P. 1
DIALISIS

DIALISIS

|Views: 146|Likes:

More info:

Published by: Siwi Purnamaningtyas Yustina on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2015

pdf

text

original

DIALISIS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Kimia Analitik II Dosen pengampu : Drs. Hokcu Suhanda, M.Si

Disusun oleh : Andry Dwi Harnizar (1009080) Dian Mardiana (1000395) Dwi Sonna Anggita (1000559) Siwi Purnamaningtyas (1005234)

Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia 2011

Contoh: Mayones dan cat. Homogen 2. Perbedaan larutan sejati. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 – 10-5 cm ). Keterangan: 1. Dapat disaring Kestabilan . Tidak dapat disaring 2.PENDAHULUAN Pengertian dan Jenis-jenis Koloid Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. dan suspensi kasar. <10-7>10-5cm Penyaringan 1. Suspensi Kasar Distribusi partikel 1. Heterogen Ukuran partikel 1. Sistem koloid 3. Larutan sejati 2. kecuali dengan penyaring ultra 3. Tidak dapat disaring. sistem koloid. mayones adalah campuran homogen di air dan minyak dan cat adalah campuran homogen zat padat dan zat cair. Heterogen 3.

Tidak stabil. tepung dalam air. Sol (fase terdispersi padat) a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat . Campuran pasir dan air. nasi b. tanah liat c. Sel darah merah dan plasma putih dalam plasma darah. Stabil. mentega. krim tangan c.1. Jenis – jenis koloid 1. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat. keju. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu. BUIH (fase terdispersi gas) a. Mayones. larutan garam. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam. tidak memisah 2. mayones. Debu di udara 3. gelas warna. Tepung kanji dalam air. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly. memisah Contoh 1. tidak memisah 3. intan hitam b. Larutan gula. asap pembakaran 2. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk 3. Stabil. tinta. Udara bersih 2. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara. Emulsi (fase terdispersi cair) a.

campurannya tergolong larutan Koloid Sol SIFAT-SIFAT KOLOID SOL a. busa sabun . partikel koloid akan tampak sebagai titik cahaya. Jika pergerakan titik cahaya atau partikel tersebut diikuti. karet busa. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok. jika fase terdispersi dan medium pendispersi samasama berupa gas. Hal ini pertama kali diamati oleh Robert Brown (1773-1858). b. partikel itu bergerak terusmenerus dengan gerakan zigzag. contoh dalam kehidupan sehari – hari dapat diamati dari langit yang tampak berwarna biru atau terkandang merah/oranye. maka sinar dihamburkan oleh system koloid tetapi tidak dihamburkan oleh larutan sejati hal ini dapat dilihat terdapat berkas sinar pada larutan. seorang ahli botani inggris pada tahun 1827. oleh karena itu sifat ini dinamakan Tyndall. Larutan koloid kanji memiliki partikel-partikel koloid relatif besar untuk dapat menhamburkan sinar dan sebaliknya Na2Cr2O7 memiliki partikel-partikel yang relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi sedikit kecil dan sulit diamati. Styrofoam b. marshmallow.Untuk pengelompokan buih. Selain itu contoh lainnya adalah pada koloid kanji dan larutan Na2Cr2O7. Efek dari Tyndall digunakan untuk membedakan system koloid dari larutan sejati. Gerak Brown Dibawah mikroskop ultra.Contoh: Batu apung. Efek Tyndall Sifat pengahamburan cahaya oleh koloid di temukan oleh John Tyndall. Ia sedang mengamati .

Semakin besar ukuran partikel. Partikel koloid dalam medium pendispersinya disebut gerak brown. Gerak Brown dipengerahui oleh suhu. Semakin kecil ukuran partikel koloid. Partikel koloid cukup kecil. semakin lambat gerak brown. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Daya adsorpsi partikel koloid tergolong besar Karenna partikelnya memberikan sesuatu permukaan yang luas. maka gerak Brown semakin lambat. Akibatnya. tumbukan cenderung tidak seimbang. Gerakan tersebut bersifat acak seperti pada zat cair dan gas. partikel-partikel menghasilkan tumbukan. maka partikel zat cair atau gas akan terakumulasi. Fenomena disebut adsorpsi. Bagaimana gerak brown dijelaskan? Partikel – partikel suatu zat senantiasa bergerak. c.butiran sari tumbuhan pada permukaan air dean mikroskop. semakin besar energi kinektik yang dimiliki partikel medium. Adsorpsi koloid Partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. semakin cepat gerak brown. . Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel pendispersi pada permukaanya. System koloid dengan medium pendipersi zat cair atau gas. gerak Brown dari partikel fase terdispersinya semakin cepat. Dan menyebabkan perubahan arah partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak brown. koloid. Jadi sdsorpsi terkait dengan penyerapan partikel pada permukaan zat. Semakin tinggi suhu system. Semakin rendah suhu system koloid. Sifat ini telah digunakan dalam berbagai proses seperti penjernihan air.

Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. partikel permukaan Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. . maka sol AgCI akan Proses mengadsorpsi ionisasi ion CIgugus sehingga bermuatan positif.berlebih. i. Muatan koloid sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. yaitu dengan proses adsorpsi dan proses ionisasi gugus permukaan partikelnya. Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif. Jika anion CI. sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. Sumber muatan koloid sol Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara.Proses adsorpsi Partikel koloiddapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif.d. .

saling meniadakan. Ph tinggi. iii. Kestabilan koloid Muatan partikel koloid adalah sejenis cenderung karena sering tolak-monolak.atau ekor non- ii. molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel.yang bersifat non pola.Lapisan bermutar ganda . gugus basa –NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus – NH3. ke pusat.Ø Koloid protein Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (COOH) dan biasa (-NH2). Anion R-COO. Sabun polar adalah tidak larut garam dalam karboksilat air sehingga dengan akan rumus terorientasi R-COO-Na+. Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein. Pada ph rendah . Gugus R. Zat yang molejulnya bergabung secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi. gugus –COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus – COO-. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan –NH3+ dan COO. Ø Koloid sabun dan deterjen Pada konsentrasi relatif pekat.terdiri dari gugus R.

lapisan bermuatan Bagaimana listrik ini selanjutnya struktur dari akan lapisan menarik ion-ion ganda dengan ini? sebenarnya bermuatan Permukaan lapisan ganda ini mengikuti model Helmoslzt.Permukaan partikel Koloid mendapat muatan bahwa partikel-partikel. maka partikel akan kehilangan muatannya. . Ketika partikel mencapai electrode. maka partikel koloid tersebut akan bergabung membentuk gumpalan. e. maka partikel ini akan bergerak dalm medan listrik. Apabila muatan listrik itu hilang . Sekarang model yang lebih akurat adalah :Lapisan padat : koloid menarik ion-ion dengan muatan yang berlawanan. Femonema elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan partikel koloid. Penghilangan muatan listrik pada partikel koloid ini dapat dilakukan empat cara yaitu i. Menggunakan prinsip elektroforesis Proses elektroforesis adaalh pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke electrode dengan muatan berlawanan. Koagulasi Partikel-partikel koloid yang bersifat stabil karena memiliki muatan listrik sejenis. Lapisandifusi : merupakan lapisan dimana muatan berlawanan dari medium pendispersi difusi iv. Proses penggumpalan partikel koloid dan pengendapannya disebut Koagulasi. Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik disebut elektrofesis.Elektroforesis : Partikel koloid sol bermuatan listrik.

iv. Koloid pelindung . f. . .Sistem koloid dimana partikel terdisperesinya mempunyai daya adsorpsi yang relatif kecil disebut koloid liofob.Sistem koloid dimana partikel terdisperesinya mempunyai daya adsorpsi yang relatif besar disebut koloid liofil.Penambahan elektrolit Elektrolit ditambahkan kedalam sistem koloid maka partikel koloid yang bermuatan negatif akan menarik ion positif dari elektrolit. Menyebabkan partikel koloid tersebut dikelilingi lapisan kedua yang memiliki muatan berlawanan.ii.Koloid lioil bersifat stabil. kedua koloid tersebut akan saling mengadsorpsi menjadi netral maka terbentuk kogulasi. . iii. Koloid liofil yang berfungsi sebagai koloid pelindung. Penambahan koloid lain dengan muatan berlawanan Sistem koloid bermuatan positif dicampur dengan sistem koloid lain yang bermuatan negatif.Pendidihan Kenaikan suhu sistem koloid menyebabkan jumlah tumbukan antara partikel-partikel sol dengan molekul-molekul air bertambah banyak. Partikel koloid yang bermuatan positif akan menarik ion negatif dari elektrolit. sedangkan koloid liofob kurang stabil. Menyebabkan lepasnya elekrolit yang teradsorpsi pada permukaan koloid.

As2O3 (aq) + 3H2S(g) à As2O3 (koloid) + 3H2O(l) (Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-) . berukuran yaitu: koloid. karena itu cara pembuatannya dapat dilakukan dengan memperbesar partikel larutan atau memperkecil partikel suspensi. Maka dari itu.PEMBUATAN KOLOID SOL Ukuran partikel koloid berada di antara partikel larutan dan suspensi. ada dua metode dasar dalam pembuatan larutan sehingga sejati iystem yang menjadi membentuk koloid partikel-partikel sol.Metode dispersi yang merupakan metode dipecahnya partikel-partikel besar partikel-partikel berukuran Metode Kondensasi Pembuatan koloid sol dengan metode ini pada umumnya dilakukan dengan cara kimia (dekomposisi rangkap. . * Reaksi dekomposisi rangkap Misalnya: . Cara kimia tersebut bekerja dengan menggabungkan partikel-partikel larutan (atom. ion. atau molekul) menjadi pertikel-partikel berukuran koloid.Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang. hidrolisis. dan redoks) atau dengan penggatian pelarut. .Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer. koloid.Metode kondensasi yang merupakan metode bergabungnya partikel-partikel kecil .

2H2O(l) * Penggatian pelarut Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid.Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan FeCl3 (aq) dalam (koloid) Fe(OH) (Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+) . 3HCl(aq) . air + Misalanya: mendidih. AlCl3 (aq) + 3H2O(l) à Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) * Reaksi reduksi-oksidasi (redoks) Misalnya: . belarang harus terlenih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh.Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih. Misalnya. 2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) à 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq) . Baru kemudian larutan belerang dalam etanol .untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air. .Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH.Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinya 2H2S(g) + SO2 gas (aq) à H2S 3S(s) + .AgNO3 (ag) + HCl(aq) à AgCl (koloid) + HNO3 (aq) * Reaksi hidrolisis Hidrolisis larutan FeCl3 adalah atau + reaksi reaksi 3H2O(l) suatu hidrolisis à zat garam 3 dengan Fe air.

farmasi. terbentuklah partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam . kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air. deterjen. 2. es krim.dsb. selai. . tekstil.Industri-industri lainnya seperti industri plastik. Sistem kerja alat penggilingan koloid: Alat ini memiliki 2 pelat baja dengan arah rotasi yang berlawanan. yaitu: * Cara Mekanik Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. dsb. Partikel-partikel yang kasar akan digiling melalui ruang antara kedua pelat baja tersebut.Sebaliknya.industri makanan untuk membuat jus buah. Kemudian. . . . Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid. kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol. Metode Dispersi Metode ini melibatkan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi berukuran koloid yang kemudian akan didispersikan dalam medium pendispersinya. krim.Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi. yang biasa digunakan dalam: .Industri kimia untuk membuat pelumas padat. Ada 3 cara dalam metode ini. mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air. semir sepatu. cat dan zat pewarna. dan kertas.tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk.

gelatin dalam air. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. Dalam cara ini. logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Kemudian. karet oleh bensin. Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu. Au. Contoh: Agar-agar dipeptisasi oleh air . . dan Pt. endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3. pelumas. Contohnya. * Cara Busur Bredig Cara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam. Contoh kolid yang dibuat adalah.Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin. tinta cetak. dsb. . Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap. sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid.Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. sperti Ag.Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S .medium pendispersinya untuk membentuk sistem koloid. . * Cara peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif .

Suatu koloid biasanya bercampur dengan ion-ion pengganggu. Jika rasio luas permukaan membran dengan volume pelarut besar maka laju difusi akan berlangsung dengan cepat karena molekul terlarut dapat berdifusi dalam jarak yang dekat. Definisi Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya dan proses perpindahan molekul terlarut dari suatu campuran larutan yang terjadi akibat difusi pada membran semipermeabel. Laju difusi ditentukan oleh beberapa kondisi :  Konsentrasi molekul pelarut yang akan keluar dari kantung dialisis. Pergerakan ion-ion dan molekul – molekul kecil melalui selaput semipermiabel disebut dialysis. A. .[1]  Volume pelarut. Jika konsentrasi molekul terlarut di lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di dalam kantung dialisis maka laju difusi akan semakin cepat. sedangkan molekul lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam kantung membrane.Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam. Semakin luas permukaan membran yang digunakan maka laju difusi akan semakin cepat. Pemisahan ion penggangu dapat dilakukan dengan memasukkan koloid ke dalam kertas/membran semipermiabel (selofan). karena pertikel koloid memiliki sifat mengadsorbsi. baru kemudian akan dialiri air yang mengalir.[1]  Luas permukaan kantung dialisis.[1] Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel. maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi. Molekul terlarut yang berukuran lebih kecil dari pori-pori membran tersebut dapat keluar.

Dia mendapat gelar professor pada usia 25 tahun dari universitas Anderson. kepekatan cairan akan berubah. Pada proses dialysis. Sejarah Dialisis Proses dialisis ditemukan oleh seorang ahli kimia Scotlandia Proffesor Thomas Graham pada tahun 1854.B. . yaitu melewatkan suatu zat terlarut melalui membrane semipermeabel yang mempunyai ukuran pori tertentu sehingga zat terlarut dapat lewat melalui membran menuju konsentrasi yang lebih rendah. hal yang tak kalah penting adalah selektivitas membran karena akan berpengaruh pada produk yang dihasilkan. Prinsip dasar dialysis Prinsip dasar dialysis adalah difusi. C. Graham menemukan prinsip pemisahan bahan/zat melalui membrane semipermeabel. Bila 2 macam cairan dengan kepekatan yang berbeda dibatasi oleh maka proses membrane semipermeabel oleh karena konveksi dan difusi. di Glaslow pada tahun 1830. Cairan yang kurang pekat akan menjadi pekat dan yang pekat menjadi kurang pekat. Ukuran Molekul Ukuran molekul membran sangat mempengaruhi kinerja membran. Factor-faktor yang mempengaruhi kinerja membran : Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penggunaan membran diantaranya sebagai berikut : 1.

Selain itu mempunyai efek pada tingkat penyumbatan (fouling) pada membrane.000 MWCO dan 50. Sebagai contoh untuk membran protein kedele yang dihidrolisis menggunakan ukuran membrane 5000 MWCO. temperature dan interaksi antar komponen.Pada pembuatan mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi mempunyai spesifikasi khusus. 5. 4. 3. Perbedaan bentuk ini khusus pada kondisi dibawah permukaan membrane.000 MWCO. Karakteristik Larutan Pada umumnya berat molekul larutan garam dan gula mempunyai berat molekul yang kecil dari ukuran pori membran. Parameter operasional Jenis parameter yang digunakan pada operasional umumnya terdiri dari tekanan membran. ion strength dan polarisasi. Bahan Membran Perbedaan bahan membran akan berpengaruh pada hasil rejection dan distribusi ukuran pori. Bentuk Molekul Bentuk dan konfigurasi macromolekul mempunyai efek pada kekuatan ion. Sebagai contoh membrane dari polysulfone dan membrane dari selulosa asetat. permukaan membran. temperature dan konsentrasi. 2. 10. Dan parameter tambahan adalah : pH. Hal ini dapat terlihat dalam penggunaan membrane pada protein dan dextrin. Karakteristik larutan ini mempunyai efek pada permeability membran. . kedua membran ini menunjukkan rendahnya deviasi antara kedua membran dan ini mempunyai efek pada tekanan membran.

Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik. Elektrodialisis Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik. sedangkan darah kembali ke dalam tubuh sesuai dengan arti dari hemo yang berarti darah dan dialisis yang berarti memindahkan. 2. Macam-macam dialysis 1. . Sehingga pertikel-partikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan. Adanya pengaruh medanlistrik akanmem percepat proses pemurnian sistem koloid. Hemodialisis Hemodialisis (HD) adalah cara pengobatan / prosedur tindakan untuk memisahkan darah dari zat-zat sisa / racun yang dilaksanakan dengan mengalirkan darah melalui membran semipermiabel dimana zat sisa atau racun ini dialihkan dari darah ke cairan dialisat yang kemudian dibuang. listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel.D. Cara kerjanya.

 Mudah pemakaiannya.  Mencegah kehilangan zat-zat vital dari tubuh selama dialisa Dialisat :  Dialisat konsentrat Berisi larutan pekat. Aplikasi dialysis 1.E.  Sulit transport dan penyimpanan.  Sulit mendapatkan komposisi yang benar. sebelum dipakai harus dicampur kontinyu dalam perbandingan tertentu oleh mesin. terdiri dari camuran air dan elektrolit yang mempunyai konsentrasi hampir sama dengan serum normal dan mempunyai tekanan osmotic yang sama dengan darah.  Kesalahan pengenceran sangat kecil.  Mudah menyimpan.  Bentuk kering atau puyer. Hemodialisis Dialisat adalah cairan yang digunakan pada proses HD. . Fungsi Dialisat :  Mengeluarkan dan menampung cairan serta sisa-sisa metabolisme dari tubuh.

6. 4. 5. NaCl / Sodium Chloride. KCl / potassium chloride. CaCl2 / Calium Chloride. 3. . Dextrose. Kandung Cairan Dialist : Dialisat mengandung macam-macam garam / elektrolit / zat antara lain : 1. NaC2H3O2 3H2O / acetat atau NaHCO3 / Bilkarbonat. tidak selalu terdapat pada dialisat. Mgcl2 / Magnesium Chloride. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->