TOKOH-TOKOH BERSEJARAH DALAM SEJARAH INDONESIA

Cournelis de Houtman: Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di Nusantara

Cornelis de Houtman lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 dan Tewas di Aceh tahun 1599. Cornelis de Houtman adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan Cornelis de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi Cornelis de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi Cornelis de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.

Awal perjalanan
Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan “Kepulauan Rempah-Rempah”. Pada saat Cornelis de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti “Perusahaan

tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda. dan bertemu dengan raja Bali. Hollandia. Namun kali ini. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597. kapalnya takluk ke pembajak. Ekspedisi Cornelis de Houtman sudah direcoki banyak masalah sejak awal. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai “Kuburan Belanda”). Tiba di Tanah Jawa Pada 27 Juni 1596. Saat tiba di Madura perilaku buruk rombongan ini berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang pangeran di Madura terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga Cornelis de Houtman membayar denda untuk melepaskannya. Ekspedisi Cornelis de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam. mengusir rombongan “Wong Londo” ini. Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali. Di Madagaskar. bersama dengan orang-orang Portugis yang telah datang lebih dulu di Banten. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan.jarak jauh”). Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. . masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi. dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Mauritius dan Duyfken. Sultan Banten. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan. ekspedisi Cornelis de Houtman tiba di Banten. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat. dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan.

Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang merupakan pesaing mereka. Beberapa ekspedisi memang mengalami kegagalan. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berani berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara.Saat dalam perjalanan pulang ke Belanda. tiga dari empat kapal ekspedisi ini kembali dengan selamat ke Belanda. De Magelaanse Compagnie (Perusahaan Magelan). Akibat dari ekspedisi Cornelis de Houtman Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal. mereka singgah di Kepulauan St. tercatat 12 perusahaan telah melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun. Totalnya dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi dikirim ke Nusantara. dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan lainnya. De Nieuwe Brabantse Compagnie (Perusahaan Brabant Baru). sementara lainnya sukses gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal ekspedisi yang dikeluarkan. Dari 249 awak. yakni: Compagnie van Verre (Perusahaan dari Jauh). Helena. De Nieuwe Compagnie (Perusahaan Baru). . De Oude Compagnie (Perusahaan Lama). De Delftse Vennootschap (Perseroan Delft). hanya 87 yang berhasil kembali. yang melibatkan 65 kapal. De Verenigde Compagnie Amsterdam (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam). namun juga dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Belanda. Akhirnya pada akhir 1597. De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw). Sebelum Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada 1602. De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam). De Veerse Compagnie (Perusahaan De Veer). De Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron).

akibat adanya hasutan dari pihak Portugis yang telah lebih dahulu berdagang dengan Kerajaan Aceh. khususnya lada kepada Belanda. dua buah kapal pimpinan Cornelis de Houtman yang bernama de Leeuw dan de Leeuwin berlabuh di ibukota Kerajaan Aceh. Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama 2 tahun. Dalam penyerangan ini. Pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumala Hayati. Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan ekspedisi dalam jumlah besar. Pada 1599. ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara. Sultan Aceh menjadi tidak senang dengan kehadiran Belanda dan memerintahkan untuk menyerang kapal-kapal mereka. Selama di penjara. Dengan kedatangan Belanda tersebut berarti Aceh akan dapat menjual hasil-hasil bumi. Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Namun dalam perkembangannya. .Tewas di Aceh Tahun 1598. Armada-armadanya telah dipersenjatai seperti kapal perang. Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas sementara Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Ayah Ramsay. Hal ini merupakan langkah awal sejarah kemajuan politik Sir Stamford Raffles '. adalah Sekretaris Perusahaan India Timur. yang dikapteni oleh ayahnya. Di sini. Ia bekerja sebagai petugas di kantor EIC yang terletak di India House di London. beberapa hari setelah dia diangkat sebagai Asisten Sekretaris kepada Gubernur Penang. William Ramsay. di kawasan Morant Port di Jamaika. Raffles bertemu dan membentuk persahabatan denagn pewai penting lainnya seperti William Brown Ramsay. Raffles diangkat jabatan sebagai Sekretaris Asisten Gubernur Penang dengan gaji tahunan sebesar £ 1500. Kapten Benjamin Raffles. atas rekomendasi nya. Jawa Barat. . Buitenzorg (Bogor. dan pada bulan Maret 1805. di atas kapal laut. Olivia meninggal pada tahun 1814. Indonesia).Sir Thomas Stamford Raffles Sir Thomas Stamford Raffles lahir pada tanggal 6 Juli 1781. hingga akhirnya ia memasuki East India Company (EIC) sebagai pegawai yang berperan penting dalam perluasan pengaruh Inggris di Asia Tenggara Pada tahun 1795 Raffles bergabung dengan EIC. Raffles menikah dengan Olivia pada tanggal 14 Maret 1805. Dia memasuki pelayanan Perusahaan India Timur dan mengembangkan dirinya dengan kerja keras. Teradpat juga sebuah monumen yang bernama Botanic Gardens. berusia 43. Olivia dimakamkan di Batavia (Jakarta saat ini) di pemakaman di Tanah Dalam. Raffles dibesarkan oleh keluarga Inggris yang miskin dan dipaksa untuk meninggalkan sekolah pada usia 14 untuk bekerja. The Ayah Ramsay mengenali bakat Raffles.

Akhirnya. pihak berwenang di EIC melihat bakatnya dan saat itu mereka berusaha untuk memperpanjang keberadaannya di wilayah tersebut. Ia adalah Lady Sophia Raffles yang memberikan reputasi historis Raffles sebagai salah satu dari administrator terbesar kolonial Inggris di Asia Tenggara. Raffles diangkat menjadi Letnan-Gubernur pada bulan September 1811. . Raffles tiba di Penang pada bulan September 1805. Pada bulan Juni 1810. Dia bekerja sebagai pemberi lisensi dari Pers dan Penerjemah bahasa Melayu untuk Pemerintah. Inggris menguasai Batavia. Pernikannya dengan Sophia ini dikaruniai lima orang anak. seperti menghapuskan perdagangan budak dan Membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan. Setelah kunjungannya. Raffles ditunjuk sebagai Agen Gubernur-Jenderal di Malaka dan diberi tugas mengumpulkan informasi tentang Jawa dalam persiapan untuk invasi. Dalam pengakuannya karena Raffles telah memberikan bantuan. ia bergabung dengan Lord Minto di sebuah ekspedisi ke Jawa yang mendarat di Cilincing. Tak lama setelah pendaratan. Di Jawa. Lord Minto mengangkat Raffles menjadi Letnan Gubernur-Jawa. Raffles mengunjungi Calcutta di mana ia bertemu dengan Gubernur Jenderal Lord Minto. Raffles memperkenalkan sejumlah tindakan administratif. Pada 1811. Pada 1807 dia menjadi Sekretaris Gubernur dan pada tahun 1808 ia juga membuat Clerk of the Recorder's Court di bawah Sir Edmond Stanley.Raffles menikah dengan Sophia setelah tiga tahun kematian istri pertamanya pada 22 Februari 1817 di St Marylebone Parish Church di London. Bukunya yang berjudul “ Hidup dan Pelayanan Publik dari Sir Thomas Stamford Raffles”. Raffles terbukti bekerja keras dan menjadi administrator yang handal. yang ditulis dan diterbitkan pada tahun 1830 membuat masyarakat umum mengetahui prestasi Raffles.

ketika Jawa dikembalikan ke Belanda. Dia dimakamkan di Hendon Parish Church. Raffles tiba di Bengkulu. ia melakukan perjalanan ke Calcutta untuk membahas rencana pembangun pemukiman di sebelah selatan Selat Malaka dengan Gubernur General Hastings. kesehatannya dalam kondisi yang buruk. Raffles kehilangan semua koleksi-koleksi tak tergantikan nya seperti lukisan dan spesimen. tetapi juga pelabuhan yang sangat baik dan dan mempunyai suplai air bersih yang bagus untuk kapal berlayar di sepanjang rute perdagangan China. Raffles berlayar menyusuri Selat Malaka untuk mencari lokasi yang sesuai untuk mendirikan sebuah pelabuhan Inggris. Sumber: Singapore Story Stamford Raffles_version4 . India dan Eropa. dia mendapatkan gelar bangsawan oleh Bupati Pangeran.Pada 1816. Dia melakukan kunjungan ke Pulau Singa Pura yang ternyata sangat ekonomis dan strategis. dan dokumen resmi dan sejarah. Raffles percaya bahwa Inggris sedang mebutuhkan untuk pembangunan pelabuhan di ujung selatan Semenanjung Melayu dalam rangka meningkatkan posisi mereka dalam perdagangan China yang menguntungkan. Singapore dan siap dipulangkan kembali ke Inggris. Namun. Pada tahun yang sama. Raffles melepaskan jabatannya sebagai Letnan Gubernur di Bencoolen. yang berada di kapal tersebut. Pada bulan September 1818. kapal yang ia tumpangi terbakar dan tenggelam. ia mengalami kesulitan keuangan ketika East India Company menuntut darinya pembayaran uang yang telah dipinjam di masa lalu. naskah Melayu. Pada tahun 1824. Pelabuahan di Singapura ini tidak hanya berperan di rute perdagangan utama antara Cina. Raffles kembali ke Inggris di mana ia menulis dan menerbitkan History of Java (1817). Highwood House. di Hendon. Pada saat Raffles kembali ke Inggris. Raffles meninggal pada 5 Juli 1826 di rumahnya. Beberapa bulan sebelum kematiannya. Pada bulan Maret 1818. Middlesex. Pada bulan Januari 1819. Sumatera dan menjabat sebagai sebagai Letnan Gubernur.

Beberapa diantaranya adalah Coen merupakan salah satu dari sedikit gubernur jenderal VOC – Hindia Belanda yang biografinya tercantum dalam Ensiklopedia Britannica. JP Coen menerima penunjukkan itu pada tanggal 30 April 1618. Sedangkan Maluku terlalu kecil untuk dijadikan kantor pusat. peristiwa Banda tahun 1621 adalah tindakan ‘genocide’ pertama yang dilakukan bangsa Belanda kepada rakyat Indonesia. Tindakan-tindakan yang dianggap kontroversi adalah peristiwa pembantaian rakyat Banda tahun 1621 dan skandal Sarah Specx – Pieter Coertenhoff di Batavia. yang nantinya bernama Batavia. Banten dan juga Inggris. jabatan tertinggi kedua setelah Gubernur Jenderal. Pada bulan Oktober 1613 dia ditunjuk sebagai akuntan – jenderal (boekhouder-generaal) yang membawahi seluruh kantor cabang VOC hingga kantor pusat di Hindia yang berpusat di Banten dan Jayakarta. Tahun 1612 dia naik pangkat menjadi saudagar tinggi (operkoopman) dan komandan dari kapal Galiasse saat pelayaran ke dua. Banten tidak menarik bagi Coen karena pertentangannya dengan bangsa Cina. selain itu Coen tetap menginginkan Jawa sebagai kedudukan kantor pusatnya karena sangat mudah untuk logistik pangan.JAN PIETERZOON COEN Jan Pieterszoon Coen lahir di kota Hoorn Belanda pada tanggal 8 Januari 1587. Coen juga merupakan satusatunya pejabat Belanda yang menduduki jabatan gubernur jenderal hingga dua kali. langkah pertama Coen adalah membangun sebuah markas besar VOC yang dapat memenuhi segala kebutuhan dan kepentingan VOC di Hindia. Tahun 1614 JP Coen menjabat sebagai Direktur Jenderal. Pada tanggal 25 Oktober 1617 Heren XVII menunjuk JP Coen sebagai Gubernur Jenderal menggantikan Laurens Reael yang telibat clash dengan mereka. Begitu menjabat sebagai Gubernur Jenderal. Tahun 1607 dia menjadi pegawai VOC dengan pangkat asisten saudagar (onderkoopman) dan pergi ke Hindia (Indonesia) dengan menumpang kapal “Hoorn”. dan menjalani masa transisi hingga tanggal 21 Maret 1619. Jan Pieterszoon Coen merupakan Gubernur Jenderal VOC yang memiliki banyak keunikan dibandingkan gubernur jenderal lainnya. Akhirnya Coen memilih Jayakarta sebagai . Coen juga dianggap oleh para sejarawan barat sebagai salah satu tokoh kontroversial di Hindia Belanda. Banten adalah pusat kegiatan administrasi dan pelayanan VOC di Hindia. Tahun 1601 dia pergi belajar berdagang di kota Roma. Kemudian dia bekerja di kantor milik Justus Pescatore. Antara penguasa Banten dengan VOC sebetulnya kurang baik karena pihak keraton Banten melihat VOC sangat dominan dalam mengurus perdagangan dengan pihak asing yang juga merupakan pelanggan dari Kerajaan Banten. Sebagai catatan.

Karena Pangeran Jayakarta tidak menghendaki kehadiran Coen di Jayakarta. JP Coen kemudian mengambil tugas ini dan beranggapan bahwa hanya dengan mengusir dan melenyapkan penduduk asli pulau Banda. Mereka membuat markas di pegunungan supaya tidak diketahui oleh Coen. Coen memimpin sendiri penyerangan tersebut ke P. . Pembantaian Banda 1621 Latar belakang pemusnahan etnis ini disebabkan karena ketidakmampuan bangsa Belanda menjual pala lebih murah dibandingkan dengan Inggris bahkan dengan penduduk lokal pun masih lebih mahal. Saat itu penduduk Banda menandatangani persetujuan penjualan pala kepada VOC dan juga Inggris. Akhirnya para petinggi VOC mencoba membuat program untuk bisa memonopoli perdagangan pala di Pulau Banda. Coen memperkuat diri dengan membangun benteng di sekitar Istana Jayakarta. Lontor. Tidak semua penduduk Banda mau mematuhi perjanjian tersebut. untuk memerangi kesewenang-wenangan VOC. sebanyak 44 dakwaan dituduhkan kepada para pemimpin suku Banda. Sebuah laporan yang diterbitkan setahun kemudian Verhael van eenighe oorlogen in Indië (1622) (Critici van Jan Pieterszoon Coen. dan menyebabkan Coen naik pitam. Pemboikotan yang dilakukan oleh bangsa Banda ini akhirnya ketahuan juga. saat dia datang ke Banda. 1996) seorang saksi mata menjelaskan pada tanggal 8 Mei 1621 di depan Benteng Nassau. diamdiam mereka juga menjual Pala kepada Inggris dan ditukar dengan senjata. Ewald Vanvugt. monopoli pala baru bisa dilakukan. Tanggal 18 Januari 1621 Coen dan tentaranya berhasil mengusir Pangeran Jayakarta dan pengikutnya. kemudian setelah dakwaan dibacakan delapan pemimpin suku Banda ini kemudian dipancung oleh enam orang tentara bayaran dari Jepang. Pertama –tama Coen dan serdadunya memaksa penduduk Banda (dibawah todongan senjata) untuk mau menandatangani kontrak perdagangan pala hanya dengan VOC tidak dengan Inggris. Pada tanggal 10 Maret 1621 dengan berkekuatan sebanyak 2000 tentara (sebagian tentara bayaran dari Jepang). padahal Belanda sudah mengontrol Maluku selama 20 tahun. Kemudian mayatnya dipotong menjadi empat bagian dan dibuang ke empat penjuru. Untuk menguasai pala di pulau itu Coen menggunakan cara keras dan brutal. dari hasil penyerbuan tersebut Coen menangkap sebanyak 800 orang dan dikirim ke Batavia sebagai budak.pusat pemerintahannya karena di Jayakarta pula terdapat gudang dan loji VOC yang berdiri sejak tahun 1610. Langkah kedua JP Coen adalah merealisasikan monopoli pembelian pala di Hindia. Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang hanya ada di Kepulauan Banda. kemudian dia merubah nama Jayakarta menjadi Batavia.

Meskipun dia menjabat sebagai Gubernur Jenderal tidak lama. Pada tanggal 3 Oktober 1624 dia ditunjuk kembali menjadi Gubernur Jenderal. Kemudian setelah kepulauan Banda ini kosong dari penduduk asli. disebabkan persenjataan VOC yang lebih unggul.Menurut salah seorang serdadu VOC yang ikut. Banda ini berasal dari bangsa Makasar. Pada tahun 1627 dia pergi lagi ke Hindia. itupun mereka selamat karena mengungsi ke pulau lain. Dalam sejarah Jan Pieterszoon Coen dianggap sebagai seorang pemimpin yang tiran dan antagonis. Pembantaian lebih kejam terjadi pada minggu kedua April 1621. Batavia sudah resmi menjadi pusat pemerintahan VOC di Hindia. Hanna dalam bukunya Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island. sebagian Portugis. jumlah penduduk Banda adalah 14000 orang. Penggantinya adalah Jacques Specx. mayoritas penduduk baru yang tinggal di P. maka Coen mendatangkan orang dari berbagai bangsa untuk bekerja di pulau ini. Cina. Willard A. dan pulang ke negeri Belanda. Batavia mendapat serangan hebat dari Mataram di tahun 1628 dan 1629. sementara di Banten menjadi kantor cabangnya. tetapi kekejaman yang ditimbulkannya tetap menjadi cerita hingga saat ini. berserta keluarganya. Tahun 1625 dia menikahi Eva Ment. dan banyak yang tewas terpancung sehingga seandainya kita bisa terbang pasti dapat melihat seluruh pulau penuh dengan mayat. Saat tiba di Hindia. Kisah kehidupan dan kepemimpinan Coen ini menjadi perdebatan dan kritisi dari berbagai orang. Vertoogh. Bugis. Pada tanggal 1 Februari 1623 Coen menyerahkan jabatan Gubernur Jenderal kepada penggantinya Pieter de Carpentier. Di Belanda pamor Coen naik. bahkan Heren XVII pun memandangnya seperti itu. Hanya sedikit yang bisa lolos dan mengungsi ke tempat lain” (Ewald Vanvugt. menjelaskan bahwa sebelum pembantaian 8 Mei 1621. 1996). dan dengan bangga Coen melaporkan kepada Heren XVII “Seluruh orang aborigin dari Banda sudah mati karena perang. Bagi Coen sukses hanya bisa direbut melalui darah dan kekuatan militer. Maluku dan Buton. Pembantaian ini dilakukan sangat brutal. kelaparan dan kekurangan. hanya dalam waktu satu minggu 1200 – 1300 penduduk Banda tewas dibantai. dia diangkat menjadi salah satu pemimpin VOC di Hoorn. Sekitar 2500 penduduk Banda dibiarkan tewas kelaparan. Beberapa orang berpendapat tindakan Coen ini terlalu berlebihan. Kedua pertempuran ini bisa dimenangkan oleh Belanda. untuk kedua kalinya JP Coen memimpin VOC di Hindia. Jawa. Melayu. Pada pertempuran kedua tahun 1629 JP Coen meninggal akibat kolera dan dimakamkan di Pemakaman Belanda (Sekarang Museum Wayang). setelah pembantaian hanya tersisa sekitar 1000 orang. Dia juga tetap mengontrol perdagangan VOC di Asia yang mulai menyebar hampir di semua belahan tempat di Asia semenjak tahun 1614. . juga logistik tentara Mataram yang kurang koordinasi. Saat kepemimpinannya yang kedua ini. Tanggal 30 September 1627.

Tentara Belanda diisinya dengan orang-orang pribumi. ia membangun rumah sakit- . adalah seorang politikus Belanda yang merupakan Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-36. Ia lulus pada tanggal 10 April 1783. yang sekarang sudah tidak ada lagi.Herman Willem Daendels Herman Willem Daendels (Hattem. Daendels diserahi tugas terutama untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris. Ia memerinta antara tahun 1808-1811. Daendels tiba di Batavia pada tanggal 5 Januari 1808 dan menggantikan GubernurJendral Albertus Wiese. Tetapi invasi orang Inggris dan Rusia di provinsi Noord-Holland berakibat buruk baginya. Masa Kecil Herman Willem Daendels lahir di Hattem. Ketika menginjak dewasa. Raja Louis (Koning Lodewijk) untuk berbakti kembali di tentara Belanda. Ia memutuskan untuk menjadi petani dan peternak saja di Heerde. Akhirnya ia mencapai pangkat Jendral dan pada tahun 1795 ia masuk Belanda dan masuk tentara Republik Batavia dengan pangkat Letnan-Jendral. 2 Mei 1818). Masa itu Belanda sedang dikuasai oleh Perancis. Jawa adalah satu-satunya daerah koloni Belanda-Perancis yang belum jatuh ke tangan Inggris. pada tanggal 28 Januari 1807 atas saran Kaisar Napoleon Bonaparte. ia dikirim ke Hindia-Belanda sebagai Gubernur-Jendral. Gelderland. 21 Oktober 1762–Ghana. Akhirnya ia kecewa dan mengundurkan diri dari tentara pada tahun 1800. Karir Pada tahun 1806 ia dipanggil oleh Raja Belanda. Sebagai kepala kaum Unitaris. ia ikut mengurusi disusunnya Undang-Undang Dasar Belanda yang pertama. Bahkan ia mengintervensi secara militer selama dua kali. Lalu setelah sukses. Di sana ia menyaksikan dari dekat Revolusi Perancis dan lalu menggabungkan diri dengan pasukan Batavia yang republikan. sekretaris walikota dan Josina Christina Tulleken. ia belajar hukum di Universitas di Harderwijk. Maka iapun melaksanakan tugasnya dengan segera. Daendels di Hindia-Belanda Maka setelah perjalanan yang panjang. Ia ditugasi untuk mempertahankan provinsi Friesland dan Groningen dari serangan Prusia. Belanda pada tanggal 21 Oktober 1762 sebagai putra Burchard Johan Daendels. Ia dianggap kurang tanggap dan diserang oleh berbagai pihak. Masa dewasa Pada tahun 1780 dan 1787 ia ikut para kumpulan pemberontak di Belanda dan kemudian melarikan diri ke Perancis.

Ia kejam. Jalan Daendels. Proyek utamanya. Degan tangan besinya jalan itu diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1808). Dia juga ikut tentara Napoleon berperang ke Rusia. termasuk para pekerjanya. Karena itulah nama Daendels dan Jalan Raya Pos dikenal dan mendunia hingga kini sebenarnya dibangunnya juga karena manfaat militernya. ia bertindak keras. yaitu Jalan Raya Pos. Tetapi biar bagaimanapun juga. Tetapi ia sendiri dituduh korupsi dan memperkaya diri sendiri. Yang gagal. . di Semarang ia membangun pabrik meriam dan di Batavia ia membangun sekolah militer. Belum pernah mereka sebelumnya disuruh bekerja keras seperti itu. Di Surabaya dibangunnya Benteng Lodewijk. Ia meninggal dunia di sana akibat malaria pada tanggal 8 Mei1818. Jalan Raya Pos. Di Surabaya ia membangun sebuah pabrik senjata. Akhirnya ia dipanggil pulang oleh Perancis dan kekuasaan harus diserahkan kepada Jan Willem Janssens. Kastil di Batavia dihancurkannya dan diganti dengan benteng di Meester Cornelis (Jatinegara). Daendels menawarkan dirinya kepada Raja Willem I. maka mereka bersama-sama dengan para raja "mengkhianati" orang Belanda. Jadi ketika orang-orang Inggris datang. dari Anyer sampai Panarukan. Gubernur Jendral Daendels memang menakutkan. tetapi Raja Belanda ini tidak terlalu suka terhadap mantan Patriot dan tokoh revolusioner ini.rumah sakit dan tangsi-tangsi militer baru. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan. Daendels kembali bertugas di tentara Perancis. Kepala mereka digantung di pucuk-pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan. yaitu untuk mengusahakan tentara-tentaranya bergerak dengan cepat. tak kenal ampun. dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. seperti diputuskan oleh Napoleon Bonaparte. Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa Daendels berangan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa. Setelah Napoleon dikalahkan di Waterloo dan Belanda merdeka kembali. tetapi kurang strategis sehingga mereka menyimpan dendam kepadanya. Kembali ke Eropa Sekembali Daendels di Eropa. pada tahun 1815 ia ditawari pekerjaan menjadi Gubernur-Jendral di Ghana. Dibangun dibawah perintah Herman Willem Daendels (1762-1818). Terhadap raja-raja di Jawa. Suatu prestasi yang luar biasa pada zamannya. Selain itu Daendels memaksa rakyat Jawa untuk melaksanakan kerja rodi secara berat. dibunuh. Di sisi lain dikatakan bahwa Daendels mebuat birokrasi menjadi lebih efisien dan mengurangi korupsi. direalisasikannya dengan mewajibkan setiap penguasa pribumi lokal untuk memobilisasi rakyat.

Ia memerintah antara tahun 1830 – 1834. 28 Januari 1844 pada umur 63 tahun) adalah Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang ke-43. setelah sebelumnya hanya merupakan konsep kajian yang dibuat untuk menambah kas pemerintah kolonial maupun negara induk Belanda yang kehabisan dana karena peperangan di Eropa maupun daerah koloni (terutama di Jawa dan Pulau Sumatera). Pada tahun 1810 sempat dipulangkan ke Belanda karena perbedaan pendapat dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Konon jabatan ini baru diadakan pada tahun 1691. Belanda. Penguasa Hindia-Belanda sebelumnya berarti hanya duta VOC saja di Jakarta dan kemudian Batavia. Lingewaal. Van den Bosch beragitasi untuk kembalinya Wangsa Oranje. Dia pensiun secara sukarela pada tahun 1839. Pada tahun 1827. Kapal yang membawanya tiba di Pulau Jawa tahun 1797. Biografi Van den Bosch dilahirkan di Herwijnen. 1 Februari 1780 – meninggal di Den Haag. Van den Bosch banyak membantu menyadarkan warga Belanda akan kemiskinan akut di wilayah koloni.JOHANNES VAN DEN BOSCH Johannes graaf van den Bosch (lahir di Herwijnen. Provinsi Gelderland. dia diangkat menjadi jenderal komisaris dan dikembalikan ke Batavia (kini Jakarta). hingga akhirnya menjadi Gubernur Jenderal pada tahun 1830. Dia diangkat kembali sebagai kolonel di ketentaraan dan menjadi Panglima Maastricht. Di Belanda karier militernya membuatnya terlibat sebagai komandan di Maastricht dengan pangkat sebagai mayor jenderal. Van den Bosch kembali ke Belanda sesudah lima tahun. Sebelumnya gelar jabatan ini lain istilahnya. sebagai seorang letnan. Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Jabatan Gubernur Jenderal (bahasa Belanda: Gouverneur-Generaal) adalah jabatan penguasa tertinggi dalam pemerintahan Hindia-Belanda. . tetapi pangkatnya cepat dinaikkan menjadi kolonel. Pada masa pemerintahannya Tanam Paksa (Cultuurstelsel) mulai direalisasi. Di luar kegiatan karier. Setelah kepulangannya ke Belanda pada bulan November 1813.

sehingga mulai saat itu seorang Gubernur Jenderal benar-benar menjadi wakil daripada pemerintahan Belanda. sehingga areal penanaman padi rakyat menjadi terlantar. Yaitu cultuurstelsel atau system tanam paksa. . 5. · Kosongnya kas Negara akibat besarnya alokasi dana untuk menumpas perlawanan Pangeran Diponegoro (1825-1830) dan Perang Kemerdekaan Belgia.J. Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani. Kegagalan panen atas penanaman dagang menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengwasan atas tanam paksa dilakukan oleh pejabat pribumi (bupati). Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. nila. Jabatan Gubernur Jenderal hanya ada di jajahan Belanda di Hindia-Belanda. Setelah dia masih ada satu pejabat Belanda lagi yang memakai gelar Gubernur Jenderal yaitu H. aset-aset VOC di Hindia-Belanda diserahkan kepada pemerintahan Belanda. kopi. Waktu pekerjaan menanam tanaman dagang tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi. Van Den Bosch inilah yang kemudian mengeluarkan kebijakannya yang terkenal.Setelah bangkrutnya VOC pada tahun 1799. · Besarnya hutang Belanda.W. Adanya cultuur prosenten (prosentasi keuntungan) yang diberikan kepada pengawas tanam paksa. 2. Sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang diambil oleh pemerintah. bahkan mencapai ½ luas tanah petani. pemerintah Belanda mengangkat Gubernur Jendral yang baru untuk Indonesia.L. 4. sering melebihi 1/5. gelar ini hanya Gubernur saja. 2. Rakyat diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya unruk ditanami tanaman dagang/ekspor yang laku di pasar ekspor. seperti tebu. Adapaun latar belakang dikeluarkannya atutarn tanam paksa adalah sebagai berikut · Terhentinya produksi tanaman ekspor selama sistim sewa/pajak tanah berlangsung. Di Suriname. Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang terakhir adalah Jhr A. 6. Tetapi apakah ia juga seorang Gubernur Jenderal secara legal diragukan. yaitu Johanes Van Der Bosch. 3. 4. van Mook. Pokok-pokok/aturan awal tanam paksa 1. 3. Nilai lebih/sisa keuntungan dari penanaman tanaman dagang tersebut diberikan kepada petani. Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) Pada tahun 1830. Pekerjaan untuk menanam tanaman dagang sering melebihi waktu untuk menanam padi. Pelaksanaan sistem tanam paksa 1. Tanah yang disediakan untuk penanaman tanaman dagang tersebut dibebaskan dari pajak tanah. Tanaman yang diwajibkan untuk penanaman tanaman dagang. jajahan Belanda yang lain. 5. Ia ditangkap oleh pasukan Jepang pada tahun 1942.

a. Akibat kegagalan panen dan wabah kelaparan. .Pemberlakuan cultuur stelsel/system tanam paksa ini telah menimbulkan dampak yang luas bagi pemerintah Belanda maupun terhadap rakyat pribumi. Meluasnya bentuk kepemilikan lahan beserta (tanah milik komunal). b. Menculnya bencana kelaparan di Demak dan Grobogan (1849-1850). Dampak tanam paksa terhadap rakyat pribumi. Rakyat pribumi mulai mengenali jenis tanaman ekspor dan sistim penanamannya. Pendapatan pemerintah Belanda mengalami surplus (Batig Slot). Dampak tanam paksa terhadap pemerintah Belanda. Menyempitnya luas areal penanaman padi. Pemerintah Belanda dapat melakukan pembangunan negaranya. Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful