P. 1
ayat tentang hubungan antar beragama

ayat tentang hubungan antar beragama

5.0

|Views: 554|Likes:
Published by nhovha seftiana
1

PENDAHULUAN


Dalam sebuah masyarakat yang dicirikan oleh kemajemukan agama, tidak ada hal
yang sedemikian penting dan mendesak seperti hubungan antar umat beragama. Berbicara
tentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama.
Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim
Indonesia, baik secara sosiologis, teologis maupun etis. Secara sosiologis, pluralisme agama
adalah suatu kenyataan bah
1

PENDAHULUAN


Dalam sebuah masyarakat yang dicirikan oleh kemajemukan agama, tidak ada hal
yang sedemikian penting dan mendesak seperti hubungan antar umat beragama. Berbicara
tentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama.
Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim
Indonesia, baik secara sosiologis, teologis maupun etis. Secara sosiologis, pluralisme agama
adalah suatu kenyataan bah

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: nhovha seftiana on Oct 29, 2012
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

1

PENDAHULUAN


Dalam sebuah masyarakat yang dicirikan oleh kemajemukan agama, tidak ada hal
yang sedemikian penting dan mendesak seperti hubungan antar umat beragama. Berbicara
tentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama.
Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim
Indonesia, baik secara sosiologis, teologis maupun etis. Secara sosiologis, pluralisme agama
adalah suatu kenyataan bahwa kita adalah berbeda-beda, beragam dan plural dalam hal
beragama. Ini adalah kenyataan sosial, sesuatu yang niscaya dan tidak dapat dipungkiri lagi.
Dalam kenyataan sosial, kita telah memeluk agama yang berbeda-beda. Pengakuan terhadap
adanya pluralisme agama secara sosiologis ini merupakan pluralisme yang paling
sederhana, karena pengakuan ini tidak berarti mengizinkan pengakuan terhadap kebenaran
teologi atau bahkan etika dari agama lain.
Ajaran agama diterima oleh pemeluknya secara estafet, yang bila ditelusuri
kebelakang akan ditemukan bahwa sumbernya adalah Tuhan yang diyakini oleh pemeluk
agama tersebut. Secara pasti, setalah pembawaan agama yang menjadi Tuhan tidak lagi
berada di tengah-tengah umatnya, maka pastilah petunjuk-petunjuk yang dibawanya dapat
mengalami perubahan interpretasi, bahkan memerlukan petunjuk-petumjuk praktis baru,
yang tadinya belum dikenal pada masa utusan tersebut berada ditengah masyarakatnya.










2

PEMBAHASAN

1. SURAT AL-MUNTAHANAH : 8-9

N '>±.. ´<¦ s _·¦ ¯.l ¯.´.l..1`. _· _·´.l¦ `.l´. ´.`>,>´ . ¯.´,..: _¦ `.>.¯¸. .
¦.L.1.´. ¯..¯.l| _| ´<¦ ´.>´ _.L.1.l¦ ¯ !..| `.>... ´<¦ s _·¦ ¯.´.l..· _·
_·´.l¦ .é.`>,>¦´ . . ¯.´,..: ¦.`, ±.L´ . ´_ls ¯.>>¦,>| _¦ ¯.>¯.l´.. .´. ¯.>´...
..l`.! · `.> _..l.Ll¦ '
 Terjemahan nya.
“ A l l ah t i dak mel ar ang kamu ber buat bai k dan ber l aku adi l t er hadap or ang-or ang yang
t i dak memer angi mu dal am ur usan agama dan t i dak (pul a) mengusi r kamun dar i
kampung hal amanmu. Sesungguhnya A l l ah menci nt ai or ang-or ang yang ber l aj u adi l .”
(QS. Al-Muntahanah : 8)
“ Sesungguhnya A l l ah hanya mel ar ang kamu menj adi kan mer eka sebagai kawanmu
or ang-or ang yang memer angi kamu dal am ur usan agama dan mengusi r kamu dar i
kampung hal amanmu dan membant u (or ang l ai n) unt uk mengusi r mu. Baar ang si apa
menj adi kan mer eka sebagai kawan,mer eka i t ul ah or ang yang zal i m.” (QS. Al-
Muntahanah : 9)

 Tafsiran surat al-muntahanah 8-9
Ibnu Abbas menafsirkan QS. Al-Muntahanah 60 : 8-9 dengan
mengatakan bahwa “ Allah tidak melarang untuk berteman dan menolong
mereka (orang-orang makkah) yang berbuat adil dan menepati janji kepada
Nabi dan sahabatnya mereka yaitu Bani Khuza’ah, kaum hilal ibn Uwaimir,
khuzainah, bani madlaj. Mereka telah berbuat baik kapada Rasul sebelum
adanya perjanjian Hudaibiyah yang tidak berusaha membunuhnya, tidak
mengeluarkannya dari makkah. Akan tetapi hanya melarang untuk berteman
dan menolong mereka (ahli makkah) yang secara terang-terangan mengusir
Nabi dari mekkah.
3

Al-Qusyairi mentafsirkan QS. Al-muntahanah 60: 8-9 dengan
mengatakan “ setelah Allah melarang untuk berteman dengan orang kafir
harfi, kemudian Allah menganjurkan untuk berteman dengan kafir dzimmi
yang mempunyai akhlak yang bagus, mau berteman dan bermanfaatbagi
umat islam, karena sesungguhnya allah menyuai orang-orang yang berteman
dalam segala hal” .
Semua ulama tafsir sepekat bahwa bertemen dengan orang non
muslim yang berbut baik, menolong, berbuat adil kepada umat islam itu
diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menjalin hubungan dengan mereka
dalamtataran sosial, akan tetapi tidak boleh untuk berteman dengan mereka
yang secara terang-terangan memusuhi, memerangi, umat islam, atau yang
mengusir paksa penduduk dari suatu negri.

 Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
Al-Qur’an surat Al-muntahanah 60: 8-9 turun karena adanya sebuah
peristiwa sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ahmad dan ain-lain dari
Abdullah Ibn Zubair “ pada suatu hari Qutailah binti Abdil Uzza (non
muslim) datang kepeda anaknya Asma’ binti Abi bakar dengan membawa
beberapa hadiah. Asma’ menolak hadiah itu, bahkan melarang dia unruk
masuk rumah sebelum Asma’ bertanya kepada Aisyah, bagaimana pendapat
Rasul berkenaan dengan itu turunlah QS. Al-muntahanah 60: 8-9. Nabi
menyuruh Asma’ menerima hadiah dari ibunya, dan menyambutnya
sebagaimana mestinya.
Akan tetapi ada yang menyatakan bahwa ayat ini turun mengenai Khuza’ah
Banil Harts, kinanah, Muzainah, dan beberapa golongan arab yang telah
berdamai dengan rasulullah untuk tidak memeranginya dan tidak pula
memihak kepada musuh.






4

2. A. SURAT AL-BAQARAH : 62

_| _·¦ ¦.`..¦´. _·¦´. ¦.:!> _,...l¦´ . _.:..¯.l¦´. . ´.¦´. ´<!.
.¯.´.l¦´. ,>N¦ _.s´. !´>l.. ¯.±l · ¯.>`,>¦ ..s `.±.´¸ N´. .¯.> ¯..¯.l. N´. ¯.>
_..,> ´ ''
 Terjemahannya
“ Sesungguhnya or ang-or ang ber i man, or ang-or ang Yahudi , or ang-or ang N asr ani
dan or ang-or ang Shabi i n, si apa saj a (di ant ar a mer eka) yang benar -benar ber i man
kepada A l l ah dan har i akhi r dan mel akukan kebaj i kan, mer eka akan mener i ma pahal a
dar i Tuhan-Nya, t i dak ada r asa t akut pada mer eka, dan mer eka ber sedi h hat i .” (QS.
Al-Baqarah : 62)
 Tafsiran surat Al-Baqarah : 62
Dalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan tiap-tiap umat atau bangsa
yang benar-benar berpegang kepada ajaran nabi-nabi mereka serta beramal
saleh, mereka akan mendapat ganjaran di sisi Allah karena rahmat dan
magfirah Tuhan selalu terbuka untuk seluruh hamba-hamba-Nya untuk
orang-orang Yahudi atau pun untuk lain-lainnya. Tetapi bila mana ia beriman
dan bertobat, niscaya Allah mengampuninya dan memberikan ganjaran
kepadanya di dunia dan di akhirat. Yang dimaksud dengan "orang-orang
yang mukmin" dalam ayat ini ialah orang yang mengaku beriman kepada
Muhammad Rasulullah saw. dan menerima segala yang diajarkan oleh beliau
sebagai suatu kebenaran dari sisi Allah. Pengertian beriman ialah seperti yang
dijelaskan Rasul saw. sewaktu Jibril a.s. menemui beliau. Dan yang dimaksud
orang Yahudi, ialah semua orang yang memeluk agama Yahudi. Mereka
dinamakan Yahudi karena kebanyakan mereka dari keturunan Yahudi, salah
seorang keturunan Yakub (Israel). Yang dimaksud orang-orang Nasrani ialah
orang-orang yang menganut agama Nasrani. Kata Nasrani diambil dari nama
suatu daerah Nasirah (Nazareth) di Palestina tempat Nabi Isa a.s. dilahirkan
Siti Maryam. Yang dimaksud orang Sabiin di sini ialah orang-orang yang
mengakui keesaan Allah, beriman kepadanya tapi mereka tidak menganut
agama Yahudi atau pun Nasrani. Siapa saja di antara ketiga golongan di atas
5

yang hidup pada waktu sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw benar-
benar beragama menurut agama mereka, membenarkan dengan sepenuh hati
akan adanya Allah dan hari kiamat, mengamalkan segala tuntutan syariat
agamanya, mereka mendapat pahala dari sisi Allah swt.
Sesudah kedatangan Nabi Muhammad saw. seluruh umat manusia,
diwajibkan beriman kepadanya dan segala ajaran-ajaran yang dibawanya
yakni dengan menganut Islam.

 Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
Dikemukakan Ibnu Abi Hatim dari Salman al-Farisi, “ Saya pernah
bertanya kepada Rasulullah saw. tentang para pemeluk agama yang pernah
saya anut.” Dia pun menerangkan shalat dan ibadah mereka. Lalu turunlah
ayat ini. Diriwayatkan Ibnu Jarir dari Mujahid bahwa Salman al-Farisi pernah
bertanya kepada Nabi saw. tentang orang-orang Nasrani dan pendapat Beliau
tentang amal mereka. Beliau menjawab, “ Mereka tidak mati dalam keadaan
Islam.” Salman berkata, “ Bumi terasa gelap bagiku dan aku pun mengingat
kesungguhan mereka.” Lalu turunlah ayat ini. Setelah itu Rasulullah saw.
memanggil Salman seraya bersabda, “ Ayat ini turun utuk para sahabatmu.”
Beliau kemudian bersabda, “ Barangsiapa yang mati dalam agama Isa sebelum
mendengar aku maka dia mati dalam kebaikan. Barangsiapa yang telah
mendengar aku dan tidak mengimaniku.

B. SURAT AL-BAQARAH : 120

l´. _.¯, . i.s :.·.´.l¦ N´. _,...l¦ _.> ×... ¯.·..l. ¯_· ´_| _ .> ´<¦ ´.>
_.>¦ _.l´ . ·-..¦ .>´.¦´.>¦ .-. _¦ ì´.l> ´. .l-l¦ !. il ´. ´<¦ .
¯_|´. N´. ¸.. . ¸'¸
 Terjemahannya
“ Or ang-or ang Yahudi dan N asr ani t i dak akan senang kepadamu (muhammad)
sebel um engkau mengi kut i agama mer eka. Kat akanl ah: " Sesungguhnya pet unj uk
A l l ah I t ul ah pet unj uk (yang sebenar nya)" . dan Sesungguhnya j i ka kamu mengi kut i
6

kemauan mer eka set el ah penget ahuan (kebenar an) sampai kepadamu, M aka A l l ah
t i dak l agi menj adi pel i ndung dan penol ong bagi mu.” (QS. Al-Baqarah : 120)
 Tafsirannya
Ayat ini menyatakan keinginan ahli kitab yang sebenarnya sehingga
mereka melakukan tindakan-tindakan terhadap orang-orang yang beribadat
di masjid Allah, merobohkan masjid itu, menyerikatkan-Nya, mengingkari
seruan Nabi Muhammad saw., nabi terakhir. Mereka tidak akan berhenti
melakukan tindakan itu sehingga Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya
menganut agama yang mereka anut, yaitu agama yang berasal dari agama-
agama yang dibawa para nabi yang terdahulu, tetapi ajaran-ajarannya sudah
banyak diubah-ubah oleh mereka. Karena itu hendaklah kaum muslimin
waspada terhadap sikap ahli kitab itu, janganlah ragu-ragu mengikuti
petunjuk Allah, yaitu petunjuk yang diturunkan Allah kepada nabi -nabi-Nya,
bukan petunjuk yang berasal dari keinginan dan terutama keinginan dan
hawa nafsu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Orang-orang Yahudi dan
Nasrani melakukan tindakan-tindakan itu setelah pengetahuan datang pada
mereka, yaitu pengetahuan tentang agama yang diridai Allah dan ajaran-
ajaran dari agama itu, yaitu agama Islam.
Menurut zahirnya ayat ini langsung ditujukan kepada Nabi
Muhammad saw. yaitu berupa ancaman dan peringatan yang keras
seandainya Nabi saw. mengikuti kemauan mereka padahal Nabi saw. telah
dijamin Allah terpelihara dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Di
dalam Alquran banyak terdapat ayat-ayat yang seperti ini, yaitu suatu ayat
yang akhirnya ditujukan kepada Nabi saw., tetapi yang dimaksud ialah umat
nabi Muhammad saw. Allah swt. memperingatkan dengan ayat ini agar kaum
muslimin berhati-hati terhadap sikap para ahli kitab kepada agama Islam dan
kaum muslimin itu.

 Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
Diketengahkan oleh Tsa`labi dari Ibnu Abbas katanya, "Orang-orang
Yahudi Madinah dan Nasrani Najran berharap agar Nabi saw. melakukan
salat dengan menghadap ke kiblat mereka. Maka tatkala Allah memalingkan
ke Kakbah, mereka merasa keberatan dan putus asa; keislaman mereka tidak
7

dapat diharapkan lagi. Maka Allah pun menurunkan, 'Orang-orang Yahudi
dan Nasrani... sampai akhir ayat." (Q.S. Al-Baqarah 120).

C. SURAT AL-BAQARAH : 213

_l´ '!.l¦ «.¦ :.>´ . ±-.· ´<¦ ´.¯,..l¦ _·,:´.`. _·¸..`.´. _,. ¦´. `.±-.
...>l¦ ´_>l!. ´.>`>´,l _.. !.l¦ !.,· ¦.±l .>¦ «,· !.´. .l.>¦ «,· N| _·¦
:...¦ . .-. !. `.±.´.l> ·....l¦ !,-. `.±... _ .± · ´<¦ _·¦ ¦.`. .¦´. !.l
¦.±l .>¦ «,· ´. ´_>l¦ .«.:¦. ´<¦´ . _.±. . '.!:· _|| 1´¸. ..1.`.¯. '¸¯
 Terjemahannya
“ M anusi a i t u (dahul unya) sat u umat . M aka A l l ah mengut us Par a N abi (unt uk)
menyampai kan kabar dan per i ngat an , dan Al l ah menur unkan ber sama mer eka ki t ab
yang mengandung kebenar an, unt uk member i keput usan di ant ar a manusi a t ent ang
per kar a yang mer eka per sel i si hkan. D an or ang yang ber sel i si h hanyal ah or ang-or ang
yang t el ah di ber i (ki t ab), set el ah bukt i -bukt i yang nyat a sampai kepada mer eka, kar ena
kedengki an di ant ar a mer eka sendi r i . M aka dengan kehendak-N ya, A l l ah member i
pet unj uk kepada or ang-or ang yang ber i man t ent ang kebenar an yang mer eka
per sel i si hkann i t u. dan A l l ah sel al u member i pet unj uk or ang yang di kehendaki -N ya
ke j al an yang l ur us.” ( QS. Al-Baqarah : 213)
 Tafsirannya
Manusia tadinya merupakan umat yang satu. Satu akidah dan satu
tujuan amal perbuatan, yaitu untuk memperbaiki dan bukan untuk merusak,
berbuat baik dan bukan berbuat jahat, berlaku adil dan bukan berbuat aniaya.
Kemudian mereka berpaling dan mengerjakan sebaliknya, dan tidak ada lagi
kesatuan akidah dan pendapat di antara mereka, yang membawa mereka
kepada kebahagiaan, lalu mereka berselisih, bercerai-berai.
Untuk mengembalikan mereka kepada keadaan semula, bersatu dalam
kebenaran Allah swt. mengutus nabi-nabi, manusia pilihan agar membimbing
mereka ke jalan yang benar, memberi petunjuk secukupnya atas kekeliruan
yang diperbuatnya, menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang
8

beriman dan taat bahwa mereka akan memperoleh balasan surga di hari
kemudian, dan memperingatkan orang-orang yang ingkar dan durhaka
bahwa mereka akan ditimpa siksa dan azab yang pedih di neraka Jahannam
nanti.
Nabi-nabi yang diutus itu, diperlengkapi dengan kitab-kitab samawi
yang diturunkan kepada mereka, yang seluruhnya mengandung kebenaran,
petunjuk-petunjuk penjelasan yang lengkap yang akan dijadikan landasan
untuk memberi pertimbangan dan memberikan keputusan yang seadil-
adilnya atas segala sesuatu yang diperselisihkan.
Sebenarnya, manusia tidak perlu lagi berselisih, karena kitab samawi
diberikan penuh dengan keterangan-keterangan yang nyata, yang semuanya
itu telah diketahui dan dimengerti. Jadi apakah gerangan yang menyebabkan
mereka masih salah-menyalahkan dan menganggap bahwa hanya dialah
yang benar dan yang lain salah. Hal ini disebabkan karena sifat dengki dan
suka melakukan pelanggaran.
Apabila sifat dengki ini telah tertanam di dal am hati, baik secara
perorangan maupun secara bergolongan, maka sukarlah untuk memperoleh
ketenteraman dan kesejahteraan di antara mereka.
Beruntunglah orang-orang yang beriman, karena dengan kehendak Allah swt.
mereka telah diberi petunjuk kepada jalan yang benar.

 Asbabun nuzul (sebab turunya ayat)
Tidak ada

3. SURAT AL-IMRAN : 61

.· i¯>l> «.· . .-. !. ì´.l> ´. .l-l¦ ¯_1· ¦¯.l! -. ~. . !.´.!.¯.¦ ¯´´.!.¯.¦´.
!.´.!.·´. ¯.´´.!.·´. !..±.¦´. ¯.>.±.¦´ . ¯.. ¯_..¯. . _ ->´ .· ·´ .-l ´<¦ _ls
_....÷l¦ '¸


9

 Terjemahannya
“ Si apa yang membant ahmu dal am hal i ni set el ah engkau memper ol eh i l mu, M aka
Kat akanl ah (M uhammad): " M ar i l ah ki t a memanggi l anak-anak Kami dan anak-anak
kamu, i st er i -i st er i Kami dan i st er i -i st er i kamu, di r i Kami dan di r i kamu; kemudi an
M ar i l ah ki t a ber mubahal ah kepada A l l ah dan ki t a mi nt a supaya l a' nat A l l ah
di t i mpakan kepada or ang-or ang yang dust a.” (QS. Al-Imran : 61)

 Tafsirannya
Kemudian di dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Nabi
Muhammad bila masih ada orang yang membantah kebenaran berita tentang
kejadian Isa, sesudah mendapat penjelasan hendaklah mereka diajak
bermubahalah untuk membuktikan siapa yang benar dan berdoa supaya
Allah SWT menjatuhkan laknat-Nya kepada orang yang berdusta. Mubahalah
ini sebagai pencerminan dari kebenaran kepercayaan itu. Allah SWT
memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw, agar mengundang keluarga
masing-masing baik dari pihaknya maupun dari pihak mereka, yang terdiri
dari anak-anak dan isteri, untuk mengadakan mubahalah ini. Di dalam ayat
disebutkan lebih dahulu isteri dan anak-anak nabi dalam mubahalah, karena
seseorang lebih mengkhawatirkan diri keluarganya dari pada dirinya sendiri.
Hal ini mengandung pengertian bahwa Nabi Muhammad saw, telah percaya
dengan penuh keyakinan bahwa bencana yang tidak dikehendaki, sebagai
akibat dari muhabalah itu tidak akan menimpa keluarganya dan dirinya.
Kemudian ayat ini yang dikenal sebagai ayat mubahalah.
Mengenai terjadinya ajakan mubahlah tersebut telah diri wayatkan
melalui berbagai macam sumber, bahwa Nabi Muhammad saw, telah
mengajak orang-orang Nasrani dari suku Najran untuk mengadakan
mubahalah, tetapi mereka menolak. Imam Bukhari dan Imam Muslim juga
telah meriwayatkan sebuah hadis bahwa Al 'Aqib dan As Sayid mengunjungi
Rasulullah saw. Kemudian beliau berkeinginan untuk mengadakan
mubahalah dengan mereka. Maka salah seorang di antara mereka berkata
kepada kaumnya: "Janganlah kamu bermuhabalah dengan dia. Demi Allah
apabila ia betul-betul seorang Nabi lalu dia bemubahalah dengan kita, niscaya
kita tidak akan berbahagla selamanya, dan tidak akan ada generasi yang akan
melanjutkan keturunaan kita. Kemudian mereka berkata kepada Nabi saw:
10

"Kami akan memberikan apa yang engkau minta sebab itu utuslah kepada
kami seorang laki-laki yang terpercaya" Kemudian Nabi saw bersabda:
"Berdirilah hai, Aba Ubaidah", maka setelah ia berdiri Nabipun bersabda:
"Inilah orang yang terpercaya dikalangan umat ini" .
Abu Nu'aim meriwayatkan pula sebuah hadis dari Ibnu 'Abbas dalam
kitab Ad Dalail melalui sanad dari Ata'dan Ad Dahak dari lbnu Abbas
bahwasanya delapan orang Nasrani dan penduduk Najran mendatangi
Rasulullah saw Di antara mereka terdapat 'Aqib dan As Sayid. Kemudian
Allah SWT menurunkan ayat ini. Lalu mereka berkata: "Beri tangguhlah kami
tiga hari". Lalu mereka pergi kepada Bani Quraizah, Bani Nadir dan Bani
Qainuqa' dari kalangan orang-orang Yahudi. Kemudian mereka memberi
isyarat untuk berdamai saja dan tidak mengadakan mubahalah dengan Nabi.
Kemudian mereka berkata: "Dia adalah nabi yang telah diberitakan
kedatangannya di dalam kitab Taurat". LaIu mereka mengadakan
perdamaian dengan Nabi saw dengan perjanjian membayar 1.000 potong
pakaian pada bulan Safar dan 1.000 potong lagi disertai sejumlah uang pada
bulan Rajab.
Dan diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw, telah mengajukan
Ali, Fatimah dan kedua putra mereka, Hasan dan Husain selain diri beliau
sendiri, untuk bermuhabalah dan Nabipun keluar bersama-sama mereka
seraya bersabda: "Apabila saya berdoa hendaklak kamu membaca, Amin".
Dan Ibnu `Asakir telah meriwayatkan sebuah hadis dari Ja'far dari ayahnya,
bahwa setelah ayat ini turun, Nabi membawa Aba Bakar bersama-sama anak-
anaknya, Umar dan anak-anaknya clan 'Usman bersama anak-anaknya. Dapat
dipahami dari ayat-ayat ini bahwa Nabi Muhammad saw, telah
memerintahkan untuk mengundang orang-orang yang menentang hakekat
kejadian, Isa dari kalangan orang-orang ahli kitab untuk berkumpul baik lakl-
laki, perempuan ataupun anak-anak, dan juga Nabi mengumpulkan orang
mukminin baik laki-laki, perempuan atau anak-anak. Mereka pun mengajak
bermubahalah kepada Allah SWT agar Dia melaknat orang-orang yang
sengaja berdusta. Ajakan Nabi saw untuk bermubahalah itu menunjukkan
adanya keyakinan yang penuh terhadap kebenaran apa yang beliau katakan,
sebaliknya keengganan orang-orang yang diajak untuk bermubahalah
menunjukkan alasan dan kepalsuan kepercayan mereka. Di dalam ayat ini
11

terdapat suatu pelajaran bahwa wanita harus diikut sertakan untuk turut
bersama-sama lelaki menghadapi persoalan yang penting. Hal ini
menunjukkan kelebihan agama Islam dari agama lain. Juga terdapat suatu
petunjuk bahwa menurut ajaran Islam, para wanita sama hak dan
kewajibannya dengan laki-laki dalam berbagai urusan.

 Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
Baihaqi mengetengahkan dalam Dalail dari jalur Salamah bin Abdu
Yasyu' dari bapaknya seterusnya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw.
menulis surat kepada warga Najran, yakni sebelum diturunkan kepadanya
surat Thasin, "Atas nama Tuhan dari Ibrahim, Ishak dan Yakub, dari
Muhammad yang nabi..." Di dalamnya disebutkan, "Maka orang-orang
Najran itu mengutus Syurahbil bin Wadaah Al-Hamdani, Abdullah bin
Syurahbil Al-Ashbahi dan Jabbar Al-Hartsi kepada Nabi saw. Perutusan ini
berangkat mendatangi Nabi saw. sehingga mereka pun saling bertanya jawab.
Demikianlah tanya jawab ini terus berlangsung sampai mereka menanyakan,
'Bagaimana pendapat Anda tentang Isa?' Jawab Nabi saw., 'Sampai hari ini
tak ada suatu pun pendapat saya mengenai dirinya. Tinggallah tuan-tuan di
sini dulu sampai saya dapat menerangkannya!' Ternyata esok paginya Allah
telah menurunkan ayat ini, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,'
sampai dengan firman-Nya, '...seraya kita memohon agar laknat Allah itu
ditimpakan-Nya kepada orang-orang yang dusta.'

4. SURAT AL-KAFIRUN : 1-6

¯_· !..!.. _.`,±.÷l¦ ¸ N ..s¦ !. _...- . ' N´. `... ¦ _....s !. ..s¦
¯ N´. !.¦ ..l. !. ...s ' N´. `...¦ _....s !. ..s¦ ' ¯>l ¯>`..: ´_|´.
_·: '
 Terhemahannya
1. Kat akanl ah: " H ai or ang-or ang kafi r ,
2. A ku t i dak akan menyembah apa yang kamu sembah.
12

3. D an kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. D an aku t i dak per nah menj adi penyembah apa yang kamu sembah,
5. D an kamu t i dak per nah (pul a) menj adi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. U nt ukmu agamamu, dan unt ukkul ah, agamaku."
(QS. Al-Kafitur : 1-6)

 Tafsirannya
1. Kata “ Kafir” diperintahkan kepada Rasulullah untuk diungkapkan
kepada mereka, walaupun dapat membuatmereka sangat marah, tetapi
Rasulullah tetap mengatakannya karena ketaatannya kepada perintah
Allah SWT.Pada zaman sekarang ini banyak sekali orang-orang yang
menyembah berhala dan bebatuan, seperti denganmenjadikan tujuan
hidup hanya demi uang, atau dengan menjadikan sesuatu menjadi jimat,
seperti koin yangdipercayai dapat membawa keberuntungan, atau batu
cincin yang dapat membawa berkah. Perbuatan yangmusyrik demikian
dapat menjadikan si pelaku termasuk golongan Kafir.
2. Sesungguhnya aku (Muhammad) terlepas dari tuhan-tuhan yang kalian
sembah, karena tuhan-tuhan kalian itu tidak membawa manfaat dan tidak
pula membawa mudharat karena itu adalah mahluk Allah (Bagaimana
mungkin akumenyembahnya?).Ayat ini menjelaskan tentang konsep
“ tauhid” tentang keesaan Allah, agar kita terlepas dari syirik dan
kesesatanmenduakan Allah dengan mahluk-Nya.
3. Kalian juga tidak mungkin menyembah Tuhanku, sebab aku menyembah
tuhan Yang Haq, sementara kalian menyembahtuhan yang bathil .Ayat 2
dan 3 merupakan batasan toleransi pada masalah aqidah.Sangatlah jelas
garis batas arti sebuah toleransi beragama yaitu pada perwujudan aqidah,
sehingga ketika seorangmuslim dihadapkan pada sesuatu yang berkaitan
dengan aqidah yang berlainan, maka harus jelas dan tegas untuk
menolaknya, walaupun menghadapi resiko hilangnya harapan nikmat
dunia, baik berupa kemewahan harta, pangkatataupun wanita/ pria yang
menawan yang sebenarnya merupakan suatu godaan dunia/
penggadaian akherat.Beberapa contoh pelanggaran toleransi beragama
yaitu: menghadiri atau merayakan acara kebaktian/ ibadah agama
lain,dan semua hal yang berkaitan dengan aqidah/ peribadatan agama
13

lain. Sehingga sangatlah rugi seseorang yangmenggadaikan agamanya
untuk kepentingan dunia.
4. Ayat empat (4) dan
5. menguatkan ayat dua (2) dan tiga (3), bahwa Rasulullah sangat terbebas
dan lepas darituhan-tuhan selain Allah, sebab selama hidup Beliau ti dak
pernah menyembah tuhan-tuhan manusia/ batu/ pohon dansejenisnya
6. Silahkan kalian hidup dalam kesirikan dan menyekutukan Allah, tapi aku
tetap menyembah Tuhanku yaitu Allah.Ajaran Islam sangat menghargai
hak-hak asasi manusia dalam menentukan pilihannya. Tak ada
pemaksaan kehendak kepada orang lain, karena sudah jelas agama mana
yang haq dan mana yang batil. Bila dia mau beri man, berimanlah dia,dan
masuklah secara keseluruhan dalam agama Islam, agar dia termasuk
kelompok orang yang beruntung yaitumendapatkan ridha Allah dan
masuk kedalam surga-Nya, tapi bila mau kafir silahkan kafir, tetapi
ingatlah kelak diakherat ada tempat yang khusus bagi orang-orang kafir
yaitu neraka jahanam. Na’udzubillahi min dzali k.Konsep da’wah dalam
menawarkan Islam kepada manusia:Kalau mereka menerima Islam, maka
Islam membimbing mereka kepada keselamatan baik di dunia maupun
diakhirat,dan jika mereka menolak silahkan tetap dalam keyakinan tetapi
jangan mengganggu da’wah Islam apalagi memerangiIslam.

 Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha
mempengaruhi Nabi saw. Denganmenawarkan harta kekayaan sehingga
Beliau menjadi konglomerat terkaya di kota Mekah, dan akandikawinkan
kepada wanita mana saja yang Beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan
dengan berkata :“ Sekiranya Engkau tidak berkeberatan mengikuti kami
(menyembah berhala) selama setahun, kamiakan mengikuti Agamamu
selama setahun pula” . Maka turunlah surat ini : Al-Kafirun (S.109:1-6).




14

KESI MPULAN


Dari ayat-ayat diatas dapat disimpulkan bahwa agama adalah masalah yang tidak
bisa ditawar-tawar lagi, apalagi berganti. Serta kemajemukan agama tidak menghalangi
untuk hidup bersama, berdampingan secara damai dan aman. Adanya saling pengertian dan
pemahaman yang dalam akan keberadaan masing-masing menjadi modal dasar yang sangat
menentukan. Pengalaman-pengalaman Nabi di atas mengandung dimensi moral dan etis. Di
antara dimensi moral dan etis agama-agama adalah saling menghormati dan menghargai
agama/ pemeluk agama lain. Jika masing-masing pemeluk agama memegang moralitas dan
etikanya masing-masing, maka kerukunan, perdamaian dan persaudaraan bisa terwujud.
Selain itu kita juga dapat menyimpulkan antara lain :
 Pertama, kita sebagai umat Islam harus senantiasa menghormati dan saling
menolong terhadap non-muslim, asal jangan tolong menolong dalam hal akidah.
 Kedua, , bahwa Islam ditegakkan untuk rahmat seluruh alam sebagaimana ucapan
Nabi Muhammad saw “ saya tidak diutus untuk menjadi pengutuk, tetapi saya
diutus mengajak dan membawa rahmat” .
 Ketiga, keinginan Nabi Muhammad saw. agar orang-orang Nasrani menerima ajakan
Islam, maka Allah swt. memerintahkan beliau untuk mengajak mereka dan semua
pihak dari Ahl al-Kitab termasuk orang-orang Yahudi agar menerima satu tawaran
yang sangat adil, tetapi Ahli-kitab senantiasa selalu ingin menyesatkan kaum
muslimin dengan tipu dayanya. Seperti dalam surah Ali-imran ayat 64 yang
menyatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah orang kafir.
 Keempat,. perintah untuk berpegang kepada tali Allah yang berpungsi menghalangi
seseorang terjatuh







15

DAFTAR PUSTAKA


Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib, 1999, Ri ngkasan Tafsi r I bnu Kat si r , Jakarta: Gema Insani
Shihab, M. Quraish,2002, Pesan, Kesan D an Keser asi an A l -Qur ’ an, Jakarta: Lentera Hati
http:/ / winaldi/ blog/ 2007/ 02/ 15/ t afsi r -ayat -62-sur ah-al -baqar ah-semua-agama.html
http:/ / al-quran10.blogspot.com/ 2012/ 05/ t afsi r -al -azhar -qs-al -kafi r un-1-6.html
http:/ / makalah-ibnu.blogspot.com/ 2009/ 12/ agama-dan-hubungan-ant ar -agama.html




















16

AYAT-AYAT TENTANG HUBUNGAN ANTAR AGAMA
Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kulia Tafsir
Dosen Pengampuh: Ahmad Farhan, SS., M.S.I










Disusun Oleh Kelompok 7
Dedi Kurniawan Siagian : NIM. 2113137280
Nova Septiana : NIM. 2113137314
Reduan Azari : NIM. 2113137324







PRODI EKONOMI I SLAM
JURUSAN SYARI AH
SEKOLAH TI NGGI AGAMA I SLAM NEGERI
(STAI N) BENGKULU
2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->