P. 1
Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Tahun 2012. Pelengkap Buku Pegangan. Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah

Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Tahun 2012. Pelengkap Buku Pegangan. Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah

|Views: 792|Likes:
Published by Oswar Mungkasa

Dokumen ini diterbitkan oleh Kementerian Keuangan melengkapi dokumen Buku Pegangan yang dikeluarkan oleh Bappenas

Dokumen ini diterbitkan oleh Kementerian Keuangan melengkapi dokumen Buku Pegangan yang dikeluarkan oleh Bappenas

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

Penerimaan Negara Bukan Pajak dari sektor pertambangan umum

terdiri dari iuran eksplorasi dan eksploitasi (royalty) dan iuran tetap

(landrent). Kedua iuran tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan

Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan

Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen EsDM. Dalam

peraturan tersebut, tarif iuran tetap merupakan tarif satuan atas nilai us

$ per luas area eksploitasi/eksplorasi (hektar). Besarnya tarif dibedakan

atas dasar tahap kegiatan dan status (perpanjangan atau tidak) untuk

Kuasa Pertambangan, tarif iuran tetap yang dikenakan pada Kuasa

Pertambangan merupakan tarif satuan atas nilai rupiah per satuan luas

eksploitasi/ eksplorasi (hektar) dan besarnya tarif juga dibedakan atas

dasar tahap kegiatan dan status (perpanjangan atau tidak). Pemungutan

iuran tetap, yang dikenakan di sektor pertambangan dilakukan setiap

semester.

Iuran Eksplorasi/Eksploitasi (royalty) adalah iuran produksi yang diterima

Negara dalam hal Pemegang Kuasa Pertambangan Eksplorasi mendapat

hasil berupa bahan galian yang tergali atas kesempatan eksplorasi

yang diberikan kepadanya serta atas hasil yang diperoleh dari usaha

pertambangan eksploitasi satu atau lebih bahan galian. Royalty adalah

pembayaran kepada Pemerintah berkenaan dengan produksi mineral

yang berasal dari area penambangan. Royalti harus dibayar dalam

satuan rupiah atau satuan lainnya yang disetujui bersama. Tarif royalti

untuk pertambangan mineral dan batubara ditetapkan melalui Peraturan

Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003, tarif royalti bersifat ad valorem (dalam

persentasi) dan dikenakan terhadap harga jual yang telah dikalikan dengan

jumlah produksi.

Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah 2012

83

Pelengkap Buku Pegangan 2012

Tata cara penghitungan Iuran Eksplorasi/Eksploitasi (royalty) sebagai

berikut:

Jumlah Produksi yang Terjual x Persentase Tarif (%) x Harga Jual
(US$)

Besarnya tarif berbeda-beda untuk setiap jenis dan kualitas bahan

galian. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2003 ini juga

memasukkan peraturan mengenai besarnya tarif royalti untuk bahan

tambang batubara. sebelumnya pengenaan royalti untuk batubara

sudah termasuk dalam bagian Pemerintah dari Dana Hasil Produksi

Batubara (DHPB) yang diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 75

Tahun 1996. Dalam peraturan tersebut, Pemerintah mendapat 13,5%

dari produksi batubara (dana hasil produksi batubara/DHPB). Bagian

Pemerintah sebesar 13,5% tersebut sudah mencakup pembayaran

royalti yang diestimasikan sebesar 3,3% dari 13,5% DHPB.

Iuran Tetap (landrent/deadrent) adalah seluruh penerimaan iuran yang

diterima Negara sebagai imbalan atas kesempatan penyelidikan umum,

eksplorasi atau eksploitasi pada suatu Wilayah Kuasa Pertambangan

(dalam hal ini termasuk Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan

Pertambangan Batubara).

Tatacara penghitungan Iuran Tetap (landrent/deadrent) sebagai berikut:

Luas Wilayah KP/KK/PKP2B (Ha) x Tarif (Rp/US $)

selanjutnya untuk perhitungan DBH sDA Pertambangan umum

sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005,

bagian daerah dari landrent adalah sebesar 80% dengan rincian 16% untuk

provinsi yang bersangkutan dan 64% untuk kabupaten/kota penghasil.

untuk bagian daerah dari royalti adalah sebesar 80% dengan rincian 16%

Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah Tahun 2012

84

untuk provinsi yang bersangkutan, 32% untuk kabupaten/kota penghasil

dan 32% untuk kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang bersangkutan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->