TOKOH-TOKOH BERSEJARAH DALAM SEJARAH INDONESIA

Cournelis de Houtman: Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di Nusantara

Cornelis de Houtman lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 dan Tewas di Aceh tahun 1599. Cornelis de Houtman adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan Cornelis de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi Cornelis de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi Cornelis de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.

Awal perjalanan
Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan “Kepulauan Rempah-Rempah”. Pada saat Cornelis de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti “Perusahaan

dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat. Sultan Banten. . Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan.jarak jauh”). ekspedisi Cornelis de Houtman tiba di Banten. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi. Di Madagaskar. Ekspedisi Cornelis de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Ekspedisi Cornelis de Houtman sudah direcoki banyak masalah sejak awal. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai “Kuburan Belanda”). kapalnya takluk ke pembajak. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597. Mauritius dan Duyfken. Hollandia. Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali. tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Saat tiba di Madura perilaku buruk rombongan ini berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang pangeran di Madura terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga Cornelis de Houtman membayar denda untuk melepaskannya. dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. mengusir rombongan “Wong Londo” ini. Namun kali ini. bersama dengan orang-orang Portugis yang telah datang lebih dulu di Banten. dan bertemu dengan raja Bali. Tiba di Tanah Jawa Pada 27 Juni 1596. di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam.

De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw). De Veerse Compagnie (Perusahaan De Veer). sementara lainnya sukses gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal ekspedisi yang dikeluarkan. tercatat 12 perusahaan telah melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun. namun juga dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Belanda. mereka singgah di Kepulauan St. De Verenigde Compagnie Amsterdam (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam). Dari 249 awak. dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan lainnya. De Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron). . hanya 87 yang berhasil kembali. De Oude Compagnie (Perusahaan Lama). Totalnya dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi dikirim ke Nusantara. Akhirnya pada akhir 1597. Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang merupakan pesaing mereka. De Nieuwe Brabantse Compagnie (Perusahaan Brabant Baru). De Delftse Vennootschap (Perseroan Delft). Sebelum Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada 1602. Helena. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berani berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara. De Nieuwe Compagnie (Perusahaan Baru). Beberapa ekspedisi memang mengalami kegagalan.Saat dalam perjalanan pulang ke Belanda. yang melibatkan 65 kapal. tiga dari empat kapal ekspedisi ini kembali dengan selamat ke Belanda. Akibat dari ekspedisi Cornelis de Houtman Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal. De Magelaanse Compagnie (Perusahaan Magelan). yakni: Compagnie van Verre (Perusahaan dari Jauh). De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam).

Namun dalam perkembangannya. Sultan Aceh menjadi tidak senang dengan kehadiran Belanda dan memerintahkan untuk menyerang kapal-kapal mereka. Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan ekspedisi dalam jumlah besar. Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama 2 tahun.Tewas di Aceh Tahun 1598. Selama di penjara. khususnya lada kepada Belanda. Dengan kedatangan Belanda tersebut berarti Aceh akan dapat menjual hasil-hasil bumi. dua buah kapal pimpinan Cornelis de Houtman yang bernama de Leeuw dan de Leeuwin berlabuh di ibukota Kerajaan Aceh. Pada 1599. . Dalam penyerangan ini. Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumala Hayati. akibat adanya hasutan dari pihak Portugis yang telah lebih dahulu berdagang dengan Kerajaan Aceh. Armada-armadanya telah dipersenjatai seperti kapal perang. Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas sementara Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke penjara. ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara.

Olivia dimakamkan di Batavia (Jakarta saat ini) di pemakaman di Tanah Dalam.Sir Thomas Stamford Raffles Sir Thomas Stamford Raffles lahir pada tanggal 6 Juli 1781. hingga akhirnya ia memasuki East India Company (EIC) sebagai pegawai yang berperan penting dalam perluasan pengaruh Inggris di Asia Tenggara Pada tahun 1795 Raffles bergabung dengan EIC. Di sini. Hal ini merupakan langkah awal sejarah kemajuan politik Sir Stamford Raffles '. Olivia meninggal pada tahun 1814. yang dikapteni oleh ayahnya. berusia 43. The Ayah Ramsay mengenali bakat Raffles. atas rekomendasi nya. Raffles menikah dengan Olivia pada tanggal 14 Maret 1805. di kawasan Morant Port di Jamaika. Jawa Barat. adalah Sekretaris Perusahaan India Timur. dan pada bulan Maret 1805. Kapten Benjamin Raffles. Indonesia). . Buitenzorg (Bogor. Ayah Ramsay. William Ramsay. Ia bekerja sebagai petugas di kantor EIC yang terletak di India House di London. Raffles diangkat jabatan sebagai Sekretaris Asisten Gubernur Penang dengan gaji tahunan sebesar £ 1500. Teradpat juga sebuah monumen yang bernama Botanic Gardens. Raffles bertemu dan membentuk persahabatan denagn pewai penting lainnya seperti William Brown Ramsay. di atas kapal laut. Raffles dibesarkan oleh keluarga Inggris yang miskin dan dipaksa untuk meninggalkan sekolah pada usia 14 untuk bekerja. beberapa hari setelah dia diangkat sebagai Asisten Sekretaris kepada Gubernur Penang. Dia memasuki pelayanan Perusahaan India Timur dan mengembangkan dirinya dengan kerja keras.

Tak lama setelah pendaratan. Setelah kunjungannya. Raffles diangkat menjadi Letnan-Gubernur pada bulan September 1811. Raffles mengunjungi Calcutta di mana ia bertemu dengan Gubernur Jenderal Lord Minto. Raffles tiba di Penang pada bulan September 1805. Raffles memperkenalkan sejumlah tindakan administratif. pihak berwenang di EIC melihat bakatnya dan saat itu mereka berusaha untuk memperpanjang keberadaannya di wilayah tersebut. Ia adalah Lady Sophia Raffles yang memberikan reputasi historis Raffles sebagai salah satu dari administrator terbesar kolonial Inggris di Asia Tenggara. seperti menghapuskan perdagangan budak dan Membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan. yang ditulis dan diterbitkan pada tahun 1830 membuat masyarakat umum mengetahui prestasi Raffles.Raffles menikah dengan Sophia setelah tiga tahun kematian istri pertamanya pada 22 Februari 1817 di St Marylebone Parish Church di London. Bukunya yang berjudul “ Hidup dan Pelayanan Publik dari Sir Thomas Stamford Raffles”. Pada 1807 dia menjadi Sekretaris Gubernur dan pada tahun 1808 ia juga membuat Clerk of the Recorder's Court di bawah Sir Edmond Stanley. Raffles ditunjuk sebagai Agen Gubernur-Jenderal di Malaka dan diberi tugas mengumpulkan informasi tentang Jawa dalam persiapan untuk invasi. Pada 1811. Dia bekerja sebagai pemberi lisensi dari Pers dan Penerjemah bahasa Melayu untuk Pemerintah. Raffles terbukti bekerja keras dan menjadi administrator yang handal. Pada bulan Juni 1810. Lord Minto mengangkat Raffles menjadi Letnan Gubernur-Jawa. Di Jawa. . Akhirnya. Dalam pengakuannya karena Raffles telah memberikan bantuan. Inggris menguasai Batavia. Pernikannya dengan Sophia ini dikaruniai lima orang anak. ia bergabung dengan Lord Minto di sebuah ekspedisi ke Jawa yang mendarat di Cilincing.

Namun. Middlesex. yang berada di kapal tersebut. Highwood House. Raffles berlayar menyusuri Selat Malaka untuk mencari lokasi yang sesuai untuk mendirikan sebuah pelabuhan Inggris. Sumber: Singapore Story Stamford Raffles_version4 . Pelabuahan di Singapura ini tidak hanya berperan di rute perdagangan utama antara Cina. dia mendapatkan gelar bangsawan oleh Bupati Pangeran. Pada saat Raffles kembali ke Inggris. Sumatera dan menjabat sebagai sebagai Letnan Gubernur. di Hendon. Raffles kehilangan semua koleksi-koleksi tak tergantikan nya seperti lukisan dan spesimen. Beberapa bulan sebelum kematiannya. Pada bulan Januari 1819. India dan Eropa. naskah Melayu. Pada tahun 1824. Dia dimakamkan di Hendon Parish Church. ia mengalami kesulitan keuangan ketika East India Company menuntut darinya pembayaran uang yang telah dipinjam di masa lalu. kesehatannya dalam kondisi yang buruk. Singapore dan siap dipulangkan kembali ke Inggris.Pada 1816. Dia melakukan kunjungan ke Pulau Singa Pura yang ternyata sangat ekonomis dan strategis. ketika Jawa dikembalikan ke Belanda. Raffles kembali ke Inggris di mana ia menulis dan menerbitkan History of Java (1817). ia melakukan perjalanan ke Calcutta untuk membahas rencana pembangun pemukiman di sebelah selatan Selat Malaka dengan Gubernur General Hastings. Raffles meninggal pada 5 Juli 1826 di rumahnya. kapal yang ia tumpangi terbakar dan tenggelam. Pada tahun yang sama. Raffles melepaskan jabatannya sebagai Letnan Gubernur di Bencoolen. tetapi juga pelabuhan yang sangat baik dan dan mempunyai suplai air bersih yang bagus untuk kapal berlayar di sepanjang rute perdagangan China. dan dokumen resmi dan sejarah. Raffles percaya bahwa Inggris sedang mebutuhkan untuk pembangunan pelabuhan di ujung selatan Semenanjung Melayu dalam rangka meningkatkan posisi mereka dalam perdagangan China yang menguntungkan. Pada bulan Maret 1818. Raffles tiba di Bengkulu. Pada bulan September 1818.

Banten tidak menarik bagi Coen karena pertentangannya dengan bangsa Cina. Kemudian dia bekerja di kantor milik Justus Pescatore. Tahun 1607 dia menjadi pegawai VOC dengan pangkat asisten saudagar (onderkoopman) dan pergi ke Hindia (Indonesia) dengan menumpang kapal “Hoorn”. jabatan tertinggi kedua setelah Gubernur Jenderal. Banten adalah pusat kegiatan administrasi dan pelayanan VOC di Hindia. JP Coen menerima penunjukkan itu pada tanggal 30 April 1618.JAN PIETERZOON COEN Jan Pieterszoon Coen lahir di kota Hoorn Belanda pada tanggal 8 Januari 1587. Antara penguasa Banten dengan VOC sebetulnya kurang baik karena pihak keraton Banten melihat VOC sangat dominan dalam mengurus perdagangan dengan pihak asing yang juga merupakan pelanggan dari Kerajaan Banten. Tahun 1614 JP Coen menjabat sebagai Direktur Jenderal. Jan Pieterszoon Coen merupakan Gubernur Jenderal VOC yang memiliki banyak keunikan dibandingkan gubernur jenderal lainnya. Coen juga merupakan satusatunya pejabat Belanda yang menduduki jabatan gubernur jenderal hingga dua kali. Tahun 1601 dia pergi belajar berdagang di kota Roma. Tindakan-tindakan yang dianggap kontroversi adalah peristiwa pembantaian rakyat Banda tahun 1621 dan skandal Sarah Specx – Pieter Coertenhoff di Batavia. Beberapa diantaranya adalah Coen merupakan salah satu dari sedikit gubernur jenderal VOC – Hindia Belanda yang biografinya tercantum dalam Ensiklopedia Britannica. Sedangkan Maluku terlalu kecil untuk dijadikan kantor pusat. yang nantinya bernama Batavia. Coen juga dianggap oleh para sejarawan barat sebagai salah satu tokoh kontroversial di Hindia Belanda. peristiwa Banda tahun 1621 adalah tindakan ‘genocide’ pertama yang dilakukan bangsa Belanda kepada rakyat Indonesia. Banten dan juga Inggris. Pada tanggal 25 Oktober 1617 Heren XVII menunjuk JP Coen sebagai Gubernur Jenderal menggantikan Laurens Reael yang telibat clash dengan mereka. Pada bulan Oktober 1613 dia ditunjuk sebagai akuntan – jenderal (boekhouder-generaal) yang membawahi seluruh kantor cabang VOC hingga kantor pusat di Hindia yang berpusat di Banten dan Jayakarta. Begitu menjabat sebagai Gubernur Jenderal. dan menjalani masa transisi hingga tanggal 21 Maret 1619. langkah pertama Coen adalah membangun sebuah markas besar VOC yang dapat memenuhi segala kebutuhan dan kepentingan VOC di Hindia. selain itu Coen tetap menginginkan Jawa sebagai kedudukan kantor pusatnya karena sangat mudah untuk logistik pangan. Akhirnya Coen memilih Jayakarta sebagai . Tahun 1612 dia naik pangkat menjadi saudagar tinggi (operkoopman) dan komandan dari kapal Galiasse saat pelayaran ke dua. Sebagai catatan.

untuk memerangi kesewenang-wenangan VOC. Ewald Vanvugt. Sebuah laporan yang diterbitkan setahun kemudian Verhael van eenighe oorlogen in Indië (1622) (Critici van Jan Pieterszoon Coen. saat dia datang ke Banda. diamdiam mereka juga menjual Pala kepada Inggris dan ditukar dengan senjata. Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang hanya ada di Kepulauan Banda. Coen memperkuat diri dengan membangun benteng di sekitar Istana Jayakarta. Tidak semua penduduk Banda mau mematuhi perjanjian tersebut. Pembantaian Banda 1621 Latar belakang pemusnahan etnis ini disebabkan karena ketidakmampuan bangsa Belanda menjual pala lebih murah dibandingkan dengan Inggris bahkan dengan penduduk lokal pun masih lebih mahal. Coen memimpin sendiri penyerangan tersebut ke P. Langkah kedua JP Coen adalah merealisasikan monopoli pembelian pala di Hindia. Pertama –tama Coen dan serdadunya memaksa penduduk Banda (dibawah todongan senjata) untuk mau menandatangani kontrak perdagangan pala hanya dengan VOC tidak dengan Inggris. Mereka membuat markas di pegunungan supaya tidak diketahui oleh Coen. kemudian setelah dakwaan dibacakan delapan pemimpin suku Banda ini kemudian dipancung oleh enam orang tentara bayaran dari Jepang. Kemudian mayatnya dipotong menjadi empat bagian dan dibuang ke empat penjuru. dan menyebabkan Coen naik pitam. Lontor. monopoli pala baru bisa dilakukan. Pemboikotan yang dilakukan oleh bangsa Banda ini akhirnya ketahuan juga. Karena Pangeran Jayakarta tidak menghendaki kehadiran Coen di Jayakarta. Pada tanggal 10 Maret 1621 dengan berkekuatan sebanyak 2000 tentara (sebagian tentara bayaran dari Jepang). dari hasil penyerbuan tersebut Coen menangkap sebanyak 800 orang dan dikirim ke Batavia sebagai budak. padahal Belanda sudah mengontrol Maluku selama 20 tahun. Tanggal 18 Januari 1621 Coen dan tentaranya berhasil mengusir Pangeran Jayakarta dan pengikutnya. Akhirnya para petinggi VOC mencoba membuat program untuk bisa memonopoli perdagangan pala di Pulau Banda. . Saat itu penduduk Banda menandatangani persetujuan penjualan pala kepada VOC dan juga Inggris. Untuk menguasai pala di pulau itu Coen menggunakan cara keras dan brutal. 1996) seorang saksi mata menjelaskan pada tanggal 8 Mei 1621 di depan Benteng Nassau.pusat pemerintahannya karena di Jayakarta pula terdapat gudang dan loji VOC yang berdiri sejak tahun 1610. JP Coen kemudian mengambil tugas ini dan beranggapan bahwa hanya dengan mengusir dan melenyapkan penduduk asli pulau Banda. kemudian dia merubah nama Jayakarta menjadi Batavia. sebanyak 44 dakwaan dituduhkan kepada para pemimpin suku Banda.

Beberapa orang berpendapat tindakan Coen ini terlalu berlebihan. Saat tiba di Hindia. Hanna dalam bukunya Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island. Banda ini berasal dari bangsa Makasar. Pada tanggal 1 Februari 1623 Coen menyerahkan jabatan Gubernur Jenderal kepada penggantinya Pieter de Carpentier. Dia juga tetap mengontrol perdagangan VOC di Asia yang mulai menyebar hampir di semua belahan tempat di Asia semenjak tahun 1614. Sekitar 2500 penduduk Banda dibiarkan tewas kelaparan. Melayu. dan banyak yang tewas terpancung sehingga seandainya kita bisa terbang pasti dapat melihat seluruh pulau penuh dengan mayat. Bagi Coen sukses hanya bisa direbut melalui darah dan kekuatan militer. Kedua pertempuran ini bisa dimenangkan oleh Belanda. maka Coen mendatangkan orang dari berbagai bangsa untuk bekerja di pulau ini. tetapi kekejaman yang ditimbulkannya tetap menjadi cerita hingga saat ini. Penggantinya adalah Jacques Specx. Batavia sudah resmi menjadi pusat pemerintahan VOC di Hindia. Saat kepemimpinannya yang kedua ini. Cina. Jawa. menjelaskan bahwa sebelum pembantaian 8 Mei 1621. Kisah kehidupan dan kepemimpinan Coen ini menjadi perdebatan dan kritisi dari berbagai orang. dan dengan bangga Coen melaporkan kepada Heren XVII “Seluruh orang aborigin dari Banda sudah mati karena perang. kelaparan dan kekurangan. Meskipun dia menjabat sebagai Gubernur Jenderal tidak lama. jumlah penduduk Banda adalah 14000 orang. hanya dalam waktu satu minggu 1200 – 1300 penduduk Banda tewas dibantai. Tahun 1625 dia menikahi Eva Ment. . Batavia mendapat serangan hebat dari Mataram di tahun 1628 dan 1629. untuk kedua kalinya JP Coen memimpin VOC di Hindia. sebagian Portugis. Vertoogh. Pada pertempuran kedua tahun 1629 JP Coen meninggal akibat kolera dan dimakamkan di Pemakaman Belanda (Sekarang Museum Wayang). Pada tahun 1627 dia pergi lagi ke Hindia. Dalam sejarah Jan Pieterszoon Coen dianggap sebagai seorang pemimpin yang tiran dan antagonis. dia diangkat menjadi salah satu pemimpin VOC di Hoorn. Bugis. Pembantaian ini dilakukan sangat brutal. Pada tanggal 3 Oktober 1624 dia ditunjuk kembali menjadi Gubernur Jenderal. bahkan Heren XVII pun memandangnya seperti itu. dan pulang ke negeri Belanda. setelah pembantaian hanya tersisa sekitar 1000 orang. Tanggal 30 September 1627. itupun mereka selamat karena mengungsi ke pulau lain. Kemudian setelah kepulauan Banda ini kosong dari penduduk asli. berserta keluarganya. disebabkan persenjataan VOC yang lebih unggul. Di Belanda pamor Coen naik. Pembantaian lebih kejam terjadi pada minggu kedua April 1621. sementara di Banten menjadi kantor cabangnya.Menurut salah seorang serdadu VOC yang ikut. Willard A. juga logistik tentara Mataram yang kurang koordinasi. Maluku dan Buton. 1996). mayoritas penduduk baru yang tinggal di P. Hanya sedikit yang bisa lolos dan mengungsi ke tempat lain” (Ewald Vanvugt.

ia membangun rumah sakit- . Ia dianggap kurang tanggap dan diserang oleh berbagai pihak. Ketika menginjak dewasa. Daendels tiba di Batavia pada tanggal 5 Januari 1808 dan menggantikan GubernurJendral Albertus Wiese. adalah seorang politikus Belanda yang merupakan Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-36. Masa itu Belanda sedang dikuasai oleh Perancis. ia belajar hukum di Universitas di Harderwijk. Tentara Belanda diisinya dengan orang-orang pribumi. Lalu setelah sukses.Herman Willem Daendels Herman Willem Daendels (Hattem. Tetapi invasi orang Inggris dan Rusia di provinsi Noord-Holland berakibat buruk baginya. Bahkan ia mengintervensi secara militer selama dua kali. Raja Louis (Koning Lodewijk) untuk berbakti kembali di tentara Belanda. Ia memutuskan untuk menjadi petani dan peternak saja di Heerde. Masa dewasa Pada tahun 1780 dan 1787 ia ikut para kumpulan pemberontak di Belanda dan kemudian melarikan diri ke Perancis. Akhirnya ia kecewa dan mengundurkan diri dari tentara pada tahun 1800. Di sana ia menyaksikan dari dekat Revolusi Perancis dan lalu menggabungkan diri dengan pasukan Batavia yang republikan. Sebagai kepala kaum Unitaris. 21 Oktober 1762–Ghana. 2 Mei 1818). pada tanggal 28 Januari 1807 atas saran Kaisar Napoleon Bonaparte. sekretaris walikota dan Josina Christina Tulleken. Ia ditugasi untuk mempertahankan provinsi Friesland dan Groningen dari serangan Prusia. Gelderland. Belanda pada tanggal 21 Oktober 1762 sebagai putra Burchard Johan Daendels. ia ikut mengurusi disusunnya Undang-Undang Dasar Belanda yang pertama. Akhirnya ia mencapai pangkat Jendral dan pada tahun 1795 ia masuk Belanda dan masuk tentara Republik Batavia dengan pangkat Letnan-Jendral. Karir Pada tahun 1806 ia dipanggil oleh Raja Belanda. Maka iapun melaksanakan tugasnya dengan segera. Daendels diserahi tugas terutama untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris. Ia memerinta antara tahun 1808-1811. yang sekarang sudah tidak ada lagi. ia dikirim ke Hindia-Belanda sebagai Gubernur-Jendral. Ia lulus pada tanggal 10 April 1783. Masa Kecil Herman Willem Daendels lahir di Hattem. Daendels di Hindia-Belanda Maka setelah perjalanan yang panjang. Jawa adalah satu-satunya daerah koloni Belanda-Perancis yang belum jatuh ke tangan Inggris.

Akhirnya ia dipanggil pulang oleh Perancis dan kekuasaan harus diserahkan kepada Jan Willem Janssens. Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa Daendels berangan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. pada tahun 1815 ia ditawari pekerjaan menjadi Gubernur-Jendral di Ghana. dari Anyer sampai Panarukan. Kastil di Batavia dihancurkannya dan diganti dengan benteng di Meester Cornelis (Jatinegara). Jalan Daendels. Suatu prestasi yang luar biasa pada zamannya. Daendels kembali bertugas di tentara Perancis. dibunuh. di Semarang ia membangun pabrik meriam dan di Batavia ia membangun sekolah militer. tetapi Raja Belanda ini tidak terlalu suka terhadap mantan Patriot dan tokoh revolusioner ini. seperti diputuskan oleh Napoleon Bonaparte. Kepala mereka digantung di pucuk-pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan. tak kenal ampun. Selain itu Daendels memaksa rakyat Jawa untuk melaksanakan kerja rodi secara berat. tetapi kurang strategis sehingga mereka menyimpan dendam kepadanya. Proyek utamanya. Jadi ketika orang-orang Inggris datang. Degan tangan besinya jalan itu diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1808).rumah sakit dan tangsi-tangsi militer baru. membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa. Karena itulah nama Daendels dan Jalan Raya Pos dikenal dan mendunia hingga kini sebenarnya dibangunnya juga karena manfaat militernya. Di sisi lain dikatakan bahwa Daendels mebuat birokrasi menjadi lebih efisien dan mengurangi korupsi. Di Surabaya ia membangun sebuah pabrik senjata. maka mereka bersama-sama dengan para raja "mengkhianati" orang Belanda. yaitu untuk mengusahakan tentara-tentaranya bergerak dengan cepat. dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Belum pernah mereka sebelumnya disuruh bekerja keras seperti itu. Di Surabaya dibangunnya Benteng Lodewijk. Setelah Napoleon dikalahkan di Waterloo dan Belanda merdeka kembali. Tetapi biar bagaimanapun juga. Ia kejam. Dia juga ikut tentara Napoleon berperang ke Rusia. . direalisasikannya dengan mewajibkan setiap penguasa pribumi lokal untuk memobilisasi rakyat. Terhadap raja-raja di Jawa. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan. yaitu Jalan Raya Pos. Kembali ke Eropa Sekembali Daendels di Eropa. Jalan Raya Pos. Yang gagal. Gubernur Jendral Daendels memang menakutkan. ia bertindak keras. Tetapi ia sendiri dituduh korupsi dan memperkaya diri sendiri. Dibangun dibawah perintah Herman Willem Daendels (1762-1818). Ia meninggal dunia di sana akibat malaria pada tanggal 8 Mei1818. termasuk para pekerjanya. Daendels menawarkan dirinya kepada Raja Willem I.

. Ia memerintah antara tahun 1830 – 1834. Van den Bosch kembali ke Belanda sesudah lima tahun. Dia pensiun secara sukarela pada tahun 1839. setelah sebelumnya hanya merupakan konsep kajian yang dibuat untuk menambah kas pemerintah kolonial maupun negara induk Belanda yang kehabisan dana karena peperangan di Eropa maupun daerah koloni (terutama di Jawa dan Pulau Sumatera).JOHANNES VAN DEN BOSCH Johannes graaf van den Bosch (lahir di Herwijnen. dia diangkat menjadi jenderal komisaris dan dikembalikan ke Batavia (kini Jakarta). Lingewaal. 28 Januari 1844 pada umur 63 tahun) adalah Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-43. Sebelumnya gelar jabatan ini lain istilahnya. Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Jabatan Gubernur Jenderal (bahasa Belanda: Gouverneur-Generaal) adalah jabatan penguasa tertinggi dalam pemerintahan Hindia-Belanda. sebagai seorang letnan. Van den Bosch beragitasi untuk kembalinya Wangsa Oranje. Konon jabatan ini baru diadakan pada tahun 1691. tetapi pangkatnya cepat dinaikkan menjadi kolonel. Setelah kepulangannya ke Belanda pada bulan November 1813. Van den Bosch banyak membantu menyadarkan warga Belanda akan kemiskinan akut di wilayah koloni. Di luar kegiatan karier. Di Belanda karier militernya membuatnya terlibat sebagai komandan di Maastricht dengan pangkat sebagai mayor jenderal. Pada masa pemerintahannya Tanam Paksa (Cultuurstelsel) mulai direalisasi. Provinsi Gelderland. Biografi Van den Bosch dilahirkan di Herwijnen. Penguasa Hindia-Belanda sebelumnya berarti hanya duta VOC saja di Jakarta dan kemudian Batavia. hingga akhirnya menjadi Gubernur Jenderal pada tahun 1830. Pada tahun 1810 sempat dipulangkan ke Belanda karena perbedaan pendapat dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Belanda. 1 Februari 1780 – meninggal di Den Haag. Pada tahun 1827. Kapal yang membawanya tiba di Pulau Jawa tahun 1797. Dia diangkat kembali sebagai kolonel di ketentaraan dan menjadi Panglima Maastricht.

Sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang diambil oleh pemerintah. Di Suriname. Waktu pekerjaan menanam tanaman dagang tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi. 4. sehingga areal penanaman padi rakyat menjadi terlantar. Van Den Bosch inilah yang kemudian mengeluarkan kebijakannya yang terkenal. aset-aset VOC di Hindia-Belanda diserahkan kepada pemerintahan Belanda.J. Pekerjaan untuk menanam tanaman dagang sering melebihi waktu untuk menanam padi. Pelaksanaan sistem tanam paksa 1. nila. Adapaun latar belakang dikeluarkannya atutarn tanam paksa adalah sebagai berikut · Terhentinya produksi tanaman ekspor selama sistim sewa/pajak tanah berlangsung. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Setelah dia masih ada satu pejabat Belanda lagi yang memakai gelar Gubernur Jenderal yaitu H. Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang terakhir adalah Jhr A. 4. jajahan Belanda yang lain. 6. yaitu Johanes Van Der Bosch. Ia ditangkap oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. Kegagalan panen atas penanaman dagang menjadi tanggung jawab pemerintah. 2. Tanaman yang diwajibkan untuk penanaman tanaman dagang. kopi. 3. gelar ini hanya Gubernur saja. Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) Pada tahun 1830. Pokok-pokok/aturan awal tanam paksa 1. sehingga mulai saat itu seorang Gubernur Jenderal benar-benar menjadi wakil daripada pemerintahan Belanda. Rakyat diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya unruk ditanami tanaman dagang/ekspor yang laku di pasar ekspor.W. 3. Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani. Nilai lebih/sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang tersebut diberikan kepada petani. . · Besarnya hutang Belanda. Tetapi apakah ia juga seorang Gubernur Jenderal secara legal diragukan. van Mook. pemerintah Belanda mengangkat Gubernur Jendral yang baru untuk Indonesia. Tanah yang disediakan untuk penanaman tanaman dagang tersebut dibebaskan dari pajak tanah. 5. · Kosongnya kas Negara akibat besarnya alokasi dana untuk menumpas perlawanan Pangeran Diponegoro (1825-1830) dan Perang Kemerdekaan Belgia. Yaitu cultuurstelsel atau system tanam paksa. Adanya cultuur prosenten (prosentasi keuntungan) yang diberikan kepada pengawas tanam paksa. bahkan mencapai ½ luas tanah petani.L. seperti tebu. Jabatan Gubernur Jenderal hanya ada di jajahan Belanda di Hindia-Belanda. Pengwasan atas tanam paksa dilakukan oleh pejabat pribumi (bupati). sering melebihi 1/5. 2. 5.Setelah bangkrutnya VOC pada tahun 1799.

Dampak tanam paksa terhadap rakyat pribumi. Akibat kegagalan panen dan wabah kelaparan. Rakyat pribumi mulai mengenali jenis tanaman ekspor dan sistim penanamannya. b. a. Pendapatan pemerintah Belanda mengalami surplus (Batig Slot). Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi. Menculnya bencana kelaparan di Demak dan Grobogan (1849-1850). Dampak tanam paksa terhadap pemerintah Belanda. . Menyempitnya luas areal penanaman padi.Pemberlakuan cultuur stelsel/system tanam paksa ini telah menimbulkan dampak yang luas bagi pemerintah Belanda maupun terhadap rakyat pribumi. Meluasnya bentuk kepemilikan lahan beserta (tanah milik komunal). Pemerintah Belanda dapat melakukan pembangunan negaranya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful