Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

(3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. sosial. kepribadian. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 .Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. dan profesional. dan sebaliknya. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. nilai. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi.

Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada uji tulis. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. sosial. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. kepribadian. Oleh karena itu. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik.

Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. SMP. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. C. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. Indikator 1. SMA. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. SMK. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. 7. 2. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. dan PT.

Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. 22/2006 tentang Standar Isi. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. dalam Permendiknas No. 5. sebagaimana tampak pada Gambar 1. URAIAN MATERI 1. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1. (b) muatan lokal. dan (c) Materi Pengembangan Diri. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 .1 Gambar 1. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3.

dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Meskipun demikian. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. yang dapat dan oleh karena itu perlu. Gambar 1. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1.3. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor.Satu Untuk UNM Gambar 1. Persamaan.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. Dengan kata lain. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. keunikan. dan keterkaitan antara wilayah layanan.

maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. Psikotropika. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. atau searah dengan potensi. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. intelektual. revolusi teknologi informasi. minuman keras. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas.Satu Untuk UNM 2. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. dan kesenjangan perkembangan tersebut. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. psikis maupun sosial. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). lurus. sosial. Dengan kata lain. Untuk mencapai kematangan tersebut. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. pertumbuhan kota-kota. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. atau bebas dari masalah. atau di luar jangkauan kemampuan. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. baik fisik. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. tawuran. emosi. dan moral-spiritual). proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. harapan dan nilai-nilai yang dianut. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. meminum minuman keras. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. penyalahgunaan alat kontrasepsi.

putau. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. Dengan demikian. ectasy. dan bidang bimbingan dan konseling. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. pendidikan yang bermutu. narkotika. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. dan pergaulan bebas (free sex). serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. remedial. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . (2) berakhlak mulia. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. 20 Tahun 2003). klinis. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. pengembangan potensi. kriminalitas. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). seperti: ganja.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. dan terpusat pada konselor. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. bidang instruksional atau kurikuler. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). dan sabu-sabu). hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. dan staf administrasi). belajar. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. masyarakat. belajar (akademik). Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. dan spiritual). (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. dan tugas-tugas perkembangannya. baik dalam kehidupan pribadi. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. Atas dasar itu. yang meliputi aspek pribadi. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. belajar. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. 3. dan karir. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . kekuatan.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. orang tua peserta didik. maupun lingkungan kerja. a. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. dan karir. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. maupun karir. guru-guru. baik menyangkut aspek pribadi. sosial. psikis. sosial. sosial.

tempat kerja. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. mengggunakan kamus. pergaulan dengan teman sebaya. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . Sekolah/Madrasah. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. Memiliki rasa tanggung jawab. disiplin dalam belajar.. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. b. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. baik fisik maupun psikis. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. persaudaraan. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. maupun masyarakat pada umumnya. menghormati atau menghargai orang lain. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. mencatat pelajaran. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. atau silaturahim dengan sesama manusia. seperti keterampilan membaca buku.Satu Untuk UNM keluarga. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. seperti kebiasaan membaca buku.

Fungsi Bimbingan dan Konseling a. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. kemampuan. kemampuan dan minat. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. tanpa merasa rendah diri.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. 8) Mengenal keterampilan. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. yaitu kecenderungan arah karir. c. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. dan kesejahteraan kerja. asal bermakna bagi dirinya. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. mengerjakan tugas-tugas. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dan sesuai dengan norma agama. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. 4. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Fungsi Pemahaman. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. prospek kerja. Oleh karena itu. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu.

yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. supaya tidak dialami oleh peserta didik. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. d. c. merokok. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Fungsi Pengembangan. dan bimbingan kelompok. jurusan atau program studi. baik menyangkut aspek pribadi. b. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Fungsi Preventif. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. tutorial. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. diantaranya: bahayanya minuman keras. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. drop out. Dalam melaksanakan fungsi ini. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. e. bakat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . dan remedial teaching. maupun karir. Melalui fungsi ini. Fungsi Penyembuhan. dan karyawisata. sosial. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. pekerjaan. home room. belajar. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Berdasarkan pemahaman ini. dan pergaulan bebas (free sex). dan norma agama). Fungsi Penyaluran. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. informasi. penyalahgunaan obat-obatan. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling.

pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. b. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik.Satu Untuk UNM f. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). konselor. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. memilih metode dan proses pembelajaran. g. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . baik anak-anak. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. c. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. Fungsi Penyesuaian. Bimbingan menekankan hal yang positif. remaja. minat. 5. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Fungsi Adaptasi. a. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. kemampuan. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). baik pria maupun wanita. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). maupun dewasa. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan.

d. tetapi juga di lingkungan keluarga. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. yaitu meliputi aspek pribadi. a. dan pekerjaan. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. perusahaan/industri. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. dan peluang untuk berkembang. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. Asas kesukarelaan. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. 6. Mereka bekerja sebagai teamwork. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. lembagalembaga pemerintah/swasta. e. f. pendidikan. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. menyesuaikan diri. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. Asas Kerahasiaan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . sosial. dan masyarakat pada umumnya. memberikan dorongan. b. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek.

Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. f. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. dan terpadu. Asas Kekinian. Asas kegiatan. Asas Keterpaduan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. harmonis. tidak monoton. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. mampu mengambil keputusan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. c. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. saling menunjang. Asas kemandirian. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). d. Asas Kedinamisan. Agar peserta didik dapat terbuka. e. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. h. g. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Asas keterbukaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 .

hukum dan peraturan. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. adat istiadat. ilmu pengetahuan. dan kebiasaan yang berlaku. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. j. 7. menghayati. i. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. Asas Keharmonisan. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Lebih jauh. yaitu nilai dan norma agama.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. Di pihak lain. guru-guru lain. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. k. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini. Asas Alih Tangan Kasus. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Dengan kata lain. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Asas Keahlian. atau ahli lain .

Satu Untuk UNM signifikan. advicement. Sebaliknya. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. b. Jenjang Taman Kanak-kanak. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. Secara hukum. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. Namun demikian. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. Berikut ini. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. Secara programatik. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. a. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Jenjang Sekolah Menengah. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. c. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . Jenjang Sekolah Dasar. Sampai saat ini. Dengan kata lain. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor.

Jenjang Perguruan Tinggi. serta system support. dan SM. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. sosial. individual student planning. karier. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. dan responsive services. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . developmental. Peran konselor. Pada jenjang ini. serta pengembangan system support. SD. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. dan akademik siswa. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. d. maupun fungsi kuratif. pemberian layanan responsive. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. sebagai salah satu komponen student support services. dan karier mahasiswa dibutuhkan.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. akademik. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. yang meliputi fungsi preventif. Namun.

Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. pola 17 plus. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Indikator 1. dan pola komprehensif 3.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Pola 17 plus. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Membandingkan komponen program pada pola 17. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. 6. Waktu : 5 x 50 menit D. 2. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 4. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. 3. Judul B.

dan pengembangan karir peserta didik. URAIAN MATERI 1. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. dan 22 . sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. mengandung arti bahwa bentuk. Namun. belajar. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. guru.Satu Untuk UNM 7. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. 9. D. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. rancangan. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. a. bakat.

Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum.Satu Untuk UNM b.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. dan Konseling Gambar 2. c. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. responsif. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal).1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi.

Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. informasi. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . himpunan data. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. Di sebutkan demikian. penempatan dan penyaluran. belajar. karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. bimbingan kelompok. (2) pelayanan responsif. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. tujuah jenis layanan (orientasi. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. dan (4) dukungan sistem.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. dan pelimpahan kasus). konseling perorangan.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. (3) perencanaan indiviual. dan konseling kelompok). 2. kunjungan rumah. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. sosial. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. dan karir). Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. konferensi kasus. Dalam pola ini.

4. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 .3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. konseling sebaya. Gambar 2.Satu Untuk UNM Gambar 2. penempatan & penyeluran. akses TIK. kolaborasi. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi. konsultasi. sistem najemen. konseling kelompok. kunjungan rumah. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. referal. konseling individual.4. dan pengembangan profesi). konferensi kasus. akuntabilitas. bimbingan kelompok. informasi.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

dan (13) masalah dalam keluarga. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. dokter. persyaratan kerja. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. maupun moral-spiritual (hal ini penting. dan penyakit kronis. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran.Satu Untuk UNM malas beribadah. kecanduan narkoba. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. dan prospek kerja). dibantu mengidentifikasi masalah. baik dalam aspek emosional. membantu memecahkan masalah peserta didik. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. penemuan alternatif pemecahan masalah. tindak kejahatan (kriminalitas). (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. dan kepolisian. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. penyebab masalah. kehadiran. seperti psikolog. (12) manajemen stress. seperti depresi. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. Melalui konseling. psikiater. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. (8) menampilkan pribadi yang matang. dan pribadinya). (11) masalah tawuran. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. suasana kerja. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat.

dan dokter. dapat dilakukan beberapa upaya. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). seperti psikolog. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. orang tua. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. psikiater. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. melakukan referal. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. (3) organisasi profesi. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. pengertian. (2) instansi swasta. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. dan (6) pekerjaan). tetapi juga oleh orang tua di rumah. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia).

atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. penafsiran hasil asesmen. konseling individual. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. dalam upaya menggentaskan masalahnya. rujukan. belajar. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. baik akademik maupun non-akademik. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . informasi. melalui kunjungan ke rumahnya. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. tujuan. (2) mampu merumuskan tujuan. karir. kolaborasi. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. c. dan mengelola rencana pendidikan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. maupun karir. sosial. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. dan advokasi implementasi pelayanan ini. dan rencana yang telah dirumuskannya. memonitor. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. perkembangan. baik menyangkut aspek pribadi. Kegiatan orientasi. perencanaan.

Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. dan pengembangan pekerjaan. Melalui pelayanan perencanaan individual. dan penyaluran). peserta didik akan memiliki pemahaman. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. dan sosial-pribadi. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. dunia kerja. dan masyarakatnya. informasi tentang Sekolah/Madrasah. karir. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. Melalui kegiatan penilaian diri ini. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. penerimaan. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. belajar.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. sosial. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. sosial. dan karier. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. atau aspek-aspek pribadi. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. merencanakan karir.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. seperti seminar dan workshop (lokakarya). (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. (b) kegiatan manajemen. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. staf Sekolah/Madrasah lainnya. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. (c) riset dan pengembangan. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). dan (4) pengembangan penataan kebijakan. a) Pengembangan Professionalitas. (b) aktif dalam organisasi profesi. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. staf. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. (3) memelihara. orang tua. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. tata kerja. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. pengembangan pemanfaatan sumber daya. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru.Satu Untuk UNM d.

Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. seperti psikolog. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. (2) instansi swasta. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. dalam arti dilakukan secara jelas. psikiater. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). dokter. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. (3) organisasi profesi. melakukan referal. terarah. dan orang tua peserta didik. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). sistematis. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara.

Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 2. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Judul B. 5. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Indikator 1. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah.

Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. yang menyangkut karakteristik peserta didik. kecerdasan. olahraga. a. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. jurusan. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . minat-minatnya (pekerjaan. atau tugas-tugas perkembangannya. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. menyusun suatu rencana. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). staf administrasi. dan anggota masyarakat lainnya. masalah-masalah yang dialami. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. dan keagamaan). guru. seni. orangtua. sikap dan kebiasaan belajar. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. Uraian Materi 1. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). kondisi dan kualifikasi konselor. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. dan kepribadian.Satu Untuk UNM E. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. motif belajar.

c. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. d. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. dan sebagainya. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. Membantu orangtua mengenal anaknya. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. Misalnya. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. b. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. b. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. b. Kelas mana yang berprestasi baik. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. c. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 .

warga masyarakat. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. penyedia layanan. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran.Satu Untuk UNM d. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . tenaga bantu. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. bagaimana itu dilakukan. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. staf sekolah lainnya. mana siswa yang loyo. pimpinan. staf administrasi. e. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. guru. c. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. pemilihan kelanjutan studi. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. orangtua.

antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. guru. kenang-kenangan masa muda dan case history). guru. orangtua. bogragfis (biografi. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. sosiometri. ataupun tes hasil belajar. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. dan sebagainya. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. tes minat. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. bagaimana instrumen itu diadakan. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. interview (langsung dan tak langsung). daftar cek masalah (problem check-list). 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. angket (langsung dan tak langusng). antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). otobiografi. khususnya tes psikologi. tes bakat. tes kepribadian. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. Untuk penggunaan teknik tes. buku harian. sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya.

Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. rencana. Secara umum. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. 2. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Terakhir. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. (4) sasaran pelayanan. Berdasarkan hasil analisis data. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. (3) format kegiatan. dan (5) volume/beban tugas konselor. Dalam merumuskan program. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung.

f. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. Komponen Program. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. untuk membangun pemaknaan. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. (b) Komponen Pelayanan Responsif. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . internalisasi. (c) Komponen Perencanaan Individual. c. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. pribadi-sosial. e.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. b. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. dan 3) Tindakan. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik).

Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Tabel 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. Pelayanan Responsif 3. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Pelayanan Dasar 2. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Program Tahunan dan Program semester.Satu Untuk UNM g. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. semesteran. dan mingguan. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. bulanan.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.

program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. yaitu: 1. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. Program Tahunan. rasional. buku-buku. 3. brosur. 2. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . i. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. k. Dilihat dari jenisnya. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. kunjungan rumah (home visit). Secara operasional. j.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. Program Semesteran. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. atau majalah dinding). Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Program Bulanan. konferensi kasus (case conference). dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. dan realistik. h. dan alih tangan (referal). Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu.

3. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. teknologi. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program Harian. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan.Satu Untuk UNM 4. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. serta 44 . kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Tugas perkembangan tersebut. perlu disusun silabus bimbingan konseling. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. terencana. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. sosial. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. Madrasah Aliyah. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). 5. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. bermasyarakat. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. Program Mingguan.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 .Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.

2. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. 5. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Waktu : 4 x 60 menit D. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . Indikator 1. Judul : Organisasi. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitas.

dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. semesteran. harmonis dan dinamis. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. a. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. program mingguan. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. orang tua peserta didik. guru.Satu Untuk UNM E. sehingga pepelayanan pengajaran. 5) Menyediakan fasilitas. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. dan masyarakat. URAIAN MATERI a. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. latihan. Tugas secara kepala menyeluruh. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. bulanan. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. b. tenaga. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.

Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . Konselor Sebagai pelaksana utama. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. tenaga inti dan ahli. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. semesteran. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. c. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. d. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. dan tahunan. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. prasana dan sarana. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. mingguan. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. 9) Mempersiapkan diri. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling.

Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. f. b. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. seperti konferensi kasus. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. e. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Wali Kelas Sebagai pembina kelas. program pengayaan). Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik.

(3) ruang konseling individual (4) ruang data. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. ukuran. (2) ruang tamu.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. Jumlah ruang kerja staff. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. jenis dan jumlah ruangan. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. dan ruang konseling individual. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. Gambar 4.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur.

format pelaksanaan pelayanan.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. catatan anekdot. ITP. skala penilaian. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). angket (angket peserta didik dan orang tua). tes/inventori kepribadian. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. dan tes prestasi belajar. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. sosiometri. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. buku pribadi. daftar cek. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . tes bakat Sekolah/Madrasah. dan berbagai data serta informasi lainnya. khususnya dalam bentuk himpunan data. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. dan buku harian) b. map dan file dalam komputer. tes/inventori minat. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. pedoman wawancara. format satuan pelayanan. tes bakat khusus. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. biografi dan autobiografi. buku kasus. buku program semesteran. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. Yang tidak kalah penting ialah. maka perlu disediakan map pribadi. Untuk menyimpan berbagai keterangan. AUM. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. dan format evaluasi. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. format-format surat (panggilan. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. himpunan data peserta didik. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. c. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. referal). Fasilitas Lain Selain ruangan. 3) Alat penyimpan data. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling.

tape recorder. TV). dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. seperti alat tulis menulis. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. Dalam konteks ini. blanko surat. dan agenda surat. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. sosial. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. buku hasil wawancara. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. film. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. leger Bimbingan dan Konseling. atau buku materi pelayanan bimbingan. belajar maupun karir. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. modul bimbingan. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. kartu kasus. perangkat ungkap masalah. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. dan CD interaktif. 4) Kelengkapan penunjang teknis. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . kartu konsultasi. CD pembelajaran. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. program database peserta didik. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah.Satu Untuk UNM harus dicatat. OHP. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. seperti data informasi. dan beberapa perangkat tes tertentu. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. perangkat elektronik (seperti komputer. laporan kegiatan pelayanan. data kehadiran peserta didik. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. mengolah data. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. blanko konferensi kasus. LCD. buku-buku panduan. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. paket bimbingan. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data.

mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. data peserta didik dalam kelompok kelas. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. d. Komponen anggaran meliputi: a. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. sosial. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. penyelenggaraan MGMP. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . pembelian buku pendukung/sumber bacaan. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. belajar dan karir juga harus tersedia.

pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan.Satu Untuk UNM c. Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. Menurut Shertzer dan Stone (1966). Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . e. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. penyiapan perangkat konseling kelompok). Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain.

orang tua. kegunaan layanan menurut siswa. perolehan guru pembimbing. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. guru mata pelajaran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . b. dan hasil belajar. 2. personil sekolah. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. pencapaian tugas-tugas perkembangan. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. 2) Keterlaksanaan program. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. perolehan siswa dari layanan. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. 5) Respon siswa. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar.

maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. kurang tepat. dan studi dokumentasi. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). c. Instrumen itu diantaranya inventori. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. pedoman observasi. orang tua. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. tokoh masyarakat. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. kepala sekolah. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. dan (2) mengembangkan program. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Berdasarkan temuan yang diperoleh. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. Untuk memperoleh data yang diperlukan. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. para wali kelas. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. guru mata pelajaran. angket. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. pedoman wawancara. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses).

Memberikan umpan balik bagi konselor 2. guru. kepala sekolah. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. sekolah lanjutan. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. analisis hasil kerja siswa. tes.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . Prestasi belajar siswa 5. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. dan pangarahan diri siswa 3. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Kualitas sikap sosial siswa 7. studi dokumentasi. angket. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. dan sebagainya. Tingkat partisipasi personel 3. observasi. organisasi profesi bimbingan.2. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. penerimaan. Respons stakeholder (siswa. Kualitas kedisiplinan siswa 6. Kualitas pemahaman. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. dan sebagainya. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM depdikbud. orangtua) 1.

pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. e. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. d. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan.

seperti sikap. merupakan penilaian tahap awal. kelompok. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. seperti satu semester. lisan dan/atau tulisan. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. (2) media. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. kemampuan personil dalam melaksanakan program. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. b. kemam-puan berkomunikasi. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. Dilihat dari jenisnya. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. apresiasi terhadap nilai dan moral. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. dan/atau klasikal. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. keterampilan dan keberhasilan belajar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). motivasi. f. konsep diri. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. kreatifitas. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). kebiasaan. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas.Satu Untuk UNM a.

Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. koordinator dan kepala sekolah. psikologis. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program.

Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. Indikator: 1. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). C. 2005).Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. E. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. 2. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. 3. Judul B. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 6. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Uraian Materi 1. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Waktu : 6 x 50 menit D. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. 5.

dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. yaitu: a. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. b. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. dan (c) peniruan. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. g. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. (b) pembiasaan operan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . Bagi para ahli modifikasi perilaku. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. b. d. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. 2. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. f. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. e. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. c.

mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. (4) dirumuskan secara spesifik c. kekuatan dan kelemahannya. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a.Satu Untuk UNM c. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. Assesment. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. b. b. atau kemungkinan kerugiannya. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. kemungkinan manfaatnya. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. apakah tujuan itu realistik. 4. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. Goal setting. d.

konselor berfungsi sebagai konsultan. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Feedback. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. e. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. 6. penasihat. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . 5. atau melakukan referal. d. atau contoh nyata langsung). Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. tape recorder. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. c. e. Dalam proses ini. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. c. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. Technique implementation. pemberi dukungan dan fasilitator. f. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. b. d. guru. Evaluation termination.

c. b. misalnya dalam menit. c. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. 7. Shaping. supaya perilaku tetap bertahan b. Skedul penguatan. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Desensitisasi sistematik. disebut sebagai shaping. Ekstingsi. Selain teknik-teknik umum tersebut. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Implosion dan flooding. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). sebagai berikut: a. Time-out. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. frekuensi penguat dapat dikurangi. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif.Satu Untuk UNM a. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Setelah terbentuk. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. Untuk mempelajari keterampilan baru. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu.

Flooding lebih ringan sifatnya. 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . 4. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. Latihan Asertif. kesulitan menyatakan tidak. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. model fisik. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Tugas Latihan 1. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). Pembentukan Tingkah laku Model. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. dapat menggunakan model audio. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. 2. f.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. e. Pengkondisian Aversi.

Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. 2. Sebaliknya. C. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Uraian Materi 1. 5. 6. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Waktu : 5 x 50 menit D. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Judul B. dan kompeten. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. bahagia. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. E. Indikator: 1. 3. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan.

Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. dan irasional. dan kerana itu menjadi prosuktif. Keyakinan seseorang ada dua macam. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . yang dapat diterima menurut akal sehat. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. sangat personal. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). emosional. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. nilai. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. bijaksana. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. Belief (B) yaitu keyakinan. dan keran itu tidak produktif. Perceraian dalam keluarga. masuk akal. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. tingkah laku. Belief (B). 2. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Menurut Gladding (2004). Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. dan Emotional Consequence (C). Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. tidak masuk akal. interpretasi. atau sikap orang lain. pandangan. yaitu Antecedent event (A). Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. kelulusan bagi siswa. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. kejadian. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis.

sangat sugestif dan mudah terganggu. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. untuk kreatif. rnenghindar berpikir panjang. kebiasaan yang merugikan diri sendiri. dan motorik. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. berpikir dan merasa. Tetapi. Orang mempersepsi. untuk berminat terhadap orang lain. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . untuk percaya tahayul. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. perasaan dan tindakannya. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). c. untuk berpikir. atau antara kenyatan dan imajinasi. konatif. b. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. berpikir. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. Dengan demikian. Tetapi. d. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. Dalam hal perilaku yang terganggu. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. dengan memori yang terdahulu. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. menyukai kesenangan sesaat. Dengan demikian. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). wishful thinking. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. belajar dari kesalahan. untuk melakukan kesalahan yang sama. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. tidak toleran. berlaku proses yang sama. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. merasa dan berperilaku secara simultan. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang.

rasa cemas. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . (8) penerimaan diri.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. rasa bersalah. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. (2) minat sosial. rasa marah. Tujuan Konseling Menurut REBT. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. 3. persepsi. (3) pengarahan diri. (4) toleransi terhadap pihak lain. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. cara berpikir. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. (9) berani mengambil risiko. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. Ketiga. Di samping itu. merasa was-was. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. (5) fleksibel. dalam konseling REBT. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. (6) menerima ketidakpastian. dan (10) menerima kenyataan. Kedua. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. rasa berdosa. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris.

Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. ilmiah. b. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. sebagai berikut: a. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. d. 5. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. Operasionalisasi tugas konselor. berpengetahuan luas. Aktif-direktif. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. Emotif-ekspreriensial. Dalam Konseling REBT. konselor adalah aktif dan direktif. konkret. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. empatik. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. Kognitif-eksperiensial. c. b. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. genuine. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. Behavioristik. persisten. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika.Satu Untuk UNM 4. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Perlu repetisi konsisten. lebih edukatif-direktif kepada konseli. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. menambah respek. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli.

bermainperan.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. sugesti. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . humor. d. mendorong. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. a. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. b. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. c. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. 6. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. afektif. desensitisasi. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik.terutama yang menimbulkan gangguan. pelatihan asertivitas. dukungan dan lain-lain. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment).

Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. mengobservasi. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. atau meniru model-model sosial. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. latihan. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . Dengan tugas rumah yang diberikan. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. membiasakan diri. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. c. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri.

Tugas Latihan 1. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. 4.Satu Untuk UNM F.

Indikator: 1. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 2. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. 3. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 7. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . 5. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 6. Waktu : 5 x 50 menit D. Judul B. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C.

Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Menurut Rogers.Satu Untuk UNM E. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. d. b. and trustworthy (Rogers. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. Manusia tidak pernah statis. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. dan memiliki kreativitas. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Heidegger. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. nilai. konstruktif. ingin berkembang kearah yang lebih baik. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Manusia merupakan seseorang yang ada. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. Manusia bersifat intensional. 1980). oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. c. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. dan Sartre. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. mereka mencari makna. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. sebagai berikut: a. Nierkegaard. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. e. realistik. Uraian Materi 1. Nietzsche.

Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). antara lain: a. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. b. dan penerimaan. Memperbaiki dan mengubah sikap. 3. Dalam pandangan pendekatan humanistik. kasih sayang. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. persepsi cara berfikir. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. Tetapi. c. pada masa kanak-kanak. 2.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. pengalamannya tertekan. memerlukan penghargaan positif. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Dengan perkataan lain. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. ia tidak akan diterima atau dihargai. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. yang unik. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. perhatian. Tetapi. b. 4. bila ia konform. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. Makin jauh jurang antara keduanya. orang akan menjadi makin maladjusted. d.

reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). (Rogers. b. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. c.1980).Satu Untuk UNM c. tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. Kongruensi centered counseling. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. (2) positive regard (acceptance). d. dan g. respect (rasa hormat). d. Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. understanding (pemahaman). Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. encouragement (memberi dorongan). f. Konselor menggunakan dirinya sendiri. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. limited questioning (pertanyaan terbatas. e. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. e. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Rogers. acceptance (penerimaan). yaitu 1) empathy. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. 6. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. 5. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. dan (3) congruence genuineness. Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. meliputi: a. reassurance (menentramkan hati). Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. sebagai instrumen perubahan.

Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. c. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. mengarahkan diri. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . mengambil keputusan yang tepat. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi).Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. b. 4. 2. dan d. Tugas Latihan 1. F. 3. mewujudkan dirinya.

dan pengamat. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Judul B. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Waktu : 6 x 50 menit D. Indikator: 1. Ikuti prosedur berikut: a. yaitu bertindak sebagai konselor. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Selama simulasi dialog konseling. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. konseli. Setelah sesi dialog. 3. e. d. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. 2. c.

terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. menasehati. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. Keterampilan membuat paraprase 4. Keterampilan penampilan dalam penerimaan.Satu Untuk UNM 4. dan semacamnya. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. Karena itu. Keterampilan mengempati perasaan 5. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Untuk bisa menolong orang lain. Bahkan. 1. Mereka menolong orang lain—mengajar. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. E. yaitu: 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . seperti guru. pada sejumlah pekerjaan menolong. Namun demikian. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. mengkonseling. bahwa anda bersedia menerimanya. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. psikolog. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. mengarahkan. 2. Keterampilan membuat ringkasan 6. konselor. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik.

jika ingin menjadi seorang penolong. Kontak mata yang baik. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. 3) Pandangan mata yang berbinar. Kontak Mata (Eye Contact). yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. dan gerakan anggota badan. b. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . meliputi: a. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. meliputi posisi tubuh. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. tidak spontan. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. Penampilan badaniah. Yang penting diingat. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. tegang. Penampilan badaniah yang baik. 4) Ekspresi wajah yang responsif. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. ekspresi wajah.

antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. d. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain.Satu Untuk UNM c. dan penglolaan suara. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . ya. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. atau berbelit-belit. perasaan. Pengelolaan suara yang kurang baik.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. kontak mata. lalu. 2. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. dan perilakunya. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. Pengelolaan Suara. tidak teratur. Pendengaran yang baik. Pengelolaan suara yang baik. tanpa sistematika yang jelas. Pandengaran yang kurang baik. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. Pendengaran (listening).

seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. bagaimana?. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. Di samping itu. meliputi: a. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu.

3. Paraphrase yang baik. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. a.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. ―Uh-huh‖. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan. bahwa perasaan. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). kepedulian (compasion). Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. dan motive mereka bisa dimengerti. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. c. dan pemahaman (understanding).Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. 4.‖ b.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya. Paraphrase yang kurang baik. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. misalnya kata-kata teknis. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). pikiran. Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa…………….

marah. melalaui latihan yang efektif. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. Contoh. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . a.‖ Perasaan permukaan: jengkel. kecewa. Bacalah daftar kosa kata perasaan. kacau. Kedua. pernyataan tersembunyi. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah.Satu Untuk UNM dipelajari. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. Untuk latihan. lakukan langkah-langkah berikut: b. dapat belajar menjadi empatik. ―Bila saya merasa tersinggung‖. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. kurang percaya diri. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. selalu saja berakhir dengan kekacauan. dan bahwa sebagian besar orang. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. Untuk menangkap perasaan orang lain. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. Pertama. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. kurang berharga.

‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu.‖ meriah. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan. yaitu dengan kata tunggal. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan.Satu Untuk UNM e. saat anda mendengar pembicaraan konseli. baik positif maupun negatif. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. dengan pernyataan eksperiensial.. Untuk maksud ini. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan. Saya membencinya.‖ f. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah.‖ 5. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli..‖ : ―Saya merasa seperti di surga.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda…………………. dan dengan pernyataan verbal. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . rupanya yang anda alami adalah…………. dengan phrase. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah……….‖ : ―Guru itu jahanam.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya.

3) Tujuan. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. b. meliputi: a. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. waktu. Di samping itu. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. pertimbangkan tujuan anda. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. Keterampilan meringkas. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya.

tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. pertanyaan terbuka. konseli. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. mengenal dan merefleksi perasaan. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. Ke dalam setiap tahap. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. Mengukap-kan Problem 2. yang anda katakan adalah………………. Menggunakan keterampilan penampilan. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. serta mengenal dan merefleksi perasaan. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah………….. 3. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. Karena itu. antara lain: ―Apa yang saya dengar. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. pertanyaan terbuka ketulusan.. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini.

Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. 5. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. pertanyaan terbuka. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. dan membuat ringkasan. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. paraprase. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. 6. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya.Satu Untuk UNM 4. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d.

Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. e. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 .Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful