P. 1
Tokoh-Tokoh Bersejarah Dalam Sejarah Indonesia

Tokoh-Tokoh Bersejarah Dalam Sejarah Indonesia

|Views: 327|Likes:
ini merupakan dokumen mengenai 5 tokoh penjajah dalam sejarah Indonesia.
ini merupakan dokumen mengenai 5 tokoh penjajah dalam sejarah Indonesia.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Maulana Abdillah Hamdi on Oct 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2014

pdf

text

original

TOKOH-TOKOH BERSEJARAH DALAM SEJARAH INDONESIA

Cournelis de Houtman: Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di Nusantara

Cornelis de Houtman lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 dan Tewas di Aceh tahun 1599. Cornelis de Houtman adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan Cornelis de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi Cornelis de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi Cornelis de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.

Awal perjalanan
Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan “Kepulauan Rempah-Rempah”. Pada saat Cornelis de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti “Perusahaan

dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597. dan bertemu dengan raja Bali. mengusir rombongan “Wong Londo” ini. di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan. Sultan Banten. Mauritius dan Duyfken. dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. ekspedisi Cornelis de Houtman tiba di Banten. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat.jarak jauh”). Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Hollandia. Ekspedisi Cornelis de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda. Ekspedisi Cornelis de Houtman sudah direcoki banyak masalah sejak awal. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai “Kuburan Belanda”). bersama dengan orang-orang Portugis yang telah datang lebih dulu di Banten. Di Madagaskar. Saat tiba di Madura perilaku buruk rombongan ini berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang pangeran di Madura terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga Cornelis de Houtman membayar denda untuk melepaskannya. . kapalnya takluk ke pembajak. Namun kali ini. Tiba di Tanah Jawa Pada 27 Juni 1596. masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal.

Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang merupakan pesaing mereka. Sebelum Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada 1602. De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam). hanya 87 yang berhasil kembali. Helena. De Verenigde Compagnie Amsterdam (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam). Totalnya dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi dikirim ke Nusantara. Akibat dari ekspedisi Cornelis de Houtman Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal. sementara lainnya sukses gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal ekspedisi yang dikeluarkan. De Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron). Dari 249 awak. tiga dari empat kapal ekspedisi ini kembali dengan selamat ke Belanda. mereka singgah di Kepulauan St. yakni: Compagnie van Verre (Perusahaan dari Jauh). Beberapa ekspedisi memang mengalami kegagalan. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berani berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara. De Magelaanse Compagnie (Perusahaan Magelan). De Nieuwe Compagnie (Perusahaan Baru). De Oude Compagnie (Perusahaan Lama). dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan lainnya. Akhirnya pada akhir 1597.Saat dalam perjalanan pulang ke Belanda. De Veerse Compagnie (Perusahaan De Veer). yang melibatkan 65 kapal. tercatat 12 perusahaan telah melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun. De Nieuwe Brabantse Compagnie (Perusahaan Brabant Baru). De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw). De Delftse Vennootschap (Perseroan Delft). namun juga dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Belanda. .

Dengan kedatangan Belanda tersebut berarti Aceh akan dapat menjual hasil-hasil bumi. dua buah kapal pimpinan Cornelis de Houtman yang bernama de Leeuw dan de Leeuwin berlabuh di ibukota Kerajaan Aceh. Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas sementara Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke penjara.Tewas di Aceh Tahun 1598. Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. khususnya lada kepada Belanda. ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara. akibat adanya hasutan dari pihak Portugis yang telah lebih dahulu berdagang dengan Kerajaan Aceh. . Pada 1599. Pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumala Hayati. Dalam penyerangan ini. Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan ekspedisi dalam jumlah besar. Sultan Aceh menjadi tidak senang dengan kehadiran Belanda dan memerintahkan untuk menyerang kapal-kapal mereka. Selama di penjara. Armada-armadanya telah dipersenjatai seperti kapal perang. Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama 2 tahun. Namun dalam perkembangannya.

di kawasan Morant Port di Jamaika.Sir Thomas Stamford Raffles Sir Thomas Stamford Raffles lahir pada tanggal 6 Juli 1781. berusia 43. William Ramsay. hingga akhirnya ia memasuki East India Company (EIC) sebagai pegawai yang berperan penting dalam perluasan pengaruh Inggris di Asia Tenggara Pada tahun 1795 Raffles bergabung dengan EIC. Dia memasuki pelayanan Perusahaan India Timur dan mengembangkan dirinya dengan kerja keras. Hal ini merupakan langkah awal sejarah kemajuan politik Sir Stamford Raffles '. atas rekomendasi nya. Raffles bertemu dan membentuk persahabatan denagn pewai penting lainnya seperti William Brown Ramsay. Raffles dibesarkan oleh keluarga Inggris yang miskin dan dipaksa untuk meninggalkan sekolah pada usia 14 untuk bekerja. Kapten Benjamin Raffles. Olivia dimakamkan di Batavia (Jakarta saat ini) di pemakaman di Tanah Dalam. Buitenzorg (Bogor. . Teradpat juga sebuah monumen yang bernama Botanic Gardens. di atas kapal laut. beberapa hari setelah dia diangkat sebagai Asisten Sekretaris kepada Gubernur Penang. Olivia meninggal pada tahun 1814. yang dikapteni oleh ayahnya. Ia bekerja sebagai petugas di kantor EIC yang terletak di India House di London. adalah Sekretaris Perusahaan India Timur. The Ayah Ramsay mengenali bakat Raffles. Di sini. Jawa Barat. Ayah Ramsay. Raffles menikah dengan Olivia pada tanggal 14 Maret 1805. Indonesia). Raffles diangkat jabatan sebagai Sekretaris Asisten Gubernur Penang dengan gaji tahunan sebesar £ 1500. dan pada bulan Maret 1805.

seperti menghapuskan perdagangan budak dan Membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan. Raffles mengunjungi Calcutta di mana ia bertemu dengan Gubernur Jenderal Lord Minto. Akhirnya. Dalam pengakuannya karena Raffles telah memberikan bantuan. Raffles terbukti bekerja keras dan menjadi administrator yang handal. Ia adalah Lady Sophia Raffles yang memberikan reputasi historis Raffles sebagai salah satu dari administrator terbesar kolonial Inggris di Asia Tenggara. Raffles tiba di Penang pada bulan September 1805. Lord Minto mengangkat Raffles menjadi Letnan Gubernur-Jawa. Inggris menguasai Batavia. Tak lama setelah pendaratan. Pada 1807 dia menjadi Sekretaris Gubernur dan pada tahun 1808 ia juga membuat Clerk of the Recorder's Court di bawah Sir Edmond Stanley. Pada bulan Juni 1810. Raffles ditunjuk sebagai Agen Gubernur-Jenderal di Malaka dan diberi tugas mengumpulkan informasi tentang Jawa dalam persiapan untuk invasi. Bukunya yang berjudul “ Hidup dan Pelayanan Publik dari Sir Thomas Stamford Raffles”. ia bergabung dengan Lord Minto di sebuah ekspedisi ke Jawa yang mendarat di Cilincing.Raffles menikah dengan Sophia setelah tiga tahun kematian istri pertamanya pada 22 Februari 1817 di St Marylebone Parish Church di London. Di Jawa. Pernikannya dengan Sophia ini dikaruniai lima orang anak. Setelah kunjungannya. Raffles memperkenalkan sejumlah tindakan administratif. . Dia bekerja sebagai pemberi lisensi dari Pers dan Penerjemah bahasa Melayu untuk Pemerintah. Pada 1811. yang ditulis dan diterbitkan pada tahun 1830 membuat masyarakat umum mengetahui prestasi Raffles. Raffles diangkat menjadi Letnan-Gubernur pada bulan September 1811. pihak berwenang di EIC melihat bakatnya dan saat itu mereka berusaha untuk memperpanjang keberadaannya di wilayah tersebut.

Namun. Raffles percaya bahwa Inggris sedang mebutuhkan untuk pembangunan pelabuhan di ujung selatan Semenanjung Melayu dalam rangka meningkatkan posisi mereka dalam perdagangan China yang menguntungkan. kapal yang ia tumpangi terbakar dan tenggelam. Highwood House. Singapore dan siap dipulangkan kembali ke Inggris. Dia dimakamkan di Hendon Parish Church. Raffles meninggal pada 5 Juli 1826 di rumahnya. Beberapa bulan sebelum kematiannya. Middlesex. Pada tahun 1824. Raffles kehilangan semua koleksi-koleksi tak tergantikan nya seperti lukisan dan spesimen. Pelabuahan di Singapura ini tidak hanya berperan di rute perdagangan utama antara Cina. Pada tahun yang sama. ia melakukan perjalanan ke Calcutta untuk membahas rencana pembangun pemukiman di sebelah selatan Selat Malaka dengan Gubernur General Hastings. Sumatera dan menjabat sebagai sebagai Letnan Gubernur. Raffles kembali ke Inggris di mana ia menulis dan menerbitkan History of Java (1817). yang berada di kapal tersebut. ia mengalami kesulitan keuangan ketika East India Company menuntut darinya pembayaran uang yang telah dipinjam di masa lalu. Pada saat Raffles kembali ke Inggris. di Hendon. tetapi juga pelabuhan yang sangat baik dan dan mempunyai suplai air bersih yang bagus untuk kapal berlayar di sepanjang rute perdagangan China. Raffles berlayar menyusuri Selat Malaka untuk mencari lokasi yang sesuai untuk mendirikan sebuah pelabuhan Inggris. Raffles melepaskan jabatannya sebagai Letnan Gubernur di Bencoolen. kesehatannya dalam kondisi yang buruk. Pada bulan Maret 1818.Pada 1816. dia mendapatkan gelar bangsawan oleh Bupati Pangeran. Dia melakukan kunjungan ke Pulau Singa Pura yang ternyata sangat ekonomis dan strategis. ketika Jawa dikembalikan ke Belanda. Sumber: Singapore Story Stamford Raffles_version4 . Pada bulan September 1818. Pada bulan Januari 1819. naskah Melayu. dan dokumen resmi dan sejarah. Raffles tiba di Bengkulu. India dan Eropa.

dan menjalani masa transisi hingga tanggal 21 Maret 1619. Akhirnya Coen memilih Jayakarta sebagai . Tahun 1612 dia naik pangkat menjadi saudagar tinggi (operkoopman) dan komandan dari kapal Galiasse saat pelayaran ke dua. Antara penguasa Banten dengan VOC sebetulnya kurang baik karena pihak keraton Banten melihat VOC sangat dominan dalam mengurus perdagangan dengan pihak asing yang juga merupakan pelanggan dari Kerajaan Banten. selain itu Coen tetap menginginkan Jawa sebagai kedudukan kantor pusatnya karena sangat mudah untuk logistik pangan. Banten tidak menarik bagi Coen karena pertentangannya dengan bangsa Cina. Beberapa diantaranya adalah Coen merupakan salah satu dari sedikit gubernur jenderal VOC – Hindia Belanda yang biografinya tercantum dalam Ensiklopedia Britannica. Coen juga merupakan satusatunya pejabat Belanda yang menduduki jabatan gubernur jenderal hingga dua kali. yang nantinya bernama Batavia. Tahun 1601 dia pergi belajar berdagang di kota Roma. Tahun 1614 JP Coen menjabat sebagai Direktur Jenderal.JAN PIETERZOON COEN Jan Pieterszoon Coen lahir di kota Hoorn Belanda pada tanggal 8 Januari 1587. Jan Pieterszoon Coen merupakan Gubernur Jenderal VOC yang memiliki banyak keunikan dibandingkan gubernur jenderal lainnya. Pada bulan Oktober 1613 dia ditunjuk sebagai akuntan – jenderal (boekhouder-generaal) yang membawahi seluruh kantor cabang VOC hingga kantor pusat di Hindia yang berpusat di Banten dan Jayakarta. Begitu menjabat sebagai Gubernur Jenderal. Coen juga dianggap oleh para sejarawan barat sebagai salah satu tokoh kontroversial di Hindia Belanda. JP Coen menerima penunjukkan itu pada tanggal 30 April 1618. Sedangkan Maluku terlalu kecil untuk dijadikan kantor pusat. Kemudian dia bekerja di kantor milik Justus Pescatore. Tindakan-tindakan yang dianggap kontroversi adalah peristiwa pembantaian rakyat Banda tahun 1621 dan skandal Sarah Specx – Pieter Coertenhoff di Batavia. Banten adalah pusat kegiatan administrasi dan pelayanan VOC di Hindia. peristiwa Banda tahun 1621 adalah tindakan ‘genocide’ pertama yang dilakukan bangsa Belanda kepada rakyat Indonesia. Sebagai catatan. Banten dan juga Inggris. Tahun 1607 dia menjadi pegawai VOC dengan pangkat asisten saudagar (onderkoopman) dan pergi ke Hindia (Indonesia) dengan menumpang kapal “Hoorn”. jabatan tertinggi kedua setelah Gubernur Jenderal. langkah pertama Coen adalah membangun sebuah markas besar VOC yang dapat memenuhi segala kebutuhan dan kepentingan VOC di Hindia. Pada tanggal 25 Oktober 1617 Heren XVII menunjuk JP Coen sebagai Gubernur Jenderal menggantikan Laurens Reael yang telibat clash dengan mereka.

Saat itu penduduk Banda menandatangani persetujuan penjualan pala kepada VOC dan juga Inggris. kemudian setelah dakwaan dibacakan delapan pemimpin suku Banda ini kemudian dipancung oleh enam orang tentara bayaran dari Jepang. Pemboikotan yang dilakukan oleh bangsa Banda ini akhirnya ketahuan juga. Tanggal 18 Januari 1621 Coen dan tentaranya berhasil mengusir Pangeran Jayakarta dan pengikutnya. Coen memperkuat diri dengan membangun benteng di sekitar Istana Jayakarta. untuk memerangi kesewenang-wenangan VOC. Lontor. Pembantaian Banda 1621 Latar belakang pemusnahan etnis ini disebabkan karena ketidakmampuan bangsa Belanda menjual pala lebih murah dibandingkan dengan Inggris bahkan dengan penduduk lokal pun masih lebih mahal. sebanyak 44 dakwaan dituduhkan kepada para pemimpin suku Banda. dan menyebabkan Coen naik pitam. Pertama –tama Coen dan serdadunya memaksa penduduk Banda (dibawah todongan senjata) untuk mau menandatangani kontrak perdagangan pala hanya dengan VOC tidak dengan Inggris. Langkah kedua JP Coen adalah merealisasikan monopoli pembelian pala di Hindia.pusat pemerintahannya karena di Jayakarta pula terdapat gudang dan loji VOC yang berdiri sejak tahun 1610. Akhirnya para petinggi VOC mencoba membuat program untuk bisa memonopoli perdagangan pala di Pulau Banda. Mereka membuat markas di pegunungan supaya tidak diketahui oleh Coen. Coen memimpin sendiri penyerangan tersebut ke P. Kemudian mayatnya dipotong menjadi empat bagian dan dibuang ke empat penjuru. saat dia datang ke Banda. Sebuah laporan yang diterbitkan setahun kemudian Verhael van eenighe oorlogen in Indië (1622) (Critici van Jan Pieterszoon Coen. padahal Belanda sudah mengontrol Maluku selama 20 tahun. Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang hanya ada di Kepulauan Banda. Untuk menguasai pala di pulau itu Coen menggunakan cara keras dan brutal. Ewald Vanvugt. JP Coen kemudian mengambil tugas ini dan beranggapan bahwa hanya dengan mengusir dan melenyapkan penduduk asli pulau Banda. diamdiam mereka juga menjual Pala kepada Inggris dan ditukar dengan senjata. monopoli pala baru bisa dilakukan. . 1996) seorang saksi mata menjelaskan pada tanggal 8 Mei 1621 di depan Benteng Nassau. Karena Pangeran Jayakarta tidak menghendaki kehadiran Coen di Jayakarta. dari hasil penyerbuan tersebut Coen menangkap sebanyak 800 orang dan dikirim ke Batavia sebagai budak. Pada tanggal 10 Maret 1621 dengan berkekuatan sebanyak 2000 tentara (sebagian tentara bayaran dari Jepang). Tidak semua penduduk Banda mau mematuhi perjanjian tersebut. kemudian dia merubah nama Jayakarta menjadi Batavia.

Saat tiba di Hindia. itupun mereka selamat karena mengungsi ke pulau lain. maka Coen mendatangkan orang dari berbagai bangsa untuk bekerja di pulau ini. menjelaskan bahwa sebelum pembantaian 8 Mei 1621. sementara di Banten menjadi kantor cabangnya. dan dengan bangga Coen melaporkan kepada Heren XVII “Seluruh orang aborigin dari Banda sudah mati karena perang. setelah pembantaian hanya tersisa sekitar 1000 orang. Kemudian setelah kepulauan Banda ini kosong dari penduduk asli. Vertoogh. mayoritas penduduk baru yang tinggal di P. Batavia sudah resmi menjadi pusat pemerintahan VOC di Hindia. Pada tahun 1627 dia pergi lagi ke Hindia. dan banyak yang tewas terpancung sehingga seandainya kita bisa terbang pasti dapat melihat seluruh pulau penuh dengan mayat. Dalam sejarah Jan Pieterszoon Coen dianggap sebagai seorang pemimpin yang tiran dan antagonis. Cina. hanya dalam waktu satu minggu 1200 – 1300 penduduk Banda tewas dibantai. Kedua pertempuran ini bisa dimenangkan oleh Belanda. Penggantinya adalah Jacques Specx. Di Belanda pamor Coen naik. 1996). Bugis. dan pulang ke negeri Belanda. Dia juga tetap mengontrol perdagangan VOC di Asia yang mulai menyebar hampir di semua belahan tempat di Asia semenjak tahun 1614. Kisah kehidupan dan kepemimpinan Coen ini menjadi perdebatan dan kritisi dari berbagai orang. Pada tanggal 1 Februari 1623 Coen menyerahkan jabatan Gubernur Jenderal kepada penggantinya Pieter de Carpentier. berserta keluarganya. Jawa. Batavia mendapat serangan hebat dari Mataram di tahun 1628 dan 1629. Pada tanggal 3 Oktober 1624 dia ditunjuk kembali menjadi Gubernur Jenderal. dia diangkat menjadi salah satu pemimpin VOC di Hoorn. Sekitar 2500 penduduk Banda dibiarkan tewas kelaparan. Pembantaian lebih kejam terjadi pada minggu kedua April 1621. Tanggal 30 September 1627. Saat kepemimpinannya yang kedua ini. Maluku dan Buton.Menurut salah seorang serdadu VOC yang ikut. untuk kedua kalinya JP Coen memimpin VOC di Hindia. Tahun 1625 dia menikahi Eva Ment. Meskipun dia menjabat sebagai Gubernur Jenderal tidak lama. sebagian Portugis. . disebabkan persenjataan VOC yang lebih unggul. Pembantaian ini dilakukan sangat brutal. juga logistik tentara Mataram yang kurang koordinasi. Melayu. Hanya sedikit yang bisa lolos dan mengungsi ke tempat lain” (Ewald Vanvugt. kelaparan dan kekurangan. Hanna dalam bukunya Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island. Bagi Coen sukses hanya bisa direbut melalui darah dan kekuatan militer. jumlah penduduk Banda adalah 14000 orang. Willard A. bahkan Heren XVII pun memandangnya seperti itu. tetapi kekejaman yang ditimbulkannya tetap menjadi cerita hingga saat ini. Banda ini berasal dari bangsa Makasar. Beberapa orang berpendapat tindakan Coen ini terlalu berlebihan. Pada pertempuran kedua tahun 1629 JP Coen meninggal akibat kolera dan dimakamkan di Pemakaman Belanda (Sekarang Museum Wayang).

Daendels diserahi tugas terutama untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris. ia dikirim ke Hindia-Belanda sebagai Gubernur-Jendral. 2 Mei 1818). Ia ditugasi untuk mempertahankan provinsi Friesland dan Groningen dari serangan Prusia. Ia memutuskan untuk menjadi petani dan peternak saja di Heerde. Sebagai kepala kaum Unitaris. Daendels tiba di Batavia pada tanggal 5 Januari 1808 dan menggantikan GubernurJendral Albertus Wiese. Jawa adalah satu-satunya daerah koloni Belanda-Perancis yang belum jatuh ke tangan Inggris. ia membangun rumah sakit- . Bahkan ia mengintervensi secara militer selama dua kali. Karir Pada tahun 1806 ia dipanggil oleh Raja Belanda. Daendels di Hindia-Belanda Maka setelah perjalanan yang panjang. ia belajar hukum di Universitas di Harderwijk. Tetapi invasi orang Inggris dan Rusia di provinsi Noord-Holland berakibat buruk baginya. Gelderland. Ia dianggap kurang tanggap dan diserang oleh berbagai pihak. Akhirnya ia mencapai pangkat Jendral dan pada tahun 1795 ia masuk Belanda dan masuk tentara Republik Batavia dengan pangkat Letnan-Jendral. Akhirnya ia kecewa dan mengundurkan diri dari tentara pada tahun 1800. Ketika menginjak dewasa. Masa dewasa Pada tahun 1780 dan 1787 ia ikut para kumpulan pemberontak di Belanda dan kemudian melarikan diri ke Perancis. Raja Louis (Koning Lodewijk) untuk berbakti kembali di tentara Belanda. ia ikut mengurusi disusunnya Undang-Undang Dasar Belanda yang pertama. Maka iapun melaksanakan tugasnya dengan segera. Tentara Belanda diisinya dengan orang-orang pribumi. adalah seorang politikus Belanda yang merupakan Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-36. Masa itu Belanda sedang dikuasai oleh Perancis. Di sana ia menyaksikan dari dekat Revolusi Perancis dan lalu menggabungkan diri dengan pasukan Batavia yang republikan. Belanda pada tanggal 21 Oktober 1762 sebagai putra Burchard Johan Daendels. 21 Oktober 1762–Ghana. Ia lulus pada tanggal 10 April 1783.Herman Willem Daendels Herman Willem Daendels (Hattem. Masa Kecil Herman Willem Daendels lahir di Hattem. Lalu setelah sukses. sekretaris walikota dan Josina Christina Tulleken. yang sekarang sudah tidak ada lagi. pada tanggal 28 Januari 1807 atas saran Kaisar Napoleon Bonaparte. Ia memerinta antara tahun 1808-1811.

seperti diputuskan oleh Napoleon Bonaparte. Tetapi ia sendiri dituduh korupsi dan memperkaya diri sendiri. Kepala mereka digantung di pucuk-pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan. di Semarang ia membangun pabrik meriam dan di Batavia ia membangun sekolah militer. Jalan Daendels. Jalan Raya Pos. direalisasikannya dengan mewajibkan setiap penguasa pribumi lokal untuk memobilisasi rakyat. Di Surabaya ia membangun sebuah pabrik senjata. maka mereka bersama-sama dengan para raja "mengkhianati" orang Belanda. Gubernur Jendral Daendels memang menakutkan. tetapi Raja Belanda ini tidak terlalu suka terhadap mantan Patriot dan tokoh revolusioner ini. Daendels menawarkan dirinya kepada Raja Willem I. Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa Daendels berangan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Terhadap raja-raja di Jawa. Di Surabaya dibangunnya Benteng Lodewijk.rumah sakit dan tangsi-tangsi militer baru. Suatu prestasi yang luar biasa pada zamannya. tak kenal ampun. Dia juga ikut tentara Napoleon berperang ke Rusia. dari Anyer sampai Panarukan. Proyek utamanya. dibunuh. yaitu Jalan Raya Pos. Setelah Napoleon dikalahkan di Waterloo dan Belanda merdeka kembali. Yang gagal. Kastil di Batavia dihancurkannya dan diganti dengan benteng di Meester Cornelis (Jatinegara). tetapi kurang strategis sehingga mereka menyimpan dendam kepadanya. termasuk para pekerjanya. Ia kejam. Selain itu Daendels memaksa rakyat Jawa untuk melaksanakan kerja rodi secara berat. Degan tangan besinya jalan itu diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1808). Ia meninggal dunia di sana akibat malaria pada tanggal 8 Mei1818. membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa. Di sisi lain dikatakan bahwa Daendels mebuat birokrasi menjadi lebih efisien dan mengurangi korupsi. ia bertindak keras. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan. dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Dibangun dibawah perintah Herman Willem Daendels (1762-1818). Belum pernah mereka sebelumnya disuruh bekerja keras seperti itu. Akhirnya ia dipanggil pulang oleh Perancis dan kekuasaan harus diserahkan kepada Jan Willem Janssens. pada tahun 1815 ia ditawari pekerjaan menjadi Gubernur-Jendral di Ghana. Kembali ke Eropa Sekembali Daendels di Eropa. yaitu untuk mengusahakan tentara-tentaranya bergerak dengan cepat. Jadi ketika orang-orang Inggris datang. Daendels kembali bertugas di tentara Perancis. Karena itulah nama Daendels dan Jalan Raya Pos dikenal dan mendunia hingga kini sebenarnya dibangunnya juga karena manfaat militernya. . Tetapi biar bagaimanapun juga.

tetapi pangkatnya cepat dinaikkan menjadi kolonel. Dia diangkat kembali sebagai kolonel di ketentaraan dan menjadi Panglima Maastricht. sebagai seorang letnan. Biografi Van den Bosch dilahirkan di Herwijnen. Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Jabatan Gubernur Jenderal (bahasa Belanda: Gouverneur-Generaal) adalah jabatan penguasa tertinggi dalam pemerintahan Hindia-Belanda. setelah sebelumnya hanya merupakan konsep kajian yang dibuat untuk menambah kas pemerintah kolonial maupun negara induk Belanda yang kehabisan dana karena peperangan di Eropa maupun daerah koloni (terutama di Jawa dan Pulau Sumatera). Konon jabatan ini baru diadakan pada tahun 1691. hingga akhirnya menjadi Gubernur Jenderal pada tahun 1830. Setelah kepulangannya ke Belanda pada bulan November 1813. Sebelumnya gelar jabatan ini lain istilahnya. Lingewaal. . Van den Bosch beragitasi untuk kembalinya Wangsa Oranje. 28 Januari 1844 pada umur 63 tahun) adalah Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-43. Provinsi Gelderland. Di luar kegiatan karier. Belanda. dia diangkat menjadi jenderal komisaris dan dikembalikan ke Batavia (kini Jakarta). Pada masa pemerintahannya Tanam Paksa (Cultuurstelsel) mulai direalisasi. Pada tahun 1810 sempat dipulangkan ke Belanda karena perbedaan pendapat dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Di Belanda karier militernya membuatnya terlibat sebagai komandan di Maastricht dengan pangkat sebagai mayor jenderal. Penguasa Hindia-Belanda sebelumnya berarti hanya duta VOC saja di Jakarta dan kemudian Batavia. Van den Bosch banyak membantu menyadarkan warga Belanda akan kemiskinan akut di wilayah koloni. Pada tahun 1827. Ia memerintah antara tahun 1830 – 1834. Kapal yang membawanya tiba di Pulau Jawa tahun 1797. Van den Bosch kembali ke Belanda sesudah lima tahun.JOHANNES VAN DEN BOSCH Johannes graaf van den Bosch (lahir di Herwijnen. 1 Februari 1780 – meninggal di Den Haag. Dia pensiun secara sukarela pada tahun 1839.

Pelaksanaan sistem tanam paksa 1. kopi. van Mook. seperti tebu. . Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang terakhir adalah Jhr A. sehingga areal penanaman padi rakyat menjadi terlantar. Rakyat diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya unruk ditanami tanaman dagang/ekspor yang laku di pasar ekspor. Kegagalan panen atas penanaman dagang menjadi tanggung jawab pemerintah. 2. nila. Ia ditangkap oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. sehingga mulai saat itu seorang Gubernur Jenderal benar-benar menjadi wakil daripada pemerintahan Belanda. 4. · Besarnya hutang Belanda. Van Den Bosch inilah yang kemudian mengeluarkan kebijakannya yang terkenal. 5. Pekerjaan untuk menanam tanaman dagang sering melebihi waktu untuk menanam padi. Tetapi apakah ia juga seorang Gubernur Jenderal secara legal diragukan. Waktu pekerjaan menanam tanaman dagang tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi. Adanya cultuur prosenten (prosentasi keuntungan) yang diberikan kepada pengawas tanam paksa. Nilai lebih/sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang tersebut diberikan kepada petani. Adapaun latar belakang dikeluarkannya atutarn tanam paksa adalah sebagai berikut · Terhentinya produksi tanaman ekspor selama sistim sewa/pajak tanah berlangsung. Pokok-pokok/aturan awal tanam paksa 1. Di Suriname.Setelah bangkrutnya VOC pada tahun 1799. Yaitu cultuurstelsel atau system tanam paksa. yaitu Johanes Van Der Bosch. Tanaman yang diwajibkan untuk penanaman tanaman dagang. Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) Pada tahun 1830. gelar ini hanya Gubernur saja. bahkan mencapai ½ luas tanah petani. 4. 6. Tanah yang disediakan untuk penanaman tanaman dagang tersebut dibebaskan dari pajak tanah. pemerintah Belanda mengangkat Gubernur Jendral yang baru untuk Indonesia. 5. Pengwasan atas tanam paksa dilakukan oleh pejabat pribumi (bupati). 3. jajahan Belanda yang lain. Sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang diambil oleh pemerintah. Jabatan Gubernur Jenderal hanya ada di jajahan Belanda di Hindia-Belanda.W. Setelah dia masih ada satu pejabat Belanda lagi yang memakai gelar Gubernur Jenderal yaitu H. aset-aset VOC di Hindia-Belanda diserahkan kepada pemerintahan Belanda. 3. · Kosongnya kas Negara akibat besarnya alokasi dana untuk menumpas perlawanan Pangeran Diponegoro (1825-1830) dan Perang Kemerdekaan Belgia.L. sering melebihi 1/5. 2.J.

. Pemerintah Belanda dapat melakukan pembangunan negaranya. Dampak tanam paksa terhadap pemerintah Belanda.Pemberlakuan cultuur stelsel/system tanam paksa ini telah menimbulkan dampak yang luas bagi pemerintah Belanda maupun terhadap rakyat pribumi. Pendapatan pemerintah Belanda mengalami surplus (Batig Slot). a. Meluasnya bentuk kepemilikan lahan beserta (tanah milik komunal). Akibat kegagalan panen dan wabah kelaparan. Rakyat pribumi mulai mengenali jenis tanaman ekspor dan sistim penanamannya. Menyempitnya luas areal penanaman padi. b. Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi. Menculnya bencana kelaparan di Demak dan Grobogan (1849-1850). Dampak tanam paksa terhadap rakyat pribumi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->