A.

Pendahuluan Jika kita berbicara tentang Makkah, maka kita pasti akan teringat tentang sebuah bangunan berbentuk kubus yang dijadikan arah bagi kaum muslimin untuk mengarahkan atau menghadapkan wajahnya dalam melakukan shalat. Bangunan yang disebut ka‟bah ini merupakan tempat peribadatan yang paling terkenal dalam islam, dan biasa disebut dengan Baitullah (the temple or house of god). Ka‟bah dijadikan sebagai kiblat umat muslim ketika melakukan shalat yang mana pengertian kiblat dikutip dari encyclopedia of islam: the qibla, or direction of Mecca, defines the direction of prayer in islam. Dan dalam kutipan lain kiblat is an Arabic word for derection that should be faced when a moeslim prays during salat. Jadi, kita biasa ambil kesimpulan bahwa kiblat adalah arah yang dihadap oleh muslim ketika melaksanakan ibadah atau shalat, yakni arah menuju ka‟bah di Mekkah. Secara Etimologi, kata qiblat berasal dari bahasa arab ‫ ق ب لة‬yaitu salah satu bentuk masdar dari kata kerja ‫ , ق بل ي ق بل‬yang berarti menghadap.sedangkan secara Terminologi kata kiblat memilki beberapa definisi salah satunya Abdul Aziz Dahlan yang mendefinisikan kiblat sebagai bangunan ka‟bah atau arah yang dituju kaum muslimin dalam melaksanakan sebagian ibadah. Karena ka‟bah adalah bangunan istimewa dan suci bagi umat islam serta tempat peribadatan yang terkenal tentunya kita pasti ingin mengetahui apa sejarah ka‟bah itu sendiri sehingga dijadikan bagi kaum muslimin dalam melaksanakan ibadahnya. Maka makalah ini mencoba memaparkan sejarah singkat tentang ka‟bah yang dijadikan kiblat bagi kaum muslimin. B. Sejarah Menghadap Kiblat Ka‟bah adalah bangunan suci kaum muslimin atau tempat peribadatan paling terkenal dalam Islam yang ada dikota Makkah di dalam masjidil haram, ia merupakan bangunan yang dijadikan sentral arah dalam peribadatan umat islam yakni shalat dan yang wajib dikunjungi dalam saat pelaksanaan haji atau umrah. Ka‟bah menurut bahasa adalah bait Al-Haram di Mekkah, Al-Ghurfatu (kamar), kullu baitin murabba’in (setiap bangunan yang berbentuk persegi empat). Ka‟bah disebut juga dengan Baitullah, Baitul Haram, Baitul Atiq atau rumah tua yang di bangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail atas perintah Allah SWT. Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: ‫ل‬ ‫بة ب‬ ‫ل‬ ‫ل‬

Artinya: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ب‬ . Kemudian setelah Nabi Adam wafat. dalam the Encyclopedi of Religion disebutkan bahwa hajar aswad atau batu hitam yang terletak disudut tenggara bangunan ka‟bah ini sebenarnya tidak berwarna hitam. Al-Hajj : 27). Lalu Allah swt memerintahkan keduanya untuk mendirikan kembali ka‟bah di atas bekas pondasinya dahulu. panjang 13 meter dan lebar 11 meter. melainkan berwarna merah kecoklatan (gelap). niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki. (QS. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. ‫ق‬ . yang ruku‟ dan yang sujud”. Mereka mencium atau menyentuh hajar aswad tersebut saat melakukan thawaf karena nabi Muhammad SAW juga melakukan hal tersebut. Alqur‟an hanya menyebutkan bahwa ka‟bah adalah rumah pertama yang diperuntukkan bagi manusia untuk beribadah kepada Allah seperti yang telah disebutkan dalam Qs. Menurut Yaqut Al-Hamami(575 H/1179 M-626 H/1229 M. bangunan tersebut di angkat kelangit dan lokasi itu dari masa ke masa di agungkan dan disucikan oleh para Nabi. Bangunan ka‟bah berbentuk kubus yang dalam bahasa arab disebut muka‟ab. hira. akan tetapi dengan tujuan menyembah Allah SWT. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji. olivet dan Lebanon. Batu-batu yang dijadikan saat itu diambil dari lima sacred mountains.Konon di zaman Nabi Nuh as. Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (ka‟bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Pada dasarnya “pensakralan” tersebut dimaksudkan bukan untuk menyembah hajar aswad. Dari kata ini lah kemudian muncul sebutan ka‟bah. al-judi. Dalam sejarahnya pada pembangunan ka‟bah itu. Ahli sejarah dari Iran) menyatakan bahwa bangunan ka‟bah berada dilokasi kemah Nabi Adam As setelah diturunkan Allah SWT dari surge ke bumi oleh karena itu Nabi Adam As dianggap sebagai peletak dasar bangunan ka‟bah dibumi. Dan dijadikan Ka‟bah itu sebagai tempat ibadah bapak tiga agama dunia. Ali imran ayat 96 tadi. ka‟bah ini pernah tenggelam dan runtuh bangunannya hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi Ka‟bah dan bangunannya pernah berdiri. lalu meletakkannya di sudut tenggara bangunan. Ada juga di antara penelusuran yang dilakukan oleh kaum mufassirin dan lainnya mengatakan tidak ditemukan teks yang menyebutkan siapa pendiri pertama dari ka‟bah itu. Hajar aswad ini merupakan batu yang “disakralkan” oleh umat islam. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf. . hal ini dikarenakan Nabi Ibrahim As bersama putranya Nabi ismail hanya membangun kembali atau meninggikan dasar-dasar baitullah. yang i‟tikaf. dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. yakni: Sinai. Nabi Ismail As menerima hajar aswad (batu hitam) dari malaikat Jibril dijabal Qubais. ). Dalam the Encyclopedia of Religion dijelaskan bahwa bangunan ka‟bah ini merupakan bangunan yang dibuat dari batu-batu (granit) Makkah yang kemudian dibangun menjadi bangunan berbentuk kubus (cube like building) dengan tinggi kurang lebih 16 meter.

lalu bani khuza‟ah yang memperkenalkan penyembahan berhala. Selanjutnya pemeliharaan ka‟bah dipegang oleh kabilah-kabilah quraisy yang merupakan generasi penerus keturunan Nabi Ismail. Bangunan itu di sebut bi‟ah.kemudian pilihan mereka jatuh ketangan seseorang yang dikenal sebagai al-Amin (yang jujur atau terpercaya) yaitu Muhammad bin Abdullah (yang kemudian menjadi Rasulullah SAW). Ka‟bah di masa ini. menarik perhatian banyak orang. lalu bani jurhum. yaitu bani Abdul Madan bin Ad-Dayyan Al-Harisi yang beragama nasrani untuk membangun tempat peribadatan seperti bentuk ka‟bah di Makkah untuk menyainginya. Pada saat itu orang. Dalam renovasi ini turut serta pemimpinpemimpin kabilah dan para pemuka masyarakat quraisy. Ka‟bah sebagai bangunan pusaka purbakala semakin rapuh dimakan waktu.setelah Nabi Ismail wafat. Abrahah.‫ل‬ ‫ل ل ي‬ . gubernur Najran. sebagaimana halnya dengan sebelumnya.‫ل‬ Artinya: apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan ka‟bah) itu siasia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. pemeliharaan ka‟bah dipegang oleh kaum muslimin. tiap kabilah mendapat satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali.Ketika itu ka‟bah belum berdaun pintu dan belum ditutupi kain. Sudut-sudut ka‟bah itu oleh quraisy dibagi empat bagian. pemeliharaaan ka‟bah dipegang oleh keturunannya. kakek Nabi Muhammad SAW. namun pasukan itu lebih dahulu dihancurkan oleh tentara burung yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang berapi sehingga mereka menjadi seperti daun yang dimakan ulat. Ia menghiasi pintunya dengan emas yang ditemukan ketika menggali Sumur zam-zam. ka‟bah dipelihara oleh Abdul Mutholib. . Menjelang kedatangan islam. sehingga banyak bagian-bagian temboknya yang retak dan bengkok. Ka‟bah ini di agungkan oleh penduduk Najran dan dipelihara oleh para uskup.orang quraisy berpendapat perlu diadakan renovasi bangunan ka‟bah untuk memelihara kedudukannya sebagai tempat suci. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Hal ini sesuai dengan ayat al-quran surah Al-Fill ‫ل‬ ‫ل‬ . Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. Setelah penaklukan kota Makkah (Fathul Makkah). Ketika sampai pada tahap peletakkan Hajar Aswad mereka berselisih tentang siapa yang akan meletakkannya. Selain itu Makkah juga pernah dilanda banjir hingga menggenagi ka‟bah dan meretakkan dinding-dinding ka‟bah yang memang sudah rusak. . dan dikenal sebagai ka‟bah Najran.‫ل ل‬ ‫ي ل‬ . Orang pertama yang membuat daun pintu ka‟bah dan menutupinya dengan kain adalah raja Tubba‟ dari dinasti himyar (pra islam) di Najran (daerah Yaman). Ketika itu raja Abrahah pernah bermaksud untuk menghancurkan ka‟bah di Makkah dengan pasukan gajah. saat itu merupakan daerah bagian kerajaaan Habasyah (sekarang Ethiopia) memerintahkan penduduk Najran.‫ل‬ . Dan berhala-berhala sebagai lambing kemusyrikan yan terdapat disekitarnya pun dihancurkan oleh kaum muslimin.

maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Jadi. arah shalat bagi umat muslim sampai sekarang adalah ka‟bah yang terletak di Mekkah. umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang muslim harus menghadap ke Ka‟bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat. jika berada di Makkah Rasulullah saw berusaha untuk tetap shalat menghadap ke Ka‟bah. AlQuran Banyak ayat al-Quran yang menjelaskan mengenai dasar hukum menghadap kiblat. Al. Dan dimana saja kamu berada.Di masa Nabi Muhammad.Baqarah 144: ‫ل‬ ‫قبلة‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫قل‬ ‫. Ka‟bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di atas bumi untuk dijadikan tempat ibadah manusia pertama. AlBaqarah : 144). beliau juga tetap menghadap Ka‟bah. Dan Rasulullah saw sering menengadahkan wajahnya ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke Ka‟bah. di dalam urusan menghadap Ka‟bah. Namun menurut sebuah riwayat. awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan Ka‟bah. Dengan mengahadap ke utara. Dan sesungguhnya orangorang yang diberi Al Kitab memang mengetahui. Demikianlah Rasulullah pernah menghadap kiblat ke Baitul Maqdis ketika beliau ada di mekkah dan di madinah hampir kurang lebih 17 bulan. seteleh turun ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad untuk memalingkan wajahnya untuk menghadap ke Ka‟bah maka ditentukanlah kiblat. A. maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina. Hal ini dilakukan berhubungan kedudukan baitul maqdis saat itu masih dianggap yang paling istimewa dan Baitullah masih dikotori oleh beratus-ratus berhala yang mengelilinginya. Landasan Hukum Menghadap Kiblat Para ulama telah membuat kesepakatan atau consensus (ijma) yang menetapkan ka‟bah sebagai arah atau kiblat bagi seluruh umat islam dalam melaksanakan ritual ibadah shalat . Namun ketika beliau dan para shahabat hijrah ke Madinah. bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. palingkanlah mukamu ke arahnya. ي ل‬ . dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. a. ‫ق‬ Artinya: Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit . dengan berdasarkan firman Allah dan sabda rasululullah SAW. antara lain firman Allah SWT dalam Qs. (QS. Hingga turunlah ayat berikut : ‫ل‬ ‫ي‬ ‫قبلة‬ ‫ي ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫قل‬ . Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. sekalipun Rasulullah shalat menghadap Baitul Maqdis. maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil.

akan tetapi eksistensinya dalam pelaksanaan ritual ibadah hanya dimaksudkan sebagai methode ketaatan terhadap perintah Allah SWT. beliau disuru oleh Tuhan untuk mengambil Ka‟bah menjadi kiblat. Artinya: Dan dari mana saja kamu keluar (datang) maka palingkanlah wajahmu kearah masjidil haram. dan dimana saja kamu semua berada maka palingkanlah wajahmu kearahnya. b. terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa ibadat dalam shalat arah Baitul Maqdis dan Ka‟bah bukanlah menjadi tujuan. Kita ketahui bahwa ketika Rasulullah SAW berada di Mekkah ditengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. AlBaqarah : 144). Ayat ini menepis anggapan orang-orang yang kurang pikirannya (sufaha) sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka‟bah. sabda. (QS. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”. Juga dalam Qs Al-Baqarah 150: ‫ة‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ي‬ . Diantara hadis yang berkaitan dengan penjelasan dan dasar menghadap kiblat adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Tsabit bin Anas beliau berkata: ‫ق‬ ‫ق ب لة ق‬ ‫ي ل‬ ‫ل‬ ‫ة‬ ‫ل‬ ”‫ف‬ ‫ل‬ ‫ج‬ ” ‫قبلة‬ ‫ل‬ ‫ل فع‬ ‫قل‬ ‫ق‬ ‫ق‬ . Tetapi setelah 16 atau 17 bulan nabi berada di Madinah di tengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani. bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. kecuali orang-orang yang dhalim diantara mereka. dan supaya kamu dapat petunjuk. banyak hadis yang berkaitan dengan sikap . agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu. palingkanlah mukamu ke arahnya. Maka janganlah kamu takut kepada mereka. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.Artinya: Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit . (QS. sebagaimana firman-Nya bahwa “orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata:apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblatnya (baitul maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?. katakanlah: kepunyaan Allah timur dan barat. Dan dimana saja kamu berada. Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atas kamu. Dan sesungguhnya orangorang yang diberi Al Kitab memang mengetahui. dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. tetapi Allah menjadikan Ka‟bah sebagai kiblat untuk persatuan umat islam. Al-Baqarah : 142). AL-Baqarah :150) Artikulasi ditetapkannya ka‟bah sebagai arah kiblat bukan dimaksudkan sebagai bentuk penyucian (pen-taqlidan) dan pensakralan satu arah tertentu. maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. dan takutlah kepada-Ku. dan perbuatan Rasulullah SAW sebagai penjelas dan aplikasi perintah menghadap kiblat dalam alquran.(QS. Hadits Disamping dasar hukum menghadap kiblat yang tertuang dalam alquran sebagai sumber hukum pertama.

jika seseorang menghadapnya kea rah Baitullah. Hal ini diperkuat dengan berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi. Juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda: ) ‫ب‬ ‫ق ب لة‬ ‫ق بل‬ ( ‫ب‬ Artinya: “Menghadaplah ke kiblat lalu takbirlah”(HR. menjumpai sekelompok sahabat sedang ruku pada shalat fajar. Bukhari) Meskipun para Ulama telah sepakat tentang Ka‟bah sebagai kiblat seluruh umat islam dalam melakukan kewajiban ibadah shalat. terutama pada teritorial daerah yang jauh dari ka‟bah. Pndapat pertama menyatakan bahwa di manapun umat islam berada. Sedangkan pendapat kedua merekomendasikan bahwa umat islam cukup menghadap kea rah ka‟bah saja (jihah al-ka‟bah). Tanah Haram kiblat bagi penduduk bumi di penjuru timur dan barat dari umatku. kemudian turunlah ayat “Sesungguhnya Aku melihat mukamu setimh menengadah ke langit. Pendapat ini didukung oleh Imam Syafi‟I dan Imam Ahmad ibn Hambal. Baihaqi) . yakni kearah kiblat”. Rasulullah SAW bersabda: ( ‫ب ب ق‬ ) ‫ب‬ ‫ق ب لة‬ ‫ق‬ Artinya: diantara timur dan barat terdapat kiblat. Palingkanlah mukamu kearah Masjidil Haram”. Baihaqi) ‫ق‬ ‫ي ق‬ ‫ب‬ ‫ض‬ ) ‫ل‬ ‫ق ب لة‬ ( ‫ل‬ ‫ق ب لة‬ ‫ل‬ ‫ق ب لة‬ ‫ب‬ Artinya: Baitullah kiblat bagi penghuni Masjidil Haram. (HR. ( HR.‫ق ب لة‬ Artinya: “ bahwa sesunggunya Rasulullah SAW(pada suatu hari) sedang shalat dengan menghadap Baitul Maqdis. sedangkan bagi-bagi yang jauh dan tidak dapat melihat bentuk fisik ka‟bah maka diperkenankan untuk tidak persis menghadap ain al-ka‟bah secara yaqinan (yakin) tetapi paling tidak secara dhannan (dugaan kuat). maka sungguh kami palingkan mukamu ke kiblat yang kamu kehendaki. pada daerah yang jauh hingga tidak tampak bentuk fisik ka‟bah para ulama masih berbeda pendapat tentang teknis menghadap kiblatnya.( ‫ل‬ ) . Pendapapat kedua ini di dukung oleh Imam Abu Hanifah dan Malik Ibn Anas. Muslim). Masjidil Haram kiblat bagi penghuni tanah Haram. Sebaliknya. Setidaknya ada dua versi pendapat di kalangan ulama. Kemudian ada seseorang dari Bani Salamah bepergian. akan tetapi dapat varian perbedaan pendapat. Lalu ia menyeru “Sesungguhnya kiblat telah berubah”. baik yang dekat maupun jauh dari ka‟bah. Titik temu dari kedua pendapat tersebut pada konteks bahwa bagi umat islam pada territorial daerah yang mampu melihat fisik ka‟bah maka cara menghadapnya adalah menghadap bentuk fisik (ain ka‟bah).(HR. Lalu mereka berpaling seperti kelompok Nabi. mereka wajib menghadap bentuk fisik ka‟bah (ain ka‟bah).

Hal ini menunjukkan betapa sederhananya dan betapa indahnya Al-Islam. kiblat berarti arah dari pemusatan perhatian. Sekian waktu berselang. Maka. rasialisme. jika keputusan ini diserahkan kepada umat niscaya terjadilah ketidak-sepakatan yang sangat tajam. ketika Adam AS sampai ke bumi. Adakah hikmah dibalik penetapan Kiblat? Sebagaimana kita ketahui. ibadah puasa dan dzikrullah (mengingat Allah SWT) adalah ibadah individu. Perlu dicatat dalam ingatan bahwa. semuanya menghadap ke titik yang sama. Dalam penetapan Kiblat terkandung makna penegasan dan pengajaran tata-cara dan tata-krama (etika) suatu dinamika kelompok. dengan Rahmat Allah SWT diputuskan-Nya hal ini sekali saja untuk ditaati oleh semua insan. pondasi Baitullah (Ka‟bah) telah diletakkan oleh para malaikat. Nabi Ibrahim AS . rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat ibadah) manusia. Setiap insan mengikuti ketentuan Kiblat sehingga sampai pada masa Nabi Nuh AS. sebagai pemersatu dan penyeragaman Umat Islam. Tauhid) adalah dengan penetapan sebuah „Titik-Arah‟ Peribadatan. Namun. adalah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi semesta alam. Agama Islam adalah agama semua Nabi. kaya ataupun miskin. pilihan selain Kiblat. baik oleh lelaki ataupun perempuan. Maka dari itu. perintah ini sangat sederhana dan mudah dikerjakan. satu-satunya penegasan bahwa semua Nabi hanya mengajarkan satu ajaran (yakni. Lebih dari itu. Prinsip terpenting untuk mencapai kesatuan dan kesetia-kawanan (solidaritas) kelompok adalah dengan penyatuan arah pandangan yang menafikkan pengelompokan atas dasar kebangsaan. justru mengkotak-kotakkan Umat. Sepertinya. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Allah SWT berfirman didalam Surat Ali „Imran ayat 96: Sesungguhnya. dimana pada waktu itu Ka‟bah ikut hancur diterjang banjir besar. kesukuan. ayat ini menerangkan bahwa tidak ada arah tertentu yang perlu ditetapkan untuk menyembah kepada-Nya. maupun asal negara. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. Jika tidak diperlukan arah secara lahiriah. Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Baqarah Ayat 115. kemanapun kamu menghadap disitulah Wajah Allah. orang kampung ataupun orang kota. Kiblat untuk Nabi Adam AS dan keturunannya adalah Ka‟bah yang bentuknya masih sangat sederhana ini. berpendidikan tinggi ataupun rendah. Allah SWT memilih Kiblat sebagai jalan-keluar untuk mencapai Kesatuan dan Solidaritas Umat karena. Kiblat yang tunggal untuk semua orang di seluruh penjuru dunia melambangkan kesatuan dan keseragaman diantara mereka. alih-alih mempersatukan. maka setiap orang bisa menghadapkan wajahnya kemanapun ketika dia mengerjakan shalat.KIBLAT Apakah yang dimaksud dengan Kiblat? Secara literal. asal wilayah. bahasa. Adapun arti Kiblat dalam Islam adalah arah menghadapkan wajah ketika mengerjakan shalat. Adapun Shalat dan Haji adalah ibadah yang dikerjakan secara berjama‟ah (bersama-sama).

Rasulullah SAW biasa melakukan dengan berdiri diantara Hajar Aswad dan Rukun Yamani. perubahan Kiblat ini mempertegas penjelasan bahwa Al-Aqsa maupun MasjidilHaram bukanlah sebentuk berhala (benda yang disembah). Ini karena selama ini mereka dapat menerima keberadaan umat Muslim sehubungan dengan kesamaan Kiblat dengan mereka. dua-duanya. perhatikanlah kata „syathra‟ disini berarti bahwa orang-orang di negara lain bilamana melaksanakan shalat hendaklah berusaha sebaik-baiknya untuk menghadapkan wajah ke arah masjidil-haram. Setelah hijrah ke Madinah. ketika para Nabi mengerjakan shalat di dalam Al-Quds. Allah SWT memerintahkan agar beliau menghadapkan wajah ke Al-Quds. Kewajiban kita adalah mematuhi perintah-Nya dengan segenap akal dan sepenuh hati. Setelah itu. Lebih jauh lagi. mengharapkan turunnya wahyu perihal Kiblat. biasanya menghadap sedemikian rupa sehingga Al-Quds dan Baitullah (Ka‟bah) berada tepat di arah depan mereka. … Dengan diturunkannya wahyu ini. Berkalikali beliau menengadahkan wajah ke langit. Kini dengan terpisahkannya Kiblat kaum Muslim dengan kaum Yahudi berarti pula bahwa orang-orang Muslim adalah sebuah umat tersendiri dan terpisahkan dari mereka orang-orang Yahudi.dan Nabi Ismail AS membangun ulang Ka‟bah atas perintah dan bimbingan langsung dari Allah SWT. Oleh karena itu Rasulullah SAW sangat berharap bahwa keinginan beliaupun dikabulkan Allah SWT. bagi mereka yang dapat melihat Baitullah wajib menghadap tepat ke Ka‟bah sewaktu mengerjakan shalat. Maka sejak saat itu mereka memperkeras sikap pertentangan terhadap umat Islam dan memperlakukan umat Islam sebagai musuh. Selanjutnya. dari hari ke hari. Allah SWT mengabulkan keinginan Rasulullah SAW. Beliau SAW sepenuhnya berserah diri kepada perintah Allah SWT. kemudian menjadi Kiblat bagi mereka dan para pengikutnya. melainkan juga terperanjat dengan perubahan itu. berada didepan beliau. Manfaat lain dari pengalihan Kiblat adalah untuk memisahkan antara orang-orang munafik . namun tidak perlu harus persis ke arah bangunan Ka‟bah. maka sungguh Kami akan palingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Allah SWT pun berfirman didalam Surat Al-Baqarah Ayat 144: Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit. semula arah Kiblat sama seperti semasa leluhur beliau. Nabi Ibrahim AS. Begitu kaum Yahudi di Madinah mengetahui bahwa Kiblat kaum Muslim telah berubah ke arah Masjidil Haram dan tidak lagi ke Masjidil Aqsa. Dan. Adapun Allah SWT Maha Mengabulkan harapan insan-insan pilihan-Nya. Menurut hadits Bukhari. Rasulullah Muhammad SAW mengerjakan shalat dengan Kiblat Al-Quds selama sekitar 16 atau 17 bulan sewaktu di Madinah. ketika shalat telah diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW dan orang-orang mukmin. Itupun. mereka bukan saja berolok-olok dan menertawakan. Bisa saja diperintahkanNya kita menghadap ke Masjidil-Haram ataupun Masjidil-Aqsa. dan tujuan sebenarnya dari menghadap ke arah Kiblat adalah melaksanakan perintah Allah SWT. ada pula ulama yang mengatakan menjelang hijrah. sehingga Baitullah dan Baitul-Maqdis. Al-Quds (BaitulMaqdis/Masjidil-Aqsa) ditetapkan sebagai Kiblat untuk para Nabi dari Bani Israil. Namun demikian beliaupun berharap bahwa Kiblat hendaknya sama seperti semasa Nabi Adam AS dan Nabi Ibrahim AS. Dikisahkan oleh Al-Qurthubi. Maka palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. Akan tetapi.

hari Ahad untuk Nasrani dan kemudian hari Jum‟at ditetapkan untuk umat Muslim.dengan Muslim yang sejati. maka umat Muslim mengikuti Sunnah. maka para jama‟ah masjid Quba pun mengubah arah menghadap didalam shalat mereka seketika mendengar pemberitahuan perubahan itu. Pertanyaan ini dijawab dengan wahyu Allah SWT. bagaimanakah dengan umat Muslim yang telah wafat sedangkan dahulu mereka berkiblat ke arah MasjidilAqsa. Ke-tiga mengucapkan „Amiin‟ setelah Imam. dalam banyak hal sudahlah mencukupi untuk didengar perkataannya. yakni didalam Islam kredibilitas (sifat dapat dipercaya) seseorang sebagai saksi. menghadap ke arah Masjidil-Aqsa. meskipun pemberitahuan itu hanya disampaikan oleh seorang saja. hari Sabtu untuk Yahudi. tidak serta merta hilang terbawa perubahan. Para Ahli-Kitab tidak mendapatkan semua itu. Pertama. beberapa riwayat menyatakan Shalat Dhuhur (sebagaimana dinukilkan didalam tafsir Ibnu Katsir). dimanfaatkan dan diamalkan para sahabat Nabi Muhammad SAW. ketika Kiblat diubah ke arah Masjidil-Haram orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW. Semula arah Kiblat tidak disebutkan didalam Al-Qur‟an. perubahan Kiblat. dan diterima oleh Allah SWT. … Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Misalnya. Kejadian ini membawa hikmah penting. Beberapa orang sahabat menyelesaikan shalat mereka bersama-sama Rasulullah SAW. Perhatikanlah Firman Allah SWT didalam Surat Al-Baqarah Ayat 143. Betapa nampak jelas disini bahwa begitu besar rasa saling menghormati. namun ditekankan pula bahwa shalat yang telah dikerjakan menurut sunnah tidaklah sirna (nilainya). Perubahan arah Kiblat itu terdengar di Masjid Quba pada keesokan harinya.” Perlu diingat bahwa adakalanya Sunnah dibatalkan oleh Al-Qur‟an. Menurut sebuah Hadits didalam Bukhari dan Muslim. yang diriwayatkan oleh Al-Bara' bin „Adzib. Allah SWT telah menetapkan satu hari ibadah dalam seminggu untuk seluruh umat terdahulu. Sebuah Hadits didalam Bukhari. dan jika tidak dibatalkan maka keabsahannya setara dengan Al-Qur‟an. Mereka melihat saudara-saudara mereka sedang shalat didalam masjid di lingkungan mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda. Jawaban ini pun menjadi bagian dari Surat Al-Baqarah Ayat 143. Kemudian perubahan Kiblat ditegaskan didalam Al-Qur‟an. Sebagaimana juga diriwayatkan didalam hadits Bukhari dan Muslim. “Orang-orang Ahli Kitab cemburu terhadap umat Muslim karena tiga perkara. yang menerangkan bahwa shalat mereka itu sah adanya. Ke-dua. Para sahabat lantas mengumumkan dengan lantang bahwa mereka baru saja menyelesaikan shalat bersama-sama Rasulullah Muhammad SAW dengan menghadap ke arah Baitullah. . Maka mereka yang sedang shalat pun memutar arah menghadap mereka dan tetap melanjutkan shalat tanpa membantah ataupun bertanya-tanya sepatah katapun. perubahan Kiblat terjadi ketika Rasulullah SAW sedang melaksanakan Shalat Ashar. yang diriwayatkan oleh „Aisyah RA. Menurut sebuah hadits didalam Musnad Ahmad. rasa saling yakin dan percaya.

yang mengikatkan diri pada satu Kiblat yang sama. Shalat adalah penanda (indikator) Iman seseorang. Dengan kalimat lain. . Dan Semoga Allah SWT mempersatukan umat Muslim diseluruh penjuru dunia. Maka.… dan Allah tidaklah akan menyia-siakan keimananmu (shalatmu) Menarik untuk dicermati bahwa pada ayat ini kata „Iman‟ telah dipergunakan oleh Allah SWT sebagai kata-ganti untuk shalat. Amiin. ini berarti bahwa belumlah terdapat keimanan (keyakinan tentang Islam) dalam diri seseorang tanpa mendirikan shalat. coleage Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk mendirikan shalat secara teratur sehingga dari padanya menguatkan Iman kita.