P. 1
Gambaran Perilaku Berisiko Di Indonesia

Gambaran Perilaku Berisiko Di Indonesia

|Views: 48|Likes:
Published by 9112MS
Hanya untuk dibaca
Hanya untuk dibaca

More info:

Published by: 9112MS on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $5.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/30/2012

$5.00

USD

Industri Seks Segitiga Emas di Surabaya

Tingginya angka kemiskinan yang terjadi saat ini di Negeri tercinta membuat sebagian orang melakukan berbagai cara untuk memperoleh untuk mempertahankan hidupnya, termasuk ada yang rela menjual kesuciannya demi mendapatkan uang sehingga membuat pihak-pihak yang ingin mendapat keuntungan lebih memanfaatkan kepolasan orang yang melacurkan dirinya dengan mendirikan industri seks, selain latar belakang itu ada juga latar belakang lain yang melatar belakangi berdirinya industri seks di indonesia. Terkait dengan Wanita Penjaja Seks (WPS), berdasarkan data dari KPA (2006), dimana hasil estimasi populasi WPS, Waria, Gay di Indonesia dapat kita dilihat dari data dibawah ini: Hasil Estimasi Populasi Tahun 2006 WPSL (WPS Langsung) : 128.220 orang WPSTL (WPS Tidak Langsung) : 92.970 orang Pelanggan WPSL : 2.479.860 orang Pelanggan WPSTL : 682.060 orang Pasangan Pelanggan WPSL : 1.433.760 orang Pasangan Pelanggan WPSTL : 399.900 orang Gay : 766.800 orang Waria : 28.130 orang Pelanggan Waria : 83.130 orang
Sumber: KPA, 2006

Sedangkan data hasil estimasi populasi WPS untuk daerah kota Surabaya, berdasarkan data dari KPA, 2006 adalah sebagai berikut: Hasil Estimasi Populasi Tahun 2006 WPSL (WPS Langsung) : 6.770 orang WPSTL (WPS Tidak Langsung) : 2.420 orang Pelanggan WPSL : 152.750 orang Pelanggan WPSTL : 18.080 orang Pasangan Pelanggan WPSL : 81.460 orang Pasangan Pelanggan WPSTL : 9.640 orang Gay : 14.000 orang Waria : 760 orang Pelanggan Waria : 2.480 orang
Sumber: KPA, 2006

Terdapat beragam jenis pelanggan penjaja seks, dimana berdasarkan data dari SPP, 2005 persentasi profesi terbanyak yang menjadi pelanggan seks pada WPSL adalah pegawai swasta sekitar 20,1 % dan dikuti pedagang sekitar 11,4%. Kemudian untuk persentasi profesi pelanggan penjaja seks pada WPSTL terbesar adalah pegawai swasta

3%. Lalu setelah itu untuk jumlah pelanggan dalam seminggu (penjaja seks) dan berapa kali beli seks dalam sebulan (pelanggan) pada tahun 2002 & 2004 adalah sebagai berikut: Tabel I Jumlah Pelanggan Dalam Seminggu (Penjaja Seks) & Berapa Kali Beli Seks Dalam Sebulan Pada Tahun 2002 & 2004 Tahun WPSL WPSLTL Waria 7.2 35.5%.1 ABK4 66 74.0 BR3 87.2%).7 154.3 0.1 58.2%.7 NLY5 36.6 36.7%).2 %.5 43.9 SPR2 2.3 2002 92.4%).8 NLY5 2.8%). 2005 adalah sopir (58. tukang ojek (31.0 2.2 7.1 3.4 ABK4 2.9 1.5 1.0%).9 - Adanya kegiatan seksual beresiko dikalangan WPS tidak terlepas dari peran uang (material) sebagai imbalan dari pelanggan seks kepada WPS karena telah memberikan pelayanan kepada pelanggan. kemudian diikuti oleh pelaut/ABK (54.4 281. 2005: Tabel II Rata-rata Tarif Pada Seks Komersial Terakhir (Yang Diterima Penjaja Seks & Dibayar Pelanggan) Pada Tahun 2002 & 2004 Tahun WPSL WPSLTL Waria 81.7%).8 BR3 0.0 13.8 322. 2005 Note: 1 : Tukang Ojek (TO) 2 : Supir/kemet (SPR) 3 : Buruh (BR) 4 : Pelaut/ABK 5 : Nelayan (NLY) Pelanggan Penjaja Seks (%) Kucing TKBM PNS TO1 3.9 2004 Sumber: SPP. TKBM (38. PNS (30.8 - .1s 58.6 SPR2 40. berikut ini rata-rata tarif yang dibayar terakhir yang diterima oleh penjaja seks berdasarkan hasil dari SPP. 2005 Note: 1 : Tukang Ojek (TO) 2 : Supir/kemet (SPR) 3 : Buruh (BR) 4 : Pelaut/ABK 5 : Nelayan (NLY) Pelanggan Penjaja Seks (Rp) Kucing TKBM PNS TO1 47. Kemudian untuk persentasi pria yang membeli seks terbanyak pada satu tahun terakhir di tahun 2004/2005 menurut hasil SPP. dan diikuti dengan pedagang sebesar 22.sebesar 25. Sedangkan untuk persentasi profesi pelangga penjaja seks terbesar pada waria adalah pegawai swasta sebesar 32.6 4.2 2.2 1.6 2004 Sumber: SPP.5 2002 7. dan buruh (9.8 147. dan pelajar sebesar 22.

2011 Surabaya yang merupakan ibu kota dari daerah Jawa Timur merupakan propinsi yang memiliki populasi WPS terbesar di Indonesia dari 11 provinsi lainnya yang ada di indonesia dari hasil STBP (2007). Di kawasan Surabaya terkenal dengan sebutan 'Segi Tiga Emas' Surabaya. 2. Penggunaan Kondom Pada Seks Terakhir (%) Selalu Pakai Kondom (%) 1. Di kawasan ini anak ABG tersebut mulai beraksi pada pukul 18. program 2011) sekitar 14% laki-laki yang menggunakan kondom dari total capaian sebesar 20% dan perempuan sekitar 35. 6. 100.00 WIB. Industri seks yang berada di jalan Tais Nasution terdapat satu orang germo yang mengkooordinir sekitar 5 .20 WPSL yang sebagian besar adalah dari kalangan pelajar dan mahasiswa.000. WPSL WPSTL Waria LSL Pria berpotensi RISTI Penasun 60 70 84 70 54 56 11 16 6 36 27 41 Sumber: STBP. 150. 200.000. 3. Simpang Duku. Germo yang mengkoordinir merekaberlatar belakang sebagai wartawan. maka sebaiknya mempergunakan kondom pada saat melakukan hubungan berisiko. 5.000 – Rp. Berdasarkan data dari Depkes (2011). asalakan harga tawarannya tidak sampai Rp. Biasanya para WPS itu setelah transaksi OK. yaitu Jl Pemuda.Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit HIV/AIDS pada hubungan seks yang berisiko. dimana jumlah populasi WPS langsung untuk daerah Surabaya sekitar 2. WPS yang berada di Jln. 4. Sedangkan menurut data STBP (2011) untuk distribusi populasi menurut penggunaan kondom pada seks terakhir dan selalu menggunakan kondom pada seks berisiko adalah: Tabel III Distribusi Populasi Menurut Penggunaan Kondom Pada Seks Berisiko Lainnya Pada Tahun 2011 No. 083 orang sedangkan jumlah WPS tidak langsungnya sekitar 775 orang.5% dari total target 2011 sebesar 35%. masih bisa ditawar. dimana di daerah itu merupakan kawasan tempat anak ABG (anak baru gede). tapi itu tidak merupakan harga mutlak. persentase penggunaan kondom pada kelompok hubungan seks berisiko tinggi (berdasarkan pengakuan pengguna. maka GM (Panggilan untuk negosiator) menyuruh para . dan Jl. Jl Tais Nasution. Tais Nasution ini biasanya memiliki tarif yang sudah ditetapkan oleh mami (germo) mereka dimana untuk short time selama 3 jam mereka dibayar sekitar Rp.

Pada umumnya pelanggan yang membeli jasa seks para WPS disini adalah karyawan swasta. tidak lain agar konsumen tahu wajah dan penampilannya. untuk umur WPSTL yang pertama kali berhubungan seks dengan menerima bayaran adalah pada umur 19 tahun. dibandingkan dengan tarik yang ada di daerah Jl. Tais Nasution. Mereka tidak pernah menggunakan rok mini ataupun baju yang menonjolkan bagian dada mereka. yaitu sekitar Rp. Biasanya begitu akan ada razia. Kebanyakan para ABG tersebut tidak takut akan terkena penyakit AIDS karena mereka tidak menyukai pasangannya menggunakan kondom. 150. hal ini di karena kawasan ini terdapat sebuah diskotik selain itu juga tidak adanya penerang jalan yang menyebabkan ABG tersebut tidak malu-malu menjajakan diri mereka. WPS di daerah ini memang agak sedikit berbeda dengan WPS yang berada di jalan Jl. tujuannya. si petugas itu akan memberi tahu mereka Berdasarkan data hasil STBP (2007) untuk kota Surabaya. Selain itu. Kemudian kita masuk ke Industri Seks yang berada di Jln. Selain itu para WPS langsung ini bekerja sangat rapi pada saat akan menjaring mangsanya di jalanan yaitu dengan cara selalu berpakaian sangat sopan untuk mengelabuhi petugas. untuk menghindari kejaran polisi. Menurut pengakuan salah satu ABG bagi mereka sebelum mereka melakukan hubungan berisiko mereka sudah terlebih dahulu meminum antibiotik. kebanyakan dari mereka bersaing dengan WPS tidak langsung (SPG (Sales Promotion Girl)) yang berada di Pinang Inn tempat dimana para WPS langsung ini Check In bersama pasangan mereka.000. para germo dan ABG sudah membuat jaringan yang cukup rapi. 200. Disini para WPS yang berada di kawasan segi tiga emas merupakan WPS yang berkerja secara langsung. namun harga itu bisa ditawar tapi tidak boleh dibawah Rp. Sehingga di kawasan ini lebih ramai di bandingkan dengan 2 kawasan yang ada di daerah segi tiga emas.000 untuk 3 jam. sehingga dia tidak takut akan terkena HIV/AIDS. Selain itu di kawasan ini para cewek-ceweknya tidakn malu-malu untuk mengajak konsumennya untuk melakukan Karaoke (istilah oral Seks di kalangan konsumen). Disini kebanyakan para WPS nya masih ABG (Anak Baru Gede) yang berusia sekitar 12 – 16 tahun. Taih Nasution. serta mereka rajin melakukan pemeriksaan kesehatan kepada dokter pribadinya. Untuk umur pertama kali . Sedangkan pada waria kebanyakan mereka melakukan hubungan seks pertama kali dan mendapatkan bayaran pada umur 19 tahun. Antara lain dengan cara menjalin hubungan khusus dengan petugas. Simpang Duku (Embong Sawu). dimana pada daerah ini cewek-ceweknya lebih terang-terangan menjajakan diri mereka ke konsumen.WPS itu masuk kedalam mobil. sehingga tarif yang sudah di patok didaerah ini agak sedikit mahal.

. WPSTL mendapatkan pelanggan sekitar 3-4 orang dalam 1 minggu terakhir STBP (2007). paling banyak dilakukan oleh para pelanggan penjaja seks yaitu sekitar 40%. Waria. dimana sebagian besar pelanggan penjaja seks adalah karyawan swasta yaitu sekitar 27-36%.melakukan perilaku berisiko tertular HIV/AIDSdari sebagian WPS. dimana rata-rata penjual seksnya adalah wanita. dan waria (19%). kemudian di ikuti oleh penasun (30%). LSL adalah dibawah 20 tahun sedangkan untuk para pelanggan seks dan penasun umur pertama kali mekukan perilaku bereiiko yaitu diatas 20 tahun. Salah satu cara yang dapat mempercepat penularan penyakit HIV/AIDS adalah kontak seks komersial dimana frekuensi kontak seks dikasi dari jumlah pelanggan yang membeli jasa seks dari penjaja seks dan seberapa sering si pelanggan dalam 1 minggu terakhir membeli seks. rata-rata WPSL yang mempunyai pelanggan paling banyak dalam 1 minggu terakhir sekitar 9 orang. Ada berbagai macam jenis pekerjaan pelanggan penjaja seks.. kemudian di ikuti dengan PNS sekitar 5-8 % serta buruh kasar sekitar 1-9 %. LSL (20%). hal ini dapat kita ketahui dari hasil STBP (2007). Untuk perilaku membeli seks dalam 1 bulan terakhir. Sedangkan untuk perilaku menjual seks dalam 1 bulan terakhir paling banyak dilakukankan oleh kelompok WPSL (97%) dan WPSTL (88%).

Tujuan Pembangunan Depkes. . Jakarta: BPS. Jakarta: Depkes RI. STBP. Laporan Nasional Kegiatan Estimasi Ppopulasi Dewasa Rawan Terinfeksi HIV Tahun 2006. 2006. 2011. Ringkasan Peta Jalan Percepatan Pencapaian Millenium di Indonesia. Profil Data Kesehatan di Indonesia Tahun 2011. Situasi Perilaku Berisiko Tertular HIV Di Indonesia Hasil SPP Tahun 2004-2005.Daftar Pustaka BAPPENAS. SPP. Jakarta: Depkes RI. Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku. Analisis Kecendrungan Perilaku BeresikoTerhadap HIV Di Dunia. 2007. Jakarta: Depkes RI. Jakarta: Kemenkes. KPA. Jakarta: Depkes RI. 2010. 2011. STBP. 2005.

16. Ph..MATA KULIAH PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS).17.00.30 WIB FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA TAHUN 2011/2012 . HIV & AIDS ”INDUSTRI SEKS SEGITIGA EMAS DI SURABAYA” Oleh Nama NPM Dosen PJ Kelas : Mona Safitri Fatiah : 1106132001 : Dr. Pandu Riono MPH.D : Selasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->