TOKOH-TOKOH BERSEJARAH DALAM SEJARAH INDONESIA

Cournelis de Houtman: Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di Nusantara

Cornelis de Houtman lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 dan Tewas di Aceh tahun 1599. Cornelis de Houtman adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan Cornelis de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi Cornelis de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi Cornelis de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.

Awal perjalanan
Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan “Kepulauan Rempah-Rempah”. Pada saat Cornelis de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti “Perusahaan

Mauritius dan Duyfken. Ekspedisi Cornelis de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat. dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam. mengusir rombongan “Wong Londo” ini. masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi. kapalnya takluk ke pembajak. di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan. dan bertemu dengan raja Bali. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. bersama dengan orang-orang Portugis yang telah datang lebih dulu di Banten. Ekspedisi Cornelis de Houtman sudah direcoki banyak masalah sejak awal.jarak jauh”). . Hollandia. Saat tiba di Madura perilaku buruk rombongan ini berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang pangeran di Madura terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga Cornelis de Houtman membayar denda untuk melepaskannya. Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali. ekspedisi Cornelis de Houtman tiba di Banten. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai “Kuburan Belanda”). Di Madagaskar. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Tiba di Tanah Jawa Pada 27 Juni 1596. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597. tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda. Namun kali ini. Sultan Banten. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal.

De Oude Compagnie (Perusahaan Lama). Helena. Totalnya dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi dikirim ke Nusantara. tiga dari empat kapal ekspedisi ini kembali dengan selamat ke Belanda. dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan lainnya. De Nieuwe Brabantse Compagnie (Perusahaan Brabant Baru).Saat dalam perjalanan pulang ke Belanda. sementara lainnya sukses gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal ekspedisi yang dikeluarkan. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berani berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara. Akhirnya pada akhir 1597. Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang merupakan pesaing mereka. De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw). De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam). . Akibat dari ekspedisi Cornelis de Houtman Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal. yakni: Compagnie van Verre (Perusahaan dari Jauh). mereka singgah di Kepulauan St. namun juga dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Belanda. De Delftse Vennootschap (Perseroan Delft). yang melibatkan 65 kapal. De Verenigde Compagnie Amsterdam (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam). De Veerse Compagnie (Perusahaan De Veer). hanya 87 yang berhasil kembali. De Magelaanse Compagnie (Perusahaan Magelan). tercatat 12 perusahaan telah melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun. Sebelum Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada 1602. De Nieuwe Compagnie (Perusahaan Baru). Beberapa ekspedisi memang mengalami kegagalan. De Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron). Dari 249 awak.

Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas sementara Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke penjara. . Armada-armadanya telah dipersenjatai seperti kapal perang. dua buah kapal pimpinan Cornelis de Houtman yang bernama de Leeuw dan de Leeuwin berlabuh di ibukota Kerajaan Aceh. Pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumala Hayati. Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama 2 tahun. Dalam penyerangan ini. khususnya lada kepada Belanda. akibat adanya hasutan dari pihak Portugis yang telah lebih dahulu berdagang dengan Kerajaan Aceh. Namun dalam perkembangannya. Sultan Aceh menjadi tidak senang dengan kehadiran Belanda dan memerintahkan untuk menyerang kapal-kapal mereka. Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan ekspedisi dalam jumlah besar. ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara. Dengan kedatangan Belanda tersebut berarti Aceh akan dapat menjual hasil-hasil bumi. Selama di penjara.Tewas di Aceh Tahun 1598. Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Pada 1599.

The Ayah Ramsay mengenali bakat Raffles. Raffles diangkat jabatan sebagai Sekretaris Asisten Gubernur Penang dengan gaji tahunan sebesar £ 1500. Indonesia). Kapten Benjamin Raffles. di atas kapal laut. beberapa hari setelah dia diangkat sebagai Asisten Sekretaris kepada Gubernur Penang. Ia bekerja sebagai petugas di kantor EIC yang terletak di India House di London. Di sini. Raffles bertemu dan membentuk persahabatan denagn pewai penting lainnya seperti William Brown Ramsay. Jawa Barat. William Ramsay. Raffles dibesarkan oleh keluarga Inggris yang miskin dan dipaksa untuk meninggalkan sekolah pada usia 14 untuk bekerja. Ayah Ramsay. Raffles menikah dengan Olivia pada tanggal 14 Maret 1805. . atas rekomendasi nya. Hal ini merupakan langkah awal sejarah kemajuan politik Sir Stamford Raffles '. hingga akhirnya ia memasuki East India Company (EIC) sebagai pegawai yang berperan penting dalam perluasan pengaruh Inggris di Asia Tenggara Pada tahun 1795 Raffles bergabung dengan EIC. dan pada bulan Maret 1805. berusia 43. adalah Sekretaris Perusahaan India Timur. Teradpat juga sebuah monumen yang bernama Botanic Gardens. Olivia dimakamkan di Batavia (Jakarta saat ini) di pemakaman di Tanah Dalam. Dia memasuki pelayanan Perusahaan India Timur dan mengembangkan dirinya dengan kerja keras. yang dikapteni oleh ayahnya. Buitenzorg (Bogor. Olivia meninggal pada tahun 1814. di kawasan Morant Port di Jamaika.Sir Thomas Stamford Raffles Sir Thomas Stamford Raffles lahir pada tanggal 6 Juli 1781.

Pada bulan Juni 1810. Inggris menguasai Batavia. . Lord Minto mengangkat Raffles menjadi Letnan Gubernur-Jawa. Pada 1811. seperti menghapuskan perdagangan budak dan Membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan. Raffles tiba di Penang pada bulan September 1805. Raffles diangkat menjadi Letnan-Gubernur pada bulan September 1811. Pada 1807 dia menjadi Sekretaris Gubernur dan pada tahun 1808 ia juga membuat Clerk of the Recorder's Court di bawah Sir Edmond Stanley. Raffles terbukti bekerja keras dan menjadi administrator yang handal.Raffles menikah dengan Sophia setelah tiga tahun kematian istri pertamanya pada 22 Februari 1817 di St Marylebone Parish Church di London. Akhirnya. pihak berwenang di EIC melihat bakatnya dan saat itu mereka berusaha untuk memperpanjang keberadaannya di wilayah tersebut. Tak lama setelah pendaratan. Raffles mengunjungi Calcutta di mana ia bertemu dengan Gubernur Jenderal Lord Minto. Setelah kunjungannya. Dalam pengakuannya karena Raffles telah memberikan bantuan. Bukunya yang berjudul “ Hidup dan Pelayanan Publik dari Sir Thomas Stamford Raffles”. Raffles memperkenalkan sejumlah tindakan administratif. Ia adalah Lady Sophia Raffles yang memberikan reputasi historis Raffles sebagai salah satu dari administrator terbesar kolonial Inggris di Asia Tenggara. yang ditulis dan diterbitkan pada tahun 1830 membuat masyarakat umum mengetahui prestasi Raffles. Pernikannya dengan Sophia ini dikaruniai lima orang anak. Raffles ditunjuk sebagai Agen Gubernur-Jenderal di Malaka dan diberi tugas mengumpulkan informasi tentang Jawa dalam persiapan untuk invasi. ia bergabung dengan Lord Minto di sebuah ekspedisi ke Jawa yang mendarat di Cilincing. Dia bekerja sebagai pemberi lisensi dari Pers dan Penerjemah bahasa Melayu untuk Pemerintah. Di Jawa.

Raffles berlayar menyusuri Selat Malaka untuk mencari lokasi yang sesuai untuk mendirikan sebuah pelabuhan Inggris. Pada saat Raffles kembali ke Inggris. ia mengalami kesulitan keuangan ketika East India Company menuntut darinya pembayaran uang yang telah dipinjam di masa lalu. Dia melakukan kunjungan ke Pulau Singa Pura yang ternyata sangat ekonomis dan strategis. Raffles melepaskan jabatannya sebagai Letnan Gubernur di Bencoolen. Sumber: Singapore Story Stamford Raffles_version4 . Middlesex. Raffles percaya bahwa Inggris sedang mebutuhkan untuk pembangunan pelabuhan di ujung selatan Semenanjung Melayu dalam rangka meningkatkan posisi mereka dalam perdagangan China yang menguntungkan. kesehatannya dalam kondisi yang buruk. Pada bulan Maret 1818. Namun. kapal yang ia tumpangi terbakar dan tenggelam.Pada 1816. ia melakukan perjalanan ke Calcutta untuk membahas rencana pembangun pemukiman di sebelah selatan Selat Malaka dengan Gubernur General Hastings. tetapi juga pelabuhan yang sangat baik dan dan mempunyai suplai air bersih yang bagus untuk kapal berlayar di sepanjang rute perdagangan China. Raffles kembali ke Inggris di mana ia menulis dan menerbitkan History of Java (1817). Raffles kehilangan semua koleksi-koleksi tak tergantikan nya seperti lukisan dan spesimen. Beberapa bulan sebelum kematiannya. Pelabuahan di Singapura ini tidak hanya berperan di rute perdagangan utama antara Cina. Sumatera dan menjabat sebagai sebagai Letnan Gubernur. ketika Jawa dikembalikan ke Belanda. naskah Melayu. Raffles meninggal pada 5 Juli 1826 di rumahnya. Dia dimakamkan di Hendon Parish Church. Highwood House. Pada bulan September 1818. Pada bulan Januari 1819. di Hendon. India dan Eropa. Singapore dan siap dipulangkan kembali ke Inggris. yang berada di kapal tersebut. dia mendapatkan gelar bangsawan oleh Bupati Pangeran. dan dokumen resmi dan sejarah. Raffles tiba di Bengkulu. Pada tahun yang sama. Pada tahun 1824.

Tindakan-tindakan yang dianggap kontroversi adalah peristiwa pembantaian rakyat Banda tahun 1621 dan skandal Sarah Specx – Pieter Coertenhoff di Batavia. Banten adalah pusat kegiatan administrasi dan pelayanan VOC di Hindia. Coen juga merupakan satusatunya pejabat Belanda yang menduduki jabatan gubernur jenderal hingga dua kali. Kemudian dia bekerja di kantor milik Justus Pescatore.JAN PIETERZOON COEN Jan Pieterszoon Coen lahir di kota Hoorn Belanda pada tanggal 8 Januari 1587. dan menjalani masa transisi hingga tanggal 21 Maret 1619. langkah pertama Coen adalah membangun sebuah markas besar VOC yang dapat memenuhi segala kebutuhan dan kepentingan VOC di Hindia. Sebagai catatan. yang nantinya bernama Batavia. Tahun 1607 dia menjadi pegawai VOC dengan pangkat asisten saudagar (onderkoopman) dan pergi ke Hindia (Indonesia) dengan menumpang kapal “Hoorn”. Antara penguasa Banten dengan VOC sebetulnya kurang baik karena pihak keraton Banten melihat VOC sangat dominan dalam mengurus perdagangan dengan pihak asing yang juga merupakan pelanggan dari Kerajaan Banten. Sedangkan Maluku terlalu kecil untuk dijadikan kantor pusat. Banten dan juga Inggris. jabatan tertinggi kedua setelah Gubernur Jenderal. peristiwa Banda tahun 1621 adalah tindakan ‘genocide’ pertama yang dilakukan bangsa Belanda kepada rakyat Indonesia. Pada bulan Oktober 1613 dia ditunjuk sebagai akuntan – jenderal (boekhouder-generaal) yang membawahi seluruh kantor cabang VOC hingga kantor pusat di Hindia yang berpusat di Banten dan Jayakarta. Banten tidak menarik bagi Coen karena pertentangannya dengan bangsa Cina. Coen juga dianggap oleh para sejarawan barat sebagai salah satu tokoh kontroversial di Hindia Belanda. selain itu Coen tetap menginginkan Jawa sebagai kedudukan kantor pusatnya karena sangat mudah untuk logistik pangan. Jan Pieterszoon Coen merupakan Gubernur Jenderal VOC yang memiliki banyak keunikan dibandingkan gubernur jenderal lainnya. Beberapa diantaranya adalah Coen merupakan salah satu dari sedikit gubernur jenderal VOC – Hindia Belanda yang biografinya tercantum dalam Ensiklopedia Britannica. Begitu menjabat sebagai Gubernur Jenderal. Tahun 1601 dia pergi belajar berdagang di kota Roma. JP Coen menerima penunjukkan itu pada tanggal 30 April 1618. Pada tanggal 25 Oktober 1617 Heren XVII menunjuk JP Coen sebagai Gubernur Jenderal menggantikan Laurens Reael yang telibat clash dengan mereka. Tahun 1614 JP Coen menjabat sebagai Direktur Jenderal. Akhirnya Coen memilih Jayakarta sebagai . Tahun 1612 dia naik pangkat menjadi saudagar tinggi (operkoopman) dan komandan dari kapal Galiasse saat pelayaran ke dua.

diamdiam mereka juga menjual Pala kepada Inggris dan ditukar dengan senjata. Coen memperkuat diri dengan membangun benteng di sekitar Istana Jayakarta. monopoli pala baru bisa dilakukan. Untuk menguasai pala di pulau itu Coen menggunakan cara keras dan brutal. kemudian dia merubah nama Jayakarta menjadi Batavia. Ewald Vanvugt. Lontor. kemudian setelah dakwaan dibacakan delapan pemimpin suku Banda ini kemudian dipancung oleh enam orang tentara bayaran dari Jepang. Pembantaian Banda 1621 Latar belakang pemusnahan etnis ini disebabkan karena ketidakmampuan bangsa Belanda menjual pala lebih murah dibandingkan dengan Inggris bahkan dengan penduduk lokal pun masih lebih mahal. Langkah kedua JP Coen adalah merealisasikan monopoli pembelian pala di Hindia. Coen memimpin sendiri penyerangan tersebut ke P. saat dia datang ke Banda. Tidak semua penduduk Banda mau mematuhi perjanjian tersebut. Akhirnya para petinggi VOC mencoba membuat program untuk bisa memonopoli perdagangan pala di Pulau Banda. Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang hanya ada di Kepulauan Banda. Pada tanggal 10 Maret 1621 dengan berkekuatan sebanyak 2000 tentara (sebagian tentara bayaran dari Jepang). Karena Pangeran Jayakarta tidak menghendaki kehadiran Coen di Jayakarta. 1996) seorang saksi mata menjelaskan pada tanggal 8 Mei 1621 di depan Benteng Nassau. Sebuah laporan yang diterbitkan setahun kemudian Verhael van eenighe oorlogen in Indië (1622) (Critici van Jan Pieterszoon Coen. sebanyak 44 dakwaan dituduhkan kepada para pemimpin suku Banda.pusat pemerintahannya karena di Jayakarta pula terdapat gudang dan loji VOC yang berdiri sejak tahun 1610. Pemboikotan yang dilakukan oleh bangsa Banda ini akhirnya ketahuan juga. dan menyebabkan Coen naik pitam. untuk memerangi kesewenang-wenangan VOC. JP Coen kemudian mengambil tugas ini dan beranggapan bahwa hanya dengan mengusir dan melenyapkan penduduk asli pulau Banda. Mereka membuat markas di pegunungan supaya tidak diketahui oleh Coen. Pertama –tama Coen dan serdadunya memaksa penduduk Banda (dibawah todongan senjata) untuk mau menandatangani kontrak perdagangan pala hanya dengan VOC tidak dengan Inggris. Kemudian mayatnya dipotong menjadi empat bagian dan dibuang ke empat penjuru. padahal Belanda sudah mengontrol Maluku selama 20 tahun. Saat itu penduduk Banda menandatangani persetujuan penjualan pala kepada VOC dan juga Inggris. . Tanggal 18 Januari 1621 Coen dan tentaranya berhasil mengusir Pangeran Jayakarta dan pengikutnya. dari hasil penyerbuan tersebut Coen menangkap sebanyak 800 orang dan dikirim ke Batavia sebagai budak.

Dia juga tetap mengontrol perdagangan VOC di Asia yang mulai menyebar hampir di semua belahan tempat di Asia semenjak tahun 1614. Pada tanggal 3 Oktober 1624 dia ditunjuk kembali menjadi Gubernur Jenderal. . sebagian Portugis. bahkan Heren XVII pun memandangnya seperti itu. dia diangkat menjadi salah satu pemimpin VOC di Hoorn. Tahun 1625 dia menikahi Eva Ment. Beberapa orang berpendapat tindakan Coen ini terlalu berlebihan. Batavia mendapat serangan hebat dari Mataram di tahun 1628 dan 1629. untuk kedua kalinya JP Coen memimpin VOC di Hindia. juga logistik tentara Mataram yang kurang koordinasi.Menurut salah seorang serdadu VOC yang ikut. mayoritas penduduk baru yang tinggal di P. Dalam sejarah Jan Pieterszoon Coen dianggap sebagai seorang pemimpin yang tiran dan antagonis. 1996). Kedua pertempuran ini bisa dimenangkan oleh Belanda. disebabkan persenjataan VOC yang lebih unggul. Saat tiba di Hindia. Hanya sedikit yang bisa lolos dan mengungsi ke tempat lain” (Ewald Vanvugt. dan dengan bangga Coen melaporkan kepada Heren XVII “Seluruh orang aborigin dari Banda sudah mati karena perang. Meskipun dia menjabat sebagai Gubernur Jenderal tidak lama. Melayu. Bagi Coen sukses hanya bisa direbut melalui darah dan kekuatan militer. Bugis. dan banyak yang tewas terpancung sehingga seandainya kita bisa terbang pasti dapat melihat seluruh pulau penuh dengan mayat. Di Belanda pamor Coen naik. Pada pertempuran kedua tahun 1629 JP Coen meninggal akibat kolera dan dimakamkan di Pemakaman Belanda (Sekarang Museum Wayang). Vertoogh. Saat kepemimpinannya yang kedua ini. kelaparan dan kekurangan. sementara di Banten menjadi kantor cabangnya. Jawa. Pada tahun 1627 dia pergi lagi ke Hindia. Maluku dan Buton. itupun mereka selamat karena mengungsi ke pulau lain. Batavia sudah resmi menjadi pusat pemerintahan VOC di Hindia. Pada tanggal 1 Februari 1623 Coen menyerahkan jabatan Gubernur Jenderal kepada penggantinya Pieter de Carpentier. Pembantaian lebih kejam terjadi pada minggu kedua April 1621. Banda ini berasal dari bangsa Makasar. Pembantaian ini dilakukan sangat brutal. dan pulang ke negeri Belanda. Penggantinya adalah Jacques Specx. tetapi kekejaman yang ditimbulkannya tetap menjadi cerita hingga saat ini. Sekitar 2500 penduduk Banda dibiarkan tewas kelaparan. setelah pembantaian hanya tersisa sekitar 1000 orang. Tanggal 30 September 1627. menjelaskan bahwa sebelum pembantaian 8 Mei 1621. jumlah penduduk Banda adalah 14000 orang. Hanna dalam bukunya Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island. Kemudian setelah kepulauan Banda ini kosong dari penduduk asli. Kisah kehidupan dan kepemimpinan Coen ini menjadi perdebatan dan kritisi dari berbagai orang. berserta keluarganya. Willard A. hanya dalam waktu satu minggu 1200 – 1300 penduduk Banda tewas dibantai. maka Coen mendatangkan orang dari berbagai bangsa untuk bekerja di pulau ini. Cina.

Daendels diserahi tugas terutama untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris. Masa itu Belanda sedang dikuasai oleh Perancis. Ia memutuskan untuk menjadi petani dan peternak saja di Heerde. Bahkan ia mengintervensi secara militer selama dua kali. Ia lulus pada tanggal 10 April 1783. Daendels di Hindia-Belanda Maka setelah perjalanan yang panjang. Akhirnya ia kecewa dan mengundurkan diri dari tentara pada tahun 1800. Belanda pada tanggal 21 Oktober 1762 sebagai putra Burchard Johan Daendels. ia ikut mengurusi disusunnya Undang-Undang Dasar Belanda yang pertama. Tentara Belanda diisinya dengan orang-orang pribumi. Karir Pada tahun 1806 ia dipanggil oleh Raja Belanda. Lalu setelah sukses. ia membangun rumah sakit- . Akhirnya ia mencapai pangkat Jendral dan pada tahun 1795 ia masuk Belanda dan masuk tentara Republik Batavia dengan pangkat Letnan-Jendral. 2 Mei 1818). Ketika menginjak dewasa. Di sana ia menyaksikan dari dekat Revolusi Perancis dan lalu menggabungkan diri dengan pasukan Batavia yang republikan. Ia dianggap kurang tanggap dan diserang oleh berbagai pihak. ia dikirim ke Hindia-Belanda sebagai Gubernur-Jendral. Daendels tiba di Batavia pada tanggal 5 Januari 1808 dan menggantikan GubernurJendral Albertus Wiese. pada tanggal 28 Januari 1807 atas saran Kaisar Napoleon Bonaparte. Masa dewasa Pada tahun 1780 dan 1787 ia ikut para kumpulan pemberontak di Belanda dan kemudian melarikan diri ke Perancis. Tetapi invasi orang Inggris dan Rusia di provinsi Noord-Holland berakibat buruk baginya. 21 Oktober 1762–Ghana. Ia ditugasi untuk mempertahankan provinsi Friesland dan Groningen dari serangan Prusia. Maka iapun melaksanakan tugasnya dengan segera. Ia memerinta antara tahun 1808-1811. sekretaris walikota dan Josina Christina Tulleken. Raja Louis (Koning Lodewijk) untuk berbakti kembali di tentara Belanda. Sebagai kepala kaum Unitaris. ia belajar hukum di Universitas di Harderwijk. yang sekarang sudah tidak ada lagi. Gelderland. Jawa adalah satu-satunya daerah koloni Belanda-Perancis yang belum jatuh ke tangan Inggris.Herman Willem Daendels Herman Willem Daendels (Hattem. Masa Kecil Herman Willem Daendels lahir di Hattem. adalah seorang politikus Belanda yang merupakan Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-36.

Jalan Raya Pos. Tetapi biar bagaimanapun juga. Setelah Napoleon dikalahkan di Waterloo dan Belanda merdeka kembali. dibunuh. Kepala mereka digantung di pucuk-pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan. Dia juga ikut tentara Napoleon berperang ke Rusia. Suatu prestasi yang luar biasa pada zamannya. Dibangun dibawah perintah Herman Willem Daendels (1762-1818). Selain itu Daendels memaksa rakyat Jawa untuk melaksanakan kerja rodi secara berat. dari Anyer sampai Panarukan. Ia meninggal dunia di sana akibat malaria pada tanggal 8 Mei1818. Kastil di Batavia dihancurkannya dan diganti dengan benteng di Meester Cornelis (Jatinegara). yaitu Jalan Raya Pos. maka mereka bersama-sama dengan para raja "mengkhianati" orang Belanda. Yang gagal. yaitu untuk mengusahakan tentara-tentaranya bergerak dengan cepat.rumah sakit dan tangsi-tangsi militer baru. direalisasikannya dengan mewajibkan setiap penguasa pribumi lokal untuk memobilisasi rakyat. termasuk para pekerjanya. Karena itulah nama Daendels dan Jalan Raya Pos dikenal dan mendunia hingga kini sebenarnya dibangunnya juga karena manfaat militernya. Belum pernah mereka sebelumnya disuruh bekerja keras seperti itu. ia bertindak keras. tetapi kurang strategis sehingga mereka menyimpan dendam kepadanya. Jalan Daendels. Daendels kembali bertugas di tentara Perancis. tak kenal ampun. Di Surabaya ia membangun sebuah pabrik senjata. Daendels menawarkan dirinya kepada Raja Willem I. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan. Akhirnya ia dipanggil pulang oleh Perancis dan kekuasaan harus diserahkan kepada Jan Willem Janssens. Di sisi lain dikatakan bahwa Daendels mebuat birokrasi menjadi lebih efisien dan mengurangi korupsi. di Semarang ia membangun pabrik meriam dan di Batavia ia membangun sekolah militer. membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa. Tetapi ia sendiri dituduh korupsi dan memperkaya diri sendiri. . Degan tangan besinya jalan itu diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1808). tetapi Raja Belanda ini tidak terlalu suka terhadap mantan Patriot dan tokoh revolusioner ini. dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Jadi ketika orang-orang Inggris datang. Proyek utamanya. Gubernur Jendral Daendels memang menakutkan. seperti diputuskan oleh Napoleon Bonaparte. Terhadap raja-raja di Jawa. Kembali ke Eropa Sekembali Daendels di Eropa. Di Surabaya dibangunnya Benteng Lodewijk. Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa Daendels berangan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Ia kejam. pada tahun 1815 ia ditawari pekerjaan menjadi Gubernur-Jendral di Ghana.

Setelah kepulangannya ke Belanda pada bulan November 1813. Kapal yang membawanya tiba di Pulau Jawa tahun 1797. Dia diangkat kembali sebagai kolonel di ketentaraan dan menjadi Panglima Maastricht. dia diangkat menjadi jenderal komisaris dan dikembalikan ke Batavia (kini Jakarta). Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Jabatan Gubernur Jenderal (bahasa Belanda: Gouverneur-Generaal) adalah jabatan penguasa tertinggi dalam pemerintahan Hindia-Belanda. setelah sebelumnya hanya merupakan konsep kajian yang dibuat untuk menambah kas pemerintah kolonial maupun negara induk Belanda yang kehabisan dana karena peperangan di Eropa maupun daerah koloni (terutama di Jawa dan Pulau Sumatera).JOHANNES VAN DEN BOSCH Johannes graaf van den Bosch (lahir di Herwijnen. . sebagai seorang letnan. Van den Bosch beragitasi untuk kembalinya Wangsa Oranje. Van den Bosch banyak membantu menyadarkan warga Belanda akan kemiskinan akut di wilayah koloni. Penguasa Hindia-Belanda sebelumnya berarti hanya duta VOC saja di Jakarta dan kemudian Batavia. Pada tahun 1810 sempat dipulangkan ke Belanda karena perbedaan pendapat dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Sebelumnya gelar jabatan ini lain istilahnya. Lingewaal. Pada masa pemerintahannya Tanam Paksa (Cultuurstelsel) mulai direalisasi. 28 Januari 1844 pada umur 63 tahun) adalah Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-43. Konon jabatan ini baru diadakan pada tahun 1691. Provinsi Gelderland. Dia pensiun secara sukarela pada tahun 1839. Belanda. Van den Bosch kembali ke Belanda sesudah lima tahun. Biografi Van den Bosch dilahirkan di Herwijnen. tetapi pangkatnya cepat dinaikkan menjadi kolonel. Di Belanda karier militernya membuatnya terlibat sebagai komandan di Maastricht dengan pangkat sebagai mayor jenderal. Pada tahun 1827. 1 Februari 1780 – meninggal di Den Haag. Di luar kegiatan karier. Ia memerintah antara tahun 1830 – 1834. hingga akhirnya menjadi Gubernur Jenderal pada tahun 1830.

sehingga areal penanaman padi rakyat menjadi terlantar. Yaitu cultuurstelsel atau system tanam paksa. Waktu pekerjaan menanam tanaman dagang tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi. Adapaun latar belakang dikeluarkannya atutarn tanam paksa adalah sebagai berikut · Terhentinya produksi tanaman ekspor selama sistim sewa/pajak tanah berlangsung. 2. Tanah yang disediakan untuk penanaman tanaman dagang tersebut dibebaskan dari pajak tanah. 3. Tanaman yang diwajibkan untuk penanaman tanaman dagang.Setelah bangkrutnya VOC pada tahun 1799. Pelaksanaan sistem tanam paksa 1. Pekerjaan untuk menanam tanaman dagang sering melebihi waktu untuk menanam padi. nila. 5. bahkan mencapai ½ luas tanah petani. Adanya cultuur prosenten (prosentasi keuntungan) yang diberikan kepada pengawas tanam paksa. 4. 3. aset-aset VOC di Hindia-Belanda diserahkan kepada pemerintahan Belanda. Van Den Bosch inilah yang kemudian mengeluarkan kebijakannya yang terkenal. Pokok-pokok/aturan awal tanam paksa 1. Di Suriname. · Besarnya hutang Belanda. 5. kopi.J. yaitu Johanes Van Der Bosch. Tetapi apakah ia juga seorang Gubernur Jenderal secara legal diragukan. Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) Pada tahun 1830. 4. Sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang diambil oleh pemerintah. sehingga mulai saat itu seorang Gubernur Jenderal benar-benar menjadi wakil daripada pemerintahan Belanda. jajahan Belanda yang lain. Pengwasan atas tanam paksa dilakukan oleh pejabat pribumi (bupati). Setelah dia masih ada satu pejabat Belanda lagi yang memakai gelar Gubernur Jenderal yaitu H. Kegagalan panen atas penanaman dagang menjadi tanggung jawab pemerintah. 6. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. seperti tebu. sering melebihi 1/5. van Mook. Rakyat diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya unruk ditanami tanaman dagang/ekspor yang laku di pasar ekspor. Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani. Nilai lebih/sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang tersebut diberikan kepada petani. 2. Jabatan Gubernur Jenderal hanya ada di jajahan Belanda di Hindia-Belanda.W. gelar ini hanya Gubernur saja. Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang terakhir adalah Jhr A.L. pemerintah Belanda mengangkat Gubernur Jendral yang baru untuk Indonesia. Ia ditangkap oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. . · Kosongnya kas Negara akibat besarnya alokasi dana untuk menumpas perlawanan Pangeran Diponegoro (1825-1830) dan Perang Kemerdekaan Belgia.

Menculnya bencana kelaparan di Demak dan Grobogan (1849-1850). Pemerintah Belanda dapat melakukan pembangunan negaranya. Pendapatan pemerintah Belanda mengalami surplus (Batig Slot). a. Menyempitnya luas areal penanaman padi. Dampak tanam paksa terhadap rakyat pribumi.Pemberlakuan cultuur stelsel/system tanam paksa ini telah menimbulkan dampak yang luas bagi pemerintah Belanda maupun terhadap rakyat pribumi. Akibat kegagalan panen dan wabah kelaparan. Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi. . b. Dampak tanam paksa terhadap pemerintah Belanda. Meluasnya bentuk kepemilikan lahan beserta (tanah milik komunal). Rakyat pribumi mulai mengenali jenis tanaman ekspor dan sistim penanamannya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.