A.

Definisi Banjir
Banjir adalah pertistiwa terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang tinggi dan terus menerus. kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu fondasinya. Air banjir juga juga membawa lumpur berbau yang dapat menutup segalanya setelah air banjir surut. B. Jenis – Jenis Banjir Beberapa jenis banjir dan penjelasannya adalah sebagai berikut : 1. Banjir Bandang Banjir bandang adalah banjir besar yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya sesaat yang yang umumnya dihasilkan dari curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi (jangka waktu) pendek yang menyebabkan debit sungai naik secara cepat. Contoh banjir bandang adalah di Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Banjir itu terjadi pada tanggal 2 November 2003 dengan dengan korban jiwa sebanyak 151 jiwa dan korban hilang mencapai 101 jiwa. Banjir bandang umumnya Dari sekian banyak kejadian, sebagian besar diawali oleh adanya longsoran di bagian hulu sungai. Kemudian, material longsoran dan pohon-pohon menyumbat sungai dan menimbulkan bendung-bendung alami. Selanjutnya, bendung alami tersebut ambrol/roboh dan mendatangkan air bah dalam volume besar dalam waktu yang sangat singkat. Banjir bandang dengan debit puncak tinggi disertai aliran kayu-kayuan dan batu-batuan yang terjadi dengan kecepatan tinggi dan waktu relatif singkat, kembali menggoncang persada Indonesia. Kejadian ini dapat dirunut kembali secara berturut-turut; Pacet 2001 Jawa Timur, Bahorok 2003 dan Kutacane 2004 di Sumatra Utara, Jember 2005 Jawa Timur, Sinjai 2006 Sulawesi Selatan dan Gorontalo 2006 Sulawesi Utara, dan terakhir adalah banjir bandang di Aceh dan Langkat Sumut tahun 2006 yang sangat memilukan hati.

2. Banjir Hujan Extreme Banjir ini biasanya terjadi hanya dalam waktu 6 jam sesudah hujan lebat mulai turun. Biasanya banjir ini ditandai dengan banyaknya awan yang menggumpal di angkasa serta kilat atau petir yang keras dan disertai dengan badai tropis atau cuaca dingin. Umumnya banjir ini akibat meluapnya air hujan yang sangat deras, khususnya bila tanah bantaran sungai rapuh dan tak mampu menahan cukup banyak air. Nya antara lain adalah:  kegagalan bendungan menahan volume air (debit) yang meningkat,  es yang tiba-tiba meleleh atau,  berbagai perubahan besar lainnya di hulu sungai. Kerawanan terhadap banjir kilat akan meningkat bila wilayah itu merupakan lereng curam, sungai dangkal dan pertambahan volume air jauh lebih besar daripada yang tertampung, air mengalir melalui lembah-lembah sempit dan bila hujan guntur terjadi.

Sulawesi Selatan. Banjir Hulu Banjir yang terjadi di wilayah sempit. Mereka memburu hewan-hewan liar seperti gorila. lantai. Kabupaten Bantaeng. Banjir Pantai (Rob) Banjir yang disebabkan angin puyuh laut atau taifun dan gelombang pasang air laut 5. Walau penebangan hutan dapat dilakukan dalam aturan tertentu yang mengurangi kerusakan lingkungan. Pohon-pohon besar ditebangi dan diseret sepanjang hutan. dan simpanse untuk dimakan. Asia.3. Data sejarah banjir luapan sungai yang melanda kota-kota di lembah utama membuktikan bahwa tindakan-tindakan perlindungan tidak bisa diandalkan. bahaya pada saat banjir bandang. Datangnya banjir dapat mendadak. yang bukan hanya dari induk sungai melainkan juga dari anakanak sungai. C. sementara jalan akses yang terbuka membuat para petani miskin mengubah hutan menjadi lahan pertanian. Di bawah ini adalah gambar tentang Pemukiman di sempadan sungai. Jenis banjir ini terjadi setelah proses yang cukup lama. kecepatan air tinggi. dan mendorong peluapan air lembah-lembah sungai yang mandiri (yang bukan merupakan anak sungainya) banjir yang meluap dari sungai-sungai selain induk sungai. Banyak tipe kayu yang digunakan untuk perabotan. dan konstruksi diambil dari hutan tropis di Afrika.hari atau bermingguminggu tanpa berhenti. Banjir Luapan Sungai atau kiriman Jenis banjir ini biasanya berlangsung dalam waktu lama dan sama sekali tidak ada tandatanda gangguan cuaca pada waktu banjir melanda dataran – sebab peristiwa alam yang memicunya telah terjadi berminggu-minggu sebelumnya. orang-orang di daerah seperti Amerika Serikat secara langsung membantu perusakan hutan hujan. dan Amerika Selatan.yaitu : Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi : Salah satu sebab utama perusakan hutan hujan dan terjadinya banjir adalah penebangan hutan. 4. Jenis banjir ini terjadi sepanjang sungai dan anakanak sungainya dan membanjiri wilayah luas. Penelitian telah menemukan bahwa jumlah spesies yang ditemukan di hutan hujan yang telah ditebang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah yang ditemukan di hutan hujan utama . Banjir luapan sungai ini kebanyakan bersifat musiman atau tahunan dan bisa berlangsung selama berhari. Dengan membeli produk kayu tertentu. kebanyakan penebangan hutan di hutan hujan sangat merusak. kijang. dan berlangsung cepat dan jumlah air sedikit. Di Afrika para pekerja penebang hutan menggantungkan diri pada hewan-hewan sekitar untuk mendapatkan protein. Faktor – Faktor Penyebab Banjir Berikut adalah penyebab banjir secara umum . akibat beranekaragamnya sumber banjir.

Hujan terus – menerus b. Banjir kiriman dari Bopuncur (Bogor. Beberapa factor alam dan factor manusia yang menyebabkan terjadinya banjir. yaitu : . Penduduk lokal biasanya bergantung pada penebangan hutan di hutan hujan untuk kayu bakar dan bahan bangunan. Rusaknya rumah penduduk Rusaknya lahan pertamina Macetnya arus transportasi Harga sembako naik Hilangnya surat-surat berharga Timbulnya berbagai penyakit seperti :   DBD Diare E. Penebangan pohon secara liar d. Sebagai contoh. Mendirikan rumah e. c. beberapa wilayah di hutan-hutan di sekitar kamp-kamp pengungsian di Afrika Tengah (Rwanda dan Congo) benar-benar telah kehilangan seluruh pohonnya. Banyaknya bangunan bertingkat f. b. e. maka sebelum terjadi pemerintah dan masyarakat harus melakukan beberapa usaha untuk mencegahnya. Banyak hewan di hutan hujan tidak dapat bertahan hidup dengan berubahnya lingkungan sekitar. DKI Jakarta berada di daratan rendah 2. praktek-praktek semacam itu biasanya tidak terlalu merusak ekosistem. Membuang sampah ke kali b. curamnya peningkatan jumlah orang yang menebangi pohon di suatu wilayah hutan hujan bisa jadi sangat merusak. Air laut pasang c. saat ini wilayah dengan populasi manusia yang besar. Mendirikan rumah di bantaran kali c. Tsunami d. Puncak dan Cianjur) e. yaitu 1. Mencegah Banjir Banjir adalah suatu bencana alam yang selalu terjadi setiap tahun. d. Dampak Bencana Banjir a. Pada masa lalu. Penggunaan air tanah secara berlebihan D.yang belum tersentuh. Bagaimanapun. Faktor Alam : a. f. Faktor Manusia : a.

Mencegah banjir dengan membuat sumur resapan adalah cara yang terbaik untuk daerah perkotaan. untuk mengatasi banjir ini adalah dengan mebuat lubang resapan Biopori di dalam tanah. Kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam menanggulangi banjir sangat memegang peranan penting. dengan biaya cukup murah. tetapi tertahan pada akar pepohonan. isinya mewajibkan warga Jakarta mebuat sumur resapan. yaitu dengan menanam banyak pepohonan agar air hujan tidak langsung mengalir ke sungai. maka kebanyakan warga DKI tidak melaksanakan aturan perda tersebut. dimana rongga-rongga tersebut akan terisi udara yang menjadi saluran air untuk meresap ke dalam tanah. Biopori sendiri merupakan pori-pori berbentuk lubang (terowongan ) yang terbentuk oleh aktivitas organisme tanah dan pengakaran tanaman. banjir sudah dipastikan akan datang kembali. yang telah dijadikan Perda no. Salah satu cara terbaru. Itu salah satu sebab mengapa banjir selalu terjadi dan semakin parah saja setiap tahunnya. 17/1996. Jika sampah dibuang sembarangan. Tidak membuang sampah ke sungai atau ke jalanan. Namun pembangunan kanal tersebut tidak menjamin bahwa banjir tidak akan terjadi. Aktivitas merekalah yang akan menciptakan ronggarongga atau liang-liang di dalam tanah. maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan meningkat. memicu masalah banjir semakin buruk dari tahun ke tahun. Mengolah sampah dengan benar. sampah dapat menyumbat saluran-saluran air yang ada dan mengakibatkan banjir saat hujan datang. Bila lubang-lubang seperti ini dibuat dalam jumlah yang banyak. Kandungan air pada akar pepohonan akan berfungsi sebagai reservoir di musim kemarau. juga dapat mengurangi bahaya banjir. Pembangunan banjir kanal didaerah Timur dan Barat DKI Jakarta diharapkan akan mengurangi terjadinya banjir dimasa mendatang. Tanpa ada partisipasi masyarakat secara luas. DKI Jakarta sudah menerapkan kewajiban bagi warganya untuk membuat sumur resapan melalui SK Gubernur DKI nomor 17 Tahun 1992. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di . Kurangnya kepedulian warga dan lemahnya peran pemerintahan menjalankan peraturan yang ada. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar dapat mengurangi banjir tahunan. Namun karena biaya pembuatan yang cukup mahal. Kepedulian warga tetap memegang peranan penting dalam mencegah banjir.

 Membuat Lubang Resapan Air Buat lubang berbentuk silinder secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm. Dengan kata lain akan mengurangi banjir yang mungkin akan terjadi. pelataran parkir. dengan kedalaman lubang 80-100cm. Alat pembuat lubang biopori dapat di beli di kampu IPB dan juga di Toko Trubus terdekat. ia sudah memakainya selama 20 tahun lebih di lingkungan rumahnya. 175. dan juga bisa dibuat di dasar parit. gedung perkantoran. Lubang Biopori bisa dibuat dimana saja. Metode Biopori ditemukan oleh Ir. pembuatan lubang biopori ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga juga. Masukan sampah organik yang berasal dari sampah dapur. Karena air dapat diserap langsung ke dalam tanah.-.000. Cara ini boleh dibilang murah dan mudah dibuat dibandingkan dengan membuat sumur resapan yang memerlukan lahan luas dan biaya bahan yang cukup besar. halaman rumah terutama disekitar rumah yang berlahan sempit sekalipun. Kamir Raziudin Brata MSc. Dengan adanya bahan organik yang cukup. taman dan kebun. Sampah organik ini memancing binatang-binatang kecil seperti cacing atau rayap masuk kedalam lubang dan membuat rongga biopori sebagai saluran-saluran kecil. Atau memasang pipa paralon diamerter 12cm di bagian atasnya. Peningkatan jumlah biopori tersebut dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. didasar saluran air (got). seharga Rp. Agar pinggiran lubang tidak cepat rusak. Bahan organik ini. Dengan meningkatnya aktifitas organisme dalam tanah maka akan semakin banyak rongga-rongga biopori yang terbentuk.permukaan tanah. aktifitas mereka didalam tanah akan meningkat. bibir lubang diperkuat dengan adonan semen selebar 2-3 cm dengan tinggi 10 cm. Lubang resapan ini bisa dibuat halam rumah. daun yang terjatuh mengering. batas antara tanam dan teras. potongan rumput dan vegetasi lainnya. dimana ada genangan dan aliran air hujan. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik. melalui proses pengomposan. . menjadi sumber energi bagi organisme di dalam tanah. Dengan alat yang sederhana. atau pada tanah lapang berumput. potongan rumput dan sampah vegatasi lainnya kedalam lubang tersebut. seperti sampah-sampah organik rumah tangga. peneliti dan dosen Department Limu Tanah dan Sumber Daya Alam IPB tahun 1976. sisa-sisa tanaman. Sebelum disosialisasikan ke masyarakat. disekeliling mulut lubang agar tak cepat rusak terkikis.

Membuat talang – talang dan menyediakan perahu karet c. Menyediakan pompa air Usaha dari masyarakat : a. Melaksanakan program kali bersih (Prokasih) d. karena sampah lambat laun akan menyusut. Menyampaikan informasi b. Menyediakan posko penanggulangan banjir / membuat dapur umum b. Menanggulangi Banjir  Usaha dari pemerintah : a. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman. Memelihara pintu air b. Memberikan penyuluhan c. buah-buahan dan jenis tanaman lainnya. Menaati peraturan F. Tambahkan sampah organik kedalam lubang.Sampah dalam lubang akan menjadi sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses pengomposan. Beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya banjir :  Usaha dari Pemerintah : a. Membangun kantong – kantong air e. Sampah yang telah terurai oleh microba ini dikenal sebagai kompos yang dapat dipergunakan sebagai pupuk organik. Melakukan penertiban pembangunan liar di pinggir atau bantaran sungai  Usaha dari masyarakat : a. Melakukan kerja bakti secara berkala b. Melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai alat pembuat kompos. Tidak membuang sampah pada saluran air c. Menyediakan prasarana bak – bak bekas c. Setelah lubang dirasakan sudah penuh. Membantu mengumpulkan kebutuhan yang diperlukan  . kompos bisa diambil untuk dijadikan pupuk tanaman. sayuran. seperti tanaman hias.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful