P. 1
Bimbingan Konseling

Bimbingan Konseling

|Views: 203|Likes:
Published by Hands Cools II

More info:

Published by: Hands Cools II on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

kepribadian.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. dan profesional. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. nilai. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. sosial. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. dan sebaliknya. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling.

Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. sosial. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. kepribadian. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Pada uji tulis. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Oleh karena itu. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 .Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4. SMP. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. dan PT. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. Indikator 1. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. SMK. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. 2. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 .Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. Waktu : 5 x 50 menit D. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. 7. SMA. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. C. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4.

khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . 22/2006 tentang Standar Isi.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. dalam Permendiknas No. dan (c) Materi Pengembangan Diri. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. sebagaimana tampak pada Gambar 1. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. 5. URAIAN MATERI 1.1 Gambar 1. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran. (b) muatan lokal.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan.

yang dapat dan oleh karena itu perlu. keunikan. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru.Satu Untuk UNM Gambar 1. Meskipun demikian. Gambar 1. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . Persamaan. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. dan keterkaitan antara wilayah layanan.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan.3. Dengan kata lain. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1.

psikis maupun sosial. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. Untuk mencapai kematangan tersebut. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. harapan dan nilai-nilai yang dianut. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. atau di luar jangkauan kemampuan. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik.Satu Untuk UNM 2. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. Dengan kata lain. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. meminum minuman keras. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. emosi. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. dan moral-spiritual). seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. penyalahgunaan alat kontrasepsi. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. atau searah dengan potensi. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. pertumbuhan kota-kota. minuman keras. revolusi teknologi informasi. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. baik fisik. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. atau bebas dari masalah. Psikotropika. tawuran. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. intelektual. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. lurus. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). sosial. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. dan kesenjangan perkembangan tersebut.

adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. ectasy. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). dan bidang bimbingan dan konseling. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. kriminalitas. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. pengembangan potensi. narkotika. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. putau. dan sabu-sabu). (2) berakhlak mulia. pendidikan yang bermutu. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. dan terpusat pada konselor. klinis. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. remedial. Dengan demikian. 20 Tahun 2003). efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. bidang instruksional atau kurikuler. seperti: ganja. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. dan pergaulan bebas (free sex). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling.

Atas dasar itu. a. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. baik dalam kehidupan pribadi.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. orang tua peserta didik. sosial. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. maupun karir. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. belajar (akademik). (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. 3. belajar. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. dan spiritual). (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. dan tugas-tugas perkembangannya. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . psikis. yang meliputi aspek pribadi. dan karir. dan staf administrasi). sosial. baik menyangkut aspek pribadi. guru-guru. kekuatan. sosial. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. belajar. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. dan karir. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. maupun lingkungan kerja. masyarakat.

5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. mencatat pelajaran. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. tempat kerja. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. persaudaraan. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. menghormati atau menghargai orang lain. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. Memiliki rasa tanggung jawab. seperti kebiasaan membaca buku. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. b. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . Sekolah/Madrasah. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. maupun masyarakat pada umumnya. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. atau silaturahim dengan sesama manusia. disiplin dalam belajar. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. pergaulan dengan teman sebaya. seperti keterampilan membaca buku. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. mengggunakan kamus.Satu Untuk UNM keluarga. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah).. baik fisik maupun psikis.

prospek kerja. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. dan sesuai dengan norma agama. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. dan kesejahteraan kerja. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. mengerjakan tugas-tugas. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. asal bermakna bagi dirinya. c. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. 8) Mengenal keterampilan. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. kemampuan. 4. Fungsi Pemahaman. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Oleh karena itu. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. kemampuan dan minat. tanpa merasa rendah diri. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. yaitu kecenderungan arah karir. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan.

belajar. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Melalui fungsi ini. c. maupun karir. pekerjaan. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. informasi. Fungsi Penyembuhan. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. dan pergaulan bebas (free sex). keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. dan remedial teaching. dan norma agama). supaya tidak dialami oleh peserta didik. Dalam melaksanakan fungsi ini. penyalahgunaan obat-obatan. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. e. merokok. bakat. Fungsi Penyaluran. baik menyangkut aspek pribadi. dan bimbingan kelompok. jurusan atau program studi. tutorial. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. drop out. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Berdasarkan pemahaman ini. sosial. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . Fungsi Pengembangan. home room. dan karyawisata.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. diantaranya: bahayanya minuman keras. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. b. d. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Fungsi Preventif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah.

a. b. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. baik pria maupun wanita. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). remaja. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. maupun dewasa. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan.Satu Untuk UNM f. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. minat. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. konselor. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). Fungsi Penyesuaian. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. baik anak-anak. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). c. g. 5. Fungsi Adaptasi. Bimbingan menekankan hal yang positif. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. memilih metode dan proses pembelajaran. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. kemampuan. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut.

Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. dan masyarakat pada umumnya. 6. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . sosial. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. b. d. yaitu meliputi aspek pribadi. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. f. Asas kesukarelaan. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. menyesuaikan diri. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. perusahaan/industri. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. Mereka bekerja sebagai teamwork. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. tetapi juga di lingkungan keluarga. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. dan pekerjaan. a. memberikan dorongan. e. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. dan peluang untuk berkembang. Asas Kerahasiaan. lembagalembaga pemerintah/swasta. pendidikan.

harmonis. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. f. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Asas keterbukaan. dan terpadu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. mampu mengambil keputusan. e. Asas kemandirian.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. g. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. saling menunjang. Asas Kekinian. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas kegiatan. tidak monoton. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Agar peserta didik dapat terbuka. Asas Kedinamisan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). c. d. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. h. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Asas Keterpaduan. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya.

Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. k. dan kebiasaan yang berlaku. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. menghayati. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. atau ahli lain . adat istiadat. Asas Keharmonisan. Asas Alih Tangan Kasus. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. Dengan kata lain. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. i. Lebih jauh. Dalam hal ini. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . 7. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. hukum dan peraturan. Di pihak lain.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Asas Keahlian. guru-guru lain. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. j. yaitu nilai dan norma agama. ilmu pengetahuan.

Secara hukum. Secara programatik. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. Jenjang Taman Kanak-kanak. c. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. Sampai saat ini. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. advicement. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . Jenjang Sekolah Dasar. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Berikut ini.Satu Untuk UNM signifikan. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. Namun demikian. Jenjang Sekolah Menengah. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. a. b. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. Sebaliknya. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. Dengan kata lain. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor.

yang meliputi fungsi preventif. dan responsive services. sebagai salah satu komponen student support services. developmental. Jenjang Perguruan Tinggi. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. individual student planning. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. d. Pada jenjang ini. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. dan SM. Namun. karier. maupun fungsi kuratif. SD. Peran konselor. serta system support. serta pengembangan system support. sosial. dan karier mahasiswa dibutuhkan. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. dan akademik siswa. akademik. pemberian layanan responsive. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air.

Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 3. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. Judul B. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Pola 17 plus. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. 6. pola 17 plus. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. Membandingkan komponen program pada pola 17. Indikator 1. 4. dan pola komprehensif 3. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5.

Satu Untuk UNM 7. URAIAN MATERI 1. Namun. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. belajar. D. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. dan pengembangan karir peserta didik. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. 9. guru. a. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. mengandung arti bahwa bentuk. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. rancangan. dan 22 . Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. bakat. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4.

Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. c. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 .1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. responsif. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar. dan Konseling Gambar 2. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM b. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum.

di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. kunjungan rumah. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. 2. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. dan konseling kelompok). dan (4) dukungan sistem. konseling perorangan. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. bimbingan kelompok. Dalam pola ini. dan pelimpahan kasus). (3) perencanaan indiviual.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. Di sebutkan demikian. himpunan data.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. belajar. informasi. tujuah jenis layanan (orientasi. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. dan karir). karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. (2) pelayanan responsif. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. penempatan dan penyaluran. konferensi kasus.

bimbingan kelompok. kolaborasi.4. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi. akuntabilitas. konseling sebaya. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . konseling kelompok.Satu Untuk UNM Gambar 2. akses TIK. sistem najemen. penempatan & penyeluran. konsultasi. kunjungan rumah. konseling individual.3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. informasi. Gambar 2. konferensi kasus. referal. dan pengembangan profesi).4. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

(8) menampilkan pribadi yang matang. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. suasana kerja. dan penyakit kronis. kecanduan narkoba. seperti depresi. tindak kejahatan (kriminalitas). psikiater. (12) manajemen stress. seperti psikolog. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. dan prospek kerja). dibantu mengidentifikasi masalah. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 .Satu Untuk UNM malas beribadah. (11) masalah tawuran. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). persyaratan kerja. dokter. dan pribadinya). penemuan alternatif pemecahan masalah. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. penyebab masalah. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. membantu memecahkan masalah peserta didik. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. sosial. maupun moral-spiritual (hal ini penting. Melalui konseling. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dan kepolisian. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. baik dalam aspek emosional. dan (13) masalah dalam keluarga. kehadiran. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar.

(3) organisasi profesi. (2) instansi swasta. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. dapat dilakukan beberapa upaya. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. pengertian. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. seperti psikolog. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. psikiater. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). melakukan referal. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . dan (6) pekerjaan). Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. dan dokter. tetapi juga oleh orang tua di rumah.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. orang tua. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah.

sosial. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. belajar. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. kolaborasi. melalui kunjungan ke rumahnya. perencanaan. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. baik menyangkut aspek pribadi. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. (2) mampu merumuskan tujuan. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. dan advokasi implementasi pelayanan ini. dan mengelola rencana pendidikan. karir. baik akademik maupun non-akademik.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. informasi. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. konseling individual. dan rencana yang telah dirumuskannya. dalam upaya menggentaskan masalahnya. Kegiatan orientasi. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. rujukan. tujuan. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. c. maupun karir. penafsiran hasil asesmen. memonitor. perkembangan.

Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. dan pengembangan pekerjaan. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. dan masyarakatnya. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. atau aspek-aspek pribadi. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. karir. Melalui pelayanan perencanaan individual. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. dan sosial-pribadi. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. peserta didik akan memiliki pemahaman. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. sosial. sosial. dan karier. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . Melalui kegiatan penilaian diri ini. merencanakan karir. belajar. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. penerimaan. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. informasi tentang Sekolah/Madrasah. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. dunia kerja. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. dan penyaluran). 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.

Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. tata kerja. pengembangan pemanfaatan sumber daya. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. staf. staf Sekolah/Madrasah lainnya. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. (c) riset dan pengembangan. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). (b) kegiatan manajemen.Satu Untuk UNM d. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. seperti seminar dan workshop (lokakarya). orang tua. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). a) Pengembangan Professionalitas. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. (3) memelihara. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. (b) aktif dalam organisasi profesi. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 .

dalam arti dilakukan secara jelas. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . melakukan referal. psikiater. dan orang tua peserta didik. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. terarah. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. (2) instansi swasta. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. dokter. sistematis. (3) organisasi profesi. seperti psikolog. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. 2. 4. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Judul B. 5. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Indikator 1. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. Waktu : 5 x 50 menit D.

Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. menyusun suatu rencana. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). olahraga. dan kepribadian. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. masalah-masalah yang dialami. staf administrasi. seni. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. orangtua. kondisi dan kualifikasi konselor. dan anggota masyarakat lainnya. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). kecerdasan. yang menyangkut karakteristik peserta didik. Uraian Materi 1.Satu Untuk UNM E. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. atau tugas-tugas perkembangannya. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. motif belajar. minat-minatnya (pekerjaan. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. dan keagamaan). asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. sikap dan kebiasaan belajar. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. jurusan. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. guru. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. a. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya).

yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. b. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. d. Membantu orangtua mengenal anaknya. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. c. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. dan sebagainya. c. b. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Kelas mana yang berprestasi baik. Misalnya. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. b. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan.

penyedia layanan. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. bagaimana itu dilakukan. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. c. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. tenaga bantu. staf sekolah lainnya. guru. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . staf administrasi. pimpinan. orangtua. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. mana siswa yang loyo. pemilihan kelanjutan studi. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. warga masyarakat.Satu Untuk UNM d. e.

daftar cek masalah (problem check-list). Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. bogragfis (biografi. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). interview (langsung dan tak langsung). Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. kenang-kenangan masa muda dan case history). dan sebagainya. ataupun tes hasil belajar. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. otobiografi. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. buku harian. orangtua. sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. guru. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. angket (langsung dan tak langusng). antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. tes minat. bagaimana instrumen itu diadakan. guru.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . sosiometri. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. tes bakat. khususnya tes psikologi. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. tes kepribadian. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. Untuk penggunaan teknik tes. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia.

Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. Terakhir. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. Secara umum. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. rencana. (4) sasaran pelayanan. (3) format kegiatan. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. Dalam merumuskan program. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. dan (5) volume/beban tugas konselor. 2. Berdasarkan hasil analisis data. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target.

f. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. c. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. (c) Komponen Perencanaan Individual. pribadi-sosial. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. b. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. untuk membangun pemaknaan. e. dan 3) Tindakan. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Komponen Program. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. internalisasi. (b) Komponen Pelayanan Responsif.

Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Pelayanan Responsif 3. semesteran. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. bulanan. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Program Tahunan dan Program semester. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah.Satu Untuk UNM g. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Pelayanan Dasar 2. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. dan mingguan. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Tabel 3.

yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Program Semesteran. buku-buku.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. dan alih tangan (referal). brosur. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. i. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. k. Dilihat dari jenisnya. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. Secara operasional. Program Tahunan. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. dan realistik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . atau majalah dinding). konferensi kasus (case conference). yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. 2. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Program Bulanan. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. 3. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. j. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. kunjungan rumah (home visit). rasional. h. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. yaitu: 1. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program.

yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. teknologi. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. 3. Madrasah Aliyah. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. perlu disusun silabus bimbingan konseling. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. Tugas perkembangan tersebut. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program Harian. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. bermasyarakat. penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. Program Mingguan. serta 44 . terencana. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. 5. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan.Satu Untuk UNM 4. sosial. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 .

Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. 4. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. 2. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 5. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Indikator 1. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitas. Waktu : 4 x 60 menit D. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Judul : Organisasi.

b. URAIAN MATERI a. 5) Menyediakan fasilitas. harmonis dan dinamis. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. Tugas secara kepala menyeluruh. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. semesteran. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. program mingguan. latihan. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. tenaga. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. orang tua peserta didik. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. sehingga pepelayanan pengajaran. guru. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. bulanan. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan.Satu Untuk UNM E. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. a. dan masyarakat. 2) Menyediakan sarana dan prasarana.

semesteran. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. Konselor Sebagai pelaksana utama. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. prasana dan sarana. 9) Mempersiapkan diri. mingguan. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. tenaga inti dan ahli. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 .Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. d. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. dan tahunan. c. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya.

program pengayaan). serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. seperti konferensi kasus. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . e. Wali Kelas Sebagai pembina kelas. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. b. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. f. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada.

jenis dan jumlah ruangan. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . Gambar 4. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. Jumlah ruang kerja staff. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. (3) ruang konseling individual (4) ruang data. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. (2) ruang tamu. ukuran. dan ruang konseling individual.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka.

Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. Untuk menyimpan berbagai keterangan. c. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. dan format evaluasi. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. 3) Alat penyimpan data. map dan file dalam komputer. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. dan buku harian) b. skala penilaian. dan tes prestasi belajar. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. sosiometri. referal). seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). format pelaksanaan pelayanan. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. buku kasus. buku pribadi. Fasilitas Lain Selain ruangan. format satuan pelayanan. tes/inventori kepribadian. angket (angket peserta didik dan orang tua). AUM. dan berbagai data serta informasi lainnya. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. tes/inventori minat. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. catatan anekdot. himpunan data peserta didik. biografi dan autobiografi. ITP. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. tes bakat khusus. maka perlu disediakan map pribadi. khususnya dalam bentuk himpunan data. format-format surat (panggilan. Yang tidak kalah penting ialah. tes bakat Sekolah/Madrasah. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. daftar cek. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . pedoman wawancara. buku program semesteran.

Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. mengolah data. dan agenda surat. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. LCD. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. belajar maupun karir. CD pembelajaran. buku hasil wawancara. modul bimbingan. perangkat elektronik (seperti komputer. seperti alat tulis menulis. sosial. atau buku materi pelayanan bimbingan. blanko surat. kartu kasus. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. blanko konferensi kasus. perangkat ungkap masalah. Dalam konteks ini. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. leger Bimbingan dan Konseling. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. TV). dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. buku-buku panduan. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. dan CD interaktif. film. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. program database peserta didik. OHP. paket bimbingan. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. data kehadiran peserta didik. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. 4) Kelengkapan penunjang teknis. seperti data informasi. dan beberapa perangkat tes tertentu. laporan kegiatan pelayanan. kartu konsultasi. tape recorder. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data.Satu Untuk UNM harus dicatat. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi.

belajar dan karir juga harus tersedia. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. penyelenggaraan MGMP. d. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. sosial. data peserta didik dalam kelompok kelas. Komponen anggaran meliputi: a. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.

Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. Menurut Shertzer dan Stone (1966). Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan.Satu Untuk UNM c. e. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. penyiapan perangkat konseling kelompok). evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. personil sekolah. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. pencapaian tugas-tugas perkembangan. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. guru mata pelajaran. 5) Respon siswa. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. dan hasil belajar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. perolehan siswa dari layanan. 2. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. perolehan guru pembimbing. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. kegunaan layanan menurut siswa. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. orang tua. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. b. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. 2) Keterlaksanaan program. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan.

pedoman observasi. Untuk memperoleh data yang diperlukan. Instrumen itu diantaranya inventori. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. angket. orang tua. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. dan (2) mengembangkan program. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). para wali kelas. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. dan studi dokumentasi. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. guru mata pelajaran. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. kepala sekolah. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. c. kurang tepat. pedoman wawancara. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). Berdasarkan temuan yang diperoleh. tokoh masyarakat.

Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. Prestasi belajar siswa 5. Kualitas sikap sosial siswa 7. tes. Tingkat partisipasi personel 3. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. dan sebagainya. angket. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Respons stakeholder (siswa. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. observasi. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. Kualitas kedisiplinan siswa 6. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. analisis hasil kerja siswa.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 .2.Satu Untuk UNM depdikbud. guru. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. dan sebagainya. penerimaan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. Kualitas pemahaman. studi dokumentasi. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. orangtua) 1. kepala sekolah. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. organisasi profesi bimbingan. dan pangarahan diri siswa 3. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. sekolah lanjutan.

e. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. d. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. kemam-puan berkomunikasi. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). kreatifitas. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang).Satu Untuk UNM a. apresiasi terhadap nilai dan moral. b. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. konsep diri. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. dan/atau klasikal. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). keterampilan dan keberhasilan belajar. kemampuan personil dalam melaksanakan program. f. Dilihat dari jenisnya. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. seperti sikap. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. kebiasaan. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. merupakan penilaian tahap awal. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. kelompok. lisan dan/atau tulisan. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. (2) media. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . seperti satu semester. motivasi. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan.

koordinator dan kepala sekolah. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. psikologis. mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik.

2005).Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. Uraian Materi 1. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 3. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. 2. 6. 5. Indikator: 1. C. Waktu : 6 x 50 menit D. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . E. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. Judul B. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik.

Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. f. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. yaitu: a. b. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. (b) pembiasaan operan. e. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. d. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. b. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. c. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. 2.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. dan (c) peniruan. Bagi para ahli modifikasi perilaku. g. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling.

Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. 4. d. kemungkinan manfaatnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. kekuatan dan kelemahannya. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . apakah tujuan itu realistik. Goal setting. Assesment. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. (4) dirumuskan secara spesifik c. atau kemungkinan kerugiannya. b. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. b.Satu Untuk UNM c. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. dan area pola hubungan Konselor interpersonal.

Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . tape recorder. d. Feedback. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. 6. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. b. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. 5. d. e. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. atau melakukan referal. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. Dalam proses ini. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. konselor berfungsi sebagai konsultan. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Evaluation termination. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. penasihat. c. guru. pemberi dukungan dan fasilitator. f. e. c. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. Technique implementation. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. atau contoh nyata langsung). Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.

Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. frekuensi penguat dapat dikurangi. sebagai berikut: a. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. Skedul penguatan. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). Selain teknik-teknik umum tersebut. Implosion dan flooding. c. Time-out. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Setelah terbentuk. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. 7. supaya perilaku tetap bertahan b. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. c. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. disebut sebagai shaping. Shaping.Satu Untuk UNM a. Untuk mempelajari keterampilan baru. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. b. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. Desensitisasi sistematik. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). misalnya dalam menit. Ekstingsi. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit.

3. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. 4. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. kesulitan menyatakan tidak. Pengkondisian Aversi. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. dapat menggunakan model audio. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. 2. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Pembentukan Tingkah laku Model. e. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. Flooding lebih ringan sifatnya. f. Latihan Asertif. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Tugas Latihan 1. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. model fisik.

individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . 5. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. Sebaliknya. Judul B. 2. C. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. Indikator: 1. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Waktu : 5 x 50 menit D. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Uraian Materi 1. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. bahagia. E. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. dan kompeten. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. 6. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional.

Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. bijaksana. 2. pandangan. tingkah laku. dan kerana itu menjadi prosuktif. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. interpretasi. Menurut Gladding (2004). kelulusan bagi siswa. dan keran itu tidak produktif. atau sikap orang lain. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. kejadian. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . yaitu Antecedent event (A). Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). dan Emotional Consequence (C). serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. Belief (B). Belief (B) yaitu keyakinan. Keyakinan seseorang ada dua macam. masuk akal. nilai. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. dan irasional. emosional. yang dapat diterima menurut akal sehat. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. Perceraian dalam keluarga. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). sangat personal. tidak masuk akal.

dan motorik. perasaan dan tindakannya. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. Tetapi.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). konatif. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). rnenghindar berpikir panjang. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. dengan memori yang terdahulu. untuk berpikir. menyukai kesenangan sesaat. belajar dari kesalahan. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. sangat sugestif dan mudah terganggu. kebiasaan yang merugikan diri sendiri. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. untuk kreatif. atau antara kenyatan dan imajinasi. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. wishful thinking. Dengan demikian. Orang mempersepsi. merasa dan berperilaku secara simultan. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. berpikir dan merasa. untuk melakukan kesalahan yang sama. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. d. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). berlaku proses yang sama. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. Dalam hal perilaku yang terganggu. Tetapi. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. berpikir. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. untuk percaya tahayul. untuk berminat terhadap orang lain. Dengan demikian. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. b. tidak toleran. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. c. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran.

dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. (8) penerimaan diri. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. Ketiga. dalam konseling REBT. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. (3) pengarahan diri. (4) toleransi terhadap pihak lain. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. rasa marah. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. persepsi. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. Kedua. Tujuan Konseling Menurut REBT. Di samping itu. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. cara berpikir. (9) berani mengambil risiko. 3. rasa cemas. (2) minat sosial. (6) menerima ketidakpastian. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. dan (10) menerima kenyataan. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. (5) fleksibel. rasa berdosa. rasa bersalah. merasa was-was. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya.

konkret. Kognitif-eksperiensial. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. berpengetahuan luas. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. persisten. genuine. c. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli.Satu Untuk UNM 4. Emotif-ekspreriensial. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. Dalam Konseling REBT. ilmiah. d. sebagai berikut: a. b. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. b. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. Perlu repetisi konsisten. konselor adalah aktif dan direktif. Operasionalisasi tugas konselor. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. menambah respek. 5. Behavioristik. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. lebih edukatif-direktif kepada konseli. empatik. Aktif-direktif.

humor. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. sugesti. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. mendorong. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya.terutama yang menimbulkan gangguan. c. 6. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . a. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. dukungan dan lain-lain. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. b. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. d. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. afektif. desensitisasi. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. bermainperan. pelatihan asertivitas.

mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. membiasakan diri. c. mengobservasi. atau meniru model-model sosial. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. latihan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Dengan tugas rumah yang diberikan. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment.

Tugas Latihan 1. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. 4.Satu Untuk UNM F. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3.

Waktu : 5 x 50 menit D. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Indikator: 1. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. 6. 2. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. 5. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Judul B. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. 7. 3. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan.

oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. Menurut Rogers. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Manusia tidak pernah statis. and trustworthy (Rogers. ingin berkembang kearah yang lebih baik. nilai. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . dan Sartre.Satu Untuk UNM E. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Heidegger. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. sebagai berikut: a. Manusia bersifat intensional. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. realistik. konstruktif. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. c. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. e. d. dan memiliki kreativitas. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. mereka mencari makna. 1980). Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Nietzsche. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. Manusia merupakan seseorang yang ada. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. b. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. Nierkegaard. Uraian Materi 1.

3. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Makin jauh jurang antara keduanya.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. 2. Memperbaiki dan mengubah sikap. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. dan penerimaan. b. perhatian. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. ia tidak akan diterima atau dihargai. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. yang unik. kasih sayang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . orang akan menjadi makin maladjusted. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. pengalamannya tertekan. Tetapi. c. bila ia konform. 4. persepsi cara berfikir. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. b. Tetapi. Dengan perkataan lain. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. pada masa kanak-kanak. d. memerlukan penghargaan positif. Dalam pandangan pendekatan humanistik. antara lain: a.

Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. respect (rasa hormat). Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. reassurance (menentramkan hati). Rogers. understanding (pemahaman). tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. c. b. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. sebagai instrumen perubahan. Konselor menggunakan dirinya sendiri. encouragement (memberi dorongan). Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. e. (2) positive regard (acceptance). d. f. yaitu 1) empathy. Kongruensi centered counseling. acceptance (penerimaan). Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. limited questioning (pertanyaan terbatas. dan (3) congruence genuineness. 6. (Rogers. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. meliputi: a.Satu Untuk UNM c. dan g.1980). Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. 5. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. d. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. e.

3. dan d. mengarahkan diri. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. mewujudkan dirinya. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. Tugas Latihan 1. F. c. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. mengambil keputusan yang tepat. 4. b. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). 2.

Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. Ikuti prosedur berikut: a. e. Selama simulasi dialog konseling. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). konseli. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 3. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. d. c.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. 2. Waktu : 6 x 50 menit D. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. yaitu bertindak sebagai konselor. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. dan pengamat. Setelah sesi dialog. Judul B. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Indikator: 1.

Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. yaitu: 1. dan semacamnya. Karena itu. mengkonseling. mengarahkan. psikolog. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. Untuk bisa menolong orang lain. Keterampilan membuat paraprase 4. Mereka menolong orang lain—mengajar. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. menasehati. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. seperti guru. E. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. 2. bahwa anda bersedia menerimanya. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. Bahkan. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. Keterampilan penampilan dalam penerimaan. pada sejumlah pekerjaan menolong. 1. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya.Satu Untuk UNM 4. Namun demikian. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Keterampilan mengempati perasaan 5. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. Keterampilan membuat ringkasan 6.

Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. tegang. 4) Ekspresi wajah yang responsif. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. Penampilan badaniah. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. Yang penting diingat. tidak spontan. jika ingin menjadi seorang penolong. 3) Pandangan mata yang berbinar. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. Penampilan badaniah yang baik. ekspresi wajah. b. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. Kontak Mata (Eye Contact). 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. meliputi posisi tubuh. dan gerakan anggota badan. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. meliputi: a. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. Kontak mata yang baik. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. dan perilakunya. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. Pendengaran (listening). ya. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. Pendengaran yang baik. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. Pandengaran yang kurang baik. perasaan. dan penglolaan suara. Pengelolaan suara yang baik. lalu. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. 2. d. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata.Satu Untuk UNM c. Pengelolaan Suara. tidak teratur. Pengelolaan suara yang kurang baik. tanpa sistematika yang jelas. atau berbelit-belit. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. kontak mata.

yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. Di samping itu. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. bagaimana?. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. meliputi: a.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup.

3. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. Paraphrase yang baik. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . ―Uh-huh‖. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. a. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan.

kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu).‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya.‖ b. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. pikiran. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. Paraphrase yang kurang baik.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. c.Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis. antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. 4. Berbagai hasil penelitian menunjukkan. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. dan motive mereka bisa dimengerti. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. bahwa perasaan. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. kepedulian (compasion). 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. dan pemahaman (understanding). Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. misalnya kata-kata teknis.

Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. dapat belajar menjadi empatik. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu.‖ Perasaan permukaan: jengkel. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. kurang berharga. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. dan bahwa sebagian besar orang. selalu saja berakhir dengan kekacauan. ―Bila saya merasa tersinggung‖. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. kacau. Bacalah daftar kosa kata perasaan. Kedua. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. Contoh. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. marah. a. melalaui latihan yang efektif. kecewa. Untuk latihan. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut. kurang percaya diri. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. Untuk menangkap perasaan orang lain. lakukan langkah-langkah berikut: b. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli.Satu Untuk UNM dipelajari. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. pernyataan tersembunyi. Pertama.

yaitu dengan kata tunggal. baik positif maupun negatif. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah……….‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu. saat anda mendengar pembicaraan konseli. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan. dan dengan pernyataan verbal.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda………………….‖ : ―Saya merasa seperti di surga.Satu Untuk UNM e. rupanya yang anda alami adalah………….‖ f. Untuk maksud ini. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar.. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan..‖ : ―Guru itu jahanam. Saya membencinya. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. dengan phrase. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah. dengan pernyataan eksperiensial.‖ meriah. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk.‖ 5.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya.

bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. 3) Tujuan. Keterampilan meringkas. pertimbangkan tujuan anda. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. waktu. b. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Di samping itu. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. meliputi: a.

Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. yang anda katakan adalah………………. 3. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem. pertanyaan terbuka. mengenal dan merefleksi perasaan.. Karena itu. Menggunakan keterampilan penampilan.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas. Ke dalam setiap tahap. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah…………. antara lain: ―Apa yang saya dengar.. konseli. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. pertanyaan terbuka ketulusan. Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. serta mengenal dan merefleksi perasaan. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. Mengukap-kan Problem 2. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 .‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1.

Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. dan membuat ringkasan. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a.Satu Untuk UNM 4. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. pertanyaan terbuka. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. 6. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. paraprase. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. 5.

e. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f.Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->