Analisis Karangan Eksposisi

REP | 19 March 2012 | 00:12 Dibaca: 4716 Komentar: 0 Nihil PENDAHULUAN

Bahasa merupakan sebuah ujaran yang digunakan suatu kelompok untuk berinteraksi dan berkomunikasi agar tercapai suatu tujuan tertentu. Bahasa yang digunakan bukan hanya bahasa secara lisan, namun bahasa bisa digunakan melalui media tulisan, gerakan akan suatu kode-kode tertentu, misalnya morse, semaphore, sandi-sandi dan sebagainya. Adapun bahasa yang disampaikan melalui tulisan bisa berupa karangan deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi dan sebagainya. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat produktif atau mengahasilkan sebuah karya atau bentuk yaitu berupa tulisan. Dalam kegiatan menulis, terkadang tulisan kita bersifat ilmiah, fiksi, populer dan ilmiah populer. Karangan adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Namun dalam hal ini, pembahasan menulis akan terfokus pada pembahasan eksposisi atau karangan yang ditulis dengan maksud untuk memperjelas suatu pembahasan yang dipaparkan oleh penulis. Pembahasan eksposisi disini bertujuan untuk menyelesaikan tugas matakuliah menulis 1 dan semoga bisa menjadi tambahan referensi bagi mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam menambah wawasannya dalam keterampilan menulis. PEMBAHASAN A. KARANGAN EKSPOSISI Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi karangan eksposisi. Pendapatnyapun bermacam-macam maka dari itu, di sini kita dapat memaparkan beberapa pendapat dari para ahli tersebut. Menurut Jos. Daniel Parera (1987: 05) dalam buku Menulis Tertib dan Sistematik mengatakan bahwa tulisan eksposisi bertujuan untuk memberikan informasi. Pengarang dan penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah agar pembaca dan pendengar memahaminya dan pengarang mempunyai sejumlah data dan bukti sehingga, ia berusaha menjelaskan persoalan dan kejadian ini demi kepentingan anda sendiri. Menurut A. Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah (2005:111) Dalam Pokoknya Menulis eksposisi merupakan tulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. Penulis berniat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca. Di sini eksposisi mengandalkan strategi pengembangan

menjelaskan. namun Chaedar dan Semmy mengembangkan definisi tersebut dalam tulisannya pada tahun 2005. Contoh eksposisi panjang : Penyebab Terjadinya Gempa Bumi Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. mungkin kita dapat melihat persamaan dan perbedaan dari beberapa definisi Eksposisi. setiap pembaca boleh menolak dan menerima apa yang dikemukakan oleh penulis. sebab akibat. Daniel Parera menjelaskan definisi eksposisi hanya sebatas sebuah karangan yang ditulis untuk memberikan sebuah informasi agar pembaca dapat memahami tulisan tersebut. Eksposisi panjang pada umumnya berupa artikel dan penulisan ilmiah popular. analisis. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan pada saat itulah gempa bumi akan terjadi. Ilmiah populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang popular atau santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat umum dan menarik untuk dibaca. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi pada ke dalaman lebih dari 600 km. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam. Berbeda dengan pendapat ahli lainnya. Melalui eksposisi pembaca tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis. mendidik atau mengevaluasi sebuah persoalan ke dalam definisi eksposisi. Afrika. buku yang ditulis Jos. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. proses. Dari ketiga ahli di atas. Jenis-jenis karangan eksposisi di antaranya ada eksposisi panjang dan ada pula eksposisi pendek.alinea seperti lewat pemberian contoh. Contohnya saja pada tahun 1987. seperti Dam Karibia di Zambia. definisi. pada beberapa pembangkit . mempengaruhi dan meyakinkan atau menghibur pembaca. hanya saja mereka berdua menambahkan tujuan penulisan karangan eksposisi seperti mengklarifikasi. Menurut Aceng Hasani (2005: 30) dalam buku Ikhwal Menulis juga mendefinisikan bahwa eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam menyampaikan uraian ilmiah dan tidak berusaha mempengaruhi pendapat pembaca. klasifiksasi. Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau kontroversial dengan tujuan untuk memberikan informasi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. komperasi dan kontras. Di sisi lain Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah mungkin saja sependapat dengan Jos Daniel Parera A. Gempa bumi bisanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Aceng Hasani yang lebih menekankan definisi eksposisi pada cara penyampaiannya karena menurut Aceng Hasani dalam perkuliahan menjelaskan bahwa karya ilmiah lebih cenderung berupa karangan eksposisi karena menjelaskan sesuatu hal yang bersifat nyata atau non fiksi.

Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. karangan eksposisi dan karangan persuasi terkadang dapat berkolaborasi dengan karangan lainnya. berita. Dapat disimpulkan pula bahwa karangan eksposisi merupakan suatu karangan yang berusaha menjelaskan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan seorang pembaca karangan sehingga pembaca dapat memahami teori yang dipaparkan dalam karangan eksposisi tersebut. karangan yang berupa berita disebut eksposisi dan karangan yang berupa selebaran disebut persuasif. B. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi Kita bisa membedakan antara eksposisi panjang dan eksposisi pendek dengan membandingkan karangan di bawah ini. . Jika kita melihat paragraph di atas. HUBUNGAN ANTARA EKSPOSISI DENGAN KARANGAN LAINNYA Mungkin kita pernah membaca cerita. Nistatin dapat mengikat steral pada membra sel jamur. tentu harus ada karangan lain yang bergandengan dengan karangan deskripsi. petunjuk berjangkitnya penyakit. dan selebaran (leaflet). karangan narasi. gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. dalam sebuah advertorial (persuasi) tidak jarang ditumpangkan paparan (eksposisi). Contoh eksposisi pendek : Nymiko Suspense yang mengandung Nistatin yang merupakan anti jamur dan aktif terhadap jamur seperti Candida albicans. Adapun pengertian eksposisi pendek berupa petunjuk penggunaan alat tertentu. bacaan yang berupa cerita disebut narasi. Jarang sekali terjadi karangan deskripsi berakhir setelah penggambaran itu selesai. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Dalam praktiknya. karangan tersebut yang termasuk ke dalam karangan eksposisi pendek. Selain tampil berdiri sendiri. dan lain sebagainya. petunjuk penggunaan obat. penyebabnya dikarenakan karangan deskripsi berisi pemerian atau pelukisan suatu benda sedemikian rupa sehingga benda itu tervisualisasikan dalam benak pembaca.listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. dengan demikian karangan eksposisi dapat menuntut pembaca dari tidak tahu menjadi tahu. maupun karangan persuasi dapat tampil murni dan dapat pula melengkapi jenis karangan lain. diikuti dengan kebocoran dari komponen-komponen intraselular dan mengakibatkan jamur mati. Biasanya informasi yang tergambar dianalisis untuk berbagai tujuan. Ketiga jenis karangan tersebut dapat tampil 100% murni berdiri sendiri menyandang namanya masing-masing tanpa terinterupsi oleh jenis karangan lain. Menghasilkan perubahan permeabilitas membrane sel jamur. Dalam penulisannya sebuah berita (eksposisi) sering diselipkan cerita (narasi). Terakhir. Jadi. karangan eksposisi. Berdasarkan penggolongan jenis karangannya . karangan narasi. dari tahu sedikit menjadi lebih tahu lagi. karangan deskripsi dan argumentasi boleh dikatakan sering tampil tidak murni. Untuk itu.

Pembahasan masalahnya bersifat objektif 3. Bahasa dalam pembahasannya bersifat logis Didalam buku keterampilan dasar menulis modul 5 berbeda halnya dengan pendapat Aceng Hasani bahwa karangan eksposisi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Suatu analsis atau suatu penafsiran yang objektif terdapat seperangkat fakta Dilihat dari pemaparan di atas mengenai ciri-ciri karangan eksposisi. Tujuan maupun gaya panulisannya bersifat informatif. Pembahasannya bersifat logis atau sesuai dengan penalaran Menurut Gorys Keraf (1984:4) ciri-ciri karangan eksposisi sebagai berikut : 1. Penjelasannya bersifat informatif 2. Penjelasannya disertakan dengan bukti-bukti yang konkret (tidak mengada-ada) 4. 2. bahasa yang digunakan oleh penulis eksposisi harus logis menggunakan penalaran sesuai dengan jalan pikiran yang sehat agar pembaca merasa mudah memahami ide atau yang disampaikan oleh penulis. selain bersifat objektif.Situasi yang sama terjadi juga dalam menulis karangan argumentasi. CIRI-CIRI KARANGAN EKSPOSISI Karangan eksposisi merupakan karangan yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada pembacanya. misalnya tentang suatu kondisi yang benar-benar terjadi atau bersifat historis. Dalam hal ini karangan eksposisi memiliki ciri-ciri dan di sini kita akan memaparkan beberapa ciri-ciri karangan eksposisi dari beberapa ahli. tentang bagaimana sesuatu (misalnya suatu mesin) bekerja dan tentang bagaimana suatu oprasi diperkenalkan 2. Keputusan bersifat objektif 3. C. Menurut Aceng Hasani (2005:31) ciri-ciri karangan eksposisi sebagai berikut : 1. terdapat kesamaan mengenai ciri-ciri karangan eksposisi yang telah dipaparkan oleh Aceng Hasani dan Keraf. argumentasi hampir mustahil tampil berdiri sendiri sebagai karangan murni. Contoh Karangan Eksposisi . Berarti. Keberadaan data dan teori sangat penting karena menjadi pemicu lahirnya argumentasi. Data faktual. sebelum kita berargumen atau membahas sesuatu tentulah ada bagian karangan yang berisi data (deskripsi) dan teori yang disajikan lebih dahulu.

Air untuk ikan air tawar makin lama makin keruh. eksposisi proses 3. jangan sampai ikan yang besar disatukan dengan ikan kecil. karangan eksposisi dapat dibedakan ke dalam beberapa karangan eksposisi.hal pertama yang harus disiapkan yaitu akuarium. Setelah akuarium diisi dengan air. jenis juga harganya. Memberi makan ikan sebaiknya dilakukan tiga atau sampai empat kali sehari. selanjutnya ikan dimasukan ke akuarium tersebut. Dalam memilih ikan sebaiknya yang masih segar. D. oleh karena itu harus diganti minimal sekali dalam seminggu. dan tujuan penulisan karangan tersebut. baik ikan air tawar maupun ikan air laut. jangan terlalu banyak karena akan membuat air keruh dan ikan akan mati. eksposisi definisi 2. JENIS-JENIS KARANGAN EKSPOSISI Berdasarkan cara atau metode penguraiannya. Ketika mengganti air akuarium. isi. hal ini dapat memberikan nilai tambah yaitu membuat asri suasana dan juga memberikan kesegaran bagi orang yang melihatnya. pilihlah makanan ikan yang sesuai dan bergizi. Ada beberapa jenis pengembangan dalam paragraf eksposisi. bisa-bisa ikan besar tersebut memangsa ikan kecil.MEMELIHARA IKAN Oleh Beni Umbara Ikan merupakan salah satu binatang yang biasa dipelihara oleh manusia. Kesegaran yang diberikan oleh pemandangan di akuarium dapat membuat orang yang stress menjadi bugar dan bersemangat kembali. ikan-ikan harus dipindahkan terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air bersih. Akuarium juga dapat diletakan di ruang tamu. Untuk memelihara ikan. Jika kita melihat karangan di atas dengan seksama. tak heranlah banyak orang yang mempunyai hobi memelihara ikan. Hati-hati dalam memilih jenis ikan. jenis dan warna ikan air laut juga lebih beragam. kesegaran bagi pemiliknya begitu juga orang melihatnya. Akuarium harus ditata seindah mungkin dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. dan kondisinya baik tanpa ada cacat ataupun goresan. Ikan sangat beragam mulai dari warna. maka kita akan tahu perbedaan antara karangan eksposisi dengan karangan lainnya berdasarkan cara. Begitu pula dengan memelihara ikan. eksposisi klasifikasi . Ketika memelihara ikan kita harus berhati-hati karena jika perawatannya tidak sesuai maka ikan air tawar. dengan begitu ikan-ikan akan merasa betah. akan memberikan ketenangan. 1. Dalam memberi makan ikan harus teratur.

untuk menulis materi-materi yang sesuai untuk tujuan khusus dengan pemikiran pembaca. 4) keterampilan-keterampilan gaya bahasa yaitu. eksposisi perbandingan & pertentangan. ejaan. dan mengurutkan informasi yang relevan. bersama-sama dengan kemampuan menyeleksi. misalnya. kemampuan untuk menggunakan secara benar aturan khusus untuk bahasa tulis. dapat kita lihat dari aspek-aspek yang terdapat dalamn karangan tersebut misalnya dalam ketepatan pemilihan kata.4. ANALISIS KARANGAN EKSPOSISI Dalam sebuah karangan dapat dikatakan jika karangan tersebut sempurna atau tidak.Pengelompokan yang umum dan yang pokok sebagai berikut: 1) penggunaan bahasa yaitu. ejaan. kemampuan untuk berpikir secara kreatif dan mengembangkan pikiranpikiran. tanda baca (pungtuasi). 5) keterampilan-keterampilan menilai. eksposisi laporan E. mengorganisasikan. kemampuan untuk memanipulasi kalimatkalimat dan paragraf-paragraf dan menggunakan bahasa secara efektif. kemampuan untuk menulis yang benar dengan kalimat-kalimat yang baik. hubungan antara tema dengan isi karangan Analisis berikut bersangkut paut dengan kelompok kemampuan yang bervariasi yang diperlukan untuk menulis karangan eksposisi yang baik. gaya bahasa. termasuk semua informasi yang tidak relevan. 2) kemampuan-kemampuan mekanik yaitu. dan 6. 3) perlakuan isi yaitu. Menilai Karangan Eksposisi Aspek yang dinilai isi Presentase . eksposisi ilustrasi (contoh) 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful