P. 1
Evidence

Evidence

|Views: 13|Likes:
Published by Saut Sihombing

More info:

Published by: Saut Sihombing on Oct 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, auditor mengumpulkan bukti audit (audit evidence). Meskipun catatan akuntansi menyediakan bukti audit yang cukupuntuk mendukung pendapat auditor, namin catatan tersebut bukan satu-satunya bukti yang dikumpulkan auditor. Auditor juga mengumpulkan bukti audit dengan melakukan pengamatan langsung terhadap penghitungan fisik sediaan, dan mengajikan permintaan keterangan, dan mendapatkan bukti dari berbagai sumber di luar perusahaan klien. Pembahasan tentang bukti audit ini didasarkan atas standar pekerjaan lapangan ketiga yang berbunyi : Bukti kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang sudah diaudit. 1.2 Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan bukti audit (audit evidence ) ? 2. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kompetnsi bukti audit? 3. Bagaimanakah prosedur yang harus ditempuh oleh seorang auditor dalam mengumpulkan bukti audit : 1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : Meningkatkan pemahaman mahasiswa tenteng bukti audit, faktor yang mempengaruhi kompetensi bukti audit serta prosedur yang harus ditempuh oleh seorang auditor dalam mengumpulkan bukti audit.

1

BAB II EVIDENCE 2.1 Pengertian Bukti Audit (Audit Evidence) Bukti audit (audit evidence) adalah seluruh informasi yang digunakan oleh auditor dalam mencapaikesimpulan yang menjadi dasar pendapat audit, dan mencakup informasi yang terdapat dalam catatan-catatan akuntansi yang mendasari laporan keuangan serta informasi lainnya.(McGraw-Hill Irwin:2006).Pemahaman yang kuat mengenai karakteristik bukti audit jelas merupakan alat konseptual yang penting bagi auditor dan juga bagi profesional di berbagai bidang. Konsep bukti audit ini penting untuk memahami pelaksanaan audit TipeBukti Audit Tipe bukti audit dapat dikelompokkan menjai dua golongan yaitu : 1. Tipe Data Akuntansi Tipe data akuntansi teridi atas : • • Pengendalian intern sebagai bukti Catatan akuntansi sebagai bukti

2. Tipe informasi Penguat Tipe informasi penguat dapat dikelompokkan menjadi : • Bukti fisik • Bukti dokumenter • Perhitungan • Bukti lisan • Perbandingan dan ratio • Bukti dari spesialis Kompetensi Bukti Audit Kompetensi bukti audit adalah ukuran kualitas bukti audit. Bukti, terlepas dari bentuknya, dianggap kompeten jika memberikan informasi yang relevan dn andal.relevan kompetensi bukti tergantung pada relevansinya terhadap asersi yang

2

sedang diuji. Jika auditor bergantung pada bukti yang tidak berkaitan dengan asersi auditor dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak benar mengenai asersi. Keandalan atau validitas dari bukti mengacu pada apakah jenis bukti tertentu dapat diandalkan untuk memberi tanda penyajian yang benar atas suatu asersi. Kompetensi bukti audit berhubungan dengan : 1. Kualitas dan keandalan data akuntansi 2. Kualitas dan keandalan informasi penguat Kecukupan Bukti Audit Kecukupan bukti audit adalah ukuran jumlah bukti audit. Jumlah bukti audit yang diperlukan dipengaruhi oleh risiko salah saji dan oleh kualitas bukti audit yang dikumpulkan. Oleh karena itu, semakin besar risiko salah saji, semakin banyak bukti audit yang kemungkinan diperlukanuntuk memenuhi pengujian audit,. Dan semakin tinggi kualitas bukti, semakin sedikit bukti yang diperlukan untuk memenuhi pengujian audit. Dalam banyak hal, auditor lebih mengandalkan bukti yang bersifat mengarahkan atau persuasif daripada bukti yang bersifat meyakinkan dalam membentuk pendapat atas paket laporan keuangan hal ini terjadi karena : 1. Karena audit harus dilaksanakan dalam jangka waktu yang layak dan pada biaya yang layak, auditor hanya memeriksa sampel dari transaksi yang membentuk saldo akun atau kelompok transaksi 2. Karena sifat bukti, auditor sering harus bergantung pada bukti yang sangat tidak andal Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam menentukan cukup atau tidaknya bukti audit adalah :

  

Materialitas dan risiko Faktor ekonomi Ukuran dan karakteristik populasi

Evaluasi Bukti audit Kemampuan untuk mengevaluasi bukti secara tepat adalah keahlian penting lain yang harus dikembangkan oleh seorang auditor. Evaluasi yang tepat atas bukti membutuhkan pemahaman auditor atas jenis bukti yang tersedia dan keandalan

3

relatifnya atau diagnosanya. Dalam mengevaluasi bukti, auditor harus secara mendalam mencari bukti dan tidak memihak (tidak bias) dalam mengevaluasinya. 2.1 PROSEDUR AUDIT DALAM MEMPEROLEH BUKTI AUDIT Dalam melaksanakan prosedur audit , auditor memeriksa berbagai jenis bukti audit. Bukti audit dikategorikan kedalam jeni-jenis berikut ini : 1. Inspeksi catatan atau dokumen Inspeksi terdiri atas catatan internal atau eksternal atau dokumen yang berbentuk kertas, elektronik atau media lain. Bukti yang diperoleh dari sumber diluar entitas biasanya diangap lebih andal daripada bukti yang diperolehnya dari entitas. Biasanya pembedaan dibuat antara dokumen internal dan eksternal. 2. Inspeksi atas aktiva berwujud Inspeksi atas aktiva berwujud terdiri atas pemeriksaan fisik atas aktiva. Inspeksi merupakan jenis bukti yang relatif dapat diandalkan yang melibatkan auditor menginspeksi atau menghitung aktiva berwujud. Jenis bukti ini terutama memberikan kepastian bahwa aktiva tersebut benar-benar ada. 3. Pengerjaan kembali Pengerjaan kembali adalah melakukan prosedur atau pengendalian independen oleh auditor yang pada mulanya dilakukan sebagai bagian dari pengendalian internal entitas, baik secara manual atau melalui pengunaan teknik audit berbantuan komputer. 4. Penghitungan kembali Penghitungan kembali terdiri atas memeriksa keakuratan matematis dari dokumen atau catatan. Penghitungan kembali dapat dipentuk melalui penggunaan teknologi informasi. Contoh spesifik dari jenis prosedur ini termasuk penghitungan kembali beban penyusutan aktiva tetap dan penghitungan kembali bunga yang masih harus dibayar 5. Pemindaian Pemindaian adalah review data-data akuntansi untuk mengidentifikasi halhal yang signifikan atau tidak biasa. Hal tersebut termasuk identifikasi hal-

4

hal individu yang menyimpang di dalam saldo akun atau data klien yang lain melalui analisis jurnal dalam daftar transaksi, buku beasr pembantu, akun pengendali buku besar, jurnal penyesuaian, akun sementara, rekonsilisai dan laporan detail lainnya. 6. Tanya Jawab Tanya jawab terdiri atas mencari informasi dari orang yang berpengetahuan diseluruh entitas ataupun dari luar entitas. Tanya jawab adalah prosedur audit yang penting yang digunakan secara ekstensif selama audit dan sering merupakan pelengkap dalam melaksanakan prosedur audit lainnya. 7. Pengamatan Pengamatan terdiri atas melihat pada proses atau prosedur yang dilakukan oleh orang lain. Tindkan yang sedang diamati biasanya tidak meninggalkan jejak audit yang dapat diuji dengan memeriksa catatan atau dokumen.. Contohnya termasuk pengamatan perhitungan persediaan oleh keryawan entitas dan pengamatan dari kinerja aktivitas pengendalian. 8. Konfirmaasi Konfirmasi adalah jenis khusus dari tanya jawab. Konfirmasi adalah proses mendapatkan representasi informasi atau kondisi yang ada secara langsung dari pihak ketiga. Keandalan bukti yang didapat dari konfirmasi secara langsung dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut ;

   

Bentuk konfirmasi Pengamatan terdahulu dengan entitas Sifat informasi yang dikonfirmasikan Responden yang dituju

9. Prosedur Analitis Prosedur analitis adalah jenis bukti yang penting dalam audit. Prosedur analitis terdii atas evaluasi terhadap informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang wajar antara data keuangan yangs satu dengan

5

dat keunagan lainny, atau antara data keungan dan data non keuangan.. Keandalan prosedur analitis adalah fungsi dari :

  

Ketersediaan dan keandalan dari data yang digunakan dalam perhitungan Kewajaran dan kemampuan untuk diprediksi dari hubungan yang diuji Ketepatan pengharapan dan ketelitian investigasi.

Keputusan yang harus diambil oleh auditor berkaitan dengan bukti audit : a. Penentuan prosedur audit yang akan digunakan b. Penentuan besarnya sampel untuk prosedur audit tertentu c. Penentuan unsur tertentu yang harus dipilih dari popolasi d. Penentuan waktu yang ccocok untuk melaksanakan prosedur audit tersebut. 2.3 KEANDALAN JENIS BUKTI Keandalan jenis bukti dapat berbeda-beda disetiap entitas. Berikut ini merupakan hirarki keandalan jenis bukti Hirarki Keandalan Jenis Bukti Tingkat Keandalan Tinggi Jenis Bukti Inspeksi atas aktiva berwujud Reperformance Menengah Penghitungan Kembali Inspeksi atas catatan dan dokumen Scanning Konfirmasi Rendah Prosedur analitis Tanya Jawab Pengamatan

2.4 DOKUMENTASI AUDIT

6

Dokumentasi audit adalah catatan utama dari prosedur audit yang diterapkan, bukti yang diperoleh dan kesimpulan yang dicapai oleh auditor dalam perikatan. Krena dokumentasi audit memberi dukungan utama bagi representai dalam laporan audit maka harus : e. Memperlihatkan bagaimana audit mematuhi standar audit dan standar praktik profesional terkait f. Mendukung dasar bagi kesimpulan auditor nerkaitan dengan setiap asersi laporan keuangan yang amterial g. Memperlihatkan bahwa catatan akuntansi yang mendasari sama atau telah direkonsiliasikan dengan laporan keuangan. Terdapat berbagai jenis dokumentasi audit yaitu : 1. Rencana dan Program audit 2. Ketas kerja neraca percobaan 3. Analisis dan daftar akun 4. Momerandum Audit 5. Jurnal Penyesuaian dan Reklasifikasi Dokumentasi audit adalah milik dari auditor. Hal ini termasuk bukan hanya dokumen audit yang disiapkan oleh auditor tetapi juga dokumen yang disiapkan oleh klien atas permintaan auditor. Auditor harus menyimpan dokumen audit untuk suatu periode yang wajar dalam rangka memenuhi kebutuhan praktiknya dan kewajiban hukum atas penyimpanan catatan. Beberapa akuntan publik menyimpan dokumen audit kedalam mikrifilm. Meskipun auditor memiliki dokumen audit, dokumen tersebut tidak boleh diperlihatkan, kecuali dalam kondisi tertentu, kepada orang lain tanpa persetujuan klien.

BAB III

7

KESIMPULAN Bukti audit (audit evidence) adalah seluruh informasi yang digunakan oleh auditor dalam mencapaikesimpulan yang menjadi dasar pendapat audit, dan mencakup informasi yang terdapat dalam catatan-catatan akuntansi yang mendasari laporan keuangan serta informasi lainnya.(McGraw-Hill Irwin:2006). Kompetensi bukti audit adalah ukuran kualitas bukti audit. Bukti, terlepas dari bentuknya, dianggap kompeten jika memberikan informasi yang relevan dn andal.relevan kompetensi bukti tergantung pada relevansinya terhadap asersi yang sedang diuji. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi bukti audit adalah : (1)Kompetensi data akuntansi dan (2)Kompetensi informasi penguat. Prosedur atau langkah yang dapat ditempuh oleh seorang auditor dalam mengumpulkan bukti audit adalah : (1) Inspeksi catatan atau dokumen . (2) Inspeksi aktiva berwujud (3) Pengerjaan kembali (4) Penghitungan Kembali (5) Pemindaian (6)Tanya Jawab (7)Pengamatan) (8) Konfirmasi dan (9) Prosedur analitis

CONTOH KASUS

8

Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat. Sebelum bangkrutnya pada akhir 2001, Enron mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi. Enron mengaku penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 miliar. Fortune menamakan Enron "Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif" selama enam tahun berturut-turut. Enron menjadi sorotan masyarakat luas pada akhir 2001, ketika terungkapkan bahwa kondisi keuangan yang dilaporkannya didukung terutama oleh penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreatif. Operasinya di Eropa melaporkan kebangkrutannya pada 30 November 2001, dan dua hari kemudian, pada 2 Desember, di AS Enron mengajukan permohonan perlindungan Chapter 11. Saat itu, kasus itu merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS dan menyebabkan 4.000 pegawai kehilangan pekerjaan mereka [1]. Tuntutan hukum terhadap para direktur Enron, setelah skandal tersebut, sangat menonjol karena para direkturnya menyelesaikan tuntutan tersebut dengan membayar sejumlah uang yang sangat besar secara pribadi. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen, yang akibatnya dirasakan di kalangan dunia bisnis yang lebih luas, seperti yang digambarkan secara lebih terinci di bawah. Pada tanggal 14 Maret 2002 Seorang juri pemerintah federal mendakwa Arthur Anderson mengajukan tuntutan kriminal pertama atas kebangruktan Enron. Andersen mengetahui, secara sengaja dan membujuk karyawan untuk mengubah, menghancurkan, merusak dan menyembunyikan dokumenfisik dan penghapusan arsip-arsip komputer. Pemerintah federal menetapkan bahwa Andersen bersalah dan menghukum atas tindakan menghalang-halangi peradilan.

DAFTAR PUSTAKA

9

Puradireja, Kanaka dan Mulyadi. Auditing, Edisi 5, Cetakan ke 1. Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 1997. Halim, Abdul MBA. Akuntansi, Edisi 2. Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2001. McGraw-Hill Irwin. Auditing & Assurance Servis, Edisi 4 . Jakarta : Penerbit Salemba Empat,2006 Mulyadi. Auditing. Edisi 6. Jakarta : Penerbit Salemba Empat, 2008 http://fromzerotohero00.blogspot.com/2009/06/auditing-bab-6.html http://id.wikipedia.org/wiki/Enron

10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->