Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

sosial. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. dan profesional. dan sebaliknya. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. kepribadian. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . nilai.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional.

yang dilaksanakan pada akhir PLPG. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. kepribadian. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Oleh karena itu. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. sosial. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. Pada uji tulis. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

7. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. SMK. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. SMP. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. 2.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. dan PT. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. Indikator 1. Waktu : 5 x 50 menit D. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. SMA. C. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4.

khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3. URAIAN MATERI 1. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. 22/2006 tentang Standar Isi. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . (b) muatan lokal.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. dan (c) Materi Pengembangan Diri. dalam Permendiknas No. 5.1 Gambar 1. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. sebagaimana tampak pada Gambar 1.

3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. Meskipun demikian. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Persamaan. Dengan kata lain. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. yang dapat dan oleh karena itu perlu. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor.3.Satu Untuk UNM Gambar 1. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. keunikan. Gambar 1. dan keterkaitan antara wilayah layanan. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan.

juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. emosi. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. penyalahgunaan alat kontrasepsi. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. lurus. pertumbuhan kota-kota. meminum minuman keras. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. dan moral-spiritual). Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. minuman keras. Untuk mencapai kematangan tersebut. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. intelektual. atau di luar jangkauan kemampuan. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. tawuran. revolusi teknologi informasi. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. baik fisik. Psikotropika. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. atau searah dengan potensi. harapan dan nilai-nilai yang dianut. sosial.Satu Untuk UNM 2. psikis maupun sosial. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Dengan kata lain. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. atau bebas dari masalah. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. dan kesenjangan perkembangan tersebut. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya.

remedial. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. klinis. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. seperti: ganja. ectasy. pendidikan yang bermutu. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. putau. (2) berakhlak mulia. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . dan terpusat pada konselor. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). pengembangan potensi. narkotika. dan pergaulan bebas (free sex). yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. kriminalitas. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. dan sabu-sabu). (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. dan bidang bimbingan dan konseling. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dengan demikian. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). 20 Tahun 2003). bidang instruksional atau kurikuler. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut.

psikis. sosial. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. maupun karir. belajar (akademik). (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. a. maupun lingkungan kerja. baik dalam kehidupan pribadi. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. dan tugas-tugas perkembangannya. belajar. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. belajar. 3. dan spiritual). baik menyangkut aspek pribadi. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. sosial. dan karir. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. sosial. dan staf administrasi). 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan karir. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. kekuatan. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. yang meliputi aspek pribadi. orang tua peserta didik. masyarakat. Atas dasar itu. guru-guru. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.

baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. persaudaraan. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Sekolah/Madrasah. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.Satu Untuk UNM keluarga. disiplin dalam belajar. pergaulan dengan teman sebaya. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. mengggunakan kamus. seperti kebiasaan membaca buku. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. tempat kerja. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut.. mencatat pelajaran. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. maupun masyarakat pada umumnya. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. atau silaturahim dengan sesama manusia. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. seperti keterampilan membaca buku. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. menghormati atau menghargai orang lain. Memiliki rasa tanggung jawab. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. b. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . baik fisik maupun psikis.

memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. kemampuan dan minat. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. Oleh karena itu. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. kemampuan. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. mengerjakan tugas-tugas. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. dan kesejahteraan kerja. dan sesuai dengan norma agama. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. tanpa merasa rendah diri. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. Fungsi Pemahaman. prospek kerja. asal bermakna bagi dirinya. 4. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. 8) Mengenal keterampilan. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. yaitu kecenderungan arah karir. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. c.

sosial. merokok. penyalahgunaan obat-obatan. dan karyawisata. belajar. Fungsi Penyaluran. dan bimbingan kelompok. c. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. maupun karir. pekerjaan. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. drop out. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. dan remedial teaching. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. baik menyangkut aspek pribadi. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. home room. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. e. diantaranya: bahayanya minuman keras. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Fungsi Pengembangan. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Fungsi Penyembuhan. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. supaya tidak dialami oleh peserta didik. b. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini. Fungsi Preventif.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. dan pergaulan bebas (free sex). informasi. Melalui fungsi ini. jurusan atau program studi. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Dalam melaksanakan fungsi ini. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. bakat. tutorial. d.

meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. a. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. memilih metode dan proses pembelajaran. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. baik anak-anak. Bimbingan menekankan hal yang positif. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.Satu Untuk UNM f. c. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. remaja. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. konselor. Fungsi Adaptasi. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). maupun dewasa. g. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Fungsi Penyesuaian. 5. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. minat. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . baik pria maupun wanita. kemampuan. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. b.

perusahaan/industri. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. menyesuaikan diri. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. a. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. dan masyarakat pada umumnya. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. dan pekerjaan. memberikan dorongan. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Mereka bekerja sebagai teamwork. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. yaitu meliputi aspek pribadi. pendidikan. tetapi juga di lingkungan keluarga. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. lembagalembaga pemerintah/swasta. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . sosial. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Asas Kerahasiaan. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. 6. dan peluang untuk berkembang.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. d. Asas kesukarelaan. f. e. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. b.

Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. f. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. tidak monoton. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Asas kemandirian. c. e. mampu mengambil keputusan. saling menunjang. Asas kegiatan. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. d. Asas Keterpaduan. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. Asas Kedinamisan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Agar peserta didik dapat terbuka. g. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. harmonis. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Asas Kekinian. dan terpadu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . h. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). Asas keterbukaan. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya.

k. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. dan kebiasaan yang berlaku. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. adat istiadat. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. 7. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. hukum dan peraturan. Asas Keharmonisan. Asas Alih Tangan Kasus. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. i. ilmu pengetahuan. atau ahli lain . j. yaitu nilai dan norma agama. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Asas Keahlian. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Dalam hal ini. menghayati. Di pihak lain. guru-guru lain.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Lebih jauh. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Dengan kata lain.

Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. Sampai saat ini.Satu Untuk UNM signifikan. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. b. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. advicement. Jenjang Sekolah Dasar. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. Jenjang Taman Kanak-kanak. Secara programatik. Berikut ini. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. Dengan kata lain. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. Namun demikian. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. a. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebaliknya. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). Jenjang Sekolah Menengah. Secara hukum. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. c.

pemberian layanan responsive. serta pengembangan system support.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. dan akademik siswa. individual student planning. SD. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. dan responsive services. yang meliputi fungsi preventif. dan SM. maupun fungsi kuratif. Peran konselor. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. akademik. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. serta system support. dan karier mahasiswa dibutuhkan. karier. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. sosial. sebagai salah satu komponen student support services. Jenjang Perguruan Tinggi. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. Pada jenjang ini. developmental. Namun. d. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal.

6. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. Waktu : 5 x 50 menit D. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membandingkan komponen program pada pola 17. pola 17 plus. dan pola komprehensif 3. 2. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. 3. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. Indikator 1. Judul B. Pola 17 plus.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. 4.

Satu Untuk UNM 7. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. rancangan. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. 9. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. a. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. guru. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Namun. bakat. dan 22 . D. dan pengembangan karir peserta didik. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. URAIAN MATERI 1. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. belajar. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. mengandung arti bahwa bentuk.

Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru.Satu Untuk UNM b. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. c.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. dan Konseling Gambar 2. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. responsif.

Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. dan karir). Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. Di sebutkan demikian. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. sosial. (2) pelayanan responsif. bimbingan kelompok. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. kunjungan rumah.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. dan pelimpahan kasus). informasi. 2. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. dan (4) dukungan sistem. Dalam pola ini. dan konseling kelompok). Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. tujuah jenis layanan (orientasi. konseling perorangan. (3) perencanaan indiviual. konferensi kasus. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 .2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. himpunan data. belajar. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. penempatan dan penyaluran.

konseling sebaya. akses TIK. sistem najemen. kolaborasi. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi.4. konsultasi. akuntabilitas. bimbingan kelompok. konseling individual. dan pengembangan profesi).3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. informasi. Gambar 2. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . konseling kelompok. konferensi kasus. kunjungan rumah.4. penempatan & penyeluran. referal. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2.Satu Untuk UNM Gambar 2.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

Satu Untuk UNM malas beribadah. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. tindak kejahatan (kriminalitas). 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. dan kepolisian. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. maupun moral-spiritual (hal ini penting. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). penyebab masalah. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . Melalui konseling. suasana kerja. dan prospek kerja). dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. kecanduan narkoba. (11) masalah tawuran. sosial. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. penemuan alternatif pemecahan masalah. (8) menampilkan pribadi yang matang. dokter. dan pribadinya). kehadiran. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. membantu memecahkan masalah peserta didik. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. (12) manajemen stress. persyaratan kerja. dibantu mengidentifikasi masalah. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. dan (13) masalah dalam keluarga. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. seperti depresi. baik dalam aspek emosional. seperti psikolog. psikiater. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. dan penyakit kronis. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif.

(3) organisasi profesi. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. dapat dilakukan beberapa upaya. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). dan dokter. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. seperti psikolog. psikiater. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. pengertian. 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. melakukan referal. (2) instansi swasta. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. dan (6) pekerjaan). Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. tetapi juga oleh orang tua di rumah. orang tua.

memonitor. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. c. konseling individual. baik menyangkut aspek pribadi. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. dan advokasi implementasi pelayanan ini. karir. kolaborasi. rujukan. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. dan mengelola rencana pendidikan. informasi. perencanaan. dan rencana yang telah dirumuskannya. melalui kunjungan ke rumahnya. tujuan. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. sosial. maupun karir. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. Kegiatan orientasi. baik akademik maupun non-akademik. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. perkembangan.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. belajar. dalam upaya menggentaskan masalahnya. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . (2) mampu merumuskan tujuan. penafsiran hasil asesmen. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya.

dan masyarakatnya. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. atau aspek-aspek pribadi. sosial. karir. penerimaan. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. dan karier. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. dan sosial-pribadi.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. dan penyaluran). untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. merencanakan karir. sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . dunia kerja. informasi tentang Sekolah/Madrasah. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. Melalui kegiatan penilaian diri ini. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. belajar. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. Melalui pelayanan perencanaan individual. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. dan pengembangan pekerjaan.

infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. staf. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). (b) aktif dalam organisasi profesi. seperti seminar dan workshop (lokakarya). (3) memelihara. pengembangan pemanfaatan sumber daya. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. tata kerja. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. (c) riset dan pengembangan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. staf Sekolah/Madrasah lainnya. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. a) Pengembangan Professionalitas. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. (b) kegiatan manajemen. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik.Satu Untuk UNM d. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). orang tua.

dokter. dan orang tua peserta didik. psikiater. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . melakukan referal. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). (3) organisasi profesi. dalam arti dilakukan secara jelas. (2) instansi swasta. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). terarah. sistematis. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. seperti psikolog.

Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Judul B. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Indikator 1. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Waktu : 5 x 50 menit D. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. 5. 2. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 4. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1.

jurusan. orangtua. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. motif belajar. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). kondisi dan kualifikasi konselor. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. yang menyangkut karakteristik peserta didik. guru. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. staf administrasi. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. olahraga. atau tugas-tugas perkembangannya. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. dan anggota masyarakat lainnya. masalah-masalah yang dialami.Satu Untuk UNM E. seni. dan keagamaan). kecerdasan. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. dan kepribadian. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. sikap dan kebiasaan belajar. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. menyusun suatu rencana. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). a. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. minat-minatnya (pekerjaan. Uraian Materi 1. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.

b. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. c. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. dan sebagainya. b. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. Membantu orangtua mengenal anaknya. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. c. Kelas mana yang berprestasi baik. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. d. Misalnya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. b. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis.

Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. staf sekolah lainnya. tenaga bantu. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. pemilihan kelanjutan studi.Satu Untuk UNM d. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. e. bagaimana itu dilakukan. orangtua. staf administrasi. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. c. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). guru. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. pimpinan. penyedia layanan. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. mana siswa yang loyo. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. warga masyarakat.

Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. kenang-kenangan masa muda dan case history). sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). tes kepribadian. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. Untuk penggunaan teknik tes.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. interview (langsung dan tak langsung). konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. ataupun tes hasil belajar. otobiografi. angket (langsung dan tak langusng). bagaimana instrumen itu diadakan. orangtua. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. guru. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. khususnya tes psikologi. buku harian. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. daftar cek masalah (problem check-list). bogragfis (biografi. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. guru. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. tes bakat. disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. tes minat. dan sebagainya. sosiometri. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar .

Secara umum. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. dan (5) volume/beban tugas konselor. Berdasarkan hasil analisis data. Dalam merumuskan program. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . 2. rencana. (4) sasaran pelayanan. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. (3) format kegiatan. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. Terakhir. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan.

internalisasi. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. e. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. Komponen Program. c. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). untuk membangun pemaknaan. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. dan 3) Tindakan. (c) Komponen Perencanaan Individual.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. (b) Komponen Pelayanan Responsif. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. pribadi-sosial. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. f. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. b. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi.

Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. semesteran. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Pelayanan Dasar 2.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. dan mingguan. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Program Tahunan dan Program semester. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas.Satu Untuk UNM g. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Pelayanan Responsif 3. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Tabel 3. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. bulanan. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus.

i. j. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. yaitu: 1. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. kunjungan rumah (home visit). serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. 2. k. Program Bulanan. brosur. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Secara operasional. rasional. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . Dilihat dari jenisnya. atau majalah dinding). Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. Program Tahunan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. h. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. 3. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. dan alih tangan (referal). yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. konferensi kasus (case conference).Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. Program Semesteran. dan realistik. buku-buku. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.

Satu Untuk UNM 4. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. serta 44 . penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. 3. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. 5. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. terencana. teknologi. Madrasah Aliyah. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. sosial. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. Program Mingguan. Program Harian. perlu disusun silabus bimbingan konseling. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. Tugas perkembangan tersebut. bermasyarakat.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Fasilitas. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. Waktu : 4 x 60 menit D. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. 5. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . 4. 2. Judul : Organisasi. Indikator 1.

dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. guru. orang tua peserta didik. program mingguan. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. semesteran. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. sehingga pepelayanan pengajaran. b. dan masyarakat. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. a. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. tenaga. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. latihan. bulanan. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar .Satu Untuk UNM E. 5) Menyediakan fasilitas. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. URAIAN MATERI a. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. Tugas secara kepala menyeluruh. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. harmonis dan dinamis.

Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. prasana dan sarana. c. Konselor Sebagai pelaksana utama. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. tenaga inti dan ahli. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. dan tahunan. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. semesteran. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. mingguan. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. 9) Mempersiapkan diri.

yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. seperti konferensi kasus. f.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. e. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Wali Kelas Sebagai pembina kelas. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. program pengayaan). Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. b.

Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. dan ruang konseling individual.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. jenis dan jumlah ruangan. Jumlah ruang kerja staff. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Gambar 4. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. (3) ruang konseling individual (4) ruang data.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. ukuran. (2) ruang tamu.

format-format surat (panggilan. referal). dan format evaluasi. 3) Alat penyimpan data. skala penilaian. biografi dan autobiografi. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. buku pribadi. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. dan buku harian) b. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. khususnya dalam bentuk himpunan data. buku kasus. format pelaksanaan pelayanan. catatan anekdot. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. c. himpunan data peserta didik. daftar cek. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. pedoman wawancara. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). angket (angket peserta didik dan orang tua). tes bakat khusus. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. dan tes prestasi belajar. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . Yang tidak kalah penting ialah. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. format satuan pelayanan. ITP. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. tes bakat Sekolah/Madrasah. dan berbagai data serta informasi lainnya. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. sosiometri. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. Untuk menyimpan berbagai keterangan. Fasilitas Lain Selain ruangan. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. map dan file dalam komputer. AUM. tes/inventori kepribadian. tes/inventori minat. maka perlu disediakan map pribadi. buku program semesteran.

Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. buku hasil wawancara. sosial. program database peserta didik. blanko surat. kartu konsultasi. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. laporan kegiatan pelayanan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. LCD. buku-buku panduan. perangkat ungkap masalah. CD pembelajaran. seperti data informasi. modul bimbingan. belajar maupun karir. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. 4) Kelengkapan penunjang teknis. dan CD interaktif. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. dan beberapa perangkat tes tertentu. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. atau buku materi pelayanan bimbingan. dan agenda surat. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. tape recorder. blanko konferensi kasus. leger Bimbingan dan Konseling. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. Dalam konteks ini. mengolah data. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. data kehadiran peserta didik. TV). perangkat elektronik (seperti komputer. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. kartu kasus.Satu Untuk UNM harus dicatat. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. OHP. seperti alat tulis menulis. film. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. paket bimbingan. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien.

d. belajar dan karir juga harus tersedia. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. sosial. Komponen anggaran meliputi: a. data peserta didik dalam kelompok kelas. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. penyelenggaraan MGMP. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi.

Menurut Shertzer dan Stone (1966). evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. penyiapan perangkat konseling kelompok). dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. e. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 .Satu Untuk UNM c. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya.

Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. pencapaian tugas-tugas perkembangan. 5) Respon siswa. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. 2. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. dan hasil belajar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . orang tua. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. perolehan guru pembimbing. perolehan siswa dari layanan. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. b. personil sekolah. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. 2) Keterlaksanaan program. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. kegunaan layanan menurut siswa. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. guru mata pelajaran.

Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. kurang tepat. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. pedoman observasi. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . tokoh masyarakat. para wali kelas. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Instrumen itu diantaranya inventori. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). c. pedoman wawancara. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). dan (2) mengembangkan program. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. angket. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). dan studi dokumentasi. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh. guru mata pelajaran. Untuk memperoleh data yang diperlukan. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. orang tua. kepala sekolah.

guru. dan sebagainya. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. sekolah lanjutan. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. dan sebagainya. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. angket. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Prestasi belajar siswa 5. studi dokumentasi. dan pangarahan diri siswa 3. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. observasi. Kualitas pemahaman. tes. Kualitas kedisiplinan siswa 6. Tingkat partisipasi personel 3. analisis hasil kerja siswa. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . Respons stakeholder (siswa. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4.2. orangtua) 1. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1.Satu Untuk UNM depdikbud. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. organisasi profesi bimbingan. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. Kualitas sikap sosial siswa 7. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. penerimaan. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. kepala sekolah.

1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. e. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. d. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya.

kreatifitas. seperti satu semester. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. apresiasi terhadap nilai dan moral. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. Dilihat dari jenisnya. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. (2) media. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. merupakan penilaian tahap awal. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). kebiasaan. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. motivasi. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. kemampuan personil dalam melaksanakan program. kemam-puan berkomunikasi. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . lisan dan/atau tulisan. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani.Satu Untuk UNM a. dan/atau klasikal. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. kelompok. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. b. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. f. seperti sikap. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. konsep diri. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). keterampilan dan keberhasilan belajar. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif.

serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. psikologis. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing. koordinator dan kepala sekolah. mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal.

khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Waktu : 6 x 50 menit D. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. 2005). Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. 2. 5. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Uraian Materi 1. 6. Indikator: 1. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. C. Judul B. 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. E. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu.

Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. dan (c) peniruan. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). c. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. b. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. d. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. yaitu: a. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. (b) pembiasaan operan. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. Bagi para ahli modifikasi perilaku. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. 2. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. f. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. e. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . b. g.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.

yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. apakah tujuan itu realistik. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli.Satu Untuk UNM c. d. Assesment. atau kemungkinan kerugiannya. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. b. (4) dirumuskan secara spesifik c. kekuatan dan kelemahannya. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. kemungkinan manfaatnya. Goal setting. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. 4. b. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 .

Evaluation termination. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. tape recorder. f.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. guru. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. 6. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. b. e. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. 5. c. konselor berfungsi sebagai konsultan. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . penasihat. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. atau melakukan referal. c. Feedback. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. d. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. d. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. pemberi dukungan dan fasilitator. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Technique implementation. atau contoh nyata langsung). e. Dalam proses ini. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak.

khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. frekuensi penguat dapat dikurangi. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. Skedul penguatan. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. b. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. Selain teknik-teknik umum tersebut. Shaping. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. Untuk mempelajari keterampilan baru. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. Ekstingsi. c. Desensitisasi sistematik. supaya perilaku tetap bertahan b. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). Setelah terbentuk. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. 7. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. misalnya dalam menit. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. sebagai berikut: a.Satu Untuk UNM a. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. disebut sebagai shaping. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Implosion dan flooding. Time-out. c.

model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. model fisik. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. 3. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. f. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. 4. 2. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Pengkondisian Aversi. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . e. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Flooding lebih ringan sifatnya. Pembentukan Tingkah laku Model. Latihan Asertif. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Tugas Latihan 1. kesulitan menyatakan tidak. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. dapat menggunakan model audio. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk.

Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Uraian Materi 1. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. 5. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. E. 6. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Judul B. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. 2. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. bahagia. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. C. 3. Sebaliknya. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. dan kompeten. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. Indikator: 1. Waktu : 5 x 50 menit D. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji.

Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. Keyakinan seseorang ada dua macam. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . tidak masuk akal. tingkah laku. kelulusan bagi siswa. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. bijaksana. nilai. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. 2. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. dan kerana itu menjadi prosuktif. dan Emotional Consequence (C). yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. masuk akal. atau sikap orang lain. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. yaitu Antecedent event (A). Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). Menurut Gladding (2004). Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. dan keran itu tidak produktif. sangat personal. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. yang dapat diterima menurut akal sehat. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. kejadian. pandangan. Belief (B) yaitu keyakinan. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. Perceraian dalam keluarga. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. dan irasional. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. emosional. Belief (B). dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. interpretasi.

belajar dari kesalahan. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. rnenghindar berpikir panjang. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). atau antara kenyatan dan imajinasi. berlaku proses yang sama. Tetapi. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. konatif. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. merasa dan berperilaku secara simultan. tidak toleran. kebiasaan yang merugikan diri sendiri. Dengan demikian. untuk percaya tahayul. untuk berminat terhadap orang lain. sangat sugestif dan mudah terganggu. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. berpikir dan merasa. Dengan demikian. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. untuk berpikir. untuk melakukan kesalahan yang sama. d. dengan memori yang terdahulu. Tetapi. Dalam hal perilaku yang terganggu. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. Orang mempersepsi.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. menyukai kesenangan sesaat. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. b. c. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. untuk kreatif. dan motorik. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). wishful thinking. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. berpikir. perasaan dan tindakannya. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka.

pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. merasa was-was. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. 3. Tujuan Konseling Menurut REBT. (8) penerimaan diri. (4) toleransi terhadap pihak lain. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. (5) fleksibel. dalam konseling REBT. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. cara berpikir. (6) menerima ketidakpastian. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. (3) pengarahan diri. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. rasa cemas. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. dan (10) menerima kenyataan. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. rasa bersalah. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. rasa berdosa. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. (2) minat sosial. rasa marah. Ketiga. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. (9) berani mengambil risiko. persepsi. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . Di samping itu.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. Kedua. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris.

Kognitif-eksperiensial. Perlu repetisi konsisten. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. b. c. genuine. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. Aktif-direktif. Emotif-ekspreriensial. Behavioristik. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung.Satu Untuk UNM 4. sebagai berikut: a. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. persisten. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. 5. Operasionalisasi tugas konselor. berpengetahuan luas. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. ilmiah. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. lebih edukatif-direktif kepada konseli. Dalam Konseling REBT. menambah respek. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. d. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. konselor adalah aktif dan direktif. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. konkret. empatik. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. b. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a.

pelatihan asertivitas. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. a. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. mendorong. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. 6. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). desensitisasi. afektif. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. humor.terutama yang menimbulkan gangguan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . b. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. d. sugesti. c. mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. bermainperan. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. dukungan dan lain-lain.

2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. Dengan tugas rumah yang diberikan.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. atau meniru model-model sosial. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. c. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. mengobservasi. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. latihan. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. membiasakan diri. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan.

Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. 4. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 .Satu Untuk UNM F. Tugas Latihan 1.

khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. 3. Waktu : 5 x 50 menit D. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. 7. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . 6. 2. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Judul B. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Indikator: 1. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. 5.

Nierkegaard. nilai. Menurut Rogers. sebagai berikut: a. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. e. 1980). Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. d. c. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. and trustworthy (Rogers. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Setiap pribadi adalah orang yang sadar. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. b. Manusia tidak pernah statis. konstruktif. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers.Satu Untuk UNM E. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. Uraian Materi 1. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. realistik. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. Manusia merupakan seseorang yang ada. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Manusia bersifat intensional. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. ingin berkembang kearah yang lebih baik. dan memiliki kreativitas. mereka mencari makna. dan Sartre. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Heidegger. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Nietzsche.

orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. 4. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. c. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. Dengan perkataan lain. antara lain: a. ia tidak akan diterima atau dihargai. yang unik. pengalamannya tertekan. d. Makin jauh jurang antara keduanya. b.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. pada masa kanak-kanak. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). memerlukan penghargaan positif. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. Tetapi. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. orang akan menjadi makin maladjusted. Tetapi. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. dan penerimaan. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Memperbaiki dan mengubah sikap. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . persepsi cara berfikir. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. bila ia konform. kasih sayang. 3. Dalam pandangan pendekatan humanistik. perhatian. 2. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. b.

Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. dan (3) congruence genuineness. d. respect (rasa hormat). Konselor menggunakan dirinya sendiri. Kongruensi centered counseling. acceptance (penerimaan). d. encouragement (memberi dorongan). dan g. reassurance (menentramkan hati). Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. (2) positive regard (acceptance). Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. limited questioning (pertanyaan terbatas.1980). tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . e. yaitu 1) empathy. Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. e.Satu Untuk UNM c. understanding (pemahaman). c. meliputi: a. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. f. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. 5. sebagai instrumen perubahan. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. (Rogers. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Rogers. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. 6. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. b. Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan).

mewujudkan dirinya. b. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. 4. dan d. 3. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. c. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. Tugas Latihan 1. F.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. mengarahkan diri. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). mengambil keputusan yang tepat. 2.

konseli. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. Judul B. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Ikuti prosedur berikut: a. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Waktu : 6 x 50 menit D. d. e. Indikator: 1. 2. Selama simulasi dialog konseling. c. yaitu bertindak sebagai konselor. Setelah sesi dialog. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . 3. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. dan pengamat. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap.

pada sejumlah pekerjaan menolong. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. Keterampilan mengempati perasaan 5. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. mengkonseling. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Namun demikian. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. bahwa anda bersedia menerimanya. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. 2. 1. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. menasehati. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. Karena itu. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. konselor. Untuk bisa menolong orang lain. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. yaitu: 1. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. Keterampilan membuat ringkasan 6. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Keterampilan membuat paraprase 4. seperti guru. Bahkan. mengarahkan. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . dan semacamnya. E. psikolog. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. Mereka menolong orang lain—mengajar. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling.Satu Untuk UNM 4. Keterampilan penampilan dalam penerimaan.

anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. dan gerakan anggota badan. tegang. yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. Kontak Mata (Eye Contact). Penampilan badaniah yang baik. b. ekspresi wajah. 3) Pandangan mata yang berbinar. meliputi: a. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. 4) Ekspresi wajah yang responsif. Yang penting diingat. Penampilan badaniah. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. Kontak mata yang baik. tidak spontan. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. jika ingin menjadi seorang penolong. meliputi posisi tubuh. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan.

tanpa sistematika yang jelas. atau berbelit-belit. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. Pendengaran yang baik. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. Pendengaran (listening). maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. Pengelolaan Suara. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. dan penglolaan suara.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. dan perilakunya. kontak mata. tidak teratur. Pengelolaan suara yang kurang baik. lalu. perasaan. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara.Satu Untuk UNM c. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. ya. d. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . 2. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. Pengelolaan suara yang baik. Pandengaran yang kurang baik.

mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 .Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. meliputi: a. bagaimana?. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. Di samping itu.

Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. a. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. Paraphrase yang baik. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. 3. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. ―Uh-huh‖.

c. antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. dan motive mereka bisa dimengerti. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. 4. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. bahwa perasaan. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa…………….‖ b. kepedulian (compasion). Berbagai hasil penelitian menunjukkan. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. misalnya kata-kata teknis. dan pemahaman (understanding).Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya. Paraphrase yang kurang baik. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis. pikiran.

Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c.Satu Untuk UNM dipelajari. lakukan langkah-langkah berikut: b. kurang berharga. Contoh. selalu saja berakhir dengan kekacauan. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut.‖ Perasaan permukaan: jengkel. kurang percaya diri. dan bahwa sebagian besar orang. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. Kedua. pernyataan tersembunyi. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. Bacalah daftar kosa kata perasaan. Pertama. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. kecewa. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. Untuk menangkap perasaan orang lain. kacau. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Untuk latihan. marah. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. a. melalaui latihan yang efektif. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. ―Bila saya merasa tersinggung‖. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . dapat belajar menjadi empatik.

rupanya yang anda alami adalah…………. baik positif maupun negatif. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan. Untuk maksud ini.‖ : ―Saya merasa seperti di surga.‖ f. dengan phrase.‖ : ―Guru itu jahanam.‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu.Satu Untuk UNM e. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya. Saya membencinya. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 .. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah. dengan pernyataan eksperiensial.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda…………………. dan dengan pernyataan verbal. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut.‖ meriah.‖ 5. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. saat anda mendengar pembicaraan konseli.. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah………. yaitu dengan kata tunggal.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan.

dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. meliputi: a. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. 3) Tujuan. b. Di samping itu. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. pertimbangkan tujuan anda. Keterampilan meringkas. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . waktu. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya.

Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1.. Menggunakan keterampilan penampilan. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Ke dalam setiap tahap. 3. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya. Karena itu. serta mengenal dan merefleksi perasaan.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah………….. antara lain: ―Apa yang saya dengar.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). mengenal dan merefleksi perasaan.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. pertanyaan terbuka ketulusan. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. konseli. pertanyaan terbuka. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. yang anda katakan adalah………………. Mengukap-kan Problem 2. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda.

6. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e.Satu Untuk UNM 4. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. dan membuat ringkasan. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. 5. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. pertanyaan terbuka. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. paraprase. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c.

Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f.Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. e. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g.