P. 1
Laporan Evaluasi jampersal

Laporan Evaluasi jampersal

|Views: 407|Likes:
Published by Ellizabeth Ayu

More info:

Published by: Ellizabeth Ayu on Oct 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Nama Kegiatan

: Evaluasi Program Jamkesmas di Kota Semarang

B. Waktu

: Juni 2012

C. Tempat / Lokasi

:

1. Puskesmas Penyelenggara Jamkesmas di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. 2. Kantor Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. 3. Dinas Kesehatan Kota Semarang 4. Badan Kesbang Pol dan Linmas

D. Sumber Dana

: Dana PRKP

E. Latar Belakang Kegiatan Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi banyak perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan baik dalam hal pemberdayaan masyarakat, desentralisasi, upaya kesehatan, maupun lingkungan strategis kesehatan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin mempunyai arti penting karena 3 alasan pokok: 1. Menjamin terpenuhinya keadilan sosial bagi masyarakat miskin, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin mutlak mengingat kematian bayi dan kematian balita 3 kali dan 5 kali lebih tinggi dibanding pada keluarga tidak miskin. Di sisi lain penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat miskin, dapat mencegah 8 juta kematian sampai tahun 2010. 2. Untuk kepentingan politis nasional yakni menjaga keutuhan integrasi bangsa dengan meningkatkan upaya pembangunan (termasuk kesehatan) di daerah miskin dan kepentingan politis internasional untuk menggalang

kebersamaan dalam memenuhi komitmen global guna mnurunkan kemiskinan melalui upaya kesehatan bagi keluarga miskin. 3. Hasil studi menunjukan bahwa kesehatan penduduk yang baik, pertumbuhan ekonomi akan baik pula dengan demikian upaya mengatasi kemiskinan akan lebih berhasil. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23/ 1992 tentang Kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya, dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Derajat kesehatan masyarakat miskin berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, masih cukup tinggi, yaitu AKB sebesar 26,9 per 1000 kelahiran hidup dan AKI sebesar 248 per 100.000 kelahiran hidup serta Umur Harapan Hidup 70,5 Tahun (BPS 2007). Derajat kesehatan masyarakat miskin yang masih rendah tersebut diakibatkan karena sulitnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Kesulitan akses pelayanan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tidak adanya kemampuan secara ekonomi dikarenakan biaya kesehatan memang mahal. Apalagi, memasuki era globalisasi ini, untuk pertumbuhan ekonomi suatu negara dituntut daya saing yang memerlukan sumberdaya manusia dengan kuantitas dan kualitas tinggi. Kebijakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dilatarbelakangi mengenai alasan pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, dan merupakan dorongan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan serta keharusan mutlak untuk melaksanakan upaya peningkatan status kesehatan penduduk miskin. JAMKESMAS adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang diselenggarakan secara nasional, agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin. Upaya pelaksanaan Jamkesmas merupakan perwujudan pemenuhan hak rakyat atas kesehatan dan amanat Undang– Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dan merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Kebijakan JAMKESEMAS/ASKESKIN diselenggarakan oleh

Kementerian Kesehatan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi

masyarakat miskin dan tidak mampu selama masa transisi pelaksanaan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN). Selanjutnya, penyelenggaraan akan diserahkannya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sesuai UU SJSN. Pelaksanaan kebijakan Jamkesmas dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 125/Menkes/SK/II/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat. Program

JAMKESMAS sebagai kelanjutan dari Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin atau dikenal Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (ASKESKIN).

F. Tujuan Kegiatan 1. Mahasiswa dapat mengetahui permasalahan-permasalahan mengenai kebijakan publik secara langsung di lapangan dengan kegiatan praktikum. 2. Mahasiswa dapat membandingkan fakta yang ada di lapangan dengan teori yang di dapat saat perkuliahan. 3. Sebagai media berlatih menganalisis persoalan-persoalan selama kebijakan publik diterapkan. 4. Mahasiswa dapat mengetahui apakah program Jamkesmas di kota Semarang sudah berhasil apa belum, apakah program tersebut sudah tepat sasaran atau belum. 5. Hasil evaluasi ini dapat digunakan oleh masyarakat atau pihak-pihak terkait untuk mengevaluasi program Jamkesmas agar kedepannya lebih maju. sebuah

G. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis : Penelitian ini mendiskripsikan mengenai evaluasi program JAMKESMAS (jaminan kesehatan masyarakat) dimana pelaksanaan ini tentu berbeda-beda di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Penelitian ini bisa digunakan sebagai pembanding pelaksanaan program jamkesmas di setiap daerah.

Manfaat Praktis : Penelitian ini memberikan gambaran mengenai program Jamkesmas di kota Semarang. Selain itu juga membahas mengenai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi daerah lain

evaluasi juga dapat dipandang sebagai proses merencanakan. Kerangka Teori Kajian pustaka digunakan sebagai sumber untuk memecahkan suatu permasalahan dalam penelitian. dan H. Echols dan Hasan Shadily: 1983). . baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. Menurut Stufflebeam. Dengan demikian. Adapun landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut . Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan.kaitannya dengan program jamkesmas. Secara harafiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. Hasil dari penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan pengembangan yang berkaitan dengan evaluasi sebuah kebijakan ataupun program khususnya di sektor publik memberikan informasi bagi semua pihak yang berkepentingan. Selain dari itu. hasil. dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai “The process of delineating. keluaran. and providing useful information for judging decision alternatives”. obtaining. memperoleh. Oleh karena itu. Evaluasi yang akan digunakan adalah dalam bentuk evaluasi kinerja proyek dimana indikator-indikator yang ada didalamnya adalah masukan. manfaat. dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan. dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. 2002). Sementara itu menurut Calongesi (1995) evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai berdasarkan hasil pengukuran. Sejalan dengan pengertian tersebut. Zainul dan Nasution (2001) menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar. dan dampak. Evaluasi menurut Kumano (2001) merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. landasan teori merupakan pemikiran lebih lanjut terhadap masalah-masalah yang akan diteliti. Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa (Purwanto. memperoleh.

dan outcome (Badjuri dan Yuwono. Beberapa penduduk miskin yang sudah tercover dalam kebijakan tertentu. Evaluasi Kinerja Evaluasi kinerja adalah suatu metode dan proses penilaian dan pelaksanaan tugas seseorang atau sekelompok orang atau unit-unit kerja dalam satu perusahaan atau organisasi sesuai dengan standar kinerja atau tujuan yang ditetapkan lebih dahulu. yaitu indikator input. Indikator output (hasil). output. Indikator input (masukan). Indikator ini misalnya beberapa orang yang berhasil mengikuti program tertentu. Evaluasi kinerja merupakan cara yang paling adil dalam memberikan imbalan atau penghargaan kepada pekerja. Indikator process (proses). 2002:130). terdapat pengertian evaluasi sumatif dan evaluasi formatif. . Evaluasi formatif dinyatakan sebagai upaya untuk memperoleh feedback perbaikan program. process. memfokuskan diri pada pertanyaan dampak yang diterima oleh masyarakat luas atau pihak yang terkena kebijakan. memfokuskan pada penilaian apakah sumber daya pendukung dan bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kebijakan. Indikator ini meliputi aspek efektivitas dan efisiensi dari metode yang dipakai untuk melaksanakan kebijakan publik tertentu. Brigman dan Davis mengatakan bahwa secara umum evaluasi kinerja kebijakan mengacu pada empat indikator pokok. 1990). sehingga sasaran atau tujuan tercapai. uang atau infrastruktur pendukung lainnya. demikian seharusnya. Indikator input ini meliputi sumber daya manusia.Berdasarkan tujuannya. terutama untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan atau penyimpangan supaya segera diperbaiki. sementara itu evaluasi sumatif merupakan upaya menilai manfaat program dan mengambil keputusan (Lehman. Indikator outcome (dampak). Tujuan evaluasi kinerja adalah untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan dan juga untuk mengetahui posisi perusahaan dan tingkat pencapaian sasaran perusahaan. memfokuskan penilaian pada hasil atau produk yang dapat menghasilkan dari sistem atau proses kebijakan publik. memfokuskan pada penilaian bagaimana kebijakan ditransformasikan dalam bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

.I. 1. Menghindari cara pemecahan masalah dan cara berfikir yang spekulatif dalam mencari kebenaran ilmu. maka model penelitian yang digunakan adalah model penelitian eksploratif. 1995:61) : 1. penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Oleh karena itu. Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai keberhasilan program Jamkesmas melalui berbagai macam kegiatannya dan hal-hal yang mendukung dan menghambat keberhasilan program tersebut. 2. agar evaluasi dapat lebih mendalam dan detail. deskripstif dan menerangkan. Penggunaan metode yang tepat di dalam penelitian berarti sebagai berikut (Nawawi. Model Penelitian Menurut Koentjoroningrat (1994:29) ada bermacam-macam model penelitian antara lain : model penelitian yang bersifat menjelajah (ekslporatif). terutama dalam bidang ilmu sosial yang variabelnya sangat dipengaruhi oleh sifat subjektivitas manusia yang mengungkapkannya. Meningkatkan sifat objektivitas dalam menggali kebenaran pengetahuan yang tidak saja penting artinya secara teoritis tetapi juga sangat besar pengaruhnya terhadap kegunaan praktis hasil penelitian di dalam kehidupan manusia. tujuan umum penelitian adalah untuk memecahkan masalah. Metodologi Penelitian Metode peneltian pada dasarnya berarti cara yang digunakan untuk mencapai tujuan umum penelitian. yang masih mencari dan belum mempunyai hipotesis. 3. Untuk mengevaluasi program Jamkesmas ini. yaitu model penelitian yang bersifat terbuka. Menghindari cara pemecahan masalah atau cara bekerja yang bersifat trial and error sebagai cara yang tidak menguntungkan bagi perkembangan ilmu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern. Langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan masalah yang telah dirumuskan.

diskusi terfokus (focus grup discussion – FGD) dan penyebaran kuesioner. wawancara. kuantitatif maupun kualitatif pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap dan jelas. peneliti harus bisa menciptakan kedekatan yang maksimal dengan para narasumber sehingga mereka mau bekerja sama. maka yang menjadi populasi penelitian ini adalah seluruh rumah sakit dan puskesmas milik pemerintah yang ada di kota Semarang. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan pada waktu melakukan penelitian dengan menggunakan suatu metode tertentu (Arikunto. Sedangkan jenis data dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua jenis. Sumber dan Jenis Data Populasi Menurut Nawawi (1983:144). 2002:126). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi. Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti buku. 2) Data Sekunder Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). laporan. Berkaitan dengan penelitian ini. . Peneliti harus mempunyai kemampuan dalam memberikan pandangan dan makna mengenai data yang diperoleh sehinggan peneliti memahaminya dan dapat memisahkan hal-hal yang tidak berkaitan. Peneliti perlu memiliki rasa keingintahuan untuk mengamati dan memahami permasalahan dalam penelitiannya. Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik berupa hasil perhitungan maupun ukuran. 3. Selain itu. dan lain-lain. jurnal. peneliti harus mengumpulkannya secara langsung. yaitu : 1) Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya.2. Untuk mendapatkan data primer. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date.

Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara memerlukan suatu instrumen. Tabulasi. b. Hal ini untuk meneliti kesempurnaan dan ketepatan dari data dan informasi yang diperoleh. c. . yaitu data yang diperoleh perlu diproses dahulu sebelum disajikan dalam bentuk laporan penelitian. Teknik Pengumpulan Data a. 5. Dalam hal ini akan meninjau langsung ke rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kota Semarang b. Informan yang dijadikan narasumber penelitian ini adalah : Kepala Rumah Sakit dan Puskesmas Pemerintah di Kota Semarang. yaitu interview guide (pedoman wawancara) yang dibuat sebelum peneliti terjun ke lapangan. pandangan. sehingga kesalahan dan kekurangan dalam penulisannya dapat dihindari. pola pikir. yaitu data yang diperoleh perlu diproses terlebih dahulu dengan cara memilih dan mengelompokkan dalam kelompoknya masing-masing.4. Wawancara Wawancara ini dimaksudkan untuk menyerap informasi mengenai persepsi. Koding. yaitu data yang diperoleh perlu diproses dahulu untuk dijadikan tabel untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data. c. pendapat/interprestasi masalah penelitian. 6. Pemilihan Informan Pemilihan informan dilakukan kepada orang-orang yang terlibat langsung dan mengetahui tentang Program JAMKESMAS. Editing. Langkah ini dilakukan dengan cara meneliti kembali data dan informasi yang diperoleh. Observasi Observasi yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis melalui pengamatan langsung pada lokasi penelitian. Dokumentasi Dokumentasi yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen aktual yang berkaitan dengan objek penelitian yang dapat diperoleh dari peraturan perundang-undangan. Teknik Pengolahan Data Pengolahan datadilakukan melalui beberapa cara yaitu : a. Hal ini untuk mengantisipasi apabila narasumber kurang aktif di dalam menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

RW. saat POSYANDU. Teknik Pemeriksaan dan Keabsahan Data Teknik untuk menguji keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi yaitu teknik pemeriksaan data untuk keperluan pengecekan apakah proses dan hasil yang diperoleh sudah dipahami secara benar oleh peneliti berdasarkan apa yang dimaksudkan informan. Penentuan Alat dan Instrumen Daftar Pertanyaan/Instrumen : Untuk kepala Puskesmas : 1) 2) 3) Kapan sosialisasi Jamkesmas mulai dilaksanakan? Bagaimana sosialisasi terhadap program Jamkesmas? Mulai dari tingkat manakah sosialisasi tersebut dilakukan? (RT.7. pertemuan-pertemuan di Kecamatan) 4) Bagaimana cara penyampaian sosialisasi Jamkesmas. Melakukan wawancara mendalam kepada informan Melakukan uji silang antara informasi yang diperoleh dari informan dengan hasil observasi di lapangan. Mengkonfirmasi hasil yang diperoleh kepada informan dan sumbersumber lain. Cara yang dapat dilakukan antara lain : 1. apakah dinilai sudah efektif dan berhasil? 5) Saat sosialisasi apakah sudah diberitahukan kepada masyarakat tentang : syarat-syarat masyarakat yang mendapatkan Jamkesmas bentuk Jamkesmas berupa apa saat seperti apa masyarakat bisa menggunakan Jamkesmas siapa saja yang berhak memperoleh jamkesmas kemudahan apa saja yang diperoleh masyarakat yang mendapatkan Jamkesmas . 2. 8. 3.

apakah kesehatan masyarakat miskin terjamin? 18) Adakah penurunan angka kematian dan peningkatan kesehatan masyarakat di kecamatan Banyumanik setelah program Jamkesmas dilaksanakan? Seberapa besar tingkat kenaikan atau penurunannya? . apakah sudah memuaskan bagi masyarakat dan apakah sudah melayani masyarakat dengan baik? 12) Apakah sudah ada evaluasi dari program tersebut selama periode tertentu? Bagaimana hasil yang diperoleh? 13) Tujuan jamkesmas adalah melayani masyarakat miskin dalam bidang kesehatan. padahal ia mempunyai kartu Askes. apakah tujuan tersebut sudah tercapai? 14) 15) Berapa banyak masyarakat yang memperoleh program jamkesmas? Apakah keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sudah terjawab dan terpenuhi dengan adanya program Jamkesmas? 16) Bagaimanakah pendapat bapak/ibu berkaitan dengan pemberitaan yang sekarang ini marak tentang rakyat miskin yang tidak segera dilayani di rumah sakit padahal keadaannya sudah parah. negri atau di puskesmas) 9) 10) Apakah fasilitas yang didapat oleh masyarakat yang menerima Jamkesmas? Apakah masyarakat yang menggunakan Jamkesmas bisa mendapatkan pelayanan yang sama seperti masyarakat yang membayar penuh? 11) Bagaimana pelaksanaan program jamkesmas.6) Kapan dan dalam keadaan yang bagaimana Jamkesmas dapat digunakan oleh masyarakat? 7) 8) Berapa lama Jamkesmas berlaku? Dimanakah masyarakat dapat menggunakan Jamkesmas? (rumah sakit swasta. berkaitan dengan program jamkesmas? 17) Bagaimana hasil yang didapat setelah program jamkesmas dilaksanakan.

bagaimana pendapat masyarakat.19) Bagaimana partisipasi penerima Jamkesmas sendiri dalam menggunakan fasilitas ini? 20) 21) Bagaimana berita acara untuk program Jmkesmas itu sendiri? Apakah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program Jamkesmas? Dapatkah kendala tersebut diatasi? Untuk penerima Jamkesmas : 1) 2) Darimana penerima Jamkesmas mengetahui adanya program ini? Bagaimana sosialisasi yang dilakukan oleh puskesmas terkait dengan program Jamkesmas? 3) Seperti apa prosedur yang dilakukan masyarakat untuk dapat menerima Jamkesmas? 4) 5) 6) 7) 8) Syarat-syarat apa saja yang diminta agar dapat menerima Jamkesmas? Apakah program ini cukup membantu bagi penerima Jamkesmas? Apa saja yang didapat dari program Jamkesmas ini? Apakah ada biaya tambahan untuk pemeriksaan kesehatan tertentu? Apakah masyarakat sudah merasakan perubahan pelayanan kesehatan setelah program Jamkesmas dilaksanakan? Bagaimana pelayanan yang dirasakan? Lebih baik atau malah lebih buruk? 9) Menurut masyarakat (yang mendapatkan Jamkesmas). mengorganisasikannya kedalam suatu pola. sudah efektifkah program tersebut? 10) Apakah ada kekurangan atau kelebihan dalam pelaksanaan program Jamkesmas itu sendiri? Seperti apa kekurangan dan kelebihannya? 11) 12) Apa harapan penerima Jamkesmas terkait dengan program ini? Apa saran dari penerima Jamkesmas untuk program ini? 9. . Analisis Data Analisis data adalah proses mengatur urutan data. Analisis data ini bertujuan menyajikan informasi yang diperoleh peneliti untuk lebih mudah dipahami dan dimaknai atau ditafsirkan oleh semua pihak yang membaca hasil penelitian. kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Moleong. 2002:103).

output. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif yaitu analisa yang dipergunakan untuk data yang diperoleh melalui hasil wawancara yang datanya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Metode analisis yang dipergunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan/ program/ kebijakan adalah metode komparasi. mengingat model ini dapat dipergunakan untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan. Penelitian ini menggunakan KKLK yang merupakan salah satu model evaluasi program sebagai kerangka analisis penelitian ini. . yaitu: a. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan secara kualitatif dan dengan menggunakan Kerangka Kerja Logis Kegiatan yang terdiri dari proses analisis yang sistematis dan mendalam serta cara menyajikan hasil proses analisis tersebut.Secara garis besar analisis dapat dibedakan menjadi dua bagian. Metode komparasi dilakukan dengan cara membandingkan antara proporsi yang dicantumkan dalam rencana dengan proporsi realisasi setelah kegiatan/ program berakhir dengan indikator yang terdiri dari input. benefit. Analisis dilakukan setelah dikumpulkan data primer yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara penulis dengan responden dan observasi secara langsung di lapangan. b. outcome. dan impact Untuk menganalisis data kualitatif digunakan analisis deskriptif. Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif adalah analisa yang diperuntukkan bagi data besar yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori-kategori yang berwujud angka-angka.

perilaku hidup bersih masyarakat yang belum membudaya. dengan mengutamakan pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Derajat kesehatan masyarakat miskin yang masih rendah tersebut diakibatkan karena sulitnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23/ 1992 tentang Kesehatan. menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.000 kelahiran hidup serta Umur Harapan Hidup 70. dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Masyarakat miskin biasanya rentan terhadap penyakit dan mudah terjadi penularan penyakit karena berbagai kondisi seperti kurangnya kebersihan lingkungan dan perumahan yang saling berhimpitan. Diperlukan suatu sistem yang mengatur pelaksanaan bagi upaya pemenuhan hak warga negara untuk tetap hidup sehat.5 Tahun (BPS 2007). hal ini tergambarkan dari angka kematian bayi kelompok masyarakat miskin tiga setengah sampai dengan empat kali lebih tinggi dari kelompok masyarakat tidak miskin. Karena itu setiap individu. kondisi geografis yang sulit untuk menjangkau sarana kesehatan. Peningkatan biaya kesehatan yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti perubahan pola penyakit. yaitu AKB sebesar 26. Kesulitan akses pelayanan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tidak adanya kemampuan secara ekonomi dikarenakan biaya kesehatan memang mahal. pengetahuan terhadap kesehatan dan pendidikan yang umumnya masih rendah. derajat kesehatan masyarakat miskin masih rendah. pola pembiayaan kesehatan berbasis pembayaran out of pocket. masih cukup tinggi. Derajat kesehatan yang rendah berpengaruh terhadap rendahnya produktifitas kerja yang pada akhirnya menjadi beban masyarakat dan pemerintah. Kenyataan yang terjadi. Derajat kesehatan masyarakat miskin berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. . keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya.BAB II DISKRIPSI PROGRAM JAMKESMAS Kesehatan adalah hak dan investasi.9 per 1000 kelahiran hidup dan AKI sebesar 248 per 100. dan semua warga negara berhak atas kesehatannya termasuk masyarakat miskin. perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran.

peran fungsi ganda sebagai pengelola. verifikasi belum berjalan dengan optimal. peningkatan mutu. kendala dalam kecepatan pembayaran. penyelenggara tidak menanggung resiko. transparansi dan akuntabilitas dilakukan perubahan pengelolaan program Jaminan Kesehatan Masyarakat miskin pada tahun 2008. Perubahan mekanisme yang mendasar adalah adanya pemisahan peran pembayar dengan verifikator melalui penyaluran dana langsung ke Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) dari Kas Negara. Program ini diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan melalui penugasan kepada PT Askes (Persero) berdasarkan SK Nomor 1241/Menkes /SK/XI/2004. pembentukan Tim Pengelola dan Tim Koordinasi di tingkat Pusat. sejak awal Agenda 100 hari Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu telah berupaya untuk mengatasi hambatan dan kendala tersebut melalui pelaksanaan kebijakan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penjaminan terhadap masyarakat miskin yang meliputi sangat miskin. tentang penugasan PT Askes (Persero) dalam pengelolaan program pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin. program ini berganti nama menjadi JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT yang selanjutnya disebut JAMKESMAS dengan tidak ada perubahan jumlah sasaran. Atas dasar pertimbangan untuk pengendalian biaya pelayanan kesehatan. Jamkesmas adalah Program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. penggunaan tarif paket Jaminan Kesehatan Masyarakat di RS. verifikator dan sekaligus sebagai pembayar atas pelayanan kesehatan. Program ini diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin.Untuk menjamin asuransi kesehatan penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu dibenahi antara lain: kepesertaan yang belum tuntas. Program ini telah berjalan memasuki tahun ke delapan dan telah banyak hasil yang dicapai terbukti dengan terjadinya kenaikan yang luar biasa dari pemanfaatan program ini dari tahun ke tahun oleh masyarakat miskin dan pemerintah telah meningkatkan jumlah masyarakat yang dijamin maupun pendanaannya. Namun disamping keberhasilan yang telah dicapai. Tujuan umum dari program Jamkesmas ini adalah untuk meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin . miskin dan mendekati miskin. Propinsi. dan Kabupaten/Kota serta penugasan PT Askes (Persero) dalam manajemen kepesertaan. penempatan pelaksana verifikasi di setiap Rumah Sakit. kurangnya pengendalian biaya.

dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.4 juta jiwa. Kebutuhan obat. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin 3. Bahan Habis Pakai Pelayanan Kesehatan 7. Sedangkan tujuan khususnya adalah : 1. Berikut ini prosedur pelaksanaan program Jamkesmas : . tidak termasuk yang sudah mempunyai jaminan kesehatan lainnya. Tidak sanggup makan 2 kali sehari 2. Tidak mampu menyelesaikan pendidikan dasar karena alasan biaya 3. bahan medis habis pakai. Dana Jamkesmas. Logistik lainnya Prasyarat Jamkesmas yaitu masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta yang diberi kesempatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. 2009) : 1. Reagen dan Logistik Penunjang 6. Lebih khusus Jamkesmas diberikan kepada keluarga miskin berdasarkan indikator sebagai berikut (Jati dan Syamsulhuda. pada dasarnya terbatas untuk pembiayaan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan operasional pelayanan terbatas tidak termasuk pembiayaan untuk obat. Lantai rumah berupa tanah dengan luas kurang dari 7 m2/orang 6. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel Sasaran program Jamkesmas adalah masyarakat miskin dan tidak mampu di seluruh Indonesia sejumlah 76. Vaksin 5. Alat dan Obat Kontrasepsi 3. vaksin dan logistik yang lain. Meningkatnya cakupan masyarakat miskin dan tidak mampu yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit 2. Tidak mengkonsumsi protein hewani minimal sekali dalam seminggu 4. Obat Pelayanan Kesehatan Dasar (Obat PKD) 2. bahan medis habis pakai. vaksin dan logistik lainnya untuk pelaksanaan Jamkesmas di Puskesmas dan jaringannya yang meliputi : 1. Tidak mampu membayar biaya pengobatan di puskesmas. Obat Program 4. Tidak dapat mencukupi konsumsi pangan sehari-hari dari mata pencaharian utama 5.

pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)dan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) c. Persalinan normal dapat dilayani oleh tenaga kesehatan yang berkompeten (praktek dokter dan bidan swasta) dan biayanya diklaimkan ke Puskesmas setempat sebagaimana diatur dalam juknis pelayanan dasar. pelayanan gawat darurat. Pelayanan tingkat lanjut (RJTL dan RITL) diberikan di PPK lanjutan jaringan Jamkesmas (Balkesmas. 6. Manfaat jaminan berbentuk pelayanan kesehatan menyeluruh (komprehensif) berdasarkan kebutuhan medik sesuai dengan standar pelayanan medik. c. Selanjutnya PPK tersebut segera merujuk ke PPK jaringan PPK Jamkesmas untuk penanganan lebih lanjut. . Pemberian pelayanan kepada peserta oleh PPK lanjutan harus dilakukan secara efisien dan efektif. 4. Pelayanan RITL diberikan di ruang rawat inap kelas III (tiga). RS Paru. RS khusus (RS Jiwa. RS Kusta. e. 2.1. Pelayanan kesehatan dasar (RJTP dan RITP) diberikan di Puskesmas dan jaringannya. pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP) b. Pemberi Pelayanan kesehatan (PPK): a. klaim pelayanan kesehatan dilaksanakan secara terpisah antara pasien khusus sesuai dengan kekhususannya dan pasien umum. b. dll) yang juga melayani pasien umum. d. Peserta membawa kartu Jamkesmas. 3. Rumah Sakit Pemerintah termasuk RS Khusus. peserta dirawat di kelas yang lebih tinggi dari kelas III. RS TNI/Polri dan RS Swasta) berdasarkan rujukan. Berikut ini prosedur pelayanan umum Jamkesmas : 1. Peserta Jamkesmas tidak boleh dikenakan iuran dengan alasan apapun. biaya pelayanannya tetap diklaimkan menurut biaya kelas III. Apabila tidak tersedianya tempat tidur. 5. Hak pelayanan kesehatan dasar meliputi: a. Gawat darurat (emergency) seluruh PPK wajib memberikan pelayanan penanganan pertama walaupun tidak sebagai PPK jaringan Jamkesmas. dengan menerapkan prinsip kendali biaya dan kendali mutu.

peserta gelandangan. a. ASKES 3. Bayi dan anak yang lahir dari peserta Jamkesmas. Diberikan Surat Keabsahan Peserta (SKP) oleh petugas PT. Peserta yang berobat lintas daerah. Bila (menurut indikasi medis) peserta memerlukan pelayanan tingkat lanjut. Diabetes Mellitus. Kanker. dll. 7. anak dan orang terlantar. Sedangkan prosedur pelayanan tingkat lanjut : 1. Peserta memperoleh pelayanan kesehatan. Peserta Jamkesmas yang dirujuk ke PPK tingkat lanjut membawa kartu peserta Jamkesmas/identitas kepesertaan lainnya dan surat rujukan dibawa ke loket Pusat Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) untuk diverifikasi kebenaran dan kelengkapannya. b. 4. pengemis. b. Rujukan pasien antar RS termasuk rujukan RS antar daerah dilengkapi surat rujukan dari rumah sakit asal pasien dengan membawa identitas kepesertaannya untuk dapat dikeluarkan SKP oleh petugas PT. verifikasi kepesertaan dilakukan oleh PT. Gangguan jiwa. d. surat rujukan dapat berlaku selama 3 bulan. Askes (Persero) dengan melihat pada kartu Jamkesmas. Kasus kronis (perawatan berkelanjutan dalam waktu lama) a. b. menggunakan surat keterangan/rekomendasi Dinas/Instansi Sosial setempat. Pelayanan kesehatannya menggunakan kartu peserta Jamkesmas orang tuanya dan dilampirkan surat keterangan lahir dan Kartu Keluarga orang tuanya. b. Emergency tidak memerlukan surat rujukan. menggunakan kartu PKH.a. Jenis Pelayanan: a. 6. 2. peserta PKH yang belum memiliki kartu Jamkesmas. . 2. otomatis menjadi peserta. Pelayanan rawat jalan lanjutan (spesialistik) di Rumah Sakit dan Balkesmas Pelayanan rawat inap kelas III (tiga) di Rumah Sakit Pelayanan obat-obatan dan alat/bahan medis habis pakai Pelayanan rujukan spesimen dan penunjang diagnostik lainnya 5. Gagal Ginjal. c. surat rujukan berlaku selama 1 bulan. kasus paru dengan komplikasi. Pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya. maka dapat merujuk peserta ke PPK lanjutan. 3. Askes (Persero). kusta.

Kasus-kasus dengan diagnosa yang kompleks (severity level-3)harus mendapatkan pengesahan dari Komite Medik atau Direktur Pelayanan atau Supervisor yang ditunjuk/diberi tanggungjawab oleh RS 10. Gawat darurat wajib ditangani langsung tanpa diperlukan surat rujukan. pasien dari Puskesmas ke PPK lanjutan di Kabupaten/Kota setempat menjadi tanggung jawab Puskesmas yang merujuk b. . pemulangan pasien dari RS serta rujukan dari Rumah Sakit ke Rumah Sakit lainnya tidak ditanggung dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah asal peserta. Peserta diberi waktu 2 x 24 jam hari kerja untuk melengkapi identitasnya (kartu peserta disertai KK dan KTP) 9.8. Biaya transport rujukan: a.

Adanya kartu peserta jamkesmas Untuk estimasi penggunaan kartu jamkesmas di puskesmas srondol yaitu sekitar 250 orang per bulannya. Dulunya kartu jamkesmas dipakai satu kartu untuk satu keluarga namun sekarang satu kartu Jamkesmas untuk satu orang. PENYAJIAN DATA Dalam penelitian ini. Dalam program jamkesmas juga tidak ada pungutan biaya dan untuk tindakan lab (harus sesuai dengan indikasi pasien/keluhannya) Tidak ada pembedaan dalam hal pelayanan dan fasilitas yang di berikan. Adanya kartu kunjungan pasien 2. Untuk rumah sakit swasta/privat harus ada MOU dengan program jamkesmas dan juga dengan dinas kesehatan kota dalam penggunaan kartu jamkesmas itu sendiri. Data peneliti dapatkan dengan cara wawancara. peneliti menggunakan lima responden untuk mengumpulkan data. Puskesmas sebagai tempat/alat dalam pelayanan kaitannya dengan program jamkesmas. Persyaratan dalam berobat menggunakan pelayanan jamkesmas sendiri yaitu dengan : 1. Sosialisasi program Jamkesmas ini merupakan tugas kelurahan/kecamatan untuk melakukannya dan puskesmas juga ikut memantau pelaksanaan Jamkesmas dan juga sebagai pihak pelaksana itu sendiri. Jumlah pasien 2. Pengguna kartu .semua yang menggunakan kartu jamkesmas sama. Ibu Lia (teknisi program Jamkesmas Puskesmas Srondol) Ibu Lia mengatakan bahwa sosialisasi jamkesmas dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan oleh kader kesehatan yang ada di masing-masing RW di tiap kelurahan.BAB III PENYAJIAN DAN ANALISI DATA A. Berikut ini hasil wawancara penulis dengan kelima responden tersebut : 1. Evaluasi program jamkesmas sudah ada dari dinas kesehatan kota mengenai program jamkesmas ini meliputi : 1.

dan puskesmas 3. baik saat berobat maupun rawat inap di rumah sakit. waktu pelayanan juga kurang efektif. Harapan dari Pak Dalimin adalah supaya tiap tahunnya program ini semakin ditingkatkan. maka pasien dikenai biaya. tempat pelayanan kurang nyaman dan alat kesehatan yang masih terbatas. tiap taunnya pelayanan kesehatan bagi penerima Jamkesmas semakin membaik. 2. Pak Dalimin merasa sangat terbantu dengan adanya program Jampersal ini. Pak Dalimin harus menyertakan surat keterangan tidak mampu. Untuk bisa menjadi penerima Jamkesmas. Pak Dalimin mendapatkan pelayanan yang bagus di Puskesmas. Kurangnya koordinasi yang sinergis antara rumah sakit. Bapak Dalimin Bapak Dalimin yang berumur 64 tahun merupakan penerima Jamkesmas. Namun apabila obat yang harus diminum oleh pasien yang memakai Jamkesmas diluar dari obat yang tercantum untuk penerima Jamkesmas. dinas kesehatan kota. Sosialisasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan agar program ini bisa sampai kepada mereka yang memang benar-benar membutuhkan. foto copy KK kepada petugas di puskesmas. Beliau tinggal di Srondol Kulon RT 5 RW 5. Namun yang menjadi kendala adalah kurangnya sosialisasi jadi hanya beberapa orang/warga saja yg mengetahui program jamkesmas ini. Sering ada salah paham antar petugas mengenai rujukan pasien 2. . sosialisasi lebih diperluas dan akses untuk menerima program Jamkesmas dipermudah. foto copy KTP. Penyakit/komplain (untuk puskesmas srondol belum ada kompalin) Kendala dari puskesmas srondol sendiri yaitu 1. Menurut Pak Dalimin. Pak Dalimin mengetahui adanya program Jamkesmas dari sosialisasi pihak puskesmas yang dilakukan lewat masing-masing RT. Saran untuk program ini yaitu sarana sudah lengkap dan perlunya penekanan pada sosialisasi lintas sektor agar tidak ada misskomunikasi.3. Belum maksimalnya sosialisasi karena terbatasnya kader kesehatan (RW) dan masih dilakukannya sosialisasi seperti saat Posyandu.

Syarat utama penerima Jamkesmas adalah benar benar tidak mampu. Ibu Muji merasa terbantu dengan adanya program Jamkesmas ini.3. Bapak Mulyono Bapak Mulyono (58 Tahun) adalah orang terakhir yang peneliti wawancarai. dan memberikan fotocopy KK (kartu keluarga) yang diserahkan kepada ketua RT. Ia tinggal di Banyumanik RT 1. Ibu Muji Sri Rahayu Ibu Muji (39 tahun) tinggal di Srondol Wetan RT 2 RW 4 juga merupakan penerima Jamkesmas. . 4. karena dapat mengurangi beban biaya kesehatan yang terbilang cukup mahal. Ia mengetahui adanya program Jamkesmas dari perangkat desa. Jika dilihat dari aspek pelayanan. Pelayanannya dinilai cukup baik walupun masih ada beberapa kekurangan. pelayananannya juga ramah. tapi hanya didata dan sesudah itu Ia menerima kartu Jamkesmas. Pak Mulyono merasa sangat dibantu dengan adanya program Jamkesmas ini. masyarakat hanya membuat surat keterangan tidak mampu dan surat pengajuan jamkesmas dan selebihnya akan diurus oleh perangkat desa setempat. Diharapkan program jamkesmas ini pelayanannya lebih ramah tanpa membeda-bedakan pasien. jadi semua urusan sudah diurus oleh perangkat desa yang bersangkutan. program Jamkesmas dari tahun ke tahun tidak ada perubahan yang signifikan. Pak Mulyono mengetahui adanya program Jamkesmas ini dari ketua RT nya yang melakukan pendataan warga kurang mampu yang kemudian didaftarkan sebagai penerima Jamkesmas. Sosialisasi program Jamkesmas di puskesmas dilakukan dengan baik menurut Ibu Muji. Pak Mulyono mengaku bahwa Ia tidak disibukkan dengan berbagai prosedur. pelaksanaan program Jamkesmas sudah efektif. Sama dengan kedua responden di atas. Pak Mulyono mengatakan tidak ada punggutan pembayaran lagi saat periksa apabila membawa kartu Jamkesmas. Prosedur untuk menjadi penerima Jamkesmas sangat mudah. Ia merasa tidak dibeda-bedakan dengan masyarakat yang tidak menggunakan Jamkesmas. yaitu seringkali masih ada perlakuan berbeda pada pasien penerima Jamkesmas dan pasien yang tidak menerima Jamkesmas. yaitu Ketua RT. Pak Mulyono berharap agar diadakan program lain untuk membantu masyarakat miskin di bidang lain. dan itu merupakan hal baik. Pasien yang membayar penuh atau bukan penerima Jamkesmas lebih diutamakan dan dilayani dengan baik.RW 8. Akan tetapi Pak Mulyono merasa disetarakan dengan bukan penerima Jamkesmas.

RW 1. yang tadinya masyarakat penerima Jamkesmas ini takut untuk berobat dikarekan biaya pengobatan yang begitu mahal. semoga lebih bisa menjangkau ke semua masyarakat yang membutuhkan. dan diberi pengarahan tentang seputar jamkesmas. dari RT akan melaporkan ke kelurahan. kurang menjangkau penerima Jamkesmas. Menurut Ibu Ngatiem. Dan pelayanan yang diberikan juga cukup baik. Tidak terdapat biaya tambahan bagi penerima Jamkesmas bila berobat.5. Dan program ini sudah benar-benar sangat membantu. Terkadang masyarakat yang tidak perlu mendapatkan Jamkesmas malah mendapatkan Jamkesmas. karena bantuan sosial ini diberikan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. Haraan Ibu Ngatiem semoga program Jamkesmas lebih terlaksana dengan baik lagi. Dan lebih mengutamakan penerima jamkesmas. Yang mendapatkan jamkesmas ini harus benar-benar masyarakat tidak mampu. Masyarakat yang di undang biasanya masyarakat yang sudah didata yang termasuk masyarakat miskin. dan kelurahan akan memasukkan keanggotaan dalam Jamkesmas. Tinggal memperbaiki kekurangan yang ada. Penerima jamkesmas mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis. Menurut Ibu Ngatiem. begitu juga pelaksanaan program Jamkesmas ini. sekarang masyarakat tidak takut lagi. Ngatiem Ibu Ngatiem (54 tahun) tinggal di Srondol Kulon RT 5. Ia mengetahui program Jamkesmas dari penyuluhan atau sosialisasi yang diselenggarakan oleh perangkat desa. program ini sudah efektif. Berikut ini data warga miskin Kelurahan se Kecamatan Banyumanik 2011 No 1 2 3 4 Kelurahan Pudakpayung Gedawang Jabungan Pedalangan Jumlah KK 765 231 519 464 Jumlah Jiwa 2003 901 1770 1648 . Cara pendaftarannya adalah mendaftar ke pihak RT. karena penerima Jamkesmas tidak dikenai biaya. Pelayanan yang diberikan juga sudah dirasakan kemajuannya. Namun segala sesuatunya pasti tidak luput dari kekurangan. Karena Ia sudah merasakannya sendiri. Masyarakat dikumpulkan di kelurahan atau di puskesmas. bantuan ini sangat bermanfaat dan sangat membantu. Ibu Ngatiem merasakan perubahan setelah menerima jamkesmas.

5 6 7 8 9 10 11 Padangsari Banyumanik Srondol Kulon Srondol Wetan Sumurboto Ngesrep Tinjomoyo 356 604 361 962 326 700 718 6006 1230 2036 1235 3456 1267 2445 2474 20465 Berikut ini data warga miskin diambil dari data base puskesmas tahun 2012 No Puskesmas Kecamatan Kelurahan Ngesrep 1 Ngesrep Banyumanik Sumurboto Tinjomoyo Padangsari 2 Padangsari Banyumanik Pedalangan Jabungan Srondol Kulon 3 Srondol Banyumanik Srondol Wetan Banyumanik 4 Pudakpayung Banyumanik Pudakpayung Gedawang Total 12814 Masyarakat Miskin 1376 717 1226 809 1190 980 738 2123 1419 1615 621 2236 4280 2979 3319 Total Data penerima Jamkesmas di kecamatan Banyumanik No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Banyumanik Ngesrep Jabungan Srondol Wetan Pedalangan Padangsari Jumlah KK 609 683 Tidak ada data 886 418 291 Jumlah Jiwa 1416 2378 980 13646 1470 1035 .

14 th Jumlah peserta 15 .000 Rp 2.7 8 9 10 11 Gedawang Pudakpayung Srondol Kulon Tinjomoyo Sumurboto 362 515 - 1236 1916 - Data pelayanan maskin dan pendanaan Puskesmas Srondol tahun 2012 No Bulan Kegiatan Keterangan Jumlah kunjungan Jumlah kasus yang dirujuk Pelayanan kesehatan Jamkesmas Jumlah peserta 5 .14 th Jumlah peserta 15 .64 th Jumlah peserta 65 > th Penggunaan Kartu Jumlah maskin yg menggunakan RP 2.816.64 th Jumlah peserta 65 > th 1 Januari Penggunaan Kartu Jumlah maskin yg menggunakan Jamkesmas Biaya pelayanan kesehatan dasar Pendanaan Biaya jaminan persalinan Total biaya pelayanan kesehatan Jumlah kunjungan Jumlah kasus yang dirujuk Pelayanan kesehatan 2 Februari Jamkesmas Jumlah peserta 1 .44 th Jumlah peserta 45 .44 th Jumlah peserta 45 .000 267 29 2 40 74 130 21 267 298 Jumlah 298 22 42 92 141 24 .256.4 th Jumlah peserta 5 .000 Rp 560.

326.000 0 Rp 1.925.000 283 24 4 35 86 105 43 .44 th Jumlah peserta 45 .44 th Jumlah peserta 45 .838.838.4 th Jumlah peserta 5 .Jamkesmas Biaya pelayanan kesehatan dasar Pendanaan Biaya jaminan persalinan Total biaya pelayanan kesehatan Jumlah kunjungan Jumlah kasus yang dirujuk Pelayanan kesehatan Jamkesmas Jumlah peserta 1 .64 th Jumlah peserta 65 > th Jumlah maskin yg Penggunaan Kartu menggunakan Jamkesmas Pendanaan Biaya pelayanan Rp 2.14 th Jumlah peserta 15 .000 Rp 2.14 th Jumlah peserta 15 .000 265 20 48 72 112 33 283 Rp 1.64 th 3 Maret Penggunaan Kartu Jumlah peserta 65 > th Jumlah maskin yg menggunakan Jamkesmas Biaya pelayanan kesehatan dasar Pendanaan Biaya jaminan persalinan Total biaya pelayanan kesehatan Jumlah kunjungan Jumlah kasus yang dirujuk Pelayanan kesehatan Jamkesmas 4 April Jumlah peserta 5 .080.845.000 265 Rp 1.500 Rp 1.

masih sering terjadi pembedaan yang dilakukan oleh petugas rumah sakit kepada pasien berjamkesmas dengan pasien reguler biasa. karena Ketua RT lah yang lebih mengetahui keadaan masyarakatnya.000 B. Setelah ketua RT melakukan pendataan dan calon penerima Jamkesmas mendapatkan surat keterangan tidak mampu yang digunakan sebagai pengantar penerima Jamkesmas kemudian menyerahkan surat itu kepada petugas di Kecamatan. syarat warga bisa mendapatkan kartu Jamkesmas adalah warga yang tidak mampu di daerah tersebut. Dapat . Untuk menghindari hal ini. Pelayanan yang diberikan juga sudah baik. Namun yang masih disayangkang.326. dapat disimpulkan bahwa. Masyarakat merasa dilayani dengan baik.kesehatan dasar Biaya jaminan persalinan Total biaya pelayanan kesehatan 0 Rp 2. namun masyarakat penerima Jamkesmas sangat merasakannya. karena penghasilan mereka hanya cukup untuk makan satu hari. Walaupun pembedaan itu dalam sekala kecil. Puskesmas sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam melayani masyarakat miskin. pendataan dilakukan oleh Ketua RT daerah setempat. Tidak ada pungutan sama sekali bagi masyarakat yang membawa kartu Jamkesmas saat berobat di puskesmas ataupun rumah sakit. pendataan bagi para calon penerima Jamkesmas dilakukan oleh perangkat desa setempat. Dari mulai pendataan dan laporan keuangan dilaksanakan dengan baik. masyarakat miskin tidak lagi takut untuk berobat karena tidak punya uang. agar kekurangan-kekurangan dan kesalahan yang masih sering terjadi dapat diperkecil guna kemajuan program Jamkesmas ini. Banyak masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat miskin padahal mereka berkecukupan. ANALISI DATA Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada para responden. Masyarakat miskin merasa sangat dibantu dengan adanya rogram Jamkesmas ini. tapi sekarang setelah adanya program Jamkesmas ini. Masyarakat berharap agar program ini dapat terus terlaksana karena sangat membantu masyarakat miskin. Agar hasil lebih akurat. karena mereka dapat memeriksakan sakitnya dengan gratis. Ketua RT bisa melihat lebih dekat bagaimana keadaan para calon penerima Jamkesmas. mereka tidak punya uang untuk berobat. jadi jika mereka sakit. Masyarakat juga berharap agar program ini terus dikembangkan.

Hal ini dilakukan agar masyarakat miskin merasa puas mendapatkan pelayanan dan tidak merasakan dibedakan dengan masyarakat yang lebih berada. kesejahteraan masyarakat juga lebih terjamin.dilihat di atas bahwa semua masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan kesehatan sudah diakomodir dengan baik. Meningkatnya cakupan masyarakat miskin dan tidak mampu yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit 2. Tujuan Jamkesmas untuk meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien sudah terlaksana dengan baik. . Transparansi keuangan juga sudah dilakukan dengan baik oleh puskesmas pelaksana program Jamkesmas. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin 3. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel Tujuan khusus program ini juga sudah terlaksana dengan baik. Sedangkan tujuan khusus dari program Jamkesmas. yaitu : 1. Hanya saja masih diperlukan evaluasi yang berkesinambungan untuk memperbaiki jalannya program ini dari waktu ke waktu.

tujuan program Jamkesmas dapat tercapai dengan baik dan masyarakat miskin merasa puas atas pelayanan yang diberikan. Karena kemiskinan di Indonesia yang semakin marak dan kenaikan biaya yang begitu memberatkan khususnya di bidang kesehatan. . maka pemerintah bertanggungjawab atas kesehatan seluruh masyarakat. KESIMPULAN Kesehatan adalah hak dan investasi. Selain itu. maka pemerintah mengeluarkan program untuk meringankan masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Diperlukan suatu sistem yang mengatur pelaksanaan bagi upaya pemenuhan hak warga negara untuk tetap hidup sehat. Transparansi keuangan bagi puskesmas maupun rumah sakit juga terlaksana dengan baik. Program tersebut bernama program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang memiliki tujuan untuk meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. masyarakat miskin telah mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Meningkatnya cakupan masyarakat miskin dan tidak mampu yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit 2. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin 3. dan semua warga negara berhak atas kesehatannya termasuk masyarakat miskin. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan di kecamatan Banyumanik. dengan mengutamakan pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.BAB IV PENUTUP A. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23/1992 tentang kesehatan. Jadi dengan demikian. program Jamkesmas ini juga bertujuan untuk: 1. masyarakat miskin kebutuhannya dapat terakomodir dan kesehatannya dapat terjamin dengan adanya program Jamkesmas ini. dapat disimpulkan bahwa program Jamkesmas di kota Semarang dapat terlaksana dengan baik.

Yang ke dua. begitu juga dengan program Jamkesmas ini. REKOMENDASI Semua hal di dunia ini pasti memiliki kekurangan yang arus diperbaiki. petugas kesehatan seharusnya menyadari tugasnya sebagai pelayan yang harus siap sedia melayani siapa saja dengan tidak memilih-milih. . Sebaiknya selalu dilakukan evaluasi atau kontrol untuk pelaksanaan program Jamkesmas. masyarakat miskin semakin mendapatkan pelayanan esehatan dengan baik. agar program ini dari waktu ke waktu dapat menjadi semakin baik. oleh karena itu tidak ada pembedaan pelayanan bagi masyarakat miskin dengan masyarakat mampu.B. agar seluruh warga negara Indonesia bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang baik.

http://www. Mengenai Jamkesmas.DAFTAR PUSTAKA Nugroho.com/prasjsn/jamkesmas/prosedur.ygdi. http://www.php?view=_infogakin.com/2010/11/27/sekilas-tentang-jamkesmas/. dan Evaluasi. Jamsos.com/prasjsn/jamkesmas/regulasi. http://makassar. 2011. Sekilas Tentang Jamkesmas. Jakarta: PT Gramedia Author.com/2011/08/15/bagaimana-cara-peroleh-jamkesmas. Kebijakan Publik: Formulasi.jothi.wordpress. 2003.tribunnews.jamsosindonesia. http://www.com/cetak/print_artikel/34. http://www. 2010. http://www. (diakses tanggal 7 Juni 2012) Dianti. Riant. (diakses tanggal 29 Juni 2012) Jamsos Indonesia. 2011. http://annisatridamayanti. (diakses tanggal 29 Juni 2012) .id/layanan-kesehatan-hiv-danaids/layanan-hiv-dan-aids?q=JAMKESMAS. Mencari Sembuh dengan Jamkesmas.org/_patientinfo.jamsosindonesia. http://www. Info Gakin dan (diakses Jamkesmas. 2011. Regulasi Jamkesmas. Manfaat Jamkesmas. Annisa. Muh.antaranews. tanggal 4 http://www. (Diakses tanggal 4 Juni 2012) Jamsos Indonesia. Regulasi Jamkesmas. 2012. (diakses tanggal 6 Juni 2012) Jothi.com/berita/309336/mencari-sembuh-dengan-jamkesmas.com/prasjsn/jamkesmas/manfaat.jamsosindonesia. Tria. Prosedur Jamkesmas.jamsosindonesia. Implementasi. (diakses tanggal 7 Juni 2012) Tridamayanti. Juni2012) Taufik. 20120. Bagaimana Cara Memperoleh Jamkesmas. (diakses tanggal 4 Juni 2012) Indonesia. (diakses tanggal 29 Juni 2012) Jamsos Indonesia.or.

LAMPIRAN Dokumentasi saat wawancara .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->