P. 1
Kerukunan Dalam Islam

Kerukunan Dalam Islam

|Views: 181|Likes:
Published by Amalia Azariska

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Amalia Azariska on Oct 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2015

pdf

text

original

MAKALAH KERUKUNAN DALAM ISLAM

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Disusun Oleh :

Amalia Aza Riska Luthfi Helvida Mutiara Ayu Ulansari Sri Lestari Vera Alkathirie TINGKAT FAKULTAS/JURUSAN

: : : : : : :

12630054 12630066 12630013 12630053 12630025 SEMESTER 1 EKONOMI/AKUNTANSI

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN UNIVERSITAS BOROBUDUR Jl.Raya Kalimalang No.1 Jakarta Timur, Telp/Fax : (021) 8613868, 8613872

PENDAHULUAN “Rukun” dari Bahasa Arab “ruknun” artinya asas-asas atau dasar. Demikian pula pada frase “rukun Islam. Kerukunan hidup umat beragama artinya hidup dalam suasana damai. Kata “rukun” pada dasarnya bermakna fondasi atau pilar. Kedalaman makna dari kata “rukun” inilah yang tampaknya menjadi alasan kenapa dua wilayah pemerintahan disebut sebagai “rukun warga” dan “rukun tetangga. Nabi.” misalnya. Sepintas lalu banyak yang mempertukarkan atau menganggap sama antara kata rukun dan damai (kerukunan dan kedamaian). dan ketentuan Tuhan adalah prinsip-prinsip utama yang tidak saling bertentangan. Kata “rukun” di sana bermakna fondasi. zakat. Lebih dari itu. pilar. Kata yang berasal dari bahasa Arab ini sering digunakan ketika menyebut frase “rukun iman” atau “rukun Islam. tidak bertengkar. kerukunan memiliki makna yang jauh lebih dalam dan karenanya sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan konflik dan kekerasan. . salat.” Membaca dua kalimat syahadat.” Rukun pada frase-frase itu merujuk pada makna fondasi. Kerukunan adalah kata yang sering sekali dipakai untuk kampanye perdamaian di tengah ancaman kerusuhan dan kekerasan sosial.” Di sini tampak bahwa kerukunan tidak hanya dimaknai sebagai hidup dalam damai dan saling menghargai. Sebenarnya. hari akhir. atau tiang. seperti rukun Islam. Kitab Suci. puasa. tidak dimaksudkan sebagai upaya untuk mendamaikan prinsip-prinsip keimanan dalam Islam. kerukunan dimaknai sebagai fondasi bagi kehidupan bersama. walaupun berbeda agama. Percaya kepada Tuhan. Pada frase “rukun iman. dan naik haji bagi yang mampu bukanlah hal-hal yang bisa berkonflik dan harus didamaikan. Ia bukan sekedar hidup damai dan harmoni. Rukun dalam arti adjektiva adalah baik atau damai.

lalu Dia memberitahukan kepada mereka apayang dahulu mereka kerjakan” . Sebenarnya. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa meletusnya konflik agama bukan disebabkan oleh agama itu sendiri atau bukan disebabkan keberagaman agama semata. Dan bahkan sebenarnya kesadaran jenis kedua yang menjadi faktor utama meletusnya sebuah konflik. agama harus dijadikan satu atau agama sebaiknya ditiadakan agar tidak ada konflik lagi. tetapi juga dipicu oleh kesadaran primordialisme sosiologis. Bahkan Al-Qur’an melarang keras umat Islam melakukan tindakan-tindakan yang merendahkan agama lain. keyakinan dan klaim umat beragama bahwa agamanya yang paling benar di sisi yang lain memang menjadi potensi yang tidak kecil yang mengarah kepada munculnya “konflik agama”. dan ekonomis. Kemudian Tuhan merekalah kembali mereka. meletusnya apa yang disebut dengan “konflik agama”. terutama konflik agama yang berskala besar. jika dikaji secara teliti dan mendasar. tidak hanya dipicu oleh kesadaran teologis yang sempit. apalagi merugikan dan merusaknya. tetapi disebabkan oleh tingkat pemahaman umat beragama terhadap ajaran agamanya dan faktor-faktor lain di luar agama. tetapi untuk melahirkan gaerah keagamaan bagi umat beragama. sehingga tidak terhindarkan adanya sebuah kesimpulan bahwa telah terjadi konflik antar pemeluk dalam satu agama atau konflik antar umat beragama. Oleh karena itu.Kerukunan Dalam Islam Hingga saat ini. Kesimpulan seperti ini pernah dilontarkan oleh pemikir Islam Muhammad Ibn Zakaria al-Razi (865-934) Kesimpulan ini tidak saja salah arah. Maka tingkat pemahaman keagamaan yang tinggi dan konprehensip menjadi power yang sangat dahsat bagi umat beragama untuk mencegah dan meredam meletusnya “konflik agama”. perjalanan sejarah kehidupan manusia masih sulit terhindar dari konflik. tetapi juga sangat membahayakan bagi keberadaan agama-agama. kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik acap kali membawa bendera agama atau aliran dalam agama. Kebenaran agama yang bersifat absolut di satu sisi. Dan inorisnya. karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melapaui batas tanpa pengetahuan. Penjelasan ini terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-A’nam ayat 108 yang berbunyi: “ Dan janganlan kamu memaki sembahansembahan yang mereka sembah selain Allah. politis. tetapi kedua sisi tersebut didesain bukan untuk memicu “konflik agama”. Kemudian kesimpulan tersebut digeneralisasi menjadi sebuah thesis bahwa adanya konflik agama disebabkan oleh keberagaman agama. kemudian kesadaran teologis diikutsertakan dalam konflik tersebut sebagai alat untuk mempermudah menarik simpati masyarakat yang seagama dan sebagai strategi yang efektif untuk memobilisasi massa. Demikianlah kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. termasuk agama Islam. .

Dalam kajan fiqh. maka ia telah mengganggu aku (al-Hadits). Memenuhi janji lawan adalah khianat. Pembelaan diberikan kepada yang teraniaya”. Makna yang terkandung dalam hadits tersebut adalah bahwa di luar masalah teologi. kafir Dzimmi didevinisikan sebagai kelompok masyarakat non-Muslim yang hidup ditengah-tengah umat Islam dan bersedia menjalankan sistem aturan yang ada. tetapi kerukunan dalam hidup beragama juga diartikan bahwa pemeluk agama non-Islam juga bagian dari umat Islam. termasuk fiqh al-siyasi. kerukunan hidup beragama bukan sebatas dimaknai bagaimana perilaku keagamaan umat beragama tidak memicu lahirnya “konflik agama” yang secara konseptual direalisasikan dalam bentuk perilaku sosial. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. sebagai aktualisasi dari kerukunan dalam arti yang kedua.2:256). dan pada pasal 37 yang berbunyi “Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya. seperti menghormati agama orang lain dan tidak meng-Islam-kan secara paksa orang yang sudah beragama (QS. dan politik Shahifah ini disebut konstitusi modern. Dalam Shahifah tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Madinah yang terdiri dari beberapa suku dan agama sebagai umatan wâhidah (satu umat) yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. . Mereka (Yahudi dan Muslimin) bantu membantu dalam menghadapi musuh piagam ini. 109: 1-6). dan bagi kaum muslimin agama mereka. kecuali bagi yang dzalim dan jahat. Majmu’ah al-Wasa’iq al-siyasiyyah li alA’hd al-Nabawyy wa al-Khalifah al-Rasyidah. Bagi kaum Yahudi agama mereka. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri. kaum dzimmi (Kaum Dzimmi atau kafir Dzimmi merupakan istilah yang banyak digunakan dalam dunia fiqh. (QS. 39-47) Bahwa pemeluk agama non-Islam adalah sebagai bagian dari umat Islam sehingga disebut umatan wâhidah juga dapat dipahami dari Sabda Rasulullah yang berbunyi:” Barangsiapa yang mengganggu ( hadits lain “menyakiti ) kaum dzimmi. Makna Ukhuwah Wathaniyah Konsep ukhwah wathaniyah. Kerukunan dalam arti yang kedua ini teraktualisasi dalam konsep ukhwah Wathaniyah dan ukhwah insaniyah. (lihat Muhammad Hamidullah. seperti saling membantu dan saling melindungi antarsesama warga Madinah tanpa melihat asal agama dan suku. sosial.Dari uraian singkat di atas. secara jelas dijabarkan dalam Shahifah Madinah atau konstitusi negara Madinah – oleh banyak pengamat agama. Hal ini dapat dilihat pada pasal 25 berbunyi “Kaum Yahudi dari “awf adalah satu umat dengan mukminin. 1969. A. penulis ingin kemukakan bahwa dalam perspektif Islam. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya”.

Dan secara ontologis. Jalinan perasaan itu menimbulkan sikap timbal balik untuk saling membantu pihak lain yang mengalami kesulitan. serta berperan aktif dalam kehidupan masyarakat) tidak saja bagian umat Islam. bahkan bagian dari kehidupan Rasulullah. terjadi apa yang disebut dengan inter independensi. Rasululllah menilai bahwa kaum Dzimmi juga turut berperan mewujudkan “masyarakat madani” yang dirintis oleh Rasulullah sendiri. pemahaman kerukuanan seperti itu juga besar kemungkinan dapat menyentuh persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi oleh setiap umat beragama. Dalam hadits tersebut. semua komponen-komponen masyarakat yang ada mempunyai andil yang tidak kecil dalam membangun sistem kehidupan. memelihara dan mengamankan. akan mengganggu atau bahkan merusak sistem kehidupan yang ada. profan-material duniawi yang dimiliki oleh setiap umat beragama. barangsiapa yang merusak suatu unsur dalam masyarakat yang sudah baik. seiring dengan dinamika kehidupan itu sendiri. Rasulullah seakan-akan ingin mengatakan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat. serta sikap untuk saling membagi kesenangan kepada pihak lain bila salah satu pihak menemukan kesenangan. Jika inter independensi menjadi sebuah prinsip dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak boleh tidak harus dipegang teguh oleh setiap anggota dan komponen masyarakat. Di sini Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan bermasyarakat. berarti secara tidak langsung ia telah merusak sistem kehidupan itu sendiri. Pemahaman “kerukunan hidup beragama” seperti ini akan bersifat aktif dan dinamis. . baik senang maupun sedih. sosiologis. Ukhuwah atau persaudaraan berlaku sesame umat islam. seperti membangun struktur dan tata nilai kehidupan yang lebih beradab dan humanis. maksudnya perasaan simpati dan empati antar dua orang atau lebih. B. Maka mengganggu kaum Dzimmi. Oleh karena itu. saling membutuhkan dan saling ada ketergantungan. baik suka maupun duka. kaum Dzimmi mungkin dapat dipahami sebagai simbolisasi dari sebauh komponen masyarakat non Muslim yang berprilaku baik. maka memahami arti “kerukunan hidup beragama” adalah bagaimana antarumat beragama dapat saling melindungi. Dalam kajian sosial. bahkan dalam kondisi-kondisi tertentu mungkin dapat meningkatkan sesuatu yang bersifat psikologis. Maka rusaknya atau tidak berfungsinya salah satu komponen masyarakat. taat terhadap sistem aturan yang ada dalam masyarakat.seperti membayar Jazyah (upeti). Masing-masing pihak memiliki satu kondisi atau perasaan yang sama. Kata ukhuwah berarti persaudaraan. berarti menciderai atau merusak “masyakarat madani”. Makna Ukhuwah Islaminyah Kerukunan umat Islam di Indonesia harus berdasarkan atas semangat ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan sesama muslim).

Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah beriman dan barang siapa yang tidak bertaubat. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Sekalipun Allah memberikan petunjuk kebenaran melalui ajaran islam. Allah tidak tetapkan manusia sebagai satu umat. Makna Ukhuwah Insaniyah Konsep Persaudaraan sesame manusia. Itulah fitrah manusia. seperti perbedaan pemikiran. Prinsip kebebasan itu menghalangi pemaksaan suatu agama oleh otoritas manusia. tetapi Allah juga memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih jalan hidup berdasarkan pertimbangan rasionya. (12) Hai orang-orang yang beriman. Al-Hujarat 49: 10-12 yang artinya : (10) sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.yang di sebut Ukhuwah islamiyah dan berlaku pula pada semua umat manusia secara universal tanpa membedakan agama. dan aspek-aspek lainnya. niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat. Ukhuwah Insaniyah. sebagaimana Allah jelaskan dalam QS. Persaudaraan sesama muslim. Oleh karena itu sejak awal penciptaan. Agama islam memberikan petunjuk yang jelas untuk menjaga agar persaudaraan sesama muslim dapat terjalin dengan kokoh sebagaimana disebutkan dalam QS. jauhilah kebanyakan dari prasangka. berarti saling menghormati dan saling menghargai relativitas masing-masing sebagai sifat dasar kemanusiaan. padahal Allah bisa bila mau. maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. Dan bertakwalah kepada Allah SWT. Yunus 10:99 yang artinya : Dan jikalau Tuhanmu menghendaki. janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita ( yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggilmemanggil dengan gelar-gelar yang buruk. tentulah beriman semua orang yang di . karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. C. (11) Hai orang-orang yang beriman. suku. Al-Maidah (5):48 yang artinya : Sekiranya Allah menghendaki. yaitu Islam. dilandasi oleh ajaran bahwa sesame umat manusia adalah makhluk Allah. sebagaimana firman Allah dalam QS. bahkan Rsulpun dilarang melakukannya. sehingga tidak menjadi penghalang untuk saling membantu atau menolong karena di antara mereka terikat oleh satu keyakinan dan jalan hidup. Sesungguhnya Allah maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. yang disebut Ukhuwah insaniyah. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kamu menggunjing sebagian yang lain.

apalagi menyakiti atau membunuh seseorang hanya alasan berbeda agama. Hal ini tampak jelas pada pandangan Nabi Muhammad yang secara tegas menyamakan kemuliaan jiwa dan harga diri manusia dengan kemulian tanah Suci Makkah dan bula Haji. setiap manusia mendambakan kedekatan kepada Tuhan. dan bulan (haji) ini”. keadilan. seperti term “al-mujrîmûn. yang disampaikan ketika beliau sedangkan menjalankan ibadah haji di ‘Arafah (Makkah) yang berbunyi: “ Wahai manusia. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supanya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dalam QS. al-munâfiqûn. Rasulullah mengawalinya dengan kata “wahai manusia” bukan dengan kata “ wahai orang-orang Islam atau orang-orang yang beriman”. Semua ini menjadi titik temu untuk menyatukan umat beragama yang satu dengan lainnya. Jiwa dan harga diri manusia merupakan simbolisasi dari unsur-unsur internal dan bersifat inheren pada setiap diri manusia. alkâfirûn” dll. tidak dibenarkan oleh Islam. tetapi yang dikecam AlQur’an adalah sifat-sifat manusianya. pemaknaannya ditekankan kepada pemahaman eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang secara individual mempunyai banyak kesamaan nilai-nilai antara manusia yang satu dengan lainnya. kejujuran. kedamaian.muka bumi seluruhnya. dalam konsep Ukhwah Insaniyah. Konsep Ukhwah Insaniyah sebagai aktualisasi dari kekurukan yang termasuk dalam arti kedua dapat kita temukan dalam Sabda Rasulullah saw. dimana pemaknaan “Kerukunan Hidup Beragama” ditekankan kepada dimensi sosialnya karena manusia (baca umat beragama) ditempatkan sebagai makhluk sosial. maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir. harta dan harga dirimu semua adalah mulia seperti mulia hari (‘Arafah) ini. kebenaran yang bersemayam dalam jiwanya dan menolak hal-hal yang bersifat kebalikannya. tanah suci Makkah ini. membenci. Senada dengan makna ayat tersebut. . sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang salah. Berbeda dengan konsep Ukhwah Wathiyah. Dalam hadits tersebut. tampak dengan jelas. Dalam konteks ini. Al-Baqarah (2): 256 Allah juga berfirman : Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam). bahwa Rasulullah mempunyai komitmen kemanusiaan yang bersifat universal dan sangat tinggi. Dalam hadits tersebut. Dan AlQur’an sendiri hampir tidak pernah mengecam manusia. dalam QS> al-Kahfi (18):29 Allah berfirman: Dan katakanlah: Kebenaran itu dating dari Tuhanmu. Pada dasarnya. sesungguhnya jiwa.

asbabun nuzul ayat diatas adalah : Hushain dari Golongan Anshar suku Bani Salim yang mempunyai dua orang anak yang beragama Nasrani. Sesungguhnya Allah atas segala sesuatu menjadi saksi (Mengetahui). Menurut riwayat Ibnu Jurair dari Said yang bersumber dari Ibnu Abbas. orang -orang Yahudi. : "bolehkah saya paksa kedua anak itu. dan peperangan yang dilaksakan Islam hakekatnya adalah untuk mempertahankan kebebasan beragama. Kemudian dalam surat Al-Hajj 17 Allah berfirman : Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin. maka turunlah ayat diatas.) agama (Islam) Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada yang salah. kemerdekaan beragama adalah merupakan salah satu azaz dalam pengembangan dan penyiarannya dan pemaksaan sama sekali tidak dapat dibenarkan. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. orangorang musyri) Allah memberikan keputusan diantara mereka dihari kiamat. Ia bertanya kepada Nabi saw. dan tetap ingin beragama Nasrani?". karena mereka tidak taat kepadaku. Kerukunan Beragama di Zaman Rasulullah Dalam Al-Qur‟an Surat Al-Baqarah 256 Allah berfirman : Artinya:Tidak ada paksaan untuk (memasuki. Dalam Islam. sedang dia sendiri beragama Islam.D.orang-orang Majusi. bahkan terhadap para tawanan perangpun Islam tidak pernah memaksakan mereka untuk memeluk agama Islam. Baik itu berupa pemaksaan pisik (ancaman pisik) maupun berupa pemaksaan mental (pemboikotan ekonomi). Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut [162] dan beriman kepada Allah. . Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. orang-orang Nasrani. orang orang Shabiin (orang-orang yang mengikuti syari’at Nabi-Nabi zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah dewa-dewa. Demikian konsep kemerdekaan beragama yang diterapkan (diajarkan) oleh Rasulullah saw dan para pemimpin Islam (Khulafaur Rasyidin).

Islam juga memproklamirkan persamaan derajat manusia. Manusia secara keseluruhannya adalah makhluk Allah. sama rata dalam memikul kewajiban. antara Kepala Negara dan Rakyat Jelata.. Semua mereka dalam hal yang demikian sama dengan gigi sisir tidak panjang yang satu dari yang lain dan tidak kurang yang satu dari yang lain.1 : Artinya: Hai sekalian manusia. yang diciptakan-Nya dari asal yang satu yaitu Nabi Adam as. Persamaan derajat manusia (Equality) Disamping memproklamirkan kemerdekaan beragama. Hasbi AshShiddieqy.manusia semuanya dalam Syari'at Islam sama rata walaupun mereka berbeda-beda bangsa dan kabilah. dalam tulisannya menjelaskan (1977: 47): . Syari'at Islam tidak membenarkan untuk mengambil hak orang lain untuk menentukan dan memilih agama yang akan . Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. hanya ketaqwaan jua yang membedakan manusia disisiNya. Jika Allah sebagai Zat Yang Maha Tinggi memandang semua manusia sama. TM.. juga tidak ada perbedaan antara bangsa Kulit Putih dengan bangsa Kulit Hitam. dan daripadanya Allah menciptakan isterinya. sama rata dalam bertanggung jawab. hanya ketaqwaan yang membedakannya. bertaqwalah kepada Tuhan mu yang telah menjadikan kamu dari seorang diri.Karena peperangan dilakukan adalah terhadap mereka yang menghalangi pelaksanaan penyiaran Islam (defensive). sama rata dalam menghadapi hak. maka sungguh sangat tak logis jika manusia mengadakan pengkotak-kotakan sendiri antar sesamanya. Tidak ada perbedaan antara pimpinan dengan yang dipimpin. bukan berupa expansive.13 : Artinya: Hai sekalian manusia. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak Dan firman Allah pada surat Al-Hujuraat.. sebagaimana firman Allah pada surat An-Nisa. supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Dengan prinsip persamaan dimaksud.

bahasa. Toleransi beragama (Tolerance of Religious) Toleransi beragama dalam Islam ditegakkan atas dasar kemerdekaan beragama. Landasan dasar pemikiran ini adalah firman Allah dalam QS. mengirim dan menerima utusan dari berbagai Raja dan Kabilah. serta agama. ke Madinah (Yatsrib). Konsep Toleransi dalam Islam Berdasarkan pengertian toleransi. Tiga agama besar saat itu Yahudi. dalam rangka pertukaran pendapat masalah agama. bahasa. Rasulullah telah memberikan pengakuan kepada seorang Kepala Pedupaan sucinya Farrukh putera Syakhsan demikian pula telah diberikan perlindungan terhadap pemeluk agama Majusi.. Al-Hujurat ayat 13. Semua warga negara yang Non Muslim diberikan hak untuk menyelesaikan perkara-perkara diantara mereka menurut hukum perseorangan (personal law) mereka sendiri. Pasal 25 sampai 35 (11 pasal) membuat pengakuan hak-hak warganegara untuk berbagai suku bangsa Yahudi. Terhadap agama Nasrani tercermin dari tindakan Rasulullah saw. Nasrani dan Majusi (Zaroaster) telah mendapat pengakuan hak-haknya dari pemerintahan Islam saat itu. budaya. pengakuan hak-haknya dapat dilihat dalam naskah proklamasi Negara Islam Pertama : . Diakui pula hak kebebasan mereka untuk memeluk dan menjalankan ajaran-ajaran agamanya. sepanjang mereka tidak melanggar nilai-nilai dasar hak azazi manusia. warna kulit. Akan tetapi. toleransi beragama harus dipahami sebagai bentuk pengakuan kita akan adanya agama-agama lain selain agama kita dengan segala . telah meletakkan toleransi beragama sebagai salah satu prinsip dari Negara Islam yang didirikannya setelah hijrah. toleransi mengarah kepada sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan. Terhadap golongan Yahudi. tiap-tiap pelanggaran atas ketertiban umum berarti memanggil kerusakan atas dirinya dan atas keluarganya (Ahmad: 79) E.dianutnya. Karena itu sungguh tepat sekali apa yang dinyatakan oleh Khalifa Abdul Hakim dalam tulisannya (1953: 208) : Yang paling mendasar dari pada konstitusi (Islam) adalah menjamin persamaan dan kemerdekaan warga negara dalam segala bidang. kecuali kalau mengganggu ketertiban umum. Toleransi dalam beragama bukan berarti kita hari ini boleh bebas menganut agama tertentu dan esok hari kita menganut agama yang lain atau dengan bebasnya mengikuti ibadah dan ritualitas semua agama tanpa adanya peraturan yang mengikat. adat-istiadat. walaupun pada waktu pernyataan proklamasi ini belum ikut memberikan kesetiaannya. Terhadap agama Majusi. Ini semua merupakan fitrah dan sunnatullah yang sudah menjadi ketetapan Tuhan. Rasulullah saw.. baik dari sisi suku bangsa. persamaan dan keadilan.

Karena itu. dalam hubungannya dengan keyakinan (akidah) dan ibadah. 1. Ini berarti keyakinan umat Islam kepada Allah tidak sama dengan keyakinan para penganut agama lain terhadap tuhan-tuhan mereka. Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka. Ekumenis Isi ajaran serta penganutnya dihargai. tetapi sudah diaplikasikan dalam kehidupan sejak agama Islam itu lahir. pernah ditanya tentang agama yang paling dicintai oleh Allah. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa. Namun.bentuk system. Demikian juga dengan tata cara ibadahnya. . 2. Rasulullah saw. tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai. Toleransi dibagi menjadi 3. karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri. 3. agama Islam menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. itulah agama Islam. umat Islam tidak mengenal kata kompromi. Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham. karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan memelihara hak dan kewajiban masing-masing. Negatif Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. tetapi penganutnya diterima serta dihargai. maka beliau menjawab: al-Hanafiyyah as-Samhah (agama yang lurus yang penuh toleransi). dan tata cara peribadatannya dan memberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinan agama masing-masing. Bahkan Islam melarang penganutnya mencela tuhan-tuhan dalam agama manapun. Konsep toleransi yang ditawarkan Islam sangatlah rasional dan praktis serta tidak berbelit-belit. Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan. Positif Isi ajaran ditolak. Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda. Maka kata tasamuh atau toleransi dalam Islam bukanlah “barang baru”.

.Diponegoro. Alih Bahasa Ahmad Soedjono. CV. Undang Undang Politik Islam.  Zainal Abidin Ahmad. PT. Shaikh Muhammad Ashraf. 1974.al. Lahore. Januari 1971. Jakarta. Bandung. 1975. Psychologi Sosial Sebuah Ringkasan. Orde Tertib Hidup Beragama.  Hukum Antar Golongan Dalam Fiqh Islam. Problematik Hukum Islam Dan Negara Islam.  Muhammad Hamidullah. Eresco. Bulan Bintang.M. Asbabun Nuzul. No. 1968. Bandung.  Qamaruddin et.  Oesman Mansoer.  W.  Sayid Sabiq. 1974. 1980. Bandung. The Moslem Conduct of State.  Zainal Abidin Fikry. Terjemahan Moh. Latar Belakang Historis Turunnya Ayat Ayat AlQur"an. 1971. Al-Fatah No. Jakarta. CV. Yogyakarta. Jakarta. 1967. Falsafah Hukum Islam. Jakarta. CV. Jakarta. "Peranan Ilmu Tafsir Dalam Penggalian Hukum Islam.DAFTAR PUSTAKA  Alamsyah Ratu Perwiranegara. Semarang.2 Tahun ke-II. CV. Membentuk Negara Islam. Nur Cahaya. "Pengantar Ilmu Fikih". "Di Dalam Negara Pancasila Agama Akan Berkembang  Subur". 1977.  Muhammad Asad (Leopold Weis). 1956. PT. 1978. Wiwijaya.4/5 Tahun ke-II/III.  Sobhi Mahmassani. Materia Akhlak. Gerungan. No. Islamic Ideologi. Wijaya. Islam Dan Kemerdekaan Beragama. Aqidah Islam .6 Tahun ke-II Juli/Agustus 1981 (Majalah Bulanan Depag). CV. Pamadhani.  Hasbullah Bakry.Oemar Amir Hoesin dan Amiruddin Djamil. Lahore. 1975. Jakarta-Bandung. Abday Rathomy. Semarang. A. Desember 1971. Bulan Bintang.  Barmawie Umarie. Diponegoro. Isa Sarul.  Sukanto M. Filsafat Hukum Dalam Islam.Al Maarif.  M.  T'. The Institute of Islamic Culture. Al-Fatah. .  Khalifa Abdul Hakim.. Pustaka. Ramadhani.Hasbi Ash-Shiddieqy. Terj. Gema.M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->