P. 1
Peer to Peer

Peer to Peer

|Views: 85|Likes:
Published by Waheed Al-Finn

More info:

Published by: Waheed Al-Finn on Oct 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Jaringan Peer To Peer

Oleh : Wahid Mei Alfian Awan Setio Budi Pajar Sidiq Nur Fakhri Encep Rifki Nazar Saputra Fesis Joshua Simamora

Akademi Manajemen Informatika & Komputer Bina Sarana Informatika Karawang 2012

yang sampai sekarang masih menjadi polemik dunia industri musik di Amerika Serikat. B. mungkin tidak akan menyangka kalau aplikasi yang dulu mereka buat kini telah mampu mengubah paradigma manusia tentang banyak hal. Kazaa. Tujuan 1. Untuk mengetahui Implementasi pada Jaringan Peer to Peer . mungkin dia termasuk orang yang telah tidur selama 9 bulan di atas kasurnya tanpa pernah membuka mata sedetik pun. Chief Architect dari PointFire. Gebrakan awal teknologi ini dipelopori oleh Usenet News Servers yang banyak didominasi/diisi dengan newsgroup. Tom Truscott dan Jim Ellis. Di abad internet saat ini. Inc. Salah satunya adalah mengenai hak cipta (copyright). dua mahasiswa yang membuat aplikasi untuk Usenet. Latar Belakang Jaringan P2P (peer to peer) telah lahir dan berkembang secara dramatis seiring meledaknya teknologi informasi dan komunikasi. yang menulis artikel di situs IBM tentang teknologi sederhana nan mengagumkan ini. jika ada netter yang buta tentang teknologi ini. Untuk mengetahui cara Membuat Jaringan Peer to Peer 3. Untuk mengetahui apa itu Jaringan Peer to Peer 2. atau Napster. Ketiga nama ini merupakan contoh jelas dan sederhana untuk menggambarkan betapa hebatnya sebuah jaringan yang bersifat persahabatan/ pertemanan. para netter tentu sudah pasti tidak asing lagi dengan nama Gnutella.BAB I PENDAHULUAN A. Ini adalah sindiran Todd Sundsted. Jadi.

Aplikasi ini umumnya melayani penggunanya dengan newsgroup. Dengan kata lain. hubungan ini haruslah menghasilkan interaksi langsung antara komputer pengguna yang satu dengan komputer pengguna lainnya. berkas-berkas yang berada di dalam komputer milik pengguna usenet dipertukarkan dalam bentuk batch files (berkas yang berisi data yang diproses atau ditransmisikan mulai dari awal hingga akhir). lahir di Amerika Serikat. FidoNet juga digunakan secara terdistribusi. Cucu-cucu mereka sudah lahir dan ikut menggebrak dunia maya. Kazaa. sebuah aplikasi terdistribusi yang dibuat oleh Tom Truscott dan Jim Ellis. Baik Usenet maupun FidoNet dapat menjadi contoh betapa hebatnya teknologi P2P. Usenet. Napster. Dan yang terpenting. Sejarah Singkat Jaringan Peer to Peer Tahun 1979. Uniknya. Aplikasi ini dibuat oleh Tom Jennings pada tahun 1984 sebagai cara untuk bertukar pesan diantara penggunapenggunanya yang memiliki BBS (Bulletin Board System) yang berbeda.BAB II PEMBAHASAN A. Bahkan hingga hari ini. Namun komputasi terdistribusi sendiri bukanlah cabang dari P2P. Aplikasi P2P generasi awal lain yang sukses dan populer adalah FidoNet. mencari dan mengunduh berkas. tidak ada cara yang efektif untuk membuat fungsi aplikasi ini menjadi tidak terdistribusi. Sampai detik ini. Sebut saja Gnutella. dunia belum mengenal dan mampu menikmati layanan internet sebaik dan secepat seperti saat ini. para pengguna saat itu saling bertukar data di malam hari yang larut. Peer to Peer 1. Pada konteks ini teknologi P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi. keduanya masih lestari. sekarang keduanya sudah tidak sendiri lagi. Pengertian Jaringan Peer to Peer P2P merupakan singkatan dari Peer-to-Peer (bahasa Inggris) atau teknologi dari ujung ke ujung pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi berbagi berkas (file sharing) seperti Napster dan KaZaA. B. Itu adalah waktu di sebuah negara besar ketika jalur telepon untuk SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) sedang sepi. Layaknya Usenet. Akibatnya. Pada tahun-tahun itu. aplikasi ini tetap menjadi aplikasi yang tidak memiliki pusat kendali (server). Jaringan komputer Peer to Peer (P2P) termasuk sebuah cabang (subset) dari bidang komputasi terdistribusi. Umumnya. dsb. Sebutan “peer-to-peer” mengisyaratkan sebuah hubungan kesetaraan (egalitarian relationship) diantara para peer (pengguna satu dengan yang lainnya). . Biasanya. Tanpa embel-embel ada komputer yang berstatus sebagai client dan berstatus sebagai server.

Kestabilan ini disebabkan oleh dua faktor. hal ini juga dilakukan agar server pusat tersebut dapat mengetahui resource apa saja yang akan di distribusikan di dalam jaringan. Dalam pemasangan jaringan peer to peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP. 3) Tidak ada router yang menjadi pusat jaringan. jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. 3) Ada router yang menjadi pusat jaringan. kapasitas total yang dimiliki oleh sistem juga akan meningkat. 2. media penyimpanan dan kemaampuan komputasi yang ada didalam jaringan tersebut. Hal ini merupakan kontraproduktif dengan apa yang terjadi pada sistem client-server. Pertama. b. Selain itu. Hal ini terjadi karena server pusat tentu diatur sedemikian rupa untuk tidak memilikinya. P2P Hybrid (Hybrid P2P). . yaitu : a. 2) Setiap peer bertanggung jawab untuk menyediakan resource yang tersedia. ketika node-node (komputer-komputer) telah banyak terhubung dan terjadi banyak permintaan terhadap sistem.Secara teknis. bertambahnya client justru dapat menyebabkan melambatnya transfer data di dalam sistem. 3. Klasifikasi Jaringan Peer to Peer Berdasarkan tingkat/derajatnya sentralisasinya. Jaringan bertipe ini sangat banyak dijumpai di kantor-kantor yang tidak membutuhkan sebuah sentral pengaturan laiknya jaringan client-server. P2P Murni (Pure P2P). dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Masing-masing peer berstatus setara (egaliter). Manfaat Jaringan Peer to Peer Tujuan utama dari jaringan peer to peer adalah agar semua peer dapat menyediakan sekaligus memanfaatkan resource komputer. adanya replikasi/penggandaan data yang terjadi di antara para pengguna (peer). Dengan demikian. Sifat terdistribusi yang dimiliki oleh jaringan P2P ini juga dapat meningkatkan kestabilan/kekokohan (robustness) sistem dari kemungkinan kegagalan (system failure). Di internet. jaringan P2P terbagi kedalam 2 tipe. 2) Tidak ada server pusat yang mengatur jaringan. termasuk bandwith. jaringan P2P hidup dan berkembang melalui aplikasi-aplikasi populer seperti Napster dan Gnutella. Dalam sistem client-server. setiap peer berstatus sebagai clien juga sebagai server. Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client. dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Mempunyai server pusat yang memantau dan menjaga informasi yang berada di setiap peer sekaligus merespon peer ketika ada yang meminta informasi itu.

peer akan meng-upload semua atau beberapa data (content) milik mereka ke server pusat. Model ini membutuhkan sebuah atau beberapa server yang digunakan untuk melakukan beberapa tugas atau fungi tertentu. Dengan cara ini. Berikut tipe-tipe tersebut: a. Semua peer (pengguna) akan terhubung ke satu atau sekelompok (cluster) server. Hanya saja. 4. 3) Content Delivery Dalam peran ini.Kedua. dua atau ketiga peran berikut ini: 1) Discovery Server yang memainkan peran ini akan meyimpan informasi tentang user yang sedang terhubung ke dalam sistem sekaligus memungkinkan semua user untuk mengetahui bagaimana cara menghubungi user tertentu yang sedang berada di dalam jaringan. Gambar topologi model tersentralisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 1. dengan memanfaatkan resource komputer peer itu sendiri untuk mencari data yang ada di dalam jaringan tanpa mengandalkan satu resource komputer server saja. Server ini berfungsi untuk memfasilitasi (sebagai mediator) hubungan antara peer dalam jaringan tersebut. 2) Lookup Server dengan peran lookup memiliki kemampuan server dengan peran discovery. Server tersebut dapat memainkan satu. Topologi Jaringan Peer to Peer Shuman Ghosemajumder dalam makalahnya yang berjudul Advanced Peer-Based Technology Business Models yang diterbitkan pada tahun 2002 membagi topologi jaringan P2P ke dalam 2 tipe. server ini juga akan menyediakan mekanisme pencarian yang tersentralisasi.1 Model Centralized Peer to Peer . proses transfer data menjadi relatif lebih cepat ketimbang dengan kedua model peran sebelumnya. Centralized Model Model ini adalah model yang digunakan oleh Napster. Dengan beberapa pertimbangan keadaan tentunya.

Kelebihan : 1) Biaya operasional relatif murah karena tidak mempunyai server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan. baik itu dilihat dari segi teknologi maupun hukum hak cipta. Gambar topologi model Desentralisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 1. 3) Tidak membutuhkan Administrator Network yang handal.2 Model Decentralized Peer to Peer 5. Jadi. Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Peer to Peer a. Satu lagi kekurangan model ini adalah bahwa peer tidak dapat mengetahui isi (content) komputer milik peer lainnya yang sedang tersedia dalam jaringan. Decentralized Model Model ini akan membuat semua peer memiliki status dan fitur yang sama dalam sebuah jaringan.b. Selain itu. printer. 2) Tidak membutuhkan Software Server NOS (Network Operating System). meskipun masih menyisakan bias. Bukan untuk dijual atau dibajak. . 4) Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi pakai fasilitas yang dimilikinya seperti hardisk. tidak akan ada server atau client di dalamnya. model desentralisasi juga memiliki kelebihan. model desentralisasi menguntungkan karena akan lepas dari kemungkinan satu serangan tunggal yang dapat mematikan jaringan. Meskipun begitu. seorang peer juga tidak akan dapat mengetahui alamat dari peer lain yang akan dihubunginya. drive. model ini relatif lebih bebas dari jerat undang-undang hak cipta karena content yang tersebar dalam jaringan merupakan data yang hendak saling dipertukarkan. Dari segi teknologi. Dalam model terdesentralisasi. dsb. seorang peer tidak akan dapat mengetahui jumlah peer lainnya yang sedang terhubung di dalam jaringan. Diantaranya berkaitan dengan masalah keamanan. Contoh aplikasinya adalah Freenet. modem. Sedangkan dari segi hukum hak cipta.

b. 4) Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit. Persiapan Alat Untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan Crossover/Crossline karena jika menggunakan Straight Throught kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a network cable is unplugged). 5) Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan. maka bacup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut. karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Kekurangan : 1) Tidak cocok untuk Network berskala besar. 3) Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki. Berikut langkah dan bahan untuk pembuatan kabel jaringan Crossover/Crossline : a. Kabel UTP b. 2) Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administrative. Konektor RJ-45 . Implementasi jaringan Peer to Peer 1. C. kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang digunakan sudah support dengan Straight Throught.

c. Crimping Tool d. LAN Tester Sebagai catatan. Berikut adalah keempat warna kabel UTP : Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Oranye Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Cokelat 2. Proses Pembuatan . didalam kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil yang memiliki warna berbeda.

2) Pisahkan empat lilitan kabel UTP menjadi delapan bagian. sedangkan sisi kabel lainnya dibuat dengan standar Crossover. setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar dapat mudah dipotong. berikut urutan pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45 : Pin 1 : Putih/Hijau Pin 2 : Hijau Pin 3 : Putih/Oranye Pin 4 : Biru Pin 5 : Putih/Biru Pin 6 : Oranye Pin 7 : Putih/Cokelat Pin 8 : Coklat a. Langkah-Langkah Pemasangan Kabel UTP Berikut langkah-langkah pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45 : 1) Kupas jaket dari kabel UTP dengan menggunakan crimping tool atau alat pengupas kabel khusus.Pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45 dibuat dengan standar Straight Throught. . 3) Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi Crossover dan sesuaikan dengan ujung kabel yang akan dipotong dengan konektor yang akan dipasang.

6) Lakukan tes dengan LAN tester. jika semua lampu indikator menyala berarti semua bagian kabel sudah terpasang dengan benar.4) Gunakan tang pemotong atau crimping tool. . potong ujung kabel secara rata agar kabel mudah dimasukkan ke lubang konektor. 5) Masukkan ujung kabel yang telah dipotong ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan. kemudian jepit konektor menggunakan crimping tool agar konektor terkunci.

255.22 b) Subnet Mask : 255.11 b) Subnet Mask : 255.0 . double klik Internet Protocol (TCP/IP). Klik kanan Local Area Connection. langkah selanjutnya adalah melakukan pengaturan konfigurasi pada masing-masing komputer.255. Isi IP Adress dan Subnet Mask pada masing-masing komputer seperti berikut : 1) Komputer 1 a) IP Adress komputer 1 : 192.3. lalu pilih properties.0.168.0 2) Komputer 2 a) IP Adress komputer 1 : 192.0. Buka Network Connection (klik kanan My Network Places lalu pilih Properties) b.255. c. Berikut cara setting masing-masing IP pada komputer : a. Konfigurasi Jaringan Peer to Peer Setelah proses pembuatan kabel Crossover selesai.168.255.

Agar koneksi jaringan komputer berjalan dengan baik maka dilakukan pengujian untuk mengetahui konektifitas suatu jaringan yang terpadu atau yang disebut dengan PING (Packet Internet Gopher). lalu ketik PING nomor IP Adress tujuan lalu tekan Enter. Jika ada pesan Replay from 192.x. Buka Aplikasi Command Prompt (klik Start>Run>ketik CMD>OK) b. c. itu menunjukkan bahwa komputer dengan nomor IP Adress tersebut terhubung ke jaringan.xx (sesuai IP Adress). Maka akan tampil jendela Command Prompt. Langkah-langkahnya sebagai berikut : a. .168.

Berdasarkan topologinya. Kesimpulan Dari uraian diatas kita dapat mengambil beberapa poin sebagai kesimpulan.PENUTUP A. TV dan film. 3. Semakin besar jumlah user yang menjadi peer dalam sebuah jaringan P2P. 6. 5. . userdapat memilih kategori mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Berikut poin-poin tersebut : 1. 2. terutama dalam dunia industri hiburan seperti musik. B. P2P terbagi kedalam dua bagian. P2P terbagi kedalam dua bagian. Kritik dan Saran Kritik dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan sebagai batu loncatan untuk kebaikn dari makalah yang akan datang. Dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang pasitif kepada para pembaca sekalian. Keberadaan jaringan P2P masih seringnmenimbulkan konflik dalam hak cipta suatu karya intelektual. 4. yaitu Topologi model tersentralisasi dan model terdesentralisasi. Teknologi P2P masih akan terus berkembang selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan derajat sentralisasinya. yaitu P2P murni dan P2P Hybrid. naik dari sisi teknologi maupun sosial. Masing-masing kategori P2P memiliki kelebihan dan kelemahan. maka akan semakin bagus jaringan tersebut.

co.html .html http://soalujikom.situsinformasiinternet.id/ http://id.org/wiki/P2P http://www.wikipedia.com/2009/07/membuat-jaringan-peer-to-peer-pcto-pc.google.com/2012/02/sejarah-jaringan-peer-to-peer.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->