A.

PENDAHULUAN Alat gerak atau ekstermitas pada manusia terdiri atas 2, yaitu alat gerak aktif dan alat gerak pasif. Alat gerak aktif atau otot yang berupa jaringan, jaringan otot. Jaringan otot merupakan jaringan yang bertanggung jawab untuk gerakan tubuh, hal ini dimungkinkan oleh adanya filament dalam sitoplasma yang bersifat kontraktil, filament kontraktil pada sel otot ini disebut miofilamen (myofibril). Sel otot berasal dari mesoderm dan berdiferensiasi terutama pada proses pemanjangan sel.(4) Berdasarkan morfologi dan fungsional maka jaringan otot pada mamalia dapat dibedakan menjadi 3 jenis otot yakni otot polos, otot skelet, dan otot jantung.(4) Sel-sel otot dari ketiga jenis otot di atas biasanya disebut serat otot dan tiap serat ini dibungkus oleh lapisan yang tipis yang mengandung serat retikuler halus dan lapisan ini mengikatkan seratserat otot berdekatan satu dengan yang lainnya, lapisan ini disebut “endomisium”, serat otot biasanya terdapat berkelompok membentuk fasikulus dan dibungkus oleh “perimysium”, sedangkan pembungkus seluruh serat otot disebut “epimisium”. Epimisium, perimysium, dan endomisium semuanya merupakan jaringan ikat sejati yang lekat dengan serat kolagen, serat elastis, serat retikuler, sel fibroblast, dan pembuluh darah.(4)

B. TINJAUAN PUSTAKA Jaringan otot terdiri atas sel-sel yang telah berdeferensiasi untuk penggunaan optimal sifat universal sel yang disebut kontraksi sel. Mikrofilamen dan protein terkait bersama-sama

menghasilkan daya yang diperlukan untuk kontraksi sel, yang menghasilkan gerakan dalam organ tertentu dan tubuh secara keseluruhan. Hampir semua sel otot berasal dari mesoderm, dan sel-sel ini terutama mengalami diferensiasi terutama melalui suatu proses pemanjangan sel secara bertahap dengan sintesis protein myofibril secara bersamaan. (4) Otot rangka terdiri atas berkas-berkas sel multinuclear dan silindris yang sangat panjang, yang memiliki garis-garis melintang(lurik). Kontraksinya cepat, kuat, dan biasanya dipengaruhi kehendak. Kontraksi ini disebabkan oleh interaksi antara filamen aktin tipis dan filamen myosin tebal, dengan konfigurasi molekul yang memungkinkan filamen tersebut bergeser saling tumpang tindih. Tenaga yang diperlukan untuk bergeser dibangkitkan oleh interaksi lemah jembatanjembatan di antara aktin pada myosin.(4) Otot rangka terdiri atas serabut otot, yang merupakan sel multinuclear silindris yang sangat panjang dengan diameter 10 – 100 µm. inti yang banyak ini terbentuk akibat peleburan sel mesenkimal embrional yang disebut mioblast. Inti lonjong yang panjang umumnya terdapat di tepian sel di bawah membran sel. Lokasi inti sel yang khas ini membantu membedakan otot rangka dari otot jantung dan otot polos dengan inti yang berada di tengah.(4)

1

H. Lidah. pembungkus fiber adalah sarcolemma.E. Maka terbentuklah sebuah otot (muscle). Apabila fiber dipotong dan ditarik serabut lebih kecil disebut myofibril.C.(2) (Otot skelet potongan memanjang. yang menghubungkan tulang dengan otot disebut tendon. kemudian ada beberapa otot yang bergabung dan dibungkus oleh semacam jaringan pembungkus otot yang disebut dengan sarung otot (external perimysium). Otot (muscle) apabila dipotong dan ditarik serabut lebih kecil disebut fiber. Berkas-berkas tersebut bergabung dan dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut epimysium. muscle fiber.masing mempunyai kepala.(2) Struktur otot rangka secara singkat dimulai dari tulang.berkas tersebut bargabung dan dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut perimysium.) (Otot skelet pada lidah potongan memanjang) (2) 2 . dimana didalamnya terdapat aktin dan myosin yang masing. apabila myofibril dipotong dan ditarik serabut lebih kecil lagi disebut myofilament. muscle cell). Struktur Otot Rangka Struktur serabut otot rangka dimulai dari bagian terkecil disebut sel otot (myofibril. Berkas. STRUKTUR HISTOLOGI 1. Kemudian sel otot dibungkus oleh jaringan ikat disebut sarcolemma. Serabut otot yang dibungkus sarcolemma bergabung dan dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut endomysium.

(Otot skelet dan gelendong otot potongan melintang) (2) 2. (1) 3 . Bagian-bagian otot :  Sarkolema adalah membran pembungkus serat otot lurik (1)  Sarkoplasma adalah bahan diantara serat – serat otot lurik (1)  Miofibril atau fibril otot adalah satu benang ramping serabut otot. terdiri dari sejumlah miofilamen. berkas yang tebal mengandung miosin. serta berkas intermediate mengandung desmin dan vimentin. (1)  Miofilamen adalah setiap struktur ultramikroskopik seperti benang yang menyusun berkas myofibril serat otot lurik. (1)  Tendon merupakan tali fibrosa jaringan ikat yang bersambungan dengan serabut otot dan melekatkan otot ke tulang atau tulang rawan. berkas yang tipis mengandung aktin.

Komposisi Kimia Serabut Otot Otot rangka mengandung air 75%. Kemampuan spesifiknya adalah menerima O2 dari darah. dan troponin (paramiosin). Miofibril mengandung paling sedikit 4 macam globulin yakni : aktin.(5) Aktin larut dalam 0.Otot rangka Struktur molekulnya berbeda jauh dengan Hb dan mempunyai afinitas mengikat O2 yang lebih besar daripada Hb.3. Aktin dalah protein dengan BM 70. dengan myosin (miosin). K. dan akhirnya melepaskannya untuk dipergunakan dalam metabolisme aerobic. Mg.6 N larutan KCl. Ca) 4%. Berbagai protein tersebut di atas tidak diketemukan dalam jaringan non muskuler. aktin membentuk aktomiosin. lemak. karbohidrat 1%.000. protein (terutama globulin) 20%. Fungsinya seperti Hb darah. miosin.000. Miosin terdapat dalam otot dalam bentuk magnesiummiosinat. Aktin itu akan berikatan dengan Ca dalam bentuk Ca aktinat. enzim.(5) Protein lain lain yang dijumpai pada otot adalah pigmen respiratoria mioglobin. tropomiosin. BM-nya kira-kira 450. menyimpannya. (5) 4 . dan berbagai garam anorganik (Na.

Serabut Otot Serabut otot rangka yang terpotong memanjang memperlihatkan garis melintang dari pita terang dan gelap secara bergantian.5 µm pada otot yang sedang beristirahat. Zwischenscheibe. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan. (4) Sarkoplasma memiliki sedikit RE kasar atau ribosom bebas dipenuhi berkas-berkas filament silindris panjang yang siebut miofibril yang berjalan sejajar dengan sumbu panjang serat tersebut. terbentang dari garis Z ke garis Z dan panjangnya sekitar 2. isotrop yaitu tidak mengubah cahaya polarisasi.anisotrop atau birefringen dengan cahaya polarisasi.(4) Pita yang lebih terang disebut Pita I. Dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum. 5 . Rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memeprkuat rangsangan kedua. (4) Pita yang lebih gelap disebut Pita A . melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan. diantara diskus). (4) 5. Subunit fungsional yang berulang-ulang dari alat kontraktil ini yaitu sarkommer.4. Fungsi Otot Rangka Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. tonus yang maksimum terus– menerus disebut tetanus. Pita I terlihat terbelah dua oleh garis gelap melintang yakni garis Z (Jer. Dengan TEM.

Serabut otot lambat relative panjang dan memiliki efisiensi kerja tinggi dan tidak mudah lelah. sedangkan sebuah serabut otot berisi: inti sel. yang mengatalisis pemindahan sebuah gugus posfat dari fosfokreatin ke adenosin difosfat (ADP) sehingga adenine trifosfat tersedia bagi kontraksi otot. dan troponin.  Serabut otot cepat (fast twich fiber) memiliki serabut yang besar dan polos. Contoh lari 100m dan angkat besi. (4) Pola pita A dan pita I di sarkomer disebabkan oleh susunan kedua jenis miofilamen tebal dan tipis yang terletak parallel terhadap sumbu panjang miofibril dalam pola yang simetris.2 µm dan terdiri atas deretan sarkomer yang tersusun sepeti rantai yang berhubungan dari ujung ke ujung.(4) Penelitian menunjukkan bahwa latihan tidak mengakibatkan penambahan jumlah serabut otot. (4) 6 .0 µm dan lebar 8 nm. akan tetapi serabut otot semakin menebal dan kuat atau disebut dengan istilah hyprthropy.Miofibril mempunyai diameter 1.6 µm dan lebarnya 15 nm dan filament tipis memiliki panjang 1. tetapi kurang dalam suplai darahnya.(4) Filament tipis terdiri atas aktin-f. Zona pita H dibelah dua oleh garis M. sehingga cocok untuk kegiatan yang memerlukan waktu pendek.(4) 6. Jenis Serabut Otot (Muscle fibers) Sebuah serabut otot panjang serabut ototnya dapat mencapai 1-3 inci. Myosin bersama aktin menggambarkan 55 % total otot rangka. Serabut otot lambat lebih cocok untuk kegiatan olahraga yang memerlukan waktu panjang/ lama. yaitu:  Serabut otot lambat (slow twich fiber). (4) Serabut otot terbagi dua. (4) Protein utama di region garis M adalah miomesin. Dan apabila tidak dilanjutkan atau berhenti. myoglobin dan glikogen. mitokondria yang sangat penting dalam proses metabolism.(4) Pita A menunjukkan adanya zona yang lebih pucat di tengahnya disebut pita H yang hanya terdiri atas molekul myosin dengan bagian mirip batang tanpa adanya filament yang tipis. maka akan terjadi penurunan atau pengecilan serabut otot yang disebut dengan istilah atrophy. namun srabut ini mudah leleh. dan cabang olahraga daya tahan seperti lari marathon. suatu daerah terbentuknya hubungan lateral antar filament tebal yang berdekatan. Panjang filamen tebal adalah 1. suatu komplek globular dari tiga subunit. Filament tebal terdiri atas myosin. Serabut ini dalam kegiatan olahraga yang cepat dan memerlukan power. protein pengikat myosin yang menahan filament tebal di tempatnya dan keratin kinase. yang juga membentuk polimer halus yang panjang . yang terkait dengan tropomiosin . serabut ototnya lebih kecil dan berwarna merah dan kaya dengan suplai darah.

dann berbentuk silindris. Satu neuron mototrik menyarafi sejumlah serat otot. Otot rangka terdiri dari sejumlah serat otot yang terletak sejajar satu sama lain dan disatukan oleh jaringan ikat. Ketika masuk ke otot.sel yang lebih kecil yang dinamai mioblas (mio artinya “otot”.D.6 µm.(6) Otot serat otot miofibril filamen tebal dan tipis miosin dan aktin 1. yang dikenal sebagai serat otot. Ketika sebuah neuron mototrik diaktifkan. Elemen kontraktil khusus ini. dengan kata lain. (6) Suatu potensi aksi di sebuah serat otot menghasilkan kontraksi singkat lemah yang disebut kedutan. otot di bentuk oleh kelompok serat otot. dengan setiap terminal akson menyarafi satu serat otot. Serat – serat biasanya terbentang di keseluruhan panjang otot. Anda dapat mengubah-ubah kekuatan yang Anda hasilkan oleh otot yang sama. (6) Setiap otot disarafi oleh neuron motorik berbeda. Selama perkembangan masa mudigah. sementara filamen tipis. terdiri dari protein miosis. Sebagai contoh. dengan ukuran garis tengah berkisar dari 10 hingga 100 mikrometer (1 µm = sepersejuta meter). semua serat otot yang disarafinya akan 7 . Tingkat organisasi otot rangka dapat diringkaskan sebagai berikut. sebagian dari otot yang berperan dalam pergerakan jari tangan terletak di bagian bawah. memanjang. dengan tendon-tendon panjang menjulur turun untuk melekat ke tulang-tulang jari tangan. blas artinya “pembentuk”). terutama dibentuk oleh protein aktin. karena itu. seperti diharapkan pada jaringan selektif otot rangka dengan kebutuhan energi yang tinggi.(6) Gambaran struktural utama pada sebuah serat otot rangka adalah banyaknya miofibril. yang bergaris tengah 12 sampai 18 nm dan panjang 1. (6) Setiap otot diselubungi oleh jaringan ikat yang menembus daripermukaan ke dalam otot untuk membungkus masing-masing serat otot dan membagi oto menjadi kolom-kolom atau berkasberkas. melekat suatu tulang yang berjarak dari bagian-bagian otot. Setiap miofibril terdiri dari susunan teratur elemen-elemen sitoskeleton filamen tipis dan tebal – tebal yang tertata rapi.0 µm. adalah struktur silindris intrasel dengan garis tengah 1 µm dan terbentang di seluruh panjang serat otot. HISTOFISIOLOGI Satu sel otot rangka. yang membentuk 80% volume serat otot. Tendon dapat cukup panjang. Jaringan ikat meluas melewati ujung-ujung otot untuk membentuk tendon kolagenosa yang kuat untuk melekatkan otot ke tulang. satu gambaran mencolok adalah adanya banyak nukleus di sebuah sel otot. Fitur lain adalah banyaknya mitokondria. organel penghasil energi. Kini kita akan mengalihkan perhatian pada kontraksi otot keseluruhan. tetapi setiap serat otot hanya disarafi oleh satu neuron mototrik. terbentuk serat-serat otot rangka besar melalui fusi sel. Di tubuh. yang bergaris tengah 5 sampai 8 nm dan panjang 1. sebuah neuron mototrik membentuk cabang-cabang. Filamen tebal. adalah relatif besar. Mekanika otot rangka Sejauh ini kita telah menjelaskan respon kontraktil di sebuah serat otot.

(6) Seberapa besar penambahan kuat kontraksi yang akan terjadi untuk setiap penambahan unit motorik yang direkrut bergantung pada ukuran unit motorik. sekitar. +mys. Jaringan ikat di sekitar masing-masing berkas serabut otot disebut perimisium (Yun. Serat-serat otot yang membentuk satu unit motorik tersebar di seluruh otot.(4) 8 .terangsang ntuk berkontraksi serentak. yakni suatu selubung luar jaringan ikat padat yang mengelilingi seluruh otot. Serat-serat terakhir yang dipanggil untuk bekerja dalam menghadapi kebututhan untuk peningkatan tegangan lebih lanjut adalah seratserat yang paling mudah lelah. Setiap otot terdiri dari sejumlah unit motorik yang saling bercampur. Dan mengelilingi berkas serabut dalam otot. yang terutama terdiri atas sebuah lamina basal dan serat-serat retikulin. peri. +mys). Sebagian besar otot terdiri dari campuran tipe serat yang berbeda secara metabolis. Selama aktivitas daya tahan ringan atau sedang. bergantung pada fungsi spesifik otot. sebagian lebih tahan terhadap kelelahan daripada yang lain.epi. di dalam. kontraksi serentak serat-serat tersebut manghasilkan komtraksi otot keselururhan yang merata meskipiun lemah. Setiap serabut otot dikelilingi selapis halus jaringan ikat. otot). Pengaturan otot skelet Massa serabut yang menyusun berbagai jenis otot tidak berkelompok secara acak namun tersusun dalam berkas berkas teratur yang dikelilingi oleh epimisium (Yun.+mys). saat hanya sebagian dari unit motorik yang harus mempertahankan tingkat tegangan.endon. seperti pergantian di pabrik untuk memberi unit motorik yang baru bekerja kesempatan beristirahat sementara yang lain mengambil alih. mustahil dilakukan pergantian aktivitas unit motorik untuk mencegah kelelahan. yaitu endomisium (Yun. (6) 2. seperti diperlukan bagi otot-otot yang menahan berat tubuh terhadap gaya tarik bumi. bahkan serat otot yang paling resisten terhadap kelelahan akhirnya juga akan kelelahan jika diharuskan mempertahankan tingkat tertentu tegangan secara berkepanjangan.di atas. jenis serat otot yang diaktifkan bervariasi sesuai tingkat gradasi. ketika semua serat otot harus ikut serta. berlangsung rekrutmen asinkron unit-unit motorik. (6) Selain itu. septa tipis jaringan ikat menyusup ke dalam. Rekrutmen unit motorik asinkron hanya dapat terjadi untuk kontraksi submaksimal. (6) Untuk menunda atau mencegah kelelahan selama kontraksi menetap yang hanya melibatkan sebagian dari unit-unit motorik suatu otot. unit-unit motorik yang paling resisten terhadap kelelahan direkrut pertama kali. seseorang dapat melakukan aktivitas yang memerlukan daya tahan untuk waktu yang lama tetapi anya dapat secara singkat mempertahankan aktivvitas yang memerlukan tenaga penuh. Tubuh secara bergantian mengaktifkan unit mototrik. Tentu saja. Dari epimisium. Karena itu. Selama kontraksi maksimal. Karena itu. Jumlah serat otot perunit motorik dan jumlah unit motorik per satu otot sangat bervariasi.

protein ini dapat dilihat sebagai garis M. Suatu sistem protein penunjang menahan filamen-filamen tebal vertikal di dalam setiap tumpukan. serat-serat kolagen tendon menyusup ke dalam lipatan-lipatan kompleks di plasmalema serabut otot.5 µm pada otot yang sedang beristirahat. yakni garis Z. Dengan mikroskop elektron . sebuah miofibril memperlihatkan pita gelap (pita A) dan (pita I) bergantian. Karena itu.Salah satu peran penting jaringan ikat adalah meneruskan kekuatan yang ditimbulkan oleh kontraksi sel-sel otot secara mekanik karena biasanya sel-sel otot tidak terbentang dari satu ujung otot ke ujung lain. yaitu berefringen dengan cahaya polarisasi). pita yang lebih terang disebut pita I (isotrop. yaitu tidak mengubah cahay polarisasi). terbentang dari garis Z ke garis Z dan panjangnya sekitar 2. bagian). Protein. tempat taut miotendinosa terbentuk. Pita pada semua miofibril tersusun sejajar satu sama lain yang secara kolektif menghasilkan gambaran serat lintang atau lurik serat otot rangka seperti terlihat di bawah mikroskop cahaya. Kapilernya berasal dari jenis yang kontinu dan pembuluh limfe ditemukan di jaringan ikat. tempat yang tidak dicapai oleh filamen tipis. serabut otot yang terpotong memanjang memperlihatkan garis melintang dari pita terang dan gelap secara bergantian. kedua ujung filamen tebal di dalam suatu tumpukan mendefenisikan batas luar suatu pita A. Tumpukan filamen tebal dan tipis bergantian yang sedikit tumpang tindih satu sama lain berperan menghasilkan gambaran pita A dan I. Pita yang lebih gelap disebut pita A (Anisotrop. yaitu unit fungsional otot rangka. Pengaturan serabut otot skelet Seperti yang tampak dengan mikroskop cahaya. mere. yang berjalan vertikal di bagian tengah zona H. sarkomer adalah komponen 9 . (4) Sejumlah otot meruncing ke kedua ujungnya. adalah zona H. Hanya bagian tengah filamen tebal yang ditemukan di bagian ini. Unit fungsional setiap organ adalah komponen terkecil yang dapat melakukan semua fungsi organ tersebut. Pita A dan I Dilihat dengan mikroskop elektron. Filamen tebal hanya terletak di dalam pita A dan terbentang di seluruh lebarnya. Daerah antara 2 garis Z disebut sarkomer. setiap pita I terlihat dibelah dua oleh garis gelap melintang. yaitu sarkomer (sarkos+Yun. yaitu . Mikroskop elektron menunjukkan bahwa di daerah peralihan ini. (4) 4. Subunit terkecil yang berulang-ulang dari alat kontraktil ini. (4) 3. Di bagian tengah setiap pita I terlihat suatu garis vertikal pada garis Z. (4) Pembuluh darah menyusup ke dalam otot di dalam jaringan ikat septa dan membentuk jalinan kapiler luas yang berjalan di antara dan sejajar dengans erabut otot. (6) Pita I terdiri dari bagiann filamen tipis sisanya yang tidak menjulur ke dalam pita A. Daerah yang lebih terang di tengah pita A. (6) Pita A dibentuk oleh tumpukan filamen tebal bersama dengan sebagian filamen tipis yang tumpang tindih di kedua ujung filamen tebal.

Secara tiga dimensi. dapat dilihat adanya jembatan silang halus terbentang dari masing-masing filamen tebal menuju filamen tipis sekitar di tempat di mana filamen tebal dan tipis bertumpah tindih. filamen tipis tersusun secara heksagonal di sekitar filamen tebal. masingmasing berbentuk seperti stik golf. Yaitu. protein struktural utama filamen tipis. otot bertambah panjang dengan menambahkan sarkomer baru di ujung miofibril. Untuk memberi anda gambaran tentang ukuran filamen-filamen ini.terkecil serat otot yang dapat berkontraksi. (6) Di dalam gambar tidak diperlihatkan adanya untai-untai tunggal protein raksasa yang sangat elastik dan dikenal sebagai titin yang berjalan di kedua arah dari garis M di sepanjang filamen tebal ke garis Z di ujung sarkomer yang berlawanan. dikelilingi oleh tiga filamen tebal. Pita I mengandung hanya filamen tipis dari dua sarkomer yang berdekatan tetapi bukan panjang keseluruhan filamen-filamen ini. berbentu bulat. Kepalakepala ini membentuk jembatan silang antara filamen tebal dan tipis. Jembatan silang Dengan sebuah mikroskop elektron. seperti pegas yang diregangkan. Kedua paruh masing-masing filamen tebal adalah bayangan cermin yang dibentukk oleh molekul-molekul miosin yang terletak memanjang dalam susunan bertumpuk teratur dengan ekor mengarah ke bagian tengah filamen dan kepala globular menonjol keluar pada interval yang teratur. Setiap sarkomer dalam keadaan lemas memiliki lebar sekitar 2.(6) 5. bukan dengan meningkatkan ukuran masing-masing sarkomer.(6) Setiap filamen tebal memiliki beberapa ratus molekul miosin yang dikemas dalam susunan spesifik. Jembatan silang menonjol dari masing-masing filamen tebal di keenam arah menuju filamen tipis di sekitarnya. sebuah serat otot mungkin mengandung sekitar 16 milyarfilamen tebal dan 32 milyar filamen tipis. Protein ini memiliki dua fungsi : (1) bersama dengan protein-protein garis M. titin membantu menstabilkan posisi filamen tebal dalam kaitannya dengan filamen tipis. sebaliknya. Setiap filamen tipis. Molekul aktin. dan (2) dengan berfungsi sebagai pegas. Garis Z adalah lempeng sitoskeleton gepeng yang menghubungkan filamen tipis dua sarkomer yang berdekatan.5 µm dan terdiri dari satu pita A utuh dan separuh dari masingmasing dua pita I yang terletak di kedua sisi. Setiap jembatann silang memiliki dua tempat penting yang krusial bagi proses kontraksi : (1) suatu tempat untuk mengikat aktin dan (2) suatu tempat miosin ATPase (pengurai ATP). Tulang punggung filamen tipis dibentuk oleh 10 . semua tersusun dalam suatu pola yang sangat rapi di dalamm miofibril. Selama pertumbuhan. tropomiosin. Molekul miosin adalah suatu protein yangg terdiri dari dua subunit identik.000 asam amino. dan troponin. protein ini sangat meningkatkan kelenturan otot. terbentuk dari hampir 30. (6) Filamen tipis terdiri dari tiga protein : aktin. titin membantu otot yang teregang oleh gaya eksternal kembali secara pasif ke panjang istirahatnya ketik gaya tersebut dihilangkan. Titin adalah protein terbesar di tubuh. Bagian ekor protein saling menjalin seperti batang-batang stik golf yang dipilin satu sama lain dengan dua bagian globular menonjol di satu ujung.

(6) Ketika troponin tidak terikat dengan Ca2+. Komponen filamen tipis lainnya. dan yang ketiga dapat berikatan dengan Ca2+.(4) Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai mekanisme interaksi anatra aktin dan miosin selama siklus kontraksi. Pada saat istirahat. bentuk protein ini berubah sedemikiann rupa sehingga tropomiosin terlepas dari posisinya yang menghambat. Setiap molekul aktin memiliki suatu tempat pengikatan khusus untk melekatnya jembatan silang miosin. filamen tebal dan tipis mempertahankan panjangnya masingmasing. Pada otot yang sedang beristirahat. ATP terikat pada sisi ATPase pada kepala miosin. kontraksi tersebut merupakan hasil dari peningkatan jumlah penumpukan filamen-filamen. Selama berkontraksi. meskipun seperti akan anda lihat. pengikatan molekul miosin dan aktin di jembatan silang menyebabkan kontraksi serat otot yang memerlukan energi. troponin. Melalui mekanisme yang segera akan dijelaskan. aktin dan miosin dapat berikatan dan berinteraksi di jembatan silang. namaun kecepatan hidrolisis ATP tersebut sangat lambat. miosin tidak dapat bergabung dengan aktin karena tempat pengikatan untuk kepala miosin pada molekul aktin ditutupi oleh kompleks troponin-tropomiosin pada filamen aktin-F. Tropomiosin dan troponin seringg disebut protein regulatorik karena perannya dalam menutupi (mencegah kontraksi) atau memajankan (memungkinkan kontraksi) tempat pengikatan untuk interaksi jembatan silang antara aktin dan miosin. bila ion kalsium cukup tersedia. baik miosin maupun aktin sebenarnya tidak berkontraksi (memendek). Karena kontraksi tidak disebabkan pemendekanamasing-masing filamen. 11 . menyebabkan kontraski otot.molekul-molekul aktin yang disatukan menjadi dua untai dan saling berpuntir. seperti dua untai kalung mutiara yang dipilin satu sama lain.(6) Pada serat otot yang melemas. Pada posisi ini. adalah suatu kompleks protein yang terbuat dari tiga unit polipeptida: satu berikatan dengan aktin. Molekul tropomiosin adalah protein mirip benang yangg terbentang dari ujung ke ujung di sampingg alur spiral aktin. menghambat interaksi yang menghasilkan kontraksi otot. Miosin dan aktin tidak khas untuk sel otot tetapi kedua protein ini lebih banyak dan lebih teratur di sel otot. tropomiosin menutupi bagian aktin yang berikatan dengan jembatan silang. Ketika Ca2+ berikatan dnegan troponin. Dengan tropomiosin tersingkir. Mekanisme kontraksi Sarkomer dalam keadaan istirahat terdiri atas filamen tebal dan tipis yang saling bertumpuk sebagian. Akann tetapi. protein ini menstabilkan tropomiosin dalam posisinya menutupi tempat pengikatan jembatan silang di aktin. miosin akan terikat pada subunit TnC dari troponin. (6) 6. Miosin membutuhkan aktin sebagai kofaktor untuk memecahkan ATP dengan cepat dan melepaskan energi. Karen aitu. aktin tidak dpat berkaitan dengan jembatan silang karena posisi dua tipe protein lain-tropomiosin dan troponin di dalam filamen tipis. miosin dan katin sering disebut protein kontraktil. kontraksi tidak terjadi. Hipotesis pergesaran filamen pada kontraksi otot telah diterima secara luas.

akson ditutupi selapis sitoplasma tipis dari sel Schwann.Pada tempat inervasi . (4) Walaupun sejumlah besar kepala miosin terjulur dari filamen tebal pada satu waktu selama kontraksi. ATP akan dipecah menjadi ADP dan Pi dan energi dilepaskan. Inervasi Saraf`motorik bermielin bercabang di dalam jaringan ikat permisium. terdapat banyak mitokondria dan vesikel sinaps yang mengandung neurotransmitter asetilkolin. tempat matriks lamina basal amorf berada. pita I menyempit sewaktu filamen tipis masuk k edalam pita A. yaitu celah sinaps. (4) Aktivitas kontraksi yang berakibat menumpuknya filamen tipis dan tebal. (4) Pengikatan ion kalsium ke unti TnC sesuai dengan tahap saat terjadinya konversi ATP-miosin menjadi komoleks yang aktif. dan granul glikogen. Struktur ini disebut motor-end-plate atau taut otot saraf. hanya sejumlah kecil kepala yang berhubungan dengan tempat pengikatan –ssktin yang tersedia. Jembatan miosin-aktin yang lama hanya dilepaskan setelah miosin berikatan dengan molekul ATP yang baru : keadaan ini juga mengemablikan kepala miosin dan mempersiapkannya untuk siklus kontraksi berikutnya. Kontraksi suatu otot merupakan hasil beratus-ratus siklus pembentukan jembatan dan pelepasan jembatan. akan sangat memendek. Karena aktin berikatan dengan miosin. Aktivitas ini berakibat deformasi atau pelekukan kepala dan bagian miosin yang mirip batang (daeraah engsel). akan berlanjut sampai terjadinya pemindahan ion Ca++ dan penutupan tempat pengikatan miosin oleh kompleks troponintropomiosin. Di dalam sarkoplasma di bawah lipatan-lipatan terdapat beberapa inti dan banyak mitokondria. Pada tempat ini. (4) Selama kontraksi. Sebagai akibat penjembatanan kepala miosin dengan subunit aktinG dari filamen tipis. Hal ini memaparkan tempat pengikatan miosin pada komponen aktin globular. sehingga aktin bebas berinteraksi dengan kepala molekul miosin. Hasilnya adalah filamen tipis akan ditarik lebih dalam ke daerah pita A. kepala miosin tersebut membentuk jembatan aktin-miosin yang baru.Konfigurasi spasial dari ketiga subunit protein berubah dan mendesak molekul tropomiosin lebih ke dalam alur pilinan aktin. Akan tetapi. Hasil akhrinya adalah bahwa setiap sarkomer dan akibatnya seluruh sel (serabut). kompleks miosin-aktin akan menjadi stabil. inilah yang menyebabkan kekakuan otot yang hebat (rigor mortis) setelah kematian. saraf tersebut kehilangan selubung mielinnya dann membentuk bagian terminal yang melebar. Pada pertautan. (4) 7. yang terdapat di dalam lekukan pada permukaan sel otot. ribosom. sarkolema membentuk banyak lipatan-lipatan pertautan yang dalam. Di antara akson dan otot terdapat celah. sewaktu kepala miosin yang terikat menggerakkan aktin. (4) 12 . Di dalam ujung akson. pergerakan kepala miosin akan menarik aktin melewati filamen miosin. tempat masing-masing saraf menghasilkan beberapa cabang terminal. Jika ATP tidak bersedia. Pita H yaitu bagian pita A yang hanya mengandung filamen tebal menyempit sewaktu filamen tipis melangkahi filamen tebal sepenuhnya.

(4) Pada tendon. Kelebihan asetilkolin dihidrolisis oleh enzim kolinesterase yang terikat [ada lamina basal celah sinaps. Pada persarafan yang multipel. ambil) dikenal sebagai gelendong otot. Gelendong otot dan organ tendon golgi Semua otot ragka manusia mengandung proprioseptor bersimpai (L. asetilkolin dibebaskan dari ujung akson . +capio. Serabut otot rangka tidak berkontraksi secara bertahap-serabut-serabut ini berkontraksi sekaligus atau tidak sama sekali.Bila sebuah potensial aksi memasuki motor-end-plate. Kemampuan sebuah otot melakukan gerakan halus bergantung pada ukuran unit motoriknya. serabut-serabut di dalam berkas otot tidak boleh berkontraksi pada waktu yang sama. (4) Satu serabut saraf (akson ) dapat menyarafi satu serabut otot. sebuah serabut saraf dan semua otot yang disarafinya disebut unit motorik. Misalnya karena memerlukan pengendalian halus. Beberapa serabut saraf sensorik memasuki gelendong otot. Di setiap triad. (4) 8. suatu simpai jaringan ikat membungkus sejumlah berkas besar kolagen yang menyatu dengan serat-serat kolagen yang membentuk pertautan otot tendon. dan sejumlah serabut pendek yang lebih halus (bersama-sama disebut serabut intrafusal). Agar kekuatan kontraksi bervariasi. (4) Depolarisasi yang diawali di motor-end-plate diteruskan di sepanjang permukaan sel otot dan masuk jauh k edalam serabut melalui sistem tubulus tranversus. refleksrefleks teraktifkan dengan berbagai kompleksitas untuk mempertahankan sikap tubuh dan mengatur aktivitas kelompok otot antagonis yang terlibat dalam aktivitas motorik seperti berjalan. atau dapat bercabang dan menyarafi 160 serabut otot atau lebih.milik sendiri. yang dikenal 13 . Saraf sensorik memasuki simpai jaringan ikat. Struktur ini. untuk mendeteksi perubahan panjang (distensi) serabut otot ekstrafusal dan meneruskan informasi ini ke medula spinalis. dann terikat pada reseptor asetilkolin dalam sarkolemma di lipatan pertautan. Jadi. dekat tempat insersi serabut otot. satu akson dengan banyak cabangnyamenyarafi atau unit motorik yang terdiri atas lebih dari 100 serabut otot. Pemecahan asetilkolin diperlukan untuk menghindari lamanya kontak transmiter ini dengan reseptor yang berada dalam sarkolema. Karena otot terdiri atas unit-unit motorik. sinyal depolarisasi disampaikan ke retikulum sarkoplasma dan berakibat terjadinya pelepasan Ca++ secara aktif ditranspor kembali ke dalam sisterna retikulum sarkoplasma. Di tempat ini. berdifusi melalui celah. yang berakibat depolarisasi membran. dan otot akan berelaksasi.proprius. yang mengandung beberapa serabut otot tebal dan panjang. letupan satu akson motorik saraf akan membangkitkan tegangan yang sebanding dengan jumlah serabut otot yang disarafi akson itu. Pengikatan asetilkolin menyebabkan sarkolemma menjadi lebih permeabel terhadap natrium. setiap serabut otot mata dipersaraafi oleh serabut saraf yang berbeda. Pada otot berukuran lebih besar yang melakukan pergerakan yang lebih kasar. jumlah unit motorik dan variasi ukuran setiap unit dapat mengendalikan intensitas kontraksi otot tersebut. seperti pada tungkai. Struktur ini terdiri atas simpai jaringan ikat yang mengelilingi rongga berisi cairan.

membantu propriosepsi dengan mendeteksi perbedaan tegangan di tendon. Laktat yang dibentuk selam jenis latihan ini menyebabkan kram (kejang otot) dan nyeri pada otot rangka. serabut otot akan mengalami perubahan karakteristik bentuk dan fisiologi sesuai dengan saraf yang menginervasinya.pathos. Pada beberapa eksperimen. Jaringan otot memperoleh energi yang ditimbun dalam fosfokreatin dan ATP. Asam lemak dipecah menjadi asetat oleh enzim oksidasi-β. yang kira-kira merupakan 0. IIB. serat otot dapat digolongkan menjadi tipe I (lambat) dan tipe II (cepat). yang terdapat di dalam matriks mitokondria. (4) Karena struktur ini peka terhadap peningkatan tegangan. Energi kimiawi juga terdapat dalam gudang glikogen. Serabut tipe II berhubungan dengan kontraksi cepat yang tidak kontinu. (4) 9. Bila otot rangka diberi latihan jangka pendek (sprint). Asetat kemudian dioksidasi lebih lanjut oleh siklus asam sitrat dan mneghasilkan energi yang disimpan dalam bentuk ATP. otot rangka sering terdiri atas campuran berbagai jenis serabut otot ini. dan hasilnya. putih. dan IIC. disilangkan. otot-otot tersebut dengan cepat memetabolisme glukosa (yang terutama berasal dari cadangan glikogen otot) menjadi laktat. disimpan dalam bentuk ATP dan fosfokreatin. dan menyebabkan defisit oksigen yang akan diganti selama masa istirahat. Serabut tipe I kaya akan sarkoplasma. Komponen Lain dari Sarkoplasma 14 . Sistem Produksi Energi Sel-sel otot rangka sangat disesuaikan untuk kerja mekanik kuat yang tidak terus menerus melalui pelepasan energi kimia dan harus memiliki cadangan energi untuk dapat mengatasi lonkajan aktivitas. Serabut tipe II dapat dibagi lebih lanjut menjadi tipe IIA. Penggolongan serabut otot. struktur tersebut membantu mengatur jumlah tenaga yang diperlukan untk melakukan pergerakan dengan kekuatan otot yangg bervariasi.5-1% dari berat otot. Mioglobin serabut ini lebih sedikit (yang menghasilkan warna merah terang). dari perombakan asam lemak dan glukosa. Serabut-serabut ini berhubungan dengan kontraksi yang kontinu. menderita). yang mengandung mioglobin (penyebab warna merah gelap. Pada manusia. histokimia dan biokimianya. dan intermediat dikendalikan oleh persarafannya. lihat di bawah).sebagai organ tendon golgi. keduanya merupakan senyawa kaya energi. Energi yang paling mudah tersedia. (4) Diferensiasi otot menjadi serabut jenis merah. dan dibiarkan beregenerasi . Denervasi otot akan menyebabkan atrofi serabut otot dan paralisis. Serabut tipe IIB mempunyai kerja yang paling cepat dan bergantung pada glikolisis sebagai sumber energi melebihi serabut tipe lain. berdasarkan aktivitas dan karakteristik kimiawinya (terutama stabilitas aktomiosin-ATPase yang dikandungnya). (4) 10. (4) Berdasarkan ciri morfologi. saraf yang menuju serabut merah dan putih dipotong. atau miopati (mys+Yun. dan energinya diperoleh dari fosforilasi oksidatif asam lemak.

satu gambaran mencolok adalah adanya banyak nukleus di sebuah sel otot. (4) E. embrional. (4) Komponen lain dari sarkoplasma adalah mioglobin. yang menyerupai hemoglobin. Fitur lain adalah banyaknya mitokondria. KESIMPULAN Otot skelet merupakan sel multinuklea silindris yang sangat panjang dengan inti yang terbentuk akibat peeburan sel mesenkimal. Untuk alasann yang jelas. ikan paus). Glikogen berfungsi sebagai cadangan energi yang dimanfaatkan selama kontraksi otot. organel penghasil energi. protein pengikat oksigen ini. seperti diharapkan pada jaringan selektif otot rangka dengan kebutuhan energi yang tinggi. yakni suatu temuan yang konsisten dengan rendahnya aktivitas sinstesis protein dalam jaringan ini. yang diperlukan untuk intensitas fosforilasi yang tinggi dalam tipe serabut ini. pada dasarnya. Selama perkembangan masa mudigah.sel yang lebih kecil yang dinamai mioblas (mio artinya “otot”. Dengan lokasi inti sel khas ini menjadi dasar untuk membedakan otot skelet dari otot jantung dan otot polos dengan inti yang berada di tengah. blas artinya “pembentuk”).(6)Gambaran struktural utama pada sebuah serat otot rangka adalah banyaknya miofibril. menjadi penyebab timbulnya warna merah gelap di sejumlah otot. Otot yang harus mempertahankan aktivitas untuk waktu yang lama umumnya berwarna merah dan memiliki banyak mioglobin. terbentuk serat-serat otot rangka besar melalui fusi sel.Glikogen banyak ditemukan dalam sarkoplasma berupa granul kasar. karena itu. mioglobin banyak terdapat dalam otot mamalia yang hidup di kedalaman laut (seperti anjing laut. Mioglobin berfungsi sebagai pigmen penimbun oksigen. dan inti lonjongnya yang panjang umumnya terdapat di tepian sel di bawah membran sel. (4) Sel otot dewasa memiliki sedikit sekali retikulum endoplasma kasar dari ribosom.(6) 15 .

Lauralee. A. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 22. 2008. Jakarta:EGC (5) Murray. Jakarta:EGC (4) Mescher. 2008. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem edisi 6. Robert K. Atlas Histologi diFiore dangan Korelasi Fungsional edisi 11. Biokimia Harper edisi 27. W. Anthony L. Jakarta: EGC 16 . dkk. 2009. Jakarta:EGC (6) Sherwood. 2009. Histologi Dasar JUNQUEIRA Teks dan Atlas edisi 12. Victor P.DAFTAR PUSTAKA (1) Dorland. Jakarta:EGC (2) Eroschenko. Kamus Saku Kedokteran Dorland edisi 28. William F. Newman. Jakarta:EGC (3) Ganong. 2006. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful