BAB I FARMAKOLOGI UMUM Pengantar Farmakologi Sejarah perkembangan obat Kebanyakan obat yang digunakan di masa lampau adalah

obat yang berasal dari tanaman. Secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam daun atau akar tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit. Pengetahuan dikembangkan secara turun-temurun, sehingga muncul pengobatan tradisional seperti halnya jamu di Indonesia. Pada awalnya obat tradisional (jamu) di gunakan dalam bentuk rebusan atau ekstrak dengan aktivitas yang seringkali berbeda-beda bergantung pada asal tanaman dan cara pembuatannya. Hal ini dianggap kurang memuaskan, maka lambat laun para ahli mulai mencoba mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman, sehingga dihasilkan berbagai senyawa kimia berkhasiat obat, misalnya efedrin dari tanaman Ephedra vulgaris , atropin dari Atropa belladonna, morfin dari Papaver somniferium, digoksin dari Digitalis lanata, reserpin dari Rauwolfia serpentina, vinblastin dan vinkristin dari Vinca Rosea. Pada permulaan abad XX obat mulai dibuat secara sintesis, misalnya asetosal, di susul kemudian dengan sejumlah zat-zat lainnya. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapeutik sulfanilamid (1935) dan penisillin (1940). Sejak tahun 1945 ilmu kimia, fisika, dan kedokteran berkembang dengan pesat dan hal ini menguntungkan sekali bagi penyelidikan yang sistematis dari obat-obat baru. Penemuan-penemuan baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap tahunnya, sehingga obat-obat kuno semakin terdesak oleh obat-obat baru. Kebanyakan obat-obat yang kini digunakan di temukan sekitar 20 tahun yang lalu, sedangkan obat-obat kuno di tinggalkan dan diganti dengan obat modern tersebut. Farmakologi Farmakologi berasal dari bahasa Yunani (pharmacon = obat) dan logos = ilmu pengetahuan), sehingga berarti “ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu mengenai obat”. Dahulu famakologi mencakup pengetahuan tentang sejarah, sumber, sifat-sifat fisik dan kimiawi, cara pembuatan dan pencampuran, efek fisiologi dan biokimia, mekanisme kerja, absorbsi, distribusi, biotransformasi, eksresi, dan penggunaan obat. Oleh karena itu farmakologi merupakan ilmu pengetahuan yang sangat luas, dan berhubungan erat
Farmakologi I 18

dengan berbagai disiplin ilmu lain seperti ilmu botani, ilmu kimia, fisiologi, patologi, dan lain-lain. Namun dengan berkembangnya pengetahuan, bebrapa bidang ilmu tersebut telah berkembang menjadi cabang ilmu tersendiri. Farmakognosi, mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat–zat aktifmya, begitu pula yang berasal dari mineral dan hewan. Pada zaman obat sintetis seperti sekarang ini, Pada dasawarsa terakhir peranan sebagai sumber untuk obat menjadi semakin penting. Banyak phytoterapeutika baru telah mulai digunakan lagi, misalnya tingtura echinaceae (penguat daya tangkis), ekstrak Ginkoa biloba (penguat memori), bawang putih (antikolesterol), tingtur hyperici (antidepresi) dan ekstrak feverfew (Chrysantemum parthenium) sebagai obat pencegah migrain. Biofarmasi, mempelajari pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya. Dengan kata lain dalam bentuk sediaan apa obat harus dibuat agar menghasilkan efek yang optimal. Ketersediaan hayati obat dalam tubuh untuk diabsopsi dan untuk melakukan efeknya juga dipelajari (farmaceutical dan biological availability). Begitu pula kesetaraan terapeutis dari sediaan yang mengandung zat aktif sama (therapeutic equivalance). Farmakokinetika, mempelajari perjalanan obat di dalam tubuh, mulai dari penyrapan (absorpsi), penyebarannya (distrtibusi) ke tempat kerjanya dan jaringan lain, perombakannya (biotransformasi), dan pengeluarannya (ekskresi). Secara singkat farmakokinetika mempelajari segala sesuatu yang dilakukan oleh tubuh terhadap obat. Farmakodinamika, mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi, serta efek terapi yang ditimbulkannya. Secara singkat farmakodinamika mencakup semua efek yang dilakukan oleh obat terhadap tubuh. Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari efek toksik dari berbagai racun, zat kimia (termasuk obat) lainnya pada tubuh manusia. Terutama dipelajari cara diagnosis, pengobatan dan tindakan pencegahan terjadinya keracunan. Farmakoterapi mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit atau gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan atas pengetahuan tentang hubungan antara khasiat obat, sifat fisiologi atau mikrobiologinya dengan penyakit. Sedangkan Phytoterapi mempelajari penggunaan zat-zat dari tanaman untuk mengobati penyakit.

Obat
Farmakologi I 19

Obat dalam bahasa Inggeris disebut drug yang berasal dari bahasa Perancis drogue yang berarti “rempah kering”. Menurut SK MenKes No. 125/Kaab/B.VII/71, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau paduan bahan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan, memperelok badan atau bagian tubuh manusia. Obat – obat yang digunakan dalam terapi dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut :
1.

Obat farmakodinamis adalah obat yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan mempercepat atau memperlambat proses fisiologi atau fungsi biokimia dalam tubuh, misalnya hormon, diuretika, hipnotika, dan obat otonom.

2.

Obat kemoterapeutis adalah obat yang dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh tuan rumah. Hendaknya obat ini memiliki kegiatan farmakodinamika yang sekecil–kecilnya terhadap organisme tuan rumah berkhasiat membunuh sebesar– besarnya terhadap parasit (cacing, protozoa) dan mikroorganisme (bakteri dan virus). Obat–obat neoplasma (onkolitika, sitostatika, obat–obat kanker) juga termasuk golongan ini.

3.

Obat diagnostik obat yang digunakan dalam melakukan diagnosis (pengenalan penyakit), misalnya untuk mengenal penyakit pada saluran lambung-usus digunakan barium sulfat dan untuk saluran empedu digunakan natrium propanoat dan asam iod organik lainnya. Obat umumnya diproduksi dan diedarkan menggunakan nama dagang atau nama

paten, yaitu nama yang menjadi milik suatu perusahaan yang dilindingi hukum, yaitu merk terdaftar atau proprietary name. Di samping menggunkan nama dagang, obat dapat pula diproduksi menggunakan nama generik (generic atau official name), yaitu nama yang berdasarkan International Non-propietary Names yang ditetapkan oleh WHO atau nama yang ditetapkan dalam farmakope untuk zat berkhasiat yang dikandung. Nama ini dapat digunakan disemua negara tanpa melanggar hak paten obat bersangkutan. Contoh nama generik dan nama paten, sebagai berikut :

Nama Kimia Asam asetilsalisilat Aminobenzil penisillin

Nama Generik Asetosal Ampisilin

Nama Paten Aspirin (Bayer) Naspro (Nicholas) Penbritin (Beecham)
Farmakologi I 20

Kekuatan obat dinyatakan dalam Satuan Internasional atau IU (International Unit). Kesetaraan terapeutik (Therapeutical Equivalent) Adalah syarat yang harus dipenuhi oleh suatu obat paten yang meliputi kecepatan melarut dan jumlah kadar zat berkhasiat yang harus dicapai di dalam darah. pelicin. pelekat. d. kodok dan lain-lain. Ketersediaan farmasi (Farmaceutical Availability) Adalah ukuran waktu yang diperlukan oleh obat untuk melepaskan diri dari bentuk sediaannya dan siap untuk proses absopsi. garam kompleks dsb. kehalusannya) • Keadaan kimiawi (ester. Sekitar tahun 1960 para ahli mulai sadar bahwa efek obat tidak hanya tergantung pada faktor farmakologi. Ketersediaan hayati (Biological Availability) Adalah prosentase obat yang diabsopsi tubuh dari suatu dosis yang diberikan dan tersedia untuk melakukan efek terapeutiknya. c. tikus. melainkan juga pada bentuk pemberian dan terutama pada faktor formulasinya. Kecepatan melarut obat bergantung pada bentuk sediaannya. dan dapat diurutkan sebagai berikut : Larutan > suspensi > emulsi > serbuk > kapsul > tablet > tablet salut enterik (enteric coated) > tablet kerja panjang (long acting) b.) • Zat-zat pembantu (zat pengisi. Kesetaraan terapeutik dapat terjadi pada pabrik yang berbeda atau pada batch yang berbeda dari produksi suatu pabrik.Ampifen (Organon) BIOFARMASI Pengertian Biofarmasi adalah ilmu yang bertujuan mempelajari pengaruh-pengaruh pembuatan sediaan farmasi terhadap efek terapeutik obat. Faktor-faktor formulasi yang dapat merubah efek obat dalam tubuh adalah: • Bentuk fisik zat aktif (amorf atau kristal. tetapi setelah metode Fisiko-Kimia Farmakologi I 21 . pelindung dan sebagainya) • Proses teknik yang digunakan untuk membuat sediaan Dalam biofarmasi kita akan mengenal beberapa istilah yang berhubungan dengan aspek biofarmasi : a. Bioassay dan standardisasi Bioassay adalah cara menentukan aktivitas obat dengan menggunakan binatang percobaan seperti kelinci. garam.

Farmakologi I 22 . obat harus mengalami beberapa proses.dikembangkan. digitalis dan pirogen. bioassay mulai ditinggalkan. yaitu tempat kerjanya atau reseptor. Skema fase yang dilalui obat (tablet) sampai menimbulkan efek terapeutik • Fase biofarmasi atau Farmasetika adalah fase yang meliputi waktu mulai penggunaan obat melalui mulut sampai pelepasan zat aktifnya kedalam cairan tubuh. Secara garis besar proses-proses ini dapat dibagi dalam tiga tingkat yaitu: • Fase biofarmasi • Fase farmakokinetik • Fase farmakodinamik Tablet dengan zat aktif Tablet pecah granul pecah Zat aktif terlepas dan larut FASE BIOFARMASI Absorbsi Distribusi Metabolisme Ekskresi Obat tersedia untuk resorpsi Obat tersedia untuk bekerja FASE FARMAKOKINETIK Interaksi dengan reseptor di tempat kerja FASE FARMAKODINAMIK Efek Gambar 1. ACTH (menggunakan tikus). Sebelum obat yang diberikan kepada pasien tiba pada tujuannya dalam tubuh. vitamin A dan D. preparat-preparat antigen dan antibody. faktor pembeku darah. Obat yang kini masih distandarisasi secara biologi adalah insulin (menggunakan kelinci). antibiotik polimiksin dan basitrasin. begitu pula dengan penggunaan satuan biologi dan selanjutnya kadar dinyatakan dalam gram atau miligram. Fase ini berhubungan dengan ketersediaan farmasi dari zat aktifnya dimana obat siap diabsorpsi.

dan obat diagnostik untuk pemotretan lambung-usus. Efektif untuk serangan jantung. keadaan pasien dan sifat-sifat fisika . Mudah dan aman pemakaiannya. Kurang praktis untuk digunakan terus menerus karena dapat merangsang selaput lendir mulut. Oromukosal Pemberian melalui mukosa di rongga mulut. • • Oral Pemberiannya melalui mulut.dan oksitosin) • • • • b. Dapat terjadi inaktivasi oleh hati sebelum diedarkan ke tempat kerjanya Digunakan untuk mencapai efek lokal dalam usus misalnya untuk obat cacing. Bentuk tablet kecil contoh Isosorbid tablet. metabolisme dan ekskresi. lazim dan praktis Tidak dapat diterapkan untuk obat yang bersifat merangsang (emetin.kimia obat. asthma. Fase farmakodinamika adalah fase dimana obat telah berinteraksi dengan sisi reseptor dan siap memberikan efek. Efek Sistemis a.yaitu efek sistemis (di seluruh tubuh) atau efek lokal (setempat). aminofillin) atau yang diuraikan oleh getah lambung (benzil penisilin. Obat langsung masuk peredaran darah tanpa melalui hati (tidak di-inaktifkan). distribusi. setelah obat dilepas dari bentuk sediaannya yang terdiri dari absorbsi.• Fase farmakokinetika adalah fase yang meliputi semua proses yang dilakukan tubuh. 1. • • • • • Bucal Farmakologi I 23 . insulin. Efek yang diinginkan tercapai lebih cepat. Tergantung dari efek yang diinginkan. Pemberian antibiotik untuk sterilisasi lambung-usus pada infeksi atau sebelum operasi. Cara -cara pemberian obat Disamping faktor formulasi. ada dua macam cara yaitu : Sub Lingual • • Obat ditaruh dibawah lidah Terjadi absopsi oleh selaput lendir ke vena-vena lidah yang sangat banyak. cara pemberian obat turut menentukan cepatlambatnya dan lengkap atau tidaknya absopsi obat oleh tubuh.

Suntikan atau injeksi digunakan untuk : • • • • • • Memberikan efek obat dengan cepat.m atau iv. yaitu di bawah atau menembus kulit/ selaput lendir. • Intra cutan (i. Subkutan /hipodermal (s. • Intra muscular (i. Tempat injeksi otot pantat atau lengan atas. lambung Macam-macam injeksi. absorbsi sangat perlahan misalnya tuberculin test dari Mantoux. Penyuntikan di bawah kulit.v).a). Terutama untuk obat-obat yang merangsang atau dirusak oleh getah Diberikan pada pasien yang tidak sadar. Keberatan pada pasien yang disuntik (sakit) dan mahal. atau tidak mau bekerja sama. Infus intravena dengan obat sering dilakukan dalam rumah sakit pada keadaan darurat. efeknya paling cepat (18 detik) karena benda asing langsung dimasukkan kedalam aliran darah. Ada bahaya infeksi. atau dengan obat yang cepat metabolismenya dan ekskresinya guna mencapai kadar plasma tetap tinggi. Injeksi Pemberian obat secara parenteral. hanya untuk obat yang tidak merangsang dan larut baik dalam air atau minyak.c). Penyuntikan dilakukan didalam pembuluh darah. Obat diletakkan diantara pipi dan gusi. Bahaya trombosis terjadi bila infus dilakukan terlalu sering pada satu tempat. • Intra vena (i. efeknya agak lambat dibanding cara i.c) Penyuntikan dilakukan didalam kulit. dilakukan untuk membanjiri suatu organ misalnya Pada penderita kanker hati. Penyuntikan kedalam pembuluh nadi.• c.m). Penyuntikan dilakukan dalam otot . absopsi obat berlangsung 10 -30 menit untuk memperpanjang kerja obat sering dipakai larutan atau suspensi dalam minyak. • Intra arteri (i. sehingga mengakibatkan reaksi-reaksi hebat seperti turunnya tekanan darah secara mendadak shock dan sebagainya. dapat merusak pembuluh atau saraf. sulit digunakan. • Intra lumbal Farmakologi I 24 . mudah digunakan sendiri contohnya suntikan Insulin.

Penyuntikan dilakukan kedalam ruas tulang belakang (sumsum tulang belakang) misalnya anestetika umum. • • • • d. Intra peritonial. Intra cardial Intra pleural Intra articuler Implantasi Penyuntikan kedalam ruang selaput (rongga) perut. Penyuntikan kedalam jantung. Penyuntikan kedalam rongga pleura. Penyuntikan kedalam celah-celah sendi. Obat dalam bentuk pellet steril dimasukkan di bawah kulit dengan alat khusus (trocar). Terutama digunakan untuk efek sistemik lama, misalnya obat-obat hormon kelamin (estradiol dan testosteron). Akibat absopsi yang lambat satu pellet dapat melepaskan zat aktifnya secara teratur selama 3-5 bulan. e. Rektal Pemberian obat melalui rektal atau dubur. Cara ini memiliki efek sistemik lebih cepat dan lebih besar dibandingkan peroral dan baik sekali digunakan untuk obat yang mudah dirusak oleh asam lambung Contoh : • Suppositoria dan clysma sering digunakan untuk efek lokal seperti pada wasir • Salep yang dioleskan pada permukaan rektal hanya mempunyai efek lokal. f. Transdermal. Cara pemakaian melalui permukaan kulit berupa plester, obat menyerap secara perlahan dan kontinyu masuk kedalam sistim peredaran darah, langsung ke jantung. Umumnya untuk gangguan jantung misalnya Angina pectoris, tiap dosis dapat bertahan 24 jam contohnya Nitrodisk dan Nitroderm TTS (Therapeutik Transdermal System), dan preparat hormon.

Farmakologi I 25

Gambar skema rute penggunaan obat

2. Efek Lokal a. Kulit (percutan) Obat diberikan dengan jalan mengoleskan pada permukaan kulit, bentuk obat salep, cream dan lotio.
Farmakologi I 26

b.

Inhalasi.

Obat disemprotkan untuk disedot melalui hidung atau mulut dan penyerapan dapat terjadi pada selaput mulut, tenggorokan, dan pernafasan. Contoh: bentuk sediaan gas, zat padat atau aerosol. c. Mukosa Mata Dan Telinga Obat diberikan melalui selaput / mukosa mata atau telinga, bentuknya obat tetes atau salep, obat diabsopsi kedalam darah dan menimbulkan efek. d. Intra vaginal.

Obat diberikan melalui selaput lendir atau mukosa vagina , biasanya berupa obat anti fungi dan pencegah kehamilan. Dapat berbentuk ovula, salep, cream dan cairan bilas e. Intranasal. Obat diberikan melalui selaput lendir hidung untuk menciutkan selaput atau mukosa hidung yang membengkak, contohnya Otrivin Cara Pemberian Oral Sublingual Parentral Epikutan/transdermal Konjungtival Introakular/intraaural Intranasal Intrarespiratori Rektal Vaginal Bentuk Sediaan Utama Tablet, kapsul, larutan (sulotio), sirup, eliksir, suspensi, magma, jel, bubuk Tablet, trokhisi dan tablet hisap Larutan, suspensi Salep, krim, pasta, plester, bubuk, erosol, latio, tempelan transdermal, cakram, larutan, dan solutio Salep Larutan, suspensi Larutan, semprot, inhalan, salep Erosol Larutan, salep, supositoria Larutan, salep, busa-busa emulsi, tablet, sisipan,

supositoria, spon Uretral Larutan, supositoria Tabel Penggunaan Bentuk Sediaan (Ansel, 1995) FARMAKOKINETIKA Pengertian Farmakokinetika adalah segala proses yang dilakukan tubuh terhadap obat berupa absorpsi, distribusi, metabolisme (biotransformasi), dan ekskresi. Tubuh kita dapat
Farmakologi I 27

Secara aktif. terisi dengan air. distribusi dan ekskresi obat dari dalam tubuh pada hakekatnya berlangsung dengan mekanisme yang sama. yang terdiri dari beberapa kompartemen yang terpisah oleh membran-membran sel. TEMPAT KERJA OBAT (RESEPTOR) Terikat === Bebas DEPOT DI JARINGAN Terikat === Bebas PLASMA Absorpsi Obat Terikat Obat Bebas Metabolik Eksresi Metabolisme Gambar 2. melalui pori-pori kecil dari membran misalnya air dan zat hidrofil. Difusi. Membran dapat ditembus dengan mudah oleh zat-zat tertentu. dan sukar dilalui zat-zat yang lain. Secara pasif. • • Filtrasi. b. zat melarut dalam lapisan lemak dari membran sel.dianggap sebagai suatu ruangan besar. Setelah melalui membran. karena proses ini tergantung pada lintasan obat melalui membran tersebut. vitamin B1. garam besi. asam amino asam lemak. Pengangkutan dilakukan dengan mengikat zat hidrofil (makromolekul atau ion) pada enzim pengangkut spesifik. Zat-zat lipofil (suka lemak) yang mudah larut dalam lemak dan tanpa muatan listrik umumnya lebih lancar melintasinya dibanding kan dengan zat-zat hidrofil dengan muatan (ion). artinya tanpa menggunakan energi. maka disebut semi permeable. contoh ion anorganik. obat dilepaskan lagi. eksresi obat dan konsentrasi pada tempat kerja obat Membran sel terdiri dari suatu lapisan lipoprotein (lemak dan protein) yang mengandung banyak pori-pori kecil. Sedangkan proses absorpsi. Absorpsi Farmakologi I 28 . Cepatnya penerusan tidak tergantung pada konsentrasi obat. metabolisme. Skema hubungan absorpsi. Contohnya glukosa. Adapun mekanisme pengangkutan obat untuk melintasi membran sel ada dua cara: a.B2 dan B12. artinya menggunakan energi. distribusi.

Distribusi obat kesusunan saraf pusat dan janin harus menembus sawar khusus yaitu sawar darah otak dan sawar uri. 5. Selain itu ada beberapa tempat lain misalnya tulang. Obat yang mudah larut dalam lemak pada umumnya mudah menembusnya. 6. sedangkan obat yang sulit menembus membran sel. Kelarutan obat. Metabolisme (Biotransformasi) Tujuan biotransformasi obat adalah perubahan obat sedemikian rupa sehingga mudah diekskresikan oleh ginjal. dalam hal ini menjadikannya lebih hidrofil. tidak Farmakologi I 29 . Pada umumnya obat yang tidak diabsorpsi tidak menimbulkan efek. Metabolit obat dapat lebih aktif dari obat asal (bioaktivasi). pengikatan dengan zat tertentu atau daya larut yang lebih besar dalam lemak. dan sebagainya. Distribusi. 2.Proses absorpsi sangat penting dalam menentukan efek obat. kulit. Sirkulasi pada letak absorpsi. Proses absorpsi terjadi diberbagai tempat pemberian obat. Pada umumnya obat dimetabolisme oleh enzim mikrosom di retikulum endoplasma sel hati. Metabolit yang lebih polar ini menjadi tidak larut dalam lemak sehingga mudah diekskresi melalui ginjal. organ tertentu. Konsentrasi obat. Molekul obat yang mudah melintasi membran sel akan mencapai semua cairan tubuh baik intra maupun ekstra sel. Obat setelah diabsorpsi akan tersebar melalui sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan harus melalui membran sel agar tercapai tepat pada efek aksi. Pada proses metabolisme molekul obat dapat berubah sifat antara lain menjadi lebih polar. Kadang-kadang beberapa obat mengalami kumulatif selektif pada beberapa organ dan jaringan tertentu. Kemampuan difusi melintasi sel membran 3. dan cairan transel yang dapat berfungsi sebagai gudang untuk beberapa obat tertentu. Cara pemakaian obat. otot rangka. jaringan ikat dan jaringan lemak). misalnya melalui alat cerna. Absorpsi dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1. Luas permukaan kontak obat. 4. umumnya albumin. penyebarannya umumnya terbatas pada cairan ekstra sel. paru-paru. karena adanya proses transport aktif. Bentuk sediaan obat 7. Kecuali antasida dan obat yang bekerja lokal. Kumulasi ini digunakan sebagai gudang obat (protein plasma.

pada bayi metabolismenya lebih lambat. Usia. nikotin dari rokok dan alkaloid lain. terutama obat untuk infeksi saluran empedu.atau berkurang aktif (detoksifikasi atau bio-inaktivasi) atau sama aktifitasnya. Ekskresi. ada orang yang memiliki faktor genetik tertentu yang Adanya pemakaian obat lain secara bersamaan. Proses metabolisme ini memegang peranan penting dalam mengakhiri efek obat. Skema proses metabolisme dapat dilihat pada Gambar Hal-hal yang dapat mempengaruhi metabolisme: • • • • Fungsi hati. dapat mempercepat sehingga efek obat menjadi lebih lemah atau lebih kuat dari yang kita harapkan. Hati. dapat menimbulkan perbedaan khasiat obat pada pasien. yaitu: • • • • • Kulit. Farmakologi I 30 . metabolisme (inhibisi enzim). Faktor genetik (turunan). misalnya sulfa dan preparat besi . bersama keringat. misalnya alkohol. Pengeluaran obat atau metabolitnya dari tubuh terutama dilakukan oleh ginjal melalui air seni. anestesi gas atau anestesi terbang. dengan pernafasan keluar. Air susu ibu. Usus. Paru-paru. melalui saluran empedu. dan dikeluarkan dalam bentuk metabolit maupun bentuk asalnya. obat tidur. disamping ini ada pula beberapa cara lain. metabolisme dapat berlangsung lebih cepat atau lebih lambat.. Harus diperhatikan karena dapat menimbulkan efek farmakologi atau toksis pada bayi. terutama berperan pada anestesi umum.

Skema proses metabolisme robat FARMAKODINAMIKA Pengertian Farmakodinamika adalah cabang ilmu yang mempelajari efek biokimiawi dan fisiologi obat serta mekanisme kerjanya. Pengetahuan yang baik mengenai hal ini merupakan dasar terapi yang rasional dan berguna dalam sintesis obat baru. Mekanisme kerja obat Dikenal beberapa mekanisme kerja obat yang dapat digolongkan sebagai berikut : • osmotis.Reaksi Fasa I (Bioaktivasi & Bioinaktivasi) . laksansia dan diuretik .Konyugasi . dan urutan peristiwa dan spektrum efek dan respon yang terjadi. Mekanisme kerja dipelajari guna mengetahui efek utama obat.Asetilasi Hidrofil Obat Sangat Hidrofil Sangat Lipofil Sangat Hidrofil Tidak dapat dimetabolisme Tidak dapat diserap Saluran cerna Reabsorpsi Depo jaringan (lemak) Hati Transpor Aktif Ginjal Filtrasi glomerulus Empedu Konyugat hidrofil Hidrolisis (usus) Lipofil Siklus enterohepatik Tinja Eksresi U in Gambar 3. contohnya anestetik terbang.Oksidasi .Reduksi .Metilasi . Farmakologi I 31 Secara fisika.Hidrolisis Lipofil Produk polar Reaksi Fasa II (Bioinaktivasi) . interaksi obat dengan sel.

yaitu : • Terapi kausal. Tidak semua obat bersifat betul-betul menyembuhkan penyakit. obat malaria dan sebagainya. • Terapi substitusi. dan metabolisme asam nukleat bakteri. antibiotika. digunakan pada tahap akhir dalam rangkaian penelitian suatu obat Pelengkap dan penggenap pil KB. misalnya pemberian analgetik pada reumatik atau sakit kepala. Tujuan dari plasebo adalah : • Pengobatan sugesti. yaitu pengobatan untuk menghilangkan atau meringankan penyebab penyakitnya. yaitu pengobatan dengan cara menggantikan zat-zat yang seharusnya dibuat oleh organ tubuh yang sakit. • • Uji klinis. sintesis protein.• Secara Kimia. • gejala penyakit. Oleh karena itu dapat dibedakan tiga jenis pengobatan. yaitu pengobatan dengan meniadakan atau memusnahkan Terapi simptomatis. Salah satu faktor penting dalam penyembuhan penyakit adalah kepercayaan akan dokter dan obat yang diminumnya. misalnya sulfonamid. Plasebo. dalam hal ini dapat dibedakan dua jenis kompetisi yaitu untuk reseptor spesifik dan enzym-enzym. contohnya antibiotika mengganggu dapat mengikat logam berat) • pembentukan dinding sel. • Secara kompetisi atau saingan. bertujuan agar pasien tidak terlupa menelan baru yang akan dinilai efek farmakologisnya. contohnya antasida dan zat-zat khelasi (zat-zat yang Proses metabolisme. kadangkala memberikan efek yang mengagumkan pada pasien yang kecanduan maupun obat-obat narkotika dan psikotropika lainnya maupun pada penderita kanker stadium akhir. Berdasarkan kepercayaan ini dibuatlah plasebo yang dalam bahasa latin berarti saya ingin menyenangkan. Efek terapi. Farmakologi I 32 . sedangkan penyebabnya yang lebih mendalam tidak dipengaruhi. misalnya insulin pada penderita diabetes dan tiroksin pada penderita hipotiroid. pil KB tersebut pada saat menstruasi. banyak diantaranya hanya meniadakan atau meringankan gejala-gejalanya.

dosis letal = LD. dan dosis terapeutik atau efective dose = ED ). Dikenal beberapa macam dosis. serangan asma. Idiosinkrasi. yaitu obat yang pada dosis terapeutik untuk ibu. dosis terapi yaitu dosis yang mampu memberikan efek penyembuhan dosis maksimum yaitu dosis yang bila dilampaui kemungkinan dapat memberikan efek toksis atau letal dosis letalis yaitu dosis yang dapat menimbulkan kematian. c. pada dosis normal (WHO 1970). Dosis yang diberikan pada pasien untuk menghasilkan efek yang diinginkan 3. yaitu : 1. Luas terapi adalah jarak antara LD50 dan ED50. d. Alergi. Yang ditentukan adalah khusus ED50 yaitu dosis yang menghasilkan efek pad 50% dari jumlah binatang percobaan dan LD50 yaitu dosis yang mematikan 50% binatang percobaan. anafilaksis shock dan lain-lain. Dengan SK MENKES RI No 682/Ph/63/6 berlaku sejak 1 Januari Farmakologi I 33 . tergantung dari banyak faktor antara lain: usia. Perbandingan antara kedua dosis ini dinamakan Indeks terapi. dilakukan dengan menggunakan binatang-binatang percobaan. adalah segala pengaruh obat yang tidak diinginkan pada tujuan terapi yang dimaksud. berat badan dan sebagainya. Seringkali terjadi pada penggunaan kosmetik yang tidak cocok. Untuk menilai keamanan dan efek suatu obat. Efek toksis Bila obat digunakan dalam dosis yang tinggi akan menunjukkan efek toksis.Efek yang tidak diinginkan a. f. adalah peristiwa dimana suatu obat memberikan efek yang sama sekali berlainan dari efek normalnya. adalah kepekaan berlebihan terhadap cahaya akibat penggunaan obat. kemerahmerahan dan sebagainya. Pada alergi yang lebih hebat dapat berupa demam. juga disebut jarak keamanan atau Safety margin. Fotosensitasi.Gejala-gejala alergi yang terpenting dan sering terjadi adalah pada kulit yaitu urtikaria (gatal dan bentol-bentol). mengakibatkan cacat pada janin. adalah peristiwa hipersensitif akibat pelepasan histamin di dalam tubuh atau terjadinya reaksi khusus antara antigen-antibodi. Hampir semua obat pada dosis yang cukup besar menimbulkan efek toksik dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Efek teratogen merupakan salah satu efek toksis yang terkenal. yang terkenal adalah kasus Thalidomide. Bila dosis dikurangi maka efek toksik dapat berkurang. (dosis toksik = TD. 2. Semakin besar indeks ini semakin aman penggunaan obat tersebut. e. Efek samping. b.

Efek yang tidak diinginkan pada penggunaan obat jangka panjang a. maka obat-obat yang mengandung thalidomide. b. Adiksi atau ketagihan adalah ketergantungan jasmaniah dan rohaniah terhadap suatu obat. dapat terjadi antara zat-zat dengan struktur kimia serupa atau derivatnya (fenobarbital dan butobarbital). e. Pada pengulangan/penggunaan obat selanjutnya dapat terjadi efek toksik. 3.1963. dosis yang diberikan harus ditingkatkan secara terus menerus. adalah reaksi alergik. Toleransi bawaan (primer). terdapat pada sebagian orang dan binatang tertentu. c. disebut pula habituasi atau kebiasaan adalah misalnya toleransi terhadap atropin pada kelinci. Agar diperoleh efek terapeutik yang sama. Takhifilaksis adalah fenomena berkurangnya kecepatan respon terhadap aksi obat pada penggunaan obat dalam dosis yang sama. ada tiga macam toleransi yaitu : 1. Reaksi hipersensitif. merupakan respon abnormal terhadap obat atau zat dimana pasien telah menggunakan obat yang sama sebelumnya. Toleransi toleransi yang timbul setelah menggunakan suatu obat selama beberapa waktu. Toleransi adalah fenomena berkurangnya respon terhadap dosis yang sama dari obat. Sebenarnya absopsi obat dari lambung yang kosong berlangsung paling cepat karena tidak dihalangi oleh isi usus. meklizin. Habituasi merupakan suatu gejala ketergantungan psikologis terhadap suatu obat. Organisme dapat menjadi kurang peka terhadap obat tersebut. atau kadang-kadang antara zat-zat yang berlainan misalnya alkohol dan barbital. yaitu sebelum atau sesudah makan. perolehan (sekunder). Kumulasi adalah fenomena penumpukan obat dalam badan sebagai hasil pengulangan penggunaan obat. Toleransi silang. dan fenmotrazin dilarang penggunaannya di Indonesia. contoh : Farmakologi I 34 . Tetapi ada pula obat dengan sifat atau maksud pengobatan khusus guna menghasilkan efek maksimal atau menghindarkan efek samping tertentu. 2. dan bila pengobatan dihentikan dapat menimbulkan efek hebat secara fisik dan mental. d. Waktu penggunaan obat Bagi kebanyakan obat waktu penggunaan tidak begitu penting. Contohnya Efedrin dalam tetes mata untuk glaukoma. dimana obat dieksresikan lebih lambat dibanding dengan absorbsinya.

Antagonisme. garam-garam besi. Sinergisme. meskipun absopsinya menjadi terhambat.• Obat-obat yang diharapkan memberikan efek yang cepat sebaiknya ditelan sebelum makan. Rifampisin dan Tetrasiklin. • Obat lain yang bersifat merangsang mukosa lambung harus digunakan pada waktu atau setelah makan.misalnya kortikosteroid dan obat-obat remMatik. dimana kegiatan obat pertama dikurangi atau ditiadakan sama sekali oleh obat kedua. • Menghambat terjadinya resistensi. Kerugian obat kombinasi. dan Klindamisin. Ada dua jenis : 1. misalnya analgetika (kecuali asetosal). Keuntungan kombinasi obat: • Menambah kerja terapeutik tanpa menambah efek buruk dan mengurangi toksisitas masing-masing obat. Kombinasi obat Dua obat yang digunakan pada waktu yang besamaan dapat saling mempengaruhi kerjanya masing-masing. dimana kekuatan obat pertama diperkuat oleh obat kedua. • Memperoleh potensiasi misalnya kotrimoksazol. 2. • Obat yang sebaiknya diberikan pada lambung kosong yakni 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan adalah Penisilin. antidiabetik oral. Adisi atau sumasi adalah kekuatan kombinasi kedua obat adalah sama dengan jumlah masing-masing kekuatan obat tersebut. b. Rovamysin. • Pemborosan • Takaran masing-masing obat belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Potensiasi adalah kekuatan kombinasi kedua obat lebih besar dari jumlah kedua obat tersebut. misalnya Rifampisin dan isoniasid. Eritromysin. Interaksi Obat Farmakologi I 35 . yaitu : a. obat cacing dan sebagainya. misalnya Trisulfa. Sefalosporin. • Mempermudah terjadinya resistensi terhadap beberapa spesies kuman. sedangkan takaran obat tidak dapat diubah tanpa mengubah pula dosis obat lainnya • Manfaat tidak memenuhi syarat. Linkomisin.

dan farmakologi. fisika. kemungkinan besar akan terjadi interaksi antara obat-obat tersebut dalam tubuh Interaksi yang terpenting adalah kimia.Bila seorang pasien harus menggunakan dua atau lebih obat dalam waktu dekat atau bersamaan (polifarmasi). Farmakologi I 36 .

sedang pemusnahan selanjutnya dilakukan oleh tubuh sendiri secara fagositosis (kuman dilarutkan oleh leukosit atau sel-sel daya tangkis tubuh lainnya). Antibiotika B. amoeba. Anti malaria 2.BAB II KEMOTERAPETIKA PENGERTIAN Kemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat memberantas dan menyembuhan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri. contohnya fenol. Anti cacing Farmakologi I 37 . cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh manusia. protozoa. Bakteriostatika yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat menghentikan pertumbuhan dan pembiakan bakteri. • Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah : A. iodium. 1. Anti Parasitik. kemoterapi dibedakan atas : • Bakterisida yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat untuk mematikan hama. Sulfonamida C. Anti amuba 3. virus. contohnya antibiotika spektrum sempit. sublimat. fungi. Berdasarkan khasiatnya terhadap bakteri.

atau karena belum diketahui struktur kimianya. hingga bersifat lebih permeable akibatnya zat-zat penting dari isi sel dapat keluar (kelompok polipeptida) 3. Mekanisme kerja Mekanisme kerja antimikroba antara lain : 1. aktivitasnya dinyatakan dalam satuan internasional = Internasional Unit (IU). Menghambat sintesa membran sel. Anti virus E. tetrasiklin) Farmakologi I 38 . namun toksisitasnya hanya beberapa saja yang dapat digunakan sebagai obat. Menghambat sintesa protein sel. yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain. Kemudian banyak zat dengan khasiat antibiotik diisolir oleh penyelidik-penyelidik lain diseluruh dunia. Lain-lain 1. Anti TBC 2. Anti jamur D. atau semi sintetis. Aktivitas antibiotik umumnya dinyatakan dalam satuan berat (mg) kecuali yang belum sempurna permurniannya dan terdiri dari campuran beberapa macam zat. Alexander Fleming (Penisilin) pada tahun 1928. ANTIBIOTIKA Pengertian antibotika Antibiotika berasal dari bahasa latin yang terdiri dari anti = lawan. Menghambat sintesa dinding sel. Dibidang peternakan antibiotik sering dimanfaatkan sebagai zat gizi tambahan untuk mempercepat pertumbuhan ayam negeri potong.4. Tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh dr. bios = hidup. Anti Lepra A. akibatnya sel tidak sempurna terbentuk (kloramfenikol. Adalah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah. Antibiotik juga dapat dibuat secara sintetis. sedang toksisitasnya terhadap manusia relatif kecil. (penisilin dan sefalosporin). molekul lipoprotein dari membran sel dikacaukan pembentukannya. akibatnya pembentukan dinding sel tidak sempurna dan tidak dapat menahan tekanan osmosa dari plasma. Anti neoplastika (sitostatika) F. Florey. Antibiotik pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris dr. akhirnya sel akan pecah 2.

dianjurkan menggunakan kemoterapi dengan dosis yang tepat atau dengan menggunakan kombinasi obat. 2. Sensitasi / hipersensitif Banyak obat setelah digunakan secara lokal dapat mengakibatkan kepekaan yang berlebihan. Untuk mencegah resistensi. atau waktu terapi kurang lama.4. bentol-bentol atau lebih hebat lagi dapat terjadi syok. Menghambat pembentukan asam-asam inti (DNA dan RNA) akibatnya sel tidak dapat berkembang (rifampisin) Antagonisme saingan. contohnya Penisilin dan Kloramfenikol. Super infeksi Farmakologi I 39 . Resistensi Jika obat digunakan dengan dosis yang terlalu rendah. Guna mencegah bahaya ini maka sebaiknya salep-salep menggunakan antibiotika yang tidak akan diberikan secara sistemis (oral dan suntikan). maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi artinya bakteri tidak peka lagi terhadap obat yang bersangkutan. Gambar : Mekanisme kerja antibiotik Efek samping Penggunaan antibiotika tanpa resep dokter atau dengan dosis yang tidak tepat dapat menggagalkan pengobatan dan menimbulkan bahaya-bahaya lain seperti: 1. kalau obat yang sama kemudian diberikan secara oral atau suntikan maka ada kemungkinan terjadi reaksi hipersentitiv atau allergi seperti gatal-gatal kulit kemerah-merahan. 3. menghambat pembentukan asam folat dari PABA dalam sel bakteri (Sulfonamida) 5.

klindamisin (hanya terhadap bakteri gram positif). Golongan Sefalosforin 3. Golongan Penisilin Farmakologi I 40 . Supra infeksi terutama terjadi pada penggunaan antibiotika broad spektrum yang dapat mengganggu keseimbangan antara bakteri di dalam usus saluran pernafasan dan urogenital. Golongan Makrolida 7. Golongan Penisilin 2. Contohnya ampisilin. Golongan Rifampisin dan Asam Fusidat 8. gentamisin (hanya terhadap bakteri gram negatif saja) 2. Khususnya. Selain antibiotik obat yang menekan sistem tangkis tubuh yaitu kortikosteroid dan imunosupressiva lainnya dapat menimbulkan supra infeksi. Penggolongan antibiotik berdasar aktivitasnya Berdasarkan luas aktivitas kerjanya antibiotika dapat digolongkan atas : 1. Zat-zat dengan aktivitas sempit (narrow spektrum) Zat yang aktif terutama terhadap satu atau beberapa jenis bakteri saja (bakteri gram positif atau bakteri gram negatif saja). Kelompok antibiotika Antibiotika yang akan dibicarakan adalah : 1. Zat-zat dengan aktivitas luas (broad spectrum) Zat yang berkhasiat terhadap semua jenis bakteri baik jenis bakteri gram positif maupun gram negatif.anak-anak dan orangtua sangat mudah dijangkiti supra infeksi ini. Spesies mikroorganisme yang lebih kuat atau resisten akan kehilangan saingan. Contohnya eritromisin. sefalosporin. streptomisin. Golongan lain-lain 1. kanamisin. Golongan Kloramfenikol 5.Yaitu infeksi sekunder yang timbul selama pengobatan dimana sifat dan penyebab infeksi berbeda dengan penyebab infeksi yang pertama. dan kloramfenikol. Golongan Tetrasiklin 6. Golongan Aminoglikosida 4. dan berkuasa menimbulkan infeksi baru misalnya timbul jamur Minella albicans dan Candida albicans.

Antibiotik pertama yang ditemukan dari Alexander Fleming tahun 1928 di London yang satu dekade kemudian dikembangkan oleh Florey untuk penggunaan sistemik dengan menggunakan biakan Penisilium notatum. Resistensi Pemakaian yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri terutama golongan Stafilococcus dan Bacteri Coli menjadi resisten terhadap penisilin. kemudian digunakan Penisilium chrysogenum yang dapat menghasilkan Penisilin lebih banyak. Bakteri semacam ini dengan mudah dapat dimatikan dengan kotrimoksazol atau tetrasiklin. Akibat kebutuhan penisilin dalam jumlah besar pada saat perang dunia II. Resistensi bakteri ini terbentuk dengan cara bakteri membentuk enzym β lactamase atau bakteri mengubah bentuknya menjadi bakteri huruf L yaitu bentuk bakteri tanpa dinding sel. (penisilinase dan cefalosforinase) maka khasiat anti bakteri (aktivitas) antibiotik penisilin menjadi lenyap Rumus Bangun O R C H N N O PENICILLIN Mekanisme kerja : Penisilin merintangi/menghambat pembentukan/sintesa dinding sel bakteri sehingga bila sel bakteri tumbuh dengan dinding sel yang tidak sempurna maka bertambahnya plasma atau air yang terserap dengan jalan osmosis akan menyebabkan dinding sel pecah sehingga bakteri menjadi musnah. Jika cincin menjadi terbuka oleh enzym β lactamase. Penisilin termasuk antibiotik golongan khasiatnya. Sekarang dibuat secara semi sintetis. Bakteri bentuk L dapat menimbulkan infeksi kronis (misalnya infeksi paru-paru dan saluran kemih) karena lama berkembangnya. Derivat (turunan) Penisilin Farmakologi I 41 betalaktam karena mempunyai rumus bangun dengan struktur seperti cincin β lactam yang merupakan syarat mutlak untuk menunjukan S CH3 CH3 COOH .

flukloksasilin. Hipersensitiv itas (alergi) terhadap penisilin Farmakologi I 42 . Khasiatnya terhadap kuman-kuman gram positif lebih ringan daripada penisilin-penisilin spektrum sempit. meningo kokus. dikloksasilin. streptococus endo karditis. otitis media. tetapi absorbsinya lebih cepat dan lengkap.Berdasarkan perkembangannya. saluran penceranaan (desentri). terbentuk derivat-derivat Penisilin seperti di bawah ini : A. Banyak di gunakkan terutama pada bronkitis menahun dan infeksi saluran kemih. Banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi atau peradangan pada saluran pernafasan (bronkitis). Benzil Penisilin (Penisilin G). Kombinasi kloksasilin dengan asam klavulanat menghasilkan efek sinergisme dengan khasiat 50 kali lebih kuat. indikasi. dan infeksi saluran kemih. sehingga pemberian secara oral akan diuraikan oleh asam lambung. (2) Amoksilin Spektrum kerjanya sama dengan ampisilin. Umumnya digunakan untuk kuman-kuman yang resisten terhadap obat-obat tersebut. pnemonia dan profilaksis amputasi Kontra indikasi pada lengan dan kaki. karena itu penggunaannya secara injeksi atau infus intra vena. Obat Generik. Contohnya Augmentin (Beecham). 1. Fenoksimetil Penisilin = Penisilin V Penisilin ini tahan asam lambung. Penisilin spektrum luas : (1) Ampisilin Spektrum kerjanya meliputi banyak kuman gram positif dan gram negatif yang tidak peka terhadap penisilin-G. Penisilin tahan Penisilinase Derivat ini hampir tidak terurai oleh penisilinase. meningitis. Indikasi Infeksi tenggorokan. B. Influenza dan Staphylococcus aureus. efektif terhadap E. Contohnya kloksasilin. Coli. pemberian sebaiknya dalam keadaan sebelum makan. Penisilin spektrum sempit : Benzil penisilin = Penisilin G Tidak tahan asam lambung. kontra indikasi dan efek samping. Asam klavulanat adalah senyawa β lactam dari hasil fermentasi Streptomyces clavuligerus. tapi aktivitasnya lebih ringan dari penisilin G dan penisilin V. H.

bronkitis kronis. ruam. serbuk Cara injeksi . 3. kaptab 500mg. nyeri sendi. salmonelosis. kadang-kadang kolitis Ampisilin (generik) Kapsul 250mg. Kontra Indikasi dan Efek Samping sama dengan ampisilin. syok anafilaktik.diare. pada suhu tidak lebih dari 25o C penyimpanan 5. Sediaan Phenoxymethyl Penicillin (generik). sinusitis. diare. syr. NO 1 2 GENERIK Benzilpenisilin Penisilin V DAGANG Prokain Penisilin G Panadur LA Fenocin Ospen Ikaclox Penbritin Omnipen Viccilin Amoxil PABRIK Meiji Indonesia Sunthi Sepuri Dumex Alpharma Indonesia Novartis Indonesia Ikapharmindo Beecham Wyeth Meiji Beecham Farmakologi I 43 3 4 5 Kloksasilin Ampicillinum Amoksisillin . Kaptab 500mg Serbuk injeksi. Dalam botol tertutup rapat. otitis media. otitis media. 500mg. Hipersensitiv terhadap penisilin Mual. kering. Amoksisilin Indikasi (lihat ampisilin). kapsul 250 mg. demam rematik. gonorrhoe. Dalam wadah tertutup baik. Ampisilin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan 4. Fenoksi Metil Penisilin (Penisilin V) Indikasi Tonsilitis. Co Amoksiklav (amoksisilin-asam klavulanat). Sediaan Amoksisilin (generik). juga untuk profilaksis endokarditis dan terapi tambahan Kontra indikasi dan efek samping sama dengan ampisilin. sirup kering. Kontra indikasi dan efek samping sama dengan Benzil Penisilin. Sediaan Coamoksiklav (generik). Infeksi saluran kemih. Benzatin Penisilin G (generik) Injeksi 2. kaptab Spesialite obat-obat penisilin. tablet 250mg.Efek samping Sediaan Reaksi allergi berupa urtikaria. profilaksis infeksi pneumokokus.

kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Cefadroksil (generik). kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Ceftazidime (generik) serbuk inj Farmakologi I 44 Infeksi bakteri gram positif dan gram negatif hipersensitiv terhadap sefalosporin. porfiria diare dan kolitis. Klebsiella dan Proteus Obat Generik.coli.v sering terjadi tromboflebitis dan nyeri di tempat suntik. Sefaklor Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan 2. indikasi. 500mg . mual muntah. Sefotaksim Indikasi. Seftazidim Indikasi. termasuk E. namun sefalosporin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk penyakit manapun. kapsul 250mg. 3. Seperti halnya penisilin. Sefadroksil Indikasi. kontra indikasi dan efek samping 1. sakit kepala Cefaclor (generik) kapsul 250mg. daya antimikrobanya terletak pada cincin β lactam. yakni rash. Golongan Sefalosporin Cephalosporin diperoleh dari biakan Cephalosporinum acremonium. Alergi silang sering terjadi dengan derivat penisilin. karena masih terdapat obat – obat lain yang kurang lebih sama khasiatnya dan jauh lebih murah harganya. anafilaksis. dengan mekanisme kerja berdasarkan perintangan sintesis dinding sel. Aktivitas Bersifat bakterisid dengan spektrum kerja luas terhadap banyak kuman gram positif dan negatif. 500mg. Walaupun aktivitasnya luas. Pada penggunaan i. urticaria.(Amoxicillinum ) 6 Co-Amoxyclav Topcillin Ospamox Augmentin Clavamox Dankos Biochemi Beecham Kalbe Farma 2. Efek samping yang terpenting pada penggunaan oral berupa gangguan lambungusus dan reaksi reaksi alergi seperti penisilin. sirup kering. kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Cefotaxime (generik) serbuk inj 4.

Sefazolin Indikasi Profilaksis bedah (lihat sefaklor). DAGANG Duricef Cefat Claforan Clacef Tepaxin Cefabiotic Ospexin Rocephin Velocef PABRIK Bristol-Myers Squib Sanbe Farma Hoechst Dexamedica Takeda Bernofarm Novartis Roche Bristol-Myers Squib . NO GENERIK Sefadroksil Sefotaksim Sefaleksin (Cephalexinum) Seftriaxone Sefradin (Cephadrinum) Sefazolin Sefaklor Ceficin Cefacidal Ceclor Cloracef Kalbe Farma Squib Tempo Ethica Farmakologi I 45 sirup kering. Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Cefuroxime (generik) serbuk inj. 500mg. 9.5. dan N. 7. Sefuroksim Indikasi Profilaksis tindakan bedah. influenzae. Sefaleksin Indikasi. kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Ceftriaxone (generik) serbuk inj. serbuk inj Spesialite obat-obat golongan sefalosporin. Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Sefazolin (generik). Seftriakson Indikasi. 6. 500mg 8. kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Cephalexin (generik) kapsul 250 mg. Sefradin Indikasi Profilaksis bedah (lihat sefaklor). Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan Cephradin (generik) kaps 250mg.gonorrhoeae. lebih aktif terhadapH.

Toksisitasnya sangat besar karena dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak ke 8 yang melayani organ keseimbangan dan pendengaran.Sefuroksim Seftazidim 3. Resistensinya sangat cepat sehingga dalam penggunaan harus dikombinasi dengan INH dan PAS Na atau rifampisin. Penggolongan Berdasarkan rumus kimianya digolongan sebagai berikut : • • • • • a) Streptomisin Neomisin Kanamisin Gentamisin Framisetin Steptomisin Diperoleh dari steptomyces griseus oleh walksman (1943) dan sampai sekarang penggunaannya hampir terbatas hanya untuk tuberkulosa. Gejala-gejala awalnya adalah sakit kepala. Tahun 1943 berhasil diisolasi suatu turunan Streptomyces griseus yang menghasilkan streptomisin. sehingga biosintesa proteinnya dikacaukan. mual dan muntah. Golongan ini mempunyai 2 atau 3 gugusan amino pada rumus molekulnya. Kerusakan bersifat bersifat revesible. vertigo. Mekanisme kerja Dengan mengikatkan diri pada ribosoma sel-sel bakteri. yang aktif terutama terhadap mikroba gram negatif termasuk terhadap basil tuberkulosis. Golongan Aminoglikosida Cefurox Kalcef Zinnat Ceftum Prafa Kalbe Farma Glaxo Wellcome Dexamedica Golongan ini ditemukan dalam rangka mencari anti mikroba untuk mengatasi kuman gram negatif. artinya dapat pulih kembali kalau penggunaan seutuhnya. Pemberian melalui parenteral karena tidak diserap oleh Farmakologi I 46 obat diakhiri meski kadang-kadang tidak . Kemudian ditemukan lagi berbagai antibiotik lain yang bersifat mirip streptomisin sehingga antibiotik ini dimasukan dalam satu kelompok yaitu antibiotik golongan aminoglikosida.

yang antara lain dapat menyebabkan meningitis. Obat generik :c) Kanamisin Diperoleh dari Streptomyces Kanamyceticus (Umezawa 1955). Karena baik sebagai antibiotik usus (aktif terhadap bacteri usus) maka digunakan untuk sterilisasi usus sebelum operasi. bahkan yang resisten terhadap streptomisin sehingga menjadi obat pilihan kedua bagi penderita TBC. serbuk inj. Berkhasiat bakteriostatik pada basil TBC. 10 mg/ml.saluran cerna. atau membersihkan usus untuk persiapan pembedahan. infeksi saluran kencing. Klebsiella. telinga. toksis terhadap ginjal . Efek sampingnya gangguan keseimbangan dan pendengaran toksis terhadap ginjal Sediaan : dalam bentuk injeksi dan salep (topikal) 40 mg/ml. menyebabkan kerusakan organ pendengaran lebih cepat dari streptomisin sehingga obat ini tidak digunakan lagi sekarang. infeksi luka bakar. hidung dan tenggorokan. Obat generik : Kanamysin. Persediaan dalam bentuk larutan atau bubuk kering untuk injeksi. dehidrostreptomisin. 2gr /vial. dan penggunaan gentamisin secara topikal khususnya di lingkungan rumah sakit dibatasi agar tidak terjadi resistensi pada kuman-kuman yang sensitif. b) Neomicin Diperoleh dari Streptomyces fradiae oleh Waksman. d) Gentamisin Diperoleh dari Mycromonospora purpurea. Obat generik: Gentamisin (generik) Cairan inj. Penggunaan lokal banyak dikombinasikan dengan antibiotik lain (polimiksin B. osteomielitis pneumonia. Enterobacter. Juga digunakan dalam pengobatan infeksi saluran kemih oleh pseudomonas (suntikan) Efek sampingnya gangguan kesimbangan dan pendengaran. dan e) Framisetin: Farmakologi I 47 . 1 gr /vial. penggunaan secara parenteral tidak dibenarkan karena toxis. Derivat streptomisin. Tersedia untuk penggunaan topikal dan oral. Berkhasiat terhadap infeksi oleh kuman garam negatif seperti Proteus. basitrasin) untuk menghindari terjadinya resistensi.pemakaian oral hanya kadang-kadang diberikan untuk infeksi usus. Pseudomonas . Sebaiknya penggunaan gentamisin secara sistemis hanya diterapkan pada infeksiinfeksi yang berat saja.

Efek samping : Farmakologi I 48 . maka untuk anak-anak digunakan bentuk esternya yaitu K-Palmitat dan K -Stearat/ Suksinat yang tidak pahit rasanya dan dibuat dalam bentuk suspensi. Tobramisina Sulfat Neomisin Sulfat (Neomycini Sulfat) Framisetin (Framycetin) Streptomisin (Streptomycini) Amikasin (Amikacini) 4. 5. 7. Golongan Kloramfenikol Kloramfenikol diisolasi pertama kali pada tahun 1974 dari Streptomyces venezuelae. meningitis . NO 1. Garamycin Tobryne Nebcin Neobiotic Sofra Tulle Daryant-Tulle Sterptomycin Meiji Amikin PABRIK Berno Farma Ponco Dumex Alpharma Otto Kalbe Farma Sanbe Farma Schering Fahrenheit Tempo Scan Pasific Bernofarm Darya Varia Darya Varia Meiji BMS Mekanisme kerja : merintangi sintesis protein bakteri. Merupakan antibiotik dengan spektrum luas dan memiliki daya antimikroba yang kuat maka penggunaan obat ini meluas dengan cepat sampai tahun 1950 ketika diketahui bahwa obat ini dapat menimbulkan anemia aplastik yang fatal. Hanya di gunakan secara lokal saja. GENERIK Kanamisina Sulfat DAGANG Kanabiotic Kanarco 2. Kloramfenikol merupakan kristal putih yang sangat sulit larut dalam air (1 : 400) dan rasanya sangat pahit. Rumus kimia dan khasiatnya mirip Neomisin. Karena toksisitasnya. penggunaan sistemik sebaiknya dicadangkan untuk infeksi berat akibat Haemophilus influenzae. 4. 6. Spesialite obat-obat golongan Amino glikosida.Diperoleh dari Streptomyces decaris. abses otak dan infeksi berat lainnya. demam tifoid. misalnya salep atau kasa yang diimpragnasi. Gentamisina Kanoxin Ottogenta Pyogenta Sagestam 3. Dalam tubuh bentuk ester akan diubah menjadi kloramfenikol aktif. Bentuk tetes mata sangat bermanfaat untuk konjungtivitis bakterial.

Farmakologi I 49 . ibu hamil dan menyusui. Derivat kloramfenikol ialah tiamfenikol.Sebaiknya tidak diberikan pada bayi prematur untuk menghindari gray sindrom karena enzym perombakan di hati bayi belum aktif. • Gangguan neuron: sakit kepala. neuritis optik. Kemudian ditemukan oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus. dipakai sebagai pengganti kloramfenikol karena dianggap lebih aman (namun belum terdapat cukup bukti untuk itu) Obat Generik • Kloramfenicol (generik) Kapsul 250 mg. suspensi 125 mg/5 ml • Tiamfenicol (generik) kapsul 250 mg. muntah. neuritis perifer • Pada bayi atau bayi prematur dapat menyebabkan gray sindrome. diare.• Kerusakan sumsum tulang belakang yang mengakibatkan pembuatan eritrosit terganggu sehingga timbul anemia aplastis. pneumonia (disebabkan Haemophilus influenzae). • Gangguan gastrointestinal : mual. Golongan Tetrasiklin Antibiotik golongan tetrasiklin yang pertama ditemukan adalah klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Penggunaan Kloramfenikol merupakan drug of choice = obat pilihan untuk thypus-abdominalis dan infeksi parah meningitis. Spesialite obat-obat kloramfenikol NO 1 GENERIK Kloramfenicol DAGANG Chloramex Colme Colsancetine Kalmicetin Kemicetine Biothicol Urfamycin Thiamycin Thiambiotic PABRIK Dumex Alpharma ind Interbat Sanbe Kalbefarma Carloerba / Dankos Sanbe Zambon Interbat Prafa 2 Tiamfenikol 5. 500 mg. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semi sintetis dari klortetrasiklin.

vertigo Peringatan / larangan : • Tidak boleh diberikan pada anak-anak di bawah 8 tahun. absorbsi dihambat oleh susu Farmakologi I 50 . ibu hamil dan menyusui • Tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati. parenteral. Sifat kimia Berwarna kuning. Tetrasiklin harus disimpan. Penggunaan lokal sering dipakai karena jarang menimbulkan sensitasi.di tempat yang kering. Dengan logam bervalensi 2 dan 3 (Ca. • Foto sensitasi • Sakit kepala. bersifat amfoter dan mudah terurai oleh cahaya menjadi anhidro dan epi tetrasiklin yang toksis untuk ginjal. Kontra indikasi Penderita yang hipersensitiv terhadap tetrasiklin Anggota golongan tetrasiklin yang lain : • Klortetrasiklin. muntah-muntah . pneumonia. bersifat bakteriostatik dan mekanisme kerjanya dengan jalan menghambat sintesa protein bakteri. kolera. infeksi saluran empedu.Tetrasiklin merupakan antibiotik dengan spektrum luas. Penggunaan Tetrasiklin banyak digunakan untuk mengobati bronchitis akut dan kronis. Efek samping: • Mual. Tetrasiklin yang telah mengalami penguraian mudah dilihat dari sediannya yang berwarna kuning tua sampai coklat tua. • Mengendap pada jaringan tulang dan gigi yang sedang tumbuh (terikat pada kalsium) menyebabkan gigi menjadi bercak-bercak coklat dan mudah berlubang serta pertumbuhan tulang terganggu. topikal.diarre karena adanya perubahan pada flora usus. terlindung dari cahaya. Fe ) membentuk kompleks yang inaktif. disentri amoeba. Mg. diberikan secara oral. Penggunaan saat ini semakin berkurang karena masalah resistensi. maka tetrasiklin tidak boleh diminum bersama dengan susu dan obat – obat antasida.

250 mg. Karena memiliki spektrum antibakteri yang hampir sama dengan penisilin. Sediaan : Spiramisin (generik) tabl. cairan injeksi 50 mg/ vial : diberikan secara oral. 6. Dihasilkan oleh Streptomyces erythreus. bersifat long akting.• Oksitetrasiklkin (generik). Untuk mencegah pengrusakan oleh asam lambung maka dibuat tablet salut selaput atau yang digunakan jenis esternya (stearat dan estolat) . Spesialite obat-obat golongan Tetrasiklin. Sediaan : Erytromisin (generik) kapsul 250 mg. tenggorokan dan saluran pernafasan lebih baik dari Eritromisin. Keuntungannya adalah daya penetrasi ke jaringan mulut. bagi yang sensitif terhadap penisilin. topikal. dianjurkan untuk meningitis. NO 1 2 3 4 GENERIK Tetrasiklin Doxycycline Oxytetracycline Minosiklin NAMA DAGANG Dumocycline Super Tetra Tetra Sanbe Dotur Interdoxin Teramycin Minocin PABRIK Dumex Alphara ind Darya Varia Sanbe Novartis Indonesia Interbat Pfizer Indonesia. parenteral. maka obat ini digunakan sebagai alternatif pengobatan pengganti penisilin. 500 mg. bronchitis dan jerawat. 500 mg. absorbsi tidak dihambat baik oleh makanan maupun susu • Minosiklin. dengan mekanisme kerja merintangi sintesis protein bakteri. sirup kering 200 mg / 5 ml b) Spiramisin Spektrum kegiatannya sama dengan eritromisin. Pemberian secara oral. Phaphros. Spesialite obat-obat golongan makrolida NO 1 GENERIK Erytromisin NAMA DAGANG Erysanbe Erythrocyn PABRIK Sanbe Abbot Indonesia Farmakologi I 51 . Berkhasiat sebagai bakteriostatik. Antibiotik ini tidak stabil dalam suasana asam (mudah terurai oleh asam lambung) dan kurang stabil pada suhu kamar. Golongan Makrolida Kelompok antibiotik ini teridiri dari eritromisin dan spiramisin a) Eritromisin. absorbsi dihambat oleh susu • Doksisiklin. hanya lebih lemah.

Golongan lain-lain Kelompok ini terdiri dari : • Linkomisin • Klindamisin Golongan Kuinolon a) Linkomisin Farmakologi I 52 . Berkhasiat bakteriostatik berdasarkan penghambatan sintesis protein bakteri. dahak. 4 Spiramisin Roxythromycin Azithromycin Rovamycine Spiradan Rulid Zithromax Zycin Rhone Poulenc Ind Dankos Hoechst Pfizer Interbat 7. b) Asam fusidat Dihasilkan oleh jamur antara lain Fusidum coccineum . keringat dan air mata. Golongan Rifampisin dan Asam Fusidat a) Rifampisin Antibiotik yang dihasilkan dari Streptomyces mediterranei. biasanya obat ini dikombinasikan dengan eritromysin atau penisilin Spesialite obat-obatan golongan Rifampisin dan Asam Fusidat NO 1 2 GENERIK Rifampicin Asam fusidat NAMA DAGANG Kalrifam Rifam Rifamtibi Rucidin PABRIK Kalbe Farma Dexamedica Sanbe Farma Leo Pharmaceutical 8. Merupakan satu-satunya antibiotik dengan rumus steroid Aktifitasnya mirip penisilin tetapi lebih sempit. Berkhasiat bakteriostatik terhadap mikobakterium tuberculosa dan lepra. Penderita dengan pengobatan rifampisin perlu diberitahu bahwa obat ini dapat menyebabkan warna merah pada urin.2 3. juga pemakai lensa kontak dapat menjadi merah permanen. Khususnya dianjurkan pada radang sumsum tulang.

Digunakan untuk infeksi saluran kemih. gonorrhoe. Siprofloksasin kemih. maka pemakaian obat harus dihentikan dan tendon yang sakit harus diistirahatkan sampai gejala hilang. Interaksi golongan kuinolon. saluran nafas bawah.Berasal dari Streptomyces lincolnensis. Meskipun aktif terhadap kuman gram positif seperti Str. wanita menyusui. Golongan ini terdiri dari : • • • • Asam nalidiksat Ofloksasin Spirofloksasin Norfloksasin. (1) Asam Nalidiksat Efektif untuk infeksi saluran kemih. saluran cerna (termasuk Thypus hamil/ abdominalis) dan gonorrhoe. pneumonia tapi merupakan obat pilihan utama untuk terutama digunakan untuk infeksi saluran bukan Streptococcus pneumonia. bila muncul tanda inflamasi atau nyeri pada tendon. Kontra indikasi : untuk pasien epilepsi. Di Indonesia saat ini. gangguan fungsi hati dan ginjal. c) Golongan Kuinolon : Obat golongan ini bekerja dengan jalan menghambat pembentukan DNA kuman. Sediaan: Ofloksasin (generik) tabl 200 mg. juga beredar asam pipemidat (2) Ofloksasin. memiliki khasiat bakteriostatik terhadap gram positif dengan spektrum lebih sempit dari eritromisin. Sejak tahun 1981 digunakan sebagai lotion untuk pengobatan jerawat. Tidak dianjurkan untuk anak remaja yang sedang dalam Farmakologi I 53 . 400 mg (3) Siprofloksasin Terutama aktif terhadap kuman gram negatif termasuk salmonella dan shygella. Merupakan obat pilihan ke kedua bagi kuman yang resisten terhadap penisilin khususnya pada radang tulang (osteomielitis) b) Klindamisin Merupakan derivat linkomisin. Preparat : Asam nalidiksat (generik ) tablet 500 mg.

sindrom Steven Johnson dan lain . Sebelum ditemukan antibiotik. sulfa merupakan kemoterapi yang utama. Dapat menimbulkan tremor.pertumbuhan. ansietas dan lain – lain. Sediaan: Ciprofloksasin (generik ) tablet 200 mg.lain. NO 1 2 3 4 GENERIK Ciproflokxacin Ofloxacin Lincomycin Nalidixic Acid DAGANG Ciproxin Baquinor Tarivid Lincocin Negram PABRIK Bayer Sanbe Farma Kalbe/Daichi Up John Sanofi kaptab 500 mg B. Sediaan Generik: Spesialite obat-obat golongan Kuinolon. Pertengahan tahun 1970 penemuan preparat kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol yang bersifat potensiasi. SULFONAMIDA Pengertian Sulfonamida merupakan kelompok kemoterapi dengan rumus dasar : NH2 O2 S H N R SULFONAMIDA Adalah anti mikroba yang digunakan secara sistemis maupun topikal untuk beberapa penyakit infeksi. Selain sebagai kemoterapi derivat sulfonamida juga berguna sebagai diuretik dan anti diabetik oral (ADO). Hati-hati untuk pengendara karena dapat menurunkan kewaspadaan. depresi. meningkatkan kembali penggunaan sulfonamida. (4) Norfloksasin Indikasi : efektif untuk infeksi saluran kemih Kontra Indikasi : dapat menimbulkan anorensia. tetapi kemudian penggunaannya terdesak oleh antibiotik. gagal ginjal. Farmakologi I 54 . Perhatian : hati-hati pada pengendara karena dapat mengurangi kewaspadaan.

5 liter / hari) • dengan sulfamerazin. yaitu : • Efek sistemis. muntah. Kotrimoksazol Kotrimoksazol merupakan kombinasi antara trimetroprim dan sulfametoksazol dengan perbandingan 1 : 5 Farmakologi I 55 Infeksi oleh kuman gram pos dan neg yang peka terhadap obat ini misalnya infeksi saluran nafas dan saluran pencernaan. contohnya sulfacetamid 1. bicarbonat untuk melarutkan senyawa yang mengkristal. Efek samping yang lain ialah reaksi alergi dan gangguan pada saluran kemih dengan terjadinya kristal uria yaitu menghablurnya sulfa di dalam tubuli ginjal. terlindung dari sinar. anemia aplastis dan hemolitik. Mekanisme kerjanya berdasarkan antagonisme saingan antara PABA (Para Amino Benzoic Acid) yang rumus dasarnya mirip dengan rumus dasar sulfa : NH2 PABA Efek samping COOH Efek samping yang terpenting adalah kerusakan pada sel-sel darah yang berupa agranulositosis. kristal una dan gangguan darah Tablet 500 mg (generik) Dalam wadah tetutup baik. pada pengobatan dengan sulfa perlu : • penambahan Na. Trisulfa Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan 2. . Penggolongan Berdasarkan efek yang dihasilkan sulfonamida dibagi menjadi 2. • minum air yang banyak (minimum 1. contohnya kotrimoksazol. sulfamezatin. Gangguan kulit. trisulfa • Efek lokal. Untuk menghindari terjadinya kristal uria. Hipersensitiv terhadap obat ini kehamilan dan masa menyusui.Sulfa bersifat bakteriostatik luas terhadap banyak bakteri gram positif dan negatif. diare. membuat preparat kombinasi (trisufa) yang terdiri dari sulfadiazin.

gagal ginjal. Spesialite Obat-obat Sulfonamida NO 1 2 3 GENERIK Sulfadiazin+Sulfamerazin Sulfamezatin Sulfacetamida Natrium Cotrimoksazole (Trimetoprim+ Sulfamethoxazole) DAGANG Trisulfa Albucid Bactrim Bactricid PABRIK Kimia Farma Indo Farma Nicholas Roche C. ruam (termasuk sindrom Stevens – Johnson) reaksi allergi. demam tifoid dan shigellosis Hipersensitiv terhadap sulfa. mual. Jika nyamuk ini kembali menggigit manusia.Indikasi Kontra indikasi Perhatian Efek samping Sediaan Cara penyimpanan Antibakteri spectrum luas. bronkitis kronis. muntah. gangguan fungsi hati yang berat Pada penggunaan jangka panjang perlu dilakukan hitung jenis sel darah. Gangguan darah. diare dll. yang selanjutnya akan berpindah ke dalam kelenjar liur nyamuk. infeksi saluran kemih. Nyamuk mengisap darah yang mengandung parasit malaria. Anti Malaria Pengertian Anti malaria adalah obat-obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel tunggal (protozoa) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang menggigit pada malam hari dengan posisi menjungkit. Sulfacetamid Adalah golongan sulfonamida yang digunakan dalam salep dan tetes mata. parasit masuk ke dalam hati dan berkembangbiak. ANTI PARASITIK 1. Farmakologi I 56 . Tablet Wadah kedap udara. hindari penggunaan pada bayi di bawah 6 minggu. Cotrimoksazol (generik) Suspensi 240 mg/ 5 ml. maka parasit akan ditularkan melalui air liurnya. terlindung dari sinar 480 mg 3. Siklus hidup parasit malaria berawal ketika seekor nyamuk betina menggigit penderita malaria. infeksi THT. Di dalam tubuh manusia.

setelah itu mereka akan meninggalkan hati dan menyusup ke dalam sel darah merah.Pematangan parasit berlangsung selama 2-4 minggu. Malaria tropika. Ciri-ciri penyakit malaria adalah : • demam berkala. • yang kesemuanya bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan malaria. falciparum merupakan penyebab infeksi terbanyak dan paling berbahaya. Malaria kwartana Penyebabnya Plasmodium malariae Dengan gejala : demam berkala setiap 4 hari sekali Sifat penyakit : residitif (sering kambuh) karena adanya bentuk exo eritrosit sekunder. Malaria tertiana Penyebabnya Plasmodium vivax dan ovale Dengan gejala : demam berkala yang timbul 3 hari sekali Sifat penyakit : sering kambuh (residitif) karena adanya bentuk exo eritrocyt sekunder. sehingga timbul rasa mual dan muntah • anemia Penyebab penyakit malaria Terdapat 4 spesies parasit malaria: • • • Plasmodium vivax Plasmodium ovale Plasmodium falciparum Plasmodium malariae. P. Penggolongan obat malaria Farmakologi I 57 . Penyebabnya Plasmodium falcifarum dengan gejala : serangan demam tidak menentu disertai nyeri kepala hebat. Parasit berkembangbiak di dalam sel darah merah dan pada akhirnya menyebabkan sel yang terinfeksi ini pecah. disertai menggigil • nyeri kepala dan nyeri otot • hati membesar. c. Sifat penyakit ini tidak residif (dapat sembuh total. Ada 3 jenis penyakit malaria yaitu : a. bila terjadi kerusakan eritrosit dalam jumlah besar dan kemudian menyumbat pembuluh kapiler ke otak maka dapat menimbulkan kematian dalam beberapa hari. tidak berulang kambuh) b.

anti nyamuk semprot. anti nyamuk listrik. terlindung dari sinar dan kelembaban. meflokuin) sebenarnya yang terpenting adalah perlindungan pribadi terhadap gigitan nyamuk. 150 mg Dalam wadah tertutup baik. digunakan juga bersama proguanil bila terdapat malaria falsiparum yang resisten terhadap klorokuin. diindikasikan juga untuk arthritis Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan (2) Halofantrin Digunakan untuk pengobatan malaria falsifarum. pirimethamin. tetapi sekarang jarang digunakan. tetapi efek perlindungannya hanya beberapa jam saja b) c) d) (1) Obat-obat penyembuh / pencegah demam = kurativum Obat-obat pencegah kambuh. Indikasi Obat terpilih untuk pengobatan malaria ringan (yang disebabkan plasmodium vivax). sakit kepala. Formula Dietiltoluamid (DEET) dalam lotio. profilaksis/ pencegahan malaria di daerah dengan kemungkinan resistensi kloroquin masih rendah. gangguan penglihatan. Tidak boleh digunakan untuk malaria ringan. juga bila meflokuin sudah digunakan untuk profilaksis. . gangguan neurologis (hindari untuk pasien epilepsi). roll on dan semprot sangat efektif dan tidak berbahaya jika digunakan pada kulit. Contohnya primakuin Obat – obat pembunuh gametosid Klorokuin Malaria yang disebabkan plasmodium falciparum sudah resisten terhadap kloroquin hampir diseluruh bagian dunia. Di Papua Nugini dilaporkan plasmodium vivax juga resisten terhadap kloroquin. halofantrin) rheumatoid dan lupus eritematosus Penderita gangguan fungsi hati / ginjal. over dosis. kehamilan. kejang. gangguan saluran cerna. Kelambu yang telah diimpregnasi dengan permetrin dapat mencegah berbagai gigitan nyamuk. meflokuin. sangat toksis Klorokuin (generik) tablet 100 mg. (3) Meflokuin Farmakologi I 58 Contohnya kina. begitu juga anti nyamuk bakar. kloroquin.a) Obat-obat pencegah / profilaktik Untuk perlindungan terhadap gigitan nyamuk (kloroquin.

Efektif terhadap malaria ringan. tapi tidak dianjurkan. pusing. kehamilan. anemia hemolitik Primaquin (generik) tablet 15 mg Dalam wadah tertutup baik. anak di bawah 4 tahun Mual. menyusui.Digunakan untuk profilaksis malaria di daerah endemis malaria falsifarum yang resisten terhadap kloroquin. - Efek samping Sediaan generik (4) Primaquin. Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan Pengobatan radikal malaria Vivax atau ovale. diare sakit perut. depresi. pengobatan malaria falsiparum (lihat atas) Hindari penggunaan pada wanita hamil (efek teratogenik pada hewan percobaan). terlindung dari sinar dan kelembaban. Penyakit yang berkaitan dengan granulositopenia (artritis rematoid. Mual. Farmakologi I 59 . muntah. kecuali yang telah resisten terhadap Kloroquin Indikasi Kontra indikasi Kemoprofilaksis malaria. lupus eritematosus). riwayat epilepsi. pengobatan kambuhnya malaria lain dengan siklus ekso eritrosit sekunder. gangguan keseimbangan. sakit perut. muntah. hindari kehamilan sampai 3 bulan menyusui.

gangguan keseimbangan. juga berkhasiat analgetik-antipiretik Kina (generik) tabl 200 mg Kuinin dihidroklorida (generik) cairan injeksi 25 % Dalam wadah tertutup baik. mual. penglihatan kabur. dosis besardapat menyebabkan ruam kulit. karena diyakini berkhasiat oksitosik maka banyak disalahgunakan Sediaan Cara penyimpanan untuk abortus. Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara Penyimpanan (6) Kina Merupakan obat malaria tertua dari alkaloid pohon Cinchona succirubra. terlindung dari sinar. Depresi sistem hematopoesis. neuritis optik Sakit kepala. dan dapat digunakan bersama atau sesudah kinina. terlindung terhadap sinar. Indikasi Kontra indikasi Efek samping Pengobatan malaria falsiparum Hemoglobin uria. Pirimetamin (generik) tablet 25 mg. Pengobatan malaria falsiparum. wanita hamil. muntah. insomnia. telinga berdenging.(5) Pirimetamin. menyusui. Pirimetamin + Sulfadoksin (generik) tabl S-doksin 300mg + pirimetamin 25 mg Wadah kedap udara. ruam kulit. gangguan darah. harus digunakan bersama sulfadoksin atau dapson Gangguan fungsi hati/ ginjal. Pirimetamin tidak boleh digunakan tersendiri. Spesialite Obat-obat Malaria: NO 1 GENERIK dan LATIN Klorokuin Chloroquinum DAGANG Nivaquine Riboquin Resochin PABRIK Rhone Poulenc Dexa medica Bayer Farmakologi I 60 .

serta mulas pada waktu buang air besar. kista akan pecah dan berkembang menjadi bentuk aktif yang disebut tropozoit. • • Bentuk Histolitika Pada kasus tertentu tropozoid melewati dinding usus. Penyakit yang disebabkan amuba umumnya menyerang usus. otak khususnya hati) di sini tropozoid . lalu menerobos ke organ-organ lain (jantung.tropozoid ini hidup dari eritrosit dan sel-sel jaringan yang dilarutkan olehnya dengan jalan fagositosis sehingga jaringan yang ditempatinya akan mati (nekrosis). memperbanyak diri dengan pembelahan dan hidup dari bakteri-bakteri yang ada di usus. Anti Amuba Pengertian Adalah obat-obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh mikro organisme bersel tunggal (protozoa) yaitu Entamoeba histolytica yang dikenal dengan dysentri amuba.2 3 4 5 Sulfadoxin+Pyrimetamin Kinin Sulfat (Quinini Sulfas) Eukinin/ Kinin Etil Karbonat Meflokuin Fansidar Suldox Tablet Kina Euchinin Malacid Roche Dumex Kimia Farma Kimia Farma Dexa medica 2 . diare berlendir dan berdarah. Bila pengobatannya tidak tepat penyakit ini dapat menjalar ke organ-organ lain khususnya hati dan menyebabkan amubiasis hati yang berciri radang hati (hepatitis amuba) Bentuk amuba dan cara penularannya : • Bentuk kista merupakan bentuk yang tidak aktif dari amuba yang memiliki membran pelindung yang ulet dan tahan getah lambung. Bentuk minuta (kecil) Bila makanan yang terinfeksi oleh kista amuba masuk ke usus manusia. berkembang menjadi 2 kali lebih besar. akibatnya terjadi luka-luka kecil pada mukosa usus sehingga menimbulkan kejang perut. Farmakologi I 61 . Dengan gejala diare berlendir dan darah disertai kejang-kejang dan nyeri perut. paru-paru.

urin berwarna gelap. gangguan pengecapan. Anti Cacing Farmakologi I 62 . tangan yang kotor atau makanan dapat masuk lagi ke tubuh manusia yang lain Penggolongan obat Dibagi menjadi dua golongan besar yaitu: 1. indikasi. antibiotika antara lain tetrasiklin dan golongan aminoglikosida. Obat amubiasid kontak.Sebagian tropozoid ada yang menjadi kista. akan keluar bersama tinja penderita. tablet vaginal 500 mg. hindarkan penggunaan dosis besar pada wanita hamil dan menyusui Mual. Hipersensitif. vertigo. 2. Vaginal tablet harus ditaruh ditempat sejuk Spesialite obat-obat anti amuba : NO 1 2 3 4 5 GENERIK dan LATIN Kloroquin Fosfat (Chloroquinini Phosphas Metronidazol (Metronidazolum DOEN) Tinidazol Nimorazol Secnidazol DAGANG Resochin Nivaquin Corsagyl Flagyl Fasigyn Naxogin Sentyl Flagentyl PABRIK Bayer Rhone P Corsa Rhone P Pfizer Pfizer Sunthi Sempuri Rhone P 3. dengan perantaraan lalat. kontra indikasi dan efek samping Metronidazol Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara Penyimpanan Infeksi amuba (amubiasis intestinalis. terlindung dari sinar. meliputi senyawa nitro-imidazol (metronidazol tinidasol) yang berkhasiat terhadap bentuk histolitika di dinding usus dan jaringan-jaringan lain. muntah. meliputi senyawa-senyawa metronidazol dan tinidazol. Bila metronidazol dan tinidazol tidak efectif dapat digunakan dihidroemetin. Obat generik. Dalam wadah tertutup baik. Obat golongan ini merupakan obat pilihan dalam kasus amubiasis. dan abses amuba hepar) juga infeksi oleh trikomonas. Obat amubiasid jaringan. Tablet metronidazol (generik) 250 dan 500 mg . ngantuk dan reaksi kulit seperti ruam urtikaria.

telur cacing akan pindah ke tangan dan dapat tertelan kembali . Obat yang sesuai adalah mebendazol (obat pilihan untuk semua pasien di atas 2 tahun) dan piperazin. menjalar ke organ-organ lain bila tidak diobat dengan tepat. Gejala penyakit cacing sering kali tidak nyata. Farmakologi I 63 . terutama bila sistim pembuangan kotoran belum memenuhi syarat-syarat hygiene.Cara penularan yang demikian disebut reauto infeksi. Larva dan telur cacing ada di mana-mana di atas tanah. Dengan garukan. b) Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) Termasuk cacing bulat yang dapat mencapai ukuran cukup besar dan cukup berbahaya karena dapat keluar dari usus. Cacing betina menempatkan telurnya disekitar anus pada malam hari sehingga menyebabkan rasa gatal. a) Cacing kremi (Oxyuris vermicularis) Termasuk golongan cacing bulat. Penularan penyakit cacing umumnya terjadi melalui mulut.Pengertian Anthelmetika atau obat-obat anti cacing adalah obat-obat yang dapat memusnahkan cacing parasit yang ada dalam tubuh manusia dan hewan. Obat cacing digolongkan berdasarkan khasiatnya terhadap jenis cacing yang menginfeksi . kejang-kejang kehilangan nafsu makanan pucat (anemia) dan lain – lain. di Indonesia termasuk penyakit rakyat yang umum dan sampai saat ini diperkirakan masih cukup banyak anak-anak di Indonesia yang menderita infeksi cacing sehingga pemerintah perlu mencanangkan pemberantasan cacing secara masal dengan pemberian obat cacing kepada seluruh siswa sekolah dasar pada momen-momen tertentu. Obat pilihan yang paling efectif adalah levamisol. meskipun ada juga yang melalui luka dikulit. Umumnya merupakan gangguan lambung usus seperti mulas. Penggolongan. masa hidup cacing dewasa tidak lebih dari 6 minggu. ikan dll) • Mencuci tangan sebelum makanan. Pencegahannya sebenarnya mudah sekali yaitu : • Menjaga kebersihan baik tubuh maupun makanan • Mengkomsumsi makanan yang telah di masak dengan benar (daging. Infeksi oleh cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar di dunia.

e) Filaria Ditularkan oleh Larva microfilaria dari cacing Wuchereria bancrofti dan Brugia malay melalui gigitan nyamuk culex. penularannya melalui Larva yang masuk ke dalam kulit kaki yang terluka cacing tambang hidup pada usus halus bagian atas dan menghisap darah pada tempat dia menempelkan dirinya di mukosa usus. d) Cacing tambang (Ankylostoma duodenale dan Necator Americanus) Adalah dua macam cacing tambang yang menginfeksi manusia. bisa gatal – gatal. Obat pilihan Frazikuantel efektif terhadap semua jenis schistosoma.Obat yang paling banyak digunakan untuk cacing pita adalah niklosamid dan prazikuantel. yang penularannya lewat daging yang mengandung telur cacing pita karena kurang lama dimasak. Taenia sulit dibasmi karena kepala cacing yang memiliki semacam alat hisap terhunjam dalam selaput lendir usus sehingga sulit kontak dengan obat dan segmen – segmen (bagian tubuh cacing) yang telah rusak karena obat. Schistosoma japonicum tersebar lebih luas dalam saluran cerna dan sistem porta.c) Cacing pita (Taenia saginata/Taenia solium/Taenia lata) Merupakan cacing pipih beruas-ruas. Taenia lata terdapat dalam daging ikan. hematuria dan lain – lain. Seperti cacing pita. Gejala yang tampak disamping gangguan lambung usus adalah anemia . Gejala penyakit tergantung pada tempat yang terinfeksi . kulit kemerahan. dapat dilepaskan dan cacing kemudian membuat segmen-segmen baru. Farmakologi I 64 . Mebendazol merupakan pilihan karena memiliki Spectrum luas dan efektif terhadap cacing tambang. Microfilaria dari cacing akan membendung getah bening pada kaki dan daerah sekitar kandung kemih sehingga mengakibatkan daerah yang diserang menjadi bengkak dan besar sehingga keadaan ini disebut elephantiasis. f) Schistosoma Adalah sebangsa cacing halus yang ditularkan oleh larva yang disebut myracidium melalui kulit atau siput yang dimakan manusia. Pengobatan: mencakup pembasmian cacing sekaligus pengobatan anemia.Taenia saginata terdapat dalam daging sapi. Taenia solium terdapat dalam daging babi. cacing ini menyebabkan anemia karena defisiensi besi. diare berlendir. Schistosoma hematobium dewasa hidup dalam vena saluran kemih sedangkan Schistosoma mansonii hidup di vena kolon.

insomnia. ruam kulit) Tidak untuk anak di bawah 2 tahun Pyrantel Pamoat (generik)tablet 365 mg Suspensi 115 mg/5 ml Terlindung dari sinar. Obat pilihan untuk cacing gelang dan kremi Sangat jarang (sakit kepala. cacing gelang. diare Tidak dianjurkan dipakai terus menerus (nefrotoksik) Piperazin (generik) Sirup 1 gr/ 5 ml. . kolik. Invermectin merupakan obat alternatif yang paling efektif untuk infeksi kronis. Mebendazol (generik) tabl.kehamilan Mual. Pyrantel pamoat Indikasi Kontra indikasi Efek samping Peringatan Sediaan Cara Penyimpanan 4. 500 mg Wadah kedap udara. reaksi hipersensitiv Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun. cacing cambuk. Piperazin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Peringatan Sediaan Cara Penyimpanan 3. kontra indikasi dan efek samping 1. Tablet 300 mg. cacing tambang. Kehamilan (efek teratogenik) dan ibu menyusui Kadang-kadang sakit perut. epilepsi. menimbulkan siklus auto infeksi. indikasi. muntah. obat alternatif : albendazol. mual. Mebendazol Indikasi Kontra indikasi Efek samping Peringatan Infeksi tunggal maupun campuran yang disebabkan cacing kremi.g) Cacing benang (Strongiloides stercularis) Ditularkan melalui kulit oleh larva yang berbentuk benang dan hidup dalam usus. kadang-kadang cacing Sediaan 2. diare. Obat pilihan : Tiabendazol. muntah. cacing kremi. Obat generik. Dietil karbamazin Indikasi Filariasis Farmakologi I 65 askaris akan bermigrasi keluar melalui hidung/ mulut selama pengobatan terutama pada anak dengan infeksi berat. cacing tambang. terlindung dari sinar pada anak-anak Infeksi tunggal/ campuran cacing gelang. Larva yang dihasilkan dapat menembus dinding usus dan menyusup ke jaringan. 100 mg Cacing kremi dan cacing gelang Gangguan fungsi ginjal.

Dietil karbamazin (generik) tabl. usus dan vagina oleh sejenis ragi yang disebut candida albicans. asam undesilinat) Farmakologi I 66 . Penggolongan 1. gangguan darah. amfoterisin.Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara Penyimpanan 5. nistatin) 2. Infeksi oleh jamur dapat terjadi pada : • Kulit oleh dermatofit (jamur yang hidup di atas kulit) • Selaput lendir mulut. Infeksi jamur sering berkaitan dengan gangguan daya tahan tubuh. kehamilan Menyebabkan kambuhnya malaria. 200 mg Spesialite obat-obat anti cacing: GENERIK dan LATIN Piperazin (Piperazinum) Mebendazol (Mebendazolum) Pirantel Pamoat DAGANG Piperacyl Upixon Vermox Combantrin PABRIK Bode Bayer Janssen Pfizer Janssen Pfizer Mecosin Mecosin (Pyranteli Pamoas) Levamizol HCl Ascaridil Oxantel Pamoate+Pyrantel Quantrel Pamoate Dietil karbamazin Albendazol Filarzan Helben 4. 1000 mg Wadah kedap udara (hidroskopis) kepala. pusing. ginjal yang berat. maka pengobatan jamur sering mengalami kegagalan. Albenazol (generik) tabl. Albendazol Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan NO 1 2 3 4 5 6 7 Penyakit hati. Faktor hygiene juga sangat mempengaruhi penyebaran infeksi oleh fungi. Terapi tambahan (sesudah operasi) untuk kista hidatid atau obat primer strongiloides Kehamilan Gangguan saluran cerna. Asam-asam organik (asam salisilat. sakit kepala. Antibiotika (griseofulvin. sakit mual. asam benzoat. bila daya tahan tubuh turun. Anti jamur (fungistatika) Adalah obat-obat yang digunakan untuk menghilangkan infeksi yang disebabkan oleh jamur.muntah. bronchi. Salah satu sebab meluasnya infeksi oleh fungi ialah meningkatnya pemakaian antibiotik spektrum luas atau pemakaian kortikosteroid yang kurang tepat.

mikonazol) Obat genetik. efektif untuk mengobati infeksi kulit dan kuku yang menahun. sariawan pada mulut. konsentrasi 5-10%) Kandidiasis intestinal (generik)Kandidiasis (stomatitis. kehamilan Sakit kepala. Berasal dari streptomyces moursei Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan 3. kulit kepala. Nistatin (generik) tabl 500. Nistatin. kontra indikasi efek samping. muntah diare (diberikan peroral). terlindung dari sinar. mual. indikasi. vaginitis pada vagina) Mual.3. suhu dibawah 5°C. rambut dan kuku bila terapi topikal gagal Gangguan fungsi hati. dalam salep konsentrasi 3-6 % juga bersifat keratolitik (melarutkan lapisan tanduk kulit. Griseofulvin Dihasilkan oleh Penisillium griseofulvinum. penyembuhan berlangsung sangat perlahan. Asam Salisilat Asam organik berkasiat fungsisida. berkhasiat fungistatik pada penggunaan oral terhadap banyak dermatofit. 1.000 UI Wadah kedap udara. Infeksi dermatofitosis kulit. muntah Griseofulvin (generik) tablet 125 mg Farmakologi I 67 . iritasi lokal pada pemakaian topikal.. klotrimazol. Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan 2. Derivat imidazol (ketokonazol. Amfoterisin B Dihasilkan oleh Streptomyces nodosus Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan 4.

ruam. sangat ulet yaitu tahan asam dan basa. Mikonazol Merupakan derivat imidazol dengan kasiat fungisid kuat Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan 6.sakit kepala. Di luar tubuh manusia kerap kali virus berbentuk seperti kristal tanpa tanda hidup. Hipersesitivitas. infeksi dermatofit pada kulit atau kuku tangan. Gangguan hati. Ketokonazol (generik) tablet 200mg Spesialite obat-obat anti jamur NO 1 GENERIK dan LATIN DAGANG Amfoterisin Amphotec Fungizone Candistatin Flagystatin Mycostatin Mycoral Nizoral Fulcin Grivin Canesten Canesten UT Canesten SD Daktarin Mexoderm Sporanox Astra PABRIK Zeneca Terapi topikal tinea pedis. kandidiasis kulit. Kalbe farma Johnson & Johnson Ind Zeneca Phapros Bayer Janssen Konimex Janssen 4 5 6 D. Farmakologi I 68 . krim. muntah nyeri perut. Bila efek samping sangat mengganggu pemakaian harus dihentikan. serbuk warna putih.5.wadah kedap udara 2 3 Nistatin/Nursein (Nystatinum DOEN) Ketokonazol (Ketoconazolum DOEN) Griseofulvin/Fulvicin (Griseofulvinum) Clotrimazole Miconazole Indonesia Squibb Indonesia Pharos Rhone Poulenc Squibb Indonesia. Rasa terbakar.urtikaria. Baru jika keadaan sekitarnya baik. mukosa saluran cerna. Mikonazole nitrat (generik). kandidiasis vaginal. kehamilan dan menyusui Mual. seperti dalam tubuh manusia atau hewan. dengan ukuran antara 20 dan 300 mikron. serta tahan suhu-suhu rendah dan tinggi sekali. 7 Itraconazole ANTI VIRUS (virustatika) Virus (dalam bahasa latin dan sanskerta : visham = racun) merupakan mikroorganisme hidup yang terkecil. Pada suhu 15-30oC . kemerahan. Ketokonazol Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Kandidiasis mukosa resisten yang kronis. pruritus. kristal tersebut bernyawa kembali dan memperbanyak diri.

muntah. tanpa mengganggu fisiologi sel-sel tuan rumah. Asiklovir aktif terhadap virus herpes tetapi tidak bisa memusnahkannya. Idoksuridin (IDU) Berkhasiat virustatik terhadap sejumlah virus kelompok DNA. karena obat-obat anti virus selain menghambat dan membunuh virus. Sediaan. tabl 200mg. Secara lokal terjadi rasa nyeri dan terbakar. Acyclovir (generik). juga merusak se-sel hospes dimana virus berada. Penggunaan asiklovir meliputi pengobatan sistemik dan topikal. Sejumlah obat anti virus sudah banyak dikembangkan tetapi hasilnya belum memadai karena toksisitasnya sangat tinggi. termasuk herpes genitalis. dan hanya efektif bila digunakan pada awal penyakit. Asiklovir dapat merupakan obat penyelamat untuk pasien herpes simpleks atau herpes zoster. sakit kepala. Aktivitasnya jauh lebih kuat dibandingkan virustatika lain. Idoksuridin (IDU) Indikasi : terapi keratitis pada herpes simpleks secara topikal Spesialite obat-obat anti virus Farmakologi I 69 . antara lain idoksuridin pada penggunaan topikal dan herpes simplex conjungtivitis serta asiklovir. kehamilan dan menyusui Ruam kulit. gangguan neurologis. Tidak bersifat karsinogen dan karsinogenik. Efek samping pada penggunaan parenteral adalah tromboflebitis di tempat suntik. kadang-kadang mual. gangguan saluran cerna. Asiklovir Obat ini berkhasiat terhadap herpes simplex dan herpes zoster. tremor dan kekacauan. Asiklovir Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Herpes simpleks dan varisella zoster Gangguan fungsi ginjal. Hanya beberapa anti virus yang saat ini digunakan. Kontra Indikasi dan Efek Samping 1.400mg 2.Pengembangan obat anti virus baik sebagai pencegahan maupun terapi belum dapat mencapai hasil yang diinginkan. Memiliki efek samping yang sangat toksis bagi hospes maka hanya digunakan secara lokal sebagai salep dan tetes mata.

yaitu pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang dapat menghambat atau membunuh sel-sel kanker. tenggorokan. Kemoterapi. antara lain: 1. adalah : Farmakologi I 70 . lambung-usus dan alat-alat kelamin. Gejala umum dari penyakit-penyakit kanker adalah nyeri yang sangat hebat. dimana produksi leukosit menjadi abnormal tinggi sedangkan eritrosit sangat berkurang.NO E. Suatu kelompok sel dengan mendadak menjadi liar dan memperbanyak diri secara pesat dan tidak tertahankan serta mengakibatkan pembengkakan atau benjolan. yang disebut tumor atau neoplasma (neo = baru. menurut para ahli. Sebab-sebab kanker. Begitu pula leukimia atau kanker darah. dimana berkembang neoplasma sekunder. yaitu dengan mengangkat sel-sel kanker sehingga tidak terjadi perluasan daerah yang terkena kanker 3. yaitu dengan melakukan penyinaran pada daerah yang terdapat sel-sel kanker dengan menggunakan sinar radio aktif. ANTI 1 GENERIK dan LATIN Asiklovir (Acyclovirum) DAGANG Clinovir Poviral Isoprinosine PABRIK Pharos Kalbe Farma Darya Varia 2 Methisoprinol NEOPLASTIKA (Sitostatika) Pengertian kanker Kanker atau karsinoma (Yunani = karkinos = kepiting) adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas (maligne). Tumor setempat ini seringkali menyebarkan sel-selnya melaui saluran darah dan limfe ke tempat-tempat lain dari tubuh (metastasis). Sel-sel kanker ini menginfiltrasi ke dalam jaringan-jaringan sekitarnya dan memusnahkannya. lebih dari 80% dari semua tumor pada manusia diakibatkan oleh pengaruh zat-zat karsinogen Pengobatan Pengobatan kanker dikenal beberapa cara. plasma = bentukan). paru-paru. Operasi / pembedahan. 2. Efek Samping Efek samping penggunaan obat-obatan neoplastika. Radiasi / penyinaran. Jenis-jenis kanker yang paling sering terdapat adalah kanker kulit.

Kerjanya pendek sekali karena dalam darah terurai dalam beberapa menit. • Klorambusil Adalah derivat klormertin dengan cincin aromatik. Efek samping ringan. 2. karena kerjanya mirip dengan efek penyinaran dengan sinar-sinar ionisasi. yakni yang memiliki titik kerja di dalam sel yang berlainan. sitostatika dapat dibagi dalam beberapa golongan : 1. Obat-obat ini terutama digunakan pada kanker korion. yang memperbesar resiko infeksi kuman. • Gangguan pada kantong rambut dengan rontoknya rambut atau alopesia. • Siklofosfamid Farmakologi I 71 . Penggolongan Berdasarkan mekanisme kerjanya.serbi 1) Zat-Zat Alkilasi Yang terpenting adalah klormethin dan derivatnya. tiotepa dan busulfan. Zat – zat alkilasi Antimetabolit Antimitotika Antibiotika Serba . khasiat dan penggunaannya sama. Dengan demikian daya kerjanya diperkuat dan terjadinya resistensi dapat dihindarkan. a) Klormethin Merupakan sitostatika pertama yang digunakan (1946) terhadap kanker limfogranuloma dan leukemia akut. 4. 3. tetapi dapat digunakan oral. limfogranuloma dan leukimia.• Depresi sumsum tulang dengan gangguan darah dan berkurangnya sistem tangkis. Obat-obat ini juga disebut radiomimetikam. • Pembentukan sel-sel darah terhambat • Hiperurisemia • Terganggunya fungsi reproduksi Kombinasi dari dua atau lebih sitostatika kerapkali digunakan. 5.

Selain merusak sumsum tulang. c) Busulfan Berkhasiat spesifik terhadap sumsum tulang. • Melfalan Adalah derivat klormetin yang mengandung fenilalanin. seringkali mengakibatkan kerontokan rambut dan radang mukosa kandung kemih dengan perdarahan. a) Merkaptopurin Farmakologi I 72 sintesis DNA dengan jalan antagonisme saingan metotreksat (MTX). yang baru aktif setelah dioksidasi di hati. juga bila . maupun pada jenis-jenis kanker lain yang gagal pengobatannya dengan penyinaran. Juga digunakan untuk mengobati penyakit kulit bersisik (psoriasis) yang parah sebagai obat terakhir. Karena sifatnya yang lipofil dan mudah melintasi sawar otak. Efek samping perintangan produksi megkaryocyt di sumsum tulang. maka khusus digunakan pada leukemia kronis guna menekan produksi leukosit. yang membentuk pelat-pelat darah. Banyak digunakan pada leukemia akut guna memelihara remisi (perbaikan gejalagejala)yang kurang dicapai dengan obat-obat lain. b) Thiotepa Memiliki daerah indikasi yang lebih luas daripada derivat-derivat mustin. 2) Anti metabolit – anti metabolit Obat-obat ini menggangu sudah terjadi metastatis. misalnya vinkristin bersama prednison. kerjanya jauh lebih lama lebih kurang 6 jam.Adalah derivat klormetin dengan cincin fosfat. d) Lomustin Mampu mengalkilasi dan menghambat berbagai proses di dalamsel. yaitu juga pada kanker yang sudah tersebar. maka obat ini merupakan obat pilihan pertama pada tumor otak. Banyak digunakan pada kanker sumsum tulang. Antagonis asam folat ini efektif sekali pada kanker korion.

3) Anti Mitotika Zat ini mencegah pembelahan sel dengan merintangi pembelahan inti sel. Efek samping sama dengan vinblastin. b) Fluorouracil Digunakan pada tumor-tumor lambung. umumnya dikombinasikan dengan obat lain. • Vindesin Khasiat kurang lebih sama dengan vinblastin. Digunakan pada leukemia akut pada anak-anak. mual. polineuritis lebih cepat terjadi dan terapi harus segera ditunda hingga gejala . misalnya merkaptopurin dan prednison. a) Vinblastin Merupakan alkaloid tanaman Vinca rosea bersama derivatnya vindesin dan vinkristin. juga dalam hal MTX atau zat-zat alkilasi tidak efektif lagi. Efek samping sama dengan MTX.Terutama digunakan pada leukemia akut pada anak-anak. Terutama digunakan bila radioterapi atau sitostatika lainnya tidak efektif.gejala lenyap. Banyak digunakan sebagai imunosupresivum memperkecil bahaya penolakan organ-organ baru oleh tubuh si penerima. tetapi kurang menekan sumsum tulang dan neurotoksis. rambut rontok dan obstipasi (sembelit karena kejang). muntah. Depresi sumsum tulang praktis tidak terjadi. usus besar atau (kolon) dan poros usus (rektum). Digunakan antara lain pada leukemia akut pada anakanak dan pada kanker buah dada. • Azathioprin pada transplantasi ginjal dan organ-organ lain guna Dalam tubuh dirombak menjadi merkaptopurin. b) Podofilin Farmakologi I 73 . • Sitarabin Berkhasiat virustatik terhadap virus-virus DNA. • Vinkristin Digunakan pada leukemia akut pada anak-anak. Efek samping utama neuritis perifer.

biasanya dengan vinkristin dan prednison. b) Doksorubisin Digunakan khusus pada leukemia akut dan limfogranouloma yang tidak dapat diobati dengan sitostatika lain. dan sebagainya. Efek samping sama dengan sitostatika lain yakni gangguan darah. lambung-usus dan rambut rontok.Damar ini diperoleh dari akar tanaman Podophyllum peltatum yang antara lain mengandung zat antimitotik podolifotoksin. prokarbazin dan asparaginase. Dua glikosida semisintetisnya adalah teniposida dan etoposida • • Teniposida Digunakan pada limfoma Hodgkin. 4) Antibiotika Terutama digunakan pada kanker korion yang sudah metastasis. a) Mitomisin Sangat toksis untuk sumsum tulang. • Daunorubisin Merupakan derivat doksorubisin dengan khasiat dan efek samping yang sama. a) Kortikosteroida Hampir pada semua kombinasi obat pada terapi kanker mengandung prednison atau turunannya. Urin dapat berwarna merah seperti doksorubisin. maka pengawasan darah seksama harus dilakukan bila obat-obat lain tidak efektif. 5) Serba-serbi Obat-obat lain yang digunakan pada kanker terdiri dari kortikosteroida. perasaan nyaman. kanker otak dan kandung kemih. b) Hormon-hormon kelamin Farmakologi I 74 . Etoposida Dapat digunakan oral. digunakan antara lain pada kanker testis dan ovarium. tumor menjadi ringan. karena efeknya langsung terhadap sel-sel kanker sendiri dan menghasilkan pengaruh yang baik seperti demam menurun. nafsu makan bertambah. biasanya dikombinasikan dengan klorambusil dan MTX. hormon kelamin.

Selain itu juga berdaya anti virus dan dianjurkan sebagai pencegah influensa sampai 24 jam sesudah terjadinya infeksi. Spesialite obat-obat sitostatika. Maka zat ini menggunakan asparagin tersebut sehingga sel-sel kanker terhenti perkembangannya. e) Cisplatin Terutama digunakan pada kanker testis dalam kombinasi dengan vinkristin dan bleomisin. c) Prokarbazin Dianjurkan sebagai obat pilihan kedua pada limfogranuloma. NO 1 GENERIK dan LATIN Dokosorubisin Hidroklorida (Doxorubici Hydrochloridum) Fluorourasil (Fluorouracilum) Bleomisin Sulfat (Bleomicini Sulfas) Sisflatin(Cisflatinum) Siklofosfamida (Cyclophosphamidum Metotreksat (Methotrexatum) Farmakologi I 75 DAGANG Adiamycin RD PABRIK Carlo Erba 2 3 4 5 6 Adrucil Bleocin Cisplatin Endoxan Farmitrexat Carlo Erba Kalbe Farma Kalbe Farma Asta Carlo Erba . dalam kombinasi dengan klormethin. serta pada kanker ovarium. yang pertumbuhannya dapat dihambat oleh androgen atau estrogen. alergi. Pada leukemia tertentu sel-sel kanker tidak dapat membentuk 1-asparagin yang diperlukannya untuk sintesis proteinnya. Efek samping mual.coli. misalnya estrogen diberikan pada kanker prostat (guna meniadakan efek hormon pria).Kerapkali digunakan dengan hasil yang baik. Androgen diberikan pada kanker payudara. gangguan SSP dan hati. atau anti hormon. vinkristin dan prednison. Hanya digunakan pada leukemia akut dan sebagai obat pilihan kedua. d) L-Asparaginase Enzim ini diperoleh dari pembiakan bakteri E. f) Interferon Daya sitostatiknya telah dibuktikan untuk beberapa bentuk kanker. muntah. pada jenis-jenis kanker yang tergantung dari hormon.

Bila ditempat penyuntikan tidak timbul bengkak merah berarti orang tersebut tidak terinfeksi TBC. Selain paru-paru. Cara pencegahan TBC adalah dengan memberikan vaksinasi sedini mungkin pada bayi-bayi yang baru lahir. Vaksin yang digunakan adalah vaksin BCG (Basil Calmette Guerin). • Perumahan yang tidak memenuhi syarat. Untuk menentukan seseorang terinfeksi oleh basil TBC atau tidak biasanya dilakukan dengan reaksi Mantoux . yang pada umumnya dimulai dengan membentuk benjolan-benjolan kecil di paru-paru dan ditularkan lewat organ pernafasan. yaitu penyuntikan yang dilakukan dilengan atas dengan tuberkulin (filtrat dari pembiakan basil TBC).7 8 9 Sitarabin (Cytarabin) Vinkristin Sulfat (Vincristini Sulfas) Vinblastin Sulfat Erbabin Krebin Vinblastine Sulphate DBL Kalbe Farma Kalbe Farma Tempo Scan Pasific (Vinblastini Sulfas) F. Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. kulit dan otak. LAIN-LAIN 1. organ tubuh lain yang dapat dijangkiti kuman TBC adalah tulang. Anti Tuberkulosis (TBC) Pengertian: Anti tuberculosis adalah obat-obat atau kombinasi obat yang diberikan dalam jangka waktu tertentu untuk mengobati penderita tuberkulosis. • Lewat makanan dan minuman Penularan TBC dapat dihindari dengan cara menggunakan desinfektan pada sapu tangan atau barang-barang yang digunakan. Sampai saat ini di Indonesia penyakit TBC masih merupakan penyakit rakyat yang banyak mengambil korban. Penularan kuman TBC dapat melalui: • Saluran pernafasan (sebaiknya penderita menutup mulut dengan sapu tangan ketika batuk atau bersin. ginjal. Farmakologi I 76 .(ventilasi dan masuknya cahaya matahari) • Kebersihan/hygiene • Kurang gizi/gizi tidak baik. dan mengusahakan agar ruangan tempat penderita mempunyai ventilasi yang baik. Kuman TBC pertama kali ditemukan oleh dr Roberet Koch (1882). hal ini disebabkan: • Masih kurangnya kesadaran untuk hidup sehat.

Khasiat tuberkulostatik Farmakologi I 77 Pengobatan tuberkulosis. neuritis perifer Etambutol (generik). liur. Sesudah tahun 1970 kombinasi standar untuk TBC menjadi INH. kapsul 300mg. neuritis optik.meningitis Pasien kelainan hati. Ethambutol Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan 3. 450mg. ethambutol dan rifampisin. buta warna merah/hijau. tabl 250mg. dahak keringat. diare. pusing. bentuk pengobatan terbatas pada terapi simptomatis seperti mengurangi batuk dan menghilangkan demam. lepra. ganguan penglihatan Perlu penerangan rifampisin menyebab-kan warna merah pada urin. Basil TBC terkenal sangat ulet dan sulit ditembus zat kimia (obat) karena dinding sel bakteri mengandung banyak lemak dan lilin (wax). • Mengurangi efek samping. Neuritis optik. sehingga pengobatan TBC memerlukan periode waktu yang cukup lama . kaptab 600mg Tuberkulosis dengan kombinasi bersama obat lain anak dibawah 6 thn. wanita hamil dan menyusui Mual. istirahat total di sanatorium dan diet makanan bergizi yang kaya lemak dan vitamin A. Isoniazid Indikasi Tuberkulosis. Obat TBC yang pertama kali ditemukan adalah streptomisin. Obat generik. Sampai tahun 1970-an kombinasi standar untuk pengobatan TBC menggunakan ketiga obat di atas. Dengan pengobatan modern. tinja. gangguan visual. indikasi. Rifampisin (generik). Tujuan pengobatan kombinasi : • Mencegah resistensi • Praktis karena dapat diberikan sebagai dosis tunggal.muntah. setelah 4 sampai 6 minggu pasien bebas bermasyarakat seperti biasa karena tidak lagi menularkan kuman TBC.Pengobatan Sebelum ditemukan obat-obat yang dapat memusnahkan penyebab penyakit. kombinasi dengan obat lain. disusul kemudian dengan PAS dan INH. Rifampisin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Peringatan Sediaan 2. 500mg Wadah kedap udara . kontra indikasi dan Efek samping 1.dan air mata.

N O 1 2 GENERIK dan LATIN DAGANG PABRIK Novartis Indonesia Dumex Bernofarm Sanbe Novartis Indonesia Soho Kalbe farma Rocella Phapros Dexa Medica Rhone P Medikon UAP Biochemie Westmont Isoniazid (Isoniazidum) INH Ciba Isonex Rifampisin Rifabiotic (Rifampicinum) Rifamtibi Pezeta Cetabutol Kalbutol Etibi Pehadoxin Inoxin Intam 6 Meditam Mycotambin- 3 4 5 6 Pyrazinamid (Pyrazinamidum) Ethambutol Isoniazida+Vit B6 INH+Vit B6+Ethambutol 7 Rifampicin+INH INH Forte Rimetazid Ramicin-Iso 2. INH kalau digunakan sebagai obat tunggal.300mg Sediaan Pyrazinamid Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan Tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain. tbl 500mg) Wadah kedap udara terlindung dari sinar Spesialite obat-obat TBC. khasiatnya diperkuat oleh isoniazida Penderita ganguan hati Hepatotoksik (menimbulkan kerusakan hati) terutama pada dosis lebih dari 2 g/hari Pyrazinamide (generik). INH (generik) . Anti Lepra (Leprostatika) Lepra atau kusta adalah suatu infeksi kronis yang terutama merusak jaringanjaringan saraf. Penyakit hati. resistensinya sangat cepat. gangguan fungsi ginjal Neuropati perifer (ganguan saraf dengan gejala kejang-kejang) yang dapat dicegah dengan pemberian pyridoxin (vitamin B6). Pembangkitnya Mycobacterium leprae ditemukan oleh dokter Norwegia Farmakologi I 78 . tabl 100mg.Kontra indikasi Efek samping paling kuat dibanding obat lain.

memiliki sifat-sifat yang mirip dengan basil TBC. bahwa vaksinasi BCG memberikan perlindungan yang lumayan terhadap infeksi dengan bentuk – L. Pengobatan Sejak dahulu kala obat satu-satunya terhadap lepra adalah minyak kaulmogra.Hansen (1873). dan seumur hidup pada bentuk – L dan borderline. klofazimin dan rifampisin. lebih kurang satu tahun. Efek samping Yang terpenting adalah reaksi lepra yaitu suatu reaksi alergi yang diakibatkan oleh basil mati yang berjumlah besar di dalam jaringan-jaringan. Pada tahun 1950 ditemukan dapson yang mampu menghentikan pertumbuhan basil lepra. Kemudian ditemukan leprostatika lain antara lain thiambutosin. Di Indonesia terdapat kurang lebih 100. juga pertumbuhannya lambat sekali setelah waktu inkubasi yang lama. Hasil tes negatif berarti orang tersebut sangat peka untuk infeksi dengan bentuk tersebut. Semula diduga bahwa reaksi-reaksi ini merupakan efek samping khusus dari dapson. Kemudian disusul dengan monoterapi dapson selama 5 – 7 tahun pada bentuk tuberkuloid. yang kemudian lama-kelamaan akan dimusnahkan oleh sistem tangkis tubuh sendiri. rasa lelah dan habis tenaga. khusus pada bentuk – L terjadi benjol-benjol merah kebiruan. radang dan nyeri sendi. Pencegahan Tes Lepromin adalah suatu injeksi intrakutan dari suspensi jaringan lepra dan digunakan untuk menetapkan apakah seseorang memiliki daya tangkis cukup terhadap lepra bentuk – L. atau jika lebih hebat bisa diberikan zat supresif (penekan) seperti Farmakologi I 79 . Pada tahun 1965 telah dibuktikan di Uganda. Gejala-gejala berupa demam tinggi. WHO menganjurkan sebagai terapi pilihan pertama suatu kombinasi dari dapson dengan rifampisin atau klofazimin selama sekurang-kurangnya 6 bulan. obat lepra sering dikombinasi dengan asetosal atau sedativa. tetapi kemudian ternyata dapat juga ditimbulkan oleh leprostatika lainnya kecuali klofazimin. yaitu sangat ulet karena mengandung banyak lemak dan lilin yang sukar ditembusi obat. Untuk mengatasi gejala-gejala ini. yang efektif untuk meredakan gejala-gejalanya tanpa menyembuhkan penyakit.000 pasien lepra yang diobati di sejumlah rumah sakit khusus (Leproseri) yang diawasi oleh Lembaga Kusta Departemen Kesehatan.

kortikosteroid. Dapson (generik) tabl 50mg. indikasi. misalnya saraf dan otot-otot polos yang Farmakologi I 80 . Terlindung dari sinar Dapson tidak mematikan baksil lepra. Spektrum kerja kurang lebih sama. Resistensi dapat timbul dalam waktu singkat. namun kegiatannya lebih kurang 10 kali lebih kuat. Indikasi. Rifampisin Antibiotik ini merupakan obat satu-satunya yang bekerja leprosid terhadap basil lepra. Karena itu terapi harus diteruskan hingga kuman lenyap sama sekali dari jaringanjaringan tersebut untuk bentuk-T kurang lebih 3 tahun. kecuali di tempat-tempat yang sulit. kuman masih tetap berada dalam selaput lendir. Setelah pengobatan beberapa bulan sebagian besar basil di dalam mukosa dan kulit dimusnahkan. maka meskipun gejala-gejala klulit dan luka-luka dalam beberapa bulan lenyap. Dalam waktu 3-4 minggu bentuk – L yang ganas sudah menjadi tidak bersifat menular lagi. kontra indikasi dan efek samping (lihat anti TBC). kontra indikasi dan efek samping 1. Obat lepra tidak boleh dihentikan atau dikurangi dosisnya berhubungan meningkatnya bahaya resistensi. demikian pula agranulositosis. Kerjanya lebih cepat dan efektif dari pada dapson. Klofazimin Obat ini memiliki khasiat leprostatik yang sama kuatnya dengan dapson.100mg. dan untuk bentuk – L setelah kurang lebih 5 tahun 2. sekaligus lebih toksis. Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan Lama pengobatan Leprostatik kuat berdasarkan persaingan terhadap PABA Sukar tidur dan anemia ringa. kulit dan saraf. Dapson : diaminodifenilsulfon (DDS) ) Rumus bangun obat ini mirip sulfonamida : R-NH-C6H4-SO2-R. Obat generik. 3.

Spesialite obat-obat anti lepra.memerlukan waktu lebih lama. Klofazimin juga berkhasiat anti radang dan mencegah terjadinya benjol-benjol pada bentuk -L. NO 1 2 GENERIK dan LATIN DAGANG Diamino Difenil Sulfon Dapson (DDS) Clofazimine Lamprene PABRIK Indofarma Novartis Farmakologi I 81 . terjadi . E. Sama dengan waktu yang diperlukan dapson untuk mengeluarkan seluruh kuman mati dari jaringan. perubahan warna rambut dll. juga gangguan lambung-usus.Samping : gatal-gatal dan kulit kering.warna coklat kehitaman pada lesidan kulit yang terkena sinar mata hari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful