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II. 1 2 3 4 5 Kualifikasi A (Baik Sekali) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang) E (Gagal) Jumlah Siswa 19 20 Persentase 48.7 berikut.28 Tidak Berhasil Tingkat Keberhasilan Berhasil .72 51. diketahui nilai rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mencapai 78. Itu menunjukkan bahwa nilai rata-rata 111 kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan.

Berdasarkan tabel 4.7, dapat diketahui bahwa pada siklus II, sebanyak 19 siswa atau 49,72% siswa kelas X.2 memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali), dan 20 siswa atau 51,28% siswa dari jumlah siswa keseluruhan memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik). Dari tabel 4.7 juga dapat diketahui bahwa pada siklus II tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi C (cukup), D (kurang), maupun E (gagal). Itu berarti bahwa pada siklus II, 100% siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan, yakni 65%. Tabel 4.8 Penguasaan Siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Setiap Subaspek Penilaian Siklus II
No Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Skor 1 Sangat Kurang Skor 2 Kurang Skor 3 Cukup Skor 4 Baik 1 Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 2 3 Organisasi Kebahasaan Organisasi Kalimat Diksi Ejaan 66,15 77,95 72,82 82,56 5 20 7 16 1 11 29 21 32 3 3 2 6 83,08 82,05 84,62 7 6 7 19 23 16 Skor 5 Sangat Baik 13 10 16 Jumlah Siswa

Berdasarkan tabel 4.8, dari tujuh indikator penilaian yang harus dicapai siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, hanya lima siswa yang memperoleh skor 2 (kurang), sedangkan 33 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup), 4 (baik), dan 5 (sangat baik). Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada setiap subaspek penilaian pada siklus II. Pada penilaian setiap subaspek kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II, hanya 1,83% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang memperoleh skor 2 (kurang), yakni hanya pada subaspek organisasi; sedangkan 23,44% siswa memperoleh skor 3 (cukup); 55,31% siswa memperoleh skor 4 (baik); dan 19,42% siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek, baik pada aspek isi, organisasi, maupun kebahasaan, pada siklus II sudah baik. 4.2.2.4 Refleksi Tindakan Siklus II Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan hingga tahap evaluasi, kegiatan refleksi juga dilaksanakan pada siklus II. Pada tahap refleksi, diidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran pada siklus II. Melalui kegiatan refleksi, diharapkan dapat diketahui kelemahan atau kekurangan yang terjadi selama proses tindakan siklus II. Refleksi didasarkan pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil penilaian karangan deskripsi siswa setelah diberi tindakan siklus II. Seperti pada siklus I, pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus II tidak hanya berpusat pada guru, tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pengetahuan yang diperoleh siswa terkait dengan tulisan deskripsi tidak hanya diperoleh dari guru, tetapi juga dari siswa sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan guru selama proses pembelajaran menulis deskripsi pada siklus II, siswa lebih memahami langkah-langkah menyusun karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Pada tahap prapenulisan, siswa tidak lagi kesulitan dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan pengamatan kelima indera. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera pada siklus I tidak lagi dilakukan pada siklus II karena adanya pertanyaan panduan yang diberikan guru. Pada tahap penulisan, siswa juga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan tabel hasil imajinasi indera ke dalam kalimatkalimat. Seperti pada siklus I, hasil karangan deskripsi seluruh siswa pada siklus II juga tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi. Bahkan, siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Kelemahan siswa pada siklus II adalah mereka masih lemah dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. Namun, kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada siklus II, ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Pada siklus II, tidak ada lagi siswa yang memperoleh nilai di

1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus I. 4. Selain itu. dan (c) ejaan. rata-rata siswa lemah pada subaspek organisasi. dan (c) kreativitas imajinasi. 100% siswa dikatakan berhasil atau mampu mencapai standar keberhasilan yang telah ditetapkan.3.1. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sudah cukup. pada subaspek kalimat. (b) diksi. Organisasi dalam karangan deskripsi siswa kelas X.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. kerincian. 4.3. (2) aspek organisasi.1.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi belum runtut dan terkait. yakni 65%. aspek yang dinilai dalam karangan deskripsi siswa adalah (1) aspek isi yang meliputi subaspek (a) kesesuaian.3 Hasil Tindakan Pada hasil tindakan.3.1 Kemampuan Siswa Kelas X. Dari jumlah siswa keseluruhan.1. Namun. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus I Dari beberapa subaspek. kalimat. kreativitas imajinasi. masih banyak kalimat siswa yang menimbulkan kerancuan makna. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek (a) kalimat. dan diksi.2 SMA Negeri 1 .bawah standar keberhasilan yang telah ditetapkan. 4. Pengulangan kata juga masih dilakukan karena perbendaharaan kata yang kurang. dan ejaan pada siklus I sudah baik. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. (b) kerincian.

Di tengah hamparan yang luas. sudah ada siswa yang memperoleh skor 4 (baik). yakni EAW. hanya saja masih kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. . yakni sebanyak 12 siswa. Burung-burung berkicau yang bersautan kesana-kemari. dan RSs. Dedaunan yang hijau menambah segarnya suasana.64%. yakni sebanyak 23 siswa. yaitu FM. judul yang dipilih siswa juga sudah sesuai dengan isi. Mayoritas siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah cukup sesuai dengan gambar. Seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus I sudah tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. Pada dasarnya. Bahkan. Hembusan angin yang menerpa pepohonan menambah indahnya pegunungan. ada yang memperoleh skor 5 (baik sekali). Angin yang berhembus menerpa dedaunan membawa udara sejuk. Pada aspek kesesuaian siklus I. yaitu pegunungan. tetapi judulnya tidak spesifik. Aktifitas penduduk di kaki gunung menunjukkan kehidupan manusia yang begitu damai dan tentram. Warna tanah yang terhampar luas kekuning-kuningan menambah permukaan bumi. meski hanya satu siswa. terdapat bangunan yang bertulisan “PEPSI”. langit biru yang membentang luas di atas Gunung Tengger. LF. Gunung yang menjulang tinggi mencengkeram cakrawala. sebagian besar siswa memperoleh skor 3 (cukup). Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya sebanyak tiga siswa. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) pada aspek ini. Kelemahan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada subaspek kesesuaian siklus I adalah penentuan judul. Pada subaspek ini. Alam Kita Di hari yang cerah.Purwoharjo pada subaspek kesesuaian mencapai 65.

judul yang dipilih. yakni pegunungan. Pemandangan Alam (IPA). Namun. judul yang dipilih lebih dispesifikkan pada gambar atau objek yang dideskripsikan. Pada subaspek kerincian ini. yaitu pegunungan.. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (baik sekali). Siswa yang memperoleh skor 2 (kurang) hanya satu siswa. Pesona Alam (VW). dapat diketahui bahwa pada dasarnya isi karangan milik DFD sudah sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. Contoh judul karangan lain yang masih belum spesifik di antaranya Pemandangan yang Indah (DD). Hangatnya Dekapan Alam Kita (EAW). Alamku. Alamku.1. 4. dan beberapa judul lain. Inspirasiku (OYS). Pada siklus I.79%. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. agar mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. yakni sebanyak 20 siswa. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan .2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Suasana Alam yang Mengagumkan (YLH). Seharusnya.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian pada siklus I mencapai 71.3. (karangan DFD) Dari kutipan karangan di atas.1... yakni Alam Kita kurang spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. yaitu RSs. 16 siswa memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ini. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus I sudah baik.. Kenyamananku (Ru). yakni FM dan IAP. Pemandangan Alam (RAL).

Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus I.87%. Pada siklus I. Namun.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Pagi itu terdengar suara kicauan burung. Suasana yang sangat indah ketika kita sedang beristirahat dengan menikmati udara di pagi hari. (karangan RSs) Dari kutipan karangan di atas..merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. . belum sampai pada penggambaran hal-hal atau ciri yang spesifik atau mendetail. dan beberapa aspek lain terkait objek yang dideskripsikan sehingga pembaca sulit memahami atau merasakan apa yang dimaksud penulisnya. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mencapai 74. 4. mengapa sampai menimbulkan rasa senang. Suara penduduk sedang bekerja di ladang.. Kelemahan siswa dalam merinci objek adalah siswa masih menggambarkan objek yang diamati secara umum. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ini merupakan rata-rata yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan siswa pada keenam subaspek yang lain.3. tampak bahwa objek pegunungan tidak digambarkan RSs secara rinci atau mendetail. Menatap indahnya langit biru beserta gunung dan tumbuhan di sekitarnya. Alangkah senangnya hati ini seandainya bisa berlibur dengan keluarga dengan mendengar kicauan burung beserta suara penduduk yang sedang bekerja di sana. 15 siswa lain mampu .1. Berikut kutipan karangan berjudul Indahnya Gunung di Pagi Hari yang dalam subaspek kerinciannya masih kurang. Keindahan pegunungan yang digambarkan tidak ditunjukkan melalui penyebutan ciri-ciri indahnya gunung yang dideskripsikan seperti apa. 17 siswa mampu mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). masih ada beberapa siswa yang masih lemah dalam merinci objek yang dideskripsikan.1..

Aroma bunga kopi yang harum terbawa angin ke setiap celah. PAS. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang pada aspek organisasi.1. CDS. dan membuat kita untuk giat bekerja . yaitu DSM. dan YEJ. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus I hanya mencapai 55. Sedangkan 21 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup).90%. PAS. Sungai yang mengalir membawa kehidupan baru Suara aliran sungai dan daun pohon yang tertiup angin mengisi kesunyian pada saat itu. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) hanya sebanyak lima siswa. Bahkan. mendengar.mengembangkan imajinasi empat indera sehingga memperoleh skor 4 (baik). Disana dapat dirasakan pahitnya kopi murni tanpa gula yang membuat mata tidak bisa di ajak melanjutkan tidur. tetapi juga tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).. Ketujuh siswa tersebut adalah AFM. DW.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus I masih lemah. OYS. ada tujuh siswa yang berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan sehingga dapat memperoleh skor 5 (baik sekali). Mereka mampu menggambarkan objek pegunungan berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. (karangan AFM) . dan VAP. Panorama Alam di Pagi Hari Terlihat dari kejauhan langit biru di atas gunung yang menjulang tinggi. DD. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. DSM. mecium. PCK. mencecap. pepohonan yang tinggi dan hijau mengisi tanah yang kosong. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya.3. 4...

Kalimat yang . AFM tidak menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus atau sebaliknya sehingga karangan kurang runtut. yakni minimal mengandung unsur Subjek-Predikat (S-P).1. Contoh kutipan karangan milik AFM menunjukkan lemahnya siswa dalam aspek organisasi. Tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. yaitu karangan milik PCK.Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan AFM belum menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya.1 Kemampuan pada Subaspek Kalimat Kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus I masih lemah. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. Ada beberapa siswa yang yang kurang tepat dalam menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. Pada siklus I. 4. disusun dalam paragraf yang lain sehingga antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf kurang mempunyai keterkaitan.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4.3. Siswa tersebut menyusun kalimat yang hanya terdiri dari unsur subjek saja. sedangkan 14 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). digunakan pada lain paragraf. Akibatnya. ratarata kemampuan siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 57. Gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf. karangan menjadi kurang terarah. ada satu siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang).3. dan 13 siswa memperoleh skor 2 (kurang). kalimat yang disusun siswa juga kurang efektif. Alat kohesi juga tidak digunakan dengan tepat.1. Pada subaspek kalimat.3. Selain itu. Kelemahan siswa pada subaspek kalimat terletak pada kesalahan tata bahasa dalam kalimat yang disusun. Alat kohesi yang seharusnya digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf.95%.

Contoh kalimat yang dimaksud terletak pada kutipan karangan sebagai berikut. (karangan berjudul Suasana Gunung di Pagi Hari milik PCK) 4. memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek diksi. DRS. Pabrikpabrik mulai menjalani aktivitas kembali. memperoleh skor 1 (sangat kurang). Selain itu. Menatap indahnya gunung di pagi hari membuat kita menghilangkan beban pikiran kita ditambah lagi pepohonan yang sangat segar-segar karena terkena embun di pagi hari dan kicauan burung-burung yang keluar dari pegunungan itu juga kabut disekitar gunung.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I juga lemah pada subaspek diksi. Hanya lima siswa yang memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. RN. Dan tampak sekali aktivitas anak sekolah yang mengikuti kegiatan olahraga dilapangan sepak bola yang masih cuaca . Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus I hanya mencapai 58.seharusnya disusun menjadi dua atau tiga kalimat. yakni AFM. DSM. dan YBA. IPA. Satu siswa.3.97%.. disusun menjadi satu kalimat oleh siswa.. Kendaraan yang sebelumnya masih diselimuti kabut sekarang sudah tampak keramaian jalan tersebut untuk memulai kembali aktivitas semua warga. yakni ARK. penggunaan diksi beberapa siswa juga kurang tepat sehingga mengganggu pemahaman makna. DW. Kelima siswa tersebut adalah DD. . seperti yang terdapat pada kutipan karangan siswa berikut. Di pagi hari yang cerah dan menyejukkan ada beberapa pemandangan alam yang sangat indah. Aktivitas gunung yang tiada hentinya dan embun pagi yang menyelimuti gunung menandakan pagi yang sangat sejuk dan cerah. Siswa menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I kurang bervariasi. dan lima siswa memperoleh skor 2 (kurang). Sebagian besar siswa.1. Aktivitas mulai berlangsung kembali sama halnya yang sering dilakukan. yakni sebanyak 28 siswa..3. PCK. dan RSs.

pada siklus I. cerah. PAS. aktivitas.64%. IPA.. Kesalahan siswa dalam menuliskan kata yang sesuai dengan EYD jarang ditemukan dalam karangan deskripsi siswa pada siklus I. EAW. kemampuan siswa dalam menyusun karangan dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sama dengan rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian. Pada dasarnya. RAL. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) pada subaspek ejaan sebanyak 10 siswa. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan sudah baik. tidak ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik). ARK. beberapa kata juga digunakan tidak tepat sehingga mengaburkan makna. Bahkan.. kata depan. masih ada enam siswa yang meperoleh skor 2 (kurang). Pada subaspek ini. Kelemahan siswa pada subaspek ejaan terletak pada . Tetapi. yakni BVS dan FAS.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Penilaian siswa pada subaspek ejaan dilihat dari kemampuan siswa dalam menuliskan kata. Selain itu. RSs. tanda baca. PCK. dan YLH. yakni AAS. Pada subaspek ini. ada dua siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). yaitu 65. . indah.3.3. Hal itu terlihat dari kata sejuk. di antaranya DD. 4. misalnya kata-kata yang terletak pada dua kalimat terakhir. DEW.bersahabat. yakni sebanyak 21 siswa.. Pada siklus I. (karangan berjudul Pesona Alam di Pegunungan milik ARK) Kelemahan siswa pada kutipan karangan di atas terletak pada diksi yang monoton dan ketidaktepatan penggunaan kata. OYS. dan YEJ. dan beberapa kata lain yang digunakan berulang-ulang oleh ARK dalam karangannya. huruf kapital. sebagian besar siswa sudah dapat memperoleh skor 4 (baik). Tak mau ketinggalan juga suara burung yang bersahut-sahutan membuat suasana yang asri dan masih alam. Is. DW.1. dan imbuhan yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsi. RSy.

baik pada aspek isi. Langit biru yang memayungi gunung ini terlihat begitu segar. begitulah yang nampak dari Gunung ini. penulisan kata depan. Disekitarnya terlihat pohon-pohon cemara yang berwarna Hijau. Berikut contoh kelemahan siswa dalam subaspek ejaan terkait dengan kesalahan penggunaan tanda baca.3. Meski rata-rata kemampuan siswa dalam .kesalahan penggunaan tanda baca dan huruf kapital.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada setiap subaspek. Hal ini sudah dapat dilihat dari penulisan judul pada kata pegunungan yang seharusnya menggunakan huruf kapital di awal kata. di antaranya penggunaan tanda baca dan penulisan kata ulang.. .. maupun kebahasaan pada siklus II sudah baik. tetapi BVS menggunakan huruf kecil. dan awalan. Kesalahan-kesalahan lain juga dapat dilihat pada isi karangan. (karangan BVS) Kutipan karangan di atas menunjukkan kelemahan siswa dalam menggunakan ejaan. kesalahan penggunaan tanda baca yang terlalu sering dalam suatu karangan dapat mengganggu pemahaman makna. Disini terlihat Bukit2 kecil yang membentang luas. Indahnya Alam pegunungan Terlihat dari jauh warna Biru.2 dalam Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Gambar dan Imajinasi pada Siklus II Rata-rata kemampuan siswa kelas X. Sungai dengan air yg berwarna biru jernih mengaliri diantara Bebatuan Besar. terutama dalam penggunaan huruf kapital dan kata depan di.. Padahal. seakan mengelilingi Gunung yang menjulang tinggi itu. organisasi. huruf kapital.2 Kemampuan Siswa Kelas X. 4. Sebagian besar siswa juga kurang mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. Tampak banyak kesalahan penggunaan ejaan di dalam karangan BVS.

4. Pada subaspek ini. Berikut contoh kutipan karangan milik siswa yang isi karangannya sudah sesuai dengan gambar.08%.2.mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada keenam subaspek yang lain. kemampuan siswa dalam menyusun karangan yang sesuai dengan judul dan tujuan penulisan sangat baik.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mencapai 83. Judul yang dipilih siswa juga sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan sehingga mampu menggambarkan keseluruhan isi karangan. dengan didukung judul yang spesifik. RSs. dan 13 siswa memperoleh skor 5 (sangat baik). Seluruh siswa sudah mampu mengembangkan isi karangan sesuai dengan objek atau gambar. Seperti halnya pada siklus I. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 2 (kurang). RAL. EAW. yaitu AAS. seluruh karangan deskripsi siswa pada siklus II tidak ada yang mengandung pola pengembangan karangan narasi. dan YI. yaitu pantai.1 Kemampuan pada Aspek Isi 4. Panorama Pantai yang Indah . Pada subaspek kesesuaian pada siklus II. 19 siswa memperoleh skor 4 (baik). maupun 1 (sangat kurang). GA. Kelemahan siswa dalam menentukan judul juga tidak ditemukan pada siklus II.1.2. tetapi kelemahan siswa dalam aspek organisasi tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi.1 Kemampuan pada Subaspek Kesesuaian Pada siklus II. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya tujuh siswa.3. Rata-rata kemampuan siswa kelas X. FAS.3.

DEW. EAW. YBA. (karangan VAP) Dari kutipan karangan di atas.. OYS. dan Is. Ru.. Siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya sebanyak enam siswa. IPA. Tarian ombak yang gumulai seakan mengajak untuk mengikuti iramanya. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek kerincian. Enam orang siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) adalah BVS.1. Judul yang dipilih. Lambaian dahan pohon kelapa seakan mengajak kita untuk ikut menikmati indahnya pantai itu. yakni Panorama Pantai yang Indah. Indahnya Panorama Pantai (YA). dapat diketahui bahwa pada isi karangan milik VAP sangat sesuai dengan gambar yang harus dideskripsikan. Keelokan Pesisir Pantai (RAL). sudah spesifik sesuai objek yang dideskripsikan. yaitu “pantai”. Contoh judul karangan milik siswa lain di antaranya Keindahan di Pesisir Pantai (ARK). YEJ. Pantai Indah di Bawah Lindungan Langit Biru (DRS). DD.2 Kemampuan pada Subaspek Kerincian Seperti pada subaspek kesesuaian. sedangkan 10 siswa lain mampu memperoleh yakni 5 (sangat baik).2 SMA Negeri 1 Purwoharjo pada subaspek kerincian pada siklus II mencapai 82. kemampuan siswa dalam merinci objek yang harus dideskripsikan pada siklus II juga sangat baik. dan YA. Hamparan rerumputan yang hijau ditepian pantai bagaikan permadani yang terajut indah. yakni sebanyak 23 siswa. . sedangkan siswa yang mampu mendapatkan skor maksimal adalah DSM. Bagaikan surga yang tercipta didunia.2. Langit biru yang luas melambangkan keindahan tiada batas.Di keheningan pagi yang cerah terlihat pemandangan pantai yang begitu indah. Suasana Pantai yang Indah di Pagi Hari (Is). IAP. 4. pembaca sudah mampu membayangkan apa yang akan digambarkan dalam karangan. dan judul-judul lain yang juga sudah menunjukkan kesesuaian dan kespesifikan. LF. Di tepian pantai terlihat pasir putih seakan menikmati tarian ombak tiada henti.. Dengan membaca judulnya saja.05%. Kilauan Laut Biru dan Keindahan Pesisir Penentram Hati (FM). . FM. Rata-rata kemampuan siswa kelas X.3. FAS.

.3. Butir-butir pasir yang berkilau bagai intan permata menambah kesan indah pantai pagi itu. . Kaki langit begitu jelas terlihat karena tidak pulau menghalangi. 4.3 Kemampuan pada Subaspek Kreativitas Imajinasi Penilaian pada subaspek kreativitas imajinasi mengacu pada kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi kelima inderanya untuk menggambarkan objek. Berikut kutipan karangan yang menunjukkan bahwa siswa mampu merinci objek secara mendetail. Setiap ciri yang terdapat pada gambar atau objek disebutkan secara rinci oleh siswa. Ombak yang saling mengejar menghiasi beningnya air panas. Ketenangan suasana pantai diiringi belaian angin yang mesra membawa aroma khas pantai. Seperti pada siklus .. Sungguh indah pemandangan pantai pemandangan pantai pagi itu. tampak bahwa objek pantai digambarkan AFM dengan rinci atau mendetail. Suara ombak yang bergemuruh terdengar menghibur hati.1.Pada siklus II. Sejauh mata memandang hanya laut yang terlihat. Hembusan angin sepoi-sepoi melambaikan daun kelapa yang hijau. (karangan AFM) Dari kutipan karangan di atas. sebagian besar siswa sudah mampu menuliskan hasil pengamatan terhadap gambar secara rinci dan mendetail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakan sendiri apa yang ditulis penulisnya. Panorama Pantai di Pagi Hari Menatap pantai di pagi hari sungguh menyenangkan. Laut biru yang membentang terlihat begitu indah.. Setiap ciri yang menunjukkan panorama pantai di pagi hari disebutkan secara rinci oleh siswa sehingga pembaca lebih mudah memahami objek yang dideskripsikan dan dapat merasakan apa yang dirasakan penulisnya.2.

15%. 4. juga sebanyak 16 siswa. Mereka mampu menggambarkan objek pantai berdasarkan imajinasi kelima indera sehingga pembaca seolah-olah merasakan apa yang dirasakan penulisnya dengan melihat. Mereka kesulitan dalam mengembangkan imajinasi penciuman dan pencecapan. Pada subaspek ini. yakni mencapai 84.62%. EAW. Rata-rata ketujuh siswa tersebut mengimajinasikan gambar berdasarkan pengamatan indera penglihatan.2. masih ada siswa yang . mecium. Ketujuh siswa tersebut adalah CDS. 16 siswa lain sudah mampu mengembangkan imajinasi empat indera. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi pada siklus II merupakan rata-rata siswa yang paling tinggi dibandingkan dengan keenam subaspek lainnya. mendengar. pendengaran. PAS. Bahkan. Pada siklus II. Tetapi. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi sangat baik. Rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi pada siklus II mencapai 66. tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek kreativitas imajinasi. siswa yang dapat memperoleh skor 5 (baik sekali) karena berhasil mengembangkan imajinasi kelima indera mereka sesuai dengan objek yang harus dideskripsikan. mencecap. DW. dan meraba sendiri setiap detail penggambaran objeknya. hanya tujuh siswa mengembangkan imajinasi tiga indera mereka sehingga memperoleh skor 3 (cukup). Pada aspek organisasi pada siklus II. Namun.3. DFD. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang). sehingga memperoleh skor 4 (baik).I.2 Kemampuan pada Aspek Organisasi Meski rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan pada siklus II merupakan rata-rata yang paling rendah jika dibandingkan dengan keenam subaspek yang lain. IFB. tetapi rata-rata siswa dalam mengorganisasikan karangan sudah baik. dan perabaan. dan YLH.

Desau angin yang sepoi-sepoi memberikan kedamaian di hati. Pada siklus II. Berikut kutipan karangan deskripsi siswa yang memperoleh skor kurang. yaitu AFM. Indahnya Pesisir Pantai Menatap langit biru di pesisir pantai memang suatu hal yang sangat mengasyikkan. Langit biru yang membentang seakan menyelimuti pantai dari terpaan hujan. sehingga ada . Laut yang luas tanpa batas disertai desir ombak yang menggulung-gulung semakin menambah indah suasana. meski keterkaitannya masih kurang. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada aspek organisasi. dan YI. Betapa indahnya pemandangan pesisir pantai itu. VW. dan yang memperoleh skor 3 (cukup) sebanyak 20 siswa. dan RAD.. Lima siswa tersebut adalah DFD.memperoleh skor 2 (kurang). (karangan RN) Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa karangan RN cukup menunjukkan organisasi yang baik dalam karangan deskripsinya.. GA. Siswa yang memperoleh skor 4 (baik) sebanyak 11 siswa. meski hanya tiga siswa. tetapi RN telah menggunakan alat kohesi dengan tepat dalam setiap paragrafnya.. RN berusaha menyajikan adanya kalimat utama dan kalimat penjelas dari hal yang umum ke hal yang khusus. DW. yakni sebanyak lima siswa. Is. Pohon nyiur yang melambai-lambai seolah memanggil para pengunjung untuk menikmatai keindahan pantai itu. Asinnya air laut serasa hilang termakan oleh indahnya pantai. Meski gagasan yang seharusnya terdapat dalam satu paragraf disusun dalam paragraf yang lain. . Halusnya pasir di pesisir pantai menjadi alas bagi para penikmat keindahan. Terjalnya batu karang di pinggir pantai menjadi saksi betapa indahnya pantai itu. Ditambah lagi keindahan pesisir pantai yang dapat menghibur hati yang sedang lara.

dan YLH. variasi kalimat yang disusun siswa juga cukup.3. yakni sebanyak 29 siswa. Siswa yang melakukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat seperti yang ditemukan pada siklus I sudah berkurang pada silkus II. memperoleh skor 3 (cukup). RSs.95%. LF.2.3 Kemampuan pada Aspek Kebahasaan 4. siswa mampu menggunakan kalimat sederhana. yakni minimal mengandung unsur SubjekPredikat (S-P). Pada siklus II. FAS.2. kemampuan siswa pada subaspek kalimat pada siklus II sudah baik. disertai dengan beberapa kalimat kompleks. Dari kejahuan terlihat pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh di tepi .keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. meski hanya tiga siswa. CDS. yaitu DW. Tujuh siswa lain. sudah ada siswa yang memperoleh skor 5 (sangat baik) pada subaspek kalimat. RAL.3. Pada subaspek kalimat pada siklus II. Pada siklus II. Contoh kalimat siswa tersebut terletak pada kutipan karangan berikut. Keindahan pemandangan pesisir pantai tampak begitu menawan. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. dan DSM. Sebagian besar siswa sudah mampu menyusun kalimat berdasarkan pedoman kalimat yang benar. misalnya dengan menggunakan alat kohesi itu 4. Rata-rata kalimat yang disusun siswa sudah efektif dan tidak menimbulkan kerancuan makna. OYS. sudah tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang). Menikmati keindahan di pesisir pantai memang menyenangkan. Ketiga siswa tersebut adalah AS. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat mencapai 77. Selain itu.3.1 Kemampuan pada Subaspek Tata Bahasa Berbeda dengan siklus I. Dalam satu paragraf.

Diksi yang digunakan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II sudah cukup bervariasi. meski hanya dua siswa... memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek diksi. tidak ada siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun 2 (kurang) pada subaspek ini.. (karangan berjudul Keindahan Pesisir Pantai Solusi Stres milik YI) 4.. . sudah ada siswa yang mampu memperoleh skor 5 (sangat baik). Di bawah langit biru yang luas menyelimuti alam raya tampak nyiur hijau melambai-lambai seolah mengajak siapa saja untuk mendekat menikmati pesona pantai. . akan tampak rumputrumput hijau yang bergoyang mengikuti tiupan angin. Semakin dekat kita menitihkan langkah.. Selain itu.2.3. Perbendaharaan kata yang digunakan siswa cukup luas sehingga siswa jarang menggunakan diksi yang monoton dan beulang-ulang. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi pada siklus II mampu mencapai 72.82%. Pada siklus II. yaitu DD dan DSM. penggunaan diksi siswa juga sudah tepat sehingga tidak mengganggu pemahaman makna. Sebagian besar siswa.2 Kemampuan pada Subaspek Diksi Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada siklus II pada subaspek diksi juga sudah baik. Pada subaspek ini.3. yakni sebanyak 21 siswa.pantai. Sejauh mata memandang tampak air laut yang biru dan berkilau. Barisan batu karang yang terjal mengelilingi pohon kelapa menjadi tempat yang nyaman untuk menatap luasnya samudra yang seolah tak berujung.. Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada aspek diksi. Hamparan pasir putih bak ladang kapas menyambut kedatangan kita. sedangkan 16 siswa lain memperoleh skor 3 (cukup). (karangan berjudul Pantai Sejuta Kenangan milik DSM) . Daun-daunnya melambai-lambai dan terdengar gemersik karena tertiup angin pantai yang semilir.

FL. Diksi yang digunakan dalam karangan DSM sangat bervariasi dan jarang terjadi pengulangan kata. Panorama Alam Pantai .3. diksi pada karangan DSM juga digunakan secara tepat sehingga tidak mengaburkan makna.Dari kutipan karangan di atas. kata depan. terkait dengan penulisan kata. Selain itu. dan YLH. Bahkan. Bahkan. sedikit sekali ditemukan kesalahan penggunaan ejaan. tampak bahwa perbendaharaan kata DSM sangat luas. yakni AAS. DEW.3. AS. CDS. imbuhan. Enam siswa tersebut antara lain AFM. serta menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai dengan EYD dalam karangan deskripsinya. rata-rata kemampuan siswa mencapai 82. Sebagian besar siswa memperoleh skor 4 (baik) pada subaspek ini. kesalahan siswa yang sering ditemukan pada subaspek ejaan pada siklus I sudah jarang ditemukan. Rata-rata siswa juga sudah mampu membedakan penulisan kata depan dengan awalan. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II. siswa yang memperoleh skor 3 (cukup) hanya satu siswa. yakni sebanyak 32 siswa. sedangkan enam siswa yang lain mampu meperoleh skor 5 (sangat baik). Pada siklus II. Tidak ada satupun siswa yang memperoleh skor 1 (sangat kurang) maupun skor 2 (kurang). Berikut kutipan karangan siswa yang menunjukkan kemampuan siswa pada subaspek ejaan. dalam setiap karangan deskripsi siswa. 4.56%. serta penggunaan huruf kapital dan tanda baca.2.3 Kemampuan pada Subaspek Ejaan Pada subaspek ejaan pada siklus II. kemampuan siswa dalam menyusun karangan deskripsi dengan ejaan yang sesuai dengan EYD sangat baik. Pada siklus II. kata depan. dan imbuhan. rata-rata siswa sudah mampu menuliskan kata.

Hal ini dapat dilihat dari minimnya kesalahan penggunaan ejaan pada karangan deskripsi siswa yang lain. kata depan di. Di bawah hamparan langit biru yang luas terlihat perahu-perahu nelayan sedang mencari ikan. Hamparan pasir putih dan karang-karang seakan menyejukkan jiwa.. (karangan AS) Kutipan karangan di atas menunjukkan bahwa AS mampu menggunakan ejaan dengan tepat.Tampak dari kejahuan langit biru di atas lautan yang luas. Sebagian besar siswa kelas X. AS tidak lagi mengalami kesulitan. serta penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Begitu juga dalam penulisan kata ulang. Ombak yang menggulung terlihat begitu indah. . Setiap kata dalam karangannya dituliskan dengan tepat sesuai dengan EYD. Dalam karangan deskripsi AS tidak ditemukan sama sekali kesalahan penggunaan ejaan. Pohon-pohon kelapa yang tertiup angin terasa mengisi kesunyian di pantai itu.. .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang lain juga sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menggunakan ejaan yang tepat sesuai dengan EYD.. Alunan ombak dan hembusan angin yang mengenai dedaunan terasa menghidupkan suasana. Bau bangkai ikan dan rasa asin air laut seakan menjadi hal biasa. Suara burung-burung yang berkicau terdengar menghibur hati.

5. pendekatan. metode. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto. dkk. atau teknik yang berbeda dari biasanya. (2007:11) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara. Dalam penelitian ini. pada bab V ini disajikan pembahasan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.1 Temuan Proses Pembelajaran Penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi.BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan paparan data pada Bab IV. yang meliputi (1) temuan proses pembelajaran dan (2) temuan hasil penelitian. peneliti menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi untuk .

Kegiatan menulis menjadi milik siswa seutuhnya sehingga siswa menjadi lebih aktif dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran.meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan tema keindahan alam. Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi dilaksanakan dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun pada tahap perencanaan. Dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. dan mampu menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran. guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan menulis. .

2007:74) bahwa penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. (3) tahap merevisi. yakni siklus I dan siklus II. kegiatan siswa difokuskan pada upaya pemublikasian hasil karangan deskripsi siswa dengan membacakannya di depan kelas dan menempelkannya di dinding kelas agar siswa mengetahui manfaat kegiatan penulisan yang dilaksanakan. (3) tahap penyuntingan dan revisi. Penentuan empat tahap dalam penelitian ini mengacu pada pernyataan Suhardjono (dalam Arikunto. penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. (2) tahap penulisan. yakni (1) perencanaan tindakan. (2) pelaksanaan tindakan. (2) tahap pembuatan draf. Tindakan yang diberikan adalah penggunaan “gambar” dan “imajinasi” dalam . dan (4) tahap publikasi. Sesuai dengan rencana. dengan empat tahap pada masing-masing siklusnya. penelitian dilanjutkan pada empat tahap berikutnya. Pada tahap prapenulisan. Penentuan tahap proses menulis siswa dalam penelitian ini didasarkan pada pendapat Tompkins (dalam Kurniawan.. (4) tahap menyunting. kegiatan siswa difokuskan pada kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan agar karangan awalnya menjadi lebih baik dengan mengacu pada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. kegiatan siswa difokuskan pada pengumpulan bahan untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan ide pada tahap penulisan. Pada tahap publikasi.Proses menulis karangan deskripsi siswa terdiri dari empat tahap. dan (4) refleksi. yaitu (1) tahap prapenulisan. Pada tahap penyuntingan dan revisi. Pada tahap penulisan. mulai dari tahap perencanaan hingga refleksi. dan (5) tahap berbagi (sharing) atau publikasi. kegiatan siswa difokuskan pada pengembangan bahan yang telah diperoleh pada tahap prapenulisan. yakni (1) tahap pramenulis. (3) observasi atau pengamatan. dkk. 2007:3) yang menyajikan lima tahap dalam proses menulis. Maka setelah diketahui masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan.

Kemampuan . Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan tindakan. (2) penulisan. Siswa sudah mampu mengembangkan karangan deskripsi dengan kesesuaian. yakni (1) prapenulisan. (2) Siswa lebih memahami tentang konsep dan wujud karangan deskripsi. Tindakan siklus I dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada saat studi pendahuluan. beberapa kelebihan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. (3) Dari proses menulis yang dilaksanakan. Hal ini diketahui dari hasil karangan deskripsi seluruh siswa yang sudah tidak mengandung pola pengembangan karangan narasi.pembelajaran menulis deskripsi agar kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dibandingkan dengan kemampuan sebelum diberi tindakan. tetapi lebih pada proses kreatif siswa untuk menciptakan pemahaman sendiri berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga siswa lebih memahami dan menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. dan (4) publikasi. terutama pada aspek isi dan kebahasaan. (3) penyuntingan dan revisi. Siswa tidak lagi bingung untuk membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan narasi. dan kreativitas imajinasi yang baik. kerincian. siswa dapat memahami tahapan yang perlu dilakukan dalam menghasilkan sebuah karangan agar karangan yang dihasilkan menjadi lebih baik. (4) Siswa lebih memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. (1) Pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi tidak hanya berpusat pada guru. sedangkan tindakan siklus II dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan pada siklus I.

baik dalam menyusun kalimat. Langkah-langkah pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini didasarkan pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. Namun. (1) Pendahuluan . Langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah sebagai berikut. dan digabungkan dengan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II. ataupun ejaan. peneliti menemukan langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa.siswa pada aspek kebahasaan juga baik. (5) Siswa sudah mampu mengembangkan imajinasi kelima inderanya ke dalam tabel hasil imajinasi indera sehingga dapat menyusun karangan deskripsi dengan disertai opini atau kesan terhadap objek yang dideskripsikan berdasarkan imajinasi kelima inderanya. Kekurangan yang ditemukan selama proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi adalah kelemahan siswa dalam menyusun organisasi yang baik dalam karangan. Rata-rata kemampuan siswa dalam mengorganisasikan karangan paling rendah jika dibandingkan dengan kemampuan pada aspek yang lain. Siswa kurang mampu menyusun gagasan secara runtut dan terkait dalam karangan deskripsinya. kelemahan siswa dalam mengorganisasikan karangan tidak mempengaruhi ketercapaian keberhasilan mereka dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi tindakan yang diberikan dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. menggunakan diksi.

guru memberikan karangan tanpa judul kepada siswa. (d) Guru menjelaskan makna masing masing kolom pada tabel hasil imajinasi indera dengan memberikan pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. organisasi. (f) Guru menjelaskan cara menentukan judul dan kriteria judul yang baik dalam karangan. Sebagai latihan.(a) Guru membangun pemahaman siswa tentang tulisan deskripsi dan macammacamnya. (e) Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi. penulisan. kemudian siswa diajak untuk menentukan judul dari karangan tersebut. hingga publikasi. (b) Guru menyajikan contoh pengembangan karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk membangun pemahaman siswa terkait langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. baik dari aspek isi. sekaligus manfaat masing-masing langkah. Pertanyaan panduan yang diberikan guru mengacu pada judul kolom pada tabel hasil imajinasi indera yang digunakan dalam menulis karangan deskripsi. dengan menyajikan beberapa contoh agar siswa mengetahui macam-macam karangan deskripsi dan dapat membedakan antara karangan deskripsi dengan karangan yang lainnya. maupun kebahasaan agar siswa dapat menulis karangan deskripsi dengan baik. (c) Guru menguatkan pemahaman siswa dengan menjelaskan langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi mulai dari tahap prapenulisan. penyuntingan dan revisi. dan .

(Tahap Penulisan) (e) Guru membangun pemahaman siswa terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penyuntingan dan revisi dengan memberikan contoh karangan yang terdapat banyak kesalahan pada siswa. (2) Inti (a) Guru memberikan tema kepada siswa. Guru membagikan gambar sesuai dengan tema dan tabel hasil imajinasi indera kepada siswa. . dan mengajak siswa untuk belajar menyunting dan merevisi karangan tersebut dengan memperhatikan aspek isi.menuliskannya di depan kelas untuk menerima balikan dari guru sesuai dengan syarat penentuan judul yang baik. (b) Guru membimbing siswa untuk menentukan judul karangan sesuai dengan topik (objek) dan tujuan penulisan. (Tahap Prapenulisan) (d) Guru membimbing siswa untuk mengembangkan karangan deskripsi berdasarkan hasil pengisian tabel hasil imajinasi indera dengan memperhatikan syarat penulisan karangan deskripsi yang baik. Judul dapat diperbaiki di akhir penulisan karangan (pada tahap revisi) dengan menyesuaikannya dengan isi karangan. organisasi. dan kebahasaannya. Pemilihan gambar didasarkan pada lingkungan terdekat siswa. (c) Guru membimbing siswa untuk mengamati gambar dan mengisi tabel hasil imajinasi indera berdasarkan hasil pengamatan terhadap gambar menggunakan kelima indera.

(f) Guru meminta salah satu siswa untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Siswa yang lain bersama guru mengomentari karangan deskripsi yang dibacakan siswa di depan kelas, terkait dengan hasil karangan dan cara pembacaannya. (g) Guru membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan penyuntingan dan revisi. Kegiatan penyuntingan dilaksanakan dengan menukarkan hasil karangan siswa dengan siswa lainnya. Setiap siswa mengoreksi dan memberikan komentar terhadap hasil karangan teman, baik dari segi isi, organisasi, maupun kebahasaannya. Setelah setiap karangan dikoreksi dan dikomentari, masing-masing karangan dikembalikan pada pemiliknya, kemudian direvisi berdasarkan koreksi dan komentar atau saran perbaikan dari teman. (Tahap Penyuntingan dan Revisi) (h) Guru juga membimbing siswa untuk melaksanakan kegiatan publikasi dengan membacakan hasil karangan deskripsinya di depan kelas dan menempelkannya di dinding atau di mading kelas. (Tahap Publikasi) (3) Penutup (a) Guru bersama siswa melakukan refleksi proses pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. (b) Guru membimbing siswa untuk mengingat dan menyimpulkan keseluruhan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. (c) Guru menanyakan kepada siswa tentang kesulitan yang mereka alami dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi yang telah dilaksanakan. 5.2 Temuan Hasil Penelitian

Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi diukur dari pencapaian nilai siswa berdasarkan standar keberhasilan yang telah ditetapkan. Siswa dikatakan berhasil atau mampu menulis karangan deskrispsi apabila rata-rata nilai yang diperoleh siswa dapat mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pedoman tingkat keberhasilan siswa disusun oleh peneliti bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan mengacu pada rujukan yang ada, dan disesuaikan dengan standar ketuntasan minimal (SKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Berikut pedoman tingkat keberhasilan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Tabel 5.1 Pedoman Tingkat Keberhasilan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi
Pencapaian (%) Kualifikasi Angka Kategori Nilai Huruf Tingkat Keberhasilan

80−100 65−79 56−64 40−55 20−39

5 4 3 2 1

A B C D E

Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berhasil Berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil Tidak berhasil

(Sumber: diadaptasi dari Arikunto, 2003:245)

Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap karangan deskripsi siswa, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. Jika pada tahap pretes (sebelum diberi tindakan) rata-rata kemampuan awal siswa dalam

menulis karangan deskripsi hanya mencapai 45,79%, rata-rata kemampuan siswa setelah diberi tindakan siklus I mampu mencapai 64,40%. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18,61% setelah diberi tindakan siklus I. Namun, meski sudah mengalami peningkatan, rata-rata kemampuan siswa pada siklus I masih belum mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan, seperti halnya rata-rata kemampuan siswa pada tahap pretes. Permasalahan yang dihadapi pada siklus I terletak pada kelemahan siswa dalam membuat organisasi yang baik, menyusun kalimat, dan menggunakan diksi dalam karangan deskripsinya. Oleh karena itu, diupayakan perbaikan tindakan pada siklus II untuk mengatasi permasalahan pada siklus I, yakni dengan pemilihan gambar pantai, pengubahan tabel hasil imajinasi indera, penggunaan bagan untuk memberikan penjelasan tentang langkah-langkah dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi, dan pemberian pertanyaan panduan untuk memudahkan siswa dalam mengisi tabel hasil imajinasi indera. Siswa juga diberikan tambahan materi terkait dengan perumusan judul, penyusunan kalimat, dan penyusunan organisasi dalam karangan. Dengan perbaikan tindakan yang diberikan, rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,06% sehingga mencapai 78,46%. Peningkatan kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut. Tabel 5.2 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II
Hasil Evaluasi Pretes Persentase (%) Siklus I Siklus II

Pada tahap pretes. jumlah siswa yang berhasil dalam menulis karangan deskripsi pada siklus I sudah mengalami peningkatan yang cukup tinggi. diksi. pada tahap pretes. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali) pada siklus II adalah 19 siswa. 46.15% siswa sudah mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. kerincian. yakni 65%.02%.13% siswa dari jumlah siswa keseluruhan yang berhasil mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. Pada siklus II.40 78. tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). meski hanya satu siswa.Rata-rata Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa dalam Satu Kelas 45.85% . Dari jumlah siswa keseluruhan. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B ( baik) pada siklus I sebanyak 17 siswa. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi. hanya 5. (2) aspek organisasi. Siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) hanya dua siswa. Pedoman penilaian ini mengacu pada panduan .79 64. dan (3) aspek kebahasaan yang meliputi subaspek kalimat. yakni sebesar 53. Pada siklus I. dan ejaan. 143 sudah ada siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi A (baik sekali). 100% siswa dari jumlah siswa keseluruhan mampu mencapai standar keberhasilan yang ditetapkan. sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kualifikasi B (baik) sebanyak 20 siswa.46 Berdasarkan hasil penilaian karangan deskripsi siswa. yakni sebesar 41. Peningkatan yang sangat pesat terjadi setelah dilaksanakannya tindakan siklus II. Penilaian yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dilihat dari tiga aspek. dan kreativitas imajinasi. yakni (1) aspek isi yang meliputi subaspek kesesuaian.

Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. Dari ketiga subaspek pada aspek isi. yakni subaspek (1) kesesuaian. (2) kerincian. Dari hasil penilaian karangan deskripsi siswa. Tabel 5. dan (3) kreativitas imajinasi. yang sudah diadaptasi oleh peneliti. kosa kata.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada setiap aspek.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek isi dapat dilihat pada tabel 5. setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I dan siklus II. yang menunjukkan bahwa komponen yang dinilai dalam karangan di antaranya pengembangan topik.3 berikut. 38―39).penyekoran atau penilaian karangan menurut Basuki (1997. dan ejaan dan tanda baca. kemampuan siswa meningkat pada setiap subaspeknya. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 1) Peningkatan pada Aspek Isi Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek isi dilihat dari tiga subaspek. Peningkatan rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada setiap aspek adalah sebagai berikut. tata bahasa. organisasi. dapat diketahui adanya peningkatan ratarata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.3 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Isi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Siklus I Siklus II .

Pada tahap pretes.64%. Jadi.02% sehingga mampu mencapai 65. Pada siklus II. setelah diberi tindakan pada siklus II.46%.05 84.46 40 65. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 21.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.62%. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 17.64 71.08 82.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 38. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.3. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.62 58.87 83.Isi Kesesuaian Kerincian Kreativitas Imajinasi 44. kemampuan siswa pada subaspek kerincian hanya mencapai 58.46% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.62 Berdasarkan tabel 5. Pada tahap pretes. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kesesuaian hanya mencapai 44. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian kembali mengalami peningkatan dari siklus I.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.79 74.08%. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.44% dari siklus I sehingga mampu mencapai 83. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan .

Pada tahap pretes.33% sehingga mampu mencapai 71.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kreativitas imajinasi 2) Peningkatan pada Aspek Organisasi Kemampuan siswa kelas X.79%. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 34. Rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.87% sehingga mampu mencapai 74.sebesar 13. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada aspek isi.59% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian dan kerincian.4 berikut. Jadi. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.87%. Pada siklus II. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi hanya mencapai 40%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi dapat dilihat pada tabel 5. mengalami peningkatan sebesar 44.26% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. kemampuan siswa pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 10. setelah diberi tindakan pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek organisasi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kerincian juga mengalami peningkatan dari siklus I.05%.62% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kerincian mengalami peningkatan sebesar 23. Seperti .

pada aspek organisasi. rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi juga mengalami peningkatan dari siklus I.90%. kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 5.13% sehingga mampu mencapai 55.75% dari siklus I sehingga mampu mencapai 84. kemampuan siswa pada subaspek organisasi hanya mencapai 50. Jadi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.4 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Organisasi Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Organisasi Organisasi 50.4.62%. setelah diberi tindakan pada siklus II. baik pada siklus I maupun siklus II.15%.77 Siklus I 55.15 Berdasarkan tabel 5. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek organisasi juga mengalami peningkatan dari siklus I. kemampuan siswa pada subaspek kreativitas imajinasi mengalami peningkatan sebesar 9. Pada tahap pretes.halnya pada subaspek kesesuaian dan kerincian. Pada siklus II. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.90 Siklus II 66. Tabel 5. Pada siklus II.77%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. setelah diberi tindakan pada siklus II.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan sebesar 15. 3) Peningkatan pada Aspek Kebahasaan . kemampuan siswa pada subaspek organisasi mengalami peningkatan sebesar 10.25% dari siklus I sehingga mampu mencapai 66.

67%. dari ketiga subaspek pada aspek kebahasaan. kemampuan siswa juga meningkat pada setiap subaspeknya. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. Pada siklus II. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.44 42. Tabel 5. Peningkatan rata-rata kemampuan siswa kelas X.56 Siklus I 57. yakni subaspek (1) kalimat.56 Berdasarkan tabel 5.82 82. kemampuan siswa pada subaspek kesesuaian mengalami peningkatan sebesar 13.95 58. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek kalimat kembali mengalami peningkatan dari siklus I. kemampuan siswa . Seperti halnya pada aspek isi. diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.28% sehingga mampu mencapai 57. Pada tahap pretes.97 65.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi pada aspek kebahasaan dapat dilihat pada tabel 5.67 37. dan (3) ejaan.5 berikut. setelah diberi tindakan pada siklus II.5 Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Deskripsi pada Aspek Kebahasaan Sebelum dan Setelah Diberi Tindakan Siklus I dan Siklus II Aspek Subaspek Rata-Rata Kemampuan Siswa (%) Pretes Kebahasaan Kalimat Diksi Ejaan 46. (2) diksi.95%.Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada aspek kebahasaan dilihat dari tiga subaspek.95 72.64 Siklus II 77. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa pada subaspek kalimat hanya mencapai 44.5.

Pada tahap pretes. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Seperti halnya pada subaspek kalimat dan diksi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.64%.38% setelah menggunakan gambar dan imajinasi.82%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 35.97%. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.44%. Pada tahap pretes. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 23.53% sehingga mampu mencapai 58. Namun setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I. Jadi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.08% sehingga mampu mencapai 65. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.95%.85% dari siklus I sehingga mampu mencapai 72. setelah diberi tindakan pada siklus II. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek ejaan juga mengalami peningkatan dari siklus I.56%. Rata-rata kemampuan siswa pada subaspek diksi juga mengalami peningkatan dari siklus I. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 13. kemampuan siswa pada subaspek ejaan hanya mencapai 42. Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Pada siklus II. . kemampuan siswa pada subaspek diksi hanya mencapai 37. Jadi.pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 20% dari siklus I sehingga mampu mencapai 77.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek kalimat mengalami peningkatan sebesar 31.28% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. kemampuan siswa pada subaspek diksi mengalami peningkatan sebesar 21.

yakni aspek isi. siswa dapat lebih mudah dalam menemukan ide atau bahan tulisan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karangan deskripsi. 1997:13).setelah diberi tindakan pada siklus II. Hasil penelitian ini mendukung pendapat Nurhaeni (1997:17) yang menyatakan bahwa gambar merupakan suatu media untuk merangsang kebutuhan yang tinggi terhadap pengungkapan suatu masalah dengan kemampuan bahasa yang terbatas. imajinasi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi. Berdasarkan paparan di atas. dan kebahasaan.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi pada siklus I maupun siklus II. siswa menjadi lebih kreatif . Pada siklus II. yakni berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca (Gunawan. Dengan imajinasi. kemampuan siswa pada subaspek ejaan mengalami peningkatan sebesar 16. Selain gambar. kemampuan siswa kelas X. Dengan menggunakan gambar. Peningkatan pada subaspek ejaan merupakan peningkatan yang paling besar pada aspek kebahasaan.56%.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada subaspek ejaan mampu mengalami peningkatan sebesar 40%.92% dari siklus I sehingga mampu mencapai 82. Hasil penilaian karangan deskripsi siswa kelas X. jika dibandingkan dengan subaspek kalimat dan diksi. Setelah menggunakan gambar dan imajinasi. organisasi. dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar dan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi pada setiap aspek. Penggunaan imajinasi dalam proses menulis karangan deskripsi dapat memperkaya ide sehingga siswa mampu mengembangkan karangan deskripsi yang lebih hidup dan dapat diimajinasikan dengan kelima indera. Penggunaan imajinasi sesuai dengan tujuan penulisan karangan deskripsi dalam penelitian ini.

hanya bahasa yang berimajinasilah yang sanggup “memperkaya” realitas. Menurut Ricoeur. Hal ini sesuai dengan pendapat Ricoeur (dalam Tedjoworo. Juga pendapat DePorter & Hernacki (2002:191) yang menyatakan bahwa dengan imajinasi. dan mendekatkan pengetahuan pada kekayaan realitas itu sendiri. dapat mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menakjubkan. . dengan teknik “mengubah bukan memberitahukan (Show Not Tell)”.dalam mengembangkan karangan deskripsi. 2001:55) yang menyatakan bahwa imajinasi mendorong kreativitas dalam bahasa.

rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 18. rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 14.46%.67% dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal yang disyaratkan.BAB VI PENUTUP Pada Bab VI ini dipaparkan simpulan dan saran yang berhubungan dengan penelitian peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada Bab IV dan dibahas pada Bab V. dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan gambar dan imajinasi.61% dari tahap pretes yang hanya mencapai 45. 6. Setelah diberi tindakan dengan menggunakan gambar dan imajinasi pada siklus I.79% sehingga pada siklus I mampu mencapai 64. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Pada siklus II.06% dari siklus I sehingga mampu mencapai 78. setelah menggunakan gambar dan imajinasi. .40%. dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan sebesar 32.

dengan simpulan sebagai berikut.Peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. .2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi setelah menggunakan gambar dan imajinasi juga dapat dilihat pada setiap aspeknya.

46% pada subaspek kesesuaian. 35. guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peneliti selanjutnya disarankan sebagai berikut. 2) Berdasarkan studi pendahuluan. guru Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa untuk .62% pada subaspek kreativitas imajinasi.28% pada subaspek kalimat. 1) Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan gambar dan imajinasi dalam pembelajaran menulis deskripsi.59% pada subaspek kerincian. (3) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X. Oleh karena itu. dan 44.2 Saran Berdasarkan simpulan di atas. dan 40% pada subaspek ejaan. kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi mengalami peningkatan dan mampu mencapai standar ketuntasan minimal 65% setelah menggunakan gambar dan imajinasi. dengan peningkatan sebesar 31. 6. ditemukan bahwa guru Bahasa Indonesia hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan langsung memberikan tugas menulis kepada siswa. dengan peningkatan sebesar 15.(1) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.38% pada subaspek diksi.38%. dengan peningkatan sebesar 38. (2) Kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek isi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek organisasi mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. karena berdasarkan hasil penelitian.2 SMA Negeri 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi pada aspek kebahasaan mengalami peningkatan setelah menggunakan gambar dan imajinasi. 23.

3) Guru Bahasa Indonesia disarankan untuk membimbing siswa melakukan tahapantahapan dalam menghasilkan sebuah karangan dalam setiap pembelajaran menulis. penyuntingan dan revisi. sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi. . sebagaimana langkah-langkah pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan gambar dan imajinasi.melaksanakan aktivitas belajar dan menciptakan pemahaman sendiri terhadap kompetensi yang akan dicapai. yakni tahap prapenulisan. dan publikasi. penulisan. 4) Peneliti lanjutan disarankan untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan gambar dan imajinasi untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan menulis yang lain.

Suharsimi. Basuki. dkk. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Arsyad. Azhar. Arikunto. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Ahmadi. Jakarta: Bumi Aksara. 2007. Wacana Bahasa Indonesia. & Ridwan. Jakarta: Bumi Aksara. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. M. Akhadiah. Penggunaan Media Gambar dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas I MTs YKUI Maskumambang Dukun-Gresik Tahun Pelajaran 2002/2003. Penelitian Tindakan Kelas.H.. 2001. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Suhardjono & Supardi. 2003. Mukhsin. Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia. 1988. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Malang: Depdiknas Universitas Negeri Malang. Media Pengajaran. S. S. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. 1980/1981. Skripsi tidak diterbitkan.G. 1997. M. Suharsimi... Arikunto.DAFTAR RUJUKAN Ahmadi. S. . 1995. 2002. Arsjad. Imam Agus. Alyunusia. 2002. Rohmah. Malang: P3T IKIP Malang.

Terjemah oleh Alwiyah Abdurrahman. M. Jakarta: Gramedia. Cara Menulis Kreatif. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 1992. dkk. Jakarta: Erlangga.S. Yogyakarta: Andi. Fachruddin Ambo. 2006. DePorter. 1997. 2002. Dawud. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Standar Isi (Keputusan Menteri No. Gunawan. Kadir. Bandung: Kaifa. Kurniawan. 3 (1): 59–69. Terampil Mengarang. 2005 (4) :19–23. 2007. 24 Tahun 2006) Badan Standar Nasional Pendidikan. Model Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Lanjut. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Agama dengan Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Kuis Tim Kelas VIB MI Diniyah Puteri Padang Panjang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2005/2006. 2003. Jakarta: BSNP. Jakarta: Erlangga. Jabrohim. Gie.Yogyakarta: Andi. The Liang. Enre. 2004.dkk. 1983. 2005. R. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. (Online). Dari KBK ke Inovasi: Menembus Kemandegan Pendidikan Kita. Untuk SMU dan Umum. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Junus. 22. Perencanaan Pengajaran. 1988. Hasnun. Abdul. Khaerudin. Umar. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas X. 2003. 2006. 23. S. Jakarta: Depdikbud & Rineka Cipta. Belajar Mengarang: Dari Narasi hingga Argumentasi. Ibrahim. dkk. 2006. . Jakarta: Depdikbud. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. & Hernacki. Dari Peristiwa ke Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia.BSNP. & Nana. 2002. B. Dalvi. Anwar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nurhadi. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Media Pengajaran.ktiguru. Malang: Elang Mas. Musbar. N. Suhaidi. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. B. Rancangan Pembelajaran Teori dan Praktik. Menulis Tertib dan Sistematik. diakses tanggal 12 November 2007). 2007. . Keterampilan Menulis dan Pengajarannya. Sudjana. Sumber Belajar: Kajian Teori dan Aplikasi. Punaji. 3 (1): 49–58. A. 2006. & Rivai. 2001. 2005 (4): 2–3. diakses tanggal 12 November 2007). 2004. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. 1993. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. 1997. & Senduk. Arifin.G.. Hubungan Hasil belajar Matematika dengan Penguasaan Kompetensi Gambar Bukaan/Bentangan pada Siswa Kelas II Teknik Pembentukan SMK Karya Padang Panjang. Penelitian Tindakan Kelas Bagian I (Online). Jos Daniel. Nurchasanah & Widodo. Malang: Bayumedia Publishing.doc. Nurhaeni. Jurnal Guru: Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. & Martutik.org/index. 2006. Fungsi Gambar dalam Pengajaran Bahasa Asing. B.Ialf. Setyosari. Suwarsih. Madya.Edu/Kipbipa/Papers/KhaerudinKurniawan. Parera.(Http://Www. Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. A. A. 1993. 4(4): 15–21. 2005. Pembelajaran Partisipatif. Yasin. Malang: UM Press. Nani. 2005.B.. (http://www. Mohammad R. Jakarta: Erlangga. 157 Rani.php/ptk/ptk-1.

(Online). Winkel. Budi. Jakarta: Grasindo. Imaji dan Imajinasi: Suatu Telaah Filsafat Postmodern. 2005.ditplb. (http://www. W. 2005.Susetyo. Wiriaatmadja. Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Tedjoworo. H. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI) Wijaya. Citria Nilam Asri Cipto. .or.php?menu=profile&pro=145.S. Skripsi tidak diterbitkan. Metode Penelitian Tindakan Kelas: untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2001.id/new/index. Rochiati. 2006. Jenis Alat Pengumpul Data. Peningkatan Kinerja Siswa Kelas V SDN Taman 02 Bondowoso dalam Pembelajaran Menulis Deskriptif dengan Media Gambar. Psikologi Pengajaran. diakses tanggal 12 November 2007). 1996.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful