DEFINISI KARYA ILMIAH

Karya tulis ilmiah atau tulisan akademik atau tulisan argumentasi merupakan gabungan narasi, deskripsi, dan eksposisi yang penulisannya didasarkan pada suatu penalaran atau logika tertentu, didukung bukti (evidence), dan disertai dengan argumen. Penalaran atau logika berhubungan dengan keabsahan penarikan kesimpulan, sedangkan argumen berhubungan dengan kebenaran premis yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Tulisan argumentasi bertujuan untuk mengubah sikap dan pendapat orang lain dengan menggunakan prinsip-prinsip logika sebagai alat bantu utama. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:

1. Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan). 2. Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya. 3. 4. fakta Menurut diperoleh Skripsi: Tesis: karya tulis ilmiah tulis yang mengemukakan yang pendapat penulis berdasar mendalam pendapat daripada yang ada dua jenis, orang lain karya yang ilmiah sahih sifatnya dengan lebih analisi karya ilmiah sifat skripsi. terinci. yaitu :

5. Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan http://www.geocities.com/liacybercampus/pedomanskripsi, sesuai dengan

a. Karangan ilmiah, yaitu salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang keilmuannya. b. Laporan ilmiah, yaitu suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan,atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan.. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan telnologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.


A.

KERANGKA DAN BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAH JUDUL

Karya ilmiah baik artikel jurnal, makalah bahan seminar maupun laporan hasil penelitian di tulis dengan judul tertentu. Judul karya ilmiah ditulis dengan mempertimbangkan hal-hal berikut: (a) (b) (c) Mencerminkan Memuat Dirumuskan area kata-kata permasalahan, kunci variabel yang akan secara penelitian diacu dan target dalam singkat populasi penelitian

(d) Memisahkan antara judul utama dan judul pelengkap B. KATA PENGANTAR

Dalam kata pengantar dicantumkan ucapan terimakasih penulis yang ditujukan kepada orang-orang, lembaga, organisasi, dan/atau pihak-pihak lain yang telah membantu dalam mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan karya ilmiah tersebut. Tulisan kata pengantar dikerik dengan huruf kapital, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. teks pada pengantar diketik dengan spasi ganda (2 Spasi). Panjang teks

diikuti dengan nama jurusan.tidak lebih dari dua halaman kertas kuarto. menerangkan. nama awal. masalah yang diteliti. Abstrak yang ditulis secara baik memungkinkan pembaca mengenali isi dokumen lengkap secara secara cepat dan akurat. Nama penulis dikerik dengan jarak dua spasi dari kata abstrak. C. alasan. menyatakan secara singkat tujuan dan lingkup penelitian/pengkajian. Pendahuluan dalam penelitian dapat dibedakan pada laporan penelitian kuantitatif dan laporan penelitian kualitatif. Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkandi bawah nama dosen pembimbing. membuktikan. berikan kesan bahwa apa yang anda teliti benar-benar bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan. kesimpulan yang dapat ditarik. metode yang akan digunakan dan manfaat hasil penelitian. Banyak jurnal dan majalah meminta abstrak. Bagian tujuan penelitian mengakhiri bab pendahuluan yang berisi pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian. perumusan dan pendekatan masalah. nama universitas dan diakhiri dengan titik. nama tengah (jika ada). Memberikan alasan yang kuat. atau menerapkan suatu gejala. dan hipotesis jika ada. Dalam menuliskan tujuan. Abstrak sebaiknya tidak lebih dari 250 kata (dalam satu atau dua paragraf). tetap melalui pemikiran logis yang berakhir dengan pernyataan mengenai apa yang diteliti dan apa yang diharapkan dari padanya. Pada Bagian akhir teks (di pojok kanan-bawah) dicantumkan kata penulis tanpa menyebut nama terang. Dengan kata kunci dapat ditemukan judul-judul penelitian dan lapotran penelitian dengan mudah. seperti seperti Kesimpulan dan Rekomendasi (Saran-Saran) pada bagian akhir. metode yang digunakan. Pendahuluan dalam laporan penelitian lebih kompek daripada pendahuluan dalam makalah dan artikel ilmiah untuk jurnal. seperti menjajaki. simetris dibatas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. seperti misalnya skripsi. tidak boleh disingkat. gunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur dan dilihat. PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bab pertama yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui ikhwal topik penelitian. hasil yang diperoleh. menguji. 2004: 6-7). D. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. yakni rangkuman informasi yang ada dalam dokumen laporan. atau dugaan (Widya dkk. Dalam suatu karya ilmiah yang mempunyai tingkat keformalan yang tinggi. sehingga dokumen tersebut perlu dibaca lebih lanjut. kemudian diocantumkan siapa nama pembimbing penulisan karya ilmiah tersebut. atau Kata Pengantar pada bagian awal. lengkapnya. dan beberapa paparan lainnya sering diminta dari mahasiswa. rangkuman hasil. ABSTRAK Kata abstrak ditulis di tengah halaman dengan huruf kapital. metode yang digunakan. termasuk kasus yang dipilih dan alasan memilih alasan tersebut. Dalam teks abstrak disajikan secara padat intisari penelitian dan laporan penelitian yang mencakup latar belakang. konsep. dan saran yang diajukan. diakhiri titik. dan pentingnya suatu karya ilmiah. misalnyaskripsi. Bab pendahuluan biasanya memuat latar belakang yang dengan singkat mengulas alasan mengapa penelitian dilakukan. untuk menentukan apakah isi dokumen sesuai dengan bidang minatnya. Pendahuluan untuk artikel dan makalah disampaikan secara lebih ringkas dan unsur-unsurnya tidak harus dicantumkan secara eksplisit. sistematika penulisan lebih baku. tesis atau disertasi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma. Kata jenis karya ilmiah. atau skripsi. makalah. di tepi kiri dengan urutan nama akhir diikuti koma. serta kesimpulan yang ditarik. Pendahuluan dalam laporan penelitian kualitatif memuat uraian tentang: (1) latar belakang masalah . menguraikan. tujuan. Tahun penulisan ditulis setelah nama diakhiri dengan titik. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertam dari (setiap kata) dan diakhiri dengan titik. Bab ini seyogianya membimbing pembaca secara halus. Jumlah kata kunci berkisar antara 3-5 buah.

seberapa. (3) bentuk dan jenis data yang diperlukan dapat dipastikan secara akurat. tidak boleh keluar dari lingkup topik. yang berbeda dan dapat mengatasi kekurangan hasil penelitian sebelumnya. rumusan masalah hendaklah mencakupi semua variabel yang tergambarkan dalam topik. (5) tujuan penelitian. sebelum masalah dirumuskan perlu diidentifikasi dengan baik. Perumusan itu sebaiknya disusun dalam bentuk kalimat tanya. Dengan demikian peneliti memiliki alasan yang mendasar (baik empiris. (4) teknik pengumpulan data dapat ditentikan secara tepat. misalnya hasil penelitian sebelum ini. Setelah itu diterangkan keternalaran pemilihan topik dari paradigma penelitian sejenis. (2) identifikasi masalah. sejauh mana.penelitian. Identifikasi dan Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau dipertanyakan yang perlu dijawab dengan penelitian. Dengan identifikasi masalah. Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian tentang topik atau yang berkaitan dengan topik yang dipilih. mengapa dan sebagainya. memungkinkan perumusan masalah yang operasional menjadi lebih mudah. pembicaraan dilakukan secara kronologis. Identifikasi masalah bisa dikemukakan di bawah sub-judul tersendiri sesudah latar belakang. Kalau ada variabel umum dan khusus. Rumusan masalah harus diturunkan dari rumusan topik. Permasalahan penelitian dikategorikan baik jika memenuhi kriteria berikut: (a) Pernytaan masalah pokok bersifat spesifik dan mencerminkan signifikan dan pentingnya penelitian (b) Analisis yang tajam mengenai fakta. a. Oleh karena itu. Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. antara dasolen dan dasain dari konsep dalam topik. asal penelitian yang baru itu dapat menghasilkan sesuatu yang baru. hendaklah dirumuskan masalah pokok beserta sub-sub masalahnya. atau dalam penelitian yang baru itu digunakan teori atau metode tyang berbeda dan diduga dapat menghasilkan temuan yang lain dari sebelumnya. Baru kemudian diterangkan argumen yang malatarbelakangi pemilihan topik itu dari sisi substansi dalam keseluruhan sistem substansi yang melingkupi topik itu. siapa. Untuk itu. Bagaimana (bisa tentang cara atau wujud keadaan) dimana. Untuk menerangkan keternalaran tersebut perlu dijelaskan dulu pengertian topik yang dipilih. Dengan demikian. penjelasan. kemana. atau sekurang-kurangnya mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan. (6) keguanaan penelitian. antara lain: (1) masalahnya dapat dipecahkan. Yakni apa. meskipu yang penting bukan judulnya melainkan identifikasinya. (3) cakupan masalah (penegasan dan pembatasan masalah). (2) menggambarkan variabel penelitian yang jelas. kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran (kerasionalan) pemilihan topik penelitian itu bisa dikemukakan di bawah judul tersendiri. Dalam skripsi atau tugas akhir. (7) sistematik. (4) rumusan masalah. Latar Belakang Masalah Bagian ini menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada judul karya tulis ilmiah itu diteliti. dari mana. keberadaan informasi dan pengetahuan dan memuat faktor- . diketahui kemajuan penelitian yang dilakukan pada peneliti selama ini dan diketahui pula posisi peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis. Rumusan masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode penentuan data dan pemecahannya secara tepat atau akurat. maupu teoritis) mengenai pemilihan topik penelitiannnya. Jadi. (5) teknik analisis data dapat diterapkan secara tepat. berapa. Topik yang pernah diteliti boleh saja diteliti. antara teori dan praktek. Masalah yang operasional memiliki ciri. praktis. Dalam kajian pustaka itu. rumisan masalah harus terinci dan teruarai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan data pemecahannya. b. Dengan melihat hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya dapat ditunjukkan bahwa topik yang dipilih masih layak untuk diteliti.

perumusan masalah harus difokuskan pada persoalan utama secara tegas dan jelas. Pendahuluan dalam laporan peenelitian kualitatif pada dasarnya menguraikan bagian-bagian yang sama seperti dalam laporan penelitian yang menggunakan penelitian kuantitatif yang berisi (1) latar belakang. (3) bagaimanakan persepsi peneliti terhadap pelayanan akademik.dst. Misalnya: (1) apakah ada pengaruh X terhadap Y. penelitian kualitatif lebih diarahkan atau ditujukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa. jika perlu. oleh karena itu.. operasional. (3) perumusan masalah atau fokus masalah. (2) apakah ada antara hubungan antara X dan Y. dan merupakan jabaran pemecahan masalah penelitian. Tujuan dirumuskan dengan kalimat yang jelas. Kegunaan atau pentingnya penelitian. maka tujuannya ialah menentukan ada tidaknya hubungan antar X dan Y. d. mengungkapkan data empiris atau keduanya (k) Pernyataan masalah tidak memuat masalah-masalah yang sepele. b. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan praktis. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian mengungkapkan apa yang hendak dicapai dengan penelitian. maka tujuannya ialah mendeskripsikan persepsi. .: a. dan (6) sistematika. (4) tujuan penelitian. penelitian proyeksi (g) Variabel-variabel penelitian yang dianalisis tidak membingungkan dan secara nyata dapat dibedakan yang (h) Ada perbedaan yang jelasn antara pertanyaan-pertanyaan masalah dengan orientasi faktual dan orientasi nilai (i) Ada perbedaan yang jelas antara orientasi teoritis penelitian dan orientasi praktis. atau Identifikasi masalah variavel diungkapkan beas. uraian dalam sub Bab ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah yang dipilih itu benar-benar penting untuk diteliti. Tujuan dirumuskan sejajar dengan rumusan masalah. peneliti dapat menyertakan masalah-masalah yang lebih kecil sebagai unsur dari masalah utama (pokok) dan disajikan setelah masalah pokok. (5) kegunaan penelitian. relevansi fakta dengan konsep dalam area permasalahan (f) tergolong dalam perbedan. meskipun demikian ada persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam penyusunan laporan penelitian yang menggunakan penelitian kualitatif. dngam pernyataan terikat. diuraikan secara jelas. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentinagn praktik Uraian ini sekaligus berfungsi untuk menunjukan bahwa masalah yang dipilih memang layak diteliti. maka tujuannya ialah menentukan ada tidaknya pengaruh X terhadap Y. c. ingin mencari hubungan. (j) Pernyataan maslah harus mengacu pada perumusan hipotesis. Perumusan masalah perlu mendapat perhatian karena ada perbedaan substansial anatara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kegunaan Penelitian Yang diuraikan disini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan. Tujuan penelitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian dan menggambarkan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencari jawaban atas masalah penelitian.faktor (c) spesifik Mencerminkan interelasi yang antarvariabel mempengaruhi dan relevansinya munculnya dengan area permasalahan permasalahan (d) Mengungkapkan faktor-faktor atau variabel-variabel yang akan dikaji dan menjalaskna hubungannya dengan area permasalahan (e) Disajikan secara sistematis dan teratur. memuat interelasi. (2) identifikasi dan pembatasan masalah. yang jelas’ dsb. c.

bisa juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahli. meliputi cara penarikan sampel. landasan teori merupakan pemaparan konsep-konsep menurut pendapat penulis atau penemu. telaah pustaka tetap menjadi kaharusan dalam penelitian kualitatif. Teori tersebut dan kemudian dipaparkan menurut sudut pandang peneliti dengan disertai cara mengukurnya. Pentingnya penelaahan kepustakaan dalam penelitian atau penyusunan laporan penelitian yaitu karena pada hakikatnya hasil penelitian seseorang bukanlah satu penemuan baru yang berdiri sendiri melainkan sesuatu yang berkaitan dengan temuan dari penelitian sebelumnya. baik dalam menyusun metode. termasuk langka-langkah pengumpulan dan pengolahan data (variabel. Dalam kerangka teoritis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian. bagaian ini disajikan dalam bab tersendiri (Bab II). Penelaahan kepustakaan disusun secara kronologis sesuai dengan kemutakhiran teori maupun data empiris sehingga dapat diketahui perkembangan keilmuan dan hasil penelitian. atau landasan sumber2 teori berupa dikategorikan mutahir artikel dan metodologi) arus. Namun. Kerangka teoritik berfungsi sebagai “hipotesis kerja” dimungkinkan untuk disajikan dalamm penelitian kualittatif. variabel-variabel penelitian perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu.E. Telaah pustaka (a) (b) (d) Prosedur paradigma. Kerangka teoritis diuraikan dalam bab II. Meskipun tidak mutlak kehadirannya. yang baik disamping dimuat tidak dikategorikan atu jika pada ada baik jika memenuhi yang jurnal atau kesan memenuhi model kriteria dianggap majalah berikut: klasik ilmiah Menggunakan Menggunakan Jumlahnya penelitian sumber-sumber sumber (c) Kutipan atas sumber pustaka disajikan secata tepat. ukuran sampel. dan strata (3) Menggunakan prosedur pengumpulan data yang tepat dan terkait dengan masalah dan fokus penelitian (4) Ada kesesuaian antara rumusan masalah dan fokus penjelajahan di lapangan (5) Ketepatan menggunakan prosedur pengolahan data. teori apapun. melainkan dilengkapi dengan kerangka teoritiknya. Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik. tetapi berirutan. Kerangka teoritik dalam penelitian kualitatif metupakan kumpulan konsep-konsep relevan yang terintegrasi dalam satu system penjelasan yang berfungsi sebagai pedoman kerja. termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu. Prinsip-prinsip teotri itu perlu diuaraikan. Keduanya diuraikan dalam dua bagian penelitian yang berbeda. serta teknik pengumpulan dan analisis data) dengan berbagai alasannya. dianalisis dan dihubungkan dengan permasalahan mencukupi (rancangan bagan dan berlebihan kriteria berikut: skematik (1) Logika struktur dan strategi studi disajikan secara hati-hati. Untuk itu. termasuk didalamnya identifikasi variabel. Kerangka teoritis adalah teori yang digunakan untuk membangun kerangka kerja penelitian. TINJAUAN PUSTAKA Dalam penelitian diperlukan 2 landasan. Dalam laporan penelitian kualitatif terdapat bagian penelaahan kepustakaan dan/atau kerangka teritik. pelaksanaan di lapangan. Dalam bagian ini hasil penelitian sebelumnya harus dikemukakan untuk memberi gambaran pengetahuan yang mendasari pola kesamaan penelitian dan pada gilirannya dapat diketahui kontribusi hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan/atau kebijakan praktis secara jelas. validitas dan realibilitas instrument. dan disarankan bukan hanya menguraikan penelaahan kepustakaan. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup. . ketepatan (2) Deskripsi sampel penelitian diungkapkan secara jelas. yakni kerangka teoritis dan metodologis. maupun pembahasan hasil penelitian. kerangka metodoligis ialah hal ikhwal yang berkaitan dengan desain penelitian. sesuai dengan pendekatan dan desain penelitian yang digunakan. instrument. sedangkan kerangka metodologi diuaraikan dalam bab III. yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan melalui kajian sejumlah pustaka dan hasil penelitian dalam lingkup topic penelitian atau tugas akhir.

Untuk karya tulis hasil tinjauan pustaka dan hasil bahasan teoritis. METODE PENULISAN/PENELITIAN Dalam karya ilmiah laporan penelitian bagian metode penelitian dibuat dalam bab tersendiri. G. penutup merupakan Bab terakhir dari isi pokok laporan penelitian. tujuan. masalah yang dikemukakan dibagian pendahuluan semuanya harus terjawab dan dengan jawaban itu semua tujuan dapat tercapai. seperti acuan dan arti singkatan. Bagian ini dapat merupakan bagian terpisah atau bergabung dengan bagian Pembahasan atau Hasil dan Pembahasan. Dalam bagian hasil penelitian diuraikan apa saja hasil penelitian yang mencakup semua aspek yang terkait dengan penelitian. Data yang dilaporkan sudah harus berupa data terolah. Simpulan harus sejalan dengan masalah. Hasil eksperimen atau survei atau rancang bangun beserta analisisnya dan pembahasannya dapat disajikan secara bersama-sama atau secara terpisah berupa uraian. Bagian hasil dan pembahasan dalam laporan penelitian dapat dipecah menjadi beberapa bab tergantung kebutuhan. dan bila diperlukan. saran dapat bersifat praktis atau teoritis termasuk saran yang berharga adalah saran tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan. Dalam artikel dan makalah hasil dan pembahasan dapat berbentuk bab maupun tidak dalam bentuk bab. bukan data mentah. Cara penulisan pada artikel bergantung pada gaya selingkung jurnal. tujuan. saran hendaknya disertai dengan argumentasinya. rasional dan lugas. tabel dan gambar. Dalam karya ilmiah makalah bahan seminar bagian metode penelitian tidak ditulis secara eksplisit menjadi bab. Dalam bagian ini diuraikan keberhasilan metode dikaitkan dengan hasi kerja. Simpulan harus sejalan dengan masalah.F. Simpulan hendaknya berisi uraian tentang -temuan yang penting dalam penelitian dan implikasi-implikasi dari temuan tersebut. Tabel dan gambar harus dilengkapi nomor urut menggunakan angka Arab. sesuai dengan isinya. mengingat bahwa belum tentu semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas atas dasar penelitian yang telah dilakukan atau setelah selesainya penelitian ini timbul masalah lain yang terkait. disajikan secara sistematis. dan . Dalam artikel untuk jurnal metode penelitian/penulisan juga ditulis dalam bagian tersendiri tetapi tidak dalam bentuk bab. Dengan demikian hasil harus disajikan secara objektif dan sesuai dengan data yang diperoleh (tabel atau gambar). Dalam penyusunan laporan penelitian kualitatif bagian penutup merupakan bab terakhir dari isi pokok laporan penelitin yang terdiri dari simpulan dan saran. Dalam laporan penelitian bagian hasil dan pembahasan kecenderungannya dibuat dalam bentuk bab. HASIL DAN PEMBAHASAN Karya ilmiah artikel dan makalah bahan seminar maupun laporan hasil penelitian memuat bagian hasil dan pembahasan. Dalam hasil disampaian data yang diperoleh dalam penelitian. disertai keterangan tambahan. H. Uraian atau pembahasan masalah dalam bab sebelumnya harus ada simpulannya. Saran harus sejalan dengan simpulan atau temuan. informasi pustaka yang akan dipermasalahkan dan pembahasannya dapat diuraikan secara bersamasama atau secara terpisah. Dalam laporan penelitian kuantitatif. Analisa dan pembahasan membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah. kalau mungkin juga disertai jalan keluarnya. PENUTUP Bagian penutup dari karya ilmiah adaalah simpulan dan saran. dan dampak produk. dan uraian tentang hasil penelitian dan pembahasannya. bagian ini dapat dibagi menjadi dua sub-bab yaitu simpulan dan saran.

Saran dikemukakan dengan mengaitkan temuan dalam simpulan dan jika memungkinka jalan keluarnyajuga disampaikan. 38). C. Namun demikian terdapat banyak versi tata cara penulisan daftar pustaka.T.. C. IAEA. Rubber Vol. dokumen WEB. serta penerbitnya. yang memaparkan karya ilmiah lain yang digunakan sebagai rujukan. SELBY. Tata cara penulisan daftar pustaka merlu juga memberikan isyarat apakah karya ilmiah yang dirujuk itu berupa buku. Kesimpulan pengantar dan saran dikategorikan yang baik jika memenuhi tidak syarat sebagai berikut: relevan (a) Pernyataan mengenai kesimpulan diungkap secara tepat dan akurat tanpa disertai pernyataan baru atau (b) Kesimpulan dibuat menurut ruang lingkup generalisasi atas dasar justifikasi data yang disajikan (c) Kesimpulan seyogyanya diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan baru. “The Element. berupa saran atai rekomendari bagi penelitian lebih lanjut. of a Seminar on Population Dose Evaluation and Standards for Man and His environment.merupakan ringkasan dari hasil pembahasan dan analisi.D.F. Vienna (1973)..G.E. SEARLE. Sumber tulisan (pustaka) yang menggunakan lebih dari satu baris diketik satu spasi dengan menjorok ke dalam sejauh 0. Washington Eds. (d) Saran yang dikemukakan bersifat objektif dan disertai langkah-langkah operasional bagi implementasinya. G.. G. perlu juga dikemukakan masalah-masalah baru yang ditemukan dalan penelitian yang memerlukan penelitian lanjutan. 2. IAEA. o. In Chemical Carcinogens. laporan penelitian yang tidak dipublikasi. jurnal.. Press Iowa editor: (1972). bergantung pada tradisi yang dipegang oleh masyarakat keilmuan dalam masing-masing bidang. DAFTAR PUSTAKA Karya ilmiah perlu dilengkapi dengan daftar pustaka. Ed. Studi distribusi waktu tinggal pada proses pencampuran kontinu dengan model bejana berderet . C. The DC.Ind/kim/2000 Daftar pustaka hanya berisi sumber-sumber tertulis yang dikutip dan digunakan dalam karya ilmiah (skripsi). AND KOLAR. Selain itu. Prosiding: IAEA.Transfer of radionuclides to man through environmental athways (Proc. and Buku COCURAN. “Radiation Protection Procedures” (Safety Series No. sedangkan jarak antar pustaka diketik dengan dua spasi dan diawali Contoh: SNEDECOR.. Tata cara penulisan daftar pustaka yang disarankan dalam “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah” di UPI diadopsi sebagian besar dari tata cara yang ditetapkan “American Psychological 3 Hf/bhs. WEST. Penulisan pustaka disusun menurut abjad dari nama penulisnya dan nama keluarga harus ditulis lebih dahulu tanpa menyertakan gelar. Agar dapat ditelusuri orang lain penulisan karya ilmiah rujukan tersebut perlu memuat nama pengarang. 45th ed. tanpa Methodes...5 inchi untuk baris ke dua dan seterusnya. dll. Buku HODGMAN. Handbook of Chemistry and Physics”. R. HAMMOND.W.C.. Portoroz. judul karya ilmiah. American Chemical MITCHELL. karena itu sumber tertulis lain yang tidak dikutip meskipun pernah dibaca penulis dalam kaitannya dengan penulisan skripsinya tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka. berikut langkah-langkah teknisnya. makalah seminar. N. Oleh karenanya ada tata cara yang ditetapkan untuk menuliskan daftar pustaka. W.R. SUGIHARTO. tahun penerbitan. Vienna (1974) 485. State Univ. I. 2 nd ed. S. 1974). (e) Saran semata-mata ditujukan pada upaya perbaikan atas kelemahan-kelemahan yang dikemukakan atau berupa rekomendasi aplikasi temuan..Statistical dengan Chemical 1984.M. ACS onograph 182. saran dapat bersifat praktis atai teoritis. Uraian dalam simpulan harus menjawab masalah yang dikemukakan dalam bab pendahuluan dan emmenuhi semua tujuan penelitian. editor: 27-47.. Cleveland Chapter (1964) 14. Society..

c. menginformasikan bahwa karya ilmiah itu (penelitian) memiliki referensi dan akumulasi dari karya ilmiah sebelumnya. nama pengarang itu diganti tahun penulisannya diikuti nomor urut a. skripsi. berisikan dari menunjukkan daftar bahwa tulisan atau juga makalah. nama pengarang ditulis satu kali. (1972) 1-15 Semua bahan acuan dalam bentuk jurnal. Nama pengarang dibalikkan atau diputar dengan catatan nama yang dikedepankan. nama penerbit. dicantumkan. pengarang. berikut: alfabetis. misalnya. Bila cetakan daftar pengarang sesudah i. secara Philip Emil. cetakan atau edisi. pustaka nama dibalikkan menjadi pengarang ialah Salim. dan tempat terbit. Judul Gelar artikel. urutan penulisannya berdasarkan o. h. Penentuan mangan. Fungsi a. Merupakan alat kontrol pada landasan teoretis atau tinjauan pustaka. majalah. Bila dalam satu buku diperlukan dua baris atau lebih. tembaga dan molybdenum dalam baja special (baja uranium) c. memiliki identitas buku. f. pengarang ialah (bersifat memiliki internet. c. Bila ada dua atau lebih buku (karya ilmiah) dari seorang pengarang yang ditulis dalam tahun yang sama. terbit. Majalah BATAN XI:2. Kotler dkk. baris yang kedua atau selanjutnya dimulai dari 1 tabulasi (5-7 ketukan). dengan cara aktivasi neutron. Judul buku harus dicetak miring dalam komputer atau digarisbawahi dalam mesin tik atau tulisan tangan. Jakarta 6-7 November 2001). nama pustaka itu ilmiah daftar surat pustaka kabar. Teknik akhir b. Jakarta (2002) 109. j. pertama. nama pengarang pertamalah yang diputar dan diikuti oleh dkk. a. diambil Kepustakaan dari buku. dengan garis panjang atau tanpa garis panjang. tanpa oleh dan Philip koma. Jika seorang pengarang menuliskan lebih dari satu buku. g. bila tidak ada kedua-duanya. spasi. Daftar pustaka ialah daftar atau senarai yang ada dalam karya ilmiah. edisi dalam satu yang Bila penulisan dipisahkan nama Emil Emil Salim Salim. uranium. yaitu judul. l. dsb. Contoh: Contoh: tulislah e. urutan . penerjemah ditulis sesudah edisi. b. Tjiptowardojo atau pengarang yang belum d. Bila ada dua atau lebih karya ilmiah (buku) yang ditulis oleh seorang pengarang. daftar Setelah dua. a. makalah atau skripsi yang berisikan identitas buku dan pengarang yang disusun secara alfabetis (setelah nama marga pengarang dikedepankan). akademik atau disertasi atau lembaga. b.(Risalah Pertemuan Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi. ada Philip Kotler. berikut: pengetahuan). ciri-ciri dan atau sebagai ilmu orasi sebagai dalam berikut: ilmiah. m. buku ataupun naskah ilmiah yang digunakn sebagai referensi/acuan ditulis pada bagian ini. k. b. Jika buku tersebut merupakan terjemahan dari buku bahasa asing. spasi. n. ada Spasi Perpindahan dari tesis. atau nama marga/unsur nama pengarang pengarang c. petik dua. ialah disusun nama Emil menjadi tanpa tidak dibukukan ditulis pustaka ke pengarang yang diapit oleh tanda judul satu lain dua dan Salim. Badan Tenaga Nuklir Nasional. yang Kotler Djoemad itu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. Reference yang dirujuk haruslah yang benar-benar mempunyai kontribusi nyata dalam penelitian tersebut. buku. Majalah: ZAHIRUDDIN. lembaga. nama departemen atau lembagalah yang ditulis. crom. Bila tidak terdapat nama pengarang. tahun terbit. Jika nama pengarang ada tiga atau lebih.

Bandung: Eresco.html penerbit (diakhiri titik). tahun terbit. . nama marga dan nama kecil.wordpress.blogspot. (dipisahkan koma). (diikuti titik dua dan diakhiri titik). Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya. (diakhiri titik). judul buku–anak judul. T. “Tata Bahasa Kasus dan Valensi Verba” dalam PELLBA 2. Bambang Kaswanti. Purwo. nama Contoh: Djajasudarma. sumber : http://saripedia. Cetakan III. nama tempat (diakhiri titik dua). Jakarta: Kanisius.com/2010/03/definisi-karya-ilmiah. 1993. 1989. (diakhiri titik). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian.com/tag/bagian-bagian-karya-ilmiah/ http://sihombingruben. Fatimah. cetakan (diakhiri titik).Bentuk Pertama Perhatikan urutan penulisan.