P. 1
Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak

Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak

|Views: 99|Likes:
Published by Zawra Ismiralda
Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak
Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Zawra Ismiralda on Oct 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Pengertian Pemerolehan Bahasa Anak 1.

Pemerolehan bahasa (language acquisition) atau akuisisi bahasa menurut Maksan (1993:20) adalah suatu proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh seseorang secara tidak sadar, implisit, dan informal. 2. Lyons (1981:252) menyatakan suatu bahasa yang digunakan tanpa kualifikasi untuk proses yang menghasilkan pengetahuan bahasa pada penutur bahasa disebut pemerolehan bahasa. 3. Stork dan Widdowson (1974:134) mengungkapkan bahwa pemerolehan bahasa dan akuisisi bahasa adalah suatu proses anak-anak mencapai kelancaran dalam bahasa ibunya.

Teori Pemerolehan Bahasa 1. Teori Pemerolehan Bahasa Behavioristik : bahwa anak sejak lahir tidak membawa strutur linguistik. Artinya, anak lahir tidak ada struktur linguistik yang dibawanya. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa. Brown dalam Pateda (1990:43) menyatakan bahwa anak lahir ke dunia ini seperti kain putih tanpa catatan-catatan, lingkungannyalah yang akan membentuknya. Skinner (Suhartono, 2005:73) tingkah laku bahasa dapat dilakukan dengan cara penguatan. Penguatan itu terjadi melalui dua proses yaitu stimulus dan respon. 2. Teori Pemerolehan Bahasa Mentalistik proses akuisisi bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi bahasa yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Chomsky (1959) bahwa anak yang lahir ke dunia ini telah membawa kapasitas atau potensi. 3. Teori Akuisisi Bahasa Kognitif : menekankan hasil kerja mental, hasil kerja yang nonbehavioris. Ragam Pemerolehan Bahasa Anak = Tarigan (1988) 1) berdasarkan bentuk : pemerolehan bahasa pertama, pemerolehan bahasa kedua, pemerolehan-ulang. 2) berdasarkan urutan : pemerolehan bahasa pertama, pemerolehan bahasa kedua.

tetapi tidak mengacu pada kata atau makna tertentu. aku. mempelajari. faktor lingkungan sosial. 3) Tahap dua-kata (18 – 24 bulan) anak mulai mengenal berbagai makna kata. tetapi belum dapatmenggunakan bentuk bahasa yang menunjukkan jumlah. dan waktu terjadinya peristiwa. termasuk bercanda atau menghibur. kamu. Selain itu. . Satu-kata mewakili satu atau bahkan lebih frase atau kalimat. 4) Tahap banyak-kata (3 – 5 tahun) Anak telah mampu menggunkan bahasa dalam berbagai cara untuk berbagai keperluan. dan sebagainya. 2) Tahap Satu-Kata (12 – 18 bulan) anak sudah mulai belajar menggunakan satu kata yang memiliki arti yang mewakili keseluruhan idenya. mereka. faktor intelegensi. Tahap-tahap Perkembangan Bahasa 1) Tahap Pralingustik (0 – 12 bulan) berupa vokal atau konsonan tertentu. Anak mengenal. anak belum dapat menggunakan pronomina saya. c. Perkembangan Bahasa Anak Faktor-faktor yang mempengaruhi : a. dan menguasai kedua bahasa secara bersamaan. 2) pemerolehan bahasa secara berurut : terjadi bila anak menguasai dua bahasa dalam rentang waktu yang relatif berjauhan (Tarigan. pemerolehan bahasa asing. jenis kelamin. faktor biologis. b.3) berdasarkan jumlah : pemerolehan satu bahasa. Ditinjau dari segi keserentakan atau keberurutan : 1) pemerolehan bahasa secara serentak : Pemerolehan serempak dua bahasa terjadi pada anak yang dibesarkan dalam masyarakat bilingual (menggunakan dua bahasa dalam berkomunikasi) atau dalam masyarakat multilingual (menggunakan lebih dari dua bahasa). 1988). pemerolehan dua bahasa 4) berdasarkan media : pemerolehan bahasa lisan. dan d. pemerolehan bahasa tulis 5) berdasarkan keaslian : pemerolehan bahasa asli. faktor motivasi. dia.

1990) membagi tahap perkembangan bahasa sebagai berikut : a) Tahap meraban (pralinguistik) pertama pada usia 0.Piaget (dalam Nurhadi dan Roekhan.5 b) Tahap meraban (pralinguistik) kedua: kata nonsens. 1997) membagi fase/tahap perkembangan bahasa anak seperti berikut : 1. x. g) Tahap lingistik V: kompetensi penuh. c) Tahap linguistik I: holofrastik. Anak kelas atas SD telah dapat menggunakan kata berimbuhan konfiks yang sudah kompleks misalnya diperdengarkan dan memberlakukan dalam bahasa lisan atau tulisan 3) Perkembangan Sintaksis a.5–1. f) Tahap linguistik IV: tatabahasa pradewasa. 1995) : v.0 – 4. dan ks diucapkan p.0.0 – 3. umur 8 tahun mereka mulai lebih banyak menggunakan kalimat pasif yang tidak dapat dibalik (subjeknya kata ganti).0 – 0.pada usia 0. v. 8 tahun : s. 7 tahun – 11 tahun : Fase Semantik : Anak dapat membedakan kata sebagai simbol dan konsep yang terkandung dalam kata Perkembangan Fonologi. pada usia 2. pada usia 5. 1) Perkembangan Fonologis Sebelum masuk SD.0. pada usia 4. kalimat satu kata.0 – 5. . Morfologi. tetapi masih ada beberapa fonem yang masih sulit diucapkan dengan tepat. Sintaksis. zh. anak telah menguasai sejumlah fonem/bunyi bahasa. d) Tahap linguistik II: kalimat dua kata. s. z. f.0. usia kelas awal SD (Tompkins. v. e) Tahap linguistik III: pengembangan tata bahasa. sh. z.ch Kaitannya dengan anak SD di Indonesia diduga pun mengalami kesulitan dalam pengucapan r. dan bunyi kluster misalnya str. Anak kelas awal SD telah dapat mengunakan kata berprefiks dan bersufiks seperti melempar dan makanan b.0. pada usia 3. Ross dan Roe (Zuchdi dan Budiasih. anak kelas dua dan tiga : f. disatukan c. 2 tahun – 7 tahun : Fase Sintaktik : Anak menunjukkan kesadaran gramatis . sy.0. Semantik. kh. berbicara menggunakan kalimat 3. sh. k.0–2. pr 2) Perkembangan Morfologis a. pada usia 1. sy. Anak kelas menengah SD telah dapat mengunakan kata berimbuhan simulfiks/konfiks sederhana seperti menjauhi.0. Lahir – 2 tahun : Fase Fonologis : Anak bermain dengan bunyi-bunyi bahasa mulai mengoceh sampai menyebutkan kata-kata sederhana 2. dan Pragmatik.

umur 8 tahun anak menggunakan penanda awal dan akhir cerita. regulator. informatif. anak mulai banyak menggunakan bentuk pasif yang subjeknya dari kata ganti c. umur 9 tahun.b. personal. dalam konteks apa d.A. dalam situasi apa e. sehingga perbendaharaan kosa kata siswa berjumlah 8500 di kelas VI (Harris dan Sipay. interaksional. dengan jalur apa f. 1990) fungsi (penggunaan) bahasa yang dikemukakan oleh M.K Halliday: a. 5) Perkembangan Pragmatik/penggunaan bahasa 7 faktor penentu : a. umur 6 tahun sudah dapat bercerita secara sederhana tentang sesuatu yang mereka lihat b. umur 11-13 tahun mereka banyak menggunakan kalimat yang subjeknya dari kata ganti 4) Perkembangan Semantik Slegers : bahwa rata-rata anak masuk kelas awal dengan pengetahuan makna sekitar 2500 kata dan meningkat rata-rata 1000 kata per tahun di kelas awal dan menengah SD dan 2000 kata di kelas atas. d. c. usia 7 tahun anak mulai dapat membuat cerita yang agak padu c. melalui media apa. instrumental. 1980). untuk tujuan apa c. heuristik. imajinatif. g. b. misalnya “Akhirnya mereka hidup rukun”. f. dalam peristiwa apa (Tarigan. . Dilihat dari segi perkembangan kemampuan bercerita : a. kepada siapa berbicara b. g. e.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->