BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sistem Perbankan Syariah Indonesia dimulai tahun 1992 dengan digulirkannya UU No. 7/1992 yang memungkinkan bank menjalankan operasional bisnisnya dengan sistem bagi hasil. Pada tahun yang sama lahir bank syariah pertama di Indonesia, Bank Syariah Muamalat Indonesia (BMI). Hingga tahun 1998 praktis bank syariah tidak berkembang. Baru setelah diluncurkan Dual Banking System melalui UU No. 10/1998, perbankan syariah mulai menggeliat naik. Dalam 5 tahun saja sejak diberlakukan Dual Banking System, pelaku bank syariah bertambah menjadi 10 bank dengan perincian 2 bank merupakan entitas mandiri (BMI dan Bank Syariah Mandiri) dan lainnya merupakan unit/divisi syariah bank konvensional. Pendatang-pendatang baru perbankan syariah dipastikan terus bertambah mengingat pada akhir 2003, beberapa bank konvensional sudah mengantungi ijin Bank Indonesia untuk membuka unit/divisi syariah tahun ini. Sistem ekonomi berbasis Syariah, belakangan ini makin populer bukan hanya di negara-negara Islam tetapi juga negara-negara barat, yang ditandai dengan makin suburnya bank-bank yang menerapkan konsep syariah. Di Indonesia perkembangan pemikiran tentang perlunya menerapkan prinsip Islam dalam berekonomi muncul pada 1974. Tepatnya digagas dalam sebuah seminar „Hubungan Indonesia-Timur Tengah‟ yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK). Perkembangan pemikiran tentang perlunya umat Islam Indonesia memiliki lembaga keuangan Islam sendiri mulai berhembus sejak itu, Seiring munculnya kesadaran baru kaum intelektual dan cendekiawan muslim dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Pada awalnya memang sempat terjadi perdebatan yang melelahkan mengenai hukum bunga Bank dan hukum zakat vs pajak di kalangan para ulama, cendekiawan dan intelektual muslim. Akan tetapi, nampaknya perkembangan pemikiran dan pergumulan ijtihâd panjang dalam masalah hukum „bunga bank‟

1

dan „zakat vs pajak‟ tersebut tidak sia-sia, akhirnya membuahkan hasil yang melegakan dan memuaskan umat Islam Indonesia. Paling tidak, kalau boleh dikatakan „sebuah tonggak‟ sejarah baru kebangkitan ekonomi Islam di Indonesia, tepatnya pada hari Ahad, 3 November 1991 untuk pertama kalinya sebuah Bank Islam dilaunching pendiriannya di Istana Bogor yang Panitia Penyelenggaranya diketuai oleh Prof. Dr. Ir. M. Amin Aziz (sekarang Ketua Yayasan PINBUK) Bank Islam Indonesia ini selanjutnya diberi nama Bank Muamalat Indonesia (BMI). Ketika itu, memang BMI menjadi satu-satunya tumpuan dan harapan 150 juta umat Islam Indonesia. Bahkan harapan yang sangat besar untuk kapasitas Bank yang baru seumur jagung. Harapan yang tentunya sangat wajar jika dikaitkan dengan suasana emosional yang menghinggapi umat Islam yang sudah puluhan tahun bercitacita memiliki lembaga keuangan yang menggunakan prinsip syariah yang sekaligus untuk mewujudkan „mimpi‟ akan kebangkitan ekonomi 90% umat Islam yang hidup. Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.

B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Pengertian Bank Syariah? 2. Bagaimana Sejarah Perbankan Syariah? 3. Bagaimana Dasar hokum? 4. Bagaimana Fungsi, Peran, Tujuan, Prinsip serta Ciri-ciri Perbankan Syariah? 5. Bagaimana Produk Perbankan Syariah? 6. Bagaimana Perbedaan IDB, bank syari‟ah dan BPRS? 7. Bagaimana Perbedaan antara bank syari‟ah dan konvensional?

2

bank syari‟ah dan BPRS? 7. Bagaimana Prospek Bank Syari‟ah? 9. Mengetahui dan mengkaji Fungsi. Bagaimana Kendala Pengembangan Bank Syariah? C. Manfaat Penulisan Secara umum penulisan makalah ini bertujuan untuk mengkaji tentang perbankan syariah. Peran. Mengetahui dan mengkaji Perbedaan IDB. Tujuan. Mengetahui dan mengkaji Prospek Bank Syari‟ah? 9. Sedangkan secara khusus penulisan makalah ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui dan mengkaji Mengetahui dan mengkaji Produk Perbankan Syariah? 6. Mengetahui dan mengkaji Dasar hokum? 4. Mengetahui dan mengkaji Kendala Pengembangan Bank Syariah? 3 . Mengetahui dan mengkaji Pengertian Bank Syariah? 2. Mengetahui dan mengkaji Sejarah Perbankan Syariah? 3. Prinsip serta Ciri-ciri Perbankan Syariah? 5. Mengetahui dan mengkaji Perbedaan antara bank syari‟ah dan konvensional? 8.8.

yang memiliki fungsi yang dilaksanakan oleh peran tertentu dalam kegiatan. peti uang dan sebagainya. Pemindahan Uang 2. Kegiatan dan usaha bank akan selalu berkait dengan komoditas antara lain. dan dari banco dalam bahasa italia. usaha bank akan selalu berkaitan masalah uang sebagai dagangan utamanya. Kata peti atau lemari menyiratkan fungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga. 6. sadaqah. Membeli dan menjual surat-surat berharga. fungsi. atau Bank Islam. surat order maupun surat surat berharga. istilah bank tidak disebutkan secara eksplisit. Tetapi jika yang dimaksud adalah sesuatu yang memiliki unsur-unsur seperti struktur. bai‟ (jual beli). mall (harta) dan sebagainya. 3. peti berlian. seperti peti emas. Memberi jaminan kredit. Membeli dan menjual cek wesel. Dalam al-Quran.surat order maupun surat surat berhargalainnya. hak dan kewajibanmaka semua itu disebutkan dengan jelas. 4. seperti zakat. ghanimah (rampasan perang). Menurut Schaik (2001). 5. Memberi kredit. yang berarti peti/lemari atau bangku. 1. Bank syariah. Bank Islam adalah sebuah bentuk dari bank 4 . Menerima dan membayaran kembali uang dalam rekening koan. dayn (utang dagang). Pengertian Bank Syariah Kata bank dari kata banque dalam bahasa prancis.BAB II PEMBAHASAN A. Oleh karena itu. dan 7. merupakan salah satu bentuk dari perbankan nasional yang mendasarkan operasionalnya pada syariat (hukum) Islam. Pada umumnya yang dimaksud dengan bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. manajemen. Mendiskonto surat wesel.

bahkan akan lebih baik bila diberi keringanan. menggunakan konsep berbagi risiko sebagai metode utama. dikembangkan pada abad pertama Islam. larangan terhadap objek dan makhluk. adalah lembaga keuangan yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya sesuai dengan prinsip syariat Islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (missal : usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram. 3. Dari berbagai definisi diatas. harta sebaiknya digunakan dengan rasional dan baik (fair way). Sudarsono (2004). 5. yaitu: 1.modern yang didasarkan pada hukum Islam yang sah. terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai hukum selisih antara kredit dan harga spot. Definisi Bank Syariah menurut Muhammad (2002) dalam Donna (2006). peminjam yang mengalami kesulitan keuangan sebaiknya diperlakukan secara baik. dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya. dapat disimpulkan bahwa perbankan syari‟ah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah(hukum) islam. 6. Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah. usaha media yang tidak islami dll). pertama. kesamaan dan solidaritas. dan kedua. dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional. kondisi umum dari kredit (meliputi. keadilan. Schaik (2001) mengemukakan bahwa terdapat tujuh prinsip ekonomi Islam yang menjiwai bank syariah. 2. 4. 5 . tidak ada pendapatan tanpa usaha dan kewajiban. pengakuan kekayaan intelektual. diberi tangguh waktu.

Adanya larangan-larangan kegiatan usaha tertentu oleh Bank Syari‟ah yang bertujuan untuk menciptakan kegiatan perekonomian yang produktif (larangan menumpuk harta benda (sumber daya alam) yang dikuasai sebagian kecil masyarakat dan tidak produktif. 2. karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Sejarah Perbankan Syariah Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam. pada tahun 1971. yaitu bagi hasil sistem jual beli. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar. yang tidak memungut maupun menerima bunga. sistem sewa beli serta menyediakan jasa lain sepanjang tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip syari‟ah. Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967. dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Dalam Bank Syari‟ah hubungan bank dengan nasabah adalah hubungan kontrak (akad) antara investor pemilik dana (shohibul maal) dengn investor pengelola dana (mudharib) bekerja sama untuk melakukan kerjasama untuk yang produktif dan sebagai keuntungan dibagi secara adil (mutual invesment relationship). 6 . sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. Dengan demikian dapat terhindar hubungan eskploitatif antara bank dengan nasabah atau sebaliknya antara nasabah dengan bank. Masih di negara yang sama. B. 3. menciptakan perekonomian yang adil (konsep usaha bagi hasil dan bagi resiko) serta menjaga lingkungan dan menjunjung tinggi moral (larangan untuk proyek yang merusak lingkungan dan tidak sesuai dengan nilai moral seperti miniman keras. Kegiatan uasaha Bank Syari‟ah lebih variatif disbanding bank konvensional. Bank-bank ini. sarana judi dan lain-lain. mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963.Bank syari‟ah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1.

10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji. 7 . Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975). Dia Asia-Pasifik. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam. Faisal Islamic Bank of Sudan (1977).Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat islam. Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. sejumlah bank berbasis islam kemudian muncul. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an. Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah islam. Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank diantaranya merupakan bank besar seperti Bank Negara Indonesia (Persero). Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden. Bank Rakyat Indonesia (Persero)dan Bank swasta nasional: Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Tbk). Berdiri tahun 1991. Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah.

Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya.Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat. Dasar hukum Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain: 1. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. dan urusannya (terserah) 8 . atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. lalu terus berhenti (dari mengambil riba). 3. 5. 4. C. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah. maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Unsur Gharar (ketidakpastian. saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah. Al-baqarah ayat 275 yang artinya : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila Keadaan mereka yang demikian itu. spekulasi) tidak diperkenankan. Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan. Prinsip perbankan syariahPrinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. 2. Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. Dasar hukum (Dalil Rujukan) 1. Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.

bank syariah dapat meneglola investasi dana nasabah 2. Orang yang kembali (mengambil riba). mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnnya. Ar-Rum ayat 39 yang artinya : “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia. Diantara para ilmuwan dan para professional Muslim berbeda pendapat mengenai tujuan tersebut. mengadministrasikan. pelaksanaan kegiatan sosial. Investor. sebagai berikut: 1. 4. bank islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun. sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syariah. Menurut Handbook of Islamic Banking. bank syariah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan kepadanya. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah. maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)” D. bank Islam berbeda dengan bank konvensional dilihat dari segi partisipasinya yang aktif dalam proses pengembangan sosial ekonomi negara-negara Islam yang dikemukakan dalam buku itu.” 2. Fungsi. Prinsip serta Ciri-ciri Perbankan Syariah Fungsi dan peran bank syariah yang diantaranya tercantum dalam pembukaan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh AAOIFI (accounting and Auditing Organization For Islamic Financial Institution). Peran. Manajer investasi. penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran. perbankan Islam ialah menyediakan fasilitas keuangan dengan cara mengupayakan instrument-instrumen keuangan (Finansial Instrumen) yang sesuai denga ketentuan dan norma syari‟ah. Menurut Handbook of Islamic Banking. bank syariah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagimana lazimnya. mereka kekal di dalamnya. maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. perbankan Islam bukan ditujukan terutama untuk memaksimalkan 9 .kepada Allah. Tujuan. 3. Ada beberapa tujuan dari perbankan Islam.

terdapat beberapa tujuan lain dari perbankan syariah diantaranya sebagai berikut : 1. dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Kazarian. Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk ber-muamalat secara Islam. Pembiayaan bank Islam harus disediakan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. manajer bank Islam Malaysia berhaj. Muhammad Umar Kapra mengemukakan bahwa suatu dimensi kesejahteraan sosial dapat dikenal pada suatu pembiayaan bank. Dalam buku yang berjudul Toward a Just Monetary System. Dr Abdul Halim Ismail.keuntungannya sebagaimana halnya sistem perbankan yang berdsarkan bunga. tujuan saya sebagai manajer dari bank tersebut (bank Malaysia Berhaj) adalah semata-mata mengupayakan setinggi mungkin keuntungan tanpa menggunakan instrumen-instrumen yang berdasarkan bunga. mengemukakan. “sebagaimana bisnis muslim yang patuh. Dengan kata lain para banker muslim tidak beranggapan bahwa suatu bank Islam adalah suatu lembaga sosial. melainkan untuk memberikan keuntungan sosial ekonomi bagi orang-orang muslim. khususnya muamalat yang berhubungan dengan perbankan agar terhindar dari praktek-praktek riba atau jenis-jenis usaha tersebut selain dilarang dalam islam. Usaha yang sungguh-sungguh yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pembiayaan yang dilakukan bank-bank Islam tidak akan meningkatkan konsentrasi kekayaan atau meningkatkan konsumsi meskipun sistem Islam telah memiliki pencegahan untuk menangani masalah ini. 10 . Para banker Muslim beranggapan bahwa peranan bank Islam semata-mata komersial berdasarkan pada instrumen-instrumen keuangan yang bebas bunga dan ditunjukkan untuk mengjasilkan keuangan finansial. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh pengusaha sebanyak-banyaknya yang bergerak dibidang industri pertanian dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasajasa untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Selain itu. juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat.

yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif. program pembinaan konsumen. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. 2. Untuk menyelematkan ketergantungan ummat Islam terhadap bank nonsyariah Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". 11 .2. Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain : 1. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. 5. agar tidak terjadi kesenjangan yang amat besar antara pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana. Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membutuhkan peluang berusaha yang lebih besar tertama kelompok miskin. Unsur Gharar (ketidakpastian. menghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan. 4. 3. 3. spekulasi) tidak diperkenankan. Dengan aktivitas bank syariah akan mampu manghindari pemanasan ekonomi diakibatkan adanya inflasi. pembinaan pedagang perantara. program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama. 6. 4. menuju terciptanya kemandirian usaha. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi. Untuk menanggulangi masalah kemiskinan. yang pada umumnya merupakan program utama dari negara-negara yang sedang berkembangan. Untuk menciptakan suatu keadilan dibidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi. Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana. Upaya bank syariah di dalam mengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjol sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan penguusaha produsen. atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.

4. Beban biaya tersebut hanya dikenakan sampai batas waktu sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. 2. Bank syariah mempunyai ciri-ciri berbeda dengan bank konvensional. bank syariah tidak menerapkan perhitungan berdasarkan keuntungan yang pasti yang ditetapkan di muka. 5. Pengerahan dana masyarakat dalam bentuk deposito tabungan oleh penyimpan dianggap sebagai titipan (al-wadiah) sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang diamanatkan sebagai penyertaan dana pada proyek-proyek yang dibiayai bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah sehingga pada penyimpan tidak dijanjikan imbalan yang pasti. karena pada hakikatnya yang mengetahui tentang ruginya suatu proyek yang dibiayai bank hanyalah Allah semata.5. 3. adapun ciri-ciri bank syariah adalah : 1. yang besarnya tidak kaku dan dapat dilakukan dengan kebebasan untuk tawar-menawar dalam batas wajar. karena presentase bersifat melekat pada sisa utang meskipun batas waktu perjanjian telah berakhir. Selain itu manajer dan pimpinan bank Islam harus menguasai dasar-dasar muamalah Islam. Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah. penggunaan presentase dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran selalu dihindari. Beban yang disepakati bersama pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal. 12 . 6. Di dalam kontrak-kontrak pembiayaan proyek. artinya berkewajiban menjaga dan bertanggung jawab atas keamanan dana yang disimpan dan siap sewaktuwaktu apabila dana diambil pemiliknya. Fungsi kelembangaan bank syariah selain menjembatani antara pihak pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana. Dewan pengawas Syariah (DPS) bertugas untuk mengawasi operasionalisasi bank dari sulut syariahnya.

E. 13 . atau dengan cara pemindahbukuan. Produk Perbankan Syariah Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain: 1. dimana pihak penjual menginformasikan harga perolehan terlebih dahulu kepada pembeli atau konsumen. b) Tabungan Syariah Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang telah disepakati. Penghimpun Dana a) Giro Syariah Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek/ bilyet giro. dengan pembagian hasil antara kedua belah pihak berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. b) Akad Musyarakah (penyertaan modal) Transaksi penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dnegan pembagian hasil antara kedua belah pihak berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. Penyaluran Dana a) Akad Mudharabah (bagi hasil) Transaksi yang penanaman dana dari pemilik modal dengan pengelola untuk melakukan usaha tertentu yang sesuai syariah. c) Deposito Syariah Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah dengan bank. 2. jika pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing. tetapi tidak dapat ditarik dengan cek/bilyet giro. c) Akad Murabahah (jual beli) Transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah margin yang disepakati oleh para pihak.

dan wilayah tertentu sehingga pengelola bebas untuk menentukan cara ia mengelola modal tersebut. akad mudharabah dapat digambarkan sebagai berikut : Jenis-Jenis Mudharabah 1) Mudharabah Mutlaqah Jenis mudharabah ini merupakan bentuk akad yang tidak dibatasi pada jenis usaha. d) Akad Salam Transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh.Akad mudharabah ini berbeda dengan sistem bunga (interest) mengingat sifat pengembalian (return) yang tidak pasti baik dari segi jumlah maupun segi waktu sehingga akad ini dikategorikan sebagai Natural Uncertainty Contract (NUC). dan dalam waktu tertentu. 2) Mudharabah Muqayyadah Adalah jenis mudharabah yang pada akadnya dicantumkan persyaratan-persyaratan tertentu misalnya hanya boleh digunakan untuk usaha tertentu. Secara skematis. waktu. e) Akad Istishna 14 . produk ini disebut juga dengan Trust Financing atau Trust Investment karena kontrak ini hanya diberikan kepada pengusaha yang benar-benar credible dan sudah teruji amanahnya. di kota tertentu. Dalam bahasa lain.

Transaksi terhadap suatu manfa‟at tertentu. antara pemilik dan pemakaian sewa dengan hak pakai untuk mendapatkan imbalan atas obyek yang disewakan. (c) Ijab kabul/serah terima f) Akad Ijarah (sewa) Transaksi sewa menyewa atas suatu barang atau jasa.Transaksi jual beli dengan cara pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan. dapat berupa manfaat/nilai . Definisi Menurut Fatwa DSN MUI Akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni‟) dan penjual (pembuat/shani‟) Jenis Akad Istishna : (a) Langsung : Pemesan<->Penjual (b) Paralel : Pemesan ↔ Penjual ↔ subkontraktor Rukun Akad Istishna (a) Pelaku terdiri atas pemesan (pembeli/mustashni‟) dan penjual (pembuat/shani‟) (b) Objek akad berupa barang yang akan diserahkan dan modal istishna‟ yang berbentuk harga. Ijarah memiliki beberapa ketentuan: 1) Kedua belah pihak memenuhi syarat hukum 2) Kedua belah pihak menyatakan kerelaannya untuk melakukan ijarah dan tidak terpaksa 3) Manfaat objek diketahui secara jelas 4) Penyewa berhak atas manfat baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain baik dengan cara menyewakannya atau meminjamkan 5) Objek Ijarah dapat diserahkan dan dipergunakan secara langsung 6) Objek Ijarah adalah halal 15 . Ijarah ditunjukkan untuk manfa‟at atau jasa bukan materi/benda. bersifat mubah dan dapat dimanfa‟atkan dengan imbalan tertentu .

Pembukaan Kantor Cabang. 3. pailit Dalam Hukum Islam ada dua jenis ijarah. kantor perwakilan. yaitu 3: (a) Ijarah yang berhubungan dengan sewa jasa. b) Bank Garansi Syariah Jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kewajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang dijamin kepada pihak ketiga dimaksud. faktor alam 2) Habis masa waktunya 3) Salah satu pihak yang wafat dapat dialihkan pada ahli warisnya 4) Objek disita. 2. Pelayanan Jasa a) Letter of credit (L/C) impor syariah L/C adalah surat pernyataan akan membayar eksportir yang diterbitkan oleh bank atas permintaanm importer dengan pemenuhan persyaratan tertentu. Warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia. atau 16 .Akad Ijarah Berakhir 1) Objek hilang/lenyap : terbakar. Dapat didirikan dan/atau dimiliki oleh: 1. Warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia dengan warga negara asing dan/atau badan hukum asing secara kemitraan. Perbedaan IDB. c) Penukaran Valuta Asing (sharf) Transaksi penukaran mata uang yang berlain jenis. bank syari’ah dan BPRS Bank syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. F. yaitu mempekerjakan jasa seseorang dengan upah sebagai imbalan jasa yang disewa. sebut ajir dan upah yang dibayarkan disebut ujrah. baik membeli atau mejual kepada nasabah. dan jenis-jenis kantor lainnya di luar negeri dapat dilakukan dengan izin Bank Indonesia. (b) Ijarah yang berhubungan dengan sewa aset atau properti.

Tidakbebas nilai (prinsip syari‟ahIslam) Kemitraan. dan jenis kantor lainnya di luar negeri. Tidak diizinkan untuk membuka Kantor Cabang. Hanya dapat didirikan dan/atau dimiliki oleh : 1. Warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia yang seluruh pemiliknya warga negara Indonesia. Bebas nilai (prinsip materialis) Debitur-kreditur Bunga. Tujuan: mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kehidupan sosial negara anggotanya serta sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. jasa keuangan Tidak anti riba dan maysir 1. kantor perwakilan. G. 2. 3. sosial. manager investasi. komisi/fee UU Perbankan masyarakat Muslim 17 . Pemerintah daerah.3. margin pendapatan sewa. investor-pengusaha Intermediasi. Investor-investor. jasa keuangan Anti riba dan anti maysir Intermediasi. atau Dua pihak atau lebih sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b Islamic Development Bank (IDB) diprakarsai berdirinya dalam konferensi Menteri-Menteri Keuangan pertama negara anggota OKI di Jeddah tanggal 18 Desember 1973. Pemerintah daerah. Perbedaan antara bank syari’ah dan konvensional PARAMETER BANK SYARI‟AH BANK KONVENSIONAL Landasan hukum UU Perbankan dan Landasan syari‟ah Return Bagi hasil. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. investor. komisi/fee Hubungan dengan nasabah Fungsi dan kegiatan bank Prinsip dasar operasi Prioritas pelayanan 1.

berorientasi laba Pengelolaan dana Lembaga penyelesaian sengketa Risiko Investasi Pasiva ke Aktiva Pengadilan. arbitrase Aktiva ke Pasiva Pengadilan. atau multi purpose Hubungan nasabah Lebih hati-hati karena partisipasi dalam risiko 2. bank pembangunan. bank universal. keuntungan Evaluasi nasabah bank komersial. Bagi hasil. Badan Arbitrase bank Nasional 1. risiko debitur tidak terkait langsung dengan bank 2. Dihadapi bersama antara bank dan nasabah dengan prinsip keadilan dan kejujuran 2. Tidak mungkin terjadi negative spread 1. sewa Orientasi Bentuk usaha Kepentingan publik Tujuan social-ekonomi Islam. Risiko bank tidak terkait langsung dengan debitur. Kemungkinan 18 . Bunga Kepentingan pribadi Keuntungan bank komersial Kepastian pengembalian pokok dan bunga Suber likuiditas jangka pendek Pinjaman yang diberikan Prinsip usaha Erat sebagai mitra usaha Terbatas debiturkreditur Terbatas Pasar uang. berorentasi laba dan nirlaba Komersial dan nonkomersial. jual beli. bank sentral Komersial dan nonkomersial. Uang sebagai komoditi 3.2. Uang sebagai alat tukar dan bukan komoditi 3.

Pasca fatwa MUI tersebut. Dalam lima tahun ke depan akan lahir sarjana-sarjana ekonomi Islam yang memiliki paradigma. 3. banyak yang masih menolak ekonomi syariah karena belum memiliki pengetahuan yang mendalam tentang ekonomi syariah. bahwa perbankan syari‟ah mempunyai potensi dan prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan di Indonesia . Menurut data Bank Indonesia. terjadi shifting dana masyarakat dari bank konvensional ke bank syari‟ah secara signifikan yang meningkat dari bulan-bulan sebelumnya. S3 juga D3. Halal Bankable. Perkembangan lembaga pendidikan Tinggi yang mengajarkan ekonomi syariah semakin pesat. Fatwa ini semakin mendapat dukungan dari para sarjana ekonomi Islam. Dewan Syaraiah Nasional Bankable. bagaimanapun akan tetap berpengaruh terhadap pertumbuhan perbankan syari‟ah. Bahwa fatwa MUI tentang keharaman bunga bank. S2.terjadi negative spread Monitoring Memungkinkan bank ikut dalam Terbatas pada administrasi Dewan komisaris pembiayaan/Kredit manajemen nasabah Struktur Organisasi Pengawas Criteria pembiayaan H. tidak seperti sekarang. 19 . Prospek Bank Syari’ah Dewan komisaris. 2. 1. Halal atau haram Tidak bisa dibantah. Dewan Pengwas syari‟ah. baik S1. dana pihak ketiga yang masuk ke perbankan syari‟ah hampir Rp 1 trilyun. dalam waktu satu bulan pasca fatwa MUI. pengetahuan dan wawasan ekonomi syariah yang komprehensif. Jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam merupakan pasar potensial bagi pengembangan bank syari‟ah di Indonseia. Prospek yang baik ini setidaknya ditandai oleh empat hal . Sampai saat ini. pangsa pasar yang besar itu belum tergarap secara signifikan.

Bank Indonesia yang selama ini terkesan hanya mengandalkan modal dengkul dalam mengembangkan bank syariah akan berubah dengan mengandalkan modal riil yang lebih besar. 20 . Harapan kita kepada sikap pemerintah cukup besar untuk berpihak pada kebenaran. Oleh karena itu dalam pengembangan bank syariah diterapkan sejumlah prinsip-prinsip pokok kebijakan pengembangan yang antara lain sebagai berikut : 1.4. Bank Indonesia pun diharapkan akan benarbenar mendukung bank yang menguntungkan negara dan menyelamatkan negara dari kehancuran. Masuknya lembaga-lembaga keuangan internasional ke dalam jasa usaha perbankan syari‟ah di Indonesia sesungguhnya merupakan indikator bahwa usaha perbankan syari‟ah di Indonesia memang prospektif dan dipercaya oleh para investor luar negeri. efesien dan sejalan dengan prinsip syariah. Namun kegiatan sosialisasi dan pencerdasan bangsa masih relatif kecil dilaksanakan dan didukung Bank Indonesia. Potensi dana Timur Tengah sangat besar. mulai ditarik oleh investor Arab untuk ditempatkan di Asia. Program pengembangan perbankan syariah selalu mempertimbangkan kondisi-kondisi serta lingkungan yang menyertainya. keadilan dan kemakmuran rakyat. Memang banyak peran Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan bank syariah. 5. Sejumlah PEMDA di daerah telah mendukung dan bergabung membesarkan bank-bank syariah. khususnya dalam regulasi. lama kelamaan mereka akan sadar juga dan melihat keunggulan bank syariah. Pengembangan jaringan kantor perbankan syariah diserahkan sepenhnya pada mekanise pasar (market driven) yaitu interaksi antara masyarakat yang membutuhkan jasa perbankan syariah dengan investor atau lembaga perbankan yang menyediakan pelayanan jasa perbankan syariah. Political will pemerintah untuk mendukung pengembangan perbakan syari‟ah di Indonesia tinggal menunggu waktu. Dana-dana yang selama ini ditempatkan di Amerika dan Eropa. Dalam hal ini peran otoritas perbankan (BI) lebih di tekankan pada penciptaan perangkat ketentuan perbankan yang dapat mendukung terlaksananya kegiatan usaha bank syariah yang sehat. pasca 11 September WTC.

amanah. Peraturan dan pengembangan perbankan syariah menerapkan prinsip universalitas sesuai dengan nilai dasar Islam yang rahmat bagi sekalian alam. 4. fathtonah. Pengembangan perbankan syariah baik dari sisi kelembagaan maupun pengaturan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan (gradual and sustainnable apporoachi).2. 5. Perlakuan yang sama (equal tretment) antara bank syariah dan bank konvensional. Mengingat bahwa perbankan syraiah adalah sistem perbankan yang mengedepankan moralitas dan etika. Selain itu adalah penerapan nilai-nilai kerja sama (ta’awun). Sejalan dengan hal itu pengembangan perbankan syariah diarahkan bahwa jasa bank syariah dapat digunakan dan dikembangkan oleh semua lapisan masyarakat tidak hanya masyarakat muslim. kita tidak dapat mengharap satu kesempurnaan baik dari aspek operassional maupun dari aspek syariah dari suatu sistem perbankan syariah yang berkembang. 21 . Berkaitan dengan hal ini. tabliq. 3. pengelolaan yang profesional (ri’ayah) dan tanggung jawab (masuliyah) dan upaya bersamasama dan terus menerus untuk melakukan perbaikan (fastabiqhul khairat). Namun penyediaan dan pengguna jasa perbankan syariah tersebut harus taat terhadap prinsip-prinsip syariah dalam pelaksanaan kegiatan dan akad perbaikan. Penyempurnaan ketentuan dan infrastruktur pendukung perbankan syariah dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan urgensi dan prioritas dari sejumlah tugas yang harus dilaksanakan. maka nilai-nilai yang menjadi dasar dalam pengeaturan dan pengembangan serta nilai-nilai yang harus diterapkan dalam operasi perbankan siddiqi. Perbedaan pengaturan dan ketentuan yang diharapkan pada perbankan syariah dilaksanakan dalam rangka memenuhi prinsip syariah dan/atau karena perbedaan nature bisnisnya. istiqomqh. Pengaturan dan pengembangan perbankan syariah dilaksanakan dengan tidak menerapkan infant industry agrument yaitu memberikan perlakuanperlakuan khusus.

Hal ini sangat menentukan respon masyarakat terhadap bank Syari‟ah. waqaf. Pengadilan Negeri tidak menggunakan syari‟ah sebagai landasan hukum bagi penyelesaian perkara. dan sedekah. syubhat. karena bunga yang diberikan masih tergolong rendah. hibah. Ketiga. Kendala Pengembangan Bank Syariah Dalam perkembangannya bank syariah menghadapi berbagai kendala. dan haram. 1270). salah seorang ulama NU (Nahdatul Ulama) sebagai representasi ulama berpendapat bahwa bunga bank adalah halal. dengan menyatakan bahwa bunga yang diberikan oleh negara diperbolehkan. jika dibandingkan dengan bunga pada bank swasta (Rifyal Ka‟bah. pemungut bunga bank tidak membuat bank itu sendiri dan nasabahnya memperoleh keuntungan besar atau sebaliknya tidak akan merasa dirugikan dengan pemberian bunga. pp. Institusi ini hanya dapat memeriksa dan mengadili perkaraperkara yang menyangkut perkawinan. Akan tetapi dari faktor tersebut. warisan. 2001. pp. halal. Umar Syihab. Problem Hukum Kendala hukum yang dialami perbankan syariah di Indonesia ialah. didasarkan pendapatnya pada beberapa alasan. tujuan pengambilan kredit dari debitor pada jaman jahiliyah adalah untuk konsumsi. Keempat. kendala tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. Sementara itu Majelas Tarjih Muhammadiyah memutuskan bahwa bunga bank yang diberikan oleh bank milik negara kepada nasabahnya. sementara pada saat ini bertujuan produktif. Kendala-Kendala Fiqh Adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama Indonesia mengenai bunga yang secara garis besar terbagi pada tiga pendapat yaitu. Kedua. hanya menyinggung bunga bank yang diberikan oleh bank negara. atau sebaliknya selama berlaku termasuk ke dalam perkara syubhat. 63). 7 Tahun 1989. Pertama. 1996. sedangkan wewenang Pengadilan Agama telah dibatasi UU No. adanya kerelaan antara kedua belah pihak yang bertransaksi sebagaimana halnya kebolehan dalam jualbeli dengan asas kerelaan (Umar Syihab. 2. jumlah bunga uang yang dipungut dan diberikan oleh bank kepada nasabah jauh lebih kecil dibandingkan dengan riba yang diberlakukan di jaman jahiliyah. 22 .I.

3. Rendahnya Sosialisasi Perbankan Syari‟ah Isu sentral yang sering kita dengar adalah bahwa pemahaman masyarakat mengenai sistem. Meskipun sistem ekonomi Islam telah jelas dan mudah dipahami. Di masa mendatang bentuk kegiatan sosialisasi diharapkan dapat lebih beragam dengan menggunakan berbagai media massa dan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki akses kepada masyarakat luas. pemuka masyarakat. pengusaha. 23 . tetapi juga terjadi pada diri Ulama. maka didirikan suatu lembaga yang mengatur hukum materi dan/atau berdasarkan prinsip syari‟ah. serta cara-cara berusaha yang halal dalam bank Syari‟ah masih terasa awam dan belum dipahami secara benar (Bank Indonesia. prinsip pelayanan dan produk perbankan yang berdasarkan syari‟ah Islam sebagian besar masih kurang tepat. pp. akademisi dan masyarakat secara umum. Hal demikian bukan hanya terdapat pada masyarakat awam. prinsip-prinsip dasar hubungan antara bank dengan nasabah. Menurut penulis bahwa kegiatan sosialisasi perbankan Syari‟ah amat diperlukan dalam rangka penyebarluasan informasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbankan Syari‟ah.Pengadilan Agama tidak dapat memeriksa perkara-perkara di luar kelima bidang tersebut. Hal ini dapat dilakukan secara terus-menerus dengan cara tatap muka dengan para bankir. 2) Bank Syari‟ah adalah bank yang Islami. 6). Berdasarkan latar belakang di atas. yaitu melarang menggandakan uang secara tidak produktif dan konsentrasi kekayaan pada satu pihak dan secara tidak adil. kepentingan untuk membentuk lembaga permanen yang berfungsi untuk menyelesaikan kemungkinan terjadinya sengketa perdata di antara bank-bank Syari‟ah dengan para nasabah sudah sangat mendesak. Namun secara praktis bentuk produk dan pelayanan jasa. alim ulama. sebagian masyarakat ada yang menyatakan bahwa bank Syari‟ah secara eksklusif hanya khusus untuk umat Islam. Kesan umum yang ditangkap oleh masyarakat tentang bank Syari‟ah: 1) bank Syari‟ah identik dengan bank dengan sistem bagi hasil. Kyai dan Para tokoh masyarakat lainnya. Oktober 2001.

Namun upaya untuk merealisasikan UU mampu menginterprestasikan perkembangan bank syariah di masa depan dimana perkembangan bank syariah membutuhkan proses perbaikan secara bertahap. Kendala-kendala Operasional Sumber daya manusia. sehingga tenaga terdidik dan pengalaman di bidang perbankan Syari‟ah baik dari sisi bank pelaksana maupun dari bank sentral masih terasa kurang. (Bank Indonesia. produk bank syariah dan instrumen-instrumen keuangan bank syariah kepada masyarakat. Sosialisasi tidak sekedar memperkenalkan keberadaan bank syariah disuatu tempat. Kurangnya akademisi perbankan syariah. Di samping itu lembaga akademi dan pelatihan di bidang ini masih terbatas. Hal ini diakibatkan lingkungan akademisi lebih memperkenalkan kajian-kajian perbankan yang berbasis pada instrument konvensional. Belum terpenuhinya peraturan pemerintah dibidang perbankan syariah yang memadai.4. Sebagian besar sumber daya manusia di perbankan syariah terutama bank konvensional yang membuka Islamic Windows berlatar belakang disiplin ilmu ekonomi konvensional. maraknya bank syariah di indonesia tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai. pp. Kondisi ini lebih disebabkan lingkungan pendidikan kita lebih familiar dengan literatur-literatur ekonomi konvensional dibanding literatur ekonomi Islam / syariah. mengakibatkan akselerasi hukum islam dalam praktek perbankan kurang cepat dapat diakomodasikan dalam sistem perbankan. sehingga kemampuan pengembangan bank menjadi lambat. 7) Keadaan ini. Sehingga kajian-kajian ilmiah mengenai keberadaan bank syariah dan instrument-instrumen keuangan syariah kurang mendapat perhatian. Terutama sumber daya manusia yang memiliki latar belakang disiplin keilmuan bidang perbankan syariah. 24 . Walaupun pasca krisis berlangsung pembahasan Undang-undang (UU) bank dan lembaga keuangan syariah tren-nya meningkat dari BI dan pemerintah. Oktober 2001. tetapi juga memperkenalkan mekanisme. Hal ini yang mengakibatkan keberadaan bank syariah kurang mendapat legimitasi secara ilmiah di masyarakat Kurangnya sosialisasi kemasyarakat ke masyarakat tentang keberadaan bank syariah.

Penyaluran Dana a) Akad Mudharabah (bagi hasil) b) Akad Musyarakah (penyertaan modal) c) Akad Murabahah (jual beli) Jenis-Jenis Mudharabah 1) Mudharabah Mutlaqah 2) Mudharabah Muqayyadah 25 . dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir.BAB III PENUTUP A. sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. Penghimpun Dana a) Giro Syariah b) Tabungan Syariah c) Deposito Syariah 2. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967. mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Oleh karena itu. Bank-bank ini. Kesimpulan Pada umumnya yang dimaksud dengan bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. usaha bank akan selalu berkaitan masalah uang sebagai dagangan utamanya. Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar. Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain: 1. yang tidak memungut maupun menerima bunga.

Institusi ini hanya dapat memeriksa dan mengadili perkara-perkara yang menyangkut perkawinan. halal. waqaf. syubhat. kendala tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. warisan. (c) Ijab kabul/serah terima f) Akad Ijarah (sewa) 3. hibah.d) Akad Salam e) Akad Istishna Jenis Akad Istishna : (a) Langsung : Pemesan<->Penjual (b) Paralel : Pemesan ↔ Penjual ↔ subkontraktor Rukun Akad Istishna (a) Pelaku terdiri atas pemesan (pembeli/mustashni‟) dan penjual (pembuat/shani‟) (b) Objek akad berupa barang yang akan diserahkan dan modal istishna‟ yang berbentuk harga. Kendala-Kendala Fiqh Adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama Indonesia mengenai bunga yang secara garis besar terbagi pada tiga pendapat yaitu. 7 Tahun 1989. 2. dan haram. Pengadilan Negeri tidak menggunakan syari‟ah sebagai landasan hukum bagi penyelesaian perkara. sedangkan wewenang Pengadilan Agama telah dibatasi UU No. Pelayanan Jasa a) Letter of credit (L/C) impor syariah b) Bank Garansi Syariah c) Penukaran Valuta Asing (sharf) Dalam perkembangannya bank syariah menghadapi berbagai kendala. dan sedekah. Hal ini sangat menentukan respon masyarakat terhadap bank Syari‟ah. 26 . Pengadilan Agama tidak dapat memeriksa perkara-perkara di luar kelima bidang tersebut. Problem Hukum Kendala hukum yang dialami perbankan syariah di Indonesia ialah.

3. Rendahnya Sosialisasi Perbankan Syari‟ah Isu sentral yang sering kita dengar adalah bahwa pemahaman masyarakat mengenai sistem. prinsip pelayanan dan produk perbankan yang berdasarkan syari‟ah Islam sebagian besar masih kurang tepat 4. Saran Semoga dengan adanya pembuatan makalah ini dengan judul “Perbankan Syariah” dapat di ambil manfaatnya oleh pembaca dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam perbankan syariah. Kendala-kendala Operasional B. 27 .

Jumadil Ula. [online] tersedia : http://www. (2008).com/2009/05/artkel-sistem-perbankan-syariah. Artikel Perbankan Syariah.pkes. Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam (LEBI) FEB UGM _____. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. [online] tersedia : http://cafeekonomi. Pusat komunikasi ekonomi syariah e.pdf (PKES publishing) . Perbankan syariah (versi e-book).blogspot. (2004). Yogyakarta. (2010).org/download/PERBANKANSyariah_PKES_secur ______. Ekonisia.DAFTAR PUSTAKA Sudarsono Heri.html 28 . 1428 H / 25 Mei 2007.pkesinteraktif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful