MAKALAH KERUKUNAN DALAM ISLAM

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Disusun Oleh :

Amalia Aza Riska Luthfi Helvida Mutiara Ayu Ulansari Sri Lestari Vera Alkathirie TINGKAT FAKULTAS/JURUSAN

: : : : : : :

12630054 12630066 12630013 12630053 12630025 SEMESTER 1 EKONOMI/AKUNTANSI

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN UNIVERSITAS BOROBUDUR Jl.Raya Kalimalang No.1 Jakarta Timur, Telp/Fax : (021) 8613868, 8613872

Kitab Suci. zakat. dan naik haji bagi yang mampu bukanlah hal-hal yang bisa berkonflik dan harus didamaikan. salat. puasa. tidak bertengkar. Kerukunan adalah kata yang sering sekali dipakai untuk kampanye perdamaian di tengah ancaman kerusuhan dan kekerasan sosial. Lebih dari itu. Sebenarnya. Pada frase “rukun iman.” Membaca dua kalimat syahadat. Kata “rukun” pada dasarnya bermakna fondasi atau pilar.” Di sini tampak bahwa kerukunan tidak hanya dimaknai sebagai hidup dalam damai dan saling menghargai. pilar. Kata yang berasal dari bahasa Arab ini sering digunakan ketika menyebut frase “rukun iman” atau “rukun Islam. Sepintas lalu banyak yang mempertukarkan atau menganggap sama antara kata rukun dan damai (kerukunan dan kedamaian).” misalnya. Nabi. hari akhir. atau tiang. dan ketentuan Tuhan adalah prinsip-prinsip utama yang tidak saling bertentangan. Kerukunan hidup umat beragama artinya hidup dalam suasana damai. tidak dimaksudkan sebagai upaya untuk mendamaikan prinsip-prinsip keimanan dalam Islam.PENDAHULUAN “Rukun” dari Bahasa Arab “ruknun” artinya asas-asas atau dasar. Kedalaman makna dari kata “rukun” inilah yang tampaknya menjadi alasan kenapa dua wilayah pemerintahan disebut sebagai “rukun warga” dan “rukun tetangga. seperti rukun Islam. . Percaya kepada Tuhan. walaupun berbeda agama. Kata “rukun” di sana bermakna fondasi. kerukunan memiliki makna yang jauh lebih dalam dan karenanya sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan konflik dan kekerasan. Demikian pula pada frase “rukun Islam. Rukun dalam arti adjektiva adalah baik atau damai. kerukunan dimaknai sebagai fondasi bagi kehidupan bersama. Ia bukan sekedar hidup damai dan harmoni.” Rukun pada frase-frase itu merujuk pada makna fondasi.

tetapi juga sangat membahayakan bagi keberadaan agama-agama. kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik acap kali membawa bendera agama atau aliran dalam agama. karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melapaui batas tanpa pengetahuan. Maka tingkat pemahaman keagamaan yang tinggi dan konprehensip menjadi power yang sangat dahsat bagi umat beragama untuk mencegah dan meredam meletusnya “konflik agama”. sehingga tidak terhindarkan adanya sebuah kesimpulan bahwa telah terjadi konflik antar pemeluk dalam satu agama atau konflik antar umat beragama. Bahkan Al-Qur’an melarang keras umat Islam melakukan tindakan-tindakan yang merendahkan agama lain. kemudian kesadaran teologis diikutsertakan dalam konflik tersebut sebagai alat untuk mempermudah menarik simpati masyarakat yang seagama dan sebagai strategi yang efektif untuk memobilisasi massa. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa meletusnya konflik agama bukan disebabkan oleh agama itu sendiri atau bukan disebabkan keberagaman agama semata. . Penjelasan ini terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-A’nam ayat 108 yang berbunyi: “ Dan janganlan kamu memaki sembahansembahan yang mereka sembah selain Allah. tetapi untuk melahirkan gaerah keagamaan bagi umat beragama. tetapi juga dipicu oleh kesadaran primordialisme sosiologis. lalu Dia memberitahukan kepada mereka apayang dahulu mereka kerjakan” . termasuk agama Islam. Dan bahkan sebenarnya kesadaran jenis kedua yang menjadi faktor utama meletusnya sebuah konflik. jika dikaji secara teliti dan mendasar. Kesimpulan seperti ini pernah dilontarkan oleh pemikir Islam Muhammad Ibn Zakaria al-Razi (865-934) Kesimpulan ini tidak saja salah arah. politis. Sebenarnya. Kemudian kesimpulan tersebut digeneralisasi menjadi sebuah thesis bahwa adanya konflik agama disebabkan oleh keberagaman agama. apalagi merugikan dan merusaknya. Kebenaran agama yang bersifat absolut di satu sisi. meletusnya apa yang disebut dengan “konflik agama”. agama harus dijadikan satu atau agama sebaiknya ditiadakan agar tidak ada konflik lagi. Dan inorisnya.Kerukunan Dalam Islam Hingga saat ini. tidak hanya dipicu oleh kesadaran teologis yang sempit. terutama konflik agama yang berskala besar. keyakinan dan klaim umat beragama bahwa agamanya yang paling benar di sisi yang lain memang menjadi potensi yang tidak kecil yang mengarah kepada munculnya “konflik agama”. perjalanan sejarah kehidupan manusia masih sulit terhindar dari konflik. dan ekonomis. Oleh karena itu. tetapi kedua sisi tersebut didesain bukan untuk memicu “konflik agama”. Demikianlah kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. tetapi disebabkan oleh tingkat pemahaman umat beragama terhadap ajaran agamanya dan faktor-faktor lain di luar agama. Kemudian Tuhan merekalah kembali mereka.

2:256). Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri. maka ia telah mengganggu aku (al-Hadits). tetapi kerukunan dalam hidup beragama juga diartikan bahwa pemeluk agama non-Islam juga bagian dari umat Islam. 1969. Mereka saling memberi saran dan nasihat. seperti saling membantu dan saling melindungi antarsesama warga Madinah tanpa melihat asal agama dan suku. sosial. 109: 1-6). dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. kerukunan hidup beragama bukan sebatas dimaknai bagaimana perilaku keagamaan umat beragama tidak memicu lahirnya “konflik agama” yang secara konseptual direalisasikan dalam bentuk perilaku sosial. dan politik Shahifah ini disebut konstitusi modern. Pembelaan diberikan kepada yang teraniaya”. . Makna yang terkandung dalam hadits tersebut adalah bahwa di luar masalah teologi. sebagai aktualisasi dari kerukunan dalam arti yang kedua. Dalam kajan fiqh. Memenuhi janji lawan adalah khianat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya”. Hal ini dapat dilihat pada pasal 25 berbunyi “Kaum Yahudi dari “awf adalah satu umat dengan mukminin. kecuali bagi yang dzalim dan jahat. A. (QS. secara jelas dijabarkan dalam Shahifah Madinah atau konstitusi negara Madinah – oleh banyak pengamat agama. Bagi kaum Yahudi agama mereka. (lihat Muhammad Hamidullah. penulis ingin kemukakan bahwa dalam perspektif Islam. Kerukunan dalam arti yang kedua ini teraktualisasi dalam konsep ukhwah Wathaniyah dan ukhwah insaniyah. Mereka (Yahudi dan Muslimin) bantu membantu dalam menghadapi musuh piagam ini. 39-47) Bahwa pemeluk agama non-Islam adalah sebagai bagian dari umat Islam sehingga disebut umatan wâhidah juga dapat dipahami dari Sabda Rasulullah yang berbunyi:” Barangsiapa yang mengganggu ( hadits lain “menyakiti ) kaum dzimmi. dan pada pasal 37 yang berbunyi “Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya. kaum dzimmi (Kaum Dzimmi atau kafir Dzimmi merupakan istilah yang banyak digunakan dalam dunia fiqh. Makna Ukhuwah Wathaniyah Konsep ukhwah wathaniyah. termasuk fiqh al-siyasi. kafir Dzimmi didevinisikan sebagai kelompok masyarakat non-Muslim yang hidup ditengah-tengah umat Islam dan bersedia menjalankan sistem aturan yang ada. Majmu’ah al-Wasa’iq al-siyasiyyah li alA’hd al-Nabawyy wa al-Khalifah al-Rasyidah. seperti menghormati agama orang lain dan tidak meng-Islam-kan secara paksa orang yang sudah beragama (QS. dan bagi kaum muslimin agama mereka. Dalam Shahifah tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Madinah yang terdiri dari beberapa suku dan agama sebagai umatan wâhidah (satu umat) yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama.Dari uraian singkat di atas.

Ukhuwah atau persaudaraan berlaku sesame umat islam. Maka mengganggu kaum Dzimmi. baik senang maupun sedih. serta sikap untuk saling membagi kesenangan kepada pihak lain bila salah satu pihak menemukan kesenangan. seperti membangun struktur dan tata nilai kehidupan yang lebih beradab dan humanis. terjadi apa yang disebut dengan inter independensi. Pemahaman “kerukunan hidup beragama” seperti ini akan bersifat aktif dan dinamis. semua komponen-komponen masyarakat yang ada mempunyai andil yang tidak kecil dalam membangun sistem kehidupan. saling membutuhkan dan saling ada ketergantungan. serta berperan aktif dalam kehidupan masyarakat) tidak saja bagian umat Islam. Maka rusaknya atau tidak berfungsinya salah satu komponen masyarakat. berarti secara tidak langsung ia telah merusak sistem kehidupan itu sendiri. Kata ukhuwah berarti persaudaraan. barangsiapa yang merusak suatu unsur dalam masyarakat yang sudah baik. Oleh karena itu. Dalam kajian sosial. profan-material duniawi yang dimiliki oleh setiap umat beragama. Rasulullah seakan-akan ingin mengatakan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat. sosiologis. Masing-masing pihak memiliki satu kondisi atau perasaan yang sama. bahkan dalam kondisi-kondisi tertentu mungkin dapat meningkatkan sesuatu yang bersifat psikologis.seperti membayar Jazyah (upeti). kaum Dzimmi mungkin dapat dipahami sebagai simbolisasi dari sebauh komponen masyarakat non Muslim yang berprilaku baik. Makna Ukhuwah Islaminyah Kerukunan umat Islam di Indonesia harus berdasarkan atas semangat ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan sesama muslim). maksudnya perasaan simpati dan empati antar dua orang atau lebih. pemahaman kerukuanan seperti itu juga besar kemungkinan dapat menyentuh persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi oleh setiap umat beragama. Dalam hadits tersebut. maka memahami arti “kerukunan hidup beragama” adalah bagaimana antarumat beragama dapat saling melindungi. memelihara dan mengamankan. seiring dengan dinamika kehidupan itu sendiri. akan mengganggu atau bahkan merusak sistem kehidupan yang ada. berarti menciderai atau merusak “masyakarat madani”. baik suka maupun duka. Jika inter independensi menjadi sebuah prinsip dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak boleh tidak harus dipegang teguh oleh setiap anggota dan komponen masyarakat. B. bahkan bagian dari kehidupan Rasulullah. taat terhadap sistem aturan yang ada dalam masyarakat. Jalinan perasaan itu menimbulkan sikap timbal balik untuk saling membantu pihak lain yang mengalami kesulitan. . Di sini Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan bermasyarakat. Rasululllah menilai bahwa kaum Dzimmi juga turut berperan mewujudkan “masyarakat madani” yang dirintis oleh Rasulullah sendiri. Dan secara ontologis.

yang di sebut Ukhuwah islamiyah dan berlaku pula pada semua umat manusia secara universal tanpa membedakan agama. Oleh karena itu sejak awal penciptaan. Dan bertakwalah kepada Allah SWT. Allah tidak tetapkan manusia sebagai satu umat. Yunus 10:99 yang artinya : Dan jikalau Tuhanmu menghendaki. suku. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah beriman dan barang siapa yang tidak bertaubat. sebagaimana firman Allah dalam QS. C. dan aspek-aspek lainnya. (11) Hai orang-orang yang beriman. seperti perbedaan pemikiran. (12) Hai orang-orang yang beriman. bahkan Rsulpun dilarang melakukannya. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Prinsip kebebasan itu menghalangi pemaksaan suatu agama oleh otoritas manusia. Al-Maidah (5):48 yang artinya : Sekiranya Allah menghendaki. yaitu Islam. janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita ( yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggilmemanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Sesungguhnya Allah maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. jauhilah kebanyakan dari prasangka. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Itulah fitrah manusia. sehingga tidak menjadi penghalang untuk saling membantu atau menolong karena di antara mereka terikat oleh satu keyakinan dan jalan hidup. berarti saling menghormati dan saling menghargai relativitas masing-masing sebagai sifat dasar kemanusiaan. dilandasi oleh ajaran bahwa sesame umat manusia adalah makhluk Allah. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kamu menggunjing sebagian yang lain. karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. Sekalipun Allah memberikan petunjuk kebenaran melalui ajaran islam. Persaudaraan sesama muslim. tetapi Allah juga memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih jalan hidup berdasarkan pertimbangan rasionya. Al-Hujarat 49: 10-12 yang artinya : (10) sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. Agama islam memberikan petunjuk yang jelas untuk menjaga agar persaudaraan sesama muslim dapat terjalin dengan kokoh sebagaimana disebutkan dalam QS. tentulah beriman semua orang yang di . Makna Ukhuwah Insaniyah Konsep Persaudaraan sesame manusia. Ukhuwah Insaniyah. niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat. sebagaimana Allah jelaskan dalam QS. yang disebut Ukhuwah insaniyah. padahal Allah bisa bila mau.

pemaknaannya ditekankan kepada pemahaman eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang secara individual mempunyai banyak kesamaan nilai-nilai antara manusia yang satu dengan lainnya. tetapi yang dikecam AlQur’an adalah sifat-sifat manusianya. kejujuran. Berbeda dengan konsep Ukhwah Wathiyah. harta dan harga dirimu semua adalah mulia seperti mulia hari (‘Arafah) ini. tampak dengan jelas. Al-Baqarah (2): 256 Allah juga berfirman : Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam). al-munâfiqûn. Dalam hadits tersebut. alkâfirûn” dll. dalam konsep Ukhwah Insaniyah. . Hal ini tampak jelas pada pandangan Nabi Muhammad yang secara tegas menyamakan kemuliaan jiwa dan harga diri manusia dengan kemulian tanah Suci Makkah dan bula Haji. Dalam konteks ini. dalam QS> al-Kahfi (18):29 Allah berfirman: Dan katakanlah: Kebenaran itu dating dari Tuhanmu. Pada dasarnya. Senada dengan makna ayat tersebut. Rasulullah mengawalinya dengan kata “wahai manusia” bukan dengan kata “ wahai orang-orang Islam atau orang-orang yang beriman”. apalagi menyakiti atau membunuh seseorang hanya alasan berbeda agama. seperti term “al-mujrîmûn. kebenaran yang bersemayam dalam jiwanya dan menolak hal-hal yang bersifat kebalikannya. setiap manusia mendambakan kedekatan kepada Tuhan. sesungguhnya jiwa. Semua ini menjadi titik temu untuk menyatukan umat beragama yang satu dengan lainnya. dan bulan (haji) ini”. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supanya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dalam QS. membenci.muka bumi seluruhnya. Konsep Ukhwah Insaniyah sebagai aktualisasi dari kekurukan yang termasuk dalam arti kedua dapat kita temukan dalam Sabda Rasulullah saw. Dalam hadits tersebut. Dan AlQur’an sendiri hampir tidak pernah mengecam manusia. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang salah. bahwa Rasulullah mempunyai komitmen kemanusiaan yang bersifat universal dan sangat tinggi. dimana pemaknaan “Kerukunan Hidup Beragama” ditekankan kepada dimensi sosialnya karena manusia (baca umat beragama) ditempatkan sebagai makhluk sosial. maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir. keadilan. tidak dibenarkan oleh Islam. kedamaian. Jiwa dan harga diri manusia merupakan simbolisasi dari unsur-unsur internal dan bersifat inheren pada setiap diri manusia. yang disampaikan ketika beliau sedangkan menjalankan ibadah haji di ‘Arafah (Makkah) yang berbunyi: “ Wahai manusia. tanah suci Makkah ini.

: "bolehkah saya paksa kedua anak itu. orang orang Shabiin (orang-orang yang mengikuti syari’at Nabi-Nabi zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah dewa-dewa. orangorang musyri) Allah memberikan keputusan diantara mereka dihari kiamat. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. asbabun nuzul ayat diatas adalah : Hushain dari Golongan Anshar suku Bani Salim yang mempunyai dua orang anak yang beragama Nasrani. Kemudian dalam surat Al-Hajj 17 Allah berfirman : Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut [162] dan beriman kepada Allah. maka turunlah ayat diatas.D.) agama (Islam) Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada yang salah. orang -orang Yahudi. bahkan terhadap para tawanan perangpun Islam tidak pernah memaksakan mereka untuk memeluk agama Islam. Dalam Islam. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. karena mereka tidak taat kepadaku. orang-orang Nasrani.orang-orang Majusi. sedang dia sendiri beragama Islam. Baik itu berupa pemaksaan pisik (ancaman pisik) maupun berupa pemaksaan mental (pemboikotan ekonomi). . dan tetap ingin beragama Nasrani?". kemerdekaan beragama adalah merupakan salah satu azaz dalam pengembangan dan penyiarannya dan pemaksaan sama sekali tidak dapat dibenarkan. Demikian konsep kemerdekaan beragama yang diterapkan (diajarkan) oleh Rasulullah saw dan para pemimpin Islam (Khulafaur Rasyidin). Ia bertanya kepada Nabi saw. Menurut riwayat Ibnu Jurair dari Said yang bersumber dari Ibnu Abbas. Sesungguhnya Allah atas segala sesuatu menjadi saksi (Mengetahui). Kerukunan Beragama di Zaman Rasulullah Dalam Al-Qur‟an Surat Al-Baqarah 256 Allah berfirman : Artinya:Tidak ada paksaan untuk (memasuki. dan peperangan yang dilaksakan Islam hakekatnya adalah untuk mempertahankan kebebasan beragama.

Karena peperangan dilakukan adalah terhadap mereka yang menghalangi pelaksanaan penyiaran Islam (defensive). antara Kepala Negara dan Rakyat Jelata. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Manusia secara keseluruhannya adalah makhluk Allah. Islam juga memproklamirkan persamaan derajat manusia. Hasbi AshShiddieqy. Tidak ada perbedaan antara pimpinan dengan yang dipimpin. dalam tulisannya menjelaskan (1977: 47): . juga tidak ada perbedaan antara bangsa Kulit Putih dengan bangsa Kulit Hitam. hanya ketaqwaan yang membedakannya. sama rata dalam menghadapi hak. bertaqwalah kepada Tuhan mu yang telah menjadikan kamu dari seorang diri. sama rata dalam bertanggung jawab.. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. bukan berupa expansive. Persamaan derajat manusia (Equality) Disamping memproklamirkan kemerdekaan beragama.. supaya kamu saling kenal-mengenal. sebagaimana firman Allah pada surat An-Nisa. Jika Allah sebagai Zat Yang Maha Tinggi memandang semua manusia sama.1 : Artinya: Hai sekalian manusia. yang diciptakan-Nya dari asal yang satu yaitu Nabi Adam as. Dengan prinsip persamaan dimaksud. hanya ketaqwaan jua yang membedakan manusia disisiNya. dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak Dan firman Allah pada surat Al-Hujuraat. Syari'at Islam tidak membenarkan untuk mengambil hak orang lain untuk menentukan dan memilih agama yang akan . maka sungguh sangat tak logis jika manusia mengadakan pengkotak-kotakan sendiri antar sesamanya. sama rata dalam memikul kewajiban.13 : Artinya: Hai sekalian manusia.manusia semuanya dalam Syari'at Islam sama rata walaupun mereka berbeda-beda bangsa dan kabilah. dan daripadanya Allah menciptakan isterinya. TM.. Semua mereka dalam hal yang demikian sama dengan gigi sisir tidak panjang yang satu dari yang lain dan tidak kurang yang satu dari yang lain. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.

tiap-tiap pelanggaran atas ketertiban umum berarti memanggil kerusakan atas dirinya dan atas keluarganya (Ahmad: 79) E. Diakui pula hak kebebasan mereka untuk memeluk dan menjalankan ajaran-ajaran agamanya.. Akan tetapi. Semua warga negara yang Non Muslim diberikan hak untuk menyelesaikan perkara-perkara diantara mereka menurut hukum perseorangan (personal law) mereka sendiri. Terhadap agama Nasrani tercermin dari tindakan Rasulullah saw. Rasulullah saw. Pasal 25 sampai 35 (11 pasal) membuat pengakuan hak-hak warganegara untuk berbagai suku bangsa Yahudi. serta agama. Nasrani dan Majusi (Zaroaster) telah mendapat pengakuan hak-haknya dari pemerintahan Islam saat itu.. Al-Hujurat ayat 13. bahasa. warna kulit. adat-istiadat. Toleransi beragama (Tolerance of Religious) Toleransi beragama dalam Islam ditegakkan atas dasar kemerdekaan beragama. Terhadap agama Majusi. bahasa. Rasulullah telah memberikan pengakuan kepada seorang Kepala Pedupaan sucinya Farrukh putera Syakhsan demikian pula telah diberikan perlindungan terhadap pemeluk agama Majusi. Konsep Toleransi dalam Islam Berdasarkan pengertian toleransi. kecuali kalau mengganggu ketertiban umum. sepanjang mereka tidak melanggar nilai-nilai dasar hak azazi manusia. toleransi beragama harus dipahami sebagai bentuk pengakuan kita akan adanya agama-agama lain selain agama kita dengan segala . mengirim dan menerima utusan dari berbagai Raja dan Kabilah. dalam rangka pertukaran pendapat masalah agama. persamaan dan keadilan. ke Madinah (Yatsrib). pengakuan hak-haknya dapat dilihat dalam naskah proklamasi Negara Islam Pertama : . Ini semua merupakan fitrah dan sunnatullah yang sudah menjadi ketetapan Tuhan. Terhadap golongan Yahudi. Tiga agama besar saat itu Yahudi. Toleransi dalam beragama bukan berarti kita hari ini boleh bebas menganut agama tertentu dan esok hari kita menganut agama yang lain atau dengan bebasnya mengikuti ibadah dan ritualitas semua agama tanpa adanya peraturan yang mengikat. Landasan dasar pemikiran ini adalah firman Allah dalam QS. budaya. baik dari sisi suku bangsa. walaupun pada waktu pernyataan proklamasi ini belum ikut memberikan kesetiaannya. telah meletakkan toleransi beragama sebagai salah satu prinsip dari Negara Islam yang didirikannya setelah hijrah. Karena itu sungguh tepat sekali apa yang dinyatakan oleh Khalifa Abdul Hakim dalam tulisannya (1953: 208) : Yang paling mendasar dari pada konstitusi (Islam) adalah menjamin persamaan dan kemerdekaan warga negara dalam segala bidang.dianutnya. toleransi mengarah kepada sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan.

umat Islam tidak mengenal kata kompromi. Toleransi dibagi menjadi 3. Konsep toleransi yang ditawarkan Islam sangatlah rasional dan praktis serta tidak berbelit-belit. dalam hubungannya dengan keyakinan (akidah) dan ibadah. 3. Maka kata tasamuh atau toleransi dalam Islam bukanlah “barang baru”. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa. dan tata cara peribadatannya dan memberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinan agama masing-masing. Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka. Namun. 2. . Negatif Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. maka beliau menjawab: al-Hanafiyyah as-Samhah (agama yang lurus yang penuh toleransi). tetapi sudah diaplikasikan dalam kehidupan sejak agama Islam itu lahir. Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham. Karena itu. itulah agama Islam. Ekumenis Isi ajaran serta penganutnya dihargai. 1. karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri. pernah ditanya tentang agama yang paling dicintai oleh Allah. Ini berarti keyakinan umat Islam kepada Allah tidak sama dengan keyakinan para penganut agama lain terhadap tuhan-tuhan mereka. tetapi penganutnya diterima serta dihargai. tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai. Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan. Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda.bentuk system. agama Islam menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. Bahkan Islam melarang penganutnya mencela tuhan-tuhan dalam agama manapun. Demikian juga dengan tata cara ibadahnya. Positif Isi ajaran ditolak. Rasulullah saw. karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan memelihara hak dan kewajiban masing-masing.

Ramadhani.2 Tahun ke-II.. Latar Belakang Historis Turunnya Ayat Ayat AlQur"an. 1967. CV. Wiwijaya. Alih Bahasa Ahmad Soedjono. Problematik Hukum Islam Dan Negara Islam. Januari 1971.DAFTAR PUSTAKA  Alamsyah Ratu Perwiranegara. The Moslem Conduct of State.  Sukanto M. Nur Cahaya.  Sayid Sabiq. Jakarta.Oemar Amir Hoesin dan Amiruddin Djamil. 1975.  Sobhi Mahmassani.Al Maarif. PT. 1980. Bulan Bintang. "Di Dalam Negara Pancasila Agama Akan Berkembang  Subur".Hasbi Ash-Shiddieqy.6 Tahun ke-II Juli/Agustus 1981 (Majalah Bulanan Depag). Desember 1971. 1975. Eresco. CV. CV. Lahore. The Institute of Islamic Culture. A. Semarang. "Peranan Ilmu Tafsir Dalam Penggalian Hukum Islam. Wijaya. 1974. Al-Fatah No. Semarang. Lahore. 1956.  Muhammad Hamidullah.  Qamaruddin et. Islamic Ideologi. Jakarta. Gerungan. Membentuk Negara Islam.  T'.  Zainal Abidin Fikry. Abday Rathomy. Terjemahan Moh. 1978. Bandung. . Filsafat Hukum Dalam Islam. Pamadhani. Jakarta. Asbabun Nuzul.  W. 1977..4/5 Tahun ke-II/III. CV.  Barmawie Umarie. Diponegoro. PT.M. Bandung. Aqidah Islam .M.  Hukum Antar Golongan Dalam Fiqh Islam.  M. "Pengantar Ilmu Fikih". Yogyakarta. Bulan Bintang. 1971. Bandung. 1974. Falsafah Hukum Islam.al. 1968. Pustaka. Undang Undang Politik Islam. Jakarta. Orde Tertib Hidup Beragama. CV.  Khalifa Abdul Hakim. Shaikh Muhammad Ashraf.  Hasbullah Bakry. Jakarta. Terj. Isa Sarul. Materia Akhlak. No.  Zainal Abidin Ahmad. Gema.Diponegoro. Jakarta-Bandung. Al-Fatah. Psychologi Sosial Sebuah Ringkasan.  Oesman Mansoer. No.  Muhammad Asad (Leopold Weis). Islam Dan Kemerdekaan Beragama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful