Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

kepribadian.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. dan profesional. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. sosial. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. dan sebaliknya. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. nilai. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling.

Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. kepribadian. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. sosial. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. Pada uji tulis. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. Oleh karena itu. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor.

SMP. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. 7. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. dan PT. Indikator 1. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. C. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. SMK. 2. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Waktu : 5 x 50 menit D. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. SMA.

sebagaimana tampak pada Gambar 1. dan (c) Materi Pengembangan Diri. (b) muatan lokal. 22/2006 tentang Standar Isi. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. dalam Permendiknas No. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . URAIAN MATERI 1. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1.1 Gambar 1. 5.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi.

3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . Gambar 1. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. yang dapat dan oleh karena itu perlu. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan. Dengan kata lain. Persamaan. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Meskipun demikian. keunikan.3.Satu Untuk UNM Gambar 1. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. dan keterkaitan antara wilayah layanan.

penyalahgunaan alat kontrasepsi. intelektual. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. baik fisik. atau di luar jangkauan kemampuan. sosial. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. dan kesenjangan perkembangan tersebut. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). atau searah dengan potensi. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. revolusi teknologi informasi. emosi. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. Untuk mencapai kematangan tersebut. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. minuman keras. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. dan moral-spiritual). juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. harapan dan nilai-nilai yang dianut. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. meminum minuman keras. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. Psikotropika. pertumbuhan kota-kota. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. atau bebas dari masalah. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. lurus. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat.Satu Untuk UNM 2. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. tawuran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Dengan kata lain. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. psikis maupun sosial. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan.

Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. klinis. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). ectasy. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. dan bidang bimbingan dan konseling. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. dan pergaulan bebas (free sex). dan terpusat pada konselor. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 20 Tahun 2003). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . remedial. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. putau. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. (2) berakhlak mulia. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. kriminalitas. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. Dengan demikian. dan sabu-sabu). seperti: ganja. bidang instruksional atau kurikuler. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). pengembangan potensi. narkotika. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). pendidikan yang bermutu. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi.

dan spiritual).Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. maupun karir. maupun lingkungan kerja. Atas dasar itu. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. psikis. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. sosial. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. yang meliputi aspek pribadi. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. a. orang tua peserta didik. belajar (akademik). masyarakat. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . belajar. belajar. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). baik dalam kehidupan pribadi. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. dan tugas-tugas perkembangannya. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. dan staf administrasi). (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. guru-guru. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. baik menyangkut aspek pribadi. 3. kekuatan. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. sosial. dan karir. sosial. dan karir. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial.

10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.Satu Untuk UNM keluarga. disiplin dalam belajar. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. Sekolah/Madrasah. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. baik fisik maupun psikis. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . atau silaturahim dengan sesama manusia. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. maupun masyarakat pada umumnya. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. Memiliki rasa tanggung jawab. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. menghormati atau menghargai orang lain. seperti keterampilan membaca buku. tempat kerja. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. mengggunakan kamus. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. seperti kebiasaan membaca buku. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif.. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. persaudaraan. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). mencatat pelajaran. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. pergaulan dengan teman sebaya. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). b. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.

maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. 8) Mengenal keterampilan. Fungsi Pemahaman. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. mengerjakan tugas-tugas.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Oleh karena itu. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. tanpa merasa rendah diri. 4. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dan sesuai dengan norma agama. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. yaitu kecenderungan arah karir. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. kemampuan. c. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. dan kesejahteraan kerja. prospek kerja. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. asal bermakna bagi dirinya. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.

Dalam melaksanakan fungsi ini. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. baik menyangkut aspek pribadi. belajar. c. bakat. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Berdasarkan pemahaman ini. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). home room. sosial. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. drop out. maupun karir. dan pergaulan bebas (free sex). yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. dan remedial teaching. pekerjaan. merokok. Fungsi Pengembangan. Melalui fungsi ini. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. jurusan atau program studi. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . penyalahgunaan obat-obatan. d. tutorial. supaya tidak dialami oleh peserta didik. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. dan norma agama). b. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. Fungsi Preventif. dan bimbingan kelompok. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. diantaranya: bahayanya minuman keras. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. Fungsi Penyembuhan. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. Fungsi Penyaluran. e. dan karyawisata. informasi.

Satu Untuk UNM f. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. g. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. konselor. Fungsi Adaptasi. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . kepala Sekolah/Madrasah dan staf. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). Fungsi Penyesuaian. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. memilih metode dan proses pembelajaran. b. baik pria maupun wanita. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. c. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. minat. remaja. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. a. maupun dewasa. baik anak-anak. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. kemampuan. Bimbingan menekankan hal yang positif. 5. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik.

yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Asas kesukarelaan. dan peluang untuk berkembang. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. f. tetapi juga di lingkungan keluarga. e. dan masyarakat pada umumnya. menyesuaikan diri. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . sosial. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. yaitu meliputi aspek pribadi. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. memberikan dorongan. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Asas Kerahasiaan.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. dan pekerjaan. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. pendidikan. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. d. lembagalembaga pemerintah/swasta. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. 6. a. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. b. Mereka bekerja sebagai teamwork. perusahaan/industri. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya.

Agar peserta didik dapat terbuka. Asas Kedinamisan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . Asas kegiatan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas Keterpaduan. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. tidak monoton. Asas keterbukaan. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. harmonis. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. mampu mengambil keputusan. g. c. e. f. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. saling menunjang. Asas kemandirian. dan terpadu. Asas Kekinian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. h. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. d.

namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. Asas Alih Tangan Kasus. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Asas Keharmonisan. adat istiadat. menghayati. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. hukum dan peraturan. guru-guru lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. atau ahli lain . yaitu nilai dan norma agama. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. i. k. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. Lebih jauh. Dalam hal ini. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. dan kebiasaan yang berlaku. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Asas Keahlian. j. Di pihak lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. 7. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. ilmu pengetahuan. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Dengan kata lain.

Sampai saat ini. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. Berikut ini. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. Dengan kata lain. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. Namun demikian. Jenjang Sekolah Dasar. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. Secara hukum.Satu Untuk UNM signifikan. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. b. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. c. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. advicement. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. Jenjang Sekolah Menengah. a. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. Sebaliknya. Jenjang Taman Kanak-kanak. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. Secara programatik. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada.

alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. dan responsive services. maupun fungsi kuratif. Pada jenjang ini.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. dan karier mahasiswa dibutuhkan. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. sosial. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. SD. karier. sebagai salah satu komponen student support services. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. developmental. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. pemberian layanan responsive. individual student planning. serta system support. Jenjang Perguruan Tinggi. dan SM. d. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. Peran konselor. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. akademik. yang meliputi fungsi preventif. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. dan akademik siswa. serta pengembangan system support. Namun.

Membandingkan komponen program pada pola 17. pola 17 plus. Judul B. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Waktu : 5 x 50 menit D. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. 6. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. dan pola komprehensif 3. Pola 17 plus. 4. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. Indikator 1. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. 2. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. 3. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.

D. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. guru. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. dan 22 . Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. belajar.Satu Untuk UNM 7. URAIAN MATERI 1. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. a. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. rancangan. dan pengembangan karir peserta didik. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Namun. 9. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. bakat. mengandung arti bahwa bentuk. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi.

Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. c. dan Konseling Gambar 2.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru. responsif. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 .Satu Untuk UNM b. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor.

karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. dan karir). (3) perencanaan indiviual.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. Di sebutkan demikian. bimbingan kelompok. sosial. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. 2. tujuah jenis layanan (orientasi. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. kunjungan rumah. konseling perorangan. dan (4) dukungan sistem. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Dalam pola ini. dan pelimpahan kasus). dan konseling kelompok). serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. himpunan data. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 .2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. belajar. (2) pelayanan responsif. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. konferensi kasus. penempatan dan penyaluran. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. informasi.

4. konferensi kasus. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi. akses TIK. bimbingan kelompok. penempatan & penyeluran. konseling kelompok. kunjungan rumah. kolaborasi. konsultasi.4. referal. dan pengembangan profesi). Gambar 2. konseling individual. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. akuntabilitas. konseling sebaya. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 .3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. sistem najemen.Satu Untuk UNM Gambar 2. informasi.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

Melalui konseling. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. seperti psikolog. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. dokter. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. (12) manajemen stress. maupun moral-spiritual (hal ini penting. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. membantu memecahkan masalah peserta didik. dan kepolisian. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. persyaratan kerja. tindak kejahatan (kriminalitas). sosial. suasana kerja. dan penyakit kronis. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). penyebab masalah. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. psikiater. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. kecanduan narkoba. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan.Satu Untuk UNM malas beribadah. (11) masalah tawuran. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. (8) menampilkan pribadi yang matang. dibantu mengidentifikasi masalah. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. kehadiran. dan prospek kerja). (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. seperti depresi. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). baik dalam aspek emosional. penemuan alternatif pemecahan masalah. dan (13) masalah dalam keluarga. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. dan pribadinya).

menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). (3) organisasi profesi. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. seperti psikolog. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. pengertian. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. (2) instansi swasta. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. orang tua. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. dapat dilakukan beberapa upaya. tetapi juga oleh orang tua di rumah. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. dan dokter. dan (6) pekerjaan). psikiater. melakukan referal. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah.

Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. dan rencana yang telah dirumuskannya. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. maupun karir. belajar. baik akademik maupun non-akademik. karir. informasi. tujuan. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. penafsiran hasil asesmen. konseling individual. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. rujukan. sosial. dan advokasi implementasi pelayanan ini. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. melalui kunjungan ke rumahnya. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. c. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. dan mengelola rencana pendidikan. perencanaan. memonitor.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. dalam upaya menggentaskan masalahnya. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. kolaborasi. (2) mampu merumuskan tujuan. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. baik menyangkut aspek pribadi. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Kegiatan orientasi. perkembangan. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya.

(2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. merencanakan karir. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. dan penyaluran). yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. dunia kerja. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. atau aspek-aspek pribadi. Melalui kegiatan penilaian diri ini. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. informasi tentang Sekolah/Madrasah. Melalui pelayanan perencanaan individual. dan masyarakatnya. penerimaan. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. belajar. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. dan karier. karir. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. dan sosial-pribadi. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. sosial. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. sosial. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. dan pengembangan pekerjaan.

(c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. a) Pengembangan Professionalitas.Satu Untuk UNM d. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. tata kerja. (c) riset dan pengembangan. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. staf Sekolah/Madrasah lainnya. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. (b) aktif dalam organisasi profesi. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . (b) kegiatan manajemen. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. orang tua. pengembangan pemanfaatan sumber daya. seperti seminar dan workshop (lokakarya). staf. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. (3) memelihara.

melakukan referal. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling).Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. (2) instansi swasta. terarah. dalam arti dilakukan secara jelas. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). dan orang tua peserta didik. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. dokter. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. psikiater. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . seperti psikolog. (3) organisasi profesi. sistematis. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling.

mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. 5. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Judul B. Waktu : 5 x 50 menit D. 2. 4. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Indikator 1. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang).

Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. minat-minatnya (pekerjaan. Uraian Materi 1. kondisi dan kualifikasi konselor. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). atau tugas-tugas perkembangannya. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. kecerdasan. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. motif belajar. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. yang menyangkut karakteristik peserta didik. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. menyusun suatu rencana. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . orangtua. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. dan kepribadian. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. seni. dan anggota masyarakat lainnya. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. masalah-masalah yang dialami. jurusan. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. a. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan.Satu Untuk UNM E. guru. sikap dan kebiasaan belajar. staf administrasi. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. olahraga. dan keagamaan). dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi.

b. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. c. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. dan sebagainya. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. c. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. d. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. b. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. Misalnya. Membantu orangtua mengenal anaknya. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Kelas mana yang berprestasi baik. b.

Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. bagaimana itu dilakukan. c. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. pimpinan. orangtua. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. penyedia layanan. staf administrasi. guru. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. e. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. warga masyarakat.Satu Untuk UNM d. pemilihan kelanjutan studi. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. mana siswa yang loyo. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. tenaga bantu. staf sekolah lainnya. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling.

orangtua. bogragfis (biografi. interview (langsung dan tak langsung). disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. tes bakat. dan sebagainya. kenang-kenangan masa muda dan case history). Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. khususnya tes psikologi. otobiografi. buku harian. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. ataupun tes hasil belajar. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Untuk penggunaan teknik tes. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. daftar cek masalah (problem check-list). guru. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. tes minat. angket (langsung dan tak langusng). dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. tes kepribadian.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. guru. bagaimana instrumen itu diadakan. sosiometri.

buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. Dalam merumuskan program. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. Berdasarkan hasil analisis data. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. Secara umum. 2. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. dan (5) volume/beban tugas konselor. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. rencana. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. Terakhir. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. (3) format kegiatan. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. (4) sasaran pelayanan.

b.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. dan 3) Tindakan. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. (c) Komponen Perencanaan Individual. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. pribadi-sosial. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. (b) Komponen Pelayanan Responsif. Komponen Program. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . e. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. untuk membangun pemaknaan. internalisasi. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. c. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. f. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik).

Pelayanan Responsif 3. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. bulanan. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Tabel 3. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Pelayanan Dasar 2. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. dan mingguan.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. semesteran. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Program Tahunan dan Program semester. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien.Satu Untuk UNM g.

Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. i.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. brosur. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Program Tahunan. yaitu: 1. buku-buku. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . h. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. j. dan realistik. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Dilihat dari jenisnya. Program Bulanan. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. dan alih tangan (referal). yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. Program Semesteran. k. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Secara operasional. atau majalah dinding). konferensi kasus (case conference). Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. 3. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. kunjungan rumah (home visit). 2. rasional.

terencana. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. Madrasah Aliyah. Tugas perkembangan tersebut. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. bermasyarakat. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. serta 44 . kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Program Harian. perlu disusun silabus bimbingan konseling. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi.Satu Untuk UNM 4. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. sosial. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. 5. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. 3. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. Program Mingguan. teknologi. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).

Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Indikator 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 .Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. 5. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. Judul : Organisasi. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Fasilitas. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. Waktu : 4 x 60 menit D. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. 4. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang).

guru. dan masyarakat. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. tenaga. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Uraian tugas masing-masing personil tersebut. Tugas secara kepala menyeluruh. a. orang tua peserta didik. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. program mingguan.Satu Untuk UNM E. harmonis dan dinamis. latihan. bulanan. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). 2) Menyediakan sarana dan prasarana. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. 5) Menyediakan fasilitas. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. sehingga pepelayanan pengajaran. semesteran. b. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. URAIAN MATERI a. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya.

Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya.Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. dan tahunan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . mingguan. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. semesteran. prasana dan sarana. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. c. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. tenaga inti dan ahli. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. d. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Konselor Sebagai pelaksana utama. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. 9) Mempersiapkan diri. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling.

seperti konferensi kasus. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . b. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. f. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. program pengayaan). Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. e. Wali Kelas Sebagai pembina kelas.

dan ruang konseling individual. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. (2) ruang tamu. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. Jumlah ruang kerja staff. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. jenis dan jumlah ruangan.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. ukuran. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. (3) ruang konseling individual (4) ruang data. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. Gambar 4. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi.

Untuk menyimpan berbagai keterangan. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. catatan anekdot. dan format evaluasi.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. 3) Alat penyimpan data. sosiometri. tes bakat khusus. tes/inventori minat. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. map dan file dalam komputer. skala penilaian. khususnya dalam bentuk himpunan data. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. dan tes prestasi belajar. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. tes bakat Sekolah/Madrasah. pedoman wawancara. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. Fasilitas Lain Selain ruangan. referal). Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. himpunan data peserta didik. AUM. dan berbagai data serta informasi lainnya. buku program semesteran. ITP. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. buku pribadi. maka perlu disediakan map pribadi. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). biografi dan autobiografi. daftar cek. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. format-format surat (panggilan. format pelaksanaan pelayanan. dan buku harian) b. tes/inventori kepribadian. Yang tidak kalah penting ialah. c. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . angket (angket peserta didik dan orang tua). buku kasus. format satuan pelayanan. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan.

film. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. kartu kasus. laporan kegiatan pelayanan. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. TV). Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. OHP. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. CD pembelajaran. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. perangkat ungkap masalah. buku-buku panduan.Satu Untuk UNM harus dicatat. sosial. program database peserta didik. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. dan agenda surat. modul bimbingan. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. dan CD interaktif. LCD. Dalam konteks ini. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. atau buku materi pelayanan bimbingan. dan beberapa perangkat tes tertentu. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. 4) Kelengkapan penunjang teknis. paket bimbingan. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. perangkat elektronik (seperti komputer. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. tape recorder. blanko surat. buku hasil wawancara. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. belajar maupun karir. blanko konferensi kasus. kartu konsultasi. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. seperti alat tulis menulis. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. data kehadiran peserta didik. mengolah data. seperti data informasi. leger Bimbingan dan Konseling.

Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. Komponen anggaran meliputi: a. data peserta didik dalam kelompok kelas. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. d. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. belajar dan karir juga harus tersedia. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. penyelenggaraan MGMP. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. pembelian buku pendukung/sumber bacaan.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. sosial.

atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. e. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. penyiapan perangkat konseling kelompok). berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan.Satu Untuk UNM c. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. Menurut Shertzer dan Stone (1966). Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. 5) Respon siswa. perolehan guru pembimbing. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. 2) Keterlaksanaan program. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. orang tua. b. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. pencapaian tugas-tugas perkembangan. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. perolehan siswa dari layanan. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. 2. personil sekolah. guru mata pelajaran. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. dan hasil belajar.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. kegunaan layanan menurut siswa. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah.

dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. Berdasarkan temuan yang diperoleh. c. guru mata pelajaran. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. tokoh masyarakat. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). dan studi dokumentasi. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). dan (2) mengembangkan program. Untuk memperoleh data yang diperlukan. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. pedoman wawancara. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. Instrumen itu diantaranya inventori. orang tua. angket. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. para wali kelas. kepala sekolah. kurang tepat. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. pedoman observasi. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa.

Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. kepala sekolah. Kualitas sikap sosial siswa 7. dan sebagainya. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. tes. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2.Satu Untuk UNM depdikbud.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. guru. dan sebagainya. organisasi profesi bimbingan. orangtua) 1. analisis hasil kerja siswa. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. penerimaan. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. Kualitas kedisiplinan siswa 6. Tingkat partisipasi personel 3. observasi. studi dokumentasi. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. Kualitas pemahaman. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara.2. sekolah lanjutan. angket. Prestasi belajar siswa 5. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. Respons stakeholder (siswa. dan pangarahan diri siswa 3.

Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. e. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. d. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor.

merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. Dilihat dari jenisnya. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). kebiasaan. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. f. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. (2) media. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . seperti satu semester. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. apresiasi terhadap nilai dan moral. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan.Satu Untuk UNM a. kreatifitas. merupakan penilaian tahap awal. b. seperti sikap. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. kelompok. dan/atau klasikal. kemam-puan berkomunikasi. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. konsep diri. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. keterampilan dan keberhasilan belajar. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. lisan dan/atau tulisan. motivasi. kemampuan personil dalam melaksanakan program. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan.

serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. psikologis. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. koordinator dan kepala sekolah. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program.

Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Judul B. 3. C. Uraian Materi 1. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . 6. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. E. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Waktu : 6 x 50 menit D. 2. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Indikator: 1. 5. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. 2005).

2. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. yaitu: a. e. c. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . dan (c) peniruan. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. g. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. b. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. d. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). b. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. Bagi para ahli modifikasi perilaku. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. (b) pembiasaan operan. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. f. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a.

Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. kemungkinan manfaatnya. d. Goal setting. kekuatan dan kelemahannya. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. b.Satu Untuk UNM c. (4) dirumuskan secara spesifik c. Assesment. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. 4. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. b. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. apakah tujuan itu realistik. atau kemungkinan kerugiannya. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli.

f. pemberi dukungan dan fasilitator. d. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. 6. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Technique implementation. e. c. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. Evaluation termination. e. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Feedback. atau melakukan referal. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. atau contoh nyata langsung). Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. c. d. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. penasihat. Dalam proses ini. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. b. tape recorder. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. guru. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. konselor berfungsi sebagai konsultan. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. 5. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan.

Untuk mempelajari keterampilan baru. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). sebagai berikut: a. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan.Satu Untuk UNM a. 7. Skedul penguatan. Ekstingsi. disebut sebagai shaping. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. supaya perilaku tetap bertahan b. Implosion dan flooding. Time-out. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Shaping. c. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. b. c. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Setelah terbentuk. frekuensi penguat dapat dikurangi. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. Selain teknik-teknik umum tersebut. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. Desensitisasi sistematik. misalnya dalam menit. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus.

kesulitan menyatakan tidak. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. model fisik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. dapat menggunakan model audio. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. f. 4. 2. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Latihan Asertif. Pembentukan Tingkah laku Model. 3. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. e. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Flooding lebih ringan sifatnya. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Tugas Latihan 1. Pengkondisian Aversi. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik).

Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Judul B. E. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). bahagia. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Uraian Materi 1. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. C. Sebaliknya. dan kompeten. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. 2. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . 6. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. 3. 5. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. Waktu : 5 x 50 menit D. Indikator: 1. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional.

Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. Belief (B). Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. yaitu Antecedent event (A). Keyakinan seseorang ada dua macam. nilai. atau sikap orang lain. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. tidak masuk akal. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. interpretasi. dan Emotional Consequence (C). Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. sangat personal. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. masuk akal. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). yang dapat diterima menurut akal sehat. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. tingkah laku. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. kelulusan bagi siswa. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. dan irasional. pandangan. 2. Menurut Gladding (2004). kejadian. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. Belief (B) yaitu keyakinan. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. Perceraian dalam keluarga. emosional. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. bijaksana. dan kerana itu menjadi prosuktif. dan keran itu tidak produktif. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang.

berpikir dan merasa. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. b. sangat sugestif dan mudah terganggu. untuk berminat terhadap orang lain. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. c. belajar dari kesalahan. Orang mempersepsi. berpikir. Dengan demikian. untuk kreatif. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. berlaku proses yang sama. rnenghindar berpikir panjang. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. tidak toleran. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. untuk berpikir. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. merasa dan berperilaku secara simultan. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. atau antara kenyatan dan imajinasi. wishful thinking. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. dan motorik. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. untuk percaya tahayul. kebiasaan yang merugikan diri sendiri. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. d. menyukai kesenangan sesaat. Dalam hal perilaku yang terganggu. Tetapi. perasaan dan tindakannya. Dengan demikian. untuk melakukan kesalahan yang sama. konatif. Tetapi. dengan memori yang terdahulu. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri.

(3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. rasa marah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . persepsi.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. 3. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. dalam konseling REBT. (8) penerimaan diri. (5) fleksibel. rasa cemas. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. cara berpikir. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. rasa bersalah. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. (3) pengarahan diri. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. Kedua. (6) menerima ketidakpastian. (9) berani mengambil risiko. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. (4) toleransi terhadap pihak lain. rasa berdosa. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. (2) minat sosial. merasa was-was. Di samping itu. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. Ketiga. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. dan (10) menerima kenyataan. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. Tujuan Konseling Menurut REBT. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi.

Emotif-ekspreriensial. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. Kognitif-eksperiensial. sebagai berikut: a. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. Behavioristik. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. b. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. d. konkret. b.Satu Untuk UNM 4. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. menambah respek. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . ilmiah. Dalam Konseling REBT. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. genuine. Perlu repetisi konsisten. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. persisten. berpengetahuan luas. 5. Operasionalisasi tugas konselor. konselor adalah aktif dan direktif. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. empatik. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. lebih edukatif-direktif kepada konseli. Aktif-direktif. c.

eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. pelatihan asertivitas. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. mendorong. 6. c. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. sugesti. dukungan dan lain-lain. humor. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom.terutama yang menimbulkan gangguan. a. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. bermainperan. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. b. afektif. mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. d. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . desensitisasi.

Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. membiasakan diri. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. c. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. mengobservasi. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. atau meniru model-model sosial. Dengan tugas rumah yang diberikan. latihan.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri.

Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2.Satu Untuk UNM F. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . 4. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Tugas Latihan 1.

7. Judul B.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 6. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 3. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Indikator: 1. Waktu : 5 x 50 menit D. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 5. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik.

Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. d. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. Heidegger. c. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. nilai. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. e. Nierkegaard. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. Nietzsche. Uraian Materi 1. dan memiliki kreativitas. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. ingin berkembang kearah yang lebih baik. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. 1980). sebagai berikut: a. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi.Satu Untuk UNM E. Manusia merupakan seseorang yang ada. Menurut Rogers. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. b. mereka mencari makna. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. konstruktif. and trustworthy (Rogers. Manusia tidak pernah statis. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. realistik. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. dan Sartre. Manusia bersifat intensional.

karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. memerlukan penghargaan positif. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. pengalamannya tertekan. 3. Tetapi. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. Dengan perkataan lain. d. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. kasih sayang. antara lain: a. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. yang unik. 4. orang akan menjadi makin maladjusted. b. dan penerimaan. Dalam pandangan pendekatan humanistik. ia tidak akan diterima atau dihargai. Tetapi. Memperbaiki dan mengubah sikap. persepsi cara berfikir. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. perhatian. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. c.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . Makin jauh jurang antara keduanya. pada masa kanak-kanak. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). bila ia konform. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. b. 2. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a.

Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. acceptance (penerimaan). Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. 6. dan (3) congruence genuineness. reassurance (menentramkan hati). Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. e. Rogers. (2) positive regard (acceptance). d. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. e. (Rogers. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. understanding (pemahaman). f.Satu Untuk UNM c. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Kongruensi centered counseling. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. limited questioning (pertanyaan terbatas. sebagai instrumen perubahan. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. respect (rasa hormat). b. encouragement (memberi dorongan). sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. d. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. 5. Konselor menggunakan dirinya sendiri.1980). yaitu 1) empathy. dan g. c. Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. meliputi: a.

c. mengambil keputusan yang tepat. 4. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. mewujudkan dirinya. dan d. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. Tugas Latihan 1. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . F. b. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). 2. 3. mengarahkan diri. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik.

Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. yaitu bertindak sebagai konselor. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Judul B. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. Selama simulasi dialog konseling. konseli. Ikuti prosedur berikut: a. Indikator: 1. c. d. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. 2. dan pengamat. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Waktu : 6 x 50 menit D. e. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Setelah sesi dialog. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. 3.

dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. Mereka menolong orang lain—mengajar. Keterampilan mengempati perasaan 5. Keterampilan membuat ringkasan 6. mengarahkan. psikolog. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. menasehati. dan semacamnya. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. 2. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. mengkonseling. Karena itu. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. Keterampilan penampilan dalam penerimaan. E. bahwa anda bersedia menerimanya. Keterampilan membuat paraprase 4. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . 1. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. pada sejumlah pekerjaan menolong. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. yaitu: 1. Untuk bisa menolong orang lain. Namun demikian.Satu Untuk UNM 4. Bahkan. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. seperti guru. konselor. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya.

antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. b. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Penampilan badaniah. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. Yang penting diingat. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. 3) Pandangan mata yang berbinar. tidak spontan. Penampilan badaniah yang baik. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. ekspresi wajah. tegang. meliputi: a. yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. meliputi posisi tubuh. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. Kontak Mata (Eye Contact). Kontak mata yang baik. dan gerakan anggota badan. 4) Ekspresi wajah yang responsif. jika ingin menjadi seorang penolong.

antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. Pengelolaan suara yang kurang baik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . atau berbelit-belit. dan perilakunya.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan.Satu Untuk UNM c. Pengelolaan suara yang baik. d. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. 2. Pendengaran yang baik. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. Pendengaran (listening). Pengelolaan Suara. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. perasaan. tidak teratur. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. kontak mata. tanpa sistematika yang jelas. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. Pandengaran yang kurang baik. dan penglolaan suara. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. lalu. ya. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya.

Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. Di samping itu. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. meliputi: a. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. bagaimana?. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya.

Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. 3. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. ―Uh-huh‖. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. a. Paraphrase yang baik. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 .

kepedulian (compasion). 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara.Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli.‖ b. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. bahwa perasaan. c. 4.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . atau istilah lain yang memiliki makna yang sama.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. Berbagai hasil penelitian menunjukkan. pikiran. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. dan pemahaman (understanding). Paraphrase yang kurang baik. dan motive mereka bisa dimengerti. misalnya kata-kata teknis.

kacau. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Pertama. Contoh.Satu Untuk UNM dipelajari. selalu saja berakhir dengan kekacauan. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. dan bahwa sebagian besar orang. Bacalah daftar kosa kata perasaan. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. pernyataan tersembunyi. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. ―Bila saya merasa tersinggung‖. marah. kurang percaya diri. Kedua. Untuk menangkap perasaan orang lain. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan.‖ Perasaan permukaan: jengkel. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. dapat belajar menjadi empatik. kecewa. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. Untuk latihan. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. a. lakukan langkah-langkah berikut: b. melalaui latihan yang efektif. kurang berharga. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri.

‖ f. dengan pernyataan eksperiensial.‖ meriah.. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut. baik positif maupun negatif. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan. saat anda mendengar pembicaraan konseli. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. dan dengan pernyataan verbal..‖ : ―Saya merasa seperti di surga.‖ : ―Guru itu jahanam. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan. dengan phrase. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah……….‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu. Untuk maksud ini. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . Saya membencinya. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. yaitu dengan kata tunggal. rupanya yang anda alami adalah………….‖ 5.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda………………….Satu Untuk UNM e. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya.

waktu. Di samping itu. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. b. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. 3) Tujuan. meliputi: a. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. Keterampilan meringkas. pertimbangkan tujuan anda. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan.

akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. konseli. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. antara lain: ―Apa yang saya dengar. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. Ke dalam setiap tahap. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. pertanyaan terbuka ketulusan. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya. yang anda katakan adalah………………. Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. 3. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. mengenal dan merefleksi perasaan. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). Mengukap-kan Problem 2.. Menggunakan keterampilan penampilan. Karena itu. serta mengenal dan merefleksi perasaan.. pertanyaan terbuka.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah………….

Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. paraprase. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. 6. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b.Satu Untuk UNM 4. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. pertanyaan terbuka. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). 5. dan membuat ringkasan. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif.

Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 .Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. e.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful