KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

Blegoh Prasetyo (090910020041) Muhammad Arrifqo Palelongi (09091002045) Wisda Fitriani (09091002059) Muhammad Anugerah Perdana (09091002061) Marsian Gustrianda (09091002071)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi. firewall didefinisikan sebagai suatu sistem yang dirancang untuk mencegah akses yang tidak diinginkan dari atau ke dalam suatu jaringan internal. Identifikasi kerapuhan yang berhubungan dengan aplikasi . email. menjatuhkan (drop). ini akan memerlukan pengetahuan tentang kerapuhan dari masing-masing aplikasi dan nilai keuntungan dari metode-metode yang digunakan untuk pengamanan aplikasi itu. Proses untuk membuat daftar ini tidak dibahas secara terperinci disini. Dalam suatu konteks keamanan jaringan. Firewall bekerja dengan melacak dan mengendalikan jalannya data serta memutuskan aksi untuk melewatkan (pass). Umumnya. Hasil dari analisa ini meliputi sebuah daftar aplikasi-aplikasi dan bagaimana aplikasi-aplikasi tersebut akan diamankan. atau telnet. Identifikasi aplikasi jaringan yang diperlukan 2. Suatu kebijakan firewall mendikte bagaimana firewall seharusnya menangani trafik aplikasi-aplikasi seperti web. beberapa bentuk analisis resiko harus dilakukan pada aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan dalam pencapaian misi organisasi. Langkah-langkah yang ditempuh untuk membuat suatu kebijakan firewall adalah sebagai berikut : 1. menolak (reject).2012 FIREWALL Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Kebijakan itu seharusnya menggambarkan bagaimana firewall dikelola dan diupdate. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Sebelum suatu kebijakan firewall dibuat. mengenkripsi atau melakukan pencatatan aktivitas (log) data.

kebijakan firewall dapat diverifikasi menggunakan salah satu dari 2 metodelogi.168. TCP:1320 untuk port sumber komputer pribadi yang mengakses server) 5. dan port sumber dan tujuan (seperti : TCP:80 untuk port tujuan web server. dan betul-betul yang paling mudah akan menghasilkan hardcopies dari konfigurasi firesall dan membandingkan hardcopies dengan konfigurasi yang diharapkan berdasarkan definisi kebijakan. seringkali berupa Ethernet pada layer 2 dan IP pada layer 3.1. Pembuatan seperangkat aturan (ruleset) dasar firewall pada matriks trafik aplikasi Adapun isi dari hamper semua ruleset yang minimum adalah sebagai berikut : 1. Alamat tujuan dari paket. Protokol seperti TCP. Analisis nilai keuntungan dari metode-metode untuk pengamanan aplikasi 4. yaitu alamat layer 3 dari sistem komputer atau perlengkapan paket jaringan berasal (suatu alamat IP seperti 192. yaitu alamat layer 3 dari sistem komputer atau perlengkapan paket jaringan yang sedang dituju (misalnya 192. yaitu protocol jaringan khusus yang digunakan untuk komunikasi antara sistem atau perlengkapan suber dan tujuan. minimum perlu menggunakan jenis ini untuk melakukan pemeriksaan ulang. menyinggung informasi tentang asal interface dari router dan interface router yang manakah dari paket yang dipersiapkan untuk penggunaan router dengan tiga atau lebih interface jaringan. seperti menyangkal (deny) atau mengizinkan (permit) atau menjatuhkan paket dengan tidak memberikan suatu tanggapan kepada pengirim packet sebagai penolakan (drop) Dalam bayak kasus.2) 3. Semua organisasi. 4. a. Suatu tindakan. Jenis trafik.1.3. Pembuatan matriks pengamanan trafik aplikasi yang menunjukkan metode 5. Mungkin beberapa karakteristik dari layer 4 tentang komunikasi. Metodelogi pertama.1) 2. 6. Alamat sumber dari paket. Kadang-kadang.168. .

Dalam keadaan seperti ini. Untuk interface web. Graphic interface lebih sederhana dan memungkinkan administrator yang baru dapat mengkonfigurasi system lebih cepat dalam waktu yang tidak lama. Konfigurasi command-line interface (CLI). Konfigurasi firewall melalui Graphic User Interface (GUI). Sumber : budi. Hal ini seharusnya diperhatikan pada kebijakan bahwa semua manajemen firewall berfungsi menjamin hubungan harus selalu menggunakan autentikasi dan enkripsi. Pada banyak platform firewall modern. Adapun dalam segi konfigurasinya tedapat 2 mekanisme konfigurasi firewall.insan. perhatian khusus harus diambil untuk memastikan bahwa semua trafik jaringan yang berhubungan dengan manajemen system firewall dijamin aman.id/courses/ec7010/dikmenjur-2004/joni-report. karena kemudahannya dimana dengan graphic interface proses terjadingan konfigurasi (configuration granularity) lebih interaktif.pdf . 2. Mekanisme ini yang paling umum digunakan. ada pilihan yang tersedia di dalam firewall yang tidak dapat mengkonfigurasi menggunakan graphic interface. Di dalam metodelogi ini. organisasi menggunakan peralatan yang menilai konfigurasi suatu alat dengan percobaan untk melaksanakan operasi yang seharusnya dilarang. keamanan ini akan mungkin diterapkan melalui enkripsiSecure Socket Layer (SSL) dengan UserID dan password. melibatkan pengujian konfigurasi yang nyata. Untuk interface non-web. Keuntungan yang utama dari bentuk command line adalah bahwa keterampilan dan pengalaman administrator dapat mengkonfigurasi firewall dan bereaksi pada keadaan darurat akan lebih cepat dibandingkan graphic interface. Teknik ini rentan kesalahan (error-prone) terkait dengan kesalahan pengetikkan. yaitu : 1.b.co. Untuk pilihan yang lain. maka interface command-line harus digunakan. enkripsi pada layer transport pada umumnya diterapkan. yang mana memungkinkan administrator untuk mengkinfigurasi firewall dengan mengetikkan perintah-perintah ke dalam command prompt. Metodelogi kedua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful