P. 1
Sejarah Kiblat

Sejarah Kiblat

|Views: 48|Likes:
Published by M Mahadhir Kikeh

More info:

Published by: M Mahadhir Kikeh on Oct 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/07/2013

pdf

text

original

A.

Pendahuluan Jika kita berbicara tentang Makkah, maka kita pasti akan teringat tentang sebuah bangunan berbentuk kubus yang dijadikan arah bagi kaum muslimin untuk mengarahkan atau menghadapkan wajahnya dalam melakukan shalat. Bangunan yang disebut ka‟bah ini merupakan tempat peribadatan yang paling terkenal dalam islam, dan biasa disebut dengan Baitullah (the temple or house of god). Ka‟bah dijadikan sebagai kiblat umat muslim ketika melakukan shalat yang mana pengertian kiblat dikutip dari encyclopedia of islam: the qibla, or direction of Mecca, defines the direction of prayer in islam. Dan dalam kutipan lain kiblat is an Arabic word for derection that should be faced when a moeslim prays during salat. Jadi, kita biasa ambil kesimpulan bahwa kiblat adalah arah yang dihadap oleh muslim ketika melaksanakan ibadah atau shalat, yakni arah menuju ka‟bah di Mekkah. Secara Etimologi, kata qiblat berasal dari bahasa arab ‫ ق ب لة‬yaitu salah satu bentuk masdar dari kata kerja ‫ , ق بل ي ق بل‬yang berarti menghadap.sedangkan secara Terminologi kata kiblat memilki beberapa definisi salah satunya Abdul Aziz Dahlan yang mendefinisikan kiblat sebagai bangunan ka‟bah atau arah yang dituju kaum muslimin dalam melaksanakan sebagian ibadah. Karena ka‟bah adalah bangunan istimewa dan suci bagi umat islam serta tempat peribadatan yang terkenal tentunya kita pasti ingin mengetahui apa sejarah ka‟bah itu sendiri sehingga dijadikan bagi kaum muslimin dalam melaksanakan ibadahnya. Maka makalah ini mencoba memaparkan sejarah singkat tentang ka‟bah yang dijadikan kiblat bagi kaum muslimin. B. Sejarah Menghadap Kiblat Ka‟bah adalah bangunan suci kaum muslimin atau tempat peribadatan paling terkenal dalam Islam yang ada dikota Makkah di dalam masjidil haram, ia merupakan bangunan yang dijadikan sentral arah dalam peribadatan umat islam yakni shalat dan yang wajib dikunjungi dalam saat pelaksanaan haji atau umrah. Ka‟bah menurut bahasa adalah bait Al-Haram di Mekkah, Al-Ghurfatu (kamar), kullu baitin murabba’in (setiap bangunan yang berbentuk persegi empat). Ka‟bah disebut juga dengan Baitullah, Baitul Haram, Baitul Atiq atau rumah tua yang di bangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail atas perintah Allah SWT. Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: ‫ل‬ ‫بة ب‬ ‫ل‬ ‫ل‬

Artinya: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Hajar aswad ini merupakan batu yang “disakralkan” oleh umat islam. Nabi Ismail As menerima hajar aswad (batu hitam) dari malaikat Jibril dijabal Qubais. ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ب‬ . Al-Hajj : 27). Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji. Pada dasarnya “pensakralan” tersebut dimaksudkan bukan untuk menyembah hajar aswad. olivet dan Lebanon. dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Bangunan ka‟bah berbentuk kubus yang dalam bahasa arab disebut muka‟ab. . Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. melainkan berwarna merah kecoklatan (gelap). Mereka mencium atau menyentuh hajar aswad tersebut saat melakukan thawaf karena nabi Muhammad SAW juga melakukan hal tersebut. yang ruku‟ dan yang sujud”. hira. Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (ka‟bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. panjang 13 meter dan lebar 11 meter. ). (QS. Batu-batu yang dijadikan saat itu diambil dari lima sacred mountains. al-judi.Konon di zaman Nabi Nuh as. Ada juga di antara penelusuran yang dilakukan oleh kaum mufassirin dan lainnya mengatakan tidak ditemukan teks yang menyebutkan siapa pendiri pertama dari ka‟bah itu. bangunan tersebut di angkat kelangit dan lokasi itu dari masa ke masa di agungkan dan disucikan oleh para Nabi. Dari kata ini lah kemudian muncul sebutan ka‟bah. akan tetapi dengan tujuan menyembah Allah SWT. ka‟bah ini pernah tenggelam dan runtuh bangunannya hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi Ka‟bah dan bangunannya pernah berdiri. Dalam sejarahnya pada pembangunan ka‟bah itu. yakni: Sinai. Dan dijadikan Ka‟bah itu sebagai tempat ibadah bapak tiga agama dunia. dalam the Encyclopedi of Religion disebutkan bahwa hajar aswad atau batu hitam yang terletak disudut tenggara bangunan ka‟bah ini sebenarnya tidak berwarna hitam. Lalu Allah swt memerintahkan keduanya untuk mendirikan kembali ka‟bah di atas bekas pondasinya dahulu. Alqur‟an hanya menyebutkan bahwa ka‟bah adalah rumah pertama yang diperuntukkan bagi manusia untuk beribadah kepada Allah seperti yang telah disebutkan dalam Qs. Ahli sejarah dari Iran) menyatakan bahwa bangunan ka‟bah berada dilokasi kemah Nabi Adam As setelah diturunkan Allah SWT dari surge ke bumi oleh karena itu Nabi Adam As dianggap sebagai peletak dasar bangunan ka‟bah dibumi. Ali imran ayat 96 tadi. Kemudian setelah Nabi Adam wafat. hal ini dikarenakan Nabi Ibrahim As bersama putranya Nabi ismail hanya membangun kembali atau meninggikan dasar-dasar baitullah. Dalam the Encyclopedia of Religion dijelaskan bahwa bangunan ka‟bah ini merupakan bangunan yang dibuat dari batu-batu (granit) Makkah yang kemudian dibangun menjadi bangunan berbentuk kubus (cube like building) dengan tinggi kurang lebih 16 meter. yang i‟tikaf. ‫ق‬ . Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf. Menurut Yaqut Al-Hamami(575 H/1179 M-626 H/1229 M. niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki. lalu meletakkannya di sudut tenggara bangunan.

Abrahah. pemeliharaan ka‟bah dipegang oleh kaum muslimin.Ketika itu ka‟bah belum berdaun pintu dan belum ditutupi kain. tiap kabilah mendapat satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali. Ketika itu raja Abrahah pernah bermaksud untuk menghancurkan ka‟bah di Makkah dengan pasukan gajah. gubernur Najran. Ketika sampai pada tahap peletakkan Hajar Aswad mereka berselisih tentang siapa yang akan meletakkannya. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat.kemudian pilihan mereka jatuh ketangan seseorang yang dikenal sebagai al-Amin (yang jujur atau terpercaya) yaitu Muhammad bin Abdullah (yang kemudian menjadi Rasulullah SAW). lalu bani khuza‟ah yang memperkenalkan penyembahan berhala. Setelah penaklukan kota Makkah (Fathul Makkah). lalu bani jurhum.‫ل‬ ‫ل ل ي‬ . Menjelang kedatangan islam. kakek Nabi Muhammad SAW. Dalam renovasi ini turut serta pemimpinpemimpin kabilah dan para pemuka masyarakat quraisy. sebagaimana halnya dengan sebelumnya. Ka‟bah sebagai bangunan pusaka purbakala semakin rapuh dimakan waktu. Bangunan itu di sebut bi‟ah. Selanjutnya pemeliharaan ka‟bah dipegang oleh kabilah-kabilah quraisy yang merupakan generasi penerus keturunan Nabi Ismail. namun pasukan itu lebih dahulu dihancurkan oleh tentara burung yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang berapi sehingga mereka menjadi seperti daun yang dimakan ulat. Dan berhala-berhala sebagai lambing kemusyrikan yan terdapat disekitarnya pun dihancurkan oleh kaum muslimin.setelah Nabi Ismail wafat. Ka‟bah di masa ini. Sudut-sudut ka‟bah itu oleh quraisy dibagi empat bagian. dan dikenal sebagai ka‟bah Najran. saat itu merupakan daerah bagian kerajaaan Habasyah (sekarang Ethiopia) memerintahkan penduduk Najran. Hal ini sesuai dengan ayat al-quran surah Al-Fill ‫ل‬ ‫ل‬ . . Selain itu Makkah juga pernah dilanda banjir hingga menggenagi ka‟bah dan meretakkan dinding-dinding ka‟bah yang memang sudah rusak. menarik perhatian banyak orang. ka‟bah dipelihara oleh Abdul Mutholib.‫ل‬ Artinya: apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan ka‟bah) itu siasia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. pemeliharaaan ka‟bah dipegang oleh keturunannya. Orang pertama yang membuat daun pintu ka‟bah dan menutupinya dengan kain adalah raja Tubba‟ dari dinasti himyar (pra islam) di Najran (daerah Yaman). sehingga banyak bagian-bagian temboknya yang retak dan bengkok. Pada saat itu orang.‫ل‬ .orang quraisy berpendapat perlu diadakan renovasi bangunan ka‟bah untuk memelihara kedudukannya sebagai tempat suci. yaitu bani Abdul Madan bin Ad-Dayyan Al-Harisi yang beragama nasrani untuk membangun tempat peribadatan seperti bentuk ka‟bah di Makkah untuk menyainginya. Ka‟bah ini di agungkan oleh penduduk Najran dan dipelihara oleh para uskup.‫ل ل‬ ‫ي ل‬ . . Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Ia menghiasi pintunya dengan emas yang ditemukan ketika menggali Sumur zam-zam.

dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. AlBaqarah : 144). awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Jadi. maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. A. maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. beliau juga tetap menghadap Ka‟bah. arah shalat bagi umat muslim sampai sekarang adalah ka‟bah yang terletak di Mekkah. Dengan mengahadap ke utara. maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina. (QS. sekalipun Rasulullah shalat menghadap Baitul Maqdis. palingkanlah mukamu ke arahnya. Ka‟bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di atas bumi untuk dijadikan tempat ibadah manusia pertama.Di masa Nabi Muhammad. di dalam urusan menghadap Ka‟bah. ي ل‬ . seteleh turun ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad untuk memalingkan wajahnya untuk menghadap ke Ka‟bah maka ditentukanlah kiblat. Dan Rasulullah saw sering menengadahkan wajahnya ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke Ka‟bah. jika berada di Makkah Rasulullah saw berusaha untuk tetap shalat menghadap ke Ka‟bah. umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. a. Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang muslim harus menghadap ke Ka‟bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Demikianlah Rasulullah pernah menghadap kiblat ke Baitul Maqdis ketika beliau ada di mekkah dan di madinah hampir kurang lebih 17 bulan. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan Ka‟bah. Namun ketika beliau dan para shahabat hijrah ke Madinah. dengan berdasarkan firman Allah dan sabda rasululullah SAW. antara lain firman Allah SWT dalam Qs. Dan dimana saja kamu berada. Hingga turunlah ayat berikut : ‫ل‬ ‫ي‬ ‫قبلة‬ ‫ي ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫قل‬ . Dan sesungguhnya orangorang yang diberi Al Kitab memang mengetahui. Namun menurut sebuah riwayat. Landasan Hukum Menghadap Kiblat Para ulama telah membuat kesepakatan atau consensus (ijma) yang menetapkan ka‟bah sebagai arah atau kiblat bagi seluruh umat islam dalam melaksanakan ritual ibadah shalat . ‫ق‬ Artinya: Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit . Al. bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. Hal ini dilakukan berhubungan kedudukan baitul maqdis saat itu masih dianggap yang paling istimewa dan Baitullah masih dikotori oleh beratus-ratus berhala yang mengelilinginya.Baqarah 144: ‫ل‬ ‫قبلة‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫قل‬ ‫. AlQuran Banyak ayat al-Quran yang menjelaskan mengenai dasar hukum menghadap kiblat.

b. terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa ibadat dalam shalat arah Baitul Maqdis dan Ka‟bah bukanlah menjadi tujuan. Ayat ini menepis anggapan orang-orang yang kurang pikirannya (sufaha) sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka‟bah. kecuali orang-orang yang dhalim diantara mereka. (QS. Artinya: Dan dari mana saja kamu keluar (datang) maka palingkanlah wajahmu kearah masjidil haram. dan takutlah kepada-Ku. tetapi Allah menjadikan Ka‟bah sebagai kiblat untuk persatuan umat islam. Diantara hadis yang berkaitan dengan penjelasan dan dasar menghadap kiblat adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Tsabit bin Anas beliau berkata: ‫ق‬ ‫ق ب لة ق‬ ‫ي ل‬ ‫ل‬ ‫ة‬ ‫ل‬ ”‫ف‬ ‫ل‬ ‫ج‬ ” ‫قبلة‬ ‫ل‬ ‫ل فع‬ ‫قل‬ ‫ق‬ ‫ق‬ . dan perbuatan Rasulullah SAW sebagai penjelas dan aplikasi perintah menghadap kiblat dalam alquran. maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. banyak hadis yang berkaitan dengan sikap . dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”. sabda. Maka janganlah kamu takut kepada mereka. dan dimana saja kamu semua berada maka palingkanlah wajahmu kearahnya. bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. dan supaya kamu dapat petunjuk. sebagaimana firman-Nya bahwa “orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata:apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblatnya (baitul maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?. akan tetapi eksistensinya dalam pelaksanaan ritual ibadah hanya dimaksudkan sebagai methode ketaatan terhadap perintah Allah SWT.(QS. Hadits Disamping dasar hukum menghadap kiblat yang tertuang dalam alquran sebagai sumber hukum pertama. Dan sesungguhnya orangorang yang diberi Al Kitab memang mengetahui. AlBaqarah : 144). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atas kamu. agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu. palingkanlah mukamu ke arahnya. beliau disuru oleh Tuhan untuk mengambil Ka‟bah menjadi kiblat. Dan dimana saja kamu berada. AL-Baqarah :150) Artikulasi ditetapkannya ka‟bah sebagai arah kiblat bukan dimaksudkan sebagai bentuk penyucian (pen-taqlidan) dan pensakralan satu arah tertentu.Artinya: Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit . Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Tetapi setelah 16 atau 17 bulan nabi berada di Madinah di tengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani. katakanlah: kepunyaan Allah timur dan barat. Al-Baqarah : 142). Juga dalam Qs Al-Baqarah 150: ‫ة‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ي‬ . Kita ketahui bahwa ketika Rasulullah SAW berada di Mekkah ditengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis.

(HR. Baihaqi) ‫ق‬ ‫ي ق‬ ‫ب‬ ‫ض‬ ) ‫ل‬ ‫ق ب لة‬ ( ‫ل‬ ‫ق ب لة‬ ‫ل‬ ‫ق ب لة‬ ‫ب‬ Artinya: Baitullah kiblat bagi penghuni Masjidil Haram. menjumpai sekelompok sahabat sedang ruku pada shalat fajar. Bukhari) Meskipun para Ulama telah sepakat tentang Ka‟bah sebagai kiblat seluruh umat islam dalam melakukan kewajiban ibadah shalat. Lalu mereka berpaling seperti kelompok Nabi. Lalu ia menyeru “Sesungguhnya kiblat telah berubah”. terutama pada teritorial daerah yang jauh dari ka‟bah. Pendapat ini didukung oleh Imam Syafi‟I dan Imam Ahmad ibn Hambal. maka sungguh kami palingkan mukamu ke kiblat yang kamu kehendaki. akan tetapi dapat varian perbedaan pendapat. pada daerah yang jauh hingga tidak tampak bentuk fisik ka‟bah para ulama masih berbeda pendapat tentang teknis menghadap kiblatnya. Rasulullah SAW bersabda: ) ‫ب‬ ‫ق ب لة‬ ‫ق بل‬ ( ‫ب‬ Artinya: “Menghadaplah ke kiblat lalu takbirlah”(HR. ( HR. Palingkanlah mukamu kearah Masjidil Haram”. Sedangkan pendapat kedua merekomendasikan bahwa umat islam cukup menghadap kea rah ka‟bah saja (jihah al-ka‟bah). Hal ini diperkuat dengan berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi. Sebaliknya.( ‫ل‬ ) . Pndapat pertama menyatakan bahwa di manapun umat islam berada. Rasulullah SAW bersabda: ( ‫ب ب ق‬ ) ‫ب‬ ‫ق ب لة‬ ‫ق‬ Artinya: diantara timur dan barat terdapat kiblat. Muslim).‫ق ب لة‬ Artinya: “ bahwa sesunggunya Rasulullah SAW(pada suatu hari) sedang shalat dengan menghadap Baitul Maqdis. Baihaqi) . Pendapapat kedua ini di dukung oleh Imam Abu Hanifah dan Malik Ibn Anas.(HR. Juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Abu Hurairah ra. baik yang dekat maupun jauh dari ka‟bah. Masjidil Haram kiblat bagi penghuni tanah Haram. Kemudian ada seseorang dari Bani Salamah bepergian. Titik temu dari kedua pendapat tersebut pada konteks bahwa bagi umat islam pada territorial daerah yang mampu melihat fisik ka‟bah maka cara menghadapnya adalah menghadap bentuk fisik (ain ka‟bah). jika seseorang menghadapnya kea rah Baitullah. sedangkan bagi-bagi yang jauh dan tidak dapat melihat bentuk fisik ka‟bah maka diperkenankan untuk tidak persis menghadap ain al-ka‟bah secara yaqinan (yakin) tetapi paling tidak secara dhannan (dugaan kuat). kemudian turunlah ayat “Sesungguhnya Aku melihat mukamu setimh menengadah ke langit. Tanah Haram kiblat bagi penduduk bumi di penjuru timur dan barat dari umatku. mereka wajib menghadap bentuk fisik ka‟bah (ain ka‟bah). yakni kearah kiblat”. Setidaknya ada dua versi pendapat di kalangan ulama.

bahasa. Sepertinya. Adakah hikmah dibalik penetapan Kiblat? Sebagaimana kita ketahui. adalah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi semesta alam. Adapun Shalat dan Haji adalah ibadah yang dikerjakan secara berjama‟ah (bersama-sama). Namun. Jika tidak diperlukan arah secara lahiriah. Lebih dari itu. orang kampung ataupun orang kota. Setiap insan mengikuti ketentuan Kiblat sehingga sampai pada masa Nabi Nuh AS. perintah ini sangat sederhana dan mudah dikerjakan. kemanapun kamu menghadap disitulah Wajah Allah. baik oleh lelaki ataupun perempuan. ayat ini menerangkan bahwa tidak ada arah tertentu yang perlu ditetapkan untuk menyembah kepada-Nya. Dalam penetapan Kiblat terkandung makna penegasan dan pengajaran tata-cara dan tata-krama (etika) suatu dinamika kelompok. Allah SWT memilih Kiblat sebagai jalan-keluar untuk mencapai Kesatuan dan Solidaritas Umat karena. pilihan selain Kiblat. Nabi Ibrahim AS . kesukuan. pondasi Baitullah (Ka‟bah) telah diletakkan oleh para malaikat. maupun asal negara. Maka dari itu. ibadah puasa dan dzikrullah (mengingat Allah SWT) adalah ibadah individu. Prinsip terpenting untuk mencapai kesatuan dan kesetia-kawanan (solidaritas) kelompok adalah dengan penyatuan arah pandangan yang menafikkan pengelompokan atas dasar kebangsaan. Kiblat yang tunggal untuk semua orang di seluruh penjuru dunia melambangkan kesatuan dan keseragaman diantara mereka. Tauhid) adalah dengan penetapan sebuah „Titik-Arah‟ Peribadatan. dengan Rahmat Allah SWT diputuskan-Nya hal ini sekali saja untuk ditaati oleh semua insan. berpendidikan tinggi ataupun rendah. asal wilayah. Kiblat untuk Nabi Adam AS dan keturunannya adalah Ka‟bah yang bentuknya masih sangat sederhana ini. kiblat berarti arah dari pemusatan perhatian. Maka.KIBLAT Apakah yang dimaksud dengan Kiblat? Secara literal. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Perlu dicatat dalam ingatan bahwa. Sekian waktu berselang. Agama Islam adalah agama semua Nabi. Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Baqarah Ayat 115. jika keputusan ini diserahkan kepada umat niscaya terjadilah ketidak-sepakatan yang sangat tajam. sebagai pemersatu dan penyeragaman Umat Islam. Adapun arti Kiblat dalam Islam adalah arah menghadapkan wajah ketika mengerjakan shalat. justru mengkotak-kotakkan Umat. semuanya menghadap ke titik yang sama. alih-alih mempersatukan. rasialisme. Hal ini menunjukkan betapa sederhananya dan betapa indahnya Al-Islam. kaya ataupun miskin. dimana pada waktu itu Ka‟bah ikut hancur diterjang banjir besar. satu-satunya penegasan bahwa semua Nabi hanya mengajarkan satu ajaran (yakni. ketika Adam AS sampai ke bumi. rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat ibadah) manusia. Allah SWT berfirman didalam Surat Ali „Imran ayat 96: Sesungguhnya. maka setiap orang bisa menghadapkan wajahnya kemanapun ketika dia mengerjakan shalat.

Akan tetapi. Berkalikali beliau menengadahkan wajah ke langit.dan Nabi Ismail AS membangun ulang Ka‟bah atas perintah dan bimbingan langsung dari Allah SWT. Allah SWT mengabulkan keinginan Rasulullah SAW. Itupun. Ini karena selama ini mereka dapat menerima keberadaan umat Muslim sehubungan dengan kesamaan Kiblat dengan mereka. mengharapkan turunnya wahyu perihal Kiblat. kemudian menjadi Kiblat bagi mereka dan para pengikutnya. Al-Quds (BaitulMaqdis/Masjidil-Aqsa) ditetapkan sebagai Kiblat untuk para Nabi dari Bani Israil. perubahan Kiblat ini mempertegas penjelasan bahwa Al-Aqsa maupun MasjidilHaram bukanlah sebentuk berhala (benda yang disembah). Oleh karena itu Rasulullah SAW sangat berharap bahwa keinginan beliaupun dikabulkan Allah SWT. ketika shalat telah diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW dan orang-orang mukmin. semula arah Kiblat sama seperti semasa leluhur beliau. Setelah hijrah ke Madinah. Allah SWT memerintahkan agar beliau menghadapkan wajah ke Al-Quds. Nabi Ibrahim AS. dan tujuan sebenarnya dari menghadap ke arah Kiblat adalah melaksanakan perintah Allah SWT. berada didepan beliau. Kini dengan terpisahkannya Kiblat kaum Muslim dengan kaum Yahudi berarti pula bahwa orang-orang Muslim adalah sebuah umat tersendiri dan terpisahkan dari mereka orang-orang Yahudi. biasanya menghadap sedemikian rupa sehingga Al-Quds dan Baitullah (Ka‟bah) berada tepat di arah depan mereka. Setelah itu. Manfaat lain dari pengalihan Kiblat adalah untuk memisahkan antara orang-orang munafik . Adapun Allah SWT Maha Mengabulkan harapan insan-insan pilihan-Nya. ada pula ulama yang mengatakan menjelang hijrah. Begitu kaum Yahudi di Madinah mengetahui bahwa Kiblat kaum Muslim telah berubah ke arah Masjidil Haram dan tidak lagi ke Masjidil Aqsa. namun tidak perlu harus persis ke arah bangunan Ka‟bah. Namun demikian beliaupun berharap bahwa Kiblat hendaknya sama seperti semasa Nabi Adam AS dan Nabi Ibrahim AS. Maka palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. Dikisahkan oleh Al-Qurthubi. Allah SWT pun berfirman didalam Surat Al-Baqarah Ayat 144: Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit. Selanjutnya. Menurut hadits Bukhari. Beliau SAW sepenuhnya berserah diri kepada perintah Allah SWT. dua-duanya. ketika para Nabi mengerjakan shalat di dalam Al-Quds. mereka bukan saja berolok-olok dan menertawakan. Maka sejak saat itu mereka memperkeras sikap pertentangan terhadap umat Islam dan memperlakukan umat Islam sebagai musuh. Bisa saja diperintahkanNya kita menghadap ke Masjidil-Haram ataupun Masjidil-Aqsa. … Dengan diturunkannya wahyu ini. Rasulullah SAW biasa melakukan dengan berdiri diantara Hajar Aswad dan Rukun Yamani. dari hari ke hari. sehingga Baitullah dan Baitul-Maqdis. bagi mereka yang dapat melihat Baitullah wajib menghadap tepat ke Ka‟bah sewaktu mengerjakan shalat. maka sungguh Kami akan palingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Rasulullah Muhammad SAW mengerjakan shalat dengan Kiblat Al-Quds selama sekitar 16 atau 17 bulan sewaktu di Madinah. perhatikanlah kata „syathra‟ disini berarti bahwa orang-orang di negara lain bilamana melaksanakan shalat hendaklah berusaha sebaik-baiknya untuk menghadapkan wajah ke arah masjidil-haram. melainkan juga terperanjat dengan perubahan itu. Lebih jauh lagi. Kewajiban kita adalah mematuhi perintah-Nya dengan segenap akal dan sepenuh hati. Dan.

Betapa nampak jelas disini bahwa begitu besar rasa saling menghormati. Kejadian ini membawa hikmah penting. yang diriwayatkan oleh „Aisyah RA. beberapa riwayat menyatakan Shalat Dhuhur (sebagaimana dinukilkan didalam tafsir Ibnu Katsir). . perubahan Kiblat terjadi ketika Rasulullah SAW sedang melaksanakan Shalat Ashar. ketika Kiblat diubah ke arah Masjidil-Haram orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW. Menurut sebuah hadits didalam Musnad Ahmad. Semula arah Kiblat tidak disebutkan didalam Al-Qur‟an. dalam banyak hal sudahlah mencukupi untuk didengar perkataannya. dimanfaatkan dan diamalkan para sahabat Nabi Muhammad SAW. hari Ahad untuk Nasrani dan kemudian hari Jum‟at ditetapkan untuk umat Muslim. yakni didalam Islam kredibilitas (sifat dapat dipercaya) seseorang sebagai saksi. Para Ahli-Kitab tidak mendapatkan semua itu. hari Sabtu untuk Yahudi. Menurut sebuah Hadits didalam Bukhari dan Muslim. Allah SWT telah menetapkan satu hari ibadah dalam seminggu untuk seluruh umat terdahulu. dan jika tidak dibatalkan maka keabsahannya setara dengan Al-Qur‟an. Ke-dua. maka umat Muslim mengikuti Sunnah. Perubahan arah Kiblat itu terdengar di Masjid Quba pada keesokan harinya. yang diriwayatkan oleh Al-Bara' bin „Adzib. perubahan Kiblat. Sebuah Hadits didalam Bukhari. Jawaban ini pun menjadi bagian dari Surat Al-Baqarah Ayat 143. namun ditekankan pula bahwa shalat yang telah dikerjakan menurut sunnah tidaklah sirna (nilainya).” Perlu diingat bahwa adakalanya Sunnah dibatalkan oleh Al-Qur‟an. “Orang-orang Ahli Kitab cemburu terhadap umat Muslim karena tiga perkara. Pertama. … Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Sebagaimana juga diriwayatkan didalam hadits Bukhari dan Muslim. maka para jama‟ah masjid Quba pun mengubah arah menghadap didalam shalat mereka seketika mendengar pemberitahuan perubahan itu. Beberapa orang sahabat menyelesaikan shalat mereka bersama-sama Rasulullah SAW. rasa saling yakin dan percaya. Perhatikanlah Firman Allah SWT didalam Surat Al-Baqarah Ayat 143. dan diterima oleh Allah SWT.dengan Muslim yang sejati. yang menerangkan bahwa shalat mereka itu sah adanya. Para sahabat lantas mengumumkan dengan lantang bahwa mereka baru saja menyelesaikan shalat bersama-sama Rasulullah Muhammad SAW dengan menghadap ke arah Baitullah. Pertanyaan ini dijawab dengan wahyu Allah SWT. Misalnya. bagaimanakah dengan umat Muslim yang telah wafat sedangkan dahulu mereka berkiblat ke arah MasjidilAqsa. meskipun pemberitahuan itu hanya disampaikan oleh seorang saja. Kemudian perubahan Kiblat ditegaskan didalam Al-Qur‟an. Maka mereka yang sedang shalat pun memutar arah menghadap mereka dan tetap melanjutkan shalat tanpa membantah ataupun bertanya-tanya sepatah katapun. tidak serta merta hilang terbawa perubahan. menghadap ke arah Masjidil-Aqsa. Ke-tiga mengucapkan „Amiin‟ setelah Imam. Mereka melihat saudara-saudara mereka sedang shalat didalam masjid di lingkungan mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda.

Dengan kalimat lain. coleage Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk mendirikan shalat secara teratur sehingga dari padanya menguatkan Iman kita. . Amiin. Shalat adalah penanda (indikator) Iman seseorang. Maka. ini berarti bahwa belumlah terdapat keimanan (keyakinan tentang Islam) dalam diri seseorang tanpa mendirikan shalat.… dan Allah tidaklah akan menyia-siakan keimananmu (shalatmu) Menarik untuk dicermati bahwa pada ayat ini kata „Iman‟ telah dipergunakan oleh Allah SWT sebagai kata-ganti untuk shalat. yang mengikatkan diri pada satu Kiblat yang sama. Dan Semoga Allah SWT mempersatukan umat Muslim diseluruh penjuru dunia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->