UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELAS B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG KECAMATAN KANGKUNG KABUPATEN

KENDAL TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Semarang Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Guna Memperoleh Drajat Sarjana Pendidikan SRI MUNANTI NPM : 09159285 PROGRAM STUDI S1 PG PAUD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI SEMARANG 2012 SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELAS B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG KECAMATAN KANGKUNG KABUPATEN KENDAL TAHUN AJARAN 2011/2012 Yang disusun dan diajukan oleh SRI MUNANTI NPM : 09159285 Telah disetujui oleh pembimbing untuk diujikan dihadapan Dewan Penguji Pada tanggal Pembimbing I Pembimbing II Muniroh Munawar, M.Pd Agung Prasetyo, S.Psi., M.Pd NPP. 097801230 NPP: 046901158 PROGRAM STUDI S1 PG PAUD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI SEMARANG 2012 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : SRI MUNANTI NPM : 09159285 Jurusan : S1 PG PAUD Menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi yang berjudul ” Upaya Meningkatkan Minat Baca Melalui Media Gambar Pada Anak Kelas B TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2011/2012” benar – benar hasil karya saya sendiri, buka jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang, 2012 Sri Munanti NPM 09159285

SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELAS B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG KECAMATAN KANGKUNG KABUPATEN KENDAL TAHUN AJARAN 2011/2012 Yang disusun dan diajukan oleh SRI MUNANTI NPM : 09159285 Telah dipertahankan di depan dewan penguji Pada tanggal Dan dinyatakan telah memenuhi syarat Dewan Penguji Ketua, Sekretaris Dra. M. TH. S.R. Retnaningdyastuti, M.Pd Agung Prasetyo, S.Psi., M.Pd NIP : 19530603 198103 2 001 NPP: 046901158 Penguji I

Penguji II Penguji II

MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan¬ kecintaan, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu (Kahlil Gibral) Jadikan masa lalumu sebagai pelajaran hidup yang sangat berarti¬ sehingga kehidupan yang akan datang menjadi lebih baik dan berarti. (Penulis) PERSEMBAHAN 1. Suami tercinta yang telah memberi dorongan moril maupun materil untuk belajar. 2. Anak –anakku tersayang yang telah turut mendukung untuk melanjutkan studi. 3. Kepada bapak dan ibu terhormat yang telah memberi semangat untuk melanjutkan studi. 4. Para Dosen yang telah membimbing dalam studi. 5. Teman-teman seperjuangan yang selalu dihati 6. Almamater IKIP PGRI Semarang. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan pada penulis dan tidak satupun ungkapan yang bisa menggambarkan rasa syukur atas terselesainya skripsi dengan judul “ Upaya Meningkatkan Minat Baca Melalui Media Gambar Pada Anak Kelas B TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2011/2012”, sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan IKIP PGRI Semarang. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini ucapan terima kasih saya sampaikan kepada yang terhormat: 1. Muhdi, SH. M.Hum rektor IKIP PGRI Semarang, yang telah memberi kesempatan dan peluang bagi penulis untuk menyusun skripsi dan menuntut ilmu dilembaga ini. 2. Dra. M. TH. S.R. Retnaningdyastuti, M.Pd Dekan FIP PAUD IKIP PGRI Semarang yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian. 3. Agung Prasetyo, S.Psi., M.Pd Ketua Jurusan PG PAUD FIP IKIP PGRI Semarang yang telah menyetujui judul penelitian ini. 4. Muniroh Munawar, S. Pi., M. Pd Pembimbing I yang telah memberikan motivasi dan saran dalam menyusun skripsi ini serta memberikan bimbingan dan pengarahan serta dorongan hingga terselesaikan skripsi ini. 5. Agung Prasetyo, S.Psi., M.Pd Pembimbing II yang telah memberikan motivasi dan saran dalam menyusun skripsi ini serta memberikan bimbingan dan pengarahan serta dorongan hingga terselesaikan skripsi ini

Dengan adanya gambar tersebut. Media gambar adalah media yang berupa gambar yang diserta dengan kata-kata atau kalimat dibawahnya. Oleh karena itu. perencanaan. 6 atau 30% anak mendapat nilai cukup dan 5 atau 25% anak mendapat nilai . Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Anak usia dini memerlukan banyak sekali informasi untuk mengisi pengetahuannya agar siap menjadi manusia sesungguhnya. kritik dan saran penulis harapkan demi membangun sebuah pemahaman dan penulisan karya ilmiah yang lebih baik. 2012 Upaya Meningkatkan Minat Baca Melalui Media Gambar Pada Anak Kelas B TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Tahu Ajaran 2011/2012. Seluruh Dosen IKIP PGRI Semarang yang telah memberikan bekal ilmu untuk mencerdaskan anak bangsa. 2012 Penulis ABSTRAK Sri Munanti. dapat diketahui bahwa minat baca anak masih rendah. Berdasarkan data informasi awal yang diperoleh oleh peneliti pada saat observasi. pengamatan dan refleksi. Proses pembelajaran yang kurang menarik dan bervariasi menjadikan minat anak akan membaca masih rendah. anak merasa bosan karena metode yang sama dan monoton. Semarang. Anak usia dini umumnya enggan untuk membaca sesuatu yang bersifat abstrak. Dalam hal ini membaca merupakan cara untuk mendapatkan informasi karena pada saat membaca maka seluruh aspek kejiwaan manusia terlibat dan ikut serta bergerak. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca dan dapat memberikan kontribusi di dunia pendidikan. Seperti halnya yang terjadi pada anak kelompok B TK Mardirahayu Sendangdawung. Pada tiap siklus terdapat empat tahapan yaitu. Pada saat kegiatan pembelajaran guru menggunakan media gambar untuk meningkatkan minat baca anak. Pada saat kegiatan pembelajaran. maka anak didik akan terangsang utuk mengetahui maksud gambar tersebut dan mencoba membaca kata-kata atau kalimat yang ada. Kemampuan membaca anak usia dini umumnya masih relatif kurang karena pedidikan usia dini merupakan awal atau permulaan anak belajar membaca. 9 atau 45% anak mendapat nilai baik. Semua teman Fakultas Ilmu Pendidikan khususnya PG PAUD Tahun 2012 8. 7. Minat membaca pada anak masih rendah. pelaksanaan tindakan. Dari 20 anak. Semua pihak yang telah membantu selama proses pembuatan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutan satu persatu.6. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini belum sempurna.

5 atau 25% anak mendapat nilai cukup dan 2 atau 10% anak mendapat nilai kurang. iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………… iv KATA PENGANTAR…………………………………………………………. Analisis Data . Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pengajaran berupa media gambar dapat meningkatkan minat membaca anak kelompok B TK Mardirahayu Sendangdawung. Latar Belakang…………………………………………………. Kajian Teori 1. vii DAFTAR TABEL……………………………………………………………….kurang. Kerangka Berpikir D. D. 16 atau 80% anak mendapat nilai baik. Membaca 4. Penelitian Yang Relevan C. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 3. Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Manfaat Penelitian…………………………………………… BAB II KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Setelah mengalami perbaikan pada siklus I. Setting Penelitian B. Diharapkan pula guru agar mampu membuat media pengajaran sesederhana mungkin dengan segala keterbatasan yang ada agar proses belajar lebih menyenangkan dan bervariasi demi meningkatkan minat belajar pada anak. Identifikasi Masalah…………………………………………….. B.. Minat 2. xi ABSTRAK……………………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah……………………………………………… E. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL…………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………………. 13 atau 65% anak mendapat nilai baik. 2 atau 10% anak mendapatkan nilai cukup dan 2 atau 10% anak mendapatkan nilai kurang. Pada siklus II. ii HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………. Teknik dan Alat Pengumpulan Data E. Subjek Penelitian C.. Sumber Data D. C. Tujuan Penelitian……………………………………………… F. Oleh karena itu media gambar dapat dijadikan sebagai salah satu media alternatif pada bidang pengembangan bahasa. Pembatasan Masalah……………………………………………. ix DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………… x DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………. v DAFTAR ISI……………………………………………………………………. Media Gambar B..

Pembahasan Tiap Dan Antar Siklus BAB V PENUTUP A. Nilai hasil belajar prasiklus. Nilai hasil belajar Siklus II……………………………………… 5. Uraian setiap Siklus dalam penelitian 2. 2. Siklus I dan siklus II DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Deskripsi Kondisi Awal B. Nilai hasil belajar Siklus I………………………………………. Diagram Nilai Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II…………. Indikator Kinerja G. Deskripsi Siklus I C. . Diagram Nilai Siklus I dan Siklus II………………………… 6. Diagram Nilai Pra Siklus dan Siklus I……………………….F. Bagan Kerangka Berpikir……………………………………. Deskripsi Siklus II D.. Simpulan B. Nilai hasil belajar prasiklus 3. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. 5. Dokumentasi kegiatan pada saat pembelajaran siklus II 4. Dokumentasi kegiatan pada saat pembelajaran siklus I 3. 4. Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

Latar Belakang Sesuai dengan Pasal 1 UU RI No. akhlak mulia. Guru memerlukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam hal ini membaca merupakan cara untuk mendapatkan informasi karena pada saat membaca maka seluruh aspek kejiwaan manusia terlibat dan ikut serta bergerak. TK tidak mengemban tanggungjawab utama dalam membelajarkan keterampilan membaca dan menulis. Perlu adanya metode pembelajaran yang menarik untuk anak didik. TK merupakan lembaga pendidikan pra-skolastik atau akademik. kepribadian. Dengan adanya gambar tersebut. Anak usia dini umumnya enggan untuk membaca sesuatu yang bersifat abstrak. 6. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan media yang dapat merangsang minat baca anak didik dalam membaca. Selain itu tuntutan orang tua yang menginginkan anak cepat bisa membaca. 2007:2). pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kecerdasan. 2011:13). pada anak kelas B TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan . Media yang dapat digunakan salah satunya adalah media kartu gambar. Subtansi pembinaan kemampuan skolastik atau akademikini haruslah menjadi tanggungjawab utama lembaga pendidikan dasar (Depdiknas. Penggunaan gambar yang menarik untuk meningkatkan minat siswa. Untuk mempermudah didalam memahami skripsi ini. masyarakat. Media kartu gambar adalah media yang berupa gambar yang diserta dengan kata-kata atau kalimat dibawahnya. Pembatasan Masalah Agar pembahasan tidak terlalu meluas. 3. Itu artinya. Kemampuan membaca anak usia dini umumnya masih relatif kurang karena pedidikan usia dini merupakan awal atau permulaan anak belajar membaca. penulis merasa perlu memberikan batasan.pengendalian diri. maka anak didik akan terangsang utuk mengetahui maksud gambar tersebut dan mencoba membaca kata-kata atau kalimat yang ada. Kemampuan membaca peserta didik yang umumnya masih relatif rendah 2. Bagaimana cara untuk meningkatkan minat membaca anak usia dini? 4. Tuntutan orang tua yang menginginkan anaknya bisa cepat membaca. penulis membatasi upaya meningkatkan minat baca melalui media gambar menghubungkan tulisan sederhana dengan gambar yang melambangkannya. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Hasilnya. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Ditambah lagi tuntutan dari SD yang mengadakan penerimaan siswa dengan menggunakan tes baca tulis. Penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran. 20 Tahun 2003. bangsa. B. dan Negara (Depdiknas. C.BAB I PENDAHULUAN A. Anak usia dini memerlukan banyak sekali informasi untuk mengisi pengetahuannya agar siap menjadi manusia sesungguhnya. otak yang merupakan pusat koordinasi pun bekerja keras menemukan hal-hal baru yang akan menjadi pengisi memori otak sekaligus menjadi bekal pertumbuhan (Adi Susilo. 5. 2007:1).

Kajian Teori a.Kangkung Kabupaten Kendal tahun ajaran 2011-2012. maka tujuan penelitian ini adalah meningkatkan minat baca melalui media gambar pada anak kelas B TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Tahu Ajaran 2011/2012. Manfaat Penelitian 1. b. yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimanakah upaya meningkatkan Minat Baca Melalui Media Gambar pada Anak Kelas B TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Tahu Ajaran 2011/2012? E. b. Ini kemudian mendatangkan kepuasaan. Manfaat Teoritis Untuk mendapatkan teori baru tentang meningkatkan minat baca anak didik melalui kartu gambar. Rumusan Masalah Dari uraian diatas. 2. Meningkatnya minat baca pada anak didik. Bila kepuasaan berkurang. Bila mereka melihat sesuatu melihat sesuatu akan menguntungkan mereka merasa berminat. D. Memperoleh pengalaman untuk meningkatkan minat baca anak didik melalui kartu gambar. Tujuan Umum Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan minat baca pada anak. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk berbagai pihak. Hasil penelitian diharapkan mampu membantu sekolah dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar. F. Bagi sekolah a. BAB II KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Memotivasi kepada guru-guru untuk menerapkan metode yang bervariasi dalam pengajaran. 2. minat pun berkurang. Bagi guru a. Tujuan Penelitian 1. Minat Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. 3. Dapat memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Setiap minat memuaskan kebutuhan . Tujuan Khusus Sesuai dengan perumusan masalah di atas. 2. b. antara lain: 1. Anak didik lebih termotivasi dalam belajar. Bagi siswa a.

penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar positif. Aiken (Ginting. Periode Linguistik inilah anak mulai mengucapkan kata-kata pertama. periode Prelinguistik dan periode Linguistik. dan guru sendiri hendaknya berusaha membangkitkan minat terhadap belajar. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. walaupun kebutuhan ini mungkin tidak segera tampak bagi orang dewasa. Peserta didik akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. hal tersebut diungkapkan oleh Anastasia dan Urbina (Ginting. . Oleh karena tiu.or. (e) minat dipengaruhi pengaruh budaya. Pada hakikatnya setiap anak berminat terhadap belajar. ia akan cepat dapat mengerti dan mengingatnya. (b) sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. (e) berikan penilaian. mengembangkan minat belajar peserta didik merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi siswa. Sebaliknya. 1978:114). diantaranya: (a) hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan peserta didik. (c) minat bergantung pada kesempatan belajar. Berikut merupakan ciri-ciri minat anak menurut Hurlock (1978. Selanjutnya Ginting (2005) menjelaskan. 2005) mengungkapkan definisi minat sebagai kesukaan terhadap kegiatan melebihi kegiatan lainnya. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Bahasa adalah segala bentuk komunikasi di mana pikiran dan perasaan seseorang disimbolisasikan agar dapat menyampaikan arti kepada orang lain. yaitu. (c) ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. antara lain adalah sebagai berikut : (a) minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik. perkembangan bahasa dimulai dari tangisan pertama sampai anak mampu bertutur kata. semakin kuat dan bertahan pada minat tersebut (Hurlock. Menurut Usman (2008:27) kondisi belajar-mengajar yang efektif adalah minat dan perhatian siswa dalam belajar.id/jurnal/04/017-035. (d) berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa. 2005). (f) berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. (d) perkembangan minat mungkin terbatas. maka ia akan berusaha untuk mengetahui lebih banyak tentang kesenian. serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan. b. Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran peserta didik. Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa menurut Sanjaya (2006 : 28-29). Minat merupakan suatu sifat yag relatif menetap pada diri seseorang.dalam kehidupan anak. minat berfungsi sebagai daya penggerak yang mengarahkan seseorang melakukan kegiatan tertentu yang spesifik. Oleh sebab itu. Ini berarti minat berhubungan dengan nilai-nilai yang membuat seseorang mempunyai pilihan dalam hidupnya. Jika seorang anak memiliki rasa ingin belajar. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih. Semakin kuat kebutuhan ini.bpkpenabur. (g) ciptakan persaingan dan kerja sama. Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan seseorang. lebih jauh lagi minat mempunyai karakteristik pokok yaitu melakukan kegiatan yang dipilih sendiri dan menyenangkan sehingga dapat membentuk suatu kebiasaan dalam diri seseorang (www1. (b) minat bergantung pada kesiapan belajar. Perkembangan bahasa terbagi menjadi dua periode.pdf). Misalnya seorang anak menaruh minat terhadap terhadap kesenian. tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. 115). (f) minat itu egosentris.

bertanya. antara lain adalah: a. berbicara. dapat ditunjukkan oleh anak dalam perilaku: menyapa. mengemukakan alas an. Orang tua mulai melakukan Tanya jawab dengan anak secara sederhana. c. Pada fase ini anak sudah dapat membuat kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata. setelah beberapa waktu barulah disusul dengan kata kerja. Pada umumnya kata pertama yang diucapkan oleh anak adalah kata benda. bantuan. adalah kegiatan yang melibatkan unsur auditif (pendengaran) dan visual (pengamatan). Membaca Retorika adalah kiat yang didasarkan atas nengetahuan yang tersusun baik dan kemahiran yang telah dimiliki untuk mencapai tujuan. melaporkan kejadian.31) periode linguistic terbagi dalam tiga fase besar. dapat ditujukan oleh anak dalam perilaku: mendengarkan perintah. Pada periode ini bahasa yang digunakan oleh anak tidak lagi egosentris. seperti suara burung yang sedang berkicau. menyiapkan kegiatan yang dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Berikut adalah fungsi bahasa sebagai alat komunikasi menurut Depdiknas (2007:5). dapat ditujukan oleh anak dalam perilaku: mengembangkan keterampilan bertanya. Fase diferensiasi Periode terakhir dari masa balita yang berlangsung antara usia dua setengah sampai lima tahun. yaitu melafalkan bunyi yang tidak ada artinya secara berulang-ulang. menyatakan suka/tidak. Keterampilan anak dalam berbicara mulai lancar dan berkembang pesat. Anak pun mulai dapat bercerita dengan kalimat-kalimat sederhana. c. menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menggunakan berbagai kegiatan yang bervariasi. Berbahasa merupakan kegiatan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi. yaitu: a. d. meminta ijin. dari dan untuk dirinya. Kebanyakan anak memulai perkembangan bahasanya dari menangis untuk mengekspresiakan responnya terhadap bermacam-macam stimuli. Keterampilan membaca. Keterampilan mendengar. Keterampilan berbahasa. mendeskripsikan.30-2.Menurut Sumantri (2008:2. b. memperkenalkan diri. mendengarkan pertanyaan. terutama dalam pemakaian kata benda dan kata kerja. dengan tujuan mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi. memerintah atau menolak sesuatu. Menurut Brewer dalam Suyanto (2005:73) perkembangan bahasa mengikuti suatu urutan yang dapat diramalkan secara umum sekalipun banyak variasinya diantara anak yang satu dengan anak yang lain. b. Fase lebih dari satu kata Fase dua kata muncul pada anak berusia sekitar 18 bulan. Anak pada umumnya belajar nama-nama benda sebelum kata-kata lain. membaca . baik berupa keinginan. Dalam berbicara anak bukan saja menambah kosakatanya yang mengagumkan akan tetapi anak mulai mampu mengungkapkan kata demi kata sesuai dengan jenisnya. mendengarkan orang yang sedang bercerita dan mendengarkan orang yang sedang member petunjuk. Keterampilan berbicara. Fase satu kata atau Holofrase Pada fase ini anak mempergunakan satu kata untuk menyatakan pikiran yang kompleks. Anak mulai memerang (cooing). perasaan atau temuannya tanpa perbedaan yang jelas. c. Penggunaan bahasa meliputi menyimak.

e. Tokoh yang dikenal dalam pendekatan proses informasi adalag Smith. Model-model membaca tidaklah muncul secara tiba-tiba. Dalam menghasilkan suatu model membaca ada suatu tata kerja tersendiri yang harus ditempuh melalui penelitian. dan Ruddel. tetapi yang lebih penting adalah memproses rabgsangan tersebut di dalam otak. dan lefevre.dan menulis. Goodman. Ia berpendapat bahwa dalam membaca diperlukan empat ketrampilan. Kiat yang dimaksud adalah bagaimana pembaca memilih dan menggunakan model membaca. metode membaca. Fries mengatakan bahwa membaca merupakan hubungan antara bunyi-bunyi bahasa dengan huruf. Membaca merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang lainnya (berbicara dan menulis) (Haryadi. Menurut pandangan kognitif. Teori transformasi menekankan perbedaan antara struktur luar dan struktur dalam. 2) Muncul teori baru yang disebut teori trasformasi. Ia menyatakan bahwa keterampilan membaca merupakan suatu proses informasi. Bloomfield berpendapat bahwa membaca merupakan hubungan teratur antara sistem tulisan dan ujaran. Berikut merupakan pendekatan membaca menurut Haryadi (2007:12-16): a. Cara menghasilkan model membaca dilakukannya secara profesional yang bersifat teknik. Pendekatan ini berpandangan bahwa belajar bahasa dapat dikendalikan oleh luar. yaitu mengenal kata. Seseorang dikatakan belajar kalau mendapat stimulus atau rangsangan dari luar. Pendekatan Taksonomik Pendekatan taksonomik dikembangkan oleh Gray. Diperkenalkan oleh Chomsky yang kemudian dilanjutkan oleh Halle. seorang pembaca harus dapat menggunakan dasar pengetahuan yang telah tersusun dengan baik dan dasar kemahiran yang telah dimiliki dengan benar dan tepat. komprehensif. Pembaca dapat menggunakan keduanya dengan tepat dan benar jika pembaca mempunyai kiat dalam membaca. Pendekatan ini dikembangkan oleh Holmes dan Singer . reaksi. Pendekatan Psikomotorik. Fries. 1977:15). Pendekatan Proses Informasi. baik yang berkaitan dengan tuturan kata maupun hubungan antara kata dan kata dalam menghasilkan kalimat. d. dipelopori oleh Skinner. Kegunaan dari pendekatan ini dalam membaca adalah sebagai pengukur tingkat kenyaringan dan kecepatan baca yang dilakukan pembaca. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis terdiri atas dua. Awal mula membaca merupakan kegiatan pengenalan simbol-simbol dilakukan pembaca dalam bentuk penyandian kembali simbol tulis yang berbentuk kata secara mekanik b. membaca tidaklah sekedar memperoleh rangsangan simbol-simbol tertulis melalui mata. dan teknik membaca sesuai kebutuhan. c. akan tetapi merupakan kerja keras dari para ahli yang mengkajinya dalam waktu yang relatif lama. 2) Pendekatan kognitif. yaitu: 1) Pendekatan behavioral. 2007:4). Yang dimaksud struktur luar membaca . ketrampilan membaca merupakan hasil proses membaca yang diperoleh dari hubungan antara rangsangan dan reaksi yang dikenal dengan sebutan S-R yaitu stimulus dan respons. dan asimilasi (Dechant dan Smith. Pendekatan ini berprinsip bahwa membaca adalah aktivitas komunikasi yang memungkinkan informasi ditrasformasi dari penulis kepada pembaca. Sedangkan Lefevre menekankan faktor kebahasaan dalam membaca. dipelopori oleh piaget. Agar dapat membaca secara efektif dan efisien. kemudian dari rangsangan tersebut menghasilkan respon dari orang yang belajar. Pendekatan ini dikembangkan dalam dua periode yaitu: 1) Bloomfield. Menurut pandangan behavioral . Pendekatan Linguistik.

Atas dasar itu. Secara khusus. d. Permainan .kata tanya. (c) menunjukkan pengertian.adalah bunyi-bunyi atau simbol-simbol tulisan. dan tindakan dengan menggunakan kalimat sederhana (e) mampu membaca dan mengungkapkan sesuatu melalui gambar. pasta gigi. Beberapa pendekatan yang dimaksud diantaranya adalah : (Depdiknas. Kemampuan membaca dimulai ketika anak senang mengeksplorasi buku dengan cara memegang atau membolak-balik buku. Tahap Membaca Lancar (Independent reader stage) Anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas. (d) mampu mengungkapkan pikiran. dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca. mulai mengingat kembali cetakan pada konteknya. pura-pura membaca buku. perkembangan kemampuan membaca pada anak berlangsung dalam beberapa tahap sebagai berikut : (Depdiknas. Membaca merupakan kegiatan yang melibatkan unsur auditif (pendengaran) dan visual (pengamatan). memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku. 2007 : 4 – 6) a. sedangkan struktur dalam membaca adalah makna sintaktik dan interpretasi semantik (penafsiran makna bacaan). kata sifat. Tahap Pengenalan Bacaan(Take-of reader stage) Anak mulai menggunakan tiga sistem isyarat (graphoponic. kata keadaan. Tahap Fantasi (magical stage) Pada tahap ini. menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan. 2007 : 10 . dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad. dan syntatic) secara bersama-sama. dan pemahaman tentang sesuatu. semantic. dapat mengulang kembali cerita yang tertulis. terdapat permainan membaca dimulai dari unsur huruf. dapat mengungkapkan kata-kata yang memilki makna dengan dirinya. Anak tertarik pada bacaan. perasaan. atau papan iklan. mengembangkan beberapa kemampuan sederhana dan keterampilan pemahaman dan mengembangkan kesadaran huruf. Tahap Pembentukan Konsep Diri (self concept stage) Anak memandang dirinya sebagai pembaca. Metode Sintesis Metode sintesis merupakan metode yang didasarkan pada teori asosiasi yang memberikan suatu pengertian bahwa suatu unsur (misalnya unsur huruf) akan bemakna apabila unsur tersebut bertalian atau dihubungkan dengan unsur lain (huruf lain) sehingga membentuk suatu arti. anak mulai belajar menggunakan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukannya. Dalam pengembangan kemampuan membaca di TK. c. b. Perkembangan kemampuan berbahasa anak usia 4-6 tahun ditandai oleh berbagai kemampuan sebagai berikut: (a) mampu menggunakan kata ganti saya dalam berkomunikasi. Secara umum melalui kegiatan awal membaca dalam perkembangan berbahasa diharapkan anak dapat membentuk perilaku membaca. Menurut Depdiknas (2007 : 3) kemampuan membaca ditentukan oleh perkembangan bahasa. terdapat beberapa pendekatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk permainan. e. dan kata sambung. Tahap Membaca Gambar (Bridging reading stage) Anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal. (b) memiliki berbagai perbendaharaan kata kerja.12) a. berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu.

metode global memperkenalkan membaca permulaan pada anak yang dimulai dengan memperkenalkan “kalimat”. sehingga anak didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. lingkungan dan pengalaman anak menjadi sumber permainan yang utama. misalnya huruf a disertai dengan gambar ayam. mendemonstrasikan dan lain-lain. Ayan (dalam Adi Susilo. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Menurut Sudjana (2007. sebab tidak hanya mendengarkan uraian. Kedudukan setiap unsur. Menurut Gerlach (dalam Sanjaya. maka ia juga akan segera bisa belajar menulis dan berhitung. atau kegiatan yang menciptakan kodisi yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan. c. bahan. Metode Global Metode global didasarkan pada teori ilmu jiwa keseluruhan (gestalt). anggur dan apel. tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati. tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. hanya berarti jika memiliki kedudukan fungsional dalam keseluruhan. Secara khusus Jordan E. Menurut Adi Susilo (2011 : 11-13) manfaat membaca bagi anak usia dini antara lain: a) Mengembangkan kemampuan otak dan kecerdasan. 2006:161) secara umum media itu meliputi orang. Jika anak bisa membaca. Pengajaran akan lebih menarik perhatian anak didik sehingga dapat menumbuhnya motivasi belajar. f) Memperbanyak kosakata dan meningkatkan kemampuan menyusun kalimat. b. Pendekatan ini tidak hanya mengfokuskan pada pengembangan bahasa saja tetapi juga intelektual dan motorik anak. Media Gambar Ada beberapa konsep mengenai definisi media pengajaran. Dalam metode ini. Metode Whole-linguistic Metode whole-linguistic adalah suatu pendekatan dalam mengembangkan membaca permulaan dengan menggunakan seluruh kemampuan linguistik anak. Membaca merupakan kegiatan yang penting bagi anak. Metode mengajar akan lebih bervariasi.2) manfaat media pengajaran dalam proses belajar antara lain : a. . peralatan. c. (b) meningkatkan kecerdasan matematis-logis dengan memaksa untuk menalar serta mengurutkan secara teraturdan berpikir logis untuk mengurutkan jalan cerita atau memecahkan suatu misteri. lokasi dan karakternya. d) Mencegah kerusakan saraf otak. Dalam menggunakan pendekatan ini. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para anak didik. e) Melatih daya ingat. 2011 12-13) membaca memiliki dampak positif bagi kecerdasan sebagai berikut: (a) mempertinggi kecerdasan verbal/linguistik karena banyak membaca akan memperkaya kosakata. (c) mengembangkan kecerdasan interpersonal dengan mendesak untuk merenungkan kehidupan dan mempertimbangkan kembali keputusan akan cita-cita hidup. anak pertama kali memaknai segala sesuatu secara keseluruhan. melakukan. b. Keseluruhan memiliki makna yang lebih dibandingkan dengan unsur-unsurnya. dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran.membaca ini dilakukan dengan bantuan gambar pada setiap kali memperkenalkan huruf. angsa. d. d. (d) memicu imajinasi dengan mengajak untuk membayangkan dunia beserta isinya. b) Meningkatkan kemampuan anak. lengkap dengan segala kejadian. Atas dasar ini. c)Mempersiapkan pendidikan anak. ketrampilan dan sikap.

autentik. c. (d) alat untuk menjelaskan bentuk serta situasi. (b) memperbesar perhatian siswa. dalam arti. . d. Ukuran relatif. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir dalam penelitian tindakan kelas ini dijelaskan melalui bagan berikut ini. sederhana. B. (d) memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan para anak didik. (c) membuat pelajaran lebih menetap atau tidak mudah dilupakan. Dalam proses belajar mengajar gambar yang digunakan mampu membantu apa yang akan dijelaskas oleh guru. mengadung kebenaran. Autentik. f. media pendidikan mempunyai manfaat sebagai berikut: (a) meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir. b. ketrampilan. imajinasi dan sekaligus sublimasi. Gagasan ini selanjutnya mendorong anak untuk berbuat. dalam arti memiliki tujuan yang relevan. (f) membantu tumbuhnya pengertian dan membantu perkembangan kemampuan berbahasa. e. memliki kualitas yang baik. Sederhana. Media kartu gambar adalah media yang berupa kertas tebal yang berbentuk persegi dengan disertai gambar baik berupa gambar orang. pendapat maupun gagasannya. Salah satu media yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah kartu gambar. Penelitian Yang Relevan Belum ada penelitian yang relevan dengan judul upaya meningkatkan minat baca melalui media gambar pada anak usia dini. Menurut Pamadhi (2008:2. 31-33) ada enam syarat yang perlu dipenuhi oleh gambar/foto yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai media pengajaran: a. Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. mengikuti pola berpikir seperti gambar atau justru muncul ide baru dan menggugah rasa (Pamadhi. maupun sikap. Gambar hendaknya bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. aktual. dan memberikan sugesti terhadap kebenaran itu sendiri. Media pendidikan sangat berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan secara sistematis.8). (b) media bermain fantasi. (c) stimulasi bentuk ketika lupa. menarik. Gambar merupakan media untuk berkomunikasi dengan orang lain.Sedangkan menurut Usman (2008:32). Tidak semua gambar yang bagus adalah media yang baik. Oleh karena itu. Media sendiri adalah orang. atau untuk menumbuhkan gagasan baru. Gambar/foto sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan. Menurut Sadiman (2011. Gambar berfungsi sebagai stimulasi munculnya ide. Gambar dapat memperbesar atau memperkecil obyek/benda sebenarnya. gambar/foto karya siswa sering sekali lebih baik. benda atau kejadian yang menciptakan suasana yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan. C. Komponen gambar hendaknya cukup jelas dan menunjukkan poin-poin pokok pembelajaran. pikiran maupun gagasan baru.9) manfaat gambar bagi anak adalah sebagai berikut: (a) alat untuk mengutarakan (berekspresi) isi hati. mengurangi verbalisme. (e) menumbuhkan pemikiran yang teraturdan bersambung. Gambar tersebut secara jujur melukiskan situasi seperti kalau orang melihat benda sebenarnya. jelas. lengkap. 2008:2. hewan tumbuhan dan lain sebagainya. Walaupun dari segi mutu kurang.

Lokasi penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti adalah TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. BAB III METODE PENELITIAN A. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah a. Hasil pengamatan dari penelitian yang bertindak sebagai pengamat dan data dari guru atau teman sejawat. Hipotesis Tindakan Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.Bagan 1. Tempat Penelitian a. C. B. Penelitian dilakukan karena minat baca pada anak kelompok B TK Mardirahayu masih rendah. 2. Kerangka Berfikir D. Berdasarkan kajian teori di atas dapat ditarik hipotesis bahwa “ melalui media gambar dapat meningkatkan minat membaca pada anak kelas B TK Mardirahayu Sendangdawung Kangkung Kabupaten Kendal tahun ajaran 2011/2012. D. Penelitian dilakukan pada TK Mardirahayu karena peneliti merupakan guru dari TK tersebut. Teknik poengumpulan data Pengumpulan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan (Sanjaya. 2007: 205) Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada bulan Desember 2011 sampai Januari 2012 Tahun Ajaran 2011/2012. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah anak didik kelas B dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Setting Penelitian 1. Sumber data dari siswa sebagai subjek penelitian b. Teknik dan Alat Pengukur Data 1. b. Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di TK Mardirahayu desa Sendang Dawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal pada tahun ajaran 2011/2012.

Metode yang dipakai adalah pemberian tugas. c. c. Triangulasi alat yaitu alat yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. F. Proses pembelajaran (observasi. Terjadi perubahan sikap dan perilaku siswa dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan media gambar yang ditandai dengan aktivitas siswa minimal baik dalam lembar observasi. Alat Pengumpulan Data a. Penugasan Di dalam penelitian tindakan kelas penugasan ini diberikan oleh guru pada setiap akhir siklus untuk mengukur minat baca anak didik dengan media gambar. Pengamatan dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan pembelajaran yaitu meliputi cara guru mengajar dan aktifitas anak selama kegiatan pembelajaran. G.a. b. b. Triangulasi sumber yaitu peneliti menanyakan secara langsung kepada anak seberapa jauh mengetahui tentang media gambar. Analisis Data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif : a. Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati kemungkinan penerapan media gambar terhadap minat baca anak didik. Hasil belajar menggunakan analisis kualitatif dengan rumus prosentase berikut: Rumus : P = F × 100% N Keterangan : P = Prosentase yang dicari F = Jumlah siswa yang dianggap bisa N = Jumlah seluruh siswa 100% = Angka konstan (%) 2. b. penugasan) yang divalidasi datanya melalui triangulasi: a. Observasi maupun penugasan dengan analisis diskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi. . Validasi Data 1. Lembar observasi Merupakan lembar yang digunakan untuk menilai pada saat pengamatan berlangsung. E. b. Guru terampil mengelola proses pembelajaran yang memanfaatkan media gambar yang ditandai dengan aktivitas guru minimal baik dalam lembar observasi. Lembar penugasan Lembar penugasan berupa lembar yang digunakan untuk menilai tugas anak pada setiap akhir siklus. 75% siswa TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal mengalami ketuntasan belajar dalam pembelajaran. berupa gambar dengan disertai tulisan. Hasil belajar dianalisis dengan analisis diskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes antar siklus maupun dengan indikator kinerja. 2. Triangulasi metode yaitu metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Indikator Kinerja Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah : a. b.

d. guru menyiapkan kartu gambar sesuai dengan jumlah anak. Guru menyiapkan gambar yang lebih banyak dan menarik. c. Penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Tujuan dilakukannya pengamatan adalah untuk mengumpulkan bukti hasil tindakan yang sudah dilaksanakan agar dapat dievaluasi dan dijadikan landasan bagi pengamat dalam melakukan refleksi. yakni untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar anak (Asrori. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menggunakan media gambar. d. Secara garis besar uraian setiap siklus dalam penelitian ini adalah: AKTIVITAS SIKLUS I SIKLUS II Perancanaan a. Tindakan digunakan sebagai sebagai kebijakan untuk mengembangkan tindakan-tindakan selanjutnya. 3. b. e. Perencanaan (Planning) Rencana penelitian tindakan kelas merupakan tindakan yang tersusun dan harus memiliki pandangan jauh kedepan. Guru mengindentifikasikan permasalahan c. Guru menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH). a. Guru menujukkan gambar kepada anak. d. Guru menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH). Terdapat empat langkah dalam PTK yang merupakan satu siklus yaitu: 1. Guru menyuruh mencocokkan gambar binatang dengan tulisan. b. Analisis deskripsi presentase digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh media kartu gambar dan minat baca siswa. 2008:52-54) 2. Pelaksanaan Tindakan (Acting) Tindakan guru sebagai peneliti yang dilakukan secara sadar dan terkendali dan yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. Guru merumuskan tujuan pembelajaran dengan menggunakan kartu gambar. Refleksi (Reflekting) Tahap terakhir dalam penelitian tindakan kelas ini adalah refleksi. a. c. Pelaksanaan a. Guru mengidentifikasikan permasalahan. Guru mengkondisikan .Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif berdasarkan hasil tindakan yang dilaksanakan pada setiap siklus saat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media gambar. b. Refleksi yaitu kegiatan untuk mengingat. Guru mengkondisikan anak untuk belajar membaca dengan media gambar. H. Pengamatan (Observing) Pengamatan dilakukan oleh guru sebagai peneliti untuk mendapatkan gambaran secermat mungkin mengenai tindakan yang sedang dilakukan. Guru menyampaikan materi menggunakan media gambar. Penelitian tindakan kelas (PTK)dilaksanakan dengan bentuk siklus yang berulang. 4. Guru menyusun rencana kembali tentang pembelajaran menggunakan media gambar e. menganalisis dan mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). mencermati. Guru menyuruh anak untuk menebak gambar yang ditunjukkan guru.

Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Guru juga menjelaskan tujuan utama pembelajaran dengan menggunakan kartu gambar dan memberikan motivasi kepada anak. Kinerja guru mengalami peningkatan dengan kriteria kinerja baik. Proses bermain dan belajar dimulai dengan guru menjelaskan materi dengan menggunakan dengan menggunakan kartu gambar. c. guru mengecek kesiapan anak seperti. Pada siklus II hasil belajar sudah mencapai indikator yang diharapkan. Guru menyampaikan materi menggunakan media gambar. diperoleh data bahwa anak-anak kelompok B TK Mardirahayu Sendangdawung Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal masih memiliki minat membaca yang rendah. e. Pengamatan Melakukan pengamatan pada keaktifan anak dan kinerja guru saat kegiatan pembelajaran dengan melibatkan teman sejawat dengan menggunakan lembar observasi Melakukan pengamatan pada keaktifan anak dan kinerja guru saat kegiatan pembelajaran dengan melibatkan teman sejawat dengan menggunakan lembar observasi Refleksi Memperbaiki cara mengajar guru. b. Dari 20 anak 9 atau 45% memperoleh nilai baik. Table 2 Nilai hasil belajar Prasiklus No Indikator Nilai kognitif Jumlah Anak Tingkat Keberhasilan (%) 1 Anak dapat menghubungkan dengan gambar Baik (●) 9 45% 2 Cukup (√) 6 30% 3 Kurang (O) 5 25% Jumlah 20 100 B. 6 atau 30% anak mendapat nilai cukup dan 5 atau 25% memperoleh nilai kurang. Mengabsensi untuk mengetahui kondisi anak. Guru menunjukkan gambar kepada anak. Selain itu guru juga menyiapkan kartu gambar yang semenarik mungkin. Guru menyuruh anak mencocokkan gambar buah yang ada tulisan di bawahnya. 2. Guru menyuruh anak untuk menebak gambar yang ditunjukkan guru. f. kerapian dalam berpakaian. Sebelum pelajaran dimulai. Pelaksanaan tindakan Pelaksanaan tindakan dimulai dengan guru mengucapakan salam. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Jumlah kartu gambar disesuaikan dengan jumlah murid. penguasaan materi oleh guru dan memperbaiki media gambar yang dipakai agar anak lebih tertarik. Kartu gambar adalah kartu yang ada gambarnya . ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Guru menyuruh untuk maju dan mecari gambar atau tulisan di kotak sesuai dengan yang diucapkan guru. Deskripsi Hasil Siklus I Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain adalah guru merumuskan tujuan pembelajaran dengan mengunakan kartu gambar.anak belajar membaca dengan media gambar. Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang digunakan sebagai skenario atau jalan cerita pada saat proses bermain dan belajar. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut: 1. d.

berupa binatang yang dibawahnya terdapat tulisan sesuai dengan nama gambar tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II sesuai dengan tahapan penelitian tindakan kelas yaitu: 1. kemampuan anak mengembangkan ide. Tabel 3. Nilai Hasil Belajar Siklus I No Indkator Nilai Kognitif Jumlah Anak Tingkat Keberhasilan (%) 1 Anak dapat menghubungkan tulisam dengan gambar (●) 13 65 2 (√) 5 25 3 (O) 2 10 Jumlah 20 100 4. Gambar-gambar tersebut bertujuan untuk menarik minat anak dalam membaca. Kegiatan anak pada saat anak menghubungkan gambar dengan tulisan 3. kekondusifan suasana dalam proses bermain dan belajar. Masih ada anak yang kurang tertarik dan berminat dalam membaca dengan gambar. siklus II dilaksanakan oleh peneliti yang berkolaborasi dengan guru kelas. Namun hasil tersebut belum sesuai dengan apa yang diharapkan peneliti. Kemudian menyuruh anakanak menebak gambar dan memperhatikan huruf demi huruf yang ada dibawah gambar dan membacanya secara serempak. Guru memperlihatkan gambar-gambar tersebut di depan kekas. Anak-anak mampu mengenali gambar dengan baik. Kemudian menyuruh anak untuk mencari gambar atau tulisan sesuai dengan perintah guru. Berdasarkan hasil penelitian siklus I menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar anak didik dari pra siklus. keaktifan anak dalam menebak kartu gambar. kemampuan mengenali gambar. kemampuan anak dalam mengingat materi yang lalu cukup baik. sebagian anak masih ada yang belum paham dengan metode yang dipakai. sesuai dengan ukuran pada umumnya. Refleksi Refleksi merupakan langkah untuk menganalisa hasil kerja anak dalam kegiatan pembelajaran. Agar anak-anak lebih konsentrasi. Pada pertemuan siklus I ini. kesiapan anak dalam mengikuti pelajaran. C. Gambar 1. Kesiapan anak dalam belajar masih kurang. Perbaikan yang dilakukan antara lain: memperbaiki kualitas gambar yang dipakai agar anak lebih tertarik. Pengamatan terhadap kemampuan anak antara lain: kemampuan anak dalam mengingat materi yang telah di pelajari. guru menyuruh anak untuk mencocokkan gambar dengan tulisan pada kertas yang telah dibagikan. Pada saat proses bermain dan belajar. kondisi ruang kelas ditata serapi mungkin dan menempelkan gambar-gambar yang menarik. Kondisi kelas sudah kondusif. dan dalam menyampaian materi guru menggunakan bahasa sesederhana mungkin agar anak-anak lebih mudah memahami. Perencanaan . Pengamatan Pengamatan dilakukan dengan melibatkan teman sejawat dengan menggunakan lembar observasi. ada beberapa anak yang masih terlambat. Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan hasil belajar anak dalam minat membaca dengan menggunakan gambar. Deskripsi Hasil Siklus II Siklus II dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2012 Seperti halnya pada siklus I. Sebagian ada yang masih belum jelas dengan materi yang dijelaskan oleh guru.

Mereka sang at antusias untuk melihat gambar-gambar yang akan diperlihatkan oleh guru. Guru menyuruh anak-anak untuk menebak binatang apa yang ada kartu gambar. pada pertemuan siklus II ini guru mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dalam penelitian. Kegiatan anak pada saat mengambil kartu gambar dan dibaca bersama teman. Kemudian guru menyampaikan tujuan utama pembelajaran dan menyampaikan garis besar materi dengan menggunakan media gambar. 2. Menyiapkankan gambar yang akan digunakan dan disesuaikan dengan jumlah anak. Mengabsen kehadiran anak dan mengecek kesiapan anak dalam mengikuti pembelajaran. Tidak lupa guru memberikan motivasi dan membantu anak untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Pada pertemuan kali ini. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dimulai dengan guru mengucapkan salam. Gambar 2. semua anak datang tepat waktu dan berpakaian rapi. Anak-anak juga sudah bisa mengenali huruf dan mencoba membaca tulisan yang ada di bawah gambar. Anak-anak disuruh mencocokkan gambar sesuai dengan tulisan yang ada dikertas lain. anak-anak sudah memahami metode yang dipakai oleh guru. Pengamatan Berdasarkan hasil pengamatan. 3. Satu kertas berisi gambar-gambar binatang dan kertas yang satunya terdapat tulisan nama-nama binatang tersebut. Pada saat guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk mencocokkan gambar dengan tulisan. Guru menyuruh anak maju satu persatu dan meminta anak mencari gambar atau tulisan sesuai dengan apa yang diucapkan guru. Setelah itu guru memberikan dua kertas kepada anak. pada siklus II. Begitupun ketika guru menyuruh satu persatu anak untuk maju dan mencari tulisan atau gambar yang ada di dalam kotak sesuai dengan apa yang . Mereka sangat tertarik dan menikmati tugas tersebut. Pada saat proses bermain dan belajar. Dengan begitu materi yang disampaikan oleh guru kepada anak dapat tersampaikan dengan baik. Guru juga memberikan tugas lain kepada anak-anak. Gambar yang dipakai pada siklus II ini lebih beragam dan lebih baik kualitasnya.Sama seperti siklus I. Gambar dipersiapkan sebaik mungkin atau semenarik mungkin. anak-anak tidak ada lagi yang terlambat dan sudah berpakaian dengan rapi. Pada saat guru menyampaikan materi hampir semua anak memperhatikan penjelasan tersebut. sebagian besar mereka sudah bisa mengerjakan. Keaktifan anak dalam kegiatan pembelajaran sudah lebih baik. Pada saat kegiatan pembelajaran hampir berakhir. Proses belajar mengajar dimulai dengan guru menyampaikan materi mengenai binatang dengan menggunakan media gambar. Guru membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) dan merumuskan tujuan utama dalam pembelajaran dengan menggunakan gambar untuk menarik minat membaca anak. Sebagian besar anak mampu menyebutkan nama binatang yang ada di gambar. guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk mencari gambar-gambar binatang di rumah.

Anak-anak mulai tertarik dengan gambar yang ditunjukkan oleh guru. Masih ada murid yang tidak mau menebak gambar yang ditunjukkan oleh guru. D. anak-anak lebih aktif dibandingkan dengan pra siklus. 5 atau 25% anak mendapatkan nilai cukup dan 2 atau 10% anak mendapatkan nilai kurang. Dari 20 anak. Guru terlalu cepat dalam menerangkan materi sehingga anak kurang menangkap materi yang disampaikan. Dari 5 yang mendapatkan nilai kurang pada pra siklus. akan tetapi belum sesuai dengan harapan indikator yang ingin dicapai. Refleksi Berdasarkan hasil penelitian siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar anak didik dari siklus I. Peningkatan nilai hasil belajar anak pada siklus I sudah cukup baik. Anak-anak yang kurang memahami materi disebabkan oleh kurang minatnya atau ketertarikan anak dengan media yang dipakai. Akan tetapi masih ada sebagian anak yang belum memahami materi yang disampaikan oleh guru. Perbandingan nilai pra siklus dan siklus I Pada saat kegiatan pembelajaran. Pada saat pra siklus diperoleh hasil belajar yang belum sesuai dengan harapan. 13 atau 65% anak mendapatkan nilai baik. 9 atau 45% anak mendapatkan nilai baik. Dari 20 anak. Anak-anak sangat bersemangat dalam belajar membaca kartu yang bergambar yang disertai tulisan. Pembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus Nilai hasil belajar diperoleh melalui tes yang dilaksanakan pada akhir siklus yang digunakan untuk mengukur seberapa besar keberhasilan yang dicapai. Hasil belajar anak melaui media gambar untuk meningkatkan minat membaca anak dapat dilihat pada tabel di bawah ini.diucapkan oleh guru. Hal tersebut disebabkan karena belum bisa membaca dengan baik dan merasa tidak bisa. Peningkatan nilai hasil belajar anak dari pra siklus ke siklus I dapat dilihat dari grafik di bawah ini. Sedangkan untuk anak yang mendapatkan nilai kurang berkurang. Mereka sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Tabel. Perolehan nilai hasil belajar anak pada siklus I mengalami peningkatan. Anak yang mendapat nilai cukup berkurang. Selain menebak dan mencocokkan gambar. Peningkatan hasil belajar memenuhi tujuan seperti yang diharapkan. Dibandingkan dengan pra siklus. dari 6 anak menjadi 5 anak atau turun sebesar 15%. Hasil belajar anakanak digunakan untuk menentukan langkah berikutnya atau siklus berikutnya. 6 atau 30% anak mendapatkan nilai cukup dan 5 atau 25% anak mendapatkan nilai kurang. pada siklus I ini hanya tinggal 2 anak atau 10% saja. minat membaca anak sudah mengalami peningkatan. Dengan menggunakan media gambar dalam pembelajaran. anak-anak juga mendapatkan tugas dari guru . pada siklus I anak yang mendapat nilai baik naik sebanyak 20% atau 4 anak. Grafik 1. 5 Hasil Belajar siklus II No Indkator Nilai Kognitif Jumlah Anak Tingkat Keberhasilan (%) 1 Anak dapat membaca gambar yang ada tulisan dibawahnya (●) 16 80 2 (√) 2 10 3 (O) 2 10 Jumlah 20 100 4. Ada sebagian anak yang masih enggan untuk mencocokkan gambar dengan tulisan yang diberikan oleh guru.

Mereka sangat tertarik dengan gambar-gambar yang ditunjukkan oleh guru. penguasaan materi oleh guru dan menggunakan gambar-gambar yang digunakan lebih menarik lagi. masih ada anak yang malas dan belum bisa mengenali huruf dan membaca tulisan-tulisan tersebut. Sedangkan pada siklus II ini. mereka dengan sigap melaksanakan perintah tersebut.untuk maju ke depan satu persatu. peneliti merencanakan satu siklus lagi guna meningkatkan hasil belajar anak sesuai dengan indikator yaitu sebesar 75% anak mendapatkan nilai baik. kinerja guru memperoleh nilai 81.8%. Secara keseluruhan pengamatan terhadap kinerja guru pada siklus I mendapatkan nilai 75% dengan kriteria kinerja baik. Pada saat guru memberikan tugas untuk maju ke depan satu persatu untuk mencari tulisan atau gambar sesuai dengan yang di inginkan guru.8% atau kriteria kinerja baik dengan peningkatan sebesar 6. Anak yang mendapatkan nilai kurang pada siklus I hanya 2. Hal itu sangat berdampak pada kegiatan pembelajaran. Guru juga menyampaikan garis besar materi dengan menggunakan media gambar kepada anak-anak. Peningkatan pada siklus I belum mencapai dengan indikator yang di harapakan yaitu sebanyak 75% anak mendapatkan hasil belajar yang baik. Pada saat kegiatan ini berlangsung. guru mampu menjelaskan materi dengan menggunakan media gambar dengan cukup baik. Dengan kinerja guru yang meningkat maka hasil belajar anak pun ikut mengalami peningkatan. Perolehan hasil belajar pada siklus II lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I. Penjelasan dari guru bisa diterima dengan baik. Pada saat kegiatan inti guru sudah mampu menguasai kelas. dari 20 anak 16 atau 80% anak mendapatkan nilai baik. Materi pembelajaran dan . Pada saat kegiatan inti siklus I. tetap 2 atau 10% anak. Guru belum sepenuhnya bisa menguasai kelas. Bahasa yang digunakan oleh guru pada saat mengajar kurang dimengerti sehingga anak belum memahami apa yang diinginkan guru. Anak-anak merasa tertantang dengan tugas dari guru untuk mencocokkan gambar dengan tulisan di kertas yang sudah diberikan oleh guru dikarenakan kualitas gambar yang lebih baik daripada siklus I. Grafik 2. Beberapa hal diperbaiki untuk meningkatkan hasil belajar anak. Nilai Hasil Siklus I dan Siklus II Hasil pengamatan terhadap kinerja guru juga mengalami peningkatan. Anak-anak mampu menebak nama binatang yang ada di kartu gambar dan mencoba membaca tulisan yang ada di bawahnya. Tidak ada lagi anak yang terlambat masuk kelas dan sudah berpakaian dengan rapi. Pada siklus I anak yang mendapatkan nilai cukup sebanyak 5 atau 25% sedangkan pada siklus II yang mendapatkan nilai cukup mengalami penurunan yaitu tinggal 2 atau 10% anak saja. Kinerja guru pada siklus I mendapatkan hasil cukup baik. Pada awal pertemuan guru selalu mengucapkan salam dan mengabsensi anak. Pada siklus II. Gambar-gambar yang dipakai pada saat kegiatan pembelajaran kurang menarik minat anak. Pada siklus II anak yang mendapat nilai kurang tidak berubah. Kesiapan anak dalam mengikuti pembelajaran sangat baik. Memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan utama pembelajaran. Pada siklus I kinerja guru memperoleh nilai 75% atau kriteria kinerja baik. Kecepatan waktu dalam mengerjakan tugas tersebut juga lebih dari pada siklus I. Perbandingan perolehan nilai hasil belajar anak dari siklus I sampai siklus II dapat berikut dibawah ini. Oleh karena itu. Naik 20% dari siklus I yang hanya mencapai 60%. Diantaranya. Anak disuruh untuk mencari tulisan atau gambar sesuai dengan yang diucapkan oleh guru.

Anak-anak sangat bersemangat untuk belajar. 2. Simpulan 1. 5 atau 25% anak mendapatkan nilai cukup dan 2 atau 10% anak mendapatkan nilai kurang. Dengan menggunakan media gambar anak lebih mudah mengingat huruf-huruf dan memudahkan anak untuk belajar membaca. dilanjutkan siklus I kemudian siklus II berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Siklus I dan Siklus II Pada siklus II hasil belajar anak sudah meningkat cukup signifikan. Jumlah gambar lebih sehingga anak lebih tertarik dan tidak sabar untuk melihat gambar selanjutnya. 13 atau sebesar 65% anak mendapatkan nilai baik. Media gambar yang dipakai oleh guru dalam kegiatan pembelajaran lebih menarik dibandingkan pada siklus I. Di bawah ini adalah perbandingan perolehan nilai hasil belajar anak pada pra siklus. Guru sudah mampu menguasai kelas dengan baik. . 6 atau 30% mendapat nilai cukup dan 5 atau 25% anak mendapat nilai kurang. Hasil belajar Pra siklus. Sedangkan pada siklus II. Peningkatan nilai hasil belajar anak dari pra siklus. Peningkatan hasil belajar anak sudah mencapai indikator yang diharapkan.metode yang dipakai sudah bisa dikuasai. Dalam menjelaskan materi. Pada pra siklus tercatat dari 20 anak. Penguasaan materi oleh guru sudah baik dan mampu menggunakan media dengan sangat baik pula. 9 atau 45% anak mendapat nilai baik. BAB V PENUTUP A. Pada siklus I. Dengan begitu anak mulai berminat untuk membaca tulisan yang ada di bawah gambar. dari 20 anak 16 atau 80% mendapatkan nilai baik. 2 atau 10% anakmendapatkan nilai cukup dan 2 atau 10% anak mendapatkan nilai kurang. Tabel. Dengan menggunakan media gambar dalam kegiatan pembelajaran anak menjadi semakin bersemangat. guru lebih memperlamban dan menggunakan bahasa sesederhana mungkin agar lebih mudah dipahami anak. siklus I dan siklus II. siklus I dan siklus II No Indicator Nilai Prasiklus Siklus 1 Siklus 2 12 Jumlah anak presentase Jumlah anak Presentase Jumlah anak Presentase 1 Anak dapat menghubungkan dan membaca gambar yang ada tulisan dibawahnya (●) 9 45% 13 65% 16 80% 2 (√) 6 30% 5 20% 2 10% 3 (O) 5 25% 2 10% 2 10% Grafik 3. 6 Hasil Belajar dari pra siklus.

Media Pengajaran. 2007. Media pendidikan Pengertian. Jakarta: Universitas Terbuka. Usman. Sudjana dan Ahmad Rifa’i.id/jurnal/04/017-035. Arif. Mohammad. Jakarta: Erlangga. 4. 2005. Depdiknas.pd DAFTAR NAMA ANAK DIDIK KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Jenis Kelamin 1 Adi Prasetiyo L 2 Andrean Bayu Saputra L 3 Bahrun L .Jogjakarta. Seni Keterampilan Anak.calistung. Jakarta: Universitas Terbuka. Bidang Pengembangan Berbahasa Di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Depdiknas. Persiapan Membaca dan Menulis Melalui Permainan. 2. Bagi Sekolah Pembelajaran dengan media gambar ini bisa dijadikan menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan minat membaca pada anak usia dini. Pengembangan Model Pembelajaran Di Taman Kanak-Kanak. Metode dan Teknik. Sumatri dan Nana Syaodih. Hurlock.bpkpenabur. 2007. Jakarta: Grafindo. Sanjaya. 2008. dan Pemanfatan. 2007. Retorika Membaca Model. Suyanto. Penelitian Tindakan Kelas. Bagi Anak Tidak hanya di sekolah. B. 2006. Bandung: Wacana Prima. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.Hak Cipta Asrori. Sadiman. anak-anak diharapkan untuk belajar membaca dimulai dengan membaca tulisan-tulisan yang ada di lingkungan sekitar kita. Wina. DAFTAR PUSTAKA Adi susilo. 2008. www1. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semarang: Rumah Indonesia. Slamet. Minat baca anak semakin meningkat dengan penggunaan media gambar pada kegiatan pembelajaran.3. Jakarta: Depdiknas Depdiknas. 2007. M. Jakarta: Kencana Prenada Media.2011. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Depdiknas. Taufik. Pamadhi dan Sukardi. Jakarta: Depdiknas. Jakarta: Depdiknas. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Saran 1. Uzer. 1978. Haryadi.or. Bagi Guru Guru diharapkan selalu meningkatkan kemampuannya dalam mengajar mampu membuat media pengajaran yang sesederhana mungkin untuk meningkatkan minat belajar khususnya minat membaca anak. Pengembangan. 2008. Elizabeth. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 3. Dengan menggunakan gambar-gambar yang bermacam-macam dan menarik anak semakin tertarik untuk belajar membaca. Perkembangan Anak Vol 2. 2008. 2007. Menjadi Guru Profesional.

Irfan Mukti Rizki L 7 M. Purnomo Sidiq L 11 M. Jidan Bunaya L 8 M. Syahrul Hidayatullah L 12 Nur Fatoni L 13 Nur Aini Aqilah P 14 Nurul Iffatul Munawaroh P 15 Salis Maulidatul Fitri P 16 Siti Riswati Putri P 17 Suryo Putra L 18 Vanisa Breliyanti P 19 Vivi Amelia Febyana P 20 Reza Amalia P DAFTAR NILAI PRA SIKLUS KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Baik Cukup Kurang 1 Adi Prasetiyo O 2 Andrean Bayu Saputra ● 3 Bahrun ● 4 Hana Fitriyanti √ 5 M. Amirul Mu’izzudin √ 6 M. Purnomo Sidiq √ 11 M. Amirul Mu’izzudin L 6 M. Lutfi Hakim L 9 Muhammad Lutfi L 10 M. Irfan Mukti Rizki ● 7 M. Syahrul Hidayatullah √ 12 Nur Fatoni ● 13 Nur Aini Aqilah ● 14 Nurul Iffatul Munawaroh √ 15 Salis Maulidatul Fitri O 16 Siti Riswati Putri O 17 Suryo Putra √ 18 Vanisa Breliyanti ● 19 Vivi Amelia Febyana ● 20 Reza Amalia O Jumlah 9 6 5 . Jidan Bunaya ● 8 M.4 Hana Fitriyanti P 5 M. Lutfi Hakim ● 9 Muhammad Lutfi O 10 M.

Purnomo Sidiq √ 11 M. Lutfi Hakim ● 9 Muhammad Lutfi √ 10 M. Jidan Bunaya • 8 M.DAFTAR NILAI SIKLUS I. Amirul Mu’izzudin • 6 M. Syahrul Hidayatullah √ 12 Nur Fatoni ● 13 Nur Aini Aqilah ● 14 Nurul Iffatul Munawaroh √ 15 Salis Maulidatul Fitri O 16 Siti Riswati Putri √ 17 Suryo Putra √ 18 Vanisa Breliyanti ● 19 Vivi Amelia Febyana ● 20 Reza Amalia O Jumlah 10 7 3 DAFTAR NILAI SIKLUS I. Jidan Bunaya • 8 M. Amirul Mu’izzudin √ 6 M. Lutfi Hakim ● 9 Muhammad Lutfi √ 10 M. Irfan Mukti Rizki ● 7 M. Purnomo Sidiq √ 11 M.1 KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Baik Cukup Kurang 1 Adi Prasetiyo O 2 Andrean Bayu Saputra • 3 Bahrun • 4 Hana Fitriyanti ● 5 M. Syahrul Hidayatullah √ 12 Nur Fatoni ● .2 KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Baik Cukup Kurang 1 Adi Prasetiyo O 2 Andrean Bayu Saputra • 3 Bahrun • 4 Hana Fitriyanti ● 5 M. Irfan Mukti Rizki ● 7 M.

Irfan Mukti Rizki ● 7 M.13 Nur Aini Aqilah ● 14 Nurul Iffatul Munawaroh √ 15 Salis Maulidatul Fitri O 16 Siti Riswati Putri √ 17 Suryo Putra √ 18 Vanisa Breliyanti ● 19 Vivi Amelia Febyana ● 20 Reza Amalia O Jumlah 11 6 3 DAFTAR NILAI SIKLUS I KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Baik Cukup Kurang 1 Adi Prasetiyo O 2 Andrean Bayu Saputra • 3 Bahrun • 4 Hana Fitriyanti ● 5 M. Syahrul Hidayatullah • 12 Nur Fatoni ● 13 Nur Aini Aqilah ● 14 Nurul Iffatul Munawaroh • 15 Salis Maulidatul Fitri O 16 Siti Riswati Putri √ 17 Suryo Putra √ 18 Vanisa Breliyanti ● 19 Vivi Amelia Febyana ● 20 Reza Amalia √ Jumlah 13 5 2 HASIL OBSERVASI SIKLUS I No Pernyataan Skor 123 1 Guru mengucapkan salam dan mengabsen siswa V 2 Guru menyampaikan dan menjelaskan materi dengan menggunakan gambar V 3 Guru memberi motivasi kepada anak didik V . Amirul Mu’izzudin • 6 M. Lutfi Hakim ● 9 Muhammad Lutfi √ 10 M. Jidan Bunaya • 8 M. Purnomo Sidiq √ 11 M.

Irfan Mukti Rizki ● 7 M. Jidan Bunaya ● 8 M. Sendangdawung. 15 Desember 2011 Kepala TK Mardirahayu Teman Sejawat Purworini.4 Guru meminta anak untuk membaca tulisan yang ada dibawah gambar V 5 Guru memberi kesempatan kepada anak untuk menebak gambar dan huruf dibawahnya V 6 Siswa memperhatikan penjelasan guru V 7 Siswa bersemangat dalam pembelajaran V 8 Siswa diberi kesempatan untuk mencocokkan gambar dengan tulisan pada kertas yang sudah disediakan V 9 Siswa aktif bermain kartu gambar V 10 Siswa mengerjakan tugas V 334 Skor total 3 6 12 21 21: 30 X 100 = 70 Mengetahui. Syahrul Hidayatullah ● 12 Nur Fatoni ● 13 Nur Aini Aqilah ● 14 Nurul Iffatul Munawaroh ● 15 Salis Maulidatul Fitri O 16 Siti Riswati Putri ● .3 KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Baik Cukup Kurang 1 Adi Prasetiyo O 2 Andrean Bayu Saputra ● 3 Bahrun ● 4 Hana Fitriyanti ● 5 M. Amirul Mu’izzudin ● 6 M. Lutfi Hakim ● 9 Muhammad Lutfi ● 10 M. AMa Nurul Fadhilah NIP 196704112007012021 Keterangan: 1 = KURANG Interval 80-100 = baik 2 = CUKUP 54 -79 = cukup 3 = BAIK 30 -53 = kurang DAFTAR NILAI SIKLUS II . Purnomo Sidiq ● 11 M.

Jidan Bunaya • . Purnomo Sidiq ● 11 M. Irfan Mukti Rizki ● 7 M. Irfan Mukti Rizki ● 7 M.17 Suryo Putra √ 18 Vanisa Breliyanti ● 19 Vivi Amelia Febyana ● 20 Reza Amalia √ Jumlah 16 2 2 DAFTAR NILAI SIKLUS II . Jidan Bunaya ● 8 M.1 KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Baik Cukup Kurang 1 Adi Prasetiyo O 2 Andrean Bayu Saputra • 3 Bahrun • 4 Hana Fitriyanti ● 5 M.2 KELOMPOK B TK MARDIRAHAYU SENDANGDAWUNG NO Nama Siswa Baik Cukup Kurang 1 Adi Prasetiyo O 2 Andrean Bayu Saputra ● 3 Bahrun ● 4 Hana Fitriyanti ● 5 M. Lutfi Hakim ● 9 Muhammad Lutfi ● 10 M. Amirul Mu’izzudin ● 6 M. Amirul Mu’izzudin • 6 M. Syahrul Hidayatullah ● 12 Nur Fatoni ● 13 Nur Aini Aqilah ● 14 Nurul Iffatul Munawaroh ● 15 Salis Maulidatul Fitri O 16 Siti Riswati Putri √ 17 Suryo Putra √ 18 Vanisa Breliyanti ● 19 Vivi Amelia Febyana ● 20 Reza Amalia √ Jumlah 15 3 2 DAFTAR NILAI SIKLUS 2.

Syahrul Hidayatullah • 12 Nur Fatoni ● 13 Nur Aini Aqilah ● 14 Nurul Iffatul Munawaroh • 15 Salis Maulidatul Fitri O 16 Siti Riswati Putri √ 17 Suryo Putra √ 18 Vanisa Breliyanti ● 19 Vivi Amelia Febyana ● 20 Reza Amalia √ Jumlah 13 5 2 HASIL OBSERVASI SIKLUS II No Pernyataan Skor 123 1 Guru mengucapkan salam dan mengabsen siswa V 2 Guru menyampaikan dan menjelaskan materi dengan menggunakan gambar V 3 Guru memberi motivasi kepada anak didik V 4 Guru meminta anak untuk membaca tulisan yang ada dibawah gambar V 5 Guru memberi kesempatan kepada anak untuk menebak gambar dan huruf dibawahnya V 6 Siswa memperhatikan penjelasan guru V 7 Siswa bersemangat dalam pembelajaran V 8 Siswa diberi kesempatan untuk mencocokkan gambar dengan tulisan pada kertas yang sudah disediakan V 9 Siswa aktif bermain kartu gambar V 10 Siswa mengerjakan tugas V 235 Skor total 3 6 15 24 24: 30 X 100 = 80 Mengetahui. Lutfi Hakim ● 9 Muhammad Lutfi √ 10 M.8 M. Sendangdawung. 6 Januari 2012 Kepala TK Mardirahayu Teman Sejawat Purworini. AMa Nurul Fadhilah NIP 196704112007012021 Keterangan: 1 = KURANG Interval 80-100 = baik . Purnomo Sidiq √ 11 M.

Tanyajawab tentang macam-macam tanaman Anak Kartu gambar Anak anak Observasi Penugasan Observasi Percakapan Baik (●)10 . Kegiatan akhir (± 30 menit) . Kegiatan Awal (± 30 menit) . do’a dan makan bekal .Salam.Menyanyi lagu “mari belajar membaca” II. Istirahat (± 30 menit) .bermain IV.2 = CUKUP 54 -79 = cukup 3 = BAIK 30 -53 = kurang RENCANA KEGIATAN HARIAN SIKLUS I.Menghubungkan tulisan sederhana dengan gambar III.Cuci tangan.1 KELOMPOK : B SEMESTER/MINGGU : I/17 TEMA : Tanaman HARI/TANGGAL : Rabu 14 Desember 2011 INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN ALAT/SUMBER BELAJAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK ALAT EVALUASI HASIL EVALUASI Menyanyi lebih dari 20 lagu anak Menghubungkan atau memasangkan tulisan dengan gambar Mengenal macam-macam tanamanam I. Kegiatan Inti (± 60 menit) . berdo’a dan bernyanyi .

Tanyajawab tentang macam-macam tanaman Anak Kartu gambar Anak Anak Observasi Penugasan .bermain IV. Kegiatan akhir (± 30 menit) .Cukup (√) 7 Kurang (O) 3 Sendangdawung. do’a dan makan bekal .2 KELOMPOK : B SEMESTER/MINGGU : I/17 TEMA : Tanaman HARI/TANGGAL : Kamis 15 Desember 2011 INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN ALAT/SUMBER BELAJAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK ALAT EVALUASI HASIL EVALUASI Menyanyi lebih dari 20 lagu anak Menghubungkan atau memasangkan tulisan dengan gambar Mengenal macam-macam tanamanam I.Salam. 196704112007012021 NPM. 09159285 RENCANA KEGIATAN HARIAN SIKLUS I. Kegiatan Inti (± 60 menit) .Menghubungkan tulisan sederhana dengan gambar III.Cuci tangan. 14 Desember 2011 Mengetahui. Kepala TK Mardirahayu Guru kelas Purworini Sri Munanti NIP.Menyanyi lagu “mari belajar membaca” II. Istirahat (± 30 menit) . Kegiatan Awal (± 30 menit) . berdo’a dan bernyanyi .

Kegiatan Akhir (± 30 menit) .3 KELOMPOK : B SEMESTER/MINGGU : I/17 TEMA : Tanaman HARI/TANGGAL : Jumat 16 Desember 2011 INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN ALAT/SUMBER BELAJAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK ALAT EVALUASI HASIL EVALUASI Menyanyi lebih dari 20 lagu anak Menghubungkan atau memasangkan tulisan dengan gambar Mengenal macam-macam tanamanam I. 15 Desember 2011 Mengetahui.bermain IV. Kegiatan Awal (± 30 menit) . do’a dan makan bekal . Kegiatan Inti (± 60 menit) .Menghubungkan tulisan sederhana dengan gambar III.Menyanyi lagu “mari belajar membaca” II. 196704112007012021 NPM.Observasi Percakapan Baik (●)11 Cukup (√) 6 Kurang (O) 3 Sendangdawung.Cuci tangan. berdo’a dan bernyanyi .Tanyajawab tentang macam-macam tanaman Anak Kartu gambar . Istirahat (± 30 menit) . 09159285 RENCANA KEGIATAN HARIAN SIKLUS I. Kepala TK Mardirahayu Guru kelas Purworini Sri Munanti NIP.Salam.

Kegiatan Awal (± 30 menit) .Anak anak Observasi Penugasan Observasi Percakapan Baik (●)13 Cukup (√) 5 Kurang (O) 2 Sendangdawung.1 KELOMPOK : B SEMESTER/MINGGU : II/1 TEMA : Rekreasi HARI/TANGGAL : Rabu 4 Januari 2011 INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN ALAT/SUMBER BELAJAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK ALAT EVALUASI HASIL EVALUASI Menyanyi lebih dari 20 lagu anak Membaca tulisan sederhana Mengenal macam-macam tanamanam I.Cuci tangan.Salam. 09159285 RENCANA KEGIATAN HARIAN SIKLUS II. Kepala TK Mardirahayu Guru kelas Purworini Sri Munanti NIP.Membaca gambar yang ada tulisan dibawahnya III. Kegiatan Inti (± 60 menit) . berdo’a dan bernyanyi .bermain IV.Menyanyi lagu “mari belajar membaca” II. Kegiatan Akhir(± 30 menit) . Istirahat (± 30 menit) . 16 Desember 2011 Mengetahui. do’a dan makan bekal . 196704112007012021 NPM.Tanyajawab tentang macam-macam tanaman Anak .

Membaca gambar yang ada tulisan dibawahnya III. Kegiatan Awal (± 30 menit) . 4 Januari 2012 Mengetahui. Kegiatan Inti (± 60 menit) . berdo’a dan bernyanyi .Cuci tangan. do’a dan makan bekal . 09159285 RENCANA KEGIATAN HARIAN SIKLUS II.2 KELOMPOK : B SEMESTER/MINGGU : II/1 TEMA : Rekreasi HARI/TANGGAL : Kamis 5 Januari 2011 INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN ALAT/SUMBER BELAJAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK ALAT EVALUASI HASIL EVALUASI Menyanyi lebih dari 20 lagu anak Membaca tulisan sederhana Mengenal macam-macam tanamanam I.Salam. Istirahat (± 30 menit) . Kepala TK Mardirahayu Guru kelas Purworini Sri Munanti NIP. 196704112007012021 NPM.Kartu gambar Anak anak Observasi Penugasan Observasi Percakapan Baik (●)13 Cukup (√) 5 Kurang (O) 2 Sendangdawung.Menyanyi lagu “mari belajar membaca” II.

Kegiatan Awal (± 30 menit) . 196704112007012021 NPM. Kepala TK Mardirahayu Guru kelas Purworini Sri Munanti NIP. Kegiatan Akhir(± 30 menit) . 09159285 RENCANA KEGIATAN HARIAN SIKLUS II. berdo’a dan bernyanyi .3 KELOMPOK : B SEMESTER/MINGGU : II/1 TEMA : Rekreasi HARI/TANGGAL : Jumat 6 Januari 2011 INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN ALAT/SUMBER BELAJAR PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK ALAT EVALUASI HASIL EVALUASI Menyanyi lebih dari 20 lagu anak Membaca tulisan sederhana Mengenal macam-macam tanamanam I.. Kegiatan Inti (± 60 menit) .bermain IV.Menyanyi lagu “mari belajar membaca” II.Salam.Tanyajawab tentang macam-macam tanaman Anak Kartu gambar Anak anak Observasi Penugasan Observasi Percakapan Baik (●)15 Cukup (√) 3 Kurang (O) 2 Sendangdawung. 5 Januari 2012 Mengetahui.

09159285 . Istirahat (± 30 menit) .Tanyajawab tentang macam-macam tanaman Anak Kartu gambar Anak anak Observasi Penugasan Observasi Percakapan Baik (●)16 Cukup (√) 2 Kurang (O) 2 Sendangdawung. 196704112007012021 NPM. Kepala TK Mardirahayu Guru kelas Purworini Sri Munanti NIP.Membaca gambar yang ada tulisan dibawahnya III.bermain IV. do’a dan makan bekal . Kegiatan Akhir(± 30 menit) .. 6 Januari 2012 Mengetahui.Cuci tangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful