P. 1
SKL KIMIA

SKL KIMIA

|Views: 236|Likes:
Published by nii_14

More info:

Published by: nii_14 on Oct 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2015

pdf

text

original

NO KOMPETENSI INDIKATOR

1. Mendeskripsikan struktur atom, sistem
periodik unsur dan ikatan kimia untuk
menentukan struktur molekul, sifat-sifat
unsur dan senyawa.
Menganalisis notasi unsur dan kaitannya dengan
struktur atom, konfigurasi elektron, jenis ikatan kimia,
rumus molekul, bentuk molekul dan sifat senyawa yang
dapat dihasilkannya, serta letak unsur dalam tabel
periodik.
Menganalisis jenis ikatan kimia atau gaya antar
molekul dan sifat-sifatnya.
2. Menerapkan hukum-hukum dasar
kimia untuk memecahkan masalah
dalam perhitungan kimia.
Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan
dengan hukum dasar kimia.
Menganalisis persamaan reaksi kimia anorganik dan
organik sederhana.
3. Mendeskripsikan sifat-sifat larutan,
metode pengukuran dan terapannya.
Mendeskripsikan daya hantar listrik.
Mendeskripsikan konsep pH larutan.
Mendeskripsikan titrasi asam basa.
Menganalisis sifat larutan penyangga.
Mendeskripsikan hidrolisis garam dan Ksp.
Mendeskripsikan sifat-sifat koligatif larutan.
Mendeskripsikan sistem dan sifat koloid serta
penerapannya.
4. Mendeskripsikan senyawa organik,
gugus fungsi dan reaksinya, benzena, dan
turunannya, dan makromolekul.
Mendeskripsikan senyawa karbon termasuk
identifikasi, reaksi dan kegunaannya.
Mendeskripsikan benzena dan turunannya serta
kegunaannya.
Mendeskripsikan makromolekul termasuk
identifikasi dan kegunaannya.
5. Mendeskripsikan perubahan energi,
cara pengukuran dan penerapannya.
Menyimpulkan peristiwa eksoterm/endoterm pada
termokimia.
Menentukan kalor reaksi.
6. Mendeskripsikan kinetika reaksi,
kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya, serta
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari dan industri.
Menetukan laju reaksi
Mendeskripsikan faktor-faktor yang dapat
memengaruhi kinetika reaksi dan kesetimbangan
kimia.
Menentukan Kc/Kp
7. Mendeskripsikan reaksi oksidasi-reduksi dan
elektrokimia serta
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Mendeskripsikan reaksi reduksi-oksidasi.
Mendeskripsikan diagram sel.
Mengaplikasikan hukum faraday.
Mendeskripsikan fenomena korosi.
8. Mendeskripsikan unsur-unsur penting,
terdapatnya di alam, pembuatan dan
kegunaannya.
Mendeskripsikan unsur-unsur penting yang ada di alam
termasuk unsur radioaktif.
Mendeskripsikan cara memperoleh unsur dan
kegunaannya.
Kompetensi 1



Indikator 1.1
Menganalisis notasi unsur dan kaitannya dengan struktur atom, konfigurasi elektron, jenis ikatan
kimia, rumus molekul, bentuk molekul dan sifat senyawa yang dapat dihasilkannya, serta letak unsur
dalam table periodik.

A. Struktur Atom dan Konfigurasi Elektron
 Teori Atom :
 Dalton : Atom seperti bola pejal
Kelemahan : Tidak menerangkan hubungan larutan senyawa dan daya hantar arus
listrik
 J. J Thompson : Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamnya
tersebar muatan negative elektron (roti kismis)
Kelemahan : Tidak menjelaskan tentang susunan muatan positif dan negatif muatan
dalam bola atom tersebut
 Rutherford : Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif
Kelemahan : Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti
atom
 Bohr : Elektron mengelilingi inti dalam lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit
tertentu atau tingkat energy.
Kelemahan : Tidak dapat menjelaskan spectrum warna dari atom berelektron
banyak
 Mekanika kuantum : Letak ion negative tidak dapat ditentukan hanya diramalkan
dengan awan electron


Menganalisis struktur atom, sistem periodik, unsur dan ikatan kimia untuk menentukan sifat-sifat
unsur dan senyawa
 Atom adalah partikel terkecil penyusun materi.
 Atom terdiri atas beberapa partikel dasar yaitu elektron, proton, dan neutron.
 Adanya partikel-partikel inilah yang menyebabkan atom bermuatan listrik, sebab
elektron bermuatan negative, proton bermuatan positif, dan neutron bermuatan
netral.

A = nomor massa atau massa atom (jumlah proton + jumlah neutron)
Z = nomor atom (jumlah proton dalam atom suatu atom atau ion)
X=Lambang unsur




 Jenis-jenis atom :
a. Atom netral = atom yang tidak bermuatan listrik, nomor atom sama dengan jumlah
elektron dan proton, jumlah neutron adalah selisih antara nomor massa dan nomor
atom
b. Ion positif ( kation ) = ion yang terbentuk dari atom yang kekurangan elektron( melepas
elektron)
c. Ion negative (anion) = ion yang terbentuk dari atom yang kelebihan elektron (menyerap
elektron)
 Konfigurasi elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah atom, molekul, atau
struktur fisik lainnya. Atau bias juga dikatakan bahwa konfigurasi elektron adalah cara untuk
menggambar penyebaran elektron dalam suatu atom
 Ada 2 cara untuk menulis konfigurasi elektron :
 Menggunakan kulit atom (K, L, M, N, dst )
 Menggunakan sub-kulit atau teknik spdf


Nomor massa = proton + neutron
Nomor atom = electron = proton
Jumlah elektron = nomor atom – muatan (kation)
Jumlah elektron = nomor massa + muatan (anion)
Jumlah neutron = nomor massa – nomor atom
Jumlah proton = nomor atom
 Menurut teori atom modern bahwa kebolehjadian atau keberadaan suatu elektron dalam
suatu atom dinyatakan oleh empat macam bilangan kuantum, yaitu :
 Bilangan kuantum utama(n)
Bilangan kuantum utama (n) menentukan ukuran dari orbital. Bilangan kuantum ini
menentukan tingkat energi yang mempunyai harga n = 1,2,3,....
Biasanya menggunakan istiLah kulit yang menyatakan sekelompok tingkat energi yang
memiliki n dengan harga yang sama.
 Bilangan kuantum azimuth(l)
Dilambangkan (l) disebut juga bilangan kuantum orbital dapat menentukan bentuk
ruang dari orbital. Mempunyai harga sebagai berikut :
l=0,1,2,3,4,...
Dengan l berbeda disetiap kulit. Untuk kulit s, l=0 .untuk kulit p, l = 1 . untuk kulit d, l =
2. Untuk kulit f, l = 3 .
 Bilangan kuantum magnetik (m)
Untuk l=0, maka m=-1,0,1
Untuk l=1, maka m=-1,0,1
Untuk l=2, maka m=-2,-1,0,1,2
Untuk l=3, maka m=-3,-2,-1,0,1,2,3
Setiap harga l akan mempunyai harga m sebanyak (2l+1)
 Bilangan kuantum spin
Harga bilangan kuantum spin adalah -½ dan +½. Bilangan kuantum spin menunjukkan
arah putaran elektron pada sumbunya mengelilingi inti. Ada dua kemungkinan yang
terjadi , yaitu searah jarum jam/keatas (-½) dan berlawanan arah jarum jam/kebawah
(+½) Dimana aturan pendistribusian atau pengisian elektron-elektron kedalam orbital-
orbitalnya ialah sebagai berikut:
Aturan aufbau
Elektron secara bertahap menempati orbital dimulai yang berenergi paling
rendah.Setelah orbital yang berenergi terisi penuh, elektron menempati orbital yang
energinya satu tingkat lebih tinggi, dan seterusnya sampai semua elektron dalam atom
menempati orbital yang energinya satu tingkat lebih tinggi dan seterusnya sampai
semua elektron dalam atom menempati orbital.


Dengan urutan tingkat energi sebagai berikut :
1s,2s,2p,3s,3p,4s,......
Contoh penulisan konfigurasi elektron dapat disingkat dengan menggunakan gas
mulia.Contoh : [He] 2s
2

Prinsip larangan pauli
Asas larangan pauli menyatakan tidaklah mungkin dua elektron berada dalam satu
orbital yang mempunyai empat bilangan kuantum sama. Sehingga satu orbital maksimu
ditempati dua elektron yang harusberbeda spinnya.
Aturan hund
Pada suatu subkulit yang terdiri atas beberapa orbital, pengisian elektron pada
orbital akan ditempati oleh masing-masingelektron yang arah spinnya sama (setangah
penuh), baru kemudian elektron-elektron membentuk pasangan elektron penuh.
Orbital yang terisi penuh lebih stabil daripada yang tidak terisi penuh atau tidak
setengah penuh.
Diagram orbital
Jumlah elektron maksimum dalam satu orbital sebanyak dua elektron. Dapat dibuat
melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1. Tulis konfigurasi elektronnya terlebih dahulu berdasarkan aturan aufbau.
2. Buat analogi sesuai jenis orbital yang terakhir
Orbital s = 1 kotak , orbital p = 3 kotak, orbital d = 5 kotak, sedangkan orbital f = 7 kotak.
3. Isi kotak orbitaal dengan elektron-elektron pada orbital terakhir yang dinyatakan
dengan tanda panah keatas atau kebawah. Pengisiannya disesuaikan dengan kaidah
hund “ elektron-elektron pada orbital yang memiliki tingkat energi yang sama akan
mengisi terlebih dahulu kotak-kotak yang kosong dengan arah spin tertentu. Kemudian
orbital diisi dengan elektron berikutnya dengan arah spin yang berlawanan.
 Inti dari bilangan Kuantum itu sendiri Kedudukan atau posisi elektron
 Bilangan kuantum utama (n) : menunjukkan posisi elektron pada tingkat energi utama /
kulit
n 1 2 3 4 5 6 7
Kulit K L M N O P Q

 Bilangan kuantum azimuth (l) : menunjukkan posisi elektron dalam sub kulit (l = n-1)
l 0 1 2 3
Sub kulit s P d f

 Bilangan kuantum magnetik (m) : menunjukkan orientasi elektron pada orbital
L Sub kulit m Jumlah orbital
0 s 0 1
1 p -1, 0, 1 3
2 d -2, -1, 0, 1, 2 5
3 f -3, -2, -1, 0, 1,
2, 3
7

 Bilangan kuantum spin (s) : menunjukkan arah rotasi dalam orbital
Spin ke bawah : -½ atau spin ke atas : +½

B. Ikatan Kimia, Rumus Molekul dan Bentuk Molekul
 Ikatan kimia terbentuk antar atom atau antar molekul untuk mencapai kestabilan dengan
susunan elektron terluar seperti gas mulia. Ada 2 aturan yang digunakan agar atom-atom
yang berikatan mencapai kestabilan.
1. Aturan oktet : elektron terluar berjumlah 8
2. Aturan duplet : elektron terluar berjumlah 2 (hanya unsur Helium(He), sedangkan H
cenderung membutuhkan 1 elektron)
- Ikatan kimia terbagi menjadi beberapa ikatan, diantaranya :
a. Ikatan ion (elektrovalen)
- Pembentukan ikatan Ion
Ikatan yang terbentuk sebagai akibat daya tarik menarik antar ion positif dan ion
negative.Ikatan ini terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam (logam
mempunyai daya tarik elektron lemah, sedangkan nonlogam mempunyai daya tarik
elektron yang besar).Senyawa yang berikatan ion disebut senyawa ionik.
Ikatan ion hanya dapat terjadi pada unsur dengan perbedaan keelektronegatifan
(daya tarik elektron) yang cukup besar.Perbedaan daya tarik elektron yang cukup besar
memungkinkan serah-terima elektron. Contoh: ikatan antara logam (khususnya
golongan III A dan golongan II A) dengan nonlogam (khusunya golongan VII A dan VI A).




- Rumus Senyawa Ikatan Ion
Dengan berpatokan pada aturan oktet, maka rumus Empiris senyawa ion dari
suatu pasangan logam dan nonlogam dapat diramalkan.Hal itu dimungkinkan karena
jumlah elektron yang dilepas dari unsur logam dengan yang diserap unsur nonlogam.
Contoh: Na merupakan unsur logam yang melepas 1 elekron yang berikatan dengan Cl
yang merupakan unsur nonlogam yang menerima 1 elektron dari Na.
b. Ikatan kovalen.
- Pembentukan Ikatan Kovalen
ikatan yang terjadi antarunsur non logam dan non logam yang lain dengan cara
pemakaina bersamaan pasangan elektron. Ikatan kovalen terdiri atas (sesuai dengan
jumlah elektron atau asal elektron yang digunakan) :
 Ikatan kovalen tunggal
 Ikatan kovalen rangkap dua
 Ikatan kovalen rangkap
 Ikatan kovalen koordinasi
- Rumus Kovalen Senyawa Kovalen Biner
Jumlah elektron yang dipasangkan darus disamakan.Namun, perlu diingat bahwa
aturan oktet tidak selalu dipatuhi.Banyak senyawa kovalen biner yang melanggar aturan
oktet.contoh: Ikatan antara H dan O dalam H
2
O (H memerlukan 1 elektron dan O
memerlukan 2 elektron)
- Ikatan Kavalen Rangkap dan Rangkap Tiga
Dua atom dapat membentuk ikatan dangan sepasang, dua pasang, atau tiga
pasang elektron bergantung pada jenis unsur yang berikatan. Ikatan yang menggunakan
sepasang elektron disebut ikatan tunggal , yang menggunakan dua pasang elektron
disebut ikatan rangkap, sedangkan yang menggunakan tiga pasang elektron disebut
ikatan rangkap tiga.
- Ikatan Kovalen Koordinat
Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang
digunakan bersama berasal dari satu atom saja.
- Ikatan Kovalen polar dan nonpolar
- Ikatan kovalen polar terjadi jika pasangan elektron yang dipakai bersama , tertarik
lebih kuat ke salah satu atom yang berikatan atau ke atom yang elektronegatifannya
lebih besar (cenderung menangkap elektron).
- Ikatan kovalen non polar terjadi jika elektron yang dipakai bersama sama kuat ke
semua atom yang berikatan.
- Molekul Polar dan Nonpolar
Tetapi, molekul dengan ikatan polar bisa bersifat polar, bisa pula bersifat
nonpolar, bergantung pada geometri (bentuk) molekulnya. Meski ikatan bersifat
polar, jika molekul berbentuk simetris, maka keseluruhan molekul itu akan bersifat
nonpolar.(nonpolar=simetris=elektron tersebar merata, polar=tidak
semetris=elektron tidak tersebar merata dan gaya tarik tidak seimbang antara
atom).
Memeriksa kepolaran dari suatu molekul piliatom dam dilakukan
menggambarkan ikatan sebagai suatu vektor dangan arah dari atom yang bermuatan
positif ke atom bermuatan negatif.

C. Mendeskripsikan letak unsur dalam tabel periodik


 Sistem Periodik
Sistem periodik unsur adalah suatu cara untuk mengelompokkan unsur-unsur
berdasarkan sifatnya.
Adapun sejarah perkembangannya yaitu :
 Pengelompokan logam dan nonlogam
Sifat logam Sifat non logam
1. Dapat menghantarkan Tidak dapat menghantarkan panas dan listrik

Pengelompokan ini dilakukan oleh lavoiser yang didasrkan pada sifat-sifat yang telah dipaparkan
diatas.
 Hukum triade dobereiner
Johan wolfgang dobereiner (1829) membagi sifat unsur menjadi kelompok yang terdiri dari
tiga unsur yang disebut triade. Yaitu sifat unsur yang ditengah mempunyai sifat antara kedua
unsur lainnya. Yang didasarkan atas kedekatan massa atom relatif rata-rata.
 Hukum oktaf newlands
Menurut jhon newlands (1864) , jika unsur disusun berderet-deret menurut kenaikan massa
atom relatifnyamaka unsur yang kedelapan akan mempunyai kemiripan sifat dengan unsur yang
pertama dan terus berulang secara periodik. Hukum oktaf newlands hanya cocok yang massa
atomnya kecil.
 Sistem periodik mendelyev
Dmitri ivanovich mendelyev menyusun unsur menurut massa atom relatifnya. Yang
mengelompokkan unsur kedalam periode dan golongan.Pengelompokannya didasarkan atas
teorinya yang menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik unsur-unsurnya.
Artinya, jika unsur-unsur diurut menurut kenaikan nomor atom, masa sifat tertentu akan
terulang secara periode. Penyusunan berdasarkan kemiripan sifat dalam lajur vertikal disebut
periode, sedangkan penyusunan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dalam lajur
horisontal disebut golongan. Namun penyusunan oleh mendelev dianggap kurang akurat karena
ia berani meramalkan unsur baru, contohnya ekasilikon.
 Sistem periodik modern
Pada sistem periodik modern, lajur- lajur horizontal, yang disebut periode, disusun
berdasarkan kenaikan nomor atom; sedangkan lajur- lajur vertical disebut golongan, disusun
berdasarkan kemiripan sifat. Periode menunjukkan kulit terluar yang telah terisi elektron.
Golongan ditentukan dengan cara :
1. Tuliskan konfigurasi elektronnya
2. Susun ulang konfigurasi elektron berdasarkan urutan nomor kulit
panas dan listrik
2. Mudah dibentuk Sukar dibentuk
3. Mengkilap Tidak mengkilap
4. Pada umumnya berwujud
padat pada suhu kamar
Berwujud padat,gas, atau cair pada suhu kamar

5. Bersifat reduktor Bersifat oksidator
3. Kemudian perhatikan jumlah elektron pada kulit terakhir.
4. Tentukan golongan sesuai yang tertera di bawah ini.
Blok s (golongan utama)
Golongan IA = ns
1

Golongan IIA=ns
2


Blok p (golongan utama)
Golongan IIIA=ns
2
np
1

Golongan IVA= ns
2
np
2

Golongan VA = ns
2
np
3

Golongan VIA= ns
2
np
4

Golongan VIIA= ns
2
np
5

Golongan VIIIA= ns
2
np
6


Blok d (golongan transisi)
Golongan IB = (n-1)d
10
ns
1

Golongan IIB=(n-1)d
10
ns
2

Golongan IIIB=(n-1)d
1
ns
2

Golongan IVB=(n-1)d
2
ns
2

Golongan VB =(n-1)d
3
ns
2

Golongan VIB=(n-1)d
5
ns
1

Golongan VIIB=(n-1)d
5
ns
2

Golongan VIIIB=(n-1)d
6
n
s2
, (n-1)d
7
ns
2
, dan (n-1)d
8
ns
2


Blok f (golongan transisi dalam)
Golongan lantanida = 4f
1
6s
2
sampai 4f
14
6s
2

Golongan aktinida = 5f
1
7s
2
sampai 5f
14
7s
2


Adapun penentuan periode unsur-unsur dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Tentukan konfigurasi elektron tersebut
2. Susun ulang konfigurasi elektron berdasarkan urutan kulit atom
3. Nomor periode sama dengan nomor kulit terbesa
Indikator 1.2
Menganalisis jenis ikatan kimia atau gaya antar molekul dan sifat-sifatnya

 Ikatan kimia terbentuk antar atom atau antar molekul untuk mencapai kestabilan dengan
susunan elektron terluar seperti gas mulia. Ada 2 aturan yang digunakan agar atom-atom
yang berikatan mencapai kestabilan.
1. Aturan octet : elektron terluar berjumlah 8
2. Aturan duplet : elektron terluar berjumlah 2
- Ikatan kimia terbagi menjadi beberapa ikatan, diantaranya :
a. Ikatan ion, ikatan yang terbentuk sebagai akibat daya tarik menarik antar ion positif
dan ion negative. Ikatan ini terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam.
Senyawa yang berikatan ion disebut senyawa ionic. Ciri-ciri senyawa ionic yaitu :
- Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi
- Pada suhu kamar berwujud padat
- Dalam keadaan murni bersifat konduktor
- Larut dalam air
- Tidak larut dalam pelarut senyawa/organic (alcohol, eter, benzene)
b. Ikatan kovalen, ikatan yang terjadi antarunsur non logam dan non logam yang lain
dengan cara pemakaina bersamaan pasangan elektron. Ikatan kovalen terdiri atas :
 Ikatan kovalen tunggal
 Ikatan kovalen rangkap dua
 Ikatan kovalen rangkap tiga
 Ikatan kovalen koordinasi
Senyawa yang berikatan kovalen disebut senyawa kovalen. Ciri-ciri senyawa kovalen
sebagai berikut :
- Mempunyai titik didih dan titik leleh rendah
- Mempunyai 3 wujud yaitu padat, cair, dan gas
- Dalam keadaan murni bersifat isolator
Larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa diantaranya dapat berinteraksi
dengan pelarut polar.
- Merupakan penghantar listrik yang buruk, tetpai ada juga yang baik seperti HCl.
c. Ikatan logam
Ikatan logam adalah ikatan antar atom dalam suatu unsur logam yang terjadi
karena adanya interaksi antar ion logam dengan elektron yang bergerak bebas. Sifat
fisika logam yang berkaitan dengan ikatan logam, yaitu :
- Mengkilap
- Menghantarkan listrik dengan panas
- Dapat ditempa
- Dapat dibengkokkan
- Dapat ditarik.
d. Ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen adalah ikatan antaar atom unsur yang sangat elektronegatif
(F,O,N) terhadap pada molekul yang berlainan. Adanya ikatan hidrogen
menyebabkan :
- Air mempunyai Mr kecil, tetapi titih didihnya sangat tinggi
- Molekul air lebih berdekatan (jarak antar molekul) dibandingkan molekul es
(padat), sehingga molekul es bisa terapung diatas air.
e. Gaya van der waals
Gaya van der Waals yang meliputi gaya dipol- dipol (molekul kovalen polar yang
tidak membentuk ikatan hidrogen), gaya dipol-nondipol (interkasi secara induksi dan
mwmbentuk dipol sesaat) dan gaya London (molekul kovalen non polar).Semakin
besar Mr suatu senyawa (semakin banyak jumlah partikel yang saling menarik) gaya
van der Waals semakin besar, sehingga energi yang dibutuhkan untuk memutuskan
ikatan antar molekul itu semakin besar. Akibatnya, titik didih dan titik lelehnya
semakin besar pula.
Pada senyawa /molekul kovalen , titik didih (T
d
) dipengaruhi oleh ikatan
hidrogen, gaya van der Waals (dilihat M
r
-nya) dan bentuk molekul (mempengaruhi
polarisabilitas).






Soal dan Pembahasan kompetensi 1
1. Dua buah unsur memiliki notasi

dan

2. Unsur Y dalam sistem periodik terletak pada...
a. Golongan IVB, periode 5
b. Golongan VIIIB, periode 4
c. Golongan IVA, periode 3
d. Golongan VIIA, periode 3
e. Golongan VIIIB, periode 3
Jawaban: d.
 Pembahasan
Konfigurasi elektron
17
Y: [Ne] 3s
2
3p
5

Merupakan golongan A, karena menempati blok s dan p, nomor golongannya adalah 2 + 5 = 7
Nomor periode adalah nomor kulit terbesar = 3
Jadi, unsur tersebut terletak pada golongan VIIA dan periode 3

2. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah...
a. XY
2

b. XY
3
c. X
2
Y
d. X
3
Y
e. X
2
Y
3
Jawaban: b.
 Pembahasan
Unsur X cenderung melepaskan 3 elektron terluar membentuk ion X
3+

Unsur Y cenderung menangkap 1 elektron membentuk ion Y
-
Sehingga antara ion X
3+
dan ion Y
-
membentuk senyawa XY
3

3. Titik didik HF lebih tinggi daripada HCL. Hal ini disebabkan karena antara molekul- molekul HF
terdapat ikatan....
a. Kovalen
b. Ion
c. hidrogen
d. Van der Waals
e. Kovalen koordinat
Jawaban : C
 Pembahasan
Seharusnya titik didih HF lebih rendah daripada HCL, tetapi kenyataannya lebih tinggi, hal ini
disebabkan selain ikatan Van der Waals, HF juga memiliki ikatan hidrogen antarmolekulnya.


















KOMPETENSI 2


Menerapkan hukum-hukum dasar kimia untuk memecahkan masalah dalam perhitungan kimia.

Indikator 2.1
Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan dengan hukum dasar kimia.

Hukum- hukum dasar kimia
- Hukum Lavoiser (kekekalan massa) : massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
- Hukum Proust (perbandingan tetap) :perbandingan massa unsur- unsur dalam senyawa
selalu tetap.
Massa unsur = ×
×
Mr
Ar x
massa senyawa
Kadar unsur = 100 ×
×
Mr
Ar x
%
- Hukum Gay-Lussac : pada suhu dan tekanan yang tetap ,perbandingan volume gas sesuai
perbandingan koefisien reaksinya.
- Hukum Avogadro : pada suhu dan tekanan yang tetap semua gas dengan volume sama
mengandung jumlah molekul yang sama
- Gabungan Gay-Lussac dan Avogadro :
Mol A : mol B = koef.A : koef B = volume A : volume B
- P.V = n. R. T
Ket :
T = suhu dalam
o
K
P = tekanan dalam atmosfir
V = Volume dalam liter
R = tetapan gas (0,082 liter atm/ml
o
K)
n = mol gas
Indikator 2.2

Menganalisis persamaan reaksi kimia anorganik dan organik sederhana.


Persamaan reaksi kimia anorganik
Persamaan reaksi di gunakan untuk menyatakan reaksi kimia. Dalam persamaan reaksi
terdapat dan produk. Reaktan adalah zat-zat yang di reaksikan , di tulis di sebelah kiri tandapanah.
Produk merupakan zat-zat hasil reaksi yang di tulis di sebelah kanan tanda tangan .
Misal pada persamaan reaksi :
A (a) + BC (b) AC (c) + B (d)
Senyawa yang merupakanreaktanyaitusenyawa A danBC .sementaraitu , senyawa yang merupakan
produk yaitu senyawa AC dan B
Langkah-langkah penyeteraan dalam persamaan reaksi sebagai berikut .
1. Menuliskan reaktan dan produk
2. Menyamakan jumlah atom-atom di kiri dan kanan persamaan reaksi dengan cara
memberikan reaksi dengan cara memberikan koefisien di depan reaktan atau produk
3. Menuliskan wujud( fase ) reaktan dan produk .









SOAL DAN PEMBAHASAN KOMPETENSI 2
1. 5 liter gas nitrogen dan gas hidrogen bereaksi menjadi gas amonia. volume gas H
2
yang
diperlukan dan NH
3
yang dihasilkan adalah........
a. 10 liter dan 15 liter
b. 15 liter dan 15 liter
c. 15 liter dan 20 liter
d. 20 liter dan 10 liter
e. 15 liter dan 10 liter
Jawaban: e
 Pembahasan
Hukum perbandingan Volume (Gay Lussac)
Persamaan reaksi = N
2
+ 3H
2 ÷
2NH
3

Perbandingan volume = 1 : 3 : 2
Jadi, H
2
yang diperlukan = 15 liter
NH
3
yang dihasilkan = 10 liter
2. Karbit (kalsiumkarbida) merupakan padatan putih yang di gunakan untuk mengelas jika telah di
ubah terlebihi dahulu menjadi gas asetilen dengan cara mereaksikannya dengan air. Pengelasan
di lakukanmenggunakan campuran gas oksigen dan gas asetilen. Karbit dihasilkan dari
pemanasan kalsium oksida dan karbon dalam tanur listrik dengan hasil samping gas karbon
dioksida. Persamaan reaksi yang terjadi adalah ...
a. Ca (s) + 2C (s) CaC
2
(s)
b. CaO (s) + 2C (s) CaC
2
(s)
c. 2CaO (s) + 5C (s) 2CaC
2
(s) + CO
2
(s)
d. CaC
2
(s) + H
2
O (l) C
2
H
2
(g) + CO
2
(g)
e. C
2
H
2
(s) 2C (s) + H
2
(s)
Jawaban : c
 Pembahasan
Karbit (CaC
2
)dihasilkan dari CaO dan C dengan hasil samping CO
2
. persamaan reaksi belum
setara yang terjadi sebagai berikut :

CaO (s) + C (s) CaC
2
(s) + CO
2
(g)

Misal persamaan reaksi :

aCaO (s) +b C (s) c CaC
2
(s) +d CO
2
(g)

misal a = 1
Ca : a = c
c = 1
O : a = 2d
1 = 2d
d =

C : b = 2c + d
b = 2 +

b = 2

persamaan reaksi setara

CaO (s) + 2

C (s) CaC
2
(s) +

CO
2
(g)

Jika dikalikan 2 ,persamaan reaksi menjadi :

2CaO (s) + 5C (s) 2CaC
2
(s) + CO
2
(g)

3. Reaksi pembakaran gas asetilena ternyata menghasilkan energi panas yang sangat besar, sehingga
dapat melelehkan logam. Reaksi ini banyak dimanfaatkan dalam proses pengelasan dan
pemotongan logam. Reaksi pembakaran sempurna gas asetilena yang benar adalah...
a. 2CO
2 (g)
+ H
2
O
(g)
→ C
2
H
2 (g)
+ 2O
2 (g)

b. C
2
H
2 (g)
+ 2O
2 (g)
→ 2CO
2 (g)
+ H
2
O
(g)

c. 4CO
2 (g)
+ 2H
2
O
(g)
→ 2C
2
H
2 (g)
+ 5O
2 (g)

d. 2C
2
H
2 (g)
+ 5O
2 (g)
→ 4CO
2 (g)
+ 2H
2
O
(g)

e. CO
2 (g)
+ H
2
O
(g)
→ C
2
H
2 (g)
+ 2O
2 (g)

Jawaban: d
 Pembahasan
Asetilena (etuna) adalah senyawa hidrokarbon.
Senyawa hidrokarbon jika dibakar sempurna memerlukan O
2
dan akan menghasilkan CO
2
dan
H
2
O.

KOMPETENSI 3


Mendeskripsikan sifat-sifat larutan, metode pengukuran, dan terapannya.
Indikator 3.1
Mendeskripsikan daya hantar listrik.
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Larutan elektrolit adalah zat yang di dalam larutannya akan terionisasi dan menghantarkan
arus listrik.
Larutan elektrolit dibagi menjadi 3, yakni sebagai berikut :
Larutan Elektrolit Kuat (o =1)
Larutan elektrolit adalah larutan yang bisa terionisasi secara sempurna, sehingga
bisa mengantarkan arus listrik secara kuat.
Larutan Elektrolit Lemah (0<o <1)
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang tidak seluruhnya bisa terionisasi ( masih
banyak zat terlarut), sehingga sedikit menghantarkan arus listrik.
Larutan Non-Elektrolit (o =0)
Larutan Non-Elektrolit adalah larutan yang tidak terionisasi dan tidak dapat
menghantarkan arus listrik .
Kekuatan ionisasi suatu zat dinyatakan sebagai tetapan ionisasi (o ).
dilarutkan yang zat mol
i terionisas yang zat mol
= o
Keterangan:
o = derajat ionisasi



Indikator 3.2
Mendeskripsikan konsep pH larutan

pH Larutan Asam-Basa
Teori Asam Basa :
Arhenius:
Asam adalah zat yang jika dilarutkan di dalam air akan menghasilkan ion H
+
.
Contoh : HCl ÷H
+
+ Cl
-

Basa adalah zat yang jika dilarutkan di dalam air akan menghasilkan ion OH
-
.
Contoh :NaOH ÷Na
+
+ OH
-
Bronsted-Lowry
Asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (donor ion H+), sedangkan basa
adalah suatu zat yang dapat menerima proton (akseptor ion H+)
Contoh :
H+ bertambah

HCl + H
2
O ·Cl
-
+ H3O
+

Asam basa basa konjugat asam konjugat
H+ berkurang

Lewis
Asam adalah partikel (ion atau molekul) yang dapat bertindak sebagai penerima
(akseptor) pasangan elektron, sedangkan basa adalah partikel (ion atau molekul)
yang dapat bertindak sebagai pemberi (donor) pasangan elektron.
Contoh:
N H
x
x
H
H
H
H
N
x
x
x x
+
+
H
H
H
[ ]
+
Asam basa
pH adalah tingkat keasaman larutan.
pH = - log [H
+
]
untuk larutan basa
pOH = - log [OH
-
]
pH + pOH = 14
Asam kuat adalah senyawa elektrolit kuat yang mengion secara sempurna di dalam
air. Konsentrasi ion H
+
dapat dihitung dengan :
[H
+
] = a x M
a

Keterangan :
a = jumlah atom H yang dilepas
M
a
= kemolaran asam
Basa kuat adalah senyawa elektrolit kuat yang mengion secara sempurna di dalam
air. Konsentrasi ion

OH dapat dihitung dengan :
[OH
-
] = b x M
b

b = jumlah gugus OH yang diikat
M
b
= kemolaran basa
Asam lemah merupakan elektrolit lemah sehingga tidak dapat mengion secara
sempurna di dalam air. Derajat ionisasinya adalah 0<o <1.Penulisan reaksinya
dengan tanda panah bolak- balik. Konsentrasi ion H
+
dapat dihitung dengan :
[H
+
] =
a a
M K ×
Derajat ionisasinya :
[H
+
] = o x M
a
atau
o =
a
a
M
K

Basa lemah merupakan elektrolit lemah sehingga tidak dapat mengion secara
sempurna di dalam air. Derajat ionisasinya adalah 0<o <1.Penulisan reaksinya
dengan tanda panah bolak- balik. Konsentrasi ion

OH dapat dihitung dengan :
[

OH] =
b b
M K ×
Derajat ionisasinya :
[

OH] = o x M
a
atau
o =
b
b
M
K

Reaksi asam- basa :
Asam + basa ÷garam + air
Oksida asam + basa ÷ garam + air
Oksida basa + asam ÷garam + air
Reaksi pencampuran larutan asam-basa:
Asam kuat dan basa kuat habis bereaksi bersifat netral (pH =7)
Asam kuat berlebih dan basa kuat habis bereaksi bersifat asam (pH<7)
Reaksi dalam larutan :
Reaksi penetralan asam- basa
Asam menjadi netral jika diberi larutan basa dengan takaran tertentu begitu
pula sebaliknya.
Reaksi pembentukan endapan
Reaksi pembentukan gas

Indikator 3.3
Mendeskripsikan titrasi asam basa.
Titrasi Asam Basa
Titrasi adalah metode analisis kuantitatif untuk menentukan kadar suatu larutan.
Kurva titrasi :
Asam kuat oleh basa kuat (indikator fenolftalein), pH pada titik ekuivalen = 7
Basa kuat oleh asam kuat (indikator metil merah), pH pada titik ekuivalen = 7
Asam lemah oleh basa kuat, pH pada titik ekuivalen = 8 < pH < 9
Basa lemah oleh asam kuat, pH pada titik ekuivalen = 5 < pH < 6

Jumlah gram ekivalen asam = jumalah gram ekivalen basa
jumlah mol x a = jumlah mol x b

Kenormalan adalah istilah untuk menyatakan konsentrasi larutan yang berkaitan dengan
jumlah grek .

N =
V
grek jumlah

Atau N= M x a
N=M x b

Pada keadaan netral titrasi berlaku :
Jumlah grek asam = jumlah grek basa
V
a
x N
a
= V
b
x N
b

V
a
x M
a
x a= V
b
x M
b
x b
Menentukan massa zat terlarut dalam larutan :
m =
a
V M N
r
× ×
atau
b
V M N
r
× ×

m = M
a
x M
r
xV atau m= M
b
x M
r
x V

Indikator 3.4
Menganalisis sifat larutan penyangga
Larutan Penyangga
Larutan penyangga (buffer) adalah larutan yang dapat mempertahankan harga pH,
walaupun dilakukan penambahan larutan asam atau basa pada larutan tersebut. Larutan
penyangga terbentuk jika dalam reaksi, larutan basa lemah atau asam lemahnya tidak
habis bereaksi sedangkan pereaksinya habis bereaksi dan menghasilkan garam.
Larutan penyangga dapat terbentuk dari campuran asam lemah dan basa konjugasinya
atau campuran asam lemah dengan garamnya.
Larutan penyangga juga dapat terbentuk dari campuran basa lemah dan asam
konjugasinya atau campuran basa lemah dengan garamnya.
Jika ditambahkan sedikit asam pada larutan penyangga, maka asam akan bereaksi dengan
basa, begitu pula sebaliknya. Pengenceran yang kurang dari 10x volume semula dianggap
tidak mempengaruhi larutan penyangga.
Ket : N = Kenormalan
V = Volume
M = Molaritas
a/b = Koefisien asam/basa
Menghitung pH larutan penyangga :
- Asam lemah dan basa konjugasinya:
[H
+
] = K
a
x
] [
] [
g koef
a
atau K
a
x
g mol
a mol

- Basa lemah dan asam konjugasinya :
[
-
OH] = Ka x
] [
] [
g koef
b
atau Ka x
g mol
b mol


Asam lemah dan basa kuat: asam lemahnya harus bersisa dan basa kuatnya habis.
Dihasilkan pula garam. Cara kerjanya mirip dengan asam lemah dengan basa
konjugasinya.
Basa lemah dan asam kuat : harus tersisa basa lemah.Cara perhitungannya sama
dengan asam lemah dan basa kuat.
Penyangga dari pengenceran : tidak mengalami perubahan secara teoritis.



Materi
B. Hidrolisis dan Ksp
Hidrolisis
Hidrolisis garam adalah reaksi antara air dengan ion- ion yang berasal dari asam lemah atau
basa lemah suatu garam. Garam dari asam kuat dan basa kuat tak akan mengalami
hidrolisis dengan air.
Jenis- jenis garam yang terhidrolisis:
Garam dari asam kuat dan basa kuat
1. Tidak terhidrolisis
2. pH = 7

Garam dari asam lemah dan basa kuat
1. Hidrolisis yang terjadi hanya sebagian (parsial), pH > 7
2. Terionisasi sempurna

3. Hidrolisis menyebabkan lepasnya ion

OH sehingga sifat garam relatif basa.
[
-
OH] = ] [garam koef K
h
× atau ] [garam koef
K
K
a
w
×

Garam dari basa lemah dan asam kuat
1. Hidrolisis yang terjadi hanya sebagian (parsial), pH < 7
2. Terionisasi sempurna
3. Hidrolisis menyebabkan lepasnya ion H
+
sehingga sifat garam relatif asam.
[H
+
] = ] [garam koef K
h
× atau ] [garam koef
K
K
b
w
×


Garam dari asam lemah dan basa lemah
1. Hidrolisis yang terjadi adalah hidrolisis total
2. Terionisasi sempurna
3. Hidrolisis menyebabkan lepasnya ion H
+
dan

OH , bisa asam, basa atau netral.
pH sangat bergantung pada harga K
a
(konstanta ionisasi asam lemah) dan K
b
(konstanta ionisasi basa lemah). Jika K
a
> K
b
bersifat asam sedangkan jika K
a
< K
b

bersifat basa. Sedangkan jika sama maka bersifat netral.
K
h
=
b a
w
K K
K
×
sehingga [H
+
] =
a
b
w
K
K
K
×


Ksp (Tetapan Hasil Kali Kelarutan)
Hasil kali kelarutan (K
sp
) adalah perkalian antara konsentrasi kation dan konsentrasi anion
dipangkatkan koefisiennya. Semakin besar harga K
sp
, garam tersebut semakin mudah larut.
Semakin kecil harga K
sp
, garam tersebut semakin sukar larut. Semakin besar harga K
sp
, pH
larutan asam akan semakin kecil, sedangkan pH basa akan semakin besar.

K
sp
K
x
A
y
=[K
y+
]
x
[A
x-
]
y

Ket : x = bilangan yang menunjukkan jumlah kation (K
y+
)
y = bilangan yang menunjukkan jumlah kation (A
x-
)
Kelarutan dalam air
s =
y x
y x
sp
y x
K
+
×

Pengendapan :
- [K
y+
]
x
[A
x-
]
y
>K
sp
= menghasilkan endapan
- [K
y+
]
x
[A
x-
]
y
= K
sp
= mulai mengendap (tepat jenuh)
- [K
y+
]
x
[A
x-
]
y
< K
sp
= belum menghasilkan endapan
CONTOH SOAL
Hidrolisis
1. Sebanyak 500 ml larutan KOH 0,1 M dicampur dengan 500 ml HNO
2
0,1 M hingga terjadi
reaksi berikut.
KOH + HNO
2
KNO
2
+ H
2
O
Jika harga K
a
NHO
2
= 5 x 10
-4
maka harga pH larutan yang terjadi sebesar ...
A. 2 – log 6,7
B. 6
C. 7
D. 8
E. 12 + log 6,7
(Ujian Nasional 2009/2010)
Jawaban : D
Pembahasan :
n KOH = 0,1 M x 500 ml n HNO
2
= 0,1 M x 500 ml
= 50 mmol = 50 mmol
KOH + HNO
2
KNO
2
+ H
2
O
Mula-mula : 50 mmol 50 mmol - -
Reaksi : 50 mmol 50 mmol 50 mmol 50 mmol
Setimbang : - - 50 mmol 50 mmol
M KNO
2



= 5 x 10
-2
M
[OH
-
] = √

= 10
-6


pOH = -log [OH
-
]
= - log 10
-6
= 6
pH = 14 – 6 = 8
2. Perhatikan persamaan reaksi berikut !
1) CH
3
COO
-
+ H
2
O ↔ CH
3
COOH + OH
-

2) CN
-
+ H
2
O ↔ HCN + OH
-

3) Al
3+
+ 3 H
2
O ↔ Al(OH)
3
+ 3H
+

4) NH
4
+
+ H
2
O ↔ NH
4
OH + H
+

5) S
2-
+ 2H
2
O ↔ H
2
S + 2OH
-

Pasangan persamaan reaksi hidrolisis untuk garam yang bersifat asam adalah ...
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 2) dan 3)
D. 3) dan 4)
E. 4) dan 5)
(Ujian Nasional 2010/2011)
Jawaban : D
Pembahasan :
Persamaan reaksi hidrolisis yang menyatakan garam bersifat asam antara lain adalah . . . .
a. Al
3+
+ 3 H
2
O ↔ Al(OH)
3
+ 3H
+

b. NH
4
+
+ H
2
O ↔ NH
4
OH + H
+


K
sp
(Tetapan Hasil Kali Kelarutan)
1. Sebanyak 200 ml larutan AgNO
3
0,02 M masing-masing dimasukkan ke dalam 5 wadah yang
berisi 5 jenis larutan yang mengandung ion S
2-
,

,

, Br
-
dan

dengan volume
dan molaritas yang sama.
Jika harga K
sp
Ag
2
S = 2 x 10
-49
Ag
3
PO
4
= 1 x 10
-20
Ag
2
CrO
4
= 6 x 10
-5
AgBr = 5 x 10
-13
Ag
2
SO
4
= 3 x 10
-5
Maka garam yang akan larut adalah ...
A. Ag
2
S dan Ag
3
PO
4

B. Ag
2
S dan AgBr
C. Ag
2
CrO
4
dan Ag
2
SO
4

D. Ag
3
PO
4
dan AgBr
E. AgBr dan Ag
2
SO
4

(Ujian Nasional 2010/2011)
Jawaban : C
Pembahasan :
Suatu larutan garam akan larut jika hasil kali ion-ionnya lebih kecil dari Ksp garam
tersebut.
Larutan AgNO
3
Ag
+
+ NO
3
-

0,02 0,02 0,02
Karena konsentrasi dan volume ion-ion S
2-
,

,

, Br
-
dan

sama, maka
jumlah ion dalam larutan Ag
2
S , Ag
2
CrO
4
, Ag
2
SO
4
, sama, hasil kali ion-ionnya lebih kecil dari
Ksp hanya Ag
2
CrO
4
, dan Ag
2
SO
4
sedangkan yang lain lebih besar dari Ksp.
2. Didalam 500 ml larutan terdapat campuran garam-garam Ba(NO
3
)
2
, Sr(NO
3
)
2
dan Pb(NO
3
)
2

yang masing-masing konsentrasinya 0,02 M. Dalam larutan tersebut ditambahkan 81 mg
Na
2
CrO
4
(Mr=162). Pada suhu 25
o
C garam yang mengendap adalah ... (K
sp
BaCrO
4
= 2 x 10
-10
,
SrCrO
4
= 3,6 x 10
-5
, dan PbCrO
4
= 1,8 x 10
-14
)

A. SrCrO
4

B. BaCrO
4

C. PbCrO
4

D. SrCrO
4
dan BaCrO
4

E. BaCrO
4
dan PbCrO
4

Jawaban : E. BaCrO
4
dan PbCrO
4

Pembahasan :
n Na
2
CrO
4
= m/Mr
=

= 5 x 10
-4
mol
M Na
2
CrO
4
= n/v
= 5 x 10
-4
mol/0,5
= 1 x 10
-3
M
Materi
C. Sifat Koligatif Larutan
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang sangat bergantung pada jumlah zat yang
terlarut.
Rumus :
Sifat koligatif Rumus non elektrolit Rumus elektrolit
Rumus konsentrasi
[molalitas (m) /
molaritas (M) ]
Kenaikan titik didih
( )
b
T A
b
T A = K
b
x m
b
T A = K
b
x m x i
m =
P M
g
r
1000
×
Khusus pelarut air,
b
T A = 100 +
b
T A
b
T = titik didih larutan
P = gram dari larutan

Maka,
Ksp’ = [2 x 10
-2
][1 x 10
-3
]
= 2 x 10
-5

Jadi,
Garam yang mengendap adalah garam yang
memiliki Ksp’ > Ksp yakni BaCrO
4
dan PbCrO
4




Penurunan titik beku
( )
f
T A
f
T A = K
f
x m
f
T A = K
f
x m x i m =
P M
g
r
1000
×
Khusus pelarut air, T
f
= 0 -
f
T A T
f
= titik beku larutan
P = gram dari larutan
Penurunan tekanan
uap ( ) P A
P A = P
o
x X P A = P
o
x X x i
X =
2 1
1
n n
n
+

X = fraksi mol terlarut P = tekanan uap jenuh
larutan
P = P
o
- P A P
o
= tekanan uap jenuh pelarut
Tekanan osmotik
( ) 
 = M x R x T  = M x R x T x i
M =
V M
g
r
1000
×
V = volum (mL) larutan
R = 0,082
T = 273 +
o
C
Untuk larutan elektrolit rumus dikalikan dengan faktor van’t Hoff (i), dimana
i = 1 + (n – 1) o
- Titik didih larutan elektrolit lebih tinggi daripada larutan non elektrolit.
- Titik beku larutan nonelektrolit lebih tinggi daripada larutan elektrolit

CONTOH SOAL
1. Gambar berikut merupakan gambar partikel zat terlarut dan pelarut yang bukan sebenarnya.



1 2 3 4 5
Keterangan:
= mol partikel zat terlarut
= mol partikel pelarut
Tekanan uap larutan paling kecil terdapat pada ...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
(Ujian Nasional 2010/2011)

Jawab : A
Pembahasan :
Semakin banyak zat terlarut yang terkandung dalam larutan tersebut, maka tekanan uapnya
akan berubah menjadi semakin rendah, dan begitu pula sebaliknya.
2. Perhatikan grafik P-T berikut!
K L M N


Suhu
Bagian yang merupakan perubahan wujud dari cair ke gas suatu pelarut adalah ...
A. K-L
B. M-N
C. M-P
D. T-M
E. R-N
(Ujian Nasional 2008/2009)
Cair
Padat
Gas
P
R
T
Jawaban : D
Pembahasan :
Perubahan wujud dari cair ke gas suatu pelarut adalah ditunjukkan oleh garis T – M.
Materi
D. Sifat - Sifat Koloid
Koloid terbagi 2 :
- zat terdipersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
- zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid



Fase
Terdispersi
Pendispersi Nama koloid Contoh
Gas Gas Bukan koloid, karena gas
bercampur secara homogen
Gas Cair Busa Buih, sabun,
ombak
Gas Padat Busa padat Batu apung
Cair Gas Aerosol Obat semprot,
kabut
Padat Gas Aerosol padat Debu, gas
knalpot
Cair Cair Emulsi Santan, susu
Cair Padat Gel Mentega, agar-
agar
Padat Cair Sol Cat, tinta
Padat Padat Sol padat Tanah, kaca

- Sifat- sifat :
1. Efek Tyndall = penghamburan cahaya oleh larutan koloid
2. Gerak Brown = gerak acak partikel koloid dalam medium pendispersi secara
terus- menerus.
3. Adsorbsi koloid = penyerapan zat atau ion pada permukaan koloid
4. Muatan koloid = ditentukan oleh muatan ion yang terserap permukaan koloid.
5. Elektroforesis = gerakan partikel koloid karena pengaruh medan listrik
6. Koagulasi koloid = penggumpalan koloid karena elektrolit yang muatannya
berlawanan.
7. Koloid liofil = koloid yang mengadsorbsi cairan, sehingga terbentuk selubung di
sekeliling koloid
8. Kolid Liofob = koloid yang tidak mengadsorbsi cairan. Agar muatan koloid stabil,
cairan pendispersi harus bebas dari elektrolit dengan cara dialisis, yakni
pemurnian medium pendispersi dari elektrolit
9. Emulsi = koloid cairan dalam medium cair
Pembuatan Sistem Koloid
1. Cara kondensasi
Dilakukan dengan cara penggumpalan partikel yang sangat kecil
a. Reaksi Pengendapan = mencampurkan larutan elektrolit sehingga
mengahasilkan endapan
b. Reaksi Hidrolisis = mereaksikan sesuatu dengan air
c. Reaksi redoks = hasil reaksi redoks
2. Cara dispersi
a. Cara mekanik = dengan cara penggilingan zat padat
b. Cara peptisasi = pembuatan koloid dengan menambahkan ion sejenis, sehingga
partikel endapan akan dipecah
c. Cara busur bredig = mencelupkan 2 kawat logam (elektroda) yang dialiri listrik
ke dalam air, sehingga kawat logam akan membentuk partikel koloid berupa
debu dalam air
CONTOH SOAL
1. Perhatikan beberapa proses pembuatan koloid berikut!
1) H
2
S ditambahkan ke dalam endapan NiS
2) Sol logam dibuat dengan cara busur Bredig
3) Larutan AgNO
3
diteteskan ke dalam larutan HCl
4) Larutan FeCl
3
diteteskan ke dalam air mendidih
5) Agar-agar dipeptisasi dalam air
Contoh pembuatan koloid dengan cara kondensasi ditunjukkan oleh nomor ...
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 3) dan 4)
D. 3) dan 5)
E. 4) dan 5)
(Ujian Nasional 2010/2011)
Jawaban : C
Pembahasan :
Cara dispersi
a. Cara peptisasi = pembuatan koloid dengan menambahkan ion sejenis, sehingga
partikel endapan akan dipecah
b. Cara busur bredig = mencelupkan 2 kawat logam (elektroda) yang dialiri listrik
ke dalam air, sehingga kawat logam akan membentuk partikel koloid berupa
debu dalam air
Cara Kondensasi
a. Larutan AgNO
3
diteteskan ke dalam larutan HCl
b. Larutan FeCl
3
diteteskan ke dalam air mendidih

2. Perhatikan contoh penerapan sifat koloid berikut!
1) Sorot lampu mobil pada saat kabut
2) Pembentukan delta di muara sungai
3) Proses cuci darah

4) Gelatin dalam es krim
5) Pemutihan gula tebu
Contoh yang merupakan penerapan sifat adsorbsi ditunjukkan oleh nomor ...
A. 1)
B. 2)
C. 3)
D. 4)
E. 5)
(Ujian Nasional 2010/2011)
Jawaban : E
Pembahasan :
1) Sorot lampu mobil pada saat kabut = Efek tyndall
2) Pembentukan delta di muara sungai = Koagulasi
3) Proses cuci darah = Dialisis
4) Gelatin dalam es krim = Koloid Pelindung
5) Pemutihan gula tebu = Adsorpsi









SOAL DAN PEMBAHASAN KOMPETENSI 3
1. Hasil pengujian daya hantar listrik beberapa sumber mata air sebagai berikut.
Sumber Mata Air Pengamatan
Nyala Lampu Gelembung pada Elektrode
K Tidak Menyala Tidak ada
L Terang Sedikit
M Redup Sedikit
N Tidak menyala Sedikit
O Terang Banyak
Sumber mata air dengan daya hantar listrik paling lemah dan paling kuat secara berurutan
adalah . . . .
A. N dan O D. K dan L
B. K dan M E. L dan N
C. L dan M
Jawab : A
 Pembahasan
Larutan elektrolit kuat ditandai dengan lampu yang menyala terang dan ada banyak
gelembung gas pada alat uji elektrolit. Ciri ini terdapat pada sumber mata air O dan L.
Larutan elektrolit lemah ditandai dengan lampu yang menyala redup atau tidak menyala
tetapi ada gelembung gas pada alat uji elektrolit. Ciri ini terdapat pada sumber mata air M
dan N. Larutan nonelektrolit ditandai dengan lampu yang tidak menyala dan tidak adanya
gelembung gas pada alat uji elektrolit. Ciri ini terdapat pada sumber mata air K.

2. Perhatikan gambar pengujian daya hantar listrik beberapa larutan berikut ini!



Larutan yang bersifat elektrolit paling kuat dan elektrolit paling lemah secara berturut-turut
adalah . . . .
A. A dan B D. C dan D
B. B dan C E. C dan A
C. A dan C
Jawab : C
 Pembahasan
Larutan elektrolit kuat ditandai dengan lampu yang menyala terang dan ada banyak
gelembung gas pada alat uji elektrolit. Ciri ini terdapat pada larutan bagian A. Larutan
elektrolit lemah ditandai dengan lampu yang menyala redup atau tidak menyala tetapi ada
gelembung gas pada alat uji elektrolit. Ciri ini terdapat pada larutan bagian B dan C. Larutan
nonelektrolit ditandai dengan lampu yang tidak menyala dan tidak adanya gelembung gas
pada alat uji elektrolit. Ciri ini terdapat pada larutan bagian D.
3. Hasil pengujian air limbah suatu industri makanan dengan beberapa indikator diperoleh hasil
sebagai berikut.
Indikator Trayek pH Perubahan
Warna
Warna Limbah
1
Warna Limbah
2
Metil Jingga 3,1 – 4,4 Merah-Kuning Kuning Kuning
Bromkresol
Hijau (BKH)
3,8-5,4 Kuning-Biru Hijau Biru
Bromtimol Biru
(BTB)
6,0-7,6 Kuning-Biru Kuning Biru
Dapat disimpulkan bahwa pH air limbah 1 dan 2 tersebut berturut-turut ...
A. 4,4 ≤ pH ≤ 6,0 dan pH ≥ 7,6
B. 3,8 ≤ pH ≤ 5,4 dan pH ≥ 7,6
C. 4,4 ≤ pH ≤ 5,4 dan pH ≥ 7,6
D. 3,8 ≤ pH ≤ 5,4 dan 5,4 ≤ pH ≤ 7,6
E. 3,8 ≤ pH ≤ 6,0 dan pH ≥ 7,6
Jawaban : C

 Pembahasan
LIMBAH 1
Metil Jingga : Kuning pH ≥ 4,4
Bromkresol Hijau (BKH) : Hijau 3,8 ≤ pH ≤ 5,4
Bromtimol Biru (BTB) : Kuning pH ≤ 6,0
Jadi, pH limbah 1 adalah 4,4 ≤ pH ≤ 5,4
LIMBAH 2
Metil Jingga : Kuning pH ≥ 4,4
Bromkresol Hijau (BKH) : Biru pH ≥ 5,4
Bromtimol Biru (BTB) : Kuning pH ≥ 7,6
Jadi, pH limbah 2 adalah pH ≥ 7,6
4. Perhatikan data pengujian pH beberapa sampel air limbah berikut!
Jenis Air Limbah pH
P 8
Q 5,5
R 7,6
S 9,4
T 4,7
Air limbah yang tercemar asam adalah ...
A. P dan Q
B. Q dan T
C. R dan S
D. S dan T
E. T dan R
Jawaban : B
 Pembahasan
pH asam < 7 dan pH Basa > 7
Jadi yang bersifat asam adalah air limbah Q dan T
5. Konsentrasi 50 ml larutan Ca(OH)
2
yang dapat digunakan untuk menetralkan 50 ml larutan
H
2
SO
4
0,02 M adalah ... M
A. 0,01
B. 0,02
C. 0,03
D. 0,04
E. 0,05
Jawaban : B
 Pembahasan
Larutan basa = larutan Ca(OH)
2
Larutan asam = larutan H
2
SO
4
M
a
x V
a
x n
a
= M
b
x V
b
x n
b

0,02x 50 ml x 2 = 50 ml x M
b
x 2
M
b
= 0,02 M
6. Berikut data hasil titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 M
Percobaan Volume HCl yang dititrasi Volume NaOH yang digunakan
1 20 ml 15 ml
2 20 ml 14 ml
3 20 ml 16 ml
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi larutan HCl adalah ...
A. 0,070 M
B. 0,075 M
C. 0,080 M
D. 0,133 M
E. 0,143 M
Jawaban : B

 Pembahasan
Misal Larutan 1 = larutan HCl

Larutan 2 = larutan NaOH
Percobaan 1 Percobaan 2

M
1
x V
1
x n
1
= M
2
x V
2
x n
2
M
1
x V
1
x n
1
= M
2
x V
2
x n
2

M
1
x 20 ml x 1 = 15 ml x 0,1 M x 1 M
1
x 20 ml x 1 = 14 ml x 0,1 M x 1
M
1
= 0,075 M M
1
= 0,070 M
Percobaan 3
M
1
x V
1
x n
1
= M
2
x V
2
x n
2

M
1
x 20 ml x 1 = 16 ml x 0,1 M x 1
M
1
= 0,080 M

M HCl =

7. Perhatikan data percobaan berikut!
Larutan I II III IV V
pH Awal 4 5 7 8 10
Ditambah sedikit asam 2,5 3,9 4,5 7,8 5
Ditambah sedikit basa 6,6 6,1 10 8,1 12
Ditambah sedikit air 5,2 5,9 6,5 7,6 8,5
Dari data tersebut yang termasuk larutan penyangga adalah ...
A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V
Jawaban : D
 Pembahasan
Larutan Penyangga adalah larutan yang mampu mempertahankan pH mesipun ditambah
sedikit asam, sedikit basa, ataupun air.Larutan yang merupakan larutan penyangga adalah
larutan IV karena larutan ini tidak mengalami perubahan pH yang signifikan.Tidak seperti
larutan I, II, III dan V yang mengalami perubahan pH yang signifikan ketika ditambah sedikit
asam, basa ataupun air sehingga larutan ini bukan larutan penyangga.



Kompetensi 4 : Mendeskripsikan senyawa organik, gugus fungsi dan reaksinya, benzena, dan
turunannya, dan makromolekul
Indikator 1.1 : Mendeskripsikan senyawa karbon termasuk identifikasi, reaksi dan kegunaannya.
Senyawa Karbon
a. Alkana
Alkana merupakan senyawa alifatik jenuh, yaitu hidrokabon dengan rantai terbuka dan
semua ikatan atom karbon-karbonnya merupakan ikatan tunggal.
Rumus umum : C
n
H
2n+2

Rumus molekul dan nama alkana dengan jumlah atom C-1 sampai dengan C-10
Jumlah atom C Rumus Molekul Nama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
CH4
C2H6
C3H8
C4H10
C5H12
C6H14
C7H16
C8H18
C9H20
C10H22
Metana
Etana
Propana
Butane
Pentane
Heksana
Heptana
Oktana
Nonana
Dekana

Tata nama alkana
- Nama alkana bercabang tediri dari dua bagian
Bagian peratama: di bagian depan yaitu nama cabang
Bagian kedua, di bagian belakang yaitu nama rantai induk
- Rantai induk adalah rantai terpanjang, bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang
(sama panjang), maka pilih yang mempunyai cabang paling banyak
- Rantai induk diberi nama alkana yang bergantung pada panjang rantai
- Cabang diberi nama alkil, yaitu alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana
menjadi il. Gugus alkil mempunyai rumus CnH2n+1



Nama –nama alkil
CH3- metil CH3-CH2- Etil
CH3-CH2-CH2- propil CH3-CH2-
CH3
isopropil
CH3-CH2-CH2-CH2- butil CH3-CH-CH2-
CH3
Isobutil
CH3-CH-CH2-
CH3
Sek-butil CH3
CH3-C-CH2-
CH3
Ters-butil

- Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu, rantai induk perlu dinomori.
Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk sedemikian rupa sehingga posisi
cabang mendapat nomor tekecil
- Jika terdapat dua atau lebih cabang sejenis , hal ini dinyatakan dengan di, tri, tetra,
penta, dan setersusnya
- Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai urutan abjad dari nama cabang itu.
- Jika penomoran ekivalen dari kedua ujung rantai induk, maka harus dipilih sehingga
cabang yang harus ditulis terlebih dahulu mendapat nomor tekecil.

Contoh : CH
3
- CH
2
– CH – CH - CH
2
- CH
3

CH
2
- CH
3

CH
3

2-etil-3-metil pentane
Kegunaan alkana: bahan bakar, pelarut, sumbe hydrogen, pelumas, bahan baku untuk
senyawa organic lain, bahan baku industri
b. Alkena
Alkena adalah senyawa alifatik tak jenuh dengan satu ikatan rangkap –C=C-. senyawa yang
mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena, yang mempunyai tiga ikatan rangkap
disebut alkatriena
Rumus umu alkena : CnH2n
Tata nama alkena
- Nama alkena diturunkan dari nam alkana yang sesuai (yang jumlah atom karbonnya sama)
dengan mengganti akhiran ana menjadi ena.
- Rantai induk adala rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
- Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk sedemikian rupa sehingga ikatan
rangkap mendapat nomor terkecil
- Posisi iktan rangkapa ditujukkan dengan awalan angka, yaitu nomor dari atom karbon
berikatan rangkap yang paling pinggir (nomor terkecil)

- Penulisan cabang-cabang sama seperti pada alkana, yaitu:
- Ditulis di depan (mendahului nama rantai induk
- Cabang-cabang sejenis digabung dan dibei awalan di,tri dan seterusnya
- Cabang-cabang yang berbedda ditulis dalam urutan sesuai urutan abjad

Contoh: CH3-C=CH-C=CH2
CH2 CH2
CH3 CH3

2-etil-4metil-1,3- heksadiena



c. Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon alifatik tidak jenuh dengan satu ikatan karbon rangkap tiga -C=C- .
senyawa yang mempunyai 2 ikatan karbon rangkap tiga disebut alkadiuna.
Rumus umum: C
n
H
2n-2

Tata nama alkuna
- Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana
menjadi una.
- Tata nama alkuna bercabang, yaitu pemilihan rantai induk, penomoran dan cara penulisan,
sama seperti pada alkena.
Contoh: CH3-CH=CH-CH2-CH3
CH
2
CH
3

CH
2
3,5-dimetil-3-heksuna

Gugus fungsi senyawa karbon
Beberapa contoh gugus fungsi
Golongan senyawa Gugus fungsi Struktur Rumus umum




Alcohol -OH R-OH C
n
H
2n+2
O
Eter -O- R-O-R C
n
H
2n+2
O
Aldehida O
-C-H
O
R-C-H
C
n
H
2n
O

Keton O
-C-
O
R-C-R

C
n
H
2n
O
Asam Karboksilat O
-C-OH
O
R-C-OH

C
n
H
2n
O
2

Ester O
-C-OH
O
R-C-OR

C
n
H
2n
O
2

haloalkana -X R-X C
n
H
2n+1
X
Tata nama Alkohol- Eter- Aldehida-Keton-Asam Karboksilat-Ester
Pada kelompok ini, prinsip penamaan sama seperti pada alkana. Nama rantai induknya pun mirip
alkana. Contohnya dengan lima atom C, jika sebagai :
Alkana : pentana
Alkanol : pentanol
Alkanal : pentanal
Alkanol : pentanon
Alkanoat : pentanoat

a. Alkanol /Alcohol
Senyawa alcohol dibuat melalui beberapa reaksi yaitu adisi alkena, substitusi alkil halide,
reduksi senyawa karbonil, fermentasi kabohidrat, dan reaksi Grignard.
Macam-macam alcohol
- Alcohol primer adalah alcohol dimana gugus –OHnya berikatan langsung dengan atom C
primer
Contoh: CH3-CH2-CH2-CH2-OH
- Alcohol sekunder adalah alcohol dimana gugus –OHnya berikatan langsung dengan atom
C sekunder
Contoh : CH3-CH2-CH2-CH-OH
CH3
- Alcohol tersier adalah alcohol dimana gugus –OHnya berikatan langsung dengan atom C
tersier: CH3
CH3-CH2-CH2-C-OH
CH3
- Alcohol primer dapat dioksidas menjadi aldehid, aldehid teroksidasi lanjut menjadi asam
karboksilat.
- Alcohol sekunder dapat doksidasi menjadi keton
- alcohol tersier tidak dapat teroksidasi
Beberapa alcohol yang penting sebagai berikut:
- metanol
pada suhu kamar, berupa zat cair, mudah menguap, dan berbau seperti alcohol biasa.
Tergolong zat beracun.Dapat menyebabkan keracunan jika dihirup atau terserap melalui
kulit.Methanol berfungsi sebagai pelarut dan untuk membuat senyawa organic lain,
seperti ester.
- Etanol
Etanol adalah alcohol yang biasa dikenal dan merupakan alcohol yang paling banyak
diproduksi.Berupa zat cair bening, mudah menguap, dan berbau khas. Etanol ditmukan
dalam spiritus, dalam alcohol rumah tangga (alcohol 70% yang digunakan sebagai
pembersih luka), dalam minuman beralkohol (bir, anggur, dan wiski), serta dalam air
tape
- Glikol
Etilena glikol merupakan suatu dialkohol. Nama IUPACnya adalah 1,2-etanadiol. Etilena
glikol zat cair yang tidak berwarna, kental, dan berasa manis, serta mudah larut Dalam
air, titik didih relative tinggi,dan titik beku rendah, digunakan sebagai bahan antubeku
pada radiator mobil pada musim dingin, digunakan untuk bahan baku industry serat
sintesis seperti Dacron, serta sebagai pelarut dan bahan pelunak.

- Gliserol
Gliserol merupakan suuatu trialkohol (triol).Nama IUPACnya gliserol adalah 1,2,3-
propantriol. Gliserol zat cair yang kental, tidak berwarna, dan berasa manis. Gliserol juga
larut dalam air, digunakan sebagai pelembut pada losion dan berbagai jenis obat-
obatan, gliserol juga digunakan untuk membuat nitrogliserin yaitu bahan ubtuk
membuat peledak, serta diperoleh sebagai hasil sampingan dari industry sabun


b. Alkoksi alkana/Eter
Eter dibuat dengan cara mencampurkan alcohol kedalam asam sulfat pekat kemudian
dipanaskan. Eter juga dapat dibuat dengan mereaksikan alkil halide dengan natrium alkoholat
Beberapa eter yang penting sebagai berikut:
- dietil eter : Kegunaan utama eter adalah sebagai pelarut dan obat bius (zat
anastesi) pada operasi.
- Metil tersbutil eter : digunakan sebagai bahan aditif bensin, yaitu untuk menaikkan nilai
oktan.

Untuk membedakan alcohol dengan eter
a. Alcohol bereaksi dengan logam natrium membebaskan hydrogen, sedangkan eter
tidak bereaksi
b. Alcohol bereaksi dengan PCl5 menghasilkan gas HCl, sedangkan eter bereaksi tetapi
tidak menghasilkan HCl
R-O-H + PCl5 R-Cl + HCl +POCl3
R-O-R + PCl5 R-Cl + R’-Cl + POCl3

c. Alkanal /Aldehid
Aldehid mempunyai gugus karbonil berikatan rangkap sehingga mudan mengalami adisi.
Adisi aldehid dengan senyawa dengan hydrogen menghasilkan alcohol primer, sedangkan
adisi aldehid dengan pereaksi Grignard menghasilkan alcohol sekunder, aldehid juga dapat
dioksidasi menghasilkan asam karboksilat.
Beberapa senyawa aldehid yang penting sebagai berikut:
- Formaldehida (metanal) : untuk membuat formalin, yaitu laritan 40% formaldehida
dalam air, digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan juga mengawetkan mayat,
tetapi tidak boleh dugunakan untuk mengawetkan makanan. Serta untuk membeuat
berabagi jenis plastic
- Asetaldehid (etanal) :untuk zat warna, plastic, dan karet sintesis
d. Alkanon /Keton
senyawa keton yang penting adalah:
- propanon (aseton) : digunakan sebagi pelarut, khususnya untuk pelarut kurang polar
dan nonpolar, untuk membersihkan pewarna kuku (kutek), beberapa keton siklik
merupakan bahan untuk membuat parfum karena berbau harum.

Untuk membedakan aldehid dengan keton
a. aldehida +pereaksi tollens (Ag2O) cemin perak (2Ag(s))
keton + pereaksi tollens (Ag2O) tidak ada reaksi
b. aldehida +pereaksi fehling (2CuO) endapan merah bata (Cu2O(s))
keton + pereaksi fehling (2CuO) tidak ada reaksi

e. Asam Alkanoat/Asam Karboksilat
Asam karboksilat dibuat dengan cara oksidasi alcohol primer dalam suasana asam dan
oksidasi aldehid dengan oksidator lemah.
Beberapa senyawa asam karboksilat yang penting sebagai berikut:
- Asam format : cairan tak berwaran , berbau tajam, mudah larut dalam air, alcohol
dan eter. Asam format terdapat juga dalam keringat dalam jumlah kecil. Banyak
digunakan dalam inndustri tekstil, penyamakan kulit, dan di perkebunan karet untuk
menggumpalkan lateks (getah pohon karet).
- Asam asetat : cairan bening tak berwarna , berbau tajam. Dibuat dari oksidasi
etanol Karen apengaruh berbagai jenis bakteri seperti asetobacter. Asam asetat terdapat
dalam cuka makan dengan kadar 20-25%
- Asam tartrat : digunakan sebagai zat pengasam dalam minuman, permen, dan
baking powder
- Asam palmitat : digunakan dalam pengolahan sabun
- Asam stearat : digunakan dalam pengolahan sabun
- Asam adipat : digunakan untuk mebuat nilon

f. Alkil alkanoat/Ester
Jenis-jenis ester dan kegunaannya sebagai berikut:
- Ester buah-buahan
ester dari asam karboksilat suku rendah dengan alcohol suku rendah. Berupa zat cair
yang mudah menguap, dan mempunyai aroma yang sedap, banyak dintaranya terdapat
pad bunga, atau buah-buahan.
Ester dengan aromanya diberikan pada table dibawah:
Ester Aromanya
Etil format Rum
Propil asetat Buah pir
Isopentil asetat Pisang
n-oktil asetat Jeruk manis
Metl butirat Apel
Etil butirat Nenas
Metil salisilat Sarsaparilla


- Lilin
ester dari asam karboksilat berntai panjang dengan alcohol berantai panjang
Beberapa contoh lilin
Nama Sumber
Spermaceti Rongga kepala ikan paus
Camauba Daun palma brazilia
Lilin lebah Sel sarang lebah


- Lemak dan minyak
lemak adalah ester dari gliserol dengan asam-asam karboksilat suku tinggi. Contohnya
yaitu lemak hewan, minyak ikan, minyak kelapa
kegunaan utama lemak adalah sebagai bahan makanan (minyak goring dan margarine
dan untuk membuat sabun


g. Haloalkana/Butyl klorida
Kegunaan haloalkana mempunyai kegunaann praktis dalam berbagai bidang, misalnya sebgai zat
anastesi, pelarut, dan zat antiseptik
Beberapa senyawa penting haloaklkana adalah sebagai berikut :
a. Kloroform : sebagai anastesi, namun sudah diganti dengan halotan (2-bromo-2-kloro-1,1-
trifluoroetana)
b. Iodoform : digunakan sebagai antiseptic
c. Tetraklorometana : digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak, serta dalam pencucian
kering, juga sebagai pemadam api
d. CFC : sebagai zat pendingin dalam AC dan lemari es
e. DDT (diklorodifeniltikloroetana) : sebagai insektisida, namun sekarang dilarang

Keisomeran
Keisomeran struktur
Keisomeran kerangka
Keisomeran kerangka adalah rumus molekul dan gugus fungsi sama, rantai induk
berbeda.
Contoh :
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-OH 1-pentanol

CH3-CH2-CH-CH2-OH 2-metil-1-butanol
CH3

Keisomeran posisi
Keisomeran posisi adalah kerangka sama, tetapi posisi gugus fungsi berbeda
Contoh :
CH3-CH2-CH2-OH 1-butanol

CH3-CH-CH3 2-butanol
OH

Keisomeran gugus fungsi
Keisomeran gugus fungsi adalah rumus molekul , tetapi gugus fungsi berbeda
Alkanol dengan akoksialkana, keduanya mempunyai rumus umum CnH2n+2
Alkanal dengan alkanon, keduanya mempunyai rumus umum CnH2nO
Asam alkanoat dengan alkil alkanoat, keduanya mempunyai rumus umum CnH2nO2
Contoh 1 :
Keisomeran antara etanol dengan dietil eter mempunyai rumus molekul C2H6O
CH3-CH2-OH CH3-O-CH3
Etanol dietil eter


Contoh 2 :
Keisomeran antara propanal dengan propanon mempunyai rumus molekul C3H6O
O O
CH3-CH2-C-H CH3-C-CH3
Propanal propanon

Contoh 3:
Keisomeran antara asam etanoat dengan metal format mempunyai rumus C3H6O2
O O
CH3-C-OH CH3-O-C-H
Asam metanoat metil format

Keisomeran Ruang
Kisomeran geometris
Alkena akan mempunyai keisomeran geometris jika kedua atom C yang berikatan rangkap
mengikat gugus yang berbeda. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk, yaitu:
Cis : gugus sejenis terletak pada sisi yang sama
Trans : gugus yang sejenis terletak berseberangan
Contoh :
H3C CH3 H3C H
C=C C=C
H H H CH3
Cis-2-butena trans-2-butena

Keisomeran optis
Keisomeran optis terjadi pada senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris.Atom C
asimetris adalah atom C yang terikat pada 4 gugus fungsi yang berbeda.Senyawa yang
mempunyai n atom C asimetris dapat mempunyai sebanyak-banyaknya 2n isomer
optis.Senyawa-senyawa yang berisomer optis mempunyai putaran optis yang berbeda.
Contoh :
H H
Asam 1,2-dihidroksi butanoat, CH3 - C
3
– C
2
- COOH
OH OH
Mempunyai dua atom karbon asimetris, yaitu atom karbon nomor 2 dan nomor
3.Senyawa ini mempunyai 2
2
=4 isomer optis.

Reaksi-reaksi pada senyawa karbon
Reaksi-reaksi pada senyawa karbon dibagi menjadi 8 sebagai barikut:
a. Reaksi substitusi
Pada reaksi substitusi, atom gugus yang terdapat dalam suatu molekul diganti oleh gugus
atom lain. Reaksi ini umumnya terjadi pada senyawa yang jenuh (semua ikatan karbon-
karbonnya merupakan ikatan tunggal)
Contoh :
R-H + X2 R-X + H-X

b. Reaksi adisi
Reaksi adisi terjadi pada senyawa yang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga,
termasuk ikatan rangkap karbon dengan atom lain, seperti C=N, C=O. pada reaksi ini,
molekul senyawa ynag mempunyai ikatan rangkap menyerap atom gugus lain, sehingga
ikatan rangkapnya berubah menjadi tunggal.
Contoh : Pada reaksi ini dapat pula terjadi hokum
X Y markovnikov:
R-C=C-R + X-Y R-C-C-R yang kaya makin kaya-yang miskin makin
miskin
H H H H

c. Reaksi eliminasi
d. Reaksi oksidasi
e. Reaksi netralisasi
f. Reaksi hidrolisis
g. Reaksi esterifikasi
h. Reaksi saponifikasi

MATERI indikator 4.2
A. Benzena dan turunannya
 Benzena terbentuk dari 6 atom karbon yang berikatan secara melingkar, sehingga
membentuk segi enam beraturan dengan sudut 120
o
C

 Senyawa benzena yang berikatan secara melingkar disebut senyawa aromatik,
berikatan lurus disebut alifatik.
 Ikatan rangkap benzena dapat berpindah – pindah dengan cara beresonansi, seolah
bergetar, sehingga ikatan antaratom sangat kuat (membentuk cincin) yang
menyebabkan benzena sulit di adisi dan mempunyai titik didih yang tinggi.
 Turunan benzena adalah benzena yang atom H nya digantikan dengan atom atau
gugus atom lain. Gugus alkil (R), halogen (X) atau nitro (NO
2
) yang berikatan pada
cincin benzena dinamakan dalam bentuk awalan pada benzena
 Gugus bervalensi 1 (bertangan 1) yang diturunkan dari benzena disebut gugus fenil
(C
6
H
5
-) .Mis: benzena bertangan satu yang berikatan dengan Br disebut fenilbenzena.
 Gugus berlengan CH
2
yang diturunkan dari benzena disebut benzil
 Jika terdapat dua substituen, maka posisi substituen dinyatakan dengan awalan o
(orto), m (meta), atau p (para). Orto untu posisi substituen pada atom C nomor 1,2;
meta untuk nomor 1,3; dan para untuk nomor 1,4.
 Berikut ini adalah Turunan benzena pada umumnya beserta kegunaannya:

Struktur Nama Struktur Nama
CH3

Toluena
(sebagai bahan
peledak)
OH

Fenol
(sebagai desinfektan
dan antiseptik)
CH3
CH3

p-xilena
C-H
O

Banzaldehida
(sebagai penambah
aroma ceri dan almon
pada bahan makanan)
CH CH 3= 2

Stirena
C-OH
O

Asam benzoat
(sebagai bahan
pengawet makanan)
NH2

Anilina
(sebagai bahan
dasar
pembuatan zat
warna diazo)
CH OH 2

Benzil alkohol
(seebagai antiseptik)

 Reaksi penting dalam Benzena
- Halogenasi; benzena bereaksi langsung dengan katalis basi (III) halida.
- Nitrasi; bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalis asam sulfat pekat
membentuk nitrobenzena.
- Sulfonasi; terjadi apabila benzena dipanaskan dengan asam sulfat pekat
- Alkilasi; alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida
dengan katalis aluminium klorida (AlCl
3
)
Contoh Soal
1. Nama senyawa turunan benzena dengan rumus struktur dibawa adalah . . . .




Jawab : B
Pembahasan :
Jia diketahui rumus bangun suatu senyawa kimia dengan urutan prioritas subtituen utama
dalam benzene adalah OH > Alkil > Halogen.
Maka nama senyawa di atas adalah :
4-kloro-3,5-dimetil fenol

2. Berikut ini persamaan reaksi pembuatan turunan benzene.





Jenis reaksi tersebut adalah . . . .
A. Sulfonasi D. Halogenasi
B. Adisi E. Oksidasi
OH
CH3
CH3
Cl
A. 4-hidroksi-2,6-dimetil toluene
B. 4-kloro-3,5-dimetil fenol
C. 3,5-dimetill-4-hidroksi toluene
D. 3,5-dimetil-4-kloro fenol
E. 2,4-dimetil-3-kloro fenol
H
+
CH3Cl

HCl
CH
3

+
C. Alkilasi
Jawab : C
Pembahasan :
Merupakan reaksi alkilasi karena senyawa benzene direaksikan dengan alkil halide sehingga
satu atom H pada benzene tersubtitusi oleh alkil.



KOMPETENSI 5.
“Menyimpulkan perubahan energy, cara pengukuran pada termokima”

Indikator 5.1
“Menyimpulkan peristiwa eksoterm dan endoterm pada termokimia”

A. Raeksi Eksoterm dan Endoterm
- Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm merupakan reaksi pembebasan panas dari system ke
lingkungan sehingga suhu lingkungan bertambah.Entalpi hasil reaksi lebih
kecil daripada entalpi pereaksi sehingga H A
bertanda negatif (-), suhu
sebelum reaksi lebih rendah dari suhu setelah reaksi. Diagram eksoterm
sebagai berikut



- Reaksi Endoterm
Reaksi eksoterm merupakan reaksi penyerapan panas dari system ke
lingkungan sehingga suhu lingkungan bertambah.Entalpi hasil reaksi lebih
besar daripada entalpi pereaksi sehingga H A
bertanda positif (+), suhu
setelah reaksi lebih rendah dari suhu sebelum reaksi. Diagram endoterm
sebagai berikut



Contoh soal:
a. Diketahui:
1. Larutan 1: T
₁ = 28
˚ C
dan T₂ = 35
˚ C
2. Larutan 2: T
₁ = 28
˚ C
dan T₂ = 15
˚ C
3. Larutan 3: T
₁ = 28
˚ C
dan T₂ = 32
˚ C
4. Larutan 4: T
₁ = 28
˚ C
dan T₂ = 20
˚ C
Dari data tersebut larutan yang menunjukkan reaksi endoterm adalah larutan

A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

PENYELESAIAN
Jawaban: D
Reaksi eksoterm merupakan reaksi penyerapan panas dari system ke
lingkungan sehingga suhu lingkungan bertambah. Entalpi hasil reaksi lebih
besar daripada entalpi pereaksi sehingga H A
bertanda positif (+), suhu
setelah reaksi lebih rendah dari suhu sebelum reaksi
Maka larutan setelah reaksi lebih rendah dari suhu sebelum raksi adalah
larutan 2 dan 4


Indikator 5.2
“Menentukan kalor reaksi”

B. Kalor Reaks
1. Perubahan Entalpi Standar
Entalpi (H) merupakan jumlah toal dari semua bentuk kalor yang dimiliki suatu
zat. Perubahan entalpi ( H A ˚) adalah besarnya selisih antara entalpi hasil reaksi
dengan entalpi pereaksi atau disebut juga dengan perubahan kalor reaksi
Perubahan entalpi standar yaitu perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25˚
Cdan tekanan 1 atm
a) Entalpi pembentukan (
o
f
H A ) adalah perubahan entalpi pada
pembentukan 1 mol senyawa langsung dari unsur-unsurnya
b) Entalpi penguraian (
o
d
H A ) adalah penguraian 1 mol senyawa menjadi
unsur- unsurnya.
c) Entalpi pembakaran (
o
c
H A ) adalah perubahan entalpi pada pembakaran
1 mol senyawa.

2. Penetuan Kalor Reaksi
Secara umum penentuan kalor reaksi dapat ditentukan dengan cara berikut:
- Kalorimmeter
q = m x c x
A
t
q = C x
A
t
C = m x c
Ket :
C = kapasitas kalor (J
o
C
-1
)
m = massa zat (g)
c = kalor jenis (Jg-
1 o
C
-1
)
q = kalor yang dibebaskan atau diserap
q (+) jika reaksi endoterm dan (-) jika reaksi eksoterm.
At =perubahan suhu = t
akhir reaksi
– t
awal reaksi

- Berdasarkan Hukum Hess
H A
=
H A
₁ +
H A
₂ +
H A

Ket:
H A
= perubahan entalpi keseluruhan
H A
₁ = perubahan entalpi tahap 1
H A
₂ = perubahan entalpi tahap 2
H A
₃ = perubahan entalpi tahap n3
- Berdasarkan Tabel Entalpi Pembentukan
H A ˚ =
o
f
H A
produk -
o
f
H A
reaktan
- Berdasarkan Energi Ikatan
H A ˚ = ∑ energy pemutusan ikatan - ∑ energy pembentukan ikatan


Contoh soal:
a. Pada pemanasan 400 g air bersuhu 25
o
C diperlukan kalor 84 kJ. Jika diketahui
kalor jenis air = 4,2 J g
-1o
C
-1
, suhu air setelah pemasan adalah.......
A. 75
o
C
B. 80
o
C
C. 85
o
C
D. 90
o
C
E. 100
o
C

PENYELESAIAN
Jawaban : A
q = 84 kJ = 84.000J
q = m x c x At
At =
1
608 . 1
000 . 84
÷
C J
J
o
= 50
o
C
At = t
2
–t
1

50
o
C = t
2
– 25
o
C
t
2
=50
o
C + 25
o
C = 75
o
C

b. Jika diketahui energi ikatan N÷N = 946 kJ mol
-1
dan H-H = 436 kJ mol
-1
, dan reaksi
2NH
3
(g) ÷N
2
(g) + 3H
2
(g) AH = +92 kJ, maka energi ikatan rata- rata N-H
adalah....... kJ
A. 1173,0
B. 586,5
C. 391,0
D. 195,5
E. 159,5

PENYELESAIAN
Jawaban : C
2 H-NH
2
÷ N÷N + 3H-H AH = +92 kJ
AH =
¿ ¿
÷
) ( ) ( kanan kiri
EI EI
+92 = (6 N-H) – (N÷N + 3H-H)
+92 = (6 N-H) – (946 + (3 x 436))
N-H = 391
6
2254 92
=
+
Kj



















KOMPETENSI 6 : MENDESKRIPSIKAN KINETIKA REAKSI, KESETIMBANGAN KIMIA DAN FAKTOR –
FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA, SERTA PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI
INDIKATOR : 6.1 Menentukan laju reaksi
A. Laju reaksi
Laju reaksi didefinisikan sebagai laju pengurangan konsentrasi molar salah satu pereaksi
atau laju bertambahnya konsentrasi molar salah satu produk reaksi dalam suatu satuan
waktu.
- Laju reaksi = koefisien reaksi
Jika koefisien sama, maka besar laja reaksi akan sama.
Jika koefisien dua kali lebih besar, maka laju reaksi akan dua kali lebih cepat.
| | | |
t
D
t
C
t
B
t
A
v v v v
D C B A
A
A
+
A
A
+
A
A
÷
A
A
÷ = : :
] [
:
] [
: : :
| | | | | | | | D C B A v v v v
D C B A
: : : : : : =
nC nB nA v v v v
D C B A
: : : : : =
s r q p v v v v
D C B A
: : : : : : =
Persamaan Laju reaksi sebagai berikut :
v = k [A]
x
[B]
y

ket:
v = laju reaks(m/s)
[A] = konsentrasi zat A (M)
[B] = konsentrasi zat B (M)
k = konstanta laju reaksi
x = orde reaksi zat A
y = orde reaksi zat B
x+y = orde reaksi total
- Orde reaksi = pangkat konsentrasi
- Teori tumbukan:
- Setiap reaksi nimia diawali oleh tumbukan antarmolekulnya. Semakin sering/
banyak terjadi tumbukan, reaksi kimia berlangsung semakin cepat
- Tidak semua tumbukan kimia menghasilkan produk, hanya tumbukan yang
efektif, yaitu tumbukan yang partikelnya mempunyai energi minimum yang
diperlukan supaya bisa berlangsung reaksi (Energi aktivasi , E
a
).
- Jika harga E
a
besar, reaksi berlangsung lambat. Supaya reaksi berlangsung lebih
cepat, E
a
harus diturunkan dengan menambahkan katalis.

1. Dari hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut :
2A (g) + B (g) 2AB (g)
No. [A] awal mol/L [B] awal mol/L Laju reaksi [M s
-1
]
1.
2.
3.
4.
5.
0,1
0,1
0,1
0,2
0,3
0,1
0,2
0,3
0,1
0,1
6
12
18
24
54
Persamaan laju reaksinya adalah......M
-2
s
-1

A. | |
2
A k v =
B. | | B k v =
C. | || | B A k v =
D. | | | | B A k v
2
=
E. | || |
2
2 B A k v =
PEMBAHASAN
Jawaban : D
Orde reaksi A ditentukan terlebih dahulu. Pilihlah dua data yang menunjukkan
konsentrasi B yang sama, yaitu data (1) dan (4)
) 4 (
) 1 (
v
v
=
x
A
A
(
(
¸
(

¸

) 4 (
) 1 (

2 , 4 1 2 1
24
6
2 , 0
1 , 0
= = ¬ |
.
|

\
|
= x
x

Untuk mencari orde reaksi B (mis.y), pilihlah data A yang sama . Data yang dipilih bebas
asalkan bukan pada dua data B yang sama.
=
) 2 (
) 1 (
v
v
x
B
B
(
(
¸
(

¸

) 2 (
) 1 (

1 , 2 1 2 1
2 , 0
1 , 0
12
6
= ¬ = ¬ |
.
|

\
|
= y
y
y

Jadi, persamaan laju reaksinya adalah | || |
2
A B k v =
INDIKATOR : 6.2 Mendeskripsikan Faktor – fakto yang dapat mempengaruhi kinetika reaksi
dankesetimbangan kimia
A. Faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
÷ Konsentrasi, semakin besar konsentrasi semakin besar laju reaksi. Karena
apabila konsentrasi semakin besar maka jumlah partikel yang bertumbukan
semakin lebih banyak
÷ Suhu, semakin besar suhu maka laju reaksi semakin besar. Kenaikan 100C, laju
reaksi menjadi dua kali lebih cepat
÷ Luas permukaan sentuhan, semakin besar luas permukaaan zat pereaksi
semakin besar laju reaksi. Cara memperbesar permukaan adalah dengan
mengubah zat menjadi kecil/halus, sehingga tumbukan antarpartikel zat
pereaksi lebih besar
÷ Katalisator, adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi. Sifat-sifat katalisator
adalah dapat menurunkan energi aktivasi, mempercepat laju reaksi (baik reaksi
maju maupun reaksi balik), konsentrasi katalissemakin besar laju reaksi semakin
besar, katalis tidak dapat mengubah tetapan kesetimbangan
÷ Wujud zat, zat gas lebih cepat bereaksi daripada zat cair dan zat padat, zat cair
lebih cepat bereaksi daripada zat padat, dan padat lebih lama bereaksi zat gas
dan cair

Contoh :
2. Data reaksi antara logam zink dengan asam klorida :
PERCOBAAN BENTUK LOGAM Zn KONSENTRASI ASAM KLORIDA
1
2
3
4
5
Granula
Lempeng
Serbuk
Granula
Serbuk
0,5 M
0,5 M
0,25 M
0,25 M
0,5 M
Reaksi yang berlangsung paling cepat terjadi pada percobaan ................
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
JAWABAN : E
PEMBAHASAN : Laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan dan konsentrasi pereaksi.
Semakin luas permukaannya ( semakin halus ) maka laju makin besar. Semakin besar
konsentrasinya, laju juga semakin besar.
- Faktor- faktor yang menggeser kesetimbangan :

Faktor Aksi- Reaksi
Suhu (T)
Jika
) (
) (
÷
+
diturunkan
dinaikkan
T bergeser ke arah reaksi
) (
) (
÷ = A
+ = A
H eksoterm
H endoterm

Volum (V)
Jika
) (
) (
÷
+
diperkecil
diperbesar
V bergeser ke arah reaksi yang
¿
¿
kecil koef isien
besar koef isien

Tip:
V besar ÷ke koefisien besar, V kecil ÷ke koefisien kecil
Tekanan (P)
V
P
1
=
Tekanan dan volum berbanding terbalik
Konsentrasi
(C)
Jika C suatu zat
dikurangi
ditambah
bergeser
ke
dari
zat itu
Bila tekanan diperbesar, maka kesetimbangan reaksi gas yang bergeser ke kanan
adalah.....
A. H
2
+ I
2
·2HI
B. 2Cl
2
+ 2H
2
O·4HCl +O
2

C. N
2
O
4
·2NO
2

D. N
2
+ 3H
2
·2NH
3

E. N
2
+ O
2
·2NO
F. Jawaban : D
G. Tekanan diperbesar (volume diperkecil) ÷reaksi bergeser ke ruas yang jumlah
koefisiennya kecil


INDIKATOR 6.3 : Menentukan Kc/Kp
Reaksi kesetimbangan yaitu reaksi yang hasil reaksinya dapat kembali membentuk zat
pereaksi. Reaksi ini disebut juga reaksi dua arah atau reaksi bolak – balik. Tetapan kesetimbangan
dibedakan menjadi dua sebagai berikut :
Tetapan Kesetimbangan Kimia
Reaksi kesetimbangan yaitu rekasi yang hasil reaksinya dapat kembali membentuk zat pereaksi.
Reaksi ini disebut juga reaksi dua arah atau reaksi bolak-balik (reversible)
Tetapan kesetimbanagn dibedakan menjadi dua sebagai berikut
1. Tetapan Keseimbangan Berdasarkan Konsentrasi (Kc)
Harga tetapan keseimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) yaitu hasil kali konsentrasi zat-zat
hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi setelah tiap-tiap zat dipangkatkan
dengan koefisiennya menurut persamaan reaksi kesetimbangan.
Reaksi : mA + mB ↔pC +qD
Mempunyai persamaan tetapan kesetimbangan berikut
Kc =
[][]
[][]


Catatan :
a. Harga konstanta kesetimbangan (K) hanya dipengaruhi oleh suhu. Harga K berubah jika
suhu berubah.
b. Spesi kimia yang ada dalam persamaan kesetimbangan hanya spesi yang ada dalam fase
gas (g) dan larutan (aq). Sementara itu, spesi kimia yang ada dalam fase cair (l) dan padat
(s) tidak dilibatkan dalam persamaan tetapan kesetimbangan.
c. Harga K beberapa rekasi berlaku sebagai berikut
1) Reaksi yang berkebalikan, tetapan kesetimbangan adalah

2) Reaksi yang merupakan x kali dari rekasi tersebut tetapan kesetimbangannya K
x

3) Reaksi yang merupakann pembagian sebesar x dari reaksi tersebut tetapan
keseimbangannya √

.
4) Reaksi-reaksi yang dijumlahkan, harga-harga K dikalikan.
2. Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial (Kp)
a. Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan Parsial (Kp)
Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan Parsial (Kp) yaitu hasil kali tekanan parsial
gas-gas hasil reaksi dibagi dengan hasil kali tekanan parsial gas-gas pereaksi setelah tiap-
tiap gas dipangkatkan dengan koefisiennya menurut persamaan reaksi kesetimbangan.
Tekanan parsial adalah tekanan bagian tiap-tiap gas.
Reaksi : aA(g) + bB(g) ↔ cC(g) + dD(g)
Mempunyai tetapan kesetimbangan sebagai berikut
Kp =
()()
()()

Catatan :
1) Spesi kimia yang ada dalam persamaan kesetimbangan hanya spesi kimia yang ada dalam
fase gas (g).
2) Jumlah tekanan parsial (P) tiap-tiap gas merupakan tekanan total (P
total
) suatu campuran gas
Ptotal = PA + PB
PA =

x Ptotal
PB =

x Ptotal

Hubungan antara Kc dan Kp
Kp = Kc (RT)
∆n

Keterangan :
∆n = (c + d) – (a + b)
= mol gas akhir – mol gas awal
= jumlah koefisien gas kanan – jumlah kofisien gas kiri
R = tetapan gas ideal
(0.0821 L.atm/mol/K)
T = suhu (Kelvin)
Kc akan sama dengan Kp jika harga ∆n = 0
b. Disosiasi
Disosiasi yaitu peristiwa penguraian suatu zat menjadi beberapa zat lain yang lebih
sederhana menurut persamaan reaksi kesetimbangan. Derajat disosiasi (α) yaitu
perbandingan mol zat yang terdisosiasi dengan mol zat mula-mula sebelum
disosiasi.Perumusannya sebagai berikut.
α =

atau
α =

Contoh soal :
CO (g) + H
2
O (g) ↔ CO
2
(g) + H
2
(g)
Apabila 1 mol CO dan 1 mol H
2
O direaksikan sampai terjadi kesetimbangan dan pada saat tersebut
masih tersisa 0,2 mol CO, harga tetapan kesetimbagan K
c
adalah ............
a. 4
b. 9
c. 16
d. 20
e. 25
Jawaban : C
Pembahasan :
CO (g) + H
2
O (g) ↔ CO
2
(g) + H
2
(g)
Mula – mula : 1 1
Reaksi : 0,8 0,8 0,8 0,8
Seimbang 0,2 0,2 0,8 0,8
Kc = [0,8][0,8]
[0,2][0,2]
= 16



KOMPETENSI 7 : MENDESKRIPSIKAN REAKSI OKSIDASI-REDUKSI DAN ELEKTROKIMIA
SERTA PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
7.1 MENDESKRIPSIKAN REAKSI REDUKSI-OKSIDASI
A. Reaksi redoks
Reaksi redoks adalah reaksi serah terima elektron yang disertai dengan perubahan
bilangan oksidasi atom-atom yang terlibat reaksi. Reaksi redoks terdiri atas reaksi
reduksi dan reaksi oksidasi.
Reaksi Reduksi Reaksi Oksidasi
 Melepas oksigen
 Mengikat elektron
 Mengalami penurunan biloks
 Bertindak sebagai oksidator
 Mengikat oksigen
 Melepas elektron
 Mengalami kenaikan biloks
 Bertindak sebagai reduktor

a. Penyetaraan reaksi redoks
Metode penyetaraan bilangan oksidasi sebagai berikut.
a. Metode Bilangan Oksidasi
b. Metode Setengah Reaksi atau Metode Ion-Elektron
 Metode Bilangan Oksidasi
1. Tuliskan kerangka dasar reaksi
2. Setarakan jumlah atom-atom kanan dan kiri
3. Tentukan selisih perubahan biloks
4. Berilah koefisien reaksi dengan kali silang
5. Menyamakan muatan kanan dan kiri :
O dengan menambahkan H
2
O
H dengan menambahkan ion H
+
(asam) atau OH
-
(basa)
 Metode Setengah Reaksi atau Metode Ion-Elektron
 Tulis reaksi menjadi: setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi
 Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan biloks.
 Setarakan atom:
O dengan menambahkan H
2
O
H dengan menambahkan H
+
(asam) atau OH
-
(basa)
 Setarakan muatan kiri dan kanan dengan menambahkan elektron
 Kalikan silang, kemudian jumlah kedua reaksi tersebut

7.2 : Mendeskripsikan diagram sel
Sel elektrokimia
Sel elektrokimia yaitu suatu sistem yang terdiri atas dua elektrode, yaitu katode dan
anode, serta larutan elektrolit. Berdasarkan prinsip kerjanya, sel elektrokimia dibagi
menjadi dua, yaitu Sel Volta atau Sel Galvani dan Sel Elektrolisis.
a. Sel Volta (sel Galvani)
 Sel yang digunakan untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
 Dalam sel ini berlangsung reaksi redoks dimana katoda (kutub positif) dan tempat
terjadinya reduksi, sedangkan anoda (kutub negatif) dan tempat terjadinya
mengalami oksidasi. Untuk lebih mudahnya, dapat dihafalakan seperti di bawah ini.
Ka – P – A – N = katoda positif, anoda negatif. Contoh: baterai, sel aki
K – R – A – O = katoda reduksi, anoda negatif.
 Notasi sel volta
anode | ion || ion | katode M | M
A+
|| L
B+
| L
Keterangan: M = logam yang mengalami oksidasi
M
A+
= logam hasil oksidasi dengan kenaikan biloks = A
L = logam hasil reduksi
L
B+
= logam yang mengalami reduksi dengan penurunan biloks = B
 Potensial elektroda (E)
Potensial listrik yang muncul dari suatu elektroda ini dalam keadaan seimbang
dengan larutan ion-ionnya. Atau menunjukkan beda potensial antara elektroda
logam dengan elektroda hidrogen yang mempunyai potensial elektroda = 0 volt.
Bila diukur pada 25, 1 atm, maka potensial elaktroda sama dengan potensial
elektroda standar. Adapun urutan potensial elektroda standar reduksi beberapa
logam (dari kecil ke besar) adalah:
Li-K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe-Cd-Co-Ni-Sn-Pb-(H)-Sb-Bi-Cu-Hg-Ag-Pt-Au
 Potensial sel (E
o
sel
)
Reaksi dikatakan spontan apabila nilai E
o
sel
= positif
E
o
sel
= E
o
reduksi
- E
o
oksidasi

b. Sel elektrolisis
 Sel yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi enegi kimia.
 Dalam sel ini berlangsung reaksi redoks dimana katoda (kutub negatif) dan tempat
terjadinya reduksi, sedangkan anoda (kutub positif) dan tempat terjadinya oksidasi.
 Elektrolisis leburan (lelehan)
Apabila suatu lelehan dialiri listrik, maka di katoda terjadi reduksi kation dan di
anoda terjadi oksidasi anion.
K – N – A – P = katoda negatif, anoda positif. Contoh: penyepuhan, pemurnian
logam
 Elektrollisis larutan
Reaksi di katoda (elektroda negatif), bergantung pada jenis kation
 Bila kation merupakan logam aktif, yaitu logam-logam golongan IA, golongan IIA,
Al, dan Mn, maka yang tereduksi adalah air (H
2
O):
2H
2
O
(l)
+ 2e 2OH
-
(aq)
+ H
2 (g)

 Bila kation H
+
, maka akan tereduksi:
2H
+
(aq)
+ 2e H
2(g)
 Bila kation logam lain selain tersebut di atas, maka logam tersebut akan tereduksi:
L
M+
(aq)
+ Me L
(s)
Reaksi di anoda (elektroda positif), bergantung pada jenis anode dan anion
 Anoda inert (tidak reaktif), seperti Pt, Au, C
- Bila anion sisa asam atau garam oksi seperti SO
4
2-
, NO
3-
, maka yang teroksidasi
adalah air (H
2
O)
2H
2
O
(l)
4H
+
(aq)
+ O
2 (g)
+ 4e
- Bila anion OH
-
, maka akan teroksidasi
4OH
-
(aq)
2H
2
O
(l)
+ O
2 (g)
+ 4
e

- Bila anIonnya merupakan ion halida X
-
(F, Cl, Br, I) maka anion itu teroksidasi
2X
-
(aq)
X
2 (g)
+ 2e
 Anoda tak inert, maka anoda teroksidasi
L
(s)
L
x+
(aq)
+ xe

3. Hukum Faraday
a. Hukum Faraday 1
”Massa zat yang dibebaskan pada reaksi elektrolisis (G) sebanding dengan jumlah arus
listrik (I) dikalikan dengan waktu elektrolisis (t)”.
G ≈ I t

b. Hukum Faraday 2
”Massa zat yang dibebaskan pada rekasi eloktrolisis (G) sebanding dengan dengan
massa ekivalen zat tersebut (ME)”.
G ≈ ME
Penggabungan hukum Faraday 1 dan 2 menghasilkan persamaan sebagai berikut
G = k × I × t × ME
dimana Faraday menemukan harga k =

sehingga persamaannya menjadi:
G =

× ME
Keterangan: G = massa zat yang dibebaskan (gram)
I = kuat arus (Ampere)
t = waktu (detik)
ME = massa ekivalen
Massa ekuivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom relatif (A
r
) dibagi
dengan bilangan oksidasinya.

7.4 : mendeskripsikan fenomena korosi
a. Pengertian korosi
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di
lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Contoh :
karat besi. Pada korosi besi, besi berlaku sebagai anode, dimana besi mengalami
oksidasi. Sedangkan, oksigen (udara) mengalami reduksi dan berlaku sebagai katode.
Rumus kimia karat besi adalah Fe
2
O
3
.xH
2
O, suatu zat padat yang berwarna coklat-
merah.
b.Faktor-faktor korosi
Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi adalah sebagai berikut
 Elektrolit dan konsentrasi. Keberadaan elektrolit, seperti garam dalam air laut dapat
mempercepat laju korosi dengan menambah terjadinya reduksi tambahan.
Sedangkan konsentrasi elektrolit dapat menaikkan laju aliran e- sehingga korosi
meningkat.
 pH. Korosi dalam kondisi pH < 7 lebih besar karena adanya reaksi reduksi tambahan,
yaitu reduksi H
+
pada katode.
 Kandungan H
2
O dan O
2
. Logam yang diletakkan diluar rumah akan lebih cepat
terkorosi dibanding yang tersimpan kering dalam rumah.
 Galvanic coupling. Apabila logam terhubung atau menempel pada logam lain yang
kurang reaktif, maka akan timbul beda potensial yang menyebabkan terjadinya
aliran elektron dari logam tersebut ke logam yang kurng reaktif. Dengan kata lain
logam akan terkorosi.
 Suhu. Pada umumnya laju korosi naik seiring dengan kenaikan suhu.
 Keberadaan zat pengotor. Zat pengotor dipermukaan logam dapat menyebabkan
terjadinya reaksi reduksi tambahan sehingga lebih anyak logam yang terkorosi.
 Metalurgi. Kecenderungan bagian logam bertindak sebagai anode atau katode
tergantung dari faktor metalurgi seperti:
 Kekasaran. Permukaaan yang lebih kasar akan menimbulkan beda potensial dan
cenderung menjadi anodeyang terkorosi
 Keberadaan unsur lain dalam logam secara tidak homogen akn mempercepat laju
korosi karena adanya efek galvanic coupling
c. Pencegahan korosi
 Mencegah kontak langsung dengan air (H
2
O) dan oksigen (O
2
)
 Pengecatan
Cat yang mengandung timbel dan zink akan lebih baik, karena keduanya
melindungi besi terhadap korosi.
 Pelumuran dengan oli atau gemuk
Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin untuk mencegah kontak
dengan air
 Pembalutan dengan plastik
Misalnya rak piring dan keranjang sepeda.
 Tin plating (pelapisan dengan timah)
Kaleng-kaleng kemasan yang terbuat dari besi dilapisi oleh timah. Pelapisan
dilakukan secara elektrolisis.
 Galvanisasi (pelapisan dengan zink)
Pipa besi, tiang telpon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Badan mobil-
mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.
 Cromium plating (pelapisan dengan kromium)
Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan
pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga
dilakukan dengan elektrolisis.
 Sacrificial protection (pengorbanan anode)
Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat)
daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium
itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja
yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang
magnesium harus diganti.











KOMPETENSI 8
Mendeskripsikan unusur-unsur penting yang terdapat di alam, pembuatan, dan
kegunaannya.

Indikator 8.1
Mendeskripsikan unsur-unsur penting yang ada di alam termasuk unsur radioaktif
Materi :
A. Unsur-Unsur yang ada di Alam
Sebagian dari unsur-unsur terdapat dalam bentuk bebas, tetapi lebih banyak yang berupa
senyawa. Contoh unsur-unsur dalam bentuk bebas seperti : Unsur – unsur gas mulia (helium, neon,
argon, krypton, xenon, dan radon), beberapa unsur logam (emas, platina, perak, dan tembaga),
beberapa unsur nonlogam (oksigen, nitrogen, belerang dan karbon).
Bahan-bahan alam yang mengandung unsur atau senyawa tertentu dalam kadar yang relativ
besar disebut mineral.
Kandungan unsur dalam mineral disajikan dalam tabel berikut.
Unsur Mineral Rumus kimia
Sc Thortveitie Sc
2
Si
2
O
Ti Rutil
Limenit
TiO
2

FeTiO
3

V Vanadit Pb3(VO
4
)
2

Cr kromit FeCr
2
O
4

Mn pirolusit MnO
2

Fe Hematit
Magnetik
Limonit
Siderit
Pirit
Fe
2
O
3

Fe
3
O
4

Fe
2
O
3
. H
2
O
FeCO
3

FeS
2

Co Kobaltit
Smaltit
CoAsS
CoAs
2

Ni Pentlandite
garnerit
(FeNi)S
H
2
(NiMg)SiO
4
.
2
H
2
O
Cu Kalkopirit
Malasit
kalkosit
CuFeS2
Cu
2
(OH)
2
CO
3

Cu
2
S
Zn Seng Z
n
S
blende/sphalerita
Calamine
ZnCO
3

K Karnalit KCI .MgCl
2
.
6
H
2
O
Na Sendawa chili
Kriolit
NaNO
3

Na
3
AlF
6

Si Kuarsa SiO
2

Al Bauksit
Kriolit
Al
2
O
3
. nH
2
O
Na
3
AlF
6

Mg Magnesit
Kiserit
Epsomit
MgCO
3

MgSO
4
. H
2
O
MgSO
4
.
7
H
2
O
Ca dolomit CaCO
3
. MgCO
3

Sr Stronsianit
selestit
SrCO
3

SrSO
4

Ba Barit
Witerit
BaSO
4

BaCO
3

Se Kruksit
Klausthalit
_
_
Pb Galena
kerusit
PbS
PbCO
3

Unsur yang paling melimpah di kulit bumi adalah oksigen, kemudian silikon dan aluminium.
Ketiga unsur ini mencakup 80% dari massa kulit bumi.
B. Sifat – Sifat Unsur yang Ada di Alam
1. Golongan Alkali (IA)
Sifat – sifat unsur alkali
a. Jari- jari atom, massa atom, kelektrokpositifan, sifat reduktor besar,
b. Penghantar panas dan listrik yang baik.
c. Energi Ionisasi, afinitas elektron, dan elektronegatifan rendah
d. Spektra emisi dengan warna nyala yang khas
e. Reduktor hebat
f. Sangat reaktif
g. Dapat membentuk senyawa basa kuat
h. Bereaksi hebat dengan air (mudah larut dalam air), hidrogen, oksigen, dan halogen.
i. Elektron terluar 1
j. Lunak
k. Titik lebur rendah
l. Massa Jenis rendah
m. Potensial untuk ionisasi sangat rendah
n. Tingkat elektronegativitas : Li > Na > K > Rb > Cs > Fr
o. Tingkat reaktivitas : Li < Na < K < Rb < Cs < Fr
p. Titik lebur dan titik uap : Li > Na > K > Rb > Cs > Fr

2. Alkali Tanah (IIA)
Sifat- sifat alkali tanah :
a. Pada umumnya makin ke bawah dalam satu golongan, nomor atom cenderung makin
meningkat.
b. Energi Ionisasi pertama atau kedua menurun
c. Potensial energi selalu meningkat dengan urutan . … ke 3 > 2 > 1,
d. Pada umumnya (tidak selalu) titik didih dan titik leleh menurun
e. Lebih reaktif karena makin ke bawah makin mudah membentuk ion.
f. Electronegativity cenderung menurun
g. Mudah mengalami oksidasi
h. Termasuk zat pereduksi kuat ( memiliki 2 buah elektron,
i. Semua unsurnya berwujud padat pada suhu ruangan
j. Kerapatan logam alkali tanah lebih besar, shg logam alkali
k. Mudah bereaksi dengan unsur non logam
l. Semakin kebawah sifat logam dan sifat basa semakin kuat.

3. Halogen (VIIA)
Sofat – sifat halogen :
1. Dalam bentuk struktur, halogen (X) terdapat sebagai molekul diatomik ( X
2
).
2. Pada suhu kamar, fluorin dan klorin berupa gas, bromin berupa cairan mudah menguap,
iodin berwarna hitam, sedang uap iodin berwarna ungu.
3. Fluorin berwarna kuning muda, klorin berwarna hijau muda, bromin berwarna merah tua,
iodin berwarna hitam, sedang uap iodin berwarna ungu.
4. Bau halogen merangsang dan menusuk hidung.
5. Kelarutannya dalam air berkurang dari fluorin ke iodin.
6. Jari-jari atom dari atas ke bawah semakin besar.
7. Afifnitas elektron dari atas ke bawah semakin berkurang.
8. Kereaktifan dari atas ke bawah semakin menurun.
9. Daya ionisasi meningkat dengan kurangnya nomor atom.

4. Gas Mulia (VIII)
Berdasarkan tabel di atas dapat di simpulkan :
1. Berbentuk gas pada suhu kamar.
2. Mendidih hanya beberapa derajat di atas titik didih cairnya.
3. Jari-jari atom, titik leleh, serta titik didih gas mulia bertambah seiring bertambahnya nomor
atom.
4. Energi pengionan berkurang seiring bertambahnya nomor atom.
5. Kereaktiffan bertambah seiring bertambahnya jari-jari atom (dari atas ke bawah).
6. Daya tarik inti terhadap elektron kulit terluar berkurang seiring pertambahan jari-jari atom.

5. Unsur – unsur periode ketiga
Sifat – sifat unsur periode ketiga
Na Mg Al Si P S Cl Ar
Logam Metaloid Nonlogam Gas mulia
Urutan kenaikan energi ionisasi: Na &lt; Al &lt; Mg &lt; Si &lt; S &lt; P &lt; Cl &lt; Ar
- Yang terdapat bebas di alam: S dan Ar
- Makin ke kanan maka sifat asam makin kuat
- Al(OH)
3
bersifat amfoter
- Jari-jari, sifat logam, sifat basa, dan sifat reduktor terbesar dimiliki oleh natrium
- Energi ionisasi terbesar dimiliki oleh argon
- Elektronegatifitas, sifat asam, sifat oksidator terbesar dimiliki oleh klorin
- Si merupakan unsur ke-2 terbanyak setelah oksigen pada kulit bumi
- Al merupakan unsur ke-3 terbanyak setelah oksigen dan Si pada kulit bumi.
6. Unsur – unsur periode keempat

Sifat – sifat unsur periode keempat :
- Sifat logam sangat keras, tahan panas, elektropositif, dan penghantar listrik yang baik.
Pengecualian untuk Cu merupakan logam yang lembut dan elastic.
- Banyak di antaranya dapat membentuk ion – ion berwarna yang berubah – ubah menurut
keadaan bilangan oksidasinya. Fe2+ hijau, Fe3+ cokelat, Cr3+ hijau, Cr6+ kuning.
- Mempunyai bilangan oksidasi yang harganya 0 atau positif.
- Dapat membentuk senyawa kompleks.
- Memiliki elektron tidak berpasangan yang mengakibatkan titik didih atau titik leleh tinggi,
bersifat paramagnetik,berwarna dan bersifat katalis.

7. Unsur radioaktif
Sifat – sifat umum unsure radioaktif :
1. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
2. Dapat mengionkan gas yang disinari.
3. Dapat menghitamkan pelat film.
4. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β,dan γ.

Sinar – sinar radioaktif :
- Sinar Alfa (α)
Radiasi ini terdiri dari seberkas sinar partikel alfa. Radiasi alfa terdiri dari partikel-partikel
yang bermuatan positif dengan muatan +2 dan massa atomnya 4 (

). Partikel-partikel
alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 –10 persen
kecepatan cahaya.
Sinar Alfa (α) memiliki Sifat – sifat :
1. Bermuatan positi sehingga dalam medan listrik di belokkan ke kutub negatif.
2. Daya tembus kecil
3. Daya ionisasi kecil

6. Sinar Beta (β)
Berkas sinar β terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan negatif dan partikel β identik dengan
electron (

).
Sinar Beta (β) memiliki Sifat – sifat :
1. Bermuatan nagatif sehingga dalam medan listrik di belokkan ke kutub positif.
2. Daya tembus lebih besar daripada sinar alfa ( α )
3. Daya ionisasi lebih kecil daripada sinar alfa ( α )

7. Sinar Gamma ()
Beberapa proses peluruhan radioaktif yang memancarkan partikel α atau β menyebabkan inti
berada dalam keadaan energetik, sehingga inti selanjutnya kehilangan energi dalam bentuk
radiasi elektromagnetik yaitu sinar gamma.
Sinar Gamma () memiliki sifat – sifat :
1. Tidak bermuatan listrik, sehingga tidak di pengaruhi medan listrik.
2. Daya tembus lebih besar daripada sinar alfa ( α ) dan sinar beta (β)
3. Daya ionisasi lebih kecil daripada sinar alfa (α) dan sinar beta (β).

Tipe peluruhan
a. Inti yang terletak di atas pita kestabilan

, stabil dengan pemancaran sinar beta.

b. Inti yang terletak di bawah pita kestabilan

, stabil dengan cara :
- Pemancaran positron

- Penangkapan electron di kulit K

Reaksi – reaksi inti
Reaksi-reaksi Inti (perubahan satu nuklida menjadi nuklida lain) dapat dikelompokkan
menjadi:
- Reaksi penembakan
Partikel penembak yang digunakan dapat berupa partikel ringan (sinar alpha, proton,
atau netron) dan dapat juga berupa partikel berat

Contoh:

- Reaksi Fisi (pembelahan)
Dalam hal ini suatu nuklida akan menghasilkan dua nuklida sebagai hasil reaksi:

- Reaksi Fusi (penggabungan)
Pada reaksi ini beberapa nuklida atau partikel bergabung untuk untuk membentuk
nuklida yang lebih besar.

Waktu paro
Waktu pro adalah waktu yang dibutuhkan unsur radioaktif untuk mengalami peluruhan
sampai menjadi 1/2 kali semula (masa atau aktivitas).
Rumus:

(

)

N
t
= massa setelah peluruhaan
N
0
= massa mula-mula
T = waktu peluruhan
t( 1)/2 = waktu paro
***
Indikator 8.2
Mendeskripsikan cara memperoleh unsur dan kegunaannya
Materi
A. UNSUR ALKALI
Cara memperoleh unsur :
1. Pembuatan Logam Natrium ( Na )
Logam natrium dibuat dengan cara elektrolisis leburan (lelehan) NaCl yang dicampur CaCl2.
Karena potensial reduksi ion Ca2+ lebih negatif dari potensial reduksi ion Na+ maka pada
elektrolisis hanya terjadi reduksi ion Na+. Persamaan reaksinya :

2NaCl(l)

→ 2Na
+
(l) + 2Cl
-
(l)


Katoda (-)

2Na
+
(l) + 2e
-
→ 2Na(s)


Anoda (+)

2Cl
-
(l)

→ Cl2(g) + 2e
-
+

2NaCl(l)

→ 2Na(s) + Cl2(g)


2. Pembuatan Logam Kalium ( K )
- elektrolisis lelehan KOH
- elektrolisis lelehan KCN
- reduksi garam kloridanya
- reduksi KCl dengan natrium

3. Pembuatan Logam Litium ( Li )
Litium ( Li) dibuat secara elektrolisis cairan LiCl, logam Li diperoleh di katoda dan gas
Cl
2
diperoleh di anoda.

4. Pembuatan Senyawa Natrium Hidroksida ( NaOH )
Senyawa natrium hidroksida dapat dibuat dengan cara elektrolisis larutan NaCl. Alat yang
digunakan disebut Sel Nelson.
2NaCl (aq) → 2Na
+
(aq) +2Cl
-

Katoda (-) 2H2O(aq) + 2e → 2OH
-
(aq) +H
2

Anode (+) 2Cl
-
(aq) → Cl
2
(g) +2e
-

Kegunaan unsur:
1. Natrium
a. Natrium Klorida
- Bahan baku untuk membuat natrium (Na), klorin (Cl
2
), hydrogen (H
2
), hydrogen
klorida (HCl) serta senyawa- senyawa natrium seperti NaOH dan Na
2
CO
3
.
- Pada industri susu serta pengawetan ikan dan daging.
- Di negara yang bermusim dingin, natrium klorida digunakan untuk mencairkan salju
di jalan raya.
- Regenerasi alat pelunak air.
- Pada pengolahan kulit.
- Pengolahan bahan makanan yaitu sebagai bumbu masak atau garam dapur.
b. Natrium Hidroksida (NaOH)
- Industri sabun dan deterjen. Sabun dibuat dengan mereaksikan lemak atau minyak
dengan NaOH.
- Industri pulp dan kertas. Bahan dasar pembuatan kertas adalah selulosa (pulp)
dengan cara memasak kayu, bambu dan jerami dengan kaustik soda (NaOH).
- Pada pengolahan aluminium Kaustik soda digunakan untuk mengolah bauksit
menjadi Al
2
O
3
(alumina) murni.
- NaOH juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, pemurnian minyak bumi, serta
pembuatan senyawa natrium lainnya seperti NaClO.
c. Natrium Karbonat (Na
2
CO
3
)
- Industri pembuatan kertas, untuk membentuk sabun damar yang berfungsi menolak
air dan pengikat serat selulosa (pulp)
- Industri kaca, industri deterjen, bahan pelunak air (menghilangkan kesadahan pada
air).
d. Natrium Bikarbonat (NaHCO
3
)
Natrium bikarbnat disebut juga soda kue.Kegunaannya sebagai bahan pengembang pada
pembuatan kue.

e. Natrium Sulfida (Na
2
S)
Digunakan bersama-sama dengan NaOH pada proses pengolahan pulp (bahan dasar
pembuat kertas).

f. Natrium Sulfat (Na
2
SO
4
)
kegunaannya sebagai bahan yang dapat dipakai untuk menyimpan energi surya, sehingga
dapat dipakai sebagai penghangat ruangan dan penghangat air.

Kegunaan senyawa natrium yang lain
- NaCN untuk ekstraksi emas dan untuk mengeraskan baja.
- NaNO
2
untuk bahan pengawet.
- NaHSO
3
untuk proses pembuatan pulp.
- Na
2
SiO
3
untuk bahan perekat atau pengisi dalam industri kertas (karton) dan sebagai
bahan pengisi pada industri sabun.
2. Kalium (K)
Kegunaan kalium dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
- Unsur kalium sangat penting bagi pertumbuhan. Tumbuhan membutuhkan garam-
garam kalium, tidak sebagai ion K
+
sendiri, tetapi bersama-sama dengan ion Ca
2+
dalam
perbandingan tertentu.
- Unsur kalium digunakan untuk pembuatan kalium superoksida (KO
2
) yang dapat
bereaksi dengan air membentuk oksigen.
- senyawa KO
2
digunakan sebagai bahan cadangan oksigen dalam tambang (bawah
tanah), kapal selam, dan digunakan untuk memulihkan seseorang yang keracunan gas.
Kegunaan senyawa kalium ialah sebagai berikut :
- KOH digunakan pada industri sabun lunak atau lembek.
- KCl dan K
2
SO
4
digunakan untuk pupuk pada tanaman.
- KNO
3
digunakan sebagai komponen esensial dari bahan peledak, petasan dan
kembang api.
- KClO
3
digunakan untuk pembuatan korek api, bahan peledak, dan mercon. KClO
3
dapat
juga digunakan sebagai bahan pembuat gas Cl
2
, apabila direaksikan dengan larutan HCl
pada laboratorium.
- K
2
CO
3
digunakan pada industri kaca.
Selain natrium dan kalium, kegunaan logam alkali sebagai berikut :
- Litium digunakan untuk membuat baterai.
- Rubidium (Rb) dan Cesium (Cs) digunakan sebagai permukaan peka cahaya dalam sel
fotolistrik yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik.
- Li
2
CO
3
digunakan untuk pembuatan beberapa jenis peralatan gelas dan keramik.

B. UNSUR ALKALI TANAH
Cara memperoleh
Magnesium
- Magnesium diperoleh dengan proses Down.
- Dengan elektrolisis leburan garamnya.
CaCl
2(l)
Ca
2+
+ 2Cl
-
Katoda : Ca
2+
(l)+ 2e Ca(s)
Anoda : 2Cl
-
(l) Cl
2
+ 2e +
Ca
2+
(l)+ 2Cl
-
(l) Ca(s) + 2Cl
-
(l)

Berilium
Isolasi berilium
1. Metode reduksi BeF
2

Reaksi yang terjadi adalah:
BeF
2
+ Mg MgF
2
+ Be
2. Metode elektrolisis BeCl
2

Katoda : Be
2+
+ 2e
-
Be
Anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-
+
Be
2+
+ 2Cl
-
Be + Cl
2
Ekstraksi Berilium (Be)
• Metode reduksi
BeF2 + Mg MgF2 + Be
• Metode Elektrolisis
Reaksi yang terjadi adalah
Katoda : Be
2+
+ 2e
-
Be
Anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-
+
Be
2+
+2Cl
-
Be + Cl
2


Kalsium (Ca)
- Metode Elektrolisis
Reaksi yang terjadi :
CaCO
3
+ 2HCl CaCl
2
+ H
2
O + CO
2

Setelah mendapatkan CaCl
2
, kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatka kalsium
(Ca).Reaksi yang terjadi :
Katoda ; Ca
2+
+ 2e
-
Ca
Anoda ; 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-

- Metode Reduksi
Reduksi CaO oleh Al
6CaO + 2Al 3 Ca + Ca3Al2O6
Reduksi CaCl2 oleh Na
CaCl2 + 2 Na Ca + 2NaCl

Strontium (Sr)
Metode Elektrolisis
Reaksi yang terjadi ;
katode ; Sr2+ +2e- à Sr
anoda ; 2Cl- à Cl2 + 2e-
Barium (Ba)
- Metode Elektrolisis
Reaksi yang terjadi :
katode ; Ba
2
+ +2e
-
Ba
anoda ; 2Cl- Cl
2
+ 2e
-

- Metode Reduksi
Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang
terjadi :
6BaO + 2Al 3Ba + Ba
3
Al
2
O
6
.
Kegunaan
Berilium
1. Dapat digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga berilium
2. Dapat digunakan untuk pembuatan: elektroda pengelasan bintik, pegas, peralatan elektronik
tanpa bunga api dan penyambung listrik
3. Digunakan sebagai bahan penstrukturan ringan dalam pesawat berkecepatan tinggi,
peluruberpandu, kapal terbang dan satelit komunikasi
4. Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk menepis cahaya tampak
dan memperbolehkan hanya sinaran X yang terdeteksi dan dapat digunakan untuk pembuatan
litar bersepadu mikroskopik.
5. Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer, pegas jam tangan dan
peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran dan kestabilan dimensi.
6. Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai kegunaan yang memerlukan konduktor panas
yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan juga titik lebur yang tinggi, seterusnya
bertindak sebagai perintang listrik.
7. Campuran berilium dahulu digunakan dalam lampu floresen, tetapi penggunaan tersebut tak
dilanjutkan lagi karena pekerja yang terpapar terancam bahaya beriliosis.


Magnesium
1. Magnesium dapat digunakan untuk memberi warna putih terang pada kembang api dan pada
lampu Blitz
2. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku, karena senyawa MgO memiliki titik leleh
yang tinggi.
3. Senyawa Magnesim Hidroksida diguakan dalam pasta gigi untuk mengurangi asam yang
terdapat di mulut dan mencegah terjadinya kerusakan gigi, sekaligus sebagai pancegah maag
4. Membuat campuran logam semakin kuat dan ringan sehingga biasa digunakan pada alat-alat
rumah tangga.

Kalsium
1. Mengaktifkan saraf
2. Melancarkan peredaran darah
3. Melenturkan otot
4. Menormalkan tekanan darah
5. Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
6. Menjaga keseimbangan cairan tubuh
7. Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
8. Mencegah penyakit jantung
9. Menurunkan resiko kanker usus
10. Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
11. Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
12. Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
13. Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
14. Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan
15. Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
16. Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
Stronsium
1. Dapat memberi warna merah apabila digunakan untuk bahan kembang api
2. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi berwarna
dan computer
3. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi listrik dalam baterei
nuklir RTG (Radioisotop Thermoelectric Generator)
Barium
1. Barium Sulfat digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu menyerap sinar
X meskipun beracun
2. Barium Sulfat digunakan sebagai pewarna pada plastik karena memiliki kerapatan yang tinggi
dan warna terang
3. Barium Nitrat digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api

C. UNSUR HALOGEN
Cara memperoleh :
1. Di Laboratorium
Pembuatan senyawa halogen untuk skala laboratotium bisa dilakukandengan cara mengoksidasi
senyawa halida dengan MnO2 atau KmnO4 dalam asam (H2SO4 pekat).
2. Industri
Pembuatan senyawa halogen dalam industri sebagai berikut :
- Proses Downs dilakukan untuk menurunkan titik lebur dari800oC menjadi 600oC. Caranya,
dengan mengelektrolisisleburan NaCl dengan sedikit NaF.
Katoda (besi) : Na+ + eNa
Anoda (carbón) : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
- Proses Gibbs
Proses Gibbs dilakukan dengan cara mengelektrolisis larutanNaCl.
Katoda (besi) : 2H2O + 2e 2OH- + H2
Anoda (karbon) : 2Cl- Cl2 + 2e

Kegunaan
Flourin
1. Gas flourin (F
2
) terutama digunakan dalam proses pengolahan isotop uranium -235 dari isotop
uranium-238 melalui difusi gas
2. Asam flourida (HF), yang dapat bereaksi dengan gelas, sehingga sering digunakan untuk
mengukir (mengetra) gelas
CaSIO
3(s)
+ 8 Hf
(aq)
H
2
SiF
6(aq)
+ CaF
2(s)
+ 3 H
2
O
3. Natrium heksa flourosilikat (Na
2
SiF
6
), bahan yang dicampurkan pada pasta gigi agar gigi menjadi
kuat
4. NaF, zat yang digunakan untuk mengawetkan kayu dari gangguan serangga
5. SF
6
, sutau gas yang digunakan sebagai insulator
6. Kriolit (Na
3
AlF
6
), bahan yang digunakan sebagai pelarut dalam pengolahan logam Al secara
elektrolisis.
7. Freon-12 (CF
2
Cl
2
), senyawa yang dipakai sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC, serta sebagai
zat pendorong pada kosmetika aerosol (spray)
8. Teflon, suatu jenis plastik tahan pans yang banyak digunakan pada peralatan mesin
Klorin
1. Gas Cl
2
mempunyai sifat desinfektan, sehingga sering dialirkan pada air kolam renang untuk
memusnahkan kuman-kuman berbahaya.
2. Gas Cl
2
dapat menarik timah dari kaleng bekas, membentuk SnCl
4
kemudian direduksi menjadi
timah murni
3. HCl, digunakan untuk membersihkan permukaan logam serta untuk mengekstraksi logam-logam
tertentu dari bijihnya.
4. NaCl, dipaki sebagi garam dapur dan sebagi bahan baku pada berbagai jenis industri kimia
5. KCl sebagai pupuk tanaman
6. NH
4
Cl, elektrolit pengisi batu baterai
7. NaClO, mengoksidasi zat warna sehingga digunakan sebagai zat pengelantang untuk kain dan
kertas
8. Kalium kloart, bahan pembuat mercon dan korek api
9. Seng klorida (ZnCl
2
), bahan pematri (solder)
10. Kalsium hipoklorit (CaCOCl)
2
disingkat kaporit, pemusnah kuman pada air ledeng
Bromin
1. NaBr, zat sedutif atau obat penenang saraf
2. AgBr, yang disuspensikan dalam gelatin untuk dipakai sebagai film fotografi
3. Metal bromida (CH
3
Br), suatu bahan campuran zat pemadam kebakaran
4. Etilen dibromida (C
2
H
4
Br
2
), yang sering ditambahkan pada bensin, agar senyawa Pb dalam bensin
diubah menjadi PbBr
2
, sehingga logam pb tidak mengendap dalam silinder
Iodin
1. Larutan I
2
dalam alkohol yang disebut sebagai tingtur yodium, obat luka agar tidak terkena
infeksi
2. Kalium iodat (KIO
3
) yang ditambahkan pada garam dapur, agar tubuh kita memperoleh iodine
Perak iodida (AgI), digunakan dalam film fotografi

D. UNSUR GAS MULIA
Cara memperoleh
Menggunakan proses pemisahan udara (proses destilasi udara cair). Pada tahap awal, CO
2

dan uap air dipisahkan terlebih dahulu.Kemudian udara diembunkan dengan memberikan
tekanan 200 atm diikuti pendinginan cepat. Sebagian besar udara akan membentuk cair
dengan kandungan Gas Mulia yang lebih banyak, yaitu 60% Gas Mulia (Ar, Kr, Xe) dan
sisanya30% O2 dan 10% N2.

Kegunaan gas
Helium
1. Digunakan dalam sistem pernafasan laut dalam.
2. untuk mendinginkan magnet superkonduktor.
3. untuk pengembangan balon,
4. untuk mengangkat kapal udara dan sebagai gas pelindung untuk penggunaan.
5. Helium cair digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap yang sangat
rendah.
6. Helium yang tidak reaktif digunakan sebagai pengganti nitrogen untuk membuat udara
buatan untuk penyelaman dasar laut.

Argon
1. Digunakan dalam las titanium pada pembuatan pesawat terbang atau roket.
2. Argon juga digunakan dalam las stainless steel.
3. sebagai pengisi bola lampu pijar karena argon tidak bereaksi dengan wolfram (tungsten)
yang panas.
4. sebagai atmosfer pelindung untuk menumbuhkan silikon dan kristal germanium.

Neon
1. Neon dapat digunakan untuk pengisi bola lampu neon. Neon digunakan juga sebagai zat
pendingin, indikator tegangan tinggi, penangkal petir, dan untuk pengisi tabung-tabung
televisi.
2. Neon terutama dipergunakan untuk pembuatan tanda.
Kripton
1. Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan rendah.
2. Kripton juga digunakan dalam lampu kilat pada blitz kamera untuk fotografi kecepatan
tinggi.
3. Gas krypton digunakan untuk lampu menara mercusuar.
Xenon
1. Xenon dapat digunakan dalam pembuatan lampu untuk bakterisida (pembunuh bakteri).
2. Digunakan dalam pembuatan tabung electron.
3. Untuk mengisi lampu sorot, dan sebagai pengisi bola lampu disko yang berwarna-warni.
Radon
1. Radon kadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik.
2. untuk penyelidikan hidrologi yang mengkaji interaksi antara air bawah tanah, anak sungai
dan sungai.
3. Radon yang bersifat radioaktif digunakan dalam terapi kanker.

E. UNSUR PERIODE KETIGA
Cara memperoleh dan kegunaan :
a. Natrium
Dibuat dengancara elektrolisis leburan NaCl
Reaksi : NaCl(l) –>Na
+
+ Cl


Katode : Na
+
+ e

–>Na
Anode : 2 Cl –> Cl
2
+ 2 e


Kegunaannya:
Sebagai lampu penerangan di jalan-jalan raya. Natrium mempunyai kemampuan
b. Magnesium
Dibuat dengan cara elektrolisis lelehan MgCl2.
Kegunaannya:
Untuk aliase (magnalium), digunakan untuk kerangka pesawat terbang dan lampu kilat
dalam fotografi.
c. Aluminium
Dibuat dengan elektrolisis dari bauksit yang murni. Reaksi yang terjadi:
Al2O3 –>Al
3+
+ O
2–
Katode (grafit) : 4 Al
3+
+ 12 e

–>4 Al
Anode (grafit) : 3 C + 6 O
2–
—>3 CO2 + 12 e

3 C + 4 Al
3+
+ 6 O
2–
—>4 Al + 3 CO
2
d. Silikon
Dibuat dengan mereduksi SiO2 dengan karbon
SiO
2
+ C ——-> Si + 2CO
Kegunaannya:
- Bahan bakar pada pembuatan jenis-jenis gelas atau kaca.
- Bahan-bahan solar sel.
- Sebagai semikonduktor.
e. Fosfor
Dibuat dengan Proses Wohler
Dikenal dalam 2 bentuk alotropi, yaitu fosfor putih dan fosfor merah.
Kegunaannya:
- Bahan untuk membuat pupuk superfosfat.
- Bahan untuk membuat korek api.
f. Belerang
Terdapat bebas di alam, terutama di daerah gunung berapi.Dikenal dalam 2 bentuk
alotropi, yaitu monoklin (di atas suhu 96 °C) dan rombik (di bawah suhu 96 °C).
Kegunaannya:
Sebagai bahan baku pembuatan asam sulfat H2SO4 (Proses Kontak dan Proses Kamar
Timbal).
g. Klor
Dapat dibuat dengan elektrolisis leburan NaCl atau elektrolisis larutan NaCl dengan
menggunakan diafragma.
Kegunaannya:
Sebagai desinfektan (Ca(OCl)2), pemutih NaClO.
h. Argon
Digunakan sebagai pengisi bola lampu listrik dalam pengelasan dan pencegahan
perkaratan.
F. UNSUR PERIODE KEEMPAT (TRANSISI)
Sifat – sifat unsur periode keempat :
1. Skandium digunakan pada lampu intensitas tinggi.
2. Titanium digunakan pada industri pesawat terbang dan industri.
3. Vanadium digunakan untuk membuat per mobil dan sebagai katalis pembuatan belerang.
4. Kromium digunakan sebagai plating logam-logam lainnya.
5. Mangan digunakan pada produksi baja dan sebagai alloy ( logam campur/lakur) mangan-
besi atau ferromanganese
6. Besi digunakan untuk pembuatan baja, perangkat eloktronik, memori komputer, dan pita
rekaman.
7. Kobalt digunakan untuk membuat aliansi ( paduan logam )
8. Nikel digunakan melapisi logam supaya tahan karat dan (paduan logam)
9. Tembaga di gunakan untuk alat-alat elektronik.
10. Seng digunakan sebagai logam pelapis antikarat, paduan logam, pembuatan bahan cat
putih, dan antioksidan dalam pembuatan ban mobil.

G. UNSUR – UNSUR PERIODIK LAIN
Kegunaan unsur golongan VA
1. Nitrogen digunakan untuk membuat pupuk, ruang inert untuk penyimpanan zat-zat yang
eksplosif, mengisi ruang kosong dalam termometer, dan bahan pembeku dalam industri
pengolahan makanan.
2. Fosfor digunakan untuk pembuatan korek api, pelapis logam, dan pelengkap makanan
serta soda kue.
3. Arsenik digunakan dalam insektisida dan peralatan elektronik.
4. Antimoni digunakan sebagai bahan alloy ( logam campur/lakur) untuk pelat aki, baterai
asam timbal, roda gigi, dan solder.
5. Bismut digunakan untuk membuat alloy ( logam campur/lakur) pengecor.
Kegunaan unsur golongan VI A
1. Oksigen digunakan untuk pernapasan, pembakaran, dan oksidator.
2. Belerang digunakan untuk membuat asam sulfat, vulkanisasi karet, obat penyakit kulit, dan
membasmi penyakit tanaman.
3. Selenium dan telurium digunakan untuk alloy dan aditif untuk mengontrol warna kaca.
4. Polonium jarang digunakan.
Beberapa contoh kegunaan senyawa kimia dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut.
1. Freon ( CF
2
CF
2
) merupakan bahan yang terdapat dalam pendidngin, misal AC, freezer,
dan hair spray.
2. Tawas ( K
2
SO
4
. Al
2
SO
4
.24H
2
O ) : digunakan untuk menjernihkan air.
3. Kaporit ( Ca(OCl)
2
) digunakan untuk desinfektan.
4. Larutan pK ( KmnO
4
) digunakan untuk desinfektan.
5. Karbol ( C
6
H
5
OH) digunakan desinfektan.
6. Antasida (Mg(OH)
2
) digunakan untuk obat maag.
7. Natrium benzoat ( C
6
H
5
COONa) digunakan sebagai bahan pengawet.
8. Soda kue ( NaHCO
3
) digunakan untuk bahan tambahan makanan.
9. Kalium iodat (KlO
3
) merupakan zat adiktif makanan.
10. Kalsium fosfat (Ca
3
(PO
4
)
2
digunakan sebagai pupuk.
11. Garam inggris (MgSO
4
) di gunakan untuk mengobati luka.

H. UNSUR RADIOAKTIF
Kegunaan :
1. Sebagai Perunut
Radioisotop digunakan sebagai perunut karena perpindahannya dapat diikutiberdasarkan
radiasi yang dipancarkannya.
a. Bidang kedokteran
Radioisotop digunakan untuk mendiagnosis berbagai jenis penyakit.
I-131 : mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, terapi kanker kelenjar tiroid
Na-24 : mendeteksi adanya gangguan peredaran darah
Xe-133 : mendeteksi penyakit paru-paru
Fe-59 : mempelajari pembentukan sel darah merah
b. Bidang Industri
a. Industri otomotif, mempelajari pengaruh olif dan adiktif pada mesin selama mesin
bekerja.
b. Industri metalurgi, mendeteksi rongga udara pada besi cor, atau keretakan pada
pesawat terbang.

c. Bidang Hidrologi
a.
24
Na dan
131
l digunakan untuk menegtahui kecepatan sungai aliran air.
b.
14
C dan
13
C menentukan umur dan asal air tanah.
c. Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.

d. Bidang Ilmu Kimia dan Biologi
1. Bidang kimia
Kegunaan unsur radioaktif di bidang kimia digunakan untuk analisis penelusuran
mekanisme reaksi kimia.
a. Isotop O-18 digunakan sebagai atom perunut sehingga asal molekul air yang
terbentuk dapat diketahui dan mempelajari reaksi eseterifikasi.
b. Analisis pengaktifan neutron.
c. Sumber radiasi dan katalis pada suatu reaksi kimia.
d. Pembuatan unsur- unsur baru.
e. I-131 : mempelajari kesetimbangan dinamis
2. Bidang biologi
a. Mengubah sifat gen dengan cara memberikan sinar radiasi pada gen-gen
tertentu.
b. Menentukan kecepatan pembentukkan senyawa pada proses fotosintesis
menggunakan radioisotop C-14.
c. Meneliti gerakan air di dalam batang tanaman.
d. Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh dengan radioisotop
38
F
e. O-18 : mempelajari reaksi esterifikasi
C-14 : mempelajari mekanisme reaksi fotositesis.

2. Sebagai Sumber Radiasi
a. Bidang Kedokteran
Radiasi digunakan untuk sterilisasi makanan/minuman kaleng dan alat –alat
kedokteran.
Co-60 : pemancar gamma untuk terapi tumor/ kanker.
b. Bidang Pertanian
Radiasi dimanfaatkan untuk pembentukan bibit unggul, pemberantasan
hama,menghambat pertumbuhan tunas pada kentang dan bawang.
P-32 : untuk pemupukan tanaman
c. Bidang Industri
Kegunaan unsur radioaktif di bidang industri digunakan untuk meningkatkan kualitas
produksi.
a. Industri makanan, sinar gamma untuk mengawetkan makanan, membunuh
mikroorganisme yang mengakibatkan pembusukan pada sayur dan buah-buahan
b. Industri kertas, mengukur ketebalan kertas.
c. mengawetkan bahan kayu, barang-barang seni, serta meningkatkan mutu tekstil.

PROSES – PROSES PEMBUATAN UNSUR YANG TERKENAL
Proses Unsur/senyawa Keterangan
Proses Down Magnesium Katoda : Mg2
+
(l) + 2e Mg(l)
Anoda : 2Cl
-
(l) Cl
2
(g) + 2e +
Mg2
+
(l) +2Cl
-
(l) Mg(l) + Cl
2
(g)
Proses Solvay Natrium Karbonat Reaksi :
NH
3(aq)
+ NaCl
(aq)
+ H
2
CO
3(aq)
——>
NaHCO
3(s)
+ NH
4
Cl
(aq)

2 NaHCO
3(s)
——> Na
2
CO
3(s)
+ CO
2(g)
+
H
2
O
(g)

Proses Tanur Tiup Besi Kokas berfungsi sebagai reduktor
Batu kapur berfungsi sebagai fluks
Proses Hall Herault aluminium Bejana dalam lelehan kriolit berfungsi
sebagai katode.
Sedangkan di anode terbentuk gas
oksigen dan karbondioksida.
Proses Kontak Asam sulfat (H
2
SO
4)
Bahan dasarnya gas SO
2
, katalisator
V
2
O
5
, suhu 400
o
C. Asam sulfat yang


Proses Bilik Timbal
dihasilkan memiliki kadar 98%.

Bahan dasarnya gas SO
2
, katalisator
uap nitroso (campuran NO dan
NO
2
).H
2
SO
4
yang dihasilkan memiliki
kemurnian yang lebih rendah dari
proses kontak yaitu 80%.
Cara Sisilia

Cara Frasch
Belerang (sulfur) Sulfur dipanaskan untuk dipisahkan
dari batuan dan dimurnikan dengan
cara sublimasi
Sulfur disemprotkan dengan hembusan
air panas sehingga menekan sulfur cair
nai ke atas.
Proses Haber
Bosch
Amonia Campuran gas nitrogen dan hidrogen
dimampatkan) hingga mencapai
tekanan yang diinginkan. Kemudian
campuran gas dipanaskan dalam suatu
ruangan yang bersama katalisator
sehingga terbentuk amonia.
Proses Ostwald Asam nitrat (HNO
3
) mengoksidasi amonia kemudian
melarutkan NO
2
yangterjadi dalam air
Proses Bessemer
(asam)
Proses Thomas
(basa)
Proses Siemens
Martin
Baja Dibuat dari besi gubal yang diperoleh
dari tanur tiup
Proses
Goldschmidt
Krom Mereduksi Cr
2
O
3
dengan aluminium
Persamaan reaksi :
Cr
2
O
3
(s)+ 2 Al(s) Al
2
O
3
+ 2Cr (s)



You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->