P. 1
debat

debat

|Views: 193|Likes:
Published by MuhammadIrsat

More info:

Published by: MuhammadIrsat on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2015

pdf

text

original

berita #lomba #contest terbaru - Lomba Debat: National University English Debating Championship (NUEDC) 2012 Latar Belakang

Tingkat persaingan sumber daya manusia (SDM) di pasar kerja nasional dan internasional terus meningkat seiring dengan peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru pada berbagai bidang usaha, serta kebutuhan tingkat profesionalisme (knowledge, hard skill, soft skill) yang semakin tinggi (HELTS 2003 – 2010). Seiring dengan mewujudkan visi Depdiknas, Menciptakan Manusia Indonesia Cerdas Komprehensif dan Kompetitif, Direktorat Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Depdiknas merumuskan kebijakan dan pembinaan kepada mahasiswa agar mampu menjadi insan Indonesia yang bermutu dan kompetitif. Salah satu usaha pembinaan tersebut adalah melalui kompetisi debat Bahasa Inggris, yang telah dirumuskan dalam National University English Debating Championship (NUEDC). Debat bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan dunia akademik mahasiswa. Tuntutan kompetensi penguasaan pengetahuan global menjadi salah satu alasan mengapa debat bahasa Inggris perlu menjadi bagian akademik mahasiswa. Di saat negara-negara berkembang mewajibkan muatan debat bahasa Inggris ke dalam kurikulum pendidikan mereka, Indonesia perlu terus menjadikan debat bahasa Inggris sebagai bagian kajian akademik, dalam bentuk apapun. Debat bahasa Inggris menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Inggris, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan publik. Di dalam debat bahasa Inggris, mahasiswa akan dihadapkan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi suatu masyarakat atau bangsa. Di sini, mahasiswa harus mampu berposisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat. Oleh karena itu, debat bahasa Inggris merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa dalam skala internasional. Sudah tepat jika institusi pendidikan di Indonesia melaksanakan lomba debat bahasa Inggris antar mahasiswa dalam rangka internalisasi semangat kompetisi positif yang bermuatan tuntutan kemampuan komunikasi dan argumentasi. Tujuan a. Meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi melalui media debat ilmiah, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan , dan menciptakan iklim kompetitif. b. Meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam penguasaan bahasa inggris secara baik dan benar, sehingga mahasiswa mampu bersaing ditingkat nasional maupun international Sasaran Sasaran NUEDC adalah semua mahasiswa aktif S1 atau DIII di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.

II. SISTEM DAN MEKANISME PERLOMBAAN

A. Sistem Lomba Sistem yang digunakan dalam NUEDC adalah sistem British Parliamentary (BP). Sistem ini adalah sistem yang digunakan dalam World University Debating Championship (WUDC) atau Lomba debat bahasa Inggris tingkat dunia. Penjelasan tentang system ini terdapat dalam lampiran. NUEDC tingkat nasional memiliki beberapa babak berikut: a. Preliminary Rounds. Ini merupakan babak penyisihan. Terdapat 5 (lima) kali babak penyisihan di NUEDC tingkat nasional, artinya semua tim akan melalui lima kali debat. 32 (tigapuluh dua) tim terbaik hasil dari penyisihan akan maju ke babak berikutnya. b. Octofinal Rounds. Ini merupakan babak hasil seleksi 32 tim terbaik dari penyisihan. Babak ini merupakan babak gugur, artinya tim hanya melakukan sekali perdebatan. Terdapat 8 (delapan) ruang debat. Masing-masing ruang terdiri atas 4 (empat tim). 2 (dua) tim terbaik dari masingmasing ruang akan maju ke babak selanjutnya.

c. Quarter Final Rounds. Babak ini merupakan babak perempat final. Dalam babak ini, terdapat 16 tim yang berdebat di dalam empat ruang debat. 2 (dua) tim terbaik di masing-masing ruang akan maju ke babak berikutnya. d. Semifinal Rounds. Babak ini mempertemukan 8 tim terbaik yang terbagi dalam dua ruang debat. 2 (dua) tim terbaik dari maisng-maisng ruang akan maju ke babak selanjutnya. e. Grand Final Round. Babak ini merupakan babak puncak yang mempertemukan 4 (empat) tim terbaik. Dari babak ini, akan dipilih Juara 1,2,3, dan 4. Untuk NUEDC tingkat Kopertis, sistem perlombaan adalah sebagai berikut: a. Preliminary Rounds. Ini merupakan babak penyisihan. Terdapat 3 babak penyisihan untuk jumlah tim maksimal 32 tim. 16 tim terbaik berhak maju ke babak selanjutnya. b. Quarter Final Rounds. Babak ini merupakan babak perempat final. Dalam babak ini, terdapat 16 tim yang berdebat di dalam empat ruang debat. 2 (dua) tim terbaik di masing-masing ruang akan maju ke babak berikutnya. c. Semifinal Rounds. Babak ini mempertemukan 8 tim terbaik yang terbagi dalam dua ruang debat. 2 (dua) tim terbaik dari maisng-maisng ruang akan maju ke babak selanjutnya. d. Grand Final Round. Babak ini merupakan babak puncak yang mempertemukan 4 (empat) tim terbaik. Dari babak ini, akan dipilih Juara 1 dan 2 untuk mewakili Kopertis ke tingkat Nasional. B. Mekanisme Perlombaan NUEDC melalui beberapa tahap perlombaan berikut:

a. Tingkat Kopertis Sebanyak 12 Kopertis di Indonesia wajib melakukan lomba debat dengan system yang sama dengan NUEDC. Peserta NUEDC tingkat Kopertis adalah Peruguruan Tinggi Swasta di area masing-masing Kopertis. 2 (dua) tim terbaik di masing-masing Kopertis berhak maju ke tingkat nasional. b. Tingkat Nasional Di tingkat nasional, peserta NUEDC terdiri atas wakil-wakil dri PTN dan PTS (hasil seleksi tingkat Kopertis). NUEDC tingkat nasional akan diikuti maksimal 106 tim. c. Tngkat Internasional Empat tim terbaik di NUEDC tingkat nasional berhak mewakili Indonesia ke lomba debat bahasa Inggris tingkat dunia di WUDC.

III. PESERTA A. Syarat Peserta a. Peserta adalah mahasiswa S1 atau DIII aktif perguruan tinggi di bawah binaan/pengelolaan Depdiknas. b. Satu tim terdiri atas dua debaters dan 1 (satu) calon adjudicator. c. Debater wajib mengikuti seminar on debating. d. Anggota tim tidak boleh diganti. e. Anggota tim masih berstatus mahasiswa S1 atau DIII sampai saat pengiriman ke tingkat dunia, dengan batas usia maksimum 25 tahun. B. Pendaftaran Peserta a. Peserta mendaftar ke panitia NUEDC dengan menunjukkan surat tugas dari perguruan tinggi masing-masing. b. Perguruan Tinggi Negeri berhak diwakili oleh 1 (satu) tim. c. Perguruan tinggi Swasta harus menunjukkan bukti telah menjadi juara 1 (satu) atau 2 (dua) di tingkat Kopertis. A. Acara dalam NUEDC adalah sebagai berikut: a. Upacara Pembukaan. b. Seminar on Debating. Merupakan pertemuan teknis antar tim peserta. Materi seminar adalah penjelasan system dan strategi perlombaan c. Seminar on Adjudicating. Seminar ini merupakan ajang akreditasi bagi calon adjudicator. Materi dalam seminar ini adalah tata cara penilaian. Seminar ini diikuti dengan tes bagi calon adjudicator. Seminar ini diadakan bersamaan waktunya dengan seminar on debating. d. Preliminary Rounds. e. Octofinal Rounds. f. Quarterfinal Rounds. g. Semifinal Rounds. h. Grand Final Rounds.

B. Jadwal Kegiatan Jadwal kegiatan NUEDC adalah sebagai berikut: No Kegiatan Waktu 1 Sosialisasi NUEDC Maret - April 2 Seleksi tingkat masing-masing Perguruan Tinggi Negeri Mei 3 Seleksi tingkat Kopertis (untuk PTS) Mei 4 Pendaftaran NUEDC tingkat nasional Juni-Juli 5 Pelaksanaan NUEDC tingkat nasional Agustus 6 Pembinaan delegasi Indonesia ke tingkat dunia September 7 Pengiriman ke tingkat dunia Desember 8 Evaluasi Desember VII. PENGHARGAAN Tim pemenang I, II, III, dan IV di NUEDC tingkat nasional akan mendapat penghargaan sebagai berikut: a. Sertifikat b. Bantuan Modal Kerja c. Pengiriman tim ke tingkat dunia.

Peraturan Debate Bahasa Inggris
13 04 2008 Motion : Topik yang diperdebatkan (Tentu sudah pada tahu…) Parameter : Limitation of the argument, yaitu batasan yg harus diberikan oleh team positif agar pembicaraan tidak panjang lebar dan tidak sesuai dengan Motion. Parameter penting sekali karena dalam perdebatan akan muncul ide-ide baru yang nantinya tidak akan bertemu pada satu titik.Maka gunanya parameter untuk membatasi isi daripada pembicaraan. Parameter juga bisa digunakan sebagai penjebak apabila team lawan berargumen yg keluar dari parameter anda. Jika Affirmative Team tidak memberikan parameter maka haknya bisa diambil oleh Negatif Team dan itu sangat berbahaya, karena jalur pembicaraan dipegang oleh team lawan.

Team Split : Bagian-bagian yang akan di bicarakan oleh masing-masing speaker. Misalnya : society point of view,Law point of view,Morality point of view,Health pof dll. Themeline : Garis besar/inti dari motion yg diambil dari keseluruhan argument Matter : Materi yg dismpaikan harus sesuai dan berhubungan dengan motion(jgn keluar jalur) Manner : Cara penyampaian argument: sopan,tegas,meyakinkan,suara jgn sampai lembek karena berpengaruh pd kekuatan argument anda,jg BODY LANGUAGE jg sangat penting(jgn tegang seprti patung). (bisa dengan alittle bit emotion,tapi jangan marah2) Method : Metode penyampaian dari 1st speaker-3rd speaker dan pembagian tugas harus jelas. Ketiga unsur ini mempengaruhi margin dalam penjurian. Timer : Ini juga sangat penting waktu semakin panjang makin bagus. Pengalaman saya : waktu bicara tidak usah terburu2 jika apa yg disampaikan tidak banyak, cobalah mengulur waktu dengan pura2 berpikir(acting),jadi waktu kita yg lama sebelum ketukan harus berhenti akan menambah margin juga dalam penilaian. Reply Speech: Kesimpulan dari ketiga argument yg menguatkan. Bisa di bawakan oleh 1st atau 2nd speaker(pembicara ketiga tidak boleh memberikan Reply Spech didlm Australian debate rules. Perlu diingat dlm penyampaian reply spech jangan sampai membuka kasus/ ide baru.Hanya sebuah penegasan dari argument team saja. Tugas2 Team Affirmatif 1st speaker: (1st speaker mendapat tugas paling banyak dan jangan ada yg tertinggal)

1. Introducing team

2. Giving the motion,parameter,themeline and team split. 3. argument
Contoh: Greetings Good morning/afternoon,ladies and gentleman the member of this house..atau..Madam,Mr.speaker sir the member of this house. Thankyou for the apportunity that given to me.We are from SMK N 1 Saptosari Wonosari.Lets me to introduce our team. Me as the 1st speakr,my name is…, Our 2nd speaker is…,and our 3rd speaker is… Next i would like to give our motion today,our motion today is Thbt our govermnt should take a firm action upon illegal miner. From that motion we will give our themeline: That we as the affirmatif team absolutly agree that the gvrment must take a firm action to the illegal miner for the goodness of our country. Then our parameter today is that we just talk about the gold illegal miner in our country(dalam hal ini bs anda ganti dgn pertambangan yg lain,misal: minyak etc.) (Jadi jika lawan anda sampai bicara soal minyak padahal team anda memberikan pembatasan hanya pada penambangan emas,berarti satu kelemahan dari lawan bisa anda jadikan senjata.Anda bisa langsung nembak bahwa apa yg merka bicarakan lari dari parameter yg anda buat sbg team+) well,continue to our team split, Me as the 1fst speaker would like to talk about the effect for Economic point of view,our 2nd speaker would like to talk about the Law pov and the 3rd speaker wldlike to give more proof and summery of our argument. (bisa diganti P.o.v.yg lain, mis: society dll) And for the reply speech(kesimpulan) will be give by (1st or 2nd )speaker. Next ladies and gentleman,i would like to give mour argument..(…)silahkan berargument sesuai point of view anda. Jangan lupa untuk memberikan salam penutup dan ucapan terimakasih (untuk semua pembicara) 2nd speaker: Tugas:

1. Rebutle the 1st speaker of Neg Team.

2. Argument
3rd speaker:

1. Rebutle the 2nd speaker of Neg team 2. Memberikan penguatan atas argumen pembicara1 dan 2 3. Memberikan contoh n bukti yg kuat untuk keseluruhan argument of the team.
Khusus untuk 3rd speaker lebih baik yg bnr2 pandai brbicara dan lebih galak.Karena 3rd spkr adalah ujung tombak dari team anda.jadi 3rd speaker adlh hrs yg pling kuat dlm berargument. Tugas Untuk Negatif team: Pada dasarnya sama hanya tidak perlu membuat parameter karena team afirmatif telah menentukan sendiri Sebagai negatif harus jeli terhadap tugas2 1st speaker of +. Ingat: jika tdk ada parameter anda bisa merebut point itu. katakan saja mis: 1st speaker of Neg: well because the 1st speaker of affrmtf team didnt give us the parameter,so here i wouldlike to give our parameter today…bla..bla.. Jadi mau tdk mau mereka harus ikut jalur anda.(sesuatu yg sepele dan sangat menjatuhkan posisi lawan krn bisa saja mrk tdk kepikiran tentang batasan pembicaraan yg anda buat, jadi mereka bisa bingung sendiri mengawali argument mereka.) Seandainya mereka nekat lari tanpa peduli parameter anda,maka itu suatu kesalahan yg besar,berarti perdebatan tdk ada artinya alias cuma bicara sendiri2 dan anda bisa langsung menegurnya. Jelasnya : 1st speaker: Rebutle of the 1st speaker afrmtf Pembagian tugas sama sprti diatas Argument 2nd : rebutle of the2nd spkr of afrmtf Argument 3rd :rebutle of 3rd speaker of + team proofing n summery(jgn buat kasus baru)

—————Demikian kurang lebihnya untuk Australian debate rules.Ada jg untuk Australasia debate rules yaitu sama dgn diatas hanya saja pd saat masing2 pembicara berargumen, maka pembicara dr tean lawan bisa mendebat secara langsung(debat Kusir). Misalnya ditengah anda sedang bera argument maka salah satu atau dua..atau bahkan ketiganya dari team lawan akan berdiri sambil mengangkat tangan dan berteriak P.o.i (point of interuption)lalu menyampaikan rebutlenya untuk anda. Namun cara ini jarang dipakai,hanya kemarin pernah ada di EDC smu-smk seDIY di AKPRIND univ.

Debat
1. Definisi Debat Istilah debat berasal dari bahasa Inggris, yaitu debate. Istilah tersebut identik dengan istilah sawala yang ebrasal dari bahasa Kawi yang berarti berpegang teguh pada argumen tertentu dalam strategi bertengkar atau beradu pendapat untuk saling mengalahkan atau memenangkan lidah. Jadi, definisi dari debat sendiri adalah suatu cara untuk menyampaikan ide secara logika dalam bentuk argumen disertai bukti–bukti yang mendukung kasus dari masing– masing pihak yang berdebat. Debat di Indonesia sendiri dibagi menjadi dua aliran, yang pertama adalah aliran konvensional atau aliran yang jarang dipakai, dan yang kedua adalah aliran yang mengikuti standar internasional atau aliran yang yang sekarang sedang digalakkan pemakaiannya di Indonesia. Sistim inilah yang menjadi acuan dalam makalah kami. Secara umum debat sendiri dapat dilakukan dengan cara berkelompok, yaitu ada dua pihak yang di sini masing–masing memegang peranan sebagai pihak positif dan negatif. Selain itu, mereka mencoba mempertahankan argumen mereka dengan di dukung oleh bukti–bukti serta fakta–fakta yang mendukung kasus mereka, namun terlebih dahulu sebelum mereka melakukan hal tersebut kedua belah pihak harus memberikan suatu parameter yang jelas mengenai kasus (motion) mereka atau memberikan suatu definisi yang menjelaskan kemana arah dari kasus mereka. 2. Tujuan Debat Tujuan dari debat sendiri adalah upaya kedua belah pihak yang mencoba membangun suatu kasus dengan didukung oleh argumen–rgumen yang mendukung kasus mereka dimana cara membuat satu argumen yang baik dan benar adalah suatu argumen selalu berdasarkan pada pertanyaan–pertanyaan dasar berupa; Apa (What),Mengapa (Why), Bagaimana (How), dan Kesimpulannya (So What is The conclusion). Di sini selain diperlukan kemampuan berbahasa yang baik dan benar juga dibutuhkan pula logika dan analogi pola pikir yang benar mengenai pengetahuan pengetahuan umum atau kasus – kasus yang sedang terjadi di dalam masyarakat. Selain hal–hal tersebut juga diperlukan kemampuan merespon suatu masalah (rebuttal) dikarenakan disini terjadi adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak. Selain itu di dalam debat sendiri ada suatu pantangan atau batasan pembahasan masalah yang akan dibahas yaitu dilarang mennyangkut pautkan suku, agama, ras, dan adat,

dsebabkan di dalam debat sendiri kita masih menggunakan etika sebagai seorang manusia untuk berpendapat. 3. Topik Debat Topik debat, atau yang biasa disebut motion, adalah suatu permasalahan umum yang terjadi di dalam masyarakat dan diketahui secara global oleh setiap orang. Dalam membuat suatu topik diperlukan adanya suatu kejelian karena pada dasarnya sebuah topik harus mengikuti analogi ―Kacang di dalam kulit‖, artinya suatu topik debat harus memiliki kemampuan untuk dapat dikupas atau ditelaah secara mendalam. Hal ini diperlukan karena pada saat proses berdebat mulai para pihak baik positif maupun negatif akan memberikan suatu parameter kasus disertai dengan definisi untuk memeperjelas arah debat tadi. Di dalam memberikan parameter atau definisi dari sebuah topik sendiri ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan diantaranya adalah; Kebenaran alam atau nyata yang tak terbantahkan (Truistic), Tidak memiliki hubungan logika yang jelas (Tautological), Definisi yang melenceng atau tidak masuk akal (Squirelink) dan Memberikan patokan waktu atau tempat yang menguntungkan salah satu pihak (Time and Place Setting). Hal ini tidak boleh dilakukan dikarenakan dalam berdebat kita juga menggunakan kaidah ―Fair and Square‖ atau menang secara adil. Berikut ini beberapa contoh dari topik yang sering digunakan adalah bahwa 1. pasangan homoseksual diperbolehkan memperoleh anak 2. debat presiden harus disiarkan di TV 3. anak-anak di Aceh tidak boleh diadopsi oleh orang di luar Aceh 4. wanita harus menyatakan cintanya terlebih dahulu 5. Indonesia harus menyerang Malaysia 6. rakyat harus mendukung kenaikan BBM 7. prostitusi harus dilegalkan, diberi pajak, tax, dan regulasi (aturan khusus) 8. sistem PILKADA langsung tidak efektif 9. sistem KBK tidak efektif utnuk diterapkan di Indonesia 10. euthanasia harus dilegalkan 11. dll 4. Langkah-langkah Debat Di dalam melakukan debat kita juga memiliki langkah – langkah yang harus ditempuh di dalam aplikasinya, disini kami akan mengambil satu contoh dari sistim yang biasa digunakan sebagai standar nasional maupun internasional. Adapun sistim ini bernama sistim Australasian Parliamentary System, di mana disini tiap tim mempunyai tiga orang anggota dengan tugas masing – masing, adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut : 1. sebelum debat dimulai kedua team akan diberikan kesempatan untuk melakukan suatu proses penyusunan kasus selama 30 menit. 2. pembicara pertama dari team positif maju kemudian memberikan definisi dari topik yang diberikan kemudian memberikan parameter kasus yang akan dibahas, setelah itu kemudian dia akan menjelaskan bagian – bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua, baru setelah itu dia akan membahas kasusnya disertai landasan kasus selama 7 menit. 3. pembicara pertama dari team negatif maju kedepan kemudian memberikan tanggapan dari topik positif yang diberikan kemudian memberikan parameter kasus yang akan

4.

5.

6.

7.

8.

dibahas, setelah itu kemudian dia akan menjelaskan bagian – bagian yang akan dibahas oleh pembicara pertama dan kedua, baru setelah itu dia akan membahas kasusnya disertai landasan kasus selama 7 menit. pembicara kedua dari team positif maju dan kemudian merespon kasus dari pembicara pertama negatif kemudian dia akan mencoba menghubungkan kasus yang ia bawa dengan kasus pembicara pertama, kemudian dia akan memberikan perpanjangan dari kasus teamnya disertai dengan implementasi dari teamnya selama 7 menit. pembicara kedua dari team negatif maju dan kemudian merespon kasus dari pembicara pertama dan kedua dari positif kemudian dia akan mencoba menghubungkan kasus yang ia bawa dengan kasus pembicara pertama, kemudian dia akan memberikan perpanjangan dari kasus teamnya disertai dengan implementasi dari teamnya selama 7 menit. pembicara ketiga dari positif maju dan tugasnya adalah membuat suatu respon terhadap semua kasus dari negatif dan memberikan kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh teamnya. disini seorang pembicara ketiga dilarang untuk membawakan kasus baru selama 7 menit. pembicara ketiga dari positif maju dan tugasnya adalah membuat suatu respon terhadap semua kasus dari negatif dan memberikan kesimpulan dari kasus yang dibawakan oleh teamnya. disini seorang pembicara ketiga dilarang untuk membawakan kasus baru selama 7 menit. setelah itu sekarang adalah waktu untuk memberikan pandangan terhadap kasus dari masing – masing team dimulai dari negatif terlebih dahulu kemudian positif dimana disini yang melakukannya adalah pembicara pertama atau kedua dan yang harus dilakukan disini oleh tiap team selain memberikan pandangan terhadap kasus masing– masing juga memberikan suatu komparasi antara kedua team dan menjelaskan apa – apa saja yang terjadi di dalam debat tersebut serta menunjukkan poin – poin yang menguntungkan dan mendukung kasus mereka selama 5 menit.

5. Beberapa patokan dalam berdebat Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan ketika anda berdebat atau beberapa patokan yang harus anda perhatikan ketika berdebat : 1. buatlah suatu definisi dan parameter dari suatu topik yang adil dan dapat diperdebatkan. 2. berikan dasaran kasus yang kuat terhadap kasus anda. 3. susunlah selalu argumen dan respon anda menggunakan kaidah apa, mengapa, bagaimana, dan kesimpulannya. 4. pelajarilah selalu kasus–kasus yang berkembang di masyarakat. 5. kerjasama team dan buatlah alur penyusunan argumen yang baik secara mengalir antar para pembicara di dalam team.

Bagi sebagian orang debat sedikit membingungkan karena orang yang berdebat harus berpikir sedemikian rupa sehingga ide dan argumen yang dibawa terkait isu tertentu lebih unggul

dibandingkan dengan apa yang dikemukakan lawan. Bagi sebagian orang lainnya, debat dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna lantaran menggunakan waktu untuk perang urat syaraf tidak menghasilkan sesuatu. Bagi sebagian orang sisanya, debat menjadi suatu aktivitas menarik dimana seseorang bisa mengkaji dan memahami lebih jauh tentang isu tertentu. Tidak menerima sesuatu begitu saja, take for granted. Toh dunia tidak hanya sebatas hitam dan putih namun juga ada area abu-abu di sana, dimana hal tersebut perlu dikaji lebih jauh. Secara global debat telah menjadi sesuatu yang populer. Pada saat adanya general election atau pemilihan umum, sering ada debat antar kandidat. Walau di Indonesia sudah mulai digalakkan event serupa, namun para kandidat wakil rakyat masih terlihat canggung, terlihat tidak terbiasa berdebat dan saling serang intelejensia melalui argumen dan sanggahan. Satu dari sebagian sisa orang tersebut adalah saya. Saya memulai aktivitas debat bahasa inggris sejak bangku sekolah menengah atas. Dengan modal bahasa inggris seadanya, saya memberanikan diri untuk ikut serta dalam beberapa perlombaan bahasa inggris. Sebelumnya, pada waktu smp saya juga ikut beberapa perlombaan bahasa inggris. Hasil debat di sma juga tidak mengecewakan, yang membuat saya paling senang adalah ketika menjadi runner-up pada Indonesian School Debating Championship 2004 untuk Provinsi Jawa Timur serta runner-up pada lomba debat Jawa Bali di Universitas Brawijaya tahun 2005. Tentu saya bersyukur mengingat saya tidak pernah belajar debat secara formal dan tidak pernah mengikuti kursus bahasa inggris. Semasa sma saya hanya aktif di Pioneer English Club yang mana aktivitas utamanya adalah English speech. Ketertarikan saya pada debat berlanjut sampai bangku kuliah. Pada awal menjadi mahasiswa, saya memutuskan untuk bergabung dengan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Indonesia yakni UKM English Debating Society UI. EDSUI adalah salah satu klub debat universitas terbaik di Tanah Air. EDS mampu berbicara banyak baik di kompetisi nasional seperti JOVED, IVED, ALSA E Comp, sampai Founders Trophy serta di turnamen internasional semacam AUDC, Australs bahkan WUDC. Selama bergabung dengan EDSUI saya lebih banyak bergerak di belakang panggung dengan jalan menjadi keanggotaan kepanitiaan dan juga pengurus di UKM tersebut. Pada tahun pertama di bawah kepresidenan Santi Nuri Dharmawan, saya menjadi fund raiser. Pada tahun kedua, di bawah kepresidenan Mahardhika Sadjad, saya menjadi proposal and sponsorship officer. Dan yang terakhir di bawah kepresidenan Tirza Reinata, saya menjadi treasurer. Saya juga pernah beberapa kali terlibat dalam kepanitiaan. Hm, coba saya ingat saya terlibat dalam logistic officer Asian University Debating Championship Adjudication Workshop 2006, fund raiser untuk Founders Trophy 2006, Project Officer untuk Newbies English Debate Competition 2007, interviewer dalam EDSUI Open Recruitment serta beberapa kepanitiaan lainnya. Saya juga pernah menjadi supervisor untuk Indonesian School Debating Championship untuk provinsi Jawa Timur tahun 2008. Pada waktu itu saya juga membantu project officer ISDC 2008, Haris Faozan untuk melakukan rekruitmen supervisor yang akan dikirim ke 33 provinsi di Indonesia.

―Tim DES UI dan beberapa mahasiswa UI lainnya pada PIMNAS 2008 di Bandar Lampung‖

Kalau ditanya soal prestasi, maka jawabannya adalah saya lebih banyak berkecimpung dalam dunia adjudication. Yang paling membanggakan adalah ketika saya proceed menjadi juri final pada dua PIMNAS berturut-turut: PIMNAS 2007 di Universitas Lampung yang menggunakan Asian Parliamentary System dan PIMNAS 2008 di Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang menggunakan British Parliamentary System. Selebihnya, saya sangat sering menjadi juri debat baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris di berbagai kompetisi baik untuk tingkat SMA maupun universitas. ―Karir debat‖ saya memang cukup terbatas, namun toh saya patut bersyukur karena beberapa kali menjadi juara debat ekonomi bisnis. Pada tahun 2006 saya menjadi runner up Lomba Debat Ekonomi yang diselenggarakan KANOPI FEUI. Setahun kemudian, saya dan tim berhasil meraih capaian lebih baik yakni menjadi juara turnamen yang sama pada 2008. Dua tahun berturut-turut saya juga menjadi runner up dalam Lomba Debat Akuntansi Accounting Days tahun 2007 dan 2008. Capaian tersebut setidaknya membuat karir debat saya lebih berwarna.

Mengikuti kegiatan debat, membuat saya mendapatkan banyak manfaat. Mengenal banyak orang, mengikuti berbagai kegiatan dan yang paling penting I got my logical thinking trained. Ups ada lagi, dengan menjadi juri debat seringkali saya bisa dapat tambahan uang jajan ehehe. EDSUI bagi saya sangatlah berwarna. EDSUI juga yang berperan mengantarkan saya menjadi mahasiswa berprestasi nasional tahun 2009 yang lalu. Tentu saya merindukan suasana ketika saya masih aktif di organisasi ini. Saya berharap suatu saat saya akan punya kesempatan untuk mengulangi momen-momen saya di EDSUI.

About Johar Johar merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selama menjadi mahasiswa, mahasiswa akuntansi ini aktif dalam berbagai kegiatan seperti kegiatan debat bahasa Inggris, kegiatan berbasis lingkungan dan kegiatan sosial yang berfokus pada pendidikan anak-anak kurang mampu. Johar juga aktif sebagai penulis di berbagai media kampus maupun media massa luar kampus. Di samping itu, Johar juga kerap mengikuti kegiatan kepemudaan dari tingkat lokal, nasional sampai internasional. Tercatat dia pernah mewakili pemuda Indonesia di beberapa event internasional seperti di Brunei Darussalam, Singapura, Amerika Serikat, Filipina dan Korea Selatan. Johar pernah mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Akuntansi Terbaik FEUI 2007, Penghargaan Mahasiswa Akuntansi Teladan FEUI 2008, Penghargaan Mahasiswa Teladan FEUI 2009, Penghargaan Mahasiswa Teladan UI 2009 dan yang terakhir diperoleh adalah Penghargaan Mahasiswa Teladan Nasional 2009 yang diberikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Indonesia. Selain itu, dia juga pernah mendapatkan FEUI Award 2009 untuk kategori Mahasiswa Terbaik serta penghargaan Young Leaders for Indonesia dari salah satu institusi terkemuka. Johar yang memiliki hobi bermain tenis, menulis, membaca koran dan jalan-jalan ini sekarang ini bekerja di sebuah consulting company asing.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->