P. 1
Protein

Protein

|Views: 138|Likes:
Published by Dinie CupCup Mrz

More info:

Published by: Dinie CupCup Mrz on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2015

pdf

text

original

PROTEIN Tugas Terstuktur Mata Kuliah Biokimia JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

BRAWIJAYA MALANG 2009
1. I. PENDAHULUAN

Protein merupakan komponen utama dalam sel hidup yang memegang peranan penting dalam proses kehidupan. Protein berperan dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Protein dalam bentuk enzim beperan sebagai katalis dalam bermacam macam proses biokimia. Sebagai alat transport, yaitu protein hemoglobin mengikat dan mengangkut oksigen dalam bentuk ke seluruh bagian tubuh. Protein juga berfungsi sebagai pelindung, seperti antibodi yang terbentuk jika tubuh kemasukan zat asing, serta sebagai sistem kendali dalam bentuk hormon, Protein pembangun misalnya glikoprotein terdapat dalam dinding sel, keratin yang terdapat pada kulit, kuku dan rambut. Sebagai komponen penyimpanan dalam biji-bijian. Protein juga merupakan sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino. Dalam tinjauan kimia protein adalah senyawa organik yang kompleks berbobot molekul tinggi berupa polimer dengan monomer asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan sulfur serta Posfor. Protein dapat digolongkan berdasarkan bentuk dan proses pembentukan serta sifat fisiknya. Terdapat empat struktur protein yaitu struktur primer, sekunder, tersier dan kuartener. Struktur primer adalah rantai polipeptida sebuah protein terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen melalui ikatan peptida yang membentuk rantai lurus dan panjang sebagai untaian polipeptida tunggal. Gambar 1. Struktur primer sederhana yang disusun oleh 4 jenis asam amino Struktur yang kedua adalah struktur sekunder. Pada struktur sekunder, protein sudah mengalami interaksi intermolekul, melalui rantai samping asam amino. Ikatan pembentuk struktur ini didominasi oleh ikatan hidrogen antar rantai samping yang membentuk pola tertentu bergantung pada orientasi ikatan hidrogennya. Ada dua jenis struktur sekunder, yaitu a-heliks dan b-sheet (lembaran). Gambar 2. Protein dengan struktur sekunder Struktur tersier merupakan struktur yang dibangun oleh struktur primer atau sekunder dan distabilkan oleh interakasi hidrofobik, hidrofilik, jembatan garam, ikatan hidrogen dan ikatan

disulfida (antar atom S) sehingga strukturnya menjadi kompleks. Protein globular dan protein serbut atau serat atau fiber merupakan contoh struktur tersier. Protein Globular merupakan protein yang larut dalam pelarut air dan dapat berdifusi dengan cepat, dan bersifat dinamis dimana seluruh interaksi antar struktur sekunder atau primer tervisualisasi dengan baik. Gambar 3. Struktur tersier dari protein Globular Protein serabut bersifat tidak larut dalam air merupakan molekul serabut panjang dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu dan tidak berlipat menjadi bentuk globular. Struktur kuartener merupakan hasil interaksi dari beberapa molekul protein tersier, setiap unit molekul tersier disebut dikenal dengan subunit. Gambar 4. Struktur kuartener yang diwakili oleh molekul hemoglobin Untuk pembahasan protein dikaji terlebih dahulu monomer penyusun protein yaitu asam amino. Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksilat (COOH) dan amina (NH2) yang terikat pada satu atom karbon yang sama, atom ini juga umumnya merupakan C asimetris. Secara rinci struktur asam amino dibangun oleh sebuah atom C yang mengikat empat gugus yaitu; gugus amina (NH2), gugus karboksilat (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa R. Gugus ini yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya. Penggolongan Asam amino didasari pada sifat dan struktur gugus sisa (R), seperti gugus R yang bersifat asam, basa, gugus R yang mengandung belerang atau hidroksil, R sebagai senyawa aromatik, alifatik dan yang siklik. Namun penggolongan yang umum dipergunakan adalah sifat polaritas dari gugus R, yaitu asam amino dengan R yang bersifat non polar, asam amino dengan R polar tapi tidak bermuatan, asam amino dengan gugus R yang bermuatan negatif, dan asam amino dengan gugus R bermuatan positif. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa asam amino yang tidak disintesa dalam tubuh yang disebut asam amino esensial, yaitu Arginin, (Arg), Histidin (His), Isoleusin (Ile), Leusin (Leu), Lisin (Lys), Methionin (Met), Phenilalanin (Phe), Threonin (Thr), Triptofan (Trp) dan Valin (Val). Dua molekul asam amino dapat saling berikatan membentuk ikatan kovalen melalui suatu ikatan amida yang disebut dengan ikatan peptida. Ikatan kovalen ini terjadi antara gugus karboksilat dari satu asam amino dengan gugus amino dari molekul asam amino lainnya dengan melepas molekul air. Gambar 14.26. Mekanisme pembentukan ikatan peptida sebagai rantai protein

1. II. PENGGOLONGAN PROTEIN BERDASARKAN FUNGSI BIOLOGI

Protein sebagai makromolekul (molekul besar) mampu menunjukkan berbagai fungsi biologi. Atas dasar peran ini maka protein dapat diklasifikasikan sebagai berikut enzim, protein transport,

Protein Kontraktil atau Motil 5. Enzim Golongan Ribonuklease Tripsin Hemoglobin Albumin serum Mioglobin b1-Lipoprotein Gliadin (gandum) Ovalbumin (telur) Kasein (susu) Feritin Aktin Miosin Tubulin Dynein Keratin Fibroin Kolagen Elastin Proteoglikan Antibodi Fibrinogen Contoh 2. protein kontraktil atau motil. No. protein pertahanan dan protein pengatur. protein struktural. Protein Pengatur . 1.protein nutrient dan penyimpan. Protein Transport 3. Protein Struktural 6. Protein Nutrien dan Penyimpan 4. Protein Pertahanan 7.

Protein sebagai protein transport . Enzim ini sangat spesifik dalam aksi katalitiknya. Protein yang paling bervariasi dan mempunyai kekhususan tinggi adalah protein yang mempunyai aktivitas katalisa. Hampir seluruh reaksi kimia yang terjadi di tingkat sel dikatalisis oleh enzim. tempat molekul ini mengkatalisa hidrolisis ikatan tertentu pada asam ribonukleat yang terdapat pada makanan yang masuk. Penggolongan protein berdasarkan fungsi biologi 1. Tripsin adalah enzim yang hanya mengkatalisa hidrolisis ikatan peptida dengan gugus karboksil yang ada pada residu lisin atau arginin. Gambar 5. Ribonuklease adalah protein globular berukuran kecil lainnya. masing-masing dapat mengkatalisa reaksi kimia yang berbeda. yakni. Struktur Tripsin 1. glukosa oksidase yang mengkatalisis glukosa menjadi asam glukonat. merupakan protein yang dapat berfungsi sebagai katalisator. tanpa memandang panjang atau derat asam amino pada rantai polipeptida. Contoh protein yang berfungsi sebagai enzim adalah Ribonuklease dan Tripsin. Enzim merupakan protein yang mempunyai fungsi sebagai katalis yang mempercepat laju reaksi dengan menurunkan energi aktivasi dari reaksi tersebut. Beberapa contoh enzim yang banyak dimanfaatkan saat ini seperti. Lebih dari 2000 jenis enzim. telah ditemukan di dalam berbagai bentuk kehidupan. urikase yaitu enzim yang dapat membongkar asam urat menjadi alantoin. enzim. Hampir semua reaksi kimia biomolekul organik di dalam sel dikatalisa oleh enzim.Trombin Toksin Botulinus Toksin Difteri Bisa ular Risin Insulin Hormon tumbuh Kortikotropin Represor Tabel 1. merupakan enzim yang disekresikan oleh pankreas ke dalam usus kecil. Protein sebagai enzim Enzim.

yang merupakan protein transport yang terdapat dalam sel darah merah. Pada plasma darah terdapat lipoprotein yang berfungsi mengangkut lipida dari hati ke organ. Mioglobin merupakan protein pengikat oksigen yang relatif kecil (BM 16. Hemoglobin bukanlah hanya sebuah tangki oksigen sederhana. Protein transport lain yang terdapat dalam membran sel berperan untuk membawa beberapa molekul seperti glukosa. Protein transport di dalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion spesifik dari satu organ ke organ lain. Organisme yang sangat kecil tidak membutuhkan protein ini karena kebutuhan respirasinya dicukupkan dengan difusi pasif yang sederhana dari oksigen sepanjang tubuh. Fungsinya adalah untuk menyimpan oksigen yang terikat dan untuk meningkatkan transport oksigen ke mitokondria. Protein sebagai protein penyimpan Protein nutrient sering disebut juga protein penyimpanan. Mioglobin yang mendistribusikan oksigen ke otot Contoh lainnya adalah Hemoglobin.700) yang ditemukan pada sel otot. protein ini merupakan cadangan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa contoh protein ini. Gambar 6. Hemoglobin dapat mengikat oksigen ketika darah melalui paru-paru. yang mempergunakan oksigen selama oksidasi nutrien sel. Hemoglobin menyusun 33% dari berat tubuh manusia. Akan tetapi. Subunit a dan b-nya terhubung secara struktur dan evolusi terhadap satu sama lain dan terhadap mioglobin. suatu monomerik yang mengikat oksigen pada otot. Struktur dari hemoglobin (hemoglobin tetramer) adalah molekul spheroidal dengan dimensi 64x55x50 Amstrong. laju difusi oksigen sepanjang jaringan lebih tebal dari 1mm adalah terlalu lamban untuk menopang kehidupan. karena laju transpor dari difusi zat bervariasi secara terbalik dengan pangkat dari jarak yang harus ditempuh. atau kulit hewan menuju kapiler-kapiler yang berfungsi dalam respirasi. Gambar 7. Struktur Hemoglobin 1. asam amino dan nutrient lainnya melalui membran menuju sel. Contoh protein transport adalah mioglobin. membutuhkan perkembangan sistem sirkulasi secara aktif membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan darah untuk organisme ini harus mempunyai pembawa oksigen seperti hemoglobin karena kelarutan oksigen dalam plasma darah terlalu rendah untuk membawa oksigen yang cukup untuk kebutuhan metabolisme. Dua protomer ab-nya terhubung secara simetris dengan rotasi lipatan dua. Hemoglobin adalah salah satu protein pertama yang dapat ditentukan massa molekulnya secara akurat. evolusi organisme yang besar dan kompleks. seperti Annelida (contoh cacing tanah).Protein transport adalah protein yang dapat mengikat dan membawa molekul atau ion yang khas dari satu organ ke organ lainnya. akan tetapi merupakan sistem pembawa oksigen modern yang menyediakan jumlah oksigen secara akurat menuju jarngan-jaringan di bawah kondisi apapun. . Molekul hemoglobin adalah suatu tetramer a2b2 yang terdiri dari 2 rantai a yang identik dan 2 rantai b yang identik. insang. Oleh karena itu. protein pertama yang dikarakterisasikan dengan ultra sentrifugasi dan dihubungkan dengan fungsi fisiologis spesifik (dari transpor oksigen). dan dalam sel sabit anemia merupakan yang pertama dalam menunjukkan mutasi yang menyebabkan perubahan asam amino tunggal. Oksigen dibawa dan dilepaskan pada jaringan periferi yang dapat dipergunakan untuk mengoksidasi nutrient (makanan) menjadi energi. Hemoglobin membawa oksigen dari paru-paru.

Yang berhubungan erat dengan filamen tebal pada otot kerangka adalah filamen tipis. Protein yang dimurnikan tidak dapat larut dalam air. mudah didispersikan dalam larutan basa encer dan larutan garam seperti natrium oksalat dan natrium asetat. atau bergerak seperti aktin dan miosin. artinya kasein tidak memiliki muatan ion bersih. Kasein relatif hidrofobik sehingga kurang larut dalam air. kasein sebagai protein utama dalam susu. Kasein tidak tergumpalkan oleh panas. Dalam kondisi asam (pH rendah) kasein akan mengendap karena kasein memiliki kelarutan (solubility) yang rendah pada kondisi asam.000) yang bergabung membentuk suatu filamen. Oleh karena itu. Hal ini dipicu oleh asam dan enzim rennet yang merupakan enzim proteolitik. Struktur G-Aktin Gambar 10. yang terdiri dari protein aktin. Kedua protein ini merupakan filamen yang berfungsi untuk bergerak di dalam sistem kontraktil dan otot kerangka. yang merupakan kumpulan ikatan protein yang mengandung asam fosfat. aktin globular (G-aktin) dan aktin serat (F-aktin). Kasein terdiri dari jumlah yang cukup tinggi dari prolin peptida. Struktur Kasein 1. protein tidak dapat terdenaturasi. Karena pH susu 6.6. kasein memiliki muatan negatif dalam susu. kasein disebut parakasein. Kasein merupakan garam. Kasein adalah protein yang terdapat dalam susu dan digunakan sebagai agen pengikat pada berbagai macam makanan. Contoh lainnya adalah tubulin pembentuk mikrotubul merupakan zat utama penyusun flagel dan silia yang menggerakkan sel. Terutama. kasein merupakan golongan fosfoprotein.6. Sementara protein tidak larut dalam larutan garam netral. Biji berbagai tumbuhan menyimpan protein nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Ferritin jaringan hewan merupakan protein penyimpan besi. dan kasein. Aktin terdapat dalam dua bentuk. Struktur F-Aktin . dan beras. Dua filamen F-aktin saling membelit terhadap sesamanya membentuk struktur dua untaian serupa tambang Gambar 9. Protein sebagai protein kontraktil Protein kontraktil juga dikenal sebagai protein motil. Titik isoelektrik kasein adalah 4. protein utama susu merupakan contoh lain dari protein nutrien.sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari seperti ovalbumin merupakan protein utama putih telur. namun tidak berinteraksi dimana tidak membentuk jembatan disulfida sehingga relatif tidak memiliki struktur tersier. Contoh lainnya adalah protein yang menyimpan zat besi yaitu ferritin yang terdapat di dalam jaringan hewan. Aktin serat sebenarnya merupakan untaian panjang molekul G-aktin(BM 46. Ovalbumin protein utama putih telur. Secara teknis. di dalam sel organisme protein ini berperan untuk berkontraksi. contoh yang telah dikenal adalah protein biji dari gandum. Salah satu contoh protein kontraktil adalah Aktin. Gambar 8. Ketika berkoagulasi dengan renin. mengubah bentuk. jagung.

Protein sebagai protein struktural Protein struktural. seperti bulu. analisis X-ray mengindikasikan bahwa struktur heliks a memanjang dengan pengaturan kembali yang seiring dari ikatan hidrogen untuk membentuk lembaran plat-b.000. Keratin adalah protein yang tidak reaktif secara kimiawai dan tahan lama secara mekanik. tanduk. dua dari sifat biologis utama suatu a-keratin. Studi mikroskopik elektron menunjukkan bahwa rambut. Struktur Keratin . Sejumlah molekul miosin tersusun bersama-sama membentuk filamen tebal pada otot. serabut a-keratin dapat diregangkan dua kali panjang dari panjang awalnya dengan memberikan panas lembab. miosin juga mempunyai “kepala” dengan susunan yang kompleks dan dilengkapi dengan aktivitas enzim. karena ikatan disulfidanya dapat melawan gaya yang cenderung akan mendeformasikannya. Kepala molekul miosin mengandung aktivitas enzim. mempunyai pola X-ray dalam keadaan normalnya. Kepala miosin bersifat globular. dan mengandung ujung rantai berat dan juga empat rantai ringan. seperti kulit dan belulang. terlipat menjadi konformasi globular. Miosin juga terdapat pada sel bukan otot. Dalam proses ini. Jenis lain adalah kuku. Berat molekul protrin ini 450. dan kuku adalah lebih lembut dari keratin lunak. kerangka. Persendian mengandung protein elastin yang dapat meregang dalam dua arah. Ekor panjangnya terdiri dari dua rantai berberat molekul masing-masing 200. kuku dan bulu. keduanya disebut rantai berat. Rambut biasanya mempunyai diameter 20mm dan terdiri dari sel mati. yang mengkatalisa hidrolisa ATP menghasilkan ADP dan fosfat.000. dan mengandung enam rantai polipeptida. Ikatan disulfidanya dipotong. 1. kira-kira 160 nm panjangnya. Komponen utama dari serat sutra dan jaring labah-labah adalah protein fibroin. Protein ini adalah komponen dasar dari lapisan luar epidermal dan anggota badan yang berkaitan seperti rambut. seperti rambut. Gambar 11. akeratin diklasifikasikan sebagai “keras” atau “lunak” berdasarkan pada apakah kandungan sulfurnya tinggi atau rendah. Keratin diklasifikasikan sebagai a-keratin yang terdapat dalam mamalia. dan tidak dapat meregang.Contoh lainya adalah miosin merupakan molekul serupa batang yang berukuran relatif panjang dengan ekor yang merupakan dua polipeptida a-heliks yang melilit terhadap satu sama lain. a-keratin kaya akan residu Cys. b-keratin. Rantai ini mempunyai sambungan fleksibel seperti engsel. yang cross-link secara sejajar dengan ikatan peptida. rambut dan bulu-buluan merupakan protein keratin yang liat dan tidak larut dalam air.000. tetapi protein ini bersifat fleksibel dan lentur. terdapat dalam semua vertebrata tingkat tinggi. yang tersusun utamanya dari a-keratin. dimana tiap-tiapnya mengandung mikrofibril (2000 Amstrong dalam diameter) yang terorientasi secara paralel terhadap serabut rambut. tanduk. jenis protein ini berperan untuk menyangga atau membangun struktur biologi makhluk hidup. terdiri dari struktur hierarki. Salah satu contoh protein struktural adalah keratin. Fibroin merupakan protein serabut yang tidak larut. dan b-keratin yang terdapat dalam burung dan reptil. masingmasing berberat molekul kira-kira 18. Makrofibril tersusun dari mikrofibril (80 Amstrong dalam diameter) yang tertumpuk bersama oleh matriks protein amorfus yang kaya akan kandungan sulfur. Hal ini berguna untuk kelarutan dan ketahannya terhadap regangan. Keratin keras. Misalnya kolagen adalah protein utama dalam urat dan tulang rawan yang memiliki kekuatan dan liat.

Desmosine dan Isedesmosine mempunyai bentuk unik terhadap elastin dan berperan untuk warna kuning. Insulin yang mengatur metabolisme gula dan kekurangannya menyebabkan penyakit diabetes. yang mengatur metabolisme gula. Contohnya adalah insulin. menyebabkan penyakit diabetes. Elastin mengandung sepertiga Gly. Elastin memiliki komposisi asam amino yang berbeda dan sebagian besar mengandung residu non polar yang kecil. dan kaya akan Pro. Kedua rantai polipeptida pertama-tama dipisahkan dengan pemotongan jembatan disulfida. Sanger mempergunakan pengoksidasi asam performat. yang satu mempunyai 30 residu asam amino. dan merupakan hasil dari kondensasi 3 allysine dan 1 lysine rantai samping. lebih dari sepertiga Ala+Val. Kortikotropin merupakan protein struktural yaitu suatu hormon dari kelenjar pituitary anterior yang merangsang korteks adrenal. bukan Hydroxylysine. dimana seratnya dapat memanjang beberapa kali dari panjang normalnya. Di sini insulin berikatan dengan reseptor pada permukaan sel dan merangsang kapasitas sel untuk menggunakan glukosa sebagai bahan bakar metabolik. elastin hanya mengandung sedikit Hydroxyproline dan residu polar. Protein sebagai protein regulator Beberapa protein membantu mengatur aktivitas seluler atau fisiologi. Hormon insulin dihasilkan oleh sel B pada pankreas yang merupakan pembawa pesan kimia yang diangkut oleh darah menuju organ lain. yang disebut represor mengatur biosintesa enzim oleh sel bakteri. hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein – hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga mempengaruhi jaringan tubuh lainnya. Insulin mengandung 2 rantai polipeptida. yang lainnya mempunyai dua residu asam amino. yang memotong tiap residu sistin menjadi 2 residu asam sistat. terutama hati dan otot. dan senyawa Lysinonorleucine. rantai A dengan 21 residu asam amino dan rantai B dengan 30 residu asam amino. satu pada masingmasing rantai. Rantai ini kemudian dipisahkan dan deret masing-masing ditentukan. dan Isodesmosine. Di antara jenis ini terdapat sejumlah hormon. dan persendian elastis seperti yang ada pada leher. Pengamatan . Lysinonorleucine adalah hasil dari reduksi basa Schiff (ikatan imine) yang terbentuk oleh kondensasi dari rantai samping sebuah Lys dengan allysine. Molekul ini memiliki 2 rantai polipeptida. Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Elastin membentuk jaringan tiga dimensi serat yang menempati kecenderungan waktu tertentu yang tak tampak dalam mikroskop elektron. Insulin sapi mempunyai berat molekul kira-kira 5700. yang juga terdapat dalam kolagen. Rantai silang initernyata juga berperan dalam sifat elastik dari elastin dan ketidaklarutannya. seperti insulin. Hormon pertumbuhan dari pituitary dan hormon paratiroid. Merupakan komponen dasar dari jaringan konektif elastis kuning yang terdapat pada paru-paru. Selain merupakan efektor utama dalam homeostasis karbohidrat. Desmosine. Insulin merupakan protein pertama yang ditentukan deretnya.Contoh lain adalah Elastin. Jaringan konektif putih yang tidak elastis dari tendon hanya mengandung jumlah elastin yang sedikit. dan kekurangannya. Elastin adalah protein dengan sifat elastis seperti penghapus. Gambar 12. Kedua rantai disambung oleh dua jembatan disulfida (S-S) dan salah satu rantai mempunyai ikatan disulfida internal. Rantai silang kovalen dalam elastin terbentuk dari allysine aldol. Untuk tujuan ini. yang mengatur transport Ca2+ dan fosfat. Akan tetapi. Struktur Elastin 1. dinding pembuluh darah yang besar seperti aorta. Protein pengatur lain.

juga tampaknya berfungsi di dalam pertahanan tubuh. tambahan pula deret kedua rantai cukup berbeda. Tiap antigen dapat menimbulkan jenis antibodi spesifik masing-masing yang akan mengenali dan bergabung hanya dengan antigen yang menimbulkan pembentukannya atau molekul lain yang berdekatan. Penentuan deret asam amino rantai insulin yang berhasil baik ini telah mendorong penelitian intensif mengenai hubungan diantara struktur insulin yang diisolasi dari berbagai spesies.deret asam amino kedua rantai tidak memperlihatkan pola yang nyata atau suatu pengulangan adanya asam amino tertentu. Walaupun insulin yang diisolasi dari pankreas beberapa spesies. di samping kepada ikatan antar rantai pada titik-titik tertentu. lebih jauh lagi jembatan disulfida harus utuh. Bisa ular. Antibodi merupakan molekul protein berbentuk-Y yang mengandung empat rantai polipeptida. sebagai contoh sapi. Struktur Insulin 1. Yang nyata adalah bahwa pada posisi tertentu pada masing-masing insulin. atau protein asing dari spesies lain. sekitar 2000 molekul antibodi diproduksi oleh sel limfosit B. pada posisi lain asam amino mungkin berbeda dari satu spesies ke spesies lain. toksin bakteri. Gambar 13. Akan tetapi. Salah satu contoh yang melibatkan antibodi adalah ketika kulit . senyawa ini tidak identik dengan insulin manusia. babi. dan ikan paus. atau makromolekul asing lain. protein. Ribuan atau jutaan jenis antigen yang masuk akan merangsang dibentuknya ribuan atau jutaan jenis antibodi pula. asam amino yang ditemukan selalu sama walaupun spesies sumber insulin berbeda. kambing. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit atau subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut. Pengamatan ini secara kuat menunjukkan bahwa aktivitas insulin tergantung kepada deret asam amino pada rantai polipeptidanya. Contohnya adalah antibodi. virus. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah atau kebal insulin. Antibodi bersifat sangat spesifik tehadap protein asing yang menimbulkan pembentukannya. dan protein tumbuhan beracun. Fibrinogen dan trombin merupakan protein penggumpal darah yang menjaga kehilangan darah jika sistem pembuluh terluka. Kedua rantai A dan B insulin diperlukan bagi aktivitas biologi. Penggantian sebagian atau kedua rantai oleh pemotongan selektif menyebabkan hilangnya beberapa atau semua aktivitas molekul. Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Imunoglobulin atau antibodi pada vertebrata adalah protein khusus yang dibuat oleh limfosit yang dapat mengenali dan mengendapkan atau menetralkan serangan bakteri. merupakan hormon aktif di dalam manusia dan dipergunakan dalam pengobatan pasien penyakit diabetes. Molekul antibodi mempunyai dua sisi pengikat yang membuatnya mampu membentuk kisi-kisi tiga dimensi molekul antibodi dan antigen secara berganti-ganti. dan terkadang membutuhkan pengaturan insulin bila pengobatan lain tidak cukup untuk mengatur kadar glukosa darah. dan aktivitas biologinya dalam menjalankan metabolisme gula. Setiap detik. Molekul antibodi muncul di dalam serum darah dan jaringan tertentu spesies vertebrata sebagai reaksi terhadap injeksi suatu antigen. seperti risin. Protein sebagai protein pertahanan Banyak protein mempertahankan organisme dalam melawan serangan oleh spesies lain atau melindungi organisme tersebut dari luka. Molekul ini mempunyai sisi pengikat yang bersifat komplementer terhadap bentuk struktur spesifik molekul antigen.

Erlangga. Plasma darah beberapa ikan Antartika mengandung protein antibeku yang melindungi darah ikan dari pembekuan. and Voet. Kuat Berpuasa dengan Susu. D. 2009. Gambar 14.. Biochemistry.com/2009/10/23/protein/ . Merupakan hal yang luar biasa bahwa semua protein ini dengan sifat dan fungsi yang amat berbeda terbuat dari 20 asam amino yang sama.php/1/kimiakesehatan_3_zulfikar. Inc.. G. Kimia Kesehatan.ac. New York Zulfikar. 2008. Protein Lain Terdapat banyak protein lain yang fungsinya agak eksotik dan tidak mudah diklasifikasikan. 1988.. Jakarta Shiddieqy.ilmuku.unpad. diakses pada 3 Oktober 2009 http://impras7. J. 1990. Protein ini sedang dipelajari sebagai pemanis makanan yang tidak menggemukkan dan tidak beracun untuk manusia.wordpress. Monelin.. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Nanah ini merupakan sel darah putih penghasil antibodi yang mati setelah berperang melawan antigen. diakses dari http://pustaka.com/file.pdf. A. DAFTAR PUSTAKA Lehninger.pdf. I.id/wpcontent/uploads/2009/09/pikiranrakyat-20090903-kuatberpuasadengansusu. diakses pada 3 Oktober 2009 Voet. Persendian sayap beberapa insekta dibuat dari protein resilin. Antibodi 1. yang bersifat hampir sempurna elastis. L. suatu protein tanaman dari Afrika yang mempunyai rasa yang amat manis.terkena infeksi karena luka maka akan timbul nanah. diakses dari www.. John Willey & Sons.

Contohnya adalah imunoglobin atau antibodi yang terdapat dalam vertebrata. bentuk.Penggolongan Protein Diposkan oleh IMOET BFF di 00:03 Protein dapat dibeda – bedakan komposisi kimia. Enzim. 4. dan nutrient lain melalui membrane ke dalam sel. Contoh lain adalah keratin yang terdapat pada rambut. Contohnya ialah hormon. Hamper semua reaksi senyawa organik dalam sel dikatalisis enzim. Lebih dari 2.html . protein dapat dibedakan atas 7 golongan. dan jagung. yaitu protein yang memberikan kemampuan pada sel dan organisme untuk mengubah bentuk atau bergerak. dan bulu ayam/burung. Contohnya ialah kolagen. yaitu protein yang berperan dalam system kontraksi otot kerangka. ialah protein yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Protein transpor lain terdapat dalam dinding sel dan menyesuaika strukturnya untuk mengikat dan membawa glukosa. Protein transpor. Lipoprotein dalam plasma darah membawa lipid dari hati ke organ lain. yaitu protein yang berperan sebagai penyangga untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau perlindungan. beras. virus. dan membawanya ke jaringan periferi. yaitu protein yang berfungsi sebagai biokatalis. yaitu komponen utama dalam urat dan tulang rawan. Protein pertahanan (antibodi). yaitu protein yang mengikat dan memindahkan molekul atau ion spesifik. fibrion yaitu komponen utama dalam serat sutra dan jarring laba – laba.000 jenis enzim telah ditemukan di dalam berbagai bentuk khidupan.com/2011/03/penggolongan-protein_1027. Contohnya ialah protein yang terdapat dalam biji – bijian seperti gandum. kuku. atau protein asing dari spesi lain. 5. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat oksigen dari paru – paru. 2. Protein pengatur. yaitu: 1. Berikut ini penggolongan protein menurut fungsi biologisnya. Protein ini dapat mengenali dan menetralkan bakteri. asam amino. 6. Fibrinogen dan thrombin merupakan protein penggumpal darah jika system pembuluh terluka. Kekurangan insulin akan menyebabkan penyakit diabetes. http://sriastutikkimia. atau fungsi biologisnya. yaitu protein yang melindungi organism terhadap serangan organism lain (penyakit). Protein struktur. 3. 7. Contohnya ialah aktin dan miosin. yaitu protein yang berfungsi mengatur aktivitas seluler atau fisiologi. Bisa ular dan toksin bakteri juga tampaknya berfungsi sebagai protein pertahanan. Protein kontraktil. Berdasarkan fungsi biologisnya.blogspot. Protein nutrien dan penyimpan. seperti insulin yang mengatur metabolism gula darah. Ovalbumin pada telur dan kasein pada susu juga merupakan protein nutrien.

dan Pengendalian pertumbuhan.Protein adalah senyawa organik kompleks dengan berat molekul tinggi.kelarutan. Klasifikasi Protein Klasifikasi Protein dapat dibeda-bedakan berdasarkan bentuk.php?id=1909 Selasa. Protein mengandung molekul karbon. oksigen. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani “protos” yang memiliki arti “yang paling utama”. hidrogen. Fungsi utama protein Sebagai enzim.id/download.donlod : http://digilib. Alat pengangkut dan penyimpan Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit sedangkan mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. 05 Juni 2012 PROTEIN Protein merupakan senyawa polimer organik yang berasal dari monomer asam amino yang mempunyai ikatan peptida.penunjang mekanis. Secara singkat penjelasan tentang protein sebagai berikut : A. ia akan melipat-lipat dan membentuk suatu struktur tertentu yang sangat presisi sekaligus sulit diprediksi hingga saat ini. namun untuk dapat berfungsi. Karena strukturnya yang unik dan presisi itulah maka protein memiliki fungsi yang spesifik yang berbeda satu dengan lainnya.ac. keberadaan asam amino esensia atau fungsi biologisnya. protein merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.unimus. senyawa pembentuk . Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. • Klasifikasi Protein dibedakan berdasarkan bentuknya : . Media perambatan impuls syaraf misalnya berbentuk reseptor. Meskipun protein hanya tersusun atas asam amino yang ada 20 jenis saja.

Globulin terdapat dalam otot. Satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku. Histon terdapat dalam jaringan-jaringan seperti timus dan pancreas. larut dalam larutan garam. dan hemoglobin. konsentrasi meningkat. Nukleoprotein terdaoat dalam inti sel dan merupakan bagian penting DNA dan RNA. Contohnya : albumin telur. Globulin : tak larut air. Protein ini larut dalam larutan garam dan encer. mengendap dalam larutan garam. Albumin : larut dalam air terkoagulasi oleh panas. Protein Konjugasi Merupakan protein sederhana yang terikat dengan baha-bahan non-asam amino. serum. Nukleoprotein adalah kombinasi protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar. albumin serum. Kolagen merupakan protein utama jaringan ikat. . 2. 3. Elasti terdapat dalam urat. 2. arteri (pembuluh darah) dan jaringan elastis lain. • Klasifikasi Protein dibedakan berdasarkan kelarutannya dibagi menjadi : 1. dan gizi tumbuh-tumbuhan. mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi untuk tahan terhadap enzim pencernaan. Metaloprotein adalah protein yang terikat dengan mineral seperti feritin dan hemosiderin adalah protein dimana mineralnya adalah zat besi. otot. Keratini adalah protein rambut dan kuku. kuning telur. Protein Globuler Berbentuk bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. tembaga dan seng. konsentrasi garam dan mudah denaturasi. terkoagulasi oleh panas. Protein bentuk serabut (fibrous) Protein ini terdiri atas beberapa rantai peptida berbentu spiral yang terjalin. mudah berubah dibawah pengaruh suhu. Karakteristik protein bentuk serabut adalah rendahnya daya larut. susu. Contohnya : Ixiosinogen dalam otot. Albumin terdapat dalam telur.1. Miosin merupakan protein utama serat otot. Lipoprotein terdapat dalam plasma-plasma yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat sepertu kasein dalam susu. plasma. Protamin dihubungkan dengan asam nukleat.

Methionin (asam amino esensial) fungsinya dapat digantikan sistin (semi esensial) secara tidak sempurna. dan Valin. 4. Molekul enzim biasanya berbentuk globular (bulat). • Klasifikasi Protein dibedakan berdasarkan keberadaan asam amino esensial. • Klasifikasi protein menurut fungsi biologisnya. Enzim Enzim merupakan golongan protein yang terbesar dan paling penting. Plolamin/Gliadin : larut dalam alcohol 70-80% dan tak larut dalam air maupun alcohol absolut. Penilalanin yang fungsinya dapat digantikan tirosin (semi esensial) tidak secara sempurna. Protamin : protein paling sederhana dibanding protein-protein lain. Protein sederhana (misalnya serum darah albumin) yang bila dihidrolisis hanya menghasilkan asam-asam amino saja) atau protein saja. Threonin. Lisin. Dikelompokkan kedelapan asam amino esensial yang harus disediakan dalam bentuk jadi dalam menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari yaitu : Isoleusin. • Glutelin : tak larut dalam pelarut netral tapi larut dalam asam atau basa encer.3. akan tetapi paling tidak dapat menghematnya. dimana enzim berfungsi sebagai biokatalisator reaksi kimia dalam jasad hidup. yang dapat dibedakan menjadi 8 golongan : 1. Contohnya : Histo dalam Hb. Leussin. Lebih dari 2. Contohnya : hisron dalam Hb. Protein terkonjugasi (protein-protein yang terdapat di dalam membran sel) yang bila dihidrolisis menghasilkan asam-asam amino dan senyawa lain. Triptopan. sebagian terdiri dari satu rantai polipeptida dan . Contoh : Hb 2.000 jenis enzim telah ditemukan di dalam berbagai bentuk kehidupan. 6. Contohnya : prolaamin dalam gandum. 5. Klasifikasi Protein dibedakan berdasarkan senyawa pembentuknya tebagi sebagai berikut: 1. Contohnya : salmin dalam ikatan salmon. Histon : Larut dalam air dan tak larut dalam ammonia encer. larut dalam air dan tak terkoagulasi oleh panas.

penyangga untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau perlindungan. Lipoprotein dalam plasma darah membawa lipid dari hati ke organ lain. kuku. yaitu komponen utama dalam urat dan tulang rawan.ada yang lebih dari satu rantai polipeptida. 4. sitokrom (berperan dalam proses pemindahan elektron). Protein transpor lain terdapat dalam dinding sel dan menyesuaikan strukturnya untuk mengikat dan membawa glukosa. 2. asam amino. . fibroin. Protein Pengangkut Protein yang mengikat dan memindahkan molekul atau ion spesifik. Hampir semua reaksi senyawa organik dalam sel dikatalis enzim. Protein Pembangun Protein ini berfungsi sebagai pembentuk struktur. 3. dan membawanya ke jaringan periferi. yaitu komponen utama dalam serat sutera dan jaring laba-laba. Sebagai contohnya ialah kolagen. aktin (filament yang bergerak miofibril). Contoh lain adalah keratin yang terdapat pada rambut. dinein (dalam rambut getar dan flagel). Protein Kontraktil protein yang berfungsi memberikan kemampuan pada sel dan organisme untuk mengubah bentuk atau bergerak. Sebagai contoh adalah ribonuklease (enzim yang mengkatalisis hidrolisis RNA). Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat oksigen dari paru-paru. tripsin (katalisator pemutus ikatan peptida). dan bulu ayam/burung. Sebagai contoh adalah myosin (filament tak bergerak dalam miofibril). dan nutrien lain melaluai membran ke dalam sel.

hormon termasuk protein yang aktif. atau protein asing dari spesi lain. Golongan ini umumnya terdapat dalam darah vertebrata.Sebagai contoh adalah hemoglobin (alat pengangkut oksigen dalam darah). B. Sebagi contoh adalah ovalbumin (protein pada putih telur). adrenokortikotrop (mengatur sintesis kortikosteroid). Sebagai contohnya adalah imunoglobin atau antibodi yang terdapat dalam vertebrata. Protein Cadangan Protein ini disimpan untuk berbagai proses metabolisme dalam tubuh berfungsi sebagi cadangan makanan. bisah ular (penyebab terhidrolisisnya fosfogliserida). mioglobin (pengangkut oksigen dalam otot). Protein Pelindung Protein yang melindungi organisme terhadap serangan oraganisme lain (penyakit). Protein ini dapat mengenali dan menetralkan bakteri. feritin (cadangan besi dalam limfa). 5. Protein Bersifat racun Beberapa protein bersifat racun terhadap hewan kelas tinggi. Sebagai contoh adalah insulin (mengatur metabolisme glukosa). Struktur Protein . kasein (protein susu). Sebagai contoh adalah Clostridium botulinum (keracunan bahan makanan). virus. β-lipoprotein (pengangkut lipida dalam darah). Fibrinogen dan trombin merupakan protein penggumpal darah jika sistem pembuluh terluka. 8. Protein Hormon Seperti halnya enzim. protein yang berfungsi mengatur aktivitas seluler atau fisiologi. 7. 6. serum albumin (pengangkut asam lemak dalam darah). risin (racun dalam beras).

setiap gugus mengadakan ikatan hidrogen sehingga rantai asam amino membentuk struktur heliks. sekunder. seperti pegas atau per. Struktur primer dapat dianggap sebagai deskripsi lengkap semua ikatan kovalen dalam suatu rantai polipeptida atau protein. Struktur Sekunder Struktur sekunder merupakan rangkaian lurus (struktur primer) dari rantai asam amino. agar.Struktur utama dari polipeptida dan protein adalah urutan asam amino dalam rantai polipeptida dengan mengacu pada lokasi dari setiap ikatan disulfida. 1. dan alanin . Dua molekul asam amino dapat berikatan (berkondensasi) dengan melepas molekul air sebagai berikut. serin . Struktur Tersier Struktur tersier terbentuk jika rangkaian heliks (struktur sekunder) menggulung karena adanya tarik-menarik antarbagian polipeptida sehingga membentuk satu subunit protein yang disebut struktur tersier. 4. Struktur Kuartener . 3. yaitu primer. Namun. tersier. Protein terbentuk dari ikatan antarmolekul asam amino (disebut ikatan peptida). Cara yang paling umum untuk menunjukkan struktur utama adalah untuk menulis urutan asam amino menggunakan singkatan tiga huruf standar untuk asam amino. Rangkaian asam amino yang membentuk protein sering dikelompokkan ke dalam empat tingkatan struktur. dari asam N-terminal amino (glisin) untuk asam C-terminal amino (alanin). Sebagai contoh: Gly-Gly-ser-ala struktur utama untuk polipeptida terdiri dari glisin. glisin. Struktur Primer Struktur primer merupakan rantai pendek dari asam amino dan dianggap lurus. dan kuarterner. 2.

Setiap molekul protein mengandung sekitar 20 jenis asam amino yang berikatan. diikuti oleh asam amino berikutnya. dengan jumlah asam amino yang dapat mencapai ribuan.Struktur kuarterner terbentuk jika antarsubunit protein (dari struktur tersier) berinteraksi membentuk struktur kuarterner. senyawa tripeptida yang terbentuk dari asam amino glisin. Suatu rangkaian asam amino diberi nama dengan cara menambahkan akhiran -il pada asam amino awal (yang memiliki gugus fungsional bebas -NH2). Rantai Peptida Protein merupakan senyawa makromolekul yang terbentuk dari hasil polimerisasi kondensasi berbagai asam amino. . Berikut ini adalah gambar Ikatan Peptida. Protein yang terbentuk dari dua molekul asam amino disebut dipeptida.NH2). Karena reaksi pembentukan peptida membebaskan 1 molekul air. Protein termasuk kopolimer. alanin. diberi nama glisilalanilfenilalanin. kemudian diakhiri dengan nama asam amino terakhir (yang memiliki gugus fungsi bebas -COOH) tanpa akhiran -il. Misalnya. Ikatan peptida ini terjadi antara atom C (dari gugus -COOH) dan atom N dari (gugus . dari tiga molekul asam amino disebut tripeptida. maka jumlah Asam Amino penyusun polipeptida disebut residu. Antarmolekul asam amino tersebut berikatan kovalen yang disebut ikatan peptida. dan dari banyak molekul asam amino disebut polipeptida. C. dan fenilalanin. Berikut ini adalah gambar 4 struktur protein.

Elektroforesis untuk makromolekul memerlukan matriks penyangga untuk mencegah terjadinya difusi karena timbulnya panas dari arus listrik yang digunakan. Elektroforesis yang dibahas di bawah ini menggunakan matriks berupa gel poliakrilamida (PAGE = poly-acrilamida gel electrophoresis) untuk separasi sampel protein. Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. Kecepatan molekul yang bergerak pada medan listrik tergantung pada muatan. penyebutan urutan Asam Amino dimulai dari Asam Amino yang memiliki gugus –NH2 (disebut N terminal) hingga yang memiliki gugus –COOH bebas (C terminal). Bila berada dalam suatu medan listrik. Dengan demikian elektroforesis dapat digunakan untuk separasi makromolekul (seperti protein dan asam nukleat). alpha 1. Elektroferisis Elektroforesis adalah teknik yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur yang berbeda (pecahan) dari sampel darah menjadi komponen-komponen individu. Struktur molekul polipeptida Rantai peptida biasa disebut “backbone” alias tulang punggung sedangkan gugus R biasa disebut gugus samping. beta. gamma dan protein. Banyak molekul biologi bermuatan listrik yang besarnya tergantung pada pH dan komposisi medium dimana molekul biologi tersebut terlarut. bentuk dan ukuran.Berdasarkan konvensi. Elektroforesis protein juga dapat dilakukan pada urin. Gel poliakrilamid dan agarosa merupakan matriks penyangga yang banyak dipakai untuk separasi protein dan asam nukleat. Posisi molekul yang terseparasi pada gel dapat dideteksi dengan pewarnaan atau autoradiografi. molekul biologi yang bermuatan positif akan bermigrasi ke elektroda . D. ataupun dilakukan kuantifikasi dengan densitometer. Elektroforesis protein serum (SPEP) adalah tes skrining yang mengukur protein darah utama dengan memisahkan mereka ke dalam lima fraksi yang berbeda: albumin. alpha 2.

negatif dan sebaliknya. Regenerasi serta pemeliharaan konsentrasi koenzim terjadi dalam sel. formil. Beberapa koenzim seperti riboflavin. yang dibutuhkan untuk fungsi katalitiknya. protein dipisahkan dalam bentuk aslinya berdasarkan cas. Oleh karena koenzim secara kimiawi berubah oleh aksi enzim. dan S-adenosilmetionina melalui metionina adenosiltransferase. dan gugus metil yang dibawa oleh S-adenosilmetionina. dan bentuk molekul tersebut. Coenzyme Koenzim adalah suatu molekul organik yang merupakan kobaktor non protein dari enzim. dan asam folat adalah vitamin. merkaptoetanol atau ditiotreitol. Contoh koenzim mencakup NADH. Protein dilarutkan didalam suatu larutan penimbal yang mengandungi SDS dan agen penurun. dan oleh karena itu memegang peranan. saiz. sekitar 700 enzim diketahui menggunakan koenzim NADH. Kobaktor enzim walaupun jumlahnya kecil dalam sel tetapi sangat esensial bagi kerja beberapa enzim. Satu lagi bentuk elektroforesis yang selalu digunakan bagi pemisahan protein ialah elektroforesis penyahaslian. ataupun gugus metil yang dibawa oleh asam folat. Didalam elektroforesis tak-penyahaslian (nondenaturing) atau elektroforesis natif. E. ataupun substrat sekunder. tiamina. sodium dodesil sulfat (SDS) digunakan untuk memisahkan subunit protein mengikut saiz. dan dipisahkan hanya berdasarkan saiz. Contohnya. NADPH diregenerasi melalui lintasan pentosa fosfat. Prinsip inilah yang dipakai dalam elektroforesis untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan muatannya. Model pengisian ruang koenzim NADH Koenzim adalah kofaktor berupa molekul organik kecil yang mentranspor gugus kimia atau elektron dari satu enzim ke enzim lainnya. metenil. Gugus kimiawi yang dibawa mencakup ion hidrida (H–) yang dibawa oleh NAD atau NADP+. Elektroforesis gel poliakrilamid (PAGE) dengan suatu detergen anion. untuk menceraikan protein menjadi subunit dan menurunkan ikatan disulfat (Rajah 1). gugus asetil yang dibawa oleh koenzim A. adalah dapat dikatakan koenzim merupakan substrat yang khusus. NADPH dan adenosina trifosfat. Sebagai contoh. Protein bergabung dengan SDS lalu bercas negartif. .

arah putarannya adalah searah jarum jam menjauhi pengamat (dinamakan alfa). Struktur ini terjadi akibat adanya ikatan hidrogen antar Asam Amino. Seperti halnya alfa-helix.com/2012/06/protein. terdapat susunan Asam Amino yang membentuk suatu struktur yang reguler dengan sudut-sudut geometri tertentu. Satu putaran terdiri atas 3. pada bagian tertentu mereke tidak membentuk struktur yang reguler. ikatan hidrogen terjadi antara dua bagian rantai yang pararel sehingga membentuk lembaran yang berlipatlipat.blogspot. Struktur sekunder protein Pada gambar sebelah kiri.F. namun seperti terlihat pada gambar sebelah kanan. Struktur Sekunder Protein Pada bagian tertentu dari protein. http://sitisariinah.6 residu asam amino dan struktur ini terbentuk karena adanya ikatan hidrogen antara atom O pada gugus CO dengan atom H pada gugus NH (ditandai dengan garis warna oranye). struktur beta-sheet juga terbentuk karena adanya ikatan hidrogen. Tidak semua bagian protein membentuk struktur alfa-helix dan beta-sheet.html . Ada dua struktur sekunder utama yaitu alfa-helix dan beta-sheet. terlihat bahwa struktur alfa-helix terbentuk oleh ‘backbone‘ ikatan peptida yang membentuk spiral dimana jika dilihat tegak lurus dari atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->