Perkembangan produksi mie instan di Indonesia memperlihatkan suatu peningkatan yang positif, walaupun pada tahun 2006 sempat

mengalami suatu penurunan produksi. Secara kuantitas, produksi mie instant dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan tren yang positif. Hal ini menunjukkan suatu prospek yang cukup baik bagi industri mie instan ini pada masa yang akan datang. PT. Indofood Sukses Makmur menjadikan mutu dan kepuasan pelanggan sebagai basis bagi perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus diperhatikan oleh produsen karena kebutuhan ini akan senantiasa berubah. Perkembangan produk mie instan yang sudah dianggap sebagai makanan cepat saji dan bahkan sebagai makanan pokok, menyebabkan tingkat persaingan pada industri mie instan ini semakin tinggi

Tingkat persaingan yang tinggi ini dapat menyebabkan pergeseran loyalitas konsumen mie instan produk indofood kepada mie instan produk yang lain. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk senantiasa melakukan riset pemasaran yang dilakukan terhadap konsumen, sehingga dapat diketahui kebutuhan dan keinginan konsumen akan suatu produk mie. Tingginya pangsa pasar mie instant mengharuskan perusahaan-perusahaan yang ada untuk berhati-hati, sehingga perusahaan dituntut harus selalu mengevaluasi dan mematangkan strategi pemasaran yang dijalankannya. Perusahaan ingin mengetahui bagaimana proses keputusan pembelian mie instan, agar menghasilkan analisis pemasaran yang cermat sehingga perusahaan tidak dirugikan karena terjadinya kekeliruan dalam melakukan kegiatan pemasaran. Oleh karena itu, perlu diketahui respon konsumen terhadap produk miee instan tersebut. Untuk dapat menentukan respon konsumen, terlebih dahulu perlu diidentifikasi faktor-faktor dalam proses keputusan. Mengetahui faktor-faktor tersebut akan memudahkan perusahaan dalam mengambil langkah dalam kegiatan pemasaran yang akan dilakukan sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan dari konsumen mie instan terhadap kegiatan pemasaran yang telah dilakukan perusahaan. PASAR mi instan di Indonesia memang menggiurkan. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap mi cepat saji ini cukup besar. Tidak heran jika dari waktu ke waktu banyak perusahaan baru melirik pasar mi instan. Meski demikian, hingga saat ini Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk masih menguasai pasar. Dominasinya begitu kuat walaupun sudah terjadi pergeseran. Jika

tahun lalu menurun menjadi 75%. Rudy optimistis produk Mie Sedap bisa mengambil bagian. Di samping itu tetap melanjutkan segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher price and higher margin. ‗‘Di Indonesia bisnis mi instan sangat menjanjikan.'‘ katanya. namun divisi mi instan tetap dapat meraih kenaikan penjualan sebesar 6. Kenaikan itu antara lain dipengaruhi lebih tingginya harga jual rata-rata. ‗‘Gebrakannya luar biasa.2002 Indomie menguasai sekitar 90% pangsa pasar mi instan. Saat ini sedang disusun strategi baru. ‗‘Tapi kami tidak diam saja. Pakar pemasaran Rhenald Kasali mengatakan. Meski produk ini baru diluncurkan pada Mei 2003 dan baru didistribusikan di Pulau Jawa dan Bali. Dalam siaran persnya. Kemunduran itu patut diwaspadai. Selain itu akan menjalankan program cost efficiency and cost cutting. bahkan pasarh swalayan. scope. Sumber yang tidak mau disebut namanya mengakui bahwa saat ini penguasaan Indofood terhadap pasar mi instan menurun dari 90% menjadi 75%. Manager Promosi PT Sayap Mas Utama Rudy Bonardy mengakui bahwa dominasi Indofood masih sangat kuat. Indofood akan menerapkan strategi Mastering The Present. Ketatnya persaingan produk mi instan disadari benar oleh manajemen PT Indofood.6% menjadi Rp4. Pre-empting the Future. harganya pun di bawah Indomie. Sisanya yang 25% dikeroyok merek mi instan lainnya.2 triliun pada periode yang sama 2002. span. manajemen Indomie harus meningkatkan kewaspadaan karena Mie Sedap melakukan promosi sangat agresif.'‘ katanya ketika dihubungi Media di Jakarta. Meski demikian. memanfaatkan competitive advantage melalui scale. dan speed. Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth.3 miliar bungkus. Apalagi baru-baru ini muncul Mie Sedap milik PT Sayap Mas Utama yang merupakan grup dari kelompok Wings. Tentang strategi menghadapi persaingan.5 triliun dibanding Rp4. meski terjadi penurunan penguasaan pasar. Saya rasa persaingan pasar mi instan akan semakin ketat. Dirut & CEO Indofood Eva Riyanti Hutapea mengatakan. baru-baru ini. Mie Sedap diluncurkan Mei 2003 dan baru mengeluarkan empat varian. Berbicara tentang pangsa pasar mi instan. . Selain itu. ditambah keunggulan-keunggulan lain. Untuk sementara distribusi kami baru di Pulau Jawa dan Bali.'‘ katanya. hingga saat ini divisi mi instan tetap dapat mempertahankan volume penjualannya sebesar 7. namun namanya sudah mulai diperbincangkan di kalangan pembeli di warung-warung.

Ditanya tentang permintaan pasar terhadap Mie Sedap. mengatakan meski persaingan ketat. terus melakukan inovasi. Hal utama lain yang tidak boleh diabaikan adalah distribusi. Sedangkan Indofood adalah pemain lama yang saat ini menguasai 75% pangsa pasar mi instan.'‘ paparnya. reaksi pasar di luar dugaan. Tapi yang jelas cukup besarlah. Lebih jauh Rudy mengatakan. Padahal. antara lain bermain di harga pasaran yang sangat ekonomis namun bumbu mi yang diberikan kelas premium.Seberapa besar Mie Sedap bisa mengambil pangsa pasar yang tersedia. ‗‘Peluncuran itu sudah melalui riset mendalam. iklan produk. Perusahaan akan terus berusaha memenuhi permintaan pasar dengan menambah kapasitas produksi dan distribusi lebih merata lagi. billboard di halte-halte sepanjang Jawa-Bali. Tapi saya optimistis.'‘ Strategi awal Mie Sedap. Salami sendiri. Masyarakat dapat menilai sendiri berapa dana yang dikeluarkan untuk iklan di delapan stasiun televisi. Budianto. saran. Diberlakukan pula strategi klasik dengan memberi hadiah berupa piring dan gelas. kampus secara gratis. Rudy mengatakan sangat bagus. . ‗‘Dengan cara itu. Sisanya 25% dikeroyok merek-merek lain. baik tematik. Meski masih berkutat di Jawa dan Bali. ada satu hal yang belum pernah dilakukan oleh kompetitor. menyuruh orang sebanyak-banyaknya mencoba Mie Sedap yang dilakukan di mal. Presiden Direktur Sentrafood yang memproduksi mi instan bermerek Salami. Bahkan saat ini produksinya belum bisa memenuhi permintaan pasar. maupun versi testimoni. ‗‘Saya enggan menyebutkan jumlah. Misalnya. dana yang dikeluarkan perusahaan untuk promosi Mie Sedap cukup besar.'‘ tandasnya. ‗‘Masih banyak barang kosong di toko ataupun variannya tidak lengkap. dan pujian. menurut Budianto. Rudy belum bisa menjawab. Baru-baru ini diluncurkan Salami rasa mi Jawa. ‗‘Kami masih pemula. namun tetap ada peluang bagi pemain baru yang ingin menggarap pasar mi instan.'‘ tuturnya. tempat wisata. Jadi tidak asal-asalan. Mie Sedap bisa meraih konsumen melalui strategi pemasaran dan promosi yang gencar. namun pendistribusian produk diusahakan merata dari tingkat grosir sampai tim motor yang menjelajahi warung-warung kecil. belum lagi kegiatan below the line. Di wawancara terpisah. kami bisa memperoleh umpan balik langsung berupa kritik. menurut Rudy. Menurut Rudy. Strategi itu didukung iklan yang cukup gencar.

pertumbuhan pasar Indofood – karena besarnya – tidak mampu mengimbangi pertumbuhan pasar secara total. terlalu pragmatis. dan gimmick ‖Beli 5 Gratis 1‖ dalam rentang waktu yang cukup panjang.'‘ kata Budianto. Indofood sebetulnya pernah bereaksi atas serangan Mie Sedaap dengan meluncurkan Indomie Kriuk. Bayangkan. Penjualan Indofood tetap naik. Dia menambahkan. Sementara Supermi disegarkan dengan meluncurkan produk baru: mie goreng rasa soto (GoSo). Indofood sempat terlena me-maintain pasarnya sehingga kesempatan ini dimanfaatkan oleh pendatang baru Mie Sedaap dari WingsFood dan Mie Kare dari Orang Tua Group. Indomie disegarkan dengan kampanye ‖Selera Nusantara‖ yang lebih modern. Sarimi lebih difokuskan untuk membendung produk unggulan Mie Sedaap Soto Ayam—dengan meluncurkan produk Sarimi Soto Koya yang diendorse oleh Luna Maya. Sehingga di pasar yang sebenarnya tumbuh. tahun ini Indofood meluncurkan strategi marketing yang lebih komprehensif yang lebih menunjukkan jati diri Indofood sebagai market leader. rasa bawang (GoBang).Kami akan terus mengeluarkan produk-produk baru yang belum pernah ada. Indofood juga menggunakan Slank untuk meng-endorse Supermi—Supermi tampaknya akan dijadikan brand unggulan kedua Indofood . Raksasa mie instant ini mengerahkan seluruh brand-nya untuk bertahan dan mengembalikan market share yang direbut kompetitor. hingga kegiatan lini bawah aktif digelar demi mempertahankan pangsa pasar sekaligus gelar sang pemimpin. Reaksi Indofood yang cenderung impulsif ini dinilai para pengamat kurang strategis. kini produknya mengambil pasar mi instan kurang dari 10%. dan rasa kari (GoKar). Indofood masih menjadi penguasa mutlak pasar mie instant Indonesia. namun ada sebagian pasar – bisa jadi konsumen baru – yang direbut oleh merek baru. Indofood ‖bangkit‖ dari tidurnya. Persaingan yang ‖tiba-tiba‖ ketat ini menyebabkan Indofood kehilangan pangsanya. varian anyar. Market share yang mencapai 90% itu pelan-pelan tergerogoti sehingga sekarang tinggal 70%. Hampir semua brand dalam portfolio-nya disegarkan kembali dengan kampanye baru maupun peluncuran produk baru. aktivitas beriklan. Menyadari hal ini. Belakangan. ketika itu Indofood menguasai sekitar 90% pangsa pasar! Sebagai dominant market leader. Indofood tak bisa diam terlalu lama melihat agresivitas para pesaingnya. Tidak mau tersandung di batu yang sama untuk kedua kalinya. ‖terjebak permainan challenger‖--kesalahan yang sering dilakukan oleh big brands. Enam tahun lalu. varian baru Supermi Sedaaap.

Masing-masing juga punya satu kesempatan untuk berinovasi. Direktur Indofood Taufik Wiraatmadja membantah agresivitas Indofood sebagai reaksi atau jawaban atas gencarnya program pemasaran kompetitor. Indofood sudah mengantisipasinya dengan upaya building brand melalui kampanye dan promosi di kalangan remaja. Pop Mie tidak diitung karena konsepnya berbeda. ada yang menilai negatif. hanya memiliki satu brand. Akan halnya Pop Mie. ada pula yang membandingkannya dengan action kompetitor. Padahal. jauh lebih cerdas dan berkonsep. Harris melihat brand portfolio Indofood dibuat bukan berdasar segmentasi target market. Indofood memiliki tiga brand utama. Menurutnya. Tapi hasilnya Indofood tetap akan unggul. melainkan berdasarkan segmentasi selera dan harga yang diwujudkan dalam varian rasa. Indofood memiliki kelebihan dibanding Mie Sedaap dalam hal brand portfolio. Indomie juga pernah mengusung tema kampanye ‖bergizi‖ seperti yang dilakukan Mie Sedaap saat ini. Iklan Mie Sedaap versi Titi Kamal yang menawarkan pesan ‖mie yang bergizi. Agresivitas Indofood belakangan ini juga menjadi pembicaraan seru di komunitas MixMarketingClub. Kami melihat kompetitor sebagai teman dalam usaha membesarkan pasar mi instant.‖ katanya. demikian peserta milis itu menyamarkan jati dirinya. Hanya dengan menambahkan kata 'bervitamin dan bergizi'. market share-nya tidak akan turun lagi. dan Sarimi. lanjutnya. malah mungkin akan meningkat. ‖Kanibalisasi pasti akan terjadi. Pop Mie—akan menyebabkan terjadinya kanibalisme atau ‖perang saudara‖ antara sesama brand Indofood.setelah Indomie yang menyumbang hampir separuh omset divisi noodle Indofood. BrandMaker mengkhawatirkan kemiripan target market—yang dipresentasikan oleh talent iklan Supermi. . ―Anda bisa bayangkan bagaimana kalau ternyata iklan tersebut mampu mengubah image bahwa makan mie tidak sehat menjadi positive image. Tapi Indomie tidak me-maintain kampanye itu. ‖Kami tidak melihat kompetitor sebagai musuh. beranggapan bahwa langkah Indofood mengepung Mie Sedaap sangat tepat. yaitu Indomie. meskipun saat ini bisa dibilang melenggang sendiri tanpa head on competitor. Supermi.‖ urai BrandMaker. Mie Sedaap.‖ ujar Harris memprediksi. Setidaknya. Sementara itu. Seorang marketer yang enggan mengungkapkan jati dirinya menilai brand concept Mie Sedaap lebih baik. pemasar yang turut berkomentar di milis.‖ kata Taufik diplomatis. Ada yang mengapresiasi. Sementara WingFood. Harris Pranata Wijaya.

Jawa Barat. Namun ketika Ronald menyambangi kembali Warung Indomie langganannya. pangsa pasar Indofood mulai goyah.‖ tutur Ronald. Indomie merupakan produk mi instan paling laris (terjual 4-6 karton per hari).‖ ungkap Ronald mulai menangkap gejala sebuah aktivitas akuisisi sedang berlangsung. karyawan bagian merchandising minimarket yang dalam sehari dikunjungi sekitar 500 orang ini. laku tidak laku Mie Sedaap-nya. di tataran trade marketing pun Mie Sedaap begitu intense. ‖Di antara merek-merek tersebut. men-support warung-warung mereka dengan spanduk. . Sedangkan produk baru Supermi GoSo. mengamati Mie Sedaap agresif mengakuisisi warung-warung Indomie siap saji. Sarimi (½ karton).‖ tutur Haidir. Dan saat saya berbicara dengan pemilik warung. dan promo yang gebyar. diperkirakan menjadi sekitar 75%--25% sisanya diperebutkan oleh pesaingnya. saya masih menemukan warung-warung dengan sisa spanduk yang kumuh bertuliskan 'Warung Indomie. Menurut catatan MIX. Kini pangsa pasar Indofood tinggal 70%. Warung Indomie adalah salah satu channel Indofood yang dibangun dan dikembangkan sekian lama.Kekhawatiran Indofood terhadap para pesaingnya sangat dimaklumi. ‖Semoga kali ini Indomie tidak tutup mata dan terlambat bertindak. dan GoKar pada masa penetrasi ini terjual 2 karton sehari. Tidak hanya di above the line. hanya beberapa bungkus. Kecepatan beraksi dan ketepatan bertindak adalah cara jitu memukul market leader. Indofood mengajarkan para pengelola warung membuat Indomie. Menurut pedagangnya. hanya Mie Kare yang sampai sekarang masih melakukan promosi ‖beli 10 dapat 1 mangkuk. diikuti oleh Mie Sedaap (2-4 karton per hari). Pada 2006 pangsa pasar Indofood turun. Ronald Sipahutar. dengan rasa baru. ‖Saya juga melihat spanduk biru yang bututnya sudah diganti dengan spanduk Warung Sedaap yang bagus dan kinclong. Menurut pemantauan MIX di sebuah minimarket di kawasan Depok. Supermi (1 karton). dia diberikan insentif Rp 50 ribu per bulan. harga kompetitif. dengan bangganya mereka mengatakan betapa bagusnya support Indomie saat itu. sekaligus memonitor ketersediaan produk Indomie di sana. GoBang. Indofood memang layak khawatir karena agresivitas pemasaran Mie Sedaap sangat gencar. Sejatinya. dia melihat warung tersebut juga mulai menjual Mie Sedaap—walaupun. Begitu Mie Sedap masuk pada Mei 2003. moderator milis Marketing Club. ‖Saat masih tinggal di Jogja. Kare (1 karton). pada 2002 Indofood masih menguasai pasar mie sebesar 90%. dan Pop Mie (20 pieces per hari).‖ ucap Ronald mengingatkan.

(3) manufaktur → pedagang besar → pedagang eceran → konsumen dan (4) manufaktur → agen → pedagang besar → pedagang eceran →konsumen Promosi .Pengaruh Biaya Promosi dan Biaya Distribusi Terhadap Penjualan Pengaruh Biaya Promosi dan Biaya Distribusi Terhadap Penjualan Pada PT. Promosi yang tidak terkendali akan menurunkan tingkat penjualan. saluran distribusi memeliki peranan penting bagi kelangsungan hidup dan tumbuh perusahaan. Saluran Distribusi Setiap perusahaan barang dan jasa tidak akan lepas dari masalah penyaluran barang yang dihasilkan atau barang yang akan dijual ke konsumen. Dalam bauran pemasaran dikenal dengan produk. Penelitian tersebut untuk mengetahui kebutuhan serta selera konsumen dan jika mungkin menstimulir permintaan serta menciptakan langganan (Kotler. Ada beberapa alternatif yang mungkin dipilih penjual dalam mendistribusikan produknya kepada konsumen. sehingga biaya yang dikeluarkan untuk promosi merupakan pemborosan. namun banyak pula yang gagal memenuhi target pasarnya. Jika perusahaan berada dalam persaingan yang semakin tajam. promosi. harga. sedangkan distribusi merupakan proses pendistribusian produk dan jasa yang sesuai dan terorganisir sehingga terjadi keefektifan penjualan. Dengan demikian. sedangkan saluran distribusi dipakai oleh semua perusahaan untuk memproduksi barang dengan kualitas yang baik. (2) manufaktur → pedagang eceran → konsumen. perusahaan harus segera mengadakan penelitian terhadap pasarnya. Indofood Sukses Makmur. dan distribusi yang tujuannya untuk meningkatkan penjualan. yaitu : (1) manufaktur → konsumen. Kegiatan promosi harus sejalan dengan rencana pemasaran yang diarahkan dan dikendalikan untuk mengembangkan laju perusahaan. 2006). Para produsen berhak menentukan kebijakan distribusi yang akan dipilih dan disesuaikan dengan jenis barang serta luasnya armada penjualan yang akan digunakan. TBK. Keadaan ini disebabkan oleh kebijakan distribusi yang kurang tepat sehingga barang yang dihasilkan kurang laku dipasar dan menyebabkan banyak konsumen merasa kurang puas. Promosi adalah kegiatan pemasaran yang sangat penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen.

8%.66% dan akhirnya . Indofood Sukses Makmur. Tbk. (2) penjualan tidak langsung. dari tahun 1999 sampai tahun 2006. Untuk dapat mengkomunikasikan produknya dengan efektif. Adalah menciptakan pilihan menjadi penyedia utama makanan dan consumer products bermerek terkemuka bagi jutaan consumen di Indonesia dan juga diberbagai penjuru dunia. yaitu dilakukan dengan menggunakan armada penjualan sendiri yang beroprsi di DKI Jakarta. meliputi wilayah pemasaran di seluruh Indonesia. Pada tabel 1 terlihat bahwa perkembangan biaya promosi dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Tbk. Indofood Sukses Makmur. Data Biaya promosi. Tbk.Promosi merupakan aktivitas pemasaran untuk mengkomunikasikan informasi tentang perusahaan dan produknya kepada konsumen sehinggga menciptakan permintaan (Burnett. PT. biaya distribusi dan penjualan PT. Pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 5. Dengan menggunakan tabel maupun grafik dapat dilihat tingkat kenaikan atau penurunan dari biaya promosi. Visi Perusahaan dan Kegiatan Pemasaran Visi Indofood Sukses Makmur. promosi penjualan.367 karyawan tetap dan 1200 kendaraan operasional. 2000). Tabel berikut adalah rekapitulasi data biaya promosi. dan (3) lewat promosi. hubungan masyarakat. pemasaran langsung dan tenaga penjual sedemian rupa sehingga konsumen dapat mengenal produk perusahaan dan tertarik untuk membeli produk tersebut (Payne. Sumatera. Untuk melihat perkembangan biaya promosi. melalui media cetak maupun elektronik. biaya distribusi dan penjualan. Dilakukan lewat distributor lalu pengecer dan grosir baru ke konsumen akhir. dan biaya distribusi serta tingkat penjualan dari tahun 1999 sampai dengan 2006 dijelaskan melalui tabel dan grafik.09% tetapi pada tahun 2002 – 2003 mengalami penurunan sampai 4. Kalimantan dan Sulawesi. distribusi maupun penjualan. perusahaan harus menentukan terlebih dahulu pasar sasarannya (target market) dan mengkombinasikan dengan alat promosi seperti periklanan. Tahun 1999 sampai tahun 2006 mengalami kenaikan 17. Mempunyai 63 perusahaan termasuk anak cabangnya dengan jaringan distribusinya meliputi lebih dari 350 depot dengan jumlah karyawan tetap sampai dengan 31 Desember 2006 sebanyak 49. Jawa. Bali. 2000). kegiatan pemasaran memegang peranan sangat penting dalam menjual produknya kepada masyarakat dengan cara : (1) penjualan langsung.4% kemudian pada tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar 18.

sedangkan pada tahun 2000-2001 mengalami penurunan sampai dengan 11. Terlihat dengan jelas terjadinya kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun.02%.83%.04% kemudian tahun 2003 mengalami kenaikan sebesar 48. tahun 2004-2005 mengalami penurunan kembali sebesar 20. Apalagi baru-baru ini muncul produk-produk baru. Sumber yang tidak mau disebut namanya mengakui bahwa saat ini penguasaan Indofood terhadap pasar mi instan menurun dari 90% menjadi 75%. hingga saat ini divisi mi instan tetap dapat mempertahankan volume penjualannya sebesar 7.67%. biaya distribusi terlihat pula pada gambar 2 dan tingkat penjualan. bahkan pasar swalayan.83%. Meski terjadi penurunan penguasaan pasar. perkembangan biaya distribusi yang mengalami kenaikan dari tahun ke tahun kecuali pada tahun 2002 yang mengalami penurunan sebesar Rp 31 milyar.96% dan akhirnya pada tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 38. tahun lalu menurun menjadi 75%. . Hal ini semakin jelas terjadinya fluktuasi dari tahun ke tahun. namun divisi mie instan tetap dapat meraih kenaikan penjualan sebesar 6.99%. biaya distribusi dan tingkat penjualan. tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 0. baik dilihat dari rupiah maupun persentasenya. Pada tahun 1999-2000 persentase penjualan mencapai 23. Mengalami kenaikan maupun penurunan. tahun 2005 mengalami kenaikan sebesar 3. seperti mie sedap milik PT Sayap Mas Utama yang merupakan grup dari kelompok Wings yang diluncurkan pada Mei 2003 dan baru didistribusikan di Pulau Jawa dan Bali. Selama tahun 2002-2003 mengalami kenaikan sebesar 11.3 miliar bungkus.66%. Sisanya yang 25% dikeroyok merk mie instan lainnya. Ketatnya persaingan produk mi instan disadari benar oleh manajemen PT Indofood. misalnya pada tahun 1999 – 2001 mengalami kenaikan sebesar 27. perbandingan antara biaya promosi. perkembangan penjualan dari tahun ke tahun secara fluktuasi. Perkembangan biaya promosi terlihat pada gambar 1. namun namanya sudah mulai diperbincangkan di kalangan pembeli di warung-warung.06% dan pada akhir 2006 mengalami kenaikan sebesr 17.2 triliun pada periode yang sama 2002.pada tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 5. sedangkan pada tahun 2002 mengalami penurunan yang drastis sebesar 34.47%.6% menjadi Rp4.42%. Kenaikan itu antara lain dipengaruhi lebih tingginya harga jual rata-rata.64%. Selain itu. Strategi Pemasaran Dominasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk begitu kuat walaupun sudah terjadi pergeseran.5 triliun dibanding Rp4. Tahun 2002 Indomie menguasai sekitar 90% pasar mie instan. Kemunduran itu patut diwaspadai.

scope. Teori-teori dari Strategi Pemasaran Promosi Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.Kualitas hidup konsumen yang maksimum Aspek pemasaran yang meliputi kegiatan : .Penetapan harga . memanfaatkan competitive advantage melalui scale. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi persaingan pasar 5.Program promosi . Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan Tujuan trnsaksional system pemasaran dalam strategi pemasaran adalah : .Perencanaaan barang .Tingkat kepuasan konsumen yang maksimum . Tujuan Promosi 1. Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth. Pre-empting the Future. Indofood akan menerapkan strategi Mastering The Present.Tentang strategi menghadapi persaingan. dan speed. Selain itu akan menjalankan program cost efficiency and cost cutting. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing 6.Tingkat pilihan konsumen yang maksimum .Saluran distribusi Saluran distribusi .Tingkat konsumsi masyarakat yang maksimum . span. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit 3. Di samping itu tetap melanjutkan segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher price and higher margin. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial 2. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan 4.

Di samping itu tetap melanjutkan . terlebih dahulu perlu diidentifikasi faktor-faktor dalam proses keputusan. Pre-empting the Future. agar menghasilkan analisis pemasaran yang cermat sehingga perusahaan tidak dirugikan karena terjadinya kekeliruan dalam melakukan kegiatan pemasaran. dan speed.Menciptakan nilai tambah produk melalui fungsi pemasaran . Tidak heran jika dari waktu ke waktu banyak perusahaan baru melirik pasar mi instan. scope. memanfaatkan competitive advantage melalui scale. Pasar mi instan di Indonesia memang menggiurkan. Mengetahui faktor-faktor tersebut akan memudahkan perusahaan dalam mengambil langkah dalam kegiatan pemasaran yang akan dilakukan sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan dari konsumen mie instan terhadap kegiatan pemasaran yang telah dilakukan perusahaan. Oleh karena itu.Pendistribusia adalah kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar serta mempermudah penyampaian produk dan jasa dari produsen kepada konsumen sehimgga pengguna sesuai dengan yang di perlukan. tahun ini Indofood meluncurkan strategi marketing yang lebih komprehensif yang lebih menunjukkan jati diri Indofood sebagai market leader. Indofood akan menerapkan strategi Mastering The Present. Proses pendistribusian yang merupakan strategi pemasaran : . Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth. Jika 2002 Indomie menguasai sekitar 90% pangsa pasar mi instan. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap mi cepat saji ini cukup besar.Memperlancar arus saluran pemasaran secara fisik dan non fisik BAB III PENUTUP Perusahaan ingin mengetahui bagaimana proses keputusan pembelian mie instan. perlu diketahui respon konsumen terhadap produk miee instan tersebut. Dominasinya begitu kuat walaupun sudah terjadi pergeseran. hingga saat ini Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk masih menguasai pasar. Hampir semua brand dalam portfolio-nya disegarkan kembali dengan kampanye baru maupun peluncuran produk baru. Sisanya yang 25% dikeroyok merek mi instan lainnya. span. Selain itu akan menjalankan program cost efficiency and cost cutting. Untuk dapat menentukan respon konsumen. Tentang strategi menghadapi persaingan. tahun lalu menurun menjadi 75%.

segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher price and higher margin.com/ .com/journal/item/390 http://www.indofood.multiply. DAFTAR PUSTAKA http://scylics.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful