istilah tambang

Selasa, 05 Januari 2010

ISTILAH PERTAMBANGAN
Buat anda yang memang berkecimpung di dunia tambang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti : Settling Pond , Bench , disposal , ROM , fleet dan lain sebagainya , terutama untuk para pengawas ( Group leader,foreman,supervisor ataupun superintendent ) yang memang langsung berhubungan dengan kegiatan penambangan di lapangan ( apakah itu tambang batubara , emas dan lain sebagainya ). Namun tidak semua orang yang bekerja di pertambangan mengerti tentang istilah-istilah seperti diatas..,misalnya : belum tentu seorang mekanik , driver atau checker dan lain sebagainya tahu apa artinya ROM ?..betul kadang dia sering mengerjakan unit yang sedang rusak di ROM,atau seorang driver sering dumping di ROM,tapi apakah dia tahu artinya ROM ?…jawabannya belum tentu…untuk itu mari kita lihat dan pelajari bersama beberapa istilah ( terminology ) yang sering digunakan di tambang… penasaran..? Istilah – Istilah Tambang ( Mining Terminology ) 1. Air-dried basis : disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya. 2. AMD : Acid Mine Drainage, Pengaliran air asam tambang (Pengaturan aliran air). 3. Backfill : Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan). 4. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam satu slope di daerah galian / timbunan) . 5. BCM : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat). 6. Bench : teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya. 7. Berm : semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai

Grade : Kandungan / kadar mineral berharga dalam bijih ( Ore seperti Emas. 23. creek atau sungai kecil. misalnya 4 %. Dilution : Tercampurnya Ore (Emas) dengan material lain dari luar (waste. Refueling. 8. 19. 11. 12. Cut & Fill : Galian / potong dan timbun. Biasanya terdiri dari Excavator. Grubbing : Pengumpulan tumbuhan semak / perdu. 26. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike). 20. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya. biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang. 27. cleaning. Move karena blasting. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya. Sub Soil. Grade : Kemiringan jalan (%). Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia. 22. Dll). Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal). hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi stripping ratio pada proses pengerjaan tahap – tahap penambangan (Push back).sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya. 30. 9. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan. 28. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil (bisa coal atau OB). 24. sloping. dll). 16. 17. 10. Embankment : Timbunan massal (volume besar) untuk konstruksi. . Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri dari slope dan bench. grade dengan satuan 4 gr/ ton). scorea. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” dipakai “ (OB. 21. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. 18. General work : Pekerjaan yang sifatnya umum untuk mensupport pekerjaan tambang misalnya : drainasi. Truck & alat pendukungnya : Bulldozer. seperti : Rest Time. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM). dll. Cross Fall : Bentuk normal kem iringan jalan (cross section) satu atau dua arah. Contamination : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar : OB. besi dll . 25. Bund Wall : Tanggul Pengaman. Crest : Sisi atas / kepala slope. Cut Back : Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar dengan garis pit design. 29. 31. 15. dll). 14. 13. Grader .

batu pasir. 50. 35. 47. Seam adakalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam. 49. aspal atau beton. 39. . 38. seperti : Hujan. Mud Pond : Kolam Penampungan lumpur. Interburden : lapisan antara. yaitu nilai (kalori) bersih dari conto batubara yang dianalisis dilaboratorium dan merupakan nilai kalori gross air dried (lihat GAD) disesuaikan dengan pengurangan unsur hidrogen. Road maintenance : Perawatan jalan yang meliputi : grading. Log stock pilling : Area penumpukan kayu batangan / gelondongan (log). NAR : singkatan dari net as-received. 43. 44. 41. water spraying. re-seating material surface. 51. OB : singkatan dari Over Burden. Road pavement : Lapis pengerasan jalan. Kabut. batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara ekonomis). Match Factor : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat dengan alat angkut yang dilayani. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. 48. coarse. Raw Off Mine. 45. 46. Rip Rap : Tempat aliran air yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air pada sisi kiri dan kanan jalan. ROM ( Stock Pile ) : Run Off Mine. Seam : lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila dibandingkan dengan tebalnya batuan di sutu wilayah geologi yang dapat terbagi menjadi 2 atau lebih lapisan dan secara terpisah atau digabung merupakan endapan batubara yang biasanya layak ditambang. batu lumpur. batu lanau. lempung. bund wall. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa ada tanah (material) penutup. Road drainage : Drainasi atau pengaliran air dari sisi kiri dan kanan jalan. 42. Rain : Waktu selama hujan berlangsung. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal). dll. 33. yaitu lapisan tanah (batuan) yang menutupi lapisan batubara. yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak jauh. sering disingkat dengan O/B.32. 40. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi sampai toe yang paling terdalam. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia. perawatan dll. 36. Lapisan pengotor ini biasanya terdiri dari serpih. compacting. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari floor atau bench/slope. 34. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.Bila Over Burden telah digali diangkat dan dibuang disebut waste (limbah). Match = seimbang jika nilainya 1 (satu). surface). 37. ini bisa terjadi dari agregate (batuan base/sub base coarse.

disposal . Toe : Sisi bawah / kaki slope. 58. 66. Underburden : sama dengan seat clay. Super elevasi : Kemiringan badan jalan dari titik tengah (center line) sampai ke sisi terluar jalan. terutama untuk para pengawas ( Group leader. 61. 55. Sump : tempat yang paling rendah (semacam kolam kecil) dalam tambang (tambang dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air dipompakan keluar tambang. 62. 59. 56. Bench . Settling Pond : Kolam Pengendapan. 63. Waste : Material-material yang tidak “dipakai”. 54. Biasanya bentuk kemiringan dari bukaan (permuka) tambang terbuka. Misalnya SR = 1 : 8. Top Soil : Tanah pucuk yang mengandung “hara” (bahan yang menyuburkan tanah. emas dan lain sebagainya ). 60. waste) yang harus dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal – Ore). Waste Dump : Nama lain disposal. 57. fleet dan lain sebagainya . Sub Grade : Konstruksi badan jalan dari tanah yang telah memenuhi persyaratan kepadatan tertentu. Slope : lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang datar). biasa dilakukan untuk mengurangi debu atau menjaga kelembaban jalan tertentu. .foreman. 53. Sight distance : Jarak pandang baik pandangan henti sampai dengan pandangan menyiap . 65. ROM . Water spraying : Penyiraman jalan. Di dalam geometri tambang terbuka lereng ini mempunyai batasan (terukur) mengikuti kaidah mekanika batuan (kemantapan lereng) dan ketentuan pemerintah. Sub Soil : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.supervisor ataupun superintendent ) yang memang langsung berhubungan dengan kegiatan penambangan di lapangan ( apakah itu tambang batubara . Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi kembali.Buat anda yang memang berkecimpung di dunia tambang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti : Settling Pond .52. Dibawah ini ada beberapa gambar yang bisa membantu menjelaskan beberapa istilah – istilah diatas. 64. Slippery : Wet condition. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB.

Diposkan oleh IMS di 03.06 .* Dirangkum dari berbagai sumber.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful