P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 2,817|Likes:
Published by api-184088247

More info:

Published by: api-184088247 on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

Bisnis di bidang teknologi informasi memiliki tujuan dan format yang sama

dengan bisnis-bisnis di bidang lainnya. Yang berbeda hanyalah obyek bisnisnya, yaitu

129

teknologi informasi. Sesuai dengan kegiatan dalam dunia teknologi informasi maka

bisnis di bidang ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori sebagai berikur:

a. Bisnis di bidang industri perangkat keras. Bisnis di bidang ini merupakan bisnis

yang bergerak di bidang rekayasa perangkat-perangkat keras pembentuk komputer.

Hal ini seperti yang dilakukan produsen-produsen perangkat keras seperti IBM,

Compaq, Seagate, Cannon, Hewlet Packard dan lain sebagainya.

b. Bisnis di bidang rekayasa perangkat lunak. Bisnis ini bergerak di bidang rekayasa

perangkat lunak atau perangkat lunak komputer. Dalam lingkup yang kecil, bisnis

ini bisa saja dilakukan oleh individu atau seseorang yang menguasai teknik-teknik

rekayasa perangkat lunak. Teknik rekayasa yang dimaksud adalah kegiatan

engineering yang meliputi analisis, desain, spesifikasi, implementasi, dan validasi

untuk menghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan utnuk

memecahkan masalah pada berbagai bidang. Sedangkan dalam lingkup yang lebih

besar, bisnis rekayasa perangkat lunak ini adalah seperti yang dilakukan oleh

perusahaan perangkat lunak raksasa Microsoft, Corel Corporation, Adobe dan lain

sebagainya yang melahirkan perangkat-perangkat lunak utama dalam operasional

komputer.

c. Bisnis di bidang distribusi dan penjualan barang. Setelah bisnis di bidang industri

menghasilkan suatu produk, dalam hal ini adalah produk komputer, maka bagian

bisnis ini bertugas menjual dan mendistribusikan produk-produk insdustri tersebut.

Bisnis teknologi informasi di bidang penjualan dilakukan oleh vendor-vendor

komputer dan atau individu-individu yang melakukan tugas sebagai salesmen

produk tersebut. Posisi sales dalam bisnis TI memegang peranan penting karena

posisi tersebut merupakan ujung tombak keberhasilan industri TI pada umumnya.

Seorang sales di bidang TI di samping harus memiliki persyaratan seperti sales pada

umumnya berpenampilan menarik, luwes, komunikatif, mampu berinteraksi dengan

baik dan memiliki killer instinc yang bagus, juga harus memiliki penguasaan yang

baik terhadap bidang TI sebagai product knowledge.

d. Bisnis di bidang pendidikan teknologi informasi. Bisnis di bidang pendidikan

dilakukan mulai dari lembaga-lembaga kursus komputer sampai pada perguruan

tinggi di bidang komputer. Seiring perkembangan yang pesat di bidang TI,

130

persaingan bisnis di bidang ini juga cukup ketat. Pendidikan di bidang TI bukan

hanya berorientasi pada bagaimana mengoperasikan produk-produk hasil TI, tetapi

juga bagaimana menciptakan, memelihara dan mengembangkan produk-produk

tersebut.

e. Bisnis di bidang pemeliharaan teknologi informasi. Banyak pelaku bisnis yang

bergerak di bidang pemeliharaan produk-produk TI. Pemeliharaan tersebut bisa saja

dilakukan oleh pengembang melalui divisi technical support-nya atau ada juga yang

dilakukan oleh lembaga-lembaga bisnis yang memang memiliki spesialisasi di

bidang maintenance dan teknisi. (Teguh Wahyono, 2006, p. 158-160)

4. .Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial

Ibarat sebuah mobil, laju mobil penting untuk dapat mengantarkan penumpangnya ke

tempat tujuan.Mobil melaju karena injakkan pedal gas pengemudinya dan berhenti

kerena injakan pedal rem. Injakanpedal gas mobil diperlukan agar mobil dapat

melaju dan injakan pedal rem diperlukan agar mobil melaju dengan selamat.

Begitu pula sebuah perusahaan bergerak karena beraksinya sumber daya manusia

bersama-sama sumberdaya yang lain. Agar aksi manajemen perusahaan berjalan

selamat perlu memperhatikan etikabisnis dan tanggung jawab sosial.

Etika dan tanggung jawab sosial perupakan rem perusahaan agar berkerja tidak

bertabrakan dengan pemegang kepentingan perusahaan, seperti pelanggan,

pemerintah, pemilik, kreditur, pekerja dan komunitas atau masyarakat.

Hubungan yang harmonis dengan pemegang kepentingan akan menghasilkan energi

positif buat kemajuan perusahaan.

Alasan atas kode etik :

a. Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis.

131

b. Berkurangnya potensial regulasi pemerintah yang dikeluarkan sebagai aktivitas

kontrol.

c. Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai pedoman.

d. Menyediakan tanggungjawab atas prilaku yang tak ber-etika.

5. Pertimbangan tanggung jawab sosial

a. Pelanggan (Customers)

b. Pekerja (Employees)

c. Pemegang saham (Stockholders)

d. Kreditur (Creditors)

e. Masyarakat (Communities)

6. Tanggung jawab sosial kepada pelanggan (Social Responbility to customers)

a. Bagaimana Memastikan Tanggung jawab Bisnis :

-Tetapkan kode etika.

-Monitor keluhan pelanggan.

-Memperoleh umpan balik pelanggan

b. Bagaimana memastikan tanggungjawab Pemerintah :

-Peraturan Keamanan Produk.

-Peraturan Periklanan.

-Peraturan Persaingan Industri.

132

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->