P. 1
Motor 2Tak Dan 4Tak Nenedi 34

Motor 2Tak Dan 4Tak Nenedi 34

|Views: 32|Likes:
Published by Nendi Sonet
:)
:)

More info:

Published by: Nendi Sonet on Oct 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

Motor 2Tak Dan 4Tak.

Pada pertemuan kita kali ini saya akan sedikit mengulas perbandingan dan keuntungan Motor 2Tak Dan 4Tak yang mana mempunyai kelebihan pada setiap motor itu sendiri, sebagai contah : 1. motor honda supra yang terkenal irit itu,kata teman2 itu malah motor bapak2 sebenarnya rahasia dari keiritan motor honda supra berada pada karburatornya. 2. motor yamaha fizR yang punya akselerasi tinggi dan bensinnya juga lumayan tak bersahabat dengan kantong bapak2 tapi motor ini lebih unggul dalam segi sprint,upz kita sedang tak membahas masalah ugal2n. Nah mungkin masalah tungangan kita punya selera masing2 ,kalo saya sendiri memilih naik sepeda lebih sehat hehe..,back to topic Motor 2Tak Dan 4Tak kebanyakan anak muda lebih memilih motor 2tak ketimbang 4tak,kenapa ? karena motor 2tak terbilang simpel,loh kog demikian ! mungkin saya juga pernah memberikan penjelasakan gambar di artikel Prinsip Kerja Mesin Sepeda Motor yang sebelumnya yaitu kelebihan motor 2tak itu pada sylinder kopnya tak terdapat noken as templar dll,yang ada hanya busi ya teranglah kalo tak ada busi bagaimana bisa menciptakan letikan api,back to topic Motor 2Tak Dan 4Tak nah mari bicara masalah motor 4tak kerugian pada motor 4tak itu sangatlah sinkron dengan masalah keterlambatan ganti oli,pada artikel Motor Jadul yang sebelumnya juga pernah menjelaskan guna oli adalah untuk Pelumasan Mesin,nah mari beranjak ke dampak awal yang terjadi akibat keterlambatan ganti oli : 1. suara mesin terdengar kasar 2. klaher/bering macet 3. ring piston aus Nah dari point ke.3 yang sering terjadi adalah rusaknya buring pada cylinder head yang mengakibatkan keluarnya asap putih dari kenalpot motor,jika dibiarkan berlarut-larut bisa juga terjadi setang piston tak lagi span,ini adalah dampak yang lumayan buruk karena tak cukup 100rb untuk mengatasinya. Bicara masalah kekurangan motor 2tak adalah pada musim hujan,loh kenapa demikan karena di musim hujan sering kali terjadi banjir di jalanan,mari kita review bersama gambar berikut : Motor 2Tak Dan 4Tak,perbedaan motor 2tak dan 4tak,motor 2tak dan 4tak,pengertian motor 2tak dan 4tak,beda motor 4tak dan 2tak,prinsip kerja motor 4tak dan 2tak Dampak yang terjadi air masuk ke blok sebelah kiri akan membuat sepul mati dan apa yang terjadi pengapian motor tak keluar karena sepul terbakar,nah sekarang anda mau pilih yang mana antara Motor 2Tak Dan 4Tak bisa pilih sesuai selera dan artikel Motor Jadul di atas bukan untuk menakuti anda tapi untuk antisipasi saja jangan sampai berhadapan dengan hal tersebut,sukses semoga aman di perjalanan anda.

Perbandingan Motor 2 Tak dengan Motor 4 Tak a>Kebanyakan orang mungkin kurang pahan akan perbedaan mesin 2tak dengan mesin 4tak. Setiap mesin tersebut memiliki kelebihannya masing-masing yang mana banyak digunakan terlebih lagi pada kendaaran bermotor roda dua. Berikut adalah beberapa perbandingan antara mesin 2tak dengan mesin 4tak. Dengan perbedaan tersebut,

diharapkan anda bisa mengetahui lebih lanjut mengenai keunggulan dan kekurangan dari masing-masing mesin. Perbedaan dari mesin 2tak dengan mesin 4tak tidak hanya berasa; dari bensin yang dikonsumsi, suara yang dikeluarkan dari knalpot, pemakaian oli samping, dan juga asap yang keluar dari knalpot. Jika membeli sebuah kendaraan bermotor, pastinya tiap orang memiliki selera masing-masing dan juga penilaian masing-masing. Dengan perbedaan motor 2 tak vs 4 tak anda bisa mengetahui manakaha motor dengan mesin yang sesuai dengan selera anda. Jika menggunakan mesin 2tak proses kinerja mesin hanya terjadi dua kali dengan posisi naik turunnya piston atau 1kali proses putar kruk as. Sedangkan pada mesin 4tak, proses pergerakan dari piston tersebut berlangsung sekitar 4kali gerakan naek turunnya piston atau 2 kali proses putar dari kruk as dengan disertai proses buka tutupnya klep. Berikut ini adalah ciri-ciri dari motor 2tak vs 4tak. Pada cirri-ciri motor 2 tak bahan bakar yang digunakan selalu bercampur dengan oli baik ketika berada didalam tangki ataupun dengan cara memisahkannya. Motor 2tak menggunakan 2 macam compressi yaitu compressi carter dan cylinder. Sedangkan pada mesin 4tak hanya menggunakan 1 macam compressi saja yaitu compressi cylinder. Bahan bakar yang digunakan merupakan bahan bakar bensin murni yang tanpa menggunakan campuran oli. Desain dan juga fungsi dari motor 2tak dan 4tak cukup berbeda. Dengan desainnya yang disesuaikan untuk menghasilkan 2 kali proses, mesin 4tak mampu memberikan tenaga yang lebih ketimbang mesin 2tak. Jika dibandingkan dari segi fungsi, motor 2tak vs 4tak, jauh lebih bagus mesin 4tak karena anda bisa menghemat bahan bakar dan mampu mengeluarkan tenaga yang lebih besar dibandingkan mesin 2tak. apakah oli mesin 4tk bsa di gunakan mesin 2tk ,2 tak vs 4 tak ,perbandingan kinerja 2-tak dan 4-tak ,perbandingan motor 2 tak dan 4 tak ,perbedaan motor 2 tak dan 4 tak ,perbedaan motor 2tak 4tak dg gambar ,Motor 4 tak yang bagus di jadikan trial ,motor 4tak dan motor 2 tak beserta fungsinya ,oli mesin motor 4 tak ,oli samping yang bagus untuk motor 2 tak ,pengertian motor 2 tk dan 4 tak ,Perbandingan bahan bakar motor 2tak ,ritsleting ,perbandingan konsumsi bensin antara motor 2 tak dg 4 tak ,pilih 2 tak apa 4 tak? ,perbandingan motor 2 tak vs 4 tak,perbandingan pemakain oli samping dan bensin ,perbandingan performa oli motor 4tak ,pic BANTAL unik ,motor 4 tak menggunakan bensin campur ,motor 4 tak memakai bensin dicampur dengan oli 4 tak . Punya Motor 2 Tak Perhatiin Beberapa Info .
1. Oli Samping

Pastikan kondisi oli samping jangan sampai kering atau kosong. Atur volumenya dengan takaran yg sesuai yaitu tidak terlalu irit dan tidak pula terlalu boros (terlalu irit = Overheat/kepanasan,

Terlalu boros = motor mbrebet dan asap ngepul). didalam hal oli samping di motor 2 tak boleh dibilang merupakan hal yang wajib dan mutlak diperlukan.
2. Karburator

Sama halnya seperti sepeda motor lainnya, hal yang harus dirutinin yaitu membersihkan karburator pada kendaraan Anda.
3. Blok dan Head

Bersihkan secara rutin dari sisa kotoran atau kerak hasil pembakaran oli samping dan minyak.
4. Aki/Accu

Memeriksa kondisi air aki (akibasah) dan pastikan dalam keadaan berfungsi menyuplai arus listrik yang baik, terutama yang menggunakan sistim kelistrikan cdi tipe DC.
5. Radiator

Pastikan kondisi dan volume air raditor dalam keadaan cukup Guna menghindari kelebihan panas.
6. Pemanasan

Biasakan melakukan pemanasan pada kendaraan sebelum digunakan guna memberikan pelumasan terlebih dahulu pada komponen yang akan bergerak nantinya.
7. Cek Kondisi Oli

Ganti oli secara berkala dan gunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar kualitasnya lebih bisa diandalkan dan terjamin.
8. Periksa Rantai dan Gir

Cek juga kondisi gir, jika sudah tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus. Bahaya kan, kalo lagi ngebut tiba-tiba putus rantai?
9. Periksa Kabel Koil dan Busi

Perhatikan keberadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi. Cepat ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan banyak terlihat keretakan dan pengerasan Perbedaan mendasar antara motor 4 tak dengan motor 2 tak . Pada motor 4 tak, satu kali proses kerja memerlukan 2 kali putaran crank shaft, sedangkan pada motor 2 tak, satu kali proses kerja hanya memerlukan 1 kali putaran crank shaft, sehinga untuk kedua motor ini apabila kapasitas silindernya sama (misalnya sama-sama

100 cc) maka pada putaran kerja yang sama secara teoritis konsumsi bahan bakar motor 2 tak dua kali lebih boros dibandingkan dengan motor 4 tak. Akan tetapi sebetulnya pada waktu mendesain sebuah sepeda motor maka yang diperhitungkan adalah tenaga yang diperlukan. Artinya apabila direncanakan sebuah sepeda motor dengan kemampuan membawa beban katakan 150 kg didesain agar mampu melaju dengan kecepatan 100 km/jam, seandainya tenaga yang diperlukan untuk itu adalah 8 TK, maka apabila digunakan motor 4 tak tenaga sebesar itu dapat dihasilkan oleh motor dengan kapasitas silinder 100 cc pada putaran kerja 6.000 rpm, maka apabila digunakan motor 2 tak seharusnya cukup dengan kapasitas silinder 50 cc pada putaran kerja 6.000 rpm! Pada motor 4 tak, semua proses kerja seperti pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan, semuanya terjadi diatas piston, sehingga bagian bawah piston bebas berhubungan dengan karter yang berisi minyak pelumas/oli akibatnya proses pelumasan pada piston, cylinder liner dan crank shaft dapat berlangsung dengan efektif sekali. Pada motor 2 tak, proses kerjanya melibatkan ruangan diatas dan dibawah piston, proses pengisan terjadi dengan dihisapnya campuran udara dan bahan bakar kedalam ruangan dibawah piston dahulu, baru kemudian ditranfer kebagian atas piston selama lubang bilas terbuka, sehingga ruangan dibawah piston harus merupakan ruang tertutup yang tidak boleh berhubungan dengan karter yang berisi minyak pelumas/oli. Dengan demikian piston, cylinder liner dan crank shaft tidak bisa dilumas oleh minyak pelumas/oli yang ada didalam karter. Oleh karena itu pelumasan dilakukan dengan cara mencampurkan minyak pelumas/oli pada bahan bakar yang dihisap oleh mesin sehingga sebagian dari minyak pelumas/oli akan menempel pada piston, cylinder liner dan crank shaft yang memerlukan pelumasan, sedangkan sebagian dari minyak pelumas/oli akan masuk kedalam silinder dan ikut dalam proses pembakaran sehingga mengakibatkan meningkatnya emisi gas buang dari motor 2 tak ini. Sistim pelumasan ini secara umum dikenal masyarakat dengan istilah“menggunakan oli samping”. Bagaimanapun juga efektifitas sistim pelumasan menggunakan oli samping tidak bisa mengungguli proses pelumasan dari karter mesin. Pada motor 4 tak, overlaping antara proses pembuangan dan pemasukan hanya terjadi beberapa saat yaitu pada fase akhir pembuangan dan awal pemasukan. Pada motor 2 tak, seluruh proses pembilasan, yaitu perpindahan campuran udara dengan bahan bakar dari ruangan dibawah piston kedalam cylinder diatas piston, terjadi didalam proses pembuangan. Dengan demikian kemungkinan adanya campuran udara dengan bahan bakar yang langsung terbuang keluar dari cylinder pada waktu overlaping pada motor 2 tak jauh lebih besar dibandingkan dengan motor 4 tak, sehingga efisiensi motor 2 tak lebih rendah dari motor 4 tak. Hal ini juga memberikan kontribusi kenapa motor 2 tak boros pemakaian bahan bakarnya.

Uraian seperti tersebut pada butir 2 dan 3 itulah yang menjawab pertanyaan seperti pada butir 1, yaitu apabila tenaga yang dibutuhkan sama dan pada putaran kerja yang sama bukankah seharusnya kapasitas motor 2 tak adalah setengah dari kapasitas motor 4 tak? Dari pertama kali diciptakan sampai sat ini, desain dan kostruksi dari motor 2 tak relatif tidak ada inovasi yang signifikan, apalagi kalau dikaitkan dengan usaha untuk mengeliminir kelemahan pada motor 2 tak seperti pada uraian butir 2 dan 3, sehingga pertanyaan butir 1 dapat direalisir. Padahal apabila ini bisa direlisir maka ukuran dari motor dapat diperkecil, sehingga kebutuhan materialnya lebih sedikit dan biaya produksi lebih murah yang pada akhirnya harga jual bisa ditekan. Karakteristik motor 4 tak : 1. Bahan bakarnya hemat. 2. Gas bekasnya lebih bersih (emisinya rendah). 3. Kontrusinya rumit, karena adanya klep, sehingga harganya mahal dan perawatannya sulit. Karakteristik motor 2 tak : 1. Bahan bakarnya boros. 2. Gas bekasnya kotor (emisinya tinggi). 3. Konstruksinya sederhana, sehingga harganya murah dan perawatannya mudah. Dengan pertimbangan konstruksi yang sederhana, maka motor 2 tak banyak diaplikasikan untuk kendaraan roda dua. Masalah bahan bakar yang boros, dengan kapasitas mesin untuk sepeda motor pada umumnya relatif kecil, hal itu tidak terlalu memberatkan. Begitu juga dengan polusi gas bekasnya, karena dulu populasi sepeda motor belum terlalu banyak dan juga isu tentang polusi udara belum mendapatkan perhatian secara serius maka pada periode dibawah tahun 1990 popularitas sepeda motor dengan pengerak motor 2 tak cukup tenar di Indonesia. Menginjak tahun 2000 dimana cadangan bahan bakar dunia mulai menunjukkan lampu kuning karena demand yang meningkat sedangkan supplai bahan bakar dunia tidak bisa ditingkatkan, maka isu penghematan bahan bakar bersama-sama dengan polusi udara mulai mengemuka. Selanjutnya dengan melihat karakteristik motor 2 tak yang boros bahan bakar dan tingkat polusinya yang tinggi, maka pelan-pelan sepeda motor dengan dengan penggerak motor 2 tak mulai ditinggalkan. Tapi apakah memang kita harus meningalkan motor 2 tak dengan menguburkannya dalam kenangan begitu saja? Bukankah bagaimanapun juga motor 2 tak mempunyai kelebihan konstruksinya yang sederhana sehinga biaya produksi murah yang pada akhirnya harga jual juga rendah. Tips & Trik Korek Harian Mesin Motor 4 Tak. Roh utama korek mesin 4 tak terdapat di kepala silinder, cylinder head, kop, dexel, atau apa lah kita menyebutnya, yang pasti graham bell menggapai kesimpulan dari risetnya bahwa

“Takkan ada satupun mesin 4 tak dapat menghasilkan tenaga dengan baik apabila ia tidak memiliki kemampuan untuk mengalirkan udara dengan baik pula”. Inilah yang namanya efisiensi volumetrik. Apakah peningkatan efisiensi volumetrik hanya dapat dicapai dengan melakukan port-polished? Tentu tidak. Banyak cara lain, riset membuktikan bahwa melepas filter udara karburator itu saja sudah menambah debit aliran udara yang masuk dan tenaga di rpm menengah – atas terjadi penambahan. Namun ada salah satu cara mudah dan pasti yaitu : Meningkatkan rasio kompresi. Mesin modern biasanya dibuat dengan desain yang lebih kompak, dengan material lebih bagus dan daya tahan tinggi, sehingga saat ini dapat dipacu dengan perbandingan kompresi hingga 13 : 1 tentu pemilihan bahan bakar harus lebih baik, seperti Pertamax, atau pertamax plus, toh kini sudah banyak SPBU Shell, yang kualitas bahan-bakarnya memiliki oktan lebih tinggi dari Pertamax Plus. Pemakaian material piston dan connecting rod dituntuk untuk harus lebih baik demi daya tahan mesin. Kalau mekaniknya hebat pencapaian kompresi itu tak harus banyak main papas / bubut, salah-salah jika terlalu percaya pada tukang bubut yang kita belum tahu kapasitasnya, melenceng sedikit saja justru kebocoran kompresi dapat terjadi. Bukankah melepas paking blok silinder itu juga sudah sama dengan memapas 0.5 milimeter, nggak pake bayar lagi, dan pasti presisi. Hehehehe… Trik Kohar Murmerceng keluar. Ada lagi cara lain, penambahan kapasitas silinder bisa dilakukan untuk mengakali kompresi. Misal, mesin standard jupiter z, dengan kapasitas 110 cm3, perbandingan kompresi 9 : 1, ketika kita mengganti piston sehingga kapasitasnya melonjak menjadi 125 cm3, ternyata bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kompresi sehingga menggapai perbandingan 10 : 1, itu kalau kondisi piston FLAT, alias datar. Kalau piston Dome? Derajat squish pada piston disamakan dengan squish di cylinder head, dan jenong diatur ulang sedemikian rupa sehingga perbandingan dapat tercapai 13 : 1. Oh, betapa mantapnya… Tanpa papas head & blok pula… Tetap presisi, tetap aman jaya! Apa manfaat dari menaikkan rasio kompresi? Tentu dengan daya hisap lebih kuat , aliran udara lebih lega masuk ke dalam silinder, semakin banyak yang dihisap, dipadatkan di ruang yang semakin sempit, BUMMM… ingat rumus torsi.. hmmm… torsi pun berkaitan dengan tenaga, daya lenting kruk as menjadi lebih dahsyat. Dan dengan peningkatan rasio kompresi biasanya didapatkan peningkatan tenaga yang lebih merata mulai dari akselerasi hingga top speed.

Perlu diingat pula penyelarasan antara karburator – intake manifold – dengan lubang porting masuk, pula lubang porting buang dengan leher knalpot, itu adalah hal vital. Penentuan puncak tenaga, karakter mesin, semua bisa berasal dari konfigurasi dan geometri porting, jika tidak memiliki perhitungan mendalam serta keyakinan kata hati

bahwa hasil porting akan membawa mesin ke jenjang performa lebih baik, tetaplah pada pilihan bijak untuk mempertahankan geometri porting standard, karena desain porting insinyur jepang pasti telah mempertimbangkan segala aspek aliran udara, bahkan mungkin itu desain swirl (aliran kelokan udara) yang kadang tidak kita perhatikan. Jika kata hati berkata kita bisa, dan cylinder head toh sekarang murah meriah, dan ingin belajar lebih maju dengan didukung alat yang memadai maka

Noken as ini juga mempengaruhi aliran udara ke dalam silinder, ingat efek angkatan klep ( valve lift ) ke volumetrik effisiensi. Bahwasanya ternyata angkatan klep yang efisien itu cuma 27 % dari diameter klep inlet bawaan motornya lho… Tidak perlu menggapai 30 % atau bahkan lebih jika masih ingin dipakai harian. Misal, motor suzuki shogun 125, dengan klep inlet 25 milimeter, maka angkatan klep optimal berada di kisaran 6.75 milimeter, dibagi rocker arm ratio, mungkin hanya diperlukan lobe lift setinggi 5.6 milimeter. Ga tinggi-tinggi banget kan?! Pir klep bagus seperti pir klep swedia yang ringan dan renggang dapat dipakai, atau yang sudah kondang seperti pir klep akutagawa jepang, tidak haram untuk dipakai harian. Dijamin mesin tidak mudah jebol, karena pir tidak telat mengembalikan klep pada kedudukannya, utamanya klep api yang rawan patah tertabrak piston saat overlaping. Kemudian menentukan durasi, saya sarankan untuk cam harian durasi yang dipakai tidak lebih dari 290 derajat, dengan durasi 1 milimeter berada tidak lebih dari 255 derajat. Bagaimana cara cepat menyulap noken as standard menjadi lebih tinggi liftnya dan durasinya lebih lebar seperti yang kita mau? Order aja modul cara mudah papas noken as yang udah diterbitkan oleh R.A.T

syarat mesin pembakaran dalam ( internal combustion chamber ) dapat berprestasi adalah : adanya kompresi, bahan-bakar yang baik, serta pengapian. Peningkatan kompresi sudah, bahan bakar yang bagus sudah dipakai, aliran udara sudah meningkat banyak dengan pangkasan kem dan halusin porting. Tinggal pengapian, pilihan otak pengapian digital sekarang semakin banyak, bagaimana kita bijak menentukan yang sesuai kebutuhan dan kantong menjadikan modifikasi tidak mubadzir. Rextor adjustable, ataupun BRT Dual Band bisa menjadi pilihan awal untuk meningkatkan banyak performa mesin motor di sektor pengapian! Gampang, murah-meriah, tinggal colok, dan gassss!!! Jika mekanik dirasa mampu menset-up pengapian ke level yang lebih tinggi , pilihan bisa diaplikasikan ke CDI Programable, dimana timing pengapian pada putaran mesin tertentu serta batasan kitiran kruk as bisa disetel semua. Namun resiko-nya, salah seting, pengapian terlalu maju, limiter terlalu tinggi, mesin riskan jebol. Jadi konsultasi dan sharing terlebih dahulu ke bengkel yang akan diserahin tanggung jawab adalah mutlak perlu. Otak pengapian sudah diupgrade, tinggal pelipat ganda arus alias Coil di ganti pula dengan yang lebih bagus, pilihan biasanya banyak jatuh ke coil yang memang sudah dipakai balap di motor kelas dunia ( Special Engine ) seperti Yamaha YZ 125, atau SUZUKI RM, itu adalah pilihan koil yang paten dan pasti, jika belum cukup dana atau merasa sayang mending pakai koil standardnya saja. Lebih hemat toh… Pengapian yang sempurna membakar bahan-bakar yang sudah dihisap masuk akan menghasilkan pembakaran dan efisiensi kalor , berarti pula penambahan tenaga + irit bahan bakar, tak heran motor modifikasi menjadi semakin kencang dan tetap irit selama korekan dilakukan dengan benar. Trik-trik lain seperti reduksi magnit, dan balancer , serta pemakaian kampas kopling dan pir kopling yang lebih baik dapat dilakukan untuk menambah efisiensi penyaluran tenaga dari kruk as menuju roda. Seting final gir, untuk perkotaan bisa menukar gir belakang dengan jumlah 1 angka lebih besar misalnya dari 35 ke 36. Setelah ubahan penambahan kapasitas mesin sebanyak kurang lebih 15 % jangan takut mesin lantas menjadi hanya kuat di akselerasi tapi top speed akan turun, justru top speed bisa bertambah karena kekuatan mesin sudah meningkat.

perbedaan dan cara kerja motor 2 tak dan 4 tak. Berdasarkan langkah kerja dalam proses pembakaran, sepeda motor dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu sepeda motor 4 tak dan sepeda motor 2 tak. Perbedaan kedua tipe ini dapat dilihat dari kontruksi mesinnya, sepeda motor 4 tak memiliki katup-katup yang berfungsi mengatur masuknya bahan bakar ke dalam mesin dan mengatur pembuangan gas sisa pembakaran. Pada sepeda motor 2 tak terdapat saluran pemasukan, pembuangan, dan pembilasan bahan bakar yang diatur oleh piston dalam blok silinder. 1. Sepeda Motor 2 tak Sepeda motor 2 tak adalah sepeda motor yang bermesin dua langkah, artinya dalam siklus kerja dibutuhkan dua langkah, yaitu langkah isap dan langkah buang. Dalam 1 putaran poros engkol terjadi 2 siklus kerja gerakan piston. Titik tertinggi yang dicapai piston disebut titik mati atas(TMA) dan titk terendah yang dicapai piston disebut titik mati bawah (TMB). Gerakan seher dari TMB ke TMA disebut satu langkah piston (stroke) atau sama dengan setengah putaran poros engkol. a. Langkah Isap (Up Ward Stroke) Piston bergerak naik dari TMB menuju TMA. Pada saat piston di posisi TMB, bahan bakar yang berada di bawah piston didorong dan keluar dari saluran pembilasan. Proses selanjutnya, bahan bakar yang keluar dari saluran pembilasan didorong piston sampai mencapai posisi TMA. Pada saat hampir mencapai posisi TMA, piston menutup saluran pembuangan dan saluran pembilasan. Akibatnya, saluran pemasukan bahan bakar terbuka yang menyebabkan bahan bakar secara otomatis masuk melalui saluran pemasukan di bawah piston. Bahan bakar yang telah ada di silinder ditekan naik oleh piston sampai mencapai posisi TMA. Tekanan di silinder meningkat, kemudian bunga api dari busi membakar bahan bakar dan udara menjadi letusan. b.Langkah Buang (Down Ward Stroke) Letusan tadi menghasilkan tenaga yang digunakan untuk mendorong piston bergerak turun dari TMA menuju TMB. Piston bergerak turun akan mendorong bahan bakar yang telah berada di bawah piston menuju saluran pembilasan. Saat piston bergerak turun saluran buang dan saluran pembilasan dalam keadaan terbuka.Gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran pembuangan menuju knalpot akibat desakan bahan bakar dan udara yang masuk dalam silinder melalui saluran pembilasan. Dengan terbuangnya gas sisa hasil pembakaran, kerja mesin 2 tak selesai untuk satu proses kerja (siklus). Proses upward stroke dan down ward stroke akan terus bekerja silih berganti.

B. Sepeda Motor 4 Tak

Sepeda motor 4 tak memiliki 4 langkah yaitu langkah isap, langkah kompresi, langkah kerja, dan langkah buang. Jadi terjadi 4 langkah gerakan piston dan 2 kali putaran poros engkol dalam 1 proses kerja. a. Langkah kompresi 1 Piston bergerak dari TMA menuju TMB. Saat Piston bergerak turun, Katup masuk dalam keadaan terbuka, sehingga campuran bahan bakar dan udara terisap ke dalam silinder. Ketika piston mencapai TMB, katup masuk dalam keadaan tertutup. Dapat dikatakan bahwa langkah kompresi 1 selesai. b. Langkah kompresi 2 Kedua katup (katup masuk dan katup buang) dalam keadaan tertutup. Piston bergerak naik dari TMB menuju TMA mendorong campuran bahan bakar dan udara dalam silinder, sehingga menyebabkan tekanan udara dalam silinder meningkat. Sebelum piston mencapai TMA campuran bahan bakar dan udara yang bertekanan tinggi dibakar oleh percikan api busi. c. Langkah isap Percikan api busi yang bereaksi dengan campuran bahan bakar dan udara bertekanan tinggi akan menimbulkan letusan. Letusan ini akan menghasilkan tenaga yang mendorong piston bergerak turun menuju TMB. Tenaga yang dihasilkan oleh langkah kerja diteruskan poros engkol untuk menggerkkan gigi transmisi yang menggerakkan gir depan. d. Langkah Buang Piston bergerak naik dari TMB menuju TMA. Katup masuk dalam keadaan tertutup dan katup buang dalam keadaan terbuka. Gas sisa hasil pembakaran terdorong keluar menuju saluran pembuangan. Dengan terbuangnya gas sisa pembakaran, berarti kerja keempat langkah mesin untuk satu kali proses kerja (siklus) telah selesai. Mesin tidak stabil pada kecepatan tinggi motor 4 tak dan 2 tak : Dapat disebabkan antara lain sebagai berikut. 1.Pengapian tidak sempurna 2.Setelan katup kurang tepat 3.Campuran bahan bakar dan udara terlalu miskin. 4.Kanvas kopling aus

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->