P. 1
Apusan Darah

Apusan Darah

|Views: 336|Likes:
Published by Windy Febriyanti

More info:

Published by: Windy Febriyanti on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

pdf

text

original

APUSAN DARAH LANDASAN TEORI Darah merupakan bagian terpenting dalam system transport.

Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri atas dua komponen yaitu: Plasma darah merupakan bagian yang cair

Plasma darah adalah cairan yang mengandung sel-sel darah. Di dalam plasma darah terlarut berbagai macam zat antara lain zat makanan, protein, zat sekresi dan gas (O2, CO2, dan N2). Plasma darah mengandung serum yang berfungsi sebagai tempat pembentukan antibodi. Selain darah, cairan tubuh yang lain adalah limfe. Cairan limfe terbentuk dari air, glukosa, lemak, dan garam. Limfe berfungsi sebagai alat pengangkut cairan dan protein, emulsi lemak, dan penghasil antibodi. Komponen seluler limfe terdiri dari limfosit dan granulosit. Benda-benda darah yang terdiri atas sel-sel darah yaitu sel darah putih ( leukosit ), sel darah

merah (eritrosit), dan sel pembeku darah (trombosit) v Sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Jumlah eritrosit bervariasi tergantung pada jenis kelamin dan usia. Eritrosit berbentuk cakram bikonkaf, berdiameter kira-kira 8 m, dan tidak mempunyai nukleus. Warna merah disebabkan oleh hemoglobin (Hb) yang berwarna merah tua. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen. Setiap hemoglobin terdiri atas protein yang disebut globin dan pigmen non protein

v

Sel darah putih (leukosit)

Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, dan kelenjar limpa. Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 – 9000 sel/cc darah. Leukosit berumur 12 hari. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk fagosit (pemakan) bibit penyakit/benda asing yang

masuk ke dalam tubuh. Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Kemampuan leukosit untuk menembus dinding pembuluh darah ( kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut diapedesis. Peningkatan jumlah leukosit merupakan petunjuk adanya infeksi, misalnya radang paru-paru.LEUKOSIT v Trombosit

Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah. Trombosit disebut juga sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor). Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofi li. Pada hewan tingkat rendah seperti Mollusca dan Artropoda terdapat darah yang biasanya disebut hemolimf. Fungsinya untuk transport bahan makanan, sisa-sisa metabolism dan juga mempunyai fungsi dalam respirasi (mengangkut gas O2 dan CO2). Karena itu hemolimf mempunyai pigmen pernapasan seperti hemoglobin (pada Annelida), hemosianin (pada Mollusca), hemeritrin (pada Annelida) dan klororuorin (pada Annelida). Selanjutnya istilah darah adalah darah yang terdapat pada Vertebrata yang berwarna merah karena adanya hemoglobin pada eritrosit. Darah .dapat dibuat preparat apus dengan metode supra vital yaitu suatu metode untuk mendapatkan sediaan dari sel atau jaringan yang hidup. Sel-sel darah yang hidup dapat mengisap zat-zat warna yang konsentrasinya sesuai dan akan berdifusi ke dalam sel darah tersebut.selanjutnya zat warna akan mewarnai granula pada sel bernukleus polimorf. TUJUAN PENGAMATAN Membuat preparat apus darah Mengamati preparat apus darah ALAT DAN BAHAN

-

Jarum Frankee atau blood lancet Object Glass Alkohaol 70% Kapas Larutan Giemsa Mikroskop

CARA KERJA Dilakukan pengambilan darah probandus dengan cara sebagai berikut : a) b) c) d) e) Tangan probandus diayunkan terlebih dahulu sebelum jarinya ditusuk Ujung jari dibersihkan dengan kapas yang telah dibasahi alcohol 70% Pegang dan tekan sedikit jari tersebut Jarum frankee disetel 3-4 mm Jari ditusuk dengan jarum dengan arah tusukan tegak lurus garis-garis sidik jari dan setelah

darah keluar, jari tidak boleh ditekan-tekan dan diperas. Apabila menggunakan daun telinga, bagian yang ditusuk bukan bagian sisi tetapi cukup bagian pinggirnya saja. f) Tetesan darah yang pertama diisap atau dihapus dengan kapas (tidak digunakan). Tetesan

darah berikutnya digunakan untuk pemeriksaan. Pembuatan sediaan apus darah a) b) Menyiapkan dua object glass Setetes darah yang berasal dari ujung jari probandus diletakkan pada ujung object glass yang

pertama. c) Object glass yang kedua diambil dan disentuhkan salah satu ujungnya pada object glass

pertama di sebelah kiri tetesan darah sehingga kedua ujung object glass tersebut membentuk sudut 45o ke kanan

d)

Object glass kedua digerakkan ke kanan sehingga tetesan darah berada disudut antara kedua

object glass dan membentuk garis yang tipis. e) Preparat dikeringkn dan siap diwarnai.

Pewarnaan preparat apus a) b) c) Preparat apus yang telah kering difiksir dengan methanol selama 3-5 menit Preparat apus ditetesi dengan larutan Giemsa (9-10 tetes)dan dibiarkan selama 20-30 menit Preparat apus dicuci dalam air mengalir lalu dikeringkan dalam suhu ruang

Pengamatan Preparat apus diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran kuat. ANALISIS DATA Apusan darah merupakan salah satu cara mengamati materi-materi yang ada dalam darah baik materi padat materi cairnya. Materi padat terdiri dari sel darah merah sel darah putih, keepingkeping darah. Setelah diamati menggunakan mikroskop tampak butiran-butiran dari eritrosit seperti gambar dibawah ini: Saat pewarnaan preparat menggunakan larutan Giemsa harus ditunggu sampai kering terlebih dahulu baru dicuci dengan air mengalir sebab apabila belum kering tetapi sudah dicuci maka ketika diamati menggunakan mikroskop maka darah akan terlihat menggumpal. Eritrosit yang diamati berbentuk butiran-butiran kecil berwarna merah dalam jumlah yang banyak dan pada bagian tengahnya seperti terdapat lekukan. Neutrofil adalah adalah bagian sel darah putih dari kelompok granulosit. Bersama dengan dua sel granulosit lain: eosinofil dan basofil yang mempunyai granula pada sitoplasma, disebut juga polymorphonuclear karena bentuk inti sel mereka yang aneh. Granula neutrofil berwarna merah kebiruan dengan 3 inti sel. Eosinofil merupakan sel darah putih bergranulasit yang berfungsi untuk kekebalan tubuh. Limfosit adalah sejenis sel darah putih pada sistem kekebalan makhluk vertebrata. Ada dua kategori besar

limfosit, limfosit berbutiran besar (large granular lymphocytes) dan limfosit kecil. Limfosit memiliki peranan penting dan terpadu dalam sistem pertahanan tubuh. KESIMPULAN Pada praktikum apusan darah yang tampak bagian eritrosit (sel darah merah) dan leukosit . Sel darah merah merupakan salah satu komponen darah yang berbentuk padat, ukuran partikelnya sangat kecil. Mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Eritrosit tampak berdiri sendiri dan berada dalam sebuh cairan yang disebut dengan plasma darah yaitu cairan tempat seluruh sel-sel darah. Untuk sel darah putih diantaranya limfosit, neutrofil dan juga eosinophil. Dengan praktikum apusan darah dapat mengetahui bentuk-bentuk darah. Diantara materi-materi padat darah terdapat cairan yang disebut dengan plama darah. 1. Pilih spreader tepinya rata 2. Pilih kaca obyek bersih & kering 3. Satu 1 tetes darah 1-1,5 cm. Tengah satu sisi kaca obyek (kanan), lihat gambar di bawah ini :

4. Spreader tarik mundur menyentuh tetesan darah, membentuk sudut 25-30*, lihat contoh gambar di bawah ini :

5. Setelah tetesan darah melebar (± 3 cm), dorong kaca penggeser, ke arah depan cepat

6. Di geser sampai darah habis tergeser (apusan kurang lebih 3 cm panjangnya. Waktu menggeser tekanan stabil, sudut 25-30 derajat, lihat contoh gambar di bawah ini :

7. Keringkan di udara beri identitas di daerah yang tebal. 8. Selesai Penilaian Kualitas Preparat yang Sudah Dibuat Tadi : * Lebar x panjang kira-kira 2,5 x 3 cm * Ada bagian yang tebal dan tipis. - Terlalu tebal sel-sel eritrosit menutupi satu sama lain sehingga mempersulit penilaian, - Terlalu tipis sel-sel akan kehilangan bentuk bikonkafitasnya terutama daerah tepi. * Ekor tidak seperti bendera robek * Preparat tidak berlobang

* Preparat tidak terputus-putus, * Lihat contoh preparat yang bagus atau yang layak di baca di bawah ini :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->