AGUNG PRIBADI MOKODONGAN ANISA PUTRI BUDIARDJO MILA NOVIARNY RAUF MOH.

CAKRA DATAU KELOMPOK 8

.Disini akan kita bahas tentang tahap-tahap pembentukan sperma dan ovum.

. 1990). Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone (Wildan yatim.Spermatogenesis  Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan.

yaitu spermatosit sekunder. . Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.  Spermatosit Primer Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis.  Spermatogonia Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis.Spermatocytogenesis Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak.Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu : 1.

spermatosit II memiliki inti yang gelap. sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II.2. Dibandingkan dengan spermatosit I.  Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah. . tapi masih berhubungan sama lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Tahapan Meiois  Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis.

Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan. fase tutup. Tahapan Spermiogenesis  Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. . fase akrosom dan fase pematangan.3.

Leher (servix). menghubungkan kepala dengan badan.Spermatozoa masak terdiri dari : 1. berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius. 3. Ekor (cauda). 2. tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya. tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum. 4. bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas. Kepala (caput). Badan (corpus). .

.

. Sel-Sel Kelamin Primordial  Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus. dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kirakira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Masingmasing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial.Oogenesis Tahap pembentukan: 1.

Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer .000. tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak. Folikel Primordial  Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.2.

Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.3. Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin. . dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Oosit Primer  Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n).

Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama. sel ini disebut oosit sekunder.4. Kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.Pembelahan Meiosis Pertama  Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma. . Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom.

 Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer. tetapi dengan bahan genetik yang polanya berbeda. . juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa pertukaran. Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama. tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya).

Oosit Sekunder  Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum). sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur. Ovum yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional. Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi. . semua mengandung bahan genetik yang berbeda. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi.5.

ovum dapat tumbuh menjadi individu baru.  Sedangkan menurut Wildan Yatim (1990) fertilisasi merupakan masuknya spermatozoa kedalam ovum. . Setelah spermatozoa masuk.Fertilisasi  Menurut Sri Sudarwati (1990) fertilisasi merupakan proses peleburan dua macam gamet sehingga terbentuk suatu individu baru dengan sifat genetic yang berasal dari kedua parentalnya.

Badan dan ekor sperma terpisah dari kepala segera setelah masuk ke dalam ovum. Spermatozoa yang mengelilingi ovum akan menghasilkan enzim hialuronidase. Segera setelah kedua sel bersatu. yaitu enzim yang memecah protoplasma pelindung ovum agar dapat menembus ovum dengan sedikit lebih mudah. kumparan kutub kedua dalam inti (nukleus) ovum mengalami pembelahan meiosis kedua dan mampu bersatu dengan inti sperma. . Enzim tersebut merusak korona radiata dan memudahkan penembusan zona pellucida hanya untuk satu sperma saja. sehingga terbentuk kromosom diploid (2n).

.

dan akibat dari peperangan ini. banyak sekali bayi-bayi baru dilahirkan ke dunia . Peperangan antara Sperma dan Ovum telah terjadi semenjak dulu kala.