KONSEP BPK ISBD (2)

1

BAB I PENGANTAR ILMU SOSIALDAN BUDAYA DASAR
A. HAKIKAT, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP 1. Hakikat Ilmu Soaial dan Budaya Dasar (ISBD) Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan visi “Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan mmoral dalam kehidupan bermasyarakat”.Adapun misinya adalah “Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, pekam dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.Selain itu, mata kuliah ini pada prinsipnya sebagai pengatur dasar menuju pengenalan teori ilmu-ilmu social dan kebudayaan sehingga diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multidisipliner tentang keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

2. Tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) Berdasarkan hakikat keilmuan di atas, maka tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) yang merupakan bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah:

2

a.

Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.

b.

Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral bermasyarakat. dalam kehidupan

c.

Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup

bermasyarakat, selaku individu dan makhluk social yag beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan maalah social budaya secara arif.

3. Ruang Lingkup Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial Dan Budaya (ISBD) Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada perguruan tinggi, berikut ini adalah ruang lingkup dan sub bahasannya. a. Pengantar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) 1. Hakikat dan ruang lingkup ISBD 2. ISBD sebagai MBB dan pendidikan umum; dan 3. ISBD sebagai alternative pemecahan masalah social budaya b. Manusia sebagai Makhluk Budaya: 1. Hakikat manusia sebagai makhluk budaya; 2. Apresiasi terhadap kemanusiaan dan kebudayaan; 3. Etika dan estetika berbudaya 4. Memanusiakan manusia melalui pemahaman konep-konsep dasar manusia; dan 5. Problematika kebudayaan

3

c. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial; 1. Hakikat manusia sebagai individu dan makhluk social; 2. Fungsi dan peran manusia sebagai individu dan makhluk social; 3. Dinamika interaksi social; dan 4. Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat; d. Manusia dan Peradaban 1. Hakikat peradaban; 2. Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab; 3. Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan socialbudaya; 4. Dinamika peradaban global; dan 5. Problematika peradaban pada kehidupan manusia e. Manusia, Keragaman dan Kesetaraan; 1. Hakikat keragaman dan kesetaraan manusia; 2. Kemajemukan dalam dinamikan social dan budaya; 3. Keraganan dan kesetaraan sebagai kekayaan social, budaya bangsa; dan 4. Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan masyarakat dan negara f. Manusia, Nilai, Moral, dan Hukum 1. Hakikat, fungsi, dan perwujudan nilai, oral dan hukum dalam kehidupan manusia, masyarakat dan negara; 2. Keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan sebagai wujud masyarakat yang bermoral dan menaati hukum dan 3. Problematika nilai, moral, dan hokum dalam masyarakat dan negara g. Manusia, Sains, Teknologi dan Seni: 1. Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi manusia; 2. dampak penyalahgunaan IPTEKS pada kehidupan social dan budaya; dan 3. Problematika pemanfaatan IPTEKS di Indonesia

istematis. Dengan wawasan tersebut diharapkan perguruan tinggi mampu menghasilkan tenaga ahli dengan tigas jenis kemampuan secara simultan. yang meliputi: 1. tingkah laku dan tidnakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. . yaitu hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia 3. Kemampuan personal: para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap. kritis. analisis.4 h. Kemampuan professional: kemampuan dalam bidang profesi sesuai keahlian bersangjutan. Manusia dan Lingkungan 1. 2. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. 3. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. Kemampuan akademis. kemasyarakatan dan kenegaraan. mengusai peralatan analiss. serta mampu menawarkan alternative pemacahannya. Problematika lingkungan social-budaya yang dihadapi masyarakat. 2. ISBD SEBAGAI MBB DAN PENDIDIKAN UMUM ISBD sebagai bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. maupun berpikir logis. memahami dan mengenal nilai-nilai keragaman. B. Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia. dan 4. Isu-isu penting tentang persoalan lintas budaya dan bangsa.

dimengerti. Di samping diurai kondisi objektif konteks keindonesiaan. dan dikonsepsikannya selama ini agar dapat didiskusikan dan dikomunikasikan menjadi pengetahuan yang ilmuah. Dengan itu problematika kemanusiaan dan peradaban manusia merupakan fakta objektif yang penting dikenali secara menunjung tinggi pemikiran serta nilai-nilai luhur tradisi. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIALBUDAYA Dengan bekal wawasan. buku ini juga mengulas lesson learns atau pelajaran berharga dari akta atau fenomena social yang terjadi di sekitar lingkungan kita baik yang dialami secara langsung atau tidak langsung dalam perspektif lintas keilmuan secara simultan. kemampuan akademik dan kemampuan professional sehingga para lulusan akan mampu mengenali masalah dan mengatasi masalah tersebut dengan bijaksana. dan perilaku melalui mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) diharapkan mahasiswa dapat menjadi manusia yang memiliki kemampuan personal. .5 C. Pendekatan multidisipliner dipilih guna menstimulus mahasiswa berpikir terbuka dan kritis atas apa yang didengar. dipahami. sikap.

realisme.Karena itu.Aliran ini baik dari kalangan aliran materilalisme didaktik atau humanistic. karena itu semua peristiwa dapat terjadi melalui proses materiil. konstruk pemikiran tentang haikat manusia. konsep. idealisme. bagi pemikir atau filsuf dari airan idelisme mereka menyangkul secara mendasar pemikiran materialisme di atas. yaitu materialisme. bukan materi yang menjadi “kenyataan”. HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Sebelum mengulas manusia sebagai makhluk budaya penting bagi kita mencermati kajian tentang filsafat manusia secara singkat dan mendasar. bagi aliran ini kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta yang bersifat badaniah. Demikian pula analogi yang terjadi pada manusia. Sebaliknya. dan aliran agamawan (teologis). Substansi pemikiran dari dua aliran di atas diyakini secara bersamaan oleh aliran realisme.Secara sederhana aliran tersebut dapat diklasifikasikan dalam beberapa aliran utama.Dengan pertanyaan tersebut sejauh ini telah menghasilkan pelbagai teori. Karena itu. keduanya tidak mengenal adanya kenyatan bersifat spiritual.Tetapi pentin ditegaskan di sini bahwasanya hingga kini jawaban tentang siapa manusia itu tampaknya belum juga terpuaskan atau belum final. Menurut aliran idelisma. Untuk aliran materialisme misalnya mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan. Bagi aliran realisme kenyataan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani dan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani .Bahwasanya diskusi klasik yang hingga kini masih dibincangkan seputar manusia adalah pertanyaan siapakah sebenarnya manusia itu. yakni kejadian “adanya adalah juga bagian dari proses-proses materiil itu sendiri. tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah “ide” yang bersifat rohani dan/atau intelegensi.6 BAB 2 HAKIKAT MANUSIASEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. manusia oleh aliran ini dipandang bukan sebagai materi tetapi makhluk yang berjiwa/berkerohanian.

mereka dapat mengembangkan eksistensi kemanusiaannya menajdi lebih beradab disbanding makhluk lainnya. Artinya. adalah dapat dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. hakikat asli atau kenyataan utama adalah Tuhan itu sendiri. Hakikat manusia dengan demikian. Menurut aliran ini.7 dan dapat juga berupa kenyataan dunia materi. Keduanya dalam pandangan realisme adalah hakikat asli dan abadi. Adapun yang membedakan manusia dari makhluk lainnya dalam hal pengetahuan dan perasaan (emosional dan kejiwaan). Aliran teologis ini jika dicermati tidak memiliki irisan dengan pemikiran aliran-aliran sebelumnya. tetapi keduanya tidak bersifat abadi dan/atau sebagai hakikat asli. Melalui pengetahuan yang dimiliki manusia. Bandingkan berikutnya dengan pemikiran para tokoh aliran teologis. Demikian juga melalui perasaan manusia. manusia menurut aliran ini diyakini sebagai makhluk materi. ia dapat hidup jauh lebih berkembang (survival) daripada pengetahuan makhluk lainnya. tetapi tampaknya pendekatan psikolog dianggap kurang mencakup diskusi tentang manusia secara holistis. Karena sesungguhnya diskusi tentang filsafat manusia tidak saja membahas aspek jiwa dan raganya. Karana mereka cenderung meletakkan kedudukan manusia secara berbeda dengan makhluk lain di muka bumi. yakni karena hubungannya dengan Tuhan. dan sekaligus makhluk materiil. berarti: “manusia”). umumnya berusaha mendudukkan hakikat manusia sebagai makhluk di antara makhluk-makhluk lainnya di muka bumi ini. Kesamaan manusia sebagai makhluk dengan makhluk lainnya adalah pada dorongan naluriah (animal instinct) yang termuat dalam tiap gen mereka. . sekaligus membandingkan di antara keduanya. Jika kita tarik benang merah dari pemikiran beberapa aliran di atas. filsafat manusia lebih dekat dengan kajian psikologi filosofis atau psikologi rasional. tetapi juga roh dan badannya. makhluk rohani. Secara lebih mendalam pendekatan keilmuan yang umumnya digunakan untuk membincangkan hakikat manusia ini adalah melalui ilmu antropologi filsafat atau filsafat manusia (anthropos dalam bahasa Yunani. Di mana awalnya.

8

Dalam pandangan Adelbert Snijders, filsafat manusia dirumuskan sebagai refleksi atas pengalaman yang dilaksanakan secara rasional, kritis serta ilmiah, dan dengan maksud untuk memahami diri manusia dari segi yang paling asasi. Yakni, memahami manusia sebagai suatu kesatuan, di mana dalam kesatuan itu terdapat unsur “keduanya” (jiwa dan badan). Tujuan dari kajian filsafat manusia tidak lain adalah untuk memahami diri manusia dari segi yang paling mendasar tersebut. Berikut ini akan dikupas pandangan beberapa tokoh, pemikiran, dan alirannya. Sebagaimana pemiiran Plato dan Plotinos, bahwa manusia adalah makhluk ilahiah. Bahkan lebih ekstrem disampaikan Deserates, menurutnya manusia memiliki kebebasaan mirip seperti kebebasan yang dimiliki Tuhan. Tetapi, pandangan manusia sebagai makhluk ilahah tersebut ditolak oleh Epikuros dan Lukretius. Menurut keduannya manusia tak lebih dari makhluk hidup berumur pendek, ia lahir karena kebetulan, dan akhirnya sama sekali lenyap. Demikian juga seperti yang disampaikan Voltaire, manusia tidak berbeda secara esensial ibarat binatang yang paling tinggi atau sempurna. Pandangan lain tentang manusia disampaikan Hobbes. Ia berpendapat bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat agresif dan jahat. Tetapi Rousseau justru melihat sebaliknya, yaitu manusia dalam kodratnya adalah baik. Belakangan para pemikir, seperti Buber, Marcel, Levinas, dan Mounier menegaskan bahwa setiap manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompeksitas manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompleksitas nilai yang unik. Tetapi, pemikiran lainnya justru meletakkan manusia sebagai makhluk yang tak berarti atau “keinginan” yang sia-sia. Dapat disimpulkan bahwa para pemikir filsafat manusia dan ilmuwan memiliki pandangan yang berseberangan di antara dua titik secara ekstrem baik mereka yang berlatar periode kesejahteraan yang sama atau berbeda. Namun perdebatan hakikat manusia (lebens-philosophie)menurut penilaian filsuf mazhab Frankfurt Jerman Max Horkheimer (1895-1973) merupakan diskursus ilmiah yang sehat, yang dapat membuka kebekuan berpikir rasional yang abstrak dan menjadi lawan dari debut kapitalisme yang selama ini

9

berkembang pesat. Sebagai pengkritik positivisme, Horkheimer menyatakan selama ini saintisme tak lebih pendukung status-quo yang bersembunyi di balik objektivitas. Segala bentuk demikian menurut Horkheimer dan juga Habermas, telah dijerumuskan oleh kepentingan kognitif, dan karenanya tidak bebas nilai, termasuk teori kritis yang didorong oleh kepentingan emansipatoris (Sulistyanta, 2005). Menurut Jurgen Habermas (1929), bahwa kekuatan kritik erat kaitannya dengan metodologi maupun kondisi sejarah yang melatari, yakni kesadaran akan kritis social pada histories (sejarah) tertentu. Jika dicermati sesungguhnya kajian filsafat manusia tumbuh subur bersamaan dengan ideology kapitalisme yang sedang mendominasi arus keilmuan. Kritik mendasar yang hendak disampaikan para pengkaji filsafat manusia adalah seraun untuk tidak membatasi cara pandang keilmuan, selalu berpikir reflektif, dan jangan membuang cirri utama manusia sebagai makhluk yang selalu bertanya dan berpikir. Karena itu, berpikir refleksi merupakan aktivitas rohaniah, menemukan kebenaran untuk kehidupan bersama, sebagai makhluk eksentrik. Dengan berpikir kritis dan refleksi tidak menjadikan seseorang jauh dari Tuhan, berbeda dengan pemikiran kapitalis yang lebih mendekatkan seseorang pada materi atau kebendaan. Ungkapan Descartes yang dikenal luas “cogito ergo sum” (aku berpikir, maka aku ada). Cogito (aku berpikir) adalah suatu kepastian tak tergoyahkan, ia ingin suatu kepastian tentang ekesistensi Tuhan dan ketidakmatian jiwa manusia. Hal yang sama dikemukakan Maine de Biran yang bertitik tolak pada volo (aku mau), dengan merefkeksikan “aku mau”, ia menemukan paham tentang diri dan pengaruh afeksi atas segala kepastiannya. Atau filsafat karl Marx dengan ungkapan “manusia adalah makhluk yang bekerja”. Artinya, sebagai makhuk paradoksal, manusia itu bebas dan terikat, otonom dan tergantung, terbatas dan tidak terbatas. Sebagai makhluk yang dinamis, manusia bebas dan bertanggung jawab, tetapi dalam kebebasan juga hadir suatu dorongan metafisika, suatu orientasi dasariah untuk menuju diri yang sejati. Sebagai makhluk multidimensional, manusia meskipun sebagai

10

suatu kesatuan, tetapi di dalam kesatuan itu ditemukan pelbagai dimensi ontologis dengan tingkatan yang berbeda. Herbert Marcuse, mengatakan meskipun seolah-olah manusia itu onedimensional man, yang terkurung dalam dimensi produksi-konsumsi, tetapi konsumerisme itu sesungguhnya bertentangan dengan panggilannya sebagai makhluk pluridimensional. Panggilan atau seruan itu berkaitan erat dengan hakikat manusia. W Luijpen, mengatakan being man is having to be man (diri manusia merupakan suatu seruan etis untuk manusia).

B. HAKIKAT MANUSIA DALAM KAJIAN ISLAM Melengkapi kajian hakikat manusia pada bahasan sebelumnya, maka dipandang penting untuk mendiskusikan hakikat manusia dalam perspektif Islam. Mengkaji manusia dalam perspektif keislaman tidak dapat dilepaskan dari konteks masyarakat muslim itu sendiri. Sebagaimana disebutkan Fazlur Rahman bahwasanya masyarakat Islam dibentuk karena ideologinya, yaitu Islam (Fazlur Rahman, 1980: 43). Ideologi adalah Weltanchauiting, yang menjelaskan realitas dalam perspektif tertentu. Ideologi adalah cara memandang realitas. Di antara realitas penting yang diulas ideologi adalah hakikat manusia. Konteks manusia dan masyarakat tersebut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, terdapat sekurangnya tiga istilah kuncui yang mengacu kepada makna pokok manusia, yaitu: basyar,insan, dan al-nas. Basyar disebut dalam AI-Qur'an sebanyak 27 kali. Dalam seluruh ayat tersebut, kalimat basyar menunjuk pada referensi manusia- sebagai makhluk biologis. Lihatlah bagaimana Maryam berkata: Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku tidak disentuh basyar (QS. 3: 47); atau bagaimana kaum yang diseru para nabi menolak ajarannya, karena nabi hanyalah basyar-manusia biasa yang "seperti kita", bukan manusia superstar. Kata basyar juga dihubungkan dengan ungkapan mitslukum (sebanyak tujuh kali) dan mitsluna (sejumlah enam kali). Nabi Muhammad SAW., disuruh Allah untuk menegaskan bahwasanya dirinya secara biologis, ia tak ubahnya sama seperti manusia yang lain: Katakanlah, aku ini manusia biasa (basyar)

. Tetapi Ibn „Arabi berkata. dengan tepat menafsirkan ayat ini to man God gave the purest and the best nature. melihat. mereka berkata. Ketika wanita-wanita Mesir takjub melihat ketampanan Yusuf as. mendengar. dan makan dengan menggunakan tangan. 5: 65) menyebutkan umumnya para mufasir mengartikan ayat ini untuk menunjukkan kelebihan manusia secara fisiologis. seks. berkehendak. Allah membuatnya hidup. dan ia minum apa yang kamu minum (QS. minum. Yusuf Ali (1977: 1759). tetapi ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia (QS. Keeenderungan para rasul untuk tidak patuh pada dosa dan kesalahan bukanlah masuk kategori sifatsifat biologis. Rasul itu memakan makanan dan berjalan-jalan di pasar. 33: 33). tetapi merupakan sifat-sifat psikologis (atau spiritual). Ya Allah. yaitu berjalan tegak. 30: 30). hanya saja aku diberi wahyu bahwa Tuhanmu ialah Tuhan yang satu (QS. dan ini adalah sifat-sifat rabbaniyah. dan memutuskan. 95: 4) dengan menunjukkan karakteristik fisiologi manusia. and man's duty is to preserve the pattern on which God has made him (QS.11 seperti kamu. dan QS. 18: 110. maka secara singkat bahwasanya konsep basyar selalu dihubungkan dengan sifat-sifat biologis manusia semata. berbicara. Dan tidak Kami utus sebelumnya para utusan kecuali mereka itu memakan makanan dan berjalanjalan di pasar. tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus daripada manusia. Tentang para nabi. adalah tidak tepat jika menafsirkan kalimat basyarun mitsluklim sebagai manusia seperti kita dalam hal berbuat dosa. ini bukan basyar. 25: 7. ia makan apa yang kamu makan. dan seterusnya. orang-orang kafir selalu berkata: Bukankah ia basyar seperti kamu. berkuasa. Ayat ini juga ditegaskan dalam QS. 25: 20. 12: 31). Mereka berkata. QS. . mengetahui. Sebaliknya. berjalan di pasar. 41: 6). Al-Syaukani (1964. Dari uraian tersebut. Sama tidak tepatnya ketika menafsirkan: Sesungguhnya telah kami jadikan insan dalam bentuk yang sebaikbaiknya (QS. yaitu butuh makan.

8. dan 40: 57). Inilah manusia yang paling banyak disebut dalam Al-Qur'an (240 kali. al-Baqi. Kedua. 12: 21. tidak beriman (11: 17. 45: 26. dan 29: 10). dan kebanyakan harus menanggung azab (22: 18). insan dihubungkan dengan proses penciptaan manusia. yang menyembah Allah dengan iman yang lemah (22: 11. kafir (17: 89. yang memesonakan orang dalam pembicaraan tentang kehidupan dunia. 30: 6. dan 12: 38). insan dihubungkan dengan keistimewaannya sebagai khalifah atau pemikul amanah. Jika ditelisik didapatkan penyebutan insan disebut sebanyak 65 kali dalam AlQur'an. sebagian besar manusia mempunyai kualitas rendah. Ayat-ayat . pada kata al-Nas). 12: 103. fasik (5: 49). lihat „Abd.12 Artinya. tetapi sebetulnya tidak beriman (2:8). Kecuali kategori ketiga yang akan kita jelaskan kemudian. Sementara istilah al-Nas sebagai konsep kunci ketiga mengacu pada manusia sebagai makhluk sosial. dan 25: 50). baik dari segi ilmu maupun dari segi iman. dan Al-Kitab (22: 3. dan 13: 1). Kita dapat mengelompokkan konteks insan tersebut dalam tiga kategori pokok. 34: 28. Dan ketiga. banyak ayat yang menunjukkan kelompok-kelompok sosial dengan karakteristiknya. petunjuk. yang mengambil sekutu terhadap Allah (2:165). tidak bersyukur (40: 61. Ayat-ayat itu lazimnya dikenal dengan ungkapan wa min alNas (dan di antara sebagian manusia). Menurut Al-Qur'an sebagian manusia itu tidak berilmu (7: 187. 68. semua konteks insan menunjuk pada sifat-sifat psikologis atau spiritual. di samping ada sebagian orang yang rela mengorbankan dirinya untuk mencari kerelaan Allah. dengan memerhatikan ungkapan aktsar al-Nas. Pertama. 36. Kedua. yang hanya memikirkan kehidupan dunia (2:200). 28. yang menjual pembicaraan yang menyesatkan (31:6) . kita menemukan kelompok manusia yang menyatakan beriman. 2: 243. konsepsi insan secara tegas berbeda dengan basyar. insan dihubungkan dengan predisposisi negatif diri manusia. melalaikan ayat-ayat Allah (10: 92). yang berdebat dengan Allah tanpa ilmu. al-Mu'jam. Pertama. tetapi memusuhi kebenaran (2:204). Dengan memerhatikan ungkapan ini. kita dapat menyimpulkan. 30. dan 31: 20).

Akan tetapi. yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system. dan materiil. dan 32: 9). Al-Nas sering dihubungkan Al-Qur'an dengan petunjuk atau AlKitab (57: 25. 4: 170. Artinya. tetapi juga manusia secara sosial. Demikian juga Inggris denganslogan: Right or Wrong is My Country. Ketiga. 7: 10. Contoh sikap chauvinism seperti yang dikemukakan oleh Adolf Hitler misalnya. 27: 62. dan artefact. yaitu yang bersifat kognitif. 67: 23. 24: 35. yang selamat dari azab Allah (11: 116). 23: 78. Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut. 39: 27). 4: 46. mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya. yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme. yang berilmu atau dapat mengambil pelajaran (18: 22. yaitu membanggakan kebudayaannya sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain. HAKIKAT MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN Kebudayaan sering kali dipahami dengan pengertian yang tidak tepat. kebudayaan tersusun atas beberapa komponen utama. Beberapa ahli ihnu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut. Al-Qur'an menegaskan bahwa petunjuk Al-Qur'an bukanlah hanya dimaksudkan pada manusia secara individual. jika kamu ikuti kebanyakan yang ada di bumi. C. normatif. yang bersyukur (34: 13. Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini. yang tidak diperdayakan setan (4:83). dan 69:42). dengan kalimat Deutschland Uber Alles in der Welt (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia). Surat 11: 16 menyimpulkan bukti kedua ini. social system. 7: 3. ternyata definisi-definisi tersebut tetap saja kurang memuaskan. Sayangnya kemudian. 38: 24. . 14: 1.13 ini dipertegas dengan ayat-ayat yang menunjukkan sedikitnya kelompok manusia yang beriman (4: 66. dan 4: 155). 40: 58. cara pandang orang melihat kebudayaan sering kali terjebak dalam sifat chauvinism. 2: 88.

Selanjutnya. Umumnya. hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaannya. Kecuali tindakan yang sifatnya naluriah saja (animal instinct) yang bukan merupakan kebudayaan. budaya bukanlah sesuatu yang statis dan kaku. bahwasanya budaya semestinya diperlakukan sebagai kata kerja. Sebaliknya. relatif. pembawa kebudayaan adalah pihak luar dan/atau anggota masyarakat setempat yang membawa budaya asing atau baru dalam tatanan masyarakat setempat. kebudayaan. bahkan meskipun itu adalah sebuah tradisi. tetapi senantiasa berubah sesuai perubahan sosial yang ada. Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. Sebagaimana dikatakan Van Peursen (1988). Hampir semua tindakan manusia merupakan produk kebudayaan.14 Demikian pula Jepang yang menganggap bangsanya merupakan keturunan Dewa Matahari. sosialisasi. Sementara manipulator kebudayaan adalah anggota masyarakat yang melakukan aktivitas . Padahal seharusnya dalam memahami kebudayaan kita perlu jujur dan berpegangan pada sifat-sifat kebudayaan yang variatif. dan 4) pencipta kebudayaan. Tanpa bahasa. Sebab suatu budaya dalam masyarakat terus-menerus berubah. universal. Tidak semua anggota masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya baru yang datang dari luar. pembawa manipulator kebudayaan. karena menjadi manusia tidak lain adalah merupakan bagian dari hasil kebudayaan itu sendiri. yaitu 3) sebagai kebudayaan. Karena itu. budaya baru sulit diterima dan butuh waktu bertahap untuk penyesuaian jika budaya baru tersebut ada kemungkinan diterima. proses pengalihan kebudayaan tidak akan terjadi. Dan biasanya proses pengalihan atau perubahan budaya difasilitasi oleh adanya kontak komunikasi melalui bahasa. Manusia mempunyai 1)penganut empat kedudukan 2) terhadap kebudayaan. dan counter-culture (meremehkan kultur lain). dan alkulturasi. bukannya sebagai kata benda. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. seperti melalui proses internalisasi. Sebagai penganut kebudayaan seseorang hanya menjadi pelaku tradisi dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakatnya.

moral. sistem pengetahuan. Dan secara naluriah. Suriasumantri. Apa yang dilakukan oleh manusia tersebut dapat disebut sebagai proses kebudayaan. 1871:21). pedoman hidup yang digunakan setiap individu dalam bertingkah laku. sistem dan organisasi kemasyarakatan. maka secara definitif makna kebudayaan sendiri adalah keseluruhan pengetahuan. kepercayaan. yaitu terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan. B. Dalam rangka bertahan atau survive. Kedudukan tertinggi adalah manusia sebagai pencipta kebudayaan. hukum.15 kebudayaan atau mengatasnamakan budaya setempat tetapi tidak sesuai dengan nilai-nilai atau ide luhur sebagaimana yang seharusnya dilakukan. yaitu mendorong secara sadar atau tidak sadar ke semua lapisan masyarakat untuk melakukan revitalisasi kebudayaan lama atau meneiptakan dan menemukan kembali kesepakatan barn terkait ide. kemudian membaginya menjadi unsur-unsur kebudayaan secara lebih terperinci. atau budaya baru yang dapat diterima secara masif. Substansi penjelasan Taylor tersebut pada dasarnya telah rnerangkum semua definisi tentang kebudayaan yang pernah muncul (Jujun S. sistem kemasyarakatan. serta sistem teknologi peralatan. 2003: 261). aktivitas bermasyarakat. seni. Kebudayaan yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. atau yang bisa kita sebut sebagai way of life. bahasa. sistem pencarian. Pembentukan kebudayaan sebagaimana diuraikan di atas sesungguhnya dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian atas kondisi kehidupan yang dialaminya. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai bagian dari anggota masyarakat (E. manusia melakukan banyak tindakan melalui . maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara agar tetap mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi. Namun Kuntjaraningrat (1974). Dalam kehidupannya. Taylor. adat. Dengan demikian. kesenian. manusia mempunyai kebutuhan yang beragam dan terus bertambah mengikuti deras laju perubahan lingkungan sosial di sekitarnya.

Kebudayaan dalam konteks ini yang menjadi pembeda antara manusia dan binatang.16 pelbagai cara agar kebutuhan dasarnya terpenuhi. Nilai yang diberikan oleh manusia inilah yang menjadi tujuan dan substansi dari kebudayaan itu sendiri. yaitu fisiologi. Cara pemenuhan kebutuhan dasarnya itulah yang membedakaan manusia dengan makhluk hidup lainnya yang juga memiliki kebutuhan dasar. rasa aman. Selain itu. Karena itu. Cara hidup manusia tidak lain adalah bentuk konkret (nyata) dari nilai-nilai budaya yang bersifat abstrak (ide). harga diri. berkomunikasi. Maslow dalam Jujun (2003: 262). dan pengembangan potensi. kemauan. Nilai-nilai budaya dan segenap hasilnya adalah muncul dari tata cara hidup yang merupakan kegiatan manusia atas nilai-nilai budaya yang dikandungnya. tradisi. dan fantasi. Kejiwaan atau budi yang dimiliki manusia menjadi motor atau penggerak bagi tereiptanya hubungan bermakna dengan alam sekitarnya melalui penilaian atas objek dan kejadian. manusia juga memiliki kehalusan perasaan atau kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup dasar. perasaan. berpikir. Dengan bahasa lain nilai budaya hanya bisa diketahui melalui budi dan jiwa. demikian juga pemenuhannya dilakukan secara instingtif atau naluriah. atau kebudayaan pendahulunya. insting. membagi kebutuhan manusia dalam lima kelompok kebutuhan mendasar. sementara tata cara hidup manusia dapat diketahui . Sementara pada manusia. pemenuhan kebutuhannya diperoleh melalui cara hidup berdasarkan kebiasaan. Dengan kemampuan berkomunikasi dan belajar menjadikan manusia terus meningkatkan kecerdasan dan eara berpikirnya. Manusia memiliki kemampuan dasar selain instingtif. afiliasi. Pada binatang. maka inti dari kebudayaan adalah nilai-nilai dasar dari segenap wujud kebudayaan atau hasil kebudayaan. kebutuhan pokoknya terpusat pada fisiologi dan rasa aman. juga kemampuan untuk terus belajar. kebudayaan tak ubahnya seperti kompas penyelamat (survival kit) bagi keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. Jika disimpulkan. yang mungkin tidak jauh berbeda dengan manusia.

91.. atau desain untuk kehidupan) yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi. adalah sebagaimana keseluruhan Parsudi Suparlan. dengan demikian adalah ide berupa model-model pengetahuan yang dijadikan landasan atau acuan oleh seseorang sebagai anggota masyarakat melakukan aktivitas sosial. technological. Spradley yang menyatakan "Culture is the acquired knowledge that people use to interpretation experience and to generate social behavior .17 oleh pancaindra. White. Inc. Rusmin. 1999. “kebudayaan pengetahuan yang dipunyai manusia sebagai makhluk sosial. we speak of them as cultural knowledge. 1948 hlm. Science and Religion and Other Essays.. . we shall distinguish three sub-system of culture. dan Tumanggor. dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan-tindakan yang diperlukannya (menghasilkan kelakuan dan benda/peralatan).” Definisi ini tampaknya sejalan dengan James P. sociological. and Cultural artifacts" (Kebudayaan adalah pengetahuan yang diperoleh yang digunakan penduduk untuk menginterpretasi pengalaman dan melahirkan tingkah laku sosial . bahasa dan komunikasi. ilmu pengetahuan. Garden Ciry New York: Doubleday & Company. teknologi. dan kebudayaan kebendaan)1. Jakarta: Universitas Indonesia.. 364 1 . kita katakan semua itu sebagai kebudayaan pengetahuan. atau blueprint. ekonomi. kebudayaan tingkah laku.. cultural behavior. 1949 hlm. Sistern Kepercayaan dan Pengobatan Tradisional (Disertasi). organisasi sosial. seperti pada Gambar 1. Dari ide kebudayaan dan tata cara hidup manusia kemudian terwujud produk (artefak) kebudayaan sebagai sarana untuk memudahkan atau sebagai alat dalam berkehidupan. Lihat juga Malinowski. hlm. Kebudayaan.These three categories comprise the system of culture as a whole" (dalam The Science of Culture: A Study of Man and Civilization). Magic. 3.. and ideological system. Bronislaw. namely. Leslie A katakan ".. Sarana kebudayaan adalah perwujudan secara fisik atas nilai-nilai budaya dan tata cara hidup yang dilakukan manusia guna memudahkan atau menjembatani tercapainya pelbagai kebutuhan manusia. Mendukung dikemukakan konsepsi kebudayaan sebelumnya.. serta kesenian.. yang isinya adalah perangkat model-model pengetahuan (pedoman hidup. New York: Doubleday Canada Ltd.. menciptakan materi kebudayaan dalam unsur budaya universal: agama.

18 .

perbuatan dan keadilan. sistem peralatan ritus. dan kehidupan abadi serta keadilan tertinggi atas kebaikan dan keburukan (pahala atau dosa) atas pola pikir. sistem peribadatan/ritual. memiliki sistem pengetahuan yang utuh menanggapi keberadaan alam nyata (natural) dan nirnyata (supernatural). komponen-komponen pokokyang terdapat dalam setiap agama meliputi adanya: umat beragama. 1) Agama Dalam temuan antropologi dan sosiologi. 3) Teknologi Antropologi dan sosiologi juga menjumpai bahwa setiap warga masyarakat pendukung suatu kebudayaan memiliki kemampuan secara ide hingga melaksanakan kegiatan bersama melahirkan peralatan hidup yang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan pada pelbagai unsur kebutuhan budaya universal lainnya. 2) Ilmu pengetahuan Dari penelitian antropologi dan sosiologi. dan emosi keagamaan. Agama sering menjadi kuat dominasinya jika ia kuat penekanannya pada nilai tertinggi "ultimate value". yaitu hubungannya dengan Maha Pencipta (Tuhan).19 Legenda: Setiap kotak unsur kebudayaan ini terbuka satu sama lainnya. semua masyarakat pendukung suatu kebudayaan. sikap. dan perilaku selama di dunia fana. . kefanaan dankeabadian. Kondisi ini menyambung kepada pemahaman tentang kehidupan dankematian. termasuk dari suatu suku bangsa kepada suku bangsa lainnya. sistem keyakinan.

Ada kata-kata untuk umum. barter. dan tamu. 5) Organisasi sosial Pada setiap masyarakat pendukung kebudayaan akan selalu terdapat variasi kelompok warga masyarakat (kemargaan. komunikasi). keetnisan. orang tua. maupun seni. 7) Kesenian Antropologi menemukan bahwa pada setiap masyarakat kebudayaan mempunyai ungkapan seni berupa simbol pernyataan rasa senang dan susah (suka duka). distribusi. dan penjabaran penghasilan). Wujud konkret dari simbol- . dan foto. dari hati ke hati. Muncul pula dalam berbagai bentuk: ukiran. Selain itu. 6) Bahasa dan komunikasi Setiap masyarakat pendukung suatu Icebudayaan memiliki simbol-simbol bunyi dan intonasi serta isyarat yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu maksud kepada seseorang atau khalayak untuk dipahami dan dilaksanakan. Unsur-unsur itu juga akan melintasi batas-batas wilayah tersebut (cross cultural). buruh. kegiatan pasar. nasional. Baikuntuk umum maupun untuk sendiri. Ada yang esensinya world view. teman sebaya. jaringan kawin-mawin. Rentangan kekuatan ekonomi (investasi. dapat diketahui simbol-simbol lain yang wujudnya lebih konkret dari wujud pertama untuk dapat menjadi pembeda atau berlaku sebagai cultural traits antara kebudayaan yang satu dengan lainnya. dan politik). teater. profesi. penjelasan alam semesta. bercocok tanam. Semua komponen ini dimiliki sebagai unsur kebudayaan bahkan menjadi faktor pembangunan dari setiap suku bangsa mulai dari tingkat sektoral. pentas. dan tatakrama.20 4) Ekonomi Antropologi serta sosiologi juga menemukan dalam setiap masyarakat kebudayaan adanya bentuk-bentuk ekonomi (berburu-meramu. Ada untuk pereakapan. regional. eceran. keagenan. pasar/ uang. gambar. produksi. hingga internasional. anak-anak. ungkapan. dan gerak/tari. tulisan. tulisan. kampung/kewilayahan.

terkandung nilai-nilai atau tata aturan dari adat istiadat yang berlaku. benda-benda fisik atau material culture. Budaya materiil (material culture) atau artefak atau benda-benda hasil produksi suatu kebudayaan merupakan hal-hal dalam kebudayaan yang paling konkret (empiris). terdapat satu lagi bentuk peninggalan yang merupakan wujud keempat. menyebutnya). Pertama. Pierre Bourdieu. Ada empat bentuk yang dapat diidentifikasi dan dikategorikan sebagai peninggalan budaya. mulai dari bendabenda dengan ukuran yang relatif kecil hingga benda-benda yang sangat besar (dari emblem kerajaan Sultan Nata Sintang. Barangkali. kerja. Tata aturan yang berlaku tersebut merupakan ejawantah dari pandangan hidup atau sistem nilai dalam masyarakat tertentu. Wujud pertama ini mencakup seluruh benda-benda basil kreasi manusia.21 simbol tersebut ialah perilaku. muncul pertanyaandalam benak kita mengapa lingkungan dapat dikategorikan sebagai warisan budaya? Lantas. seperti pola upacara adat ataupun ritual Ngaben di masyarakat Bali. keris. Kemudian. Selain itu. atau yang kita kenal dengan istilah adat istiadat sebagai wujud kedua dari kebudayaan. hingga pola-pola yang bersangkutan dengan aktivitas sebuah komunitas. berdoa. lingkungan seperti apa yang . elemen lainnya ialah budaya materiil. Wujud ketiga ini bersifat lebih abstrak dibanding kedua wujud sebelumnya. yakni lingkungan. Di dalam pola-pola keseharian itu. Sistem nilai atau pandangan hidup ini bisa berupa falsafah hidup atau kearifan lokal dari suatu masyarakat dalam memandang atau memaknai lingkungan sekitarnya. wujud kedua ialah pola-pola perilaku yang merupakan representasi dari adat istiadat sebuah kebudayaan tertentu. sampai Candi Borobudur. kebiasaan. di mana pandangan hidup ini merupakan wujud ketiga dari kebudayaan. dalam konteks tinggalan budaya di sini. Hal ini tiada lain adalah representasi dari pola pikir atau pengetahuan atau logika masyarakat pengampu kebudayaan tertentu. Bentuk kedua ini meliputi hal-hal keseharian. Selain adat istiadat. seperti pola makan. kain songket. misalnya). belajar. habitus (sebagaimana sosiolog Perancis.

berinteraksi. meliputi perilaku-perilaku manusia atau pelbagai aktivitas sosial yang berupa interaksi antar-individu serta berbagai aktivitas individu. kawin. Lingkungan fisik. menjelaskan bahwa lingkungan atau environment secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan (1) sifat atau keadaannya dan (2) asal usulnya. makhluk hidup.22 termasuk peninggalan budaya? Sebelum masuk pada pemaparan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. dan sebagainya). bekerja. Lingkungan sosial. berupa benda-benda yang ada di sekitar kita. Lingkungan dapat menjadi bagian dari tinggalan budaya (artifacts). pengetahuan. Pola pikir masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan sudah tentu . 2. dan segala unsur-unsur alam. dapat dibandingkan masyarakat pesisir atau nelayan di sepanjang Pantai Utara Jawa di Cirebon. norma-norma. Lingkungan budaya. Adapun. oleh karena itu. Lingkungan atas dasar kategori sifat ini masih dapat dipilah lagi menjadi: 1. seperti masyarakat petani salak di Yogyakarta atau masyarakat petani kopi di kawasan pegunungan Minahasa. Letak perbedaan pertama yang tampak dengan jelas ialah kawasan atau lingkungan di mana mereka menjalani siklus kehidupannya (lahir. yakni pegunungan atau dataran tinggi dan pesisir atau pantai. Sebagai ilustrasi. Ahimsa-Putra (2004: 38). mencakup pandangan-pandangan. atau masyarakat Suku Laut di Thailand Selatan dengan masyarakatnya yang agraris. di mana lingkungan jenis ini memiliki pengertian keseluruhan unsur di luar diri manusia yang bukan ciptaan manusia. lingkungan yang dilihat dari asal usulnya berupa: (1) lingkungan alami (natural environment). serta aturan-aturan yang berlaku dalam suatu masyarakat. 3. ada baiknya bila mengetahui terlebih dulu pengertian lingkungan di dalam tulisan ini. dan (2) lingkungan buatan (built environment) yakni lingkungan yang merupakan hasil kreasi manusia. masyarakat nelayan di Kepulauan Karimunjawa. Perbedaan kedua ialah pola pikir masyarakatnya atau cara pandang mereka terhadap hidupnya. lingkungan memainkan peran sebagai bagian yang tak terpisahkan bagi terciptanya kebudayaan itu sendiri.

maka manusia mengikat waktu (Jujun. sehingga ia harus dilindungi dan dilestarikan. Dengan demikian. 2008: 11-12). lnilah yang dinamakan kearifan lokal. lingkungan sebagai salah satu entitas penting dalam pembentukan sebuah kebudayaan dapat dikategorikan sebagai warisan atau tinggalan budaya. Dengan itu seseorang dikatakan berbudaya pada hakikatnya ketika ia telah menjaga nilai-nilai luhur dan . bahwa kebudayaan mempunyai kemampuan mengikat waktu. Melalui proses belajar itulah transfer nilai-nilai kebudayaan terhadap generasi ke generasi berikutnya dilakukan. Sehingga nilai-nilai kebudayaan senantiasa berkelanjutan dari waktu ke waktu. tidak menutup kemungkinan kebudayaan pada masa lalu yang pernah ditinggalkan akan kembali digunakan oleh generasi mendatang. dengan hidupnya. Sebab semua materi yang terkandung dalam kebudayaan yang diperoleh manusia selain dilalui secara sadar juga dilalui dengan proses belajar. D. yang muncul lewat penghayatan manusia atas lingkungannya. ada juga yang ditinggalkan atau tidak digunakan. 2003: 263). Jika tanaman hanya mampu mengikat bahan-bahan kimiawi yang penting bagi pertumbuhan tanaman itu. binatang mengikat ruang. adat istiadat. sebuah pengetahuan yang khas pada masyarakat tertentu. Meskipun demikian. dari kebudayaan masa lalu menuju kebudayaan masa kini. sebagaimana disampaikan oleh Alferd Korybski. ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA Perjalanan kebudayaan manusia dalam sejarahnya erat kaitannya dengan pendidikan. Penghayatan terhadap lingkungan inilah yang kemudian menghasilkan kearifan lokal atau kebudayaan yang khas pula. Perbedaan ini terletak pada tataran perangkat pengetahuan (sistem simbol) masyarakat yang pada gilirannya memengaruhi cara mereka memaknai persoalan-persoalan atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkungannya. yakni sistem nilai. dan artefak-artefak budaya (Ahimsa-Putra. Adakebudayaan masa lalu yang tetap dipertahankan dalam kebudayaan masa kini. Artinya.23 berlainan.

salah satu dari sekian ba- yang Keberadaannya-sama dengan kebudayaan laintelah berlangsung dalam waktu yang lama. Keadaan ini semakin terlihat. Kesatuan ini jelas menjadikan kebudayaan di Indonesia semakin dinamis. kesetaraan antara sesama manusia. Sriwijaya. semakin berkembangnya sastra. Kebudayaan daerah Indonesia yang masih sederhana kemudian bertemu dengan agama Hindu dan Buddha yang menjadi sedemikian meluas dan dianut oleh banyakmasyarakat di Indonesia. Tokoh-tokoh. Dengan ditutupnya Terusan Suez membuat banyak negara di belahan dunia Barat mengalihkan perhatiannya ke wilayah-wilayah tropis untuk mencari rempahrempah. Mendiskusikan kebudayaan Indonesia. Pada masa Kerajaan Majapahit. Kebudayaan nyakkebudayaan Indonesia ada di adalah dunia. yang terkenal dengan Sumpah Palapa. dan dengan tetap terbuka terhadap kemungkinan masuknya kebudayaan baru. Terlihat mulai munculnya berbagai persoalan kebudayaan. sudah dimulai sejak masuknya agama Hindu dan Buddha. Pertemuan antar kebudayaan-kebudayaan di Indonesia.24 tatanan kemasyarakatan yang telah berlaku sebelumnya. salah satunya seperti hubungan kerajaan di daerah dengan Majapahit. dan lain-lain. maka kita akan berbicara tentang sejarah panjang pertemuan antar kebudayaan daerah Indonesia dengan kebudayaan dari luar Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan yang pernah ada di wilayah Barat dan Tengah. ketika agama Islam mulai banyak dianut oleh masyarakat di Indonesia. Indonesia yang menganut agama tersebut seperti Kutai. Tarumanegara. Perjalanan kebudayaan Indonesia dipengaruhi oleh masuknya Portugis. seperti Vasco da Gama. Padjajaran. Perubahan keyakinan ini membuat banyak perubahan di bidang lain. berdirinya kerajaan-kerajaan baru. kebudayaan Indonesia mencapai kebersamaannya dengan menyatukan kerajaan yang ada di Nusantara oleh Patih Gajah Mada. awal masa penjajahan melanda wilayah Nusantara. dan Majapahit. dan Bartholomeus . bahkan hingga tingkat kerajaan. Marcopolo.

misalnya dapat disoroti perubahan bentuk pemerintahan. dari Tiongkok hingga Eropa. mencari sebuah wilayah perdagangan baru. telah banyak usaha yang dilakukan untuk merumuskan apa itu kebudayaan Indonesia. usaha perumusan tersebut belum membuahkan hasil yang final dan memuaskan. bukan hanya kisah perlawanan fisik semata. tetapi juga tentang perlawanan kebudayaan.25 Diaz. Dalam hal ini. bahasa. Meskipun demikian. Namun hingga saat ini. yang akhirnya menjadikan Nusantara sebagai wilayah jajahan dalam periode masa yang panjang. Meskipun dalam kesabaran yang panjang pula akhirnya Nusantara menapaki jalan menuju persatuan. Kekayaan kebudayaan yang sedemikian hebat dari wilayah Indonesia. Pada masa ini pula. dari kerajaan kepada negara. menjadi sebuah perubahan yang menuntut adanya kesatuan wilayah dan kebudayaan di Indonesia. polemik tentang dasar negara. mulai dari negeri Aceh hingga Maluku. terjadi perubahan yang besar dalam banyak bidang kehidupan kita. Salah satu wilayah yang mereka temukan adalah tanah Nusantara. Bahkan kita tampaknya perlu jujur bahwa . membuat para perumus tidak ingin menghilangkan kebudayaan yang sudah lama hidup di negeri ini. mulai dari "kecil-kecilan" hingga akhirnya memuncak pada perlawanan secara serentak terhadap penjajahan di bumi Nusantara. Strategi perang dengan taktik memecah belah atau devide et impera membuat perlawanan yang diberikan oleh para pejuang di daerah menjadi tidak berarti. Peristiwa paling dikenang adalah ketika Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. dipenuhi dengan berbagai peperangan di berbagai daerah Nusantara. Oleh karena itu. Peperangan yang digerakan oleh semangatmempertahankan diri. perlawanan di seluruh wilayah Nusantara masih terus diberikan terhadap kedatangan para pendatang asing yang bermaksud menjajah. Saat itu. Undang-Undang Dasar. Kekayaan kebudayaan yang telah terkenal kebesarannya ke seluruh mancanegara. Jika dikaji selama dalam masa penjajahan tersebut. dan persoalan kebudayaan nasional mulai terlihat. Masa tersebut. Perubahan bentuk pemerintahan. menjadi Negara RepublikIndonesia.

Oleh karena itu. f. Tanamkan minat sejak dini pada kebudayaan daerah Indonesia. e. Dan masyarakat Barat juga mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri. Sudah saatnya kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan budaya barat. alat musik daerah. dan lain-lain). Rumusan nilai-nilai luhur yang tertuang dalam UUD Dasar 1945 dan Pancasila perlu untuk terus disempurnakan secara berkelanjutan agar kebudayaan nasional sebagai identitas kebangsaan teraktualisasi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. d. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. kerajinan tangan. seni bertutur. Jangan tinggalkan kebudayaan Indonesiakarenakekayaan menunggu untuk dikenali. yang dahulu pernah dimiliki. kebudayaan manusia Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah didesak oleh serbuan kebudayaan asing melalui . dikembangkan. c. Berpedoman pada kebudayaan Indonesia. Mempelajari dan mengenali kebudayaan daerah Indonesia (tarian. Toleransi.26 masyarakatIndonesia telah banyak yang teralihkan perhatiannya kepada kebudayaan yang dibawa oleh bangsa Eropa dan Amerika. hingga akhirnya dapat hidup mencapai kebesarannya. Jujur. Prinsip-prinsip pengembangan kebudayaan Indonesia sebagaimana telah dilakukan oleh generasi sebelumnya penting mempertimbangkan hal-hal berikut: a. Mengenali dan mengembangkan kebudayaan Indonesiaadalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. b. Untuk itu. Konteks keindonesiaan. Menepati janji. yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kepada kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. membangun rumah kebudayaan daerah. penting bagi kita semua melakukan upaya pengembangan kebudayaan Indonesia secara terus-menerus. Tanggung jawab.

tidak bisa dimungkiri bahwa realitas sosial semacam ini sesungguhnya lahir karena transformasi yang signifikan pada core kebudayaan itu sendiri. Proses akulturasi budaya asing dengan budaya lokal masih kental dengan pengejawantahan nilai-nilai asing itu sendiri dibanding menjadi sebuah kebudayaan milik sendiri.Kebudayaan dengan corak baru ini kerap kita sebut sebagai kebudayaan pasca-industri. Dalam lingkup sosiokultural yang lebih sempit. Di era tahun 2000-an. Contoh-contoh akibat globalisasi sebelumnya menunjukkan bahwa. implikasi lain dari lahirnya bentuk-bentuk baru dari peradaban dan kebudayaan postmodern di . Keadaan masyarakat di era milenium kelima tersebut memiliki konsekuensi logis pada situasi yang akan menggiring kita. yakni pola atau cara berpikir dan cara memandang dunia. hingga bertindak dalam ritme yang relatif cepat. Sementara kebudayaan milik daerah atau nasional sendiri sering kali sulit beradaptasi dengan budaya asing. berkeputusan. membatik. sebagai "warga dunia". dalam realitasnya. 2007a dan 2008a) Dalam konteks sosial-budaya masyarakatIndonesia. dan lainnya yang menjadi wujud kebudayaan leluhur masa lalu. Bandingkan antara kegiatan para remaja yang keluar masuk pub. silaturahmi (kunjung mengunjungi) sanak famili. Artinya. globalisasi mampu menjadi penentu arah perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia di dunia. belajar pantun. salah satu implikasi globalisasi ialah pada munculnya pola-pola baru dari suatu kebudayaan dalam beragambentuk dan tatanannya. misalnya terlihat begitu mencolok perilaku atau tata cara hidup generasi muda yang dekat dengan budaya asing.27 deras arus globalisasi (tata cara hidup sosial lintas-antarbenua). diskotek dan tempat hiburan malam lainnya terutama di kota-kota besar dan metropolitan dengan kegiatan gotong royong. untuk berpikir. (Al Mudra. Dari kenyataan itu. kebudayaan yang ditampilkan kebanyakan generasi muda saat ini bukan melalui proses belajar dan secara sadar mewakili kebutuhan mendasar mereka. pascamodern. tetapi lebih mengikuti tren kebudayaan baru dari luar (budaya global). ataupun postmodern.

dan mengadopsi sesuatu (budaya) yang baru yang lebih baik. Oleh karenanya. meski tidak semua. kuno. maupun benda budaya lainnya) oleh masyarakatnya. Ketika warisan budaya tiada lagi diindahkan. 2007b). Produk-produk budaya lokal mulai ditinggalkan lantaran dianggap ketinggalan zaman.” begitu kira-kira teori Erns Cassirer. yang membedakan manusia dengan binatang. seorang ahli lingustik asal Swiss. dan memublikasikan kekayaan warisan budaya kita kepada dunia untuk mengukuhkan identitas kita sebagai bangsa yang bermartabat. akhirnya lebih memilih untuk mengadopsi budaya baru atau budaya kekinian (hybrid culture) yang telah berasimilasi dengan budaya Barat. maka yang akan terjadi ialah sebuah krisis idcntitas (jati diri). tidak perlu serta-merta ditolak. Oleh karena itu. tidakup-to-date. dalam bukunya An Essay on Man (1945 via Ahimsa-Putra. Produk budaya asing yang mendorong kepada perbaikan hidup dankemajuan. Sebab. Disebutkan olehnya bahwa kebudayaan atau budaya merupakan eiri penting (khas) dari manusia. yang maknanya adalah menjaga warisan (budaya) lama yang baik. Benefit lain yang bisa dipetik ialah bahwa bangsa ini juga dapat berangsur melepaskan diri dari hegemoni budaya asing (A1 Mudra. dan semacamnya. 2007b) “Hanya manusia yang memiliki kebudayaan. (Ibid. bahasa. merawat. generasi terkini dengan basis kulturalnya masing-masing kemudian. meski tetap menjaga maratabat dan jati diri bangsa. Mengulang bahasan sebelumnya. hanya dengan memahami dan menjaga kekayaan warisan budaya dan sejarah. melainkan terletak pada sikap penafian budaya lama (peninggalan nilai luhur nenek moyang) oleh generasi masa kini. mengemas.28 atas ialah mulai ditinggalkannya produk-produk kebudayaan lokal (seni. bangsa ini akan dihargai dan dipandang secara terhormat oleh bangsa lain. pola-pola perilaku. sudah sepantasnya kita berupaya menjaga. 2002. masyarakat yang dinamis tidak selalu menolak pengaruh budaya luar. . 2005). Persoalannya bukan terletak pada boleh tidaknya diterima dan dipraktikkannya budaya hybrid tersebut. Penting untuk digarisbawahi di sini. Hal ini berpegang pada prinsip "al muhafadhatu „ala al qadimi as sholih wal akhdzu bi al jadidi al ashlah". 2004.

sehingga pemaknaan atau penafsiran yang lahir juga beragam (lihat juga Geertz.29 mengapa hanya manusia yang memiliki kebudayaan. sedangkan binatang atau makhluk lainnya tidak? Pendapat ini berangkat dari pemahaman bahwa manusia merupakan animal symbolicum atau binatang yang mengkreasi simbol.) Oleh karena hanya manusia yang dapat melakukan pemaknaan terhadap sesuatu dan sesuatu yang dimaknai ini merupakan sebuah lambang basil kreasi manusia sendiri. Di sini perlu dicatat bahwa setiap manusia beserta komunitasnya memiliki perangkat simbol (baca: kebudayaan) dan proses simbolisasinya (proses berkembangnya kebudayaan) masing-masing. Wujud lambang-lambang ini bisa berupa teks (tulisan). dan lain sebagainya. Manusia merupakan makhluk yang mampu menggunakan. maka kebudayaan dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai: seperangkat atau keseluruhan simbol yang digunakan atau dimiliki manusia dalam hidupnya untuk bisa melakukan reproduksi dan menghadapi lingkungannya. 1973: 89). hanya manusia yang dapat melakukan simbolisasi terhadap sesuatu. bunyi. Sementara itu. Tanpa harus tertutup terhadap kebudayaan luar. serta produk kebudayaan yang dihasilkannya. yang diperoleh lewat proses belajar dalam kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat atau komunitas (Ibid). dan menciptakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk berkomunikasi dengan sesamanya (Ahimsa-Putra. dan proses simbolisasi ini melahirkan kebudayaan. . Catatan berbudaya seperti apakah yang perlu ditanamkan ke setiap generasi bangsa terhadap kebudayaan Nusantara kita. aktivitas bersosial dan bermasyarakat. apa yang dimaksud dengan simbol? Definisi konsep simbol atau lambang ialah segala sesuatu yang dimaknai di mana malrna dari suatu simbol itu mengacu pada sesuatu (konsep) yang lain. gerak. mengembangkan. (Ibid. 2004:29). suara. pelestarian kebudayaan sendiri merupakan prioritas utama untuk menegaskan identitas kebangsaan dan kenegaraan kita. Hal inilah yang kemudian melahirkan diversivitas budaya dalam kehidupan manusia. Sebab itu. Adalah di antaranya dengan menjaga sikap jujur dan bertanggung jawab terhadap setiap perubahan nilai. gambar.

ilmiah. keren. Dikatakan mendasar karena pada saat penjajahan pun sudah terjadi proses pencitraan tersebut. Ungkapan-ungkapan tersebut sering kali dilekatkan kepada kebudayaan Barat. Padahal. Menurut banyak ahli permasalahan kemunduran budaya nasional muncul karena persoalan pencitraan. Rendah diri ini disebabkan oleh penjajahan. karena Barat memang memiliki keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. kerendahdirian masyarakatIndonesia terhadap kebudayaannya sendiri. Namun dari beberapa sebab tersebut. seperti di bidang sains (ilmu pengetahuan). PROBLEMATIKA KEBl1DAYAAN INDONESIA Menelusuri pergulatan kebudayaan di Indonesia. Dan juga masyarakat Barat mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. akan ditemukan sebuah fenomena yang lazim dihidupi yaitu. kerusakan perilaku masyarakatIndonesia. Ungkapan khusus seperti. dan gaul adalah ungkapan yang secara tidak langsung menujukkan kondisi rendah diri. Hal ini memang tidak sepenuhnya bermasalah. sedangkan kebudayaan daerah di Indonesia.30 E. keren. dan sebagainya. Kebudayaan daerah di Indonesia ditinggalkan hanya karena dieitrakan tidak ilmiah. tentu menjadi suatu masalah. Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior. Namun penilaian kebudayaan Barat lebih superior dan kemudian fenomena masyarakat Indonesia meninggalkan kebudayaannya sendiri yang sudah lama dihidupi. dan pencitraan yang kuat dari media tentang keunggulan kebudayaan Barat. yang terus terjadi hingga saat ini dan yang paling mendasar adalah peneitraan. dan karena itu harus juga diselesaikan . funky. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. sepertinya jauh dari ungkapan-ungkapan tersebut. Kerendahdirian ini muncul dari hubungan antara kebudayaan Barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia.

Tentu. sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai. Problem kebudayaan dewasa ini antara lain adalah terjadinya penafsiran budaya yang cenderung keliru. sehingga ternyata perjalanan bangsa sampai kini masih menuju pada kondisi yang memprihatinkan secara budaya. norma dan aturan.31 dengan cara pencitraan. Revitalisasi kebudayaan merupakan proses logis dari bagaimana kebudayaan berperan dalam pembangunan dengan tanpa meninggalkannya atau bahkan melupakannya. Contohnya. masing-masing proses pembelajaran. konteks. . Indonesia sangat perlu menempatkan kebudayaan sebagai konsepsi dan sekaligus strategi. Padahal tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan pada hakikatnya adalah peradaban. kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus. merupakan salah satu faktor yang membuat rendahnya rasa kepemilikan dan keinginan untuk mengembangkan kebudayaannya sendiri. setelah kebudayaan Indonesia kurang dikenakan dan kurang dikenali oleh sebagian masyarakat Indonesia yang hidup mulai masa 70-an. Minimnya pengenalan ini. Kelembagaan formal dan informal dalam masyarakat bertanggung jawab kepada keutuhan masyarakat. dan pelaku pendukung kebudayaan. konflik yang menggunakan atau memanipulasi simbol-simbol budaya. Kebudayaan selamanya merupakan langkah strategis pembangunan bangsa. Alasannya. usaha untuk mengenali kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. belum ada suatu usaha yang teruji untuk mengakomodasi budaya lokal di tingkat nasional. Pendukung kebudayaan menjadi titik sentral bagaimana proses pengembangan kebudayaan berlangsung secara kelembagaan (instituted process). Sebagai bangsa yang beradab (civilized society). Padahal. Sudah saatnya kita melihat bahwa kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan kebudayaan Barat. Pengenalan ini merupakan salah satu modal untuk memiliki dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terusmenerus terjadi. Ketiga aspek ini dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik.

32 .

Kedua. masyarakat memiliki tiga jenis kepentingan yang memiliki pendekatan rasio berbeda. adanya sebuah kebutuhan dasariah manusia untuk membebaskan diri dari segala bentuk dominasi atau kebebasan (Freiheit). yang menurut Sartre sebagai sprat utama yang mendorong eksistensi manusia menuju peradaban yang maju. Pertama. Menurut Jurgen Habermas (2001). yaitu suatu ajaran tentiang norma dan tingkah laku yang berlaku dalam suatu kehidupan manusia. Artinya. Ketiga. Terkadang muncul suatu penolakan dan penerimaan yang pada akhirnya bermuara pada etika. Kepentingan kekuasaan.33 BAB 3 MANUSIA SEBAGAI INDIVIDUDAN MAKHLUK SOSIAL A. titik kompromi antara kepentingan individu dan bersama ditimbang menurut kadar etis-tidaknya kedua kepentingan tersebut. karena pribadi manusia yang ingin memenuhi kebutuhan pribadi. Apalagi kalau kepentingan kekuasaan dan kepentingan teknis mengabaikan MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK kepentingan sosial. Hal ini sangat kuat berhubungan dengan penyediaan sumber daya natural dan juga kerja (instrumentalis). kepentingan teknis (objective welt). Kalau kepentingan kekuasaan mengarah pada tendensi . HAKIKAT SOSIAL Di dalam diri manusia terdapat dua kepentingan. yaitu kepentingan individu dan bersama. Dalam perbedaan kepentingan ini masyarakat mengalami sebuah pertarungan yang sangat tajam dalam kehidupan sosial dan politik. Di satu sisi. kepentingan-kepentingan tersebut kadang saling berhadapan dan kadang pula saling berkait. Dalam perjalanannya. Kepentingan bersama didasarkan manusia sebagai makhluk sosial (kelompok) yang ingin memenuhi kebutuhan bersama. hal ini berhubungan erat dengan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. kepentingan interaksi (social welt). Di sisi lain. Freiheit. Ini merupakan kepentingan praktis yang sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Kepentingan individu didasarkan manusia sebagai makhluk individu.

pribadi manusia dituntut mampu berinteralai. bekerja sama. yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. yang terdiri dari: 1. berzina. korupsi. Dorongan untuk melangsungkan hubungan beda jenis. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. mabuk. artinya manusia sebagai warga masyarakat. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. Sebaliknya. dan mencari alternatif yang tepat tentang segala persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. . membunuh. Yakni memiliki unsur-unsur keharusan biologis. dia selalu membutuhkan bantuan manusia lain. Manusia sebagai makhluk sosial. maka yang terjadi hanya ada penindasan dan redulai. Ini merupakan media untuk menjembatani setiap kepentingan karena setiap komponen dalam masyarakat memiliki akses yang sama untuk berbicara. Dalam ajaran agama-agama dunia juga diterangkan sangat jelas kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia. untuk bisa mendamaikan konflik kepentingan ini. Dorongan untuk mempertahankan diri. berkomunikasi.34 untuk menciptakan distorsi terhadap komunikasi. Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada. 2. 3. manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial. karena itu tidak dibenarkan manusia melakukan perbuatan tercela. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. berinteraksi. seperti berjudi. berdiskusi. dan saling berlomba-lomba melakukan perubahan menuju yang lebih baik dengan individu lainnya. dan seterusnya. kita membutuhkan adanya sebuah ruang publik (public spare). Menurut Haber mas. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi. dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur'an bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Dorongan untuk makan. Bahkan sejak lahir pun.

apakah sedang bahagia. manusia mempunyai kecenderungan sosial untuk selalu meniru guna membentuk diri dalam kehidupan masyaratmya. yang secara lebih luas juga terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Kondisi psikologis seseorang sangat memengaruhi bagaimana manusia berinteralai satu sama lain. Proses meniru dapat dicontohkan misalnya anak terhadap orang tuanya. 2. Dari gambaran tersebut jelas bagaimana manusia itu membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sebagai pribadi (individu) dan sekaligus sebagui makhluk sosial. dan masyarakat tradisional terhadap pendatang modern. Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial.35 Dengan keharusan biologis tersebut menggambarkan betapa individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial meniscayakan adanya dorongan untuk saling ketergantungan dan membutuhkan antara satu dengan lainnya. pribumi terhadap pendatang atau sebaliknya. dengan demikian tidak dapat dilepaskan dari cara dan bentuk adaptasi mereka terhadap lingkungannya. Dalam perkembangannya. hasrat meniru itu kita dapat lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok. Penghematan tenaga. Banyak faktor yang mendorong manusia secara individual membutuhkan dirinya sebagai makhluk sosial sehingga terbentuk interaksi sosial antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. . Secara garis besar. faktor-faktor personal yang memengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal. Tekanan emosional. yaitu tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. komunikasi antar masyarakat menentukan peran manusia sebagai makhluk sosial. yaitu menerima bentuk-bentuk pembaruan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan. Pada umumnya. Di antara kebutuhan untuk meniru adalah dalam hal: 1. yakni: 1. Karena itu.

maka hubungan itu pasti mulus. tetapi jika merasa rugi. Orang yang merasa atau dengan sengaja terisolasi oleh komunitasnya atau pihak-pihak tertentu. hubungan antarmanusia (interpersonal) berlangsung mengikuti kaidah transaksional. manusia senantiasa berperan ganda. Karena itu.36 senang. : 2009) 1. maka ia akan memilikihasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain. yaitu apakah masing-masing merasa memperoleh keuntungan dalain transaksinya atau malah merugi. Isolasi sosial. Jika manusia tidak berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia lainnya. berduka dan seterusnya. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi yang direndahkan. maka . Teori Transaksional (Model Pertukaran Sosial) Menurut teori ini. Manusia sebagai makhluk sosial. maka ia akan berupaya melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. dalam hubungan sesama manusia terdapat model dan kualitasnya yang berbeda. alam sekitar. ada hubungan secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan secara horizontal (hubungan dengan sesama manusia. artinya manusia tidak bisa hidup sendirian. 3. Yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Harga diri yang rendah. Dalam berinteraksi dengan sekitar. Manusia sejak lahir sampai masuk liang kubur selalu membutuhkan kehadiran orang lain selain dirinya. atau sebaliknya sedih. 2. maka orang tersebut belum bisa dikatakan manusia. Karena ketika seseorang merasa direndahkan dengan secara spontan la membutuhkan kasih sayang dari pihak lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi psikologis kembali seperti semula. FUNGSI DAN PERAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Pada hakikatnva. Jika merasa memperoleh keuntungan. B. Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan kualitas hubungan antarmanusia (Achmad Mubarok. dan makhluk lainnya).

klasifikasi manusia itu hanya terbagi tiga. yaitu anakanak. Teori Peran Menurut teori ini. 2. tetapi jika menyalahi skenario. jika seseorang mematuhi skenario. 3. orang dewasa. tidak mengerti tanggung jawab. . Demikian juga sudah tertulis perau apa yang harus dilakukan oleh suami. sebenarnya dalam pergaulan sosial itu sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat. ayah. Untuk menjaga hubungan yang harmonis sebagai individu dan makhluk sosial. Menurut teori ini. Adapun orang tua. agama. Tidak ada orang yang merasa aneh melihat anak kecil menangis terguling-guling ketika minta es krim. dan murid harus bagaimana. ras. ia selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyayangi mereka. yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. Teori Permainan Menurut teori ini. Jangan sampai terjadi kesalahan. Karena hal itu bisa membual tidak harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia. Dalam skenario itu sudah "tertulis" seorang presiden harus bagaimana.37 hubungan itu akan terganggu. putus. ibu. mertua. dan seterusnya. anak. maka ia akan dicemooh oleh penonton dan ditegur sutradara. sadar akibat dan sadar risiko. seorang gubernur harus bagaimana. atau bahkan berubah menjadi permusuhan. mantu. umumnya setiap suku bangsa memiliki nilai-nilai dan tradisi yang dapat dikembangkan menjadi model kedamaian yang kondusif bagi keeratan antar suku bangsa. Dalam hubungan itu kita harus bisa memahami peranan dan kedudukan masing-masing. tetapi orang akan heran jika ada orang tua yang masih kekanak-kanakan. Adapun orang dewasa. dan jika permintaannya tidak segera dipenuhi ia akan menangis terguling-guling atau ngambek. Anak-anak itu manja. dan perbedaan-perbedaan lainnya. Manusia memang tidak akan bisa lepas dari berhubungan dengan orang lain. ia lugas dan sadar akan tanggung jawab. istri. seorang guru harus bagaimana. dan orang tua. maka hidupnya akan harmoni.

Masing-masing individu mendapat manfaat dari proses interaksi secara langsung dan seketika. atau famili. Akulturasi Budaya Adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu sedemikian rupa dipengaruhi oleh unsur-unsur suatu kebudayaan lain sehingga unsur-unsur lain itu diterima . kerabat. C. atau komunitas-komunitas tertentu seperti komunitas biker. yakni secara sederhana dapat diterjemahkan "dapat makan atau tidak. hubungan transaksional ini bermacam-macam sifatnya. maka anggota keluarga yang lain akan turut membantu meringankan beban persoalan yang sedang menimpa salah satu anggota keluarga tersebut. Dapat pula transaksional bersifat kekeluargaan atau kekerabatan seperti dilakukan umumnya etnis Jawa dengan sebutan "sambatan". yang paling penting adalah keutuhan keluarga". jika merasa beruntung hubungan akan berjalan mulus. khitanan. Adakalanya bersifat barter atau pertukaran langsung seperti jual beli di pasar atau mal-mal. lembagalembaga profit atau nonprofit. Demikian ini akan dilakukan secara bergiliran dan turuntemurun guna menjaga keutuhan keluarga. Tidak heran dalam nilai-nilai hidup orang Jawa yang masih tetap kuat dipertahankan adalah “mangan ra mangan yang penting kumpul”. DAN INOVASI 1. demikian jika merasa dirugikan akan mengarah perpecahan. Jenis hubungan transaksional lainnya adalah hubungan pertukaran bersifat pertemanan atau kesetiakawanan. pencinta bola. pengguna moge (motor gede). masing-masing individu tampaknya biasa melakukan kontak hubungan transaksional. Dalam praktiknya. jenis pertukaraan ini sering muncul pada perkantoran-perkantoran. melaksanakan perkawinan. tertimpa kecelakaan atau terlilit utang. Salah satu anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah. ASIMILASI. Pada masyarakat perkotaan. kematian.38 Sebagaimana disebutkan Mubarok di atas. dan seterusnya. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL: AKULTURASI.

Kajian akulturasi meliputi lima hal pokok. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing itu. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing. Masalah mengenai individu-individu apa yang mudahdan cepat menerima. 3. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima. seperti bahasa. 3. dan sopan santun ala barat. demikian yang dikemukakan Koentjaraningrat (1997): 1. Masalah unsur kebudayaan mana saja yang mudah diganti dan diubah dan unsur kebudayaan mana saja yang tidak mudah diganti dan diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing. 2. Dampak akulturasi terhadap masyarakat meniscayakan seorang peneliti perlu memerhatikan beberapa hal berikul: 1. .39 dan disesuaikan dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya identitas kebudayaan asli. 4. mode pakaian. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsurunsur kebudayaan asing tadi. mencatat dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat. 4. 5. Contoh yang muncul adalah ketika pihak pribumi mulai menerima penggunaan gaya hidup. Masalah mengenai metode untuk mengobservasi. 2. Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan. 5. Masalah mengenai ketegangan-ketegangan sosial yang timbul akibat adanya akulturasi. dan individu-individu apa yang sukar dan lambat menerima unsur-unsur kebudayaan asing. Masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dan yang sukar diterima oleh masyarakat penerima.

Sifat takut terhadap kebudayaan yang dihadapi. Pertemuan budaya-budaya antar kelompok itu masing-masing berubah watak khasnya dan unsur-unsur kebudayaannya saling berubah sehingga memunculkan suatu watak kebudayaan yang baru/campuran. dan penerapan proses koleh masyarakat. memberi manfaat kepada dua belah pihak c. Inovasi (Pembaruan) Campuran. Perasaan ego dan superioritas yang ada pada individu-individu dari suatu kebudayaan terhadap kelompok lain. penerimaan. Asimilasi Budaya Proses asimilasi dapat terjadi jika terjadi hal-hal sebagai berikut : 1. Faktor yang memudahkan/penarik terjadinya asimilasi budaya: a. Bermanfaat Bagi Proses Asimilasi Proses pembaruan (inovasi) dapat digolongkn dalam bentuk: a. Invention. Faktor simpati. 3. atau tindak lanjut inovasi berupa pengakuan. pemahaman saling menghargai dan memperlakukan pihak lain secara baik. Kurangnya pengetahuan terhadap unsur kebudayaan yang dihadapi (dapat) bersumber dari pendatang ataupun penduduk asli. Faktor toleransi. Discovery. 3. Faktor penghambat adanya proses asimilasi budaya: 1. 3. 2. b. Kelompok manusia ini saling bergaul secara intensif dalam kurun waktu yang lama. 2. b.40 2. atau penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru berupa gagasan individu atau kelompok. Kelompok-kelompok manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. . Faktor kemanfataan timbal balik. kelakuan saling menerima dan memberi dalam struktur himpunan masyarakat.

khususnya di negara-negara berkembang yang dilakukan oleh Eicholz dan Rogers (Zaltnian. guru-guru anggotaanggota pengurus. b. Dari situ diperoleh 12 prinsip yang dapat mengurangi penolakan (resistance) atas gagasan baru (innovation) sebagai berikut: a. Mutu serta ketahanan SDM.41 Pemanfaatan hasil inovasi bergantung: a. Proses inovasi menimbulkan suatu perubahan (evolusi). b. Sistem perangsang. Harus memberikan kemanfaatan bagi masa depan. penghargaan dan pengakuan. rangsangan materi. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu secara jelas mendapat dukungan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi dari sistem (kehidupan masyarakat) itu. Resistensi akan berkurang jika partisipan melihat perubahan itu sebagai upaya pengurangan beban mereka sekarang dan bukan justru menambah beban baru.et al. c.. . dapat berupa pengakuan ilmiah. d. c. dan fasilitas lain. dalam setiap keanggotaan kelompok pasti terdapat individu yang selalu merasa tidak puas dan merasa kekurangan sehingga secara sadar individu ini melaksanakan aktivitas pengkajian. 1972: 621). penelitian terhadap situasi yang dihadapinya. pemberian gelar. telah mengumpulkan data berbagai hasil penelitian tentang upaya pembaugunan dan pengembangan masyarakat dari sekitar 500 studi difusi inovasi di berbagai bidang kajian keilmuan baik secara empiris maupun non-empiris. sebuah penemuan perlu mendapat dukungan kelompok guna pengakuan sebagai kebutuhan dasar. Persepsi masyarakat pendukung dalam kelompok. jika tidak pastilah sangat tidak memberikan hasil yang maksimal. Goodwin Watson. dan pimpinan-pimpinan masyarakat merasa bahwa proyek (inovasi) itu adalah milik mereka bukan sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan oleh orang lain (luar). Resistensi akan berkurang jika administrator.

Resistensi akan berkurang jika inovasi itu diadopsi atas dasar keputusan (konsensus) kelompok itu sendiri. 1969: 56-57) . Resistensi akan berkurang jika inovasi itu serasi dengan nilai-nilai (values) dan gagasan-gagasan yang telah lama diketahui masyarakat. memperkenalkan kesulitan-kesulitan yang berarti atauperlu diatasi serta mengambil langkah-langkah seperlunya terhadap hal-hal yang tidak pantas ditakuti. j. Bennis. h. dan jika ketentuan yang dibuat untuk mandapatkan umpan batik (feedback) persepsi masyarakat tentang inovasi serta penjelasanpenjelasan berikutnya sesuai dengan yang mereka butuhkan. k. f.42 d. Resistensi akan berkurang jika penganjur (proponent) mampu untuk memperkenalkan diri secara baik/jelas (emphertize) terhadap penerima anjuran (opponent). i. pembenaran. serta kepercayaan dari teman-teman mereka satu sama lainnya. dukungan. l. g. Resistensi akan berkurang jika partisipan diikutkan dalam upaya diagnostik yang membawa mereka untuk menyetujui apa yang jadi problem mendasar (gagasan sentral) dan untuk yang merasakan bahwa hal itu penting dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya. Resistensi akan berkurang jika diberitahukan dengan bijaksana alas penolakan terhadap inovasi karena kesalahpahaman dan salah penafsiran. (Warner G. Resistensi akan berkurang jika program inovasi itu menawarkan jenis pengalaman yang dapat menarik minat partisipan. Resistensi akan berkurang jika dalam inovasi itu partisipan merasa bahwa kemandirian (autonomy) dan keamanan (security) mereka tetap terjamin. e. Resistensi akan berkurang jika partisipan mendapatkan penerimaan. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu terbuka atas kritikan perbaikan dan pertimbangan ulang jika dibutuhhan untuk mendapatkan perubahan yang lebih memuaskan.

lndividu bersangkutan mulai memberanikan diri untuk menggunakan inovasi sebagai percobaan pendahuluan "experiment". pendapat warga masyarakat umumnya. Individu bersangkutan memperluas upaya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang adat istiadat. Semula individu atau kelompok yang bersangkutan tidak mengetahui dan mengabaikan "ignorance" inovasi itu. sementara pertimbangan cenderung mengambil jalan pintas .43 Sementara itu. Individu bersangkutan menilai inovasi itu dan mendorong jiwanya memilih hal-hal yang sesuai dengan kondisi dirinya personal": (4) trial (percobaan). penolakan (rejection) terjadi karena tahapan-tahapan berikut: (1) awareness (kesadaran). teori penerimaan dan penolakan gagasan baru yang dideskripsikan oleh Eicholz dan Rogers di atas disebut dengan namaa rejection-adoption theory. ia mempelajari keadaan “situational” (3) evolution (penilaian). Meskipun sebelumnya ia telah memiliki pengetahuan lama "traditional". yang berkaitan dengan dorongan dan larangan berupa beban sosial dan finansial jika inovasi itu digunakan. inovasi itu dirasakan lebih kompleks dan sulit inovasi dimengerti hingga terjadi Penggunaan ditangguhkan “suspended kesalahpahaman. Akan tetapi. (2)interest (menaruh minat). Sebaliknya. jika pada penggunaan-penggunaan berikutnya terus-menerus gagal. Proses adopsi terjadi disebabkan lima tahap: (1) awareness (kesadaran). Ketika gagal dicobanya lagi hingga berhasil. agama. judgement". lndividu bersangkutan menerinia inovasi itu digunakan seterusnya atas dasar percobaan yang berhasil sebelumnya. Kemudian dengau kesadaran bersedia belajar tentang eksistensi inovasi yang belum diketahui tadi. Ketika mengikuti pelajaran. Jadi. Individu bersangkutan semua belum memiliki pengetahuan tentang inovasi “ignorance" dan telah memiliki pengetahuan lama "traditional". (5) adopsi (penggunaan). Tahap ini penggunaan inovasi masih ditangguhkan selama mempertimbangkan “suspended judgment” nilai hakiki yang terkandung di dalamnya sambil membandingkannya dengan cara lama. maka penggunaan itu akan dihentikan (discontinuance).

memerhatikan situasi. 1990: 27-28). Sehingga la menyangkal kehadiran inovasi. (4) trial (percobaan). bagaimana kedudukan cara lama yang digantikannya. nilai. individu bersangkutan tidak lagi berusaha untuk mencoba hingga berhasil. Individu bersangkutan akan mengakhiri dengan penolakan seterusnya terhadap inovasi tersebut dan tetap mempraktikkan cara biasa.44 saja yaitu penggunaan cara lama lebih mudah. terjangkau secara finansial. 1972: 624). Skema dari The rejection-adoption theory ini terlihat sebagai berikut (Rusmin Tumanggor. personal dan experimental.. Sehingga tidak lagi diiringi dengan upaya belajar yang sungguh-sungguh. situational. apa faedahnya yang lebih menonjol daripada cara lama. kondisi dan kebutuhan diri. Pada masa kebutuhan pemilihan inovasi yang sesuai untuk dirinya “personal”. Ketika individu bersangkutan atau orang lain melakukan percobaan dengan inovasi itu “experiment”. Konsekuensi logis dari penolakan ini. sudah biasa. pemutusan penggunaan (discontinuance) akan berlangsung dalam waktu panjang yang tidak terpastikan (Zaltman. penangguhan pertimbangan. . terjadi insiden atau kegagalan.et al. aman dari segi sosial. serta pengalaman. adat istiadat. individu bersangkutan tidak memahami betul fungsi inovasi itu menggantikan apa dari cara lama. yaitu masa pengabaian. Teori penerimaan dan penolakan ini dapat dibandingkan dengan teori pertukaran dari Homans terkait proposisi sukses. dan (5) rejection (penolakan). diragukan bertentangan dengan agama. akan tetapi kembali saja kepada cara lama yang telah dia ketahui dan biasa dipraktikkan. Dalam diagram ini terlihat ada masa ignorance. dan berhasil juga. (2) indifference (acuh tak acuh). (3) denial (penolakan). susperidedjudgment. norma. Individu bersangkutan semakin acuh tak acuh setelah melihat keadaan "situational". dan pendapat orang umumnya. Meskipun inovasi itu kelihatannya logis. tetapi kurang mereka perhatikan karena belum biasa dalam masyarakat.

dan dicintai.45 D. Rejection From of adoption. rasa aman. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. maka orang yang sakit tentu merasa mendapat dukungan sosial. kebutuhan sosial (pergaulan.Rejection Adoption Ignorance Awareness Stage Gambar TIME Suspended Judgment Awareness Stage Indifference Situation Interest Stage Denial Stage Personal Evaluation Stage Trial Stage Experimental Trial Stage Rejection Disontinuance Adoption Gambar 2 Skema Alur Adoption-Rejection Theory . sehingga dirinya merasa dihargai. Dengan kunjungan tersebut. diperhatikan. Contoh nyata yang paling sering kita lihat dan alami adalah bila ada seseorang yang sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit. maka sanak saudara ataupun temanteman biasanya datang berkunjung. baik ringan maupun berat. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah.pangan. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya. tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. papan). sekolah. perasaan religiositas. pengakuan. Kebutuhan fisik (sandang. pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu.

mendapat saran. bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek di dalatn lingkungan sosialnya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkah laku penerimanya.46 Dukungan sosial (social support) didefinisikan oleh Gottlieb (1983) sebagai informasi verbal atau nonverbal. secara emosional merasa lega karena diperhatikan. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan social yang diberikan. Hal tersebut penting dipahami oleh individu yang ingin memberikan dukungan sosial. Dukungan sosial bukan sekedar mmeberikan bantuan. berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berdasarkan kualitas). kesediaan. menghargai. Pendapat senada dikemukakan juga oleh Sarason (1983) yang mengatakan bahwa dukungan sosial adalah keberadaan. Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima. berpendapat bahwa dukungan sosial itu selalu mencakup dua hal. dalam arti bahwa orang yang menerima sangat meraakan bantuan bagi dirinya. dan menyayangi kita. kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan. saran. Sarason (1983). penghargaan atau menolong orang dcngan sikap menerima kondisinya. merupakan persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan(pendekatan berdasarkan kuantitas). Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cobb yang mendefinisikan dukungan sosial sebagai adanya kenyamanan. karena sesuatu yang actual dan memberikan kepuasan. perhatian. . dukungan sosial tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan sosial. karena menyangkut persepsi tentang keberadaan (availability) dan ketepatan (adequacy) dukungan sosial bagi seseorang. 2. atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia. tetapi yang penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan itu. yaitu: 1.

misalnya dukungan social akibat bencana alam melalui berbagai sumbangan social. istri. c. Sumber-sumber dukungan social banyak diperoleh individu dari lingkungan sekitarnya. suami. Orang yang menerima dukungan social memahami makna dukungan social yang diberikan oleh orang lain. Sumber dukungan social yang bersifat natural berbeda dengan sumber dukungan social yang bersifat artificial dalam sejumlah hal. Sumber dukungan social merupakan aspek paling memerlukan. Dukungan social yang natural diterima seseorang melalui interaksi social dalam kehidupannya secara spontan dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. teman dekat atau relasi. misalnya anggota keluarga (anak. Perbedaa tersebut terletak dalam hal sebagai berikut : a. Sumber dukungan social yang natural berakhir dari hubungan yang telah berakar lama. dan dicintai. ada dua sumber dukungan social yaitu sumber artikulasi dan natural. . Sementara itu. Sumber dukungan social sesuai dengan situasi dan keinginannya yang spesifik. yang dimaksud dengan dukungan artikulasi adalah dukungan social yang dirancang ke dalam kebutuhan primer seseorang. Sumber dukungan social yang natural memiliki kesesuaian dengan norma yang berlaku tentang kapan sesuatu harus diberikan. dihargai. dan kerabat). Namun perlu diketahui seberapa banyak sumber dukungan social ini efektif bagi individu yang memerlukan. b. Menurut Rook dan Dooley (1985).47 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan social merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orangorang tertentu dalam kehidupannya dan berada dalam lingkungan social tertentu yang membuat si penerima merasa diperhatikan. Dukungan social itu bersifat nonformal. Keberadaan sumber dukungan social natural bersifat apa adanya tanpa dibuat-buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifat spontan. sehingga dukungan social memiliki makna yang berarti bagi kedua belah pihak.

Sumber dukungan semacam ini memungkinkan lansia mendapatkan rasa aman. serta melakukan kegiatan yang sifatnya rekreatif secara bersama-sama. e. aman. lntegrasi sosial (social integration) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan memiliki suatu kelompok yang memungkinkannya untuk membagi minat. Sumber dukungan social yang natural berakar dari hubungan yang telah berakar lama. atau anggota keluarga/ teman dekat/sanak keluarga yang Arab dan memiliki hubungan yang harmonis. namun satu sama lain saling berhubungan. mulai dari pemberian barang-barang nyata hingga sekadar menemui seseorang dengan menyampaikan salam. Sumber dukungan social yang natural memiliki keragaman dalam penyampaian dukungan social. Adapun komponen-komponen tersebut adalah: 1. perhatian.48 d. dan damai yang ditunjukkan dengan sikap tenang dan bahagia. terutama yang tidak memiliki pasangan hidup. menjadi sangat penting untuk dapat memberi dukungan sosial atau dukungan moral (moral suppport). Sumber dukungan social yang natural terbebas dari beban dan label psikologis. mengemukakan adanya enam komponen dukungan social yang disebut sebagai “The Social Provision Scale”¸di mana masing-masing komponen dapat dapat berdiri sendiri-sendiri. Para ahli berpendapat bahwa dukungan social dapat dibagi ke dalam berbagai komponen yang berbeda-beda. Bagi lansia adanya orang kedua yang cocok. Adanya kepedulian oleh masyarakat .1994: 371). nyaman serta merasa memiliki dan dimiliki darn kelompok. Orang yang menerima dukungan sosial semacam ini merasa tenteram. Sumber dukungan sosial semacam ini yang paling sering dan umum adalah diperoleh dari pasangan hidup. f. Kerekatan emosional (etttotional attachment) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan seseorang memperoleh kerekatan (kedekatan) emosional sehingga menimbulkan rasa aman bagi yang menerima. Misalnya Weiss (Cutrona dkk. 2.

3. maka para mantan pejabat yang telah pensiun/memasuki masa lansia biasa diundang hadir dalam upacara ataupun resepsi yang diadakan oleh instansi tersebut. sehingga para lansia mendapat pelayanan yang memuaskan. Bentuk lain dukungan sosial berupa pengakuan adalah mengundang para lansia pada seliap event/hari besar untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut bersama-sama dengan para pegawai yang masih berusia produktif. 4. Hal itu semua merupakan dukungansosial yang sangat bermanfaat bagi lansia. lansia mendapat dukungan sosial berupa jaminan bahwa ada orang yang dapat diandalkan bantuannya ketika lansia membutuhkan bantuan tersebut.Mereka merasa bahagia. Adanya pengakuan (reanssurance of worth) Pada dukungan sosial jenis ini lansia mendapat pengakuan atas kemampuan dan keahliannya serta mendapat penghargaan dari orang lain atau lembaga. ceria. Karena jasa. Uang pensiun mungkin dapat dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan sosial juga. misalnya pada Sasana Werdha ada petugas yang selalu siap untuk membantu para lansia yang tinggal di lembaga tersebut. Contoh: Setiap hari besar TNI. Sumber dukungan sosial semacam ini dapat berasal dari keluarga atau lembaga/instansi atau perusahaan/organisasi di mana sang lansia pernah bekerja.49 untuk mengorganisasi lansia dan melakukan kegiatan bersama tanpa ada pamrih akan banyak memberikan dukungan sosial. Dukungan sosial jenis ini pada umumnya berasal dari keluarga. Ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance) Dalam dukungan sosial jenis ini. kemampuan dan keahliannya maka ia tetap mendapat perhatian dan santunan dalam berbagai bentuk penghargaan. . bila seseorang menerimanya dengan rasa syukur.atau mendengarkan ceramah ringan yang sesuai dengankebutuhan lansia. dan dapat mencurahkansegala ganjalan yang ada pada dirinya untuk bercerita. Untuk lansia yang tinggal di lembaga.

Bimbingan (guidance) Dukungan sosial jenis ini adalah berupa adanya hubungan kerja ataupun hubungan sosial yang memungkinkan lansia mendapatkan informasi. atau nasihat yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi. sumber dukungan sosial ini adalah keturunan (anak-anak) dan pasangan hidup. dan juga orang tua. figur yang dituakan. Jenis dukungan sosial ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan bahwa orang lain tergantung padanya untuk memperoleh kesejahteraan. Kesempatan untu mengasuh (opportunity for nurturance) Suatu aspek penting dalam hubungan interpersonal akan perasaan dibutuhkan oleh orang lain. alim ulama.50 5. . Menurut Weiss (Cotuna dkk. 1994). Dukungan sosial jenis ini bersumber dari guru. 6. saran. Itulah sebabnva sangat banyak lansia yang merasa sedih dan kurang bahagia jika berada jauh dari cucu-cucu ataupun anak-anaknya. pamong dalam masyarakat.

merupakan sambungan halaman demi halaman yang berbeda. Padahal masa lalu itu sesuatu yang sudah selesai masa kini dan masa depan menyediakan kreativitas yang baru. teknologi. Dengan demikian. yakni menyangkut sopan santun. maka nilai yang dipakai berbeda pula. Peradaban adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut bagian-bagian atau unsur-unsur suatu kebudayaan yang dianggap halus maju.51 BAB 4 MANUSIA DAN PERADABAN A. dan indah. Ibarat buku masa kini dan akan datang. sehingga orang memungkinkan memiliki tabiat ”beradab”. dan kebudayaan suatu bangsa. Pengertian demikian memungkinkan respons suatu kelompok orang akan berbeda dengan kelompok lainnya. dan politik. Respon dengan cara berbeda itu bahkan yang tidak beradab sekalipun dimungkinkan bisa terjadi. (2) kelompok tertentu. Dalam definisi peradaban juga mengandung adanya perkembangan pengetahuan dan kecakapan. Peradaban juga sering menunjukpada kemajuan ekonomi. Sekurangnya tiga inti peradaban. dan (3) tantangan zaman. . penegakan satu peradaban tergantung pada kelompok dengan nilai yang Wanutnya. Peradaban adalah sebuah entitas terluas dari budaya. seperti bahasa sejarah. Peradaban mengambil padanan kata civilization yang berarti nilai hidup satu kelompok atau dalam merespons tantangan masa yang dihadapinya dalam era tertentu (Oxport Dictionaty English oleh Hassan Shadily: 2003). HAKIKAT PERADABAN MANUSIA Hakikat peradaban bisa kita mulai dengan definisi ”peradaban” itu sendiri. antara dimensi masa lalu dan masa kini kerap mendatangkan kebimbangan pada kita. serta tantangan zamannya. yaitu: (1) nilai. yang teridentifikasi melalui unsur-unsur objektif umum. Agaknya dengan dimensi peradaban itu. budi bahasa. Karena itu manusia beradab salah satunya memiliki ciri mampu mengendalikan dirinya. namun merupakan kesatuan yang utuh. Juga bisa tantangan zaman berbeda.

orientasi-orientasi. dan mempunyai kemampuan untuk menghadirkan selalu produk budaya yang up-to-date. kebiasaan. dan memengaruhi kehidupan manusia. Peradaban yang mampu bertahan (Peradaban Mayor) antara lain: Peradaban Tionghoa. Dalam alam yang serba canggih. Budaya di sebuah desa di ItaliaSelatan mungkin berbeda dengan yang di Utara. Islam. Sepanjang sejarah umat manusia. Karena itu negara-negara maju yang mempunyai kekuatan akses yang besar akan mampu membentul: opini dunia. Kondisi ini terjadi pada masyarakat modern di mana dalam perjalanannya telah melahirkan adanya proses globalisasi. Akan tetapi. dan institusi-institusi oleh umat manusia di seluruh dunia. . yaitu transportasi dan komunikasi. perilaku-perilaku. Amerika Latin. Dengan dua modal tersebut suatu kebudayaan akan memiliki banyak peluang untuk disosialisasikan ke segala penjuru negeri. Hindu. keyakinankeyakinan. suatu kebudayaan dapat diserap dan merambah ke seluruh dunia jika memiliki perangkatnya. suatu peradaban mampu berkembang dengan pesat. Ortodoks. Barat. maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Mungkinkah lahir sebuah peradaban universal? Asumsi ini lahir dari satu pemikiran bahwa suatu budaya senantiasa tidak lepas dari kemanusiaan dan adanya penerimaan secara umum terhadap nilai-nilai. banyak juga peradaban yang hilang ditelan bumi dan terkubur di dalam pasir-pasir masa. institusi. Jepang. Mengglobal berarti mendunia. Terkadang. Artinya. dan Afrika. sebuah peradaban mengalami pasang surut.52 agama. negara-negara maju mampu memprakarsai format “peradaban masyarakat dunia”. mampu beradaptasi. taklagi relevan dengan kehidupan manusia. tetapi keduanya bisa disebut budaya Italia yang membedakan mereka dari karakteristik desa-desa di Jerman.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal usul kehidupan dan dirinya. sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru.53 B. Ide tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Atau evolusi juga sering dimaksudkan sebagai perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label "Neo-Darwinian" dan "Modern Sintesis". antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan. Namun di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan. Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. berdasarkan arah adaptasinya bersifatgradual dan berdasarkan hasilnva sendiri selalu dimulai terbentuknya. dukungan dan pengayaan-pengayaan. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat graduai. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga alternatifi. transformasi. Jadi. dan/atau evolusi biologi. Darwin (1858) mengajukan dua teori pokok: yaitu spesies yang hidup species berasal dari spesies yang hidup sebelumnya. tampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling sering dijadikan rujukan pokok. Perkembangan tentang teori evolusi tersebut sangat menarik untuk diikuti. teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi kuasi . yaitu melaui konsep penciptaan. Atau evolusi diartikan dengan perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa. Dalam perkembangannya. dan yang menganut paham teori penciptaan Universal Crastion). Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi. Melalui pemikiran evolusi inilah kemudian pelbagai pandangan dari cabang ilmu biologi dipersatukan. bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. dan evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Topik yang akan dibahas di bawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta. berdasarkan polanya (gradual. c. . proses evolusi oleh seleksi alam (NeoDarwinian) terjadi lcarena adanya: a. in nature favorable variantions and ultimately eliminating those that are injurious”. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau. Secara umum. Mendapat kritik dan pengayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915). khususnya genetika maka teori evolusi Darwin diperkaya. Perubahan dan genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu. melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain. Oleh karenanya. danyang menganut paham teori penciptaan (Universal Crastion) b. aliran gen. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain. b. Evolusi terjadi melalui seleksi alam. dan saltasi).54 dankuantum). yaitu: 1. dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan mikro). teori evolusi yang sekarang disebut New Darwinian atau Modern Sinteds. dan genetic drifi. dan Mayr (1942). Fisher (1930). Dengan berbagai pekembangan dalam ilmu biologi. Goldschmidt (1940). Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi. Pada 1858 Darwin memublihasikan The Originyang memuat dua teori utama. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnva. tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah: a. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama. agen tunggal penyebab terjadinva evolusi adalah seleksi alam. punctual. Selelai alam adalah “process of presenving. Secara singkat. Menurut Darwin. Dobzhansky (1937). 2. Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxlcy (18251895). yaitu: mutasi.

dari dua kelompok pertamasebelumnya Darwin cukup menandaskan bahwa Keajaiban-keeajaiban atau intervensi dari kekualan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah.. Kemudian Owen lebih keras lagi menentang teorinya. c. Generasi berikut mewarisi "kombinasi gen yang sukses" dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi. Kelompok penganut filsafat "Idealist" yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Teorinya akan ditentang banyak pihak. menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah "irzteresting" dan "unity of type"-nya merupakan "hukum" biologi yang penting. Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekrang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut leih lanjut semua spesies makluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama.. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan ". penjelasan tentang "homologi" dan "unity of types" terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah. Oleh karena itu. Kelompok "Creationist" yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh Yang Mahakuasa untuk tujuan tertentu. Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup "ilmiah". Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama: a. Kompetisi antar-individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya. Pada Origin edisi pertama. e. Menurut Darwin. Darwin (1959) di halaman 435. d. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum "archetypes". b. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Produksi varian baru melalui materi genetik yang diturunkan (DNA/RNA). Darwin memandang masalah ini . tetapi itu bukan penjelasan ilmiah".55 c. sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Untuk para penentangnya. Goethe mengabstraksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.

dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar-anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Hanya sebagian. Menurut Lemer (1958). Jadi. Jika makanan dan sumber daya yang lain tidak terbatas selama suatu musim. sering kali merupakan bagian kecil. Dengan berkembangnya ilmu genetika. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastis tanpa pilihpilih. Anggota populasi yang membawa genotipe yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu interior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya.56 sebagai proses. sesungguhnya juga merupakan agen penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan . Darwin (dan Wallace) menyimpulkan selcksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cenderung berlambah jumlahnya seperti deret ukur. Darwin adalah penganut paham materialisme. Seleksi alam pun juga masih bekerja. sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. karena anggota populasi dengan genotipe yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. dari keturunannya bertahan hidup: sementara sebagian besar lainnya tereliminasi. Perbedaan fekunditas. teori itu diperkaya sehingga muncul Neo-Darwinian. sementara konsep archehtype adalah timeless. Secara umum. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi. Darwin mengemukakan bahwa selkcsi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan nonrandom dalam reproduksi terhadap genotype. populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.

slogan Herbert Spencer ”survival of the fittest in the struggle for life” sebagai alternative untuk menerangkan proses seleksi alam. Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya meteriil baru (bahan genetic yang baru di masa mendatang akan dapat diseleksi lagi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetik yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetik di mana nantinya seleksi alam bekerja. namun saat ini slogan itu tampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat. paling agrasif atau paling bertenaga. yang ditunjukkan dalam angka kematian. Darwin telah menerima. (Dobzhansky. 1970). breader akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan dating. Permasalahan itu terpecahkan setelah T. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. namun dengan sedikit keraguan. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotipe yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan di objek seleksi oleh alam. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan datang. Pada seleksi buatan.57 jumlah individu yang dapat betahan hidup dan/atau jumlah individu yang akan mati. yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. (Dobzhansky. justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. 1970). .

proses vang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistis yang sepenuhnya jauh dari dogma agama. karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut. dan budaya: a. Dari segi teologis ada kekhawatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan. Musolini di Italia. Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi. tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu. Secara ilmiah.". Penggantian pola pikir esensialieme oleh pola pikir polulasi. Tetapi tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. 'Ientang prinsip survival of the littest. Bagir (2003). kebijakan "eugenic" di Singapura di masa Lee Kuan Yu.. tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga sosial ekonomi. Saat ini. sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agamawan. Penjelasan "desain" di dunia oleh proses materialistis seleksi alam. teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh. f. maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. b. menanggapinya dengan mengatakan "Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistik asal usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. Akan tetapi. Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Harun Yahya yang "menyerang" teori Darwin. Penolakan terhadap theology kosmis. namun Haidar Bagir. dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian. Karena betapa pun demikian. Bagir justru . e. c. d. Paham creationisme berkurang pengaruhnya. pakar filsafat Islam.58 Implikasi dari teori evolusi melalui alam ini sangat luas. tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman. Kita tetap menolaknya..

apakah nenek moyang manusia berasal dari simpanse atau neadethal. Apakah manusia ada melalui penciptaan atau proses evolusi. Yakni. Karena itu adalah tidak penting penting memperbedatkan apakah manusia dari spesies yang sama dengan simpanse atau neadethal. keduanya adalah dialektika pemikiran tentang asalmula manusia yang cemerlang. seleksi alam yang sedang berlangsung?. Mengapa manusia dapat bertahan lebih kuat dibanding makhluk lainnva dari proses. 15 Mei 2010). Apakah disebabkan oleh kondisi fisik kita yang lebihtahan terhadap penyakit. KIta tetap perlu melihat sisi lain berupa pelajaran penting dari diskusi tersebut. ataukah kebiasaan manusia yang suka berkumpul? Penjelasan dari pertanyaan tersebut lebih bermanfaat untuk dikaji para ahli karena akan menjelaskan perbedaan manusia dengan simpanse ataLl neanderthal. Kita tidak boleh terjebak pada penjelasan kausal empiris tentang akar pohon manusia long tanpa akhir. karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan tidak bertentangan dengan kandungan AlQur‟an. Apa yang diperdebatkan tentang hipotesis akar pohon asal mula keluarga manusia di atas oleh banyak ahli mulai dianggap tidak terlalu penting untuk didiskusikan lebih jauh. Menurut antropolog John Hawks dari Universitas of Wisconsin-Madison (2010). adalah lebih bijak jika mulai diteliti faktor yang mcnyebabkan manusia modern dapat bertahan lebih lama hingga kini dantidak punah seperti simpanse atau neadethal.59 membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya. ataukah keahlian manusia dalam berkomunikasi. Apakah melalui nilainilai kemanusian sehingga melahirkan peradaban modern berupa peralatan-peralatan canggih ataukah memang secara fisik lebih kuat dibandingkan makhluk lainnya? Ataukah karena keahllian manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya sehingga perlbagai tantangan dan rintangan alam mampu direkayasa dan dicarikan jalan keluarnya? Apa pun . meskipun terdapat temuan inilah manusia secara genetik tidak jauh berbeda dengan simpanse atau neadethal(Kompas. lebih baik lcita mendiskusikan apa yang membual kita dapat bertahan hingga kini.

Penambahan jumlah populasi juga menambah beban bagi potensi pertanian dan kebutuhan lahan semakin meningkat. Kekuatan pendorong dalam peradaban budaya manusia modern ini sangat dipengaruhi . tempat tinggal. Melalui geologi masa lampau. Bahan baku yang diambil dari permukaan bumi untuk menjaga kestabilan ekonomi dari dunia yang sedang berkembang. kita tida k dapat menolak bahwa kemampuan manusia dalam bertahan melewati seleksi alam melahirkan pelbagai produk peradaban berharga (baik yang bernilai ositif dan negatif bagi kemanusiaan) yang patut dijadikan pelajaran penting bagi setiap generasi manusia mendatang. tanah. Kita tidak dapat mengganggu sistem bumi sccara keseluruhan. dan sebagai limbah yang dihasilkan daripenggunaan energi dan barang-barang dalam kehidupan sehari-hari. dan sejumlah produk lainnya bagi populasi dunk yang. samudra. Hutan-hutan Uropis yang merupakan tempat tinggal bagi jutaan spesies ditebang untuk pertanian. kondisi di atmosfer. padang rumput. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA Pada perkembangannya. dan kawasan industri.60 jawabannya. kehidupan manusia modern muncul sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir sungguh hanea sekejap jika dibandingkan dengan sejarah planet bumi yang sudah berusia 5 miliar tahun. tempat berteduh. C. dan biosfer untuk sebagian besar telah mengikuti perputaran alami. namun kita telah memengaruhinya dengan menggunakan energi yang menyebabkan polusi sewaktu membuat niakanan. meningkat kita melepas senyawa-senyawa lain yang menyebabkan timbulnya lubang di lapisan ozon yang berfungsi melindungi kita dari radiasi ultraviolet dan hita membakar bahan bakar yang menyebabkan terbentuknya gas-gas panas yang tidak dapat keluar dari lapisan atmosfer sehingga jumlahnya terus bertambah. dan kita memperlakukan atmosfer. Sekarang kegiatan-kegiatan manusia merupakan kekuatan yang penting yang mendorong perubahan-perubahan di dalam lingkungan global.

Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa evolusi budaya lebih mendominasi adaptasi biologis manusia terhadap lingkungan manusia. Terlebih lagi ketiha perkembangan teknologi sebagai bagian dari perkembangan budaya yang paling menonjol. karena dengan teknologi manusia bisa mengatasi berbagai hal dalam bentuk relung dan kondisi lingkungan tanpa memiliki kemampuanalami. Akibat perkembangan budaya. padahal kejadian yang sebenarnya lingkungan binaan lingkungan binaan manusia jauh dari kekuasaannya. manusia karena peradaban yang dibawanya dengan teknologi sebagai instrumenyang menyertainya menjadikan pandangan manusia terhadap lingkungan alamiah mengalami perubahan yang berarti. Api merupakan penemuan teknologi paling awal yang membawa peradaban manusia pada kemampuan untuk mengubah lingkungan binaan menjadi lingkungan binaan yang scsuai dengan kehendak dan aspirasinya. Akibat kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan telanologi menjadikan manusia kurang menyadari pentingnya adaptasi terhadap lingkungan alam. Kita sudah dapat menyaksikan bahwa manusia dapat berkeliaran di dasar samudra tanpa memiliki insang seperti halnya ikan.Dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya manusia telahmerasa menguasai lingkungan. Dengan meningkatknya populasi manusia di planet bumi akan semakin menambah marak kehidupan terhadap lahan dan sumber daya lainnya yang potensial dan strategis bagi kelangsungan hidup kelompok-kelompok manusia yang pada suatu saat terjadi ketergantungan terhadap lingkungan alam. Peradaban manusia dalam Perkembangan evolusi budaya dan adaptasi biologis dimulai setelah ditemukannya api sebagai alat untuk memenuhi berbagai keperluan dan keinginan. atau bertamasya ke ruang angkasa tanpa harusbersayap.61 oleh kemampuan akal pikiran dan budi daya manusia dalam mempertahankan kehidupannya di planet bumi ini. Ketergantungan terhadap lingkungan alam akan segera teratasi dengan meningkatnya budaya manusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi yang nantinya akan semakin jelas bagaimana manusia akan berperilaku terhadap lingkcungan alam dan perubahan yang menyertainya. .

Tidaklah etis bilamana ada manusia yang mengatakan dengan bangganya telah menaklukkan lingkungan alam yangberupa kawasan pegunungan. Sebagai khalifah Allah. Dalam pandangan geofilosofi. memandang manusia sebagai wakil (al-khalifah) Allah SWT. kualitas kewakilan ini disempurnakan dengan kualitas kehambaan (al-‟ubudiyyah) kepada Allah SWT. Manusia adalah hamba Allah dan karenanya harus menaati-Nya. DAS. "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang wakil (khalifah) di muka bumi" (Al-Baqarah: 30). memelihara keharmonisan lingkungan alam dan menyebaruaskan berkah dan karunia karena ia sehubungan dengan kedudukan manusia sebagai ciptaan yang terdidik dan berbudaya di dunia yang sementara ini merupakan perantara. sumberdaya air. Seperti halnya Allah SWT. tanah lahan. manusia sebagai wakil-Nya juga harus memelihara dan mengasuh dengan kasih sayang. serta bahan galian mineral. atmosfer. pantai. keharmonisan terhadap: litosfer. kehadiran manusia dengan budayanya selalu dipandang sebagai pemelihara alam. lautan. Lebih jauh lagi. Dalam pandangan Islam sebagai rahmatan seluruh alam semesta. Manusia telah mengubah perannya. Tidak banyak yang menyadari bahwa kehadiran lingkungan alam beserta proses alam yang menyertainya merupakan amanah terhadap manusia. memelihara dan mengasuh dunia. di mana ia memainkan peran penting. dari makhluk yang diturunkan dari langit dan hidup harmonis dengan bumi menjadi sebuah makhluk ciptaan yang memandang dirinya sebagai yang merangkak dari bawah dan kini menjadi pemangsa dan pembasmi yang sangat mematikan. berkat uluran tangan peradaban modern. Fungsi pemeliharaan terhadap lingkungan alam merupakan kesalahan manusia sebagai pemegang . mineral. serta air. Bukankah semua potensi lingkungan alam tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai pengelola sumber daya bumi demi kemaslahatanumat manusia. Tetapi kini dengan munculnya krisis lingkungan. manusia telah menjadi perusaknya.62 Kemampuan manusia untuk menguasai lingkungan alam hanyalah suatu impian atau khalayan yang kurang mendasar. di atas bumi dan secara eksplisit Al-Qur'an menegaskan. energi. manusia harus aktif di dunia.

bahwa manusia mulai bisa hidup dan merasa aman dalam lingkungan alam yang sudah diubahnya menjadi lingkungan binaan dan secara budaya telah menjauhkan kepekaan manusia terhadap risiko yang dapat ditimbulkannya maupun risiko proses kebumian yang menyertainya. telah menundukkan (sakhhara) lingkungan alam bagi manusia sebagaimana termuat dalam ayat. Allah SWT menunjukkan hal ini dalam ayat yang terkenal. anggota kelompok manusia) menjawab. betul Engkau Tuhan kami. dapat diartikan bahwa eksplotasi sumber alam itu lebih ditekankan pada kemaslahatan masyarakat/ umat manusia. kami bersaksi” (al-A‟raaf : 172). Perubahan lingkungan alam menjadi lingkungan hinaannya selalu dimulai dengan munculnva . Namun apa yang banyak terjadi di sekitar kita saat ini. ”Bukanlah Aku ini Tuhanmu? Mereka (yait. Manusia semakin tidak menyadari bahwa dalam setiap perencanaan dan pelalaanaan pembangunan terdapat dimensi perwakilan (al-khalifah) dan kehambaan (al‟-ubudiyyah) serta adanya proses perubahan alam (atmosfer dan litosfer) di dalamnya. ”Apakah kamu tiada melihat bahwa Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bah tera yang belayar di lautan dengan perintah-Nya” (al-Hajj: 65) tidaklah berarti bahwa dengan perkembangan peradaban di bidang ilmu dan teknologi manusia semena-mena melakukan eksploitasi terhadap lingkungan alam/semesta daya bumi (apa yang ada di bumi). Perlakuan terhadap sumber daya alam kebumian ini harus menekankan pada kemampuan daya dukung alam. Menjadi masyarakat manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan terdidik berarti menyadari akan tanggung jawab yang melekat dalam status "wakil Allah SWT" Dalam ayat-Nya bahwa Allah SWI'. Dengan ayat itu dimaksudkan. bahwa domunasi atas segala apa yang ada di bumi diperbolehkan bagi manusia sejauh itu sesuai dengan hukumhukum Allah pada sifat-sifat dasar dinamika kebumian bahwa lingkungan alam. Secara makro. lingkungan di mana diperbolehkan untuk dimanfaatkan sebagaimana adanya.63 amanah ketika bersaksi di hadapan Sang Pencipta. serta dimensi kewakilan-Nya di bunii ini mulai luntur dan makin bias dengan kemajuan peradaban modern. Kepekaan manusia dalam dimensi penghambaan kepada Allah SWT.

adalah unsur proses alamiah. Dilihat dari kacamata geologi. Unsur dadakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kerugian yang ditumbulkannya. harta benda. pertama adalah unsur kerugian/kehilangan. Kerana itu di balik kesempatan yang lebih baik dan mapan. dan yang bersumber di atmosfer atau disebut juga proses asal luar atau proses eksogen. Setiap manusia memiliki keinginan dan kehendak untuk mengelaploitasi lingkungan alam. Bencana alam merupakan peristiwa atau kerugian/kehilangan secara mendadak karena proses alam. juga dapat berupa hilangnya aset nasional yang potensial. sehingga kemungkinan muncul ancaman baik dari proses alam kebumian maupun lingkungan binaannya kurang mendapat perhatian yang proporsional. Kedua.64 kesempatan yang lebih baik dan mapan. Yang termasuk dalam proses endogen adalah gempa bumi dan letusan gunung api. Karena itu di balik kemapanan kesempatan itu manusia hanya mampu memandang berbagai manfaat dari manipulasi terhadap lingkungan alam dengan berbagai potensi sumber daya kebumian yang terkandung di dalamnya. Dari perkembangan peradaban budaya. bahkan ke kondisi runtuh maka energi akan menimbulkan getaran yang menyebar melalui tanah dan batuan ke . Bila akumulasi energi melebihi kondisi elasto-plastis. Proses alam yang bersumber dari dalam bumi atau juga disebut proses alam asal dalam atau proses endogen. Terdapat tiga unsur dalam bencana alam yaitu. unsur dadakan sehingga manusia tidak mempunyai waktu untuk menghindar serta Ketiga. Gempa bumi dapat menimbulkan guncangan dan pergeseran pada permukaan. kerusakan lingkungan. Pada dasarnya terdapat dua jenis proses alam yang dapat mengakibatkan bencana alam. budi daya manusia. manusia telah mengenal apa yang disebut dengan bencana alam. tetapi yang berjalan sangat cepat dengan ukuran manusia yang di dalamnya terdapat unsur manusia. Unsur kerugian atau kehilangan dapat berupa kehilangan jiwa manusia. Unsur dariakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kcrugian yang hilangnya aset nasional yang potensial. bencana alam merupakan proses alam kebumian. bayang-bayang risiko selalu tertutup rapat-rapat.

kemudian bila akumulasi air dalam tanah berlebihan sering terjadi longsoran. seperti yang telah terjadi di Aceh. dan juga kebakaran. Gelombang air laut pasang dapat pula ditimbulkan oleh angin yang meniup kuat. kawasan pantai. Semua ini menyangkut gejala alam yang pada hakikatnya merupakan proses alam yang wajar-wajar saja. 26 Desember 2004 yang lalu. Apakah aktivitas itu di kota. Proses alam akan menjadi sebuah bencana alam bilamana proses alam tersebut mengenai semua aktivitas budaya manusia. Demikian juga bila terjadi banjir lahar dingin yang bersifat merusak pada aliran yang dilewatinya. desa. maka akan terjadi gelombang tsunami yang sangat berbahaya bila dekat dengan kawasan pantai yang padat dengan aktivitas budaya manusia. Bilamana hat ini terjadi di perairan samudera. kawasan pegunungan. penumpukan kubah lava. Bencana kekeringan yang pada gilirannya dapat menjadi penyebab paceklik dan kelaparan. sering menimbulkan banjir baik banjir genangan maupun banjir bandang/banjir kiriman. daerah kantong-kantong kemiskinan atau daerah dengan akses ekonomi yang tinggi atau wilayah yang mempunyai aset nasional. Demikian juga bila tcrjadi kelebihan massa air dan curah hujan. Bahan padat hasil erupsi baik berupa aliran lava.65 permukaan bumi menjadi gempa tektonik yang dahsyat dan memorak porandakan semua aktivitas yang dikenainya. Aktivitas gunung api merupakan fenomena yang jarang diperhatikan banyak orang kecuali para saintis bidang vulkanologi maupun fisika gunung api. Gejala eksogen ialah hujan yang berlebihan misalnya (atau sebaliknya. serta angin kencang. penyakit. lcekeringan). Angin kencang atau angin ribut dapat menimbulkan bencana. Di kawasan yang berlereng curam dengan kestabilan batuan dan tanahnya tidak baik. Bencana . bahan piroklastik merupakan materiil-materiil yang sangat merusak bila mengenai kawasan budaya manusia di lereng-lereng gunung api. runtuhan yang merupakan gejala yang wajar. Guguran kubah lava yang menyebabkan awan bersuhu tinggi dan bergerak sangat cepat merupakan bahaya yang sangat fatal terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan di lereng gunung api.

harta benda/aset nasional yan menjadi korban bencana alam ternyata meningkat. Jakarta. Cimahi. banjir di Pantura. kurang dari 1. dan Sumatera Utara.66 alam yang melanda bumi Akhir-akhir ini hendaknya menjadikan kita sadar betapa tidak berdayanya manusia terhadap lingkungan alam. gampa bumi dan tsunami di Pangandaran dan Cilacap (Juli 2006). meskipun dari bencana alam ternyata meningkat. kesalahan dalam manajemen dan teknologi tersebut mengakibatkan satu rangkaian komunikasi budaya masyarakat Leuwigajah (Cimahi) harus hilang seketika (kasus longsoran di lokasi penimbungan sampah di Leuwigajah. Hal ini terkadang lepas dari sorotan pada saat manusia merencanakan berbagai kegiatan hidupnya. Kenyataan menjadi jelas bahwa lingkungan alam kebumian dan lingkungan binaan manusia memiliki berbagai potensi bencana alam. Tetapi jika mengaca betapa dasyatnya bencana alam seperti gempa bumi di Peru. banjir bandang/banjir genangan. Banyuwangi. Meksiko. tanah longsor. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibanggakan dan diharaphan oleh manusia untuk dapat melindungi dirinya dari ancaman bencana alam justru menimbulkan berbagai bentuk gangguan terhadap lingkungan maupun ekosistem. tanpa disadari jumlah manusia. gempa bumi di Liwa. pertengahan Februari 2005 lalu). bencana awan panas. gangguan dan degradasi lingkungan akibat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tepat telah menimbulkan dampak negatif terhadap peri kehidupan dan peradaban lingkungan budaya manusia itu sendiri. lingkungan geologi di masa kini (kuarter. angin kencang. Kobe. awan panas Merapi. Dalam dua dasawarsa terakhir hingga memasuki abad ke-21. Pada gilirannya.8 juta tahun yang lalu hingga sekarang ini) tidak menunjukkan suatu perubahan yang mendasar. Aceh. meskipun dari kacamata geologi maupun klimatologi. tsunami di flores. Sebagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi tentang tata cara pembuangan sampah/limbah padat pacla media geologi tertentu perlu perlakuan khusus. badai salju yang sangat Fatal terhadap perkembangan budaya manusia. tsunami. tanah longsor di jawa . Namun demikian. seperti gempa bumi tektonik.

tanah longsor dan banjir bandang di Bohorok dan Pacet (Jawa Timur). keperluan manusia akan lingkungan alam juga semakin meluas dan makin meningkat baik ditinjau dari segi kebutuhan akan ruang untuk hidup maupun kebutuhan akan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Karena itu. tanah longsor di Purworejo. Akibatnya. gempa bumi Bantul dan Klaten. longsor di Solok. sudah sepantasnyalah pertimbangan terhadap risiko bahaya kebumian ini harus mendapat perhatian saksama di Indonesia. gempa bumi dan tsunami gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. hingga gempa bumi Haiti. . Bila perhatian terhadap sumber bahaya kebumian beserta risikonya lolos dari berbagai rencana pembangunan nasional maupun daerah.67 Barat. gempa bumi di Nabire. gempa bumi di lran. banjir di berbagai tempat di Sumatera-Kalimantan dan Jawa. gempa bumi di Alor. Belum lagi peristiwa semburan lumpur panas di sekitar sumur eksplorasi Banjar Panji-1 milik Lapindo Brantas di Porong. sebagai bentuk aktunulasi kekuatan yang kurang diantisipasi dengan kemampuan teknologi eksplorasi sumber daya migas yang andal. tsunami di Biak. merupakan peningkatan bencana alam yang nyata baik ditinjau dari segi kejadiannya maupun jumlah korban manusia yang ditimbulkannya. Oleh karena itu. risiko yang akan ditimbulkannya semakin fatal dan sangat berbahaya. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya bumi dan sumber bahaya kebumian. Lebih berat lagi ketika kita mendapati kenyataan bahwa jumlah penduduk bumi juga semakin meningkat. gempa bumi di Mandailing Natal Sumatera Utara. bahkan proses pembencanaan alam yang bersumber dari kelalaian peradaban manusia terhadap aneaman bencana kebumian tidak dapat dihindarkan. Apalagi bila dikaitkan dengan adanya pusat-pusat pertumbuhan wilayah strategis yang sebagian berada di kawasan rawan bahaya keilmuan. bila keperluan manusia akan ruang hidup dan sumber daya bumi yang terkandung di dalamnya tidak dipertimbangkan dengan potensi sumber bencana kebumian. maka bukan hanya manusia yang semakin peka terhadap bencana kebumian.

Kondisi nyata yang sedang kita alami saat ini adalah meluasnya kemiskinan. karena kita mengetahui bahwa perubahan-perubahan akan membawa konsekuensi yang baik maupun yang buruk. ketidaksehatan. satu-satunya alternatif jalan untuk menjamin adanya masa depan yang lebih ainan dan lebih sejahtera bagi kita adalah mengembalikan fitrah manusia pada kekhalifahan dan kehambaan kepada Tuhan dengan konsekuensinya melakukan pembangunan nasional/daerah yang ramah lingkungan kebumiannya dalam mengupayakan kebutuhan pokok umat manusia. yaitu apakah terjatuh pada kondisi semakin memburuk atau sebaliknya semakin membaik. Dalam menjalankan semua ini kita harus mempunyai suatu visi yang jauh ke depan demi kesatuan dan keutuhan bangsa/umat manusia serta kelestarian pembangunan yang berwawasan lingkungan kebumian. oleh karena itu dalam transformasi kebudayaan untuk mengantisipasi berbagai perubahan termasuk di dalamnya risiko bencana kebumian. memerlukan solidaritas kemanusiaan yang berkelanjutan untuk evolusi budaya manusia. dan seterusnya. kita perlu memandang perlunya solidaritas kemanusiaan dalam pelaksanaan pembangunan. peledakan populasi. kelaparan. Pada dasawarsa terakhir ini. Demikian juga kesenjangan antara kaya dan miskin makin berlanjut. terlihat bahwa interaksi dinamis antara atmosfer dan litosfer yang berimplikasi pada risiko kehidupan dan hasil budaya bangsa ini telah menunjukkan satu proses pembelajaran yang sangat mendalam tentang makna kehadiran manusia sebagai khalifahtull fill ardh. Umat manusia adalah satu. memperbaiki taraf hidup semua orang dan mengupayakan perlindungan serta pengelolaan ekosistein yang lebih baik dan bijaksana. degradasi lingkungan global. Karena itu. Di samping itu. Ke mana hakikat kehidupan budaya manusia dan budaya bangsa ini dibawa dalam lingkungan yang sangat dinamis yang melibatkan semua elemen/unsur . tunaaksara dan berlanjutnya kerusakan ekosistem. Peri kehidupan manusia modern saat ini sedang berada pada suatu titik kulminasi yang menentukan proses evolusi sejarah peradaban modern. global warming.68 Akhirnya evolusi budaya manusia akan membawanya kepada perubahan lingkungan awal secara global.

waktu yang menjadi identifikasi identitas sebuah bangsa. teritorial kedaulatan suatu bangsa. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL Mobilitas antar bangsa seperti saat ini menjadi salah satu ciri kuat perkembangan masyarakat global. Globalisasi dengan demikian. Mobilitas yang dilakukan atas alasan apa pun telah menjadi fenomena penting yang menandai terbukanya isolasi-isolasi rutinitas kehidupan di pelbagai belahan dunia. Sehingga hampir menghilangkan ruang. Semoga kita mampu mengambil pelajaran dari semua kejadian itu untuk tahun yang akan datang. maupun waktu. tidak dapat disangkal pula bahwa berbagai model danberembangan mobilitas antar bangsa tidak lagi mengenal adanya batasan spasial. baik dalam konteks praksis maupun teoretis. Jalan paling yang perlu dilakukan adalah melalui jalur pendidikan. Dalam konteks tersebut pealing memberikan ruang besar bagi terjadinya dialog yang menjembatani kompleksitas persoalan budaya. D. Perbincangan tentang globalisasi (terlebih dibaca dari perspektif negeri periphery istilah Wailerstein) akan mengambil dua pokok pertanyaan: Apa itu globalisasi dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan keseharian kita? . tantangan utama yang dihadapi banyak negara adalah terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan sosial. dan selalu berpikir bahwa "tidaklah Aku ciptakan ini dengan sia-sia". mampu menjadi katalisator pertumbuhan peradaban. Dalam konteks kehidupan global. merupakan dunia terbuka yang benar-benar telah meleburkan sekat-sekatyang membatasi pergerahan manusia dari dan berbagai negara. Keterbukaan ruang mobilitas tersebut pada gilirannya menciptakan persinggungan peradaban dan pemikiran yang bersifat dialogis. budaya dan politik. termasuh kelimpangan pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada persaingan ketat pasar tenaga kerja secara global. ruang. Berbagai pergerakan manusia yangberlangsung dapat dikatakan bergerak di luar kendali ruang dan waktu. Dengan demikian.69 atmosfer dan litosfera bergerak mengikuti ritme sunatullah-Nya. Namun demikian. Melalui pendidikan dibuka ruang mahaluas bagi berlangswngnya berbagai mobilitas.

Dalam praktiknya. dan membuat runtuhnya bangunan sosial lama. Negara pun seperti tak bisa berbual banyak terhadap pengaruh deras kaphalisme. kekuatan kapital lelah menggulung tatanan sosial. negeri periphery menjadi ladang subur bagi pertumbuhan tingkah laku konsumtif. Scott Lash menyebutkkan sebagai proses estetikanisasi dunia kehidupan global. Bahkan. Perspektif ini mengingatkan pada perdebatan klasik (Marx-Weber). Sektor produlai numcul dengan tumbuhnya industri-transnasional. yang merambah mendekati pasar dan upah buruh murah. Berbagai kasus kebijakan publik tentang politik swastanisasi pendidikan. apa yang kini kita kenal sebagai Neo-Liberalisme pun merambah dunia keseharian kita. Tak berlebihan bila Giddens (1990). memformat proses kebangsaan kita. Globalisasi sektor produksi dan konsumsi secara nyata membawa sebuah situasi baru: polurisierung and strafizierung arme Wltbevoekrung in globalisierte Reiche und lokalisierte Arme (polarisasi dan stratifikasi penduduk dunia dan globalitas kaum kaya dan lokalitas kaum miskin) (Beck. yakni antara kekuatan dominasi ekonomi dan pluralisme sosiokultural. Dengan bahasa lain bahwasanya akses global hanya dapat tersentuh oleh kaum kaya. 1998). menyebut bahwa masyarakat kitadewasa ini merupakan masyarakat ”pengembara dalam ruang dan waktu.1997: 101). sementara kaum miskin terkotak-kotak dalam permasalahannya sendiri (Anjal AnakBerhadapan . menumbuhkembangkan globalisasi produksi dan konsumsi. dan sekaligus melokalisasi problem sosial Maka. Kekuatan ekonomi yangdimotori oleh kapitalisme. Pengaruh sektor produksi internasional yang berkembang menciptakan pula tingkah laku konsumtif di berbagai belahan bumi.” (of Bauman.70 Globalisasi sebagai sebuah konsep akan mengacu pada intensifikasi kesadaran sebuah dunia secara keseluruhan. globalisasi adalah terciptanya sebuah dunia yang tanpa batas. Proses ini menciptakan transnasionalisasi kapital. adalah contoh nyata betapa dunia sosioikultural berhadapan langsung dngan kekuatan pasar. yang sering tampil sebagaigaya hidup. Sebuah "transnasional ruang".

dan lain-lain). problem-problemnya. Individuasi adalah proses sosial yang tak terelakkan. Polarisasi ekonomi tersebut dibarengi pula oleh adanya situasi dunia yang terfragmentasi. namun lebih dahsyat lagi adalah terjadinya konsekuensi penalaran modernitas. (Giddens 1990. dan peristiwa selalu berjalan dalam logika "global". Adalah John Kendrick (15731624). demikian pula masyarakat negeri-negeri "periphery" mengalami guncangan-guncangan luar biasa pada tatanan sosialnya. Spirit modernitas yang menyertai proses globalisasi tersebut kiranya juga menghantam dunia kehidupan warga masyarakat. Jika di negeri-negeri "pusat" terjadi proses individuasi yang luar biasa. konflik. daya saing bangsa Indonesia kerap disalip bangsa lain karena kita terlena dari membangun bangsa yang kuat dan mandiri. sistem komunikasi sosial masyarakat pada situasi yang kaotis dan semakin hilangnya nilai "kepercayaan" institusional dan individual. 1999). yang menghidupi dan dihidupi oleh roh modernitas. Periode transisi ini ditandai oleh proses disembedding of social system. Beck dalam bukunya ”Risikogesellschaft : Auf dem Weg in eine andere Moderne” (1996)menyebut proses modernitas semacam itu sebagai "masyarakat risiko". di akhir dasawarsa 60-an yang mengingatkan kepada kita bagaimana . Risiko adalah kata kunci untuk mendeskripsikan proses kerusakan atau biaya. warga miskin kota. Dimensi-dimensi tersebut tak pelak mengerucut pada soal bahwa semuanya dimotori oleh kekuasaan pasar yang berideologi neoliberal (globalisme). tanpa memiliki daya dan kuasa untuk terlibat aktif dalam kemajuan dunia global. Penyebabnya adalah. (cf Luhman. PSK. Dalam era globalisasi dan persaingan internasional yang ketat. tidak hanya akibat dari pergeseran sektor produksi menuju sektor konsumsi.71 dengan hukum (ABH). Akibatnya. pemulung. Pemahaman di atas memberikan makna bahwa proses intensifikasi ruang-ruang transnasional. Inilah yang kemudian disebut proses globalisasi. Beck 1986) Konsekuensi-konsekuensi dari penalaran dan praktik modernitas tersebut menciptakan impact-impact yang tak terdeteksi atau tak teramalkan sebelumnya.

kemudian ilmu fisika menjelma sebagai bentuk ideologi besar modernisme. Bersama para pengikutnya. PROBLEMATIKA PERADABAN PADA KEHIDUPAN MANUSIA Awal kelahiran modernisme merupakan sebuah proses revolusi peradaban tentang cara pandang manusia terhadap realitas. bahkan kemudian mampu meruntuhkan dominasi gereja yang kala itu menjadi 'satu-satunya' tafsir kebenaran terhadap segala macam realitas. E. Setelah konsepsi Descartes memengaruhi segala macam kehidupan. termasuk tatanan sosial melalui pemikiran F. dan ekonomi menjadi sarana yang efektif untuk mendongkrak peraihan indeks mutu sumber daya manusia. setelah sekian lama kita berpikir bahwa capital stock merupakan aspek terpenting dalam proses perubahan peradaban manusia. Walaupun keduanya sejatinya berbeda dalam . membagi realitas ke dalam atom-atom penyusun realitas dan kemudian dicari sistemnya terhadap keseluruhan. berlanjut kemudian alam pikiran modern mengenal seorang Lamarck (1744-1829) dan Charles Robert Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya di bidang biologi. Dalam konteks itu. ia membangun sebuah wacana besar tentang metode pemahaman terhadap realitas yang bertumpu pada konsep democritus. Descrates. Melalui fisika Descartes. Untuk menyiapkan sumber daya manusia tersebut. kesehatan.72 pentingnya pembangunan sebuah bangsa yang didasari oleh optimalisasi peran sumber daya manusia (human stock). begitu juga semua elemen pembentuk alamnya. keberadaan dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi menjadi hal yang strategis untuk merepresentasikan tingkat ketercapaian pembangunan ketiga pada sektor itu. maka sektor pendidikan. indeks mutu sumber daya manusia pun dijadikan indikator strategis untuk membangun daya saing suatu bangsa. Oleh karenanya. Bacon (1561-1626) dan Comte (1798-1857). Pergeseran pemikiran tersebut berimplikasi pada penentuan targettarget pembangunan yang harus dicapai oleh suatu negara di dunia. sistemnya tetap. Alam dalam pemaknaan Descartes adalah kurang lebih dipahami scbagai sesuatu yang 'langsung jadi' dan tidak memiliki perubahan.

Berikutnya adalah ilmuwan Sir Isaac Newton (1643-1727). Darwin. . Bergulirnya percepatan penggunaan teknologi canggih saat ini tidak perlu selalu dimaknai sebagai keadaan yang negatif (Fritjof Capra. yaitu selain mengandung bahaya juga mengandung kesempatan yang bisa membuat kondisi awal manusia menjadi lebih baik. Pemikiran ketiga tokoh tersebut menemukan bentuk fungsionalnya saat perkembangan alat-alat teknologi semakin meluas dan mendunia.73 memaknai proses evolusi. dimulai saat revolusi industri pada akhir abad ke-17. Mekanika Newton atau sering juga disebut dengan mekanika klasik menjelaskan adanya fenomena benda yang relatif besar. saat terjadi krisis sesungguhnya terjadi proses transisi. tetapi juga dapat digunakan sebagai pendekatan fenomena benda mikroskopis. dengan kecepatan relatifrendah. Sebagaimana dalam kebijaksanaan klasik Cina. konsep "krisis” menggunakan kata weijiyang terdiri dari huruf-huruf yang berarti "bahaya" dan "kesempatan". melalui Newton perkembangan ilmu fisika mengalami proses penyempurnaan. Dengan demikian. Bahkan adanya konflik adalah sesuatu yang niscaya sebagai upaya untuk keluar dari kerumitan sosial sekaligus menjadi pemenang dari proses seleksi alam tersebut. dan realitas yang mengalami sebuah evolusi sccara terusmenerus (Darwin) diterangkan dalam konsepsi berbeda yang dikenal dengan konsepsi melanika. Artinya. yaitu Karl Marx (1818-1883) yang dikenal sebagai seorang Darwinian Sosial yang menganggap bahwa prosespergantian sosial pun selalu melalui proses seleksi alam. penjelasan mekanika Newton tersebut membuka wacana besar yang membentuk peradaban modern semakin sempurna. Ternyata ide Darwin tersebut kemudian mendapat dukungan dari generasi berikutnya. namun konsep evolusi ini merupakan sebuah revisi terhadap konsep realitas dari sumbangsih Descartes yang menganggap alam sebagai sebuah sistem yang tetap. 2004). Melalui Descartcs. realitas yang terdiri atas sistem dan elemen pembentuk sistem (Descrates). dan Newton fondasi modernisme semakin kukuh. Secara makro.

Dia akan hancur dan secara berangsur mengalami disintegrasi. Pada waktu struktur sosial dan pola perilaku telah menjadi kaku sedangkan masyarakat tidak lagi mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah. peradaban itu tidak akan mampu melanjutkan proses kreatif evolusi budayanya. Begitu juga peran teknologi. Hilangnya fleksibilitas dalam masyarakat yang mengalami disintegrasi ini disertai dengan hilangnya harmoni secara umum pada elemen-elemennya. Sementara peradaban-peradaban yang sedang berkembang menunjukkan keberagaman dan kepandaian yang tak pernah berhenti. . peradaban-peradaban yang berada dalam proses disintegrasi menunjukkan keseragaman dan kurangnya daya temu. bagaimana peran Sains dan teknologi dalam penentuan bentuk peradaban baru pasca modernisme? Fritjof Capra menyitir Toynbee tentang proses kelahiran Minoritas Kreatif sebagai nukleolus penentu arah peradaban sebagai berikut: Budaya runtuh karena kehilangan fleksibilitas. yang mau tak mau mengarah pada meletusnya perpecahan dan kekacauan sosial. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa para saintis berwacana dan para teknolog membumikan pemikiran mereka dalam bentuk peralatan yang berguna bagi kehidupan manusia.74 Dilihat dari proses kelahiran modernisme sebelumnya. Pertanyaan selanjutnya. Demikian juga kontribusi para saintis yang memiliki kompetensi filosofis ternyata terbukti mampu menggiring sejarah umat manusia. bisa dimaknai bahwa peran sains (atau lebih tepatnya natural science) dalam menentukan arah peradaban manusia sangat besar. di mana ketika sains memiliki peran besar dalarn proses pembentukan wacana besar yang menjadi fondasi 'kebenaran'. teknologi sebagai bentuk aplikasi sains memiliki peran besar dalam pembentukan realitas sosial.

. peradaban baru manusia postmodern mulai terbentuk secara perlahan. Proses evolusi budaya ini akan terus berlanjut. Juga konsep keterbatasan ruang yang bisa diatasi sehingga konsep jauh dan dekat secara filosofis juga mengalami perubahan makna. selama proses disintegrasi yang menyakitkan itu. sehingga terlahir sebuah teknologi informasi yang bergerak dalam logika kuantum yang diprediksikan oleh Tofler akan menjadi tulang punggung benluk Peradaban baru pengganti modernisme. dan kelompok minoritas kreatif itu mungkin akan mampu mentransformasikan beberapa elemen lama menjadi konfigurasi baru. yang jauh meninggalkan konsep mekanika Newton. 1981) Melalui penjelasan Toynbee di atas. jaring-jaring Cartesian akan sulit untuk menggambarkan karena konsep ruang dan waktu ini sudah berubah secara filosofis. (Titik Balik Perdaban. Bahkan setelah ada interaksi antara matematika dengan teknologi elektronika. Dunia kemudian juga mengenal adanya pengaruh filosofis dari konsep fisika kuantum terhadap realitas sosial. Meskipun arus budaya telah menjadi beku dengan melekatkan diri pada pemikiran-pemikiran mapan dan pola-pola perilaku yang kaku. kita kemudian mengenal bentuk aplikasi teknologi yang dikenal dengan teknologi komputer.75 Namun demikian. yaitu ketika teknologi komputer berinteraksi dengan realitas sosial. minoritas kreatif akan tetap muncul ke permukaan dan melanjutkan proses tantangan dan tanggapan itu. kreativitas masyarakat-kemampuannya untuk menghadapi tantangan-tidak hilang sama sekali. Bahkan perbedaan konsep nyata dan imajiner yang juga kemudian diklaim oleh dunia IT akan segera teratsi akan semakin meninggalkan jaringjaring Cartesian sebagai satu-satunya yang bisa menggambarkan kenyataan. tetapi berada dalam kondisi-kondisi baru dan dengan tokoh-tokoh baru pula. tetapi mereka mau tak mau akan tetap runtuh dan mengalami disintegrasi. Lembaga-lembaga sosial yang dominan akan menolak menyerahkan peran-peran utama kepada kekuatan-kekuatan budaya baru ini. kita mengenal bagaimana konsep cepat lambat mengalami perubahan secara drastis. Fritjof Capra. Sclain itu. Dengan demikian.

Hal yang cukup memperhatikan adalah budaya pragmatis. dan peringatan dari kalangan ahli ilmu sosial dan juga teolog atau ulama perlu disikapi secara bijak oleh para saintis dan telnolog itu sendiri. disadari atau tidak para saintis dan teknolog akan terus menjadi Penentu arah peradaban. dan sosial dari proses inovasi maupun inventori yang mereka lakukan. Apalagi setelah ilmuwan sosial mahzab kritis dengan post-modernismenya terjebak dalam wacana dan definisi semata. teguran. seluruh kemajuan teknologi perlu terus mempertimbangkan konsekuensi ekologi. pengaruh pemikiran yang mereka berikan terhadap perubahan sosial bisa jadi tidak terpikirkan sebelumnya. ekses modernisme terhadap tatanan sosial pengganti tatanan sosial 'Abad Kegelapan' bisa jadi tidak pernah mereka pikirkan bahkan tidak pernah mereka bayangkan. Apalagi melihat konsep reduksionisnya Descartes yang kemudian mengilhami pembagian bidang spesialisasi ilmu yang di masa peradaban Islam dianggap belum begitu penting. Namun demikian. egois bahkan tertutup (elitis) di tengah masyarakat kita. Ketika Descartes merumuskan konsep geometri analitis mungkin tidak berpikir tentang implikasi moral dan sosial dari konsepnya tersebut. sedikit banyak adalah kontribusi dari kalangan saintis dan teknolog. sindiran. Adanya 'penyesalan' umat manusia terhadap proses peradaban manusia yang merusak lingkungan dan tatanan sosial akses dari modernisme perlu disikapi dengan bijak. pengaruh dominan saintis dan teknolog ternyata masih sangat dominan untuk menentukan masa depan umat manusia. Dengan bahasa lain. Apalagi dampak negatifnya terhadap kenyataan sosial. serta para teolog dan ahli agama yang terus disibukkan dengan perdebatan liberal dan konservatifnya. rekayasa genetika yang meninggalkan konsep evolusinya Darwin.76 Juga dengan berkembangnya pemetaan DNA. moral. Sehingga. Hal tersebut secara tidak sadar. Sekali lagi terbukti. Karenanya. Demikian juga seorang Darwin dan juga Newton. . Adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi kita semua saat ini agar para komunitas saintis dan teknolog terus mempertimbangkan dan mengembangkan penerapan sains dan teknologi.

dan juga sebagai para pengingat urnat manusia akan kenyataan bahwa sejatinya mereka adalah makhluk Tuhan. para ilmuwan diharapkan tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat pembidangan keilmuwan yang yang dan merusak tujuan mulia dari ilmu pengetahuan. tetapi ia harus turut andil memastikan nasib keberlangsungan hidup dan masa depan generasi umat manusia ke depan. setiap ilmuwan seyogianya mengemban misi kenabian (profetik) yaitu dengan melakukan transmisi keilmuan untuk peradaban yang lebih maju tanpa merusak tatanan kehidupan manusia dan ekologi lingkungan hidup. Selain itu. sebagainiana layaknya para nabi yang memandang dirinya sebagai sosok pembebas umat manusia dari segala penindasan. dari pihak saintis dan teknolog tentunya. Yakni dengan membangun pemahaman bersarna bahwa sejatinya ilmu adalah untuk kemanusiaan (humanity) dan kemaslahatan bersama (common good).77 Pertanyaannya bagaimana kita mengembalikan sistem yang memungkinkan terbukanya kembali sekat-sekat komunikasi antara sains dan teknologi. sebagai sosok yang mendedikasikan proses inovasi daninventory-nya untuk pembangunan kembali hakikat kemanusiaan yangnyaris musnah. Ilmuwan tidak saja menyelesaikan persoalan kehidupan. . Dengan kebersamaan satu misi tersebut. Kuntowidjoyo (1943-2005) juga mengusulkan pentingnya membangun sebuah etika profetis di kalangan saintis dan teknolog. dengan disiplin ilmu dan spesialisasi lain tanpa harus mcmandang bidang ilmu lain lebih rendah. Oleh karena itu.

penduduk yang menghuni wilayah Nusantara dapat dikelompokkan ke dalam berbagai bentuk pengelompokan sosial yang disebut suku bangsa. dan budaya yang luar biasa. sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi baik interaksi sccara individual maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional. bukan hanya beraneka ragarn corak kesukubangsaan dan kebudayaan suku bangsanya secara horizontal. agama. KERAGAMAN. Demokrasi yang oleh Robert Dahl (1982). Pada hakikatnya. 1979). Sebagai bangsa yang memiliki keragaman etnis. Sebelum RI merdeka pada 1945. dan organisasi sosial-politiknya (Suparlan. Bahkan lengkap dengan „aturan-aturan hukum‟-nya sendiri. tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi. masing-masing kesatuan sosial tersebut hidup dengan mengacu pada kebudayaan atau subkebudayaannya masing-masing. dan multikulturalisme dapat dilangsungkan.78 BAB 5 MANUSIA. agarna. teknologi. Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia. sebenarnya dalam masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan minoritas. Maka. seperti ras. subsuku bangsa. DAN KESETARAAN A. yang saling bcrbeda satu dengan lainnya. dan lain sebagainya. yang kemudian hari dikenal dengan sebutan „hukum adat‟. penerapan ide-ide pluralisme. Persentuhan ragam budaya dan agama antarkelompok masyarakatnya yang telah berlangsung sejak lama ini juga telah melahirkan ragam konflik dan konsensus yang terjadi. HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA Masyarakat majemuk seperti Indonesia. Indonesia sering kali dijadikan ajang pernantauan bagaimana proses-proses demokrasi. juga disyaratkan dengan terciptanya karakteristik pluralisme yang kondusif bagi sebuah negara ini mendapatkan gimnasiumnya di Indonesia. maupun pengelompokan sosial vang didasari oleh sistem penggolongan sosial lain bcrdasarkan satu (atau lebih) unsur tertentu yang diperoleh secara askriptif (warisan). tidak mengherankan jika .

Semua suku bangsa saling inemberikan potensi terbaik yang mereka miliki kepada Negara Kesatuan RI. Dengan kalimat mewujudkan diri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRl pada hakikatnya setiap kelompok. dan diberikan pengakuan dalam hal kemampuandan nilainilai yang dimiliki. artinya setiap gcnerasi melaksanakan pembangunan dan diberi kepercayaan penuh. golongan. untuk menjadi unsur terbaik yang bisa memberikan kiprah gemilang menuju cita-cita besar para founding fathers kita. Dalam prinsip kesetaraan bahwasanya setiap individu. atau institusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa "duduk sama rcndah berdiri sama tinggi" dengan yang lain. Karena itu. Dengan prinsip kesetaraan tersebut diharapkan kita kembali memperlihatkan jati diri dan harga diri sebagai bangsa (self-nation-esteem) menghadapi . kerja sama. apabila telah bersedia menjalin kemitman harus mcrasa sama dan sejajar. Kesetaraan adalah komitmen bersama yang perlu untuk terus dipupuk dan dikembangkan dalam proses berbangsa dan bernegara di NKRI kita. suku. yaitu bangsa Indonesia. Bagaimanapun besarnya suatu institusi atau organisasi dan bagaimanapun kecilnva suatu institusi atau organisasi. Dalam prinsip keselaman tidak boleh terjadi ada satu anggota memaksakan kehendaknyakepada anggota yang lain. dalam kemitraan asas toleransi. agama dan yang berbeda satu dengan lainnya melebur dan bersepakat membentuk kesukubangsaan yang satu. Karena itu. dan keterbukaan harus terus dijunjung tinggi. Kedua belah pihak yang bermitra mempunyai kedudukan yang sejajar dalam mencapai tujuan vang disepakati. dimulai dari diri kita sendiri. organisasi.79 para ahli menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mewujudkan diri sebagai suatu masyarakat yang majemuk dan sudah menjadi pokok pcrhatian dari para ahli tersebut untuk waktu yang lama. Kesetaraan. saling timbal balik. dihormati. sehingga anggota atau komunitas lainnya merasa terdiskriminasi dan tertindas oleh dominasi anggota atau komunitas lainnya. harmonis. Untuk itulah kita harus membangun bangsa kita. dihargai. setiap generasi bangsa berdiri satu dengan lainnya dengan sejajar. misalnya merasa lebih terhormat atau lebih tinggi kedudukannya.

Dengan prinsip kesetaraan kita bisa membangun kemitraan yang kukuh untuk kemudian saling berinteraksi. ekonomi. dan PIT untuk yang disebut terakhir). keterbelahan ini kurang lebih mengikuti garis-Wallace (Wallace Line) yang terkenal itu ke dalam dua bagian. dan dari aspek tingkat pendidikan. kemajemukan dalam masyarakat Indonesia dapat dipahami sebagai bentuk perbedaan daya adaptasi antar kelompok-kelompok yang berbeda secara ras. baik secara sosial. KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA Pada dasarnya. yaitu Indonesia Barat dan Indonesia Timur. B. dan bahasa. yaitu: struktur kesukuan. dari aspek struktur kesukuan. yang di Indonesia populer dengan sebutan masalah sara. Dalam pandangan Thamrin Amal Thomagola. yang jelas-jelas mengancam integritas Indonesia sebagai suatu nation. Pertama. Dari jumlah yang disebut terakhir ini. dari 656 suku di seluruh Nusantara hanya ada seperenam (109 suku) di PIB sedangkan di PIT ada lima perenam (547 suku). distribusi wilayah agama. suku bangsa. agama. dapat disimpulkan bahwa keseragaman suku di PIT jauh lebih tinggi dari keragaman suku di PIB. bersosialisasi dan berelapresi satu dengan lainnya. . tiga perlirna (300an suku) berdiam di Papua Barat. maupun politik. struktur mozaik sosialbudaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. Dengan proses yang demikian. keseluruhan struktur mozaik Nusantara ini terbelah menjadi dua bagian utama. sehingga menjadikan kelompok-kelompok yang memiliki tingkat perkembangan kebudayaan. Karena itu. Teramati ada beberapa perbedaan pokok antara Pola Indonesia Barat dengan Pola Indonesia Timur (selanjutnya disingkat dengan PIB untuk yang pertama. pertama.80 pelbagai persoalan kebangsaan yang terus-menerus datang di setiap zaman. dan kelompok agama. suku bangsa. dengan mudah dapat dipahami pada adanya ketidakseimbangan dan kesenjangan yang dapat saja berlanjut ke arah pertikaian antarras.

dari semibilan suku dominan di Indonesia ada di PIB dan hanya satu berlokasi di PIT. berkebun. setiap suku di PIB paling kurang mendiami satu provinsi secara utuh. terutama dalam bidang kebudayaan. Melayu. dan. ada delapan suku. pola-pola pengeksploitasi dan penguasaan sumber daya ekonomi. Suku-suku tersebut dikatakan domain berdasarkan tiga kriteria utama. Sebaliknya di PIT. missi. besar kemungkinan dalam satu provinsi menampung lebih dari 40 suku. (Tomagola. Dengan melihat kebudayaan sebagai suatu mekanisme adaptasi suatu masyarakat dalam menginterpretasikan lingkungan yang dihadapinya. Jawa. pemerintahan kolonial. Madura dan Bali. dan kenegaraan. yang terwujud kedalam sistem teknologi. dan. . Batak. suku bangsa di Indonesia dapat juga dipetakan dari model mata pencaharian yang dominan digelutinya. pengetahuan. Sementara suku-suku dominan lainnya. 1990) Ketiga. baik lingkungan sosial maupunfisik. serta jaringan hubungan dengan masyarakat lain yang lebih luas. Jawa. dalam satu kabupaten berdiam lebih dari 20 suku. Sementara dalam tinjaun Koenjaraningrat (1987: 32). Batak. kadang-kadang dua provinsi atau lebih seperti suku Minang dan Jawa. Bali. dan seterusnya. dan (3) menyumbangkan banyak tokoh nasional dalam hampir semua bidang kehidupan. Minang. Sunda.81 Kedua. Antara lain dapat dikelompokkan pada masyarakat berburu. yaitu: Aceh. (2) punya kerajaan dan masyarakat yang mapan di masa lampau. maka tingkat perkembangan masing-masing kebudayaan dapat dibeda-bedakan berdasarkan daya adaptasinya itu. Sunda. Minang. pengembara. Perbedaan daya adaptasi ini dapat ditelusuri melalui model-model produksi (models of production) yang dikembangkan oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. Madura. yaitu suku Aceh. kebijakanpemerintahan RI. yaitu suku Bugis. dan Bugis. tani sawah. yang secara bersamaan sekaligus dipengaruhi oleh suatu peradaban dari luar seperti zending. yaitu: (1) jumlah proporsional. berladang. pengaruh kebudayaan Hindu dan agama Islam. intelektual. dalam satu kecarnatan saja dapat ditemukan lebih dari 10 suku.

82 .

ada kelompok-kelompok sosial tertentu yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dan ada yang rendah. kelompokkelompok suku bangsa atau subsuku bangsa yang ada di wilayah kedaulatan Republik Indonesia ini setidaknya dapat dibagi kedalam empat kategori utama. pola permukiman kelompok masyarakat ini bersifat nomadis (berpindah-pindah tempat). Demikian pula. relatif memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi ketimbang rata-rata orang Mentawai. pengetahuan. Berdasarkan tingkat perkembangan sistem teknologi. dan Irian Jaya. Kubu (atau Suku Anak Dalam). Berkaitan dengan sistem pemenuhan kebutuhan sehari-hari ini. . di mana situ sama lainnya memiliki tingkat daya adaptasi yang berbeda satu lama lainnya. Misalnya saja. Dari segi komposisi demografi. Sulawesi. jumlah anggota kelompok masyarakat yang dimaksud relatif kecil. dalam masyarakat orang Jawa. Pertanna. orang Jawa. serta jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas ini.83 Dengan cara demikian. Minangkabau atau Batak. maupun antar kelompok-kelompok horizontal itu sendiri. perbedaan kebudayaan dalam nation Indonesia dapat dilihat secara gradual. atau berbagai suku bangsa (atau subsuku bangsa) yang menghuni pcdalaman Kalimantan. misalnya. biasanya. Pada umumnya bermata pencaharian berburu dan meramu (hunting and food gathering). poly-poly pengeksploitasian dan penguasaan sumber-sumber daya ekonomi. adalah kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society. meski batas-batas wilayah pengembaraannya itu tetap dapat ditentukan secara pasti. Masyarakat yang tergolong kepada tribal society ini biasanya hidup dalam persekutuan-persekutuan hidup yang beranggotakan lebih/ kurang 50 jiwa saja. Baik antara kelompok-kelompok yang ada di dalam satu golongan sosial yang dikategorisasikan ke dalam situ kelompok horizontal tertentu. Masing-masing persekutuan hidup itu tidak terintegrasi ke dalain persekutuan (politik) yang lebih luas. pada umumnya. Minangkabau dan Batak.

84

Di Indonesia, kelompok masyarakat yang terkategori ke dalam tribal society atau masyarakat pemburu dan peramu ini relatif kecil jumlahnya. Sejauh yang dapat diketahui, kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society hanyalah sebagian dari orang Kubu (Suku Anak Dalam) yang hidup di wilayah belantara Jambi dan Sumatera Selatan. Konon juga terdapat di beberapa daerah pedalaman lrian Jaya, Kalimantan, dan Sulawesi (bagian Tengah). Di samping itu, dalam kenyataannya, untuk kasus Indonesia, kegiatan berburu dan meramu ini sering kali pula dikombinasikan dengan kegiatan berkebun yang teknologinya juga relatif amat sederhana. Jenis tanaman yang umum dibudidayakan adalah keladi dan ubi jalar. Sebab itu pula, oleh Koentjaraningrat, masyarakat ini dikategorikan sebagai masyarakat berkebun. Menurut Koentjaraningrat, khususnya bagi kelompok-kelompok yang telah mengombinasikan sistern berburu dan merarnu ini dengan sistem berkebun, tanaman padi tidak dibiasakan. Sistem dasar kemasyarakatannya juga telah berkembang menjadi desa terpencil tanpa diferensiasi dan stratifikasi yang berarti; gelombang pengaruh kebudayaan menanarn padi, kebudayaan perunggu, kebudayaan Hindu dan agama Islam-setidaknya hingga satu-dua dekade belakangan ini-tidak dialami; dan isolasi dibuka oleh zending dan/atau missi. Kedua, kelompok masyarakat perladangan berputar (rotary

cultinatiotz), atau lebih populer disebut kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pcrladangan berpindah (shifting cultivation). Karena dalam sistem teknologi pertanian yang dikembangkannya ada unsur pekerjaan menebas dan membakar, teknik ini kerap pula disebut sebagai slash and burn cultivation. Demikian pula, karena kegiatan pertanian itu tidak

diselenggarakan secara terus-menerus pada satu bidang lahan tertentu, maka kegiatan pertanian ini sering pula dikategorikan sebagai suatu cara produksi pertanian elcstensif (extensive agriculture). Betapa pun, kelompok masyarakat ini pada dasarnya merupakan kelompok masyarakat yang telah dapat bercocok tanah untuk menghasilkan bahan makanan pokoknya (food producing) scndiri. Sebagian besar kelompok masyarakat ini juga berada di luar Jawa, dengan

85

sedikit pcngecualian di beberapa tempat tertentu saja, seperti pada masyarakat Badui, misalnya. Komposisi demografis kelompok masyarakat ini berjumlah lebih besar bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang pertama. Bisa mencapai angka ribuan jiwa. Meski begitu, keterikatan anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya masih menekankan pada sistem kekerabatan (kinship system). Secara tradisional kelompok ini belum sepenuhnya terintegrasi pada sisteln sosio-ekonomi pasar yang lebih luas dan sistem sosiopolitik yang lebih besar dan kompleks. Seperti juga pada kelompok pertama, diferensiasi dan stratifikasi sosial-ekonomi belum begitu menonjol, masih bersifat egaliter, dan juga belum mengenal spesialisasi atau pembagian kerja atas dasar keterampilan dan keahlian penguasaan teknologi. Semua anggota masyarakat masih mungkin untuk memiliki akses dan kontrol yang sama atas sumber daya-sumber daya elconomi, khususnya tanah. Hal ini dimungkinkan karena rasio antara jumlah dan kepadatan penduduk dengan luas tanah masih rendah, sehingga mereka masih bisa melakukan perladangan berputar itu. Tanah masih dikuasai seeara kolektif-kecuali pada bidang-bidang tertentu-dan setiap anggota kolektif bisa membuka dan menguasainya. Dalam konteks inilah mengapa masyarakat peladang berputar ini dalam batas-batas tertentu masih dapat dikatakan bersifat egaliter. Namun demikian, karena pertanian perladangan ini mempunyai indeks diversitas tanaman yang tinggi, artinva scbidang lahan ditanami oleh banyak jenis tanaman, maka-dari sudut tertentu-biasanya tidak efektif, dan hasilnya juga tidak begitu tinggi, tidak dapat menghasilkan surplus produksi yang besar, meskipun tingkat kepadatan penduduknya masih rendah. Akibatnya, masyarakat peladang belum sepenuhnya dapat terintegrasi pada sistem ekonomi yang lebih besar.

86

Ketiga, kelompok masyarakat petani (peasant society). Kelompok masyarakat ini adalah kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pertanian menetap (sedenter). Berbeda dengan cara bertani pada kelompok peladang berputar terdahulu, kelompok masyarakat ini

mengembanglcan cara produksi pertanian intensif (intensive agriculture), yang di Indonesia dikenal sebagai sistem pertanian lahan basah atau pertanian persawahan. Sistem ini UmIum dikenal oleh kelompok masyarakat yang menghuni Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan di daerah-daerah tertentu di pulaupulau yang ada di gugusan Sunda kecil (terutama di Bali, NTB). Karcna sistem pertanian ini mampu menghasilkan surplus hasil yang cukup besar, kegiatan ekonomi kelompok ini telah terintegrasi ke dalam sistem sosio-ekonomi dan sosiopolitik yang lebih besar dan lebih luas. Bahkan hingga tingkat regional dan global. Keterikatan antar-anggota dalam masyarakat-masyarakat yang bersangkutan tidak lagi melulu berdasarkan sistem kekerabatan, melainkan juga pada ikatan sosiopolitik dan sosioekonomi yang lebih formalistis. Seperti organisasi dan asosiasi. Di samping itu, secara demografis jumlah anggota kelompok masyarakat yang besangkutan cukup besar dan tingkat kepadatan pcnduduk cukup tinggi, serta tkah pula mengenal diferensiasi dan stratifikasi sosialekonomi (dan politik). Artinya, ada di antara anggota masyarakat yang bersangkutan yang tidak atau hanya sedikit memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi, terutama tanah. Bahkan, orang-orang yang tidak atau sedikit memiliki akses dan kontrol pada tanah itu jumlahnya lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya ketimpangan rasio antara tanah dengan jumlah dan tingkat kepadatan penduduk, jumlah masyarakat petani selalu lebih besar dibandingkan dengan luas lahan pertanian yang tersedia. Keempat, adalah kelompok masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan adalah suatu masyarakat yang tinggal di suatu lingkungan pemukiman tertentu, yaitu suatu lingkungan di mana para penghuninya dapat memenuhi sebagianbesar kebutuhan ekonominya di pasar setempat. Biasanya barang-barang itu dihasilkan oleh penduduk yang tinggal di daerah

gaya hidup. dan daerah yang berlainan. masyarakat perkotaan ini juga disebut sebagai kelompok elite ekonomi dan politik. serta cara kerja yang . Bahasa. kelompok masyarakat ini mulai bertambah dengan orang-orang yang memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi. pegawai. sehingga pembagian kerja dalam masyarakat perkotaan ini sangat kompleks. agama. dan informasi. yang berasal baik dari golongan pribumi dengan latar belakang suku bangsa. Dilihat dari peran sosio-ekonomi dan sosiopolitiknya dalam suatu jaringan kehidupan yang lebih luas. perusahaan-perusahaan swasta. Di bawah kelompok elite kota ini ada suatu kelas menengah perkotaan yang jumlahnya lebih besar. Dilihat dari gaya hidup yang mereka miliki dan kembangkan. dan pengusaha-pengusaha mandiri. penguasaan teknologi dan informasi. terutama sejak pemerintah Orde Baru memegang tampuk pemerintahan. atau berbagai kelompok spesialis yang berpendidilcan dan non-agraris. yang dapat dikategorikan sebagai elite ekonomi nasional. ketika pemerintah kolonial Belanda mulai memperkenalkan sistem pendidikan sekolah yang modern. Kelompok ini adalah orang-orang yang berlatar belakang pendidikan sekolah yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk Indonesia pada umumnya yang sebagian di antaranya kemudian masuk ke dalam sistem birokrasi pemerintahan kolonial atau menjadi politisi pejuang kemerdekaan. mereka telah lebih jauh hidup dan menjadi bagian dari kerangka peradaban global. yang biasa disebut sebagai daerah yang melindungi desa. atau mungkin sejak awal abad XX. sehingga mereka bisa dimasukkan ke dalam lapisan yang dikategorikan memiliki suatu pola kebudayaan “super kultur metropolitan”. pujangga. Kelompok ini pada dasarnya mulai terbentuk sejak zaman kolonial. yaitu parapegawai pemerintahan. Dari segi cara hidup kelas menengah ini tidak berbeda jauh dengan lapisan elite. maupun yang berasal dari golongan minoritas pribumi. kaum intelektual. teknologi. agamawan.87 ”pedalaman” (pedesaan). Setelah masa kolonial. Titik awal gejala kota adalah timbulnya golongan literati (golongan intelektual. misalnya).

perbedaan sistem teknologi. Sosial-budaya begitu kompleksnya menyangkut berbagai segi kehidupan manusia dan masyarakat. Keberagaman dan kesetaraan dalam konteks kekayaan khazanah sosial-budaya bangsa salah satunva adalah dengan mcngembangkan atau merumuskan kebudayaan nasional Indonesia. dan kompleksitas jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas pada masing-masing kategori seperti telah diperinci di atas. KERAGAMAN DAN KESETARAANSEBAGAI KEKAYAAN SOSIALBUDAYA BANGSA Kita menyadari bahwa Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna kebudayaan dan bahasa. Namun keberagaman tersebut dalam konteks kekayaan menjadi kekayaan yang patut kita syukuri. distribusi wilayah agama. Betapa pun. Keberagaman dalam konteks Nusantara menjadi konsep kesetaraan sesuai dengan konsep integrasi nasional dengan rumusan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Bhina = pecah. secara umum keragaman atas sosial-budaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. sehingga Bhineka Tunggal Ika artinya "terpecah itu satu”. Tidak jarang kebhinekaan bangsa kita sampai pada konflik tingkat nasional yang menyebabkan terganggunya integrasi bangsa scbagai cita-cita bangsa. Tunggal = satu. yang dihadapi oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. akan berpengaruh pada kemampuan beradaptasi atas perkembangan sosial-ekonomi. sosial-politik dan sosial-budaya.88 berorientasi pada peradaban internasional ini menjadi kelompok acuan (reference group) bagi hampir semua kelompok-kelompok masyarakat yang lain. Sehingga keberagaman sosial budaya dan kesetaraan sosial-budaya mampu mengemban fungsi kebudayaan nasional. serta unsur utama dalam proses pembangunan diri manusia dan masyarakat. ika = itu. C. yaitu : . yaitu: struktur kesukuan. dan dari aspek tingkat pendidikan. sistem-sistem kemasyarakatan.

seperti adat istiadat. . sejarah sosial. atau aliran ideologi politik menjadi ciri pemerlain atau peinbeda suatu lcelompok etnik dari kelompok etnic yang lain. kesenian. dan sejumlah atribut atau ciri-ciri budaya yang menandai identitas dan eksistensi mereka. asal usul daerah. pakaian tradisional. hanya berpeluang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di masa mendatang. tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam sendi-sendi integrasi negara-bangsa (nation-state). pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri tentang bagaimana mengelola kemajemukan terscbut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa. untuk saling berkomunikasi dalam kesetaraan dengan demikian dapat memperkuat solidaritas sosial-budaya bangsa. Sebagai unsur pembentuk sistem sosial masyarakat majemuk kelompok-lcelompok etnik memiliki kebudayaan. agama dan paham keagamaan. konsisten. tidak. Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman lcelompok etnik (etnic group) atau suku bangsa beserta tradisi budayanya itu. batas-batas sosial-budaya. bahasa. jika dinamika kemajemukan sosial budaya itu tidak dapat dikelola dengan baik. b. Kebudayaan dan atribut sosialbudaya sebagai penanda identitas kelompok etnik memiliki sifat stabil. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang memberi identitas kepada warga negara Indonesia. dan bertahan lama. tradisi. kesamaan leluhur. D.89 a. Kebudayaan yang dimiliki kelompok etnik mcnjadi pcdoman kehidupan mereka dan atribut-atribut budaya yang ada. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga negara Indonesia yang beragam (bhineka) itu. PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN NEGARA Dalam pen-Takdir-annya sebagai negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk (plural society).

Pendhalungan. seperti potensi ekonomi dan kekuasaan politik. orang Jawa disebut sebagai suatu kelompok etnik karena mereka secara budaya memang berbeda dengan orang Madura. dan penghargaan terhadap prestasi belum menjadi pandangan dan sikap hidup kita sehari-hari. Masa otonomi daerah sekarang ini memberikan peluang yang besar bagi timbuhnya konflik sosial berbasis etnisitas. Mataraman. Dalam kaitannya dengan akses dan perebutan sumber daya di daerah yang bersifat struktural. walaupun keduanya berada dalam ruang lingkup orang Jawa. demikian pula sebaliknya. etnisitas akan terjadi secara intensif dalam masyarakat tradisional atau masyarakat trandisional. Orang Jember tidak akan mau disebut sebagai orang Surabaya. Demikian juga. manifestasi etnisitas sering menimbulkan ketegangan dan konflik sosial di antara pihak-pihak yang terlibat atau yang berkepentingan. bahwa orang Jember tentu berbeda secara kultural dengan orang Surabaya. Hal yang sama juga berlaku untuk penyebutan Osing. Pilihan terhadap suatu atribut sosial-budaya bagi seorang individu akan didasarkan pada pilihan rasional (rational choice). Tengger. Karena perbedaan-perbedaan kultural ini keduanya disebut sebagai sebuah kelompok etnik yang berbeda. dalam konteks perbandingan yang setara pada orang Jawa di Jawa Timur. Dalam proses interaksi tersebut kelompok etnik atau individu-individu dalam kelompok etnik akan memanfaatkan atribut-atribut sosial-budaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tertentu. di Jawa Timur. Bentuk mana yang dipilih di antara atribut-atribut tersebut sebagai penanda identitas diri sangat ditentukan oleh konteks interaksi dan tujuan yang akan dicapai. Kondisi demikian lebih banyak . penghormatan terhadap keadilan sosial. Sebagai sebuah realitas sosial yang wajar dan alamiah. yang dipertimbangkannya secara saksama bahwa hal itu dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui interaksi sosial tersebut. ketika tradisi berdemokrasi.90 Berdasarkan uraian di atas dan dalarn konteks perbandingan yang setara. Etnisitas (etnicity) atau kesukubangsaan selalu muncul dalam konteks interaksi sosial pada masyarakat majemuk. Arekan atau Samin sebagai sebuah kelompok etnik dan sub-etnik yang berbeda-beda.

Undang-undang yang mendasari praktik otonomi daerah memberi pengakuan terhadap eksistensi masyarakat dan kebudayaannya. Dalam ruang politik yang semakin terbuka ini. Zakaria. Misalnya. yang ketepatan la berasal dari etnik Osing adalah kasus yang kebablasan. Kebijakan Bupati Banyuwangi . 2000). masyarakat di daerah (indigenous people) menggali kembali potensi-potensi kelembagaan sosial atau konstruk nilai-nilai budaya lokal yang dianggap berguna untuk menopang eksistensi mereka di tengah arus globalisasi dan dinamika pembangunan daerah.91 menguntungkan kepentingan pribadi dan kelompok (etnik) daripada kepentingan masyarakat. khususnya masyarakat di pedesaan agar memiliki kemampuan otonomi yang kukuh dalam menyikapi gerak pembangunan di bawah kebijakan otonomi daerah. pembangkitan kembali satuan-satuan desa adat tradisional (nagari di Minangkabau. Hal-hal ini untuk membangun kembali fondasi sosial-budaya masyarakat. otonomi daerah telah memberikan keleluasaan bagi masyarakat di daerah (bukan pemerintah daerah) untuk mengaktualisasikan diri secara optimal dalam manajemen pembangunan daerah.). (Siregar dan Wahono (Peny. 2004) Walaupun demikian. serta eksplorasi ulang atas revitalisasi pranata-pranata lokal untuk mengelola sumber daya alam secara lestari dan adil. sehingga berpotensi mengundang kctcgangan sosial. Samsul Hadi. Otonomi daerah menandai era penghargaan terhadap keberagaman dan otonomi masyarakat. di daerah-daerah yang memiliki struktur masyarakat majemuk proses revitalisasi kebudayaan etnik juga harus memerhatikan eksistensi kebudayaan etnik yang lain. kasus Osingisasi yang dilakukan olch Bupati Banyuwangi. Wujud dari penggalian di atas adalah hadirnya asosiasi-asosiasi masyarakat adat Nusantara. dan pakraman di Bali). Masalahnya adalah bagaimanakah meminimalkan konflik sosial berbasis etnisitas yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas? Secara normatif. setelah Orde Baru memberangusnya selama masa tiga dasawarsa lebih (Zakaria. kampong di komunitas Melayu Kalimantan Barat. seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali-Lombok. 2002.

Kebijakan politik etnisitas seperti ini lebih bernuansa politik praktis. dan tradisi. Ketua Muhammadiyah Lamongan.92 tersebut adalah mengharuskan para petinggi pemerintah kabupaten yang akan menghadapnya harus menggunakan bahasa Osing. Selebaran itu berisi surat perjanjian Calon Bupati Masfuk kepada Forum Rembug Muhammadiyah Lamongan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Lamongan dibandingkan dengan ormas yang lain. “Muhammadiyah tidak pernah menggunakan segala cara untuk meraih tujuannya. Ketapang. Senin. dengan jalan mengaktifkan beberapa atribut atau unsur kebudayaan Osing: bahasa. Kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum lokal tersebut mengundang reaksi sosial dari para pengelola SD-SMP yang lingkungan sosialnya bukan komunitas Osing. seni. yakni memperkuat basis konsolidasi kekuasaan dan legitimasi politik Bupati di mata publik menyongsong Pilkada 2005. Kasus yang lain bisa kita lihat pada beredarnya selebaran gelap mcnjelang pemilihan Bupati Lamongan. seperti masyaralcat Madura di Muncar. 2004: 170-171) Bupati juga memperkuat posisi kesenian Gandrung sebagai ikon Kabupaten Banyuwangi. (Kompas Jatim. 27 Juni 2005: A) . Bahasa Osing scbagai muatan kurikulum lokal diajarkan pada siswa SD-SMP yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir. Kami mendesak agar Panwas Pilkada menindaklanjuti temuan ini secara hokum”. Surat perjanjian itu ditandatangani 20 Mei 2005. dan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar mcrayakan tradisi endog-endogan dalam rangka Maulud Nabi Muhaulmad SAW seperti yang selama ini dilakukan oleh komunitas Osing. Pengurus Daerah Muhammadiyah dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Lamongan menilai skebaran gelap tersebut bisa menyesatkan masyarakat Lamongan. Afnan Anshari mengatakan. Kop surat selebaran tertera nama Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional. (Sunarlan. Isu yang ada dalam selebaran ini sangat kotor. dengan membangun patung Gandrung yang menghabiskan dana miliaran rupiah di daerah Watu Dodol.

Pilihan tindakan demikian sudah diperhitungkan untung ruginya bagi yang bersangkutan. tetapi ada kepentingan tertentu (ekonomi-politik) yang akan diraih dalam proses interaksi social dan jika nama marga itu tetap dilekatkan justru akan menghambat pencapaian kepentingan tersebut. Sejak bekerja di Pemerintah Kota Surabaya selama 30 tahun lebih. yakni Akbar Tanjung dan Sudi Silalahi".93 Masih dalam Kaitannya dengan pemilihan kepala daerah. orang yang berdarah Batak. Kasus-kasus serupa banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Senin. RH Batubara. Alisjahbana mengatakan. Seharusnya sebagai. Menurut Ketua FKB Jawa Timur. Ketika dihubungi wartawan untuk konfirmasi. Demikian juga. (Kompas Jatim. Forum Komunikasi Batak (FKB) Jawa Timur menyesalkan Calon Wali Kota Surabaya Alisjahbana dari Partai Kebangkitan Bangsa yang selama ini dianggap enggan mencantumkan nama marga Sitepu dalam berbagai kesempatan. dengan nama lengkap Alisjahbana Sitepu. "Nama seseorang merupakan urusan pribadi". FKB Jatim juga menunjukkan fotokopi ijazah Alisjahbana saat lulus sebagai sarjana teknik ITB Bandung 1974. penghilangan (penyembunyian) nama marga Sitepu bagi Alisjahbana. khususnya masyarakat muslim Malaysia . kasus yang terjadi di Banyuwangi untuk membangun “hegemoni budaya Osing” sesungguhnya hanya merupakan sarana penguasa daerah untuk mencapai penguasaan sumber daya ekonomipolitik yang lebih besar. Dalam konteks otonomi daerah. bukan tanpa alasan. 30 Mei 2005: 1) Benar tidaknya isi selebaran gelap di Lamongan tersebut. "Nama marga merupakan ikatan turun-temurun. Alisjahbana tetap menggunakan nama marga seperti halnya sejumlah tokoh lain. Alisjahbana tidak pernah menggunakan nama marganya. dari perspektif etnisitas mobilitas identitas etnik yang terkait degan paham keagamaan (Muhammadiyah) juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bersifat negatif atau positif bagi pihak-pihak yang terlibat dalam persaingan memperebutkan jabatan politik Bupati Lamongan. Kasus seperti ini mirip dengan kebijakan kolonialisme internal (internal colonialism) Pemerintah Thailand terhadap kelompok-kelompok etnik minoritas.

negara dan kebijakan-kebijakan para penguasanya mengambil peranan yang besar terhadap tumbuhnya peristiwa konflik etnik dan kekerasan social di berbagai negara (Renner. yang berusaha keras untuk menegaskan aspek-aspek identitas budaya masyarakat Pattani melalui penetrasi kebudayaan Thai dan Buddha. telah membangkitkan gerakan perlawanan bersenjata masyarakat Pattani terhadap Pemerintah Thailand. . dan tradisi social budaya sebagai sarana pengikat social dan pembangun solidaritas social. Brown. Sementara itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Penguasa Orde Baru terhadap Aceh. senantiasa berhadapan dengan penolakan atau resistensi social dari kelompok-kelompok etnik yang terkena kebijakan tersebut. seperti Thai-Buddha. kebijakan politik etnik negara dan Pemerintah Thiland memperluas batas-batas social budaya identitas suatu kelompok etnik. orang Pattani-Muslim. Dalam studi-studi konflik etnik. (Brown. 1999: 33-47). Dalam banyak kasus. untuk menghimpun kekuatan dan modal perjuangan menghadapi hegemoni negara dan penetrasi kelompok etnik dominan (Thai). Di samping terjadinya penetrasi budaya dominant (dominance ulture). sejarah social.94 di Pattini di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. identitas keIslam-an. kelompok-kelompok etnik minoritas yang terdisriminasi. kebijakan pembangunan regional Pemerintah Thailand yang bersifat deskriminatif dan hanya menguras sumber daya local. seperti masyarakat Pattani akanmengaktifkan jaringan etnisitas yang berbasis kesamaan asal usul dan leluhur. etnisitas akan berubah menjadi ideology perjuangan untuk menghadapi negara yang telah membuat diri mereka tidak nyaman dan terancam serta mengganggu kelangsungan hidup kelompok etnik. 1994: 1-5). Konflik-konflik dan kekerasan social berbasis etnisitas yang terjadi di Indonesia menjelang akhir kekuasaan Orde Baru hingga sekarang merupakan akibat dari kesalahan kebijakan pembangunan daerah dan ketidakbecusan penguasa Orde Baru mengelola kemajemukan masyarakat kita (Kusnadi. 1994). Dalam konteks demikian. khususnya etnik yang dianggap kelompok dominant atau pribumi. yang mendorong masyarakat Aceh menjadi anti-Jawa (lihat.

2004ab. eksplorasi etnisitas sebagai ideologi perjuangan kelompok masyarakat yang dirugikan oleh kebijakan pembangunan daerah akansemakin berpeluang. Walaupun kita telah memasuki era demokrasi dan masyarakat mulai tumbuh kekuatannya untuk terlibat dalam proses bernegara. 2005) Dalam masa otonomi daerah ini yang pendekatan pembangunannya berorientasi pada aspek kewilayahan. dan mahalnya biaya pendidikan. Gagasan sebagian masyarakat beberapa waktu yang lalu untuk membentuk Kabupaten Jember Selatan. tetapi juga melibatkan penguasa daerah dengan rakyat secara keseluruhan dan antar kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Substansi berdemokrasi belum memberikcan keuntungan bagi rakyat dankebijakan-kebijakan publikyang dihasilkan oleh negara juga belum memihak pada kepentingan rakyat. harus dilihat sebagai persoalan konflik politikkebijakan berbasis etnisitas dengan pernerintah kabupaten setempat. kurang gizi. para penguasa daerah justru berpesta pora menghambur-hamburkn uang rakyat yang diperoleh dengan jalan menjarah. sebagaimana pcrnah terjadi dalam sejarah sosial kita.95 2001). Mereka bisa saja menggunakan basis legitimasi berdasarkan unsur-unsur etnisitas yang berkaitan dengan kesamaan . busung lapar. atau Kabupaten Sumenep Kepulauan. (Prasetyo. saya perkirakan bahwa sifat rakus politik danserakah ekonomi penguasa di daerah dan kebijakan-kebijakannya yang tidak memihak kepentingan rakyat akan menjadi pemicu konflik sosial yang berskala luas di daerah. 2005 dan Putra. Banyuwangi Selatan. ketidakadilan hukum. (Lucas. Beban kehidupan rakyat semakin berat. Hal yang sama bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh penguasa pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif) era otonomi daerah. Keetidakpuasan rakyat yang meluas terhadap perilaku pemimpinnva dapat mendorong timbuhnya revolusi sosial. Konflik sosial ini tidak hanya terjadi di kalangan internal antar-elite daerah. Bahkan. khususnya untuk memenuhi kebutuhan primernya. tetapi praktik-praktik kekuasaan yang muncul lebih parah daripada perilaku kuasa rezim Orde Baru. 2004) Di saat rakyat harus berjuang melawan kemislcinan.

masyarakat di Jember Selatan. Aspek lain yang ikut memberikan kontribusi terhadap timbulnya konflik nelayan tersebut adalah semakin tingginya kelangkaan sumber daya ekonomi-perikanan dan kompetisi memperebutkannya. yang dianggapnya lebih tepat dan menguntungkan kehidupannya dalam interaksi sosial. tradisi dan adat istiadat. yang telah lama berkonflik memperebutkan sumber daya perikanan di Perairan Selat Madura. walaupun mereka bagian dari masyarakat Jawa Pesisiran. tetap dilihat sebagai kasus konflik sosial berbasis etnisitas. Identitas kebudayaan Madura ternyata tidak mampu mendamaikan kedua kelompok nelayan tersebut. Demikian pula. gaya hidup. sejarah sosial. Gresik dengan nelayan Weru Kompleks. 2005) Pada dasarnya. 2002) Konflik nelayan Ujung Pangkah. kesejarahan. Bangkalan Selatan. seperti agama. Banyuwangi Selatan. nasib sosial. kasus konflik nelayan yang meluas di berbagai daerah perairan Jawa Timur. Aspek- . konflik sosial berbasis etnisitas yang berlangsung secara masif tidak ada yang semata-mata terjadi karena perbedaan-perbedaan sosial-budaya yang bersifat horizontal. Bayuwangi Utara. atau Sumenep Kepulauan. Lamongan. Berdasarkan eksplorasi nilai-nilai budaya di atas. (Kusnadi. Pasuruan dan nelayan Kwanyar. (Kusnadi dkk. Hal yang samajuga berlaku untuk nelayan Madura asal Kraton. atau nilai-nilai budaya lainnya. dan Sumenep Daratan. bahasa. membedakan dirinya dengan masyarakat di Jember Utara. Masing-masing pihak mendefinisikan eksistensinya berdasarkan nilai-nilai lokalitas yang kontekstual. merupakan akibat dari kekurangmampuan pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) dalam memahamkan esensi otonomi daerah yang terkait dengan batas-batas administrasi daerah dan kewenangannya mengelola potensi sumber daya laut setempat kepada masyarakat nelayan di kawasan pesisir. Kedua pihak mendefinisikan identitas dirinya sebagai kelompok nelayan yang berbeda satu sama lain berdasarkan nilai-nilai sosial-budaya dan sejarah sosial yang membentuk eksistensi mereka.96 budaya. dannilai-nilai baru yang dimunculkan karena faktor karakteristik geografis.

karena esensi pemerintah daerah hanya sebagai alat pembangunan daerah. pada tataran sosial. dan pengorbanan yang besar.97 aspek vertikal-struktural. berorientasi kerakyatan. bukan otonomi pemerintah daerah (pemda). Bahkan semakin tinggi nilai sumber daya yang diperebutkan dan kondisinya terbatas. Di tengah-tengah karakter rezim otonomi daerah yang masih belum beradab dan manusiawi. dan berdimensi keadilan sosial. . penguatan kapasitas masyarakat harus dilakukan dengan membangun fondasi kesadaran struktural-kultural bernegara dan berbangsa agar memiliki kemampuan dalam berdiskusi dengan elite daerah untuk memberi arah pada kebijakan pembangunan daerah yang memihak kepentingan masyarakat luas. Otonomi daerah hat-us ditafsiri sebagai otonorni masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing. 1997). Sementara itu. keseriusan. dengan berbagai cara. dengan jalan merumuskan kebijakan pembangunan dan pembuatan regulasi daerah yang bersifat transparan. Upaya untuk meretas jalan menuju perdamaian abadi juga sangat sulit karena membutuhkan kesabaran. maka konflik sosial yang terjadi akan semakin intensif dan keras (Kusnadi dan Burhanuddin. rezim otonomi daerah dalam masa transisional ini harus belajar bagaimana meminimalisasi timbulnya konflikkonflik sosial yang berbasis etnisitas dan keagamaan. seperti akses dan penguasaan sumber daya ekonomipolitik (kekuasaan) senantiasa terlibat. jalan untuk membangun fondasi kesadaran strukturalkultural di atas masih sangat panjang. demokratis. Dalam situasi demikian. dampak konflik secara psikologis sangat mencekam masyarakat dan secara sosial-ekonomi memberatkan masa depan kehidupan mereka yang terlibat konflik. Berdasarkan uraian di atas.

Dari segi fisiologis bahwa manusia itu makhluk yang mempunyai fisik hampir sama dengan hewan. jika terjadi perbedaan seperti itu. Ada yang bisa melihat dan ada yang (maaf) buta. Dalam realitas sosial. kita harus mendefinisikan manusia . Ada yang gendut. maka manusia punya telinga. Tatkala terjadi dilema antara materi hukum. Dari segi fisiologis bisa dikatakan tidak ada beda antara manusia dengan hewan. maka mana yang pantas disebut sebagai manusia? Maka dari itu.98 BAB 6 MANUSIA. artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. (c) aparatur hukum. Hewan punya kepala. NILAI. serta rendahnya budaya hukum masyarakat. Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan menjadi wujud budaya masyarakat sangat mungkin terjadi dilema dan benturan dengan nilai etika. Hewan punya kaki. kurus. konflik di antara penegak hukum. maka kita akan dibuat kebingungan. kurangnya sarana dan prasarana hukum. ada yang langsing. yakni (a) materi hukum. Membicarakan mengenai manusia. DAN HUKUM A. maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat. dan (d) budaya hukum masnyarakat. maupun estetika yang berhubungan dengan keindahan. Jika kita mendefinisikan manusia hanya melalui segi fisiologis saja. MORAL. pengembangan spremasi hukum sangat tergantung pada empat komponen. Apa itu manusia? Apa beda manusia dengan makhlukmakhluk lain? Apa nilai-nilai kemanusiaan itu dan berbagai macam definisi manusia. MANUSIA DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN Manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya pada dsarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Nilai tersebut berupa : etika yang erat hubungannya dengan moralitas. maka akan muncul berbagai macam pertanyaan. Ada definisi yang memandangkan dari segi fisiologis ada juga yang memandangnya dari segi sosiologi. maka manusia punya kepala. (b) sarana prasarana hukum. maka manusia pun punya kaki. Di antara manusia itu saja terjadi perbedaan bentuk fisik. Hewan punya telinga.

ada kebudayaan umat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. keyakinan. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat Di sisi lain. Pengetahuan yang dirnilikinya itulah yang akan menentukan apakah proses penyempurnaan diri yang dia lakukan itu memang sudah benarbenar sempurna ataukah belem. maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syariat (budaya syar'iy) di samping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal. NILAI BUDAYA Banyak definisi tentang kebudayaan. Fitrah manusia adalah punya sisi baik dan buruk. dan fisik. Maka. Bagaimana manusia menyempurnakan dirinya? Manusia dalam proses penyempurnaan diri itu membutuhkan yang namanya pengetahuan.99 kembali dengan sudut pandang lainnya. Pengetahuan seperti apa yang betul? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya di mana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agarna bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Karena dari segi fisik memang tidak ada beda dengan hewan tetapi yang membedakannya adalah akal. Definisi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahi-Nya akal. dan norma yang dianut masyarakat yang memengaruhi perilaku mereka dalam . tetapi ketika "membumi". B. nilai. Tetapi kita juga jangan lupa bahwa manusia itu juga punya fitrah/kecenderungan untuk menyempurnakan diri. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Nilai-nilai kemanusiaan adalah suatu hal yang dapat memanusiakan manusia atau bisa dikatakan juga kembali kepada fitrah manusia. ada yang berpendapat bahwa manusia itu hewan yang berakal. itulah nilainilai kemanusiaan. hati. Dengan demikian.

Nilai teori. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. Nilai seni. Kombinasi antara nilai teori dan ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progresif dari kebudayaan. alam adalah tantangan yang harus diatasi. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. Ketika manusia menentukan dengan objektif identitas bendabenda atau kejadian-kejadian. maka manusia mengenal nilai agama. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. seni. dan fantasi disebut aspek ekspresif dari kebudayaan. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. 3. 1. 5. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. yaitu: teori. . Nilai ekonomi. maka manusia mengenal nilai seni. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dankebesaran yang menggetarkan di mana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang mahagaib. kuasa. Nilai kuasa. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti pikirannya. agama. perasaan.100 upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. 4. 2. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang sama-sanna menekanlcan intuisi. Jika yang dialami itu keindahan di mana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. Berbeda dengan hewan. ulanusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. Di samping sebagai fasilitas. Nilai agama. dan solidaritas. ekonomi. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini.

sebagai dirinya (malaikat). akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab‟i). dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. dan lainnya. sedangkan pendukung budaya ekspresif biasanya statis atau tradisional. Pendukung budaya progresif pada umumnya dinamis dan siap digantikan olch generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. hawa nafsu. schingga ada sosok orang yang materialis. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. syahwat. artinya. ilmuwan yang mistis. Nilai solidaritas. Misalnya. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. yang lebih dipengaruhi olch nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. persahabatan dan simpati sesama manusia. dan sebagainya. seniman. Budaya progresif akan mengembangkan cara berpikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. politisi yang pejuang. dan sebagainya. menghargai orang lain. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. dengan manusia yang mencapai puncak kesempurnaannya. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad.Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memerhatikan halal dan haram. Malaikat adalah maujud yang diciptakan dari akal murni. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. pada malaikat sama sekali tidak terdapat unsur materi. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. pekerja sosial. Demikian pula halnya dengan hewan yang seluruh . Terdapat perbedaan antara malaikat. insan kamil berbeda dengan malaikat kamil. yang telah mencapai tingkat tertinggi dan akhir kesempurnaannya. sedankan puncak dari budaya ekspresif bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. amarah. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. ulama yang rasional.101 6. Kesempurnaan pada suatu maujud (ciptaan) berbeda dengan kesempurnaan pada maujud (ciptaan) lainnya.

Yakni. ada yang bersyukur dan ada pula yang kajir. sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an: Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). C. Perbedaan antara manusia. karena memang mereka tidak diciptakan untuk diuji. ketika tidak hanya kecenderungan pada satu nilaidari sekian banyak nilai yang ia miliki. Kemudian ia akan sampai pada satu fase atau tahapan di mana ia akan diuji. insane. karena itu Kami jadikan dia mendengnr dan melihat. Al-Insan: 2-3) Kami telah menciptakan manusia dari nutfah (sperma) yang di dalamnya terdapat banyak campuran. (Q S.102 substansinya bersifat materi. pada diri manusia tertimbun serangkaian potensi. la dapat dianggap sempurna ketika mampu menyeimbangkan dan menstabilkan serangkaian potensi insaninya. adalah maujud yang terdiri dari apa yang ada pada malaikat (akal) dan apa yang ada pada hewan (nafsu). Tidak demikian halnya dengan makhluk-makhluk lainnya. Lain halnya dengan manusia. Insan kamil adalah manusia yang seluruh nilai insaninya berkembang secara seimbang dan stabil. malaikat dan hewan terletak pada susunan unsur dan zatnya. mereka tidak layak untuk diuji. suatu makhluk yang mulki-malakuti. Manusia dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya dapat dianggap sempurna. Yang dirnaksud dengan keseimbangan di sini adalah: seiring dengan perkembangan potensi-potensi insaninya. tercipta juga keseimbangan dalam perkembangannya. Sesuungguhnya Kami menunjukinya jalan yang hurus. Orang-orang bijak mengatakan: "Hakikat dan substansi keadilan adalah keseimbangan dan keselarasan". PERLUNYA KESEIMBANGAN NILAI-NILAI INSANI Kamal atau kesempurnaan manusia terletak pada kestabilan dan keseimbangan nilai-nilainya. Tidak satu pun dari nilai-nilai itu yang berkembang tidak selaras .

lalu Ibrahim menunaikannya. tetapi dalam sebuah komunitas suasana tolong-menolong dan komunikasi biasa bisa memberikan sebuah perubahan yang bertahap. ketika ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). . Potensi personal merupakan sebuah inti atau core manusia dalam mencapai kesempurnaan dirinya sebagai insani menuju insan kamil (manusia yang sempurna). Kemampuan insan akan semakin terasah dan teruji kalau dia dihadapkan dengan insan yang lain dan pada sebuah komunitas yang berada di sekeliling dia. KESALEHAN PRIBADI DAN SOSIAL Manusia dalam keberadaannya di muka bumi senantiasa berada dalam dua lingkup yaitu dalam lingkup personal (pribadi) dan sosial. Akan tetapi. Keberadaan insani yang satu merupakan organ yang unik dan beragam. Allah berfirman: Sesunguhnva Aku akan menjadikanmu bagi sehlrult manusia. Al-Qur'an menyebut manusia yang nilai-nilai insaninya berkembang seimbang dan sempurna ini sebagai "imam": Dan (ingatlah). Tidak hanya dari segi nilai saja yang disebarkan.103 dengan nilai yang lain. Potensi pribadi akan bisa memengaruhi suasana komunitas. akan tetapi tidak sedikit koniunitas justru mewarnai pribadi itu sendiri menjadi sebuah budaya. Nilai-nilai kebaikan dari seseorang yang saleh belum teruji kalau dia tidak berinteraksi dengan komunitas sebagai makhluk sosial. insan yang unggul dan teruji dapat dengan kuat memengaruhi komunitas tanpa dia sendiri terpcngaruh oleh komunitas itu. (QS. AlBaqarah: 124) D. Seseorang yang saleh dan teruji dan kuat akan bisa menjadikan komunitas sekitarnya salah. Setiap insan atau personal mempunyai potensi yang diberikan sama oleh Allah dalam rangka beribadah kepada-Nya. Kesalehan pribadi atau integritas diri merupakan sebuah fondasi yang penting dan utama dalam mengubah diri dan sosial. Hanya insan yang belum teruji atau lemahlah yang akan terpengaruh oleh lingkungan yang ada.

Di antara agama-agama yang ada dalam sejarah. Perubahan berawal dari perubahan di sekitar atau sekelompok orang yang mempunyai alam pikiran yang sama dan saling menghargai di antara perbedaau yang ada dan tidak saling mengganggu dan merusak. Perubahan sosial meinang tidaklah sebentar. tanamkan dalam diri kita kesalehan pribadi dan bersosial. Sebuah unglcapan yang mungkin bisa dijadikan perenungan. Islam memiliki keistimewaan tersendiri. Islam sebagai agama dan umat. dan bertahap menjadi sebuah koinunitas yang saleh. tetapi ajaklah mereka yang pengensaleh tetapi terjerumus pada kesalahan atau terkesima oleh inggar-bingar duniawi yang menyesatkan. akan tetapi sekaligus menyatakan dirinya sebagai aliran yang komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. la tidak membatasi dirinya pada hubungan manusia dengan Tuhan atau penyucian jiwa semata (sebagaimana agama Masehi). terlibat pertarungan ideologis hampir di semua bidang dan pengaruh. yaitu Janganlah kita masuk surga sendirian atau saleh untuk sendiri saja. akan tetapi memerlukan waktu dan tahapan yang mau tidak mau dikerjakan dengan kesungguhan dan kerja keras yang lama dan berkesinambungan. .104 Perubahan sebuah komunitas berawal dari insan-insan yang berubah menuju kesalehan dan satu sama lainnya saling melengkapi dalam menebarkan kesalehan. dari pandangan filosofisnya tentang alam. Saleh untuk kita dan juga untuk orang lain. hingga pada pedoman kehidupan individual.

serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi. Menurut Immanuel Kant (1724 -1804) pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pcngalaman. Iptek tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa iptek mencerminkan keterbelakangan. yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya. Di antaranya pandangan Aristoteles (384 SM . norma. yang berarti knowledge atau ilmu pengetahuan (P Medawar. TEKNOLOGI. karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi) yang melingkupi makna pengetahuan tersebut. dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. bahwa pengetahuan menipakan pengetahuan yang dapat diindra dan dapat merangsang budi. DAN SENI A. Hakikat dan Makna Sains Sains dalam istilah Inggris berarti science berasal dari bahasa Latin yaitu scientia. Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery). Menurut Descrates ilmu pengatahuan adalah serba budi.322SM). Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu . dan hukum yang mendasarinya.105 BAB 7 MANUSIA. Tetapi tidak semua ilmu itu boleh dikatakan sains. 1. 1986). penciptaan (invention). melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Pengertian pengetahuan sendiri sebagai istilah filsafat tidaklah sesederhana dipahami pada umumnya. HAKIKAT DAN MAKNA SAINS. mengolah. olch Bacon dan David Home (1711-1776) diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. DAN SENI BAGI MANUSIA Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi. TEKNOLOGI. Kegunaan nyata iptek bagi manusia sangat tergantung dari nilai. moral.

perencanaan sistematis. dan sebagai apa yang disebut generikmeliputi usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. kebenaran pengetahuan. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineering-nya. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapinya supaya didukung oleh fakta atau gejala. pengetahuan Penelitian dasar bertujuan untuk menambah sebagai ilmiah.106 berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. melainkan mendukung dalam mencapai tujuan ilmu itu sendiri. metode atau proses yang berguma. dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. b) Selektif. terlepas dari prasangka pribadi yang bersifat subjektif. namun terbuka untuk dibuktikan kembali. d) Merasa pasti bahwa setiap pendapat. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal: a) Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. Bukan membahas tujuan ilmu. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. melalui eksperimen secara teori. Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. Penelitian pengembangan diartikan penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan penciptaan bahan-bahan. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar langkah berkelanjutan llmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pcngetahuan alam dan pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Sains memberilcan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pcngctahuan itu. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban . c) Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indra dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu. Untuk mencapai suatu pengalaman yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah. teori. sehingga bcnar-benar objektif.

Hakikat dan Makna Teknologi Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Seperti yang diungkapkan Jacques Ellul (1912-1994). langkah. dalam tulisannya berjudul "The Technological Society" tidak mengatakan teknologi tetapi teknik.107 atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan scientific dan ia menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya. Jadi. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang miliki keahlian tertentu. dari Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial. Batasan ini bukan dalam bentuk teoretis. dan metode yang pasti. terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga . metode. Teknologi itu sendiri memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. 2. melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. istilah teknik digunakan tidak untuk mensin. Menurut Ellul. keterampilan itu menjadi lebih teknik. Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubahan bentuk dari alam). teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. meski arti dan maksudnya sama.

Luasnya bidang teknologi. Artifisialitas. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. artinya semua teknik bersatu. f. Teknologi yang berkembang dengan pesat. 1998). artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. Fenomena teknik pada masyarakat kini. Otomatisme. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan. Rasionalitas. Universalisme. Bahkan ilmu ekonomi juga terserap teknologi. Otonomi. e. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. dan segala hal adalah teknologi. Dengan teknik. c.108 teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai tujuan insani. Pembicaraan mengenai knowledge economy di . bahkan dapat menguasai kebudayaan. artinya dalam hal metode. saling berinteraksi dan saling bergantung. sampai kenyataan bahwa teknologi adalah segala hal. memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. mampu mengonsentrasikan kapital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. digambarkan oleh Ellul sebagai berikut: a. Monisme. g. b. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan nonteknis menjadi kegiatan teknis. Knowledge Economy (KE) menurut salah satu definisi merupakan segala aktivitas ekonomi di mana penciptaan dan eksplorasi pengetahuan (knowledge) memainkan peran utama dalam menciptakan kemakmuran (United Kingdom Department of Trade and Industry. meliputi berbagai kehidupan manusia. d. Adapun teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. atinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi. Teknik meliputi bidang ekonomi. Contohnya dengan berkembang pcsatnya ilmu pengetahuan ekonomi.

Karakteristik khusus dari KE seperti yang digunakan oleh Pemerintah New Zealand dalam pengembangan knowledgeeconomynya menyebutkan bahwa keberadaan dari KE dapat dicirikan melalui . Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menghilangkan batasan-batasan demografi semakin mempercepat proses penyebaran pengetahuan dan akhirnya juga kegiatan ekonomi. tampaknya akan terus berubah. Bukan rahasia dan juga bukanlah hal yang baru bahwa pengetahuan (knowledge) merupakan hal yang penting dalam kegiatan ekonomi. Tentu saja ini berkaitan dengan dua latar belakang yang mengantar perkembangan gelombang ketiga ini yaitu globalisasi dan teknologi informasi. Bagaimana untuk menanam benih misalnya atau bagaimana menjual suatu barang tentu memerlukan pengetahuan dan penggunaan pengetahuan tersebut telah semakin meningkat semenjak Revolusi Industri. Setiap kegiatan ekonomi bagaimanapun juga selalu didasari oleh pengetahuan. Hat ini seperti dijelaskan ramalan Toffler. Evolusi ini pun berubah dari (natural) resources menuju knowledge di mana pcnggunaan teknologi semakin intensif. Jika di masa Revolusi Inkustri kemakmuran diciptakan melalui penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Perkembangan kegiatan ekonomi saat ini yang oleh Tofler telah diramalkan sebeluinnya sebagai gelombang ketiga dengan peranan dari teknologi informasi yang semakin pesat.109 beberapa literatur sering mengaitkannya dengan peran teknologi khususnya teknologi informasi yang kemudian mempereepat penyebaran informasi. Hanya saja yang membedakannya adalah porsi penggunaan pengetahuan dan informasi tersebut dalam kegiatan ekonomi saat ini menjadi semakin intensif sehingga membuat perubahan yang cukup besar dalam kegiatan ekonomi dan mengubah basis dari keunggulan kompetitif (Business Week com). maka di era perkembangan teknologi informasi banyak orang menghubungkan knowledgeeconomy dengan industri berteknologi tinggi seperti telematika dan jasa-jasa keuangan.

Peningkatan dalam intensitas pengetahuan ini didorong oleh kombinasi dua kekuatan yaitu revolusi TI dan peningkatan kecepatan dari perubahan teknologi. utama yaitu: peningkatan intensitas pengetahuan dalam kegiatan ekonomi dan maraknya globalisasi dari kegiatan ekonomi. Di akhir 2007 lalu Microsoft yang hanya memiliki 31. dan juga revolusi komunikasi yang berbubungan dengan TI. organisasi. Modal utama perusahaan-perusahaan tersebut adalah pada kekuatan "ide". penciptaan ide yang kemudian direalisasikan dalam bentuk produk juga akan semakin menggandakan keuntungan yang didapat. memiliki kapitalisasi pasar sebesar $600 (billion) triliun. Perkembangan KE juga didukung oleh dua kekuatan.000 karyawan. Gabungan keduanya akan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda karena begituide tersebut masuk ke pabrik. dan inovasi. . Ide bersifat cepat menyebar seperti virus dan teknologi mampu meciptakan skala elconomi. Di mana hardware merupakan produk sementara software lebih kepada ide. maka biaya produksinya akan semakin mendekati nol. pembelajaran. Sementara globalisasi didorong oleh deregulasi nasional dan internasional. Kita bisa melihat banyak contoh perusahaan yang telah menikmati kekayaan dari penciptaan ide. Lihat juga Yahoo! Inc yang sahamnya diperdagangkan pada nilai 40 kali nilai bukunya (Business Week. Perusahaan lainnya Mc Donalds's dengan karyawan 10 kali lebih banyak memiliki 1/10 dari kapitalisasi pasar. perubahan tersebut merupakan perubahan dari hardware ke software. Yang jelas produk masih akan tetap ada namun siapa yang akan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut adalah persoalan siapa yang memiliki software (ide) tersebut. Setelah Revolusi Industri di mana produksi barang menjadi semakin efisien melalui penciptaan econornies of scale.Dengan kata lain.com).110 peningkatan peran dari pengetahuan sebagai faktor produksi dan dampaknya terhadap kemampuan.

jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri antara lain: padat modal. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bersifat padat karya (menyerap banyak tenaga kerja). olahraga.111 b. hiburan. Teknologi modern. Secara hierarki teknologi dibedakan menjadi tiga macam teknologi. menggunakan bahan impor. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat. dan obat-obatan. c. Teknik telah menguasai seluruh sektor kehidupan manusia. Contohnya dalam organisasi negara. Teknologi tradisional. yaitu: a. kerja. pemerintahan. dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat. mekanis elektrik. Teknik meliputi bidang manusiawi. berdasarkan alat penelitian. tetapi dianggap sebagai perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. dan lain-lain. manajemen. manusia harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak adalagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. dan berdasarkan kebiasaan dan pengamatan. Pada masyarakat teknologi. c. seperti administrasi. . Teknologi madya. seperti pendidikan. dan militer. b. menggunakan keterampilan setempat. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan sampai akhirnya manusia takluk pada teknik. berdasarkan penelitian mutakhir. hukum. bagi seorang teknik negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. menggunakan alat setempat. menggunakan bahan setempat. Teknologi meliputi bidang organisasional. menggunakan alat setempat. jenis teknologi ini mempunyai cirri-ciri antara lain: padat karya.

manusia adalah sang artis. Mungkin sulit memisahkan permulaan kesenian dan kebudayaan manusia. pandangan semacam itu dianggap terlalu sempit dan eliteis. apa pun macamnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kreativitas unik. Namun para pelaku yang dianggap seniman tersebut sering kali hanya dapat berkarya dalam lingkungan estetis kebudayaan mereka dan memanfaatkan idiom-idiom yang digunakan masyarakat meraka. Dalam seluruh sejarah kebudayaan manusia pun ditandai dengan seni manusia sebagaimana terungkap dalam pelbagai ragaul karya seni. pelukis. dan lain sebagainya dianggap orang yang menghasilkan kreasi-kreasi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Manusia tak pernah tergantung dan tunduk sepenuhnya pada lingkungan alamiah tertentu. terpisah dari masyarakat. Hakikat dan Makna Seni Menurut pandangan tradisional. yakni pembentukan lingkungan materiil menjadi lingkungan yang manusiawi berkat keterampilan dan kreativitas manusia. seni hanya diekspresikan oleh segelintir orang dan audiensi yang eksklusif. Namun dewasa ini. suatu kekuatan yang dapat menghidupkan dan memperkaya batin manusia dan . Maka sejak awal mulanya. manusia pernah didefinisikan sebagia a tool-using animal. Maka seni merupakan aktif-kreatif-dinamis. Karya seni merupakan wujud dari keseluruhan serta keagungan hati manusia. musikus. Pandangan ini mengatakan bahwa kegiatan artistik yang benar. Seni memang tiada lain dari keindahan yang terpancar dari segi batin yang halus. Maka keliru bila ada yang menganggap bahwa karya-karya seni itu bersifat individual dan eksklusif. Seni adalah suatu nilai hakiki yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Sering kali para artis. seniman.112 3. Manusia adalah pencipta lingkungannya. segala aktivitas seni pun tak mungkin dilepaskan dari eksistensi serta aktivitas masyarakat secara keseluruhan. Oleh sebab itu. karena aktivitas sosial pada hakikatnya bersifat artistik. binatang yang menggunakan alat. Namun alat itu sejak mulanya lebih merupakan alat artis daripada alat seorang pekerja.

Seni adalah nilai yang secara kreatif mendorong manusia kearah pemenuhan martabat manusia sebagai manusia. Adapun seni atau lebih khusus lagi. seniman yang menciptakannya. Atau melalui Candi Borobudur orang dapat berkontak dengan denyut nadi kehidupan kebudayaan Buddhis. Menonton Wayang. berbagai pendapat yang mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara bipolar masih sering terdengar. Memahami seni suatu masyarakat berarti memahaini aktivitas vital masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif. dan Seni bagi Manusia Dalam kehidupan kita sehari-hari. bahwa scni adalah produk sosial. Kehadiran karya seni selalu mengandaikan kehadiran suatu masyarakat yang berjiwa kreatif. yang juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antar kebudayaan yang berlainan coraknya. seni rupa modern. 4. Seni juga merupakan segi batin masyarakat. Sudah tentu. dan subjektivitas. benar adanya apa yang dikatakan Janet Woll. dan agung. Hakikat dan Makna Sains. menghargai dan memahami seni adalah penting. Suatu karya seni tidak saja melambangkan kehadiran sang artis. seni berperan sebagai jalan untuk memahami kebudayaan suatu masyarakat. Di sini. Teknologi. Oleh sebab itu. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan pandangan . Oleh sebab itu. diskursus lersebut tidak mungkin muncul tanpa sejarah. Karenanya suatu karya seni selalu bersifat sosial. misalnya orang mengenal eksistensi kebudayaan Jawa ataupun kebudayaan-kebudayaan lain yang juga memiliki unsur seni Wayang. melainkan melambangkan juga kehadiran masyarakat. Salah satu sebabnya. dinamis. penafsiran personal. umumnya dilihat sebagai praksis filosofis yang justru identikdengan berbagai ketidakpastian. boleh jadi ialah karena pemahaman umum tentang teknologi sebagai perpanjangan tangan dari sains modern yang dianggap selalu berurusan dengan kepastian rasional dan serba keterukuran dalam logika positivisme.113 masyarakat.

Memang tidak bisa dimungkiri kehadiran kamera. Keterkaitan antara keduanya hanya samar-samar terlihat dalam hal keinginan untuk terus menemukan sesuatu yang baru. Kehadiran genre video art mempertemukan dua perangkat tersebut bagai dua sisi mata uang logam. Sejarah sendiri mencatat bagaimana pada paruh pertama abad ke20. . melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin. Pemisahan ini tidak terlepas dari ambisi manusia sendiri untuk mengejar modernitas. Demikian paparan dari Agung Hujatkajennong pada diskusi yang berlangsung dalam rangka pameran Video Sculpture di Jerman Sejak 1963 di ITB. intuisi. Pendapat-pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya keliru melihat pemisahan yang secara sadar atau tidak memang dilakukan oleh para pelaku teknologi dan seni tersebut. menciptakan spesialisasi dalam bidang-bidang kehidupan manusia demi terwujudnya praktik dan disiplin keilmuan yang otonom. Namun berbagai penemuan tersebut semakin memisahkan seni dan teknologi di masa itu hingga menjangkau dalam tataran konsep.114 khalayak yang di satu sisi memahami teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara konkret. Tetapi dalam dekade 60-an. Sementara di sisi lain. 9 Juni lalu. terjadi perubahan mendasar dalam konsep tersebut. kedua bidang tersebut telah menghasilkan puncak-puncak penemuan dalam kebudayaan modern. di mana eksperimentasi dan riset menjadi tulang punggung dalam pencapaian kesejahteraan manusia. Sebuah pendobrakan terhadap tataran konsep pemisahan seni dan teknologi. dan video telah menciptakan sintesis antara dunia imaji dalam seni dengan perangkat teknologi reproduksi mekanik. film. berdampak pada kehidupan manusia. Kelahiran fotografi dan sinema telah membawa perubahan besar dalam kebudayaan manusia. dunia pra reflektif manusia dan khazanah rasawi yang tak terjamah.

Karya-karya purwarupa video art juga mendeskonstruksi konvensi narasi dan pola yang pcnting hadir dalam sinema/film. karya-karya dalam video art menuntut kita untuk mendefinisikan kembali model persepsi estetik secara baru karena karakter-karakter inheren medium video yang khusus membedakan dengan seni lukis. Kebutuhan akan televisi telah memicu lahirnya sistern komunikasi yang baru. dan seni memang berada dalam sebuah konteks sama mengusung pada kemajuan budaya manusia. teknologi. teater. Salah satu fenomena yang menjadi kritik terhadap seni dan telrnologi adalah televisi. Di mana seni dan peralatan teknologi sendiri digunakan untuk menggambarkan kritik tersebut. ekonomi secara besar-besaran dalam kehidupan manusia. bahkan sinema sekalipun. video art memang . politik. Pada tataran tertentu. Video art hadir dalam berbagai bentuk teknologi visual yang secara konseptual seiring dengan diskursu. video art justru lahir dari kecurigaan dan kritisme terhadap seni dan telrnologi. Video art yang hadir dalam bentuk kritisme terhadap seni dan teknologi disajikan dalam bentuk berbeda. Secara sejarah. Agung menjelaskan bahwa seni yang hadir lewat teknologi video memiliki ciri unik sendiri. Ketika fotografi dan film/sinema hadir sebagai kebaruan dari teknologi dan seni. Sejak pertarna kali televisi ditemukan telah menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan hiburan. Sejak berkembangnya video art sampai sekarang. Kritik yang sama terhadap budaya TV dan budaya tontonan juga ditampilkan dalam pameran video art bulan ini. pendapat bahkan ideologi yang terselubung. menjadi sebuah jargon teknologi informasi yang sangat agresif. Sistem komunikasi ini yang mampu mendorong perubahan sosial.115 Menanggapi berkembangnya video art. penggunaan perangkat teknologi terbaru juga menyertai setiap karya yang hadir. informasi. Televisi yang hadir dalam dekade 60-an. Video merupakan rangkaian citra bergerak dan suara yang terikat dengan waktu berbeda dengan lukisan. yang berkembang dalam praksis seni rupa. Terlepas dari kehadiran video art sebagai bentuk kritik. tari.

memperbaiki bibit pada bidang pertanian. yang dimanfaatkan untuk keperluan. Dengan tujuan yang sama untuk memajukan budaya manusia sekaligus menyejahterakannya. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. seharusnya dilengkapi dengan keterlibatan seni dalam perkenalan dengan manusia. sehingga perkeinbangan seni tidak mandek dengan kanon-kanon yang klasik seperti seni lukis dan seni patung saja. maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. Techne yang merupakan proses kreatif seni dan ilmu pengetahuan juga telah melahirkan teknologi yang tidak hanya modern tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan dan keiuginan manusia. Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). Kemudahan itu didapatkan dari kreativitas seni dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan teknologi. Penggunaan teknologi nuklir. Proses-proses kreatif yang hadir dari seni. .116 merupakan sinergi paling menguntungkan antara seni dan teknologi. Seni sebagai sebuah imaji batin yang mampu dirasa bersanding dengan penerapan teknologi yang agresif. Perkembangan arus informasi dan makin gemerlapnya dunia dengan teknologi. dan lain sebagainya. seharusnya bisa menjadi stimtilan yang baik bagi para saintis/teknokrat dan seniman di Indonesia untuk lebih memahami proses perubahan budaya di masyarakat berkaitan dengan adaptasi dan aplikasi seni dan teknologi. Sudah menjadi sifat dasar manusia bila telah terpenuhinya keinginan. misalnya: a. Kolaborasi di antara pihak-pihak tersebut akan mengembalikan praksis seni dan teknologi pada fitrahnya sebagai techne. Di satu sisi. penemuan-penemuan teknologi telah menyumbangkan sistem bahasa yang baru bagi seni. tetapi setiap orang akan berusaha setiap langkah untuk mendapat kemudahan.

slide. misalnya dengan membuat irigasi modern sehingga petani mendapat kemudahan memperoleh air. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. Contoh pada sistem industri ban berjalan. B. Alat rumah tangga mempermudah ibu-ibu melaksanakan tugasnya di dapur. Manusia melebur dengan mekanisme iptek. Keadaan tertekan demikan. terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran.117 b. Teknologi pengendalian air sungai. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK PADA KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA Pengaruh negatif iptek secara manusiawi dirasakan pada masyarakat dewasa ini. Contoh yang sederhana manusia dalam hari makan atau tidur tidak ditentukan oleh lapar atau kantuk tetapi diatur oleh jam. akan mengilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. dan mekanisme-mekanisme iptek. teknologi juga dapat membuat macammacam media pendidikan. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh iptek. Peleburan manusia dalam mekanisme iptek. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak pola komunikasi manusia. c. b. seperti alat-alat masak. Situasi tertekan. TV. tidak berhubungan dengan padang rumput. pantai. seperti OHP. mungkin pekerjaan itu tidak dapat ditinggalkan sebab akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. Gambaran kondisi tersebut sebagai berikut: a. Dalam dunia pendidikan. Bendungan dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. dan lain-lain yang mempermudah para pendidik melaksanakan tugasnya. pepohonan atau gunung . Lingkungan manusia menjadi terbatas. tetapi kadang manusia tidak hadir didalamnya atau pekerjaannya. seorang pekerja meskipun sakit atau lemah ataupun ada berita duka bahwa anaknya sedang sakit di rumah sakit. manusia mengalami ketegangan akibat penyerapan iptek. Iptek telah mengubah lingkungan manusia dan hakikat manusia. menuntut kualitas dari manusia.

artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. iptek manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. yang ada hanyalah bangunan tinggi dan padat. Melalui iptek bukan menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat secara ideologis. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. Perubahan waktu dan gerak manusia. e. Proses sekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. politik. manusia terlepas dari hakikat kehidupan. manusia hanya membentuk masyarakat massa. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. Terbentuknya suatu masyarakat massa. c. Akibat iptek. menit. d. Sebelumnya. sehingga irama kehidupan harus tunduk kepada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusia dan nilai sosial. dan detik. padahal individu perlu hubungan sosial. tidur diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia sifatnya konkret dan alamiah. Iptek manusiawi dalam arti ketat. Terjadi neurosis obsesional atau gangguan saraf menurut beberapa ahli. maka muncul keguncangan. tetapi pertu memanusiakan . Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat. atau persaingan kelas. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. Waktu hanya memiliki kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi dan sosial. Iptek harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. yaitu kegagalan adaptasi dan pergantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknis.118 secara langsung. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. Struktur sosiologi massa dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan iptek dan kebijakan ekonomi (produk industri) yang melampaui kemampuan manusia. Artinya. sehingga sinar matahari pagi tidak menyentuh permukaan kulit manusia. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. Akibat iptek. bebas dari tekanan-tekanan.

hubungan tempat dengan manusia menjadi lebih sering. masyarakat amat mobile penuh dengan ”nomad baru”. Hubungan manusia dengan organisasi menjadi mengalir dan beraneka ragam. menjadi sementara. misalnya. Benda. Alvin Toffler. hubungan manusia dengan manusia pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. baik hubungan formalnya (departemen. pulpen bertinta yang permanen dengan bolpoin yang dibuang setelah habis. Manusia bukan menjadi objek iptek tetapi harus menjadi subjek iptek. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar.instansi pemerintah. hubungan manusia dengan benda tidak awet. Secara kiasan tempat pun seolah-olah cepat terpakai dan habis. Manusia. lebih-lebih iptek mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik. secara kiasan terdapat “orang yang dapat dibuang”. yaitu: 1. dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Jarak fisik semakin tidak berarti. dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. Namun hubungan manusia dengan organisasi hubungan kelompok task force yang semuanya . 2. kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. dan lebih sementara. Kontak antarmanusia tidak menyangkut keseluruhan personalitas. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. melainkan bersifat dangkal dan terbatas. 3. Organisasi. Tempat. perusahaan) maupun hubungan informalnya (kelompok minum kopi). maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. Kondisi sekarang rnanusia itu menjadi objek iptek dan harus selalu menyesuaikan dengan iptek. Akselerasi perubahan secara drastis dapat mengubah situasi.119 iptek. namun hakikatnya sistemnya sendiri telah mengalami banyak perubahan. Manusia dapat kehilangan individualitas dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah eskalator (alat mempercepat) yang dahsyat. tidak berbeda misalnya dengan minuman kaleng. 4. Bandingkan.

120

pada hakikatnya merupakan kelompok ad hoc atau hanya untuk keperluan khusus. 5. Ide, hubungan manusia dengan ide bersifat sementara karena image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir di segala bidang aktivitas manusia.

C. PERMASALAHAN PEMANFAATAN IPTEK DI INDONESIA Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia memiliki

kemampuan yang cukup dalam bidang iptek? Upaya untuk membangun daya saing saja tentunya tidak hanya didasari oleh kcinginan untukmemenangkan pasar tetapi juga harus dengan melihat kemampuan yang dimiliki. Indonesia saat ini masih sangat jauh tertinggal dalam bidang teknologi. Indonesia bukan India yang memiliki tcnaga-tenaga ahli di bidang TI yang kemudian dapat menjual layanannya lintas negara dengan memanfaatkan iptek. Yang tersisa dari Indonesia saat ini mungkin adalah budaya dalam pengertian culture dan heritage. Indonesia berlimpah berbagai ragam budaya yang membentang sepanjang Nusantara. Keanekaragaman budaya ini merupakan salah satu karakteristik unik yang mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi produk yang akan menjadi implementasi budaya ini. Bentuk nyatanya tentu saja seperti yang saat ini populer

diperbincangkan banyak orang yaitu industri kreatif (atau ekonomi kreatif). Pengembangan ekonomi kreatif memadukan unsure ide, seni, dan teknologi. Indonesia memiliki daya dukung yang sangat melimpah. Manusia Indonesia (secara rata-rata) mungkin seperti saya, tidak terlalu pintar (kalau tidak mau dibilang bodoh). Namun memiliki kreativitas yang cukup seperti kita bisa lihat dari berbagai mcam peninggalan yang kita miliki. Masalahnya kemudian adalah bagaimana untuk mengembangkan potensi iptek kreatif yang dimiliki Indonesia. Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana mengakomodasi pengembangan bidang yang relatif baru ini di Indonesia sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi dan hal lainnya adalah bagaimana untuk menjaga dan mengembangkan

121

sumber dari iptek kreatif ini yaitu penciptaan ide dari manusia-manusia kreatif Indonesia. Seperti dikutip Kompas.com, Hubert Gijzen, Direktur dan Perwakilan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco), menyampaikan bahwa pengembangan industri kreatif memiliki implikasi ekonomi yang jauh lebih luas, lebih dari sekadar menciptakan nilai tambah yang besar tetapi juga dapat mengangkat pembangunan manusia dan sosial. Dalam membangun industri kreatif yang di dalamnya termasuk industri budaya, kata Hubert, harus didorong terjadinya dialog interkultural. Saya pikir, kesimpulan yang disampaikan oleh Sardono W Kusumo masih dalam diskusi yang sama oleh Kompas, bisa juga menjadi perhatian bahwa penciptaan lingkungan yang mendukung adanya kebebasan untuk berkreasi adalah salah satu sarana untuk terus menjaga agar benih-benih manusia kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki posisi seperti yang diimpikan Indonesia Forum dalam visi 2020. Dalam hal ini perlu ada kebebasan individu dan negara harus menciptakan iklim untuk tumbuhnya kebebasan berkreasi itu.

122

BAB 8 MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A. EKOLOGI MANUSIA DAN KESADARAN INDIVIDU DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Secara alamiah, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memkihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia menyikapi dan mengelola lingkungannya yang pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola perdaban dan kebudayaan. Ekologi manusia, menurut Amos H. Hawley (1950: 67) dikatakan, "Human ecology maybe defirzed, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia). Frederick Steiner (2002: 3) mengatakan, "This new human ecology over emphasizes complexity over-reductionism, focuses on changes over stable states, and expands ecological concepts beyond the study of plants and animals to include people.This view differs from the environment determinism of the early twentieth century”. (Ekologi manusia baru menekankan pada overreduksionieme yang cukup rumit, memfokuskan pada perubahan negara yang stabil, dan memperluas konsep ekologi melebihi studi tentang tumbuhtumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia. Pandangan ini berbeda dari determinisme lingkungan pada awal-awal abad ke-20). Menurut Gerald L. Young (1994: 339) dikatakan, “Human ecology, then, is an attempt to understand the inter-relation ships between the human species and is its

Ini meliputi dua kesadaran bahwa ada perbedaan dalam kesatuan tersebut. Hawley menekankan pada studi tentang bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia (masyarakat) dalam kaitannya dengan lingkungan. Manusia. ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley adalah sebagaimana pernyataannya. yang masing-masing sebagai berikut. like plant and animal ecology. ekologi manusia. melainkan sebuah dia juga mengembangkan antara anggota-anggotanya pengalaman . Ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley (1950). tidak hanya bekerja dalam sebuah tempat di jaringan kehidupan. as we have seen. It involves both a recognition af the fundamental unity of animate nature and an awareness that there is differentiation within that unity. Persamaan dari ketiga definisi yang dikemukakan di atas adalah bahwa pengertian “ekologi manusia” merujuk pada suatu ilmu (iokos = rumah/tempat tinggal. sebagaimana ekologi tumbuh-tumbuhan dan manusia. Man. Steiner menekankan pada era baru ilmu “ekologi manusia” yang memperluas dari ekologi yang hanya mempelajari lingkungan tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia secara kompleks). Perbedaan dari ketiga definisi tersebut adalah pada titik tekan (emphasizes) para pakar dalam mendefinisikan “ekologi manusia”. Human ecology.123 environment” (dengan demikian. merepresentasikan penerapan khusus dari pandangan umum pada sebuah kelas khusus dalam sebuah kehidupan. sebagaimana kita tahu. not only occupies a nicle in nature‟s web of life. (Ekologi manusia. Young menekankan pada keterkaitan (interaksi) antara manusia dan lingkungannya saja. adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya). logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya. represents a special application of the general viewpoint to a particular class of living things. he also develops among his fellows an elaborate community of relations comparable in many important respects to the more inclusive biotic community” Jadi.

Toleransi atau sikap tenggang rasa adalah bagian dari konsekuensi logis dari kita hidup bersama sebagai makhluk sosial. dan (3) scaffolding of place and change (perancah tempat dan perubahan). B. Dengan begitu. (2) integrative traits (cirri-ciri yang integrative). Steiner (2002). sebaiknya dihindari dalam perspektif ini. . tindakan suatu kelompok yang hanya ingin menggapai keuntungan pribadi saja sebaiknya juga harus meletakkan rasa toleransi ini.124 hubungan lingkungan yang sebanding dalam tanggung jawab pentingnya atas lingkungan hidup yang lebih terbuka). KESADARAN INDIVIDU DALAM MASYARAKAT Kesadaran individu dalam masyarakat mengenai lingkungan hidup dan kelestariannya merupakan hal yang amat penting dewasa ini di mana pencemaran dan perusakan lingkungan merupakan hal yang sulit dihindari. Kesadaran masyarakat yang terwujud dalam berbagai aktivitas lingkungan maupun aktivitas kontrol lainnya adalah hat yang sangat diperlukan untuk mendukung apa yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan penyelamatan lingkungannya. hak yang sama juga berlaku di sini. akan tetapi ini sudah masuk pada kewajiban manusia untuk menghormati hak-hak orang lain. seperti dikatakan Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu menghargai satu dan lainnya. Oleh karena itu. menyatakan bahwa ruang lingkup ekologi manusia meliputi: (1) set of connected stuff (sekelompok hal yang yang sakung terkait). kita bisa mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungannya adalah suatu bentuk dari toleransi ini. Hak orang lain tersebut adalah untuk menikmati dan merasakan keseimbangan alam secara murni. Sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merusak saja. Melanggar konsekuensi ini juga berarti melanggar etika berkehidupan bersama. Kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya bagaimana menciptakan suatu yang indah atau bersih saja. Demikian juga halnya dengan perspektif lingkungan.

2. Kerusakan suatu lingkungan akan berakibat pada manusia itu sendiri. yakni pencemaran lingkungan baik udara maupun air dan sekaligus membahas mengenai cara menanggulanginya. Suatu kehidupan lingkungan akan sangat tergantung pada ekosistemnya. Keberadaan lingkungan tersebut pada hakikatnya meski dijaga dari kerusakan yang parah. Lingkungan fisik segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda mati. bahwa ada beberapa hat yang perlu kita perhatikan: 1. dan tidak terlaluingin mengganggu. memelihara. Lingkungan sosial. 4. Rasa tepa salira yang cukup tinggi. yakni: 1.125 Kondisi senyatanya dari masyarakat kita mengenai kesadaran lingkungan hidup ini tampaknya masih tercermin seperti apa yang dikatakan P. Tanggung jawab mengenai kelestarian alam masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali. Tidak memikirkan akibat yang akan terjaki. Sebab untuk menjaga semuanya itu tidak ada lagi yang bisa dimintai pertanggungjawaban kecuali manusia sebagai pemakai/ pengguna itu sendiri. maka dalam bab ini kita akan membahas pada salah satu jenis perusakan lingkungan. dan bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan. Hal ini dirasakan akan mengakibatkan masalah lingkungan semakin panjang. Kesadaran melapor (jika ada hal-hal yang tidakberkenan dan dianggap sebagai mkawan hukum lingkungan) tampaknya masih kurang. 2. Lingkungan biologis: segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda hidup. 3. sepanjang kehidupan saat ini masih berjalan dengan normal. ahli lingkungan membagi kriteria lingkungan hidup dalam tiga golongan besar. PENCEMARAN LINGKUNGAN Umumnya. Lingkungan merupakan unsur . 3. Joko Subagyo. mencintai. dan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu. sebagai bentuk usaha kuratif maupun preventif. adalah manusia yang hidup secarabermasyarakat. Lingkungan merupakan unsur penentu dari kehidupan mendatang. C. Untuk membahas hal ini. masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk.

fisis dan biologis. Kemudian jumlah maksimum yang dapat dibuang dalam setiap unit produksi. baik air. Dampaknya pada . Perubahan ini bukannya menunjukkan perkembangan yang optimus dan mengarah pada tuntutan zaman namun malahan sebaliknya. Pencemaran lingkungan yang berdampak pada berubahnya tatanan lingkungan karena kegiatan manusia atau oleh proses alam berakibat lingkungan kurang berfungsi. maka orientasi untuk menjaga lingkungan semesta pun akan bisa digunakan untuk mencapai tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi semata. semua fasilitas yang digunakan. apabila pelaksanaanya sesuai dengan program yang telah dijalankan.126 penentu dari kehidupan mendatang. Ini disadari. Misalnya. Unsur senyawa kimia yang diizinkan. Misalnya. di samping perkiraan atas sebagainya. Pencemaran itu lebih banyak terjadi karena limbah pabrik yang masih murni. teknik penggunaannya. maka hal itu akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup seriuas. Pencemaran air. satuan berat unsur atau senyawa dalam air bungan. Bagi program pembangunan itu sendiri. Dengan demikian. Lingkungan alam merupakan prasyarat pokok mengapa dan bagaimana pembangunan itu diselenggarakan. keadaan lingkungan yang dotata sebaikbaiknya untuk menjaga kehidupan kini dan mendatang. misalnya bisa dikategorikan melalui ukuran zat pencemar yang diizinkan dibuang pada suatu jangka waktu tertentu. Misalnya. Salah satu prosuk dari kerusakan lingkungan itu adalah pencemaran. Pencemaran berakibat kualitas lingkungan menurun. metode operasinya dan lain-lain. Kemunduran yang seperti itu dimulai dari sebuah gejala pencemaran dan kerusakan lingkungan yang belum begitu tampak. usianya. di samping perkiraan atas pengaruh yang bersifat kimia. dalam produksi setiap ton kertas tidak diperbolehkan sekian kilogram zat padat dan lain sebagainya. maksimum ppm. sehingga menjadi fatal jika itu tak bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsi sebenarnya. dan mereka belum melalui proses waste water treatment atau pengolahan. tanah. maupun udata. maka dituntut perkiraan mengenai biaya keseluruhan teknologi linkungannya. Dengan demikian.

Akibat pengembangan industri. Di samping adanya sumber daya alam. Instrumen ekonomis merupakan hal yang relative baru. Sehingga dengan cara demikian. udara adalah sumber daya alam yang mengalami pencemaran sebagai akibat sampingan dari aktivitas manusia itu. permukiman akan menimbulkan sisa buangan. maka dapat dipersiapkan pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan dalam bentuk pengembangan positif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan tersebut. Oleh karena itu. seperti kegiatan gunung berapi. Selain dari aktivitas unanusia. perlu adanya kesadaran bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. proses alami. Sarana utama yang diterapkan adalah pengaturan sifatnta tradisional dan biasanya berupa izin serta persyaratan pemakaian teknologi pencemaran. Proses perkembangan teknologi. Kebijaksanaan lingkungan ditujukan kepada pencegahan pencemaran. . sistem transportasi. cair.127 lingkungan secara umum. jelas sangat merusak dan berakibat fatal bagi lingkungan secara keseluruhan. dan padat yang jika dibuang ke lingkungan hidup akan menimbulkan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. tiupan angin terhadap lahan gundul berdebu dan lain sebagainva juga merupakan sumber dari pencemaran udara. Mulanya pencemaran diakibatkan dampak teknologi buatan manusia atau hasil produksi yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. gas. pembangunan dan peningkatan populasi (jumlah banyaknya penduduk) selama dekade-dekade terakhir mengakibatkan berlipatnya aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupannya. Kita perlu memperkirakan pada perencanaan awal suatu pembangunan yang akan kita lakukan. Aktivitas manusia itu sendiri merupakan sumber pencemaran yang sangat potensial. alam air dan tanah. Contohnya: pungutan (charges) pencemaran udara dan air serta uang jaminan pengembalian kaleng atau botol bekas (deposit fees).

hidrokarbon. dan ini barangkali yang paling fatal adalah. Dari banyak jenis gas yang berperan dalam masalah udara adalah SO2. Sumber titik dan area dapat dijadikan satu kelompok. yaitu partikel dan gas. kondisi metereologi.PENGENDALIAN PENCEMARAN Salah satu akibat yang paling pasti dari adanya pencemaran adalah perubahan tatanan lingkungan alam atau ekosistem yang sebelumnya secara alami telah terjadi. Termasuk ke dalam sumber stasioner adalah kegiatan rumah tangga. Sehingga tingkat pencemaran udara sangat bervariasi baik terhadap tempat maupun waktu. sehingga pengelompokannya menjadi dua. sifat khas bahan pencemar. Bahan pencemar udara digolongkan dalam dua golongan dasar. sumber penceman udara dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar. dan berbagai gangguan lain. dan bergerak. NO2. yakni sumber stasioner dan bergerak. Akibat lain. menurunnya kualitas sumber daya dan kemudian tidak bisa dimanfaatkan lagi. adalah penting bagi kita untuk menyadari bahwa ini ancaman yang serius bagi manusia. gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. D. Melihat kondisi pencemaran itu. Konsentrasi bahan pencemar yang terkandung dalam udara bebas dipengaruhi banyak faktor. tanaman dan materiil. CO2. industri. area. NH3 dan H2. klimatologi. Dalain konsentrasi yang berlebih. Adapun sumber bergerak adalah kendaraan angkutan. Akibat lainnya adalah tidak atau kurang berfungsi satu atau beberapa elemen lingkungan dikarenakan kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran tersebut. oksidan. pembakaran sampah. yaitu sumber titik. Karenanya pengetahuan lingkungan perlu ditingkatkan guna mencapai kesadaran masyarakat. dan letusan gunung berapi. . topografi. yaitu konsentrasi dan volume bahan penceman yang dihasilkan suatu sumber.128 Menurut sifat penyebaran bahan pencemarannya. dan geografi.

sifat aslinya. namun juga di negara-negara yang sedang berkembang dimana proses dan praktik industrialisasi mulai diterapkan. maka diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan sebagai proses dalam pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan. industrialisasi yang tidak memenuhi standat kebijaksanaan lingkungan hidup adalah faktor utama mengapa pencemaran terjadi. Terlebih lagi karena sungai adalah sumber air yang digunakan untuk makan dan minum bagi makhluk hidup. pencemaran memang sudah banyak terjadi. Pelestarian sungai dari pencemaran pengendalian meliputi atas perlindungan. sebagai pelaksanaan UU No.35 Tahun 1991 tentang Sungai. Pencemaran pada sungai misalnya. maka sudah tidak bisa ditunda lagi bahwa pencemaran haruslah. dan udara di dunia ini. penggunaan. tidak sekadar dihindari. Hal ini berpedoman pada prinsip bahwa air dalam sungai akan bisa menjadi sumber malapetaka. 11/1974 tentang Pengairan. harus dihindari dan dicegah karena sungai merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. sungai sebagai sumber air. sangat penting fungsinya sarana penunjang utama dalam pembangunan nasional. air. Dengan demikian. Terlebih lagi karena sungai adalah kebutuhan sehari-hari. pemerintah hendaknya memerhatikan pelestarian sungai. Dengan menyadari bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. . Di samping itu.129 Dengan akibat-akibat seperti itu. Pencegahan terhadap pencernaran merupakan upaya yang sangat besar bagi penyelamatan masa depan bumi. Misalnya dan kerusakan dengan dikeluarkannya PP Ni. Sebelumya. akan tetapi diperlukan juga tindakan-tindakan preventif atau pencegahan. dari pengambangan. Karena itu. maka perlu dengan perkiraan pada perencanaan awal. sehingga dengan cara demikian dapat dipersiapkan langkah pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan pengembangan dampak positif dari kegiatan tersebut. maka peraturan itu bisa digunakan sebagai pedoman dalam rangka menjalankan aktivitas yang pada akhirnya mengancam bahaya kelestarian sungai. Tidak hanya di negara maju di mana industrialisasi sudah mencapai puncaknya. Sehubungan dengan itu.

Dalam UU No. dan yang lebih penting lagi adalah pemilihan teknologi yang dapat guna proses pengelolahan limbah industri termasuk daur ulang dari limbah tersebut. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP INDIVIDU Lingkungan merupakan salah satu faktor vang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu. Sebab yang demikian inilah yang disebut sebagai partisipasi dari kesadaran masyarakat. E. . maka masyarakat pun harus mendukung sekaligus mengontrol dari pelaksanaan berbagai kebijakan itu. baik lingkungan fisik maupun sosio-psikologis. merupakan hal yang harus dihindari kareana. dalam Pasal 17 UULH dinyatakan bahwa: Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang dilakukan scara menyeluruh dan/atau secara sektoral ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan. Hal ini penting mengingat kebutuhan kelestarian lingkungan yang ada di sekitarnya. Dengan melihat kepedulian pemerintah dalam hal penyelamatan lingkungan hidup. termasuk di dalamnya adalah belajar. ketentuan mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP. studi yang menyangkut pengaruh dari pemilihan industri terhadap kemungkinan pencemaran melalui prosedur AMDAL maupun ANDAL.130 Pencemaran akibat industri misalnya. pemilihan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi. Mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran.23/1997 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) Pasal 14 ayat 2 dinyatakan bahwa di samping ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup. maka setidaknya harua ada landasan bagaimana industrialisasi yang tak merugikan. Hal tersebut meliputi pemilihan lokasi yang dikaitkan dengan rencana tata ruang. Jika industrialisai merupakan proyek pembangunan yang tak bisa dihindari guna kemajuan manusia. Pencegahan pencemaran industri dimulai dari tahap perencanaan pembangunan maupun mnegoperasian industri. baik polusi udara yang diakibatkannya maupun buangan limbah hasil proses mengelolahan barang mentahnya sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa. b. karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. akan mengakibatkan berubahnva tabiat manusia sebagai manusia. Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahuntahun permulaan perkembangannya. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial.131 Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empiris yang berarti pengalaman. Manusia tidak bisa melepaslcan diri seeara mutlak dari pengaruh lingkungan itu. Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orangorang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi. maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali. pemalu. dapat kita ikuti pada uraian berikut: a. canggung. Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu. Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakcan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. dan lain-lain. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu. walaupun diberinya cukup makanan dan minuman. Dapat kita bayangkan andai kata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja. akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang. sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya. karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami danmengecap alam sekitarnya. karena manusia hidup adalah manusia yang berpikir dan serba ingin tahu serta mencoba- .

d) Objek penyesuian diri bagi individu. baik secara aloplastik maupun autoplastis. karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya. Dalam hal ini. Lingkungan memiliki peranan bagi individu. b) Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Adapun penyesuaian diri autoplastis. sebagai: a) Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. . pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengentifikasi. c) Sesuatu yang diikuti individu. Contoh: air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya. Contoh: air dapat digunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung kerumah. sedikit banyaknya sifat rajin dari temanya akan diikutinya sehingga lama-kelamaan dia pun menjadi anak yang rajin.132 coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya. namun lamakelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak mengalami gangguan lagi. individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. artinya individu itu berusaha untuk mengubah lingkungannya. Penyesuian diri alloplatis. penyesuian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit. apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contohnya : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temanya yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar.

perkembangan sistem pemerintah. bahwa perubahan kebudayaan materiil cenderug lebih cepat dibandingkan perubahan kebudayaan immateriil. Ketidakseimbangan perubahan kebudayaan materiil dengan kebudayaan immateriil disebut kesenjangan kebudayaan. Dari sisi ke-Indonesia-an. perekominian. Kejadian di suatu masyarakat atau di suatu tempat tidak akan luput dari sototan media komunikasi sehingga masyarakat di tempat lain pun mengetahuinya. persoalan lintas budaya umumnya terkait dengan perkembangan di dunia memengaruhi atau dipengaruhi. Dalam era globalisasi unsur-unsur budaya saling memengaruhi dari satu budaya ke budaya lain. yaitu : pengaruh positif dan negatif. persoalan lintas budaya ini adalah: (1) kesenjangan kebudayaan (cultural lag). bisa berwujud pengembangan ilmu pengetahuan. Iklim keterbukaan itu akibat perkembangan teknologi informasi yang merupakan bagian dari perkembangan iptek. Globalisasi adalah sistem atau tatanan yang menyebabkan suatu negara tidak mungkin mengisolasi diri akibat kemajuan teknologi dan komunikasi. ISU-ISU PENTING TENTANG PERSOALAN LINTAS BUDAYA Kebanyakn masyarakat dunia dewasa ini disatukan oleh sistem komunikasi dunia. (2) terjadi guncangan budaya (cultural shock). Ogburn berpendapat. Pengaruh globalisasi tersebut dapat dikelompokkan pada dua macam. Dengan sistem komunikasi dunia yang terbuka. Dampak negatif dari globalisasi adalah bergesernya norma dan nilai moral.133 D. Kesenjangan kebudayaan adalah pertumbuhan atau perubahan unsur kebudayaan tidak sama cepatnya. 1. berkembangnya teknologi yang lebih baik. persoalan lintas budaya menjadi tak terelakan lagi. Persoalan lintas budaya dapat diartikan pula sebagai perkembangan modernisasi yang berkembang terus menjadi globalisasi. Kesimbangan dalam kehidupan masyarakat (social equilibrium) tidak selalu berarti tidak menginginkan perubahan atau berhenti pada suatu . politik mengarah pada pelaksanaan yang lebih sistematis dan logisrasional. Pengaruh positif. sehingga ukuran norma dan nilai menjadi lebih lunak. Secara umum.

Selain kedua faktor di atas. Ada empat tahap yang membentuk siklus cultural shock. Penyesuaian diri antarbudaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. yang dimaksud dengan sikap adalah kesediaan mental yang terbina melaiui pengalaman yang memberikan pengarahan atau penbaruh bagaimana seseorang . ditandai dengan suatu perasaan dendam. dan lain sebagaiuya. di antaranya faktor internal dan eksternal. rasa cemas dalam dirinya sudah berlaku. sebagai pengalaman baru yang menarik. pada saat inilah terjadi korban cultural shock. Guncangan kebudayaan adalah ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan pola kehidupan sosial ylng tidak serasi fungsinya bagi masyarakat. keadaan ekonomi. Tahap penyesuian diri: sekarang orang tersebut sudah membanggakan sesuatu yang dilihat dan dirasakannya dalam kondisi yang baru. Tahap inkubasi. d. b. keadaan geografis. yaitu: a. sepertibahasa. bertanggung jawab. menurut Brislin (1981) ialah watak (trait) dan kecakapan (skills). Tahap kesembuhan. Menurut Alport. Watak ialah segala tabiat yang membentuk seluruh kepribadian seseorang. hidup dengan damai. perubahan yang terjadi dalam suatu unsur tidak mengganggu unsur yang lain atau unsur yang lain diharapkan menyesuaikan diri sehingga terjadi keseimbangan 2. yang dalam bahasa sehari-hari biasanya merupakan jawaban dan pertanyaan. Faktor internal.134 titik. Kecakapan (skill) meyangkut budaya yang dapat dipelajari mengenai lingkungan budaya yang akan dimasuki. korban mampu melampaui tahap kedua. sikap (uftitude) seseorang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya. tata krama. ”Orang macam apa dia?Jababannya : emosional. kadang-kadang disebut tahap bulan madu. Tahap krisis. adat istiadat. pemberani. c. senang bergaul dan seterusnya. Tetapi makskudnya.

dapat yaitu apakah dengan pekerjaan latar yang dilakukannya ditoleransi belakang pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya. Pekerjaan yang itu dilakukannya. c. Suasana lingkungan tempat ia bekerja. Dengan demikian penting kemudian mencermati lingkungan sekitar kita dalam beraktivitas dan bertindak. Faktor eksternal vang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya adalah: a. Besar kecilnya perbedaan antar kebudayaan tempat asalnya dengan kebudayaan lingkungan yang dimasukinya. Suasana lingkungan yang terbuka akan mempermudah seseorang menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan suasana lingkungan yang tertutup. b. . Lingkungan yang berasal dari luar dan bernilai positif dapat diadaptasi dan dipraktikkan menjadi kebiasaan keseharian.135 menanggapi segala macam objek atau situasi yang dihadapinya. Demikian sebaliknya lingkungan yang negatif dapat mengubah atau bahkan merusak kebiasaan yang telah berjalan baik selama ini.

sekaligus instan. merupakan cermin dari perubahan kebudayaan masyarakat yang dinamis. Kajian multidisipliner dibutuhkan untuk memberihan penjelasan lebih terbuka dan luas terkait kerumitan sosial-budaya yang telah semakin kompleks. Karena tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan sejatinya ialah untuk kemajuan peradaban manusia yang lebih baik. KESIMPULAN Mendekati pelbagai realitas dan fenomena sosial-budaya saat ini sering kali membutuhkan pengkajian secara bersama dalam pelbagai sudut pandang yang luas dengan tetap mempertahanhan perspektif keilmiahan masing-masing bidang keilmuan. dan ngedate/pacaran yang di kalangan generasi muda saat ini merupakan perilaku sosial yang dibiasakan dan mendapat pemakluman bersama dari publik. nongkrong di mall. Problematika kehidupan tersebut perlu ditelaah dan disikapi dengan serius guna tidak jatuh pada penafsiran kebudayaan yang keliru. .136 BAB 9 PENUTUP A. Kebudayaan asing dalam realitasnya harus diakui telah berhasil memengaruhi arah kebudayaan Indonesia yang multikultur. bermain facebook. kebudayaan Indonesia haruslah ditempatkan sebagai konsepsi dan strategi dalam pembangunan nasional. Demikian juga tujuan kesejahteraan sosial bagi setiap warga negara RI dapat tercapai. pakaian jeans. proses integrasi sosial dan politik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kukuh terpelihara. Dengan ini. Sebagai bangsa yang bermartabat. Lahirnva budaya hybrid (persilangan instan) seperti kebiasaan minum Coca Cola. Kebudayaan dalam konteks keindonesiaan beberapa tahun terakhir telah diguncang oleh serbuan kebudayaan asing sehingga memengaruhi perilaku dan tata hidup generasi muda.

sampah. 4) Kondisi lingkungan hidup yang semakin buruk seperti hutan gundul akibat pembakaran dan pembakaran hutan. limbah industri. dan arif atas setiap keragaman budaya dan kultur dalam kehidupan bermasyarakat. dan persoalan kesejahteraan sosial dinilai masih menjadi catatanpenting bagi pembenahan strategi perekonomian Indonesia ke depan. bagaimana menyikapinya untuk pemeliharaan kerukunan di tempat lain? 6) Bagaimana mewujudkan masyarakat multikultur dan memanfaatkan kondisi masyarakat yang multikultur tersebut bagi pembangunan nasional di Indonesia? . kolusi. kejujuran.137 B. peka. bagaimana penataan dan pengelolaannya? 5) Pelajaran dari Maluku dan Sulewesi terkait bencana sosial berupa konflik etnik dan religius (1998-2003) menjadi sorotan tajam tentang upaya pembenahan kerukunan hidup antar-umat bcragama yang belum optimal. 3) Kemiskinan. dan nilai etis yang sering kali ditampilkan di ruang publik? 2) Penataan birokrasi (Good Governance) yang lambat akibat dampak korupsi. dan nepotisme yang telah membakar menjadi permasalahan krusial yang menyedot perhatian publik. rumah kaca. ia memiliki sikap kritis. dan kesadaran hidup sehat. kawasan tertinggal. kesetaraan. Beberapa problematika sosialbudaya dan politik yang beberapa tahun terakhir muncul di hadapan publik dan dianggap penting untuk dijadikan sorotan banyak pihak sebagai berikut: 1) Bagaimana menyikapi pelbagai perilaku elite yang telah kehilangan hati nurani. dan kemartabatan manusia sebagai makhluk individu dan sosial. TINJAUAN KE DEPAN Mahasiswa dan para pengkaji keilmuan sosial dan budaya perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang keanekaragaman. terpencil. Dengan ini. penting menyampaikan tinjauan kondisi terkini untuk dijadikan bahan kajian bersama ke depan. pencemaran lingkungan. Untuk itu.

. yaitu meletakkan mana yang seni dan mana yang pornografi/pornoaksi? Dampak negatif kemajuan teknologi informasi seperti internet. 10) Pemanfaatan potensi kelautan dan pariwisata nasional yang mulai lesu setelah perubahan iklim dan cuaca dekade terakhir yang tidak menentu. khususnyadi Indonesia. Hal ini terutama kaitannya dengan pendapatan perekonomian primer masyarakat Indonesia seperti bidang pertanian. Gejala sosial seperti ini penting menjadi telaah serius ke depan. Tidak jarang persoalan tentang beda keyakinan dan akidah berujung pada benturan fisik baik secara horizontal dan vertikal. komputer. teknologi. HV. dan perikanan. Bagaimana peran ilmuwan sosial. 9) Perubahan iklim dan cuaca yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia. dan agamawan dengan kondisi tersebut? 8) Munculnya beragam keyakinan dan akidah baru termasuk menjamurnya lembaga keagamaan baru di Indonesia menjadi bagian dari kerumitan sosial yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. peternakan.138 7) Bagaimana seharusnya generasi muda menyikapi seni dan kesenian di tengah deras globalisasi. utamanya akibat gempa dan tsunami. humaniora. dan TV sangat berpengaruh bagi keberhasilan pendidikan akhlak dan karakter anak-anak bangsa. juga menjadi kajian utama yang dicarikan solusinya ke depan.

139 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful