P. 1
Paper Psa Tami

Paper Psa Tami

|Views: 156|Likes:

More info:

Published by: Utami Handayani Kurnia on Oct 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

TINJAUAN PUSTAKA EVALUASI PENGGUNAAN ONE STEP ABACARD P30 TEST DAN SERATEC SEMEIQUANT KIT SEBAGAI RAPID

TEST PADA DETEKSI PROSTAT-SPESIFIC ANTIGEN (PSA) DALAM SEMEN

Disusun Oleh: Utami Handayani Kurnia 0802005154

Pembimbing: dr. Henky, Sp.F

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA DI BAGIAN / SMF ILMU KEDOKTERAN FORENSIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA RSUP SANGLAH DENPASAR 2012

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi dan taraf hidup manusia mau tidak mau diikuti pula oleh perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat itu sendiri, termasuk perilaku yang menyangkut kriminal. Salah satu perilaku kriminal yang semakin marak terjadi di masyarakat adalah kejahatan seksual.1 Secara global, insiden kasus kekerasan seksual, terutama pemerkosaan, telah meningkat. Berdasarkan data dari National Violence Against Women Survey (NVAWS) in 1995–1996, survey terhadap 8000 wanita, dilaporkan 17.6% (1 setiap 6) dari wanita yang disurvey, menyatakan telah diperkosa beberapa kali. Di Amerika Serikat, 75000 kasus pemerkosaan terjadi tiap tahun. Statistik dari Nations Survey of Crime Trends and Operations of Criminal Justice Systems menunjukkan Prevalen dari pemerkosaan di Indonesia 0.57 tiap 100000 orang.3 Berdasarkan data-data yang dihimpun Komnas Perempuan sejak 1998 hingga 2010 dan dengan merujuk pada berbagai dokumen tentang kekerasan terhadap perempuan, Komnas Perempuan mengenali sebelas jenis kekerasan seksual yang dialami perempuan Indonesia. Dari 8.326 kasus kejahatan seksual yang dialami perempuan indonesia, perkosaan adalah jenis kejahatan seksual yang paling banyak terjadi yaitu sekitar 4.391 kasus yang telah didokumentasikan.4 Saat ini terdapat banyak kasus kejahatan seksual yng tidak ditangani karena kurangnya bukti. Kasus kejahatan seksual itu sendiri perlu dibuktikan secara kedokteran forensik dengan melihat ada tidaknya tanda- tanda persetubuhan, ada tidaknya tanda- tanda kekerasan, perkiraan umur, serta pembuktian apakah seseorang itu memang sudah pantas atau sudah mampu dikawini atau tidak.2,3 Untuk pembuktian tanda- tanda adanya persetubuhan, maka peran dokter adalah mengumpulkan bukti penetrasi dan ejakulasi. Proses pemeriksaan tersebut harus dilakukan dengan teliti dan sewaspada mungkin, pemeriksa juga harus yakin akan semua bukti yang ditemukannya

karena tidak lagi mempunyai kesempatan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memperoleh lebih banyak bukti, karena semuanya berhubungan dengan bukti-bukti yang akan menjadi dasar untuk membebaskan atau menuntut tersangka pelaku perkosaan tersebut.2 Pemeriksaan bukti- bukti forensik biologis menjadi sangat penting dalam pencarian pemerkosa, khususnya teknik investigasi sperma dan semen pada spesimen vagina. Baku emas (gold standard) pemeriksaan forensik untuk membuktikan adanya penetrasi dan ejakulasi ke dalam vagina pada kasus kejahatan seksual adalah melalui identifikasi spermatozoa secara mikroskopik.4 Kenyataanya, identifikasi spermatozoa tidak selalu bisa dikerjakan untuk membuktikan adanya persetubuhan karena tidak semua ejakulat mengandung spermatozoa, misalnya pada kasus-kasus pelaku pria dengan azoospermia atau pria yang telah divasektomi. Pada pria yang divasektomi, ejakulat hanya mengandung cairan semen dan tanpa spermatozoa.5 Investigasi cairan semen dilakukan dengan deteksi asam fosfatase. Sekarang, pemeriksaan tersebut jarang digunakan karena bersifat tidak spesifik dan tidak praktis. Suatu komponen yang paling spesifik dalam cairan Seminal adalah Prostat-Spesific Antigen (PSA). Pemeriksaan ProstatSpesific Antigen (PSA) merupakan tes konfirmasi atau tes diagnostik untuk menentukan ada tidaknya cairan semen.4 Prostate Spesific Antigen (PSA) telah diterima secara luas dan diaplikasikan sebagai sebuah inovasi untuk membuktikan adanya cairan mani sebagai bukti forensik pada kasus kekerasan seksual. Berdasarkan hasil penelitian, pemeriksaan Prostate Spesific Antigen (PSA) merupakan tes konfirmasi atau tes diagnostik utnuk menentukan adanya cairan Seminal. Uji PSA terbukti lebih akurat dalam semua parameter uji (sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif). Mengacu pada metode teknis, Enzim Linked Immunosorbent Assay (ELISA) adalah teknik konvensional untuk analisis PSA dan dinilai sebagai uji kuantitatif. Kemudian berkembang lagi menjadi analisis tes cepat semi- kuantitatif. Temuan baru ini cepat, sederhana, dan tidak mahal, telah dipergunakan secara umum di Amerika, negara- negara Eropa, jepang, Cina, dal lain-lain. Berbeda dengan

ELISA yang membutuhkan biaya banyak karena membutuhkan alat dan teknisi khusus, metode ini lebih murah dan tidak membutuhkan alat dan teknisi yang khusus. Hochmeister et al yang menguji 3 jenis uji membran PSA komersil (rapid test) yaitu PSA-check 1, Serratec® PSA Semiquant, dan one step ABA card PSA berhasil mendemonstrasikan bahwa rapid test PSA sama sensitifnya jika dibandingkan dengan ELISA dan dapat menyediakan metode identifikasi semen secara lebih cepat dan praktis.4,6

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa saja metode deteksi sediaan cairan seminal pada kasus- kasus dugaan pemerkosaan? 2. Bagaimana Identifikasi Prostat – Spesific Antigen (PSA) dalam sediaan cairan seminal? 3. Apa yang dimaksud dengan Onestep ABAcard P30? 4. Apa yang dimaksud dengan Seratec PSA Semiquant? 5. Bagaimana perbandingan antara Onestep ABAcard P30 dan Seratec PSA Semiquant sebagai rapid test deteksi PSA dalam cairan seminal?

1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dalam penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui: 1. Metode deteksi sediaan cairan pemerkosaan. 2. Cara identifikasi Prostat – Spesific Antigen (PSA) dalam sediaan cairan seminal. 3. Onestep ABAcard P30 4. Seratec PSA Semiquant 5. Perbandingan antara Onestep ABAcard P30 dan Seratec PSA Semiquant sebagai rapid test deteksi PSA seminal pada kasus- kasus dugaan

1.4 Manfaat penulisan 1. Menambah wawasan penulis mengenai peran dan penggunaan uji PSA dalam pembuktian adanya persetubuhan pada kasus-kasus kejahatan seksual. 2. Menambah bahan kepustakaan mengenai mengenai peran dan penggunaan uji PSA dalam pembuktian adanya persetubuhan pada kasus-kasus kejahatan seksual.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Deteksi Cairan Seminal sebagai Tanda Persetubuhan Cairan mani atau semen mengandung dua komponen utama, yaitu spermatozoa dan cairan semen (seminal fluid). Cairan semen mengandung berbagai jenis protein dan enzim seperti prostate specific antigen (PSA), semenogelin (Sg I dan II), fibronectin, acid phosphatase (AP), alkaline phosphatase, nucleotidase, pyrophosphatase, dan ATPase. Protein-protein tersebut terdapat dalam konsentrasi yang tinggi di dalam cairan semen sehingga dapat berperan sebagai marker atau penanda semen. Identifikasi protein-protein ini sangat berguna untuk membuktikan adanya penetrasi dan ejakulasi pada kasus pemerkosaan ketika spermatozoa tidak berhasil atau tidak bisa diidentifikasi secara mikroskopik. Noda-noda phosphatase (AP) atau prostate specific antigen (PSA atau p30).8 Uji mikrokospik di beberapa laboratorium dapat melihat kehadiran spermatozoa pada kasus kekerasan seksual. Bagaimanapun laki-laki aspermic atau oligospermic tidak juga mempunyai sperma atau kadar sperma yang rendah dalam ejakulasi cairan semen mereka. Sebagai tambahan, vasektomi pada laki-laki tidak akan menghasilkan sperma. Oleh karena itu pengujianpengujian yang dapat mengidentifikasi enzim-enzim spesifik mani membantu memverifikasi kehadiran/keberadaan mani pada kasus-kasus kekerasan seksual.8 Acid phophatase, semenogelin, dan PSA merupakan protein marker yang digunakan dalam identifikasi forensik keberadaan semen pada kasuskasus pemerkosaan. Acid sphospatase adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat di dalam cairan semen dan didapatkan pada konsentrasi tertinggi di atas 400 kali dalam mani dibandingkan yang mengalir dibagian tubuh yang lain. Warna ungu dengan penambahan beberapa penurunan sodium alpha naphthylphospate dan solusi Fast Blue B atau fluoresensi dari 4-methyl umbelliferyl phospate di bawah sinar ultraviolet (UV) mani dapat

dikarakteristikan dengan memvisualisasi sel-sel sperma dengan uji acid

mengindikasikan kehadiran (keberadaan) AP. Daerah yang luas pada kain dapat disaring dengan menekan kain atau sprei melawan ukuran kertas penyaring yang basah dan kemudian menggunakan kertas penyaring untuk tes-tes praduga (presumtimptive).8 Prostate specific antigen merupakan glikoprotein yang dproduksi oleh glandula prostat dan disekresi ke dalam plasma seminal. PSA dapat menjadi penanda untuk mendeteksi adanya cairan Seminal pada kasus kejahatan seksual meskipun pelaku vasektomi atau azoospermik (tidak adanya spermatozoa dalam sperma).
10

PSA diketemukan pada tahun 1970an dan

dapat menunjukkan nilai forensik dengan mengidentifikasi suatu protein dengan nama p30 yang nyata menunjukkan 30.000 bobot molekuler. p30 pada permulaannya adalah gagasan yang unik untuk cairan Seminal walaupun hal ini dilaporkan mempunyai tingkat yang rendah pada susu ibu dan cairancairan yang lain. Seratec dan diagnosa Abacus menandai PSA/p30 perangkat uji yang sama untuk menguji kehamilan sederhana dan yang mungkin digunakan untuk identifikasi forensik cairan mani.6

2.2 Identifikasi Prostat- Spesific Antigen (PSA) dalam Cairan Seminal Prostat-Spesific Antigen (PSA) adalah suatu glikoprotein yang diproduksi oleh jaringan prostat.13 PSA juga dikenal sebagai p30 yang disekresikan ke dalam cairan plasma seminal.10 Di dalam cairan semen, PSA berfungsi memecah protein pembentuk gel (seminogelin I, seminogelin II, dan fibronektin) dan menginisiasi likuefaksi atau pencairan ejakulat, dengan demikian meningkatkan motilitas sel sperma dan membantu proses fertilisasi.14 Spesifisitas jaringan PSA yang absolut membuat PSA sangat bernilai sebagai penanda forensik.13 Graves mengkonfirmasi bahwa PSA sangat spesifik untuk cairan semen. Jadi, jika PSA ditemukan di cairan vagina, hal tersebut dapat meyakinkan terjadinya hubungan seksual. Meskipun PSA bersifat spesifik terhadap jaringan prostat, terdapat laporan yang menyatakan bahwa konsentrasi PSA terdapat juga pada jaringan di luar prostat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa PSA tergantung steroid, dan dapat dideteksi

pada berbagai jaringan dan cairan tubuh, termasuk untuk wanita. Urin, baik yang berasal dari laki-laki dan perempuan, berisi PSA dalam konsentrasi yang tinggi dibandingkan dengan cairan tubuh yang lain. Bagaimana pun juga konsentrasi PSA dalam urin 100 kali lebih rendah dibandingkan cairan semen.10

2.2.1 Konsentrasi Prostat- Spesific Antigen (PSA) dalam Cairan Seminal Umumnya, cairan semen disekresikan selama ejakulasi. Untuk laki-laki fertil yang sehat, jumlah yang terdapat antara 2-6 ml yang mengandung kurang lebih 40 juta sperma per ml. Pada individu oligospermik, jumlah sel sperma lebih rendah. Dalam semen individu aspermik atau yang divasektomi, tidak ada sperma yang terdeteksi. Dalam cairan yang digunakan untuk melubrikasi, sebelum terjadinya ejakulasi, sel sperma dapat dideteksi. Lovgren et al menemukan bahwa nilai rata-rata konsentrasi PSA dalam cairan semen tersebut adalah 82 ± 0,22 mg PSA/ml (rentang 0,07-2,16 mg/ml).15 Konsentrasi rata-rata PSA di dalam cairan semen berkisar antara 800-1200 µg/mL.10 Laporan lainnya menyebutkan konsentrasi antara 1550-1900 µg/mL. Urin pria juga dilaporkan mengandung PSA, tetapi hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya drainase dari duktus kelenjar prostat yang mengkontaminasi urin selama periode mikturisi. Penelitian membuktikan bahwa 1-5 mL urin pertama mengandung lebih banyak PSA daripada urin aliran tengah. PSA dapat dideteksi pada urin seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Pada beberapa kasus, PSA dapat dideteksi pada urin pria dewasa sehat dengan kadar mencapai 800 ng/mL. Konsentrasi normal PSA dalam darah pria dewasa sehat sangat rendah, yaitu kurang dari 4 ng/mL. Kadar PSA dalam darah naik secara signifikan sampai 200 ng/mL pada penyakit-penyakit prostat seperti prostatitis, benign prostatic hyperplasia (BPH), dan karsinoma prostat.7 Berdasarkan Sato, konsentrasi PSA pada urin laki-laki adalah 800 ng/ml. Secara matematis, PSA tidak dapat terdeteksi pada urin lakilaki yang dilarutkan lebih dari 1/200. Jika terdapat hasil yang positif

mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya, subjek buang air kecil beberapa saat setelah ejakulasi, dan urin yang dikumpulkan merupakan urin aliran pertama. Hal tersebut dapat menyebabkan konsentrasi PSA dalam urin lebih tinggi dibandingkan keadaan normal.15 Dalam praktek kedokteran forensik, cairan semen didapatkan dari usapan vagina, bilasan vagina, dan pewarnaan pada pakaian atau objek dalam kasus kriminal. Laux menemukan bahwa volume cairan semen dalam sekali usapan vagina kira-kira 150 μL, dan dalam 1 cm2 pewarnaan kurang lebih 10 μL. 15

2.3 Metode Deteksi Prostate- Spesific Antigen (PSA) PSA dideteksi berdasarkan sifat antigenisitas (antigenicity) molekul PSA. Terdapat beberapa metode kuantitatif untuk mendeteksi PSA seperti Ouchterlony double diffusion, crossover electrophoresis, radial

immunodifusion, rocket immuno-electrophoresis, dan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay). ELISA dapat mendeteksi PSA sampai kadar di bawah 4 ng/mL sehingga merupakan pemeriksaan yang sangat sensitif. Akan tetapi, pemeriksaan PSA secara kuantitatif sangat sulit dan agak mahal, jadi pemeriksaan ini tidak pernah dilakukan di Indonesia. Untungnya, terdapat beberapa rapid test atau uji membran (membrane tests) yang merupakan metode semikuantitatif yang sensitif, sederhana, dan praktis yang saat ini digunakan dalam untuk menskrining keberadaan PSA di dalam serum atau cairan tubuh lainnya dengan konsentrasi di atas 4 ng/mL. Hochmeister et al yang menguji 3 jenis uji membran PSA komersil (rapid test) yaitu PSA-check 1, Serratec® PSA Semiquant, dan one step ABA card PSA berhasil mendemonstrasikan bahwa rapid test PSA sama sensitifnya jika

dibandingkan dengan ELISA dan dapat menyediakan metode identifikasi semen secara lebih cepat dan praktis.13

2.4 Rapid Test PSA

2.4.1

Rapid One Step ABA Card P30 ABACard P30 test adalah alat yang dapat digunakan untuk identifikasi cepat dan kualitatif dari antigen p30. Tes ABAcard p30 ini menunjukkan adanya air mani dengan pemanfaatan antibodi antibodi monoklonal yang telah terkonjugasi dengan label warna (dye-labeled monoclonal antibody) yang mengikat antigen p30.

Prosedur dan Metode Deteksi Sampel yang digunakan dibiarkan hangat pada suhu kamar dan kemudian diekstraksi dalam air yang dideionisasi (3-4 tetes, sekitar 200 mikroliter) selama beberapa menit. 200 mikroliter dari ekstrak kemudian ditambahkan ke sumur 'S 'dari perangkat uji. Waktu munculnya garis tes positif dicatat. Hasil kemudian dibaca pada menit kesepuluh. Kontrol negatif menggunakan 200 mikroliter dari buffer yang disediakan kemudian di tes untuk memastikan bahwa semua card ekerja dengan benar dan tidak ada kontaminasi.

Penentuan keberadaan air mani dapat dilakukan dengan menggunakan ABAcard PSA (p30) tes. Dalam tes ini 200 mikroliter sampel ditambahkan ke sampel baik'S ', Jika PSA hadir dalam spesimen, Sampel akan berdifusi secara horizontal melewati membran pada kartu uji. Sampel selanjutnya akan bercampur dengan antibodi monoklonal dan membentuk kompleks antigen-antibodi. Kompleks antigen- antibodi yang terbentuk ini akan terus berdifusi sepanjang perangkat penyerap (membran kartu uji) menuju area test 'T' (reaction zone) dan kemudian berikatan dengan antibodi poliklonal sehingga sebuah sandwich antibodi-antigen-antibodi terbentuk. Ikatan tersebut menimbulkan terbentuknya garis berwarna merah muda pada daerah uji 'T'. Selain zona reaksi pada membran kartu uji, pada membran kartu uji, terdapat juga zona control. Zona kontrol ini mengandung antibodi antihuman Ig yang melekat (immobile) pada membran kartu uji. Antigen PSA yang tidak mengikat antibodi di daerah uji 'T akan

berdifusi menuju zona kontrol. Kompleks akan terbentuk dan menimbulkan terbentuknya garis pada zona kontrol PSA “C”. Partikel ditangkap pewarna merah muda sehingga akan membentuk sebuah band di area kontrol 'C'.

Hasil & Interpretasi  Positif: Jika terdapat dua garis merah muda, masing-masing pada zona reaksi „T‟ dan zona kontrol „C‟, hasil tes positif menandakan bahwa level PSA setidaknya lebih atau sama dari 4 ng/ml.  Negatif: Jika hanya ada satu garis merah muda, (pada zona kontrol „C‟). Hal ini mengindikasikan beberapa kemungkinan: 1. Ketiadaan PSA dalam cairan semen 2. PSA yang dikandung kurang dari 4 ng/ml. 3. Adanya efek hook dosis tinggi yang dapat memberikan hasil negatif palsu dikarenakan kelebihan konsentrasi PSA pada strip, seperti misalnya pada cairan mani murni. Dalam kasus seperti sampel dapat diuji ulang menggunakan 10 kali lipat menjadi 10.000 dilusi.  Invalid: Jika tidak ada garis merah muda yang terlihat di „C‟ atau zona kontrol. Ulangi tes dan menguji kembali prosedur uji dengan hati-hati.

Gambar 1. Hasil positif da negatif ABAcard test p30 Efek hook dosis inggi: Ketika konsentrasi PSA terlalu tinggi pada tes yang sangat sensitif. Mekanisme di balik efek hook dosis tinggi adalah sejumlah besar PSA bukan hanya mengikat antibodi untuk membentuk sebuah kompleks antigen-antibodi tetapi juga PSA bebas bermigrasi menuju area 'T test '. Antibodi di area T 'diblokir oleh PSA

bebas. Oleh karena itu kompleks antigen-antibodi yang mobile dengan warna pink tidak dapat mengikat antibodi. Hal ini menghasilkan negatif palsu.

Validitas Koch, et al melakukan studi validasi untuk mengevaluasi tes Abacus OneStep ABAcard p30 sebagai uji konfirmasi deteksi air mani. Sensitivitas dari OneStep Abacus ABAcard untuk antigen p30 ditentukan dengan menggunakan pengenceran dan dilusi pengeringa serial dari sampel semen. Spesifitas OneStep ABAcard dievaluasi dengan analisis berbagai cairan tubuh (baik spesimen noda maupun spesimen campuran) pada sobtrat yang berbeda termasuk urin wanita, urin pria, darah, air liur, feces, swab vagina, kayu, kapas, logam, karpet, dan kulit. Studi validatif menunjukkan hasil bahwa tes Abacus OneStep

ABAcard p30 adalah tes cepat dan tes sederhana untuk konfirmasi semen dalam sampel bukti forensik. Menggunakan OneStep Abacus ABAcard , P30 antigen terdeteksi pada konsentrasi serendah 100 ng /ml. Meskipun p30 antigen bisa dideteksi dalam urin pria, analisis pengenceran 1:10 urin laki-laki tidak menunjukkan jumlah yang terdeteksi antigen p30. Tes ini mendeteksi antigen p30 ditemukan dalam cairan mani bahkan dalam campuran dengan cairan tubuh lainnya.

Sumber lain menyebutkan, tes sensitivitas . semen murni tidak bisa dites karena sifat alaminya yang terlalu kuat. Tes OneStep ABAcard PSA (P30) menunjukkan hasil positif pada pencairan 1:100. Sebagai tambahan, tes OneStep ABAcard PSA (P30) menunjukkan hasil positif pada pengenceran 1:10. Pengenceran 1:10,000, 1:100,000, dan 1:1,000,000 pada tes menghasilkan hasil negatif. Tes sensitifitas pada semen aspermatic OneStep ABAcard PSA (P30) positif pada pencairan: 1:l, 1:10: 1:100, 1:1,000, 1:10,000, 1:100,000. Pada

sampel urin, saliva, dan keduanya menunjukkan hasil negatif dengan pengenceran 1:1,000 dan 1:10,000. Pada kain dengan noda semen, OneStep ABAcard PSA (P30) juga menunjukkan hasil yang positif.

Penyimpanan Kit harus disimpan di bawah 28 ° C dan memiliki umur simpan 18 bulan.

2.4.2 Seratec Psa Semiquant Tes Seratec PSA Semiquant adalah salah satu tes untuk deteksi cepat PSA dalam cairan mani. Alat ini menggunakan interpretasi visual dengan adanya garis uji dalam sampel PSA positif. Awalnya tes

Seratec PSA Semiquant ini dikembangkan untuk penentuan PSA dalam darah serum yang memungkinkan deteksi peningkatan kadar PSA pada kanker prostat. Untuk tes deteksi semen umumnya

digunakan secara kualitatif. Dalam kasus tertentu, mungkin kita dapat memperkirakan jumlah PSA dalam sampel dengan menghubungkan intensitas garis hasil pengujian dengan standar internal.

Metode deteksi Tes Seratec PSA Semiquant adalah test crhromatigraphic

immunoassay untuk tes cepat semiquantitatif untuk deteksi PSA dalam tubuh. PSA dideteksi oleh 2 antibodi monoklonal yang membentuk sebuah kompleks sandwich dengan PSA, jika PSA ada di material sampel. Kompleks ini dapat terlihat pada membran saat hasil tes dengan garis merah (T), memungkinkan intrepretasi visual dari hasil tes. Gambar berikut ini menunjukkan bagaimana sandwich kompleks terbentuk.

Gambar 2. metode deteksi PSA Semiquant Test Batas deteksi yang terjamin dari tes ini adalah 2 ng/ml PSA. Namun, pada umumnya tesnya lebih sensitif. Biasanya konsentrasi PSA sebesar 0,5 ng/ml masih dapat menghasilkan garis tes yang lemah (false positif). Sebuah garis tanda dengan intensitas warna yang jelas (garis tengah) memungkinkan sebuah interpretasi semiquantitatif terhadap hasil tes. Jika intesnsitas warna dari garis hasil tes cocok dengan yang dihasilkan dengan standar internal, maka konsentransi PSA dalam material sampel sekitar 4 ng/ml. Garis hasil tes yang lebih jelas (intens) mengindikasikan konsentrasi yang lebih tinggi, hasil garis tes yang kurang intens (kurang jelas) mengindikasikan hasil tes yang kurang atau lemah. Garis bagian atas (C) berperan sebagai kontrol internal terhadap fungsionalitas dan ketetapatan performa test. Seperti misalnya, garis standar internal seharusnya selalu hadir karena terbentuk secara independen jika ada kehadiran PSA dalam sampel.

Prosedur Air mani harus diencerkan setidaknya 1:500 sebelum digunakan karena kandungan PSA yang tinggi. Untuk pengenceran, cairan yang digunakan baik air suling atau larutan buffer standar pada kisaran pH

netral (misalnya Phosphate, HEPES atau Tris buffered saline). Noda semen maupun swab dapat diekstraksikan dengan buffer dan dalam shaker. PSA yang mengandung

menginkubasikannya

supernatan dihilangkan, kemudian disentrifugasi selama 3 menit pada 13.000 g dan jika perlu diencerkan. Hal ini digunakan sebagai sampel untuk pengujian. Pada prakteknya, ditambahkan sekitar 5 tetes atau sekitar 200 mikroliter dalam daerah sampel. Hasil dibaca setelah 10 menit

Hasil dan interpretasi Hasil tes Seratec PSA Semiquant yaitu:   Test result line (T): mencerminkan konsentrasi PSA dalam sampel, hanya terlihat jika hasil postif. Standar internal: garis antara Zona reaksi dan Zona kontrol. Intensitas warna berhubungan dengan konsentrasi sekitar 4 ng/ mL PSA  Kontrol Line (C): kontrol untuk kemungkinan kesalahan prosedural dan integritas komponen tes dapat menghasilkan tiga garis

Gambar 3. Hasil tes Seratec PSA Semiquant dengan tiga garis Negatif PSA: sampel akan menunjukkan 2 baris. Kemungkinan karena tidak adanya PSA atau konsentrasi PSA dibawah batas deteksi.garis uji/garis reaksi (T) tidak terdeteksi. Adanya garis standar internal dan garis kontrol (C)

mengkonfirmasi keabsahan tes. Dalam hal ini sampel kemungkinan besar tidak mengandung cairan mani

Gambar 4. Hasil Negatif PSA pada Seratec PSA Semiquant

Pastikan bahwa pengenceran konsentrasi PSA berada dalam range deteksi. Konsentrasi PSA yang terlalu rendah (misalnya karena ekstraksi tidak memadai) atau yang terlalu tinggi (misalnya 500 mikrogram / mL menghasilkan efek hook dosis tinggi) mengganggu pembentukan hasil tes.

Positif PSA : terlihat adanya garis uji (T), garis standar internal, dan dan garis kontrol (C). Dalam hal ini sangat mungkin bahwa sampel mengandung cairan mani.

Gambar 5. Hasil Positif PSA pada Seratec PSA Semiquant Hasil invalid: Garis standar internal dan / atau garis kontrol (C) tidak terdeteksi. Tes ini tidak valid dan pemeriksaan harus diulang dengan tes yang baru. Jika sampel mengandung jumlah PSA yang tinggi kemungkinan intensitas warna garis kontrol terlihat lemah.

. Gambar 6. Hasil Invalid pada Seratec PSA Semiquant

Sensitivitas Tes ini mampu mendeteksi PSA pada range konsentrasi minimal 2 ng /mL sampai 100 mikrogram/ml PSA.. Harap dicatat, bahwa sampel yang mengandung kurang dari 2 ng PSA / ml juga dapat menghasilkan hasil positif samar sehingga 0,5 ng PSA / mL masih dapat terdeteksi dengan tes tersebut. Pada> 500 ug / mL hasil uji terhambat oleh jumlah PSA yang menghasilkan efek hook dosis tinggi.

Spesifitas Tes menunjukkan tidak ada reaktivitas silang dengan protein lain dari cairan mani. Tidak ada reaktivitas silang dengan cairan mani dari mamalia lain (anjing, kucing, kuda, banteng, babi) kecuali untuk cairan mani dari primata.Tidak ada reaktivitas silang diamati dengan serum darah.

Penyimpanan Tes dapat disimpan pada suhu kamar atau didinginkan (+4 hingga +30 ° C). Tes harus tetap dalam keadaan tersegel sebelum digunakan.

2.5 Perbandingan One Step Abacard P30 Test Dan Seratec Semeiquant Kit Sebagai Rapid Test Pada Deteksi Prostat-Spesific Antigen (PSA) Dalam Semen

Kedua Abacus test (ABA Card dan Seratec Semiquant) merupakan tes immunochoramatograhphic untuk mendeteksi p30. Jika p30 ada

didalam sampel, maka p30 bereaksi dengan antibodi PSA monoklonal anti human didalam pembentukan sebuah kompleks antigen antibodi. Kompleks antigen antibodi ini kemudian berpindah dan terserap menuju area test. Sebuah antibodi PSA antihuman monoklonal, menempel pada membran di area test. Antibodi yang terperangkap ini menangkap hasil kompels diatas dalam sebuah kompleks antigen- antbodi, antibodiantigen. Ketika konsentarsi P30 >2-4 ng/ml, partikel yang terkonjugasi akan membentuk garis pink pada area uji yang mengindikasikan hasil positif. Kedua tes juga mempunyai standar internal untuk memastikan tes bekerja dengan baik dan tepat.

Laux, et al dalam penelitiannya menggunakan dilution study dan concordance study untuk membandingkan 2 jenis kit rapid test dalam deteksi PSA. Sangat sedikit perbedaan yang tercatat diantara dua jenis tes kit selama periode eksperimen tersebut. Seratec car menghasilkan hasil yang positif sepanjang studi ini (96 jam). Sementara ABAcard positif setelah 72 jam.

Dari hasil studi dilusi, hasil negatif diperoleh dengan ABAcard pada konsentrasi 6,25 ng/ml. Seratec semuanya positif sampai pada 1 ng/ml PSA. Ikatan alat seratec cukup ketat, jelas, dan gelap. Garis samar muncul pada level rendah PSA dibawah 4 ng/ml. Standar internal 4 ng dalam alat Seratec konsisten dalam hal intensitas antara tes dan perkiraan yang tapat tengtang konsentrasi PSA dalam sampel, hal ini menyimpulkan bahwa standar internal ini dapat digunakan untuk mengenstimasi konsentrasi PSA di dalam sebuah sampel dalam beberapa ukuran. Tapi tentunya > dan <4

ng.ml. hal ini dapat membantu dalam menentuka ukuran sampel yang diekstraksi untuk analisis DNA. Reaksi positif yang lemah diperoleh dengan ABAcard pada level <100ng/ml PSA. Sebuah titik muncul pada salah satu tes kemudian garis samar muncul dalam sebuah tes yang lainnya lagi. Data dibawah ini dicatat sebagai hasil positif dan tidak diulang lagi. Hasil ABAcard positif sampai dilusi 6,25 ng/ml.

Tabel. 1 Hasil studi dilusi pada PSA menggunakan tes ABACard dan Seratec Semiquant PSA Seratec1 Seratec2 Seratec3 ABA4 500 + + + + 100 + + + + 50 + + + + 25 + + + + 12.5 + + + + Weak + 6.25 + + + 2.13 + + + 1.56 + + + 0.78 + + ABA5 ABA5 + + + + Weak + + Spot + + Faint + + -

Studi dilusi dan studi konkordansi peralatan Seratec Semiquant PSA lebih sensitif dan konsisten dalam mendeteksi p30 dari sampel yang dapat ditemuioleh forensik biologis daripada diagnosa onestep ABACard.

BAB III. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang diperoleh dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Cairan seminal merupakan cairan tubuh yang dihasilkan oleh pria. Cairan semen merupakan cairan agak kental, berwarna putih kekuningan, keruh dan berbau khas. deteksi cairan seminal sebagai tanda persetubuhan dilakukan dengan pemeriksaan fisik yaitu secara visual untuk melihat adanya bercak semen pada pakaian korban, pemeriksaan miskroskopis, dan terkhir adalah pemeriksaan kimia yaitu dengan mengidentifikasi enzim-enzim spesifik mani membantu memverifikasi kehadiran/keberadaan mani. 2. PSA merupakan molekul glikoprotein yang disekresikan oleh sel-sel epitel yang melapisi duktus prostat dan secara fisiologis berfungsi dalam likuefaksi cairan semen. PSA merupakan marker cairan semen yang sangat ideal. PSA terdapat dalam kadar tinggi di dalam cairan semen (800-1900 µg/mL) dan kadar ini tidak dipengaruhi jumlah spermatozoa. PSA bersifat stabil dan dapat terdeteksi sampai interval post-koital 47 jam. 3. Metode untuk mendeteksi PSA meliputi Ouchterlony double diffusion, crossover electrophoresis, rocket immunoelectrophoresis, radial

immunodiffusion, dan ELISA. 4. Kedua Abacus test (ABA Card dan Seratec Semiquant) merupakan tes ada didalam

immunochoramatograhphic untuk mendeteksi p30. Jika p30

sampel, maka p30 bereaksi dengan antibodi PSA monoklonal anti human didalam pembentukan sebuah kompleks antigen antibodi. Kompleks antigen antibodi ini kemudian berpindah dan terserap menuju area test. Sebuah antibodi PSA antihuman monoklonal, menempel pada membran di area test. Antibodi yang terperangkap ini menangkap hasil kompels diatas dalam sebuah kompleks antigen- antbodi, antibodi- antigen. Ketika konsentarsi P30 >2-4 ng/ml, partikel yang terkonjugasi akan membentuk garis pink pada area uji yang mengindikasikan hasil positif.

5. Sangat sedikit perbedaan yang tercatat diantara dua jenis tes kit selama periode eksperimen tersebut. Berdasarkan penelitian, rapid test Seratec

Semiquant PSA lebih sensitif dibandingkan dengan Onestep ABACard dalam deteksi PSA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->