P. 1
Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Tahun 2012. Pelengkap Buku Pegangan. Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah

Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Tahun 2012. Pelengkap Buku Pegangan. Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah

|Views: 792|Likes:
Published by Oswar Mungkasa

Dokumen ini diterbitkan oleh Kementerian Keuangan melengkapi dokumen Buku Pegangan yang dikeluarkan oleh Bappenas

Dokumen ini diterbitkan oleh Kementerian Keuangan melengkapi dokumen Buku Pegangan yang dikeluarkan oleh Bappenas

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

Bagi Hasil Sumber
Daya Alam

Kehutanan

Pertambangan
Umum

Iuran Hak Penguasaan
Hutan (IHPH)

Provisi Sumber Daya
Hutan (PSDH)

Dana Reboisasi

Pusat (20%)

Pusat (20%)

Daerah (80%)

Daerah (80%)

Pusat (60%)

Daerah (40%)

Provinsi (16%)

Kabupaten/Kota (64%)

Provinsi (16%)

Kabupaten/Kota Penghasil (32%)

Kabupaten/Kota dalam satu provinsi (32%)

Iuran Tetap (Land Rent)

Iuran Eksplorasi dan
Eksploitasi (Royalty)

Pusat (20%)

Daerah (80%)

Pusat (20%)

Daerah (80%)

Provinsi (16%)

Kabupaten/Kota (64%)

Perikanan

Pungutan Pengusahaan
Perikanan

Provinsi (16%)

Kabupaten/Kota Penghasil (32%)

Kabupaten/Kota dalam satu provinsi (32%)

Pungutan Hasil
Perikanan

Pusat (20%)

Kabupaten/Kota (80%)

Pertambangan
Minyak Bumi

Pertambangan
Gas Bumi

Pertambangan
Panas Bumi

Pusat (84,5%)

Daerah (15,5%)

Provinsi (3,1%)

Kabupaten/Kota Penghasil (6,2%)

Kabupaten/Kota dalam satu provinsi (6,2%)

0,1% untuk Anggaran Pendidikan Dasar

Pusat (69,5%)

Daerah (30,5%)

Provinsi (6,1%)

Kabupaten/Kota Penghasil (12,2%)
Kabupaten/Kota dalam satu provinsi (12,2%)

Setoran Bagian
Pemerintah

Iuran Tetap dan
Produksi

0,1% untuk Anggaran Pendidikan Dasar

0,2% untuk Anggaran Pendidikan Dasar

0,2% untuk Anggaran Pendidikan Dasar

0,2% untuk Anggaran Pendidikan Dasar
0,2% untuk Anggaran Pendidikan Dasar

Pusat (20%)

Daerah (80%)

16 % Provinsi; 32% Kab/Kota Penghasil; 32% Kab/Kota dalam satu provinsi

Keterangan:

selain mendapatkan alokasi DBH sDA Minyak Bumi sebesar 15,5% dan DBH sDA gas Bumi

sebesar 30,5%, khusus untuk Provinsi Aceh dan Provinsi Papua Barat juga mendapatkan

alokasi DBH sDA Minyak Bumi dan DBH sDA gas Bumi Dalam Rangka otonomi Khusus di

Provinsi Aceh masing-masing sebesar 55% dan 40% yang diperuntukkan untuk mendanai

program/kegiatan bidang pendidikan dan kesehatan.

Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah 2012

65

Pelengkap Buku Pegangan 2012

Beberapa hal baru yang diatur dan ditegaskan dalam hal DBH sDA oleh

undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 adalah sebagai berikut:

1) Adanya penambahan obyek dana bagi hasil sumber daya alam, yaitu:

• Dana Reboisasi (sebelumnya Dana Alokasi Khusus Dana

Reboisasi/DAK-DR). Mulai tahun 2006 dilakukan pengalihan

sumber penerimaan yang berasal dari kehutanan yakni semula

DAK-DR menjadi DBH Dana Reboisasi (DBH-DR).

• sumber Daya Alam Panas Bumi.

2) Adanya penegasan mekanisme, yakni:

• Penetapan alokasi DBH sDA dilakukan berdasarkan daerah

penghasil, dan dasar perhitungan.

• Jadwal penetapan.

• Penyaluran DBH sDA dilakukan secara triwulanan.

3) Penambahan persentase sebesar 0,5% dari penerimaan pertambangan

minyak bumi kepada daerah yang dihasilkan dari wilayah daerah yang

bersangkutan setelah dikurangi komponen pajak dan pungutan lainnya

sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

• Bagian Pemerintah dari minyak bumi menjadi sebesar 84,5%.

• Bagian daerah dari minyak bumi menjadi sebesar 15,5%.

4) Penambahan persentase sebesar 0,5% dari penerimaan gas bumi

kepada daerah yang dihasilkan dari wilayah daerah yang bersangkutan

setelah dikurangi komponen pajak dan pungutan lainnya sesuai dengan

peraturan perundang- undangan.

• Bagian Pemerintah dari minyak bumi menjadi sebesar 69,5%.

• Bagian daerah dari minyak bumi menjadi sebesar 30,5%.

Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah Tahun 2012

66

5) Tambahan DBH dari pertambangan minyak bumi dan gas bumi

untuk daerah sebesar 0,5% dialokasikan untuk menambah anggaran

pendidikan dasar dan dilaksanakan mulai tahun anggaran 2009.

Adapun pembagian porsi tambahan tersebut dibagikan dengan

perincian:

— untuk provinsi yang bersangkutan sebesar 0,1%;

— untuk kabupaten/kota penghasil 0,2%; dan

— untuk kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang bersangkutan

0,2%.

6) Realisasi penyaluran DBH dari sektor minyak bumi dan gas bumi tidak

melebihi 130% dari asumsi dasar harga minyak bumi dan dan gas bumi

dalam APBN tahun berjalan; dan apabila melebihi 130%, penyalurannya

dilakukan melalui mekanisme formula DAu.

A. DBH SDA PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI (DBH SDA
MIGAS)

1. Pola Pembagian DBH SDA Migas

Dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan dimaksud diperlukan

kegiatan- kegiatan yang meliputi penyusunan rencana (perkiraan) dan

realisasi di bidang DBH sDA Migas dari hasil kegiatan Kontraktor Kontrak

Kerjasama (KKKs). Terkait dengan perhitungan DBH sDA Migas per

provinsi/kabupaten/kota, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

selanjutnya menghitung perkiraan alokasi maupun realisasi DBH sDA Migas

sebagai dasar penyaluran DBH sDA Migas per provinsi/ kabupaten/kota.

Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah 2012

67

Pelengkap Buku Pegangan 2012

Porsi pembagian DBH sDA Migas menurut undang-undang Nomor 33

Tahun 2004 yang ditindaklanjuti dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55

Tahun 2005 adalah sebagai berikut:

a. DBH sDA Minyak Bumi sebesar 15,5% berasal dari penerimaan negara

sDA pertambangan minyak bumi dari wilayah kabupaten/kota yang

bersangkutan setelah dikurangi komponen pajak dan pungutan lainnya.

Dana Bagi Hasil tersebut dibagi dengan rincian sebagai berikut :

• 3,1% dibagikan untuk provinsi yang bersangkutan;

• 6,2% dibagikan untuk kabupaten/kota penghasil; dan

• 6,2% dibagikan untuk seluruh kabupaten/kota lainnya dalam

provinsi yang bersangkutan.

b. DBH sDA Minyak Bumi sebesar 15,5% berasal dari penerimaan

negara sDA pertambangan minyak bumi dari wilayah provinsi yang

bersangkutan setelah dikurangi komponen pajak dan pungutan lainnya.

Dana Bagi Hasil tersebut dibagi dengan rincian sebagai berikut :

• 5,17% dibagikan untuk provinsi yang bersangkutan; dan

• 10,33% dibagikan untuk seluruh kabupaten/kota lainnya dalam

provinsi yang bersangkutan.

Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah Tahun 2012

68

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->