Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. dan sebaliknya. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. kepribadian. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. nilai. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. dan profesional.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. sosial.

Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. Oleh karena itu. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. Pada uji tulis. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. sosial. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. kepribadian. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. SMK. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. C. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . SMA. 2. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. 7. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. Indikator 1. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. dan PT. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. SMP. Waktu : 5 x 50 menit D.

yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. dalam Permendiknas No. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. (b) muatan lokal. sebagaimana tampak pada Gambar 1. URAIAN MATERI 1.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . dan (c) Materi Pengembangan Diri.1 Gambar 1. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. 5. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3. 22/2006 tentang Standar Isi.

konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. Gambar 1. Dengan kata lain. Persamaan. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1.3. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. keunikan. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. yang dapat dan oleh karena itu perlu. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Meskipun demikian. dan keterkaitan antara wilayah layanan.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 .Satu Untuk UNM Gambar 1. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru.

masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. Psikotropika. meminum minuman keras. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. Untuk mencapai kematangan tersebut. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. lurus. dan kesenjangan perkembangan tersebut. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. emosi. minuman keras. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. pertumbuhan kota-kota. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. tawuran. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. psikis maupun sosial. Dengan kata lain. dan moral-spiritual). atau searah dengan potensi. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. revolusi teknologi informasi. atau bebas dari masalah. intelektual. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. penyalahgunaan alat kontrasepsi. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. harapan dan nilai-nilai yang dianut.Satu Untuk UNM 2. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. sosial. baik fisik. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. atau di luar jangkauan kemampuan. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 .

ectasy. Dengan demikian. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). dan bidang bimbingan dan konseling. kriminalitas. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. bidang instruksional atau kurikuler. dan pergaulan bebas (free sex). 20 Tahun 2003). Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. narkotika. pendidikan yang bermutu. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. dan sabu-sabu). yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. pengembangan potensi. remedial. putau. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. seperti: ganja. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. (2) berakhlak mulia. klinis. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. dan terpusat pada konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 .

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . 3. baik menyangkut aspek pribadi. baik dalam kehidupan pribadi. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. belajar. Atas dasar itu. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). dan spiritual). a. sosial. guru-guru. sosial. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. kekuatan. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. yang meliputi aspek pribadi. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. sosial. belajar (akademik). mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. psikis. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. orang tua peserta didik. masyarakat. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. dan staf administrasi). (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. dan tugas-tugas perkembangannya. dan karir. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. maupun karir. dan karir. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. maupun lingkungan kerja. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. belajar. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut.

baik fisik maupun psikis. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). mencatat pelajaran. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. mengggunakan kamus. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. persaudaraan.. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. b. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. seperti kebiasaan membaca buku. maupun masyarakat pada umumnya. disiplin dalam belajar. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. atau silaturahim dengan sesama manusia. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. tempat kerja. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. Sekolah/Madrasah. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. seperti keterampilan membaca buku. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.Satu Untuk UNM keluarga. menghormati atau menghargai orang lain. Memiliki rasa tanggung jawab. pergaulan dengan teman sebaya.

yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. dan kesejahteraan kerja. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. 4. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. asal bermakna bagi dirinya. kemampuan dan minat. Fungsi Pemahaman. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. prospek kerja. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. Oleh karena itu. yaitu kecenderungan arah karir. kemampuan. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. dan sesuai dengan norma agama. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . mengerjakan tugas-tugas. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. c.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. 8) Mengenal keterampilan. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. tanpa merasa rendah diri.

Fungsi Preventif. c. tutorial. baik menyangkut aspek pribadi. home room. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. dan remedial teaching. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. Fungsi Penyembuhan. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. dan pergaulan bebas (free sex). belajar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . Melalui fungsi ini. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. Fungsi Penyaluran. d. Fungsi Pengembangan. dan bimbingan kelompok. informasi. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). dan norma agama). Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. bakat. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. maupun karir. Dalam melaksanakan fungsi ini. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. b. Berdasarkan pemahaman ini. drop out. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. sosial. jurusan atau program studi. diantaranya: bahayanya minuman keras. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. penyalahgunaan obat-obatan. pekerjaan. e. supaya tidak dialami oleh peserta didik. dan karyawisata.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. merokok.

Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). memilih metode dan proses pembelajaran. Fungsi Adaptasi. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. remaja. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. minat. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. Bimbingan menekankan hal yang positif. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. baik pria maupun wanita. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . kemampuan. 5. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. a. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). konselor. c.Satu Untuk UNM f. g. baik anak-anak. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. maupun dewasa. b. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. Fungsi Penyesuaian. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif).

Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. yaitu meliputi aspek pribadi. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. menyesuaikan diri. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. lembagalembaga pemerintah/swasta. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. a. sosial. 6. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. Asas Kerahasiaan. Mereka bekerja sebagai teamwork. f. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. memberikan dorongan. tetapi juga di lingkungan keluarga. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. Asas kesukarelaan. b. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. e. dan peluang untuk berkembang. dan masyarakat pada umumnya. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. pendidikan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. dan pekerjaan. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. d. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. perusahaan/industri.

tidak monoton. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. Asas kegiatan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. saling menunjang. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. h. d. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. f. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Asas keterbukaan. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. dan terpadu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. g. Asas Keterpaduan. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Asas Kedinamisan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . Asas Kekinian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. e. harmonis. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. c. Agar peserta didik dapat terbuka.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Asas kemandirian. mampu mengambil keputusan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik.

Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. i. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. j. Asas Alih Tangan Kasus.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Dengan kata lain. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . dan kebiasaan yang berlaku. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Asas Keharmonisan. atau ahli lain . guru-guru lain. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. 7. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. Dalam hal ini. hukum dan peraturan. ilmu pengetahuan. k. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. Asas Keahlian. adat istiadat. yaitu nilai dan norma agama. Lebih jauh. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. menghayati.

Secara hukum. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. advicement. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jenjang Sekolah Dasar. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . c. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. Berikut ini. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. Secara programatik. a. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. Dengan kata lain. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. Jenjang Sekolah Menengah. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. b. Jenjang Taman Kanak-kanak. Sampai saat ini. Namun demikian.Satu Untuk UNM signifikan. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. Sebaliknya. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan.

serta pengembangan system support. dan karier mahasiswa dibutuhkan. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. developmental. individual student planning. sosial. dan akademik siswa. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. Pada jenjang ini. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. Namun. akademik. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. maupun fungsi kuratif. pemberian layanan responsive. Peran konselor. Jenjang Perguruan Tinggi. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. dan responsive services. yang meliputi fungsi preventif. karier. dan SM. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . serta system support. d. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. sebagai salah satu komponen student support services. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. SD.

Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Waktu : 5 x 50 menit D. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. dan pola komprehensif 3.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Indikator 1. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. pola 17 plus. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Pola 17 plus. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. 2. 3. Membandingkan komponen program pada pola 17. Judul B. 6. 4. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. mengandung arti bahwa bentuk. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. D. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor.Satu Untuk UNM 7. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. URAIAN MATERI 1. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. a. belajar. rancangan. 9. dan pengembangan karir peserta didik. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. Namun. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. bakat. dan 22 . guru.

Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru. responsif. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. dan Konseling Gambar 2. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. c. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar.Satu Untuk UNM b. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling.

Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. dan karir). yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. informasi. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. dan konseling kelompok). konferensi kasus. Dalam pola ini. penempatan dan penyaluran. kunjungan rumah. 2. tujuah jenis layanan (orientasi. Di sebutkan demikian. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. konseling perorangan. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. (2) pelayanan responsif. (3) perencanaan indiviual.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. dan pelimpahan kasus). serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. dan (4) dukungan sistem.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. himpunan data. bimbingan kelompok. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . belajar. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. sosial.

sistem najemen. referal. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi. konseling kelompok. kunjungan rumah. kolaborasi. konseling individual.4. informasi. konferensi kasus. bimbingan kelompok. Gambar 2.4. penempatan & penyeluran. konsultasi. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. konseling sebaya.3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . akses TIK.Satu Untuk UNM Gambar 2. akuntabilitas. dan pengembangan profesi).

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

(5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. dan prospek kerja). suasana kerja. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. (11) masalah tawuran. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. membantu memecahkan masalah peserta didik. kecanduan narkoba. dan kepolisian. dan penyakit kronis. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. dan pribadinya). seperti depresi. dibantu mengidentifikasi masalah. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. (8) menampilkan pribadi yang matang. seperti psikolog. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. psikiater. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . dan (13) masalah dalam keluarga. penyebab masalah. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. (12) manajemen stress. dokter. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). penemuan alternatif pemecahan masalah. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. tindak kejahatan (kriminalitas). (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. baik dalam aspek emosional. kehadiran. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat.Satu Untuk UNM malas beribadah. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. maupun moral-spiritual (hal ini penting. persyaratan kerja. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). Melalui konseling. sosial.

Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. dan dokter. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. pengertian. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. dapat dilakukan beberapa upaya. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). melakukan referal. psikiater. tetapi juga oleh orang tua di rumah. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. dan (6) pekerjaan). atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. (3) organisasi profesi. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. orang tua. seperti psikolog. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (2) instansi swasta. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru.

serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. baik akademik maupun non-akademik. penafsiran hasil asesmen. rujukan. memonitor. dan advokasi implementasi pelayanan ini. belajar. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. informasi. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. dalam upaya menggentaskan masalahnya. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. Kegiatan orientasi. konseling individual. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. maupun karir. dan rencana yang telah dirumuskannya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. dan mengelola rencana pendidikan. kolaborasi. sosial. c. perencanaan. melalui kunjungan ke rumahnya. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. baik menyangkut aspek pribadi. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. karir. (2) mampu merumuskan tujuan. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. tujuan. perkembangan.

(2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. informasi tentang Sekolah/Madrasah. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. karir. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. dunia kerja. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. sosial. peserta didik akan memiliki pemahaman. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. Melalui pelayanan perencanaan individual. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. dan sosial-pribadi. atau aspek-aspek pribadi. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. merencanakan karir. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . sosial. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. Melalui kegiatan penilaian diri ini. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. penerimaan. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. dan karier. dan masyarakatnya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. dan pengembangan pekerjaan. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. belajar. dan penyaluran).

dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. (c) riset dan pengembangan. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. (b) kegiatan manajemen. (b) aktif dalam organisasi profesi. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. tata kerja. staf Sekolah/Madrasah lainnya. a) Pengembangan Professionalitas. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). orang tua. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. seperti seminar dan workshop (lokakarya). dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. pengembangan pemanfaatan sumber daya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . (3) memelihara.Satu Untuk UNM d. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. staf. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan.

dalam arti dilakukan secara jelas. dokter. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. dan orang tua peserta didik. sistematis. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia).Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. psikiater. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). terarah. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . seperti psikolog. melakukan referal. (2) instansi swasta. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. (3) organisasi profesi.

Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . 2. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Indikator 1. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. 5. 4. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Waktu : 5 x 50 menit D. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Judul B.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1.

Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. seni. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. Uraian Materi 1. orangtua. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. menyusun suatu rencana. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. dan anggota masyarakat lainnya. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). atau tugas-tugas perkembangannya. kondisi dan kualifikasi konselor. staf administrasi. minat-minatnya (pekerjaan. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. kecerdasan. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. jurusan. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. guru. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . sikap dan kebiasaan belajar. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. olahraga. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a.Satu Untuk UNM E. masalah-masalah yang dialami. a. dan kepribadian. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. motif belajar. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. dan keagamaan). yang menyangkut karakteristik peserta didik. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu.

Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. dan sebagainya. b. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. Misalnya. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. d. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. b. b. c. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. Membantu orangtua mengenal anaknya. c. Kelas mana yang berprestasi baik.

antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). c. guru. staf administrasi. e. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . tenaga bantu. orangtua. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. mana siswa yang loyo. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. staf sekolah lainnya. pimpinan. warga masyarakat. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. pemilihan kelanjutan studi. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM d. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. penyedia layanan. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. bagaimana itu dilakukan.

tes bakat. Untuk penggunaan teknik tes. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. angket (langsung dan tak langusng). Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. guru. sosiometri. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. ataupun tes hasil belajar. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. kenang-kenangan masa muda dan case history). sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. orangtua. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. buku harian. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . khususnya tes psikologi. bogragfis (biografi. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. daftar cek masalah (problem check-list). konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. bagaimana instrumen itu diadakan. guru. interview (langsung dan tak langsung). tes minat.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. tes kepribadian. dan sebagainya. otobiografi. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data.

Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Berdasarkan hasil analisis data. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. dan (5) volume/beban tugas konselor.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. Terakhir. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. rencana. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. Dalam merumuskan program. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. (4) sasaran pelayanan. (3) format kegiatan. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. Secara umum. 2. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa.

f. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). e. pribadi-sosial. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. b. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . dan 3) Tindakan.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. (b) Komponen Pelayanan Responsif. c. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. internalisasi. Komponen Program. (c) Komponen Perencanaan Individual. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. untuk membangun pemaknaan. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran.

1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. Pelayanan Responsif 3. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Tabel 3.Satu Untuk UNM g. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . dan mingguan. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. bulanan. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Pelayanan Dasar 2. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Program Tahunan dan Program semester. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. semesteran. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah.

buku-buku. atau majalah dinding). Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. Program Semesteran. Dilihat dari jenisnya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. 2. i. dan realistik. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. k.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. j. dan alih tangan (referal). program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. konferensi kasus (case conference). 3. kunjungan rumah (home visit). Program Bulanan. rasional. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. h. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. brosur. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. Secara operasional. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. Program Tahunan. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. yaitu: 1.

Program Mingguan. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. 5. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. Madrasah Aliyah. bermasyarakat. serta 44 . Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. terencana.Satu Untuk UNM 4. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. perlu disusun silabus bimbingan konseling. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. teknologi. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. Program Harian. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. 3. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. sosial. Tugas perkembangan tersebut. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 .

5. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Waktu : 4 x 60 menit D. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Indikator 1. Fasilitas. 2. 4. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Judul : Organisasi. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A.

dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya.Satu Untuk UNM E. orang tua peserta didik. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. program mingguan. URAIAN MATERI a. tenaga. latihan. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. bulanan. harmonis dan dinamis. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. b. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. dan masyarakat. semesteran. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. Tugas secara kepala menyeluruh. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. guru. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). sehingga pepelayanan pengajaran. 5) Menyediakan fasilitas. a.

Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. mingguan. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . semesteran. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. d. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. c. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. 9) Mempersiapkan diri. prasana dan sarana. Konselor Sebagai pelaksana utama. tenaga inti dan ahli. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. dan tahunan.

e.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. seperti konferensi kasus. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. f. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . program pengayaan). Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Wali Kelas Sebagai pembina kelas. b. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan.

Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. dan ruang konseling individual. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. Gambar 4. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. jenis dan jumlah ruangan. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Jumlah ruang kerja staff. (3) ruang konseling individual (4) ruang data. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. ukuran. (2) ruang tamu.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur.

pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). Yang tidak kalah penting ialah. Untuk menyimpan berbagai keterangan. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. catatan anekdot. buku pribadi. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. angket (angket peserta didik dan orang tua). AUM. dan berbagai data serta informasi lainnya. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. format pelaksanaan pelayanan. dan format evaluasi. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. c. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . tes/inventori kepribadian. skala penilaian. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. tes bakat Sekolah/Madrasah. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. tes/inventori minat. Fasilitas Lain Selain ruangan. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. himpunan data peserta didik. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. maka perlu disediakan map pribadi. buku program semesteran. 3) Alat penyimpan data. sosiometri. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. dan buku harian) b. map dan file dalam komputer. buku kasus. pedoman wawancara. biografi dan autobiografi. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. dan tes prestasi belajar. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. tes bakat khusus. ITP. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. daftar cek.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. format satuan pelayanan. khususnya dalam bentuk himpunan data. referal). Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. format-format surat (panggilan.

perangkat elektronik (seperti komputer. atau buku materi pelayanan bimbingan. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). laporan kegiatan pelayanan. 4) Kelengkapan penunjang teknis. sosial.Satu Untuk UNM harus dicatat. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. film. CD pembelajaran. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. TV). tape recorder. buku hasil wawancara. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. belajar maupun karir. buku-buku panduan. leger Bimbingan dan Konseling. kartu kasus. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. seperti alat tulis menulis. dan CD interaktif. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. mengolah data. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. Dalam konteks ini. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. perangkat ungkap masalah. dan agenda surat. OHP. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. LCD. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. seperti data informasi. kartu konsultasi. program database peserta didik. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. paket bimbingan. blanko konferensi kasus. data kehadiran peserta didik. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. modul bimbingan. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. blanko surat. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. dan beberapa perangkat tes tertentu.

Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. belajar dan karir juga harus tersedia. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. sosial. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. d. penyelenggaraan MGMP. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. data peserta didik dalam kelompok kelas. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. Komponen anggaran meliputi: a.

Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Menurut Shertzer dan Stone (1966). Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka.Satu Untuk UNM c. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. penyiapan perangkat konseling kelompok). Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. e. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. Evaluasi Bimbingan Konseling a. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan.

Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. orang tua. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. kegunaan layanan menurut siswa. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. 5) Respon siswa.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. b. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. 2) Keterlaksanaan program. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. perolehan siswa dari layanan. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. pencapaian tugas-tugas perkembangan. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. dan hasil belajar. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. personil sekolah. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. guru mata pelajaran. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. perolehan guru pembimbing. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . 2. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai.

3) Mengumpulkan dan menganalisis data. para wali kelas. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). kepala sekolah. c. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. tokoh masyarakat. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. dan (2) mengembangkan program. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. guru mata pelajaran. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. kurang tepat. Berdasarkan temuan yang diperoleh. orang tua. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. dan studi dokumentasi. pedoman wawancara.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. Untuk memperoleh data yang diperlukan. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. Instrumen itu diantaranya inventori. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. angket. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. pedoman observasi. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up).

Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. analisis hasil kerja siswa.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . orangtua) 1. studi dokumentasi. Respons stakeholder (siswa. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. organisasi profesi bimbingan. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Tingkat partisipasi personel 3. angket. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. dan sebagainya. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. sekolah lanjutan. kepala sekolah. Prestasi belajar siswa 5. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. Kualitas kedisiplinan siswa 6. guru. tes. Kualitas pemahaman. dan sebagainya. dan pangarahan diri siswa 3. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. Kualitas sikap sosial siswa 7. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2.Satu Untuk UNM depdikbud. observasi. penerimaan.2.

Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. e. d. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor.

3) Penilaian jangka panjang (laijapang). kemam-puan berkomunikasi. b. lisan dan/atau tulisan. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . apresiasi terhadap nilai dan moral. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. motivasi. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.Satu Untuk UNM a. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. (2) media. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. Dilihat dari jenisnya. kebiasaan. dan/atau klasikal. kemampuan personil dalam melaksanakan program. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. konsep diri. seperti satu semester. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. seperti sikap. f. keterampilan dan keberhasilan belajar. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. kreatifitas. kelompok. merupakan penilaian tahap awal.

psikologis. mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. koordinator dan kepala sekolah. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 .

Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 6. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. 2005). Indikator: 1. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. 3. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. C. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Judul B.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. 5. E. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Waktu : 6 x 50 menit D. Uraian Materi 1. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. 2. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4.

b. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Bagi para ahli modifikasi perilaku. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). yaitu: a. b. 2. (b) pembiasaan operan. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. dan (c) peniruan. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. f.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. g. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. e. d. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. c.

b. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. apakah tujuan itu realistik. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. atau kemungkinan kerugiannya. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. b. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. d. 4. kemungkinan manfaatnya. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. (4) dirumuskan secara spesifik c. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. kekuatan dan kelemahannya. Goal setting.Satu Untuk UNM c. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. Assesment. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.

peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . f. 6. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. e. Dalam proses ini. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. d. atau contoh nyata langsung). Technique implementation. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. b. c. c. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. konselor berfungsi sebagai konsultan. 5. Evaluation termination. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. d. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. pemberi dukungan dan fasilitator. penasihat. atau melakukan referal. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. e. Feedback. guru. tape recorder. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.

Selain teknik-teknik umum tersebut. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Time-out. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Implosion dan flooding. Skedul penguatan. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. 7. disebut sebagai shaping. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. misalnya dalam menit. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Ekstingsi. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu.Satu Untuk UNM a. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. Shaping. supaya perilaku tetap bertahan b. sebagai berikut: a. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. frekuensi penguat dapat dikurangi. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. Untuk mempelajari keterampilan baru. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. c. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. c. b. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. Setelah terbentuk. Desensitisasi sistematik.

model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Pembentukan Tingkah laku Model. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. model fisik. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. dapat menggunakan model audio. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. 2. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Flooding lebih ringan sifatnya. Pengkondisian Aversi. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 .Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. 4. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). 3. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. f. e. Latihan Asertif. Tugas Latihan 1. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. kesulitan menyatakan tidak. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung.

E. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. Judul B. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Indikator: 1. 2. Sebaliknya. dan kompeten. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Uraian Materi 1. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. Waktu : 5 x 50 menit D. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. C. bahagia. 6. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. 3. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. 5. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang).

Keyakinan seseorang ada dua macam. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . dan keran itu tidak produktif. interpretasi. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. dan kerana itu menjadi prosuktif. Belief (B). yaitu Antecedent event (A). yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). atau sikap orang lain. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. pandangan. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. 2. nilai. bijaksana. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. yang dapat diterima menurut akal sehat. Belief (B) yaitu keyakinan. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. tingkah laku. dan Emotional Consequence (C). Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. Perceraian dalam keluarga. emosional. sangat personal. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. kelulusan bagi siswa. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. kejadian. Menurut Gladding (2004). tidak masuk akal. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. masuk akal. dan irasional. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu.

Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. berlaku proses yang sama. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. Dalam hal perilaku yang terganggu. Orang mempersepsi. Dengan demikian. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. Tetapi. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. konatif. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). atau antara kenyatan dan imajinasi. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. untuk melakukan kesalahan yang sama. b. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). kebiasaan yang merugikan diri sendiri. Tetapi. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. berpikir. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. untuk berminat terhadap orang lain. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. dengan memori yang terdahulu. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. d. rnenghindar berpikir panjang. dan motorik. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. wishful thinking. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. berpikir dan merasa. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. untuk berpikir. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. menyukai kesenangan sesaat. c. sangat sugestif dan mudah terganggu. merasa dan berperilaku secara simultan. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. belajar dari kesalahan. untuk kreatif. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). Dengan demikian. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. untuk percaya tahayul. tidak toleran. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. perasaan dan tindakannya.

3. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. (4) toleransi terhadap pihak lain. merasa was-was. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. rasa marah. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. Ketiga. rasa berdosa. rasa cemas. (2) minat sosial. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. (5) fleksibel. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . persepsi. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. (8) penerimaan diri. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. (9) berani mengambil risiko. (6) menerima ketidakpastian. (3) pengarahan diri. Kedua. cara berpikir. rasa bersalah. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. dalam konseling REBT.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. Di samping itu. Tujuan Konseling Menurut REBT. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. dan (10) menerima kenyataan. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu.

5. persisten. Operasionalisasi tugas konselor. berpengetahuan luas. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. konkret. Perlu repetisi konsisten. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. genuine. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. Aktif-direktif. Dalam Konseling REBT. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. b. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. menambah respek. empatik. Behavioristik. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. b. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. c. Emotif-ekspreriensial. konselor adalah aktif dan direktif. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. lebih edukatif-direktif kepada konseli. Kognitif-eksperiensial. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. sebagai berikut: a. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan.Satu Untuk UNM 4. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. d. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. ilmiah. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT.

mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. afektif. bermainperan. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. d. sugesti.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. b. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. pelatihan asertivitas. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. a. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. desensitisasi. mendorong. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . c. dukungan dan lain-lain. 6. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . humor. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu.terutama yang menimbulkan gangguan.

membiasakan diri. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. atau meniru model-model sosial. Dengan tugas rumah yang diberikan. latihan. mengobservasi. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). c. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru.

Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT.Satu Untuk UNM F. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. 4. Tugas Latihan 1. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 .

Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 5. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Judul B. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. 6. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . 7. Indikator: 1. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 2. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. 3. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. Waktu : 5 x 50 menit D. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.

ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. d. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. e. Uraian Materi 1. b. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. Manusia tidak pernah statis. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. c. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. ingin berkembang kearah yang lebih baik. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). Manusia merupakan seseorang yang ada. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. and trustworthy (Rogers. realistik. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. 1980). mereka mencari makna. Manusia bersifat intensional. dan Sartre. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Nietzsche. konstruktif. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan.Satu Untuk UNM E. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. dan memiliki kreativitas. Menurut Rogers. sebagai berikut: a. nilai. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Heidegger. Nierkegaard. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain.

Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. b. Tetapi. pengalamannya tertekan. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. perhatian. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). bila ia konform. 4. memerlukan penghargaan positif. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. 3.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. b. Makin jauh jurang antara keduanya. c. yang unik. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. 2. Dalam pandangan pendekatan humanistik. orang akan menjadi makin maladjusted. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. Dengan perkataan lain. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. kasih sayang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. Tetapi. dan penerimaan. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. pada masa kanak-kanak. d. antara lain: a. ia tidak akan diterima atau dihargai. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. persepsi cara berfikir. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. Memperbaiki dan mengubah sikap.

Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. e. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. b. reassurance (menentramkan hati). reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka.Satu Untuk UNM c. (2) positive regard (acceptance). berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Rogers. sebagai instrumen perubahan. 5. meliputi: a. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. c.1980). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . dan (3) congruence genuineness. (Rogers. encouragement (memberi dorongan). limited questioning (pertanyaan terbatas. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. understanding (pemahaman). yaitu 1) empathy. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. d. Kongruensi centered counseling. acceptance (penerimaan). tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. e. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. 6. dan g. Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. d. Konselor menggunakan dirinya sendiri. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. respect (rasa hormat). Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. f.

mewujudkan dirinya. 3. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). 2. dan d. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. mengarahkan diri. mengambil keputusan yang tepat. c. 4. Tugas Latihan 1. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . F. b.

dan pengamat. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. d. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Setelah sesi dialog. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Indikator: 1. Ikuti prosedur berikut: a. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. e. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. Selama simulasi dialog konseling. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Waktu : 6 x 50 menit D. c. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. 3. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Judul B. konseli. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. yaitu bertindak sebagai konselor.

mengarahkan. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. Bahkan. E. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. Mereka menolong orang lain—mengajar. Keterampilan membuat ringkasan 6. mengkonseling. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi.Satu Untuk UNM 4. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. konselor. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. menasehati. dan semacamnya. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . pada sejumlah pekerjaan menolong. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. Karena itu. yaitu: 1. Keterampilan membuat paraprase 4. bahwa anda bersedia menerimanya. Keterampilan mengempati perasaan 5. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Untuk bisa menolong orang lain. Keterampilan penampilan dalam penerimaan. psikolog. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. 2. Namun demikian. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. seperti guru. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. 1.

5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. meliputi posisi tubuh. tegang. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. ekspresi wajah. dan gerakan anggota badan.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. meliputi: a. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . 4) Ekspresi wajah yang responsif. Yang penting diingat. Penampilan badaniah. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. Kontak Mata (Eye Contact). pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. Penampilan badaniah yang baik. b. Kontak mata yang baik. jika ingin menjadi seorang penolong. 3) Pandangan mata yang berbinar. tidak spontan. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat.

Satu Untuk UNM c. kontak mata. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. tanpa sistematika yang jelas. Pengelolaan Suara. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. Pandengaran yang kurang baik. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. d. atau berbelit-belit. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. dan penglolaan suara. Pendengaran yang baik. 2.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. Pendengaran (listening). antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . perasaan. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. Pengelolaan suara yang baik. Pengelolaan suara yang kurang baik. dan perilakunya. lalu. ya. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. tidak teratur.

Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. meliputi: a. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. bagaimana?. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. Di samping itu.

dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. Paraphrase yang baik. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. a. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. ―Uh-huh‖. 3.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan.

Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. dan pemahaman (understanding). Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. misalnya kata-kata teknis.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. c. bahwa perasaan. 4. Berbagai hasil penelitian menunjukkan. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. kepedulian (compasion). keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. Paraphrase yang kurang baik.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka.‖ b. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis. pikiran. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). dan motive mereka bisa dimengerti.Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh.

maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. Bacalah daftar kosa kata perasaan. lakukan langkah-langkah berikut: b. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Untuk latihan. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. melalaui latihan yang efektif. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. kecewa. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. kurang percaya diri. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. dan bahwa sebagian besar orang. Untuk menangkap perasaan orang lain. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh.Satu Untuk UNM dipelajari. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. kurang berharga. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. pernyataan tersembunyi. ―Bila saya merasa tersinggung‖. a.‖ Perasaan permukaan: jengkel. Kedua. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. Contoh. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. Pertama. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. dapat belajar menjadi empatik. kacau. selalu saja berakhir dengan kekacauan. marah.

‖ : ―Guru itu jahanam. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut. Untuk maksud ini.‖ : ―Saya merasa seperti di surga. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah... yaitu dengan kata tunggal. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya. dan dengan pernyataan verbal. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan.‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda…………………. baik positif maupun negatif. saat anda mendengar pembicaraan konseli. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah………. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 .‖ f.Satu Untuk UNM e. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. Saya membencinya. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk.‖ 5. rupanya yang anda alami adalah…………. dengan phrase. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah.‖ meriah. dengan pernyataan eksperiensial.

Di samping itu. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. 3) Tujuan.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. meliputi: a. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. Keterampilan meringkas. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. b. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. waktu. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. pertimbangkan tujuan anda. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan.

Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. Ke dalam setiap tahap. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas. serta mengenal dan merefleksi perasaan. antara lain: ―Apa yang saya dengar.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah…………. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). 3.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. mengenal dan merefleksi perasaan. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. pertanyaan terbuka. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. pertanyaan terbuka ketulusan.. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Menggunakan keterampilan penampilan. konseli. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. yang anda katakan adalah………………. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. Mengukap-kan Problem 2. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem. Karena itu. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut..‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6.

Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. 5. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. paraprase. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. pertanyaan terbuka. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. 6. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d.Satu Untuk UNM 4. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. dan membuat ringkasan. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif).

Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. e. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f.Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful