1

BAB I PENGANTAR ILMU SOSIALDAN BUDAYA DASAR
A. HAKIKAT, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP 1. Hakikat Ilmu Soaial dan Budaya Dasar (ISBD) Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan visi “Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan mmoral dalam kehidupan bermasyarakat”.Adapun misinya adalah “Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, pekam dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.Selain itu, mata kuliah ini pada prinsipnya sebagai pengatur dasar menuju pengenalan teori ilmu-ilmu social dan kebudayaan sehingga diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multidisipliner tentang keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

2. Tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) Berdasarkan hakikat keilmuan di atas, maka tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) yang merupakan bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah:

2

a.

Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.

b.

Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral bermasyarakat. dalam kehidupan

c.

Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup

bermasyarakat, selaku individu dan makhluk social yag beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan maalah social budaya secara arif.

3. Ruang Lingkup Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial Dan Budaya (ISBD) Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada perguruan tinggi, berikut ini adalah ruang lingkup dan sub bahasannya. a. Pengantar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) 1. Hakikat dan ruang lingkup ISBD 2. ISBD sebagai MBB dan pendidikan umum; dan 3. ISBD sebagai alternative pemecahan masalah social budaya b. Manusia sebagai Makhluk Budaya: 1. Hakikat manusia sebagai makhluk budaya; 2. Apresiasi terhadap kemanusiaan dan kebudayaan; 3. Etika dan estetika berbudaya 4. Memanusiakan manusia melalui pemahaman konep-konsep dasar manusia; dan 5. Problematika kebudayaan

3

c. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial; 1. Hakikat manusia sebagai individu dan makhluk social; 2. Fungsi dan peran manusia sebagai individu dan makhluk social; 3. Dinamika interaksi social; dan 4. Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat; d. Manusia dan Peradaban 1. Hakikat peradaban; 2. Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab; 3. Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan socialbudaya; 4. Dinamika peradaban global; dan 5. Problematika peradaban pada kehidupan manusia e. Manusia, Keragaman dan Kesetaraan; 1. Hakikat keragaman dan kesetaraan manusia; 2. Kemajemukan dalam dinamikan social dan budaya; 3. Keraganan dan kesetaraan sebagai kekayaan social, budaya bangsa; dan 4. Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan masyarakat dan negara f. Manusia, Nilai, Moral, dan Hukum 1. Hakikat, fungsi, dan perwujudan nilai, oral dan hukum dalam kehidupan manusia, masyarakat dan negara; 2. Keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan sebagai wujud masyarakat yang bermoral dan menaati hukum dan 3. Problematika nilai, moral, dan hokum dalam masyarakat dan negara g. Manusia, Sains, Teknologi dan Seni: 1. Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi manusia; 2. dampak penyalahgunaan IPTEKS pada kehidupan social dan budaya; dan 3. Problematika pemanfaatan IPTEKS di Indonesia

Kemampuan professional: kemampuan dalam bidang profesi sesuai keahlian bersangjutan. maupun berpikir logis. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. Kemampuan akademis. 2. Dengan wawasan tersebut diharapkan perguruan tinggi mampu menghasilkan tenaga ahli dengan tigas jenis kemampuan secara simultan. dan 4. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. yang meliputi: 1. serta mampu menawarkan alternative pemacahannya. mengusai peralatan analiss. analisis. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. B. Kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia 3. Kemampuan personal: para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap. 2. kemasyarakatan dan kenegaraan. Isu-isu penting tentang persoalan lintas budaya dan bangsa. yaitu hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungannya. . ISBD SEBAGAI MBB DAN PENDIDIKAN UMUM ISBD sebagai bagian dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia. kritis. memahami dan mengenal nilai-nilai keragaman. Manusia dan Lingkungan 1. istematis. tingkah laku dan tidnakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. Problematika lingkungan social-budaya yang dihadapi masyarakat.4 h. 3.

Dengan itu problematika kemanusiaan dan peradaban manusia merupakan fakta objektif yang penting dikenali secara menunjung tinggi pemikiran serta nilai-nilai luhur tradisi. Pendekatan multidisipliner dipilih guna menstimulus mahasiswa berpikir terbuka dan kritis atas apa yang didengar. dan perilaku melalui mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) diharapkan mahasiswa dapat menjadi manusia yang memiliki kemampuan personal. . buku ini juga mengulas lesson learns atau pelajaran berharga dari akta atau fenomena social yang terjadi di sekitar lingkungan kita baik yang dialami secara langsung atau tidak langsung dalam perspektif lintas keilmuan secara simultan. kemampuan akademik dan kemampuan professional sehingga para lulusan akan mampu mengenali masalah dan mengatasi masalah tersebut dengan bijaksana. dipahami. sikap. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIALBUDAYA Dengan bekal wawasan. dimengerti. Di samping diurai kondisi objektif konteks keindonesiaan.5 C. dan dikonsepsikannya selama ini agar dapat didiskusikan dan dikomunikasikan menjadi pengetahuan yang ilmuah.

Bahwasanya diskusi klasik yang hingga kini masih dibincangkan seputar manusia adalah pertanyaan siapakah sebenarnya manusia itu. konstruk pemikiran tentang haikat manusia. dan aliran agamawan (teologis). HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Sebelum mengulas manusia sebagai makhluk budaya penting bagi kita mencermati kajian tentang filsafat manusia secara singkat dan mendasar. Menurut aliran idelisma. manusia oleh aliran ini dipandang bukan sebagai materi tetapi makhluk yang berjiwa/berkerohanian. karena itu semua peristiwa dapat terjadi melalui proses materiil.Aliran ini baik dari kalangan aliran materilalisme didaktik atau humanistic.Tetapi pentin ditegaskan di sini bahwasanya hingga kini jawaban tentang siapa manusia itu tampaknya belum juga terpuaskan atau belum final. yaitu materialisme.Dengan pertanyaan tersebut sejauh ini telah menghasilkan pelbagai teori.Secara sederhana aliran tersebut dapat diklasifikasikan dalam beberapa aliran utama. idealisme. Karena itu. Substansi pemikiran dari dua aliran di atas diyakini secara bersamaan oleh aliran realisme. konsep. Bagi aliran realisme kenyataan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani dan dapat berupa kenyataan dunia batin atau rohani . realisme. Untuk aliran materialisme misalnya mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan. Demikian pula analogi yang terjadi pada manusia. bagi aliran ini kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta yang bersifat badaniah. bukan materi yang menjadi “kenyataan”.Karena itu. yakni kejadian “adanya adalah juga bagian dari proses-proses materiil itu sendiri. Sebaliknya. tetapi kenyataan yang sebenarnya adalah “ide” yang bersifat rohani dan/atau intelegensi. bagi pemikir atau filsuf dari airan idelisme mereka menyangkul secara mendasar pemikiran materialisme di atas. keduanya tidak mengenal adanya kenyatan bersifat spiritual.6 BAB 2 HAKIKAT MANUSIASEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A.

yakni karena hubungannya dengan Tuhan. tetapi juga roh dan badannya. Keduanya dalam pandangan realisme adalah hakikat asli dan abadi. Aliran teologis ini jika dicermati tidak memiliki irisan dengan pemikiran aliran-aliran sebelumnya. tetapi tampaknya pendekatan psikolog dianggap kurang mencakup diskusi tentang manusia secara holistis. Kesamaan manusia sebagai makhluk dengan makhluk lainnya adalah pada dorongan naluriah (animal instinct) yang termuat dalam tiap gen mereka. Karena sesungguhnya diskusi tentang filsafat manusia tidak saja membahas aspek jiwa dan raganya. manusia menurut aliran ini diyakini sebagai makhluk materi. makhluk rohani. ia dapat hidup jauh lebih berkembang (survival) daripada pengetahuan makhluk lainnya. mereka dapat mengembangkan eksistensi kemanusiaannya menajdi lebih beradab disbanding makhluk lainnya. Secara lebih mendalam pendekatan keilmuan yang umumnya digunakan untuk membincangkan hakikat manusia ini adalah melalui ilmu antropologi filsafat atau filsafat manusia (anthropos dalam bahasa Yunani. sekaligus membandingkan di antara keduanya. Menurut aliran ini. berarti: “manusia”). Jika kita tarik benang merah dari pemikiran beberapa aliran di atas. tetapi keduanya tidak bersifat abadi dan/atau sebagai hakikat asli. Demikian juga melalui perasaan manusia. adalah dapat dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. . hakikat asli atau kenyataan utama adalah Tuhan itu sendiri. Adapun yang membedakan manusia dari makhluk lainnya dalam hal pengetahuan dan perasaan (emosional dan kejiwaan). dan sekaligus makhluk materiil. Di mana awalnya. umumnya berusaha mendudukkan hakikat manusia sebagai makhluk di antara makhluk-makhluk lainnya di muka bumi ini. Hakikat manusia dengan demikian.7 dan dapat juga berupa kenyataan dunia materi. Artinya. Bandingkan berikutnya dengan pemikiran para tokoh aliran teologis. Karana mereka cenderung meletakkan kedudukan manusia secara berbeda dengan makhluk lain di muka bumi. filsafat manusia lebih dekat dengan kajian psikologi filosofis atau psikologi rasional. Melalui pengetahuan yang dimiliki manusia.

8

Dalam pandangan Adelbert Snijders, filsafat manusia dirumuskan sebagai refleksi atas pengalaman yang dilaksanakan secara rasional, kritis serta ilmiah, dan dengan maksud untuk memahami diri manusia dari segi yang paling asasi. Yakni, memahami manusia sebagai suatu kesatuan, di mana dalam kesatuan itu terdapat unsur “keduanya” (jiwa dan badan). Tujuan dari kajian filsafat manusia tidak lain adalah untuk memahami diri manusia dari segi yang paling mendasar tersebut. Berikut ini akan dikupas pandangan beberapa tokoh, pemikiran, dan alirannya. Sebagaimana pemiiran Plato dan Plotinos, bahwa manusia adalah makhluk ilahiah. Bahkan lebih ekstrem disampaikan Deserates, menurutnya manusia memiliki kebebasaan mirip seperti kebebasan yang dimiliki Tuhan. Tetapi, pandangan manusia sebagai makhluk ilahah tersebut ditolak oleh Epikuros dan Lukretius. Menurut keduannya manusia tak lebih dari makhluk hidup berumur pendek, ia lahir karena kebetulan, dan akhirnya sama sekali lenyap. Demikian juga seperti yang disampaikan Voltaire, manusia tidak berbeda secara esensial ibarat binatang yang paling tinggi atau sempurna. Pandangan lain tentang manusia disampaikan Hobbes. Ia berpendapat bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat agresif dan jahat. Tetapi Rousseau justru melihat sebaliknya, yaitu manusia dalam kodratnya adalah baik. Belakangan para pemikir, seperti Buber, Marcel, Levinas, dan Mounier menegaskan bahwa setiap manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompeksitas manusia memiliki suatu kepribadian dengan kompleksitas nilai yang unik. Tetapi, pemikiran lainnya justru meletakkan manusia sebagai makhluk yang tak berarti atau “keinginan” yang sia-sia. Dapat disimpulkan bahwa para pemikir filsafat manusia dan ilmuwan memiliki pandangan yang berseberangan di antara dua titik secara ekstrem baik mereka yang berlatar periode kesejahteraan yang sama atau berbeda. Namun perdebatan hakikat manusia (lebens-philosophie)menurut penilaian filsuf mazhab Frankfurt Jerman Max Horkheimer (1895-1973) merupakan diskursus ilmiah yang sehat, yang dapat membuka kebekuan berpikir rasional yang abstrak dan menjadi lawan dari debut kapitalisme yang selama ini

9

berkembang pesat. Sebagai pengkritik positivisme, Horkheimer menyatakan selama ini saintisme tak lebih pendukung status-quo yang bersembunyi di balik objektivitas. Segala bentuk demikian menurut Horkheimer dan juga Habermas, telah dijerumuskan oleh kepentingan kognitif, dan karenanya tidak bebas nilai, termasuk teori kritis yang didorong oleh kepentingan emansipatoris (Sulistyanta, 2005). Menurut Jurgen Habermas (1929), bahwa kekuatan kritik erat kaitannya dengan metodologi maupun kondisi sejarah yang melatari, yakni kesadaran akan kritis social pada histories (sejarah) tertentu. Jika dicermati sesungguhnya kajian filsafat manusia tumbuh subur bersamaan dengan ideology kapitalisme yang sedang mendominasi arus keilmuan. Kritik mendasar yang hendak disampaikan para pengkaji filsafat manusia adalah seraun untuk tidak membatasi cara pandang keilmuan, selalu berpikir reflektif, dan jangan membuang cirri utama manusia sebagai makhluk yang selalu bertanya dan berpikir. Karena itu, berpikir refleksi merupakan aktivitas rohaniah, menemukan kebenaran untuk kehidupan bersama, sebagai makhluk eksentrik. Dengan berpikir kritis dan refleksi tidak menjadikan seseorang jauh dari Tuhan, berbeda dengan pemikiran kapitalis yang lebih mendekatkan seseorang pada materi atau kebendaan. Ungkapan Descartes yang dikenal luas “cogito ergo sum” (aku berpikir, maka aku ada). Cogito (aku berpikir) adalah suatu kepastian tak tergoyahkan, ia ingin suatu kepastian tentang ekesistensi Tuhan dan ketidakmatian jiwa manusia. Hal yang sama dikemukakan Maine de Biran yang bertitik tolak pada volo (aku mau), dengan merefkeksikan “aku mau”, ia menemukan paham tentang diri dan pengaruh afeksi atas segala kepastiannya. Atau filsafat karl Marx dengan ungkapan “manusia adalah makhluk yang bekerja”. Artinya, sebagai makhuk paradoksal, manusia itu bebas dan terikat, otonom dan tergantung, terbatas dan tidak terbatas. Sebagai makhluk yang dinamis, manusia bebas dan bertanggung jawab, tetapi dalam kebebasan juga hadir suatu dorongan metafisika, suatu orientasi dasariah untuk menuju diri yang sejati. Sebagai makhluk multidimensional, manusia meskipun sebagai

10

suatu kesatuan, tetapi di dalam kesatuan itu ditemukan pelbagai dimensi ontologis dengan tingkatan yang berbeda. Herbert Marcuse, mengatakan meskipun seolah-olah manusia itu onedimensional man, yang terkurung dalam dimensi produksi-konsumsi, tetapi konsumerisme itu sesungguhnya bertentangan dengan panggilannya sebagai makhluk pluridimensional. Panggilan atau seruan itu berkaitan erat dengan hakikat manusia. W Luijpen, mengatakan being man is having to be man (diri manusia merupakan suatu seruan etis untuk manusia).

B. HAKIKAT MANUSIA DALAM KAJIAN ISLAM Melengkapi kajian hakikat manusia pada bahasan sebelumnya, maka dipandang penting untuk mendiskusikan hakikat manusia dalam perspektif Islam. Mengkaji manusia dalam perspektif keislaman tidak dapat dilepaskan dari konteks masyarakat muslim itu sendiri. Sebagaimana disebutkan Fazlur Rahman bahwasanya masyarakat Islam dibentuk karena ideologinya, yaitu Islam (Fazlur Rahman, 1980: 43). Ideologi adalah Weltanchauiting, yang menjelaskan realitas dalam perspektif tertentu. Ideologi adalah cara memandang realitas. Di antara realitas penting yang diulas ideologi adalah hakikat manusia. Konteks manusia dan masyarakat tersebut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, terdapat sekurangnya tiga istilah kuncui yang mengacu kepada makna pokok manusia, yaitu: basyar,insan, dan al-nas. Basyar disebut dalam AI-Qur'an sebanyak 27 kali. Dalam seluruh ayat tersebut, kalimat basyar menunjuk pada referensi manusia- sebagai makhluk biologis. Lihatlah bagaimana Maryam berkata: Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku tidak disentuh basyar (QS. 3: 47); atau bagaimana kaum yang diseru para nabi menolak ajarannya, karena nabi hanyalah basyar-manusia biasa yang "seperti kita", bukan manusia superstar. Kata basyar juga dihubungkan dengan ungkapan mitslukum (sebanyak tujuh kali) dan mitsluna (sejumlah enam kali). Nabi Muhammad SAW., disuruh Allah untuk menegaskan bahwasanya dirinya secara biologis, ia tak ubahnya sama seperti manusia yang lain: Katakanlah, aku ini manusia biasa (basyar)

orang-orang kafir selalu berkata: Bukankah ia basyar seperti kamu. Ya Allah. Sebaliknya. berkuasa. mengetahui. Keeenderungan para rasul untuk tidak patuh pada dosa dan kesalahan bukanlah masuk kategori sifatsifat biologis. 41: 6). dan ini adalah sifat-sifat rabbaniyah.11 seperti kamu. 18: 110. 25: 20.. 5: 65) menyebutkan umumnya para mufasir mengartikan ayat ini untuk menunjukkan kelebihan manusia secara fisiologis. Ayat ini juga ditegaskan dalam QS. dan memutuskan. melihat. 95: 4) dengan menunjukkan karakteristik fisiologi manusia. dan ia minum apa yang kamu minum (QS. Tentang para nabi. berkehendak. seks. . ia makan apa yang kamu makan. dan makan dengan menggunakan tangan. Allah membuatnya hidup. mendengar. 30: 30). Al-Syaukani (1964. minum. berbicara. QS. hanya saja aku diberi wahyu bahwa Tuhanmu ialah Tuhan yang satu (QS. Mereka berkata. Tetapi Ibn „Arabi berkata. 25: 7. mereka berkata. Dari uraian tersebut. tetapi merupakan sifat-sifat psikologis (atau spiritual). dengan tepat menafsirkan ayat ini to man God gave the purest and the best nature. yaitu berjalan tegak. berjalan di pasar. yaitu butuh makan. and man's duty is to preserve the pattern on which God has made him (QS. ini bukan basyar. maka secara singkat bahwasanya konsep basyar selalu dihubungkan dengan sifat-sifat biologis manusia semata. Sama tidak tepatnya ketika menafsirkan: Sesungguhnya telah kami jadikan insan dalam bentuk yang sebaikbaiknya (QS. tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus daripada manusia. tetapi ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia (QS. Yusuf Ali (1977: 1759). Dan tidak Kami utus sebelumnya para utusan kecuali mereka itu memakan makanan dan berjalanjalan di pasar. Rasul itu memakan makanan dan berjalan-jalan di pasar. adalah tidak tepat jika menafsirkan kalimat basyarun mitsluklim sebagai manusia seperti kita dalam hal berbuat dosa. Ketika wanita-wanita Mesir takjub melihat ketampanan Yusuf as. 33: 33). dan QS. 12: 31). dan seterusnya.

dan 13: 1). 8. 68. dan 29: 10). konsepsi insan secara tegas berbeda dengan basyar.12 Artinya. banyak ayat yang menunjukkan kelompok-kelompok sosial dengan karakteristiknya. insan dihubungkan dengan keistimewaannya sebagai khalifah atau pemikul amanah. Kedua. dan 40: 57). al-Baqi. 36. Pertama. tetapi sebetulnya tidak beriman (2:8). Sementara istilah al-Nas sebagai konsep kunci ketiga mengacu pada manusia sebagai makhluk sosial. 28. 30. semua konteks insan menunjuk pada sifat-sifat psikologis atau spiritual. insan dihubungkan dengan proses penciptaan manusia. 34: 28. Dengan memerhatikan ungkapan ini. lihat „Abd. 2: 243. melalaikan ayat-ayat Allah (10: 92). Kedua. kafir (17: 89. Pertama. 30: 6. tidak beriman (11: 17. dengan memerhatikan ungkapan aktsar al-Nas. Ayat-ayat . yang hanya memikirkan kehidupan dunia (2:200). pada kata al-Nas). yang menyembah Allah dengan iman yang lemah (22: 11. 12: 103. 45: 26. Dan ketiga. kita dapat menyimpulkan. dan kebanyakan harus menanggung azab (22: 18). sebagian besar manusia mempunyai kualitas rendah. dan Al-Kitab (22: 3. tetapi memusuhi kebenaran (2:204). yang menjual pembicaraan yang menyesatkan (31:6) . petunjuk. di samping ada sebagian orang yang rela mengorbankan dirinya untuk mencari kerelaan Allah. Jika ditelisik didapatkan penyebutan insan disebut sebanyak 65 kali dalam AlQur'an. baik dari segi ilmu maupun dari segi iman. yang memesonakan orang dalam pembicaraan tentang kehidupan dunia. tidak bersyukur (40: 61. dan 31: 20). dan 12: 38). fasik (5: 49). Kita dapat mengelompokkan konteks insan tersebut dalam tiga kategori pokok. Kecuali kategori ketiga yang akan kita jelaskan kemudian. dan 25: 50). al-Mu'jam. insan dihubungkan dengan predisposisi negatif diri manusia. yang mengambil sekutu terhadap Allah (2:165). Inilah manusia yang paling banyak disebut dalam Al-Qur'an (240 kali. yang berdebat dengan Allah tanpa ilmu. Ayat-ayat itu lazimnya dikenal dengan ungkapan wa min alNas (dan di antara sebagian manusia). Menurut Al-Qur'an sebagian manusia itu tidak berilmu (7: 187. kita menemukan kelompok manusia yang menyatakan beriman. 12: 21.

normatif. dan artefact. Al-Nas sering dihubungkan Al-Qur'an dengan petunjuk atau AlKitab (57: 25. yang berilmu atau dapat mengambil pelajaran (18: 22. Beberapa ahli ihnu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut. Artinya. Contoh sikap chauvinism seperti yang dikemukakan oleh Adolf Hitler misalnya. HAKIKAT MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN Kebudayaan sering kali dipahami dengan pengertian yang tidak tepat. . C. dengan kalimat Deutschland Uber Alles in der Welt (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia).13 ini dipertegas dengan ayat-ayat yang menunjukkan sedikitnya kelompok manusia yang beriman (4: 66. yang selamat dari azab Allah (11: 116). kebudayaan tersusun atas beberapa komponen utama. yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme. 40: 58. tetapi juga manusia secara sosial. dan materiil. 27: 62. 38: 24. 4: 170. yang tidak diperdayakan setan (4:83). 39: 27). 2: 88. 23: 78. 14: 1. yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system. yaitu membanggakan kebudayaannya sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain. Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini. yang bersyukur (34: 13. jika kamu ikuti kebanyakan yang ada di bumi. ternyata definisi-definisi tersebut tetap saja kurang memuaskan. social system. Akan tetapi. Al-Qur'an menegaskan bahwa petunjuk Al-Qur'an bukanlah hanya dimaksudkan pada manusia secara individual. 67: 23. 7: 3. Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut. 24: 35. cara pandang orang melihat kebudayaan sering kali terjebak dalam sifat chauvinism. Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya. 4: 46. Surat 11: 16 menyimpulkan bukti kedua ini. dan 32: 9). dan 69:42). Sayangnya kemudian. Demikian juga Inggris denganslogan: Right or Wrong is My Country. yaitu yang bersifat kognitif. 7: 10. dan 4: 155). mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Ketiga.

yaitu 3) sebagai kebudayaan. bahkan meskipun itu adalah sebuah tradisi. Sebagai penganut kebudayaan seseorang hanya menjadi pelaku tradisi dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakatnya. hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaannya. dan 4) pencipta kebudayaan. Tanpa bahasa. Selanjutnya. budaya bukanlah sesuatu yang statis dan kaku. Sebab suatu budaya dalam masyarakat terus-menerus berubah. proses pengalihan kebudayaan tidak akan terjadi. dan counter-culture (meremehkan kultur lain). Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. Kecuali tindakan yang sifatnya naluriah saja (animal instinct) yang bukan merupakan kebudayaan. bukannya sebagai kata benda. universal. bahwasanya budaya semestinya diperlakukan sebagai kata kerja. pembawa manipulator kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia merupakan produk kebudayaan. tetapi senantiasa berubah sesuai perubahan sosial yang ada. Sementara manipulator kebudayaan adalah anggota masyarakat yang melakukan aktivitas . budaya baru sulit diterima dan butuh waktu bertahap untuk penyesuaian jika budaya baru tersebut ada kemungkinan diterima. dan alkulturasi. seperti melalui proses internalisasi. Dan biasanya proses pengalihan atau perubahan budaya difasilitasi oleh adanya kontak komunikasi melalui bahasa. Karena itu. Umumnya. sosialisasi. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. karena menjadi manusia tidak lain adalah merupakan bagian dari hasil kebudayaan itu sendiri. Sebaliknya. pembawa kebudayaan adalah pihak luar dan/atau anggota masyarakat setempat yang membawa budaya asing atau baru dalam tatanan masyarakat setempat. Manusia mempunyai 1)penganut empat kedudukan 2) terhadap kebudayaan. relatif. kebudayaan. Tidak semua anggota masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya baru yang datang dari luar. Padahal seharusnya dalam memahami kebudayaan kita perlu jujur dan berpegangan pada sifat-sifat kebudayaan yang variatif.14 Demikian pula Jepang yang menganggap bangsanya merupakan keturunan Dewa Matahari. Sebagaimana dikatakan Van Peursen (1988).

Taylor. sistem kemasyarakatan. 2003: 261). B. Dalam kehidupannya. moral. pedoman hidup yang digunakan setiap individu dalam bertingkah laku.15 kebudayaan atau mengatasnamakan budaya setempat tetapi tidak sesuai dengan nilai-nilai atau ide luhur sebagaimana yang seharusnya dilakukan. Apa yang dilakukan oleh manusia tersebut dapat disebut sebagai proses kebudayaan. atau budaya baru yang dapat diterima secara masif. serta sistem teknologi peralatan. manusia melakukan banyak tindakan melalui . yaitu terdiri dari sistem religi dan upacara keagamaan. Dan secara naluriah. bahasa. yaitu mendorong secara sadar atau tidak sadar ke semua lapisan masyarakat untuk melakukan revitalisasi kebudayaan lama atau meneiptakan dan menemukan kembali kesepakatan barn terkait ide. hukum. sistem pengetahuan. 1871:21). Kebudayaan yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Namun Kuntjaraningrat (1974). atau yang bisa kita sebut sebagai way of life. manusia mempunyai kebutuhan yang beragam dan terus bertambah mengikuti deras laju perubahan lingkungan sosial di sekitarnya. aktivitas bermasyarakat. maka secara definitif makna kebudayaan sendiri adalah keseluruhan pengetahuan. maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara agar tetap mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi. adat. kesenian. Dalam rangka bertahan atau survive. Kedudukan tertinggi adalah manusia sebagai pencipta kebudayaan. kepercayaan. sistem dan organisasi kemasyarakatan. Pembentukan kebudayaan sebagaimana diuraikan di atas sesungguhnya dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian atas kondisi kehidupan yang dialaminya. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai bagian dari anggota masyarakat (E. Dengan demikian. Substansi penjelasan Taylor tersebut pada dasarnya telah rnerangkum semua definisi tentang kebudayaan yang pernah muncul (Jujun S. seni. Suriasumantri. kemudian membaginya menjadi unsur-unsur kebudayaan secara lebih terperinci. sistem pencarian.

Maslow dalam Jujun (2003: 262). atau kebudayaan pendahulunya. Jika disimpulkan. Cara pemenuhan kebutuhan dasarnya itulah yang membedakaan manusia dengan makhluk hidup lainnya yang juga memiliki kebutuhan dasar. dan fantasi. Nilai-nilai budaya dan segenap hasilnya adalah muncul dari tata cara hidup yang merupakan kegiatan manusia atas nilai-nilai budaya yang dikandungnya. Sementara pada manusia. Pada binatang. harga diri. Kejiwaan atau budi yang dimiliki manusia menjadi motor atau penggerak bagi tereiptanya hubungan bermakna dengan alam sekitarnya melalui penilaian atas objek dan kejadian. berpikir.16 pelbagai cara agar kebutuhan dasarnya terpenuhi. yang mungkin tidak jauh berbeda dengan manusia. rasa aman. Karena itu. kebutuhan pokoknya terpusat pada fisiologi dan rasa aman. Dengan kemampuan berkomunikasi dan belajar menjadikan manusia terus meningkatkan kecerdasan dan eara berpikirnya. Nilai yang diberikan oleh manusia inilah yang menjadi tujuan dan substansi dari kebudayaan itu sendiri. Dengan bahasa lain nilai budaya hanya bisa diketahui melalui budi dan jiwa. kebudayaan tak ubahnya seperti kompas penyelamat (survival kit) bagi keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. insting. yaitu fisiologi. Manusia memiliki kemampuan dasar selain instingtif. sementara tata cara hidup manusia dapat diketahui . afiliasi. Selain itu. kemauan. pemenuhan kebutuhannya diperoleh melalui cara hidup berdasarkan kebiasaan. manusia juga memiliki kehalusan perasaan atau kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup dasar. maka inti dari kebudayaan adalah nilai-nilai dasar dari segenap wujud kebudayaan atau hasil kebudayaan. membagi kebutuhan manusia dalam lima kelompok kebutuhan mendasar. tradisi. dan pengembangan potensi. Kebudayaan dalam konteks ini yang menjadi pembeda antara manusia dan binatang. dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. demikian juga pemenuhannya dilakukan secara instingtif atau naluriah. Cara hidup manusia tidak lain adalah bentuk konkret (nyata) dari nilai-nilai budaya yang bersifat abstrak (ide). juga kemampuan untuk terus belajar. perasaan. berkomunikasi.

we shall distinguish three sub-system of culture. bahasa dan komunikasi. “kebudayaan pengetahuan yang dipunyai manusia sebagai makhluk sosial.. 1948 hlm. Rusmin. Jakarta: Universitas Indonesia.. atau desain untuk kehidupan) yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi.These three categories comprise the system of culture as a whole" (dalam The Science of Culture: A Study of Man and Civilization). 1949 hlm. ilmu pengetahuan. kita katakan semua itu sebagai kebudayaan pengetahuan. Dari ide kebudayaan dan tata cara hidup manusia kemudian terwujud produk (artefak) kebudayaan sebagai sarana untuk memudahkan atau sebagai alat dalam berkehidupan. menciptakan materi kebudayaan dalam unsur budaya universal: agama. Sistern Kepercayaan dan Pengobatan Tradisional (Disertasi). Kebudayaan.” Definisi ini tampaknya sejalan dengan James P. namely.. dan kebudayaan kebendaan)1. Science and Religion and Other Essays. kebudayaan tingkah laku. Inc. Leslie A katakan ". Magic. serta kesenian. dengan demikian adalah ide berupa model-model pengetahuan yang dijadikan landasan atau acuan oleh seseorang sebagai anggota masyarakat melakukan aktivitas sosial. dan Tumanggor. . ekonomi. organisasi sosial. 3.17 oleh pancaindra.. sociological. dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan-tindakan yang diperlukannya (menghasilkan kelakuan dan benda/peralatan). Bronislaw. teknologi. Garden Ciry New York: Doubleday & Company. 1999. Sarana kebudayaan adalah perwujudan secara fisik atas nilai-nilai budaya dan tata cara hidup yang dilakukan manusia guna memudahkan atau menjembatani tercapainya pelbagai kebutuhan manusia. atau blueprint. Spradley yang menyatakan "Culture is the acquired knowledge that people use to interpretation experience and to generate social behavior . Mendukung dikemukakan konsepsi kebudayaan sebelumnya. adalah sebagaimana keseluruhan Parsudi Suparlan.. New York: Doubleday Canada Ltd. White. technological.. 364 1 . yang isinya adalah perangkat model-model pengetahuan (pedoman hidup. 91.. seperti pada Gambar 1.. hlm. cultural behavior. Lihat juga Malinowski. we speak of them as cultural knowledge. and ideological system. and Cultural artifacts" (Kebudayaan adalah pengetahuan yang diperoleh yang digunakan penduduk untuk menginterpretasi pengalaman dan melahirkan tingkah laku sosial ..

18 .

sikap. termasuk dari suatu suku bangsa kepada suku bangsa lainnya. sistem peralatan ritus. sistem keyakinan. kefanaan dankeabadian. . dan kehidupan abadi serta keadilan tertinggi atas kebaikan dan keburukan (pahala atau dosa) atas pola pikir. yaitu hubungannya dengan Maha Pencipta (Tuhan). perbuatan dan keadilan. sistem peribadatan/ritual. dan perilaku selama di dunia fana. dan emosi keagamaan. 2) Ilmu pengetahuan Dari penelitian antropologi dan sosiologi. 1) Agama Dalam temuan antropologi dan sosiologi.19 Legenda: Setiap kotak unsur kebudayaan ini terbuka satu sama lainnya. Agama sering menjadi kuat dominasinya jika ia kuat penekanannya pada nilai tertinggi "ultimate value". 3) Teknologi Antropologi dan sosiologi juga menjumpai bahwa setiap warga masyarakat pendukung suatu kebudayaan memiliki kemampuan secara ide hingga melaksanakan kegiatan bersama melahirkan peralatan hidup yang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan pada pelbagai unsur kebutuhan budaya universal lainnya. memiliki sistem pengetahuan yang utuh menanggapi keberadaan alam nyata (natural) dan nirnyata (supernatural). semua masyarakat pendukung suatu kebudayaan. Kondisi ini menyambung kepada pemahaman tentang kehidupan dankematian. komponen-komponen pokokyang terdapat dalam setiap agama meliputi adanya: umat beragama.

Semua komponen ini dimiliki sebagai unsur kebudayaan bahkan menjadi faktor pembangunan dari setiap suku bangsa mulai dari tingkat sektoral. Baikuntuk umum maupun untuk sendiri. dan politik). kegiatan pasar. Rentangan kekuatan ekonomi (investasi. 6) Bahasa dan komunikasi Setiap masyarakat pendukung suatu Icebudayaan memiliki simbol-simbol bunyi dan intonasi serta isyarat yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu maksud kepada seseorang atau khalayak untuk dipahami dan dilaksanakan. dan tamu. keetnisan. 7) Kesenian Antropologi menemukan bahwa pada setiap masyarakat kebudayaan mempunyai ungkapan seni berupa simbol pernyataan rasa senang dan susah (suka duka). pentas. profesi. keagenan. dan tatakrama. gambar. pasar/ uang. anak-anak. nasional. Ada kata-kata untuk umum. eceran.20 4) Ekonomi Antropologi serta sosiologi juga menemukan dalam setiap masyarakat kebudayaan adanya bentuk-bentuk ekonomi (berburu-meramu. komunikasi). orang tua. distribusi. produksi. Wujud konkret dari simbol- . dapat diketahui simbol-simbol lain yang wujudnya lebih konkret dari wujud pertama untuk dapat menjadi pembeda atau berlaku sebagai cultural traits antara kebudayaan yang satu dengan lainnya. teman sebaya. dari hati ke hati. Muncul pula dalam berbagai bentuk: ukiran. dan penjabaran penghasilan). jaringan kawin-mawin. tulisan. barter. tulisan. dan foto. teater. regional. Selain itu. Unsur-unsur itu juga akan melintasi batas-batas wilayah tersebut (cross cultural). hingga internasional. maupun seni. kampung/kewilayahan. penjelasan alam semesta. Ada yang esensinya world view. bercocok tanam. dan gerak/tari. 5) Organisasi sosial Pada setiap masyarakat pendukung kebudayaan akan selalu terdapat variasi kelompok warga masyarakat (kemargaan. ungkapan. buruh. Ada untuk pereakapan.

sampai Candi Borobudur. keris. Budaya materiil (material culture) atau artefak atau benda-benda hasil produksi suatu kebudayaan merupakan hal-hal dalam kebudayaan yang paling konkret (empiris). Di dalam pola-pola keseharian itu. di mana pandangan hidup ini merupakan wujud ketiga dari kebudayaan. Hal ini tiada lain adalah representasi dari pola pikir atau pengetahuan atau logika masyarakat pengampu kebudayaan tertentu. yakni lingkungan. atau yang kita kenal dengan istilah adat istiadat sebagai wujud kedua dari kebudayaan. seperti pola upacara adat ataupun ritual Ngaben di masyarakat Bali. elemen lainnya ialah budaya materiil. benda-benda fisik atau material culture. Selain itu. Kemudian. Bentuk kedua ini meliputi hal-hal keseharian. kebiasaan.21 simbol tersebut ialah perilaku. lingkungan seperti apa yang . terkandung nilai-nilai atau tata aturan dari adat istiadat yang berlaku. Barangkali. Tata aturan yang berlaku tersebut merupakan ejawantah dari pandangan hidup atau sistem nilai dalam masyarakat tertentu. hingga pola-pola yang bersangkutan dengan aktivitas sebuah komunitas. wujud kedua ialah pola-pola perilaku yang merupakan representasi dari adat istiadat sebuah kebudayaan tertentu. misalnya). seperti pola makan. menyebutnya). dalam konteks tinggalan budaya di sini. mulai dari bendabenda dengan ukuran yang relatif kecil hingga benda-benda yang sangat besar (dari emblem kerajaan Sultan Nata Sintang. berdoa. kerja. Sistem nilai atau pandangan hidup ini bisa berupa falsafah hidup atau kearifan lokal dari suatu masyarakat dalam memandang atau memaknai lingkungan sekitarnya. muncul pertanyaandalam benak kita mengapa lingkungan dapat dikategorikan sebagai warisan budaya? Lantas. Pierre Bourdieu. habitus (sebagaimana sosiolog Perancis. kain songket. Selain adat istiadat. terdapat satu lagi bentuk peninggalan yang merupakan wujud keempat. Pertama. Wujud pertama ini mencakup seluruh benda-benda basil kreasi manusia. Ada empat bentuk yang dapat diidentifikasi dan dikategorikan sebagai peninggalan budaya. Wujud ketiga ini bersifat lebih abstrak dibanding kedua wujud sebelumnya. belajar.

ada baiknya bila mengetahui terlebih dulu pengertian lingkungan di dalam tulisan ini. mencakup pandangan-pandangan. berinteraksi. dan sebagainya). Lingkungan budaya.22 termasuk peninggalan budaya? Sebelum masuk pada pemaparan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. dan segala unsur-unsur alam. lingkungan memainkan peran sebagai bagian yang tak terpisahkan bagi terciptanya kebudayaan itu sendiri. Lingkungan sosial. Adapun. seperti masyarakat petani salak di Yogyakarta atau masyarakat petani kopi di kawasan pegunungan Minahasa. oleh karena itu. dan (2) lingkungan buatan (built environment) yakni lingkungan yang merupakan hasil kreasi manusia. Lingkungan fisik. Lingkungan atas dasar kategori sifat ini masih dapat dipilah lagi menjadi: 1. Lingkungan dapat menjadi bagian dari tinggalan budaya (artifacts). dapat dibandingkan masyarakat pesisir atau nelayan di sepanjang Pantai Utara Jawa di Cirebon. meliputi perilaku-perilaku manusia atau pelbagai aktivitas sosial yang berupa interaksi antar-individu serta berbagai aktivitas individu. Pola pikir masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan sudah tentu . serta aturan-aturan yang berlaku dalam suatu masyarakat. 3. norma-norma. menjelaskan bahwa lingkungan atau environment secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan (1) sifat atau keadaannya dan (2) asal usulnya. Ahimsa-Putra (2004: 38). makhluk hidup. bekerja. masyarakat nelayan di Kepulauan Karimunjawa. di mana lingkungan jenis ini memiliki pengertian keseluruhan unsur di luar diri manusia yang bukan ciptaan manusia. kawin. yakni pegunungan atau dataran tinggi dan pesisir atau pantai. Perbedaan kedua ialah pola pikir masyarakatnya atau cara pandang mereka terhadap hidupnya. lingkungan yang dilihat dari asal usulnya berupa: (1) lingkungan alami (natural environment). atau masyarakat Suku Laut di Thailand Selatan dengan masyarakatnya yang agraris. pengetahuan. Sebagai ilustrasi. berupa benda-benda yang ada di sekitar kita. 2. Letak perbedaan pertama yang tampak dengan jelas ialah kawasan atau lingkungan di mana mereka menjalani siklus kehidupannya (lahir.

sebagaimana disampaikan oleh Alferd Korybski. 2003: 263).23 berlainan. dengan hidupnya. Dengan demikian. Perbedaan ini terletak pada tataran perangkat pengetahuan (sistem simbol) masyarakat yang pada gilirannya memengaruhi cara mereka memaknai persoalan-persoalan atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkungannya. dari kebudayaan masa lalu menuju kebudayaan masa kini. Dengan itu seseorang dikatakan berbudaya pada hakikatnya ketika ia telah menjaga nilai-nilai luhur dan . adat istiadat. sebuah pengetahuan yang khas pada masyarakat tertentu. tidak menutup kemungkinan kebudayaan pada masa lalu yang pernah ditinggalkan akan kembali digunakan oleh generasi mendatang. D. Artinya. Sebab semua materi yang terkandung dalam kebudayaan yang diperoleh manusia selain dilalui secara sadar juga dilalui dengan proses belajar. binatang mengikat ruang. ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA Perjalanan kebudayaan manusia dalam sejarahnya erat kaitannya dengan pendidikan. 2008: 11-12). Melalui proses belajar itulah transfer nilai-nilai kebudayaan terhadap generasi ke generasi berikutnya dilakukan. Meskipun demikian. dan artefak-artefak budaya (Ahimsa-Putra. sehingga ia harus dilindungi dan dilestarikan. bahwa kebudayaan mempunyai kemampuan mengikat waktu. lingkungan sebagai salah satu entitas penting dalam pembentukan sebuah kebudayaan dapat dikategorikan sebagai warisan atau tinggalan budaya. Adakebudayaan masa lalu yang tetap dipertahankan dalam kebudayaan masa kini. ada juga yang ditinggalkan atau tidak digunakan. yakni sistem nilai. Sehingga nilai-nilai kebudayaan senantiasa berkelanjutan dari waktu ke waktu. Jika tanaman hanya mampu mengikat bahan-bahan kimiawi yang penting bagi pertumbuhan tanaman itu. Penghayatan terhadap lingkungan inilah yang kemudian menghasilkan kearifan lokal atau kebudayaan yang khas pula. lnilah yang dinamakan kearifan lokal. yang muncul lewat penghayatan manusia atas lingkungannya. maka manusia mengikat waktu (Jujun.

salah satunya seperti hubungan kerajaan di daerah dengan Majapahit. Indonesia yang menganut agama tersebut seperti Kutai. semakin berkembangnya sastra. Keadaan ini semakin terlihat. Terlihat mulai munculnya berbagai persoalan kebudayaan. Pertemuan antar kebudayaan-kebudayaan di Indonesia. Tarumanegara. Kebudayaan nyakkebudayaan Indonesia ada di adalah dunia. yang terkenal dengan Sumpah Palapa. ketika agama Islam mulai banyak dianut oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan yang pernah ada di wilayah Barat dan Tengah. Padjajaran. bahkan hingga tingkat kerajaan. sudah dimulai sejak masuknya agama Hindu dan Buddha. Sriwijaya. Mendiskusikan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan daerah Indonesia yang masih sederhana kemudian bertemu dengan agama Hindu dan Buddha yang menjadi sedemikian meluas dan dianut oleh banyakmasyarakat di Indonesia. awal masa penjajahan melanda wilayah Nusantara. dan dengan tetap terbuka terhadap kemungkinan masuknya kebudayaan baru. Dengan ditutupnya Terusan Suez membuat banyak negara di belahan dunia Barat mengalihkan perhatiannya ke wilayah-wilayah tropis untuk mencari rempahrempah. Perubahan keyakinan ini membuat banyak perubahan di bidang lain. maka kita akan berbicara tentang sejarah panjang pertemuan antar kebudayaan daerah Indonesia dengan kebudayaan dari luar Indonesia. dan Majapahit. berdirinya kerajaan-kerajaan baru. Pada masa Kerajaan Majapahit. seperti Vasco da Gama.24 tatanan kemasyarakatan yang telah berlaku sebelumnya. kebudayaan Indonesia mencapai kebersamaannya dengan menyatukan kerajaan yang ada di Nusantara oleh Patih Gajah Mada. Perjalanan kebudayaan Indonesia dipengaruhi oleh masuknya Portugis. dan Bartholomeus . Marcopolo. dan lain-lain. salah satu dari sekian ba- yang Keberadaannya-sama dengan kebudayaan laintelah berlangsung dalam waktu yang lama. Kesatuan ini jelas menjadikan kebudayaan di Indonesia semakin dinamis. Tokoh-tokoh. kesetaraan antara sesama manusia.

usaha perumusan tersebut belum membuahkan hasil yang final dan memuaskan. Kekayaan kebudayaan yang telah terkenal kebesarannya ke seluruh mancanegara. Perubahan bentuk pemerintahan. terjadi perubahan yang besar dalam banyak bidang kehidupan kita. Peperangan yang digerakan oleh semangatmempertahankan diri. bahasa. Meskipun demikian. Meskipun dalam kesabaran yang panjang pula akhirnya Nusantara menapaki jalan menuju persatuan. menjadi Negara RepublikIndonesia. Kekayaan kebudayaan yang sedemikian hebat dari wilayah Indonesia. mencari sebuah wilayah perdagangan baru. Salah satu wilayah yang mereka temukan adalah tanah Nusantara. misalnya dapat disoroti perubahan bentuk pemerintahan. Undang-Undang Dasar. dipenuhi dengan berbagai peperangan di berbagai daerah Nusantara. perlawanan di seluruh wilayah Nusantara masih terus diberikan terhadap kedatangan para pendatang asing yang bermaksud menjajah. polemik tentang dasar negara.25 Diaz. dari kerajaan kepada negara. mulai dari "kecil-kecilan" hingga akhirnya memuncak pada perlawanan secara serentak terhadap penjajahan di bumi Nusantara. Jika dikaji selama dalam masa penjajahan tersebut. bukan hanya kisah perlawanan fisik semata. dan persoalan kebudayaan nasional mulai terlihat. Namun hingga saat ini. Saat itu. membuat para perumus tidak ingin menghilangkan kebudayaan yang sudah lama hidup di negeri ini. Strategi perang dengan taktik memecah belah atau devide et impera membuat perlawanan yang diberikan oleh para pejuang di daerah menjadi tidak berarti. yang akhirnya menjadikan Nusantara sebagai wilayah jajahan dalam periode masa yang panjang. Pada masa ini pula. menjadi sebuah perubahan yang menuntut adanya kesatuan wilayah dan kebudayaan di Indonesia. tetapi juga tentang perlawanan kebudayaan. Bahkan kita tampaknya perlu jujur bahwa . Dalam hal ini. telah banyak usaha yang dilakukan untuk merumuskan apa itu kebudayaan Indonesia. mulai dari negeri Aceh hingga Maluku. Oleh karena itu. Masa tersebut. Peristiwa paling dikenang adalah ketika Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. dari Tiongkok hingga Eropa.

penting bagi kita semua melakukan upaya pengembangan kebudayaan Indonesia secara terus-menerus. Toleransi. kebudayaan manusia Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah didesak oleh serbuan kebudayaan asing melalui . hingga akhirnya dapat hidup mencapai kebesarannya. Konteks keindonesiaan. Menepati janji. Tanggung jawab. Oleh karena itu. kerajinan tangan. c. membangun rumah kebudayaan daerah. d. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. Mempelajari dan mengenali kebudayaan daerah Indonesia (tarian. Sudah saatnya kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan budaya barat. yang dahulu pernah dimiliki.26 masyarakatIndonesia telah banyak yang teralihkan perhatiannya kepada kebudayaan yang dibawa oleh bangsa Eropa dan Amerika. Rumusan nilai-nilai luhur yang tertuang dalam UUD Dasar 1945 dan Pancasila perlu untuk terus disempurnakan secara berkelanjutan agar kebudayaan nasional sebagai identitas kebangsaan teraktualisasi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. dikembangkan. Dan masyarakat Barat juga mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri. seni bertutur. Mengenali dan mengembangkan kebudayaan Indonesiaadalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. alat musik daerah. Prinsip-prinsip pengembangan kebudayaan Indonesia sebagaimana telah dilakukan oleh generasi sebelumnya penting mempertimbangkan hal-hal berikut: a. Berpedoman pada kebudayaan Indonesia. Untuk itu. Jangan tinggalkan kebudayaan Indonesiakarenakekayaan menunggu untuk dikenali. Jujur. b. dan lain-lain). e. yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kepada kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. f. Tanamkan minat sejak dini pada kebudayaan daerah Indonesia.

27 deras arus globalisasi (tata cara hidup sosial lintas-antarbenua). kebudayaan yang ditampilkan kebanyakan generasi muda saat ini bukan melalui proses belajar dan secara sadar mewakili kebutuhan mendasar mereka. (Al Mudra. membatik. Artinya. tidak bisa dimungkiri bahwa realitas sosial semacam ini sesungguhnya lahir karena transformasi yang signifikan pada core kebudayaan itu sendiri. pascamodern. 2007a dan 2008a) Dalam konteks sosial-budaya masyarakatIndonesia. Bandingkan antara kegiatan para remaja yang keluar masuk pub. yakni pola atau cara berpikir dan cara memandang dunia. dalam realitasnya. sebagai "warga dunia". ataupun postmodern. belajar pantun. Contoh-contoh akibat globalisasi sebelumnya menunjukkan bahwa. Di era tahun 2000-an. Proses akulturasi budaya asing dengan budaya lokal masih kental dengan pengejawantahan nilai-nilai asing itu sendiri dibanding menjadi sebuah kebudayaan milik sendiri. dan lainnya yang menjadi wujud kebudayaan leluhur masa lalu. hingga bertindak dalam ritme yang relatif cepat. tetapi lebih mengikuti tren kebudayaan baru dari luar (budaya global). Dari kenyataan itu. diskotek dan tempat hiburan malam lainnya terutama di kota-kota besar dan metropolitan dengan kegiatan gotong royong. untuk berpikir. globalisasi mampu menjadi penentu arah perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia di dunia. implikasi lain dari lahirnya bentuk-bentuk baru dari peradaban dan kebudayaan postmodern di . silaturahmi (kunjung mengunjungi) sanak famili. berkeputusan. misalnya terlihat begitu mencolok perilaku atau tata cara hidup generasi muda yang dekat dengan budaya asing. Sementara kebudayaan milik daerah atau nasional sendiri sering kali sulit beradaptasi dengan budaya asing. salah satu implikasi globalisasi ialah pada munculnya pola-pola baru dari suatu kebudayaan dalam beragambentuk dan tatanannya. Keadaan masyarakat di era milenium kelima tersebut memiliki konsekuensi logis pada situasi yang akan menggiring kita.Kebudayaan dengan corak baru ini kerap kita sebut sebagai kebudayaan pasca-industri. Dalam lingkup sosiokultural yang lebih sempit.

2005). Ketika warisan budaya tiada lagi diindahkan. dan semacamnya. yang maknanya adalah menjaga warisan (budaya) lama yang baik. sudah sepantasnya kita berupaya menjaga. Sebab. tidakup-to-date. masyarakat yang dinamis tidak selalu menolak pengaruh budaya luar. meski tetap menjaga maratabat dan jati diri bangsa. melainkan terletak pada sikap penafian budaya lama (peninggalan nilai luhur nenek moyang) oleh generasi masa kini. seorang ahli lingustik asal Swiss. dan memublikasikan kekayaan warisan budaya kita kepada dunia untuk mengukuhkan identitas kita sebagai bangsa yang bermartabat. Penting untuk digarisbawahi di sini. (Ibid. Hal ini berpegang pada prinsip "al muhafadhatu „ala al qadimi as sholih wal akhdzu bi al jadidi al ashlah". Disebutkan olehnya bahwa kebudayaan atau budaya merupakan eiri penting (khas) dari manusia. . dalam bukunya An Essay on Man (1945 via Ahimsa-Putra. bangsa ini akan dihargai dan dipandang secara terhormat oleh bangsa lain. yang membedakan manusia dengan binatang. Oleh karena itu. mengemas. Persoalannya bukan terletak pada boleh tidaknya diterima dan dipraktikkannya budaya hybrid tersebut. Produk budaya asing yang mendorong kepada perbaikan hidup dankemajuan. meski tidak semua. 2004. akhirnya lebih memilih untuk mengadopsi budaya baru atau budaya kekinian (hybrid culture) yang telah berasimilasi dengan budaya Barat. pola-pola perilaku. 2007b) “Hanya manusia yang memiliki kebudayaan. maupun benda budaya lainnya) oleh masyarakatnya.28 atas ialah mulai ditinggalkannya produk-produk kebudayaan lokal (seni. 2007b). bahasa.” begitu kira-kira teori Erns Cassirer. hanya dengan memahami dan menjaga kekayaan warisan budaya dan sejarah. tidak perlu serta-merta ditolak. 2002. kuno. Benefit lain yang bisa dipetik ialah bahwa bangsa ini juga dapat berangsur melepaskan diri dari hegemoni budaya asing (A1 Mudra. Produk-produk budaya lokal mulai ditinggalkan lantaran dianggap ketinggalan zaman. Oleh karenanya. dan mengadopsi sesuatu (budaya) yang baru yang lebih baik. merawat. Mengulang bahasan sebelumnya. generasi terkini dengan basis kulturalnya masing-masing kemudian. maka yang akan terjadi ialah sebuah krisis idcntitas (jati diri).

dan proses simbolisasi ini melahirkan kebudayaan. dan menciptakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk berkomunikasi dengan sesamanya (Ahimsa-Putra. sehingga pemaknaan atau penafsiran yang lahir juga beragam (lihat juga Geertz. Di sini perlu dicatat bahwa setiap manusia beserta komunitasnya memiliki perangkat simbol (baca: kebudayaan) dan proses simbolisasinya (proses berkembangnya kebudayaan) masing-masing. aktivitas bersosial dan bermasyarakat. Sebab itu. gambar. dan lain sebagainya. 2004:29). Adalah di antaranya dengan menjaga sikap jujur dan bertanggung jawab terhadap setiap perubahan nilai. 1973: 89). hanya manusia yang dapat melakukan simbolisasi terhadap sesuatu. serta produk kebudayaan yang dihasilkannya. Catatan berbudaya seperti apakah yang perlu ditanamkan ke setiap generasi bangsa terhadap kebudayaan Nusantara kita. apa yang dimaksud dengan simbol? Definisi konsep simbol atau lambang ialah segala sesuatu yang dimaknai di mana malrna dari suatu simbol itu mengacu pada sesuatu (konsep) yang lain. Hal inilah yang kemudian melahirkan diversivitas budaya dalam kehidupan manusia. sedangkan binatang atau makhluk lainnya tidak? Pendapat ini berangkat dari pemahaman bahwa manusia merupakan animal symbolicum atau binatang yang mengkreasi simbol. Sementara itu. . gerak. maka kebudayaan dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai: seperangkat atau keseluruhan simbol yang digunakan atau dimiliki manusia dalam hidupnya untuk bisa melakukan reproduksi dan menghadapi lingkungannya.) Oleh karena hanya manusia yang dapat melakukan pemaknaan terhadap sesuatu dan sesuatu yang dimaknai ini merupakan sebuah lambang basil kreasi manusia sendiri. mengembangkan. Tanpa harus tertutup terhadap kebudayaan luar.29 mengapa hanya manusia yang memiliki kebudayaan. (Ibid. Manusia merupakan makhluk yang mampu menggunakan. bunyi. Wujud lambang-lambang ini bisa berupa teks (tulisan). suara. yang diperoleh lewat proses belajar dalam kehidupannya sebagai anggota suatu masyarakat atau komunitas (Ibid). pelestarian kebudayaan sendiri merupakan prioritas utama untuk menegaskan identitas kebangsaan dan kenegaraan kita.

Dikatakan mendasar karena pada saat penjajahan pun sudah terjadi proses pencitraan tersebut. Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior. kerendahdirian masyarakatIndonesia terhadap kebudayaannya sendiri.30 E. funky. Namun dari beberapa sebab tersebut. mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga pranata sosial. dan pencitraan yang kuat dari media tentang keunggulan kebudayaan Barat. Ungkapan khusus seperti. yang terus terjadi hingga saat ini dan yang paling mendasar adalah peneitraan. seperti di bidang sains (ilmu pengetahuan). akan ditemukan sebuah fenomena yang lazim dihidupi yaitu. sepertinya jauh dari ungkapan-ungkapan tersebut. Hal ini memang tidak sepenuhnya bermasalah. Dan juga masyarakat Barat mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka. Padahal. Kebudayaan daerah di Indonesia ditinggalkan hanya karena dieitrakan tidak ilmiah. Namun penilaian kebudayaan Barat lebih superior dan kemudian fenomena masyarakat Indonesia meninggalkan kebudayaannya sendiri yang sudah lama dihidupi. ilmiah. Rendah diri ini disebabkan oleh penjajahan. tentu menjadi suatu masalah. Kerendahdirian ini muncul dari hubungan antara kebudayaan Barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia. karena Barat memang memiliki keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. Menurut banyak ahli permasalahan kemunduran budaya nasional muncul karena persoalan pencitraan. Ungkapan-ungkapan tersebut sering kali dilekatkan kepada kebudayaan Barat. keren. sedangkan kebudayaan daerah di Indonesia. PROBLEMATIKA KEBl1DAYAAN INDONESIA Menelusuri pergulatan kebudayaan di Indonesia. dan sebagainya. keren. kerusakan perilaku masyarakatIndonesia. dan gaul adalah ungkapan yang secara tidak langsung menujukkan kondisi rendah diri. dan karena itu harus juga diselesaikan .

Padahal. Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terusmenerus terjadi. belum ada suatu usaha yang teruji untuk mengakomodasi budaya lokal di tingkat nasional.31 dengan cara pencitraan. Minimnya pengenalan ini. Padahal tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan pada hakikatnya adalah peradaban. . Contohnya. Revitalisasi kebudayaan merupakan proses logis dari bagaimana kebudayaan berperan dalam pembangunan dengan tanpa meninggalkannya atau bahkan melupakannya. usaha untuk mengenali kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. Tentu. merupakan salah satu faktor yang membuat rendahnya rasa kepemilikan dan keinginan untuk mengembangkan kebudayaannya sendiri. Kebudayaan selamanya merupakan langkah strategis pembangunan bangsa. masing-masing proses pembelajaran. Alasannya. setelah kebudayaan Indonesia kurang dikenakan dan kurang dikenali oleh sebagian masyarakat Indonesia yang hidup mulai masa 70-an. Sudah saatnya kita melihat bahwa kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan kebudayaan Barat. Sebagai bangsa yang beradab (civilized society). sehingga ternyata perjalanan bangsa sampai kini masih menuju pada kondisi yang memprihatinkan secara budaya. kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus. Indonesia sangat perlu menempatkan kebudayaan sebagai konsepsi dan sekaligus strategi. konflik yang menggunakan atau memanipulasi simbol-simbol budaya. sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai. Pendukung kebudayaan menjadi titik sentral bagaimana proses pengembangan kebudayaan berlangsung secara kelembagaan (instituted process). norma dan aturan. Problem kebudayaan dewasa ini antara lain adalah terjadinya penafsiran budaya yang cenderung keliru. Kelembagaan formal dan informal dalam masyarakat bertanggung jawab kepada keutuhan masyarakat. dan pelaku pendukung kebudayaan. Pengenalan ini merupakan salah satu modal untuk memiliki dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. konteks. Ketiga aspek ini dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik.

32 .

Kedua. Dalam perbedaan kepentingan ini masyarakat mengalami sebuah pertarungan yang sangat tajam dalam kehidupan sosial dan politik. Artinya. Ini merupakan kepentingan praktis yang sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Apalagi kalau kepentingan kekuasaan dan kepentingan teknis mengabaikan MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK kepentingan sosial.33 BAB 3 MANUSIA SEBAGAI INDIVIDUDAN MAKHLUK SOSIAL A. Ketiga. Dalam perjalanannya. yang menurut Sartre sebagai sprat utama yang mendorong eksistensi manusia menuju peradaban yang maju. Pertama. yaitu kepentingan individu dan bersama. kepentingan interaksi (social welt). HAKIKAT SOSIAL Di dalam diri manusia terdapat dua kepentingan. Kepentingan bersama didasarkan manusia sebagai makhluk sosial (kelompok) yang ingin memenuhi kebutuhan bersama. kepentingan-kepentingan tersebut kadang saling berhadapan dan kadang pula saling berkait. Di satu sisi. Terkadang muncul suatu penolakan dan penerimaan yang pada akhirnya bermuara pada etika. Di sisi lain. titik kompromi antara kepentingan individu dan bersama ditimbang menurut kadar etis-tidaknya kedua kepentingan tersebut. Hal ini sangat kuat berhubungan dengan penyediaan sumber daya natural dan juga kerja (instrumentalis). yaitu suatu ajaran tentiang norma dan tingkah laku yang berlaku dalam suatu kehidupan manusia. Kepentingan individu didasarkan manusia sebagai makhluk individu. hal ini berhubungan erat dengan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Menurut Jurgen Habermas (2001). masyarakat memiliki tiga jenis kepentingan yang memiliki pendekatan rasio berbeda. karena pribadi manusia yang ingin memenuhi kebutuhan pribadi. Kalau kepentingan kekuasaan mengarah pada tendensi . kepentingan teknis (objective welt). adanya sebuah kebutuhan dasariah manusia untuk membebaskan diri dari segala bentuk dominasi atau kebebasan (Freiheit). Freiheit. Kepentingan kekuasaan.

karena itu tidak dibenarkan manusia melakukan perbuatan tercela. artinya manusia sebagai warga masyarakat. dia selalu membutuhkan bantuan manusia lain. manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial. dan saling berlomba-lomba melakukan perubahan menuju yang lebih baik dengan individu lainnya. yang terdiri dari: 1. korupsi. berdiskusi. Dalam ajaran agama-agama dunia juga diterangkan sangat jelas kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia. Bahkan sejak lahir pun. yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. membunuh. 2. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan. Dorongan untuk makan. kita membutuhkan adanya sebuah ruang publik (public spare). Manusia sebagai makhluk sosial. dan mencari alternatif yang tepat tentang segala persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. 3. Dorongan untuk mempertahankan diri. Sebaliknya. Dorongan untuk melangsungkan hubungan beda jenis.34 untuk menciptakan distorsi terhadap komunikasi. berzina. maka yang terjadi hanya ada penindasan dan redulai. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. Ini merupakan media untuk menjembatani setiap kepentingan karena setiap komponen dalam masyarakat memiliki akses yang sama untuk berbicara. berkomunikasi. dan seterusnya. Menurut Haber mas. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi. Disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur'an bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada. berinteraksi. dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. . Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. untuk bisa mendamaikan konflik kepentingan ini. pribadi manusia dituntut mampu berinteralai. Yakni memiliki unsur-unsur keharusan biologis. mabuk. bekerja sama. seperti berjudi.

faktor-faktor personal yang memengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal. Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. . yaitu menerima bentuk-bentuk pembaruan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. 2. Karena itu.35 Dengan keharusan biologis tersebut menggambarkan betapa individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial meniscayakan adanya dorongan untuk saling ketergantungan dan membutuhkan antara satu dengan lainnya. manusia mempunyai kecenderungan sosial untuk selalu meniru guna membentuk diri dalam kehidupan masyaratmya. Dalam perkembangannya. Pada umumnya. hasrat meniru itu kita dapat lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok. komunikasi antar masyarakat menentukan peran manusia sebagai makhluk sosial. Secara garis besar. apakah sedang bahagia. dan masyarakat tradisional terhadap pendatang modern. Penghematan tenaga. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan. Di antara kebutuhan untuk meniru adalah dalam hal: 1. dengan demikian tidak dapat dilepaskan dari cara dan bentuk adaptasi mereka terhadap lingkungannya. yaitu tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. Dari gambaran tersebut jelas bagaimana manusia itu membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sebagai pribadi (individu) dan sekaligus sebagui makhluk sosial. Proses meniru dapat dicontohkan misalnya anak terhadap orang tuanya. yakni: 1. pribumi terhadap pendatang atau sebaliknya. Tekanan emosional. Kondisi psikologis seseorang sangat memengaruhi bagaimana manusia berinteralai satu sama lain. yang secara lebih luas juga terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Banyak faktor yang mendorong manusia secara individual membutuhkan dirinya sebagai makhluk sosial sehingga terbentuk interaksi sosial antara manusia satu dengan manusia yang lainnya.

FUNGSI DAN PERAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Pada hakikatnva. Dalam berinteraksi dengan sekitar. Karena ketika seseorang merasa direndahkan dengan secara spontan la membutuhkan kasih sayang dari pihak lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi psikologis kembali seperti semula. hubungan antarmanusia (interpersonal) berlangsung mengikuti kaidah transaksional. Teori Transaksional (Model Pertukaran Sosial) Menurut teori ini. artinya manusia tidak bisa hidup sendirian. Jika manusia tidak berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia lainnya. alam sekitar. 2. maka . Ada tiga teori yang dapat membantu menerangkan model dan kualitas hubungan antarmanusia (Achmad Mubarok. dan makhluk lainnya). 3. atau sebaliknya sedih. Harga diri yang rendah. : 2009) 1. yaitu apakah masing-masing merasa memperoleh keuntungan dalain transaksinya atau malah merugi. Yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Orang yang merasa atau dengan sengaja terisolasi oleh komunitasnya atau pihak-pihak tertentu. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi yang direndahkan.36 senang. berduka dan seterusnya. Karena itu. maka ia akan berupaya melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. Manusia sejak lahir sampai masuk liang kubur selalu membutuhkan kehadiran orang lain selain dirinya. Jika merasa memperoleh keuntungan. maka hubungan itu pasti mulus. maka orang tersebut belum bisa dikatakan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial. B. tetapi jika merasa rugi. manusia senantiasa berperan ganda. dalam hubungan sesama manusia terdapat model dan kualitasnya yang berbeda. Isolasi sosial. maka ia akan memilikihasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain. ada hubungan secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan secara horizontal (hubungan dengan sesama manusia.

Karena hal itu bisa membual tidak harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia. ibu. dan orang tua. 3. Jangan sampai terjadi kesalahan. tidak mengerti tanggung jawab. klasifikasi manusia itu hanya terbagi tiga. ayah. tetapi orang akan heran jika ada orang tua yang masih kekanak-kanakan. dan seterusnya. Adapun orang tua. dan jika permintaannya tidak segera dipenuhi ia akan menangis terguling-guling atau ngambek. sadar akibat dan sadar risiko. yaitu anakanak. agama. Menurut teori ini. maka ia akan dicemooh oleh penonton dan ditegur sutradara. umumnya setiap suku bangsa memiliki nilai-nilai dan tradisi yang dapat dikembangkan menjadi model kedamaian yang kondusif bagi keeratan antar suku bangsa. Adapun orang dewasa. Untuk menjaga hubungan yang harmonis sebagai individu dan makhluk sosial. atau bahkan berubah menjadi permusuhan. dan murid harus bagaimana. ia selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyayangi mereka. dan perbedaan-perbedaan lainnya. sebenarnya dalam pergaulan sosial itu sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat. orang dewasa. anak. Demikian juga sudah tertulis perau apa yang harus dilakukan oleh suami. 2. seorang guru harus bagaimana. Anak-anak itu manja. yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. istri. putus. Dalam hubungan itu kita harus bisa memahami peranan dan kedudukan masing-masing. tetapi jika menyalahi skenario. mantu. Dalam skenario itu sudah "tertulis" seorang presiden harus bagaimana. mertua. Manusia memang tidak akan bisa lepas dari berhubungan dengan orang lain. jika seseorang mematuhi skenario. maka hidupnya akan harmoni. . Teori Permainan Menurut teori ini. ras. ia lugas dan sadar akan tanggung jawab.37 hubungan itu akan terganggu. Teori Peran Menurut teori ini. seorang gubernur harus bagaimana. Tidak ada orang yang merasa aneh melihat anak kecil menangis terguling-guling ketika minta es krim.

masing-masing individu tampaknya biasa melakukan kontak hubungan transaksional. pengguna moge (motor gede). jika merasa beruntung hubungan akan berjalan mulus. DAN INOVASI 1. pencinta bola. kematian. Tidak heran dalam nilai-nilai hidup orang Jawa yang masih tetap kuat dipertahankan adalah “mangan ra mangan yang penting kumpul”. khitanan. Dalam praktiknya. hubungan transaksional ini bermacam-macam sifatnya. melaksanakan perkawinan. C. atau famili. tertimpa kecelakaan atau terlilit utang. Akulturasi Budaya Adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu sedemikian rupa dipengaruhi oleh unsur-unsur suatu kebudayaan lain sehingga unsur-unsur lain itu diterima . Demikian ini akan dilakukan secara bergiliran dan turuntemurun guna menjaga keutuhan keluarga. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL: AKULTURASI. atau komunitas-komunitas tertentu seperti komunitas biker. kerabat. jenis pertukaraan ini sering muncul pada perkantoran-perkantoran. Jenis hubungan transaksional lainnya adalah hubungan pertukaran bersifat pertemanan atau kesetiakawanan. ASIMILASI. Masing-masing individu mendapat manfaat dari proses interaksi secara langsung dan seketika.38 Sebagaimana disebutkan Mubarok di atas. Pada masyarakat perkotaan. Adakalanya bersifat barter atau pertukaran langsung seperti jual beli di pasar atau mal-mal. Dapat pula transaksional bersifat kekeluargaan atau kekerabatan seperti dilakukan umumnya etnis Jawa dengan sebutan "sambatan". Salah satu anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah. yang paling penting adalah keutuhan keluarga". demikian jika merasa dirugikan akan mengarah perpecahan. yakni secara sederhana dapat diterjemahkan "dapat makan atau tidak. lembagalembaga profit atau nonprofit. maka anggota keluarga yang lain akan turut membantu meringankan beban persoalan yang sedang menimpa salah satu anggota keluarga tersebut. dan seterusnya.

Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsurunsur kebudayaan asing tadi. mencatat dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat. Masalah mengenai ketegangan-ketegangan sosial yang timbul akibat adanya akulturasi. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing itu. Kajian akulturasi meliputi lima hal pokok. seperti bahasa. Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan. Masalah unsur kebudayaan mana saja yang mudah diganti dan diubah dan unsur kebudayaan mana saja yang tidak mudah diganti dan diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing. 3. Dampak akulturasi terhadap masyarakat meniscayakan seorang peneliti perlu memerhatikan beberapa hal berikul: 1. 4. . dan individu-individu apa yang sukar dan lambat menerima unsur-unsur kebudayaan asing. dan sopan santun ala barat. 2. Contoh yang muncul adalah ketika pihak pribumi mulai menerima penggunaan gaya hidup. 5. 5. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima. Masalah mengenai metode untuk mengobservasi. demikian yang dikemukakan Koentjaraningrat (1997): 1. 4. mode pakaian. 3.39 dan disesuaikan dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya identitas kebudayaan asli. Masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dan yang sukar diterima oleh masyarakat penerima. Masalah mengenai individu-individu apa yang mudahdan cepat menerima. 2.

Kelompok-kelompok manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Faktor kemanfataan timbal balik. Asimilasi Budaya Proses asimilasi dapat terjadi jika terjadi hal-hal sebagai berikut : 1. 2. b. Faktor simpati. atau tindak lanjut inovasi berupa pengakuan. penerimaan. . 3. Inovasi (Pembaruan) Campuran. 3.40 2. Invention. Discovery. memberi manfaat kepada dua belah pihak c. Pertemuan budaya-budaya antar kelompok itu masing-masing berubah watak khasnya dan unsur-unsur kebudayaannya saling berubah sehingga memunculkan suatu watak kebudayaan yang baru/campuran. Faktor toleransi. pemahaman saling menghargai dan memperlakukan pihak lain secara baik. kelakuan saling menerima dan memberi dalam struktur himpunan masyarakat. Kurangnya pengetahuan terhadap unsur kebudayaan yang dihadapi (dapat) bersumber dari pendatang ataupun penduduk asli. 2. Perasaan ego dan superioritas yang ada pada individu-individu dari suatu kebudayaan terhadap kelompok lain. Kelompok manusia ini saling bergaul secara intensif dalam kurun waktu yang lama. Sifat takut terhadap kebudayaan yang dihadapi. Faktor yang memudahkan/penarik terjadinya asimilasi budaya: a. Faktor penghambat adanya proses asimilasi budaya: 1. 3. b. dan penerapan proses koleh masyarakat. atau penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru berupa gagasan individu atau kelompok. Bermanfaat Bagi Proses Asimilasi Proses pembaruan (inovasi) dapat digolongkn dalam bentuk: a.

telah mengumpulkan data berbagai hasil penelitian tentang upaya pembaugunan dan pengembangan masyarakat dari sekitar 500 studi difusi inovasi di berbagai bidang kajian keilmuan baik secara empiris maupun non-empiris. c. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu secara jelas mendapat dukungan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi dari sistem (kehidupan masyarakat) itu. Sistem perangsang. . Resistensi akan berkurang jika partisipan melihat perubahan itu sebagai upaya pengurangan beban mereka sekarang dan bukan justru menambah beban baru. jika tidak pastilah sangat tidak memberikan hasil yang maksimal. b.41 Pemanfaatan hasil inovasi bergantung: a. sebuah penemuan perlu mendapat dukungan kelompok guna pengakuan sebagai kebutuhan dasar. Resistensi akan berkurang jika administrator. Goodwin Watson. guru-guru anggotaanggota pengurus. rangsangan materi.. dapat berupa pengakuan ilmiah. d. Harus memberikan kemanfaatan bagi masa depan. dan pimpinan-pimpinan masyarakat merasa bahwa proyek (inovasi) itu adalah milik mereka bukan sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan oleh orang lain (luar). pemberian gelar. penelitian terhadap situasi yang dihadapinya. penghargaan dan pengakuan. dalam setiap keanggotaan kelompok pasti terdapat individu yang selalu merasa tidak puas dan merasa kekurangan sehingga secara sadar individu ini melaksanakan aktivitas pengkajian. b. Persepsi masyarakat pendukung dalam kelompok. Proses inovasi menimbulkan suatu perubahan (evolusi). Dari situ diperoleh 12 prinsip yang dapat mengurangi penolakan (resistance) atas gagasan baru (innovation) sebagai berikut: a. khususnya di negara-negara berkembang yang dilakukan oleh Eicholz dan Rogers (Zaltnian. 1972: 621). dan fasilitas lain. c. Mutu serta ketahanan SDM.et al.

dan jika ketentuan yang dibuat untuk mandapatkan umpan batik (feedback) persepsi masyarakat tentang inovasi serta penjelasanpenjelasan berikutnya sesuai dengan yang mereka butuhkan. serta kepercayaan dari teman-teman mereka satu sama lainnya. f. i. Resistensi akan berkurang jika program inovasi itu menawarkan jenis pengalaman yang dapat menarik minat partisipan.42 d. Resistensi akan berkurang jika partisipan mendapatkan penerimaan. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu serasi dengan nilai-nilai (values) dan gagasan-gagasan yang telah lama diketahui masyarakat. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu terbuka atas kritikan perbaikan dan pertimbangan ulang jika dibutuhhan untuk mendapatkan perubahan yang lebih memuaskan. j. e. h. g. Resistensi akan berkurang jika partisipan diikutkan dalam upaya diagnostik yang membawa mereka untuk menyetujui apa yang jadi problem mendasar (gagasan sentral) dan untuk yang merasakan bahwa hal itu penting dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya. Bennis. Resistensi akan berkurang jika dalam inovasi itu partisipan merasa bahwa kemandirian (autonomy) dan keamanan (security) mereka tetap terjamin. (Warner G. l. memperkenalkan kesulitan-kesulitan yang berarti atauperlu diatasi serta mengambil langkah-langkah seperlunya terhadap hal-hal yang tidak pantas ditakuti. 1969: 56-57) . pembenaran. Resistensi akan berkurang jika penganjur (proponent) mampu untuk memperkenalkan diri secara baik/jelas (emphertize) terhadap penerima anjuran (opponent). k. Resistensi akan berkurang jika diberitahukan dengan bijaksana alas penolakan terhadap inovasi karena kesalahpahaman dan salah penafsiran. Resistensi akan berkurang jika inovasi itu diadopsi atas dasar keputusan (konsensus) kelompok itu sendiri. dukungan.

agama. Ketika gagal dicobanya lagi hingga berhasil. ia mempelajari keadaan “situational” (3) evolution (penilaian). Akan tetapi. penolakan (rejection) terjadi karena tahapan-tahapan berikut: (1) awareness (kesadaran). yang berkaitan dengan dorongan dan larangan berupa beban sosial dan finansial jika inovasi itu digunakan. Individu bersangkutan semua belum memiliki pengetahuan tentang inovasi “ignorance" dan telah memiliki pengetahuan lama "traditional". (2)interest (menaruh minat). pendapat warga masyarakat umumnya. Sebaliknya. Proses adopsi terjadi disebabkan lima tahap: (1) awareness (kesadaran). Individu bersangkutan memperluas upaya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang adat istiadat. Kemudian dengau kesadaran bersedia belajar tentang eksistensi inovasi yang belum diketahui tadi. sementara pertimbangan cenderung mengambil jalan pintas . Jadi. Meskipun sebelumnya ia telah memiliki pengetahuan lama "traditional". Tahap ini penggunaan inovasi masih ditangguhkan selama mempertimbangkan “suspended judgment” nilai hakiki yang terkandung di dalamnya sambil membandingkannya dengan cara lama. lndividu bersangkutan mulai memberanikan diri untuk menggunakan inovasi sebagai percobaan pendahuluan "experiment". maka penggunaan itu akan dihentikan (discontinuance). judgement". inovasi itu dirasakan lebih kompleks dan sulit inovasi dimengerti hingga terjadi Penggunaan ditangguhkan “suspended kesalahpahaman. jika pada penggunaan-penggunaan berikutnya terus-menerus gagal. Ketika mengikuti pelajaran.43 Sementara itu. teori penerimaan dan penolakan gagasan baru yang dideskripsikan oleh Eicholz dan Rogers di atas disebut dengan namaa rejection-adoption theory. Semula individu atau kelompok yang bersangkutan tidak mengetahui dan mengabaikan "ignorance" inovasi itu. Individu bersangkutan menilai inovasi itu dan mendorong jiwanya memilih hal-hal yang sesuai dengan kondisi dirinya personal": (4) trial (percobaan). lndividu bersangkutan menerinia inovasi itu digunakan seterusnya atas dasar percobaan yang berhasil sebelumnya. (5) adopsi (penggunaan).

Individu bersangkutan semakin acuh tak acuh setelah melihat keadaan "situational". bagaimana kedudukan cara lama yang digantikannya. 1972: 624). sudah biasa.44 saja yaitu penggunaan cara lama lebih mudah. individu bersangkutan tidak lagi berusaha untuk mencoba hingga berhasil. terjangkau secara finansial. (3) denial (penolakan). dan berhasil juga.et al. situational. akan tetapi kembali saja kepada cara lama yang telah dia ketahui dan biasa dipraktikkan.. pemutusan penggunaan (discontinuance) akan berlangsung dalam waktu panjang yang tidak terpastikan (Zaltman. individu bersangkutan tidak memahami betul fungsi inovasi itu menggantikan apa dari cara lama. personal dan experimental. Sehingga la menyangkal kehadiran inovasi. aman dari segi sosial. apa faedahnya yang lebih menonjol daripada cara lama. (2) indifference (acuh tak acuh). yaitu masa pengabaian. Skema dari The rejection-adoption theory ini terlihat sebagai berikut (Rusmin Tumanggor. Ketika individu bersangkutan atau orang lain melakukan percobaan dengan inovasi itu “experiment”. adat istiadat. Individu bersangkutan akan mengakhiri dengan penolakan seterusnya terhadap inovasi tersebut dan tetap mempraktikkan cara biasa. tetapi kurang mereka perhatikan karena belum biasa dalam masyarakat. dan (5) rejection (penolakan). Meskipun inovasi itu kelihatannya logis. Sehingga tidak lagi diiringi dengan upaya belajar yang sungguh-sungguh. dan pendapat orang umumnya. norma. diragukan bertentangan dengan agama. memerhatikan situasi. kondisi dan kebutuhan diri. Konsekuensi logis dari penolakan ini. 1990: 27-28). susperidedjudgment. Pada masa kebutuhan pemilihan inovasi yang sesuai untuk dirinya “personal”. serta pengalaman. . Teori penerimaan dan penolakan ini dapat dibandingkan dengan teori pertukaran dari Homans terkait proposisi sukses. (4) trial (percobaan). Dalam diagram ini terlihat ada masa ignorance. terjadi insiden atau kegagalan. nilai. penangguhan pertimbangan.

pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu. maka sanak saudara ataupun temanteman biasanya datang berkunjung. Pada saat-saat seperti itu seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah. papan). DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. diperhatikan. sekolah. pengakuan. Rejection From of adoption. maka orang yang sakit tentu merasa mendapat dukungan sosial. kebutuhan sosial (pergaulan. rasa aman. Kebutuhan fisik (sandang. perasaan religiositas. baik ringan maupun berat.45 D. tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. Contoh nyata yang paling sering kita lihat dan alami adalah bila ada seseorang yang sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit.Rejection Adoption Ignorance Awareness Stage Gambar TIME Suspended Judgment Awareness Stage Indifference Situation Interest Stage Denial Stage Personal Evaluation Stage Trial Stage Experimental Trial Stage Rejection Disontinuance Adoption Gambar 2 Skema Alur Adoption-Rejection Theory .pangan. Dengan kunjungan tersebut. sehingga dirinya merasa dihargai. dan dicintai.

berpendapat bahwa dukungan sosial itu selalu mencakup dua hal. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia. bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek di dalatn lingkungan sosialnya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkah laku penerimanya. Sarason (1983). secara emosional merasa lega karena diperhatikan. penghargaan atau menolong orang dcngan sikap menerima kondisinya. tetapi yang penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan itu. dukungan sosial tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. mendapat saran. Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cobb yang mendefinisikan dukungan sosial sebagai adanya kenyamanan. merupakan persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan(pendekatan berdasarkan kuantitas). perhatian. . Dukungan sosial bukan sekedar mmeberikan bantuan. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan sosial. kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan.46 Dukungan sosial (social support) didefinisikan oleh Gottlieb (1983) sebagai informasi verbal atau nonverbal. menghargai. karena sesuatu yang actual dan memberikan kepuasan. atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. dalam arti bahwa orang yang menerima sangat meraakan bantuan bagi dirinya. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan social yang diberikan. dan menyayangi kita. karena menyangkut persepsi tentang keberadaan (availability) dan ketepatan (adequacy) dukungan sosial bagi seseorang. 2. kesediaan. yaitu: 1. Pendapat senada dikemukakan juga oleh Sarason (1983) yang mengatakan bahwa dukungan sosial adalah keberadaan. saran. Hal tersebut penting dipahami oleh individu yang ingin memberikan dukungan sosial. Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima. berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berdasarkan kualitas).

. Dukungan social yang natural diterima seseorang melalui interaksi social dalam kehidupannya secara spontan dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Sementara itu. Sumber dukungan social sesuai dengan situasi dan keinginannya yang spesifik. dihargai. Orang yang menerima dukungan social memahami makna dukungan social yang diberikan oleh orang lain. b. misalnya anggota keluarga (anak. Perbedaa tersebut terletak dalam hal sebagai berikut : a. dan dicintai. Dukungan social itu bersifat nonformal. sehingga dukungan social memiliki makna yang berarti bagi kedua belah pihak. Namun perlu diketahui seberapa banyak sumber dukungan social ini efektif bagi individu yang memerlukan. ada dua sumber dukungan social yaitu sumber artikulasi dan natural. Sumber-sumber dukungan social banyak diperoleh individu dari lingkungan sekitarnya. Keberadaan sumber dukungan social natural bersifat apa adanya tanpa dibuat-buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifat spontan. dan kerabat). suami. yang dimaksud dengan dukungan artikulasi adalah dukungan social yang dirancang ke dalam kebutuhan primer seseorang. istri. teman dekat atau relasi. Sumber dukungan social merupakan aspek paling memerlukan. c. misalnya dukungan social akibat bencana alam melalui berbagai sumbangan social. Sumber dukungan social yang natural berakhir dari hubungan yang telah berakar lama. Sumber dukungan social yang bersifat natural berbeda dengan sumber dukungan social yang bersifat artificial dalam sejumlah hal.47 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan social merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orangorang tertentu dalam kehidupannya dan berada dalam lingkungan social tertentu yang membuat si penerima merasa diperhatikan. Sumber dukungan social yang natural memiliki kesesuaian dengan norma yang berlaku tentang kapan sesuatu harus diberikan. Menurut Rook dan Dooley (1985).

menjadi sangat penting untuk dapat memberi dukungan sosial atau dukungan moral (moral suppport). terutama yang tidak memiliki pasangan hidup. Orang yang menerima dukungan sosial semacam ini merasa tenteram. serta melakukan kegiatan yang sifatnya rekreatif secara bersama-sama.48 d. Bagi lansia adanya orang kedua yang cocok. e. 2. aman. mulai dari pemberian barang-barang nyata hingga sekadar menemui seseorang dengan menyampaikan salam. dan damai yang ditunjukkan dengan sikap tenang dan bahagia. Adanya kepedulian oleh masyarakat . perhatian. namun satu sama lain saling berhubungan. atau anggota keluarga/ teman dekat/sanak keluarga yang Arab dan memiliki hubungan yang harmonis. Kerekatan emosional (etttotional attachment) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan seseorang memperoleh kerekatan (kedekatan) emosional sehingga menimbulkan rasa aman bagi yang menerima. Sumber dukungan social yang natural memiliki keragaman dalam penyampaian dukungan social. nyaman serta merasa memiliki dan dimiliki darn kelompok. Misalnya Weiss (Cutrona dkk. f. Adapun komponen-komponen tersebut adalah: 1. mengemukakan adanya enam komponen dukungan social yang disebut sebagai “The Social Provision Scale”¸di mana masing-masing komponen dapat dapat berdiri sendiri-sendiri. Sumber dukungan sosial semacam ini yang paling sering dan umum adalah diperoleh dari pasangan hidup. Para ahli berpendapat bahwa dukungan social dapat dibagi ke dalam berbagai komponen yang berbeda-beda. Sumber dukungan social yang natural terbebas dari beban dan label psikologis. Sumber dukungan semacam ini memungkinkan lansia mendapatkan rasa aman. Sumber dukungan social yang natural berakar dari hubungan yang telah berakar lama.1994: 371). lntegrasi sosial (social integration) Jenis dukungan sosial semacam ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan memiliki suatu kelompok yang memungkinkannya untuk membagi minat.

sehingga para lansia mendapat pelayanan yang memuaskan. Adanya pengakuan (reanssurance of worth) Pada dukungan sosial jenis ini lansia mendapat pengakuan atas kemampuan dan keahliannya serta mendapat penghargaan dari orang lain atau lembaga. . bila seseorang menerimanya dengan rasa syukur.Mereka merasa bahagia. misalnya pada Sasana Werdha ada petugas yang selalu siap untuk membantu para lansia yang tinggal di lembaga tersebut. dan dapat mencurahkansegala ganjalan yang ada pada dirinya untuk bercerita. Bentuk lain dukungan sosial berupa pengakuan adalah mengundang para lansia pada seliap event/hari besar untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut bersama-sama dengan para pegawai yang masih berusia produktif. Contoh: Setiap hari besar TNI. maka para mantan pejabat yang telah pensiun/memasuki masa lansia biasa diundang hadir dalam upacara ataupun resepsi yang diadakan oleh instansi tersebut. Sumber dukungan sosial semacam ini dapat berasal dari keluarga atau lembaga/instansi atau perusahaan/organisasi di mana sang lansia pernah bekerja. Karena jasa. kemampuan dan keahliannya maka ia tetap mendapat perhatian dan santunan dalam berbagai bentuk penghargaan. Untuk lansia yang tinggal di lembaga. 3. ceria. Hal itu semua merupakan dukungansosial yang sangat bermanfaat bagi lansia. lansia mendapat dukungan sosial berupa jaminan bahwa ada orang yang dapat diandalkan bantuannya ketika lansia membutuhkan bantuan tersebut.49 untuk mengorganisasi lansia dan melakukan kegiatan bersama tanpa ada pamrih akan banyak memberikan dukungan sosial. Ketergantungan yang dapat diandalkan (reliable reliance) Dalam dukungan sosial jenis ini.atau mendengarkan ceramah ringan yang sesuai dengankebutuhan lansia. Dukungan sosial jenis ini pada umumnya berasal dari keluarga. 4. Uang pensiun mungkin dapat dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan sosial juga.

6. Jenis dukungan sosial ini memungkinkan lansia untuk memperoleh perasaan bahwa orang lain tergantung padanya untuk memperoleh kesejahteraan. 1994).50 5. alim ulama. Kesempatan untu mengasuh (opportunity for nurturance) Suatu aspek penting dalam hubungan interpersonal akan perasaan dibutuhkan oleh orang lain. Itulah sebabnva sangat banyak lansia yang merasa sedih dan kurang bahagia jika berada jauh dari cucu-cucu ataupun anak-anaknya. sumber dukungan sosial ini adalah keturunan (anak-anak) dan pasangan hidup. dan juga orang tua. Dukungan sosial jenis ini bersumber dari guru. Bimbingan (guidance) Dukungan sosial jenis ini adalah berupa adanya hubungan kerja ataupun hubungan sosial yang memungkinkan lansia mendapatkan informasi. Menurut Weiss (Cotuna dkk. . figur yang dituakan. pamong dalam masyarakat. atau nasihat yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi. saran.

Dengan demikian. Peradaban adalah sebuah entitas terluas dari budaya. yang teridentifikasi melalui unsur-unsur objektif umum. seperti bahasa sejarah. namun merupakan kesatuan yang utuh. yakni menyangkut sopan santun. Ibarat buku masa kini dan akan datang. dan kebudayaan suatu bangsa. budi bahasa. dan (3) tantangan zaman. . maka nilai yang dipakai berbeda pula. dan politik. Peradaban adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut bagian-bagian atau unsur-unsur suatu kebudayaan yang dianggap halus maju. Juga bisa tantangan zaman berbeda. Agaknya dengan dimensi peradaban itu. teknologi. Peradaban mengambil padanan kata civilization yang berarti nilai hidup satu kelompok atau dalam merespons tantangan masa yang dihadapinya dalam era tertentu (Oxport Dictionaty English oleh Hassan Shadily: 2003). (2) kelompok tertentu.51 BAB 4 MANUSIA DAN PERADABAN A. penegakan satu peradaban tergantung pada kelompok dengan nilai yang Wanutnya. Padahal masa lalu itu sesuatu yang sudah selesai masa kini dan masa depan menyediakan kreativitas yang baru. sehingga orang memungkinkan memiliki tabiat ”beradab”. serta tantangan zamannya. yaitu: (1) nilai. merupakan sambungan halaman demi halaman yang berbeda. dan indah. Karena itu manusia beradab salah satunya memiliki ciri mampu mengendalikan dirinya. Sekurangnya tiga inti peradaban. Peradaban juga sering menunjukpada kemajuan ekonomi. Respon dengan cara berbeda itu bahkan yang tidak beradab sekalipun dimungkinkan bisa terjadi. HAKIKAT PERADABAN MANUSIA Hakikat peradaban bisa kita mulai dengan definisi ”peradaban” itu sendiri. Pengertian demikian memungkinkan respons suatu kelompok orang akan berbeda dengan kelompok lainnya. antara dimensi masa lalu dan masa kini kerap mendatangkan kebimbangan pada kita. Dalam definisi peradaban juga mengandung adanya perkembangan pengetahuan dan kecakapan.

. Mungkinkah lahir sebuah peradaban universal? Asumsi ini lahir dari satu pemikiran bahwa suatu budaya senantiasa tidak lepas dari kemanusiaan dan adanya penerimaan secara umum terhadap nilai-nilai. Jepang. perilaku-perilaku. kebiasaan. institusi. Dalam alam yang serba canggih. Terkadang. keyakinankeyakinan. Barat. maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Artinya. Akan tetapi. Peradaban yang mampu bertahan (Peradaban Mayor) antara lain: Peradaban Tionghoa. taklagi relevan dengan kehidupan manusia.52 agama. tetapi keduanya bisa disebut budaya Italia yang membedakan mereka dari karakteristik desa-desa di Jerman. Islam. Hindu. Budaya di sebuah desa di ItaliaSelatan mungkin berbeda dengan yang di Utara. yaitu transportasi dan komunikasi. Dengan dua modal tersebut suatu kebudayaan akan memiliki banyak peluang untuk disosialisasikan ke segala penjuru negeri. suatu peradaban mampu berkembang dengan pesat. Karena itu negara-negara maju yang mempunyai kekuatan akses yang besar akan mampu membentul: opini dunia. dan mempunyai kemampuan untuk menghadirkan selalu produk budaya yang up-to-date. dan memengaruhi kehidupan manusia. suatu kebudayaan dapat diserap dan merambah ke seluruh dunia jika memiliki perangkatnya. negara-negara maju mampu memprakarsai format “peradaban masyarakat dunia”. Ortodoks. orientasi-orientasi. dan institusi-institusi oleh umat manusia di seluruh dunia. Amerika Latin. dan Afrika. Sepanjang sejarah umat manusia. Mengglobal berarti mendunia. banyak juga peradaban yang hilang ditelan bumi dan terkubur di dalam pasir-pasir masa. mampu beradaptasi. sebuah peradaban mengalami pasang surut. Kondisi ini terjadi pada masyarakat modern di mana dalam perjalanannya telah melahirkan adanya proses globalisasi.

dan yang menganut paham teori penciptaan Universal Crastion). Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga alternatifi. dan/atau evolusi biologi. teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat graduai. Dalam perkembangannya.53 B. tampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling sering dijadikan rujukan pokok. Ide tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Darwin (1858) mengajukan dua teori pokok: yaitu spesies yang hidup species berasal dari spesies yang hidup sebelumnya. teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label "Neo-Darwinian" dan "Modern Sintesis". Atau evolusi juga sering dimaksudkan sebagai perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Perkembangan tentang teori evolusi tersebut sangat menarik untuk diikuti. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi kuasi . dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. berdasarkan arah adaptasinya bersifatgradual dan berdasarkan hasilnva sendiri selalu dimulai terbentuknya. antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan. Jadi. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal usul kehidupan dan dirinya. yaitu melaui konsep penciptaan. sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi. dukungan dan pengayaan-pengayaan. Atau evolusi diartikan dengan perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa. Namun di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan. transformasi. Melalui pemikiran evolusi inilah kemudian pelbagai pandangan dari cabang ilmu biologi dipersatukan.

dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan mikro). 2. Pada 1858 Darwin memublihasikan The Originyang memuat dua teori utama. proses evolusi oleh seleksi alam (NeoDarwinian) terjadi lcarena adanya: a. Secara singkat. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama. tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah: a. Mendapat kritik dan pengayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915). Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau. .54 dankuantum). aliran gen. berdasarkan polanya (gradual. danyang menganut paham teori penciptaan (Universal Crastion) b. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnva. melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain. agen tunggal penyebab terjadinva evolusi adalah seleksi alam. Secara umum. b. yaitu: 1. Dengan berbagai pekembangan dalam ilmu biologi. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi. dan saltasi). punctual. Goldschmidt (1940). Topik yang akan dibahas di bawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta. khususnya genetika maka teori evolusi Darwin diperkaya. c. Menurut Darwin. Fisher (1930). Perubahan dan genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu. Oleh karenanya. teori evolusi yang sekarang disebut New Darwinian atau Modern Sinteds. Selelai alam adalah “process of presenving. dan genetic drifi. Evolusi terjadi melalui seleksi alam. in nature favorable variantions and ultimately eliminating those that are injurious”. Dobzhansky (1937). Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxlcy (18251895). yaitu: mutasi. dan Mayr (1942).

Pada Origin edisi pertama.55 c. Goethe mengabstraksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan. Oleh karena itu. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin.. Kelompok "Creationist" yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh Yang Mahakuasa untuk tujuan tertentu. Menurut Darwin. menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah "irzteresting" dan "unity of type"-nya merupakan "hukum" biologi yang penting. tetapi itu bukan penjelasan ilmiah". Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama: a. Generasi berikut mewarisi "kombinasi gen yang sukses" dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan ". Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup "ilmiah". d. Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekrang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut leih lanjut semua spesies makluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Kompetisi antar-individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya. Kemudian Owen lebih keras lagi menentang teorinya. e. Produksi varian baru melalui materi genetik yang diturunkan (DNA/RNA). Darwin memandang masalah ini . Teorinya akan ditentang banyak pihak. c. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik.. b. Darwin (1959) di halaman 435. dari dua kelompok pertamasebelumnya Darwin cukup menandaskan bahwa Keajaiban-keeajaiban atau intervensi dari kekualan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum "archetypes". penjelasan tentang "homologi" dan "unity of types" terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah. Kelompok penganut filsafat "Idealist" yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Untuk para penentangnya.

pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu interior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi. Dengan berkembangnya ilmu genetika. Seleksi alam pun juga masih bekerja. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan selcksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cenderung berlambah jumlahnya seperti deret ukur. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Jadi. sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. sementara konsep archehtype adalah timeless. sering kali merupakan bagian kecil. Darwin mengemukakan bahwa selkcsi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Jika makanan dan sumber daya yang lain tidak terbatas selama suatu musim. Hanya sebagian. dari keturunannya bertahan hidup: sementara sebagian besar lainnya tereliminasi. Perbedaan fekunditas. teori itu diperkaya sehingga muncul Neo-Darwinian. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastis tanpa pilihpilih. karena anggota populasi dengan genotipe yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar-anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Darwin adalah penganut paham materialisme. definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan nonrandom dalam reproduksi terhadap genotype.56 sebagai proses. Anggota populasi yang membawa genotipe yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. sesungguhnya juga merupakan agen penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan . Secara umum. Menurut Lemer (1958). atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.

yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat. justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. 1970). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetik yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetik di mana nantinya seleksi alam bekerja. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan datang. breader akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan dating. . melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile. (Dobzhansky. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. slogan Herbert Spencer ”survival of the fittest in the struggle for life” sebagai alternative untuk menerangkan proses seleksi alam. 1970). Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya meteriil baru (bahan genetic yang baru di masa mendatang akan dapat diseleksi lagi). Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotipe yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang.57 jumlah individu yang dapat betahan hidup dan/atau jumlah individu yang akan mati. Permasalahan itu terpecahkan setelah T. namun dengan sedikit keraguan. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype. namun saat ini slogan itu tampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. yang ditunjukkan dalam angka kematian. Darwin telah menerima. (Dobzhansky.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. paling agrasif atau paling bertenaga. Pada seleksi buatan. Permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetik penyebab keanekaragaman genetik pada varian-varian yang akan di objek seleksi oleh alam.

Penggantian pola pikir esensialieme oleh pola pikir polulasi. karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut. 'Ientang prinsip survival of the littest. d. Karena betapa pun demikian. Musolini di Italia. pakar filsafat Islam. e. proses vang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistis yang sepenuhnya jauh dari dogma agama. maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. dan budaya: a. Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Bagir (2003). Kita tetap menolaknya. namun Haidar Bagir. tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu.. Dari segi teologis ada kekhawatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan. kebijakan "eugenic" di Singapura di masa Lee Kuan Yu. dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian. b. Penolakan terhadap theology kosmis. tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh. Harun Yahya yang "menyerang" teori Darwin. sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agamawan. Bagir justru ..58 Implikasi dari teori evolusi melalui alam ini sangat luas. Saat ini. f. Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi. Tetapi tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan.". Secara ilmiah. Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman. c. menanggapinya dengan mengatakan "Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistik asal usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga sosial ekonomi. Penjelasan "desain" di dunia oleh proses materialistis seleksi alam. Akan tetapi. Paham creationisme berkurang pengaruhnya.

15 Mei 2010). Yakni. ataukah keahlian manusia dalam berkomunikasi. Karena itu adalah tidak penting penting memperbedatkan apakah manusia dari spesies yang sama dengan simpanse atau neadethal. apakah nenek moyang manusia berasal dari simpanse atau neadethal. lebih baik lcita mendiskusikan apa yang membual kita dapat bertahan hingga kini. meskipun terdapat temuan inilah manusia secara genetik tidak jauh berbeda dengan simpanse atau neadethal(Kompas. ataukah kebiasaan manusia yang suka berkumpul? Penjelasan dari pertanyaan tersebut lebih bermanfaat untuk dikaji para ahli karena akan menjelaskan perbedaan manusia dengan simpanse ataLl neanderthal. KIta tetap perlu melihat sisi lain berupa pelajaran penting dari diskusi tersebut. Apakah melalui nilainilai kemanusian sehingga melahirkan peradaban modern berupa peralatan-peralatan canggih ataukah memang secara fisik lebih kuat dibandingkan makhluk lainnya? Ataukah karena keahllian manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya sehingga perlbagai tantangan dan rintangan alam mampu direkayasa dan dicarikan jalan keluarnya? Apa pun . Menurut antropolog John Hawks dari Universitas of Wisconsin-Madison (2010). adalah lebih bijak jika mulai diteliti faktor yang mcnyebabkan manusia modern dapat bertahan lebih lama hingga kini dantidak punah seperti simpanse atau neadethal. Kita tidak boleh terjebak pada penjelasan kausal empiris tentang akar pohon manusia long tanpa akhir. Apakah disebabkan oleh kondisi fisik kita yang lebihtahan terhadap penyakit.59 membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya. seleksi alam yang sedang berlangsung?. Apakah manusia ada melalui penciptaan atau proses evolusi. karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan tidak bertentangan dengan kandungan AlQur‟an. keduanya adalah dialektika pemikiran tentang asalmula manusia yang cemerlang. Apa yang diperdebatkan tentang hipotesis akar pohon asal mula keluarga manusia di atas oleh banyak ahli mulai dianggap tidak terlalu penting untuk didiskusikan lebih jauh. Mengapa manusia dapat bertahan lebih kuat dibanding makhluk lainnva dari proses.

dan kita memperlakukan atmosfer. Melalui geologi masa lampau. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA Pada perkembangannya. Hutan-hutan Uropis yang merupakan tempat tinggal bagi jutaan spesies ditebang untuk pertanian. kehidupan manusia modern muncul sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir sungguh hanea sekejap jika dibandingkan dengan sejarah planet bumi yang sudah berusia 5 miliar tahun. kondisi di atmosfer. samudra. Bahan baku yang diambil dari permukaan bumi untuk menjaga kestabilan ekonomi dari dunia yang sedang berkembang. dan sejumlah produk lainnya bagi populasi dunk yang. Penambahan jumlah populasi juga menambah beban bagi potensi pertanian dan kebutuhan lahan semakin meningkat. dan biosfer untuk sebagian besar telah mengikuti perputaran alami. dan kawasan industri. dan sebagai limbah yang dihasilkan daripenggunaan energi dan barang-barang dalam kehidupan sehari-hari. tempat tinggal.60 jawabannya. Sekarang kegiatan-kegiatan manusia merupakan kekuatan yang penting yang mendorong perubahan-perubahan di dalam lingkungan global. tempat berteduh. C. tanah. padang rumput. Kekuatan pendorong dalam peradaban budaya manusia modern ini sangat dipengaruhi . kita tida k dapat menolak bahwa kemampuan manusia dalam bertahan melewati seleksi alam melahirkan pelbagai produk peradaban berharga (baik yang bernilai ositif dan negatif bagi kemanusiaan) yang patut dijadikan pelajaran penting bagi setiap generasi manusia mendatang. Kita tidak dapat mengganggu sistem bumi sccara keseluruhan. meningkat kita melepas senyawa-senyawa lain yang menyebabkan timbulnya lubang di lapisan ozon yang berfungsi melindungi kita dari radiasi ultraviolet dan hita membakar bahan bakar yang menyebabkan terbentuknya gas-gas panas yang tidak dapat keluar dari lapisan atmosfer sehingga jumlahnya terus bertambah. namun kita telah memengaruhinya dengan menggunakan energi yang menyebabkan polusi sewaktu membuat niakanan.

Api merupakan penemuan teknologi paling awal yang membawa peradaban manusia pada kemampuan untuk mengubah lingkungan binaan menjadi lingkungan binaan yang scsuai dengan kehendak dan aspirasinya.61 oleh kemampuan akal pikiran dan budi daya manusia dalam mempertahankan kehidupannya di planet bumi ini. Akibat perkembangan budaya. Ketergantungan terhadap lingkungan alam akan segera teratasi dengan meningkatnya budaya manusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi yang nantinya akan semakin jelas bagaimana manusia akan berperilaku terhadap lingkcungan alam dan perubahan yang menyertainya. Akibat kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan telanologi menjadikan manusia kurang menyadari pentingnya adaptasi terhadap lingkungan alam. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa evolusi budaya lebih mendominasi adaptasi biologis manusia terhadap lingkungan manusia. Kita sudah dapat menyaksikan bahwa manusia dapat berkeliaran di dasar samudra tanpa memiliki insang seperti halnya ikan.Dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya manusia telahmerasa menguasai lingkungan. atau bertamasya ke ruang angkasa tanpa harusbersayap. karena dengan teknologi manusia bisa mengatasi berbagai hal dalam bentuk relung dan kondisi lingkungan tanpa memiliki kemampuanalami. Terlebih lagi ketiha perkembangan teknologi sebagai bagian dari perkembangan budaya yang paling menonjol. Peradaban manusia dalam Perkembangan evolusi budaya dan adaptasi biologis dimulai setelah ditemukannya api sebagai alat untuk memenuhi berbagai keperluan dan keinginan. Dengan meningkatknya populasi manusia di planet bumi akan semakin menambah marak kehidupan terhadap lahan dan sumber daya lainnya yang potensial dan strategis bagi kelangsungan hidup kelompok-kelompok manusia yang pada suatu saat terjadi ketergantungan terhadap lingkungan alam. . padahal kejadian yang sebenarnya lingkungan binaan lingkungan binaan manusia jauh dari kekuasaannya. manusia karena peradaban yang dibawanya dengan teknologi sebagai instrumenyang menyertainya menjadikan pandangan manusia terhadap lingkungan alamiah mengalami perubahan yang berarti.

Tidak banyak yang menyadari bahwa kehadiran lingkungan alam beserta proses alam yang menyertainya merupakan amanah terhadap manusia. Dalam pandangan geofilosofi. manusia sebagai wakil-Nya juga harus memelihara dan mengasuh dengan kasih sayang. Bukankah semua potensi lingkungan alam tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai pengelola sumber daya bumi demi kemaslahatanumat manusia. Lebih jauh lagi. Manusia telah mengubah perannya. pantai. manusia harus aktif di dunia. Tidaklah etis bilamana ada manusia yang mengatakan dengan bangganya telah menaklukkan lingkungan alam yangberupa kawasan pegunungan. keharmonisan terhadap: litosfer. Sebagai khalifah Allah. tanah lahan. memelihara dan mengasuh dunia. sumberdaya air. "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang wakil (khalifah) di muka bumi" (Al-Baqarah: 30). di atas bumi dan secara eksplisit Al-Qur'an menegaskan. kualitas kewakilan ini disempurnakan dengan kualitas kehambaan (al-‟ubudiyyah) kepada Allah SWT. manusia telah menjadi perusaknya. Tetapi kini dengan munculnya krisis lingkungan. mineral. energi. memelihara keharmonisan lingkungan alam dan menyebaruaskan berkah dan karunia karena ia sehubungan dengan kedudukan manusia sebagai ciptaan yang terdidik dan berbudaya di dunia yang sementara ini merupakan perantara. Seperti halnya Allah SWT. memandang manusia sebagai wakil (al-khalifah) Allah SWT. atmosfer. Dalam pandangan Islam sebagai rahmatan seluruh alam semesta. serta bahan galian mineral. dari makhluk yang diturunkan dari langit dan hidup harmonis dengan bumi menjadi sebuah makhluk ciptaan yang memandang dirinya sebagai yang merangkak dari bawah dan kini menjadi pemangsa dan pembasmi yang sangat mematikan. berkat uluran tangan peradaban modern. DAS. serta air. kehadiran manusia dengan budayanya selalu dipandang sebagai pemelihara alam. lautan. Fungsi pemeliharaan terhadap lingkungan alam merupakan kesalahan manusia sebagai pemegang . Manusia adalah hamba Allah dan karenanya harus menaati-Nya. di mana ia memainkan peran penting.62 Kemampuan manusia untuk menguasai lingkungan alam hanyalah suatu impian atau khalayan yang kurang mendasar.

lingkungan di mana diperbolehkan untuk dimanfaatkan sebagaimana adanya. Secara makro. Allah SWT menunjukkan hal ini dalam ayat yang terkenal. Perubahan lingkungan alam menjadi lingkungan hinaannya selalu dimulai dengan munculnva . Perlakuan terhadap sumber daya alam kebumian ini harus menekankan pada kemampuan daya dukung alam.63 amanah ketika bersaksi di hadapan Sang Pencipta. Dengan ayat itu dimaksudkan. bahwa domunasi atas segala apa yang ada di bumi diperbolehkan bagi manusia sejauh itu sesuai dengan hukumhukum Allah pada sifat-sifat dasar dinamika kebumian bahwa lingkungan alam. Kepekaan manusia dalam dimensi penghambaan kepada Allah SWT. Manusia semakin tidak menyadari bahwa dalam setiap perencanaan dan pelalaanaan pembangunan terdapat dimensi perwakilan (al-khalifah) dan kehambaan (al‟-ubudiyyah) serta adanya proses perubahan alam (atmosfer dan litosfer) di dalamnya. ”Apakah kamu tiada melihat bahwa Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bah tera yang belayar di lautan dengan perintah-Nya” (al-Hajj: 65) tidaklah berarti bahwa dengan perkembangan peradaban di bidang ilmu dan teknologi manusia semena-mena melakukan eksploitasi terhadap lingkungan alam/semesta daya bumi (apa yang ada di bumi). kami bersaksi” (al-A‟raaf : 172). anggota kelompok manusia) menjawab. Menjadi masyarakat manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan terdidik berarti menyadari akan tanggung jawab yang melekat dalam status "wakil Allah SWT" Dalam ayat-Nya bahwa Allah SWI'. bahwa manusia mulai bisa hidup dan merasa aman dalam lingkungan alam yang sudah diubahnya menjadi lingkungan binaan dan secara budaya telah menjauhkan kepekaan manusia terhadap risiko yang dapat ditimbulkannya maupun risiko proses kebumian yang menyertainya. ”Bukanlah Aku ini Tuhanmu? Mereka (yait. telah menundukkan (sakhhara) lingkungan alam bagi manusia sebagaimana termuat dalam ayat. dapat diartikan bahwa eksplotasi sumber alam itu lebih ditekankan pada kemaslahatan masyarakat/ umat manusia. betul Engkau Tuhan kami. Namun apa yang banyak terjadi di sekitar kita saat ini. serta dimensi kewakilan-Nya di bunii ini mulai luntur dan makin bias dengan kemajuan peradaban modern.

juga dapat berupa hilangnya aset nasional yang potensial. Kedua. dan yang bersumber di atmosfer atau disebut juga proses asal luar atau proses eksogen. bencana alam merupakan proses alam kebumian. Bencana alam merupakan peristiwa atau kerugian/kehilangan secara mendadak karena proses alam. pertama adalah unsur kerugian/kehilangan. kerusakan lingkungan. Bila akumulasi energi melebihi kondisi elasto-plastis.64 kesempatan yang lebih baik dan mapan. Unsur kerugian atau kehilangan dapat berupa kehilangan jiwa manusia. manusia telah mengenal apa yang disebut dengan bencana alam. unsur dadakan sehingga manusia tidak mempunyai waktu untuk menghindar serta Ketiga. sehingga kemungkinan muncul ancaman baik dari proses alam kebumian maupun lingkungan binaannya kurang mendapat perhatian yang proporsional. Dilihat dari kacamata geologi. Gempa bumi dapat menimbulkan guncangan dan pergeseran pada permukaan. budi daya manusia. Proses alam yang bersumber dari dalam bumi atau juga disebut proses alam asal dalam atau proses endogen. Unsur dariakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kcrugian yang hilangnya aset nasional yang potensial. bahkan ke kondisi runtuh maka energi akan menimbulkan getaran yang menyebar melalui tanah dan batuan ke . adalah unsur proses alamiah. Pada dasarnya terdapat dua jenis proses alam yang dapat mengakibatkan bencana alam. Dari perkembangan peradaban budaya. Setiap manusia memiliki keinginan dan kehendak untuk mengelaploitasi lingkungan alam. bayang-bayang risiko selalu tertutup rapat-rapat. Yang termasuk dalam proses endogen adalah gempa bumi dan letusan gunung api. Unsur dadakan yang dimaksud adalah dalam hal yang menyangkut kerugian yang ditumbulkannya. tetapi yang berjalan sangat cepat dengan ukuran manusia yang di dalamnya terdapat unsur manusia. Karena itu di balik kemapanan kesempatan itu manusia hanya mampu memandang berbagai manfaat dari manipulasi terhadap lingkungan alam dengan berbagai potensi sumber daya kebumian yang terkandung di dalamnya. Terdapat tiga unsur dalam bencana alam yaitu. Kerana itu di balik kesempatan yang lebih baik dan mapan. harta benda.

Proses alam akan menjadi sebuah bencana alam bilamana proses alam tersebut mengenai semua aktivitas budaya manusia. penumpukan kubah lava. Demikian juga bila terjadi banjir lahar dingin yang bersifat merusak pada aliran yang dilewatinya. maka akan terjadi gelombang tsunami yang sangat berbahaya bila dekat dengan kawasan pantai yang padat dengan aktivitas budaya manusia. Bencana . Semua ini menyangkut gejala alam yang pada hakikatnya merupakan proses alam yang wajar-wajar saja.65 permukaan bumi menjadi gempa tektonik yang dahsyat dan memorak porandakan semua aktivitas yang dikenainya. Guguran kubah lava yang menyebabkan awan bersuhu tinggi dan bergerak sangat cepat merupakan bahaya yang sangat fatal terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan di lereng gunung api. Di kawasan yang berlereng curam dengan kestabilan batuan dan tanahnya tidak baik. Gelombang air laut pasang dapat pula ditimbulkan oleh angin yang meniup kuat. kawasan pegunungan. Gejala eksogen ialah hujan yang berlebihan misalnya (atau sebaliknya. bahan piroklastik merupakan materiil-materiil yang sangat merusak bila mengenai kawasan budaya manusia di lereng-lereng gunung api. Bencana kekeringan yang pada gilirannya dapat menjadi penyebab paceklik dan kelaparan. seperti yang telah terjadi di Aceh. desa. lcekeringan). daerah kantong-kantong kemiskinan atau daerah dengan akses ekonomi yang tinggi atau wilayah yang mempunyai aset nasional. Apakah aktivitas itu di kota. Aktivitas gunung api merupakan fenomena yang jarang diperhatikan banyak orang kecuali para saintis bidang vulkanologi maupun fisika gunung api. kawasan pantai. Bahan padat hasil erupsi baik berupa aliran lava. runtuhan yang merupakan gejala yang wajar. Demikian juga bila tcrjadi kelebihan massa air dan curah hujan. sering menimbulkan banjir baik banjir genangan maupun banjir bandang/banjir kiriman. penyakit. dan juga kebakaran. serta angin kencang. Bilamana hat ini terjadi di perairan samudera. Angin kencang atau angin ribut dapat menimbulkan bencana. 26 Desember 2004 yang lalu. kemudian bila akumulasi air dalam tanah berlebihan sering terjadi longsoran.

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibanggakan dan diharaphan oleh manusia untuk dapat melindungi dirinya dari ancaman bencana alam justru menimbulkan berbagai bentuk gangguan terhadap lingkungan maupun ekosistem. banjir di Pantura. kurang dari 1. tanah longsor di jawa . kesalahan dalam manajemen dan teknologi tersebut mengakibatkan satu rangkaian komunikasi budaya masyarakat Leuwigajah (Cimahi) harus hilang seketika (kasus longsoran di lokasi penimbungan sampah di Leuwigajah. Kobe.66 alam yang melanda bumi Akhir-akhir ini hendaknya menjadikan kita sadar betapa tidak berdayanya manusia terhadap lingkungan alam. meskipun dari kacamata geologi maupun klimatologi. Hal ini terkadang lepas dari sorotan pada saat manusia merencanakan berbagai kegiatan hidupnya. dan Sumatera Utara. angin kencang. tsunami di flores. pertengahan Februari 2005 lalu). Kenyataan menjadi jelas bahwa lingkungan alam kebumian dan lingkungan binaan manusia memiliki berbagai potensi bencana alam. meskipun dari bencana alam ternyata meningkat. gampa bumi dan tsunami di Pangandaran dan Cilacap (Juli 2006). Namun demikian. banjir bandang/banjir genangan. Dalam dua dasawarsa terakhir hingga memasuki abad ke-21. badai salju yang sangat Fatal terhadap perkembangan budaya manusia. gempa bumi di Liwa. tanpa disadari jumlah manusia. bencana awan panas. Tetapi jika mengaca betapa dasyatnya bencana alam seperti gempa bumi di Peru. harta benda/aset nasional yan menjadi korban bencana alam ternyata meningkat.8 juta tahun yang lalu hingga sekarang ini) tidak menunjukkan suatu perubahan yang mendasar. lingkungan geologi di masa kini (kuarter. Cimahi. Jakarta. seperti gempa bumi tektonik. tanah longsor. Pada gilirannya. gangguan dan degradasi lingkungan akibat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tepat telah menimbulkan dampak negatif terhadap peri kehidupan dan peradaban lingkungan budaya manusia itu sendiri. Aceh. tsunami. Sebagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi tentang tata cara pembuangan sampah/limbah padat pacla media geologi tertentu perlu perlakuan khusus. Banyuwangi. Meksiko. awan panas Merapi.

keperluan manusia akan lingkungan alam juga semakin meluas dan makin meningkat baik ditinjau dari segi kebutuhan akan ruang untuk hidup maupun kebutuhan akan sumber daya yang terkandung di dalamnya. . risiko yang akan ditimbulkannya semakin fatal dan sangat berbahaya. gempa bumi di lran. gempa bumi di Mandailing Natal Sumatera Utara. tanah longsor di Purworejo. merupakan peningkatan bencana alam yang nyata baik ditinjau dari segi kejadiannya maupun jumlah korban manusia yang ditimbulkannya. Oleh karena itu. tanah longsor dan banjir bandang di Bohorok dan Pacet (Jawa Timur). Apalagi bila dikaitkan dengan adanya pusat-pusat pertumbuhan wilayah strategis yang sebagian berada di kawasan rawan bahaya keilmuan. sudah sepantasnyalah pertimbangan terhadap risiko bahaya kebumian ini harus mendapat perhatian saksama di Indonesia.67 Barat. maka bukan hanya manusia yang semakin peka terhadap bencana kebumian. gempa bumi di Nabire. bila keperluan manusia akan ruang hidup dan sumber daya bumi yang terkandung di dalamnya tidak dipertimbangkan dengan potensi sumber bencana kebumian. bahkan proses pembencanaan alam yang bersumber dari kelalaian peradaban manusia terhadap aneaman bencana kebumian tidak dapat dihindarkan. Belum lagi peristiwa semburan lumpur panas di sekitar sumur eksplorasi Banjar Panji-1 milik Lapindo Brantas di Porong. Karena itu. gempa bumi Bantul dan Klaten. sebagai bentuk aktunulasi kekuatan yang kurang diantisipasi dengan kemampuan teknologi eksplorasi sumber daya migas yang andal. tsunami di Biak. Akibatnya. longsor di Solok. hingga gempa bumi Haiti. banjir di berbagai tempat di Sumatera-Kalimantan dan Jawa. Bila perhatian terhadap sumber bahaya kebumian beserta risikonya lolos dari berbagai rencana pembangunan nasional maupun daerah. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya bumi dan sumber bahaya kebumian. gempa bumi di Alor. gempa bumi dan tsunami gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Lebih berat lagi ketika kita mendapati kenyataan bahwa jumlah penduduk bumi juga semakin meningkat.

kelaparan. Dalam menjalankan semua ini kita harus mempunyai suatu visi yang jauh ke depan demi kesatuan dan keutuhan bangsa/umat manusia serta kelestarian pembangunan yang berwawasan lingkungan kebumian. Peri kehidupan manusia modern saat ini sedang berada pada suatu titik kulminasi yang menentukan proses evolusi sejarah peradaban modern. oleh karena itu dalam transformasi kebudayaan untuk mengantisipasi berbagai perubahan termasuk di dalamnya risiko bencana kebumian. Karena itu. degradasi lingkungan global. tunaaksara dan berlanjutnya kerusakan ekosistem. peledakan populasi. memerlukan solidaritas kemanusiaan yang berkelanjutan untuk evolusi budaya manusia. Umat manusia adalah satu. terlihat bahwa interaksi dinamis antara atmosfer dan litosfer yang berimplikasi pada risiko kehidupan dan hasil budaya bangsa ini telah menunjukkan satu proses pembelajaran yang sangat mendalam tentang makna kehadiran manusia sebagai khalifahtull fill ardh. global warming. Kondisi nyata yang sedang kita alami saat ini adalah meluasnya kemiskinan. karena kita mengetahui bahwa perubahan-perubahan akan membawa konsekuensi yang baik maupun yang buruk. dan seterusnya. Demikian juga kesenjangan antara kaya dan miskin makin berlanjut. Pada dasawarsa terakhir ini. ketidaksehatan. kita perlu memandang perlunya solidaritas kemanusiaan dalam pelaksanaan pembangunan. Di samping itu. memperbaiki taraf hidup semua orang dan mengupayakan perlindungan serta pengelolaan ekosistein yang lebih baik dan bijaksana. yaitu apakah terjatuh pada kondisi semakin memburuk atau sebaliknya semakin membaik. Ke mana hakikat kehidupan budaya manusia dan budaya bangsa ini dibawa dalam lingkungan yang sangat dinamis yang melibatkan semua elemen/unsur .68 Akhirnya evolusi budaya manusia akan membawanya kepada perubahan lingkungan awal secara global. satu-satunya alternatif jalan untuk menjamin adanya masa depan yang lebih ainan dan lebih sejahtera bagi kita adalah mengembalikan fitrah manusia pada kekhalifahan dan kehambaan kepada Tuhan dengan konsekuensinya melakukan pembangunan nasional/daerah yang ramah lingkungan kebumiannya dalam mengupayakan kebutuhan pokok umat manusia.

budaya dan politik. D. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL Mobilitas antar bangsa seperti saat ini menjadi salah satu ciri kuat perkembangan masyarakat global. mampu menjadi katalisator pertumbuhan peradaban. Semoga kita mampu mengambil pelajaran dari semua kejadian itu untuk tahun yang akan datang. Jalan paling yang perlu dilakukan adalah melalui jalur pendidikan. Perbincangan tentang globalisasi (terlebih dibaca dari perspektif negeri periphery istilah Wailerstein) akan mengambil dua pokok pertanyaan: Apa itu globalisasi dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan keseharian kita? . dan selalu berpikir bahwa "tidaklah Aku ciptakan ini dengan sia-sia". ruang. baik dalam konteks praksis maupun teoretis. Keterbukaan ruang mobilitas tersebut pada gilirannya menciptakan persinggungan peradaban dan pemikiran yang bersifat dialogis. merupakan dunia terbuka yang benar-benar telah meleburkan sekat-sekatyang membatasi pergerahan manusia dari dan berbagai negara. Dalam konteks kehidupan global. Melalui pendidikan dibuka ruang mahaluas bagi berlangswngnya berbagai mobilitas. termasuh kelimpangan pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada persaingan ketat pasar tenaga kerja secara global. Berbagai pergerakan manusia yangberlangsung dapat dikatakan bergerak di luar kendali ruang dan waktu. Dalam konteks tersebut pealing memberikan ruang besar bagi terjadinya dialog yang menjembatani kompleksitas persoalan budaya. Mobilitas yang dilakukan atas alasan apa pun telah menjadi fenomena penting yang menandai terbukanya isolasi-isolasi rutinitas kehidupan di pelbagai belahan dunia.69 atmosfer dan litosfera bergerak mengikuti ritme sunatullah-Nya. Globalisasi dengan demikian. teritorial kedaulatan suatu bangsa. Dengan demikian. Namun demikian. Sehingga hampir menghilangkan ruang. tidak dapat disangkal pula bahwa berbagai model danberembangan mobilitas antar bangsa tidak lagi mengenal adanya batasan spasial. maupun waktu. waktu yang menjadi identifikasi identitas sebuah bangsa. tantangan utama yang dihadapi banyak negara adalah terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan sosial.

Negara pun seperti tak bisa berbual banyak terhadap pengaruh deras kaphalisme. Scott Lash menyebutkkan sebagai proses estetikanisasi dunia kehidupan global. apa yang kini kita kenal sebagai Neo-Liberalisme pun merambah dunia keseharian kita. adalah contoh nyata betapa dunia sosioikultural berhadapan langsung dngan kekuatan pasar. Proses ini menciptakan transnasionalisasi kapital. Bahkan. memformat proses kebangsaan kita. dan sekaligus melokalisasi problem sosial Maka. negeri periphery menjadi ladang subur bagi pertumbuhan tingkah laku konsumtif. Tak berlebihan bila Giddens (1990).1997: 101). Dengan bahasa lain bahwasanya akses global hanya dapat tersentuh oleh kaum kaya. Pengaruh sektor produksi internasional yang berkembang menciptakan pula tingkah laku konsumtif di berbagai belahan bumi. yang sering tampil sebagaigaya hidup. globalisasi adalah terciptanya sebuah dunia yang tanpa batas.” (of Bauman. menumbuhkembangkan globalisasi produksi dan konsumsi. Kekuatan ekonomi yangdimotori oleh kapitalisme. kekuatan kapital lelah menggulung tatanan sosial. Dalam praktiknya. 1998). dan membuat runtuhnya bangunan sosial lama. Sebuah "transnasional ruang". menyebut bahwa masyarakat kitadewasa ini merupakan masyarakat ”pengembara dalam ruang dan waktu. Perspektif ini mengingatkan pada perdebatan klasik (Marx-Weber). Berbagai kasus kebijakan publik tentang politik swastanisasi pendidikan. Sektor produlai numcul dengan tumbuhnya industri-transnasional.70 Globalisasi sebagai sebuah konsep akan mengacu pada intensifikasi kesadaran sebuah dunia secara keseluruhan. Globalisasi sektor produksi dan konsumsi secara nyata membawa sebuah situasi baru: polurisierung and strafizierung arme Wltbevoekrung in globalisierte Reiche und lokalisierte Arme (polarisasi dan stratifikasi penduduk dunia dan globalitas kaum kaya dan lokalitas kaum miskin) (Beck. yang merambah mendekati pasar dan upah buruh murah. yakni antara kekuatan dominasi ekonomi dan pluralisme sosiokultural. sementara kaum miskin terkotak-kotak dalam permasalahannya sendiri (Anjal AnakBerhadapan .

namun lebih dahsyat lagi adalah terjadinya konsekuensi penalaran modernitas. PSK. Periode transisi ini ditandai oleh proses disembedding of social system. Spirit modernitas yang menyertai proses globalisasi tersebut kiranya juga menghantam dunia kehidupan warga masyarakat. 1999). demikian pula masyarakat negeri-negeri "periphery" mengalami guncangan-guncangan luar biasa pada tatanan sosialnya. Dalam era globalisasi dan persaingan internasional yang ketat. tidak hanya akibat dari pergeseran sektor produksi menuju sektor konsumsi. Dimensi-dimensi tersebut tak pelak mengerucut pada soal bahwa semuanya dimotori oleh kekuasaan pasar yang berideologi neoliberal (globalisme). dan lain-lain). daya saing bangsa Indonesia kerap disalip bangsa lain karena kita terlena dari membangun bangsa yang kuat dan mandiri. Jika di negeri-negeri "pusat" terjadi proses individuasi yang luar biasa. Akibatnya. Beck 1986) Konsekuensi-konsekuensi dari penalaran dan praktik modernitas tersebut menciptakan impact-impact yang tak terdeteksi atau tak teramalkan sebelumnya. warga miskin kota. Individuasi adalah proses sosial yang tak terelakkan. dan peristiwa selalu berjalan dalam logika "global". Adalah John Kendrick (15731624). Penyebabnya adalah. yang menghidupi dan dihidupi oleh roh modernitas. Polarisasi ekonomi tersebut dibarengi pula oleh adanya situasi dunia yang terfragmentasi. pemulung. Inilah yang kemudian disebut proses globalisasi. problem-problemnya. (Giddens 1990. konflik. di akhir dasawarsa 60-an yang mengingatkan kepada kita bagaimana . (cf Luhman. Beck dalam bukunya ”Risikogesellschaft : Auf dem Weg in eine andere Moderne” (1996)menyebut proses modernitas semacam itu sebagai "masyarakat risiko". Pemahaman di atas memberikan makna bahwa proses intensifikasi ruang-ruang transnasional. Risiko adalah kata kunci untuk mendeskripsikan proses kerusakan atau biaya. sistem komunikasi sosial masyarakat pada situasi yang kaotis dan semakin hilangnya nilai "kepercayaan" institusional dan individual. tanpa memiliki daya dan kuasa untuk terlibat aktif dalam kemajuan dunia global.71 dengan hukum (ABH).

E. bahkan kemudian mampu meruntuhkan dominasi gereja yang kala itu menjadi 'satu-satunya' tafsir kebenaran terhadap segala macam realitas. Melalui fisika Descartes. indeks mutu sumber daya manusia pun dijadikan indikator strategis untuk membangun daya saing suatu bangsa. keberadaan dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi menjadi hal yang strategis untuk merepresentasikan tingkat ketercapaian pembangunan ketiga pada sektor itu. Setelah konsepsi Descartes memengaruhi segala macam kehidupan. ia membangun sebuah wacana besar tentang metode pemahaman terhadap realitas yang bertumpu pada konsep democritus. Untuk menyiapkan sumber daya manusia tersebut. Descrates. berlanjut kemudian alam pikiran modern mengenal seorang Lamarck (1744-1829) dan Charles Robert Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya di bidang biologi. termasuk tatanan sosial melalui pemikiran F. PROBLEMATIKA PERADABAN PADA KEHIDUPAN MANUSIA Awal kelahiran modernisme merupakan sebuah proses revolusi peradaban tentang cara pandang manusia terhadap realitas. Dalam konteks itu. Alam dalam pemaknaan Descartes adalah kurang lebih dipahami scbagai sesuatu yang 'langsung jadi' dan tidak memiliki perubahan. Bersama para pengikutnya. membagi realitas ke dalam atom-atom penyusun realitas dan kemudian dicari sistemnya terhadap keseluruhan. kesehatan. Walaupun keduanya sejatinya berbeda dalam . setelah sekian lama kita berpikir bahwa capital stock merupakan aspek terpenting dalam proses perubahan peradaban manusia.72 pentingnya pembangunan sebuah bangsa yang didasari oleh optimalisasi peran sumber daya manusia (human stock). Pergeseran pemikiran tersebut berimplikasi pada penentuan targettarget pembangunan yang harus dicapai oleh suatu negara di dunia. kemudian ilmu fisika menjelma sebagai bentuk ideologi besar modernisme. Bacon (1561-1626) dan Comte (1798-1857). dan ekonomi menjadi sarana yang efektif untuk mendongkrak peraihan indeks mutu sumber daya manusia. Oleh karenanya. sistemnya tetap. begitu juga semua elemen pembentuk alamnya. maka sektor pendidikan.

73 memaknai proses evolusi. Bergulirnya percepatan penggunaan teknologi canggih saat ini tidak perlu selalu dimaknai sebagai keadaan yang negatif (Fritjof Capra. Pemikiran ketiga tokoh tersebut menemukan bentuk fungsionalnya saat perkembangan alat-alat teknologi semakin meluas dan mendunia. Artinya. 2004). Sebagaimana dalam kebijaksanaan klasik Cina. realitas yang terdiri atas sistem dan elemen pembentuk sistem (Descrates). melalui Newton perkembangan ilmu fisika mengalami proses penyempurnaan. Ternyata ide Darwin tersebut kemudian mendapat dukungan dari generasi berikutnya. saat terjadi krisis sesungguhnya terjadi proses transisi. namun konsep evolusi ini merupakan sebuah revisi terhadap konsep realitas dari sumbangsih Descartes yang menganggap alam sebagai sebuah sistem yang tetap. dengan kecepatan relatifrendah. Berikutnya adalah ilmuwan Sir Isaac Newton (1643-1727). yaitu Karl Marx (1818-1883) yang dikenal sebagai seorang Darwinian Sosial yang menganggap bahwa prosespergantian sosial pun selalu melalui proses seleksi alam. konsep "krisis” menggunakan kata weijiyang terdiri dari huruf-huruf yang berarti "bahaya" dan "kesempatan". Secara makro. tetapi juga dapat digunakan sebagai pendekatan fenomena benda mikroskopis. penjelasan mekanika Newton tersebut membuka wacana besar yang membentuk peradaban modern semakin sempurna. . Mekanika Newton atau sering juga disebut dengan mekanika klasik menjelaskan adanya fenomena benda yang relatif besar. yaitu selain mengandung bahaya juga mengandung kesempatan yang bisa membuat kondisi awal manusia menjadi lebih baik. Melalui Descartcs. Bahkan adanya konflik adalah sesuatu yang niscaya sebagai upaya untuk keluar dari kerumitan sosial sekaligus menjadi pemenang dari proses seleksi alam tersebut. Darwin. dan realitas yang mengalami sebuah evolusi sccara terusmenerus (Darwin) diterangkan dalam konsepsi berbeda yang dikenal dengan konsepsi melanika. Dengan demikian. dimulai saat revolusi industri pada akhir abad ke-17. dan Newton fondasi modernisme semakin kukuh.

74 Dilihat dari proses kelahiran modernisme sebelumnya. peradaban itu tidak akan mampu melanjutkan proses kreatif evolusi budayanya. peradaban-peradaban yang berada dalam proses disintegrasi menunjukkan keseragaman dan kurangnya daya temu. yang mau tak mau mengarah pada meletusnya perpecahan dan kekacauan sosial. Pertanyaan selanjutnya. Hilangnya fleksibilitas dalam masyarakat yang mengalami disintegrasi ini disertai dengan hilangnya harmoni secara umum pada elemen-elemennya. bisa dimaknai bahwa peran sains (atau lebih tepatnya natural science) dalam menentukan arah peradaban manusia sangat besar. di mana ketika sains memiliki peran besar dalarn proses pembentukan wacana besar yang menjadi fondasi 'kebenaran'. teknologi sebagai bentuk aplikasi sains memiliki peran besar dalam pembentukan realitas sosial. . Sementara peradaban-peradaban yang sedang berkembang menunjukkan keberagaman dan kepandaian yang tak pernah berhenti. Pada waktu struktur sosial dan pola perilaku telah menjadi kaku sedangkan masyarakat tidak lagi mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah. Demikian juga kontribusi para saintis yang memiliki kompetensi filosofis ternyata terbukti mampu menggiring sejarah umat manusia. bagaimana peran Sains dan teknologi dalam penentuan bentuk peradaban baru pasca modernisme? Fritjof Capra menyitir Toynbee tentang proses kelahiran Minoritas Kreatif sebagai nukleolus penentu arah peradaban sebagai berikut: Budaya runtuh karena kehilangan fleksibilitas. Dia akan hancur dan secara berangsur mengalami disintegrasi. Begitu juga peran teknologi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa para saintis berwacana dan para teknolog membumikan pemikiran mereka dalam bentuk peralatan yang berguna bagi kehidupan manusia.

Bahkan setelah ada interaksi antara matematika dengan teknologi elektronika. Lembaga-lembaga sosial yang dominan akan menolak menyerahkan peran-peran utama kepada kekuatan-kekuatan budaya baru ini. (Titik Balik Perdaban. Dunia kemudian juga mengenal adanya pengaruh filosofis dari konsep fisika kuantum terhadap realitas sosial. kita mengenal bagaimana konsep cepat lambat mengalami perubahan secara drastis. yang jauh meninggalkan konsep mekanika Newton. kita kemudian mengenal bentuk aplikasi teknologi yang dikenal dengan teknologi komputer. Fritjof Capra. . sehingga terlahir sebuah teknologi informasi yang bergerak dalam logika kuantum yang diprediksikan oleh Tofler akan menjadi tulang punggung benluk Peradaban baru pengganti modernisme. minoritas kreatif akan tetap muncul ke permukaan dan melanjutkan proses tantangan dan tanggapan itu. Bahkan perbedaan konsep nyata dan imajiner yang juga kemudian diklaim oleh dunia IT akan segera teratsi akan semakin meninggalkan jaringjaring Cartesian sebagai satu-satunya yang bisa menggambarkan kenyataan. yaitu ketika teknologi komputer berinteraksi dengan realitas sosial. peradaban baru manusia postmodern mulai terbentuk secara perlahan. kreativitas masyarakat-kemampuannya untuk menghadapi tantangan-tidak hilang sama sekali. jaring-jaring Cartesian akan sulit untuk menggambarkan karena konsep ruang dan waktu ini sudah berubah secara filosofis. Juga konsep keterbatasan ruang yang bisa diatasi sehingga konsep jauh dan dekat secara filosofis juga mengalami perubahan makna. tetapi berada dalam kondisi-kondisi baru dan dengan tokoh-tokoh baru pula. selama proses disintegrasi yang menyakitkan itu.75 Namun demikian. 1981) Melalui penjelasan Toynbee di atas. Proses evolusi budaya ini akan terus berlanjut. Dengan demikian. tetapi mereka mau tak mau akan tetap runtuh dan mengalami disintegrasi. dan kelompok minoritas kreatif itu mungkin akan mampu mentransformasikan beberapa elemen lama menjadi konfigurasi baru. Sclain itu. Meskipun arus budaya telah menjadi beku dengan melekatkan diri pada pemikiran-pemikiran mapan dan pola-pola perilaku yang kaku.

Adanya 'penyesalan' umat manusia terhadap proses peradaban manusia yang merusak lingkungan dan tatanan sosial akses dari modernisme perlu disikapi dengan bijak. pengaruh pemikiran yang mereka berikan terhadap perubahan sosial bisa jadi tidak terpikirkan sebelumnya. disadari atau tidak para saintis dan teknolog akan terus menjadi Penentu arah peradaban. egois bahkan tertutup (elitis) di tengah masyarakat kita. Hal tersebut secara tidak sadar. .76 Juga dengan berkembangnya pemetaan DNA. Apalagi dampak negatifnya terhadap kenyataan sosial. sindiran. Dengan bahasa lain. teguran. Ketika Descartes merumuskan konsep geometri analitis mungkin tidak berpikir tentang implikasi moral dan sosial dari konsepnya tersebut. dan peringatan dari kalangan ahli ilmu sosial dan juga teolog atau ulama perlu disikapi secara bijak oleh para saintis dan telnolog itu sendiri. ekses modernisme terhadap tatanan sosial pengganti tatanan sosial 'Abad Kegelapan' bisa jadi tidak pernah mereka pikirkan bahkan tidak pernah mereka bayangkan. Apalagi setelah ilmuwan sosial mahzab kritis dengan post-modernismenya terjebak dalam wacana dan definisi semata. Karenanya. Sekali lagi terbukti. rekayasa genetika yang meninggalkan konsep evolusinya Darwin. moral. sedikit banyak adalah kontribusi dari kalangan saintis dan teknolog. Apalagi melihat konsep reduksionisnya Descartes yang kemudian mengilhami pembagian bidang spesialisasi ilmu yang di masa peradaban Islam dianggap belum begitu penting. Namun demikian. seluruh kemajuan teknologi perlu terus mempertimbangkan konsekuensi ekologi. pengaruh dominan saintis dan teknolog ternyata masih sangat dominan untuk menentukan masa depan umat manusia. dan sosial dari proses inovasi maupun inventori yang mereka lakukan. Hal yang cukup memperhatikan adalah budaya pragmatis. Adalah sebuah kebutuhan mutlak bagi kita semua saat ini agar para komunitas saintis dan teknolog terus mempertimbangkan dan mengembangkan penerapan sains dan teknologi. Demikian juga seorang Darwin dan juga Newton. Sehingga. serta para teolog dan ahli agama yang terus disibukkan dengan perdebatan liberal dan konservatifnya.

Selain itu. Dengan kebersamaan satu misi tersebut. tetapi ia harus turut andil memastikan nasib keberlangsungan hidup dan masa depan generasi umat manusia ke depan. .77 Pertanyaannya bagaimana kita mengembalikan sistem yang memungkinkan terbukanya kembali sekat-sekat komunikasi antara sains dan teknologi. Oleh karena itu. sebagainiana layaknya para nabi yang memandang dirinya sebagai sosok pembebas umat manusia dari segala penindasan. dan juga sebagai para pengingat urnat manusia akan kenyataan bahwa sejatinya mereka adalah makhluk Tuhan. Yakni dengan membangun pemahaman bersarna bahwa sejatinya ilmu adalah untuk kemanusiaan (humanity) dan kemaslahatan bersama (common good). Kuntowidjoyo (1943-2005) juga mengusulkan pentingnya membangun sebuah etika profetis di kalangan saintis dan teknolog. Ilmuwan tidak saja menyelesaikan persoalan kehidupan. dengan disiplin ilmu dan spesialisasi lain tanpa harus mcmandang bidang ilmu lain lebih rendah. dari pihak saintis dan teknolog tentunya. para ilmuwan diharapkan tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat pembidangan keilmuwan yang yang dan merusak tujuan mulia dari ilmu pengetahuan. sebagai sosok yang mendedikasikan proses inovasi daninventory-nya untuk pembangunan kembali hakikat kemanusiaan yangnyaris musnah. setiap ilmuwan seyogianya mengemban misi kenabian (profetik) yaitu dengan melakukan transmisi keilmuan untuk peradaban yang lebih maju tanpa merusak tatanan kehidupan manusia dan ekologi lingkungan hidup.

yang saling bcrbeda satu dengan lainnya. Persentuhan ragam budaya dan agama antarkelompok masyarakatnya yang telah berlangsung sejak lama ini juga telah melahirkan ragam konflik dan konsensus yang terjadi. juga disyaratkan dengan terciptanya karakteristik pluralisme yang kondusif bagi sebuah negara ini mendapatkan gimnasiumnya di Indonesia. dan multikulturalisme dapat dilangsungkan. penduduk yang menghuni wilayah Nusantara dapat dikelompokkan ke dalam berbagai bentuk pengelompokan sosial yang disebut suku bangsa. Indonesia sering kali dijadikan ajang pernantauan bagaimana proses-proses demokrasi. bukan hanya beraneka ragarn corak kesukubangsaan dan kebudayaan suku bangsanya secara horizontal. masing-masing kesatuan sosial tersebut hidup dengan mengacu pada kebudayaan atau subkebudayaannya masing-masing. tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi. yang kemudian hari dikenal dengan sebutan „hukum adat‟. maupun pengelompokan sosial vang didasari oleh sistem penggolongan sosial lain bcrdasarkan satu (atau lebih) unsur tertentu yang diperoleh secara askriptif (warisan). dan organisasi sosial-politiknya (Suparlan. subsuku bangsa. DAN KESETARAAN A. seperti ras. sebenarnya dalam masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan minoritas. KERAGAMAN. dan budaya yang luar biasa. sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi baik interaksi sccara individual maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional. tidak mengherankan jika . teknologi. Sebagai bangsa yang memiliki keragaman etnis.78 BAB 5 MANUSIA. agama. dan lain sebagainya. agarna. Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia. Maka. HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA Masyarakat majemuk seperti Indonesia. Pada hakikatnya. penerapan ide-ide pluralisme. Demokrasi yang oleh Robert Dahl (1982). Sebelum RI merdeka pada 1945. 1979). Bahkan lengkap dengan „aturan-aturan hukum‟-nya sendiri.

dan keterbukaan harus terus dijunjung tinggi. Karena itu. misalnya merasa lebih terhormat atau lebih tinggi kedudukannya. kerja sama. saling timbal balik. harmonis. artinya setiap gcnerasi melaksanakan pembangunan dan diberi kepercayaan penuh. Bagaimanapun besarnya suatu institusi atau organisasi dan bagaimanapun kecilnva suatu institusi atau organisasi. agama dan yang berbeda satu dengan lainnya melebur dan bersepakat membentuk kesukubangsaan yang satu. Dalam prinsip keselaman tidak boleh terjadi ada satu anggota memaksakan kehendaknyakepada anggota yang lain. yaitu bangsa Indonesia. atau institusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa "duduk sama rcndah berdiri sama tinggi" dengan yang lain. organisasi. dimulai dari diri kita sendiri. Dengan kalimat mewujudkan diri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRl pada hakikatnya setiap kelompok. Kesetaraan. apabila telah bersedia menjalin kemitman harus mcrasa sama dan sejajar. Kesetaraan adalah komitmen bersama yang perlu untuk terus dipupuk dan dikembangkan dalam proses berbangsa dan bernegara di NKRI kita. Untuk itulah kita harus membangun bangsa kita. dihormati. Semua suku bangsa saling inemberikan potensi terbaik yang mereka miliki kepada Negara Kesatuan RI. suku. dalam kemitraan asas toleransi. dihargai. Dalam prinsip kesetaraan bahwasanya setiap individu. golongan. Karena itu. untuk menjadi unsur terbaik yang bisa memberikan kiprah gemilang menuju cita-cita besar para founding fathers kita. setiap generasi bangsa berdiri satu dengan lainnya dengan sejajar. Dengan prinsip kesetaraan tersebut diharapkan kita kembali memperlihatkan jati diri dan harga diri sebagai bangsa (self-nation-esteem) menghadapi .79 para ahli menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mewujudkan diri sebagai suatu masyarakat yang majemuk dan sudah menjadi pokok pcrhatian dari para ahli tersebut untuk waktu yang lama. sehingga anggota atau komunitas lainnya merasa terdiskriminasi dan tertindas oleh dominasi anggota atau komunitas lainnya. Kedua belah pihak yang bermitra mempunyai kedudukan yang sejajar dalam mencapai tujuan vang disepakati. dan diberikan pengakuan dalam hal kemampuandan nilainilai yang dimiliki.

dari aspek struktur kesukuan. maupun politik. Dengan proses yang demikian. suku bangsa. tiga perlirna (300an suku) berdiam di Papua Barat. pertama. baik secara sosial. agama. struktur mozaik sosialbudaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. dan dari aspek tingkat pendidikan. Pertama. kemajemukan dalam masyarakat Indonesia dapat dipahami sebagai bentuk perbedaan daya adaptasi antar kelompok-kelompok yang berbeda secara ras. yaitu Indonesia Barat dan Indonesia Timur. bersosialisasi dan berelapresi satu dengan lainnya. Dalam pandangan Thamrin Amal Thomagola.80 pelbagai persoalan kebangsaan yang terus-menerus datang di setiap zaman. yang jelas-jelas mengancam integritas Indonesia sebagai suatu nation. dan kelompok agama. dapat disimpulkan bahwa keseragaman suku di PIT jauh lebih tinggi dari keragaman suku di PIB. distribusi wilayah agama. suku bangsa. dan bahasa. dengan mudah dapat dipahami pada adanya ketidakseimbangan dan kesenjangan yang dapat saja berlanjut ke arah pertikaian antarras. Dengan prinsip kesetaraan kita bisa membangun kemitraan yang kukuh untuk kemudian saling berinteraksi. keseluruhan struktur mozaik Nusantara ini terbelah menjadi dua bagian utama. dan PIT untuk yang disebut terakhir). Teramati ada beberapa perbedaan pokok antara Pola Indonesia Barat dengan Pola Indonesia Timur (selanjutnya disingkat dengan PIB untuk yang pertama. B. dari 656 suku di seluruh Nusantara hanya ada seperenam (109 suku) di PIB sedangkan di PIT ada lima perenam (547 suku). yaitu: struktur kesukuan. KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA Pada dasarnya. Dari jumlah yang disebut terakhir ini. . ekonomi. keterbelahan ini kurang lebih mengikuti garis-Wallace (Wallace Line) yang terkenal itu ke dalam dua bagian. yang di Indonesia populer dengan sebutan masalah sara. Karena itu. sehingga menjadikan kelompok-kelompok yang memiliki tingkat perkembangan kebudayaan.

Bali. (2) punya kerajaan dan masyarakat yang mapan di masa lampau. Minang. berladang. dari semibilan suku dominan di Indonesia ada di PIB dan hanya satu berlokasi di PIT. tani sawah. dan seterusnya. kebijakanpemerintahan RI. pengaruh kebudayaan Hindu dan agama Islam. missi. baik lingkungan sosial maupunfisik. ada delapan suku. Jawa. yaitu: (1) jumlah proporsional.81 Kedua. (Tomagola. dan. Sebaliknya di PIT. Dengan melihat kebudayaan sebagai suatu mekanisme adaptasi suatu masyarakat dalam menginterpretasikan lingkungan yang dihadapinya. kadang-kadang dua provinsi atau lebih seperti suku Minang dan Jawa. Sunda. yang terwujud kedalam sistem teknologi. Minang. berkebun. yaitu suku Bugis. Antara lain dapat dikelompokkan pada masyarakat berburu. Melayu. Batak. pengetahuan. dan. dan Bugis. dalam satu kecarnatan saja dapat ditemukan lebih dari 10 suku. intelektual. pemerintahan kolonial. yaitu suku Aceh. yaitu: Aceh. suku bangsa di Indonesia dapat juga dipetakan dari model mata pencaharian yang dominan digelutinya. Batak. dan (3) menyumbangkan banyak tokoh nasional dalam hampir semua bidang kehidupan. Sementara dalam tinjaun Koenjaraningrat (1987: 32). Sementara suku-suku dominan lainnya. pola-pola pengeksploitasi dan penguasaan sumber daya ekonomi. terutama dalam bidang kebudayaan. serta jaringan hubungan dengan masyarakat lain yang lebih luas. dalam satu kabupaten berdiam lebih dari 20 suku. maka tingkat perkembangan masing-masing kebudayaan dapat dibeda-bedakan berdasarkan daya adaptasinya itu. Perbedaan daya adaptasi ini dapat ditelusuri melalui model-model produksi (models of production) yang dikembangkan oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. Madura. 1990) Ketiga. Suku-suku tersebut dikatakan domain berdasarkan tiga kriteria utama. Madura dan Bali. dan kenegaraan. . besar kemungkinan dalam satu provinsi menampung lebih dari 40 suku. Sunda. setiap suku di PIB paling kurang mendiami satu provinsi secara utuh. Jawa. pengembara. yang secara bersamaan sekaligus dipengaruhi oleh suatu peradaban dari luar seperti zending.

82 .

dalam masyarakat orang Jawa. Minangkabau dan Batak. Dari segi komposisi demografi. jumlah anggota kelompok masyarakat yang dimaksud relatif kecil. Kubu (atau Suku Anak Dalam). Minangkabau atau Batak. Berdasarkan tingkat perkembangan sistem teknologi. maupun antar kelompok-kelompok horizontal itu sendiri. orang Jawa. . relatif memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi ketimbang rata-rata orang Mentawai. atau berbagai suku bangsa (atau subsuku bangsa) yang menghuni pcdalaman Kalimantan. poly-poly pengeksploitasian dan penguasaan sumber-sumber daya ekonomi. Pada umumnya bermata pencaharian berburu dan meramu (hunting and food gathering).83 Dengan cara demikian. Pertanna. Berkaitan dengan sistem pemenuhan kebutuhan sehari-hari ini. dan Irian Jaya. meski batas-batas wilayah pengembaraannya itu tetap dapat ditentukan secara pasti. pengetahuan. perbedaan kebudayaan dalam nation Indonesia dapat dilihat secara gradual. Masing-masing persekutuan hidup itu tidak terintegrasi ke dalain persekutuan (politik) yang lebih luas. Masyarakat yang tergolong kepada tribal society ini biasanya hidup dalam persekutuan-persekutuan hidup yang beranggotakan lebih/ kurang 50 jiwa saja. di mana situ sama lainnya memiliki tingkat daya adaptasi yang berbeda satu lama lainnya. pola permukiman kelompok masyarakat ini bersifat nomadis (berpindah-pindah tempat). serta jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas ini. Demikian pula. Sulawesi. misalnya. kelompokkelompok suku bangsa atau subsuku bangsa yang ada di wilayah kedaulatan Republik Indonesia ini setidaknya dapat dibagi kedalam empat kategori utama. biasanya. Baik antara kelompok-kelompok yang ada di dalam satu golongan sosial yang dikategorisasikan ke dalam situ kelompok horizontal tertentu. pada umumnya. ada kelompok-kelompok sosial tertentu yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dan ada yang rendah. adalah kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society. Misalnya saja.

84

Di Indonesia, kelompok masyarakat yang terkategori ke dalam tribal society atau masyarakat pemburu dan peramu ini relatif kecil jumlahnya. Sejauh yang dapat diketahui, kelompok masyarakat yang dapat dikategorikan sebagai tribal society hanyalah sebagian dari orang Kubu (Suku Anak Dalam) yang hidup di wilayah belantara Jambi dan Sumatera Selatan. Konon juga terdapat di beberapa daerah pedalaman lrian Jaya, Kalimantan, dan Sulawesi (bagian Tengah). Di samping itu, dalam kenyataannya, untuk kasus Indonesia, kegiatan berburu dan meramu ini sering kali pula dikombinasikan dengan kegiatan berkebun yang teknologinya juga relatif amat sederhana. Jenis tanaman yang umum dibudidayakan adalah keladi dan ubi jalar. Sebab itu pula, oleh Koentjaraningrat, masyarakat ini dikategorikan sebagai masyarakat berkebun. Menurut Koentjaraningrat, khususnya bagi kelompok-kelompok yang telah mengombinasikan sistern berburu dan merarnu ini dengan sistem berkebun, tanaman padi tidak dibiasakan. Sistem dasar kemasyarakatannya juga telah berkembang menjadi desa terpencil tanpa diferensiasi dan stratifikasi yang berarti; gelombang pengaruh kebudayaan menanarn padi, kebudayaan perunggu, kebudayaan Hindu dan agama Islam-setidaknya hingga satu-dua dekade belakangan ini-tidak dialami; dan isolasi dibuka oleh zending dan/atau missi. Kedua, kelompok masyarakat perladangan berputar (rotary

cultinatiotz), atau lebih populer disebut kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pcrladangan berpindah (shifting cultivation). Karena dalam sistem teknologi pertanian yang dikembangkannya ada unsur pekerjaan menebas dan membakar, teknik ini kerap pula disebut sebagai slash and burn cultivation. Demikian pula, karena kegiatan pertanian itu tidak

diselenggarakan secara terus-menerus pada satu bidang lahan tertentu, maka kegiatan pertanian ini sering pula dikategorikan sebagai suatu cara produksi pertanian elcstensif (extensive agriculture). Betapa pun, kelompok masyarakat ini pada dasarnya merupakan kelompok masyarakat yang telah dapat bercocok tanah untuk menghasilkan bahan makanan pokoknya (food producing) scndiri. Sebagian besar kelompok masyarakat ini juga berada di luar Jawa, dengan

85

sedikit pcngecualian di beberapa tempat tertentu saja, seperti pada masyarakat Badui, misalnya. Komposisi demografis kelompok masyarakat ini berjumlah lebih besar bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang pertama. Bisa mencapai angka ribuan jiwa. Meski begitu, keterikatan anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya masih menekankan pada sistem kekerabatan (kinship system). Secara tradisional kelompok ini belum sepenuhnya terintegrasi pada sisteln sosio-ekonomi pasar yang lebih luas dan sistem sosiopolitik yang lebih besar dan kompleks. Seperti juga pada kelompok pertama, diferensiasi dan stratifikasi sosial-ekonomi belum begitu menonjol, masih bersifat egaliter, dan juga belum mengenal spesialisasi atau pembagian kerja atas dasar keterampilan dan keahlian penguasaan teknologi. Semua anggota masyarakat masih mungkin untuk memiliki akses dan kontrol yang sama atas sumber daya-sumber daya elconomi, khususnya tanah. Hal ini dimungkinkan karena rasio antara jumlah dan kepadatan penduduk dengan luas tanah masih rendah, sehingga mereka masih bisa melakukan perladangan berputar itu. Tanah masih dikuasai seeara kolektif-kecuali pada bidang-bidang tertentu-dan setiap anggota kolektif bisa membuka dan menguasainya. Dalam konteks inilah mengapa masyarakat peladang berputar ini dalam batas-batas tertentu masih dapat dikatakan bersifat egaliter. Namun demikian, karena pertanian perladangan ini mempunyai indeks diversitas tanaman yang tinggi, artinva scbidang lahan ditanami oleh banyak jenis tanaman, maka-dari sudut tertentu-biasanya tidak efektif, dan hasilnya juga tidak begitu tinggi, tidak dapat menghasilkan surplus produksi yang besar, meskipun tingkat kepadatan penduduknya masih rendah. Akibatnya, masyarakat peladang belum sepenuhnya dapat terintegrasi pada sistem ekonomi yang lebih besar.

86

Ketiga, kelompok masyarakat petani (peasant society). Kelompok masyarakat ini adalah kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan sistem pertanian menetap (sedenter). Berbeda dengan cara bertani pada kelompok peladang berputar terdahulu, kelompok masyarakat ini

mengembanglcan cara produksi pertanian intensif (intensive agriculture), yang di Indonesia dikenal sebagai sistem pertanian lahan basah atau pertanian persawahan. Sistem ini UmIum dikenal oleh kelompok masyarakat yang menghuni Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan di daerah-daerah tertentu di pulaupulau yang ada di gugusan Sunda kecil (terutama di Bali, NTB). Karcna sistem pertanian ini mampu menghasilkan surplus hasil yang cukup besar, kegiatan ekonomi kelompok ini telah terintegrasi ke dalam sistem sosio-ekonomi dan sosiopolitik yang lebih besar dan lebih luas. Bahkan hingga tingkat regional dan global. Keterikatan antar-anggota dalam masyarakat-masyarakat yang bersangkutan tidak lagi melulu berdasarkan sistem kekerabatan, melainkan juga pada ikatan sosiopolitik dan sosioekonomi yang lebih formalistis. Seperti organisasi dan asosiasi. Di samping itu, secara demografis jumlah anggota kelompok masyarakat yang besangkutan cukup besar dan tingkat kepadatan pcnduduk cukup tinggi, serta tkah pula mengenal diferensiasi dan stratifikasi sosialekonomi (dan politik). Artinya, ada di antara anggota masyarakat yang bersangkutan yang tidak atau hanya sedikit memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi, terutama tanah. Bahkan, orang-orang yang tidak atau sedikit memiliki akses dan kontrol pada tanah itu jumlahnya lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya ketimpangan rasio antara tanah dengan jumlah dan tingkat kepadatan penduduk, jumlah masyarakat petani selalu lebih besar dibandingkan dengan luas lahan pertanian yang tersedia. Keempat, adalah kelompok masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan adalah suatu masyarakat yang tinggal di suatu lingkungan pemukiman tertentu, yaitu suatu lingkungan di mana para penghuninya dapat memenuhi sebagianbesar kebutuhan ekonominya di pasar setempat. Biasanya barang-barang itu dihasilkan oleh penduduk yang tinggal di daerah

atau mungkin sejak awal abad XX. Di bawah kelompok elite kota ini ada suatu kelas menengah perkotaan yang jumlahnya lebih besar. Dilihat dari peran sosio-ekonomi dan sosiopolitiknya dalam suatu jaringan kehidupan yang lebih luas. pujangga. misalnya). Dari segi cara hidup kelas menengah ini tidak berbeda jauh dengan lapisan elite. masyarakat perkotaan ini juga disebut sebagai kelompok elite ekonomi dan politik. terutama sejak pemerintah Orde Baru memegang tampuk pemerintahan. Dilihat dari gaya hidup yang mereka miliki dan kembangkan. yang berasal baik dari golongan pribumi dengan latar belakang suku bangsa. ketika pemerintah kolonial Belanda mulai memperkenalkan sistem pendidikan sekolah yang modern. pegawai. sehingga pembagian kerja dalam masyarakat perkotaan ini sangat kompleks. penguasaan teknologi dan informasi. perusahaan-perusahaan swasta. kelompok masyarakat ini mulai bertambah dengan orang-orang yang memiliki akses dan kontrol pada sumber-sumber daya ekonomi. Setelah masa kolonial. agama. dan informasi. dan daerah yang berlainan. kaum intelektual. maupun yang berasal dari golongan minoritas pribumi. sehingga mereka bisa dimasukkan ke dalam lapisan yang dikategorikan memiliki suatu pola kebudayaan “super kultur metropolitan”. agamawan. Bahasa. atau berbagai kelompok spesialis yang berpendidilcan dan non-agraris. dan pengusaha-pengusaha mandiri. Kelompok ini pada dasarnya mulai terbentuk sejak zaman kolonial. yaitu parapegawai pemerintahan. yang dapat dikategorikan sebagai elite ekonomi nasional. teknologi. Titik awal gejala kota adalah timbulnya golongan literati (golongan intelektual. Kelompok ini adalah orang-orang yang berlatar belakang pendidikan sekolah yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk Indonesia pada umumnya yang sebagian di antaranya kemudian masuk ke dalam sistem birokrasi pemerintahan kolonial atau menjadi politisi pejuang kemerdekaan. serta cara kerja yang . mereka telah lebih jauh hidup dan menjadi bagian dari kerangka peradaban global. yang biasa disebut sebagai daerah yang melindungi desa. gaya hidup.87 ”pedalaman” (pedesaan).

88 berorientasi pada peradaban internasional ini menjadi kelompok acuan (reference group) bagi hampir semua kelompok-kelompok masyarakat yang lain. C. sosial-politik dan sosial-budaya. Tidak jarang kebhinekaan bangsa kita sampai pada konflik tingkat nasional yang menyebabkan terganggunya integrasi bangsa scbagai cita-cita bangsa. Keberagaman dan kesetaraan dalam konteks kekayaan khazanah sosial-budaya bangsa salah satunva adalah dengan mcngembangkan atau merumuskan kebudayaan nasional Indonesia. secara umum keragaman atas sosial-budaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek. yaitu : . sistem-sistem kemasyarakatan. Betapa pun. dan kompleksitas jaringan hubungan dengan masyarakat yang lebih luas pada masing-masing kategori seperti telah diperinci di atas. Sehingga keberagaman sosial budaya dan kesetaraan sosial-budaya mampu mengemban fungsi kebudayaan nasional. yaitu: struktur kesukuan. yang dihadapi oleh masing-masing kelompok masyarakat yang bersangkutan. perbedaan sistem teknologi. KERAGAMAN DAN KESETARAANSEBAGAI KEKAYAAN SOSIALBUDAYA BANGSA Kita menyadari bahwa Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna kebudayaan dan bahasa. ika = itu. dan dari aspek tingkat pendidikan. Tunggal = satu. Sosial-budaya begitu kompleksnya menyangkut berbagai segi kehidupan manusia dan masyarakat. Namun keberagaman tersebut dalam konteks kekayaan menjadi kekayaan yang patut kita syukuri. serta unsur utama dalam proses pembangunan diri manusia dan masyarakat. sehingga Bhineka Tunggal Ika artinya "terpecah itu satu”. distribusi wilayah agama. akan berpengaruh pada kemampuan beradaptasi atas perkembangan sosial-ekonomi. Keberagaman dalam konteks Nusantara menjadi konsep kesetaraan sesuai dengan konsep integrasi nasional dengan rumusan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Bhina = pecah.

seperti adat istiadat. pakaian tradisional. tradisi. bahasa. dan bertahan lama. Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman lcelompok etnik (etnic group) atau suku bangsa beserta tradisi budayanya itu. asal usul daerah. D. tidak. pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri tentang bagaimana mengelola kemajemukan terscbut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga negara Indonesia yang beragam (bhineka) itu.89 a. tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam sendi-sendi integrasi negara-bangsa (nation-state). Kebudayaan dan atribut sosialbudaya sebagai penanda identitas kelompok etnik memiliki sifat stabil. b. PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN NEGARA Dalam pen-Takdir-annya sebagai negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk (plural society). konsisten. kesamaan leluhur. atau aliran ideologi politik menjadi ciri pemerlain atau peinbeda suatu lcelompok etnik dari kelompok etnic yang lain. agama dan paham keagamaan. Sebagai unsur pembentuk sistem sosial masyarakat majemuk kelompok-lcelompok etnik memiliki kebudayaan. Suatu sistem gagasan dan perlambang yang memberi identitas kepada warga negara Indonesia. untuk saling berkomunikasi dalam kesetaraan dengan demikian dapat memperkuat solidaritas sosial-budaya bangsa. hanya berpeluang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di masa mendatang. dan sejumlah atribut atau ciri-ciri budaya yang menandai identitas dan eksistensi mereka. sejarah sosial. Kebudayaan yang dimiliki kelompok etnik mcnjadi pcdoman kehidupan mereka dan atribut-atribut budaya yang ada. kesenian. jika dinamika kemajemukan sosial budaya itu tidak dapat dikelola dengan baik. batas-batas sosial-budaya. .

Arekan atau Samin sebagai sebuah kelompok etnik dan sub-etnik yang berbeda-beda. Demikian juga. seperti potensi ekonomi dan kekuasaan politik. Dalam proses interaksi tersebut kelompok etnik atau individu-individu dalam kelompok etnik akan memanfaatkan atribut-atribut sosial-budaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tertentu. Karena perbedaan-perbedaan kultural ini keduanya disebut sebagai sebuah kelompok etnik yang berbeda. Mataraman.90 Berdasarkan uraian di atas dan dalarn konteks perbandingan yang setara. Pendhalungan. Dalam kaitannya dengan akses dan perebutan sumber daya di daerah yang bersifat struktural. di Jawa Timur. Hal yang sama juga berlaku untuk penyebutan Osing. demikian pula sebaliknya. ketika tradisi berdemokrasi. walaupun keduanya berada dalam ruang lingkup orang Jawa. Masa otonomi daerah sekarang ini memberikan peluang yang besar bagi timbuhnya konflik sosial berbasis etnisitas. penghormatan terhadap keadilan sosial. yang dipertimbangkannya secara saksama bahwa hal itu dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui interaksi sosial tersebut. bahwa orang Jember tentu berbeda secara kultural dengan orang Surabaya. Orang Jember tidak akan mau disebut sebagai orang Surabaya. Etnisitas (etnicity) atau kesukubangsaan selalu muncul dalam konteks interaksi sosial pada masyarakat majemuk. Sebagai sebuah realitas sosial yang wajar dan alamiah. Tengger. etnisitas akan terjadi secara intensif dalam masyarakat tradisional atau masyarakat trandisional. Bentuk mana yang dipilih di antara atribut-atribut tersebut sebagai penanda identitas diri sangat ditentukan oleh konteks interaksi dan tujuan yang akan dicapai. Kondisi demikian lebih banyak . dalam konteks perbandingan yang setara pada orang Jawa di Jawa Timur. Pilihan terhadap suatu atribut sosial-budaya bagi seorang individu akan didasarkan pada pilihan rasional (rational choice). orang Jawa disebut sebagai suatu kelompok etnik karena mereka secara budaya memang berbeda dengan orang Madura. manifestasi etnisitas sering menimbulkan ketegangan dan konflik sosial di antara pihak-pihak yang terlibat atau yang berkepentingan. dan penghargaan terhadap prestasi belum menjadi pandangan dan sikap hidup kita sehari-hari.

Misalnya. 2000). masyarakat di daerah (indigenous people) menggali kembali potensi-potensi kelembagaan sosial atau konstruk nilai-nilai budaya lokal yang dianggap berguna untuk menopang eksistensi mereka di tengah arus globalisasi dan dinamika pembangunan daerah.). kasus Osingisasi yang dilakukan olch Bupati Banyuwangi. Undang-undang yang mendasari praktik otonomi daerah memberi pengakuan terhadap eksistensi masyarakat dan kebudayaannya. otonomi daerah telah memberikan keleluasaan bagi masyarakat di daerah (bukan pemerintah daerah) untuk mengaktualisasikan diri secara optimal dalam manajemen pembangunan daerah. dan pakraman di Bali). Masalahnya adalah bagaimanakah meminimalkan konflik sosial berbasis etnisitas yang dapat merugikan kepentingan masyarakat luas? Secara normatif. seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali-Lombok. 2004) Walaupun demikian. setelah Orde Baru memberangusnya selama masa tiga dasawarsa lebih (Zakaria. Kebijakan Bupati Banyuwangi . Otonomi daerah menandai era penghargaan terhadap keberagaman dan otonomi masyarakat. khususnya masyarakat di pedesaan agar memiliki kemampuan otonomi yang kukuh dalam menyikapi gerak pembangunan di bawah kebijakan otonomi daerah. kampong di komunitas Melayu Kalimantan Barat. pembangkitan kembali satuan-satuan desa adat tradisional (nagari di Minangkabau. Hal-hal ini untuk membangun kembali fondasi sosial-budaya masyarakat. Dalam ruang politik yang semakin terbuka ini. Zakaria. yang ketepatan la berasal dari etnik Osing adalah kasus yang kebablasan. Wujud dari penggalian di atas adalah hadirnya asosiasi-asosiasi masyarakat adat Nusantara. 2002.91 menguntungkan kepentingan pribadi dan kelompok (etnik) daripada kepentingan masyarakat. serta eksplorasi ulang atas revitalisasi pranata-pranata lokal untuk mengelola sumber daya alam secara lestari dan adil. di daerah-daerah yang memiliki struktur masyarakat majemuk proses revitalisasi kebudayaan etnik juga harus memerhatikan eksistensi kebudayaan etnik yang lain. sehingga berpotensi mengundang kctcgangan sosial. (Siregar dan Wahono (Peny. Samsul Hadi.

Afnan Anshari mengatakan. seni. seperti masyaralcat Madura di Muncar. “Muhammadiyah tidak pernah menggunakan segala cara untuk meraih tujuannya.92 tersebut adalah mengharuskan para petinggi pemerintah kabupaten yang akan menghadapnya harus menggunakan bahasa Osing. dan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar mcrayakan tradisi endog-endogan dalam rangka Maulud Nabi Muhaulmad SAW seperti yang selama ini dilakukan oleh komunitas Osing. Kasus yang lain bisa kita lihat pada beredarnya selebaran gelap mcnjelang pemilihan Bupati Lamongan. (Kompas Jatim. yakni memperkuat basis konsolidasi kekuasaan dan legitimasi politik Bupati di mata publik menyongsong Pilkada 2005. dengan membangun patung Gandrung yang menghabiskan dana miliaran rupiah di daerah Watu Dodol. Kebijakan politik etnisitas seperti ini lebih bernuansa politik praktis. 27 Juni 2005: A) . Pengurus Daerah Muhammadiyah dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Lamongan menilai skebaran gelap tersebut bisa menyesatkan masyarakat Lamongan. Ketua Muhammadiyah Lamongan. Senin. Bahasa Osing scbagai muatan kurikulum lokal diajarkan pada siswa SD-SMP yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir. Kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum lokal tersebut mengundang reaksi sosial dari para pengelola SD-SMP yang lingkungan sosialnya bukan komunitas Osing. Surat perjanjian itu ditandatangani 20 Mei 2005. Kami mendesak agar Panwas Pilkada menindaklanjuti temuan ini secara hokum”. Selebaran itu berisi surat perjanjian Calon Bupati Masfuk kepada Forum Rembug Muhammadiyah Lamongan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Lamongan dibandingkan dengan ormas yang lain. 2004: 170-171) Bupati juga memperkuat posisi kesenian Gandrung sebagai ikon Kabupaten Banyuwangi. dengan jalan mengaktifkan beberapa atribut atau unsur kebudayaan Osing: bahasa. (Sunarlan. Ketapang. Kop surat selebaran tertera nama Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional. dan tradisi. Isu yang ada dalam selebaran ini sangat kotor.

(Kompas Jatim. Kasus seperti ini mirip dengan kebijakan kolonialisme internal (internal colonialism) Pemerintah Thailand terhadap kelompok-kelompok etnik minoritas. 30 Mei 2005: 1) Benar tidaknya isi selebaran gelap di Lamongan tersebut. yakni Akbar Tanjung dan Sudi Silalahi". Alisjahbana mengatakan. RH Batubara. khususnya masyarakat muslim Malaysia . "Nama seseorang merupakan urusan pribadi". Demikian juga. "Nama marga merupakan ikatan turun-temurun. kasus yang terjadi di Banyuwangi untuk membangun “hegemoni budaya Osing” sesungguhnya hanya merupakan sarana penguasa daerah untuk mencapai penguasaan sumber daya ekonomipolitik yang lebih besar. Dalam konteks otonomi daerah. Alisjahbana tetap menggunakan nama marga seperti halnya sejumlah tokoh lain. orang yang berdarah Batak. Seharusnya sebagai. bukan tanpa alasan. dari perspektif etnisitas mobilitas identitas etnik yang terkait degan paham keagamaan (Muhammadiyah) juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bersifat negatif atau positif bagi pihak-pihak yang terlibat dalam persaingan memperebutkan jabatan politik Bupati Lamongan. Ketika dihubungi wartawan untuk konfirmasi. Pilihan tindakan demikian sudah diperhitungkan untung ruginya bagi yang bersangkutan. Forum Komunikasi Batak (FKB) Jawa Timur menyesalkan Calon Wali Kota Surabaya Alisjahbana dari Partai Kebangkitan Bangsa yang selama ini dianggap enggan mencantumkan nama marga Sitepu dalam berbagai kesempatan. Kasus-kasus serupa banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Alisjahbana tidak pernah menggunakan nama marganya.93 Masih dalam Kaitannya dengan pemilihan kepala daerah. penghilangan (penyembunyian) nama marga Sitepu bagi Alisjahbana. Menurut Ketua FKB Jawa Timur. dengan nama lengkap Alisjahbana Sitepu. Sejak bekerja di Pemerintah Kota Surabaya selama 30 tahun lebih. tetapi ada kepentingan tertentu (ekonomi-politik) yang akan diraih dalam proses interaksi social dan jika nama marga itu tetap dilekatkan justru akan menghambat pencapaian kepentingan tersebut. FKB Jatim juga menunjukkan fotokopi ijazah Alisjahbana saat lulus sebagai sarjana teknik ITB Bandung 1974. Senin.

yang mendorong masyarakat Aceh menjadi anti-Jawa (lihat. dan tradisi social budaya sebagai sarana pengikat social dan pembangun solidaritas social. senantiasa berhadapan dengan penolakan atau resistensi social dari kelompok-kelompok etnik yang terkena kebijakan tersebut. identitas keIslam-an. Brown.94 di Pattini di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. orang Pattani-Muslim. 1999: 33-47). sejarah social. khususnya etnik yang dianggap kelompok dominant atau pribumi. kebijakan politik etnik negara dan Pemerintah Thiland memperluas batas-batas social budaya identitas suatu kelompok etnik. kebijakan pembangunan regional Pemerintah Thailand yang bersifat deskriminatif dan hanya menguras sumber daya local. yang berusaha keras untuk menegaskan aspek-aspek identitas budaya masyarakat Pattani melalui penetrasi kebudayaan Thai dan Buddha. kelompok-kelompok etnik minoritas yang terdisriminasi. telah membangkitkan gerakan perlawanan bersenjata masyarakat Pattani terhadap Pemerintah Thailand. 1994: 1-5). (Brown. Hal yang sama juga dilakukan oleh Penguasa Orde Baru terhadap Aceh. seperti Thai-Buddha. seperti masyarakat Pattani akanmengaktifkan jaringan etnisitas yang berbasis kesamaan asal usul dan leluhur. . Dalam banyak kasus. etnisitas akan berubah menjadi ideology perjuangan untuk menghadapi negara yang telah membuat diri mereka tidak nyaman dan terancam serta mengganggu kelangsungan hidup kelompok etnik. Di samping terjadinya penetrasi budaya dominant (dominance ulture). 1994). Dalam konteks demikian. Dalam studi-studi konflik etnik. untuk menghimpun kekuatan dan modal perjuangan menghadapi hegemoni negara dan penetrasi kelompok etnik dominan (Thai). Sementara itu. negara dan kebijakan-kebijakan para penguasanya mengambil peranan yang besar terhadap tumbuhnya peristiwa konflik etnik dan kekerasan social di berbagai negara (Renner. Konflik-konflik dan kekerasan social berbasis etnisitas yang terjadi di Indonesia menjelang akhir kekuasaan Orde Baru hingga sekarang merupakan akibat dari kesalahan kebijakan pembangunan daerah dan ketidakbecusan penguasa Orde Baru mengelola kemajemukan masyarakat kita (Kusnadi.

khususnya untuk memenuhi kebutuhan primernya. atau Kabupaten Sumenep Kepulauan. 2004ab. Beban kehidupan rakyat semakin berat. saya perkirakan bahwa sifat rakus politik danserakah ekonomi penguasa di daerah dan kebijakan-kebijakannya yang tidak memihak kepentingan rakyat akan menjadi pemicu konflik sosial yang berskala luas di daerah. Mereka bisa saja menggunakan basis legitimasi berdasarkan unsur-unsur etnisitas yang berkaitan dengan kesamaan . busung lapar. (Prasetyo. Bahkan. 2005) Dalam masa otonomi daerah ini yang pendekatan pembangunannya berorientasi pada aspek kewilayahan. Substansi berdemokrasi belum memberikcan keuntungan bagi rakyat dankebijakan-kebijakan publikyang dihasilkan oleh negara juga belum memihak pada kepentingan rakyat. kurang gizi. dan mahalnya biaya pendidikan. sebagaimana pcrnah terjadi dalam sejarah sosial kita. Banyuwangi Selatan. harus dilihat sebagai persoalan konflik politikkebijakan berbasis etnisitas dengan pernerintah kabupaten setempat. Hal yang sama bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh penguasa pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif) era otonomi daerah. Keetidakpuasan rakyat yang meluas terhadap perilaku pemimpinnva dapat mendorong timbuhnya revolusi sosial. Konflik sosial ini tidak hanya terjadi di kalangan internal antar-elite daerah.95 2001). (Lucas. Gagasan sebagian masyarakat beberapa waktu yang lalu untuk membentuk Kabupaten Jember Selatan. eksplorasi etnisitas sebagai ideologi perjuangan kelompok masyarakat yang dirugikan oleh kebijakan pembangunan daerah akansemakin berpeluang. 2004) Di saat rakyat harus berjuang melawan kemislcinan. tetapi praktik-praktik kekuasaan yang muncul lebih parah daripada perilaku kuasa rezim Orde Baru. Walaupun kita telah memasuki era demokrasi dan masyarakat mulai tumbuh kekuatannya untuk terlibat dalam proses bernegara. ketidakadilan hukum. 2005 dan Putra. tetapi juga melibatkan penguasa daerah dengan rakyat secara keseluruhan dan antar kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. para penguasa daerah justru berpesta pora menghambur-hamburkn uang rakyat yang diperoleh dengan jalan menjarah.

Gresik dengan nelayan Weru Kompleks. 2005) Pada dasarnya. kesejarahan. (Kusnadi. Lamongan. dannilai-nilai baru yang dimunculkan karena faktor karakteristik geografis. atau nilai-nilai budaya lainnya. membedakan dirinya dengan masyarakat di Jember Utara. Hal yang samajuga berlaku untuk nelayan Madura asal Kraton. kasus konflik nelayan yang meluas di berbagai daerah perairan Jawa Timur.96 budaya. yang telah lama berkonflik memperebutkan sumber daya perikanan di Perairan Selat Madura. bahasa. Kedua pihak mendefinisikan identitas dirinya sebagai kelompok nelayan yang berbeda satu sama lain berdasarkan nilai-nilai sosial-budaya dan sejarah sosial yang membentuk eksistensi mereka. atau Sumenep Kepulauan. nasib sosial. tradisi dan adat istiadat. dan Sumenep Daratan. konflik sosial berbasis etnisitas yang berlangsung secara masif tidak ada yang semata-mata terjadi karena perbedaan-perbedaan sosial-budaya yang bersifat horizontal. tetap dilihat sebagai kasus konflik sosial berbasis etnisitas. 2002) Konflik nelayan Ujung Pangkah. Identitas kebudayaan Madura ternyata tidak mampu mendamaikan kedua kelompok nelayan tersebut. Pasuruan dan nelayan Kwanyar. Aspek- . Berdasarkan eksplorasi nilai-nilai budaya di atas. gaya hidup. Aspek lain yang ikut memberikan kontribusi terhadap timbulnya konflik nelayan tersebut adalah semakin tingginya kelangkaan sumber daya ekonomi-perikanan dan kompetisi memperebutkannya. walaupun mereka bagian dari masyarakat Jawa Pesisiran. masyarakat di Jember Selatan. Demikian pula. sejarah sosial. seperti agama. Bayuwangi Utara. merupakan akibat dari kekurangmampuan pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) dalam memahamkan esensi otonomi daerah yang terkait dengan batas-batas administrasi daerah dan kewenangannya mengelola potensi sumber daya laut setempat kepada masyarakat nelayan di kawasan pesisir. yang dianggapnya lebih tepat dan menguntungkan kehidupannya dalam interaksi sosial. (Kusnadi dkk. Bangkalan Selatan. Banyuwangi Selatan. Masing-masing pihak mendefinisikan eksistensinya berdasarkan nilai-nilai lokalitas yang kontekstual.

penguatan kapasitas masyarakat harus dilakukan dengan membangun fondasi kesadaran struktural-kultural bernegara dan berbangsa agar memiliki kemampuan dalam berdiskusi dengan elite daerah untuk memberi arah pada kebijakan pembangunan daerah yang memihak kepentingan masyarakat luas. keseriusan. bukan otonomi pemerintah daerah (pemda). 1997). Di tengah-tengah karakter rezim otonomi daerah yang masih belum beradab dan manusiawi. Otonomi daerah hat-us ditafsiri sebagai otonorni masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing. dengan jalan merumuskan kebijakan pembangunan dan pembuatan regulasi daerah yang bersifat transparan. rezim otonomi daerah dalam masa transisional ini harus belajar bagaimana meminimalisasi timbulnya konflikkonflik sosial yang berbasis etnisitas dan keagamaan. dan pengorbanan yang besar. karena esensi pemerintah daerah hanya sebagai alat pembangunan daerah. jalan untuk membangun fondasi kesadaran strukturalkultural di atas masih sangat panjang. demokratis. dampak konflik secara psikologis sangat mencekam masyarakat dan secara sosial-ekonomi memberatkan masa depan kehidupan mereka yang terlibat konflik. pada tataran sosial. maka konflik sosial yang terjadi akan semakin intensif dan keras (Kusnadi dan Burhanuddin. Upaya untuk meretas jalan menuju perdamaian abadi juga sangat sulit karena membutuhkan kesabaran. . dan berdimensi keadilan sosial. seperti akses dan penguasaan sumber daya ekonomipolitik (kekuasaan) senantiasa terlibat. Bahkan semakin tinggi nilai sumber daya yang diperebutkan dan kondisinya terbatas. Berdasarkan uraian di atas.97 aspek vertikal-struktural. Dalam situasi demikian. Sementara itu. dengan berbagai cara. berorientasi kerakyatan.

kita harus mendefinisikan manusia . MORAL. DAN HUKUM A. maka manusia punya telinga. Hewan punya kaki. serta rendahnya budaya hukum masyarakat. dan (d) budaya hukum masnyarakat. maka akan muncul berbagai macam pertanyaan. MANUSIA DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN Manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya pada dsarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. (c) aparatur hukum.98 BAB 6 MANUSIA. jika terjadi perbedaan seperti itu. Tatkala terjadi dilema antara materi hukum. Ada yang bisa melihat dan ada yang (maaf) buta. pengembangan spremasi hukum sangat tergantung pada empat komponen. maka manusia punya kepala. Apa itu manusia? Apa beda manusia dengan makhlukmakhluk lain? Apa nilai-nilai kemanusiaan itu dan berbagai macam definisi manusia. Dari segi fisiologis bisa dikatakan tidak ada beda antara manusia dengan hewan. Nilai tersebut berupa : etika yang erat hubungannya dengan moralitas. Hewan punya telinga. maka manusia pun punya kaki. Jika kita mendefinisikan manusia hanya melalui segi fisiologis saja. maupun estetika yang berhubungan dengan keindahan. Di antara manusia itu saja terjadi perbedaan bentuk fisik. yakni (a) materi hukum. artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. ada yang langsing. NILAI. Ada definisi yang memandangkan dari segi fisiologis ada juga yang memandangnya dari segi sosiologi. maka kita akan dibuat kebingungan. Dari segi fisiologis bahwa manusia itu makhluk yang mempunyai fisik hampir sama dengan hewan. maka mana yang pantas disebut sebagai manusia? Maka dari itu. Ada yang gendut. kurus. kurangnya sarana dan prasarana hukum. maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikan pada rasa keadilan hukum masyarakat. Dalam realitas sosial. (b) sarana prasarana hukum. Demikian pula dalam pengembangan estetika yang akan menjadi wujud budaya masyarakat sangat mungkin terjadi dilema dan benturan dengan nilai etika. Hewan punya kepala. Membicarakan mengenai manusia. konflik di antara penegak hukum.

tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. Tetapi kita juga jangan lupa bahwa manusia itu juga punya fitrah/kecenderungan untuk menyempurnakan diri. NILAI BUDAYA Banyak definisi tentang kebudayaan. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syariat (budaya syar'iy) di samping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Maka. ada yang berpendapat bahwa manusia itu hewan yang berakal. hati. Bagaimana manusia menyempurnakan dirinya? Manusia dalam proses penyempurnaan diri itu membutuhkan yang namanya pengetahuan. itulah nilainilai kemanusiaan. tetapi ketika "membumi". Dengan demikian. Fitrah manusia adalah punya sisi baik dan buruk. maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya di mana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agarna bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Karena dari segi fisik memang tidak ada beda dengan hewan tetapi yang membedakannya adalah akal. Pengetahuan seperti apa yang betul? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". keyakinan. dan norma yang dianut masyarakat yang memengaruhi perilaku mereka dalam . tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Nilai-nilai kemanusiaan adalah suatu hal yang dapat memanusiakan manusia atau bisa dikatakan juga kembali kepada fitrah manusia. Definisi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahi-Nya akal. dan fisik. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat Di sisi lain. ada kebudayaan umat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam.99 kembali dengan sudut pandang lainnya. Pengetahuan yang dirnilikinya itulah yang akan menentukan apakah proses penyempurnaan diri yang dia lakukan itu memang sudah benarbenar sempurna ataukah belem. nilai. Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal. B.

yaitu: teori. perasaan. 3. . 1. dan fantasi disebut aspek ekspresif dari kebudayaan. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. 5. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang sama-sanna menekanlcan intuisi.100 upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. 4. agama. Nilai agama. Ketika manusia menentukan dengan objektif identitas bendabenda atau kejadian-kejadian. maka manusia mengenal nilai seni. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dankebesaran yang menggetarkan di mana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang mahagaib. dan solidaritas. 2. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. ekonomi. Berbeda dengan hewan. Di samping sebagai fasilitas. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti pikirannya. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. kuasa. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. ulanusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. Nilai ekonomi. maka manusia mengenal nilai agama. Nilai kuasa. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Kombinasi antara nilai teori dan ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progresif dari kebudayaan. Nilai teori. seni. Nilai seni. Jika yang dialami itu keindahan di mana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya.

dengan manusia yang mencapai puncak kesempurnaannya. ulama yang rasional. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. pekerja sosial. politisi yang pejuang. Budaya progresif akan mengembangkan cara berpikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Kesempurnaan pada suatu maujud (ciptaan) berbeda dengan kesempurnaan pada maujud (ciptaan) lainnya. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab‟i). amarah. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan.Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memerhatikan halal dan haram. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan.101 6. Demikian pula halnya dengan hewan yang seluruh . persahabatan dan simpati sesama manusia. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Misalnya. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. sedankan puncak dari budaya ekspresif bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. artinya. sebagai dirinya (malaikat). Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. yang telah mencapai tingkat tertinggi dan akhir kesempurnaannya. yang lebih dipengaruhi olch nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. menghargai orang lain. dan sebagainya. insan kamil berbeda dengan malaikat kamil. Nilai solidaritas. Malaikat adalah maujud yang diciptakan dari akal murni. dan lainnya. schingga ada sosok orang yang materialis. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. Terdapat perbedaan antara malaikat. syahwat. sedangkan pendukung budaya ekspresif biasanya statis atau tradisional. ilmuwan yang mistis. Pendukung budaya progresif pada umumnya dinamis dan siap digantikan olch generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. dan sebagainya. pada malaikat sama sekali tidak terdapat unsur materi. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. seniman. hawa nafsu.

karena memang mereka tidak diciptakan untuk diuji. ada yang bersyukur dan ada pula yang kajir. Insan kamil adalah manusia yang seluruh nilai insaninya berkembang secara seimbang dan stabil. PERLUNYA KESEIMBANGAN NILAI-NILAI INSANI Kamal atau kesempurnaan manusia terletak pada kestabilan dan keseimbangan nilai-nilainya. Sesuungguhnya Kami menunjukinya jalan yang hurus. mereka tidak layak untuk diuji. suatu makhluk yang mulki-malakuti. sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an: Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). tercipta juga keseimbangan dalam perkembangannya. Yang dirnaksud dengan keseimbangan di sini adalah: seiring dengan perkembangan potensi-potensi insaninya. malaikat dan hewan terletak pada susunan unsur dan zatnya. Kemudian ia akan sampai pada satu fase atau tahapan di mana ia akan diuji. insane. Lain halnya dengan manusia. la dapat dianggap sempurna ketika mampu menyeimbangkan dan menstabilkan serangkaian potensi insaninya. Yakni.102 substansinya bersifat materi. adalah maujud yang terdiri dari apa yang ada pada malaikat (akal) dan apa yang ada pada hewan (nafsu). Al-Insan: 2-3) Kami telah menciptakan manusia dari nutfah (sperma) yang di dalamnya terdapat banyak campuran. Orang-orang bijak mengatakan: "Hakikat dan substansi keadilan adalah keseimbangan dan keselarasan". Tidak demikian halnya dengan makhluk-makhluk lainnya. C. Tidak satu pun dari nilai-nilai itu yang berkembang tidak selaras . karena itu Kami jadikan dia mendengnr dan melihat. Perbedaan antara manusia. pada diri manusia tertimbun serangkaian potensi. Manusia dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya dapat dianggap sempurna. ketika tidak hanya kecenderungan pada satu nilaidari sekian banyak nilai yang ia miliki. (Q S.

Keberadaan insani yang satu merupakan organ yang unik dan beragam. Potensi pribadi akan bisa memengaruhi suasana komunitas.103 dengan nilai yang lain. Kesalehan pribadi atau integritas diri merupakan sebuah fondasi yang penting dan utama dalam mengubah diri dan sosial. Seseorang yang saleh dan teruji dan kuat akan bisa menjadikan komunitas sekitarnya salah. insan yang unggul dan teruji dapat dengan kuat memengaruhi komunitas tanpa dia sendiri terpcngaruh oleh komunitas itu. Nilai-nilai kebaikan dari seseorang yang saleh belum teruji kalau dia tidak berinteraksi dengan komunitas sebagai makhluk sosial. lalu Ibrahim menunaikannya. AlBaqarah: 124) D. Al-Qur'an menyebut manusia yang nilai-nilai insaninya berkembang seimbang dan sempurna ini sebagai "imam": Dan (ingatlah). KESALEHAN PRIBADI DAN SOSIAL Manusia dalam keberadaannya di muka bumi senantiasa berada dalam dua lingkup yaitu dalam lingkup personal (pribadi) dan sosial. Allah berfirman: Sesunguhnva Aku akan menjadikanmu bagi sehlrult manusia. . Akan tetapi. tetapi dalam sebuah komunitas suasana tolong-menolong dan komunikasi biasa bisa memberikan sebuah perubahan yang bertahap. Tidak hanya dari segi nilai saja yang disebarkan. (QS. Potensi personal merupakan sebuah inti atau core manusia dalam mencapai kesempurnaan dirinya sebagai insani menuju insan kamil (manusia yang sempurna). Hanya insan yang belum teruji atau lemahlah yang akan terpengaruh oleh lingkungan yang ada. Setiap insan atau personal mempunyai potensi yang diberikan sama oleh Allah dalam rangka beribadah kepada-Nya. Kemampuan insan akan semakin terasah dan teruji kalau dia dihadapkan dengan insan yang lain dan pada sebuah komunitas yang berada di sekeliling dia. akan tetapi tidak sedikit koniunitas justru mewarnai pribadi itu sendiri menjadi sebuah budaya. ketika ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan).

akan tetapi sekaligus menyatakan dirinya sebagai aliran yang komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. tetapi ajaklah mereka yang pengensaleh tetapi terjerumus pada kesalahan atau terkesima oleh inggar-bingar duniawi yang menyesatkan. yaitu Janganlah kita masuk surga sendirian atau saleh untuk sendiri saja. dari pandangan filosofisnya tentang alam. Di antara agama-agama yang ada dalam sejarah. Saleh untuk kita dan juga untuk orang lain.104 Perubahan sebuah komunitas berawal dari insan-insan yang berubah menuju kesalehan dan satu sama lainnya saling melengkapi dalam menebarkan kesalehan. Islam sebagai agama dan umat. hingga pada pedoman kehidupan individual. Islam memiliki keistimewaan tersendiri. terlibat pertarungan ideologis hampir di semua bidang dan pengaruh. Sebuah unglcapan yang mungkin bisa dijadikan perenungan. Perubahan berawal dari perubahan di sekitar atau sekelompok orang yang mempunyai alam pikiran yang sama dan saling menghargai di antara perbedaau yang ada dan tidak saling mengganggu dan merusak. dan bertahap menjadi sebuah koinunitas yang saleh. akan tetapi memerlukan waktu dan tahapan yang mau tidak mau dikerjakan dengan kesungguhan dan kerja keras yang lama dan berkesinambungan. la tidak membatasi dirinya pada hubungan manusia dengan Tuhan atau penyucian jiwa semata (sebagaimana agama Masehi). . tanamkan dalam diri kita kesalehan pribadi dan bersosial. Perubahan sosial meinang tidaklah sebentar.

Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu . yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya. Hakikat dan Makna Sains Sains dalam istilah Inggris berarti science berasal dari bahasa Latin yaitu scientia. 1. Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery).322SM). Di antaranya pandangan Aristoteles (384 SM . DAN SENI BAGI MANUSIA Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi. serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi.105 BAB 7 MANUSIA. Menurut Immanuel Kant (1724 -1804) pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pcngalaman. karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi) yang melingkupi makna pengetahuan tersebut. Tetapi tidak semua ilmu itu boleh dikatakan sains. bahwa pengetahuan menipakan pengetahuan yang dapat diindra dan dapat merangsang budi. mengolah. melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. dan hukum yang mendasarinya. Pengertian pengetahuan sendiri sebagai istilah filsafat tidaklah sesederhana dipahami pada umumnya. moral. Menurut Descrates ilmu pengatahuan adalah serba budi. Kegunaan nyata iptek bagi manusia sangat tergantung dari nilai. HAKIKAT DAN MAKNA SAINS. DAN SENI A. TEKNOLOGI. TEKNOLOGI. penciptaan (invention). yang berarti knowledge atau ilmu pengetahuan (P Medawar. dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Iptek tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa iptek mencerminkan keterbelakangan. 1986). olch Bacon dan David Home (1711-1776) diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. norma.

melalui eksperimen secara teori. Sains memberilcan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pcngctahuan itu. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineering-nya. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. metode atau proses yang berguma. dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban . Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. kebenaran pengetahuan. pengetahuan Penelitian dasar bertujuan untuk menambah sebagai ilmiah. d) Merasa pasti bahwa setiap pendapat. teori. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapinya supaya didukung oleh fakta atau gejala. melainkan mendukung dalam mencapai tujuan ilmu itu sendiri. namun terbuka untuk dibuktikan kembali. b) Selektif. terlepas dari prasangka pribadi yang bersifat subjektif. dan sebagai apa yang disebut generikmeliputi usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. sehingga bcnar-benar objektif. perencanaan sistematis. Untuk mencapai suatu pengalaman yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian.106 berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal: a) Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar langkah berkelanjutan llmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pcngetahuan alam dan pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Bukan membahas tujuan ilmu. Penelitian pengembangan diartikan penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan penciptaan bahan-bahan. c) Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indra dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.

teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Menurut Ellul. Jadi. terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga . Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. Hakikat dan Makna Teknologi Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya. metode. dalam tulisannya berjudul "The Technological Society" tidak mengatakan teknologi tetapi teknik. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang miliki keahlian tertentu. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Teknologi itu sendiri memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial. Batasan ini bukan dalam bentuk teoretis. Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubahan bentuk dari alam).107 atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan pendekatan scientific dan ia menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis. meski arti dan maksudnya sama. dan metode yang pasti. dari Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. langkah. Seperti yang diungkapkan Jacques Ellul (1912-1994). teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. 2. istilah teknik digunakan tidak untuk mensin. keterampilan itu menjadi lebih teknik.

atinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi. meliputi berbagai kehidupan manusia. sampai kenyataan bahwa teknologi adalah segala hal. Bahkan ilmu ekonomi juga terserap teknologi. Pembicaraan mengenai knowledge economy di . e. digambarkan oleh Ellul sebagai berikut: a. mampu mengonsentrasikan kapital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Teknologi yang berkembang dengan pesat. Luasnya bidang teknologi. c. Rasionalitas. memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. saling berinteraksi dan saling bergantung. artinya semua teknik bersatu. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan nonteknis menjadi kegiatan teknis. Monisme. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. g. 1998). Fenomena teknik pada masyarakat kini. bahkan dapat menguasai kebudayaan. dan segala hal adalah teknologi. artinya dalam hal metode. Teknik meliputi bidang ekonomi. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. Otomatisme. Contohnya dengan berkembang pcsatnya ilmu pengetahuan ekonomi. Artifisialitas. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. Otonomi. Dengan teknik. Adapun teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. f. b. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. d. Knowledge Economy (KE) menurut salah satu definisi merupakan segala aktivitas ekonomi di mana penciptaan dan eksplorasi pengetahuan (knowledge) memainkan peran utama dalam menciptakan kemakmuran (United Kingdom Department of Trade and Industry.108 teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai tujuan insani. Universalisme. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menghilangkan batasan-batasan demografi semakin mempercepat proses penyebaran pengetahuan dan akhirnya juga kegiatan ekonomi. Karakteristik khusus dari KE seperti yang digunakan oleh Pemerintah New Zealand dalam pengembangan knowledgeeconomynya menyebutkan bahwa keberadaan dari KE dapat dicirikan melalui . Perkembangan kegiatan ekonomi saat ini yang oleh Tofler telah diramalkan sebeluinnya sebagai gelombang ketiga dengan peranan dari teknologi informasi yang semakin pesat. Evolusi ini pun berubah dari (natural) resources menuju knowledge di mana pcnggunaan teknologi semakin intensif. Bagaimana untuk menanam benih misalnya atau bagaimana menjual suatu barang tentu memerlukan pengetahuan dan penggunaan pengetahuan tersebut telah semakin meningkat semenjak Revolusi Industri. Hanya saja yang membedakannya adalah porsi penggunaan pengetahuan dan informasi tersebut dalam kegiatan ekonomi saat ini menjadi semakin intensif sehingga membuat perubahan yang cukup besar dalam kegiatan ekonomi dan mengubah basis dari keunggulan kompetitif (Business Week com). Hat ini seperti dijelaskan ramalan Toffler. tampaknya akan terus berubah. Tentu saja ini berkaitan dengan dua latar belakang yang mengantar perkembangan gelombang ketiga ini yaitu globalisasi dan teknologi informasi. Bukan rahasia dan juga bukanlah hal yang baru bahwa pengetahuan (knowledge) merupakan hal yang penting dalam kegiatan ekonomi. Setiap kegiatan ekonomi bagaimanapun juga selalu didasari oleh pengetahuan.109 beberapa literatur sering mengaitkannya dengan peran teknologi khususnya teknologi informasi yang kemudian mempereepat penyebaran informasi. maka di era perkembangan teknologi informasi banyak orang menghubungkan knowledgeeconomy dengan industri berteknologi tinggi seperti telematika dan jasa-jasa keuangan. Jika di masa Revolusi Inkustri kemakmuran diciptakan melalui penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga kerja manusia.

Di mana hardware merupakan produk sementara software lebih kepada ide. Gabungan keduanya akan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda karena begituide tersebut masuk ke pabrik. Lihat juga Yahoo! Inc yang sahamnya diperdagangkan pada nilai 40 kali nilai bukunya (Business Week.Dengan kata lain. Setelah Revolusi Industri di mana produksi barang menjadi semakin efisien melalui penciptaan econornies of scale. Peningkatan dalam intensitas pengetahuan ini didorong oleh kombinasi dua kekuatan yaitu revolusi TI dan peningkatan kecepatan dari perubahan teknologi. organisasi. Perkembangan KE juga didukung oleh dua kekuatan. penciptaan ide yang kemudian direalisasikan dalam bentuk produk juga akan semakin menggandakan keuntungan yang didapat. Modal utama perusahaan-perusahaan tersebut adalah pada kekuatan "ide". Sementara globalisasi didorong oleh deregulasi nasional dan internasional. perubahan tersebut merupakan perubahan dari hardware ke software. pembelajaran. Di akhir 2007 lalu Microsoft yang hanya memiliki 31. Kita bisa melihat banyak contoh perusahaan yang telah menikmati kekayaan dari penciptaan ide. Ide bersifat cepat menyebar seperti virus dan teknologi mampu meciptakan skala elconomi. dan juga revolusi komunikasi yang berbubungan dengan TI. Perusahaan lainnya Mc Donalds's dengan karyawan 10 kali lebih banyak memiliki 1/10 dari kapitalisasi pasar. dan inovasi.110 peningkatan peran dari pengetahuan sebagai faktor produksi dan dampaknya terhadap kemampuan.com).000 karyawan. . memiliki kapitalisasi pasar sebesar $600 (billion) triliun. Yang jelas produk masih akan tetap ada namun siapa yang akan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut adalah persoalan siapa yang memiliki software (ide) tersebut. utama yaitu: peningkatan intensitas pengetahuan dalam kegiatan ekonomi dan maraknya globalisasi dari kegiatan ekonomi. maka biaya produksinya akan semakin mendekati nol.

Contohnya dalam organisasi negara. berdasarkan penelitian mutakhir. hukum. Teknologi modern. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bersifat padat karya (menyerap banyak tenaga kerja). mekanis elektrik. Teknologi meliputi bidang organisasional. manajemen. olahraga. seperti pendidikan. b. . ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan sampai akhirnya manusia takluk pada teknik. menggunakan alat setempat. Teknik meliputi bidang manusiawi. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat. Teknologi tradisional. dan lain-lain. Pada masyarakat teknologi. menggunakan alat setempat. c. pemerintahan. menggunakan bahan impor. berdasarkan alat penelitian. jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri antara lain: padat modal. c. Teknik telah menguasai seluruh sektor kehidupan manusia. jenis teknologi ini mempunyai cirri-ciri antara lain: padat karya. menggunakan bahan setempat. kerja. yaitu: a. menggunakan keterampilan setempat. Secara hierarki teknologi dibedakan menjadi tiga macam teknologi. dan berdasarkan kebiasaan dan pengamatan. hiburan. bagi seorang teknik negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik.111 b. Teknologi madya. dan obat-obatan. dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat. manusia harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak adalagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. tetapi dianggap sebagai perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. dan militer. seperti administrasi.

112 3. Dalam seluruh sejarah kebudayaan manusia pun ditandai dengan seni manusia sebagaimana terungkap dalam pelbagai ragaul karya seni. Manusia tak pernah tergantung dan tunduk sepenuhnya pada lingkungan alamiah tertentu. Namun alat itu sejak mulanya lebih merupakan alat artis daripada alat seorang pekerja. Manusia adalah pencipta lingkungannya. suatu kekuatan yang dapat menghidupkan dan memperkaya batin manusia dan . dan lain sebagainya dianggap orang yang menghasilkan kreasi-kreasi baru yang berbeda dengan sebelumnya. yakni pembentukan lingkungan materiil menjadi lingkungan yang manusiawi berkat keterampilan dan kreativitas manusia. musikus. terpisah dari masyarakat. Karya seni merupakan wujud dari keseluruhan serta keagungan hati manusia. Mungkin sulit memisahkan permulaan kesenian dan kebudayaan manusia. Maka sejak awal mulanya. manusia pernah didefinisikan sebagia a tool-using animal. Sering kali para artis. seniman. Namun para pelaku yang dianggap seniman tersebut sering kali hanya dapat berkarya dalam lingkungan estetis kebudayaan mereka dan memanfaatkan idiom-idiom yang digunakan masyarakat meraka. Oleh sebab itu. apa pun macamnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kreativitas unik. Pandangan ini mengatakan bahwa kegiatan artistik yang benar. Namun dewasa ini. seni hanya diekspresikan oleh segelintir orang dan audiensi yang eksklusif. segala aktivitas seni pun tak mungkin dilepaskan dari eksistensi serta aktivitas masyarakat secara keseluruhan. binatang yang menggunakan alat. Maka seni merupakan aktif-kreatif-dinamis. Maka keliru bila ada yang menganggap bahwa karya-karya seni itu bersifat individual dan eksklusif. Hakikat dan Makna Seni Menurut pandangan tradisional. pandangan semacam itu dianggap terlalu sempit dan eliteis. Seni adalah suatu nilai hakiki yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. pelukis. Seni memang tiada lain dari keindahan yang terpancar dari segi batin yang halus. manusia adalah sang artis. karena aktivitas sosial pada hakikatnya bersifat artistik.

dinamis. dan Seni bagi Manusia Dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh sebab itu. Adapun seni atau lebih khusus lagi. yang juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antar kebudayaan yang berlainan coraknya. penafsiran personal. umumnya dilihat sebagai praksis filosofis yang justru identikdengan berbagai ketidakpastian. melainkan melambangkan juga kehadiran masyarakat. Oleh sebab itu. Seni adalah nilai yang secara kreatif mendorong manusia kearah pemenuhan martabat manusia sebagai manusia. Salah satu sebabnya. diskursus lersebut tidak mungkin muncul tanpa sejarah. Di sini. seni rupa modern. Teknologi.113 masyarakat. Kehadiran karya seni selalu mengandaikan kehadiran suatu masyarakat yang berjiwa kreatif. Suatu karya seni tidak saja melambangkan kehadiran sang artis. misalnya orang mengenal eksistensi kebudayaan Jawa ataupun kebudayaan-kebudayaan lain yang juga memiliki unsur seni Wayang. Sudah tentu. Seni juga merupakan segi batin masyarakat. Memahami seni suatu masyarakat berarti memahaini aktivitas vital masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif. 4. Menonton Wayang. menghargai dan memahami seni adalah penting. Karenanya suatu karya seni selalu bersifat sosial. Atau melalui Candi Borobudur orang dapat berkontak dengan denyut nadi kehidupan kebudayaan Buddhis. dan subjektivitas. Hakikat dan Makna Sains. boleh jadi ialah karena pemahaman umum tentang teknologi sebagai perpanjangan tangan dari sains modern yang dianggap selalu berurusan dengan kepastian rasional dan serba keterukuran dalam logika positivisme. benar adanya apa yang dikatakan Janet Woll. seniman yang menciptakannya. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan pandangan . seni berperan sebagai jalan untuk memahami kebudayaan suatu masyarakat. dan agung. berbagai pendapat yang mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara bipolar masih sering terdengar. bahwa scni adalah produk sosial.

Sementara di sisi lain. Kelahiran fotografi dan sinema telah membawa perubahan besar dalam kebudayaan manusia. di mana eksperimentasi dan riset menjadi tulang punggung dalam pencapaian kesejahteraan manusia. melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin.114 khalayak yang di satu sisi memahami teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara konkret. Sebuah pendobrakan terhadap tataran konsep pemisahan seni dan teknologi. Kehadiran genre video art mempertemukan dua perangkat tersebut bagai dua sisi mata uang logam. intuisi. dunia pra reflektif manusia dan khazanah rasawi yang tak terjamah. film. . Memang tidak bisa dimungkiri kehadiran kamera. Namun berbagai penemuan tersebut semakin memisahkan seni dan teknologi di masa itu hingga menjangkau dalam tataran konsep. dan video telah menciptakan sintesis antara dunia imaji dalam seni dengan perangkat teknologi reproduksi mekanik. Demikian paparan dari Agung Hujatkajennong pada diskusi yang berlangsung dalam rangka pameran Video Sculpture di Jerman Sejak 1963 di ITB. Sejarah sendiri mencatat bagaimana pada paruh pertama abad ke20. menciptakan spesialisasi dalam bidang-bidang kehidupan manusia demi terwujudnya praktik dan disiplin keilmuan yang otonom. terjadi perubahan mendasar dalam konsep tersebut. Keterkaitan antara keduanya hanya samar-samar terlihat dalam hal keinginan untuk terus menemukan sesuatu yang baru. kedua bidang tersebut telah menghasilkan puncak-puncak penemuan dalam kebudayaan modern. Tetapi dalam dekade 60-an. berdampak pada kehidupan manusia. Pemisahan ini tidak terlepas dari ambisi manusia sendiri untuk mengejar modernitas. 9 Juni lalu. Pendapat-pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya keliru melihat pemisahan yang secara sadar atau tidak memang dilakukan oleh para pelaku teknologi dan seni tersebut.

video art memang . Sejak berkembangnya video art sampai sekarang. Televisi yang hadir dalam dekade 60-an. teater.115 Menanggapi berkembangnya video art. pendapat bahkan ideologi yang terselubung. Secara sejarah. dan seni memang berada dalam sebuah konteks sama mengusung pada kemajuan budaya manusia. video art justru lahir dari kecurigaan dan kritisme terhadap seni dan telrnologi. ekonomi secara besar-besaran dalam kehidupan manusia. Di mana seni dan peralatan teknologi sendiri digunakan untuk menggambarkan kritik tersebut. Terlepas dari kehadiran video art sebagai bentuk kritik. Pada tataran tertentu. karya-karya dalam video art menuntut kita untuk mendefinisikan kembali model persepsi estetik secara baru karena karakter-karakter inheren medium video yang khusus membedakan dengan seni lukis. Video art yang hadir dalam bentuk kritisme terhadap seni dan teknologi disajikan dalam bentuk berbeda. penggunaan perangkat teknologi terbaru juga menyertai setiap karya yang hadir. tari. Kritik yang sama terhadap budaya TV dan budaya tontonan juga ditampilkan dalam pameran video art bulan ini. bahkan sinema sekalipun. politik. Karya-karya purwarupa video art juga mendeskonstruksi konvensi narasi dan pola yang pcnting hadir dalam sinema/film. menjadi sebuah jargon teknologi informasi yang sangat agresif. Sejak pertarna kali televisi ditemukan telah menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan hiburan. Sistem komunikasi ini yang mampu mendorong perubahan sosial. Video merupakan rangkaian citra bergerak dan suara yang terikat dengan waktu berbeda dengan lukisan. Video art hadir dalam berbagai bentuk teknologi visual yang secara konseptual seiring dengan diskursu. Ketika fotografi dan film/sinema hadir sebagai kebaruan dari teknologi dan seni. informasi. Agung menjelaskan bahwa seni yang hadir lewat teknologi video memiliki ciri unik sendiri. yang berkembang dalam praksis seni rupa. Kebutuhan akan televisi telah memicu lahirnya sistern komunikasi yang baru. teknologi. Salah satu fenomena yang menjadi kritik terhadap seni dan telrnologi adalah televisi.

Di satu sisi. . maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif.116 merupakan sinergi paling menguntungkan antara seni dan teknologi. Kemudahan itu didapatkan dari kreativitas seni dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan teknologi. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. Penggunaan teknologi nuklir. memperbaiki bibit pada bidang pertanian. Perkembangan arus informasi dan makin gemerlapnya dunia dengan teknologi. Dengan tujuan yang sama untuk memajukan budaya manusia sekaligus menyejahterakannya. seharusnya bisa menjadi stimtilan yang baik bagi para saintis/teknokrat dan seniman di Indonesia untuk lebih memahami proses perubahan budaya di masyarakat berkaitan dengan adaptasi dan aplikasi seni dan teknologi. sehingga perkeinbangan seni tidak mandek dengan kanon-kanon yang klasik seperti seni lukis dan seni patung saja. yang dimanfaatkan untuk keperluan. Kolaborasi di antara pihak-pihak tersebut akan mengembalikan praksis seni dan teknologi pada fitrahnya sebagai techne. penemuan-penemuan teknologi telah menyumbangkan sistem bahasa yang baru bagi seni. tetapi setiap orang akan berusaha setiap langkah untuk mendapat kemudahan. Sudah menjadi sifat dasar manusia bila telah terpenuhinya keinginan. Seni sebagai sebuah imaji batin yang mampu dirasa bersanding dengan penerapan teknologi yang agresif. dan lain sebagainya. misalnya: a. seharusnya dilengkapi dengan keterlibatan seni dalam perkenalan dengan manusia. Techne yang merupakan proses kreatif seni dan ilmu pengetahuan juga telah melahirkan teknologi yang tidak hanya modern tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan dan keiuginan manusia. Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). Proses-proses kreatif yang hadir dari seni.

manusia mengalami ketegangan akibat penyerapan iptek. teknologi juga dapat membuat macammacam media pendidikan. Lingkungan manusia menjadi terbatas. Keadaan tertekan demikan. Manusia melebur dengan mekanisme iptek. tetapi kadang manusia tidak hadir didalamnya atau pekerjaannya. tidak berhubungan dengan padang rumput. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK PADA KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA Pengaruh negatif iptek secara manusiawi dirasakan pada masyarakat dewasa ini. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak pola komunikasi manusia. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. Alat rumah tangga mempermudah ibu-ibu melaksanakan tugasnya di dapur. Teknologi pengendalian air sungai. seperti OHP. Dalam dunia pendidikan. seperti alat-alat masak. mungkin pekerjaan itu tidak dapat ditinggalkan sebab akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. c. Peleburan manusia dalam mekanisme iptek. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. B. Bendungan dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. akan mengilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. Iptek telah mengubah lingkungan manusia dan hakikat manusia. pantai. menuntut kualitas dari manusia. slide. Situasi tertekan. misalnya dengan membuat irigasi modern sehingga petani mendapat kemudahan memperoleh air. seorang pekerja meskipun sakit atau lemah ataupun ada berita duka bahwa anaknya sedang sakit di rumah sakit. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh iptek. TV. pepohonan atau gunung . b. Contoh yang sederhana manusia dalam hari makan atau tidur tidak ditentukan oleh lapar atau kantuk tetapi diatur oleh jam. dan lain-lain yang mempermudah para pendidik melaksanakan tugasnya. dan mekanisme-mekanisme iptek. Gambaran kondisi tersebut sebagai berikut: a. Contoh pada sistem industri ban berjalan. terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri.117 b.

padahal individu perlu hubungan sosial. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat secara ideologis. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat. Iptek harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. d. tetapi pertu memanusiakan . artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. Artinya.118 secara langsung. iptek manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. Proses sekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. Struktur sosiologi massa dipaksakan oleh kekuatan-kekuatan iptek dan kebijakan ekonomi (produk industri) yang melampaui kemampuan manusia. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. manusia terlepas dari hakikat kehidupan. Perubahan waktu dan gerak manusia. Terbentuknya suatu masyarakat massa. atau persaingan kelas. sehingga irama kehidupan harus tunduk kepada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusia dan nilai sosial. Sebelumnya. e. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. Waktu hanya memiliki kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi dan sosial. politik. bebas dari tekanan-tekanan. Melalui iptek bukan menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. sehingga sinar matahari pagi tidak menyentuh permukaan kulit manusia. Iptek manusiawi dalam arti ketat. Akibat iptek. manusia hanya membentuk masyarakat massa. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. yaitu kegagalan adaptasi dan pergantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknis. yang ada hanyalah bangunan tinggi dan padat. Terjadi neurosis obsesional atau gangguan saraf menurut beberapa ahli. c. dan detik. maka muncul keguncangan. menit. Akibat iptek. tidur diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia sifatnya konkret dan alamiah.

Manusia bukan menjadi objek iptek tetapi harus menjadi subjek iptek. Akselerasi perubahan secara drastis dapat mengubah situasi. menjadi sementara. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. pulpen bertinta yang permanen dengan bolpoin yang dibuang setelah habis. Organisasi. 3. Jarak fisik semakin tidak berarti. Tempat. perusahaan) maupun hubungan informalnya (kelompok minum kopi). yaitu: 1. melainkan bersifat dangkal dan terbatas. namun hakikatnya sistemnya sendiri telah mengalami banyak perubahan. lebih-lebih iptek mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik. dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Namun hubungan manusia dengan organisasi hubungan kelompok task force yang semuanya . maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. misalnya. secara kiasan terdapat “orang yang dapat dibuang”. tidak berbeda misalnya dengan minuman kaleng. 4. Secara kiasan tempat pun seolah-olah cepat terpakai dan habis.119 iptek. Hubungan manusia dengan organisasi menjadi mengalir dan beraneka ragam. dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan.instansi pemerintah. Alvin Toffler. Kontak antarmanusia tidak menyangkut keseluruhan personalitas. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. baik hubungan formalnya (departemen. Bandingkan. hubungan manusia dengan benda tidak awet. masyarakat amat mobile penuh dengan ”nomad baru”. hubungan manusia dengan manusia pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. 2. Manusia. Kondisi sekarang rnanusia itu menjadi objek iptek dan harus selalu menyesuaikan dengan iptek. hubungan tempat dengan manusia menjadi lebih sering. dan lebih sementara. mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah eskalator (alat mempercepat) yang dahsyat. Manusia dapat kehilangan individualitas dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. Benda.

120

pada hakikatnya merupakan kelompok ad hoc atau hanya untuk keperluan khusus. 5. Ide, hubungan manusia dengan ide bersifat sementara karena image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir di segala bidang aktivitas manusia.

C. PERMASALAHAN PEMANFAATAN IPTEK DI INDONESIA Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia memiliki

kemampuan yang cukup dalam bidang iptek? Upaya untuk membangun daya saing saja tentunya tidak hanya didasari oleh kcinginan untukmemenangkan pasar tetapi juga harus dengan melihat kemampuan yang dimiliki. Indonesia saat ini masih sangat jauh tertinggal dalam bidang teknologi. Indonesia bukan India yang memiliki tcnaga-tenaga ahli di bidang TI yang kemudian dapat menjual layanannya lintas negara dengan memanfaatkan iptek. Yang tersisa dari Indonesia saat ini mungkin adalah budaya dalam pengertian culture dan heritage. Indonesia berlimpah berbagai ragam budaya yang membentang sepanjang Nusantara. Keanekaragaman budaya ini merupakan salah satu karakteristik unik yang mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi produk yang akan menjadi implementasi budaya ini. Bentuk nyatanya tentu saja seperti yang saat ini populer

diperbincangkan banyak orang yaitu industri kreatif (atau ekonomi kreatif). Pengembangan ekonomi kreatif memadukan unsure ide, seni, dan teknologi. Indonesia memiliki daya dukung yang sangat melimpah. Manusia Indonesia (secara rata-rata) mungkin seperti saya, tidak terlalu pintar (kalau tidak mau dibilang bodoh). Namun memiliki kreativitas yang cukup seperti kita bisa lihat dari berbagai mcam peninggalan yang kita miliki. Masalahnya kemudian adalah bagaimana untuk mengembangkan potensi iptek kreatif yang dimiliki Indonesia. Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana mengakomodasi pengembangan bidang yang relatif baru ini di Indonesia sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi dan hal lainnya adalah bagaimana untuk menjaga dan mengembangkan

121

sumber dari iptek kreatif ini yaitu penciptaan ide dari manusia-manusia kreatif Indonesia. Seperti dikutip Kompas.com, Hubert Gijzen, Direktur dan Perwakilan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco), menyampaikan bahwa pengembangan industri kreatif memiliki implikasi ekonomi yang jauh lebih luas, lebih dari sekadar menciptakan nilai tambah yang besar tetapi juga dapat mengangkat pembangunan manusia dan sosial. Dalam membangun industri kreatif yang di dalamnya termasuk industri budaya, kata Hubert, harus didorong terjadinya dialog interkultural. Saya pikir, kesimpulan yang disampaikan oleh Sardono W Kusumo masih dalam diskusi yang sama oleh Kompas, bisa juga menjadi perhatian bahwa penciptaan lingkungan yang mendukung adanya kebebasan untuk berkreasi adalah salah satu sarana untuk terus menjaga agar benih-benih manusia kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki posisi seperti yang diimpikan Indonesia Forum dalam visi 2020. Dalam hal ini perlu ada kebebasan individu dan negara harus menciptakan iklim untuk tumbuhnya kebebasan berkreasi itu.

122

BAB 8 MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A. EKOLOGI MANUSIA DAN KESADARAN INDIVIDU DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN Secara alamiah, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memkihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia menyikapi dan mengelola lingkungannya yang pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola perdaban dan kebudayaan. Ekologi manusia, menurut Amos H. Hawley (1950: 67) dikatakan, "Human ecology maybe defirzed, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia). Frederick Steiner (2002: 3) mengatakan, "This new human ecology over emphasizes complexity over-reductionism, focuses on changes over stable states, and expands ecological concepts beyond the study of plants and animals to include people.This view differs from the environment determinism of the early twentieth century”. (Ekologi manusia baru menekankan pada overreduksionieme yang cukup rumit, memfokuskan pada perubahan negara yang stabil, dan memperluas konsep ekologi melebihi studi tentang tumbuhtumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia. Pandangan ini berbeda dari determinisme lingkungan pada awal-awal abad ke-20). Menurut Gerald L. Young (1994: 339) dikatakan, “Human ecology, then, is an attempt to understand the inter-relation ships between the human species and is its

123 environment” (dengan demikian. Manusia. sebagaimana kita tahu. represents a special application of the general viewpoint to a particular class of living things. Persamaan dari ketiga definisi yang dikemukakan di atas adalah bahwa pengertian “ekologi manusia” merujuk pada suatu ilmu (iokos = rumah/tempat tinggal. sebagaimana ekologi tumbuh-tumbuhan dan manusia. Ini meliputi dua kesadaran bahwa ada perbedaan dalam kesatuan tersebut. Human ecology. he also develops among his fellows an elaborate community of relations comparable in many important respects to the more inclusive biotic community” Jadi. Perbedaan dari ketiga definisi tersebut adalah pada titik tekan (emphasizes) para pakar dalam mendefinisikan “ekologi manusia”. It involves both a recognition af the fundamental unity of animate nature and an awareness that there is differentiation within that unity. like plant and animal ecology. (Ekologi manusia. melainkan sebuah dia juga mengembangkan antara anggota-anggotanya pengalaman . logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya. Man. merepresentasikan penerapan khusus dari pandangan umum pada sebuah kelas khusus dalam sebuah kehidupan. Ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley (1950). Young menekankan pada keterkaitan (interaksi) antara manusia dan lingkungannya saja. not only occupies a nicle in nature‟s web of life. adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya). ruang lingkup ekologi manusia menurut Hawley adalah sebagaimana pernyataannya. Steiner menekankan pada era baru ilmu “ekologi manusia” yang memperluas dari ekologi yang hanya mempelajari lingkungan tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia secara kompleks). Hawley menekankan pada studi tentang bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia (masyarakat) dalam kaitannya dengan lingkungan. tidak hanya bekerja dalam sebuah tempat di jaringan kehidupan. as we have seen. ekologi manusia. yang masing-masing sebagai berikut.

menyatakan bahwa ruang lingkup ekologi manusia meliputi: (1) set of connected stuff (sekelompok hal yang yang sakung terkait). Toleransi atau sikap tenggang rasa adalah bagian dari konsekuensi logis dari kita hidup bersama sebagai makhluk sosial. hak yang sama juga berlaku di sini. Dengan begitu. kita bisa mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungannya adalah suatu bentuk dari toleransi ini. dan (3) scaffolding of place and change (perancah tempat dan perubahan). Steiner (2002). akan tetapi ini sudah masuk pada kewajiban manusia untuk menghormati hak-hak orang lain. tindakan suatu kelompok yang hanya ingin menggapai keuntungan pribadi saja sebaiknya juga harus meletakkan rasa toleransi ini.124 hubungan lingkungan yang sebanding dalam tanggung jawab pentingnya atas lingkungan hidup yang lebih terbuka). (2) integrative traits (cirri-ciri yang integrative). . sebaiknya dihindari dalam perspektif ini. Demikian juga halnya dengan perspektif lingkungan. Kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya bagaimana menciptakan suatu yang indah atau bersih saja. Kesadaran masyarakat yang terwujud dalam berbagai aktivitas lingkungan maupun aktivitas kontrol lainnya adalah hat yang sangat diperlukan untuk mendukung apa yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan penyelamatan lingkungannya. Sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merusak saja. B. Melanggar konsekuensi ini juga berarti melanggar etika berkehidupan bersama. Oleh karena itu. Hak orang lain tersebut adalah untuk menikmati dan merasakan keseimbangan alam secara murni. KESADARAN INDIVIDU DALAM MASYARAKAT Kesadaran individu dalam masyarakat mengenai lingkungan hidup dan kelestariannya merupakan hal yang amat penting dewasa ini di mana pencemaran dan perusakan lingkungan merupakan hal yang sulit dihindari. seperti dikatakan Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu menghargai satu dan lainnya.

3. adalah manusia yang hidup secarabermasyarakat. Kerusakan suatu lingkungan akan berakibat pada manusia itu sendiri. Oleh karena itu. sepanjang kehidupan saat ini masih berjalan dengan normal. Tidak memikirkan akibat yang akan terjaki. Lingkungan fisik segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda mati.125 Kondisi senyatanya dari masyarakat kita mengenai kesadaran lingkungan hidup ini tampaknya masih tercermin seperti apa yang dikatakan P. Sebab untuk menjaga semuanya itu tidak ada lagi yang bisa dimintai pertanggungjawaban kecuali manusia sebagai pemakai/ pengguna itu sendiri. maka dalam bab ini kita akan membahas pada salah satu jenis perusakan lingkungan. memelihara. dan bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan. dan tidak terlaluingin mengganggu. Joko Subagyo. Lingkungan sosial. dan demikian pula sebaliknya. 2. masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk. Rasa tepa salira yang cukup tinggi. Lingkungan merupakan unsur penentu dari kehidupan mendatang. sebagai bentuk usaha kuratif maupun preventif. Lingkungan merupakan unsur . Kesadaran melapor (jika ada hal-hal yang tidakberkenan dan dianggap sebagai mkawan hukum lingkungan) tampaknya masih kurang. ahli lingkungan membagi kriteria lingkungan hidup dalam tiga golongan besar. 4. 3. Keberadaan lingkungan tersebut pada hakikatnya meski dijaga dari kerusakan yang parah. Suatu kehidupan lingkungan akan sangat tergantung pada ekosistemnya. yakni: 1. 2. Untuk membahas hal ini. Lingkungan biologis: segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda hidup. yakni pencemaran lingkungan baik udara maupun air dan sekaligus membahas mengenai cara menanggulanginya. C. mencintai. bahwa ada beberapa hat yang perlu kita perhatikan: 1. PENCEMARAN LINGKUNGAN Umumnya. Hal ini dirasakan akan mengakibatkan masalah lingkungan semakin panjang. Tanggung jawab mengenai kelestarian alam masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali.

Pencemaran itu lebih banyak terjadi karena limbah pabrik yang masih murni. tanah. semua fasilitas yang digunakan. Misalnya. Misalnya. Dengan demikian. satuan berat unsur atau senyawa dalam air bungan. Dampaknya pada . usianya. Unsur senyawa kimia yang diizinkan. metode operasinya dan lain-lain. Kemudian jumlah maksimum yang dapat dibuang dalam setiap unit produksi. baik air. Salah satu prosuk dari kerusakan lingkungan itu adalah pencemaran. Pencemaran air. maka orientasi untuk menjaga lingkungan semesta pun akan bisa digunakan untuk mencapai tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi semata. keadaan lingkungan yang dotata sebaikbaiknya untuk menjaga kehidupan kini dan mendatang. maupun udata. di samping perkiraan atas pengaruh yang bersifat kimia. maka dituntut perkiraan mengenai biaya keseluruhan teknologi linkungannya. di samping perkiraan atas sebagainya. apabila pelaksanaanya sesuai dengan program yang telah dijalankan. Kemunduran yang seperti itu dimulai dari sebuah gejala pencemaran dan kerusakan lingkungan yang belum begitu tampak. Perubahan ini bukannya menunjukkan perkembangan yang optimus dan mengarah pada tuntutan zaman namun malahan sebaliknya. misalnya bisa dikategorikan melalui ukuran zat pencemar yang diizinkan dibuang pada suatu jangka waktu tertentu. Dengan demikian. dalam produksi setiap ton kertas tidak diperbolehkan sekian kilogram zat padat dan lain sebagainya. sehingga menjadi fatal jika itu tak bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsi sebenarnya. fisis dan biologis. dan mereka belum melalui proses waste water treatment atau pengolahan. Bagi program pembangunan itu sendiri. maksimum ppm. Ini disadari. Misalnya.126 penentu dari kehidupan mendatang. teknik penggunaannya. Lingkungan alam merupakan prasyarat pokok mengapa dan bagaimana pembangunan itu diselenggarakan. Pencemaran lingkungan yang berdampak pada berubahnya tatanan lingkungan karena kegiatan manusia atau oleh proses alam berakibat lingkungan kurang berfungsi. maka hal itu akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup seriuas. Pencemaran berakibat kualitas lingkungan menurun.

permukiman akan menimbulkan sisa buangan. Sarana utama yang diterapkan adalah pengaturan sifatnta tradisional dan biasanya berupa izin serta persyaratan pemakaian teknologi pencemaran. cair. Di samping adanya sumber daya alam. udara adalah sumber daya alam yang mengalami pencemaran sebagai akibat sampingan dari aktivitas manusia itu. sistem transportasi. . Mulanya pencemaran diakibatkan dampak teknologi buatan manusia atau hasil produksi yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. Selain dari aktivitas unanusia. Proses perkembangan teknologi. seperti kegiatan gunung berapi. tiupan angin terhadap lahan gundul berdebu dan lain sebagainva juga merupakan sumber dari pencemaran udara. Akibat pengembangan industri. perlu adanya kesadaran bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Sehingga dengan cara demikian. pembangunan dan peningkatan populasi (jumlah banyaknya penduduk) selama dekade-dekade terakhir mengakibatkan berlipatnya aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupannya. jelas sangat merusak dan berakibat fatal bagi lingkungan secara keseluruhan. proses alami. Instrumen ekonomis merupakan hal yang relative baru. Kebijaksanaan lingkungan ditujukan kepada pencegahan pencemaran. Aktivitas manusia itu sendiri merupakan sumber pencemaran yang sangat potensial. maka dapat dipersiapkan pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan dalam bentuk pengembangan positif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan tersebut. Contohnya: pungutan (charges) pencemaran udara dan air serta uang jaminan pengembalian kaleng atau botol bekas (deposit fees). dan padat yang jika dibuang ke lingkungan hidup akan menimbulkan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. alam air dan tanah. gas.127 lingkungan secara umum. Kita perlu memperkirakan pada perencanaan awal suatu pembangunan yang akan kita lakukan. Oleh karena itu.

dan ini barangkali yang paling fatal adalah. yaitu partikel dan gas. Bahan pencemar udara digolongkan dalam dua golongan dasar. gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. area. klimatologi. menurunnya kualitas sumber daya dan kemudian tidak bisa dimanfaatkan lagi. Akibat lain. NO2. dan geografi. hidrokarbon. pembakaran sampah. topografi. sumber penceman udara dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar. Karenanya pengetahuan lingkungan perlu ditingkatkan guna mencapai kesadaran masyarakat. Konsentrasi bahan pencemar yang terkandung dalam udara bebas dipengaruhi banyak faktor. Melihat kondisi pencemaran itu. sehingga pengelompokannya menjadi dua. kondisi metereologi. Adapun sumber bergerak adalah kendaraan angkutan.128 Menurut sifat penyebaran bahan pencemarannya. dan bergerak. sifat khas bahan pencemar. adalah penting bagi kita untuk menyadari bahwa ini ancaman yang serius bagi manusia. dan berbagai gangguan lain. Sumber titik dan area dapat dijadikan satu kelompok. dan letusan gunung berapi. Sehingga tingkat pencemaran udara sangat bervariasi baik terhadap tempat maupun waktu. Akibat lainnya adalah tidak atau kurang berfungsi satu atau beberapa elemen lingkungan dikarenakan kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran tersebut. yaitu konsentrasi dan volume bahan penceman yang dihasilkan suatu sumber. CO2. . Dari banyak jenis gas yang berperan dalam masalah udara adalah SO2. Dalain konsentrasi yang berlebih. yaitu sumber titik. D. oksidan. Termasuk ke dalam sumber stasioner adalah kegiatan rumah tangga. NH3 dan H2.PENGENDALIAN PENCEMARAN Salah satu akibat yang paling pasti dari adanya pencemaran adalah perubahan tatanan lingkungan alam atau ekosistem yang sebelumnya secara alami telah terjadi. yakni sumber stasioner dan bergerak. tanaman dan materiil. industri.

tidak sekadar dihindari. Karena itu. dan udara di dunia ini. Terlebih lagi karena sungai adalah sumber air yang digunakan untuk makan dan minum bagi makhluk hidup. sifat aslinya. Sehubungan dengan itu.35 Tahun 1991 tentang Sungai. namun juga di negara-negara yang sedang berkembang dimana proses dan praktik industrialisasi mulai diterapkan. Di samping itu.129 Dengan akibat-akibat seperti itu. . air. Pencemaran pada sungai misalnya. maka perlu dengan perkiraan pada perencanaan awal. 11/1974 tentang Pengairan. Pelestarian sungai dari pencemaran pengendalian meliputi atas perlindungan. pemerintah hendaknya memerhatikan pelestarian sungai. Terlebih lagi karena sungai adalah kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian. sungai sebagai sumber air. Pencegahan terhadap pencernaran merupakan upaya yang sangat besar bagi penyelamatan masa depan bumi. maka sudah tidak bisa ditunda lagi bahwa pencemaran haruslah. harus dihindari dan dicegah karena sungai merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. maka diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan sebagai proses dalam pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan. maka peraturan itu bisa digunakan sebagai pedoman dalam rangka menjalankan aktivitas yang pada akhirnya mengancam bahaya kelestarian sungai. sehingga dengan cara demikian dapat dipersiapkan langkah pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan pengembangan dampak positif dari kegiatan tersebut. industrialisasi yang tidak memenuhi standat kebijaksanaan lingkungan hidup adalah faktor utama mengapa pencemaran terjadi. penggunaan. akan tetapi diperlukan juga tindakan-tindakan preventif atau pencegahan. Tidak hanya di negara maju di mana industrialisasi sudah mencapai puncaknya. Sebelumya. sebagai pelaksanaan UU No. sangat penting fungsinya sarana penunjang utama dalam pembangunan nasional. Hal ini berpedoman pada prinsip bahwa air dalam sungai akan bisa menjadi sumber malapetaka. pencemaran memang sudah banyak terjadi. dari pengambangan. Dengan menyadari bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Misalnya dan kerusakan dengan dikeluarkannya PP Ni.

Dalam UU No. Hal ini penting mengingat kebutuhan kelestarian lingkungan yang ada di sekitarnya. maka setidaknya harua ada landasan bagaimana industrialisasi yang tak merugikan. baik lingkungan fisik maupun sosio-psikologis. Sebab yang demikian inilah yang disebut sebagai partisipasi dari kesadaran masyarakat. maka masyarakat pun harus mendukung sekaligus mengontrol dari pelaksanaan berbagai kebijakan itu. E. Pencegahan pencemaran industri dimulai dari tahap perencanaan pembangunan maupun mnegoperasian industri. Mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran. Jika industrialisai merupakan proyek pembangunan yang tak bisa dihindari guna kemajuan manusia. Dengan melihat kepedulian pemerintah dalam hal penyelamatan lingkungan hidup. termasuk di dalamnya adalah belajar. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP INDIVIDU Lingkungan merupakan salah satu faktor vang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu. baik polusi udara yang diakibatkannya maupun buangan limbah hasil proses mengelolahan barang mentahnya sangat berbahaya bagi makhluk hidup. pemilihan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi.130 Pencemaran akibat industri misalnya.23/1997 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) Pasal 14 ayat 2 dinyatakan bahwa di samping ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup. dan yang lebih penting lagi adalah pemilihan teknologi yang dapat guna proses pengelolahan limbah industri termasuk daur ulang dari limbah tersebut. merupakan hal yang harus dihindari kareana. studi yang menyangkut pengaruh dari pemilihan industri terhadap kemungkinan pencemaran melalui prosedur AMDAL maupun ANDAL. ketentuan mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP. dalam Pasal 17 UULH dinyatakan bahwa: Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang dilakukan scara menyeluruh dan/atau secara sektoral ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan. Hal tersebut meliputi pemilihan lokasi yang dikaitkan dengan rencana tata ruang. .

akan mengakibatkan berubahnva tabiat manusia sebagai manusia. sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya. pemalu. Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu. maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali. Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orangorang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi. walaupun diberinya cukup makanan dan minuman. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang. b. canggung. karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami danmengecap alam sekitarnya. Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahuntahun permulaan perkembangannya. Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakcan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik.131 Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empiris yang berarti pengalaman. dan lain-lain. dapat kita ikuti pada uraian berikut: a. karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. karena manusia hidup adalah manusia yang berpikir dan serba ingin tahu serta mencoba- . maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya. Dapat kita bayangkan andai kata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu. Manusia tidak bisa melepaslcan diri seeara mutlak dari pengaruh lingkungan itu. akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia.

Contoh: air dapat digunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung kerumah. c) Sesuatu yang diikuti individu.132 coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya. Dalam hal ini. Adapun penyesuaian diri autoplastis. karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temanya yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengentifikasi. individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. baik secara aloplastik maupun autoplastis. apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh: air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya. . sedikit banyaknya sifat rajin dari temanya akan diikutinya sehingga lama-kelamaan dia pun menjadi anak yang rajin. artinya individu itu berusaha untuk mengubah lingkungannya. Contohnya : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk. namun lamakelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak mengalami gangguan lagi. pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan. b) Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Lingkungan memiliki peranan bagi individu. penyesuian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. sebagai: a) Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Penyesuian diri alloplatis. d) Objek penyesuian diri bagi individu.

133 D. Dari sisi ke-Indonesia-an. bisa berwujud pengembangan ilmu pengetahuan. perekominian. Dalam era globalisasi unsur-unsur budaya saling memengaruhi dari satu budaya ke budaya lain. Pengaruh positif. 1. Iklim keterbukaan itu akibat perkembangan teknologi informasi yang merupakan bagian dari perkembangan iptek. Dengan sistem komunikasi dunia yang terbuka. Ogburn berpendapat. ISU-ISU PENTING TENTANG PERSOALAN LINTAS BUDAYA Kebanyakn masyarakat dunia dewasa ini disatukan oleh sistem komunikasi dunia. (2) terjadi guncangan budaya (cultural shock). Pengaruh globalisasi tersebut dapat dikelompokkan pada dua macam. Kejadian di suatu masyarakat atau di suatu tempat tidak akan luput dari sototan media komunikasi sehingga masyarakat di tempat lain pun mengetahuinya. Ketidakseimbangan perubahan kebudayaan materiil dengan kebudayaan immateriil disebut kesenjangan kebudayaan. Persoalan lintas budaya dapat diartikan pula sebagai perkembangan modernisasi yang berkembang terus menjadi globalisasi. sehingga ukuran norma dan nilai menjadi lebih lunak. Secara umum. politik mengarah pada pelaksanaan yang lebih sistematis dan logisrasional. persoalan lintas budaya menjadi tak terelakan lagi. persoalan lintas budaya umumnya terkait dengan perkembangan di dunia memengaruhi atau dipengaruhi. berkembangnya teknologi yang lebih baik. perkembangan sistem pemerintah. Dampak negatif dari globalisasi adalah bergesernya norma dan nilai moral. persoalan lintas budaya ini adalah: (1) kesenjangan kebudayaan (cultural lag). bahwa perubahan kebudayaan materiil cenderug lebih cepat dibandingkan perubahan kebudayaan immateriil. Kesenjangan kebudayaan adalah pertumbuhan atau perubahan unsur kebudayaan tidak sama cepatnya. yaitu : pengaruh positif dan negatif. Globalisasi adalah sistem atau tatanan yang menyebabkan suatu negara tidak mungkin mengisolasi diri akibat kemajuan teknologi dan komunikasi. Kesimbangan dalam kehidupan masyarakat (social equilibrium) tidak selalu berarti tidak menginginkan perubahan atau berhenti pada suatu .

rasa cemas dalam dirinya sudah berlaku. Kecakapan (skill) meyangkut budaya yang dapat dipelajari mengenai lingkungan budaya yang akan dimasuki. keadaan ekonomi. Tahap kesembuhan. ditandai dengan suatu perasaan dendam. senang bergaul dan seterusnya. Faktor internal. Tahap penyesuian diri: sekarang orang tersebut sudah membanggakan sesuatu yang dilihat dan dirasakannya dalam kondisi yang baru. korban mampu melampaui tahap kedua. Penyesuaian diri antarbudaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. b. keadaan geografis. sepertibahasa. dan lain sebagaiuya. yang dimaksud dengan sikap adalah kesediaan mental yang terbina melaiui pengalaman yang memberikan pengarahan atau penbaruh bagaimana seseorang . ”Orang macam apa dia?Jababannya : emosional. di antaranya faktor internal dan eksternal. hidup dengan damai. Watak ialah segala tabiat yang membentuk seluruh kepribadian seseorang.134 titik. pemberani. Selain kedua faktor di atas. Guncangan kebudayaan adalah ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan pola kehidupan sosial ylng tidak serasi fungsinya bagi masyarakat. Menurut Alport. kadang-kadang disebut tahap bulan madu. sebagai pengalaman baru yang menarik. perubahan yang terjadi dalam suatu unsur tidak mengganggu unsur yang lain atau unsur yang lain diharapkan menyesuaikan diri sehingga terjadi keseimbangan 2. yang dalam bahasa sehari-hari biasanya merupakan jawaban dan pertanyaan. Tahap inkubasi. Tetapi makskudnya. adat istiadat. Tahap krisis. menurut Brislin (1981) ialah watak (trait) dan kecakapan (skills). c. tata krama. d. sikap (uftitude) seseorang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya. Ada empat tahap yang membentuk siklus cultural shock. pada saat inilah terjadi korban cultural shock. bertanggung jawab. yaitu: a.

Pekerjaan yang itu dilakukannya. b. Besar kecilnya perbedaan antar kebudayaan tempat asalnya dengan kebudayaan lingkungan yang dimasukinya. c. Demikian sebaliknya lingkungan yang negatif dapat mengubah atau bahkan merusak kebiasaan yang telah berjalan baik selama ini. Suasana lingkungan tempat ia bekerja. Dengan demikian penting kemudian mencermati lingkungan sekitar kita dalam beraktivitas dan bertindak. . Faktor eksternal vang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya adalah: a. Suasana lingkungan yang terbuka akan mempermudah seseorang menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan suasana lingkungan yang tertutup. Lingkungan yang berasal dari luar dan bernilai positif dapat diadaptasi dan dipraktikkan menjadi kebiasaan keseharian.135 menanggapi segala macam objek atau situasi yang dihadapinya. dapat yaitu apakah dengan pekerjaan latar yang dilakukannya ditoleransi belakang pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya.

Problematika kehidupan tersebut perlu ditelaah dan disikapi dengan serius guna tidak jatuh pada penafsiran kebudayaan yang keliru. Kajian multidisipliner dibutuhkan untuk memberihan penjelasan lebih terbuka dan luas terkait kerumitan sosial-budaya yang telah semakin kompleks. sekaligus instan. kebudayaan Indonesia haruslah ditempatkan sebagai konsepsi dan strategi dalam pembangunan nasional. dan ngedate/pacaran yang di kalangan generasi muda saat ini merupakan perilaku sosial yang dibiasakan dan mendapat pemakluman bersama dari publik. merupakan cermin dari perubahan kebudayaan masyarakat yang dinamis. KESIMPULAN Mendekati pelbagai realitas dan fenomena sosial-budaya saat ini sering kali membutuhkan pengkajian secara bersama dalam pelbagai sudut pandang yang luas dengan tetap mempertahanhan perspektif keilmiahan masing-masing bidang keilmuan. bermain facebook. Karena tujuan akhir dari pengembangan kebudayaan sejatinya ialah untuk kemajuan peradaban manusia yang lebih baik. Demikian juga tujuan kesejahteraan sosial bagi setiap warga negara RI dapat tercapai. pakaian jeans. nongkrong di mall. proses integrasi sosial dan politik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap kukuh terpelihara. Kebudayaan dalam konteks keindonesiaan beberapa tahun terakhir telah diguncang oleh serbuan kebudayaan asing sehingga memengaruhi perilaku dan tata hidup generasi muda. .136 BAB 9 PENUTUP A. Kebudayaan asing dalam realitasnya harus diakui telah berhasil memengaruhi arah kebudayaan Indonesia yang multikultur. Lahirnva budaya hybrid (persilangan instan) seperti kebiasaan minum Coca Cola. Sebagai bangsa yang bermartabat. Dengan ini.

kolusi. rumah kaca. Dengan ini. Beberapa problematika sosialbudaya dan politik yang beberapa tahun terakhir muncul di hadapan publik dan dianggap penting untuk dijadikan sorotan banyak pihak sebagai berikut: 1) Bagaimana menyikapi pelbagai perilaku elite yang telah kehilangan hati nurani. TINJAUAN KE DEPAN Mahasiswa dan para pengkaji keilmuan sosial dan budaya perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang keanekaragaman. dan kesadaran hidup sehat. ia memiliki sikap kritis. dan nepotisme yang telah membakar menjadi permasalahan krusial yang menyedot perhatian publik. bagaimana menyikapinya untuk pemeliharaan kerukunan di tempat lain? 6) Bagaimana mewujudkan masyarakat multikultur dan memanfaatkan kondisi masyarakat yang multikultur tersebut bagi pembangunan nasional di Indonesia? . bagaimana penataan dan pengelolaannya? 5) Pelajaran dari Maluku dan Sulewesi terkait bencana sosial berupa konflik etnik dan religius (1998-2003) menjadi sorotan tajam tentang upaya pembenahan kerukunan hidup antar-umat bcragama yang belum optimal. kawasan tertinggal. 3) Kemiskinan. peka. Untuk itu. sampah.137 B. 4) Kondisi lingkungan hidup yang semakin buruk seperti hutan gundul akibat pembakaran dan pembakaran hutan. pencemaran lingkungan. dan kemartabatan manusia sebagai makhluk individu dan sosial. kesetaraan. dan arif atas setiap keragaman budaya dan kultur dalam kehidupan bermasyarakat. limbah industri. kejujuran. penting menyampaikan tinjauan kondisi terkini untuk dijadikan bahan kajian bersama ke depan. dan nilai etis yang sering kali ditampilkan di ruang publik? 2) Penataan birokrasi (Good Governance) yang lambat akibat dampak korupsi. terpencil. dan persoalan kesejahteraan sosial dinilai masih menjadi catatanpenting bagi pembenahan strategi perekonomian Indonesia ke depan.

Tidak jarang persoalan tentang beda keyakinan dan akidah berujung pada benturan fisik baik secara horizontal dan vertikal. khususnyadi Indonesia. komputer. Hal ini terutama kaitannya dengan pendapatan perekonomian primer masyarakat Indonesia seperti bidang pertanian.138 7) Bagaimana seharusnya generasi muda menyikapi seni dan kesenian di tengah deras globalisasi. juga menjadi kajian utama yang dicarikan solusinya ke depan. Gejala sosial seperti ini penting menjadi telaah serius ke depan. 10) Pemanfaatan potensi kelautan dan pariwisata nasional yang mulai lesu setelah perubahan iklim dan cuaca dekade terakhir yang tidak menentu. 9) Perubahan iklim dan cuaca yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia. yaitu meletakkan mana yang seni dan mana yang pornografi/pornoaksi? Dampak negatif kemajuan teknologi informasi seperti internet. humaniora. peternakan. utamanya akibat gempa dan tsunami. dan TV sangat berpengaruh bagi keberhasilan pendidikan akhlak dan karakter anak-anak bangsa. dan perikanan. dan agamawan dengan kondisi tersebut? 8) Munculnya beragam keyakinan dan akidah baru termasuk menjamurnya lembaga keagamaan baru di Indonesia menjadi bagian dari kerumitan sosial yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. . HV. Bagaimana peran ilmuwan sosial. teknologi.

139 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful