1

BAB I PENGANTAR ILMU SOSIALDAN BUDAYA DASAR
A. HAKIKAT, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP 1. Hakikat Ilmu Soaial dan Budaya Dasar (ISBD) Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan visi “Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan mmoral dalam kehidupan bermasyarakat”.Adapun misinya adalah “Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, pekam dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.Selain itu, mata kuliah ini pada prinsipnya sebagai pengatur dasar menuju pengenalan teori ilmu-ilmu social dan kebudayaan sehingga diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multidisipliner tentang keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

2. Tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) Berdasarkan hakikat keilmuan di atas, maka tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) yang merupakan bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah:

2

a.

Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.

b.

Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral bermasyarakat. dalam kehidupan

c.

Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup

bermasyarakat, selaku individu dan makhluk social yag beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan maalah social budaya secara arif.

3. Ruang Lingkup Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial Dan Budaya (ISBD) Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada perguruan tinggi, berikut ini adalah ruang lingkup dan sub bahasannya. a. Pengantar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) 1. Hakikat dan ruang lingkup ISBD 2. ISBD sebagai MBB dan pendidikan umum; dan 3. ISBD sebagai alternative pemecahan masalah social budaya b. Manusia sebagai Makhluk Budaya: 1. Hakikat manusia sebagai makhluk budaya; 2. Apresiasi terhadap kemanusiaan dan kebudayaan; 3. Etika dan estetika berbudaya 4. Memanusiakan manusia melalui pemahaman konep-konsep dasar manusia; dan 5. Problematika kebudayaan

3

c. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial; 1. Hakikat manusia sebagai individu dan makhluk social; 2. Fungsi dan peran manusia sebagai individu dan makhluk social; 3. Dinamika interaksi social; dan 4. Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat; d. Manusia dan Peradaban 1. Hakikat peradaban; 2. Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab; 3. Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan socialbudaya; 4. Dinamika peradaban global; dan 5. Problematika peradaban pada kehidupan manusia e. Manusia, Keragaman dan Kesetaraan; 1. Hakikat keragaman dan kesetaraan manusia; 2. Kemajemukan dalam dinamikan social dan budaya; 3. Keraganan dan kesetaraan sebagai kekayaan social, budaya bangsa; dan 4. Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan masyarakat dan negara f. Manusia, Nilai, Moral, dan Hukum 1. Hakikat, fungsi, dan perwujudan nilai, oral dan hukum dalam kehidupan manusia, masyarakat dan negara; 2. Keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan sebagai wujud masyarakat yang bermoral dan menaati hukum dan 3. Problematika nilai, moral, dan hokum dalam masyarakat dan negara g. Manusia, Sains, Teknologi dan Seni: 1. Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi manusia; 2. dampak penyalahgunaan IPTEKS pada kehidupan social dan budaya; dan 3. Problematika pemanfaatan IPTEKS di Indonesia

kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. istematis. B. 2. kritis. yang meliputi: 1. Kemampuan personal: para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap. analisis. 3. maupun berpikir logis. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. Manusia dan Lingkungan 1. 2. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Dengan wawasan tersebut diharapkan perguruan tinggi mampu menghasilkan tenaga ahli dengan tigas jenis kemampuan secara simultan. ISBD SEBAGAI MBB DAN PENDIDIKAN UMUM ISBD sebagai bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. kemasyarakatan dan kenegaraan. Kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia 3. mengusai peralatan analiss. Kemampuan professional: kemampuan dalam bidang profesi sesuai keahlian bersangjutan. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. tingkah laku dan tidnakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. Kemampuan akademis. Isu-isu penting tentang persoalan lintas budaya dan bangsa. . memahami dan mengenal nilai-nilai keragaman. dan 4. serta mampu menawarkan alternative pemacahannya. yaitu hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungannya.4 h. Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia. Problematika lingkungan social-budaya yang dihadapi masyarakat.

dipahami. dan dikonsepsikannya selama ini agar dapat didiskusikan dan dikomunikasikan menjadi pengetahuan yang ilmuah. dan perilaku melalui mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) diharapkan mahasiswa dapat menjadi manusia yang memiliki kemampuan personal. dimengerti. buku ini juga mengulas lesson learns atau pelajaran berharga dari akta atau fenomena social yang terjadi di sekitar lingkungan kita baik yang dialami secara langsung atau tidak langsung dalam perspektif lintas keilmuan secara simultan. . kemampuan akademik dan kemampuan professional sehingga para lulusan akan mampu mengenali masalah dan mengatasi masalah tersebut dengan bijaksana. Dengan itu problematika kemanusiaan dan peradaban manusia merupakan fakta objektif yang penting dikenali secara menunjung tinggi pemikiran serta nilai-nilai luhur tradisi. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIALBUDAYA Dengan bekal wawasan. sikap. Pendekatan multidisipliner dipilih guna menstimulus mahasiswa berpikir terbuka dan kritis atas apa yang didengar.5 C. Di samping diurai kondisi objektif konteks keindonesiaan.

idealisme. tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah “ide” yang bersifat rohani dan/atau intelegensi. yakni kejadian “adanya adalah juga bagian dari proses-proses materiil itu sendiri. Demikian pula analogi yang terjadi pada manusia.Secara sederhana aliran tersebut dapat diklasifikasikan dalam beberapa aliran utama. bukan materi yang menjadi “kenyataan”. konstruk pemikiran tentang haikat manusia.Dengan pertanyaan tersebut sejauh ini telah menghasilkan pelbagai teori. Untuk aliran materialisme misalnya mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan. keduanya tidak mengenal adanya kenyatan bersifat spiritual. bagi aliran ini kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta yang bersifat badaniah. Menurut aliran idelisma. Karena itu.Bahwasanya diskusi klasik yang hingga kini masih dibincangkan seputar manusia adalah pertanyaan siapakah sebenarnya manusia itu.Karena itu. Substansi pemikiran dari dua aliran di atas diyakini secara bersamaan oleh aliran realisme. bagi pemikir atau filsuf dari airan idelisme mereka menyangkul secara mendasar pemikiran materialisme di atas. realisme. konsep. Sebaliknya.6 BAB 2 HAKIKAT MANUSIASEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. karena itu semua peristiwa dapat terjadi melalui proses materiil. Bagi aliran realisme kenyataan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani dan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani . HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Sebelum mengulas manusia sebagai makhluk budaya penting bagi kita mencermati kajian tentang filsafat manusia secara singkat dan mendasar. manusia oleh aliran ini dipandang bukan sebagai materi tetapi makhluk yang berjiwa/berkerohanian.Tetapi pentin ditegaskan di sini bahwasanya hingga kini jawaban tentang siapa manusia itu tampaknya belum juga terpuaskan atau belum final. dan aliran agamawan (teologis). yaitu materialisme.Aliran ini baik dari kalangan aliran materilalisme didaktik atau humanistic.

Secara lebih mendalam pendekatan keilmuan yang umumnya digunakan untuk membincangkan hakikat manusia ini adalah melalui ilmu antropologi filsafat atau filsafat manusia (anthropos dalam bahasa Yunani. tetapi juga roh dan badannya. yakni karena hubungannya dengan Tuhan. Aliran teologis ini jika dicermati tidak memiliki irisan dengan pemikiran aliran-aliran sebelumnya. Karana mereka cenderung meletakkan kedudukan manusia secara berbeda dengan makhluk lain di muka bumi. dan sekaligus makhluk materiil. tetapi keduanya tidak bersifat abadi dan/atau sebagai hakikat asli. Di mana awalnya. Melalui pengetahuan yang dimiliki manusia. . Adapun yang membedakan manusia dari makhluk lainnya dalam hal pengetahuan dan perasaan (emosional dan kejiwaan). Artinya. ia dapat hidup jauh lebih berkembang (survival) daripada pengetahuan makhluk lainnya. Menurut aliran ini.7 dan dapat juga berupa kenyataan dunia materi. Demikian juga melalui perasaan manusia. Bandingkan berikutnya dengan pemikiran para tokoh aliran teologis. tetapi tampaknya pendekatan psikolog dianggap kurang mencakup diskusi tentang manusia secara holistis. umumnya berusaha mendudukkan hakikat manusia sebagai makhluk di antara makhluk-makhluk lainnya di muka bumi ini. Karena sesungguhnya diskusi tentang filsafat manusia tidak saja membahas aspek jiwa dan raganya. sekaligus membandingkan di antara keduanya. filsafat manusia lebih dekat dengan kajian psikologi filosofis atau psikologi rasional. Keduanya dalam pandangan realisme adalah hakikat asli dan abadi. berarti: “manusia”). hakikat asli atau kenyataan utama adalah Tuhan itu sendiri. Hakikat manusia dengan demikian. makhluk rohani. mereka dapat mengembangkan eksistensi kemanusiaannya menajdi lebih beradab disbanding makhluk lainnya. Jika kita tarik benang merah dari pemikiran beberapa aliran di atas. manusia menurut aliran ini diyakini sebagai makhluk materi. Kesamaan manusia sebagai makhluk dengan makhluk lainnya adalah pada dorongan naluriah (animal instinct) yang termuat dalam tiap gen mereka. adalah dapat dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian.

8

Dalam pandangan Adelbert Snijders, filsafat manusia dirumuskan sebagai refleksi atas pengalaman yang dilaksanakan secara rasional, kritis serta ilmiah, dan dengan maksud untuk memahami diri manusia dari segi yang paling asasi. Yakni, memahami manusia sebagai suatu kesatuan, di mana dalam kesatuan itu terdapat unsur “keduanya” (jiwa dan badan). Tujuan dari kajian filsafat manusia tidak lain adalah untuk memahami diri manusia dari segi yang paling mendasar tersebut. Berikut ini akan dikupas pandangan beberapa tokoh, pemikiran, dan alirannya. Sebagaimana pemiiran Plato dan Plotinos, bahwa manusia adalah makhluk ilahiah. Bahkan lebih ekstrem disampaikan Deserates, menurutnya manusia memiliki kebebasaan mirip seperti kebebasan yang dimiliki Tuhan. Tetapi, pandangan manusia sebagai makhluk ilahah tersebut ditolak oleh Epikuros dan Lukretius. Menurut keduannya manusia tak lebih dari makhluk hidup berumur pendek, ia lahir karena kebetulan, dan akhirnya sama sekali lenyap. Demikian juga seperti yang disampaikan Voltaire, manusia tidak berbeda secara esensial ibarat binatang yang paling tinggi atau sempurna. Pandangan lain tentang manusia disampaikan Hobbes. Ia berpendapat bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat agresif dan jahat. Tetapi Rousseau justru melihat sebaliknya, yaitu manusia dalam kodratnya adalah baik. Belakangan para pemikir, seperti Buber, Marcel, Levinas, dan Mounier menegaskan bahwa setiap manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompeksitas manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompleksitas nilai yang unik. Tetapi, pemikiran lainnya justru meletakkan manusia sebagai makhluk yang tak berarti atau “keinginan” yang sia-sia. Dapat disimpulkan bahwa para pemikir filsafat manusia dan ilmuwan memiliki pandangan yang berseberangan di antara dua titik secara ekstrem baik mereka yang berlatar periode kesejahteraan yang sama atau berbeda. Namun perdebatan hakikat manusia (lebens-philosophie)menurut penilaian filsuf mazhab Frankfurt Jerman Max Horkheimer (1895-1973) merupakan diskursus ilmiah yang sehat, yang dapat membuka kebekuan berpikir rasional yang abstrak dan menjadi lawan dari debut kapitalisme yang selama ini

9

berkembang pesat. Sebagai pengkritik positivisme, Horkheimer menyatakan selama ini saintisme tak lebih pendukung status-quo yang bersembunyi di balik objektivitas. Segala bentuk demikian menurut Horkheimer dan juga Habermas, telah dijerumuskan oleh kepentingan kognitif, dan karenanya tidak bebas nilai, termasuk teori kritis yang didorong oleh kepentingan emansipatoris (Sulistyanta, 2005). Menurut Jurgen Habermas (1929), bahwa kekuatan kritik erat kaitannya dengan metodologi maupun kondisi sejarah yang melatari, yakni kesadaran akan kritis social pada histories (sejarah) tertentu. Jika dicermati sesungguhnya kajian filsafat manusia tumbuh subur bersamaan dengan ideology kapitalisme yang sedang mendominasi arus keilmuan. Kritik mendasar yang hendak disampaikan para pengkaji filsafat manusia adalah seraun untuk tidak membatasi cara pandang keilmuan, selalu berpikir reflektif, dan jangan membuang cirri utama manusia sebagai makhluk yang selalu bertanya dan berpikir. Karena itu, berpikir refleksi merupakan aktivitas rohaniah, menemukan kebenaran untuk kehidupan bersama, sebagai makhluk eksentrik. Dengan berpikir kritis dan refleksi tidak menjadikan seseorang jauh dari Tuhan, berbeda dengan pemikiran kapitalis yang lebih mendekatkan seseorang pada materi atau kebendaan. Ungkapan Descartes yang dikenal luas “cogito ergo sum” (aku berpikir, maka aku ada). Cogito (aku berpikir) adalah suatu kepastian tak tergoyahkan, ia ingin suatu kepastian tentang ekesistensi Tuhan dan ketidakmatian jiwa manusia. Hal yang sama dikemukakan Maine de Biran yang bertitik tolak pada volo (aku mau), dengan merefkeksikan “aku mau”, ia menemukan paham tentang diri dan pengaruh afeksi atas segala kepastiannya. Atau filsafat karl Marx dengan ungkapan “manusia adalah makhluk yang bekerja”. Artinya, sebagai makhuk paradoksal, manusia itu bebas dan terikat, otonom dan tergantung, terbatas dan tidak terbatas. Sebagai makhluk yang dinamis, manusia bebas dan bertanggung jawab, tetapi dalam kebebasan juga hadir suatu dorongan metafisika, suatu orientasi dasariah untuk menuju diri yang sejati. Sebagai makhluk multidimensional, manusia meskipun sebagai

10

suatu kesatuan, tetapi di dalam kesatuan itu ditemukan pelbagai dimensi ontologis dengan tingkatan yang berbeda. Herbert Marcuse, mengatakan meskipun seolah-olah manusia itu onedimensional man, yang terkurung dalam dimensi produksi-konsumsi, tetapi konsumerisme itu sesungguhnya bertentangan dengan panggilannya sebagai makhluk pluridimensional. Panggilan atau seruan itu berkaitan erat dengan hakikat manusia. W Luijpen, mengatakan being man is having to be man (diri manusia merupakan suatu seruan etis untuk manusia).

B. HAKIKAT MANUSIA DALAM KAJIAN ISLAM Melengkapi kajian hakikat manusia pada bahasan sebelumnya, maka dipandang penting untuk mendiskusikan hakikat manusia dalam perspektif Islam. Mengkaji manusia dalam perspektif keislaman tidak dapat dilepaskan dari konteks masyarakat muslim itu sendiri. Sebagaimana disebutkan Fazlur Rahman bahwasanya masyarakat Islam dibentuk karena ideologinya, yaitu Islam (Fazlur Rahman, 1980: 43). Ideologi adalah Weltanchauiting, yang menjelaskan realitas dalam perspektif tertentu. Ideologi adalah cara memandang realitas. Di antara realitas penting yang diulas ideologi adalah hakikat manusia. Konteks manusia dan masyarakat tersebut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, terdapat sekurangnya tiga istilah kuncui yang mengacu kepada makna pokok manusia, yaitu: basyar,insan, dan al-nas. Basyar disebut dalam AI-Qur'an sebanyak 27 kali. Dalam seluruh ayat tersebut, kalimat basyar menunjuk pada referensi manusia- sebagai makhluk biologis. Lihatlah bagaimana Maryam berkata: Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku tidak disentuh basyar (QS. 3: 47); atau bagaimana kaum yang diseru para nabi menolak ajarannya, karena nabi hanyalah basyar-manusia biasa yang "seperti kita", bukan manusia superstar. Kata basyar juga dihubungkan dengan ungkapan mitslukum (sebanyak tujuh kali) dan mitsluna (sejumlah enam kali). Nabi Muhammad SAW., disuruh Allah untuk menegaskan bahwasanya dirinya secara biologis, ia tak ubahnya sama seperti manusia yang lain: Katakanlah, aku ini manusia biasa (basyar)

adalah tidak tepat jika menafsirkan kalimat basyarun mitsluklim sebagai manusia seperti kita dalam hal berbuat dosa. 12: 31). mereka berkata. dan memutuskan. Tetapi Ibn „Arabi berkata. 41: 6). 25: 7.. 5: 65) menyebutkan umumnya para mufasir mengartikan ayat ini untuk menunjukkan kelebihan manusia secara fisiologis. Yusuf Ali (1977: 1759). dengan tepat menafsirkan ayat ini to man God gave the purest and the best nature. Dan tidak Kami utus sebelumnya para utusan kecuali mereka itu memakan makanan dan berjalanjalan di pasar.11 seperti kamu. Tentang para nabi. tetapi merupakan sifat-sifat psikologis (atau spiritual). 18: 110. berkehendak. hanya saja aku diberi wahyu bahwa Tuhanmu ialah Tuhan yang satu (QS. dan QS. ini bukan basyar. Ayat ini juga ditegaskan dalam QS. yaitu butuh makan. ia makan apa yang kamu makan. Rasul itu memakan makanan dan berjalan-jalan di pasar. Al-Syaukani (1964. tetapi ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia (QS. maka secara singkat bahwasanya konsep basyar selalu dihubungkan dengan sifat-sifat biologis manusia semata. minum. 25: 20. tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus daripada manusia. Mereka berkata. berkuasa. Ketika wanita-wanita Mesir takjub melihat ketampanan Yusuf as. Ya Allah. mendengar. berjalan di pasar. berbicara. yaitu berjalan tegak. Keeenderungan para rasul untuk tidak patuh pada dosa dan kesalahan bukanlah masuk kategori sifatsifat biologis. dan seterusnya. melihat. QS. Sebaliknya. dan ini adalah sifat-sifat rabbaniyah. . 95: 4) dengan menunjukkan karakteristik fisiologi manusia. orang-orang kafir selalu berkata: Bukankah ia basyar seperti kamu. seks. Dari uraian tersebut. Allah membuatnya hidup. dan ia minum apa yang kamu minum (QS. mengetahui. Sama tidak tepatnya ketika menafsirkan: Sesungguhnya telah kami jadikan insan dalam bentuk yang sebaikbaiknya (QS. 33: 33). and man's duty is to preserve the pattern on which God has made him (QS. dan makan dengan menggunakan tangan. 30: 30).

insan dihubungkan dengan keistimewaannya sebagai khalifah atau pemikul amanah. Pertama.12 Artinya. al-Mu'jam. 45: 26. Kedua. Jika ditelisik didapatkan penyebutan insan disebut sebanyak 65 kali dalam AlQur'an. 2: 243. dan Al-Kitab (22: 3. melalaikan ayat-ayat Allah (10: 92). dan kebanyakan harus menanggung azab (22: 18). 30: 6. 68. dan 29: 10). yang hanya memikirkan kehidupan dunia (2:200). Pertama. kita menemukan kelompok manusia yang menyatakan beriman. sebagian besar manusia mempunyai kualitas rendah. yang berdebat dengan Allah tanpa ilmu. yang mengambil sekutu terhadap Allah (2:165). Kedua. dan 25: 50). pada kata al-Nas). 8. insan dihubungkan dengan predisposisi negatif diri manusia. tetapi sebetulnya tidak beriman (2:8). kita dapat menyimpulkan. yang memesonakan orang dalam pembicaraan tentang kehidupan dunia. tetapi memusuhi kebenaran (2:204). dan 13: 1). Dengan memerhatikan ungkapan ini. Sementara istilah al-Nas sebagai konsep kunci ketiga mengacu pada manusia sebagai makhluk sosial. tidak bersyukur (40: 61. Ayat-ayat itu lazimnya dikenal dengan ungkapan wa min alNas (dan di antara sebagian manusia). 34: 28. Kita dapat mengelompokkan konteks insan tersebut dalam tiga kategori pokok. dan 31: 20). yang menyembah Allah dengan iman yang lemah (22: 11. petunjuk. dengan memerhatikan ungkapan aktsar al-Nas. insan dihubungkan dengan proses penciptaan manusia. banyak ayat yang menunjukkan kelompok-kelompok sosial dengan karakteristiknya. konsepsi insan secara tegas berbeda dengan basyar. 28. kafir (17: 89. dan 12: 38). 12: 103. 30. al-Baqi. baik dari segi ilmu maupun dari segi iman. Kecuali kategori ketiga yang akan kita jelaskan kemudian. di samping ada sebagian orang yang rela mengorbankan dirinya untuk mencari kerelaan Allah. Menurut Al-Qur'an sebagian manusia itu tidak berilmu (7: 187. 12: 21. lihat „Abd. Ayat-ayat . 36. dan 40: 57). tidak beriman (11: 17. Dan ketiga. yang menjual pembicaraan yang menyesatkan (31:6) . fasik (5: 49). semua konteks insan menunjuk pada sifat-sifat psikologis atau spiritual. Inilah manusia yang paling banyak disebut dalam Al-Qur'an (240 kali.

dan materiil. 7: 3. yang selamat dari azab Allah (11: 116). 40: 58. yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system. Al-Qur'an menegaskan bahwa petunjuk Al-Qur'an bukanlah hanya dimaksudkan pada manusia secara individual. Surat 11: 16 menyimpulkan bukti kedua ini. 14: 1. 4: 170. dan 69:42). Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya. tetapi juga manusia secara sosial. cara pandang orang melihat kebudayaan sering kali terjebak dalam sifat chauvinism. HAKIKAT MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN Kebudayaan sering kali dipahami dengan pengertian yang tidak tepat. 38: 24. C. Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini. dan 4: 155). 27: 62. normatif. . 67: 23. 24: 35. 2: 88. dan 32: 9). kebudayaan tersusun atas beberapa komponen utama. Akan tetapi.13 ini dipertegas dengan ayat-ayat yang menunjukkan sedikitnya kelompok manusia yang beriman (4: 66. Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut. yang bersyukur (34: 13. mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. yang berilmu atau dapat mengambil pelajaran (18: 22. yaitu yang bersifat kognitif. yang tidak diperdayakan setan (4:83). jika kamu ikuti kebanyakan yang ada di bumi. 4: 46. social system. 23: 78. yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme. dengan kalimat Deutschland Uber Alles in der Welt (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia). yaitu membanggakan kebudayaannya sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain. Contoh sikap chauvinism seperti yang dikemukakan oleh Adolf Hitler misalnya. ternyata definisi-definisi tersebut tetap saja kurang memuaskan. Ketiga. Al-Nas sering dihubungkan Al-Qur'an dengan petunjuk atau AlKitab (57: 25. 7: 10. Beberapa ahli ihnu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut. Artinya. Demikian juga Inggris denganslogan: Right or Wrong is My Country. 39: 27). Sayangnya kemudian. dan artefact.

relatif. Tanpa bahasa. universal. Umumnya. bahwasanya budaya semestinya diperlakukan sebagai kata kerja. tetapi senantiasa berubah sesuai perubahan sosial yang ada. seperti melalui proses internalisasi. dan counter-culture (meremehkan kultur lain).14 Demikian pula Jepang yang menganggap bangsanya merupakan keturunan Dewa Matahari. kebudayaan. pembawa kebudayaan adalah pihak luar dan/atau anggota masyarakat setempat yang membawa budaya asing atau baru dalam tatanan masyarakat setempat. Padahal seharusnya dalam memahami kebudayaan kita perlu jujur dan berpegangan pada sifat-sifat kebudayaan yang variatif. proses pengalihan kebudayaan tidak akan terjadi. Kecuali tindakan yang sifatnya naluriah saja (animal instinct) yang bukan merupakan kebudayaan. Karena itu. budaya baru sulit diterima dan butuh waktu bertahap untuk penyesuaian jika budaya baru tersebut ada kemungkinan diterima. Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. pembawa manipulator kebudayaan. Sebagaimana dikatakan Van Peursen (1988). Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. yaitu 3) sebagai kebudayaan. bahkan meskipun itu adalah sebuah tradisi. Hampir semua tindakan manusia merupakan produk kebudayaan. Manusia mempunyai 1)penganut empat kedudukan 2) terhadap kebudayaan. Sebaliknya. budaya bukanlah sesuatu yang statis dan kaku. Dan biasanya proses pengalihan atau perubahan budaya difasilitasi oleh adanya kontak komunikasi melalui bahasa. hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaannya. karena menjadi manusia tidak lain adalah merupakan bagian dari hasil kebudayaan itu sendiri. Sementara manipulator kebudayaan adalah anggota masyarakat yang melakukan aktivitas . Selanjutnya. dan alkulturasi. Sebab suatu budaya dalam masyarakat terus-menerus berubah. dan 4) pencipta kebudayaan. Tidak semua anggota masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya baru yang datang dari luar. sosialisasi. Sebagai penganut kebudayaan seseorang hanya menjadi pelaku tradisi dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakatnya. bukannya sebagai kata benda.

Taylor. Dan secara naluriah. atau budaya baru yang dapat diterima secara masif. serta sistem teknologi peralatan. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai bagian dari anggota masyarakat (E. manusia mempunyai kebutuhan yang beragam dan terus bertambah mengikuti deras laju perubahan lingkungan sosial di sekitarnya. pedoman hidup yang digunakan setiap individu dalam bertingkah laku. yaitu mendorong secara sadar atau tidak sadar ke semua lapisan masyarakat untuk melakukan revitalisasi kebudayaan lama atau meneiptakan dan menemukan kembali kesepakatan barn terkait ide. 2003: 261). adat. Dalam kehidupannya. maka secara definitif makna kebudayaan sendiri adalah keseluruhan pengetahuan. aktivitas bermasyarakat. B. Kebudayaan yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Pembentukan kebudayaan sebagaimana diuraikan di atas sesungguhnya dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian atas kondisi kehidupan yang dialaminya. Dengan demikian. Namun Kuntjaraningrat (1974). moral. kepercayaan. Dalam rangka bertahan atau survive. bahasa. yaitu terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan. Apa yang dilakukan oleh manusia tersebut dapat disebut sebagai proses kebudayaan. sistem dan organisasi kemasyarakatan. sistem pencarian. seni. atau yang bisa kita sebut sebagai way of life. Suriasumantri.15 kebudayaan atau mengatasnamakan budaya setempat tetapi tidak sesuai dengan nilai-nilai atau ide luhur sebagaimana yang seharusnya dilakukan. hukum. sistem pengetahuan. kesenian. manusia melakukan banyak tindakan melalui . 1871:21). Substansi penjelasan Taylor tersebut pada dasarnya telah rnerangkum semua definisi tentang kebudayaan yang pernah muncul (Jujun S. kemudian membaginya menjadi unsur-unsur kebudayaan secara lebih terperinci. maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara agar tetap mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi. Kedudukan tertinggi adalah manusia sebagai pencipta kebudayaan. sistem kemasyarakatan.

kebutuhan pokoknya terpusat pada fisiologi dan rasa aman. rasa aman. dan pengembangan potensi. dan fantasi. Jika disimpulkan. dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. Manusia memiliki kemampuan dasar selain instingtif. harga diri. Sementara pada manusia. demikian juga pemenuhannya dilakukan secara instingtif atau naluriah. Dengan kemampuan berkomunikasi dan belajar menjadikan manusia terus meningkatkan kecerdasan dan eara berpikirnya. Kejiwaan atau budi yang dimiliki manusia menjadi motor atau penggerak bagi tereiptanya hubungan bermakna dengan alam sekitarnya melalui penilaian atas objek dan kejadian. Nilai-nilai budaya dan segenap hasilnya adalah muncul dari tata cara hidup yang merupakan kegiatan manusia atas nilai-nilai budaya yang dikandungnya. berpikir. yaitu fisiologi. manusia juga memiliki kehalusan perasaan atau kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup dasar. kebudayaan tak ubahnya seperti kompas penyelamat (survival kit) bagi keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. Maslow dalam Jujun (2003: 262). sementara tata cara hidup manusia dapat diketahui . juga kemampuan untuk terus belajar. Cara hidup manusia tidak lain adalah bentuk konkret (nyata) dari nilai-nilai budaya yang bersifat abstrak (ide). Selain itu. Dengan bahasa lain nilai budaya hanya bisa diketahui melalui budi dan jiwa. berkomunikasi. kemauan. tradisi. insting. yang mungkin tidak jauh berbeda dengan manusia. Cara pemenuhan kebutuhan dasarnya itulah yang membedakaan manusia dengan makhluk hidup lainnya yang juga memiliki kebutuhan dasar. Karena itu. Pada binatang. Nilai yang diberikan oleh manusia inilah yang menjadi tujuan dan substansi dari kebudayaan itu sendiri. afiliasi. Kebudayaan dalam konteks ini yang menjadi pembeda antara manusia dan binatang. membagi kebutuhan manusia dalam lima kelompok kebutuhan mendasar. atau kebudayaan pendahulunya. perasaan. pemenuhan kebutuhannya diperoleh melalui cara hidup berdasarkan kebiasaan.16 pelbagai cara agar kebutuhan dasarnya terpenuhi. maka inti dari kebudayaan adalah nilai-nilai dasar dari segenap wujud kebudayaan atau hasil kebudayaan.

17 oleh pancaindra. 364 1 . “kebudayaan pengetahuan yang dipunyai manusia sebagai makhluk sosial. . dan kebudayaan kebendaan)1. Sarana kebudayaan adalah perwujudan secara fisik atas nilai-nilai budaya dan tata cara hidup yang dilakukan manusia guna memudahkan atau menjembatani tercapainya pelbagai kebutuhan manusia. teknologi. 1999. kita katakan semua itu sebagai kebudayaan pengetahuan. Dari ide kebudayaan dan tata cara hidup manusia kemudian terwujud produk (artefak) kebudayaan sebagai sarana untuk memudahkan atau sebagai alat dalam berkehidupan. Inc. Bronislaw. Garden Ciry New York: Doubleday & Company. 91.. Mendukung dikemukakan konsepsi kebudayaan sebelumnya. kebudayaan tingkah laku. hlm.. namely. cultural behavior. Sistern Kepercayaan dan Pengobatan Tradisional (Disertasi).” Definisi ini tampaknya sejalan dengan James P. dengan demikian adalah ide berupa model-model pengetahuan yang dijadikan landasan atau acuan oleh seseorang sebagai anggota masyarakat melakukan aktivitas sosial. yang isinya adalah perangkat model-model pengetahuan (pedoman hidup. Jakarta: Universitas Indonesia. Rusmin. dan Tumanggor.. seperti pada Gambar 1. menciptakan materi kebudayaan dalam unsur budaya universal: agama. ilmu pengetahuan. 1949 hlm. technological. White. 1948 hlm. bahasa dan komunikasi. Kebudayaan.These three categories comprise the system of culture as a whole" (dalam The Science of Culture: A Study of Man and Civilization). we shall distinguish three sub-system of culture... New York: Doubleday Canada Ltd. ekonomi. Lihat juga Malinowski. we speak of them as cultural knowledge. atau desain untuk kehidupan) yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi. organisasi sosial. and ideological system. serta kesenian. Leslie A katakan ". Magic. Science and Religion and Other Essays. dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan-tindakan yang diperlukannya (menghasilkan kelakuan dan benda/peralatan). atau blueprint. 3. and Cultural artifacts" (Kebudayaan adalah pengetahuan yang diperoleh yang digunakan penduduk untuk menginterpretasi pengalaman dan melahirkan tingkah laku sosial .. adalah sebagaimana keseluruhan Parsudi Suparlan. sociological.... Spradley yang menyatakan "Culture is the acquired knowledge that people use to interpretation experience and to generate social behavior .

18 .

komponen-komponen pokokyang terdapat dalam setiap agama meliputi adanya: umat beragama. Kondisi ini menyambung kepada pemahaman tentang kehidupan dankematian. perbuatan dan keadilan. Agama sering menjadi kuat dominasinya jika ia kuat penekanannya pada nilai tertinggi "ultimate value". kefanaan dankeabadian. sistem peralatan ritus. termasuk dari suatu suku bangsa kepada suku bangsa lainnya. 2) Ilmu pengetahuan Dari penelitian antropologi dan sosiologi. sistem peribadatan/ritual.19 Legenda: Setiap kotak unsur kebudayaan ini terbuka satu sama lainnya. yaitu hubungannya dengan Maha Pencipta (Tuhan). memiliki sistem pengetahuan yang utuh menanggapi keberadaan alam nyata (natural) dan nirnyata (supernatural). . sikap. dan kehidupan abadi serta keadilan tertinggi atas kebaikan dan keburukan (pahala atau dosa) atas pola pikir. dan emosi keagamaan. dan perilaku selama di dunia fana. 1) Agama Dalam temuan antropologi dan sosiologi. semua masyarakat pendukung suatu kebudayaan. 3) Teknologi Antropologi dan sosiologi juga menjumpai bahwa setiap warga masyarakat pendukung suatu kebudayaan memiliki kemampuan secara ide hingga melaksanakan kegiatan bersama melahirkan peralatan hidup yang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan pada pelbagai unsur kebutuhan budaya universal lainnya. sistem keyakinan.

dapat diketahui simbol-simbol lain yang wujudnya lebih konkret dari wujud pertama untuk dapat menjadi pembeda atau berlaku sebagai cultural traits antara kebudayaan yang satu dengan lainnya. Baikuntuk umum maupun untuk sendiri. Unsur-unsur itu juga akan melintasi batas-batas wilayah tersebut (cross cultural). regional. nasional. dan foto. anak-anak. Selain itu. profesi. teman sebaya. Ada untuk pereakapan. dan tatakrama. gambar. produksi.20 4) Ekonomi Antropologi serta sosiologi juga menemukan dalam setiap masyarakat kebudayaan adanya bentuk-bentuk ekonomi (berburu-meramu. keetnisan. Ada kata-kata untuk umum. pentas. Ada yang esensinya world view. dan politik). Wujud konkret dari simbol- . pasar/ uang. Semua komponen ini dimiliki sebagai unsur kebudayaan bahkan menjadi faktor pembangunan dari setiap suku bangsa mulai dari tingkat sektoral. 7) Kesenian Antropologi menemukan bahwa pada setiap masyarakat kebudayaan mempunyai ungkapan seni berupa simbol pernyataan rasa senang dan susah (suka duka). penjelasan alam semesta. teater. distribusi. keagenan. tulisan. dan gerak/tari. komunikasi). hingga internasional. 5) Organisasi sosial Pada setiap masyarakat pendukung kebudayaan akan selalu terdapat variasi kelompok warga masyarakat (kemargaan. bercocok tanam. 6) Bahasa dan komunikasi Setiap masyarakat pendukung suatu Icebudayaan memiliki simbol-simbol bunyi dan intonasi serta isyarat yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu maksud kepada seseorang atau khalayak untuk dipahami dan dilaksanakan. Muncul pula dalam berbagai bentuk: ukiran. barter. jaringan kawin-mawin. dan tamu. kampung/kewilayahan. eceran. kegiatan pasar. maupun seni. tulisan. buruh. Rentangan kekuatan ekonomi (investasi. dari hati ke hati. ungkapan. dan penjabaran penghasilan). orang tua.

muncul pertanyaandalam benak kita mengapa lingkungan dapat dikategorikan sebagai warisan budaya? Lantas. yakni lingkungan. kebiasaan. seperti pola upacara adat ataupun ritual Ngaben di masyarakat Bali. Tata aturan yang berlaku tersebut merupakan ejawantah dari pandangan hidup atau sistem nilai dalam masyarakat tertentu. menyebutnya). misalnya). belajar. Ada empat bentuk yang dapat diidentifikasi dan dikategorikan sebagai peninggalan budaya. Pertama. Barangkali. Sistem nilai atau pandangan hidup ini bisa berupa falsafah hidup atau kearifan lokal dari suatu masyarakat dalam memandang atau memaknai lingkungan sekitarnya. mulai dari bendabenda dengan ukuran yang relatif kecil hingga benda-benda yang sangat besar (dari emblem kerajaan Sultan Nata Sintang. Budaya materiil (material culture) atau artefak atau benda-benda hasil produksi suatu kebudayaan merupakan hal-hal dalam kebudayaan yang paling konkret (empiris). berdoa. kain songket. habitus (sebagaimana sosiolog Perancis. benda-benda fisik atau material culture. seperti pola makan. keris. Bentuk kedua ini meliputi hal-hal keseharian. Selain adat istiadat. terdapat satu lagi bentuk peninggalan yang merupakan wujud keempat. sampai Candi Borobudur. Selain itu. Wujud ketiga ini bersifat lebih abstrak dibanding kedua wujud sebelumnya. di mana pandangan hidup ini merupakan wujud ketiga dari kebudayaan. terkandung nilai-nilai atau tata aturan dari adat istiadat yang berlaku. Di dalam pola-pola keseharian itu. wujud kedua ialah pola-pola perilaku yang merupakan representasi dari adat istiadat sebuah kebudayaan tertentu. lingkungan seperti apa yang . dalam konteks tinggalan budaya di sini. hingga pola-pola yang bersangkutan dengan aktivitas sebuah komunitas. atau yang kita kenal dengan istilah adat istiadat sebagai wujud kedua dari kebudayaan. Kemudian. Hal ini tiada lain adalah representasi dari pola pikir atau pengetahuan atau logika masyarakat pengampu kebudayaan tertentu. kerja. Pierre Bourdieu. Wujud pertama ini mencakup seluruh benda-benda basil kreasi manusia. elemen lainnya ialah budaya materiil.21 simbol tersebut ialah perilaku.

menjelaskan bahwa lingkungan atau environment secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan (1) sifat atau keadaannya dan (2) asal usulnya. Sebagai ilustrasi. di mana lingkungan jenis ini memiliki pengertian keseluruhan unsur di luar diri manusia yang bukan ciptaan manusia. Perbedaan kedua ialah pola pikir masyarakatnya atau cara pandang mereka terhadap hidupnya. serta aturan-aturan yang berlaku dalam suatu masyarakat. norma-norma. Lingkungan fisik. yakni pegunungan atau dataran tinggi dan pesisir atau pantai. Ahimsa-Putra (2004: 38). Lingkungan dapat menjadi bagian dari tinggalan budaya (artifacts). dapat dibandingkan masyarakat pesisir atau nelayan di sepanjang Pantai Utara Jawa di Cirebon. ada baiknya bila mengetahui terlebih dulu pengertian lingkungan di dalam tulisan ini. dan sebagainya). Pola pikir masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan sudah tentu . dan (2) lingkungan buatan (built environment) yakni lingkungan yang merupakan hasil kreasi manusia. 2. dan segala unsur-unsur alam. 3. kawin. berupa benda-benda yang ada di sekitar kita. oleh karena itu. atau masyarakat Suku Laut di Thailand Selatan dengan masyarakatnya yang agraris. seperti masyarakat petani salak di Yogyakarta atau masyarakat petani kopi di kawasan pegunungan Minahasa. makhluk hidup. meliputi perilaku-perilaku manusia atau pelbagai aktivitas sosial yang berupa interaksi antar-individu serta berbagai aktivitas individu. Lingkungan sosial. masyarakat nelayan di Kepulauan Karimunjawa. bekerja. Lingkungan budaya. Adapun. Lingkungan atas dasar kategori sifat ini masih dapat dipilah lagi menjadi: 1. lingkungan memainkan peran sebagai bagian yang tak terpisahkan bagi terciptanya kebudayaan itu sendiri. pengetahuan.22 termasuk peninggalan budaya? Sebelum masuk pada pemaparan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. berinteraksi. mencakup pandangan-pandangan. lingkungan yang dilihat dari asal usulnya berupa: (1) lingkungan alami (natural environment). Letak perbedaan pertama yang tampak dengan jelas ialah kawasan atau lingkungan di mana mereka menjalani siklus kehidupannya (lahir.

yang muncul lewat penghayatan manusia atas lingkungannya. D. tidak menutup kemungkinan kebudayaan pada masa lalu yang pernah ditinggalkan akan kembali digunakan oleh generasi mendatang. sebuah pengetahuan yang khas pada masyarakat tertentu. dengan hidupnya. dan artefak-artefak budaya (Ahimsa-Putra. Jika tanaman hanya mampu mengikat bahan-bahan kimiawi yang penting bagi pertumbuhan tanaman itu. Sehingga nilai-nilai kebudayaan senantiasa berkelanjutan dari waktu ke waktu. yakni sistem nilai. Sebab semua materi yang terkandung dalam kebudayaan yang diperoleh manusia selain dilalui secara sadar juga dilalui dengan proses belajar. Adakebudayaan masa lalu yang tetap dipertahankan dalam kebudayaan masa kini. bahwa kebudayaan mempunyai kemampuan mengikat waktu. sehingga ia harus dilindungi dan dilestarikan. Dengan demikian. lnilah yang dinamakan kearifan lokal. Penghayatan terhadap lingkungan inilah yang kemudian menghasilkan kearifan lokal atau kebudayaan yang khas pula. 2008: 11-12). ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA Perjalanan kebudayaan manusia dalam sejarahnya erat kaitannya dengan pendidikan. lingkungan sebagai salah satu entitas penting dalam pembentukan sebuah kebudayaan dapat dikategorikan sebagai warisan atau tinggalan budaya. Melalui proses belajar itulah transfer nilai-nilai kebudayaan terhadap generasi ke generasi berikutnya dilakukan.23 berlainan. ada juga yang ditinggalkan atau tidak digunakan. Meskipun demikian. 2003: 263). sebagaimana disampaikan oleh Alferd Korybski. binatang mengikat ruang. dari kebudayaan masa lalu menuju kebudayaan masa kini. Perbedaan ini terletak pada tataran perangkat pengetahuan (sistem simbol) masyarakat yang pada gilirannya memengaruhi cara mereka memaknai persoalan-persoalan atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkungannya. Artinya. adat istiadat. maka manusia mengikat waktu (Jujun. Dengan itu seseorang dikatakan berbudaya pada hakikatnya ketika ia telah menjaga nilai-nilai luhur dan .

Pada masa Kerajaan Majapahit. Dengan ditutupnya Terusan Suez membuat banyak negara di belahan dunia Barat mengalihkan perhatiannya ke wilayah-wilayah tropis untuk mencari rempahrempah. sudah dimulai sejak masuknya agama Hindu dan Buddha. Indonesia yang menganut agama tersebut seperti Kutai. Kesatuan ini jelas menjadikan kebudayaan di Indonesia semakin dinamis. Pertemuan antar kebudayaan-kebudayaan di Indonesia. Kebudayaan daerah Indonesia yang masih sederhana kemudian bertemu dengan agama Hindu dan Buddha yang menjadi sedemikian meluas dan dianut oleh banyakmasyarakat di Indonesia. maka kita akan berbicara tentang sejarah panjang pertemuan antar kebudayaan daerah Indonesia dengan kebudayaan dari luar Indonesia. dan dengan tetap terbuka terhadap kemungkinan masuknya kebudayaan baru. kebudayaan Indonesia mencapai kebersamaannya dengan menyatukan kerajaan yang ada di Nusantara oleh Patih Gajah Mada. Kebudayaan nyakkebudayaan Indonesia ada di adalah dunia. dan Bartholomeus . Mendiskusikan kebudayaan Indonesia. Padjajaran. dan Majapahit. dan lain-lain. Perjalanan kebudayaan Indonesia dipengaruhi oleh masuknya Portugis. salah satunya seperti hubungan kerajaan di daerah dengan Majapahit. berdirinya kerajaan-kerajaan baru. Sriwijaya. Tarumanegara. yang terkenal dengan Sumpah Palapa. salah satu dari sekian ba- yang Keberadaannya-sama dengan kebudayaan laintelah berlangsung dalam waktu yang lama. ketika agama Islam mulai banyak dianut oleh masyarakat di Indonesia. Perubahan keyakinan ini membuat banyak perubahan di bidang lain. bahkan hingga tingkat kerajaan. seperti Vasco da Gama. Terlihat mulai munculnya berbagai persoalan kebudayaan. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan yang pernah ada di wilayah Barat dan Tengah.24 tatanan kemasyarakatan yang telah berlaku sebelumnya. awal masa penjajahan melanda wilayah Nusantara. Tokoh-tokoh. Keadaan ini semakin terlihat. kesetaraan antara sesama manusia. semakin berkembangnya sastra. Marcopolo.

Kekayaan kebudayaan yang telah terkenal kebesarannya ke seluruh mancanegara. Peperangan yang digerakan oleh semangatmempertahankan diri. Perubahan bentuk pemerintahan. menjadi Negara RepublikIndonesia. bukan hanya kisah perlawanan fisik semata. dan persoalan kebudayaan nasional mulai terlihat. Peristiwa paling dikenang adalah ketika Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. telah banyak usaha yang dilakukan untuk merumuskan apa itu kebudayaan Indonesia. tetapi juga tentang perlawanan kebudayaan. mencari sebuah wilayah perdagangan baru. yang akhirnya menjadikan Nusantara sebagai wilayah jajahan dalam periode masa yang panjang. Masa tersebut. mulai dari negeri Aceh hingga Maluku. Meskipun demikian. Jika dikaji selama dalam masa penjajahan tersebut. dipenuhi dengan berbagai peperangan di berbagai daerah Nusantara. polemik tentang dasar negara. dari kerajaan kepada negara. membuat para perumus tidak ingin menghilangkan kebudayaan yang sudah lama hidup di negeri ini. Pada masa ini pula. menjadi sebuah perubahan yang menuntut adanya kesatuan wilayah dan kebudayaan di Indonesia. bahasa. misalnya dapat disoroti perubahan bentuk pemerintahan. Undang-Undang Dasar. dari Tiongkok hingga Eropa. terjadi perubahan yang besar dalam banyak bidang kehidupan kita. Namun hingga saat ini. Bahkan kita tampaknya perlu jujur bahwa . Dalam hal ini. Kekayaan kebudayaan yang sedemikian hebat dari wilayah Indonesia. Salah satu wilayah yang mereka temukan adalah tanah Nusantara. Saat itu. Oleh karena itu. Strategi perang dengan taktik memecah belah atau devide et impera membuat perlawanan yang diberikan oleh para pejuang di daerah menjadi tidak berarti.25 Diaz. mulai dari "kecil-kecilan" hingga akhirnya memuncak pada perlawanan secara serentak terhadap penjajahan di bumi Nusantara. Meskipun dalam kesabaran yang panjang pula akhirnya Nusantara menapaki jalan menuju persatuan. usaha perumusan tersebut belum membuahkan hasil yang final dan memuaskan. perlawanan di seluruh wilayah Nusantara masih terus diberikan terhadap kedatangan para pendatang asing yang bermaksud menjajah.

membangun rumah kebudayaan daerah. dikembangkan. c. dan lain-lain).26 masyarakatIndonesia telah banyak yang teralihkan perhatiannya kepada kebudayaan yang dibawa oleh bangsa Eropa dan Amerika. Sudah saatnya kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan budaya barat. d. Untuk itu. kerajinan tangan. b. Menepati janji. Dan masyarakat Barat juga mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri. kebudayaan manusia Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah didesak oleh serbuan kebudayaan asing melalui . yang dahulu pernah dimiliki. Toleransi. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. hingga akhirnya dapat hidup mencapai kebesarannya. Tanamkan minat sejak dini pada kebudayaan daerah Indonesia. Mengenali dan mengembangkan kebudayaan Indonesiaadalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. Konteks keindonesiaan. Rumusan nilai-nilai luhur yang tertuang dalam UUD Dasar 1945 dan Pancasila perlu untuk terus disempurnakan secara berkelanjutan agar kebudayaan nasional sebagai identitas kebangsaan teraktualisasi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Berpedoman pada kebudayaan Indonesia. yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kepada kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. Jujur. f. Tanggung jawab. Prinsip-prinsip pengembangan kebudayaan Indonesia sebagaimana telah dilakukan oleh generasi sebelumnya penting mempertimbangkan hal-hal berikut: a. Mempelajari dan mengenali kebudayaan daerah Indonesia (tarian. Jangan tinggalkan kebudayaan Indonesiakarenakekayaan menunggu untuk dikenali. seni bertutur. alat musik daerah. Oleh karena itu. e. penting bagi kita semua melakukan upaya pengembangan kebudayaan Indonesia secara terus-menerus.

Sementara kebudayaan milik daerah atau nasional sendiri sering kali sulit beradaptasi dengan budaya asing.27 deras arus globalisasi (tata cara hidup sosial lintas-antarbenua). salah satu implikasi globalisasi ialah pada munculnya pola-pola baru dari suatu kebudayaan dalam beragambentuk dan tatanannya. pascamodern. yakni pola atau cara berpikir dan cara memandang dunia. tidak bisa dimungkiri bahwa realitas sosial semacam ini sesungguhnya lahir karena transformasi yang signifikan pada core kebudayaan itu sendiri. (Al Mudra. belajar pantun. misalnya terlihat begitu mencolok perilaku atau tata cara hidup generasi muda yang dekat dengan budaya asing. sebagai "warga dunia". 2007a dan 2008a) Dalam konteks sosial-budaya masyarakatIndonesia. kebudayaan yang ditampilkan kebanyakan generasi muda saat ini bukan melalui proses belajar dan secara sadar mewakili kebutuhan mendasar mereka. berkeputusan.Kebudayaan dengan corak baru ini kerap kita sebut sebagai kebudayaan pasca-industri. dalam realitasnya. Contoh-contoh akibat globalisasi sebelumnya menunjukkan bahwa. Proses akulturasi budaya asing dengan budaya lokal masih kental dengan pengejawantahan nilai-nilai asing itu sendiri dibanding menjadi sebuah kebudayaan milik sendiri. tetapi lebih mengikuti tren kebudayaan baru dari luar (budaya global). Dari kenyataan itu. silaturahmi (kunjung mengunjungi) sanak famili. membatik. implikasi lain dari lahirnya bentuk-bentuk baru dari peradaban dan kebudayaan postmodern di . dan lainnya yang menjadi wujud kebudayaan leluhur masa lalu. Di era tahun 2000-an. Artinya. untuk berpikir. Keadaan masyarakat di era milenium kelima tersebut memiliki konsekuensi logis pada situasi yang akan menggiring kita. diskotek dan tempat hiburan malam lainnya terutama di kota-kota besar dan metropolitan dengan kegiatan gotong royong. Bandingkan antara kegiatan para remaja yang keluar masuk pub. ataupun postmodern. Dalam lingkup sosiokultural yang lebih sempit. globalisasi mampu menjadi penentu arah perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia di dunia. hingga bertindak dalam ritme yang relatif cepat.

yang maknanya adalah menjaga warisan (budaya) lama yang baik. masyarakat yang dinamis tidak selalu menolak pengaruh budaya luar. Sebab. . Disebutkan olehnya bahwa kebudayaan atau budaya merupakan eiri penting (khas) dari manusia.28 atas ialah mulai ditinggalkannya produk-produk kebudayaan lokal (seni. dan memublikasikan kekayaan warisan budaya kita kepada dunia untuk mengukuhkan identitas kita sebagai bangsa yang bermartabat. melainkan terletak pada sikap penafian budaya lama (peninggalan nilai luhur nenek moyang) oleh generasi masa kini. Mengulang bahasan sebelumnya. mengemas. kuno. (Ibid. dan semacamnya. 2005). meski tetap menjaga maratabat dan jati diri bangsa. 2007b) “Hanya manusia yang memiliki kebudayaan. Benefit lain yang bisa dipetik ialah bahwa bangsa ini juga dapat berangsur melepaskan diri dari hegemoni budaya asing (A1 Mudra. bahasa. tidak perlu serta-merta ditolak. seorang ahli lingustik asal Swiss. yang membedakan manusia dengan binatang. hanya dengan memahami dan menjaga kekayaan warisan budaya dan sejarah. maka yang akan terjadi ialah sebuah krisis idcntitas (jati diri). 2002. maupun benda budaya lainnya) oleh masyarakatnya. merawat. Ketika warisan budaya tiada lagi diindahkan. Hal ini berpegang pada prinsip "al muhafadhatu „ala al qadimi as sholih wal akhdzu bi al jadidi al ashlah". tidakup-to-date. Oleh karena itu. 2004. Produk budaya asing yang mendorong kepada perbaikan hidup dankemajuan. akhirnya lebih memilih untuk mengadopsi budaya baru atau budaya kekinian (hybrid culture) yang telah berasimilasi dengan budaya Barat. meski tidak semua. pola-pola perilaku. Oleh karenanya.” begitu kira-kira teori Erns Cassirer. Penting untuk digarisbawahi di sini. sudah sepantasnya kita berupaya menjaga. Produk-produk budaya lokal mulai ditinggalkan lantaran dianggap ketinggalan zaman. dan mengadopsi sesuatu (budaya) yang baru yang lebih baik. bangsa ini akan dihargai dan dipandang secara terhormat oleh bangsa lain. Persoalannya bukan terletak pada boleh tidaknya diterima dan dipraktikkannya budaya hybrid tersebut. dalam bukunya An Essay on Man (1945 via Ahimsa-Putra. generasi terkini dengan basis kulturalnya masing-masing kemudian. 2007b).

29 mengapa hanya manusia yang memiliki kebudayaan. bunyi. Sementara itu. Hal inilah yang kemudian melahirkan diversivitas budaya dalam kehidupan manusia. Manusia merupakan makhluk yang mampu menggunakan. maka kebudayaan dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai: seperangkat atau keseluruhan simbol yang digunakan atau dimiliki manusia dalam hidupnya untuk bisa melakukan reproduksi dan menghadapi lingkungannya. Adalah di antaranya dengan menjaga sikap jujur dan bertanggung jawab terhadap setiap perubahan nilai. dan proses simbolisasi ini melahirkan kebudayaan. apa yang dimaksud dengan simbol? Definisi konsep simbol atau lambang ialah segala sesuatu yang dimaknai di mana malrna dari suatu simbol itu mengacu pada sesuatu (konsep) yang lain. gambar. pelestarian kebudayaan sendiri merupakan prioritas utama untuk menegaskan identitas kebangsaan dan kenegaraan kita. suara. yang diperoleh lewat proses belajar dalam kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat atau komunitas (Ibid). mengembangkan.) Oleh karena hanya manusia yang dapat melakukan pemaknaan terhadap sesuatu dan sesuatu yang dimaknai ini merupakan sebuah lambang basil kreasi manusia sendiri. gerak. sedangkan binatang atau makhluk lainnya tidak? Pendapat ini berangkat dari pemahaman bahwa manusia merupakan animal symbolicum atau binatang yang mengkreasi simbol. aktivitas bersosial dan bermasyarakat. . Wujud lambang-lambang ini bisa berupa teks (tulisan). 2004:29). Tanpa harus tertutup terhadap kebudayaan luar. Catatan berbudaya seperti apakah yang perlu ditanamkan ke setiap generasi bangsa terhadap kebudayaan Nusantara kita. Di sini perlu dicatat bahwa setiap manusia beserta komunitasnya memiliki perangkat simbol (baca: kebudayaan) dan proses simbolisasinya (proses berkembangnya kebudayaan) masing-masing. hanya manusia yang dapat melakukan simbolisasi terhadap sesuatu. serta produk kebudayaan yang dihasilkannya. Sebab itu. sehingga pemaknaan atau penafsiran yang lahir juga beragam (lihat juga Geertz. dan menciptakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk berkomunikasi dengan sesamanya (Ahimsa-Putra. 1973: 89). (Ibid. dan lain sebagainya.

Padahal. ilmiah. tentu menjadi suatu masalah. Namun dari beberapa sebab tersebut. seperti di bidang sains (ilmu pengetahuan). karena Barat memang memiliki keunggulan dalam bidang-bidang tertentu.30 E. yang terus terjadi hingga saat ini dan yang paling mendasar adalah peneitraan. dan gaul adalah ungkapan yang secara tidak langsung menujukkan kondisi rendah diri. Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior. kerendahdirian masyarakatIndonesia terhadap kebudayaannya sendiri. keren. sedangkan kebudayaan daerah di Indonesia. Dikatakan mendasar karena pada saat penjajahan pun sudah terjadi proses pencitraan tersebut. funky. dan karena itu harus juga diselesaikan . mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. Hal ini memang tidak sepenuhnya bermasalah. dan sebagainya. Kerendahdirian ini muncul dari hubungan antara kebudayaan Barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia. Rendah diri ini disebabkan oleh penjajahan. kerusakan perilaku masyarakatIndonesia. Ungkapan khusus seperti. keren. Dan juga masyarakat Barat mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. dan pencitraan yang kuat dari media tentang keunggulan kebudayaan Barat. Namun penilaian kebudayaan Barat lebih superior dan kemudian fenomena masyarakat Indonesia meninggalkan kebudayaannya sendiri yang sudah lama dihidupi. sepertinya jauh dari ungkapan-ungkapan tersebut. Ungkapan-ungkapan tersebut sering kali dilekatkan kepada kebudayaan Barat. Menurut banyak ahli permasalahan kemunduran budaya nasional muncul karena persoalan pencitraan. Kebudayaan daerah di Indonesia ditinggalkan hanya karena dieitrakan tidak ilmiah. PROBLEMATIKA KEBl1DAYAAN INDONESIA Menelusuri pergulatan kebudayaan di Indonesia. akan ditemukan sebuah fenomena yang lazim dihidupi yaitu.

konflik yang menggunakan atau memanipulasi simbol-simbol budaya. Kebudayaan selamanya merupakan langkah strategis pembangunan bangsa. dan pelaku pendukung kebudayaan. Sebagai bangsa yang beradab (civilized society).31 dengan cara pencitraan. norma dan aturan. Ketiga aspek ini dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik. Contohnya. Pendukung kebudayaan menjadi titik sentral bagaimana proses pengembangan kebudayaan berlangsung secara kelembagaan (instituted process). kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus. Tentu. sehingga ternyata perjalanan bangsa sampai kini masih menuju pada kondisi yang memprihatinkan secara budaya. Kelembagaan formal dan informal dalam masyarakat bertanggung jawab kepada keutuhan masyarakat. . Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terusmenerus terjadi. sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai. Pengenalan ini merupakan salah satu modal untuk memiliki dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. Problem kebudayaan dewasa ini antara lain adalah terjadinya penafsiran budaya yang cenderung keliru. Padahal. belum ada suatu usaha yang teruji untuk mengakomodasi budaya lokal di tingkat nasional. Revitalisasi kebudayaan merupakan proses logis dari bagaimana kebudayaan berperan dalam pembangunan dengan tanpa meninggalkannya atau bahkan melupakannya. setelah kebudayaan Indonesia kurang dikenakan dan kurang dikenali oleh sebagian masyarakat Indonesia yang hidup mulai masa 70-an. usaha untuk mengenali kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. masing-masing proses pembelajaran. Sudah saatnya kita melihat bahwa kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan kebudayaan Barat. merupakan salah satu faktor yang membuat rendahnya rasa kepemilikan dan keinginan untuk mengembangkan kebudayaannya sendiri. Alasannya. Padahal tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan pada hakikatnya adalah peradaban. Minimnya pengenalan ini. Indonesia sangat perlu menempatkan kebudayaan sebagai konsepsi dan sekaligus strategi. konteks.

32 .

Kepentingan individu didasarkan manusia sebagai makhluk individu. Ini merupakan kepentingan praktis yang sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. adanya sebuah kebutuhan dasariah manusia untuk membebaskan diri dari segala bentuk dominasi atau kebebasan (Freiheit).33 BAB 3 MANUSIA SEBAGAI INDIVIDUDAN MAKHLUK SOSIAL A. Hal ini sangat kuat berhubungan dengan penyediaan sumber daya natural dan juga kerja (instrumentalis). Kalau kepentingan kekuasaan mengarah pada tendensi . titik kompromi antara kepentingan individu dan bersama ditimbang menurut kadar etis-tidaknya kedua kepentingan tersebut. Di satu sisi. Kepentingan kekuasaan. kepentingan-kepentingan tersebut kadang saling berhadapan dan kadang pula saling berkait. yaitu suatu ajaran tentiang norma dan tingkah laku yang berlaku dalam suatu kehidupan manusia. Di sisi lain. Dalam perbedaan kepentingan ini masyarakat mengalami sebuah pertarungan yang sangat tajam dalam kehidupan sosial dan politik. Apalagi kalau kepentingan kekuasaan dan kepentingan teknis mengabaikan MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK kepentingan sosial. Artinya. yaitu kepentingan individu dan bersama. kepentingan interaksi (social welt). Pertama. kepentingan teknis (objective welt). karena pribadi manusia yang ingin memenuhi kebutuhan pribadi. Freiheit. yang menurut Sartre sebagai sprat utama yang mendorong eksistensi manusia menuju peradaban yang maju. hal ini berhubungan erat dengan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Kedua. masyarakat memiliki tiga jenis kepentingan yang memiliki pendekatan rasio berbeda. Kepentingan bersama didasarkan manusia sebagai makhluk sosial (kelompok) yang ingin memenuhi kebutuhan bersama. HAKIKAT SOSIAL Di dalam diri manusia terdapat dua kepentingan. Ketiga. Terkadang muncul suatu penolakan dan penerimaan yang pada akhirnya bermuara pada etika. Dalam perjalanannya. Menurut Jurgen Habermas (2001).

dan mencari alternatif yang tepat tentang segala persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. dan saling berlomba-lomba melakukan perubahan menuju yang lebih baik dengan individu lainnya. Sebaliknya. Bahkan sejak lahir pun. Ini merupakan media untuk menjembatani setiap kepentingan karena setiap komponen dalam masyarakat memiliki akses yang sama untuk berbicara. membunuh. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dorongan untuk makan. artinya manusia sebagai warga masyarakat. mabuk. Manusia sebagai makhluk sosial. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi. Dorongan untuk mempertahankan diri. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. pribadi manusia dituntut mampu berinteralai. Menurut Haber mas. maka yang terjadi hanya ada penindasan dan redulai. Disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur'an bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. berinteraksi. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan.34 untuk menciptakan distorsi terhadap komunikasi. untuk bisa mendamaikan konflik kepentingan ini. manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial. Dorongan untuk melangsungkan hubungan beda jenis. dan seterusnya. dia selalu membutuhkan bantuan manusia lain. Yakni memiliki unsur-unsur keharusan biologis. karena itu tidak dibenarkan manusia melakukan perbuatan tercela. yang terdiri dari: 1. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada. Dalam ajaran agama-agama dunia juga diterangkan sangat jelas kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia. . 2. seperti berjudi. berkomunikasi. berdiskusi. berzina. bekerja sama. 3. kita membutuhkan adanya sebuah ruang publik (public spare). korupsi.

Pada umumnya. Karena itu. hasrat meniru itu kita dapat lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok. yaitu tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. komunikasi antar masyarakat menentukan peran manusia sebagai makhluk sosial. Tekanan emosional. faktor-faktor personal yang memengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal. Dari gambaran tersebut jelas bagaimana manusia itu membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sebagai pribadi (individu) dan sekaligus sebagui makhluk sosial. Penghematan tenaga. Dalam perkembangannya. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan. dengan demikian tidak dapat dilepaskan dari cara dan bentuk adaptasi mereka terhadap lingkungannya. Secara garis besar. Kondisi psikologis seseorang sangat memengaruhi bagaimana manusia berinteralai satu sama lain. Di antara kebutuhan untuk meniru adalah dalam hal: 1. yang secara lebih luas juga terjadi di dalam kehidupan masyarakat. pribumi terhadap pendatang atau sebaliknya. . yakni: 1. apakah sedang bahagia.35 Dengan keharusan biologis tersebut menggambarkan betapa individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial meniscayakan adanya dorongan untuk saling ketergantungan dan membutuhkan antara satu dengan lainnya. dan masyarakat tradisional terhadap pendatang modern. Proses meniru dapat dicontohkan misalnya anak terhadap orang tuanya. manusia mempunyai kecenderungan sosial untuk selalu meniru guna membentuk diri dalam kehidupan masyaratmya. Banyak faktor yang mendorong manusia secara individual membutuhkan dirinya sebagai makhluk sosial sehingga terbentuk interaksi sosial antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. yaitu menerima bentuk-bentuk pembaruan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. 2.

Yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. maka hubungan itu pasti mulus. artinya manusia tidak bisa hidup sendirian. Jika merasa memperoleh keuntungan. Karena itu. hubungan antarmanusia (interpersonal) berlangsung mengikuti kaidah transaksional. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi yang direndahkan. 2. FUNGSI DAN PERAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Pada hakikatnva.36 senang. Karena ketika seseorang merasa direndahkan dengan secara spontan la membutuhkan kasih sayang dari pihak lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi psikologis kembali seperti semula. : 2009) 1. maka orang tersebut belum bisa dikatakan manusia. manusia senantiasa berperan ganda. dalam hubungan sesama manusia terdapat model dan kualitasnya yang berbeda. Harga diri yang rendah. Manusia sebagai makhluk sosial. B. dan makhluk lainnya). yaitu apakah masing-masing merasa memperoleh keuntungan dalain transaksinya atau malah merugi. 3. Isolasi sosial. ada hubungan secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan secara horizontal (hubungan dengan sesama manusia. atau sebaliknya sedih. tetapi jika merasa rugi. Dalam berinteraksi dengan sekitar. maka . Teori Transaksional (Model Pertukaran Sosial) Menurut teori ini. Manusia sejak lahir sampai masuk liang kubur selalu membutuhkan kehadiran orang lain selain dirinya. maka ia akan berupaya melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. berduka dan seterusnya. maka ia akan memilikihasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain. alam sekitar. Orang yang merasa atau dengan sengaja terisolasi oleh komunitasnya atau pihak-pihak tertentu. Jika manusia tidak berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia lainnya. Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan kualitas hubungan antarmanusia (Achmad Mubarok.

orang dewasa. yaitu anakanak. maka ia akan dicemooh oleh penonton dan ditegur sutradara. dan seterusnya. dan jika permintaannya tidak segera dipenuhi ia akan menangis terguling-guling atau ngambek. Anak-anak itu manja. anak. sebenarnya dalam pergaulan sosial itu sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat. Untuk menjaga hubungan yang harmonis sebagai individu dan makhluk sosial. 3. tetapi orang akan heran jika ada orang tua yang masih kekanak-kanakan. seorang guru harus bagaimana. Teori Peran Menurut teori ini. istri. tetapi jika menyalahi skenario. tidak mengerti tanggung jawab. putus. ia selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyayangi mereka. ras. Demikian juga sudah tertulis perau apa yang harus dilakukan oleh suami. Karena hal itu bisa membual tidak harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia. ayah. atau bahkan berubah menjadi permusuhan. agama. mantu. Manusia memang tidak akan bisa lepas dari berhubungan dengan orang lain. ibu. sadar akibat dan sadar risiko. 2. Dalam hubungan itu kita harus bisa memahami peranan dan kedudukan masing-masing. Adapun orang tua. maka hidupnya akan harmoni. Tidak ada orang yang merasa aneh melihat anak kecil menangis terguling-guling ketika minta es krim. Dalam skenario itu sudah "tertulis" seorang presiden harus bagaimana. seorang gubernur harus bagaimana. mertua. Jangan sampai terjadi kesalahan.37 hubungan itu akan terganggu. Teori Permainan Menurut teori ini. yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. ia lugas dan sadar akan tanggung jawab. Menurut teori ini. jika seseorang mematuhi skenario. Adapun orang dewasa. klasifikasi manusia itu hanya terbagi tiga. dan perbedaan-perbedaan lainnya. dan murid harus bagaimana. umumnya setiap suku bangsa memiliki nilai-nilai dan tradisi yang dapat dikembangkan menjadi model kedamaian yang kondusif bagi keeratan antar suku bangsa. dan orang tua. .

atau famili. pencinta bola. hubungan transaksional ini bermacam-macam sifatnya. kerabat. demikian jika merasa dirugikan akan mengarah perpecahan. melaksanakan perkawinan. Dalam praktiknya. dan seterusnya. pengguna moge (motor gede). Akulturasi Budaya Adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu sedemikian rupa dipengaruhi oleh unsur-unsur suatu kebudayaan lain sehingga unsur-unsur lain itu diterima . DAN INOVASI 1. ASIMILASI. lembagalembaga profit atau nonprofit. masing-masing individu tampaknya biasa melakukan kontak hubungan transaksional.38 Sebagaimana disebutkan Mubarok di atas. jika merasa beruntung hubungan akan berjalan mulus. kematian. Tidak heran dalam nilai-nilai hidup orang Jawa yang masih tetap kuat dipertahankan adalah “mangan ra mangan yang penting kumpul”. Masing-masing individu mendapat manfaat dari proses interaksi secara langsung dan seketika. maka anggota keluarga yang lain akan turut membantu meringankan beban persoalan yang sedang menimpa salah satu anggota keluarga tersebut. jenis pertukaraan ini sering muncul pada perkantoran-perkantoran. Dapat pula transaksional bersifat kekeluargaan atau kekerabatan seperti dilakukan umumnya etnis Jawa dengan sebutan "sambatan". yang paling penting adalah keutuhan keluarga". yakni secara sederhana dapat diterjemahkan "dapat makan atau tidak. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL: AKULTURASI. Salah satu anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah. Pada masyarakat perkotaan. Adakalanya bersifat barter atau pertukaran langsung seperti jual beli di pasar atau mal-mal. atau komunitas-komunitas tertentu seperti komunitas biker. tertimpa kecelakaan atau terlilit utang. C. khitanan. Jenis hubungan transaksional lainnya adalah hubungan pertukaran bersifat pertemanan atau kesetiakawanan. Demikian ini akan dilakukan secara bergiliran dan turuntemurun guna menjaga keutuhan keluarga.

dan sopan santun ala barat. Masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dan yang sukar diterima oleh masyarakat penerima. Dampak akulturasi terhadap masyarakat meniscayakan seorang peneliti perlu memerhatikan beberapa hal berikul: 1. Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan. Masalah mengenai metode untuk mengobservasi. demikian yang dikemukakan Koentjaraningrat (1997): 1. seperti bahasa. Contoh yang muncul adalah ketika pihak pribumi mulai menerima penggunaan gaya hidup. 5. Kajian akulturasi meliputi lima hal pokok. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima. 4. dan individu-individu apa yang sukar dan lambat menerima unsur-unsur kebudayaan asing. Masalah mengenai ketegangan-ketegangan sosial yang timbul akibat adanya akulturasi. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsurunsur kebudayaan asing tadi. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing itu. mencatat dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat. 5. 3. .39 dan disesuaikan dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya identitas kebudayaan asli. 2. mode pakaian. Masalah mengenai individu-individu apa yang mudahdan cepat menerima. 2. 3. 4. Masalah unsur kebudayaan mana saja yang mudah diganti dan diubah dan unsur kebudayaan mana saja yang tidak mudah diganti dan diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing.

memberi manfaat kepada dua belah pihak c. Faktor simpati. . 2.40 2. 3. Pertemuan budaya-budaya antar kelompok itu masing-masing berubah watak khasnya dan unsur-unsur kebudayaannya saling berubah sehingga memunculkan suatu watak kebudayaan yang baru/campuran. Bermanfaat Bagi Proses Asimilasi Proses pembaruan (inovasi) dapat digolongkn dalam bentuk: a. Faktor penghambat adanya proses asimilasi budaya: 1. Sifat takut terhadap kebudayaan yang dihadapi. Faktor yang memudahkan/penarik terjadinya asimilasi budaya: a. Discovery. atau tindak lanjut inovasi berupa pengakuan. 3. Kelompok manusia ini saling bergaul secara intensif dalam kurun waktu yang lama. Invention. pemahaman saling menghargai dan memperlakukan pihak lain secara baik. 2. b. Kelompok-kelompok manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Inovasi (Pembaruan) Campuran. b. Asimilasi Budaya Proses asimilasi dapat terjadi jika terjadi hal-hal sebagai berikut : 1. penerimaan. kelakuan saling menerima dan memberi dalam struktur himpunan masyarakat. dan penerapan proses koleh masyarakat. Faktor toleransi. 3. Faktor kemanfataan timbal balik. Perasaan ego dan superioritas yang ada pada individu-individu dari suatu kebudayaan terhadap kelompok lain. Kurangnya pengetahuan terhadap unsur kebudayaan yang dihadapi (dapat) bersumber dari pendatang ataupun penduduk asli. atau penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru berupa gagasan individu atau kelompok.

penghargaan dan pengakuan. jika tidak pastilah sangat tidak memberikan hasil yang maksimal..41 Pemanfaatan hasil inovasi bergantung: a. Harus memberikan kemanfaatan bagi masa depan. guru-guru anggotaanggota pengurus. khususnya di negara-negara berkembang yang dilakukan oleh Eicholz dan Rogers (Zaltnian.et al. Resistensi akan berkurang jika administrator. rangsangan materi. Dari situ diperoleh 12 prinsip yang dapat mengurangi penolakan (resistance) atas gagasan baru (innovation) sebagai berikut: a. Resistensi akan berkurang jika partisipan melihat perubahan itu sebagai upaya pengurangan beban mereka sekarang dan bukan justru menambah beban baru. dan fasilitas lain. Goodwin Watson. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu secara jelas mendapat dukungan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi dari sistem (kehidupan masyarakat) itu. d. dapat berupa pengakuan ilmiah. . pemberian gelar. telah mengumpulkan data berbagai hasil penelitian tentang upaya pembaugunan dan pengembangan masyarakat dari sekitar 500 studi difusi inovasi di berbagai bidang kajian keilmuan baik secara empiris maupun non-empiris. Sistem perangsang. b. 1972: 621). dan pimpinan-pimpinan masyarakat merasa bahwa proyek (inovasi) itu adalah milik mereka bukan sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan oleh orang lain (luar). c. Persepsi masyarakat pendukung dalam kelompok. penelitian terhadap situasi yang dihadapinya. sebuah penemuan perlu mendapat dukungan kelompok guna pengakuan sebagai kebutuhan dasar. c. Mutu serta ketahanan SDM. dalam setiap keanggotaan kelompok pasti terdapat individu yang selalu merasa tidak puas dan merasa kekurangan sehingga secara sadar individu ini melaksanakan aktivitas pengkajian. b. Proses inovasi menimbulkan suatu perubahan (evolusi).

l. dan jika ketentuan yang dibuat untuk mandapatkan umpan batik (feedback) persepsi masyarakat tentang inovasi serta penjelasanpenjelasan berikutnya sesuai dengan yang mereka butuhkan. h. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu serasi dengan nilai-nilai (values) dan gagasan-gagasan yang telah lama diketahui masyarakat. i. Resistensi akan berkurang jika partisipan mendapatkan penerimaan. serta kepercayaan dari teman-teman mereka satu sama lainnya. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu diadopsi atas dasar keputusan (konsensus) kelompok itu sendiri. g. e. j. memperkenalkan kesulitan-kesulitan yang berarti atauperlu diatasi serta mengambil langkah-langkah seperlunya terhadap hal-hal yang tidak pantas ditakuti. Resistensi akan berkurang jika dalam inovasi itu partisipan merasa bahwa kemandirian (autonomy) dan keamanan (security) mereka tetap terjamin. Resistensi akan berkurang jika partisipan diikutkan dalam upaya diagnostik yang membawa mereka untuk menyetujui apa yang jadi problem mendasar (gagasan sentral) dan untuk yang merasakan bahwa hal itu penting dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya. Resistensi akan berkurang jika diberitahukan dengan bijaksana alas penolakan terhadap inovasi karena kesalahpahaman dan salah penafsiran. Resistensi akan berkurang jika program inovasi itu menawarkan jenis pengalaman yang dapat menarik minat partisipan. Bennis. f. Resistensi akan berkurang jika penganjur (proponent) mampu untuk memperkenalkan diri secara baik/jelas (emphertize) terhadap penerima anjuran (opponent). k.42 d. (Warner G. pembenaran. 1969: 56-57) . Resistensi akan berkurang jika inovasi itu terbuka atas kritikan perbaikan dan pertimbangan ulang jika dibutuhhan untuk mendapatkan perubahan yang lebih memuaskan. dukungan.

yang berkaitan dengan dorongan dan larangan berupa beban sosial dan finansial jika inovasi itu digunakan. Semula individu atau kelompok yang bersangkutan tidak mengetahui dan mengabaikan "ignorance" inovasi itu. Sebaliknya. (5) adopsi (penggunaan). judgement". sementara pertimbangan cenderung mengambil jalan pintas . teori penerimaan dan penolakan gagasan baru yang dideskripsikan oleh Eicholz dan Rogers di atas disebut dengan namaa rejection-adoption theory. Individu bersangkutan semua belum memiliki pengetahuan tentang inovasi “ignorance" dan telah memiliki pengetahuan lama "traditional". Meskipun sebelumnya ia telah memiliki pengetahuan lama "traditional". lndividu bersangkutan mulai memberanikan diri untuk menggunakan inovasi sebagai percobaan pendahuluan "experiment". pendapat warga masyarakat umumnya. lndividu bersangkutan menerinia inovasi itu digunakan seterusnya atas dasar percobaan yang berhasil sebelumnya. Proses adopsi terjadi disebabkan lima tahap: (1) awareness (kesadaran).43 Sementara itu. jika pada penggunaan-penggunaan berikutnya terus-menerus gagal. Ketika gagal dicobanya lagi hingga berhasil. maka penggunaan itu akan dihentikan (discontinuance). Ketika mengikuti pelajaran. (2)interest (menaruh minat). penolakan (rejection) terjadi karena tahapan-tahapan berikut: (1) awareness (kesadaran). Kemudian dengau kesadaran bersedia belajar tentang eksistensi inovasi yang belum diketahui tadi. Individu bersangkutan menilai inovasi itu dan mendorong jiwanya memilih hal-hal yang sesuai dengan kondisi dirinya personal": (4) trial (percobaan). inovasi itu dirasakan lebih kompleks dan sulit inovasi dimengerti hingga terjadi Penggunaan ditangguhkan “suspended kesalahpahaman. Akan tetapi. Tahap ini penggunaan inovasi masih ditangguhkan selama mempertimbangkan “suspended judgment” nilai hakiki yang terkandung di dalamnya sambil membandingkannya dengan cara lama. Jadi. ia mempelajari keadaan “situational” (3) evolution (penilaian). agama. Individu bersangkutan memperluas upaya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang adat istiadat.

susperidedjudgment. pemutusan penggunaan (discontinuance) akan berlangsung dalam waktu panjang yang tidak terpastikan (Zaltman. tetapi kurang mereka perhatikan karena belum biasa dalam masyarakat. (2) indifference (acuh tak acuh). sudah biasa. terjangkau secara finansial. Teori penerimaan dan penolakan ini dapat dibandingkan dengan teori pertukaran dari Homans terkait proposisi sukses. Individu bersangkutan akan mengakhiri dengan penolakan seterusnya terhadap inovasi tersebut dan tetap mempraktikkan cara biasa. Skema dari The rejection-adoption theory ini terlihat sebagai berikut (Rusmin Tumanggor. nilai. personal dan experimental. Dalam diagram ini terlihat ada masa ignorance. situational. memerhatikan situasi. 1972: 624). individu bersangkutan tidak memahami betul fungsi inovasi itu menggantikan apa dari cara lama. penangguhan pertimbangan. Konsekuensi logis dari penolakan ini. Individu bersangkutan semakin acuh tak acuh setelah melihat keadaan "situational". apa faedahnya yang lebih menonjol daripada cara lama. 1990: 27-28). akan tetapi kembali saja kepada cara lama yang telah dia ketahui dan biasa dipraktikkan. dan berhasil juga.44 saja yaitu penggunaan cara lama lebih mudah. bagaimana kedudukan cara lama yang digantikannya. Sehingga tidak lagi diiringi dengan upaya belajar yang sungguh-sungguh. yaitu masa pengabaian. Ketika individu bersangkutan atau orang lain melakukan percobaan dengan inovasi itu “experiment”. diragukan bertentangan dengan agama. adat istiadat. serta pengalaman. dan (5) rejection (penolakan). individu bersangkutan tidak lagi berusaha untuk mencoba hingga berhasil.et al. (4) trial (percobaan). (3) denial (penolakan). kondisi dan kebutuhan diri. dan pendapat orang umumnya. .. Meskipun inovasi itu kelihatannya logis. norma. terjadi insiden atau kegagalan. Sehingga la menyangkal kehadiran inovasi. aman dari segi sosial. Pada masa kebutuhan pemilihan inovasi yang sesuai untuk dirinya “personal”.

Rejection Adoption Ignorance Awareness Stage Gambar TIME Suspended Judgment Awareness Stage Indifference Situation Interest Stage Denial Stage Personal Evaluation Stage Trial Stage Experimental Trial Stage Rejection Disontinuance Adoption Gambar 2 Skema Alur Adoption-Rejection Theory . diperhatikan. perasaan religiositas. Kebutuhan fisik (sandang. Contoh nyata yang paling sering kita lihat dan alami adalah bila ada seseorang yang sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit. Dengan kunjungan tersebut.45 D. dan dicintai. tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya. sekolah. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah.pangan. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. rasa aman. Rejection From of adoption. maka orang yang sakit tentu merasa mendapat dukungan sosial. kebutuhan sosial (pergaulan. papan). baik ringan maupun berat. pengakuan. sehingga dirinya merasa dihargai. pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu. maka sanak saudara ataupun temanteman biasanya datang berkunjung.

Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia. mendapat saran. karena sesuatu yang actual dan memberikan kepuasan. atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. karena menyangkut persepsi tentang keberadaan (availability) dan ketepatan (adequacy) dukungan sosial bagi seseorang. secara emosional merasa lega karena diperhatikan. dalam arti bahwa orang yang menerima sangat meraakan bantuan bagi dirinya. Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cobb yang mendefinisikan dukungan sosial sebagai adanya kenyamanan. menghargai. dukungan sosial tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. dan menyayangi kita. berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berdasarkan kualitas). berpendapat bahwa dukungan sosial itu selalu mencakup dua hal. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan sosial. bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek di dalatn lingkungan sosialnya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkah laku penerimanya. . perhatian. kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan. merupakan persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan(pendekatan berdasarkan kuantitas). Dukungan sosial bukan sekedar mmeberikan bantuan.46 Dukungan sosial (social support) didefinisikan oleh Gottlieb (1983) sebagai informasi verbal atau nonverbal. saran. 2. Pendapat senada dikemukakan juga oleh Sarason (1983) yang mengatakan bahwa dukungan sosial adalah keberadaan. penghargaan atau menolong orang dcngan sikap menerima kondisinya. tetapi yang penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan itu. kesediaan. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan social yang diberikan. yaitu: 1. Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima. Sarason (1983). Hal tersebut penting dipahami oleh individu yang ingin memberikan dukungan sosial.

ada dua sumber dukungan social yaitu sumber artikulasi dan natural. Menurut Rook dan Dooley (1985). misalnya dukungan social akibat bencana alam melalui berbagai sumbangan social.47 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan social merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orangorang tertentu dalam kehidupannya dan berada dalam lingkungan social tertentu yang membuat si penerima merasa diperhatikan. b. dan kerabat). sehingga dukungan social memiliki makna yang berarti bagi kedua belah pihak. Sumber dukungan social sesuai dengan situasi dan keinginannya yang spesifik. Namun perlu diketahui seberapa banyak sumber dukungan social ini efektif bagi individu yang memerlukan. Sumber dukungan social yang natural berakhir dari hubungan yang telah berakar lama. misalnya anggota keluarga (anak. Sumber dukungan social yang natural memiliki kesesuaian dengan norma yang berlaku tentang kapan sesuatu harus diberikan. Sumber dukungan social merupakan aspek paling memerlukan. dan dicintai. . teman dekat atau relasi. Sumber dukungan social yang bersifat natural berbeda dengan sumber dukungan social yang bersifat artificial dalam sejumlah hal. Orang yang menerima dukungan social memahami makna dukungan social yang diberikan oleh orang lain. Sumber-sumber dukungan social banyak diperoleh individu dari lingkungan sekitarnya. Dukungan social itu bersifat nonformal. Keberadaan sumber dukungan social natural bersifat apa adanya tanpa dibuat-buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifat spontan. suami. yang dimaksud dengan dukungan artikulasi adalah dukungan social yang dirancang ke dalam kebutuhan primer seseorang. Perbedaa tersebut terletak dalam hal sebagai berikut : a. dihargai. Dukungan social yang natural diterima seseorang melalui interaksi social dalam kehidupannya secara spontan dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Sementara itu. istri. c.

aman. nyaman serta merasa memiliki dan dimiliki darn kelompok. perhatian. atau anggota keluarga/ teman dekat/sanak keluarga yang Arab dan memiliki hubungan yang harmonis. serta melakukan kegiatan yang sifatnya rekreatif secara bersama-sama. Sumber dukungan social yang natural memiliki keragaman dalam penyampaian dukungan social. f. namun satu sama lain saling berhubungan.48 d. Misalnya Weiss (Cutrona dkk. Orang yang menerima dukungan sosial semacam ini merasa tenteram. e. lntegrasi sosial (social integration) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan memiliki suatu kelompok yang memungkinkannya untuk membagi minat. dan damai yang ditunjukkan dengan sikap tenang dan bahagia. Adapun komponen-komponen tersebut adalah: 1. Bagi lansia adanya orang kedua yang cocok. 2.1994: 371). Sumber dukungan semacam ini memungkinkan lansia mendapatkan rasa aman. mengemukakan adanya enam komponen dukungan social yang disebut sebagai “The Social Provision Scale”¸di mana masing-masing komponen dapat dapat berdiri sendiri-sendiri. Kerekatan emosional (etttotional attachment) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan seseorang memperoleh kerekatan (kedekatan) emosional sehingga menimbulkan rasa aman bagi yang menerima. Sumber dukungan social yang natural berakar dari hubungan yang telah berakar lama. Sumber dukungan social yang natural terbebas dari beban dan label psikologis. Sumber dukungan sosial semacam ini yang paling sering dan umum adalah diperoleh dari pasangan hidup. terutama yang tidak memiliki pasangan hidup. menjadi sangat penting untuk dapat memberi dukungan sosial atau dukungan moral (moral suppport). Adanya kepedulian oleh masyarakat . mulai dari pemberian barang-barang nyata hingga sekadar menemui seseorang dengan menyampaikan salam. Para ahli berpendapat bahwa dukungan social dapat dibagi ke dalam berbagai komponen yang berbeda-beda.

Adanya pengakuan (reanssurance of worth) Pada dukungan sosial jenis ini lansia mendapat pengakuan atas kemampuan dan keahliannya serta mendapat penghargaan dari orang lain atau lembaga. lansia mendapat dukungan sosial berupa jaminan bahwa ada orang yang dapat diandalkan bantuannya ketika lansia membutuhkan bantuan tersebut. .atau mendengarkan ceramah ringan yang sesuai dengankebutuhan lansia. Sumber dukungan sosial semacam ini dapat berasal dari keluarga atau lembaga/instansi atau perusahaan/organisasi di mana sang lansia pernah bekerja. Bentuk lain dukungan sosial berupa pengakuan adalah mengundang para lansia pada seliap event/hari besar untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut bersama-sama dengan para pegawai yang masih berusia produktif. Untuk lansia yang tinggal di lembaga. maka para mantan pejabat yang telah pensiun/memasuki masa lansia biasa diundang hadir dalam upacara ataupun resepsi yang diadakan oleh instansi tersebut. Ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance) Dalam dukungan sosial jenis ini.Mereka merasa bahagia.49 untuk mengorganisasi lansia dan melakukan kegiatan bersama tanpa ada pamrih akan banyak memberikan dukungan sosial. Contoh: Setiap hari besar TNI. dan dapat mencurahkansegala ganjalan yang ada pada dirinya untuk bercerita. Uang pensiun mungkin dapat dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan sosial juga. sehingga para lansia mendapat pelayanan yang memuaskan. Karena jasa. 4. ceria. Dukungan sosial jenis ini pada umumnya berasal dari keluarga. Hal itu semua merupakan dukungansosial yang sangat bermanfaat bagi lansia. kemampuan dan keahliannya maka ia tetap mendapat perhatian dan santunan dalam berbagai bentuk penghargaan. bila seseorang menerimanya dengan rasa syukur. 3. misalnya pada Sasana Werdha ada petugas yang selalu siap untuk membantu para lansia yang tinggal di lembaga tersebut.

Kesempatan untu mengasuh (opportunity for nurturance) Suatu aspek penting dalam hubungan interpersonal akan perasaan dibutuhkan oleh orang lain. 6. atau nasihat yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi. dan juga orang tua. sumber dukungan sosial ini adalah keturunan (anak-anak) dan pasangan hidup. Menurut Weiss (Cotuna dkk. Jenis dukungan sosial ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan bahwa orang lain tergantung padanya untuk memperoleh kesejahteraan. 1994). saran. Dukungan sosial jenis ini bersumber dari guru. Itulah sebabnva sangat banyak lansia yang merasa sedih dan kurang bahagia jika berada jauh dari cucu-cucu ataupun anak-anaknya. pamong dalam masyarakat. . Bimbingan (guidance) Dukungan sosial jenis ini adalah berupa adanya hubungan kerja ataupun hubungan sosial yang memungkinkan lansia mendapatkan informasi. alim ulama.50 5. figur yang dituakan.

(2) kelompok tertentu. sehingga orang memungkinkan memiliki tabiat ”beradab”. Peradaban adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut bagian-bagian atau unsur-unsur suatu kebudayaan yang dianggap halus maju. HAKIKAT PERADABAN MANUSIA Hakikat peradaban bisa kita mulai dengan definisi ”peradaban” itu sendiri. namun merupakan kesatuan yang utuh. yang teridentifikasi melalui unsur-unsur objektif umum. penegakan satu peradaban tergantung pada kelompok dengan nilai yang Wanutnya. Ibarat buku masa kini dan akan datang. Juga bisa tantangan zaman berbeda. Peradaban adalah sebuah entitas terluas dari budaya. Dalam definisi peradaban juga mengandung adanya perkembangan pengetahuan dan kecakapan. maka nilai yang dipakai berbeda pula. serta tantangan zamannya. Peradaban mengambil padanan kata civilization yang berarti nilai hidup satu kelompok atau dalam merespons tantangan masa yang dihadapinya dalam era tertentu (Oxport Dictionaty English oleh Hassan Shadily: 2003). Padahal masa lalu itu sesuatu yang sudah selesai masa kini dan masa depan menyediakan kreativitas yang baru. teknologi. dan kebudayaan suatu bangsa. merupakan sambungan halaman demi halaman yang berbeda. Pengertian demikian memungkinkan respons suatu kelompok orang akan berbeda dengan kelompok lainnya. Sekurangnya tiga inti peradaban. antara dimensi masa lalu dan masa kini kerap mendatangkan kebimbangan pada kita. Dengan demikian. . seperti bahasa sejarah. yakni menyangkut sopan santun. yaitu: (1) nilai.51 BAB 4 MANUSIA DAN PERADABAN A. Agaknya dengan dimensi peradaban itu. dan (3) tantangan zaman. dan indah. dan politik. budi bahasa. Karena itu manusia beradab salah satunya memiliki ciri mampu mengendalikan dirinya. Peradaban juga sering menunjukpada kemajuan ekonomi. Respon dengan cara berbeda itu bahkan yang tidak beradab sekalipun dimungkinkan bisa terjadi.

suatu kebudayaan dapat diserap dan merambah ke seluruh dunia jika memiliki perangkatnya. kebiasaan. Islam. Artinya. Mungkinkah lahir sebuah peradaban universal? Asumsi ini lahir dari satu pemikiran bahwa suatu budaya senantiasa tidak lepas dari kemanusiaan dan adanya penerimaan secara umum terhadap nilai-nilai. Akan tetapi. Barat. Budaya di sebuah desa di ItaliaSelatan mungkin berbeda dengan yang di Utara. Dengan dua modal tersebut suatu kebudayaan akan memiliki banyak peluang untuk disosialisasikan ke segala penjuru negeri. tetapi keduanya bisa disebut budaya Italia yang membedakan mereka dari karakteristik desa-desa di Jerman. suatu peradaban mampu berkembang dengan pesat. Hindu.52 agama. Ortodoks. Karena itu negara-negara maju yang mempunyai kekuatan akses yang besar akan mampu membentul: opini dunia. Jepang. sebuah peradaban mengalami pasang surut. keyakinankeyakinan. yaitu transportasi dan komunikasi. Terkadang. Sepanjang sejarah umat manusia. . Dalam alam yang serba canggih. dan mempunyai kemampuan untuk menghadirkan selalu produk budaya yang up-to-date. orientasi-orientasi. dan institusi-institusi oleh umat manusia di seluruh dunia. taklagi relevan dengan kehidupan manusia. Mengglobal berarti mendunia. banyak juga peradaban yang hilang ditelan bumi dan terkubur di dalam pasir-pasir masa. dan memengaruhi kehidupan manusia. Peradaban yang mampu bertahan (Peradaban Mayor) antara lain: Peradaban Tionghoa. negara-negara maju mampu memprakarsai format “peradaban masyarakat dunia”. Kondisi ini terjadi pada masyarakat modern di mana dalam perjalanannya telah melahirkan adanya proses globalisasi. Amerika Latin. mampu beradaptasi. institusi. dan Afrika. perilaku-perilaku. maupun melalui identifikasi diri yang subjektif.

Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi.53 B. sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru. Melalui pemikiran evolusi inilah kemudian pelbagai pandangan dari cabang ilmu biologi dipersatukan. Atau evolusi juga sering dimaksudkan sebagai perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. transformasi. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat graduai. bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal usul kehidupan dan dirinya. dukungan dan pengayaan-pengayaan. Ide tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Namun di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan. Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. berdasarkan arah adaptasinya bersifatgradual dan berdasarkan hasilnva sendiri selalu dimulai terbentuknya. Perkembangan tentang teori evolusi tersebut sangat menarik untuk diikuti. Darwin (1858) mengajukan dua teori pokok: yaitu spesies yang hidup species berasal dari spesies yang hidup sebelumnya. Dalam perkembangannya. dan/atau evolusi biologi. teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label "Neo-Darwinian" dan "Modern Sintesis". Jadi. dan yang menganut paham teori penciptaan Universal Crastion). Atau evolusi diartikan dengan perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa. dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga alternatifi. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi kuasi . tampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling sering dijadikan rujukan pokok. yaitu melaui konsep penciptaan. antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan.

Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi. Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxlcy (18251895). Oleh karenanya. punctual. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau. berdasarkan polanya (gradual. aliran gen. khususnya genetika maka teori evolusi Darwin diperkaya. Fisher (1930). dan saltasi). Perubahan dan genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu. dan Mayr (1942). Pada 1858 Darwin memublihasikan The Originyang memuat dua teori utama. yaitu: mutasi. Dobzhansky (1937). yaitu: 1. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain. Selelai alam adalah “process of presenving. c. Evolusi terjadi melalui seleksi alam. in nature favorable variantions and ultimately eliminating those that are injurious”. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama. teori evolusi yang sekarang disebut New Darwinian atau Modern Sinteds. 2. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnva. dan genetic drifi. Topik yang akan dibahas di bawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta. . Menurut Darwin. agen tunggal penyebab terjadinva evolusi adalah seleksi alam. Secara singkat. danyang menganut paham teori penciptaan (Universal Crastion) b. Goldschmidt (1940). tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah: a. dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan mikro). b. Dengan berbagai pekembangan dalam ilmu biologi. melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain. proses evolusi oleh seleksi alam (NeoDarwinian) terjadi lcarena adanya: a.54 dankuantum). Secara umum. Mendapat kritik dan pengayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915).

Menurut Darwin. Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama: a. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan ". Generasi berikut mewarisi "kombinasi gen yang sukses" dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi. Kemudian Owen lebih keras lagi menentang teorinya.55 c. Kelompok "Creationist" yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh Yang Mahakuasa untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu. Goethe mengabstraksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan. Kelompok penganut filsafat "Idealist" yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekrang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut leih lanjut semua spesies makluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. e. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Untuk para penentangnya.. d. Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup "ilmiah". b. Produksi varian baru melalui materi genetik yang diturunkan (DNA/RNA). Teorinya akan ditentang banyak pihak. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. dari dua kelompok pertamasebelumnya Darwin cukup menandaskan bahwa Keajaiban-keeajaiban atau intervensi dari kekualan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Darwin (1959) di halaman 435. Kompetisi antar-individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya. Darwin memandang masalah ini . penjelasan tentang "homologi" dan "unity of types" terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah. Pada Origin edisi pertama. menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah "irzteresting" dan "unity of type"-nya merupakan "hukum" biologi yang penting. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum "archetypes".. c. tetapi itu bukan penjelasan ilmiah".

Anggota populasi yang membawa genotipe yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. Secara umum. atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.56 sebagai proses. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastis tanpa pilihpilih. Perbedaan fekunditas. teori itu diperkaya sehingga muncul Neo-Darwinian. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan selcksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cenderung berlambah jumlahnya seperti deret ukur. sering kali merupakan bagian kecil. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi. Hanya sebagian. Dengan berkembangnya ilmu genetika. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu interior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. karena anggota populasi dengan genotipe yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. sementara konsep archehtype adalah timeless. definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan nonrandom dalam reproduksi terhadap genotype. populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. sesungguhnya juga merupakan agen penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan . Menurut Lemer (1958). Jadi. dari keturunannya bertahan hidup: sementara sebagian besar lainnya tereliminasi. Seleksi alam pun juga masih bekerja. dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar-anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Jika makanan dan sumber daya yang lain tidak terbatas selama suatu musim. pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Darwin adalah penganut paham materialisme. sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. Darwin mengemukakan bahwa selkcsi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi.

melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile. slogan Herbert Spencer ”survival of the fittest in the struggle for life” sebagai alternative untuk menerangkan proses seleksi alam. paling agrasif atau paling bertenaga. Darwin telah menerima. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetik yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetik di mana nantinya seleksi alam bekerja. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotipe yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype. Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya meteriil baru (bahan genetic yang baru di masa mendatang akan dapat diseleksi lagi). Permasalahan itu terpecahkan setelah T.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. Pada seleksi buatan. yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. breader akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan dating. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan di objek seleksi oleh alam. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan datang. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. (Dobzhansky. (Dobzhansky. 1970). 1970). namun dengan sedikit keraguan. justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. . yang ditunjukkan dalam angka kematian. namun saat ini slogan itu tampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat.57 jumlah individu yang dapat betahan hidup dan/atau jumlah individu yang akan mati.

namun Haidar Bagir. e. Penggantian pola pikir esensialieme oleh pola pikir polulasi. proses vang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistis yang sepenuhnya jauh dari dogma agama. 'Ientang prinsip survival of the littest. Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman. Secara ilmiah.". Bagir (2003). Kita tetap menolaknya. maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. Tetapi tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu. c. teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh.. f. Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi. dan budaya: a. pakar filsafat Islam. tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga sosial ekonomi.. Karena betapa pun demikian. Musolini di Italia. Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Akan tetapi. tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. Penolakan terhadap theology kosmis.58 Implikasi dari teori evolusi melalui alam ini sangat luas. Harun Yahya yang "menyerang" teori Darwin. b. Bagir justru . Paham creationisme berkurang pengaruhnya. karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut. d. menanggapinya dengan mengatakan "Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistik asal usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian. kebijakan "eugenic" di Singapura di masa Lee Kuan Yu. Penjelasan "desain" di dunia oleh proses materialistis seleksi alam. sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agamawan. Saat ini. Dari segi teologis ada kekhawatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan.

ataukah kebiasaan manusia yang suka berkumpul? Penjelasan dari pertanyaan tersebut lebih bermanfaat untuk dikaji para ahli karena akan menjelaskan perbedaan manusia dengan simpanse ataLl neanderthal. Kita tidak boleh terjebak pada penjelasan kausal empiris tentang akar pohon manusia long tanpa akhir. Mengapa manusia dapat bertahan lebih kuat dibanding makhluk lainnva dari proses. Yakni. Apakah manusia ada melalui penciptaan atau proses evolusi. Apa yang diperdebatkan tentang hipotesis akar pohon asal mula keluarga manusia di atas oleh banyak ahli mulai dianggap tidak terlalu penting untuk didiskusikan lebih jauh. apakah nenek moyang manusia berasal dari simpanse atau neadethal. karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan tidak bertentangan dengan kandungan AlQur‟an. Karena itu adalah tidak penting penting memperbedatkan apakah manusia dari spesies yang sama dengan simpanse atau neadethal. ataukah keahlian manusia dalam berkomunikasi. Menurut antropolog John Hawks dari Universitas of Wisconsin-Madison (2010). Apakah disebabkan oleh kondisi fisik kita yang lebihtahan terhadap penyakit. keduanya adalah dialektika pemikiran tentang asalmula manusia yang cemerlang.59 membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya. meskipun terdapat temuan inilah manusia secara genetik tidak jauh berbeda dengan simpanse atau neadethal(Kompas. 15 Mei 2010). lebih baik lcita mendiskusikan apa yang membual kita dapat bertahan hingga kini. adalah lebih bijak jika mulai diteliti faktor yang mcnyebabkan manusia modern dapat bertahan lebih lama hingga kini dantidak punah seperti simpanse atau neadethal. KIta tetap perlu melihat sisi lain berupa pelajaran penting dari diskusi tersebut. seleksi alam yang sedang berlangsung?. Apakah melalui nilainilai kemanusian sehingga melahirkan peradaban modern berupa peralatan-peralatan canggih ataukah memang secara fisik lebih kuat dibandingkan makhluk lainnya? Ataukah karena keahllian manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya sehingga perlbagai tantangan dan rintangan alam mampu direkayasa dan dicarikan jalan keluarnya? Apa pun .

Kekuatan pendorong dalam peradaban budaya manusia modern ini sangat dipengaruhi . Penambahan jumlah populasi juga menambah beban bagi potensi pertanian dan kebutuhan lahan semakin meningkat. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA Pada perkembangannya. samudra. Melalui geologi masa lampau. kehidupan manusia modern muncul sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir sungguh hanea sekejap jika dibandingkan dengan sejarah planet bumi yang sudah berusia 5 miliar tahun. padang rumput. dan biosfer untuk sebagian besar telah mengikuti perputaran alami. tempat berteduh. kondisi di atmosfer. dan kawasan industri. meningkat kita melepas senyawa-senyawa lain yang menyebabkan timbulnya lubang di lapisan ozon yang berfungsi melindungi kita dari radiasi ultraviolet dan hita membakar bahan bakar yang menyebabkan terbentuknya gas-gas panas yang tidak dapat keluar dari lapisan atmosfer sehingga jumlahnya terus bertambah. kita tida k dapat menolak bahwa kemampuan manusia dalam bertahan melewati seleksi alam melahirkan pelbagai produk peradaban berharga (baik yang bernilai ositif dan negatif bagi kemanusiaan) yang patut dijadikan pelajaran penting bagi setiap generasi manusia mendatang. namun kita telah memengaruhinya dengan menggunakan energi yang menyebabkan polusi sewaktu membuat niakanan. tempat tinggal. Kita tidak dapat mengganggu sistem bumi sccara keseluruhan. Bahan baku yang diambil dari permukaan bumi untuk menjaga kestabilan ekonomi dari dunia yang sedang berkembang.60 jawabannya. dan sejumlah produk lainnya bagi populasi dunk yang. Hutan-hutan Uropis yang merupakan tempat tinggal bagi jutaan spesies ditebang untuk pertanian. dan kita memperlakukan atmosfer. dan sebagai limbah yang dihasilkan daripenggunaan energi dan barang-barang dalam kehidupan sehari-hari. C. Sekarang kegiatan-kegiatan manusia merupakan kekuatan yang penting yang mendorong perubahan-perubahan di dalam lingkungan global. tanah.

.Dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya manusia telahmerasa menguasai lingkungan. Dengan meningkatknya populasi manusia di planet bumi akan semakin menambah marak kehidupan terhadap lahan dan sumber daya lainnya yang potensial dan strategis bagi kelangsungan hidup kelompok-kelompok manusia yang pada suatu saat terjadi ketergantungan terhadap lingkungan alam. Akibat kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan telanologi menjadikan manusia kurang menyadari pentingnya adaptasi terhadap lingkungan alam. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa evolusi budaya lebih mendominasi adaptasi biologis manusia terhadap lingkungan manusia.61 oleh kemampuan akal pikiran dan budi daya manusia dalam mempertahankan kehidupannya di planet bumi ini. Terlebih lagi ketiha perkembangan teknologi sebagai bagian dari perkembangan budaya yang paling menonjol. Akibat perkembangan budaya. Api merupakan penemuan teknologi paling awal yang membawa peradaban manusia pada kemampuan untuk mengubah lingkungan binaan menjadi lingkungan binaan yang scsuai dengan kehendak dan aspirasinya. manusia karena peradaban yang dibawanya dengan teknologi sebagai instrumenyang menyertainya menjadikan pandangan manusia terhadap lingkungan alamiah mengalami perubahan yang berarti. karena dengan teknologi manusia bisa mengatasi berbagai hal dalam bentuk relung dan kondisi lingkungan tanpa memiliki kemampuanalami. atau bertamasya ke ruang angkasa tanpa harusbersayap. Peradaban manusia dalam Perkembangan evolusi budaya dan adaptasi biologis dimulai setelah ditemukannya api sebagai alat untuk memenuhi berbagai keperluan dan keinginan. Kita sudah dapat menyaksikan bahwa manusia dapat berkeliaran di dasar samudra tanpa memiliki insang seperti halnya ikan. Ketergantungan terhadap lingkungan alam akan segera teratasi dengan meningkatnya budaya manusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi yang nantinya akan semakin jelas bagaimana manusia akan berperilaku terhadap lingkcungan alam dan perubahan yang menyertainya. padahal kejadian yang sebenarnya lingkungan binaan lingkungan binaan manusia jauh dari kekuasaannya.

sumberdaya air.62 Kemampuan manusia untuk menguasai lingkungan alam hanyalah suatu impian atau khalayan yang kurang mendasar. tanah lahan. pantai. Tidak banyak yang menyadari bahwa kehadiran lingkungan alam beserta proses alam yang menyertainya merupakan amanah terhadap manusia. berkat uluran tangan peradaban modern. mineral. di mana ia memainkan peran penting. memandang manusia sebagai wakil (al-khalifah) Allah SWT. Dalam pandangan Islam sebagai rahmatan seluruh alam semesta. lautan. Tetapi kini dengan munculnya krisis lingkungan. keharmonisan terhadap: litosfer. di atas bumi dan secara eksplisit Al-Qur'an menegaskan. kehadiran manusia dengan budayanya selalu dipandang sebagai pemelihara alam. Seperti halnya Allah SWT. Sebagai khalifah Allah. dari makhluk yang diturunkan dari langit dan hidup harmonis dengan bumi menjadi sebuah makhluk ciptaan yang memandang dirinya sebagai yang merangkak dari bawah dan kini menjadi pemangsa dan pembasmi yang sangat mematikan. serta bahan galian mineral. manusia harus aktif di dunia. energi. kualitas kewakilan ini disempurnakan dengan kualitas kehambaan (al-‟ubudiyyah) kepada Allah SWT. memelihara keharmonisan lingkungan alam dan menyebaruaskan berkah dan karunia karena ia sehubungan dengan kedudukan manusia sebagai ciptaan yang terdidik dan berbudaya di dunia yang sementara ini merupakan perantara. manusia telah menjadi perusaknya. Lebih jauh lagi. Dalam pandangan geofilosofi. manusia sebagai wakil-Nya juga harus memelihara dan mengasuh dengan kasih sayang. memelihara dan mengasuh dunia. Bukankah semua potensi lingkungan alam tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai pengelola sumber daya bumi demi kemaslahatanumat manusia. atmosfer. Fungsi pemeliharaan terhadap lingkungan alam merupakan kesalahan manusia sebagai pemegang . serta air. Manusia adalah hamba Allah dan karenanya harus menaati-Nya. Tidaklah etis bilamana ada manusia yang mengatakan dengan bangganya telah menaklukkan lingkungan alam yangberupa kawasan pegunungan. "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang wakil (khalifah) di muka bumi" (Al-Baqarah: 30). Manusia telah mengubah perannya. DAS.

Perubahan lingkungan alam menjadi lingkungan hinaannya selalu dimulai dengan munculnva . Dengan ayat itu dimaksudkan. dapat diartikan bahwa eksplotasi sumber alam itu lebih ditekankan pada kemaslahatan masyarakat/ umat manusia. bahwa manusia mulai bisa hidup dan merasa aman dalam lingkungan alam yang sudah diubahnya menjadi lingkungan binaan dan secara budaya telah menjauhkan kepekaan manusia terhadap risiko yang dapat ditimbulkannya maupun risiko proses kebumian yang menyertainya. ”Apakah kamu tiada melihat bahwa Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bah tera yang belayar di lautan dengan perintah-Nya” (al-Hajj: 65) tidaklah berarti bahwa dengan perkembangan peradaban di bidang ilmu dan teknologi manusia semena-mena melakukan eksploitasi terhadap lingkungan alam/semesta daya bumi (apa yang ada di bumi). serta dimensi kewakilan-Nya di bunii ini mulai luntur dan makin bias dengan kemajuan peradaban modern. Menjadi masyarakat manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan terdidik berarti menyadari akan tanggung jawab yang melekat dalam status "wakil Allah SWT" Dalam ayat-Nya bahwa Allah SWI'. kami bersaksi” (al-A‟raaf : 172). Perlakuan terhadap sumber daya alam kebumian ini harus menekankan pada kemampuan daya dukung alam.63 amanah ketika bersaksi di hadapan Sang Pencipta. lingkungan di mana diperbolehkan untuk dimanfaatkan sebagaimana adanya. Namun apa yang banyak terjadi di sekitar kita saat ini. Kepekaan manusia dalam dimensi penghambaan kepada Allah SWT. anggota kelompok manusia) menjawab. Secara makro. Manusia semakin tidak menyadari bahwa dalam setiap perencanaan dan pelalaanaan pembangunan terdapat dimensi perwakilan (al-khalifah) dan kehambaan (al‟-ubudiyyah) serta adanya proses perubahan alam (atmosfer dan litosfer) di dalamnya. bahwa domunasi atas segala apa yang ada di bumi diperbolehkan bagi manusia sejauh itu sesuai dengan hukumhukum Allah pada sifat-sifat dasar dinamika kebumian bahwa lingkungan alam. ”Bukanlah Aku ini Tuhanmu? Mereka (yait. telah menundukkan (sakhhara) lingkungan alam bagi manusia sebagaimana termuat dalam ayat. betul Engkau Tuhan kami. Allah SWT menunjukkan hal ini dalam ayat yang terkenal.

juga dapat berupa hilangnya aset nasional yang potensial. Dilihat dari kacamata geologi.64 kesempatan yang lebih baik dan mapan. bayang-bayang risiko selalu tertutup rapat-rapat. kerusakan lingkungan. budi daya manusia. Bila akumulasi energi melebihi kondisi elasto-plastis. pertama adalah unsur kerugian/kehilangan. Kerana itu di balik kesempatan yang lebih baik dan mapan. Unsur dadakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kerugian yang ditumbulkannya. Dari perkembangan peradaban budaya. bencana alam merupakan proses alam kebumian. Bencana alam merupakan peristiwa atau kerugian/kehilangan secara mendadak karena proses alam. Setiap manusia memiliki keinginan dan kehendak untuk mengelaploitasi lingkungan alam. unsur dadakan sehingga manusia tidak mempunyai waktu untuk menghindar serta Ketiga. Karena itu di balik kemapanan kesempatan itu manusia hanya mampu memandang berbagai manfaat dari manipulasi terhadap lingkungan alam dengan berbagai potensi sumber daya kebumian yang terkandung di dalamnya. adalah unsur proses alamiah. dan yang bersumber di atmosfer atau disebut juga proses asal luar atau proses eksogen. tetapi yang berjalan sangat cepat dengan ukuran manusia yang di dalamnya terdapat unsur manusia. Proses alam yang bersumber dari dalam bumi atau juga disebut proses alam asal dalam atau proses endogen. Yang termasuk dalam proses endogen adalah gempa bumi dan letusan gunung api. bahkan ke kondisi runtuh maka energi akan menimbulkan getaran yang menyebar melalui tanah dan batuan ke . Gempa bumi dapat menimbulkan guncangan dan pergeseran pada permukaan. harta benda. manusia telah mengenal apa yang disebut dengan bencana alam. sehingga kemungkinan muncul ancaman baik dari proses alam kebumian maupun lingkungan binaannya kurang mendapat perhatian yang proporsional. Pada dasarnya terdapat dua jenis proses alam yang dapat mengakibatkan bencana alam. Terdapat tiga unsur dalam bencana alam yaitu. Unsur kerugian atau kehilangan dapat berupa kehilangan jiwa manusia. Kedua. Unsur dariakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kcrugian yang hilangnya aset nasional yang potensial.

Bahan padat hasil erupsi baik berupa aliran lava. Bencana kekeringan yang pada gilirannya dapat menjadi penyebab paceklik dan kelaparan. Bilamana hat ini terjadi di perairan samudera. kemudian bila akumulasi air dalam tanah berlebihan sering terjadi longsoran. Guguran kubah lava yang menyebabkan awan bersuhu tinggi dan bergerak sangat cepat merupakan bahaya yang sangat fatal terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan di lereng gunung api.65 permukaan bumi menjadi gempa tektonik yang dahsyat dan memorak porandakan semua aktivitas yang dikenainya. Angin kencang atau angin ribut dapat menimbulkan bencana. sering menimbulkan banjir baik banjir genangan maupun banjir bandang/banjir kiriman. penumpukan kubah lava. daerah kantong-kantong kemiskinan atau daerah dengan akses ekonomi yang tinggi atau wilayah yang mempunyai aset nasional. seperti yang telah terjadi di Aceh. bahan piroklastik merupakan materiil-materiil yang sangat merusak bila mengenai kawasan budaya manusia di lereng-lereng gunung api. dan juga kebakaran. kawasan pantai. Bencana . Demikian juga bila tcrjadi kelebihan massa air dan curah hujan. Gejala eksogen ialah hujan yang berlebihan misalnya (atau sebaliknya. lcekeringan). penyakit. maka akan terjadi gelombang tsunami yang sangat berbahaya bila dekat dengan kawasan pantai yang padat dengan aktivitas budaya manusia. Gelombang air laut pasang dapat pula ditimbulkan oleh angin yang meniup kuat. Demikian juga bila terjadi banjir lahar dingin yang bersifat merusak pada aliran yang dilewatinya. 26 Desember 2004 yang lalu. Di kawasan yang berlereng curam dengan kestabilan batuan dan tanahnya tidak baik. Aktivitas gunung api merupakan fenomena yang jarang diperhatikan banyak orang kecuali para saintis bidang vulkanologi maupun fisika gunung api. runtuhan yang merupakan gejala yang wajar. serta angin kencang. desa. Proses alam akan menjadi sebuah bencana alam bilamana proses alam tersebut mengenai semua aktivitas budaya manusia. Apakah aktivitas itu di kota. kawasan pegunungan. Semua ini menyangkut gejala alam yang pada hakikatnya merupakan proses alam yang wajar-wajar saja.

8 juta tahun yang lalu hingga sekarang ini) tidak menunjukkan suatu perubahan yang mendasar. badai salju yang sangat Fatal terhadap perkembangan budaya manusia. harta benda/aset nasional yan menjadi korban bencana alam ternyata meningkat. Sebagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi tentang tata cara pembuangan sampah/limbah padat pacla media geologi tertentu perlu perlakuan khusus. Kenyataan menjadi jelas bahwa lingkungan alam kebumian dan lingkungan binaan manusia memiliki berbagai potensi bencana alam. angin kencang. Jakarta. Hal ini terkadang lepas dari sorotan pada saat manusia merencanakan berbagai kegiatan hidupnya. pertengahan Februari 2005 lalu). tanah longsor. kesalahan dalam manajemen dan teknologi tersebut mengakibatkan satu rangkaian komunikasi budaya masyarakat Leuwigajah (Cimahi) harus hilang seketika (kasus longsoran di lokasi penimbungan sampah di Leuwigajah. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibanggakan dan diharaphan oleh manusia untuk dapat melindungi dirinya dari ancaman bencana alam justru menimbulkan berbagai bentuk gangguan terhadap lingkungan maupun ekosistem. gangguan dan degradasi lingkungan akibat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tepat telah menimbulkan dampak negatif terhadap peri kehidupan dan peradaban lingkungan budaya manusia itu sendiri. tanpa disadari jumlah manusia. Tetapi jika mengaca betapa dasyatnya bencana alam seperti gempa bumi di Peru. Cimahi. seperti gempa bumi tektonik. bencana awan panas. banjir di Pantura. Dalam dua dasawarsa terakhir hingga memasuki abad ke-21. lingkungan geologi di masa kini (kuarter. dan Sumatera Utara. meskipun dari bencana alam ternyata meningkat. awan panas Merapi. gampa bumi dan tsunami di Pangandaran dan Cilacap (Juli 2006). tanah longsor di jawa . Aceh. Meksiko. tsunami. Banyuwangi. Pada gilirannya. Kobe. meskipun dari kacamata geologi maupun klimatologi. banjir bandang/banjir genangan. gempa bumi di Liwa.66 alam yang melanda bumi Akhir-akhir ini hendaknya menjadikan kita sadar betapa tidak berdayanya manusia terhadap lingkungan alam. Namun demikian. kurang dari 1. tsunami di flores.

maka bukan hanya manusia yang semakin peka terhadap bencana kebumian. risiko yang akan ditimbulkannya semakin fatal dan sangat berbahaya. gempa bumi dan tsunami gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Lebih berat lagi ketika kita mendapati kenyataan bahwa jumlah penduduk bumi juga semakin meningkat. merupakan peningkatan bencana alam yang nyata baik ditinjau dari segi kejadiannya maupun jumlah korban manusia yang ditimbulkannya. keperluan manusia akan lingkungan alam juga semakin meluas dan makin meningkat baik ditinjau dari segi kebutuhan akan ruang untuk hidup maupun kebutuhan akan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Bila perhatian terhadap sumber bahaya kebumian beserta risikonya lolos dari berbagai rencana pembangunan nasional maupun daerah. gempa bumi di Alor. Belum lagi peristiwa semburan lumpur panas di sekitar sumur eksplorasi Banjar Panji-1 milik Lapindo Brantas di Porong.67 Barat. banjir di berbagai tempat di Sumatera-Kalimantan dan Jawa. longsor di Solok. Karena itu. . sebagai bentuk aktunulasi kekuatan yang kurang diantisipasi dengan kemampuan teknologi eksplorasi sumber daya migas yang andal. tsunami di Biak. gempa bumi di Mandailing Natal Sumatera Utara. gempa bumi di lran. Akibatnya. gempa bumi Bantul dan Klaten. Apalagi bila dikaitkan dengan adanya pusat-pusat pertumbuhan wilayah strategis yang sebagian berada di kawasan rawan bahaya keilmuan. sudah sepantasnyalah pertimbangan terhadap risiko bahaya kebumian ini harus mendapat perhatian saksama di Indonesia. bahkan proses pembencanaan alam yang bersumber dari kelalaian peradaban manusia terhadap aneaman bencana kebumian tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu. gempa bumi di Nabire. tanah longsor dan banjir bandang di Bohorok dan Pacet (Jawa Timur). tanah longsor di Purworejo. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya bumi dan sumber bahaya kebumian. hingga gempa bumi Haiti. bila keperluan manusia akan ruang hidup dan sumber daya bumi yang terkandung di dalamnya tidak dipertimbangkan dengan potensi sumber bencana kebumian.

degradasi lingkungan global. memerlukan solidaritas kemanusiaan yang berkelanjutan untuk evolusi budaya manusia. satu-satunya alternatif jalan untuk menjamin adanya masa depan yang lebih ainan dan lebih sejahtera bagi kita adalah mengembalikan fitrah manusia pada kekhalifahan dan kehambaan kepada Tuhan dengan konsekuensinya melakukan pembangunan nasional/daerah yang ramah lingkungan kebumiannya dalam mengupayakan kebutuhan pokok umat manusia. kita perlu memandang perlunya solidaritas kemanusiaan dalam pelaksanaan pembangunan. Demikian juga kesenjangan antara kaya dan miskin makin berlanjut. karena kita mengetahui bahwa perubahan-perubahan akan membawa konsekuensi yang baik maupun yang buruk. Umat manusia adalah satu. peledakan populasi. ketidaksehatan. Karena itu. terlihat bahwa interaksi dinamis antara atmosfer dan litosfer yang berimplikasi pada risiko kehidupan dan hasil budaya bangsa ini telah menunjukkan satu proses pembelajaran yang sangat mendalam tentang makna kehadiran manusia sebagai khalifahtull fill ardh. memperbaiki taraf hidup semua orang dan mengupayakan perlindungan serta pengelolaan ekosistein yang lebih baik dan bijaksana. oleh karena itu dalam transformasi kebudayaan untuk mengantisipasi berbagai perubahan termasuk di dalamnya risiko bencana kebumian. Pada dasawarsa terakhir ini. Kondisi nyata yang sedang kita alami saat ini adalah meluasnya kemiskinan. Ke mana hakikat kehidupan budaya manusia dan budaya bangsa ini dibawa dalam lingkungan yang sangat dinamis yang melibatkan semua elemen/unsur . Dalam menjalankan semua ini kita harus mempunyai suatu visi yang jauh ke depan demi kesatuan dan keutuhan bangsa/umat manusia serta kelestarian pembangunan yang berwawasan lingkungan kebumian. kelaparan. yaitu apakah terjatuh pada kondisi semakin memburuk atau sebaliknya semakin membaik. global warming.68 Akhirnya evolusi budaya manusia akan membawanya kepada perubahan lingkungan awal secara global. dan seterusnya. Di samping itu. Peri kehidupan manusia modern saat ini sedang berada pada suatu titik kulminasi yang menentukan proses evolusi sejarah peradaban modern. tunaaksara dan berlanjutnya kerusakan ekosistem.

Melalui pendidikan dibuka ruang mahaluas bagi berlangswngnya berbagai mobilitas.69 atmosfer dan litosfera bergerak mengikuti ritme sunatullah-Nya. maupun waktu. tidak dapat disangkal pula bahwa berbagai model danberembangan mobilitas antar bangsa tidak lagi mengenal adanya batasan spasial. baik dalam konteks praksis maupun teoretis. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL Mobilitas antar bangsa seperti saat ini menjadi salah satu ciri kuat perkembangan masyarakat global. budaya dan politik. mampu menjadi katalisator pertumbuhan peradaban. Mobilitas yang dilakukan atas alasan apa pun telah menjadi fenomena penting yang menandai terbukanya isolasi-isolasi rutinitas kehidupan di pelbagai belahan dunia. Semoga kita mampu mengambil pelajaran dari semua kejadian itu untuk tahun yang akan datang. D. Dengan demikian. termasuh kelimpangan pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada persaingan ketat pasar tenaga kerja secara global. ruang. Sehingga hampir menghilangkan ruang. Keterbukaan ruang mobilitas tersebut pada gilirannya menciptakan persinggungan peradaban dan pemikiran yang bersifat dialogis. merupakan dunia terbuka yang benar-benar telah meleburkan sekat-sekatyang membatasi pergerahan manusia dari dan berbagai negara. tantangan utama yang dihadapi banyak negara adalah terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan sosial. Perbincangan tentang globalisasi (terlebih dibaca dari perspektif negeri periphery istilah Wailerstein) akan mengambil dua pokok pertanyaan: Apa itu globalisasi dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan keseharian kita? . Namun demikian. Dalam konteks tersebut pealing memberikan ruang besar bagi terjadinya dialog yang menjembatani kompleksitas persoalan budaya. Berbagai pergerakan manusia yangberlangsung dapat dikatakan bergerak di luar kendali ruang dan waktu. dan selalu berpikir bahwa "tidaklah Aku ciptakan ini dengan sia-sia". waktu yang menjadi identifikasi identitas sebuah bangsa. teritorial kedaulatan suatu bangsa. Globalisasi dengan demikian. Dalam konteks kehidupan global. Jalan paling yang perlu dilakukan adalah melalui jalur pendidikan.

Sebuah "transnasional ruang". 1998).70 Globalisasi sebagai sebuah konsep akan mengacu pada intensifikasi kesadaran sebuah dunia secara keseluruhan. Globalisasi sektor produksi dan konsumsi secara nyata membawa sebuah situasi baru: polurisierung and strafizierung arme Wltbevoekrung in globalisierte Reiche und lokalisierte Arme (polarisasi dan stratifikasi penduduk dunia dan globalitas kaum kaya dan lokalitas kaum miskin) (Beck. apa yang kini kita kenal sebagai Neo-Liberalisme pun merambah dunia keseharian kita. dan membuat runtuhnya bangunan sosial lama. Dengan bahasa lain bahwasanya akses global hanya dapat tersentuh oleh kaum kaya. Tak berlebihan bila Giddens (1990). yang merambah mendekati pasar dan upah buruh murah. menyebut bahwa masyarakat kitadewasa ini merupakan masyarakat ”pengembara dalam ruang dan waktu. globalisasi adalah terciptanya sebuah dunia yang tanpa batas. Pengaruh sektor produksi internasional yang berkembang menciptakan pula tingkah laku konsumtif di berbagai belahan bumi. Kekuatan ekonomi yangdimotori oleh kapitalisme. Berbagai kasus kebijakan publik tentang politik swastanisasi pendidikan. yakni antara kekuatan dominasi ekonomi dan pluralisme sosiokultural. sementara kaum miskin terkotak-kotak dalam permasalahannya sendiri (Anjal AnakBerhadapan . Scott Lash menyebutkkan sebagai proses estetikanisasi dunia kehidupan global. Proses ini menciptakan transnasionalisasi kapital.1997: 101).” (of Bauman. Dalam praktiknya. Perspektif ini mengingatkan pada perdebatan klasik (Marx-Weber). adalah contoh nyata betapa dunia sosioikultural berhadapan langsung dngan kekuatan pasar. Sektor produlai numcul dengan tumbuhnya industri-transnasional. Bahkan. Negara pun seperti tak bisa berbual banyak terhadap pengaruh deras kaphalisme. menumbuhkembangkan globalisasi produksi dan konsumsi. memformat proses kebangsaan kita. negeri periphery menjadi ladang subur bagi pertumbuhan tingkah laku konsumtif. yang sering tampil sebagaigaya hidup. dan sekaligus melokalisasi problem sosial Maka. kekuatan kapital lelah menggulung tatanan sosial.

Risiko adalah kata kunci untuk mendeskripsikan proses kerusakan atau biaya. dan lain-lain). Inilah yang kemudian disebut proses globalisasi. Pemahaman di atas memberikan makna bahwa proses intensifikasi ruang-ruang transnasional. daya saing bangsa Indonesia kerap disalip bangsa lain karena kita terlena dari membangun bangsa yang kuat dan mandiri. sistem komunikasi sosial masyarakat pada situasi yang kaotis dan semakin hilangnya nilai "kepercayaan" institusional dan individual. Individuasi adalah proses sosial yang tak terelakkan.71 dengan hukum (ABH). yang menghidupi dan dihidupi oleh roh modernitas. dan peristiwa selalu berjalan dalam logika "global". (Giddens 1990. Beck dalam bukunya ”Risikogesellschaft : Auf dem Weg in eine andere Moderne” (1996)menyebut proses modernitas semacam itu sebagai "masyarakat risiko". Jika di negeri-negeri "pusat" terjadi proses individuasi yang luar biasa. pemulung. Beck 1986) Konsekuensi-konsekuensi dari penalaran dan praktik modernitas tersebut menciptakan impact-impact yang tak terdeteksi atau tak teramalkan sebelumnya. 1999). Periode transisi ini ditandai oleh proses disembedding of social system. namun lebih dahsyat lagi adalah terjadinya konsekuensi penalaran modernitas. di akhir dasawarsa 60-an yang mengingatkan kepada kita bagaimana . (cf Luhman. Dalam era globalisasi dan persaingan internasional yang ketat. PSK. tidak hanya akibat dari pergeseran sektor produksi menuju sektor konsumsi. demikian pula masyarakat negeri-negeri "periphery" mengalami guncangan-guncangan luar biasa pada tatanan sosialnya. Akibatnya. warga miskin kota. problem-problemnya. konflik. tanpa memiliki daya dan kuasa untuk terlibat aktif dalam kemajuan dunia global. Polarisasi ekonomi tersebut dibarengi pula oleh adanya situasi dunia yang terfragmentasi. Spirit modernitas yang menyertai proses globalisasi tersebut kiranya juga menghantam dunia kehidupan warga masyarakat. Penyebabnya adalah. Dimensi-dimensi tersebut tak pelak mengerucut pada soal bahwa semuanya dimotori oleh kekuasaan pasar yang berideologi neoliberal (globalisme). Adalah John Kendrick (15731624).

kesehatan. Descrates. keberadaan dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi menjadi hal yang strategis untuk merepresentasikan tingkat ketercapaian pembangunan ketiga pada sektor itu. termasuk tatanan sosial melalui pemikiran F. Melalui fisika Descartes. ia membangun sebuah wacana besar tentang metode pemahaman terhadap realitas yang bertumpu pada konsep democritus. Pergeseran pemikiran tersebut berimplikasi pada penentuan targettarget pembangunan yang harus dicapai oleh suatu negara di dunia.72 pentingnya pembangunan sebuah bangsa yang didasari oleh optimalisasi peran sumber daya manusia (human stock). maka sektor pendidikan. indeks mutu sumber daya manusia pun dijadikan indikator strategis untuk membangun daya saing suatu bangsa. Alam dalam pemaknaan Descartes adalah kurang lebih dipahami scbagai sesuatu yang 'langsung jadi' dan tidak memiliki perubahan. sistemnya tetap. PROBLEMATIKA PERADABAN PADA KEHIDUPAN MANUSIA Awal kelahiran modernisme merupakan sebuah proses revolusi peradaban tentang cara pandang manusia terhadap realitas. Untuk menyiapkan sumber daya manusia tersebut. Walaupun keduanya sejatinya berbeda dalam . Bacon (1561-1626) dan Comte (1798-1857). setelah sekian lama kita berpikir bahwa capital stock merupakan aspek terpenting dalam proses perubahan peradaban manusia. dan ekonomi menjadi sarana yang efektif untuk mendongkrak peraihan indeks mutu sumber daya manusia. Dalam konteks itu. Oleh karenanya. kemudian ilmu fisika menjelma sebagai bentuk ideologi besar modernisme. membagi realitas ke dalam atom-atom penyusun realitas dan kemudian dicari sistemnya terhadap keseluruhan. Bersama para pengikutnya. begitu juga semua elemen pembentuk alamnya. E. bahkan kemudian mampu meruntuhkan dominasi gereja yang kala itu menjadi 'satu-satunya' tafsir kebenaran terhadap segala macam realitas. Setelah konsepsi Descartes memengaruhi segala macam kehidupan. berlanjut kemudian alam pikiran modern mengenal seorang Lamarck (1744-1829) dan Charles Robert Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya di bidang biologi.

Melalui Descartcs. Mekanika Newton atau sering juga disebut dengan mekanika klasik menjelaskan adanya fenomena benda yang relatif besar. yaitu selain mengandung bahaya juga mengandung kesempatan yang bisa membuat kondisi awal manusia menjadi lebih baik. yaitu Karl Marx (1818-1883) yang dikenal sebagai seorang Darwinian Sosial yang menganggap bahwa prosespergantian sosial pun selalu melalui proses seleksi alam. dimulai saat revolusi industri pada akhir abad ke-17. dengan kecepatan relatifrendah. dan realitas yang mengalami sebuah evolusi sccara terusmenerus (Darwin) diterangkan dalam konsepsi berbeda yang dikenal dengan konsepsi melanika. Secara makro. Bahkan adanya konflik adalah sesuatu yang niscaya sebagai upaya untuk keluar dari kerumitan sosial sekaligus menjadi pemenang dari proses seleksi alam tersebut. Sebagaimana dalam kebijaksanaan klasik Cina. dan Newton fondasi modernisme semakin kukuh. melalui Newton perkembangan ilmu fisika mengalami proses penyempurnaan. tetapi juga dapat digunakan sebagai pendekatan fenomena benda mikroskopis. konsep "krisis” menggunakan kata weijiyang terdiri dari huruf-huruf yang berarti "bahaya" dan "kesempatan". Ternyata ide Darwin tersebut kemudian mendapat dukungan dari generasi berikutnya. realitas yang terdiri atas sistem dan elemen pembentuk sistem (Descrates). 2004). Dengan demikian. Pemikiran ketiga tokoh tersebut menemukan bentuk fungsionalnya saat perkembangan alat-alat teknologi semakin meluas dan mendunia. Artinya. Darwin.73 memaknai proses evolusi. penjelasan mekanika Newton tersebut membuka wacana besar yang membentuk peradaban modern semakin sempurna. Berikutnya adalah ilmuwan Sir Isaac Newton (1643-1727). Bergulirnya percepatan penggunaan teknologi canggih saat ini tidak perlu selalu dimaknai sebagai keadaan yang negatif (Fritjof Capra. saat terjadi krisis sesungguhnya terjadi proses transisi. namun konsep evolusi ini merupakan sebuah revisi terhadap konsep realitas dari sumbangsih Descartes yang menganggap alam sebagai sebuah sistem yang tetap. .

Hilangnya fleksibilitas dalam masyarakat yang mengalami disintegrasi ini disertai dengan hilangnya harmoni secara umum pada elemen-elemennya. peradaban-peradaban yang berada dalam proses disintegrasi menunjukkan keseragaman dan kurangnya daya temu. peradaban itu tidak akan mampu melanjutkan proses kreatif evolusi budayanya.74 Dilihat dari proses kelahiran modernisme sebelumnya. Dia akan hancur dan secara berangsur mengalami disintegrasi. di mana ketika sains memiliki peran besar dalarn proses pembentukan wacana besar yang menjadi fondasi 'kebenaran'. Demikian juga kontribusi para saintis yang memiliki kompetensi filosofis ternyata terbukti mampu menggiring sejarah umat manusia. . yang mau tak mau mengarah pada meletusnya perpecahan dan kekacauan sosial. Pertanyaan selanjutnya. teknologi sebagai bentuk aplikasi sains memiliki peran besar dalam pembentukan realitas sosial. Sementara peradaban-peradaban yang sedang berkembang menunjukkan keberagaman dan kepandaian yang tak pernah berhenti. bagaimana peran Sains dan teknologi dalam penentuan bentuk peradaban baru pasca modernisme? Fritjof Capra menyitir Toynbee tentang proses kelahiran Minoritas Kreatif sebagai nukleolus penentu arah peradaban sebagai berikut: Budaya runtuh karena kehilangan fleksibilitas. Begitu juga peran teknologi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa para saintis berwacana dan para teknolog membumikan pemikiran mereka dalam bentuk peralatan yang berguna bagi kehidupan manusia. bisa dimaknai bahwa peran sains (atau lebih tepatnya natural science) dalam menentukan arah peradaban manusia sangat besar. Pada waktu struktur sosial dan pola perilaku telah menjadi kaku sedangkan masyarakat tidak lagi mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah.

Fritjof Capra. yang jauh meninggalkan konsep mekanika Newton. dan kelompok minoritas kreatif itu mungkin akan mampu mentransformasikan beberapa elemen lama menjadi konfigurasi baru. selama proses disintegrasi yang menyakitkan itu. jaring-jaring Cartesian akan sulit untuk menggambarkan karena konsep ruang dan waktu ini sudah berubah secara filosofis. Bahkan setelah ada interaksi antara matematika dengan teknologi elektronika. sehingga terlahir sebuah teknologi informasi yang bergerak dalam logika kuantum yang diprediksikan oleh Tofler akan menjadi tulang punggung benluk Peradaban baru pengganti modernisme. (Titik Balik Perdaban. kreativitas masyarakat-kemampuannya untuk menghadapi tantangan-tidak hilang sama sekali. yaitu ketika teknologi komputer berinteraksi dengan realitas sosial. Dunia kemudian juga mengenal adanya pengaruh filosofis dari konsep fisika kuantum terhadap realitas sosial. Sclain itu. tetapi berada dalam kondisi-kondisi baru dan dengan tokoh-tokoh baru pula. Lembaga-lembaga sosial yang dominan akan menolak menyerahkan peran-peran utama kepada kekuatan-kekuatan budaya baru ini. kita mengenal bagaimana konsep cepat lambat mengalami perubahan secara drastis. . Meskipun arus budaya telah menjadi beku dengan melekatkan diri pada pemikiran-pemikiran mapan dan pola-pola perilaku yang kaku.75 Namun demikian. 1981) Melalui penjelasan Toynbee di atas. kita kemudian mengenal bentuk aplikasi teknologi yang dikenal dengan teknologi komputer. Bahkan perbedaan konsep nyata dan imajiner yang juga kemudian diklaim oleh dunia IT akan segera teratsi akan semakin meninggalkan jaringjaring Cartesian sebagai satu-satunya yang bisa menggambarkan kenyataan. peradaban baru manusia postmodern mulai terbentuk secara perlahan. Proses evolusi budaya ini akan terus berlanjut. Juga konsep keterbatasan ruang yang bisa diatasi sehingga konsep jauh dan dekat secara filosofis juga mengalami perubahan makna. tetapi mereka mau tak mau akan tetap runtuh dan mengalami disintegrasi. Dengan demikian. minoritas kreatif akan tetap muncul ke permukaan dan melanjutkan proses tantangan dan tanggapan itu.

dan sosial dari proses inovasi maupun inventori yang mereka lakukan. Hal yang cukup memperhatikan adalah budaya pragmatis. ekses modernisme terhadap tatanan sosial pengganti tatanan sosial 'Abad Kegelapan' bisa jadi tidak pernah mereka pikirkan bahkan tidak pernah mereka bayangkan. Apalagi setelah ilmuwan sosial mahzab kritis dengan post-modernismenya terjebak dalam wacana dan definisi semata. Namun demikian. Dengan bahasa lain. pengaruh pemikiran yang mereka berikan terhadap perubahan sosial bisa jadi tidak terpikirkan sebelumnya. Apalagi dampak negatifnya terhadap kenyataan sosial. Ketika Descartes merumuskan konsep geometri analitis mungkin tidak berpikir tentang implikasi moral dan sosial dari konsepnya tersebut.76 Juga dengan berkembangnya pemetaan DNA. moral. seluruh kemajuan teknologi perlu terus mempertimbangkan konsekuensi ekologi. rekayasa genetika yang meninggalkan konsep evolusinya Darwin. sedikit banyak adalah kontribusi dari kalangan saintis dan teknolog. pengaruh dominan saintis dan teknolog ternyata masih sangat dominan untuk menentukan masa depan umat manusia. teguran. . disadari atau tidak para saintis dan teknolog akan terus menjadi Penentu arah peradaban. Karenanya. Adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi kita semua saat ini agar para komunitas saintis dan teknolog terus mempertimbangkan dan mengembangkan penerapan sains dan teknologi. Hal tersebut secara tidak sadar. Apalagi melihat konsep reduksionisnya Descartes yang kemudian mengilhami pembagian bidang spesialisasi ilmu yang di masa peradaban Islam dianggap belum begitu penting. Sekali lagi terbukti. sindiran. Adanya 'penyesalan' umat manusia terhadap proses peradaban manusia yang merusak lingkungan dan tatanan sosial akses dari modernisme perlu disikapi dengan bijak. dan peringatan dari kalangan ahli ilmu sosial dan juga teolog atau ulama perlu disikapi secara bijak oleh para saintis dan telnolog itu sendiri. Sehingga. serta para teolog dan ahli agama yang terus disibukkan dengan perdebatan liberal dan konservatifnya. egois bahkan tertutup (elitis) di tengah masyarakat kita. Demikian juga seorang Darwin dan juga Newton.

dengan disiplin ilmu dan spesialisasi lain tanpa harus mcmandang bidang ilmu lain lebih rendah. sebagainiana layaknya para nabi yang memandang dirinya sebagai sosok pembebas umat manusia dari segala penindasan. tetapi ia harus turut andil memastikan nasib keberlangsungan hidup dan masa depan generasi umat manusia ke depan. Dengan kebersamaan satu misi tersebut. . Kuntowidjoyo (1943-2005) juga mengusulkan pentingnya membangun sebuah etika profetis di kalangan saintis dan teknolog. Oleh karena itu. Yakni dengan membangun pemahaman bersarna bahwa sejatinya ilmu adalah untuk kemanusiaan (humanity) dan kemaslahatan bersama (common good). Selain itu. Ilmuwan tidak saja menyelesaikan persoalan kehidupan.77 Pertanyaannya bagaimana kita mengembalikan sistem yang memungkinkan terbukanya kembali sekat-sekat komunikasi antara sains dan teknologi. dan juga sebagai para pengingat urnat manusia akan kenyataan bahwa sejatinya mereka adalah makhluk Tuhan. dari pihak saintis dan teknolog tentunya. sebagai sosok yang mendedikasikan proses inovasi daninventory-nya untuk pembangunan kembali hakikat kemanusiaan yangnyaris musnah. para ilmuwan diharapkan tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat pembidangan keilmuwan yang yang dan merusak tujuan mulia dari ilmu pengetahuan. setiap ilmuwan seyogianya mengemban misi kenabian (profetik) yaitu dengan melakukan transmisi keilmuan untuk peradaban yang lebih maju tanpa merusak tatanan kehidupan manusia dan ekologi lingkungan hidup.

penduduk yang menghuni wilayah Nusantara dapat dikelompokkan ke dalam berbagai bentuk pengelompokan sosial yang disebut suku bangsa. Maka. 1979). tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi. DAN KESETARAAN A. maupun pengelompokan sosial vang didasari oleh sistem penggolongan sosial lain bcrdasarkan satu (atau lebih) unsur tertentu yang diperoleh secara askriptif (warisan). sebenarnya dalam masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan minoritas. Demokrasi yang oleh Robert Dahl (1982). yang kemudian hari dikenal dengan sebutan „hukum adat‟.78 BAB 5 MANUSIA. penerapan ide-ide pluralisme. Sebagai bangsa yang memiliki keragaman etnis. agama. sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi baik interaksi sccara individual maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional. yang saling bcrbeda satu dengan lainnya. Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia. subsuku bangsa. tidak mengherankan jika . bukan hanya beraneka ragarn corak kesukubangsaan dan kebudayaan suku bangsanya secara horizontal. Sebelum RI merdeka pada 1945. Persentuhan ragam budaya dan agama antarkelompok masyarakatnya yang telah berlangsung sejak lama ini juga telah melahirkan ragam konflik dan konsensus yang terjadi. HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA Masyarakat majemuk seperti Indonesia. Bahkan lengkap dengan „aturan-aturan hukum‟-nya sendiri. dan organisasi sosial-politiknya (Suparlan. dan multikulturalisme dapat dilangsungkan. seperti ras. dan lain sebagainya. Pada hakikatnya. KERAGAMAN. teknologi. Indonesia sering kali dijadikan ajang pernantauan bagaimana proses-proses demokrasi. masing-masing kesatuan sosial tersebut hidup dengan mengacu pada kebudayaan atau subkebudayaannya masing-masing. juga disyaratkan dengan terciptanya karakteristik pluralisme yang kondusif bagi sebuah negara ini mendapatkan gimnasiumnya di Indonesia. dan budaya yang luar biasa. agarna.

Semua suku bangsa saling inemberikan potensi terbaik yang mereka miliki kepada Negara Kesatuan RI. dan keterbukaan harus terus dijunjung tinggi. apabila telah bersedia menjalin kemitman harus mcrasa sama dan sejajar. yaitu bangsa Indonesia. Untuk itulah kita harus membangun bangsa kita. harmonis. dalam kemitraan asas toleransi. artinya setiap gcnerasi melaksanakan pembangunan dan diberi kepercayaan penuh. Kesetaraan adalah komitmen bersama yang perlu untuk terus dipupuk dan dikembangkan dalam proses berbangsa dan bernegara di NKRI kita. dan diberikan pengakuan dalam hal kemampuandan nilainilai yang dimiliki. misalnya merasa lebih terhormat atau lebih tinggi kedudukannya. Dengan kalimat mewujudkan diri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRl pada hakikatnya setiap kelompok. Kedua belah pihak yang bermitra mempunyai kedudukan yang sejajar dalam mencapai tujuan vang disepakati.79 para ahli menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mewujudkan diri sebagai suatu masyarakat yang majemuk dan sudah menjadi pokok pcrhatian dari para ahli tersebut untuk waktu yang lama. Karena itu. organisasi. golongan. atau institusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa "duduk sama rcndah berdiri sama tinggi" dengan yang lain. kerja sama. dimulai dari diri kita sendiri. Bagaimanapun besarnya suatu institusi atau organisasi dan bagaimanapun kecilnva suatu institusi atau organisasi. Kesetaraan. saling timbal balik. Dalam prinsip kesetaraan bahwasanya setiap individu. agama dan yang berbeda satu dengan lainnya melebur dan bersepakat membentuk kesukubangsaan yang satu. sehingga anggota atau komunitas lainnya merasa terdiskriminasi dan tertindas oleh dominasi anggota atau komunitas lainnya. Dalam prinsip keselaman tidak boleh terjadi ada satu anggota memaksakan kehendaknyakepada anggota yang lain. setiap generasi bangsa berdiri satu dengan lainnya dengan sejajar. Dengan prinsip kesetaraan tersebut diharapkan kita kembali memperlihatkan jati diri dan harga diri sebagai bangsa (self-nation-esteem) menghadapi . untuk menjadi unsur terbaik yang bisa memberikan kiprah gemilang menuju cita-cita besar para founding fathers kita. dihormati. dihargai. suku. Karena itu.

yang di Indonesia populer dengan sebutan masalah sara. Karena itu. pertama. bersosialisasi dan berelapresi satu dengan lainnya. suku bangsa. maupun politik. B. Dengan prinsip kesetaraan kita bisa membangun kemitraan yang kukuh untuk kemudian saling berinteraksi. yaitu Indonesia Barat dan Indonesia Timur. . ekonomi. Dengan proses yang demikian. kemajemukan dalam masyarakat Indonesia dapat dipahami sebagai bentuk perbedaan daya adaptasi antar kelompok-kelompok yang berbeda secara ras. suku bangsa. Teramati ada beberapa perbedaan pokok antara Pola Indonesia Barat dengan Pola Indonesia Timur (selanjutnya disingkat dengan PIB untuk yang pertama. sehingga menjadikan kelompok-kelompok yang memiliki tingkat perkembangan kebudayaan. dan PIT untuk yang disebut terakhir). distribusi wilayah agama.80 pelbagai persoalan kebangsaan yang terus-menerus datang di setiap zaman. dapat disimpulkan bahwa keseragaman suku di PIT jauh lebih tinggi dari keragaman suku di PIB. Pertama. dari aspek struktur kesukuan. baik secara sosial. keseluruhan struktur mozaik Nusantara ini terbelah menjadi dua bagian utama. tiga perlirna (300an suku) berdiam di Papua Barat. dari 656 suku di seluruh Nusantara hanya ada seperenam (109 suku) di PIB sedangkan di PIT ada lima perenam (547 suku). KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA Pada dasarnya. agama. yang jelas-jelas mengancam integritas Indonesia sebagai suatu nation. Dalam pandangan Thamrin Amal Thomagola. yaitu: struktur kesukuan. dan kelompok agama. keterbelahan ini kurang lebih mengikuti garis-Wallace (Wallace Line) yang terkenal itu ke dalam dua bagian. dan dari aspek tingkat pendidikan. Dari jumlah yang disebut terakhir ini. struktur mozaik sosialbudaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. dan bahasa. dengan mudah dapat dipahami pada adanya ketidakseimbangan dan kesenjangan yang dapat saja berlanjut ke arah pertikaian antarras.

yaitu suku Bugis. berladang. Minang. tani sawah. yang secara bersamaan sekaligus dipengaruhi oleh suatu peradaban dari luar seperti zending. maka tingkat perkembangan masing-masing kebudayaan dapat dibeda-bedakan berdasarkan daya adaptasinya itu. . Madura dan Bali. pengembara. (Tomagola. suku bangsa di Indonesia dapat juga dipetakan dari model mata pencaharian yang dominan digelutinya. Dengan melihat kebudayaan sebagai suatu mekanisme adaptasi suatu masyarakat dalam menginterpretasikan lingkungan yang dihadapinya. setiap suku di PIB paling kurang mendiami satu provinsi secara utuh. pemerintahan kolonial. serta jaringan hubungan dengan masyarakat lain yang lebih luas. yaitu suku Aceh. besar kemungkinan dalam satu provinsi menampung lebih dari 40 suku. dan. Sementara dalam tinjaun Koenjaraningrat (1987: 32). missi. Jawa. dan seterusnya. dan (3) menyumbangkan banyak tokoh nasional dalam hampir semua bidang kehidupan. pengaruh kebudayaan Hindu dan agama Islam. (2) punya kerajaan dan masyarakat yang mapan di masa lampau. Sementara suku-suku dominan lainnya. Batak. yaitu: Aceh. Antara lain dapat dikelompokkan pada masyarakat berburu.81 Kedua. Jawa. Melayu. dan kenegaraan. dari semibilan suku dominan di Indonesia ada di PIB dan hanya satu berlokasi di PIT. baik lingkungan sosial maupunfisik. Batak. 1990) Ketiga. pengetahuan. Minang. dalam satu kabupaten berdiam lebih dari 20 suku. ada delapan suku. Sunda. dalam satu kecarnatan saja dapat ditemukan lebih dari 10 suku. kebijakanpemerintahan RI. yang terwujud kedalam sistem teknologi. pola-pola pengeksploitasi dan penguasaan sumber daya ekonomi. intelektual. Bali. Sebaliknya di PIT. dan Bugis. Suku-suku tersebut dikatakan domain berdasarkan tiga kriteria utama. yaitu: (1) jumlah proporsional. Perbedaan daya adaptasi ini dapat ditelusuri melalui model-model produksi (models of production) yang dikembangkan oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. kadang-kadang dua provinsi atau lebih seperti suku Minang dan Jawa. Sunda. berkebun. Madura. terutama dalam bidang kebudayaan. dan.

82 .

Kubu (atau Suku Anak Dalam). adalah kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society. biasanya. Masyarakat yang tergolong kepada tribal society ini biasanya hidup dalam persekutuan-persekutuan hidup yang beranggotakan lebih/ kurang 50 jiwa saja. poly-poly pengeksploitasian dan penguasaan sumber-sumber daya ekonomi. Sulawesi. perbedaan kebudayaan dalam nation Indonesia dapat dilihat secara gradual. Pertanna. Berdasarkan tingkat perkembangan sistem teknologi. dan Irian Jaya. . jumlah anggota kelompok masyarakat yang dimaksud relatif kecil. ada kelompok-kelompok sosial tertentu yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dan ada yang rendah. Baik antara kelompok-kelompok yang ada di dalam satu golongan sosial yang dikategorisasikan ke dalam situ kelompok horizontal tertentu. di mana situ sama lainnya memiliki tingkat daya adaptasi yang berbeda satu lama lainnya. Dari segi komposisi demografi. meski batas-batas wilayah pengembaraannya itu tetap dapat ditentukan secara pasti. Minangkabau dan Batak. Misalnya saja. pola permukiman kelompok masyarakat ini bersifat nomadis (berpindah-pindah tempat). orang Jawa. Pada umumnya bermata pencaharian berburu dan meramu (hunting and food gathering). serta jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas ini. Demikian pula. maupun antar kelompok-kelompok horizontal itu sendiri. Berkaitan dengan sistem pemenuhan kebutuhan sehari-hari ini. atau berbagai suku bangsa (atau subsuku bangsa) yang menghuni pcdalaman Kalimantan. misalnya. relatif memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi ketimbang rata-rata orang Mentawai. dalam masyarakat orang Jawa. Masing-masing persekutuan hidup itu tidak terintegrasi ke dalain persekutuan (politik) yang lebih luas. Minangkabau atau Batak. pengetahuan. pada umumnya.83 Dengan cara demikian. kelompokkelompok suku bangsa atau subsuku bangsa yang ada di wilayah kedaulatan Republik Indonesia ini setidaknya dapat dibagi kedalam empat kategori utama.

84

Di Indonesia, kelompok masyarakat yang terkategori ke dalam tribal society atau masyarakat pemburu dan peramu ini relatif kecil jumlahnya. Sejauh yang dapat diketahui, kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society hanyalah sebagian dari orang Kubu (Suku Anak Dalam) yang hidup di wilayah belantara Jambi dan Sumatera Selatan. Konon juga terdapat di beberapa daerah pedalaman lrian Jaya, Kalimantan, dan Sulawesi (bagian Tengah). Di samping itu, dalam kenyataannya, untuk kasus Indonesia, kegiatan berburu dan meramu ini sering kali pula dikombinasikan dengan kegiatan berkebun yang teknologinya juga relatif amat sederhana. Jenis tanaman yang umum dibudidayakan adalah keladi dan ubi jalar. Sebab itu pula, oleh Koentjaraningrat, masyarakat ini dikategorikan sebagai masyarakat berkebun. Menurut Koentjaraningrat, khususnya bagi kelompok-kelompok yang telah mengombinasikan sistern berburu dan merarnu ini dengan sistem berkebun, tanaman padi tidak dibiasakan. Sistem dasar kemasyarakatannya juga telah berkembang menjadi desa terpencil tanpa diferensiasi dan stratifikasi yang berarti; gelombang pengaruh kebudayaan menanarn padi, kebudayaan perunggu, kebudayaan Hindu dan agama Islam-setidaknya hingga satu-dua dekade belakangan ini-tidak dialami; dan isolasi dibuka oleh zending dan/atau missi. Kedua, kelompok masyarakat perladangan berputar (rotary

cultinatiotz), atau lebih populer disebut kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pcrladangan berpindah (shifting cultivation). Karena dalam sistem teknologi pertanian yang dikembangkannya ada unsur pekerjaan menebas dan membakar, teknik ini kerap pula disebut sebagai slash and burn cultivation. Demikian pula, karena kegiatan pertanian itu tidak

diselenggarakan secara terus-menerus pada satu bidang lahan tertentu, maka kegiatan pertanian ini sering pula dikategorikan sebagai suatu cara produksi pertanian elcstensif (extensive agriculture). Betapa pun, kelompok masyarakat ini pada dasarnya merupakan kelompok masyarakat yang telah dapat bercocok tanah untuk menghasilkan bahan makanan pokoknya (food producing) scndiri. Sebagian besar kelompok masyarakat ini juga berada di luar Jawa, dengan

85

sedikit pcngecualian di beberapa tempat tertentu saja, seperti pada masyarakat Badui, misalnya. Komposisi demografis kelompok masyarakat ini berjumlah lebih besar bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang pertama. Bisa mencapai angka ribuan jiwa. Meski begitu, keterikatan anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya masih menekankan pada sistem kekerabatan (kinship system). Secara tradisional kelompok ini belum sepenuhnya terintegrasi pada sisteln sosio-ekonomi pasar yang lebih luas dan sistem sosiopolitik yang lebih besar dan kompleks. Seperti juga pada kelompok pertama, diferensiasi dan stratifikasi sosial-ekonomi belum begitu menonjol, masih bersifat egaliter, dan juga belum mengenal spesialisasi atau pembagian kerja atas dasar keterampilan dan keahlian penguasaan teknologi. Semua anggota masyarakat masih mungkin untuk memiliki akses dan kontrol yang sama atas sumber daya-sumber daya elconomi, khususnya tanah. Hal ini dimungkinkan karena rasio antara jumlah dan kepadatan penduduk dengan luas tanah masih rendah, sehingga mereka masih bisa melakukan perladangan berputar itu. Tanah masih dikuasai seeara kolektif-kecuali pada bidang-bidang tertentu-dan setiap anggota kolektif bisa membuka dan menguasainya. Dalam konteks inilah mengapa masyarakat peladang berputar ini dalam batas-batas tertentu masih dapat dikatakan bersifat egaliter. Namun demikian, karena pertanian perladangan ini mempunyai indeks diversitas tanaman yang tinggi, artinva scbidang lahan ditanami oleh banyak jenis tanaman, maka-dari sudut tertentu-biasanya tidak efektif, dan hasilnya juga tidak begitu tinggi, tidak dapat menghasilkan surplus produksi yang besar, meskipun tingkat kepadatan penduduknya masih rendah. Akibatnya, masyarakat peladang belum sepenuhnya dapat terintegrasi pada sistem ekonomi yang lebih besar.

86

Ketiga, kelompok masyarakat petani (peasant society). Kelompok masyarakat ini adalah kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pertanian menetap (sedenter). Berbeda dengan cara bertani pada kelompok peladang berputar terdahulu, kelompok masyarakat ini

mengembanglcan cara produksi pertanian intensif (intensive agriculture), yang di Indonesia dikenal sebagai sistem pertanian lahan basah atau pertanian persawahan. Sistem ini UmIum dikenal oleh kelompok masyarakat yang menghuni Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan di daerah-daerah tertentu di pulaupulau yang ada di gugusan Sunda kecil (terutama di Bali, NTB). Karcna sistem pertanian ini mampu menghasilkan surplus hasil yang cukup besar, kegiatan ekonomi kelompok ini telah terintegrasi ke dalam sistem sosio-ekonomi dan sosiopolitik yang lebih besar dan lebih luas. Bahkan hingga tingkat regional dan global. Keterikatan antar-anggota dalam masyarakat-masyarakat yang bersangkutan tidak lagi melulu berdasarkan sistem kekerabatan, melainkan juga pada ikatan sosiopolitik dan sosioekonomi yang lebih formalistis. Seperti organisasi dan asosiasi. Di samping itu, secara demografis jumlah anggota kelompok masyarakat yang besangkutan cukup besar dan tingkat kepadatan pcnduduk cukup tinggi, serta tkah pula mengenal diferensiasi dan stratifikasi sosialekonomi (dan politik). Artinya, ada di antara anggota masyarakat yang bersangkutan yang tidak atau hanya sedikit memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi, terutama tanah. Bahkan, orang-orang yang tidak atau sedikit memiliki akses dan kontrol pada tanah itu jumlahnya lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya ketimpangan rasio antara tanah dengan jumlah dan tingkat kepadatan penduduk, jumlah masyarakat petani selalu lebih besar dibandingkan dengan luas lahan pertanian yang tersedia. Keempat, adalah kelompok masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan adalah suatu masyarakat yang tinggal di suatu lingkungan pemukiman tertentu, yaitu suatu lingkungan di mana para penghuninya dapat memenuhi sebagianbesar kebutuhan ekonominya di pasar setempat. Biasanya barang-barang itu dihasilkan oleh penduduk yang tinggal di daerah

penguasaan teknologi dan informasi. misalnya). dan informasi.87 ”pedalaman” (pedesaan). mereka telah lebih jauh hidup dan menjadi bagian dari kerangka peradaban global. yaitu parapegawai pemerintahan. perusahaan-perusahaan swasta. ketika pemerintah kolonial Belanda mulai memperkenalkan sistem pendidikan sekolah yang modern. Dari segi cara hidup kelas menengah ini tidak berbeda jauh dengan lapisan elite. serta cara kerja yang . Setelah masa kolonial. masyarakat perkotaan ini juga disebut sebagai kelompok elite ekonomi dan politik. agama. atau mungkin sejak awal abad XX. Titik awal gejala kota adalah timbulnya golongan literati (golongan intelektual. Dilihat dari gaya hidup yang mereka miliki dan kembangkan. kaum intelektual. pujangga. yang berasal baik dari golongan pribumi dengan latar belakang suku bangsa. maupun yang berasal dari golongan minoritas pribumi. Dilihat dari peran sosio-ekonomi dan sosiopolitiknya dalam suatu jaringan kehidupan yang lebih luas. atau berbagai kelompok spesialis yang berpendidilcan dan non-agraris. yang biasa disebut sebagai daerah yang melindungi desa. dan pengusaha-pengusaha mandiri. teknologi. kelompok masyarakat ini mulai bertambah dengan orang-orang yang memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi. pegawai. Di bawah kelompok elite kota ini ada suatu kelas menengah perkotaan yang jumlahnya lebih besar. agamawan. yang dapat dikategorikan sebagai elite ekonomi nasional. Kelompok ini pada dasarnya mulai terbentuk sejak zaman kolonial. gaya hidup. Kelompok ini adalah orang-orang yang berlatar belakang pendidikan sekolah yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk Indonesia pada umumnya yang sebagian di antaranya kemudian masuk ke dalam sistem birokrasi pemerintahan kolonial atau menjadi politisi pejuang kemerdekaan. dan daerah yang berlainan. terutama sejak pemerintah Orde Baru memegang tampuk pemerintahan. sehingga mereka bisa dimasukkan ke dalam lapisan yang dikategorikan memiliki suatu pola kebudayaan “super kultur metropolitan”. sehingga pembagian kerja dalam masyarakat perkotaan ini sangat kompleks. Bahasa.

yaitu: struktur kesukuan. Namun keberagaman tersebut dalam konteks kekayaan menjadi kekayaan yang patut kita syukuri. sistem-sistem kemasyarakatan. ika = itu. dan dari aspek tingkat pendidikan. akan berpengaruh pada kemampuan beradaptasi atas perkembangan sosial-ekonomi. perbedaan sistem teknologi. Betapa pun. sosial-politik dan sosial-budaya. sehingga Bhineka Tunggal Ika artinya "terpecah itu satu”. KERAGAMAN DAN KESETARAANSEBAGAI KEKAYAAN SOSIALBUDAYA BANGSA Kita menyadari bahwa Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna kebudayaan dan bahasa. Sosial-budaya begitu kompleksnya menyangkut berbagai segi kehidupan manusia dan masyarakat. Tunggal = satu. yaitu : . Keberagaman dalam konteks Nusantara menjadi konsep kesetaraan sesuai dengan konsep integrasi nasional dengan rumusan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Bhina = pecah. distribusi wilayah agama. dan kompleksitas jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas pada masing-masing kategori seperti telah diperinci di atas. C. Keberagaman dan kesetaraan dalam konteks kekayaan khazanah sosial-budaya bangsa salah satunva adalah dengan mcngembangkan atau merumuskan kebudayaan nasional Indonesia. Tidak jarang kebhinekaan bangsa kita sampai pada konflik tingkat nasional yang menyebabkan terganggunya integrasi bangsa scbagai cita-cita bangsa. Sehingga keberagaman sosial budaya dan kesetaraan sosial-budaya mampu mengemban fungsi kebudayaan nasional. serta unsur utama dalam proses pembangunan diri manusia dan masyarakat. yang dihadapi oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. secara umum keragaman atas sosial-budaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek.88 berorientasi pada peradaban internasional ini menjadi kelompok acuan (reference group) bagi hampir semua kelompok-kelompok masyarakat yang lain.

seperti adat istiadat. b. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang memberi identitas kepada warga negara Indonesia. Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman lcelompok etnik (etnic group) atau suku bangsa beserta tradisi budayanya itu. hanya berpeluang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di masa mendatang. agama dan paham keagamaan. D. dan bertahan lama. Kebudayaan yang dimiliki kelompok etnik mcnjadi pcdoman kehidupan mereka dan atribut-atribut budaya yang ada. batas-batas sosial-budaya. tradisi.89 a. konsisten. Sebagai unsur pembentuk sistem sosial masyarakat majemuk kelompok-lcelompok etnik memiliki kebudayaan. sejarah sosial. dan sejumlah atribut atau ciri-ciri budaya yang menandai identitas dan eksistensi mereka. pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri tentang bagaimana mengelola kemajemukan terscbut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa. kesenian. Kebudayaan dan atribut sosialbudaya sebagai penanda identitas kelompok etnik memiliki sifat stabil. bahasa. jika dinamika kemajemukan sosial budaya itu tidak dapat dikelola dengan baik. kesamaan leluhur. tidak. atau aliran ideologi politik menjadi ciri pemerlain atau peinbeda suatu lcelompok etnik dari kelompok etnic yang lain. . asal usul daerah. PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN NEGARA Dalam pen-Takdir-annya sebagai negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk (plural society). Suatu sistem gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga negara Indonesia yang beragam (bhineka) itu. tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam sendi-sendi integrasi negara-bangsa (nation-state). pakaian tradisional. untuk saling berkomunikasi dalam kesetaraan dengan demikian dapat memperkuat solidaritas sosial-budaya bangsa.

demikian pula sebaliknya. Kondisi demikian lebih banyak . dan penghargaan terhadap prestasi belum menjadi pandangan dan sikap hidup kita sehari-hari. Tengger. Pilihan terhadap suatu atribut sosial-budaya bagi seorang individu akan didasarkan pada pilihan rasional (rational choice). di Jawa Timur. Dalam kaitannya dengan akses dan perebutan sumber daya di daerah yang bersifat struktural. Hal yang sama juga berlaku untuk penyebutan Osing. Sebagai sebuah realitas sosial yang wajar dan alamiah. Pendhalungan. dalam konteks perbandingan yang setara pada orang Jawa di Jawa Timur. manifestasi etnisitas sering menimbulkan ketegangan dan konflik sosial di antara pihak-pihak yang terlibat atau yang berkepentingan. Karena perbedaan-perbedaan kultural ini keduanya disebut sebagai sebuah kelompok etnik yang berbeda. Demikian juga. yang dipertimbangkannya secara saksama bahwa hal itu dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui interaksi sosial tersebut.90 Berdasarkan uraian di atas dan dalarn konteks perbandingan yang setara. penghormatan terhadap keadilan sosial. Mataraman. Orang Jember tidak akan mau disebut sebagai orang Surabaya. Dalam proses interaksi tersebut kelompok etnik atau individu-individu dalam kelompok etnik akan memanfaatkan atribut-atribut sosial-budaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tertentu. Etnisitas (etnicity) atau kesukubangsaan selalu muncul dalam konteks interaksi sosial pada masyarakat majemuk. ketika tradisi berdemokrasi. seperti potensi ekonomi dan kekuasaan politik. bahwa orang Jember tentu berbeda secara kultural dengan orang Surabaya. Bentuk mana yang dipilih di antara atribut-atribut tersebut sebagai penanda identitas diri sangat ditentukan oleh konteks interaksi dan tujuan yang akan dicapai. Masa otonomi daerah sekarang ini memberikan peluang yang besar bagi timbuhnya konflik sosial berbasis etnisitas. etnisitas akan terjadi secara intensif dalam masyarakat tradisional atau masyarakat trandisional. orang Jawa disebut sebagai suatu kelompok etnik karena mereka secara budaya memang berbeda dengan orang Madura. Arekan atau Samin sebagai sebuah kelompok etnik dan sub-etnik yang berbeda-beda. walaupun keduanya berada dalam ruang lingkup orang Jawa.

Hal-hal ini untuk membangun kembali fondasi sosial-budaya masyarakat. Wujud dari penggalian di atas adalah hadirnya asosiasi-asosiasi masyarakat adat Nusantara. Kebijakan Bupati Banyuwangi . kasus Osingisasi yang dilakukan olch Bupati Banyuwangi. Dalam ruang politik yang semakin terbuka ini. Masalahnya adalah bagaimanakah meminimalkan konflik sosial berbasis etnisitas yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas? Secara normatif. yang ketepatan la berasal dari etnik Osing adalah kasus yang kebablasan. dan pakraman di Bali). masyarakat di daerah (indigenous people) menggali kembali potensi-potensi kelembagaan sosial atau konstruk nilai-nilai budaya lokal yang dianggap berguna untuk menopang eksistensi mereka di tengah arus globalisasi dan dinamika pembangunan daerah. 2004) Walaupun demikian. Otonomi daerah menandai era penghargaan terhadap keberagaman dan otonomi masyarakat. Undang-undang yang mendasari praktik otonomi daerah memberi pengakuan terhadap eksistensi masyarakat dan kebudayaannya. khususnya masyarakat di pedesaan agar memiliki kemampuan otonomi yang kukuh dalam menyikapi gerak pembangunan di bawah kebijakan otonomi daerah. Samsul Hadi. kampong di komunitas Melayu Kalimantan Barat. serta eksplorasi ulang atas revitalisasi pranata-pranata lokal untuk mengelola sumber daya alam secara lestari dan adil.91 menguntungkan kepentingan pribadi dan kelompok (etnik) daripada kepentingan masyarakat. Zakaria.). (Siregar dan Wahono (Peny. di daerah-daerah yang memiliki struktur masyarakat majemuk proses revitalisasi kebudayaan etnik juga harus memerhatikan eksistensi kebudayaan etnik yang lain. Misalnya. sehingga berpotensi mengundang kctcgangan sosial. setelah Orde Baru memberangusnya selama masa tiga dasawarsa lebih (Zakaria. seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali-Lombok. pembangkitan kembali satuan-satuan desa adat tradisional (nagari di Minangkabau. 2000). otonomi daerah telah memberikan keleluasaan bagi masyarakat di daerah (bukan pemerintah daerah) untuk mengaktualisasikan diri secara optimal dalam manajemen pembangunan daerah. 2002.

dengan membangun patung Gandrung yang menghabiskan dana miliaran rupiah di daerah Watu Dodol. (Sunarlan. Selebaran itu berisi surat perjanjian Calon Bupati Masfuk kepada Forum Rembug Muhammadiyah Lamongan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Lamongan dibandingkan dengan ormas yang lain. seperti masyaralcat Madura di Muncar. Kop surat selebaran tertera nama Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional. yakni memperkuat basis konsolidasi kekuasaan dan legitimasi politik Bupati di mata publik menyongsong Pilkada 2005. (Kompas Jatim.92 tersebut adalah mengharuskan para petinggi pemerintah kabupaten yang akan menghadapnya harus menggunakan bahasa Osing. dan tradisi. Kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum lokal tersebut mengundang reaksi sosial dari para pengelola SD-SMP yang lingkungan sosialnya bukan komunitas Osing. Kebijakan politik etnisitas seperti ini lebih bernuansa politik praktis. “Muhammadiyah tidak pernah menggunakan segala cara untuk meraih tujuannya. Surat perjanjian itu ditandatangani 20 Mei 2005. Afnan Anshari mengatakan. Ketua Muhammadiyah Lamongan. Bahasa Osing scbagai muatan kurikulum lokal diajarkan pada siswa SD-SMP yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir. seni. Pengurus Daerah Muhammadiyah dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Lamongan menilai skebaran gelap tersebut bisa menyesatkan masyarakat Lamongan. Senin. Ketapang. dan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar mcrayakan tradisi endog-endogan dalam rangka Maulud Nabi Muhaulmad SAW seperti yang selama ini dilakukan oleh komunitas Osing. Isu yang ada dalam selebaran ini sangat kotor. 27 Juni 2005: A) . dengan jalan mengaktifkan beberapa atribut atau unsur kebudayaan Osing: bahasa. 2004: 170-171) Bupati juga memperkuat posisi kesenian Gandrung sebagai ikon Kabupaten Banyuwangi. Kami mendesak agar Panwas Pilkada menindaklanjuti temuan ini secara hokum”. Kasus yang lain bisa kita lihat pada beredarnya selebaran gelap mcnjelang pemilihan Bupati Lamongan.

(Kompas Jatim. Kasus seperti ini mirip dengan kebijakan kolonialisme internal (internal colonialism) Pemerintah Thailand terhadap kelompok-kelompok etnik minoritas. Menurut Ketua FKB Jawa Timur. Seharusnya sebagai. Alisjahbana tidak pernah menggunakan nama marganya. "Nama seseorang merupakan urusan pribadi". yakni Akbar Tanjung dan Sudi Silalahi". Kasus-kasus serupa banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga.93 Masih dalam Kaitannya dengan pemilihan kepala daerah. Ketika dihubungi wartawan untuk konfirmasi. Sejak bekerja di Pemerintah Kota Surabaya selama 30 tahun lebih. FKB Jatim juga menunjukkan fotokopi ijazah Alisjahbana saat lulus sebagai sarjana teknik ITB Bandung 1974. Pilihan tindakan demikian sudah diperhitungkan untung ruginya bagi yang bersangkutan. "Nama marga merupakan ikatan turun-temurun. kasus yang terjadi di Banyuwangi untuk membangun “hegemoni budaya Osing” sesungguhnya hanya merupakan sarana penguasa daerah untuk mencapai penguasaan sumber daya ekonomipolitik yang lebih besar. dengan nama lengkap Alisjahbana Sitepu. Alisjahbana mengatakan. Forum Komunikasi Batak (FKB) Jawa Timur menyesalkan Calon Wali Kota Surabaya Alisjahbana dari Partai Kebangkitan Bangsa yang selama ini dianggap enggan mencantumkan nama marga Sitepu dalam berbagai kesempatan. penghilangan (penyembunyian) nama marga Sitepu bagi Alisjahbana. Senin. bukan tanpa alasan. RH Batubara. orang yang berdarah Batak. 30 Mei 2005: 1) Benar tidaknya isi selebaran gelap di Lamongan tersebut. Alisjahbana tetap menggunakan nama marga seperti halnya sejumlah tokoh lain. dari perspektif etnisitas mobilitas identitas etnik yang terkait degan paham keagamaan (Muhammadiyah) juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bersifat negatif atau positif bagi pihak-pihak yang terlibat dalam persaingan memperebutkan jabatan politik Bupati Lamongan. tetapi ada kepentingan tertentu (ekonomi-politik) yang akan diraih dalam proses interaksi social dan jika nama marga itu tetap dilekatkan justru akan menghambat pencapaian kepentingan tersebut. Dalam konteks otonomi daerah. khususnya masyarakat muslim Malaysia .

1994). . seperti Thai-Buddha. untuk menghimpun kekuatan dan modal perjuangan menghadapi hegemoni negara dan penetrasi kelompok etnik dominan (Thai). dan tradisi social budaya sebagai sarana pengikat social dan pembangun solidaritas social. Di samping terjadinya penetrasi budaya dominant (dominance ulture). senantiasa berhadapan dengan penolakan atau resistensi social dari kelompok-kelompok etnik yang terkena kebijakan tersebut. yang berusaha keras untuk menegaskan aspek-aspek identitas budaya masyarakat Pattani melalui penetrasi kebudayaan Thai dan Buddha. Brown. yang mendorong masyarakat Aceh menjadi anti-Jawa (lihat. Dalam banyak kasus. (Brown. sejarah social. Dalam studi-studi konflik etnik. seperti masyarakat Pattani akanmengaktifkan jaringan etnisitas yang berbasis kesamaan asal usul dan leluhur. kelompok-kelompok etnik minoritas yang terdisriminasi. Konflik-konflik dan kekerasan social berbasis etnisitas yang terjadi di Indonesia menjelang akhir kekuasaan Orde Baru hingga sekarang merupakan akibat dari kesalahan kebijakan pembangunan daerah dan ketidakbecusan penguasa Orde Baru mengelola kemajemukan masyarakat kita (Kusnadi.94 di Pattini di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. etnisitas akan berubah menjadi ideology perjuangan untuk menghadapi negara yang telah membuat diri mereka tidak nyaman dan terancam serta mengganggu kelangsungan hidup kelompok etnik. 1999: 33-47). khususnya etnik yang dianggap kelompok dominant atau pribumi. kebijakan pembangunan regional Pemerintah Thailand yang bersifat deskriminatif dan hanya menguras sumber daya local. orang Pattani-Muslim. telah membangkitkan gerakan perlawanan bersenjata masyarakat Pattani terhadap Pemerintah Thailand. negara dan kebijakan-kebijakan para penguasanya mengambil peranan yang besar terhadap tumbuhnya peristiwa konflik etnik dan kekerasan social di berbagai negara (Renner. 1994: 1-5). Dalam konteks demikian. kebijakan politik etnik negara dan Pemerintah Thiland memperluas batas-batas social budaya identitas suatu kelompok etnik. Sementara itu. identitas keIslam-an. Hal yang sama juga dilakukan oleh Penguasa Orde Baru terhadap Aceh.

atau Kabupaten Sumenep Kepulauan. Substansi berdemokrasi belum memberikcan keuntungan bagi rakyat dankebijakan-kebijakan publikyang dihasilkan oleh negara juga belum memihak pada kepentingan rakyat. sebagaimana pcrnah terjadi dalam sejarah sosial kita. para penguasa daerah justru berpesta pora menghambur-hamburkn uang rakyat yang diperoleh dengan jalan menjarah. khususnya untuk memenuhi kebutuhan primernya. tetapi praktik-praktik kekuasaan yang muncul lebih parah daripada perilaku kuasa rezim Orde Baru. Konflik sosial ini tidak hanya terjadi di kalangan internal antar-elite daerah. dan mahalnya biaya pendidikan. Bahkan. ketidakadilan hukum. tetapi juga melibatkan penguasa daerah dengan rakyat secara keseluruhan dan antar kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Banyuwangi Selatan. (Lucas. Gagasan sebagian masyarakat beberapa waktu yang lalu untuk membentuk Kabupaten Jember Selatan. 2004) Di saat rakyat harus berjuang melawan kemislcinan. saya perkirakan bahwa sifat rakus politik danserakah ekonomi penguasa di daerah dan kebijakan-kebijakannya yang tidak memihak kepentingan rakyat akan menjadi pemicu konflik sosial yang berskala luas di daerah. Keetidakpuasan rakyat yang meluas terhadap perilaku pemimpinnva dapat mendorong timbuhnya revolusi sosial. Hal yang sama bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh penguasa pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif) era otonomi daerah. kurang gizi. Mereka bisa saja menggunakan basis legitimasi berdasarkan unsur-unsur etnisitas yang berkaitan dengan kesamaan . harus dilihat sebagai persoalan konflik politikkebijakan berbasis etnisitas dengan pernerintah kabupaten setempat. 2005 dan Putra. Walaupun kita telah memasuki era demokrasi dan masyarakat mulai tumbuh kekuatannya untuk terlibat dalam proses bernegara. busung lapar.95 2001). 2004ab. 2005) Dalam masa otonomi daerah ini yang pendekatan pembangunannya berorientasi pada aspek kewilayahan. Beban kehidupan rakyat semakin berat. eksplorasi etnisitas sebagai ideologi perjuangan kelompok masyarakat yang dirugikan oleh kebijakan pembangunan daerah akansemakin berpeluang. (Prasetyo.

yang telah lama berkonflik memperebutkan sumber daya perikanan di Perairan Selat Madura. Kedua pihak mendefinisikan identitas dirinya sebagai kelompok nelayan yang berbeda satu sama lain berdasarkan nilai-nilai sosial-budaya dan sejarah sosial yang membentuk eksistensi mereka. sejarah sosial. masyarakat di Jember Selatan. walaupun mereka bagian dari masyarakat Jawa Pesisiran. yang dianggapnya lebih tepat dan menguntungkan kehidupannya dalam interaksi sosial. Banyuwangi Selatan. Demikian pula. merupakan akibat dari kekurangmampuan pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) dalam memahamkan esensi otonomi daerah yang terkait dengan batas-batas administrasi daerah dan kewenangannya mengelola potensi sumber daya laut setempat kepada masyarakat nelayan di kawasan pesisir. Hal yang samajuga berlaku untuk nelayan Madura asal Kraton. Identitas kebudayaan Madura ternyata tidak mampu mendamaikan kedua kelompok nelayan tersebut. 2002) Konflik nelayan Ujung Pangkah. (Kusnadi. atau nilai-nilai budaya lainnya. (Kusnadi dkk. Bangkalan Selatan. Aspek lain yang ikut memberikan kontribusi terhadap timbulnya konflik nelayan tersebut adalah semakin tingginya kelangkaan sumber daya ekonomi-perikanan dan kompetisi memperebutkannya. kesejarahan. 2005) Pada dasarnya.96 budaya. konflik sosial berbasis etnisitas yang berlangsung secara masif tidak ada yang semata-mata terjadi karena perbedaan-perbedaan sosial-budaya yang bersifat horizontal. Berdasarkan eksplorasi nilai-nilai budaya di atas. Pasuruan dan nelayan Kwanyar. Gresik dengan nelayan Weru Kompleks. nasib sosial. seperti agama. gaya hidup. membedakan dirinya dengan masyarakat di Jember Utara. Bayuwangi Utara. Aspek- . tradisi dan adat istiadat. Lamongan. Masing-masing pihak mendefinisikan eksistensinya berdasarkan nilai-nilai lokalitas yang kontekstual. tetap dilihat sebagai kasus konflik sosial berbasis etnisitas. atau Sumenep Kepulauan. dannilai-nilai baru yang dimunculkan karena faktor karakteristik geografis. kasus konflik nelayan yang meluas di berbagai daerah perairan Jawa Timur. bahasa. dan Sumenep Daratan.

demokratis. Di tengah-tengah karakter rezim otonomi daerah yang masih belum beradab dan manusiawi. maka konflik sosial yang terjadi akan semakin intensif dan keras (Kusnadi dan Burhanuddin. penguatan kapasitas masyarakat harus dilakukan dengan membangun fondasi kesadaran struktural-kultural bernegara dan berbangsa agar memiliki kemampuan dalam berdiskusi dengan elite daerah untuk memberi arah pada kebijakan pembangunan daerah yang memihak kepentingan masyarakat luas. pada tataran sosial. Bahkan semakin tinggi nilai sumber daya yang diperebutkan dan kondisinya terbatas. . jalan untuk membangun fondasi kesadaran strukturalkultural di atas masih sangat panjang. Upaya untuk meretas jalan menuju perdamaian abadi juga sangat sulit karena membutuhkan kesabaran. berorientasi kerakyatan. dan berdimensi keadilan sosial. dampak konflik secara psikologis sangat mencekam masyarakat dan secara sosial-ekonomi memberatkan masa depan kehidupan mereka yang terlibat konflik. dengan jalan merumuskan kebijakan pembangunan dan pembuatan regulasi daerah yang bersifat transparan. keseriusan.97 aspek vertikal-struktural. dan pengorbanan yang besar. Berdasarkan uraian di atas. bukan otonomi pemerintah daerah (pemda). dengan berbagai cara. rezim otonomi daerah dalam masa transisional ini harus belajar bagaimana meminimalisasi timbulnya konflikkonflik sosial yang berbasis etnisitas dan keagamaan. Dalam situasi demikian. karena esensi pemerintah daerah hanya sebagai alat pembangunan daerah. seperti akses dan penguasaan sumber daya ekonomipolitik (kekuasaan) senantiasa terlibat. Otonomi daerah hat-us ditafsiri sebagai otonorni masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing. Sementara itu. 1997).

kita harus mendefinisikan manusia . ada yang langsing. DAN HUKUM A. kurus. Jika kita mendefinisikan manusia hanya melalui segi fisiologis saja. Hewan punya kepala. Dalam realitas sosial. pengembangan spremasi hukum sangat tergantung pada empat komponen. maka kita akan dibuat kebingungan. kurangnya sarana dan prasarana hukum. Tatkala terjadi dilema antara materi hukum. maka manusia punya telinga. Ada yang gendut.98 BAB 6 MANUSIA. maupun estetika yang berhubungan dengan keindahan. Membicarakan mengenai manusia. artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. jika terjadi perbedaan seperti itu. Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan menjadi wujud budaya masyarakat sangat mungkin terjadi dilema dan benturan dengan nilai etika. yakni (a) materi hukum. maka manusia pun punya kaki. Nilai tersebut berupa : etika yang erat hubungannya dengan moralitas. (b) sarana prasarana hukum. maka mana yang pantas disebut sebagai manusia? Maka dari itu. maka manusia punya kepala. Apa itu manusia? Apa beda manusia dengan makhlukmakhluk lain? Apa nilai-nilai kemanusiaan itu dan berbagai macam definisi manusia. NILAI. maka akan muncul berbagai macam pertanyaan. maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat. dan (d) budaya hukum masnyarakat. (c) aparatur hukum. Ada definisi yang memandangkan dari segi fisiologis ada juga yang memandangnya dari segi sosiologi. Dari segi fisiologis bisa dikatakan tidak ada beda antara manusia dengan hewan. konflik di antara penegak hukum. serta rendahnya budaya hukum masyarakat. Dari segi fisiologis bahwa manusia itu makhluk yang mempunyai fisik hampir sama dengan hewan. Hewan punya kaki. MORAL. Hewan punya telinga. MANUSIA DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN Manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya pada dsarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Ada yang bisa melihat dan ada yang (maaf) buta. Di antara manusia itu saja terjadi perbedaan bentuk fisik.

B. Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal. maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syariat (budaya syar'iy) di samping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Fitrah manusia adalah punya sisi baik dan buruk. Nilai-nilai kemanusiaan adalah suatu hal yang dapat memanusiakan manusia atau bisa dikatakan juga kembali kepada fitrah manusia. hati. Bagaimana manusia menyempurnakan dirinya? Manusia dalam proses penyempurnaan diri itu membutuhkan yang namanya pengetahuan. Pengetahuan yang dirnilikinya itulah yang akan menentukan apakah proses penyempurnaan diri yang dia lakukan itu memang sudah benarbenar sempurna ataukah belem. maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya di mana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agarna bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. dan fisik. Tetapi kita juga jangan lupa bahwa manusia itu juga punya fitrah/kecenderungan untuk menyempurnakan diri. keyakinan. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. dan norma yang dianut masyarakat yang memengaruhi perilaku mereka dalam . ada kebudayaan umat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. Definisi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahi-Nya akal. itulah nilainilai kemanusiaan. Pengetahuan seperti apa yang betul? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". ada yang berpendapat bahwa manusia itu hewan yang berakal. nilai.99 kembali dengan sudut pandang lainnya. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat Di sisi lain. Dengan demikian. tetapi ketika "membumi". NILAI BUDAYA Banyak definisi tentang kebudayaan. Karena dari segi fisik memang tidak ada beda dengan hewan tetapi yang membedakannya adalah akal. Maka.

yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Nilai teori. dan fantasi disebut aspek ekspresif dari kebudayaan. maka manusia mengenal nilai seni. 5. 3. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. agama.100 upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. . dan solidaritas. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. kuasa. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang sama-sanna menekanlcan intuisi. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dankebesaran yang menggetarkan di mana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang mahagaib. Di samping sebagai fasilitas. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. 4. seni. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. ulanusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. Berbeda dengan hewan. ekonomi. perasaan. Nilai seni. Kombinasi antara nilai teori dan ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progresif dari kebudayaan. Nilai agama. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. maka manusia mengenal nilai agama. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. Jika yang dialami itu keindahan di mana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. Nilai kuasa. 1. Nilai ekonomi. Ketika manusia menentukan dengan objektif identitas bendabenda atau kejadian-kejadian. yaitu: teori. 2. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti pikirannya. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini.

yang lebih dipengaruhi olch nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. dan sebagainya.101 6. yang telah mencapai tingkat tertinggi dan akhir kesempurnaannya. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. ilmuwan yang mistis. pekerja sosial. menghargai orang lain. politisi yang pejuang. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. Malaikat adalah maujud yang diciptakan dari akal murni.Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memerhatikan halal dan haram. seniman. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. syahwat. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. sedangkan pendukung budaya ekspresif biasanya statis atau tradisional. persahabatan dan simpati sesama manusia. hawa nafsu. Nilai solidaritas. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. Terdapat perbedaan antara malaikat. Pendukung budaya progresif pada umumnya dinamis dan siap digantikan olch generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. sebagai dirinya (malaikat). Kesempurnaan pada suatu maujud (ciptaan) berbeda dengan kesempurnaan pada maujud (ciptaan) lainnya. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. schingga ada sosok orang yang materialis. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. pada malaikat sama sekali tidak terdapat unsur materi. artinya. amarah. Budaya progresif akan mengembangkan cara berpikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab‟i). ulama yang rasional. dengan manusia yang mencapai puncak kesempurnaannya. Misalnya. dan sebagainya. insan kamil berbeda dengan malaikat kamil. Demikian pula halnya dengan hewan yang seluruh . dan lainnya. sedankan puncak dari budaya ekspresif bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik.

pada diri manusia tertimbun serangkaian potensi. sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an: Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). C. Al-Insan: 2-3) Kami telah menciptakan manusia dari nutfah (sperma) yang di dalamnya terdapat banyak campuran. Lain halnya dengan manusia. mereka tidak layak untuk diuji. ada yang bersyukur dan ada pula yang kajir. (Q S.102 substansinya bersifat materi. la dapat dianggap sempurna ketika mampu menyeimbangkan dan menstabilkan serangkaian potensi insaninya. Insan kamil adalah manusia yang seluruh nilai insaninya berkembang secara seimbang dan stabil. Sesuungguhnya Kami menunjukinya jalan yang hurus. Tidak satu pun dari nilai-nilai itu yang berkembang tidak selaras . suatu makhluk yang mulki-malakuti. Yang dirnaksud dengan keseimbangan di sini adalah: seiring dengan perkembangan potensi-potensi insaninya. Orang-orang bijak mengatakan: "Hakikat dan substansi keadilan adalah keseimbangan dan keselarasan". ketika tidak hanya kecenderungan pada satu nilaidari sekian banyak nilai yang ia miliki. karena itu Kami jadikan dia mendengnr dan melihat. PERLUNYA KESEIMBANGAN NILAI-NILAI INSANI Kamal atau kesempurnaan manusia terletak pada kestabilan dan keseimbangan nilai-nilainya. tercipta juga keseimbangan dalam perkembangannya. Manusia dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya dapat dianggap sempurna. karena memang mereka tidak diciptakan untuk diuji. adalah maujud yang terdiri dari apa yang ada pada malaikat (akal) dan apa yang ada pada hewan (nafsu). Kemudian ia akan sampai pada satu fase atau tahapan di mana ia akan diuji. Tidak demikian halnya dengan makhluk-makhluk lainnya. malaikat dan hewan terletak pada susunan unsur dan zatnya. insane. Perbedaan antara manusia. Yakni.

Nilai-nilai kebaikan dari seseorang yang saleh belum teruji kalau dia tidak berinteraksi dengan komunitas sebagai makhluk sosial. Tidak hanya dari segi nilai saja yang disebarkan. akan tetapi tidak sedikit koniunitas justru mewarnai pribadi itu sendiri menjadi sebuah budaya. Akan tetapi. insan yang unggul dan teruji dapat dengan kuat memengaruhi komunitas tanpa dia sendiri terpcngaruh oleh komunitas itu. Setiap insan atau personal mempunyai potensi yang diberikan sama oleh Allah dalam rangka beribadah kepada-Nya. Al-Qur'an menyebut manusia yang nilai-nilai insaninya berkembang seimbang dan sempurna ini sebagai "imam": Dan (ingatlah). KESALEHAN PRIBADI DAN SOSIAL Manusia dalam keberadaannya di muka bumi senantiasa berada dalam dua lingkup yaitu dalam lingkup personal (pribadi) dan sosial. Seseorang yang saleh dan teruji dan kuat akan bisa menjadikan komunitas sekitarnya salah. ketika ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). (QS. Allah berfirman: Sesunguhnva Aku akan menjadikanmu bagi sehlrult manusia. . Potensi pribadi akan bisa memengaruhi suasana komunitas. Hanya insan yang belum teruji atau lemahlah yang akan terpengaruh oleh lingkungan yang ada. lalu Ibrahim menunaikannya. AlBaqarah: 124) D.103 dengan nilai yang lain. Kesalehan pribadi atau integritas diri merupakan sebuah fondasi yang penting dan utama dalam mengubah diri dan sosial. tetapi dalam sebuah komunitas suasana tolong-menolong dan komunikasi biasa bisa memberikan sebuah perubahan yang bertahap. Potensi personal merupakan sebuah inti atau core manusia dalam mencapai kesempurnaan dirinya sebagai insani menuju insan kamil (manusia yang sempurna). Kemampuan insan akan semakin terasah dan teruji kalau dia dihadapkan dengan insan yang lain dan pada sebuah komunitas yang berada di sekeliling dia. Keberadaan insani yang satu merupakan organ yang unik dan beragam.

la tidak membatasi dirinya pada hubungan manusia dengan Tuhan atau penyucian jiwa semata (sebagaimana agama Masehi). Islam memiliki keistimewaan tersendiri. hingga pada pedoman kehidupan individual.104 Perubahan sebuah komunitas berawal dari insan-insan yang berubah menuju kesalehan dan satu sama lainnya saling melengkapi dalam menebarkan kesalehan. akan tetapi sekaligus menyatakan dirinya sebagai aliran yang komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. terlibat pertarungan ideologis hampir di semua bidang dan pengaruh. Saleh untuk kita dan juga untuk orang lain. . akan tetapi memerlukan waktu dan tahapan yang mau tidak mau dikerjakan dengan kesungguhan dan kerja keras yang lama dan berkesinambungan. Islam sebagai agama dan umat. Perubahan berawal dari perubahan di sekitar atau sekelompok orang yang mempunyai alam pikiran yang sama dan saling menghargai di antara perbedaau yang ada dan tidak saling mengganggu dan merusak. dan bertahap menjadi sebuah koinunitas yang saleh. Sebuah unglcapan yang mungkin bisa dijadikan perenungan. dari pandangan filosofisnya tentang alam. Perubahan sosial meinang tidaklah sebentar. tanamkan dalam diri kita kesalehan pribadi dan bersosial. yaitu Janganlah kita masuk surga sendirian atau saleh untuk sendiri saja. tetapi ajaklah mereka yang pengensaleh tetapi terjerumus pada kesalahan atau terkesima oleh inggar-bingar duniawi yang menyesatkan. Di antara agama-agama yang ada dalam sejarah.

Hakikat dan Makna Sains Sains dalam istilah Inggris berarti science berasal dari bahasa Latin yaitu scientia. bahwa pengetahuan menipakan pengetahuan yang dapat diindra dan dapat merangsang budi.105 BAB 7 MANUSIA. dan hukum yang mendasarinya. 1. Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu . TEKNOLOGI. Menurut Descrates ilmu pengatahuan adalah serba budi. TEKNOLOGI. Pengertian pengetahuan sendiri sebagai istilah filsafat tidaklah sesederhana dipahami pada umumnya. DAN SENI BAGI MANUSIA Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi. Kegunaan nyata iptek bagi manusia sangat tergantung dari nilai. moral. Di antaranya pandangan Aristoteles (384 SM . HAKIKAT DAN MAKNA SAINS. olch Bacon dan David Home (1711-1776) diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. mengolah. yang berarti knowledge atau ilmu pengetahuan (P Medawar.322SM). karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi) yang melingkupi makna pengetahuan tersebut. Menurut Immanuel Kant (1724 -1804) pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pcngalaman. Tetapi tidak semua ilmu itu boleh dikatakan sains. norma. serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi. Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery). DAN SENI A. dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Iptek tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa iptek mencerminkan keterbelakangan. penciptaan (invention). 1986). yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya. melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa.

terlepas dari prasangka pribadi yang bersifat subjektif. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban . Bukan membahas tujuan ilmu. Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineering-nya. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapinya supaya didukung oleh fakta atau gejala. kebenaran pengetahuan. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. melalui eksperimen secara teori. dan sebagai apa yang disebut generikmeliputi usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya.106 berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar langkah berkelanjutan llmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pcngetahuan alam dan pengetahuan sosial dan kemanusiaan. metode atau proses yang berguma. Penelitian pengembangan diartikan penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan penciptaan bahan-bahan. d) Merasa pasti bahwa setiap pendapat. sehingga bcnar-benar objektif. perencanaan sistematis. c) Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indra dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu. Untuk mencapai suatu pengalaman yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah. dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. teori. Sains memberilcan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pcngctahuan itu. melainkan mendukung dalam mencapai tujuan ilmu itu sendiri. b) Selektif. pengetahuan Penelitian dasar bertujuan untuk menambah sebagai ilmiah. namun terbuka untuk dibuktikan kembali. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal: a) Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.

terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga . keterampilan itu menjadi lebih teknik. dan metode yang pasti. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis. Jadi. teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. metode. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang miliki keahlian tertentu. Menurut Ellul. Seperti yang diungkapkan Jacques Ellul (1912-1994). melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Batasan ini bukan dalam bentuk teoretis.107 atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan scientific dan ia menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. 2. Teknologi itu sendiri memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya. dalam tulisannya berjudul "The Technological Society" tidak mengatakan teknologi tetapi teknik. langkah. Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubahan bentuk dari alam). dari Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. istilah teknik digunakan tidak untuk mensin. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. meski arti dan maksudnya sama. Hakikat dan Makna Teknologi Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide.

Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan nonteknis menjadi kegiatan teknis. Teknologi yang berkembang dengan pesat. dan segala hal adalah teknologi. bahkan dapat menguasai kebudayaan. d. artinya dalam hal metode. Rasionalitas. Teknik meliputi bidang ekonomi. e. atinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi. memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Knowledge Economy (KE) menurut salah satu definisi merupakan segala aktivitas ekonomi di mana penciptaan dan eksplorasi pengetahuan (knowledge) memainkan peran utama dalam menciptakan kemakmuran (United Kingdom Department of Trade and Industry. Contohnya dengan berkembang pcsatnya ilmu pengetahuan ekonomi. artinya semua teknik bersatu. digambarkan oleh Ellul sebagai berikut: a. 1998). mampu mengonsentrasikan kapital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Otomatisme. saling berinteraksi dan saling bergantung. b. Dengan teknik. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. Adapun teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. Luasnya bidang teknologi. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Fenomena teknik pada masyarakat kini. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. c. Otonomi. f.108 teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai tujuan insani. Universalisme. g. Artifisialitas. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan. Bahkan ilmu ekonomi juga terserap teknologi. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Pembicaraan mengenai knowledge economy di . sampai kenyataan bahwa teknologi adalah segala hal. Monisme. meliputi berbagai kehidupan manusia.

Tentu saja ini berkaitan dengan dua latar belakang yang mengantar perkembangan gelombang ketiga ini yaitu globalisasi dan teknologi informasi. Hat ini seperti dijelaskan ramalan Toffler. Jika di masa Revolusi Inkustri kemakmuran diciptakan melalui penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga kerja manusia.109 beberapa literatur sering mengaitkannya dengan peran teknologi khususnya teknologi informasi yang kemudian mempereepat penyebaran informasi. Bagaimana untuk menanam benih misalnya atau bagaimana menjual suatu barang tentu memerlukan pengetahuan dan penggunaan pengetahuan tersebut telah semakin meningkat semenjak Revolusi Industri. Setiap kegiatan ekonomi bagaimanapun juga selalu didasari oleh pengetahuan. Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menghilangkan batasan-batasan demografi semakin mempercepat proses penyebaran pengetahuan dan akhirnya juga kegiatan ekonomi. maka di era perkembangan teknologi informasi banyak orang menghubungkan knowledgeeconomy dengan industri berteknologi tinggi seperti telematika dan jasa-jasa keuangan. tampaknya akan terus berubah. Hanya saja yang membedakannya adalah porsi penggunaan pengetahuan dan informasi tersebut dalam kegiatan ekonomi saat ini menjadi semakin intensif sehingga membuat perubahan yang cukup besar dalam kegiatan ekonomi dan mengubah basis dari keunggulan kompetitif (Business Week com). Perkembangan kegiatan ekonomi saat ini yang oleh Tofler telah diramalkan sebeluinnya sebagai gelombang ketiga dengan peranan dari teknologi informasi yang semakin pesat. Karakteristik khusus dari KE seperti yang digunakan oleh Pemerintah New Zealand dalam pengembangan knowledgeeconomynya menyebutkan bahwa keberadaan dari KE dapat dicirikan melalui . Evolusi ini pun berubah dari (natural) resources menuju knowledge di mana pcnggunaan teknologi semakin intensif. Bukan rahasia dan juga bukanlah hal yang baru bahwa pengetahuan (knowledge) merupakan hal yang penting dalam kegiatan ekonomi.

Modal utama perusahaan-perusahaan tersebut adalah pada kekuatan "ide". perubahan tersebut merupakan perubahan dari hardware ke software.com). Perusahaan lainnya Mc Donalds's dengan karyawan 10 kali lebih banyak memiliki 1/10 dari kapitalisasi pasar. memiliki kapitalisasi pasar sebesar $600 (billion) triliun. maka biaya produksinya akan semakin mendekati nol.Dengan kata lain. Sementara globalisasi didorong oleh deregulasi nasional dan internasional. dan inovasi. . Perkembangan KE juga didukung oleh dua kekuatan. dan juga revolusi komunikasi yang berbubungan dengan TI. Di mana hardware merupakan produk sementara software lebih kepada ide.000 karyawan. Kita bisa melihat banyak contoh perusahaan yang telah menikmati kekayaan dari penciptaan ide. Yang jelas produk masih akan tetap ada namun siapa yang akan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut adalah persoalan siapa yang memiliki software (ide) tersebut. pembelajaran. Di akhir 2007 lalu Microsoft yang hanya memiliki 31. Ide bersifat cepat menyebar seperti virus dan teknologi mampu meciptakan skala elconomi. Lihat juga Yahoo! Inc yang sahamnya diperdagangkan pada nilai 40 kali nilai bukunya (Business Week.110 peningkatan peran dari pengetahuan sebagai faktor produksi dan dampaknya terhadap kemampuan. penciptaan ide yang kemudian direalisasikan dalam bentuk produk juga akan semakin menggandakan keuntungan yang didapat. Peningkatan dalam intensitas pengetahuan ini didorong oleh kombinasi dua kekuatan yaitu revolusi TI dan peningkatan kecepatan dari perubahan teknologi. utama yaitu: peningkatan intensitas pengetahuan dalam kegiatan ekonomi dan maraknya globalisasi dari kegiatan ekonomi. Setelah Revolusi Industri di mana produksi barang menjadi semakin efisien melalui penciptaan econornies of scale. organisasi. Gabungan keduanya akan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda karena begituide tersebut masuk ke pabrik.

c. b. hiburan. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bersifat padat karya (menyerap banyak tenaga kerja). Teknologi tradisional. dan obat-obatan. Teknik meliputi bidang manusiawi. . menggunakan alat setempat. Contohnya dalam organisasi negara. seperti administrasi. Secara hierarki teknologi dibedakan menjadi tiga macam teknologi. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri antara lain: padat modal. Teknologi modern. pemerintahan. jenis teknologi ini mempunyai cirri-ciri antara lain: padat karya. kerja. dan lain-lain. menggunakan alat setempat. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan sampai akhirnya manusia takluk pada teknik. dan berdasarkan kebiasaan dan pengamatan. yaitu: a. dan militer. bagi seorang teknik negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. menggunakan bahan impor. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat. dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat. tetapi dianggap sebagai perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. mekanis elektrik. menggunakan keterampilan setempat. seperti pendidikan. c.111 b. hukum. Teknologi madya. Pada masyarakat teknologi. manajemen. berdasarkan penelitian mutakhir. olahraga. berdasarkan alat penelitian. Teknik telah menguasai seluruh sektor kehidupan manusia. Teknologi meliputi bidang organisasional. menggunakan bahan setempat. manusia harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak adalagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.

terpisah dari masyarakat. yakni pembentukan lingkungan materiil menjadi lingkungan yang manusiawi berkat keterampilan dan kreativitas manusia. Manusia adalah pencipta lingkungannya. karena aktivitas sosial pada hakikatnya bersifat artistik. Hakikat dan Makna Seni Menurut pandangan tradisional. Manusia tak pernah tergantung dan tunduk sepenuhnya pada lingkungan alamiah tertentu. apa pun macamnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kreativitas unik. seniman.112 3. musikus. Namun para pelaku yang dianggap seniman tersebut sering kali hanya dapat berkarya dalam lingkungan estetis kebudayaan mereka dan memanfaatkan idiom-idiom yang digunakan masyarakat meraka. Pandangan ini mengatakan bahwa kegiatan artistik yang benar. suatu kekuatan yang dapat menghidupkan dan memperkaya batin manusia dan . pelukis. Maka seni merupakan aktif-kreatif-dinamis. Namun alat itu sejak mulanya lebih merupakan alat artis daripada alat seorang pekerja. Namun dewasa ini. Karya seni merupakan wujud dari keseluruhan serta keagungan hati manusia. seni hanya diekspresikan oleh segelintir orang dan audiensi yang eksklusif. manusia pernah didefinisikan sebagia a tool-using animal. Sering kali para artis. Maka keliru bila ada yang menganggap bahwa karya-karya seni itu bersifat individual dan eksklusif. Mungkin sulit memisahkan permulaan kesenian dan kebudayaan manusia. binatang yang menggunakan alat. pandangan semacam itu dianggap terlalu sempit dan eliteis. Dalam seluruh sejarah kebudayaan manusia pun ditandai dengan seni manusia sebagaimana terungkap dalam pelbagai ragaul karya seni. manusia adalah sang artis. Oleh sebab itu. dan lain sebagainya dianggap orang yang menghasilkan kreasi-kreasi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Maka sejak awal mulanya. Seni adalah suatu nilai hakiki yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Seni memang tiada lain dari keindahan yang terpancar dari segi batin yang halus. segala aktivitas seni pun tak mungkin dilepaskan dari eksistensi serta aktivitas masyarakat secara keseluruhan.

berbagai pendapat yang mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara bipolar masih sering terdengar. Sudah tentu. diskursus lersebut tidak mungkin muncul tanpa sejarah. Di sini. Teknologi. 4. misalnya orang mengenal eksistensi kebudayaan Jawa ataupun kebudayaan-kebudayaan lain yang juga memiliki unsur seni Wayang. Karenanya suatu karya seni selalu bersifat sosial. melainkan melambangkan juga kehadiran masyarakat.113 masyarakat. dan agung. bahwa scni adalah produk sosial. Adapun seni atau lebih khusus lagi. seni rupa modern. dan Seni bagi Manusia Dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu sebabnya. Memahami seni suatu masyarakat berarti memahaini aktivitas vital masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif. benar adanya apa yang dikatakan Janet Woll. Atau melalui Candi Borobudur orang dapat berkontak dengan denyut nadi kehidupan kebudayaan Buddhis. seniman yang menciptakannya. dan subjektivitas. Menonton Wayang. Oleh sebab itu. Seni adalah nilai yang secara kreatif mendorong manusia kearah pemenuhan martabat manusia sebagai manusia. umumnya dilihat sebagai praksis filosofis yang justru identikdengan berbagai ketidakpastian. boleh jadi ialah karena pemahaman umum tentang teknologi sebagai perpanjangan tangan dari sains modern yang dianggap selalu berurusan dengan kepastian rasional dan serba keterukuran dalam logika positivisme. menghargai dan memahami seni adalah penting. Seni juga merupakan segi batin masyarakat. Hakikat dan Makna Sains. dinamis. Oleh sebab itu. seni berperan sebagai jalan untuk memahami kebudayaan suatu masyarakat. penafsiran personal. yang juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antar kebudayaan yang berlainan coraknya. Suatu karya seni tidak saja melambangkan kehadiran sang artis. Kehadiran karya seni selalu mengandaikan kehadiran suatu masyarakat yang berjiwa kreatif. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan pandangan .

dunia pra reflektif manusia dan khazanah rasawi yang tak terjamah. berdampak pada kehidupan manusia. kedua bidang tersebut telah menghasilkan puncak-puncak penemuan dalam kebudayaan modern. Pendapat-pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya keliru melihat pemisahan yang secara sadar atau tidak memang dilakukan oleh para pelaku teknologi dan seni tersebut. Kelahiran fotografi dan sinema telah membawa perubahan besar dalam kebudayaan manusia. Tetapi dalam dekade 60-an. menciptakan spesialisasi dalam bidang-bidang kehidupan manusia demi terwujudnya praktik dan disiplin keilmuan yang otonom. Kehadiran genre video art mempertemukan dua perangkat tersebut bagai dua sisi mata uang logam. intuisi. Pemisahan ini tidak terlepas dari ambisi manusia sendiri untuk mengejar modernitas. Sementara di sisi lain. film. di mana eksperimentasi dan riset menjadi tulang punggung dalam pencapaian kesejahteraan manusia. Memang tidak bisa dimungkiri kehadiran kamera.114 khalayak yang di satu sisi memahami teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara konkret. Namun berbagai penemuan tersebut semakin memisahkan seni dan teknologi di masa itu hingga menjangkau dalam tataran konsep. Sejarah sendiri mencatat bagaimana pada paruh pertama abad ke20. 9 Juni lalu. terjadi perubahan mendasar dalam konsep tersebut. Keterkaitan antara keduanya hanya samar-samar terlihat dalam hal keinginan untuk terus menemukan sesuatu yang baru. . melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin. dan video telah menciptakan sintesis antara dunia imaji dalam seni dengan perangkat teknologi reproduksi mekanik. Demikian paparan dari Agung Hujatkajennong pada diskusi yang berlangsung dalam rangka pameran Video Sculpture di Jerman Sejak 1963 di ITB. Sebuah pendobrakan terhadap tataran konsep pemisahan seni dan teknologi.

Video art yang hadir dalam bentuk kritisme terhadap seni dan teknologi disajikan dalam bentuk berbeda. ekonomi secara besar-besaran dalam kehidupan manusia. Secara sejarah. teknologi. karya-karya dalam video art menuntut kita untuk mendefinisikan kembali model persepsi estetik secara baru karena karakter-karakter inheren medium video yang khusus membedakan dengan seni lukis. informasi. dan seni memang berada dalam sebuah konteks sama mengusung pada kemajuan budaya manusia. Sejak berkembangnya video art sampai sekarang. bahkan sinema sekalipun. penggunaan perangkat teknologi terbaru juga menyertai setiap karya yang hadir. tari. Sistem komunikasi ini yang mampu mendorong perubahan sosial. Ketika fotografi dan film/sinema hadir sebagai kebaruan dari teknologi dan seni. video art justru lahir dari kecurigaan dan kritisme terhadap seni dan telrnologi. Di mana seni dan peralatan teknologi sendiri digunakan untuk menggambarkan kritik tersebut. Video merupakan rangkaian citra bergerak dan suara yang terikat dengan waktu berbeda dengan lukisan. video art memang .115 Menanggapi berkembangnya video art. Kebutuhan akan televisi telah memicu lahirnya sistern komunikasi yang baru. menjadi sebuah jargon teknologi informasi yang sangat agresif. Pada tataran tertentu. teater. pendapat bahkan ideologi yang terselubung. Televisi yang hadir dalam dekade 60-an. Kritik yang sama terhadap budaya TV dan budaya tontonan juga ditampilkan dalam pameran video art bulan ini. Salah satu fenomena yang menjadi kritik terhadap seni dan telrnologi adalah televisi. Karya-karya purwarupa video art juga mendeskonstruksi konvensi narasi dan pola yang pcnting hadir dalam sinema/film. Sejak pertarna kali televisi ditemukan telah menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan hiburan. Video art hadir dalam berbagai bentuk teknologi visual yang secara konseptual seiring dengan diskursu. Terlepas dari kehadiran video art sebagai bentuk kritik. politik. yang berkembang dalam praksis seni rupa. Agung menjelaskan bahwa seni yang hadir lewat teknologi video memiliki ciri unik sendiri.

Proses-proses kreatif yang hadir dari seni. Sudah menjadi sifat dasar manusia bila telah terpenuhinya keinginan. Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). Penggunaan teknologi nuklir. yang dimanfaatkan untuk keperluan. Techne yang merupakan proses kreatif seni dan ilmu pengetahuan juga telah melahirkan teknologi yang tidak hanya modern tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan dan keiuginan manusia. Seni sebagai sebuah imaji batin yang mampu dirasa bersanding dengan penerapan teknologi yang agresif. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. Di satu sisi. dan lain sebagainya. . Perkembangan arus informasi dan makin gemerlapnya dunia dengan teknologi. sehingga perkeinbangan seni tidak mandek dengan kanon-kanon yang klasik seperti seni lukis dan seni patung saja. seharusnya dilengkapi dengan keterlibatan seni dalam perkenalan dengan manusia. tetapi setiap orang akan berusaha setiap langkah untuk mendapat kemudahan. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. Dengan tujuan yang sama untuk memajukan budaya manusia sekaligus menyejahterakannya. maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai.116 merupakan sinergi paling menguntungkan antara seni dan teknologi. Kolaborasi di antara pihak-pihak tersebut akan mengembalikan praksis seni dan teknologi pada fitrahnya sebagai techne. misalnya: a. penemuan-penemuan teknologi telah menyumbangkan sistem bahasa yang baru bagi seni. Kemudahan itu didapatkan dari kreativitas seni dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan teknologi. seharusnya bisa menjadi stimtilan yang baik bagi para saintis/teknokrat dan seniman di Indonesia untuk lebih memahami proses perubahan budaya di masyarakat berkaitan dengan adaptasi dan aplikasi seni dan teknologi. memperbaiki bibit pada bidang pertanian.

dan mekanisme-mekanisme iptek. Keadaan tertekan demikan. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK PADA KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA Pengaruh negatif iptek secara manusiawi dirasakan pada masyarakat dewasa ini. tidak berhubungan dengan padang rumput. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh iptek. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. seorang pekerja meskipun sakit atau lemah ataupun ada berita duka bahwa anaknya sedang sakit di rumah sakit. Dalam dunia pendidikan. c. Situasi tertekan. slide. manusia mengalami ketegangan akibat penyerapan iptek. Alat rumah tangga mempermudah ibu-ibu melaksanakan tugasnya di dapur. b. akan mengilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. pepohonan atau gunung . Contoh yang sederhana manusia dalam hari makan atau tidur tidak ditentukan oleh lapar atau kantuk tetapi diatur oleh jam. dan lain-lain yang mempermudah para pendidik melaksanakan tugasnya. tetapi kadang manusia tidak hadir didalamnya atau pekerjaannya. seperti OHP.117 b. Contoh pada sistem industri ban berjalan. B. mungkin pekerjaan itu tidak dapat ditinggalkan sebab akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. Manusia melebur dengan mekanisme iptek. misalnya dengan membuat irigasi modern sehingga petani mendapat kemudahan memperoleh air. menuntut kualitas dari manusia. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak pola komunikasi manusia. TV. terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri. Lingkungan manusia menjadi terbatas. teknologi juga dapat membuat macammacam media pendidikan. Peleburan manusia dalam mekanisme iptek. Gambaran kondisi tersebut sebagai berikut: a. pantai. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. Bendungan dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Teknologi pengendalian air sungai. seperti alat-alat masak. Iptek telah mengubah lingkungan manusia dan hakikat manusia.

sehingga irama kehidupan harus tunduk kepada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusia dan nilai sosial. e. atau persaingan kelas. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. c. tetapi pertu memanusiakan . menit. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. d. bebas dari tekanan-tekanan. politik. yang ada hanyalah bangunan tinggi dan padat. Akibat iptek. Terjadi neurosis obsesional atau gangguan saraf menurut beberapa ahli. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat. yaitu kegagalan adaptasi dan pergantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknis.118 secara langsung. Terbentuknya suatu masyarakat massa. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. iptek manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. manusia hanya membentuk masyarakat massa. tidur diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia sifatnya konkret dan alamiah. Proses sekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. dan detik. Perubahan waktu dan gerak manusia. Sebelumnya. Iptek harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat secara ideologis. sehingga sinar matahari pagi tidak menyentuh permukaan kulit manusia. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. Artinya. Akibat iptek. manusia terlepas dari hakikat kehidupan. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. Struktur sosiologi massa dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan iptek dan kebijakan ekonomi (produk industri) yang melampaui kemampuan manusia. Waktu hanya memiliki kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi dan sosial. padahal individu perlu hubungan sosial. Melalui iptek bukan menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. Iptek manusiawi dalam arti ketat. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. maka muncul keguncangan.

yaitu: 1. melainkan bersifat dangkal dan terbatas. Jarak fisik semakin tidak berarti. pulpen bertinta yang permanen dengan bolpoin yang dibuang setelah habis. mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah eskalator (alat mempercepat) yang dahsyat. Organisasi. baik hubungan formalnya (departemen. Manusia. 2. Hubungan manusia dengan organisasi menjadi mengalir dan beraneka ragam. masyarakat amat mobile penuh dengan ”nomad baru”. Bandingkan. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. namun hakikatnya sistemnya sendiri telah mengalami banyak perubahan. Tempat. tidak berbeda misalnya dengan minuman kaleng. Benda. Secara kiasan tempat pun seolah-olah cepat terpakai dan habis. hubungan manusia dengan benda tidak awet. 4. dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. Akselerasi perubahan secara drastis dapat mengubah situasi. misalnya.instansi pemerintah. perusahaan) maupun hubungan informalnya (kelompok minum kopi). Namun hubungan manusia dengan organisasi hubungan kelompok task force yang semuanya .119 iptek. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. Manusia bukan menjadi objek iptek tetapi harus menjadi subjek iptek. hubungan tempat dengan manusia menjadi lebih sering. Kondisi sekarang rnanusia itu menjadi objek iptek dan harus selalu menyesuaikan dengan iptek. 3. secara kiasan terdapat “orang yang dapat dibuang”. menjadi sementara. dan lebih sementara. Alvin Toffler. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. Kontak antarmanusia tidak menyangkut keseluruhan personalitas. hubungan manusia dengan manusia pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. lebih-lebih iptek mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik. dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Manusia dapat kehilangan individualitas dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar.

120

pada hakikatnya merupakan kelompok ad hoc atau hanya untuk keperluan khusus. 5. Ide, hubungan manusia dengan ide bersifat sementara karena image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir di segala bidang aktivitas manusia.

C. PERMASALAHAN PEMANFAATAN IPTEK DI INDONESIA Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia memiliki

kemampuan yang cukup dalam bidang iptek? Upaya untuk membangun daya saing saja tentunya tidak hanya didasari oleh kcinginan untukmemenangkan pasar tetapi juga harus dengan melihat kemampuan yang dimiliki. Indonesia saat ini masih sangat jauh tertinggal dalam bidang teknologi. Indonesia bukan India yang memiliki tcnaga-tenaga ahli di bidang TI yang kemudian dapat menjual layanannya lintas negara dengan memanfaatkan iptek. Yang tersisa dari Indonesia saat ini mungkin adalah budaya dalam pengertian culture dan heritage. Indonesia berlimpah berbagai ragam budaya yang membentang sepanjang Nusantara. Keanekaragaman budaya ini merupakan salah satu karakteristik unik yang mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi produk yang akan menjadi implementasi budaya ini. Bentuk nyatanya tentu saja seperti yang saat ini populer

diperbincangkan banyak orang yaitu industri kreatif (atau ekonomi kreatif). Pengembangan ekonomi kreatif memadukan unsure ide, seni, dan teknologi. Indonesia memiliki daya dukung yang sangat melimpah. Manusia Indonesia (secara rata-rata) mungkin seperti saya, tidak terlalu pintar (kalau tidak mau dibilang bodoh). Namun memiliki kreativitas yang cukup seperti kita bisa lihat dari berbagai mcam peninggalan yang kita miliki. Masalahnya kemudian adalah bagaimana untuk mengembangkan potensi iptek kreatif yang dimiliki Indonesia. Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana mengakomodasi pengembangan bidang yang relatif baru ini di Indonesia sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi dan hal lainnya adalah bagaimana untuk menjaga dan mengembangkan

121

sumber dari iptek kreatif ini yaitu penciptaan ide dari manusia-manusia kreatif Indonesia. Seperti dikutip Kompas.com, Hubert Gijzen, Direktur dan Perwakilan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco), menyampaikan bahwa pengembangan industri kreatif memiliki implikasi ekonomi yang jauh lebih luas, lebih dari sekadar menciptakan nilai tambah yang besar tetapi juga dapat mengangkat pembangunan manusia dan sosial. Dalam membangun industri kreatif yang di dalamnya termasuk industri budaya, kata Hubert, harus didorong terjadinya dialog interkultural. Saya pikir, kesimpulan yang disampaikan oleh Sardono W Kusumo masih dalam diskusi yang sama oleh Kompas, bisa juga menjadi perhatian bahwa penciptaan lingkungan yang mendukung adanya kebebasan untuk berkreasi adalah salah satu sarana untuk terus menjaga agar benih-benih manusia kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki posisi seperti yang diimpikan Indonesia Forum dalam visi 2020. Dalam hal ini perlu ada kebebasan individu dan negara harus menciptakan iklim untuk tumbuhnya kebebasan berkreasi itu.

122

BAB 8 MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A. EKOLOGI MANUSIA DAN KESADARAN INDIVIDU DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Secara alamiah, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memkihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia menyikapi dan mengelola lingkungannya yang pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola perdaban dan kebudayaan. Ekologi manusia, menurut Amos H. Hawley (1950: 67) dikatakan, "Human ecology maybe defirzed, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia). Frederick Steiner (2002: 3) mengatakan, "This new human ecology over emphasizes complexity over-reductionism, focuses on changes over stable states, and expands ecological concepts beyond the study of plants and animals to include people.This view differs from the environment determinism of the early twentieth century”. (Ekologi manusia baru menekankan pada overreduksionieme yang cukup rumit, memfokuskan pada perubahan negara yang stabil, dan memperluas konsep ekologi melebihi studi tentang tumbuhtumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia. Pandangan ini berbeda dari determinisme lingkungan pada awal-awal abad ke-20). Menurut Gerald L. Young (1994: 339) dikatakan, “Human ecology, then, is an attempt to understand the inter-relation ships between the human species and is its

sebagaimana ekologi tumbuh-tumbuhan dan manusia. (Ekologi manusia. represents a special application of the general viewpoint to a particular class of living things. like plant and animal ecology. logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya. yang masing-masing sebagai berikut. he also develops among his fellows an elaborate community of relations comparable in many important respects to the more inclusive biotic community” Jadi. Ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley (1950). Steiner menekankan pada era baru ilmu “ekologi manusia” yang memperluas dari ekologi yang hanya mempelajari lingkungan tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia secara kompleks). ekologi manusia. adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya). as we have seen. It involves both a recognition af the fundamental unity of animate nature and an awareness that there is differentiation within that unity. Hawley menekankan pada studi tentang bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia (masyarakat) dalam kaitannya dengan lingkungan. Manusia. merepresentasikan penerapan khusus dari pandangan umum pada sebuah kelas khusus dalam sebuah kehidupan. Persamaan dari ketiga definisi yang dikemukakan di atas adalah bahwa pengertian “ekologi manusia” merujuk pada suatu ilmu (iokos = rumah/tempat tinggal. not only occupies a nicle in nature‟s web of life.123 environment” (dengan demikian. Perbedaan dari ketiga definisi tersebut adalah pada titik tekan (emphasizes) para pakar dalam mendefinisikan “ekologi manusia”. sebagaimana kita tahu. Ini meliputi dua kesadaran bahwa ada perbedaan dalam kesatuan tersebut. tidak hanya bekerja dalam sebuah tempat di jaringan kehidupan. Man. melainkan sebuah dia juga mengembangkan antara anggota-anggotanya pengalaman . Young menekankan pada keterkaitan (interaksi) antara manusia dan lingkungannya saja. Human ecology. ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley adalah sebagaimana pernyataannya.

Toleransi atau sikap tenggang rasa adalah bagian dari konsekuensi logis dari kita hidup bersama sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu. kita bisa mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungannya adalah suatu bentuk dari toleransi ini. tindakan suatu kelompok yang hanya ingin menggapai keuntungan pribadi saja sebaiknya juga harus meletakkan rasa toleransi ini. sebaiknya dihindari dalam perspektif ini. Kesadaran masyarakat yang terwujud dalam berbagai aktivitas lingkungan maupun aktivitas kontrol lainnya adalah hat yang sangat diperlukan untuk mendukung apa yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan penyelamatan lingkungannya. . B. dan (3) scaffolding of place and change (perancah tempat dan perubahan). Steiner (2002). (2) integrative traits (cirri-ciri yang integrative). akan tetapi ini sudah masuk pada kewajiban manusia untuk menghormati hak-hak orang lain.124 hubungan lingkungan yang sebanding dalam tanggung jawab pentingnya atas lingkungan hidup yang lebih terbuka). Dengan begitu. hak yang sama juga berlaku di sini. Kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya bagaimana menciptakan suatu yang indah atau bersih saja. menyatakan bahwa ruang lingkup ekologi manusia meliputi: (1) set of connected stuff (sekelompok hal yang yang sakung terkait). Melanggar konsekuensi ini juga berarti melanggar etika berkehidupan bersama. Hak orang lain tersebut adalah untuk menikmati dan merasakan keseimbangan alam secara murni. Sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merusak saja. KESADARAN INDIVIDU DALAM MASYARAKAT Kesadaran individu dalam masyarakat mengenai lingkungan hidup dan kelestariannya merupakan hal yang amat penting dewasa ini di mana pencemaran dan perusakan lingkungan merupakan hal yang sulit dihindari. seperti dikatakan Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu menghargai satu dan lainnya. Demikian juga halnya dengan perspektif lingkungan.

Tidak memikirkan akibat yang akan terjaki. dan tidak terlaluingin mengganggu. Rasa tepa salira yang cukup tinggi. 3. Keberadaan lingkungan tersebut pada hakikatnya meski dijaga dari kerusakan yang parah. Lingkungan merupakan unsur penentu dari kehidupan mendatang. 4. Tanggung jawab mengenai kelestarian alam masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali. Sebab untuk menjaga semuanya itu tidak ada lagi yang bisa dimintai pertanggungjawaban kecuali manusia sebagai pemakai/ pengguna itu sendiri. 2.125 Kondisi senyatanya dari masyarakat kita mengenai kesadaran lingkungan hidup ini tampaknya masih tercermin seperti apa yang dikatakan P. adalah manusia yang hidup secarabermasyarakat. Untuk membahas hal ini. Suatu kehidupan lingkungan akan sangat tergantung pada ekosistemnya. Lingkungan merupakan unsur . PENCEMARAN LINGKUNGAN Umumnya. Kerusakan suatu lingkungan akan berakibat pada manusia itu sendiri. 3. masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk. sebagai bentuk usaha kuratif maupun preventif. yakni: 1. Kesadaran melapor (jika ada hal-hal yang tidakberkenan dan dianggap sebagai mkawan hukum lingkungan) tampaknya masih kurang. sepanjang kehidupan saat ini masih berjalan dengan normal. mencintai. Lingkungan biologis: segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda hidup. C. dan bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan. Joko Subagyo. bahwa ada beberapa hat yang perlu kita perhatikan: 1. ahli lingkungan membagi kriteria lingkungan hidup dalam tiga golongan besar. memelihara. Oleh karena itu. yakni pencemaran lingkungan baik udara maupun air dan sekaligus membahas mengenai cara menanggulanginya. Lingkungan fisik segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda mati. Lingkungan sosial. 2. maka dalam bab ini kita akan membahas pada salah satu jenis perusakan lingkungan. dan demikian pula sebaliknya. Hal ini dirasakan akan mengakibatkan masalah lingkungan semakin panjang.

Unsur senyawa kimia yang diizinkan. Pencemaran air. Salah satu prosuk dari kerusakan lingkungan itu adalah pencemaran. Dampaknya pada . maka dituntut perkiraan mengenai biaya keseluruhan teknologi linkungannya. Misalnya. teknik penggunaannya. usianya. misalnya bisa dikategorikan melalui ukuran zat pencemar yang diizinkan dibuang pada suatu jangka waktu tertentu. Ini disadari. satuan berat unsur atau senyawa dalam air bungan. metode operasinya dan lain-lain. di samping perkiraan atas sebagainya. apabila pelaksanaanya sesuai dengan program yang telah dijalankan. Perubahan ini bukannya menunjukkan perkembangan yang optimus dan mengarah pada tuntutan zaman namun malahan sebaliknya. Misalnya. Kemudian jumlah maksimum yang dapat dibuang dalam setiap unit produksi. Dengan demikian.126 penentu dari kehidupan mendatang. Misalnya. maupun udata. Kemunduran yang seperti itu dimulai dari sebuah gejala pencemaran dan kerusakan lingkungan yang belum begitu tampak. dalam produksi setiap ton kertas tidak diperbolehkan sekian kilogram zat padat dan lain sebagainya. di samping perkiraan atas pengaruh yang bersifat kimia. tanah. Dengan demikian. maka hal itu akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup seriuas. sehingga menjadi fatal jika itu tak bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsi sebenarnya. Pencemaran berakibat kualitas lingkungan menurun. Pencemaran lingkungan yang berdampak pada berubahnya tatanan lingkungan karena kegiatan manusia atau oleh proses alam berakibat lingkungan kurang berfungsi. baik air. maka orientasi untuk menjaga lingkungan semesta pun akan bisa digunakan untuk mencapai tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi semata. fisis dan biologis. dan mereka belum melalui proses waste water treatment atau pengolahan. keadaan lingkungan yang dotata sebaikbaiknya untuk menjaga kehidupan kini dan mendatang. Bagi program pembangunan itu sendiri. maksimum ppm. Lingkungan alam merupakan prasyarat pokok mengapa dan bagaimana pembangunan itu diselenggarakan. Pencemaran itu lebih banyak terjadi karena limbah pabrik yang masih murni. semua fasilitas yang digunakan.

Aktivitas manusia itu sendiri merupakan sumber pencemaran yang sangat potensial. Oleh karena itu. maka dapat dipersiapkan pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan dalam bentuk pengembangan positif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan tersebut. udara adalah sumber daya alam yang mengalami pencemaran sebagai akibat sampingan dari aktivitas manusia itu. Akibat pengembangan industri. Selain dari aktivitas unanusia. dan padat yang jika dibuang ke lingkungan hidup akan menimbulkan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Instrumen ekonomis merupakan hal yang relative baru. Sarana utama yang diterapkan adalah pengaturan sifatnta tradisional dan biasanya berupa izin serta persyaratan pemakaian teknologi pencemaran. Contohnya: pungutan (charges) pencemaran udara dan air serta uang jaminan pengembalian kaleng atau botol bekas (deposit fees). proses alami. jelas sangat merusak dan berakibat fatal bagi lingkungan secara keseluruhan. perlu adanya kesadaran bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. permukiman akan menimbulkan sisa buangan. cair.127 lingkungan secara umum. Kita perlu memperkirakan pada perencanaan awal suatu pembangunan yang akan kita lakukan. gas. pembangunan dan peningkatan populasi (jumlah banyaknya penduduk) selama dekade-dekade terakhir mengakibatkan berlipatnya aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupannya. Di samping adanya sumber daya alam. alam air dan tanah. tiupan angin terhadap lahan gundul berdebu dan lain sebagainva juga merupakan sumber dari pencemaran udara. . Sehingga dengan cara demikian. seperti kegiatan gunung berapi. Proses perkembangan teknologi. Mulanya pencemaran diakibatkan dampak teknologi buatan manusia atau hasil produksi yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. sistem transportasi. Kebijaksanaan lingkungan ditujukan kepada pencegahan pencemaran.

PENGENDALIAN PENCEMARAN Salah satu akibat yang paling pasti dari adanya pencemaran adalah perubahan tatanan lingkungan alam atau ekosistem yang sebelumnya secara alami telah terjadi. sumber penceman udara dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar. Melihat kondisi pencemaran itu. kondisi metereologi. topografi. NH3 dan H2. oksidan. dan bergerak. Karenanya pengetahuan lingkungan perlu ditingkatkan guna mencapai kesadaran masyarakat. Konsentrasi bahan pencemar yang terkandung dalam udara bebas dipengaruhi banyak faktor. yaitu sumber titik. tanaman dan materiil. Sumber titik dan area dapat dijadikan satu kelompok. . Adapun sumber bergerak adalah kendaraan angkutan. Dalain konsentrasi yang berlebih. Dari banyak jenis gas yang berperan dalam masalah udara adalah SO2. gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. yaitu konsentrasi dan volume bahan penceman yang dihasilkan suatu sumber. dan berbagai gangguan lain. NO2. area.128 Menurut sifat penyebaran bahan pencemarannya. industri. Termasuk ke dalam sumber stasioner adalah kegiatan rumah tangga. adalah penting bagi kita untuk menyadari bahwa ini ancaman yang serius bagi manusia. klimatologi. sifat khas bahan pencemar. sehingga pengelompokannya menjadi dua. hidrokarbon. menurunnya kualitas sumber daya dan kemudian tidak bisa dimanfaatkan lagi. CO2. Sehingga tingkat pencemaran udara sangat bervariasi baik terhadap tempat maupun waktu. D. dan ini barangkali yang paling fatal adalah. yakni sumber stasioner dan bergerak. dan letusan gunung berapi. yaitu partikel dan gas. Bahan pencemar udara digolongkan dalam dua golongan dasar. Akibat lainnya adalah tidak atau kurang berfungsi satu atau beberapa elemen lingkungan dikarenakan kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran tersebut. dan geografi. pembakaran sampah. Akibat lain.

Karena itu. sifat aslinya. Pencegahan terhadap pencernaran merupakan upaya yang sangat besar bagi penyelamatan masa depan bumi. maka sudah tidak bisa ditunda lagi bahwa pencemaran haruslah. Di samping itu. penggunaan. Terlebih lagi karena sungai adalah sumber air yang digunakan untuk makan dan minum bagi makhluk hidup. Pelestarian sungai dari pencemaran pengendalian meliputi atas perlindungan. akan tetapi diperlukan juga tindakan-tindakan preventif atau pencegahan. Terlebih lagi karena sungai adalah kebutuhan sehari-hari. Sebelumya. maka diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan sebagai proses dalam pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan.129 Dengan akibat-akibat seperti itu. sangat penting fungsinya sarana penunjang utama dalam pembangunan nasional. maka peraturan itu bisa digunakan sebagai pedoman dalam rangka menjalankan aktivitas yang pada akhirnya mengancam bahaya kelestarian sungai. namun juga di negara-negara yang sedang berkembang dimana proses dan praktik industrialisasi mulai diterapkan. sungai sebagai sumber air. Pencemaran pada sungai misalnya. sehingga dengan cara demikian dapat dipersiapkan langkah pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan pengembangan dampak positif dari kegiatan tersebut. Misalnya dan kerusakan dengan dikeluarkannya PP Ni. Hal ini berpedoman pada prinsip bahwa air dalam sungai akan bisa menjadi sumber malapetaka. industrialisasi yang tidak memenuhi standat kebijaksanaan lingkungan hidup adalah faktor utama mengapa pencemaran terjadi. air. sebagai pelaksanaan UU No. Sehubungan dengan itu. pemerintah hendaknya memerhatikan pelestarian sungai. 11/1974 tentang Pengairan. maka perlu dengan perkiraan pada perencanaan awal. harus dihindari dan dicegah karena sungai merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan menyadari bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. pencemaran memang sudah banyak terjadi. Dengan demikian.35 Tahun 1991 tentang Sungai. . dari pengambangan. Tidak hanya di negara maju di mana industrialisasi sudah mencapai puncaknya. tidak sekadar dihindari. dan udara di dunia ini.

Sebab yang demikian inilah yang disebut sebagai partisipasi dari kesadaran masyarakat. maka masyarakat pun harus mendukung sekaligus mengontrol dari pelaksanaan berbagai kebijakan itu. maka setidaknya harua ada landasan bagaimana industrialisasi yang tak merugikan.130 Pencemaran akibat industri misalnya. Dalam UU No. studi yang menyangkut pengaruh dari pemilihan industri terhadap kemungkinan pencemaran melalui prosedur AMDAL maupun ANDAL. .23/1997 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) Pasal 14 ayat 2 dinyatakan bahwa di samping ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup. baik lingkungan fisik maupun sosio-psikologis. dalam Pasal 17 UULH dinyatakan bahwa: Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang dilakukan scara menyeluruh dan/atau secara sektoral ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan. Hal ini penting mengingat kebutuhan kelestarian lingkungan yang ada di sekitarnya. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP INDIVIDU Lingkungan merupakan salah satu faktor vang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu. Dengan melihat kepedulian pemerintah dalam hal penyelamatan lingkungan hidup. Pencegahan pencemaran industri dimulai dari tahap perencanaan pembangunan maupun mnegoperasian industri. Hal tersebut meliputi pemilihan lokasi yang dikaitkan dengan rencana tata ruang. dan yang lebih penting lagi adalah pemilihan teknologi yang dapat guna proses pengelolahan limbah industri termasuk daur ulang dari limbah tersebut. Jika industrialisai merupakan proyek pembangunan yang tak bisa dihindari guna kemajuan manusia. Mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran. E. ketentuan mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP. pemilihan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi. baik polusi udara yang diakibatkannya maupun buangan limbah hasil proses mengelolahan barang mentahnya sangat berbahaya bagi makhluk hidup. termasuk di dalamnya adalah belajar. merupakan hal yang harus dihindari kareana.

maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali. Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahuntahun permulaan perkembangannya. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial. akan mengakibatkan berubahnva tabiat manusia sebagai manusia. Manusia tidak bisa melepaslcan diri seeara mutlak dari pengaruh lingkungan itu. karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami danmengecap alam sekitarnya. maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa. sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya.131 Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empiris yang berarti pengalaman. canggung. Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orangorang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi. karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang. walaupun diberinya cukup makanan dan minuman. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik. Dapat kita bayangkan andai kata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja. akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu. b. dan lain-lain. karena manusia hidup adalah manusia yang berpikir dan serba ingin tahu serta mencoba- . pemalu. Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakcan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. dapat kita ikuti pada uraian berikut: a. Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya.

sedikit banyaknya sifat rajin dari temanya akan diikutinya sehingga lama-kelamaan dia pun menjadi anak yang rajin. Contoh: air dapat digunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung kerumah. d) Objek penyesuian diri bagi individu. baik secara aloplastik maupun autoplastis. Contohnya : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengentifikasi. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temanya yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar. artinya individu itu berusaha untuk mengubah lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit.132 coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya. sebagai: a) Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya. Adapun penyesuaian diri autoplastis. penyesuian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. namun lamakelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak mengalami gangguan lagi. apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Dalam hal ini. . b) Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh: air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya. Penyesuian diri alloplatis. c) Sesuatu yang diikuti individu. pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan. Lingkungan memiliki peranan bagi individu.

(2) terjadi guncangan budaya (cultural shock). Dalam era globalisasi unsur-unsur budaya saling memengaruhi dari satu budaya ke budaya lain. Dampak negatif dari globalisasi adalah bergesernya norma dan nilai moral. persoalan lintas budaya menjadi tak terelakan lagi. yaitu : pengaruh positif dan negatif. Dari sisi ke-Indonesia-an. berkembangnya teknologi yang lebih baik. perekominian. Dengan sistem komunikasi dunia yang terbuka. persoalan lintas budaya ini adalah: (1) kesenjangan kebudayaan (cultural lag). Kejadian di suatu masyarakat atau di suatu tempat tidak akan luput dari sototan media komunikasi sehingga masyarakat di tempat lain pun mengetahuinya. Pengaruh globalisasi tersebut dapat dikelompokkan pada dua macam. perkembangan sistem pemerintah. persoalan lintas budaya umumnya terkait dengan perkembangan di dunia memengaruhi atau dipengaruhi. Pengaruh positif. 1. Ketidakseimbangan perubahan kebudayaan materiil dengan kebudayaan immateriil disebut kesenjangan kebudayaan. Persoalan lintas budaya dapat diartikan pula sebagai perkembangan modernisasi yang berkembang terus menjadi globalisasi.133 D. politik mengarah pada pelaksanaan yang lebih sistematis dan logisrasional. sehingga ukuran norma dan nilai menjadi lebih lunak. Secara umum. Iklim keterbukaan itu akibat perkembangan teknologi informasi yang merupakan bagian dari perkembangan iptek. Kesenjangan kebudayaan adalah pertumbuhan atau perubahan unsur kebudayaan tidak sama cepatnya. Ogburn berpendapat. Kesimbangan dalam kehidupan masyarakat (social equilibrium) tidak selalu berarti tidak menginginkan perubahan atau berhenti pada suatu . bisa berwujud pengembangan ilmu pengetahuan. Globalisasi adalah sistem atau tatanan yang menyebabkan suatu negara tidak mungkin mengisolasi diri akibat kemajuan teknologi dan komunikasi. ISU-ISU PENTING TENTANG PERSOALAN LINTAS BUDAYA Kebanyakn masyarakat dunia dewasa ini disatukan oleh sistem komunikasi dunia. bahwa perubahan kebudayaan materiil cenderug lebih cepat dibandingkan perubahan kebudayaan immateriil.

Faktor internal. Ada empat tahap yang membentuk siklus cultural shock. keadaan ekonomi. rasa cemas dalam dirinya sudah berlaku. dan lain sebagaiuya. Tahap inkubasi. keadaan geografis. c. kadang-kadang disebut tahap bulan madu. Menurut Alport. sebagai pengalaman baru yang menarik. ditandai dengan suatu perasaan dendam. yang dimaksud dengan sikap adalah kesediaan mental yang terbina melaiui pengalaman yang memberikan pengarahan atau penbaruh bagaimana seseorang . d. tata krama. perubahan yang terjadi dalam suatu unsur tidak mengganggu unsur yang lain atau unsur yang lain diharapkan menyesuaikan diri sehingga terjadi keseimbangan 2. senang bergaul dan seterusnya. Selain kedua faktor di atas. Tahap penyesuian diri: sekarang orang tersebut sudah membanggakan sesuatu yang dilihat dan dirasakannya dalam kondisi yang baru. pemberani. ”Orang macam apa dia?Jababannya : emosional. b. yang dalam bahasa sehari-hari biasanya merupakan jawaban dan pertanyaan. sikap (uftitude) seseorang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya. Watak ialah segala tabiat yang membentuk seluruh kepribadian seseorang. pada saat inilah terjadi korban cultural shock. sepertibahasa. bertanggung jawab. Kecakapan (skill) meyangkut budaya yang dapat dipelajari mengenai lingkungan budaya yang akan dimasuki. Tahap kesembuhan. Tahap krisis. Tetapi makskudnya. korban mampu melampaui tahap kedua. Penyesuaian diri antarbudaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. menurut Brislin (1981) ialah watak (trait) dan kecakapan (skills). di antaranya faktor internal dan eksternal. yaitu: a. Guncangan kebudayaan adalah ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan pola kehidupan sosial ylng tidak serasi fungsinya bagi masyarakat. adat istiadat. hidup dengan damai.134 titik.

Suasana lingkungan yang terbuka akan mempermudah seseorang menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan suasana lingkungan yang tertutup. Lingkungan yang berasal dari luar dan bernilai positif dapat diadaptasi dan dipraktikkan menjadi kebiasaan keseharian. dapat yaitu apakah dengan pekerjaan latar yang dilakukannya ditoleransi belakang pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya. Faktor eksternal vang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya adalah: a.135 menanggapi segala macam objek atau situasi yang dihadapinya. Demikian sebaliknya lingkungan yang negatif dapat mengubah atau bahkan merusak kebiasaan yang telah berjalan baik selama ini. b. c. Besar kecilnya perbedaan antar kebudayaan tempat asalnya dengan kebudayaan lingkungan yang dimasukinya. Suasana lingkungan tempat ia bekerja. Dengan demikian penting kemudian mencermati lingkungan sekitar kita dalam beraktivitas dan bertindak. Pekerjaan yang itu dilakukannya. .

Problematika kehidupan tersebut perlu ditelaah dan disikapi dengan serius guna tidak jatuh pada penafsiran kebudayaan yang keliru. . pakaian jeans. Kebudayaan dalam konteks keindonesiaan beberapa tahun terakhir telah diguncang oleh serbuan kebudayaan asing sehingga memengaruhi perilaku dan tata hidup generasi muda. KESIMPULAN Mendekati pelbagai realitas dan fenomena sosial-budaya saat ini sering kali membutuhkan pengkajian secara bersama dalam pelbagai sudut pandang yang luas dengan tetap mempertahanhan perspektif keilmiahan masing-masing bidang keilmuan. proses integrasi sosial dan politik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kukuh terpelihara. Demikian juga tujuan kesejahteraan sosial bagi setiap warga negara RI dapat tercapai. Dengan ini.136 BAB 9 PENUTUP A. Karena tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan sejatinya ialah untuk kemajuan peradaban manusia yang lebih baik. Lahirnva budaya hybrid (persilangan instan) seperti kebiasaan minum Coca Cola. nongkrong di mall. merupakan cermin dari perubahan kebudayaan masyarakat yang dinamis. bermain facebook. kebudayaan Indonesia haruslah ditempatkan sebagai konsepsi dan strategi dalam pembangunan nasional. Kebudayaan asing dalam realitasnya harus diakui telah berhasil memengaruhi arah kebudayaan Indonesia yang multikultur. Sebagai bangsa yang bermartabat. sekaligus instan. dan ngedate/pacaran yang di kalangan generasi muda saat ini merupakan perilaku sosial yang dibiasakan dan mendapat pemakluman bersama dari publik. Kajian multidisipliner dibutuhkan untuk memberihan penjelasan lebih terbuka dan luas terkait kerumitan sosial-budaya yang telah semakin kompleks.

137 B. kawasan tertinggal. rumah kaca. Untuk itu. bagaimana penataan dan pengelolaannya? 5) Pelajaran dari Maluku dan Sulewesi terkait bencana sosial berupa konflik etnik dan religius (1998-2003) menjadi sorotan tajam tentang upaya pembenahan kerukunan hidup antar-umat bcragama yang belum optimal. dan persoalan kesejahteraan sosial dinilai masih menjadi catatanpenting bagi pembenahan strategi perekonomian Indonesia ke depan. sampah. bagaimana menyikapinya untuk pemeliharaan kerukunan di tempat lain? 6) Bagaimana mewujudkan masyarakat multikultur dan memanfaatkan kondisi masyarakat yang multikultur tersebut bagi pembangunan nasional di Indonesia? . Beberapa problematika sosialbudaya dan politik yang beberapa tahun terakhir muncul di hadapan publik dan dianggap penting untuk dijadikan sorotan banyak pihak sebagai berikut: 1) Bagaimana menyikapi pelbagai perilaku elite yang telah kehilangan hati nurani. pencemaran lingkungan. kejujuran. terpencil. peka. kesetaraan. kolusi. penting menyampaikan tinjauan kondisi terkini untuk dijadikan bahan kajian bersama ke depan. limbah industri. dan nilai etis yang sering kali ditampilkan di ruang publik? 2) Penataan birokrasi (Good Governance) yang lambat akibat dampak korupsi. 4) Kondisi lingkungan hidup yang semakin buruk seperti hutan gundul akibat pembakaran dan pembakaran hutan. TINJAUAN KE DEPAN Mahasiswa dan para pengkaji keilmuan sosial dan budaya perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang keanekaragaman. dan kesadaran hidup sehat. dan arif atas setiap keragaman budaya dan kultur dalam kehidupan bermasyarakat. dan nepotisme yang telah membakar menjadi permasalahan krusial yang menyedot perhatian publik. ia memiliki sikap kritis. 3) Kemiskinan. dan kemartabatan manusia sebagai makhluk individu dan sosial. Dengan ini.

9) Perubahan iklim dan cuaca yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia. Gejala sosial seperti ini penting menjadi telaah serius ke depan. juga menjadi kajian utama yang dicarikan solusinya ke depan. dan perikanan. Bagaimana peran ilmuwan sosial. teknologi. humaniora. . dan TV sangat berpengaruh bagi keberhasilan pendidikan akhlak dan karakter anak-anak bangsa. HV. utamanya akibat gempa dan tsunami. yaitu meletakkan mana yang seni dan mana yang pornografi/pornoaksi? Dampak negatif kemajuan teknologi informasi seperti internet. Hal ini terutama kaitannya dengan pendapatan perekonomian primer masyarakat Indonesia seperti bidang pertanian.138 7) Bagaimana seharusnya generasi muda menyikapi seni dan kesenian di tengah deras globalisasi. khususnyadi Indonesia. 10) Pemanfaatan potensi kelautan dan pariwisata nasional yang mulai lesu setelah perubahan iklim dan cuaca dekade terakhir yang tidak menentu. peternakan. dan agamawan dengan kondisi tersebut? 8) Munculnya beragam keyakinan dan akidah baru termasuk menjamurnya lembaga keagamaan baru di Indonesia menjadi bagian dari kerumitan sosial yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. komputer. Tidak jarang persoalan tentang beda keyakinan dan akidah berujung pada benturan fisik baik secara horizontal dan vertikal.

139 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful