Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA

)
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan, dan faktor pejamu. Namun demikian, di dalam pedoman ini, ISPA didefinisikan sebagai penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh agen infeksius yang ditularkan dari manusia ke manusia. Timbulnya gejala biasanya cepat, yaitu dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari. Gejalanya meliputi demam, batuk, dan sering juga nyeri tenggorok, coryza (pilek), sesak napas, mengi, atau kesulitan bernapas. Contoh patogen yang menyebabkan ISPA yang dimasukkan dalam pedoman ini adalah rhinovirus, respiratory syncytial virus, paraininfluenzaenza virus, severe acute respiratory syndromeassociated coronavirus (SARS-CoV), dan virus Influenza.

Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu. dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada,masa dewasa. dimana ditemukan adanya hubungan dengan terjadinya Chronic Obstructive Pulmonary Disease (2,3). ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40 % -60 % dari kunjungan diPuskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % -30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan (4,5). Hingga saat ini angka mortalitas ISPA yang berat masih sangat tinggi. Kematian seringkali disebabkan karena penderita datang untuk berobat dalam keadaan berat dan sering disertai penyulit-penyulit dan kurang gizi (3). Data morbiditas penyakit pneumonia di Indonesia per tahun berkisar antara 10 -20 % dari populasi balita. Hal ini didukung oleh data penelitian dilapangan (Kecamatan Kediri, NTB adalah 17,8 % ; Kabupaten Indramayu adalah 9,8 %). Bila kita mengambil angka morbiditas 10 % pertahun, ini berarti setiap tahun jumlah penderita pneumonia di Indonesia berkisar 2,3 juta .Penderita yang dilaporkan baik dari rumah sakit maupun dari Puskesmas pada tahun 1991 hanya berjumlah 98.271. Diperkirakan bahwa separuh dari penderita pneumonia didapat pada kelompok umur 0-6 bulan (6).
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. Bila sudah dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit, meskipun demikian mortalitas masih tinggi, maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernapasan. Tanda-tanda bahaya dapat dilihat berdasarkan tanda-tanda klinis dan tanda-tanda laboratoris. Tanda-tanda klinis

stridor dan gizi buruk. retraksi dinding thorak. Tanda-tanda laboratoris • hypoxemia. Gejalanya Penyakit Bronkitis berupa:     batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan) sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu) bengek . sakit kepala. bingung. stridor. hidrogen sulfida. • Pada sistem cerebral adalah : gelisah. napas cuping hidung. suara napas lemah atau hilang. Penyakit Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:     Berbagai jenis debu Asap dari asam kuat. demam dan dingin BRONKITIS Penyakit Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus. kesadaran menurun. cyanosis. kejang dan coma. Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak bisa minum. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:     Sinusitis kronis Bronkiektasis Alergi Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak. bradycardiam. kejang.• Pada sistem respiratorik adalah: tachypnea. amonia. • Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak. grunting expiratoir dan wheezing. • hypercapnia dan • acydosis (metabolik dan atau respiratorik) (4). sulfur dioksida dan bromin Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida Tembakau dan rokok lainnya. kesadaran menurun. sedangkan tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun ampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya). napas tak teratur (apnea). hypotensi dan cardiac arrest. Wheezing. klorin. papil bendung. bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia) Serangan Penyakit Bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paruparu dan saluran pernapasan menahun. hypertensi. mudah terangsang. • Pada sistem cardial adalah: tachycardia. beberapa pelarut organik. kejang.

tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. 2. sampai gejala distres pernapasan (Oma dkk.      lelah pembengkakan pergelangan kaki. dan kira-kira 1 dari 4. 2. sakit otot. sekitar 4% dirawat di rumah sakit. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak. Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat.2 Epidemiologi adalah berbagai penyakit respiratorik yang ditandai dengan gejala akibat obstruksi laring yang bervariasi dari ringan sampai berat berupa stridor inspirasi. Dalam penelitian Alberta Medical Association. suara parau. Dilaporkan. Croup umumnya terjadi pada anak yang berusia diantara 6 bulan sampai 3 tahun.3 Klasifikasi . sakit punggung. yaitu hidung meler. Pada Penyakit bronkitis berat. telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan pipi tampak kemerahan sakit kepala gangguan penglihatan. 2008). terutama setelah batuk. sindrom ini jarang terjadi pada orang dewasa (Alberta Medical Association. batuk menggonggong. kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Insidensinya lebih tinggi 1.500 anak yang diintubasi (sekitar 1 dari 170 anak yang dirawat di rumah sakit) (Alberta Medical Association. Sering ditemukan bunyi napas mengi. kaki dan tungkai kiri dan kanan wajah. Pada awalnya batuk tidak berdahak.5 kali pada anak laki-laki daripada anak perempuan (Cherry. lebih dari 60% anak yang didiagnosis menderita croup dengan gejala ringan. Penyakit Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek. setelah sebagian besar gejala lainnya membaik. menggigil. berwarna kuning atau hijau. 2008). Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya Penyakit Bronkitis. 2005). tetapi dapat juga terjadi pada anak berusia 3 bulan dan sampai 15 tahun. 2008). lelah. Bisa terjadi pneumonia.1 Definisi Sindrom croup 2. demam ringan dan nyeri tenggorokan.

suara stidor saat istirahat yang dapat dengan mudah didengar. Berat Gejala batuk menggonggong yang lebih sering. Sedang Gejala batuk menggonggong yang lebih sering. kulit tampak kegelapan. 2). 2. dan tidak adanya retraksi sampai adanya retraksi ringan suprastrenal dan/atau interkostal. secara luas dapat dikategorikan berdasarkan 4 derajat beratnya gejala: 1). Kegagalan pernapasan terjadi segera Batuk menggonggong (sering tidak menonjol).7 Penatalaksanaan 2. Melembabkan Udara (Pengabutan) . dan retraksi suprasternal dan dinding sternal saat istirahat. 4). dan jika tanpa tambahan oksigen. letargi atau penurunan kesadaran.1 Klasifikasi Berdasarkan Beratnya Gejala Anak-anak yang menderita sindrom croup. retraksi dinding sternal yang jelas. tidak terdengar suara stridor saat istirahat. 3). retraksi dinding sternal (dapat tidak jelas). tetapi tidak ada atau sedikit gejala distres pernapasan atau agitasi. Ringan Gejala batuk menggonggong yang kadang-kadang.2. terdengar stridor saat istirahat (kadang-kadang sulit di dengar). banyak orang tua yang merasa khawatir dengan penyakit ini. dan adanya gejala distres pernapasan dan agitasi yang signifikan.7.3. Sehingga penting untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang penyakit yang secara alami dapat sembuh sendiri ini.1 Terapi suportif Oleh karena gejala croup sering timbul pada malam hari. sehingga meningkatkan kunjungan ke unit gawat darurat. stridor inspirasi yang menonjol dan –kadang-kadang – stidor ekspirasi.

2. 2008).2 Farmakoterapi Analgesik/Antipiretik Walaupun belum ada penelitian khusus tentang manfaat analgesik atau antipiretik pada anak dengan croup. atau memaparkan anak pada uap air yang panas (Wikipedia. Antibiotik Tidak ada penelitian yang potensial tentang manfaat antibiotik pada anak dengan croup. 2008). Lagipula. Oksigen Tatalaksana pemberian oksigen dapat dipakai untuk anak dengan hipoksia (dimana saturasi Oksigen dalam ruangan biasa < style="">Alberta Medical Association. 2008). Cara yang sederhana termasuk memaparkan anak pada udara malam yang basah. jika terjadi super infeksi –paling sering bacterial tracheitis dan . Rumah sakit saat ini menggunakan peralatan penguapan untuk tujuan ini. Lagipula. Croup sebenarnya selalu berhubungan dengan infeksi virus. Antitusif dan Dekongestan Tidak ada penelitian yang bersifat eksperimental yang potensial dalam menunjukkan keuntungan pemberian antitusif atau dekongestan pada anak dengan croup. Gabungan Oksigen-Helium Pemberian gas Helium pada anak dengan croup diusulkan karena potensinya sebagai gas dengan densitas rendah (dibanding nitrogen) dalam menurunkan turbulensi udara pada penyempitan saluran pernapasan (Alberta Medical Association. tetapi sekarang ini efektivitasnya masih dipertanyakan.Pada abad ke-20 terapi dengan melembabkan udara (terapi uap) merupakan dasar dari manajemen croup. tidak ada dasar yang rasional dalam penggunaannya. dan karena itu tidak diberikan pada anak yang menderita croup (Alberta Medical Association. sangat beralasan memberikan obat ini karena membuat anak lebih nyaman dengan menurunkan demam dan nyeri (Alberta Medical Association. sehingga secara empiris terapi antibiotik tidak rasional. 2008). 2008).7.

2003). Kerby. epinephrin 1:1. penggunaan epinephrine pada anak dengan croup berat. penelitian meta-analisis dengan kontrol. Dosis tunggal (0. dapat diberikan epinephrine secara berulang. Di sisi lain. sedang dan berat (Alberta Medical Association. Pemberiannya dapat diulang dalam 6 sampai 24 jam. 2008).merupakan kejadian yang jarang (kurang dari 1:1. serta menurunkan durasi gejala pada anak yang menderita gejala derajat ringan. Epinephrine dapat mengurangi distres pernapasan dalam waktu 10 menit dan bertahan dalam waktu 2 jam setelah penggunaan. Dexamethasone dosis 0. Anak yang hampir mengalami gagal napas. 2008. Dexamethasone sama efektifnya jika diberikan per oral atau parenteral. Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan kortikosteroid dapat menurunkan jumlah dan durasi pemakaian intubasi. yang memberikan kortikosteroid dosis lebih tinggi. reintubasi.pneumonia.000) digunakan untuk semua anak tanpa menghiraukan berat badan (Alberta Medical Association.25% dan 5. Glucocorticoids Steroid adalah terapi utama pada croup. Terdapat beberapa bukti juga yang mengatakan dexamethasone dosis rendah 0. Kerby.5 ml epinephrine tartar 2. 2003). . Epinephrine Berdasarkan data terdahulu. 2008). dapat mengurangi kebutuhan alat bantu pernapasan. angka dan durasi dirawat di rumah sakit. 2008). 2008. 2008).15 mg/kg BB juga sama efektifnya. memberikan respon klinis yang baik pada sebagian besar pasien (Alberta Medical Association.0 ml epinephrine 1:1. Pemberian epinephrine yang kontinyu dilaporkan telah digunakan dibeberapa unit perawatan intensif anak (Alberta Medical Association. Bentuk epinephrine tartar yang umum digunakan untuk pasien croup. Beberapa penelitian retrospektif dan prospektif menyarankan pasien yang mendapat terapi epinephrine dapat dipulangkan selama gejalanya tidak timbul kembali setidaknya dalam 2-3 jam setelah terapi (Alberta Medical Association.000 memiliki efek yang sebanding dan sama amannya dengan bentuk tartar. dan angka kunjungan berulang ke pelayanan kesehatan.000) sehingga pemakaian antibiotik untuk profilaksis juga tidak rasional (Alberta Medical Association.6 mg/kg BB merupakan dosis yang umumnya digunakan.

2008).8 Komplikasi Komplikasi yang dapat timbul adalah:  Perlunya pemasangan intubasi pada sejumlah kecil pasien (<1%)  Bacterial tracheitis dapat memperburuk keadaan pasien croup  Henti kardiopulmoner dapat timbul pada pasien yang tidak dimonitor dan tidak diterapi secara adekuat  Serta timbulnya pneumonia yang merupakan komplikasi dari croup yang jarang terjadi (Alberta Medical Association. Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa.Inhalasi budesonide juga menunjukkan efektivitas yang sama dengan dexamethasone oral. Pada pasien dengan gejala muntah-muntah juga merupakan alasan untuk memberikan inhalasi steroid (Alberta Medical Association.9 Prognosis Oleh karena pada umumnya penyebab sindrom croup adalah virus. Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. 2008). tetapi puncaknya pada hari kedua dari perjalanan penyakit (Wikipedia. dan sangat jarang menyebabkan kematian akibat obstruksi saluran pernapasan total. pemberian budesonide dan epinephrine secara bersamaan adalah logis dan dapat lebih efektiv daripada pemberian epinephrine saja. 2. 2008). 2. Demikian pula di Indonesia. Tuberkulosis / TBC merupakan masalah kesehatan. baik dari sisi angka kematian . Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia. maka sindroma ini dapat sembuh dengan sendirinya. Penatalaksanaan simdrom croup berdasarkan beratnya gejala terdapat pada lampiran 1. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Pada pasien dengan gejala gagal napas yang berat. tetapi cara pemakaiannya lebih traumatik dan lebih mahal sehingga tidak secara rutin digunakan. Gejalanya dapat berlangsung dalam 7 hari.

misalnya batuk lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk). Adapun gejala-gejala lain dari TB pada orang dewasa adalah sesak nafas dan nyeri dada. Penularannya melalui udara apabila orang yang menderita TBC dalam paru-paru atau tenggorokan batuk. berkeringat malam. malaria atau infeksi saluran nafas akut) dapat disertai dengan keringat malam. Gejala umum. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. 2.000 penduduk. maupun diagnosis dan terapinya. ketiak dan lipatan paha. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia. Pada anak-anak gejala TB terbagi 2. badan lemah. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang. nafsu makan dan berat badan menurun. nafsu makan dan berat badan . bersin atau berbicara sehingga kuman/basil dilepaskan ke udara. batuk darah atau pernah batuk darah. paling sering di daerah leher.000 penderita Tuberkulosis / TBC baru pertahun dengan 262. Kuman/basil dapat bertahan beberapa jam dalam suhu kamar/lingkungan rumah. rasa kurang enak badan (malaise). Demam lama atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifus. maka jika ada orang disekitar penderita maka kuman/basil akan mudah menular ke semua orang disekitarnya/yang kontak dengan penderita. dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Kenyataan mengenai penyakit TBC di Indonesia begitu mengkhawatirkan. demam meriang lebih dari sebulan. Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit.000 penduduk tiap tahun. sehingga kita harus waspada sejak dini & mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC . badan lemah. TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Basil Mycobacterium Tuberculosis atau basil tuberkel yang tahan asam. walaupun tanpa kegiatan. Gejala dari saluran nafas. menunjukkan bahwa Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian. sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat.000 BTA positif atau insidens rate kirakira 130 per 100. angka kejadian penyakit (morbiditas).4 TANDA – TANDA DAN GEJALA KLINIS Gejala TB pada orang dewasa umumnya penderita mengalami batuk dan berdahak terus-menerus selama 3 minggu atau lebih. yakni gejala umum dan gejala khusus. Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583. meliputi : Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik. nyeri dada. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru. Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992. Kematian akibat Tuberkulosis / TBC diperkirakan menimpa 140.(mortalitas). tanda cairan di dada dan nyeri dada. Jika anda menemui pasien mengeluh : Sesak nafas.

muntah-muntah dan kesadaran menurun. pembengkakan di pinggul • Tulang lutut: pincang dan atau bengkak TB otak dan saraf Meningitis dengan gejala kaku kuduk. • Terdapat reaksi kemerahan cepat setelah penyuntikkan BCG (dalam 3-7 hari). Gejala mata • Conjunctivitis phlyctenularis • Tuburkel koroid (hanya terlihat dengan funduskopi) Seorang anak juga patut dicurigai menderita TB apabila: • Mempunyai sejarah kontak erat (serumah) dengan penderita TB BTA positif. oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan dahak dan foto . misalnya diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare. Seorang penderita TB ekstra paru kemungkinan besar juga menderita TB paru. misalnya : TB kulit atau skrofuloderma TB tulang dan sendi. Misalnya pada penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus). Selain itu. benjolan (massa) di abdomen.menurun. Puskesmas atau Dokter Praktek Swasta ! Sebaiknya jangan memberikan obat. tergantung pada organ yang terkena. dan tanda-tanda cairan dalam abdomen. malnutrisi berat. demam meriang lebih dari sebulan Maka Minta yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Apabila hanya 1 spesimen yang positif maka perlu dilanjutkan dengan rontgen dada atau pemeriksaan SPS diulang. Gejala Khusus. hal ini disebabkan suatu uji tuberkulin positif hanya menunjukkan bahwa yang bersangkutan pernah terpapar dengan Mycobacterium tubeculosis. hasil uji tuberkulin dapat negatif meskipun orang tersebut menderita TB. obat demam. Sementara diagnosis TB ekstra paru. uji tuberkulin tidak mempunyai arti dalam diagnosis. sesuai dengan bagian tubuh yang diserang. 20 Gejala dari saluran cerna. berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan. obat penambah nafsu makan dan lain sebagainya. TB milier dan morbili. Misalnya nyeri dada terdapat pada TB pleura (pleuritis). Hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila sedikitnya 2 dari 3 spesimen SPS BTA hasilnya positif. 2. meliputi : • Tulang punggung (spondilitis) : gibbus • Tulang panggul (koksitis): pincang. 21 Pada orang dewasa. rasa kurang enak badan (malaise). misalnya obat sesak.4 DIAGNOSIS Diagnosis TB paru pada orang dewasa yakni dengan pemeriksaan sputum atau dahak secara mikroskopis. pembesaran kelenjar limfe superfisialis pada limfadenitis TB dan pembengkakan tulang belakang pada Sponsdilitis TB.

Mycodot dan lain-lain. penyakit sangat berat. pemberian imunosupresif. Pemeriksaan mikrobiologi dan serologi Pemeriksaan BTA secara mikroskopis lansung pada anak biasanya dilakukan dari bilasan lambung karena dahak sulit didapat pada anak.1 PENGANTAR TERAPI Pengendalian atau penanggulangan TB yang terbaik adalah mencegah agar tidak terjadi penularan maupun infeksi. menunjukkan adanya infeksi TB dan kemungkinan ada TB aktif pada anak. Pencegahan TB pada dasarnya adalah : 1) Mencegah penularan kuman dari penderita yang terinfeksi 2) Menghilangkan atau mengurangi faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penularan. . maka anak tersebut telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.rontgen dada. akan menunjang atau memperkuat diagnosis TB. Gambaran foto rontgen dada Gejala-gejala yang timbul adalah: • Infiltrat dengan pembesaran kelenjar hilus atau paratrakeal • Milier • Atelektasis/kolaps konsolidasi • Konsolidasi (lobus) • Reaksi pleura dan atau efusi pleura • Kalsifikasi • Bronkiektasis • Kavitas • Destroyed lung Uji tuberkulin Uji ini dilakukan dengan cara Mantoux (penyuntikan dengan cara intra kutan) Bila uji tuberkulin positif. masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk pemakaian dalam klinis praktis. 23 BAB III TERAPI 3. Secara umum diagnosis TB paru pada anak didasarkan pada: Gambaran klinik Meliputi gejala umum dan gejala khusus pada anak. Respons terhadap pengobatan dengan OAT Kalau dalam 2 bulan menggunakan OAT terdapat perbaikan klinis. serta dipakai dengan patuh sesuai ketentuan penggunaan obat. dan lain-lain). Tindakan mencegah terjadinya penularan dilakukan dengan berbagai cara. yang utama adalah memberikan obat anti TB yang benar dan cukup. Reaksi cepat BCG Bila dalam penyuntikan BCG terjadi reaksi cepat (dalam 3-7 hari) berupa kemerahan dan indurasi > 5 mm. uji tuberkulin dapat negatif pada anak TB 22 berat dengan anergi (malnutrisi. PAP. Pemeriksaan serologis seperti ELISA. Namun.

. menghindari meludah sembarangan. mengkonsumsi makanan yang bergizi yang baik dan seimbang. antara lain dengan pengaturan rumah agar memperoleh cahaya matahari. Dengan demikian salah satu upaya pencegahan adalah dengan penyuluhan. dan 4) menurunkan tingkat penularan. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan kesadaran. 1) menyembuhkan penderita sampai sembuh. 2) mencegah kematian. kemauan dan peranserta masyarakat dalam penanggulangan TB. Terapi atau Pengobatan penderita TB dimaksudkan untuk. yakni pada dasarnya adalah mengupayakan kesehatan perilaku dan lingkungan. batuk sembarangan. mengurangi kepadatan anggota keluarga. 3) mencegah kekambuhan. Penyuluhan TB dilakukan berkaitan dengan masalah pengetahuan dan perilaku masyarakat. mengatur kepadatan penduduk.Pencegahan dilakukan dengan cara mengurangi atau menghilangkan faktor risiko..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful