Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pengobatan TB Paru

Berbagai kemajuan telah dicapai, antara lain program DOTS dimana Indonesia hampir mencapai target 70/85, artinya sedikitnya 70% pasien TB berhasil ditemukan dan sedikitnya 85% diantaranya berhasil disembuhkan.(1) Laporan langsung dari beberapa Negara yang menggunakan DOT sebagai kunci keberhasilan dari komponen strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) direkomendasikan untuk digunakan diseluruh dunia oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam mengonrol dan mencegah penyakit TB Paru. (2)

Penemuan suspek tuberculosis didapatkan bahwa seluruh puskesmas penelitian melakukan secara pasif di tempat pelayanan kesehatan di puskesmas, puskesmas pembantu, polindes dan waktu pelaksanaan puskesmas keliling.(3) Kami menemukan keunggulan dalam penemuan penderita TB Paru oleh perempuan di klinik dibandingkan laki-laki khususnya bagi anak mereka yang menunjukkan gejala-gejala terkena TB paru (4)

Faktor perilaku penderita ikut menentukan dalam keberhasilan pemberantasan TB Paru (5). Dalam hal perilaku minum obat secara teratur sebaiknya pasien dalam menjalankan pengobatan juga perlu diawasi oleh anggota keluarga terdekat yang tinggal serumah, yang setiap saat dapat mengingatkan pasien untuk minum obat (6)

Pengetahuan tentang TB paru dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan yang memberi pengaruh positif dalam penyembuhan,(7) Tingkat pendidikan, pengetahuan, dan kemampuan ekonomi yang baik sangat mempengaruhi terhadap kemauan/kemampuan penderita dan keluarganya dalam upaya pengobatan (8)

Petugas kesehatan dalam proses penyembuhan melalui pengobatan dan perawatan dari para medis. Peran petugas kesehatan yang sering berinteraksi dan memiliki tanggung jawab dalam hal proses penyampaian informasi mengenai penyakit TB.Paru serta petugas kesehatan juga harus berperan aktif dalam pelaksanaannya bagi pasien dalam membantu proses pengobatan.(9) Efektivitas program pada DPS setelah menjalankan kemitraan dengan Puskesmas menjadi lebih baik. Karena semua suspek TB paru sudah diperiksa sputum, penderita TB yang ditemukan DPS sudah diobati dengan regimen yang benar. (10)

Referensi Tjandra Yoga A. Jurnal Tuberkulosis Indonesia : Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia; 2006.

2008. 2004. Action Research TB di Kabupaten Sleman. Jurnal Ekologi Kesehatan : Riwayat Pengobatan Penderita TB paru Meninggal di Kabupaten Bandung. hubungan antara peran-peran tersebut. 2003. Peran adalah kombinasi adalah posisi dan pengaruh. Antony Syahrizal SY. & Estifanos BS : Journal International : Determinants of Treatment Adherence Among Smear-Positive Pulmonary Tuberculosis Patients in Southern Ethiopia. 2009. Dalam kerangka besar. 2009. Peran menjadi bermakna ketika dikaitkan dengan orang lain. mengorganisasikan. Sukana Bambang. memberi sangsi dan lain-lain. Arifin Yasir. et al. Susani Rani. peran adalah serangkaian rumusan yang membatasi perilaku-perilaku yang diharapkan dari pemegang kedudukan tertentu. Alex Prasudi. atau yang disebut sebagai struktur sosial. Supraptini : Jurnal Ekologi Kesehatan : Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Penderita TB Paru di kabupaten Tangerang. Sikap dan Motivasi Pasien Tuberkulosis Paru Dengan Keteraturan Berobat di Wilayah Kerja Puskesmas. Tuberkulosis Merupakan Penyakit Infeksi yang Masih Menjadi Masalah Kesehatan Masyarakat. Herryanto. Masyarakat yang berbeda merumuskan. dan . Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. Herryanto. Jurnal Keperawatan : Gambaran Pengetahuan Pasien TB Paru tentang Keteraturan Minum Obat di Desa Pamah Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang. Hiswani. Misalnya dalam keluarga. memberi penilaian. 2004. Andajani Woerdanjari : Jurnal KMPK Universitas Gadjahmada : Implementasi Penemuan Suspek Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Pesisir Selatan. ditentukan oleh hakekat (nature) dari peran-peran ini. 2006. perilaku ibu dalam keluarga diharapkan bisa memberi anjuran. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil.Lindtjorn Bern. 2009. Nyirenda M. Menurut Biddle dan Thomas dalam Arisandi. haves. Peran adalah deskripsi sosial tentang siapa kita dan kita siapa. Lutfan Lazuardi. Pengertian Peran Menurut Kozier Barbaraperan adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam. serta distribusi sumberdaya yang langka di antara orangorang yang memainkannya. Freddy M K. suatu system. organisasi masyarakat. 2004. Menurut Horton dan Hunt [1993]. peran (role) adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki suatu status. Dede AM. Jurnal Keperawatan : Hubungan Pengetahuan. S. Berbagai peran yang tergabung dan terkait pada satu status ini oleh Merton [1968] dinamakan perangkat peran (role set). komunitas sosial atau politik. Journal international Lung Diseases : Poor Attendance at a Child TB Contact Clinic in Malawi. R. Sinfield.

Bila yang diartikan dengan peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang dalam suatu status tertentu.[1] Daftar isi     1 Pengertian 2 Jenis 3 Peranan 4 Tugas . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga". Keluarga Dari Wikipedia bahasa Indonesia. kewajiban. maka perilaku peran adalah perilaku yang sesungguhnya dari orang yang melakukan peran tersebut. "ras" dan "warga" yang berarti "anggota")[1] adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. sehingga setiap masyarakat memiliki struktur sosial yang berbeda pula.memberi imbalan (reward) terhadap aktivitas-aktivitas mereka dengan cara yang berbeda. Perilaku peran mungkin berbeda dari perilaku yang diharapkan karena beberapa alasan. dan anak-anaknya. terdapat ikatan. ibu. Sedangkan. tanggung jawab di antara individu tersebut. Abu Ahmadi [1982] mendefinisikan peran sebagai suatu kompleks pengharapan manusia terhadap caranya individu harus bersikap dan berbuat dalam situasi tertentu berdasarkan status dan fungsi sosialnya. memiliki hubungan antar individu.[1] Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu. terdiri dari ayah. cari Keluarga inti.

[6] Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut: Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak. disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.[5]Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman.2 Berdasarkan pola otoritas 7 Subsistem sosial 8 Referensi Pengertian Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. bibi. sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami. keluarga kakek. dan spiritual.    5 Fungsi 6 Bentuk keluarga o 6.1 Berdasarkan lokasi o 6. ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga. pendidik. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga. kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu.[6]Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik. dan keluarga nenek.[3] Jenis Ada beberapa jenis keluarga.[6]Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.[2] Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah. sosial. pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.[6] Peranan Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi. mental. dan anak atau anak-anak.[6] Tugas . hubungan perkawinan atau pengangkatan. sebagai kepala keluarga. di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. sifat.[4]: Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anakanak mereka. berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. pelindung dan pemberi rasa aman. kelompok dan masyarakat. berperan sebagai pencari nafkah. istri. di hidupnya dalam satu rumah tangga.

8.[4] 4. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga. Pengaturan jumlah anggota keluarga. 5. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya. 2. perhatian. yaitu berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas [7]. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.[4] 6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan. Berdasarkan lokasi . 7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhankebutuhan keluarga. serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga. dan rasa aman di antara keluarga. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. dan lainnya. Memberikan kasih sayang.[4] Bentuk keluarga Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil.[4] 3. Sosialisasi antar anggota keluarga.[4] 2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga. 6. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masingmasing. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak. seperti acara nonton TV bersama. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.[4] 9. Fungsi Fungsi yang dijalankan keluarga adalah: 1.Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut:[rujukan?] 1. 4. bercerita tentang pengalaman masing-masing.[4] 7.[4] 8. 3. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.[4] 5.

A dan Donn Byrne. 2003. dan subsitem sibling (kakak-adik).[8] Referensi ^ a b c Situs Warta Warga Universitas Guna Darma: Keluarga ^ Sugeng Iwan. New Brunswick: Rutger University Press. hal 349. subsistem orang tua-anak. 3. ^ Anita L. 1.[8] Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam keluarga. Adat bilokal. yakni subsistem suami-istri. yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh perempuan (perempuan tertua. Adat avunkulokal. Jakarta: Erlangga ^ a b c d e f g h i j Richard R Clayton. yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat menempati tempat yang baru. yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu. 6. dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri pada masa tertentu pula (bergantian). Adat neolokal. dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami maupun istri. hal. The Family. yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami istri untuk memilih tempat tinggal. dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri . “Pengasuhan Anak dalam Keluarga” ^ Baron. 2003. yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup terpisah.[8] Subsistem suami-istri terdiri dari seorang lakilaki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga. Adat virilokal.Handbook of Family Comunication. yakni suami dan istri berbagi otoritas secara seimbang. 1988. C. yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami. subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua dan anak. Ex Familia. Mariage and Social Change. Adat uxurilokal. Psikologi Sosial.2004. Adat natalokal. Berdasarkan pola otoritas    Patriarkal. baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum kerabat istri. yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat istri. 2. umumnya ibu) Equalitarian. 4. 58 5. Subsistem sosial Terdapat tiga jenis subsistem dalam keluarga. yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh laki-laki (laki-laki tertua. umumnya ayah) Matriarkal. R. ^ a b c d e Jhonson. Vangelis.L.USA:Lawrence Elbraum Press.[8] Pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti subsistem-subsistem lain. . yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu (avunculus) dari pihak suami.       Adat utrolokal.

S (22 September 1974). eds. MacInnis. .7. Merrie Brucks and Deborah J. Cambridge. MA: Harvard University Press. ^ Fr Tderique Holdert dan Gerrit Antonides. “Family Type Effects on Household Members Decision Making”. Families and Family Therapy. ^ a b c d Minuchin. Pages: 48-54 8. Provo. UT: Association for Consumer Research. Advances in Consumer Research Volume 24 (1997).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful