KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami, “ ALAT – ALAT GELAS ”. Harapan saya semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapapkan sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar dapat lebih baik. Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir . Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita semua. Amin. Semoga sehingga kami dapat berhasil menyelesaikan makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul

Tangerang, 21 Oktober 2012

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................1 DAFTAR ISI....................................................................................................2 DAFTAR LAMPIRAN...............................................................................3-4 BAB I PENDAHULUAN...............................................................................5 BAB II ISI.................................................................................................6-30 BAB III KESIMPULAN...............................................................................31 DAFTAR PUSTAKA...................................................................................32

2

DAFTAR LAMPIRAN

Gelas Kimia (Beaker Glass) (Gb.1)................................................................6 Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask) (Gb.2).................................................7 Tabung Reaksi (Test Tube) (Gb.3)..................................................................8 Labu Ukur (Volumetrik Flask) (Gb.4)............................................................9 Gelas Ukur (Measuring Cylinders) (Gb.5)...................................................10 Buret (Burettes) (Gb.6).................................................................................11 Corong (Funnels) (Gb.7)...............................................................................12 Pipet Volume (Volumentric Pipettes) (Gb.8)...............................................13 Pipet Ukur (Graduated Pipettes) (Gb.9).......................................................14 Desikator (Desiccators) (Gb.10)...................................................................15 Batang Pengaduk (Strirring Rod) (Gb.11)....................................................16 Gelas Arloji (Watch Glasses) (Gb.12)..........................................................17 Corong Pisah (Separatory Funnels) (Gb.13)................................................18 Corong Buchner (Buchner Funnels) (Gb.14)...............................................19 Krus (Crucible) (Gb.15)................................................................................20 Kondensor (Condensers) (Gb.16).................................................................21 Cawan Porselin (Dishes Porcelin) (Gb.17)...................................................22 Botol Pereaksi (Reagent Bottles) (Gb.18)....................................................23 Botol Penetes (Dropping Bottles) (Gb.19)...................................................24 Pipet Tetes (Dropping Pipettes) (Gb.20)......................................................25 Botol Timbang (Wlighting Bottles) (Gb.21)................................................26

3

...................Labu iodium (Iodium Determination Flask) (Gb...............................................................30 4 ........................................27 Labu Kjeldahl (Kjeldahl Flasks) ( Gb.29 Cawan Petri (Gb...............................24)........................23)....................25)..............................22).........................................28 Bunsen (Gb..

Alat gelas yang digunakan di laboratorium umumnya merupakan gelas boroksilikat. plastik. Selain itu keselamatan dari alat – alat laboratorium harus diperhatikan agar terjaga kualitasnya.BAB I PENDAHULUAN Prinsip kerja dan fungsi alat – alat laboratorium harus diketahui mahasiswa kesehatan agar tidak terjadi kesalahan saat pemakaian alat – alat laboratorium. aluminium oksida. Assistant dan ssebagainya. Alat ringan biasanya terbuat dari kayu. Duran. Di dalam perdagangan jenis gelas ini dikenal dengan berbagai merk seperti : Pyrex. Selain itu gelas boroksilikat juga tidak bereaksi dengan bahan kimia sehingga cocok digunakan sebagai alat gela laboratorium. Gelas ini terbuat dari kuarsa / silikat oksida berkualitastinggi. Gelas jenis ini mencair pada suhu agak tinggi dan mempunyai angka mulai yang kecil. Maka dari itu alat – alat laboratorium dibagi menjadi 2 kelompok besar. Schott. Yena. dan natrium oksida. 5 . oleh karena itu dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dan dapat direndam didalam air dingin atatu es tanpa terjadi keretakan atau pecah. karet. gelas. yaitu alat – alat ringan dan alat – alat berat. Sebagian besar alat – alat Laboratorium terbuat dari gelas. Vycor. boron oksida.

Gelas Kimia (Beaker Glass) (Gb. Tempat memanaskan. Mempunyai kapasitas ukuran volume dari 5 – 6000 mL. K3 : • • Menggunakan lap halus saat mengangkat beaker gelas dari kompor listrik. Menguapkan larutan / air. skala pada badan gelas digunakan untuk mengukur larutan secara tidak teliti. 1) Biasanya terbuat dari tipe boroksilikat. Bentuk beaker glass memiliki beberapa tipe.BAB II ISI Alat – alat yang sering digunakan di laboratorium : 1. Prinsip kerja : Wadah larutan. 6 . tinggi dan pendek. Merendam beaker gelas dalam aquadest atau air saat menuangkan larutan asam dengan konsentrasi tinggi. Fungsi : • • • Sebagai tempat melarutkan zat.

labu erlenmeyer ada yang dilengkapi dengan tutup dan tanpa tutup. alat destilasi dan sebagainya. 2) Terbuat dari jenis gelas boroksilikat. dihubungkan dengan alat ekstraksi. Labu erlenmeyer tanpa tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan lemah hingga sedang. Fungsi : • • Labu erlenmeyer dengan tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan kuat.2. Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask) (Gb. Prinsip kerja : labu erlenmeyer dengan tutup asah digunakan untuk pencampuran reaksi dengan pengocokkan kuat sedangkan labu erlenmeyer tanpa tutup asah biasanya digunakan untuk mencampurkan reaksi dengan kecepatan lemah. 7 . K3 : Menggunakan lap halus saat mengangkat Erlenmeyer dari kompor listrik. Labu erlenmeyer mempunyai kapasitas ukuran volume dari 25 – 2000 mL. Tutup labu dan mulut labur erlenmeyer terbuat dari kaca asah.

sedangkan tabung reaksi yang terbuat dari Boroksilikat dan Supermax tahan pemanasan. Tabung reaksi yang terbuat dari Fiolax dan Soda glass umumnya berdinding tipis. Untuk memanaskan sampel atau cairan. Fiolax Glass tidak peka terhadap perubahan panas dan pemanasan setempat. Ukuran tabung reaksi ditetapkan berdasarkan atas diameter mulut tabung bagian dalam dan panjang tabung. Gunakan penjepit tabung saat akan melakukan pemanasan. Fungsi : • • Mereaksikan larutan. K3: • • Membawa serta dengan rak tabung sesuai dengan ukuran tabungnya agar tidak jatuh. Boroksilikat. Soda Glass tidak tahan pemanasan. Prinsip Kerja : Sebagai wadah larutan. Soda.3. 8 . diameter antara 70 – 200 mm. Fiolax dan Supermax. 3) Tabung reaksi umumnya terbuat dari berbagai macam jenis gelas antara lain . beberapa memiliki tutup yang digunakan untuk meletakkan sampel (darah). Tabung Reaksi (Test Tube) (Gb.

K3 : • • Tidak boleh dipanaskan.4. Tutup labu dapat terbuat dari gelas asah atau teflon. Prinsip kerja : Labu ukur memiliki ketelitian tinggi sehingga sering digunakan untuk mengukur larutan secara teliti. 4) Terbuat dari jenis gelas boroksilikat. Gunakan kedua tangan saat mencampurkan larutan. Fungsi : Digunakan untuk mencampurkan larutan. 9 . mempunyai mulut labu dengan ukuran standar yang dilengkapi dengan tutpnya. Labu ukur mempunyai kapasitas volume 5 – 2000 mL. Labu Ukur (Volumetrik Flask) (Gb.

Prinsip Kerja : Mengukur cairan secara tidak teliti dan tidak masuk dalam perhitungan.5. jangan sampai larutannya mengalir pada tepi gelas ukur. 5) Gelas ukur berbentuk silinder. Kapasitas volume gelas ukur 5 – 2000 mL. Fungsi : • • Dapat digunakan untuk merendam pipet dalam asam pencuci Gelas ukur yang dilengkapi dengan tutup asah digunakan untuk melarutkan zat hingga volume tertentu. K3 : perhatikan saat menuangkan larutan. 10 . terbuat dari jenis gelas boroksilikat. Gelas Ukur (Measuring Cylinders) (Gb.

boroksilikat. gunakan pelumas untuk memudahkan putaran kran buret dan mencegah kebocoran. Sebelum titrasi dimulai. Bentuk buret dibedakan dengan ujung kran lurus (Burettes with straight stopcock) dan buret dengan keran bengkok (Burettes with lateral stopcock). Mempunyai kapasitas 1 – 100 mL dengan pembagian skala 0. 6) Buret berbentuk silinder.6. K3 : • • Letakkan pada keranjang plastik. Buret (Burettes) (Gb. amber.2 m. kering dan bebas lemak sebelum digunakan. Prinsip Kerja : Buret harus bersih. 11 . Perhatikkan kran buret.01 – 0. terbuat dari jenis gelas soda. pastikan tidak ada gelembung udara di bawah kran karena menyebabkan kesalahan saat melakukan titrasi. Fungsi : Memberikan secara tetes demi tetes sejumlah volume larutan yang diketahui dengan teliti pada proses titrasi.

Prinsip Kerja : membantu memasukkan cairan dalam suatu wadah dengan ukuran mulut kecil. sedang dan pendek.7. Fungsi : digunakan untuk menyaring zat cair atau sampel padat. Corong (Funnels) (Gb. Corong mempunyai garis tengah 35 – 300 mm dan ada yang mempunyai tangkai corong panjang. corong sebaiknya tidak bersentuhan dengan mulut wadah usahakan menjauh sedikit. 7) Terbuat dari jenis boroksiliat atau plastic. K3 : saat menuangkan larutan. 12 .

13 . 8) Pipet terbuat dari gelas jenis soda jernih. Penghisapan larutan menggunakan pipet melalui mulut usahakan pipet berada pada dasar wadah.8. agar tidak ada gelembung yang masuk saat memipet. K3 : • • • Tidak menggoyangkan pipet untuk mengeluarkan sisa larutan yang tertinggal pada pipet. Prinsip Kerja : memipet atau memindahkan volume cairan dengan teliti atau seksama. Pipet Volume (Volumentric Pipettes) (Gb. Menggunakan ball pipet saat memipet larutan berbahaya dan beracun. tetapi sebaiknya ditiup atau menggoreskan ujung pipet pada dinding dalam dari wadah sebanyak 3x.5 – 100 mL. Fungsi : memipet atau memindahkan volume cairan dengan teliti. mempunyai kapasitas 0.

Menggunakan ball pipet saat memipet larutan berbahaya dan beracun. tetapi sebaiknya ditiup atau menggoreskan ujung pipet pada dinding dalam dari wadah sebanyak 3x. Penghisapan larutan menggunakan pipet melalui mulut usahakan pipet berada pada dasar wadah.5 mL.001 – 0. K3 : • • • Tidak menggoyangkan pipet untuk mengeluarkan sisa larutan yang tertinggal pada pipet.9. Pipet Ukur (Graduated Pipettes) (Gb. memindahkan atau memipet sejumlah volume secara tidak teliti. Prinsip Kerja : memipet cairan secara kurang teliti dan tidak masuk dalam perhitungan pada penetapan kadar.01 – 50 mL dilengkapi dengan pembagian skala pada dinding pipet 0. 14 .9) Pipet ukur terbuat dari gelas jenis soda jernih. Fungsi : digunakan untuk mengambil. agar tidak ada gelembung yang masuk saat memipet. mempunyai kapasitas 0.

agar dapat tertutup lebih rapat. silikagel. fofor pentaoksida. Fungsi : • • Digunakan untuk mendinginkan bahan atau alat gelas (misalnya . Pengering silikagel biasanya diberi indicator warna biru yang keriing dan jika telah mengikat uap air warna akan berubah menjadi merah. K3 : Gunakan dua buah tangan untuk membawa desikator atau untuk membukanya. Tipe gelas jenis atau amber. Desikator (Desiccators) (Gb. mengeringkan serta menyimpan zat atau bahan. 15 . Di bawah piringan porselin terdapat bahan pengering yang umumnya terbuat dari . krus porselin. kalsium oksida dan sebagainya. Silikagel yang telah jenuh dengan uap air dapat dikeringkan lagi dengan cara dipanaskan dalam oven dengan suhu 100o. Prinsip kerja : Mendinginkan. Jika desikator dihampa udarakan. Tutup desikator pada bagian permukaan harus diberi bahan pelican missal : silicon grease. Mengeringkan bahan atau menyimpan zat atau bahan yang harus diliindungi terhadap pengaruh kelembapan udara. botol timbang) setelah dipanaskan dan akan ditimbang.10. sebelum dibuka kran harus dibuka terlebih dahulu agar tekanan udara di dalam dan diluar desikator sama hingga akan memudahkan untuk membukanya. tangan pertama digunakan sebagai penahan desikator dan tangan yang lain digunakan untuk mendorong tutup desikator. asam sulfat pekat. 10) Desikator terbuat dari gelas jenis semi-boroksilat. plastik atau mika. Di dalam desikator terdapat piringan berpori yang terbuat dari porselin yang digunakan untuk meletakkan alat – alat gelas.

Fungsi : • • Digunakan untuk mengaduk larutan atau suspensi yang umumnya berada pada gelas kimia. Prinsip Kerja : Mengaduk larutan atau suspense dalam wadah.11. Batang Pengaduk (Strirring Rod) (Gb. K3 : dalam mengaduk tidak bolek terlalu kuat atau kasar agar larutan tidak terpecik dan wadah tidak pecah. 16 . Erlenmeyer atau tabung reaksi. Digunakan pula sebagai alat bantu untuk memindahkan cairan dari suatu bejana ke bejana lain. Batang pengaduuk mempunyai panjang sesuai dengan keperluan. Batang pengaduk umumnya bergaris tengah 2 – 4 mm dan mempunyai panjang yang bervariasi 6 – 30 cm. 11) Terbuat dari gelas. polietilen atau logam yang dibungkus dengan polietilen.

Prinsip Kerja : wadah penimbangan zat padat Fungsi : wadah menimbang zat padat dan untuk menutup labu pada proses pemanasan.12. Gelas Arloji (Watch Glasses) (Gb. K3 : berhati – hati saat menempatkan wadah 17 . mempunyai diameter yang bervariasi antara 30 – 200 mm. 12) Terbuat dari gelas boroksilat.

Mempunyai kapasitas 50 – 2000 mL. Berbentuk kerucut (buah per) bulaat dan silinder. Corong pisah mempunyai tangkai bermacam – macam ada yang bertangkai pendek. tidak berwarna dan amber. Prinsip Kerja : mengekstraksi zat cair dengan zat cair. 18 . dapat pula mengatur aliran zat cair pada proses kromatografi kolom dan reaksi kimia lainnya. 13) Terbuat dari gelas boroksilat. Fungsi : digunakan untuk ektraksi zat. dilengkapi dengan kran dan tutup yang terbuat dari bahan gelas asah atau teflon. Dalam pengocokkan corong pisah dilakukan dengan cara memegang bagian atas berikut tutupnya dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang tangkai corong berikut kerannya. Corong Pisah (Separatory Funnels) (Gb. panjang dilengkapi dengan penyambung gelas asah standar. lakukan pengecekan tutup dan kran corong pisah sudah tepat dan tidak bocor.13. K3 : • • Sebelum menggunakan. dilengkapi dengan pengatur tetesan.

Diameter corong Buchner 26 – 380 mm. sehingga tidak terjadi tekanan yang berbalik. Saat menghentikan penghisapan. Corong Buchner (Buchner Funnels) (Gb.14. 19 . Fungsi : digunakan untuk menyaring dengan cepat terutama jika digunakan pelarut yang mudah menguap. terlebih dahulu lepaskan hubungan alat gelasnya agar tidak berhubungan dengan udara. K3 : • • Memperhatikan kedudukan tangkai corong dengan arah hisapan pompa agar diatur sedemikian rupa sehingga cairan yang keluar dari corong tidak terhisap oleh pompa. Corong mempunyai dasar yang berpori kasar dan jika akan digunakan harus diletakkan kertas saring yang mempunyai diameter sama dengan corong atau lempeng berpori. 14) Corong Buchner dari porselin atau gelas boroksilikat. Prinsip Kerja: Menyaring bahan kasar dengan cairan penyaring atau pelarut. Corong penggunaannya dibantu dengan labu hisap yang dihubungkan dengan pompa hisap / vakum.

Nikel. krus dilengkapi denan tutup.15. 15) Krus dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dalam tanur (Muffle Furnance) 1900o. Krus mempunyai kapasitas 2 – 250 mL. Krus (Crucible) (Gb. Fungsi : umumnya digunakan untuk membakar / mengarangkan / mengabungkan zat pada analisis gravimetri. memindahkan krus dari tanur menggunakan tang krus tangkai panjang dan pendek. Platina. Mempunyai bentuk tinggi atau pendek . tanah liat yang dibakar. memasukkan. Krus terbuat bahan Porselin. campuran Platina-Tembaga. Baja tahan karat. K3 : • • Sebelum digunakan. Untuk mengambil. Graphite. krus di cuci dan di rendam dengan asam pencuci. 20 . Prinsip Kerja : praktikum analisis laboratorium sehari – hari untuk pengabuan zat pada analisis gravimetri.

metilasi dan sebagainya. esterifikasi. kemudian uap panas akan naik lalu dialirkalah air dinginmelalui selang sehingga uap panas tadi tidak lepas ke udara tetapi kembali mengembun dan jatuh lagi ke bawah. sintesa. ekstraksi. 16) Kondensor mempunyai bentuk panjang yang berbeda – beda sesuai dengan kegunaan masing – masing.16. kita harus memperhatikan suhunya. Kondensor terbuat dari gelas boroksilat . Fungsi : digunakan intuk menggembungkan atau mendinginkan uap yang terjadi pada proses reaksi. volume dari larutan yang dipanaskan akankonstan karena tidak ada uap yang lepas ke udara. Prinsip Kerja :zat dipanaskan. Kondensor (Condensers) (Gb. Pada prinsip kerja kondensor. K3 :Pada saat melakukan destilasi. saponifikasi. umumnya dapat dirangkai dengan alat gelas lain untuk berbagai keperluan. 21 . atau pada sistem destilasi. Apabila terlalu tinggi maka akan menyebabkan endapan yang seharusnya didapat akan gosong dantidsak dapat dilanjutkan prosesnya ke rekristalisasi.

Sebagian cawan petri tidak tahan pada suhu di atas 300o. 17) Cawan porselin mempunyai kapasitas 4 – 2900 mL. K3 : memperhatikan suhu saat menguapkan cairan. pasir dan sebagainya). 22 . Fungsi : untuk menguapkan cairan pada suhu yang tidak terlalu tinggi (oven.17. Cawan Porselin (Dishes Porcelin) (Gb. di atas tangas air. uap.

18. Botol Pereaksi (Reagent Bottles) (Gb. K3 : • • Khusus untuk larutan asam. 23 . Fungsi : menyimpan larutan. khusus untuk penyimpanan asam yang berasap botol dilengkapi dengan penutup bahan atau kap asam. Botol mempunyai mulut atau leher lebar dan normal dengan kapasitas 50 – 10. botol pereaksi diletakkan pada lemari asam.000 mL dilengkapi dengan tutup yang terbuat dari kaca asah. 18) Botol pereaksi terbuat dari boroksilikat. ada yang jernih-transparan dan amber. Pasang tutup botol agar larutan tidak bercampur dengan udara. atau gelas soda.

Fungsi : digunakan untuk menyimpan cairan indikator. Prinsip Kerja : menyimpan dan meneteskan cairan. Kapasitas 30 – 250 mL dilengkapi dengan tutup yang mempunyai tempat mengalirkan cairan / meneteskan cairan atau tutup yang dilengkapi dengan pipet. harus hati – hati jika tidak maka cairan akan berceceran. ada yang jernih-transparan dan amber. Botol Penetes (Dropping Bottles) (Gb.19. K3 : saat mengangkat pipet dalam botol. cairan pewarnaan dan sebagainya. 24 . 19) Terbuat dari gelas boroksilikat .

20) Pipet tanpa skala. Prinsip Kerja : menambahkan cairan tetes demi tetes hingga volume tepat. Pipet Tetes (Dropping Pipettes) (Gb. mempunyai bentuk pendek atau panjang dan dilengkapi dengan karet penghisapnya.20. Fungsi : memindahkan larutan dari satu wadah ke wadah lainnya K3 : setelah memipet miringkan sedikit pipet agar larutan yang dipindahkan tidak menetes dan luruskan kembali pipet saat akan memindahkannya pada wadah lainnya. 25 .

Botol Timbang (Wlighting Bottles) (Gb. Selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair. Kapasitas botol timbang mulai 15 – 80 mL. 26 . 21) Botol timbang terbuat dari jenis gelas boroksilikat. Botol timbang mempunyai tipe bentuk tinggi dan pendek. Fungsi : • • Digunakan di dalam menentukan kadar air suatu bahan. dilengkapi dengan tutup asah.21.

Fungsi : adapun kegunaan labu iodium adalah untuk mereaksikan zat yang biasanya menghasilkan iodium. aluminium oksida dan natrium oksida. K3 : • • • Pecahnya labu yang dpat diatasi dengan mengganti yang baru. Prinsip Kerja : memasukkan sampel dalam labu iodium dan tutup dengan rapat. Apabila tutup labu kurang rapat ketika sedang digunakan dalam mereaksikan.22. Retaknya labu yang dapat diperbaiki dengan lem. maka aroma iodium yang menyenngat akan terhirup dan akan mengganggu kerja sehingga tutp labu harus ditutup rapat. jangan sampai ada gelembung udara di dalamnya. Labu iodium mirip labu Erlenmeyer bertutup asah dan pada mulut labu dilengkapi oleh suatu piringan kaca yang digunakan untuk menempatkan cairan/larutan atau air yang berguna untuk mengikat uap iodium hasil reaksi. Labu iodium (Iodium Determination Flask) (Gb. boron oksida. 22) Labu iodium atau disebut juga sebagai labu iod merupakan salah satu alat gelas laboratorium yang terbuat dari kuarsa/silikat oksida. Labu iodium mempunyai kapasitas ukuran 100 sampai 500. 27 .

Prinsip Kerja : posisi labu harus miring dengan mulut menyandar pada penampung uap asam. 23) Terbuat dari gelas boroksilikat. K3 : saat memasangkan labu pada mulut penampung uap harus rapat agar uap asam tidak menyebar saat melakukan proses destruksi. 28 . Fungsi : digunakan untuk destruksi atau digesti protein dan dapat pula digunakan sebagai labu destilasi pada hasil destruksi protein. dengan kapasitas 50 – 1000 mL. Labu Kjeldahl (Kjeldahl Flasks) (Gb.23.

Bunsen (Gb. 24) Pemanas yang bentuknya seperti tabung yang berisi bahan bakar dan memiliki sumbu yang dapat menghasilkan api. dan minyak gas. spiritus. ada yang dari alcohol. Bahan bakarnya macam-macam.24.. Fungsi : fungsinya untuk menciptakan suasana steril 29 .

Cawan Petri plastik dapat dimusnahkan setelah sekali pakai untuk kultur bakteri. Fungsi : digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri.25.25) Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel.\ K3 : menutup cawan petri setelah memasukkan biakan bakteri agar tidak terkontaminasi dengan udara. Cawan Petri selalu berpasangan. spora. 30 . Cawan Petri (Gb.khamir. atau biji-bijian. yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya.

tergantung jenis alatnya.BAB III KESIMPULAN Dari materi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa setiap alat gelas memiliki sifat khusus yaitu tahan panas terutama merk Pyrex. Alat gelas dibersihkan dengan sabun detergen dengan menggunakan sikat yang sesuai. Gelas Borosilikat bersifat tahan terhadap kenaikan suhu yang mendadak. Gelas Soda Lime bersifat kaca yang tidak kusam jika dipanaskan. Namun beberapa diantaranya memiliki fungsi yang sama. 31 . Bahan gelas yang digunakan merupakan campuran dari senyawa-senyawa yang diformulasikan menjadi . akan tetapi kurang tahan terhadap senyawa alkali. tetapi lebih tahan terhadap senyawa asam. Selain itu masing – masing alat laboratorium memiliki fungsi dan prinsip kerja yang berbeda – beda.

wordpress.com/2011/01/penjepit-tabung-reaksi.com/2010/10/10/fungsi-dari-peralatan-inokulasi/ http://muthiaura.com/2011/01/labu-iodium-labu-iod.scribd.blogspot.com/2010/02/peralatan-gelas-kimia-glassware.com/2012/02/28/angka-penting-dan-angka-pasti-2/ 32 .DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan.blogspot.wordpress. 1995.html http://instrumenalatbahan.html http://www. http://qualitycontrol-07.com/doc/86879201/101/Rak-Tabung-Reaksi-16-mm http://senutyokukuh.html http://instrumenalatbahan.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful