REMAJA DAN PERMASALAHANYA Remaja berasal dari kata latin adolesence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi

dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Borring E.G. ( dalam Hurlock, 1990 ) mengatakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode atau masa tumbuhnya seseorang dalam masa transisi dari anakanak kemasa dewasa, yang meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.

Hurlock, E.B. Psikologi

Perkembangan . Jakarta : Erlangga, 1990.

I. Pendahuluan. Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase perkembangan manusia tersebut, salah satu yang paling penting dan paling menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Para orang tua, pendidik dan para tenaga profesional lainnya mencoba untuk menerangkan dan melakukan pendekatan yang efektif untuk menangani para remaja ini. Lalu ada apakah di masa remaja ini? Seberapa besarkah pentingnya untuk menangani masa remaja dan seberapa besar pengaruhnya untuk kehidupan dimasa depan individu tersebut? Masa remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa anakanak dan masa dewasa. Batasan usianya tidak ditentukan dengan jelas, sehingga banyak ahli yang berbeda dalam penentuan rentang usianya. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa masa remaja berawal dari usia 12 sampai dengan akhir usia belasan ketika pertumbuhan fisik hampir lengkap. Salah satu pakar psikologi perkembangan Elizabeth B. Hurlock (1980) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat ia mencapai usia dewasa secara hukum. Masa remaja terbagi menjadi dua yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak-anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 sampai dengan 17 tahun, sedangkan masa remaja akhir meliputi periode setelahnya sampai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum. Banyaknya permasalahan dan krisis yang terjadi pada masa remaja ini menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi perkembangan menyebutnya sebagai masa krisis. Pada masa ini perubahan terjadi sangat drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi yang serba tanggung dan diwarnai oleh kondisi psikis yang belum mantap, selain dari pada itu periode ini pun dinilai sangat penting bahkan Erik Erikson (1998) menyatakan bahwa seluruh masa depan individu sangat tergantung pada penyelesaian krisis pada masa ini. II. Karakteristik Masa Remaja Sebagai periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

a. Masa remaja adalah periode yang penting Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan

dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap. Hal ini disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama. mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagai dia sendiri. peubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain. Kedua. teman. . berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu. seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengani peran yang dituntut oleh lingkungan. c. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai. b. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis. nilai-nilai dan minta yang baru. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya. (1) peningkatan emosionalitas. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian. namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya. karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru. konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Masa remaja adalah usia bermasalah Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Masa remaja adalah masa peralihan Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. (3) perubahan tubuh. d. Misalnya. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya. dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. periode ini pun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu. Selain itu. aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga. dan (5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi. e. Masa remaja adalah periode perubahan Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat. sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status. g. sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut. pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya. Selama peralihan dalam periode ini. minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru. (2) perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual. pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru. (4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri Pada periode ini. f. seperti mobil.

B. Rincian tugas-tugas pada masa remaja ini adalah sebagai berikut : 1. sehingga ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari perubahan pada aspek emosionalitas ini. _ Berat badan Perubahan berat tubuh seiring dengan waktu sama dengan perubahan tinggi badan. Emosionalitas Masa Remaja Selain terjadi perubahan fisik yang sangat mencolok. dan meledak secara emosional. Misal: badan lebih lebar dan lebih kuat. Misalnya. Perubahan Fisik Masa Remaja _ Tinggi badan Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi dewasanya pada usia 17/18 tahun dan bagi anak laki-laki satu tahun lebih dari usia tersebut. dimana terjadi peningkatan ketegangan emosional yang dihasilkan dari perubahan fisik dan hormonal. Pada masa ini emosi seringkali sangat intens. mudah gembira. hanya saja sekarang lebih menyebar ke seluruh tubuh. sehingga mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum. Mencapai peran sosial feminin atau maskulin 3. menggunakan obat-obatan bahkan melakukan hubungan seksual. juga terjadi perubahan dalam emosionalitas remaja yang cukup mengemuka. _ Organ seksual Pada laki-laki dan perempuan organ seksual mencapai ukuran dewasa pada periode remaja akhir. Meminta. namun fungsinya belum matang sampai dengan beberapa tahun kemudian _ Karakteristik sex sekunder Karakteristik sek sekunder utama mengalami perkembangan pada level dewasa pada periode remaja akhir. Mencapai relasi yang lebih matang dengan teman seusia dari kedua jenis kelamin 2. pada usia 14 tahun. Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup. Perubahan-perubahan yang terjadi pada Masa Remaja A. Tugas Perkembangan Masa Remaja Semua tugas-tugas perkembangan masa remaja terfokus pada bagaimana melalui sikap dan pola perilaku kanak-kanak dan mempersipakan sikap dan perilaku orang dewasa. minum.h. remaja menjadi mudah marah. secara umum terdapat peningkatan perilaku emosional pada setiap usia yang dilalui. tidak terkontrol dan nampak irrasional. menerima dan mencapai perilaku bertanggung jawab secara sosial 5. III. _ Proporsi tubuh Berbagai bagian tubuh secara bertahap mencapai proporsinya. Mencapai kemandirian secara emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya 6. Mempersiapkan untuk karir ekonomi 7. Memperoleh suatu set nilai dan sistem etis untuk mengarahkan perilaku. mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. sedangkan pada usia 16 tahun terjadi kebalikannya mereka mengatakan tidak terlalu merasa khawatir. Memperiapkan untuk menikah dan berkeluarga 8. Hal yang paling membuat remaja marah adalah apabila mereka diperlakukan . Masa ini disebut sebagai masa “storm and stres”. IV.

kecerdasan. Ekspresi kemarahannya mungkin berupa mendongkol. cara bicara. mereka yang tadinya tidak menyukai keterlibatan lawan jenis menjadi menyukai pertemanan dengan lawan jenis. televisi dan melamun. Misalnya : permainan dan olah raga. kemandirian. dan uang yang merupakan simbol status. Penyesuaian ini harus dilakukan terhadap jenis kelamin yang berlainana dalam suatu relasi yang sebelumnya tidak pernah ada dan terhadap orang dewasa diluar keluarga dan lingkungan sekolah. dan perilaku remaja. film. PR. menolak untuk bicara. Pada masa ini pun remaja memiliki keinginan untuk tampil sebagai seorang yang populer dan disukai oleh lingkungannya. pakaian. dapat dipercaya dan bisa diskusi mengenai hal-hal yang tidak bisa dibicarakan dengan guru atau orang tua. perubahan sosial yang terjadi dengan adanya nilai-nilai baru dalam memilih teman. 2) Minat Sosial Perkembangan minat sosial tergantung pada kesempatan yang dimiliki remaja untuk mengembangkan minta ini dan sebagian tergantung seberapa populer dia di dalam kelompok sebayanya. dimana sekarang remaja lebih memilih yang memiliki minat dan nilai-nilai yang sama. menari. traveling. kesempatan yang dimiliki untuk mengembangkan minat. hobi. V. Hal yang juga cukup mengemuka yaittu pada masa ini remaja lebih iri hati terhadap mereka yang memiliki materi lebih. Banyaknya hegiatan dan tuntutan baik di sekolah maupun dirumah dirasakan penting memiliki sarana rekreasi bagi remaja. minat keluarganya dan beberapa faktor lainnya. apa yang diminati teman sebayanya. santai. Perubahan dalam perilaku sosial terlihat dengan adanya perubahan dalam sikap dan perilaku dalam relasi heteroseksual. membaca. penampilan. Mereka kritis terhadap guru dan cara mereka mengajar. Perubahan Sosial pada Masa Remaja Salah satu tugas perkembangan yang paling sulit pada masa remaja adalah penyesuaian sosial. C. minat. atau mengkritik secara keras.seperti anak-anak atau pada saat merasa diperlakukan tidak adil. kursus yang dibutuhkan. Secara umum minat-minat remaja ini dapat dikategorikan menjadi : 1) Minat Rekreasi Pada masa ini sudah muncul minat rekresi seperti halnya orang dewasa. Secara umum dapat dikatakan bahwa minat terhadap lawan jenis meningkat. Selain itu. bisa memahami dan membuat merasa aman. Pada remaja akhir sikap terhadap pendidikan lebih banyak dipengaruhi oleh minat pekerjaannya. Hal ini tergantung pada jenis kelamin. Minat-minat pada Masa Remaja Pada masa remaja terdapat minat-minat pada bidang kegiatan tertentu yang sangat beragam. 4) Minat terhadap Pendidikan Pada remaja awal biasanya memberikan kritik atas sekolah secara umum dan mengenai larangan. makanan di kantin dan mekanisme belajar di sekolah. prestasi. lingkungan tempat tinggal mereka. Pada masa ini remaja paling banyak menghabiskan waktu mereka di luar rumah bersama dengan teman sebaya mereka. radio. 5) Minat terhadap pekerjaan Pada masa ini anak laki-laki maupun perempuan mulai untuk memikirkan secara . 3) Minat Pribadi Minat pada dirinya sendiri merupakan minat terkuat pada masa remaja. misalnya : penampilan. status dalam kelompok sosial. hal ini disebabkan karena mereka menyedari bahwa penerimaan dari sosial dipengaruhi oleh penampilan umum mereka. kemampuan bawaan. sehingga bisa difahami apabila teman sebaya sangat berpengaruh terhadap sikap.

menarik dan memiliki gengsi yang tinggi. Homesickness e. Anak laki-laki lebih menginginkan pekerjaan yang mewah. misalnya mengabaikan sekolah. Relevansi atau nilai praktis dari bermacam-macam pelajaran. Sikap teman sebaya – apakah mereka berorientasi untuk melanjutkan kuliah atau berorientasi kerja. pegawai administrasi. b. Remaja yang kurang diterima oleh teman sekelas dan mereka yang merasa kehilangan kesenangan seperti teman-temannya dalam kegiatan ekstrakulikuler. Derajat penerimaan sosial oleh teman sekelasnya. yang menunjukkan kesuksesan atau kegagalan remaja secara akademis. dan remaja memiliki status yang mendekati dewasa. Pada kenyataannya tidak semua remaja dapat menyesuaikan dengan perubahan tersebut. berikut adalah beberapa tanda-tanda penyesuaian diri yang salah pada remaja : a. Remaja yang matang lebih awal dan merasa lebih mencolok dibandingkan teman sekelasnya. Menghayal secara berlebihan sebagai upaya untuk mengkompensir ketidakpuasan dari kehidupan sehari-hari. Perasaan tidak aman. Anak laki-laki lebih perhatian terhadap pekerjaan di masa depan dibanding anak perempuan. Tipe-tipe remaja yang memiliki sedikit minat dalam pendidikan 1. Tidak bertanggung jawab. f. VIII. Sikap orang tua – apakah orang tua menialai bahwa sekolah merupakan sarana peningkatan status sosialnya atau hanya sekedar tuntutan untuk menyekolahkan saja. VI. d. olah raga dan sosial sehingga memaksa anak-anaknya untuk meraih target yang ditentukan mereka. 2. remaja diterima oleh kelompoknya karena kesamanan tampilan dan tindakan. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan Menurut Hurlock (1980). c. 3. sehingga seringkali diharapkan untuk bisa melakukan tugas-tugas akademis melebihi dari kemampuannya. 6) Minat religious Para remaja sekarang ini tertarik pada agama dan merasa bahwa hal tersebut memiliki peran yang penting dalam kehidupan mereka. Remaja yang orang tuanya memiliki aspirasi yang tidak realistis terhadap prestasi akademis. VII. d. yang menyebabkan remaja harus menyesuaikan dengan standar kelompok. 7) Minat dalam simbol status Pada masa remaja simbol status memiliki empat fungsi penting yaitu : mengatakan pada orang lain bahwa mereka memiliki status sosioekonomi yang lebih tinggi dari yang lain.lebih serius tentang masa depan mereka. remaja yang superior dinilai memiliki prestasi oleh kelompoknya. Agresif secara berlebihan dan sikap yang tertalu yakin atas dirinya. yaitu : a. psikologis dan sosial pada remaja yang sangat cepat dan drastis menuntut remaja tersebut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dan tuntutan-tuntutan lingkungan baru yang menyertainya. kebijakan-kebijakan akademik dan disiplin. c. Sikap terhadap guru. Tingkatan. e. b. Sukses dalam kegiatan ekstrakurikuler g. . Tanda-tanda bahaya dari maladjustment remaja Dengan adanya perubahan yang terjadi dalam fisik. sedangkan anak perempuan lebih memilih pekerjaan yang lebih aman dan tidak menyita waktu.

Realistis dan bersikap objektif terhadap anak. Memberikan penghargaan terhadap prestasi studi/prestasi sosial. seperti rasionalisasi. j. d. seperti olahraga. fantasi. dan displacement. dll) XI. Mendukung ide-ide remaja yang positif. Penanganan atas permasalahan remaja sangat bervariasi dan tergantung dari konteks dan latar belakang permasalahannya. Bicaralah pada orang tua jika ada permasalahan yang sulit. pengertian dan kasih sayang. Memahami dan mendengarkan keluhan remaja dengan penuh perhatian. Kenali diri. sehingga pengerahan sumber daya yang dimiliki akan lebih tepat. g. dapat berkonsultasi dengan ahli (misal : psikolog. konselor pendidikan. Kiat-kiat sukses dalam pendidikan untuk remaja a. d. IX. Hati-hati memilih teman dan lingkungan pergaulan. guru dan pihak-pihak lain yang terkait. b. Mengembangkan empati dalam bergaul. Menggunakan defense mechanism secara berlebihan. e. kesenian atau perbuatan-perbuatan baik yang ditunjukkan remaja baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat c. orang tua dan teman. Apabila perlu. proyeksi. Openminded dan jangan sombong. Hal ini mendidik anak untuk ikut bertanggung jawab dan melatih mereka dalam proses problem solving dan decision making. Kesimpulan Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu . c. Berusaha dan berdo’a k. f. h. f. b. h. Jangan malu bertanya dan jangan takut salah. Tentukan tujuan dan target yang akan dicapai. g. dan juga upaya-upaya ini idealnya merupakan hasil kerjasama orang tua.f. l. sehingga idealnya orang tua mengetahui kapasitas anak dan mendiskusikan target apa yang ingin dicapai. Mengawasi kegiatan dan lingkungan sosial remaja secara proporsional. Regresi perilaku ke tingkat perkembangan yang lebih awal. baik dalam segi fisik ataupun psikologis yang cukup mencolok segera konsultasikan dengan tenaga ahli seperti dokter atau psikolog. mengingat masa ini merupakan masa penting yang menentukan individu pada masa berikutnya. baik berupa kelebihan dan kekurangan karena semakin remaja mengenai dirinya akan semakin terarah tindakannya. Cara-cara orang tua untuk menangani masalah remaja Adanya tanda-tanda kesalahan penyesuaian diri remaja tentu saja menuntut penanganan yang cepat dan tepat. ngamuk pada saat marah dan lain-lain. Secara umum ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah dan menangani munculnya permasalahan ini. antara lain : a. misalnya ngompol. i. Tekun dan jangan cepat menyerah. g. tidak terlalu ketat atapun terlalu longgar. Banyak berdiskusi tentang berbagai hal yang terjadi di lingkungan sosial maupun lingkungan sekolahnya serta orientasi masa depan yang akan direncanakan remaja. X. Berpikir sebelum mengambil suatu keputusan. e. Hormat kepada guru. Mulai menyertakan remaja dalam pengambilan keputusan keluarga. karena tidak semua masalah bisa ditangani sendiri. Jika ada indikasi ketidakberesan yang serius.

third edition. PEngantar PSikologi. Inc. fifth edition. . B. New Jersey :Prentice-Hall. 1980. Lindzey & Campbell. Hurlock. Developmental Psychology A life-Span Approach. 2.pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. 1998. Atkinson & Atkinson. guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah. Theories of Development : Concept and Applications. Hall. forthh edition. 3. New York : John Wiley & Sons. orang tua. Kepustakaan 1. 4. Batam : Interaksara. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri. Crain. mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. William. Theories of Personality. New Delhi :Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd. edisi kesebelas. 1992. Elizabeth. sehat dan bahagia. 1998. Inc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful