1

BAB I PENGANTAR ILMU SOSIALDAN BUDAYA DASAR
A. HAKIKAT, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP 1. Hakikat Ilmu Soaial dan Budaya Dasar (ISBD) Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan visi “Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan mmoral dalam kehidupan bermasyarakat”.Adapun misinya adalah “Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, pekam dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.Selain itu, mata kuliah ini pada prinsipnya sebagai pengatur dasar menuju pengenalan teori ilmu-ilmu social dan kebudayaan sehingga diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multidisipliner tentang keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

2. Tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) Berdasarkan hakikat keilmuan di atas, maka tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) yang merupakan bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah:

2

a.

Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.

b.

Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral bermasyarakat. dalam kehidupan

c.

Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup

bermasyarakat, selaku individu dan makhluk social yag beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan maalah social budaya secara arif.

3. Ruang Lingkup Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial Dan Budaya (ISBD) Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada perguruan tinggi, berikut ini adalah ruang lingkup dan sub bahasannya. a. Pengantar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) 1. Hakikat dan ruang lingkup ISBD 2. ISBD sebagai MBB dan pendidikan umum; dan 3. ISBD sebagai alternative pemecahan masalah social budaya b. Manusia sebagai Makhluk Budaya: 1. Hakikat manusia sebagai makhluk budaya; 2. Apresiasi terhadap kemanusiaan dan kebudayaan; 3. Etika dan estetika berbudaya 4. Memanusiakan manusia melalui pemahaman konep-konsep dasar manusia; dan 5. Problematika kebudayaan

3

c. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial; 1. Hakikat manusia sebagai individu dan makhluk social; 2. Fungsi dan peran manusia sebagai individu dan makhluk social; 3. Dinamika interaksi social; dan 4. Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat; d. Manusia dan Peradaban 1. Hakikat peradaban; 2. Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab; 3. Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan socialbudaya; 4. Dinamika peradaban global; dan 5. Problematika peradaban pada kehidupan manusia e. Manusia, Keragaman dan Kesetaraan; 1. Hakikat keragaman dan kesetaraan manusia; 2. Kemajemukan dalam dinamikan social dan budaya; 3. Keraganan dan kesetaraan sebagai kekayaan social, budaya bangsa; dan 4. Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan masyarakat dan negara f. Manusia, Nilai, Moral, dan Hukum 1. Hakikat, fungsi, dan perwujudan nilai, oral dan hukum dalam kehidupan manusia, masyarakat dan negara; 2. Keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan sebagai wujud masyarakat yang bermoral dan menaati hukum dan 3. Problematika nilai, moral, dan hokum dalam masyarakat dan negara g. Manusia, Sains, Teknologi dan Seni: 1. Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi manusia; 2. dampak penyalahgunaan IPTEKS pada kehidupan social dan budaya; dan 3. Problematika pemanfaatan IPTEKS di Indonesia

para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. Isu-isu penting tentang persoalan lintas budaya dan bangsa. Dengan wawasan tersebut diharapkan perguruan tinggi mampu menghasilkan tenaga ahli dengan tigas jenis kemampuan secara simultan. ISBD SEBAGAI MBB DAN PENDIDIKAN UMUM ISBD sebagai bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. Kemampuan personal: para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap. kemasyarakatan dan kenegaraan. . 2. kritis. yang meliputi: 1. Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia. 2. 3. maupun berpikir logis.4 h. Kemampuan akademis. Kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia 3. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. analisis. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. Kemampuan professional: kemampuan dalam bidang profesi sesuai keahlian bersangjutan. Manusia dan Lingkungan 1. serta mampu menawarkan alternative pemacahannya. tingkah laku dan tidnakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. Problematika lingkungan social-budaya yang dihadapi masyarakat. B. mengusai peralatan analiss. istematis. memahami dan mengenal nilai-nilai keragaman. dan 4. kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. yaitu hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungannya.

buku ini juga mengulas lesson learns atau pelajaran berharga dari akta atau fenomena social yang terjadi di sekitar lingkungan kita baik yang dialami secara langsung atau tidak langsung dalam perspektif lintas keilmuan secara simultan. dan perilaku melalui mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) diharapkan mahasiswa dapat menjadi manusia yang memiliki kemampuan personal. dimengerti. kemampuan akademik dan kemampuan professional sehingga para lulusan akan mampu mengenali masalah dan mengatasi masalah tersebut dengan bijaksana. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIALBUDAYA Dengan bekal wawasan. . Pendekatan multidisipliner dipilih guna menstimulus mahasiswa berpikir terbuka dan kritis atas apa yang didengar. dipahami.5 C. Di samping diurai kondisi objektif konteks keindonesiaan. dan dikonsepsikannya selama ini agar dapat didiskusikan dan dikomunikasikan menjadi pengetahuan yang ilmuah. sikap. Dengan itu problematika kemanusiaan dan peradaban manusia merupakan fakta objektif yang penting dikenali secara menunjung tinggi pemikiran serta nilai-nilai luhur tradisi.

bagi aliran ini kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta yang bersifat badaniah.6 BAB 2 HAKIKAT MANUSIASEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. idealisme. manusia oleh aliran ini dipandang bukan sebagai materi tetapi makhluk yang berjiwa/berkerohanian. Bagi aliran realisme kenyataan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani dan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani . HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Sebelum mengulas manusia sebagai makhluk budaya penting bagi kita mencermati kajian tentang filsafat manusia secara singkat dan mendasar. keduanya tidak mengenal adanya kenyatan bersifat spiritual. Karena itu. realisme. yakni kejadian “adanya adalah juga bagian dari proses-proses materiil itu sendiri.Karena itu. konstruk pemikiran tentang haikat manusia.Secara sederhana aliran tersebut dapat diklasifikasikan dalam beberapa aliran utama. yaitu materialisme. karena itu semua peristiwa dapat terjadi melalui proses materiil.Dengan pertanyaan tersebut sejauh ini telah menghasilkan pelbagai teori. konsep. Untuk aliran materialisme misalnya mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan.Bahwasanya diskusi klasik yang hingga kini masih dibincangkan seputar manusia adalah pertanyaan siapakah sebenarnya manusia itu. bagi pemikir atau filsuf dari airan idelisme mereka menyangkul secara mendasar pemikiran materialisme di atas. Substansi pemikiran dari dua aliran di atas diyakini secara bersamaan oleh aliran realisme. dan aliran agamawan (teologis).Aliran ini baik dari kalangan aliran materilalisme didaktik atau humanistic.Tetapi pentin ditegaskan di sini bahwasanya hingga kini jawaban tentang siapa manusia itu tampaknya belum juga terpuaskan atau belum final. bukan materi yang menjadi “kenyataan”. tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah “ide” yang bersifat rohani dan/atau intelegensi. Demikian pula analogi yang terjadi pada manusia. Menurut aliran idelisma. Sebaliknya.

umumnya berusaha mendudukkan hakikat manusia sebagai makhluk di antara makhluk-makhluk lainnya di muka bumi ini. sekaligus membandingkan di antara keduanya. dan sekaligus makhluk materiil. Artinya. . Hakikat manusia dengan demikian. ia dapat hidup jauh lebih berkembang (survival) daripada pengetahuan makhluk lainnya. adalah dapat dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Adapun yang membedakan manusia dari makhluk lainnya dalam hal pengetahuan dan perasaan (emosional dan kejiwaan). Bandingkan berikutnya dengan pemikiran para tokoh aliran teologis. Aliran teologis ini jika dicermati tidak memiliki irisan dengan pemikiran aliran-aliran sebelumnya.7 dan dapat juga berupa kenyataan dunia materi. Karena sesungguhnya diskusi tentang filsafat manusia tidak saja membahas aspek jiwa dan raganya. Demikian juga melalui perasaan manusia. Secara lebih mendalam pendekatan keilmuan yang umumnya digunakan untuk membincangkan hakikat manusia ini adalah melalui ilmu antropologi filsafat atau filsafat manusia (anthropos dalam bahasa Yunani. Keduanya dalam pandangan realisme adalah hakikat asli dan abadi. manusia menurut aliran ini diyakini sebagai makhluk materi. makhluk rohani. filsafat manusia lebih dekat dengan kajian psikologi filosofis atau psikologi rasional. berarti: “manusia”). Jika kita tarik benang merah dari pemikiran beberapa aliran di atas. tetapi keduanya tidak bersifat abadi dan/atau sebagai hakikat asli. yakni karena hubungannya dengan Tuhan. Karana mereka cenderung meletakkan kedudukan manusia secara berbeda dengan makhluk lain di muka bumi. hakikat asli atau kenyataan utama adalah Tuhan itu sendiri. tetapi juga roh dan badannya. Menurut aliran ini. mereka dapat mengembangkan eksistensi kemanusiaannya menajdi lebih beradab disbanding makhluk lainnya. Kesamaan manusia sebagai makhluk dengan makhluk lainnya adalah pada dorongan naluriah (animal instinct) yang termuat dalam tiap gen mereka. Melalui pengetahuan yang dimiliki manusia. tetapi tampaknya pendekatan psikolog dianggap kurang mencakup diskusi tentang manusia secara holistis. Di mana awalnya.

8

Dalam pandangan Adelbert Snijders, filsafat manusia dirumuskan sebagai refleksi atas pengalaman yang dilaksanakan secara rasional, kritis serta ilmiah, dan dengan maksud untuk memahami diri manusia dari segi yang paling asasi. Yakni, memahami manusia sebagai suatu kesatuan, di mana dalam kesatuan itu terdapat unsur “keduanya” (jiwa dan badan). Tujuan dari kajian filsafat manusia tidak lain adalah untuk memahami diri manusia dari segi yang paling mendasar tersebut. Berikut ini akan dikupas pandangan beberapa tokoh, pemikiran, dan alirannya. Sebagaimana pemiiran Plato dan Plotinos, bahwa manusia adalah makhluk ilahiah. Bahkan lebih ekstrem disampaikan Deserates, menurutnya manusia memiliki kebebasaan mirip seperti kebebasan yang dimiliki Tuhan. Tetapi, pandangan manusia sebagai makhluk ilahah tersebut ditolak oleh Epikuros dan Lukretius. Menurut keduannya manusia tak lebih dari makhluk hidup berumur pendek, ia lahir karena kebetulan, dan akhirnya sama sekali lenyap. Demikian juga seperti yang disampaikan Voltaire, manusia tidak berbeda secara esensial ibarat binatang yang paling tinggi atau sempurna. Pandangan lain tentang manusia disampaikan Hobbes. Ia berpendapat bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat agresif dan jahat. Tetapi Rousseau justru melihat sebaliknya, yaitu manusia dalam kodratnya adalah baik. Belakangan para pemikir, seperti Buber, Marcel, Levinas, dan Mounier menegaskan bahwa setiap manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompeksitas manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompleksitas nilai yang unik. Tetapi, pemikiran lainnya justru meletakkan manusia sebagai makhluk yang tak berarti atau “keinginan” yang sia-sia. Dapat disimpulkan bahwa para pemikir filsafat manusia dan ilmuwan memiliki pandangan yang berseberangan di antara dua titik secara ekstrem baik mereka yang berlatar periode kesejahteraan yang sama atau berbeda. Namun perdebatan hakikat manusia (lebens-philosophie)menurut penilaian filsuf mazhab Frankfurt Jerman Max Horkheimer (1895-1973) merupakan diskursus ilmiah yang sehat, yang dapat membuka kebekuan berpikir rasional yang abstrak dan menjadi lawan dari debut kapitalisme yang selama ini

9

berkembang pesat. Sebagai pengkritik positivisme, Horkheimer menyatakan selama ini saintisme tak lebih pendukung status-quo yang bersembunyi di balik objektivitas. Segala bentuk demikian menurut Horkheimer dan juga Habermas, telah dijerumuskan oleh kepentingan kognitif, dan karenanya tidak bebas nilai, termasuk teori kritis yang didorong oleh kepentingan emansipatoris (Sulistyanta, 2005). Menurut Jurgen Habermas (1929), bahwa kekuatan kritik erat kaitannya dengan metodologi maupun kondisi sejarah yang melatari, yakni kesadaran akan kritis social pada histories (sejarah) tertentu. Jika dicermati sesungguhnya kajian filsafat manusia tumbuh subur bersamaan dengan ideology kapitalisme yang sedang mendominasi arus keilmuan. Kritik mendasar yang hendak disampaikan para pengkaji filsafat manusia adalah seraun untuk tidak membatasi cara pandang keilmuan, selalu berpikir reflektif, dan jangan membuang cirri utama manusia sebagai makhluk yang selalu bertanya dan berpikir. Karena itu, berpikir refleksi merupakan aktivitas rohaniah, menemukan kebenaran untuk kehidupan bersama, sebagai makhluk eksentrik. Dengan berpikir kritis dan refleksi tidak menjadikan seseorang jauh dari Tuhan, berbeda dengan pemikiran kapitalis yang lebih mendekatkan seseorang pada materi atau kebendaan. Ungkapan Descartes yang dikenal luas “cogito ergo sum” (aku berpikir, maka aku ada). Cogito (aku berpikir) adalah suatu kepastian tak tergoyahkan, ia ingin suatu kepastian tentang ekesistensi Tuhan dan ketidakmatian jiwa manusia. Hal yang sama dikemukakan Maine de Biran yang bertitik tolak pada volo (aku mau), dengan merefkeksikan “aku mau”, ia menemukan paham tentang diri dan pengaruh afeksi atas segala kepastiannya. Atau filsafat karl Marx dengan ungkapan “manusia adalah makhluk yang bekerja”. Artinya, sebagai makhuk paradoksal, manusia itu bebas dan terikat, otonom dan tergantung, terbatas dan tidak terbatas. Sebagai makhluk yang dinamis, manusia bebas dan bertanggung jawab, tetapi dalam kebebasan juga hadir suatu dorongan metafisika, suatu orientasi dasariah untuk menuju diri yang sejati. Sebagai makhluk multidimensional, manusia meskipun sebagai

10

suatu kesatuan, tetapi di dalam kesatuan itu ditemukan pelbagai dimensi ontologis dengan tingkatan yang berbeda. Herbert Marcuse, mengatakan meskipun seolah-olah manusia itu onedimensional man, yang terkurung dalam dimensi produksi-konsumsi, tetapi konsumerisme itu sesungguhnya bertentangan dengan panggilannya sebagai makhluk pluridimensional. Panggilan atau seruan itu berkaitan erat dengan hakikat manusia. W Luijpen, mengatakan being man is having to be man (diri manusia merupakan suatu seruan etis untuk manusia).

B. HAKIKAT MANUSIA DALAM KAJIAN ISLAM Melengkapi kajian hakikat manusia pada bahasan sebelumnya, maka dipandang penting untuk mendiskusikan hakikat manusia dalam perspektif Islam. Mengkaji manusia dalam perspektif keislaman tidak dapat dilepaskan dari konteks masyarakat muslim itu sendiri. Sebagaimana disebutkan Fazlur Rahman bahwasanya masyarakat Islam dibentuk karena ideologinya, yaitu Islam (Fazlur Rahman, 1980: 43). Ideologi adalah Weltanchauiting, yang menjelaskan realitas dalam perspektif tertentu. Ideologi adalah cara memandang realitas. Di antara realitas penting yang diulas ideologi adalah hakikat manusia. Konteks manusia dan masyarakat tersebut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, terdapat sekurangnya tiga istilah kuncui yang mengacu kepada makna pokok manusia, yaitu: basyar,insan, dan al-nas. Basyar disebut dalam AI-Qur'an sebanyak 27 kali. Dalam seluruh ayat tersebut, kalimat basyar menunjuk pada referensi manusia- sebagai makhluk biologis. Lihatlah bagaimana Maryam berkata: Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku tidak disentuh basyar (QS. 3: 47); atau bagaimana kaum yang diseru para nabi menolak ajarannya, karena nabi hanyalah basyar-manusia biasa yang "seperti kita", bukan manusia superstar. Kata basyar juga dihubungkan dengan ungkapan mitslukum (sebanyak tujuh kali) dan mitsluna (sejumlah enam kali). Nabi Muhammad SAW., disuruh Allah untuk menegaskan bahwasanya dirinya secara biologis, ia tak ubahnya sama seperti manusia yang lain: Katakanlah, aku ini manusia biasa (basyar)

dan seterusnya. berkuasa. hanya saja aku diberi wahyu bahwa Tuhanmu ialah Tuhan yang satu (QS. mendengar. Sebaliknya. dan memutuskan. Al-Syaukani (1964. tetapi merupakan sifat-sifat psikologis (atau spiritual). 12: 31). Ayat ini juga ditegaskan dalam QS. berbicara. yaitu butuh makan. 33: 33). Tentang para nabi. mengetahui. and man's duty is to preserve the pattern on which God has made him (QS. 25: 20. Mereka berkata.11 seperti kamu. minum. berjalan di pasar. mereka berkata. Allah membuatnya hidup. berkehendak. yaitu berjalan tegak. seks. ini bukan basyar. 5: 65) menyebutkan umumnya para mufasir mengartikan ayat ini untuk menunjukkan kelebihan manusia secara fisiologis. 41: 6). Sama tidak tepatnya ketika menafsirkan: Sesungguhnya telah kami jadikan insan dalam bentuk yang sebaikbaiknya (QS. 25: 7. Keeenderungan para rasul untuk tidak patuh pada dosa dan kesalahan bukanlah masuk kategori sifatsifat biologis. Dari uraian tersebut. dan ia minum apa yang kamu minum (QS. melihat.. Ketika wanita-wanita Mesir takjub melihat ketampanan Yusuf as. 30: 30). ia makan apa yang kamu makan. dan QS. 95: 4) dengan menunjukkan karakteristik fisiologi manusia. dan makan dengan menggunakan tangan. dan ini adalah sifat-sifat rabbaniyah. Rasul itu memakan makanan dan berjalan-jalan di pasar. Dan tidak Kami utus sebelumnya para utusan kecuali mereka itu memakan makanan dan berjalanjalan di pasar. QS. tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus daripada manusia. 18: 110. Yusuf Ali (1977: 1759). . orang-orang kafir selalu berkata: Bukankah ia basyar seperti kamu. maka secara singkat bahwasanya konsep basyar selalu dihubungkan dengan sifat-sifat biologis manusia semata. Tetapi Ibn „Arabi berkata. adalah tidak tepat jika menafsirkan kalimat basyarun mitsluklim sebagai manusia seperti kita dalam hal berbuat dosa. Ya Allah. tetapi ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia (QS. dengan tepat menafsirkan ayat ini to man God gave the purest and the best nature.

dan 12: 38). kafir (17: 89. insan dihubungkan dengan proses penciptaan manusia. Dan ketiga. banyak ayat yang menunjukkan kelompok-kelompok sosial dengan karakteristiknya. Pertama. Inilah manusia yang paling banyak disebut dalam Al-Qur'an (240 kali. Ayat-ayat .12 Artinya. yang hanya memikirkan kehidupan dunia (2:200). dan 25: 50). 8. al-Baqi. Kecuali kategori ketiga yang akan kita jelaskan kemudian. petunjuk. di samping ada sebagian orang yang rela mengorbankan dirinya untuk mencari kerelaan Allah. sebagian besar manusia mempunyai kualitas rendah. konsepsi insan secara tegas berbeda dengan basyar. tidak beriman (11: 17. insan dihubungkan dengan predisposisi negatif diri manusia. dan 31: 20). melalaikan ayat-ayat Allah (10: 92). Kedua. dan 40: 57). yang memesonakan orang dalam pembicaraan tentang kehidupan dunia. Kita dapat mengelompokkan konteks insan tersebut dalam tiga kategori pokok. Sementara istilah al-Nas sebagai konsep kunci ketiga mengacu pada manusia sebagai makhluk sosial. yang menjual pembicaraan yang menyesatkan (31:6) . Menurut Al-Qur'an sebagian manusia itu tidak berilmu (7: 187. Ayat-ayat itu lazimnya dikenal dengan ungkapan wa min alNas (dan di antara sebagian manusia). Kedua. 28. al-Mu'jam. 30: 6. yang mengambil sekutu terhadap Allah (2:165). yang berdebat dengan Allah tanpa ilmu. tetapi memusuhi kebenaran (2:204). lihat „Abd. 12: 103. semua konteks insan menunjuk pada sifat-sifat psikologis atau spiritual. dan kebanyakan harus menanggung azab (22: 18). 2: 243. 36. kita dapat menyimpulkan. 34: 28. Jika ditelisik didapatkan penyebutan insan disebut sebanyak 65 kali dalam AlQur'an. dan Al-Kitab (22: 3. fasik (5: 49). kita menemukan kelompok manusia yang menyatakan beriman. dan 29: 10). 12: 21. Pertama. tetapi sebetulnya tidak beriman (2:8). tidak bersyukur (40: 61. dan 13: 1). 68. dengan memerhatikan ungkapan aktsar al-Nas. baik dari segi ilmu maupun dari segi iman. 30. pada kata al-Nas). 45: 26. yang menyembah Allah dengan iman yang lemah (22: 11. insan dihubungkan dengan keistimewaannya sebagai khalifah atau pemikul amanah. Dengan memerhatikan ungkapan ini.

jika kamu ikuti kebanyakan yang ada di bumi. normatif. Surat 11: 16 menyimpulkan bukti kedua ini. tetapi juga manusia secara sosial. 24: 35. Akan tetapi. cara pandang orang melihat kebudayaan sering kali terjebak dalam sifat chauvinism. Ketiga. 2: 88. 7: 10. 14: 1. 27: 62. yaitu membanggakan kebudayaannya sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain. Al-Qur'an menegaskan bahwa petunjuk Al-Qur'an bukanlah hanya dimaksudkan pada manusia secara individual. mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. 23: 78. Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut. yang berilmu atau dapat mengambil pelajaran (18: 22. 40: 58. Al-Nas sering dihubungkan Al-Qur'an dengan petunjuk atau AlKitab (57: 25. C. dan 69:42). 4: 46. dan artefact. Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini. yang bersyukur (34: 13. . yaitu yang bersifat kognitif. dan 32: 9). Beberapa ahli ihnu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut.13 ini dipertegas dengan ayat-ayat yang menunjukkan sedikitnya kelompok manusia yang beriman (4: 66. dan 4: 155). 7: 3. Demikian juga Inggris denganslogan: Right or Wrong is My Country. kebudayaan tersusun atas beberapa komponen utama. yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme. Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya. social system. 39: 27). 67: 23. HAKIKAT MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN Kebudayaan sering kali dipahami dengan pengertian yang tidak tepat. Sayangnya kemudian. ternyata definisi-definisi tersebut tetap saja kurang memuaskan. Contoh sikap chauvinism seperti yang dikemukakan oleh Adolf Hitler misalnya. Artinya. 38: 24. 4: 170. dan materiil. dengan kalimat Deutschland Uber Alles in der Welt (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia). yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system. yang selamat dari azab Allah (11: 116). yang tidak diperdayakan setan (4:83).

Hampir semua tindakan manusia merupakan produk kebudayaan. Umumnya. Manusia mempunyai 1)penganut empat kedudukan 2) terhadap kebudayaan. Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. karena menjadi manusia tidak lain adalah merupakan bagian dari hasil kebudayaan itu sendiri. Karena itu. bukannya sebagai kata benda. bahwasanya budaya semestinya diperlakukan sebagai kata kerja. Padahal seharusnya dalam memahami kebudayaan kita perlu jujur dan berpegangan pada sifat-sifat kebudayaan yang variatif. Sementara manipulator kebudayaan adalah anggota masyarakat yang melakukan aktivitas . proses pengalihan kebudayaan tidak akan terjadi. Sebagaimana dikatakan Van Peursen (1988). Tanpa bahasa. sosialisasi. tetapi senantiasa berubah sesuai perubahan sosial yang ada. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. budaya bukanlah sesuatu yang statis dan kaku. kebudayaan. Dan biasanya proses pengalihan atau perubahan budaya difasilitasi oleh adanya kontak komunikasi melalui bahasa. yaitu 3) sebagai kebudayaan. relatif. bahkan meskipun itu adalah sebuah tradisi. universal. Kecuali tindakan yang sifatnya naluriah saja (animal instinct) yang bukan merupakan kebudayaan. Tidak semua anggota masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya baru yang datang dari luar. Selanjutnya. pembawa manipulator kebudayaan. pembawa kebudayaan adalah pihak luar dan/atau anggota masyarakat setempat yang membawa budaya asing atau baru dalam tatanan masyarakat setempat. Sebaliknya. budaya baru sulit diterima dan butuh waktu bertahap untuk penyesuaian jika budaya baru tersebut ada kemungkinan diterima.14 Demikian pula Jepang yang menganggap bangsanya merupakan keturunan Dewa Matahari. dan counter-culture (meremehkan kultur lain). dan 4) pencipta kebudayaan. Sebab suatu budaya dalam masyarakat terus-menerus berubah. seperti melalui proses internalisasi. hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaannya. dan alkulturasi. Sebagai penganut kebudayaan seseorang hanya menjadi pelaku tradisi dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakatnya.

serta sistem teknologi peralatan. Taylor. kesenian. maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara agar tetap mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi. adat. manusia mempunyai kebutuhan yang beragam dan terus bertambah mengikuti deras laju perubahan lingkungan sosial di sekitarnya. pedoman hidup yang digunakan setiap individu dalam bertingkah laku. yaitu terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan. bahasa. aktivitas bermasyarakat. kemudian membaginya menjadi unsur-unsur kebudayaan secara lebih terperinci. manusia melakukan banyak tindakan melalui . atau budaya baru yang dapat diterima secara masif. Kedudukan tertinggi adalah manusia sebagai pencipta kebudayaan. Dengan demikian. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai bagian dari anggota masyarakat (E. sistem pengetahuan. Namun Kuntjaraningrat (1974). Substansi penjelasan Taylor tersebut pada dasarnya telah rnerangkum semua definisi tentang kebudayaan yang pernah muncul (Jujun S. sistem dan organisasi kemasyarakatan. Pembentukan kebudayaan sebagaimana diuraikan di atas sesungguhnya dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian atas kondisi kehidupan yang dialaminya. maka secara definitif makna kebudayaan sendiri adalah keseluruhan pengetahuan. hukum. Kebudayaan yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. 2003: 261). Dalam kehidupannya. 1871:21). kepercayaan. Dan secara naluriah. Apa yang dilakukan oleh manusia tersebut dapat disebut sebagai proses kebudayaan. sistem kemasyarakatan. Dalam rangka bertahan atau survive. seni. B.15 kebudayaan atau mengatasnamakan budaya setempat tetapi tidak sesuai dengan nilai-nilai atau ide luhur sebagaimana yang seharusnya dilakukan. Suriasumantri. yaitu mendorong secara sadar atau tidak sadar ke semua lapisan masyarakat untuk melakukan revitalisasi kebudayaan lama atau meneiptakan dan menemukan kembali kesepakatan barn terkait ide. sistem pencarian. atau yang bisa kita sebut sebagai way of life. moral.

harga diri.16 pelbagai cara agar kebutuhan dasarnya terpenuhi. Karena itu. Cara pemenuhan kebutuhan dasarnya itulah yang membedakaan manusia dengan makhluk hidup lainnya yang juga memiliki kebutuhan dasar. perasaan. sementara tata cara hidup manusia dapat diketahui . demikian juga pemenuhannya dilakukan secara instingtif atau naluriah. Cara hidup manusia tidak lain adalah bentuk konkret (nyata) dari nilai-nilai budaya yang bersifat abstrak (ide). manusia juga memiliki kehalusan perasaan atau kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup dasar. yaitu fisiologi. Selain itu. Nilai-nilai budaya dan segenap hasilnya adalah muncul dari tata cara hidup yang merupakan kegiatan manusia atas nilai-nilai budaya yang dikandungnya. kebutuhan pokoknya terpusat pada fisiologi dan rasa aman. berpikir. dan pengembangan potensi. berkomunikasi. atau kebudayaan pendahulunya. tradisi. Manusia memiliki kemampuan dasar selain instingtif. membagi kebutuhan manusia dalam lima kelompok kebutuhan mendasar. dan fantasi. Maslow dalam Jujun (2003: 262). insting. maka inti dari kebudayaan adalah nilai-nilai dasar dari segenap wujud kebudayaan atau hasil kebudayaan. yang mungkin tidak jauh berbeda dengan manusia. Pada binatang. Sementara pada manusia. Kejiwaan atau budi yang dimiliki manusia menjadi motor atau penggerak bagi tereiptanya hubungan bermakna dengan alam sekitarnya melalui penilaian atas objek dan kejadian. Nilai yang diberikan oleh manusia inilah yang menjadi tujuan dan substansi dari kebudayaan itu sendiri. kemauan. rasa aman. Jika disimpulkan. Dengan bahasa lain nilai budaya hanya bisa diketahui melalui budi dan jiwa. afiliasi. kebudayaan tak ubahnya seperti kompas penyelamat (survival kit) bagi keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan kemampuan berkomunikasi dan belajar menjadikan manusia terus meningkatkan kecerdasan dan eara berpikirnya. pemenuhan kebutuhannya diperoleh melalui cara hidup berdasarkan kebiasaan. Kebudayaan dalam konteks ini yang menjadi pembeda antara manusia dan binatang. dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. juga kemampuan untuk terus belajar.

Leslie A katakan ". Inc. dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan-tindakan yang diperlukannya (menghasilkan kelakuan dan benda/peralatan). Jakarta: Universitas Indonesia. Magic. cultural behavior. and Cultural artifacts" (Kebudayaan adalah pengetahuan yang diperoleh yang digunakan penduduk untuk menginterpretasi pengalaman dan melahirkan tingkah laku sosial . bahasa dan komunikasi. seperti pada Gambar 1. atau blueprint. namely. Spradley yang menyatakan "Culture is the acquired knowledge that people use to interpretation experience and to generate social behavior . Sarana kebudayaan adalah perwujudan secara fisik atas nilai-nilai budaya dan tata cara hidup yang dilakukan manusia guna memudahkan atau menjembatani tercapainya pelbagai kebutuhan manusia. Science and Religion and Other Essays. we speak of them as cultural knowledge.17 oleh pancaindra. dan kebudayaan kebendaan)1. and ideological system. 1948 hlm.. 3. Dari ide kebudayaan dan tata cara hidup manusia kemudian terwujud produk (artefak) kebudayaan sebagai sarana untuk memudahkan atau sebagai alat dalam berkehidupan. ekonomi. kebudayaan tingkah laku.. kita katakan semua itu sebagai kebudayaan pengetahuan. dengan demikian adalah ide berupa model-model pengetahuan yang dijadikan landasan atau acuan oleh seseorang sebagai anggota masyarakat melakukan aktivitas sosial.. 1949 hlm. Bronislaw. Sistern Kepercayaan dan Pengobatan Tradisional (Disertasi). dan Tumanggor. “kebudayaan pengetahuan yang dipunyai manusia sebagai makhluk sosial. sociological. yang isinya adalah perangkat model-model pengetahuan (pedoman hidup.. serta kesenian. White.. Lihat juga Malinowski.... Rusmin. Kebudayaan. Mendukung dikemukakan konsepsi kebudayaan sebelumnya. organisasi sosial. adalah sebagaimana keseluruhan Parsudi Suparlan. 364 1 . we shall distinguish three sub-system of culture. hlm. . teknologi. New York: Doubleday Canada Ltd.. Garden Ciry New York: Doubleday & Company. ilmu pengetahuan. 91. technological. atau desain untuk kehidupan) yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi. 1999. menciptakan materi kebudayaan dalam unsur budaya universal: agama.These three categories comprise the system of culture as a whole" (dalam The Science of Culture: A Study of Man and Civilization).” Definisi ini tampaknya sejalan dengan James P.

18 .

termasuk dari suatu suku bangsa kepada suku bangsa lainnya. dan emosi keagamaan. sistem peribadatan/ritual. 3) Teknologi Antropologi dan sosiologi juga menjumpai bahwa setiap warga masyarakat pendukung suatu kebudayaan memiliki kemampuan secara ide hingga melaksanakan kegiatan bersama melahirkan peralatan hidup yang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan pada pelbagai unsur kebutuhan budaya universal lainnya. sistem keyakinan. sistem peralatan ritus. dan perilaku selama di dunia fana. Agama sering menjadi kuat dominasinya jika ia kuat penekanannya pada nilai tertinggi "ultimate value". Kondisi ini menyambung kepada pemahaman tentang kehidupan dankematian. perbuatan dan keadilan. dan kehidupan abadi serta keadilan tertinggi atas kebaikan dan keburukan (pahala atau dosa) atas pola pikir. sikap. komponen-komponen pokokyang terdapat dalam setiap agama meliputi adanya: umat beragama.19 Legenda: Setiap kotak unsur kebudayaan ini terbuka satu sama lainnya. . 2) Ilmu pengetahuan Dari penelitian antropologi dan sosiologi. semua masyarakat pendukung suatu kebudayaan. yaitu hubungannya dengan Maha Pencipta (Tuhan). kefanaan dankeabadian. 1) Agama Dalam temuan antropologi dan sosiologi. memiliki sistem pengetahuan yang utuh menanggapi keberadaan alam nyata (natural) dan nirnyata (supernatural).

6) Bahasa dan komunikasi Setiap masyarakat pendukung suatu Icebudayaan memiliki simbol-simbol bunyi dan intonasi serta isyarat yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu maksud kepada seseorang atau khalayak untuk dipahami dan dilaksanakan. komunikasi). profesi. dan tatakrama. dan gerak/tari. Ada kata-kata untuk umum. kampung/kewilayahan. eceran. tulisan. dan penjabaran penghasilan). 7) Kesenian Antropologi menemukan bahwa pada setiap masyarakat kebudayaan mempunyai ungkapan seni berupa simbol pernyataan rasa senang dan susah (suka duka). Unsur-unsur itu juga akan melintasi batas-batas wilayah tersebut (cross cultural). Rentangan kekuatan ekonomi (investasi. Baikuntuk umum maupun untuk sendiri. anak-anak. keetnisan. dan tamu. jaringan kawin-mawin. Wujud konkret dari simbol- . pasar/ uang. penjelasan alam semesta. Ada untuk pereakapan. dan foto. Semua komponen ini dimiliki sebagai unsur kebudayaan bahkan menjadi faktor pembangunan dari setiap suku bangsa mulai dari tingkat sektoral. barter. Ada yang esensinya world view.20 4) Ekonomi Antropologi serta sosiologi juga menemukan dalam setiap masyarakat kebudayaan adanya bentuk-bentuk ekonomi (berburu-meramu. tulisan. ungkapan. Muncul pula dalam berbagai bentuk: ukiran. pentas. orang tua. dan politik). keagenan. nasional. gambar. bercocok tanam. teater. Selain itu. dapat diketahui simbol-simbol lain yang wujudnya lebih konkret dari wujud pertama untuk dapat menjadi pembeda atau berlaku sebagai cultural traits antara kebudayaan yang satu dengan lainnya. 5) Organisasi sosial Pada setiap masyarakat pendukung kebudayaan akan selalu terdapat variasi kelompok warga masyarakat (kemargaan. buruh. hingga internasional. maupun seni. distribusi. teman sebaya. kegiatan pasar. regional. dari hati ke hati. produksi.

atau yang kita kenal dengan istilah adat istiadat sebagai wujud kedua dari kebudayaan. di mana pandangan hidup ini merupakan wujud ketiga dari kebudayaan. Wujud pertama ini mencakup seluruh benda-benda basil kreasi manusia. mulai dari bendabenda dengan ukuran yang relatif kecil hingga benda-benda yang sangat besar (dari emblem kerajaan Sultan Nata Sintang. hingga pola-pola yang bersangkutan dengan aktivitas sebuah komunitas. Pertama. Ada empat bentuk yang dapat diidentifikasi dan dikategorikan sebagai peninggalan budaya. Budaya materiil (material culture) atau artefak atau benda-benda hasil produksi suatu kebudayaan merupakan hal-hal dalam kebudayaan yang paling konkret (empiris). wujud kedua ialah pola-pola perilaku yang merupakan representasi dari adat istiadat sebuah kebudayaan tertentu. Barangkali. terdapat satu lagi bentuk peninggalan yang merupakan wujud keempat. Sistem nilai atau pandangan hidup ini bisa berupa falsafah hidup atau kearifan lokal dari suatu masyarakat dalam memandang atau memaknai lingkungan sekitarnya. benda-benda fisik atau material culture. menyebutnya). Di dalam pola-pola keseharian itu. dalam konteks tinggalan budaya di sini. Pierre Bourdieu. Bentuk kedua ini meliputi hal-hal keseharian. misalnya). terkandung nilai-nilai atau tata aturan dari adat istiadat yang berlaku. Kemudian. Selain itu. kain songket. sampai Candi Borobudur. elemen lainnya ialah budaya materiil. Selain adat istiadat. yakni lingkungan.21 simbol tersebut ialah perilaku. muncul pertanyaandalam benak kita mengapa lingkungan dapat dikategorikan sebagai warisan budaya? Lantas. habitus (sebagaimana sosiolog Perancis. kebiasaan. Hal ini tiada lain adalah representasi dari pola pikir atau pengetahuan atau logika masyarakat pengampu kebudayaan tertentu. kerja. keris. berdoa. belajar. seperti pola makan. Wujud ketiga ini bersifat lebih abstrak dibanding kedua wujud sebelumnya. seperti pola upacara adat ataupun ritual Ngaben di masyarakat Bali. Tata aturan yang berlaku tersebut merupakan ejawantah dari pandangan hidup atau sistem nilai dalam masyarakat tertentu. lingkungan seperti apa yang .

norma-norma. Adapun. dan segala unsur-unsur alam. lingkungan yang dilihat dari asal usulnya berupa: (1) lingkungan alami (natural environment). dapat dibandingkan masyarakat pesisir atau nelayan di sepanjang Pantai Utara Jawa di Cirebon. kawin. Pola pikir masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan sudah tentu .22 termasuk peninggalan budaya? Sebelum masuk pada pemaparan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. meliputi perilaku-perilaku manusia atau pelbagai aktivitas sosial yang berupa interaksi antar-individu serta berbagai aktivitas individu. oleh karena itu. berupa benda-benda yang ada di sekitar kita. pengetahuan. 3. seperti masyarakat petani salak di Yogyakarta atau masyarakat petani kopi di kawasan pegunungan Minahasa. Lingkungan atas dasar kategori sifat ini masih dapat dipilah lagi menjadi: 1. makhluk hidup. berinteraksi. Sebagai ilustrasi. atau masyarakat Suku Laut di Thailand Selatan dengan masyarakatnya yang agraris. lingkungan memainkan peran sebagai bagian yang tak terpisahkan bagi terciptanya kebudayaan itu sendiri. dan sebagainya). Perbedaan kedua ialah pola pikir masyarakatnya atau cara pandang mereka terhadap hidupnya. Lingkungan dapat menjadi bagian dari tinggalan budaya (artifacts). Lingkungan budaya. Ahimsa-Putra (2004: 38). serta aturan-aturan yang berlaku dalam suatu masyarakat. yakni pegunungan atau dataran tinggi dan pesisir atau pantai. mencakup pandangan-pandangan. masyarakat nelayan di Kepulauan Karimunjawa. Lingkungan sosial. bekerja. ada baiknya bila mengetahui terlebih dulu pengertian lingkungan di dalam tulisan ini. menjelaskan bahwa lingkungan atau environment secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan (1) sifat atau keadaannya dan (2) asal usulnya. dan (2) lingkungan buatan (built environment) yakni lingkungan yang merupakan hasil kreasi manusia. 2. Letak perbedaan pertama yang tampak dengan jelas ialah kawasan atau lingkungan di mana mereka menjalani siklus kehidupannya (lahir. di mana lingkungan jenis ini memiliki pengertian keseluruhan unsur di luar diri manusia yang bukan ciptaan manusia. Lingkungan fisik.

lingkungan sebagai salah satu entitas penting dalam pembentukan sebuah kebudayaan dapat dikategorikan sebagai warisan atau tinggalan budaya. binatang mengikat ruang. Dengan itu seseorang dikatakan berbudaya pada hakikatnya ketika ia telah menjaga nilai-nilai luhur dan . yang muncul lewat penghayatan manusia atas lingkungannya. dari kebudayaan masa lalu menuju kebudayaan masa kini. Sebab semua materi yang terkandung dalam kebudayaan yang diperoleh manusia selain dilalui secara sadar juga dilalui dengan proses belajar. lnilah yang dinamakan kearifan lokal. ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA Perjalanan kebudayaan manusia dalam sejarahnya erat kaitannya dengan pendidikan. 2008: 11-12). Penghayatan terhadap lingkungan inilah yang kemudian menghasilkan kearifan lokal atau kebudayaan yang khas pula. ada juga yang ditinggalkan atau tidak digunakan.23 berlainan. Jika tanaman hanya mampu mengikat bahan-bahan kimiawi yang penting bagi pertumbuhan tanaman itu. sehingga ia harus dilindungi dan dilestarikan. Perbedaan ini terletak pada tataran perangkat pengetahuan (sistem simbol) masyarakat yang pada gilirannya memengaruhi cara mereka memaknai persoalan-persoalan atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkungannya. sebagaimana disampaikan oleh Alferd Korybski. sebuah pengetahuan yang khas pada masyarakat tertentu. Melalui proses belajar itulah transfer nilai-nilai kebudayaan terhadap generasi ke generasi berikutnya dilakukan. 2003: 263). Adakebudayaan masa lalu yang tetap dipertahankan dalam kebudayaan masa kini. yakni sistem nilai. dan artefak-artefak budaya (Ahimsa-Putra. adat istiadat. Sehingga nilai-nilai kebudayaan senantiasa berkelanjutan dari waktu ke waktu. tidak menutup kemungkinan kebudayaan pada masa lalu yang pernah ditinggalkan akan kembali digunakan oleh generasi mendatang. Dengan demikian. D. bahwa kebudayaan mempunyai kemampuan mengikat waktu. Artinya. maka manusia mengikat waktu (Jujun. dengan hidupnya. Meskipun demikian.

Indonesia yang menganut agama tersebut seperti Kutai. Tarumanegara.24 tatanan kemasyarakatan yang telah berlaku sebelumnya. kesetaraan antara sesama manusia. dan dengan tetap terbuka terhadap kemungkinan masuknya kebudayaan baru. Pertemuan antar kebudayaan-kebudayaan di Indonesia. dan Majapahit. dan lain-lain. Kesatuan ini jelas menjadikan kebudayaan di Indonesia semakin dinamis. Dengan ditutupnya Terusan Suez membuat banyak negara di belahan dunia Barat mengalihkan perhatiannya ke wilayah-wilayah tropis untuk mencari rempahrempah. Pada masa Kerajaan Majapahit. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan yang pernah ada di wilayah Barat dan Tengah. semakin berkembangnya sastra. dan Bartholomeus . ketika agama Islam mulai banyak dianut oleh masyarakat di Indonesia. Kebudayaan daerah Indonesia yang masih sederhana kemudian bertemu dengan agama Hindu dan Buddha yang menjadi sedemikian meluas dan dianut oleh banyakmasyarakat di Indonesia. awal masa penjajahan melanda wilayah Nusantara. Keadaan ini semakin terlihat. berdirinya kerajaan-kerajaan baru. sudah dimulai sejak masuknya agama Hindu dan Buddha. Kebudayaan nyakkebudayaan Indonesia ada di adalah dunia. Terlihat mulai munculnya berbagai persoalan kebudayaan. Perubahan keyakinan ini membuat banyak perubahan di bidang lain. Sriwijaya. bahkan hingga tingkat kerajaan. kebudayaan Indonesia mencapai kebersamaannya dengan menyatukan kerajaan yang ada di Nusantara oleh Patih Gajah Mada. seperti Vasco da Gama. Tokoh-tokoh. Padjajaran. Mendiskusikan kebudayaan Indonesia. yang terkenal dengan Sumpah Palapa. salah satu dari sekian ba- yang Keberadaannya-sama dengan kebudayaan laintelah berlangsung dalam waktu yang lama. Perjalanan kebudayaan Indonesia dipengaruhi oleh masuknya Portugis. Marcopolo. maka kita akan berbicara tentang sejarah panjang pertemuan antar kebudayaan daerah Indonesia dengan kebudayaan dari luar Indonesia. salah satunya seperti hubungan kerajaan di daerah dengan Majapahit.

Pada masa ini pula. Undang-Undang Dasar. dipenuhi dengan berbagai peperangan di berbagai daerah Nusantara. Meskipun dalam kesabaran yang panjang pula akhirnya Nusantara menapaki jalan menuju persatuan. bukan hanya kisah perlawanan fisik semata. Masa tersebut. Dalam hal ini. terjadi perubahan yang besar dalam banyak bidang kehidupan kita. dari kerajaan kepada negara. perlawanan di seluruh wilayah Nusantara masih terus diberikan terhadap kedatangan para pendatang asing yang bermaksud menjajah. membuat para perumus tidak ingin menghilangkan kebudayaan yang sudah lama hidup di negeri ini. Namun hingga saat ini. Kekayaan kebudayaan yang sedemikian hebat dari wilayah Indonesia. menjadi Negara RepublikIndonesia. mulai dari "kecil-kecilan" hingga akhirnya memuncak pada perlawanan secara serentak terhadap penjajahan di bumi Nusantara. menjadi sebuah perubahan yang menuntut adanya kesatuan wilayah dan kebudayaan di Indonesia. Salah satu wilayah yang mereka temukan adalah tanah Nusantara. Kekayaan kebudayaan yang telah terkenal kebesarannya ke seluruh mancanegara. dari Tiongkok hingga Eropa. usaha perumusan tersebut belum membuahkan hasil yang final dan memuaskan. Strategi perang dengan taktik memecah belah atau devide et impera membuat perlawanan yang diberikan oleh para pejuang di daerah menjadi tidak berarti. mencari sebuah wilayah perdagangan baru. mulai dari negeri Aceh hingga Maluku. Meskipun demikian. Perubahan bentuk pemerintahan. Peperangan yang digerakan oleh semangatmempertahankan diri. Jika dikaji selama dalam masa penjajahan tersebut. Saat itu. polemik tentang dasar negara. bahasa. telah banyak usaha yang dilakukan untuk merumuskan apa itu kebudayaan Indonesia.25 Diaz. tetapi juga tentang perlawanan kebudayaan. dan persoalan kebudayaan nasional mulai terlihat. misalnya dapat disoroti perubahan bentuk pemerintahan. Peristiwa paling dikenang adalah ketika Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Oleh karena itu. yang akhirnya menjadikan Nusantara sebagai wilayah jajahan dalam periode masa yang panjang. Bahkan kita tampaknya perlu jujur bahwa .

dikembangkan. Toleransi. Tanamkan minat sejak dini pada kebudayaan daerah Indonesia. Mempelajari dan mengenali kebudayaan daerah Indonesia (tarian. c. Konteks keindonesiaan. Prinsip-prinsip pengembangan kebudayaan Indonesia sebagaimana telah dilakukan oleh generasi sebelumnya penting mempertimbangkan hal-hal berikut: a. yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kepada kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. alat musik daerah. membangun rumah kebudayaan daerah. yang dahulu pernah dimiliki. Mengenali dan mengembangkan kebudayaan Indonesiaadalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. Jujur. Sudah saatnya kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan budaya barat. b. Berpedoman pada kebudayaan Indonesia. Menepati janji. Jangan tinggalkan kebudayaan Indonesiakarenakekayaan menunggu untuk dikenali.26 masyarakatIndonesia telah banyak yang teralihkan perhatiannya kepada kebudayaan yang dibawa oleh bangsa Eropa dan Amerika. hingga akhirnya dapat hidup mencapai kebesarannya. kebudayaan manusia Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah didesak oleh serbuan kebudayaan asing melalui . Rumusan nilai-nilai luhur yang tertuang dalam UUD Dasar 1945 dan Pancasila perlu untuk terus disempurnakan secara berkelanjutan agar kebudayaan nasional sebagai identitas kebangsaan teraktualisasi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Untuk itu. Dan masyarakat Barat juga mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri. penting bagi kita semua melakukan upaya pengembangan kebudayaan Indonesia secara terus-menerus. dan lain-lain). mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. seni bertutur. Tanggung jawab. d. e. Oleh karena itu. f. kerajinan tangan.

belajar pantun.Kebudayaan dengan corak baru ini kerap kita sebut sebagai kebudayaan pasca-industri. (Al Mudra. hingga bertindak dalam ritme yang relatif cepat. Proses akulturasi budaya asing dengan budaya lokal masih kental dengan pengejawantahan nilai-nilai asing itu sendiri dibanding menjadi sebuah kebudayaan milik sendiri. yakni pola atau cara berpikir dan cara memandang dunia. Bandingkan antara kegiatan para remaja yang keluar masuk pub. pascamodern. Dalam lingkup sosiokultural yang lebih sempit. diskotek dan tempat hiburan malam lainnya terutama di kota-kota besar dan metropolitan dengan kegiatan gotong royong. Artinya. ataupun postmodern. Keadaan masyarakat di era milenium kelima tersebut memiliki konsekuensi logis pada situasi yang akan menggiring kita. silaturahmi (kunjung mengunjungi) sanak famili. Dari kenyataan itu. untuk berpikir. kebudayaan yang ditampilkan kebanyakan generasi muda saat ini bukan melalui proses belajar dan secara sadar mewakili kebutuhan mendasar mereka. salah satu implikasi globalisasi ialah pada munculnya pola-pola baru dari suatu kebudayaan dalam beragambentuk dan tatanannya. sebagai "warga dunia".27 deras arus globalisasi (tata cara hidup sosial lintas-antarbenua). misalnya terlihat begitu mencolok perilaku atau tata cara hidup generasi muda yang dekat dengan budaya asing. berkeputusan. 2007a dan 2008a) Dalam konteks sosial-budaya masyarakatIndonesia. dan lainnya yang menjadi wujud kebudayaan leluhur masa lalu. Di era tahun 2000-an. tetapi lebih mengikuti tren kebudayaan baru dari luar (budaya global). dalam realitasnya. tidak bisa dimungkiri bahwa realitas sosial semacam ini sesungguhnya lahir karena transformasi yang signifikan pada core kebudayaan itu sendiri. Sementara kebudayaan milik daerah atau nasional sendiri sering kali sulit beradaptasi dengan budaya asing. Contoh-contoh akibat globalisasi sebelumnya menunjukkan bahwa. implikasi lain dari lahirnya bentuk-bentuk baru dari peradaban dan kebudayaan postmodern di . membatik. globalisasi mampu menjadi penentu arah perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia di dunia.

seorang ahli lingustik asal Swiss. yang membedakan manusia dengan binatang. Mengulang bahasan sebelumnya. 2005). mengemas. dan memublikasikan kekayaan warisan budaya kita kepada dunia untuk mengukuhkan identitas kita sebagai bangsa yang bermartabat. kuno.” begitu kira-kira teori Erns Cassirer. 2002. masyarakat yang dinamis tidak selalu menolak pengaruh budaya luar. Disebutkan olehnya bahwa kebudayaan atau budaya merupakan eiri penting (khas) dari manusia. Benefit lain yang bisa dipetik ialah bahwa bangsa ini juga dapat berangsur melepaskan diri dari hegemoni budaya asing (A1 Mudra. bangsa ini akan dihargai dan dipandang secara terhormat oleh bangsa lain. dan mengadopsi sesuatu (budaya) yang baru yang lebih baik. Penting untuk digarisbawahi di sini. hanya dengan memahami dan menjaga kekayaan warisan budaya dan sejarah. 2007b). Sebab. meski tetap menjaga maratabat dan jati diri bangsa. meski tidak semua. Produk-produk budaya lokal mulai ditinggalkan lantaran dianggap ketinggalan zaman. 2007b) “Hanya manusia yang memiliki kebudayaan. maka yang akan terjadi ialah sebuah krisis idcntitas (jati diri). maupun benda budaya lainnya) oleh masyarakatnya. Oleh karenanya. generasi terkini dengan basis kulturalnya masing-masing kemudian. . pola-pola perilaku.28 atas ialah mulai ditinggalkannya produk-produk kebudayaan lokal (seni. Produk budaya asing yang mendorong kepada perbaikan hidup dankemajuan. Ketika warisan budaya tiada lagi diindahkan. yang maknanya adalah menjaga warisan (budaya) lama yang baik. akhirnya lebih memilih untuk mengadopsi budaya baru atau budaya kekinian (hybrid culture) yang telah berasimilasi dengan budaya Barat. bahasa. Oleh karena itu. dan semacamnya. tidakup-to-date. tidak perlu serta-merta ditolak. (Ibid. dalam bukunya An Essay on Man (1945 via Ahimsa-Putra. sudah sepantasnya kita berupaya menjaga. merawat. Hal ini berpegang pada prinsip "al muhafadhatu „ala al qadimi as sholih wal akhdzu bi al jadidi al ashlah". melainkan terletak pada sikap penafian budaya lama (peninggalan nilai luhur nenek moyang) oleh generasi masa kini. 2004. Persoalannya bukan terletak pada boleh tidaknya diterima dan dipraktikkannya budaya hybrid tersebut.

Sementara itu. Hal inilah yang kemudian melahirkan diversivitas budaya dalam kehidupan manusia. suara. Catatan berbudaya seperti apakah yang perlu ditanamkan ke setiap generasi bangsa terhadap kebudayaan Nusantara kita. Sebab itu. gambar. mengembangkan. gerak. dan lain sebagainya. sehingga pemaknaan atau penafsiran yang lahir juga beragam (lihat juga Geertz. dan proses simbolisasi ini melahirkan kebudayaan. Adalah di antaranya dengan menjaga sikap jujur dan bertanggung jawab terhadap setiap perubahan nilai. Manusia merupakan makhluk yang mampu menggunakan. pelestarian kebudayaan sendiri merupakan prioritas utama untuk menegaskan identitas kebangsaan dan kenegaraan kita. aktivitas bersosial dan bermasyarakat. apa yang dimaksud dengan simbol? Definisi konsep simbol atau lambang ialah segala sesuatu yang dimaknai di mana malrna dari suatu simbol itu mengacu pada sesuatu (konsep) yang lain. Di sini perlu dicatat bahwa setiap manusia beserta komunitasnya memiliki perangkat simbol (baca: kebudayaan) dan proses simbolisasinya (proses berkembangnya kebudayaan) masing-masing. . serta produk kebudayaan yang dihasilkannya. sedangkan binatang atau makhluk lainnya tidak? Pendapat ini berangkat dari pemahaman bahwa manusia merupakan animal symbolicum atau binatang yang mengkreasi simbol. Wujud lambang-lambang ini bisa berupa teks (tulisan). 1973: 89). hanya manusia yang dapat melakukan simbolisasi terhadap sesuatu.) Oleh karena hanya manusia yang dapat melakukan pemaknaan terhadap sesuatu dan sesuatu yang dimaknai ini merupakan sebuah lambang basil kreasi manusia sendiri. 2004:29). maka kebudayaan dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai: seperangkat atau keseluruhan simbol yang digunakan atau dimiliki manusia dalam hidupnya untuk bisa melakukan reproduksi dan menghadapi lingkungannya. bunyi. Tanpa harus tertutup terhadap kebudayaan luar. (Ibid. dan menciptakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk berkomunikasi dengan sesamanya (Ahimsa-Putra. yang diperoleh lewat proses belajar dalam kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat atau komunitas (Ibid).29 mengapa hanya manusia yang memiliki kebudayaan.

Dan juga masyarakat Barat mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. Namun dari beberapa sebab tersebut. ilmiah. Menurut banyak ahli permasalahan kemunduran budaya nasional muncul karena persoalan pencitraan.30 E. Dikatakan mendasar karena pada saat penjajahan pun sudah terjadi proses pencitraan tersebut. keren. karena Barat memang memiliki keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. akan ditemukan sebuah fenomena yang lazim dihidupi yaitu. dan pencitraan yang kuat dari media tentang keunggulan kebudayaan Barat. dan sebagainya. Padahal. dan karena itu harus juga diselesaikan . Ungkapan-ungkapan tersebut sering kali dilekatkan kepada kebudayaan Barat. kerendahdirian masyarakatIndonesia terhadap kebudayaannya sendiri. yang terus terjadi hingga saat ini dan yang paling mendasar adalah peneitraan. seperti di bidang sains (ilmu pengetahuan). Hal ini memang tidak sepenuhnya bermasalah. Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior. funky. PROBLEMATIKA KEBl1DAYAAN INDONESIA Menelusuri pergulatan kebudayaan di Indonesia. Kerendahdirian ini muncul dari hubungan antara kebudayaan Barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia. Namun penilaian kebudayaan Barat lebih superior dan kemudian fenomena masyarakat Indonesia meninggalkan kebudayaannya sendiri yang sudah lama dihidupi. kerusakan perilaku masyarakatIndonesia. sedangkan kebudayaan daerah di Indonesia. dan gaul adalah ungkapan yang secara tidak langsung menujukkan kondisi rendah diri. Ungkapan khusus seperti. keren. tentu menjadi suatu masalah. sepertinya jauh dari ungkapan-ungkapan tersebut. Kebudayaan daerah di Indonesia ditinggalkan hanya karena dieitrakan tidak ilmiah. Rendah diri ini disebabkan oleh penjajahan. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial.

kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus. masing-masing proses pembelajaran. Sebagai bangsa yang beradab (civilized society). Kelembagaan formal dan informal dalam masyarakat bertanggung jawab kepada keutuhan masyarakat. Kebudayaan selamanya merupakan langkah strategis pembangunan bangsa. Problem kebudayaan dewasa ini antara lain adalah terjadinya penafsiran budaya yang cenderung keliru. Revitalisasi kebudayaan merupakan proses logis dari bagaimana kebudayaan berperan dalam pembangunan dengan tanpa meninggalkannya atau bahkan melupakannya. sehingga ternyata perjalanan bangsa sampai kini masih menuju pada kondisi yang memprihatinkan secara budaya.31 dengan cara pencitraan. . norma dan aturan. usaha untuk mengenali kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. Padahal. Tentu. Minimnya pengenalan ini. belum ada suatu usaha yang teruji untuk mengakomodasi budaya lokal di tingkat nasional. Pendukung kebudayaan menjadi titik sentral bagaimana proses pengembangan kebudayaan berlangsung secara kelembagaan (instituted process). Ketiga aspek ini dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik. konteks. sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai. konflik yang menggunakan atau memanipulasi simbol-simbol budaya. Contohnya. setelah kebudayaan Indonesia kurang dikenakan dan kurang dikenali oleh sebagian masyarakat Indonesia yang hidup mulai masa 70-an. Pengenalan ini merupakan salah satu modal untuk memiliki dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. Alasannya. Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terusmenerus terjadi. Sudah saatnya kita melihat bahwa kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan kebudayaan Barat. Indonesia sangat perlu menempatkan kebudayaan sebagai konsepsi dan sekaligus strategi. dan pelaku pendukung kebudayaan. merupakan salah satu faktor yang membuat rendahnya rasa kepemilikan dan keinginan untuk mengembangkan kebudayaannya sendiri. Padahal tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan pada hakikatnya adalah peradaban.

32 .

yaitu suatu ajaran tentiang norma dan tingkah laku yang berlaku dalam suatu kehidupan manusia. kepentingan teknis (objective welt). karena pribadi manusia yang ingin memenuhi kebutuhan pribadi. Di satu sisi. Ini merupakan kepentingan praktis yang sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Hal ini sangat kuat berhubungan dengan penyediaan sumber daya natural dan juga kerja (instrumentalis). Dalam perjalanannya. kepentingan-kepentingan tersebut kadang saling berhadapan dan kadang pula saling berkait. Kalau kepentingan kekuasaan mengarah pada tendensi . hal ini berhubungan erat dengan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. masyarakat memiliki tiga jenis kepentingan yang memiliki pendekatan rasio berbeda. Menurut Jurgen Habermas (2001). Kepentingan kekuasaan. Kepentingan individu didasarkan manusia sebagai makhluk individu. Kedua.33 BAB 3 MANUSIA SEBAGAI INDIVIDUDAN MAKHLUK SOSIAL A. adanya sebuah kebutuhan dasariah manusia untuk membebaskan diri dari segala bentuk dominasi atau kebebasan (Freiheit). Artinya. HAKIKAT SOSIAL Di dalam diri manusia terdapat dua kepentingan. Freiheit. Kepentingan bersama didasarkan manusia sebagai makhluk sosial (kelompok) yang ingin memenuhi kebutuhan bersama. Apalagi kalau kepentingan kekuasaan dan kepentingan teknis mengabaikan MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK kepentingan sosial. yang menurut Sartre sebagai sprat utama yang mendorong eksistensi manusia menuju peradaban yang maju. Dalam perbedaan kepentingan ini masyarakat mengalami sebuah pertarungan yang sangat tajam dalam kehidupan sosial dan politik. Pertama. Ketiga. titik kompromi antara kepentingan individu dan bersama ditimbang menurut kadar etis-tidaknya kedua kepentingan tersebut. Di sisi lain. yaitu kepentingan individu dan bersama. Terkadang muncul suatu penolakan dan penerimaan yang pada akhirnya bermuara pada etika. kepentingan interaksi (social welt).

2. artinya manusia sebagai warga masyarakat. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan. Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada.34 untuk menciptakan distorsi terhadap komunikasi. mabuk. kita membutuhkan adanya sebuah ruang publik (public spare). Disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur'an bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. bekerja sama. karena itu tidak dibenarkan manusia melakukan perbuatan tercela. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Ini merupakan media untuk menjembatani setiap kepentingan karena setiap komponen dalam masyarakat memiliki akses yang sama untuk berbicara. korupsi. . 3. yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. dan saling berlomba-lomba melakukan perubahan menuju yang lebih baik dengan individu lainnya. manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. seperti berjudi. Dorongan untuk mempertahankan diri. maka yang terjadi hanya ada penindasan dan redulai. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. berdiskusi. Manusia sebagai makhluk sosial. Bahkan sejak lahir pun. pribadi manusia dituntut mampu berinteralai. dan mencari alternatif yang tepat tentang segala persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. dia selalu membutuhkan bantuan manusia lain. dan seterusnya. Dorongan untuk melangsungkan hubungan beda jenis. Dalam ajaran agama-agama dunia juga diterangkan sangat jelas kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi. berzina. membunuh. yang terdiri dari: 1. berkomunikasi. Menurut Haber mas. Dorongan untuk makan. Yakni memiliki unsur-unsur keharusan biologis. untuk bisa mendamaikan konflik kepentingan ini. berinteraksi. Sebaliknya. dan bersosialisasi dengan manusia lainnya.

Tekanan emosional. dan masyarakat tradisional terhadap pendatang modern. yaitu tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. apakah sedang bahagia. faktor-faktor personal yang memengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal. Dalam perkembangannya. 2. Proses meniru dapat dicontohkan misalnya anak terhadap orang tuanya. yakni: 1. Penghematan tenaga. yaitu menerima bentuk-bentuk pembaruan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.35 Dengan keharusan biologis tersebut menggambarkan betapa individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial meniscayakan adanya dorongan untuk saling ketergantungan dan membutuhkan antara satu dengan lainnya. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan. komunikasi antar masyarakat menentukan peran manusia sebagai makhluk sosial. yang secara lebih luas juga terjadi di dalam kehidupan masyarakat. pribumi terhadap pendatang atau sebaliknya. dengan demikian tidak dapat dilepaskan dari cara dan bentuk adaptasi mereka terhadap lingkungannya. Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Kondisi psikologis seseorang sangat memengaruhi bagaimana manusia berinteralai satu sama lain. Di antara kebutuhan untuk meniru adalah dalam hal: 1. Banyak faktor yang mendorong manusia secara individual membutuhkan dirinya sebagai makhluk sosial sehingga terbentuk interaksi sosial antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Dari gambaran tersebut jelas bagaimana manusia itu membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sebagai pribadi (individu) dan sekaligus sebagui makhluk sosial. Pada umumnya. manusia mempunyai kecenderungan sosial untuk selalu meniru guna membentuk diri dalam kehidupan masyaratmya. Secara garis besar. . hasrat meniru itu kita dapat lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok. Karena itu.

Orang yang merasa atau dengan sengaja terisolasi oleh komunitasnya atau pihak-pihak tertentu. : 2009) 1. Manusia sebagai makhluk sosial. Karena ketika seseorang merasa direndahkan dengan secara spontan la membutuhkan kasih sayang dari pihak lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi psikologis kembali seperti semula. maka orang tersebut belum bisa dikatakan manusia. Karena itu. berduka dan seterusnya. maka . Isolasi sosial. ada hubungan secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan secara horizontal (hubungan dengan sesama manusia. artinya manusia tidak bisa hidup sendirian. Harga diri yang rendah.36 senang. yaitu apakah masing-masing merasa memperoleh keuntungan dalain transaksinya atau malah merugi. Dalam berinteraksi dengan sekitar. 3. maka ia akan memilikihasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi yang direndahkan. manusia senantiasa berperan ganda. Teori Transaksional (Model Pertukaran Sosial) Menurut teori ini. Jika merasa memperoleh keuntungan. Manusia sejak lahir sampai masuk liang kubur selalu membutuhkan kehadiran orang lain selain dirinya. maka ia akan berupaya melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. 2. Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan kualitas hubungan antarmanusia (Achmad Mubarok. alam sekitar. dan makhluk lainnya). Jika manusia tidak berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia lainnya. FUNGSI DAN PERAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Pada hakikatnva. Yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. atau sebaliknya sedih. maka hubungan itu pasti mulus. B. dalam hubungan sesama manusia terdapat model dan kualitasnya yang berbeda. tetapi jika merasa rugi. hubungan antarmanusia (interpersonal) berlangsung mengikuti kaidah transaksional.

atau bahkan berubah menjadi permusuhan.37 hubungan itu akan terganggu. dan orang tua. tidak mengerti tanggung jawab. Karena hal itu bisa membual tidak harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia. maka hidupnya akan harmoni. yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. ia selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyayangi mereka. ras. Adapun orang dewasa. Dalam hubungan itu kita harus bisa memahami peranan dan kedudukan masing-masing. dan perbedaan-perbedaan lainnya. 2. Menurut teori ini. Manusia memang tidak akan bisa lepas dari berhubungan dengan orang lain. dan jika permintaannya tidak segera dipenuhi ia akan menangis terguling-guling atau ngambek. ayah. yaitu anakanak. dan seterusnya. dan murid harus bagaimana. Anak-anak itu manja. tetapi jika menyalahi skenario. Tidak ada orang yang merasa aneh melihat anak kecil menangis terguling-guling ketika minta es krim. seorang guru harus bagaimana. Demikian juga sudah tertulis perau apa yang harus dilakukan oleh suami. agama. . Jangan sampai terjadi kesalahan. ia lugas dan sadar akan tanggung jawab. istri. Teori Peran Menurut teori ini. umumnya setiap suku bangsa memiliki nilai-nilai dan tradisi yang dapat dikembangkan menjadi model kedamaian yang kondusif bagi keeratan antar suku bangsa. 3. anak. Dalam skenario itu sudah "tertulis" seorang presiden harus bagaimana. Untuk menjaga hubungan yang harmonis sebagai individu dan makhluk sosial. klasifikasi manusia itu hanya terbagi tiga. jika seseorang mematuhi skenario. maka ia akan dicemooh oleh penonton dan ditegur sutradara. seorang gubernur harus bagaimana. sebenarnya dalam pergaulan sosial itu sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat. tetapi orang akan heran jika ada orang tua yang masih kekanak-kanakan. mantu. ibu. Adapun orang tua. Teori Permainan Menurut teori ini. orang dewasa. putus. sadar akibat dan sadar risiko. mertua.

lembagalembaga profit atau nonprofit. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL: AKULTURASI. Tidak heran dalam nilai-nilai hidup orang Jawa yang masih tetap kuat dipertahankan adalah “mangan ra mangan yang penting kumpul”. pengguna moge (motor gede). demikian jika merasa dirugikan akan mengarah perpecahan. jika merasa beruntung hubungan akan berjalan mulus. dan seterusnya. C. Pada masyarakat perkotaan. jenis pertukaraan ini sering muncul pada perkantoran-perkantoran. Dapat pula transaksional bersifat kekeluargaan atau kekerabatan seperti dilakukan umumnya etnis Jawa dengan sebutan "sambatan". Adakalanya bersifat barter atau pertukaran langsung seperti jual beli di pasar atau mal-mal. tertimpa kecelakaan atau terlilit utang. atau komunitas-komunitas tertentu seperti komunitas biker. hubungan transaksional ini bermacam-macam sifatnya. Jenis hubungan transaksional lainnya adalah hubungan pertukaran bersifat pertemanan atau kesetiakawanan. masing-masing individu tampaknya biasa melakukan kontak hubungan transaksional. maka anggota keluarga yang lain akan turut membantu meringankan beban persoalan yang sedang menimpa salah satu anggota keluarga tersebut.38 Sebagaimana disebutkan Mubarok di atas. kerabat. atau famili. DAN INOVASI 1. melaksanakan perkawinan. Akulturasi Budaya Adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu sedemikian rupa dipengaruhi oleh unsur-unsur suatu kebudayaan lain sehingga unsur-unsur lain itu diterima . khitanan. Demikian ini akan dilakukan secara bergiliran dan turuntemurun guna menjaga keutuhan keluarga. yakni secara sederhana dapat diterjemahkan "dapat makan atau tidak. Salah satu anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah. kematian. yang paling penting adalah keutuhan keluarga". Dalam praktiknya. pencinta bola. Masing-masing individu mendapat manfaat dari proses interaksi secara langsung dan seketika. ASIMILASI.

3. 4. Masalah unsur kebudayaan mana saja yang mudah diganti dan diubah dan unsur kebudayaan mana saja yang tidak mudah diganti dan diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima. 5. Masalah mengenai ketegangan-ketegangan sosial yang timbul akibat adanya akulturasi. Masalah mengenai individu-individu apa yang mudahdan cepat menerima. 4. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing. dan individu-individu apa yang sukar dan lambat menerima unsur-unsur kebudayaan asing. seperti bahasa. dan sopan santun ala barat. Contoh yang muncul adalah ketika pihak pribumi mulai menerima penggunaan gaya hidup. Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan. Masalah mengenai metode untuk mengobservasi. Kajian akulturasi meliputi lima hal pokok. demikian yang dikemukakan Koentjaraningrat (1997): 1. . 5. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsurunsur kebudayaan asing tadi. mencatat dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat. Dampak akulturasi terhadap masyarakat meniscayakan seorang peneliti perlu memerhatikan beberapa hal berikul: 1. mode pakaian.39 dan disesuaikan dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya identitas kebudayaan asli. 2. 2. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing itu. Masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dan yang sukar diterima oleh masyarakat penerima. 3.

3. 3. Kelompok manusia ini saling bergaul secara intensif dalam kurun waktu yang lama. Bermanfaat Bagi Proses Asimilasi Proses pembaruan (inovasi) dapat digolongkn dalam bentuk: a. Inovasi (Pembaruan) Campuran. Faktor simpati. penerimaan. Faktor toleransi. Sifat takut terhadap kebudayaan yang dihadapi.40 2. 2. memberi manfaat kepada dua belah pihak c. Kurangnya pengetahuan terhadap unsur kebudayaan yang dihadapi (dapat) bersumber dari pendatang ataupun penduduk asli. Pertemuan budaya-budaya antar kelompok itu masing-masing berubah watak khasnya dan unsur-unsur kebudayaannya saling berubah sehingga memunculkan suatu watak kebudayaan yang baru/campuran. Discovery. Faktor kemanfataan timbal balik. . Faktor yang memudahkan/penarik terjadinya asimilasi budaya: a. dan penerapan proses koleh masyarakat. atau penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru berupa gagasan individu atau kelompok. 2. 3. Faktor penghambat adanya proses asimilasi budaya: 1. Perasaan ego dan superioritas yang ada pada individu-individu dari suatu kebudayaan terhadap kelompok lain. pemahaman saling menghargai dan memperlakukan pihak lain secara baik. atau tindak lanjut inovasi berupa pengakuan. Asimilasi Budaya Proses asimilasi dapat terjadi jika terjadi hal-hal sebagai berikut : 1. b. Kelompok-kelompok manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. b. Invention. kelakuan saling menerima dan memberi dalam struktur himpunan masyarakat.

1972: 621). telah mengumpulkan data berbagai hasil penelitian tentang upaya pembaugunan dan pengembangan masyarakat dari sekitar 500 studi difusi inovasi di berbagai bidang kajian keilmuan baik secara empiris maupun non-empiris. c. Goodwin Watson. Resistensi akan berkurang jika partisipan melihat perubahan itu sebagai upaya pengurangan beban mereka sekarang dan bukan justru menambah beban baru. dalam setiap keanggotaan kelompok pasti terdapat individu yang selalu merasa tidak puas dan merasa kekurangan sehingga secara sadar individu ini melaksanakan aktivitas pengkajian. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu secara jelas mendapat dukungan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi dari sistem (kehidupan masyarakat) itu. rangsangan materi. Resistensi akan berkurang jika administrator. penelitian terhadap situasi yang dihadapinya. Dari situ diperoleh 12 prinsip yang dapat mengurangi penolakan (resistance) atas gagasan baru (innovation) sebagai berikut: a. pemberian gelar. Proses inovasi menimbulkan suatu perubahan (evolusi). Harus memberikan kemanfaatan bagi masa depan. Mutu serta ketahanan SDM. dan pimpinan-pimpinan masyarakat merasa bahwa proyek (inovasi) itu adalah milik mereka bukan sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan oleh orang lain (luar). b. penghargaan dan pengakuan. Sistem perangsang.. d. b. c.et al. dan fasilitas lain. khususnya di negara-negara berkembang yang dilakukan oleh Eicholz dan Rogers (Zaltnian. jika tidak pastilah sangat tidak memberikan hasil yang maksimal. Persepsi masyarakat pendukung dalam kelompok. dapat berupa pengakuan ilmiah. guru-guru anggotaanggota pengurus. .41 Pemanfaatan hasil inovasi bergantung: a. sebuah penemuan perlu mendapat dukungan kelompok guna pengakuan sebagai kebutuhan dasar.

Resistensi akan berkurang jika partisipan diikutkan dalam upaya diagnostik yang membawa mereka untuk menyetujui apa yang jadi problem mendasar (gagasan sentral) dan untuk yang merasakan bahwa hal itu penting dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya. dan jika ketentuan yang dibuat untuk mandapatkan umpan batik (feedback) persepsi masyarakat tentang inovasi serta penjelasanpenjelasan berikutnya sesuai dengan yang mereka butuhkan. h. Resistensi akan berkurang jika program inovasi itu menawarkan jenis pengalaman yang dapat menarik minat partisipan. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu terbuka atas kritikan perbaikan dan pertimbangan ulang jika dibutuhhan untuk mendapatkan perubahan yang lebih memuaskan. Resistensi akan berkurang jika dalam inovasi itu partisipan merasa bahwa kemandirian (autonomy) dan keamanan (security) mereka tetap terjamin. memperkenalkan kesulitan-kesulitan yang berarti atauperlu diatasi serta mengambil langkah-langkah seperlunya terhadap hal-hal yang tidak pantas ditakuti. e. pembenaran. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu serasi dengan nilai-nilai (values) dan gagasan-gagasan yang telah lama diketahui masyarakat. Bennis. f. 1969: 56-57) . i. Resistensi akan berkurang jika partisipan mendapatkan penerimaan. g. Resistensi akan berkurang jika diberitahukan dengan bijaksana alas penolakan terhadap inovasi karena kesalahpahaman dan salah penafsiran. k. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu diadopsi atas dasar keputusan (konsensus) kelompok itu sendiri. serta kepercayaan dari teman-teman mereka satu sama lainnya. dukungan. j. l. Resistensi akan berkurang jika penganjur (proponent) mampu untuk memperkenalkan diri secara baik/jelas (emphertize) terhadap penerima anjuran (opponent).42 d. (Warner G.

Semula individu atau kelompok yang bersangkutan tidak mengetahui dan mengabaikan "ignorance" inovasi itu. pendapat warga masyarakat umumnya. Akan tetapi. Sebaliknya. judgement". Individu bersangkutan menilai inovasi itu dan mendorong jiwanya memilih hal-hal yang sesuai dengan kondisi dirinya personal": (4) trial (percobaan). ia mempelajari keadaan “situational” (3) evolution (penilaian). Meskipun sebelumnya ia telah memiliki pengetahuan lama "traditional". jika pada penggunaan-penggunaan berikutnya terus-menerus gagal. Proses adopsi terjadi disebabkan lima tahap: (1) awareness (kesadaran). agama. (2)interest (menaruh minat). Ketika mengikuti pelajaran. Tahap ini penggunaan inovasi masih ditangguhkan selama mempertimbangkan “suspended judgment” nilai hakiki yang terkandung di dalamnya sambil membandingkannya dengan cara lama. Individu bersangkutan memperluas upaya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang adat istiadat. penolakan (rejection) terjadi karena tahapan-tahapan berikut: (1) awareness (kesadaran). (5) adopsi (penggunaan). teori penerimaan dan penolakan gagasan baru yang dideskripsikan oleh Eicholz dan Rogers di atas disebut dengan namaa rejection-adoption theory. inovasi itu dirasakan lebih kompleks dan sulit inovasi dimengerti hingga terjadi Penggunaan ditangguhkan “suspended kesalahpahaman. Kemudian dengau kesadaran bersedia belajar tentang eksistensi inovasi yang belum diketahui tadi.43 Sementara itu. maka penggunaan itu akan dihentikan (discontinuance). sementara pertimbangan cenderung mengambil jalan pintas . yang berkaitan dengan dorongan dan larangan berupa beban sosial dan finansial jika inovasi itu digunakan. Ketika gagal dicobanya lagi hingga berhasil. lndividu bersangkutan menerinia inovasi itu digunakan seterusnya atas dasar percobaan yang berhasil sebelumnya. Individu bersangkutan semua belum memiliki pengetahuan tentang inovasi “ignorance" dan telah memiliki pengetahuan lama "traditional". lndividu bersangkutan mulai memberanikan diri untuk menggunakan inovasi sebagai percobaan pendahuluan "experiment". Jadi.

1972: 624). Konsekuensi logis dari penolakan ini. sudah biasa.et al. dan berhasil juga. adat istiadat. Individu bersangkutan semakin acuh tak acuh setelah melihat keadaan "situational". Individu bersangkutan akan mengakhiri dengan penolakan seterusnya terhadap inovasi tersebut dan tetap mempraktikkan cara biasa. individu bersangkutan tidak memahami betul fungsi inovasi itu menggantikan apa dari cara lama. terjadi insiden atau kegagalan. (2) indifference (acuh tak acuh). Ketika individu bersangkutan atau orang lain melakukan percobaan dengan inovasi itu “experiment”. . 1990: 27-28). (4) trial (percobaan). pemutusan penggunaan (discontinuance) akan berlangsung dalam waktu panjang yang tidak terpastikan (Zaltman. bagaimana kedudukan cara lama yang digantikannya. yaitu masa pengabaian. apa faedahnya yang lebih menonjol daripada cara lama. dan pendapat orang umumnya. memerhatikan situasi.. Sehingga la menyangkal kehadiran inovasi. kondisi dan kebutuhan diri. individu bersangkutan tidak lagi berusaha untuk mencoba hingga berhasil. Dalam diagram ini terlihat ada masa ignorance. situational. Teori penerimaan dan penolakan ini dapat dibandingkan dengan teori pertukaran dari Homans terkait proposisi sukses. diragukan bertentangan dengan agama. personal dan experimental. akan tetapi kembali saja kepada cara lama yang telah dia ketahui dan biasa dipraktikkan. serta pengalaman. terjangkau secara finansial. (3) denial (penolakan). Meskipun inovasi itu kelihatannya logis. Sehingga tidak lagi diiringi dengan upaya belajar yang sungguh-sungguh. Skema dari The rejection-adoption theory ini terlihat sebagai berikut (Rusmin Tumanggor. Pada masa kebutuhan pemilihan inovasi yang sesuai untuk dirinya “personal”. dan (5) rejection (penolakan). aman dari segi sosial. tetapi kurang mereka perhatikan karena belum biasa dalam masyarakat. susperidedjudgment. penangguhan pertimbangan. norma. nilai.44 saja yaitu penggunaan cara lama lebih mudah.

sekolah. kebutuhan sosial (pergaulan.pangan. pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah.Rejection Adoption Ignorance Awareness Stage Gambar TIME Suspended Judgment Awareness Stage Indifference Situation Interest Stage Denial Stage Personal Evaluation Stage Trial Stage Experimental Trial Stage Rejection Disontinuance Adoption Gambar 2 Skema Alur Adoption-Rejection Theory .45 D. Kebutuhan fisik (sandang. maka sanak saudara ataupun temanteman biasanya datang berkunjung. rasa aman. papan). perasaan religiositas. sehingga dirinya merasa dihargai. tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. maka orang yang sakit tentu merasa mendapat dukungan sosial. diperhatikan. Rejection From of adoption. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya. pengakuan. Dengan kunjungan tersebut. Contoh nyata yang paling sering kita lihat dan alami adalah bila ada seseorang yang sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit. dan dicintai. baik ringan maupun berat. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain.

Hal tersebut penting dipahami oleh individu yang ingin memberikan dukungan sosial. bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek di dalatn lingkungan sosialnya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkah laku penerimanya. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan social yang diberikan. berpendapat bahwa dukungan sosial itu selalu mencakup dua hal. berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berdasarkan kualitas). atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. dan menyayangi kita. kesediaan. menghargai. karena menyangkut persepsi tentang keberadaan (availability) dan ketepatan (adequacy) dukungan sosial bagi seseorang. perhatian. Sarason (1983). kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan. merupakan persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan(pendekatan berdasarkan kuantitas). secara emosional merasa lega karena diperhatikan. saran. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia. .46 Dukungan sosial (social support) didefinisikan oleh Gottlieb (1983) sebagai informasi verbal atau nonverbal. Dukungan sosial bukan sekedar mmeberikan bantuan. Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cobb yang mendefinisikan dukungan sosial sebagai adanya kenyamanan. yaitu: 1. dalam arti bahwa orang yang menerima sangat meraakan bantuan bagi dirinya. Pendapat senada dikemukakan juga oleh Sarason (1983) yang mengatakan bahwa dukungan sosial adalah keberadaan. mendapat saran. penghargaan atau menolong orang dcngan sikap menerima kondisinya. 2. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan sosial. Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima. karena sesuatu yang actual dan memberikan kepuasan. dukungan sosial tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. tetapi yang penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan itu.

Namun perlu diketahui seberapa banyak sumber dukungan social ini efektif bagi individu yang memerlukan. dan kerabat). Dukungan social yang natural diterima seseorang melalui interaksi social dalam kehidupannya secara spontan dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Keberadaan sumber dukungan social natural bersifat apa adanya tanpa dibuat-buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifat spontan. Sumber dukungan social sesuai dengan situasi dan keinginannya yang spesifik. Menurut Rook dan Dooley (1985). ada dua sumber dukungan social yaitu sumber artikulasi dan natural. Sumber dukungan social yang natural berakhir dari hubungan yang telah berakar lama.47 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan social merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orangorang tertentu dalam kehidupannya dan berada dalam lingkungan social tertentu yang membuat si penerima merasa diperhatikan. Dukungan social itu bersifat nonformal. suami. . b. Sumber dukungan social yang natural memiliki kesesuaian dengan norma yang berlaku tentang kapan sesuatu harus diberikan. misalnya dukungan social akibat bencana alam melalui berbagai sumbangan social. Sumber dukungan social merupakan aspek paling memerlukan. sehingga dukungan social memiliki makna yang berarti bagi kedua belah pihak. yang dimaksud dengan dukungan artikulasi adalah dukungan social yang dirancang ke dalam kebutuhan primer seseorang. misalnya anggota keluarga (anak. Sumber-sumber dukungan social banyak diperoleh individu dari lingkungan sekitarnya. Perbedaa tersebut terletak dalam hal sebagai berikut : a. istri. Sementara itu. Sumber dukungan social yang bersifat natural berbeda dengan sumber dukungan social yang bersifat artificial dalam sejumlah hal. dan dicintai. c. dihargai. Orang yang menerima dukungan social memahami makna dukungan social yang diberikan oleh orang lain. teman dekat atau relasi.

Sumber dukungan social yang natural berakar dari hubungan yang telah berakar lama. e. mulai dari pemberian barang-barang nyata hingga sekadar menemui seseorang dengan menyampaikan salam. terutama yang tidak memiliki pasangan hidup. menjadi sangat penting untuk dapat memberi dukungan sosial atau dukungan moral (moral suppport). Bagi lansia adanya orang kedua yang cocok. nyaman serta merasa memiliki dan dimiliki darn kelompok. Adapun komponen-komponen tersebut adalah: 1. f. Orang yang menerima dukungan sosial semacam ini merasa tenteram. 2. Misalnya Weiss (Cutrona dkk. Sumber dukungan semacam ini memungkinkan lansia mendapatkan rasa aman. Adanya kepedulian oleh masyarakat . mengemukakan adanya enam komponen dukungan social yang disebut sebagai “The Social Provision Scale”¸di mana masing-masing komponen dapat dapat berdiri sendiri-sendiri. Para ahli berpendapat bahwa dukungan social dapat dibagi ke dalam berbagai komponen yang berbeda-beda. atau anggota keluarga/ teman dekat/sanak keluarga yang Arab dan memiliki hubungan yang harmonis. namun satu sama lain saling berhubungan. aman. serta melakukan kegiatan yang sifatnya rekreatif secara bersama-sama. Sumber dukungan social yang natural memiliki keragaman dalam penyampaian dukungan social.1994: 371). dan damai yang ditunjukkan dengan sikap tenang dan bahagia.48 d. Kerekatan emosional (etttotional attachment) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan seseorang memperoleh kerekatan (kedekatan) emosional sehingga menimbulkan rasa aman bagi yang menerima. Sumber dukungan social yang natural terbebas dari beban dan label psikologis. Sumber dukungan sosial semacam ini yang paling sering dan umum adalah diperoleh dari pasangan hidup. perhatian. lntegrasi sosial (social integration) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan memiliki suatu kelompok yang memungkinkannya untuk membagi minat.

Karena jasa. Hal itu semua merupakan dukungansosial yang sangat bermanfaat bagi lansia. ceria. bila seseorang menerimanya dengan rasa syukur.49 untuk mengorganisasi lansia dan melakukan kegiatan bersama tanpa ada pamrih akan banyak memberikan dukungan sosial. Bentuk lain dukungan sosial berupa pengakuan adalah mengundang para lansia pada seliap event/hari besar untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut bersama-sama dengan para pegawai yang masih berusia produktif. lansia mendapat dukungan sosial berupa jaminan bahwa ada orang yang dapat diandalkan bantuannya ketika lansia membutuhkan bantuan tersebut. Uang pensiun mungkin dapat dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan sosial juga. Adanya pengakuan (reanssurance of worth) Pada dukungan sosial jenis ini lansia mendapat pengakuan atas kemampuan dan keahliannya serta mendapat penghargaan dari orang lain atau lembaga.Mereka merasa bahagia. 3. kemampuan dan keahliannya maka ia tetap mendapat perhatian dan santunan dalam berbagai bentuk penghargaan. 4. Dukungan sosial jenis ini pada umumnya berasal dari keluarga.atau mendengarkan ceramah ringan yang sesuai dengankebutuhan lansia. Sumber dukungan sosial semacam ini dapat berasal dari keluarga atau lembaga/instansi atau perusahaan/organisasi di mana sang lansia pernah bekerja. dan dapat mencurahkansegala ganjalan yang ada pada dirinya untuk bercerita. maka para mantan pejabat yang telah pensiun/memasuki masa lansia biasa diundang hadir dalam upacara ataupun resepsi yang diadakan oleh instansi tersebut. . sehingga para lansia mendapat pelayanan yang memuaskan. Untuk lansia yang tinggal di lembaga. misalnya pada Sasana Werdha ada petugas yang selalu siap untuk membantu para lansia yang tinggal di lembaga tersebut. Ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance) Dalam dukungan sosial jenis ini. Contoh: Setiap hari besar TNI.

Dukungan sosial jenis ini bersumber dari guru. . atau nasihat yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi.50 5. sumber dukungan sosial ini adalah keturunan (anak-anak) dan pasangan hidup. Itulah sebabnva sangat banyak lansia yang merasa sedih dan kurang bahagia jika berada jauh dari cucu-cucu ataupun anak-anaknya. Kesempatan untu mengasuh (opportunity for nurturance) Suatu aspek penting dalam hubungan interpersonal akan perasaan dibutuhkan oleh orang lain. pamong dalam masyarakat. 6. saran. dan juga orang tua. alim ulama. Jenis dukungan sosial ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan bahwa orang lain tergantung padanya untuk memperoleh kesejahteraan. 1994). figur yang dituakan. Bimbingan (guidance) Dukungan sosial jenis ini adalah berupa adanya hubungan kerja ataupun hubungan sosial yang memungkinkan lansia mendapatkan informasi. Menurut Weiss (Cotuna dkk.

Karena itu manusia beradab salah satunya memiliki ciri mampu mengendalikan dirinya. antara dimensi masa lalu dan masa kini kerap mendatangkan kebimbangan pada kita. yang teridentifikasi melalui unsur-unsur objektif umum. budi bahasa. merupakan sambungan halaman demi halaman yang berbeda. Peradaban juga sering menunjukpada kemajuan ekonomi. Agaknya dengan dimensi peradaban itu. Dalam definisi peradaban juga mengandung adanya perkembangan pengetahuan dan kecakapan. Peradaban adalah sebuah entitas terluas dari budaya.51 BAB 4 MANUSIA DAN PERADABAN A. (2) kelompok tertentu. penegakan satu peradaban tergantung pada kelompok dengan nilai yang Wanutnya. Dengan demikian. maka nilai yang dipakai berbeda pula. dan (3) tantangan zaman. Respon dengan cara berbeda itu bahkan yang tidak beradab sekalipun dimungkinkan bisa terjadi. Ibarat buku masa kini dan akan datang. dan indah. serta tantangan zamannya. seperti bahasa sejarah. . yaitu: (1) nilai. Juga bisa tantangan zaman berbeda. Peradaban adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut bagian-bagian atau unsur-unsur suatu kebudayaan yang dianggap halus maju. Padahal masa lalu itu sesuatu yang sudah selesai masa kini dan masa depan menyediakan kreativitas yang baru. HAKIKAT PERADABAN MANUSIA Hakikat peradaban bisa kita mulai dengan definisi ”peradaban” itu sendiri. Peradaban mengambil padanan kata civilization yang berarti nilai hidup satu kelompok atau dalam merespons tantangan masa yang dihadapinya dalam era tertentu (Oxport Dictionaty English oleh Hassan Shadily: 2003). Sekurangnya tiga inti peradaban. yakni menyangkut sopan santun. namun merupakan kesatuan yang utuh. dan politik. dan kebudayaan suatu bangsa. sehingga orang memungkinkan memiliki tabiat ”beradab”. Pengertian demikian memungkinkan respons suatu kelompok orang akan berbeda dengan kelompok lainnya. teknologi.

sebuah peradaban mengalami pasang surut. Amerika Latin. Mungkinkah lahir sebuah peradaban universal? Asumsi ini lahir dari satu pemikiran bahwa suatu budaya senantiasa tidak lepas dari kemanusiaan dan adanya penerimaan secara umum terhadap nilai-nilai. Artinya. dan memengaruhi kehidupan manusia. Barat. Jepang. suatu kebudayaan dapat diserap dan merambah ke seluruh dunia jika memiliki perangkatnya. Terkadang. Karena itu negara-negara maju yang mempunyai kekuatan akses yang besar akan mampu membentul: opini dunia. institusi. dan mempunyai kemampuan untuk menghadirkan selalu produk budaya yang up-to-date. Dalam alam yang serba canggih. perilaku-perilaku. Akan tetapi. orientasi-orientasi. dan Afrika. Hindu. banyak juga peradaban yang hilang ditelan bumi dan terkubur di dalam pasir-pasir masa. Budaya di sebuah desa di ItaliaSelatan mungkin berbeda dengan yang di Utara. maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. keyakinankeyakinan. yaitu transportasi dan komunikasi. Peradaban yang mampu bertahan (Peradaban Mayor) antara lain: Peradaban Tionghoa. taklagi relevan dengan kehidupan manusia. kebiasaan. tetapi keduanya bisa disebut budaya Italia yang membedakan mereka dari karakteristik desa-desa di Jerman. . Islam. mampu beradaptasi. Kondisi ini terjadi pada masyarakat modern di mana dalam perjalanannya telah melahirkan adanya proses globalisasi. dan institusi-institusi oleh umat manusia di seluruh dunia. suatu peradaban mampu berkembang dengan pesat. Mengglobal berarti mendunia. Sepanjang sejarah umat manusia. Dengan dua modal tersebut suatu kebudayaan akan memiliki banyak peluang untuk disosialisasikan ke segala penjuru negeri. negara-negara maju mampu memprakarsai format “peradaban masyarakat dunia”. Ortodoks.52 agama.

teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga alternatifi. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat graduai. sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru. dukungan dan pengayaan-pengayaan. transformasi. dan yang menganut paham teori penciptaan Universal Crastion). Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi. antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi kuasi . Dalam perkembangannya. bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. Ide tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal usul kehidupan dan dirinya. tampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling sering dijadikan rujukan pokok. Atau evolusi juga sering dimaksudkan sebagai perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Jadi. Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Namun di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan. dan/atau evolusi biologi. dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. berdasarkan arah adaptasinya bersifatgradual dan berdasarkan hasilnva sendiri selalu dimulai terbentuknya.53 B. Melalui pemikiran evolusi inilah kemudian pelbagai pandangan dari cabang ilmu biologi dipersatukan. Darwin (1858) mengajukan dua teori pokok: yaitu spesies yang hidup species berasal dari spesies yang hidup sebelumnya. yaitu melaui konsep penciptaan. Atau evolusi diartikan dengan perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa. Perkembangan tentang teori evolusi tersebut sangat menarik untuk diikuti. teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label "Neo-Darwinian" dan "Modern Sintesis".

Mendapat kritik dan pengayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915). . Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxlcy (18251895). punctual. yaitu: 1. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama. proses evolusi oleh seleksi alam (NeoDarwinian) terjadi lcarena adanya: a. teori evolusi yang sekarang disebut New Darwinian atau Modern Sinteds. melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.54 dankuantum). agen tunggal penyebab terjadinva evolusi adalah seleksi alam. Pada 1858 Darwin memublihasikan The Originyang memuat dua teori utama. aliran gen. yaitu: mutasi. Menurut Darwin. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain. c. Goldschmidt (1940). Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau. b. danyang menganut paham teori penciptaan (Universal Crastion) b. Dengan berbagai pekembangan dalam ilmu biologi. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnva. dan saltasi). Dobzhansky (1937). dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan mikro). khususnya genetika maka teori evolusi Darwin diperkaya. in nature favorable variantions and ultimately eliminating those that are injurious”. Secara singkat. Fisher (1930). berdasarkan polanya (gradual. Topik yang akan dibahas di bawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta. tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah: a. Oleh karenanya. Secara umum. dan Mayr (1942). 2. dan genetic drifi. Perubahan dan genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu. Selelai alam adalah “process of presenving.

menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah "irzteresting" dan "unity of type"-nya merupakan "hukum" biologi yang penting. Teorinya akan ditentang banyak pihak. Produksi varian baru melalui materi genetik yang diturunkan (DNA/RNA). Goethe mengabstraksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan. Menurut Darwin. e. Darwin (1959) di halaman 435. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Darwin memandang masalah ini . Kelompok "Creationist" yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh Yang Mahakuasa untuk tujuan tertentu. Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama: a. dari dua kelompok pertamasebelumnya Darwin cukup menandaskan bahwa Keajaiban-keeajaiban atau intervensi dari kekualan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. c. d. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum "archetypes". Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin.. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan ". b. Oleh karena itu. Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekrang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut leih lanjut semua spesies makluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama.55 c. sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Kemudian Owen lebih keras lagi menentang teorinya. tetapi itu bukan penjelasan ilmiah". Generasi berikut mewarisi "kombinasi gen yang sukses" dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.. Pada Origin edisi pertama. Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup "ilmiah". Kelompok penganut filsafat "Idealist" yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. penjelasan tentang "homologi" dan "unity of types" terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah. Untuk para penentangnya. Kompetisi antar-individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.

sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. Seleksi alam pun juga masih bekerja. populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Jadi. definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan nonrandom dalam reproduksi terhadap genotype. dari keturunannya bertahan hidup: sementara sebagian besar lainnya tereliminasi. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi. Darwin mengemukakan bahwa selkcsi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Anggota populasi yang membawa genotipe yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. sering kali merupakan bagian kecil. Hanya sebagian. karena anggota populasi dengan genotipe yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastis tanpa pilihpilih. pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. sesungguhnya juga merupakan agen penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan .56 sebagai proses. Perbedaan fekunditas. sementara konsep archehtype adalah timeless. Menurut Lemer (1958). teori itu diperkaya sehingga muncul Neo-Darwinian. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Jika makanan dan sumber daya yang lain tidak terbatas selama suatu musim. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu interior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan selcksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cenderung berlambah jumlahnya seperti deret ukur. Secara umum. dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar-anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya. Dengan berkembangnya ilmu genetika. Darwin adalah penganut paham materialisme.

namun saat ini slogan itu tampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile. 1970). Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat. (Dobzhansky. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotipe yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. . namun dengan sedikit keraguan. breader akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan dating. yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetik yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetik di mana nantinya seleksi alam bekerja. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan di objek seleksi oleh alam. (Dobzhansky. Darwin telah menerima. Pada seleksi buatan.57 jumlah individu yang dapat betahan hidup dan/atau jumlah individu yang akan mati. 1970). Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype. slogan Herbert Spencer ”survival of the fittest in the struggle for life” sebagai alternative untuk menerangkan proses seleksi alam. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. yang ditunjukkan dalam angka kematian. paling agrasif atau paling bertenaga. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan datang. Permasalahan itu terpecahkan setelah T. Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya meteriil baru (bahan genetic yang baru di masa mendatang akan dapat diseleksi lagi).

kebijakan "eugenic" di Singapura di masa Lee Kuan Yu. c. Penolakan terhadap theology kosmis. Penggantian pola pikir esensialieme oleh pola pikir polulasi. Bagir justru . b. Paham creationisme berkurang pengaruhnya. Musolini di Italia. menanggapinya dengan mengatakan "Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistik asal usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. 'Ientang prinsip survival of the littest.. Saat ini. sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agamawan. Secara ilmiah. Dari segi teologis ada kekhawatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan. Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi. Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman. Penjelasan "desain" di dunia oleh proses materialistis seleksi alam. namun Haidar Bagir. karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut. teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh. Akan tetapi. pakar filsafat Islam. d. f.. tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga sosial ekonomi. Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian. proses vang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistis yang sepenuhnya jauh dari dogma agama. tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu. maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. Harun Yahya yang "menyerang" teori Darwin.58 Implikasi dari teori evolusi melalui alam ini sangat luas. Tetapi tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. dan budaya: a. Karena betapa pun demikian. e. Kita tetap menolaknya.". Bagir (2003).

seleksi alam yang sedang berlangsung?. Apa yang diperdebatkan tentang hipotesis akar pohon asal mula keluarga manusia di atas oleh banyak ahli mulai dianggap tidak terlalu penting untuk didiskusikan lebih jauh. Karena itu adalah tidak penting penting memperbedatkan apakah manusia dari spesies yang sama dengan simpanse atau neadethal. karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan tidak bertentangan dengan kandungan AlQur‟an. Yakni. keduanya adalah dialektika pemikiran tentang asalmula manusia yang cemerlang. Apakah disebabkan oleh kondisi fisik kita yang lebihtahan terhadap penyakit. Apakah melalui nilainilai kemanusian sehingga melahirkan peradaban modern berupa peralatan-peralatan canggih ataukah memang secara fisik lebih kuat dibandingkan makhluk lainnya? Ataukah karena keahllian manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya sehingga perlbagai tantangan dan rintangan alam mampu direkayasa dan dicarikan jalan keluarnya? Apa pun . 15 Mei 2010). Kita tidak boleh terjebak pada penjelasan kausal empiris tentang akar pohon manusia long tanpa akhir. meskipun terdapat temuan inilah manusia secara genetik tidak jauh berbeda dengan simpanse atau neadethal(Kompas. Apakah manusia ada melalui penciptaan atau proses evolusi. Menurut antropolog John Hawks dari Universitas of Wisconsin-Madison (2010). apakah nenek moyang manusia berasal dari simpanse atau neadethal. ataukah kebiasaan manusia yang suka berkumpul? Penjelasan dari pertanyaan tersebut lebih bermanfaat untuk dikaji para ahli karena akan menjelaskan perbedaan manusia dengan simpanse ataLl neanderthal. lebih baik lcita mendiskusikan apa yang membual kita dapat bertahan hingga kini. Mengapa manusia dapat bertahan lebih kuat dibanding makhluk lainnva dari proses. adalah lebih bijak jika mulai diteliti faktor yang mcnyebabkan manusia modern dapat bertahan lebih lama hingga kini dantidak punah seperti simpanse atau neadethal. KIta tetap perlu melihat sisi lain berupa pelajaran penting dari diskusi tersebut.59 membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya. ataukah keahlian manusia dalam berkomunikasi.

dan sebagai limbah yang dihasilkan daripenggunaan energi dan barang-barang dalam kehidupan sehari-hari. tempat berteduh. kita tida k dapat menolak bahwa kemampuan manusia dalam bertahan melewati seleksi alam melahirkan pelbagai produk peradaban berharga (baik yang bernilai ositif dan negatif bagi kemanusiaan) yang patut dijadikan pelajaran penting bagi setiap generasi manusia mendatang. namun kita telah memengaruhinya dengan menggunakan energi yang menyebabkan polusi sewaktu membuat niakanan. meningkat kita melepas senyawa-senyawa lain yang menyebabkan timbulnya lubang di lapisan ozon yang berfungsi melindungi kita dari radiasi ultraviolet dan hita membakar bahan bakar yang menyebabkan terbentuknya gas-gas panas yang tidak dapat keluar dari lapisan atmosfer sehingga jumlahnya terus bertambah. Kekuatan pendorong dalam peradaban budaya manusia modern ini sangat dipengaruhi . samudra. kondisi di atmosfer. Kita tidak dapat mengganggu sistem bumi sccara keseluruhan. kehidupan manusia modern muncul sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir sungguh hanea sekejap jika dibandingkan dengan sejarah planet bumi yang sudah berusia 5 miliar tahun. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA Pada perkembangannya. C. Sekarang kegiatan-kegiatan manusia merupakan kekuatan yang penting yang mendorong perubahan-perubahan di dalam lingkungan global. Penambahan jumlah populasi juga menambah beban bagi potensi pertanian dan kebutuhan lahan semakin meningkat. Hutan-hutan Uropis yang merupakan tempat tinggal bagi jutaan spesies ditebang untuk pertanian.60 jawabannya. dan sejumlah produk lainnya bagi populasi dunk yang. tempat tinggal. tanah. dan biosfer untuk sebagian besar telah mengikuti perputaran alami. Bahan baku yang diambil dari permukaan bumi untuk menjaga kestabilan ekonomi dari dunia yang sedang berkembang. padang rumput. Melalui geologi masa lampau. dan kita memperlakukan atmosfer. dan kawasan industri.

Terlebih lagi ketiha perkembangan teknologi sebagai bagian dari perkembangan budaya yang paling menonjol. Akibat perkembangan budaya. manusia karena peradaban yang dibawanya dengan teknologi sebagai instrumenyang menyertainya menjadikan pandangan manusia terhadap lingkungan alamiah mengalami perubahan yang berarti. Peradaban manusia dalam Perkembangan evolusi budaya dan adaptasi biologis dimulai setelah ditemukannya api sebagai alat untuk memenuhi berbagai keperluan dan keinginan. Ketergantungan terhadap lingkungan alam akan segera teratasi dengan meningkatnya budaya manusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi yang nantinya akan semakin jelas bagaimana manusia akan berperilaku terhadap lingkcungan alam dan perubahan yang menyertainya.Dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya manusia telahmerasa menguasai lingkungan. atau bertamasya ke ruang angkasa tanpa harusbersayap. Kita sudah dapat menyaksikan bahwa manusia dapat berkeliaran di dasar samudra tanpa memiliki insang seperti halnya ikan. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa evolusi budaya lebih mendominasi adaptasi biologis manusia terhadap lingkungan manusia.61 oleh kemampuan akal pikiran dan budi daya manusia dalam mempertahankan kehidupannya di planet bumi ini. karena dengan teknologi manusia bisa mengatasi berbagai hal dalam bentuk relung dan kondisi lingkungan tanpa memiliki kemampuanalami. Api merupakan penemuan teknologi paling awal yang membawa peradaban manusia pada kemampuan untuk mengubah lingkungan binaan menjadi lingkungan binaan yang scsuai dengan kehendak dan aspirasinya. . Akibat kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan telanologi menjadikan manusia kurang menyadari pentingnya adaptasi terhadap lingkungan alam. Dengan meningkatknya populasi manusia di planet bumi akan semakin menambah marak kehidupan terhadap lahan dan sumber daya lainnya yang potensial dan strategis bagi kelangsungan hidup kelompok-kelompok manusia yang pada suatu saat terjadi ketergantungan terhadap lingkungan alam. padahal kejadian yang sebenarnya lingkungan binaan lingkungan binaan manusia jauh dari kekuasaannya.

"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang wakil (khalifah) di muka bumi" (Al-Baqarah: 30). Tetapi kini dengan munculnya krisis lingkungan. sumberdaya air. keharmonisan terhadap: litosfer. lautan. Tidak banyak yang menyadari bahwa kehadiran lingkungan alam beserta proses alam yang menyertainya merupakan amanah terhadap manusia. Dalam pandangan Islam sebagai rahmatan seluruh alam semesta. kualitas kewakilan ini disempurnakan dengan kualitas kehambaan (al-‟ubudiyyah) kepada Allah SWT. Sebagai khalifah Allah. Dalam pandangan geofilosofi. manusia sebagai wakil-Nya juga harus memelihara dan mengasuh dengan kasih sayang. Bukankah semua potensi lingkungan alam tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai pengelola sumber daya bumi demi kemaslahatanumat manusia. Manusia adalah hamba Allah dan karenanya harus menaati-Nya.62 Kemampuan manusia untuk menguasai lingkungan alam hanyalah suatu impian atau khalayan yang kurang mendasar. manusia telah menjadi perusaknya. memandang manusia sebagai wakil (al-khalifah) Allah SWT. Seperti halnya Allah SWT. tanah lahan. kehadiran manusia dengan budayanya selalu dipandang sebagai pemelihara alam. di mana ia memainkan peran penting. atmosfer. manusia harus aktif di dunia. berkat uluran tangan peradaban modern. di atas bumi dan secara eksplisit Al-Qur'an menegaskan. Manusia telah mengubah perannya. mineral. Tidaklah etis bilamana ada manusia yang mengatakan dengan bangganya telah menaklukkan lingkungan alam yangberupa kawasan pegunungan. energi. Lebih jauh lagi. memelihara dan mengasuh dunia. serta bahan galian mineral. dari makhluk yang diturunkan dari langit dan hidup harmonis dengan bumi menjadi sebuah makhluk ciptaan yang memandang dirinya sebagai yang merangkak dari bawah dan kini menjadi pemangsa dan pembasmi yang sangat mematikan. DAS. Fungsi pemeliharaan terhadap lingkungan alam merupakan kesalahan manusia sebagai pemegang . memelihara keharmonisan lingkungan alam dan menyebaruaskan berkah dan karunia karena ia sehubungan dengan kedudukan manusia sebagai ciptaan yang terdidik dan berbudaya di dunia yang sementara ini merupakan perantara. serta air. pantai.

Perlakuan terhadap sumber daya alam kebumian ini harus menekankan pada kemampuan daya dukung alam. bahwa manusia mulai bisa hidup dan merasa aman dalam lingkungan alam yang sudah diubahnya menjadi lingkungan binaan dan secara budaya telah menjauhkan kepekaan manusia terhadap risiko yang dapat ditimbulkannya maupun risiko proses kebumian yang menyertainya. Allah SWT menunjukkan hal ini dalam ayat yang terkenal. dapat diartikan bahwa eksplotasi sumber alam itu lebih ditekankan pada kemaslahatan masyarakat/ umat manusia. Secara makro. lingkungan di mana diperbolehkan untuk dimanfaatkan sebagaimana adanya. Menjadi masyarakat manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan terdidik berarti menyadari akan tanggung jawab yang melekat dalam status "wakil Allah SWT" Dalam ayat-Nya bahwa Allah SWI'. serta dimensi kewakilan-Nya di bunii ini mulai luntur dan makin bias dengan kemajuan peradaban modern. betul Engkau Tuhan kami. kami bersaksi” (al-A‟raaf : 172).63 amanah ketika bersaksi di hadapan Sang Pencipta. Namun apa yang banyak terjadi di sekitar kita saat ini. Kepekaan manusia dalam dimensi penghambaan kepada Allah SWT. ”Apakah kamu tiada melihat bahwa Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bah tera yang belayar di lautan dengan perintah-Nya” (al-Hajj: 65) tidaklah berarti bahwa dengan perkembangan peradaban di bidang ilmu dan teknologi manusia semena-mena melakukan eksploitasi terhadap lingkungan alam/semesta daya bumi (apa yang ada di bumi). ”Bukanlah Aku ini Tuhanmu? Mereka (yait. Perubahan lingkungan alam menjadi lingkungan hinaannya selalu dimulai dengan munculnva . telah menundukkan (sakhhara) lingkungan alam bagi manusia sebagaimana termuat dalam ayat. anggota kelompok manusia) menjawab. bahwa domunasi atas segala apa yang ada di bumi diperbolehkan bagi manusia sejauh itu sesuai dengan hukumhukum Allah pada sifat-sifat dasar dinamika kebumian bahwa lingkungan alam. Dengan ayat itu dimaksudkan. Manusia semakin tidak menyadari bahwa dalam setiap perencanaan dan pelalaanaan pembangunan terdapat dimensi perwakilan (al-khalifah) dan kehambaan (al‟-ubudiyyah) serta adanya proses perubahan alam (atmosfer dan litosfer) di dalamnya.

Proses alam yang bersumber dari dalam bumi atau juga disebut proses alam asal dalam atau proses endogen. Unsur dadakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kerugian yang ditumbulkannya. Terdapat tiga unsur dalam bencana alam yaitu. unsur dadakan sehingga manusia tidak mempunyai waktu untuk menghindar serta Ketiga. adalah unsur proses alamiah. Karena itu di balik kemapanan kesempatan itu manusia hanya mampu memandang berbagai manfaat dari manipulasi terhadap lingkungan alam dengan berbagai potensi sumber daya kebumian yang terkandung di dalamnya. sehingga kemungkinan muncul ancaman baik dari proses alam kebumian maupun lingkungan binaannya kurang mendapat perhatian yang proporsional. harta benda. dan yang bersumber di atmosfer atau disebut juga proses asal luar atau proses eksogen. Unsur dariakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kcrugian yang hilangnya aset nasional yang potensial. bahkan ke kondisi runtuh maka energi akan menimbulkan getaran yang menyebar melalui tanah dan batuan ke . Gempa bumi dapat menimbulkan guncangan dan pergeseran pada permukaan. Yang termasuk dalam proses endogen adalah gempa bumi dan letusan gunung api. manusia telah mengenal apa yang disebut dengan bencana alam. juga dapat berupa hilangnya aset nasional yang potensial. Setiap manusia memiliki keinginan dan kehendak untuk mengelaploitasi lingkungan alam.64 kesempatan yang lebih baik dan mapan. bayang-bayang risiko selalu tertutup rapat-rapat. Kerana itu di balik kesempatan yang lebih baik dan mapan. Dari perkembangan peradaban budaya. bencana alam merupakan proses alam kebumian. Kedua. tetapi yang berjalan sangat cepat dengan ukuran manusia yang di dalamnya terdapat unsur manusia. Bencana alam merupakan peristiwa atau kerugian/kehilangan secara mendadak karena proses alam. Dilihat dari kacamata geologi. Unsur kerugian atau kehilangan dapat berupa kehilangan jiwa manusia. pertama adalah unsur kerugian/kehilangan. Pada dasarnya terdapat dua jenis proses alam yang dapat mengakibatkan bencana alam. Bila akumulasi energi melebihi kondisi elasto-plastis. budi daya manusia. kerusakan lingkungan.

Demikian juga bila terjadi banjir lahar dingin yang bersifat merusak pada aliran yang dilewatinya. Bencana . Bilamana hat ini terjadi di perairan samudera. Demikian juga bila tcrjadi kelebihan massa air dan curah hujan. 26 Desember 2004 yang lalu. kawasan pegunungan. maka akan terjadi gelombang tsunami yang sangat berbahaya bila dekat dengan kawasan pantai yang padat dengan aktivitas budaya manusia. Gelombang air laut pasang dapat pula ditimbulkan oleh angin yang meniup kuat. Guguran kubah lava yang menyebabkan awan bersuhu tinggi dan bergerak sangat cepat merupakan bahaya yang sangat fatal terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan di lereng gunung api. desa. daerah kantong-kantong kemiskinan atau daerah dengan akses ekonomi yang tinggi atau wilayah yang mempunyai aset nasional. Bahan padat hasil erupsi baik berupa aliran lava. serta angin kencang. Proses alam akan menjadi sebuah bencana alam bilamana proses alam tersebut mengenai semua aktivitas budaya manusia. kawasan pantai. sering menimbulkan banjir baik banjir genangan maupun banjir bandang/banjir kiriman. lcekeringan). Gejala eksogen ialah hujan yang berlebihan misalnya (atau sebaliknya. bahan piroklastik merupakan materiil-materiil yang sangat merusak bila mengenai kawasan budaya manusia di lereng-lereng gunung api. Angin kencang atau angin ribut dapat menimbulkan bencana. Apakah aktivitas itu di kota. penumpukan kubah lava. Di kawasan yang berlereng curam dengan kestabilan batuan dan tanahnya tidak baik. Bencana kekeringan yang pada gilirannya dapat menjadi penyebab paceklik dan kelaparan. runtuhan yang merupakan gejala yang wajar. Aktivitas gunung api merupakan fenomena yang jarang diperhatikan banyak orang kecuali para saintis bidang vulkanologi maupun fisika gunung api.65 permukaan bumi menjadi gempa tektonik yang dahsyat dan memorak porandakan semua aktivitas yang dikenainya. Semua ini menyangkut gejala alam yang pada hakikatnya merupakan proses alam yang wajar-wajar saja. seperti yang telah terjadi di Aceh. dan juga kebakaran. kemudian bila akumulasi air dalam tanah berlebihan sering terjadi longsoran. penyakit.

Kenyataan menjadi jelas bahwa lingkungan alam kebumian dan lingkungan binaan manusia memiliki berbagai potensi bencana alam. tanah longsor. Cimahi. Pada gilirannya. tanah longsor di jawa . Tetapi jika mengaca betapa dasyatnya bencana alam seperti gempa bumi di Peru.66 alam yang melanda bumi Akhir-akhir ini hendaknya menjadikan kita sadar betapa tidak berdayanya manusia terhadap lingkungan alam. meskipun dari bencana alam ternyata meningkat. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibanggakan dan diharaphan oleh manusia untuk dapat melindungi dirinya dari ancaman bencana alam justru menimbulkan berbagai bentuk gangguan terhadap lingkungan maupun ekosistem. banjir bandang/banjir genangan. gangguan dan degradasi lingkungan akibat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tepat telah menimbulkan dampak negatif terhadap peri kehidupan dan peradaban lingkungan budaya manusia itu sendiri. bencana awan panas. kesalahan dalam manajemen dan teknologi tersebut mengakibatkan satu rangkaian komunikasi budaya masyarakat Leuwigajah (Cimahi) harus hilang seketika (kasus longsoran di lokasi penimbungan sampah di Leuwigajah. Jakarta. seperti gempa bumi tektonik. lingkungan geologi di masa kini (kuarter. Kobe. tsunami. kurang dari 1. angin kencang. tsunami di flores. Aceh. Banyuwangi. Dalam dua dasawarsa terakhir hingga memasuki abad ke-21. Hal ini terkadang lepas dari sorotan pada saat manusia merencanakan berbagai kegiatan hidupnya. tanpa disadari jumlah manusia. harta benda/aset nasional yan menjadi korban bencana alam ternyata meningkat. gempa bumi di Liwa. badai salju yang sangat Fatal terhadap perkembangan budaya manusia. Meksiko. gampa bumi dan tsunami di Pangandaran dan Cilacap (Juli 2006). dan Sumatera Utara. awan panas Merapi. meskipun dari kacamata geologi maupun klimatologi. Sebagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi tentang tata cara pembuangan sampah/limbah padat pacla media geologi tertentu perlu perlakuan khusus. pertengahan Februari 2005 lalu). Namun demikian. banjir di Pantura.8 juta tahun yang lalu hingga sekarang ini) tidak menunjukkan suatu perubahan yang mendasar.

gempa bumi dan tsunami gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. gempa bumi di Mandailing Natal Sumatera Utara. hingga gempa bumi Haiti. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya bumi dan sumber bahaya kebumian. maka bukan hanya manusia yang semakin peka terhadap bencana kebumian. risiko yang akan ditimbulkannya semakin fatal dan sangat berbahaya. gempa bumi Bantul dan Klaten. gempa bumi di lran. gempa bumi di Alor. keperluan manusia akan lingkungan alam juga semakin meluas dan makin meningkat baik ditinjau dari segi kebutuhan akan ruang untuk hidup maupun kebutuhan akan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Lebih berat lagi ketika kita mendapati kenyataan bahwa jumlah penduduk bumi juga semakin meningkat. Belum lagi peristiwa semburan lumpur panas di sekitar sumur eksplorasi Banjar Panji-1 milik Lapindo Brantas di Porong. sudah sepantasnyalah pertimbangan terhadap risiko bahaya kebumian ini harus mendapat perhatian saksama di Indonesia. Apalagi bila dikaitkan dengan adanya pusat-pusat pertumbuhan wilayah strategis yang sebagian berada di kawasan rawan bahaya keilmuan. Karena itu. . longsor di Solok. sebagai bentuk aktunulasi kekuatan yang kurang diantisipasi dengan kemampuan teknologi eksplorasi sumber daya migas yang andal. bahkan proses pembencanaan alam yang bersumber dari kelalaian peradaban manusia terhadap aneaman bencana kebumian tidak dapat dihindarkan. Bila perhatian terhadap sumber bahaya kebumian beserta risikonya lolos dari berbagai rencana pembangunan nasional maupun daerah. merupakan peningkatan bencana alam yang nyata baik ditinjau dari segi kejadiannya maupun jumlah korban manusia yang ditimbulkannya. tanah longsor di Purworejo. Oleh karena itu. banjir di berbagai tempat di Sumatera-Kalimantan dan Jawa. gempa bumi di Nabire. bila keperluan manusia akan ruang hidup dan sumber daya bumi yang terkandung di dalamnya tidak dipertimbangkan dengan potensi sumber bencana kebumian. Akibatnya. tanah longsor dan banjir bandang di Bohorok dan Pacet (Jawa Timur).67 Barat. tsunami di Biak.

dan seterusnya. Ke mana hakikat kehidupan budaya manusia dan budaya bangsa ini dibawa dalam lingkungan yang sangat dinamis yang melibatkan semua elemen/unsur . Demikian juga kesenjangan antara kaya dan miskin makin berlanjut. global warming. satu-satunya alternatif jalan untuk menjamin adanya masa depan yang lebih ainan dan lebih sejahtera bagi kita adalah mengembalikan fitrah manusia pada kekhalifahan dan kehambaan kepada Tuhan dengan konsekuensinya melakukan pembangunan nasional/daerah yang ramah lingkungan kebumiannya dalam mengupayakan kebutuhan pokok umat manusia. karena kita mengetahui bahwa perubahan-perubahan akan membawa konsekuensi yang baik maupun yang buruk. Dalam menjalankan semua ini kita harus mempunyai suatu visi yang jauh ke depan demi kesatuan dan keutuhan bangsa/umat manusia serta kelestarian pembangunan yang berwawasan lingkungan kebumian. tunaaksara dan berlanjutnya kerusakan ekosistem. peledakan populasi. ketidaksehatan. Kondisi nyata yang sedang kita alami saat ini adalah meluasnya kemiskinan. Di samping itu. Pada dasawarsa terakhir ini. memperbaiki taraf hidup semua orang dan mengupayakan perlindungan serta pengelolaan ekosistein yang lebih baik dan bijaksana. kelaparan. degradasi lingkungan global. Umat manusia adalah satu. yaitu apakah terjatuh pada kondisi semakin memburuk atau sebaliknya semakin membaik. Peri kehidupan manusia modern saat ini sedang berada pada suatu titik kulminasi yang menentukan proses evolusi sejarah peradaban modern. terlihat bahwa interaksi dinamis antara atmosfer dan litosfer yang berimplikasi pada risiko kehidupan dan hasil budaya bangsa ini telah menunjukkan satu proses pembelajaran yang sangat mendalam tentang makna kehadiran manusia sebagai khalifahtull fill ardh. memerlukan solidaritas kemanusiaan yang berkelanjutan untuk evolusi budaya manusia. Karena itu. kita perlu memandang perlunya solidaritas kemanusiaan dalam pelaksanaan pembangunan. oleh karena itu dalam transformasi kebudayaan untuk mengantisipasi berbagai perubahan termasuk di dalamnya risiko bencana kebumian.68 Akhirnya evolusi budaya manusia akan membawanya kepada perubahan lingkungan awal secara global.

Namun demikian. merupakan dunia terbuka yang benar-benar telah meleburkan sekat-sekatyang membatasi pergerahan manusia dari dan berbagai negara. Dengan demikian. tantangan utama yang dihadapi banyak negara adalah terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan sosial. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL Mobilitas antar bangsa seperti saat ini menjadi salah satu ciri kuat perkembangan masyarakat global. mampu menjadi katalisator pertumbuhan peradaban. dan selalu berpikir bahwa "tidaklah Aku ciptakan ini dengan sia-sia". ruang. tidak dapat disangkal pula bahwa berbagai model danberembangan mobilitas antar bangsa tidak lagi mengenal adanya batasan spasial. baik dalam konteks praksis maupun teoretis. Globalisasi dengan demikian. teritorial kedaulatan suatu bangsa. Dalam konteks kehidupan global. D. Semoga kita mampu mengambil pelajaran dari semua kejadian itu untuk tahun yang akan datang. Sehingga hampir menghilangkan ruang. Jalan paling yang perlu dilakukan adalah melalui jalur pendidikan. Mobilitas yang dilakukan atas alasan apa pun telah menjadi fenomena penting yang menandai terbukanya isolasi-isolasi rutinitas kehidupan di pelbagai belahan dunia. termasuh kelimpangan pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada persaingan ketat pasar tenaga kerja secara global. Berbagai pergerakan manusia yangberlangsung dapat dikatakan bergerak di luar kendali ruang dan waktu.69 atmosfer dan litosfera bergerak mengikuti ritme sunatullah-Nya. Keterbukaan ruang mobilitas tersebut pada gilirannya menciptakan persinggungan peradaban dan pemikiran yang bersifat dialogis. budaya dan politik. Melalui pendidikan dibuka ruang mahaluas bagi berlangswngnya berbagai mobilitas. maupun waktu. Perbincangan tentang globalisasi (terlebih dibaca dari perspektif negeri periphery istilah Wailerstein) akan mengambil dua pokok pertanyaan: Apa itu globalisasi dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan keseharian kita? . waktu yang menjadi identifikasi identitas sebuah bangsa. Dalam konteks tersebut pealing memberikan ruang besar bagi terjadinya dialog yang menjembatani kompleksitas persoalan budaya.

Sektor produlai numcul dengan tumbuhnya industri-transnasional. Globalisasi sektor produksi dan konsumsi secara nyata membawa sebuah situasi baru: polurisierung and strafizierung arme Wltbevoekrung in globalisierte Reiche und lokalisierte Arme (polarisasi dan stratifikasi penduduk dunia dan globalitas kaum kaya dan lokalitas kaum miskin) (Beck.” (of Bauman. menyebut bahwa masyarakat kitadewasa ini merupakan masyarakat ”pengembara dalam ruang dan waktu. Proses ini menciptakan transnasionalisasi kapital. sementara kaum miskin terkotak-kotak dalam permasalahannya sendiri (Anjal AnakBerhadapan .1997: 101). menumbuhkembangkan globalisasi produksi dan konsumsi. memformat proses kebangsaan kita. 1998). yang merambah mendekati pasar dan upah buruh murah. yakni antara kekuatan dominasi ekonomi dan pluralisme sosiokultural. Perspektif ini mengingatkan pada perdebatan klasik (Marx-Weber). Dengan bahasa lain bahwasanya akses global hanya dapat tersentuh oleh kaum kaya. negeri periphery menjadi ladang subur bagi pertumbuhan tingkah laku konsumtif. adalah contoh nyata betapa dunia sosioikultural berhadapan langsung dngan kekuatan pasar. Scott Lash menyebutkkan sebagai proses estetikanisasi dunia kehidupan global. apa yang kini kita kenal sebagai Neo-Liberalisme pun merambah dunia keseharian kita. globalisasi adalah terciptanya sebuah dunia yang tanpa batas. dan membuat runtuhnya bangunan sosial lama. Kekuatan ekonomi yangdimotori oleh kapitalisme. Pengaruh sektor produksi internasional yang berkembang menciptakan pula tingkah laku konsumtif di berbagai belahan bumi. Berbagai kasus kebijakan publik tentang politik swastanisasi pendidikan. yang sering tampil sebagaigaya hidup. Dalam praktiknya.70 Globalisasi sebagai sebuah konsep akan mengacu pada intensifikasi kesadaran sebuah dunia secara keseluruhan. Sebuah "transnasional ruang". Tak berlebihan bila Giddens (1990). kekuatan kapital lelah menggulung tatanan sosial. dan sekaligus melokalisasi problem sosial Maka. Negara pun seperti tak bisa berbual banyak terhadap pengaruh deras kaphalisme. Bahkan.

Penyebabnya adalah. Risiko adalah kata kunci untuk mendeskripsikan proses kerusakan atau biaya. Polarisasi ekonomi tersebut dibarengi pula oleh adanya situasi dunia yang terfragmentasi. pemulung. Beck 1986) Konsekuensi-konsekuensi dari penalaran dan praktik modernitas tersebut menciptakan impact-impact yang tak terdeteksi atau tak teramalkan sebelumnya. Dalam era globalisasi dan persaingan internasional yang ketat. yang menghidupi dan dihidupi oleh roh modernitas. dan peristiwa selalu berjalan dalam logika "global". konflik. tanpa memiliki daya dan kuasa untuk terlibat aktif dalam kemajuan dunia global. (Giddens 1990. Spirit modernitas yang menyertai proses globalisasi tersebut kiranya juga menghantam dunia kehidupan warga masyarakat. problem-problemnya. Pemahaman di atas memberikan makna bahwa proses intensifikasi ruang-ruang transnasional. namun lebih dahsyat lagi adalah terjadinya konsekuensi penalaran modernitas. di akhir dasawarsa 60-an yang mengingatkan kepada kita bagaimana . Individuasi adalah proses sosial yang tak terelakkan. (cf Luhman. sistem komunikasi sosial masyarakat pada situasi yang kaotis dan semakin hilangnya nilai "kepercayaan" institusional dan individual. dan lain-lain). Inilah yang kemudian disebut proses globalisasi. daya saing bangsa Indonesia kerap disalip bangsa lain karena kita terlena dari membangun bangsa yang kuat dan mandiri. tidak hanya akibat dari pergeseran sektor produksi menuju sektor konsumsi. Beck dalam bukunya ”Risikogesellschaft : Auf dem Weg in eine andere Moderne” (1996)menyebut proses modernitas semacam itu sebagai "masyarakat risiko". Periode transisi ini ditandai oleh proses disembedding of social system. demikian pula masyarakat negeri-negeri "periphery" mengalami guncangan-guncangan luar biasa pada tatanan sosialnya.71 dengan hukum (ABH). Adalah John Kendrick (15731624). Dimensi-dimensi tersebut tak pelak mengerucut pada soal bahwa semuanya dimotori oleh kekuasaan pasar yang berideologi neoliberal (globalisme). 1999). PSK. Jika di negeri-negeri "pusat" terjadi proses individuasi yang luar biasa. Akibatnya. warga miskin kota.

sistemnya tetap. kesehatan. termasuk tatanan sosial melalui pemikiran F. dan ekonomi menjadi sarana yang efektif untuk mendongkrak peraihan indeks mutu sumber daya manusia. maka sektor pendidikan. begitu juga semua elemen pembentuk alamnya.72 pentingnya pembangunan sebuah bangsa yang didasari oleh optimalisasi peran sumber daya manusia (human stock). Oleh karenanya. Alam dalam pemaknaan Descartes adalah kurang lebih dipahami scbagai sesuatu yang 'langsung jadi' dan tidak memiliki perubahan. PROBLEMATIKA PERADABAN PADA KEHIDUPAN MANUSIA Awal kelahiran modernisme merupakan sebuah proses revolusi peradaban tentang cara pandang manusia terhadap realitas. ia membangun sebuah wacana besar tentang metode pemahaman terhadap realitas yang bertumpu pada konsep democritus. kemudian ilmu fisika menjelma sebagai bentuk ideologi besar modernisme. Melalui fisika Descartes. membagi realitas ke dalam atom-atom penyusun realitas dan kemudian dicari sistemnya terhadap keseluruhan. Dalam konteks itu. Walaupun keduanya sejatinya berbeda dalam . berlanjut kemudian alam pikiran modern mengenal seorang Lamarck (1744-1829) dan Charles Robert Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya di bidang biologi. Bersama para pengikutnya. keberadaan dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi menjadi hal yang strategis untuk merepresentasikan tingkat ketercapaian pembangunan ketiga pada sektor itu. Bacon (1561-1626) dan Comte (1798-1857). E. Setelah konsepsi Descartes memengaruhi segala macam kehidupan. bahkan kemudian mampu meruntuhkan dominasi gereja yang kala itu menjadi 'satu-satunya' tafsir kebenaran terhadap segala macam realitas. Descrates. setelah sekian lama kita berpikir bahwa capital stock merupakan aspek terpenting dalam proses perubahan peradaban manusia. Untuk menyiapkan sumber daya manusia tersebut. Pergeseran pemikiran tersebut berimplikasi pada penentuan targettarget pembangunan yang harus dicapai oleh suatu negara di dunia. indeks mutu sumber daya manusia pun dijadikan indikator strategis untuk membangun daya saing suatu bangsa.

dengan kecepatan relatifrendah. konsep "krisis” menggunakan kata weijiyang terdiri dari huruf-huruf yang berarti "bahaya" dan "kesempatan". Bahkan adanya konflik adalah sesuatu yang niscaya sebagai upaya untuk keluar dari kerumitan sosial sekaligus menjadi pemenang dari proses seleksi alam tersebut. saat terjadi krisis sesungguhnya terjadi proses transisi. melalui Newton perkembangan ilmu fisika mengalami proses penyempurnaan. Sebagaimana dalam kebijaksanaan klasik Cina.73 memaknai proses evolusi. namun konsep evolusi ini merupakan sebuah revisi terhadap konsep realitas dari sumbangsih Descartes yang menganggap alam sebagai sebuah sistem yang tetap. . Secara makro. Ternyata ide Darwin tersebut kemudian mendapat dukungan dari generasi berikutnya. Artinya. Pemikiran ketiga tokoh tersebut menemukan bentuk fungsionalnya saat perkembangan alat-alat teknologi semakin meluas dan mendunia. dan realitas yang mengalami sebuah evolusi sccara terusmenerus (Darwin) diterangkan dalam konsepsi berbeda yang dikenal dengan konsepsi melanika. Dengan demikian. Berikutnya adalah ilmuwan Sir Isaac Newton (1643-1727). Darwin. dimulai saat revolusi industri pada akhir abad ke-17. tetapi juga dapat digunakan sebagai pendekatan fenomena benda mikroskopis. Mekanika Newton atau sering juga disebut dengan mekanika klasik menjelaskan adanya fenomena benda yang relatif besar. dan Newton fondasi modernisme semakin kukuh. 2004). yaitu selain mengandung bahaya juga mengandung kesempatan yang bisa membuat kondisi awal manusia menjadi lebih baik. yaitu Karl Marx (1818-1883) yang dikenal sebagai seorang Darwinian Sosial yang menganggap bahwa prosespergantian sosial pun selalu melalui proses seleksi alam. Bergulirnya percepatan penggunaan teknologi canggih saat ini tidak perlu selalu dimaknai sebagai keadaan yang negatif (Fritjof Capra. penjelasan mekanika Newton tersebut membuka wacana besar yang membentuk peradaban modern semakin sempurna. Melalui Descartcs. realitas yang terdiri atas sistem dan elemen pembentuk sistem (Descrates).

bagaimana peran Sains dan teknologi dalam penentuan bentuk peradaban baru pasca modernisme? Fritjof Capra menyitir Toynbee tentang proses kelahiran Minoritas Kreatif sebagai nukleolus penentu arah peradaban sebagai berikut: Budaya runtuh karena kehilangan fleksibilitas. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa para saintis berwacana dan para teknolog membumikan pemikiran mereka dalam bentuk peralatan yang berguna bagi kehidupan manusia. di mana ketika sains memiliki peran besar dalarn proses pembentukan wacana besar yang menjadi fondasi 'kebenaran'. Hilangnya fleksibilitas dalam masyarakat yang mengalami disintegrasi ini disertai dengan hilangnya harmoni secara umum pada elemen-elemennya. bisa dimaknai bahwa peran sains (atau lebih tepatnya natural science) dalam menentukan arah peradaban manusia sangat besar. Pada waktu struktur sosial dan pola perilaku telah menjadi kaku sedangkan masyarakat tidak lagi mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah. Pertanyaan selanjutnya. peradaban-peradaban yang berada dalam proses disintegrasi menunjukkan keseragaman dan kurangnya daya temu.74 Dilihat dari proses kelahiran modernisme sebelumnya. Sementara peradaban-peradaban yang sedang berkembang menunjukkan keberagaman dan kepandaian yang tak pernah berhenti. yang mau tak mau mengarah pada meletusnya perpecahan dan kekacauan sosial. teknologi sebagai bentuk aplikasi sains memiliki peran besar dalam pembentukan realitas sosial. Dia akan hancur dan secara berangsur mengalami disintegrasi. . Demikian juga kontribusi para saintis yang memiliki kompetensi filosofis ternyata terbukti mampu menggiring sejarah umat manusia. peradaban itu tidak akan mampu melanjutkan proses kreatif evolusi budayanya. Begitu juga peran teknologi.

75 Namun demikian. Bahkan perbedaan konsep nyata dan imajiner yang juga kemudian diklaim oleh dunia IT akan segera teratsi akan semakin meninggalkan jaringjaring Cartesian sebagai satu-satunya yang bisa menggambarkan kenyataan. Proses evolusi budaya ini akan terus berlanjut. 1981) Melalui penjelasan Toynbee di atas. minoritas kreatif akan tetap muncul ke permukaan dan melanjutkan proses tantangan dan tanggapan itu. Dunia kemudian juga mengenal adanya pengaruh filosofis dari konsep fisika kuantum terhadap realitas sosial. yaitu ketika teknologi komputer berinteraksi dengan realitas sosial. Lembaga-lembaga sosial yang dominan akan menolak menyerahkan peran-peran utama kepada kekuatan-kekuatan budaya baru ini. dan kelompok minoritas kreatif itu mungkin akan mampu mentransformasikan beberapa elemen lama menjadi konfigurasi baru. kita mengenal bagaimana konsep cepat lambat mengalami perubahan secara drastis. yang jauh meninggalkan konsep mekanika Newton. Sclain itu. selama proses disintegrasi yang menyakitkan itu. Bahkan setelah ada interaksi antara matematika dengan teknologi elektronika. Meskipun arus budaya telah menjadi beku dengan melekatkan diri pada pemikiran-pemikiran mapan dan pola-pola perilaku yang kaku. tetapi berada dalam kondisi-kondisi baru dan dengan tokoh-tokoh baru pula. jaring-jaring Cartesian akan sulit untuk menggambarkan karena konsep ruang dan waktu ini sudah berubah secara filosofis. peradaban baru manusia postmodern mulai terbentuk secara perlahan. Juga konsep keterbatasan ruang yang bisa diatasi sehingga konsep jauh dan dekat secara filosofis juga mengalami perubahan makna. Dengan demikian. . (Titik Balik Perdaban. tetapi mereka mau tak mau akan tetap runtuh dan mengalami disintegrasi. kita kemudian mengenal bentuk aplikasi teknologi yang dikenal dengan teknologi komputer. kreativitas masyarakat-kemampuannya untuk menghadapi tantangan-tidak hilang sama sekali. Fritjof Capra. sehingga terlahir sebuah teknologi informasi yang bergerak dalam logika kuantum yang diprediksikan oleh Tofler akan menjadi tulang punggung benluk Peradaban baru pengganti modernisme.

Hal tersebut secara tidak sadar. disadari atau tidak para saintis dan teknolog akan terus menjadi Penentu arah peradaban. ekses modernisme terhadap tatanan sosial pengganti tatanan sosial 'Abad Kegelapan' bisa jadi tidak pernah mereka pikirkan bahkan tidak pernah mereka bayangkan. Apalagi melihat konsep reduksionisnya Descartes yang kemudian mengilhami pembagian bidang spesialisasi ilmu yang di masa peradaban Islam dianggap belum begitu penting. egois bahkan tertutup (elitis) di tengah masyarakat kita. Sehingga. Adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi kita semua saat ini agar para komunitas saintis dan teknolog terus mempertimbangkan dan mengembangkan penerapan sains dan teknologi. sindiran. rekayasa genetika yang meninggalkan konsep evolusinya Darwin. Hal yang cukup memperhatikan adalah budaya pragmatis.76 Juga dengan berkembangnya pemetaan DNA. Sekali lagi terbukti. Apalagi setelah ilmuwan sosial mahzab kritis dengan post-modernismenya terjebak dalam wacana dan definisi semata. dan peringatan dari kalangan ahli ilmu sosial dan juga teolog atau ulama perlu disikapi secara bijak oleh para saintis dan telnolog itu sendiri. serta para teolog dan ahli agama yang terus disibukkan dengan perdebatan liberal dan konservatifnya. Karenanya. pengaruh pemikiran yang mereka berikan terhadap perubahan sosial bisa jadi tidak terpikirkan sebelumnya. seluruh kemajuan teknologi perlu terus mempertimbangkan konsekuensi ekologi. Dengan bahasa lain. teguran. sedikit banyak adalah kontribusi dari kalangan saintis dan teknolog. Demikian juga seorang Darwin dan juga Newton. pengaruh dominan saintis dan teknolog ternyata masih sangat dominan untuk menentukan masa depan umat manusia. moral. Adanya 'penyesalan' umat manusia terhadap proses peradaban manusia yang merusak lingkungan dan tatanan sosial akses dari modernisme perlu disikapi dengan bijak. Ketika Descartes merumuskan konsep geometri analitis mungkin tidak berpikir tentang implikasi moral dan sosial dari konsepnya tersebut. Namun demikian. . Apalagi dampak negatifnya terhadap kenyataan sosial. dan sosial dari proses inovasi maupun inventori yang mereka lakukan.

tetapi ia harus turut andil memastikan nasib keberlangsungan hidup dan masa depan generasi umat manusia ke depan. Selain itu.77 Pertanyaannya bagaimana kita mengembalikan sistem yang memungkinkan terbukanya kembali sekat-sekat komunikasi antara sains dan teknologi. dengan disiplin ilmu dan spesialisasi lain tanpa harus mcmandang bidang ilmu lain lebih rendah. sebagai sosok yang mendedikasikan proses inovasi daninventory-nya untuk pembangunan kembali hakikat kemanusiaan yangnyaris musnah. sebagainiana layaknya para nabi yang memandang dirinya sebagai sosok pembebas umat manusia dari segala penindasan. dan juga sebagai para pengingat urnat manusia akan kenyataan bahwa sejatinya mereka adalah makhluk Tuhan. para ilmuwan diharapkan tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat pembidangan keilmuwan yang yang dan merusak tujuan mulia dari ilmu pengetahuan. Kuntowidjoyo (1943-2005) juga mengusulkan pentingnya membangun sebuah etika profetis di kalangan saintis dan teknolog. setiap ilmuwan seyogianya mengemban misi kenabian (profetik) yaitu dengan melakukan transmisi keilmuan untuk peradaban yang lebih maju tanpa merusak tatanan kehidupan manusia dan ekologi lingkungan hidup. Dengan kebersamaan satu misi tersebut. dari pihak saintis dan teknolog tentunya. Ilmuwan tidak saja menyelesaikan persoalan kehidupan. Oleh karena itu. . Yakni dengan membangun pemahaman bersarna bahwa sejatinya ilmu adalah untuk kemanusiaan (humanity) dan kemaslahatan bersama (common good).

Sebelum RI merdeka pada 1945. Demokrasi yang oleh Robert Dahl (1982). agarna. dan multikulturalisme dapat dilangsungkan. KERAGAMAN. dan lain sebagainya. yang kemudian hari dikenal dengan sebutan „hukum adat‟. teknologi. sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi baik interaksi sccara individual maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional. Indonesia sering kali dijadikan ajang pernantauan bagaimana proses-proses demokrasi. sebenarnya dalam masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan minoritas. Persentuhan ragam budaya dan agama antarkelompok masyarakatnya yang telah berlangsung sejak lama ini juga telah melahirkan ragam konflik dan konsensus yang terjadi. juga disyaratkan dengan terciptanya karakteristik pluralisme yang kondusif bagi sebuah negara ini mendapatkan gimnasiumnya di Indonesia. Bahkan lengkap dengan „aturan-aturan hukum‟-nya sendiri. Maka. subsuku bangsa. yang saling bcrbeda satu dengan lainnya. maupun pengelompokan sosial vang didasari oleh sistem penggolongan sosial lain bcrdasarkan satu (atau lebih) unsur tertentu yang diperoleh secara askriptif (warisan). agama. 1979). bukan hanya beraneka ragarn corak kesukubangsaan dan kebudayaan suku bangsanya secara horizontal. penerapan ide-ide pluralisme. masing-masing kesatuan sosial tersebut hidup dengan mengacu pada kebudayaan atau subkebudayaannya masing-masing. tidak mengherankan jika . penduduk yang menghuni wilayah Nusantara dapat dikelompokkan ke dalam berbagai bentuk pengelompokan sosial yang disebut suku bangsa. HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA Masyarakat majemuk seperti Indonesia. tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi. DAN KESETARAAN A.78 BAB 5 MANUSIA. Sebagai bangsa yang memiliki keragaman etnis. Pada hakikatnya. dan organisasi sosial-politiknya (Suparlan. Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia. seperti ras. dan budaya yang luar biasa.

harmonis. dihargai. Dengan prinsip kesetaraan tersebut diharapkan kita kembali memperlihatkan jati diri dan harga diri sebagai bangsa (self-nation-esteem) menghadapi . Karena itu. setiap generasi bangsa berdiri satu dengan lainnya dengan sejajar. dimulai dari diri kita sendiri. Semua suku bangsa saling inemberikan potensi terbaik yang mereka miliki kepada Negara Kesatuan RI. dan diberikan pengakuan dalam hal kemampuandan nilainilai yang dimiliki. artinya setiap gcnerasi melaksanakan pembangunan dan diberi kepercayaan penuh. dan keterbukaan harus terus dijunjung tinggi. saling timbal balik. agama dan yang berbeda satu dengan lainnya melebur dan bersepakat membentuk kesukubangsaan yang satu. atau institusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa "duduk sama rcndah berdiri sama tinggi" dengan yang lain. apabila telah bersedia menjalin kemitman harus mcrasa sama dan sejajar. Bagaimanapun besarnya suatu institusi atau organisasi dan bagaimanapun kecilnva suatu institusi atau organisasi. untuk menjadi unsur terbaik yang bisa memberikan kiprah gemilang menuju cita-cita besar para founding fathers kita. dalam kemitraan asas toleransi. organisasi. Kedua belah pihak yang bermitra mempunyai kedudukan yang sejajar dalam mencapai tujuan vang disepakati. Dalam prinsip keselaman tidak boleh terjadi ada satu anggota memaksakan kehendaknyakepada anggota yang lain. Kesetaraan adalah komitmen bersama yang perlu untuk terus dipupuk dan dikembangkan dalam proses berbangsa dan bernegara di NKRI kita. suku.79 para ahli menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mewujudkan diri sebagai suatu masyarakat yang majemuk dan sudah menjadi pokok pcrhatian dari para ahli tersebut untuk waktu yang lama. golongan. yaitu bangsa Indonesia. Karena itu. Untuk itulah kita harus membangun bangsa kita. dihormati. kerja sama. sehingga anggota atau komunitas lainnya merasa terdiskriminasi dan tertindas oleh dominasi anggota atau komunitas lainnya. Dalam prinsip kesetaraan bahwasanya setiap individu. Kesetaraan. misalnya merasa lebih terhormat atau lebih tinggi kedudukannya. Dengan kalimat mewujudkan diri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRl pada hakikatnya setiap kelompok.

dan PIT untuk yang disebut terakhir).80 pelbagai persoalan kebangsaan yang terus-menerus datang di setiap zaman. pertama. struktur mozaik sosialbudaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. suku bangsa. Dengan prinsip kesetaraan kita bisa membangun kemitraan yang kukuh untuk kemudian saling berinteraksi. sehingga menjadikan kelompok-kelompok yang memiliki tingkat perkembangan kebudayaan. yaitu: struktur kesukuan. dari aspek struktur kesukuan. yang jelas-jelas mengancam integritas Indonesia sebagai suatu nation. B. distribusi wilayah agama. baik secara sosial. keterbelahan ini kurang lebih mengikuti garis-Wallace (Wallace Line) yang terkenal itu ke dalam dua bagian. yang di Indonesia populer dengan sebutan masalah sara. dan dari aspek tingkat pendidikan. ekonomi. suku bangsa. bersosialisasi dan berelapresi satu dengan lainnya. Karena itu. dapat disimpulkan bahwa keseragaman suku di PIT jauh lebih tinggi dari keragaman suku di PIB. maupun politik. . dengan mudah dapat dipahami pada adanya ketidakseimbangan dan kesenjangan yang dapat saja berlanjut ke arah pertikaian antarras. dari 656 suku di seluruh Nusantara hanya ada seperenam (109 suku) di PIB sedangkan di PIT ada lima perenam (547 suku). Dengan proses yang demikian. Pertama. Dalam pandangan Thamrin Amal Thomagola. yaitu Indonesia Barat dan Indonesia Timur. tiga perlirna (300an suku) berdiam di Papua Barat. KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA Pada dasarnya. dan bahasa. keseluruhan struktur mozaik Nusantara ini terbelah menjadi dua bagian utama. Dari jumlah yang disebut terakhir ini. kemajemukan dalam masyarakat Indonesia dapat dipahami sebagai bentuk perbedaan daya adaptasi antar kelompok-kelompok yang berbeda secara ras. agama. dan kelompok agama. Teramati ada beberapa perbedaan pokok antara Pola Indonesia Barat dengan Pola Indonesia Timur (selanjutnya disingkat dengan PIB untuk yang pertama.

pemerintahan kolonial. Madura. setiap suku di PIB paling kurang mendiami satu provinsi secara utuh. Jawa. dari semibilan suku dominan di Indonesia ada di PIB dan hanya satu berlokasi di PIT. dalam satu kecarnatan saja dapat ditemukan lebih dari 10 suku. yaitu suku Bugis. dan. Sebaliknya di PIT. Perbedaan daya adaptasi ini dapat ditelusuri melalui model-model produksi (models of production) yang dikembangkan oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. . Batak. pengembara. Dengan melihat kebudayaan sebagai suatu mekanisme adaptasi suatu masyarakat dalam menginterpretasikan lingkungan yang dihadapinya. Minang. dalam satu kabupaten berdiam lebih dari 20 suku. Minang. yang secara bersamaan sekaligus dipengaruhi oleh suatu peradaban dari luar seperti zending. dan Bugis. tani sawah. yaitu suku Aceh. Madura dan Bali. dan seterusnya. Antara lain dapat dikelompokkan pada masyarakat berburu. Sunda. besar kemungkinan dalam satu provinsi menampung lebih dari 40 suku. Sementara suku-suku dominan lainnya. pengetahuan.81 Kedua. missi. Jawa. Sementara dalam tinjaun Koenjaraningrat (1987: 32). pola-pola pengeksploitasi dan penguasaan sumber daya ekonomi. kadang-kadang dua provinsi atau lebih seperti suku Minang dan Jawa. kebijakanpemerintahan RI. maka tingkat perkembangan masing-masing kebudayaan dapat dibeda-bedakan berdasarkan daya adaptasinya itu. baik lingkungan sosial maupunfisik. Sunda. (Tomagola. berkebun. Melayu. dan kenegaraan. yaitu: Aceh. Bali. yang terwujud kedalam sistem teknologi. dan. 1990) Ketiga. yaitu: (1) jumlah proporsional. (2) punya kerajaan dan masyarakat yang mapan di masa lampau. pengaruh kebudayaan Hindu dan agama Islam. Suku-suku tersebut dikatakan domain berdasarkan tiga kriteria utama. ada delapan suku. intelektual. dan (3) menyumbangkan banyak tokoh nasional dalam hampir semua bidang kehidupan. Batak. serta jaringan hubungan dengan masyarakat lain yang lebih luas. berladang. suku bangsa di Indonesia dapat juga dipetakan dari model mata pencaharian yang dominan digelutinya. terutama dalam bidang kebudayaan.

82 .

Sulawesi. atau berbagai suku bangsa (atau subsuku bangsa) yang menghuni pcdalaman Kalimantan. adalah kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society. biasanya. Minangkabau dan Batak. meski batas-batas wilayah pengembaraannya itu tetap dapat ditentukan secara pasti. relatif memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi ketimbang rata-rata orang Mentawai. di mana situ sama lainnya memiliki tingkat daya adaptasi yang berbeda satu lama lainnya. Berdasarkan tingkat perkembangan sistem teknologi. misalnya. pada umumnya. Berkaitan dengan sistem pemenuhan kebutuhan sehari-hari ini. maupun antar kelompok-kelompok horizontal itu sendiri.83 Dengan cara demikian. jumlah anggota kelompok masyarakat yang dimaksud relatif kecil. . perbedaan kebudayaan dalam nation Indonesia dapat dilihat secara gradual. ada kelompok-kelompok sosial tertentu yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dan ada yang rendah. orang Jawa. pola permukiman kelompok masyarakat ini bersifat nomadis (berpindah-pindah tempat). Masyarakat yang tergolong kepada tribal society ini biasanya hidup dalam persekutuan-persekutuan hidup yang beranggotakan lebih/ kurang 50 jiwa saja. dan Irian Jaya. Kubu (atau Suku Anak Dalam). pengetahuan. Masing-masing persekutuan hidup itu tidak terintegrasi ke dalain persekutuan (politik) yang lebih luas. Dari segi komposisi demografi. dalam masyarakat orang Jawa. Baik antara kelompok-kelompok yang ada di dalam satu golongan sosial yang dikategorisasikan ke dalam situ kelompok horizontal tertentu. kelompokkelompok suku bangsa atau subsuku bangsa yang ada di wilayah kedaulatan Republik Indonesia ini setidaknya dapat dibagi kedalam empat kategori utama. Pertanna. Pada umumnya bermata pencaharian berburu dan meramu (hunting and food gathering). serta jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas ini. Minangkabau atau Batak. Misalnya saja. poly-poly pengeksploitasian dan penguasaan sumber-sumber daya ekonomi. Demikian pula.

84

Di Indonesia, kelompok masyarakat yang terkategori ke dalam tribal society atau masyarakat pemburu dan peramu ini relatif kecil jumlahnya. Sejauh yang dapat diketahui, kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society hanyalah sebagian dari orang Kubu (Suku Anak Dalam) yang hidup di wilayah belantara Jambi dan Sumatera Selatan. Konon juga terdapat di beberapa daerah pedalaman lrian Jaya, Kalimantan, dan Sulawesi (bagian Tengah). Di samping itu, dalam kenyataannya, untuk kasus Indonesia, kegiatan berburu dan meramu ini sering kali pula dikombinasikan dengan kegiatan berkebun yang teknologinya juga relatif amat sederhana. Jenis tanaman yang umum dibudidayakan adalah keladi dan ubi jalar. Sebab itu pula, oleh Koentjaraningrat, masyarakat ini dikategorikan sebagai masyarakat berkebun. Menurut Koentjaraningrat, khususnya bagi kelompok-kelompok yang telah mengombinasikan sistern berburu dan merarnu ini dengan sistem berkebun, tanaman padi tidak dibiasakan. Sistem dasar kemasyarakatannya juga telah berkembang menjadi desa terpencil tanpa diferensiasi dan stratifikasi yang berarti; gelombang pengaruh kebudayaan menanarn padi, kebudayaan perunggu, kebudayaan Hindu dan agama Islam-setidaknya hingga satu-dua dekade belakangan ini-tidak dialami; dan isolasi dibuka oleh zending dan/atau missi. Kedua, kelompok masyarakat perladangan berputar (rotary

cultinatiotz), atau lebih populer disebut kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pcrladangan berpindah (shifting cultivation). Karena dalam sistem teknologi pertanian yang dikembangkannya ada unsur pekerjaan menebas dan membakar, teknik ini kerap pula disebut sebagai slash and burn cultivation. Demikian pula, karena kegiatan pertanian itu tidak

diselenggarakan secara terus-menerus pada satu bidang lahan tertentu, maka kegiatan pertanian ini sering pula dikategorikan sebagai suatu cara produksi pertanian elcstensif (extensive agriculture). Betapa pun, kelompok masyarakat ini pada dasarnya merupakan kelompok masyarakat yang telah dapat bercocok tanah untuk menghasilkan bahan makanan pokoknya (food producing) scndiri. Sebagian besar kelompok masyarakat ini juga berada di luar Jawa, dengan

85

sedikit pcngecualian di beberapa tempat tertentu saja, seperti pada masyarakat Badui, misalnya. Komposisi demografis kelompok masyarakat ini berjumlah lebih besar bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang pertama. Bisa mencapai angka ribuan jiwa. Meski begitu, keterikatan anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya masih menekankan pada sistem kekerabatan (kinship system). Secara tradisional kelompok ini belum sepenuhnya terintegrasi pada sisteln sosio-ekonomi pasar yang lebih luas dan sistem sosiopolitik yang lebih besar dan kompleks. Seperti juga pada kelompok pertama, diferensiasi dan stratifikasi sosial-ekonomi belum begitu menonjol, masih bersifat egaliter, dan juga belum mengenal spesialisasi atau pembagian kerja atas dasar keterampilan dan keahlian penguasaan teknologi. Semua anggota masyarakat masih mungkin untuk memiliki akses dan kontrol yang sama atas sumber daya-sumber daya elconomi, khususnya tanah. Hal ini dimungkinkan karena rasio antara jumlah dan kepadatan penduduk dengan luas tanah masih rendah, sehingga mereka masih bisa melakukan perladangan berputar itu. Tanah masih dikuasai seeara kolektif-kecuali pada bidang-bidang tertentu-dan setiap anggota kolektif bisa membuka dan menguasainya. Dalam konteks inilah mengapa masyarakat peladang berputar ini dalam batas-batas tertentu masih dapat dikatakan bersifat egaliter. Namun demikian, karena pertanian perladangan ini mempunyai indeks diversitas tanaman yang tinggi, artinva scbidang lahan ditanami oleh banyak jenis tanaman, maka-dari sudut tertentu-biasanya tidak efektif, dan hasilnya juga tidak begitu tinggi, tidak dapat menghasilkan surplus produksi yang besar, meskipun tingkat kepadatan penduduknya masih rendah. Akibatnya, masyarakat peladang belum sepenuhnya dapat terintegrasi pada sistem ekonomi yang lebih besar.

86

Ketiga, kelompok masyarakat petani (peasant society). Kelompok masyarakat ini adalah kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pertanian menetap (sedenter). Berbeda dengan cara bertani pada kelompok peladang berputar terdahulu, kelompok masyarakat ini

mengembanglcan cara produksi pertanian intensif (intensive agriculture), yang di Indonesia dikenal sebagai sistem pertanian lahan basah atau pertanian persawahan. Sistem ini UmIum dikenal oleh kelompok masyarakat yang menghuni Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan di daerah-daerah tertentu di pulaupulau yang ada di gugusan Sunda kecil (terutama di Bali, NTB). Karcna sistem pertanian ini mampu menghasilkan surplus hasil yang cukup besar, kegiatan ekonomi kelompok ini telah terintegrasi ke dalam sistem sosio-ekonomi dan sosiopolitik yang lebih besar dan lebih luas. Bahkan hingga tingkat regional dan global. Keterikatan antar-anggota dalam masyarakat-masyarakat yang bersangkutan tidak lagi melulu berdasarkan sistem kekerabatan, melainkan juga pada ikatan sosiopolitik dan sosioekonomi yang lebih formalistis. Seperti organisasi dan asosiasi. Di samping itu, secara demografis jumlah anggota kelompok masyarakat yang besangkutan cukup besar dan tingkat kepadatan pcnduduk cukup tinggi, serta tkah pula mengenal diferensiasi dan stratifikasi sosialekonomi (dan politik). Artinya, ada di antara anggota masyarakat yang bersangkutan yang tidak atau hanya sedikit memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi, terutama tanah. Bahkan, orang-orang yang tidak atau sedikit memiliki akses dan kontrol pada tanah itu jumlahnya lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya ketimpangan rasio antara tanah dengan jumlah dan tingkat kepadatan penduduk, jumlah masyarakat petani selalu lebih besar dibandingkan dengan luas lahan pertanian yang tersedia. Keempat, adalah kelompok masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan adalah suatu masyarakat yang tinggal di suatu lingkungan pemukiman tertentu, yaitu suatu lingkungan di mana para penghuninya dapat memenuhi sebagianbesar kebutuhan ekonominya di pasar setempat. Biasanya barang-barang itu dihasilkan oleh penduduk yang tinggal di daerah

pegawai. agamawan. gaya hidup. ketika pemerintah kolonial Belanda mulai memperkenalkan sistem pendidikan sekolah yang modern. dan informasi. atau berbagai kelompok spesialis yang berpendidilcan dan non-agraris. perusahaan-perusahaan swasta. maupun yang berasal dari golongan minoritas pribumi. mereka telah lebih jauh hidup dan menjadi bagian dari kerangka peradaban global. kaum intelektual. dan pengusaha-pengusaha mandiri. penguasaan teknologi dan informasi. pujangga. kelompok masyarakat ini mulai bertambah dengan orang-orang yang memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi. yang berasal baik dari golongan pribumi dengan latar belakang suku bangsa. Dari segi cara hidup kelas menengah ini tidak berbeda jauh dengan lapisan elite. yang dapat dikategorikan sebagai elite ekonomi nasional. sehingga pembagian kerja dalam masyarakat perkotaan ini sangat kompleks. serta cara kerja yang . atau mungkin sejak awal abad XX. sehingga mereka bisa dimasukkan ke dalam lapisan yang dikategorikan memiliki suatu pola kebudayaan “super kultur metropolitan”. teknologi. misalnya). Kelompok ini adalah orang-orang yang berlatar belakang pendidikan sekolah yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk Indonesia pada umumnya yang sebagian di antaranya kemudian masuk ke dalam sistem birokrasi pemerintahan kolonial atau menjadi politisi pejuang kemerdekaan. agama. masyarakat perkotaan ini juga disebut sebagai kelompok elite ekonomi dan politik. Titik awal gejala kota adalah timbulnya golongan literati (golongan intelektual.87 ”pedalaman” (pedesaan). Kelompok ini pada dasarnya mulai terbentuk sejak zaman kolonial. dan daerah yang berlainan. terutama sejak pemerintah Orde Baru memegang tampuk pemerintahan. Setelah masa kolonial. yaitu parapegawai pemerintahan. Di bawah kelompok elite kota ini ada suatu kelas menengah perkotaan yang jumlahnya lebih besar. yang biasa disebut sebagai daerah yang melindungi desa. Bahasa. Dilihat dari peran sosio-ekonomi dan sosiopolitiknya dalam suatu jaringan kehidupan yang lebih luas. Dilihat dari gaya hidup yang mereka miliki dan kembangkan.

serta unsur utama dalam proses pembangunan diri manusia dan masyarakat. yaitu : . Betapa pun. yang dihadapi oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. Keberagaman dan kesetaraan dalam konteks kekayaan khazanah sosial-budaya bangsa salah satunva adalah dengan mcngembangkan atau merumuskan kebudayaan nasional Indonesia. Keberagaman dalam konteks Nusantara menjadi konsep kesetaraan sesuai dengan konsep integrasi nasional dengan rumusan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Bhina = pecah. secara umum keragaman atas sosial-budaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. dan kompleksitas jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas pada masing-masing kategori seperti telah diperinci di atas. sosial-politik dan sosial-budaya. C. ika = itu. distribusi wilayah agama. sehingga Bhineka Tunggal Ika artinya "terpecah itu satu”. Namun keberagaman tersebut dalam konteks kekayaan menjadi kekayaan yang patut kita syukuri. akan berpengaruh pada kemampuan beradaptasi atas perkembangan sosial-ekonomi. Tunggal = satu. dan dari aspek tingkat pendidikan. Sehingga keberagaman sosial budaya dan kesetaraan sosial-budaya mampu mengemban fungsi kebudayaan nasional. KERAGAMAN DAN KESETARAANSEBAGAI KEKAYAAN SOSIALBUDAYA BANGSA Kita menyadari bahwa Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna kebudayaan dan bahasa. Sosial-budaya begitu kompleksnya menyangkut berbagai segi kehidupan manusia dan masyarakat. Tidak jarang kebhinekaan bangsa kita sampai pada konflik tingkat nasional yang menyebabkan terganggunya integrasi bangsa scbagai cita-cita bangsa. sistem-sistem kemasyarakatan.88 berorientasi pada peradaban internasional ini menjadi kelompok acuan (reference group) bagi hampir semua kelompok-kelompok masyarakat yang lain. perbedaan sistem teknologi. yaitu: struktur kesukuan.

tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam sendi-sendi integrasi negara-bangsa (nation-state). dan bertahan lama. atau aliran ideologi politik menjadi ciri pemerlain atau peinbeda suatu lcelompok etnik dari kelompok etnic yang lain. pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri tentang bagaimana mengelola kemajemukan terscbut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa. Kebudayaan dan atribut sosialbudaya sebagai penanda identitas kelompok etnik memiliki sifat stabil. dan sejumlah atribut atau ciri-ciri budaya yang menandai identitas dan eksistensi mereka. jika dinamika kemajemukan sosial budaya itu tidak dapat dikelola dengan baik. tradisi. PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN NEGARA Dalam pen-Takdir-annya sebagai negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk (plural society). tidak. pakaian tradisional. untuk saling berkomunikasi dalam kesetaraan dengan demikian dapat memperkuat solidaritas sosial-budaya bangsa. Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman lcelompok etnik (etnic group) atau suku bangsa beserta tradisi budayanya itu. seperti adat istiadat. batas-batas sosial-budaya. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga negara Indonesia yang beragam (bhineka) itu. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang memberi identitas kepada warga negara Indonesia. hanya berpeluang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di masa mendatang. Sebagai unsur pembentuk sistem sosial masyarakat majemuk kelompok-lcelompok etnik memiliki kebudayaan. kesenian.89 a. sejarah sosial. kesamaan leluhur. . konsisten. Kebudayaan yang dimiliki kelompok etnik mcnjadi pcdoman kehidupan mereka dan atribut-atribut budaya yang ada. agama dan paham keagamaan. bahasa. D. asal usul daerah. b.

Karena perbedaan-perbedaan kultural ini keduanya disebut sebagai sebuah kelompok etnik yang berbeda. penghormatan terhadap keadilan sosial. Etnisitas (etnicity) atau kesukubangsaan selalu muncul dalam konteks interaksi sosial pada masyarakat majemuk. dalam konteks perbandingan yang setara pada orang Jawa di Jawa Timur. seperti potensi ekonomi dan kekuasaan politik. bahwa orang Jember tentu berbeda secara kultural dengan orang Surabaya. Hal yang sama juga berlaku untuk penyebutan Osing. ketika tradisi berdemokrasi. Dalam proses interaksi tersebut kelompok etnik atau individu-individu dalam kelompok etnik akan memanfaatkan atribut-atribut sosial-budaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tertentu. Kondisi demikian lebih banyak . orang Jawa disebut sebagai suatu kelompok etnik karena mereka secara budaya memang berbeda dengan orang Madura. di Jawa Timur. Tengger.90 Berdasarkan uraian di atas dan dalarn konteks perbandingan yang setara. yang dipertimbangkannya secara saksama bahwa hal itu dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui interaksi sosial tersebut. demikian pula sebaliknya. Demikian juga. Sebagai sebuah realitas sosial yang wajar dan alamiah. dan penghargaan terhadap prestasi belum menjadi pandangan dan sikap hidup kita sehari-hari. Masa otonomi daerah sekarang ini memberikan peluang yang besar bagi timbuhnya konflik sosial berbasis etnisitas. Orang Jember tidak akan mau disebut sebagai orang Surabaya. etnisitas akan terjadi secara intensif dalam masyarakat tradisional atau masyarakat trandisional. walaupun keduanya berada dalam ruang lingkup orang Jawa. Dalam kaitannya dengan akses dan perebutan sumber daya di daerah yang bersifat struktural. Arekan atau Samin sebagai sebuah kelompok etnik dan sub-etnik yang berbeda-beda. manifestasi etnisitas sering menimbulkan ketegangan dan konflik sosial di antara pihak-pihak yang terlibat atau yang berkepentingan. Bentuk mana yang dipilih di antara atribut-atribut tersebut sebagai penanda identitas diri sangat ditentukan oleh konteks interaksi dan tujuan yang akan dicapai. Pendhalungan. Mataraman. Pilihan terhadap suatu atribut sosial-budaya bagi seorang individu akan didasarkan pada pilihan rasional (rational choice).

Undang-undang yang mendasari praktik otonomi daerah memberi pengakuan terhadap eksistensi masyarakat dan kebudayaannya. (Siregar dan Wahono (Peny. 2000). Otonomi daerah menandai era penghargaan terhadap keberagaman dan otonomi masyarakat. kampong di komunitas Melayu Kalimantan Barat. khususnya masyarakat di pedesaan agar memiliki kemampuan otonomi yang kukuh dalam menyikapi gerak pembangunan di bawah kebijakan otonomi daerah. setelah Orde Baru memberangusnya selama masa tiga dasawarsa lebih (Zakaria. Zakaria. Misalnya. Hal-hal ini untuk membangun kembali fondasi sosial-budaya masyarakat. serta eksplorasi ulang atas revitalisasi pranata-pranata lokal untuk mengelola sumber daya alam secara lestari dan adil. yang ketepatan la berasal dari etnik Osing adalah kasus yang kebablasan. sehingga berpotensi mengundang kctcgangan sosial. masyarakat di daerah (indigenous people) menggali kembali potensi-potensi kelembagaan sosial atau konstruk nilai-nilai budaya lokal yang dianggap berguna untuk menopang eksistensi mereka di tengah arus globalisasi dan dinamika pembangunan daerah. dan pakraman di Bali). Masalahnya adalah bagaimanakah meminimalkan konflik sosial berbasis etnisitas yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas? Secara normatif. kasus Osingisasi yang dilakukan olch Bupati Banyuwangi. otonomi daerah telah memberikan keleluasaan bagi masyarakat di daerah (bukan pemerintah daerah) untuk mengaktualisasikan diri secara optimal dalam manajemen pembangunan daerah. Dalam ruang politik yang semakin terbuka ini.91 menguntungkan kepentingan pribadi dan kelompok (etnik) daripada kepentingan masyarakat. di daerah-daerah yang memiliki struktur masyarakat majemuk proses revitalisasi kebudayaan etnik juga harus memerhatikan eksistensi kebudayaan etnik yang lain. 2002. seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali-Lombok. Kebijakan Bupati Banyuwangi . Samsul Hadi. 2004) Walaupun demikian.). Wujud dari penggalian di atas adalah hadirnya asosiasi-asosiasi masyarakat adat Nusantara. pembangkitan kembali satuan-satuan desa adat tradisional (nagari di Minangkabau.

Bahasa Osing scbagai muatan kurikulum lokal diajarkan pada siswa SD-SMP yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir. dan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar mcrayakan tradisi endog-endogan dalam rangka Maulud Nabi Muhaulmad SAW seperti yang selama ini dilakukan oleh komunitas Osing. seni. Pengurus Daerah Muhammadiyah dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Lamongan menilai skebaran gelap tersebut bisa menyesatkan masyarakat Lamongan. Kami mendesak agar Panwas Pilkada menindaklanjuti temuan ini secara hokum”. Selebaran itu berisi surat perjanjian Calon Bupati Masfuk kepada Forum Rembug Muhammadiyah Lamongan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Lamongan dibandingkan dengan ormas yang lain. Afnan Anshari mengatakan. Kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum lokal tersebut mengundang reaksi sosial dari para pengelola SD-SMP yang lingkungan sosialnya bukan komunitas Osing. seperti masyaralcat Madura di Muncar. (Kompas Jatim. Surat perjanjian itu ditandatangani 20 Mei 2005. Isu yang ada dalam selebaran ini sangat kotor. Senin. 27 Juni 2005: A) . 2004: 170-171) Bupati juga memperkuat posisi kesenian Gandrung sebagai ikon Kabupaten Banyuwangi. dan tradisi. “Muhammadiyah tidak pernah menggunakan segala cara untuk meraih tujuannya. yakni memperkuat basis konsolidasi kekuasaan dan legitimasi politik Bupati di mata publik menyongsong Pilkada 2005. Kebijakan politik etnisitas seperti ini lebih bernuansa politik praktis. (Sunarlan. Ketapang. Kop surat selebaran tertera nama Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional. Kasus yang lain bisa kita lihat pada beredarnya selebaran gelap mcnjelang pemilihan Bupati Lamongan. Ketua Muhammadiyah Lamongan. dengan jalan mengaktifkan beberapa atribut atau unsur kebudayaan Osing: bahasa. dengan membangun patung Gandrung yang menghabiskan dana miliaran rupiah di daerah Watu Dodol.92 tersebut adalah mengharuskan para petinggi pemerintah kabupaten yang akan menghadapnya harus menggunakan bahasa Osing.

RH Batubara. "Nama seseorang merupakan urusan pribadi". yakni Akbar Tanjung dan Sudi Silalahi". "Nama marga merupakan ikatan turun-temurun. 30 Mei 2005: 1) Benar tidaknya isi selebaran gelap di Lamongan tersebut. Alisjahbana tetap menggunakan nama marga seperti halnya sejumlah tokoh lain. kasus yang terjadi di Banyuwangi untuk membangun “hegemoni budaya Osing” sesungguhnya hanya merupakan sarana penguasa daerah untuk mencapai penguasaan sumber daya ekonomipolitik yang lebih besar. penghilangan (penyembunyian) nama marga Sitepu bagi Alisjahbana. (Kompas Jatim. FKB Jatim juga menunjukkan fotokopi ijazah Alisjahbana saat lulus sebagai sarjana teknik ITB Bandung 1974. Kasus-kasus serupa banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga. orang yang berdarah Batak. Alisjahbana tidak pernah menggunakan nama marganya. Kasus seperti ini mirip dengan kebijakan kolonialisme internal (internal colonialism) Pemerintah Thailand terhadap kelompok-kelompok etnik minoritas. Pilihan tindakan demikian sudah diperhitungkan untung ruginya bagi yang bersangkutan. Forum Komunikasi Batak (FKB) Jawa Timur menyesalkan Calon Wali Kota Surabaya Alisjahbana dari Partai Kebangkitan Bangsa yang selama ini dianggap enggan mencantumkan nama marga Sitepu dalam berbagai kesempatan. dengan nama lengkap Alisjahbana Sitepu. Senin. khususnya masyarakat muslim Malaysia . Dalam konteks otonomi daerah. Alisjahbana mengatakan. Menurut Ketua FKB Jawa Timur. Ketika dihubungi wartawan untuk konfirmasi.93 Masih dalam Kaitannya dengan pemilihan kepala daerah. bukan tanpa alasan. dari perspektif etnisitas mobilitas identitas etnik yang terkait degan paham keagamaan (Muhammadiyah) juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bersifat negatif atau positif bagi pihak-pihak yang terlibat dalam persaingan memperebutkan jabatan politik Bupati Lamongan. Sejak bekerja di Pemerintah Kota Surabaya selama 30 tahun lebih. tetapi ada kepentingan tertentu (ekonomi-politik) yang akan diraih dalam proses interaksi social dan jika nama marga itu tetap dilekatkan justru akan menghambat pencapaian kepentingan tersebut. Seharusnya sebagai.

kelompok-kelompok etnik minoritas yang terdisriminasi. Brown. 1994). khususnya etnik yang dianggap kelompok dominant atau pribumi. Dalam banyak kasus. seperti masyarakat Pattani akanmengaktifkan jaringan etnisitas yang berbasis kesamaan asal usul dan leluhur. kebijakan pembangunan regional Pemerintah Thailand yang bersifat deskriminatif dan hanya menguras sumber daya local.94 di Pattini di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. orang Pattani-Muslim. Dalam studi-studi konflik etnik. yang mendorong masyarakat Aceh menjadi anti-Jawa (lihat. identitas keIslam-an. (Brown. 1999: 33-47). negara dan kebijakan-kebijakan para penguasanya mengambil peranan yang besar terhadap tumbuhnya peristiwa konflik etnik dan kekerasan social di berbagai negara (Renner. Dalam konteks demikian. sejarah social. Konflik-konflik dan kekerasan social berbasis etnisitas yang terjadi di Indonesia menjelang akhir kekuasaan Orde Baru hingga sekarang merupakan akibat dari kesalahan kebijakan pembangunan daerah dan ketidakbecusan penguasa Orde Baru mengelola kemajemukan masyarakat kita (Kusnadi. untuk menghimpun kekuatan dan modal perjuangan menghadapi hegemoni negara dan penetrasi kelompok etnik dominan (Thai). senantiasa berhadapan dengan penolakan atau resistensi social dari kelompok-kelompok etnik yang terkena kebijakan tersebut. 1994: 1-5). yang berusaha keras untuk menegaskan aspek-aspek identitas budaya masyarakat Pattani melalui penetrasi kebudayaan Thai dan Buddha. kebijakan politik etnik negara dan Pemerintah Thiland memperluas batas-batas social budaya identitas suatu kelompok etnik. etnisitas akan berubah menjadi ideology perjuangan untuk menghadapi negara yang telah membuat diri mereka tidak nyaman dan terancam serta mengganggu kelangsungan hidup kelompok etnik. Sementara itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Penguasa Orde Baru terhadap Aceh. telah membangkitkan gerakan perlawanan bersenjata masyarakat Pattani terhadap Pemerintah Thailand. Di samping terjadinya penetrasi budaya dominant (dominance ulture). dan tradisi social budaya sebagai sarana pengikat social dan pembangun solidaritas social. . seperti Thai-Buddha.

2004) Di saat rakyat harus berjuang melawan kemislcinan. atau Kabupaten Sumenep Kepulauan. khususnya untuk memenuhi kebutuhan primernya. harus dilihat sebagai persoalan konflik politikkebijakan berbasis etnisitas dengan pernerintah kabupaten setempat. para penguasa daerah justru berpesta pora menghambur-hamburkn uang rakyat yang diperoleh dengan jalan menjarah. Beban kehidupan rakyat semakin berat. saya perkirakan bahwa sifat rakus politik danserakah ekonomi penguasa di daerah dan kebijakan-kebijakannya yang tidak memihak kepentingan rakyat akan menjadi pemicu konflik sosial yang berskala luas di daerah. eksplorasi etnisitas sebagai ideologi perjuangan kelompok masyarakat yang dirugikan oleh kebijakan pembangunan daerah akansemakin berpeluang. 2004ab. tetapi juga melibatkan penguasa daerah dengan rakyat secara keseluruhan dan antar kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. kurang gizi. Banyuwangi Selatan. Hal yang sama bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh penguasa pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif) era otonomi daerah. busung lapar. Gagasan sebagian masyarakat beberapa waktu yang lalu untuk membentuk Kabupaten Jember Selatan. (Lucas. Konflik sosial ini tidak hanya terjadi di kalangan internal antar-elite daerah. dan mahalnya biaya pendidikan. Bahkan. Mereka bisa saja menggunakan basis legitimasi berdasarkan unsur-unsur etnisitas yang berkaitan dengan kesamaan . Keetidakpuasan rakyat yang meluas terhadap perilaku pemimpinnva dapat mendorong timbuhnya revolusi sosial.95 2001). Substansi berdemokrasi belum memberikcan keuntungan bagi rakyat dankebijakan-kebijakan publikyang dihasilkan oleh negara juga belum memihak pada kepentingan rakyat. tetapi praktik-praktik kekuasaan yang muncul lebih parah daripada perilaku kuasa rezim Orde Baru. sebagaimana pcrnah terjadi dalam sejarah sosial kita. ketidakadilan hukum. 2005) Dalam masa otonomi daerah ini yang pendekatan pembangunannya berorientasi pada aspek kewilayahan. 2005 dan Putra. (Prasetyo. Walaupun kita telah memasuki era demokrasi dan masyarakat mulai tumbuh kekuatannya untuk terlibat dalam proses bernegara.

2002) Konflik nelayan Ujung Pangkah. membedakan dirinya dengan masyarakat di Jember Utara. Bangkalan Selatan. tradisi dan adat istiadat. Hal yang samajuga berlaku untuk nelayan Madura asal Kraton. Berdasarkan eksplorasi nilai-nilai budaya di atas. nasib sosial.96 budaya. 2005) Pada dasarnya. Aspek lain yang ikut memberikan kontribusi terhadap timbulnya konflik nelayan tersebut adalah semakin tingginya kelangkaan sumber daya ekonomi-perikanan dan kompetisi memperebutkannya. kasus konflik nelayan yang meluas di berbagai daerah perairan Jawa Timur. atau nilai-nilai budaya lainnya. merupakan akibat dari kekurangmampuan pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) dalam memahamkan esensi otonomi daerah yang terkait dengan batas-batas administrasi daerah dan kewenangannya mengelola potensi sumber daya laut setempat kepada masyarakat nelayan di kawasan pesisir. Demikian pula. dan Sumenep Daratan. seperti agama. konflik sosial berbasis etnisitas yang berlangsung secara masif tidak ada yang semata-mata terjadi karena perbedaan-perbedaan sosial-budaya yang bersifat horizontal. yang telah lama berkonflik memperebutkan sumber daya perikanan di Perairan Selat Madura. kesejarahan. tetap dilihat sebagai kasus konflik sosial berbasis etnisitas. (Kusnadi dkk. Pasuruan dan nelayan Kwanyar. Kedua pihak mendefinisikan identitas dirinya sebagai kelompok nelayan yang berbeda satu sama lain berdasarkan nilai-nilai sosial-budaya dan sejarah sosial yang membentuk eksistensi mereka. atau Sumenep Kepulauan. Bayuwangi Utara. gaya hidup. sejarah sosial. Banyuwangi Selatan. bahasa. masyarakat di Jember Selatan. yang dianggapnya lebih tepat dan menguntungkan kehidupannya dalam interaksi sosial. Gresik dengan nelayan Weru Kompleks. dannilai-nilai baru yang dimunculkan karena faktor karakteristik geografis. Lamongan. Aspek- . walaupun mereka bagian dari masyarakat Jawa Pesisiran. (Kusnadi. Masing-masing pihak mendefinisikan eksistensinya berdasarkan nilai-nilai lokalitas yang kontekstual. Identitas kebudayaan Madura ternyata tidak mampu mendamaikan kedua kelompok nelayan tersebut.

seperti akses dan penguasaan sumber daya ekonomipolitik (kekuasaan) senantiasa terlibat. dengan jalan merumuskan kebijakan pembangunan dan pembuatan regulasi daerah yang bersifat transparan. rezim otonomi daerah dalam masa transisional ini harus belajar bagaimana meminimalisasi timbulnya konflikkonflik sosial yang berbasis etnisitas dan keagamaan. dan berdimensi keadilan sosial. Di tengah-tengah karakter rezim otonomi daerah yang masih belum beradab dan manusiawi. pada tataran sosial. demokratis. maka konflik sosial yang terjadi akan semakin intensif dan keras (Kusnadi dan Burhanuddin. keseriusan. Otonomi daerah hat-us ditafsiri sebagai otonorni masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing. Berdasarkan uraian di atas. dampak konflik secara psikologis sangat mencekam masyarakat dan secara sosial-ekonomi memberatkan masa depan kehidupan mereka yang terlibat konflik.97 aspek vertikal-struktural. Dalam situasi demikian. Bahkan semakin tinggi nilai sumber daya yang diperebutkan dan kondisinya terbatas. 1997). Upaya untuk meretas jalan menuju perdamaian abadi juga sangat sulit karena membutuhkan kesabaran. bukan otonomi pemerintah daerah (pemda). dengan berbagai cara. Sementara itu. dan pengorbanan yang besar. karena esensi pemerintah daerah hanya sebagai alat pembangunan daerah. . berorientasi kerakyatan. jalan untuk membangun fondasi kesadaran strukturalkultural di atas masih sangat panjang. penguatan kapasitas masyarakat harus dilakukan dengan membangun fondasi kesadaran struktural-kultural bernegara dan berbangsa agar memiliki kemampuan dalam berdiskusi dengan elite daerah untuk memberi arah pada kebijakan pembangunan daerah yang memihak kepentingan masyarakat luas.

Apa itu manusia? Apa beda manusia dengan makhlukmakhluk lain? Apa nilai-nilai kemanusiaan itu dan berbagai macam definisi manusia. (b) sarana prasarana hukum. Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan menjadi wujud budaya masyarakat sangat mungkin terjadi dilema dan benturan dengan nilai etika. MANUSIA DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN Manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya pada dsarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Hewan punya kaki. Nilai tersebut berupa : etika yang erat hubungannya dengan moralitas. Ada yang gendut. artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. Hewan punya kepala. jika terjadi perbedaan seperti itu. kurangnya sarana dan prasarana hukum. Hewan punya telinga. maka manusia punya kepala. Dari segi fisiologis bahwa manusia itu makhluk yang mempunyai fisik hampir sama dengan hewan. maka manusia punya telinga. NILAI. maka manusia pun punya kaki. Tatkala terjadi dilema antara materi hukum. Membicarakan mengenai manusia. maka kita akan dibuat kebingungan. konflik di antara penegak hukum.98 BAB 6 MANUSIA. dan (d) budaya hukum masnyarakat. maka akan muncul berbagai macam pertanyaan. Ada definisi yang memandangkan dari segi fisiologis ada juga yang memandangnya dari segi sosiologi. Dalam realitas sosial. yakni (a) materi hukum. (c) aparatur hukum. maka mana yang pantas disebut sebagai manusia? Maka dari itu. serta rendahnya budaya hukum masyarakat. Dari segi fisiologis bisa dikatakan tidak ada beda antara manusia dengan hewan. ada yang langsing. maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat. DAN HUKUM A. kurus. Ada yang bisa melihat dan ada yang (maaf) buta. Jika kita mendefinisikan manusia hanya melalui segi fisiologis saja. kita harus mendefinisikan manusia . Di antara manusia itu saja terjadi perbedaan bentuk fisik. maupun estetika yang berhubungan dengan keindahan. MORAL. pengembangan spremasi hukum sangat tergantung pada empat komponen.

hati. ada kebudayaan umat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal. Bagaimana manusia menyempurnakan dirinya? Manusia dalam proses penyempurnaan diri itu membutuhkan yang namanya pengetahuan. dan fisik. Maka. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Dengan demikian. Karena dari segi fisik memang tidak ada beda dengan hewan tetapi yang membedakannya adalah akal.99 kembali dengan sudut pandang lainnya. Tetapi kita juga jangan lupa bahwa manusia itu juga punya fitrah/kecenderungan untuk menyempurnakan diri. ada yang berpendapat bahwa manusia itu hewan yang berakal. keyakinan. tetapi ketika "membumi". nilai. Definisi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahi-Nya akal. B. NILAI BUDAYA Banyak definisi tentang kebudayaan. Pengetahuan seperti apa yang betul? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Fitrah manusia adalah punya sisi baik dan buruk. maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya di mana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agarna bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. itulah nilainilai kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusiaan adalah suatu hal yang dapat memanusiakan manusia atau bisa dikatakan juga kembali kepada fitrah manusia. maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syariat (budaya syar'iy) di samping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Pengetahuan yang dirnilikinya itulah yang akan menentukan apakah proses penyempurnaan diri yang dia lakukan itu memang sudah benarbenar sempurna ataukah belem. dan norma yang dianut masyarakat yang memengaruhi perilaku mereka dalam . karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat Di sisi lain.

1. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. dan solidaritas. Jika yang dialami itu keindahan di mana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. ulanusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. Berbeda dengan hewan. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dankebesaran yang menggetarkan di mana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang mahagaib. Nilai agama. 3. Kombinasi antara nilai teori dan ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progresif dari kebudayaan. perasaan. yaitu: teori. 4. dan fantasi disebut aspek ekspresif dari kebudayaan. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang sama-sanna menekanlcan intuisi. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. seni. 2. maka manusia mengenal nilai agama. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Nilai ekonomi. kuasa. Nilai teori. Ketika manusia menentukan dengan objektif identitas bendabenda atau kejadian-kejadian. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini. maka manusia mengenal nilai seni. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti pikirannya. Di samping sebagai fasilitas. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. . 5. agama. Nilai seni. Nilai kuasa. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup.100 upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. ekonomi.

hawa nafsu. Misalnya. dengan manusia yang mencapai puncak kesempurnaannya.101 6. Pendukung budaya progresif pada umumnya dinamis dan siap digantikan olch generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. schingga ada sosok orang yang materialis. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. seniman. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. insan kamil berbeda dengan malaikat kamil. Terdapat perbedaan antara malaikat. menghargai orang lain. artinya. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. dan lainnya. ulama yang rasional.Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memerhatikan halal dan haram. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. ilmuwan yang mistis. yang lebih dipengaruhi olch nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. sedangkan pendukung budaya ekspresif biasanya statis atau tradisional. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. Demikian pula halnya dengan hewan yang seluruh . syahwat. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab‟i). dan sebagainya. Nilai solidaritas. dan sebagainya. Budaya progresif akan mengembangkan cara berpikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. persahabatan dan simpati sesama manusia. Malaikat adalah maujud yang diciptakan dari akal murni. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Kesempurnaan pada suatu maujud (ciptaan) berbeda dengan kesempurnaan pada maujud (ciptaan) lainnya. pada malaikat sama sekali tidak terdapat unsur materi. sebagai dirinya (malaikat). sedankan puncak dari budaya ekspresif bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. yang telah mencapai tingkat tertinggi dan akhir kesempurnaannya. amarah. pekerja sosial. politisi yang pejuang.

insane. Perbedaan antara manusia. Yang dirnaksud dengan keseimbangan di sini adalah: seiring dengan perkembangan potensi-potensi insaninya. sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an: Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). ketika tidak hanya kecenderungan pada satu nilaidari sekian banyak nilai yang ia miliki. la dapat dianggap sempurna ketika mampu menyeimbangkan dan menstabilkan serangkaian potensi insaninya. Lain halnya dengan manusia.102 substansinya bersifat materi. ada yang bersyukur dan ada pula yang kajir. Tidak demikian halnya dengan makhluk-makhluk lainnya. Insan kamil adalah manusia yang seluruh nilai insaninya berkembang secara seimbang dan stabil. suatu makhluk yang mulki-malakuti. Kemudian ia akan sampai pada satu fase atau tahapan di mana ia akan diuji. Tidak satu pun dari nilai-nilai itu yang berkembang tidak selaras . Manusia dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya dapat dianggap sempurna. Sesuungguhnya Kami menunjukinya jalan yang hurus. Yakni. adalah maujud yang terdiri dari apa yang ada pada malaikat (akal) dan apa yang ada pada hewan (nafsu). tercipta juga keseimbangan dalam perkembangannya. Orang-orang bijak mengatakan: "Hakikat dan substansi keadilan adalah keseimbangan dan keselarasan". Al-Insan: 2-3) Kami telah menciptakan manusia dari nutfah (sperma) yang di dalamnya terdapat banyak campuran. (Q S. karena itu Kami jadikan dia mendengnr dan melihat. pada diri manusia tertimbun serangkaian potensi. C. karena memang mereka tidak diciptakan untuk diuji. PERLUNYA KESEIMBANGAN NILAI-NILAI INSANI Kamal atau kesempurnaan manusia terletak pada kestabilan dan keseimbangan nilai-nilainya. malaikat dan hewan terletak pada susunan unsur dan zatnya. mereka tidak layak untuk diuji.

Nilai-nilai kebaikan dari seseorang yang saleh belum teruji kalau dia tidak berinteraksi dengan komunitas sebagai makhluk sosial. . Setiap insan atau personal mempunyai potensi yang diberikan sama oleh Allah dalam rangka beribadah kepada-Nya. Kemampuan insan akan semakin terasah dan teruji kalau dia dihadapkan dengan insan yang lain dan pada sebuah komunitas yang berada di sekeliling dia. akan tetapi tidak sedikit koniunitas justru mewarnai pribadi itu sendiri menjadi sebuah budaya. insan yang unggul dan teruji dapat dengan kuat memengaruhi komunitas tanpa dia sendiri terpcngaruh oleh komunitas itu. KESALEHAN PRIBADI DAN SOSIAL Manusia dalam keberadaannya di muka bumi senantiasa berada dalam dua lingkup yaitu dalam lingkup personal (pribadi) dan sosial. tetapi dalam sebuah komunitas suasana tolong-menolong dan komunikasi biasa bisa memberikan sebuah perubahan yang bertahap. lalu Ibrahim menunaikannya. Akan tetapi. Al-Qur'an menyebut manusia yang nilai-nilai insaninya berkembang seimbang dan sempurna ini sebagai "imam": Dan (ingatlah). Tidak hanya dari segi nilai saja yang disebarkan. (QS. Seseorang yang saleh dan teruji dan kuat akan bisa menjadikan komunitas sekitarnya salah. Potensi pribadi akan bisa memengaruhi suasana komunitas. Keberadaan insani yang satu merupakan organ yang unik dan beragam. AlBaqarah: 124) D. Hanya insan yang belum teruji atau lemahlah yang akan terpengaruh oleh lingkungan yang ada. Allah berfirman: Sesunguhnva Aku akan menjadikanmu bagi sehlrult manusia. Kesalehan pribadi atau integritas diri merupakan sebuah fondasi yang penting dan utama dalam mengubah diri dan sosial. ketika ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan).103 dengan nilai yang lain. Potensi personal merupakan sebuah inti atau core manusia dalam mencapai kesempurnaan dirinya sebagai insani menuju insan kamil (manusia yang sempurna).

akan tetapi sekaligus menyatakan dirinya sebagai aliran yang komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Di antara agama-agama yang ada dalam sejarah. terlibat pertarungan ideologis hampir di semua bidang dan pengaruh. . Islam memiliki keistimewaan tersendiri. dari pandangan filosofisnya tentang alam. dan bertahap menjadi sebuah koinunitas yang saleh. tetapi ajaklah mereka yang pengensaleh tetapi terjerumus pada kesalahan atau terkesima oleh inggar-bingar duniawi yang menyesatkan. hingga pada pedoman kehidupan individual. tanamkan dalam diri kita kesalehan pribadi dan bersosial. la tidak membatasi dirinya pada hubungan manusia dengan Tuhan atau penyucian jiwa semata (sebagaimana agama Masehi). Perubahan sosial meinang tidaklah sebentar. Islam sebagai agama dan umat. Perubahan berawal dari perubahan di sekitar atau sekelompok orang yang mempunyai alam pikiran yang sama dan saling menghargai di antara perbedaau yang ada dan tidak saling mengganggu dan merusak.104 Perubahan sebuah komunitas berawal dari insan-insan yang berubah menuju kesalehan dan satu sama lainnya saling melengkapi dalam menebarkan kesalehan. akan tetapi memerlukan waktu dan tahapan yang mau tidak mau dikerjakan dengan kesungguhan dan kerja keras yang lama dan berkesinambungan. Saleh untuk kita dan juga untuk orang lain. yaitu Janganlah kita masuk surga sendirian atau saleh untuk sendiri saja. Sebuah unglcapan yang mungkin bisa dijadikan perenungan.

olch Bacon dan David Home (1711-1776) diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Pengertian pengetahuan sendiri sebagai istilah filsafat tidaklah sesederhana dipahami pada umumnya. mengolah. Menurut Descrates ilmu pengatahuan adalah serba budi. dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. bahwa pengetahuan menipakan pengetahuan yang dapat diindra dan dapat merangsang budi. HAKIKAT DAN MAKNA SAINS. dan hukum yang mendasarinya. norma. melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu . Menurut Immanuel Kant (1724 -1804) pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pcngalaman.105 BAB 7 MANUSIA. yang berarti knowledge atau ilmu pengetahuan (P Medawar. Hakikat dan Makna Sains Sains dalam istilah Inggris berarti science berasal dari bahasa Latin yaitu scientia. moral. DAN SENI A. serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi. Iptek tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa iptek mencerminkan keterbelakangan. penciptaan (invention). Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery). DAN SENI BAGI MANUSIA Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi. karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi) yang melingkupi makna pengetahuan tersebut. TEKNOLOGI. Kegunaan nyata iptek bagi manusia sangat tergantung dari nilai. TEKNOLOGI. Di antaranya pandangan Aristoteles (384 SM . 1986).322SM). 1. Tetapi tidak semua ilmu itu boleh dikatakan sains. yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya.

106 berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. dan sebagai apa yang disebut generikmeliputi usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. b) Selektif. c) Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indra dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineering-nya. namun terbuka untuk dibuktikan kembali. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapinya supaya didukung oleh fakta atau gejala. d) Merasa pasti bahwa setiap pendapat. terlepas dari prasangka pribadi yang bersifat subjektif. Penelitian pengembangan diartikan penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan penciptaan bahan-bahan. sehingga bcnar-benar objektif. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal: a) Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif. kebenaran pengetahuan. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban . Bukan membahas tujuan ilmu. Sains memberilcan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pcngctahuan itu. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. melainkan mendukung dalam mencapai tujuan ilmu itu sendiri. pengetahuan Penelitian dasar bertujuan untuk menambah sebagai ilmiah. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. teori. melalui eksperimen secara teori. metode atau proses yang berguma. Untuk mencapai suatu pengalaman yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah. dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar langkah berkelanjutan llmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pcngetahuan alam dan pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. perencanaan sistematis.

2. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. dalam tulisannya berjudul "The Technological Society" tidak mengatakan teknologi tetapi teknik. meski arti dan maksudnya sama.107 atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan scientific dan ia menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis. terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga . metode. tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. Hakikat dan Makna Teknologi Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Menurut Ellul. Seperti yang diungkapkan Jacques Ellul (1912-1994). langkah. dan metode yang pasti. teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya. Teknologi itu sendiri memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Batasan ini bukan dalam bentuk teoretis. keterampilan itu menjadi lebih teknik. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang miliki keahlian tertentu. melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. dari Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Jadi. istilah teknik digunakan tidak untuk mensin. Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubahan bentuk dari alam).

c. Bahkan ilmu ekonomi juga terserap teknologi. sampai kenyataan bahwa teknologi adalah segala hal. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. Contohnya dengan berkembang pcsatnya ilmu pengetahuan ekonomi. Otonomi. artinya dalam hal metode. 1998).108 teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai tujuan insani. digambarkan oleh Ellul sebagai berikut: a. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan nonteknis menjadi kegiatan teknis. e. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. Teknik meliputi bidang ekonomi. Teknologi yang berkembang dengan pesat. Knowledge Economy (KE) menurut salah satu definisi merupakan segala aktivitas ekonomi di mana penciptaan dan eksplorasi pengetahuan (knowledge) memainkan peran utama dalam menciptakan kemakmuran (United Kingdom Department of Trade and Industry. g. Otomatisme. f. atinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi. Artifisialitas. Universalisme. d. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan. saling berinteraksi dan saling bergantung. artinya semua teknik bersatu. Fenomena teknik pada masyarakat kini. Luasnya bidang teknologi. Pembicaraan mengenai knowledge economy di . memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Adapun teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. b. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. Dengan teknik. meliputi berbagai kehidupan manusia. mampu mengonsentrasikan kapital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. bahkan dapat menguasai kebudayaan. Rasionalitas. Monisme. dan segala hal adalah teknologi.

Hanya saja yang membedakannya adalah porsi penggunaan pengetahuan dan informasi tersebut dalam kegiatan ekonomi saat ini menjadi semakin intensif sehingga membuat perubahan yang cukup besar dalam kegiatan ekonomi dan mengubah basis dari keunggulan kompetitif (Business Week com). Evolusi ini pun berubah dari (natural) resources menuju knowledge di mana pcnggunaan teknologi semakin intensif. Karakteristik khusus dari KE seperti yang digunakan oleh Pemerintah New Zealand dalam pengembangan knowledgeeconomynya menyebutkan bahwa keberadaan dari KE dapat dicirikan melalui . Tentu saja ini berkaitan dengan dua latar belakang yang mengantar perkembangan gelombang ketiga ini yaitu globalisasi dan teknologi informasi. Bagaimana untuk menanam benih misalnya atau bagaimana menjual suatu barang tentu memerlukan pengetahuan dan penggunaan pengetahuan tersebut telah semakin meningkat semenjak Revolusi Industri. maka di era perkembangan teknologi informasi banyak orang menghubungkan knowledgeeconomy dengan industri berteknologi tinggi seperti telematika dan jasa-jasa keuangan. tampaknya akan terus berubah. Jika di masa Revolusi Inkustri kemakmuran diciptakan melalui penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga kerja manusia.109 beberapa literatur sering mengaitkannya dengan peran teknologi khususnya teknologi informasi yang kemudian mempereepat penyebaran informasi. Bukan rahasia dan juga bukanlah hal yang baru bahwa pengetahuan (knowledge) merupakan hal yang penting dalam kegiatan ekonomi. Setiap kegiatan ekonomi bagaimanapun juga selalu didasari oleh pengetahuan. Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menghilangkan batasan-batasan demografi semakin mempercepat proses penyebaran pengetahuan dan akhirnya juga kegiatan ekonomi. Hat ini seperti dijelaskan ramalan Toffler. Perkembangan kegiatan ekonomi saat ini yang oleh Tofler telah diramalkan sebeluinnya sebagai gelombang ketiga dengan peranan dari teknologi informasi yang semakin pesat.

Sementara globalisasi didorong oleh deregulasi nasional dan internasional. pembelajaran. Perkembangan KE juga didukung oleh dua kekuatan. Perusahaan lainnya Mc Donalds's dengan karyawan 10 kali lebih banyak memiliki 1/10 dari kapitalisasi pasar. penciptaan ide yang kemudian direalisasikan dalam bentuk produk juga akan semakin menggandakan keuntungan yang didapat. dan juga revolusi komunikasi yang berbubungan dengan TI.000 karyawan. Yang jelas produk masih akan tetap ada namun siapa yang akan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut adalah persoalan siapa yang memiliki software (ide) tersebut. Lihat juga Yahoo! Inc yang sahamnya diperdagangkan pada nilai 40 kali nilai bukunya (Business Week. Modal utama perusahaan-perusahaan tersebut adalah pada kekuatan "ide". memiliki kapitalisasi pasar sebesar $600 (billion) triliun. Kita bisa melihat banyak contoh perusahaan yang telah menikmati kekayaan dari penciptaan ide. Peningkatan dalam intensitas pengetahuan ini didorong oleh kombinasi dua kekuatan yaitu revolusi TI dan peningkatan kecepatan dari perubahan teknologi.Dengan kata lain.com). . perubahan tersebut merupakan perubahan dari hardware ke software. Ide bersifat cepat menyebar seperti virus dan teknologi mampu meciptakan skala elconomi. Setelah Revolusi Industri di mana produksi barang menjadi semakin efisien melalui penciptaan econornies of scale.110 peningkatan peran dari pengetahuan sebagai faktor produksi dan dampaknya terhadap kemampuan. dan inovasi. Di akhir 2007 lalu Microsoft yang hanya memiliki 31. Di mana hardware merupakan produk sementara software lebih kepada ide. organisasi. utama yaitu: peningkatan intensitas pengetahuan dalam kegiatan ekonomi dan maraknya globalisasi dari kegiatan ekonomi. maka biaya produksinya akan semakin mendekati nol. Gabungan keduanya akan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda karena begituide tersebut masuk ke pabrik.

kerja. manajemen. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan sampai akhirnya manusia takluk pada teknik. dan lain-lain. Teknologi tradisional. Contohnya dalam organisasi negara. hukum. yaitu: a. Pada masyarakat teknologi.111 b. seperti administrasi. Teknik meliputi bidang manusiawi. mekanis elektrik. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri antara lain: padat modal. Teknologi meliputi bidang organisasional. jenis teknologi ini mempunyai cirri-ciri antara lain: padat karya. . menggunakan alat setempat. menggunakan bahan impor. dan obat-obatan. tetapi dianggap sebagai perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. Teknik telah menguasai seluruh sektor kehidupan manusia. bagi seorang teknik negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. Secara hierarki teknologi dibedakan menjadi tiga macam teknologi. menggunakan bahan setempat. menggunakan keterampilan setempat. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bersifat padat karya (menyerap banyak tenaga kerja). menggunakan alat setempat. dan militer. berdasarkan penelitian mutakhir. Teknologi madya. b. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat. olahraga. manusia harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak adalagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. dan berdasarkan kebiasaan dan pengamatan. pemerintahan. c. hiburan. c. dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat. berdasarkan alat penelitian. Teknologi modern. seperti pendidikan.

Maka seni merupakan aktif-kreatif-dinamis. karena aktivitas sosial pada hakikatnya bersifat artistik. Sering kali para artis. Namun para pelaku yang dianggap seniman tersebut sering kali hanya dapat berkarya dalam lingkungan estetis kebudayaan mereka dan memanfaatkan idiom-idiom yang digunakan masyarakat meraka. Dalam seluruh sejarah kebudayaan manusia pun ditandai dengan seni manusia sebagaimana terungkap dalam pelbagai ragaul karya seni. terpisah dari masyarakat. Manusia adalah pencipta lingkungannya. Seni adalah suatu nilai hakiki yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. yakni pembentukan lingkungan materiil menjadi lingkungan yang manusiawi berkat keterampilan dan kreativitas manusia. Hakikat dan Makna Seni Menurut pandangan tradisional. Namun alat itu sejak mulanya lebih merupakan alat artis daripada alat seorang pekerja. apa pun macamnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kreativitas unik. Oleh sebab itu. Seni memang tiada lain dari keindahan yang terpancar dari segi batin yang halus. binatang yang menggunakan alat. pandangan semacam itu dianggap terlalu sempit dan eliteis. Manusia tak pernah tergantung dan tunduk sepenuhnya pada lingkungan alamiah tertentu. musikus. Pandangan ini mengatakan bahwa kegiatan artistik yang benar.112 3. Namun dewasa ini. manusia pernah didefinisikan sebagia a tool-using animal. Maka keliru bila ada yang menganggap bahwa karya-karya seni itu bersifat individual dan eksklusif. seni hanya diekspresikan oleh segelintir orang dan audiensi yang eksklusif. seniman. pelukis. dan lain sebagainya dianggap orang yang menghasilkan kreasi-kreasi baru yang berbeda dengan sebelumnya. manusia adalah sang artis. Maka sejak awal mulanya. Karya seni merupakan wujud dari keseluruhan serta keagungan hati manusia. segala aktivitas seni pun tak mungkin dilepaskan dari eksistensi serta aktivitas masyarakat secara keseluruhan. suatu kekuatan yang dapat menghidupkan dan memperkaya batin manusia dan . Mungkin sulit memisahkan permulaan kesenian dan kebudayaan manusia.

113 masyarakat. Menonton Wayang. Seni juga merupakan segi batin masyarakat. Kehadiran karya seni selalu mengandaikan kehadiran suatu masyarakat yang berjiwa kreatif. Karenanya suatu karya seni selalu bersifat sosial. diskursus lersebut tidak mungkin muncul tanpa sejarah. Sudah tentu. seni berperan sebagai jalan untuk memahami kebudayaan suatu masyarakat. Teknologi. Memahami seni suatu masyarakat berarti memahaini aktivitas vital masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan pandangan . seni rupa modern. dinamis. umumnya dilihat sebagai praksis filosofis yang justru identikdengan berbagai ketidakpastian. Suatu karya seni tidak saja melambangkan kehadiran sang artis. berbagai pendapat yang mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara bipolar masih sering terdengar. misalnya orang mengenal eksistensi kebudayaan Jawa ataupun kebudayaan-kebudayaan lain yang juga memiliki unsur seni Wayang. Atau melalui Candi Borobudur orang dapat berkontak dengan denyut nadi kehidupan kebudayaan Buddhis. Di sini. 4. melainkan melambangkan juga kehadiran masyarakat. Salah satu sebabnya. yang juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antar kebudayaan yang berlainan coraknya. bahwa scni adalah produk sosial. boleh jadi ialah karena pemahaman umum tentang teknologi sebagai perpanjangan tangan dari sains modern yang dianggap selalu berurusan dengan kepastian rasional dan serba keterukuran dalam logika positivisme. dan Seni bagi Manusia Dalam kehidupan kita sehari-hari. Hakikat dan Makna Sains. Oleh sebab itu. seniman yang menciptakannya. Seni adalah nilai yang secara kreatif mendorong manusia kearah pemenuhan martabat manusia sebagai manusia. benar adanya apa yang dikatakan Janet Woll. Oleh sebab itu. penafsiran personal. Adapun seni atau lebih khusus lagi. dan agung. menghargai dan memahami seni adalah penting. dan subjektivitas.

Kelahiran fotografi dan sinema telah membawa perubahan besar dalam kebudayaan manusia. Memang tidak bisa dimungkiri kehadiran kamera. Sejarah sendiri mencatat bagaimana pada paruh pertama abad ke20. . melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin. Namun berbagai penemuan tersebut semakin memisahkan seni dan teknologi di masa itu hingga menjangkau dalam tataran konsep. Pemisahan ini tidak terlepas dari ambisi manusia sendiri untuk mengejar modernitas. Demikian paparan dari Agung Hujatkajennong pada diskusi yang berlangsung dalam rangka pameran Video Sculpture di Jerman Sejak 1963 di ITB. dan video telah menciptakan sintesis antara dunia imaji dalam seni dengan perangkat teknologi reproduksi mekanik. 9 Juni lalu. Pendapat-pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya keliru melihat pemisahan yang secara sadar atau tidak memang dilakukan oleh para pelaku teknologi dan seni tersebut. intuisi. Sebuah pendobrakan terhadap tataran konsep pemisahan seni dan teknologi. di mana eksperimentasi dan riset menjadi tulang punggung dalam pencapaian kesejahteraan manusia. kedua bidang tersebut telah menghasilkan puncak-puncak penemuan dalam kebudayaan modern. Sementara di sisi lain. Tetapi dalam dekade 60-an. film. terjadi perubahan mendasar dalam konsep tersebut.114 khalayak yang di satu sisi memahami teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara konkret. Kehadiran genre video art mempertemukan dua perangkat tersebut bagai dua sisi mata uang logam. Keterkaitan antara keduanya hanya samar-samar terlihat dalam hal keinginan untuk terus menemukan sesuatu yang baru. menciptakan spesialisasi dalam bidang-bidang kehidupan manusia demi terwujudnya praktik dan disiplin keilmuan yang otonom. dunia pra reflektif manusia dan khazanah rasawi yang tak terjamah. berdampak pada kehidupan manusia.

Di mana seni dan peralatan teknologi sendiri digunakan untuk menggambarkan kritik tersebut. Salah satu fenomena yang menjadi kritik terhadap seni dan telrnologi adalah televisi.115 Menanggapi berkembangnya video art. Video merupakan rangkaian citra bergerak dan suara yang terikat dengan waktu berbeda dengan lukisan. penggunaan perangkat teknologi terbaru juga menyertai setiap karya yang hadir. informasi. ekonomi secara besar-besaran dalam kehidupan manusia. bahkan sinema sekalipun. Agung menjelaskan bahwa seni yang hadir lewat teknologi video memiliki ciri unik sendiri. teater. Video art hadir dalam berbagai bentuk teknologi visual yang secara konseptual seiring dengan diskursu. Terlepas dari kehadiran video art sebagai bentuk kritik. Sistem komunikasi ini yang mampu mendorong perubahan sosial. Video art yang hadir dalam bentuk kritisme terhadap seni dan teknologi disajikan dalam bentuk berbeda. teknologi. Secara sejarah. video art justru lahir dari kecurigaan dan kritisme terhadap seni dan telrnologi. yang berkembang dalam praksis seni rupa. Karya-karya purwarupa video art juga mendeskonstruksi konvensi narasi dan pola yang pcnting hadir dalam sinema/film. pendapat bahkan ideologi yang terselubung. tari. Sejak pertarna kali televisi ditemukan telah menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan hiburan. video art memang . Kritik yang sama terhadap budaya TV dan budaya tontonan juga ditampilkan dalam pameran video art bulan ini. dan seni memang berada dalam sebuah konteks sama mengusung pada kemajuan budaya manusia. politik. Televisi yang hadir dalam dekade 60-an. karya-karya dalam video art menuntut kita untuk mendefinisikan kembali model persepsi estetik secara baru karena karakter-karakter inheren medium video yang khusus membedakan dengan seni lukis. Kebutuhan akan televisi telah memicu lahirnya sistern komunikasi yang baru. Sejak berkembangnya video art sampai sekarang. Pada tataran tertentu. Ketika fotografi dan film/sinema hadir sebagai kebaruan dari teknologi dan seni. menjadi sebuah jargon teknologi informasi yang sangat agresif.

maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai.116 merupakan sinergi paling menguntungkan antara seni dan teknologi. Sudah menjadi sifat dasar manusia bila telah terpenuhinya keinginan. dan lain sebagainya. . tetapi setiap orang akan berusaha setiap langkah untuk mendapat kemudahan. Seni sebagai sebuah imaji batin yang mampu dirasa bersanding dengan penerapan teknologi yang agresif. Kolaborasi di antara pihak-pihak tersebut akan mengembalikan praksis seni dan teknologi pada fitrahnya sebagai techne. sehingga perkeinbangan seni tidak mandek dengan kanon-kanon yang klasik seperti seni lukis dan seni patung saja. Proses-proses kreatif yang hadir dari seni. memperbaiki bibit pada bidang pertanian. Kemudahan itu didapatkan dari kreativitas seni dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan teknologi. seharusnya bisa menjadi stimtilan yang baik bagi para saintis/teknokrat dan seniman di Indonesia untuk lebih memahami proses perubahan budaya di masyarakat berkaitan dengan adaptasi dan aplikasi seni dan teknologi. Techne yang merupakan proses kreatif seni dan ilmu pengetahuan juga telah melahirkan teknologi yang tidak hanya modern tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan dan keiuginan manusia. yang dimanfaatkan untuk keperluan. Perkembangan arus informasi dan makin gemerlapnya dunia dengan teknologi. Di satu sisi. Dengan tujuan yang sama untuk memajukan budaya manusia sekaligus menyejahterakannya. seharusnya dilengkapi dengan keterlibatan seni dalam perkenalan dengan manusia. misalnya: a. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. penemuan-penemuan teknologi telah menyumbangkan sistem bahasa yang baru bagi seni. Penggunaan teknologi nuklir. Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen).

Gambaran kondisi tersebut sebagai berikut: a. Iptek telah mengubah lingkungan manusia dan hakikat manusia. terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh iptek. menuntut kualitas dari manusia. slide. Dalam dunia pendidikan. mungkin pekerjaan itu tidak dapat ditinggalkan sebab akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. Peleburan manusia dalam mekanisme iptek. manusia mengalami ketegangan akibat penyerapan iptek. teknologi juga dapat membuat macammacam media pendidikan. pepohonan atau gunung . c. misalnya dengan membuat irigasi modern sehingga petani mendapat kemudahan memperoleh air. dan lain-lain yang mempermudah para pendidik melaksanakan tugasnya. Lingkungan manusia menjadi terbatas. Alat rumah tangga mempermudah ibu-ibu melaksanakan tugasnya di dapur. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK PADA KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA Pengaruh negatif iptek secara manusiawi dirasakan pada masyarakat dewasa ini. Contoh yang sederhana manusia dalam hari makan atau tidur tidak ditentukan oleh lapar atau kantuk tetapi diatur oleh jam.117 b. Manusia melebur dengan mekanisme iptek. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. seperti OHP. B. TV. dan mekanisme-mekanisme iptek. tidak berhubungan dengan padang rumput. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. b. Keadaan tertekan demikan. Contoh pada sistem industri ban berjalan. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak pola komunikasi manusia. seorang pekerja meskipun sakit atau lemah ataupun ada berita duka bahwa anaknya sedang sakit di rumah sakit. tetapi kadang manusia tidak hadir didalamnya atau pekerjaannya. Bendungan dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. pantai. Situasi tertekan. Teknologi pengendalian air sungai. seperti alat-alat masak. akan mengilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi.

Perubahan waktu dan gerak manusia. Sebelumnya. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. tetapi pertu memanusiakan . manusia hanya membentuk masyarakat massa. Iptek harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. Akibat iptek. Waktu hanya memiliki kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi dan sosial. yang ada hanyalah bangunan tinggi dan padat. atau persaingan kelas. e. d. Melalui iptek bukan menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. sehingga sinar matahari pagi tidak menyentuh permukaan kulit manusia. Struktur sosiologi massa dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan iptek dan kebijakan ekonomi (produk industri) yang melampaui kemampuan manusia. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. maka muncul keguncangan. sehingga irama kehidupan harus tunduk kepada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusia dan nilai sosial. Proses sekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. iptek manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. padahal individu perlu hubungan sosial. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat. Artinya. Terjadi neurosis obsesional atau gangguan saraf menurut beberapa ahli. politik. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat secara ideologis. dan detik. c. Akibat iptek. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi.118 secara langsung. Iptek manusiawi dalam arti ketat. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. manusia terlepas dari hakikat kehidupan. bebas dari tekanan-tekanan. yaitu kegagalan adaptasi dan pergantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknis. menit. tidur diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia sifatnya konkret dan alamiah. Terbentuknya suatu masyarakat massa.

Namun hubungan manusia dengan organisasi hubungan kelompok task force yang semuanya . lebih-lebih iptek mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik. 3. masyarakat amat mobile penuh dengan ”nomad baru”. Manusia. mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah eskalator (alat mempercepat) yang dahsyat. hubungan manusia dengan benda tidak awet. namun hakikatnya sistemnya sendiri telah mengalami banyak perubahan. Manusia dapat kehilangan individualitas dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. menjadi sementara. Akselerasi perubahan secara drastis dapat mengubah situasi. Manusia bukan menjadi objek iptek tetapi harus menjadi subjek iptek. Secara kiasan tempat pun seolah-olah cepat terpakai dan habis. Jarak fisik semakin tidak berarti. misalnya. melainkan bersifat dangkal dan terbatas. tidak berbeda misalnya dengan minuman kaleng. perusahaan) maupun hubungan informalnya (kelompok minum kopi). hubungan tempat dengan manusia menjadi lebih sering. dan lebih sementara. Kontak antarmanusia tidak menyangkut keseluruhan personalitas.instansi pemerintah. kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan.119 iptek. pulpen bertinta yang permanen dengan bolpoin yang dibuang setelah habis. baik hubungan formalnya (departemen. Bandingkan. Kondisi sekarang rnanusia itu menjadi objek iptek dan harus selalu menyesuaikan dengan iptek. Alvin Toffler. 2. yaitu: 1. Hubungan manusia dengan organisasi menjadi mengalir dan beraneka ragam. secara kiasan terdapat “orang yang dapat dibuang”. Tempat. hubungan manusia dengan manusia pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. Benda. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. 4. Organisasi.

120

pada hakikatnya merupakan kelompok ad hoc atau hanya untuk keperluan khusus. 5. Ide, hubungan manusia dengan ide bersifat sementara karena image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir di segala bidang aktivitas manusia.

C. PERMASALAHAN PEMANFAATAN IPTEK DI INDONESIA Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia memiliki

kemampuan yang cukup dalam bidang iptek? Upaya untuk membangun daya saing saja tentunya tidak hanya didasari oleh kcinginan untukmemenangkan pasar tetapi juga harus dengan melihat kemampuan yang dimiliki. Indonesia saat ini masih sangat jauh tertinggal dalam bidang teknologi. Indonesia bukan India yang memiliki tcnaga-tenaga ahli di bidang TI yang kemudian dapat menjual layanannya lintas negara dengan memanfaatkan iptek. Yang tersisa dari Indonesia saat ini mungkin adalah budaya dalam pengertian culture dan heritage. Indonesia berlimpah berbagai ragam budaya yang membentang sepanjang Nusantara. Keanekaragaman budaya ini merupakan salah satu karakteristik unik yang mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi produk yang akan menjadi implementasi budaya ini. Bentuk nyatanya tentu saja seperti yang saat ini populer

diperbincangkan banyak orang yaitu industri kreatif (atau ekonomi kreatif). Pengembangan ekonomi kreatif memadukan unsure ide, seni, dan teknologi. Indonesia memiliki daya dukung yang sangat melimpah. Manusia Indonesia (secara rata-rata) mungkin seperti saya, tidak terlalu pintar (kalau tidak mau dibilang bodoh). Namun memiliki kreativitas yang cukup seperti kita bisa lihat dari berbagai mcam peninggalan yang kita miliki. Masalahnya kemudian adalah bagaimana untuk mengembangkan potensi iptek kreatif yang dimiliki Indonesia. Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana mengakomodasi pengembangan bidang yang relatif baru ini di Indonesia sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi dan hal lainnya adalah bagaimana untuk menjaga dan mengembangkan

121

sumber dari iptek kreatif ini yaitu penciptaan ide dari manusia-manusia kreatif Indonesia. Seperti dikutip Kompas.com, Hubert Gijzen, Direktur dan Perwakilan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco), menyampaikan bahwa pengembangan industri kreatif memiliki implikasi ekonomi yang jauh lebih luas, lebih dari sekadar menciptakan nilai tambah yang besar tetapi juga dapat mengangkat pembangunan manusia dan sosial. Dalam membangun industri kreatif yang di dalamnya termasuk industri budaya, kata Hubert, harus didorong terjadinya dialog interkultural. Saya pikir, kesimpulan yang disampaikan oleh Sardono W Kusumo masih dalam diskusi yang sama oleh Kompas, bisa juga menjadi perhatian bahwa penciptaan lingkungan yang mendukung adanya kebebasan untuk berkreasi adalah salah satu sarana untuk terus menjaga agar benih-benih manusia kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki posisi seperti yang diimpikan Indonesia Forum dalam visi 2020. Dalam hal ini perlu ada kebebasan individu dan negara harus menciptakan iklim untuk tumbuhnya kebebasan berkreasi itu.

122

BAB 8 MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A. EKOLOGI MANUSIA DAN KESADARAN INDIVIDU DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Secara alamiah, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memkihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia menyikapi dan mengelola lingkungannya yang pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola perdaban dan kebudayaan. Ekologi manusia, menurut Amos H. Hawley (1950: 67) dikatakan, "Human ecology maybe defirzed, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia). Frederick Steiner (2002: 3) mengatakan, "This new human ecology over emphasizes complexity over-reductionism, focuses on changes over stable states, and expands ecological concepts beyond the study of plants and animals to include people.This view differs from the environment determinism of the early twentieth century”. (Ekologi manusia baru menekankan pada overreduksionieme yang cukup rumit, memfokuskan pada perubahan negara yang stabil, dan memperluas konsep ekologi melebihi studi tentang tumbuhtumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia. Pandangan ini berbeda dari determinisme lingkungan pada awal-awal abad ke-20). Menurut Gerald L. Young (1994: 339) dikatakan, “Human ecology, then, is an attempt to understand the inter-relation ships between the human species and is its

ekologi manusia. not only occupies a nicle in nature‟s web of life. ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley adalah sebagaimana pernyataannya. Perbedaan dari ketiga definisi tersebut adalah pada titik tekan (emphasizes) para pakar dalam mendefinisikan “ekologi manusia”. Human ecology. Persamaan dari ketiga definisi yang dikemukakan di atas adalah bahwa pengertian “ekologi manusia” merujuk pada suatu ilmu (iokos = rumah/tempat tinggal. tidak hanya bekerja dalam sebuah tempat di jaringan kehidupan. Manusia. Steiner menekankan pada era baru ilmu “ekologi manusia” yang memperluas dari ekologi yang hanya mempelajari lingkungan tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia secara kompleks). (Ekologi manusia. It involves both a recognition af the fundamental unity of animate nature and an awareness that there is differentiation within that unity. Hawley menekankan pada studi tentang bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia (masyarakat) dalam kaitannya dengan lingkungan. adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya). Man. sebagaimana kita tahu.123 environment” (dengan demikian. represents a special application of the general viewpoint to a particular class of living things. as we have seen. Ini meliputi dua kesadaran bahwa ada perbedaan dalam kesatuan tersebut. merepresentasikan penerapan khusus dari pandangan umum pada sebuah kelas khusus dalam sebuah kehidupan. yang masing-masing sebagai berikut. Young menekankan pada keterkaitan (interaksi) antara manusia dan lingkungannya saja. logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya. melainkan sebuah dia juga mengembangkan antara anggota-anggotanya pengalaman . like plant and animal ecology. sebagaimana ekologi tumbuh-tumbuhan dan manusia. he also develops among his fellows an elaborate community of relations comparable in many important respects to the more inclusive biotic community” Jadi. Ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley (1950).

Hak orang lain tersebut adalah untuk menikmati dan merasakan keseimbangan alam secara murni. . hak yang sama juga berlaku di sini. kita bisa mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungannya adalah suatu bentuk dari toleransi ini. KESADARAN INDIVIDU DALAM MASYARAKAT Kesadaran individu dalam masyarakat mengenai lingkungan hidup dan kelestariannya merupakan hal yang amat penting dewasa ini di mana pencemaran dan perusakan lingkungan merupakan hal yang sulit dihindari. tindakan suatu kelompok yang hanya ingin menggapai keuntungan pribadi saja sebaiknya juga harus meletakkan rasa toleransi ini. Melanggar konsekuensi ini juga berarti melanggar etika berkehidupan bersama. sebaiknya dihindari dalam perspektif ini. Steiner (2002).124 hubungan lingkungan yang sebanding dalam tanggung jawab pentingnya atas lingkungan hidup yang lebih terbuka). Dengan begitu. B. dan (3) scaffolding of place and change (perancah tempat dan perubahan). Demikian juga halnya dengan perspektif lingkungan. Kesadaran masyarakat yang terwujud dalam berbagai aktivitas lingkungan maupun aktivitas kontrol lainnya adalah hat yang sangat diperlukan untuk mendukung apa yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan penyelamatan lingkungannya. Kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya bagaimana menciptakan suatu yang indah atau bersih saja. Sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merusak saja. Oleh karena itu. akan tetapi ini sudah masuk pada kewajiban manusia untuk menghormati hak-hak orang lain. seperti dikatakan Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu menghargai satu dan lainnya. (2) integrative traits (cirri-ciri yang integrative). menyatakan bahwa ruang lingkup ekologi manusia meliputi: (1) set of connected stuff (sekelompok hal yang yang sakung terkait). Toleransi atau sikap tenggang rasa adalah bagian dari konsekuensi logis dari kita hidup bersama sebagai makhluk sosial.

Kesadaran melapor (jika ada hal-hal yang tidakberkenan dan dianggap sebagai mkawan hukum lingkungan) tampaknya masih kurang. adalah manusia yang hidup secarabermasyarakat. Tanggung jawab mengenai kelestarian alam masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali. Keberadaan lingkungan tersebut pada hakikatnya meski dijaga dari kerusakan yang parah. dan tidak terlaluingin mengganggu. Kerusakan suatu lingkungan akan berakibat pada manusia itu sendiri. memelihara. Suatu kehidupan lingkungan akan sangat tergantung pada ekosistemnya. dan bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan. Rasa tepa salira yang cukup tinggi. Hal ini dirasakan akan mengakibatkan masalah lingkungan semakin panjang. Sebab untuk menjaga semuanya itu tidak ada lagi yang bisa dimintai pertanggungjawaban kecuali manusia sebagai pemakai/ pengguna itu sendiri. Lingkungan fisik segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda mati. masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk. PENCEMARAN LINGKUNGAN Umumnya.125 Kondisi senyatanya dari masyarakat kita mengenai kesadaran lingkungan hidup ini tampaknya masih tercermin seperti apa yang dikatakan P. sepanjang kehidupan saat ini masih berjalan dengan normal. bahwa ada beberapa hat yang perlu kita perhatikan: 1. Tidak memikirkan akibat yang akan terjaki. 2. yakni: 1. 3. sebagai bentuk usaha kuratif maupun preventif. C. Lingkungan merupakan unsur . Lingkungan sosial. maka dalam bab ini kita akan membahas pada salah satu jenis perusakan lingkungan. Lingkungan biologis: segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda hidup. Untuk membahas hal ini. ahli lingkungan membagi kriteria lingkungan hidup dalam tiga golongan besar. Lingkungan merupakan unsur penentu dari kehidupan mendatang. Oleh karena itu. 2. yakni pencemaran lingkungan baik udara maupun air dan sekaligus membahas mengenai cara menanggulanginya. Joko Subagyo. 3. dan demikian pula sebaliknya. 4. mencintai.

Pencemaran air. di samping perkiraan atas sebagainya. Pencemaran lingkungan yang berdampak pada berubahnya tatanan lingkungan karena kegiatan manusia atau oleh proses alam berakibat lingkungan kurang berfungsi. di samping perkiraan atas pengaruh yang bersifat kimia. dalam produksi setiap ton kertas tidak diperbolehkan sekian kilogram zat padat dan lain sebagainya. Pencemaran berakibat kualitas lingkungan menurun. apabila pelaksanaanya sesuai dengan program yang telah dijalankan. maksimum ppm. Bagi program pembangunan itu sendiri. maka hal itu akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup seriuas. semua fasilitas yang digunakan. teknik penggunaannya. Salah satu prosuk dari kerusakan lingkungan itu adalah pencemaran. Dengan demikian. maupun udata. Lingkungan alam merupakan prasyarat pokok mengapa dan bagaimana pembangunan itu diselenggarakan. Perubahan ini bukannya menunjukkan perkembangan yang optimus dan mengarah pada tuntutan zaman namun malahan sebaliknya. Dengan demikian. dan mereka belum melalui proses waste water treatment atau pengolahan. maka dituntut perkiraan mengenai biaya keseluruhan teknologi linkungannya. metode operasinya dan lain-lain. maka orientasi untuk menjaga lingkungan semesta pun akan bisa digunakan untuk mencapai tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi semata. Dampaknya pada . Misalnya. Kemudian jumlah maksimum yang dapat dibuang dalam setiap unit produksi. Misalnya. usianya. baik air. Ini disadari. tanah. Pencemaran itu lebih banyak terjadi karena limbah pabrik yang masih murni. satuan berat unsur atau senyawa dalam air bungan.126 penentu dari kehidupan mendatang. Misalnya. Unsur senyawa kimia yang diizinkan. sehingga menjadi fatal jika itu tak bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsi sebenarnya. misalnya bisa dikategorikan melalui ukuran zat pencemar yang diizinkan dibuang pada suatu jangka waktu tertentu. fisis dan biologis. Kemunduran yang seperti itu dimulai dari sebuah gejala pencemaran dan kerusakan lingkungan yang belum begitu tampak. keadaan lingkungan yang dotata sebaikbaiknya untuk menjaga kehidupan kini dan mendatang.

. udara adalah sumber daya alam yang mengalami pencemaran sebagai akibat sampingan dari aktivitas manusia itu. seperti kegiatan gunung berapi. cair. Kebijaksanaan lingkungan ditujukan kepada pencegahan pencemaran.127 lingkungan secara umum. gas. jelas sangat merusak dan berakibat fatal bagi lingkungan secara keseluruhan. Oleh karena itu. Sarana utama yang diterapkan adalah pengaturan sifatnta tradisional dan biasanya berupa izin serta persyaratan pemakaian teknologi pencemaran. Contohnya: pungutan (charges) pencemaran udara dan air serta uang jaminan pengembalian kaleng atau botol bekas (deposit fees). Mulanya pencemaran diakibatkan dampak teknologi buatan manusia atau hasil produksi yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. sistem transportasi. permukiman akan menimbulkan sisa buangan. maka dapat dipersiapkan pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan dalam bentuk pengembangan positif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan tersebut. Kita perlu memperkirakan pada perencanaan awal suatu pembangunan yang akan kita lakukan. Instrumen ekonomis merupakan hal yang relative baru. pembangunan dan peningkatan populasi (jumlah banyaknya penduduk) selama dekade-dekade terakhir mengakibatkan berlipatnya aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupannya. Aktivitas manusia itu sendiri merupakan sumber pencemaran yang sangat potensial. Proses perkembangan teknologi. dan padat yang jika dibuang ke lingkungan hidup akan menimbulkan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Sehingga dengan cara demikian. alam air dan tanah. Akibat pengembangan industri. tiupan angin terhadap lahan gundul berdebu dan lain sebagainva juga merupakan sumber dari pencemaran udara. proses alami. Selain dari aktivitas unanusia. Di samping adanya sumber daya alam. perlu adanya kesadaran bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup.

pembakaran sampah. menurunnya kualitas sumber daya dan kemudian tidak bisa dimanfaatkan lagi. adalah penting bagi kita untuk menyadari bahwa ini ancaman yang serius bagi manusia. Konsentrasi bahan pencemar yang terkandung dalam udara bebas dipengaruhi banyak faktor. . dan bergerak. sehingga pengelompokannya menjadi dua. dan letusan gunung berapi. kondisi metereologi. sumber penceman udara dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar. gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. NO2. hidrokarbon. Sehingga tingkat pencemaran udara sangat bervariasi baik terhadap tempat maupun waktu. Dari banyak jenis gas yang berperan dalam masalah udara adalah SO2. dan ini barangkali yang paling fatal adalah.128 Menurut sifat penyebaran bahan pencemarannya. klimatologi. Sumber titik dan area dapat dijadikan satu kelompok. dan geografi. Akibat lainnya adalah tidak atau kurang berfungsi satu atau beberapa elemen lingkungan dikarenakan kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran tersebut. Adapun sumber bergerak adalah kendaraan angkutan. Bahan pencemar udara digolongkan dalam dua golongan dasar. topografi. area. yakni sumber stasioner dan bergerak. Dalain konsentrasi yang berlebih.PENGENDALIAN PENCEMARAN Salah satu akibat yang paling pasti dari adanya pencemaran adalah perubahan tatanan lingkungan alam atau ekosistem yang sebelumnya secara alami telah terjadi. CO2. D. yaitu sumber titik. industri. tanaman dan materiil. sifat khas bahan pencemar. Termasuk ke dalam sumber stasioner adalah kegiatan rumah tangga. dan berbagai gangguan lain. Akibat lain. yaitu konsentrasi dan volume bahan penceman yang dihasilkan suatu sumber. Karenanya pengetahuan lingkungan perlu ditingkatkan guna mencapai kesadaran masyarakat. oksidan. yaitu partikel dan gas. NH3 dan H2. Melihat kondisi pencemaran itu.

maka perlu dengan perkiraan pada perencanaan awal. Karena itu. Dengan menyadari bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. penggunaan.35 Tahun 1991 tentang Sungai. maka sudah tidak bisa ditunda lagi bahwa pencemaran haruslah. sifat aslinya. pencemaran memang sudah banyak terjadi. maka peraturan itu bisa digunakan sebagai pedoman dalam rangka menjalankan aktivitas yang pada akhirnya mengancam bahaya kelestarian sungai. pemerintah hendaknya memerhatikan pelestarian sungai. tidak sekadar dihindari. Hal ini berpedoman pada prinsip bahwa air dalam sungai akan bisa menjadi sumber malapetaka. Terlebih lagi karena sungai adalah sumber air yang digunakan untuk makan dan minum bagi makhluk hidup. akan tetapi diperlukan juga tindakan-tindakan preventif atau pencegahan. sehingga dengan cara demikian dapat dipersiapkan langkah pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan pengembangan dampak positif dari kegiatan tersebut. sungai sebagai sumber air. sangat penting fungsinya sarana penunjang utama dalam pembangunan nasional. namun juga di negara-negara yang sedang berkembang dimana proses dan praktik industrialisasi mulai diterapkan. industrialisasi yang tidak memenuhi standat kebijaksanaan lingkungan hidup adalah faktor utama mengapa pencemaran terjadi. Sehubungan dengan itu. maka diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan sebagai proses dalam pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan. Pelestarian sungai dari pencemaran pengendalian meliputi atas perlindungan. air. Pencemaran pada sungai misalnya. . Misalnya dan kerusakan dengan dikeluarkannya PP Ni. Di samping itu.129 Dengan akibat-akibat seperti itu. dan udara di dunia ini. dari pengambangan. sebagai pelaksanaan UU No. Dengan demikian. Sebelumya. 11/1974 tentang Pengairan. harus dihindari dan dicegah karena sungai merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih lagi karena sungai adalah kebutuhan sehari-hari. Pencegahan terhadap pencernaran merupakan upaya yang sangat besar bagi penyelamatan masa depan bumi. Tidak hanya di negara maju di mana industrialisasi sudah mencapai puncaknya.

Pencegahan pencemaran industri dimulai dari tahap perencanaan pembangunan maupun mnegoperasian industri.130 Pencemaran akibat industri misalnya. E. Hal tersebut meliputi pemilihan lokasi yang dikaitkan dengan rencana tata ruang. studi yang menyangkut pengaruh dari pemilihan industri terhadap kemungkinan pencemaran melalui prosedur AMDAL maupun ANDAL. termasuk di dalamnya adalah belajar.23/1997 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) Pasal 14 ayat 2 dinyatakan bahwa di samping ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup. maka setidaknya harua ada landasan bagaimana industrialisasi yang tak merugikan. . baik polusi udara yang diakibatkannya maupun buangan limbah hasil proses mengelolahan barang mentahnya sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Dalam UU No. Dengan melihat kepedulian pemerintah dalam hal penyelamatan lingkungan hidup. Jika industrialisai merupakan proyek pembangunan yang tak bisa dihindari guna kemajuan manusia. Mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP INDIVIDU Lingkungan merupakan salah satu faktor vang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu. pemilihan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi. dalam Pasal 17 UULH dinyatakan bahwa: Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang dilakukan scara menyeluruh dan/atau secara sektoral ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan. Hal ini penting mengingat kebutuhan kelestarian lingkungan yang ada di sekitarnya. maka masyarakat pun harus mendukung sekaligus mengontrol dari pelaksanaan berbagai kebijakan itu. Sebab yang demikian inilah yang disebut sebagai partisipasi dari kesadaran masyarakat. ketentuan mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP. baik lingkungan fisik maupun sosio-psikologis. dan yang lebih penting lagi adalah pemilihan teknologi yang dapat guna proses pengelolahan limbah industri termasuk daur ulang dari limbah tersebut. merupakan hal yang harus dihindari kareana.

Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu. Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakcan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya. dan lain-lain. walaupun diberinya cukup makanan dan minuman. Manusia tidak bisa melepaslcan diri seeara mutlak dari pengaruh lingkungan itu. akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia. Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahuntahun permulaan perkembangannya. Dapat kita bayangkan andai kata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja. canggung. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial. maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa. maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.131 Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empiris yang berarti pengalaman. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik. dapat kita ikuti pada uraian berikut: a. karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya. karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami danmengecap alam sekitarnya. akan mengakibatkan berubahnva tabiat manusia sebagai manusia. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang. karena manusia hidup adalah manusia yang berpikir dan serba ingin tahu serta mencoba- . Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu. b. pemalu. Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orangorang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi.

Lingkungan memiliki peranan bagi individu. namun lamakelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak mengalami gangguan lagi. Contoh: air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya. penyesuian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. . Contohnya : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk. karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya. sedikit banyaknya sifat rajin dari temanya akan diikutinya sehingga lama-kelamaan dia pun menjadi anak yang rajin. Contoh: air dapat digunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung kerumah. Adapun penyesuaian diri autoplastis. individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temanya yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar. d) Objek penyesuian diri bagi individu. Penyesuian diri alloplatis. artinya individu itu berusaha untuk mengubah lingkungannya. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengentifikasi. pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit. sebagai: a) Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. baik secara aloplastik maupun autoplastis.132 coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya. apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Dalam hal ini. b) Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. c) Sesuatu yang diikuti individu.

133 D. 1. Dari sisi ke-Indonesia-an. Dalam era globalisasi unsur-unsur budaya saling memengaruhi dari satu budaya ke budaya lain. yaitu : pengaruh positif dan negatif. Globalisasi adalah sistem atau tatanan yang menyebabkan suatu negara tidak mungkin mengisolasi diri akibat kemajuan teknologi dan komunikasi. sehingga ukuran norma dan nilai menjadi lebih lunak. persoalan lintas budaya ini adalah: (1) kesenjangan kebudayaan (cultural lag). persoalan lintas budaya menjadi tak terelakan lagi. perekominian. (2) terjadi guncangan budaya (cultural shock). bahwa perubahan kebudayaan materiil cenderug lebih cepat dibandingkan perubahan kebudayaan immateriil. persoalan lintas budaya umumnya terkait dengan perkembangan di dunia memengaruhi atau dipengaruhi. berkembangnya teknologi yang lebih baik. Kesenjangan kebudayaan adalah pertumbuhan atau perubahan unsur kebudayaan tidak sama cepatnya. Iklim keterbukaan itu akibat perkembangan teknologi informasi yang merupakan bagian dari perkembangan iptek. Ketidakseimbangan perubahan kebudayaan materiil dengan kebudayaan immateriil disebut kesenjangan kebudayaan. Ogburn berpendapat. ISU-ISU PENTING TENTANG PERSOALAN LINTAS BUDAYA Kebanyakn masyarakat dunia dewasa ini disatukan oleh sistem komunikasi dunia. Persoalan lintas budaya dapat diartikan pula sebagai perkembangan modernisasi yang berkembang terus menjadi globalisasi. Dampak negatif dari globalisasi adalah bergesernya norma dan nilai moral. Kejadian di suatu masyarakat atau di suatu tempat tidak akan luput dari sototan media komunikasi sehingga masyarakat di tempat lain pun mengetahuinya. politik mengarah pada pelaksanaan yang lebih sistematis dan logisrasional. bisa berwujud pengembangan ilmu pengetahuan. Pengaruh globalisasi tersebut dapat dikelompokkan pada dua macam. Secara umum. Pengaruh positif. Dengan sistem komunikasi dunia yang terbuka. perkembangan sistem pemerintah. Kesimbangan dalam kehidupan masyarakat (social equilibrium) tidak selalu berarti tidak menginginkan perubahan atau berhenti pada suatu .

ditandai dengan suatu perasaan dendam. sikap (uftitude) seseorang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya. Ada empat tahap yang membentuk siklus cultural shock. hidup dengan damai. yang dalam bahasa sehari-hari biasanya merupakan jawaban dan pertanyaan. menurut Brislin (1981) ialah watak (trait) dan kecakapan (skills). Tahap inkubasi. c. Tahap krisis. Kecakapan (skill) meyangkut budaya yang dapat dipelajari mengenai lingkungan budaya yang akan dimasuki. senang bergaul dan seterusnya. pemberani. perubahan yang terjadi dalam suatu unsur tidak mengganggu unsur yang lain atau unsur yang lain diharapkan menyesuaikan diri sehingga terjadi keseimbangan 2. d. dan lain sebagaiuya. keadaan geografis. rasa cemas dalam dirinya sudah berlaku. Tetapi makskudnya. Guncangan kebudayaan adalah ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan pola kehidupan sosial ylng tidak serasi fungsinya bagi masyarakat.134 titik. tata krama. Faktor internal. keadaan ekonomi. ”Orang macam apa dia?Jababannya : emosional. korban mampu melampaui tahap kedua. adat istiadat. Watak ialah segala tabiat yang membentuk seluruh kepribadian seseorang. b. Tahap kesembuhan. yang dimaksud dengan sikap adalah kesediaan mental yang terbina melaiui pengalaman yang memberikan pengarahan atau penbaruh bagaimana seseorang . yaitu: a. di antaranya faktor internal dan eksternal. Penyesuaian diri antarbudaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menurut Alport. bertanggung jawab. kadang-kadang disebut tahap bulan madu. Tahap penyesuian diri: sekarang orang tersebut sudah membanggakan sesuatu yang dilihat dan dirasakannya dalam kondisi yang baru. sepertibahasa. sebagai pengalaman baru yang menarik. pada saat inilah terjadi korban cultural shock. Selain kedua faktor di atas.

. Suasana lingkungan yang terbuka akan mempermudah seseorang menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan suasana lingkungan yang tertutup. dapat yaitu apakah dengan pekerjaan latar yang dilakukannya ditoleransi belakang pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya. b. Pekerjaan yang itu dilakukannya. Demikian sebaliknya lingkungan yang negatif dapat mengubah atau bahkan merusak kebiasaan yang telah berjalan baik selama ini. Dengan demikian penting kemudian mencermati lingkungan sekitar kita dalam beraktivitas dan bertindak. Faktor eksternal vang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya adalah: a.135 menanggapi segala macam objek atau situasi yang dihadapinya. c. Suasana lingkungan tempat ia bekerja. Besar kecilnya perbedaan antar kebudayaan tempat asalnya dengan kebudayaan lingkungan yang dimasukinya. Lingkungan yang berasal dari luar dan bernilai positif dapat diadaptasi dan dipraktikkan menjadi kebiasaan keseharian.

merupakan cermin dari perubahan kebudayaan masyarakat yang dinamis. . kebudayaan Indonesia haruslah ditempatkan sebagai konsepsi dan strategi dalam pembangunan nasional.136 BAB 9 PENUTUP A. sekaligus instan. Problematika kehidupan tersebut perlu ditelaah dan disikapi dengan serius guna tidak jatuh pada penafsiran kebudayaan yang keliru. Kajian multidisipliner dibutuhkan untuk memberihan penjelasan lebih terbuka dan luas terkait kerumitan sosial-budaya yang telah semakin kompleks. Sebagai bangsa yang bermartabat. nongkrong di mall. Kebudayaan dalam konteks keindonesiaan beberapa tahun terakhir telah diguncang oleh serbuan kebudayaan asing sehingga memengaruhi perilaku dan tata hidup generasi muda. Lahirnva budaya hybrid (persilangan instan) seperti kebiasaan minum Coca Cola. Karena tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan sejatinya ialah untuk kemajuan peradaban manusia yang lebih baik. KESIMPULAN Mendekati pelbagai realitas dan fenomena sosial-budaya saat ini sering kali membutuhkan pengkajian secara bersama dalam pelbagai sudut pandang yang luas dengan tetap mempertahanhan perspektif keilmiahan masing-masing bidang keilmuan. proses integrasi sosial dan politik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kukuh terpelihara. dan ngedate/pacaran yang di kalangan generasi muda saat ini merupakan perilaku sosial yang dibiasakan dan mendapat pemakluman bersama dari publik. bermain facebook. Kebudayaan asing dalam realitasnya harus diakui telah berhasil memengaruhi arah kebudayaan Indonesia yang multikultur. Demikian juga tujuan kesejahteraan sosial bagi setiap warga negara RI dapat tercapai. Dengan ini. pakaian jeans.

dan arif atas setiap keragaman budaya dan kultur dalam kehidupan bermasyarakat. TINJAUAN KE DEPAN Mahasiswa dan para pengkaji keilmuan sosial dan budaya perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang keanekaragaman. sampah.137 B. Dengan ini. 4) Kondisi lingkungan hidup yang semakin buruk seperti hutan gundul akibat pembakaran dan pembakaran hutan. ia memiliki sikap kritis. penting menyampaikan tinjauan kondisi terkini untuk dijadikan bahan kajian bersama ke depan. dan nilai etis yang sering kali ditampilkan di ruang publik? 2) Penataan birokrasi (Good Governance) yang lambat akibat dampak korupsi. Beberapa problematika sosialbudaya dan politik yang beberapa tahun terakhir muncul di hadapan publik dan dianggap penting untuk dijadikan sorotan banyak pihak sebagai berikut: 1) Bagaimana menyikapi pelbagai perilaku elite yang telah kehilangan hati nurani. bagaimana menyikapinya untuk pemeliharaan kerukunan di tempat lain? 6) Bagaimana mewujudkan masyarakat multikultur dan memanfaatkan kondisi masyarakat yang multikultur tersebut bagi pembangunan nasional di Indonesia? . limbah industri. dan persoalan kesejahteraan sosial dinilai masih menjadi catatanpenting bagi pembenahan strategi perekonomian Indonesia ke depan. Untuk itu. dan nepotisme yang telah membakar menjadi permasalahan krusial yang menyedot perhatian publik. kolusi. peka. bagaimana penataan dan pengelolaannya? 5) Pelajaran dari Maluku dan Sulewesi terkait bencana sosial berupa konflik etnik dan religius (1998-2003) menjadi sorotan tajam tentang upaya pembenahan kerukunan hidup antar-umat bcragama yang belum optimal. terpencil. pencemaran lingkungan. kawasan tertinggal. dan kemartabatan manusia sebagai makhluk individu dan sosial. kesetaraan. kejujuran. rumah kaca. 3) Kemiskinan. dan kesadaran hidup sehat.

teknologi. utamanya akibat gempa dan tsunami. khususnyadi Indonesia. juga menjadi kajian utama yang dicarikan solusinya ke depan. dan agamawan dengan kondisi tersebut? 8) Munculnya beragam keyakinan dan akidah baru termasuk menjamurnya lembaga keagamaan baru di Indonesia menjadi bagian dari kerumitan sosial yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. dan perikanan. Gejala sosial seperti ini penting menjadi telaah serius ke depan. . HV. peternakan. Hal ini terutama kaitannya dengan pendapatan perekonomian primer masyarakat Indonesia seperti bidang pertanian. yaitu meletakkan mana yang seni dan mana yang pornografi/pornoaksi? Dampak negatif kemajuan teknologi informasi seperti internet. 10) Pemanfaatan potensi kelautan dan pariwisata nasional yang mulai lesu setelah perubahan iklim dan cuaca dekade terakhir yang tidak menentu. humaniora.138 7) Bagaimana seharusnya generasi muda menyikapi seni dan kesenian di tengah deras globalisasi. 9) Perubahan iklim dan cuaca yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia. Tidak jarang persoalan tentang beda keyakinan dan akidah berujung pada benturan fisik baik secara horizontal dan vertikal. Bagaimana peran ilmuwan sosial. dan TV sangat berpengaruh bagi keberhasilan pendidikan akhlak dan karakter anak-anak bangsa. komputer.

139 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful