P. 1
Tinjauan Teori Disfungsi Ereksi

Tinjauan Teori Disfungsi Ereksi

|Views: 186|Likes:
Published by Ayix Gangga

More info:

Published by: Ayix Gangga on Oct 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

TINJAUAN TEORI

1. REVIEW ANATOMI SISTEM REPRODUKSI PRIA I. ALAT KELAMIN PRIA INTERNAL

1. Testis Merupakan organ kelamin laki-laki tempat spermatozoa dan hormone laki-laki dibentuk. Testis ini terletak menggantung pada urat-urat spermatic berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. Testis terdiri dari belahan-belahan yang bernama lobulus testis. Testis memiliki 2 fungsi, yaitu membentuk gamet-gamet baru yaitu spermatozoa, dilakukan di tubulus seminiperus dan menghasilkan testosteron (hormon seks pria yang utama) dilakukan oleh sel interstisial. 2. Epididimis Merupakan saluran halus yang panjangnya ± 6 cm terletak disepanjang atas tepi dan belakang dari testis. Struktur epididimis dikelilingi oleh jaringan ikat, spermatozoa melalui duktuli eferentis merupakan bagian dari kaput epididimis. Duktus eferentis panjangnya ± 20 cm, berbelok-belok dan membentuk kerucut kecil dan bemuara ke

duktus epididimis tempat protozoa tersimpan lalu masuk kedalam vas deferens. Fungsi epididimis adalah sebagai penghantar testis, mengatur sperma sebelum diejakulasi dan memproduksi semen. Semen terdiri dari secret epididimis vesika seminalis dan prostat dan mengandung spermatozoa yang bergerak dalam semen lingkungan cairan alkalis melindungi dari keasaman. 3. Duktus deferens Merupakan sebuah tabung yang dibentuk dari otot. Duktus deferens membentang dari epididimis ke uretra. Panjang duktus deferens 50-40 cm. Bersama pembuluh darah dan saraf berjalan dalam funikulus spermatikus dan membentuk kumparan terletak dalam osteum vesika seminalis berlanjut sebagai duktus ejakulatorius yang menembus prostat. 4. Uretra Merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi. Uretra terdapat di dalam penis. Saluran ini mempunyai dua fungsi, sebagai alat pengeluaran, yaitu saluran untuk membuang urine keluar tubuh dan sebagai saluran kelamin, yaitu sebagai saluran semen dari kantong mani. KELENJAR KELAMIN 1. Vesikula seminalis ( Tempat penampungan sperma) Kelenjar yang panjangnya 5-10cm berupa kantong seperti huruf S berbelok-belok sekretnya yang alkalis bersama dengan cairan prostat merupakan bagian terbesar semen yang mengandung fruktosa yang merupakan sumber energy untuk spermatozoa, vesika seminalis bermuara pada duktus deferent pada bagian yang hampir masuk prostat, dindingnya tipis mengandung serabut otot dan mukosa terbagi menjadi ruang-ruang dan lekuk-lekuk dimana penampangnya memperlihatkan gambaran jembatan membrane

mukosa. Vesika seminalis mempunyai saluran yang dinamai duktus vesikula seminalis. Dukutus vesikula seminalis ini akan bergabung dengan duktus deferents. Penggabungan dari kedua duktus ini membentuk duktus baru yang bernama duktus ejakulatorius, yang bermuara pada dua buah klenjar tubule alveolar yang terletak di kanan dan kiri di belakang leher kandung kemih, secret vesika seminalis merupakan komponen pokok dari air mani, fungsinya menghasilkan cairan yang disebut semen untuk cairan pelindung spermatozoa.

Gambar 1. Vesikula seminalis 2. Kelenjar prostat (penghasil cairan basa untuk melindungi sperma) Merupakan kelenjar ya ng terletak di bawah vesika urinaria melekat pada dinding bawah vesika urinaria di sekitar uretra bagian bawah. Kelenjar prostat kira-kira sebesar buah kenari letaknya dibawah kandung kemih mengelilingi uretra dan terdiri dari kelenjar majemuk, saluran-saluran dan otot polos. Prostat mengeluarkan secret cairan yang bercampur secret dari testis, pembesaran prostat akan membendung uretra dan menyebabkan retensi urin. Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus : lobus posterior, lobus lateral, lobus anterior dan lobus medial. Fungsi kelenjar prostat, menambah cairan alkalis pada cairan seminalis

berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang terdapat pada uretra dan vagma. 3. Bulbouretralis Terletak disebelah bawah dari kelenjar prostat panjangnya 2-5 cm. fungsinya hampir sama dengan kelenjar prostat. 2. ALAT KELAMIN PRIA EKSTERNAL 1. Penis Penis terletak menggantung didepan skrotum. Ujung penis disebut gland penis . Bagian tengah penis disenut dengan korpus penis dan pangkal penis disebut radik penis. Gland penis tertutup oleh kulit korpus penis, kulit ini disebut preputium. Penis terdiri dari jaringan seperti busa yang terletak memanjang. Tempat muara uretra dari gland penis adalah prenulum atau kulup. Penis terdiri atas tiga bangunan silinder berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang ronggarongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).

2. Skrotum Merupakan kantong yang menggantung didasar pelvis, dimana sepasang testis tersimpan, di depan skrotum terletak penis, di belakang skrotum terletak anus. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 18oC lebih dingin dibandingkan temperature rongga tubuh 2. DEFINISI Ereksi merupakan pengerasan pada penis dan memanjangnya penis selama rangsangan seksual. Ereksi terjadi akibat pengaktifan serabut parasimpatis ke penis yang menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan aliran darah. ( Buku Saku Patofisiologi, Elizabeth J, Corwin, 2009, hal.767) Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan berulang pada pria dalam mencapai ereksi dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Disfungsi

ereksi dapat terjadi akibat masalah vaskulogenik, neurogenik, hormonal atau sikogenik. (Linda,2005, At a Glance Sistem Reproduksi edisi kedua, vol. hal.74)

Disfungsi Ereksi berdasarkan NIH (National Institute of Health) menyatakan bahwa Disfungsi Ereksi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan aktivitas seksual yang memuaskan. Kualitas ereksi sangat berperan terhadap aktivitas seksual yang memuaskan Disfungsi ereksi yang juga disebut impotens adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk menyelesaikan koitus. ( Brunner& Suddarth, Keperawatan Medikal Bedah edisi 8,2002, hal. 1621) Kesimpulan : Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pada pria dalam mempertahankan ereksi dimana tidak terjadinya pengerasan pada penis untuk melakukan hubungan seksual karena ketidakmampuan serabut parasimpatis mengaktifkan diri yang menyebabkan tidak adanya peningkatan aliran darah ke penis.

3. ETIOLOGI Pada umumnya disfungsi ereksi pada pria disebabkan oleh dua hal yaitu penyebab fisik dan psikis : Penyebab Fisik antara lain :        Inflamasi prostat (prostatitis) Aterosklerosis Diabetes melitus Operasi (mis. operasi kanker prostat) Efek kecelakaan Gangguan hormonal Konsumsi jangka panjang obat tertentu.

Penyebab psikis antara lain : 1. Kurangnya kepercayaan diri 2. Kurangnya hasrat seksual 3. Cemas, depresi, stress

4. PATOFISIOLOGI Ereksi penis terjadi bila aliran darah kedalam korpus kavernosus dan spongiosus penis meningkat sebagai akibat faso dilatasi arteri uretra, arteri didalam bulbus penis dan arteri dorsalis penis sebagai akibat stimulasi psikogenik dan sensorik yang di teruskan ke sistem lumbik. Stimulasi tersebut kemudian dikembalikan melalui saraf otonom toraxkolumbal dan sacral sehingga terjadi pelepasan acetil kolin, peptide intestinal faso aktif, yang mengaktifkan guanitil siklase dan mengangkibatkan relaksasi otot-otot arteri dan sinusoid rabekula kavernosal. Setelah sinusoid terisi penuh, maka pleksus venosus subtunika akan tertekan oleh tunika albugenia, sehingga mencegah aliran darah balik Azdari penis. Kontraksi otot bulbokavernosus akan merangsang saraf pudendal sehingga tekanan intrakavernosa makin meningkat, penis semakin tegang dan kaku. Secara garis besarnya disfungsi ereksi dapat diakibatkan oleh factor psikogenik maupun organic. Penyebab yang paling sering terjadi adalah aterosklerosis arteri – arteri penis menyebabkan disfungsi ereksi. Pada aterosklerosis, aliran darah ke penis berkurang dan terjadi penurunan kemampuan arteri – arteri penis untuk berdilatasi sewaktu perangsangan seksual , yang menyebabkan terbatasnya pembengkakan. Hipertensi juga menyebabkan disfungsi ereksi karena bila anda memiliki tekanan darah tinggi, pembuluh darah menjadi rusak. Kerusakan ini menyebabkan arteri kaku dan sempit yang buat darah sulit untuk mengalir, yang dapat mengurangi aliran darah di seluruh tubuh – termasuk penis. Jika cukup darah tidak bisa mengalir ke penis, seorang pria tidak bisa mencapai ereksi. Selain itu diabetes melitus juga menyebabkan disfungsi ereksi karena dimana terjadi peningkatakn kadar gula pada darah. Hal ini menyebabkan terjadinya darah mengandung glukosa sehingga kadar hematokrit meningkat. Mengakibatkan aliran darah ke penis semakin lambat, sehingga terjadi disfungsi ereksi. Pembedahan pada penderita kanker prostat juga menyebabkan disfungsi ereksi. Karena terapi radiasi sinar atau implan untuk membunuh sel kanker. Radiasi juga dapat merusak pembuluh darah yang menyuplai saraf penis dan mengganggu ereksi. Prostatectomy dan Bedah Cryo menyebabkan saraf yang mengirim pesan ke penis juga menjadi hilang namun dapat juga melakukan operasi yang tak mengenai saraf, namun masih ada risiko kerusakan saraf. Terapi hormon mengurangi jumlah testosteron ,

memperlambat kanker, tetapi juga akan berpengaruh negatif terhadap libido dan fungsi ereksi. Berlebihan konsumsi minuman beralkohol akan menyebabkan pembuluh darah di penis membesar dan memungkinkan aliran darah masuk lebih banyak. Tetapi zat dalam alkohol juga mencegah pembuluh darah balik menutup, akibatnya penis dapat menjadi tegak dan keras tetapi tidak dapat bertahan lama karena pembuluh darah balik yang bertugas mencegah darah keluar tidak bekerja dengan baik. Konsumsi alkohol dalam jangka panjang dan berlebihan akan merusak pembuluh darah dan berkontribusi terhadap munculnya penyakit hipertensi dan bahkan penyakit jantung, dimana kedua penyakit tersebut adalah jenis penyakit yang berkontribusi langsung terhadap munculnya disfungsi ereksi atau impotensi. Disfungsi ereksi psikologis dapat terjadi akibat adanya aktivasi impuls – impuls inhibitorik desendens yang berasal dari korteks serebrum. Keadaan psikologis yang berkaitan dengan ED adalah stress, rasa marah, rasa cemas, kejenuhan, perasaan bersalah, takut tidak bisa memuaskan pasangan (depresi), hilangnya daya tarik pasangan.. 5. MANIFESTASI KLINIS Pada disfungsi ereksi, tanda-tandanya adalah sebagai berikut: 1. Sulit mendapatkan ereksi 2. Sulit menjaga ereksi 3. Berkurangnya keinginan untuk melakukan hubungan seksual 4. KOMPLIKASI Komplikasi akibat disfungsi ereksi dapat mencakup: 1) Infertilitas Dimana infertilitas itu merupakan kegagalan pasangan untuk hamil setelah 1 tahun memiliki hubungan seksual yang teratur tanpa kontrasepsi

5. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan: 1. Darah Lengkap Untuk mengetahui adanya infeksi atau tidak nya (WBC). Nilai normal 4,1 – 11.

2. Gula Darah Kontrol nilai glukosa pada 4 ± 8minggu sebelumnya. Interpretasi HbA1C Normal : 3,5 ± 5,5 % Kontrol glukosa baik : 3,5 ± 6 % Kontrol glukosa sedang : 7 ± 8 % Kontrol glukosa buruk : > 8 % Nilai normal : - 140 , diatas itu berarti DM . 3. USG penis 6. PENATALAKSANAAN MEDIS 1. Terapi psikologi yaitu terapi seks atau konsultasi psikiatrik, percobaan terapi (edukasi, medikamentosa oral / intrauretral, vacum contricsi device). 2. Terapi farmakogi Untuk menginduksi ereksi dapat mencakup penyuntikan preparat vasoaktif seperti  Papaverin (dosis dewasa : 40 – 80 mg, 3 x sehari). Papaverin merupakan relaksan non spesifik yang bekerja secara langsung pada otot polos.  Fentolamin Komplikasi yang ditimbulkan dari penyuntikan ini adalah priapisme (ereksi abnormal persistem) dan perkembangan plak fibrotic pada tempat penyuntikan.  Viagra (dosis 100mg 20-30 menit sebelum berhubungan seksual). Viagra merupakan alat kecantikan yang digunakan pada alat kelamin laki-laki, alat ini juga digolongkan sebagai obat-obatan yang memiliki efek kedepan dan efek menegangkan. memiliki kelainan jantung. 3. Terapi hormonal yaitu jika tes laboratoriumnya abnormal seperti kadar testoteron rendah , kadar LH dan FSH tinggi maka diterapi dengan pengganti testoteron. Jika Prolaktin tinggi, maka perlu dipertimbangkan pemeriksaan pituitary imaging dan dikonsulkan. Dianjurkan untuk wanita dan laki-laki yang

4. Alat tekanan – negative (vakum) Dapat juga digunakan untuk menginduksi ereksi. Selinder plastic diletakan diatas penis yang lemah tersebut dan tekanan negative diberikan. Ketika sudah mencapai ereksi, suatu pita kontriksi dipasangkan di sekeliling pangkal penis untuk mempertahankan ereksi. 5. Pembedahan 1) Operasi Pembuluh Darah Salah satu penyebab dari disfungsi ereksi adalah gangguan dari pembuluh darah di daerah penis sehingga terjadi gangguan aliran darah yang dapat menyebabkan ereksi tidak optimal bahkan tidak dapat ereksi sama sekali. Teknik operasi pembuluh darah disini dilakukan untuk mengembalikan fungsinya agar darah dapat kembali ke penis dengan optimal sehingga ereksi dapat kembali dengan baik. Sayangnya, operasi ini ditujukan bagi pasien yang lebih muda, karena pada pasien tua cenderung telah terjadi penyempitan pembuluh darah yang kemungkinan disebabkan oleh penumpukan plak.

2) Implan Penis Terdapat 2 tipe :  Protesis batang semi- kaku : tidak mempunyai bagian yang dapat digerakan dan menyebabkan pria dalam keadaan semi – ereksi permanen  Protesis yang dapat dikembangkan : memstimulasi ereksi alamiah dan plasiditas alamiah Dengan penanaman implan disfungsi ereksi, diharapkan ereksi dapat diperoleh dengan cara memompakan implan tersebut sehingga ereksi pada penis dapat dicapai. Dengan alat implan yang dipasang pada penis, beserta pompa yang dimasukan di daerah kantung zakar, pada saat pompa ditekan maka implan di penis akan terisi cairan yang dapat menyebabkan penis dapat ereksi. Operasi jenis ini dapat diperuntukan pada pasien tua. Komplikasi yang disebabkan oleh implan penis yaitu

 Infeksi  Erosi protesisi melalui kulit ( lebih umum pada protesis batang semikaku disbanding protesis yang dapat dikembangkan)  Nyeri persisten 6. PENATALAKSANAAN NON MEDIS 1) Lakukan massase pada penis 2) Lakukan konseling tentang disfungsi ereksi

7. PENCEGAHAN Pencegahan secara dini, antara lain :  Tidak merokok.  Tidak meminum minuman beralkohol atau minuman illegal lainnya.  Istirahat yang cukup Olahraga teratur.  Makanan yang sehat dan bergizi.  Seks yang sehat dengan pasangan yang sah.  Komunikasi baik dengan pasangannya  Jangan membicarakan orang lain ketika berhubungan intim.  Menghargai pasangan dan belajarlah memuji pasangan.  Rasa cemas akan membuat penis kehilangan ereksi. Ciptakan rasa akrab dengan pasangan.  Jangan menggunakan obat kuat atau jamu tanpa rekomendasi atau tidak dianjurkan oleh dokter untuk memakainya.  Jangan membiasakan diri melakukan hubungan seksual sebagai pelampiasan stress.  Konsultasikan dengan dokter jika menggunakan obat-obatan dikarenakan penyakit lain dalam jangka panjang, diskusikan dengan dokter efek samping penggunakan obat-obatan dalam dosis tertentu, dan bila bermaksud menggantikan jenis obat atau berhenti memakainya lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->