KEBIJAKAN DEVIDEN

Disusun Oleh : NANOK FITRIYADI IDYASTARI ARASY FENDA PUSPITA LALU GEDE SAVA (105020207111030) (105020207111033) (105020207111034) (105020207111040)

Kelas : BA

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN MANAJEMEN 2012

Akhir kata.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah resume Kebijakan Deviden. Dalam menulis makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Intermediate Financial Management. kami mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak. semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. 12 Oktober 2012 Penulis . untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini. Terima Kasih Malang.

Dalam dunia ekonomi dividen adalah seluruh laba bersih setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan pajak yang dibagikan kepada pemegang saham (pemilik modal sendiri) kecuali ditentukan lain dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Manajemen mempunyai dua alternatif perlakuan terhadap EAT ini yaitu: 1. Berikut ini beberapa pemaparan mengenai pengertian dividen: 1. Laba bersih tersebut akan dikenakan pajak sehingga menjadi laba bersih sesudah pajak (earinings after tax atau EAT). 2. 4. 5. Dalam melakukan perdagangan saham perusahaan akan memperoleh laba bersih. Laba bersih (net earnings) ini sering disebut sebagai: “Laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa” (earnings available to common stockholders) disingkat EAC. Menurut Bapepam dividen adalah porsi keuntungan perusahaan yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Menurut Darmaji dan Fakhrudin (2001: 9) dividen adalah pembagian keuntungan yang dihasilkan perusahaan dan tersedia bagi pemegang saham. .KEBIJAKAN DEVIDEN Pengertian Dividen berasal dari bahasa Latin yaitu divendium yang artinya sesuatu untuk dibagi. Dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan dalam bentuk dividen. Menurut Husnan dan Pudjiastuti dividen adalah laba yang diperoleh oleh perusahaan dan tersedia bagi pemegang saham. Dari beberapa pengertian di atas dapat diartikan bahwa dividen adalah laba yang diperoleh perusahaan untuk dibagikan kepada pemegang saham. 2. Diinvestasikan kembali ke perusahaan sebagai laba ditahan (retained earning) untuk membiayai operasi selanjutnya. 3. Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia dividen diartikan sejumlah uang sebagai hasil keuntungan yang dibayarkan kepada pemegang saham (dalam suatu Perseroan).

2) Apakah laba dibagikan dengan konsekuensi harus mengeluarkan saham baru. Teori Kebijakan Deviden a. ku(t+1) di(t+1) pi(t+1) = biaya modal untuk suatu perusahaan unlevered pada periode t = dividen per saham yang dibayarkan pada akhir periode i = harga per saham pada akhir periode t pi(t) = harga per saham pada permulaan periode t . (2) tidak ada pajak. kebijakan dividen dapat diartikan: 1) Apakah laba yang diperoleh seharusnya dibagikan atau tidak.Apabila manajemen memilih alternatif pertama artinya manajemen harus membuat keputusan tentang besarnnya EAT yang dibagikan sebagai dividen. maka tingkat pengembalian dalam satu periode. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen adalah kebijakan pembagian pendapatan yang harus diikuti dalam membuat keputusan dividen (dibagikan/ditahan). Menurut Suad Husnan. (3) arus kas operasi (NOI (t)) dan rencana investasi (I(t)) sama. Pembuatan keputusan tentang dividen ini disebut kebijkan dividen. untuk saham adalah: di(t+1) + pi(t+1) – pi(t) Ku(t+1)= −−−−−−−−−−−−−−−−−−− pi(t) dimana. Menurut Wetson dan Brigham (1990: 198) kebijakan dividen adalah keputusan untuk membagikan laba atau menahannya guna diinvestasikan kembali di dalam perusahaan. ku. Kebijakan Deviden Tanpa Pajak Asumsi: (1) perusahaan tidak mempunyai hutang.

Satu burung di tangan (dividen saat ini) lebih berharga daripada seribu burung di udara (capital gain di masa yang akan datang). Dengan demikian mereka membayar pajak atas keuntungan modal. Tingkat kepastian dividen lebih tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan capital gain oleh karena itu. dan (3) pajak keuntungan modal (Tg). Nilai perusahaan akan dimaksimumkan oleh sebesar risiko menunggu capital gain yang masih mungkin berfluktuasi. maka pemegang saham akan lebih menyukai perusahaan yang tidak membayarkan dividen. . dividen. Mereka akan lebih untung jika dana tetap pada perusahaan atau dibayarkan melalui pembelian kembali saham yang beredar. investor akan cenderung membeli saham-saham yang membagikan dividen. Semakin tinggi dividen yang dibagikan maka semakin tinggi minat investor terhadap saham sehingga akan meningkatkan harga saham bersangkutan. Sementara itu keputusan apakah laba yang diperoleh akan dibagikan dalam bentuk dividen atau akan ditahan tidak mempengaruhi nilai perusahaan. e. Teori Preferensi Pajak Ada tiga alasan yang berkaitan dengan pajak untuk beranggapan bahwa investor mungkin lebih menyukai pembagian dividen yang rendah dari pada yang tinggi. c. d. Lebih lanjut MM berpendapat bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh earning power dan asset perusahaan tersebut. Dengan demikian nilai perusahaan ditentukan oleh keputusan investasi.b. Deviden Irrelevance Teori Pendukung utama teori ini adalah Merton Milller dan Franco Mondigliani (MM). Teori Bird in Hand Gordon dan Lintner (1963) mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara kebijakan dividen dengan nilai perusahaan. Kebijakan Deviden yang Terkena Pajak Diperkirakan ada tiga jenis tarif pajak: (1)tarif pajak proposional (Tc). (2) tarif pajak penghasilan pribadi dari obligasi. yang lebih rendah daripada pajak pemghasilan biasa. Mereka berpendapat bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan kemampuan dasarnya untuk menghasilkan laba dan resiko bisnisnya. yaitu: . Sepanjang ( Tp>Tg ). dan upah (Tp).

3. Signaling Theory Teori ini menyatakan bahwa terdapat ketidaksimetrisan informasi yang terjadi antara manajer dengan investor. Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham terjual. . Jika demikia para investor akan mau membayar lebih tinggi untuk perusahaan yang pembagian dividennya rendah daripada untuk perusahaan sejenis yang pembagian dividennya tinggi. f. Dengan adanya sinyal tersebut. Oleh karena itu dividen menjadi penyampai informasi dari manajer kepada investor. Jika selembar saham dimiliki oleh seseorang sampai ia meninggal. Demikian juga sebaliknya. jika perusahaan mengumumkan dividen yang lebih rendah daripada yang diharapkan merupakan sinyal buruk sehingga investor menjual saham yang mereka miliki dan harga saham menjadi turun. Menurut teori ini. Keuntungan modal dikenakan tarif pajak lebih rendah dari pada pendapatan dividen. Karena adanya keuntungan-keuntungan pajak ini. 2. dan keuntungan modal yang pajaknya rendah akan menggantikan dividen yang pajaknya tinggi. sehingga ada efek nilai waktu. sama sekali tidak ada pajak keuntungan modal yang terutang.1. Untuk itu investor yang kaya (yang memiliki sebagian besar saham) mungkin lebih suka perusahaan menahan dan menanamkan kembali laba ke dalam perusahaan. investor akan membeli saham perusahaan tersebut sehingga harga sahamnya naik. para investor mungkin lebih suka perusahaan menahan sebagian besar laba perusahaan. apabila perusahaan mengumumkan dividen yang lebih tinggi daripada yang diantisipasi pasar merupakan sinyal bahwa perusahaan memiliki prospek kinerja keuangan yang lebih cerah daripada yang diekspektasikan. Pertumbuhan laba mungkin dianggap menghasilkan kenaikkan harga saham. Manajer umumnya mempunyai informasi yang lebih baik mengenai aktivitas perusahaan dan prospeknya di masa yang akan datang.

Expectation Theory Pemegang saham dalam teori ini. yaitu: 1. pemberian stock dividen ini dilakukan dengan cara mengubah sebagian laba ditahan (retained earnings) menjadi modal saham yang pada dasarnya tidak mengubah jumlah modal sendiri. dan pendapatan perusahaan tahun berjalan. Peristiwa ini dilakukan jika posisi kas perusahaan atau likuiditas diperlukan oleh perusahaan. 3. Faktor internal seperti besarnya dividen tahun lalu. 2. Sebaliknya apabila terjadi perbedaan yang relatif besar maka harga saham akan terpengaruh secara signifikan. Dividen tunai (cash dividen). Dengan demikian. dinyatakan memilki harapan masing-masing terhadap besarnya dividen yang akan dibayarkan perusahaan. Namun demikian cash flow perusahaan tidak terganggu karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang tunai. Dividen saham (stock dividen). yaitu dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya. Jenis-jenis Dividen Menurut Zaki Baridwan (1993) deviden yang akan dibagikan oleh perusahaan dapat terbagi dalam beberapa jenis. maka harga saham tidak terpengaruh.g . Investor dalam hal ini akan memiliki lebih banyak saham tetapi laba per lembar saham lebih rendah. rencana investasi perusahaan. Apabila pemegang saham menerima dividen yang relatif sama dengan harapannya. sebenarnya stock split tidak menambah nilai dari . Harapan terhadap besarnya dividen yang diterima dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal perusahaan. Dividen saham pecahan (stock split). yaitu dividen yang dibagikan perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk saham perusahaan sehingga jumlah saham perusahaan menjadi bertambah. maka pemegang saham akan membandingkan dividen yang diterima dengan harapan mereka. Harga per lembar saham baru setelah stock split adalah sebesar 1/n dari harga sebelumnya. yaitu pemecahan selembar saham menjadi n lembar saham. sedangkan faktor eksternal seperti kondisi perekonomian dan politik negara. Jadi. Dividen ini yang paling umum dan banyak digunakan dalam pembagian saham. Pada saat dividen diumumkan dan dibagikan. Proporsi pemilikan investor tidak mengalami perubahan.

Dividen diperoleh dari selisih antara nilai realisasi aset perusahaan dikurangi dengan semua kewajibannya. misalnya sebelum dipecahkan membayar dividen Rp. namun yang menjadi persoalan selanjutnya adalah mengenai bentuk-bentuk kebijakan dividen yang bisa ditempuh oleh suatu perusahaan. Melakukan pemecahan dalam hal. sehingga menarik pembeli/investor.000/2). Dividen property (property dividen).000 lembar = 800. Menguntungkan bagi investor. yaitu dividen yang dibagikan dalam bentuk aktiva lain selain kas atau saham. maka investor akan menerima dividen Rp. Menurunkan harga saham.500 (Rp. agio. Tujuan dari stock split: 1. 2.perusahaan atau dengan kata lain stock split tidak mempunyai nilai ekonomis. 3. Diharapkan harga akan meningkat.250 per lembar.500 dengan nilai penyertaan yang sama besarnya. jika dividen yang dibayar lebih besar. misalnya aktiva tetap dan surat-surat berharga. Pada contoh di atas. dan nilai jual saham biasa. Harga nominal saham menjadi Rp.000 lembar saham menjadi 2 x 400. 5. dan laba tidak mengalami perubahan. 2. 1. Dividen scrip. 5. 6.000 per lembar. Dengan demikian struktur modal tidak berubah. yaitu: . 2. yaitu dalam bentuk perjanjian tertulis untuk membayar dalam jumlah tertentu pada waktu yang disepakati. Dividen likuidasi (liquidating dividen). 4. Tetapi harga nominal dan lembar saham berubah proporsional. yaitu dividen yang diberikan kepada pemegang saham sebagai akibat dilikuidasikannya perusahaan. 2. Bentuk-bentuk Kebijakan Dividen Banyak faktor lain yang ikut berperan dalam penetapan besarnya pembayaran dividen.000 lembar. Setelah dipecahkan hanya membayar dividen Rp. yaitu menambah jumlah saham dengan cara melalui pengurangan nilai nominalnya. jumlah lembar saham 400. terdapat empat macam bentuk-bentuk kebijakan dividen.

DPR merupakan perbandingan antara dividend per share dengan earning per share. maka jumlah ini tetap dibayar kepada pemegang saham. Jika keuntungan Rp 1 miliar. Pada umumnya dividen yang dibayarkan perusahaan pada pemegang saham . 2. yakni suatu kebijakan dividen yang terletak antara kebijakan per saham yang stabil dan kebijakan dividend payout ratio yang konstan ditambah dengan persentasi tertentu pada tahun-tahun yang mampu menghasilkan laba bersiih yang tinggi. tetapi rasio antara dividen dan laba ditahan adalah tetap. Kebijakan dividen yang stabil (stable dividend-per-share policy). sebab apabila suatu perusahaan menerapkan kebijakan dividen yang stabil berarti perusahaan tersebut yakin bahwa pendapatan bersihnya juga stabil dari tahun ke tahun. jumlah dividen akan berubah-ubah sesuai dengan jumlah laba bersih. Apabila suatu perusahaan menghadapi suatu kesempatan investasi yang tidak stabil maka manajemen menghendaki agar dividen hanya dibayar ketika laba bersih itu bersih. 3. 1. maka deviden yang dibayarkan sebesar 60% x Rp 1 Milyar = Rp 600 juta. Misalnya DPO 60% dari keuntungan. 4. Dividen Payout Ratio (DPR) Dividen dibagikan pada pemegang saham sebagai earning after tax dari laba perusahaan. Investor akan aman dengan jumlah yang tetap diterimanya sesuai dengan motivasi mereka.500 per saham. Dalam hal ini. yakni jumlah pembayaran dividen itu sama besarnya dari tahun ke tahun. jumlah dividen yang dibayar misalnya Rp. Salah satu alasan mengapa suatu perusahaan itu menjalankan kebijakan dividen yang stabil adalah untuk memelihara kesan para investor terhadap perusahaan tersebut. Kebijakan dividend payout ratio yang tetap (constant dividend payout ratio policy). Kebijakan kompromi (compromise policy). Deviden yang dibayar berfluktuasi tergantung besarnya keuntungan bagi pemegang saham. Persentase dari pedapatan yang akan dibayarkan pada pemegang saham sebagai dividen tunai disebut dividend payout ratio.1. Kebijakan dividen residual (residual-dividend policy). Meskipun perusahaan mengalami kerugian.

Manajer lebih menyukai menggunakan laba ditahan sebagai sumber utama ekuitas baru. perusahaan dengan peluang investasi yang unggul sebaiknya menetapkan rasio pembayaran yang lebih rendah. fee. saham baru melibatkan biaya penerbitan. maka yang terbaik adalah bersikap konservatif dan menetapkan dividen tunai di masa berjalan yang rendah. Perubahan dividen memberikan isyarat tentang keyakinan manajer dan juga prospek perusahaan di masa depan. Jika ada ketidakpastian yang besar dalam ramalan arus kas bebas (free cash flow). . daripada perusahaan dengan peluang investasi yang lemah. Ketidaksamaan informasi mengakibatkan investor memandang emisi baru saham biasa sebagai isyarat negative sehingga menurunkan pengharapan investor mengenai prospek perusahaan di masa depan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi DPR yang ditetapkan oleh perusahaan semakin tinggi jumlah laba yang akan dibayaran sebagai dividen pada pemegang saham. Jadi. Pertama. Secara umun. yaitu komisi. Secara umum. pengurangan dividen umumnya mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap harga saham perusahaan. Tingkat ketidakpastian juga mempengaruhi keputusan. Sehingga manajer menetapkan dividen tunai lebih rendah agar memperkecil kemungkinan dividen harus dikurangi di masa depan. yang mempengaruhi tindakan-tindakan menejemen dengan dua cara: 1. dan biaya-biaya tersebut dapat dihindari dengan menggunakan laba ditahan untuk membiayai kebutuhan likuiditas perusahaan. yang berarti menahan lebih banyak laba.adalah dalam bentuk tunai. manajer tidak ingin menerbitkan saham biasa yang baru. 2. Keputusan Kebijakan Deviden Alasan mendasar untuk keputusan dividen yang diambil bersama adalah ketidaksamaan informasi. yang didefinisikan disini sebagai arus kas operasi perusahaan dikurangi investasi ekuitas yang diwajibkan.

biasa menyatakan bahwa: Dividen di masa datang hanya dapat dibayar dari laba yang diperoleh sesudah penandatanganan perjanjian hutang. Undang-undang Undang-undang menetapkan bahwa dividen harus dibayar dari laba. antara lain: 1. Larangan dibuat untuk melindungi kedudukan pemberi pinjaman. .( kepailitan terjadi karena kewajiban lebih besar daripada aktiva.2. 3. melindungi pemberi kredit karena adanya larangan untuk membayar dividen dengan mengurangi modal (membayar dividen dengan modal akan berarti membagi modal suatu perusahaan bukan membagikan laba)  Peraturan kepailitan. Dividend Payout Ratio Industri di mana perusahaan itu berada. perusahaan tidak boleh mengabaikan kebijakan dividen perusahan lain 2. baik laba tahun berjalan maupun laba tahun lalu yang ada di pos “laba ditahan” di neraca. khususnya apabila merupakan hutang jangka panjang seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen tunai.6. perusahaan harus memperhatikan beberapa faktor. menyatakan bahwa perusahaan tidak dapat membayar dividen pada saat pailit. Menyatakan bahwa dividen dapat dibayar dari laba saat ini atau tahun lalu. Pembatasan dalam Perjanjian Hutang Perjanjian hutang. jadi dividen tidak dapat dibayarkan dari laba ditahan tahun-tahun lalu. Peraturan pemerintah menekankan tiga hal:   Peraturan laba bersih. Larangan pengurangan modal. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Dalam membagikan dividen. membayar dividen pada saat ini akan berarti memberi dana kepada pemegang saham yang sebenarnya milik pemberi kedit). Artinya.

maka jumlah pembayaran dividen dapat dinaikkan. Jika pendapatan perusahaan relatif stabil. mempunyai catatan profitabilitas dan stabilitas akan mempunyai akses yang mudah ke pasar modal dan mempunyai bentuk lain dari pendanaan. 5. aliran kas di masa mendatang bisa diperkirakan dengan lebih akurat. Stabilitas pendapatan. Sebab dengan adanya tambahan pendapatan maka dividen dan laba ditahan juga bertambah. Kesempatan investasi. Suatu perusahaan yang besar dan telah berjalan baik. Pertumbuhan pendapatan perusahaan. Akses ke pasar modal.Dividen tidak dapat dibayarkan apabila modal bersih berada di bawah suatu jumlah yang telah ditentukan. 7. Kebijakan dividen perusahaan sebaiknya memperhitungkan profitabilitas dan likuiditas perusahaan. Jika pendapatan perusahaan mengalami pertumbuhan. Aliran kas atau profitabilitas yang baik bisa membayar dividen atau meningkatkan dividen. 4. Semakin besar kesempatan investasi maka dividen yang bisa dibagikan akan semakin sedikit. Kebijakan dividen perusahaan jangan sampai mengorbankan proyek yang dapat meningkatkan value pemegang saham di masa yang akan datang. 6. Alasan lain pembagian dividen adalah untuk menghindari akuisisi oleh perusahaan lain. 8. Perusahaan yang sudah mapan akan memberi tingkat pembayaran dividen yang lebih tinggi. Profitabilitas dan Likuiditas. Hal yang sebaliknya terjadi untuk perusahaan yang mempunyai pendapatan yang tidak . Perusahaan semacam itu bisa membayar dividen yang lebih tinggi.

Mekanisme ini tergantung pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang umumnya diadakan per tahun. Declaration Date. Kemudian harga saham akan turun kembali pada tingkat wajarnya pada exdividend date. 9. Pada waktu inflasi mungkin laba cenderung naik sehingga manajemen dapat menaikkan pembayaran dividen. maka penggunaan laba ditahan akan semakin menarik. Berikut mekanisme pembagian dividen: Jadwal Pembagian Dividen Harga saham akan bergerak seiring dengan pengumuman pembagian dividen yang akan dilakukan oleh perusahaan. yaitu: 1. Berikut jadwal pembayaran dividen yang harus diperhatikan pemegang saham. 10. Pembatasan-pembatasan yang diberikan kreditur.stabil. Dengan demikian. Ketersediaan dan biaya alternatif sumber dana. Tindakan itu biasanya dilakukan agar perusahaan mampu mengarahkan usahanya dalam pelunasan hutang. Mekanisme Pembagian Dividen Secara umum mekanisme pembagian dividen terbagi dua yaitu jadwal dan tata cara pembagian dividen. pendanaan melalui pinjaman akan lebih menarik. bandingkan dengan menggunakan laba ditahan. dalam keadaan inflasi. Ketidakstabilan aliran kas di masa mendatang membatasi kemampuan perusahaan membayar dividen yang tinggi. Secara umum harga saham akan bergerak naik sesuai dengan besarnya dividen yang akan dibagikan perusahan sampai dengan cum dividend date. . Harapan mengenai kondisi bisnis pada umumnya. 11. Kadang-kadang para kreditur bisa memberikan batasan mengenai jumlah pembayaran dividen yang boleh dilakukan perusahaan. yaitu tanggal pengumuman resmi dari emiten/perusahaan untuk melakukan pembagian dividen. Apabila biaya modal tinggi.

Cum-Dividend Date. Menemtukan tanggal dan jam pendaftaran pemegang saham yang berhak menerima pembagian dividen tunai kepada perseroan/perusahaan yang bersangkutan. 5. yaitu tanggal dimana investor harus terdaftar atau menentukan daftar nama dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan sehingga ia mempunyai hak yang diperuntukan bagi pemegang saham. 4. Menentukan tarif dan perhitungan pajak. . Menentukan distribusi pembagian dividen tunai. yaitu tanggal dimana investor sudah memiliki hak untuk memperoleh dividen dan sudah boleh untuk menjual saham yang dimilikinya. Payment Date / Distribution Date. 5. 2. 3. 3. Kendala-kendala Pembagian Dividen a. Kontrak utang. yaitu tanggal dimana perusahaan membagikan dividen kepada pemegang saham. Tata Cara Pembagian Dividen Berikut ini tata cara pembagian dividen secara tunai: 1. yaitu tanggal terakhir transaksi/perdagangan saham dimana pembeli saham memperoleh hak atas dividen yang dibagikan perusahaan. Ex-Dividend Date. Date of Record/ Recording Date. rasio kemampuan membayar bunga. Menentukan tanggal dan jam pembagian dividen tunai kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan. Kontrak utang juga seringkali mengisyaratkan bahwa tidak ada dividen yang dapat dibagikan kecuali kalau rasio lancar. dapat melalui:  PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI (koloktif)  Broker Hal ini tergantung lewat perantara mana pemegang saham mengalokasikan bagian dividen tunainya. Menentukan tarif dan perhitungan pajak bagi pemegang saham apabila yang bersangkutan merupakan wajib pajak luar negeri. dan rasio-rasio pengaman lain melebihi batas minimum yang ditetapakan. Biasanya membatasi pembagian dividen dari laba yang dihasilkan setelah pinjaman diberikan.2. 4.

peraturan pajak membuat ketentuan khusus mengenai penimbunan penghasilan yang tidak wajar. Dividen tunai dapat dibagikan hanya dengan uang kas. Akan tetapi. Dividen saham preferen yang tertunggak harus dilunasi sebelum dividen saham biasa dibayarkan. Untuk mencegah agar orang kaya tiak menggunakan perusahaan untuk menghindari pajak pribadi. Denda pajak atas penahanan laba yang tidak wajar. Pembatasan saham preferen. . dividen saham biasa tidak dapat dibayarkan jika perusahaan belum mambayarkan dividen untuk saham peferennya. hal itu bias diatasi apabila perusahaan memperoleh pinjaman. e. perusahaan tersebut akan dikenakan denda yang berat. Pembayaran dividen tidak boleh melebihi “laba yang ditahan” pada pos neraca. apabila direktorat pajak dapat menunjukan bahwa rasio pembayaran dividen perusahaan sengaja dibuat rendah untuk menolong para pemegang saham menghindari pajak pribadi.b. c. Biasanya. Jadi. d. Ketersediaan kas. Ketidakcukupan laba. Jadi. kekurangan kas di bank dapat membatasi pembagian dividen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful