Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya lah penyusunan makalah ini dapat kami selesaikan dengan tema “tata cara pengurusan jenazah”. Makalah ini disusun dalam upaya memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Pendidikan Agama Islam yang dibimbing oleh Bapak Chaeruman. Makalah ini dimaksudkan untuk memperluas wawasan pengetahuan para mahasiswa dalam mempelajari dan mengkaji mata kuliah tersebut. Makalah ini tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan baik segi isi dan kemampuan yang penyusun miliki. Untuk itu kritik dan saran dari bapak dosen mata kuliah ini sangat kami harapkan. Untuk itu penyusun haturkan terima kasih kepada bapak dosen mata kuliah ini, atas segala bimbingan dan arahanya kepada peyusun selama dalam mengikuti mata kuliah ini

Bandung, 16 November 2011

Penyusun

II. menengok orang yang sakit. Maka dalam kesempatan ini. mendo‟akan orang yang bersin. dewasa ini hak dan kewajiban kita sebagai muslim terhadap muslim lainnya itu jarang di amalkan. kami akan sedikit membahas tentang tata cara pengurusan jenazah.    Tujuan Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Agama Islam Untuk memahami tata cara pengurusan jenazah Untuk menumbuhkan kesadaran kita sebagai muslim terhadap muslim lainnya . Namun. Latar Belakang Salah satu hak dan kewajiban kita sebagai muslim terhadap muslim lainnya ada 6. memenuhi undangannya dan menepati janjinya. Mungkin karena kurangnya pengetahuan kita terhadap pemahaman agama. mengantarkan jenazah. yakni: Menjawab salam.Bab I Pendahuluan I. agar sebagian dari kami(mahasiswa) dapat memenuhi dan memahami hak dan kewajiban kita sebagai muslim terhadap muslim lainnya.

Mentalkinkannya dengan Kalimat syahadatain. . 2.Bab II Pembahasan TANDA-TANDA SAKARATUL MAUT 1. 3.‫لال سعْل هللا صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن: هْخ الوؤهي تؼشق العث٘ي‬ 3. 4. Ujung jemari kaki menjadi dingin. Usap wajah & keningnya dengan kain basah. Dengan kalimat perintah serta panggil dengan panggilan kesukaannya kemudian lakukan tiga kali berturut-turut.‫إلَ إال هللا دخل العٌح‬ TATA CARA TALKIN 1. Menghadapkannya ke arah kiblat. Apabila orang tersebut mengulang-ulang syahadat. . 4. maka tidak perlu ditalkinkan. 2. 3. HAL-HAL YANG HARUS DIJAGA DAN DIPERHATIKAN 1. 5. . Dengan membimbing atau mencontohkannya. Duduk di samping kepalanya seraya mentalkinkannya. atau kapas. Hal itu dilakukan bila orang tsb tidak merespon cara yg pertama. 2. Bisa menggunakan siwak. 2. 6. Kerongkongan dan dadanya berbunyi karena napas dan ruh yang akan keluar. Apabila telah mengucapkan syahadat. Tuangkan beberapa tetes air ke bibir & kerongkongannya. kain. agar mudah mengucapkan syahadat. Bersiwak bila memungkinkan. Tidak disukai mentalkinkan yg sedang sakaratul maut dengan merengek-rengek lebih dari tiga kali. maka jangan ditalkinkan lagi kecuali bila ia mengucapkan kalimat lain atau pingsan.‫سّٓ هغلن أى سعْل هللا صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن لال: لمٌْا هْذاكن ال إلَ إال هللا‬ ‫ّسّٓ أتْ داّد ّالحاكن ػي هؼار تي ظثل سظٖ هللا ػٌَ لال: لال سعْل هللا صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن: هي كاى آخش كالهَ ال‬ . HAL-HAL YANG DILAKUKAN KERABAT MAYIT 1. Dahi mengeluarkan keringat. Gelisah dan takut.

7. 9. 2. 8. Hilangnya tanda hitam pada mata. Turunnya rahang.4. 11. Kulit menjadi tegang terutama di bawah ketiak. Memejamkan kedua matanya. ‫كوا لٖ تذٗس أًظ سظٖ هللا ػٌَ الغاتك ػٌذ ها ػاد الٌثٖ صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن الغالم الِْ٘دٕإ تعْسٍ صلٔ هللا‬ . 5. HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH MENINGGAL 1. maka tunggulah sesaat hingga muncul tandatanda tersebut. 7. Jantung atau nadi berhenti berdetak. TANDA-TANDA KEMATIAN 1. 3. maka ditalkinkan dengan cara pertama (perintah). Tubuh menjadi keras & kaku terutama jika mayit telah meninggal cukup lama. akan tetapi boleh dibacakan surat-surat lain dari al-qur‟an untuk mengingatkannya dan melembutkan hatinya.‫ػلَ٘ ّعلن ّلاج ػوَ أتٖ غالة‬ 8. Mengikat kedua bibirnya. Jika ia muslim yang lemah imannya. 2. 4. Boleh seorang muslim mengunjungi orang kafir saat sakaratul maut untuk menawarkan keislaman kepadanya. . 6. Berpautnya betis antara satu dengan yang lainnya. Mendo‟akannya serta tdk berkata kecuali yang baik-baik saja. ‫لال سعْل هللا صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن: إرا تعشذن الوشٗط أّ الوْخ لمْلْا خ٘شاإ لئى الوال يح ٗؤهٌْى ػلٔ ها ذمْلْى‬ )‫(سّاٍ هغلن‬ 6. karena mata mengikuti arah ruh ketika keluar dari jasad. Apabila menggerakkan jari telunjuknya dan memberikan isyarat syahadat. Bila dia orang yang memiliki iman yg kuat atau orang kafir. Tidak mengkhususkan membaca surat yasin. Terlepasnya persendian tulang. Suhu tubuh menjadi dingin seluruhnya. Berubahnya batang hidung ke kanan atau ke kiri. Terbelalak & terbaliknya mata. serta tidak mampu mengucapkannya. menggunakan cara yg kedua (bimbing). Perubahan dalam bau. 5. • Apabila seseorang mati mendadak. maka tdk ditalkinkan. (minta bantuan dokter/ahli) • Benar-benar memastikan tanda-tanda yang sudah ada. terutama pada mayit dewasa. 10.

Meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tdk kembung. 14. dianjurkan mendoakan dan memohonkan ampun. Mengucapkan kalimat Istirja‟. Meletakkannya di atas ranjang atau tempat yang tinggi agar tubuhnya tidak terpengaruh oleh tanah atau lantai yg dingin/basah. Menggerak-gerakkan & melemaskan persendiannya. mengkafani. kecuali meninggal dlm keadaan ihram. Tidak menyebutnya kecuali dengan kebaikan. 7. Bersegera mempersiapkan pengurusannya berupa memandikan. Melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga auratnya. 8. Memberitahukan kerabatnya untuk menghadiri shalat & mengurus jenazahnya. Memukul-mukul pipi & merobek-robek baju (Syaaqah). Mencukur rambut kepala (Haliqah). 5. 5. 4. Melunasi hutang-hutangnya. Menutupinya dengan kain. 2. Yang mendengar kematian. Menyebarkan berita kematian melalui pengeras suara atau di jalan-jalan & pasar. Menyegerakan wasiatnya. HAL-HAL YANG DIHARAMKAN ATAS KERABAT MAYIT 1. Bahkan terkadang menjadi wajib bila tidak ada orang yang bisa mengurus jenazahnya. Berdo‟a untuk mayit. 9. Dikuburkan di tempat dia meninggal. 4. 10. maka yang demikian itu tidak termasuk AnNa‟yu yg dilarang. 11. . 17. 12. Meratapi Mayit. karena yg demikian termasuk An-Na‟yu.3. mensholati & menguburkannya.. (سّاٍ الثخاسٓ ّهغلن‬ 3. 6. Keluarga yg ditinggalkan harus bersabar dan ridho. 18. Mengikat kedua kakinya agar tidak keluar kotoran. 13. Rasulullah bersabda: )‫ل٘ظ هٌا هي لطن الخذّدإ ّشك العْ٘بإ ّدػا تذػْٓ العاُل٘ح. 15. 16. Namun apabila memberitahukan kerabatnya/jama‟ah untuk membantu mengurusi jenazahnya. Menguraikan rambut atau membiarkan rambut lebat (gondrong).

Menurut pendapat yang kuat tidak wajib baginya untuk mandi. Tidak Terdapat Patung dan Gambar Makhluk Bernyawa TATA CARA MEMANDIKAN 1. „Alim 5. Merahasiakan HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Tidak terlalu banyak orang. Diampuni dosa-dosanya. Islam 2. Tertutup Atap Dingdingnya 3. seperti luka atau cacat pada tubuhnya yang pada masa hidupnya disembunyikan. Letakkan mayit di atas tempat pemandian. Jika mayit terkenal kefasikan & kebid‟ahannya. 2. Lepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga & menutup auratnya. juga aib-aib maknawiyah lainnya dari tandatanda meninggal su‟ul khatimah. Berakal 3. SYARAT TEMPAT MEMANDIKAN 1. Memandikan tidak membatalkan wudhu kecuali jika menyentuh. 4. Wanita haid boleh memandikan. maka setelah wafatnya pun harus dirahasiakan sebagai penghormatan. . 6. Yang paling utama memandikan adalah yang diberi wasiat. itu hanya keutamaan.KEUTAMAAN MEMANDIKAN JENAZAH 1. Disesuaikan dengan suhu cuaca. Tidak disyaratkan bersuci. Suci dan Besih ( Tidak di WC atau Kamar Mandi ) 2. 2. . Mendapatkan pakaian dari sutra di Jannah. kemudian kerabat yang lebih dekat dan seterusnya.‫لال سعْل هللا صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن: هي غغل ه٘را لغرشٍإ عرشٍ هللا هي الزًْبإ ّهي كفٌَ كغاٍ هللا هي الغٌذط‬ )‫(تغٌَ األلثاًٖ لٖ صح٘ح العاهغ‬ Makna dari merahasiakan adalah menutupinya dan tidak menceritakan aib mayit. namun disunnahkan untuk mandi & wudhu. Dua orang „alim & seorang dari kerabatnya yang lalai & suka berbuat maksiat. 3. Amanah 4. 5. Menggunakan air yang suci. ahli ilmu berpendapat bukan termasuk sunnah merahasiahkannya akan tetapi justru perlu diberitakan keburukannya sebagai pelajaran bagi yang hidup & peringatan akan kebid‟ahannya. SYARAT – SYARAT YANG MEMANDIKAN 1. Dudukkan & tekanlah perut mayit dengan tangan kanan sambil diuruturut 3 atau 5 kali untuk mengeluarkan sisa kotoran yang ada.

Jika badannya besar sehingga nampak padanya beberapa hal yang dapat menimbulkan fitnah. 1 ember air + 2. hanya saja setelah selesai dimandikan. Membasuh tangan mulai dari pangkal hingga pergelangan tangan. Anak kecil ½ dari takaran dewasa. Mayit anak berusia dibawah 7 (tujuh) tahun. 3. MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DALAM HAL INI Pertama. 5. Tuangkan air dari atas & bawah kain penutup tanpa membuka aurat. Pakai masker. 4. 9. Lebih utama dimandikan oleh wanita. celemek & sepatu bot. dada & ketiak mayit 3x. Mayit tidak boleh ditelungkupkan. Mulai dengan membasuh kepala. 7. tambutnya digerai dan disisir kemudian dikepang menjadi tiga bagian kemudian dikebelakangkan. Semuanya kembali kepada ijtihad yang memandikan. Yang ketiga menggunakan air yang dicampur dengan kapur barus. Suami Istri. Gunakan sarung tangan atau kain untuk membersihkan mayit di bawah kain penutupnya. wajah. Tuangkan air ke seluruh badan mulai dari kepala hingga kaki. Karena dianggap tidak memiliki aurat. pinggang hingga betis kanannya. Setelah selesai keringkan seluruh tubuhnya dengan kain/handuk. Memandikan jenazah wanita sebagaimana jenazah pria. paha & betis kanannya bisa dibersihkan. Takaran dewasa lk. Hal yang serupa dilakukan pada sisi yang kiri. 10. Diharamkan lelaki memandikan mayit wanita demikian juga Sebaliknya. Bila kurang bersih. pundak. Mulailah dengan mewudukan mayit seperti wudhunya shalat. Hal serupa dilakukan pada sisi kiri mayit.2. 12.5 sloki daun bidara/1 cangkir. 8. 11. Kemudian mayit dibalikkan dengan posisi bertumpu pada sisi kiri hingga punggung. Lakukan hal tersebut untuk kedua kalinya. pinggang. Pemandian pertama dengan menggunakan air yg dicampur daun bidara hingga berbusa. kecuali dalam beberapa keadaan berikut ini: 1. Mayit dalam keadaan terlentang. Ganti kain penutupnya dengan yang baru dan kering dengan tetap menjaga auratnya. Pindahkan mayit dengan hati-hati ke tempat pengkafanan. ulangi lima atau tujuh kali sesuai kebutuhan. Posisi mayit masih dalam keadaan terlentang. 3. 6. . 2. Wanita yang sedang ditalak raj‟i. Mulai dengan bagian sisi kanan mayit.

2. Karena biasanya bayi akan segera meninggal setelah ibunya meninggal satu atau dua jam setelahnya. Keempat. Semuanya dimandikan. Ketiga. Jika usia janin 4 (empat) bulan atau lebih. bahkan diberi nama & diaqiqahi. Bila usianya kurang dari 4 bulan. Mayitnya dikubur dengan pasir di tempat yang jauh sekedar untuk menutupinya supaya tidak menyebarkan bau. Memandikan anggota bagian tubuh mayit yang wajib hanyalah satu kali Kedelapan. maka hal ini tidak terlepas dari 4 keadaan berikut ini: . Apa yang harus dilakukan? 1. Kedua. Begitu pula sebaliknya.4. Seandainya ada wanita yang meninggal di tengah-tengah kaum pria dan tidak ada wanita lain bersamanya. Orang yang berihram dan haji apabila wafat cukup dimandikan dengan air & daun bidara.tidak dishalatkan. maka mayit tersebut ditaya. Keenam. kemudian dia mengalami keguguran. Ketujuh. maka boleh dengan alternatif lain dengan azas lemah lembut dan tidak menyakiti sang ibu serta atas dasar pertimbangan dokter ahli. murtad. karena mereka adalah pelaku dosa besar dan tidak keluar dari agama Islam. dan meninggalkan shalat selamanya (tidak pernah mengerjakan shalat sama sekali). Mayit dimandikan sebagaimana mestinya. Jika dokter memastikan bahwa bayi yang ada dalam kandungan masih hidup. dishalatkan dan dikuburkan di pekuburan kaum Muslimin. tidak dikafani. dan tidak ditutupi kepalanya. Orang kafir. dikafani. Jika ada seorang wanita hamil. mayitnya tidak dimandikan. serta tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum Muslimin. maka dia dimandikan.mumkan. Tidak diberi minyak wangi. Orang yang terbunuh dengan sebab qishash atau had seperti muhshan yang berzina atau terbunuh karena dzalim. maka boleh mengeluarkannya dengan berupaya terlebih dahulu melalui jalan keluarnya. tidak perlu dimandikan dan dikafani tapi cukup dibungkus dengan kain putih dan dikuburkan di pekuburan karena janin tersebut belum ditiupkan ruh ke dalamnya sehingga diperlakukan seperti anggota bagian tubuh yang lainnya. Apabila keluar sesuatu dari perut mayit pada pertengahan atau sesudah dimandikan. Kelima. atau orang yang bunuh diri. Apabila wanita hamil wafat. serta dikafani dengan pakaiannya. Jika tidak bisa. maka diharamkan membedah perutnya & mengeluarkan bayinya. dikafani dan dishalatkan.

maka anggota tersebut diletakkan di tempat asalnya & dicuci sebagaimana yg lainnya. Keempatbelas. namun apabila yg keluar banyak dan kotor. tapi apabila dibutuhkan.1. Jika ada anggota tubuh mayit yg terputus. seperti muntah. khimar. . maka tidak perlu diulang wudhu & mandinya. Kesepuluh. seperti kaki/tangan. maka mayitnya diperlakukan sebagaimana lainnya. darah. Sedangkan bagi wanita sebanyak 5 (lima) lapis terdiri dari sarung. Jika keluar sesuatu dari dua lubang disela-sela memandikan. 4. Namun jika yang keluar itu banyak dan menyebabkan kotor. Jenazah yang syahid dalam peperangan. maka tidak perlu diulang tapi cukup dicuci tempatnya yang kotor. Bila keluar sesuatu dari perutnya setelah dimandikan. Apabila masih keluar najis setelah itu. maka wudukan. maka dapat diganti dengan yg Semisal seperti sabun mandi/sampo.‫ػي ػا شح لالد: كفي الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن لٖ شالشح أشْاب ت٘ط عحْل٘ح ظذدإ ل٘ظ لِ٘ا لو٘ص ّال ػواهح‬ )‫ّالغحْل٘ح: ًغثح إلٔ عحْل – لشٗح لٖ ال٘وي -. Jika yang keluarnya sedikit. maka cukup mengambil dari Baitul Mal. 3. maka cukup wudukan saja. Keduabelas. Ketigabelas. dan dua helai kain. Jika keluar sesuatu dari perutnya setelah dikafani. terus mandikan hingga 7 kali setelah itu sumbat dengan kapas atau kain. Cukup tempat keluarnya kotoran tadi dicuci kafannya. Namun jika terkena luka pada waktu perang kemudian sempat dirawat sehari atau beberapa hari lantas meninggal. maka cukup mandikan atau bersihkan tempat keluarnya. (أخشظَ الثخاسٕ ّهغلن‬ HAL-HAL YANG DIANJURKAN 1. maka mandi dan wudunya perlu diulang. Dimakruhkan berdebat & meninggikan suara ketika memandikan. Dimakruhkan memberikan bayaran kepada yg memandikan. Hendaknya kain kafan yang digunakan bagi mayit laki-laki sebanyak tiga 3 (lapis). Jika keluar sesuatu dari selain dua jalan. Jika ada sebagian anggota badan yang terpotong. Menggunakan kain yg bersih & baik serta menutupi seluruh tubuh. MENGKAFANI MAYIT LANDASAN HUKUM . ghamis. tidak dimandikan & tidak dikafani. Kesembilan. Kesebelas. Apabila tidak terdapat daun bidara. kemudian diwudukan & mandikan hingga 5 kali. 2. maka cukup dibungkus dengan kain putih kemudian dikuburkan tanpa harus dicuci & dishalatkan. atau yang lainnya. maka mandinya harus diulang. 2.

2. maka ditambah 60 cm sehingga keseluruhan panjang 230 cm. Hendaknya kain kafan yang terbaik diletakkan di bagian atas. Lebar ikatan kira-kira 10 cm. Simpan di daerah kepala.‫ػي أتٖ لرادج أى الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن لال: إرا ّلٖ أتذكن أخاٍ لل٘حغي كفٌَ (سّاٍ أتْ داّد ّالٌغا ٖ) ّػٌذ‬ . perut.‫ّصححَ األلثاًٖ لٖ أتيام العٌا ض). kemudian hasil pegukuran dikalikan tiga. 7. Menaburi kain kafan dengan kafur. Membuat kira-kira 7 ikatan dari kain kafan yang panjangnya sesuai dengan lebar kain yang telah diukur sesuai kebutuhan mayit. paha. Contoh: jika lebar mayit 40 cm. kemudian letakkan ikatan yang sudah dipersiapkan di atas keranda dengan jumlah ganjil. lutut & kaki . 6. Lebar: Ukur lebar mayit mulai dari ujung bahu kanan mayit hingga ujung kiri. penambahan panjang kain disesuaikan agar dapat mengikat ujung kepala dan ujung kaki. ّأّصٔ اتي ػوش ّاتي ػثاط سظٖ هللا ػٌِن أى ذعوش أكفاًِن تالؼْد‬ 5. Menggunakan kain yang berwarna putih. ٍ‫هغلن تلفظ إرا كفي أتذكن أخا‬ 3. Dengan lebar kira-kira 30 cm dan panjang kira-kira 100 cm. Tidak berlebih-lebihan dalam kain kafan.. Siapkan keranda dekat dengan tempat pemandian.(سّاٍ أتوذ ّ أت‬ )‫داّد ّ الرشهزٕ ّلال تغي صح٘ح‬ 4. maka lebar kain yang dibutuhkan 40 x 3 = 120 cm. ْ‫ل ال الٌثٖ صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن: الثغْا هي ش٘اتين الث٘اضإ لئًِا هي خ٘ش ش٘اتينإ ّكفٌْا لِ٘ا هْذاكن . TATA CARA MENGKAFANI 1.. Memberikan wewangian ‫ػي ظاتش سظٖ هللا ػٌَ أى الٌثٖ صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن لال: إرا أظوشذن الو٘د لأظوشٍّ شالشا (سّاٍ أتوذ ّإتي تثاى‬ . dada. Perhatian:    Kain kafan yang ideal berukuran panjang 280 cm dan lebar 180 cm untuk memudahkan pemotongan sesuai dengan kebutuhan. contoh: seandainya panjang mayit 170 cm. Membuat popok yang gunanya untuk menjaga kotoran yang dikhawatirkan keluar dari mayit... Cara Mengukur Kain Kafan: Panjang: Ukur panjang mayit dengan meteran dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki dengan melebihkannya kira kira 60 cm.

Lalu tambahkan kapas di atasnya. 7. dan di sela-sela persendian. Letakkan popok di atas kafan dekat dengan daerah dubur & selangkangan. 10. Letakkan lipatan kedua dan ketiga di atas lipatan yang pertama dengan cara yang serupa. dan bila tidak ada juga diambil dari harta kaum Muslimin (Baitul Mal). Disunnahkan bilangan ikatan berjumlah ganjil. 5. 3. telapak tangan. Kemudian letakkan mayit di atasnya dengan hati-hati & tetap menjaga auratnya. Dilarang memasukkan wewangian/kafur ke dalam mata mayit. 7. Oleskan minyak wangi pada tubuh mayit & yang dianjurkan pada tujuh anggota sujud (kening. Buka kedua kakinya untuk mengikat popok yang telah siap diantara dua kaki & perutnya. 2. Setelah itu pegang ujungnya dengan kuat dan lipat atau putar. Selimuti mayit yang telah dikafani agar benar-benar tertutup dan terjaga sebelum dikuburkan. . 4. begitu juga dengan kain yang ketiga. 6. 4. Lakukan hal itu dibawah kain penutup agar aurat mayit tetap terjaga. 5. Yang paling utama mengkafani adalah yang diberi wasiat kemudian kerabat terdekat dan selanjutnya. Diharamkan mengkafani mayit dengan kulit. Para Ulama membenci membakar kain kafan. 6.3. Letakkan kepala pada bagian yang telah dilebihkan serta duburnya di atas popok. Letakkan lipatan kain pertama. lalu ambil kain yang kedua dan lakukan seperti yang pertama. HAL-HAL YANG BERKAITAN DALAM MASALAH INI 1. Ikat dengan kuat dan jadikan ikatannya di sebelah sisi kiri mayit. Lalu ambil ujung kain yang pertama (paling bawah/dalam) arah kanan kemudian lipat ke sebelah kiri secara bersamaan mulai dari kaki hingga kepala. Setelah selesai rapatkan kembali kedua kakinya. dan dianjurkan kain yang terbaik dan yang paling bersih untuk memperlihatkan kepada manusia dengan gambaran yang baik dan indah. kalau tidak ada maka keluarga yang menanggungnya. lutut. Membeli kain kafan dengan harta si mayit. 9. telapak kaki. Kain kafan yang telah siap kemudian ditaburi wewangian & kapur barus. hidung). Dimakruhkan memberi kain kafan dari wol/rambut atau kain yang dicelup warna kuning. Untuk wanita lakukan hal serupa bila tdk terdapat 5 helai kain yg dibutuhkan. Lalu pegang lipatan ujung kain dengan tangan kiri. 8. Dimakruhkan melebihi batasan kain kafan dari yang ditentukan. Pada bagian kepala dilebihkan kira-kira 40 cm dan bagian kaki 20 cm.

Disukai yang menshalatinya jama‟ah yang banyak Jika mayitnya anak laki-laki & perempuan. 3. Untuk mayit anak laki-laki menggunakan tiga helai kain. SHALAT JENAZAH LANDASAN HUKUM ‫لال سعْل هللا صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن : هي صلٔ ػلٔ ظٌاصج ّلن ٗرثؼِاإ للَ ل٘شاغ.8. Imam takbir yang kedua seraya mengangkat tangan kemudian membaca shalawat. لئى ذثؼِا للَ ل٘شاغاى. membaca basmallah. maka tutup bagian kepalanya sedang sisanya ditutup dengan ilalang atau rumput. kemudian meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada. agar dapat berdo‟a sesuai dengan kata gantinya. Letakkan jenazah di hadapan imam. Kemudian makmum berdiri di belakang imam. ‫ّالذل٘ل ػلٔ رلك: ها سّاٍ الرشهزٕ ػي أًظ سظٖ هللا ػٌَ أًَ صلٔ ػلٔ سظل لمام ػٌذ سأعَإ شن صلٔ ػلٔ اهشأج‬ ‫لمام ت٘ال ّعػ الغشٗش لمال لَ الؼالء: أُيزا سأٗد الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن لام ػلٔ العٌاصج هماهك هٌِاإ ّهي‬ ًٖ‫الشظل هماهك هٌَ؟ لال: ًؼن. Tidak mengapa bagi Imam meberitahukan jenis kelamin mayit kepada makmum. membaca surat alfatihah. Semuanya dibaca secara sir (pelan). (أخشظَ الثخاسٕ ّ هغلن‬ SIFAT SHALAT JENAZAH 1. Kepala menunduk & pandangan tertuju kepada tempat sujud. للوا لشؽ لال: اتفظْا (أخشظَ أتْ داّد ّالرشهزٕ ّإتي هاظَ ّأتوذ ّصححَ األلثا‬ )‫لٖ أتيام العٌا ض‬ ٖ‫ّأخشض العواػح هي تذٗس عوشج سظٖ هللا ػٌَ أًَ صلٔ ّساء الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن ػلٔ اهشأج هاذد ل‬ )‫ًفاعِاإ لمام ّعطِا. Kemudian bertakbir yang ketiga sambil mengangkat tangan terus berdo‟a bagi sang mayit. . sedangkan untuk anak perempuan dua helai kain & satu ghamis. Imam berdiri di hadapan kepala mayit jika laki-laki. ل٘ل: ّها‬ )‫الم٘شاغاى؟ لال: أصغشُوا هصل أتذ. Bila kain kafan tidak mencukupi. maka imam berdiri di tengah-tengah mayit. maka posisi imam berdiri seperti pada posisi mayit wanita dewasa. 5. Jika mayitnya perempuan. (أخشظَ الثخاسٕ ّهغلن‬ • • • • Disunnahkan membuat tiga shaf (barisan). Imam bertakbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangannya. 9. Berta‟awudz. tidak membaca do‟a iftitah. 4. 2.

imam masjid dan kerabat keluarga mayit. اللِن ال ذحشهٌا أظشٍإ ّال ذعلٌا تؼذٍ.‫لال الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن : إرا صل٘رن ػلٔ الو٘د لاخلصْا لَ الذػاء (أخشظَ أتْداّد ّإتي تثاى ّالثِ٘مٖ هي‬ )ًٖ‫تذٗس أتٖ ُشٗشج ّتغٌَ األلثا‬ 6. Tidak boleh merasa kasihan dan tidak boleh memohonkan ampun bagi mereka. Kedua. Yang paling utama untuk mensholati mayit adalah yang diberi wasiat. MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DALAM HAL INI Pertama. Orang yang terbunuh karena hukuman had. Diantara do‟a yang disyari‟atkan adalah sebagai berikut: ‫ػي أتٖ ُشٗشج سظٖ هللا ػٌَ أى الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن كاى إرا صلٔ ػلٔ ظٌاصج ٗمْل: اللِن اغفش لحٌ٘ا‬ ‫ّه٘رٌاإ ّشاُذًا ّغا ثٌاإ ّصغ٘شًا ّكث٘شًاإ ّركشًا ّأًصاًاإ اللِن هي أت٘٘رَ هٌا لأتَ٘ ػلٔ اإلعالم إ ّهي ذْل٘رَ هٌا‬ ‫لرْلَ غلٔ اإلٗواى.‫علف الوؤهٌ٘يإ ّاظؼلَ لٖ كفالح إتشاُ٘نإ ّلَ – تشتورك – ػزاب العح٘ن‬ Imam bertakbir terakhir.لال: ترٔ ذوٌ٘د أى أكْى أًا رلك الو٘د. Kelima. Ketiga. diam sejenak lantas salam seraya memalingkan muka ke kanan satu kali. Orang fajir yang banyak melakukan kemaksiatan. maka berdo’a sebagai berikut: ‫اللِن اظؼلَ رخشا لْالذَٗإ ّلشغا ّأظشا ّشف٘ؼا هعاتاإ اللِن شمل تَ هْاصٌِٗواإ ّأػظن تَ أظْسُواإ ّألحمَ تصالح‬ . . maka dia berdiri di belakang imam. Jika hanya terdiri dari seorang makmum. Keempat. munafik dan yang meninggalkan sholat wajib. Orang yang memiliki hutang dan tidak meninggalkan harta untuk melunasi hutangnya. (أخشظَ هغلن‬ Jika mayitnya anak-anak. Walaupun hukum asalnya tidak disholatkan akan tetapi bila dilakukan itu lebih utama. (أخشظَ أتْداّد ّالرشهزٕ ّإتي هاظَ ّالثِ٘مٖ هي غشٗك‬ )‫هحوذ تي إتشاُ٘ن الر٘وٖ ػي أتٖ علوح ّصححَ األلثاًٖ لٖ أتيام العٌا ض‬ Diantara do’a yang disyari’atkan adalah sebagai berikut: :‫ػي ػْف تي هالك سظٖ هللا ػٌَ لال: صلٔ الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن ػلٔ ظٌاصج لحفظد هي دػا َ ُّْ ٗمْل‬ ‫اللِن اغفشلَ ّاستوَإ ّػالَ ّاػف ػٌَإ ّأكشم ًضلَإ ّّعغ هذخلَإ ّاغغلَ تالواء ّالصلط ّالثشد إ ًّمَ هي الخطاٗاإ‬ َ‫كوا ًم٘د الصْب األت٘ط هي الذًظإ ّأتذلَ داسا خ٘شا هي داسٍإ ّأُال خ٘شا هي أُلَإ ّصّظا خ٘شا هي صّظَإ ّأدظل‬ )‫العٌح إ ّأػزٍ هي ػزاب المثش – أّ هي ػزاب الٌاس. 5. 2. Janin yang gugur berusia empat bulan atau lebih. Diharamkan mensholati orang kafir. Hukum Shalat jenazah adalah Fardhu Kifayah. Orang yang mati syahid. 3. 4. Disyari‟atkan shalat jenazah pada setiap: 1.

belakang. 6.. Disunnahkan yang membawa keranda sebanyak empat orang.. 2. ّهي صلٔ ػلِ٘ا شن سظغإ كاى لَ هي األظش هصل أتذإ لأسعل إتي ػوش سظٖ هللا ػٌَ خثاتا إلٔ ػا شح‬ . Wanita dibolehkan menghadiri sholat jenazah baik sendiri maupun berjama‟ah dengan syarat tidak sholat di kuburan.‫سظٖ هللا ػٌِوا .: لمذ لشغٌا لٖ لشاسٗػ كص٘شج‬ TATACARA MEMBAWA JENAZAH 1..لمال لالد ػا شح: صذق أتُْشٗشج. dan mengambil pelajaran dari kematian. ‫لْلَ صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن: أعشػْا تالعٌاصجإ لئى ذك صالخح لخ٘ش. Lebih diutamakan agar mensholati mayit di luar masjid dan hal ini adalah petunjuk yang sering dicontohkan oleh Rasulullah.لؼلَ لال: ذمذهًِْا ػلَ٘-إ ّإى ذك غ٘شرلك‬ )‫لششذعؼًَْ ػي سلاتين (أخشظَ الثخاسٕ ّهغلن‬ 5. MENGUBURKAN MAYIT LANDASAN HUKUM ‫سّٓ هغلن ػي خثاب سظٖ هللا ػٌَ لال: ٗاػثذ هللا تي ػوشأال ذغوغ هاٗمْل أتُْشٗشج ؟ أًَ عوغ الشعْل صلٔ هللا‬ ‫ػلَ٘ ّعلن ٗمْل: هي خشض هغ ظٌاصج هي ت٘رِاإ ّصلٔ ػلِ٘ا شن ذثؼِا ترٔ ذذلي كاى لَ ل٘شاغاى هي أظشإ كل ل٘شاغ‬ ‫هصل أتذ. Tidak boleh duduk hingga jenazah diletakkan di atas tanah ٕ‫لحذٗس أتٖ عؼ٘ذ سظٖ هللا ػٌَ هشلْػا: إرا سأٗرن العٌاصج لمْهْاإ لوي ذثؼِا لال ٗمؼذ ترٔ ذْظغ (أخشظَ الثخاس‬ )‫ّهغلن‬ 7. 3..Keenam. Disunnahkan bagi yang mengantarkan jenazah untuk khusyu‟. Ketujuh. Letakkan mayit di atas keranda dengan terlentang. (أخشظَ هغلن‬ Kedelapan. Tidak boleh mensholatinya di antara kuburan. Dibolehkan bagi yang mengiringi jenazah untuk berjalan di depan. juga dengan apa yang akan .‫ٗغألِا ػي لْل أتٖ ُشٗشجإ شن ٗشظغ إلَ٘ ل٘خثشٍ ها لالد. Tutup dengan selimut/kain. Lebih disukai jika mayit wanita kerandanya ditutup denga kubah/kayu. Disunnahkan untuk bersegera dalam berjalan. samping kanan atau kirinya. karena wanita dilarang memasukinya. berfikir akan perjalanannya. 4. tapi bila sudah dikuburkan maka hal itu diperbolehkan. ‫لحذٗس ػمثح تي ػاهش سظٖ هللا ػٌَ: شالز عاػاخ كاى سعْل هللا صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن ٌِٗاًا أى ًصلٖ لِ٘ي أّ ًمثش‬ ‫لِ٘ي هْذاًا: ت٘ي ذطلغ الشوظ تاصغح ترٔ ذشذفغإ ّت٘ي ٗمْم لا ن الظِ٘شج ترٔ ذو٘ل الشوظإ ّت٘ي ذع٘ف الشوظ‬ )‫للغشّب ترٔ ذغشب.لمال إتي ػوش‬ . Tidak boleh mensholati mayit pada tiga waktu yang terlarang kecuali darurat.

3.. maka kuburnya ditutup agar terhindar dari pandangan disaat penguburan. Bila memasukkan mayit wanita. Kemudian buka dan lepaskan ikatan yang mengikat kafannya dengan tanpa membuka wajahnya. Bila mayit tidak berwasiat. . Sedangkan bagi mayit pria tidak diharuskan. ًٖ‫ّػثذ هللا تي ٗضٗذ أدخل الحاسز لثشٍ هي لثل سظلٖ المثشّلال: ُزٍ الغٌح (أخشظَ أتْداّد ّالثِ٘مٖ ّصححَ األلثا‬ )‫لٖ صح٘ح أتْداّد‬ 2.‫لال الٌّْٕ لٖ الوعوْع ّإعٌادٍ صح٘ح‬ 3. kecuali bila ada udzur seperti hujan. 5. Yang memasukkan mayit ke dalam kubur adalah laki-laki. Disunnahkan memperluas kuburan pada bagian kepala dan kaki. Masukkan mayit ke dalam kubur melalui bagian kaki kubur dengan memasukkan kepala terlebih dahulu karena ia adalah bagian tubuh yang paling mulia. Yang diberi wasiat lebih berhak untuk itu. Lebih disukai membuat lahat dari pada syaq. Namun bila hal tersebut tidak memungkinkan. selamat dari gangguan hewan liar. maka kerabat terdekatnya. ٕ‫لمْل الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن لٖ لرلٔ أتذ: اتفشّا ّأّعؼْا ّأتغٌْا. maka dari jalan mana saja yang mudah. Disunnahkan memperdalam dan memperluas kuburan.‫لال عؼذ تي هؼار سظٖ هللا ػٌَ: ها ذثؼد ظٌاصج لحذشد ًفغٖ تغ٘شهاُْهفؼْل تِا‬ LUBANG KUBUR 1. Letakkan mayit dengan lembut di dalam kubur dengan berbaring di sisi lambung kanannya. atau berbicara tentang urusan dunia. .dialami oleh sang mayit. karena yang demikian tidak ada dalilnya dan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. karena dia menyerupai orang yang tidur dan menghadap kiblat.‫للحذٗس الزٕ سّاٍ الثِ٘مٖ أى الٌثٖ ػلَ٘ الصالج ّالغالم لال لحفاس: أّعغ هي لثل الشأطإ ّأّعغ هي لثل الشظل٘ي‬ . Tidak disukai tertawa. َ‫ّ لال الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن: اللحذ لٌا ّالشك لغ٘شًا (أخشظَ أتْداّد ّالٌغا ٖ ّالرشهزٕ ّاتي هاظح ّصحح‬ )‫األلثاًٖ لٖ أتيام العٌا ض‬ TATA CARA MENGUBURKAN 1. . juga lebih menjaga mayit. (أخشظَ أتْداّد ّالٌغا ٖ ّالرشهز‬ )‫ّاتي هاظح ّالثِ٘مٖ ّأتوذ ّصححَ األلثاًٖ لٖ الوشياج‬ 2. 4.. senyum. karena memperdalam kuburan dapat menahan bau yang tidak enak.

11.. kemudian tahan dengan batu atau tanah di depannya dan di pertengahan punggungnya agar mayit tidak berbalik dan jatuh. 10. ّلال الٌّْٕ لٖ الوعوْع‬ )‫سّاٍ. :‫ّلحذٗس ػصواى تي ػفاى سظٖ هللا ػٌَ لال: كاى الٌثٖ صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن إرا لشؽ هي دلي الو٘د ّلف ػلَ٘ ّلال‬ : ‫إعرغفشّا ألخ٘ين ّعلْا لَ الرصث٘د لئًَ اٙى ٗغأل (أخشظَ أتْ داّد ّالحاكن ّالثِ٘مٖ.. Tutup celah yang kosong antara kayu dengan tanah liat agar mayit tidak kejatuhan tanah saat dikubur. Masukkan tanah ke dalam kubur dan tinggikan dari atas permukaan tanah sekedar sejengkal kemudian dibentuk seperti punuk. Perciki kubur dengan air kemudian taburi dengan kerikil agar kubur menjadi kuat tidak terbawa angin dan aliran air. Dianjurkan untuk melemparkan tiga kali genggaman tanah dengan kedua tangannya usai penutupan liang lahat ke arah bagian atas kepala. Kemudian tandai dengan kayu atau batu pada bagian kepala. 7. Dianjurkan setelah itu berdo‟a untuk mayit. ‫لحذٗس أتٖ ُشٗشج سظٖ هللا ػٌَ أى الشعْل صلٔ هللا ػلَ٘ ّعلن صلٔ ػلٔ ظٌاصج شن أذٔ لثش الو٘د لحصٔ ػلَ٘ هي‬ )ًٖ‫لثل سأعَ شالشا (أخشظَ اتي هاظَ ّظْدٍ إعٌادٍ الٌّْٕ لٖ الوعوْع ّصححَ الش٘خ األلثا‬ 9.‫لمْل ػثذهللا تي هغؼْد سظٖ هللا ػٌَ : إرا أدخلرن الو٘د المثش لحلْا الؼمذ‬ 6. Tutup lahat dengan kayu. Dekatkan dan masukkan mayit ke dalam lahat..تئعٌاد ظ٘ذ‬ . 8.