STRUKTUR DAN FUNGSI NUKLEUS

Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri. Nukleus adalah organel pertama yang ditemukan, yang pertama kali dideskripsikan oleh Franz Bauer pada 1802 dan dijabarkan lebih terperinci oleh ahli botani Skotlandia, Robert Brown, pada tahun 1831. Pada satu sel umumnya ditemukan hanya satu nukleus. Namun demikian, beberapa jaringan tertentu, atau beberapa spesies tertentu memiliki lebih daripada satu nukleus. Inti-inti dalam sel multinuklei ini dapat memiliki peran yang saling mengganti atau saling mengkhususkan diri. Nukleus terdiri atas beberapa bagian, yaitu nuclear envelope (membran inti), nukleoplasma, kromatin, dan nukleolus. Meskipun bagian dalam nukleus tidak mengandung badan yang dibatasi oleh membran, isi nukleus tidak seragam dan memiliki beberapa badan subnukleus yang terbentuk dari protein-protein unik, molekul RNA, serta gugus DNA. Contoh utama dari badan subnukleus adalah nukleolus, yang terutama terlibat dalam pembentukan ribosom. Setelah diproduksi oleh nukleolus, ribosom diekspor ke sitoplasma untuk menjalankan fungsi translasi mRNA.

A. Struktur Nukleus Inti sel terdiri dari beberapa bagian, yaitu membran inti/ nuclear envelope (Karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), kromatin dan nukleolus (anak inti).

Kromatin . karena itu ruang antara membran inti dalam dan luar adalah langsung berhubungan dengan lumen reticulum endoplasma. 3. Seperti membran sel yang lain. Nukleoplasma Nukleoplasma merupakan cairan inti sel yang merupakan zat yang tersusun dari protein. Struktur membran inti juga dilengkapi dengan lubang-lubang yang disebut porus nuclearis. setiap membran inti tersusun dari dua lapis phospolipid (untuk selanjutnya digunakan istilah “phospolipid bilayer”) yang hanya permeable terhadap molekul kecil non polar. 2. Subsatansi sel yang ditransfer ke luar sel adalah molekul RNA yang berkaitan erat dengan sintesis protein di sitoplasma. Fungsi yang penting dari membran inti adalah bekerja sebagai pembatas yang memisahkan kandungan inti sel dengan sitoplasma. Membran inti luar berhubungan dengan reticulum endoplasma. Membran Inti Membrane inti atau selubung inti merupakan struktur pembatas materi initi sel dengan sitoplasma. Struktur membran inti saat diamati di bawah mikroskop electron tampak sebagai dua lapisan membran yang masing-masing dipisahkan oleh celah sebesar 2030 nm.Berikut akan dibahas satu persatu tentang bagian-bagian dalam nukleus : 1. yaitu lubang pada selubung inti yang menghubungkan nucleolus dengan sitoplasma. Sel melalui lubang-lubang ini dapat mentransfer substansi sel yang berada di dalam nukleus ke luar nucleus (sitoplasma).

Tampak jelas pada saat sel tidak membelah. Nukleolus memainkan peran tidak langsung dalam sintesis protein dengan menghasilkan ribosom. Kromosom tersusun atas molekul DNA (16%). Kromosom mengandung DNA yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein. Ribosom memproduksi protein struktur sel.Kromatin terdapat di dalam nukleoplasma. Membran inti memisahkan kandungan inti sel dari sitoplasma dan memberi struktur rangka inti. RNA (12%) dan nucleoprotein (72%). Nukleolus Struktur nukleolus adalah padat serta berbentuk bulat. serta memelihara . Kedua membran inti (luar dan dalam) berlaku sebagai pembatas yang mencegah lalulintas bebas molekulmolekul antara inti sel dan sitoplasma. yang kemudian melekat pada retikulum endoplasma. Ribosom adalah organel sel terdiri dari RNA dan protein mereka diangkut ke sitoplasma. Namun sebaliknya. yaitu protamin. B. Kromatin pada saat interfase tampak sebagai butir-butir yang tersebar pada seluruh inti tanpa adanya benang-benang kromosom. jika inti sel sedang bermitosis buti-butir kromatin tidak terlihat dan akan tampak benang-benang kromosom. nonhiston dan berbagai enzim di antaranya polymerase DNA dan RNA. 4. Nukleoprotein sendiri tersusun atas berbagai jenis protein. Beberapa organisme eukariotik mempunyai inti yang berisi hingga empat nukleolus. Nukleolus menghilang ketika mengalami pembelahan sel dan direformasi setelah menyelesaikan sel-divisi. Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom. Istilah kromosom diperuntukan bagi kromatin yang membentuk gambaran sebagai batang-batang halus saat pembelahan sel. histon. Transport Molekul antara Nukleus dan Sitosol Membran inti berperan dalam lalu lintas antara inti dan sitoplasma.

Protein.inti sebagai kompartmen biokimiawi yang berbeda. makromolekul seperti RNA dan protein memerlukan hubungan dengan karyopherins disebut importins untuk memasuki inti dan exportins untuk keluar. Satu-satunya saluran menembus saluran membran inti adalah berupa kompleks pori inti yang mengatur pertukaran molekul antara inti dan sitoplasma. Ran. Masuk dan keluar dari molekul-molekul besar dari inti sel dikontrol secara ketat oleh kompleks pori nuklir (NPC). Sebuah NLS adalah urutan asam amino yang berfungsi sebagai tag. Walaupun molekul-molekul kecil dapat masuk ke dalam inti tanpa regulasi. Berikut adalah gambar struktur pori membran inti sel yang mendukung fungsi lalu lintas antara sitoplasma dan nukleus. Protein yang harus diimpor dengan nukleus dari sitoplasma membawa sinyal lokalisasi nuklir (NLS) yang terikat oleh importins. transfer RNA. yang mengikat yang disebut sekuens menandakan sinyal ekspor nuklir (SPN). Kemampuan kedua importins dan exportins untuk mengangkut kargo mereka diatur oleh Ras kecil terkait GTPase. GTPases adalah enzim-enzim yang mengikat untuk sebuah molekul yang disebut guanosin trifosfat (GTP) yang kemudian menghidrolisis untuk membuat guanosin difosfat (PDB) dan melepaskan energi. sementara exportins harus mengikat RanGTP untuk membentuk ternary kompleks dengan kargo ekspor mereka. Pengikatan nukleotida yang dominan Ran keadaan tergantung pada apakah terletak di dalam inti (RanGTP) atau sitoplasma (RanGDP). Rilis Importins mengikat kargo pada RanGTP. Berikut adalah gambar dari transport molekul antara inti sel dengan sitoplasma : . Dalam keadaan terikat GTP. meskipun hidrofobik rangkaian juga telah didokumentasikan. Ran mampu mengikat karyopherins (importins dan exportins). Ran adalah konformasi yang berbeda tergantung pada apakah terikat untuk GTP atau PDB. Mereka beragam dalam komposisi mereka dan paling sering hidrofilik. dan berkumpul ribosomal subunit diekspor dari inti karena asosiasi dengan exportins.

Nukleolus (anak inti). Serabut kromatin dari eukariotik tersusun atas DNA yang bersatu dengan dua jenis protein nuklear yang utama yaitu protein histon dan nonhiston. Organisasi Kromatin di Dalam Nukleus Kromatin tersebar hampir di seluruh bagian nukleus dalam bentuk fiber (serabut) atau pun berupa padatan di beberapa bagian. kemudian semuanya bergabung membentuk ribosom. Nukleolus Dua bagian utama yang terlihat di dalam nukleus adalah kromatin. tetapi yang utama adalah protein histon. Nukleolus berentuk seperti bola. Molekul RNA yang disintesis dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma. dan memalui mikroskop elektron nukleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan serabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin. D. berfungsi mensintesis berbagai macam molekul RNA (asam ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Nukleosom tersusun dari suatu penggabungan antara . yang tersusun atas serabut lembut yang tersebar hampir di seluruh bagian nukleus. dan sebuah bulatan kasar yang disebut nukleolus.C. Sekarang ini diketahui bahwa kromatin terdiri dari pola yang berulang-ulang dari bendabenda yang disebut dengan nukleosom.

ditambah dengan "spacer" atau "linker" DNA dan H. Ini adalah unit yang mengandung 200 pasang basa DNA. Histon terletak di pusat dikelilingi oleh molekul DNA dengan 2 nm melilit ke kiri dengan diameter 10.8 nm dan pitch 2.8 nm. H3. E. yaitu mitosis dan meiosis. yang merupakan serangkaian proses yang berlangsung sejak sel itu terbebtuk hingga siap mulai membelah. Histon kelima H1 tampak berinteraksi dengan DNA di temapat masuk dan keluranya nukleosom. Pada interfase terjadi beberapa . Siklus sel sendiri meliputi pertambahan massa dan duplikasi bahan genetic yang dikenal sebagai interfase dan pembelahan sel. Nukleosom berbentuk agak selinder (quasi-cylindrical) dengan diameter ± 11 nmdan panjang ± 5. dan H4. Siklus Sel Sel sebagai unit terkecil kehidupan tentunya mengalami pertumbuhan sel. Pusat histon adalah suatu okamer yang masing-masing terdiri atas dua histon H2A dan H2B. Nukleosom tersusun oleh partikel teras. DNA hampir membentuk dua putaran mengelilingi pusat. Pada sel eukariotik pembelahan sel ada dua macam. Pada sel yang sedang tumbuh selalu mengalami siklus sel.5 nm. Nukleosom dapat dibebaskan dari kromosom dengan nuklease. Pencernaan dengan nuklease berjalan cepat dan mula-mula membebaskan nukleosom yang mengandung 160-240 pasangan basa termasuk linker DNA yang berhubungan dengan nukleosom yang berdekatan.perubahan yang dramatis yang berlangsung dapat diamati dengan mikroskop cahaya. interfase juga meerupakan „fase istirahat‟. Para ahli biologi lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada fase pembelahan sel karena perubahan.DNA dan protein inti yang sepesifik yang di namakan dengan histon. Oleh karena itu. histon.

periode antara satu mitosis dan berikutnya. Sehingga ukuran sel bertambah kurang lebih dua kali lipat. bagian dari siklus sel antara akhir satu M fase dan awal berikutnya. membentuk sambungan dengan retikulum . Berdasarkan penelitian-penelitian sitokimia (antara lain dengan menggunakan zat warna Feolgen) dan penelusuran dengan timidin radioaktif. komponen-komponen molekuler sel yang penting dalam sel telah digandakan menjadi dua kali lipat. diikuti pembagian sitoplasma (sitokinesis) untuk menghasilkan dua sel anak. selam periode G2 pada suatu sel mengandung ADN sebanyak dua kali lipat jika dibanding pada periode G1. Akhir G2 ditandai oleh terjadinya mitosis. Sel-sel anak yang baru dibentuk pada mitosis kembali mengandung jumlah ADN seperti pada periode G1. S. Berikut merupakan gambar ringkasan peristiwa-peristiwa besar dalam siklus sel eukariotik dan kondisi kromosom induk. periode G2. Selama interfase. yaitu periode G1 (G = gap).kegiatan yang intensif. G1. Howard sdan Pele membagi siklus sel menjadi empat periode yang berurutan. Pada interfase berlangsung serangkaian proses yang komplek sebagai persiapan untuk membagikan materi-materi yang terdapat pada sebuah sel kepada sel anak dengan jumlah yang sama. Sebelum membelah. periode S (sintesis). Sintesis ADN hanya berlangsung pada periode S. Dalam sel berkembang biak. Dalam membahas mitosis. sehingga sebenarnya pembelahan sel merupakan fase terakhir dari perubahan-perubahan tingkat molekul yang sedang berlangsung. Pada akhir fase S. memisahnya gelendong mitosis (garis merah) dan menuju ke kutub masing-masing. dan mitosis. Kromosom ini jelas terlihat saat proses pembelahan sel jika dilihat dengan mikroskop cahaya. G1 adalah periode antara kelahiran sel mitosis dan inisiasi sintesis DNA. yang menandai awal fase S. dan fase G2 secara kolektif disebut sebagai interfase. antara lain biosintesis adan deoksiribonukleat (ADN) dan pembagian komponen-komponen kromosom menjadi dua bagian yang sama. kromosom yang direplikasi terdiri dari dua DNA dan terkait kromosom. kita biasanya menggunakan istilah kromosom yang merupakan bagian yang sangat berperan dalam pewarisan sifat.

Beberapa sel G0 dapat kembali ke siklus sel dan melanjutkan mereplikasi. Cepat bereplikasi sel manusia kemajuan melalui siklus sel penuh di sekitar 24 jam: mitosis diperlukan. disebut sitokinesis kemudian menghasilkan dua sel anak sebagai kompleks Golgi bentuk ulang di masing-masing sel anak. fase S. Setelah selesai Pemisahan kromosom. maka sel tersebut kembali pada G1. gelendong mitosis disassembles dan kromosom decondensasi selama telofase. periode S dan G2 relatif tetap. 10 jam. Jika kondisi sudah berubah dan pertumbuhan sudah mulai. Pada umumnya. Pada vertebrata dan diploid ragi. memulai pergantian siklus lain. Sedangkan G1 bisa berlangsung beberapa hari. minggu. sehingga memberikan kontrol . sel-sel di G1 memiliki jumlah kromosom diploid (2n). Dengan terjadinya mitosis dalam profase. Membran inti kembali terbentuk di sekeliling terpisah kromosom saat mereka decondensasi . nomor haploid. benang spindle ditarik ke dalam retikulum retikulum. Selama periode anafase mitosis. siklus penuh mengambil hanya. kromatid terpisah. memasuki fase G0. berkumpul di masing-masing sentromer. Pengaturan tentang lamanya siklus sel terutama tergantung pada terhentinya siklus pada tahap tertentu pada periode G1 . Pada jaringan yang sel-selnya secara normal tidak pernah membelah (sel saraf. bulan bahkan tahun. mikrotubulus membongkar dan berkumpul kembali ke aparat mitosis yang terdiri dari berbentuk bola bundel dari mikrotubulus (gelendong) dengan cluster berbentuk bintang dari mikrotubulus memancar dari setiap ujung. dan Membran Golgi terurai menjadi vesikula.5 jam. Setelah mitosis sel bersiklus memasuki fase G1. sebuah multiprotein kompleks. kurang lebih 90 menit dalam sel ragi tumbuh pesat. dan G2. sel saraf dan sel serat lintang) atau sel yang jarang membelah (limfosit yang ada dalam peredaran darah) terdapat jumlah AND yang tetap sama dengan periode G1.endoplasma . Seperti postmitotic sel umumnya keluar dari siklus sel di G1. sel-sel di G1 memiliki salah satu dari masing-masing kromosom (1n). Selama periode metafase mitosis. G1. 9 jam. Pembagian sitoplasma secara fisik. Itu kinetochore dari kromatid saudari kemudian bergaul dengan mikrotubulus datang dari gelendong yang berlawanan kutub. yang kinetokor. Sebaliknya. Dalam ragi haploid. âà30 menit. Mereka awalnya ditarik oleh protein motor sepanjang mikrotubulus gelendong menuju kutub yang berlawanan dan kemudian yang lebih jauh terpisah sebagai gelendong mitosis berelongasi. Sel yang berada pada kondisi demikian dikatakan dalam periode G0 dan siklusnya dianggap mundur. atau gelendong tiang. 4.

periode mitosis kromatid yang lain dipisahkan dan pindah ke kutub gelendong yang berlawanan. Proteolisis dari S-inhibitor fase-fase S mengaktifkan cyclin-CDK kompleks. Setiap CDK dapat mengasosiasikan dengan berbagai siklin. S-fase. Brikut adalah siklus sel eukariotik : Perjalanan melalui siklus dikendalikan oleh G1. polyubiquitinate substrat spesifik termasuk S-fase inhibitor (langkah). Siklus Ini terdiri dari sebuah peraturan siklin Subunit dan katalitik cyclinkinase bergantung (CDK) subunit. dan terkait siklin menentukan protein terfosforilasi oleh suatu cyclin-CDK kompleks. dengan demikian memulai anafase. .proliferasi sel yang Diatur oleh protein fosforilasi dan pengendalian kerusakan melalui siklus sel konsentrasi dari siklin. Pengurangan aktivitas mitosis CDK cyclin-kompleks yang disebabkan oleh proteolisis dari izin siklin mitosis mitosis akhir acara dan sitokinesis terjadi. Dua ubiquitin ligase kompleks (jingga). SCF dan APC. Proteolitik ini mendorong perpecahan siklus dalam satu arah karena protein ireversibilitas degradasi. dan mitosis bergantung kinase cyclin kompleks (hijau). peningkatan dan penurunan sebagai sel kemajuan melalui siklus sel. sub-unit peraturan protein kinase yang heterodimeric yang mengontrol siklus sel kegiatan. Proteolisis dari securin mengakibatkan degradasi protein kompleks yang menghubungkan lain kromatid pada metafase. yang disebut cyclin-dependent kinase (CDKs). menandai substrat ini untuk degradasi oleh proteasomes. securin (langkah). Subunit katalitik kinase ini. 5 8 9 menyebabkan replikasi kromosom. tidak memiliki aktivitas kinase kecuali mereka terkait dengan siklin. dan mitosis siklin (langkah).

Pada bagian ekuator terjadi lekukan yang makin lama makin ke dalam sehingga membagi sel induk menjadi dua bagian yang merupakan sel anak yang memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan sel induk. Tiap sentriol memancarkan serabut-serabut berupa filamen yang disebut benang spindel. Yang satu tetap di tempat dan yang satu bergerak ke kutub yang berlawanan. Merupakan proses pembelahan yang menghasilkan dua sel anak yang masing-masing memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan sel induknya. kinetokor yang masih melekat pada benang spindel berfungsi menunjukkan jalan. Metafase. kromatid menjadi kusut dan terdapat butiran kromatid. Telofase. Kromosom berada di bidang ekuator. Membran inti yang masih tampak pada profase awal kemudian segera terpecah-pecah. selubung benang inti sel pecah dan setiap kromatid melekat di beberapa benang spindel di kinetokor. Bersamaan dengan itu. benang spindel meluas ke segala arah disebut aster. Sementara itu.pada fase ini kromosom tampak paling jelas. Tiap sentromer mengandung kinetokor. Selaput inti terbentuk kembali dan nukleolus terlihat kembali. d. sedangkan lengan kromosom mengikuti di belakang. Kromosomya berpasangan sehingga disebut diploid (2n). c. Benang spindel menghilang. Lalu. kromosom berduplikasi menjadi dua bagian yang disebut kromatid. Dengan demikian. Tahap-tahap pembelahan mitosis adalah sebagai berikut : a. Kromosom duplikat lalu meninggalkan daerah kutub dan berjajar di ekuator. Profase.F. Pada fase ini. Di akhir profase. Kromatid-kromatid mengumpul pada kutub. sel induk yang akan membelah memperlihatkan gejala terbentuknya 2 sentriol dari sentrosom. butiran kromatin memnajang menjadi benang kromatin yang kemudian memendek dan menebal menjadi kromosom dengan bagian yang menggenting disebut sentromer. Periode selama kromosom berada di ekuator disebut metafase. Anafase. Mitosis. anak inti mengecil dan tidak nampak. kromatid terjerat pada benang spindel. Pembelahan Sel 1. Mitosis terjadi pada perbanyakan sel somatis. b. Membran inti sudah menghilang. . Kemudian. Kromatid bergerak menuju arah kutub-kutub yang berlawanan.

i. Terbagi menjadi fase-fase berikut : a) Leptonema. teteapi masih dalam ikatan sentromer yang sama sehingga terbentuk tetrad d) Diplonema. Kromosom homolog berdekatan dan bergandengan. Interfase. 2. e) Diakinesis. Satu sentriol tetap. Sentromer membentuk 2 sentriol yang masing-masing membentuk benag spindel. b) Zigonema. a. . Tiap bagian kromosom homolog mengganda. Fase ini merupakan fase persiapan sel untuk melakukan pembelahan lagi dengan mengumpulkan materi dan energi. yang mana tiap pasang kromosom homolog disebut bivalen. Kromatid dari tiap belahan kromosom memendek dan membesar. sedangkan sentriol lain bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Meiosis Merupakan proses pembelahan sel menghasilkan empat sel anak yang masing-masing memiliki setengah dari kromosom sel induk dengan melalui dua kali pembelahan.e. Profase I. c) Pakinema. Membran inti dan Meiosis I. Benang-benang kromatin menjadi kromosom.

Telofase I. iv. 4 kromatid bivalen tersebut disebut tetrad yang terjeratbenang spindel yang dibentuk sentriol. Metafase II Kromosom berada di bidang ekuator. iii. Meiosis II i. kromatid berkelompok dua-dua. Profase I Sentrosom membentuk 2 sentriol yang terletak pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan dengan benang spindel. Kromatid memadat. Benang spindel pembelahan dari tiap kutub menarik kromosom homolog hingga tiap kromosom homolog terpisah ke arah kutub yang berlawanan. Anafase I. Akibatnya kromatid bergerak ke arah yang berlawanan pula.nukleolus menghilang. iv. Anafase II Kromosom melekat pad kinetokor benang spindel. Tetrad berkumpul di bidang ekuator. ii. kromatin berubah menjadi kromosom yang terjerat benang spindel. Telofase II . Membran inti dan nukleolus lenyap. lalu ditarik ke arah kutub yang berlawanan yang menyebabkan sentromer terbelah. b. Metafase I. selubung inti terbentuk dan nukleolus muncul lagi kemudian sitokinesis berlangsung. iii. ii.

Jadi. Reaksi ini jelas sama dengan reaksi polimerisasi DNA. dan uridin trifosfat (UTP). hasil transkripsinya. yang mempunyai urutan basa sama dengan urutan basa RNA. Jadi. G. Untai DNA ini mempunyai urutan basa yang komplementer dengan urutan basa RNA. Adanya untai molekul DNA sebagai cetakan. jumlah keseluruhan sel anak yaitu 4.OH pada suatu nukleotida bereaksi dengan gugus 5‟. Hanya saja enzim yang bekerja bukannya DNA polimerase. disebut sebagai pita sens. yaitu : 1. Bedanya dengan sumber basa untuk sintesis DNA hanyalah pada molekul gula pentosanya yang tidak berupa deoksiribosa tetapi ribosa dan tidak adanya basa timin tetapi digantikan oleh urasil.trifosfat pada nukleotida berikutnya menghasilkan ikatan fosofodiester dengan membebaskan dua atom pirofosfat anorganik (PPi). Membarn inti dan nukleolus terbentuk lagi dan sekat pemisah semakin jelas. guanosin trifosfat (GTP). Maka tiap sel hasil pembelahan meiosis I akan menghasilkan 1 sel anak. 2. untai DNA pasangannya. Perbedaan yang sangat nyata di antara kedua enzim ini . Sintesis berlangsung dengan arah 5‟→ 3‟ seperti halnya arah sintesis DNA. keempat nukleosida trifosfat yang diperlukan adalah adenosin trifosfat (ATP). Sementara itu. Dalam hal ini hanya salah satu di antara kedua untai DNA yang akan berfungsi sebagai cetakan bagi sintesis molekul RNA. Gugus 3‟. dan disebut sebagai pita antisens. 3. Transkripsi RNA Protein Transkripsi mempunyai ciri-ciri kimiawi yang serupa dengan sintesis/replikasi DNA. Adanya sumber basa nitrogen berupa nukleosida trifosfat. sitidin trifosfat (CTP).Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan lalu menjadi kromatin lagi. melainkan RNA polimerase.

Nukleosida trifosfat pertama akan diletakkan di tapak inisiasi dan sintesis RNA pun segera dimulai. Elongasi. yang merupakan tempat pengikatan enzim RNA polimerase di sisi 5‟ (upstream) dari urutan basa penyandi (gen) yang akan ditranskripsi. Daerah yang mengandung RNA polimerase. Tempat ini sering dinyatakan sebagai posisi +1 untuk gen yang akan ditranskripsi. Pengenalan promoter. Inisiasi. yang dinamakan tempat awal polimerisasi atau tapak inisiasi (initiation site). b. begitu penambahan basa selesai dilakukan. RNA poliomerase tetap terikat pada cetakannya hingga mencapai suatu sinyal terminasi. . Tahap-tahap transkripsi adalah sebagai berikut : a. enzim inti tanpa σ berikatan kuat dengan DNA cetakan. Selanjutnya. kedua untainya harus dipisahkan satu sama lain di tempat-tempat terjadinya penambahan basa pada RNA. Setelah mengalami pengikatan oleh promoter. kedua untai DNA segera menyatu kembali. Pemisahan kedua untai DNA pertama kali terjadi di suatu tempat tertentu. Tempat ini dinamakan promoter. RNA polimerase akan terikat pada suatu tempat di dekat promoter. DNA.terletak pada kemampuan enzim RNA polimerase untuk melakukan inisiasi sintesis RNA tanpa adanya molekul primer. Tahap elongasi RNA dimulai setekah pembentukan ikatan fosfodiester yang pertama. c. Suatu perubahan yang penting adalah hilangnya subunit σ. Agar molekul DNA dapat digunakan sebagai cetakan dalam sintesis RNA. dan RNA nasens disebut gelembung transkripsi karena daerah ini mengandung gelembung DNA yang terbuka pada tempat itu.

RNA nasens berdisosiasi dari DNA cetakan dan kemudian dari enzim. Tahap Terminasi. d. Panjang hibrida RNA-DNA dan daerah DNA yang mengendur kurang lebih konstan selama RNA polimerase bergerak sepanjang DNA cetakan. Lalu. Daerah yang ditranskripsi pada DNA mengandung sinyal berhenti. Pada tahap ini pembentukan ikatan fosfodiester terhenti. RNA polimerase beristirahat segera setelah mensintesis fragmen RNA yang membentuk tusuk konde. Jadi. Tampaknya. daerah yang mengendur kembali berpilin dan RNA polimerase melepaskan DNA. Berikut gambaran singkat tahapan transkripsi. hibrida RNA dan DNA terdisosiasi. . Bentuk tusuk konde ini dapat mengakhiri transkripsi. Hal ini terjadi ketika RNA polimerase mencapai urutan basa tertentu yang disebut dengan terminator.RNA yang baru disintesisi membentuk heliks hibrida dengan untai DNA cetakan. Untai DNA yang ditinggalkan lalu bergabung dengan untai pasangannya untuk membentuk ulang dupleks DNA dalam daerah gelembung. Sinyal tang paling sederhana adalah suatu daerah palindrom yang kaya akan GC diikuti oleh suatu daerah yang kaya kan AT. basa-basanya dapat berpasangan membentukbatang dan lengkungan. suatu daerah yang cenderung terbentuk di daerah yang banyak mengandung banyak residu GC. Berakhirnya polimerisasi RNA ditandai oleh disosiasi kompleks transkripsi atau terlepasnya enzim RNA polimerase beserta kofaktor-kofaktornya dari untai DNA cetakan. Untai RNA menekuk tajam menjauhi untai DNA cetakan sebelum satu putaran heliks lengkap terbentuk agar ujung 5‟ RNA berpilin dengan DNA. Bagian transkrip RNA yang sesuai dengan palindrom pada DNA dapat berkomplemen dengan dirinya sendiri. Begitu pula halnya dengan molekul RNA hasil sintesis.

pembelahan sel. 2. chromatins diatur ke dalam kromosom 6. 5. yaitu gen dalam bentuk panjang dan tipis DNA (asam deoksiribonukleat) helai. 4. Fungsi Nukleus Berbicara tentang fungsi inti sel. Penyimpanan materi herediter. Pertukaran keturunan molekul (DNA dan RNA) antara inti dan sitoplasma sel. Inti adalah sebuah situs untuk transkripsi di mana messenger RNA (mRNA) yang diproduksi untuk sintesis protein. Selama pembelahan sel. 3. Produksi ribosom (pabrik protein) di Nukleolus. Penyimpanan protein dan RNA (asam ribonukleat) dalam Nukleolus. Berikut adalah daftar fungsi yang dilakukan oleh sebuah inti sel : 1. BAB III KESIMPULAN . disebut sebagai chromatins. yang terutama adalah mengendalikan sifat-sifat suatu organisme dan bertanggung jawab untuk sintesis protein. pertumbuhan dan diferensiasi.H.

dan nukleolus (anak inti) 2. Transpor molekul antara nukleus dengan sitoplasma dilakukan melalui pori membran inti Kromatin tersebar hampir di seluruh bagian nukleus dalam bentuk fiber (serabut) atau pun berupa padatan di beberapa bagian. Nukleus memiliki banyak fungsi. pembelahan sel. pertumbuhan dan diferensiasi . nukleoplasma (cairan inti sel). Siklus sel sendiri meliputi pertambahan massa dan duplikasi bahan genetic yang dikenal sebagai interfase dan pembelahan sel. Struktur nukleus terdiri atas membran inti (nuclear envelope). yaitu mitosis dan meiosis. 5.1. Pada sel eukariotik pembelahan sel ada dua macam. kromatin. Diantaranya nukleus berfungsi untuk sintesis protein. Serabut kromatin dari eukariotik tersusun atas DNA yang bersatu dengan dua jenis protein nuklear yang utama yaitu protein histon dan nonhiston. tetapi yang utama adalah protein histon 4. salah satunya didukung adanya materi genetik pada nukleus. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful