P. 1
Pencemaran Sungai

Pencemaran Sungai

|Views: 95|Likes:
Published by Abel Islanzadi

More info:

Published by: Abel Islanzadi on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di galaksi Andromeda ini . Disebut sebagai planet biru karena 70% permukaaan bumi tertutup oleh air, namu n sesungguhnya hanya sekitar 2,5% saja yang berupa air tawar, yang lainya merupa kan air asin. Dari 2,5% itupun tidak semua dapat dikonsumsi oleh mahluk hidup, s isanya adalah air es yang berada dikutub. Maka tidak pada tempatnya jika kita me ngeksplorasi air bersih secara berlebih, seolah-olah air bersih adalah barang ya ng berlimpah di bumi ini. Kemajuan teknologi tak selalu membawa dampak baik bagi kehidupan. Karena semakin pesatnya kemajuan teknologi juga berdampak pada pesatnya pencemaran terutama pe ncemaran air. Baik oleh pabrik industri maupun perorangan. Menurut UU Pokok Peng elolaan Lingkungan Hidup No.4 Tahun 1982, Polusi atau pencemaran lingkungan adal ah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesua i dengan peruntukannya. Sedangkan Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai , lautan dan air tanah aki bat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gemp a bumi juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini ti dak dianggap sebagai pencemaran. Karena alam akan mudah menetralisir kembali pol usi yang diakibatkan oleh gejala-gejala alam seperti diatas. Warga dikota malang menghasilkan sampah yang cukup tinggi tiap hari yakni sebesa r 400 ton perhari. Sebagian besar sampah itu berasal dari sampah rumah tangga. S edangkan sisanya berasal dari sampah pasar hingga sampah industri yang dikumpulk an dari 75 TPS di kota malang. Sedangkan di kota batu sendiri sebanyak 70% sampa h organik maupun non organik yang belum bisa ditampung dan dikelola secara baik di LPA. Dari 350 meter kubik volume sampah Kota Batu per hari, Pemkot Batu hanya bisa menampung dan mengelola sekitar 27 persennya saja di LPA Ngaglik yang sebe ntar lagi akan ditutup. Ini dikarenakan Pemkot Batu belum mempunyai TPA yang bai k dan tekhnologi pengolahan yang modern. Hal itu menyebabkan banyak warga dan pabrik industri yang membuang sampah sembar angan terutama disungai. menurut PP No. 8 tahun 2001, syarat kadar oksigen terla rut untuk air baku minimal 6 mg/liter. Padahal sampah organik maupun non organik akan mengalami pembusukan disungai. Penguraian sampah dalam sungai akan memerlu kan banyak oksigen sehingga akan mengurangi oksigen bebas yang ada di dalam air sungai, Jika O2 berkurang , penguraian sampah tidak sempurna akan menyebabkan ai r berubah warnanya dan berbau busuk. Padahal oksigen terlarut sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup yang ada dalam air. Untuk proses pernafasan dan proses metabol isme. Dalam perairan oksigen berfungsi dalam proses oksidasi dan reduksi bahan k imia yang lebih sederhana sehingga dapat digunakan sebagai nutrien duntuk mahluk hidup dalam perairan. Syarat air bersih harus memenuhi standart 3B yaiu tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak beracun. Tetapi banyak kita lihat air di kota batu yang berwarna keruh dan berbau sering kali bercampur dengan benda– benda sampah seperti plastik, samp ah organic, kaleng dan sebagainnya. Pemandangan seperti ini sering kita jumpai p ada aliran sungai, selokan maupun kolam- kolam di sekitar kita. Air yang demikia n disebut air kotor atau air yang terpolusi. Air yang terpolusi mengandung zatzat yang berbahaya yang dapat menyebabkan dampak buruk dan merugikan kita bila d i konsumsi dan digunakan oleh masyarakat sekitar. Padahal warga kota batu memanfaatkan air sungai untuk kehidupan sehari-hari sepe rti untuk mandi, memasak, mencuci dan berbagai kegiatan lainya termasuk untuk me mberi minum ternak. Hal ini sungguh sangat miris mengingat Malang pernah mendapa

t piala adipura beberapa kali dan batu adalah kota wisata yang berpotensi dikabu paten Malang. Yang notabenya sering dikunjungi oleh banyak turis dari dalam maup un luar negeri. Untuk itu perlu dilakukan penelitian ini agar masyarakat mengert i bahayanya polusi air dan harapannya akan meningkatkan kesadaran masyarakt untu k membudayakan hidup bersih. RUMUSAN MASALAH Apakah air sungai kota batu layak untuk dikonsumsi ? Apakah kandungan COD di kota Batu telah memenuhi standart Nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah ? Apa dampak kekurangan O₂ pada air apabila dikonsumsi ? TUJUAN Untuk mengetahui apakah air sungai di kota Batu dapat dikonsumsi oleh ma syarakat. Untuk meneliti kandungan COD di kota Batu dan membnadingkan engan standa rt COD telah memenuhi standart Nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk mengetahiu dampak kekurangan O₂ dalam air. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat memberika informasi yang akurat kepada masyaraka t. Tentang kandungan Oksigen dalam air sungai Lesti. Selain itu program peneliti an ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersiha n sungai sehingga tidak membuang sampah ke dalam aliran sungai lagi. Progam ini diharapkan juga dapat menyadarkan pemerintah kota batu untuk segera memperbaiki sistem TPA dan menghimbau warganya unutk tidak membuang sampah sembarangan. KEGUNAAN Bagi Penyusun Menambah penjelasan ilmiah serta motivasi untuk berfikir kritis dalam memberikan penjelasan secara ilmiah dan respon terhadap lingkungan hidup. Menambah kesadar an diri penulis untuk lebih menjaga lingkungan hidup dan tidak membuang sampah s embarangan terutama di aliran sungai. Bagi Masyarakat Memberikan penjelasan secara ilmiah dan data yang akurat tentang kandungan oksi gen dalam air sungai akibat dari membuang sampah sembarangan. Dan dampaknya terh adap manusia itu sendiri serta lingkungannya. Sehingga setidaknya dapat mengguga h hati mereka sehingga sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di aliran sungai. Bagi Pabrik Industri Menyadarkan mereka akan berbahayanya limbah pabrik yang mereka buang di aliran s ungai terhadap kelangsungan hidup manusia dan lingkungan. Sehingga mereka akan m ematuhi AMDAL dan setidaknya melakukan pengolahan terhadap limbah pabrik tersebu t seblum membuangnya ke aliran sungai agar dapat mengurangi pencemaran air sunga i. Untuk Pemerintah Memberikan gambaran yang jelas kepada pemerintah tentang bahaya bahan0bahan kimi a yang terakumulasi di air sungai bagi kesehatan masyarakatnya dan lingkungan se kitar. Sehingga pemerintah dapat mengambil tindaka yang tegas terhadap masalah i ni. Batasan masalah atau ruang lingkup Penelitian tidak akan membahas tentang dampak nyata akibat kekurangan oksigen da lam air sungai tersebut pada masyarakat di Sungai Lesti Rt.03 Rw.04 kampung Anya r Desa Ngaglik kota Batu tapi lebih pada dampak yang akan ditimbulkan secara teo ristis. Penelitian ini akan mengambil sampel air yang berada di hulu dan hilir s ungai.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Polusi Air Salah satu dampak negative dari kemjuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi. Polusi adalah peristiwa masuknya zat, un sure, zat atau komponen lain yang merugikan ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polut an. Suatu benda dapat dikatakan polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Polutan dapat berupa suara, panas, radia si, debu, bahan kimia, zat- zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Ad anya polutan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan lingkungan tidak dap at mengadakan pembersihan sendiri ( regenerasi ). Oleh karena itu, polusi terhad ap lingkungan perlu dideteksi secara dini dan ditangani segera. Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsure atau komponen lainnya k e dalam air, sehingga kualitas air terganggu yang ditandai dengan perubahan warn a, baud an rasa. Beberapa contoh polutan antara lain: Fosfat yang berasal dari p enggunaan pupuk buatan dan detergen, Poliklorin Bifenil (PCB) senyawa ini berasa l dari pemanfaatan bahan- bahan peluma dan plastic, Minyak dan Hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak, logam- logam bera t berasal dari industri bahan kimia dan bensin, Limbah Pertanian berasal dari ko toran hewana dan tempat penyimpanan makanan ternak, Kotoran Manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.( Djambur, 1993 ) Krieteria Air yang Bersih dan Sehat Air bersih disini kita kategorikan hanya untuk yang layak dikonsumsi, bukan laya k untuk digunakan sebagai penunjang aktifitas seperti untuk MCK. Karena standar air yang digunakan untuk konsumsi jelas lebih tinggi dari pada untuk keperluan s elain dikonsumsi. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui mengenai kualita s air tersebut baik secara fisik, kimia dan juga mikrobiologi. 1. Syarat fisik, antara lain:

a. b. c. d. e. f. 2. a. b. c. d.

Air harus bersih dan tidak keruh Tidak berwarna apapun Tidak berasa apapun Tidak berbau apaun Suhu antara 10-25 C (sejuk) Tidak meninggalkan endapan Syarat kimiawi, antara lain: Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan Cukup yodium pH air antara 6,5 – 9,2

3. Syarat mikrobiologi, antara lain: Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakte ri patogen penyebab penyakit. Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai deng an standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya inve stasi dalam pengadaan air bersih tersebut, baik instalasi penjernihan air dan bi aya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin b erat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Me nteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu: a. b. c. d. Aman dan Baik dan Tersedia Harganya higienis. layak minum. dalam jumlah yang cukup. relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat

Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan, operasi dan bi aya. Parameter air yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan radio logis yaitu sebagai berikut: Parameter Air Bersih secara Fisika 1. Kekeruhan 2. Warna 3. Rasa & bau 4. Endapan 5. Temperatur Parameter Air Bersih secara Kimia 1. Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, pro tein, deterjen, dll. 2. Anorganik, antara lain: kesadahan, klorida, logam berat, nitrogen, pH, fosfor ,belerang, bahan-bahan beracun. 3. Gas-gas, antara lain: hidrogen sulfida, metan, oksigen. Parameter Air Bersih secara Biologi 1. Bakteri 2. Binatang 3. Tumbuh-tumbuhan 4. Protista 5. Virus Parameter Air Bersih secara Radiologi 1. Konduktivitas atau daya hantar 2. Pesistivitas 3. PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik)

Dengan standar tersebut maka air konsumsi yang kita gunakan akan aman bagi keseh atan kita, karena itu jadilah manusia yang selektif demi kesehatan dan juga kebe rlangsungan kita. Semoga bermanfaat. 2.3 Macam- Macam Sumber Polusi Air Sumber polusi air antara lain sampah masyarakat, limbah industri, limbah pertani an dan limah rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat merusak perairan yaitu; bahan- bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan- bahan yang banyak me mbutuhakan oksigen untuk penguraiannya, bahan- bhan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan- bahan yang tidak sediment, bahan- bahan yang mengandung radioaktif dan panas. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkur ang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Pembuangan sampah organic maupun anorganik yang dibuang kesungai terus- menerus, selain menemari a ir, terutama di musim hujan akan mengakibatkan banjir. Air adalah unsure alam yang penting bagi mahluk hidup dengan sifat mengalir dan meresap. Apabila jalur aliran- alirannya tersumbat akan mengakibatkan banjir. Po lusi air terjadi karena kurangnya rasa disiplian masyarakat, misalnya dalam kebe rsihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan. Musibah banjir terbagi menjadi dua macam yaitu banjir banding ( besar) dan banji r genangan. Banjir banding terjadi akibat air meluap dari jaur- jalur aliran (sungai ) dengan volume air yang besar Banjir genangan terjadi tergenangnya air hujan disuatu daerah yang salur an air dan daya seraonya terbatas. ( Salman, 1993 ) Sumber dan Efek dari Unsur-Unsur Renik Di Air Salah satu jenis bahan pencemar adalah unsur-unsur renik (treace element). Istil ah unsur-unsur renik merujuk kepada unsur-unsur yang terdapat pada konsentrasi y ang sangat rendah dalam suatu sistem. Unsur renik adalah suatu unsur yang terjad i hanya pada konsentrasi beberapa bagian per-sejuta (part per milion= ppm) atau kurang. Unsur Sumber Efek/pengaruh Batas USPHS (mg/L) Kadmium Buangan Industri, limbah pertambangan, ?pengelasan logam, pipa-pipa air. Menukar seng secara biokimia, tekanan darah tinggi, merusak ginjal-jaringan test ibuler dan sel-sel darah merah, taksisitas terhadap biota akratik 0,01 Arsen Hasil samping pertambangan, bilangan kimia Toksin, kasimogenik Berilium Batu bara, tenaga nuklir, dan industri ruang angkasa. Taksisit as akut dan kronis, kasimogenik Tidak diberikan Boron Batu bara, detergen, limbah industri Toksin terhadap tanaman 1,0 Khrom Pengelasan logam, zat aditif pada neraca air sebagai Cr(IV) Unsur re nik pokok, kasimogenik sebagai Cr(IV) 0,05 Tembaga Pengelasan logam, limbah industri dan domestik, penambangan, pencucian m ineral. Unsur renik pokok, tidak terlalu toksin terhadap hewan, toksin terhadap tanaman dan ganggang dalam konsentrasi sedang. 1,0 Flour(ion florida) Sumber-sumber geologi alami, limbah industri, zat aditif pada air. Mencegah kerusakan gigi pada kira-kira 1 mg/L dan pembentukan ka rat gigi/kerusakan gigi pada sekitar 5 mg/L dalam air. 0,8 – 17 (tergantung suhu) Yodium(ion iodium) Limbah industri, air laut, industri air laut. Mencegah gondok, nutrim pokok haemoglobin, tidak selalu toksin Tidak diberikan Besi Karat logam, limbah industri, saluran tambang Merusak perabot kamar ma ndi pakaian. Mangan Pertambangan, limbah industri, saluran tambang atom, kerja mikroba terha dap mineral mangan pada pH rendah. Relatif tidak toksin terhadp hewan, toks in terhadap tanaman pada konsentrasi tinggi, perkaratan perabotan kamar mandi da n pakaian. 0,05 Merkuri Limbah industri, industri pestisida, batu bara Toksisitas akut dan kron ik Tidak diberikan

Molibder Limbah industri, sumber alam Kemungkinan racun pada hewan, pe nting untuk tanaman Tidak diberikan Selenium Sumber geologi alami, belerang, batu bara Penting pada kon sentrasi rendah, toksin pada konsentrasi tinggi, kemungkinan kasimogenik. 0,01 Perak Sumber geologi alami, penambangan, las listrik, buangan prosesing film, disinfekai air. Menyebabkan kulit berwarna biru abu-abu, merusak membran mocous dan mata. 0,05 Seng Limbah industri, las logam, patri Unsur penting dalam banyak metal enzim, obat luka, toksin untuk tanaman pada konsentrasi yang lebih tinggi, kompo nen utama dari buangan”Sludge” pada tanah. 5,0 Beberapa unsur renik dikenal sebagai hara untuk tanaman dan nutrisi untuk hewan. Dalam tabel tersebut banyak unsur yang merupakan unsur pokok pada konsentrasi r endah dan toksin pada konsentrasi yang lebih tinggi. Hal ini merupakan fenomena dari beberapa zat dalam lingkungan air. Sejumlah unsur logam berat merupakan logam yang paling berbahaya sebagai zat pen cemar. Seperti timbal (Pb), Kadmium (Cd), Merkuri (Hg), kebanyakan dari logam-lo gam itu mempunyai afinitas sangat besar terhadap belerang. Logam-logam ini menye rang ikatan-ikatan belerang dalam ezim-enzim sehingga enzim yang bersangkutan me njadi tidak berfungsi. Gugus-gugus protein, asam karboksilat dan amino juga dise rang oleh logam-logam berat. Ion-ion Cd, Cu, dan Hg(II) terikat pada sel-sel mem bran yang menyebabkan terhambatnya proses-proses transport melalui dinding sel. Logam-logam berat juga dapat mengendapkan fosfat-organik atau mengkatalisis pen guraiannya. Chemical Oxygen Demand ( COD ) COD adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksi dasi zat-zat organis yang ada dalam 1 liter sampel air, dimana pengoksidasi K2,C r2,O7 digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) (G. Alerts dan SS Santi ka, 1987). COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ad a dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia baik yang dapat didegradasi s ecara biologis maupun yang sukar didegradasi. Bahan buangan organic tersebut aka n dioksidasi oleh kalium bichromat yang digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) menjadi gas CO2 dan gas H2O serta sejumlah ion chrom. Reaksinya sebagai berikut : HaHbOc + Cr2O72- + H+ → CO2 + H2O + Cr3+ Jika pada perairan terdapat bahan organic yang resisten terhadap degradasi biolo gis, misalnya tannin, fenol, polisacharida dansebagainya, maka lebih cocok dilak ukan pengukuran COD daripada BOD. Kenyataannya hampir semua zat organic dapat di oksidasi oleh oksidator kuat seperti kalium permanganat dalam suasana asam, dipe rkirakan 95% - 100% bahan organic dapat dioksidasi. Seperti pada BOD, perairan dengan nilai COD tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan pertanian. Nilai COD pada perairan yang tidak ter cemar biasanya kurang dari 20 mg/L, sedangkan pada perairan tercemar dapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat mencapai 60.000 mg/ (UNESCO,WHO/UN EP, 1992). Prinsipnya pengukuran COD adalah penambahan sejumlah tertentu kalium bikromat (K 2Cr2O7) sebagai oksidator pada sampel (dengan volume diketahui) yang telah ditam bahkan asam pekat dan katalis perak sulfat, kemudian dipanaskan selama beberapa waktu. Selanjutnya, kelebihan kalium bikromat ditera dengan cara titrasi. Dengan demikian kalium bikromat yang terpakai untuk oksidasi bahan organik dalam sampe l dapat dihitung dan nilai COD dapat ditentukan. Biochemical Oxygen Demand BOD adalah jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme biologis aerob

ik dalam tubuh air untuk memecah bahan organik hadir dalam sampel air yang diber ikan pada suhu tertentu selama periode waktu tertentu. Istilah ini juga mengacu pada prosedur kimia untuk menentukan jumlah ini. Ini bukan tes kuantitatif yang tepat, meskipun banyak digunakan sebagai indikasi kualitas organik air. Nilai D ireksi paling sering dinyatakan dalam miligram oksigen yang dikonsumsi per liter sampel selama 5 hari inkubasi pada 20 ° C dan sering digunakan sebagai pengganti yang kuat dari tingkat organik pencemaran air . 2.7 Hipotesis Hipotesis nol (Ho): Tidak ada kandungan bahan kimia berbahaya pada air sungai di kota Batu. Tidak ada pengaruh antara bahan kimia berbahaya dengan ekosistem sekitar sungai. Hipotesis alternatif (Ha) Ada kandungan bahan kimia berbahaya pada air di sungai kota batu. Ada pengaruh antara bahan kimia berbahaya disungai kota batu dengan ekos isitem di sekitar sungai.

BAB III METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam peneli Jenis penelitian tian ini yaitu penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen adalah suatu percoba an yang berhubungan dengan persoalan yang diteliti (Sudjana, 1995). Dalam peneli tian ini eksperimen yang dilakukan adalah mengambil sampel air untuk diteliti ka ndungan CODnya. Selanjutnya dilakukan identifikasi pengaruh bahan kekurangan Oks igen terhadap ekosistem di sekitar sungai. 3.2 Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan atau himpunan objek dengan ciri (karasteristik) tert entu. Populasi dalam penelitian ini adalah air yang ada di sungai batu. Sampel penelitian menurut Arikunto (2002) adalah sebagian atau populasi yang dit eliti. Sampel dari penelitian ini adalah air sungai di kota batu yang telah dig unakan untuk eksperimen. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling diman a teknik pengambilan yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggot a) populasi untuk dipilih menjadi sample. Lebih spesifiknya penelitian ini mengg unakan simple randome sampling dimana teknik ini adalah beberapa turunan dari te knik probabilly sampling. Simple randome sampling ini adalah teknik pengambilan sample dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada d alam populasi. Tempat dan wadah Penelitian akan dilakukan langsung Sungai Lesti Rt.03 Rw.04 kampung Anyar Desa N gaglik kota Batu. Adapun penelitian tentang kandungan CODnya akan dilakukan di laboratirium kimia UMM. 3.4 Metode kerja Alat Beberapa alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Erlenmeyer 150 ml Hot plate Water bath Neraca analitik Pipet volume 5 ml Pendingin refluks Beaker glass 250 ml Statif dan klem Buret Bahan Beberapa bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Air sungai K₂Cr₂O₇ 0,25 N H₂SO₄ (p) Laritan Ferro Amonium Sulfat ( FAS ) 0,1 N hgSO₄ Aquades Indikator Ferroin 1Cara kerja 1. Langsung Uji fisik Penggunaan panca indera untuk mengidentifikasi adanya pencemaran, misalnya bau,

rasa tidak enak, kekeruhan, pertumbuhan tanaman Uji COD Mengambil 50 ml sampel engan pipet ukur, kemudian memasukkannya dalam er lenmenyer. Menmabahkan 50 ml KmnO₄ , 0,1 N K₂Cr₂O₇ dan memanaskan selama satu jam dalam pem anas air. Mendinginkan larutan selama 10 menit , kemudian menambahkan larutan Kl 1 0% dan 10 ml H₂SO₄ 6 N. Setelah itu mentitrasi larutan tersebut dengan tiosulfat 0,05 N sampai b erwarna kuning, menambhakan 1-2 ml indikator larutan kanji, sampai timbul warna biru , kemudian melanjutkan titrasi sampai warna biru tersebut hilang. Melakukan hal yang sama terhadap penelitian BOD 2. Tidak Langsung Keluhan penduduk dalam mengonsumsi air dan adanya bio indikator dalam ai r Sampling Dilakukan minimal di 2 lokasi, yaitu di hulu di mana air diperkirakan belum terc emar dan di muara(hilir) di mana air diperkirakan telah tercemar.Sampling di dae rah muara diusahakan lebih banyak daripada di hulu.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pengamatan Bedasarkan penelitian yang kami lakukan, didapatkan dua hasil penelitian yaitu p arameter fisik dan parametr kimia. Parameter fisik Penelitian melalui parameter fisik kami mendapatkan beberapa hasil Bau air sungai Lesti tidak sedap, cenderung mengelurakan bau agak sediki t busuk seperti sampah. Wana air sungai Lesti juga keruh , cenderung berwarna coklat dan meningg alkan endapan lumpur. Di sepanjang aliran sungai Lesti bayak sekali sampah yang ikut terseret arus sungai. Sampah itu meliputi sampah organik seperti kulit buah dan sayur dan sampah anorganik meliputisampah plastik, kelng bekas, alat alat rumah tangga ya ng sudah tidak terpakai. Tapi yang paling bnyaka adalah sampah plastik bungkus s ayur dan snack. Mengenai temperatur air sungai Lesti memenuhi standart yaitu sekitar 36° C . Mengenai rasa tentunya rasanya tidak enak untuk diminum karana bau dan endapan yang terdapat dalam air sungai tersebut. Parameter kimia Berdasarkan penelitian yang kami lakukan di laboratorium kimi UMM. Hasil yang ka mi dapatkan adalah: COD /BOD = ((V_b-V_s )x Nthio x BE O^2 x 1000 )/(V sampel) COD = ((16,5-9,2)ml x 0,05 N x 32 x 1000)/50=204,8 mg⁄l BOD = (( 16,5-16,7 )mlx 0,05 N x 32 x 1000 )/50 = 6,4 mg⁄l Keterangan : b= blanko s= sampel

Pembahasan Dari hasil pengamatan di atas dan berdasarkan landsan teori yang telah dibahas. Kita dapat mengidentifikasi bahwa air yang sehat tidak lah harus memenuhi ketiga parameter nasional air yang layak dikonsumsi. Tapi cukup memenuhi beberapa syar at saja hal ini dikarenakan kondisi geografis setiap tempat berbeda. Sehingga ka ndungan dalam airnyapun berbeda pula. Air di sungai Lesti banyak mengandung endapan lumpur, baunya tidak sedap , warna nya pun keruh dan agak kcoklatan. Hal ini sudah tentu tidak memenuhi standart ai r yang layak dikonsumsi. Selain itu bila ditinjau dari parameter kimia kandungan BOD dan COD tidak memenuhi satandart oksigen yang baik. Karena semakin tinggi kadar COD dan BODdalam air maka semakin buruk kualitas air tersebut. Kadar COD dan BOD yan baik sekitar 20mg⁄l dan yang tidak baik sekitar 200 mg⁄l. Sedangkan kada r COD dalam air di sungai Lesti adalah 204,8 mg⁄l dan kadar BODnya 6,4 mg⁄l jai se cara BOD airini memenuhi kriteria standart air bersih namun menurut hasil perhit ungan COD air ini sama sekali tidak sehat. Dari hasil penelitian Parameter fisik dan kimia maka air di sungai Lesti tidak l ayak untuk dikonsumsi karena tidak banyak tidak memenuhi syarat sebagai air bers ih.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari percobaan diatas dapat ditarik satu kesimpulan bahwa air sungai lEsti tidak layak untuk dikonsumsi oleh penduduk setempat.

5.2 Saran Disarankan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar tidak membuang samapah sembar angan terutama di aliran sunngai. Memang benar sampah ketika kita buang di sunga i akan hilang dari pandangan mata. Tapi sesungguhkan hal itu menimbulkan masalah dan bencana yang lebih berbahay . yaitu tercemarnya air sungai. Sehingga selaij merugikan manusia juga merugikan dan membunuh organisme yang ada dalam ekosiste m perairan.

DAFTAR PUSTAKA Anonimus.2011. COD. ( online ) http://teknologikimiaindustri.blogspot.com/p/down load.html Wikpedia terjemahan.2012.Chemical Oxigen Demand. ( online ) http://www.chem-is-try.org/ Anonimus.2011.Apa itu titrasi. ( online ) http://kimiaanalisa.web.id/category/te ori-kimia-analisa/

LAMPIRAN Nama anggota kelompok Siti Mustaina 201110070311010 Wahyuni A 201110070311014 Endriansyah 201110070311016 Nela Asiah 201110070311017 Tika Putri Agustina 201110070311026 Aditia Huda 201110070311028 Yayuk Robidah 201110070311029 Narita Rosilawati 201110070311030 Kurnia syaban pattimoa 201110070311035

Gambar 1. Kondisi air di sungai Lesti keruh dan banyak sampah yang terakumulasi di bagian hulunya.

Gambar 2. Menaruh 5 ml sampel air sungai Lesti ke dalam Erlenmenyer Gambar 3. Pemanasan larutan selama satu jam Gambar 4. Penyaringan air sungai setelah dipanaskan selama satu jam Gambar 5. Titrasi dengan menggunakan 1-2 ml larutan kanji dan larutan Tiosulfat 0,05 ml samapi berwarna kuning. Gambar 6 Titik akhir titrasi

Gambar 7. Semua anggota kelompok 2 ikut serta dalam proses penelitian tangal 3 J anuari 2012 Gambar 8. Kebersamaan anggota kelompok dua dalam proses penelitian di laboratori um kimia UMm

Gambar 9. Pengambilan sampel di sungai Lesti tanggal 21 November 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->