KUALIFIKASI, KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI SEBAGAI JAMINAN MUTU GURU PROFESIONAL [23:04 | 0 komentar ] A.

Pendahuluan Guru memegang peranan strategis terutama dalam membentuk karakter bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Peran dan posisi guru tidak dapat digantikan sekalipun oleh teknologi yang amat canggih. Begitu penting arti guru bagi kita, sehingga sudah selayaknya apabila kita menaruh perhatian besar terhadap keberadaan guru agar dapat berkiprah secara profesional sesuai harapan semua pihak.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam konsiderannya, menjelaskan bahwa Guru professional harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (USPN 20/2003: konsiderans, Bab I pasal 6, Bab II pasal 3, Bab XI pasal 39 ayat (2), 40 ayat (2), 42 ayat (2). Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan yang menjelaskan bahwa Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi yang harus dimiliki guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi, kualifikasi dan sertifikasi merupakan prasyarat menciptakan guru professional. Guru profesional menjadi jaminan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, sedangkan berdasarkan data dari Balitbang Diknas jumlah guru SD tahun 2004 adalah 1.060,649 orang dengan tingkat pendidikan S1 hanya 16,90% (pendidikan dan non kependidikan). Dengan demikian 83,10% belum memiliki kualifikasi minimal yang disyaratkan oleh UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen dan PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Karakteristik dan Persyaratan Profesi Guru Profesi guru merupakan pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. tetapi juga dapat berperan sebagai loco parentis. pendidikan dasar.B. dan keteladan yang diikuti dan dijadikan rujukan. mengajar. Ia harus memiliki penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. dimana ia mampu berperan sebagai pengganti orang tua peserta didik. kemampuan profesional yang baik. Guru adalah pelaku pendidikan yang paling mengetahui dan mengerti keadaan peserta didik. Dinyatakan Tilaar (1998:304) bahwa manusia memang dikarunia berbagai bakat dan kemampuan yang berbeda tetapi bagi profesi guru syarat mutlak adalah bahwa guru harus memiliki keperibadian dan visi yang memiliki akuntabilitas. dan kesetiaan terhadap profesi. Arti. Guru memiliki peranan yang sangat strategis sebagai pengemban kurikulum pendidikan yang turut menentukan masa depan peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Dapat dikatakan bahwa profesi guru adalah jabatan profesional . tanggung jawab. dan pendidikan menengah. Fungsi. Oleh karena itu guru haruslah orang yang berbobot. b. idealisme dan pengabdian yang tinggi. Guru sebagai profesi a. membimbing. Arti. melatih. Dalam posisinya sebagai guru. Dalam hal ini. Itulah hakikat guru di mana pun. Guru seharusnya menjadi orang pertama yang merasakan kegundahan peserta didik saat ia sulit menangkap isi pelajaran atau saat menghadapi masalah di luar pembelajaran. Fungsi. mengarahkan. khususnya dalam budaya kita. selain memberikan pembinaan dengan kasih sayang. Cara guru mengimplementasikan kemampuan metodologisnya dengan penuh kasih sayang disertai tanggungjawab profesional akan berpengaruh terhadap prestasi. Guru tidak saja berperan sebagai teacher. gurupun harus mampu menghadapi dan memberikan solusi terbaik berdasarkan pendekatan edukatif yang salah satunya dapat menggunakan pendekatan metodologis khas sebagai wujud profesi guru yang tidak dimiliki oleh awam. Peranan dan Posisi Guru Yang dinamakan guru menurut UUGD No 14 Tahun 2005 pasal 1 ayat 1 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Upaya-upaya nyata guru sebagai sentuhan pelaksanaan peran strategisnya adalah memberikan dan membekali peserta didik dengan ilmu yang disertai kasih sayang agar anak menjadi seorang yang berilmu dengan kehalusan budi pekerti. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. peran loco parentis tentulah memberikan implikasi yang lain. sikap dan perilaku peserta didik.

tetapi sepenuhnya menjadi profesional yang dinyatakan dalam kinerjanya sehari-hari yang dinilai tanpa keraguan oleh masyarakat seperti pengakuan masyarakat terhadap profesi yang sudah sangat exist. Kompetensi Dan Sertifikasi Guru a. (3) profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu (a systematic body of knowledge). (5) sebagai konsekuenasi dari layanan yang diberikan kepada masyarakat. dsb). (2) profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh lewat pendidikan dan latihan yang ”lama” dan intensif serta dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan (accuntable).yang memiliki tugas pokok dalam proses pembelajaran yang tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih dan siapkan untuk itu. (2) keahlian yang diperlukan untuk melakukan sesuatu (menduduki jabatan. Konsep Dan Strategi Peningkatan Kualifikasi. bukan sekedar serpihan atau hanya common sense. maka anggota profesi secara perseorangan ataupun kelompok memperoleh imbalan finansial atau material. (4) ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya beserta sanksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik. serta melakukan penelitian sederhana dan pengabdian kepada masyarakat. Suatu pekerjaan dapat dikatakan sebagai suatu profesi apabila memenuhi karakteristik profesi. Dengan demikian tugas pokok itu hanya dapat dilaksanakan secara profesional bila persyaratan profesional yang ditetapkan terpenuhi. Kualifikasi guru adalah keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan guru dengan melalui pendidikan khusus keahlian. Jadi pengakuan masyarakat merupakan syarat mutlak suatu profesi. jauh lebih penting dari pengakuan pemerintah . Diharapkan tidak akan ada lagi yang mempertanyakan pekerjaan guru sebagai ”semi profesional”. C. Kualifikasi Guru Kualifikasi menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah: (1) pendidikan khusus untuk memperoleh suatu keahlian. 20 tahun 2003 bab XI pasal 39 bahwa guru sebagai pendidik profesional bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Guru yang qualified adalah guru . menilai hasil pembelajaran. Berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional No. menjelaskan karakteristik profesi sebagai berikut: (1) pekerjaan itu mempunyai fungsi dan signifikansi sosial karena diperlukan mengabdi kepada masyarakat. Supriadi (1998:96). melakukan pembimbingan dan pelatihan. Profesi guru merupakan profesi yang sedang tumbuh (emerging proffesion) dan akan semakin kukuh dengan adanya legalitas formal yang telah tersurat dalam peraturan perundangan.

Competence (n) is being competent. atau psikologi. Pasal 42 UU No 20/2003 dan PP 19 tahun 2005 menyatakan bahwa Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. dan competency. Kompetensi Guru Dalam bahasa Inggris terdapat tiga istilah yang berkenaan dengan kompetensi yaitu. b. Tentu saja guru dengan kualifikasi seperti itu. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dimiliki guru sebelum melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional dan sebagai persyaratan untuk mengikuti uji kompetensi dalam memperoleh sertifikat pendidik profesional. menurut peraturan perundangan belum bisa dikatakan guru profesional. ( to do what is needed) (Hornby. sehat jasmani dan rohani. Guru profesional harus memenuhi kriteria dari segi kualifikasi dan kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat profesional. knowledge. etc.yang memenuhi kualifikasi pendidikan yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Artinya guru pada tiap satuan pendidikan harus memenuhi kualifikasi akademik dengan bidang keilmuan yang relevan dengan bidang studi atau mata pelajaran yang mereka ajarkan di sekolahnya sehingga mereka disebut kompeten untuk bidang pekerjaannya. authority. skill. Competent (adj) refers to (persons) having ability. power. Pendidik pada SD/MI minimum D-IV Atau S1 bidang pendidikan SD/MI. ability (to do the work). dan sertifikat profesi guru untuk PAUD. kependidikan lain. Persoalannya banyak guru pada jenjang pendidikan dasar yang memperoleh kesarjanaannya di luar bidang studi atau mata pelajaran yang diampu. Kualifikasi akademik guru yang dipersyaratkan dalam PP tersebut. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 1987:172)) dan competency is a rational . competence. Pendidik pada SDLB/SMPLB/SMALB minimum D-IV Atau S1 program pendidikan khusus atau sarjana yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan sertifikat guru untuk SDLB/SMPLB/SMALB. kependidikan lain atau psikologi dan sertifikat profesi guru untuk SD/MI Pendidik pada SMP/MTs minimum D-IV atau S1 kependidikan sesuai mata pelajaran yang diajarkan dan sertifikat profesi guru untuk SMP/MTs Pendidik pada SMA/MA dan SMK/MAK minimum D-IV Atau S1 kependidikan sesuai mata pelajaran yang diajarkan dan sertifikat guru untuk SMA/MA. meliputi: Pendidik untuk anak usia dini minimum D-IV Atau S1 bidang anak usia dini. competent.

1974). Dari pengertian di atas terdapat tiga hal yang berkaitan dengan pemahaman kompetensi yaitu (1) kompetensi pada dasarnya menunjukan kepada kecakapan atau kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan. (3) kompetensi menunjukan kepada tindakan (kinerja) rasional yang dapat mencapai tujuan-tujuannya secara memuaskan berdasarkan kondisi (prasyarat) yang diharapkan. pengetahuan. otoritas (kewenangan). Kompetensi adalah seperangkat kemampuan dan keahlian yang didasarkan pengetahuan. Yasyin. Senanda dengan Hornby. 4) memahami basic standar tentang ketentuan kelayakan normatif minimal kondisi dari proses yang dapat ditoleransikan dan kriteria keberhasilan yang dapat diterima dari apa yang dilakukannya 5) Memiliki motivasi dan aspirasi unggulan dalam melakukan tugas pekerjaannya. Omstein (1980:554) memaparkan ranking terpenting dari kompetensi pengajar yang efektif yaitu: 1) Orientasi terhadap tugas (task orientation).performance which satisfactorily meets the objectives for a desired condition (Johnson. 3) menguasai perangkat keterampilan tentang cara bagaimana dan dengan apa harus melakukan tugas pekerjaannya. 2) menguasai perangkat pengetahuan tentang seluk beluk apa yang menjadi tugas pekerjaan. Dalam praktek mengajar Guru harus menunjukan kompetensi profesional dengan menunjukan cara mengajar yang efektif. sikap-sikap dan nilai-nilai positif untuk melaksanakan pekerjaan secara profesional. berpengaruh. pendidik selalu . daya (kemampuan). cakap atau berkuasa menentukan sesuatu. Seorang yang kompeten dalam pekerjaannya yang didasari atas prasyarat profesi dikatakan sebagai profesional kompeten yang menurut Johnson (1984:185). bahwa dalam praktek mengajar. kemahiran (keterampilan). 6) Memiliki kewenangan yang memancar atas penguasaan perangkat kompetensinya yang dalam batas tertentu dapat didemonstrasikan. sehingga memungkinkan memperoleh pengakuan pihak berwenang. profesional yang kompeten harus dapat menunjukan karakteristik sebagai berikut: 1) mampu melakukan sesuatu pekerjaan tertentu secara rasional. Orang yang kompeten adalah orang yang wenang. (2) kompetensi pada dasarnya merupakan suatu sifat (karaktersitik) orang-orang (kompeten) ialah yang memiliki kecakapan. dan sebagainya untuk mengerjakan apa yang diperlukan. 1997:298 mendefinisikan kompetensi sebagai kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan sesuatu hal. keterampilan.

5) Umpan balik (Feedback). pendidik yang efektif menelaah jenis materi yang diperdalamnya dan memahami persyaratan-persyaratan substansif yang berimplikasi pada penyediaan alat. 8) Waktu pengajaran (Instructional time). dalam mengajar. 4) Membuat pentahapan (Pacing). 3) Pengajaran langsung (Direct instruction). silabus maupun pokok bahasan dirancang berdasarkan struktur keilmuan dan struktur praktis pembelajaran mulaidari yang mudah ke sulit. pengembangan pengajaran yang dapat mengelola kelas tanpa interupsi dalam proses pembelajaran 7) Pertanyaan (Questioning). bahwa pendidik yang efektif selalu mengutamakan/menomorsatukan tugas mengajarnya. dari yang sederhana ke yang bersifat kompleks. 6) Pengelolaan (Management). memanfaatkan waktu secara efektif. 2) Antusias dan menaruh perhatian (entusiasm and interest). 10) Strukturing (Structuring). Pengembangan kelas dibuat seperti situasi bisnis. Pertanyaan disampaikan dengan memperhatikan tingkatan dan mengarahkan peserta didik yang sungguh-sungguh dalam kelas. bahwa pendidik memahami tahapan perkembangan peserta didik dalam memahami ilmu pengetahuan dan perkembangan tugas belajar peserta didik sehingga pendidik senantiasa mengembangkan tahapan kesulitan dan menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik. sumber maupun tipe dan kedalaman materi. Salah satu faktor penilaian kinerja pengajar melalui kemampuan menurut Natawidjaya dan . memberikan pengayaan dan berinteraksi secara emphatik dan aktif dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. loyal penuh dedikasi dan mengajar bagi mereka adalah panggilan hati. Peserta didik memanfaatkan waktu mereka dalam kegiatan pembelajaran akademi dan pengajar menyajikan tujuan-tujuan yang jelas terhadap peserta didik. metode. pendidik terjun secara langsung membantu kesulitan peserta didik dalam belajar.berupaya mengembangkan tujuan-tujuan secara metodologis dan mekanistis. bahwa pendidik memberikan umpan balik yang positif dan neagtif pada proses pembelajarannya. pendidik memperhatikan variasi dalam metode. tidak ada waktu yang terbuang (inefisiensi) 9) (Variability). 11) Kesempatan untuk mempelajari kriteria materi pembelajaran (Opportuniy lo Learn Criterian Material). sumber dan evaluasi. merupakan suatu metode yang dipakai untuk mengetahui tingkat daya serap pelajaran pada peserta didik. dia memiliki energi yang selalu terjaga.

9) management of learning termasuk classroom management yang berperan memfasilitasi . yaitu kemampuan atau perilaku mengajarnya atau keterampilan teknis dalam mengajar. Merujuk pada tuntutan profesi guru saat ini. 7) learning resources yang relevan dan diperlukan dalam proses pembelajaran. landasan kependidikan. artinya pemahaman terhadap berbagai factor yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran 6) what kind of socio-cultural and economic factors affecting educational processes. yaitu kemampuan berhubungan/ berinteraksi dengan peserta didik. yaitu: 1) what to teach. artinya isi proses pembelajaran. Sementara itu Gaffar (1987) dalam Performance Based Teacher Education mengemukakan bahwa pengajar perlu memiliki kompetensi: 1) Content knowledge. kolega. 5) what kind of learning environment conducive to the process of learning.Sanusi (1991:38) mencakup aspek: 1) kemampuan profesional yang mencakup penguasaan: materi bahan ajar. artinya nilai-nilai dan sikap dasar yang melekat dalam profesi guru.konsep-konsep keilmuan bahan tersebut. 4) what values required to furnish a professional teacher. 8) communication dalam proses pembelajaran sehingga message yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik. proses-proses pendidikan dan pembelajaran peserta didik 2) Kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tujuan kerja dan lingkungan sekitar sewaktu menjalankan tugasnya sebagai pengajar. yaitu pengetahuan mengenai bidang studi yang dipegangnya. 3) Kemampuan personal (pribadi) mencakup: penampilan sikap positif situasi kerja sebagai pengajar dan situasi pendidikan. artinya berbagai factor socio-kultural dan ekonomi yang berpengaruh terhadap proses pendidikan peserta didik. 3) Human relation skills. pemahaman nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang pengajar dan penampilan upaya untuk menjadikan cirinya sebagai panutan dan teladan anak didiknya. Gaffar (2006:4) lebih lanjut merekomendasikan beberapa kompetensi guru yang harus menjadi fokus pengembangan kurikulum guru. 3) how to evaluate to process and the learning outcome. dan stakeholders. artinya strategi dalam proses pembelajaran termasuk penggunaan ICT. 2) Behavior skills. 2) how to teach.

3) Penetapan Sertifikat. diperoleh setelah mengikuti Pendidikan profesi dan dinyatakan lulus Pendidikan profesi dan uji kompetensi.proses pembelajaran dengan efektif. Sertifikasi diberikan secara individual kepada Pendidik sebagai pengakuan atas kompetensinya dalam keahlian dan keterampilan kependidikan juga sebagai lisensi untuk melakukan pekerjaan Pendidik. Sertifikasi mempunyai jenjang dari tingkat basic sampai advance dengan masa berlaku sesuai ketentuan dan perlu pendaftaran pada setiap kurun waktu tertentu sesuai dengan sistem yang diberlakukan. Sertifikasi Guru Guru dituntut profesional dengan memiliki kompetensi pedagogik. diberikan kepada Pendidik untuk memperoleh sertifikasi yang diselenggarakan oleh LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. 3) kompetensi profesional. yaitu mengukur tingkat kompetensi Pendidik yang ditetapkan berdasarkan standar kompetensi Pendidik 2) Pendidikan Profesi. Kompetensi ini harus menjadi rujukan lembaga pendidikan penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan dalam penyusunan kurikulum agar guru dapat diuji kompetensinya untuk menjadi guru profesional yang tertuang dalam sertifikat profesi guru. kepribadian. Cara mendapatkan guru seperti itu melalui kualifikasi. Sertifikasi merupakan proses pengambilan keputusan kelayakan individu dalam jabatan tertentu. Kompetensi guru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah berdasarkan PP no 19 tahun 2005 meliputi: 1) kompetensi pedagogik. 4) kompetensi sosial. SERTIFIKASI bertujuan untuk: . Proses tersebut terdiri dari kegiatan: 1) Pengujian. sosial dan profesional. Dengan demikian guru profesional harus memiliki sertifikat profesi. c. 2) kompetensi kepribadian. uji kompetensi dan sertifikasi. kompetensi.

yakni agar Pendidik dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil sertifikasi. Dengan demikian mutu adalah jasa/produk yang menyamai bahkan melebihi harapan pelanggan. dan peningkatan kualitas pendidikan FUNGSI SERTIFIKASI adalah untuk: 1) Untuk PENGETAHUAN. pengembangan. 3) Memperoleh gambaran tentang kompetensi Pendidik yang dapat digunakan sebagai alat pembinaan. yakni agar Pendidik dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat. Guru Profesional Sebagai Jaminan Mutu (Quality Assurance) Pendidikan Secara esensial.1) Mencetak calon Pendidik qualified dalam melaksanakan tugas pokok fungsi pendidik untuk meningkatkan kualitas sekolah. Suatu jasa yang berorientasi mutu memberikan kepuasan kepada pelanggan melalui jaminan mutu agar tidak terjadi keluhan-keluhan pelanggan dan begitupun dari pihak produsen tidak melakukan kesalahan-kesalahan (zerro defect). Hasil sertifikasi berupa sertifikat tenaga kependidikan dengan peringkat: A (amat baik) B (baik) C (cukup) Laporan Sertifikasi berisi: 1) Profil Tenaga Kependidikan 2) Kekuatan dan kelemahan 3) Rekomendasi untuk pembinaan dan pengembangan D. The Management of Quality Assurance menjelaskan Jaminan mutu (quality assurance) is all . Jasa/pelayanan atau produk tersebut harus menyamai atau melebihi kebutuhan atau harapan pelanggannya. 3) Untuk kepentingan PENGEMBANGAN. mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator yang telah ditentukan 2) Untuk AKUNTABILITAS. 2) Menentukan tingkat kelayakan Pendidik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan. yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan kompetensi Pendidik dilihat dari berbagai unsur yang terkait. perkataan mutu itu menunjukkan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau diikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangen objektif atas bobot dan/atau kinerjanya.

Guru merupakan komponen system pendidikan yang sangat penting. karena salah satu prinsip dari konsep qualty assurance adalah memindahkan perhatian dari produk ke proses dengan asumsi bahwa bila prosesnya baik maka produknya juga akan terjamin. karena arti fungsi dan posisinya yang strategis. Proses pendidikan guru dimulai dari rekrutmen mahasiswa calon guru yang benar dan memiliki passing grade yang unggul. Keberadaan guru menjadi salah satu penjamin mutu pendidikan terutama dalam membekali kemampuan dan kepribadian peserta didik.those planned and systematic actions necessary to provide adequate confidence that a product or service will satisfy given requirement for quality. karena menurut bapak mutu (crosby) quality is free yang berarti mutu tidaklah mahal yang mahal adalah kesalahan yang terkenal dengan konsep zero deffect. Jangan memulai kesalahan ditahap ini dengan memberi toleransi kolusi pada siswa yang tidak kompeten. Membentuk guru yang akan menjadi penjamin mutu pendidikan harus diarahkan pada pembentukan guru profesional mulai dari input sampai produknya. guru senantiasa siap dengan audit akademis atau penilaian kinerja guru yang justru menjadi motivasi berkinerja lebih baik. pelaksanaan pembentukan kompetensi yang didukung oleh dosen-dosen profesional yang ditunjang alat. Terutama perhatian ditujukan pada prosesnya. Masukan siswa calon guru yang qualified digodok pada ”kawah candradimuka” yang sangat dipersiapkan secara matang oleh institusi pendidikan penyelenggara pendidikan keguruan mulai dari kurikulum yang merujuk standar kompetensi. Apabila guru sudah . Jaminan mutu mengikuti prosedur yang apik dengan melalui investigasi yang menyeluruh terhadap seluruh komponen system mulai dari input. media dan sumber belajar yang tepat dan canggih dengan penilaian yang terus menerus dikendalikan dan ditindaklanjuti. Dengan demikian Jaminan mutu merupakan tindakan terencana dan sistematis yang diimplementasikan dan didemonstrasikan guna memberikan kepercayaan yang baik bahwa produk akan memuaskan. proses dan produk sebagai satu kesatuan yang harus selalu dalam satu paket. Kinerja guru profesional senantiasa menunjukan kompetensinya secara terus menerus dan memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Sertifikasi merupakan proses panjang yang setiap tahapnya tidak terlepas dari penegakan proses yang bermutu menjadi jaminan mutu pendidikan. praktek latihan profesi yang mengembangkan professional development school serta uji kompetensi yang relevan dan memenuhi standar sertifikasi profesi guru merupakan proses pendidikan guru profesional yang dapat memberikan jaminan mutu pendidikan.

secaa aktif terlibat penelitian/konsultasi sesuai dengan profesinya. persiapan. Ellington dan Ross (1994) berpendapat bahwa untuk mengevaluasi pengajaran yang terintegrasi dengan jaminan mutu adalah sebagai berikut: 1) kompeten dalam menentukan tujuan dan arah pendidikan secara jelas. Persyaratan profesi guru terkait dengan tugas pokok guru sebagai pendidik yang merancang. melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran peserta didik. menjaga pengembangan untuk disiplin ilmu tertentu agar tidak ketinggalan jaman.menjadi pendidik profesional dengan mendapat sertifikat pendidik. pemerintah wajib memberikan tunjangan profesi minimal sebesar gaji pokok guru PNS baik guru yang bekerja di satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah. ataupun masyarakat. 3) kompeten dalam perencanaan. Kinerja guru yang dapat menjamin mutu yaitu guru yang melaksanakan kompetensinya sesuai kualifikasi yang dipersyaratkan dengan komitmen yang tinggi pada pelaksanaan proses yang bermutu. guru berperan sebagai pencipta organisasi pembelajar (learning organization). sertifikasi berdampak pada citra. 5) kompeten dalam merancang instrument untuk menilai disiplin ilmu yang diajarkan dan menilai mahasiswa dengan metode yang dapat memenuhi tujuan dan arah pendidikan. Guru sebagai penjamin mutu dituntut professional dan tidak dapat sembarang orang boleh berdiri mengajar di depan kelas tanpa memiliki latar belakang dan tingkat pendidikan keguruan. 4) memilih bahan pelajaran yang up to date. Guru profesional harus menjadi Organisator pembelajar yang setiap saat pelaksanaan profesinya senantiasa memusatkan diri pada terjadinya transformasi ilmu pengetahun dan tidak pernah berhenti belajar dan ingin menciptakan pembelajaran yang cerdas. wibawa dan kesejahteraan guru. 2) memilih metode instruksional yang sesuai dengan disiplin ilmu sehingga memenuhi tujuan dan arah pendidikan yang diberikan. 6) mengevaluasi keberhasilan proses instruksional. Untuk memberikan ilmu pengetahuannya kepada . 7) berkinerja sebagai pribadi pengajar yaitu seperti sadar sebagai pengajar dan mendukung dan concern terhadap tugas. penyampaian dan pengorganisasian aktivitasaktivitas belajar. Implementasinya adalah bahwa guru mutlak harus memahami peserta didik dan pembelajaran harus difokuskan pada membelajarkan peserta didik sehingga mereka mau dan dapat belajar. pemda. Dengan demikian. 8) pengembangan pribadi dan profesionalisme yaitu bahwa keahlian/kualifikasi/ performance perlu peningkatan merencanakan dan melaksanakan pengembangan pribadi sesuai kebutuhan. Oleh karena itu. sehingga tidak ada hari tanpa ada kegiatan belajar.

1987. Keseluruhan proses profesional guru menjadi ciri guru profesional penjamin mutu pendidikan. atau guru sebagai fasilitator bagi peserta didik belajar.peserta didik guru melaksanakan dua prinsip implementasi pembelajaran yaitu student oriented dan content oriented Guru profesional layanan pembelajarannya diarahkan pada penyampaian materi pelajaran. Hennry dan Ross. Calvin. dan (3) kepribadian peserta didik. maka guru harus memusatkan perhatiannya kepada pembelajaran peserta didik. Bandung: UPI. Guru senantiasa melaksanakan evaluasi yang terus menerus dan harus ditindaklanjuti serta dikomunikasikan kepada siswa sehingga mereka paham kekurangan dan mengetahui kemampuannya. Guru yang melaksanakan pengajarannya berdasarkan pada content oriented dikenal sebagai guru efektif yang selalu meningkatkan kemampuannya dalam bidang keilmuan dengan mengikuti pembinaan profesi. F. Penutup Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang amat penting sebagai penjamin mutu pendidikan. E.Jurnal: suatu alternatif dalam pembaharuan guru. Upaya transfer pengetahuan oleh guru telah melalui berbagai pendekatan dan sesuai dengan kajian filsafat kontruktivitik. Oleh karena itu. Guru yang melaksanakan pembelajarannya berdasarkan student oriented menitikberatkan pada (1) kebutuhan belajar peserta didik. 1994. Bandung: IKIP Bandung -------------------. guru sebagai penjamin mutu dalam proses pendidikan merupakan tenaga pendidik profesional yang dituntut mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompetensi yang teruji yang dinyatakan dengan sertifikat profesi untuk dapat mewujudkan kinerja yang bermutu. 2006. Kepustakaan Gaffar. Evaluating Teaching Quality Throughout a . Dalam melaksanakan layanan belajar tidak dapat dipisahkan proses evaluasi. mengajar dengan perencanaan yang seksama dan teliti. Fakry. Ellington. Guru sebagai Profesi. dan melakukan pengajaran secara berurutan dan berkelanjutan. (2) perbedaan individual. Guru harus betul-betul menunjukan profesionalismenya dalam penguasaan dan penyampaian materi dan ini menimbulkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari peserta didik akan kewibawaan guru. Performance Based Teacher Education.

Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Rochman. Dedi. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional UU NO.blogspot. Supriadi. Sanusi. dan Natawidjaya.com .University a Practical Scheme Based on Self Assesment. 1991.Studi Pengembangan Model Pendidikan Profesional Tenaga Kependidikan. 1998.. Journal quality Assurance in Education. Ahmad. UU NO. 19 TAHUN 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Aan Komariah http://historya-magistravitae. 14 TAHUN 2005 Tentang Guru dan Dosen PP NO. Jakarta: Depdikbud.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful