Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA

)
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan, dan faktor pejamu. Namun demikian, di dalam pedoman ini, ISPA didefinisikan sebagai penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh agen infeksius yang ditularkan dari manusia ke manusia. Timbulnya gejala biasanya cepat, yaitu dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari. Gejalanya meliputi demam, batuk, dan sering juga nyeri tenggorok, coryza (pilek), sesak napas, mengi, atau kesulitan bernapas. Contoh patogen yang menyebabkan ISPA yang dimasukkan dalam pedoman ini adalah rhinovirus, respiratory syncytial virus, paraininfluenzaenza virus, severe acute respiratory syndromeassociated coronavirus (SARS-CoV), dan virus Influenza.

Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu. dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada,masa dewasa. dimana ditemukan adanya hubungan dengan terjadinya Chronic Obstructive Pulmonary Disease (2,3). ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40 % -60 % dari kunjungan diPuskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % -30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan (4,5). Hingga saat ini angka mortalitas ISPA yang berat masih sangat tinggi. Kematian seringkali disebabkan karena penderita datang untuk berobat dalam keadaan berat dan sering disertai penyulit-penyulit dan kurang gizi (3). Data morbiditas penyakit pneumonia di Indonesia per tahun berkisar antara 10 -20 % dari populasi balita. Hal ini didukung oleh data penelitian dilapangan (Kecamatan Kediri, NTB adalah 17,8 % ; Kabupaten Indramayu adalah 9,8 %). Bila kita mengambil angka morbiditas 10 % pertahun, ini berarti setiap tahun jumlah penderita pneumonia di Indonesia berkisar 2,3 juta .Penderita yang dilaporkan baik dari rumah sakit maupun dari Puskesmas pada tahun 1991 hanya berjumlah 98.271. Diperkirakan bahwa separuh dari penderita pneumonia didapat pada kelompok umur 0-6 bulan (6).
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. Bila sudah dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit, meskipun demikian mortalitas masih tinggi, maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernapasan. Tanda-tanda bahaya dapat dilihat berdasarkan tanda-tanda klinis dan tanda-tanda laboratoris. Tanda-tanda klinis

sulfur dioksida dan bromin Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida Tembakau dan rokok lainnya. suara napas lemah atau hilang. stridor dan gizi buruk. sakit kepala. bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia) Serangan Penyakit Bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paruparu dan saluran pernapasan menahun. Gejalanya Penyakit Bronkitis berupa:     batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan) sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu) bengek . hypotensi dan cardiac arrest. beberapa pelarut organik. • Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak.• Pada sistem respiratorik adalah: tachypnea. Wheezing. amonia. bingung. grunting expiratoir dan wheezing. demam dan dingin BRONKITIS Penyakit Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus. papil bendung. Tanda-tanda laboratoris • hypoxemia. klorin. hypertensi. napas tak teratur (apnea). bradycardiam. retraksi dinding thorak. napas cuping hidung. kejang dan coma. mudah terangsang. sedangkan tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun ampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya). Penyakit Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:     Berbagai jenis debu Asap dari asam kuat. Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak bisa minum. • Pada sistem cerebral adalah : gelisah. hidrogen sulfida. kejang. stridor. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:     Sinusitis kronis Bronkiektasis Alergi Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak. cyanosis. kesadaran menurun. • Pada sistem cardial adalah: tachycardia. kesadaran menurun. • hypercapnia dan • acydosis (metabolik dan atau respiratorik) (4). kejang.

2008). telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan pipi tampak kemerahan sakit kepala gangguan penglihatan. tetapi dapat juga terjadi pada anak berusia 3 bulan dan sampai 15 tahun.500 anak yang diintubasi (sekitar 1 dari 170 anak yang dirawat di rumah sakit) (Alberta Medical Association. setelah sebagian besar gejala lainnya membaik. 2008). Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya Penyakit Bronkitis. terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia. menggigil. kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Pada awalnya batuk tidak berdahak. Sering ditemukan bunyi napas mengi. Dilaporkan. demam ringan dan nyeri tenggorokan. lelah. sakit otot.      lelah pembengkakan pergelangan kaki. suara parau. tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. berwarna kuning atau hijau. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak. sampai gejala distres pernapasan (Oma dkk. kaki dan tungkai kiri dan kanan wajah. sakit punggung. 2008). Dalam penelitian Alberta Medical Association. lebih dari 60% anak yang didiagnosis menderita croup dengan gejala ringan.5 kali pada anak laki-laki daripada anak perempuan (Cherry. 2. Croup umumnya terjadi pada anak yang berusia diantara 6 bulan sampai 3 tahun. 2005). sindrom ini jarang terjadi pada orang dewasa (Alberta Medical Association. dan kira-kira 1 dari 4. 2. Insidensinya lebih tinggi 1. sekitar 4% dirawat di rumah sakit. yaitu hidung meler. Penyakit Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek. batuk menggonggong.1 Definisi Sindrom croup 2. Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat.2 Epidemiologi adalah berbagai penyakit respiratorik yang ditandai dengan gejala akibat obstruksi laring yang bervariasi dari ringan sampai berat berupa stridor inspirasi. Pada Penyakit bronkitis berat.3 Klasifikasi .

letargi atau penurunan kesadaran.7. 4). dan jika tanpa tambahan oksigen. secara luas dapat dikategorikan berdasarkan 4 derajat beratnya gejala: 1).2.3. Ringan Gejala batuk menggonggong yang kadang-kadang. terdengar stridor saat istirahat (kadang-kadang sulit di dengar). tetapi tidak ada atau sedikit gejala distres pernapasan atau agitasi. Berat Gejala batuk menggonggong yang lebih sering.7 Penatalaksanaan 2. dan adanya gejala distres pernapasan dan agitasi yang signifikan. retraksi dinding sternal (dapat tidak jelas).1 Terapi suportif Oleh karena gejala croup sering timbul pada malam hari. tidak terdengar suara stridor saat istirahat. kulit tampak kegelapan. Kegagalan pernapasan terjadi segera Batuk menggonggong (sering tidak menonjol). banyak orang tua yang merasa khawatir dengan penyakit ini. Melembabkan Udara (Pengabutan) . Sehingga penting untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang penyakit yang secara alami dapat sembuh sendiri ini. 2. suara stidor saat istirahat yang dapat dengan mudah didengar. Sedang Gejala batuk menggonggong yang lebih sering. 2).1 Klasifikasi Berdasarkan Beratnya Gejala Anak-anak yang menderita sindrom croup. dan retraksi suprasternal dan dinding sternal saat istirahat. retraksi dinding sternal yang jelas. dan tidak adanya retraksi sampai adanya retraksi ringan suprastrenal dan/atau interkostal. 3). sehingga meningkatkan kunjungan ke unit gawat darurat. stridor inspirasi yang menonjol dan –kadang-kadang – stidor ekspirasi.

tidak ada dasar yang rasional dalam penggunaannya. 2008).Pada abad ke-20 terapi dengan melembabkan udara (terapi uap) merupakan dasar dari manajemen croup. Rumah sakit saat ini menggunakan peralatan penguapan untuk tujuan ini. Cara yang sederhana termasuk memaparkan anak pada udara malam yang basah. 2008). Oksigen Tatalaksana pemberian oksigen dapat dipakai untuk anak dengan hipoksia (dimana saturasi Oksigen dalam ruangan biasa < style="">Alberta Medical Association. jika terjadi super infeksi –paling sering bacterial tracheitis dan . 2.7. 2008). Antibiotik Tidak ada penelitian yang potensial tentang manfaat antibiotik pada anak dengan croup. Croup sebenarnya selalu berhubungan dengan infeksi virus. 2008). atau memaparkan anak pada uap air yang panas (Wikipedia. tetapi sekarang ini efektivitasnya masih dipertanyakan. Lagipula. dan karena itu tidak diberikan pada anak yang menderita croup (Alberta Medical Association. Lagipula.2 Farmakoterapi Analgesik/Antipiretik Walaupun belum ada penelitian khusus tentang manfaat analgesik atau antipiretik pada anak dengan croup. 2008). sehingga secara empiris terapi antibiotik tidak rasional. Antitusif dan Dekongestan Tidak ada penelitian yang bersifat eksperimental yang potensial dalam menunjukkan keuntungan pemberian antitusif atau dekongestan pada anak dengan croup. Gabungan Oksigen-Helium Pemberian gas Helium pada anak dengan croup diusulkan karena potensinya sebagai gas dengan densitas rendah (dibanding nitrogen) dalam menurunkan turbulensi udara pada penyempitan saluran pernapasan (Alberta Medical Association. sangat beralasan memberikan obat ini karena membuat anak lebih nyaman dengan menurunkan demam dan nyeri (Alberta Medical Association.

25% dan 5. Bentuk epinephrine tartar yang umum digunakan untuk pasien croup.000) digunakan untuk semua anak tanpa menghiraukan berat badan (Alberta Medical Association. . Dexamethasone sama efektifnya jika diberikan per oral atau parenteral. angka dan durasi dirawat di rumah sakit. Di sisi lain. 2008.5 ml epinephrine tartar 2. 2008). Beberapa penelitian retrospektif dan prospektif menyarankan pasien yang mendapat terapi epinephrine dapat dipulangkan selama gejalanya tidak timbul kembali setidaknya dalam 2-3 jam setelah terapi (Alberta Medical Association. dapat diberikan epinephrine secara berulang. dan angka kunjungan berulang ke pelayanan kesehatan. epinephrin 1:1. Anak yang hampir mengalami gagal napas. 2003). serta menurunkan durasi gejala pada anak yang menderita gejala derajat ringan. 2008). 2008). Pemberiannya dapat diulang dalam 6 sampai 24 jam. 2008. Glucocorticoids Steroid adalah terapi utama pada croup.merupakan kejadian yang jarang (kurang dari 1:1.pneumonia.15 mg/kg BB juga sama efektifnya. Epinephrine Berdasarkan data terdahulu. Pemberian epinephrine yang kontinyu dilaporkan telah digunakan dibeberapa unit perawatan intensif anak (Alberta Medical Association.000 memiliki efek yang sebanding dan sama amannya dengan bentuk tartar. Epinephrine dapat mengurangi distres pernapasan dalam waktu 10 menit dan bertahan dalam waktu 2 jam setelah penggunaan. dapat mengurangi kebutuhan alat bantu pernapasan. reintubasi.0 ml epinephrine 1:1. penggunaan epinephrine pada anak dengan croup berat. penelitian meta-analisis dengan kontrol. 2008).6 mg/kg BB merupakan dosis yang umumnya digunakan. yang memberikan kortikosteroid dosis lebih tinggi. Kerby. Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan kortikosteroid dapat menurunkan jumlah dan durasi pemakaian intubasi. Terdapat beberapa bukti juga yang mengatakan dexamethasone dosis rendah 0.000) sehingga pemakaian antibiotik untuk profilaksis juga tidak rasional (Alberta Medical Association. Dosis tunggal (0. Dexamethasone dosis 0. 2003). sedang dan berat (Alberta Medical Association. memberikan respon klinis yang baik pada sebagian besar pasien (Alberta Medical Association. Kerby.

Tuberkulosis / TBC merupakan masalah kesehatan. Gejalanya dapat berlangsung dalam 7 hari. 2008). dan sangat jarang menyebabkan kematian akibat obstruksi saluran pernapasan total. Pada pasien dengan gejala muntah-muntah juga merupakan alasan untuk memberikan inhalasi steroid (Alberta Medical Association. baik dari sisi angka kematian . maka sindroma ini dapat sembuh dengan sendirinya.Inhalasi budesonide juga menunjukkan efektivitas yang sama dengan dexamethasone oral. tetapi puncaknya pada hari kedua dari perjalanan penyakit (Wikipedia. 2008).9 Prognosis Oleh karena pada umumnya penyebab sindrom croup adalah virus. tetapi cara pemakaiannya lebih traumatik dan lebih mahal sehingga tidak secara rutin digunakan. 2008). Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. 2. Pada pasien dengan gejala gagal napas yang berat. 2. pemberian budesonide dan epinephrine secara bersamaan adalah logis dan dapat lebih efektiv daripada pemberian epinephrine saja. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia. Penatalaksanaan simdrom croup berdasarkan beratnya gejala terdapat pada lampiran 1. Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Demikian pula di Indonesia. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya.8 Komplikasi Komplikasi yang dapat timbul adalah:  Perlunya pemasangan intubasi pada sejumlah kecil pasien (<1%)  Bacterial tracheitis dapat memperburuk keadaan pasien croup  Henti kardiopulmoner dapat timbul pada pasien yang tidak dimonitor dan tidak diterapi secara adekuat  Serta timbulnya pneumonia yang merupakan komplikasi dari croup yang jarang terjadi (Alberta Medical Association.

Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru. demam meriang lebih dari sebulan. nafsu makan dan berat badan .000 penderita Tuberkulosis / TBC baru pertahun dengan 262. badan lemah.000 penduduk. paling sering di daerah leher. batuk darah atau pernah batuk darah. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang. Kenyataan mengenai penyakit TBC di Indonesia begitu mengkhawatirkan. Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit. TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Basil Mycobacterium Tuberculosis atau basil tuberkel yang tahan asam. bersin atau berbicara sehingga kuman/basil dilepaskan ke udara. Kuman/basil dapat bertahan beberapa jam dalam suhu kamar/lingkungan rumah.(mortalitas). berkeringat malam.000 penduduk tiap tahun. angka kejadian penyakit (morbiditas). menunjukkan bahwa Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583. nyeri dada. Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992. Jika anda menemui pasien mengeluh : Sesak nafas. Kematian akibat Tuberkulosis / TBC diperkirakan menimpa 140. sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat. Gejala umum. Demam lama atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifus. 2. walaupun tanpa kegiatan. Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. sehingga kita harus waspada sejak dini & mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC . Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia. rasa kurang enak badan (malaise). Gejala dari saluran nafas. nafsu makan dan berat badan menurun. meliputi : Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik. Pada anak-anak gejala TB terbagi 2. Penularannya melalui udara apabila orang yang menderita TBC dalam paru-paru atau tenggorokan batuk. dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. maka jika ada orang disekitar penderita maka kuman/basil akan mudah menular ke semua orang disekitarnya/yang kontak dengan penderita. misalnya batuk lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk). malaria atau infeksi saluran nafas akut) dapat disertai dengan keringat malam.000 BTA positif atau insidens rate kirakira 130 per 100. Adapun gejala-gejala lain dari TB pada orang dewasa adalah sesak nafas dan nyeri dada. ketiak dan lipatan paha. yakni gejala umum dan gejala khusus. tanda cairan di dada dan nyeri dada. badan lemah.4 TANDA – TANDA DAN GEJALA KLINIS Gejala TB pada orang dewasa umumnya penderita mengalami batuk dan berdahak terus-menerus selama 3 minggu atau lebih. maupun diagnosis dan terapinya.

muntah-muntah dan kesadaran menurun. berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan. Puskesmas atau Dokter Praktek Swasta ! Sebaiknya jangan memberikan obat. misalnya diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare. sesuai dengan bagian tubuh yang diserang. Apabila hanya 1 spesimen yang positif maka perlu dilanjutkan dengan rontgen dada atau pemeriksaan SPS diulang. obat demam. uji tuberkulin tidak mempunyai arti dalam diagnosis. 2. dan tanda-tanda cairan dalam abdomen. benjolan (massa) di abdomen. obat penambah nafsu makan dan lain sebagainya. hal ini disebabkan suatu uji tuberkulin positif hanya menunjukkan bahwa yang bersangkutan pernah terpapar dengan Mycobacterium tubeculosis. 21 Pada orang dewasa. 20 Gejala dari saluran cerna. meliputi : • Tulang punggung (spondilitis) : gibbus • Tulang panggul (koksitis): pincang. pembesaran kelenjar limfe superfisialis pada limfadenitis TB dan pembengkakan tulang belakang pada Sponsdilitis TB. tergantung pada organ yang terkena. Hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila sedikitnya 2 dari 3 spesimen SPS BTA hasilnya positif. malnutrisi berat. Misalnya nyeri dada terdapat pada TB pleura (pleuritis). demam meriang lebih dari sebulan Maka Minta yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. • Terdapat reaksi kemerahan cepat setelah penyuntikkan BCG (dalam 3-7 hari). Seorang penderita TB ekstra paru kemungkinan besar juga menderita TB paru. misalnya obat sesak. Sementara diagnosis TB ekstra paru. rasa kurang enak badan (malaise). hasil uji tuberkulin dapat negatif meskipun orang tersebut menderita TB. Selain itu.4 DIAGNOSIS Diagnosis TB paru pada orang dewasa yakni dengan pemeriksaan sputum atau dahak secara mikroskopis. Gejala mata • Conjunctivitis phlyctenularis • Tuburkel koroid (hanya terlihat dengan funduskopi) Seorang anak juga patut dicurigai menderita TB apabila: • Mempunyai sejarah kontak erat (serumah) dengan penderita TB BTA positif. Misalnya pada penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus).menurun. misalnya : TB kulit atau skrofuloderma TB tulang dan sendi. pembengkakan di pinggul • Tulang lutut: pincang dan atau bengkak TB otak dan saraf Meningitis dengan gejala kaku kuduk. TB milier dan morbili. Gejala Khusus. oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan dahak dan foto .

Pencegahan TB pada dasarnya adalah : 1) Mencegah penularan kuman dari penderita yang terinfeksi 2) Menghilangkan atau mengurangi faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penularan. uji tuberkulin dapat negatif pada anak TB 22 berat dengan anergi (malnutrisi. Reaksi cepat BCG Bila dalam penyuntikan BCG terjadi reaksi cepat (dalam 3-7 hari) berupa kemerahan dan indurasi > 5 mm. Secara umum diagnosis TB paru pada anak didasarkan pada: Gambaran klinik Meliputi gejala umum dan gejala khusus pada anak.1 PENGANTAR TERAPI Pengendalian atau penanggulangan TB yang terbaik adalah mencegah agar tidak terjadi penularan maupun infeksi. Mycodot dan lain-lain. Tindakan mencegah terjadinya penularan dilakukan dengan berbagai cara. Gambaran foto rontgen dada Gejala-gejala yang timbul adalah: • Infiltrat dengan pembesaran kelenjar hilus atau paratrakeal • Milier • Atelektasis/kolaps konsolidasi • Konsolidasi (lobus) • Reaksi pleura dan atau efusi pleura • Kalsifikasi • Bronkiektasis • Kavitas • Destroyed lung Uji tuberkulin Uji ini dilakukan dengan cara Mantoux (penyuntikan dengan cara intra kutan) Bila uji tuberkulin positif. penyakit sangat berat. masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk pemakaian dalam klinis praktis. akan menunjang atau memperkuat diagnosis TB. Respons terhadap pengobatan dengan OAT Kalau dalam 2 bulan menggunakan OAT terdapat perbaikan klinis. . pemberian imunosupresif. yang utama adalah memberikan obat anti TB yang benar dan cukup. Namun. Pemeriksaan mikrobiologi dan serologi Pemeriksaan BTA secara mikroskopis lansung pada anak biasanya dilakukan dari bilasan lambung karena dahak sulit didapat pada anak. menunjukkan adanya infeksi TB dan kemungkinan ada TB aktif pada anak. serta dipakai dengan patuh sesuai ketentuan penggunaan obat. PAP. dan lain-lain).rontgen dada. 23 BAB III TERAPI 3. Pemeriksaan serologis seperti ELISA. maka anak tersebut telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.

mengurangi kepadatan anggota keluarga. 3) mencegah kekambuhan. antara lain dengan pengaturan rumah agar memperoleh cahaya matahari. 2) mencegah kematian. 1) menyembuhkan penderita sampai sembuh. batuk sembarangan.. menghindari meludah sembarangan. Penyuluhan TB dilakukan berkaitan dengan masalah pengetahuan dan perilaku masyarakat. Dengan demikian salah satu upaya pencegahan adalah dengan penyuluhan. dan 4) menurunkan tingkat penularan. mengkonsumsi makanan yang bergizi yang baik dan seimbang. kemauan dan peranserta masyarakat dalam penanggulangan TB. mengatur kepadatan penduduk. yakni pada dasarnya adalah mengupayakan kesehatan perilaku dan lingkungan. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan kesadaran.Pencegahan dilakukan dengan cara mengurangi atau menghilangkan faktor risiko. . Terapi atau Pengobatan penderita TB dimaksudkan untuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful