Analisis Puisi “Doa”

Feb9 PUISI DOA KARYA CHAIRIL ANWAR Doa Tuhanku Dalam termenung Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Caya-Mu panas suci Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk Remuk Tuhanku Aku mengembara di negeri asing Tuhanku Di Pintu-Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling A. Analisis Struktural a) Tema Puisi ³Doa´ karya Chairil Anwar di atas mengungkapkan tema tentang ketuhanan. Hal ini dapat kita rasakan dari beberapa bukti. Pertama, diksi yang digunakan sangat kentaldengan kata-kata bernaka ketuhanan. Kata `dua´ yang digunakan sebagai judul menggambarkan sebuah permohonan atau komunikasi seorang penyair dengan SangPencipta. Kata-kata lain yang mendukung tema adalah: Tuhanku, nama-Mu, mengingat Kau,caya-Mu, di pintu-Mu. Kedua, dari segi isi puisi tersebut menggambarkan sebuah renungandirinya yang menyadari tidak bisa terlepas dari Tuhan. Dari cara penyair memaparkan isi hatinya, puisi´Doa´sangat tepat bila digolongkan padaaliran ekspresionisme, yaitu sebuah aliran yang menekankan segenap perasaan atau jiwanya. Perhatikan kutipan larik berikut : (1) Biar rusah sungguhMengingat Kau penuh seluruh (2) Aku hilang bentuk remuk

(3) Di Pintu-Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling Puisi yang bertemakan ketuhanan ini memang mengungkapkan dialog dirinya denganTuhan. Kata `Tuhan´ yang disebutkan beberapa kali memperkuat bukti tersebut, seolah-olah penyair sedang berbicara dengan Tuhan. b) Nada dan Suasana Nama berarti sikap penyair terhadap pokok persoalan (feeling) atau sikap penyair terhadap pembaca. Sedangkan suasana berarti keadaan perasaan pembaca sebagai akibatpembacaan puisi. Nada yang berhubungan dengan tema ketuhanan menggambarkan betapa dekatnyahubungan penyair dengan Tuhannya. Berhubungan dengan pembaca, maka puisi `Doa´tersebut bernada sebuah ajakan agar pembaca menyadari bahwa hidup ini tidak bisa berpaling dari ketentuan Tuhan. Karena itu, dekatkanlah diri kita dengan Tuhan. Hayatilah makna hidup ini sebagai sebuah pengembaraan di negeri `asing´. c) Perasaan Perasaan berhubungan dengan suasana hati penyair. Dalam puisi ´Doa´ gambaranperasaan penyair adalah perasaan terharu dan rindu. Perasaan tersebut tergambar dari diksiyang digunakan antara lain: termenung, menyebut nama-Mu, Aku hilang bentuk, remuk, Akutak bisa berpaling. d) Amanat Sesuai dengan tema yang diangkatnya, puisi ´Doa´ ini berisi amanat kepada pembacaagar menghayati hidup dan selalu merasa dekat dengan Tuhan. Agar bisa melakukan amanattersebut, pembaca bisa merenung (termenung) seperti yang dicontohkan penyair. Penyair juga mengingatkan pada hakikatnya hidup kita hanyalah sebuah ´pengembaraan di negeriasing´ yang suatu saat akan kembali juga. Hal ini dipertegas penyair pada bait terakhir sebagai berikut: Tuhanku, Di Pintu-Mu Aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling B. Analisis Semiotik Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namaMu Bait pertama puisi tersebut terdiri atas tiga larik. Masing – masing larik tidak dapat disebut kalimat. Kunci utama bait itu adalah kata termangu. Termangu dalam hal apa, kepada siapa, tentang apa, dan banyak pertanyaan lain. Mungkin penyair ingin mengatakan bahwa di dalam kegoyahan imannya kepada Tuhan, (termangu), isi masih menyebut nama Tuhan (dalam doa – doanya). Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh Bait kedua dengan kata kunci susah. Susah dalam hal apa? Tentang apa? Karena apa?

Pengulangan kata „Tuhanku‟ yang berupa penyebutan atau seruan yang berulang – ulang ( empat kali ) dalam sajak itu sesuai dengan sifat sajak itu sebagai doa. Asing. Hal ini secara semiotik tergambardalam penggunaan bahasanya: pemilihan kata serta bunyinya. Caya-Mu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Bait ketiga kata kuncinya adalah Cahaya lilin ini mewakili cahaya yang sangat penting untuk menerangi kegelapan malam. kesulitan berkonsentrasi untuk “dialog” dengan Tuhan memang dimungkinkan. dalam sajak ini dikontraskan bunyi vokal u yang dominan dengan bunyi i yang juga berturut – turut. mengenang perbuatannya itu. Bunyi u ini memberi tanda kekhusukan dan kesungguh – sungguhan. Mungkin penyair bermaksud untuk menyatakan bahwa cahaya iman dari Tuhan tinggal cahaya kecil di lubuk hati penyair yang siap padam (karena kegoncangan iman). Dalam doa biasa orang menyeru Tuhan berkali – kali. Ia tak mengenali dirinya lagi.. aku mengembara di negeri asing. Hal ini tampak jelas pertentangan suasana dan arti dalam bait kedua yang menyatakan kepenuhan Tuhan dipertentangkan dengan bait ketiga yang mengandung arti dan suasana kecil: „Biar susah sungguh / mengingat Kau penuh seluruh‟ dipertentangkan dengan: „tinggal kerdip lilin di kelam sunyi‟. aku tidak bisa berpaling‟. seperti keraguandan kepercayaan. sedang dalam kekhusukan itu terermin rasa keterasingan dan keterpencilan si aku: „cayaMu…suci / tinggal kerdip lilin di kelam sunyi. Chairil Anwar dikenal sebagai seorang sastrawan yang bohemian.Ditafsirkan bahwa penyair sangat sulit berkonsentrasi dalam doa untuk berkomunikasi kepada Tuhan secara total (penuh seluruh). Dalam sajak “Doa” tampak adanya pertentangan – pertentangan. Persajakan bentuk pun ( pilihan kata dan bunyi ) untuk mempertentangkan arti dan suasana: Aku hilang bentuk / remuk …. Namun dalam sajak “Doa” ini penyeruan Tuhan yang berkali – kali itu dapat memperkuat efek kebingungan si aku. Secara semiotik. Bait keenam memang seperti kita ketahui selama hidupnya. Sehingga dari kehidupannya itu ia merasa bahwa ia telah melakukan kesalahan yang membuat ia merasa jauh dari Tuhannya. Artinya. hidupnya terkesan hura-hura. Aku mengembara di negeri asing Bait kelima Chairil melalui aku lirik. atau mewakili cahaya yang rapuh dalam kegelapan malam. Di pintuMu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling. seperti telah terurai di atas. bahkan menunjukkan keputusannya. Tuhanku Aku hilang bentuk Remuk Bait keempat Chairil sadar bahwa akibat dosanya itu ia seakan merasa bahwa ia sudah hilang bentuk dan remuk. Dalam kegoncangan iman. Aku mengembara di negeri asing Dipertentangkan dengan: Di pintuMu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling Karena „aku hilang bentuk – remuk‟ maka „aku mengetuk‟ pintu Tuhan. dan karena „aku di . karena apa yang dikerjakannya itu bertentangan dengan apa yang sudah diperintahkan Tuhannya.

atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Basasa kiasan dipergunakan untukmemperindah sajak-sajak yang ditulis seorang penyair. Bahasa Kiasan Bahasa kiasan merupakan alat yang dipergunakan penyair untuk mencpai spek kepuitisan atau sebuah kata yang mempunyai arti secara konotatif tidak secara sebenarnya. Pilihan Kata Pilihan kata yng digunakan seorang Chairil Anwar sangat indah. Dalam sajak terdapat dalam: Kalau kau mau ku terima kau kembali … Kalau kau mau kuterima kembali … b) Simile atau Persamaan Simile atau Persamaan adalahperbandingan yang bersifat eksplisit. kata. Bahasa sajak ang tedapat dalampuisi “Penerimaan” karya Chairil Anwar adalah sebagai berikut: a) Repetisi Repetisi adalah pengulangan bunyi. suku kata. A. karena kata-kata yang digunakan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami misalnya dalam sajak yang berjudul “Penerimaan”. Selain itu penyusunan kata-katanya sangat tepat dan pemilihan untuk pembentukan sebuah sajak memperhatikan kesesuaiaan kata yang digunakan serta penyusunan antar kata sangat indah. Dalam sajak terdapat dalam: … Bak kembang sari sudah terbagi … c) Pesonifikasi Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati seolah-olah . PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.negeri asing‟ maka aku tidak bisa berpaling‟ dari Tuhan. Dalam penulisan sebuah sajak bahasa kiasan ini digunakan untuk memperindah tampilan atau bentuk muka dari sebuah sajak. yaitu langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal lain. Analisis Struktural Ada kriteria dalam menganalisis struktur kepuitisan yaitu: 1. 2.

ini menggunakan metafora-metafora yang sangat indah dangan menggambarkan perempuan yang tidak perawan dengan kembang sari sudah terbagi. Si aku pun tetap menerima apapun yang sudah terjadi dan menerima dengan mutak: jangan mendua lagi. Penggunaan citraan dalam puisi melibatkan hampir semua anggota tubuh kita. Tidak usah takut untuk menemui si aku. yaitu citraan penglihatan. tangan. Itu digambarkan dengan kalimat” Kutahu kau bukan yang dulu lagi bak kembang sari sudah terbagi”. citraan penciuman. Citraan dalam puisi terdapat 7 jenis citraan. Si aku menerima sepenuh hati bila gadis itu mau kembali lagi pada kehidupan si aku. Si aku masih sendiri tidak akan mencari yang lain dan tetap menunggu walaupun sudah mengetahui bahwa gadis yang dicintainya sudah tidak perawan lagi atau sudah selingkuh dengan laki-laki lain. Digambarkan dalam bait ke-5 yan berbunyi “Sedangkan dengan cermin aku enggan berbagi”. citraan perabaan. sedangkan dengan cermin aku enggan berbagi. Dalam kalimat ini menggunakan citraan penglihatan . Analisis Semiotik Dalam sajak”Penerimaan” karya Chairil Anwar merupakan ungkapan perasaan yang dirasakan oleh penyair. Dalam sajak “Penerimaan” citraan yang digunakan misalnya yaitu citraan penglihatan tedapat dalam”aku masih tetap sendiri. Cermin dapat dilihat dengan indera mata sehingga menggunakan citraan penglihatan. Citraan Citraan adalah satuan ungkapan yang dapat menimbulkan hadirnya kesan keindrawian atau kesan mental tertentu. citraan pendengaran. baik alat indra maupun anggota tubuh. Dalam sajak terdapa dalam: … Sedang dengan cermin aku enggan berbagi 3. B. dan citraan suhu. Si aku memberi harapan kepada gadis si aku bila ingin kembali tidak usah malu dan harus mau menemui si aku. citraan pencecapan. Puisi itu dapat dianalisis sebagai berikut: si aku memberi harapan kepada gadis si aku bila ingin kembali boleh saja. citraan gerak. Untuk dapat menemukan sumber citraan yang terdapat dalam puisi. Unsur citraan dalam sebuah puisi merupakan unsur yang sangat penting dalam mengembangkan keutuhan puisi. bahkan bercermin pun si aku enggan berbagi. sebab melaluinya kita menemukan atau dihadapkan pada sesuatu yang tampak konkret yang dapat membantu kita dalam menginterpretasikan dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh dan tuntas.hidup. dan kaki. pembaca harus memahami puisi dengan melibatkan alat indra dan anggota tubuh untuk dapat menemukan kata-kata yang berkaitan dengan citraan. Si aku tidak mencari gadis lain sebagai pendamping hidupnya karena masih menunggu kepulangan kekasihnya. seperti kepala.

sebagai suatu sistem tanda-tanda dan menentukan konvensi-konvensi apa yang memungkinkan karya sastra mempunyai makna. Dengan melihat variasi-variasi di dalam struktur sajak atau hubungan dalam (internal) antara unsur-unsurnya akan dihasilkan bermacam-macam makna..Kamis. Akan tetapi.M. Disusun Oleh : NAMA : RINDIT SETIAWAN NIM : 08003124 KELAS : B PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2010 PENDAHULUAN A .LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan sastra sekarang ini sangat pesat dan keluar dari kaidah-kaidah penulisan yang ada. .S. teori ini belum banyak dimanfaatkandalam bidang kritik sastra di Indonesia. Oleh karena itu dalam pembicaran ini dicoba untuk menerapkan teori-teori dalam menganalisis sajak Indonesia untuk turut mengembangkan studi sastra dan kesusastraan Indonesia. Studi sastra bersifat semiotik merupakan usaha untuk menganalisis karya sastra. bebas dan tidak terikat pada konvensi-konvensi yang ada pada masa itu. di sini sajak khususnya.S. 15 April 2010 ANALISIS STRUKTURAL SEMIOTIK PUISI CHAIRIL ANWAR YANG BERTEMA PERCINTAAN MAKALAH ANALISIS STRUKTURAL SEMIOTIK PUISI CHAIRIL ANWAR YANG BERTEMA PERCINTAAN Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Puisi Dosen Pengampu: Abdul wachid.Salah satu penyair pada era 45 yaitu Chairil Anwar yang sering di sebut sebagai pelopor angkatan 45 dengan corak dan gaya penulisan sajaknya yang terlepas. Teori struktural dan semiotik dewasa ini merupakan salah satu teori sastra yang terbaru disamping teori estetika resepsi dan dekonstruksi.Hum. Banyak hal-hal yang baru yang muncul dan tidak sesuai dengan konvensi-konvensi.

Menganalisis sajak adalah usaha menangkap dan memberi makna kepada teks sajak. Warna cat sebelum digunakan dalam lukisan masih bersifat netral. Dalam makalah ini. Jadi. Bahasa itu merupakan sistem ketandaan yang berdasarkan atau ditentukan oleh konvensi (perjanjian) masyarakat. D. belum mempunyai arti apa-apa sedangkan kata-kata (bahasa) sebelum dipergunakan dalam karya sastra sudah merupakan lambang yang mempunyai arti yang ditentukan oleh perjanjian masyarakat (bahasa) atau ditentukan oleh konvensi-konvensi masyarakat. simbol. C. penulis mengambilsalah satu puisi karya Chairil Anwar yang berjudul “Penerimaan” dalm bukunya “Deru Campur Debu”yang akan dianlisias secara struktural semiotik.melainkan hal-hal itu saling berkaitan.yang di antara unsur-unsurnya terjadi hubungan yang timbal balik. Untuk mengetahui kesamaan tema dalam kumpulan puisi-puisi Chiril Anwar. Medium karya sastra bukanlah bahan yang bebas (netral) seperti bunyi pada seni musik ataupun warna pada lukisan. Untuk mengetahui apa saja gaya bahasa. TEORI DAN METODE Menganalisis sajak itu bertujuan memahami makna sajak.yaitu sistem ketandaan yang mempunyai arti. Struktur di sini dalam arti bahwa karya sastra itu merupakan susunan unsur-unsur yang bersistem. majas dan unsur-unsur kepuitisan yang terdapat dalam “Penerimaan” karya Chairil Anwar. Karya sastra itu merupakan struktur yang bermakna. Lambang-lambang atau tanda-tanda kebahasaan itu berupa satuan-satuan bunyi yang mempunyai arti oleh konvensi masyarakat. B. citraan.Semiotik seperti yang diungkapkan oleh Rachmat Djoko Pradopo yaitu bahwa bahasa sebagai medium karya sastra sudah merupakan sistem semiotik atau ketandaan.saling terikat.saling menentukan.dan saling bergantung (2009:118). Sistem ketandaan itu disebut dengan semiotik. TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah tentang “Analisis Struktural dan Semiotik Terhadap Puisi Chairil Anwar” adalah untuk: Untuk memahami aspek-aspek kepuitisan dan makna sajak secara struktural dan semiotik terhadap puisi ”Penerimaan” karya Chairl Anwar. kesatuan unsur-unsur dalam sastra bukan hanya berupa kumpulan-kumpulan atau tumpukan hal-hal atau benda-benda yang berdiri sendiri-sendiri. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana unsur-unsur yang terkandung dalam puisi “Penerimaan”karya Chairil Anwar dalam bukunya yang berjudul “Deru Campur Debu”. Sedangkan struktural dalam sajak atau karya sasatra yang menganggap bahwa sebuah karya sastra adalah sebuah struktur. Begitu pula ilmu yang mempelajari sistem tanda-tandaiti disebut semiotika (2009:121). .

medium karya sastra bukanlah bahan yang bebas (netral).Riffaterre memperlakukan semua kata menjadi tanda. semiologi. Seorang pembaca harus mencari sumber teks atau yang lazim disebut hipogram dan harus mencari model dan varian. penulis mengguakan teori strukturalisme. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory (semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki) ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia. Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini. Semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. ditengahtengah manusia dan bersama-sama manusia.Karya sastra itu merupakan sistem tanda yang mempunyai makna yang mempergunakan medium bahasa. Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya . Semiotik adalah teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). yaitu sesuai dengan kompetensi bahasa dan struktur kebahasaannya. Untuk memahami sebuah teks harus mencari unsur-unsur yang ada di dalamnya yaitu unsur-unsur estetik dan unsur-unsur ekstra estetik yang terdapat dalam sebuah karya sastra. Seorang pembaca harus menemukan hubungan intertekstualitas antara karya sastra tersebut.untuk mengetahui unsur kepuitisan dan makna luar yang terkandung dalam teks puisi. Semiotika. Memaknai (to sinify) dalam hal ini tidak dapat dicampur adukkan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Bahasa sebagai medium karya sastra sudah merupakan sistem semiotic atau ketandaan yang mempunyai arti. atau dalam istilah Barthes. Pembaca juga harus melakukan pembacaan secara heuristik. Teori yang digunakan dalam analisis makalah ini menggunakan teori menurut Riffaterre. Langkah-langkah dalam memahami sebuah teks dalam hal ini puisi menurut Michael Riffaterre ada 4. Dalam semiotik. yaitu: Pembaca harus menemukan kata kunci atau matriks yang terdapat dalam sebuah sajak atau teks. Seorang pembaca dituntut untuk melakukan pembacaan hermeneutik yaitu pembacaan pada tingkat makna. Teks atau puisi menurut Michael Riffaterre adalah pemikiran yang dibakukan melalui mediasi bahasa. Sedangkan untuk memaknai atau memberi makna dalam setiap sajak penulis menggunakan teori semiotoc.

dalam hal mana objek-objek itu hendak berkomunikasi. sebagai suatu sistem tanda-tanda dan menentukan konvensi-konvensi apa yang memungkinkan karya sastra mempunyai makna. karena itu kata-kata dalam puisi lebih mengutamakan intuisi. dan sintesis.Kemudian setiap unsur sajak diberi makna yang sesuai dengan konvensi puisi. Metode yand digunakan dalam menganalisis puisi ini yaitu dengan menganalisis sajaksajak kedalam unsur-unsur yang memperhatihan hubungan keseluruhan unsur-unsur yang ada. PEMBAHASAN ANALISIS STRUKTUR KEPUITISAN Ada kriteria dalam menganalisis struktur kepuitisan yaitu: Pilihan Kata Kata-kata di dalam sajak adalah kata-kata yang sama sekali berbeda dengan teks dalam bentuk yang lain. Dengan melihat variasi-variasi di dalam struktur sajak atau hubungan dalam (internal) antara unsur-unsurnya akan dihasilkan bermacam-macam makna. tetapi juga dituntut untuk mampu menggambarkan imaji sang penyair dan memberikan impresi ke dalam diri pembacanya. di sini sajak khususnya. imajinasi. Pilihan kata yang tedadap dalam puisi “Penerimaan” karya Chairil Anwar: PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani .membawa informasi. Studi sastra bersifat semiotik merupakan usaha untuk menganalisis karya sastra. tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda.setelah itu memaknai keseluruhan teks puisi berdasarkan analisis tersebut. Kata-kata dalam sajak memiliki peran sangat esensial karena ia tidak saja harus mampu menyampaikan gagasan.

atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Basasa kiasan dipergunakan untukmemperindah sajak-sajak yang ditulis seorang penyair. Simile atau Persamaan Simile atau Persamaan adalahperbandingan yang bersifat eksplisit. Bahasa sajak ang tedapat dalampuisi “Penerimaan” karya Chairil Anwar adalah sebagai berikut: Repetisi Repetisi adalah pengulangan bunyi.. . Dalam sajak terdapa dalam: . suku kata.. kata. yaitu langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal lain.1959:36) Pilihan kata yng digunakan seorang Chairil Anwar sangat indah. Dalam sajak terdapat dalam: Kalau kau mau ku terima kau kembali . (Deru Campur Debu. Selain itu penyusunan kata-katanya sangat tepat dan pemilihan untuk pembentukan sebuah sajak memperhatikan kesesuaiaan kata yang digunakan serta penyusunan antar kata sangat indah.. Kalau kau mau kuterima kembali . Bak kembang sari sudah terbagi ... Dalam sajak terdapat dalam: ...Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.. Bahasa Kiasan Bahasa kiasan merupakan alat yang dipergunakan penyair untuk mencpai spek kepuitisan atau sebuah kata yang mempunyai arti secara konotatif tidak secara sebenarnya. Dalam penulisan sebuah sajak bahasa kiasan ini digunakan untuk memperindah tampilan atau bentuk muka dari sebuah sajak. Pesonifikasi Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati seolah-olah hidup. karena kata-kata yang digunakan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami misalnya dalam sajak yang berjudul “Penerimaan”..

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Dalam menyampaikan sebuah ide atau gagasan Chairil Anwar cenderung pada aliran realisme dan ekspresionis. Citraan dalam puisi terdapat 7 jenis citraan. sajak-sajak sesamanya. citraan pendengaran. PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi . sebab melaluinya kita menemukan atau dihadapkan pada sesuatu yang tampak konkret yang dapat membantu kita dalam menginterpretasikan dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh dan tuntas. dan citraan suhu. tidak boleh melupakan hubungan sejarahnya. citraan gerak. 1983: 65). bik dengan keseluruhan sajak-sajak peyair sendiri. citraan perabaan. seperti kepala. Unsur citraan dalam sebuah puisi merupakan unsur yang sangat penting dalam mengembangkan keutuhan puisi. sedangkan dengan cermin aku enggan berbagi. citraan penciuman. Citraan Citraan adalah satuan ungkapan yang dapat menimbulkan hadirnya kesan keindrawian atau kesan mental tertentu. pembaca harus memahami puisi dengan melibatkan alat indra dan anggota tubuh untuk dapat menemukan kata-kata yang berkaitan dengan citraan. tangan. citraan pencecapan. maupun dengan sajak sastra zaman sebelumnya( Teeuw. Penggunaan citraan dalam puisi melibatkan hampir semua anggota tubuh kita. yaitu citraan penglihatan. Hubungan Intertekstual “Penerimaan” dengan “Kusangka” Untuk mendapat makna penuh sebuah sajak. baik alat indra maupun anggota tubuh. Sarana Retorika Sarana retorik pada dasarnya merupakantipu muslihat piiran yang mempergunakan susunan bahasa yang khas sehingga pendengar erasa dituntut untuk berpikir. Dalam sajak “Penerimaan” citraan yang digunakan misalnya yaitu citraan penglihatan tedapat dalam”aku msih tetap sendiri. Dibawah ini sajak-sajak nya. Cermin dapat dilihat dengan indera mata sehingga menggunakan citraan penglihatan. dan kaki. Untuk dapat menemukan sumber citraan yang terdapat dalam puisi. yaitu sajak “Penerimaan” karya Chairil Anwar dan “Kusangka” karya Amir Hamzah.

..... Hatiku remuk mengenangka ini Wasangka dan was-was silih berganti... Rupanya teratai patah kelopak Dihinggapi kumbang berpuluh kali.. Kulihat kumbang keliling berlagu Kelopakmu terbuka menerima cembu.1959:36) KUSANGKA Kusangka cempaka kembang setangakai Teryata melur telah diseri.. Igauanku subuh......... 1959:19) ...... impianku malam Kuntum cempaka putih bersih. Mimpiku seroja terapung di paya Teratai putih awan angkasa. Melati yang ada Pandai tergeletak....Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi....... Rupanya mawar mengandung lumpur Kaca piring bunga renungan.... Kupohonkan cempaka Harum mula terserak.... Kuharap cempaka baharu kembang Belum tahu sinar matahari.. Kusangka hauri bertudung lingkup Bulu mata menyangga panah Asmara Rupanya merpati jangan dipetik Kalau dipetik menguku segera (Buah Rindu.. (Deru Campur Debu.

Gadis yang masih murni (disangka murni) diumpamakan cempaka kembang(bait 1). baharu kembang belum terkena sinar matahari(bait 2). Sikap romantik digambarkan dengan bahasa yang indah. si aku tidak mau bersama gadis yang sudahtidak murni lagi. membandingkan gadis dengan bunga. cempaka harum(bait 3). Sangat berlawanan dengan apa yang ditampilkan oleh Amir Hamzah. Si aku mau menerima kembali asal mau kembali kepada si aku tanpa da rasa curiga. dan merpati yang mengaku segera(bait 6). Pandangan romantik Amir Hamzah ditentang dengan pendangan realistiknya. Kulihat kumbang keliling berlagu/kelopakmu terbuka menerima cembu‟). Gambaran tersebut bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya yang sangat menyakitkan basi si aku dan sangat kecewa setelah mengetahui kisah yang sebenarnya. tetapi ternyata sesungguhnya sudah tidak murni lagi. tidak mencari wanita lain sebagai pasangan hidupnya karena masih menunggu kembalinya wanita yang dicintainya itu. Dari keenam bait tersebut disimpulkan bahwa si aku mencintai gadis yang disangka murni. Wanita itu jika ingin mau diterima kembali harus . Ia berpandangan realistik. dalam sajaknya itu menampilkan tampak yang lain dalam mendiskripsikan atau menanggapi gadis yang sudah tidak murni lagi. Si aku masih sendiri. yaitu sudah dihinggapi kumbang lain.Sajak Chairil Anwar merupakan penyimpangan terhadap konsep estetik Amir Hamzah yang masih meneruskan konsep estetik sastra lama. mengambil objek dari alam sebagai perumpamaan. Tidak sesuai dengan keinginan si aku. tidak boleh menerima cinta orang lain. Sebaliknya Chairil Anwar. dan seperti bidadari (hauri) bertudung lingkup yang bulu matanya menambah panah asmara(bait 6). merpati yang pandai bergelak(bait 3). si aku au menerima kembali wanita(kekasihnya. namun kenyataan berlainan. Si aku mengetahui bahwa gadis yang dicintainya sudah tidak murni lag. Wasangka dan was-was silih berganti(bait 1). sebab akan terkena kuku “merpati” itu (bait 7). sudah seperti bunga yang sarinya terbagi. istrinya) yang barang kali telah berselingkuh dengan laki-laki lain. Pada bait terakhir dimetamorkan sebagai bidadari (hauri) dan merpati. sehingga seperti natural. Amir Hamzah menggunakan ekspresi romantik secara metaforis-alegoris. Sajak “Kusangaka” mennjukkan kesejajaran gagasan yang digambarkan dalam enam sajak tersebut. Gambaran gadis tersebut sudah tidak murni lagi diumpamakan melur telah diseri(bait 1). seroja terapung di paya putih seperti awan(bait 4). Hal itu menimbulkan kekeewaan dan menyebabkan hati si aku remuk. Jadi yang menanggapi masalah tersebut si aku merasa kecewa karena pikiran romantik bahwa gadis yang dicintainya itu harus masih murni dan tetap murni. Dengan demikian. setia pada si aku. mawar yang mengandung lumpur(bait 4). Sudah dijamah oleh pemuda lain/ suda tidak perawan lagi („Rupanya teratai patah kelopak/Dihinggapi kumbang berpuluh kali‟. teratai patah kelopak dihingapi kumbang berpuluh kali(bait 2).

bahkan bercermin pun si aku enggan berbagi. Si aku memberi harapan kepada gadis si aku bila ingin kembali tidak usah malu dan harus mau menemui si aku. ANALISIS SEMIOTIK Studi sastra bersifat semiotik adalah usaha untuk menganalisis sastra sebagai suatu sistem tandatanda dan menentukan konvensi-konvensi apa yang memungkinkan karya sastra mempunyai arti. Tugas semiotik puisi adalah membuat eksplisit asumsi-asumsi implisit yang menguasai produksi arti dalam puisi. Puisi itu dapat dianalisis sebagai berikut: si aku memberi harapan kepada gadis si aku bila ingin kembali boleh saja. Dengan melihat variasi-variasi didalam struktur dalam atau hubungan dalamnya.berani bertemu dengan si aku dan jangan malu untuk menemui si aku. Si aku tidak mencari gadis lain sebagai pendamping hidupnya karena masih menunggu kepulangan kekasihnya. Chairil Anwar membandingkan wanita dengan bunga(kembang). Itu digambarkan dengan kalimat” Kutahu kau bukan yang dulu lagi bak kembang sari sudah terbagi”. Si aku masih sendiri tidak akan mencari yang lain dan tetap menunggu walaupun sudah mengetahui bahwa gadis yang dicintainya sudah tidak perawan lagi atau sudah selingkuh dengan laki-laki lain. ini menggunakan metafora-metafora yang sangat indah dangan menggambarkan perempuan yang tidak perawan dengan kembang sari sudah terbagi. Digambarkan “Djangan tunduk! Tantang aku dengan berani”. Numun Chairil Anwar tetap menggunakan bahasa keseharian dalam pengungkapan dan menggunakan gaya eksresif yang padat. dan sebaliknya. Wanita yang sudah tidak murni digambarkan sebagai bunga yang sarinya sudah terbag i(bak kembang sari yang sudah terbagi). Sedangkan Chairil Anwar :”Kutau kau bukan yang dulu lagi/ bak kembang sari sudah terbagi”. Si aku pun tetap menerima apapun yang sudah terjadi dan menerima dengan mutak: jangan mendua lagi. Si aku pun tetap menerima dengan sepenuh hati walaupun wanita itu sudah tidak perawan lagi. Dalam kalimat ini menggunakan citraan penglihatan KESAMAAN DALAM PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR YANG BERTEMA PERCINTAAN . Ini hampir sama dengn perumpamaan yang dilakukan Amir Hamzah: “Rupanya teratai patah kelopak/dihinggapi kumbang berpuluh kali dan kulihat kumbang keliling berlaga”. Analisis semiotik itu tidak dapat dipisahkan dari analisis struktural. Dalam sajak”Penerimaan” karya Chairil Anwar merupakan ungkapan perasaan yang dirasakan oleh penyair. Si aku menerima sepenuh hati bila gadis itu mau kembali lagi pada kehidupan si aku. akan dihasilkan bermacammacam arti. Digambarkan dalam bait ke-5 yan berbunyi “Sedangkan dengan cermin aku enggan berbagi”. Tidak usah takut untuk menemui si aku.

Dalam puisi sajak putih dgamberkan gdis ai aku pada suatu senja hari yang indah ia duduk dihadapan si aku. dan mengikat. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah. menarik.. Jadi dalam mata si gadis tampak cinta yang tulus. dan dalam mata gadis yang hitam kelihatan bunga mawar dan melati yang mekar. Sedangkan rambut gadis itu yang harum ditiup angin tampak seperti sedang bersenda gurau. Hanya kata hati yang berkata dan tidak . malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. Dalam pertemuan ke dua insan itu sepi menyanyi. Mawar dan melati yang mekar menggambarkan sesuatu yang indah dan menarik . menarik. Ia besandar yang pada saat itu ada warna pelangi yaitu langit senja yang indah penuh dengan macam-macam warna. malam dalam doa tiba yang menggambarka tidak ada percakapan dari keduanya. Chairil anwar menggambarkan rasa cinta dengan banyak pilihan kata yang digunakan sesuai dengan pilihan kata yang lain. Gadis itu bertudun g sutra diwaktu haru sudah senja. Misalnya tema tentang percintaan.. Mereka hanya dian tanpa ada sepatah kata yang diucapkan seperti hanya ketika waktu berdoa. Suasana pada saat itu bsangat menyenangkan.m penuh keindahan yang memduat si aku haru dengan semua itu. SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. biasanya mawar itu berwarna merah yang menggambarka cinta dan melati putih menggambarkan kesucian.Didalam kumpulan puisi Chairil anwar banyak sekali persamaan tema.

maka ekspresifitasnya hilang karena tidak padat dan tidak berirama. Dalam puisi itu digambarkan bahwa si aku masih bisa menerima si gadis yang . dan tidak akan terpisahkan.keluar suara. karena hanya inti pernyataan yang dikemukakan. Kesepian itu mengakibatkan jiwa si aku bergerak seperti hanya permukaan kolam yang terisa air yang beriak tertiup angin. Jadi sajak putih berarti suara hati si aku yang sangat tulus dan jujur. Putih mengiaskan ketulusa kejujuran. Jadi. maka sajak penyimpangan dari tata bahasa normatif seperti: Hidup dari hidupku. Ini merupakan kiasan bahwa si gadis masih mencintai s aku.. Namun biasanya sajak Chairil Anwar bersuasana murung. menari-neri. suara hati si aku. Dalam sajak ini pengertian abstrak dapat menjadi kongret karena digunakan citraan-citraan dan gerak yang digabung dengan metafora. pintu terbuka menggambarkan bahwa si aku merasa hidupnya penuh dengan kemungkinan dan ada jalan keluar serta masih ada harapan yna pasti bisa diwujudkan selam gadis kekasihnya masih menengadahkan mukanya ke si aku. dsan keihklasan. dikiaskan dengan darahnya yang masih mengalir dan luka. “Pintu akan selalu terbuka bagi hidup dan hidupku. suram dan sedih. Rasa kegembiraan itu digambarkan dengan menari seluruh aku. sajak ini bersuasana gembira. Rasa sayangnya itu juga digambarkan dalam puisi Chairil Anwar yang berjudul “Penerimaan”. sutra senja. Tanda-tanda semiotik untuk kegembiraan dan kebahagiaan di dalam sajak ini adalah kata: tari. Begitu juga hidup si aku penuh harapan selama si gadis masih hidup wajar. Selama darah masih mengalir jika engkau terluka. memerdu l. mau memandang kemuka si aku.agu. Antara kita sampai kematian datang kita tidak membelah(berpisah). warna pelangi. namun diperlukan kepadatan dan ekspresifitas. sampai kematioan tiba pun keduanya masih mencintai. Puisi tidak hanya menyampaikan informasi saja. Dalam keadaan diam tanpa kata itu. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah…. Karena hal ini. didalam dada si aku terdengar lagu yang merdu yang menggambarkan kegembiraan. Selama matamu menengadah bagiku. Hidup dari hidupku. Sajak merupakan kiasan suara hati si penyair. bahkan juga isyarat untuk mencium dario si aku. pintu terbuka. Bila diucapkan secara normatif. Keduanya masih bermesraan dan saling mencintai.

perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Si aku menerima dengan rasa penuh keihklasan dari si gadis yang telah mau kembali kepelukannya. Kelepak burung elang terdengar jauh. Aku sendiri. Pembaca dibawanya untuk turut erta melihat tepi laut dengan gudang-gudang dan rumah-rumah yang telah tua. rumah tua. “Tari warna pelangi” merupakan bahasa kiasan personifikasi yang menggambarkan benda mati dapat digambarkan seolah-olah hidup. pada cerita tiang serta temali.telah berselingkuh dengan orang lain. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. terasa bahwa penyair sedang dicengkeram perasaan sedih yang teramat dalam. Demikian pula pada puisinya diatas. sedu penghabisan bisa terdekap Dalam puisi ”Senja di Pelabuhan Kecil” diatas. Dalam kesedihan yang amat dalam. Di dalamnya tak satu pun kata ”sedih” diucapkannya. Kapal dan perahu yang tertambat disana. Hari menjelang malam disertai gerimis. Selain itu ada kesamaan dalam penggunaan citraan-citraan agar mempunyai makna yang kongret. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Terlalu sayangnya si aku. . Berjalan menyisir semenanjung. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. Tiada lagi. si aku menerima dengan lapang dada tentang apa yang telah diperbuat oleh si gadis dengan orang lain. Tetapi seperti pada puisi-puisi Chairil Anwar yang lain. Dalam puisi “Sajak Putih” banyak digunakan bahasa-bahasi kiasan. Kapal. penyair ini tetap tegar. tetapi ia mampu berucap tentang kesedihan yang dirasakannya. “ rambutmu mengalun bergelut sernda” juga menggunakan bahasa kiasan personifikasi. kesedihan yang diungkapkan tidak memberikan kesan cengeng atau sentimental. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. serta menggunakan metafora-metafora. SENJA DI PELABUHAN KECIL Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang.

sekarang iseng sendiri Perahu melancar. Setelah kalimat itu ditulisnya. gerimis mempercepat kelam. dengan gambaran yang hidup. tenaga. laut terang. Di air yang tenang. setiap kata mampu menimbulkan imajinasi yang kuat. Suasana pada saat itu gerimas yang menambah rasa kesedihan dari si aku. tanpa hiruk pikuk orang bekerja. dan tidak sempurna dengan kehidupannya. Inilah kehebatan Chairil Anwar. Di dalam puisi ini juga digambarkan rasa cinta namun dalam bentuk kesedihan yang mendalam yang dialami oleh si aku namun si aku tetap tegar menghadapinya. ada juga kelepak elang menyinggung muram. yakni: dan kini tanah dan air hilang ombak. angin membantu. dengan kata-kata yang biasa mampu menghidupkan imajinasi kita. bulan memancar. Kata senja berkonotasi pada suasana yang remang pada pergantian petang dan malam. telah membawa kita pada suatu situasi yang khusus. berjalan menyusur semenanjung. Judul puisi tersebut. Puisi Chairil Anwar ini hebat dalam pilihan kata. kata kelam sengaja dipilihnya.Gambaran tentang pantai ini sudah bercerita tentang suatu yang muram. di angin mendayu. penuh kegelisahan. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. Pada puisi diatas sang penyair berhasil menghidupkan suasana. Seperti juga pada puisi diatas. yang dapat kita rasakan pada bunyi-bunyi akhir yang ada pada tiap larik. Pada bagian lain. . disajikan dengan kata-kata yang sarat akan makna. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. tanpa cinta. Untuk mengungkapkan bahwa hari-hari telah berlalu dan berganti dengan masa mendatang. Si aku sedang mancari cintanya yang hilang. di sana seseorang berjalan seorang diri tanpa harapan. Penggambaran malam yang semakin gelap dan air laut yang tenang. diucapkan dengan kata-kata penuh daya: desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. sehingga memancarakan rasa haru yang dalam. gadis manis. yang berbicara tentang kemuraman sang penyair saat itu. disertai ritme yang aps dan permainan bunyi yang semakin menunjang keindahan puisi ini. Si aku dalam keadaan muram . CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. dan membangkitkan kesan yang berbeda-beda bagi penikmatnya. Satu ciri khas puisi-puisi Chairil Anwar adalah kekuatan yang ada pada pilihan kata-katanya. ini disebabkan bahasa yang dipakainya mengandung suatu kekuatan. karena terasa lebih indah dan dalam daripada kata gelap walaupun sama artinya.

bahkan perahu yang membawanya akan rusak. kelompok kata. unsur metafisis tersebut berupa ketragisan hidup manusia. suku kata. Kekasih tokoh aku (gadis manis) berada di suatu tempat yang jauh. usahanya tidak berhasil karena kematian telah menjemputnya sebelum ia meraih cita-citanya. Kekasih tokoh aku adalah kiasan dari cita-cita si aku yang sukar dicapai. yaitu meskipun segala usaha telah dilakukan disertai sarana . kecewa. tetapi pada perasaannya ajal telah memanggilnya (Ajal bertahta sambil berkata : “Tujukan perahu ke pangkuanku saja”). sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. Kecuali itu ada unsur metafisis yang menyebabkan pembaca berkontemplasi. Pada bait II. kalau 'ku mati. Bait III menceritakan perasaan si aku yang semakin sedih karena walaupun air terang. Dalam puisi tersebut terasa perasaan-perasaan si aku : senang. Untuk meraihnya si aku harus mengarungi lautan yang melambangkan perjuangan. bahwa setelah ia meninggal. gelisah. Bait V merupakan kekhawatiran si tokoh aku tentang kekasihnya. kata. namun hati si aku merasa gundah karena rasanya ia tak akan sampai pada kekasihnya.di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertahta. Dalam kegiatan menganalisis arti. kita berusaha memberi makna pada bunyi. “Gadis manis sekarang iseng sendiri” artinya sang kekasih tersebut adalah seorang gadis yang manis yang menghabiskan waktu sendirian (iseng) tanpa kehadiran tohoh aku. Setelah kita menganalisis makna tiap bait. kekasihnya itupun akan mati juga dalam penantian yang sia-sia. namun ternyata kematian menghadang dan mengakhiri hidupnya terlebih dahulu sebelum ia bertemu dengan kekasihnya. Bait IV menunjukkan si aku putus asa. Ketika itu cuaca sangat bagus dan malam ketika bulan bersinar. si tokoh aku menempuh perjalanan jauh dengan perahu karena ingin menjumpai atau menemui kekasihnya. dia mati iseng sendiri. Dalam puisi di atas. angin mendayu. kalimat." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. dan putus asa. Demi menjumpai kekasihnya ia telah bertahun-tahun berlayar. bait. Bait I “Cintaku jauh di pulau” berarti. Sayang. kita pun harus sampai pada makna lambang yang diemban oleh puisi tersebut. dan pada akhirnya makna seluruh puisi.

Begitui juga halnya si aku. dia mati iseng sendiri. Citraan yang digunakan adalah citraan penglihatan karena perahu melancar dan bulan memancar hanya bisa dilihat.. bulan memancar. di angin mendayu... laut terang. … Mengapa Ajal memanggil dulu … Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan melebih-lebihkan. Dengan demikian. bahkan segalanya berjalan lancar. kalau 'ku mati. … Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! . Citraan visual digunakan dalam: “Ajal bertakhta. … angin membantu. namun manusia seringkali tak dapat mencapai apa yang diidam-idamkannya karena maut telah menghadang lebih dahulu. Hal itu terdapat dalam “Perahu melancar. cita-cita yang hebat dan menggairahkan akan sia-sia belaka. Jadi citraannya adalah citraan penglihatan. Selain itu berbeda dalam perasaan hati si aku. . Bahasa sajak yang digunakan adalah: Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati seolah-olah hidup.. tapi terasa … Di air yang tenang.”. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja.. Mengapa Ajal memanggil dulu … Dalam puisi “Cintaku jauh di pulau” juga menggunakan bahasa sajak.. Perasaan berbeda karana hidup seseorang tidak akan sama perasaannya. Kadang sedih dan kadang pula hidup bahagia. Dalam puisi ini juga menggunakan citraan-citraan." . Namun hanya berbeda dalam penggunaan pilihan kata-kata. … Dari kesemuaan puisi Chairil Anwar tersebut mempunyai persamaan dalam tema yaitu tentang percintaan.yang cukup.

Unsur citraan dalam sebuah puisi merupakan unsur yang sangat penting dalam mengembangkan keutuhan puisi.PENUTUP KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam sajak “Penerimaan” karya Chairil Anwar dianalis dengan kajian struktural semiotik. imajinasi. Bahasa Kiasan Bahasa kiasan merupakan alat yang dipergunakan penyair untuk mencpai spek kepuitisan atau sebuah kata yang mempunyai arti secara konotatif tidak secara sebenarnya. Bahasa sajak ang tedapat dalampuisi “Penerimaan” karya Chairil Anwar adalah sebagai berikut: Repetisi Repetisi adalah pengulangan bunyi. atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Simile atau Persamaan Simile atau Persamaan adalahperbandingan yang bersifat eksplisit. kata. Untuk menganslisisnya terdapat gaya bahasa yang digunakan yaitu: Pilihan kata Kata-kata di dalam sajak adalah kata-kata yang sama sekali berbeda dengan teks dalam bentuk yang lain. dan sintesis. Basasa kiasan dipergunakan untukmemperindah sajak-sajak yang ditulis seorang penyair. karena itu kata-kata dalam puisi lebih mengutamakan intuisi. tetapi juga dituntut untuk mampu menggambarkan imaji sang penyair dan memberikan impresi ke dalam diri pembacanya. Citraan Citraan adalah satuan ungkapan yang dapat menimbulkan hadirnya kesan keindrawian atau kesan mental tertentu. sebab melaluinya kita menemukan atau dihadapkan pada . Kata-kata dalam sajak memiliki peran sangat esensial karena ia tidak saja harus mampu menyampaikan gagasan. Dalam penulisan sebuah sajak bahasa kiasan ini digunakan untuk memperindah tampilan atau bentuk muka dari sebuah sajak. Pesonifikasi Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati seolaholah hidup. yaitu langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal lain. suku kata.

namun ada juga sajak yang berisi perasaan si aku dalam keadaan yang gembira. pilu. sedih. Puisi Chairil anwar biasanya bercerita keadaan yang muram. Kesamaan itu dapat dilihat dari penggunaan kata atau pilihan kata yang terdapat dalam sajak. 2009.sesuatu yang tampak konkret yang dapat membantu kita dalam menginterpretasikan dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh dan tuntas. Pradopo. Rahmat Djoko. Abdul. namun ada juga perbedaan-perbedaan dalam mengekspresikannnya. Dalam puisi Chairil anwar yang bertema percintaan. bahagia. 2002. Yogyakarta : Cinta Buku. Yogyakarta:Gama Media. Beberapa Teori Sastra. Sarana Retorika Sarana retorik pada dasarnya merupakantipu muslihat piiran yang mempergunakan susunan bahasa yang khas sehingga pendengar erasa dituntut untuk berpikir. Analisis Struktural Semiotik. Metode Kritik. Deru Campur Debu. 2009.Chairil. 2006. Dalam menyampaikan sebuah ide atau gagasan Chairil Anwar cenderung pada aliran realisme dan ekspresionis. Perbedaan itu terdapat dalam mengapresiasikan seorang perempuan yang terdapat dalam sajak itu. DAFTAR PUSTAKA Anwar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Perkenalan dengan Puisi. Pengkajian Puisi. Wachid BS. dan senang.Rachmat Djoko. Intertekstual Sajak “Penerimaan” karya Chairil Anwar mempunyai kesamaan dengan sajak “Kusangka” karya Amir Hamzah. Diposkan oleh sastra di 22:12 . Pradopo. Sayuti. Suminto A. tokoh si aku merasa senang maupun sedih. Jakarta : Dian Rakyat. 2005. dan Penerapannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful