P. 1
Krisis Moneter Indonesia

Krisis Moneter Indonesia

|Views: 42|Likes:
Published by effendi'

More info:

Published by: effendi' on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $5.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/04/2012

$5.00

USD

pdf

text

original

PENDAHULUAN.

Pembahasan ini secara singkat memandang perkembangan terjadinya krisis di Indonesia, dari
tertekannya nilai tukar rupiah menjadi krisis moneter (krismon), setelah meluas dan mendalam menjadi krisis total (kristal), menyangkut hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Proses ini tedadi secara cepat, meluas dan mendalam, jauh melampaui perkiraan kebanyakan orang, termasuk para ahli, bahkan mereka yang pesimis sekalipun.

Analisis mengenai terjadinya krisis di Asia, termasuk Indonesia, banyak dilakukan sejak timbulnya
gejolak yang berkembang menjadi krisis ini. Saya kira hal ini akan berlangsung cukup lama; menganalisis mengenai sebab tedadinya, pola-pola proses terjadinya, kesamaan dan perbedaan kasus yang satu dengan yang lain, mengapa demikian dan bagaimana menghindarinya di masa depan atau apa yang dapat diambil sebagai pelajaran dari krisis ini. Berbagai pakar terkenal dari berbagai universitas ataupun lembaga-lembaga penelitian di A.S., Eropa dan Asia telah, sedang dan akan melakukan studi mengenai permasalahan ini. Nama-nama ahli ekonorni terkemuka, seperti Paul Krugman, Rudi Dombusch, Martin Feldstein, Fred Bergsten, Jeffrey Sachs, Stanley Fischer dan banyak yang lain telah memenuhi media cetak dan elektronik yang menyebar luaskan pandangan atau analisis mereka mengenai permasalahan ini. Kebanyakan tulisan mereka dapat diikuti dari internet dengan mudah. Saya sendiri baru saja pulang dari perjalanan selama lebih dari satu bulan di berbagai negara, memenuhi berbagai undangan pertemuan yang membahas masalah serupa.

Saya tidak akan membahas pendapat-pendapat tersebut, kecuali secara singkat mencoba
mensarikan bagaimana kita menerangkan apa yang terjadi. Kalau dilihat dari proses terjadinya, krisis tersebut didahului oleh suatu euphoria, adanya pertumbuhan yang tinggi dalam kurun waktu yang lama yang digambarkan sebagai economic miracle a.l. oleh Bank Dunia) timbul perkembangan yang menampakkan tanda-tanda adanya bubbles seperti ekspansi real estates yang kelewat besar dan pertumbuhan pasar saham yang luar biasa bersamaan dengan masuknya dana luar negeri berjangka pendek secara berlebihan). Dalam keadaan tersebut kemudian timbul gejolak yang menyebabkan suatu distress dan melalui dampak penularan yang sistemik (contagion effects) menjadi crisis. Krisis tersebut semula terjadi di sektor keuangan-perbankan, kemudian melebar menjadi krisis ekonomi yang secara sistemik melebar menjadi krisis sosial, politik dan akhimya krisis kepemimpinan nasional. Ini mungkin lebih tepat untuk digunakan menggambarkan perkembangan krisis di Indonesia, akan tetapi secara umum apa yang terjadi di negara-negara lain di Asia, terutama Thailand dan Korea Selatan, juga serupa.

Uraian saya dimulai dengan menyajikan terjadinya krisis secara kronologis. Akan tetapi, secara
analitis saya berpendapat bahwa krisis ini terjadi karena timbulnya gejolak ekstern yang melalui proses dampak penularan yang sistemik melanda ekonomi nasional. Dengan struktur keuangan yang masih lemah, maka perkembangan tersebut menimbulkan krisis yang meluas, dari ekonomimoneter ke seluruh aspek kehidupan masyarakat. Proses penularan ini terjadi karena lemahnya struktur ekonomi, tatanan sosial, hukum dan politik yang mempertajam masalah ini menjadi sistemik. Setelah itu saya akan membahas berbagai hal yang menyangkut pelajaran apa yang dapat kita tarik bagi para pelaku; para perumus kebijaksanaan, dunia usaha utamanya sektor keuangan dan masyarakat luas, termasuk dunia akademi.

Uraian, cacatan ataupun pesan ini saya kemukakan dengan harapan untuk memadukan upaya kita
bersama, seluruh unsur yang mendukung gerakan reformasi total, guna keluar dari krisis ini, agar dalam waktu yang tidak terlalu lama dan korban yang tidak terlampau besar, mampu mengembalikan kehidupan ekonomi nasional tagi dengan sikap baru, hasil dari langkah-langkah pembaruan bangsa yang didambakan oleh gerakan reformasi.

seperti currency crisis. Ketidakpercayaan terhadap rupiah menjalar menjadi ketidak percayaan terhadap perbankan (adanya flights to quality danflights to safety) yang menimbulkan krisis perbankan. mungkin dapat digolongkan menjadi dua kelompok. Kedua. seperti kebijaksanaan makro yang tidak sustainable. dimulai dengan depresiasi yang drastis dari baht Thailand. masalah eksternal. pertama yang mengatakan bahwa sebab utamanya adalah masalah internal ekonomi nasional. 2. tertekannya nilai tukar rupiah setelah terjadi hal yang serupa terhadap baht Thailand yang diikuti dengan pengambangan baht tanggal 2 Juli 1997 dan peso Pilipina 11 Juli 1997. pengambangbebasan rupiah. ahli ekonomi kenamaan dari Stanford University. pada dasarnya krisis merupakan akibat dari gejolak finansial atau ekonomi dalam perekonomian yang mengidap kerawanan. produksi. intervensi BI dan pengetatan likuiditas). misalignment dari nilai tukar mata uang dunia (dollar dengan yen). Dewasa ini pandangan-pandangan mengenai sebab timbulnya krisis yang beraneka ragam tersebut. Mengenai perkembangan terjadinya krisis.DARI KRISIS MONETER KE KRISIS TOTAL Seperti disinggung di atas. setelah dilakukan pelebaran sebanyak enam kali sejak 1994. Dari segi asal timbulnya krisis laporan ini nampaknya menggambarkan bahwa. Krisis itu sendiri di dalam laporan IMF. atau yang berasal dari faktor eksternal. 3. lemahnya atau hilangnya kepercayaan terhadap mata uang dan lembaga keuangan dan ketidak stabilan politik. dilakukan pelebaran kurs intervensi rupiah dari 8% menjadi 12% pada 11 Juli 1997. Dari perkembangan ini secara cepat krisis keuangan ini menjadi krisis sosial (perusahaan yang tidak memperoleh pinjaman bank mulai melakukan PHK terhadap karyawannya). sehingga masalah sektor keuangan langsung berpengaruh negatif terhadap sektor riil (kegiatan konsumsi. World Economic Outlook yang baru digolongkan menjadi berbagai jenis. perdebatan mengenai krisis keuangan atau krisis ekonomi di Asia ini masih beriangsung. dilakukan penghapusan rentang kurs intervensi atau pengambangbebasan rupiah pada tanggal 14 Agustus 1998. . yang mengatakan bahwa krisis ini timbul dari perubahan sentimen pasar. atau perubahan cepat dari sentimen pasar yang meluas karena herd instinct dari pelaku dunia usaha. seperti kondisi keuangan global yang berubah. sebagai berikut : 1. Ini pokok dari argumentasi Paul Krugman. ahli ekonomi dari Harvard University. terjadi proses yang bersifat downward spiral dari proses penularan. termasuk akhirnya bank-bank mitra usaha di luar negeri (penolakan L/C dari bank nasional oleh bank luar negeri). apa yang terjadi sejak bulan Juli 1997. terutama lemahnya lembaga keuangan (perbankan). sehingga gejolak kurs rupiah menjalar menjadi masalah tertekannya perbankan (karena kelemahan sektor ini). mungkin secara kronologis dapat disebutkan secara singkat. Ini berasal dari Jeffrey Sachs. Dalam keadaan ini bank tidak hanya ditinggalkan deposan akan tetapi juga ditinggalkan bank lain (terganggunya pasar uang antar bank yang tersekat-sekat). Akan tetapi kemudian dengan langkah kebijakan yang dilakukan dan implikasi dari padanya (pelebaran rentang kurs intervensi. dan kemudian menimbulkan krisis dalam kehidupan politik yang memuncak dengan terjadinya krisis kepemimpinan nasional yang sampai sekarang belum terselesaikan. perdagangan dan investasi). Studi dan seminar untuk memeperdebatkan mengenai berbagai aspek dari permasalahan ini nampaknya masih akan bedalan sampai beberapa waktu. yang diperkuat dengan contagion effects. sistemic financial crisis dan foreign debt crisis. Saya melihat bahwa apa yang terjadi di Indonesia dimulai dengan dampak dari proses penularan. Kerawanan perekonomian bisa terjadi karena unsur-unsur yang pada dasarnya bersifat internal. Krisis perbankan kemudian menjalar ke pada nasabah mereka (mahalnya atau hilangnya kredit bank). banking crisis. dimana rupiah tertekan di pasar mata uang setelah dan bersamaan dengan apa yang terjadi di negara-negara tetangga.

tabungan dan pinjaman perbankan serta pendirian BPPN. heboh CBS. apakah tidak sebaiknya diterapkan sistim lain? Ini menyangkut diskusi mengenai sistim pengelolaan kurs. apakah penutupan 16 bank memang harus dilakukan? Apakah tindakan BI melakukan penyelamatan perbankan dengan bantuan likuiditas merupakan tindakan yang tepat? Apa ada cara lain yang perlu ditempuh? mengenai peran IMF apakah meminta bantuan IMF merupakan langkah yang tepat atau apakah ada altematif lain? Bagaimana sikap terhadap bantuan IMF? • • • . penyelesaian pinjaman swasta dengan berbagai perundingan di Tokyo. 9. tetapi untuk menarik pelajaran yang berguna di masa depan atau untuk pengembangan pendekatan. 16. pencairan pinjaman tahap ke dua sebesar $1 milyar. reaksi pasar terhadap kemungkinan pencalonan Habibie sebagai Wapres. langkah -langkah kebijakan makro dan sektoral 3 September 1997. peningkatan suku bunga SBI dan pengubahan deposito milik BUMN ke dalam SBI). pelaksanaan restrukturisasi perbankan dengan pemberian garansi terhadap semua deposito. pencairan pinjaman tahap pertama $3 milyar dari pinjaman IMF $10 milyar sebagai bagian dari paket $43 milyar. 5. mengapa bukan langkah yang lain. 11. 12. yang ditanda tangani Menko Ekuin pada tanggal 9 April 1998. kebijakan pencabutan ijin usaha 16 bank dan implikasinya. 31 Oktober 1997. mengingat dampak yang begitu meluas. perundingan dengan IMF yang menghasilkan 'letter of intent' pertama. Pada berbagai kesempatan diskusi mengenai permasalahan-permasalahan ini perlu dilakukan): • mengenai pengambangan bebas rupiah. kemudian implementasi program dengan dukungan IMF yang kurang lancar (masalah tuntutan terhadap Gubernur BI dan Menkeu di PTUN. dilakukan intervensi dalam pasar valas menghadapi tekanan yang timbul baik setelah pelebaran kurs intervensi maupun setelah 14 Agustus 1997. 14. Apakah CBS bukan altematif yang dapat diterapkan? mengenai aliran modal. 15. New York dan Frankfurt 18. apakah tetap atau fleksibel. Berbagai hal dibawah mungkin menarik untuk dibahas (dikemukakan di sini bukan untuk mendukung atau menolak. usulan Steve Henke. perundingan Pemerintah dengan IMF yang menghasilkan "Memorandum Tambahan tentang Kebijaksanaan Ekonomi dan Keuangan". Mungkin berkaitan dengan apa yang terjadi serta langkah kebijaksanaan yang dilakukan dapat dikemukakan berbagai kejadian dan tindakan yang memerlukan kejelasan mengenai mengapa tejadi demikian. Intervensi pasar valas bersama Jepang dan Singapore yang berhasil. Program yang akan diimplementasikan meliputi kebijakan pengendalian moneter dan nilai tukar. yaitu pengetatan likuiditas melalui kebijakan moneter dan fiskal dengan berbagai bentuknya (penundaan pengeluaran anggaran. didahului dengan desakan G7. langkah-langkah fiskal. diikat pada suatu mata uang atau basket. ketidakjelasan pelaksanaan penghapusan monopoli dan penundaan proyek-proyek serta pelaksanaan kebijakan moneter yang seret) dan reaksi pasar yang negatif 10. apakah pengaturan bukan merupakan altematip yang terbuka? mengenai restrukturisasi perbankan. Pengumuman Kabinet Reformasi dan pemberian status independen ke pada Bank Indonesia setelah pergantian Presiden dari Soeharto ke Habibie. restrukturisasi sektor keuangan dan restrukturisasi sektor riil. giro. atau dari kebijaksanaan yang diambil mengapa suatu langkah tertentu diambil. 13.4. 7. dan implikasi yang ditimbulkan. keputusan untuk meminta bantuan IMF awal Oktober 1997. 8. 15 Januari 1998. keputusan BPPN membekukan 7 bank serta melaksanakan pengawasan intensif terhadap 7 bank lain. Hal ini diikuti dengan langkahlangkah yang biasa dilakukan untuk mempertahankan kurs dengan intervensi. dari precautionary menjadi standby arrangement. suatu "self imposed IMF program " 6. proses terjadinya 'letter of intent' kedua. 17.

semakin tertunda penyelesaiannya. Atau terlambat menerima kenyataan. Ini berlaku bagi otorita yang bertanggung jawab menangani maupun dunia usaha ataupun pakar yang menggampangkan masalahnya dengan mengusulkan jalan keluar yang tidak operasional. berkali-kali dikemukakan berbagai pihak secara tepat mengenai tidak nampak adanya sense of crisis dari pemerintah maupun dari sebagian masyarakat). demikian pula biaya atau korban yang timbul dari upaya penyelesaiannya. semakin besar pula masalahnya. Saya dapat melihat hal ini secara jelas dari pengalaman menangani masalah perbankan. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa masalahnya kemudian berubah menjadi sederhana atau gampang. Kita harus berani menerima bahwa masalahnya lebih besar dari yang kita harapkan atau perkirakan. Karena cepatnya perkembangan dan sifatnya yang menular (contagious). Ini dalam hal menyadari dan mengidentifikasi secara akurat mengenai masalah yang dihadapi dan kemudian menanganinya secara tepat. Seberat apapun. Sebagian mungkin merupakan pertanggung jawaban saya sebagai penanggung jawab dari berbagai kebijakan yang diambil selama menjalani jabatan saya. Karena tidak tanggap terhadap pelajaran ini. kecuali perasaan yang mengatakan ballwa masalahnya sangat berat dan keadaan ini diperkirakan akan berjalan lama. dalam kasus Indonesia. sebagian untuk menjelaskan apa yang tejadi dan mengapa dilakukan atau tidak dilakukan suatu langkah tindakan pada waktu yang bersangkutan. apa makna dan implikasi memberikan otonorni ke pada bank sentral? Dalam berbagai kesempatan saya akan membahas atau membuat catatan mengenai berbagai permasalahan di atas. cara menjelaskan yang disederhanakan memang menolong kita untuk menunjukkan arah penyelesaiannya. Saya sangat sependapat dengan dua palajaran tersebut. bahwa kehidupan sosial politik yang semula serba bisa diatur telah mengalami perubahan yang menampakkan sifat serupa ekonomi pasar yang menuntut pimpinan nasional tanggap terhadap kedua hal di atas. yaitu pertama. pimpinan nasional di bawah mantan Presiden Soeharto kurang memahami pelajaran ini. Pimpinan sekarang akan mengalami nasib serupa. Apa yang dapat dipetik sebagai pelajaran dafi krisis yang tedadi ini? Saya ingat pada teman saya. yang tidak selalu tepat. Bahkan perkembangan menunjukkan. too little and too late. cepat dan konsisten. Dan atau menganggap enteng masalahnya. sebagian merupakan jawaban ke pada berbagai kritik yang dilancarkan. maka semakin tertunda penanganannya. kita harus mempunyai perkiraan . maka konsekuensinya yang pahit harus diterima. the problems are always worse than expected. Dr Andrew Sheng. artinya pada dasarnya tidak bersedia menerima pernilaian yang akurat.• • mengenai pinjaman swasta. jalan keluar yang efektif juga tidak sederhana. kata orang. (Ingat. dan masalahnya telah menjadi sangat besar. mengapa terjadi pembengkakan pinjaman perusahaan swasta? Mengapa dibiarkan terjadi? Apakah BI tidak mengetahui? mengenai pengelolaan moneter. semakin rumit masalahnya. Akan tetapi ini sangat tidak memuaskan. Kedua. Nampaknya baik dalam penanganan terhadap krisis ekonomi maupun masalah politik. Kalau masalah yang dihadapi memang kompleks dan rumit. MELIHAT KE DEPAN. Dalam keadaan ini melihat prospek ekonomi nasional sangat sulit dilakukan. Menghadapi ekonomi pasar yang semakin bebas dan terbuka secara global kedua pelajaran tersebut harus diperhatikan. Hongkong Monetary Authority yang menyebutkan adanya dua pelajaran yang dapat ditarik. semakin mahal biayanya. sehingga upaya penyelesaiannya tidak memadai. the sooner the better. Deputy Chief Executive. atau menerima konsekuensinya kalau meremehkannya. kalau tidak mau belajar dari pengalaman ini. karena kenyataan yang tidak enak.

mengatakan those who study history don't make history. bahkan dalam dunia yang terus mengalami perubahan.. Hal serupa tejadi dengan perbankan dan lembaga keuangan yang lain. Dalam bidang ekonomi. saat krisis harus dilalui dahulu dengan menciptakan kestabilan. Presiden dan seluruh anggota kabinet. Dengan lain perkataan perlu dibuat prioritas. good luck. Ini aspek diluar ekonomi yang sangat penting harus diselesaikan. kepercayaan pasar. Jadi bagaimana kita menghadapi krisis ini? Untuk saya. baik aspek ekonomi. jangka pendek. Untuk seturuh kehidupan dalam masyarakat. Kita memang bisa mengatakan. good implementation and. Akan tetapi dengan mempelajari pengalaman yang lalu kita masih memperoleh manfaat. belajar sejarah seolah-olah tidak ada gunanya. Memang harus diakui bahwa. Jelas tidak semuanya dapat diselesaikan segera. Mungkin perlu disadari bahwa persepsi dan ekspektasi pelaku pasar dalam negeri dan luar negeri itu tidak selalu . mengenai bagaimanakah prospek ekonomi nasional kita. Ini memang harus ditunjukkan penanganannya yang menggambarkan bagaimana prospeknya. hal ini dapat menumbuhkan perilaku seseorang atau kelompok yang merugikan kepentingan yang lebih besar atau dalam jangka panjangnya. the longer the costlier. Dalam hal penentuan prioritas. Orang yang ambisinya kelewat besar. Kita semakin yakin bahwa aspek-aspek kehidupan ini memang terkait yang satu dengan yang lain. sosial maupun politik. we need good programs. tidak mau didekte pasar. Dihadapkan kepada situasi seperti ini ada yang berpendapat bahwa mempelajari sejarah. mempelajari pengalaman masa lalu tidak ada manfaatnya. meskipun seolah-olah menguntungkan saat ini atau bagi yang melakukan. para kreditor. hanya marnpu melihat keadaan yang sangat dekat dengan dirinya. Perlu saya berikan catatan di sini. konstitusional atau tidaknya. Memang untuk mempersiapkan diri guna menghadapi masa depan yang tidak menentu. Akan tetapi kalau gambarannya jelas. pada waktu kepercayaan itu masih ada. lembaga legislatif dan judikatif serta ABRI masih belum memperoleh kepercayaan tersebut secara penuh.dan ekspektasi... Ibarat orang sakit.. Tetapi masalahnya bukan didikte atau tidak oleh pasar atau oleh IMF. krisis yang harus dihentikan dulu adalah kepercayaan kepada pimpinan nasional.. Ini yang menjadikan orang semakin myopic. karena masa depan kan tidak pasti. Ada teman yang mengatakan. menyusun prioritas untuk dijadikan program saat ini dan selanjutnya. Kalu disertai sikap seolah-olah tiada hari esok (aji mumpung). Saya berpendapat bahwa krisis kepercayaan ini bersumber. Ini harus disertai catatan. Setelah itu program harus dilaksanakan secara berdisiplin. mereka menerima berbagai kekurangan yang tejadi. the sooner the better. dalam perkembangan yang sangat cepat ini masa depan semakin mengandung sifat tidak pasti. akan tetapi lebih pada legitimasinya. Tetapi setelah gambaran atau peta masalah tadi menjadi jelas. Saya berpendapat bahwa mempelajari pengalaman masa lalu tetap berguna. Pendarahan harus dihentikan dahulu. baik domestik maupun asing serta kepercayaan masyarakat luas sangat tipis terhadap rupiah yang masih lemah dan tidak kunjung menguat. jangka pendek maupun yang lebih panjang. yang pasti justru perubahan itu sendiri. maka tuntutan mereka semakin banyak. serta kemampuan dunia usaha dalam menyelesaikan masalah pinjaman mereka. menengah dan panjang akan menjadi lebih gampang. akan tetapi program penyelesaian harus dapat dibaca dan diterima oleh pasar. yang penting pada taraf permulaannya adalah memiliki peta yang jelas dari seluruh masalah yang dihadapi oteh bangsa ini. yaitu kemampuan untuk tidak membuat kesalahan yang serupa. Masalah krisis itu sendiri dari segi penanganannya masih berkisar pada belum adanya kepercayaan yang mantap. pemerintah dan lembaga tinggi negara. tidak sesuai dengan kemampuannya. pelaku pasar tidak terlalu menuntut. Akan tetapi pada waktu kepercayaan telah hilang. atau mitra usaha akan terus menunggu sampai masalah yang berkaitan dengan aspek-aspek ini diselesaikan. menyangkut berbagai aspek diluar ekonomi-keuangan. saya berpendapat bahwa terlebih dahulu bangsa kita harus keluar dari krisis yang telah secara total melanda kehidupan ini. Kenyataannya adalah bahwa pelaku pasar: para investor. Ini bukan pekerjaan yang mudah. kalau tidak berani melakukan prediksi. bukan pada landasan hukum formalnya.. termasuk kaitannya yang satu dengan yang lain. kita perlu menyadari bahwa tidak mungkin semua dilaksanakan segera dan bersamaan.

Jadi sebenarnya. masalah yang dihadapi tidak hanya pembangunan fisik. mereview. akan tetapi dukungan tersebut. suka atau tidak suka kita memang memerlukan kehadiran IMF dan lembaga-lembaga multilateral lain. para investor asing. penjaminan kewajiban bank. penyehatan perbankan. perkosaan dari orang-orang yang seolah-olah merasa berhak melakukan perbuatan yang sangat tidak beradab ini. Karena itu yang penting tidak hanya dananya. Ini akan memakan waktu untuk dapat pulih. Tanpa adanya jaminan ini rasanya sangat sulit mengharapkan sebagian besar dari mereka bersedia beroperasi lagi. Akan tetapi jelas ini tidak cukup.dsb. bahkan sering berlawanan arah.. Akan tetapi sebelum memberikan dukungan tentu saja lembaga ini ingin mengetahui bagaimanakah bentuk program tersebut. demikian pula pemyataa Presiden Habibie. Saya melihat bahwa IMF juga terus belajar. akan tetapi terutama untuk pengadaan dan distribusi bahan pokok harus segera ditangani.sama. pemerintah memang harus gigih mengusahakan. melobby. Dukungan tersebut disertai penyediaan dana dan bantuan teknis. pinjaman swasta. Penanganan terhadap krisis ekonomi-keuangan ini tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh Indonesia. Akan tetapi. adalah mengenai pengadaan dan distribusi bahan pokok yang sangat sulit karena sarana dan prasarana jaringan distribusi yang sangat menyedihkan sebagai akibat tindakan penjarahan dan pembakaran yang sangat brutal. akan tetapi memulihkan kepercayaan pada para pelaku yang. apakah sesuai dengan persyaratan kelayakan yang ada ketentuannya (conditionality. Yang perlu pula diingat adalah bahwa keputusan untuk meminta bantuan ke pada lembaga multilateral ini adalah untuk memperoleh dukungan dari program ekonomi yang harus dilakukan menghadapi krisis yang melanda perekonomian agar kepercayaan pasar yang menghilang dapat kembali. Mendudukkan hubungan kita dengan IMF secara benar ini perlu agar tidak ada pernilaian yang sering keliru mengenai bagaimana kita mensikapi IMF. Mungkin perlu diingat bahwa keputusan meminta bantuan IMF itu datang dari pemerintah kita. Berbagai pembahasan mengenai hal ini telah dilakukan. Sikap tersebut dan upaya yang terkoordinir dari team perunding lebih berpotensi menghasilkan program yang realistis. karena itu kerjasama dan bantuan pihak lain harus terus digalang. ini merupakan keharusan. inflasi. pembakaran. Mereka memerlukan jaminan perlindungan untuk tidak dijadikan korban penjarahan. menunjukkan kesungguhan IMF untuk memeperhatikan berbagai implikasi yang dapat mengganggu implementasi program restrukturisasi ekonomi. meskipun kemampuan ekspor itu tetap ada.. Dalam beberapa hal. juga yang banyak dipakai media asing IMF bail out. terutama pada saat terjadinya kekacauan. program yang didukung IMF semakin penting untuk dilaksanakan secara berdisiplin. seperti ekspor komoditi tradisional Indonesia. sebenarnya tidak tepat. Membangkitkan kegiatan ekspor tidak dapat ditunggu terlalu lama. serta para kreditor asing. seperti World Bank dan ADB. Dalam pembangunan sarana dan prasarana distribusi. dan program yang disepakati itu adalah program Indonesia yang didukung oleh IMF. bersedia untuk lebih menyesuaikan dengan kenyataan. tetapi ini memang harus terus diperjuangkan. karena IMF menjadi acuan bagi hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara lain yang juga kita harapkan membantu. yang sangat mendesak selama penanganan masalah-masalah ini: lemahnya rupiah. Ini tidak berarti bahwa kita harus menyerah seluruhnya pada keinginan IMF. penunjukan personalia yang menangani. merasa sama sekali tidak memperoleh perlindungan dari aparat keamanan. Karena ini sebagian menyangkut penyelesaian masalah pinjaman perbankan. karena itu berbagai kritik terhadap peran IMF juga kurang tepat. Bantuan dan kerjasama dari luar harus pula digalakkan dalam hal ini. dsb. dsb. apalagi hanya meminta kesadaran mereka. Istilah program IMF. karena itu menyulitkan pengelolaan yang dilakukan otorita yang bertanggung jawab dalam pengelolaan moneter. istilah yang semula tabu). Perkembangan pendekatan IMF terhadap permasalahan subsidi. pinjaman perusahaan swasta. Dalam hal ini. maka ini harus didahulukan dalam penanganannya. Keputusan Pemerintah untuk meminta BI membayar tunggakan pinjaman perbankan dalam money . hilangnya kepercayaan perbankan negara mitra dagang kita terhadap perbankan nasional mempersulit pelaksanaan ekspor tersebut.

kalaupun hubungan perbankan dalam mendukung perdagangan ini tertolong dengan adanya garansi kredit. Akan tetapi semua ini tidak dapat berkesinambungan. Semua harus dibuang dalam kehidupan pasca krisis nanti. Akan tetapi kesenjangan tersebut tidak dapat berjalan terus menerus. Etos kerja baru harus dikumandangkan. ditutup dengan kepalsuan dan kemunafikan yang merajalela. Kita harus bangga dengan hasil jerih payah kita sendiri. Orang kepingin cepat kaya melakukan korupsi. sangat mudah berubah menjadi masalah solvabilitas. kalau berjalan berkepanjangan atau kalau sektor perbankan dalam keadaan distress. akan tetapi juga dalam aspek lain dari kehidupan. Mismatch dalam suatu bank. yang sebaiknya tidak diselamatkan melalui fasilitas bank sentral. bangsa Indonesia harus membaharui sikap. Meritocracy yang diabaikan di sektor pemerintah dan swasta. menimbulkan saldo merah pada bank sentral yang ditutup dengan fasilitas diskonto. kemunafikan atau kepalsuan dapat dan telah berlangsung di masyarakat kita. bisa saja mengalami kesenjangan antara hak dan kewajiban dalam likuiditas harian atau mengalami mismatch. terlebih dahulu kita harus keluar dari krisis. Untuk keseluruhan ekonomi nasional. yang halal. Kenyataan tersebut tidak hanya untuk sektor keuangan atau aspek pembiayaan dari kegiatan ekonomi. dalam aspek pembahasan saya mengenai krisis ekonomi-keuangan. Demikian pula sektor keuangan. yang sering dikatakan telah membudaya. . memang dapat berlangsung keadaan di mana terdapat kesenjangan pengeluaran investasi dan tabungan nasional yang dibiayai dengan masuknya dana luar negeri dalam berbagai bentuknya. Dalam impor pangan dan obat-obatan. Ketidak mampuan. kecurangan dalam berbagai bentuknya di sektor pemerintah dan masyarakat. Ini saya sebutkan di sini. lemahnya rupiah tetap mempersulit realisasi impor tersebut. Tetapi sikap apa yang harus mendasari kehidupan ekonomi nasional nanti? Sikap baru dalam melanjutkan kegiatan ekonomi dan pembangunan nasional setelah kita keluar dari krisis nanti harus dilandasi pada kesadaran semua pelaku bahwa baik sebagai individu. kecurangan. atau bangsa Indonesia secara keseluruhan. sebagai perusahaan atau negara. Jadi. karena perubahan sentimen pasar atau perkembangan baru yang mendadak mudah merubah keseimbangan tersebut menjadi suatu krisis yang sulit diselesaikan. PEMBAHARUAN SIKAP Sesuai dengan keinginan gerakan reformasi yang pada dasarnya bermaksud untuk melakukan pembaruan bangsa. Orang ingin nampak pintar membeli gelar dari master sampai doktor. Upaya mencari jalan pintas seolah-olah diterima sebagai hal yang bisa diterima atau wajar-wajar saja. yang sesuai dengan kemampuan dan investasi kita. kepingin berkuasa melakukan kolusi untuk menduduki sutu posisi. kesenjangan pengeluaran untuk investasi dan tabungan nasional yang bejalan terus-menerus akan membawa malapetaka nasional. semuanya merupakan bentuk kesenjangan yang pada dasarnya merupakan tindakan atau cara hidup yang mengandung sifat lebih besar pasak dari tiang. yang pada dasarnya merupakan masalah likuiditas. BERBAGAI CATATAN. setelah krisis dapat kita lalui. Semua perilaku yang menggambarkan tindakan yang lebih besar pasak dari tiang ini ditutup-tutupi dengan mengagungkan sikap kepalsuan dan kemunafikan. Dalam kehidupan ekonomi nasional yang bersifat terbuka. telah memperparah keadaan. hanya untuk meneruskan argumentasi saya mengenai praktek-praktek kehidupan di luar ekonomi yang harus kita tinggalkan.market line serta pinjaman perdagangan berkaitan dengan kesepakatan mengenai pinjaman swasta di Frankfurt 4 Juni yang lalu mudah-mudahan dapat menggelindingkan fasilitas yang sangat vital bagi realisasi ekspor ini. Pinjaman dan bantuan dari berbagai negara dalam kaitan ini harus terus diupayakan dan segera dilaksanakan. harus sadar bahwa kita tidak bisa hidup lebih besar pasak dari pada tiang secara terus menerus. Praktek-praktek ini. suatu bank. keluarga atau kelompok. bahkan jabatan gurubesar. baik secara mikro maupun makro. dst. karena tidak dapat dipertahankan lagi.

dunia usaha tidak boleh lagi highly leverage. 4. Tetapi. 2. tetapi sektor swasta yang kurang mengindahkan prinsip kehati-hatian (ekspansi yang berlebihan pada proyek-proyek yang kurang produktif. Kalau krisis telah dilalui. maka ini harus lebih dahulu diciptakan. Ini dapat didahului dengan suatu signal yang jelas mengenai arah ke depan. nampaknya pengalaman negara tetangga menunjukkan bahwa sampai tingkat tertentu maka upaya meningkatkan tabungan masyarakat perlu dibantu dengan semacam forced savings. pada dasarnya meninggalkan kebiasaan atau praktekpraktek yang tidak dapat mendukung pembangunan yang berkesinambungan (sustainable). atau pada dasarnya sama. kegiatan dari pelaku pasar dan masyarakat luas harus menyesuaikan diri dengan kemampuan. 5. Ini menyangkut pimpinan nasional dan pemerintahan yang mempunyai legitimasi dan kredibilitas. Kesenjangan antara pengeluaran investasi nasional dan tabungan nasional tidak boleh terus menerus membengkak. bagaimana menimbulkan kestabilan yang harus dicapai dan dipertahankan sampai beberapa waktu untuk menimbulkan kepercayaan di dalam dan luar negeri. Suatu catatan yang bemada optimis perlu dikemukakan di sini. Tabungan masyarakat nantinya harus diupayakan meningkat lagi. adanya perlindungan hukum atas hakhak asasi pelaku pasar untuk membangkitkan kembali kegiatan mereka. berubahnya persepsi yang dalam dua negara itu terjadi dengan perubahan pemerintahan. Setelah itu. Tabungan nasional Indonesia tidak buruk sama sekali (sekitar 30% dari PDB). timbul bukan karena anggaran pemerintah yang kurang hati-hati. Bagi pelaku dunia usaha swasta.1. pada waktu itu landasan kegiatan kita harus telah diperbaharui. Mungkin pengalaman Thailand dan Korea dapat dijadikan harapan. Dalam hubungan ini. sering dikatakan. prioritasnya adalah menemukan jalan keluar mengenai bagaimana proses kemunduran ini dihentikan. Dalam penyelesaian krisis ekonomi kita telah kehilangan banyak waktu. dengan sumber pembiayaan yang beresiko tinggi dalam bentuk pinjaman jangka pendek dari luar untuk pembiayaan proyek kurang produktif yang berjangka panjang tanpa adanya perlindungan). apalagi dengan exposure yang terlaku tinggi resikonya. maka akhirnya membawa mala petaka. Karena itu. . cenderung menimbulkan bubbles yang mudah busting. biaya yang harus dibayar semakin banyak. Dalam keadaan ini antara substansi dan persepsi harus diselaraskan. Dalam bidang ekonomi-keuangan. akan tetapi juga sektor riil. Tuntutan pasar agar dikeluarkan undang-uandang tentang kebangkrutan yang jelas adalah berkaitan dengan masalah ini. akan tetapi dengan pengeluaran investasi yang terus-menerus jauh lebih besar (35% dari PDB atau lebih). bahwa mereka benarbenar committed. Ini harus dirubah setelah krisis kita lalui. Secara individual maupun secara keseluruhan. misalnya melalui program provident funds. perlindungan hukum yang mantap. setelah terjadi proses pembalikan terjadi perubahan. di semua aspek ini fokus dari langkah yang harus diambil adalah menghentikan hemorrhage yang terus berlangsung ini. menjalankan kegiatannya secara transparan dengan mengikuti ketentuann disclosure secara disiplin dalam sistim pengawasan yang dilaksanakan secara ketat. Prinsip kehati-hatian tidak hanya harus dipegang oleh industri perbankan dan sektor keuangan lainnya. 3. Semua pelaku harus memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent). dalam waktu yang singkat persepsi itu sangat penting untuk merubah pandangan yang negatif menjadi ekspektasi yang positif. optimisme bangkit dan kepercayaan lahir kembali. Kalau reformasi dilakukan oleh pemerintah yang sama. Kalau sebelumnya semua gambaran nampak suram. Bank dan lembaga keuangan harus benar-benar prudent. maka signal itu harus meyakinkan pelaku pasar di dalam dan luar negeri. mempunyai debt to equity ratio yang tidak sehat. sosial dan politik ini. Karena pasar menuntut adanya kestabilan politik. bahwa turning point itu bisa terjadi. akan tetapi langkah pertama ini harus dilakukan dulu. mungkin perlu kesadaran dalam diri masing-masing. Secara umum telah saya kemukakan sebelumnya bahwa yang pertama adalah agar bangsa kita dapat keluar dari krisis yang melanda kehidupan ekonomi. Ini menuntut aturan yang jelas. perkerjaan masih banyak. Hasil pertama ini harus diraih. dengan pembiayaan dari luar yang kurang berhati-hati. bahwa masalah ekonomi yang kita hadapi dewasa ini. mencukupi permodalan serta mempunyai CAR yang sehat. Seperti saya singgung di atas. jalan masih panjang. karena itu masalahnya bertambah besar. maka keda keras harus dilanjutkan dengan kembali pada kegiatan pembangunan nasional.

tergiur oleh kartu kredit atau kredit konsumsi yang kurang bertanggung jawab. karena dalam kadar dan mungkin bentuk yang berbeda. Pemberantasan itu harus dimulai oleh masing-masing individu. Suatu kecenderungan yang menyedihkan adalah bahwa sering di masyarakat kita kalau seseorang dituduh mempraktekkan KKN. sektor swasta juga harus proaktif melakukannya. Kesalahan pemberi upeti dalam kasus korupsi tidak hanya karena yang bersangkutan melakukan kejasama membuat kejahatan tersebut. terlalu hanyut oleh hedonisme. Catatan terakhir adalah mengenai apa yang diperangi dalam gerakan reformasi yang marak ini. yang menerima dan yang memberi. Produsen yang terlalu mengandalkan pada kredit perbankan atau lembaga keuangan lain sehingga debt to equity ratio tidak sehat berarti produsen yang tidak bertanggung jawab. dunia akademi dan bidang atau sektor lain. dsb. kita telah pula mendengar berbagai pejabat atau wakil rakyat melakukan pengunduran diri atau menyatakan akan mengembalikan saham yang diperoleh tidak syah. dst. yaitu praktek korupsi. berarti konsumen yang tidak bertanggung jawab. meskipun sebenamya mampu membayar. korupsi atau kolusi itu terjadi dari adanya kerjasama dua pihak. . tidak mengapa. kan nanti akan diampuni atau orang lain juga tidak bayar. Tindakan tambal sulam atau setengah hati. 6. Dari segi kebijaksanaan. Ini jelas bukan yang kita maksud dengan gerakan memerangi KKN. hal ini juga terjadi pada sektor swasta. Catatan dalam hal menghilangkan praktek KKN lain adalah bahwa hal ini jangan hanya terbatas pada aparat pemerintah. praktek ini menimbulkan kurang efisiennya kegiatan ekonomi masyarakat. akan tetapi hal ini juga tidak membantu pejuangan aparat yang jujur. yang dilakukan bukan membuktikan bahwa dia tidak melakukannya. Mengapa hal ini juga perlu dihilangkan. Mengapa demikian? Karena seperti dalam suatu transaksi. tertnasuk pelaku dalam dunia usaha. Dalam kaitan dengan pemberantasan KKN pada aparat pemerintahan. menyumbang pada tingginya biaya ekonomi masyarakat. tidak perduli apakah orang lain juga melakukan atau tidak. karena dampaknya serupa. Semua harus dihentikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sekali lagi. ibarat orang sedang menikmati makanan yang enak diingatkan mengenai bahayanya mengidap kolesterol yang tinggi.Konsumen yang membeli barang dan jasa tanpa memperhatikan kemampuan bayamya. pinjaman macet. tindakan itu terlaksana karena kerjasama dua atau lebih pihak. akan tetapi menjawab dengan mengatakan bahwa orang lain juga melakukan. Padahal. Kita telah mendengar pemyataan Presiden Habibie. Berbagai moral hazard yang menghinggapi pelaku ekonomi harus dihilangkan. Investasi yang terlalu besar resikonya dengan mengandalkan sumber pembiayaan yang juga terlalu besar resikonya. kolusi dan nepotisme atau KKN. Jadi ini harus dilaksanakan pada aparat pemerintah. tetap saja tidak menghalalkan orang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. bahkan kalau ini benar. yang harus menghentikan praktek bukan hanya yang menerima tetapi juga yang memberi. bukan kepalsuan dan kemunafikan yang saya sebutkan di atas. untuk mempertahankan posisi mereka tidak banyak berbeda dengan jalan KKN untuk menempati posisi tersebut sebelumnya. memperingatkan pelaku pada waktu keadaan sedang bagus memang tidak akan efektif. 7. Ini harus benar-benar konsekuen dilaksanakan. jangan hanya menjadi slogan. atau kalau semua ini baru langkah sangat awal yang harus diikuti dengan tindakan yang mendasar. legislatif-judikatif dan keamanan serta masyarakat. sebagaimana dimasa lalu kita senang menunjukkannya. Ini harus ditinggalkan jauh-jauh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->