1

BAB I PENGANTAR ILMU SOSIALDAN BUDAYA DASAR
A. HAKIKAT, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP 1. Hakikat Ilmu Soaial dan Budaya Dasar (ISBD) Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan visi “Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan mmoral dalam kehidupan bermasyarakat”.Adapun misinya adalah “Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, pekam dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.Selain itu, mata kuliah ini pada prinsipnya sebagai pengatur dasar menuju pengenalan teori ilmu-ilmu social dan kebudayaan sehingga diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multidisipliner tentang keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

2. Tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) Berdasarkan hakikat keilmuan di atas, maka tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) yang merupakan bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah:

2

a.

Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.

b.

Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral bermasyarakat. dalam kehidupan

c.

Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup

bermasyarakat, selaku individu dan makhluk social yag beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan maalah social budaya secara arif.

3. Ruang Lingkup Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial Dan Budaya (ISBD) Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada perguruan tinggi, berikut ini adalah ruang lingkup dan sub bahasannya. a. Pengantar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) 1. Hakikat dan ruang lingkup ISBD 2. ISBD sebagai MBB dan pendidikan umum; dan 3. ISBD sebagai alternative pemecahan masalah social budaya b. Manusia sebagai Makhluk Budaya: 1. Hakikat manusia sebagai makhluk budaya; 2. Apresiasi terhadap kemanusiaan dan kebudayaan; 3. Etika dan estetika berbudaya 4. Memanusiakan manusia melalui pemahaman konep-konsep dasar manusia; dan 5. Problematika kebudayaan

3

c. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial; 1. Hakikat manusia sebagai individu dan makhluk social; 2. Fungsi dan peran manusia sebagai individu dan makhluk social; 3. Dinamika interaksi social; dan 4. Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat; d. Manusia dan Peradaban 1. Hakikat peradaban; 2. Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab; 3. Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan socialbudaya; 4. Dinamika peradaban global; dan 5. Problematika peradaban pada kehidupan manusia e. Manusia, Keragaman dan Kesetaraan; 1. Hakikat keragaman dan kesetaraan manusia; 2. Kemajemukan dalam dinamikan social dan budaya; 3. Keraganan dan kesetaraan sebagai kekayaan social, budaya bangsa; dan 4. Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan masyarakat dan negara f. Manusia, Nilai, Moral, dan Hukum 1. Hakikat, fungsi, dan perwujudan nilai, oral dan hukum dalam kehidupan manusia, masyarakat dan negara; 2. Keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan sebagai wujud masyarakat yang bermoral dan menaati hukum dan 3. Problematika nilai, moral, dan hokum dalam masyarakat dan negara g. Manusia, Sains, Teknologi dan Seni: 1. Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi manusia; 2. dampak penyalahgunaan IPTEKS pada kehidupan social dan budaya; dan 3. Problematika pemanfaatan IPTEKS di Indonesia

yaitu hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungannya. memahami dan mengenal nilai-nilai keragaman. ISBD SEBAGAI MBB DAN PENDIDIKAN UMUM ISBD sebagai bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. analisis. kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. Manusia dan Lingkungan 1. Kemampuan professional: kemampuan dalam bidang profesi sesuai keahlian bersangjutan. istematis. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. B. Kemampuan personal: para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap. tingkah laku dan tidnakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. mengusai peralatan analiss. kritis. maupun berpikir logis. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. . para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. 2. Isu-isu penting tentang persoalan lintas budaya dan bangsa.4 h. Problematika lingkungan social-budaya yang dihadapi masyarakat. Kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia 3. 3. 2. kemasyarakatan dan kenegaraan. serta mampu menawarkan alternative pemacahannya. Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia. yang meliputi: 1. dan 4. Kemampuan akademis. Dengan wawasan tersebut diharapkan perguruan tinggi mampu menghasilkan tenaga ahli dengan tigas jenis kemampuan secara simultan.

Pendekatan multidisipliner dipilih guna menstimulus mahasiswa berpikir terbuka dan kritis atas apa yang didengar. . ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIALBUDAYA Dengan bekal wawasan. dan perilaku melalui mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) diharapkan mahasiswa dapat menjadi manusia yang memiliki kemampuan personal.5 C. Dengan itu problematika kemanusiaan dan peradaban manusia merupakan fakta objektif yang penting dikenali secara menunjung tinggi pemikiran serta nilai-nilai luhur tradisi. dipahami. dimengerti. dan dikonsepsikannya selama ini agar dapat didiskusikan dan dikomunikasikan menjadi pengetahuan yang ilmuah. kemampuan akademik dan kemampuan professional sehingga para lulusan akan mampu mengenali masalah dan mengatasi masalah tersebut dengan bijaksana. buku ini juga mengulas lesson learns atau pelajaran berharga dari akta atau fenomena social yang terjadi di sekitar lingkungan kita baik yang dialami secara langsung atau tidak langsung dalam perspektif lintas keilmuan secara simultan. sikap. Di samping diurai kondisi objektif konteks keindonesiaan.

dan aliran agamawan (teologis). Menurut aliran idelisma. bagi aliran ini kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta yang bersifat badaniah. bagi pemikir atau filsuf dari airan idelisme mereka menyangkul secara mendasar pemikiran materialisme di atas. Demikian pula analogi yang terjadi pada manusia. Bagi aliran realisme kenyataan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani dan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani . idealisme.Bahwasanya diskusi klasik yang hingga kini masih dibincangkan seputar manusia adalah pertanyaan siapakah sebenarnya manusia itu. Untuk aliran materialisme misalnya mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan. Karena itu.Secara sederhana aliran tersebut dapat diklasifikasikan dalam beberapa aliran utama. bukan materi yang menjadi “kenyataan”. karena itu semua peristiwa dapat terjadi melalui proses materiil. Sebaliknya. yakni kejadian “adanya adalah juga bagian dari proses-proses materiil itu sendiri.6 BAB 2 HAKIKAT MANUSIASEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. yaitu materialisme. HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Sebelum mengulas manusia sebagai makhluk budaya penting bagi kita mencermati kajian tentang filsafat manusia secara singkat dan mendasar. manusia oleh aliran ini dipandang bukan sebagai materi tetapi makhluk yang berjiwa/berkerohanian. konstruk pemikiran tentang haikat manusia.Karena itu. Substansi pemikiran dari dua aliran di atas diyakini secara bersamaan oleh aliran realisme. realisme. konsep. tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah “ide” yang bersifat rohani dan/atau intelegensi. keduanya tidak mengenal adanya kenyatan bersifat spiritual.Dengan pertanyaan tersebut sejauh ini telah menghasilkan pelbagai teori.Aliran ini baik dari kalangan aliran materilalisme didaktik atau humanistic.Tetapi pentin ditegaskan di sini bahwasanya hingga kini jawaban tentang siapa manusia itu tampaknya belum juga terpuaskan atau belum final.

tetapi tampaknya pendekatan psikolog dianggap kurang mencakup diskusi tentang manusia secara holistis.7 dan dapat juga berupa kenyataan dunia materi. hakikat asli atau kenyataan utama adalah Tuhan itu sendiri. adalah dapat dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. dan sekaligus makhluk materiil. berarti: “manusia”). Hakikat manusia dengan demikian. Karena sesungguhnya diskusi tentang filsafat manusia tidak saja membahas aspek jiwa dan raganya. tetapi juga roh dan badannya. Di mana awalnya. Melalui pengetahuan yang dimiliki manusia. yakni karena hubungannya dengan Tuhan. Demikian juga melalui perasaan manusia. Menurut aliran ini. . makhluk rohani. Artinya. filsafat manusia lebih dekat dengan kajian psikologi filosofis atau psikologi rasional. Karana mereka cenderung meletakkan kedudukan manusia secara berbeda dengan makhluk lain di muka bumi. umumnya berusaha mendudukkan hakikat manusia sebagai makhluk di antara makhluk-makhluk lainnya di muka bumi ini. Adapun yang membedakan manusia dari makhluk lainnya dalam hal pengetahuan dan perasaan (emosional dan kejiwaan). tetapi keduanya tidak bersifat abadi dan/atau sebagai hakikat asli. Bandingkan berikutnya dengan pemikiran para tokoh aliran teologis. mereka dapat mengembangkan eksistensi kemanusiaannya menajdi lebih beradab disbanding makhluk lainnya. manusia menurut aliran ini diyakini sebagai makhluk materi. Aliran teologis ini jika dicermati tidak memiliki irisan dengan pemikiran aliran-aliran sebelumnya. ia dapat hidup jauh lebih berkembang (survival) daripada pengetahuan makhluk lainnya. sekaligus membandingkan di antara keduanya. Secara lebih mendalam pendekatan keilmuan yang umumnya digunakan untuk membincangkan hakikat manusia ini adalah melalui ilmu antropologi filsafat atau filsafat manusia (anthropos dalam bahasa Yunani. Jika kita tarik benang merah dari pemikiran beberapa aliran di atas. Keduanya dalam pandangan realisme adalah hakikat asli dan abadi. Kesamaan manusia sebagai makhluk dengan makhluk lainnya adalah pada dorongan naluriah (animal instinct) yang termuat dalam tiap gen mereka.

8

Dalam pandangan Adelbert Snijders, filsafat manusia dirumuskan sebagai refleksi atas pengalaman yang dilaksanakan secara rasional, kritis serta ilmiah, dan dengan maksud untuk memahami diri manusia dari segi yang paling asasi. Yakni, memahami manusia sebagai suatu kesatuan, di mana dalam kesatuan itu terdapat unsur “keduanya” (jiwa dan badan). Tujuan dari kajian filsafat manusia tidak lain adalah untuk memahami diri manusia dari segi yang paling mendasar tersebut. Berikut ini akan dikupas pandangan beberapa tokoh, pemikiran, dan alirannya. Sebagaimana pemiiran Plato dan Plotinos, bahwa manusia adalah makhluk ilahiah. Bahkan lebih ekstrem disampaikan Deserates, menurutnya manusia memiliki kebebasaan mirip seperti kebebasan yang dimiliki Tuhan. Tetapi, pandangan manusia sebagai makhluk ilahah tersebut ditolak oleh Epikuros dan Lukretius. Menurut keduannya manusia tak lebih dari makhluk hidup berumur pendek, ia lahir karena kebetulan, dan akhirnya sama sekali lenyap. Demikian juga seperti yang disampaikan Voltaire, manusia tidak berbeda secara esensial ibarat binatang yang paling tinggi atau sempurna. Pandangan lain tentang manusia disampaikan Hobbes. Ia berpendapat bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat agresif dan jahat. Tetapi Rousseau justru melihat sebaliknya, yaitu manusia dalam kodratnya adalah baik. Belakangan para pemikir, seperti Buber, Marcel, Levinas, dan Mounier menegaskan bahwa setiap manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompeksitas manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompleksitas nilai yang unik. Tetapi, pemikiran lainnya justru meletakkan manusia sebagai makhluk yang tak berarti atau “keinginan” yang sia-sia. Dapat disimpulkan bahwa para pemikir filsafat manusia dan ilmuwan memiliki pandangan yang berseberangan di antara dua titik secara ekstrem baik mereka yang berlatar periode kesejahteraan yang sama atau berbeda. Namun perdebatan hakikat manusia (lebens-philosophie)menurut penilaian filsuf mazhab Frankfurt Jerman Max Horkheimer (1895-1973) merupakan diskursus ilmiah yang sehat, yang dapat membuka kebekuan berpikir rasional yang abstrak dan menjadi lawan dari debut kapitalisme yang selama ini

9

berkembang pesat. Sebagai pengkritik positivisme, Horkheimer menyatakan selama ini saintisme tak lebih pendukung status-quo yang bersembunyi di balik objektivitas. Segala bentuk demikian menurut Horkheimer dan juga Habermas, telah dijerumuskan oleh kepentingan kognitif, dan karenanya tidak bebas nilai, termasuk teori kritis yang didorong oleh kepentingan emansipatoris (Sulistyanta, 2005). Menurut Jurgen Habermas (1929), bahwa kekuatan kritik erat kaitannya dengan metodologi maupun kondisi sejarah yang melatari, yakni kesadaran akan kritis social pada histories (sejarah) tertentu. Jika dicermati sesungguhnya kajian filsafat manusia tumbuh subur bersamaan dengan ideology kapitalisme yang sedang mendominasi arus keilmuan. Kritik mendasar yang hendak disampaikan para pengkaji filsafat manusia adalah seraun untuk tidak membatasi cara pandang keilmuan, selalu berpikir reflektif, dan jangan membuang cirri utama manusia sebagai makhluk yang selalu bertanya dan berpikir. Karena itu, berpikir refleksi merupakan aktivitas rohaniah, menemukan kebenaran untuk kehidupan bersama, sebagai makhluk eksentrik. Dengan berpikir kritis dan refleksi tidak menjadikan seseorang jauh dari Tuhan, berbeda dengan pemikiran kapitalis yang lebih mendekatkan seseorang pada materi atau kebendaan. Ungkapan Descartes yang dikenal luas “cogito ergo sum” (aku berpikir, maka aku ada). Cogito (aku berpikir) adalah suatu kepastian tak tergoyahkan, ia ingin suatu kepastian tentang ekesistensi Tuhan dan ketidakmatian jiwa manusia. Hal yang sama dikemukakan Maine de Biran yang bertitik tolak pada volo (aku mau), dengan merefkeksikan “aku mau”, ia menemukan paham tentang diri dan pengaruh afeksi atas segala kepastiannya. Atau filsafat karl Marx dengan ungkapan “manusia adalah makhluk yang bekerja”. Artinya, sebagai makhuk paradoksal, manusia itu bebas dan terikat, otonom dan tergantung, terbatas dan tidak terbatas. Sebagai makhluk yang dinamis, manusia bebas dan bertanggung jawab, tetapi dalam kebebasan juga hadir suatu dorongan metafisika, suatu orientasi dasariah untuk menuju diri yang sejati. Sebagai makhluk multidimensional, manusia meskipun sebagai

10

suatu kesatuan, tetapi di dalam kesatuan itu ditemukan pelbagai dimensi ontologis dengan tingkatan yang berbeda. Herbert Marcuse, mengatakan meskipun seolah-olah manusia itu onedimensional man, yang terkurung dalam dimensi produksi-konsumsi, tetapi konsumerisme itu sesungguhnya bertentangan dengan panggilannya sebagai makhluk pluridimensional. Panggilan atau seruan itu berkaitan erat dengan hakikat manusia. W Luijpen, mengatakan being man is having to be man (diri manusia merupakan suatu seruan etis untuk manusia).

B. HAKIKAT MANUSIA DALAM KAJIAN ISLAM Melengkapi kajian hakikat manusia pada bahasan sebelumnya, maka dipandang penting untuk mendiskusikan hakikat manusia dalam perspektif Islam. Mengkaji manusia dalam perspektif keislaman tidak dapat dilepaskan dari konteks masyarakat muslim itu sendiri. Sebagaimana disebutkan Fazlur Rahman bahwasanya masyarakat Islam dibentuk karena ideologinya, yaitu Islam (Fazlur Rahman, 1980: 43). Ideologi adalah Weltanchauiting, yang menjelaskan realitas dalam perspektif tertentu. Ideologi adalah cara memandang realitas. Di antara realitas penting yang diulas ideologi adalah hakikat manusia. Konteks manusia dan masyarakat tersebut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, terdapat sekurangnya tiga istilah kuncui yang mengacu kepada makna pokok manusia, yaitu: basyar,insan, dan al-nas. Basyar disebut dalam AI-Qur'an sebanyak 27 kali. Dalam seluruh ayat tersebut, kalimat basyar menunjuk pada referensi manusia- sebagai makhluk biologis. Lihatlah bagaimana Maryam berkata: Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku tidak disentuh basyar (QS. 3: 47); atau bagaimana kaum yang diseru para nabi menolak ajarannya, karena nabi hanyalah basyar-manusia biasa yang "seperti kita", bukan manusia superstar. Kata basyar juga dihubungkan dengan ungkapan mitslukum (sebanyak tujuh kali) dan mitsluna (sejumlah enam kali). Nabi Muhammad SAW., disuruh Allah untuk menegaskan bahwasanya dirinya secara biologis, ia tak ubahnya sama seperti manusia yang lain: Katakanlah, aku ini manusia biasa (basyar)

Al-Syaukani (1964. berjalan di pasar. mendengar. Ayat ini juga ditegaskan dalam QS. Tentang para nabi. Sama tidak tepatnya ketika menafsirkan: Sesungguhnya telah kami jadikan insan dalam bentuk yang sebaikbaiknya (QS. dan ia minum apa yang kamu minum (QS. Yusuf Ali (1977: 1759). QS. 18: 110. ini bukan basyar. dengan tepat menafsirkan ayat ini to man God gave the purest and the best nature. 41: 6). minum. seks. Dari uraian tersebut. 30: 30). dan seterusnya. berkuasa. dan ini adalah sifat-sifat rabbaniyah. . orang-orang kafir selalu berkata: Bukankah ia basyar seperti kamu. adalah tidak tepat jika menafsirkan kalimat basyarun mitsluklim sebagai manusia seperti kita dalam hal berbuat dosa. 33: 33). dan QS. Rasul itu memakan makanan dan berjalan-jalan di pasar. Dan tidak Kami utus sebelumnya para utusan kecuali mereka itu memakan makanan dan berjalanjalan di pasar. Sebaliknya. 25: 20. berbicara. yaitu berjalan tegak. tetapi merupakan sifat-sifat psikologis (atau spiritual). mereka berkata. tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus daripada manusia. Ya Allah. Ketika wanita-wanita Mesir takjub melihat ketampanan Yusuf as. yaitu butuh makan. 5: 65) menyebutkan umumnya para mufasir mengartikan ayat ini untuk menunjukkan kelebihan manusia secara fisiologis. dan makan dengan menggunakan tangan. Tetapi Ibn „Arabi berkata. Keeenderungan para rasul untuk tidak patuh pada dosa dan kesalahan bukanlah masuk kategori sifatsifat biologis. and man's duty is to preserve the pattern on which God has made him (QS. melihat. ia makan apa yang kamu makan. mengetahui. hanya saja aku diberi wahyu bahwa Tuhanmu ialah Tuhan yang satu (QS.11 seperti kamu. 95: 4) dengan menunjukkan karakteristik fisiologi manusia. berkehendak. dan memutuskan. maka secara singkat bahwasanya konsep basyar selalu dihubungkan dengan sifat-sifat biologis manusia semata. Allah membuatnya hidup. tetapi ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia (QS. 25: 7. 12: 31).. Mereka berkata.

Inilah manusia yang paling banyak disebut dalam Al-Qur'an (240 kali. yang hanya memikirkan kehidupan dunia (2:200). Kedua. Sementara istilah al-Nas sebagai konsep kunci ketiga mengacu pada manusia sebagai makhluk sosial. 30: 6. dan 25: 50). semua konteks insan menunjuk pada sifat-sifat psikologis atau spiritual. dan 29: 10). di samping ada sebagian orang yang rela mengorbankan dirinya untuk mencari kerelaan Allah. 12: 21. 28. 34: 28. 68. dan 13: 1). Pertama. baik dari segi ilmu maupun dari segi iman. melalaikan ayat-ayat Allah (10: 92). dan kebanyakan harus menanggung azab (22: 18). 2: 243. kita dapat menyimpulkan. yang memesonakan orang dalam pembicaraan tentang kehidupan dunia. yang menjual pembicaraan yang menyesatkan (31:6) . petunjuk. Jika ditelisik didapatkan penyebutan insan disebut sebanyak 65 kali dalam AlQur'an. tidak bersyukur (40: 61. tetapi sebetulnya tidak beriman (2:8). al-Baqi. sebagian besar manusia mempunyai kualitas rendah. kafir (17: 89. insan dihubungkan dengan keistimewaannya sebagai khalifah atau pemikul amanah. Pertama. 12: 103. Menurut Al-Qur'an sebagian manusia itu tidak berilmu (7: 187. insan dihubungkan dengan proses penciptaan manusia. al-Mu'jam. lihat „Abd. 30. banyak ayat yang menunjukkan kelompok-kelompok sosial dengan karakteristiknya. yang mengambil sekutu terhadap Allah (2:165). tidak beriman (11: 17. dan 31: 20). insan dihubungkan dengan predisposisi negatif diri manusia. dan 12: 38).12 Artinya. tetapi memusuhi kebenaran (2:204). konsepsi insan secara tegas berbeda dengan basyar. Dengan memerhatikan ungkapan ini. kita menemukan kelompok manusia yang menyatakan beriman. 8. dan 40: 57). dengan memerhatikan ungkapan aktsar al-Nas. Kita dapat mengelompokkan konteks insan tersebut dalam tiga kategori pokok. Kedua. dan Al-Kitab (22: 3. yang menyembah Allah dengan iman yang lemah (22: 11. 45: 26. Kecuali kategori ketiga yang akan kita jelaskan kemudian. fasik (5: 49). Dan ketiga. yang berdebat dengan Allah tanpa ilmu. pada kata al-Nas). 36. Ayat-ayat . Ayat-ayat itu lazimnya dikenal dengan ungkapan wa min alNas (dan di antara sebagian manusia).

tetapi juga manusia secara sosial. Surat 11: 16 menyimpulkan bukti kedua ini. yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme. ternyata definisi-definisi tersebut tetap saja kurang memuaskan. dan materiil. C. 4: 170. yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system. yaitu membanggakan kebudayaannya sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain. Al-Qur'an menegaskan bahwa petunjuk Al-Qur'an bukanlah hanya dimaksudkan pada manusia secara individual. 4: 46. dan artefact. 67: 23. yaitu yang bersifat kognitif. dengan kalimat Deutschland Uber Alles in der Welt (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia). Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya. Beberapa ahli ihnu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut. dan 32: 9). 39: 27). cara pandang orang melihat kebudayaan sering kali terjebak dalam sifat chauvinism. yang bersyukur (34: 13. Al-Nas sering dihubungkan Al-Qur'an dengan petunjuk atau AlKitab (57: 25. Akan tetapi. Contoh sikap chauvinism seperti yang dikemukakan oleh Adolf Hitler misalnya. normatif. yang tidak diperdayakan setan (4:83). Artinya. jika kamu ikuti kebanyakan yang ada di bumi. HAKIKAT MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN Kebudayaan sering kali dipahami dengan pengertian yang tidak tepat. 38: 24. 24: 35. Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini. dan 4: 155). Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut. mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. . 14: 1. dan 69:42). yang selamat dari azab Allah (11: 116). Sayangnya kemudian. Demikian juga Inggris denganslogan: Right or Wrong is My Country. yang berilmu atau dapat mengambil pelajaran (18: 22. 40: 58. 23: 78. 27: 62. 2: 88.13 ini dipertegas dengan ayat-ayat yang menunjukkan sedikitnya kelompok manusia yang beriman (4: 66. 7: 10. Ketiga. 7: 3. kebudayaan tersusun atas beberapa komponen utama. social system.

budaya bukanlah sesuatu yang statis dan kaku. Sebagaimana dikatakan Van Peursen (1988). Sebagai penganut kebudayaan seseorang hanya menjadi pelaku tradisi dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakatnya. dan alkulturasi. Karena itu. dan counter-culture (meremehkan kultur lain). yaitu 3) sebagai kebudayaan.14 Demikian pula Jepang yang menganggap bangsanya merupakan keturunan Dewa Matahari. pembawa manipulator kebudayaan. Kecuali tindakan yang sifatnya naluriah saja (animal instinct) yang bukan merupakan kebudayaan. budaya baru sulit diterima dan butuh waktu bertahap untuk penyesuaian jika budaya baru tersebut ada kemungkinan diterima. Sebaliknya. seperti melalui proses internalisasi. Umumnya. pembawa kebudayaan adalah pihak luar dan/atau anggota masyarakat setempat yang membawa budaya asing atau baru dalam tatanan masyarakat setempat. karena menjadi manusia tidak lain adalah merupakan bagian dari hasil kebudayaan itu sendiri. Hampir semua tindakan manusia merupakan produk kebudayaan. tetapi senantiasa berubah sesuai perubahan sosial yang ada. Tidak semua anggota masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya baru yang datang dari luar. universal. Tanpa bahasa. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. dan 4) pencipta kebudayaan. hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaannya. bukannya sebagai kata benda. Dan biasanya proses pengalihan atau perubahan budaya difasilitasi oleh adanya kontak komunikasi melalui bahasa. kebudayaan. relatif. Padahal seharusnya dalam memahami kebudayaan kita perlu jujur dan berpegangan pada sifat-sifat kebudayaan yang variatif. proses pengalihan kebudayaan tidak akan terjadi. Sementara manipulator kebudayaan adalah anggota masyarakat yang melakukan aktivitas . Selanjutnya. bahkan meskipun itu adalah sebuah tradisi. Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. Manusia mempunyai 1)penganut empat kedudukan 2) terhadap kebudayaan. bahwasanya budaya semestinya diperlakukan sebagai kata kerja. Sebab suatu budaya dalam masyarakat terus-menerus berubah. sosialisasi.

seni. moral. Taylor. yaitu mendorong secara sadar atau tidak sadar ke semua lapisan masyarakat untuk melakukan revitalisasi kebudayaan lama atau meneiptakan dan menemukan kembali kesepakatan barn terkait ide. Dan secara naluriah. Suriasumantri. Dalam kehidupannya. maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara agar tetap mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi. Apa yang dilakukan oleh manusia tersebut dapat disebut sebagai proses kebudayaan. kemudian membaginya menjadi unsur-unsur kebudayaan secara lebih terperinci. yaitu terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan. manusia melakukan banyak tindakan melalui . 1871:21). pedoman hidup yang digunakan setiap individu dalam bertingkah laku. B. sistem pengetahuan. adat. Dengan demikian.15 kebudayaan atau mengatasnamakan budaya setempat tetapi tidak sesuai dengan nilai-nilai atau ide luhur sebagaimana yang seharusnya dilakukan. Dalam rangka bertahan atau survive. sistem pencarian. kesenian. manusia mempunyai kebutuhan yang beragam dan terus bertambah mengikuti deras laju perubahan lingkungan sosial di sekitarnya. aktivitas bermasyarakat. maka secara definitif makna kebudayaan sendiri adalah keseluruhan pengetahuan. sistem kemasyarakatan. Kebudayaan yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Pembentukan kebudayaan sebagaimana diuraikan di atas sesungguhnya dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian atas kondisi kehidupan yang dialaminya. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai bagian dari anggota masyarakat (E. bahasa. hukum. kepercayaan. Kedudukan tertinggi adalah manusia sebagai pencipta kebudayaan. sistem dan organisasi kemasyarakatan. Namun Kuntjaraningrat (1974). atau yang bisa kita sebut sebagai way of life. serta sistem teknologi peralatan. atau budaya baru yang dapat diterima secara masif. Substansi penjelasan Taylor tersebut pada dasarnya telah rnerangkum semua definisi tentang kebudayaan yang pernah muncul (Jujun S. 2003: 261).

harga diri. Pada binatang. maka inti dari kebudayaan adalah nilai-nilai dasar dari segenap wujud kebudayaan atau hasil kebudayaan. Dengan bahasa lain nilai budaya hanya bisa diketahui melalui budi dan jiwa. Karena itu. dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. atau kebudayaan pendahulunya. Dengan kemampuan berkomunikasi dan belajar menjadikan manusia terus meningkatkan kecerdasan dan eara berpikirnya. demikian juga pemenuhannya dilakukan secara instingtif atau naluriah. kebutuhan pokoknya terpusat pada fisiologi dan rasa aman. Sementara pada manusia. yang mungkin tidak jauh berbeda dengan manusia. Cara pemenuhan kebutuhan dasarnya itulah yang membedakaan manusia dengan makhluk hidup lainnya yang juga memiliki kebutuhan dasar. membagi kebutuhan manusia dalam lima kelompok kebutuhan mendasar. berpikir. pemenuhan kebutuhannya diperoleh melalui cara hidup berdasarkan kebiasaan.16 pelbagai cara agar kebutuhan dasarnya terpenuhi. tradisi. Manusia memiliki kemampuan dasar selain instingtif. Jika disimpulkan. sementara tata cara hidup manusia dapat diketahui . afiliasi. yaitu fisiologi. Nilai yang diberikan oleh manusia inilah yang menjadi tujuan dan substansi dari kebudayaan itu sendiri. Nilai-nilai budaya dan segenap hasilnya adalah muncul dari tata cara hidup yang merupakan kegiatan manusia atas nilai-nilai budaya yang dikandungnya. Maslow dalam Jujun (2003: 262). dan pengembangan potensi. Kebudayaan dalam konteks ini yang menjadi pembeda antara manusia dan binatang. dan fantasi. juga kemampuan untuk terus belajar. kemauan. perasaan. insting. Kejiwaan atau budi yang dimiliki manusia menjadi motor atau penggerak bagi tereiptanya hubungan bermakna dengan alam sekitarnya melalui penilaian atas objek dan kejadian. berkomunikasi. kebudayaan tak ubahnya seperti kompas penyelamat (survival kit) bagi keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. rasa aman. Cara hidup manusia tidak lain adalah bentuk konkret (nyata) dari nilai-nilai budaya yang bersifat abstrak (ide). Selain itu. manusia juga memiliki kehalusan perasaan atau kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup dasar.

atau blueprint. yang isinya adalah perangkat model-model pengetahuan (pedoman hidup.” Definisi ini tampaknya sejalan dengan James P. kita katakan semua itu sebagai kebudayaan pengetahuan. 3. Mendukung dikemukakan konsepsi kebudayaan sebelumnya.. 1948 hlm. Inc. 364 1 . Bronislaw. Sistern Kepercayaan dan Pengobatan Tradisional (Disertasi). menciptakan materi kebudayaan dalam unsur budaya universal: agama. 91. dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan-tindakan yang diperlukannya (menghasilkan kelakuan dan benda/peralatan). Science and Religion and Other Essays. namely. hlm. Leslie A katakan ". New York: Doubleday Canada Ltd. Spradley yang menyatakan "Culture is the acquired knowledge that people use to interpretation experience and to generate social behavior . teknologi. technological.. and ideological system.. we speak of them as cultural knowledge... sociological. we shall distinguish three sub-system of culture. seperti pada Gambar 1. dan kebudayaan kebendaan)1. Garden Ciry New York: Doubleday & Company. dengan demikian adalah ide berupa model-model pengetahuan yang dijadikan landasan atau acuan oleh seseorang sebagai anggota masyarakat melakukan aktivitas sosial. cultural behavior. Dari ide kebudayaan dan tata cara hidup manusia kemudian terwujud produk (artefak) kebudayaan sebagai sarana untuk memudahkan atau sebagai alat dalam berkehidupan. serta kesenian. atau desain untuk kehidupan) yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi... ilmu pengetahuan. kebudayaan tingkah laku. Sarana kebudayaan adalah perwujudan secara fisik atas nilai-nilai budaya dan tata cara hidup yang dilakukan manusia guna memudahkan atau menjembatani tercapainya pelbagai kebutuhan manusia. 1999. adalah sebagaimana keseluruhan Parsudi Suparlan.. White. bahasa dan komunikasi.. Jakarta: Universitas Indonesia.These three categories comprise the system of culture as a whole" (dalam The Science of Culture: A Study of Man and Civilization). Lihat juga Malinowski. Kebudayaan. Rusmin. dan Tumanggor. Magic. ekonomi. and Cultural artifacts" (Kebudayaan adalah pengetahuan yang diperoleh yang digunakan penduduk untuk menginterpretasi pengalaman dan melahirkan tingkah laku sosial .17 oleh pancaindra. organisasi sosial. “kebudayaan pengetahuan yang dipunyai manusia sebagai makhluk sosial. 1949 hlm. .

18 .

Agama sering menjadi kuat dominasinya jika ia kuat penekanannya pada nilai tertinggi "ultimate value". semua masyarakat pendukung suatu kebudayaan. Kondisi ini menyambung kepada pemahaman tentang kehidupan dankematian. termasuk dari suatu suku bangsa kepada suku bangsa lainnya. memiliki sistem pengetahuan yang utuh menanggapi keberadaan alam nyata (natural) dan nirnyata (supernatural). dan emosi keagamaan. . dan perilaku selama di dunia fana. sikap. komponen-komponen pokokyang terdapat dalam setiap agama meliputi adanya: umat beragama. dan kehidupan abadi serta keadilan tertinggi atas kebaikan dan keburukan (pahala atau dosa) atas pola pikir. 3) Teknologi Antropologi dan sosiologi juga menjumpai bahwa setiap warga masyarakat pendukung suatu kebudayaan memiliki kemampuan secara ide hingga melaksanakan kegiatan bersama melahirkan peralatan hidup yang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan pada pelbagai unsur kebutuhan budaya universal lainnya. sistem peralatan ritus. sistem peribadatan/ritual. 2) Ilmu pengetahuan Dari penelitian antropologi dan sosiologi. kefanaan dankeabadian. 1) Agama Dalam temuan antropologi dan sosiologi.19 Legenda: Setiap kotak unsur kebudayaan ini terbuka satu sama lainnya. sistem keyakinan. perbuatan dan keadilan. yaitu hubungannya dengan Maha Pencipta (Tuhan).

buruh. penjelasan alam semesta. komunikasi). teater. kampung/kewilayahan. nasional. regional. Unsur-unsur itu juga akan melintasi batas-batas wilayah tersebut (cross cultural). tulisan. Baikuntuk umum maupun untuk sendiri.20 4) Ekonomi Antropologi serta sosiologi juga menemukan dalam setiap masyarakat kebudayaan adanya bentuk-bentuk ekonomi (berburu-meramu. gambar. Semua komponen ini dimiliki sebagai unsur kebudayaan bahkan menjadi faktor pembangunan dari setiap suku bangsa mulai dari tingkat sektoral. 7) Kesenian Antropologi menemukan bahwa pada setiap masyarakat kebudayaan mempunyai ungkapan seni berupa simbol pernyataan rasa senang dan susah (suka duka). keagenan. teman sebaya. anak-anak. barter. pentas. dan gerak/tari. jaringan kawin-mawin. keetnisan. dan penjabaran penghasilan). pasar/ uang. dan tatakrama. 6) Bahasa dan komunikasi Setiap masyarakat pendukung suatu Icebudayaan memiliki simbol-simbol bunyi dan intonasi serta isyarat yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu maksud kepada seseorang atau khalayak untuk dipahami dan dilaksanakan. Ada untuk pereakapan. Rentangan kekuatan ekonomi (investasi. produksi. Selain itu. tulisan. dan tamu. kegiatan pasar. Wujud konkret dari simbol- . dan politik). eceran. Muncul pula dalam berbagai bentuk: ukiran. Ada yang esensinya world view. maupun seni. 5) Organisasi sosial Pada setiap masyarakat pendukung kebudayaan akan selalu terdapat variasi kelompok warga masyarakat (kemargaan. Ada kata-kata untuk umum. hingga internasional. dan foto. distribusi. ungkapan. dari hati ke hati. dapat diketahui simbol-simbol lain yang wujudnya lebih konkret dari wujud pertama untuk dapat menjadi pembeda atau berlaku sebagai cultural traits antara kebudayaan yang satu dengan lainnya. bercocok tanam. orang tua. profesi.

di mana pandangan hidup ini merupakan wujud ketiga dari kebudayaan. elemen lainnya ialah budaya materiil. Budaya materiil (material culture) atau artefak atau benda-benda hasil produksi suatu kebudayaan merupakan hal-hal dalam kebudayaan yang paling konkret (empiris). wujud kedua ialah pola-pola perilaku yang merupakan representasi dari adat istiadat sebuah kebudayaan tertentu. mulai dari bendabenda dengan ukuran yang relatif kecil hingga benda-benda yang sangat besar (dari emblem kerajaan Sultan Nata Sintang. kain songket. Wujud ketiga ini bersifat lebih abstrak dibanding kedua wujud sebelumnya. menyebutnya). hingga pola-pola yang bersangkutan dengan aktivitas sebuah komunitas. keris. terkandung nilai-nilai atau tata aturan dari adat istiadat yang berlaku. Di dalam pola-pola keseharian itu. Ada empat bentuk yang dapat diidentifikasi dan dikategorikan sebagai peninggalan budaya. Selain adat istiadat. Pierre Bourdieu. benda-benda fisik atau material culture. misalnya). terdapat satu lagi bentuk peninggalan yang merupakan wujud keempat. Wujud pertama ini mencakup seluruh benda-benda basil kreasi manusia.21 simbol tersebut ialah perilaku. Bentuk kedua ini meliputi hal-hal keseharian. atau yang kita kenal dengan istilah adat istiadat sebagai wujud kedua dari kebudayaan. lingkungan seperti apa yang . Hal ini tiada lain adalah representasi dari pola pikir atau pengetahuan atau logika masyarakat pengampu kebudayaan tertentu. Kemudian. kebiasaan. dalam konteks tinggalan budaya di sini. Barangkali. yakni lingkungan. kerja. Sistem nilai atau pandangan hidup ini bisa berupa falsafah hidup atau kearifan lokal dari suatu masyarakat dalam memandang atau memaknai lingkungan sekitarnya. Selain itu. sampai Candi Borobudur. seperti pola makan. berdoa. habitus (sebagaimana sosiolog Perancis. muncul pertanyaandalam benak kita mengapa lingkungan dapat dikategorikan sebagai warisan budaya? Lantas. belajar. seperti pola upacara adat ataupun ritual Ngaben di masyarakat Bali. Pertama. Tata aturan yang berlaku tersebut merupakan ejawantah dari pandangan hidup atau sistem nilai dalam masyarakat tertentu.

22 termasuk peninggalan budaya? Sebelum masuk pada pemaparan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lingkungan dapat menjadi bagian dari tinggalan budaya (artifacts). Lingkungan fisik. pengetahuan. kawin. Letak perbedaan pertama yang tampak dengan jelas ialah kawasan atau lingkungan di mana mereka menjalani siklus kehidupannya (lahir. lingkungan memainkan peran sebagai bagian yang tak terpisahkan bagi terciptanya kebudayaan itu sendiri. mencakup pandangan-pandangan. 2. dan segala unsur-unsur alam. lingkungan yang dilihat dari asal usulnya berupa: (1) lingkungan alami (natural environment). dan sebagainya). seperti masyarakat petani salak di Yogyakarta atau masyarakat petani kopi di kawasan pegunungan Minahasa. berinteraksi. ada baiknya bila mengetahui terlebih dulu pengertian lingkungan di dalam tulisan ini. Ahimsa-Putra (2004: 38). Adapun. oleh karena itu. yakni pegunungan atau dataran tinggi dan pesisir atau pantai. meliputi perilaku-perilaku manusia atau pelbagai aktivitas sosial yang berupa interaksi antar-individu serta berbagai aktivitas individu. Sebagai ilustrasi. dan (2) lingkungan buatan (built environment) yakni lingkungan yang merupakan hasil kreasi manusia. Lingkungan atas dasar kategori sifat ini masih dapat dipilah lagi menjadi: 1. di mana lingkungan jenis ini memiliki pengertian keseluruhan unsur di luar diri manusia yang bukan ciptaan manusia. Lingkungan budaya. 3. norma-norma. serta aturan-aturan yang berlaku dalam suatu masyarakat. Lingkungan sosial. masyarakat nelayan di Kepulauan Karimunjawa. atau masyarakat Suku Laut di Thailand Selatan dengan masyarakatnya yang agraris. berupa benda-benda yang ada di sekitar kita. makhluk hidup. Pola pikir masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan sudah tentu . Perbedaan kedua ialah pola pikir masyarakatnya atau cara pandang mereka terhadap hidupnya. menjelaskan bahwa lingkungan atau environment secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan (1) sifat atau keadaannya dan (2) asal usulnya. bekerja. dapat dibandingkan masyarakat pesisir atau nelayan di sepanjang Pantai Utara Jawa di Cirebon.

lnilah yang dinamakan kearifan lokal. Penghayatan terhadap lingkungan inilah yang kemudian menghasilkan kearifan lokal atau kebudayaan yang khas pula. Dengan demikian. yang muncul lewat penghayatan manusia atas lingkungannya. adat istiadat. bahwa kebudayaan mempunyai kemampuan mengikat waktu. Sebab semua materi yang terkandung dalam kebudayaan yang diperoleh manusia selain dilalui secara sadar juga dilalui dengan proses belajar. lingkungan sebagai salah satu entitas penting dalam pembentukan sebuah kebudayaan dapat dikategorikan sebagai warisan atau tinggalan budaya. Meskipun demikian.23 berlainan. sehingga ia harus dilindungi dan dilestarikan. 2008: 11-12). ada juga yang ditinggalkan atau tidak digunakan. binatang mengikat ruang. tidak menutup kemungkinan kebudayaan pada masa lalu yang pernah ditinggalkan akan kembali digunakan oleh generasi mendatang. sebuah pengetahuan yang khas pada masyarakat tertentu. Melalui proses belajar itulah transfer nilai-nilai kebudayaan terhadap generasi ke generasi berikutnya dilakukan. Dengan itu seseorang dikatakan berbudaya pada hakikatnya ketika ia telah menjaga nilai-nilai luhur dan . dan artefak-artefak budaya (Ahimsa-Putra. sebagaimana disampaikan oleh Alferd Korybski. D. maka manusia mengikat waktu (Jujun. ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA Perjalanan kebudayaan manusia dalam sejarahnya erat kaitannya dengan pendidikan. dari kebudayaan masa lalu menuju kebudayaan masa kini. dengan hidupnya. Perbedaan ini terletak pada tataran perangkat pengetahuan (sistem simbol) masyarakat yang pada gilirannya memengaruhi cara mereka memaknai persoalan-persoalan atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkungannya. Jika tanaman hanya mampu mengikat bahan-bahan kimiawi yang penting bagi pertumbuhan tanaman itu. Sehingga nilai-nilai kebudayaan senantiasa berkelanjutan dari waktu ke waktu. 2003: 263). Artinya. yakni sistem nilai. Adakebudayaan masa lalu yang tetap dipertahankan dalam kebudayaan masa kini.

Padjajaran. yang terkenal dengan Sumpah Palapa. dan lain-lain. maka kita akan berbicara tentang sejarah panjang pertemuan antar kebudayaan daerah Indonesia dengan kebudayaan dari luar Indonesia. ketika agama Islam mulai banyak dianut oleh masyarakat di Indonesia. Dengan ditutupnya Terusan Suez membuat banyak negara di belahan dunia Barat mengalihkan perhatiannya ke wilayah-wilayah tropis untuk mencari rempahrempah. Tokoh-tokoh. sudah dimulai sejak masuknya agama Hindu dan Buddha. Kebudayaan nyakkebudayaan Indonesia ada di adalah dunia. Terlihat mulai munculnya berbagai persoalan kebudayaan. awal masa penjajahan melanda wilayah Nusantara. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan yang pernah ada di wilayah Barat dan Tengah. bahkan hingga tingkat kerajaan. Perubahan keyakinan ini membuat banyak perubahan di bidang lain. dan Bartholomeus . salah satu dari sekian ba- yang Keberadaannya-sama dengan kebudayaan laintelah berlangsung dalam waktu yang lama. Sriwijaya. semakin berkembangnya sastra. kebudayaan Indonesia mencapai kebersamaannya dengan menyatukan kerajaan yang ada di Nusantara oleh Patih Gajah Mada. kesetaraan antara sesama manusia. Keadaan ini semakin terlihat. Kebudayaan daerah Indonesia yang masih sederhana kemudian bertemu dengan agama Hindu dan Buddha yang menjadi sedemikian meluas dan dianut oleh banyakmasyarakat di Indonesia. dan dengan tetap terbuka terhadap kemungkinan masuknya kebudayaan baru. Indonesia yang menganut agama tersebut seperti Kutai. berdirinya kerajaan-kerajaan baru. Pertemuan antar kebudayaan-kebudayaan di Indonesia. Pada masa Kerajaan Majapahit. Mendiskusikan kebudayaan Indonesia. salah satunya seperti hubungan kerajaan di daerah dengan Majapahit. seperti Vasco da Gama. Tarumanegara. dan Majapahit. Kesatuan ini jelas menjadikan kebudayaan di Indonesia semakin dinamis. Perjalanan kebudayaan Indonesia dipengaruhi oleh masuknya Portugis. Marcopolo.24 tatanan kemasyarakatan yang telah berlaku sebelumnya.

25 Diaz. membuat para perumus tidak ingin menghilangkan kebudayaan yang sudah lama hidup di negeri ini. Bahkan kita tampaknya perlu jujur bahwa . Kekayaan kebudayaan yang telah terkenal kebesarannya ke seluruh mancanegara. perlawanan di seluruh wilayah Nusantara masih terus diberikan terhadap kedatangan para pendatang asing yang bermaksud menjajah. dari kerajaan kepada negara. Peperangan yang digerakan oleh semangatmempertahankan diri. usaha perumusan tersebut belum membuahkan hasil yang final dan memuaskan. Peristiwa paling dikenang adalah ketika Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Oleh karena itu. mulai dari negeri Aceh hingga Maluku. Perubahan bentuk pemerintahan. Jika dikaji selama dalam masa penjajahan tersebut. Dalam hal ini. yang akhirnya menjadikan Nusantara sebagai wilayah jajahan dalam periode masa yang panjang. menjadi sebuah perubahan yang menuntut adanya kesatuan wilayah dan kebudayaan di Indonesia. mencari sebuah wilayah perdagangan baru. telah banyak usaha yang dilakukan untuk merumuskan apa itu kebudayaan Indonesia. Meskipun demikian. bahasa. dan persoalan kebudayaan nasional mulai terlihat. Meskipun dalam kesabaran yang panjang pula akhirnya Nusantara menapaki jalan menuju persatuan. Salah satu wilayah yang mereka temukan adalah tanah Nusantara. Strategi perang dengan taktik memecah belah atau devide et impera membuat perlawanan yang diberikan oleh para pejuang di daerah menjadi tidak berarti. tetapi juga tentang perlawanan kebudayaan. Saat itu. Pada masa ini pula. menjadi Negara RepublikIndonesia. Masa tersebut. terjadi perubahan yang besar dalam banyak bidang kehidupan kita. dipenuhi dengan berbagai peperangan di berbagai daerah Nusantara. polemik tentang dasar negara. Undang-Undang Dasar. bukan hanya kisah perlawanan fisik semata. Namun hingga saat ini. misalnya dapat disoroti perubahan bentuk pemerintahan. mulai dari "kecil-kecilan" hingga akhirnya memuncak pada perlawanan secara serentak terhadap penjajahan di bumi Nusantara. dari Tiongkok hingga Eropa. Kekayaan kebudayaan yang sedemikian hebat dari wilayah Indonesia.

Rumusan nilai-nilai luhur yang tertuang dalam UUD Dasar 1945 dan Pancasila perlu untuk terus disempurnakan secara berkelanjutan agar kebudayaan nasional sebagai identitas kebangsaan teraktualisasi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. membangun rumah kebudayaan daerah. yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kepada kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. Mengenali dan mengembangkan kebudayaan Indonesiaadalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. Menepati janji. f. penting bagi kita semua melakukan upaya pengembangan kebudayaan Indonesia secara terus-menerus. Jujur. Oleh karena itu. alat musik daerah. dikembangkan. hingga akhirnya dapat hidup mencapai kebesarannya. Tanamkan minat sejak dini pada kebudayaan daerah Indonesia. Prinsip-prinsip pengembangan kebudayaan Indonesia sebagaimana telah dilakukan oleh generasi sebelumnya penting mempertimbangkan hal-hal berikut: a. seni bertutur. d. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. Konteks keindonesiaan. yang dahulu pernah dimiliki. b.26 masyarakatIndonesia telah banyak yang teralihkan perhatiannya kepada kebudayaan yang dibawa oleh bangsa Eropa dan Amerika. Sudah saatnya kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan budaya barat. e. dan lain-lain). kerajinan tangan. Berpedoman pada kebudayaan Indonesia. Tanggung jawab. Toleransi. c. Mempelajari dan mengenali kebudayaan daerah Indonesia (tarian. Untuk itu. Dan masyarakat Barat juga mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri. kebudayaan manusia Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah didesak oleh serbuan kebudayaan asing melalui . Jangan tinggalkan kebudayaan Indonesiakarenakekayaan menunggu untuk dikenali.

Dari kenyataan itu. membatik. diskotek dan tempat hiburan malam lainnya terutama di kota-kota besar dan metropolitan dengan kegiatan gotong royong. 2007a dan 2008a) Dalam konteks sosial-budaya masyarakatIndonesia. dan lainnya yang menjadi wujud kebudayaan leluhur masa lalu. dalam realitasnya. hingga bertindak dalam ritme yang relatif cepat.27 deras arus globalisasi (tata cara hidup sosial lintas-antarbenua). Artinya. silaturahmi (kunjung mengunjungi) sanak famili. salah satu implikasi globalisasi ialah pada munculnya pola-pola baru dari suatu kebudayaan dalam beragambentuk dan tatanannya. pascamodern. (Al Mudra. yakni pola atau cara berpikir dan cara memandang dunia. globalisasi mampu menjadi penentu arah perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia di dunia. Proses akulturasi budaya asing dengan budaya lokal masih kental dengan pengejawantahan nilai-nilai asing itu sendiri dibanding menjadi sebuah kebudayaan milik sendiri. sebagai "warga dunia". Sementara kebudayaan milik daerah atau nasional sendiri sering kali sulit beradaptasi dengan budaya asing. Contoh-contoh akibat globalisasi sebelumnya menunjukkan bahwa. implikasi lain dari lahirnya bentuk-bentuk baru dari peradaban dan kebudayaan postmodern di . belajar pantun. Bandingkan antara kegiatan para remaja yang keluar masuk pub. misalnya terlihat begitu mencolok perilaku atau tata cara hidup generasi muda yang dekat dengan budaya asing. tetapi lebih mengikuti tren kebudayaan baru dari luar (budaya global). Dalam lingkup sosiokultural yang lebih sempit. tidak bisa dimungkiri bahwa realitas sosial semacam ini sesungguhnya lahir karena transformasi yang signifikan pada core kebudayaan itu sendiri. Keadaan masyarakat di era milenium kelima tersebut memiliki konsekuensi logis pada situasi yang akan menggiring kita. untuk berpikir. berkeputusan. kebudayaan yang ditampilkan kebanyakan generasi muda saat ini bukan melalui proses belajar dan secara sadar mewakili kebutuhan mendasar mereka. ataupun postmodern.Kebudayaan dengan corak baru ini kerap kita sebut sebagai kebudayaan pasca-industri. Di era tahun 2000-an.

tidakup-to-date. generasi terkini dengan basis kulturalnya masing-masing kemudian. seorang ahli lingustik asal Swiss. bangsa ini akan dihargai dan dipandang secara terhormat oleh bangsa lain. Produk budaya asing yang mendorong kepada perbaikan hidup dankemajuan. Oleh karena itu. Penting untuk digarisbawahi di sini. (Ibid. Benefit lain yang bisa dipetik ialah bahwa bangsa ini juga dapat berangsur melepaskan diri dari hegemoni budaya asing (A1 Mudra. dalam bukunya An Essay on Man (1945 via Ahimsa-Putra. yang maknanya adalah menjaga warisan (budaya) lama yang baik. tidak perlu serta-merta ditolak.” begitu kira-kira teori Erns Cassirer. Oleh karenanya. dan memublikasikan kekayaan warisan budaya kita kepada dunia untuk mengukuhkan identitas kita sebagai bangsa yang bermartabat. Mengulang bahasan sebelumnya. Persoalannya bukan terletak pada boleh tidaknya diterima dan dipraktikkannya budaya hybrid tersebut. Produk-produk budaya lokal mulai ditinggalkan lantaran dianggap ketinggalan zaman. meski tetap menjaga maratabat dan jati diri bangsa. bahasa. yang membedakan manusia dengan binatang. mengemas. maka yang akan terjadi ialah sebuah krisis idcntitas (jati diri). 2002. 2007b) “Hanya manusia yang memiliki kebudayaan. 2007b).28 atas ialah mulai ditinggalkannya produk-produk kebudayaan lokal (seni. pola-pola perilaku. dan mengadopsi sesuatu (budaya) yang baru yang lebih baik. kuno. Sebab. masyarakat yang dinamis tidak selalu menolak pengaruh budaya luar. Hal ini berpegang pada prinsip "al muhafadhatu „ala al qadimi as sholih wal akhdzu bi al jadidi al ashlah". 2005). melainkan terletak pada sikap penafian budaya lama (peninggalan nilai luhur nenek moyang) oleh generasi masa kini. meski tidak semua. maupun benda budaya lainnya) oleh masyarakatnya. sudah sepantasnya kita berupaya menjaga. . Ketika warisan budaya tiada lagi diindahkan. dan semacamnya. akhirnya lebih memilih untuk mengadopsi budaya baru atau budaya kekinian (hybrid culture) yang telah berasimilasi dengan budaya Barat. merawat. hanya dengan memahami dan menjaga kekayaan warisan budaya dan sejarah. Disebutkan olehnya bahwa kebudayaan atau budaya merupakan eiri penting (khas) dari manusia. 2004.

dan menciptakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk berkomunikasi dengan sesamanya (Ahimsa-Putra.) Oleh karena hanya manusia yang dapat melakukan pemaknaan terhadap sesuatu dan sesuatu yang dimaknai ini merupakan sebuah lambang basil kreasi manusia sendiri. dan lain sebagainya. apa yang dimaksud dengan simbol? Definisi konsep simbol atau lambang ialah segala sesuatu yang dimaknai di mana malrna dari suatu simbol itu mengacu pada sesuatu (konsep) yang lain. gambar. Adalah di antaranya dengan menjaga sikap jujur dan bertanggung jawab terhadap setiap perubahan nilai. mengembangkan. suara. 2004:29). . maka kebudayaan dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai: seperangkat atau keseluruhan simbol yang digunakan atau dimiliki manusia dalam hidupnya untuk bisa melakukan reproduksi dan menghadapi lingkungannya. sedangkan binatang atau makhluk lainnya tidak? Pendapat ini berangkat dari pemahaman bahwa manusia merupakan animal symbolicum atau binatang yang mengkreasi simbol. Catatan berbudaya seperti apakah yang perlu ditanamkan ke setiap generasi bangsa terhadap kebudayaan Nusantara kita. sehingga pemaknaan atau penafsiran yang lahir juga beragam (lihat juga Geertz. Manusia merupakan makhluk yang mampu menggunakan. aktivitas bersosial dan bermasyarakat. 1973: 89). Tanpa harus tertutup terhadap kebudayaan luar. gerak. Hal inilah yang kemudian melahirkan diversivitas budaya dalam kehidupan manusia. serta produk kebudayaan yang dihasilkannya. hanya manusia yang dapat melakukan simbolisasi terhadap sesuatu. Di sini perlu dicatat bahwa setiap manusia beserta komunitasnya memiliki perangkat simbol (baca: kebudayaan) dan proses simbolisasinya (proses berkembangnya kebudayaan) masing-masing. bunyi. Wujud lambang-lambang ini bisa berupa teks (tulisan). yang diperoleh lewat proses belajar dalam kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat atau komunitas (Ibid). dan proses simbolisasi ini melahirkan kebudayaan. (Ibid. Sementara itu. pelestarian kebudayaan sendiri merupakan prioritas utama untuk menegaskan identitas kebangsaan dan kenegaraan kita. Sebab itu.29 mengapa hanya manusia yang memiliki kebudayaan.

Namun penilaian kebudayaan Barat lebih superior dan kemudian fenomena masyarakat Indonesia meninggalkan kebudayaannya sendiri yang sudah lama dihidupi. keren. sedangkan kebudayaan daerah di Indonesia.30 E. Padahal. akan ditemukan sebuah fenomena yang lazim dihidupi yaitu. Ungkapan-ungkapan tersebut sering kali dilekatkan kepada kebudayaan Barat. Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior. keren. Kebudayaan daerah di Indonesia ditinggalkan hanya karena dieitrakan tidak ilmiah. dan gaul adalah ungkapan yang secara tidak langsung menujukkan kondisi rendah diri. Hal ini memang tidak sepenuhnya bermasalah. yang terus terjadi hingga saat ini dan yang paling mendasar adalah peneitraan. Kerendahdirian ini muncul dari hubungan antara kebudayaan Barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia. sepertinya jauh dari ungkapan-ungkapan tersebut. dan sebagainya. karena Barat memang memiliki keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. Dikatakan mendasar karena pada saat penjajahan pun sudah terjadi proses pencitraan tersebut. Menurut banyak ahli permasalahan kemunduran budaya nasional muncul karena persoalan pencitraan. PROBLEMATIKA KEBl1DAYAAN INDONESIA Menelusuri pergulatan kebudayaan di Indonesia. dan karena itu harus juga diselesaikan . tentu menjadi suatu masalah. kerusakan perilaku masyarakatIndonesia. Rendah diri ini disebabkan oleh penjajahan. funky. ilmiah. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. Namun dari beberapa sebab tersebut. Ungkapan khusus seperti. seperti di bidang sains (ilmu pengetahuan). kerendahdirian masyarakatIndonesia terhadap kebudayaannya sendiri. Dan juga masyarakat Barat mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. dan pencitraan yang kuat dari media tentang keunggulan kebudayaan Barat.

Kelembagaan formal dan informal dalam masyarakat bertanggung jawab kepada keutuhan masyarakat. Pengenalan ini merupakan salah satu modal untuk memiliki dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. Problem kebudayaan dewasa ini antara lain adalah terjadinya penafsiran budaya yang cenderung keliru. dan pelaku pendukung kebudayaan. Tentu. merupakan salah satu faktor yang membuat rendahnya rasa kepemilikan dan keinginan untuk mengembangkan kebudayaannya sendiri. Revitalisasi kebudayaan merupakan proses logis dari bagaimana kebudayaan berperan dalam pembangunan dengan tanpa meninggalkannya atau bahkan melupakannya. setelah kebudayaan Indonesia kurang dikenakan dan kurang dikenali oleh sebagian masyarakat Indonesia yang hidup mulai masa 70-an. belum ada suatu usaha yang teruji untuk mengakomodasi budaya lokal di tingkat nasional. Kebudayaan selamanya merupakan langkah strategis pembangunan bangsa. sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai. Indonesia sangat perlu menempatkan kebudayaan sebagai konsepsi dan sekaligus strategi. Contohnya. Padahal. kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus. usaha untuk mengenali kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. Sebagai bangsa yang beradab (civilized society). masing-masing proses pembelajaran. Padahal tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan pada hakikatnya adalah peradaban. konteks. Alasannya. konflik yang menggunakan atau memanipulasi simbol-simbol budaya. Sudah saatnya kita melihat bahwa kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan kebudayaan Barat. Ketiga aspek ini dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik. . Minimnya pengenalan ini. Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terusmenerus terjadi. sehingga ternyata perjalanan bangsa sampai kini masih menuju pada kondisi yang memprihatinkan secara budaya. norma dan aturan. Pendukung kebudayaan menjadi titik sentral bagaimana proses pengembangan kebudayaan berlangsung secara kelembagaan (instituted process).31 dengan cara pencitraan.

32 .

Dalam perbedaan kepentingan ini masyarakat mengalami sebuah pertarungan yang sangat tajam dalam kehidupan sosial dan politik. kepentingan interaksi (social welt). kepentingan teknis (objective welt). karena pribadi manusia yang ingin memenuhi kebutuhan pribadi. yang menurut Sartre sebagai sprat utama yang mendorong eksistensi manusia menuju peradaban yang maju. yaitu kepentingan individu dan bersama. Di satu sisi. HAKIKAT SOSIAL Di dalam diri manusia terdapat dua kepentingan. Menurut Jurgen Habermas (2001). adanya sebuah kebutuhan dasariah manusia untuk membebaskan diri dari segala bentuk dominasi atau kebebasan (Freiheit).33 BAB 3 MANUSIA SEBAGAI INDIVIDUDAN MAKHLUK SOSIAL A. yaitu suatu ajaran tentiang norma dan tingkah laku yang berlaku dalam suatu kehidupan manusia. Apalagi kalau kepentingan kekuasaan dan kepentingan teknis mengabaikan MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK kepentingan sosial. Kepentingan bersama didasarkan manusia sebagai makhluk sosial (kelompok) yang ingin memenuhi kebutuhan bersama. kepentingan-kepentingan tersebut kadang saling berhadapan dan kadang pula saling berkait. Terkadang muncul suatu penolakan dan penerimaan yang pada akhirnya bermuara pada etika. Di sisi lain. Freiheit. Ketiga. Dalam perjalanannya. Kalau kepentingan kekuasaan mengarah pada tendensi . Ini merupakan kepentingan praktis yang sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. masyarakat memiliki tiga jenis kepentingan yang memiliki pendekatan rasio berbeda. hal ini berhubungan erat dengan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Hal ini sangat kuat berhubungan dengan penyediaan sumber daya natural dan juga kerja (instrumentalis). Pertama. Kepentingan individu didasarkan manusia sebagai makhluk individu. titik kompromi antara kepentingan individu dan bersama ditimbang menurut kadar etis-tidaknya kedua kepentingan tersebut. Artinya. Kepentingan kekuasaan. Kedua.

yang terdiri dari: 1. seperti berjudi. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. untuk bisa mendamaikan konflik kepentingan ini. dan seterusnya. dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Ini merupakan media untuk menjembatani setiap kepentingan karena setiap komponen dalam masyarakat memiliki akses yang sama untuk berbicara. Yakni memiliki unsur-unsur keharusan biologis. Bahkan sejak lahir pun. 3. artinya manusia sebagai warga masyarakat. berkomunikasi. mabuk. Dorongan untuk mempertahankan diri. Dorongan untuk melangsungkan hubungan beda jenis.34 untuk menciptakan distorsi terhadap komunikasi. pribadi manusia dituntut mampu berinteralai. membunuh. karena itu tidak dibenarkan manusia melakukan perbuatan tercela. kita membutuhkan adanya sebuah ruang publik (public spare). manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial. dan mencari alternatif yang tepat tentang segala persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. 2. berinteraksi. korupsi. Sebaliknya. Dalam ajaran agama-agama dunia juga diterangkan sangat jelas kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan. maka yang terjadi hanya ada penindasan dan redulai. Manusia sebagai makhluk sosial. yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi. dia selalu membutuhkan bantuan manusia lain. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. berzina. Dorongan untuk makan. bekerja sama. Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada. Disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur'an bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. berdiskusi. dan saling berlomba-lomba melakukan perubahan menuju yang lebih baik dengan individu lainnya. Menurut Haber mas. .

Pada umumnya. Dari gambaran tersebut jelas bagaimana manusia itu membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sebagai pribadi (individu) dan sekaligus sebagui makhluk sosial.35 Dengan keharusan biologis tersebut menggambarkan betapa individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial meniscayakan adanya dorongan untuk saling ketergantungan dan membutuhkan antara satu dengan lainnya. yang secara lebih luas juga terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Secara garis besar. dengan demikian tidak dapat dilepaskan dari cara dan bentuk adaptasi mereka terhadap lingkungannya. komunikasi antar masyarakat menentukan peran manusia sebagai makhluk sosial. Penghematan tenaga. yaitu menerima bentuk-bentuk pembaruan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. Tekanan emosional. yakni: 1. Di antara kebutuhan untuk meniru adalah dalam hal: 1. apakah sedang bahagia. pribumi terhadap pendatang atau sebaliknya. faktor-faktor personal yang memengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal. . Dalam perkembangannya. 2. yaitu tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. Banyak faktor yang mendorong manusia secara individual membutuhkan dirinya sebagai makhluk sosial sehingga terbentuk interaksi sosial antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan. manusia mempunyai kecenderungan sosial untuk selalu meniru guna membentuk diri dalam kehidupan masyaratmya. Kondisi psikologis seseorang sangat memengaruhi bagaimana manusia berinteralai satu sama lain. dan masyarakat tradisional terhadap pendatang modern. Karena itu. Proses meniru dapat dicontohkan misalnya anak terhadap orang tuanya. hasrat meniru itu kita dapat lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok.

: 2009) 1. alam sekitar. 2. artinya manusia tidak bisa hidup sendirian. maka ia akan berupaya melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. maka orang tersebut belum bisa dikatakan manusia. 3. manusia senantiasa berperan ganda. Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan kualitas hubungan antarmanusia (Achmad Mubarok. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi yang direndahkan. Manusia sebagai makhluk sosial. Yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. atau sebaliknya sedih. Orang yang merasa atau dengan sengaja terisolasi oleh komunitasnya atau pihak-pihak tertentu. tetapi jika merasa rugi. B. Dalam berinteraksi dengan sekitar. ada hubungan secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan secara horizontal (hubungan dengan sesama manusia. dalam hubungan sesama manusia terdapat model dan kualitasnya yang berbeda. Karena ketika seseorang merasa direndahkan dengan secara spontan la membutuhkan kasih sayang dari pihak lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi psikologis kembali seperti semula. hubungan antarmanusia (interpersonal) berlangsung mengikuti kaidah transaksional. Karena itu. dan makhluk lainnya). berduka dan seterusnya. Jika merasa memperoleh keuntungan.36 senang. FUNGSI DAN PERAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Pada hakikatnva. Manusia sejak lahir sampai masuk liang kubur selalu membutuhkan kehadiran orang lain selain dirinya. maka hubungan itu pasti mulus. Jika manusia tidak berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia lainnya. yaitu apakah masing-masing merasa memperoleh keuntungan dalain transaksinya atau malah merugi. Harga diri yang rendah. Teori Transaksional (Model Pertukaran Sosial) Menurut teori ini. maka . Isolasi sosial. maka ia akan memilikihasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain.

dan jika permintaannya tidak segera dipenuhi ia akan menangis terguling-guling atau ngambek. klasifikasi manusia itu hanya terbagi tiga. Jangan sampai terjadi kesalahan. jika seseorang mematuhi skenario. dan murid harus bagaimana. Karena hal itu bisa membual tidak harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia. sadar akibat dan sadar risiko. ras. sebenarnya dalam pergaulan sosial itu sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat. Teori Peran Menurut teori ini. ia selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyayangi mereka. seorang guru harus bagaimana. istri. putus. mertua. agama. Adapun orang dewasa. ia lugas dan sadar akan tanggung jawab. Demikian juga sudah tertulis perau apa yang harus dilakukan oleh suami. yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. mantu. Menurut teori ini.37 hubungan itu akan terganggu. seorang gubernur harus bagaimana. ayah. Adapun orang tua. yaitu anakanak. maka ia akan dicemooh oleh penonton dan ditegur sutradara. dan orang tua. maka hidupnya akan harmoni. . orang dewasa. dan seterusnya. ibu. Teori Permainan Menurut teori ini. dan perbedaan-perbedaan lainnya. tetapi jika menyalahi skenario. anak. Dalam hubungan itu kita harus bisa memahami peranan dan kedudukan masing-masing. umumnya setiap suku bangsa memiliki nilai-nilai dan tradisi yang dapat dikembangkan menjadi model kedamaian yang kondusif bagi keeratan antar suku bangsa. Tidak ada orang yang merasa aneh melihat anak kecil menangis terguling-guling ketika minta es krim. 2. tidak mengerti tanggung jawab. Dalam skenario itu sudah "tertulis" seorang presiden harus bagaimana. Manusia memang tidak akan bisa lepas dari berhubungan dengan orang lain. Anak-anak itu manja. tetapi orang akan heran jika ada orang tua yang masih kekanak-kanakan. atau bahkan berubah menjadi permusuhan. 3. Untuk menjaga hubungan yang harmonis sebagai individu dan makhluk sosial.

atau famili. yakni secara sederhana dapat diterjemahkan "dapat makan atau tidak. khitanan. tertimpa kecelakaan atau terlilit utang. Dapat pula transaksional bersifat kekeluargaan atau kekerabatan seperti dilakukan umumnya etnis Jawa dengan sebutan "sambatan". demikian jika merasa dirugikan akan mengarah perpecahan. Pada masyarakat perkotaan. Tidak heran dalam nilai-nilai hidup orang Jawa yang masih tetap kuat dipertahankan adalah “mangan ra mangan yang penting kumpul”. Dalam praktiknya. Demikian ini akan dilakukan secara bergiliran dan turuntemurun guna menjaga keutuhan keluarga. Adakalanya bersifat barter atau pertukaran langsung seperti jual beli di pasar atau mal-mal. melaksanakan perkawinan. lembagalembaga profit atau nonprofit. dan seterusnya. Salah satu anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah. C. pengguna moge (motor gede). Masing-masing individu mendapat manfaat dari proses interaksi secara langsung dan seketika. masing-masing individu tampaknya biasa melakukan kontak hubungan transaksional. Akulturasi Budaya Adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu sedemikian rupa dipengaruhi oleh unsur-unsur suatu kebudayaan lain sehingga unsur-unsur lain itu diterima . kerabat. maka anggota keluarga yang lain akan turut membantu meringankan beban persoalan yang sedang menimpa salah satu anggota keluarga tersebut. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL: AKULTURASI. kematian. jenis pertukaraan ini sering muncul pada perkantoran-perkantoran. atau komunitas-komunitas tertentu seperti komunitas biker. ASIMILASI. yang paling penting adalah keutuhan keluarga". hubungan transaksional ini bermacam-macam sifatnya.38 Sebagaimana disebutkan Mubarok di atas. pencinta bola. jika merasa beruntung hubungan akan berjalan mulus. Jenis hubungan transaksional lainnya adalah hubungan pertukaran bersifat pertemanan atau kesetiakawanan. DAN INOVASI 1.

Masalah mengenai metode untuk mengobservasi. Masalah unsur kebudayaan mana saja yang mudah diganti dan diubah dan unsur kebudayaan mana saja yang tidak mudah diganti dan diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing. Kajian akulturasi meliputi lima hal pokok. 2. 3. demikian yang dikemukakan Koentjaraningrat (1997): 1. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing. seperti bahasa. mode pakaian.39 dan disesuaikan dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya identitas kebudayaan asli. Masalah mengenai individu-individu apa yang mudahdan cepat menerima. 5. Masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dan yang sukar diterima oleh masyarakat penerima. 4. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing itu. Contoh yang muncul adalah ketika pihak pribumi mulai menerima penggunaan gaya hidup. 4. Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsurunsur kebudayaan asing tadi. dan sopan santun ala barat. 5. 3. dan individu-individu apa yang sukar dan lambat menerima unsur-unsur kebudayaan asing. Dampak akulturasi terhadap masyarakat meniscayakan seorang peneliti perlu memerhatikan beberapa hal berikul: 1. 2. . Masalah mengenai ketegangan-ketegangan sosial yang timbul akibat adanya akulturasi. mencatat dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat.

Faktor kemanfataan timbal balik. Faktor penghambat adanya proses asimilasi budaya: 1. Kelompok-kelompok manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Kurangnya pengetahuan terhadap unsur kebudayaan yang dihadapi (dapat) bersumber dari pendatang ataupun penduduk asli. penerimaan. atau tindak lanjut inovasi berupa pengakuan. 2. memberi manfaat kepada dua belah pihak c. b. pemahaman saling menghargai dan memperlakukan pihak lain secara baik. Faktor yang memudahkan/penarik terjadinya asimilasi budaya: a. Faktor simpati. Asimilasi Budaya Proses asimilasi dapat terjadi jika terjadi hal-hal sebagai berikut : 1. . 3. Invention. Bermanfaat Bagi Proses Asimilasi Proses pembaruan (inovasi) dapat digolongkn dalam bentuk: a. b. Pertemuan budaya-budaya antar kelompok itu masing-masing berubah watak khasnya dan unsur-unsur kebudayaannya saling berubah sehingga memunculkan suatu watak kebudayaan yang baru/campuran. Kelompok manusia ini saling bergaul secara intensif dalam kurun waktu yang lama. dan penerapan proses koleh masyarakat. 2. atau penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru berupa gagasan individu atau kelompok. 3. Discovery. Sifat takut terhadap kebudayaan yang dihadapi.40 2. 3. Inovasi (Pembaruan) Campuran. Perasaan ego dan superioritas yang ada pada individu-individu dari suatu kebudayaan terhadap kelompok lain. kelakuan saling menerima dan memberi dalam struktur himpunan masyarakat. Faktor toleransi.

Dari situ diperoleh 12 prinsip yang dapat mengurangi penolakan (resistance) atas gagasan baru (innovation) sebagai berikut: a.et al. dalam setiap keanggotaan kelompok pasti terdapat individu yang selalu merasa tidak puas dan merasa kekurangan sehingga secara sadar individu ini melaksanakan aktivitas pengkajian. Proses inovasi menimbulkan suatu perubahan (evolusi). Sistem perangsang. dan pimpinan-pimpinan masyarakat merasa bahwa proyek (inovasi) itu adalah milik mereka bukan sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan oleh orang lain (luar). telah mengumpulkan data berbagai hasil penelitian tentang upaya pembaugunan dan pengembangan masyarakat dari sekitar 500 studi difusi inovasi di berbagai bidang kajian keilmuan baik secara empiris maupun non-empiris. dan fasilitas lain. c. 1972: 621). rangsangan materi. b. Persepsi masyarakat pendukung dalam kelompok. d. Mutu serta ketahanan SDM. dapat berupa pengakuan ilmiah. sebuah penemuan perlu mendapat dukungan kelompok guna pengakuan sebagai kebutuhan dasar. c. penelitian terhadap situasi yang dihadapinya. . Resistensi akan berkurang jika administrator.. pemberian gelar. b. Harus memberikan kemanfaatan bagi masa depan. Goodwin Watson. Resistensi akan berkurang jika partisipan melihat perubahan itu sebagai upaya pengurangan beban mereka sekarang dan bukan justru menambah beban baru. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu secara jelas mendapat dukungan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi dari sistem (kehidupan masyarakat) itu. khususnya di negara-negara berkembang yang dilakukan oleh Eicholz dan Rogers (Zaltnian. penghargaan dan pengakuan. jika tidak pastilah sangat tidak memberikan hasil yang maksimal. guru-guru anggotaanggota pengurus.41 Pemanfaatan hasil inovasi bergantung: a.

Resistensi akan berkurang jika dalam inovasi itu partisipan merasa bahwa kemandirian (autonomy) dan keamanan (security) mereka tetap terjamin. 1969: 56-57) . Resistensi akan berkurang jika partisipan mendapatkan penerimaan. e. (Warner G. dan jika ketentuan yang dibuat untuk mandapatkan umpan batik (feedback) persepsi masyarakat tentang inovasi serta penjelasanpenjelasan berikutnya sesuai dengan yang mereka butuhkan. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu serasi dengan nilai-nilai (values) dan gagasan-gagasan yang telah lama diketahui masyarakat. Resistensi akan berkurang jika partisipan diikutkan dalam upaya diagnostik yang membawa mereka untuk menyetujui apa yang jadi problem mendasar (gagasan sentral) dan untuk yang merasakan bahwa hal itu penting dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu diadopsi atas dasar keputusan (konsensus) kelompok itu sendiri. dukungan. serta kepercayaan dari teman-teman mereka satu sama lainnya. l. Resistensi akan berkurang jika diberitahukan dengan bijaksana alas penolakan terhadap inovasi karena kesalahpahaman dan salah penafsiran. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu terbuka atas kritikan perbaikan dan pertimbangan ulang jika dibutuhhan untuk mendapatkan perubahan yang lebih memuaskan. i. k. memperkenalkan kesulitan-kesulitan yang berarti atauperlu diatasi serta mengambil langkah-langkah seperlunya terhadap hal-hal yang tidak pantas ditakuti. g. Resistensi akan berkurang jika penganjur (proponent) mampu untuk memperkenalkan diri secara baik/jelas (emphertize) terhadap penerima anjuran (opponent).42 d. j. Bennis. h. Resistensi akan berkurang jika program inovasi itu menawarkan jenis pengalaman yang dapat menarik minat partisipan. pembenaran. f.

Jadi. inovasi itu dirasakan lebih kompleks dan sulit inovasi dimengerti hingga terjadi Penggunaan ditangguhkan “suspended kesalahpahaman. Kemudian dengau kesadaran bersedia belajar tentang eksistensi inovasi yang belum diketahui tadi. judgement". yang berkaitan dengan dorongan dan larangan berupa beban sosial dan finansial jika inovasi itu digunakan. (5) adopsi (penggunaan). ia mempelajari keadaan “situational” (3) evolution (penilaian). Individu bersangkutan menilai inovasi itu dan mendorong jiwanya memilih hal-hal yang sesuai dengan kondisi dirinya personal": (4) trial (percobaan). (2)interest (menaruh minat). penolakan (rejection) terjadi karena tahapan-tahapan berikut: (1) awareness (kesadaran). teori penerimaan dan penolakan gagasan baru yang dideskripsikan oleh Eicholz dan Rogers di atas disebut dengan namaa rejection-adoption theory. Individu bersangkutan semua belum memiliki pengetahuan tentang inovasi “ignorance" dan telah memiliki pengetahuan lama "traditional". Ketika gagal dicobanya lagi hingga berhasil. Meskipun sebelumnya ia telah memiliki pengetahuan lama "traditional". Proses adopsi terjadi disebabkan lima tahap: (1) awareness (kesadaran). maka penggunaan itu akan dihentikan (discontinuance). jika pada penggunaan-penggunaan berikutnya terus-menerus gagal. Akan tetapi. agama. Tahap ini penggunaan inovasi masih ditangguhkan selama mempertimbangkan “suspended judgment” nilai hakiki yang terkandung di dalamnya sambil membandingkannya dengan cara lama. Semula individu atau kelompok yang bersangkutan tidak mengetahui dan mengabaikan "ignorance" inovasi itu. Ketika mengikuti pelajaran. sementara pertimbangan cenderung mengambil jalan pintas . Individu bersangkutan memperluas upaya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang adat istiadat. lndividu bersangkutan mulai memberanikan diri untuk menggunakan inovasi sebagai percobaan pendahuluan "experiment". pendapat warga masyarakat umumnya.43 Sementara itu. lndividu bersangkutan menerinia inovasi itu digunakan seterusnya atas dasar percobaan yang berhasil sebelumnya. Sebaliknya.

bagaimana kedudukan cara lama yang digantikannya. diragukan bertentangan dengan agama. dan pendapat orang umumnya. akan tetapi kembali saja kepada cara lama yang telah dia ketahui dan biasa dipraktikkan. individu bersangkutan tidak memahami betul fungsi inovasi itu menggantikan apa dari cara lama. Individu bersangkutan akan mengakhiri dengan penolakan seterusnya terhadap inovasi tersebut dan tetap mempraktikkan cara biasa. sudah biasa. Teori penerimaan dan penolakan ini dapat dibandingkan dengan teori pertukaran dari Homans terkait proposisi sukses. Pada masa kebutuhan pemilihan inovasi yang sesuai untuk dirinya “personal”. memerhatikan situasi. pemutusan penggunaan (discontinuance) akan berlangsung dalam waktu panjang yang tidak terpastikan (Zaltman. dan (5) rejection (penolakan). terjangkau secara finansial. (4) trial (percobaan). apa faedahnya yang lebih menonjol daripada cara lama. personal dan experimental.. Ketika individu bersangkutan atau orang lain melakukan percobaan dengan inovasi itu “experiment”.et al. Sehingga tidak lagi diiringi dengan upaya belajar yang sungguh-sungguh. nilai. aman dari segi sosial. norma. terjadi insiden atau kegagalan. serta pengalaman. kondisi dan kebutuhan diri. penangguhan pertimbangan. Skema dari The rejection-adoption theory ini terlihat sebagai berikut (Rusmin Tumanggor. . 1990: 27-28). tetapi kurang mereka perhatikan karena belum biasa dalam masyarakat. individu bersangkutan tidak lagi berusaha untuk mencoba hingga berhasil. dan berhasil juga. Konsekuensi logis dari penolakan ini. Sehingga la menyangkal kehadiran inovasi. susperidedjudgment. 1972: 624). adat istiadat. situational. (2) indifference (acuh tak acuh). Meskipun inovasi itu kelihatannya logis. yaitu masa pengabaian. Dalam diagram ini terlihat ada masa ignorance.44 saja yaitu penggunaan cara lama lebih mudah. (3) denial (penolakan). Individu bersangkutan semakin acuh tak acuh setelah melihat keadaan "situational".

Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah. papan). maka orang yang sakit tentu merasa mendapat dukungan sosial.Rejection Adoption Ignorance Awareness Stage Gambar TIME Suspended Judgment Awareness Stage Indifference Situation Interest Stage Denial Stage Personal Evaluation Stage Trial Stage Experimental Trial Stage Rejection Disontinuance Adoption Gambar 2 Skema Alur Adoption-Rejection Theory . baik ringan maupun berat. kebutuhan sosial (pergaulan. maka sanak saudara ataupun temanteman biasanya datang berkunjung. Contoh nyata yang paling sering kita lihat dan alami adalah bila ada seseorang yang sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit. diperhatikan. Rejection From of adoption. Kebutuhan fisik (sandang. Dengan kunjungan tersebut. perasaan religiositas. pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu.pangan. pengakuan.45 D. sekolah. dan dicintai. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya. rasa aman. sehingga dirinya merasa dihargai.

secara emosional merasa lega karena diperhatikan. penghargaan atau menolong orang dcngan sikap menerima kondisinya. merupakan persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan(pendekatan berdasarkan kuantitas). bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek di dalatn lingkungan sosialnya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkah laku penerimanya. atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. saran. Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cobb yang mendefinisikan dukungan sosial sebagai adanya kenyamanan. . berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berdasarkan kualitas). kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan. dan menyayangi kita. 2. dalam arti bahwa orang yang menerima sangat meraakan bantuan bagi dirinya. kesediaan. karena sesuatu yang actual dan memberikan kepuasan. Sarason (1983). Dukungan sosial bukan sekedar mmeberikan bantuan. tetapi yang penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan itu. Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima. yaitu: 1. berpendapat bahwa dukungan sosial itu selalu mencakup dua hal. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan sosial. karena menyangkut persepsi tentang keberadaan (availability) dan ketepatan (adequacy) dukungan sosial bagi seseorang. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan social yang diberikan. Hal tersebut penting dipahami oleh individu yang ingin memberikan dukungan sosial. dukungan sosial tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. Pendapat senada dikemukakan juga oleh Sarason (1983) yang mengatakan bahwa dukungan sosial adalah keberadaan. mendapat saran.46 Dukungan sosial (social support) didefinisikan oleh Gottlieb (1983) sebagai informasi verbal atau nonverbal. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia. perhatian. menghargai.

Sementara itu. misalnya anggota keluarga (anak. Dukungan social itu bersifat nonformal. Sumber dukungan social yang natural memiliki kesesuaian dengan norma yang berlaku tentang kapan sesuatu harus diberikan. ada dua sumber dukungan social yaitu sumber artikulasi dan natural. . Menurut Rook dan Dooley (1985). dihargai. Keberadaan sumber dukungan social natural bersifat apa adanya tanpa dibuat-buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifat spontan. teman dekat atau relasi. Sumber dukungan social merupakan aspek paling memerlukan. yang dimaksud dengan dukungan artikulasi adalah dukungan social yang dirancang ke dalam kebutuhan primer seseorang. Sumber dukungan social sesuai dengan situasi dan keinginannya yang spesifik. dan dicintai. Namun perlu diketahui seberapa banyak sumber dukungan social ini efektif bagi individu yang memerlukan. Sumber-sumber dukungan social banyak diperoleh individu dari lingkungan sekitarnya. Orang yang menerima dukungan social memahami makna dukungan social yang diberikan oleh orang lain. b. Sumber dukungan social yang natural berakhir dari hubungan yang telah berakar lama.47 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan social merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orangorang tertentu dalam kehidupannya dan berada dalam lingkungan social tertentu yang membuat si penerima merasa diperhatikan. sehingga dukungan social memiliki makna yang berarti bagi kedua belah pihak. dan kerabat). Perbedaa tersebut terletak dalam hal sebagai berikut : a. istri. Dukungan social yang natural diterima seseorang melalui interaksi social dalam kehidupannya secara spontan dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. c. Sumber dukungan social yang bersifat natural berbeda dengan sumber dukungan social yang bersifat artificial dalam sejumlah hal. misalnya dukungan social akibat bencana alam melalui berbagai sumbangan social. suami.

e. mengemukakan adanya enam komponen dukungan social yang disebut sebagai “The Social Provision Scale”¸di mana masing-masing komponen dapat dapat berdiri sendiri-sendiri. Sumber dukungan sosial semacam ini yang paling sering dan umum adalah diperoleh dari pasangan hidup. Sumber dukungan social yang natural memiliki keragaman dalam penyampaian dukungan social. serta melakukan kegiatan yang sifatnya rekreatif secara bersama-sama. Orang yang menerima dukungan sosial semacam ini merasa tenteram.1994: 371). atau anggota keluarga/ teman dekat/sanak keluarga yang Arab dan memiliki hubungan yang harmonis. Sumber dukungan semacam ini memungkinkan lansia mendapatkan rasa aman.48 d. Kerekatan emosional (etttotional attachment) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan seseorang memperoleh kerekatan (kedekatan) emosional sehingga menimbulkan rasa aman bagi yang menerima. mulai dari pemberian barang-barang nyata hingga sekadar menemui seseorang dengan menyampaikan salam. dan damai yang ditunjukkan dengan sikap tenang dan bahagia. Adapun komponen-komponen tersebut adalah: 1. Adanya kepedulian oleh masyarakat . nyaman serta merasa memiliki dan dimiliki darn kelompok. Sumber dukungan social yang natural berakar dari hubungan yang telah berakar lama. lntegrasi sosial (social integration) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan memiliki suatu kelompok yang memungkinkannya untuk membagi minat. terutama yang tidak memiliki pasangan hidup. perhatian. menjadi sangat penting untuk dapat memberi dukungan sosial atau dukungan moral (moral suppport). Sumber dukungan social yang natural terbebas dari beban dan label psikologis. aman. Misalnya Weiss (Cutrona dkk. f. Bagi lansia adanya orang kedua yang cocok. namun satu sama lain saling berhubungan. Para ahli berpendapat bahwa dukungan social dapat dibagi ke dalam berbagai komponen yang berbeda-beda. 2.

Bentuk lain dukungan sosial berupa pengakuan adalah mengundang para lansia pada seliap event/hari besar untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut bersama-sama dengan para pegawai yang masih berusia produktif. bila seseorang menerimanya dengan rasa syukur. Sumber dukungan sosial semacam ini dapat berasal dari keluarga atau lembaga/instansi atau perusahaan/organisasi di mana sang lansia pernah bekerja. Contoh: Setiap hari besar TNI. . lansia mendapat dukungan sosial berupa jaminan bahwa ada orang yang dapat diandalkan bantuannya ketika lansia membutuhkan bantuan tersebut. sehingga para lansia mendapat pelayanan yang memuaskan. kemampuan dan keahliannya maka ia tetap mendapat perhatian dan santunan dalam berbagai bentuk penghargaan. ceria. 4.atau mendengarkan ceramah ringan yang sesuai dengankebutuhan lansia. Karena jasa. dan dapat mencurahkansegala ganjalan yang ada pada dirinya untuk bercerita. maka para mantan pejabat yang telah pensiun/memasuki masa lansia biasa diundang hadir dalam upacara ataupun resepsi yang diadakan oleh instansi tersebut. Hal itu semua merupakan dukungansosial yang sangat bermanfaat bagi lansia. Dukungan sosial jenis ini pada umumnya berasal dari keluarga. Ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance) Dalam dukungan sosial jenis ini. 3.49 untuk mengorganisasi lansia dan melakukan kegiatan bersama tanpa ada pamrih akan banyak memberikan dukungan sosial.Mereka merasa bahagia. Uang pensiun mungkin dapat dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan sosial juga. misalnya pada Sasana Werdha ada petugas yang selalu siap untuk membantu para lansia yang tinggal di lembaga tersebut. Adanya pengakuan (reanssurance of worth) Pada dukungan sosial jenis ini lansia mendapat pengakuan atas kemampuan dan keahliannya serta mendapat penghargaan dari orang lain atau lembaga. Untuk lansia yang tinggal di lembaga.

Itulah sebabnva sangat banyak lansia yang merasa sedih dan kurang bahagia jika berada jauh dari cucu-cucu ataupun anak-anaknya. Menurut Weiss (Cotuna dkk. sumber dukungan sosial ini adalah keturunan (anak-anak) dan pasangan hidup. Bimbingan (guidance) Dukungan sosial jenis ini adalah berupa adanya hubungan kerja ataupun hubungan sosial yang memungkinkan lansia mendapatkan informasi. 1994). Dukungan sosial jenis ini bersumber dari guru. atau nasihat yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi.50 5. alim ulama. Kesempatan untu mengasuh (opportunity for nurturance) Suatu aspek penting dalam hubungan interpersonal akan perasaan dibutuhkan oleh orang lain. 6. Jenis dukungan sosial ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan bahwa orang lain tergantung padanya untuk memperoleh kesejahteraan. dan juga orang tua. pamong dalam masyarakat. saran. . figur yang dituakan.

budi bahasa. serta tantangan zamannya. Padahal masa lalu itu sesuatu yang sudah selesai masa kini dan masa depan menyediakan kreativitas yang baru. yakni menyangkut sopan santun. (2) kelompok tertentu. Dalam definisi peradaban juga mengandung adanya perkembangan pengetahuan dan kecakapan. yang teridentifikasi melalui unsur-unsur objektif umum. HAKIKAT PERADABAN MANUSIA Hakikat peradaban bisa kita mulai dengan definisi ”peradaban” itu sendiri. Peradaban juga sering menunjukpada kemajuan ekonomi. Juga bisa tantangan zaman berbeda. Peradaban adalah sebuah entitas terluas dari budaya. Respon dengan cara berbeda itu bahkan yang tidak beradab sekalipun dimungkinkan bisa terjadi. dan indah. Sekurangnya tiga inti peradaban. maka nilai yang dipakai berbeda pula. sehingga orang memungkinkan memiliki tabiat ”beradab”. namun merupakan kesatuan yang utuh. Pengertian demikian memungkinkan respons suatu kelompok orang akan berbeda dengan kelompok lainnya. penegakan satu peradaban tergantung pada kelompok dengan nilai yang Wanutnya. Peradaban adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut bagian-bagian atau unsur-unsur suatu kebudayaan yang dianggap halus maju. Peradaban mengambil padanan kata civilization yang berarti nilai hidup satu kelompok atau dalam merespons tantangan masa yang dihadapinya dalam era tertentu (Oxport Dictionaty English oleh Hassan Shadily: 2003). Dengan demikian. dan (3) tantangan zaman. dan kebudayaan suatu bangsa. teknologi. antara dimensi masa lalu dan masa kini kerap mendatangkan kebimbangan pada kita. yaitu: (1) nilai.51 BAB 4 MANUSIA DAN PERADABAN A. Karena itu manusia beradab salah satunya memiliki ciri mampu mengendalikan dirinya. Agaknya dengan dimensi peradaban itu. seperti bahasa sejarah. . dan politik. merupakan sambungan halaman demi halaman yang berbeda. Ibarat buku masa kini dan akan datang.

institusi.52 agama. dan mempunyai kemampuan untuk menghadirkan selalu produk budaya yang up-to-date. dan institusi-institusi oleh umat manusia di seluruh dunia. . Dengan dua modal tersebut suatu kebudayaan akan memiliki banyak peluang untuk disosialisasikan ke segala penjuru negeri. Akan tetapi. Dalam alam yang serba canggih. orientasi-orientasi. Karena itu negara-negara maju yang mempunyai kekuatan akses yang besar akan mampu membentul: opini dunia. Ortodoks. Kondisi ini terjadi pada masyarakat modern di mana dalam perjalanannya telah melahirkan adanya proses globalisasi. keyakinankeyakinan. perilaku-perilaku. suatu kebudayaan dapat diserap dan merambah ke seluruh dunia jika memiliki perangkatnya. Hindu. taklagi relevan dengan kehidupan manusia. negara-negara maju mampu memprakarsai format “peradaban masyarakat dunia”. Artinya. dan Afrika. yaitu transportasi dan komunikasi. maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Terkadang. Islam. mampu beradaptasi. Amerika Latin. Peradaban yang mampu bertahan (Peradaban Mayor) antara lain: Peradaban Tionghoa. dan memengaruhi kehidupan manusia. kebiasaan. Mungkinkah lahir sebuah peradaban universal? Asumsi ini lahir dari satu pemikiran bahwa suatu budaya senantiasa tidak lepas dari kemanusiaan dan adanya penerimaan secara umum terhadap nilai-nilai. banyak juga peradaban yang hilang ditelan bumi dan terkubur di dalam pasir-pasir masa. Budaya di sebuah desa di ItaliaSelatan mungkin berbeda dengan yang di Utara. Mengglobal berarti mendunia. suatu peradaban mampu berkembang dengan pesat. Jepang. Sepanjang sejarah umat manusia. tetapi keduanya bisa disebut budaya Italia yang membedakan mereka dari karakteristik desa-desa di Jerman. sebuah peradaban mengalami pasang surut. Barat.

bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi. Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. dukungan dan pengayaan-pengayaan. Ide tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Atau evolusi juga sering dimaksudkan sebagai perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal usul kehidupan dan dirinya. yaitu melaui konsep penciptaan. Melalui pemikiran evolusi inilah kemudian pelbagai pandangan dari cabang ilmu biologi dipersatukan. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi kuasi . Darwin (1858) mengajukan dua teori pokok: yaitu spesies yang hidup species berasal dari spesies yang hidup sebelumnya. Namun di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan. Jadi. dan/atau evolusi biologi. Dalam perkembangannya. antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan. dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama. dan yang menganut paham teori penciptaan Universal Crastion). berdasarkan arah adaptasinya bersifatgradual dan berdasarkan hasilnva sendiri selalu dimulai terbentuknya. sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga alternatifi. Perkembangan tentang teori evolusi tersebut sangat menarik untuk diikuti. Atau evolusi diartikan dengan perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa. transformasi.53 B. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat graduai. tampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling sering dijadikan rujukan pokok. teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label "Neo-Darwinian" dan "Modern Sintesis".

c. dan Mayr (1942). 2. dan saltasi). Fisher (1930). Secara umum. yaitu: mutasi. Dengan berbagai pekembangan dalam ilmu biologi. Perubahan dan genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu. punctual. khususnya genetika maka teori evolusi Darwin diperkaya. teori evolusi yang sekarang disebut New Darwinian atau Modern Sinteds. tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah: a. melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain. Oleh karenanya. agen tunggal penyebab terjadinva evolusi adalah seleksi alam. Dobzhansky (1937). in nature favorable variantions and ultimately eliminating those that are injurious”. Pada 1858 Darwin memublihasikan The Originyang memuat dua teori utama. Mendapat kritik dan pengayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915). Evolusi terjadi melalui seleksi alam. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama. Goldschmidt (1940). aliran gen. Menurut Darwin. danyang menganut paham teori penciptaan (Universal Crastion) b. . Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau. yaitu: 1. Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxlcy (18251895). dan genetic drifi. proses evolusi oleh seleksi alam (NeoDarwinian) terjadi lcarena adanya: a. Secara singkat.54 dankuantum). Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi. Topik yang akan dibahas di bawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta. berdasarkan polanya (gradual. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnva. b. dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan mikro). Selelai alam adalah “process of presenving.

Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. penjelasan tentang "homologi" dan "unity of types" terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah. Oleh karena itu. e. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan ". Teorinya akan ditentang banyak pihak. Kompetisi antar-individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum "archetypes". Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekrang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut leih lanjut semua spesies makluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. Produksi varian baru melalui materi genetik yang diturunkan (DNA/RNA). dari dua kelompok pertamasebelumnya Darwin cukup menandaskan bahwa Keajaiban-keeajaiban atau intervensi dari kekualan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Generasi berikut mewarisi "kombinasi gen yang sukses" dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi. tetapi itu bukan penjelasan ilmiah". Kemudian Owen lebih keras lagi menentang teorinya. Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup "ilmiah". Menurut Darwin. Untuk para penentangnya. c. sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. b. menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah "irzteresting" dan "unity of type"-nya merupakan "hukum" biologi yang penting. Kelompok "Creationist" yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh Yang Mahakuasa untuk tujuan tertentu.55 c.. Kelompok penganut filsafat "Idealist" yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Darwin memandang masalah ini . Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama: a. d. Darwin (1959) di halaman 435. Pada Origin edisi pertama.. Goethe mengabstraksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.

Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastis tanpa pilihpilih. Perbedaan fekunditas. definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan nonrandom dalam reproduksi terhadap genotype. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu interior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Seleksi alam pun juga masih bekerja. populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Dengan berkembangnya ilmu genetika. Secara umum. Jika makanan dan sumber daya yang lain tidak terbatas selama suatu musim. Anggota populasi yang membawa genotipe yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. sering kali merupakan bagian kecil. karena anggota populasi dengan genotipe yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. Darwin mengemukakan bahwa selkcsi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi. dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar-anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. dari keturunannya bertahan hidup: sementara sebagian besar lainnya tereliminasi.56 sebagai proses. sementara konsep archehtype adalah timeless. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan selcksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cenderung berlambah jumlahnya seperti deret ukur. Darwin adalah penganut paham materialisme. sesungguhnya juga merupakan agen penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan . Hanya sebagian. teori itu diperkaya sehingga muncul Neo-Darwinian. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Jadi. sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. Menurut Lemer (1958).

Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype. yang ditunjukkan dalam angka kematian. slogan Herbert Spencer ”survival of the fittest in the struggle for life” sebagai alternative untuk menerangkan proses seleksi alam. Darwin telah menerima. melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile. Permasalahan itu terpecahkan setelah T. (Dobzhansky. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotipe yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. (Dobzhansky. justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. namun saat ini slogan itu tampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. 1970). breader akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan dating. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan datang. . paling agrasif atau paling bertenaga. Pada seleksi buatan.57 jumlah individu yang dapat betahan hidup dan/atau jumlah individu yang akan mati. yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetik yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetik di mana nantinya seleksi alam bekerja. Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya meteriil baru (bahan genetic yang baru di masa mendatang akan dapat diseleksi lagi). Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat. namun dengan sedikit keraguan. 1970). Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan di objek seleksi oleh alam.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia.

Tetapi tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman.". namun Haidar Bagir. Bagir justru . Dari segi teologis ada kekhawatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan. proses vang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistis yang sepenuhnya jauh dari dogma agama. Musolini di Italia. e. Harun Yahya yang "menyerang" teori Darwin. f. 'Ientang prinsip survival of the littest. teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh. Akan tetapi. pakar filsafat Islam.. b. Paham creationisme berkurang pengaruhnya. Penggantian pola pikir esensialieme oleh pola pikir polulasi. d. Kita tetap menolaknya. tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga sosial ekonomi. Penolakan terhadap theology kosmis. Saat ini.. sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agamawan. c.58 Implikasi dari teori evolusi melalui alam ini sangat luas. dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian. karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut. menanggapinya dengan mengatakan "Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistik asal usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu. tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi. kebijakan "eugenic" di Singapura di masa Lee Kuan Yu. Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Penjelasan "desain" di dunia oleh proses materialistis seleksi alam. Secara ilmiah. dan budaya: a. Bagir (2003). maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. Karena betapa pun demikian.

apakah nenek moyang manusia berasal dari simpanse atau neadethal. 15 Mei 2010). Apakah melalui nilainilai kemanusian sehingga melahirkan peradaban modern berupa peralatan-peralatan canggih ataukah memang secara fisik lebih kuat dibandingkan makhluk lainnya? Ataukah karena keahllian manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya sehingga perlbagai tantangan dan rintangan alam mampu direkayasa dan dicarikan jalan keluarnya? Apa pun . Apakah manusia ada melalui penciptaan atau proses evolusi. Apakah disebabkan oleh kondisi fisik kita yang lebihtahan terhadap penyakit. Mengapa manusia dapat bertahan lebih kuat dibanding makhluk lainnva dari proses.59 membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya. karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan tidak bertentangan dengan kandungan AlQur‟an. seleksi alam yang sedang berlangsung?. Menurut antropolog John Hawks dari Universitas of Wisconsin-Madison (2010). Karena itu adalah tidak penting penting memperbedatkan apakah manusia dari spesies yang sama dengan simpanse atau neadethal. Kita tidak boleh terjebak pada penjelasan kausal empiris tentang akar pohon manusia long tanpa akhir. Apa yang diperdebatkan tentang hipotesis akar pohon asal mula keluarga manusia di atas oleh banyak ahli mulai dianggap tidak terlalu penting untuk didiskusikan lebih jauh. lebih baik lcita mendiskusikan apa yang membual kita dapat bertahan hingga kini. KIta tetap perlu melihat sisi lain berupa pelajaran penting dari diskusi tersebut. Yakni. ataukah kebiasaan manusia yang suka berkumpul? Penjelasan dari pertanyaan tersebut lebih bermanfaat untuk dikaji para ahli karena akan menjelaskan perbedaan manusia dengan simpanse ataLl neanderthal. adalah lebih bijak jika mulai diteliti faktor yang mcnyebabkan manusia modern dapat bertahan lebih lama hingga kini dantidak punah seperti simpanse atau neadethal. ataukah keahlian manusia dalam berkomunikasi. keduanya adalah dialektika pemikiran tentang asalmula manusia yang cemerlang. meskipun terdapat temuan inilah manusia secara genetik tidak jauh berbeda dengan simpanse atau neadethal(Kompas.

Melalui geologi masa lampau. Kita tidak dapat mengganggu sistem bumi sccara keseluruhan. namun kita telah memengaruhinya dengan menggunakan energi yang menyebabkan polusi sewaktu membuat niakanan. Kekuatan pendorong dalam peradaban budaya manusia modern ini sangat dipengaruhi . tanah. Hutan-hutan Uropis yang merupakan tempat tinggal bagi jutaan spesies ditebang untuk pertanian. dan sejumlah produk lainnya bagi populasi dunk yang. kondisi di atmosfer. tempat berteduh. padang rumput. dan biosfer untuk sebagian besar telah mengikuti perputaran alami. kita tida k dapat menolak bahwa kemampuan manusia dalam bertahan melewati seleksi alam melahirkan pelbagai produk peradaban berharga (baik yang bernilai ositif dan negatif bagi kemanusiaan) yang patut dijadikan pelajaran penting bagi setiap generasi manusia mendatang. kehidupan manusia modern muncul sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir sungguh hanea sekejap jika dibandingkan dengan sejarah planet bumi yang sudah berusia 5 miliar tahun. C. dan kawasan industri. Sekarang kegiatan-kegiatan manusia merupakan kekuatan yang penting yang mendorong perubahan-perubahan di dalam lingkungan global.60 jawabannya. dan sebagai limbah yang dihasilkan daripenggunaan energi dan barang-barang dalam kehidupan sehari-hari. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA Pada perkembangannya. meningkat kita melepas senyawa-senyawa lain yang menyebabkan timbulnya lubang di lapisan ozon yang berfungsi melindungi kita dari radiasi ultraviolet dan hita membakar bahan bakar yang menyebabkan terbentuknya gas-gas panas yang tidak dapat keluar dari lapisan atmosfer sehingga jumlahnya terus bertambah. samudra. Bahan baku yang diambil dari permukaan bumi untuk menjaga kestabilan ekonomi dari dunia yang sedang berkembang. Penambahan jumlah populasi juga menambah beban bagi potensi pertanian dan kebutuhan lahan semakin meningkat. tempat tinggal. dan kita memperlakukan atmosfer.

Terlebih lagi ketiha perkembangan teknologi sebagai bagian dari perkembangan budaya yang paling menonjol. karena dengan teknologi manusia bisa mengatasi berbagai hal dalam bentuk relung dan kondisi lingkungan tanpa memiliki kemampuanalami. . padahal kejadian yang sebenarnya lingkungan binaan lingkungan binaan manusia jauh dari kekuasaannya. atau bertamasya ke ruang angkasa tanpa harusbersayap. manusia karena peradaban yang dibawanya dengan teknologi sebagai instrumenyang menyertainya menjadikan pandangan manusia terhadap lingkungan alamiah mengalami perubahan yang berarti.Dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya manusia telahmerasa menguasai lingkungan. Dengan meningkatknya populasi manusia di planet bumi akan semakin menambah marak kehidupan terhadap lahan dan sumber daya lainnya yang potensial dan strategis bagi kelangsungan hidup kelompok-kelompok manusia yang pada suatu saat terjadi ketergantungan terhadap lingkungan alam.61 oleh kemampuan akal pikiran dan budi daya manusia dalam mempertahankan kehidupannya di planet bumi ini. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa evolusi budaya lebih mendominasi adaptasi biologis manusia terhadap lingkungan manusia. Akibat perkembangan budaya. Peradaban manusia dalam Perkembangan evolusi budaya dan adaptasi biologis dimulai setelah ditemukannya api sebagai alat untuk memenuhi berbagai keperluan dan keinginan. Kita sudah dapat menyaksikan bahwa manusia dapat berkeliaran di dasar samudra tanpa memiliki insang seperti halnya ikan. Ketergantungan terhadap lingkungan alam akan segera teratasi dengan meningkatnya budaya manusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi yang nantinya akan semakin jelas bagaimana manusia akan berperilaku terhadap lingkcungan alam dan perubahan yang menyertainya. Akibat kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan telanologi menjadikan manusia kurang menyadari pentingnya adaptasi terhadap lingkungan alam. Api merupakan penemuan teknologi paling awal yang membawa peradaban manusia pada kemampuan untuk mengubah lingkungan binaan menjadi lingkungan binaan yang scsuai dengan kehendak dan aspirasinya.

dari makhluk yang diturunkan dari langit dan hidup harmonis dengan bumi menjadi sebuah makhluk ciptaan yang memandang dirinya sebagai yang merangkak dari bawah dan kini menjadi pemangsa dan pembasmi yang sangat mematikan. di mana ia memainkan peran penting. Seperti halnya Allah SWT. keharmonisan terhadap: litosfer. memandang manusia sebagai wakil (al-khalifah) Allah SWT. memelihara dan mengasuh dunia. mineral. tanah lahan. lautan. kualitas kewakilan ini disempurnakan dengan kualitas kehambaan (al-‟ubudiyyah) kepada Allah SWT. Manusia adalah hamba Allah dan karenanya harus menaati-Nya. manusia telah menjadi perusaknya. kehadiran manusia dengan budayanya selalu dipandang sebagai pemelihara alam. Tetapi kini dengan munculnya krisis lingkungan. serta air. pantai. Dalam pandangan geofilosofi. di atas bumi dan secara eksplisit Al-Qur'an menegaskan. Fungsi pemeliharaan terhadap lingkungan alam merupakan kesalahan manusia sebagai pemegang . Manusia telah mengubah perannya. atmosfer. Dalam pandangan Islam sebagai rahmatan seluruh alam semesta. DAS. energi. sumberdaya air. serta bahan galian mineral. manusia harus aktif di dunia. "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang wakil (khalifah) di muka bumi" (Al-Baqarah: 30). Tidak banyak yang menyadari bahwa kehadiran lingkungan alam beserta proses alam yang menyertainya merupakan amanah terhadap manusia. Tidaklah etis bilamana ada manusia yang mengatakan dengan bangganya telah menaklukkan lingkungan alam yangberupa kawasan pegunungan. berkat uluran tangan peradaban modern. Lebih jauh lagi. Sebagai khalifah Allah. memelihara keharmonisan lingkungan alam dan menyebaruaskan berkah dan karunia karena ia sehubungan dengan kedudukan manusia sebagai ciptaan yang terdidik dan berbudaya di dunia yang sementara ini merupakan perantara.62 Kemampuan manusia untuk menguasai lingkungan alam hanyalah suatu impian atau khalayan yang kurang mendasar. manusia sebagai wakil-Nya juga harus memelihara dan mengasuh dengan kasih sayang. Bukankah semua potensi lingkungan alam tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai pengelola sumber daya bumi demi kemaslahatanumat manusia.

”Apakah kamu tiada melihat bahwa Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bah tera yang belayar di lautan dengan perintah-Nya” (al-Hajj: 65) tidaklah berarti bahwa dengan perkembangan peradaban di bidang ilmu dan teknologi manusia semena-mena melakukan eksploitasi terhadap lingkungan alam/semesta daya bumi (apa yang ada di bumi). betul Engkau Tuhan kami. ”Bukanlah Aku ini Tuhanmu? Mereka (yait. Kepekaan manusia dalam dimensi penghambaan kepada Allah SWT. Perubahan lingkungan alam menjadi lingkungan hinaannya selalu dimulai dengan munculnva . Namun apa yang banyak terjadi di sekitar kita saat ini. Allah SWT menunjukkan hal ini dalam ayat yang terkenal. Perlakuan terhadap sumber daya alam kebumian ini harus menekankan pada kemampuan daya dukung alam. telah menundukkan (sakhhara) lingkungan alam bagi manusia sebagaimana termuat dalam ayat.63 amanah ketika bersaksi di hadapan Sang Pencipta. serta dimensi kewakilan-Nya di bunii ini mulai luntur dan makin bias dengan kemajuan peradaban modern. bahwa domunasi atas segala apa yang ada di bumi diperbolehkan bagi manusia sejauh itu sesuai dengan hukumhukum Allah pada sifat-sifat dasar dinamika kebumian bahwa lingkungan alam. dapat diartikan bahwa eksplotasi sumber alam itu lebih ditekankan pada kemaslahatan masyarakat/ umat manusia. Manusia semakin tidak menyadari bahwa dalam setiap perencanaan dan pelalaanaan pembangunan terdapat dimensi perwakilan (al-khalifah) dan kehambaan (al‟-ubudiyyah) serta adanya proses perubahan alam (atmosfer dan litosfer) di dalamnya. kami bersaksi” (al-A‟raaf : 172). bahwa manusia mulai bisa hidup dan merasa aman dalam lingkungan alam yang sudah diubahnya menjadi lingkungan binaan dan secara budaya telah menjauhkan kepekaan manusia terhadap risiko yang dapat ditimbulkannya maupun risiko proses kebumian yang menyertainya. anggota kelompok manusia) menjawab. Secara makro. Menjadi masyarakat manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan terdidik berarti menyadari akan tanggung jawab yang melekat dalam status "wakil Allah SWT" Dalam ayat-Nya bahwa Allah SWI'. lingkungan di mana diperbolehkan untuk dimanfaatkan sebagaimana adanya. Dengan ayat itu dimaksudkan.

64 kesempatan yang lebih baik dan mapan. Karena itu di balik kemapanan kesempatan itu manusia hanya mampu memandang berbagai manfaat dari manipulasi terhadap lingkungan alam dengan berbagai potensi sumber daya kebumian yang terkandung di dalamnya. Unsur dadakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kerugian yang ditumbulkannya. Kedua. bayang-bayang risiko selalu tertutup rapat-rapat. bencana alam merupakan proses alam kebumian. juga dapat berupa hilangnya aset nasional yang potensial. Bencana alam merupakan peristiwa atau kerugian/kehilangan secara mendadak karena proses alam. Kerana itu di balik kesempatan yang lebih baik dan mapan. Proses alam yang bersumber dari dalam bumi atau juga disebut proses alam asal dalam atau proses endogen. budi daya manusia. Terdapat tiga unsur dalam bencana alam yaitu. Dilihat dari kacamata geologi. Unsur dariakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kcrugian yang hilangnya aset nasional yang potensial. pertama adalah unsur kerugian/kehilangan. dan yang bersumber di atmosfer atau disebut juga proses asal luar atau proses eksogen. manusia telah mengenal apa yang disebut dengan bencana alam. kerusakan lingkungan. Pada dasarnya terdapat dua jenis proses alam yang dapat mengakibatkan bencana alam. tetapi yang berjalan sangat cepat dengan ukuran manusia yang di dalamnya terdapat unsur manusia. unsur dadakan sehingga manusia tidak mempunyai waktu untuk menghindar serta Ketiga. bahkan ke kondisi runtuh maka energi akan menimbulkan getaran yang menyebar melalui tanah dan batuan ke . sehingga kemungkinan muncul ancaman baik dari proses alam kebumian maupun lingkungan binaannya kurang mendapat perhatian yang proporsional. Unsur kerugian atau kehilangan dapat berupa kehilangan jiwa manusia. adalah unsur proses alamiah. Bila akumulasi energi melebihi kondisi elasto-plastis. Gempa bumi dapat menimbulkan guncangan dan pergeseran pada permukaan. Dari perkembangan peradaban budaya. Setiap manusia memiliki keinginan dan kehendak untuk mengelaploitasi lingkungan alam. harta benda. Yang termasuk dalam proses endogen adalah gempa bumi dan letusan gunung api.

kemudian bila akumulasi air dalam tanah berlebihan sering terjadi longsoran. seperti yang telah terjadi di Aceh. Bahan padat hasil erupsi baik berupa aliran lava. Demikian juga bila tcrjadi kelebihan massa air dan curah hujan. 26 Desember 2004 yang lalu. runtuhan yang merupakan gejala yang wajar. bahan piroklastik merupakan materiil-materiil yang sangat merusak bila mengenai kawasan budaya manusia di lereng-lereng gunung api. Proses alam akan menjadi sebuah bencana alam bilamana proses alam tersebut mengenai semua aktivitas budaya manusia. kawasan pegunungan. Demikian juga bila terjadi banjir lahar dingin yang bersifat merusak pada aliran yang dilewatinya. sering menimbulkan banjir baik banjir genangan maupun banjir bandang/banjir kiriman. Guguran kubah lava yang menyebabkan awan bersuhu tinggi dan bergerak sangat cepat merupakan bahaya yang sangat fatal terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan di lereng gunung api. kawasan pantai. maka akan terjadi gelombang tsunami yang sangat berbahaya bila dekat dengan kawasan pantai yang padat dengan aktivitas budaya manusia. Bencana kekeringan yang pada gilirannya dapat menjadi penyebab paceklik dan kelaparan. Gelombang air laut pasang dapat pula ditimbulkan oleh angin yang meniup kuat. Angin kencang atau angin ribut dapat menimbulkan bencana. Semua ini menyangkut gejala alam yang pada hakikatnya merupakan proses alam yang wajar-wajar saja. lcekeringan).65 permukaan bumi menjadi gempa tektonik yang dahsyat dan memorak porandakan semua aktivitas yang dikenainya. penyakit. Bilamana hat ini terjadi di perairan samudera. serta angin kencang. Gejala eksogen ialah hujan yang berlebihan misalnya (atau sebaliknya. Apakah aktivitas itu di kota. dan juga kebakaran. daerah kantong-kantong kemiskinan atau daerah dengan akses ekonomi yang tinggi atau wilayah yang mempunyai aset nasional. penumpukan kubah lava. desa. Di kawasan yang berlereng curam dengan kestabilan batuan dan tanahnya tidak baik. Aktivitas gunung api merupakan fenomena yang jarang diperhatikan banyak orang kecuali para saintis bidang vulkanologi maupun fisika gunung api. Bencana .

Jakarta. gempa bumi di Liwa. Pada gilirannya. Dalam dua dasawarsa terakhir hingga memasuki abad ke-21. awan panas Merapi. pertengahan Februari 2005 lalu). Meksiko.8 juta tahun yang lalu hingga sekarang ini) tidak menunjukkan suatu perubahan yang mendasar. dan Sumatera Utara. Hal ini terkadang lepas dari sorotan pada saat manusia merencanakan berbagai kegiatan hidupnya. tanah longsor. seperti gempa bumi tektonik. gangguan dan degradasi lingkungan akibat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tepat telah menimbulkan dampak negatif terhadap peri kehidupan dan peradaban lingkungan budaya manusia itu sendiri. tanah longsor di jawa . Sebagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi tentang tata cara pembuangan sampah/limbah padat pacla media geologi tertentu perlu perlakuan khusus. meskipun dari kacamata geologi maupun klimatologi. kesalahan dalam manajemen dan teknologi tersebut mengakibatkan satu rangkaian komunikasi budaya masyarakat Leuwigajah (Cimahi) harus hilang seketika (kasus longsoran di lokasi penimbungan sampah di Leuwigajah. lingkungan geologi di masa kini (kuarter. Kenyataan menjadi jelas bahwa lingkungan alam kebumian dan lingkungan binaan manusia memiliki berbagai potensi bencana alam. tsunami di flores. Tetapi jika mengaca betapa dasyatnya bencana alam seperti gempa bumi di Peru. badai salju yang sangat Fatal terhadap perkembangan budaya manusia. bencana awan panas. banjir bandang/banjir genangan. meskipun dari bencana alam ternyata meningkat. banjir di Pantura. Aceh. kurang dari 1. tanpa disadari jumlah manusia. gampa bumi dan tsunami di Pangandaran dan Cilacap (Juli 2006). Banyuwangi. harta benda/aset nasional yan menjadi korban bencana alam ternyata meningkat.66 alam yang melanda bumi Akhir-akhir ini hendaknya menjadikan kita sadar betapa tidak berdayanya manusia terhadap lingkungan alam. angin kencang. Kobe. Cimahi. tsunami. Namun demikian. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibanggakan dan diharaphan oleh manusia untuk dapat melindungi dirinya dari ancaman bencana alam justru menimbulkan berbagai bentuk gangguan terhadap lingkungan maupun ekosistem.

67 Barat. bahkan proses pembencanaan alam yang bersumber dari kelalaian peradaban manusia terhadap aneaman bencana kebumian tidak dapat dihindarkan. Apalagi bila dikaitkan dengan adanya pusat-pusat pertumbuhan wilayah strategis yang sebagian berada di kawasan rawan bahaya keilmuan. Karena itu. gempa bumi Bantul dan Klaten. tanah longsor dan banjir bandang di Bohorok dan Pacet (Jawa Timur). Oleh karena itu. banjir di berbagai tempat di Sumatera-Kalimantan dan Jawa. . sebagai bentuk aktunulasi kekuatan yang kurang diantisipasi dengan kemampuan teknologi eksplorasi sumber daya migas yang andal. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya bumi dan sumber bahaya kebumian. keperluan manusia akan lingkungan alam juga semakin meluas dan makin meningkat baik ditinjau dari segi kebutuhan akan ruang untuk hidup maupun kebutuhan akan sumber daya yang terkandung di dalamnya. gempa bumi di Nabire. bila keperluan manusia akan ruang hidup dan sumber daya bumi yang terkandung di dalamnya tidak dipertimbangkan dengan potensi sumber bencana kebumian. gempa bumi di Alor. Lebih berat lagi ketika kita mendapati kenyataan bahwa jumlah penduduk bumi juga semakin meningkat. sudah sepantasnyalah pertimbangan terhadap risiko bahaya kebumian ini harus mendapat perhatian saksama di Indonesia. risiko yang akan ditimbulkannya semakin fatal dan sangat berbahaya. gempa bumi di Mandailing Natal Sumatera Utara. gempa bumi dan tsunami gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. hingga gempa bumi Haiti. maka bukan hanya manusia yang semakin peka terhadap bencana kebumian. merupakan peningkatan bencana alam yang nyata baik ditinjau dari segi kejadiannya maupun jumlah korban manusia yang ditimbulkannya. Akibatnya. gempa bumi di lran. longsor di Solok. Belum lagi peristiwa semburan lumpur panas di sekitar sumur eksplorasi Banjar Panji-1 milik Lapindo Brantas di Porong. tsunami di Biak. tanah longsor di Purworejo. Bila perhatian terhadap sumber bahaya kebumian beserta risikonya lolos dari berbagai rencana pembangunan nasional maupun daerah.

Pada dasawarsa terakhir ini. Kondisi nyata yang sedang kita alami saat ini adalah meluasnya kemiskinan. Karena itu.68 Akhirnya evolusi budaya manusia akan membawanya kepada perubahan lingkungan awal secara global. terlihat bahwa interaksi dinamis antara atmosfer dan litosfer yang berimplikasi pada risiko kehidupan dan hasil budaya bangsa ini telah menunjukkan satu proses pembelajaran yang sangat mendalam tentang makna kehadiran manusia sebagai khalifahtull fill ardh. memperbaiki taraf hidup semua orang dan mengupayakan perlindungan serta pengelolaan ekosistein yang lebih baik dan bijaksana. satu-satunya alternatif jalan untuk menjamin adanya masa depan yang lebih ainan dan lebih sejahtera bagi kita adalah mengembalikan fitrah manusia pada kekhalifahan dan kehambaan kepada Tuhan dengan konsekuensinya melakukan pembangunan nasional/daerah yang ramah lingkungan kebumiannya dalam mengupayakan kebutuhan pokok umat manusia. global warming. Dalam menjalankan semua ini kita harus mempunyai suatu visi yang jauh ke depan demi kesatuan dan keutuhan bangsa/umat manusia serta kelestarian pembangunan yang berwawasan lingkungan kebumian. karena kita mengetahui bahwa perubahan-perubahan akan membawa konsekuensi yang baik maupun yang buruk. oleh karena itu dalam transformasi kebudayaan untuk mengantisipasi berbagai perubahan termasuk di dalamnya risiko bencana kebumian. memerlukan solidaritas kemanusiaan yang berkelanjutan untuk evolusi budaya manusia. Ke mana hakikat kehidupan budaya manusia dan budaya bangsa ini dibawa dalam lingkungan yang sangat dinamis yang melibatkan semua elemen/unsur . Di samping itu. Demikian juga kesenjangan antara kaya dan miskin makin berlanjut. kita perlu memandang perlunya solidaritas kemanusiaan dalam pelaksanaan pembangunan. tunaaksara dan berlanjutnya kerusakan ekosistem. Umat manusia adalah satu. yaitu apakah terjatuh pada kondisi semakin memburuk atau sebaliknya semakin membaik. degradasi lingkungan global. dan seterusnya. kelaparan. ketidaksehatan. Peri kehidupan manusia modern saat ini sedang berada pada suatu titik kulminasi yang menentukan proses evolusi sejarah peradaban modern. peledakan populasi.

Jalan paling yang perlu dilakukan adalah melalui jalur pendidikan. Melalui pendidikan dibuka ruang mahaluas bagi berlangswngnya berbagai mobilitas. Semoga kita mampu mengambil pelajaran dari semua kejadian itu untuk tahun yang akan datang. ruang. Berbagai pergerakan manusia yangberlangsung dapat dikatakan bergerak di luar kendali ruang dan waktu. mampu menjadi katalisator pertumbuhan peradaban. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL Mobilitas antar bangsa seperti saat ini menjadi salah satu ciri kuat perkembangan masyarakat global. tidak dapat disangkal pula bahwa berbagai model danberembangan mobilitas antar bangsa tidak lagi mengenal adanya batasan spasial. tantangan utama yang dihadapi banyak negara adalah terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan sosial. dan selalu berpikir bahwa "tidaklah Aku ciptakan ini dengan sia-sia". D. Dalam konteks tersebut pealing memberikan ruang besar bagi terjadinya dialog yang menjembatani kompleksitas persoalan budaya. Dengan demikian. Sehingga hampir menghilangkan ruang. waktu yang menjadi identifikasi identitas sebuah bangsa. Globalisasi dengan demikian. baik dalam konteks praksis maupun teoretis. Dalam konteks kehidupan global. Mobilitas yang dilakukan atas alasan apa pun telah menjadi fenomena penting yang menandai terbukanya isolasi-isolasi rutinitas kehidupan di pelbagai belahan dunia.69 atmosfer dan litosfera bergerak mengikuti ritme sunatullah-Nya. Keterbukaan ruang mobilitas tersebut pada gilirannya menciptakan persinggungan peradaban dan pemikiran yang bersifat dialogis. merupakan dunia terbuka yang benar-benar telah meleburkan sekat-sekatyang membatasi pergerahan manusia dari dan berbagai negara. teritorial kedaulatan suatu bangsa. maupun waktu. termasuh kelimpangan pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada persaingan ketat pasar tenaga kerja secara global. Namun demikian. budaya dan politik. Perbincangan tentang globalisasi (terlebih dibaca dari perspektif negeri periphery istilah Wailerstein) akan mengambil dua pokok pertanyaan: Apa itu globalisasi dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan keseharian kita? .

Globalisasi sektor produksi dan konsumsi secara nyata membawa sebuah situasi baru: polurisierung and strafizierung arme Wltbevoekrung in globalisierte Reiche und lokalisierte Arme (polarisasi dan stratifikasi penduduk dunia dan globalitas kaum kaya dan lokalitas kaum miskin) (Beck.70 Globalisasi sebagai sebuah konsep akan mengacu pada intensifikasi kesadaran sebuah dunia secara keseluruhan.1997: 101). Tak berlebihan bila Giddens (1990). 1998). dan sekaligus melokalisasi problem sosial Maka. sementara kaum miskin terkotak-kotak dalam permasalahannya sendiri (Anjal AnakBerhadapan . Berbagai kasus kebijakan publik tentang politik swastanisasi pendidikan. Kekuatan ekonomi yangdimotori oleh kapitalisme. Scott Lash menyebutkkan sebagai proses estetikanisasi dunia kehidupan global. Pengaruh sektor produksi internasional yang berkembang menciptakan pula tingkah laku konsumtif di berbagai belahan bumi. adalah contoh nyata betapa dunia sosioikultural berhadapan langsung dngan kekuatan pasar. yang merambah mendekati pasar dan upah buruh murah. negeri periphery menjadi ladang subur bagi pertumbuhan tingkah laku konsumtif. globalisasi adalah terciptanya sebuah dunia yang tanpa batas. Perspektif ini mengingatkan pada perdebatan klasik (Marx-Weber). Dalam praktiknya. Sebuah "transnasional ruang". apa yang kini kita kenal sebagai Neo-Liberalisme pun merambah dunia keseharian kita. Bahkan. yakni antara kekuatan dominasi ekonomi dan pluralisme sosiokultural. Proses ini menciptakan transnasionalisasi kapital. Negara pun seperti tak bisa berbual banyak terhadap pengaruh deras kaphalisme.” (of Bauman. menumbuhkembangkan globalisasi produksi dan konsumsi. memformat proses kebangsaan kita. Sektor produlai numcul dengan tumbuhnya industri-transnasional. menyebut bahwa masyarakat kitadewasa ini merupakan masyarakat ”pengembara dalam ruang dan waktu. Dengan bahasa lain bahwasanya akses global hanya dapat tersentuh oleh kaum kaya. yang sering tampil sebagaigaya hidup. kekuatan kapital lelah menggulung tatanan sosial. dan membuat runtuhnya bangunan sosial lama.

tidak hanya akibat dari pergeseran sektor produksi menuju sektor konsumsi. di akhir dasawarsa 60-an yang mengingatkan kepada kita bagaimana . namun lebih dahsyat lagi adalah terjadinya konsekuensi penalaran modernitas. konflik. Dalam era globalisasi dan persaingan internasional yang ketat.71 dengan hukum (ABH). 1999). Akibatnya. dan peristiwa selalu berjalan dalam logika "global". Risiko adalah kata kunci untuk mendeskripsikan proses kerusakan atau biaya. (Giddens 1990. PSK. Jika di negeri-negeri "pusat" terjadi proses individuasi yang luar biasa. Individuasi adalah proses sosial yang tak terelakkan. Periode transisi ini ditandai oleh proses disembedding of social system. Adalah John Kendrick (15731624). pemulung. Inilah yang kemudian disebut proses globalisasi. yang menghidupi dan dihidupi oleh roh modernitas. sistem komunikasi sosial masyarakat pada situasi yang kaotis dan semakin hilangnya nilai "kepercayaan" institusional dan individual. Spirit modernitas yang menyertai proses globalisasi tersebut kiranya juga menghantam dunia kehidupan warga masyarakat. Penyebabnya adalah. tanpa memiliki daya dan kuasa untuk terlibat aktif dalam kemajuan dunia global. dan lain-lain). Beck 1986) Konsekuensi-konsekuensi dari penalaran dan praktik modernitas tersebut menciptakan impact-impact yang tak terdeteksi atau tak teramalkan sebelumnya. Pemahaman di atas memberikan makna bahwa proses intensifikasi ruang-ruang transnasional. Beck dalam bukunya ”Risikogesellschaft : Auf dem Weg in eine andere Moderne” (1996)menyebut proses modernitas semacam itu sebagai "masyarakat risiko". (cf Luhman. problem-problemnya. Dimensi-dimensi tersebut tak pelak mengerucut pada soal bahwa semuanya dimotori oleh kekuasaan pasar yang berideologi neoliberal (globalisme). Polarisasi ekonomi tersebut dibarengi pula oleh adanya situasi dunia yang terfragmentasi. demikian pula masyarakat negeri-negeri "periphery" mengalami guncangan-guncangan luar biasa pada tatanan sosialnya. warga miskin kota. daya saing bangsa Indonesia kerap disalip bangsa lain karena kita terlena dari membangun bangsa yang kuat dan mandiri.

keberadaan dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi menjadi hal yang strategis untuk merepresentasikan tingkat ketercapaian pembangunan ketiga pada sektor itu. Dalam konteks itu. indeks mutu sumber daya manusia pun dijadikan indikator strategis untuk membangun daya saing suatu bangsa. E. ia membangun sebuah wacana besar tentang metode pemahaman terhadap realitas yang bertumpu pada konsep democritus. Descrates. setelah sekian lama kita berpikir bahwa capital stock merupakan aspek terpenting dalam proses perubahan peradaban manusia. sistemnya tetap. kemudian ilmu fisika menjelma sebagai bentuk ideologi besar modernisme. Untuk menyiapkan sumber daya manusia tersebut. PROBLEMATIKA PERADABAN PADA KEHIDUPAN MANUSIA Awal kelahiran modernisme merupakan sebuah proses revolusi peradaban tentang cara pandang manusia terhadap realitas. begitu juga semua elemen pembentuk alamnya. Walaupun keduanya sejatinya berbeda dalam . Bacon (1561-1626) dan Comte (1798-1857). Melalui fisika Descartes. dan ekonomi menjadi sarana yang efektif untuk mendongkrak peraihan indeks mutu sumber daya manusia. kesehatan. Bersama para pengikutnya. termasuk tatanan sosial melalui pemikiran F. maka sektor pendidikan. Oleh karenanya. Setelah konsepsi Descartes memengaruhi segala macam kehidupan.72 pentingnya pembangunan sebuah bangsa yang didasari oleh optimalisasi peran sumber daya manusia (human stock). Alam dalam pemaknaan Descartes adalah kurang lebih dipahami scbagai sesuatu yang 'langsung jadi' dan tidak memiliki perubahan. berlanjut kemudian alam pikiran modern mengenal seorang Lamarck (1744-1829) dan Charles Robert Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya di bidang biologi. bahkan kemudian mampu meruntuhkan dominasi gereja yang kala itu menjadi 'satu-satunya' tafsir kebenaran terhadap segala macam realitas. Pergeseran pemikiran tersebut berimplikasi pada penentuan targettarget pembangunan yang harus dicapai oleh suatu negara di dunia. membagi realitas ke dalam atom-atom penyusun realitas dan kemudian dicari sistemnya terhadap keseluruhan.

Secara makro. . Mekanika Newton atau sering juga disebut dengan mekanika klasik menjelaskan adanya fenomena benda yang relatif besar. Darwin. dan Newton fondasi modernisme semakin kukuh. Pemikiran ketiga tokoh tersebut menemukan bentuk fungsionalnya saat perkembangan alat-alat teknologi semakin meluas dan mendunia. Sebagaimana dalam kebijaksanaan klasik Cina. saat terjadi krisis sesungguhnya terjadi proses transisi. yaitu Karl Marx (1818-1883) yang dikenal sebagai seorang Darwinian Sosial yang menganggap bahwa prosespergantian sosial pun selalu melalui proses seleksi alam.73 memaknai proses evolusi. dan realitas yang mengalami sebuah evolusi sccara terusmenerus (Darwin) diterangkan dalam konsepsi berbeda yang dikenal dengan konsepsi melanika. Berikutnya adalah ilmuwan Sir Isaac Newton (1643-1727). Dengan demikian. Bahkan adanya konflik adalah sesuatu yang niscaya sebagai upaya untuk keluar dari kerumitan sosial sekaligus menjadi pemenang dari proses seleksi alam tersebut. Artinya. konsep "krisis” menggunakan kata weijiyang terdiri dari huruf-huruf yang berarti "bahaya" dan "kesempatan". dengan kecepatan relatifrendah. Bergulirnya percepatan penggunaan teknologi canggih saat ini tidak perlu selalu dimaknai sebagai keadaan yang negatif (Fritjof Capra. Melalui Descartcs. melalui Newton perkembangan ilmu fisika mengalami proses penyempurnaan. Ternyata ide Darwin tersebut kemudian mendapat dukungan dari generasi berikutnya. tetapi juga dapat digunakan sebagai pendekatan fenomena benda mikroskopis. yaitu selain mengandung bahaya juga mengandung kesempatan yang bisa membuat kondisi awal manusia menjadi lebih baik. dimulai saat revolusi industri pada akhir abad ke-17. namun konsep evolusi ini merupakan sebuah revisi terhadap konsep realitas dari sumbangsih Descartes yang menganggap alam sebagai sebuah sistem yang tetap. 2004). penjelasan mekanika Newton tersebut membuka wacana besar yang membentuk peradaban modern semakin sempurna. realitas yang terdiri atas sistem dan elemen pembentuk sistem (Descrates).

Sementara peradaban-peradaban yang sedang berkembang menunjukkan keberagaman dan kepandaian yang tak pernah berhenti. Dia akan hancur dan secara berangsur mengalami disintegrasi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa para saintis berwacana dan para teknolog membumikan pemikiran mereka dalam bentuk peralatan yang berguna bagi kehidupan manusia. teknologi sebagai bentuk aplikasi sains memiliki peran besar dalam pembentukan realitas sosial. peradaban-peradaban yang berada dalam proses disintegrasi menunjukkan keseragaman dan kurangnya daya temu.74 Dilihat dari proses kelahiran modernisme sebelumnya. Demikian juga kontribusi para saintis yang memiliki kompetensi filosofis ternyata terbukti mampu menggiring sejarah umat manusia. Hilangnya fleksibilitas dalam masyarakat yang mengalami disintegrasi ini disertai dengan hilangnya harmoni secara umum pada elemen-elemennya. Pertanyaan selanjutnya. . peradaban itu tidak akan mampu melanjutkan proses kreatif evolusi budayanya. yang mau tak mau mengarah pada meletusnya perpecahan dan kekacauan sosial. di mana ketika sains memiliki peran besar dalarn proses pembentukan wacana besar yang menjadi fondasi 'kebenaran'. bisa dimaknai bahwa peran sains (atau lebih tepatnya natural science) dalam menentukan arah peradaban manusia sangat besar. Pada waktu struktur sosial dan pola perilaku telah menjadi kaku sedangkan masyarakat tidak lagi mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah. Begitu juga peran teknologi. bagaimana peran Sains dan teknologi dalam penentuan bentuk peradaban baru pasca modernisme? Fritjof Capra menyitir Toynbee tentang proses kelahiran Minoritas Kreatif sebagai nukleolus penentu arah peradaban sebagai berikut: Budaya runtuh karena kehilangan fleksibilitas.

peradaban baru manusia postmodern mulai terbentuk secara perlahan. Juga konsep keterbatasan ruang yang bisa diatasi sehingga konsep jauh dan dekat secara filosofis juga mengalami perubahan makna. Bahkan setelah ada interaksi antara matematika dengan teknologi elektronika.75 Namun demikian. tetapi mereka mau tak mau akan tetap runtuh dan mengalami disintegrasi. Fritjof Capra. yaitu ketika teknologi komputer berinteraksi dengan realitas sosial. minoritas kreatif akan tetap muncul ke permukaan dan melanjutkan proses tantangan dan tanggapan itu. kita kemudian mengenal bentuk aplikasi teknologi yang dikenal dengan teknologi komputer. Sclain itu. kita mengenal bagaimana konsep cepat lambat mengalami perubahan secara drastis. Dengan demikian. 1981) Melalui penjelasan Toynbee di atas. Bahkan perbedaan konsep nyata dan imajiner yang juga kemudian diklaim oleh dunia IT akan segera teratsi akan semakin meninggalkan jaringjaring Cartesian sebagai satu-satunya yang bisa menggambarkan kenyataan. Proses evolusi budaya ini akan terus berlanjut. Dunia kemudian juga mengenal adanya pengaruh filosofis dari konsep fisika kuantum terhadap realitas sosial. . Lembaga-lembaga sosial yang dominan akan menolak menyerahkan peran-peran utama kepada kekuatan-kekuatan budaya baru ini. kreativitas masyarakat-kemampuannya untuk menghadapi tantangan-tidak hilang sama sekali. yang jauh meninggalkan konsep mekanika Newton. selama proses disintegrasi yang menyakitkan itu. jaring-jaring Cartesian akan sulit untuk menggambarkan karena konsep ruang dan waktu ini sudah berubah secara filosofis. sehingga terlahir sebuah teknologi informasi yang bergerak dalam logika kuantum yang diprediksikan oleh Tofler akan menjadi tulang punggung benluk Peradaban baru pengganti modernisme. tetapi berada dalam kondisi-kondisi baru dan dengan tokoh-tokoh baru pula. (Titik Balik Perdaban. dan kelompok minoritas kreatif itu mungkin akan mampu mentransformasikan beberapa elemen lama menjadi konfigurasi baru. Meskipun arus budaya telah menjadi beku dengan melekatkan diri pada pemikiran-pemikiran mapan dan pola-pola perilaku yang kaku.

Dengan bahasa lain. Apalagi dampak negatifnya terhadap kenyataan sosial. Ketika Descartes merumuskan konsep geometri analitis mungkin tidak berpikir tentang implikasi moral dan sosial dari konsepnya tersebut. dan peringatan dari kalangan ahli ilmu sosial dan juga teolog atau ulama perlu disikapi secara bijak oleh para saintis dan telnolog itu sendiri. serta para teolog dan ahli agama yang terus disibukkan dengan perdebatan liberal dan konservatifnya. sindiran. Sekali lagi terbukti. Apalagi setelah ilmuwan sosial mahzab kritis dengan post-modernismenya terjebak dalam wacana dan definisi semata. ekses modernisme terhadap tatanan sosial pengganti tatanan sosial 'Abad Kegelapan' bisa jadi tidak pernah mereka pikirkan bahkan tidak pernah mereka bayangkan. . Demikian juga seorang Darwin dan juga Newton. Hal tersebut secara tidak sadar. Adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi kita semua saat ini agar para komunitas saintis dan teknolog terus mempertimbangkan dan mengembangkan penerapan sains dan teknologi. Apalagi melihat konsep reduksionisnya Descartes yang kemudian mengilhami pembagian bidang spesialisasi ilmu yang di masa peradaban Islam dianggap belum begitu penting. Karenanya. egois bahkan tertutup (elitis) di tengah masyarakat kita. dan sosial dari proses inovasi maupun inventori yang mereka lakukan. pengaruh dominan saintis dan teknolog ternyata masih sangat dominan untuk menentukan masa depan umat manusia. disadari atau tidak para saintis dan teknolog akan terus menjadi Penentu arah peradaban. Sehingga. sedikit banyak adalah kontribusi dari kalangan saintis dan teknolog. teguran. seluruh kemajuan teknologi perlu terus mempertimbangkan konsekuensi ekologi. Hal yang cukup memperhatikan adalah budaya pragmatis. Adanya 'penyesalan' umat manusia terhadap proses peradaban manusia yang merusak lingkungan dan tatanan sosial akses dari modernisme perlu disikapi dengan bijak. moral. rekayasa genetika yang meninggalkan konsep evolusinya Darwin. Namun demikian.76 Juga dengan berkembangnya pemetaan DNA. pengaruh pemikiran yang mereka berikan terhadap perubahan sosial bisa jadi tidak terpikirkan sebelumnya.

77 Pertanyaannya bagaimana kita mengembalikan sistem yang memungkinkan terbukanya kembali sekat-sekat komunikasi antara sains dan teknologi. Ilmuwan tidak saja menyelesaikan persoalan kehidupan. Oleh karena itu. Selain itu. tetapi ia harus turut andil memastikan nasib keberlangsungan hidup dan masa depan generasi umat manusia ke depan. setiap ilmuwan seyogianya mengemban misi kenabian (profetik) yaitu dengan melakukan transmisi keilmuan untuk peradaban yang lebih maju tanpa merusak tatanan kehidupan manusia dan ekologi lingkungan hidup. sebagainiana layaknya para nabi yang memandang dirinya sebagai sosok pembebas umat manusia dari segala penindasan. Dengan kebersamaan satu misi tersebut. sebagai sosok yang mendedikasikan proses inovasi daninventory-nya untuk pembangunan kembali hakikat kemanusiaan yangnyaris musnah. Yakni dengan membangun pemahaman bersarna bahwa sejatinya ilmu adalah untuk kemanusiaan (humanity) dan kemaslahatan bersama (common good). Kuntowidjoyo (1943-2005) juga mengusulkan pentingnya membangun sebuah etika profetis di kalangan saintis dan teknolog. para ilmuwan diharapkan tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat pembidangan keilmuwan yang yang dan merusak tujuan mulia dari ilmu pengetahuan. dari pihak saintis dan teknolog tentunya. . dengan disiplin ilmu dan spesialisasi lain tanpa harus mcmandang bidang ilmu lain lebih rendah. dan juga sebagai para pengingat urnat manusia akan kenyataan bahwa sejatinya mereka adalah makhluk Tuhan.

juga disyaratkan dengan terciptanya karakteristik pluralisme yang kondusif bagi sebuah negara ini mendapatkan gimnasiumnya di Indonesia. seperti ras. maupun pengelompokan sosial vang didasari oleh sistem penggolongan sosial lain bcrdasarkan satu (atau lebih) unsur tertentu yang diperoleh secara askriptif (warisan). masing-masing kesatuan sosial tersebut hidup dengan mengacu pada kebudayaan atau subkebudayaannya masing-masing. agama. dan budaya yang luar biasa. penduduk yang menghuni wilayah Nusantara dapat dikelompokkan ke dalam berbagai bentuk pengelompokan sosial yang disebut suku bangsa. teknologi. Sebelum RI merdeka pada 1945. Maka. penerapan ide-ide pluralisme. yang saling bcrbeda satu dengan lainnya. tidak mengherankan jika . sebenarnya dalam masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan minoritas. Demokrasi yang oleh Robert Dahl (1982). Bahkan lengkap dengan „aturan-aturan hukum‟-nya sendiri. DAN KESETARAAN A. tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi. KERAGAMAN. HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA Masyarakat majemuk seperti Indonesia. dan multikulturalisme dapat dilangsungkan. Persentuhan ragam budaya dan agama antarkelompok masyarakatnya yang telah berlangsung sejak lama ini juga telah melahirkan ragam konflik dan konsensus yang terjadi. Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia.78 BAB 5 MANUSIA. dan organisasi sosial-politiknya (Suparlan. subsuku bangsa. Pada hakikatnya. Sebagai bangsa yang memiliki keragaman etnis. Indonesia sering kali dijadikan ajang pernantauan bagaimana proses-proses demokrasi. 1979). agarna. dan lain sebagainya. bukan hanya beraneka ragarn corak kesukubangsaan dan kebudayaan suku bangsanya secara horizontal. yang kemudian hari dikenal dengan sebutan „hukum adat‟. sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi baik interaksi sccara individual maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional.

dalam kemitraan asas toleransi. artinya setiap gcnerasi melaksanakan pembangunan dan diberi kepercayaan penuh. misalnya merasa lebih terhormat atau lebih tinggi kedudukannya. dan keterbukaan harus terus dijunjung tinggi. Dengan prinsip kesetaraan tersebut diharapkan kita kembali memperlihatkan jati diri dan harga diri sebagai bangsa (self-nation-esteem) menghadapi . Karena itu. golongan. agama dan yang berbeda satu dengan lainnya melebur dan bersepakat membentuk kesukubangsaan yang satu.79 para ahli menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mewujudkan diri sebagai suatu masyarakat yang majemuk dan sudah menjadi pokok pcrhatian dari para ahli tersebut untuk waktu yang lama. Dalam prinsip keselaman tidak boleh terjadi ada satu anggota memaksakan kehendaknyakepada anggota yang lain. Dalam prinsip kesetaraan bahwasanya setiap individu. kerja sama. Kesetaraan adalah komitmen bersama yang perlu untuk terus dipupuk dan dikembangkan dalam proses berbangsa dan bernegara di NKRI kita. setiap generasi bangsa berdiri satu dengan lainnya dengan sejajar. Untuk itulah kita harus membangun bangsa kita. Semua suku bangsa saling inemberikan potensi terbaik yang mereka miliki kepada Negara Kesatuan RI. Dengan kalimat mewujudkan diri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRl pada hakikatnya setiap kelompok. dihargai. suku. saling timbal balik. harmonis. dimulai dari diri kita sendiri. sehingga anggota atau komunitas lainnya merasa terdiskriminasi dan tertindas oleh dominasi anggota atau komunitas lainnya. Kedua belah pihak yang bermitra mempunyai kedudukan yang sejajar dalam mencapai tujuan vang disepakati. dihormati. Bagaimanapun besarnya suatu institusi atau organisasi dan bagaimanapun kecilnva suatu institusi atau organisasi. yaitu bangsa Indonesia. dan diberikan pengakuan dalam hal kemampuandan nilainilai yang dimiliki. Kesetaraan. untuk menjadi unsur terbaik yang bisa memberikan kiprah gemilang menuju cita-cita besar para founding fathers kita. organisasi. atau institusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa "duduk sama rcndah berdiri sama tinggi" dengan yang lain. apabila telah bersedia menjalin kemitman harus mcrasa sama dan sejajar. Karena itu.

distribusi wilayah agama. suku bangsa. dan bahasa. tiga perlirna (300an suku) berdiam di Papua Barat. Teramati ada beberapa perbedaan pokok antara Pola Indonesia Barat dengan Pola Indonesia Timur (selanjutnya disingkat dengan PIB untuk yang pertama. keseluruhan struktur mozaik Nusantara ini terbelah menjadi dua bagian utama. keterbelahan ini kurang lebih mengikuti garis-Wallace (Wallace Line) yang terkenal itu ke dalam dua bagian. B.80 pelbagai persoalan kebangsaan yang terus-menerus datang di setiap zaman. struktur mozaik sosialbudaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. Pertama. kemajemukan dalam masyarakat Indonesia dapat dipahami sebagai bentuk perbedaan daya adaptasi antar kelompok-kelompok yang berbeda secara ras. agama. ekonomi. dan kelompok agama. Karena itu. Dengan prinsip kesetaraan kita bisa membangun kemitraan yang kukuh untuk kemudian saling berinteraksi. dengan mudah dapat dipahami pada adanya ketidakseimbangan dan kesenjangan yang dapat saja berlanjut ke arah pertikaian antarras. Dengan proses yang demikian. dari aspek struktur kesukuan. yaitu Indonesia Barat dan Indonesia Timur. bersosialisasi dan berelapresi satu dengan lainnya. suku bangsa. pertama. KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA Pada dasarnya. sehingga menjadikan kelompok-kelompok yang memiliki tingkat perkembangan kebudayaan. dan dari aspek tingkat pendidikan. Dari jumlah yang disebut terakhir ini. Dalam pandangan Thamrin Amal Thomagola. maupun politik. dan PIT untuk yang disebut terakhir). dari 656 suku di seluruh Nusantara hanya ada seperenam (109 suku) di PIB sedangkan di PIT ada lima perenam (547 suku). yaitu: struktur kesukuan. baik secara sosial. yang jelas-jelas mengancam integritas Indonesia sebagai suatu nation. dapat disimpulkan bahwa keseragaman suku di PIT jauh lebih tinggi dari keragaman suku di PIB. yang di Indonesia populer dengan sebutan masalah sara. .

yaitu suku Aceh. Batak. kebijakanpemerintahan RI. dalam satu kecarnatan saja dapat ditemukan lebih dari 10 suku. yang secara bersamaan sekaligus dipengaruhi oleh suatu peradaban dari luar seperti zending. dan (3) menyumbangkan banyak tokoh nasional dalam hampir semua bidang kehidupan. Sebaliknya di PIT.81 Kedua. yang terwujud kedalam sistem teknologi. Madura dan Bali. pengetahuan. Perbedaan daya adaptasi ini dapat ditelusuri melalui model-model produksi (models of production) yang dikembangkan oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. dan seterusnya. Suku-suku tersebut dikatakan domain berdasarkan tiga kriteria utama. yaitu: Aceh. berkebun. setiap suku di PIB paling kurang mendiami satu provinsi secara utuh. Minang. pemerintahan kolonial. pengaruh kebudayaan Hindu dan agama Islam. Sementara dalam tinjaun Koenjaraningrat (1987: 32). yaitu: (1) jumlah proporsional. baik lingkungan sosial maupunfisik. Sunda. (Tomagola. tani sawah. Batak. Minang. dan. pola-pola pengeksploitasi dan penguasaan sumber daya ekonomi. maka tingkat perkembangan masing-masing kebudayaan dapat dibeda-bedakan berdasarkan daya adaptasinya itu. intelektual. Sunda. Dengan melihat kebudayaan sebagai suatu mekanisme adaptasi suatu masyarakat dalam menginterpretasikan lingkungan yang dihadapinya. kadang-kadang dua provinsi atau lebih seperti suku Minang dan Jawa. dan Bugis. (2) punya kerajaan dan masyarakat yang mapan di masa lampau. Jawa. dari semibilan suku dominan di Indonesia ada di PIB dan hanya satu berlokasi di PIT. 1990) Ketiga. Bali. dan kenegaraan. berladang. Melayu. dalam satu kabupaten berdiam lebih dari 20 suku. yaitu suku Bugis. ada delapan suku. terutama dalam bidang kebudayaan. serta jaringan hubungan dengan masyarakat lain yang lebih luas. dan. pengembara. . Madura. suku bangsa di Indonesia dapat juga dipetakan dari model mata pencaharian yang dominan digelutinya. Jawa. Antara lain dapat dikelompokkan pada masyarakat berburu. besar kemungkinan dalam satu provinsi menampung lebih dari 40 suku. missi. Sementara suku-suku dominan lainnya.

82 .

83 Dengan cara demikian. Berdasarkan tingkat perkembangan sistem teknologi. poly-poly pengeksploitasian dan penguasaan sumber-sumber daya ekonomi. Masing-masing persekutuan hidup itu tidak terintegrasi ke dalain persekutuan (politik) yang lebih luas. serta jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas ini. perbedaan kebudayaan dalam nation Indonesia dapat dilihat secara gradual. Minangkabau dan Batak. atau berbagai suku bangsa (atau subsuku bangsa) yang menghuni pcdalaman Kalimantan. Berkaitan dengan sistem pemenuhan kebutuhan sehari-hari ini. . di mana situ sama lainnya memiliki tingkat daya adaptasi yang berbeda satu lama lainnya. Kubu (atau Suku Anak Dalam). Demikian pula. Minangkabau atau Batak. Baik antara kelompok-kelompok yang ada di dalam satu golongan sosial yang dikategorisasikan ke dalam situ kelompok horizontal tertentu. Sulawesi. Masyarakat yang tergolong kepada tribal society ini biasanya hidup dalam persekutuan-persekutuan hidup yang beranggotakan lebih/ kurang 50 jiwa saja. pada umumnya. orang Jawa. maupun antar kelompok-kelompok horizontal itu sendiri. Dari segi komposisi demografi. relatif memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi ketimbang rata-rata orang Mentawai. pola permukiman kelompok masyarakat ini bersifat nomadis (berpindah-pindah tempat). kelompokkelompok suku bangsa atau subsuku bangsa yang ada di wilayah kedaulatan Republik Indonesia ini setidaknya dapat dibagi kedalam empat kategori utama. pengetahuan. Pada umumnya bermata pencaharian berburu dan meramu (hunting and food gathering). Misalnya saja. biasanya. adalah kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society. dalam masyarakat orang Jawa. misalnya. jumlah anggota kelompok masyarakat yang dimaksud relatif kecil. dan Irian Jaya. ada kelompok-kelompok sosial tertentu yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dan ada yang rendah. meski batas-batas wilayah pengembaraannya itu tetap dapat ditentukan secara pasti. Pertanna.

84

Di Indonesia, kelompok masyarakat yang terkategori ke dalam tribal society atau masyarakat pemburu dan peramu ini relatif kecil jumlahnya. Sejauh yang dapat diketahui, kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society hanyalah sebagian dari orang Kubu (Suku Anak Dalam) yang hidup di wilayah belantara Jambi dan Sumatera Selatan. Konon juga terdapat di beberapa daerah pedalaman lrian Jaya, Kalimantan, dan Sulawesi (bagian Tengah). Di samping itu, dalam kenyataannya, untuk kasus Indonesia, kegiatan berburu dan meramu ini sering kali pula dikombinasikan dengan kegiatan berkebun yang teknologinya juga relatif amat sederhana. Jenis tanaman yang umum dibudidayakan adalah keladi dan ubi jalar. Sebab itu pula, oleh Koentjaraningrat, masyarakat ini dikategorikan sebagai masyarakat berkebun. Menurut Koentjaraningrat, khususnya bagi kelompok-kelompok yang telah mengombinasikan sistern berburu dan merarnu ini dengan sistem berkebun, tanaman padi tidak dibiasakan. Sistem dasar kemasyarakatannya juga telah berkembang menjadi desa terpencil tanpa diferensiasi dan stratifikasi yang berarti; gelombang pengaruh kebudayaan menanarn padi, kebudayaan perunggu, kebudayaan Hindu dan agama Islam-setidaknya hingga satu-dua dekade belakangan ini-tidak dialami; dan isolasi dibuka oleh zending dan/atau missi. Kedua, kelompok masyarakat perladangan berputar (rotary

cultinatiotz), atau lebih populer disebut kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pcrladangan berpindah (shifting cultivation). Karena dalam sistem teknologi pertanian yang dikembangkannya ada unsur pekerjaan menebas dan membakar, teknik ini kerap pula disebut sebagai slash and burn cultivation. Demikian pula, karena kegiatan pertanian itu tidak

diselenggarakan secara terus-menerus pada satu bidang lahan tertentu, maka kegiatan pertanian ini sering pula dikategorikan sebagai suatu cara produksi pertanian elcstensif (extensive agriculture). Betapa pun, kelompok masyarakat ini pada dasarnya merupakan kelompok masyarakat yang telah dapat bercocok tanah untuk menghasilkan bahan makanan pokoknya (food producing) scndiri. Sebagian besar kelompok masyarakat ini juga berada di luar Jawa, dengan

85

sedikit pcngecualian di beberapa tempat tertentu saja, seperti pada masyarakat Badui, misalnya. Komposisi demografis kelompok masyarakat ini berjumlah lebih besar bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang pertama. Bisa mencapai angka ribuan jiwa. Meski begitu, keterikatan anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya masih menekankan pada sistem kekerabatan (kinship system). Secara tradisional kelompok ini belum sepenuhnya terintegrasi pada sisteln sosio-ekonomi pasar yang lebih luas dan sistem sosiopolitik yang lebih besar dan kompleks. Seperti juga pada kelompok pertama, diferensiasi dan stratifikasi sosial-ekonomi belum begitu menonjol, masih bersifat egaliter, dan juga belum mengenal spesialisasi atau pembagian kerja atas dasar keterampilan dan keahlian penguasaan teknologi. Semua anggota masyarakat masih mungkin untuk memiliki akses dan kontrol yang sama atas sumber daya-sumber daya elconomi, khususnya tanah. Hal ini dimungkinkan karena rasio antara jumlah dan kepadatan penduduk dengan luas tanah masih rendah, sehingga mereka masih bisa melakukan perladangan berputar itu. Tanah masih dikuasai seeara kolektif-kecuali pada bidang-bidang tertentu-dan setiap anggota kolektif bisa membuka dan menguasainya. Dalam konteks inilah mengapa masyarakat peladang berputar ini dalam batas-batas tertentu masih dapat dikatakan bersifat egaliter. Namun demikian, karena pertanian perladangan ini mempunyai indeks diversitas tanaman yang tinggi, artinva scbidang lahan ditanami oleh banyak jenis tanaman, maka-dari sudut tertentu-biasanya tidak efektif, dan hasilnya juga tidak begitu tinggi, tidak dapat menghasilkan surplus produksi yang besar, meskipun tingkat kepadatan penduduknya masih rendah. Akibatnya, masyarakat peladang belum sepenuhnya dapat terintegrasi pada sistem ekonomi yang lebih besar.

86

Ketiga, kelompok masyarakat petani (peasant society). Kelompok masyarakat ini adalah kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pertanian menetap (sedenter). Berbeda dengan cara bertani pada kelompok peladang berputar terdahulu, kelompok masyarakat ini

mengembanglcan cara produksi pertanian intensif (intensive agriculture), yang di Indonesia dikenal sebagai sistem pertanian lahan basah atau pertanian persawahan. Sistem ini UmIum dikenal oleh kelompok masyarakat yang menghuni Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan di daerah-daerah tertentu di pulaupulau yang ada di gugusan Sunda kecil (terutama di Bali, NTB). Karcna sistem pertanian ini mampu menghasilkan surplus hasil yang cukup besar, kegiatan ekonomi kelompok ini telah terintegrasi ke dalam sistem sosio-ekonomi dan sosiopolitik yang lebih besar dan lebih luas. Bahkan hingga tingkat regional dan global. Keterikatan antar-anggota dalam masyarakat-masyarakat yang bersangkutan tidak lagi melulu berdasarkan sistem kekerabatan, melainkan juga pada ikatan sosiopolitik dan sosioekonomi yang lebih formalistis. Seperti organisasi dan asosiasi. Di samping itu, secara demografis jumlah anggota kelompok masyarakat yang besangkutan cukup besar dan tingkat kepadatan pcnduduk cukup tinggi, serta tkah pula mengenal diferensiasi dan stratifikasi sosialekonomi (dan politik). Artinya, ada di antara anggota masyarakat yang bersangkutan yang tidak atau hanya sedikit memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi, terutama tanah. Bahkan, orang-orang yang tidak atau sedikit memiliki akses dan kontrol pada tanah itu jumlahnya lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya ketimpangan rasio antara tanah dengan jumlah dan tingkat kepadatan penduduk, jumlah masyarakat petani selalu lebih besar dibandingkan dengan luas lahan pertanian yang tersedia. Keempat, adalah kelompok masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan adalah suatu masyarakat yang tinggal di suatu lingkungan pemukiman tertentu, yaitu suatu lingkungan di mana para penghuninya dapat memenuhi sebagianbesar kebutuhan ekonominya di pasar setempat. Biasanya barang-barang itu dihasilkan oleh penduduk yang tinggal di daerah

mereka telah lebih jauh hidup dan menjadi bagian dari kerangka peradaban global. teknologi. yaitu parapegawai pemerintahan. yang biasa disebut sebagai daerah yang melindungi desa. Dilihat dari gaya hidup yang mereka miliki dan kembangkan. kelompok masyarakat ini mulai bertambah dengan orang-orang yang memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi. dan daerah yang berlainan. penguasaan teknologi dan informasi. pujangga. dan informasi. terutama sejak pemerintah Orde Baru memegang tampuk pemerintahan. Dilihat dari peran sosio-ekonomi dan sosiopolitiknya dalam suatu jaringan kehidupan yang lebih luas. Kelompok ini pada dasarnya mulai terbentuk sejak zaman kolonial.87 ”pedalaman” (pedesaan). kaum intelektual. Bahasa. agama. Titik awal gejala kota adalah timbulnya golongan literati (golongan intelektual. agamawan. Kelompok ini adalah orang-orang yang berlatar belakang pendidikan sekolah yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk Indonesia pada umumnya yang sebagian di antaranya kemudian masuk ke dalam sistem birokrasi pemerintahan kolonial atau menjadi politisi pejuang kemerdekaan. atau berbagai kelompok spesialis yang berpendidilcan dan non-agraris. atau mungkin sejak awal abad XX. pegawai. misalnya). dan pengusaha-pengusaha mandiri. maupun yang berasal dari golongan minoritas pribumi. gaya hidup. yang berasal baik dari golongan pribumi dengan latar belakang suku bangsa. serta cara kerja yang . sehingga mereka bisa dimasukkan ke dalam lapisan yang dikategorikan memiliki suatu pola kebudayaan “super kultur metropolitan”. masyarakat perkotaan ini juga disebut sebagai kelompok elite ekonomi dan politik. Di bawah kelompok elite kota ini ada suatu kelas menengah perkotaan yang jumlahnya lebih besar. Setelah masa kolonial. sehingga pembagian kerja dalam masyarakat perkotaan ini sangat kompleks. yang dapat dikategorikan sebagai elite ekonomi nasional. ketika pemerintah kolonial Belanda mulai memperkenalkan sistem pendidikan sekolah yang modern. perusahaan-perusahaan swasta. Dari segi cara hidup kelas menengah ini tidak berbeda jauh dengan lapisan elite.

yaitu : . sehingga Bhineka Tunggal Ika artinya "terpecah itu satu”. KERAGAMAN DAN KESETARAANSEBAGAI KEKAYAAN SOSIALBUDAYA BANGSA Kita menyadari bahwa Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna kebudayaan dan bahasa. C. secara umum keragaman atas sosial-budaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. Keberagaman dan kesetaraan dalam konteks kekayaan khazanah sosial-budaya bangsa salah satunva adalah dengan mcngembangkan atau merumuskan kebudayaan nasional Indonesia. Tidak jarang kebhinekaan bangsa kita sampai pada konflik tingkat nasional yang menyebabkan terganggunya integrasi bangsa scbagai cita-cita bangsa. dan dari aspek tingkat pendidikan. sistem-sistem kemasyarakatan. serta unsur utama dalam proses pembangunan diri manusia dan masyarakat. sosial-politik dan sosial-budaya. yang dihadapi oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan.88 berorientasi pada peradaban internasional ini menjadi kelompok acuan (reference group) bagi hampir semua kelompok-kelompok masyarakat yang lain. yaitu: struktur kesukuan. ika = itu. Namun keberagaman tersebut dalam konteks kekayaan menjadi kekayaan yang patut kita syukuri. perbedaan sistem teknologi. distribusi wilayah agama. Sehingga keberagaman sosial budaya dan kesetaraan sosial-budaya mampu mengemban fungsi kebudayaan nasional. Betapa pun. akan berpengaruh pada kemampuan beradaptasi atas perkembangan sosial-ekonomi. Tunggal = satu. Keberagaman dalam konteks Nusantara menjadi konsep kesetaraan sesuai dengan konsep integrasi nasional dengan rumusan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Bhina = pecah. dan kompleksitas jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas pada masing-masing kategori seperti telah diperinci di atas. Sosial-budaya begitu kompleksnya menyangkut berbagai segi kehidupan manusia dan masyarakat.

b. PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN NEGARA Dalam pen-Takdir-annya sebagai negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk (plural society). jika dinamika kemajemukan sosial budaya itu tidak dapat dikelola dengan baik. seperti adat istiadat. dan bertahan lama. tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam sendi-sendi integrasi negara-bangsa (nation-state). pakaian tradisional. tidak. pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri tentang bagaimana mengelola kemajemukan terscbut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa. kesenian. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga negara Indonesia yang beragam (bhineka) itu. asal usul daerah.89 a. Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman lcelompok etnik (etnic group) atau suku bangsa beserta tradisi budayanya itu. . Kebudayaan dan atribut sosialbudaya sebagai penanda identitas kelompok etnik memiliki sifat stabil. kesamaan leluhur. bahasa. dan sejumlah atribut atau ciri-ciri budaya yang menandai identitas dan eksistensi mereka. hanya berpeluang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di masa mendatang. Sebagai unsur pembentuk sistem sosial masyarakat majemuk kelompok-lcelompok etnik memiliki kebudayaan. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang memberi identitas kepada warga negara Indonesia. atau aliran ideologi politik menjadi ciri pemerlain atau peinbeda suatu lcelompok etnik dari kelompok etnic yang lain. batas-batas sosial-budaya. konsisten. D. Kebudayaan yang dimiliki kelompok etnik mcnjadi pcdoman kehidupan mereka dan atribut-atribut budaya yang ada. tradisi. sejarah sosial. untuk saling berkomunikasi dalam kesetaraan dengan demikian dapat memperkuat solidaritas sosial-budaya bangsa. agama dan paham keagamaan.

etnisitas akan terjadi secara intensif dalam masyarakat tradisional atau masyarakat trandisional. orang Jawa disebut sebagai suatu kelompok etnik karena mereka secara budaya memang berbeda dengan orang Madura. walaupun keduanya berada dalam ruang lingkup orang Jawa. Pendhalungan. Karena perbedaan-perbedaan kultural ini keduanya disebut sebagai sebuah kelompok etnik yang berbeda. Tengger. Hal yang sama juga berlaku untuk penyebutan Osing. Dalam kaitannya dengan akses dan perebutan sumber daya di daerah yang bersifat struktural. Dalam proses interaksi tersebut kelompok etnik atau individu-individu dalam kelompok etnik akan memanfaatkan atribut-atribut sosial-budaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tertentu. Pilihan terhadap suatu atribut sosial-budaya bagi seorang individu akan didasarkan pada pilihan rasional (rational choice). Mataraman. Masa otonomi daerah sekarang ini memberikan peluang yang besar bagi timbuhnya konflik sosial berbasis etnisitas. seperti potensi ekonomi dan kekuasaan politik. Bentuk mana yang dipilih di antara atribut-atribut tersebut sebagai penanda identitas diri sangat ditentukan oleh konteks interaksi dan tujuan yang akan dicapai. Demikian juga. demikian pula sebaliknya. dan penghargaan terhadap prestasi belum menjadi pandangan dan sikap hidup kita sehari-hari. Sebagai sebuah realitas sosial yang wajar dan alamiah. manifestasi etnisitas sering menimbulkan ketegangan dan konflik sosial di antara pihak-pihak yang terlibat atau yang berkepentingan. bahwa orang Jember tentu berbeda secara kultural dengan orang Surabaya. Etnisitas (etnicity) atau kesukubangsaan selalu muncul dalam konteks interaksi sosial pada masyarakat majemuk. di Jawa Timur. dalam konteks perbandingan yang setara pada orang Jawa di Jawa Timur.90 Berdasarkan uraian di atas dan dalarn konteks perbandingan yang setara. Arekan atau Samin sebagai sebuah kelompok etnik dan sub-etnik yang berbeda-beda. Orang Jember tidak akan mau disebut sebagai orang Surabaya. yang dipertimbangkannya secara saksama bahwa hal itu dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui interaksi sosial tersebut. Kondisi demikian lebih banyak . penghormatan terhadap keadilan sosial. ketika tradisi berdemokrasi.

otonomi daerah telah memberikan keleluasaan bagi masyarakat di daerah (bukan pemerintah daerah) untuk mengaktualisasikan diri secara optimal dalam manajemen pembangunan daerah. 2002. di daerah-daerah yang memiliki struktur masyarakat majemuk proses revitalisasi kebudayaan etnik juga harus memerhatikan eksistensi kebudayaan etnik yang lain. setelah Orde Baru memberangusnya selama masa tiga dasawarsa lebih (Zakaria. masyarakat di daerah (indigenous people) menggali kembali potensi-potensi kelembagaan sosial atau konstruk nilai-nilai budaya lokal yang dianggap berguna untuk menopang eksistensi mereka di tengah arus globalisasi dan dinamika pembangunan daerah. (Siregar dan Wahono (Peny.91 menguntungkan kepentingan pribadi dan kelompok (etnik) daripada kepentingan masyarakat. Masalahnya adalah bagaimanakah meminimalkan konflik sosial berbasis etnisitas yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas? Secara normatif. Wujud dari penggalian di atas adalah hadirnya asosiasi-asosiasi masyarakat adat Nusantara. Hal-hal ini untuk membangun kembali fondasi sosial-budaya masyarakat. Samsul Hadi. kasus Osingisasi yang dilakukan olch Bupati Banyuwangi. Otonomi daerah menandai era penghargaan terhadap keberagaman dan otonomi masyarakat. 2004) Walaupun demikian.). Undang-undang yang mendasari praktik otonomi daerah memberi pengakuan terhadap eksistensi masyarakat dan kebudayaannya. serta eksplorasi ulang atas revitalisasi pranata-pranata lokal untuk mengelola sumber daya alam secara lestari dan adil. pembangkitan kembali satuan-satuan desa adat tradisional (nagari di Minangkabau. Zakaria. Misalnya. kampong di komunitas Melayu Kalimantan Barat. khususnya masyarakat di pedesaan agar memiliki kemampuan otonomi yang kukuh dalam menyikapi gerak pembangunan di bawah kebijakan otonomi daerah. 2000). dan pakraman di Bali). yang ketepatan la berasal dari etnik Osing adalah kasus yang kebablasan. sehingga berpotensi mengundang kctcgangan sosial. Dalam ruang politik yang semakin terbuka ini. Kebijakan Bupati Banyuwangi . seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali-Lombok.

Selebaran itu berisi surat perjanjian Calon Bupati Masfuk kepada Forum Rembug Muhammadiyah Lamongan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Lamongan dibandingkan dengan ormas yang lain. 27 Juni 2005: A) . dengan membangun patung Gandrung yang menghabiskan dana miliaran rupiah di daerah Watu Dodol.92 tersebut adalah mengharuskan para petinggi pemerintah kabupaten yang akan menghadapnya harus menggunakan bahasa Osing. Ketua Muhammadiyah Lamongan. (Kompas Jatim. Senin. dan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar mcrayakan tradisi endog-endogan dalam rangka Maulud Nabi Muhaulmad SAW seperti yang selama ini dilakukan oleh komunitas Osing. 2004: 170-171) Bupati juga memperkuat posisi kesenian Gandrung sebagai ikon Kabupaten Banyuwangi. Surat perjanjian itu ditandatangani 20 Mei 2005. Kami mendesak agar Panwas Pilkada menindaklanjuti temuan ini secara hokum”. Kop surat selebaran tertera nama Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional. seperti masyaralcat Madura di Muncar. seni. Pengurus Daerah Muhammadiyah dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Lamongan menilai skebaran gelap tersebut bisa menyesatkan masyarakat Lamongan. (Sunarlan. Isu yang ada dalam selebaran ini sangat kotor. dengan jalan mengaktifkan beberapa atribut atau unsur kebudayaan Osing: bahasa. dan tradisi. Kebijakan politik etnisitas seperti ini lebih bernuansa politik praktis. yakni memperkuat basis konsolidasi kekuasaan dan legitimasi politik Bupati di mata publik menyongsong Pilkada 2005. Ketapang. Bahasa Osing scbagai muatan kurikulum lokal diajarkan pada siswa SD-SMP yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir. Kasus yang lain bisa kita lihat pada beredarnya selebaran gelap mcnjelang pemilihan Bupati Lamongan. Kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum lokal tersebut mengundang reaksi sosial dari para pengelola SD-SMP yang lingkungan sosialnya bukan komunitas Osing. Afnan Anshari mengatakan. “Muhammadiyah tidak pernah menggunakan segala cara untuk meraih tujuannya.

dengan nama lengkap Alisjahbana Sitepu. Demikian juga. "Nama seseorang merupakan urusan pribadi". penghilangan (penyembunyian) nama marga Sitepu bagi Alisjahbana. Pilihan tindakan demikian sudah diperhitungkan untung ruginya bagi yang bersangkutan. Ketika dihubungi wartawan untuk konfirmasi. khususnya masyarakat muslim Malaysia . bukan tanpa alasan. 30 Mei 2005: 1) Benar tidaknya isi selebaran gelap di Lamongan tersebut. Dalam konteks otonomi daerah. kasus yang terjadi di Banyuwangi untuk membangun “hegemoni budaya Osing” sesungguhnya hanya merupakan sarana penguasa daerah untuk mencapai penguasaan sumber daya ekonomipolitik yang lebih besar. Alisjahbana mengatakan. tetapi ada kepentingan tertentu (ekonomi-politik) yang akan diraih dalam proses interaksi social dan jika nama marga itu tetap dilekatkan justru akan menghambat pencapaian kepentingan tersebut. Forum Komunikasi Batak (FKB) Jawa Timur menyesalkan Calon Wali Kota Surabaya Alisjahbana dari Partai Kebangkitan Bangsa yang selama ini dianggap enggan mencantumkan nama marga Sitepu dalam berbagai kesempatan. Menurut Ketua FKB Jawa Timur. Alisjahbana tetap menggunakan nama marga seperti halnya sejumlah tokoh lain. Kasus-kasus serupa banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. "Nama marga merupakan ikatan turun-temurun. yakni Akbar Tanjung dan Sudi Silalahi". RH Batubara. FKB Jatim juga menunjukkan fotokopi ijazah Alisjahbana saat lulus sebagai sarjana teknik ITB Bandung 1974. Sejak bekerja di Pemerintah Kota Surabaya selama 30 tahun lebih. Seharusnya sebagai.93 Masih dalam Kaitannya dengan pemilihan kepala daerah. Senin. dari perspektif etnisitas mobilitas identitas etnik yang terkait degan paham keagamaan (Muhammadiyah) juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bersifat negatif atau positif bagi pihak-pihak yang terlibat dalam persaingan memperebutkan jabatan politik Bupati Lamongan. orang yang berdarah Batak. Kasus seperti ini mirip dengan kebijakan kolonialisme internal (internal colonialism) Pemerintah Thailand terhadap kelompok-kelompok etnik minoritas. Alisjahbana tidak pernah menggunakan nama marganya. (Kompas Jatim.

Dalam konteks demikian. sejarah social. (Brown. telah membangkitkan gerakan perlawanan bersenjata masyarakat Pattani terhadap Pemerintah Thailand. Dalam banyak kasus. etnisitas akan berubah menjadi ideology perjuangan untuk menghadapi negara yang telah membuat diri mereka tidak nyaman dan terancam serta mengganggu kelangsungan hidup kelompok etnik. untuk menghimpun kekuatan dan modal perjuangan menghadapi hegemoni negara dan penetrasi kelompok etnik dominan (Thai). Konflik-konflik dan kekerasan social berbasis etnisitas yang terjadi di Indonesia menjelang akhir kekuasaan Orde Baru hingga sekarang merupakan akibat dari kesalahan kebijakan pembangunan daerah dan ketidakbecusan penguasa Orde Baru mengelola kemajemukan masyarakat kita (Kusnadi. Sementara itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Penguasa Orde Baru terhadap Aceh. kelompok-kelompok etnik minoritas yang terdisriminasi. 1994: 1-5). kebijakan politik etnik negara dan Pemerintah Thiland memperluas batas-batas social budaya identitas suatu kelompok etnik. Brown. yang mendorong masyarakat Aceh menjadi anti-Jawa (lihat. Dalam studi-studi konflik etnik.94 di Pattini di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. khususnya etnik yang dianggap kelompok dominant atau pribumi. negara dan kebijakan-kebijakan para penguasanya mengambil peranan yang besar terhadap tumbuhnya peristiwa konflik etnik dan kekerasan social di berbagai negara (Renner. 1999: 33-47). kebijakan pembangunan regional Pemerintah Thailand yang bersifat deskriminatif dan hanya menguras sumber daya local. seperti Thai-Buddha. seperti masyarakat Pattani akanmengaktifkan jaringan etnisitas yang berbasis kesamaan asal usul dan leluhur. yang berusaha keras untuk menegaskan aspek-aspek identitas budaya masyarakat Pattani melalui penetrasi kebudayaan Thai dan Buddha. identitas keIslam-an. dan tradisi social budaya sebagai sarana pengikat social dan pembangun solidaritas social. senantiasa berhadapan dengan penolakan atau resistensi social dari kelompok-kelompok etnik yang terkena kebijakan tersebut. Di samping terjadinya penetrasi budaya dominant (dominance ulture). orang Pattani-Muslim. 1994). .

Beban kehidupan rakyat semakin berat. Bahkan. Mereka bisa saja menggunakan basis legitimasi berdasarkan unsur-unsur etnisitas yang berkaitan dengan kesamaan . Gagasan sebagian masyarakat beberapa waktu yang lalu untuk membentuk Kabupaten Jember Selatan. harus dilihat sebagai persoalan konflik politikkebijakan berbasis etnisitas dengan pernerintah kabupaten setempat.95 2001). Banyuwangi Selatan. 2004) Di saat rakyat harus berjuang melawan kemislcinan. Hal yang sama bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh penguasa pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif) era otonomi daerah. busung lapar. kurang gizi. Keetidakpuasan rakyat yang meluas terhadap perilaku pemimpinnva dapat mendorong timbuhnya revolusi sosial. (Lucas. Substansi berdemokrasi belum memberikcan keuntungan bagi rakyat dankebijakan-kebijakan publikyang dihasilkan oleh negara juga belum memihak pada kepentingan rakyat. Walaupun kita telah memasuki era demokrasi dan masyarakat mulai tumbuh kekuatannya untuk terlibat dalam proses bernegara. 2005 dan Putra. atau Kabupaten Sumenep Kepulauan. saya perkirakan bahwa sifat rakus politik danserakah ekonomi penguasa di daerah dan kebijakan-kebijakannya yang tidak memihak kepentingan rakyat akan menjadi pemicu konflik sosial yang berskala luas di daerah. para penguasa daerah justru berpesta pora menghambur-hamburkn uang rakyat yang diperoleh dengan jalan menjarah. (Prasetyo. 2004ab. dan mahalnya biaya pendidikan. ketidakadilan hukum. Konflik sosial ini tidak hanya terjadi di kalangan internal antar-elite daerah. tetapi praktik-praktik kekuasaan yang muncul lebih parah daripada perilaku kuasa rezim Orde Baru. khususnya untuk memenuhi kebutuhan primernya. eksplorasi etnisitas sebagai ideologi perjuangan kelompok masyarakat yang dirugikan oleh kebijakan pembangunan daerah akansemakin berpeluang. 2005) Dalam masa otonomi daerah ini yang pendekatan pembangunannya berorientasi pada aspek kewilayahan. tetapi juga melibatkan penguasa daerah dengan rakyat secara keseluruhan dan antar kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. sebagaimana pcrnah terjadi dalam sejarah sosial kita.

2002) Konflik nelayan Ujung Pangkah. nasib sosial. gaya hidup. Bayuwangi Utara. Aspek lain yang ikut memberikan kontribusi terhadap timbulnya konflik nelayan tersebut adalah semakin tingginya kelangkaan sumber daya ekonomi-perikanan dan kompetisi memperebutkannya. bahasa. Hal yang samajuga berlaku untuk nelayan Madura asal Kraton.96 budaya. konflik sosial berbasis etnisitas yang berlangsung secara masif tidak ada yang semata-mata terjadi karena perbedaan-perbedaan sosial-budaya yang bersifat horizontal. Pasuruan dan nelayan Kwanyar. Gresik dengan nelayan Weru Kompleks. atau nilai-nilai budaya lainnya. Identitas kebudayaan Madura ternyata tidak mampu mendamaikan kedua kelompok nelayan tersebut. Demikian pula. (Kusnadi dkk. (Kusnadi. Lamongan. tetap dilihat sebagai kasus konflik sosial berbasis etnisitas. merupakan akibat dari kekurangmampuan pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) dalam memahamkan esensi otonomi daerah yang terkait dengan batas-batas administrasi daerah dan kewenangannya mengelola potensi sumber daya laut setempat kepada masyarakat nelayan di kawasan pesisir. kesejarahan. Banyuwangi Selatan. seperti agama. masyarakat di Jember Selatan. Berdasarkan eksplorasi nilai-nilai budaya di atas. membedakan dirinya dengan masyarakat di Jember Utara. sejarah sosial. Masing-masing pihak mendefinisikan eksistensinya berdasarkan nilai-nilai lokalitas yang kontekstual. dan Sumenep Daratan. dannilai-nilai baru yang dimunculkan karena faktor karakteristik geografis. kasus konflik nelayan yang meluas di berbagai daerah perairan Jawa Timur. Kedua pihak mendefinisikan identitas dirinya sebagai kelompok nelayan yang berbeda satu sama lain berdasarkan nilai-nilai sosial-budaya dan sejarah sosial yang membentuk eksistensi mereka. atau Sumenep Kepulauan. Aspek- . Bangkalan Selatan. walaupun mereka bagian dari masyarakat Jawa Pesisiran. 2005) Pada dasarnya. yang dianggapnya lebih tepat dan menguntungkan kehidupannya dalam interaksi sosial. tradisi dan adat istiadat. yang telah lama berkonflik memperebutkan sumber daya perikanan di Perairan Selat Madura.

keseriusan. . dan berdimensi keadilan sosial. Sementara itu. Berdasarkan uraian di atas. dengan berbagai cara. jalan untuk membangun fondasi kesadaran strukturalkultural di atas masih sangat panjang. dan pengorbanan yang besar. pada tataran sosial. Di tengah-tengah karakter rezim otonomi daerah yang masih belum beradab dan manusiawi. bukan otonomi pemerintah daerah (pemda). Dalam situasi demikian. Otonomi daerah hat-us ditafsiri sebagai otonorni masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing. dampak konflik secara psikologis sangat mencekam masyarakat dan secara sosial-ekonomi memberatkan masa depan kehidupan mereka yang terlibat konflik. rezim otonomi daerah dalam masa transisional ini harus belajar bagaimana meminimalisasi timbulnya konflikkonflik sosial yang berbasis etnisitas dan keagamaan. demokratis. berorientasi kerakyatan. maka konflik sosial yang terjadi akan semakin intensif dan keras (Kusnadi dan Burhanuddin. 1997).97 aspek vertikal-struktural. dengan jalan merumuskan kebijakan pembangunan dan pembuatan regulasi daerah yang bersifat transparan. penguatan kapasitas masyarakat harus dilakukan dengan membangun fondasi kesadaran struktural-kultural bernegara dan berbangsa agar memiliki kemampuan dalam berdiskusi dengan elite daerah untuk memberi arah pada kebijakan pembangunan daerah yang memihak kepentingan masyarakat luas. Upaya untuk meretas jalan menuju perdamaian abadi juga sangat sulit karena membutuhkan kesabaran. Bahkan semakin tinggi nilai sumber daya yang diperebutkan dan kondisinya terbatas. seperti akses dan penguasaan sumber daya ekonomipolitik (kekuasaan) senantiasa terlibat. karena esensi pemerintah daerah hanya sebagai alat pembangunan daerah.

98 BAB 6 MANUSIA. maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat. kita harus mendefinisikan manusia . maka manusia pun punya kaki. Membicarakan mengenai manusia. ada yang langsing. Dalam realitas sosial. maupun estetika yang berhubungan dengan keindahan. Di antara manusia itu saja terjadi perbedaan bentuk fisik. kurus. (c) aparatur hukum. Tatkala terjadi dilema antara materi hukum. konflik di antara penegak hukum. artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. Jika kita mendefinisikan manusia hanya melalui segi fisiologis saja. maka manusia punya telinga. Ada yang gendut. Ada definisi yang memandangkan dari segi fisiologis ada juga yang memandangnya dari segi sosiologi. NILAI. Hewan punya kaki. serta rendahnya budaya hukum masyarakat. Dari segi fisiologis bisa dikatakan tidak ada beda antara manusia dengan hewan. dan (d) budaya hukum masnyarakat. (b) sarana prasarana hukum. jika terjadi perbedaan seperti itu. Ada yang bisa melihat dan ada yang (maaf) buta. Dari segi fisiologis bahwa manusia itu makhluk yang mempunyai fisik hampir sama dengan hewan. Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan menjadi wujud budaya masyarakat sangat mungkin terjadi dilema dan benturan dengan nilai etika. DAN HUKUM A. maka kita akan dibuat kebingungan. MORAL. maka manusia punya kepala. maka mana yang pantas disebut sebagai manusia? Maka dari itu. Apa itu manusia? Apa beda manusia dengan makhlukmakhluk lain? Apa nilai-nilai kemanusiaan itu dan berbagai macam definisi manusia. MANUSIA DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN Manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya pada dsarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. maka akan muncul berbagai macam pertanyaan. yakni (a) materi hukum. Hewan punya telinga. pengembangan spremasi hukum sangat tergantung pada empat komponen. Hewan punya kepala. kurangnya sarana dan prasarana hukum. Nilai tersebut berupa : etika yang erat hubungannya dengan moralitas.

Pengetahuan seperti apa yang betul? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Tetapi kita juga jangan lupa bahwa manusia itu juga punya fitrah/kecenderungan untuk menyempurnakan diri. hati. Fitrah manusia adalah punya sisi baik dan buruk. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya di mana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agarna bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Definisi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahi-Nya akal. nilai. Bagaimana manusia menyempurnakan dirinya? Manusia dalam proses penyempurnaan diri itu membutuhkan yang namanya pengetahuan. ada yang berpendapat bahwa manusia itu hewan yang berakal. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat Di sisi lain. NILAI BUDAYA Banyak definisi tentang kebudayaan. tetapi ketika "membumi".99 kembali dengan sudut pandang lainnya. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syariat (budaya syar'iy) di samping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. dan norma yang dianut masyarakat yang memengaruhi perilaku mereka dalam . tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. keyakinan. B. itulah nilainilai kemanusiaan. ada kebudayaan umat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Karena dari segi fisik memang tidak ada beda dengan hewan tetapi yang membedakannya adalah akal. Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal. Nilai-nilai kemanusiaan adalah suatu hal yang dapat memanusiakan manusia atau bisa dikatakan juga kembali kepada fitrah manusia. Pengetahuan yang dirnilikinya itulah yang akan menentukan apakah proses penyempurnaan diri yang dia lakukan itu memang sudah benarbenar sempurna ataukah belem. dan fisik. Maka. Dengan demikian.

maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. 1. 2. 3. . 4. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Berbeda dengan hewan. ekonomi. Nilai kuasa. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Kombinasi antara nilai teori dan ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progresif dari kebudayaan. ulanusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. seni. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti pikirannya. maka manusia mengenal nilai seni. maka manusia mengenal nilai agama. alam adalah tantangan yang harus diatasi. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. Ketika manusia menentukan dengan objektif identitas bendabenda atau kejadian-kejadian. Di samping sebagai fasilitas. 5. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang sama-sanna menekanlcan intuisi. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini. agama. Nilai ekonomi. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. kuasa. yaitu: teori. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dankebesaran yang menggetarkan di mana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang mahagaib. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Jika yang dialami itu keindahan di mana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. Nilai teori. perasaan. dan solidaritas. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. dan fantasi disebut aspek ekspresif dari kebudayaan. Nilai agama. Nilai seni.100 upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan.

yang telah mencapai tingkat tertinggi dan akhir kesempurnaannya. dan sebagainya. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. dan lainnya. menghargai orang lain. Terdapat perbedaan antara malaikat. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. syahwat. schingga ada sosok orang yang materialis. pada malaikat sama sekali tidak terdapat unsur materi. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. sebagai dirinya (malaikat). memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. Budaya progresif akan mengembangkan cara berpikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. artinya. pekerja sosial. dengan manusia yang mencapai puncak kesempurnaannya. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan.101 6. Malaikat adalah maujud yang diciptakan dari akal murni. yang lebih dipengaruhi olch nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. Nilai solidaritas. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab‟i). hawa nafsu. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta.Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memerhatikan halal dan haram. dan sebagainya. persahabatan dan simpati sesama manusia. sedangkan pendukung budaya ekspresif biasanya statis atau tradisional. Misalnya. ilmuwan yang mistis. Pendukung budaya progresif pada umumnya dinamis dan siap digantikan olch generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. insan kamil berbeda dengan malaikat kamil. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. seniman. Kesempurnaan pada suatu maujud (ciptaan) berbeda dengan kesempurnaan pada maujud (ciptaan) lainnya. ulama yang rasional. politisi yang pejuang. amarah. sedankan puncak dari budaya ekspresif bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Demikian pula halnya dengan hewan yang seluruh . yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad.

malaikat dan hewan terletak pada susunan unsur dan zatnya. (Q S. la dapat dianggap sempurna ketika mampu menyeimbangkan dan menstabilkan serangkaian potensi insaninya. suatu makhluk yang mulki-malakuti. Sesuungguhnya Kami menunjukinya jalan yang hurus. Kemudian ia akan sampai pada satu fase atau tahapan di mana ia akan diuji. ketika tidak hanya kecenderungan pada satu nilaidari sekian banyak nilai yang ia miliki. sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an: Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). karena itu Kami jadikan dia mendengnr dan melihat. adalah maujud yang terdiri dari apa yang ada pada malaikat (akal) dan apa yang ada pada hewan (nafsu). Lain halnya dengan manusia. Orang-orang bijak mengatakan: "Hakikat dan substansi keadilan adalah keseimbangan dan keselarasan". C. Tidak demikian halnya dengan makhluk-makhluk lainnya. Manusia dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya dapat dianggap sempurna.102 substansinya bersifat materi. PERLUNYA KESEIMBANGAN NILAI-NILAI INSANI Kamal atau kesempurnaan manusia terletak pada kestabilan dan keseimbangan nilai-nilainya. karena memang mereka tidak diciptakan untuk diuji. Perbedaan antara manusia. Yakni. tercipta juga keseimbangan dalam perkembangannya. Insan kamil adalah manusia yang seluruh nilai insaninya berkembang secara seimbang dan stabil. Yang dirnaksud dengan keseimbangan di sini adalah: seiring dengan perkembangan potensi-potensi insaninya. insane. Al-Insan: 2-3) Kami telah menciptakan manusia dari nutfah (sperma) yang di dalamnya terdapat banyak campuran. Tidak satu pun dari nilai-nilai itu yang berkembang tidak selaras . pada diri manusia tertimbun serangkaian potensi. mereka tidak layak untuk diuji. ada yang bersyukur dan ada pula yang kajir.

Kemampuan insan akan semakin terasah dan teruji kalau dia dihadapkan dengan insan yang lain dan pada sebuah komunitas yang berada di sekeliling dia. Tidak hanya dari segi nilai saja yang disebarkan.103 dengan nilai yang lain. Keberadaan insani yang satu merupakan organ yang unik dan beragam. . KESALEHAN PRIBADI DAN SOSIAL Manusia dalam keberadaannya di muka bumi senantiasa berada dalam dua lingkup yaitu dalam lingkup personal (pribadi) dan sosial. Potensi pribadi akan bisa memengaruhi suasana komunitas. Al-Qur'an menyebut manusia yang nilai-nilai insaninya berkembang seimbang dan sempurna ini sebagai "imam": Dan (ingatlah). tetapi dalam sebuah komunitas suasana tolong-menolong dan komunikasi biasa bisa memberikan sebuah perubahan yang bertahap. AlBaqarah: 124) D. Hanya insan yang belum teruji atau lemahlah yang akan terpengaruh oleh lingkungan yang ada. Nilai-nilai kebaikan dari seseorang yang saleh belum teruji kalau dia tidak berinteraksi dengan komunitas sebagai makhluk sosial. Allah berfirman: Sesunguhnva Aku akan menjadikanmu bagi sehlrult manusia. akan tetapi tidak sedikit koniunitas justru mewarnai pribadi itu sendiri menjadi sebuah budaya. Akan tetapi. insan yang unggul dan teruji dapat dengan kuat memengaruhi komunitas tanpa dia sendiri terpcngaruh oleh komunitas itu. (QS. Potensi personal merupakan sebuah inti atau core manusia dalam mencapai kesempurnaan dirinya sebagai insani menuju insan kamil (manusia yang sempurna). ketika ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). Seseorang yang saleh dan teruji dan kuat akan bisa menjadikan komunitas sekitarnya salah. Setiap insan atau personal mempunyai potensi yang diberikan sama oleh Allah dalam rangka beribadah kepada-Nya. Kesalehan pribadi atau integritas diri merupakan sebuah fondasi yang penting dan utama dalam mengubah diri dan sosial. lalu Ibrahim menunaikannya.

dari pandangan filosofisnya tentang alam. Perubahan sosial meinang tidaklah sebentar. . hingga pada pedoman kehidupan individual. tanamkan dalam diri kita kesalehan pribadi dan bersosial. Di antara agama-agama yang ada dalam sejarah. Sebuah unglcapan yang mungkin bisa dijadikan perenungan. akan tetapi sekaligus menyatakan dirinya sebagai aliran yang komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Saleh untuk kita dan juga untuk orang lain. Islam memiliki keistimewaan tersendiri. akan tetapi memerlukan waktu dan tahapan yang mau tidak mau dikerjakan dengan kesungguhan dan kerja keras yang lama dan berkesinambungan. Islam sebagai agama dan umat. Perubahan berawal dari perubahan di sekitar atau sekelompok orang yang mempunyai alam pikiran yang sama dan saling menghargai di antara perbedaau yang ada dan tidak saling mengganggu dan merusak. dan bertahap menjadi sebuah koinunitas yang saleh.104 Perubahan sebuah komunitas berawal dari insan-insan yang berubah menuju kesalehan dan satu sama lainnya saling melengkapi dalam menebarkan kesalehan. terlibat pertarungan ideologis hampir di semua bidang dan pengaruh. la tidak membatasi dirinya pada hubungan manusia dengan Tuhan atau penyucian jiwa semata (sebagaimana agama Masehi). yaitu Janganlah kita masuk surga sendirian atau saleh untuk sendiri saja. tetapi ajaklah mereka yang pengensaleh tetapi terjerumus pada kesalahan atau terkesima oleh inggar-bingar duniawi yang menyesatkan.

DAN SENI A. Di antaranya pandangan Aristoteles (384 SM . Menurut Immanuel Kant (1724 -1804) pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pcngalaman. Kegunaan nyata iptek bagi manusia sangat tergantung dari nilai. 1. bahwa pengetahuan menipakan pengetahuan yang dapat diindra dan dapat merangsang budi. olch Bacon dan David Home (1711-1776) diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. penciptaan (invention). Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu . norma. dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi) yang melingkupi makna pengetahuan tersebut. Menurut Descrates ilmu pengatahuan adalah serba budi. Pengertian pengetahuan sendiri sebagai istilah filsafat tidaklah sesederhana dipahami pada umumnya. Tetapi tidak semua ilmu itu boleh dikatakan sains. TEKNOLOGI. 1986).105 BAB 7 MANUSIA. Hakikat dan Makna Sains Sains dalam istilah Inggris berarti science berasal dari bahasa Latin yaitu scientia. DAN SENI BAGI MANUSIA Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi. HAKIKAT DAN MAKNA SAINS. Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery). mengolah. yang berarti knowledge atau ilmu pengetahuan (P Medawar. melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Iptek tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa iptek mencerminkan keterbelakangan. dan hukum yang mendasarinya. moral. yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya. TEKNOLOGI. serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi.322SM).

Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban . d) Merasa pasti bahwa setiap pendapat. melainkan mendukung dalam mencapai tujuan ilmu itu sendiri. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapinya supaya didukung oleh fakta atau gejala. c) Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indra dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.106 berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. namun terbuka untuk dibuktikan kembali. teori. Untuk mencapai suatu pengalaman yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah. melalui eksperimen secara teori. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. terlepas dari prasangka pribadi yang bersifat subjektif. perencanaan sistematis. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal: a) Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif. pengetahuan Penelitian dasar bertujuan untuk menambah sebagai ilmiah. Penelitian pengembangan diartikan penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan penciptaan bahan-bahan. b) Selektif. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar langkah berkelanjutan llmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pcngetahuan alam dan pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Bukan membahas tujuan ilmu. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineering-nya. sehingga bcnar-benar objektif. metode atau proses yang berguma. dan sebagai apa yang disebut generikmeliputi usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. Sains memberilcan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pcngctahuan itu. kebenaran pengetahuan. dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber.

metode. dari Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. Jadi. langkah. dan metode yang pasti. terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga . Teknologi itu sendiri memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. istilah teknik digunakan tidak untuk mensin. 2. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. Menurut Ellul. Batasan ini bukan dalam bentuk teoretis. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya.107 atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan scientific dan ia menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. dalam tulisannya berjudul "The Technological Society" tidak mengatakan teknologi tetapi teknik. meski arti dan maksudnya sama. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. keterampilan itu menjadi lebih teknik. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang miliki keahlian tertentu. Hakikat dan Makna Teknologi Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial. teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya. Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubahan bentuk dari alam). Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis. Seperti yang diungkapkan Jacques Ellul (1912-1994).

dan segala hal adalah teknologi. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan. g. e. artinya semua teknik bersatu. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. digambarkan oleh Ellul sebagai berikut: a. Artifisialitas. bahkan dapat menguasai kebudayaan. meliputi berbagai kehidupan manusia. saling berinteraksi dan saling bergantung. Teknologi yang berkembang dengan pesat. sampai kenyataan bahwa teknologi adalah segala hal. Teknik meliputi bidang ekonomi. Universalisme.108 teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai tujuan insani. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. atinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi. f. Contohnya dengan berkembang pcsatnya ilmu pengetahuan ekonomi. d. mampu mengonsentrasikan kapital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. c. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. b. Otomatisme. Dengan teknik. Bahkan ilmu ekonomi juga terserap teknologi. Knowledge Economy (KE) menurut salah satu definisi merupakan segala aktivitas ekonomi di mana penciptaan dan eksplorasi pengetahuan (knowledge) memainkan peran utama dalam menciptakan kemakmuran (United Kingdom Department of Trade and Industry. Rasionalitas. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan nonteknis menjadi kegiatan teknis. Adapun teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. Luasnya bidang teknologi. Fenomena teknik pada masyarakat kini. Otonomi. Monisme. artinya dalam hal metode. Pembicaraan mengenai knowledge economy di . 1998). organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a.

maka di era perkembangan teknologi informasi banyak orang menghubungkan knowledgeeconomy dengan industri berteknologi tinggi seperti telematika dan jasa-jasa keuangan.109 beberapa literatur sering mengaitkannya dengan peran teknologi khususnya teknologi informasi yang kemudian mempereepat penyebaran informasi. Hat ini seperti dijelaskan ramalan Toffler. Setiap kegiatan ekonomi bagaimanapun juga selalu didasari oleh pengetahuan. tampaknya akan terus berubah. Evolusi ini pun berubah dari (natural) resources menuju knowledge di mana pcnggunaan teknologi semakin intensif. Hanya saja yang membedakannya adalah porsi penggunaan pengetahuan dan informasi tersebut dalam kegiatan ekonomi saat ini menjadi semakin intensif sehingga membuat perubahan yang cukup besar dalam kegiatan ekonomi dan mengubah basis dari keunggulan kompetitif (Business Week com). Perkembangan kegiatan ekonomi saat ini yang oleh Tofler telah diramalkan sebeluinnya sebagai gelombang ketiga dengan peranan dari teknologi informasi yang semakin pesat. Bagaimana untuk menanam benih misalnya atau bagaimana menjual suatu barang tentu memerlukan pengetahuan dan penggunaan pengetahuan tersebut telah semakin meningkat semenjak Revolusi Industri. Karakteristik khusus dari KE seperti yang digunakan oleh Pemerintah New Zealand dalam pengembangan knowledgeeconomynya menyebutkan bahwa keberadaan dari KE dapat dicirikan melalui . Bukan rahasia dan juga bukanlah hal yang baru bahwa pengetahuan (knowledge) merupakan hal yang penting dalam kegiatan ekonomi. Tentu saja ini berkaitan dengan dua latar belakang yang mengantar perkembangan gelombang ketiga ini yaitu globalisasi dan teknologi informasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menghilangkan batasan-batasan demografi semakin mempercepat proses penyebaran pengetahuan dan akhirnya juga kegiatan ekonomi. Jika di masa Revolusi Inkustri kemakmuran diciptakan melalui penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga kerja manusia.

Kita bisa melihat banyak contoh perusahaan yang telah menikmati kekayaan dari penciptaan ide. Perkembangan KE juga didukung oleh dua kekuatan. pembelajaran. penciptaan ide yang kemudian direalisasikan dalam bentuk produk juga akan semakin menggandakan keuntungan yang didapat. Perusahaan lainnya Mc Donalds's dengan karyawan 10 kali lebih banyak memiliki 1/10 dari kapitalisasi pasar. Di mana hardware merupakan produk sementara software lebih kepada ide. utama yaitu: peningkatan intensitas pengetahuan dalam kegiatan ekonomi dan maraknya globalisasi dari kegiatan ekonomi. . Modal utama perusahaan-perusahaan tersebut adalah pada kekuatan "ide". Sementara globalisasi didorong oleh deregulasi nasional dan internasional.com). dan inovasi. Di akhir 2007 lalu Microsoft yang hanya memiliki 31. Ide bersifat cepat menyebar seperti virus dan teknologi mampu meciptakan skala elconomi. Lihat juga Yahoo! Inc yang sahamnya diperdagangkan pada nilai 40 kali nilai bukunya (Business Week. Peningkatan dalam intensitas pengetahuan ini didorong oleh kombinasi dua kekuatan yaitu revolusi TI dan peningkatan kecepatan dari perubahan teknologi. maka biaya produksinya akan semakin mendekati nol. perubahan tersebut merupakan perubahan dari hardware ke software. memiliki kapitalisasi pasar sebesar $600 (billion) triliun. dan juga revolusi komunikasi yang berbubungan dengan TI. Setelah Revolusi Industri di mana produksi barang menjadi semakin efisien melalui penciptaan econornies of scale.000 karyawan. Yang jelas produk masih akan tetap ada namun siapa yang akan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut adalah persoalan siapa yang memiliki software (ide) tersebut. Gabungan keduanya akan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda karena begituide tersebut masuk ke pabrik. organisasi.Dengan kata lain.110 peningkatan peran dari pengetahuan sebagai faktor produksi dan dampaknya terhadap kemampuan.

yaitu: a. dan lain-lain.111 b. c. kerja. olahraga. Contohnya dalam organisasi negara. c. menggunakan bahan setempat. b. manusia harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak adalagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan sampai akhirnya manusia takluk pada teknik. Teknik meliputi bidang manusiawi. dan obat-obatan. Teknik telah menguasai seluruh sektor kehidupan manusia. hukum. manajemen. dan berdasarkan kebiasaan dan pengamatan. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat. berdasarkan penelitian mutakhir. tetapi dianggap sebagai perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. menggunakan keterampilan setempat. dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat. Teknologi tradisional. seperti administrasi. Teknologi modern. Pada masyarakat teknologi. seperti pendidikan. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bersifat padat karya (menyerap banyak tenaga kerja). menggunakan alat setempat. menggunakan alat setempat. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri antara lain: padat modal. Teknologi meliputi bidang organisasional. Teknologi madya. hiburan. berdasarkan alat penelitian. pemerintahan. menggunakan bahan impor. . bagi seorang teknik negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. mekanis elektrik. dan militer. jenis teknologi ini mempunyai cirri-ciri antara lain: padat karya. Secara hierarki teknologi dibedakan menjadi tiga macam teknologi.

suatu kekuatan yang dapat menghidupkan dan memperkaya batin manusia dan . pandangan semacam itu dianggap terlalu sempit dan eliteis. Maka keliru bila ada yang menganggap bahwa karya-karya seni itu bersifat individual dan eksklusif. yakni pembentukan lingkungan materiil menjadi lingkungan yang manusiawi berkat keterampilan dan kreativitas manusia. Maka seni merupakan aktif-kreatif-dinamis. Seni memang tiada lain dari keindahan yang terpancar dari segi batin yang halus. Manusia adalah pencipta lingkungannya. Karya seni merupakan wujud dari keseluruhan serta keagungan hati manusia. binatang yang menggunakan alat. Oleh sebab itu. karena aktivitas sosial pada hakikatnya bersifat artistik. musikus. Dalam seluruh sejarah kebudayaan manusia pun ditandai dengan seni manusia sebagaimana terungkap dalam pelbagai ragaul karya seni.112 3. Maka sejak awal mulanya. Namun alat itu sejak mulanya lebih merupakan alat artis daripada alat seorang pekerja. pelukis. segala aktivitas seni pun tak mungkin dilepaskan dari eksistensi serta aktivitas masyarakat secara keseluruhan. Seni adalah suatu nilai hakiki yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Hakikat dan Makna Seni Menurut pandangan tradisional. dan lain sebagainya dianggap orang yang menghasilkan kreasi-kreasi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Namun para pelaku yang dianggap seniman tersebut sering kali hanya dapat berkarya dalam lingkungan estetis kebudayaan mereka dan memanfaatkan idiom-idiom yang digunakan masyarakat meraka. seniman. Namun dewasa ini. seni hanya diekspresikan oleh segelintir orang dan audiensi yang eksklusif. terpisah dari masyarakat. apa pun macamnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kreativitas unik. manusia adalah sang artis. Manusia tak pernah tergantung dan tunduk sepenuhnya pada lingkungan alamiah tertentu. Sering kali para artis. manusia pernah didefinisikan sebagia a tool-using animal. Pandangan ini mengatakan bahwa kegiatan artistik yang benar. Mungkin sulit memisahkan permulaan kesenian dan kebudayaan manusia.

dinamis. Seni juga merupakan segi batin masyarakat. Salah satu sebabnya. Suatu karya seni tidak saja melambangkan kehadiran sang artis. Menonton Wayang. melainkan melambangkan juga kehadiran masyarakat. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan pandangan . boleh jadi ialah karena pemahaman umum tentang teknologi sebagai perpanjangan tangan dari sains modern yang dianggap selalu berurusan dengan kepastian rasional dan serba keterukuran dalam logika positivisme. dan agung. penafsiran personal. seni berperan sebagai jalan untuk memahami kebudayaan suatu masyarakat. seniman yang menciptakannya. Memahami seni suatu masyarakat berarti memahaini aktivitas vital masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif. misalnya orang mengenal eksistensi kebudayaan Jawa ataupun kebudayaan-kebudayaan lain yang juga memiliki unsur seni Wayang. dan Seni bagi Manusia Dalam kehidupan kita sehari-hari. Sudah tentu. Atau melalui Candi Borobudur orang dapat berkontak dengan denyut nadi kehidupan kebudayaan Buddhis. Hakikat dan Makna Sains. Oleh sebab itu.113 masyarakat. diskursus lersebut tidak mungkin muncul tanpa sejarah. 4. Seni adalah nilai yang secara kreatif mendorong manusia kearah pemenuhan martabat manusia sebagai manusia. bahwa scni adalah produk sosial. Karenanya suatu karya seni selalu bersifat sosial. seni rupa modern. Kehadiran karya seni selalu mengandaikan kehadiran suatu masyarakat yang berjiwa kreatif. Oleh sebab itu. Di sini. umumnya dilihat sebagai praksis filosofis yang justru identikdengan berbagai ketidakpastian. dan subjektivitas. menghargai dan memahami seni adalah penting. berbagai pendapat yang mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara bipolar masih sering terdengar. yang juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antar kebudayaan yang berlainan coraknya. benar adanya apa yang dikatakan Janet Woll. Adapun seni atau lebih khusus lagi. Teknologi.

Sejarah sendiri mencatat bagaimana pada paruh pertama abad ke20. . Kelahiran fotografi dan sinema telah membawa perubahan besar dalam kebudayaan manusia. Tetapi dalam dekade 60-an. Kehadiran genre video art mempertemukan dua perangkat tersebut bagai dua sisi mata uang logam. Sementara di sisi lain. 9 Juni lalu. kedua bidang tersebut telah menghasilkan puncak-puncak penemuan dalam kebudayaan modern. Pemisahan ini tidak terlepas dari ambisi manusia sendiri untuk mengejar modernitas.114 khalayak yang di satu sisi memahami teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara konkret. Sebuah pendobrakan terhadap tataran konsep pemisahan seni dan teknologi. terjadi perubahan mendasar dalam konsep tersebut. dunia pra reflektif manusia dan khazanah rasawi yang tak terjamah. intuisi. melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin. dan video telah menciptakan sintesis antara dunia imaji dalam seni dengan perangkat teknologi reproduksi mekanik. di mana eksperimentasi dan riset menjadi tulang punggung dalam pencapaian kesejahteraan manusia. Keterkaitan antara keduanya hanya samar-samar terlihat dalam hal keinginan untuk terus menemukan sesuatu yang baru. Namun berbagai penemuan tersebut semakin memisahkan seni dan teknologi di masa itu hingga menjangkau dalam tataran konsep. Memang tidak bisa dimungkiri kehadiran kamera. Pendapat-pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya keliru melihat pemisahan yang secara sadar atau tidak memang dilakukan oleh para pelaku teknologi dan seni tersebut. Demikian paparan dari Agung Hujatkajennong pada diskusi yang berlangsung dalam rangka pameran Video Sculpture di Jerman Sejak 1963 di ITB. film. berdampak pada kehidupan manusia. menciptakan spesialisasi dalam bidang-bidang kehidupan manusia demi terwujudnya praktik dan disiplin keilmuan yang otonom.

politik. Kritik yang sama terhadap budaya TV dan budaya tontonan juga ditampilkan dalam pameran video art bulan ini. Kebutuhan akan televisi telah memicu lahirnya sistern komunikasi yang baru. menjadi sebuah jargon teknologi informasi yang sangat agresif. pendapat bahkan ideologi yang terselubung. video art memang . Pada tataran tertentu. Televisi yang hadir dalam dekade 60-an. Video art yang hadir dalam bentuk kritisme terhadap seni dan teknologi disajikan dalam bentuk berbeda. tari. Sejak berkembangnya video art sampai sekarang. Secara sejarah. Sejak pertarna kali televisi ditemukan telah menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan hiburan.115 Menanggapi berkembangnya video art. teknologi. ekonomi secara besar-besaran dalam kehidupan manusia. karya-karya dalam video art menuntut kita untuk mendefinisikan kembali model persepsi estetik secara baru karena karakter-karakter inheren medium video yang khusus membedakan dengan seni lukis. informasi. dan seni memang berada dalam sebuah konteks sama mengusung pada kemajuan budaya manusia. Salah satu fenomena yang menjadi kritik terhadap seni dan telrnologi adalah televisi. penggunaan perangkat teknologi terbaru juga menyertai setiap karya yang hadir. Terlepas dari kehadiran video art sebagai bentuk kritik. yang berkembang dalam praksis seni rupa. Agung menjelaskan bahwa seni yang hadir lewat teknologi video memiliki ciri unik sendiri. Ketika fotografi dan film/sinema hadir sebagai kebaruan dari teknologi dan seni. Karya-karya purwarupa video art juga mendeskonstruksi konvensi narasi dan pola yang pcnting hadir dalam sinema/film. video art justru lahir dari kecurigaan dan kritisme terhadap seni dan telrnologi. Video art hadir dalam berbagai bentuk teknologi visual yang secara konseptual seiring dengan diskursu. bahkan sinema sekalipun. Video merupakan rangkaian citra bergerak dan suara yang terikat dengan waktu berbeda dengan lukisan. Di mana seni dan peralatan teknologi sendiri digunakan untuk menggambarkan kritik tersebut. Sistem komunikasi ini yang mampu mendorong perubahan sosial. teater.

dan lain sebagainya. seharusnya bisa menjadi stimtilan yang baik bagi para saintis/teknokrat dan seniman di Indonesia untuk lebih memahami proses perubahan budaya di masyarakat berkaitan dengan adaptasi dan aplikasi seni dan teknologi. Seni sebagai sebuah imaji batin yang mampu dirasa bersanding dengan penerapan teknologi yang agresif. tetapi setiap orang akan berusaha setiap langkah untuk mendapat kemudahan. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. memperbaiki bibit pada bidang pertanian. Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). sehingga perkeinbangan seni tidak mandek dengan kanon-kanon yang klasik seperti seni lukis dan seni patung saja. Dengan tujuan yang sama untuk memajukan budaya manusia sekaligus menyejahterakannya. Kolaborasi di antara pihak-pihak tersebut akan mengembalikan praksis seni dan teknologi pada fitrahnya sebagai techne. Techne yang merupakan proses kreatif seni dan ilmu pengetahuan juga telah melahirkan teknologi yang tidak hanya modern tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan dan keiuginan manusia. . orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. seharusnya dilengkapi dengan keterlibatan seni dalam perkenalan dengan manusia. Penggunaan teknologi nuklir. Proses-proses kreatif yang hadir dari seni. Di satu sisi. penemuan-penemuan teknologi telah menyumbangkan sistem bahasa yang baru bagi seni. Sudah menjadi sifat dasar manusia bila telah terpenuhinya keinginan. Kemudahan itu didapatkan dari kreativitas seni dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan teknologi. Perkembangan arus informasi dan makin gemerlapnya dunia dengan teknologi. misalnya: a. maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai.116 merupakan sinergi paling menguntungkan antara seni dan teknologi. yang dimanfaatkan untuk keperluan.

Bendungan dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. c. Keadaan tertekan demikan. B. Manusia melebur dengan mekanisme iptek. Dalam dunia pendidikan. Situasi tertekan. pepohonan atau gunung . misalnya dengan membuat irigasi modern sehingga petani mendapat kemudahan memperoleh air. seorang pekerja meskipun sakit atau lemah ataupun ada berita duka bahwa anaknya sedang sakit di rumah sakit. Teknologi pengendalian air sungai. Peleburan manusia dalam mekanisme iptek. terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri. seperti alat-alat masak. menuntut kualitas dari manusia. tidak berhubungan dengan padang rumput. Lingkungan manusia menjadi terbatas.117 b. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak pola komunikasi manusia. Contoh yang sederhana manusia dalam hari makan atau tidur tidak ditentukan oleh lapar atau kantuk tetapi diatur oleh jam. Contoh pada sistem industri ban berjalan. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. akan mengilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK PADA KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA Pengaruh negatif iptek secara manusiawi dirasakan pada masyarakat dewasa ini. Alat rumah tangga mempermudah ibu-ibu melaksanakan tugasnya di dapur. pantai. dan mekanisme-mekanisme iptek. mungkin pekerjaan itu tidak dapat ditinggalkan sebab akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh iptek. teknologi juga dapat membuat macammacam media pendidikan. b. manusia mengalami ketegangan akibat penyerapan iptek. Gambaran kondisi tersebut sebagai berikut: a. slide. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. seperti OHP. tetapi kadang manusia tidak hadir didalamnya atau pekerjaannya. TV. dan lain-lain yang mempermudah para pendidik melaksanakan tugasnya. Iptek telah mengubah lingkungan manusia dan hakikat manusia.

tidur diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia sifatnya konkret dan alamiah. Melalui iptek bukan menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. c. yaitu kegagalan adaptasi dan pergantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknis. Artinya. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. menit. sehingga irama kehidupan harus tunduk kepada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusia dan nilai sosial. padahal individu perlu hubungan sosial. politik. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. tetapi pertu memanusiakan . yang ada hanyalah bangunan tinggi dan padat. Struktur sosiologi massa dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan iptek dan kebijakan ekonomi (produk industri) yang melampaui kemampuan manusia. Iptek harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas.118 secara langsung. Akibat iptek. maka muncul keguncangan. Akibat iptek. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat. iptek manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. e. Proses sekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. Terjadi neurosis obsesional atau gangguan saraf menurut beberapa ahli. Waktu hanya memiliki kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi dan sosial. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. Terbentuknya suatu masyarakat massa. dan detik. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. manusia terlepas dari hakikat kehidupan. manusia hanya membentuk masyarakat massa. Sebelumnya. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat secara ideologis. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. Perubahan waktu dan gerak manusia. atau persaingan kelas. sehingga sinar matahari pagi tidak menyentuh permukaan kulit manusia. d. Iptek manusiawi dalam arti ketat. bebas dari tekanan-tekanan.

Secara kiasan tempat pun seolah-olah cepat terpakai dan habis. tidak berbeda misalnya dengan minuman kaleng. misalnya.instansi pemerintah. mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah eskalator (alat mempercepat) yang dahsyat. yaitu: 1. secara kiasan terdapat “orang yang dapat dibuang”. namun hakikatnya sistemnya sendiri telah mengalami banyak perubahan. Benda. pulpen bertinta yang permanen dengan bolpoin yang dibuang setelah habis. Jarak fisik semakin tidak berarti. kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. hubungan manusia dengan benda tidak awet. hubungan manusia dengan manusia pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional.119 iptek. Akselerasi perubahan secara drastis dapat mengubah situasi. Organisasi. melainkan bersifat dangkal dan terbatas. 4. Kontak antarmanusia tidak menyangkut keseluruhan personalitas. hubungan tempat dengan manusia menjadi lebih sering. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. 3. Tempat. baik hubungan formalnya (departemen. lebih-lebih iptek mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik. 2. dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Alvin Toffler. Hubungan manusia dengan organisasi menjadi mengalir dan beraneka ragam. menjadi sementara. perusahaan) maupun hubungan informalnya (kelompok minum kopi). Kondisi sekarang rnanusia itu menjadi objek iptek dan harus selalu menyesuaikan dengan iptek. masyarakat amat mobile penuh dengan ”nomad baru”. dan lebih sementara. Manusia dapat kehilangan individualitas dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. Bandingkan. dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. Manusia bukan menjadi objek iptek tetapi harus menjadi subjek iptek. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. Manusia. Namun hubungan manusia dengan organisasi hubungan kelompok task force yang semuanya .

120

pada hakikatnya merupakan kelompok ad hoc atau hanya untuk keperluan khusus. 5. Ide, hubungan manusia dengan ide bersifat sementara karena image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir di segala bidang aktivitas manusia.

C. PERMASALAHAN PEMANFAATAN IPTEK DI INDONESIA Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia memiliki

kemampuan yang cukup dalam bidang iptek? Upaya untuk membangun daya saing saja tentunya tidak hanya didasari oleh kcinginan untukmemenangkan pasar tetapi juga harus dengan melihat kemampuan yang dimiliki. Indonesia saat ini masih sangat jauh tertinggal dalam bidang teknologi. Indonesia bukan India yang memiliki tcnaga-tenaga ahli di bidang TI yang kemudian dapat menjual layanannya lintas negara dengan memanfaatkan iptek. Yang tersisa dari Indonesia saat ini mungkin adalah budaya dalam pengertian culture dan heritage. Indonesia berlimpah berbagai ragam budaya yang membentang sepanjang Nusantara. Keanekaragaman budaya ini merupakan salah satu karakteristik unik yang mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi produk yang akan menjadi implementasi budaya ini. Bentuk nyatanya tentu saja seperti yang saat ini populer

diperbincangkan banyak orang yaitu industri kreatif (atau ekonomi kreatif). Pengembangan ekonomi kreatif memadukan unsure ide, seni, dan teknologi. Indonesia memiliki daya dukung yang sangat melimpah. Manusia Indonesia (secara rata-rata) mungkin seperti saya, tidak terlalu pintar (kalau tidak mau dibilang bodoh). Namun memiliki kreativitas yang cukup seperti kita bisa lihat dari berbagai mcam peninggalan yang kita miliki. Masalahnya kemudian adalah bagaimana untuk mengembangkan potensi iptek kreatif yang dimiliki Indonesia. Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana mengakomodasi pengembangan bidang yang relatif baru ini di Indonesia sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi dan hal lainnya adalah bagaimana untuk menjaga dan mengembangkan

121

sumber dari iptek kreatif ini yaitu penciptaan ide dari manusia-manusia kreatif Indonesia. Seperti dikutip Kompas.com, Hubert Gijzen, Direktur dan Perwakilan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco), menyampaikan bahwa pengembangan industri kreatif memiliki implikasi ekonomi yang jauh lebih luas, lebih dari sekadar menciptakan nilai tambah yang besar tetapi juga dapat mengangkat pembangunan manusia dan sosial. Dalam membangun industri kreatif yang di dalamnya termasuk industri budaya, kata Hubert, harus didorong terjadinya dialog interkultural. Saya pikir, kesimpulan yang disampaikan oleh Sardono W Kusumo masih dalam diskusi yang sama oleh Kompas, bisa juga menjadi perhatian bahwa penciptaan lingkungan yang mendukung adanya kebebasan untuk berkreasi adalah salah satu sarana untuk terus menjaga agar benih-benih manusia kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki posisi seperti yang diimpikan Indonesia Forum dalam visi 2020. Dalam hal ini perlu ada kebebasan individu dan negara harus menciptakan iklim untuk tumbuhnya kebebasan berkreasi itu.

122

BAB 8 MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A. EKOLOGI MANUSIA DAN KESADARAN INDIVIDU DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Secara alamiah, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memkihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia menyikapi dan mengelola lingkungannya yang pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola perdaban dan kebudayaan. Ekologi manusia, menurut Amos H. Hawley (1950: 67) dikatakan, "Human ecology maybe defirzed, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia). Frederick Steiner (2002: 3) mengatakan, "This new human ecology over emphasizes complexity over-reductionism, focuses on changes over stable states, and expands ecological concepts beyond the study of plants and animals to include people.This view differs from the environment determinism of the early twentieth century”. (Ekologi manusia baru menekankan pada overreduksionieme yang cukup rumit, memfokuskan pada perubahan negara yang stabil, dan memperluas konsep ekologi melebihi studi tentang tumbuhtumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia. Pandangan ini berbeda dari determinisme lingkungan pada awal-awal abad ke-20). Menurut Gerald L. Young (1994: 339) dikatakan, “Human ecology, then, is an attempt to understand the inter-relation ships between the human species and is its

Young menekankan pada keterkaitan (interaksi) antara manusia dan lingkungannya saja. ekologi manusia. represents a special application of the general viewpoint to a particular class of living things. like plant and animal ecology. he also develops among his fellows an elaborate community of relations comparable in many important respects to the more inclusive biotic community” Jadi. as we have seen. Manusia. Man. merepresentasikan penerapan khusus dari pandangan umum pada sebuah kelas khusus dalam sebuah kehidupan. Perbedaan dari ketiga definisi tersebut adalah pada titik tekan (emphasizes) para pakar dalam mendefinisikan “ekologi manusia”. Human ecology. Persamaan dari ketiga definisi yang dikemukakan di atas adalah bahwa pengertian “ekologi manusia” merujuk pada suatu ilmu (iokos = rumah/tempat tinggal. sebagaimana kita tahu. It involves both a recognition af the fundamental unity of animate nature and an awareness that there is differentiation within that unity. tidak hanya bekerja dalam sebuah tempat di jaringan kehidupan. Ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley (1950).123 environment” (dengan demikian. adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya). yang masing-masing sebagai berikut. Steiner menekankan pada era baru ilmu “ekologi manusia” yang memperluas dari ekologi yang hanya mempelajari lingkungan tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia secara kompleks). ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley adalah sebagaimana pernyataannya. melainkan sebuah dia juga mengembangkan antara anggota-anggotanya pengalaman . (Ekologi manusia. sebagaimana ekologi tumbuh-tumbuhan dan manusia. Ini meliputi dua kesadaran bahwa ada perbedaan dalam kesatuan tersebut. not only occupies a nicle in nature‟s web of life. logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya. Hawley menekankan pada studi tentang bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia (masyarakat) dalam kaitannya dengan lingkungan.

akan tetapi ini sudah masuk pada kewajiban manusia untuk menghormati hak-hak orang lain. Oleh karena itu. kita bisa mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungannya adalah suatu bentuk dari toleransi ini. Melanggar konsekuensi ini juga berarti melanggar etika berkehidupan bersama. tindakan suatu kelompok yang hanya ingin menggapai keuntungan pribadi saja sebaiknya juga harus meletakkan rasa toleransi ini. hak yang sama juga berlaku di sini. B. Toleransi atau sikap tenggang rasa adalah bagian dari konsekuensi logis dari kita hidup bersama sebagai makhluk sosial. Steiner (2002). seperti dikatakan Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu menghargai satu dan lainnya.124 hubungan lingkungan yang sebanding dalam tanggung jawab pentingnya atas lingkungan hidup yang lebih terbuka). menyatakan bahwa ruang lingkup ekologi manusia meliputi: (1) set of connected stuff (sekelompok hal yang yang sakung terkait). Dengan begitu. Kesadaran masyarakat yang terwujud dalam berbagai aktivitas lingkungan maupun aktivitas kontrol lainnya adalah hat yang sangat diperlukan untuk mendukung apa yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan penyelamatan lingkungannya. (2) integrative traits (cirri-ciri yang integrative). dan (3) scaffolding of place and change (perancah tempat dan perubahan). KESADARAN INDIVIDU DALAM MASYARAKAT Kesadaran individu dalam masyarakat mengenai lingkungan hidup dan kelestariannya merupakan hal yang amat penting dewasa ini di mana pencemaran dan perusakan lingkungan merupakan hal yang sulit dihindari. sebaiknya dihindari dalam perspektif ini. Sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merusak saja. Hak orang lain tersebut adalah untuk menikmati dan merasakan keseimbangan alam secara murni. Kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya bagaimana menciptakan suatu yang indah atau bersih saja. . Demikian juga halnya dengan perspektif lingkungan.

Lingkungan merupakan unsur . Sebab untuk menjaga semuanya itu tidak ada lagi yang bisa dimintai pertanggungjawaban kecuali manusia sebagai pemakai/ pengguna itu sendiri. Rasa tepa salira yang cukup tinggi. 2. bahwa ada beberapa hat yang perlu kita perhatikan: 1. Lingkungan sosial. masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk. maka dalam bab ini kita akan membahas pada salah satu jenis perusakan lingkungan. memelihara. Tanggung jawab mengenai kelestarian alam masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali. C. Untuk membahas hal ini. Oleh karena itu. Joko Subagyo. Kerusakan suatu lingkungan akan berakibat pada manusia itu sendiri. ahli lingkungan membagi kriteria lingkungan hidup dalam tiga golongan besar. Lingkungan merupakan unsur penentu dari kehidupan mendatang. 2. PENCEMARAN LINGKUNGAN Umumnya. 4. Lingkungan fisik segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda mati. 3. dan tidak terlaluingin mengganggu. Hal ini dirasakan akan mengakibatkan masalah lingkungan semakin panjang. Suatu kehidupan lingkungan akan sangat tergantung pada ekosistemnya. Lingkungan biologis: segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda hidup. dan bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan. Kesadaran melapor (jika ada hal-hal yang tidakberkenan dan dianggap sebagai mkawan hukum lingkungan) tampaknya masih kurang. mencintai. sepanjang kehidupan saat ini masih berjalan dengan normal. 3. Keberadaan lingkungan tersebut pada hakikatnya meski dijaga dari kerusakan yang parah.125 Kondisi senyatanya dari masyarakat kita mengenai kesadaran lingkungan hidup ini tampaknya masih tercermin seperti apa yang dikatakan P. Tidak memikirkan akibat yang akan terjaki. yakni pencemaran lingkungan baik udara maupun air dan sekaligus membahas mengenai cara menanggulanginya. sebagai bentuk usaha kuratif maupun preventif. adalah manusia yang hidup secarabermasyarakat. dan demikian pula sebaliknya. yakni: 1.

maksimum ppm. misalnya bisa dikategorikan melalui ukuran zat pencemar yang diizinkan dibuang pada suatu jangka waktu tertentu. Pencemaran itu lebih banyak terjadi karena limbah pabrik yang masih murni. dalam produksi setiap ton kertas tidak diperbolehkan sekian kilogram zat padat dan lain sebagainya. Misalnya. Lingkungan alam merupakan prasyarat pokok mengapa dan bagaimana pembangunan itu diselenggarakan. maka hal itu akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup seriuas. Dampaknya pada . Pencemaran air. maka dituntut perkiraan mengenai biaya keseluruhan teknologi linkungannya. Unsur senyawa kimia yang diizinkan. usianya. Pencemaran berakibat kualitas lingkungan menurun. tanah. sehingga menjadi fatal jika itu tak bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsi sebenarnya. Kemunduran yang seperti itu dimulai dari sebuah gejala pencemaran dan kerusakan lingkungan yang belum begitu tampak. di samping perkiraan atas pengaruh yang bersifat kimia. metode operasinya dan lain-lain. satuan berat unsur atau senyawa dalam air bungan. di samping perkiraan atas sebagainya. semua fasilitas yang digunakan. dan mereka belum melalui proses waste water treatment atau pengolahan. Dengan demikian. maka orientasi untuk menjaga lingkungan semesta pun akan bisa digunakan untuk mencapai tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi semata. keadaan lingkungan yang dotata sebaikbaiknya untuk menjaga kehidupan kini dan mendatang. maupun udata. Misalnya. Pencemaran lingkungan yang berdampak pada berubahnya tatanan lingkungan karena kegiatan manusia atau oleh proses alam berakibat lingkungan kurang berfungsi. Salah satu prosuk dari kerusakan lingkungan itu adalah pencemaran. teknik penggunaannya. fisis dan biologis. Ini disadari. baik air. Perubahan ini bukannya menunjukkan perkembangan yang optimus dan mengarah pada tuntutan zaman namun malahan sebaliknya. Misalnya. apabila pelaksanaanya sesuai dengan program yang telah dijalankan. Kemudian jumlah maksimum yang dapat dibuang dalam setiap unit produksi. Dengan demikian.126 penentu dari kehidupan mendatang. Bagi program pembangunan itu sendiri.

permukiman akan menimbulkan sisa buangan. sistem transportasi. pembangunan dan peningkatan populasi (jumlah banyaknya penduduk) selama dekade-dekade terakhir mengakibatkan berlipatnya aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupannya. proses alami. tiupan angin terhadap lahan gundul berdebu dan lain sebagainva juga merupakan sumber dari pencemaran udara. seperti kegiatan gunung berapi. . Mulanya pencemaran diakibatkan dampak teknologi buatan manusia atau hasil produksi yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. udara adalah sumber daya alam yang mengalami pencemaran sebagai akibat sampingan dari aktivitas manusia itu. Akibat pengembangan industri. Kita perlu memperkirakan pada perencanaan awal suatu pembangunan yang akan kita lakukan. Di samping adanya sumber daya alam. Oleh karena itu. Sehingga dengan cara demikian. Kebijaksanaan lingkungan ditujukan kepada pencegahan pencemaran. gas. cair. Contohnya: pungutan (charges) pencemaran udara dan air serta uang jaminan pengembalian kaleng atau botol bekas (deposit fees). perlu adanya kesadaran bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. jelas sangat merusak dan berakibat fatal bagi lingkungan secara keseluruhan. alam air dan tanah. Aktivitas manusia itu sendiri merupakan sumber pencemaran yang sangat potensial. Instrumen ekonomis merupakan hal yang relative baru. dan padat yang jika dibuang ke lingkungan hidup akan menimbulkan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Selain dari aktivitas unanusia. maka dapat dipersiapkan pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan dalam bentuk pengembangan positif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan tersebut. Sarana utama yang diterapkan adalah pengaturan sifatnta tradisional dan biasanya berupa izin serta persyaratan pemakaian teknologi pencemaran. Proses perkembangan teknologi.127 lingkungan secara umum.

tanaman dan materiil. Bahan pencemar udara digolongkan dalam dua golongan dasar. dan letusan gunung berapi. NO2. Dari banyak jenis gas yang berperan dalam masalah udara adalah SO2. dan geografi. Konsentrasi bahan pencemar yang terkandung dalam udara bebas dipengaruhi banyak faktor. oksidan. sehingga pengelompokannya menjadi dua. gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. CO2. dan ini barangkali yang paling fatal adalah. sifat khas bahan pencemar. . yakni sumber stasioner dan bergerak. Sehingga tingkat pencemaran udara sangat bervariasi baik terhadap tempat maupun waktu. pembakaran sampah. sumber penceman udara dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar. Sumber titik dan area dapat dijadikan satu kelompok. Termasuk ke dalam sumber stasioner adalah kegiatan rumah tangga. klimatologi. topografi. NH3 dan H2. hidrokarbon. industri. Karenanya pengetahuan lingkungan perlu ditingkatkan guna mencapai kesadaran masyarakat. menurunnya kualitas sumber daya dan kemudian tidak bisa dimanfaatkan lagi. dan bergerak. dan berbagai gangguan lain. yaitu konsentrasi dan volume bahan penceman yang dihasilkan suatu sumber. D. Dalain konsentrasi yang berlebih.PENGENDALIAN PENCEMARAN Salah satu akibat yang paling pasti dari adanya pencemaran adalah perubahan tatanan lingkungan alam atau ekosistem yang sebelumnya secara alami telah terjadi. Adapun sumber bergerak adalah kendaraan angkutan. kondisi metereologi. adalah penting bagi kita untuk menyadari bahwa ini ancaman yang serius bagi manusia. yaitu sumber titik.128 Menurut sifat penyebaran bahan pencemarannya. Melihat kondisi pencemaran itu. yaitu partikel dan gas. Akibat lainnya adalah tidak atau kurang berfungsi satu atau beberapa elemen lingkungan dikarenakan kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran tersebut. area. Akibat lain.

Hal ini berpedoman pada prinsip bahwa air dalam sungai akan bisa menjadi sumber malapetaka. sifat aslinya. sangat penting fungsinya sarana penunjang utama dalam pembangunan nasional. sebagai pelaksanaan UU No. Di samping itu. pencemaran memang sudah banyak terjadi. 11/1974 tentang Pengairan. air.129 Dengan akibat-akibat seperti itu. Terlebih lagi karena sungai adalah sumber air yang digunakan untuk makan dan minum bagi makhluk hidup. sungai sebagai sumber air. dari pengambangan. maka perlu dengan perkiraan pada perencanaan awal. tidak sekadar dihindari. Misalnya dan kerusakan dengan dikeluarkannya PP Ni.35 Tahun 1991 tentang Sungai. dan udara di dunia ini. Terlebih lagi karena sungai adalah kebutuhan sehari-hari. sehingga dengan cara demikian dapat dipersiapkan langkah pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan pengembangan dampak positif dari kegiatan tersebut. maka diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan sebagai proses dalam pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan. pemerintah hendaknya memerhatikan pelestarian sungai. Dengan demikian. Pencemaran pada sungai misalnya. Karena itu. akan tetapi diperlukan juga tindakan-tindakan preventif atau pencegahan. Tidak hanya di negara maju di mana industrialisasi sudah mencapai puncaknya. Dengan menyadari bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Pelestarian sungai dari pencemaran pengendalian meliputi atas perlindungan. industrialisasi yang tidak memenuhi standat kebijaksanaan lingkungan hidup adalah faktor utama mengapa pencemaran terjadi. Sehubungan dengan itu. penggunaan. Sebelumya. . namun juga di negara-negara yang sedang berkembang dimana proses dan praktik industrialisasi mulai diterapkan. maka sudah tidak bisa ditunda lagi bahwa pencemaran haruslah. maka peraturan itu bisa digunakan sebagai pedoman dalam rangka menjalankan aktivitas yang pada akhirnya mengancam bahaya kelestarian sungai. Pencegahan terhadap pencernaran merupakan upaya yang sangat besar bagi penyelamatan masa depan bumi. harus dihindari dan dicegah karena sungai merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jika industrialisai merupakan proyek pembangunan yang tak bisa dihindari guna kemajuan manusia. ketentuan mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP. maka masyarakat pun harus mendukung sekaligus mengontrol dari pelaksanaan berbagai kebijakan itu. E. baik polusi udara yang diakibatkannya maupun buangan limbah hasil proses mengelolahan barang mentahnya sangat berbahaya bagi makhluk hidup. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP INDIVIDU Lingkungan merupakan salah satu faktor vang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu. studi yang menyangkut pengaruh dari pemilihan industri terhadap kemungkinan pencemaran melalui prosedur AMDAL maupun ANDAL. pemilihan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi. maka setidaknya harua ada landasan bagaimana industrialisasi yang tak merugikan. Pencegahan pencemaran industri dimulai dari tahap perencanaan pembangunan maupun mnegoperasian industri. Dengan melihat kepedulian pemerintah dalam hal penyelamatan lingkungan hidup. Mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran. Sebab yang demikian inilah yang disebut sebagai partisipasi dari kesadaran masyarakat. Dalam UU No. Hal tersebut meliputi pemilihan lokasi yang dikaitkan dengan rencana tata ruang. . dan yang lebih penting lagi adalah pemilihan teknologi yang dapat guna proses pengelolahan limbah industri termasuk daur ulang dari limbah tersebut.23/1997 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) Pasal 14 ayat 2 dinyatakan bahwa di samping ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup. Hal ini penting mengingat kebutuhan kelestarian lingkungan yang ada di sekitarnya. dalam Pasal 17 UULH dinyatakan bahwa: Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang dilakukan scara menyeluruh dan/atau secara sektoral ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan. baik lingkungan fisik maupun sosio-psikologis. termasuk di dalamnya adalah belajar.130 Pencemaran akibat industri misalnya. merupakan hal yang harus dihindari kareana.

pemalu. maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa. Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu. akan mengakibatkan berubahnva tabiat manusia sebagai manusia. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik. Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakcan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya.131 Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empiris yang berarti pengalaman. walaupun diberinya cukup makanan dan minuman. Dapat kita bayangkan andai kata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja. karena manusia hidup adalah manusia yang berpikir dan serba ingin tahu serta mencoba- . canggung. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang. karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orangorang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi. dapat kita ikuti pada uraian berikut: a. sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya. akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia. Manusia tidak bisa melepaslcan diri seeara mutlak dari pengaruh lingkungan itu. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya. dan lain-lain. Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahuntahun permulaan perkembangannya. b. karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami danmengecap alam sekitarnya. maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.

namun lamakelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak mengalami gangguan lagi. karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengentifikasi. Contoh: air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya. Adapun penyesuaian diri autoplastis. b) Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. sedikit banyaknya sifat rajin dari temanya akan diikutinya sehingga lama-kelamaan dia pun menjadi anak yang rajin. pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan. . c) Sesuatu yang diikuti individu. Penyesuian diri alloplatis. individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temanya yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar. d) Objek penyesuian diri bagi individu. penyesuian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Dalam hal ini. baik secara aloplastik maupun autoplastis. Contoh: air dapat digunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung kerumah. Lingkungan memiliki peranan bagi individu. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit. Contohnya : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk.132 coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya. artinya individu itu berusaha untuk mengubah lingkungannya. apabila dianggap sesuai dengan dirinya. sebagai: a) Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu.

perekominian. persoalan lintas budaya menjadi tak terelakan lagi. persoalan lintas budaya umumnya terkait dengan perkembangan di dunia memengaruhi atau dipengaruhi. Pengaruh globalisasi tersebut dapat dikelompokkan pada dua macam. perkembangan sistem pemerintah. bisa berwujud pengembangan ilmu pengetahuan. persoalan lintas budaya ini adalah: (1) kesenjangan kebudayaan (cultural lag). ISU-ISU PENTING TENTANG PERSOALAN LINTAS BUDAYA Kebanyakn masyarakat dunia dewasa ini disatukan oleh sistem komunikasi dunia. Dengan sistem komunikasi dunia yang terbuka. bahwa perubahan kebudayaan materiil cenderug lebih cepat dibandingkan perubahan kebudayaan immateriil. Dari sisi ke-Indonesia-an. Dalam era globalisasi unsur-unsur budaya saling memengaruhi dari satu budaya ke budaya lain. Persoalan lintas budaya dapat diartikan pula sebagai perkembangan modernisasi yang berkembang terus menjadi globalisasi. berkembangnya teknologi yang lebih baik. (2) terjadi guncangan budaya (cultural shock). 1. Ketidakseimbangan perubahan kebudayaan materiil dengan kebudayaan immateriil disebut kesenjangan kebudayaan. Kejadian di suatu masyarakat atau di suatu tempat tidak akan luput dari sototan media komunikasi sehingga masyarakat di tempat lain pun mengetahuinya. yaitu : pengaruh positif dan negatif. Iklim keterbukaan itu akibat perkembangan teknologi informasi yang merupakan bagian dari perkembangan iptek. Globalisasi adalah sistem atau tatanan yang menyebabkan suatu negara tidak mungkin mengisolasi diri akibat kemajuan teknologi dan komunikasi.133 D. Kesenjangan kebudayaan adalah pertumbuhan atau perubahan unsur kebudayaan tidak sama cepatnya. Pengaruh positif. sehingga ukuran norma dan nilai menjadi lebih lunak. Dampak negatif dari globalisasi adalah bergesernya norma dan nilai moral. Ogburn berpendapat. Kesimbangan dalam kehidupan masyarakat (social equilibrium) tidak selalu berarti tidak menginginkan perubahan atau berhenti pada suatu . Secara umum. politik mengarah pada pelaksanaan yang lebih sistematis dan logisrasional.

di antaranya faktor internal dan eksternal. Faktor internal. Tahap penyesuian diri: sekarang orang tersebut sudah membanggakan sesuatu yang dilihat dan dirasakannya dalam kondisi yang baru. perubahan yang terjadi dalam suatu unsur tidak mengganggu unsur yang lain atau unsur yang lain diharapkan menyesuaikan diri sehingga terjadi keseimbangan 2. sebagai pengalaman baru yang menarik. Tahap krisis. Tetapi makskudnya. menurut Brislin (1981) ialah watak (trait) dan kecakapan (skills). c. tata krama. sikap (uftitude) seseorang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya. b. Menurut Alport. keadaan geografis. pada saat inilah terjadi korban cultural shock. Ada empat tahap yang membentuk siklus cultural shock. kadang-kadang disebut tahap bulan madu. Tahap inkubasi. Selain kedua faktor di atas. sepertibahasa. hidup dengan damai. Guncangan kebudayaan adalah ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan pola kehidupan sosial ylng tidak serasi fungsinya bagi masyarakat. bertanggung jawab. Tahap kesembuhan. Penyesuaian diri antarbudaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. yang dimaksud dengan sikap adalah kesediaan mental yang terbina melaiui pengalaman yang memberikan pengarahan atau penbaruh bagaimana seseorang . rasa cemas dalam dirinya sudah berlaku. Kecakapan (skill) meyangkut budaya yang dapat dipelajari mengenai lingkungan budaya yang akan dimasuki. pemberani. korban mampu melampaui tahap kedua. yaitu: a. ditandai dengan suatu perasaan dendam.134 titik. yang dalam bahasa sehari-hari biasanya merupakan jawaban dan pertanyaan. Watak ialah segala tabiat yang membentuk seluruh kepribadian seseorang. keadaan ekonomi. ”Orang macam apa dia?Jababannya : emosional. adat istiadat. dan lain sebagaiuya. senang bergaul dan seterusnya. d.

c. Pekerjaan yang itu dilakukannya. Besar kecilnya perbedaan antar kebudayaan tempat asalnya dengan kebudayaan lingkungan yang dimasukinya. Lingkungan yang berasal dari luar dan bernilai positif dapat diadaptasi dan dipraktikkan menjadi kebiasaan keseharian. Demikian sebaliknya lingkungan yang negatif dapat mengubah atau bahkan merusak kebiasaan yang telah berjalan baik selama ini. Faktor eksternal vang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya adalah: a.135 menanggapi segala macam objek atau situasi yang dihadapinya. dapat yaitu apakah dengan pekerjaan latar yang dilakukannya ditoleransi belakang pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya. Suasana lingkungan yang terbuka akan mempermudah seseorang menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan suasana lingkungan yang tertutup. Suasana lingkungan tempat ia bekerja. b. . Dengan demikian penting kemudian mencermati lingkungan sekitar kita dalam beraktivitas dan bertindak.

proses integrasi sosial dan politik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kukuh terpelihara. Dengan ini. nongkrong di mall. sekaligus instan. Kajian multidisipliner dibutuhkan untuk memberihan penjelasan lebih terbuka dan luas terkait kerumitan sosial-budaya yang telah semakin kompleks. pakaian jeans. merupakan cermin dari perubahan kebudayaan masyarakat yang dinamis. Problematika kehidupan tersebut perlu ditelaah dan disikapi dengan serius guna tidak jatuh pada penafsiran kebudayaan yang keliru. Lahirnva budaya hybrid (persilangan instan) seperti kebiasaan minum Coca Cola. Demikian juga tujuan kesejahteraan sosial bagi setiap warga negara RI dapat tercapai. dan ngedate/pacaran yang di kalangan generasi muda saat ini merupakan perilaku sosial yang dibiasakan dan mendapat pemakluman bersama dari publik.136 BAB 9 PENUTUP A. KESIMPULAN Mendekati pelbagai realitas dan fenomena sosial-budaya saat ini sering kali membutuhkan pengkajian secara bersama dalam pelbagai sudut pandang yang luas dengan tetap mempertahanhan perspektif keilmiahan masing-masing bidang keilmuan. Kebudayaan asing dalam realitasnya harus diakui telah berhasil memengaruhi arah kebudayaan Indonesia yang multikultur. kebudayaan Indonesia haruslah ditempatkan sebagai konsepsi dan strategi dalam pembangunan nasional. Karena tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan sejatinya ialah untuk kemajuan peradaban manusia yang lebih baik. bermain facebook. Kebudayaan dalam konteks keindonesiaan beberapa tahun terakhir telah diguncang oleh serbuan kebudayaan asing sehingga memengaruhi perilaku dan tata hidup generasi muda. Sebagai bangsa yang bermartabat. .

Beberapa problematika sosialbudaya dan politik yang beberapa tahun terakhir muncul di hadapan publik dan dianggap penting untuk dijadikan sorotan banyak pihak sebagai berikut: 1) Bagaimana menyikapi pelbagai perilaku elite yang telah kehilangan hati nurani. Untuk itu. dan nepotisme yang telah membakar menjadi permasalahan krusial yang menyedot perhatian publik. bagaimana menyikapinya untuk pemeliharaan kerukunan di tempat lain? 6) Bagaimana mewujudkan masyarakat multikultur dan memanfaatkan kondisi masyarakat yang multikultur tersebut bagi pembangunan nasional di Indonesia? . kesetaraan. dan persoalan kesejahteraan sosial dinilai masih menjadi catatanpenting bagi pembenahan strategi perekonomian Indonesia ke depan. bagaimana penataan dan pengelolaannya? 5) Pelajaran dari Maluku dan Sulewesi terkait bencana sosial berupa konflik etnik dan religius (1998-2003) menjadi sorotan tajam tentang upaya pembenahan kerukunan hidup antar-umat bcragama yang belum optimal.137 B. TINJAUAN KE DEPAN Mahasiswa dan para pengkaji keilmuan sosial dan budaya perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang keanekaragaman. sampah. terpencil. pencemaran lingkungan. peka. dan kesadaran hidup sehat. kawasan tertinggal. dan arif atas setiap keragaman budaya dan kultur dalam kehidupan bermasyarakat. kejujuran. dan nilai etis yang sering kali ditampilkan di ruang publik? 2) Penataan birokrasi (Good Governance) yang lambat akibat dampak korupsi. penting menyampaikan tinjauan kondisi terkini untuk dijadikan bahan kajian bersama ke depan. limbah industri. 3) Kemiskinan. 4) Kondisi lingkungan hidup yang semakin buruk seperti hutan gundul akibat pembakaran dan pembakaran hutan. rumah kaca. ia memiliki sikap kritis. dan kemartabatan manusia sebagai makhluk individu dan sosial. kolusi. Dengan ini.

138 7) Bagaimana seharusnya generasi muda menyikapi seni dan kesenian di tengah deras globalisasi. Bagaimana peran ilmuwan sosial. khususnyadi Indonesia. Hal ini terutama kaitannya dengan pendapatan perekonomian primer masyarakat Indonesia seperti bidang pertanian. peternakan. 10) Pemanfaatan potensi kelautan dan pariwisata nasional yang mulai lesu setelah perubahan iklim dan cuaca dekade terakhir yang tidak menentu. 9) Perubahan iklim dan cuaca yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia. . HV. humaniora. dan perikanan. Tidak jarang persoalan tentang beda keyakinan dan akidah berujung pada benturan fisik baik secara horizontal dan vertikal. dan agamawan dengan kondisi tersebut? 8) Munculnya beragam keyakinan dan akidah baru termasuk menjamurnya lembaga keagamaan baru di Indonesia menjadi bagian dari kerumitan sosial yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. komputer. utamanya akibat gempa dan tsunami. Gejala sosial seperti ini penting menjadi telaah serius ke depan. teknologi. dan TV sangat berpengaruh bagi keberhasilan pendidikan akhlak dan karakter anak-anak bangsa. yaitu meletakkan mana yang seni dan mana yang pornografi/pornoaksi? Dampak negatif kemajuan teknologi informasi seperti internet. juga menjadi kajian utama yang dicarikan solusinya ke depan.

139 .