Teknik Pewarnaan

Teknik pewarnaan mikroorganisme

Posted on April 19, 2009 by firebiology07 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo, 2008). Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus, basil, spirilum, dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte, 1990). Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna , substrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna, kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam, dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro, 1994). Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme baik itu dengan cara pengecatan sederhana, pengecatan negatif maupun pengecatan gram serta mengetahui morfologi mikroorganisme. I.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Untuk mengetahui teknik pewarnaan mikroorganisme dengan cara pengecatan negatif, pengecatan sederhana dan pengecatan gram. 2. Untuk mengetahui morfologi mikroorganisme I.3 Waktu dan Tempat Percobaan Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Maret 2009, pukul 14.00- 17.30 WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri, sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki, 2008). Macam-macam pewarnaan (Yulneriwanti, 2008) : 1. Pewarnaan negatif - Bakteri tidak diwarnai, tapi mewarnai latar belakang - Ditujukan untuk bakteri yang sulit diwarnai, seperti spirochaeta 2. Pewarnaan sedehana

2008)..Tujuan untuk membedakan antar bakteri . Pewarnaan diferensial .Contoh: Pw. sifat-sifat bakteri dalam membantu mengidentifikasinya. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif dapat dilihat pada table berikut ini (filzahazny.Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) .Sediaan hapus → teteskan emersi → lihat dimikroskop Untuk mempelajari morfologi. spora. Gram. Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Kebanyakan . Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. yakni gram-positif dan gram-negatif. 2008).Untuk mewarnai struktur khusus/tertentu dari bakteri→ kapsul. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka (filzahazny. kuman perlu diwarnai.menggunakan lebih dari satu macam zat warna . Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. flagel dll Cara pewarnaan negatif . Pada uji pewarnaan Gram. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae (filzahazny. sementara bakteri gram-negatif tidak. Pw. struktur. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri Tahan Asam 4. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. 2008) : Bakteri Gram Positif Bakteri Gram Negatif Dinding Sel: Lapisan petidoglikan Lebih tebal Lebih tipis Kadar lipid 1-4% 11-22% Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Lebih pekat Larut Kepekaan terhadap Yodium Lebih peka Kurang peka Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Resistensi terhadap tellurit Lebih tahan Lebih peka Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Lebih peka Kurang peka Kepekaan terhadap streptomisin Tidak peka Peka Teknik pewarnaan Pewarnaan sederhana. Pewarnaan khusus .Tujuan hanya untuk melihat bentuk sel 3. Disebut demikian karena hanya digunakan satu jenis cat pewarna untuk mewarnai organisme.

gegep kayu. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. . sekitar 10 – 15 mm. sekitar 15-80 nm.± jumlah sedikit .Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. objek gelas. .lampu spritus . 1990) : .Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo.Struktur dinding selnya tipis.Lebih resisten terhadap gangguan fisik. Pewarnaan negatif. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. botol semprot .Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). 3. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. Tetapi sekali pewarna memasuki endospora. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya. berlapis tiga atau multilayer. vibrio. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahanbahan kimia.Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). berlapis tunggal atau monolayer. 2. . 1990). Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora. tidak mengandung asam tekoat. 1990) : . . Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien.bakteri telah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofil (suka akan basa). Mengandung asam tekoat.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. sukar untuk dihilangkan. maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. Hanya bila diperlukan panas yang cukup. ose bulat. . Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu (Volk & Wesley. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku. 4.Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. dsb) dari bahan-bahan lainnya yang ada pasa olesan yang diwarnai (Hadiotomo. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. radiasi UV serta bahan-bahan kimia. . pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. .Tidak resisten terhadap gangguan fisik. korek api. dan hand sprayer .Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. . basillus.wadah baskom. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam.pipet tetes. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin BAB III METODOLOGI III. 1989). tahan terhadap panas. kekeringan. 1990). 1998): 1. 1 Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah mikroskop. Pewarnaan sederhana ini memungkinkan dibedakannya bakteri dengan bermacam-macam tipe morfologi (coccus. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). sebelah dalam dengan 10% dari berat kering. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromofornya bersifat positif).Struktur dinding selnya tebal. .

Biakan Bacillus cereus. 5. Dengan menggunakan objek gelas lain menyentuhkan sisi objek gelas tersebut pada sampel tersebut sehingga C. membiarkan selama 1 menit. membiarkan selama 1 menit. Larutan nigrosin (tinta cina). Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri.2 Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah Aquadest steri. Spirtus. B. Mencuci dengan air mengalir sampai sisa cat tercuci habis. membiarkan selama 30 detik.3 Prosedur Kerja A. 5. Gram C (Alkohol asam). 3. III. Mencuci dengan air dan keringkan. Gram D (Safranin). Pengecatan Gram 1.2 Pembahasan A.III. Membersihkan gelas objek dengan alcohol 70 % agar bebas lemak. Meneteskan larutan Kristal violet diatas olesan preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarakan selama 1-2 menit. Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. Mencuvi dengan air dan keringkan. Menetesi dengan larutan gram D. Zat warna yang umunya digunakan . Meneteskan larutan gram B. Gram B (larutan lugol). Mengambil 1 ose yang digunakan umntuk mengambil biakan. Meneteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes pada olesan bakteri.1 Hasil IV. 3. Pengecatan Negatif 1. 4. 7. Menyiapkan preparat olesan bakteri Bacillus cereus. Membiarkan hingga mengering lalu mengamati diubawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi. 2. 3. Menggambar dan mencatat hasil pengamatan. Mengamati dibawah mikroskop dengan menggunakan pembesaran 100x dan minyak imersi. meletakkan biakan pada objek gelas kemudian mencampur dengan 1-2 tetes nigrosin. C. Meneteskan larutan gram C. Eshcericia coli dan Salmonella typii lalu fiksasi pada pembakar spirtus. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. selanjutnya menarik objek gelas tersebut dengan arah yang®membentuk sudut 300 berlawanan hingga membentuk film tipis. Pengecatan Sederhana 1. 8. 6. Minyak imersi. 5. Gram A (Kristal violet). 2. Mencuci dengan air mengalir dan mengeringkan dengan tissue roll dengan hati-hati. Alcohol 70 %. mencuci dengan air dan mengeringkan dengan tissue. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. kemudian mengeringkan dengan hati-hati mengunakan tissue roll. Membuat preparat olesan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii lalu fiksasi dengan pembakar spirtus. 4. 4. Menggambar dan mencatat hasil yang diamati. Mengamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan menggunakan minyak imersi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. Biakan Salmonella typii. membiarkan selama 30 detik. 9. Tissue roll. 2. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. lBiakan Eschericia coli.

pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. bentuk.. alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup. Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. . larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. Ratna Siri.. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. Malang : Djambatan. Dasar-Dasar Mikrobiologi. D. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. Salmonella typii dan Eshericia coli. 1990.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. Perbedaan gram (+) dan gram (-) Sifat Gram (+) Gram (-) • Komposisi Kandungan lipid rendah Kandungan lipid tinggi • Ketahanan terhadap penisilin Lebih sensitif Lebih tahan • Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat • Ketahanan terhadap fisik Lebih tahan Kurang tahan • Kebutuhan Nutrien Kompleks Relatif BAB V PENUTUP V. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu..1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . .yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). pengecatan sederhana dan pengecatan negative. Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin. pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu Kristal violet sebagai cat utama. . Hadiotomo. dan tata letak sel. C. 1989. B. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). Jakarta : Pt Gramedia. V.

Yulneriwanti.htm.kuliah. http ://ngecat bakterimakul-rizki. .fkugm2008..2x/6/Praktikum6. Wheeler. .html. Fauziah. 2008. Makassar. www.di akses pada tanggal 08 maret 2009. Volk.pdf...com/Penganta-tentang-bakteri. Rizki.com/wp-content/uploads/HSC/1.com/2008/02/materi. 2008.. Makassar.blogspot. 2008.Jimmo. Makassar. diakses pada tanggal 08 Maret 2009. 2008. Mikrobiologi Dasar Jilid I. http:/wordpress.. diakses pada tanggal 04 April 2009. diakses pada tanggal 14 April 2009. Makassar. http://01-bakteri. 1998.html. Wesley A dan Margareth F. 2008. http ://Pembuatan PReParAT dan PengeCaTAnnyA _ BLoG KiTa.mht.. Jakarta : Erlangga.. Filzahazny. diakses pada tangan 04 April 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful